Peningkatan kreativitas dan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta melalui model pembelajaran kooperatif metode STAD - USD Repository

Gratis

0
0
282
2 days ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Kupersembahkan Skripsi ini Untuk:Orang tuaku tersayangsebagai tanda bakti dan ucapan terimakasihku atas doa dan pengorbanan kalian. MOTTOBanyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengankeberhasilan saat mereka menyerah – Thomas Alfa Edison Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernahgagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh – Confusius Hiduplah seakan engkau akan mati besok.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Pada kondisi awal persentase tingkat kreatifitas siswa sebesar 10,65%, setelah dilakukan tindakanpada siklus I meningkat sebesar 54,61%, kemudian dilanjutkan dengan tindakan pada siklus II meningkat sebesar 71%; (3) penerapan model pembelajarankooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IVSDN Caturtunggal 3 Yogyakarta. Pada kondisi awal rata-rata nilai siswa sebesar48,93 dengan rata-rata persentase pencapaian nilai KKM siswa sebesar 35,06%, setelah dilakukan tindakan pada siklus I diperoleh rata-rata nilai siswa meningkatsebesar 78,62 dengan pencapaian nilai KKM siswa sebesar 93,10%, kemudian dilanjutkan dengan tindakan pada siklus II diperoleh rata-rata nilai siswameningkat sebesar 84,4 dengan pencapaian nilai KKM siswa sebesar 96,55%.

3 Yogyakarta Using STAD Cooperative Learning Model. Thesis. Yogyakarta: Sanata Dharma University

  It was a Class Action Research with 29 students of class IV SDNCaturtunggal 3 Yogyakarta as the research subjects. After the action in cycle I,it was improving and reaching 54,61% and after the action in cyle II , it reached71%; (3) the implemantation of STAD cooperative learning model could improve the Social Science learning achievement of the students class IV SDNCaturtunggal 3 Yogyakarta.

KATA PENGANTAR

  Seluruh dosen dan karyawan PGSD yang telah membekali peneliti dengan berbagai ilmu pengetahuan dan selalu terbuka untuk menyelesaikan kesulitanyang dihadapi peneliti. Pd., yang telah bersedia memberikan waktu, tenaga, dan pikiran selama menjadi pengajar dan membantu dalam pelaksanaan penelitiandi kelas.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kunci pembangunan di masa mendatang bagi bangsa Indonesia adalah

  Hal tersebut didukung dengan studi dukumen mata pelajaran IPS materi masalah sosial tahun pelajaran2010/2011 dengan rata-rata nilai siswa sebesar 48,78 dengan persentase pencapaian nilai KKM siswa sebesar 36,11% dari 36 siswa dan studidokumen tahun pelajaran 2011/2012 dengan nilai rata-rata siswa sebesar49,09 dengan persentase pencapaian nilai KKM siswa sebesar 31,25% dari 32 siswa. Model pembelajaran kooperatif metodeSTAD menekankan siswa pada aktifitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi serta saling membantu dalam menguasai materi pelajaranuntuk mencapai prestasi yang maksimal.

E. Manfaat Penelitian

  Bagi PenelitiBagi peneliti dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam melakukan PTK, khususnya tentang pembelajaran inovatif yang dapatmeningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD pada mata pelajaran IPSmateri masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013. Bagi GuruBagi guru dapat memberi referensi dalam memilih model pembelajaran yang dapat meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajarsiswa khususnya dengan penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswakelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

F. Definisi Operasional

  Pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan siswa lain di dalam kelompok yang memungkinkanterjadinya interaksi secara terbuka antara anggota kelompok. Metode STAD adalah metode pembelajaran yang dalam pembelajarannya siswa dibagi ke dalam kelompok belajar yang beranggotakan empatsampai lima siswa secara heterogen yaitu adanya campuran anggota kelompok dari prestasi belajar, jenis kelamin dan agama.

BAB II KAJIAN TEORI A. Kreatifitas 1. Pengertian Kreatifitas Akbar dan Hawadi (2006:58) mendefinisikan kreatifitas merupakan

  Persamaan dalam memaknai pengertian sesuatu yang baru tersebut terletak pada kriteria produk kreatif yaitu berupa benda maupun Pendapat yang sama juga dinyatakan oleh Santrock dalam Sujiono(2010:38) yang menyatakan bahwa kreatifitas merupakan kemampuan untuk memikirkan sesuatu dengan cara-cara yang baru dan tidak biasaserta melahirkan suatu solusi yang unik terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Maka, dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru,berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada dengan cara yang baru dan tidak biasa serta melahirkan suatu solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi dengan pemecahan masalah yang beragam namun tetap berkualitas dan tepat guna.

2. Ciri Kreatifitas

  Keluwesan Berpikir (Flexibility)Keluwesan berpikir merupakan kemampuan dalam hal memproduksi atau menghasilkan sejumlah ide, jawaban, sertapertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda, dapat mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda dalam pemecahan masalah, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran. Kesimpulan dari ciri-ciri kreatifitas yaitu memilki banyak ide dalam menghasilkan benda maupun gagasan, dapat berpikir cepat ketikamengemukakan pendapat serta ide, dapat memperinci gagasan yang diungkapkannya, gagasan yang diungkapkannya merupakan gagasan yangjarang dan berbeda pada umumnya, serta dapat memecahkan masalah dengan cara yang berbeda-beda.

3. Pentingnya Kreatifitas dalam Kehidupan

  Menurut Biondi dalam Munandar (2009:31) dari wawancaraterhadap tokoh-tokoh yaitu para seniman, ilmuwan dan ahli penemu, yang telah mendapat penghargaan ternyata mereka memiliki kepuasaantersendiri saat berhasil menciptakan sesuatu yang bermakna, bagi mereka faktor kepuasan ini amat berperan, bahkan dari keuntunganmaterial semata-mata. Maka dari itu kreatifitas begitu penting dipupuk sejak dini, dikarenakan kreatifitas merupakan perwujudan atau aktualisasi diri sebagaimanifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya dalam kehidupan di masa mendatang.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kreatifitas

  Dorongan dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik)Roger dalam Munandar (2009:34) mengemukakan setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan dari dalam dirinya untukberkreatifitas, mewujudkan potensi, mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas yang dimilikinya. Tuntutan pada anak untuk membuat karya cipta yang seragamTuntutan pada anak untuk membuat karya cipta yang seragam dan sesuai dengan contoh yang diberikan guru baik berupa hasilketerampilan, gaya bicara, gaya puisi, dan lain-lain.

5. Cara Mengukur Kreatifitas

  Menurut Munandar (2004:58) potensi kreatif dapat diukur melalui beberapa pendekatan yaitu pengukuran langsung; pengukuran tidaklangsung dengan mengukur unsur-unsur yang menandai ciri-ciri tersebut; pengukuran ciri kepribadian yang berkaitan erat dengan ciri tersebut; danbeberapa jenis ukuran non-test. Pada penelitian ini pengukuran yang digunakan untuk mengukur kreatifitas siswa yaitu dengan menggunakanmenggunakan pengukuran langsung, yaitu dengan pengamatan langsung terhadap kinerja kreatif dengan panduan lembar pengamatan yang sudahdisesuaikan dengan ciri-ciri kreatifitas menurut Guilford dalam Munandar(2009:34).

B. Prestasi Belajar 1

  Pengertian BelajarPengertian belajar yang dikemukakan oleh Matlin dan Myres dalam Akbar dan Hawadi (2006:168) adalah suatu perubahan tingkah laku yang relatif permanen sebagai hasil dari pengalaman. Jadi,belajar dapat disimpulkan sebagai perubahan perilaku individu melalui berbagai proses pengalaman dalam kehidupan dengan cara mengamati,membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arah tertentu yang menghasilkan sebuah perubahan yang merupakanpenyesuaian dari tingkah laku.

2. Pengertian Prestasi Belajar

  Pernyataan tersebut memliki makna yang sama dengan pernyataan yang dikemukakan oleh kamus besar bahasa Indonesia dan Ngalim Purwantoyaitu prestasi belajar merupakan hasil yang telah dicapai melalui sebuah perubahan yang dilakukan. Prestasi belajar menurut Lanawati dalam Akbar dan Hawadi(2006:168) memiliki makna yang sama dengan definisi prestasi belajar yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi dan Olivia, yaitu hasil penilaianpendidik terhadap proses belajar dan hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan instruksional yang menyangkut isi pelajaran dan perilaku yangdiharapkan dari siswa.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

  Sedangkan di lingkungan sekolah yaitutergantung dari peran warga sekolah dalam membentuk karakter, kepribadian, serta sikap anak, bagaimana anak belajar yang dipengaruhioleh kurikulum, organisasi sekolah, fasilitas sekolah, serta keadaan lingkungan sekolah serta komunikasi yang lancar atupun jarang antarapihak sekolah dengan orang tua siswa akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Sedangkan di lingkungan masyarakat tergantung darikeadaan sosial, politik dan ekonomi maksudnya yaitu bagaimana interaksi siswa di masyarakat, keadaan ekonomi siswa dapat mempengaruhikepribadian siswa yang dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

C. Model Pembelajaran Kooperatif 1

  Persamaan tersebut tampak dari pengertian yang didefinisikan yaitu Pendapat lain diungkapkan oleh Slavin dalam Taniredja (2011:55) bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan suatu modelpembelajaran dimana dalam sistem belajar dan bekerja dalam kelompok- kelompok kecil yang berjumlah empat sampai enam orang secarakolaboratif dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar. Persamaan pengertian dari model pembelajaran kooperatif juga diungkapkan oleh Rusman (2011:202) yaitu model pembelajarankooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yanganggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen.

2. Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif

  Kemauan untuk BekerjasamaKeberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukkan oleh keberhasilan secara kelompok, oleh karenanya prisnsip kebersamaanatau kerjasama perlu ditekankan dalam pembelajaran kooperatif. Tanpa kerjasama yang baik, pembelajaran kooperatif tidak akan mencapaihasil yang optimal.

3. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Kooperatif

  Prinsip ketergantungan positif (positive independence), yaitu dalam pembelajaran kooperatif, keberhasilan dalam menyelesaikan tugastergantung pada usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Interaksi tatap muka (face to face promotion interaction), yaitu memberikan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompokuntuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi untuk saling memberi dan menerima informasi dari anggota kelompok lain.

D. Model Pembelajaran Kooperatif Metode Student Teams Achivement

  Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Metode STADDefinisi model pembelajaran kooperatif metode STAD menurut Slavin (2005:143) adalah model pembelajaran kooperatif yang terdiri atas lima komponen utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuanindividual, rekognisi tim. Pendapat lain yang dikemukakan oleh Suyatno(2009:52) yaitu model pembelajaran kooperatif metode STAD merupakan model pembelajaran kooperatif untuk mengelompokkan kemampuancampur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggungjawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota.

2. Karakteristik Pembelajaran Kooperatif Metode STAD

  Kelompok kecil digunakan untuk memaksimalkanpembelajaran di dalam kelas yaitu siswa diharapkan dapat saling membantu di dalam kelompok untuk mencapai tujuan belajar. Prosedur kuisSetiap pembelajaran yang berlangsung menggunakan kuis awal dan kuis kedua setelah kerja dalam kelompok berlangsung.

3. Komponen Pembelajaran Kooperatif Metode STAD

1. Presentasi kelas

  Penjabaran komponen- kompenen dari metode STAD adalah sebagai berikut: Guru memulai dengan menyampaikan indikator yang harus dicapai hari itu dan memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang materiyang akan dipelajari. TimTim yang terdiri dari empat atau lima siswa mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal prestasi akademik, jenis kelamin dan agamadengan pembagian kelompok menurut Slavin.

5. Rekognisi Tim

4. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Metode STAD

  Mulai dari ruang lingkup gejala dan masalah kehidupan yang yangada di sekitar tempat tinggal, sekolah, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, negara, negara-negara tetangga yang berkaitan dengan hubungan kerjasamadalam bidang ekonomi, sosial, budaya di wilayah yang bersangkutan. Melalui pengajaran IPS diharapkan peserta didik dapat menjadi warga negara yang peka terhadapmasalah sosial yang terjadi di dalam masyarakat, memiliki sikap mental yang positif terhadap kesimpang siuran yang terjadi, serta terampil dalammengatasi segala masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri terutama yang menimpa kehidupan masyarakat.

F. Hasil Penelitian yang Relevan

  Perbedaan dalam penelitian tersebut terletak pada variabel yang diteliti yaitu peningkatan siswa, peningkatan prestasi belajar siswa danefektifitas model pembelajarm kooperatif metode STAD dalam prestasi belajar siswa. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut yaitu penggunaanmodel kooperatif metode STAD dapat meningkatkan kreatifitas siswa, dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan berpengaruh terhadap prestasibelajar siswa.

G. Kerangka Berpikir

  Guru harus menggunakan sebuah model dan metode pembelajaran yang tepat untuk mendorong siswa dapat mengungkapkan pendapat sertamemberikan ide atau gagasannya dalam memecahkan sebuah masalah. Dengan pembelajaran yang bervariasi yaitu dengan prosedur pembelajaran menggunakan kuis diharapkansiswa semakin kreatif dan termotivasi dalam belajar, sehingga prestasi belajar siswa pun akan meningkat.

H. Hipotesis Tindakan

  Penerapan pembelajaran kooperatif metode STAD yang teridiri dari presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim dapatmeningkatkan kreatifitas dan prestasi siswa pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013. Penerapan pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial padasiswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian

  tindakan kelas yang didefinisikan oleh Arikunto (2006:96) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru ke kelas atau di sekolah tempat ia mengajar denganpenekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran. Subyek PenelitianSubyek penelitian adalah siswa SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta kelas IV tahun pelajaran 2012/2013, dengan jumlah siswa sebanyak 29 yang terdiridari 14 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki.

4. Waktu Penelitian

  Rencana TindakanPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berangkat dari permasalahan yang ada dalam pembelajaran siswa di kelas. Mengenal sumber daya alam,kegiatan ekonomi,dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi dan SK 2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya siswa kelas IV SD N Caturtunggal 3 semester II tahun pelajaran 2012/2013.

1. Persiapan a

  Mengidentifikasi masalah yang ada di kelas yaitu kurangnya kreatifitas dan rendahnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran e. Melakukan pengamatan lebih teliti untuk mengetahui gambaran mengenai kreatifitas dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran d.

2. Rencana Tindakan Setiap Siklus

  Sebelum pelaksanaan pembelajaan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD siswa diberi tugas untuk membacamateri pelajaran yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya mengenai materi yang telah ditentukan. b)Membuat kesimpulan tentang tingkat kreatifitas siswa serta kemampuan siswa dalam proses pembelajaran mengenaimasalah sosial pada siklus I (pertemuan I dan pertemuan II).

D. Instrumen Penelitian

  Peneliti menggunakan dua jenis instrumen penelitian, yaitu instrumen non tes untuk mengukur kreatifitas siswa. Sedangkan instrumen tes yangdigunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa.

1. Instrumen Non Tes

  Mencoba memberikan gagasan atau usul dengan mengacungkan tangan terlebih dahuluMemberikan usulan dan gagasan terhadap masalah yang disajikan guru Menyatakan pendapat dalam forum umum atau kelasMenyatakan pendapat dalam forum kelompok Keluwesan 2. Siswa dapat memberikan gagasan dan pendapat akibat dari sebuah permasalahanSiswa mempunyai lebih dari 1 gagasan dan pendapat yang bervariasi dari teman yang lain 3.

E. Teknik Pengumpulan Data 1

  Validasi lembar observasiValidasi lembar observasi dicari dengan expert judgment yaitu divalidasikan kepada tiga orang ahli yaitu dosen ahli IPS PGSD, kepalasekolah SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, dan guru kelas IV SDNCaturtunggal 3 Yogyakarta. 1,0 - 1,9 Sangat kurang baik Setelah lembar observasi kreatifitas divalidasikan dengan tiga ahli yaitu dosen IPS PGSD, kepala sekolah SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta,dan guru kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta maka diperoleh hasil penghitungan dalam tabel berikut ini.

1. Silabus

  Setelah diujikan kepada tiga orang ahli tersebut, didapatkan hasil dari validasi perangkat pembelajaran dengan rincian rata-rata skor silabussebasar 4,3 dinyatakan dengan kriteria sangat baik, rata-rata RPP skor sebesar 4,5 dinyatakan dengan kriteria sangat baik, rata-rata skor LKSsebesar 4,5 dinyatakan dengan kriteria sangat baik dan rata-rata skor bahan ajar sebesar 4,3 dinyatakan dengan kriteria sangat baik. Hasil daripengolahan data tersebut diketahui ada 15 soal valid dalam uji validitas soal I dan 17 soal valid dalam uji validitas soal II dari 30 soal yang sudahdiujikan.

F. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data 1

  Pengumpulan DataData yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data kreatifitas belajar dan data kuantitatif yaitu data prestasi belajar siswa. Selain itu, peneliti jugamenggunakan data dari perolehan skor hasil prestasi belajar yang berupa nilai dari soal-soal yang diberikan pada setiap siklus untuk mendapatkandata kuantitatif.

2. Analisis Data a

  b)Menghitung persentase jumlah siswa untuk setiap indikator, dengan rumus: ℎx 100% ℎ ℎ Menghitung presentase rata-rata jumlah siswa untuk mengetahui rata-rata tingkat kreatifitas seluruh siswa kelas IV denganmenggunakan rumus: ℎℎ 2)Prestasi Belajar Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dihitung dengan langkah-langkah sebagai berikut:a) Penyekoran Soal pilihan ganda yang digunakan terdiri dari 15 butir soal. c)Menghitung jumlah skor rata-rata kelas, dengan rumus sebagai berikut: N∑n Catatan:∑N = Jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa n = Jumlah seluruh siswa ℎx100 ℎ e)Membandingkan tingkat prestasi belajar siswa pada akhir siklus dengan kondisi awal.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Bab ini berisi analisa data penelitian penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD terhadap kreatifitas dan prestasi belajar siswa. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas IV tahun

  Penelitian siklus I dimulai pada tanggal 26 April 2013 dan diakhiri pada tanggal 27 April 2013. Sedangkan untuk penelitian siklus IIdimulai pada tanggal 3 Mei 2013 dan diakhiri pada tanggal 4 Mei 2013.

1. Deskripsi Penelitian dan Hasil Penelitian Siklus I

  Peneliti merancang serta dan memodifikasi siklusberikutnya dalam penyusuanan indikator dan tujuan pembelajaran yang mengacu kepada kemampuan siswa untuk lebih kreatif dalammenjawab pertanyaan, mengungkapakan pendapat, memberikan ide dan gagasan pada materi masalah sosisal dalam siklus II. Walaupunkreatifitas siswa sudah mencapai target yang dinginkan dengan adanya peningkatan kreatifitas siswa dari kondisi awal sebesar 10,65%menjadi 54,61% setelah dikenakan tindakan dalam siklus I, namun peneliti ingin memperbaiki indikator-indikator kreatifitas yang kurangtampak dalam siklus I.

2) Menjelaskan kepada siswa arti kerja kelompok

  Ditunjukkan denganperolehan rata-rata nilai siswa saat kondisi awal yaitu sebesar 48,93 dan meningkat dalam latihan evaluasi pembelajaran siklus I yaitusebesar 78,62. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatifmetode STAD.

2. Deskripsi Penelitian dan Hasil Penelitian Siklus II

  g)Menyiapkan Media Pembelajaran Media pembelajaran yang digunakan dalam siklus II sama dengan media pembelajaran yang digunakan dalam siklusI yaitu menggunakan media gambar dan media video yang berkaitan dengan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupansehari-hari. Siswa diminta untukmendiskripsikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat, kemudian siswa diminta untuk mengidentifikasi penyebabterjadi dan cara memecahkan permasalahan tersebut.2) Pertemuan 2Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Mei 2013 dengan alokasi waktu dua jam pelajaran, yaitu dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.10 WIB.

B. Pembahasan 1. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD

  Pada siklus II pertemuan 2, guru melakukan presentasi kelas menggunakan media powerpoint untuk menampilkan gambar dan videomengenai permasalahan sosial agar siswa dapat memberikan ide dalam menangani permasalahan sosial yang ditampilkan guru. Kreatifitas siswasaat presentasi kelas semakin terlihat ketika siswa dapat memberikan ide- idenya dalam memecahkan permasalahan sosial yang ada di lingkungan Gambar 4.2 Presentasi Kelas Oleh Guru 3)Tim Pada siklus I pertemuan 1, guru membagi siswa ke dalam kelompok, siswa dibagi secara heterogen berdasarkan prestasi akademik,jenis kelamin dan agama.

4 Mei 2013)

  Siswa diminta untukmasuk ke dalam kelompok masing-masing serta siswa diminta untuk mengerjakan serta memahami materi dalam lembar kerja yang diberikan Setelah guru melakukan presentasi kelas, siswa dibagi ke dalam kelompok. Pada pengerjaan soal kuis kedua Gambar 4.4 Siswa Mengerjakan Soal Kuis Kedua 5)Skor Kemajuan Individual Skor kemajuan individual ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa jika mereka bekerja lebih giat akanmedapatkan hasil yang lebih baik daripada sebelumnya seperti perolehan nilai yang didapat pada pertemuan kedua lebih baik dibandingkan dengannilai yang didapat pada pengerjaan soal kuis pertama.

2. Peningkatan Kreatifitas

  Sikap percaya diri siswa dalam menjawab pertanyaan dari guru pun juga tampak meningkat darisiklus I ke siklus II dengan banyaknya siswa yang mau menjawab dan mengungkapkan pendapat saat pembelajaran berlangsung. Berikut ini merupakan data-data tingkat kreatifitas siswa kelas IVSDN Caturtunggal 3 Yogyakarta pada saat kondisi awal, siklus I dan siklus II: Tabel 4.4 Data Kreatifitas Kondisi Awal, Siklus I, Siklus II Kondisi Siklus 1 Siklus 2 No Indikator Awal (%) (%) (%)Mengajukan pertanyaan dalam forum umum 7 38 55 1.atau kelas kepada guru 2.

8. Menyatakan pendapat dalam forum kelompok

79 89 Siswa dapat berpendapat secara jelas dan 9. dapat dipahami sesuai dengan pembelajaran 3 59 82 yang berlangsung

10. Siswa mampu menanggapi pendapat teman

  Berdasarkan 18 indikator tersebut yang tidak meningkat sama sekali pada siklus I dan siklus II yaitu siswa dapat mengungkapkan pendapat yangberbeda dengan siswa lain dalam diskusi kelompok, namun pada kondisi awal ke dalam siklus I indikator tersebut meningkat dengan signifikan yaitudari 0% meningkat menjadi 76%. Hal tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan wali kelas IV yang menyatakan bahwa: “Saya merasa adanya peningkatan kreatifitas siswa dari siklus I ke siklus II dengan diterapkannya model pembelajarn kooperatif metode STAD dalampelajaran saya.

3. Peningkatan Prestasi Belajar

  Namun dalam penelitian yang dilakukan masih ada 2 orang siswa yang belum mencapainilai KKM dan tidak ada peningkatan dari 1 siswa yang sama. Dia juga jarang memperhatikan pembelajaran, makanya dia tidak bisamengerjakan soal evaluasi.” (hasil wawancara dengan bu Har, 6 Mei 2013) Kesimpulan dari data di atas prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal sebelum dilakukan tindakan dan meningkatdalam siklus I setelah dilakukan tindakan dan lebih meningkat lagi dalam siklus II.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan

  Penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD dalam upaya meningkatkan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 melalui Penelitian TindakanKelas (PTK) terdiri dari dua siklus. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan kreatifitas siswa dari kondisi awalsebesar 10,65% meningkat sebesar 54,61% setelah diberikan tindakan dalam siklus I.

B. Saran

  Bagi guru sebaiknya lebih memahami penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD mengingat saat pembelajaran berlangsung gurusering melakukan kesalahan dengan melupakan langkah-langkah kegiatan dalam pembelajaran menggunakan metode STAD khususnya dalammemberikan soal kuis yang pertama yang digunakan sebagai perolehan skor awal siswa. Selainitu, guru harus menekankan apa arti bekerja dalam satu tim dalam menggunakan metode STAD dikarenakan kurangnya pemahaman siswauntuk bekerja dalam kelompok ditunjukkan dengan beberapa siswa yang sering diam saja dan bergurau dengan teman lain saat diskusi kelompokberlangsung.

Pelajaran I PS dengan Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe STAD di Kelas V SDN 105309 Sibolangit T.A 2012/2013

  Bimbingan dan Konseling SMA untuk kelas XI. Pengajaran Kreatif dan Menarik: Cara Membangkitkan Minat Siswa melalui Pemikiran .

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (282 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Weroharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tahun ajaran 2016/2017.
0
0
232
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas III B SD Negeri Denggung.
0
0
2
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
2
305
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN 3 Cawas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
0
0
162
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
1
355
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
7
245
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD kelas IV di SDN Srumbung 02.
0
0
354
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Weroharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tahun ajaran 2016 2017
0
0
230
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKN melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas 6 di SDN Gejayan Yogyakarta.
0
1
284
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa kelas IV SDN Minomartani tahun pelajaran 2012/ 2013.
0
0
179
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SDN Karangwuni I melalui model pembelajaran kooperatif Jigsaw II.
0
0
2
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada siswa kelas IV SD Negeri Kalongan Depok tahun ajaran 2012/2013.
0
1
225
Peningkatan kreativitas dan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta melalui model pembelajaran kooperatif metode STAD.
0
0
284
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
4
235
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa kelas IV SDN Minomartani tahun pelajaran 2012 2013
0
2
177
Show more