Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Full text

(1)

Lampiran 1: Permohonan Menjadi Informan

PERMOHONAN MENJADI INFORMAN

Kepada Yth.

Bapak selaku informan Di tempat.

Dengan Hormat,

Saya yang bertanda tangan dibawah ini adalah mahasiswa Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat USU,

Nama : Nadia Ulfah

NIM : 131000684

Akan mengadakan penelitian tentang ―Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada

Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017‖. Untuk itu saya mohon kesediaan Bapak untuk berpartisipasi menjadi informan dalam penelitian ini. Segala hal yang bersifat rahasia akan saya rahasiakan dan saya gunakan hanya untuk kepentingan penelitian ini.

Apabila Bapak bersedia menjadi informan, maka saya bermohon untuk menandatangani lembar persetujuan yang tersedia. Atas perhatian dan ketersediaan serta kerjasama yang baik dari Bapak saya ucapkan terima kasih.

(2)

Lampiran 2: Pernyataan Kesediaan Menjadi Informan

PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI INFORMAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama :

Usia :

Jabatan : Pendidikan Terakhir : Masa Kerja :

Dengan ini menyatakan bahwa saya telah mendapatkan penjelasan mengenai

maksud dari pengumpulan data untuk penellitian tentang ―Faktor-faktor Bahaya

Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017‖. Untuk itu, secara sukarela saya menyatakan bersedia menjadi informan penelitian tersebut.

Adapun bentuk kesediaan saya adalah:

1. Bersedia ditemui dan memberi keterangan yang di perlukan untuk keperluan penelitian

Demikianlah pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan dengan penuh kesadaran tanpa paksaan.

(3)

Lampiran 3: Pedoman Wawancara

PEDOMAN WAWANCARA PENELITIAN

FAKTOR-FAKTOR BAHAYA PEKERJAAN PADA PETUGAS PEMADAM

KEBAKARAN DI DINAS PENCEGAH PEMADAM KEBAKARAN KOTA

MEDAN TAHUN 2017

Petunjuk umum wawancara mengenai ―Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas

Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017.

1. Ucapan terimakasih kepada informan karena telah bersedia diwawancara. 2. Melakukan perkenalan dua arah, baik peneliti ataupun informan.

3. Menjelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuan wawancara.

4. Menjelaskan bahwa pendapat atau saran dan pengalaman informan sangat berharga.

5. Menjawab pertanyaan wawancara dengan jelas dan jujur sangat diharapkan oleh peneliti.

(4)

IDENTITAS INFORMAN

Nama :

Usia :

Jabatan :

Pendidikan Terakhir :

Lama Bekerja :

PEDOMAN WAWANCARA

1. Proses kerja sebagai anggota regu petugas pemadam kebakaran 2. Bahaya dari pekerjaan sebagai petugas pemadam kebakaran

(5)

Lampiran 4. Hasil Wawancara Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas

Pemadam Kebakran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) UPT

Wilayah I Kota Medan

(6)

tulang kawan, kita kan sudah pelatihan jadi sudah tau tugas personil menurunkan perlengkapan untuk melakukan penyiraman..setelah melakukan penyiraman, padam, kemudian seluruh petugas mengembalikan perlengkapannya ke armadanya masing-masing dan kembali ke kantor.setelah sampai di kantor armada yang mobilnya yang kosong yang sudah digunakan untuk penyiraman diisi kembali, setelah pengisian yang kosong di

kembalikan…, setelah dikembalikan danru dan wakil danrunya

membuat laporan kebakaran nama pemilik rumah, alamat dan segala macam, setelah itu laporan tadi di berikan ke atas bagian administrasi yang, mendata di TKP danru dan wakil danru nya, tujuannya tadi itu ya pertanggung jawaban dari pemadam

kebakaran ―

(7)

mengecek kebenaran ada gak kebakaran soalnya, telpon itu setiap detik bordering banyak yang ngerjain .. yang gangguin itu, setelah ada kebenaran baru lah kita .., lonceng, sebelum lonceng ada juga persiapan awalnya , setelah lonceng baru lah berangkat

keluar ―.

(8)

nya, airnya, perlengkapannya…

(9)

ngangkat dari monil tadi ya satu orang , selang tadi kan ada dua besar dan kecil, yang kecil tadi 2 orang sih cukup megangnya.. kalo selang besar minimal 3 orang yang megang , kalo selang yang kecil tekanannya 1-3 bar sedangkan yang besar bisa diatas bar.. jadi tiga orang ini pegang satu selang, jadi kita menganytisipasinya dengan cara siram pake selang dengan model spray .. jadi kepala nozel itu ada duaa itu Zet dan spray jadi kalo banyak asap kami pake spray atau bisa dengan 2 selang satu spray satu zet jadi satu mengusir asap satunya lagi memadamkan apinya langsung .

etiap mobil ada , spray tadi juga belum efektif juga sih ngusir asap, masih ada juga sih , antisipasi kita kalo kena masih banyak asap posisi nyiram kita itu jongkok , karan asap itu dibawah lutut tidak menyentuh ,. 30 cm dibawah itu aman jadi kalo misalnya didalam ruangan kalo terjebak juga bisa dengan merayap , pas kita merayap tangan kita tadi lapisi dengan kain .. kita carilah apa yang bisa digunaka disitu jadi semua apapun disitu berusaha kita manfaatkan

Setelah sampe benar-benar padam setelah itu melakukan penggulungan kita cek anggota juga baru kita pulang‖.

Tabel 2. Matriks Pernyataan Informan tentang Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (D P2K) UPT Wilayah I Kota Medan

Nomor

Informan

Bahaya Pekerjaan

(10)
(11)

kebakaran di usu dek, terbakar laboratorium, kita gak tau yang terbakar bahan kimia tadi kita gak tau, pas kebakaran kita masuk tapi rupanya kita gak dikasih tau bahwa itu kimia kita cium uapnya kita muntah-muntah semua keracunan, siapa yang masuk tadi matanya perih gitu. Trus kami hubungi ambulan. trus pas menolong korban kayak waktu korban jatuh pesawat itu kita masukkan ke kantong mayat kan bahaya juga . kadang kami gak pakai sarung tangan, sama baju panjang, yah kadang kan yang meninggal karna ikut dia, kalo senggol-senggol dengan kendaraan udah biasa lah, dulu pernah terjadi kecelakaan di belawan sama container, mobil kita ini dek kencang, kalo gak kencang bukan pemadam namanya.. kita harus kencang karna

kita ngejar waktu ―.

(12)

penyiraman air tadi masuk keselang nah itu yang berat .tekanannya tadi .., yang memegang selang tadi tergantung tekanan minimal dua..tiga,. dan tengok selangnya yang berapa inci .. kalo 2,5 inci bisa 5 orang tapi kalo 1 inci bisa satu orang.. semua tergantung tekanan. pernah waktu itu nozel nya lepas

(13)

dapat udara .

Otomatis kalo udah namnya pemadam kebakaran di kejadian kebakaran itu yang namanya batuk itu udah pasti ngalamin , bahkan kalo udah ngirup asap pada saat itu batu yang keluar itu dahaknya bukan ijo lagi tapu udah hitam diaa,kalo batuk-batuk itu udah umumnya lah dialamin pemadam.

sebenarnya yang paling berbahaya tu sewaktu menuju ke TKP tadi . pernah terjadi tabrakan pemadam sama pemadam dari arah jalan pemuda menuju jl ahmad yani . suara sirene yng keras dengan bangunan yang tinggi itu otomatis udah kuat bertambah kuat lagi masing- masing mendengar sirene dia sedangkan sirene lain dia tidak dengar .yang menyebabkan kepala dinas nya meninggal , satu luka parah dan lainnya luka-luk, kecelakaan

lainnya juga pernah terjadi, mobil pemadam terbalik…, supir

pemadamnya luka parah ―.

3 ― Bunyi lonceng baru keluar paling kendala di lalu lintas jalannya

macet , ada juga senggol senggolan , kalo di lapangan paling kena jatuh-jatuhan balok,Kena api, kalo tangan saya udh pernah kena api ada dua kali , trus sampe di TKP itu belum tentu disambut baik oleh manyarakat ,belum tentu kadang ada begitu kami datang dilempari masyarakat, kadang kami sering kena kayu-kayu, seng itu sering jugaa. Kalo terinjak paku , bara api itu sering juga , kesetrum juga, makanya kami sampai disitu pastikan listrik sudah mati karna air kan mengahntar listrik,

asap itu lah yang paling berbahaya mata perih dan sesak juga, makanya itu lah jangan dipaksakan kalo gak sanggup, nozel itu kalo udah masuk air tekanan nya itu kalo dilepas bisa fatal itu

(14)

4 ― kalo bahayanya ya di perjalanan la, kalo tiba di lokasi bahayanya, listrik belum mati, disitu kita banyak yang kesentrum, sementara yang terbakar itu banyak jenisnya bukan kayu aja, tembaga,plastic.karpet bahan kimiaa, nah disitu bahayanya pernafasan kita gak lancar seperti biasa, habis itu kita bernafas pande-pande lah ,yang jelas warna dahak itu warna hitam, kerja sama kita perlu, ada kebakaran besar misalnya asap banyak otomatis dia gak tahan lama-lama yaaa bergantiaan engan kawan dibelakangnya, disitu kita menyiram, satu menyiram mati satu lagi menyiram asap.,trus kita kembangkan kita payungkan asap itu tadi,supaya gak kena kitaa..yang namanya kebakaran ya sama api juga cumaa yang bahayanya itu ya ke kita udaranya tadi, udaranya lebih berbahaya karna kimia ini udaranya menguap , nyucuk ke kitaa, lebih terasa bahan kimia ini,ya kadang-kadang kami pening lemas.,. pernah terjadi kebakaran di labor usu itu , Banyak yang lemas.. gak sekuat biasanya..kalo disini rawat-rawat sendiri lah dek.. minum susu atau vitamin bawak ke dokter ada juga paling ke puskesmas,neurobion,.gak ada spesialnyaa..

Trus kena tembok yang runtuh,trus juga karna tekanan air tadi kuat seng itu bisa terbang-terbang itu berbahaya jugaa, Kalo luka bakar itu sikit-sikit terbakar jugaa, tapi gak sering-sering lah.,yang paling sering itu ya paling kena seng , trus kalo nolong korban ya pake tangan ni aja, ya gak papa sampe sekarang., kalo emang dikatakan berani ya emang berani karna disitu gak ada safetynya, itu lah hebatnya pemadam kota medan ini..

(15)

Kalo kasus kecelakaan pernah ada kasus mobil pemadam terbalik di matafriska karna pada itu jalan agak licin, Dua orang korba luka-luka itu.

Bahaya pekerjaan pemadam kebakaran ini yang pertama ya dari lalu lintasnnya ―.

(16)

.. emang ya gak berkekuatan tinggi, tpi ya cuma terasa , kesetrum ya paling sering karna listrik gak mati total di TKP jadi kita selalu koordinasi dengan PLN supaya memutus listrik total kadangkan diputus dari rumah aja gak jamin padam semua ,

tertusuk paku sih jarang tapi kita pernah , kadang kita buta medan ., wilayah yang kita masukin itu atau yang terbakar itu seperti apa, rupanya ada sumur , pemilik rumah lupa kasih tau ke kitaa, ada lubang-lubang kita kan gak tau, karan setelah kita siram wilayah itu udah tergenang air, gak Nampak ,.. ya paling kita berpijak mana yg kita yakin aman aja pijak , bahaya selanjutnya itu asap ,penyebab kematian di TKP kebakran itu sebenarnya bukan api tapi asap kami pun petugas pemadam kebakaran juga sering masuk ke daerah TKP asapnya masih tebal..

, kadang kita ngalamin batuk sesak nafas.. mata merah dahak warna hitam .

(17)

karna kurang hati-hati sih, Buta medan agak ceroboh, dia berjalan sendiri mungkin kedalam , kadang kami menemukan korban jiwa juga ,yang masih selamat kami maksimalkan juga untuk di selamatkan . ada korban itu takut untuk keluar, troma mungkin jadi ya kami gendong keluar,atau kmi juga nemuin korban tangannya patah itu kami bidai dulu, petugas pemadam kebakaran udah diberi khusus soal membidai , kalo ada korban meninggal itu kami menunggu dari dinas kesehatan datang , setelah datang

kantung mayat baru kita masukkan…

kalo baju tahan api kita ada , kita gak bisa atahan lama-lama juga .

Pengalaman aku pribadi asap, waktu kebakaran bank BRI di juanda itu kejadian di lantai 3 aku nyiram paling depan itu menggunakan 2 selang 1 spray dan 1 Zet, aku kebagian Zet, Gak tau apa yang disiram oleh sebalah aku itu.. asapnya balik ke aku.. posisi aku itu udah ketepung asap,udah terhirup asap ini semuaa, aku jadi panic., mau mundur gak nampak jalan lagi jadi gelap ini karna asap ini waktu itu aku cuma makek helm dan pakaian tahan panas . karna aku punya pribadi, Baju tahan panas tadi ya panas, didalamnya gerah, masalah di TKP itu ya dehidrasi haus,.cari air minum stelah itu ya back up nunggu yang dari depan keluar ya udah maju lagi.. ganti ―

(18)

Nomor

Informan

Penggunaan Alat Pelindung Diri

1 ― APD nya yang kita pakai yang pertama kalo kelapangan harus pake helm..trus kedua pakai jaket anti api anti panas biar kalo kerja kan gak kena kulit yang ketiga pakai masker kalo sesak nafas,dari sendiri-sendiri sarung tangan juga, Disini kan kurang juga perlatan jadi apa yang ada lah yang kita pakai ,helm kita standar,beda sama helm-helm yang biasa kita pakai itu,helm kita itu paling murah 2 juta itu semua produk luar., ada kain dibelakangnya mana tau jatuh balak kalo halm biasa lan gak ada kainnya ,depan ada kaca nyaa, fungsi kacanya ini kalo kena sinar kan mata mau perih itu dia fungsinya,kalo helm udah dapat semua cuma baju panas tadi belum.. Cuma yang kita bilang kan untuk APD kita ini..ini..ini .. helm, masker, baju tahan panas, baju tahan api juga ada , itu kalo ada korban dialam itu bajunya kayak astronot warna silver, Kita bisa masuk gak terbakar itu ada tapi Cuma jarang dipakai , kalo ada korban,

kadang-kadang kan gini.,kita kan kejadian kita gak tau ada sebenanya ada korban atau belum, baju tahan api tadi belum kita pakai sebelum ada berita ada korban, emang baju tadi berat kayak baju astronot warna silver,semua dilengkapi dari kaki sampe sarung tangan semua, karna kita terobos api.. baju ini beda kalo kena api kita gak terbakar.

(19)

harus pintar pintar, kalaupun dibilang baju tahan panas, baju tahan api kan bisa juga terbakarnya,Besi aja besi bisa meleleh, medan plaza aksara itu besi semua bisa gini dia (bengkok) apalagi abju, itu lah ulah panasnya, ntah kalo berapa derajat lagi gak tau lah saya,kita aja udah keringatan semua sangking panasnya, kita kan beda beda fisik kita semua makanya ada pergantian ,itu lah tim tadi ―.

2 ― Seharusnya yang wajib digunakan petugas pemadam itu setiap keberangkatan safety diutamakan seperti helm, masker itu seharusnya ada. Tapi ya karena yang sudah sebutkan tadi itu terbatas.,jadi tidak semua bisa memakainya tidak semua bisa memakai satu-satu , Kalo emang waktu dia menerobos pertama itu butuh dai pakai.. tapi bagian lain yang melakukan penyiraman todak membutuhkan apa yang saya sebutkan tadi.. yang dalam tadi butuh ini untuk masuk keruangan , waktu melakukan penyiraman yang gak bisa dari luar dia yang diutamakan,kalo yang disediakan ada tapi berapa saya juga tidak ingat, kalo pakaian memenuhi standar ―.

3 ― Baju alat pelindung dirinya paling baju tahan panas, helem, sarung tangan .. cukup melindungi lah tapi akn kita harus tetap hatu-hati jugaaa‖.

(20)

panas, misalnya dalam jarak 2 meter masih sanggup,tapi ya kalo dekat dengan api ya panas,baju tahan api dan tahan panas bedaa.baju tahan api tadi ya gak terbakar,tapi ya baju tadi ribet gitu makainya besar, tebal, berat,itu dipakai khusus aja misalnya ini kebakaran ada orang terjebak di dalam.. pakai itu bisa lah, semua bisa makek ,semua pernah ikut pelatihan cuma tadi itu kita orang Indonesia terlalu berani tanpa safety kita berani masuk,

(21)

5 ― Sebenranya prosedur kerja yang paling safety itu kita pakai breathing apparatus namanya, jadi itu khusu untuk masuk

keruanagn yang berasap , itu ada tapi untuk sekarang bisa dibilang belum berfungsi, cuma untuk pelatihan aja, ya udah kami pake masker biasa aja , masker kesehatan itu ,atau gak masing-masing pribadi lah , misalny sarung tanagn kita basahi aja udah ,. karna kalo dibasahin oksigen ya kita hirup , kadang kita ngalamin batuk sesak nafas., mata merah dahak warna hitam,. biasanya kami siap itu minum susu bilbrand ajaa supya norml lagi, kalo gak yaa dhak kita tetap warna hitam

Kalo alat pelindung diri yaaa helm sama jeket tahan panas ,itu kita pake, tapi ya baju tahan panas kita emang minim , jadi inisiatif dari teman teman aja kita beli pribadi , kalo helm tadi udah memnuhi standar memang khusus untuk pemadam jadi masih aman lah dari balok-balok , kayu, batu ,

(22)
(23)
(24)
(25)

Lampiran 8 : Foto

(26)

Gambar 3. Petugas Pemadam menuju lokasi kebakaran

(27)

Gambar

Tabel 1.
Tabel 1 . View in document p.5
Tabel 2. Matriks Pernyataan Informan tentang  Bahaya Pekerjaan pada Petugas
Tabel 2 Matriks Pernyataan Informan tentang Bahaya Pekerjaan pada Petugas . View in document p.9
Tabel 3. Matriks Pernyataan Informan tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri
Tabel 3 Matriks Pernyataan Informan tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri . View in document p.17
Gambar 1. Wawancara dengan petugas pemadam
Gambar 1 Wawancara dengan petugas pemadam . View in document p.25
Gambar 2. Mobil Pemadam Kebakaran
Gambar 2 Mobil Pemadam Kebakaran . View in document p.25
Gambar 3. Petugas Pemadam menuju lokasi kebakaran
Gambar 3 Petugas Pemadam menuju lokasi kebakaran . View in document p.26
Gambar 4. Proses Pemadaman
Gambar 4 Proses Pemadaman . View in document p.26
Gambar 5. Pengisian air
Gambar 5 Pengisian air . View in document p.27
Gambar 6. Antri pengisian air
Gambar 6 Antri pengisian air . View in document p.27

Referensi

Memperbarui...

Download now (27 pages)