Analisis perkembangan dan prospek penerimaan pajak penghasilan di Kabupaten Mimika Papua : studi kasus di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika.

Gratis

2
21
133
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

“Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai padaakhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalamapa yang dijanjikan Allah.” (Ibrani 5:11-12) Kupersembahkan untuk : Tuhan Yesus Kristus yang DahsyatMama Yenny dan Papa Buang Salakory Tersayang Kak Yessy, kak Wilson, kak Marlin yang senantiasa mendukung EYE (Desy dan Delvi), KODOK (Dian, Riya, Siska, Ayu, Joan) Nehemia yang terkasihKeluarga besar Universitas Sanata Dharma

KATA PENGANTAR

  Bapak Hisbullah, selaku kepala KPP Pratama Timika yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian dan segenap pegawai kantor KPP PratamaTimika yang telah banyak membantu pemerolehan data yang dibutuhkan. Mama dan Papa yang penuh cinta dan perhatian telah mendidik dan membesarkanku, yang sangat peduli akan pendidikanku, yang dengan setiamendoakanku, berkorban untukku, dan senantiasa mengasihiku.

16. My Lovely Jessen, Juvi, Juon (3J) buat kesetiaan kalian menemaniku selama ini

  80 Gambar 5 Perkembangan Pajak Penghasilan dan Hasil Peramalan Kabupaten Mimika tahun 2013 dan 2014 ............................. Analisis deskriptif digunakan untuk melihat perkembanganpenerimaan Pajak Penghasilan Kabupaten Mimika dari tahun 2008-2012, sedangkan analisis data kuantitatif dengan metode Jumlah Kuadrat Terkecildigunakan untuk meramalkan besarnya Pajak Penghasilan yang akan diterima KPP Pratama Timika pada tahun 2013 dan 2014.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara geografis, Kabupaten Mimika terletak pada 134

  Dari 26.508 orang yang mencari kerja, baru 897 orang yang Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang- undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal(kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Yang dimaksud dengan subjek pajak dalam negeri adalah (a) orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada diIndonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak beradadi Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia; (b) badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia.

B. Rumusan Masalah 1

  Bagaimana prospek penerimaan Pajak Penghasilan Kabupaten Mimika, Papua tahun 2013 dan 2014? Mengetahui perkembangan penerimaan Pajak Penghasilan Kabupaten Mimika tahun 2008-2012.

2. Mengetahui prospek penerimaan Pajak Penghasilan Kabupaten Mimika untuk tahun 2013 dan 2014

D. Manfaat Penelitian 1

  Melalui penelitian ini, peneliti ingin memberikan analisis mengenai perkembangan dan prospek penerimaan pajak di Kabupaten Mimika. b.

2. Kegunaan Praktis a

  Bagi KPP Pratama Timika, Papua Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh KPPPratama Timika, Papua sebagai bahan pertimbangan untuk melihat perkembangan penerimaan Pajak Penghasilan di Kabupaten Mimika,Papua dan sebagai acuan untuk melihat prospek perkembangan penerimaan pajak untuk tahun mendatang. Bagi Masyarakat Penelitian ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih memahami tentang penerimaan Pajak Penghasilan danmengetahui prospek penerimaan Pajak Penghasilan di Kabupaten Mimika, Papua.

E. Sistematika Penulisan

  BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan memaparkan jenis penelitian yang dilakukan, subjek penelitian, objek penelitian, waktu penelitian, lokasi penelitian,data, metode pengumpulan data, dan teknik analisis data. BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab ini akan memaparkan deskripsi data yang digunakan dalam penelitian, analisis data perkembangan penerimaan PajakPenghasilan dan analisis data peramalan penerimaan Pajak BAB VI PENUTUP Bab ini akan memaparkan kesimpulan analisis data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, keterbatasan penelitian, sertasaran yang diharapkan dapat berguna bagi pihak KPP Pratama Timika dan peneliti selanjutnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pajak 1. Pengertian Menurut Mardiasmo (2009: 1)

  28 Tahun 2007 Pasal 1 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan:Pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkanUndang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bentuk usaha tetap adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidak (seratus delapan puluh tiga) hari, dan badan yang tidak didirikan dan tidak berkedudukan di Indonesia untuk menjalankan usaha atau melakukankegiatan di Indonesia untuk menjalankan usaha.

3. Bukan Subjek Pajak

  Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat- pejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukankepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka dengan syarat bukan warga negara Indonesia dan di Indonesiatidak menerima atau memperoleh penghasilan di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut serta negara bersangkutan memberikanperlakuan timbal balik; c. Organisasi-organisasi internasional dengan syarat Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut dan tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain memberikanpinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota;d.

4. Objek Pajak

  Menurut ketentuan, objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baikyang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yangbersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun. 36Tahun 2008 Pasal 4 ayat (1), dikatakan bahwa pajak dikenakan atas setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajakdari manapun asalnya yang dapat dipergunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan Wajib Pajak tersebut.

5. Bukan Objek Pajak

  Bantuan atau sumbangan, termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima zakat yang berhak atausumbangan keagamaan yang sifatnya diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan olehpemerintah dan yang diterima oleh penerima sumbangan yang berhak, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan PeraturanPemerintah; b. Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan dariWajib Pajak atau pemerintah, kecuali yang diberikan oleh bukan WajibPajak, Wajib Pajak yang dikenakan pajak secara final atau Wajib Pajak yang menggunakan norma penghitungan khusus (deemed profit);f.

6. Wajib Pajak

  Perbedaan Wajib Pajak Dalam Negeri dan Wajib Pajak Luar Negeri Perbedaan yang penting antara Wajib Pajak Dalam Negeri dan Wajib Pajak Luar Negeri terletak dalam pemenuhan kewajiban pajaknya. Dalam hal penghasilan yang dapat dikenakan pajak, Wajib Pajak DalamNegeri, penghasilan yang akan dikenakan pajak merupakan penghasilan yang berasal atau diperoleh di Indonesia maupun yang diperoleh di luar Bagi Wajib Pajak Dalam Negeri, dalam hal Dasar Pengenaan Pajak(DPP) dikenai pajak berdasarkan penghasilan neto dengan tarif umum, sedangkan bagi Wajib Pajak Luar Negeri dikenai pajak berdasarkanpenghasilan bruto dengan tarif pajak sepadan.

8. Biaya-Biaya dan Kompensasi Kerugian a

  a) Cara untuk Menentukan Besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak Dalam NegeriTerdapat dua cara untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak Dalam Negeri, yaitu b) Penentuan Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak Dalam Negeri yang Menyelenggarakan PembukuanDalam Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008 Pasal 16 ayat (2), Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak orang pribadi dan badan dihitung dengan menggunakan normapenghitungan dan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dikurangi Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang berhak untuk tidak menyelenggarakan pembukuan, Penghasilan KenaPajaknya dihitung dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto.

9. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) a

  Dengan demikian, dalam menghitung Penghasilan Kena PajakWajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri, penghasilan bruto yang diperoleh Wajib Pajak tersebut selain dikurangi biaya yang bolehdikurangkan juga dikurangi lagi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Wajib Pajak yang mempunyai anggota keluarga keluarga sedarah (orang tua, anak kandung, saudara kandung) dan semenda(mertua, anak tiri) dalam garis keturunan lurus dan anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya diberikan tambahan PTKP untukpaling banyak tiga orang.

10. Tarif Pajak Penghasilan

  36Tahun 2008 Pasal 17 ayat (3) menjelaskan bahwa besarnya lapisanPenghasilan Kena Pajak untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dapat diubah disesuaikan dengan faktor penyesuaian, antara lain tingkatinflasi, yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.2) Tarif atas Penghasilan Berupa Dividen yang Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri Pasal 17 ayat (2c) Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008 menjelaskan bahwa Wajib Pajak Badan DalamNegeri yang berbentuk perseroan terbuka yang paling sedikit 40%(empat puluh persen) dari jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan di bursa efek di Indonesia dan memenuhipersyaratan tertentu lainnya dapat memperoleh tarif sebesar 5%(lima persen) lebih rendah dari pada tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan yang berlaku.

1. Menghitung PKP dari bagian peredaran bruto 2

  Untuk itu, penerimaan pajak yang merupakan salah satu komponen penerimaan dalam negeri harus ditingkatkan peranannya karenapajak merupakan sumber penerimaan utama yang merefleksikan praktik demokrasi yang paling mendasar, yaitu peran serta rakyat dalam ikutmembiayai negara dalam pemerintahannya. Subjek Pajak Orang Pribadi adalah orang yang bertempat tinggal atau Penerimaan pajak dalam negeri dapat diukur oleh beberapa hal, salah satunya adalah dengan melihat perkembangan Wajib Pajak dari tahun ketahun.

C. Time Series dan Forecasting (Peramalan)

  Menurut Sudjana (1989: 254), “Peramalan adalah memperkirakan besarnya atau jumlah sesuatu pada waktu yang akan datang berdasarkan data pada masa lampau yang dianalisis secara alamiah, khususnya menggunakan metode statistika. Analisis ini khususnya pada seasonal variation dapat diketahui faktor-faktor musim yang sangat mempengaruhi kegitan, sehingga untuk keperluan masa yang akan datang dapat diadakan penyesuaian dengan faktor musim ini.

D. Review Penelitian

  Nasution (2002) melakukan penelitian yang disusun dalam bentuk jurnal dengan judul “Analisis Potensi dan Pertumbuhan Penerimaan Pajak Penghasilan Di Indonesia Periode 1990-2000” dengan menggunakan beberapa alat ukur, yaitu Tax Ratio untuk menunjukkan jumlah penerimaan pajak yang dapat dipungut dari setiap rupiah pendapatannasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa NPWP Wajib PajakOrang Pribadi terdaftar, Surat Setoran Pajak yang diterima dan pencairan tunggakan secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadappenerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan studi kasus, yaitu penelitian secara

  rinci dan mendalam terhadap satu latar atau objek tertentu, yang dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan objek, dimana daridata tersebut dianalis dan ditarik kesimpulan, kesimpulan hanya berlaku secara spesifik pada permasalahan yang menjadi pusat penelitian. Peneliti melakukan analisis terlebih dahulu terhadap data dokumen yang telah diperoleh berkaitandengan penerimaan Pajak Penghasilan Kabupaten Mimika selama (5) lima tahun terakhir.

F. Data

  Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan Kabupaten Mimika, Papua dari tahun 2008-2012. Realisasi Penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan Badan Kabupaten Mimika dari tahun 2008-2012.

G. Metode Pengumpulan Data

  Terdapat dua teknik yang digunakan dalam melakukanpengumpulan data, yaitu: 1. Teknik Dokumentasi (Arsip) Jenis data yang dikumpulkan oleh peneliti merupakan data sekunder, yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti dariberbagai sumber yang telah ada.

2. Teknik Wawancara

  Teknik wawancara dilakukan setelah peneliti melakukan teknik pengumpulan data arsip. Teknik wawancara ini dilakukan secara personal,yaitu wawancara dilakukan langsung dengan melakukan tatap muka dengan narasumber atau pihak yang berkepentingan di KPP PratamaTimika, Papua.

H. Teknik Analisis 1

  Analisis Perkembangan Jumlah Wajib Pajak terhadap Penerimaan Pajak PenghasilanPeneliti melakukan analisis terhadap jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi dan jumlah Wajib Pajak Badan dengan jumlah penerimaan Pajak Penghasilan dalam rentang waktu yang sama. Analisis Perkembangan Pajak Penghasilan dari Tahun 2008-2012 Proses analisis yang ketiga adalah analisis terhadap penerimaanPajak Penghasilan itu sendiri dari tahun 2008-2012, dimana PajakPenghasilan itu sendiri dipisah menjadi tiga bagian yaitu PajakPenghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi (PPh WP-OP), PajakPenghasilan Wajib Pajak Badan (PPh WP-B), dan Pajak Penghasilan Pasal 21 (khusus karyawan).

2. Peramalan (forecasting) penerimaan pajak penghasilan tahun 2013 dan

  Peramalan penerimaan Pajak Penghasilan ini dilakukan karena peneliti ingin melihat seperti apa perkembangan penerimaan PajakPenghasilan untuk tahun yang telah ditentukan, yaitu tahun 2013 dan tahun 2014 dengan mengaitkan hasil ramalan tersebut dengan faktor-faktoryang mendukung penerimaan Pajak Penghasilan itu sendiri. Faktor internal ini adalah faktor- faktor yang berasal dari Pajak Penghasilan itu sendiri, yang terjadiseperti Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), Kondisi Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan, Peraturan dan Kebijakan Perpajakan.

B. Keadaan Geografis

  Ini berarti bahwa secara keseluruhan penduduk yang datang dan lahir lebih banyakjumlahnya dibandingkan dengan yang pergi dari Kabupaten Mimika atau dibandingkan dengan yang meninggal. Komposisi persentase agamayang dianut di Kabupaten Mimika adalah sebanyak 41,7% penduduk memeluk agama Kristen Protestan, 35,2% penduduk memeluk agama Islam, 23%penduduk memeluk agama Kristen Katholik dan dengan jumlah yang sama, yaitu 0,1% penduduk memeluk agama Hindu dan Budha.

I. Kesehatan

  Berdasarkan data-data yang bersumber dari Dinas Kesehatan, terdapat 27 orang tenaga dokter yang melayani kesehatan masyakart KabupatenMimika, di mana 22 orang merupakan tenaga dokter umum, dan 5 orang dokter gigi. KPP Sorong terpecah menjadi beberapa KPP KPP Timika pada akhir tahun 2008 karena terjadi modernisasi, mengalami perubahan nama menjadi KPP Pratama Timika yangmerupakan peleburan antara KPP Timika dan KPPBB Timika, dan pada tahun 2009 wilayah kerja KPP Pratama Timika menjadi KabupatenMimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Intan Jaya.

2. Visi dan Misi KPP Pratama Timika a. Visi

Menjadi Kantor Pelayanan Pajak Pratama dengan pelayanan terbaik di Indonesia melalui sumber daya manusia yang professional,berintegritas, inovatif, dan berkemampuan kerjasama yang baik.

b. Misi

Menghimpun penerimaan pajak di wilayah kerja KPP PratamaTimika yang diamanahkan berdasarkan undang-undang perpajakan dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak yang didukung sumber dayamanusia yang professional, berintegritas, inovatif, dan berkemampuan kerjasama yang baik.

3. Tujuan Strategis a

  Tercapainya target penerimaan pajak yang berkesinambungan b. Tercapainya peningkatan kepatuhan pajak KPP Pratama Timika yang Terlembaganya sistem dan manajemen SDM KPP Pratama Timika yang secara berkesinambungan menghasilkan SDM yang berintegritas, inovatif, dan berkemampuan kerjasama yang baik.

4. Tugas dan Fungsi Kantor Pelayanan Pajak

  KPP Pratama Timika memiliki tugas melaksanakan pelayanan melalui pengawasan administratif dan pemeriksaan dibidang perpajakanyang meliputi Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN),Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Tidak LangsungLainnya (PTLL), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea PerolehanHak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tabel 5.3 Perkembangan Wajib Pajak Orang Pribadi (WP-OP) dan Wajib Pajak Badan (WP-B) Tahun 2008-2012 WP-OP WP-B Tahun (Jiwa) (Unit) 2008 22.043 2.738 2009 30.578 3.1652010 35.003 3.602 2011 39.876 4.2572012 43.583 4.632 Sumber: KPP Pratama Timika Papua Perkembangan Wajib Pajak Orang Pribadi (WP-OP) di KabupatenMimika dari tahun 2008-2012 dapat dilihat terus mengalami peningkatan.

B. Analisis Data 1. Perkembangan Penerimaan Pajak Penghasilan dari Tahun 2008-2012

  Analisis ini dilakukan berdasarkan jenis PajakPenghasilan yang telah ditentukan, yaitu Pajak Penghasilan OrangPribadi, Pajak Penghasilan Badan, dan Pajak Penghasilan Pasal 21 Khusus Karyawan. Ketiga, analisis tren akan dilakukan untuk melihat perkembangan penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 KhususKaryawan tahun 2008-2012.

a. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja dengan Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi dan Jumlah Unit Badan Usaha dan Wajib Pajak Badan

  Pajak Penghasilan yang digunakan dalam penelitiankali ini adalah Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib Pajak Pasal 21 Khusus Karyawan. Pada tahun 2008 saat KPP Pratama 30,000 35,00040,000 45,00050,000 2008 2009 2010 2011 2012 WP-OP TK Kedua adalah perbandingan terhadap perkembangan jumlah badan usaha yang ada di Kabupaten Mimika dengan jumlah Wajib 5,000 4,5004,000 3,5003,000 WP-B 2,5002,000 Badan Usaha 1,5001,000 500 Gambar 3 Perkembangan Badan Usaha dan Wajib Pajak Badan Gambar di atas menunjukkan perkembangan badan usaha yang ada di Kabupaten Mimika dalam 5 tahun terakhir, dari tahun 2008-2012.

b. Perkembangan Jumlah Wajib Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan

  Tingkat pertumbuhan Wajib Pajak Orang Pribadi tahun 2009 sebesar38,71%, dan setiap tahunnya naik 14,47% pada tahun 2010, 13,92% pada tahun 2011 dan 9,29% pada tahun 2012. Realisasi penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi ini menunjukkan bahwa penerimaan Pajak Penghasilan yang telahdirencanakan oleh KPP Pratama Timika belum tercapai seperti yang diharapkan.

c. Perkembangan Pajak Penghasilan dari Tahun 2008-2012

  Penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Berdasarkan tabel 5.6 tentang menghitung tren penerimaanPajak Penghasilan Orang Pribadi, Persamaan yang akan digunakan untuk menghitung penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi yangdiramalkan adalah:Dengan menggunakan nilai X pada tabel 5.13, maka:Penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Tahun 2013Berdasarkan perhitungan, maka diramalkan pada tahun 2013, penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi sebesarRp1.895.956.000. Penerimaan Pajak Penghasilan Badan Berdasarkan tabel 5.7 tentang menghitung tren penerimaanPajak Penghasilan Badan, persamaan yang akan digunakan untuk menghitung penerimaan Pajak Penghasilan Badan yang diramalkanadalah: Dengan menggunakan nilai X pada tabel 5.13, maka:Penerimaan Pajak Penghasilan Badan Tahun 2013 Berdasarkan perhitungan, maka diramalkan pada tahun 2013, penerimaan Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp16.558.491.000.

C. Pembahasan 1. Perkembangan Penerimaan Pajak Penghasilan dari Tahun 2008-2012

  Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada Wajib Pajak mengenaikewajiban perpajakannya dan menciptakan komunikasi yang baik antara Wajib Pajak dengan Pemerintah yang diwakili oleh KPPPratama Timika. Peningkatan yang cukup signifikan terjadi di tahun 2011 dengan total penerimaan Rp704.144.005.110, dimana naik 43% dari penerimaan tahun McMoran Copper, Inc., namun hal itu tidak lagi menjadi Kendala berarti bagi KPP Pratama Timika karena KPP Pratama Timika telah memberikanpenyuluhan (sosialisasi) dan program-program lainnya kepada wajib pajak, sehingga kesadaran dan kepatuhan akan kewajiban perpajakannyatidak terhambat dengan adanya masalah eksternal.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan: 1. Penerimaan Pajak Penghasilan Kabupaten Mimika mengalami peningkatan dari tahun 2008-2012

  Peningkatan Wajib Pajak Orang Pribadi tidak didukung dengan meningkatnya penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi setiaptahunnya. yang merupakan salah satu perusahaan tambang emas terbesar di dunia menjadi sumber penerimaan PajakPenghasilan terbesar di Kabupaten Mimika Papua.

4. Peningkatan penerimaan Pajak Penghasilan (baik Pajak Penghasilan

5. Peramalan penerimaan Pajak Penghasilan tahun 2013 dan 2014 menggunakan model Time Series dengan metode jumlah kuadrat terkecil

  Orang Pribadi, Pajak Penghasilan Badan dan Pajak Penghasilan Pasal 21Khusus Karyawan) tidak lepas dari usaha KPP Pratama Timika yang terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan Wajib Pajak. Penerimaan Pajak Penghasilan di Kabupaten Mimika tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan Wajib Pajak dan dari pajak itu sendiri,melainkan dipengaruhi juga oleh faktor eksternal atau faktor yang berasal dari luar pajak, yaitu faktor keamanan, kinerja dari Freeport McMoranCopper yang adalah sumber pajak terbesar di kabupaten ini, serta pelayanan dari KPP Pratama itu sendiri.

B. Saran 1

  Berdasarkan permasalahan yang menyebabkan terjadinya penurunan penerimaan Pajak Penghasilan di Kabupaten Mimika, maka untuk meningkatkan penerimaan Pajak Penghasilan, KPP Pratama Timika dapatbekerja sama dengan pihak eksternal yang ada di Kabupaten Mimika, yaitu pemerintah daerah dan pihak keamanan. Hal ini dimaksudkan agardapat terciptanya keamanan dan kestabilan perekonomian di kabupaten ini.

2. Rencana penerimaan Pajak Penghasilan yang ditetapkan oleh KPP

  Sebaiknya, rencana penerimaan Pajak Penghasilan yang ditetapkan dapat disesuaikan dengan realisasi penerimaan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar ketikadinilai kinerja dari KPP Pratama Timika, maka dapat dilihat bahwa kinerja KPP Pratama Timika dari tahun ke tahun semakin baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Analisis Potensi dan Pertumbuhan PenerimaanPajak Penghasilan (PPh) di Solo, Jawa Tengah Antara Sebelum dan Setelah Era Otonomi Daerah. Analisis Potensi dan Pertumbuhan Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia 1990-2000.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh reformasi administrasi perpajakan, pengetahuan dasar wajib pajak tentang perpajakan, dan kesadran perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak : studi empiris Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Wilayah Jakarta Selatan
3
18
146
Dampak penerapan undang-undang no.36 tahun 2008 tantang pajak penghasilan terhadap jumlah wajib pajak dan penerimaan pajak
1
9
116
Analisis pengaruh tingkat kepatuhan wajib pajak hotel dan restoran terhadap penerimaan pajak daerah : studi kasus pada suku dinas pendapatan daerah Jakarta Pusat I
24
79
100
Pengaruh kualitas sistem informasi SPT terhadap peningkatan kepuasan wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Merauke
0
5
1
Pengaruh kepatuhan wajib pajak terhadap penerimaan pajak dan implikasinya pada pertumbuhan ekonomi : (studi kasus pada KPP Pratama di Kanwil Jabar I)
1
27
61
Tinjauan atas penerimaan pajak penghasilan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bandung Cicadas
1
9
48
Pengawasan pembayaran masa pajak penghasilan (PPh) Badan terhadap penerimaan di Kantor Pelayanan Pajak Bogor
0
5
59
Tinjauan Atas Prosedur Perekaman Pajak penghasilan Pasal 23 Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwakarta
2
11
28
Pengaruh keberatan dan pengurangan pajak bumi dan bangunan terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan pada Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bagunan Purwokerto
1
7
52
Pengaruh penetapan pajak penghasilan pasal 21 terhadap pencatatan gaji pegawai Kantor Pelayanan Pajak Bandung Karees
0
6
49
Pengaruh kebijakan pajak dan self assesment system terhadap kepatuhan pajak : (studi kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cimahi)
3
29
130
Prosedur pengolahan SPT masa PPh Pasal 25 Badan dan peranannya terhadap peningkatan penerimaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Purwakarta
0
2
51
Tinjauan terhadap penerimaan pajka penghasilan Pasal 21 pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Karees
0
8
68
Pengaruh self assesment system dan penagihan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak : (survey pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Bojonegara)
10
128
73
Pengaruh penagihan pajak penghasilan terhadap (PPh) terhadap pendapatan pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Bandung Karees
0
2
63
Show more