Faktor-faktor yang Mempengaruhi Price Earning Ratio Saham-saham Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

 1  34  92  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRICE EARNING

  Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanapengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Debt to Equity Ratio (DER), Price Book Value (PBV), Return on Equity (ROE), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Price Earning Ratio(PER) saham-saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari populasi sebanyak tiga puluh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,diambil dua puluh perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria sampel yaitu perusahaan perbankan yang dipilih adalah bank konvensional, perusahaan publikpada sektor perbankan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2003 hingga 2007 dan memiliki laporan keuangan lengkap dari tahun 2003 hingga 2007.

EARNING RATIO SAHAM-SAHAM PERBANKAN

  Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanapengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Debt to Equity Ratio (DER), Price Book Value (PBV), Return on Equity (ROE), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Price Earning Ratio(PER) saham-saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari populasi sebanyak tiga puluh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,diambil dua puluh perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria sampel yaitu perusahaan perbankan yang dipilih adalah bank konvensional, perusahaan publikpada sektor perbankan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2003 hingga 2007 dan memiliki laporan keuangan lengkap dari tahun 2003 hingga 2007.

KATA PENGANTAR

  Penelitian ini merupakan tugas akhir pada Program Magister Ilmu ManajemenSekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara yang meneliti masalah keputusan pembelian dengan judul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Price Earning RatioSaham-saham Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Yang teristimewa kepada suami saya yang tercinta Miqdar terima kasih atas doa, motivasi, dan dukungan baik secara moril maupun materil sehingga penulis dapat Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada penulis baikketika masa kuliah maupun saat penulisan tesis.

RIWAYAT HIDUP

  Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanapengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Debt to Equity Ratio (DER), Price Book Value (PBV), Return on Equity (ROE), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Price Earning Ratio(PER) saham-saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari populasi sebanyak tiga puluh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,diambil dua puluh perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria sampel yaitu perusahaan perbankan yang dipilih adalah bank konvensional, perusahaan publikpada sektor perbankan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2003 hingga 2007 dan memiliki laporan keuangan lengkap dari tahun 2003 hingga 2007.

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Krisis keuangan yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997

  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah sebagai berikut:Bagaimana pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Debt Equity Ratio (DER), Price Book Value (PBV), Return on Equity (ROE), Biaya Operasional danPendapatan Operasional (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio (LDR), terhadap Price Earning Ratio (PER) saham-saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Debt Equity Ratio (DER), Price Book Value (PBV), Return on Equity (ROE), Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio (LDR), terhadap Price Earning Ratio (PER) saham-saham perbankan yang terdaftar di BursaEfek Indonesia.

I. 5. Kerangka Berpikir

  Adapunpenelitian yang berusaha memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat PER suatu perusahaan antara lain Whitbeck-Kisor(1963) dalam Husnan (1993) mereka melakukan penelitian dengan menggunakan tiga variabel yang diduga mempunyai pengaruh terhadap PER yaitu tingkat pertumbuhanlaba, Dividend Payout Ratio (DPR), dan standar deviasi tingkat pertumbuhan. Adhitama dan Sudaryono (2005) Equity, dan Net Profit Margin berpengaruh secara serentak dan signifikan terhadap Price Earning Ratio saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, sedangkan variabel independen lainnya yaitu Loan to Assets Ratio dan Net Profit Margin tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap PER.

I. 6. Hipotesis

Berdasarkan kerangka berpikir, maka dihipotesiskan sebagai berikut: Capital Adequacy Ratio (CAR), Debt Equity Ratio (DER), Price Book Value (PBV), Return on Equity (ROE), Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO), dan Loanto Deposit Ratio (LDR) berpengaruh signifikan terhadap Price Earning Ratio (PER) saham-saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Penelitian Terdahulu Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Price Earning Ratio

  Hasil pengujian secara parsial menunjukkanbahwa dari lima variabel yang diteliti ada empat variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap Price Earning Ratio yaitu Loan to Deposit Ratio, Operating Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Price Book Value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Loan to Assets Ratio, Return on Assets, Return on Equity, dan Net Profit Margin berpengaruh secara serentak dan signifikan terhadap Price Earning Ratio saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, sedangkan variabel independen lainnya yaitu Loan to Assets Ratio dan Net Profit Margin tidak memiliki pengaruh yang signifikan.

II. 2. Pengertian dan Jenis-jenis Saham

  Contoh indikatorfundamental adalah laba perusahaan, kualitas manajemen perusahaan, dividen yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham yang bersangkutan, situasi ekonomi Saham-saham dalam kelompok ini adalah saham-saham yang secara nasional dikenal mempunyai historis yang kuat dan bagus. g) Saham bertumbuh emerging (emerging stocks)Saham ini adalah saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang relatif lebih kecil dan memiliki daya tahan yang kuat meskipun dalam kondisiekonomi yang kurang mendukung, yang memasuki tahap memperoleh laba dalam jumlah besar sebagai hasil peningkatan volume penjualan danmemperbesar profit marginnya.

II. 3. Penilaian Saham

  Pendekatan Nilai Sekarang (Present Value Approach)Pendekatan nilai sekarang dilakukan dengan menghitung seluruh aliran kas yang akan diterima pemegang saham dari suatu saham di masa yang akan datang, dankemudian didiskontokan dengan tingkat bunga diskonto (biasanya sebesar tingkat return yang disyaratkan). Pendekatan PER (Price Earning Ratio)Pendekatan ini penentuan nilai suatu saham dilakukan dengan menghitung berapa rupiah uang yang diinvestasikan ke dalam suatu saham untuk memperoleh saturupiah pendapatan (earning) dari saham tersebut.

II. 4. Analisis Fundamental

  Pada dasarnya faktor-faktor tersebut dapat dibagi dua, Karakteristik analisis fundamental yaitu setiap investor merupakan makhluk rasional, di mana seorang fundamentalis mencoba mempelajari hubungan hargasaham dengan kondisi perusahaan dan berasumsi bahwa nilai saham mewakili nilai perusahaan Dengan harapan perusahaan mampu meningkatkan nilainya di kemudianhari. Saham dikatakan underpriced bilamanaharga saham di pasar modal lebih kecil dari harga wajar atau nilai yang seharusnya(nilai intrinsik), dan harga saham dikatakan overpriced apabila harga saham di pasar modal lebih besar dari nilai intrinsiknya.

II. 5. Pengertian Kinerja

  Selain itu tujuan pokok penilaian kinerja adalah memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalammematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelum, agar membuahkan hasil Pengukuran kinerja (performing measurement) adalah kualifikasi dan efisiensi perusahaan atau segmen atau keefektifan dalam pengoperasian bisnis selama periodeakuntansi. Kinerja bank menurut Jumingan (2008) merupakan bagian dari kinerja bank secara keseluruhan, kinerja (performance) bank secara keseluruhan merupakangambaran prestasi yang dicapai bank dalam operasional, baik menyangkut aspek keuangan, pemasaran, penghimpunan dan penyaluran dana, teknologi maupunsumber daya manusia.

II. 5.1. Capital Adequacy Ratio (CAR)

  CAR merupakan rasio keuangan untuk mengukur permodalan yang dimiliki perusahaan (Kasmir, 2003). Secara teoritis bank yang mempunyai CAR yang tinggi sangatlah baik karena bank ini mampu menanggungrisiko yang mungkin timbul.

II. 5.2. Debt to Equity Ratio (DER)

  Menurut Martono dan Harjito (2005) bahwa DER (Debt to Equity Ratio) adalah Rasio yang menggambarkan perbandingan utang dan ekuitas dalam pendanaanperusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri perusahaan tersebut untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Rumusan yang digunakan untuk membentuk rasio ini sebagai berikut: H arg a Penutupan Saham PBV = 100 % Nilai Buku per Saham Perusahaan dengan tingkat return on equity yang tinggi biasanya akan menjual sahamnya berlipat kali dari nilai bukunya, dibandingkan perusahaan dengan return on equity yang rendah (Brigham-Gapenski, 1998).

II. 5.5. Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO)

  Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatanoperasinya. Artinya, semakin rendah BOPO berartisemakin efisien kinerja bank tersebut dalam mengendalikan biaya operasionalnya, dengan adanya efisiensi biaya maka keuntungan yang diperoleh bank akan semakinbesar.

II. 5.6. Loan to Deposit Ratio (LDR)

  LDR (loan to deposit ratio) menurut Margaretha (2007) adalah seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposandengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Sedangkan menurut Kasmir (2003) Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkandengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan.

II. 6. Pengertian Price Earning Ratio

  Price Earning Ratio (PER), merupakan salah satu indikator yang sering digunakan sekuritas untuk menilai harga saham yang diperdagangkan di pasar modal. Karena dalam pendekatan ini investor akan menghitung berapa kali nilai earning yang tercermin dalam harga suatu saham, dengan kata lain PER menggambarkanrasio atau perbandingan antara harga saham terhadap earning perusahaan.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN III.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia yang beralamat di Jakarta Stock Exchange Building, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190

  melalui website http://www.jsx.co.id, http://www.bi.go.id dan website lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Waktu penelitian direncanakan dilakukan selama 3(tiga) bulan, yaitu dari bulan Mei 2009 sampai dengan Agustus 2009.

III. 2. Metode Penelitian

  Pendekatan ini menggunakan pendekatan Ex Post Facto, Sugiyono (2004) menyatakan bahwa “Penelitian Ex Post Facto adalah suatu penelitian yang dilakukanuntuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang melalui data tersebut untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului ataumenentukan sebab-sebab yang mungkin atas peristiwa yang diteliti“. Adapun menurut jenis datanya, maka penelitian ini menggunakan data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan(Sugiyono, 2004).

III. 3. Populasi dan Sampel Penelitian

  Populasi dalam penelitian ini adalah industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesiasampai dengan tahun 2007, yang berjumlah 30 (tiga puluh) perusahaan perbankan. Perusahaan yang dipilih merupakan perusahaan publik pada sektor perbankan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2003 dan masih terdaftarhingga tahun 2007 serta tidak bermasalah.

III. 4. Jenis dan Sumber Data

  Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Jakarta Stock Exchange monthly, JSX Statistic dan Indonesia Capital Market Directory tahun 2003 sampai dengan 2007. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi yang dilakukan dengan cara mengakses situs resmi Bursa EfekIndonesia dan Bank Indonesia, serta dokumen berupa buletin khusus yang dikeluarkan Bursa Efek Indonesia.

III. 6.2. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional dari masing-masing variabel dijelaskan sebagai berikut: a. CAR (Capital Adequacy Ratio)/X

1 CAR yaitu rasio yang memperlihatkan seberapa besar jumlah seluruh aktiva bank

  yang mengandung resiko (kredit, surat berharga dan tagihan pada bank lain) yang ikut dibiayai dari modal sendiri di samping memperoleh dana-dana dari sumberdi luar bank. b.

2 Debt Equity Ratio (DER) menunjukkan sejauhmana perusahaan dibiayai oleh

  pihak luar, dengan kata lain proporsi penggunaan utang untuk membiayai investasi perusahaan. c.

3 Price Book Value (PBV) menunjukkan nilai ekuitas berdasarkan perbandingan nilai buku saham dengan harga pasar

5 ROE (Return On Equity) suatu rasio yang menunjukkan perbandingan antara laba bersih setelah dengan modal sendiri (equity)

  7 LDR (Loan to Deposit Ratio) merupakan rasio perbandingan antara besarnya kredit yang diberikan oleh bank terhadap besarnya jumlah simpanan atau dana pihak ketiga. Price Earning Ratio (PER)/YPER (Price Earning Ratio) adalah rasio yang membandingkan harga pasar saham dengan laba per lembar saham.

LDR (X6)

Total DPK Ekuitas kredit kepada debitur 100% dengan deposit yang ada

PER (Y)

Perbandingan antara Rasio H arg a saham per lembar 100  harga saham terhadap Laba per lembar saham earning per shareSumber: Hasil Penelitian, 2009 (data diolah)

III. 7. Model Analisis Data

  Model analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda (multiple regression). Suatu model regresi harus dapatdipertanggungjawabkan, yaitu harus memenuhi kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).

5 X = Loan to Deposit Ratio (LDR)

6 e = Error of TermAnalisis data dilakukan dengan bantuan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 16,0 dengan menggunakan tingkat kepercayaan (convidence interval) sebesar 95% dan tingkat toleransi kesalahan á 5%.

III. 8. Pengujian Hipotesis

Untuk membuktikan hipotesis maka digunakan alat uji sebagai berikut:

1. Uji pengaruh secara simultan (Uji F)

  Hipotesisnya adalah sebagai berikut: H0 : ß1 = ß2 = ß3 = ß4 = ß5 = ß6 = 0 ; artinya, tidak terdapat pengaruh signifikan seluruh variabel independen dalam model secara serempak terhadap variabeldependen. Terima Ho bila F hitung ≤ F tabel Tolak Ho (terima H1) bila F hitung > F tabelDengan menentukan tingkat signifikansi (á) yaitu sebesar 5% dengan df1 = (k- 1) dan df2 = (n-k) di mana n = jumlah amatan dan k = jumlah variabel (mencari nilai F tabel).

b. Membandingkan signifikansi F dengan á

Terima Ho bila signifikansi F ≥áTolak Ho (terima H1) bila signifikansi F < á

2. Uji pengaruh secara parsial (uji-t )

  Menurut Ghozali (2008) bahwa: Uji statistik dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov, jika angka signifikansi yang ditunjukkan dalam tabel < á 0,05 (lebih kecil dari alpha 5%) maka data yang digunakan dinyatakan sebagai data yang tidak memenuhi asumsi normalitas, sebaliknya jika angka signifikan di dalam tabellebih besar dari á 5% maka data telah memenuhi asumsi klasik (Ghozali, 2005). Uji Multikolinieritas Multikolinieritas berarti antar variabel independen yang ada dalam model memiliki hubungan yang sempurna atau mendekati sempurna (koefisien korelasitinggi atau bahkan sama dengan satu).

2 Uji park yaitu varians (S ) merupakan fungsi dari variabel-variabel bebas. Uji ini

  Kemudian nilai logaritma dari kuadrat residual 1 dimasukkan sebagai variabel terikat dalam persamaan regresi yang baru. Jika angka signifikansi t yang diperoleh dari persamaan regresi yang baru lebih besar dari alpha5% maka dikatakan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam data model, sebaliknya jika angka signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari alpha 5% maka dapatdikatakan terdapat heteroskedastisitas dalam data model.

III. 9.4. Uji Autokorelasi

  Autokorelasi menunjukkan adanya kondisi yang berurutan antara gangguan atau distribusi yang masuk kedalam fungsi regresi. Autokorelasi dapat diartikansebagai korelasi yang terjadi antara anggota observasi yang terletak berderetan secara serial dalam bentuk waktu atau korelasi antara tempat yang berdekatan bila datanya cross series.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN IV.1. Hasil Penelitian IV.1.1. Sejarah dan Perkembangan Bursa Efek Indonesia Pasar modal sesungguhnya telah hadir di Indonesia jauh sebelum negara Republik Indonesia diproklamasikan di zaman penjajahan Belanda. Pada saat itu

  pasar modal didirikan dengan tujuan untuk menghimpun dana guna menunjang ekspansi usaha perkebunan milik Belanda di Indonesia, di mana para investor yangmasuk ke pasar modal adalah orang-orang Belanda dan Eropa lainnya. Pada tanggal 22Mei 1995 diterapkan otomasi sistem perdagangan di Bursa Efek Jakarta yang dikenal dengan JATS (The Jakarta Automated Trading System) yang memungkinkandilakukannya transaksi harian sebanyak 200.000 kali dibandingkan dengan sistem lama yang hanya mencapai 3.800 transaksi per hari.

IV. 1.2. Deskripsi Data Penelitian

  Data yang diperoleh dari hasil dekriptif, menunjukkan nilai tertinggi(maximum), nilai terendah (minimum), rata-rata (mean), dan standar deviasi dari setiap variabel yang diteliti untuk hipotesis, baik variabel bebas yaitu PER, sertavariabel bebasnya CAR, DER, PBV, ROE, BOPO, dan LDR. Selanjutnya yang merupakan variabel independen lainnya yaitu Rasio DER industri perbankan di Indonesia rata-ratanya 0,4141 dengan DER maksimum sebesar 1,45 dan minimumnya dengan nilai -0,89 sedangkan nilai standar deviasi sebesar 0,54660.

IV. 1.3. Hasil Uji Asumsi Klasik Hipotesis

  Normal Plot Hal ini terlihat dari penyebaran titik-titik pada grafik normal plotnya yang tidak mengikuti arah garis diagonal, hasil yang peneliti dapatkan berbeda denganpernyataan dari Ghozali (2005) yang menyatakan bahwa jika distribusi data adalah normal, maka terdapat titik-titik yang menyebar di sekitar garis diagonal danpenyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Grafik Scatterplot Uji Heteroskedastisitas Dari Gambar IV.3 menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dandi bawah angka 0 pada sumbu Y, maka hal tersebut menunjukkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi tersebut layak dipakaiuntuk memprediksi berdasarkan masukan variabel bebas CAR, DER, PBV, ROE, LDR dan BOPO.

1. Koefisien Determinasi (R )

Pada Tabel IV.5 di atas menunjukkan nilai R Square sebesar 0,763 atau76,3% hal ini berarti kemampuan variabel bebas yaitu CAR, DER, PBV, ROE, LDR dan BOPO dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel terikat (PER) sebesar 2 76,3%, sedangkan sisanya sebesar 1- R = e yang besarnya 23,8% adalah variabel yang tidak terungkap atau tidak diteliti.

2. Uji Signifikansi Regresi Secara Simultan (Uji-F)

  Sedangkan tingkat F pada tingkat kepercayaan 95% (á tabel = 0,05) adalah 2,09 maka pada perhitungan tersebut F > F (49,902 > 2,09), hitung tabel dan nilai signifikan F adalah 0,000 lebih kecil dari nilai á 0,05, keputusan yang hitung diambil adalah tolak Ho (terima H ). Diterimanya hipotesis alternatif menunjukkan 1 bahwa secara bersama-sama (simultan) variabel bebas yaitu CAR, DER, PBV, ROE, LDR dan BOPO berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu Price Earning Ratio saham-saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3. Uji Signifikansi Regresi Secara Parsial (Uji-t)

  Error Beta 1 (Constant) 4.193 2.116 1.982 .050 CAR DER -.291 .243 -.122 -1.202 .232PBV .854 .083 .594 10.305 .000 ROE -.767 .056 -.753 -13.587 .000LDR .109 .141 .054 .774 .441 BOPO .170 .248 .041 .685 .495 A Dependent Variable: PERSumber: Hasil Penelitian, 2009 (data diolah) Dari Tabel IV.7 yang menunjukkan bahwa variabel yang memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari á 0,05 adalah PBV dan ROE. Nilai t dari variabel hitung CAR, DER, PBV, ROE, LDR, dan BOPO berturut-turut sebagai berikut yaitu -0,733, tabel Dari Tabel IV.7 juga ditunjukkan bahwa nilai konstanta sebesar 4,193 dan nilai koefisien dari masing-masing variabel adalah -0,165, -0,291, 0,854, -0,767,0,109, dan 0,170.

1. Capital Adequacy Ratio (CAR)

  Rasio CAR tidak signifikan terhadap PER sesuai dengan penelitian Sinaga (2007) yang menyatakan CAR tidak signifikan terhadapPER disebabkan karena emiten berupaya menghindari resiko atas aktiva yang mengandung resiko (kredit, surat berharga dan tagihan pada bank lain) yang ikutdibiayain dari modal sendiri di samping diperoleh dari luar bank. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabelyang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel PBV secara parsial terhadap Price Book Value berpengaruh terhadap PER saham perbankan serta sesuai dengan penelitian Kurniawan (2002).

4. Return on Equity (ROE)

  Hal ini menunjukkan bahwa t lebih besar dari t yang tabelhitung tabel berarti terdapat pengaruh signifikan variabel ROE secara parsial terhadap variabelPER saham perbankan. Dan ini sesuai dengan signifikansinya, terlihat pada signifikan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari á = 0,025 yang berarti sangat signifikan antaravariabel ROE terhadap variabel dependen yaitu PER.

5. Loan to Deposit Ratio (LDR)

  Hal ini menunjukkan bahwa t lebih kecil dari t yang tabelhitung tabel berarti tidak terdapat pengaruh signifikan variabel LDR secara parsial terhadap variabel PER saham perbankan. Dan ini juga terlihat pada signifikan sebesar 0,441lebih besar dari á = 0,025, berarti bahwa tidak ada pengaruh antara variabel LDR terhadap PER saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Inadonesia.

6. Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO)

  Hal ini menunjukkan bahwa t hitung lebih kecil dari t tabelyang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan variabel BOPO secara parsial terhadap variabel PER saham perbankan. Teori menunjukkan BOPO adalah Rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukankegiatan operasinya.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab

sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:Hasil pengujian hipotesis secara serempak (simultan) terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel capital adequacy ratio, debt to equity ratio, price book valut, return on equity, loan to deposit ratio dan biaya operasional dan pendapatan operasional terhadap price earning ratio saham-saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2003 sampai dengan 2007. Hasil pengujian hipotesissecara parsial menyimpulkan bahwa dari variabel-variabel yang digunakan ada beberapa variabel yang mempengaruhi Price Earning Ratio yaitu variabel price book value dan variabel return on equity sedangkan variabel capital adequacy ratio, debt equity ratio, biaya operasional dan pendapatan operasional, dan loan to deposit ratio tidak mempengaruhi price earning ratio saham-saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2003 sampai dengan periode 2007.

V. 2. Saran

  Untuk investor yang melakukan investasi dalam saham perbankan dengan berpedoman kepada price earning ratio sebaik para investor memperhatikan 2. Untuk penelitian selanjutnya yang berminat melakukan penelitian terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi price earning ratio khususnya untuk sahamperbankan, disarankan untuk memasukkan variabel eksternal sebagai variabel independen, seperti tingkat suku bunga SBI, fluktuasi nilai tukar rupiah sertafaktor-faktor lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

I. Buku

  Faktor-faktor yang Mempengaruhi PriceEarning Ratio pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar pada Bursa Efek Jakarta, Tesis, Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Price Earning Ratio Saham-saham Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta, Tesis, Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

IV. Website http://www.bi.go.id

http://www.bisniskeuangan.com/read/xml/2009/06/26/16.345255/tertekan.perbankan.ihsg.turun.tipis.http://www.jsx.co.id.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Price Earning Ratio Saham-saham Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Analisis Fundamental TINJAUAN PUSTAKA Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional BOPO Loan to Deposit Ratio LDR Capital Adequacy Ratio CAR Debt Equity Ratio DER Capital Adequacy Ratio CAR Debt to Equity Ratio DER Deskripsi Data Penelitian Hasil Penelitian 1. Sejarah dan Perkembangan Bursa Efek Indonesia Hasil Uji Asumsi Klasik Hipotesis Loan to Deposit Ratio LDR METODOLOGI PENELITIAN Dr. Khaira Amalia, MBA Penelitian Terdahulu TINJAUAN PUSTAKA Pengertian dan Jenis-jenis Saham Pengertian Price Earning Ratio Penilaian Saham TINJAUAN PUSTAKA Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Kerangka Berpikir Price Book Value PBV Return on Equity ROE Uji Signifikansi Regresi Secara Parsial Uji-t Uji Signifikansi Regresi Secara Simultan Uji-F
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Price Earning..

Gratis

Feedback