EFEKTIVITAS PERKEMBANGAN NILAI KEMANUSIAAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN Skripsi

Gratis

0
0
105
10 months ago
Preview
Full text

  

EFEKTIVITAS PERKEMBANGAN NILAI KEMANUSIAAN

DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS

PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF

PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN

Skripsi

  

Oleh:

Helena Tiwi Indrayati

081134227

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

  

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  EFEKTIV

  VITAS PE ERKEMB BANGAN N NILAI KE EMANUS SIAAN DAL LAM PEM MBELAJA ARAN MA ATEMATI

  IKA BERB BASIS PA ARADIGM MA PEDAGO P GI REFLE EKTIF PADA SISWA K KELAS IV

V SD KAN NISIUS WIIROBRAJ JAN S Skripsi D Diajukan untuk Me emenuhi S alah Satu Syarat Mempe eroleh Gel lar Sarjan na Pendidiikan Pr rogram St tudi Pendi idikan Gu uru Sekola ah Dasar Oleh: Helena Tiwi Indra ayati 08 81134227 PR ROGRAM S STUDI PEN NDIDIKAN N SEKOLAH H DASAR JU URUSAN IL LMU PEND DIDIKAN F AKULTAS S KEGURUA AN DAN IL LMU PEND DIDIKAN UNI

  IVERSITAS S SANATA A DHARMA A YOG GYAKARTA A 2011

ii   iii  

   

iv

 

  

MOTTO

Apabila kamu telah merasa

memiliki ilmu yang lebih dibanding orang

lain, janganlah kamu bersikap sombong

atas apa yang kau miliki sehingga

menjadikan dirimu orang yang

berbudi pekerti

  

( Pepatah Jawa )

Kupersembahkan kepada: Keluarga besar Yayasan Kanisius.

Suami dan anak serta rekan-rekan yang telah bersama baik dalam suka maupun duka

     

v

 

   

vi

 

   

vii

  Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas perkenan dan rahmat-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi dengan judul:

  

EFEKTIVITAS PERKEMBANGAN NILAI KEMANUSIAAN DALAM

PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PPR ( PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF) PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN. Skripsi ini

  disusun berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk memenuhi syarat guna mendapatkan gelar sarjana.

  Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak atas bantuannya sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. Ucapan terima kasih tersebut penulis sampaikan antara lain kepada:

  1. Bapak T. Sarkim, M.Ed., selaku dekan Fakultas PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  2. Drs. Puji Purnomo, Msi, selaku Kaprodi Fakultas PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Bapak Dr. Susento, MS (alm.), selaku dosen pembimbing utama yang telah membimbing penulis hingga selesainya penulisan skripsi ini.

  4. Bapak Drs. Y.B. Adimassana, MA, selaku dosen pembimbing II yang telah banyak memberikan saran dan masukan yang berharga selama penyusunan skripsi.

  5. Bapak Drs.J. Sumedi, selaku dosen penguji

  viii  

  6. Bapak Hr. Klidiatmoko , kepala sekolah SD Kanisius Wirobrajan yang telah memberikan waktu dan tempat untuk terlaksananya penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, sehingga saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan demi terwujudnya kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan bagi semua pihak yang akan menggunakannya.

  Yogyakarta,

  22 Juli 2011 Helena Tiwi Indrayati

  081134227

  

DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN SAMPUL.............................................................................................i

  HALAMAN JUDUL...............................................................................................ii HALAMAN PERSETUJUAN...............................................................................iii

  HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN...............................................................................v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA............................................vi HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH……...………...vii KATA PENGANTAR..........................................................................................viii DAFTAR ISI...........................................................................................................x ABSTRAK.............................................................................................................xii

  

ABSTRACT ………………………………………………………………………xiii

  I. PENDAHULUAN........................................................................................1

  A. Latar belakang........................................................................................4

  B. Batasan masalah.....................................................................................4

  C. Rumusan masalah...................................................................................4

  D. Pemecahan masalah................................................................................4

  E. Batas pengertian.....................................................................................4

  F. Tujuan penelitian....................................................................................5

  II. KAJIAN PUSTAKA....................................................................................7

  A. Belajar…................................................................................................7

  B. Pengertian PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif)...................................8

  C. Nilai kemanusiaan................................................................................12

  D. Bilangan pecahan.................................................................................13

  E. Kerangka berpikir.................................................................................15

  F. Hipotesis...............................................................................................15

  III. METODE PENELITIAN...........................................................................14

  A. Jenis Penelitian.....................................................................................16

  B. Setting Penelitian..................................................................................16

  C. Prosedur Penelitian...............................................................................17

  D. Kriteria Keberhasilan Tindakan...........................................................17

  E. Rencana Tindakan................................................................................17

  F. Metode Pengumpulan Data..................................................................23

  G. Metode Analisa Data............................................................................23

  IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN..........................................25

  V. KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................45 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................47 LAMPIRAN...........................................................................................................48

  xi  

  

ABSTRAK

Helena Tiwi Indrayati, 2011. Efektivitas Perkembangan Nilai Kemanusiaan dalam

Pembelajaran Matematika Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif pada siswa kelas IV SD

Kanisius Wirobrajan. Skripsi. Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas perkembangan nilai-nilai kemanusiaan dalam bidang studi matematika pada bilangan pecahan berpenyebut tidak sama dengan menggunakan model PPR.

  Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam 3 siklus yang masing-masing dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan dengan empat langkah dalam setiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi, refleksi, dan berulang pada siklus berikutnya. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan, yang berjumlah 36 siswa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 12 April 2011. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi/pengamatan, menganalisis bagaimana perkembangan nilai kemanusiaan dalam pembelajaran matematika berbasis paradigma pedagogi reflektif. Adapun indikator dari nilai kemanusiaan dalam kerjasama adalah aktif terlibat, bertukar pikiran dalam kelompok, dan membantu teman secara sukarela. Kriteria keberhasilan setiap siklus adalah siklus I 45%, 40%, 45%, siklus II 40%, 45%, 55% dan siklus III 45%, 50%, 55%.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran PPR dapat meningkatkan efektifitas perkembangan nilai kemanusiaan peserta didik. Capaian perkembangan nilai kemanusiaan pada indikator I (aktif terlibat) pada siklus I: 80%, siklus II: 71,4%, dan siklus III: 94,4%; pada indicator II (bertukar pikiran dalam kelompok) siklus I: 68,5%, siklus II: 65,7%, dan siklus III: 94,4%; pada indicator III (membantu teman secara sukarela) pada siklus I: 71,4%, siklus II: 65,7%, dan siklus III 94,4%.

  Kata kunci : efektivitas, nilai kemanusiaan, paradigma pedagogi reflektif, penelitian tindakan kelas

  xii

 

  

ABSTRACT

Helena Tiwi Indrayati. 2011. The Effectiveness of Humanity Value Development Through

Reflective Pedagogy Paradigm based Math Learning Process for the Fourth Graders of

Kanisius Wirobrajan Elementary School. Elementary School Teacher Education Study

Program, Faculty of Teachers Training and Education, Sanata Dharma University.

  This research aims to know the level of effectivess of humanity value development in Math learning, especially on the topic of different denominators of fractions number using reflective pedagogy paradigm. This research is a classroom action research, consist of three cycles. Each of that’s included four steps, there’re planning, action, observation, and reflection, which repeated in every subsequent cycles. The subject of this research were the fourth grade of Kanisius Wirobrajan Elementary School student on the addition of fraction numbers topics. The datas gathering has been done

  th th

  from 4 to 12 of April 2011. The datas were collected by direct observation, to analize how the humanity value development were done during math learning, using reflective pedagogy paradigm. The indicators of humanity values were the student’s involvement, exchanging ideas ane another, and helping friends. Student was the successful if the criteria of each cycle were: for the first cycle’re 45%,40%, and 45%, for second cycle’re 40%, 45%, and 55%, for the third cycle’re 45%, 50%, and 55%.

  The result of research shiwed that Math-learning which used by reflective pedagogy paradigm could increase the effectiveness of student’s humanity value. The student’s achievement of humanity value development for the first indicator (high activity) were 80% (cycle I);71,4% (cycle II);and 94,4% (cycle III). The values for the second indicator (teamwork discussing) were 68,5% (cycle I), 65,7% (cycle II), and 94,4% (cycle III). For the third indicator (helping friends), the results were 71,4% (cyle I), 65,7% (cycle II), and 94,4% (cycle III).

  The key word: classroom action research, humanity value, reflective pedagogy paradigm, the effectiveness.

           

xiii

 

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pendidikan merupakan hak setiap warga negara untuk menjamin

  kelangsungan hidupnya. Kehidupan seseorang perlu dikembangkan agar berguna dan bermanfaat. Pendidikan yang diperoleh seseorang dapat berpengaruh pada pembentukan hidupnya. Pendidikan bukan sekedar untuk menyiapkan sebuah profesi, namun lebih untuk pengembangan pribadi manusia seutuhnya..

  Pengembangan pribadi seseorang terkait dengan adanya proses pendidikan. Proses pendidikan secara formal terjadi di sekolah dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar-mengajar terjadi bila ada dua elemen di dalamnya, diantaranya yaitu guru dan siswa. Pada kegiatan ini terjadi proses belajar dan pembentukan hidup. Proses belajar ini tidak hanya mengembangkan segi intelektual, moral, dan sikap, namun juga membantu peserta didik semakin menyadari dan menerima dirinya sendiri, serta mengembangkan nilai-nilai aspek kehidupan dan menemukan sendiri sebagai ciptaan yang berharga.

  Kegiatan belajar matematika akan tercapai optimal, apabila guru dapat memilih metode yang tepat, dengan teknik-teknik penyampaian dan langkah- langkah pelaksanaannya yang baik. Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan

  1

  telah dilakukan. Kegiatan belajar untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mengembangkan kemampuan dirinya Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu perubahan tingkah laku yang baru, secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan-perubahan pengetahuan, pemahaman, daya reaksi, dan daya penerimaannya pada aspek-aspek individu (Natawidjaja,1984).

  Belajar matematika bukan sekedar menghafal rumus. Mengkomunikasikan ide-ide dalam angka menjadi bagian penting dalam mempelajari matematika.

  Aplikasi matematika tidak hanya dilakukan secara matematis saja, melainkan bagaimana caranya mengkomunikasikan matematika itu.

  Hingga saat ini matematika masih menjadi momok bagi sebagian siswa. Oleh karena itu, belajar matematika perlu dibuat semenarik mungkin. Dengan ini diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang bukan hanya mengembangkan kognitif siswa, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan non kognitif. Dalam hal meningkatkan efektivitas belajar matematika diperlukan metode yang berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif ( PPR).

  Proses pembelajaran matematika yang berbasis PPR, dapat menjadi semakin bergaung dalam diri para siswa dan guru kalau mereka semua mengetahui, memahami, dan mengenal secara lebih mendalam roh yang bergerak dan menggerakkan mereka dalam proses pembelajaran.

  Kegiatan pembelajaran matematika dibutuhkan suatu ketrampilan dan kerjasama antar siswa untuk memahami dan menemukan suatu penyelesaian masalah pembelajaran matematika yang sedang siswa hadapi. Siswa harus dilatih untuk memahami persoalan yang dihadapinya.

  Tujuan utama proses pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif, adalah mengintegrasikan pengetahuan matematika dan sikap batin siswa agar siswa mampu melihat korelasi antara ilmu pengetahuan matematika yang didapat dan dialaminya selama proses pembelajaran dengan realita konkret di tengah-tengah masyarakat dan lingkungannya. Selain itu PPR juga bertujuan agar siswa memiliki motivasi untuk bertindak atas dasar pengetahuan matematika yang telah dimiliki dan dialaminya dan mampu mewujudnyatakan dalam bentuk aksi nyata, yang bermanfaat bagi perkembangan kepribadian para siswa.

  Untuk membentuk perilaku dan karakter siswa melalui kegiatan pembelajaran matematika dibutuhkan suatu kerjasama antar siswa dan guru untuk saling memahami dalam penyelesaian masalah dalam pembelajaran matematika hingga dapat menumbuhkan antara pengetahuan matematika dengan nilai-nilai kehidupan.

  Penumbuhan nilai-nilai kemanusiaan tersebut dapat dilaksanakan melalui tahap- tahap pembelajaran berbasis PPR yang memuat pengalaman, perwujudan aksi, dan evaluasi sehingga terjadi penumbuhan nilai-nilai kemanusiaan melalui proses pembelajaran matematika.

  

 

B. Batasan Masalah

  Dalam penelitian ini peneliti membatasi masalah penelitian pada penjumlahan bilangan pecahan berpenyebut tidak sama dengan menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif PPR.

C. Rumusan Masalah

  Masalah yang terjadi dalam pembelajaran matematika dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana efektivitas perkembangan nilai kemanusiaan dalam hal kerjasama antar siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran PPR yang terkait dengan Kompetensi Dasar ” penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama “ pada siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan semester II tahun pelajaran 2010/2011.

D. Pemecahan Masalah

  Seperti telah dikemukakan pada bagian latar belakang masalah dan tersirat dalam rumusan masalah, efektivitas perkembangan nilai kemanusiaan dalam pembelajaran matematika akan diatasi dengan pendekatan PPR.

E. Batasan Pengertian

  1. Efektivitas Efektivitas dalam pembelajaran matematika adalah suatu tindakan guru dalam mencapai sejumlah indikator keberhasilan perkembangan nilai kemanusiaan dalam mata pelajaran matematika peserta didik kelas IV B Kanisius Wirobrajan.

  2. Nilai Kemanusiaan Nilai kemanusiaan yang akan dikembangkan melalui pembelajaran matematika ini adalah nilai kerjasama antar peserta didik.

  3. Pendekatan Paradigma Pedagogi Refletif ( PPR).

  PPR merupakan model pendekatan belajar atau pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan atau meningkatkan efektivitas perkembangan nilai-nilai kemanusiaan yang seutuhnya pada pesertadidik. Di dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika yang berbasis PPR mempertimbangkan lima langkah utama yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi.

F. Tujuan

  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas perkembangan nilai- nilai kemanusiaan dalam bidang studi matematika pada bilangan pecahan berpenyebut tidak sama menggunakan model PPR.

G. Manfaat

  Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini sebagai berikut:

  1. Bagi siswa Penelitian ini akan memberikan pengalaman pada siswa dalam memahami bilangan pecahan yang berbasis PPR membantu siswa untuk menjadi manusia yang utuh, secara intelektual berkompeten, terbuka untuk perkembangan pengalaman yang mengenyam sesuatu hal dalam batin, konteks sebagai kesiapan siswa untuk belajar, dan refleksi.

  

 

  2. Bagi guru Membantu para guru untuk:

  a. Semakin memahami siswa

  b. Bersedia mendampingi perkembangannya

  c. Lebih baik dalam menyajikan materi ajarnya

  d. Mengembangkan daya reflektif terkait dengan pengalaman sebagai guru, pengajar, dan pendamping

  3. Bagi sekolah Dapat menambah satu bacaan yang bermanfaat untuk para guru sebagai contoh proses pembelajaran yang berbasis PPR . ujian nasional, sertifikasi guru, pemerataan pendidikan, komersialisasi pendidikan, korupsi, dan mutu pendidikan yang dianggap rendah. Persoalan di atas menyangkut pendidikan, anak didik, proses pendidikan, dan pengambilan keputusan dalam dunia pendidikan

  Persoalan yang berkaiatan dengan anak didik atau peserta didik antara lain tidak punya arah ke depan, kurang memilih sesuatu yang penting bagi kehidupan masa depan yang lebih baik, konflik antar peserta didik, asal senang, tidak bergairah dalam belajar, dan untuk apa hidup ini (Wees Ibnoe, 2008).

  Efektivitas kegiatan belajar akan optimal, apabila guru dapat memilih metode yang tepat, kemudian melaksanakan dengan teknik-teknik penyampaian yang baik serta langkah-langkah pelaksanaan yang benar dan baik.

  Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan telah dilakukan. Kegiatan belajar untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mengembangkan kemampuan dirinya. Oleh karena itu belajar sebagai suatu kegiatan yang telah dikenal dan secara sadar atau tidak dilakukan oleh manusia.

  

7

 

   

  Proses belajar tidak cukup apabila hanya melibatkan otak. Semua daya manusiawi harus digunakan. Dengan demikian kegiatan belajar selalu menghidupkan baik unsur kognitif maupun afektif. Tanpa adanya perpaduan antara kedua unsur tersebut, kegiatan belajar tidak akan menggerakkan siswa untuk melakukan suatu perbuatan. Jadi, belajar adalah proses kerja terpadu yang mengaktifkan daya indera, pikiran, perasaan, dan kehendak.

  Segala kemampuan atau potensi yang ada pada diri manusia tidak akan berfungsi. Untuk mengembangkan potensi pada manusia dimulai dari hal-hal yang sifatnya kecil atau kurang berarti, kemudian sedikit demi sedikit dilatih atau dibiasakan yang akhirnya dapat meningkatkan kemampuan. Untuk mencapai hal tersebut di atas tidak terlepas dari kegiatan belajar.

  Untuk merumuskan definisi belajar yang memadai bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, karena itulah timbul berbagai definisi belajar yang dikemukakan oleh para ahli. Di antaranya seperti yang dikemukakan oleh Sudjana (1998) belajar adalah suatu proses yang ditandai adanya perubahan pada diri seseorang.

  PPR singkatan dari Paradigma Pedagogi Reflektif. Paradigma adalah suatu kerangka berfikir/model dari teori ilmu pengetahuan/perubahan model. Pengertian paradigma dapat diartikan sebagai sebuah model dan atau pendekatan dalam proses pembelajaran. Pedagogi artinya cara pengajar mendampingi para siswa dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya yang meliputi pandangan hidup dan visi mengenai idealnya seorang siswa, sehingga akan mencakup arah dan tujuan semua

   

  aspek pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa PPR adalah cara pandang tentang pendidikan di sekolah yang menekankan pada pengintegrasian usaha penumbuhan nilai-nilai kemanusiaan dan pengembangan kompetensi siswa melalui pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran di sekolah. Penumbuhan nilai-nilai kemanusiaan dilakukan sesuai dengan konteks siswa dan materi pelajaran, serta melalui mekanisme pemberian pengalaman, refleksi, perwujudan aksi dan evaluasi.

  Konteks siswa antara lain taraf perkembangan pribadi, kondisi social, budaya, dan agama. Konteks materi pelajaran antara lain kompetensi dasar, ruang lingkup materi, sifat materi, keterkaitan materi dengan kehidupan nyata, dan cara mempelajarinya (Subagyo, 2005).

  Pengembangan nilai kemanusiaan paling efektif dilakukan melalui pengalaman, yaitu siswa mengalami sendiri nilai yang diperjuangkan. Untuk mengembangkan nilai persaudaraan, siswa perlu mengalami rasa persaudaraan antar teman dan dengan guru dalam kegiatan belajar di kelas, misalnya melalui kegiatan kerja kelompok.

  Refleksi adalah kegiatan siswa meninjau kembali pengalaman yang lalu. Menurut Subagyo (2005), refleksi merupakan tahap di mana siswa menjadi sadar sendiri mengenai kebaikan, keenakan, manfaat dan makna nilai yang diperjuangkan.

  Untuk membantu siswa menyadari nilai kemanusiaan yang terkandung di dalam pengalaman, guru memfasilitasi dengan mengajukan pertanyaan, member tugas

  

 

   

  kepada siswa untuk mengkomunikasikan pendapat mereka dalam bentuk lisan, tulisan atau gambar, dan mengajak siswa berdiskusi.

  Hasil refleksi siswa atas pengalaman perlu ditindaklanjuti hingga siswa mempunyai niat, bersikap, dan berbuat atas kemauan sendiri terkait dengan nilai kemanusiaan yang diperjuangkan. Untuk membantu siswa mengembangkan niat, sikap, dan perbuatan, guru memfasilitai dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekan dalam pelajaran yang akan datang, atau memberi tugas sebagai perwujudan aksi di sekolah, di rumah, atau di lingkungan tempat tinggal.

  Reflektif dipakai dalam arti menyimak kembali dengan penuh perhatian bahan studi tertentu, pengalaman, ide-ide, usul, atau reaksi spontan agar dapat menangkap maknanya secara lebih mendalam. Jadi reflektif mengandung pengertian sebuah proses yang mampu memunculkan makna dalam pengalaman manusiawi dan erat dengan pengalaman batin seseorang untuk menemukan nilai-nilai hidup yang hakiki serta merupakan proses yang membentuk karakter/kepribadian dan melahirkan kebebasan dalam penentuan sikap yang dapat dipertanggungjawabkan dengan baik (Tim PPR, 2010).

  PPR dapat pula diartikan sebagai pembelajaran yang mengintegrasikan bidang studi dengan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan melalui pengalaman, aksi, dan refleksi. PPR juga menekankan konteks proses belajar dan mengedepankan pentingnya evaluasi (Subagyo, 2005).

  Tujuan PPR adalah proses pembelajaran berbasiskan Paradigma Pedagogi Reflektif, adalah mengintegrasikan pengetahuan dan sikap batin agar siswa mampu

   

  melihat korelasi antara ilmu pengetahuan yang didapat dan dialaminya selama proses pembelajaran dengan realitas konkret di tengah-tengah masyarakat dan lingkungannya. Selain itu PPR juga bertujuan agar siswa memiliki motivasi untuk bertindak atas dasar pengetahuan yang telah dimiliki dan dialaminya dan mampu mewujudnyatakan dalam bentuk aksi nyata, yang bermanfaat bagi perkembangan kepribadian siswa.

  Tujuan PPR bagi guru dan siswa adalah sebagai berikut:

  a. Tujuan PPR bagi guru, yaitu membantu para guru untuk:

  1. Semakin memahami siswa

  2. Semakin bersedia mendampingi perkembangannya

  3. Semakin lebih baik dalam menyajikan materi ajarnya

  4. Memperhatikan kaitan perkembangan intelektual dan moral

  5. Mengadaptasi materi dan metode ajar demi tujuan pendidikan

  6. Mengembangkan daya reflektif terkait dengan pengalaman sebagai guru, pengajar, dan pendamping.

  b. Tujuan PPR bagi siswa, yaitu membantu siswa untuk menjadi:

  1. Manusia bagi sesama

  2. Manusia yang utuh

  3. Manusia yang secara intelektual berkompeten, terbuka untuk perkembangan, Religius

  4. Manusia yang sanggup mencintai/dicintai

   

   

  5. Manusia yang berkomitmen untuk menegakkan keadilan dalam pelayanannya pada orang lain

C. Nilai Kemanusiaan

  Penilaian adalah upaya untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan tercapai atau tidak. Penilaian berfungsi sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan proses dan hasil belajar siswa. Salah satu prinsip dasar yang harus senantiasa diperhatikan dan dipegang dalam rangka evaluasi hasil belajar adalah prinsip kebulatan, dengan prinsip evaluator dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap peserta didik, baik dari segi pemahamannya terhadap materi pelajaran yang telah diberikan.

  Secara garis besar, dalam sistem pendidikan nasional dibagi menjadi tiga aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Dalam konteks hasil belajar, maka ketiga aspek itulah yang harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi hasil belajar. Diantara ketiga aspek itu, aspek kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru disekolah karena berkaitan dengan kemampuan para peserta didik dalam menguasai isi bahan pelajaran (Andersen, 1981).

  Aspek afektif adalah aspek yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Aspek afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai.

  Aspek afektif dibagi menjadi lima bagian yaitu receiving, responding, valuing, organization, dan characterization by evalue or calue complex.

  Receiving adalah kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan dari luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk masalah, situasi, gejala, dan lain-lain.

   

  Contoh, misalnya: peserta didik bahwa disiplin wajib ditegakkan, sifat malas dan tidak disiplin harus disingkirkan. Responding adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengikuti dirinya secara aktif dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi terhadapnya salah satu cara. Contohnya adalah peserta didik tumbuh hasratnya untuk mempelajari lebih jauh atau lebih dalam lagi tentang kedisiplinan.

  

Valuing adalah menilai atau menghargai artinya memberikan nilai terhadap suatu

  kegiatan atau obyek, sehingga apabila kegiatan itu tidak dikerjakan, dirasakan akan membawa kerugian atau penyesalan. Dalam kaitan proses belajar mengajar, peserta didik tidak hanya menerima nilai yang diajarkan tetapi mereka juga berkemampuan untuk menilai konsep atau fenomena, yaitu baik atau buruk. Contohnya adalah tumbuhnya kemampuan yang kuat pada diri peserta didik untuk berlaku disiplin, baik di sekolah, di rumah maupun di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

  Organization adalah mengorganisasikan artinya mempertemukan perbedaan

  nilai sehingga terbentuk nilai baru yang universal. Contohnya peserta didik mendukung penegakkan disiplin nasional. Characterization by evalue or calue

  

complex yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki oleh seseorang,

yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya (Andersen, 1981).

D. Bilangan Pecahan

  Pendidikan matematika telah berkembang dengan cepat, disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan yang bernuansa kemajuan sains dan teknologi. Terkait dengan pembelajaran matematika, banyak kecenderungan baru yang tumbuh dan

  

 

   

  berkembang, sebagai inovasi dan reformasi model pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan tantangan sekarang dan mendatang. Beberapa diantaranya adalah model-model contextual learning, cooperative learning, Realistic Matematics

  

Education (RME), open-ended, manipulative material, concept map, quantum

teaching/learning, dan writing in matematics.

  Sebagai pengetahuan, matematika mempunyai ciri-ciri khusus antara lain abstrak, deduktif, konsisten, hirarkis, dan logis. Soedjadi (1999) menyatakan bahwa keabstrakan matematika karena objek dasarnya abstrak, yaitu fakta, konsep, operasi, dan prinsip.

  Model pembelajaran matematika yang berkembang didasarkan pada teori- teori belajar. Teori-teori belajar menjadi tidak berguna jika makna dari konsep yang dikembangkan tidak dipahami dengan baik. Jika suatu teori belajar ternyata efektif untuk membantu guru menjadi lebih profesional, yaitu meningkatkan kesadaran guru bahwa mereka wajib menolong siswa mengintegrasikan konsep baru dengan konsep yang sudah ada maka teori itu berharga dan patut dipertimbangkan.

  Untuk menanamkan pemahaman siswa tentang pengertian bilangan pecahan, guru harus menyediakan beberapa benda kongkrit dan beberapa gambar yang diharapkan dapat membantu membangun pemahaman kerjasama siswa terhadap bilangan pecahan.

  Bilangan pecahan merupakan bilangan yang mempunyai jumlah kurang atau lebih dari utuh. Bilangan pecahan adalah bilangan yang berbentuk Q = a/b, b ≠ 0, a

   

  dan b bilangan bulat. a dinamakan pembilang, b dinamakan penyebut, dan garis di bawah a dan di atas b disebut garis pecahan.

  Kerjasama adalah melakukan suatu kegiatan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kerjasama dilakukan seumur hidup manusia dalam penerapan segala aspek kehidupannya. Hakikat manusia sebagai makluk social yang mendasari manusia untuk membangun kerjasama satu sama lain. Kerjasama dapat digunakan untuk menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan dan sesame sehingga tercipta kerukunan serta memupuk persatuan dan kesatuan.

  Kerjasama dilatih sejak anak kecil. Nilai kerjasama tidak bias diajarkan sekali tempo. Nilai kerjasama akan membudaya pada anak-anak apabila dilakukan secara terus menerus dan menjadi kegiatan pembiasaan. Penerapan kerjasama di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Di lingkungan keluarga, pembiasaan kerjasama ini dilakukan bersama orang tua dan kerabatnya. Di lingkungan sekolah, pembiasaan ini dilakukan anak bersama guru dan teman sejawatnya sedangkan di masyarakat anak melakukannya bersama tetangga dan teman-temannya.

  Pendidikan yang berbasis PPR bertujuan untuk membina laki-laki dan perempuan agar menjadi pribadi yang utuh dan bermakna bagi semua manusia

  

(forming men and women for others) . Pribadi manusia yang utuh itu mengarah pada

  integritas pribadi yang competence, conscience, dan compassion. Dinamika PPR terus menerus bergerak secara timbale balik dalam gerak spiral yang dinamis: Konteks,

  

 

   

  Pengalaman, Refleksi, Aksi, dan Evaluasi. Keunggulan PPR adalah menjadikan para siswa dan guru saling belajar mengembangkan kompetensi secara utuh (competence), saling mengasah kepekaan dan ketajaman hati nurani (conscience), dan saling terlibat dengan penuh bela rasa bagi sesame (compassion).

  Untuk memperoleh 3C tersebut diperlukan latihan berulang-ulang dan secara terus menerus yang terintegrasi dalam setiap pelajaran di sekolah. Pembelajaran matematika berbasis PPR merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam mengajarkan siswa mengembangkan nilai kemanusiaan pada siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan. Model pembelajaran ini akan melatih siswa bekerja/belajar secara berkelompok atau aktif berdiskusi dalam menyelesaikan soal matematika yang terkait dengan penjumlahan berpenyebut tidak sama pada kelas IV SD Kanisius Wirobrajan semester 2 tahun ajaran 2010/2011. Dengan begitu diharapkan siswa dapat mengembangkan nilai kerjasama dengan baik serta bersinergi dengan teman- temannya.

  Dari kerangka berpikir dapat ditarik suatu hipotesa yang mana penerapan PPR pada pembelajaran matematika dapat secara efektif mengembangkan nilai kemanusiaan pada siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan semester genap tahun pelajaran 2010/2011. pengambilan data yang dipakai adalah lembar obsevasi perkembangan nilai kemanusiaan. Pada penelitian ini yang ditekankan oleh peneliti adalah nilai kemanusiaan peserta didik.

  Berada di jalan Hos Cokroaminoto No. 8 Yogyakarta.

  2. Waktu Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan pada semester dua tahun ajaran 2010/2011.

  Tepatnya pada tanggal 4 sampai 12 April 2011.

  3. Subyek Penelitian

  Pada penelitian ini penulis mengambil subyek penelitian yaitu siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan. Jumlah siswa perempuan 17 sedangkan laki-laki 19, jadi jumlah siswa 36.

  4. Obyek Penelitian

  Yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah efektivitas perkembangan nilai kemanusiaan peserta didik dalam pembelajaran matematika.

  

17

 

C. Prosedur Penelitian

  Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Waktu untuk satu kali pertemuan adalah 2 jam pelajaran (2 x 40 menit). Penelitian ini meliputi 4 langkah dalam setiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi, refleksi, dan berulang lagi pada siklus berikutnya.

D. Kriteria Keberhasilan Tindakan

  Nilai Kemanusiaan: Kerjasama Indikator Kerjasama Kriteria Keberhasilan Tindakan

  Siklus I Siklus II Siklus III Aktif terlibat 45% 50% 55% Bertukar Pikiran dalam Kelompok 40% 45% 55% Membantu teman secara sukarela 45% 50% 55% E.

Rencana Tindakan

  Persiapan

  a. Permintaan ijin kepada pihak sekolah SD Kanisius Wirobrajan

  b. Identifikasi masalah

  c. Mengkaji KD 6.3 tentang penjumlahan pecahan

  d. Menyusun RPP, alat peraga, dan LKS

  e. Mempersiapkan sumber bahan pengajaran

  f. Menyusun instrumen penelitian soal dan rubrik

  Siklus I

  a. Perencanaan

  1. Menyusun RPP dan LKS

  2. Menyiapkan materi diskusi kelompok

  3. Menyiapkan media pembelajaran

  4. Menyiapkan lembar evaluasi

  5. Menyiapkan lembar refleksi

  6. Menyiapkan alat penilaian

  b. Tindakan

  1. Konteks:

  • Tanya jawab dengan siswa untuk mengetahui situasi tentang pengetahuan yang dimilikinya terkait dengan materi yang akan dibahas.
  • Menjelaskan proses KBM secara umum

  2. Pengalaman:

  • Guru membentuk kelompok, masing-masing 4 siswa
  • Siswa mendemonstrasikan tentang bilangan pecahan
  • Siswa berdiskusi dalam kelompok membahas materi
  • Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok
  • Menarik kesimpulan

  3. Refleksi:

  

 

  • Siswa merenungkan pertanyaan nilai apa yang didapatkan

  4. Aksi:

  • Melakukan tindakan nyata dari hasil refleksi

  5. Evaluasi:

  • Siswa mengevaluasi kegiatan belajar dengan menuliskan jawaban dari pertanyaan guru

  c. Pengamatan

  1. Mengamati perilaku siswa dalam proses belajar dengan PPR

  2. Mengamati keaktifan siswa dalam kerjasama kelompok

  3. Mengamati siswa yang mau bertukar pikiran dalam kelompok

  4. Mengamati siswa yang mau membantu teman dengan sukarela

  d. Refleksi

  1. Melakukan evaluasi terhadap KBM

  2. Menganalisis hasil evaluasi

  3. Memperbaiki kekurangan untuk daur berikutnya

  Siklus II

  a. Perencanaan

  1. Menyusun RPP dan LKS

  2. Menyiapkan materi diskusi kelompo

  3. Menyiapkan lembar evaluasi

  4. Menyiapkan lembar refleksi

  5. Menyiapkan alat penilaian b. Tindakan\

  1. Konteks:

  • Tanya jawab dengan siswa untuk mengetahui situasi tentang pengetahuan yang dimilikinya terkait dengan materi yang akan dibahas.
  • Menjelaskan proses KBM secara umum

  2. Pengalaman :

  • membentuk kelompok, masing-masing 4 siswa
  • Siswa berdiskusi dalam kelompok membahas tentang penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama
  • Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok
  • Menarik kesimpulan

  3. Refleksi:

  • merenungkan pertanyaan nilai apa yang didapatkan

  4. Aksi:

  • melakukan tindakan nyata dari hasil refleksi

  5. Evaluasi:

  • siswa mengevaluasi kegiatan belajar dengan menuliskan jawaban dari pertanyaan guru

  c. Pengamatan

  1. Mengamati perilaku siswa dalam proses belajar dengan PPR

  

 

  2. Mengamati keaktifan siswa dalam kerjasama kelompok

  3. Mengamati siswa yang mau bertukar pikiran dalam kelompok

  4. Mengamati siswa yang mau membantu teman dengan sukarela

  d. Refleksi

  1. Melakukan evaluasi terhadap KBM

  2. Menganalisis hasil evaluasi

  3. Memperbaiki kekurangan untuk daur berikutnya

  Siklus III

  a. Perencanaan

  1. Menyusun RPP dan LKS

  2. Menyiapkan materi diskusi kelompok

  3. Menyiapkan lembar evaluasi

  4. Menyiapkan lembar refleksi

  5. Menyiapkan alat penilaian

  b. Tindakan

  1. Konteks:

  • Tanya jawab dengan siswa untuk mengetahui situasi tentang pengetahuan yang dimilikinya terkait dengan materi yang akan dibahas.
  • Menjelaskan proses KBM secara umum

  2. Pengalaman :

  • membentuk kelompok, masing-masing 2 siswa
  • Siswa berdiskusi dalam kelompok membahas materi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama
  • Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok
  • Menarik kesimpulan

  3. Refleksi:

  • merenungkan pertanyaan nilai apa yang didapatkan

  4. Aksi:

  • melakukan tindakan nyata dari hasil refleksi

  5. Evaluasi:

  • siswa mengevaluasi kegiatan belajar dengan menuliskan jawaban dari pertanyaan guru

  c. Pengamatan

  1. Mengamati perilaku siswa dalam proses belajar dengan PPR

  2. Mengamati keaktifan siswa dalam kerjasama kelompok

  3. Mengamati siswa yang mau bertukar pikiran dalam kelompok

  4. Mengamati siswa yang mau membantu teman dengan sukarela

  d. Refleksi

  1. Melakukan evaluasi terhadap KBM

  2. Menganalisis hasil evaluasi

  3. Memperbaiki kekurangan untuk daur berikutnya F.

   Metode Pengumpulan Data

 

  Data penelitian terdiri dari:

  1. Proses pembelajaran di kelas Data proses pembelajaran di kelas dikumpulkan dengan metode observasi langsung dan didukung dengan metode tak langsung meelalui perekaman video.

  2. Perkembangan nilai kemanusiaan Data perkembangan nilai kemanusiaan dikumpulkan dengan metode observasi langsung

  Instrumen observasi terdiri dari:

  1. Lembar observasi proses pembelajaran

  2. Lembar observasi perkembangan nilai kemanusiaan (tabel terlampir) G.

Metode Analisis Data

  I. Data proses pembelajaran di kelas pada setiap akhir siklus PTK dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Data dibandingkan dengan karakteristik pembelajaran berpola PPR, yaitu

  a. Guru menyesuaikan perkembangan nilai kemanusiaan dengan kondisi peserta didik dengan bahan.

  b. Guru memberi kesempatan agar peserta didik mengalami nilai kemanusiaan.

  c. Guru memandu peserta didik merefleksikan pengalaman tersebut.

  d. Guru memandu pesertadidik membangun niat atau melakukan aksi. e. Guru menilai pertumbuhan nilai kemanusiaan pada diri peserta didik dengan mengevaluasi pembelajaran.

  2. Dari hasil perbandingan diidentifikasi kesulitan atau kelemahan dalam pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi

  II. Data perkembangan nilai kemanusiaan pada setiap akhir siklus PTK dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menghitung jumlah peserta didik yang perilakunya menunjukkan masing- masing indikator nilai kemanusiaan

  2. Menghitung prosentase peserta didik di kelas yang perilakunya menunjukkan masing-masing indikator nilai kemanusiaan

  3. Membandingkan prosentase tersebut dengan kriteria keberhasilan tindakan untuk masing-masing indikator nilai kemanusiaan

  

 

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Siklus 1 a. Pelaksanaan penelitian Pembelajaran dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 April 2011 jam ke -2

  yaitu pada pukul 07.35-08.45. Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas IV B SD Kanisius Wirobrajan, dan diampu oleh guru kelas yang bersangkutan. Siswa hadir berjumlah 35 orang, terdiri dari 19 siswa putra dan 16 siswa putri. Tidak hadir 1 orang siswa karena sakit.

  Materi pembelajaran adalah penjumlahan pecahan. Kompetensi dasar adalah menjumlahkan pecahan. Adapun indikatornya adalah menjumlahkan dua pecahan berpenyebut sama.

  Sedangkan nilai kemanusiaan yang akan dikembangkan adalah kerjasama. Dengan indikator adalah (i) siswa aktif dalam kegiatan diskusi kelompok, (ii) siswa mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok, dan (iii) siswa mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan.

  Observer terdiri dari 2 orang observer langsung, 1 orang observer tidak langsung (kameramen handy cam), 1 orang penilai perkembangan nilai kemanusiaan, dan 1 orang korektor/penilai perkembangan kompetensi.

  Proses pembelajaran terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi: konteks

  1. Guru menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa

  2. Guru memberikan salam

  3. Guru bertanya kesiapan siswa dalam menghadapi materi

  4. Guru memberi penjelasan tentang pecahan melalui contoh yang konkrit seperti membagi roti Kegiatan inti meliputi: Pengalaman

  1. Guru memberikan latihan soal kepada siswa

  2. Siswa mengerjakan di papan tulis

  3. Guru membagi siswa menjadi 9 kelompok

  4. Guru membagikan LKS dalam kelompok

  5. Siswa mengerjakan LKS dengan berdiskusi

  6. Perwakilan dua kelompok maju mempresentasikan hasil diskusi Kegiatan akhir meliputi : Refleksi

  1. Guru memberikan refleksi secara individu kepada siswa

  2. Siswa menyampaikan kendala yang dialami pada saat pembelajaran Aksi

  1. Siswa membantu temannya yang belum jelas dalam kelompok

  2. Siswa melakukan presentasi di depan kelas Evaluasi

  1. Siswa mengerjakan LKS di dalam kelompok

  2. Siswa mengerjakan evaluasi secara individu b.

Hasil penelitian

  Tabel 4.1: Penilaian Perkembangan Nilai Kemanusiaan

  10 AD + + -

  34 T + - +

  16 CBR + + -

  

15 BLE + + + 33 SB + + -

  

14 BGP + + + 32 SEH + + +

  31 SDC - + +

  13 BWA + + -

  

12 ALP + + + 30 SGM + + +

  

11 APA + + + 29 RNRS - - -

  28 RNMI + + +

  

9 AYA + + + 27 MABR S S S

  

SD KANISIUS WIROBRAJAN YOGYAKARTA

LEMBAR OBSERVASI PERKEMBANGAN NILAI KEMANUSIAAN

Mata Pelajaran: Matematika Nilai Kemanusiaan: Kerjasama Kelas: IVB Semester: 2 Tahun Ajaran: 2010/2011 No Nama Peserta Didik

  

8 ADP + + + 26 MKK S + + +

  Hasil penilaian perkembangan nilai kemanusiaan dalam siklus 1 ini disajikan dalam Tabel 4.1.

  

6 AFW + + + 24 GTN + - -

  

5 AAJ - - - 23 FBAP + + +

  

4 ABG + + + 22 EPL - + +

  

3 AAN + - + 21 DBSJ + - +

  

2 APNG + + - 20 DD + + -

  

1 MC + - + 19 DADL + + +

  

Skor Pertemuan I No Nama Peserta

Didik Skor Pertemuan I Ind.1 Ind.2 Ind.3 Ind.1 Ind.2 Ind.3

  

7 AMLGKP - - - 25 GPW + + +

  17 CAP + - + 35 +

  • YT I W

  18 DCW + 36 YHS + - + - - Jumlah Nilai 28 24

  25 Persentase : Jumlah nilai ( + ) 80% 68,5% 71,4% Jumlah siswa

  Keterangan: Indikator 1 = Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok Indikator 2 = Peserta didik mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok Indikator 3 = Peserta didik mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan Tanda “+” berarti indikator nilai kemanusiaan yang bersangkutan tampak pada diri peserta didik Tanda “-“ berarti indikator nilai kemanusiaan yang bersangkutan tidak tampak pada diri peserta didik

Tabel 4.2. Keberhasilan Siklus 1

  Indikator Kriteria keberhasilan Persentase yang dicapai Kesimpulan Indikator 1 45% 80% Berhasil Indikator 2 40% 68,5% Berhasil Indikator 3 45% 71,4% Berhasil

  Keterangan: Indikator 1 = Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok Indikator 2 = Peserta didik mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok Indikator 3 = Peserta didik mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan c.

Refleksi

  Refleksi tentang proses pembelajaran berbasis PPR adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyesuaikan perkembangan nilai kemanusiaan dengan konteks siswa a. Di kegiatan awal guru mengecek kemampuan prasyarat

  b. Materi peragaan sudah dikuasai oleh siswa

  c. Siswa sudah sering melakukan kerja kelompok sehingga siswa sudah siap untuk melakukan pengalaman

  2. Guru memberi kesempatan agar siswa mengalami nilai kemanusiaan:

  a. Siswa mendemonstrasikan nilai suatu pecahan dengan cara membagi roti

  b. Siswa melakukan kerjasama dalam membagi satu roti menjadi empat bagian sama besar c. Siswa yang tidak maju memperhatikan dua temannya yang sedang berdiskusi cara membagi roti sama besar

  3. Guru memandu siswa merefleksikan pengalaman tersebut

  4. Guru memandu siswa membangun niat atau melakukan aksi

  5. Guru menilai perkembangan nilai kemanusiaan pada diri siswa dengan mengevaluasi pembelajaran Pada pertemuan pertama muncul suatu masalah dalam kerja kelompok ada beberapa peserta didik yang pasif dikarenakan pembawaan individu peserta didik.

  Terkadang pembicaraan didalam berdiskusi lepas dari materi.

  Pembelajaran dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 7 April 2011 jam ke -3 dan ke - 4 yaitu pada pukul 09.00 - 10.10. Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas IV B SD Kanisius Wirobrajan, dan diampu oleh guru kelas yang bersangkutan. Siswa hadir berjumlah 35 orang, terdiri dari 19 siswa putra dan 16 siswa putri. Tidak hadir 1 orang siswa karena sakit.

  Materi pembelajaran adalah penjumlahan pecahan. Kompetensi dasar adalah menjumlahkan pecahan. Adapun indikatornya adalah menjumlahkan dua pecahan berpenyebut tidak sama.

  Sedangkan nilai kemanusiaan yang akan dikembangkan adalah kerjasama. Dengan indikator adalah (i) siswa aktif dalam kegiatan diskusi kelompok, (ii) siswa mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok, dan (iii) siswa mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan.

  Observer terdiri dari 2 orang observer langsung, 1 orang obbserver tidak langsung (kameramen handy cam), 1 orang penilai perkembangan nilai kemanusiaan, dan 1 orang korektor/penilai perkembangan kompetensi.

  Proses pembelajaran terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi: konteks

  1. Guru mengucapkan salam kepada siswa

  2. Guru bertanya kesiapan siswa dalam menghadapi materi

  3. Guru memberi penjelasan tentang pecahan berpenyebut tidak sama Kegiatan inti meliputi:

  Pengalaman

  1. Guru memberikan latihan soal kepada siswa

  2. Siswa mengerjakan di papan tulis

  3. Guru membagi siswa menjadi 9 kelompok

  4. Guru membagikan LKS dalam kelompok

  5. Siswa mengerjakan LKS dengan berdiskusi

  6. Perwakilan dua kelompok maju mempresentasikan hasil diskusi Kegiatan akhir meliputi :

  Refleksi

  1. Guru memberikan refleksi secara individu kepada siswa

  2. Siswa menyampaikan kendala yang dialami pada saat pembelajaran Aksi

  1. Siswa membantu temannya yang belum jelas dalam kelompok

  2. Siswa melakukan presentasi di depan kelas Evaluasi

  1. Siswa mengerjakan LKS di dalam kelompok

  2. Siswa mengerjakan evaluasi secara individu b.

   Hasil penelitian

  Hasil penilaian perkembangan nilai kemanusiaan dalam siklus 2 ini disajikan dalam Tabel 4.3.

  Tabel 4.3: Penilaian Perkembangan Nilai Kemanusiaan

  9 A YA + + +

  23 Persentase : Jumlah nilai ( + ) Jumlah siswa 71,4% 65,7% 65,7%

  23

  25

  18 DCW + + - 36 YHS - - - Jumlah Nilai

  17 CAP + + + 35 YTIW + + +

  16 CBR + + - 34 T - - +

  15 BLE - + + 33 SB + + +

  14 BGP + + + 32 SEH - + +

  13 BWA + + + 31 SDC - + -

  12 ALP + - + 30 SGM + + +

  11 APA + + + 29 RNRS + - -

  10 AD + - + 28 RNMI - + -

  27 M AB R + + +

  26 MKKS + + +

  Mata Pelajaran: Matematika Nilai Kemanusiaan: Kerjasama Kelas: IVBSemester: 2 Tahun Ajaran: 2010/2011 No Nama Peserta Didik

  8 ADP + + +

  25 GPW + + +

  7 AMLGKP + - +

  24 GTN + - +

  6 AFW S S S

  23 FBAP + + +

  5 AAJ - - -

  22 EPL + + +

  4 ABG + + +

  3 AAN + - + 21 DBSJ - - +

  20 DD + + +

  2 APNG - - -

  1 MC - + - 19 DADL + - -

  Skor Pertemuan I No Nama Peserta Didik Skor Pertemuan I Ind.1 Ind.2 Ind.3 Ind.1 Ind.2 Ind.3

  Keterangan: Indikator 1 = Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok Indikator 2 = Peserta didik mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok Indikator 3 = Peserta didik mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan Tanda “+” berarti indikator nilai kemanusiaan yang bersangkutan tampak pada diri peserta didik Tanda “-“ berarti indikator nilai kemanusiaan yang bersangkutan tidak tampak pada diri peserta didik

Tabel 4.4. Keberhasilan Siklus 2

  Kriteria keberhasilan Prosentase yang dicapai Kesimpulan Indikator 1 40% 71,4% Berhasil Indikator 2 45% 65,7% Berhasil Indikator 3 55% 65,7% Berhasil

  Keterangan: Indikator 1 = Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok Indikator 2 = Peserta didik mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok Indikator 3 = Peserta didik mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan c.

Refleksi

  Refleksi tentang proses pembelajaran berbasis PPR adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyesuaikan perkembangan nilai kemanusiaan dengan konteks siswa dan materi: a. Guru melakukan apersepsi mengenai materi operasi hitung pecahan

  b. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang cara menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda

  2. Guru memberi kesempatan agar siswa mengalami nilai kemanusiaan:

  a. Peserta didik melakukan pengalaman dibagi menjadi 9 kelompok

  b. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok

  c. Setiap kelompok diwakilkan dua peserta didik untuk maju mempresentasikan hasil kerjanya

  3. Guru memandu siswa merefleksikan pengalaman tersebut

  a. Guru membagikan lembar refleksi kepada peserta didik secara individu

  b. Peserta didik menyampaikan refleksi dengan cara tunjuk jari

  c. Pengisian refleksi dilakukan serentak dengan panduan guru

  4. Guru memandu siswa membangun niat atau melakukan aksi (peserta didik berniat untuk bekerja sama yaitu dapat bertukar pikiran dengan teman saat kerja dalam kelompok)

  5. Guru menilai perkembangan nilai kemanusiaan pada diri siswa dengan mengevaluasi pembelajaran Pada pertemuan kedua muncul masalah dalam kerja kelompok yaitu ada anak yang biasanya aktif, pada pertemuan kedua tidak aktif diduga karena masalah kesehatan. Selain itu banyak peserta didik tidak aktif dalam kerja kelompok dikarenakan materi lebih sulit sehingga peserta didik cenderung untuk berpikir sendiri.

  Pembelajaran dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 April 2011 jam ke -3 dan 4 yaitu pada pukul 09.00-10.10. Pembelajaran dilaksanakan diruang kelas IV B SD Kanisius Wirobrajan, dan diampu oleh guru kelas yang bersangkutan. Siswa hadir berjumlah 36 orang, terdiri dari 19 siswa putra dan 16 siswa putri.

  Materi pembelajaran adalah penjumlahan pecahan. Kompetensi dasar adalah menjumlahkan pecahan. Adapun indikatornya adalah menyelesaikan soal-soal pecahan yang berpenyebut tidak sama (remidi). Sedangkan nilai kemanusiaan yang akan dikembangkan adalah kerjasama. Dengan indikator adalah (i) siswa aktif dalam kegiatan diskusi kelompok, (ii) siswa mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok, dan (iii) siswa mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan.

  Observer terdiri dari 2 orang observer langsung, 1 orang observer tidak langsung (kameramen handy cam), 1 orang penilai perkembangan nilai kemanusiaan, dan 1 orang korektor/penilai perkembangan kompetensi.

  Proses pembelajaran terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi: Konteks

  1. Guru mengucapkan salam dan menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa

  2. Siswa maju membacakan hasil pekerjaan

  3. Guru memberikan arahan pada siswa tentang materi yang dipresentasikan oleh setiap kelompok Kegiatan inti meliputi:

  Pengalaman

  1. Guru memberikan latihan soal kepada siswa

  2. Siswa mengerjakan di papan tulis

  3. Guru membagikan LKS dalam kelompok

  4. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk mengerjakan lembar evaluasi

  5. Siswa mengerjakan LKS dengan berdiskusi

  6. Guru menegaskan untuk memakai cara penyelesaian penjumlahan pecahan Kegiatan akhir meliputi :

  Refleksi

  1. Guru memberikan refleksi secara serentak kepada siswa

  2. Siswa menyampaikan kendala yang dialami pada saat pembelajaran Aksi

  1. Siswa membantu temannya yang belum jelas dalam kelompok

  2. Siswa melakukan presentasi di depan kelas Evaluasi

  1. Siswa mengerjakan LKS dalam kelompok

  2. Siswa mengerjakan evaluasi secara individu b.

   Hasil penelitian

  Hasil penilaian perkembangan nilai kemanusiaan dalam siklus 3 ini disajikan dalam Tabel 4.5. Tabel 4.5: Penilaian Perkembangan Nilai Kemanusiaan

  Mata Pelajaran: Matematika Nilai Kemanusiaan: Kerjasama Kelas: IVBSemester: 2 Tahun Ajaran: 2010/2011 No Nama Peserta Didik

  33 S B + + +

  12 ALP + + +

  30 S G M + + +

  13 B W A + + +

  31 S D C - - -

  14 B G P + + +

  32 S E H + + +

  15 B L E + + +

  16 C B R - - -

  11 A P A + + +

  34 T + + +

  17 C A P + + +

  35 Y T I W + + +

  18 D CW + + +

  36 Y H S + + + Jumlah Nilai

  34

  34

  34 Persentase : Jumlah nilai ( + ) Jumlah siswa 94,4% 94,4% 94,4%

  29 R N R S + + +

  28 R N M I + + +

  Skor Pertemuan I No Nama Peserta Didik Skor Pertemuan I Ind.1 Ind.2 Ind.3 Ind.1 Ind.2 Ind.3

  5 A AJ + + +

  1 M C + + +

  19 D A D L + + +

  2 A P N G + + +

  20 D D + + +

  3 A A N + + +

  21 D BS J + + +

  4 A B G + + +

  22 E PL + + +

  23 Fs B A P + + +

  10 A D + + +

  6 A F W + + +

  24 G T N + + +

  7 AM LG K P + + +

  25 G P W + + +

  8 A D P + + +

  26 M K K S + + +

  9 A Y A + + +

  27 M A B R + + +

  Keterangan: Indikator 1 = Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok Indikator 2 = Peserta didik mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok Indikator 3 = Peserta didik mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan Tanda “+” berarti indikator nilai kemanusiaan yang bersangkutan tampak pada diri peserta didik Tanda “-“ berarti indikator nilai kemanusiaan yang bersangkutan tidak tampak pada diri peserta didik

Tabel 4.6. Keberhasilan Siklus 3

  Indikator Kriteria keberhasilan Persentase yang dicapai Kesimpulan Indikator 1 45% 94,4% Berhasil Indikator 2 50% 94,4% Berhasil Indikator 3 55% 94,4% Berhasil

  Keterangan: Indikator 1 = Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok Indikator 2 = Peserta didik mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok Indikator 3 = Peserta didik mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan c.

Refleksi

  Refleksi tentang proses pembelajaran berbasis PPR adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyesuaikan perkembangan nilai kemanusiaan dengan konteks siswa dan materi: a. Guru mengulang tentang konsep penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan tidak sama b. Guru menekankan tentang KPK (Kelipatan Persekutuan Kecil)

  c. Guru mengingatkan tentang indikator nilai kemanusiaan

  2. Guru memberi kesempatan agar siswa mengalami nilai kemanusiaan:

  a. Peserta didik dibagi menjadi 18 kelompok di mana setiap kelompok terdiri dari dua peserta didik (tutor sebaya) b. Proses dalam kerja kelompok dengan tutor sebaya tidak ada kesulitan

  c. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi

  d. Semua soal latihan dapat dipresentasikan dan didiskusikan oleh peserta

  3. Guru memandu siswa merefleksikan pengalaman tersebut (guru memberikan refleksi kepada peserta didik dengan cara mendiktekan pertanyaan refleksi)

  4. Guru memandu siswa membangun niat atau melakukan aksi

  5. Guru menilai perkembangan nilai kemanusiaan pada diri siswa dengan mengevaluasi pembelajaran.

  Pada pertemuan ketiga muncul masalah dalam kerja kelompok ,ada satu kelompok yang tidak dapat melakukan kerjasama dengan baik dikarenakan tidak cocok.

  Dengan alasan ketidakcocokan dalam berteman menyebabkan mereka kurang atau sulit untuk berkomunikasi dengan baik .

B. Pembahasan

  Materi pembelajaran matematika berbasisi PPR adalah menjumlahkan dua pecahan berpenyebut tidak sama dengan nilai kemanusiaan yang akan dikembangkan adalah kerjasama dapat dilihat pada tabel 4.7. Tabel 4.7: Hasil capaian Siklus

  SIKLUS I SIKLUS II SIKLUS III Target Capaian Target Capaian Target Capaian

  Indikator 1 45% 80% 40% 71,4% 45% 94,4% Indikator 2 40% 68,5% 45% 65,7% 50% 94,4% Indikator 3 45% 71,4% 55% 65,7% 55% 94,4%

  Siklus I

  Dari hasil penelitian pada pertemuan pertama kriteria keberhasilan dari indikator I, II, dan III sebesar 45%, 40%, dan 45%. Kriteria keberhasilan ini masih cukup rendah karena disesuaikan dengan tingkat kesulitan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model PPR. Pencapaian indikator I 80% menunjukkan jumlah peserta didik yang aktif dalam kegiatan diskusi kelompok sangat banyak. Pencapaian indikator II menunjukkan 68,5%. Dan persentase ini terlihat ada beberapa peserta didik bersifat tertutup atau malas untuk saling bertukar pikiran. Peserta didik yang mau membantu secara sukarela kepada temannya (indikator III) sebesar 71,4%. Hal ini menunjukkan peserta didik mau peduli sesama temannya yang sangat membutuhkan bantuan dalam berdiskusi kelompok. Dengan membentuk beberapa kelompok yang heterogen terdiri dari empat (4) orang setiap kelompok muncul kendala dalam kerja kelompok. Hal ini dikarenakan beberapa individu tidak cocok atau tidak akrab dan kurang bisa membaur dengan teman-teman di kelasnya. Peserta didik seperti ini perlu diberi dorongan atau motivasi maupun pendekatan secara perlahan dan bertahap. Dari empat kelompok ini ada juga yang tidak menerapkan nilai kerjasama.

  Hasil diskusi kelompok peserta didik menyampaikan presentasi yang diwakilkan oleh dua peserta didik dari tiap kelompok. Dalam menyampaikan presentasi peserta didik mengalami kendala yaitu belum mengerti atau masih bingung apa yang harus mereka presentasikan. Hal ini biasa terjadi dikarenakan peserta didik baru pertama kali melakukan presentasi di hadapan para guru dan teman-temannya serta Dari 10 soal hanya 2 soal yang dapat dipresentasikan, karena guru tidak memperhitungkan atau mempertimbangkan tentang pengaturan waktu pada saat proses pembelajaran.

  Pada saat melakukan refleksi hasil pembelajaran dengan bimbingan guru, siswa mengalami beberapa kesulitan sebagai berikut: (1) lembar refleksi tergabung dengan LKS, (2) satu kelompok mendapatkan satu LKS sehingga refleksi tidak bisa dilaksanakan secara individual, ketika diminta menyampaikan hasil refleksi peserta didik menjawab secara bersama-sama sehingga tidak jelas dan kurang bermakna, (3) pengisian refleksi tidak dilakukan secara serentak dengan panduan guru.

  Peserta didik tidak melakukan tindakan untuk menindaklanjuti tentang niat yang dibuat setelah refleksi dikarenakan guru belum sempat melakukan/melaksanakan sesuai dengan rancangan dalam RPP. Hal lain yang mempengaruhi adalah mengenai pengaturan waktu tidak dipertimbangkan pada saat proses pembelajaran.

  Pada siklus I kriteria dibuat rendah karena adanya anggapan bahwa peserta didik dalam berdiskusi kelompok masih mementingkan diri sendiri dan belum bisa kerjasama dengan baik. Sesuai dengan pengamatan peserta didik berhasil dengan baik dalam kerjasama. Keberhasilan pada siklus I tidak lepas dari pengarahan guru dengan memotivasi dalam berdiskusi.

  Siklus II

  Kriteria keberhasilan pada siklus II materi kompetensi matematika lebih sulit yaitu menjumlahkan pecahan berpenyebut tidak sama. Kriteria keberhasilan pada siklus

  II yaitu indikator 1 sebesar 40%, indikator 2 sebesar 45% dan indikator 3 dengan nilai 55%. Dalam diskusi kelompok pada siklus II terdapat beberapa hambatan seperti banyaknya peserta didik tidak aktif dalam kerja kelompok karena peserta didik cenderung bekerja secara individual atau berfikir sendiri. Hal ini terlihat dari persentase indikator 1 nilai aktif terlibat sebesar 71,4%, indikator 2 sebesar 65,7% dan indikator 3 sebesar 65,7%. Pada indikator 2 dan 3 sama nilainya dikarenakan peserta didik mengalami masalah kesehatan, mereka cenderung diam/pasif.

  Siklus III

  Seperti hal-hal yang dilakukan pada siklus I dan II, guru membuka kegiatan pembelajaran dengan berdoa dan salam. Selanjutnya guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengulang tentang konsep menjumlahkan pecahan berpenyebut sama dan tidak sama. Guru menekankan juga KPK (Kelipatan Pesekutuan kecil), serta menyampaikan tujuan dari pembelajaran yang mempunyai hubungan dengan indikator nilai kemanusiaan. Dalam pengalaman peserta didik dibagi menjadi 18 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 2 peserta didik. Pembelajaran seperti ini sering juga disebut dengan tutor sebaya. Proses dalam kerja kelompok dengan tutor sebaya tampak tidak ada kesulitan/kendala yang berarti. Hanya ada satu kelompok yang tidak bisa bekerjasama dengan baik dikarenakan mereka saling mempertahankan untuk bekerja secara individual dan merasa tidak cocok dengan teman lainnya sehingga kurang ada komunikasi.

  Ketika peserta didik harus mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas mereka dapat melakukannya dengan baik. Hal ini terlihat dari semua soal latihan dapat dipresentasikan dan didiskusikan dengan baik.

  Guru memberikan refleksi kepada peserta didik dengan cara mendiktekan pertanyaan refleksi. Kemudian peserta didik dapat menuliskan jawaban di balik lembar evaluasi. Selanjutnya peserta didik merefleksikan hasil pembelajaran tanpa ada kesulitan.Peserta didik melakukan tindakan spontan atau aksi sesuai dengan yang direfleksikan dengan cara guru menanyakan secara lisan kepada peserta didik dan hasilnya tidak ada kesulitan.

  Hasil yang diperoleh pada siklus III mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini karena peserta didik hanya mengulang kembali materi yang ada pada indikator I dan II pada kompetensi matematika, sehingga peserta didik sudah paham dan mengerti.

  Dari hasil di atas dapat dikatakan siklus III ini berhasil karena sudah melebihi target yang ditetapkan yaitu 45% untuk indikator 1, 50% untuk indikator 2, dan 50% untuk indikator 3. Hal ini dapat terlihat dari besarnya nilai indikator 1, 2, dan 3 sebesar 94,4%. Prosentase nilai indikator 1,2, dan 3 bisa sama karena ada satu kelompok yang kurang melaksanakan kegiatan kerja sama secara baik sehingga indikator tersebut tidak bisa tercapai secara maksimal.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika

  dengan menggunakan model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dapat secara efektif mengembangkan nilai kemanusiaan dalam hal kerjasama antar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari hasil setiap siklus.

  1. Siklus I

  • Indikator 1 (peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok) sebesar 80%.
  • Indikator 2 (peserta didik mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok) sebesar 68%.
  • Indikator 3 (peserta didik mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan) sebesar 71,4%.

  2. Siklus II

  • Indikator 1 (peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok) sebesar 71,4%.
  • Indikator 2 (peserta didik mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok) sebesar 65,7%.
  • Indikator 3 (peserta didik mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan) sebesar 65,7%.

  3. Siklus III

  • Indikator 1 (peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok) sebesar 94,4%.
  • Indikator 2 (peserta didik mau bertukar pikiran ketika mengikuti kegiatan diskusi kelompok) sebesar 94,4%.
  • Indikator 3 (peserta didik mau dengan sukarela membantu teman yang membutuhkan) sebesar 94,4%.

B. Saran Berdasarkan penelitian, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut

  Bagi guru:

  1. Tidak menguasai model pembelajaran PPR 2. Kurangnya sosialisasi pembelajaran PPR kepada guru.

  3. Kurangnya referensi tentang PPR.

  Bagi sekolah: 1. Perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana khususnya buku PPR.

  2. Perlu ditingkatkannya sosialisasi PPR.

  3. Sekolah membentuk tim PPR yang berkualitas.

  

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta.

  Anonim. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif. Yogyakarta. Gatot M, dkk. 2008. Pembelajaran Matematika SD, Universitas Terbuka. Jakarta. Herman Hudojo. 1981. Teori Belajar untuk Pengajaran Matematika. Makalah,di sampaikan dalam Lokakarya, Proyek Pengembangan Pendidikan Guru

  (P3G). Departemen P dan K Nana sudjana. 1989. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru. Bandung Nana Sudjana. 2000. Penilaian dan Penelitian Pendidikan. Sinar Baru. Bandung.

  Nana Sudjana. 2006. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Ratna Wilis D. 1988. Teori-teori Belajar. Depdikbud. Jakarta. Olivia L P. 2010. Matematika Tak Sekedar Hafal Rumus, Lomba Tingkat

  Nasional di UNY. Harian Jogja Riyo Mursanto RB, SJ. 2011. Paradigma Pedagogi Reflektif, Mendampingi Peserta Didik Menjadi Cerdas & Berkarakter . Yogyakarta: Kanisius.

  Tim PPR SD Kelompok Ignatius. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif, Pengertian dan Dinamika . Yogyakarta. Tim PPR SD Kelompok Ignatius. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif, “Magics” dan “Cura Personalis.” Yogyakarta.

  LAMPIRAN

  Gambar 1: Siswa sedang melakukan diskusi

  Gambar 2: Siswa sedang melakukan kerjasama dalam penyelesaian soal

  Gambar 3: siswa yang sedang membantu teman yang kesulitan

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Wirobrajan Kelas/Semester :

  IV Mata Pelajaran : Matematika A.

   Standar Kompetensi

  6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah B.

   Kompetensi Dasar

  6.3. Menjumlahkan pecahan C.

Indikator

  a. Competence (akademik dan ketrampilan)

  • Menjumlahkan dua pecahan berpenyebut sama
  • Menjumlahkan dua pecahan berpenyebut tidak sama

  b. Conscience (hati nurani)

  • Memilih nilai-nilai kemanusiaan dalam menyelesaikan persoalan sehari-hari dengan kerjasama

  c. Compassion (kepedulian social)

  • Merencanakan tindakan yang akan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari D.

Tujuan Pembelajaran

  a. Competence (akademik dan ketrampilan)

  • Peserta didik dapat menjelaskan arti pecahan
  • Peserta didik dapat menentukan besar nilai pecahan

  b. Conscience (hati nurani)

  • Peserta didik dapat menghargai pentingnya kerjasama dalam menyelesaikan persoalan sehari-hari secara bersama-sama
c. Compassion (kepedulian social)

  • Peserta didik dapat membangun niat untuk melakukan kerjasama berdasarkan kesadaran diri sendiri E.

   Materi pokok

  • Arti dan Nilai pecahan F.

   Kegiatan Pembelajaran

  • Pertemuan I (Siklus I)

  a. Pendekatan/Metode

  • Pendekatan: PPR
  • Metode: kerja kelompok, ceramah, presentasi

  b. Langkah-langkah pembelajaran

  1. Kegiatan awal

  • Doa - Salam - Apersepsi: beberapa peserta didik membagi satu roti untuk 4 temannya secara adil
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran

  2. Kegiatan inti

  • Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang cara menjumlahkan pecahan dengan penyebut sama
  • Peserta didik membentuk kelompok (4 orang)
  • Peserta didik berdiskusi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama
  • Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi
  • Peserta didik merefleksikan hasil pembelajaran dengan bimbingan guru
  • Peserta didik melakukan tindakan untuk membangun niat (sesuai dengan yang direfleksikan)

  3. Kegiatan akhir

  • Salam penutup
    • Pertemuan 2 (siklus 2)

  a. Pendekatan/metode/teknik

  • Pendekatan: PPR
  • Metode: kerja kelompok

  b. Langkah-langkah pembelajaran

  1. Kegiatan awal

  • Doa - Salam - Menyiapkan peserta didik
  • Apersepsi: Tanya jawan tentang nilai pecahan
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran

  2. Kegiatan inti

  • Peserta didik mengerjakan latihan-latihan soal pecahan berpenyebut sama dan tidak sama
  • Peserta didik membentuk kelompok (4 orang)
  • Peserta didik berdiskusi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan tidak sama
  • Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi
  • Peserta didik merefleksikan hasil pembelajaran dengan bimbingan guru
  • Peserta didik melakukan tindakan untuk membangun niat (sesuai dengan yang direfleksikan)

  3. Kegiatan akhir

  • Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan secara tertulis
  • Peserta didik diberi tugas/PR
  • Salam penutup
    • Pertemuan 3 (siklus 3)

  1. Kegiatan awal

  • Menyiapkan peserta didik
  • Apersepsi: Tanya jawab tentang penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran

  2. Kegiatan inti

  • Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang cara menjumlahkan pecahan berpenyebut tidak sama
  • Peserta didik membentuk kelompok (4 orang)
  • Peserta didik berdiskusi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama
  • Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi
  • Peserta didik merefleksikan hasil pembelajaran dengan bimbingan guru
  • Peserta didik melakukan tindakan untuk membangun niat (sesuai dengan yang direfleksikan)

  3. Kegiatan akhir

  • Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan tentang pecahan tiga suku berpenyebut tidak sama
  • Peserta didik diberi tugas/PR
  • Salam penutup
    • Pertemuan 4 (siklus 4)

  1. Kegiatan awal

  • Doa - Salam - Menyiapkan peserta didik
  • Apersepsi: Tanya jawab tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan tidak sama
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran

  2. Kegiatan inti

  : IV

  Kelas No. Mata Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

  Pelajaran Kompetensi Dasar Pembelajaran Belajar

  SK 6. KD 6.3 Matematika Menggunakan Menjumlahkan

  a. Competence Pertemuan 1 (siklus 1)

  a. Media

  a. Jenis pecahan dalam pecahan (akademik dan a. Pendekatan/metode

  1. Roti Penilaian pemecahan masalah keterampilan) Pendekatan : PPR

  2. Gambar

  1. Tes Metode : kerja kelompok,

  Menjumlahkan dua ceramah, tertulis

  b. Buku pecahan berpenyebut presentasi sumber 2. Non sama

  Sunardi.2008. Tes Menjumlahkan dua

  b. Langkah-langkah pembelajaran Ayo Belajar Kinerja pecahan berpenyebut

  1. Kegiatan awal Matematika. tidak sama Doa Menyelesaikan soal-soal Salam pecahan yang berpenyebut Apersepsi : beberapa peserta didik membagi satu roti untuk 4 sama dan tidak sama temannya b.

  b. Conscience secara adil Yogyakarta : Pedoman (hati nurani) Menyampaikan tujuan Kanisius Penilaian Memilih nilai-nilai pembelajaran Rubrik kemanusiaan dalam menyelesaikan

  67     No. Mata Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

     Pelajaran Kompetensi Dasar

  Pembelajaran Belajar

             

  c. Compassion

  2. Kegiatan inti       Peserta didik menyimak

              (kepedulian sosial) penjelasan      

  Merencanakan guru tentang cara menjumlahkan tindakan yang akan pecahan dengan penyebut sama Peserta didik membentuk dilakukan dalam kelompok kehidupan sehari- (4 orang) hari Peserta didik berdiskusi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi Peserta didik merefleksikan hasil pembelajaran dengan bimbingan guru Peserta didik melakukan tindakan untuk membangun niat (sesuai dengan yang direfleksikan)

  3. Kegiatan akhir Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan secara tertulis Peserta didik diberi tugas/PR Salam penutup

  68     teknik No. Mata Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

     Pelajaran Kompetensi Dasar

  Pembelajaran Belajar Pendekatan : PPR Metode : kerja kelompok

  b. Langkah-langkah pembelajaran

  1. Kegiatan awal Doa salam Menyiapkan peserta didik Apersepsi : tanya jawab tentang nilai pecahan Menyampaikan tujuan pembelajaran

  2. Kegiatan inti Peserta didik mengerjakan latihan- latihan soal pecahan berpenyebut sama dan tidak sama Peserta didik membentuk kelompok (4 orang) Peserta didik berdiskusi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan tidak sama Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi Peserta didik merefleksikan hasil pembelajaran dengan

  69    

       

  untuk membangun niat (sesuai dengan yang direfleksikan) No. Mata Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

     Pelajaran Kompetensi Dasar

  Pembelajaran Belajar

  3. Kegiatan akhir Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan secara tertulis Peserta didik diberi tugas/PR Salam penutup Pertemuan 3 (siklus 3)

  1. Kegiatan awal Doa Salam Menyiapkan peserta didik Apersepsi : tanya jawab tentang penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama Menyampaikan tujuan pembelajaran

  2. Kegiatan inti Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang cara menjumlahkan pecahan berpenyebut tidak sama Peserta didik membentuk

       

  kelompok

       

  (4 orang)

  70     tidak sama Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi Peserta didik merefleksikan hasil pembelajaran Dengan bimbingan guru

  No. Mata Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

     Pelajaran Kompetensi Dasar

  Pembelajaran Belajar Peserta didik melakukan tindakan untuk membangun niat (sesuai dengan yang direfleksikan)

  3. Kegiatan akhir Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan secara tertulis Peserta didik diberi tugas/PR Salam penutup Pertemuan 4 (silkus 4)

  1. Kegiatan awal Doa

                      

  Salam

                 Menyiapkan peserta didik                      Apersepsi : tanya jawab tentang                     

       

  penjumlahan pecahan berpenyebut

                      

  sama dan tidak sama Menyampaikan tujuan

       

  pembelajaran

       

  2. Kegiatan inti Peserta didik mengerjakan

       

  ulangan harian

  71    

   

  72    

  

SD KANISIUS WIROBRAJAN YOGYAKARTA

LEMBAR OBSERVASI PERKEMBANGAN NILAI KEMANUSIAAN

Mata pelajaran: Matematika Nilai kemanusiaan: Kerjasama Kelas: IVB Semester: 2 Tahun Ajaran: 2010/2011

  Skor Pertemuan 1 Skor Pertemuan 2 Skor Pertemuan 3 Skor Pertemuan 4 No. Nama Siswa Ind. 1 Ind. 2 Ind. 3 Ind. 1 Ind. 2 Ind. 3 Ind. 1 Ind. 2 Ind. 3 Ind. 1 Ind. 2 Ind. 3

  1 NC

  2 AP NG

  3 AAN

  4 ABB

  5 AAJ

  6 A FW

  7 AML GKP

  8 ADP

  9 AYA

  10 AG

  11 APA

  12 ALP

  13 B WA

  14 BGP

  15 BLE

  16 CBR

  17 CAP

  18 D CW

  19 D ADL

  20 DD 73  

   

  Skor Pertemuan 1 Skor Pertemuan 2 Skor Pertemuan 3 Skor Pertemuan 4 No. Nama Siswa Ind. 1 Ind. 2 Ind. 3 Ind. 1 Ind. 2 Ind. 3 Ind. 1 Ind. 2 Ind. 3 Ind. 1 Ind. 2 Ind. 3

  21 D BSJ

  22 EPL

  23 FBAP

  24 GTN

  25 G PW

  26 MKKS

  27 MA BR

  28 RNNI

  29 RNRS

  30 SG SN

  31 SGC

  32 S EH

  33 SB

  34 T

  35 Y TIW

  36 YHS Keterangan: Ind. 1 = Siswa

  Ind. 2 = Siswa Ind. 3 = Siswa ‘+’ berarti indikator nilai kemanusiaan yang bersangkutan tampak pada diri siswa ‘-’ berarti indikator nilai kemanusiaan yang bersangkutan tidak tampak pada diri siswa

  74    

  

SD KANISIUS WIROBRAJAN YOGYAKARTA

LEMBAR OBSERVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF

  Kompetensi Dasar: Menjumlahkan pecahan Kelas: IVB Semester: 2 Tahun Ajaran: 2010/2011 Pertemuan: Ke-__ Tanggal: __________

  Waktu Menit ke-0 s.d. 5 Menit ke-6 s.d. 10 Menit ke-11 s.d. 15 Menit ke-16 s.d. 20 Aspek Tulisan Guru/Siswa di papan tulis Perkembangan pekerjaan siswa Pembicaraan Guru – Siswa dalam kelompok 75  

   

  Waktu Menit ke-21 s.d. 25 Menit ke-26 s.d. 30 Menit ke-31 s.d. 35 Aspek Tulisan Guru/Siswa di papan tulis Perkembangan pekerjaan siswa Pembicaraan Guru – Siswa dalam kelompok 76  

   

  Waktu Menit ke-36 s.d. 40 Menit ke-41 s.d. 45 Menit ke-46 s.d. 50 Aspek Tulisan Guru/Siswa di papan tulis Perkembangan pekerjaan siswa Pembicaraan Guru – Siswa dalam kelompok 77  

   

  Waktu Menit ke-51 s.d. 55 Menit ke-56 s.d. 60 Menit ke-61 s.d. 65 Menit ke-65 s.d. 70 Aspek Tulisan Guru/Siswa di papan tulis Perkembangan pekerjaan siswa Pembicaraan Guru – Siswa dalam kelompok  

  78    

  

TRANSKRIP PERTEMUAN I

(Senin, 04 APRIL 2011)

Jam ke I dan 2 G : Guru S21, S23, S26, S35 : Anggota kelompok satu SS : Seluruh siswa S7, S9, S13, S3 : Anggota Kelompok Dua BS : Beberapa siswa S : Siswa (n: 1, 2, 3, . . ., 36) n

  1. [Guru meminta salah satu siswa memimpin doa. Guru memberikan salam]) ”Selamat pagi anak-anak”.

  2. SS: “ Good Morning teacher” (Semua siswa mengucapkan salam)

  G: (Guru bertanya pada siswa) ” Ya anak-anak ada yang sudah belajar tadi malam ?” “ Ada yang belum ada yang sudah, ya yang sudah berapa anak tunjuk jari ?”. “ Ya sekarang semuanya keluarkan bukunya”.

  3. SS: [Semua siswa mengeluarkan buku pelajaran]

  4. G : ” Oke yang terakhir tentang pecahan, sudah belajar tentang pecahan ?” 5. ” Ya sebelum belajar tentang pecahan, anak-anak Pak Thomas punya sebuah roti.” ” Roti ini berjumlah berapa?” ”Pak Thomas bingung bagaimana cara membagi roti, Pak Thomas minta tolong bantuan anak-anak, Pak Thomas butuh dua orang”. ” Yang pertama, satu siapa ya? Awan....Awan maju.

  Kemudian yang kedua yang namanya Ageng P silahkan maju ! Ah...Gini Pak Thomas punya masalah seperti ini, ini ada satu roti nah kalian punya teman berjumlah empat, bagaimana caranya supaya kue ini dibagi empat sama besar”. ( Guru meminta siswa untuk berdiskusi membagi roti)

  6. S12: (berbisik-bisik dengan S18 mengenai cara membagi roti) (S 12 dan S

  18 membagi 1 roti menjadi empat bagian sama besar menggunakan pisau)

  7. G: ” Sudah ?” ( Guru bertanya pada S 12 dan S 18 apakah sudah selesai

  dalam membagi roti) ” Ya jumlahnya berapa ?”

  8. S20 & S : ” empat”

  9. G: ” Coba ditunjukkan pada teman-temanmu !, kamu bawa dua, kamu bawa dua”. ” Ya terima kasih, silahkan duduk.” ” Oke anak-anak sudah terbagi menjadi empat, yang pertama... satu...yang kedua...satu..dulunya seperti ini!”

  10. ” Pak Thomas membuat garis..ini namanya garis apa ? S 14: “Garis lurus” (S14 menjawab garis lurus)

  11. G: “Pak Thomas punya satu roti yang dibagi menjadi empat. Anak-anak untuk pembagian pecahan bagaimana? Ada yang tahu tidak? (Guru menulis

  di papan tulis) Satu per empat, kemudian dua per empat….tiga per

  empat…empat per empat…Empat per empat itu sama dengan satu. Lha anak-anak sekarang kita belajar mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama…

  12. G: “Pak Thomas kasih contoh misalnya tiga per empat ditambah dua per

  S 35: ( tunjuk jari lalu maju mengerjakan soal di papan tulis)

  13. SS: [ Mengamati pekerjaan S 3])

  14. G : [Guru mengamati pekerjaan S 35, dan mengucapkan terima kasih] “ Ya terima kasih! ( Guru bertanya pada semua siswa) “ Bisa disederhanakan tidak ?”

  15. SS : “ Bisaa….( Semua siswa menjawab bisa)

  16. G : “ Nah sekarang lagi untuk penjumlahan, Pak Thomas minta tolong berapa angka pecahannya ?

  17. BS : “ Dua per lima ditambah lima per lima”!

  18. G : [Guru menulis di papan tulis 2/5 + 5/5 + 6/5],” Nah ada yang Tau tentang ini ?...(menyuruh salah satu siswa untuk maju mengerjakan soal di

  papan tulis, dan guru menyuruh S8 untuk mengerjakannya)” Ya Tasya maju”.

  19. S 8 : (S 8 maju mengerjakan soal dipapan tulis)

  20. G : “Sudah?.....Berapa ?....Nah…hasilnya tiga belas per lima….Oke sudah bisa ya…Anak-anak Pak Thomas akan membagi kelompok menjadi Sembilan…empat-empat ya….!Boleh dibalik, yang menghadap ke selatan boleh ke belakang”. [Guru mengarahkan siswa dalam membentuk

  kelompok]

  21. SS : (Semua siswa bergabung dalam kelompok dengan tertib)

  22. G : “ Iya gimana?....(Guru berjalan mendekati siswa yang bertanya) “Sudah empat-empat ya…Pak Thomas akan membagikan soalnya..(Guru

  berjalan membagikan soal dalam kelompok) “Ya..silahkan dikerjakan dan

  berdiskusi..Tulis nama kelompok dan nama, kanan atas boleh, kiri atas boleh…Anak-anak ada penilaian di dalam kelompok…pertama kerjasama, kemudian memberikan ide, kemudian yang punya saran mohon disampaikan ! Ada pertanyaan ?

  23. SS : (Semua siswa terlihat mengerjakan Lembar Kerja Siswa secara berkelompok).

  24. G : [Guru mendatangi tiap-tiap kelompok dan menjelaskan sesuatu dalam

  kelompok tersebut]

  25. SS : (Semua siswa asyik berdiskusi di kelompok masing-masing)

  26. G : “ Gimana sudah? Baliknya sekalian tadi sudah ada contohnya....Silahkan nanti kalau sudah selesai langsung tangannya diangkat dalam kelompok”.

  27. S5 : “Pak Thomas selesai pak…..!” (S5 mengangkat tangan menandakan

  kelompoknya sudah selesai mengerjakan)

  28. G : “Ya sudah selesai satu..kelompoknya Viery..Wening!” (Guru

  menginformasikan kepada semua siswa bahwa sudah ada satu kelompok yang selesai mengerjakan) (Guru berkeliling lagi untuk mengecek pekerjaan siswa dalam kelompok)

  31. S10 : “Pak sudah pak…Pak Thomas sudah..! (S 10 mengatakan

  kelompoknya sudah selesai mengerjakan soal)

  32. G : “ Ya sudah selesai kelompok 2..”

  33. BS : (Beberapa kelompok siswa masih mengerjakan soal)

  34. G : “ Ya anak-anak ada yang lain yang sudah selesai ?...” (Guru bertanya

  

pada semua siswa) “ Anak-anak..sudah selesai belum?Ada yang belum ?

  35. BS : (Beberapa siswa tunjuk jari, menandakan yang belum selesai

  mengerjakan)

  36. G : (Guru mengamati kembali semua siswa yang masih belum selesai

  dan yang sudah selesai)

  37. BS : (Beberapa siswa yang belum selesai melanjutkan kembali soal LKS)

  38. G : “Anaka-anak... sudah selesai?”

  39. SS : “ Sudah”

  40. G : “ Sudah... ,Okey,. Perwakilan dua kelompok maju ya. Perwakilan silakan maju

  41. S7& S9 [maju membacakan hasil kerja kelompoknya untuk jawaban soal

  nomor satu]

  42. G : “ya silakan “ [guru mempersilakan S7dan S9 untuk maju ke depan

  membacakan hasil diskusi kelompok mereka]

  43. S7 : “menggeleng-gelengkan kepala menandakan ia tidak bisa mengerjakan”.

  44. G : [guru memegang pundak S7seakan memberikan semangat dan kata-kata

  penguatansupaya S7 membacakan hasil diskusi kelompoknya]

  45. S7 :[S7 mau mengerjakan dan dibantu oleh S9]

  46. G : “Anak-anak dengarkan Lani membacakan hasil diskusi kelompoknya, yok....Ulangi...satu...dua ...tiga...”

  47. S7 : [ membacakan hasil diskusi kelompoknya]

  48. G : “Sudah...buaya... tepuk tangan utnuk Lani dan temannya”.[ guru

  mengajak siswa memberi aplous kepada S7]

  49. S7 dan S9[ kembali ke tempat duduknya]

  50. G : “Maturnuwun”.[guru mengucapkan trima kasih sambil memegang pun dak S7 sebagai tanda pemberian semangat]. “Yang kedua....nomor dua... silakan Fodi dan temannya.” “yang kemarin...

  51. S23: “maju ke depan untuk membacakan hasil diskusi kelompoknya.”

  52. G : [guru menuju ke depan dan menyapa S35 memberi penguatan

  kepadanya]

  53. S23 : “Sebelas per dua puluh lima ditambah tiga belas per dua puluh lima sama dengan dua puluh empat per dua puluh lima”.

  54. G : “Okey,,,, trima kasih”. [guru mengucapkan trima kasih kepada S23 dan

  S13]. Nah, anak-anak ada pertanyaan? 55. SB : “Tidak ada”.

  semua,,,[guru berjalan sambil membagikan lembar evaluasi kepada tiapa-

  68. G : “Weh....sudah ada yang selesai? [guru heran karena baru beberapa

  76. SS : [semua siswa mengumpulkan pekerjaanya]

  depan kelas untuk mengambil pekerjaan siswa]

  75. G : “Okey... silakan dikumpul ke depan... yang lain dikumpul”. “ Diruning ke depan tidak ada yang pegang di tempat itu, A dan B”. [guru menuju ke

  74. S31 : “Sudah”.

  73. G : “ya Sandyawan sudah selesai...Sandi sudah belum...Ella sudah belum...?[guru menyebut nama S36, S31,S6].” Siapa lagi yang belum selesai...ada yang belum selesai.... sandi sudah belum?” “ya semua sudah selesai” .

  kursinya]... ”lanjut... duduknya lurus ke belakang”. [guru menunjuk ke salah satu siswa yang duduk tidak rapi, kemudian guru berjalan menuju ke belakang]

  72. G : “Ya...”. [guru menghitung siswa yang belum selesai, sambil berdiri dari

  71. S11 : “ Saya sudah selesai pak”.

  tujuh delapan, sembilan ...26, yang belum selesai..satu dua tiga”.

  menyebutkan nama-nama siswa yang telah selesai sambil merapikan kertas- kertas di atas meja dan kembali duduk di kursi guru]. “Empat, lima, enam,

  70. G : “Yang mana?....Okey...yang sudah selesai Fodi, Awang, Tifany..[guru

  69. S23: “Sudah pak”

  menit S23 sudah selesai mengerjakan]

  67. S23 : “Selesai pak”.

  tiap siswa]

  “Kalian pergunakan waktunya”.

  65. SS : [semua siswa sedang asyik mengerjakan soal di lembar evaluasi] 66. G : [guru berjalan ke depan kelas kemudian berjalan lagi ke belakang].

  waktunya mengerjakan sekarang]

  64. G : “Gala...[guru menyebutkan nama S25 seraya memberikan tanda bahwa

  63. S21 : [S21 berbisik kepada guru]

  mendengarkan apa yang dibisikkan S35]

  62. G : “Hitungan ketiga mulai mengerjakan...satu, dua, tiga,...tidak boleh contek mencontek... dikasih nama jangan lupa”.[guru menghampiri S35 dan

  evaluasi]

  61. SB : [Sebagian siswa sudah mulai mengerjakan soal yang ada di lembar

  60. S23 : “Namanya pak? [S23 bertanya kepada guru]

  mengacungkan jempol] 59. G : “jangan Baran...”.

  58. S23 : “Sekarang coba ya acung jempol”...[S23 menyuruh temannya

  57. SB : [ sebagian siswa ramai sambil memerima lembar evaluasi]

  77. G : “Ya udah ya... makasih “. “ Ya... Bondan...[guru menuju ke depan kelas

  79. G : “ Ya,,, bentar ya... nah, anak-anak....pak Thomas bertanya bareng- bareng...apa kendalamu pada saat kerja kelompok? Nah ditulis ya... ada kendala atau tidak?”

  80. SB : “ada pak”... saking matung makeng...[sebagian siswa menjawab ada]

  81. G : “ Oh,,,ooo ....ada...nah terakhir yang tidak bisa kerja, apa kesulitan yang masih kalian alami?”

  82. S10 : “Menghitung”...S26”tidak ada”

  83. G : “Menghitung ya? Udah dilatih lagi ya?” “ Yang keempat, apakah kalian senang mempelajari materi ini? “ “Yang merasa senang kedua jempolnya diangkat”.

  84. SS : [semua siswa mengangkat kedua jempolnya menandakan mereka semua

  senang belajar materi tersebut]

  85. G : “Nah,,, Okey,,,trima kasih anak-anak, ya aanak-anak bayarnya nanti pak Thomas seleksi dari sini”...Oh ya pak Thomas minta di kumpulkan refleksinya di sini”.

  86. SB : “Pak Thomas..pak Thomas...[sebagian siswa memanggil guru untuk

  mengumpulkan lembar refleksinya]

  87. G : [guru berjalan menuju tiap-tiap meja siswa sambil mengumpulkan

  lembar refleksi siwa] “Okey anak-anak silakan berdoa kita mengakhiri pelajaran kita hari ini”.

  88. S26 : [S26 maju ke depan kelas untuk memimpin doa penutup].

  89. G : “ayo anak-anak siapkan diri utnuk berdoa”

  90. SS :[semua siswa berdoa bersama dengan menggunakan bahasa Inggris, kemudian S26 kembali ke tempat duduknya].

  

TRANSKRIP PERTEMUAN II

(Kamis, 7 April 2011)

  10. SS : “Dikali….” [SS menjawab secara serempak, beberapa ada yang menjawab sambil

  menjawab dengan keras, sambil memandang G]

  18. S10 : ” tiga belas per dua puluh” [S10 yang duduk di deretan bangku belakang

  17. G :” Dua ditambah delapan...” ”Eh kok dua.....” (guru sambil menulis di papan tulis memperbaiki jawaban yang di sampaikan murid)

  16. SS : “Dua puluh…” [SS menjawab secara serempak dan penuh keyakinan]

  15. G :”4X5 berapa?”[G mengajukan pertanyaan kepada murid ] ***********

  14. SS : “Lima…” [SS menjawab secara serempak dan penuh keyakinan]

  tangan kirinya]” Nah Sekarang 1x5 berapa?”

  13. G : “Ok… Kemudian yang 2 per 5 juga dikalikan 4” [G bertanya sambil menggerakkan

  12. BS : “Ya…” [S23 menjawab 4X5 = 20]

  ada… ada sesuatu yang pasti, ada sesuatu yang tidak pasti, ya?”

  tersebut] [G memperjelas pernyataannnya dengan menggunakan gerakan tangan]

  11. G : “Apa iya?” [G mempertegas jawaban siswa dengan mengucapkan kembali jawaban

  mengamati guru dengan serius, sedangkan beberapa siswa yang lain menjawab sambil bertopang dagu terlihat kurang bersemangat]

  

[G mempertegas jawaban siswa dengan mengucapkan kembali jawaban tersebut]

  Keterangan : G : Guru BS : Beberapa Siwa SS : Semua Siswa Sn : Siswa ke-n (n = 1,2,3, … ,36)

  9. G : “ Nah caranya untuk menghitung bagaimana, biar penyebut-penyebutnya sama?”

  menyimak dan menjawab pertanyaan dari guru,]

  8. S23 : “Satu per empat ditambah dua per lima…” [Sebagian siswa terlihat serius

  bentuk pecahan di papan tulis]

  7. G : “Anak-anak bisa memberikan contoh. Pecahan berapa saja?” [G sambil menulis

  6. SS : “Di bawah…” [SS menjawab guru secara serempak]

  ”Dimana letak penyebut pada pecahan?”

  pertanyaan untuk membantu siswa mengingat materi sebelumnya tentang pecahan berpenyebut sama] Pecahan bagian dari keseluruhan ******** Guru bertanya

  5. G : “Guru menulis di papan tulis tentang pecahan. [G sambil melontarkan pertanyaan-

  3. G : [G mulai membuka pelajaran dengan bertanya kepada siswa] “Sudah belajar belum? … [G memandang ke arah siswa secara keseluruhan] …” 4. [BS terlihat membuka catatan masing-masing sambil berusaha mengingat materi pelajaran yang telah dipelajari kemarin, tentang pecahan]” Sudah Pak”.

  mengeluarkan alat-alat tulis dan buku-buku mereka, baik buku catatan maupun LKS dari dalam tas]

  2. SS : “Selamat pagi pak, Berkat Tuhan Pak…” [SS menjawab sapaan G, sambil

  1. G : “Selamat pagi?” [G memasuki ruangan dan menyapa siswa sambil tersenyum]

  Kelompok I beranggotakan : S1, S2, S3, dan S4 Kelompok II beranggotakan : S5,S6, S7, dan S8

  19. G : ”Untuk yang dua pecahan ada pertanyaan kira-kira?” [G guru mengamati siswa]

  Thomas punya angka dua belas. Di sini tiga per empat. Disini lagi satu per tiga..********

  39. G : “Tinggal menjumlahkan saja ”[G terlihat berpikir sejenak] 1+9+4?

  35. G : “Kemudian 1x4 ?… [G memandang siswanya secara bergantian] ini kemungkinan yang tidak [G bertanya sambil membuat gerakan telapak tangan terbuka, seolah-olah

  mempersilahkan siswa untuk berpendapat]

  36. BS : “4…” [S11 yang duduk sendirian di bagian pojok mencoba menjawab sambil

  memandang ke arah guru]

  37. G :3x4 [G menoleh ke arah S11] [G memandang S11 sambil mengangkat alisnya,

  seakan-akan masih menunggu penjelasan berikutnya]

  38. BS : “ 12…” [S11 mencoba melengkapi jawabanya]

  40. BS : 14 [BS terlihat mengatakan sesuatu pada teman yang ada di depannya, siswa

  [G menunjuk S2]

  yang lain terlihat saling berbisik-bisik dengan teman sebelahnya ]

  41. G : “Terus 14 per 12?” Kira-kira bisa disederhanakan tidak?”

  42. BS : ”Bisa” [S11 terlihat menyimak penjelasan dari G dan mengangguk-angguk, BS

  yang lain terlihat masih saling berbisik-bisik dengan teman sebelahnya ]

  43. G : “Ada yang mau maju?’ [G memegang buku matematika yang terbuka di atas meja

  sambil memandang siswa secara bergantian dari kiri ke kanan] bahwa peluang yang

  kemarin mempunyai besaran…. Besaran peluang adalah himpunan antara nol sampai dengan satu… [G menggerakkan telapak tanganya untuk memperjelas pernyataannya] bisa nol dan bisa satu…”

  44. S23 : ”Saya pak” [S23 sambil menuju ke papan tulis menulis di papan tulis]

  34. BS : “12” [BS menjawab sambil menuliskan sesuatu di buku mereka masing-masing]

  33. G : Bawahnya lagi 4x3 [G menoleh ke arah S2 yang duduk di depan meja guru] “Iya…

  20. SS : ”Dua belas...[S10 terlihat berpikir sejenak, menoleh ke arah teman sebelahnya,

  25. G : “Tiga per empat dikali?”, [G mempertegas jawaban siswa kemudian melanjutkan

  mengatakan sesuatu kemudian tersenyum sambil mengangguk-angguk]

  21. G : “Mengapa bisa 12?” KPK dari? [G mengulang penjelasan sebelumnya sambil

  membuat gerakan tangan untuk menunjukkan dua hal tersebut]

  22. S3 : ”Empat”[BS terlihat mengangguk-angguk menyetujui pernyatan dari G] S23: Tiga dan empat

  23. G : “Mungkin bisa ya…” Atau pengalinya dibagi berapa biar bisa?” [G menggerak-

  gerakkan tangan kirinya di atas meja guru]

  24. S23 : “Dua belas kali satu” [BS menjawab secara serempak]

  pertanyaannya lagi] itu sesuatu yang…?”

  32. BS : “9” [BS mencoba mengemukakan pendapatnya]

  26. BS : “Tiga…” [BS menjawab secara serempak]

  27. G : “Apakah sama…?” [G melontarkan pertanyaan sambil memandang ke arah siswa

  secara menyeluruh] Di bawanya tidak apa-apa ya…?” Satu per tiga dikali empat.” “

  satu kali satu ?”

  28. BS : “Satu…” [BS menjawab secara serempak sambil memperhatikan guru]

  29. G : “12 x 1…”

  30. BS : 12[SS memperhatikan G]

  31. G : “Ditambah 3x3 …?” [G bertanya sambil menggerak-gerakkan tangannya]

  45. G : [ Guru sambil memparhatikan S23 menulis di papan tulis]“Nah sekarang gini.” Ada pertanyaan tidak?” tentang yang dua pecahan ada kesulitan? kemudian tiga pecahan ditanyakan”. Diingat-ingat 3per 5 + 1per 4 Silahkan dikerjakan didepan!” Siapa yang berani maju?

  46. S23dan S9 : [ angkat tangan] S9 maju dan mengerjakan soal di papan tulis

  59. G : “Ada kesulitan?” [G Berjalan ke belakang membimbing siswa yang belum jelas

  70. SS Yoso+Lani : [SS maju kedepan untuk persentasi]

  69. G :” Ok.. Tepuk tangan.” [G mengajak siswa untuk tepuk tangan ]

  68. Adit+Awan : [Maju ke depan kelas persentasi]

  67. G : “Terima kasih.. Yok tepung tangan..” ” Kelompok tiga siapkan.. yang lain perhatikan!” [G menunjukan jari kearah kelompok tiga ]

  66. Vodi+ Mita:[Mulai berbicara]

  65. G : “Yok mulai” [G guru menyuruh S..+S.. untuk memulai bicara karena masih diam]

  64. Vodi+mita : [ Maju kedepan kelas persentasi]

  siswa bertepuk tangan]

  63. G : “Ada yang mau bertanya silahkan?” ” Terimakasih kelompok dua [G mengajak

  62. Bagas8daniael : [Maju persentasi]

  61. G : “Sudah ya... Ok sambil menunggu temannya, saya hitung 1-10 kelompok satu siap- siap maju. Yok maju! Yang membaca yang lemah, yang kuat membantu.” ”Anak-anak coba perhatikan di depan temanmu akan persentasi!”

  60. Sbyung+veri: [S Mengacungkan jari karena sudah selesai]

  dalam mengerjakan soal]

  58. SS: [SS berdiskusi dalam kelompok]

  47. G : [G sambil keliling guru meperhatika siswa dalam mengerjakan soal ]

  57. G : [G Guru mementau siswa dalam mengerjakan soal sambil keliling kelas]

  56. BS : [BS mengangkat tangan karena sudah selesai]

  kesulitann] ” Kelompok yang sudah selesai langsung angkat tangan”.

  55. G : [G berkelling mengamati pekerjaan siswa dalam kelompok] “Kira-kira berapa menit anak-anak mengerjakan itu?” [guru memberikan semangat pada kelompok yang

  54. SS : “[siswa mengerjakan LKS dalam kelompok ]

  53. G : “Pilihlah 2 temanmu untuk perwakilan presentasi sambil pak Thomas membagikan LKSnya” [G membagi lembar LKS, membagi nama kelompoknya] ”Oke anak-anak sudah mendapatkan bahan untuk diskusi untuk kelompoknya” ”Ada yang masih bingung ?” ” Ada revisi sebentar silahkan amati soal no 5 yang kegiatan belajar 1, dua per tiga ditambah tiga per delapan” ”yang kegiatan belajar 2 no 5 silahkan kamu ganti 12 yang angka 21. no 3 satu per dua ditambah satu per tiga ditambah lima per empat. ”Oke silahkan mulai didiskusikan”.

  52. SS : [SS langsung menghadap ke belakang membuat kelompok]

  siswa membentuk kelompok]

  51. G : “Ok berarti sudah bisa?” Oke Pak Thomas ingin melihat kerjasama kalian, diskusi kalian. Kita bagi dalam sembilan kelompok”. Sperti yang dahulu tidak apa-apa, berkelompok 4 orang. Boleh anak-anak menghadap kebelakang”. [G mengarahkan

  yang membuka-buka buku catatan atau LKS masing-masing]

  50. BS : Benar [SS saling bertanya dengan teman sebelahnya, beberapa diantaranya ada

  olah mempersilahkan siswa untuk berpendapat]

  49. G : “Anak-anak yang tidak maju langsung melihat sendiri apakah pekerjaan temanmu sudah benar?” [G bertanya sambil membuat gerakan telapak tangan terbuka, seolah-

  48. BS : [BS mengerjakan soal dengan serius]

  71. G :”Ok yuk lanjut.”

  74. Sgunung+Anggi : [S maju kedepan untuk persentasi dengan jarak yang jauh karena

  malu-malu]

  75. G : “Ayo berdekatan saja tidak apa-apa... [G sambil menunjukkan tangan untuk

  berdekatan]

  76. BS : [S mulai persentasi]

  77. G : “Oke, tepuk tangan...”

  78. Nawiti +buyung: [S persentasi di depan kelas dengan suara lemah]

  79. G : ”Yang keras lagi.. Oke Terimakasih. [G mengucapakan terima kasih karena

  persentasi sudah selesai sambil membawa kertas evaluasi] ” Anak-anak sekarang Pak

  Thomas bagikan evaluasi tolong dikerjakan, jangan lupa diberi nama.”

  80. SS : [S Mengerjakan soal evaluasi dengan serius]

  81. G : [ G Keliling kelas sambil mengawasi siswa dalam mngerjakan soal]

  82. Bagas: ”Pak sudah selesai”[S sambil angkat tangan]

  83. G : “Siapa lagi yang sudah selesai?”

   [G bertanya sambil menoleh kearah siswa]

  

TRANSKRIP PERTEMUAN III

( Tanggal 12 April 2011)

1. [S...maju ke depan membacakan hasil pekerjaan mereka] 2.

  

17. S...: “tiga per empat ditambah satu per delapan tambah dua per empat sama dengan enam per delapan

tambah satu per delapan ditambah empat per delapan sama dengan sebelas per delapan ” [S...membacakan hasil kerja kelompoknya] 18.

  31. SB: “Aku...”[siswa yang lain mangangkat tangan meminta untuk maju ke depan] 32.

  G: “ Ok tepuk tangan...[Guru mengajak siswa yang lainnya memberi aplos kepada S...dan S...],

  

29. S.. dan S...: “satu per tujuh tambah dua per tiga tambah empat per dua puluh satu sama dengantiga per

dua puluh satu tambah empat belas per dua puluh satu tambah empat per dua puluh satu sama dengan dua puluh satu per dua puluh satu ”[S...membacakan hasil kerja kelompoknya dan S...membantu S...karena ada yang dibacakan keliru] 30.

  G: “Hitungan tiga mulutnya ditutup, perhatikan coba...satu...dua...tiga...[Guru meminta perhatian siswa supaya memperhatikan temannya yang sedang persentasi ] .

  27. S... dan S....maju ke depan mempersentasikan hasil kerja mereka 28.

  G: “Masih ada banyak...nanti”[Gurumenjawab siswa yang ingin maju ]

  

25. S...: “ArtDa”[siswa menunjuk salah satu temannya untuk maju dan siswa yang lainnya meminta untuk

maju]... sini belum koq pak ! 26.

  G: “Oh yo...sekali-kali belakang sendiri yo maju …”[Guru sambil berjalan menuju Siswa yang di belakang ]

  23. SS: “Nomor lima pak...[siwa sambil mengangkat tangan untuk maju ke depan] 24.

  22. G: “sebelas per delapan …” [Guru menegaskan jawaban S...] Ok... sekarang nomor berapa?

  G: “Ok.... dapat berapa Lan...? [Guru bertanya kepada S...] 21. S...: “sebelas per delapan” [S..menjawab pertanyaan guru].

  19. BS: “aku” [Beberapa siswa menjawab sekaligus membenarkan jawaban tersebut ] 20.

  G: “ya.... yang betul siapa?” [Guru mencocokkan jawaban S... dengan jawaban kelompok lain]

  16. G : ssssstttt....tolong .......[Guru meminta siswa unutk mendengarkan persentasi S...]

  G: “ngomong yang keras yang keras ya ”[Guru berjalan sambil memberi arahan kepada kelompok yang membacakan hasil kerja mereka] dan guru menghampiri meja S...

  15. S... frekwensinya berapa pak?

  G: “ya berhubung Lani suaranya agak lemah tolong yang lain diam “[Guru sambil berjalan ke depan dan berbalik menghadap ke siswa sambil menaruh dua jari di mulut menyuruh siswa diam karena suara S... kecil]

  13. BS: “Saya lagi ya pak...?.” 14.

  G: “ya nanti kalau ada lagi...[Guru memberi tanda bahwa soal yang dikerjakan oleh S... adalah yangsoal nomor 4r ]

  11. BS: Saya pak... “[siswa yang lain ingin maju ] 12.

  10. G: ya. Lani yang keras...[ Guru menyuruh S...membacakannya dengan suara nyaring]

  9. S... dan S... maju ke depan memepersentasikan hasil kerja mereka.

  G: “ maaf …”[Guru sambil menepuk pundak S...pertanda disuruh maju untuk mempersentasikan hasil kerja mereka...ndak boleh dijawab oleh teman-temannya...

  

7. BS: nomor 4... [Siswa menjawab nomor 4...sambil mengacungkan tangan untuk meminta agar mereka

bisa maju] 8.

  6. G: “ Ok.. Tepuk tangan... [ Guru membenarkan jawaban mereka dan mengajak siswa memberi aplos kepada temannya...Nah... nomor berapa sekarang? Nomorrrrr...5]

  

5. BS[siswa mengacungkan tangan untuk maju]S23 dan S36 menuju ke depan kelas mempresentasikan

hasil kerja mereka...dua per empat dikali dua per enam sama dengan enam per dua belas tambah empat per dua belas sama dengan lima per enam.

  G: Yang nomor tiga [Gurubertanya kira-kira siapa yang bisa maju mempresentasikan hasil kerjanya pada nomor tiga]”

  3. SS: [siswa memberi aplos kepada kelompok yang maju] 4.

  G: “yang paling sederhana…?[Guru bertanya kepada semua siswa bentuk paling sederhana dari dua puluh satu per dua puluh satu berapa

  

35. SB: “pak... aku pak ah...” [Beberapa siswa merasa kecewa karena belum mendapat kesempatan untuk

maju ke depan] 36.

  64. SS: “semua siswa masih sibuk kerja masing-masing” 65.

  G: “Pake caranya...ada carnya...”[Guru lebih menegaskan untuk memakai cara penyelesaian penjumlahan pecahan]

  58. SS: “semua siswa sibuk bekerja.” 59.

  G: “Bagaimana caranyaaaa....seperti yang pak Thomas sampaikan tadi” [Guru sambil berjalan mendekati siswa dari meja yang satu ke meja yang lain]

  60. S...: “menunjuk sama teman dan berbucara kepada Guru.” 61.

  G: “Guru mendekati S...” Pake caranya ya....[Guru sekali lagi menekankan kepada siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang ada dengan cara yang telah diajarkan]

  62. SS : “semua siswa masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing” 63.

  G: “sekarang giliran budi”

  G: “Guru berjalan – jalan mengelilingi siswa sambil melihat-lihat siswa bekerja “[Guru mendekati S...dan bertanya selesai...?]

  G: “Nah sekarang kita kerja dengan caranya....boleh mneggunakan KPK”

  66. S...: “sudah” 67.

  G: “ Dua...tiga.... “[Guru sambil berjalan guru mengecek siswa yang sudah selsai menerjakan]. Guru mendekati S21, dan menjelaskan sesuatu.

  68. S21 : menghitung jari-jarinya 69.

  G: “Empat...lima...enam.” [Guru melanjutkan pengecekan sampai orang yang ke-6]

  70. BS :[siswa yang llain lagi mengacungkan tangan pertanda ia telah selsai.] 71.

  G: “tujuh....delapan...sembilan...sepuluh...sebelas...dua belas...[Guru masih melanjutkan hitungan siswa yang telah selesai mengerjakan]

  72. BS: “sebagian siswa masih melanjutkan pekerjaannya”

  56. SS:”semua siswa sibuk mengambil buku dan langsung mengerjakan” 57.

  54. SS : “sudah” 55.

  G: “Guru menuju ke belakang dan menyuruh S...dan S...maju sambil berjalan bersama mereka ke depan S.. dan S... Maju untuk mempersentasikan hasil kerja kelompoknya

  44. SS: “siswa mengumpulkan lembar LKS sesuai permintaan guru.” 45.

  37. G: “Guru mempersilakan S...dan S... membacakan hasil kerja mereka

  

38. S...: Empat per sembilan tambah satu per tiga tambah lima per enam sama dengan delapan per delapan

belas tambah enam per delapan belas tambah 15 per 18 sama dengan 29 per 18 [membacakan hasil kerja mereka 39.

  G: “Ok...jawabannya berapa?…[Guru mengulang kembali jawaban siswa]

  40. S...: Tau....?[S... menjawab pertanyaan guru] 41.

  G: “ dua puluh sembilan per delapan belas [Guru menegaskan jawaban siswa kembali]

  42. SS: “Yeeeee...hore..”[Siswa menjawabsecara serempak] 43.

  G: “sampai mana...? yok kita tepuk tangan semuanya”[Guru mengajak siswa bertepuk tangan atas hasil kerja mereka] Ok... yang terakhir....pekerjaannya dikumpulkan ke depan.

  G: “Guru berjalan menuju ke belakang sambil membawa beberapa lembar kertas dan membagikan lembar evaluasi kepada siswa.

  G: “Sudah...? nomor sudah...”[Guru memperjelasjawaban siswa ]

  

46. SS: ”siswa mendapatkan lembar evaluasi[sebagian siswa ribut memperebutkan lembaran yang

dibagikan] 47.

  G: “Yang ini yang belum kumpul siapa? [Guru sambil memperlihatkan lembar LKS dan bertanya kepada siswa]

  48. S36: “sambil menunggu lembar evaluasi dia bernyanyi dan menggerakkan tangannya” 49.

  G: “Individu sekarang” [Gurumemberi arahan kepada siswa untuk mengerjakan lembar evaluasi yang telah dibagikan]

  50. SS:“ Dikerjakan sekarang pak?[ siswa bertanya kepada Guru] 51.

  G: “Nah...pak Thomas jelaskan dulu...sssst...makanya sekarang coba kamu tulis nama dan nomor absenmu, jamgam lupa... soalnya kemarin ada 2 anak yang lupa ” [Guru memberi penjelasan agar siswa tidak lupa menulis nama dan nomor absennya di lembar evaluasi ]

  52. SS: “sudah”. [Siswa menjawab dengan serentak] 53.

  

73. G; “tiga belas...sampai enam belas.” siapa yang mau nyusul sudah enam belas? Enam belas itu harus

  77. G: “dua puluh …[Guru melanjutkan hitungannya sambil mendekati S... dan menjelaskan sesuatu]

  78. SB: “ada beberapa siswa mengacungkan tangan lagi” 79.

  G: “Dua puluh satu...dua puluh tiga.”

  80. SB: “siswa yang sudah selesai mengerjakan jadi ngantuk.” 81.

  G: “Bondan....?” [Guru sambil jalan ia memanggil S21]

  82. S21: “ ya...” [S21 menjawab dengan suara kecil sambil tersenyum dan mengangkat tasnya] 83.

  G: “Guru mendekati S…”

  84. SB: “siswa mengangkat tangan lagi” 85.

  G: “Guru menoleh ke belakang sambil berkat “Dauuuuud”

  86. SB: “sebagian siswa ribut” [kemungkinan karena mereka sudah selsai] 87.

  G: “yang sudah selsai coba diteliti lagi …[Gurumengingatkan siswa supaya memeriksa kembali pekerjaan mereka] Dua lima... diteliti lagi sudah sesuai KPK belum ?

  88. SB [Beberapa siswa menjawab “sudah”] 89.

  G: “ ya... sudah selesai dan diberi warna.” Mencapai KKM atau tidak? [Guru sambil berjalan mengecek siswa satu per satu dan mendekati S...] Guru menuju ke depan lagi sambil tersenyum....!

  90. SB: “ sebagian siswa sudah gelisah”.

   

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR).
0
3
29
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU KATA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS I SD KANISIUS WIROBRAJAN 1 YOGYAKARTA.
1
9
172
PERKEMBANGAN SINTAKSIS SISWA KELAS RENDAH SD KANISIUS KLEPU, SLEMAN, YOGYAKARTDALAM KARANGAN PENCERITAAN ULANG.
0
0
422
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 20092010 MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL
0
0
114
TINJAUAN PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA PEMBELAJARAN PELUANG DI KELAS XI IPA SMA KANISIUS TIRTOMOYO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program studi Pendidikan Matematika
0
0
178
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN PADA TAHUN AJARAN 20102011
0
1
148
PENERAPAN PRINSIP EVALUASI KEMAJUAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN DALIL PYTHAGORAS BERPARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI SMP KANISIUS TIRTOMOYO
0
0
168
KEGIATAN GURU MEMFASILITASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN SEMESTER 2 Tahun Ajaran 20102011 Skripsi
0
0
101
PROSES BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan PGSD
0
0
118
KEGIATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERPOLA PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI SMA KANISIUS TIRTOMOYO Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
245
PENELITIAN TINDAKAN KELAS EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN KOMPETENSI MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA PESERTA DIDIK KELAS VB SD KANISIUS SENGKAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20102011 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuh
0
5
132
PENINGKATAN KEAKTIFAN, CARA BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR IPA TENTANG MATERI KONDUKTOR DAN ISOLATOR PANAS MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI EKSPERIMEN BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA SISWA KELAS VI A SEMESTER I SD KANISIUS SOROWAJAN TAHUN PELAJARAN
0
1
150
KEGIATAN GURU MEMFASILITASI PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERPARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS VIII SMP KANISIUS TRITOMOYO Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
1
211
HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN TAHUN PELAJARAN 20102011
0
1
128
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD KANISIUS WIROBRAJAN TAHUN PELAJARAN 20102011
0
3
226
Show more