Pengaruh Kredit Usaha Rakyat Terhadap Pengembangan Usaha Mikro Dan Kecil Di Kota Bukittinggi (Studi Pada Bank Nagari Cabang Bukittinggi)

Gratis

23
412
116
2 years ago
Preview
Full text

BAB II I DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

3.1 Sejarah Bank Nagari

  Pada awal tahun enam puluhan baik Pemerintah Daerah maupun tokoh- tokoh pengusaha swasta, sama-sama menyadari bahwa untuk dapat memacu gerakpembangunan daerah lebih cepat lagi di Sumatera Barat, diperlukan adanya suatu lembaga keuangan yang berbentuk bank yang secara khusus membantupemerintah dalam melaksanakan pembangunan di daerah. Bank Nagari juga merupakan Bank Pembangunan Saat ini, Bank Nagari terus memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan penuh pada regulasi, pengelolaan risiko secara baik dankomitmen pada nasabah serta siap untuk terus memperluas pangsa pasar dan berperan serta dalam meningkatkan fungsi intermediasi keuangan dalam usahamendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

3.2 Visi dan Misi Bank Nagari

  Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Visi : ” Menjadi Bank Pembangunan Daerah Terkemuka dan Terpercaya di Indonesia””Menjadi Bank Pembangunan daerah yang terkemuka” dalam arti dikenal dan menonjol di Indonesia. Mencerminkan dasar atau latar belakangdidirikannya bank, sesuai yang diamanahkan dalam Akta Pendirian, yang merupakan cita-cita dan tujuan yang akan diperankan, yaitu turutmembangun kegiatan ekonomi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

3.3 Aktivitas Usaha Bank Nagari

  Secara umum Bank Nagari didirikan dengan maksud untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pemerataan pembangunan daerah disegala bidang dan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Bank Nagari merupakan salah satu alat kelengkapan otonomi daerah di bidang keuangan dan perbankan dan menjalankan usahanya sebagai bank umumsebagaimana ditetapkan perundang-undangan yang berlaku.

3.4 Budaya Kerja Bank Nagari

  Berorientasi BisnisSetiap jajaran bank menyadari bahwa sumber penghasilan utama usaha berasal dari nasabah, untuk itu setiap sikap dan kegiatan berorientasi kepadanasabah dengan memberikan pelayanan yang terbaik namun tetap memelihara keamanan serta kepentingan bank. LoyalSetiap pegawai loyal terhadap bank kepemimpinan yang dipercaya oleh pemegang saham dan untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan setiappegawai merasakan bahwa bank adalah milik mereka dan harus dipelihara dan dikembangkan dengan baik.

3.5 Struktur Organisasi Bank Nagari

  Setiap organisasi baik organisasi yang dikelola oleh swasta maupun organisasi publik mempunyai struktur organisasi, adapun fungsi dari strukturorganisasi tersebut untuk memberikan kejelasan tugas dan wewenang dari setiap karyawan dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab demi tercapainya tujuandari perusahaan. Berdasarkan struktur organisasi tersebut, Direksi dalam menjalankan operasional perbankan dibantu oleh 11 unit kerja setingkatdivisi yaitu Divisi Pengawasan, Divisi Usaha Syariah, Divisi Dana dan Treasury,Divisi Kredit dan Mikro Banking, Divisi Penyelamatan Kredit, Divisi SumberDaya Manusia, Divisi Teknologi Informasi dan Akuntansi, Divisi Umum, DivisiSekretariat Perusahaan, Divisi Perencanaan Strategis, dan Divisi Manajemen Risiko.

3.6 Struktur Organisasi Kredit Komersial

  Kredit Personal merupakan jenis kredit konsumsi yaitu jenis kredit yang bukan diperuntukkan untuk tujuan usaha melainkan untuk tujuankonsumsi seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Cicilan Uang(KCU), sedangkan Kredit Komersil merupakan kredit yang disalurkan untuk kegiatan usaha nasabah. Melayani Nasabah Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi dan BankGaransi yang memerlukan pinjaman dokumen perikatan/agunan dan sejenisnya serta melayani pihak berkepentingan sepertiauditor/pemeriksa dan lainnya yang memerlukan peminjaman dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatanpemberian Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi dan Bank Garansi.

BAB IV PENYAJIAN DATA Pada bab ini penulis akan menyajikan data-data yang diperoleh selama

  penelitian pada Bank Nagari Cabang Bukittinggi berdasarkan kuesioner yang telah disebarkan kepada 92 responden dari total populasi sebanyak 1.197 pelakuUMK yang menerima KUR dari Bank Nagari Cabang Bukittinggi. Adapun data- data yang disajikan terdiri dari dua bagian, yaitu data identitas respondenberdasarkan jenis kelamin, umur, pendidikan, jenis usaha, pendapatan, dan data variabel penelitian yang berupa jawaban responden terhadap pertanyaan yangdiajukan berdasarkan daftar pertanyaan pada kuesioner yang diuraikan dalam tabel distribusi frekuensi.

4.1 Identitas Responden

  UmurUmur responden yang bergelut di bidang usaha mikro dan kecil dapat menunjang kegiatan usaha di dalam menghasilkan produk dan jasa yangberkualitas. Tingkat PendapatanUntuk mengetahui tingkat pendapatan UMK yang menerima dana KUR di Kota Bukittinggi dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Responden Terkait Kesulitan dalam Proses Pengajuan Kredit Usaha Rakyat 14 Tabel 4.5 Distribusi Responden Berdasarkan Pendapatan No.

4.2 Variabel Penelitian

  Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa mayoritas pelaku usaha mikro dan kecil yaitu sebanyak 64 responden atau sebesar 69,57 persen menyatakantidak kesulitan dalam proses pengajuan kredit usaha rakyat, dikarenakan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan kredit sama sekali tidak sulit. 2.

5. Sangat kesulitan

  Sangat tidak lama 8 8,70Jumlah 92 100,00 Sumber : Data diolah dari hasil penelitian, 2014 Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa mayoritas pelaku usaha mikro kecil yang mengikuti kredit usaha rakyat yaitu sebanyak 37 responden atau 40,22persen menyatakan sudah lama mengikuti program kredit usaha rakyat, dikarenakan program tersebut dapat membantu usaha mikro dan kecil dalammelakukan kegiatan usaha, terutama menambah modal pelaku usaha mikro kecil dalam menjalankan usahanya. Jumlah 92 100,00 Sumber : Data diolah dari hasil penelitian, 2014 Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa mayoritas pelaku usaha mikro dan kecil yang mengikuti program kredit usaha rakyat yakni sebanyak 58responden atau sebesar 63,04 persen menyatakan biaya administratif dan biaya lainnya yang mendukung dalam kredit usaha rakyat tersebut tergolong rendah.

BAB V ANALISIS DATA

5.1 Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat Pada Bank Nagari

  Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan atau investasi kepada UMKMK di bidang usaha yang produktif dan layak namunbelum bankable dengan plafon kredit sampai dengan Rp. dalam hal UMKMK masih memiliki baki debet yang tercatat pada SistemInformasi Debitur Bank Indonesia, tetapi yang bersangkutan sudah melunasi pinjaman, maka diperlukan Surat Keterangan Lunas/Roya dengan lampirancetakan rekening dari Bank Pelaksana/pembiayaan sebelumnya; 4.

1. Tahap Permohonan

2. Tahap Analisis Kredit/ Tahap Pemeriksaan

  Ini berarti bahwa persetujuan pemberian kredit tidak bolehberdasarkan semata-mata atas pertimbangan permohonan untuk satu transaksi atau satu rekening kredit dari pemohon, namun harus didasarkanatas dasar penilaian seluruh kredit dari pemohon kredit yang telah diberikan dan atau akan diberikan secara bersama-sama oleh bank,c. Analisa kredit sekurang-kurangnya harus mencakup penilaian tentang prinsip 5C dan penilaian terhadap sumber pelunasan kredit yangdititikberatkan pada hasil usaha yang dilakukan pemohon serta menyediakan aspek yuridis perkreditan dengan tujuan untuk melindungi bank atas resikoyang mungkin timbul, e.

3. Tahap Keputusan Kredit/Pembiayaan

  Pada Bank Nagari Cabang Bukittinggi, sebelum pemberian putusan kredit,Kepala Bank Nagari Cabang Bukittinggi wajib meneliti dan memastikan bahwa dokumen-dokumen yang berkaitan atau yang mendukung pemberian keputusankredit masih berlaku lengkap, sah, dan berkekuatan hukum. Setiap pejabat yang Kebijakan dari Bank Nagari Cabang Bukittinggi, yang dapat diberikan kredit usaha rakyat ini adalah debitur yang memiliki Usaha Mikro, Kecil,Menengah (UMKM).

6. Tahap Pembukuan

  Bank Nagari Cabang Bukittinggi mulai menjadi bank pelaksana menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejak tahun 2010. Hingga sekarang,jumlah dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dikucurkan oleh Bank Nagari adalah sebesar Rp.

5.2 Hambatan dalam Pengembangan UMK di Kota Bukittinggi

  Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan responden sebanyak 92 orang pelaku Usaha Mikro dan Kecil di Kota Bukittinggi diketahui ada beberapamasalah yang dihadapi para pelaku Usaha Mikro dan Kecil yaitu : 1. Kemudian pada pengembangan usaha sering mengalami kurangnya modal, karena pada umumnya usaha mikro dan kecil merupakan usaha perorangan atauperusahaan yang sifatnya tertutup, yang mengandalkan modal dari si pemilik yang jumlahnya sangat terbatas, sedangkan modal pinjaman dari bank atau lembagakeuangan lainnya sulit diperoleh karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta oleh bank tidak dapat dipenuhi.

5.3 Klasifikasi Data

  1,81 – 2,60 Rendah 6 6,52 Jumlah 92 100% Sumber : Data diolah dari hasil penelitian, 2014 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa sebanyak 75 responden atau81,52 persen menyatakan bahwa program Kredit Usaha Rakyat yang diikuti oleh pelaku Usaha Mikro dan Kecil berada pada kategori sedang. Unsur - unsur yang terdapat dalam kredit usaha rakyat yang menjadi indikator penelitian dapat mempengaruhi usaha mikro dan kecil, yaitu : Proses pengajuanKUR, tujuan KUR, biaya administrasi dan lainnya, bunga pinjaman, jangka waktu kredit, sosialisasi, pengawasan, dan pelayanan dari petugas Bank merupakan hal-hal yang penting dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai yaitu pengembangan Usaha Mikro dan Kecil Kota Bukittinggi.

5.5 Uji Signifikan

  Uji signifikan ini dilakukan terhadap hipotesa nilai Ho, yang berbunyi“tidak ada korelasi antara variabel X dengan variabel Y”. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan, “Ada pengaruh antara Kredit UsahaRakyat terhadap Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil di Kota Bukittinggi” diterima.

5.6 Koefisien Determinan

Penggunaan teknik analisa ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara program Kredit Usaha Rakyat (variabel X) terhadapPengembangan Usaha Mikro dan Kecil (variabel Y), maka dapat dihitung dengan menggunakan rumus koefisien determinan sebagai berikut: 2 × 100%� = �� � �� dimana :� = Koefisien Determinan = Koefisien Korelasi Product Moment antara x dan y� �� Maka diperoleh∶ 2 × 100%� = �� � �� 2 = (0.41) × 100%= 0,17 × 100%= 17 % Dari hasil perhitungan diatas, maka dapat diketahui bahwa besarnya pengaruh antara program Kredit Usaha Rakyat terhadap Pengembangan UsahaMikro dan Kecil di Kota Bukittinggi adalah sebesar 17%, sedangkan selebihnya sebesar 83% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar cakupan penelitian.

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan

  Hambatan-hambatan yang dihadapi para pelaku Usaha Mikro dan Kecil diKota Bukittinggi yang paling utama adalah: permodalan, pemasaran dan kualitas SDM. Dari analisa korelasi product moment diketahui bahwa terdapat pengaruh positif antara kredit usaha rakyat terhadap pengembangan usaha mikro dankecil yaitu sebesar 0,41, dan berdasarkan interpretasi tersebut maka pengaruh kredit usaha rakyat terhadap pengembangan usaha mikro dan kecilberada pada posisi sedang.

6.2 Saran

  Adapun saran-saran yang ingin penulis kemukakan sebagai bahan masukan dalam peningkatan mutu dan manfaat dari penelitian ini khususnya bagi pelakuUsaha Mikro dan Kecil di Kota Bukittinggi sebagai objek penelitian, adalah: 1. Pemerintah diharapkan dapat meninjau kembali tingkat bunga pada kredit usaha rakyat yaitu dengan menurunkan tingkat bunga dari 10,5% menjadi5,5% untuk usaha mikro dan 13% menjadi 7% untuk usaha kecil sehingga pelaku usaha tidak merasa terbebani dengan tingkat bunga yang ditetapkan.

BAB II METODE PENELITIAN

  2.1 Bentuk Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan analisa kuantitatif, tujuannya untuk melihat apakah adapengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Dengan metode ini diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang ada berdasarkan data dan informasiyang diperoleh.

2.3.1 Populasi

  Menurut Sugiyono (2008:80), populasi adalah wilayahgeneralisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudianditarik kesimpulannya. Maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegusaha Usaha Mikro dan Kecil yang menerima Kredit Usaha Rakyat di Bank .

2.3.2 Sampel

  Menurut Singarimbun (1995:152), sampel diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya. Menurut Singarimbun (1995:155), sampel acak sederhana ialah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elementerdari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel.

2.4 Teknik Pengumpulan Data

  Studi kepustakaan, yaitu teknik pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, serta pendapat para ahli yang berkompetisiserta memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti. Studi dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan catatan – catatan atau dalam bentuk dokumen yang adadilokasi penelitian serta sumber-sumber yang relevan dengan objek penelitian.

2.5 Teknik Penentuan Skor

  Dalam penelitian ini, teknik pengukuran skor yang digunakan adalah teknik skala likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Menurut skala likert ada lima alternatif jawaban dengan memberikan skor yang berbeda setiap alternatif jawaban yaitu sebagai berikut : 1.

5 Sehingga dengan demikian dapat diketahui kategori jawaban responden

  Skor untuk kategori Sangat Rendah = 1,00 – 1,80Untuk menentukan jawaban responden tersebut tergolong sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah maka dari jumlah skor dari variabel akanditentukan rata-ratanya dengan membagi jumlah pertanyaan. Dari hasil pembangian tersebut, maka akan dapat diketahui jawaban responden termasuk kedalam kategori yang mana.

2.6 Teknik Analisis Data

  Untuk mengetahui adanya hubungan yang tinggi, sedang atau rendah antara kedua variabel tersebut berdasarkan nilai r (koefisien korelasi), digunakanpenafsiran atau interprestasi dilihat dari angka-angka sebagai berikut : Tabel 2.1 Interpretasi Koefisien Korelasi Product Moment Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat rendah0,20 – 0,399 Rendah0,40 – 0,599 Sedang0,60 – 0,799 Kuat0,80 – 1,000 Sangat kuat Sumber : Sugiyono (2008:184). Dengan nilai r (koefisien korelasi) yang diperoleh maka dapat diketahui apakah nilai r yang diperoleh berarti atau tidak dan bagaimana tingkathubungannya melalui tabel korelasi.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Walaupun usaha mikro kecil menengah telah menunjukkan peranannya dalam perekonomian nasional namun masih menghadapi berbagai hambatan dan 1 Untuk mengatasi persoalan yang dihadapi UMKM, Bapak Presiden SusiloBambang Yudhoyono meluncurkan kredit bagi UMKM dan Koperasi dengan pola penjaminan pada tanggal 5 November 2007 di lantai 21 gedung kantor pusat BRIdengan nama Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pelaksanaan dari KUR ini diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh UMK dalam mendapatkan tambahan modalusaha yang mereka butuhkan dengan kredit yang terjangkau dan prosedur yang sederhana.

1.4 Manfaat Penelitian

  Secara subjektif, sebagai sarana untuk melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, sistematis dan kemampuan untukmenuliskannya dalam bentuk karya ilmiah berdasarkan kajian-kajian teori dan aplikasi yang diperoleh dari Ilmu Administrasi Negara. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat memberikan masukan atau sumbangan pemikiran dalam peningkatan usaha mikro dan kecil yangdikelola oleh pengusaha kecil.

1.5 Kerangka Teori

  Dalam sebuah penelitian diperlukan adanya teori yang akan menjadi landasan teoritis dan menjadi pedoman dalam melaksanakan penelitian dan bukansekedar penelitian coba-coba (trial and error ). Menurut Hoy dan Miskel, teori adalah seperangkap konsep, asumsi dan generalisasi yang dapat digunakan untukmengungkapkan dan menjelaskan perilaku dalam berbagai organisasi (Sugiyono,2005:55).

1.5.1 Konsep Kredit

1.5.1.1 Pengertian Kredit Kata kredit berasal dari bahasa Latin credere yang berarti kepercayaan

  Dalam Undang-undang Perbankan nomor 10 tahun1998, “kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan kesepakatan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam Menurut Hasibuan (2008:87), kredit adalah semua jenis pinjaman yang harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjam sesuai dengan perjanjianyang telah disepakati. Jadi dapat disimpulkan bahwa kredit adalah pemberian sesuatu yang berharga kepada pihak lain, apakah uang, barang atau jasa denganjanji, bahwa di hari tertentu penerimanya akan membayarnya secara ekivalen/sebanding.

1.5.1.2 Unsur-Unsur Kredit

  Sehingga jika kita bicara kredit maka Kepercayaan dari si pemberi kredit bahwa kredit yang diberikannya (berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima kembali di masa tertentudi masa yang akan datang. Jangka waktuSuatu masa yang memisahkan antara pemberi kredit dengan penerima kredit yang mana dana tersebut akan diterima pada masa yang akan datang.

1.5.1.3 Jenis-Jenis Kredit

  Kredit Perdagangan, yaitu kredit yang diberikan kepada pedagang dan digunakan untuk membiayai aktivitas perdagangannya seperti untukmembeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagang tersebut. Kredit Investasi, yaitu kredit jangka menengah atau jangka panjang yang diberikan oleh suatu bank untuk melakukan investasi ataupenanaman modal, yang ditujukan untuk memperluas usahanya atau membangun proyek/pabrik baru untuk keperluan rahabilitasi.

1.5.1.4 Fungsi dan Manfaat Kredit

  Rachmat dan Maya Ariyanti (2003 : 5-6) menyatakan :“Fungsi kredit dewasa ini pada dasarnya ialah pemenuhan jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat (to serve the society) dalam rangka mendorong danmelancarkan perdagangan, mendorong dan melancarkan produksi, jasa-jasa dan bahkan konsumsi yang kesemuanya itu pada akhirnya ditujukan untuk menaikkantaraf hidup rakyat banyak“. Hal yang sama dijelaskan juga oleh Kasmir (2010:101), fungsi dari kredit adalah sebagai berikut: (1) untuk meningkatkan daya guna uang, (2) untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang, (3) untukmeningkatkan daya guna uang, (4) untuk meningkatkan peredaran barang, (5) sebagai alat stabilisasi ekonomi, (6) untuk meningkatkan pemerataan pendapatan,(7) untuk meningkatkan kegairahan usaha, (8) untuk meningkatkan hubungan internasional.

1.5.1.5 Prinsip-Prinsip Pemberian Kredit

  Penilaian Watak (Character), tujuannya adalah untuk memberikan keyakinan kepada bank bahwa sifat atau watak dari orang-orang yang akandiberikan kredit benar-benar dipercaya. Penilaian Terhadap Prospek Usaha Nasabah (Condition of Economy), dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi sekarang dan untukdi masa yang akan datang sesuai sektor masing-masing.

1.5.1.6 Pengawasan Kredit

  Pengawasan kredit merupakan langkah pengawasan terhadap fasilitas kredit yang diberikan secara keseluruhan maupun secara individual kepada debiturdimana apakah pelaksanaan pengawasan kredit sesuai dengan rencana yang disusun atau tidak. Kondisi ini mencerminkan kelengkapan berkas yang diajukan hingga tahap survey lapangan seperti jaminan dan bentuk usaha yang dilakukan calon debitur.

1.5.2 Konsep Kredit Usaha Rakyat

1.5.2.1 Pengertian Kredit Usaha Rakyat

  Kredit Usaha Rakyat, yang selanjutnya disingkat KUR, adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan atau investasi yang khusus diperuntukkan bagiUsaha Mikro Kecil Menengah dan koperasi (UMKMK) di bidang usaha produktif yang usahanya layak (feasible) namun mempunyai keterbatasan dalampemenuhan persyaratan yang ditetapkan Perbankan (belum bankable) (http://tnp2k.go.id/tanya-jawab/klaster-iii/progam-kredit-usaha-rakyat-kur/, diakses pada tanggal 16 Oktober 2013 pukul 12.20 WIB). KUR disalurkan oleh bank yang ikutmenandatangani Nota Kesepahaman Bersama tentang PenjaminanKredit/Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi(UMKMK) yaitu Mandiri, BRI, BNI, Bukopin, BTN, dan Bank Syariah Mandiri(BSM) serta seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tersebar diIndonesia.

1.5.2.2 Jenis-Jenis Kredit Usaha Rakyat

  Modal kerjaKUR untuk modal kerja adalah KUR yang digunakan untuk tambahan modal kerja usaha, seperti penambahan persediaan barang dagang,kebutuhan biaya untuk operasional usaha, pembelian/pengadaan bahan mentah atau bahan baku usaha, dan lain-lain. KUR Linkage Pola Channeling yaitu KUR yang diberikan Bank kepada Lembaga Linkage dengan jumlah plafond sesuai daftarnominatif yang diajukan dan layak menurut Bank, sepanjang limit kredit/pembiayaan kepada masing-masing end user (debiturnyaLembaga linkage) tidak melebihi Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dan jumlah plafond kredit/pembiayaan disesuaikan dengandaftar nominatif yang diajukan oleh lembaga linkage.

1.5.2.3 Ketentuan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat

  Bank pelaksana memutuskan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) berdasarkan penilaian terhadap kelayakan usaha sesuai dengan asas-asas Penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dilakukan ini memiliki tujuan penyaluran yaitu:a. Bagi para masyarakat yang memiliki usaha tetapi terkendala di bidang modal untuk dapat mengembangkan usaha yang dimilikinyadapat mengajukan permohonan kredit dan mendapatkan pinjaman.

1.5.3 Konsep Usaha Mikro dan Kecil

1.5.3.1 Usaha Mikro

  Dilihat dari kepentingan perbankan, usaha mikro adalah suatu segmen pasar yang cukup potensial untuk dilayani dalam upaya meningkatkan fungsiintermediasi-nya karena usaha mikro mempunyai karakteristik positif dan unik yang tidak selalu dimiliki oleh usaha non mikro, antara lain : 1. Waktu telah menunjukkan bahwa pada saat krisis ekonomi terjadi di Indonesia, maka usaha mikro termasuk usaha yang tahan dalam menghadapi krisis, karenabiasanya tidak mendapat pinjaman dari luar, pasar domestik, biaya tenaga kerja murah karena dibantu oleh anggota keluarga dan rata-rata usaha mikro banyakyang telah bertahan lebih dari 8 tahun, dan tetap bertahan, bahkan ada yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun.

1.5.3.2 Usaha Kecil

  Usaha kecil merupakan usaha yang integral dalam dunia usaha nasional yang memiliki kedudukan, potensi, dan peranan yang signifikan dalammewujudkan tujuan pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan ekonomi pada khususnya. 20Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan yangdilakukan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsungmaupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam undang-undang.

1.5.3.3 Permasalahan Usaha Mikro dan Kecil Perkembangan Usaha Mikro dan Kecil dihalangi oleh banyaknya hambatan

  Dari hasil studi yang dilakukanKenneth James dan Narongchai Akrasanee pada tahun 1988 di sejumlahNegara ASEAN, dalam bukunya menyimpulkan bahwa Usaha Mikro danKecil tidak melakukan perbaikan yang cukup di semua aspek yang terkait dengan pemasaran seperti penigkatan kualitas produk dan kegiatan promosi. Keterbatasan FinansialAda dua masalah utama di dalam kegiatan Usaha Mikro dan Kecil diIndonesia, yaitu dalam aspek finansial (mobilisasi modal awal dan akses ke modal kerja) dan finansial jangka panjang untuk investasi yang sangatdibutuhkan demi pertumbuhan output jangka panjang.

1.5.4 Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil

  Pengertian pengembangan tersebut memiliki dua Berdasarkan uraian diatas, maka yang dimaksud dengan pengembanganUMK adalah suatu tindakan atau proses untuk memajukan kondisi UMK ke arah yang lebih baik, sehinga UMK dapat lebih baik menyesuaikan dengan teknologi,pasar, dan tantangan yang baru serta perputaran yang cepat dari perubahan yang terjadi. Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit atau pembiayaan modal kerja atau investasi kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi(UMKMK) di bidang usaha produktif dan layak namun belum bankable dengan pemberian melalui pola langsung, secara tidak langsung dengan caraexecuting/channeling dan KUR tersebut dijamin oleh Perusahaan Penjamin.

1.8 Definisi Operasional

  Variabel bebas (X) yaitu Kredit Usaha Rakyat, yang dapat diukur melalui indikator: 1. Pengawasan dari petugas Bank terhadap pedagang yang menerima kredit mengetahui sampai sejauh mana Kredit Usaha Rakyat mampumembantu meningkatkan pendapatan dan kesempatan kerja UMK.

1.9 Sistematika Penulisan

  KreditUsaha Rakyat ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan sektor riil dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi, meningkatkanakses pembiayaan dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan koperasi kepada Lembaga Keuangan, dan sebagai upaya penganggulangan ataupengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja membantu Usaha Mikro dan Kecil dalam mengembangkan usaha mereka. KreditUsaha Rakyat ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan sektor riil dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi, meningkatkanakses pembiayaan dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan koperasi kepada Lembaga Keuangan, dan sebagai upaya penganggulangan ataupengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja membantu Usaha Mikro dan Kecil dalam mengembangkan usaha mereka.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur senantiasa penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini serta dapat menyempurnakanpenulisan skripsi ini dengan baik yang berjudul “Pengaruh Kredit Usaha Rakyat Terhadap Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (Studi Pada Bank Nagari Cabang Bukittinggi)”. 79 Tabel 4.18 Distribusi Jawaban Responden Terkait Pernyataan Bantuan KUR dari Bank Nagari Membantu Usaha Mikro dan Kecil dalam Tabel 4.17 Distribusi Jawaban Responden Terkait Peningkatan Omset Usaha Kredit Usaha Rakyat yang Diberikan oleh Bank Nagari ......................

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat dalam Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil
23
135
109
Pengaruh Kredit Usaha Rakyat Terhadap Pengembangan Usaha Mikro Dan Kecil Di Kota Bukittinggi (Studi Pada Bank Nagari Cabang Bukittinggi)
23
412
116
Analisis Peranan Bank Perkreditan Rakyat Terhadap Pembiayaan Sektor Usaha Mikro Kecil Di Pematang Siantar
2
51
100
Analisis Permintaan Kredit Pada Usaha Mikro Dan Kecil Di Kecamatan Medan Johor
1
28
86
Analisis Pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bagi Pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK) di Kabupaten Samosir
2
66
121
Peranan Notaris Pada Pendirian Dan Aktivitas Koperasi Terhadap Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Kota Medan
4
50
154
Mekanisne Pemberian Kredit Usaha Kecil Pada Bank Perkreditan Rakyat Eka Prasetya Tandam
0
17
81
Peran Hukum Perbankan Dalam Pemberdayaan Kredit Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm) (Studi Pada Pt Bank Rakyat Indonesia Cabang Lubuk Pakam)
1
60
141
Upaya Penyelesaian Kredit Macet Dalam Kredit Usaha Rakyat (Kur) Pada Bank (Studi Pada Bank Btn Cabang Pemuda Medan)
8
158
128
Efektivitas Kredit Usaha Rakyat Mikro PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Kampus Cabang Jember Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Usaha Mikro
1
12
18
Efektivitas Kredit Usaha Rakyat PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk Unit Kampus Cabang Jember Dalam Menigkatkan Volume Penjualan Usaha Mikro
0
14
9
Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi Melalui Program Kredit Usaha Rakyat di PT. Bank Bukopin Cabang Kota Bekasi
1
8
139
II. Petunjuk Pengisian - Efektivitas Kredit Usaha Rakyat dalam Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil
0
0
10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bank 2.1.1 Pengertian Bank - Efektivitas Kredit Usaha Rakyat dalam Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil
0
0
21
Efektivitas Kredit Usaha Rakyat dalam Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil
0
0
11
Show more