UJI RELIABILITAS INSTRUMEN INTERNET ADDICTION TEST DAN PREVALENS KECANDUAN INTERNET PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA DENPASAR.

Gratis

11
24
37
2 years ago
Preview
Full text

TESIS UJI RELIABILITAS INSTRUMEN INTERNET ADDICTION TEST DAN PREVALENS KECANDUAN

  195607071982111 001Mengetahui Ketua Program Studi Ilmu Biomedik DirekturProgram Pascasarjana Program PascasarjanaUniversitas Udayana, Universitas Udayana, Dr. S(K) Tesis ini Telah Diuji padaTanggal 26 Januari 2016 Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas UdayanaDengan Nomor: 1585/UN14.4/HK/2016 Tertanggal 2016Ketua : Prof.dr.

NIP. 195805211985031002 NIP. 195902151985102001

  Tesis ini Telah Diuji padaTanggal 26 Januari 2016 Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas UdayanaDengan Nomor: 1585/UN14.4/HK/2016 Tertanggal 2016Ketua : Prof.dr. I Gede Raka Widiana, Sp.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS UDAYANA PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM MAGISTER ILMU BIOMEDIK

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

  Ni Nyoman Dania Meirianitha NIM : 1014018103Program Studi : Magister Ilmu Biomedik (Combine Dengan ini menyatakan bahwa karya ilmiah tesis ini bebas plagiat. 17 tahun 2010 dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

UCAPAN TERIMA KASIH

  Penelitian ini dilakukan untuk menentukan reliabilitas instrumen internet addiction test (IAT) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan menentukan angka prevalens kecanduan internet pada pelajar sekolah menengah pertama di kota Denpasar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa instrumen internet addiction test (IAT) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini reliabel dan dapat digunakan sebagai alat skrining untuk mengukur tingkat ketergantungan internet dengan cepat dan mudah.

3.2 Kerangka Teori……………………………………………………….

28 5.1 Tingkat ketergantungan internet........................................................... 44

DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG

  63 Lampiran 3 Rekomendasi Penelitian dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar.......................................................... 69 Lampiran 6 Internet Addiction Test yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia......................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Penelitian serupa juga dilakukan olehJohansson dan Gotestam dengan menggunakan Young Diagnostic Questionnaire(YDQ) untuk mempelajari kecanduan internet pada remaja di Norwegia, dan mereka Di Indonesia, perkiraan jumlah pengguna internet oleh Asosiasi PenyelenggaraJasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 1998 adalah 512 ribu orang, 25 juta orang pada tahun 2007 dan terus bertambah hingga kira-kira 82 juta orang pada tahun 2014(Pangerapan, 2015). Berdasar masih sedikitnya penelitian yang berhubungan dengan hal tersebut terutama di Indonesia khususnya di Denpasar, maka timbul suatu pemikiran untukmemberikan suatu tambahan data tentang prevalens kecanduan internet pada pelajar sekolah menengah pertama yang menggunakan internet di Denpasar.

1.2 Rumusan Masalah

  1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan atas latar belakang dan rumusan masalah tersebut di atas, maka dirumuskanlah tujuan penelitian sebagai berikut 1.3.1 Tujuan umumMelakukan uji reliabilitas terhadap instrumen internet addiction test (IAT) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan mengetahui prevalens kecanduaninternet pada pelajar sekolah menengah pertama pengguna internet di Denpasar. Untuk mengetahui reliabilitas instrumen internet addiction test (IAT) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada pelajar sekolahmenengah pertama pengguna internet di Denpasar.

1.5 Manfaat

  Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1.5.1 Manfaat Bidang AkademikAdanya instrumen untuk deteksi kecanduan internet yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini diharapkan dapat menjadi tambahan informasi ilmiahdalam bidang Tumbuh Kembang Anak. Manfaat PraktisDengan adanya instrumen internet addiction test (IAT) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini, dapat dipakai sebagai alat deteksi dini kecanduaninternet pada remaja dengan harapan dapat dicapai tumbuh kembang yang optimal nantinya saat terbentuk individu dewasa.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

  2.1 Pendahuluan Ledakan pertumbuhan dari penggunaan internet di seluruh dunia diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan manfaat positif yang ditawarkan oleh internetdalam pendidikan, pekerjaan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari (Mythily dkk.,2008), namun di sisi lain akan diikuti meningkatnya kewaspadaan terhadap efek negatif internet bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak (Ybarra dkk., 2006). Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan perilaku kecanduan internet adalah pola penggunaan internet yang maladaptif, yang menghasilkan perusakan secara klinis yang terwujudkan dalam tiga bulan atau lebih kriteria Internet addiction disorder, yang terjadi kapan pun selama 12 bulan yang sama (Goldberg, 1996).

2.3 Patofisiologi Kecanduan Internet

  a.)Pornografi Data memperlihatkan bahwa lebih dari 60% penderita yang mencari terapi untuk masalah kecanduan internet menyatakan dirinya terlibat pada pornografi ataumembicaraan seksual di media daring yang eksplisit (Brenner, 1997). c.)Jejaring Sosial Internet Program internet yang bersifat netral namun sering menjerat adalah jejaring sosial di internet (Fu dkk., 2010), sekitar 62,5 % pengguna aktif internet di seluruh dunia yangberusia 16 hingga 54 tahun memiliki profil diri mereka di jejaring sosial internet (Griffiths, 1996).

2.4 Neurofisiologi Kecanduan Internet

  Lengkung fronto-striatal mencakup lengkung yang lebihbersifat kognitif, terutama menghubungkan nukleus kaudatus dan putamen dengan bagian dorsolateral dari korteks prefrontal (melalui thalamus) dan lengkung limbikyang menghubungkan struktur limbik seperti amigdala dan struktur yang terkait dengan aspek motivasi perilaku seperti nukleus accumbens dengan orbitofrontal danbagian ventromedial daerah otak prefrontal (Alexander dan Crutcher, 1990). Penelitian tentang permainan dadu pada perilaku judi patologis berhubungan dengan integritas prefrontal (Labudda dkk., 2008) dan fungsi eksekutif (Brand dkk.,2006), serupa dengan hasil penelitian tersebut, maka pasien-pasien yang mengalami kecanduan internet akan mengalami penurunan kontrol prefrontal dan fungsieksekutif lainnya.

2.5 Tipe Kecanduan Internet

  Teman daring menjadi lebih penting bagi individu dalam kehidupannya nyatanya termasuk keluarga dan teman-teman lain(Li dan Chung, 2006), hal ini akan menimbulkan ketidakharmonisan rumah tangga dan gangguan dalam perkawinan (Yellowless dan Marks, 2007). Pada tahun1980-an, permainan di komputer seperti Solitaire dan Minesweeper diprogram untuk setiap komputer dan penelitian menunjukkan bahwa bermain permainankomputer yang terus menerus menimbulkan masalah dalam lingkungan organisasi karena pekerja menghabiskan sebagian hari kerjanya untuk bermain dibandingkanbekerja.

2.6 Gejala Kecanduan Internet

  Penelitian terdahulu (Beard dan Wolf, 2001; Goldberg, 1995; Neumann, 1998;Soule dkk., 2003; Stanton, 2002; Young, 1998) telah mengidentifikasi gejala-gejala kecanduan internet dan mengelompokkannya dalam 3 kelompok yaitu tingkah laku,fisik dan mental, serta efek sosial. Kepuasan yang diperoleh dari penggunaan internet secara terus menerus dalam jumlah waktu yang sama akan menurun secara mencolok, dan untuk memperolehpengaruh yang sama kuatnya seperti yang sebelumnya, maka pemakai secara berangsur-angsur harus meningkatkan jumlah pemakaian agar tidak terjadi toleransi.

2.7 Menegakkan Diagnosis Kecanduan Internet

  Terdapat banyak alat ukur yang berbeda-beda untuk mendiagnosis masalah kecanduan internet, namun hanya beberapa alat ukur yang sesuai standard (Beard,2005; Patriarca dkk., 2009). Goldberg adalah peneliti pertama yang fokus pada tingkat kecanduan dan potensi ketergantungan terhadap penggunaan internet (Goldberg, 1995).

2.8 Instrumen Internet Addiction Test (IAT)

  Kuesioner tersebut akan mengukur ciri-ciri dan perilaku yang berhubungan dengan pemakaian internet yang kompulsif yang mencakupderajat kompulsifnya, perilaku pelarian diri, dan ketergantungan (Young, 2009). Skor yang tinggi berhubungan dengan kurangnya pengendalian diri mengindikasikan bahwa responden mempunyai kesulitan dalam mengaturwaktunya dalam berinternet, seringkali berinternet lebih lama dari yang ia rencanakan sebelumnya, dan orang lain mungkin mengeluhkan mengenaiperilakunya yang menghabiskan banyak waktu untuk internet.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (37 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

PANDUAN PENILAIAN UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP
0
11
74
PENGARUH EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) TERHADAP MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KOTA BANDAR LAMPUNG
0
7
4
PENGARUH EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) TERHADAP MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KOTA BANDAR LAMPUNG
0
5
4
PELAKSANAAN DESENTRALISASI PENDIDIKAN PADA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
0
3
63
BENTUK, TIPOLOGI, DAN DAMPAK BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (STUDI PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN BUMI NABUNG, KABUPATEN LAMPUNG TENGAH)
5
42
92
MENENTUKAN HUBUNGAN ANTARA GENDER, SIKAP MATEMATIKA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA: UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN Fitriati
0
0
12
MANAJEMEN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 SAMBAS
1
0
14
PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
0
0
10
PENGEMBANGAN INSTRUMEN UNTUK MENGUKUR DISPOSISI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH
0
0
12
PENGELOLAAN SEKOLAH ADIWIYATA OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 02 NGABANG
2
8
17
PERBEDAAN KECENDERUNGAN KECANDUAN INTERNET DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT- EKSTROVERT DAN JENIS KELAMIN
1
1
15
PEDOMAN PEMINATAN PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2017 KATA PENGANTAR - PEDOMAN PEMINATAN PADA SMP_Thya_1122017
1
2
187
JARINGAN KOMPUTER DAN INTERNET
0
0
42
1 HUBUNGAN KECANDUAN INTERNET DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMA KRISTEN 1 TOMOHON
0
1
8
LAMPIRAN A UJI DAYA BEDA DAN RELIABILITAS
0
0
29
Show more