Konstruksi media terhadap karakteristik kepemimpinan calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilu presiden 2009

Gratis

0
0
249
1 year ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSETUJUAN

  Telah Disetujui untuk Dipertahankan di Hadapan Panitia Penguji Ujian SkripsiJurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Sebelas Maret SurakartaSurakarta, Oktober 2009 Dosen Pembimbing Sri Hastjarjo, S. 197102171998021001 HALAMAN PENGESAHAN Telah Disetujui dan Disahkan oleh Panitia Ujian SkripsiJurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Sebelas Maret SurakartaHari : _____________________Tanggal : _____________________Panitia Penguji : Drs.

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  S. Al-Fatihakh: 5-6)Skripsi ini Penulis persembahkan Untuk Ibu dan Ayah tercinta“Rabbighfirlii waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira” Untuk Almamaterku.

KATA PENGANTAR

  Keluarga besar LPM VISI FISIP UNS (semua teman seperjuangan di organisasi tercinta) yang telah menyediakan ruang dan waktu untuk sama-sama menimba ilmu dan berbagibanyak hal dalam suka dan duka. Strategi framing yang digunakan dalam mengonstruksi pembentukan karakter kepemimpinan Capres dan Cawapres adalah dengan pemilihan angle dan narasumber sesuaidengan kebijakan redaksi, serta menonjolkan dan menghilangkan fakta tertentu.

29 June - 5 July 2009), Department of Mass Communication Sciences, Faculty of Political and Social Science, Sebelas Maret University, 2009

  ABSTRACT Nur Heni Widyastuti, D0205104, Media Construction Against LeadershipCharacteristics of Presidential Candidate And Vice President Candidate Presidential Election 2009 (Framing Analysis Study Special News on Tempo Magazine SpecialEdition Presidential Election 2009, 29 June - 5 July 2009), Thesis, Department of Communication Sciences, Faculty of Social and Political Sciences, Sebelas MaretUniversity, 2009. Tempo Magazine Editors interest in publishing the magazine is to provide an overview to the readers of Tempo Magazine Editor's view of a president and vice presidential candidate.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan salah satu bentuk

  Kali ini kami memilihkan berita untuk Anda, para pembaca—sesuatu yang moga-moga saja bisa menjadibekal memilih 8 Juli nanti.” (Majalah Tempo Edisi Khusus Pemilihan Presiden,2009, hal. 28)Terlepas dari berbagai kepentingan yang menyelubungi setiap pemberitaan di media (semisal kampanye), pewacanaan tentang karakteristik kepemimpinan Presiden dan Wakilnya oleh media memang dibutuhkan bagi para pemilih. Dari analisis teks-teks berita yang disajikan dalam Tempo Edisi Khusus Pemilihan Presiden 2009 bisadilihat nantinya bagaimana sikap yang ditunjukkan oleh Redaksi Tempo terhadap kandidat orang yang akan memimpin Indonesia lima tahun mendatang.

B. RUMUSAN MASALAH

  Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penelitian ini ingin menjawab rumusan masalah sebagai berikut:Bagaimanakah framing yang dilakukan Majalah Tempo Edisi Khusus Pemilihan Presiden 2009 dalam mengonstruksi karakteristik kepemimpinan Calon Presiden danCalon Wakil Presiden peserta Pemilu Presiden 2009? C.

TUJUAN PENELITIAN

D. MANFAAT PENELITIAN 1

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu bagaimanakah framing yang dilakukan Majalah Tempo Edisi Khusus Pemilihan Presiden 2009 dalam mengonstruksikarakteristik kepemimpinan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden peserta Pemilu Presiden 2009. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian ilmu komunikasi, terutama dalam hal penggunaan metode analisis framing pemberitaan media cetak yang notabenemerupakan salah satu bentuk komunikasi.

E. TELAAH PUSTAKA 1. Paradigma Konstruktivisme

  Paradigma membantu merumuskan tentang apa yang harus dipelajari,persoalan apa yang harus dijawab, dan aturan apa yang harus diikuti dalam menginterpretasikan jawaban yang diperoleh (Kuhn, 2002: 187-188). Karena itu berita haruslah cermin dan refleksi dari realitas.sama dan sebangun dengan fakta yang Karena berita yang terbentuk hendak diliput.

2. Teori Konstruksi Realitas Sosial

  Realitas objektif adalah realitas yang yang terbentuk dari pengalaman didunia di dunia objektif yang berada di luar dari individu, dan realitas ini dianggap sebagai kenyataan. Apabila penulis menggunakan teori tersebut sebagai landasan analisis dalam melihat konstruksi yang dilakukan oleh Tempo, maka realitas yang dibangun oleh RedaksiMajalah Tempo dalam menghasilkan teks berita berasal dari kerangka berfikir (frame of reference) dan kerangka pengalaman (frame of experience) individu wartawan.

3. Media Massa dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

  Dari karakteristik yang dipaparkan tersebut dapatditarik kesimpulan bahwa media massa adalah alat-alat dalam komunikasi berupa lembaga yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas danheterogen. Kelebihan media massa dibandingkan dengan media komunikasi yang lain adalah bisa mengatasi hambatan ruang dan waktu dan mampu menyebarkan pesan hampirseketika pada waktu yang tak terbatas.

1. Level individual

  Setiap media umumnya mempunyai ukuran sendiri tentang apa yang disebut berita, apa ciri-ciri berita yang baik, atau apa kriteria kelayakan berita. Ukuran tersebut adalah rutinitas yang berlangsung tiap hari dan menjadi prosedur standar bagi pengelolamedia yang berada di dalamnya.

3. Organisasi

4. Ekstra Media

  Masing-masing komponen dalam organisasi media bisa jadi mempunyai Level ini berhubungan dengan faktor lingkungan di luar media seperti yang dijelaskan oleh Shoemaker dan Reese sebagai berikut : ”In this chapter, we shift our attention to factors extrinsic to (outside of) the media organization. Sumber berita di sini dipandang bukanlah sebagai pihak yang netral yang memberikan informasi apa adanya, ia juga mempunyaikepentingan untuk mempengaruhi media dengan berbagai alasan: penghasilan media, berupa iklan, bisa juga berupaØ Sumber pelanggan/pembeli media.

5. Ideologi

  Dari definisi yang dikemukakanWilliam dapat dilihat bahwa ideologi mempengaruhi cara media menggunakan sistem tanda atau bahasa, karena bahasa adalah alat untuk menyampaikan gagasan danbangunan makna maka ideologi menyeleksi apa saja yang dapat dituliskan dan sebaliknya menyensor apa yang dilarang untuk dituliskan Pamela J. Dalam bidang ini akan terlihat jelas ideologi yang ada di balik sebuahberita, karena untuk mendefinisikan suatu peristiwa sebagai penyimpangan diperlukan pengetahuan akan sesuatu yang tidak menyimpang atau sesuai konsensus (Eriyanto,2005: 127) Berbeda dengan bidang petama yang menegaskan kesepakatan bahwa realitas dipandang menyimpang, bidang kontroversi memandang realitas masih diperdebatkan.

4. Berita dan Konstruksi atas Realitas a. Proses Produksi Berita Media Cetak

  Satrio Arismunandar, dalam artikelnya Teknik Reportase atau Teknik Meliput Berita di www.wikimu.com mengemukakan media massa yang sudah mapan, biasanya telah membuat semacam Standart Operational Procedure (SOP) dalam pembuatan berita, untuk menjaga kualitas berita yang dihasilkan. Rapat redaksi merupakan kegiatan rutin, yang penting bagipengembangan dan peningkatan kualitas berita yang dihasilkan, terutama berita yang akan dijadikan headline.

b. Bagaimana Konstruksi Berita itu Dibuat

  Lewat struktur fase, peristiwa yang kompleks, tindakan yang tidak beraturan, beragam, dan abstrak diorganisasikansebagai peristiwa yang beraturan, logis, dan dibuat bermakna lewat skema interpretasi wartawan (Eriyanto, 2002: 92-94). Nilai-nilai sosial yang mengikat wartawan tersebut mempengaruhibagaimana realitas dipahami dan dituliskan.Ø Kedua, ketika menulis dan mengonstruksi berita wartawan bukanlah berhadapan dengan publik yang kosong, dalam artian khalayak menjadi pertibanganwartawan dalam menyusun kata-kata.Ø Ketiga, proses konstruksi juga ditentukan oleh proses produksi yang selalu melibatkan standar kerja profesional dari wartawan, misal mentaati kode etikjurnalistik.

5. Framing sebagai Sebuah Teknis Analisis Gagasan mengenai framing, pertama kali dilontarkan oleh Beterson tahun 195

  Cara bercerita itu terbentuk dalam sebuah kemasan yang digunakan individu untuk mengonstruksi makna pesan yang iasampaikan, serta untuk menafsirkan makna pesan-pesan yang diterima (Eriyanto, 2002:67) Framing oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Fakta yang sudah dipilih tersebut ditekankan denganpemakaian perangkat tertentu: penempatan yang mencolok (menempatkan headline di depan, atau bagian belakang), pengulangan, pemakaian grafis untuk mendukung danmemperkuat penonjolan, pemakaian label tertentu ketika menggambarkan orang atau peristiwa yang diberitakan, asosiasi terhadap simbol budaya, generalisasi, simplifikasi danpemakaian kata yang mencolok, gambar dan sebagainya.

6. Kepemimpinan

1. Teori Lahirnya Pemimpin

  Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupunmempengaruhi (KBBI, 2003: 769). Sedangkan kepemimpinan adalah suatuproses dan perilaku untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu danorganisasi.

a. Teori Genetis

  Teori ekologis atau sintesis Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memilikibakat-bakat kepemimpinan, dimana bakat kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannyauntuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teorigenetis dan teori sosial dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori- teori kepemimpinan.

2. Karakteristik Kepemimpinan

  Taprifios dalam Modul 11 Pengantar Manajemen berjudul Kepemimpinan dalam Organisasi mengatakan kepemimpinan berkaitan dengan dua fungsi yaitu fungsi yang berhubungan dengan tugas atau memecahkan masalah dan fungsi memelihara kelompok atau sosial, seperti menengahi perselisihan dan menjaga agarindividu merasa dihargai dalam kelompoknya. Ia juga seorang pelopor pembentuk tim yang kokoh, seorang yang penuh motivasi dan terampil dalam menyatukan masukan yang bervariasi.

F. KERANGKA PEMIKIRAN

  Pada tanggal 29 Mei 2009 Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tiga pasangan yanglolos sebagai peserta Pemilu Presiden dan Calon Presiden, yakni pasangan nomer urut satu Megawati Soekarno Putri berpasangan dengan Prabowo Subianto, pasangan nomerurut dua Susilo Bambang Yudhoyono berpasangan dengan Boediono, serta pasangan nomer urut tiga Jusuf Kalla berpasangan dengan Wiranto. Bertolak dari hasil analisis teks media, peneliti menemukan model framing yang sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti, yaitu model Pan-Kosicki yang memilikiempat alat analisis yakni: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris.

G. METODOLOGI PENELITIAN 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme

  Seperti telah dijelaskan di atas, paradigma konstruktivisme secara singkat menjelaskan bahwa setiap individu mempunyai construct (bangunan “kebenaran”) dan construe (caramemahami “kebenaran”) yang berbeda-beda dalam mensikapi realitas. Dengan demikian penelitian ini akan menggali construct dan construe obyek yang diteliti yakni Majalah Tempo, khususnya mengenai berita tentang Capres dan Cawapres peserta pemilu 2009.

2. Metode Penelitian

  Selain itu Pan Kosicki mengatakan analisis framing dimunculkan sebagai pendekatan kaum konstruktivis (yang sejalan dengan kerangka berfikir penulis) dalam menguji wacana media yang bersifat empiris dan operasional yang dibagi ke dalam empat struktur yakni struktur sintaksis (syntatactional structure), struktur naskah (script structure), struktur tematik (thematic structure), dan struktur retoris (retoric structurei) (Zen, 2004: 91). Judul, merupakan aspek sintaksis dari wacana berita dengan tingkat kemenonjolan yang tinggi yang menunjukkan kecenderungan berita.

2. Struktur Skrip

  Pertama, banyak laporan berita yang berusaha menunjukkan hubungan, peristiwa yang ditulis merupakan kelanjutan dari peristiwasebelumnya. Skrip adalah salah satu strategi wartawan dalam mengonstruksi berita: bagaimana suatu peristiwa dipahami melalui cara tertentu dengan menyusun bagian-bagian dengan urutan tertentu.

3. Tematik

  Bagi Pan dan Kosicki, berita mirip sebuah pengujian hipotesis: peristiwa yang diliput, sumber yang dikutip, dan pernyatan yang diungkapkan, semua perangkat itudigunakan untuk membuat dukungan yang logis bagi hipotesis yang dibuat. Detail, hal yang berhubungan dengan pengendalian informasi yang menguntungkan diri komunikator agar ditampilkan lebih besar.

4. Retoris

  Struktur retoris dari wacana berita menggambarkan pilihan gaya atau kata yang dipilih oleh wartawan untuk menekankan arti yang ingin ditonjolkan oleh wartawan. Alasan pemilihan obyek penelitian dengan tema mengenai konstruksi karakteristik kepemimpinan Capres dan Cawapres adalah karena Penulis berasumsi bahwa pemilihaPresiden dan wakli Presiden merupakan momen yang penting bagi Bangsa Indonesia.

4. Jenis dan Sumber Data

  Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagi berikut : a. Data primer berupa berita Laporan Khusus yang dimuat di Tempo Edisi Khusus Pemilihan Presiden 2009 Edisi 29 Juni-5 Juli 2009.ii.

b. Data Sekunder

  Sumber-sumber tertulis lain dari buku, majalah, catatan, makalah, dokumen resmi, jurnal atau laporan, yang relevan dengan obyek kajian. H.

VALIDITAS PENELITIAN

  Triangulasi sumber yaitu membandingkan atau mengecek ulang drajatkepercayaan analisis data yang diperoleh dengan sumber yang berbeda (Kriyantono, 2006:70). Dalam hal ini, Peneliti membandingkan analisis data yang diperoleh dengan hasil wawancara dengan praktisi media dari Majalah Tempo.

I. PENELITIAN YANG TELAH ADA

  Dari kesimpulan skripsi tersebut menunjukkan, dalam mengonstruksi citra 10Tokoh yang dianggap sebagai agent of change, elemen sintaksis yang ditonjolkan oleh Tempo adalah kutipan narasumber yang sesusai dengan kepakaran masing-masing tokoh. (Ju, 2005) Tulisan Youngkee Ju mengandung makna hasil penelitian menunjukkan bahwaPresiden Roh sebagian beasr dirujuk ke dalam dalam sebuah politics frame dan mendapat persetujuan yang lebih rendah di kalangan penduduk, terutama dalam hal karakteristik Penelitian ini membahas pentingnya pembingkaian media dalam menguji presiden, dan dibutuhkan percobaan lebih lanjut studi mengenai priming effect dari frame mediamengenai seorang presiden.

BAB II DESKRIPSI MAJALAH TEMPO Definisi majalah oleh Kurniawan Junaedhie dibatasi sebagai berikut (Junaedhie

  Bahkan kata Tempo dan Time berartiwaktu, dan penggunaan kata waktu yang dengan segala variasinya lazim digunakan oleh Majalah Tempo Edisi 1 yang terbit setebal 52 halaman itu dijual Rp. Hal itu dikarenakan Deppen menilai pemberitaan Tempo pada Edisi 27 Maret (perihal pengacauan di Lapangan Banteng), 3 April (perihal insiden kampanye di Solo dan Jogja), dan 10 April (perihal pemogokan di UI) secara sengaja atau tidak telah melanggar konsensus bersama antara pemerintah dan persnasional.

b. Misi

  Visi tersebut diterjemahkan dalam beberapa misi sebagai berikut:· Menyumbangkan kepada masyarakat suatu produk multimedia yang menampung dan menyalurkan secara adil suara yang berbeda-beda, Sebuah produkmultimedia yang mandiri, bebas dari tekanan kekuasaan modal dan politik.· Meningkatkan apresiasi terhadap ide-ide baru, bahasa, dan tampilan visual yang secara baik dan terus menerus. Goenawan setuju, tapi ia juga ingin Tempo punya garis editorial yang jelas, apa adanya, keras, dan terus terang (Steele, 2007: xxxi) Tempo menulis laporan yang ”lengkap dan adil” untuk menegaskan posisinya yang berimbang di antara sekian banyak kekuatan sosial yang berseteru.

BAB II I ANALISIS FRAMING BERITA LIPUTAN KHUSUS MAJALAH TEMPO EDISI KHUSUS PEMILIHAN PRESIDEN 2009 Enam orang saling bergandengan di bawah sorot sinar putih. Dimulai dari sebelah

  Sebentar lagi, rakyat Indonesia akan memilih dua diantara mereka yang akanmenjadi RI-1 dan RI-2, sehingga di tuliskan “Indonesia Memilih” yang merupakan jargon Tempo memilih cover tersebut karena disesuaikan dengan edisi kali ini yang mengangkat Edisi Khusus Pemilihan Presiden 2009. Judul Angle HalamanEkonom Berirama Masa lalu Boediono dari kecil hingga bisa 66-71Calypso kuliah di luar negeriBoed, Sang Bima dari Boediono yang menjadi tulang punggung 72-74Blitar keluargaTerpikat Gadis Kisah asmara Boediono dengan Herawati 75 Masa lalu Boediono saat belajar diAmerika Masa lalu Jusuf Kalla diantara keyakinan ayahnya (NU) dan ibunya(Muhammadiyah) yang berbeda Judul Angle HalamanSatu Ayunan di PintuMercy Wiranto, merupakan Cawapres pendamping Jusuf Kalla.

A. ANALISIS BERITA CAPRES MEGAWATI SOEKARNOPUTRI 1. Analisis Struktur Berita I Berjudul “Anak Revolusi di Kali Code” 1.a. Struktur Sintaksis

  Koherensi penjelas terdapat pada paragraf 17 yakni “Tekanan-tekanan politik itulah yang membentuk Mega tumbuh menjadi seorang pendiam, sampai menjadi sikap politik dan wataknya sehari-hari.” Tekanan politik yang dimaksud adalah tekanan politik yang ditujukan kepada ayahnya dan sudaranya karena dianggap berseberangan dengan rezim yang berkuasa saat itu. Struktur Retoris Beberapa kata yang dipilih oleh Tempo dalam tubuh berita yang menekankan dan menonjolkan makna-makna tertentu dalam berita ini adalah kata:Soeharto melarang Mega dan adik-adiknya membawa perabotan pribadi dari Istana.

B. ANALISIS BERITA CAWAPRES PRABOWO SUBIANTO 1. Analisis Struktur Berita I Berjudul “Sepotong Mimpi Anak Pelarian” 1.a. Struktur Sintaksis

  Prabowo dikonstruksikan sebagai anak pemberontak yang dimarginalkan (orang yang terpinggirkan karena perbuatannya) terbukti dari pengguaan kata-kata berikut inipada paragraf 5 “Prabowo mengikuti keluarganya yang mengasingkan diri ke berbagai negara.” Pada paragraf 15 ”Selama Sumitro dalam pelarian, Prabowo juga berpindah- pindah sekolah.” Pada paragraf 18 “Keluarga Des Alwi dan keluarga Sumitro bersahabatlama. Analisis Keseluruhan Konstruksi Kepemimpinan Prabowo Dari tiga berita tentang Prabowo, latar belakang yang dibangun Tempo dalam mengonstruksi karakteristik kepemimpinan Prabowo adalah sebagai berikut:· Latar Belakang Keluarga dan Masa Kecil Ayah Prabowo adalah seorang ekonom yang dikonstruksikan sebagai seorang pemberontak atau ancaman negara karena terlibat dalam gerakan PRRI/Permesta.

C. ANALISIS BERITA CAPRES SUSILO BAMBANG YUDHOYONO 1. Analisis Struktur Berita I Berjudul “Lolos dari Persimpangan Jalan” 1.a. Struktur Sintaksis

  Konstruksiyang dibangun oleh Tempo (sebagai unsur what) adalah, walaupun dibantah oleh SBY Penonjolan waktu dan tempat yang berhubungan dengan SBY dan Ani adalah saat keduanya berkenalan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia,Magelang, Jawa Tengah, pada 1973 dan kemudidan menjalin hubungan. Kutipan Agus Widjojo diambil oleh Tempo dan diletakkan dalam paragraf 14 sebagai berikut “Dia selalu mencari dan membagi pengetahuan baru.” Dari kutipan Agusmengonstruksikan bahwa SBY sebagai seorang yang suka mencari pengetahuan baru dan tidak pelit untuk membaginya kepada rekannya.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Efek antifungi decocta rimpang jahe merah (zingiber officinale) terhadap pertumbuhan candida albicans secara in vitro
1
1
44
Perbandingan efektivitas premedikasi ondansetron dan deksametason dalam mencegah mual dan muntah pasca operasi SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
3
4
55
Perbedaan kejadian dismenorea primer antara wanita perokok (aktif dan pasif) dengan wanita bukan perokok SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
0
0
62
SURVEY PRASARANA DAN SARANA OLAHRAGA PADA SMA DAN SMK NEGERI SE-KOTA SURAKARTA TAHUN 2009
1
2
57
Kinerja dinas pengelolaan pasar kota Surakarta dalam mengelola sarana dan prasarana pasar tradisional
1
0
142
Pengaruh persepsi merek dan aktivitas komunikasi dari mulut ke mulut terhadap keputusan pembelian
1
0
127
Pengaruh pupuk sp36 terhadap keragaman morfologi dan sitologi pada beberapa varietas kedelai [Glycine max (L.) Merill]
0
0
54
Pengaruh beban kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja jasa kuli angkut di pasar Klewer Surakarta
0
0
42
Pengaruh board diversity terhadap intellectual capital performance (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI)
0
1
85
Desain komunikasi visual sebagai media promosi museum purbakala Sangiran
0
1
8
Sikap konsumen pasar tradisional terhadap ikan bandeng segar (chanos chanos) di kabupaten Klaten
0
0
73
Tindak pidana pencemaran nama baik melalui media internet ditinjau dari perspektif hukum pidana
1
1
77
KEGIATAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DAN CITRA PERUSAHAAN DI BIDANG PENDIDIKAN Persepsi Mengenai Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT HM Sampoerna pada Program Sampoerna Best Student Visit (SBSV) 2009 kaitannya dengan Citra Positif
1
1
241
Pembuatan biogas dari limbah makanan dengan variasi dan suhu substrat dalam biodigester anaerob
1
1
87
Ekstrak daun pahitan (tithonia diversifolia grey) dan boraks Untuk pengendalian akar gada pada kubis
0
1
42
Show more