Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi perkalian berbasis metode Montessori.

Gratis

1
3
262
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kata kunci: penelitian dan pengembangan, Metode Montessori, alat peraga perkalian, matematikaSiswa Sekolah Dasar (SD) mengembangkan kemampuan berpikir ketika dihadapkan langsung dengan objek dan aktivitas konkret, salah satunya dengan menggunakan alat peraga. Kata kunci: penelitian dan pengembangan, Metode Montessori, alat peraga perkalian, matematikaSiswa Sekolah Dasar (SD) mengembangkan kemampuan berpikir ketika dihadapkan langsung dengan objek dan aktivitas konkret, salah satunya denganmenggunakan alat peraga.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Kata kunci: penelitian dan pengembangan, Metode Montessori, alat peraga perkalian, matematikaSiswa Sekolah Dasar (SD) mengembangkan kemampuan berpikir ketika dihadapkan langsung dengan objek dan aktivitas konkret, salah satunya denganmenggunakan alat peraga. Oleh karena itu dapat disimpulkanbahwa alat peraga papan perkalian sudah layak digunakan dan dapat melalui tahap uji coba yang lebih luas.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunianya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judulPengembangan Alat Peraga Pembelajaran Matematika SD Materi PerkalianBerbasis Metode Montessori sesuai dengan waktu yang diharapkan. selaku guru kelas II SD KanisiusKumendaman yang telah memberikan waktu dan bantuan yang bermanfaat bagi peneliti.

DAFTAR GRAFIK

  2.4 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Siswa oleh Ahli [23] 2.5 Hasil Uji Keterbacaan Kuesioner Analisis Kebutuhan oleh Siswa SD Setara ................................................................................................................................ [29] 2.6 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan yang Diisi oleh Guru SD Penelitian [35] 2.7 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan yang Diisi oleh Siswa SD Penelitian ................................................................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini dijelaskan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian

manfaat penelitian, spesifikasi produk yang dikembangkan, dan definisi operasional.

1.1 Latar Belakang

  Melihat begitu pentingnya penggunaan alat peraga seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, keberadaan dari alat peraga khususnya di Sekolah Dasar 4sebagai pendidik juga dapat membuat sendiri alat peraga yang hendak digunakan. Berdasarkan sumber yang peneliti dapat dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru kelas II SD Kanisius Kumendaman Yogyakarta pada tanggal 18 Juli2014, diperoleh informasi bahwa siswa di kelas II mengalami kesulitan dalam mata pelajaran matematika yang berkaitan dengan materi perkalian.

1.5 Spesifikasi Produk

  8Produk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah papan perkalian yang berbasis metode Montessori dan dilengkapi dengan album alat peraga. 9Komponen lainnya dari alat peraga ini adalah kotak manik-manik yang berukuran 26cm x 7cm, sedangkan tempat kartu soal dengan alas berbentukpersegi panjang dengan ukuran 11cm x 13cm dan untuk samping berbentuk trapezium siku-siku dengan ukuran depan 3,8cm dan belakang 7,2cm.

1.6 Definisi Operasional

  1.6.2 Album alat peraga penjumlahan dan pengurangan Montessori adalah buku panduan yang berisi materi pembelajaran, tema pembelajaran, nama alat peraga,tujuan pembelajaran, dan presentasi penggunaan alat peraga, serta beberapa latihan soal. 1.6.6 Alat peraga perkalian berbasis metode Montessori yang bersifat kontekstual adalah alat peraga perkalian yang mengadaptasi alat peraga Montessori dandikembangkan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar.

BAB 2 LANDASAN TEORI Bab II yang berupa landasan teori ini akan membahas empat bagian, yaitu kajian pustaka, penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir

2.1 Kajian Pustaka

Pada sub bab kajian teori ini memuat hakikat belajar, pembelajaranMontessori, tahapan perkembangan siswa SD, alat peraga Montessori, alat peraga manik-manik emas berbasis metode Montessori, matematika.

2.1.1 Hakikat Belajar

  Teori konstruktivisme lain juga dikemukan oleh Vygotsky bahwa pembelajaran merupakan proses dengan mediasi sosial yang memungkinkan anak-anak belajar banyak konsep saat berinteraksi dengan banyak orang dan konstruktivis menekankan bahwa belajar merupakan proses penanaman konsep- konsep besar dengan banyak menggunakan aktivitas siswa, interaksi sosial, danpenilaian-penilaian autentik untuk menggali ide-ide siswa (Schunk, 2012: 386). Berdasarkan beberapa teori belajar yang dikemukakan oleh konstruktivis, peneliti menarik kesimpulan bahwa belajar tidak dititikberatkan pada hasil saja,namun juga pada proses untuk membangun pengetahuan siswa secara mandiri.

2.1.2 Pembelajaran Montessori

2.1.2.1 Pengertian Pembelajaran Montessori

  Pendidikan Montessori merupakan pendidikan yang sistematis dan dalam pembelajarannya melibatkan sensorial yang dihubungkan denganpengorganisasian saraf dan lingkungan anak (Lillard, 2005:324). Montessori menjelaskan bahwa dalam pembelajarannya anak belajar dengan terstruktur, berfokus pada suatu proyek tertentu, dan anak juga memilikikebebasan untuk kapan dan hal apa yang ingin mereka kerjakan.

2.1.2.2 Prinsip-prinsip dalam Pembelajaran Montessori

Pembelajaran Montessori menggunakan delapan prinsip, sebagaimana yang dikemukakan oleh Lillard (2005:30-33), yaitu:

1. Keleluasaan dalam beraktivitas

  Montessori mengajarkan guru-guru di sekolah Montessori untuk memberikan pelajaran dengan cara yang dapat menginspirasi anak-anak,contohnya dengan menunjukkan informasi secukupnya untuk memancing keingintahuan anak-anak. Pentingnya kolaborasi dengan teman sebayaMelalui kolaborasi dengan teman sebaya, anak dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang lainnya.

2.1.3 Tahapan Perkembangan Siswa SD

  Periode sensitif tersebut meliputi (1) periode sensitif untuk logika dan pembenaran yang ditandai dengan munculnya banyak pertanyaan “mengapa”, (2) periode sensitif untuk perkembangan imajinasi yang menggunakan bantuan benda nyata, (3) periode sensitif untuk perkembangan mental yang luas, (4) periodesensitif untuk perkembangan rasa berkelompok, (5) periode sensitif untuk pengenalan budaya, (6) periode sensitif untuk menampilkan kekuatan fisik. Berdasarkan teori yang dikemukan oleh Piaget dan Montessori, dapat disimpulkan bahwa siswa SD yang berada pada usia 7-12 tahun termasuk didalamnya anak usia kelas II telah memasuki tahap operasional konkret dan memasuki periode sensitif.

2.1.4 Alat Peraga Montessori

2.1.4.1 Pengertian Alat Peraga

  Alat merupakan benda yang digunakan untuk mengerjakan sesuatu, mencapai suatu maksud tertentu;sedangkan peraga merupakan alat bantu dalam pengajaran untuk mengajarkan Berdasarkan pengertian tersebut, alat peraga dapat diartikan sebagai benda yang digunakan dalam proses pengajaran agar membantu siswa dalam memahamimateri yang diajarkan. Berdasarkan pengertian yang telah dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa alat peraga adalah bagian dari media pembelajaran sebagaisalah satu sumber belajar yang dapat membantu proses belajar mengajar dan dapat berfungsi untuk memperjelas materi yang disampaikan, sehingga tujuan dalampembelajaran dapat tercapai.

2.1.4.2 Pengertian Alat Peraga Montessori

  Montessori mengartikan alat peraga sebagai material yang didesain untuk peraga Montessori dirancang untuk mengembangkan kemandirian dan pengetahuan akademik anak, mengandung unsur seni, mengembangkan rasatanggung jawab dan bangga terhadap alat yang dimilikinya. Pikiran tersebut mencakup kemampuan untuk memahami perintah, urutan, sesuatu yang abstrak, danmemiliki kemampuan untuk mengkonstruksi konsep-konsep baru sebagai pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran (Lillard, 1997:137).

2.1.4.3 Ciri-ciri Alat Peraga Montessori

  Alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran Montessori merupakan alat yang didesain oleh Montessori sendiri dengan menyesuaikan kebutuhan anaksebagai pengguna. Setiap alat yang dibuat oleh Montessori memiliki ciri tersendiri jika dibandingkan dengan alat peraga yang lain.

4. Auto-education(Pembelajaran Mandiri)

  Seluruh alat peraga Montessori dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan anak melakukan pendidikan diri (auto-education). Oleh sebab itu, Montessori tidak lagi menggunakan istilah “guru” tetapi “direktris” bagi pendidik, sebab direktris bertugas untuk mengarahkan aktivitas psikis anak dan perkembangan fisiologisnya yaitu hidup dan jiwanya.

5. Kontekstual

  Pembelajaran kontekstual atau sering dikenaldengan Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan sebuah sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa siswa mampu menyerappembelajaran apabila mereka menangkap makna dalam materi akademis yang mereka terima, dan mereka mampu menangkap makna dalam tugas-tugassekolah jika mereka bisa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya (Johnson, 2010: 14). Alat peraga yang dikembangkan dapat digunakan untuk menjelaskan konsep nilai tempat puluhan dan satuan pada kelas Ibahkan dapat juga digunakan untuk memahami nilai tempat ratusan dan ribuan pada kelas II dan melakukan perkalian tiga angka pada kelas berikutnya.

2.1.4.4 Manfaat Alat Peraga

  Perlahan-lahan siswa akan meninggalkan penggunaan alat peraga dan membangun konsep- konsep baru sehingga dapat menghitung tanpa alat peraga dan mulai menghitungdengan menggunakan daya imajinasinya (Payne & Ridout, 2008: 10). Manfaat dari penggunaan alat peraga sangat sesuai dengan karakteristik pembelajaran begitu banyaknya manfaat dari alat peraga, dipandang sangat perlu untuk mengembangkan alat peraga yang digunakan dalam proses pembelajaran.

2.1.5 Pembelajaran Matematika

2.1.5.1 Hakikat Matematika

  Kata matematika berasal dari bahasa Latin, yaitu mathematicus dari bahasaYunani ataumathematikos dengan akar kata manthanein yang berarti belajar atau hal yang dipelajari, sedangkan dalam bahasa Belanda, matematika disebut wiskunde atau ilmu pasti yang berkaitan dengan penalaran (Susanto, 2013: 184). Kelompok matapelajaran ini dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilakuilmiah yang kritis, kreatif, dan mandiri.

2.1.5.2 Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar

  Mata pelajaran Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan mengkomunikasikan idedengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lainnya. Dalam penelitian ini, peneliti membatasi pada materi pembelajaran mengenal operasi perkalian dan pembagian pada bilangan asli yang hasilnya kurang dari 100melalui kegiatan eksplorasi menggunakan benda konkrit.

2.1.5.3 Perkalian dalam Matematika SD

  Matematika merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang wajib dipelajari oleh siswa SD. Kompetensi tersebut diperlukan agarsiswa dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dankompetitif.

2.2 Penelitian yang Relevan

Penelitian terdahulu yang mendukung penelitian dan pengembangan ini yaitu penelitian tentang metode Montessori dan penelitian pengembangan alat peragaperkalian.

2.2.1 Penelitian tentang Metode Montessori

  Penelitian ini dilakukan terhadap guru dan asistennya padasekolah Montessori serta kelas Montessori yang terdiri dari 28 siswa yang berusia9-11 tahun, sejajar dengan kelas 4-6 pada sekolah dasar tradisional. Hasilpenelitian ini terdiri atas dua hal, yaitu (1) guru dan asistennya memiliki strategi yang sesuai dengan filosofi Montessori dalam mendukung kemandirian siswa dan Berkaitan dengan hasil yang pertama, guru dan asistennya mendukung kemandirian siswa melalui memberikan kesempatan pada siswa untuk memilihsendiri jenis aktivitas yang akan dilakukannya dan teman bekerjanya.

2.2.2 Penelitian Pengembangan Alat Peraga Perkalian

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika dengan pembelajaran menggunakan alat peraga perkalian modelmatriks lebih baik daipada prestasi belajar matematika dengan menggunakan alat peraga pada pokok bahasan perkalian. Berdasarkan penelitian-penelitian yang relevan, belum ditemukan penelitian pengembangan produk alat peraga berbasis metode Montessori yangmenggunakan perkalian dan metode Montessori, peneliti belum menemukan adanya penelitian mengenai pengembangan alat peraga perkalian yangberlandaskan pada filosofi pembelajaran Montessori.

2.3 Kerangka Berpikir

  Berdasarkan berbagai observasi yang dilakukan oleh Montessori, akhirnya beliau dapat mengembangkan alat peraga yang kekhasan tersendiri dan sesuai dengankarakteristik perkembangan anak. Alat peraga yang dikembangkan oleh peneliti disesuaikan dengan ciri-ciri alat peraga Montessori denganmemanfaatkan potensi lokal, alat ini diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep perkalian.

BAB 3 METODE PENELITIAN Bab 3 membahas metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian

  ini. Pembahasan metode penelitian yaitu mencakupjenis penelitian, setting penelitian, rancangan penelitian, prosedur pengembangan, instrumen penelitian,teknik pengumpulan data, teknik analisis data danjadwal penelitian.

3.1 Jenis Penelitian

  Penelitian ini berbasis pada model pengembangan industri yang menggunakan penelitian untuk menemukan suatu desain produk danprosedur yang baru (Borg & Gall, 2007:589). Produk yang akan dihasilkan dalam penelitian ini berupa prototipealat peragaMontessori untuk materi perkalian yang diberi nama papan perkalian.

3.2 Setting Penelitian

  KKM yang ditetapkan guru adalah 70, siswa yang memiliki nilai di bawah KKM dipilih dengan alasan siswa tersebut masih mengalami kesulitan dalam berhitung,sehingga diperlukan pendampingan dalam belajar. Sekelompok siswa dipilih sebagai subjek karena mengacu pada filosofi pembelajaran Montessori, yaitu 38 IISDKanisius Kumendaman Yogyakarta berjumlah 20 anak yang terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan.

3.2.3 Lokasi Penelitian

  Alasan pemilihan SD tersebut antara lain yaitu pertama letak sekolah yang berada di dekat dengan SD PPL dan memiliki akreditasi ”A”, memiliki prestasi yang cukup baik. Alasan kedua karena siswa yangbersekolah di SDK Kumendaman memiliki latar belakang keluarga yang sangat beragam.

3.3 Rancangan Penelitian

  Model pengembangan yang pertama yaitudariSugiyono (2011: 298) menyebutkan 10 langkah yang harus dilaksanakan dalam penelitian dan pengembangan. Pengembangan alat peraga matematika Montessori terdiri dari 5 tahapan yang dimodifikasi dari Sugiyono dan Borg dan Gall.

3.4 Prosedur Penelitian dan Pengembangan

  Prosedur penelitian dan pengembangan ini mengadopsi dan memodifikasi model Sugiyono (2010) dan langkah-langkah menurut Borg dan Gall(2007). Lima tahapan penelitian dan pengembangan ini antara lain (1) potensi masalah, (2) perencanaan, (3) pengembangan desain alat peraga, (4)validasi produk alat peraga, (5) uji coba terbatas.

TAHAP PERTAMA

TAHAP KETIGA

Permasalahan Identifikasi Wawancara Observasi Kebutuhan Analisis Kebutuhan Analisis Potensi Masalah Analisis Karakteristik Alat Peraga Montessori Analisis Karakteristik Siswa Pembuatan Kuesioner Analisis Kebutuhan Revisi Revisi Validator Ahli Matematika Penyebaran Uji Keterbacaan Kuesioner Siswa Validasi Guru SD Setara Validasi Ahli Bahasa TAHAP KEDUAKuesioner Uji Validasi Ahli Matematika Revisi Revisi Uji Validasi Guru SD Setara Uji Validasi Ahli Bahasa Perencanaan Instrumen oleh Siswa Uji Keterbacaan Instrumen siap digunakanInstrumen Tes Uji Validasi Ahli Guru SD Setara Revisi Revisi Uji Validasi Ahli Pembelajaran MTK Uji Validasi Ahli Guru SD Penelitian Uji Keterbacaan Soal oleh Siswa Uji Empiris Konsep Desain Album Alat Perga Desain Alat Peraga Pengumpulan Bahan Pengembangan Desain Pembuatan Alat Peraga dan Album TAHAP KEEMPATValidasi Alat Peraga Validasi oleh ahli pembelajaran Matematika Validasi oleh ahli pembelajaran Montessori Validasi Produk Validasi oleh guru kelas Analisis I

TAHAP KELIMA

  Pretest Uji Coba Lapangan Terbatas Uji Coba Lapangan Terbatas Posttest Analisis II Produk Revisi Pembelajaran Matematika SD Berbasis Metode Montessori Prototipe Alat Peraga Materi Perkalian 43 Berdasarkan langkah-langkah penelitian pengembangan yang telah diungkapkan oleh Sugiyono serta Borg dan Gall, dalam membuat prosedurpengembangan untuk penelitian pengembangan alat peraga papan perkalian di SD Kanisius Kumendaman peneliti memodifikasi beberapa langkah sesuai bagan 3.2. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi tesebut peneliti menganalisis kebutuhan yang terdiri dari analisis karakteristik alat peragaMontessori dan analisis karakteristik siswa.

3.5 Instrumen Penelitian

  Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti ada empat yaitu pedoman wawancara, pedoman observasi, kuesioner, dan tes. Berikut penjelasanmengenai instrumen penelitian.

3.5.1 Pedoman Wawancara

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas mengajukan pertanyaan tanpa menggunakan pedoman wawancara yang telahtersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data.

3.5.1.1 Wawancara kepala sekolah

  Wawancara tersebut digunakan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan yang berada di sekolah. Alat peraga matematika yang sudah ada di sekolah b.

3. Penggunaan alat peraga matematika dalam pembelajaran 4. Penelitian yang pernah dilakukan di sekolah berkaitan dengan alat peraga

  Usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan di atas setara, ahli matematika dan ahli bahasa. Alat peraga matematika yang dimiliki oleh kelas No.

3.5.1.2 Wawancara guru

3.5.1.3 Wawancara siswa

  Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran matematika 47 Kisi-kisi tersebut kemudian disusun menjadi pertanyaan wawancara. Guru yang memvalidasi pedoman wawancara ialah guru SDKanisius Pugeran sebagai SD yang setara, ahli matematika dan ahli bahasa.

3.5.2 Pedoman Observasi

  Ketersediaan alat peraga matematika di kelasAdanya alat peraga yang didisplay untuk pembelajaran matematika di kelas. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika dikelas Guru menggunakan alat peraga selamapembelajaran matematika di kelas untuk menjelaskan materi pembelajaran.

3.5.3.1 Kuesioner analisis kebutuhan

  Selain validasi kontruk, peneliti juga menguji keterbacaan kalimat kepada siswa SD Kanisius Pugeran untuk kuesioner analisis kebutuhan siswa, dan diperoleh skor 3,74 dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan skor bobot yang diperoleh maka kuesioner 3, 4 Bergradasi Kuesioner validasi produk melalui uji coba terbatas disusun berdasarkan 5 3.5.1.3 Kuesioner Validasi Produk melalui Uji Coba Terbatas Kuesioner validasi produk telah divalidasi oleh ahli bahasa dan guru kelasSD setara.

3.5.4 Tes

  Uji empiris terhadap instrumen tes bertujuan untuk mengkaji teori yang berkaitan dengankonstruk yang relevan oleh tes yang dikembangkan (Kusaeri & Suprananto, 2009:79). Memahami pengetahuan faktualdengan cara mengamati [mendengar,melihat, membaca] dan menanyaberdasarkan rasa ingin tahu tentangdirinya, makhlukciptaan Tuhan dankegiatannya, dan benda-benda yangdijumpainya di rumah dan di sekolah KD: 3.2 Mengenal operasi perkalian dan pembagian pada bilangan asli yang hasilnyakurang dari 100 melalui kegiatan eksplorasi menggunakan benda konkrit No.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

  Wawancara dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk menganalisis kebutuhan alat peraga matematika dari beberapa narasumber antara lain 5 siswakelas II, guru kelas II, dan kepala sekolah SD Kanisius Kumendaman. 3.6.3.2 Kuesioner Uji Validasi Produk untuk Ahli Uji validasi produk dilakukan dengan tujuan memperoleh data dalam menentukan kualitas produk yang dikembangkan oleh peneliti.

3.6.3.3 Kuesioner Uji Validasi Produk melalui Uji Coba Terbatas

  Kuesioner uji validasiproduk melalui uji coba terbatas terdiri dari sepuluh pertanyaan yang mengacu pada ciri-ciri alat peraga berbasis metode Montessori. Masukan dan penilaian dari siswa menjadi umpan balik mengenai kualitasdan kelayakan produk ketika digunakan dalam pembelajaran matematika materi perkalian.

3.6.4 Triangulasi

  Pengumpulan data Kuesioner Observasi Wawancara 55 Berdasarkan bagan 3.3menunjukkan 3teknik yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis kebutuhan alat peraga matematika kelas II untuk guru dansiswa. Hasil analisis, selanjutnya digunakan sebagai bahan pertimbangan pembuatan alat peraga yang disesuaikan dengan kebutuhan guru dan siswa.

3.7 Teknik Analisis Data

  Pewawancara maupun subjek yang diwawancarai dapat dengan bebas memberikan pertanyaan dan menjawabpertanyaan dari peneliti karena pada dasarnya jawaban yang diperoleh dari subjek tidak dapat diprediksi sebelumnya sebab sangat bergantung pada realitas yangterjadi sebenarnya (Krathwohl, 2004: 298-299). Selain itu, wawancara juga dilakukan untuk mengonfirmasikuesioner validasi produk yang telah diberikan dan untuk mendapatkan informasi secara lebih mendalam mengenai kualitas produk yang dikembangkan.

3.7.3.1 Teknik Analisis Kebutuhan

  Tujuan dari penghitungan nilai dalam bentuk persenadalah untuk memperoleh data rasio dari analisis kebutuhan. Teknikanalisis data untuk mengolah pendapat yang muncul dengan menginterpretasikan 58 digunakan untuk mengetahui berbagai alasan sekaligus data penguat dari jawaban responden dalam data kualitatif.

3.7.3.2 Teknik Analisis Validasi Ahli

  Data yang diperoleh berdasarkan kuesioner dari responden selanjutnya dianalisis dengan statistik deskriptif sebagai pertimbangan dalam pengembanganalat peraga matematika berbasis metode Montessori dan album pembelajarannya. Langkah-langkah analisis statistik deskriptif meliputi, (1) pengumpulan data kasar, (2) pemberian skor untuk analisis kuantitatif, dan (3) skor yang diperolehmelalui uji validasi dikonversikan menjadi data kualitatif dengan skala empat.

3.7.4 Teknik Analisis Uji Coba terbatas

  Sebelum melakukan uji coba lapangan terbatas, peneliti mengadakan pretest 59 sebelum uji coba lapangan terbatas dan melihat kemampuan siswa setelah mengikuti uji coba lapangan terbatas. Nilai tes = Rumus 3.2 Nilai Pretest dan PosttestLangkah selanjutnya yaitu menghitung rata-rata nilai tes semua siswa dengan rumus.

3.8 Jadwal penelitian

Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dari 12 Juli 2014 hingga 19 Desember 2014.

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab 4 berisi hasil penelitian dan pembahasannya yang mencakup hasil dan pembahasan

4.1 Hasil

  Bab ini berisi uraian tentang proses penelitian dari persiapan sampai pelaksanaan. Uraian tersebut meliputi potensi masalah, perencanaan, pengembangan desain, validasi produk, dan ujicoba lapangan terbatas.

4.1.1 Potensi Masalah Potensi masalah dikaji dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi di lapangan

4.1.1.1 Identifikasi Masalah

  Tahap awal penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh penelitian adalah mengidentifikasi permasalahan terkait dengan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Peneliti melakukan analisis kebutuhan setelah melakukan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan sekelompok siswa dan observasi yang dilakukan di dalam kelas ketikaguru mengajar.

4.1.1.2.1 Wawancara Kepala Sekolah

  Terkait dengan alat peraga, SD Kanisius Kumendaman sudah pernah dilakukan penelitian dengan mengembangkan alat peraga dan diujicobakan secara terbatas, serta pretest danposttest. Perawatan alat peraga matematika di sekolah Sekolah berupaya menyediakan alat peragameskipun hanya menduplikat atau hanya menggunakan bahan yang ada disekitar sekolahdan tergantung kreatifitas masing-masing guru dalam membuat alat peraga bersama siswadiwaktu pelajaran berlangsung.

4.1.1.2.2 Wawancara Guru

  Ketika pembelajaran dikelas, guru hanya menggunakan alat peraga seadanya yang ada di sekolah namun alat peraga tersebut belum dapat menarik minat siswauntuk belajar, sehingga saat pembelajaran berhitung siswa bermain dan berlarian di dalam kelas. Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran matematikaKesulitan yang dialami siswa kelas II yaitu dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian danpembagian.

4.1.1.2.3 Wawancara Siswa

  Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui kesulitan dalam belajar matematika. Berikut ini adalah hasil dari wawancara yang ditunjukan kepada siswa.

1. Tanggapan terhadap pembelajaran matematika yang selama ini terjadi

  Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran matematikaKesulitan belajar yang dialami oleh siswa diantaranya: Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa ketersediaan dan penggunaan alat peraga masih terbatas. Berdasarkan sumber data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pengadaan alat peraga masih terbatas dan penggunaan dalam pembelajaran matematika belum optimal.

4.1.1.3 Observasi

  Adapun hasil validasi terhadap instrumen observasi dapat dilihat pada tabel 4.6 Tabel 4.6 Hasil Validasi Instrumen Observasi Ahli Nomor Item Total Rerata 1 2 3 4 5 6 Bahasa 4 4 4 4 2 4 22 3,67 Matematika 3 4 4 3 3 3 20 3,33 Guru 1 4 3 3 4 4 4 22 3,67 Guru 2 4 4 4 3 4 4 23 3,83 Rerata 21,75 3,62 Berdasarkan hasil validasi tersebut, didapatkan rerata skor sebesar 3,62. Berikut merupakan hasil rekapitulasi komentar yang disajikan dalam tabel 4.7 Tabel 4.7 Rekapitulasi Komentar Validasi Instrumen Observasi oleh Ahli Ahli Nomor Item 1 2 3 4 5 6 Bahasa - - - - Kriteria Penskoranbelum ada Observasi dilakukan oleh peneliti pada tanggal 27 Agustus 2014.

4.1.1.4 Analisis Kebutuhan

  Hasil wawancara dan observasi telah ditemukan bahwa masalah di lapangan yang terjadi saat ini adalah kebutuhan akan adanya alat peraga. Berikut dipaparkan proses pembuatan hingga hasil penyebaran kuesioner analisis kebutuhan untuk guru dan siswa.

4.1.1.4.1 Pembuatan Instrumen Analisis Kebutuhan

  Keempat ciri tersebut yaitu alat yang bisa digunakan secara mandiri(auto education) dapat mengoreksi kesalahan yang dilakukan sendiri (auto correction), alat yang dapat menarik perhatian anak dan bergradasi (Gutek, 2013:240). Penambahan ciri tersebut bertujuan agar alat peraga yang dikembangkan dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudahdidapatkan disekitar kita.

4.1.1.4.2 Uji Validitas Instrumen

  2 Tabel 4.9 Skor Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru oleh Ahli Matematika Ahli MatematikaSkor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori 9 1 2 3 4 5 6 7 8 10 3 1 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 31 3,1 Baik Rerata33 3,3 Sangat Baik 4 35 3,5 Sangat Baik Berdasarkan tabel tersebut, dapat terlihat rerata hasil yang diperoleh dari uji validasi kedua ahli Matematika sebesar 3,3. Tabel 4.21 Skor Keterbacaan Analisis Kebutuhan oleh Siswa Siswa Skor Item Pernyataan Total Rerata Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 39 3,9 Sangat Baik 2 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 37 3,7 Sangat Baik 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 37 3,7 Sangat Baik 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 38 3,8 Sangat Baik 5 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 36 3,6 Sangat Baik Rerata 37,4 3,74 Sangat Baik Berdasarkan tabel 4.21 dapat diketahui bahwa keseluruhan siswa memberikan skor 3 hingga 4.

4.1.1.4.3 Data Analisis Kebutuhan .1 Data Hasil Analisis Kebutuhan oleh Guru Pemberian kuesioner analisis kebutuhan dilakukanpada tanggal 13Oktober 2014

  Pada item ketujuh, seluruh guru menyatakan54.5% menyukai alat peraga hanya dapat digunakan untuk 1materisaja, 45.4% guru menyukai alat peraga dapat digunakan untuk lebih dari 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bahwa guru menghendaki alat peraga yang berbobot ringan sesuai dengan karakteristik pengguna alat peraga yaitu siswa kelas II SD. Item kedelapan tentang berat alat peraga yang sesuai untuk digunakan siswa 5.5% memilih alat peraga yang berat,33.3% memilih alat peraga yang beratnya sedang dan61.1% memilih alat peraga yang ringan.

4.1.2 Perencanaan

  Dalam penelitian ini, peneliti merencanakan instrumen penelitian antara lain instrumen tes dan non tes. Perencanaan penelitian dan pengembangan ini akan menguraikan tentang instrumenyang digunakan.

4.1.2.1 Validitas Instrumen Tes

  Instrumen tes yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan uji coba produk terbatas. Penguji instrumen dilakukan oleh ahli pembelajaran matematika, guru dan keterbacaanoleh siswa.

4.1.2.1.1 Ahli Pembelajaran Matematika

  Uji validasi oleh ahli pembelajaran Matematika dimaksudkan agar soal yang dibuatoleh peneliti sesuai dengan KI dan KD dan karakteristik siswa kelas II SD. Tabel 4.25 Hasil Validasi Instrumen Tes oleh Ahli Matematika Ahli Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori Matematika 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 4 3 3 3 3 3 3 3 3 31 3,44 Sangat Baik Hasil validasi yang dilakukan oleh peneliti sudah mendapatkan kategori “sangat baik” dengan rerata skor 3,3.

4.1.2.1.2 Uji Validasi Guru

  Uji validasi instrumen tes diujikan oleh wali kelas II dari SD Kanisius Pugeran, dan guru SD Kanisius Kumendaman hasil uji validasi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.26 Hasil Validasi Instrumen Tes oleh Guru SD Guru Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori SD 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 4 4 4 3 3 3 3 4 3 31 3,44 Sangat Baik 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 32 3,55 Sangat Baik Rerata63 3,49 Sangat Baik Hasil uji validasi tes oleh guru mendapatkan rerata skor 3,49 dan termasuk dalam kategori “sangat baik”.

4.1.2.2 Kuesioner Validasi Produk

  Instrumen kuesioner validasi produk divalidasi oleh ahli, guru dan siswa. Aspek penilaian pada kuesioner penilaian oleh ahli mencakup empat karakteristik alat peraga Montessori yakni(1) menarik, (2) bergradasi, (3) auto-education, (4) auto-correction, dan satu karakteristik alat peraga yang ditambahkan oleh peneliti, yaini (5) kontekstual.

4.1.2.2.1 Uji Validasi Konstruk Ahli Bahasa

  Tabel 4.29 Uji Validasi Kuesioner Produk Ahli oleh Ahli Bahasa Ahli Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori Bahasa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 39 3,9 Sangat Baik Berdasarkan hasil yang diperoleh, kuesioner memiliki rerata sebesar 3,9 dengan kategori “sangat baik”. Validasi oleh ahli bahasa untuk kuesioner validasi produk siswa ditunjukkan pada rekapantabel berikut ini: Tabel 4.30 Uji Validasi Kuesioner Produk Siswa oleh Ahli Bahasa Ahli Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori Bahasa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4 Sangat Baik Berdasarkan hasil yang diperoleh, kuesioner memiliki rerata sebesar 4 dengan kategori “sangat baik”.

4.1.2.2.2 Uji Validitas Konstruk Guru

  Hasil validasi kuesioner produk oleh guru adalah sebagai berikut: Tabel 4.31 Penilaian Kuesioner Validasi Produk Ahli oleh Guru Guru Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 39 3,9 Sangat Baik Guru SD setara yang menguji adalah guru kelas II dari SD Kanisius Pugeran. Tabel 4.32 Uji Validasi Kuesioner Produk Siswa oleh Guru Ahli Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori Bahasa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4 Sangat Baik Dari hasil penliaian oleh guru, jelas menunjukkan bahwa skor rerata 4 dan masuk dalam kategori “sangat baik”.

4.1.2.2.3 Uji Keterbacaan Kuesioner Instrumen oleh Siswa Instrumen yang sudah diuji validasi oleh ahli akan diuji keterbacaanya oleh siswa

  Tabel 4.33 Hasil Uji Keterbacaan Kuesioner Kelayakan Produk Siswa Siswa Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 35 3,5 Sangat Baik 2 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 37 3,7 Sangat Baik 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 34 3,4 Sangat Baik 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 33 3,3 Sangat Baik 5 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 36 3,6 Sangat Baik Rerata35 3,5 Sangat Baik Hasil dari penilaian siswa menunjukkan rerata keseluruhan sebesar 3,5 dengan katergori “sangat baik”. Kelima siswa yang memberikan penilaian, tidak ada yang memberikan komentar pada kolom komentar.

4.1.3 Pengembangan Desain

Pengembangan desain terdiri dari proses mengembangkan konsep alat peraga dan desain album alat peraga.

4.1.3.1 Konsep Pembuatan Alat Peraga

  Alat peraga dalam penelitian ini dapat disebut papan perkalian merupakan pengembangan dari alat peraga Montessori yaitu Multiplication Board. Alat peraga ini terdiri dari papan yangberlubang-lubang kecil yang berjumlah 10x10, manik-manik berwarna merah, dan kartu angka yang berfungsi untuk membantu dalam menghitung perkalian.

4.1.3.2 Desain Alat Peraga

  Pengembangan alat peraga papan perkalian disertai juga dengan album penggunaannya yang dijelaskan pada subbab berikutnya. Berikut pengembangan desain alat peraga papanperkalian berbasis metode Montessori.

4.1.3.2.1 Alat Peraga Papan Perkalian

  Perbedaaan pengembangan dapat dilihat padapapan perkalian, peneliti mengembangkan papan perkalian dari fungsinya yang tadinya hanya bisa untuk perkalian sampai 10x10 sekarang dapat digunakan untuk perkalian sampai ratusan. Papan perkalian ini terdiri dari lubang-lubang kecil yang berjumalah 20 x 45 lubang, bilangan untukmenentukan nilai tempat dan tempat untuk kartu angka.

4.3.3 Album Alat Peraga

  Secara umum album pembelajaran Montessori pada penelitian ini berisi tentang deskripsi materi pembelajaran yang hendak dicapai, tema pembelajaran, nama alatperaga yang digunakan, tujuan pembelajaran yang harus dicapai, usia yang merupakan batasan minimal umur seorang siswa dalam mempelajari materi, syarat atau kemampuan dasar yangharus dimiliki oleh siswa, dan presentasi langkah-langkah penggunaan alat peraga. Setiap satu minggu sekali, peneliti berkunjung ke tempatpembuatan agar alat peraga yang dibuat sesuai dengan desain alat peraga, yang memiliki kelima ciri alat peraga yaitu menarik, bergradasi, auto-correction, auto education, dan kontekstual.

4.1.4 Validasi Produk

  Validasi produk dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan produk alat peraga sebelum diuji coba terbatas. Validasi dilakukan dengan cara peneliti melakukan presentasi alatperaga dan validator melakukan penilai kuesioner yang telah disediakan secara langsung.

4.1.4.1 Validasi Produk Alat peraga Papan Perkalian

  Tabel 4.34 Rekapitulasi Penilaian Produk Alat Peraga oleh Ahli Pembelajaran Matematika Ahli Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori Matematika 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 38 3,8 Sangat Baik Hasil dari validasi produk yang dilakukan oleh ahli pembelajaran matematika sebesar 3,8 dengan kategori “sangat baik”. Tabel 4.35 Rekapitulasi Penilaian Produk Alat Peraga oleh Ahli Pembelajaran Montessori Ahli Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori Montessori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 34 3,4 Sangat Baik Skor terhadap penilaian alat peraga penjumlahan dan pengurangan adalah 3,4 dan masuk penjumlahan dan pengurangan sudah dikembangkan sesuai dengan empat karakteristik alat peraga Montessori dan kontekstual sebagai karakteristik tambahan dari peneliti.

4.1.4.1.3 Guru Kelas

  Tabel 4.36 Validasi Produk oleh Guru Guru Kelas Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4 Sangat Baik Berdasarkan hasil uji validitas produk pada tabel diatas rerata 4 dan masuk dalam kategori “sangat baik”. Rekapitulasi hasil validasi produk yang dilakukan oleh ahli pembelajaran Montessori, matematika dan guru diolah untuk mendapatkan rerata keseluruhan.

4.1.5 Uji Coba Lapangan Terbatas

  Setelah pelaksanaan pendampingan dengan menggunakan alat peraga papan perkalian selesai, peneliti memberikan posttest dan pengisiankuesioner. Kedua hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mengikuti pendampingan dan untuk mengetahui kualitas alat peraga papan perkalianyang telah dibuat.

4.1.5.1 Data dan Analisis Hasil Tes

  Setelah melakukan validasi produk, peneliti melakukan uji coba lapangan terbatas yang dimulai dengan pretest yang dilaksanakan tanggal 13 Desember 2014. Faktor lain yang mempengaruhi rendahnya nilai pretest adalah siswa belum memahami nilai tempat satuan,puluhan, dan ratusan sehingga ketika melakukan perkalian dengan teknik menyimpan, siswa masih kebingungan.

1 B A 3,7 8,8 37.84

  55 Rata-rata dengan kurang serius dan tidak teliti dalam menghitung sehingga berdampak pada perolehan nilai posttest. Perbandingan nilai pretest dan posttest dapat dilihat pada diagram 4.1.

2.7 B C E L A R

  4 3 3 3 33 3,3 Sangat Baik A 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 36 3,6 Sangat Baik L 3 4 3 4 Penilaian kualitas produk pada uji coba terbatas dilakukan oleh enam siswa kelas II SDKanisius Kumendaman. Penilaian Produk dilakukan setelah posttest dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner yang telah melalui tahap uji validitas konstruk oleh ahli dan siswa SDsetara.

4.1.5.2 Data dan Analisis Kuesioner

3 7 3 4 3 10 B 9 8 5 6 3 4 3 2 1 Siswa Skor Item Pertanyaan Total Rerata Kategori Tabel 4.39 Rekapitulasi Hasil Validasi Produk oleh Siswa 4 3 4 4 4 3 4 4 37 3,7 Sangat Baik E 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 34 3,4 Sangat Baik C 4 3 4

4.1.5.3 Analisis II

  Analisis ini dilakukan untuk mempertimbangkan revisi produk alat peraga yang telah divalidasi dan diujicobakan. Tabel 4.40 Rekapitulasi Penilaian Produk Alat Peraga Papan Perkalian Validator Rerata Kategori Ahli Matematika 3,8 Sangat BaikAhli Montessori 3,4 Sangat Baik Guru 4 Sangat Baik B 3,4 Sangat BaikC 3,7 Sangat Baik E 3,6 Sangat BaikL 3,3 Sangat Baik A 3,4 Sangat BaikR 3,4 Sangat Baik Rerata 3,55 Sangat Baik Rerata yang diperoleh dalam penilaian alat peraga papan perkalian yaitu 3,55 yang termasuk dalam kategori “sangat baik”.

4.2 Pembahasan

  Berpijak dari akar masalah yang muncul di lapangan bahwa minimnya penggunaan alat peraga dan ketersediaan alat peraga di sekolah, peneliti melakukan observasi danwawancara. Hasil dari validasi tersebut menghasilkan kuesioner yang digunakan untuk mengetahui bahwa papan perkalian memiliki karakteristik alat peragaMontessori, yaitu menarik, bergradasi, memiliki pengendali kesalahan, mandiri dan kontekstual.

BAB 5 PENUTUP Bab 5 ini akan diuraikan mengenai kesimpulan,keterbatasan penelitian, dan saran

5.1 Kesimpulan

  5.1.1 Alat peraga papan perkalian berbasis metode Montessori yang dikembangkan mengandung empat ciri alat peraga yang dikembangkanoleh Montessori dan satu ciri yang ditambahakan peneliti. 5.3 Saran Saran diberikan untuk penelitian selanjutnya yang akan mengembangkan alat peraga Montessori adalah sebagai berikut: 5.3.1 Durasi waktu pendampingan perlu disesuaikan dengan jumlah siswa dan ketersediaan alat peraga.

1.1 Transkrip Wawancara Kepala Sekolah SD Kanisius Kumendaman

  Kemudian kalau untuk media pembelajarannya ada diruang alat peraga dan biasanya guru membuatsendiri, untuk kurikulum baru anak terlibat aktif dan guru hanya sebagai fasilitator. P : Bagaimana penggunaan alat peraga matematika dalam pembelajaran di kelas dengan terkait materi pembelajaran yang disampaikan?

1.2 Transkrip Wawancara Guru Kelas II SD Kanisius Kumendaman

  G : Prestasinya itu kalau kelas 2 kan kemarin itu bu Anggun jadi sekarang belumkelihatan, jadinya kalau saya rasa ini mereka mudah menangkap “Seperti ini lho anak-anak ” kalau dikasih tau kayak gini mereka langsung “oh iya bu” tetapi ada beberapa memang itu yang susah bahkan ada yang belum bisa membaca. P : Bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan terkait dengan kesulitan belajar yang dialami siswa kelas II bu?

1.3 Transkrip Wawancara Siswa kelas II SD Kanisius Kumendaman

  Menurut Bapak/ Ibu , jika dilihat dari beratnya, manakah alat peraga Matematika yang ideal untuk siswa kelas II gunakan?(...) Ringan (<1,5 kg) (…) Sedang (1,5-3kg) (...) Berat (>3kg)Mengapa? Apakah penggunaan alat peraga Matematika dapat membantu siswa untuk menemukan jawaban yang benar?

2.2 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Guru oleh Ahli

[15] [16] [17] [18] [19] [20]

2.3 Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa

[21] [22] [23]

2.4 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Siswa oleh Ahli

[24] [25] [26] [27] [28] [29]

2.5 Hasil Uji Keterbacaan Kuesioner Analisis Kebutuhan oleh Siswa SD Setara

[30] [31] [32] [33] [34] [35]

2.6 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan yang Diisi oleh Guru SD Penelitian

[36] [37] [38]

2.7 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan yang Diisi oleh Siswa SD Penelitian

[39] [40] [41]LAMPIRAN 3. INSTRUMEN VALIDASI PRODUK 3.1 TES 3.1.1 Instrumen Soal Tes [42] [43] [44] [45] [46] [47]

3.1.2 Instrumen Hasil Validasi Soal oleh Ahli

[48] [49] [50] [51] [52] [53] [54] [55] [56] [57] [58]

3.1.3 Uji Keterbacaan Soal oleh Siswa

[59] [60] [61] [62] [63] [64] [65] [66] [67] [68] [69] [70] [71] [72] [73] [74] [75]

3.1.6 Hasil Uji Reliabilitas

[76]

3.2 KUESIONER

3.2.1 Kuesioner Validasi Produk untuk Ahli

[77] [78] [79] [80]

3.2.2 Kuesioner Validasi Produk untuk Siswa

[81] [82]

3.2.3 Hasil Uji Validitas Konstruk Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli

[83] [84]

3.2.4 Hasil Uji Validitas Konstruk Kuesioner Validasi Produk untuk Siswa

[85] [86] [87]

3.2.5 Hasil Uji Keterbacaan Kuesioner Validasi Produk oleh Siswa SD Setara

[88] [89]

LAMPIRAN 4. VALIDASI PRODUK

4.1 Hasil Validasi Produk oleh Ahli

[90] [91] [92]

LAMPIRAN 5. UJI COBA LAPANGAN TERBATAS

5.1 Hasil Pretest

[93] [94] [95]Lampiran 5. Uji Coba Lapangan Terbatas

5.2 Hasil Posttest

[96] [97] [98]Lampiran 5. Uji Coba Lapngan Terbatas

5.3 Hasil Validasi Produk oleh Siswa

\ [99] [100]

LAMPIRAN 6. SURAT

6.1 Surat Ijin Melaksanakan Penelitian

6.2 Surat Telah Melaksanakan Penelitian

[101]Lampiran 6. Surat [102]

LAMPIRAN 7. DOKUMENTASIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  : Nilai Tempat Materi Pembelajaran A.1 Submateri : Nilai Tempat Satuan, Puluhan, RatusanTujuan langsung Mengenalkan nilai tempat satuan, puluhan dan ratusanTujuan tidak langsung Membentuk konsep abstrak tentang nilai tempat bilanganSyarat Siswa mampu membilangUsia 8 Tahun (kelas II SD)Alat peraga 1. Pensil Pengendali kesalahan Jawaban pada kartu soal, warna pada alat peraga, lambing bilangan pada alat peraga.

2. Guru mengajak anak sambil berkata, “Mari belajar dengan menggunakan papan perkalian bersama ibu

  Guru mengajak anak untuk mengambil alat peraga sambil berkata, “Mari bantu ibu membawa papan [104] perkalian. Guru mengenalkan konsep puluhan sambil berkata, “Ini puluhan” sambil menunjukkan angka pada papan perkalian.

10. Guru bertanya kepada anak sambil berkata, “Mana

  Guru mengambil 1 manik hijau dan meletakkan ditempat satuan. Guru mengambil 5 manik hijau dan meletakkan ditempat satuan serta mengambil 1 manik biru dan [107] meletakkan ditempat puluhan.

21. Guru meminta anak untuk menukarkan 1 manik biru

  Jika anak masih ingin belajar dapat bergantian secara berpasangan, yang satu menjadi siswa dan yang satumenjadi guru. Guru meminta anak untuk mengembalikan alat peraga sambil berkata, “Mari bantu ibu mengembalikanpapan perkalian.” 24.

25. Anak membereskan tempat

  Materi Pembelajaran : Perkalian B.1 Submateri : Perkalian yang hasilnya dua angkaTujuan langsung Mengenalkan konsep perkalian yang hasilnya dua angkaTujuan tidak langsung Mengenalkan konsep abstrak perkalianSyarat Siswa mampu membilangUsia 8 Tahun (kelas II SD)Alat peraga 1. Guru menunjuk kartu angka dan angka yang ditunjuk oleh tanda petunjuk yang pertama dilakukan sambil berkata, “lima kali tiga.” 9.

10. Guru menukar setiap 10 manik hijau dengan 1 manik biru

  Materi Pembelajaran : PerkalianB.2 Submateri : Perkalian yang hasilnya tiga angka Tujuan langsung Mengenalkan konsep perkalian yang hasilnya tiga angkaTujuan tidak langsung Mengenalkan konsep abstrak perkalianSyarat Siswa mampu membilangUsia 8 Tahun (kelas II SD)Alat peraga 1. Guru menunjuk kartu angka dan angka yang ditunjuk oleh tanda petunjuk yang pertama dilakukan sambilberkata , “ lima belas kali tujuh.” 20.

4. Guru meminta anak duduk disamping kirinya

  Inti 5. Guru mengambil kartu soal perkalian.

6. Guru menunjuk soal yang akan dikerjakan sambil

  Guru menunjuk kartu angka dan angka yang ditunjuk oleh tanda petunjuk yang pertama dilakukan sambil berkata, “dua belas dikali dua puluh.” [117] 9. Guru menunjuk kartu angka dan angka yang ditunjuk oleh tanda petunjuk yang pertama dilakukan sambil berkata, “dua puluh kali dua belas.” 15.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi perpangkatan dan akar berbasis Metode Montessori.
0
1
2
Pengembangan alat peraga montessori materi perkalian untuk siswa kelas II SD.
0
38
299
Pengembangan alat peraga Sandpaper Letters materi menulis kalimat tegak bersambung berbasis metode Montessori.
6
76
268
Pengembangan alat peraga sandpaper letters materi menulis kalimat tegak bersambung berbasis metode montessori.
5
68
271
Pengembangan alat peraga pembelajaran Matematika untuk siswa kelas III SD materi perkalian berbasis metode Montessori.
2
18
357
Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materi pembagian kelas II SD Kanisius Kenalan Magelang.
4
14
253
Pengembangan alat peraga pembelajaran IPS SD materi keragaman budaya Indonesia berbasis metode Montessori.
0
1
231
Pengembangan alat peraga membaca dan menulis permulaan berbasis metode Montessori.
1
22
232
Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi perkalian berbasis Metode Montessori.
3
29
323
Pengembangan alat peraga pembelajaran matematika SD materi penjumlahan dan pengurangan berbasis Metode Montessori.
0
35
414
Pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta.
1
30
135
Pengembangan alat peraga montessori materi perkalian untuk siswa kelas II SD
0
6
297
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK OPERASI BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
177
Pengembangan alat peraga matematika untuk penjumlahan dan pengurangan berbasis metode Montessori - USD Repository
0
0
189
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
161
Show more