Hubungan antara motivasi belajar, disilpin belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa: studi kasus SMA Bopkri 1 Yogyakarta.

Gratis

1
6
162
2 years ago
Preview
Full text

ABSTRAK

  ABSTRAKHUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR, DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWAStudi kasus SMK BOPKRI 1 Yogyakarta SuciningrumUniversitas Sanata Dharma Yogyakarta2011 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara: (1) motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa, (2) disiplin belajardengan prestasi belajar akuntansi siswa, (3) lingkungan belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa. Sebab kesombongan diri adalah kuman yang mematikan: dengan perlahan ia akan menggerogoti kebijaksanaan dan menjauhkan orang dari perbuatan baik.

SUCININGRUM NIM: 061334041 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

  PERSEMBAHANKupersembahkan Karya ini untuk: Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus Bapak dan Ibu kutercinta Kakak2ku Mba’ Laras, Mba’ Arum, dan Mas’ Nunu, Mas’ Tito,dan Mas’Darsono MOTTOSetidaknya ada satu hal yang kita ketahui dari pengalaman selama bertahun-tahun, yakni bahwa belajar sambil tidur tidak akan berhasil. Sebab kesombongan diri adalah kuman yang mematikan: dengan perlahan ia akan menggerogoti kebijaksanaan dan menjauhkan orang dari perbuatan baik.

KATA PENGANTAR

  Dosen dan karyawan Program Studi Pendidikan Akuntansi, terimakasih untuk ilmu dan pengetahuan serta bantuan yang telah penulis dapatkan selamabelajar di Universitas Sanata Dharma; 9. Seluruh Staf Pengajar di SMK BOPKRI 1 Yogyakarta dan SMK KoperasiYogyakarta yang telah membantu kelancaran dalam pelaksanaan penelitian; 11.

DAFTAR LAMPIRAN

HALLampiran 1 Kuesioner Penelitian 98 Lampiran 2 Validitas dan Reliabilitas 108Lampiran 3 Data Induk Penelitian 119Lampiran 4 Perhitungan Mean, Median, Modus dan PAP Tipe II 124Lampiran 5 Uji Normalitas dan Uji Lenearitas 131Lampiran 6 Perhitungan Hipotesis 136Lampiran 7 Surat Ijin Penelitian 138

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal memiliki tujuan

  Kenyataannya, dari hasil penelitian yang dilakukan prestasi belajar yang didapatkan siswa cukup tinggi, hal ini dipengaruhi oleh motivasi belajardan disiplin belajar yang dimiliki siswa yang cukup tinggi pula serta lingkungan belajar yang mendukung proses belajar mengajar. Bagi Universitas Sanata DharmaDiharapkan dari penelitian ini memberikan tambahan informasi bagi penelitian selanjutnya dan memberi masukan dalam pemecahanmasalah terutama yang berkaitan dengan motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar dan bagi rekan-rekanmahasiswa Universitas Sanata Dharma diharapkan penelitian ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan bisa digunakan sebagai tambahanreferensi jika hendak melakukan penelitian yang serupa.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. TINJAUAN TEORITIK

1. Pengertian Belajar

  Selanjutnya Muhibbin Syah (1995:91), mengemukakan bahwa belajar merupakan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetapsebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan kognitif. Prosesmembangun makna tersebut dapat dilakukan sendiri oleh siswa atau Dari pendapat di atas dapat kita simpulkan bahwa belajar dalam arti luas adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untukmemperoleh perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dalam lingkungan.

2. Pengertian Prestasi Belajar

  Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dari suatu kegiatan atau usaha yang dapatmemberikan kepuasan emosional, dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu. 1) Faktor dari dalamKondisi psikologi yaitu beberapa faktor psikologi yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah :a) Kecerdasan Semakin individu itu mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi maka belajar yang dilakukannya akan semakinmudah dan cepat.sebaliknya bila individu itu mempunyai kecerdasan yang rendah maka belajarnya akan lambat danmengalami kesulitan belajar.

3. Pengertian Motivasi

  Ini semua dikarenakan adanya interaksi antara motivasi belajar dan sikap disiplin belajar yang berhubungan antarakeduanya yang dapat meningkatkan cara siswa dalam belajar yang lebih aktif. Upaya untuk menumbuhkan kedisiplinan dan motivasi belajar tidak terlepas dari peran aktif guru dan lembaga di sekolah yang didukungdengan adanya tata tertib sekolah serta peran serta orang tua dan keluarga di rumah agar selalu menanamkan dan menumbuhkembangkan sikapkepada anak didiknya yakni dengan senantiasa menerapkan sikap disiplin dalam belajar dan memotivasi siswa agar rajin belajar sehinggamendapakan hasil belajar yang lebih baik.

4. Displin Belajar

  Dari fungsi-fungsi disiplin yang sudah disebutkan diatas dapat penulis simpulkan sebagai berikut:1) Untuk kelancaran proses belajar mengajar Dengan berdisiplin anak merasa aman dan tidak merasa terganggu oleh teman, dan ini berarti mereka menyadari bahwaberhasil tidaknya disiplin adalah untuk mereka sendiri.2) Mendidik dan melatih siswa dalam hidup bermasyarakat/ sosialisasi. Faktor ini dapat mempengaruhi disiplin seseorang, sebagai contoh pelajar yang memilikiperalatan lengkap dalam belajar, lebih memiliki jiwa disiplin dibandingkan dengan pelajar yang mempunyaiperalatan yang kurang lengkap.(2) Lingkungan Lingkungan merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam membantu meningkatkan disiplinbelajar.

5. Lingkungan Belajar

  3) Lingkungan BuatanDisamping lingkungan sosial dan lingkungan alam yang sifatnya alami, ada juga yang disebut lingkungan buatan yakni,lingkungan yang sengaja diciptakan atau dibangun manusia untuk tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Para guru yang selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik danmemperlihatkan suri teladan yang baik dan rajin khususnya dalam hal belajar, misalnya rajin membaca dan berdiskusi, dapat menjadidaya dorong yang positif bagi kegiatan belajar siswa (Muhibbin Syah, 0995:137).

B. KAJIAN HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN

  Beberapa penelitian sebelumnya, yamg meneliti tentang beberapa variabel (Motivasi Belajar, Disiplin Belajar,dan Lingkungan Belajar) yangberpengaruh terhadap prestasi belajar akuntansi siswa antara lain: Hasil penelitian Indrawati (2004) yang yang dilakukan di UniversitasSanata Dharma menunjukan ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasibelajar akuntansi siswa. Hasil penelitian fransiska Dian Wasitaningsih (2003) yang berjudulHubungan antara disiplin belajar, motivasi belajar dan perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa menunjukan hubungan yang positif dansignifikan antara disiplin belajar, motivasi belajar dan perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa.

C. KERANGKA BERPIKIR 1) Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa akuntansi

  Menurut Winkel (1987:93), motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis didalam dirisiswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar demi mencapai tujuan tertentu. Seorang siswa mempunyai motivasi belajar tinggi akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendalami materi pelajaran yang dipelajarisehingga prestasi yang dicapai juga maksimal.

2) Hubungan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar siswa akuntansi

3) Hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa akuntansi

  Disiplin belajar pada siswa diperlukan tingkat konsistensi dan kebiasaan yang teratur dalam prosesbelajar mengajar karena dalam belajar membutuhkan beberapa faktor salah Dari uaraian tentang lingkungan belajar diatas, dapat dipahami bahwa faktor lingkungan mempunyai peranan penting dalam prosesbelajar siswa. Dengan demikian, lingkungan belajar yang mendukung akan menjadikan prestasi belajar tinggi dan sebaliknya lingkungan yang kurangmendukung akan menjadikan prestasi belajar siswa akan rendah.

D. PERUMUSAN HIPOTESIS

  Hipotesis adalah sebuah kesimpulan sementara yang belum final dan masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis dalam pengertian inimerupakan perumusan jawaban atas dugaan sementara terhadap pernyataan yang diajukan dalam Rumusan Masalah, sehingga hipotesis iniharus di uji atau dibuktikan kebenarannya berdasarkan kerangka berpikir diatas melalui pengumpulan data dan analisa data.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Penelitian deskriptif dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang

  Dalam penelitian ini peneliti akan meneliti tentang hubungan antara motivasi belajar, disiplinbelajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa. Subyek PenelitianSubyek penelitian adalah bagian yang terlibat dalam penelitian dan yang terkait dalam penelitian.

2. Obyek Penelitian

  Obyek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi titik perhatian dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi obyekpenelitian adalah motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar.

D. POPULASI, SAMPEL DAN TEKNIK PENARIKAN SAMPEL 1

  Populasi adalah wilayah generalisasiyang terdiri obyek dan subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudianditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007:115). Pertimbangannya siswa kelas XII sudah beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya dalamwaktu yang cukup lama dan mereka sudah dapat menyesuaikan kondisi di lingkungan belajar tersebut dalam cara dan strategi belajarnya.

VARIABEL PENELITIAN DAN PENGUKURAN

1. Variabel Penelitian

  Sesuai dengan perumusan masalah yang ada dalam penelitian, maka yang menjadi variabel-variabel penelitian adalah sebagai berikut:a. Variabel Bebas (Independent Variable) Variabel bebas adalah himpunan sejumlah gejala yang mewakili berbagai aspek atau unsur yang berfungsi mempengaruhi ataumenentukan munculnya variabel lain yang disebut variabel terikat (Nawawi, 1994:50).

2. Pengukuran Variabel a

  Variabel bebas (independent variable)Pada penelititan ini semua variabel bebas akan diukur dengan menggunakan skala sikap dari Likert, yaitu suatu cara yang sistematisuntuk memberi skor dalam suatu kuesioner yang telah dibagikan. Ketaatan dan keteraturan 6 9 Rumah dalam belajar Tabel 3.4 Skor Item-item Pertanyaan Kuesioner Pernyataan Pernyataan Jawaban Positif Negatif (skor) (Skor) Selalu (S) 4 1 Sering (S) 3 2 Jarang (J) 2 3 Tidak Pernah (TP) 1 43) Variabel Lingkungan Belajar Tabel 3.5 Pengembangan Variabel Lingkungan Belajar Ke dalam Indikator-indikator Variabel Sub Variabel Indikator Item Item Positif Negatif Lingkungan 1.

2. Lingkungan

  Fasilitas yang 3 disediakan disekolah b. Tata tertib yang 2 dibuat olehmasyarakat Tabel 3.6 Skor Item-item Pertanyaan Kuesioner Pernyataan Pernyataan Jawaban Positif Negatif (skor) (Skor) A 4 1 B 3 2 C 2 3 D 1 4 b.

F. TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1

Teknik KuesionerTeknik kuesioner merupakan metode pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan tertulis kepada responden sebagai sampeluntuk mendap;atkan informasi dari responden.

2. Teknik Dokumentasi

Teknik dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan mencari data mengenai variabel yang berupa, surat kabar, majalah, catatandan sebagainya.

G. UJI INSTRUMEN PENELITIAN

1. Pengujian Validitas Kuesioner

  Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen (Suharsimi, 1993:136), yaitusebagai berikut: n XY − X Y( ) ( ) ∑ ∑ ∑ r =2222 n X − X n Y − Y( ) ( )∑ ∑ ∑ ∑ Keterangan : r = koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel YY = skor total itemX = skor item n = jumlah responden Besarnya nilai koefisien r dapat dihitung dengan menggunakan korelasi dengan signifikansi 5%. Berarti butir pertanyaan pertama sampai dengan kesembilan dan butir 11 dan butir 12 dari variabel motivasi belajardinyatakan sahih atau valid sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur yang tepat terhadap disiplin belajar.

2. Pengujian Reliabilitas Kuesioner

  Dari 11 butir pernyataan pada variabel disiplin belajar siswa diperoleh nilai 11 dengan membandingkan nilai koefisien alpha dengan 0,60. Untuk Variabel Lingkungan BelajarUji reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach dan dikerjakan dengan menggunakan program Special Program For Statistic Solution (SPSS) 17 for windows.

H. TEKNIK ANALISI DATA

  Agar kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang dari seharusnya, maka terlebihdahulu dilakukan uji persyaratan analisis. Pengujian prasyarat analisis mencakup uji normalitas dan uji linearitas.

1. Uji Persyaratan Analisis Korelasi a

  Pengujian NormalitasUji normalitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang terjaring berdistribusi normal, sehinggaanalisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan. Adapun rumus uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas sebagai berikut (Ghozali, 2002:36): D = maksimum F X − S X o i n i ( ) ( ) Keterangan:D = Deviasi maksimumF (X ) = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan o i S ( X ) = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi n i Bila probabilitas (p) yang diperoleh melalui perhitungan lebih besar dari taraf signifikan 5%, berarti sebaran data variabelnormal.

2 S = Varians tuna cocok yang dicari dengan cara

  Perumusan hipotesis Ho dan HaH : Tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara 01 motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansiH : Ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi a1 belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi2). Penarikan Kesimpulan a)Jika H diterima berarti bahwa tidak ada hubungan yangpositif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi siswab) Jika H a diterima berarti bahwa ada hubungan yang positif dansignifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi siswa Catatan: langkah seperti di atas juga dilakukan untuk pengujian hipotesis yang kedua dan ketiga.

B. Visi, Misi dan Tujuan SMK BOPKRI Yogyakarta

  Menyiapkan peserta didik agar dapat bekerja, baik mandiri atau sebagai tenaga kerja di dunia usaha/Industri, ulet dan gigihberkompetensi serta mampu mengembangkan sikap profesional sesuai bidang dan program keahliannya. Mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa melalui perluasan dan pemerataan layanan pendidikan di bidang akuntansi,multimedia, dan administrasi perkantoran yang berbasis budaya daerah.

C. Sistem Pendidikan SMK

  Sistem pendidikan yang digunakan di SMK BOPKRI 1 Yogyakarta adalah Pendidikan Sistem Ganda (PSG) 1. Membuat silabus dengan standar keahlian (bila telah mampu dan mungkin), bila belum siap maka acuannya adalah standarkompetensi yang ada pada buku dan kurikulum SMK d.

D. Kurikulum SMK

  Jika KD dan SK yang belum mencapai ketuntasan kurang lebih 4 mata pelajaran (selain syarat nomor 2 dan produktif danproduktif), maka siswa dinyatakan tidak layak naik kelas dan harus mengulang di kelas yang sama. Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMKBOPKRI I Yogyakarta Struktur dan muatan Kurikulum Tingkat Satuan PendidikanSMK BOPKRI I Yogyakarta yaitu mata pelajaran; muatan lokal; kegiatan pengembangan diri; pengaturan beban belajar, kenaikankelas dan kelulusan; penjurusan; pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.

E. Organisasi SMK BOPKRI 1

  Keberhasilan SMK BOPKRI I Yogyakarta dalam mengembangkan sistem pendidikannya tidak lepas dari struktur organisasi danmanajemennya, termasuk prinsip-prinsip yang melandasi struktur dan sistem organisasi dan manajemen tersebut. Oleh karena itu kepala sekolah sebagaipimpinan paling tinggi berusaha merecanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan sekolah sebaikmungkin.

1. Kepala Sekolah

  Kepala Sekolah SMK BOPKRI I yang sekarang dibantu oleh Wakil Keapala Sekolah, mempunyai tugas merencanakan,mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan pendidikandi sekolah ini denganperincian sebagai berikut :Mengatur proses belajar mengajar: a. Pelaksanaan ulangan / test / hasil evaluasi belajar untuk kenaikan kelas dan UNf.

2. Guru

  Dalam tugas kesiswaan, tugas guru adalah (1) menyusun program pembinaan kesiswaan atau OSIS; (2) melaksanakan bimbingan,pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah; (3) mengarahkandalam pemilihan pengurus OSIS; (4) membina pengurus OSIS dalam berorganisasi; (5) menyusun pembinaan siswa secaraberkala dan insidental dan (6) memilih calon penerima beasiswa bagi yang berbakat. Sebagai wali kelas, tugas guru adalah (1) menyusun laporan keadaan kelas pada akhir tahun ajaran; (2) membuat statistikbulanan siswa; (3) menyusun jadwal pelajaran siswa; (4) mencatatan jumlah kehadiran siswa mingguan dan bulanan; (5)pencatatan penerimaan uang SPP; (6) mengisi daftar nilai siswa; (7) mendata alamat siswa; (8) membuat catatan khusus mengenai siswa dan (9) mencatat mutasi siswa.

3. Kepala Tata Usaha

  Tugas kepala tata usaha adalah (1) membantu kepala sekolah dalam bidang administrasi ; (2) mengatur dan mengawasi tugas masing 4. 5.

6. Koordinator BK

Tugas koordinator BK adalah menyusun dan melaksanakan program bimbingan dan penyuluhan yang meliputi waktu kegiatan,metode bimbingan dan penyuluhan, peralatan dan biaya, teknik pengolahan data hasil bimbingan dan penyuluhan serta petugasbimbingan dan penyuluhan, koordinasi dengan wali kelas untuk bertanggungjawab dalam bidang pembinaan kesiswaan dan orang tua,menyusun dan melaksanakan program kerjasama dengan instansi lain yang relevan baik pemerintah maupun swasta, mengevaluasipelaksanaan B dan P, menyusun statistik hasil evaluasi B dan P dan memberikan saran serta pertimbangan pada siswa untuk memilihjurusan.

F. Sumber Daya Manusia SMK BOPKRI 1

  Sumber daya manusia yang ada meliputi: kepala sekolah, para guru, dan karyawan yang bekerja untuk SMK BOPKRI I Yogyakarta. Jumlah sumber daya yang ada sebanyak 36 orang, terdiri dari garu dan karyawan dengan rinciannya sebagai berikut: 1.

G. Siswa SMK BOPKRI 1 Yogyakarta

  Pada tahun pelajaran 2010/2011 jumlah kelas yang ada adalah 8 kelas dan siswa sebanyak 184 siswa terdiri dari 53 siswa laki-laki dan 131siswa perempuan. XIAdministrasiPerkantoran (AP) 1 4 17 SMK BOPKRI I mempunyai lingkungan fisik yang baik namun kurang ideal untuk tempat berlangsungnya proses belajar mengajar karenaberhadapan langsung dengan jalan raya sehingga suasananya menjadi bising dan berdekatan dengan swalayan dan rumah sakit, sehingga situasibelajar kurang optimal.

H. Kondisi Fisik dan Lingkungan Sekolah

  Halaman sekolah SMK BOPKRI I tidak begitu luas, bagian depan digunakan untuk upacara, kegiatan pramuka dan olahraga, serta tempatparkir kendaraan guru di bagian kanan gedung dan siswa di kiri gedung. Toilet bersifat permanen, untuk siswa ada 4 yaitu 2 untuk siswa putri, 2 untuk siswa putra dan 2 Toilet untuk guru.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Deskripsi data dalam penelitian ini memaparkan tentang harga

  Masidjo, 1991:46)Tabel 5.1 Interpretasi Penilaian Motivasi BelajarNo Skor Frekuensi (f)FrekuensiRelatif Penilaian 1 38 – 44 0% Sangat Tinggi2 33 – 37 3 13,64% Tinggi 3 30 – 32 10 45,45% Cukup Tinggi 4 27 – 292 9,09% Rendah 5 < 27 7 31,82% Sangat RendahJumlah 22 100% Dari tabel penelitian di atas diketahui bahwa motivasi belajar siswa yang masuk pada kategori sangat tinggi sebanyak 0%, kategori 2. < 82 6 27,27% Sangat RendahJumlah 22 100% Dari tabel distribusi di atas siswa yang mempunyai indeks prestasi kumulatif dengan kategori sangat tinggi sebanyak 40,90%,kategori tinggi sebanyak 4,54%, kategori sukup sebanyak 22,72%, kategori rendah sebanyak 4,54%, dan kategori sangat rendah sebanyak27,27%.

B. Analisis Data

  Berarti dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa distribusi datavariabel disiplin belajar (X ) tidak menyimpang dari distribusi 2 normal. Berarti dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa distribusi datavariabel prestasi belajar (Y) tidak menyimpang dari distribusi normal.

3 Dari tabel diatas diketahui bahwa F antara masing-

  Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansiDari hasil analisis data, diketahui bahwa hipotesis pertama yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara Hasil penelitian ini memberikan suatu masukan baik bagi siswa untuk senantiasa termotivasi dalam belajar, sehingga prestasibelajar yang sudah dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. Hasil ini sejalan dengan dengan penelitian Indrawati (Tahun 2004) dalam penelitiannya yang berjudul Hubungan Antara MotivasiBelajar, Disiplin Belajar, dan Lingkungan Belajar dengan PrestasiBelajar mahasiswa, menunjukkan bahwa motivasi belajar mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar, makahal ini memberikan suatu masukan bagi para siswa untuk senantiasa termotivasi dalam belajar, lebih rajin dalam belajar sehingga prestasi 2.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis yang telah dibahas pada Bab V maka dapat

  Kesimpulan ini mengandung arti bahwa pada umumnya siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi maka akan cenderung memilikiprestasi belajar yang tinggi, begitu pula sebaliknya siswa yang mempunyai motivasi yang rendah maka akan cenderung mempunyaiprestasi yang rendah. Kesimpulan ini mengandung arti bahwa pada umumnya siswa yang tinggal di lingkungan belajar yang mendukung akan cenderungmempunyai prestasi belajar yang tinggi, begitu pula sebaliknya siswa yang yang tinggal di lingkungan yang kurang mendukung, maka akancenderung mempunyai prestasi yang rendah.

DAFTAR PUSTAKA

  Hubungan antara motivasi belajar, disiplin belajar, dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa . Saya berharap Siswa/SiswiSMK BOPKRI 1 berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

INSTRUMEN PENELITIAN

1. Kuesioner Motivasi Belajar No Pertanyaan S S J TP

  1 Rajin belajar untuk memperoleh hasil yang memuaskan. 3 Puas dengan prestasi belajar sebelumnya, sehingga tidak perlu ada usahapeningkatan prestasi lagi.

2. Kuesioner Disiplin Belajar No Pertanyaan S S J TP 1 Belajar minimal 2 jam setiap hari

  6 Jadwal belajar dirumah, terpasang dengan baik. 11 Lingkungan belajar di sekolah mendukung 12 Memperhatikan, ketika guru menjelaskan materi pelajaran.

3. Kuesioner Lingkungan Sosial

A. Lingkungan Keluarga 1

  Orang tua saya memberikan dorongan dan motivasi untuk belajar…. Penerangan untuk belajar yang saya gunakan….

b. Ruang Belajar Bersama

c. 10 watt b. 20 watt d. 5 watt 7. Kondisi ruangan belajar …

9. Kesempatan mengerjakan tugas di rumah…

  a. Ada waktu c.

b. Cukup Ada Waktu

  Tidak ada Waktu 10. Kesempatan mengulang lagi materi pelajaran ketika sudah sampai di rumah….

B. Lingkungan Sekolah 1

  Proses belajar mengajar di kelas…. Kondisi media belajar di kelas seperti papan tulis, meja, kursi….

7. Guru datang tepat waktu di sekolah…

  Hubungan para guru dengan para siswa di sekolah…. Bagaimana suasana lingkungan sekolah ….

C. Lingkungan Masyarakat 1. Jam belajar masyarakat berlaku pada…

  Suasana belajar yang diciptakan dalam masyarakat…. Fasilitas untuk kegiatan belajar dalam masyarakat tersedia dengan lengkap….

DAFTAR NILAI RAPORT NILAI NO NAMA RAPORT

  Lingkungan BelajarBerdasarkan skor yang ada pada data penelitian maka penulis mengelompokkan lingkungan belajar siswa dalam kategori: sangat positif,positif, cukup positif, negatif, dan sangat negatif. Prestasi BelajarBerdasarkan skor yang ada pada data penelitian maka penulis mengelompokkan prestasi belajar siswa dalam kategori: sangat positif,positif, cukup positif, negatif, dan sangat negatif.

1. Uji Normalitas

a. Output Variabel Motivasi Belajar

  One-Sample Kolmogorov-Smirnov TestPrestasi Skor_Motivasi N 22 22 Normal Mean a,,b 85.09 29.32 Parameters Std. Output Variabel Disiplin BelajarOne-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Prestasi Skor_disiplin N 22 22 Normal Mean a,,b 85.09 31.36 Parameters Std.

c. Output Variabel Lingkungan Belajar

  Prestasi * Skor_MotivasiBetween Groups (Combined) 156.518 8 19.565 1.388 .288 Linearity 119.296 1 119.296 8.461 .012 Deviation from Linearity 37.2227 5.317 .377 .900 Within Groups 183.300 13 14.100 Total 339.818 21 b. Output Variabel Disiplin Belajar ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig.

2. Uji Linearitas

  Prestasi * Between Groups (Combined) 262.818 15 17.521 1.365 .369 Skor_lingkLinearity 65.364 1 65.364 5.093 .065 Deviation from Linearity 197.454 14 14.104 1.099 .484 Within Groups 77.0006 12.833 Total 339.818 21        Lampiran 6:Perhitungan Hipotesis Uji Hipotesis Output Motivasi Belajar, Disiplin Belajar, dan Lingkungan Belajar CorrelationsSkor_motivasi Skor_disiplin Skor_lingkungan Prestasi ** ** ** Skor_motivasi Pearson Correlation 1 .855 .623 .593 Sig. (2-tailed) .002 .000 .041N 22 ** * * 22 22 22 Prestasi Pearson Correlation .593 .530 .439 1 Sig.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara kemandirian belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa studi kasus pada siswa SMK 7 Yogyakarta.
0
1
87
Hubungan antara motivasi belajar disiplin belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa : studi kasus pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jepara tahun ajaran 2013/2014.
0
4
191
Hubungan antara kemandirian belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi siswa studi kasus pada siswa SMK 7 Yogyakarta
0
0
85
Hubungan antara motivasi belajar siswa dan lingkungan belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi : studi kasus SMK Kristen 2 Klaten.
0
0
2
Hubungan antara persepsi siswa terhadap profesionalisme guru, kedisiplinan dan motivasi belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi : studi kasus SMA BOPKRI II Yogyakarta.
0
0
144
Hubungan antara lingkungan belajar, kemandirian belajar, motivasi belajar dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi
2
7
199
Hubungan antara lingkungan belajar mahasiswa, motivasi belajar, dan disiplin belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa
0
0
142
Hubungan Lingkungan Belajar dan Motivasi Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Akademi Kebidanan Berlian Nusantara Magetan BAB 0
0
0
9
Hubungan Lingkungan Belajar Dan Pemanfaatan Perpustakaan Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa cover
0
0
14
Hubungan Antara Fasilitas Belajar Dan Kompetensi Dosen Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa 000010
0
0
1
Dhevita Sulistya Murti R0107064
0
0
60
HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR, JUMLAH JAM BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI
0
1
126
HUBUNGAN KEDISIPLINAN BELAJAR, JUMLAH JAM BELAJAR, DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI
0
1
209
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR, DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA
0
0
160
HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN GURU AKUNTANSI, FASILITAS BELAJAR, DAN MOTIVASI BELAJAR AKUNTANSI DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI
0
3
124
Show more