Feedback

Analisa Perubahan – Perubahan pada Mukosa Rongga Mulut Akibat Proses Menua pada Manula Perempuan Kelompok Umur 45 – 69 tahun di Medan Denai.

Informasi dokumen
Analisa Perubahan – Perubahan pada Mukosa Rongga Mulut Akibat Proses Menua pada Manula Perempuan Kelompok Umur 45 – 69 tahun di Medan Denai SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperolehi gelar Sarjana Kedokteran Gigi Oleh : NAZRUL AMAR BIN HUSIN NIM : 070600164 FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Fakultas Kedokteran Gigi Departemen Biologi Oral Tahun 2011 Nazrul Amar Bin Husin Analisa Perubahan – Perubahan pada Mukosa Rongga Mulut Akibat Proses Menua pada Manula Perempuan Kelompok Umur 45 – 69 tahun di Medan Denai x + 66 halaman Proses menua didefinisikan sebagai suatu keadaan fisiologis dimana menurunnya fungsi sel yang terjadi secara terus menerus. Pada rongga mulut, gambaran klinis yang dapat dilihat akibat dari proses penuaan adalah mukosa tampak licin mengkilap (tidak ada stipling pada gingiva), pucat, kering, mudah mengalami iritasi dan pembengkakan, mudah terjadi pendarahan bila terkena trauma serta elastisitasnya berkurang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapan dimulainya proses penuaan pada mukosa di rongga mulut (pembentukan jaringan flabby, kehilangan stippling dan kelembapan mukosa yang berkurang) dan untuk mengetahui perbedaan mukosa rongga mulut yang ada antara sampel kelompok umur 45 – 49 tahun, 50 – 54 tahun, 55 – 59 tahun, 60 – 64 tahun, dan 65 – 69 tahun. Penelitian ini bersifat observasional analitik yang menggunakan desain penelitian rancangan observasi pada pasien dengan menggunakan metode Cross-Sectional. Sampel penelitian diperoleh dari populasi penduduk di Lingkungan 10, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai yang berumur 45 – 69 tahun yang dipilih dengan metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan Universitas Sumatera Utara eksklusi. Sampel-sampel yang di observasi berjumlah 30 orang, setiap kelompok umur mempunyai 6 sampel. Pengolahan data dianalisis dengan uji statistik kruskal wallis. Hasil uji statistik kurskal wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p< 0,005) antara kelompok umur 45 – 49 tahun dengan kelompok umur 55 – 59 tahun, 60 – 64 tahun, dan 65 – 69 tahun. Perubahan-perubahan pada mukosa rongga mulut akibat proses menua terlihat jelas dimulai pada kelompok umur 55 – 59 tahun. Proses penuaan pada rongga mulut dapat terjadi lebih cepat akibat rendahnya kesadaran penjagaan kesehatan. Key words : Penuaan, mukosa rongga mulut, jaringan flabby, stippling, kelembapan mukosa. Daftar Pustaka : 21 (2000 – 2010) Universitas Sumatera Utara Analisa Perubahan – Perubahan pada Mukosa Rongga Mulut Akibat Proses Menua pada Manula Perempuan Kelompok Umur 45 – 69 tahun di Medan Denai SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperolehi gelar Sarjana Kedokteran Gigi Oleh : NAZRUL AMAR BIN HUSIN NIM : 070600164 FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN PERSETUJUAN Skripsi ini telah dipersetujui untuk dipertahankan di hadapan tim penguji skripsi Medan, 02 Augustus 2010 Pembimbing : 1. Dr. Ameta Primasari, drg., Msc., MKes Tanda tangan . NIP : 19680311 199203 2 001 Universitas Sumatera Utara TIM PENGUJI SKRIPSI Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan tim penguji pada tanggal 20 Juli 2011 TIM PENGUJI KETUA : 1. Dr. Ameta Primasari, drg., Msc., MKes ANGGOTA : 2. Lisna Unita R., drg., M.Kes. 3. Yendriwati, drg., M.Kes Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur ke hadirat Allah Subahannahuwataala Tuhan sekalian alam, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah Sollallahualaihiwasallam beserta keluarganya yang telah menuntun umatnya untuk selalu berpegang pada jalan yang lurus dan benar, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana kedokteran gigi pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Terima kasih yang tidak terhingga kepada kedua orang tua tercinta yaitu arwah Husin bin Endut dan Tengku Hamimah Bt Tengku Hashim dan juga saudara-saudara penulis yang selalu mendoakan, memberikan dukungan moril dan semangat, maupun materil selama ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Dr. Ameta Primasari, drg, MDSc., Mkes. selaku pembimbing dan penguji yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan yang sangat berguna dalam meningkatkan semangat dan motivasi penulis untuk penyelesaian skripsi ini. Pada kesempatan ini, dengan rasa rendah hati penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Prof. H. Nazruddin, drg., C.Ort., Sp. Ort., Ph.D selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. 2. Rehulina Ginting, drg., selaku Ketua Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara sekaligus tim penguji yang telah memberikan masukan dan saran dalam menyelesaikan skripsi ini. Universitas Sumatera Utara 3. Ibu Maya dari Fakultas Kesehatan Masyarakat atas bimbingannya dalam metodologi penelitian serta analisa statistik hasil penelitian ini. 4. Ubai yang meminjamkan kamera Digital Single-Lens Reflex (DSLR) untuk penulis mengambil foto perubahan-perubahan yang berlaku pada mukosa rongga mulut akibat proses penuaan. 5. Ibu Ninuk yang membantu penulis untuk mencari sampel-sampel untuk penelitian. Teman-teman penulis Afiq, Adib, Salman, Faisal, Badiu dan seluruh teman-teman mahasiswa FKG angkatan 2007 yang turut membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat yang berguna bagi ilmu pengetahuan, khususnya bidang kedokteran gigi. Medan, 4 Augustus 2011 Penulis, (Nazrul Amar Bin Husin) NIM: 070600164 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERSETUJUAN . ii HALAMAN TIM PENGUJI SKRIPSI . iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . viii DAFTAR GAMBAR . ix DAFTAR LAMPIRAN . x BAB 1 PENDAHULUAN . . 1 1.1 1.2 1.3 1.4 Latar Belakang . . Rumusan Masalah . Tujuan Penelitian . Manfaat Penelitian . 1 4 4 4 TINJAUAN PUSTAKA . 5 2.1 Teori Penuaan . 2.2 Fisiologis Proses Penuaan secara Umum . . 2.3 Mukosa Mulut Normal . 2.3.1 Histologi Mukosa Rongga Mulut. . . 2.3.2 Fisiologi Mukosa Rongga Mulut. . . 2.4 Perubahan Klinis pada Jaringan Mukosa Mulut . 2.4.1 Jaringan Flabby. 2.4.2 Kelenjar Saliva. 2.4.3 Lidah dan Pengecapan. 2.4.4 Bentuk Bibir. 2.4.5 Tekstur Permukaan Mukosa Mulut. 2.5 Penyakit Mukosa Mulut Seiring Menyertai Proses Menua. 2.6 Faktor Mempercepat/ Memperlambat Proses Menua . 2.6.1 Radikal-Radikal Bebas. 2.6.2 Antioksidan. 5 6 9 9 10 11 11 12 13 14 15 15 17 17 18 BAB 2 Universitas Sumatera Utara BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESA PENELITIAN . 20 3.1 Kerangka Konsep . . . . . 22 3.2 Hipotesis . . . 23 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN . 24 4.1 Jenis Penelitian. . . . 4.2 Populasi dan Sampel. . . 4.3 Variabel Penelitian. . 4.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi . . . 4.5 Alat dan Bahan Penelitian . . . 4.6 Definisi Operational. 4.7 Tempat dan Lama Penelitian . . 4.8 Metode Pengumpulan Data. . . 4.9 Prosedur Pengambilan Data. 4.10 Analisa Data. 24 24 25 26 26 27 30 30 30 32 BAB 5 HASIL PENELITIAN. . 33 BAB 6 PERBAHASAN . 40 BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN . 49 7.1 Kesimpulan . 49 7.2 Saran . 49 DAFTAR PUSTAKA . 50 LAMPIRAN . 53 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Perbedaan fisiologis mukosa mulut (normal dengan menua). 21 2. Data demografi sampel-sampel penelitian. 33 3. Perubahan-perubahan mukosa rongga mulut (pemeriksaan klinis) pada perempuan manula di Medan Denai. 35 4. Perubahan-perubahan mukosa rongga mulut (berdasarkan indikator) pada perempuan manula di Medan Denai. 36 5. Hasil uji Kruskal wallis. 38 6. Hasil uji Mann Whitney. 39 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Mukosa rongga mulut menurut lokasi dan fungsi. 10 2. Otot-otot mulut. 14 3. Alat dan bahan penelitian. 27 4. Jaringan flabby pada residual ridge. 28 5. Gingiva cekat normal (mempunyai stippling) . 28 6. Gingiva cekat manula (stippling menghilang). 29 7. Pembentukan jaringan flabby dan stippling yang menghilang . 43 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Kerangka teori penelitian. 53 2. Inform consent. 54 3. Kuesioner 1. 55 4. Kuesioner 2. 57 5. Hasil penelitian (laporan kerja). 58 6. Analisa penelitian (hasil uji statistik). 60 7. Ethical Clearance. 69 Universitas Sumatera Utara Fakultas Kedokteran Gigi Departemen Biologi Oral Tahun 2011 Nazrul Amar Bin Husin Analisa Perubahan – Perubahan pada Mukosa Rongga Mulut Akibat Proses Menua pada Manula Perempuan Kelompok Umur 45 – 69 tahun di Medan Denai x + 66 halaman Proses menua didefinisikan sebagai suatu keadaan fisiologis dimana menurunnya fungsi sel yang terjadi secara terus menerus. Pada rongga mulut, gambaran klinis yang dapat dilihat akibat dari proses penuaan adalah mukosa tampak licin mengkilap (tidak ada stipling pada gingiva), pucat, kering, mudah mengalami iritasi dan pembengkakan, mudah terjadi pendarahan bila terkena trauma serta elastisitasnya berkurang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapan dimulainya proses penuaan pada mukosa di rongga mulut (pembentukan jaringan flabby, kehilangan stippling dan kelembapan mukosa yang berkurang) dan untuk mengetahui perbedaan mukosa rongga mulut yang ada antara sampel kelompok umur 45 – 49 tahun, 50 – 54 tahun, 55 – 59 tahun, 60 – 64 tahun, dan 65 – 69 tahun. Penelitian ini bersifat observasional analitik yang menggunakan desain penelitian rancangan observasi pada pasien dengan menggunakan metode Cross-Sectional. Sampel penelitian diperoleh dari populasi penduduk di Lingkungan 10, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai yang berumur 45 – 69 tahun yang dipilih dengan metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan Universitas Sumatera Utara eksklusi. Sampel-sampel yang di observasi berjumlah 30 orang, setiap kelompok umur mempunyai 6 sampel. Pengolahan data dianalisis dengan uji statistik kruskal wallis. Hasil uji statistik kurskal wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p< 0,005) antara kelompok umur 45 – 49 tahun dengan kelompok umur 55 – 59 tahun, 60 – 64 tahun, dan 65 – 69 tahun. Perubahan-perubahan pada mukosa rongga mulut akibat proses menua terlihat jelas dimulai pada kelompok umur 55 – 59 tahun. Proses penuaan pada rongga mulut dapat terjadi lebih cepat akibat rendahnya kesadaran penjagaan kesehatan. Key words : Penuaan, mukosa rongga mulut, jaringan flabby, stippling, kelembapan mukosa. Daftar Pustaka : 21 (2000 – 2010) Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada umumnya, manusia sering takut apabila menghadapi hari tua dan menginginkan keadaan awet muda. Proses menua boleh didefinisikan sebagai suatu keadaan fisiologis dimana menurunnya fungsi sel yang terjadi secara terus menerus. Masa tua merupakan bagian akhir dari kehidupan. Ahli dalam bidang gerontologi menggunakan istilah senescene (menjadi tua) untuk menggambarkan proses menua sebagai kemerosotan banyak fungsi tubuh yang progresif, ditandai dengan penurunan kesuburan dan peningkatan resiko untuk mengidap berbagai penyakit, kegagalan multiorgan yang memuncak dan akhirnya menghadapi kematian.1,2 Proses penuaan dimanifestasikan dalam berbagai cara dan derajat pada jaringan dan organ tubuh. Secara manifestasinya adalah berupa desifikasi jaringan, berkurangnya elastisitas, menurunnya kemampuan reparatif, dan terganggunya permeabilitas sel. Perubahan lain yang terjadi diantaranya adalah berupa penipisan kulit dan hilangnya keratinisasi, kapiler darah menjadi rapuh (fragile) sehingga mudah terbentuk hematom yang luas hanya karena trauma ringan.3 Namun demikian, sering sekali sukar untuk membedakan perubahan yang berkaitan dengan pertambahan umur dengan perubahan yang diinduksi oleh penyakit atau oleh agen farmakoterapeutik yang digunakan dalam perawatan penyakit.3 Berdasarkan teori-teori penuaan, terdapat berbagai macam hal yang dapat mempengaruhi penuaan sehingga dapat menyebabkan berlakunya penuaan dini. Diantaranya adalah gaya hidup Universitas Sumatera Utara manusia pada zaman sekarang yang lebih suka mengkonsumsi makanan instan yang mengandung berbagai bahan kimia yang membahayakan kesehatan dan seterusnya mempercepat proses penuaan. Polusi udara ataupun pencemaran udara sekitar seperti asap rokok, asap dari kenderaan, asap pabrik, pembakaran sampah di alam terbuka, pembakaran bahan makanan dan lain-lain mempunyai radikal-radikal bebas yang berbahaya bagi manusia. Masalah-masalah ini yang terjadi pada zaman modern sangat berhubungan dengan teori-teori proses terjadinya penuaan. Terdapat beberapa teori tentang proses menua yang diterima secara meluas. Teori wear and tear yang menyatakan bahwa tubuh serta selnya mengalami kerusakan karena penyalahgunaan dan penggunaan yang berlebihan. Organ-organ seperti hati, lambung, ginjal, kulit dan lain-lainnya diracuni dengan toksin yang terdapat dalam makanan dan lingkungan, asupan lemak, gula, kafein, alkohol dan nikotin yang berlebihan, sinar matahari yang menghasilkan ultra-violet dan banyak lagi faktor fisikal dan tekanan emosi yang dihadapi oleh tubuh manusia.2 Proses penuaan adalah satu proses yang tidak bisa dihentikan ataupun dicegah. Penuaan hanya bisa diperlambat. Menurut WHO, manusia berumur 60 tahun ke atas adalah manusia lanjut usia (manula)4. Tetapi kapan bermulanya proses penuaan? Batasan usia menurut WHO manusia berumur 45 – 59 tahun berada di kelompok usia pertengahan (middle adulthood)4. Adakah proses penuaan dimulai umur 45 tahun? Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui kapan terjadi perubahan-perubahan pada rongga mulut akibat proses penuaan. Rongga mulut merupakan gerbang bagi manusia mengkonsumsi makanan serta minuman. Mukosa rongga mulut sering terpapar dengan bahan kimia serta Universitas Sumatera Utara toksin yang terdapat dalam bahan makanan, minuman maupun lingkungan. Sebagian dari proses penuaan mudah diamati di mukosa rongga mulut. Semua manusia akan mengalami proses penuaan, maka sebagai seorang dokter gigi, penting untuk mengetahui dampak-dampak menua pada rongga mulut serta kapan terjadinya perubahan-perubahan di rongga mulut. Penatalaksanaan pada manula berbeda dengan penatalaksanaan pada orang yang belum mengalami proses penuaan. Penelitian yang akan dilakukan adalah mengenai perubahan-perubahan yang berlaku di mukosa mulut (pembentukan jaringan flabby, kehilangan stippling dan kelembapan mukosa yang berkurang) pada proses penuaan, dimulai dengan pasien berumur 45 tahun hingga 69 tahun. Universitas Sumatera Utara 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : a. Kapan terjadinya perubahan pada mukosa di mulut sampel perempuan pada umur 45 – 69 tahun (pembentukan jaringan flabby, kehilangan stippling dan kelembapan mukosa yang berkurang)? b. Apakah terdapat perbedaan keadaan mukosa mulut pasien berumur 45 – 49, 50 – 54, 55 – 59, 60 – 64, 65 – 69 tahun? 1.3 Tujuan Penelitian a. Untuk mengetahui kapan dimulainya proses penuaan pada mukosa di rongga mulut (pembentukan jaringan flabby, kehilangan stippling dan kelembapan mukosa yang berkurang). b. Untuk mengetahui perbedaan mukosa rongga mulut pasien berusia 45 – 49, 50 – 54, Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Riesmadona : Perubahan Mukosa Mulut Akibat Proses Menua, 2004. USU e-Repository © 2008 Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 De US Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan J USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008 Dewi Kuntari, SH. : Kelainan Jaringan Rongga Mulut Pada Manula, 2002. USU e-Repository © 2008
Analisa Perubahan – Perubahan pada Mukosa Rongga Mulut Akibat Proses Menua pada Manula Perempuan Kelompok Umur 45 – 69 tahun di Medan Denai.
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisa Perubahan – Perubahan pada Mukosa Rongga Mulut Akibat Proses Menua pada Manula Perempuan Kelompok Umur 45 – 69 tahun di Medan Denai.

Gratis