DASAR DASAR PENDIDIKAN MIPA MAKALAH KONT

 0  0  17  2018-09-16 23:02:17 Report infringing document

MAKALAH KONSTRIBUSI PENDIDIKAN DAN PENELITIAN DALAM PERKEMBANGAN

  IPTEK Program Studi : Pendidikan Biologi Mata Kuliah : Dasar Pendidikan MIPA

  Dosen : Dr. Suciati, M.Pd Angggota: Rista Novitasari K4313062

  

Siti Maryatun K4313066

Yunita Fatma Citradewi K4313074 UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET SURAKARTA

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Kami juga berterima kasih kepada Ibu Dr. Suciati, M.Pd selaku dosen mata kuliah Dasar Pendidikan MIPA yang telah memberikan tugas ini kepada kami sebagai bentuk pembelajaran yang bermakna.

  Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai apa saja konstribusi pendidikan dan penelitian dalam perkembangan IPTEK. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.

  Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik serta saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

  Surakarta, Oktober 2013 Penyusun

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dewasa ini teknologi informasi berkembang begitu pesat. Hampir di

  segala bidang kehidupan manusia telah menggunakan komputerisasi yang digunakan untuk memperlancar dan memudahkan aktifitas.

  Pendidikan, penelitian, dan IPTEK mempunyai hubungan yang sangat erat. IPTEK merupakan salah satu materi pengajaran sebagai bagian dari pendidikan dan penelitian. Jadi, peran pendidikan dan penelitian dalam pewarisan serta pengembangan IPTEK sangat penting. Di satu sisi perkembangan IPTEK akan segera diakomodasi oleh pendidikan dan penelitian, di sisi lain pendidikan dan penelitian sangat dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK, sehingga tersedia berbagai informasi yang cepat dan tepat untuk selanjutnya dijadikan program, alat, dan cara kerja teknologi dalam berbagai bidang kehidupan. Memperhatikan kaitan yang sangat erat antara pendidikan dan penelitian dengan IPTEK ini maka IPTEK merupakan salah satu landasan dalam pendidikan dan penelitian yang sangat penting.

  Mengingat pentingnya peran IPTEK dalam menunjang kehidupan, maka kita sebagai manusia dituntut untuk terampil dalam mengembangkannya. Dalam pengembangan IPTEK itulah pendidikan dan penelitian memberikan konstribusi yang besar bagi manusia untuk mewujudkannya.

B. RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menunjang pembangunan?

  2. Apa tujuan pendidikan tenaga manusia dalam pengembangan IPTEK?

  3. Apa peran penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan?

  6. Apa arah dan tujuan pengembangan IPTEK dalam peranan perguruan tinggi?

  C. TUJUAN

  1. Mahasiswa dapat mengetahui apa saja peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menunjang pembangunan

  2. Mahasiswa mampu memahami tujuan pendidikan tenaga manusia dalam pengembangan IPTEK

  3. Mahasiswa dapat mengetahui apa saja peran penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan

  4. Mahasiswa dapat mengetahui apa saja peran penelitian dalam pengembangan teknologi

  5. Mahasiswa dapat mengetahui peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

  6. Mahasiswa dapat mengetahui arah dan tujuan pengembangan IPTEK dalam peranan perguruan tinggi

  D. MANFAAT

  Setelah membaca makalah ini baik bagi penulis maupun pembaca dapat memberi wawasan pengetahuan sekaligus motivasi agar terus berusaha untuk memperdalam pendidikan dan memperbanyak penelitian demi pengembangan IPTEK. Mengingat pentingnya peran IPTEK dalam menunjang kehidupan manusia di masa depan.

BAB II PEMBAHASAN A. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI SEBAGAI PENUNJANG PEMBANGUNAN Pembangunan Negara Republik Indonesia bertujuan membentuk manusia Indonesia seutuhnya dan mengembangkan masyarakat seluruhnya. Pengembangan dan pembangunan pada dasarnya berarti kemampuan suatu Negara untuk mengelola perkembangan sosial, ekonomi-politik di dalam dan

  di luar negeri. Bahwa untuk beberapa tahun mendatang masalah pokok yang dihadapi pembangunan nasional adalah mencapai dan memperhatikan ketahanan nasional, dan arti luas yang meliputi kemampuan sosial-ekonomi- politik.

  Masalah pokok dunia di masa mendatang adalah masalah keterbatasan sumber alam dan energi, terlebih untuk Negara berkembang, pemanfaatan sumber-sumber yang dimiliki merupakan masalah pokok. Kekayaan sumber alam Indonesia haruslah digunakan sebaik-baiknya dengan mengubahnya menjadi sarana kehidupan spiritual dan material dalam pembangunan Negara dan masyarakat. Usaha pembangunan tersebut ditandai dengan beberapa kriteria, seperti:

  1. Pendapatan perkapita (sebagai kriteria ekonomi)

  2. Derajat stabilitas pembangunan (sebagai kriteria politik)

  3. Derajat ketrentaman dan keserasian hidup (sebagai kriteria kebudayaan)

  4. Produktivitas dan mobilitas individu, produksi dan kemampuan energi (sebagai kriteria teknologi)

  Kriteria pembangunan tersebut sepenuhnya tergantung pada penguasaan dan pengembangan IPTEK. Kemahiran mengelola dan dilandasi oleh kemampuan Negara untuk membimbing sumberdaya manusiawinya menjadi tenaga-tenaga yang kreatif, efisien dan efektif, serta bijaksana. Pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam suatu bangsa hanya dapat terlaksana dengan baik, bila sumber daya manusiawinya memiliki ciri- ciri modern.

  

B. PENDIDIKAN TENAGA MANUSIA PELAKU PEMBANGUNAN DAN

PERANAN PENELITIAN

  Dengan mengembangkan IPTEK, berarti telah dididik manusia pelaku pembangunan supaya:

  1. Mendalami hakikat dan manfaat sumber daya alam (ilmu dasar)

  2. Mendalami dan menguasai pengelolaan kelestarian dan memperluas kegunaan sumber daya alam (ilmu terapan)

  3. Mengubah sumber daya manusia untuk menjadi insan yang bijaksana (ide serta hakiki keilmuan) Bimbingan pembentukan manusia modern tersebut diatas pada hakikatnya hanya dapat dimungkinkan melalui pendidikan yang pada akhirnya mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mencegah keruntuhan sumber daya alam, maka manusia memerlukan ilmu pengetahuan yang dikaji menurut metode ilmiah melalui penelitian. Pengumpulan fakta dalam penelitian memerlukan bukti yang dapat dipercaya dan objektif. Sikap ilmiah ini dapat dikembangkan karena pada dasarnya manusia ingin mengetahui hakikat alam semesta. Hasrat manusia untuk mendalami hakikat alam semesta menggunakan akal dan pikirannya membentuk logika yang kemudian menjadi keyakinan. Penalaran semacam ini hanya mungkin didakan melalui pendidikan yang dimulai sejak kanak-kanak hingga menjadi manusia pemikir. Transformasi secara bertahap melalui pendidikan dapat diarahkan ke

  C. PENELITIAN DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

  Pembangunan suatu negara memerlukan mobilisasi sumber daya alam dan koordinasi semua aktivitas dalam ilmu pengetahuan dasar maupun terapan. Ditentukan pula kemutlakan adanya kerja sama yang serasi antara badan-badan yang menggarap bidang ekonomi dan sosial. Teknologi modern, ilmu pengetahuan terapan dan penelitian/pengembangan, semua berpangkal pada ilmu pengetahuan dasar dan penelitian dasar. Selain itu infrastruktur berupa pendidikan dan penelitian ilmu-ilmu dasar diperlukan untuk menguasai prinsip-primsip dasar teknologi yang mutakhir dan mengadaptasikannya menurut keadaan dan kemampuan setempat.

  Ilmu pengetahuan dasar diperlukan pada proses perencanaan, yaitu sebagai prasyarat bagi survei-survei sumber daya dan juga sebagai alat untuk menentukan pilihan teknologi yang cocok dan jenis penelitian yang akan diselenggarakan. Dari pengembangan pembangunan ilmu pengetahuan serta teknologi harus dipandang dari dua aspek , yaitu aspek instrumentalitas dan kuasalitas. Aspek instrumentalitas digunakan sebagai alat pembangunan yang memberi jawaban terhadap masalah-masalah. Pada aspek kuasalitas digunakan sebagai pendorong dan pembangunan, yaitu dengan pengembangan ilmu serta teknologi manusia.

  D. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI

  Dalam keadaan dunia dewasa ini, nampak bahwa ada beberapa negara yang masih menunjukkan ketergantungan IPTEK kepada negara lain yang lebih maju. Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh negara yang masih bergantung pada negara lain adalah mengusahakan supaya negara itu dapat penyesuaian teknologi yang dikembangkan di lain negara dengan persoalan- persoalan yang dihadapi, di samping meningkatkan kemampuan teknologi sendiri. Tingkat berikutnya ialah mengembangkan sendiri teknologi atas dasar pengetahuan yang masih dipungut dari negara lain. Tingkat terakhir yaitu kemampuan untuk mengembangkan IPTEK yang diperlukan untuk memecahkan masalah saat ini dan menjadi sesuatu yag menguntungkan di masa mendatang.

  Suatu hal yang perlu dipikirkan adalah mengkreasikan sumber daya baru, dalam hal ini diperlukan suatu keterampilan manajemen sumber daya dan penelitian sumber daya. Sumber daya dapat dibagi menjadi dua, yaitu renewable dan non renewable. Sumber daya non renewable akan memberikan sumber daya yang baru bila kita memiliki ilmu dan teknloginya. IPTEK merupakan sarana untuk mengubah lingkungan yang mampu memanfaatkan hal-hal yang ada di alam menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Dengan IPTEK, sumber daya yang non renewable dapat dilipatgandakan manfaatnya, sehingga akan mengkreasikan sumber daya baru.

  Uraian di atas menunjukkan bahwa IPTEK sangat diperlukan, oleh karena itu sistem pendidikan keterampilan yang merupakan penerapan ilmu serta pengembangan pendidikan keilmuan merupakan infrastruktur untuk mengembangkan ilmu terapan. Semua itu dapat dilakukan degan mengadakan “science teaching” dari sekolah dasar sampai pedidikan menengah, hingga dapat mempersiapkan tenaga-tenaga pendidikan agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai. Di samping itu pemupukan masyarakat memikirkan science dan teknologi haruslah direalisasikan dengan membuat buku-buku ilmiah popular sampai buku ilmiah tulen, hingga tidak tergantung lagi dengan buku dari luar.

  

E. PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PUSAT PENGEMBANGAN ILMU

PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

  1. Landasan Peranan Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi sebagai pusat pemeliharaan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai dengan kebutuhan pembangunan masa sekarang, dan masa datang. Pola pembinaan perguruan tinggi diarahkan diantaranya kepada: a. Pendidikan tinggi yang merupakan bagian integral dari usaha pembangunan baik nasional maupun regional.

  b. Pendidikan tinggi yang merupakan penghubung antara dunia ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan masyrakat.

  c. Pendidikan tinggi yang berpartisipasi dalam perbaikan serta pembangunan dalam: 1) Mutu kehidupan dan mutu kebudayaan 2) Ilmu pengetahuan dan terapannya 3) Pengertian dan kerja sama internasional dalam usaha mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan umat manusia.

  d. Pendidikan tinggi yang memungkinkan terlaksananya: 1) Pengembangan seluruh kemajuan kepribadian manusia 2) Pertumbuhan kegairahan penelitian

  Fungsi pendidikan tinggi bukan hanya menghasilkan sarjana untuk mengisi bidang ilmu tertentu atau pekerjaan yang tersedia dan diperlukan di dalam masyarakat, tetapi juga mencari hal-hal baru, mencari karya yang menonjol, sehingga dapat mengarahkan dinamika modernisasi untuk

  2. Tugas Mendidik Tenaga Terampil dan Ilmuwan Fungsi pendidikan tinggi terwujud dalam Tri Dharma Perguruan

  Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, yang tidak boleh dilihat sebagai tiga darma yang terpisah, melainkan harus saling menunjang. Pendidikan perlu diarahkan ke dua pola pendidikan pokok yaitu mengarah ke pembentukan manusia terampil dan yang mengarah untuk membentuk ilmuwan .

  3. Kegiatan Penelitian untuk Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perguruan tinggi perlu melakukan kegiatan-kegiatan penelitian dengan maksud utama mengembangkan kemampuannya untuk mencapai fungsi dan misi perguruan tinggi. Dilihat kegunaan, jenis dan prioritas, penelitian di perguruan tinggi meliputi: a. Penelitian sebagai pendidikan calon peneliti dan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peneliti b. Penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan

  c. Penelitian yang langsung menunjang pembangunan Kegiatan misi pendidikan untuk masa sekarang maupun dikemudian hari bertujuan untuk mengembangkan bidang-bidang ilmu dan teknologi. Pada masa ini perhatian pada teknologi cukup besar, akan tetapi adalah tugas dari perguruan tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan murni dan bidang- bidang lain yang pada waktu ini kurang mendapat perhatian.

  4. Menunjang Usaha Memasyarakatkan Ilmu Pengetahuan Merupakan tugas perguruan tinggi untuk ikut menyiapkan masyarakat dalam menerima ilmu pengetahuan dan teknologi serta menciptakan iklim yang tepat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu dapat dicapai dengan merangsang kegiatan himpunan ilmiah dan profesi melalui

F. ARAH DAN TUJUAN PENGEMBANGAN DARI PERANAN PERGURUAN TINGGI

  Sistem pendidikan tinggi akan dikembangkan untuk antara lain berperan sebagai “pusat pemeliharaan dan pengembangan ilmu pengetahuan”. Dalam peranan ini sistem pendidikan tinggi harus dapat menghasilkan karya- karya yang dapat menunjang dan memberi pengarahan dinamis bagi proses modernisasi, sehingga dapat tercapai hal-hal sebagai berikut:

  1. Pengembangan manusia Indonesia seutuhnya menjadi manusia modern yang mampu berpikir dengan menggunakan pola obyektif, kritis dan analitis dan yang dapat menghasilkan presepsi serta konsepsi yang tepat tentang keadaan sekarang dan masa depan

  2. Hubungan antara unsur-unsur di masyarakat yang berperan dalam proses pembangunan, yaitu pemerintah, pendidikan tinggi dan dunia usaha, harus diadakan/ditingkatkan, supaya semua unsur dalam peranannya masing- masing saling menunjang mengarah ketujuan bersama, yaitu masyarakat Indonesia yang adil, makmur berlandaskan Pancasila.

  3. Indonesia sebagai Negara modern dengan tetap mempertahankan ciri-ciri kebudayaan yang sesuai dengan manusia modern

  4. Indonesia yang dapat menduduki tempat antara Negara-negara yang telah berkembang, dalam rangka interdependensi antara Negara-negara di dunia.

  Sistem pendidikan dapat mencapai sasaran-sasarannya. Sasaran- sasaran itu adalah sebagai berikut:

  • Dalam usaha mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi telah dapat tercapai tingkat kemampuan untuk menyesuaikan teknologi mutakhir pada kebutuhan masyarakat Indonesia  Tersedia tenaga peneliti yang dapat memikul tugas pembangunan yang di

  • Kebijaksanaan yang mantap dan jelas tentang prioritas bidang ilmu pengetahuan dalam pembangunan Indonesia jangka menengah dan panjang
  • Disamping Pusat penelitian untuk menunjang pembangunan daerah dan nasional terbentuk pusat penelitian interdisipliner

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Untuk mengelola pembangunan negara dalam bidang ekonomi, sosial,

  dan politik tergantung pada penguasaan dan pengembangan IPTEK oleh suatu bangsa.

  Dalam pengelolaan penguasaan dan pengembangan IPTEK sendiri harus dilandasi oleh kemampuan negara untuk membimbing sumber daya manusiawinya menjadi tenaga-tenaga yang kreatif, efisien, efektif, serta bijaksana. Karena sejatinya hanya manusialah yang menjadi pelaku sekaligus penggerak untuk bisa menjadikan

  IPTEK berkembang.

  Dalam pembentukan manusia modern yang mampu mengembangkan IPTEK diperlukan pendidikan yang diarahkan pada dua pola pokok, yaitu: membentuk manusia ilmuan (melalui pendidikan keilmuan) dan manusia terampil (dalam wadah pendidikan professional).

  Untuk membentuk manusia yang terampil dalam pengembangan IPTEK tersebut, Perguruan Tinggi berperan sebagai pusat pemeliharaan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai dengan kebutuhan pembangunan masa sekarang dan masa datang. Melaui sistem pendidikan yang ada dalam Perguruan Tinggi diharapkan dapat mencetak manusia-manusia yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi mutakhir guna memenuhi tuntutan hidup kebutuhan masyarakat Indonesia.

B. SARAN

  Berdasarkan kesimpulan diatas maka saran dapat ditujukan kepada seluruh sekolah maupun perguruan tinggi untuk memberikan sistem pendidikan yang berorientasi pada pembentukan pelajar dan mahasiswa yang terampil, aktif, ulet, kreatif, serta inovatif dalam perannya mengembangkan

DAFTAR PUSTAKA

  Margono, dkk.1994.Dasar-Dasar Pendidikan MIPA. Surakarta : NS Press

  

  PERTANYAAN

  1. Bagaimana mencapai tujuan pembangunan nasional ? (Rika Astuti) Jawab : Tujuan pendidikan dapat dicapai melalui pendidikan dan penelitian.

  Pendidikan misalnya melalui metode ilmiah. Melalui tahap-tahap -

  yang ada dalam metode ilmiah tersebut akan mengembangkan pikiran manusia sehingga pada akhirnya mampu menjadikan manusia berpikir secara rasional, sistematis, dan kritis. Untuk mampu mencetak manusia yang berpikir rasional, sistematis, dan kritis tersebut seorang dosen wajib melakukan tri dharma Perguruan Tinggi yaitu :

  • Mengajar  Penelitian  Pengabdian masyarakat

  Jika ketiganya mampu dilakukan dengan baik maka akan menunjang pada kemajuan IPTEK. Kemajuan IPTEK tersebut tidak hanya dibuktikan berupa produk tetapi bisa juga model pembelajaran

  Penelitian dilakukan untuk menguji ilmu-ilmu yang didapatkan -

  manusia dari pendidikan. Sehingga ketika mereka mampu membuktikan sekaligus mampu mengembangkan ilmu tersebut, mereka akan mampu manfaatkannya dalam pengabdian masyarakat di berbagai bidang.

  Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pendidikan dan penelitian akan mampu digunakan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yang tidak lain adalah pengembangan IPTEK. Dalam pegembangan IPTEK tersebut secara langsung akan mampu membentuk manusia seutuhnya yang cerdas (kognitif), terampil

  2. Apa hubungan manusia sebagai tenaga pembangunan dengan perkembangan

  IPTEK? (Monica) Jawab :

  Hubungan manusia sebagai tenaga pembangunan dengan perkembangan

  IPTEK adalah manusia berperan sebagai pelaku dalam upaya perkembangan

  IPTEK untuk akhirnya mampu melakukan pembangunan di berbagai bidang kehidupan melalui IPTEK yang telah berhasil mereka kembangkan tadi.

  3. Apa peran bagi orang yang tidak terdidik agar ikut andil dalam pengembangan

  IPTEK? (Gilang Akbar) Jawab :

  Bagi orang yang tidak terdidik bukan berarti mereka tidak bisa melakukan apa-apa dalam pengembangan IPTEK. Didalamnya mereka bisa berperan sebagai pelaku yang mampu menerapkan IPTEK itu sendiri guna pengabdian mereka kepada masyarakat.

  4. Apa yang salah dalam sistem pendidikan kita terkait masih banyaknya lulusan perguruan tinggi yang belum mampu mendapatkan pekerjaan/menjadi pengangguran? (Bella Alfatiara) Jawab :

  Yang salah dalam sistem pendidikan kita adalah kurangnya metode pembelajaran yang kurang bisa difokuskan dalam kebutuhan masyarakat. Contoh, terdapat aneka sayur-sayuran yang ditanam didaerah pegunungan. Untuk mampu mendapatkan manfaat yang maksimal dari sayur-sayuran tersebut perlu dilakukan pengelolaan yang baik dalam perawatannya. Oleh karena itu, masyarakat setempat seharusnya berusaha mencari ilmu yang berhubungan dengan pengelolaan sayuran tersebut, namun pada kenyataanya kebanyakan dari mereka sampai pergi keluar kota bukan untuk mencari ilmu tersebut melainkan mencari ilmu-ilmu lain yang tidak ada hubugannya sama

  5. Dijelaskan bahwa kita dapat mengambil ilmu yang ada di Negara lain untuk bisa diterapkan di Negara kita guna mencapai pengembangan IPTEK. Apakah hal itu tidak termasuk dalam plagiat? (Iknesia Putri) Jawab :

  Hal itu bukan termasuk plagiat karena yang dimaksud plagiat itu jika kita benar-benar mengambil ilmu dari Negara lain dan menerapkannya sama persis dengan Negara tersebut. Sedangkan kita mengambil ilmu dari Negara lain itu tidak semata-mata hanya mengambil dan kemudian langsung ditirukan di Negara kita begitu saja. Melainkan ilmu yang kita dapatkan dari Negara lain itu kita kembangkan sendiri sesuai kebutuhan yang kita perlukan.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait
Tags

Makalah Dasar Di Pendidikan Mipa

Makalah Dasar Dasar Mipa Mahalnya Biaya

Makalah Dasar Dasar Pendidikan Fung

Makalah Dasar Dasar Ilmu Pendidikan Fung

Makalah Dasar Dan Dasar Pendidikan Docx

Makalah Dasar Dasar Ilmu Pendidikan

Makalah Konsep Dasar Pendidikan Islam

Makalah Dasar Dasar Komunikasi

Pertemuan 1 Pengenalan Dasar Sistem Kont

Pendidikan Mipa Sebagai Dasar Penguasaan Teknologi Menuju Era Industrialisasi

DASAR DASAR PENDIDIKAN MIPA MAKALAH KONT

Gratis

Feedback