Tugas Panitia Etik Perawatan dan Penggunaan Hewan Percobaan Untuk Penelitian Biomedis

 0  0  5  2019-01-12 22:49:41 Laporkan dokumen yang dilanggar
ARTIKEL Tufia§ i erawatan dan [eiigguiiciciii Hewan Perccbaan Lntuk Penelitian Eicmedis" Oleh M.Edhie Sulaksono Pusat Penelitian Penyakit Menular Badan Litbangkes ALAM kegiatan penelitian biomedis seringkali melibatkan/ menggunakan hewan percobaan. Setiap individu atau peneliti yang menggunakan hewan percobaan disatu sisi tentunya berhak memperoleh kepastian tentang hewan percobaan yang digunakan berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dari segi ilmiah, namun disisi lain menjadi kewajibannya untuk memperlakukan hewan percobaan dengan tidak sewenang-wenang (humane care")Untuk itu guna membantu dan memberikan bimbingannya terhadap para peneliti atau "user" lainnya, maka suatu lembaga/Institusi penelitian dapat membentuk suatu Panitia/Kelompok Kerja yang disebut dengan Institutional Animal Care and Use Committee (IACUC),yaitu suatu panitia/kelompok kerja/komite yang bertanggungjawab dalam pengawasan/ pengamatan penggunaan dan perawatan hewan percobaan yang digunakan untuk kegiatan ilmiah di suatu lembaga/institusi penelitian.V8) tersebut terdapat pula Laboratory Animal Information Service Centre (LAISC) yang berkedudukan di National Institute of Nutrition, Hyderabad dan mendapatkan dukungan penuh dari WHO dalam pengembangannya baik "hardware maupun software"nya. Tujuan penulisan ini adalah memberikan informasi tentang peranan dari IACUC dalam kegiatan penelitian biomedis (ethical clearence) dan segi kepentingannya mengapa hal ini diperlukan di suatu lembaga penelitian di Indonesia, yang dalam melakukan sebagian kegiatannya membutuhkan hewan percobaan. KEANGGOTAAN Anggota IACUC dipilih dan ditunjuk oleh pimpinan Institusi/Laboratorium. Hubungan kerjasama antara komite/panitia dengan pimpinan lembaga penelitian dan pihak-pihak lainnya harus jelas. Komite/Panitia/Kelompok Kerja diwajibkan memberikan laporannya Di beberapa negara Eropa, Amerika tentang segala temuannya kepada pimpinannya. Serikat, India, Jepang dan negara Asia lainnya Semua pihak yang berhubungan dengan hewan komite ini telah dikenal dan secara melembaga percobaan diminta mengikuti segala ketentuantelah terbentuk di institusi penelitian mereka. ketentuan dalam melakukan perawatan dan Di India misalnya, disamping Panitia/Pokja pemeliharaan hewan percobaan yang sedang 1S~ Media Litbanekes Vol III No. 04/1993 ARTIKEL dalam pengamatannya pelaksanaan yang berlaku. sesuai petunjuk Jumlah dan kriteria anggota komite tersebut dapat ditentukan oleh pimpinan Pada institusi penelitian sesuai kebutuhan. umumnya seorang anggota adalah Dokter Hewan atau sejenisnya yang telah mempefoleh pendidikan/pelatihan atau berpengalaman dalam penerapan ilmu hewan percobaan dan kedokterannya. Di samping itu disarankan sebaiknya, minimal satu orang anggota berasal dari disiplin ilmu di luar ilmu hewan percobaan (non-scientist),misalnya pimpinan administrasi atau staf yang menangani sarana penelitian,dGngan maksud apabila ditemukan masalah-masalah yang berkaitan dengan fasilitas/sarana kegiatan dapat lebih cepat dikoordinasikan dan diupayakan pemecahan masalahnya .Demikian pula panitia/kelompok kerja tersebut setidak-tidaknya mempunyai satu orang anggota tenaga peneliti senior serta dimungkinkan adanya tenaga yang menguasai biostatistik. Pimpinan lembaga/institusi penelitian menunjuk satu orang sebagai ketua yang mempunyai tugas mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kegiatannya termasuk menyelenggarakan pertemuan-pertemuan. Seluruh anggotanya mencerminkan tanggungjawabnya secara langsung maupun tidak langsung terhadap pemeliharaan dan penggunaan hewan percobaan dan mewakili pihak-pihak yang berkepentingan seperti yang disebutkan di atas (peneliti, pengelola hewan percobaan dan staf administrasi),dengan menerapkan teknik manajemen Pola Kerja Terpadu. TUGAS PANITIA ETIK PERAWATAN DAN PENGGUNAAN HEWAN PERCOBAAN Tugas pokok Panitia Etika tersebut adalah mengamati atau mengawasi semua aspek tentang penggunaan dan perawatan hewan percobaan yang akan dan sedang digunakan Media Litbanskes Vol HI No. 04/1993 dalam penelitian. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, maka ada tiga komponen penting yang mendukung pelaksanaan tugas tersebut, yaitu :1. Review" terhadap program institusi dalam melaksanakan perawatan dan penggunaan hewan percobaan, sesuai standard operating procedures (SOP)/petun)uk pelaksanaan pemeliharaan dan penggunaan hewan percobaan yang berlaku di institusi yang bersangkutan. 2. Melakukan inspeksi atau pemeriksaan terhadap fasilitas hewan percobaan baik yang sedang digunakan dalam penelitian maupun kondisi pengembangbiakan. 3. Review" terhadap protokol penelitian yang menggunakan hewan percobaan sebagai 4) model, penelitiannya. Ad. 1) Review terhadap program yang dimaksud adalah pengamatan secara ekstensif terhadap semua aspek program-program institusi dalam melakukan perawatan dan pengggunaan hewan percobaan. Review dapat dilakukan minimum dalam 6 (enam) bulan sekali.2) Pimpinan Laboratorium Hewan harus menyajikan dokumenPercobaan dokumen sebagai hasil pelaksanaan dari petunjuk pelaksanaan perawatan dan penggunaan hewan percobaan yang berlaku di institusi yang bersangkutan di dalam sidang Panitia/Pokja. Dokumen tersebut mencakup 2 (dua) hal penting, yaitu :1. Tata laksana pengembangbiakan perawatan veteriner hewan percobaan. dan Tata laksana mencakup penggantian box/kandang dan sanitasinya; pengawasan dan pencegahan terhadap rodentia liar dan insekta; penanganan sampan/ limbahnya; fasilitas sanitasi; kebutuhan penerangan dan temperatur ruangan; sistim pencatatan; sumber-sumber makanan hewan; penyediaan 19 ARTIKEL Ad. 2) Setelah melakukan review terhadap perawatan dan penggunaan hewan percobaan ,Hal ini belum secara menyeluruh Panitia/ Kelompok kerja siap melakukan disampaikan, hanya pimpinan laboratorium inspeksi fisik terhadap fasilitas laboratorium hewan percobaan akan dapat memberikan hewan percobaan dan fasilitas penelitiannya. jawabannya dalam sidang Panitia, apabila Inspeksi dilakukan hanya untuk mengetahui ada hal-hal lain yang perlu ditanyakan. sejauh mana kebenaran laporan atau review petunjuk pelaksanaan yang telah disampaikan 2. Petunjuk pelaksanaan mencakup pula tata sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan, dan cara pelaksanaan "emergency" Dalam inspeksi tersebut Panitia Kerja perawatan hewan percobaan dihari libur ;cara mendapatkan hewan dari luar ;tidak hanya sekedar melihat/menyaksikan pengamatan dan kontrol penyakit; karantina bagaimana dan apa kelebihan maupun ada dalam fasilitas hewan percobaan ;anestesia ;analgesia ;kekurangan yang eutanasia ;pembedahan dan perawatan pasca Laboratorium Hewan Percobaan dalam hal ini misalnya :tingkat kebersihan lingkungan, bedah. namun lebih dari itu apakah semua hewan perlakuan yang -Kelompok kerja dapat menginginkan percobaan memperoleh review dari hal-hal lainnya, misalnya sebaik-baiknya (humane care) oleh para cara-cara penanganan hewan percobaan pengguna hewan percobaan. yang sedang dipakai dalam percobaan Pertanyaan-pertanyaan berikut ini barangkali penyakit menular (hazardous agents")dapat dilontarkan, antara lain :Disamping itu Panitia/ kelompok kerja harus pula mereview program kesehatan 0 apakah semua peralatan dalam kondisi baik ?kerja bagi para teknisi hewan percobaan 0 apakah semua hewan percobaan memperoleh makanan yang baik sesuai standar ?maupun pihak-pihak lain yang sehari-hari 0 apakah kondisi temperatur, penerangan bekerja langsung dengan hewan maupun kelembaban ruangan sudah sesuai percobaan. dengan program pengembangbiakan hewan percobaan ?Demikian pula program-program pelatihan 0 apakah para teknisi hewan percobaan yang sudah dilakukan oleh Laboratorium benar-benar tahu akan tugas dan kewajiban Hewan Percobaan dapat pula dilaporkan kepada Panitia/Kelompok Kerja tersebut. mereka ?air minum dan alas kandang. Tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan perawatan dan penggunaan hewan percobaan disampaikan kepada Panitia/ Kelompok Kerja tersebut untuk digunakan sebagai bahan masukan guna perbaikan seperlunya dan selanjutnya disampaikan kepada Pimpinan institusi untuk ditindaklanjuti. 20 Kelompok kerja tidak hanya mencatat apa yang telah mereka lihat, namun dituntut juga bagaimana mencari penyelesaian yang sebaik-baiknya terhadap masalah-masalah yang ditemukan di lapangan. Selanjutnya Ketua Panitia/Kelompok Kerja dapat melaporkan segala sesuatu berkenaan dengan hasil inspeksi kelompok kerja, sehingga diharapkan dapat dicari jalan keluarnya terutama masalah pendanaannya. Media Litbanekes Vol III No. 04/1993 ARTIKEL Ad. 3) Para peneliti atau pengguna hewan percobaan yang akan menggunakan hewan percobaan untuk penelitian diharuskan menyampaikan protokol untuk memperoleh persetujuannya dalam hal penggunaan hewan percobaannya dan Panitia/ Kelompok Kerja Perawatan dan Penggunaan Hewan Percobaan. Disiapkannya proposal penggunaan hewan percobaan dimaksudkan agar Kelompok Kerja memperoleh jaminan penggunaan hewan percobaan. Oleh karenanya segala petunjuk menyangkut penelitian yang menggunakan hewan percobaan sebagai modelnya agar disebarluaskan kepada semua pihak yang tugasnya antara lain berkaitan dengan hewan percobaan. hewan percobaan harus dicegah dengan menggunakan analgesik atau anestesi yang dianjurkan; hewan percobaan dipelihara dalam tingkat kondisi yang bagaimana dan rencana perawatan kesehatannya. Kemudian perlu juga diperhatikan apakah ada tindakan-tindakan operasi/ pembedahan terhadap hewan percobaan yang dipakai dan bagaimana perawatan pra maupun pasca operasinya, bagaimana cara pemusnahan atau eutanasia setelah hewan selesai digunakan.9j Peneliti juga diminta untuk menjelaskan bahwa semua teknisi telah memperoleh pembekalan praktek untuk menjalankan kegiatannya. Panitia/ Kelompok Kerja Perawatan dan Review/pembahasan terhadap protokol Penggunaan Hewan Percobaan dapat menolak oleh Panitia/Kelompok Kerja mencakup maupun menerima proposal tersebut. Jika ada penolakan, maka Panitia harus memberikan beberapa hal sebagai berikut: penjelasannya kepada peneliti yang bersang1. Protokol harus dibuat sedemikian rupa kutan untuk kemudian diperbaiki. dengan "bahasa" yang dapat dimengerti Tujuan dari seluruh proses mi adalah oleh semua anggota Panitia dan hindarkan pengertian-pengertian ilmiah yang sulit bukan untuk menghambat/mempersulit kegiatan dipahami oleh sementara anggota panitia penelitian, namun untuk meyakinkan bahwa penelitian hewan percobaan dirancang dan yang bukan ilmuwan. dilaksanakan dengan baik sesuai petunjuk 2. Peneliti harus dapat meyakinkan Panitia/ pelaksanaan yang berlaku di institusi yang Kelompok Kerja bahwa tidak ada aJternatif bersangkutan .lain kecuali hewan percobaan yang digunakan dalam melakukan kegiatan yang KEMUNGKINAN PENERAPANNYA termasuk penelitian tersebut dan penelitian Pertanyaannya sekarang, mengapa institersebut harus dilakukan dengan menggunakan hewan percobaan sebagai modelnya. tusi perlu mempertimbangkan perlu adanya "InHal lainnya adalah bahwa penelitian yang stitutional Animal Care and Use Committee" menggunakan hewan percobaan tersebut Semenjak semakin meningkatnya interes peneliti biomedis, belum pernah dipikirkan adabukan duplikat penelitian sebelumnya yang nya upaya menyelamatkan "hak-hak" hewan dilakukan oleh peneliti lainnya. percobaan, maka sekaranglah saatnya untuk 3. Cara kerja atau prosedur penggunaan berbuat sesuatu. hewan percobaan harus menjelaskan Berdasarkan perbandingan hasil survei sejelas-jelasnya, termasuk jumlah hewan percobaan sesuai persyaratan ilmiah; cara penggunaan hewan percobaan di Indonesia kerja yang menyebabkan rasa sakit pada tahun 1983 dan 1993 yang dilakukan oleh Unit MediaLitbanekes Vol IIlNo.04/1993 21 ARTIKEL Hewan Percobaan ,Pusat Penelitian Penyakit Menular, penggunaan Mencit Mm musculus masing-masing 32.405 ekor/tahun (111 6) responden) dan lebih dari 367.700 ekor/ tahun (16 responden),maka hal ini menunjukkan adanya peningkatan. Oleh karenanya dengan semakin meningkatnya penggunaan hewan percobaan mulai dari ordo rendah hingga yang lebih tinggi (misalnya :kera),akan semakin mendesak upaya kemungkinan penerapan Panitia/Kelompok Kerja yang dimaksud. Apabila terlambat atau terjadi penundaan, sementara kita berpacu dengan teknologi hewan percobaan dan laboratorium biomedis/ kedokteran yang semakin berkembang, maka akan semakin sulit mengimplementasikan program tersebut, karena mekanisme kerja model lama akan semakin berlarut-larut dan sulit dirubah. berpengaruh selama berlangsung.3) kegiatan penelitian Namun di atas semuanya itu sistim pemeliharaan hewan percobaan kalaupun ada fasilitas laboratorium hewan percobaan, perlu mendapatkan perhatian terlebih dahulu guna ditingkatkan kemampuannya yang menyangkut fisik, teknologi, daya dukung sumber daya manusia dan faktor pendukung lainnya. KESIMPULAN Melalui suatu bentuk program kerjasama yang terkoordinasi dalam Panitia/Kelompok Kerja Perawatan dan Penggunaan Hewan Percobaan, berarti hewan percobaan dilindnngi hak-haknya dan para peneliti memperoleh penghargaannya ,karena hasil penelitiannya Hal ini perlu ditegaskan kembali guna diakui secara ilmiah. dipahami kepada para peneliti biomedis/ kedokteran, bahwa peranan Panitia/ Kelompok DAFTARPUSTAKA Kerja Perawatan dan Penggunaan Hewan CIOMS, International Guiding Principales for Percobaan bukanlah dalam rangka memaksa- 1. Biomedical Research Involving Animals. Geneve :kan aturan kerja baru, namun justru membantu CIOMS, 1984. para peneliti atau pengguna hewan percobaan 2. Dresser, R. Developing standards in animal research review. J. Am Vet Med Assoc. 1989 ;lainnya didalam melaksanakan kegiatan 194:1184-1191. penelitiannya yang sedikit banyak ada yang 3. GJR Hovell. Basic principles and technological tidak dapat diatasi sendiri atau memerlukan practice for animal welfare. Proceedings, IXth koordinasi dengan pihak lainnya yang terkait, ICLAS International Symposium on Laboratory termasuk laboratorium hewan percobaan. Animal Science. Bangkok January 10-16, 1988. SASARAN KEGIATAN Sasaran pokok dari program-program Panitia/Kelompok Kerja tersebut adalah kualitas penelitian, yang sudah barang tentu merupakan cita-cita dari para peneliti sendiri. Panitia/Kelompok Kerja akan meyakinkan peneliti, bahwa kerja mereka ada di dalam batas etos kerja yang baik dan terkoordinasi, antara lain menyangkut kualitas hewan percobaannya dan hewan tidak akan mengalami rasa sakit lebih dari sebentar atau distress (rasa tertekan) sebagai hasil komplikasi variabel-variabel yang 22 4. Orlans, F.B. Research protocol review for animal welfare. Invest Radiol 1987 ;22:253-258. 5. Ralph Hovell. Worksshop a-rols the IACUC. Geneve, CIOMS, 1985. 6. Sulaksono. ME ;Pudjoprajitno ;Siti Sundari Yuwono dan Ketut Patra. Keadaan dan Masalah Hewan Percobaan di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, vol. 14(3).Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 1986. 7. US Animal Welfare Act 1966, amended 1970, 1976, dan 1985. 8. US Federal Register, Rules and Regulations, Vol. 54, No. 168, August 31, 1989. Institutional Animal Care and Use Committee. 9. US Nffl Publication No. 86-23. Guide For The Care And Use Of Laboratory Animals. Revised 1985. Media Litbanekes Vol. Ill No. 04/1993
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags
Etika Menggunakan Hewan Percobaan Dalam Penelitian Kesehatan

Persiapan Aklimatisasi Hewan Percobaan Dan

Hewan Percobaan Kelinci

Percobaan Penggunaan Multimeter Dan Osiloskop

Mikroskop Penggunaan Dan Perawatan

Keadaan Dan Masalah Hewan Percobaan Di Indonesia

Bahan Dan Metode Hewan Uji Dan Pakan Percobaan

Pedoman Kode Etik Hewan Coba

Perawatan Dan Penggunaan Mikroskop Docx

Tugas Panitia Etik Perawatan dan Penggunaan H..

Gratis

Feedback