Manajemen Penyiaran Smart Fm Medan Dalam Menggunakan Musik Audiophile

83 

Full text

(1)

MANAJEMEN PENYIARAN SMART FM MEDAN DALAM

MENGGUNAKAN MUSIK AUDIOPHILE

Skripsi Sarjana

Dikerjakan

O

L

E

H

Nelia Sihombing

NIM : 020707025

Universitas Sumatera Utara

Fakultas Sastra

Jurusan Etnomusikologi

Medan

(2)

MANAJEMEN PENYIARAN SMART FM MEDAN DALAM

MENGGUNAKAN MUSIK AUDIOPHILE

Skripsi Sarjana

Dikerjakan

O L E H

Nelia Sihombing

NIM : 020707025

Dengan Bimbingan

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. M. Takari, M.Hum Drs. Irwansyah Harahap, M.A

NIP. 131945674 NIP. 132179221

Skripsi ini di ajukan kepada Panitia Ujian Fakultas Sastra

USU Medan untuk melengkapi salah satu syarat Ujian Sarjana Sastra dalam Bidang Etnomusikologi

Universitas Sumatera Utara Fakultas Sastra

Jurusan Etnomusikologi Medan

(3)

Disetujui Oleh

Fakultas Sastra

Universitas Sumatera Utara

Medan

Jurusan Etnomusikologi

Ketua

(Dra. Frida Deliana, M.Si) NIP. 131785636

(4)

Pengesahan : diterima Oleh

Panitia Ujian Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Ujian Sarjana Sastra

Dalam Bidang Etnomusikologi pada Fakultas Sastra Universiats Sumatera Utara Medan

Pada : Tanggal : Hari :

Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Dekan

(Drs. Syaifuddin, MA. Ph.D ) NIP. 132098531

Panitia Ujian

No. Nama Tanda Tangan

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Dunia kita saat ini sedang mengarah kepada pembentukan dunia yang disebut dengan kampung global (global village). Suatu dunia yang pembentukannya didukung oleh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang berjalan dengan cepat, sehingga mampu meniadakan jarak ruang dan waktu, antara dua tempat di muka bumi, bahkan antara bumi dan ruang angkasa. Di antara penemuan-penemuan teknologi ini adalah listrik, telefon, telegram, kereta api, nuklir, pesawat terbang, radio, televisi, internet, pesawat ruang angkasa dan lain-lain. Teknologi ini memudahkan manusia saling berinteraksi, dan batas-batas wilayah kebudayaan maupun negara bangsa menjadi begitu dekatnya. Demikian pula radio, sampai sekarang menjadi sarana komunikasi budaya di seluruh dunia.

(6)

Media massa elektronik dewasa ini menjalankan fungsinya sebagai media komunikasi massa yang bukan hanya sebagai media hiburan tetapi juga dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi, demikian pula radio. Menurut Onong Uchjana Efendi (1994), pada awalnya fungsinya hanya untuk memberi hiburan, penerangan dan pendidikan kepada masyarakat. Tetapi kemudian oleh beberapa negara besar dipergunakan untuk propaganda, yaitu usaha yang sistematis dan dilakukan berulang-ulang untuk mempengaruhi sikap, opini dan tingkah laku seseorang atau sejumlah orang.

Laswell dan Wright (1975:32) merumuskan bahwa fungsi media massa dibagi menjadi empat, yaitu : (1) fungsi pengawasan lingkungan, (2) fungsi korelasi, (3) fungsi sosialisasi, dan (4) fungsi hiburan.

Masyarakat Indonesia sendiri dewasa ini selain memanfaatkan media massa elektronik sebagai sumber informasi juga banyak yang memanfaatkannya sebagai media hiburan. Baik televisi maupun radio, dewasa ini gencar menayangkan acara-acara hiburan baik berupa musik, film ataupun tarian.

(7)

pulau Jawa saja, khususnya ibukota Jakarta, walaupun siarannya dapat dijangkau secara nasional. Sedangkan stasiun radio umumnya sudah menyebar secara meluas di Indonesia. Jadi dengan demikian radio lebih dapat menjangkau masyarakat luas daripada televisi. Radio pun menjadi lebih berbaur dengan masyarakat. Untuk itu radio dapat memberikan informasi kepada masyarakat secara lebih luas dibandingkan dengan televisi.

Radio sebagai media massa yang merupakan salah satu sarana yang banyak diminati oleh masyarakat pada saat ini. Radio merupakan sarana yang paling diunggulkan, karena bisa dinikmati di berbagai tempat serara langsung dan dapat menjangkau semua masyarakat baik itu di ibu kota terlebih-lebih di desa, sebagai sarana hiburan dan pencapaian informasi. Namun media ini lebih banyak menampilkan acara-acara yang bersifat talkshow, musik dan iklan. Hal ini disebabkan radio tidak dapat menampilkan gambar (visualisasi) sehingga acara yang dapat dinikmati hanyalah berupa suara (audio).

(8)

Dengan begitu, penulis dapat menyimpulkan bahwa radio ini adalah sebuah media massa elektronik yang unik yang dapat dengan cepat diterima oleh masyarakat antara lain karena stasiunnya yang menyebar di setiap daerahnya dan juga kekuatan suara yang telah diatur sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian pendengar. Menyangkut hal telinga bekerja lebih cepat menyampaikan respon ke otak di bandingkan mata, Jack Trout menguraikannya sebagai berikut (Smart FM the essential book,2006):

Telinga bekerja lebih cepat di banding mata.

Ingatan echoic, tersimpan jauh lebih lama dibanding dengan econic.

Dua orang gadis dengan nilai kecakapan sama, mandapat apresiasi berbeda dari para pria hanya karna berbeda nama. Penelitian yang berulang-ulang menunjukkan hasil yang sama, bahwa “telinga lebih superior dari pada mata”. Orang lebih banyak mengingat saat mendengar “pesan terucap”dibanding kalau mereka “membacanya” Faktanya untuk dapat memahami suatu “pesan terucap”,pikiran hanya membutuhkan waktu 140 millisecond, sedangkan untuk memahami “pesan tertulis” di butuhkan waktu 180 ms. Para psikolog berkeyakinan bahwa selisih 40 ms tersebut disebabkan pikiran terlebih dahulu harus meng-convert “data visual” ke dalam format suara untuk dapat memahami suatu pesan tertulis.

(9)

pemberitaan dan penerangan, (2) siaran pendidikan, (3) siaran kebudayaan, (4) siaran hiburan, (5) siaran lain-lain.

Telah menjadi standar siaran radio di Indonesia. Namun begitupun radio-radio yang dapat kita dengar sekarang ini umumnya lebih menonjolkan hiburan dan musik. Dapat kita lihat keadaan tersebut adalah penyesuaian diri terhadap minat masyarakat.

Saat ini perkembangan radio di kota Medan, semakin mendapat sambutan yang baik dari masyarakatnya. Hal ini dapat diamati dari penelephone ataupun masyarakat yang antusias merespon acara-acara siaran di radio baik dengan cara on air ataupun off air. Bahkan sampai membentuk suatu Focus Group Discussion

(FGD), yaitu suatu kelompok pendengar radio tertentu yang membangun suatu

hubungan diskusi di luar dari program siaran radio. Sebagai contoh yaitu Narwastu Fans Club (NFC),untuk FGD Narwastu FM. Eksistensi radio kini telah

mampu menyaingi media yang tingkat teknologinya masih di atas radio itu sendiri, misalnya televisi dan VCD Player. Umumnya ketertarikan masyarakat adalah atas informasi yang disampaikan dan tidak kalah dengan itu adalah hiburan dan musiknya.

Beberapa jenis radio siaran memiliki kesamaan, misalnya pada radio-radio anak muda yang selalu identik dengan gaul 1) Walaupun jika diperhatikan satu persatu setiap radio siaran memiliki keunikan masing-masing. Tetapi ada beberapa radio siaran yang menampilkan dengan jelas bahwa dirinya adalah unik, yang memiliki

1)

(10)

ciri khas yang umumnya berbeda dengan radio-radio siaran lain, khususnya di kota Medan. Misalnya Lite FM yang dikenal dengan siara lagu-lagu tahun 1980 ke atas. Atau Delta FM dan Smart FM yang siarannya lebih banyak mengutamakan informasi dan berita-berita yang disiarkan.

Smart FM adalah salah satu radio siaran yang lebih banyak mengutamakan informasi dan berita-berita yang disiarkannya. Radio Smart FM disiarkan disepuluh kota diseluruh Indonesia yaitu Jakarta, Manado, Makassar, Banjarmasin, Palembang, Balikpapan, Semarang, Surabaya, Pekan Baru dan yang terakhir adalah Medan. Untuk pertama sekali radio Smart FM disiarkan di kota Manado, kemudian berkembang ke kota-kota lain dan saat ini berpusat di Jakarta. Radio siaran ini juga memilki hubungan jaringan dengan BBC (British Broadcasting Company) terutama dalam menyiarkan BBC 2)

Radio Smart FM lebih banyak memberi perhatian kepada berita-berita dari pada hiburan ataupun musik. Bahkan menurut pandangan Smart FM sendiri, radio ini adalah radio berita. Smart FM dalam penyiarannya mengisi sekitar 70 persen adalah berita dan 30 persen lagi adalah lagu-lagu dan musik selingan. Berita-berita yang disiarkan di Smart FM antara lain adalah Smart Business Talk, Smart Motivation, Smart Ethos, Smart Emotion, Power Character, Women Who Love’s

Life, Marketing in Venus, Smart Wealth, Refleksi, Smart Decision, Unstoppable,

2)

BBC adalah sebuah perusahaan radio internasional di London Inggris. BBC adalah perusahaan radio dunia, memperkaya kehidapan dengan informasi, pendidikan dan hiburan.

(11)

Smartorial, Journal 9, BBC News, dan lain-lain. Semua itu disiarkan dengan berpusat di Jakarta ke seluruh Indonesia.

Sangat berbeda dengan radio siaran lain yang lebih mengutamakan hiburan sedangkan berita hanya sebagai selingan. Radio Smart FM lebih mengutamakan siaran-siaran beritanya,sedangkan musik serta lagu hanya sebagai selingan. Tidak ada satupun siaran di Smart FM yang khusus menyajikan lagu dan musik saja seperti program request. Namun begitu, menurut Smart FM sendiri itu adalah indentitasnya, yang membuatnya berbeda bahkan dengan radio-radio berita lain.

Di Smart FM kebanyakan program berita yang sudah pernah disiarkan kemudian disiarkan kembali bahkan ada yang berulang-ulang disiarkan selama seminggu, misalnya Smart Motivation. Menurut Effendy (1983:19) salah satu kelemahan radio adalah pesan yang disampaikan kepada khalayak hanya sekilas begitu saja, begitu terdengar begitu hilang. Pendengar yang tidak mengerti atau ingin memperoleh penjelasan lebih jelas, tidak mungkin meminta kepada penyiar untuk mengulangi lagi. Hal tersebutlah yang diperhatikan oleh Smart FM sebagai radio berita, dengan mengulang beberapa programnya yang sudah pernah

disiarkan sebagai servis kepada pendengarnya.

(12)

di Inggris (BBC) adalah penyaji berita yang disebut News Readers atau Newscarter, yang bersifat formal dan serius.

Sehubungan dengan Visinya Smart FM menguraikan (www.smartfm.com.2006):

Tantangan globalisasi dan perdagangan bebas menuntut kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa dalam berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Dan komponen yang paling menentukan adalah ketangguhan Sumber Daya Manusia. Kami menyadari bahwa radio befungsi sebagai faktor penggerak bagi pertumbuhan budaya, sosial dan ekonomi suatu bangsa. Karenanya Smart FM dibarisan terdepan akan terus menerus mempelopori percepatan kemajuan dan peningkatan profesionalisme SDM sebagai upaya meningkatkan daya saing bangsa dalam memasuki pasar bebas.

Dengan visi tersebut Smart FM dengan giat meningkatkan kualitas programnya. Setiap program di Smart FM turut mendukung tercapainya visi tersebut. Sekalipun musik memiliki persenan yang kecil dalam penyiarannya, tetapi Smart FM meletakkan perhatian yang cukup khusus dan serius terhadap hal tersebut.

Menurut Effendy (1978:19) “..musik memegang peranan yang sangat penting. Siapa orangnya yang tidak tertarik oleh musik? Di antaranya acara-acara musik yang memukau itulah pesan-pesan disampaikan kepada para pendengar”. Karena itu Smart FM dalam menyajikan musiknya sebagai selingan berita dengan sangat selektif. Sekitar 70 persen dari semua lagu-lagunya adalah lagu-lagu Audiophile, sedangkan 30 persennya adalah lagu-lagu pilihan diantaranya lagu

Jazz yang berbahasa Mandarin atau lagu-lagu yang berbahasa Indonesia.

Audiophile adalah sebuah Recording Company di Amerika yang khusus

(13)

lagu-lagu yang di produksi dan di lisensi oleh Audiophile bagi Smart FM yang kemudian oleh Smart FM sendiri disebut sebagai musik ataupun lagu-lagu Audiophile tersebut bukanlah musik yang dapat dinikmati selintas lalu begitu saja

atau dapat dinikmati oleh semua kalangan. Lagu-lagu Audiophile di dominasi oleh lagu-lagu Jazz walaupun terdapat juga di antaranya klasik, country, akustik dan lain-lain. Smart FM mengakui bahwa lagu-lagu Audiophile adalah musik yang telah menjadi identitas bagi Smart FM. Hal tersebut dikarenakan Smart FM secara resmi telah membeli hak siarnya dari Amerika, untuk menyiarkan kumpulan lagu-lagu Audiophile di radio.

Lisensi lagu-lagu Audiophile yang dimiliki Smart FM untuk disiarkan adalah sekitar 1500 lagu. Untuk daerah Manado, lagu-lagu yang mendominasi disiarkan adalah lagu-lagu country. Sedangkan di wilayah Medan yang mendominasi adalah lagu-lagu Jazz.

Smart FM Medan yang kantornya terletak di Kampus Mikroskil Gedung C Lantai 6, Jl. Thamrin No.112 Medan memiliki Frekuensi 101,8 MHz gelombang Frequency Modulation (FM) 3)

Smart FM Medan mulai aktif beroperasi pada tanggal 27 April 2006. Di Medan juga seperti di kota-kota lain, dalam kerja timnya memiliki tiga pimpinan yaitu Head of Business, Head of Product & Head of Office. Yang berkaitan

3)

Antena pemberi mengubah gelombang radio menjadi variasi tegangan yang di berikan pada pesawat penerima (sinyal antena). Informasi suara dimodulasikan pada gelombang pembawa oleh : (1) variasi amplitudo dari gelombang pembawa dalam irama suara yaitu AM ( Modulasi Amplitudo) dengan tanggapan frekuensi 50 - 7.500 Hz. (2) variasi frekuensi dari gelombang pembawa dalam irama suara yaitu FM (Modulasi Frekuensi) dengan tanggapan frekuensi 30 - 15.000 Hz.

(14)

dengan penyiaran musik serta manajemennya adalah Head of Product, karena musik juga adalah bagian dari produk setiap radio termasuk Smart FM.

Siaran yang ditentukan oleh Smart FM Medan sendiri adalah Journal Medan, Talk Show, iklan dan pemilihan lagu-lagu yang disiarkan tiap-tiap hari,

selebihnya ditentukan oleh pusat Jakarta. Smart FM Medan telah mengadakan survei dan menyimpulkan bahwa dari sekian jenis aliran lagu-lagu Audiophile,

masyarakat Medan lebih dekat dengan aliran Jazz. Karena itu di Medan Smart FM lebih di dominasi oleh lagu-lagu Jazz, walaupun dengan persentase yang kecil juga diputar lagu-lagu yang beraliran lain misalnya pop, klasik dan lain-lain. Dengan program acara serta lagu-lagu yang disiarkan Smart FM, dapat dilihat bahwa Smart FM ingin menuju suatu pangsa pasar tertentu. Dengan lagu-lagu yang belum tentu dapat

dinikmati begitu saja oleh semua kalangan, dapat disimpulkan bahwa Smart FM memiliki suatu tujuan tertentu dalam penyiaran lagu-lagunya yang tentunya itu juga turut mendukung visi Smart FM sendiri yaitu membangun profesionalisme SDM dalam memasuki pasar bebas dengan terlebih dahulu menarik kaum intelektual muda di Medan.

(15)

profesionalisme manajemennya yang sangat mendukung tercapainya visi perusahaan ini, membuat penulis tertarik membahas Manajemen Penyiaran Smart FM dalam memanage lagu-lagu yang disiarkan di Smart FM yang membedakannya dengan radio-radio lain. Maka penulis mengangkat judul : “Manajemen Penyiaran Smart FM Medan dalam Menggunakan Musik

Audiophile”.

1.2Pokok Permasalahan

Dari uraian diatas maka penulis akan membuat batasan masalah dengan tujuan menghindari terjadinya kesimpangsiuran di dalam pembahasan nantinya. Selain itu juga agar lebih mendapat kejelasan yang akurat tentang pokok permasalahan.

Adapun pokok permasalahannya adalah : bagaimana profesionalisme manajemen Smart FM khususnya manajemen penyiaran dalam memanage lagu-lagu produksi Audiophile record yang akan disiarkan sebagai selingan sehingga dapat dibuktikan bahwa musik juga adalah faktor pendukung tercapainya visi Smart FM dan tetap menjadi identitas bagi Smart FM di Medan.

1.3Tujuan dan Manfaat Penelitian

(16)

etnomusikologi adalah suatu metode untuk mempelajari musik apapun, tidak hanya dari segi musiknya, tetapi juga melihat hubungan dengan konteks budayanya, konteks budaya juga hubungannya dengan masyarakat dan perkembangannya. Berdasarkan pendapat tersebut penulis membuat tujuan penelitian ini yaitu :

1. Untuk mengetahui bagaimana Smart FM melalui musik-musik yang disiarkan dapat mendukung pembangunan profesionalisme SDM masyarakat di Medan

2. Untuk mengetahui perkembangan musik Audiophile di Medan

3. Untuk menambah wawasan tentang manajemen penyiaran dan dapat

dijadikan sebagai data dalam penulisan objek ini selanjutnya.

1.4 Konsep dan Teori

1.4.1 Konsep

Menurut Mely G. Tan (1990 : 21 ), konsep merupakan defenisi dari apa yang akan kita amati, konsep menentukan variabel-variabel mana yang kita ingin menentukan hubungan empirisnya. Untuk itu penulis memberikan konsep dari beberapa kota yang ada didalam tulisan ini.

Dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia (Hoetomo,2005) mengartikan Manajemen adalah proses penggunaan sumber secara efektif untuk mencapai

(17)

Menurut J.B.Wahyudi (1994:39), manajemen penyiaran adalah manajemen yang diterapkan dalam organisasi penyiaran, yaitu organisasi yang mengelola siaran, yang juga berarti sebagai “motor penggerak” organisasi penyiaran dalam usaha pencapaian tujuan bersama melalui penyelenggaraan siaran.

Menurut A.F.Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan. 4)

Karena perusahaan radio Smart FM juga adalah suatu bentuk organisasi,maka penulis perlu memaparkan suatu defenisi organisasi. Organisasi berasal dari kata “organism”, yaitu suatu susunan dengan bagian-bagian terpadu, sehingga hubungan mereka dipengaruhi oleh hubungan secara keseluruhan. Dengan demikian, organisasi terdiri atas dua bagian, yaitu bagian dan hubungan.5)

Menurut Talcott Parsons (1960), organisasi adalah unit sosial (atau pengelompokan manusia) yang sengaja di bentuk dan di bentuk kembali dengan penuh pertimbangan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu 6)

Sedangkan pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya - sumber daya yang

dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya.7)

5)

Geoge R. Terry, The Social Psychology of organization, 2nd. ed., John Wiley and sons, New York, 1978.

6)

(18)

Penyiaran berasal dari kata siar yang berarti memberitahukan kepada semua dengan perantaraan radio, televisi, surat kabar, selebaran, pengumuman dan sebagainya. Menurut J.B.Wahyudi (1994), siaran adalah rangkaian mata acara dalam bentuk suara dan atau gambar yang dapat di terima oleh khalayak dengan pesawat penerima radio atau televisi, dengan atau tanpa alat bantu, melalui pemancar gelombang elektromagnetik, kabel, serat optik atau media lainnya. Sedangkan penyiaran adalah kegiatan penyelenggaraan siaran radio maupun televisi, yang diselenggarakan oleh organisasi penyiaran radio atau televisi.

Radio adalah siaran pengiriman suatu atau suara melalui udara, tetapi menurut Gouzali Saydan dalam kamus istilah Telekomonikasi mengatakan radio adalah suatu alat kominikasi yang dipancarkan melalui udara yang dapat mentransfer gelombang Elektromaknetik dengan frekuensi 3 KHz sampi dengan 300 KHz, beliau juga mengatakan bahwa radio merupakan seperangkat elektromagnetik untuk penyaluran informasi tanpa saluran kawat.

Smart FM adalah sebuah perusahaan radio yang penyiarannya tersebar di sepuluh kota besar di seluruh Indonesia yaitu Jakarta, Manado, Makasar, Banjarmasin, Palembang, Balikpapan, Semarang, Surabaya, Pekanbaru dan Medan. Sebagai pusat penyiarannya adalah Jakarta. Smart FM Medan memiliki frekuensi 101,8 MHz dengan gelombang FM (Frequency Modulation). Smart FM Medan beroprasi di kantor yang terletak di Kampus Mikroskill Gedung C Lantai 6, Jl. Thamrin No.112 Medan.

7)

(19)

Smart FM sendiri menyimpulkan arti Smart ke dalam suatu pernyataan yang kerap kali menjadi jinggel di radio Smart FM yaitu, They call it news, knowledge, business information, but we call it SMART!

Motto Radio Smart FM adalah THE SPIRIT OF INDONESIA.

Audiophile mengandung kata ‘Audio’ yang berarti bersifat dapat didengar.

Tetapi Audiophile yang dimaksudkan disini adalah sebuah Recording Company di Amerika yang mengaransemen ulang lagu-lagu yang pernah hits menjadi musik yang bergaya Jazz dan juga mengaransemennya menjadi lagu-lagu bergaya folk song Amerika lainnya seperti country, blues dan juga akustik. Audiophile record

juga saat ini memunculkan lagu-lagu aransemen baru dengan penyanyi-penyanyi barunya. Seperti Alison Krauss, Laura Fygi, Allan Taylor dan banyak penyanyi lainnya yang kebanyakan terikat kontrak dengan Audiophile yang hanya menyanyikan lagu-lagu produksi Audiophile Record saja.

Penulis dalam hal ini akan membahas lagu-lagu yang di produksi oleh Audiophile Recording Company, yang di lisensi kepada perusahaan radio Smart FM

Indonesia. Lagu - lagu yang di produksi oleh Audiophile Recording yang dimiliki oleh radio Smart FM saat ini adalah berkisar 1500 lagu dan Smart FM sendiri menyebutnya sebagai musik Audiophile atau lagu Audiophile.

Pada BAB berikutnya akan di jelaskan tentang penggunaan dan fungsi, dalam hal ini adalah penggunaan dan fungsi musik Audiophile.

(20)

Seperti dalam hal ini yang di bahas adalah musik, dijelaskan bahwa penggunaan menunjukkan situasi musik yang di pakai dalam kegiatan manusia.

Sedangkan fungsi berkaitan dengan alasan mengapa si pemakai melakukan ataupun mengalami musik tersebut serta tujuan-tujuan yang lebih jauh.

1.4.2 Teori

Teori dapat digunakan sebagai landasan kerangka untuk berfikir dalam pembahasan. Untuk itu penulis menggunakan beberapa teori untuk membahas pokok permasalahan yang ada dan menjawab permasalahan itu.

Lagu-lagu di dalam radio siaran ini, mempunyai kaitan dengan fungsi dan penggunaan, dikatakan Merriam dalam bukunya The Antropology of Music (1964 : 215) bahwa penggunaan berkaitan dengan situasi dan bagaiman musik dipakai dalam kegiatan manusia. Sedangkan fungsi dikatakannya berkaitan dengan alasan yang menyebabkan musik dipakai dan tujuan yang lebih luas yang dipenuhi oleh musik itu. Selanjutnya Meriam mengemukakan dalam bukunya bahwa ada sepuluh fungsi musik yaitu : (1) fungsi pengungkapan emosional. (2) fungsi penghayatan estetika, (3) fungsi hiburan, (4) fungsi komunikasi, (5) fungsi pelambangan, (6) fungsi reaksi jasmani, (7) fungsi Norma-norma sosial, (8) fungsi pengesahan lemabaga-lembaga sosial, (9) fungsi kesinambungan kebudayaan, dan (10) fungsi pengintegrasian masyarakat.

(21)

satu acuan dari pembahasan berikutnya. Dari kesepuluh fungsi di atas, penulis lebih cenderung kepada fungsi hiburan, fungsi komunikasi, fungsi penghayatan estetika, dan fungsi pengintegrasian masyarakat.

Radio Smart FM adalah sebuah perusahaan radio yang berbentuk organisasi modern, karena dapat diamati bahwa dalam perusahaan ini terdapat tim-tim kerja yang bekerjasama untuk mencapai satu tujuan. Karena itu penulis memakai teori manajemen organisasi untuk mendukung tulisan ini. Adapun teori ini membahas tentang sistem kerja dalam suatu organisasi, yang juga turut mendukung sistem manajemen produksinya, yaitu:

Teori organisasi oleh Luther Gullick dan L. Urwick (1937), dalam suatu organisasi bahwa semakin banyak suatu pekerjaan tertentu dapat dipecahkan menjadi beberapa bagian komponen yang paling sederhana maka pekerjaan akan lebih banyak memiliki spesialisasi sehingga semakin terampil dalam melaksanakan bagian pekerjaannya. Semakin terampil seorang pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya, akan semakin efisien pula seluruh sistem produksi.

(22)

salah satu prosedur dalam sebuah radio siaran, maka penulis memakai teori sebagai berikut :

Shannon dan Weaver (1949), mendefinisikan komunikasi sebagai sebuah sistem yang mencakup semua prosedur melalui mana fikiran seseorang dapat mempengaruhi orang lain.

Keadaan bahwa musik yang merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan komunikasi oleh radio Smart FM. Bagaimana musik tersebut di gunakan oleh Smart FM sebagai alat penyampaian maksud kepada masyarakat. Untuk mendukung alasan tersebut maka penulis menggunakan teori sebagai berikut :

Dance (1967), menganggap komunikasi sebagai pengungkapan respon melalui simbol-simbol verbal, dimana simbol-simbol verbal tersebut bertindak sebagai perangsang (stimuli) bagi respon yang terungkapkan tersebut.

Dalam mendukung penelitian yang di lakukan oleh penulis terhadap susunan program acara di radio Smart FM. Serta mengetahui persentase setiap pokok-pokok acara, untuk mengamati lebih jauh bagaimana pendekataan pelaksanaan progam di radio Smart FM dalam pelaksanaannya sesuai dengan prisip-prinsip yang ada di radio Smart FM. Maka penulis menggunakan teori Manajemen pengawasan yang di kemukakan oleh :

(23)

perencanaan, pelaksaan dan hasil pekerjaan. Langkah pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah segala sesuatu berlangsung sesuai rencana yang telah diberikan, dan dengan prinsip-prinsip yang telah di gariskan.

1.5Metode Penelitian

Dalam melakukan penelitian terhadap kasus musik dan manajemen penyiarannya, penulis memilih metode dengan pendekatan kualitatif, yaitu suatu penelitian yang memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara detail perolehan sumber data dari ungkapan, catatan, atau tingkah laku masyarakat yang diteliti.

Pendekatan kualitatif memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum yang mendekati perwujudan suatu gejala-gejala yang ada dalam kehidupan manusia atas pola-pola (Bogdan:4-5). Suatu penelitian dengan pendekatan kualitatif memungkinkan kita memahami masyarakat secara personal atau memandang mereka secara umum, mereka sendiri mengungkapkan secara alami.

Kerja yang esensial untuk melakukan aktivitas penelitian dalam disiplin Etnomusikologi yaitu kerja lapangan (Field Work) dan kerja laboratorum (Desk Work), Nettle (1964 : 62-64) kerja lapangan meliputi pemilihan informasi

(24)

1.5.1 Studi Kepustakaan

Untuk mencari tulisan-tulisan pendukung, teori dan konsep yang berhubungan dengan tulisan ini, yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam penelitian ini, penulis lebih dahulu melakukan studi kepustakaan. Untuk menemukan literatur atau sumber bacaan guna melengkapi dari apa-apa yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian lapangan ini, sumber bacaan atau literatur itu dapat berasal dari peneliti luar (orang asing), maupun peneliti dari Indonesia sendiri. Sumber bacaan yang menjadi tulisan pendukung dalam penelitian penulis yaitu berupa buku-buku bacaan katalog asensial dan internet.

Diantara sumber-sumber bacaan yang menjadi acuan penulis adalah tulisan J.B. Wahyudi dalam bukunya berjudul Dasar-dasar jurnalistik radio dan televisi, Dasar-Dasar Manajemen Penyiaran, Radio Siaran teori dan praktek. Diantara

teori-teori pendukung diatas, masih ada lagi teori yang penulis sertakan dalam tulisan ini.

1.5.2 Kerja Lapangan

(25)

pertanyaan- petanyaan hanya pada daftar dan tidak hanya berfokus pada satu orang informan saja.

Data-data yang diperlukan dari lapangan ditulis dalam buku yang memuat tentang pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat pada saat wawancara, jawaban dan informasi ditulis sesuai dengan urutan pertanyaan yang ditanyakan penulis.

1.5.2.1 Wawancara

Wawancara (interview) menurut Soeharto (1995:67) adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara (pengumpul data) kepada responden (informan) dan jawaban-jawaban responden akan dicatat atau direkam dengan alat perekam (tape recorder). Wawancara adalah satu-satunya teknik yang digunakan untuk

memperoleh data tentang kejadian yang tidak dapat diamati sendiri secara langsung.

(26)

Dalam penelitian, penulis menentukan Bapak Yudhie Supryanto sebagai informan kunci karena beliau adalah salah satu Leader yaitu Head of Product di radio Smart FM Medan. Dimana bagian inilah yang berhubungan secara langsung dengan masalah yang sedang diteliti oleh penulis. Selain informan kunci penulis juga melakukan wawancara dengan team kerja Smart FM dan juga para pendengar Smart FM.

1.5.2.2 Observasi

Observasi atau pengamatan dapat berarti kegiatan untuk melakukan pengukuran dengan menggunakan indera penglihatan yang juga berarti tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan (Soeharto1995:69). Untuk melakukan pendekatan kualitatif dapat menggunakan metode pengamatan terlibat atau observasi partisivasi (Bogdan1975:8). Pengamatan terlibat dipakai untuk menunjukan penelitian yang berisikan adanya interaksi sosial secara terus menerus antara peneliti dengan masyarakat yang diteliti.

Dengan kata lain penulis harus dilakukan dengan tingkah laku masyarakat yang diteliti. Penulis terlibat sampai tingkat keterbukaan dalam kebudayaan dengan orang-orang yang diteliti, sehingga memahami dari sudut pandangan mereka sendiri.

(27)

(1) ruang lingkup, (2) pelaku, (3) kegiatan, (4) benda-benda atau alat-alat, (5) waktu, (6) peristiwa, (7) tujuan.

1.5.3 Kerja Laboratorium

Dalam kerja aboratorium, semua data yang diperoleh dari peneliti lapangan dan studi kepustakaan akan di analisa selanjutnya akan dilakukan penyelesaian agar sesuai dengan pembahasan sehingga menghasilkan suatu tulisan yang baik. Dalam melakukan penelitian, ketika penulis terbentur pada masalah masih kekurangan data-data, maka untuk megatasi hal tersebut penulis mengadakan evaluasi ulang untuk memperoleh data yang lebih akurat.

(28)

BAB II

SEJARAH DAN STRUKTUR RADIO SMART FM

2.1. Sejarah Singkat Radio Smart FM

Smart FM adalah sebuah radio siaran yang ada di Indonesia yang penyiaranya hingga saat tulisan ini dibuat adalah tersebar diseluruh kota besar di indonesia yaitu Jakarta, Manado, Makasar, Banjarmasin, Palembang, Balikpapan, Semarang, Surabaya, Pekan Baru dan Medan

Smart FM pertama sekali disiarkan di Manado pada tanggal 20 Mei 1996. Smart FM kian giat meningkat kualitas program-programnya dan memiliki visi yang dapat dilihat dari program-programnya yang selalu membuatnya berbeda dengan radio siaran yang lain. Itu lah juga yang membuat Smart FM memiliki existensi dan bahkan sampai merambahkan penyiarannya ke kota – kota besar diseluruh indonesia.

Menurut Smith (1983), sebuah program yang baik mempunyai kualitas yang membuatnya berbeda dari program lainya.

Sebuah motto yang dianut oleh Smart FM yang juga membawa perbedaan dari radio-radio siaran lainya karena memaparkan suatu identitas bagi Smart FM yaitu sebagai radio berita yang berbunyi “ They Call it News, Knowledge, Bussinis Information,Wisdom and Inspiration, but we call it SMART ! “

(29)

menyangkut operasional walaupun pada prinsipnya daerah mempunyai kekuasaan penuh dalam menyajikan materi acara.

2.1.2. SMART FM Medan

Radio Smart FM secara resmi beroperasi di medan pada tanggal 27 April 2006 Smart FM membuka kantornya sebagai pusat segala kegiatan Smart FM Medan yaitu di Gedung Kampus Mikroskill, Jl. Thamrin N0. 112 Kampus C Lantai IV, dengan gelombang 101,8 FM ( Frekuensi Modulasi )

Smart FM Medan beroperasi dibawah naungan PT. Radio Media Indah Suara Handalan. Radio ini juga mempunyai struktur organisasi guna mendukung kinerja perusahaan agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Smart FM Medan menjalankan keorganisasianya dengan 3 orang leader yang masing-masing mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda-beda tetapi tetap satu kesatuan yaitu Head of Busines, Head of Office, Head of Product.

2.1.3. Visi

Visi radio Smart FM Indonesia (www.smartfm.com, 2006) :

(30)

2.2. Proses dan program acara

Pada pembahasan di bawah ini penulis akan melampirkan hal-hal yang menyangkut penyiaran yaitu mulai dari program radio, acara siaran, serta program siaran.

Dimana semua proses penyiaran akan diaturkan oleh Smart FM Medan sendiri walaupun banyak acara-acara pokok dari program siaran penyiarannya langsung dari pusat Jakarta.

Smart FM menganut sistem BBC (British Broadcasting Company) dalam konsep penyiaranya yaitu radio siaran ini tidak menggunakan penyiar atau pembawa acara dalam semua proses penyiaran tetapi ada yang disebut pembaca berita yaitu News Reader atau News Caster. Menurut Boyd (1990), cara yang di kembangkan di inggris ( BBC ) adalah penyaji berita yang disebut News Reader atau News Caster, yang bersifat formal dan serius.

2.3. Teknik

1. Frekuensi : 101,8 Mhz

2. Modulasi : FM Sterio

(31)

4. Converages areas / Kota yang terkait : Jakarta, Manado, Makasar, Banjarmasin, Palembang, Balikpapan, Semarang, Surabaya, Pekan Baru, Medan.

5. Ukuran Studio : 4 x 3 M ( Ruangan Talk Show ) dan sebuah ruang operator

6. Audio System : Sistem siaran komputerisasi

7. Sistem Pembawa acara : Sistem BBC ( News Caster dan pemandu talk show )

8. Jam siaran : On air 05. 00 Wib – Off air 24.00 Wib

2.4. Progam Radio

Jadi Smart FM adalah radio dengan karakteristik pendengar yang aktif dan penuh perhatian sehingga menjamin pesan yang disampaikan di dengar dan dilaksanakan. Smart FM juga merupakan radio yang mampu memberikan keuntungan kepada para mitranya dari asosiasi yang berhasil dibangun Smart FM dengan para pakar, birokrat, pebisnis dan masyarakat dimana Smart FM berada.

(32)

profesional, pebisnis, pengusaha, karyawan dan sebagian dari kalangan mahasiswa.

Karena semangat serta keteguhannya dalam membangun manusia Indonesia baik dari segi pengetahuan, pendidikan maupun perekonomian maka motto dari Smart FM berbunyi “ The Spirit of Indonesia”, yaitu semangat dari indonesia yang berupaya untuk membangun negara Indonesia menjadi lebih baik.

Dalam penyiaran berita internasional, Smart FM bekerjasama dengan BBC World Service dalam acara BBC News dimana informasi dan berita terbaru dari kaca mata media kelas dunia yang mempunyai reputasi panjang sebagai media yang sangat terpercaya.

(33)

2.5. Acara Siaran

News

SMART FM secara konsisten dan tepat waktu mampu menghadirkan informasi terkini yang di butuhkan oleh pendengar melalui :

1. Smart Morning Post, merupakan buletin berita pagi.

2. Smart Jurnal, merupakan buletin berita siang dan

sore

3. Jurnal Sembilan, merupakan buletin berita nasional pendek yang disiarkan setiap satu jam sekali.

4. Jurnal Medan, merupakan informasi teraktual selama 5 menit yang mengangkat berbagai isu lokal, informasi dikemas dalam bentuk liputan pendek, liputan lengkap, laporan langsung dari reporter dan laporan khusus dari reporter atau kombinasi dari 4 item tersebut.

5. Medan Insight, merupakan talkshow atau wawancara

(34)

6. Smart Torial, merupakan pembahasan khusus tentang sebuah permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia.

7. Sketsa indonesia, merupakan karikatur radio.

8. BBC News, merupakan informasi berita terbaru dari

kacamata dunia, yang disiarkan baik secara langsung yaitu dalam bahasa Inggris ataupun dibawakan dalam bahasa Indonesia.

Knowledge

Smart FM memberikan pengetahuan (Knowledge) dari sejumlah nama - nama besar yang ahli dalam bidang pengetahuan (Knowledge) seperti Hermawan Kartajaya, Andrie Wongso, Rhenald Kasali, James Gwee, F.X. Hadi, Tung Desem Waringin, Jansen Sinamo, Tommi Siawira, Ida Kuraeni dan masih banyak lagi.

Business Information

(35)

Informasi bisnis di Smart FM didukung oleh para ekonom-ekonom dan analis papan atas seperti Aviliani, Imam Sugema, Faisal Basri, Go Hsio Hong, Lim Che Wei, David Ferdinandez dan lain-lain.

Wisdom and Inspiration

Selain memerlukan informasi dan pengetahuan (Knowledge), ciri-ciri para pendengar Smart FM yang sukses dan ingin sukses, juga memfokuskan diri dalam menjaga keseimbangan nilai-nilai kehidupan. Untuk itu wisdom dan inspiration menjadi salah satu nilai yang

diberikan dalam materi siaran di Smart FM. Beberapa pakar yang kerap menggulirkan nilai-nilai tersebut antara lain Andrie Wongso, Jacoeb Ezra, Mohammad Sobari, dan Prie GS.

Music

(36)

FM sekitar tujuh puluh persen adalah lagu-lagu yang di produksi oleh Audiophile record yang di lisensi kepada perusahaan radio Smart FM Indonesia, selebihnya adalah lagu-lagu dalam negri yang pernah hits di tahun delapan puluhan dan juga lagu-lagu berbahasa Mandarin.

2.6. Program Siaran

Kita mengenal siaran radio dalam berbagai macam program dan format, hiburan dan informasi, single talk dan diskusi, berita dan pengumuman dan lain sebagainya. Tentu saja masing-masing program dan format itu dibawakan dengan cara-cara yang berbeda-beda, baik dalam gaya, warna, dan lain sebagainya.

Dalam tersusunnya suatu program tentunya ada desain atau tahap merencanakan. Rencana itu sendiri menurut Moeryanto (1996), berarti rancangan yang berisi petunjuk untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seperti dikemukakan Stonner dan Wonkel (1986), rancangan adalah proses dasar yang digunakan untuk menentukan bagaimana mencapai sesuatu. Dalam proses dasar merancangkan suatu program harus diperhatikan unsur-unsur yang ada dalam suatu program.

(37)

Demikian juga Smart FM dalam mengkemas pesan-pesan dan tujuan yang akan disampaikan kepada audiens sedemikian rupa kedalam suatu format program siaran. Dibawah ini adalah beberapa format program siaran Smart FM Medan pada hari kamis, jumat dan sabtu yaitu tanggal 28-30 Juni 2007.

2.7. Format Siaran

Format adalah penyajian program atau musik yang memiliki ciri-ciri tertentu oleh stasiun radio. Menurut Fringle Starr-Mc.Cavit, seluruh format statiun radio dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar yaitu : Format Musik ( hiburan ), Format Informasi dan Format Khusus ( Speciality ). Format musik ( Hiburan ) adalah format yang paling umum digunakan oleh hampir seluruh radio dan lebih banyak di gemari pendengar karena sifatnya menghibur. Format khusus ( Speciality ) adalah format yang di khususkan untuk pendengar berdasarkan etnis

dan agama.

Format informasi terbagi menjadi tiga bagian yaitu dominasi berita (All News) dan dominasi perbincangan (All Talk dan Talk News). Format yang ketiga

adalah kombinasi dari dua format yang pertama yang dinamakan dengan News Talk atau Talk News. Format All News misalnya terdiri dari berita (regional, lokal,

(38)
(39)

BAB III

DESKRIPSI MUSIK AUDIOPHILE DAN PENYIARAN LAGU

DI RADIO SMART FM

3.1. Pengertian Audiophile

Audiophile adalah sebuah recording company di Amerika yang

khusus mengaransemen ulang lagu – lagu yang pernah hits ke menjadi beraliran Jazz dan juga memproduksi lagu-lagu rakyat Amerika seperti Country, Blues

bahkan Akustik dan Klasik.

Audiophile ini adalah perusahaan rekaman yang berkembang di

Amerika yang banyak memunculkan penyanyi- penyanyi baru di Amerika tetapi juga banyak menggunakan penyanyi solo atau kelompok yang sudah dikenal oleh masyarakat bahkan masyarakat international seperti Rod Stewart seorang penyanyi yang beraliran pop tetapi yang juga menyayikan lagu-lagu Jazz dalam rekaman Audiophile seperti lagu “ What A Wonderfull World “. Atau seperti IL Divo,

(40)

3.2. Kesepakatan Audiophile dengan Smart FM

Smart FM pertama sekali pada tahun 1996, dalam merancangkan program-program yang akan disiarkanya, telah memilih Audiophile sebagai lisensi musik yang akan disiarkanya. Smart FM pusat membeli hak siarnya dari Amerika untuk menyiarkan lagu-lagu yang lisensi oleh Audiophile. Smart FM sendiri memastikan bahwa hanya radio inilah yang mempunyai hak siar dalam menyiarkan lagu-lagu Audiophile dan meyiarkanya di radio Smart FM diseluruh indonesia.

Di Amerika ada beberapa organisasi pemberi izin hak cipta dan lisensi musik. Beberapa yang terbesar adalah American Society of Composers, Authors, and Publishers (Asosiasi Komposer, Pengarang, dan Penerbit Amerika) atau

ASCAP, yang didirikan pada tahun 1914 oleh Victor Herbert dan Gene Buck.

Selain ASCAP ada juga BMI (Broadcast Musik Inc.), berdiri pada tahun 1939 oleh persatuan industri radio di Amerika, yang melindungi komposer, penerbit, dan organisasi lisensi asing.

(41)

adalah versi milik publik asli atau boleh digunakan menurut perjanjian lisensi dengan perwakilan pemegang hak cipta 8)

Hal tersebutlah yang mendasari keyakinan perusahaan radio Smart FM atas perjanjian antara perusahaan radio Smart FM Indonesia dengan perusahaan Audiophile Recording di Amerika. Dimana dalam kesepakatan ini tentunya ada suatu undang-undang dan sanksi, misalnya jika ada stasiun radio lain selain Smart FM yang menyiarkan lagu-lagu yang lisensi oleh Audiophile di Indonesia maka sanksi akan diberlakukan antara lain, perusahaan radio Smart FM dapat menuntut perusahaan radio yang bersangkutan

3.3. Lisensi Lagu-Lagu Audiophile yang Dimiliki Smart FM

Seperti pernyataan Moeryanto Ginting (1996), bahwa setiap stasiun penyiaran radio pada umumnya memiliki koleksi musik, dari musik klasik sampai musik populer atau rock, tradisional sampai modern, dalam bentuk instumentalia maupun vokal semuanya tersedia dalam berbagai bentuk kemasan, seperti piringan hitam, pita kaset maupun catridge.

Hal tersebut di ungkapkannya secara umum. Sementara dengan berjalannya waktu telah bermunculan pula stasiun- stasiun radio yang mulai mengkhususkan siaran siaranya misalnya ada satu stasiun radio yang hanya di khususkan untuk menyiarkan lagu-lagu dangdut saja. Seiring berjalanya waktu

8)

(42)

pula, kebanyakan stasiun radio telah menggunakan sistem komputerisasi dan multimedia dalam penyiarannya yang secara khusus dalam menyiarkan lagu-lagunya. Demikianlah juga yang dapat penulis lihat pada stasiun radio Smart FM, yang mengkhususkan lagu-lagunya yaitu lagu-lagu yang di lisensi hanya oleh perusahaan Audiophile Recording saja dan dalam penyiaranya telah menggunakan sistem komputerisasi.

Dan saat ini Smart FM memiliki sekitar 1500 buah lagu yang di lisensi oleh Audiophile recording untuk disiarkan oleh Radio Smart FM diseluruh

Indonesia. Berikut dibawah ini adalah beberapa contoh lagu- lagu Audiophile yang dimiliki oleh Smart FM. Berikut adalah kode lagu, nama penyayi serta judul lagunya.

3.4. Program Lagu

Dalam format program siaran pada hari jumat , 29 Juni 2007 kita dapat mengamati lagu lagu yang disiarkan dalam program penyiaran Smart FM seharian penuh

Jika diamati dengan menguraikan yaitu :

1. 09 : 10 : 42 M2400175 - Chie Ayado - Getback

2. 09 : 22 : 43 D-0052 - Gloria Gaynor- Cant Take Eyes Of You

3. 09 : 43 : 30 M2400398 - Jhon Steven – Here, There, And Every where

4. 09 : 54 : 38 S3M00141 - Michelle – Don’t It Make My Brownd Ayes

(43)
(44)

27. 20 : 42 : 49 M2U00105 - Jazz Amor - Lovin You

28. 20 : 46 : 51 R035-10 - Pepsi And Shirlie Change – Break These

Chains

29. 21 : 22 : 11 M2U00104 - Patrizio Buanne – Parla Piu Piano

30. 21 : 32 : 06 M2U00295 - Ota Swingy And Alberto – Volare

31. 21 : 45 : 02 M2U00398 - Jhon Steven – Here, There, And Every Where

32. 22 : 13 : 52 M2U00497 - Lisa Ekdahl - Deep Inside Yaour Dreams

33. 22 : 29 : 22 M2U00564 - Vili – The Way We Were

34. 22 : 39 : 45 M2U00809 - Chris Monte – The More I See You

35. 22 : 51 : 32 S3M00465 - Emily – Tenessee Walt

36. 23 : 07 : 04 - Andien – Gemintang

37. 23 : 24 : 48 IP063-A1 - Rafika Duri - Tirai

38. 23 : 29 : 09 IP029-A4 - Gito Rollies - Burung Kecil

39. 23 : 42 : 43 K-0786 - Vina Panduwinata And Broery P- Bahasa Cinta

40. 23 : 46 : 39 IP169-A2 - Utha Likumahua – Taksanggup lagi

3.4.1. Persentasi Program Penyiaran Lagu

Dalam program penyiaran pada hari kamis, jumat dan sabtu tanggal 28-30 Juni 2007, dapat di golongkan ke dalam beberapa pokok acara siaran.

Pada hari kamis, 28 Juni 2007 :

- News : 32 Kali Acara Siaran

(45)

- Music : 37 Kali Acara Siaran

Pada hari jumat, 29 Juni 2007 :

-News : 37 Kali Acara Siaran -Knowledge : 19 Kali Acara Siaran

-Wisdom and Inspiration : 15 Kali Acara Siaran -Bussines Information : 8 Kali Acara Siaran

-Music : 40 Kali Acara Siaran

Pada hari sabtu, 30 Juni 2007 :

-News : 34 Kali Acara Siaran

-Knowledge : 20 Kali Acara Siaran

-Wisdom and Inspiration : 10 Kali Acara Siaran -Bussines Information : 5 Kali Acara Siaran

-Music : 45 Kali Acara Siaran

Jika diamati dari program penyiaran hari kamis, jumat dan sabtu, persentasi program penyiaran musik sepanjang hari di radio Smart FM adalah sekitar 30 persen dari semua program penyiaran.

3.4.2. Persentase Penyiaran Lagu Audiophile

Lagu Audiophile yang disiarkan pada hari jumat, 29 juni 2007 adalah :

(46)
(47)

25. 22 : 39 : 45 M2U00809 - Chris Monte – The More I See You

26. 22 : 51 : 32 S3M00465 - Emily – Tenessee Walt

Dari keseluruhan penyiaran lagu maka disimpulkan persentasi penyiaran lagu Audiophile adalah sekitar 70 persen dan 30 persen lagi adalah penyiaran lagu-lagu yang berbahasa Mandarin dan sebagian lagu-lagu dalam negeri.

(48)

BAB IV

MANAJEMEN

4.1. Manajemen

Terkait dengan manajemen Smart FM dalam memanfaatkan fungsi musik maka perlu pula adanya suatu pembahasan tentang manajemen radio Smart FM lebih luas sehingga tidak terjadi suatu ketimpangan di dalam pembahasan ini. Penulis juga merasa perlu untuk lebih mengetahui bagaimana profesionalisme manajemen Smart FM sehubungan dengan pencapaian visinya yaitu mempersiapkan SDM dalam menyambut era globalisasi.

Menurut penulis membahas manajemen dalam tulisan ini merupakan hal yang penting. Menurut Rusli Ramli (1984) dalam buku Asas-Asas Manajemen, manajemen itu adalah suatu fenomena di dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan kata lain manajemen itu memang terdapat dan terjadi dimana-mana, baik di dalam suatu organisasi yang besar maupun yang kecil.

Dengan mengenal Smart FM lebih jauh dari sisi manajemennya, diharapkan nantinya akan menghasilkan kesimpulan yang konkret tentang penulisan ini. Manajemen itu menyangkut keorganisasian, keuangan dan pembiayaan manajemen penyiaran yang didalamnya mencakup musik dan audiens.

4.1.1. Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas

(49)

Melalui struktur organisasi yang jelas, akan diketahui wewenang dan tanggung jawab yang diberikan pada setiap pegawai serta hubungan kerja antar pegawai sehingga tidak terjadi tumpang tindih dari fungsi masing-masing bagian. Dengan adanya struktur organisasi ini diharapkan setiap pegawai mengetahui dengan jelas tugas dan kewajiban yang harus dilaksankan serta dapat mempertanggungjawabkannya pada atasan dan atasan akan mengetahui bagaimana mendelegasikan wewenang kepada bawahannya sehingga setiap aktivitas perusahaan dapat terselenggara dengan baik dan terkoordinir.

Smart FM Medan yang baru didirikan juga mempunyai struktur organisasi guna mendukung kinerja perusahaan agar dapat menjalankan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Struktur organisasi yang baik dan tugas-tugas yang jelas sangat mendukung dalam proses berlangsungnya operasional perusahaan.

Direktur Biz & Ops

Head Of Business Head Of Office Head Of Produk

(50)

Gambar 4.2.1. Sstruktur Organisasi Stasiun Radio Smart FM Medan Sumber : PT. Radio Median Indah Suarahandalan ( Smart FM Medan )

Uraian tugas dan tanggung jawab masing-masing jabatan yang ada pada Smart FM Medan adalah sebagai berikut :

1. Direktur Biz & Ops ( Direktur Bisnis Operasional )

a. Mengawasi kegiatan perusahaan baik di segi bisnis maupun

operasional secara umum

b. Mengawasi masing-masing Head dalam melaksanakan tugasnya c. Menerima laporan dan pertanggungjawaban dari masing-masing

head

2. Head of Business

a. Sebagai koordinator dalam hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan dengan pihak luar atau sebagai Public Relation ( PR ) bagi perusahaan yang membuat dan mengelola database klien. b. Sebagai koordinator dalam membuat proyeksi penjualan dan

eksekusi penjualan tersebut.

(51)

d. Mengkoordinasi dan mengawasi tugas yang didelegasikan kepada Business Partner dan Marketing Communication

e. Membuat laporan dan pertanggungjawaban di bidang bisnis kepada Direktur Biz & Ops

3. Head of Office

a. Merencanakan, menganalisis, mengevaluasi dan menilai kegiatan-kegiatan yang berlangsung pada perusahaan khususnya dibidang operasional , administrasi dan keuangan.

b. Mengkoordinasi dan mengawasi tugas yang didelegasikan kebagian Admin & Finance.

c. Membuat laporan dan pertanggungjawaban dibidang operasional dan keuangan kepala Direktur Biz & Ops

4. Head Of Product

a. Bertanggungjawab atas koordinasi kerja terhadap tugas dan tanggungjawab bidang program, penyiar, operator, newsroom, interviewer, dan reporter.

b. Bertanggungjawab terhadap pengelolaan seluruh output siaran berupa materi program, relay program network, program pemberitaan, proses dibagian produksi serta siaran reguler.

c. Bertanggungjawab atas seluruh output siaran.

(52)

e. Menjalankan fungsi pengawasan dan pengevaluasian terhadap ouput siaran dan orang-orang di departemenya.

f. Mengelola jadwal siaran, absensi penyiar, jadwal reporter, absensi reporter, seluruh materi siaran, seluruh materi pemberitaan, jadwal

talkshow, jadwal talkshow business dan talkshow news, jadwal relay dan penyiaran capsule program, jadwal penyiaran iklan, pemeriksaan harian peralatan pendukung siaran serta mengevaluasi jadwal tugas prosedur dan co-producer serta merancang dan membuat peningkatan sumber daya manusia pemberitaan dan siaran.

5. Busines Partner

a. Merupakan lini depan penjualan yang berhubungan dengan klien yang terlibat dalam sebuah “ Moment of Truth “ (MOTH) yang dapat merefleksikan citra positif perusahaan, melalui kecakapan dan keterampilan, kesopanan dan keramahtamahan.

b. Bertanggungjawab dalam pengelolaan database klien

c. Bersama Head of Business melaksanakan diskusi dan evaluasi atas progress harian penjualan.

d. Merespon setiap komplain yang masuk.

e. Berkoordinasi dengan Team Product dan Team Admin untuk

eksekusi kontrak-kontrak yang telah disetujui.

f. Membantu Team Finance dalam melakukan penagiahan pada klien.

(53)

6. Marketing Comm

a. Menyiapkan dan mengupayakan kerjasama untuk pengadaan marketing tools berupa uniform, merchandise, umbul-umbul, mini

banner, neon box, print, koran, dll.

b. Secara aktif melakukan joint promotion untuk meningkatkan brand

awareness, dan berkoordinasi dengan Head of Busines dalam

menentukan joint promotion yang layak dieksekusi.

c. Secara aktif melakukan penawaran-penawaran untuk in house training, handling event / seminar dengan orientasi profit, sebagai

bagian dari sales target.

d. Secara aktif ikut dalam organisasi dan komunitas-komunitas bisnis dan hubungam masyarakat atau Public Relation ( PR )

7. Admin dan Finance

a. Collecting Invoice yang masuk

b. Membayar tagihan yang menyangkut pengeluaran operasional

perusahaan.

c. Membuat laporan penjualan dan keuangan secara bulanan dan melaporkannya kepada Head of Office dan Direktur Biz & Ops. d. Arsip surat masuk dan surat keluar.

e. Pengadaan anggaran rumah tangga dan alat tulis kantor

f. Mengkoordinasi tugas Receptionist, traffict admin, driver, dan Office Boy

(54)

a. Menunjang tugas-tugas Head of Product yang berkaitan dengan program penyiaran, baik produknya maupun eksekusinya dan juga jadwal dari penyiar dan operator.

b. Menyiapkan materi-materi siaran untuk menunjang penyiar. c. Menyiapkan playlist lagu setiap minggunya

d. Berkoordinasi dengan Head of Produkct untuk menjalin kerjasama dan networking dengan narasumber dan pihak-pihak ketiga yang berkaitan dengan produk siaran.

9. Staff Head Aasisten 2

a. Membantu tugas-tugas Head of Product yang berkaitan dengan pemberitaan, mulai dari liputanya, format produk berita dan juga eksekusinya.

b. Mengatur jadwal news editor dan reporter. c. Bertanggung jawab terhadap produk siaran.

d. Membantu Head of Product dalam mengembangkan networking dengan narasumber yang berkaitan dengan pemberitaan.

e. Memimpin Daily dan Weekly News Meeting dengan jadwal yang telah disepakati.

(55)

10.Traffic Admin

a. Bertanggung jawab terhadap Admin & Finance meliputi mapping schedule dan airing schedule berdasarkan Internal Media Order (IMO)

b. Meyiapkan bukti siar dengan pemeriksaan ulang yang dilakukan oleh Head of Office.

c. Berkoordinasi dengan Admin and Finance dan Business Partner dalam menyiapkan paket penagihan (Kuitansi, bukti siar, faktur pajak) kepada klien.

d. Membantu Business Partner dalam melengkapi database klien

baik dari monitoring radio, media dan update database lama.

11.Receptionist

a. Menangani telepon yang masuk dari klien ataupun penelepon yang ingin menanyakan informasi maupun mencari orang-orang yang di tuju.

b. Membuat catatan baik yang bersifat complain maupun yang bersifat job mengenai hal pemasangan iklan.

c. Bertanggungjawab terhadap penerimaan dan pengiriman paket-paket kiriman dan distribusinya ke divisi yang bersangkutan.

(56)

12.Penyiar / Presenter

a. Melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai pembawa acara berita dan non berita, dan talkshow sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Head of Product.

b. Memastikan kualitas modulasi siaran baik announcing, mixing,

pemutaran iklan hingga kelangsungan siaran acara sesuai konsep dan standard siaran.

c. Menjaga konsistensi air personality, gaya siaran yang komunikatif, akrab dan ekspresif.

d. Mengontrol materi iklan, berita, dan musik sebelum acara.

13.Reporter / Journalist

a. Meliputi berita yang telah di tetapkan dalam rapat redaksi. b. Mencari informasi yang dapat dijadikan tema peliputan

c. Membuat dan melaporkan berita untuk bahan News Bulletin, atau laporan langsung / Breaking News.

d. Mengikuti rapat redaksi bersama tim pemberitaan 14.Operator

a. Melakukan tugas sebagai operator sesuai jadwal yang telah ditentukan.

b. Mengontrol blancing audio siaran baik announcer, voice, mixing,

pemutaran iklan hingga kelangsungan tayangan acara yang baik dan sesuai konsep.

(57)

d. Melakukan pengembangan-pengembangan dan keahlian dalam kaitanya dengan produksi produk.

e. Membantu tugas-tugas produksi seperti recording, mastering,filling dan hal-hal lain yang terkait dengan proses penyiaran.

15.Driver

a. Bertanggungjawab penuh atas keberhasilan dan kondisi mobil kantor.

b. Melayani segala kebutuhan tranfortasi staff khususnya bagian sales dan operasional dalam rangka penagihan maupun kunjungan ketempat klien.

16.Office Boy

a. Bertanggung jawab penuh atas kebersihan di dalam dan disekitar

lingkungan kantor stasiun radio.

b. Menangani masalah-masalah umum yang terjadi di dalam kantor. c. Menangani dan melayani segala kebutuhan yang dibutuhkan para

staff dan tamu dengan cara berkoordinasi dengan Receptionist And Admin And Finance.

4.1.2. Keuangan dan Pembiayaan

(58)

Menurut Harley Prayudha (2004), dalam perkembangan di era sekarang, pengelolaan stasiun radio publik terkesan sangat unik. Biaya operasional siaran radio ini ,60 persen merupakan penggalian dana dari pendengar. Sedangkan kekurangannya bisa diperoleh dari sumbangan pemerintah, perusahaan, soft promo, yayasan dan membuat proposal-proposal kegiatan.

Penulis mengamati bahwa radio Smart FM adalah radio yang dapat digolongkan sebagai radio publik walaupun tidak dapat digolongkan sebagai radio nonkomersial, karena Smart FM adalah termasuk kepada golongan radio komersial. Hal tersebut dapat diamati, bahwa walaupun radio ini menyiarkan hal-hal yang edukatif dan selalu menyeleksi setiap program yang akan disiarkannya, tetapi tetap menerima program-program iklan produk tertentu yang memberikan biaya pemasukan bagi perusahaan.9)

4.1.2.1.Pemasukan

Sumber pemasukan keuangan di perusahaan Smart FM secara umum dapat kita lihat terbagi menjadi 2 bagian yaitu,

sumber pemasukan yang berasal dari : 1. Produk

9)

Radio nonkomersial adalah radio yang berisi program-program yang edukatif ataupun pendidikan. Radio ini umumnya dimiliki oleh lembaga pendidikan, dan di biayai oleh lembaga pendidikan, yayasan ataupun pemerintah. Radio ini tidak terlalu ketat dalam memiliki desain format khusus dalam meningkatkan jumlah pendengar.

(59)

Sumber pemasukan keuangan ini ialah yang berasal dari berbagai program motivasi ataupun seminar-seminar. Seminar ataupun program motivasi yang diadakan oleh motivator Smart FM misalnya seminar Bisnis oleh James Gwee yang di setiap seminarnya di dukung oleh sponsor ataupun contoh-contoh seminar dan penyuluhan motivasi lainnya , yang termasuk kedalam program. Smart FM menyebutnya sebagai produk perusahaan radio Smart FM akan mendapat beberapa persen dari pembayaran yang disediakan oleh sponsor.

Contoh produk yang sering menjadi sponsor dalam program-program seminar tersebut adalah STMIK Mikroskill, Oli TOP One, Bank Mestika, Hotel Grand Angkasa dan lain-lain.

2. Konsep

(60)

Contoh iklan yang ada di Smart FM saat ini diantaranya adalah, Confermex, Oli TOP One, Sarimi, Tangki Hock, Capella Body Center.

4.1.2.2. Pengeluaran

Pengeluaran keuangan perusahaan Smart FM secara umum adalah penggajian pegawai serta biaya operasional.

4.1.3. Manajemen Penyiaran

Manajemen penyiaran adalah manajemen yang di terapkan dalam organisasi penyiaran, yaitu sebagai motor penggerak.

Sebelumnya perlu kita lihat bagaimana Manajemen Penyiaran di Indonesia. Mengingat siaran dapat mengubah sikap, pendapat dan tingkah-laku individu/kelompok, maka penerapan manajemen penyiaran harus mampu mengarahkan setiap siaran yang dihasilkan dan di sajikan kepada khalayak merupakan penjabaran dari nilai-nilai Pancasila. 10)

Manajemen penyiaran di Smart FM yang akan di bahas akan mencakup sistem informasi penyiaran serta penyiaran musik dan pengembanganya.

4.1.3.1.Manajemen Sistem Informasi Penyiaran

Prosedur kerja sistem manajemen penyiaran di Smart FM yang menggunakan sistem komputerisasi dimulai dari bagian divisi produkt khususnya

10)

(61)

merupakan tugas dari Staf Head Asisten I yang terlebih dahulu memasukkan lagu, iklan, dan kapsul-kapsul kedalam data base komputer yang dapat dipilih oleh operator. Adapun daftar urutan dari lagu, berita, kapsul, maupun iklan telah ditetapkan dan disesuaikan dengan jadwal yang telah diatur dan disepakati terlebih dahulu antara pihak Smart FM dengan pihak klien.

Klien dalam hal ini bukan hanya berarti klien yang memasang iklan di Smart FM tetapi juga narasumber talk show serta jadwal relay dari kantor pusat di Jakarta. Radio Smart FM sedikit berbeda dengan stasiun radio lainnya yang lebih ke arah interaktif antara penyiar dengan pendengar dan juga permintaan lagu-lagu Smart FM lebih kearah yang serius, yaitu acara ataupun pemilihan lagu di dominasi oleh pengasuh siaran yang tergabung kedalam tim kerja.

Dari perancangan diatas dapat dilihat bahwa sistem yang diteliti oleh penulis adalah perancangan sistem informasi penyiaran pada Smart FM Medan. Bagaimana sebuah iklan , lagu, kapsul maupun berita yang telah dikemas yang berasal dari berbagai sumber dapat di kumpulkan dan diatur sedemikian rupa hingga dapat disiarkan dan didengarkan oleh pendengar.

(62)

4.1.3.2. Penyiaran Musik dan Pengembanganya

4.1.3.2.1. Penyiaran Musik

Musik adalah salah satu hal yang sangat mendukung keberhasilan suatu program. Karena tidak ada orang yang tidak suka musik dan musik adalah hal yang mempengaruhi jiwa setiap orang.

Musik adapun lagu-lagu yang dimiliki oleh Smart FM dalam penyiarannya yaitu telah menggunakan sistem komputerisasi.

Dalam pemilihan lagu-lagunya yaitu 70 persen lagu-lagu yang di lisensi oleh Audiophile record dan 30 persen lagu-lagu pilihan yang berbahasa mandarin atau pun lagu-lagu mandarin ataupun lagu- lagu dalam negeri, dilakukan oleh Staf Head Asisten I kemudian dalam pengaturan pemutaran lagunya dilakukan oleh

operator.

Dalam penyiaran lagu-lagunya setiap hari telah diatur dan ditentukan saat merancangkan program.

4.1.3.2.2. Pengembangannya

Setiap program yang disiarkan oleh radio-radio siaran termasuk Smart FM pasti akan mengalami suatu perubahan ke arah yang lebih maju demi mencapai visi yaitu pembagunan, baik itu pembangunan masyarakat dan bangsa juga pembangunan dan kemajuan bagi perusahaan radio tersebut.

(63)

melewati proses perencanaan. Dan menurut wawancara dengan Head of Product pada tahun yang akan datang di rencanakan pemutaran lagu-lagu di Smart FM akan meniadakan lagu-lagu dalam negeri. Hal tersebut adalah salah satu contoh tindakan pengembangan salah satu program dengan tujuan untuk membawa masyarakat ke arah persiapan globalisasi.

4.1.4. Segmentasi Pendengar

Menurut Bawer (1980:141-249), perlu dilihat sebagai bagian dari kelompoknya bukan sebagai individu yang terpisah. Dengan begitu, disimpulkan bahwa audiens itu memiliki kelompok ataupun penggolongan-penggolongan Smart FM sendiri dengan tak membatasi pendengarnya, menyebutkan bahwa pendengar Smart FM adalah kaum profesional seperti diungkapkan melalui www.smartfm.com, 2006:

Bahwa Pendengar Smart FM adalah mereka yang gaul, fun, tetapi profesional dalam meniti karir, serta gigih mewujudkan mimpi dan idalismenya. Berdasarkan hasil riset dari AC. Nelsen dan Prima Survey, Radio Smart FM meraih jumlah pendengar tertinggi di segmenya.

(64)

talk news. Target format ini adalah pendengar yang berusia antara 25 – 54 tahun

dengan tingkat pendidikan yang baik. Dari data yang dihimpun oleh Smart FM dalam www.smartfm.com,2006 :

Audience Profiles

Segmen Pendengar Berdasarkan Kelompok Usia

Age Gro up

Share

Primary 25-44 Tahun 70%

Secondary 20-44 Tahun 10%

40-60 Tahun 20%

22-44 Tahun

20-44 Tahun

40-60 Tahun

Segmen PendengarBerdasarkan gender Gender

Share

Female 40 %

(65)

Female Male Slice 3 Slice 4

Share Pendengar SMART FM Berdasarkan S.E.E S E E

Share

A 35%

B 50%

C 20%

A B C Slice 4

Para Pengambil Keputusan / Decision Makers

Occupation

Rank Share

Fropesionals 1 37%

Business Owner 4 14%

Entrepreneur 5 09%

Opr. Staff / Secretari 3 17%

(66)

Fropesionals

Business Owner Entrepreneur

Opr.Staff/Secr etari

(67)

BAB V

PENGGUNAAN DAN FUNGSI

5.1. Penggunaan dan Fungsi

Untuk melihat radio Smart FM lebih jauh dalam Memanage lagu-lagu Audiophile di kota Medan sehingga dapat memanfaatkan fungsi musik tersebut serta dapat mendukung visi Smart FM sendiri, maka harus dilihat bagaimana penggunaan dan fungsinya. Penggunaan dan fungsi hadir sebagai kajian yang sangat penting, dalam rangka melakukan kajian terhadap perilaku manusia secara konstan. Etnomusikologi tidak cukup hanya sekedar mencari fakta-fakta deskriptif tentang musik, tetapi juga makna musik itu. Etnomusikologi sudah selayaknya untuk tidak hanya sekedar mengetahui masalah yang dilandasi oleh pernyataan apa itu, tetapi yang lebih penting adalah apa yang dilakukan oleh masyarakat dan bagaimana masyarakat melakukannya.

(68)

“ Music is used in certain situations and becomes a part of them, but it may or may not also have a deeper function. If the lover music song to who is love, the function of such music may be analyzed as the supplicant uses music to approach his god , hiis employing a particular mechanism in conjuntion with other mechanism such as dance, prayer, organized ritual, and ceremonial acts. The function of music, on the other hand, is inseperable here from the function of religion which may perhaps be interpreted as establishment of a sense of security vis-à-vis universe. “ Use”, thme, refers to the situation in wich music is employed in human action, “ function” concern the reason for its employment and particulary the broader purpose which it servis “

(69)

dari sekedar apa yang dapat dilayaninya. Dengan demikian sejalan dengan Merriam, menurut penulis penggunaan lebih berkaitan dengan sisi praktis, sedangkan fungsi lebih berkaitan dengan integritas dan konsistensial internal budaya. Berkaitan dengan radio Smart FM, maka penggunaan maupun fungsinya mencakup berbagai aktivitas sosial budaya, seperti yang akan di uraikan berikut ini.

5.1.1. Penggunaan

Dikaitkan dengan penggunaan, maka penggunaan musik Audiophile di Smart FM adalah sebagai selingan antara program yang satu dengan yang lain, sebagai sarana hiburan bagi pendengar, dan sebagai pelengkap program yang mendukung penyiaran Smart FM, sebagai sarana penyampaian pesan, dan untuk mensosialisasikan musik Audiophile kepada masyarakat Medan.

5.1.1.1. Sebagai Selingan Antara Program yang Satu ke Program Lainya

(70)

Smart FM untuk setuju bahwa setiap program mengandung pesan dan program yang satu dengan program yang lainnya.

Namun sekalipun Smart FM memfokuskan diri kepada program berita dan informasi, tidak dapat di pungkiri bahwa musik juga adalah bagian yang penting di dalam penyiaran radio. Musik dan radio adalah hampir menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab orang mendengarkan radio adalah karena ingin menikmati hiburan lewat musik.

Dengan tidak memungkiri hal tersebut, Smart FM memilih musiknya sendiri. Musik yang disiarkan oleh Smart FM adalah Audiophile yaitu musik yang hak siarnya dipastikan hanya dimiliki oleh Smart FM Indonesia.

Smart FM memiliki keunikan dalam menyiarkan program musik yang khusus tersebut. Jika radio lain menyiarkan musik dan hiburan sebagai program utama, sebaliknya Smart FM menempatkan berita dan informasi sebagai program utama dan musik sebagai selingan.

(71)

penyusunan program acara, seperti yang dikatakan Moeryanto Ginting (1996), bahwa setiap stasiun radio harus menyusun urutan musik dan lagu yang akan disiarkan sesuai dengan format program yang dirancangkan.

5.1.1.2. Sebagai Sarana Hiburan Bagi Pendengar

Setiap stasiun radio tanpa terkecuali pasti memiliki koleksi musik, seperti yang diungkapkan oleh Moeryanto Ginting (1996). Musik adalah juga bagian terpenting dalam penyiaran radio tidak terkecuali Smart FM.

Tidak ada orang yang tidak butuh hiburan, ditengah dunia dengan hiruk-pikuknya, setiap orang akan mencari hiburan. Hiburan yang dicari itu pada umumnya adalah musik. Musik dan penghayatan estetikanya mempengaruhi jiwa siapa saja yang mendengarnya tanpa memandang usia, golongan atau hal-hal lain. Karena itu, masyarakat musik dan radio adalah satu kesatuan seperti pernyataan Bogue (1978:4-5) dalam penelitiannya bahwa sebagian besar isi siaran radio adalah musik. Karena musik inilah bentuk hiburan yang paling diinginkan pendengar.

5.1.1.3. Sebagai Pelengkap Program

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (83 pages)
Related subjects : Manajemen Media Penyiaran