Karakteristik Penderita Epilepsi Rawat Inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013

Gratis

0
42
119
2 years ago
Preview
Full text

KARAKTERISTIK PENDERITA EPILEPSI RAWAT INAP DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2011-2013 SKRIPSI Oleh: EFRIDA SIRAIT NIM. 101000028

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita epilepsi yang dirawat inap di RumahSakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013 Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain case series dilanjutkan dengan analisisstatistik. Analisis statistik frekuensi serangan berdasarkan klasifikasi epilepsi dan klasifikasi serangan berdasarkan keadaan sewaktu pulang tidak dapat diuji.

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita epilepsi yang dirawat inap di RumahSakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013 Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain case series dilanjutkan dengan analisisstatistik. Analisis statistik frekuensi serangan berdasarkan klasifikasi epilepsi dan klasifikasi serangan berdasarkan keadaan sewaktu pulang tidak dapat diuji.

DAFTAR RIWAYAT HIDUPIDENTITAS DIRI

1998 Nama : Efrida Sirait Tempat Tanggal Lahir : Porsea,09 Oktober 1992Agama : Kristen Protestan Anak Ke : 3 dari 6 bersaudaraAlamat Rumah : Komp.Tanah Lapang Porsea

RIWAYAT PENDIDIKAN

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan kasihNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi denganjudul,”Karakteristik Penderita Epilepsi Rawat Inap Di RSUP Haji Adam MalikMedan Tahun 2011- 2013” yang merupakan salah satu syarat untuk dapat meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Sumatera Utara. Direktur Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan dan seluruh pegawai bagian Litbang, Diklit dan Rekam Medis yang telah banyak membantupenulis dalam menyelesaikan penelitian.

15. Serta semua pihak yang telah berjasa, yang tidak bisa disebutkan satu persatu atas bantuannya dalam penyelesaian skripsi ini

  Distribusi Proporsi Jenis Kelamin Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ........................................ Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ..........................................

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

  Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan, jumlah penderita epilepsi yang dirawat inap tahun 2011 -2013 sebanyak 126 orang. Perumusan MasalahBelum diketahuinya karakteristik penderita epilepsi yang dirawat inap di Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik Medan pada tahun 2011-2013.

1.3.1. Tujuan Umum

1.3.2. Tujuan Khusus

  Untuk mengetahui karakteristik penderita epilepsi yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita epilepsi berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi yang diderita.

i. Untuk mengetahui distribusi proporsi umur berdasarkan klasifikasi serangan epileps

  Untuk mengetahui distribusi proporsi frekuensi serangan berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi.n. Untuk mengetahui distribusi proporsi klasifikasi serangan epilepsi berdasarkan keadaan sewaktu pulang.

1.4. Manfaat Penelitian

  Sebagai informasi dan bahan masukan bagi pihak Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan mengenai epilepsi sehingga dapat meningkatkanpenanggulangan dan pengobatan penderita. Sebagai sarana meningkatkan pengetahuan dan wawasan penulis dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan di Fakultas KesehatanMasyarakat (FKM USU) dan sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM).

3. Sebagai bahan informasi bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan epilepsi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Anatomi dan Fisiologi Otak

2.1.1. Anatomi Otak

  Batang otak terdiri atas diensefalon ( bagian batang otak paling atas terdapat diantara cerebellum dengan mesencephalon,mesencephalon (otak tengah), pons varoli ( terletak di depan cerebellum diantaraotak tengah dan medulla oblongata), dan medulla oblongata (bagian dari batang otak yang paling bawah yang menghubungkan pons varoli dengan medula16,18 spinalis. Sistem limbik terletak di bagian tengah otak yang bekerja dalam kaitan ekspresi perilaku instinktif, emosi dan hasrat-hasrat dan merupakan bagian otak17 yang paling sensitif terhadap serangan.

2.1.2. Fisiologi Otak

  Kadang- kadang dapat terjadi cetusan listrik yang berlebihan dan tidak teratur dari sekelompok sel yang 19 menghasilkan serangan. Darah merupakan sarana transportasi oksigen, nutrisi, dan bahan-bahan lain yang sangat diperlukan untuk mempertahankan fungsi penting jaringan otak dan mengangkat sisa metabolit.

2.2. Epilepsi

  Epilepsi menurut World Health Organization (WHO) merupakan gangguan kronik otak yang menunjukkan gejala berupa serangan yang berulang - ulang yangterjadi akibat adanya ketidaknormalan kerja sementara, sebagian, dan seluruh 9 jaringan otak karena cetusan listrik pada neuron (sel syaraf). Aura adalah perasaan- perasaan yang dialami penderita epilepsi yang tidak biasanya dialami sebelum terjadinya serangan atau kejang.

2.3.1. Serangan Epilepsi Umum Primer

  Serangan epilepsi umum primer adalah kejang yang sejak awal seluruh otak terlibat secara bersamaan. Jenis-jenis serangan epilepsi 19 umum dibedakan oleh ada atau tidak adanya aktivitas motorik yang khas.

a. Absence(Petit Mal)

  Serangan absence sering dihubungkan dengan keadaan umum, serangan tonic-klonik, tetapi pasien biasanya tidak mempunyai masalah kelainan syaraf danmempunyai respon yang baik pada pengobatan yang spesifik dengan 27 anticonvulsant. Penderita sendiri melaporkan bahwa mereka tidak menyadari adanya serangan tersebut dan mereka hanya menemukan bahwa 21 dirinya berada dalam posisi yang tidak biasa.

2.3.2. Serangan Parsial

Serangan epilepsi parsial merupakan serangan yang berasal dari daerah 20 tertentu dalam otak.

a. Serangan Epilepsi Parsial Sederhana

  Serangan Epilepsi Parsial Kompleks (Lobus Temporalis, Psikomotor)Serangan epilepsi parsial kompleks terjadi karena adanya gangguan kesadaran dan gejala psikis atau adanya gangguan fungsi luhur, contohnya seperti:de-javu, ilusi, halusinasi, otomatisme (mengunyah-unyah, menelan, gerakan- gerakan tertentu,), dan jamais-vu (tidak kenal dengan peristiwa yang pernah 25,26dialami). Serangan umum sekunder terjadi melaluibeberapa tahapan refleksi dari penyebaran cetusan ke berbagai area otak yang berbeda, seperti serangan parsial berlanjut menjadi serangan parsial kompleks dan 19,29 kemudian berkembang menjadi serangan umum sekunder ( tonik-klonik).

2.3.3. Epilepsi Tak Tergolongkan

  Tidak semua jenis kejang dapat diklasifikasikan seperti epilepsi parsial dan epilepsi umum. Epilepsi tak tergolongkan khususnya terjadi pada masa neonatus27 dan bayi.

2.4. Penyebab Epilepsi

  Penyebabnya karena adanya serangan stroke yang mengganggu pembuluh darah di otak atau peredaran darah di otak yang dapat 31 menimbulkan kejang.b.6. Gangguan Metabolik Serangan epilepsi dapat terjadi dengan adanya gangguan pada konsentrasi 6serum glukose, kalsium, magnesium, potassium, dan sodium.

2.5. Pencetus Epilepsi Dengan Riwayat Epilepsi

  Diduga bahwa kurang tidur dapat menurunkan ambang serangan yang kemudian memudahkan terjadinya serangan. Obat-obat tertentu Beberapa obat dapat menimbulkan serangan seperti penggunaan obat-obatantidepresan trisiklik, obat tidur, dan fenotiasin.

d. Alkohol

  Hampir setengah dari wanita yang menderita epilepsi melaporkan adanya peningkatan serangan pada saat menjelang, selama, dan sesudah menstruasi. Terlalu lelah Terlalu lelah atau stres fisik dapat menimbulkan hiperventilasi dimanaterjadi peningkatan kadar CO 2 dalam darah yang mengakibatkan terjadinya penciutan pembuluh darah otak yang dapat merangsang terjadinya seranganepilepsi.

2.6. Diagnosis

2.6.1. Diagnosis Epilepsi

20 Untuk diagnosis sindrom epilepsi diperlukan data tipe kejang, data EEG

  Kelainan EEG yang mempunyai korelasi yang tinggi dengan kejang epilepsi adalah aktivitas epileptiform, yaitu berupa gelombangruncing, gelombang paku, runcing lambat, paku lambat. Rekaman pertama kali dapat normal pada 30-40% pada penderita dengan kejang epileptik, sehingga perlu diulang.

2.6.2. Diagnosis Banding 24,27

  Sinkope Sinkope adalah keadaan kehilangan kesadaran sepintas akibat kekurangan alirandarah ke dalam otak dan anoksia. Gangguan Sepintas Peredaran Darah Otak Gangguan sepintas peredaran darah dalam batang otak dengan macam-macamsebab dapat mengakibatkan timbulnya serangan pingsan.

d. Hipoglikemia Hipoglikemia didahului rasa lapar, tremor, dan mulut kering

  Narkolepsi Pada narkolepsi terjadi serangan-serangan perasaan mengantuk yang tidak dapatdikendalikan. Serangan ini sering menakutkan penderita karena ia dapat bernapas, menggerakkan mata, namun tidak dapat bergerak.

2.7. Epidemiologi

2.7.1 Distribusi dan Frekuensi

a. Orang

  Pada tahun 2009 jumlah kematian karena epilepsi di Inggris dan Wales lebih banyak pada usia dibawah 25 tahun sekitar 11%, dan di Inggris Raya jumlahkematian penderita epilepsi sebanyak 1.150 orang, laki-laki 56% dan perempuan 44%. 6 Berdasarkan penelitian Vera Marpaung di RSU Pirngadi Medan selama Januari- Juni 2001, menunjukkan penderita epilepsi pada laki- laki sebesar 33,9% 3423 tahun ( 35,3%).

b. Tempat

  Pada tahun 2010 penderita 6 epilepsi di Wales sebesar 2,8%, dan di Scotlandia sebesar 4,5 %. Berdasarkan penelitian dari Muis Abdul,dkk di RSUP Adam Malik Medan selama tahun 2004 38dengan laki Hasil penelitian Irawaty Hawani – laki 52,4% dan perempuan 47,6%.dkk di RSCM Jakarta selama Agustus 39sebanyak 145 orang.

c. Waktu

  Pada tahun 2005 di Irlandia prevalensi penderita epilepsi pada wanita sekitar 418,6 per 1.000 dan pada laki-laki sekitar 9,5 per 1.000 penduduk. Berdasarkan penelitian Mustika Anggiane di RSUP Fatmawati Jakarta selama tahun 2004 43 sebesar 19,9%, dan tahun 2008 sebesar 19,4 %.

2.7.2. Faktor Risiko

  Terdapat 30-32,9%penderita epilepsi mendapat serangan pertama pada usia kurang dari 4 tahun, 50-51% terdapat pada kelompok umur kurang dari 10 tahun dan mencapai 75-83,4% padausia kurang dari 20 tahun, 15% penderita pada usia lebih dari 25 tahun dan kurang 8 dari 2% pada usia lebih dari 50 tahun. Status SosioekonomiTidak ada perbedaan yang signifikan penderita epilepsi oleh karena sosioekonomi yang tinggi dan rendah.

h. Depresi

  Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika, depresi dapat meningkatkan kejadian epilepsi. Penderita yang mengalami stroke memiliki 19 kemungkinan 20 kali lebih besar untuk epilepsi .

2.8. Pencegahan Epilepsi

45

2.8.1. Pencegahan Primordial

  Pencegahan primordial yaitu upaya pencegahan munculnya faktor predisposisi terhadap epilepsi dimana belum tampak adanya faktor yang menjadi risiko. Upaya ini dimaksudkan denganmemberikan kondisi pada masyarakat yang memungkinkan pencegahan terjadinya epilepsi yang dapat dilakukan melalui pendekatan kepada masyarakat atau perorangan.

2.8.2. Pencegahan Primer

  Misalnya dengan cara memakai alatpelindung diri di kepala jika pekerjaan yang dilakukan beresiko untuk mengalami cedera kepala. Merawat kehamilan saat perinatal dengan baik sehingga dapat mengurangi kasus baru epilepsi yang disebabkan oleh cedera saat lahir.

2.8.3. Pencegahan Sekunder

  Pencegahan sekunder dilakukan dengan pencegahan terhadap penderita yang mengalami suatu penyakit agar tidak memperburuk kondis individu atau masyarakat. Minum obat anti epilepsi (OAE) secara teratur dan taat sesuai dengan serangan epilepsi yang diderita.

45 Pencegahan Tersier 2.8.4

  Tujuan utama adalah mencegah proses penyakit lebih lanjut dan mencegah cacat/kelumpuhan karena penyakit epilepsi. Pembedahan dilakukan untuk pasien yang gagal dengan penatalaksanaan medis.

2.9. Model Kerangka Konsep Karakteristik Penderita Epilepsi

  Klasifikasi Serangan Epilepsi 5. Frekuensi Serangan 6.

BAB 3 METODE PENELITIAN

  Lokasi PenelitianPenelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Pemilihan lokasi atas pertimbangan bahwa Rumh Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan terdapat kasus epilepsi dan Rumah Sakit jenis Tipe A.

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian

  Metode Pengumpulan DataData yang dikumpulkan adalah data sekunder yang diperoleh dari kartu status penderita epilepsi yang di rawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013. Penderita epilepsi adalah pasien yang dinyatakan epilepsi berdasarkan diagnosa dokter sesuai dengan yang tercatat pada kartu status yang dirawatinap di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2011-2013.

3.6.7. Pekerjaan adalah aktivitas yang dilakukan penderita epilepsi dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan yang tercatat pada kartu status

  Status perkawinan adalah keterangan yang menunjukkan riwayat pernikahan penderita epilepsi sesuai yang tercatat pada kartu status, Dikategorikan atas: 1. Tempat tinggal adalah alamat dimana penderita epilepsi tinggal/berdomisili sesuai yang tercatat pada kartu status.

3.6.10. Riwayat keluarga adalah keadaan ada atau tidak adanya penderita epilepsi dalam keluarga penderita sesuai dengan yang tercatat pada kartu status

  Dikategorikan atas: 1. Ada riwayat keluarga menderita epilepsi 2.

3.6.11. Riwayat Trauma Kepala adalah keadaan ada atau tidak adanya trauma kepala pada penderita epilepsi sesuai dengan yang tercatat pada kartu status

  Klasifikasi serangan epilepsi adalah identifikasi serangan pada penderita epilepsi berdasarkan diagnosa dokter sesuai dengan yang tercatat pada kartustatus. Frekuensi serangan adalah banyaknya atau jumlah kejang yang terjadi pada penderita epilepsi sesuai yang tercatat pada kartu status.

BAB 4 HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

  Gambaran Umum Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik MedanRumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik adalah Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Pusat yang secara teknis berada dibawah Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI, berlokasi di Jalan Bunga Lau No. Rumah Sakit UmumPusat Haji Adam Malik Medan merupakan sebagai pusat rujukan kesehatan regional untuk wilayah Sumatera bagian Utara dan bagian Tengah yang meliputi PropinsiNanggoro Aceh Darussalam, Propinsi Sumatera Utara, Propinsi Riau, dan Propinsi Sumatera Barat.

4.1.2. Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

  Visi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan adalah “ MenjadiPusat Rujukan Pelayanan Kesehatan Pendidikan dan Penelitian yang Mandiri dan Unggul di Sumatera pada tahun 2015”. Visi tersebut diwujudkan melalui Misi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik yaitu: 1.

3. Melaksanakan kegiatan pelayanan dengan prinsip efektif, efisien,akuntabel dan mandiri

4.1.3. Tugas Pokok dan Fungsi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

  244/MENKES/PER/III/ 2008 tanggal 11 Maret 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum PusatHaji Adam Malik Medan mempunyai tugas menyelenggarakan upaya penyembuhan dan pemulihan serta paripurna, pendidikan dan pelatihan, penelitian danpengembangan secara serasi, terpadu dan berkesinambungan dengan upaya peningkatan kesehatan lainnya serta melaksanakan upaya rujukan. Fasilitas Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik MedanRumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan dilengkapi dengan prasarana yang terdiri dari instalasi rawat jalan, rawat gawat darurat, rawat inapterpadu A/B, perawatan intensif, spesialis, dan penunjang pelayanan medis lainnya.

4.2 Deskriptif

  Distribusi Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2013 Klasifikasi Serangan Epilepsi F % Epilepsi Umum Primer 100 79,4 Epilepsi Parsial26 20,6 Jumlah 126 100Berdasarkan tabel 4.5. Lama Rawatan Rata- Rata Penderita Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011- 2013 Lama Rawatan Rata-Rata (hari) Mean 5,78Standar Deviasi 4,803 95% Confidence Interval 4,93- 6,62Minimum 1 Maksimum 30 Proporsi penderita epilepsi berdasarkan keadaan sewaktu pulang yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011 – 2013 dapatdilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.9.

4.3. Analisis Statistik

Distribusi proporsi umur penderita epilepsi berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medantahun 2011 Tabel 4.10. Distribusi Proporsi Umur Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2013 Klasifikasi 0-11 Tahun 12- 19 Tahun Total ≥20TahunSerangan Epilepsi f % f % f % f % Epilepsi Umum 52 52,0 27 27,0 21 21,0 100 100 PrimerEpilepsi Parsial 8 30,8 6 23,1 12 46,1 26 100

2 X = 7,060 df= p= 0,09

  Berdasarkan tabel 4.10 menunjukkan bahwa proporsi umur penderita epilepsi umum primer tertinggi adalah umur 0-11 tahun sebanyak 52 orang (80,0%) danterendah pada kelompok umur ≥ 20 tahun sebanyak 21 orang ( 21,0%). Proporsi umur penderita epilepsi parsial tertinggi adalah umur ≥ 20 tahun sebanyak 12 orang(46,1%) dan terendah pada umur 12-19 tahun sebanyak 6 orang ( 23,1%).

4.3.2. Jenis Kelamin Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi

Distribusi proporsi jenis kelamin penderita epilepsi berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam MalikMedan Tahun 2011-2013 dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 4.11. Distribusi Proporsi Jenis Kelamin Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 Klasifikasi Serangan Jenis Kelamin TotalLaki- laki Perempuan f % f % f % Epilepsi Umum Primer 49 49,0 51 51,0 100 100 Epilepsi Parsial17 65,4 9 34,6 26 100

2 X = ,1 df=1 p= 0,136

Berdasarkan tabel 4.11. menunjukkan bahwa proporsi jenis kelamin penderita epilepsi umum primer tertinggi adalah berjenis kelamin perempuan sebanyak 51orang (51,0%) dan epilepsi parsial tertinggi adalah berjenis kelamin laki Analisa uji statistik dengan uji chi-square diperoleh nilai p= 0,136 (p > 0,05) artinya tidak ada perbedaan yang bermakna antara jenis kelamin berdasarkanklasifikasi serangan epilepsi pada penderita epilepsi yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 Distribusi proporsi pendidikan berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.12. Distribusi Proporsi Pendidikan Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 Klasifikasi Tidak SMA/Akademi/PT TotalSerangan Epilepsi Sekolah/SD/SMP f % f % f %Epilepsi Umum 71 71,0 29 29,0 100 100 PrimerEpilepsi Parsial 15 57,7 11 42,3 26 100

2 X = 1,687 df= 1 p= 0,194

  Berdasarkan tabel 4.12. menunjukkan bahwa proporsi pendidikan penderita epilepsi umum primer tertinggi adalah tidak sekolah/SD/SMP sebanyak 71 orang(71,0%) dan penderita epilepsi parsial tertinggi adalah tidak sekolah/SD/SMP sebanyak sebanyak 15 orang (57,7%).

2 X df= 1 p= 0,006

  = 7,647 Berdasarkan tabel 4.13. menunjukkan bahwa proporsi pekerjaan penderitaepilepsi umum primer tertinggi adalah tidak bekerja sebanyak 83 orang (83,0%) dan penderita epilepsi parsial tertinggi adalah tidak bekerja sebanyak sebanyak 15 orang(57,7%).

4.3.5. Frekuensi Serangan Berdasarkan Klasifikasi Serangan

  Distribusi Proporsi Frekuensi Serangan Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 Klasifikasi Frekuensi Serangan Total Serangan 1-3/hari 4-6x/hari >6x/hari f % f % f % f % Epilepsi Umum 67 67,0 23 23,0 10 10,0 100 100 PrimerEpilepsi Parsial 16 61,6 5 19,2 5 19,2 26 100 Berdasarkan tabel 4.14. Distribusi Proporsi Klasifikasi Serangan Epilepsi Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 Keadaan Sewaktu Klasifikasi Serangan TotalPulang Epilepsi Umum Epilepsi Parsial Primer f % f % f % Pulang Berobat Jalan 75 81,5 17 18,5 92 100 Pulang Atas21 72,4 8 27,6 29 100 Permintaan Sendiri Meninggal 4 80,0 1 20,0 5 100 Berdasarkan tabel 4.15.

BAB 5 PEMBAHASAN

5.1. Distribusi Penderita Epilepsi

Proporsi penderita epilepsi berdasarkan sosiodemografi yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013 dapat dilihatpada gambar dibawah ini :

a. Penderita Epilepsi Berdasarkan Umur

  Penderita Epilepsi Berdasarkan Jenis Kelamin Proporsi penderita epilepsi berdasarkan jenis kelamin yang dirawat inap diRumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011- 2013 dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Jenis Kelamin Laki-lakiPerempuan 47,6%52,4% Gambar 5.2. Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Agama yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011- 2013Berdasarkan Gambar 5.3 dapat diketahui bahwa proporsi penderita epilepsi berdasarkan agama tertinggi adalah Islam sebesar 62,7% dan terendah adalah Budhasebesar 1,6%.

5.1.2. Riwayat Keluarga

  Proporsi penderita epilepsi berdasarkan riwayat keluarga yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011 Riwayat Keluarga 7,1%Tidak AdaAda 92,9% Gambar 5.8. Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Riwayat Keluarga yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2013 Berdasarkan Gambar 5.8.

5.1.3. Riwayat Trauma Kepala

  Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Riwayat Trauma Kepala yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2013 Berdasarkan Gambar 5.9. Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2013 Berdasarkan Gambar 5.10.

5.1.5. Frekuensi Serangan

  Proporsi penderita epilepsi berdasarkan frekuensi serangan yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011 Frekuensi Serangan 11,9%1-3x/hari4-6x/hari 22,2%>6x/hari 65,9% Gambar 5.11. Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Frekuensi Serangan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2013 Berdasarkan Gambar 5.11.

5.1.6. Aura

  Proporsi penderita epilepsi berdasarkan aura yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011 Aura Tidak Ada46,8% 53,2% Ada Gambar 5.12. Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Aura yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2013Berdasarkan Gambar 5.12.

5.1.7. Lama Rawatan Rata-Rata

  Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 - 2013Berdasarkan Gambar 5.13. dapat diketahui bahwa proporsi penderita epilepsi berdasarkan keadaan sewaktu pulang tertinggi adalah Pulang Beobat Jalan ( PBJ)sebesar 73,0% dan yang terendah adalah meninggal sebesar 4,0%.

5.2. Analisa Statistik

  Proporsi umur penderita epilepsi berdasarkan klasifikasi serangan yang di rawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 60 52 5046,1 40 )(% 30,8 si 0-11Tahun 27 30 or 23,112-19 Tahun 21 rop P 20≥20 Tahun 10 Epilepsi Umum Epilepsi ParsialPrimer Gambar 5.14. Diagram Bar Proporsi Umur Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 Berdasarkan Gambar 5.14.

5.2.2. Jenis Kelamin Berdasarkan Klasifikasi Seranagan Epilepsi

  Diagram Bar Proporsi Jenis Kelamin Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2013 Berdasarkan Gambar 5.15. 42 49,065,4 51,034,6 20 30 40 50 60 70 Epilepsi Umum Epilepsi Parsial P rop or si (% ) Jenis Kelamin Berdasarkan Klasifikasi Serangan Laki-lakiPerempuan Proporsi pendidikan penderita epilepsi berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medantahun 2011 60 Tidak Sekolah/SD/SMPSMA/Akademi/PT P rop or si (% ) EpilepsiParsial 80 EpilepsiUmum Primer 70 40 50 Gambar 5.16.

5.2.5. Frekuensi Serangan Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi

  Proporsi frekuensi serangan penderita epilepsi berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam MalikMedan tahun 2011 Gambar 5.18. Diagram Bar Proporsi Klasifikasi Serangan Penderita Epilepsi Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 - 2013 30 40 50 60 70 80 90 PBJ PAPS Meninggal P rop or si (% ) Epilepsi UmumEpilepsi Parsial 20 Berdasarkan Gambar 5.19.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  Proporsi tertinggi penderita epilepsi berdasarkan sosiodemografi adalah kelompok umur 0-11 tahun sebesar 47,6% , jenis kelamin laki 6.1.2. Proporsi tertinggi penderita epilepsi berdasarkan klasifikasi serangan adalah epilepsi umum primer sebesar 79,4%.

6.2. Saran

  Adam Malik Medan diharapkan untuk melengkapi pencatatan pada kartu status, seperti suku, dan faktor pencetus. Kepada penderita epilepsi agar patuh minum obat sesuai anjuran dokter dan menjaga pola makan dan hidup sehat.

DAFTAR PUSTAKA

  Karakteristik Kasus Epilepsi di Rumah SakitAnak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2008-2010 . Karakteristik Penderita Epilepsi Rawat Jalan diRSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2001-2003 .

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Karakteristik Penderita Epilepsi Rawat Inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013
0
42
119
Karakteristik Penderita Tonsilitis Kronis di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2012
5
81
62
Karakteristik Penderita Faringitis Akut di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2012
20
120
56
Karakteristik Pasien Gagal Jantung Kongestif Dengan Riwayat Rawat Inap Ulang di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2012
3
56
92
Karakteristik Penderita Asma Bronkial Dewasa Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 1999-2001
0
30
96
Karakteristik Penderita Gagal Ginjal Kronik Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2000-2001
0
31
77
Karakteristik Penderita Katarak Rawat Inap di Unit Penyakit Mata di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2001 - 2002
0
35
80
Karakteristik Penderita Carcinoma Nasopharynx Rawat Inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2002-Agustus 2004
0
25
92
Karakteristik Penderita Trauma kapitis Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2002-2004
0
34
89
Karakteristik Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009
2
33
115
Karakteristik Penderita Meningitis Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008.
4
75
142
Karakteristik Penderita Meningitis Anak yang di Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2006 − 2010
0
20
143
Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2005
2
45
136
Karakteristik Penderita Kanker Paru Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008
4
88
137
Karakteristik Penderita Tonsilitis Kronis di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2012
0
1
11
Show more