Full text

(1)

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung Tahun Anggaran 2019

1

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK )

PENYUSUNAN KAJIAN LP2B PERKOTAAN GERUNG

1. LATAR BELAKANG

Pengembangan lahan merupakan proses penting dalam perubahan penggunaan lahan, salah satunya konversi lahan pertanian menjadi permukiman atau peruntukan terbangun lainnya. Menurut FAO(1985), perencanaan penggunaan lahan merupakan penilaian yang sistematik terhadap lahan untuk mendapatkan alternatif penggunaan lahan dan memperoleh opsi yang terbaik dalam memanfaatkan lahan agar terpenuhi kebutuhan manusia dengan tetap menjaga agar lahan tetap dapat digunakan pada masa yang akan datang.

Berkaitan dengan arahan kebijakan di sektor pertanian, setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia diwajibkan menyediakan lahan pertanian sebagai bentuk antisipasi terhadap kurangnya bahan pangan menuju kedaulatan pangan. Simulasi terhadap perkembangan jumlah penduduk dunia dan kemampuan lahan dalam menyediakan pangan yang dilakukan oleh Ritcher dan Hofmockel (2007) mengarah kepada terjadinya krisis pangan dunia dimasa datang. Sekitar 1 milyard penduduk dunia akan mengalami kelaparan jika produksi pangan tidak ditingkatkan sebanyak 3 (tiga) kali lipat pada kurun waktu Tahun 2000 - 2050.

(2)

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung Tahun Anggaran 2019

2

(LCP2B) wajib dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk menjamin keberlanjutan pasokan pangan untuk masyarakat dan sebagai upaya perlindungan terhadap lahanlahan subur dengan produktivitas tinggi.

Kabupaten Lombok Barat telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 11/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2011-2031, dan secara tegas telah mengamanatkan dilindunginya lahan pertanian untuk menjamin kedaulatan pangan secara berkelanjutan. Yang perlu dikritisi pada peraturan yang ada adalah penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang berada di dalam wilayah kota atau kawasan perkotaan. Mengingat kota/perkotaan merupakan wilayah yang secara fungsional pada umumnya tidak memiliki ciri pertanian, maka diperlukan kajian secara mendalam menentukan sebaran areal untuk KP2B, LP2B dan LCP2B pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Lombok Barat.

Kajian ini bertujuan untuk menghitung sekaligus memetakan KP2B di Perkotaan Gerung. Diperlukan kriteria dan perhitungan penetapan luas lahan tersebut di dalam Kawasan Perkotaan Gerung agar dapat memberikan justifikasi seberapa luas lahan pertanian perlu dipertahankan di dalam sebuah perkotaan dengan segala dinamika yang menyertainya.

2. TUJUAN DAN SASARAN 2.1. Tujuan

Tujuan dari kegiatan Kajian LP2B Perkotaan Gerung adalah:

a. Memberikan suatu informasi yang kongkrit mengenai sebaran lahan pertanian yang ada di Perkotaan Gerung dan perubahan fungsi lahan pertanian menjadi fungsi lahan lainnya;

b. Mengetahui ketersediaan lahan pertanian di dalam Perkotaan Gerung dalam kurun waktu 20 tahun mendatang.

2.2. Sasaran

Sasaran yang hendak dicapai dari kegiatan Kajian LP2B Perkotaan Gerung adalah: a. Teridentifikasinya kondisi lahan pertanian yang ada di Perkotaan Gerung; b. Teridentifikasinya perubahan fungsi lahan pertanian menjadi fungsi lahan

lainnya; dan

c. Terlaksanakannya kajian/analisis terhadap kawasan pertanian pangan berkelanjutan, kecenderungan perkembangan lahan dan kebutuhan pangan di Perkotaan Gerung, termasuk ketersediaan LP2B dalam kurun waktu tertentu.

3. DASAR HUKUM

Kegiatan Kajian LP2B Perkotaan Gerung didasarkan pada;

(3)

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung Tahun Anggaran 2019

3

4. Undang-undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

5. Undang-undang Nomor1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman

6. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Penataan Ruang Wilayah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Bangunan Gedung; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan

Dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah; Pemerintah Daerah Provinsi; dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

11. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.

12. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2012 tentang Pembiayaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2011-2031.

4. RUANG LINGKUP 4.1. Lingkup Lokasi

Lingkup lokasi kegiatan Penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung adalah Perkotaan Gerung di Kecamatan Gerung dengan

4.2. Lingkup Kegiatan

Lingkup kegiatan dalam Penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung ini dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu:

1. Tahap Persiapan

Meliputi penyusunan checklist data, design survey, pembuatan peta dasar, dan pembagian job description pada masing-masing personil yang dilibatkan. 2. Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data

Terdiri dari pengumpulan data langsung di lapangan (survey primer) dan pengumpulan data instansional (survey sekunder). Kemudian data diolah dalam bentuk tabulasi dan peta.

3. Tahap Kajian/Analisis

a. Perhitungan perkiraan jumlah penduduk

b. Perhitungan kontribusi ekonomi pertanian pada peningkatan pendapatan petani;

(4)

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung Tahun Anggaran 2019

4

f. Perhitungan laju alih fungsi lahan sawah (kajian kesesuaian lahan sawah).

4. Tahap Penyusunan Dokumen Kajian

Terdiri dari tahapan dan hasil pelaksanaan yang dilakukan pada poin 1, 2 dan 3.

5. METODE PENDEKATAN

Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan Penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung ini adalah:

a. Menggunakan peta batas kawasan yang digunakan dalam penyusunan RDTR Perkotaan Gerung;

b. Menggunakan data laha baku sawah yang dikeluarkan oleh lembaga resmi; c. Menggunakan peta penggunaan lahan hasil intepretasi citra resolusi tinggi

dengan skala 1 : 5.000

d. Meggunakan data series jumlah penduduk tahun terakhir

6. PRODUK PEKERJAAN

Produk pekerjaan yang akan dihasilkan pada kegiatan Penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung adalah Dokumen Kajian yang sekurang-kurangnya berisi:

Landasan Teori

1. Teori terkait pertanian umum; 2. Teori terkait perkotaan;

3. Arahan kebijakan terkait perkotaan dan pertanian.

Data Kondisi Kawasan dan Lahan Pertanian 1. Penggunaan lahan;

2. Sebaran lahan pertanian;

3. Sebaran tingkat produktivitas padi sawah; 4. Status irigasi lahan sawah/kering;

5. Intensitas Pertanaman padi sawah.

Kajian dan Analisis Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan 1. Perhitungan perkiraan jumlah penduduk

2. Perhitungan kontribusi ekonomi pertanian pada peningkatan pendapatan petani;

3. Perhitungan pola konsumsi pangan harapan (PPH) 4. Perhitungan kebutuhan pangan (beras) lestari; 5. Perhitungan kemampuan produksi pangan; dan

6. Perhitungan laju alih fungsi lahan sawah (kajian kesesuaian lahan sawah).

Kesimpulan dan Rekomendasi

1. Prediksi kebutuhan pangan dan lahan;

(5)

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung Tahun Anggaran 2019

5

Dokumen disiapkan 2 (dua) bulan semenjak SPMK diterbitkan dengan spesifikasi sebagai berikut:

• Ukuran Kertas : A4 80 gram

• Spasi Penulisan : 1,15

• Jumlah Laporan : 7 (tujuh) buku

• Jenis Jilidan : menyesuaikan

• File Backup : Compak Disc (CD) 3 (tiga) keping

7. TENAGA YANG DIBUTUHKAN

Tenaga yang dibutuhkan dalam Penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung adalah: a. Tenaga Ahli

• Ahli Pertanian, minimum S1, sebagai tenaga ahli pertanian, dengan pengalaman minimum 5 tahun

• Ahli Planologi, minimum S1, Sebagai Team Leader/Koordinator, dengan pengalaman minimum 3 tahun

b. Tenaga Pendukung

• Tenaga Administrasi

• Surveyor

8. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan untuk penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung adalah 2 (dua) bulan atau 60 (enam puluh) hari kalender.

9. SUMBER PENDANAAN

Sumber pendanaan untuk pelaksanaan pekerjaan penyusunan Kajian LP2B Perkotaan Gerung ini berasal dari APBD Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2019 melalui DPA-SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dilakukan secara kontraktual dengan alokasi dana sebesar Rp 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah).

10. KEPEMILIKAN DATA DAN HASIL PEKERJAAN

Semua bentuk data, dokumen, peta, foto, compact disk, dengan terbitnya kontrak tersebut menjadi hak milik pemberi pekerjaan yaitu Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Gerung, Februari 2019

Kepala Bidang Penataan Ruang Kuasa Pengguna Anggaran/PPK

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (5 pages)