Peningkatan kreativitas dan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta melalui model pembelajaran kooperatif metode STAD - USD Repository

Gratis

0
1
282
9 months ago
Preview
Full text

  

PENINGKATAN KREATIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPS

SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3 YOGYAKARTA

MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STAD

Skripsi

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  

Disusun Oleh:

Nama : Anita Anggraeni Puspitasari

NIM : 091134123

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

HALAMAN PERSEMBAHAN

  

Kupersembahkan Skripsi ini Untuk:

Orang tuaku tersayang sebagai tanda bakti dan ucapan terimakasihku atas doa dan pengorbanan kalian.

  Kakakku tersayang sebagai ucapan terimakasihku atas dukungan dan motivasi.

  Pengajarku sebagai ucapan terimakasih atas kesabaranmu dalam membimbingku.

  Teman dan Sahabatku PGSD S1 Angakatan 2009 Pembaca yang budiman.

  

MOTTO

Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang

tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan

keberhasilan saat mereka menyerah – Thomas Alfa Edison

Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah

gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh –

Confusius

  

Hiduplah seakan engkau akan mati besok. Belajarlah seakan

engkau akan hidup selamanya" - Mahatma Gandhi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 30 Juli 2013 Peneliti

  (Anita Anggraeni Puspitasari)

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Anita Anggraeni Puspitasari NIM : 091134123

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

“PENINGKATAN KREATIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA

KELAS IV SDN CATURUNGGAL 3 YOGYAKARTA MELALUI MODEL

PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STAD”

  Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, untuk mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian ini pernyataan yang saya buat dengan sebenarnya.

  Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 30 Juli 2013

  Yang menyatakan (Anita Anggraeni Puspitasari)

  

ABSTRAK

  Puspitasari, Anita Anggraeni. 2013. Peningkatan Kreatifitas dan Prestasi Belajar

  

IPS Siswa Kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta melalui Model

Pembelajaran Kooperatif Metode STAD . Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata

  Dharma.

  Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013; (2) mengetahui peningkatan kreatifitas siswa pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas

  IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013; (3) mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif metode STAD pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

  Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta dengan jumlah siswa sebanyak 29. Obyek penelitian dalam penelitian ini peningkatan kreatifitas dan prestasi belajar IPS. Data dikumpulkan menggunakan instrumen observasi, tes pilihan ganda serta wawancara dan secara deskriptif kualitatif.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) upaya peningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD yang terdiri dari presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim; (2) penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan kreatifitas siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta. Pada kondisi awal persentase tingkat kreatifitas siswa sebesar 10,65%, setelah dilakukan tindakan pada siklus I meningkat sebesar 54,61%, kemudian dilanjutkan dengan tindakan pada siklus II meningkat sebesar 71%; (3) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta. Pada kondisi awal rata-rata nilai siswa sebesar 48,93 dengan rata-rata persentase pencapaian nilai KKM siswa sebesar 35,06%, setelah dilakukan tindakan pada siklus I diperoleh rata-rata nilai siswa meningkat sebesar 78,62 dengan pencapaian nilai KKM siswa sebesar 93,10%, kemudian dilanjutkan dengan tindakan pada siklus II diperoleh rata-rata nilai siswa meningkat sebesar 84,4 dengan pencapaian nilai KKM siswa sebesar 96,55%.

  Kata kunci : kreatifitas, prestasi belajar, model pembelajaran kooperatif metode STAD

  

ABSTRACT

  Puspitasari, Anita Anggraeni. 2013. The Improvement of The Creativity and

  

Social Science Learning Achivement of The Fourth Graders of SDN Caturtunggal

3 Yogyakarta Using STAD Cooperative Learning Model. Thesis. Yogyakarta: Sanata Dharma University.

  This research was aimed to: (1) find out how the implementation of STAD cooperative learning model to the fourth graders of SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, academic year 2012/2013 in improving the students’ creativity and achivement in Social Science under theme of Social problems; (2) find out the students’ creativity improvement in Social Science under the theme of social problems by implementing STAD cooperative learning model to the fourth graders of SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, academic year 2012/2013; (3) find out the students’ learning achivement improvement in Social Science under the theme of social problems by implementing STAD cooperative learning model to the fourth graders of SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, academic year 2012/2013.

  It was a Class Action Research with 29 students of class IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta as the research subjects. The research objects were the creativity and learning achievement improvements in learning Social Science. The data were collected descriptively and qualitatively using observation instrumens, multiple choice tests and interviews.

  The research results showed that: (1) the improvements of the creativity and learning achivement of the students class IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, academic year 2012/2013 in Social Science under the theme of social problems used STAD cooperative learning model that consisted of class presentations, teams, quizzes, personal improvement scores, and team recognitions; (2) the implementation of STAD cooperative learning model could improve the creativity of the students class IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta. At the initial condition, the percentage of the students’ creativity was 10,65%. After the action in cycle I, it was improving and reaching 54,61% and after the action in cyle II , it reached 71%; (3) the implemantation of STAD cooperative learning model could improve the Social Science learning achievement of the students class IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta. At the initial condition, the students’ average score was 48,93 with percentage of the students who passed the Minimum Passing Score was 35,06%. After the action in cycle I, the students’ average score was 78,62 with 93,10% of the students’ passed the Minimum Passing Score. After the action in cycle II, the students’ average score was 84,4 with 96,55% of the students passed the Minimum Passing Score.

  Key words: creativity, learning achievement, STAD cooperative learning model.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karuniaNya, sehingga pada kesempatan ini peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “PENINGKATAN KREATIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA

  

KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3 YOGYAKARTA MELALUI

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STAD” ditulis

  sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik atas bantuan dari berbagai pihak. Maka dari itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Rohandi Ph.D selaku Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma.

  2. Rm. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., B.S.T., M.A. selaku Ketua Program Studi PGSD Universitas Sanata Dharma 3. Bapak Rusmawan, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing I skripsi yang telah memberikan waktu, saran, masukan, dukungan, dan motivasinya sejak awal hingga terselesaikannya penyusunan skripsi ini.

  4. Ibu Theresia Yunia S., S.Pd., M.Hum., selaku dosen pembimbing II skripsi yang telah memberikan waktu, saran, masukan, dukungan, dan motivasinya sejak awal hingga terselesaikannya penyusunan skripsi ini.

  5. Seluruh dosen dan karyawan PGSD yang telah membekali peneliti dengan berbagai ilmu pengetahuan dan selalu terbuka untuk menyelesaikan kesulitan yang dihadapi peneliti.

  6. Karti Andayani, S.Pd., selaku Kepala SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta yang telah bersedia member ijin untuk mengadakan penelitiaan tindakan kelas di kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta.

  7. Haryati Rahayu, S.Pd., yang telah bersedia memberikan waktu, tenaga, dan pikiran selama menjadi pengajar dan membantu dalam pelaksanaan penelitian di kelas.

  8. Siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, yang bersedia menjadi subjek penelitian.

  9. Seluruh guru SDN Caturtunggal 3 yang selalu memberikan dukungan, saran dan motivasinya.

  10. Orang tua tercinta yang selalu memberikan doa, semangat, dan dukungan kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini sampai akhir.

  11. Kakakku Rina Pramudiyanti dan Ari Setya Wibawa yang selalu memberikan semangat, saran dan motivasinya hingga skripsi ini selesai.

  12. Abur Raihan Ahmad yang selalu memberikan motivasi, semangat dan dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini sampai akhir.

  13. Sahabat-sahabatku Linda Kurniawati, Windy Ariezona, Tias Mahesti Dewi yang telah memberikan semangat, saran dan motivasinya.

  14. Teman-teman PPL SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta yang selalu membantu dan memberikan motivasi.

  15. Seluruh pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada peneliti.

  Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu peneliti dengan rendah hati mengharapkan kritik dan saran yang dapat memberikan manfaat bagi peneliti dan demi perbaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca.

  Yogyakarta, 30 Juli 2013 Peneliti,

  Anita Anggraeni Puspitasari

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO ................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................................... vii ABSTRAK ................................................................................................... viii ABSTRAC ................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ........................................................................................ xv DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvii

  BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang ................................................................................. 1 B. Batasan Masalah .............................................................................. 7 C. Rumusan Masalah ............................................................................ 7 D. Tujuan Penelitian ............................................................................. 8 E. Manfaat Penelitian ........................................................................... 8 F. Definisi Operasional ........................................................................ 10 BAB II KAJIAN TEORI ............................................................................. 11 A. Kreatifitas ....................................................................................... 11 1. Pengertian Kreatifitas ................................................................. 11 2. Ciri Kreatifitas .............................................................................. 14

  4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kreatifitas ............................ 17 5.

  Cara Mengukur Kreatifitas ........................................................... 21 B. Prestasi Belajar ............................................................................... 22 1.

  Pengertian Belajar ...................................................................... 22 2. Pengertian Prestasi Belajar ......................................................... 23 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ................... 24 C. Model Pembelajaran Kooperatif. ...................................................... 27 1.

  Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif................................ 27 2. Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif ............................ 29 3. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Kooperatif........................... 31 D. Model Pembelajaran Kooperatif Metode Student Team Achievement

  Divisions (STAD).............................................................................. 32 1.

  Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD ...... 32 2. Karakteristik Pembelajaran Kooperatif Metode STAD ............. 33 3. Komponen Pembelajaran Kooperatif Metode STAD ................ 34 4. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Metode STAD ..... 36 E. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Siswa di Sekolah

  Dasar ............................................................................................... 38 F. Hasil Penelitian yang Relevan ......................................................... 41 G.

  Kerangka Berpikir ........................................................................... 44 H. Hipotesis Tindakan............................................................................. 45

  BAB III METODE PENELITIAN ................................................................ 46 A. Jenis Penelitian ............................................................................... 46 B. Setting Penelitian ............................................................................ 48 C. Rencana Tindakan............................................................................ 49 1. Persiapan .................................................................................. 50 2. Rencana Tindakan Setiap Siklus ............................................... 51 D. Instrumen Penelitian ........................................................................ 56 1. Instrumen NonTes .................................................................... 56 2. Instrumen Tes ........................................................................... 58

  E.

  Teknik Pengumpulan Data ............................................................... 60 1.

  Validitas ................................................................................... 60 2. Reliabilitas ............................................................................... 64 F. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data ......................................... 66 1.

  Pengumpulan Data .................................................................... 66 2. Analisis Data ............................................................................ 68

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 72 A. Hasil Penelitian ............................................................................... 72 1. Deskripsi Penelitian dan Hasil Penelitian Siklus I .................... 72 2. Deskripsi Penelitian dan Hasil Penelitian Siklus II ................... 88 B. Pembahasan.................................................................................... 99 1. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD ....... 99 2. Peningkatan Kreatifitas ............................................................. 113 3. Peningkatan Prestasi Belajar ..................................................... 121 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN......................................................... 126 A. Kesimpulan .................................................................................... 126 B. Saran .............................................................................................. 128 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 129

  

DAFTAR TABEL

  HALAMAN

Tabel 2.1 Pedoman Poin Kemajuan ............................................................ 38Tabel 2.2 Pedoman Kriteria Penghargaan ................................................... 38Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan .................................................................... 49Tabel 3.2 Pengamatan (Lembar Observasi Kreatifitas) ............................... 57Tabel 3.3 Kisi-Kisi Lembar Wawancara Guru ............................................ 58Tabel 3.4 Kisi-Kisi Soal Siklus I ................................................................ 59Tabel 3.5 Kisi-Kisi Soal Siklus II ............................................................... 59Tabel 3.6 Kriteria Validasi Lembar Observasi ............................................ 61Tabel 3.7 Skor Hasil Penghitungan Validasi Lembar Observasi.................. 61Tabel 3.8 Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran ................................... 62Tabel 3.9 Skor Hasil Penghitungan Validasi Perangkat Pembelajaran ......... 63Tabel 3.10 Kriteria Reliabilitas ..................................................................... 65Tabel 3.11 Target Kriteria Keberhasilan ....................................................... 68Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Soal Siklus I .................................................. 75Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Soal Siklus II ................................................ 89Tabel 4.3 Rata-Rata Perolehan Nilai Kuis .................................................. 111Tabel 4.4 Data Kreatifitas Kondisi Awal, Siklus I, Siklus II ....................... 117Tabel 4.5 Data Ketercapaian Tingkat Kreatifitas Siswa .............................. 119Tabel 4.6 Data Prestasi Belajar Kondisi Awal, Siklus I, Siklus II................ 122Tabel 4.7 Data Ketercapaian Tingkat Prestasi Belajar Siswa....................... 123

  

DAFTAR GAMBAR

  HALAMAN

Gambar 3.1 Model Penelitian Tindakan Kelas............................................... 48Gambar 4.1 Siswa Mengerjakan Soal Kuis Pertama ...................................... 101Gambar 4.2 Presentasi Kelas oleh Guru ........................................................ 104Gambar 4.3 Siswa Melakukan Kegiatan dalam Tim atau Kelompok.............. 108Gambar 4.4 Siswa Mengerjakan Soal Kuis Kedua ......................................... 110Gambar 4.5 Peningkatan Rata-Rata Nilai Kuis .............................................. 111Gambar 4.6 Siswa Mendapat Penghargaan Tim atau Kelompok .................... 113Gambar 4.7 Peningkatan Kreatifitas Siswa .................................................... 120Gambar 4.8 Peningkatan Prestasi Belajar Siswa ............................................ 123Gambar 4.9 Peningkatan Capaian KKM ........................................................ 124

  

DAFTAR LAMPIRAN

  HALAMAN Lampiran 1. Surat Permohonan Izin Penelitian .............................................. 133 Lampiran 2. Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian ........................ 134 Lampiran 3. Silabus ...................................................................................... 135 Lampiran 4. Silabus II ................................................................................... 138 Lampiran 5. RPP Siklus I ............................................................................. 141 Lampiran 6. Materi Ajar Siklus I .................................................................. 147 Lampiran 7. LKS dan Kunci Jawaban Siklus I ............................................. 150 Lampiran 8. Soal Kuis dan Kunci Jawaban Siklus I....................................... 159 Lampiran 9. Soal Evaluasi dan Kunci Jawaban Siklus I ................................ 161 Lampiran 10. Pedoman Penilaian Siklus I .................................................... 164 Lampiran 11. RPP Siklus II .......................................................................... 168 Lampiran 12. Materi Ajar Siklus II .............................................................. 174 Lampiran 13. LKS dan Kunci Jawaban Siklus II .......................................... 178 Lampiran 14. Soal Kuis dan Kunci Jawaban Siklus II .................................. 185 Lampiran 15. Soal Evaluasi dan Kunci Jawaban Siklus II ............................. 188 Lampiran 16. Pedoman Penilaian Siklus II ................................................... 192 Lampiran 17. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Siklus I .............................. 196 Lampiran 18. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Siklus II ............................. 202 Lampiran 19. Data Kreatifitas Siswa ............................................................ 208 Lampiran 20. Transkrip Wawancara ............................................................. 212 Lampiran 21. Pembagian Tim STAD ........................................................... 221 Lampiran 22. Penilaian Kuis STAD ............................................................. 223 Lampiran 23. Rangkuman Perolehan Lembar Skor Kelompok ..................... 227 Lampiran 24. Penilaian Afektif dan Psikomotorik ........................................ 231 Lampiran 25. Daftar Nilai IPS Siswa Tahun Pelajaran 2010/2011 ................ 233 Lampiran 26. Daftar Nilai IPS Siswa Tahun Pelajaran 2011/2012 ................ 234 Lampiran 27. Hasil Kerja Siswa ................................................................... 235 Lampiran 28. Foto-Foto Kegiatan ................................................................ 263

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kunci pembangunan di masa mendatang bagi bangsa Indonesia adalah

  pendidikan. Pendidikan mempunyai peranan dalam menentukkan perkembangan dan perwujudan diri individu. Sebab dengan pendidikan diharapkan setiap individu dapat meningkatkan kualitas keberadaannya dan mampu berpartisipasi dalam gerak pembangunan. Pendidikan harus berupa tindakan yang ditujukan kepada peserta didik dalam kondisi tertentu, tempat tertentu, dan waktu tertentu dengan menggunakan alat tertentu. Pendidikan dapat diwujudkan dalam proses belajar mengajar (PBM) di sekolah. Pentingnya proses belajar mengajar di sekolah bertujuan untuk menyukseskan pendidikan yang ada. Komponen-komponen utama dalam proses belajar mengajar (PBM) yaitu guru, siswa, pendekatan pembelajaran, model pembelajaran, metode pembelajaran dan media pembelajaran.

  Pembelajaran merupakan suatu proses lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu. Sehingga pembelajaran di sekolah merupakan suatu proses dimana siswa secara disengaja dikelola agar siswa dapat turut merespon situasi tertentu yang dihadapi serta dapat menghasilkan hal-hal baru yang bermanfaat. Pada akhirnya, siswa diharapkan dapat memecahkan suatu masalah di kehidupan masyarakat serta menemukan penemuan-penemuan baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Berfikir kreatif sangat penting untuk membuat siswa dapat melihat bermacam-macam kemungkinan dalam penyelesaian suatu masalah. Munandar (2009:31) mengemukakan bahwa kreatifitas sangat penting didalam kehidupan karena kreatifitas merupakan satu-satuya kemungkinan bagi suatu bangsa yang sedang berkembang, untuk dapat mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam menghadapi masalah yang semakin komplek. Maka dari itu kita sebagai pribadi maupun sebagai kelompok bangsa, kita harus mampu memikirkan, membentuk cara-cara baru atau mengubah cara-cara lama secara kreatif, agar dapat bertahan hidup dan tidak hanyut dan tenggelam dalam persaingan antar bangsa dan negara. Oleh karena itu kreatifitas sangatlah penting ditanamkan sejak dini. Bangku sekolah dasar merupakan salah satu cara untuk mengajarkan siswa dalam berfikir kreatif. Kelak berfikir kreatif dapat mewujudkan diri siswa menjadi manusia yang berguna. Hal tersebut dikarenakan kreatifitas atau daya cipta dapat mendorong manusia untuk menemukan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi, serta dalam semua bidang usaha manusia yang lain.

  Pentingnya pengembangan kreatifitas dalam sistem pendidikan telah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 3 yang menyebutkan: ”Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kraeatif, mandiri dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggungjawab.” Sistem pendidikan diharapkan dapat merangsang pemikiran, sikap, perilaku kreatif, disamping pemikiran logis dan penalaran. Pemikiran kreatif harus dilatih untuk membuat anak lancar dalam berpikir, mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang, mampu melahirkan banyak gagasan serta penemuan-penemuan baru. Maka dari itu kreatifitas perlu ditanamkan dalam diri anak dalam bangku sekolah dasar. Tujuan kreatifitas ditanamkan dalam bangku sekolah dasar yaitu untuk membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang kreatif. Menuntun siswa agar selalu berpikir kreatif tidak luput dari peran guru di sekolah. Sehingga peranan guru sangat penting dalam mengelola kelas untuk menuntun siswa dalam mengembangkan kemampuan berfikir kreatif yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Hal tersebut mendorong peneliti mengadakan penelitian mengenai kreatifitas siswa di sekolah dasar. Penelitian tersebut berguna untuk mengetahui sejauh mana tingkat kreatifitas siswa serta cara mengajar guru di kelas.

  Penelitian dilakukan di kelas IV SDN Caturtunggal 3 Depok, Sleman, Yogyakarta. Peneliti memilih kelas IV di SDN Caturtunggal 3 sebagai subjek dan objek penelitian dikarenakan masih rendahnya tingkat kreatifitas siswa di kelas IV SDN Caturtunggal 3 sehingga pengelolaan serta pembelajaran di dalam kelas masih membutuhkan perbaikan untuk meningkatakan kreatifitas siswa. Rendahnya kreatifitas siswa ditunjukkan dari hasil observasi yang dilakukan peneliti sebanyak dua kali. Observasi pertama dilakukan pada tanggal 10 Januari pukul 07.00-08.10 WIB. Hasil dari observasi pertama diketahui rata-rata tingkat kreatifitas siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta sebesar 10,05%. Observasi kedua dilakukan pada tanggal 15 Januari 2013 pukul 08.10-09.20 WIB. Hasil dari observasi kedua diketahui rata-rata tingkat kreatifitas siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta sebesar 11,25%. Rata-rata kreatifitas siswa dari observasi pertama dan kedua yaitu sebesar 10,65%. Hasil dari observasi pertama dan kedua diketahui bahwa guru lebih cenderung menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi pembelajaran. Hasil observasi yang sudah dilakukan menunjukkan masih rendahnya tingkat kreatifitas siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta. Hasil tersebut merupakan hal yang mendasari peneliti melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kreatifitas siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3.

  Pada hari Kamis tanggal 20 September 2012 pada pukul 12.30 WIB, peneliti melakukan wawancara secara intensif dengan wali kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta. Dari hasil wawancara yang sudah dilakukan, wali kelas IV mengungkapkan bahwa siswa kelas IV masih mengalami kesulitan pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial. Hal tersebut didukung dengan studi dukumen mata pelajaran IPS materi masalah sosial tahun pelajaran 2010/2011 dengan rata-rata nilai siswa sebesar 48,78 dengan persentase pencapaian nilai KKM siswa sebesar 36,11% dari 36 siswa dan studi dokumen tahun pelajaran 2011/2012 dengan nilai rata-rata siswa sebesar 49,09 dengan persentase pencapaian nilai KKM siswa sebesar 31,25% dari 32 siswa. Sehingga rata-rata nilai IPS materi masalah sosial siswa dalam tahun

  pelajaran 2010/2011 dan tahun pelajaran 2011/2012 yaitu sebesar 48,93. Hasil studi dokumen tersebut menujukkan bahwa siswa kelas IV masih mengalami kesulitan pada mata pelajaran IPS dalam menerima dan mempelajari materi masalah sosial.

  Peneliti menduga rendahnya kreatifitas dan prestasi belajar siswa dikarenakan kurang maksimalnya cara mengajar guru saat proses pembelajaran. Guru lebih sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam penyampaian materi pembelajaran. Metode ceramah yang digunakan guru kurang memaksimalkan siswa dalam menerima pembelajaran. Pendapat yang dikemukakan Thomas dalam Taniredja, dkk (2011:46) yaitu dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa konsentrasi siswa akan menurun setelah ia mendengarkan ceramah lebih dari 20 menit secar terus menerus. Pada observasi yang dilakukan di kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, peneliti mengamati guru sering menggunakan metode creamah dalam pengajaran selama lebih kurang 45 menit. Kelemahan dari metode ceramah yang dikemukakan Taniredja, dkk (2011:46) yaitu metode ceramah merupakan metode yang kurang memaksimalkan komunikasi antara guru dengan siswa karena hanya terjadinya komunikasi satu arah. Hal tersebut menyebabkan siswa menjadi pasif saat proses pembelajaran berlangsung. Siswa cenderung mendengarkan penjelasan dari guru tanpa ada respon atau timbal balik dari siswa. Metode ceramah membuat seluruh siswa diperlakukan sama oleh guru. Padahal pada kenyataanya pasti ada perbedaan kecepatan siswa dalam menerima pembelajaran yang diberikan oleh guru. Perbedaan antara siswa satu dengan siswa yang lain dalam memahami pembelajaran. Taniredja, dkk (2011:46) berpendapat bahwa kelemahan dalam penggunaan metode ceramah yaitu siswa tidak diberi kesempatan untuk berpikir dan berperilaku kreatif. Pada saat pembelajaran berlangsung siswa tidak diberi kesempatan untuk berpikir kreatif dalam berdiskusi dan bertukar pendapat dengan siswa lain dalam memecahkan suatu masalah.

  Berdasarkan permasalahan yang terjadi, peneliti ingin memaksimalkan cara mengajar guru dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD. Keunggulan model pembelajaran kooperatif yang dinyatakan Rusman (2010:201) yaitu model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa dalam menghargai pendapat siswa lain saat belajar bersama di dalam kelompoknya. Siswa dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kreatifnya saat melakukan diskusi dan tanya jawab di dalam kelompok. Model pembelajaran kooperatif metode STAD menekankan siswa pada aktifitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi serta saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Pembagian kelompok yang heterogen yaitu menurut peringkat kelas, jenis kelamin dan agama dapat memaksimalkan siswa untuk menerima materi pembelajaran. Siswa dapat menerima materi pembelajaran secara maksimal dikarenakan siswa yang berperestasi tinggi dapat membantu siswa yang berprestasi rendah untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Adanya penilaian skor kuis dan penghargaan kelompok dapat menjadikan siswa memiliki rasa tanggungjawab lebih saat pembelajaran berlangsung supaya siswa dapat mengerjakan kuis dengan baik yang dapat berpengaruh terhadap penghargaan kelompok. Penghargaan kelompok akan mendorong siswa untuk berusaha lebih dalam memperoleh prestasi belajar yang baik. Penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

  B. Batasan Masalah

  Kreatifitas akan dibatasi pada empat ciri-ciri kreatifitas yaitu kelancaran berpikir, keluwesan berpikir, perincian dan keaslian. Peningkatan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPS dibatasi pada kompetensi dasar 2.4 Mengenal Permasalahan Sosial di Daerahnya. Model pembelajaran kooperatif dibatasi pada model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan metode STAD.

  C. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dalam upaya meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar pada mata

  pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013? 2. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan kreatifitas pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013?

  3. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun

  pelajaran 2012/2013? D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dalam upaya meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 2. Untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif metode STAD materi masalah sosial dapat meningkatkan kreatifitas siswa kelas IV SDN

  Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

  3. Untuk mengetahui model pembelajaran kooperatif metode STAD materi masalah sosial dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

E. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak, seperti diuraikan sebagai berikut:

  1. Bagi Peneliti Bagi peneliti dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam melakukan PTK, khususnya tentang pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

  2. Bagi Guru Bagi guru dapat memberi referensi dalam memilih model pembelajaran yang dapat meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa khususnya dengan penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

  3. Bagi Siswa Bagi siswa dapat menambah pengalaman belajar siswa dalam mempelajari materi masalah sosial dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD sehingga dapat meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa.

  4. Bagi Sekolah Bagi sekolah dapat menambah bahan bacaan yang terkait dengan

  PTK khususnya penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD dalam upaya meningkatkan pemahaman terhadap materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

F. Definisi Operasional

  Untuk menghindari timbulnya pertanyaan dan multi tafsir tentang istilah- istilah yang dipakai dalam penelitian ini, maka diberikan definisi operasional tentang beberapa istilah berikut ini: 1.

  Kreatifitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menetapkannya dalam pemecahan masalah dalam proses belajar.

  2. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa setelah siswa melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Prestasi belajar siswa dikatakan baik apabila siswa dapat menempuh dan melampaui batas nilai ketuntasan minimal.

  3. Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dalam sistem pembelajaran ataupun bekerjanya dibagi secara kolaboratif menjadi sebuah kelompok kecil berjumlah empat sampai enam orang. Pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan siswa lain di dalam kelompok yang memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka antara anggota kelompok.

  4. Metode STAD adalah metode pembelajaran yang dalam pembelajarannya siswa dibagi ke dalam kelompok belajar yang beranggotakan empat sampai lima siswa secara heterogen yaitu adanya campuran anggota kelompok dari prestasi belajar, jenis kelamin dan agama. Metode STAD adalah metode pembelajaran yang memiliki lima komponen utama dalam pelaksanaan pembelajarannya, yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual dan rekognisi tim.

BAB II KAJIAN TEORI A. Kreatifitas 1. Pengertian Kreatifitas Akbar dan Hawadi (2006:58) mendefinisikan kreatifitas merupakan

  sesuatu yang dapat memenuhi kriteria produk kreatif yaitu baru, berbeda dari yang telah ada dalam arti lebih baik, dan berguna bagi orang banyak.

  Definisi menurut Akbar dan Hawadi memiliki persamaan dengan definisi kreatifitas yang diungkapkan oleh Sulistorini, dkk. Sulistiorini, dkk (2006:252) menyatakan bahwa kreatifitas merupakan aktifitas-aktifitas kognitif yang menghasilkan cara baru dalam memecahkan masalah, potensi seseorang untuk menghasilkan karya atau ide yang orisional, kemampuan seseorang menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda baik berupa hasil yang dapat dinilai maupun berupa ide (kreatifitas adalah tindakan menghasilkan karya cipta baru dan berbeda), merupakan kegiatan otak yang teratur dan imajinatif menuju hasil yang orisinil, kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya.

  Hal yang sama dari definisi kreatifitas diungkapkan oleh Akbar dan Hawadi serta Sulitiorini, dkk yaitu kreatifitas merupakan suatu sikap serta tindakan yang menghasilkan sesuatu yang baru yang sebelumnya belum pernah ada. Persamaan dalam memaknai pengertian sesuatu yang baru tersebut terletak pada kriteria produk kreatif yaitu berupa benda maupun gagasan, aktifitas kognitif dalam memecahkan masalah, serta memiliki cara pandang yang berbeda.

  Pendapat yang sama juga dinyatakan oleh Santrock dalam Sujiono (2010:38) yang menyatakan bahwa kreatifitas merupakan kemampuan untuk memikirkan sesuatu dengan cara-cara yang baru dan tidak biasa serta melahirkan suatu solusi yang unik terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Persamaan yang dikemukakan antara Santrock dan ungkapan di atas terlihat dalam pernyataan aktifitas kognitif. Aktifitas kognitif yang dimaksud yaitu saat seseorang memikirkan sesuatu dengan cara-cara yang baru dalam memecahkan masalah serta memberikan solusi atau ide serta pendapatnya.

  Pendapat yang berbeda dari pernyataan-pernyataan di atas dikemukakan oleh Musrofi (2008:I) yang menyatakan bahwa kreatifitas merupakan kemampuan dalam membuat kombinasi, kemampuan untuk melihat sesuatu dengan cara pandang yang lain, sehingga pada akhirnya tercipta sesuatu yang baru. Musrofi memiliki perbedaan dengan Akbar dan Hawadi, Sulistiorini, dkk serta Santrock dalam mengungkapkan pengertian kreatifitas dari definisi di atas. Perbedaan tersebut terletak pada pada pengertian itu sendiri. Menurut pandangan Musrofi menyatakan bahwa kreatifitas merupakan kemampuan dalam membuat kombinasi. Kombinasi baru yang dimaksud oleh Musrofi tidak harus dari unsur-unsur yang baru pula, melainkan menggunakan data, informasi, serta unsur-unsur yang telah ada untuk membuat kombinasi baru dengan menggunakan cara pandang yang lain. Sedangkan Akbar dan Hawadi, Sulistiorini, dkk serta Santrock menyebutkan bahwa kreatifitas merupakan sesuatu yang baru harus berbeda dengan sesuatu yang pernah ada sebelumnya dan tidak dikenal oleh pembuatnya.

  Pendapat yang sama dengan Musrofi dikemukakan Munandar (2009:12) bahwa kreatifitas adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya, kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang sudah ada atau dikenal sebelumnya, yaitu semua pengalaman dan pengetahuan yang telah diperoleh seseorang selama hidupnya baik itu di lingkungan sekolah, keluarga, maupun dari lingkungan masyarakat. Munandar serta Musrofi memiliki persamaan dalam mengungkapkan pengertian kreatifitas yaitu kemampuan dalam membuat kombinasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Maksudnya adalah seseorang dapat mengolah data, informasi serta unsur-unsur yang ada untuk menciptakan sesuatu yang baru.

  Maka, dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kreatifitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada dengan cara yang baru dan tidak biasa serta melahirkan suatu solusi terhadap masalah- masalah yang dihadapi dengan pemecahan masalah yang beragam namun tetap berkualitas dan tepat guna. Cara yang dilakukan berupa sebuah sikap serta tindakan untuk menghasilkan sesuatu yang diwujudkan dalam sebuah benda dan gagasan yang dapat bermanfaat bagi semua orang.

2. Ciri Kreatifitas

  Ciri kreatifitas merupakan sebuah acuan untuk melihat seseorang memilki kreatifitas atau tidak. Ciri-ciri kreatifitas yang dinyatakan oleh Guilford dalam Munandar (2009:65) yaitu sebagai berikut: (a) kelancaran berpikir (fluency of thinking); (b) keluwesan berpikir (flexibility); (c) perincian (elaboration); (d) keaslian (originality). Penjelasan dari ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas yaitu: a.

  Kelancaran Berpikir (Fluency of Thinking) Kemampuan dalam menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. Ide yang dikeluarkan dari pemikiran seseorang dapat berupa benda maupun gagasan. Ide yang dikeluarkan dari kemampuan berpikir seseorang bukan hanya cepat namun tepat.

  b.

  Keluwesan Berpikir (Flexibility) Keluwesan berpikir merupakan kemampuan dalam hal memproduksi atau menghasilkan sejumlah ide, jawaban, serta pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda, dapat mencari alternatif atau arah yang berbeda- beda dalam pemecahan masalah, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran. Orang yang kreatif merupakan orang yang luwes dalam berpikir. Orang tersebut dengan mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan cara berpikir yang baru. c.

  Perincian (Elaboration) Perincian merupakan kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik. Seseorang mampu memberikan jawaban secara rinci sekaligus mampu memperkaya dan mengembangkan jawaban tersebut.

  d.

  Keaslian (Originality) Keaslian merukan kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli. Seseorang mampu memberikan jawaban yang jarang dan berbeda dengan jawaban seseorang pada umumnya.

  Kesimpulan dari ciri-ciri kreatifitas yaitu memilki banyak ide dalam menghasilkan benda maupun gagasan, dapat berpikir cepat ketika mengemukakan pendapat serta ide, dapat memperinci gagasan yang diungkapkannya, gagasan yang diungkapkannya merupakan gagasan yang jarang dan berbeda pada umumnya, serta dapat memecahkan masalah dengan cara yang berbeda-beda.

3. Pentingnya Kreatifitas dalam Kehidupan

  Kreatifitas begitu bermakna dalam kehidupan, maka dari itu perlu dipupuk sejak dini. Berikut ini adalah hal-hal yang menjelaskan tentang pentingnya kreatifitas: a.

  Kreatifitas dapat mewujudkan orang untuk berkreasi sebagai bentuk aktualisasi diri. Aktuliasasi diri sangat penting bagi kehidupan seseorang di masa mendatang.

  b.

  Kreatifitas sebagai kemampuan untuk melihat berbagai macam kemungkinan penyelesaian suatu masalah.

  c.

  Bersibuk diri secara kreatif dapat memberikan kepuasan bagi diri sendiri. Menurut Biondi dalam Munandar (2009:31) dari wawancara terhadap tokoh-tokoh yaitu para seniman, ilmuwan dan ahli penemu, yang telah mendapat penghargaan ternyata mereka memiliki kepuasaan tersendiri saat berhasil menciptakan sesuatu yang bermakna, bagi mereka faktor kepuasan ini amat berperan, bahkan dari keuntungan material semata-mata.

  d.

  Kreatifitas dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Pada era globalisasi ini kesejahteraan dan kemajuan dalam pembangunan negara bergantung kepada sumbangan kreatif, berupa ide-ide, penemuan baru dan teknologi baru.

  Maka dari itu kreatifitas begitu penting dipupuk sejak dini, dikarenakan kreatifitas merupakan perwujudan atau aktualisasi diri sebagai manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya dalam kehidupan di masa mendatang. Berpikir kreatif dapat berguna dalam menyelesaikan masalah dengan berbagai kemungkinan jawaban. Selain itu, kreatifitas sangatlah penting dikarenakan pada era globalisasi ini kesejahteraan dan kejayaan kehidupan masyarakat bergantung pada sumbangan kreatif, berupa ide-ide baru, penemuan baru, dan teknologi baru sehingga manusia yang terbiasa dengan kehidupan konsumtif dapat meningkatkan kualitas kehidupannya dengan menjadi manusia yang produktif. Maka dari itu perilaku kreatif perlu dipupuk sejak dini.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kreatifitas

  Rogers dalam Munandar (2009:34) menyatakan faktor-faktor yang dapat mendorong kreatifitas adalah sebagai berikut: a.

  Dorongan dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik) Roger dalam Munandar (2009:34) mengemukakan setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan dari dalam dirinya untuk berkreatifitas, mewujudkan potensi, mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas yang dimilikinya. Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreatifitas ketika individu membentuk hubungan- hubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya Rogers dalam Munandar (2009:34). Hal ini juga didukung oleh pendapat Munandar (2009:34) yang menyatakan individu harus memiliki motivasi intrinsik untuk melakukan sesuatu atas keinginan dari dirinya sendiri, selain didukung oleh perhatian, dorongan, dan pelatihan dari lingkungan.

  b.

  Dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik) Munandar (2009:84) mengemukakan bahwa lingkungan yang dapat mempengaruhi kreatifitas individu dapat berupa lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan keluarga merupakan dalam pengembangan kreatifitas individu. Pada lingkungan sekolah, pendidikan di setiap jenjangnya mulai dari pra sekolah hingga ke perguruan tinggi dapat berperan dalam menumbuhkan dan meningkatkan kreatifitas individu. Pada lingkungan masyarakat, kebudayaan-kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat juga turut mempengaruhi kreatifitas individu.

  c.

  Keamanan psikologis Keamanan psikologis dapat terbentuk melalui 3 proses yang saling berhubungan. Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya. Mengusahakan suasana yang didalamnya tidak terdapat evaluasi eksternal atau sekurang-kurangnya tidak bersifat atau mempunyai efek mengancam. Memberikan pengertian secara empatis, ikut menghayati perasaan, pemikiran, tindakan individu, dan mampu melihat dari sudut pandang mereka dan menerimanya.

  d.

  Kebebasan psikologis Lingkungan yang bebas secara psikologis, memberikan kesempatan kepada individu untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya. Munandar (2009:67) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi kreatifitas dapat berupa kemampuan berpikir dan sifat kepribadian yang berinteraksi dengan lingkungan tertentu. Faktor kemampuan berpikir terdiri dari kecerdasan dan pemerkayaan bahan berpikir berupa pengalaman dan ketrampilan. Faktor kepribadian terdiri dari ingin tahu, harga diri, sifat mandiri, berani mengambil resiko.

  Faktor-faktor yang menghambat perkembangan kreatifitas menurut Sulistyorini, dkk (2006:255) adalah sebagai berikut: (1) sikap orang tua terlalu melindungi; (2) eksplorasi anak dibatasi; (3) pengaturan waktu oleh orang tua sangat ketat; (4) membatasi khayalan; (5) peralatan bermain terstruktur; (6) orang tua konservatif; (7) tuntutan untuk membuat karya yang seragam. Berikut ini merupakan penjelasan dari faktor-faktor yang menghambat kreatifitas anak: a.

  Sikap orang tua terlalu melindungi Sikap orang tua yang terlalu melindungi anak dapat menghambat anak. Contohnya anak tidak boleh bermain di tempat yang kotor dan anak jarang diperbolehkan untuk bermain di luar rumah Sehingga kemampuan anak untuk menemukan penagalaman baru menjadi terhambat.

  b.

  Eksplorasi anak dibatasi Orang tua sering membatasi eksplorasi anak karena orang tua sering berpikir anak yang baik adalah anak yang selalu menturuti perkataan orang tua. Sehingga anak tidak dapat mengeksplor kemampuan dalam dirinya.

  c.

  Pengaturan waktu oleh orang tua sangat ketat Orang tua sering mengatur jadwal anak dengan ketak, misalnya jam untuk tidur siang, jam untuk belajar dan jam untuk bermain. dikarenakan kurangnya waktu yang diberikan oleh orang tua untuk berkreasi.

  d.

  Membatasi khayalan (berpikir bahwa anak yang realistis lebih baik) Biasanya orang tua hanya berpikir bahwa anak yang pintar adalah anak yang memilki prestasi tinggi dalam bidang kognitif saja. Sehingga orang tua lebih senang jika memilki anak yang sering membaca buku pelajaran dibandingkan dengan anak yang suka bermain dan berkhayal.

  e.

  Peralatan bermain terstruktur (misalnya boneka yang berpakain lengkap tidak bisa dibongkar) Biasanya orang tua tidak pernah memikirkan peralatan permainan yang dapat membagnun anak. Orang tua hanya menturuti keinginan anak dalam meilih permainannya sendiri. Asalkan anak senang, maka orang tua juga senang.

  f.

  Orang tua konservatif Pemikiran anak harus sama dengan pemikiran orang tuanya.

  Konservatif sama halnya dengan kolot, jadi orang tua tidak mau menerima adanya perkembangan pengalaman dan pengetahuan di luar sana.

  g.

  Tuntutan pada anak untuk membuat karya cipta yang seragam Tuntutan pada anak untuk membuat karya cipta yang seragam dan sesuai dengan contoh yang diberikan guru baik berupa hasil keterampilan, gaya bicara, gaya puisi, dan lain-lain. Hal tersebut tidak dapat memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkannya.

  Kreatifitas seorang anak sangat ditentukkan oleh pola asuh orang tua. Semakin orang tua membatasi dan mengatur tingkah laku anak, maka kreatifitas anak menjadi semakin susah berkembang. Sedangkan orang tua yang lebih membebaskan anak untuk berkreasi, maka kreatifitas anak dalam kehidupan sehari-hari akan terus berkembang. Selain peran orang tua di lingkungan rumah, peran guru di sekolah sangat mempengaruhi kreatifitas anak. Guru dapat memberikan materi pelajaran dengan metode, pendekatan serta model pembelajaran yang dapat mendorong kreatifitas siswa. Misalnya dalam memecahkan sebuah masalah dengan mengungkapkan ide-ide ataupun gagasan yang dimiliki siswa. Dengan begitu siswa akan belajar untuk menemukan penyelesaian suatu permasalahan.

5. Cara Mengukur Kreatifitas

  Menurut Munandar (2004:58) potensi kreatif dapat diukur melalui beberapa pendekatan yaitu pengukuran langsung; pengukuran tidak langsung dengan mengukur unsur-unsur yang menandai ciri-ciri tersebut; pengukuran ciri kepribadian yang berkaitan erat dengan ciri tersebut; dan beberapa jenis ukuran non-test. Pada penelitian ini pengukuran yang digunakan untuk mengukur kreatifitas siswa yaitu dengan menggunakan menggunakan pengukuran langsung, yaitu dengan pengamatan langsung terhadap kinerja kreatif dengan panduan lembar pengamatan yang sudah disesuaikan dengan ciri-ciri kreatifitas menurut Guilford dalam Munandar (2009:34). Peneliti memilih mengukur kreatifitas menggunakan pengukuran langsung dikarenakan untuk melihat secara langsung kreatifitas siswa saat proses pembelajaran yang lebih menekankan pada perilaku siswa dibandingkan dengan pengetahuan (kognitif) siswa.

B. Prestasi Belajar 1.

  Pengertian Belajar Pengertian belajar yang dikemukakan oleh Matlin dan Myres dalam

  Akbar dan Hawadi (2006:168) adalah suatu perubahan tingkah laku yang relatif permanen sebagai hasil dari pengalaman. Sedangkan Suprijono (2009:2-3) mendefinisikan belajar sebagai perubahan diposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktifitas, proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku, perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman (mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arah tertentu), perubahan performance sebagai hasil latihan, perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman.

  Persamaan dari pernyataan yang diungkapkan oleh Matlin dan Myres dan Suprijono yatu belajar sebagai perubahan dari tingkah laku melalui sebuah pengalaman yang dilakukan dan bersifat permanen. Jadi, belajar dapat disimpulkan sebagai perubahan perilaku individu melalui berbagai proses pengalaman dalam kehidupan dengan cara mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arah tertentu yang menghasilkan sebuah perubahan yang merupakan penyesuaian dari tingkah laku.

2. Pengertian Prestasi Belajar

  Kamus Bahasa Indonesia (2008:895) mendefinisikan prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan). Sedangkan Ngalim Purwanto dalam Habsari (2005:75) menyatakan prestasi belajar adalah hasil-hasil belajar yang telah diberikan guru kepada murid-murid atau dosen kepada mahasisiwanya dalam jangka tertentu. Persamaan dari pernyataan yang diberikan dalam Kamus Bahasa Indonesia dan Ngalim Purwanto yaitu prestasi belajar merupakan sebuah hasil yang dapat dicapai. Perbedaan dari kedua pernyataan tersebut adalah kamus besar bahasa Indonesia menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang telah dicapai dari sesuatu yang dikerjakan sedangkan menurut Ngalim Purwanto prestasi belajar merupakan hasil belajar yang diberikan dari guru.

  Pendapat lain dikemukakan oleh Abu Ahmadi dalam Habsari (2005:75) bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dalam suatu usaha belajar untuk mengadakan perubahan atau mencapai tujuan.

  Pernyataan tersebut memliki makna yang sama dengan pernyataan yang dikemukakan oleh kamus besar bahasa Indonesia dan Ngalim Purwanto yaitu prestasi belajar merupakan hasil yang telah dicapai melalui sebuah perubahan yang dilakukan. Namun terdapat perbedaan dalam definisi yang diungkapkan tersebut, yaitu Abu Ahmadi menyatakan bahwa prestasi belajar diperoleh karena ada tujuan yang ingin dicapai, sedangkan kamus besar bahasa Indonesia dan Ngalim Purwanto tidak mengemukakan adanya tujuan dalam pencapaian hasil belajar.

  Persamaan pendapat dengan Abu Ahmadi juga didefinisikan oleh Olivia (2011:73) bahwa prestasi belajar merupakan puncak hasil belajar yang dapat mencerminkan hasil keberhasilan belajar siswa terhadap tujuan belajar yang ditetapkan. Persamaan makna dari pengertian prestasi belajar antara Olivia dan Abu Ahmadi tersebut tampak dalam ungkapan hasil yang dicapai dikarenakan memiliki tujuan.

  Prestasi belajar menurut Lanawati dalam Akbar dan Hawadi (2006:168) memiliki makna yang sama dengan definisi prestasi belajar yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi dan Olivia, yaitu hasil penilaian pendidik terhadap proses belajar dan hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan instruksional yang menyangkut isi pelajaran dan perilaku yang diharapkan dari siswa. Persamaan makna dalam mendefinisikan prestasi belajar tersebut terletak pada hasil belajar yang dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

  Jadi, prestasi belajar adalah suatu hasil yang telah dicapai sebagai hasil keberhasilan belajar terhadap tujuan belajar yang menyebabkan perubahan tingkah laku dari pengalaman individu. Dikatakan berhasil jika tujuan yang ditetapkan sudah tercapai.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

  Muhibbin Syah (2006:144) berpendapat bahwa prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh tiga faktor berikut ini: a.

  Faktor internal, yaitu faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, faktor internal terdiri dari:

  1) Faktor jasmaniah yang meliputi kesehatan dan cacat tubuh. Faktor jasmaniah dapat diketahui langsung oleh mata. Jika anak memiliki cacat tubuh maka akan menghambat dalam proses belajarnya.

  Contohnya anak tuna rungu, anak perlu bimbingan khusus dari guru menangani anak-anak berkebutuhan khusus.

  2) Faktor psikologis yang meliputi tingkat inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan. Faktor ini merupakan faktor yang berkaitan dengan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.

  3) Faktor kelelahan. Jika anak sudah lelah atau capek, pasti anak menjadi malas untuk belajar.

  b.

  Faktor eksternal, yaitu faktor dari luar individu. Faktor eksternal terdiri dari: 1)

  Faktor keluarga yaitu cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan. 2)

  Faktor dari lingkungan sekolah yaitu metode mengajar guru, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar belajar diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah

  3) Faktor masyarakat yaitu kegiatan siswa dalam masyarakat, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat. Hal berkaitan dengan hubungan siswa dalam bermasyarakat. c.

  Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi, model dan metode yang digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dalam mempelajari materi- materi pelajaran. Hal ini berkaitan dengan cara mengajar guru di kelas.

  Jika strategi, model serta metode pembelajaran yang diberikan guru tepat sasaran, pasti akan berpengaruh besar terhadap prestasi belajar siswa.

  Jadi, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu berasal dari faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar. faktor internal tergantung dari pengelolaan diri masing-masing individu, seperti perasaan serta konsep diri, kondisi fisik serta psikis dan minat.

  Faktor eksternal terdiri dari lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Lingkungan rumah yang berhubungan dari prestasi belajar anak tergantung pada pola asuh orang tua saat di rumah dan keadaan sosial anak di rumah. Sedangkan di lingkungan sekolah yaitu tergantung dari peran warga sekolah dalam membentuk karakter, kepribadian, serta sikap anak, bagaimana anak belajar yang dipengaruhi oleh kurikulum, organisasi sekolah, fasilitas sekolah, serta keadaan lingkungan sekolah serta komunikasi yang lancar atupun jarang antara pihak sekolah dengan orang tua siswa akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Sedangkan di lingkungan masyarakat tergantung dari keadaan sosial, politik dan ekonomi maksudnya yaitu bagaimana interaksi siswa di masyarakat, keadaan ekonomi siswa dapat mempengaruhi kepribadian siswa yang dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

  Faktor pendekatan belajar yang meliputi pemilihan strategi, model dan metode yang digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dalam mempelajari materi-materi pelajaran. Ketepatan hal-hal tersebut dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.

C. Model Pembelajaran Kooperatif 1.

  Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Agus Suprijono (2009:46) mendefinisikan model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial. Model pembelajaran dapat membantu guru dalam proses pembelajaran untuk mewujudkan peserta didik mendapatkan informasi pengetahuan, ide, keterampilan, cara berpikir dan mengekspresikan ide. Model pembelajaran dapat berfungsi sebagai pedoman untuk merancang atau merencanakan pembelajaran bagi guru dalam kegaiatan ataupun aktifitas pembelajaran.

  Model pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh Agus Suprijono (2009:54) adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Persamaan dari makna yang diungkapkan Agus juga diungkapkan oleh Suyatno (2010:37) bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan sebuah model pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tuntutan pembelajaran. Persamaan tersebut tampak dari pengertian yang didefinisikan yaitu pembelajaran yang digunakan menggunakan model pembelajaran ini berbentuk kelompok-kelompok kecil.

  Pendapat lain diungkapkan oleh Slavin dalam Taniredja (2011:55) bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran dimana dalam sistem belajar dan bekerja dalam kelompok- kelompok kecil yang berjumlah empat sampai enam orang secara kolaboratif dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar. Persamaan pengertian dari model pembelajaran kooperatif juga diungkapkan oleh Rusman (2011:202) yaitu model pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Makna yang sama dalam pernyataan Slavin dan Rusman tampak pada pembentukkan kelompok yang terdiri dari empat sampai enam orang siswa yang dibentuk secara kolaboratif atau heterogen. Kolaboratif atau heterogen yang dimaksudkan dalam pernytaan tersebut yaitu pembagian kelompok yang terdiri atas prestasi akdemik siswa (memilki prestasi tinggi, sedang dan rendah), jenis kelamin dan agama.

  Pernyataan yang berbeda diungkapkan oleh Solihatin dan Raharjo (2005:4) bahwa model pembelajaran kooperatif mengandung pengertian sebagai sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih dimana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dalam setiap anggota kelompok itu sendiri. Perbedaan dari pernyataan Slavin dan Rusman serta pernyataan di atas terletak pada pembentukan kelmompok. Slavin dan Rusman menyatakan pembentukan kelompok terdiri dari empat sampai enam orang sedangan Solihatin dan Raharjo menyatakan pembentukan kelompok terdiri dari dua orang atau lebih.

  Pembelajaran kooperatif menurut pernyatan-pernyataan di atas adalah kegiatan belajar siswa dengan cara pembentukan kelompok secara heterogen sehingga dalam kelompok terdapat bermacam-macam latar belakang seperti agama dan jenis kelamin yang berbeda serta kemampuan pengetahuan yang berbeda pula, yang beranggotakan empat sampai enam siswa yang bertujuan untuk mendorong siswa mau berpikir dan semangat kerja karena hasil kerjanya akan ditentukkan dengan keterlibatan seluruh anggota kelompok.

2. Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif

  Karakteristik atau ciri-ciri model pembelajaran kooperatif menurut Rusman (2011: 207) adalah sebagai berikut: a.

  Pembelajaran Secara Tim Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang dilakukan secara tim atau kelompok. Setiap anggota tim atau kelompok harus saling bantu membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran. b.

  Didasarkan pada Manejemen Kooperatif Karakteristik model pembelajaran kooperatif yang dilihat berdasarkan manajemen kooperatif dijelasakan menurut fungsi manejemen dibawah ini, yaitu sebagai berikut: 1)

  Fungsi manajemen sebagai perencanaan pelaksanakan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, dan langkah-langkah pembelajaran yang sudah ditentukkan. 2)

  Fungsi manajemen sebagai organisasi, menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif. 3)

  Fungsi manajemen sebagai kontrol, menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu ditentukkan kriteria keberhasilan baik melalui bentuk tes maupun nontes.

  c.

  Kemauan untuk Bekerjasama Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukkan oleh keberhasilan secara kelompok, oleh karenanya prisnsip kebersamaan atau kerjasama perlu ditekankan dalam pembelajaran kooperatif. Tanpa kerjasama yang baik, pembelajaran kooperatif tidak akan mencapai hasil yang optimal.

  d.

  Keterampilan Bekerja Sama Kemampuan bekerjasama dipraktekan melalui aktifitas dalam kegiatan pembelajaran secara berkelompok. Siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

3. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Kooperatif

  Prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh Roger dan David Johnson dalam Rusman (2010:212) adalah sebagai berikut:

  1. Prinsip ketergantungan positif (positive independence), yaitu dalam pembelajaran kooperatif, keberhasilan dalam menyelesaikan tugas tergantung pada usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Keberhasilan kerja kelompok ditentukan oleh kinerja masing-masing anggota kelompok. Oleh karena itu, semua anggota kelompok akan merasakan saling ketergantungan.

  2. Tanggung jawab perseorangan (individual accountability), yaitu keberhasilan kelompok sangat tergantung dari masing-masing anggota kelompoknya. Oleh karena itu, setiap anggota kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dalam kelompok tersebut.

  3. Interaksi tatap muka (face to face promotion interaction), yaitu memberikan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi untuk saling memberi dan menerima informasi dari anggota kelompok lain.

  4. Partisipasi dan komunikasi (participation communication), yaitu melatih siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran.

  5. Evaluasi proses kelompok, yaitu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka, agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.

D. Model Pembelajaran Kooperatif Metode Student Teams Achivement

  Divisions (STAD) 1.

  Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD Definisi model pembelajaran kooperatif metode STAD menurut

  Slavin (2005:143) adalah model pembelajaran kooperatif yang terdiri atas lima komponen utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim. Pendapat lain yang dikemukakan oleh Suyatno (2009:52) yaitu model pembelajaran kooperatif metode STAD merupakan model pembelajaran kooperatif untuk mengelompokkan kemampuan campur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggungjawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota.

  Student Teams Achivement Divisions (STAD) memiliki ciri khas

  dalam kata divisions yang dalam bahasa Indonesia berarti divisi. Divisi dalam kamus besar bahasa Indonesia (2008:359) memiliki arti kelompok dari suatu organisasi. Divisi dari makna STAD di atas memiliki pengertian sebuah kelompok yang terdiri dari beberapa anak yang memiliki latar belakang yang berbeda (jenis kelamin, prestasi akademik dan agama) yang disatukan dalam kelompok atau tim yang saling berbagi tanggung jawab dalam mendapatkan prestasi belajar yang baik.

  Jadi, model pembelajaran kooperatif metode STAD adalah suatu kegiatan belajar siswa dengan cara pembentukkan kelompok atau tim dengan mencampurkan siswa ke dalam latar belakang yang berbeda (prestasi akademik, jenis kelamin, agama) yang dalam kegiatan pembelajarannya terdapat presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim yang masing-masing anggotanya memiliki tanggungjawab atas hasil kerja kelompoknya.

2. Karakteristik Pembelajaran Kooperatif Metode STAD

  Suyatno (2009:52) mengemukakan karakteristik ataupun ciri-ciri pembelajaran metode STAD adalah sebagai berikut:

  1. Kelas terbagi dalam kelompok-kelompok kecil Pada saat pembelajaran berlangsung siswa dibagi ke dalam kelompok kecil. Kelompok kecil digunakan untuk memaksimalkan pembelajaran di dalam kelas yaitu siswa diharapkan dapat saling membantu di dalam kelompok untuk mencapai tujuan belajar.

  2. Tiap kelompok terdiri empat sampai lima anggota yang heterogen Kelompok dibagi secara heterogen. Heterogen maksudnya dalam satu kelompok terdiri atas siswa yang memilki perbedaan prestasi akademik, jenis kelamin dan agama. Setiap satu kelompok beranggotakan empat sampai lima siswa.

  3. Belajar dengan model pembelajaran kooperatif Belajar dengan model pembelajaran kooperatif maksudnya menggunakan sistem kerja kelompok. Tanggung jawab individu di dalam kelompok sangat dibutuhkan. Hal tersebut bertujuan agar setiap anggota kelompok memahami pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan saling membantu antar anggota kelompok.

  4. Prosedur kuis Setiap pembelajaran yang berlangsung menggunakan kuis awal dan kuis kedua setelah kerja dalam kelompok berlangsung. Kuis awal digunakan untuk menentukkan skor awal siswa dan kuis kedua digunakan untuk skor akhir siswa. Skor kuis tersebut digunakan sebagai perbandingan untuk mengetahui pemahaman siswa di awal dan akhir pembelajaran.

3. Komponen Pembelajaran Kooperatif Metode STAD

  Slavin (2005:143) mengemukakan bahwa komponen-kompenen metode STAD terdiri dari lima komponen utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim. Penjabaran komponen- kompenen dari metode STAD adalah sebagai berikut:

1. Presentasi kelas

  Guru memulai dengan menyampaikan indikator yang harus dicapai hari itu dan memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang materi yang akan dipelajari. Dilanjutkan dengan memberi persepsi dengan tujuan mengingatkan siswa terhadap materi prasyarat yang telah dipelajari, agar siswa dapat menghubungkan materi yang akan disajikan dengan pengetahuan yang dimiliki.

  2. Tim Tim yang terdiri dari empat atau lima siswa mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal prestasi akademik, jenis kelamin dan agama dengan pembagian kelompok menurut Slavin. Pada tahap ini siswa diberi lembar tugas yang akan dipelajari. Saat kerja kelompok berlangsung, siswa dapat saling berbagi tugas serta pengetahuan. Siswa dapat saling membantu serta bertukar ide serta pendapatnya. Guru bekerja sebagai fasilitator dan motivator.

  3. Kuis Kuis diadakan sekitar satu atau dua periode setelah guru memberikan presentasi dan sekitar satu atau dua periode periode praktek tim kira-kira 10 menit. Kuis awal dan kedua berisi soal yang sama. Siswa tidak boleh saling membantu dalam mengerjakan kuis.

  Sehingga, setiap siswa bertanggungjawab dalam memahami materi pelajaran.

  4. Skor Kemajuan Individu Tahap ini dilakukan agar siswa terpacu untuk memperoleh prestasi terbaik. Skor kemajuan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa jika mereka belajar secara sungguh-sungguh akan mendapkan prestasi belajar yang maksimal dibandingkan dengan hasil belajar sebelumnya. Setiap siswa akan diberikan skor awal yang diperoleh dari kinerja siswa sebelumnya dalam mengerjakan kuis yang sama. Siswa akan mengumpulkan poin berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis dibandingkan dengan skor awal.

5. Rekognisi Tim

  Tim akan mendapatkan penghargaan sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu (Slavin 2005:146).

4. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Metode STAD

  Rusman (2011:215) mengemukakan langkah-langkah pembelajaran kooperatif metode STAD terdiri dari penyampaian tujuan dan motivasi, pembagian kelompok, presentasi dari guru, kegiatan belajar dalam tim (kerja tim), dan kuis (evaluasi), penghargaan prestasi tim. Penjelasan dari langkah-lagkah tersebut yaitu: a.

  Penyampaian Tujuan dan Motivasi Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut. Motivasi bertujuan agar siswa lebih bersemangat dan memilki rasa ingin tahu dalam belajar.

  b.

  Pembagian Kelompok Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok terdiri dari empat sampai lima siswa yang memprioritaskan heterogenitas (keragaman) kelas dalam prestasi akademik, jenis kelamin dan agama. c.

  Presentasi dari Guru Guru menyampaikan materi pembelajaran kemudian memberi motivasi siswa agar siswa lebih aktif dan kreatif. Saat proses pembelajaran berlangsung guru menggunakan media pembelajaran.

  d.

  Kegiatan Belajar dalam Tim Kegiatan belajar dilakukan di dalam kelompok yang sudah dibentuk. Guru membagi lembar kerja di dalam setiap kelompok.

  Selama kelompok menyelesaikan tugasnya, guru melakukan pengamatan, memberikan bimbingan, dorongan dan bantuan jika diperlukan.

  e.

  Kuis Guru menetapkan batas skor soal kuis. Guru mengevalusi hasil belajar siswa melalui kuis yang diberikan. Saat kuis berlangsung siswa tidak dibenarkan bekerja sama. Hal tersebut dilakukan agar siswa dapat bertanggungjawab atas dirinya sendiri dalam memahami bahan ajar.

  f.

  Penghargaan Prestasi Tim Setelah kuis berakhir, guru memeriksa hasil kerja siswa dan memberikan siswa skor dengan rentang 0-100. Selanjutnya pemberian penghargaan kepada tim dengan melakukan tahapan-tahapan berikut ini: 1)

  Menghitung Skor Individu Penghitungan perkembangan skor individu yang didefinisikan Slavin dalam Rusman (2005:159) adalah sebagai berikut:

  Tim yang Istimewa ( Super Team )

  3. Skor 0 sampai 10 poin di atas skor awal 20 poin

  21 ≤ N ≤ 30

  Tim yang Baik Sekali ( Great Team ) 4.

  16 ≤ N ≤ 20

  Tim yang Baik ( Good Team ) 3.

  6 ≤ N ≤ 15

  ≤ N ≤ 5

  No. Rata-Rata Skor Kuis Kualifikasi/Penghargaan 1.

  5. Pekerjaan sempurna (terlepas dari skor awal) 30 poin

  4. Lebih dari 10 poin di atas skor awal 30 poin

  1. Lebih dari 10 poin di bawah skor awal 5 poin 2. 10 sampai 1 poin di bawah skor awal 10 poin

Tabel 2.1. Pedoman Poin Kemajuan

  No. Skor Kuis Poin Kemajuan

  Definisi dari Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yaitu penelaahan atau kajian tentang masyarakat. Tujuan pendidikan IPS yang dikemukakan oleh Hamid

  Ilmu Sosial adalah bidang bidang keilmuwan yang mempelajari manusia di masyarakat, mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat.

  

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Siswa di Sekolah Dasar

  E.

  Setelah masing-masing kelompok mengetahui peringkat dan hasil kerjanya, guru memberi hadiah atau penghargaan sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

  3) Pemberian Hadiah dan Pengakuan Skor Kelompok

Tabel 2.2. Pedoman Kriteria Penghargaan

  Perhitungan skor yaitu dengan membuat rata-rata skor perkembangan anggota kelompok. Rata-rata dihitung dengan cara menjumlahkan semua skor perkembangan individu anggota kelompok dan membagi sejumlah kelompok tersebut. Sesuai dengan rata-rata perkembangan kelompok, diperoleh skor sebagai berikut:

  2) Penghitungan Skor Kelompok

  • 2.
Hasan dan Kosasih dalam Solihatin dan Raharjo (2008:1) adalah penyelenggara IPS mampu mempersiapkan, membina dan membentuk kemampuan peserta didik yang menguasai pengetahuan, sikap, nilai, dan kecakapan dasar yang diperlukan bagi kehidupan di masyarakat. Pendapat lain yang diungkapkan Solihatin dan Raharjo (2008:1) yaitu tujuan IPS adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan lingkungannya, serta berbagai bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tujuan diajarkan IPS di sekolah adalah agar siswa dapat mengerti kenyataan masyarakat dengan berbagai masalahnya, yang pemecahannya tidak mungkin dilakukan dengan satu ilmu pengetahuan saja. Masalah sosial perlu dilihat sebagai suatu kekompleksan yang memerlukan pembahasan dari berbagai segi sehingga melibatkan berbagai ilmu pengetahuan.

  Hakekat dari Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yaitu mempelajari bidang kehidupan manusia di masyarakat, mempelajari gejala dan masalah sosial yang menjadi bagian dari kehidupan tersebut. Ilmu Sosial digunakan untuk melakukakan sebuah pendekatan, analisa dan menyusun alternatif pemecahan masalah yang dilaksanakan pada pengkajian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pembelajaran IPS berkaitan dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala tingkah laku serta kebutuhannya. Inti dari hakekat Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah mempelajari, menelaah, serta mengkaji sistem kehidupan manusia di permukaan bumi.

  Ruang lingkup pengajaran IPS di sekolah dasar dibatasi sampai gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan sejarah. Terutama gejala serta masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berada di lingkungan kehidupan murid-murid sekolah dasar. Ruang lingkup dari tahun ke tahun harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Mulai dari ruang lingkup gejala dan masalah kehidupan yang yang ada di sekitar tempat tinggal, sekolah, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, negara, negara-negara tetangga yang berkaitan dengan hubungan kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya di wilayah yang bersangkutan.

  Pengajaran IPS bukan hanya sekedar materi-materi yang memenuhi ingatan peserta didik melainkan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri yang sesuai kebutuhan dalam tuntutan masyarakat. Melalui pengajaran IPS diharapkan peserta didik dapat menjadi warga negara yang peka terhadap masalah sosial yang terjadi di dalam masyarakat, memiliki sikap mental yang positif terhadap kesimpang siuran yang terjadi, serta terampil dalam mengatasi segala masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri terutama yang menimpa kehidupan masyarakat.

  Materi yang diambil peneliti adalah tentang masalah sosial. Peserta didik diharapkan dapat menemukan gagasan atau ide untuk memecahkan suatu permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa dapat lebih peka terhadap permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitar siswa. Pemecahan permasalahan sosial dapat dijumpai ketika siswa dihadapkan oleh masalah sosial mengenai rusak atau buruknya fasilitas umum yang dipakai oleh seluruh masyarakat, kemudian siswa diminta untuk memberikan ide dan gagasan untuk memecahkan permasalahan tersebut.

F. Hasil Penelitian yang Relevan

  Servista Bukit (2013) melakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul “Meningkatkan Kreatifitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS dengan Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe STAD di Kelas V SDN 105309 Sibolangit T.A 2012/2013”. Penelitian tersebut dilaksanakan dalam dua siklus. Objek penelitiannya adalah siswa kelas V SD yang berjumlah 35 orang siswa dengan 14 orang laki-laki dan 21 orang perempuan. Teknik pengunpulan data menggunakan lembar observasi kreatifitas belajar siswa.

  Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Servista Bukit menunjukkan adanya peningkatan kreatifitas siswa dalam mempelajari mata pelajaran IPS materi perjuangan persiapan kemerdekaan Indonesia dengan penerapan model cooperative learning tipe STAD. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan siswa dari kondisi awal sebesar 33,8 menjadi meningkat ketika diterapkan model cooperative learning metode STAD, yaitu sebesar 41,17 di pertemuan pertama dan 52,63 di pertemuan ke dua.

  Abu Mahsyuri (2013) yang mengadakan penelitian mengenai peningkatan hasil belajar IPA melalui pembelajaran cooperative learning metode STAD menemukan bahwa adanya peningkatan prestasi belajar IPA. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 01 Sewurejo, Mojogedang, Karanganyar tahun pelajaran 2009/2010. Sedangkan yang menjadi obyek penelitian adalah pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning metode STAD (Students Team

  Achievement Divisions ). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, tes tertulis, dan dokumentasi.

  Penelitian yang dilakukan oleh Abu Mahsyuri terjadi peningkatan prestasi belajar IPA siswa. Prestasi belajar siswa mengalami peningkatan pencapaian KKM pada setiap siklus sebagai berikut: (1) siklus I jumlah anak yang nilainya dibawah KKM sebanyak 4 anak atau 17,39 % sedangkan jumlah anak yang nilainya diatas KKM 19 anak atau 83,61 %, (2) siklus II jumlah anak yang nilainya dibawah KKM sebanyak 3 anak atau 13,03 % sedangkan jumlah anak yang nilainya di atas KKM 20 anak atau 86,96%, (3) siklus III jumlah anak yang nilainya dibawah KKM sebanyak 0 atau 0 %, sedangkan jumlah anak yang nilainya di atas KKM 23 anak atau 100%.

  Van Dat Tran melakukan penelitian tentang pengaruh metode STAD terhadap prestasi belajar dan perilaku siswa SMA Vietnam kelas 9 dalam mempelajari mata pelajaran matematika. Van Dat Tran mengambil judul “Effects of Student Teams Achievement Division (STAD) on Academic

  Achievement, and Attitudes of Grade 9th Secondary School Students towards Mathematics” pada penelitiannya. Penelitian ini menggunakan jenis

  penelitian eksperimen. Penelitian tersebut membandingkan hasil rata-rata nilai pembelajaran matematika dari kelompok kontrol yang berjumlah 38 siswa dan kelompok eksperimen yang berjumlah 36 siswa.

  Penelitian yang dilakukan Van Dat Tran menunjukkan adanya perbedaan prestasi belajar antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol menunjukkan nilai rata-rata pretest siswa sebesar 6,75 sedangkan pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai rata- rata siswa sebesar 7,05. Sedangkan nilai postest siswa menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 8,01 pada kelompok kontrol dan pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 8,45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran metode STAD dalam mata pelajaran matematika menghasilkan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar yang diperoleh kelompok kontrol.

  Ketiga penelitian tersebut memiliki persamaan dalam penggunaan model pembelajarannya, yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD. Perbedaan dalam penelitian tersebut terletak pada variabel yang diteliti yaitu peningkatan siswa, peningkatan prestasi belajar siswa dan efektifitas model pembelajarm kooperatif metode STAD dalam prestasi belajar siswa. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut yaitu penggunaan model kooperatif metode STAD dapat meningkatkan kreatifitas siswa, dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

  Hasil penelitian tersebut dapat memberikan gambaran kepada penelitian ini agar berjalan lebih baik lagi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar IPS siswa di kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta pada tahun pelajaran 2012/2013 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD.

G. Kerangka Berpikir

  Materi masalah sosial adalah materi pembelajaran yang sebenarnya dapat ditemukan di lingkungan sehari-hari siswa. Permasalahan sosial adalah masalah yang seharusnya dapat diselesaikan oleh seluruh masyarakat. Masyarakat diminta untuk menyumbangkan ide dan sarannya dalam memecahkan permasalahan sosial yang sedang terjadi. Namun permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar, kurang dikenali oleh siswa sekolah dasar. Agar siswa lebih peduli terhadap permasalahan sosial yang terjadi, maka dari itu sejak dini siswa harus diperkenalkan dengan macam-macam permasalahan sosial yang terjadi. Setelah siswa mengetahui macam-macam permasalahan sosial yang terjadi, siswa diharapkan mau berpendapat dan mengungkapakn ide-ide untuk memacahkan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar. Berfikir kreatif sangat dibutuhkan agar siswa dapat menghasilkan gagasan baru untuk memecahkan masalah yang ada.

  Guru harus menggunakan sebuah model dan metode pembelajaran yang tepat untuk mendorong siswa dapat mengungkapkan pendapat serta memberikan ide atau gagasannya dalam memecahkan sebuah masalah. Penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat mendorong siswa untuk mengungkapakan ide serta gagasannya. Hal tersebut dikarenakan prosedur pembelajaran metode STAD menggunakan sistem kuis dan penghargaan tim. Siswa akan lebih semangat dan terdorong mengungkapkan pendapatnya dengan penghargaan yang diberikan. Penghargaan yang diberikan guru dapat berupa nilai 100.

  Peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD ini dikarenakan peneliti ingin mencoba memberikan penyelesaian terhadap pembelajaran IPS materi masalah sosial. Dengan pembelajaran yang bervariasi yaitu dengan prosedur pembelajaran menggunakan kuis diharapkan siswa semakin kreatif dan termotivasi dalam belajar, sehingga prestasi belajar siswa pun akan meningkat. Diharapkan setelah menerapkan metode pembelajaran ini, kreatifitas dan prestasi belajar siswa akan meningkat.

H. Hipotesis Tindakan

  Berdasarkan kerangka pikir tersebut, peneliti merumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:

  1. Penerapan pembelajaran kooperatif metode STAD yang teridiri dari presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim dapat meningkatkan kreatifitas dan prestasi siswa pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

  2. Penerapan pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan kreatifitas siswa pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

  3. Penerapan pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian

  tindakan kelas yang didefinisikan oleh Arikunto (2006:96) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru ke kelas atau di sekolah tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran. Kunandar (2008:46) mengemukakan penelitian tindakan kelas dalam konteks pendidikan adalah sebuah bentuk kegiatan refleksi diri yang dilakukan oleh para pelaku pendidikan dalam suatu situasi kependidikan untuk memperbaiki rasionalitas dan keadilan tentang: (1) praktek-praktek kependidikan mereka; (2) pemahaman mereka tentang praktek-praktek tersebut; dan (3) situasi dimana praktek-praktek tersebut dilaksanakan. Jadi penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru yang bertujuan unuk memperbaiki serta meningkatkan proses pembelajaran di kelas.

  Arikunto (2006:98) mendefinisikan tahapan penelitian tindakan kelas terdiri dari: (1) menyusun rancangan tindakan kelas dan dikenal dengan perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi atau pentulan. Berikut ini merupakan penjelasan dari tahapan penelitian tindakan kelas:

  1. Menyusun Rancangan Tindakan Menyusun rancangan tindakan dan dikenal dengan perencanaan yaitu suatu rancangan yang menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Peneliti menentukkan fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diamati.

  2. Pelaksanakan Tindakan Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan yang sudah dibuat. Namun pada proses pelaksanaanya, rancangan dapat dimodifikasi tanpa harus mengubah prinsipnya.

  3. Pengamatan Pengamatan dalam penelitian dilakukan oleh pengamat yang sudah ditunjuk sebelumnya untuk mengamati dan mencatat seluruh kegiatan di kelas. Tujuan dari dilakukannya pengamatan adalah untuk mengumpulkan fakta yang terjadi di kelas sebagai bukti hasil tindakan.

  4. Refleksi atau Pantulan Pada bagian refleksi dilakukan analisis data, proses, masalah dan hambatan yang ditemui serta dilanjutkan dengan refleksi terhadap dampak pelaksanakan tindakan yang dilaksanakan.

  Jadi, model penelitian ini terdiri atas adanya perencanaan saat akan mengadakan penelitian, pelaksanaan tindakan, pengamatan saat penelitian, kemudian adanya refleksi dari semua kegiatan yang telah dilakukan dan merancang kembali apa yang akan direncanakan untuk tindakan selanjutnya.

  Rangkaian tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut:

  

Perencanaan

Refleksi Pelaksanaan

  

Siklus I

Pengamatan

Perencanaan Refleksi Siklus II Pelaksanaan Pengamatan

Gambar 3.1. Model Penelitian Tindakan Kelas (Arikunto, 2007:9) B.

   Setting penelitian 1.

  Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SDN Caturtunggal 3, Depok, Sleman, Yogyakarta.

  2. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah siswa SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta kelas IV tahun pelajaran 2012/2013, dengan jumlah siswa sebanyak 29 yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki.

  3. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah kreatifitas dan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD.

4. Waktu Penelitian

  Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Juli tahun 2013.

Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan

  Tahun 2013 No. Kegiatan Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Proses perijinan ke 1. sekolah Observasi pra

  2. penelitian (kondisi awal) dan wawancara

  3. Penyusunan proposal

  4. Pengajuan Proposal Persiapan perangkat

  5. pembelajaran

  6. Pelaksanaan siklus I

  7. Pelaksanaan siklus II Pengolahan data

  8. hasil penelitian Penyelesaian

  9. kelengkapan penelitian

  10. Ujian skripsi

  11. Revisi

  12. Pembuatan artikel C.

  Rencana Tindakan Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berangkat dari permasalahan yang ada dalam pembelajaran siswa di kelas.

  Penelitian ini akan ditekankan pada peningkatan kreatifitas dan prestasi belajar mata pelajaran IPS dengan KD 2.Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi,dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi dan SK 2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya siswa kelas

  IV SD N Caturtunggal 3 semester II tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus yang pada setiap siklusnya terdiri dari dua menit). Berikut ini merupakan penjabaran dari rencana tindakan dalam penelitian yang dilakukan:

1. Persiapan a.

  f.

  Mengkaji SK, KD, dan materi pokok.

  Membuat gambaran awal mengenai kreatifitas dan prestasi belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS materi masalah sosial. j.

  Menyusun rencana penelitian dalam setiap siklus. i.

  h.

  Merumuskan hipotesis.

  g.

  Merumuskan masalah.

  Meminta izin kepada Kepala SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta untuk melakukan kegiatan penelitian di SD tersebut.

  b.

  Mengidentifikasi masalah yang ada di kelas yaitu kurangnya kreatifitas dan rendahnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran k.

  e.

  IPS materi permasalahan sosial.

  Melakukan pengamatan lebih teliti untuk mengetahui gambaran mengenai kreatifitas dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran

  d.

  Melakukan observasi pada siswa kelas IV untuk memperoleh gambaran mengenai kegiatan pembelajaran serta karakteristik siswanya.

  c.

  Melakukan wawancara kepada guru kelas IV untuk mengetahui permasalahan mengenai tingkat kreatifitas serta prestasi belajar yang dialami siswanya.

  IPS materi permasalah sosial.

  Menyusun silabus, RPP, LKS, kisi-kisi soal, instrument penilaian, instrumen penelitian. l.

  Menyiapkan media pembelajaran.

2. Rencana Tindakan Setiap Siklus

  Sebelum pelaksanaan pembelajaan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD siswa diberi tugas untuk membaca materi pelajaran yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya mengenai materi yang telah ditentukan.

  a.

  Rencana Tindakan Siklus I 1)

  Perencanaan Tindakan Dalam tahapan perencanaan, peneliti mempersiapkan:

  a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi masalah sosial.

  b) Mencari gambar dan video yang berhubungan dengan permasalahan sosial saat ini.

  c) Membuat soal evaluasi serta kunci jawaban yang dibahas dalam siklus I.

  d) Membuat soal kuis.

  e) Merancang pembentukan kelompok.

  f) Menyusun penghargaan kelompok. 2)

  Pelaksanaan Tindakan

  a) Pertemuan I

  (1) Kegiatan Awal

  (b) Guru melakukan apersepsi. (c) Siswa diberi motivasi untuk belajar. (d)

  Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran IPS.

  (2) Kegiatan Inti

  (a) Guru melakukan presentasi kelas dengan menggunakan media powerpoint dalam menyampaikan materi pembelajaran tentang ciri-ciri dan pengertian masalah sosial.

  (b) Siswa diminta mengerjakan soal kuis pertama guna menentukkan skor awal siswa.

  (c) Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat sampai lima siswa yang memprioritaskan heterogenitas berupa peringkat akademik, jenis kelamin dan agama.

  (d) Setiap kelompok dibagi lembar kerja dan diminta untuk mengerjakannya.

  (e) Selama kelompok menyelesaikan tugasnya, guru melakukan pengamatan, memberikan bimbingan, dorongan dan bantuan jika diperlukan.

  (f) Siswa diminta mengerjakan soal kuis kedua. Saat kuis berlangsung siswa tidak dibenarkan bekerja sama. Hal tersebut dilakukan agar siswa dapat bertanggungjawab atas dirinya sendiri dalam memahami bahan ajar. Guru menetapkan skor batas penguasaan untuk setiap soal.

  (3) Kegiatan Akhir

  (a) Siswa dibimbing guru untuk merangkum kegiatan pembelajaran.

  (b) Guru memeriksa hasil kerja siswa dan memberikan siswa skor dengan rentang 0 sampai 100.

  (c) Guru memeriksa poin kemajuan siswa dan memberikan penghargaan kelompok.

  b) Pertemuan II

  (1) Kegiatan Awal

  (a) Salam dan doa pembuka

  (b) Guru melakukan apersepsi. (c) Siswa diberi motivasi untuk belajar. (d)

  Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran IPS.

  (2) Kegiatan Inti

  (a) Guru melakukan presentasi kelas dengan menggunakan media powerpoint dalam menyampaikan materi pembelajaran tentang mengidentifikasi masalah sosial.

  (b) Siswa diminta mengerjakan soal kuis pertama guna menentukkan skor awal siswa.

  (c) Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat sampai lima siswa yang memprioritaskan heterogenitas berupa peringakat akademik, jenis kelamin dan agama.

  (d) Setiap kelompok dibagi lembar kerja dan diminta untuk mengerjakannya.

  (e) Selama kelompok menyelesaikan tugasnya, guru melakukan pengamatan, memberikan bimbingan, dorongan dan bantuan jika diperlukan.

  (f) Siswa diminta mengerjakan soal kuis kedua. Saat kuis berlangsung siswa tidak dibenarkan bekerja sama. Hal tersebut dilakukan agar siswa dapat bertanggungjawab atas dirinya sendiri dalam memahami bahan ajar. Guru menetapkan skor batas penguasaan untuk setiap soal.

  (3) Kegiatan Akhir

  (a) Siswa dibimbing guru untuk merangkum kegiatan pembelajaran.

  (b) Guru memeriksa hasil kerja siswa dan memberikan siswa skor dengan rentang 0 sampai 100.

  (c) Guru memeriksa poin kemajuan siswa dan memberikan penghargaan kelompok.

  3) Observasi Peneliti akan mengamati langsung kegiatan pembelajaran dan mencatat kejadian selama proses belajar mengajar berlangsung.

  Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengamatan menggunakan lembar pengamatan yang telah dirancang sebelumnya dan melaksanakan tes tertulis dengan soal evaluasi siklus I. 4)

  Refleksi

  a) Mengidentifikasi masalah baik kekurangan maupun kesalahan saat proses pembelajaran berlangsung.

  b) Membuat kesimpulan tentang tingkat kreatifitas siswa serta kemampuan siswa dalam proses pembelajaran mengenai masalah sosial pada siklus I (pertemuan I dan pertemuan II).

  c) Membandingkan antara kegiatan pembelajaran pertemuan I dan pertemuan II apa sudah memenuhi pencapaian indikator yang diinginkan.

  d) Refleksi tindakan akan kekurangan pada siklus I ini akan dijadikan acuan untuk perbaikan pembelajaran pada siklus II.

  Hal tersebut diharapkan agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

  b.

  Rencana Tindakan Siklus II Siklus II akan dillakukan apabila dari hasil refleksi siklus I belum memenuhi indikator yang telah ditetapkan. Siklus II direncanakan dari hasil refleksi siklus I. Pada prinsipnya pelaksanakan kegiatan dalam siklus II sama dengan pelaksanakan kegiatan dalam siklus I, hanya berbeda dalam indikator serta tujuan pembelajaran.

D. Instrumen Penelitian

  Peneliti menggunakan dua jenis instrumen penelitian, yaitu instrumen non tes untuk mengukur kreatifitas siswa. Sedangkan instrumen tes yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Penjabarannya adalah sebagai berikut:

1. Instrumen Non Tes

  Penelitian ini menggunakan dua instrumen penelitian yaitu berupa lembar observasi dan wawancara terhadap guru. Berikut ini merupakan penjabaran dari definisi observasi dan wawancara: a.

  Observasi (Pengamatan) Observasi dilakukan untuk mengamati tingkat siswa saat pembelajaran berlangsung. Pengamatan terhadap siswa dilakukan dalam penelitian siklus I dan siklus II. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui adanya peningkatan siswa antara kondisi awal dan peningkatan di setiap siklusnya. Lembar observasi disusun berdasarkan ciri-ciri kreatifitas menurut Guliford yaitu: kelancaran berpikir (fluency of thinking); (b) keluwesan berpikir (flexibility); (c) perincian (elaboration); (d) keaslian

  (originality) . Berikut ini merupakan rincian dari ciri-ciri yang diadaptasi

  dari Guliford dalam Munandar (2009) sebagai berikut:

Tabel 3.2 Pengamatan (Lembar Observasi Kreatifitas)

  No. Ciri-Ciri Indikator Mengajukan pertanyaan dalam forum umum atau kelas kepada guru Mengajukan pertanyaan dalam kelompok

  Siswa dapat mengajukan minimal satu pertanyaan sesuai dengan pembelajaran yang sedang

  1. Kelancaran

berlangsung.

  Berpikir Siswa dapat menjawab dengan baik pertanyaaan dari guru. Mencoba memberikan gagasan atau usul dengan mengacungkan tangan terlebih dahulu Memberikan usulan dan gagasan terhadap masalah yang disajikan guru

  Menyatakan pendapat dalam forum umum atau kelas Menyatakan pendapat dalam forum kelompok Keluwesan

  2. Siswa dapat berpendapat secara jelas dan dapat Berpikir dipahami sesuai dengan pembelajaran yang

berlangsung

Siswa mampu menanggapi pendapat teman. Siswa dapat memberikan komentar saat ada presentasi kelompok.

  Siswa dapat memberikan gagasan dan pendapat akibat dari sebuah permasalahan Siswa mempunyai lebih dari 1 gagasan dan pendapat yang bervariasi dari teman yang lain

  3. Perincian dalam menyikapi suatu masalah.

  Siswa dapat mengungkapkan pendapat dalam memecahkan suatu masalah dengan cara yang berbeda di dalam buku. Siswa mempunyai pendapat sendiri tanpa terpengarauh dari siswa lain. Siswa dapat mengungkapkan pendapat yang berbeda dengan siswa lain dalam diskusi kelompok.

  4. Keaslian Siswa dapat memberikan gagasan dan usulan secara rinci terhadap masalah yang ditampilkan oleh guru.

  Siswa mempunyai pendapat dalam memecahkan suatu masalah dengan cara yang berbeda dengan siswa lain. b.

  Wawancara Pedoman wawancara disusun untuk menanyakan dan mengetahui hal-hal yang tidak dapat atau kurang jelas diamati pada saat observasi.

  Dalam penelitian ini, peneliti menyusun pedoman wawancara untuk guru. Wawancara dengan guru dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan penerapan penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD dalam pembelajaran IPS. Peneliti menggunakan jenis wawancara semi terstruktur di mana pertanyaan sudah ditentukan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai tetapi saat wawancara berlangsung peneliti masih dapat mengembangkan pertanyaan sesuai dengan jawaban narasumber yaitu guru. Berikut ini merupakan kisi-kisi wawancara guru:

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Wawancara Guru

  No. Indikator Item Pernyataan

  Kesulitan yang dihadapi dalam melakukan 1. pembelajaran menggunakan model

  1 pembelajaran kooperatif metode STAD. Partisipasi siswa saat mengikuti

  2. pembelajaran dengan menggunakan metode

  2 kooperatif metode STAD. Pengaruh model pembelajaran kooperatif 3.

  3 metode STAD dalam peningkatan siswa Pengaruh model pembelajaran kooperatif

  4. metode STAD dalam peningkatan prestasi

  4 siswa Rencana dalam penggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD

  5.

  5 dalam menyampaikan pembelajaran selanjutnya.

  2. Instrumen Tes Tes atau evaluasi menurut Akbar dan Hawadi (2004:95) adalah penetapan mengenai seberapa jauh sebuah program mencapai sasaran- sasaran yang harus dicapai. Setelah menentukan sasaran yang dicapai maka peneliti dapat melihat seberapa jauh perkembangan kemampuan anak dalam

  2. Mengenal

  belajar. Tes dirancang sesuai dengan standar kompetensi

  Sumber Daya Alam, Kegiatan Ekonomi, dan Kemajuan Teknologi di Lingkungan Kabupaten/Kota dan Provinsi dan

  kompetensi dasar 2.4 Mengenal Permasalahan Sosial di Daerahnya. Tes yang dibuat mengacu pada ranah taksonomi bloom. Berikut ini merupakan kisi-kisi soal evaluasi pada siklus I dan siklus II:

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Soal Siklus I

  No. Indikator Penilaian Butir Soal

  1. Menyebutkan ciri-ciri masalah sosial 1,4,7,14

  2. Menyebutkan perbedaan antara masalah 5,8,10,12 sosial dan masalah pribadi.

  3. Menjelaskan bermacam-macam masalah 2,6,11 sosial yang ada di lingkungan sekitar.

  Jumlah

  15 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Soal Siklus II No. Indikator Penilaian Butir Soal

  1. Mengidentifikasi suatu masalah sosial 2,5,7,9,12 yang ada di lingkungan sekitar.

  2. Menemukan penyebab serta akibat 1,3,8,10,13 permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitar.

  3. Menemukan ide untuk memecahkan 4,6,11,14,15 permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.

  Jumlah

  15 Tes disajikan dalam bentuk soal pilihan ganda. Rincian pedoman penskoran yaitu jika jawaban benar mendapatkan skor 1 dan jika jawaban salah mendapatkan skor 0.

E. Teknik Pengumpulan Data 1.

  Validitas Masidjo (1995:242) menyatakan bahwa validitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Azwar

  (2008:5) mengemukakan validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Pendapat lain yang didefinisikan oleh Surapranata (2009:50) bahwa validitas merupakan suatu konsep yang berkaitan dengan sejauhmana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur. Maka dari itu instrumen dikatakan valid jika dapat mengukur suatu hal yang hendak diukur. Validitas berkaitan dengan ketepatan. Prinsip validitas adalah ketelitian dan kejituan.

  Surapranata (2009:51) berpendapat bahwa validitas memiliki empat macam bentuk yaitu: (1) validitas isi, (2) validitas konstruk, (3) validitas prediktif, (4) validitas konkuren. Validitas isi memilki arti suatu alat ukur dikatakan valid jika apabilai sesuai dengan isi kurikulum yang hendak diukur. Validitas konstruk adalah sesuatu suatu alat ukur dikatakan valid jika cocok dengan konstruksi teoritik di mana tes itu dibuat. Validitas prediksi memeliki arti suatu kemampuan untuk memprediksi apa yang terjadi di masa datang. Validitas konkuren menunjuk kepada hubungan antara tes skor dengan yang dicapai dengan keadaan sekarang. Validasi instrumen soal pada penelitian ini ditempuh secara empiris dengan cara diujikan di lapangan. Sebelum diujikan di lapangan, peneliti konsultasi dahulu kepada yang lebih ahli seperti dosen IPS dan guru kelas IV. Setelah peneliti mengkonsultasikan kepada para ahli, maka instumen soal tersebut diujikan di lapangan.

  a.

  Validasi lembar observasi Validasi lembar observasi dicari dengan expert judgment yaitu divalidasikan kepada tiga orang ahli yaitu dosen ahli IPS PGSD, kepala sekolah SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, dan guru kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta. Kriteria validasi perangkat pembelajaran dapat disajikan pada tabel di berikut ini:

Tabel 3.6 Kriteria Validasi Lembar Observasi

  No Skor Kriteria 1. 5,0 - 5,9 Sangat baik 2. 4,0 - 4,9 Baik 3. 3,0 - 3,9 Cukup 4. 2,0 - 2,9 Kurang baik 5. 1,0 - 1,9 Sangat kurang baik

  Setelah lembar observasi kreatifitas divalidasikan dengan tiga ahli yaitu dosen IPS PGSD, kepala sekolah SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, dan guru kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta maka diperoleh hasil penghitungan dalam tabel berikut ini.

Tabel 3.7 Skor Hasil Penghitungan Validasi Lembar Observasi

  Rubrik Expert judgement Hasil

  Lembar Observasi Dosen IPS 4,7 Kepsek SDN Caturtunggal 3 4,7 Guru Kelas IV SDN Caturtunggal 3 4,5

  Rata-rata 4,6

  Hasil validasi lembar observasi menunjukkan kriteria sangat baik dengan rata-rata penghitungan skor sebesar 4,6 Maka dari itu lembar observasi ini layak digunakan untuk mengamati kreatifitas siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 saat penelitian berlangsung.

  b.

  Validasi Perangkat Pembelajaran Validasi perangkat pembelajaran dalam penelitian yaitu menggunakan expert judgement. Expert judgement dilakukan dengan cara dikonsultasikan kepada tiga orang ahli yaitu selaku dosen ahli IPS PGSD, kepala sekolah SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, dan guru kelas

  IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta. Perangkat pembelajaran yang akan dikonsultasikan adalah silabus, RPP, LKS, bahan ajar dan lembar observasi. Validasi perangkat pembelajaran akan dinilai menggunakan tabel lembar validasi perangkat pembelajaran berikut ini:

Tabel 3.8 Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran

  No Skor Kriteria 1. 5,0 - 5,9 Sangat baik 2. 4,0 - 4,9 Baik 3. 3,0 - 3,9 Cukup 4. 2,0 - 2,9 Kurang baik 5. 1,0 - 1,9 Sangat kurang baik

  Setelah perangkat pembelajaran divalidasikan dengan tiga orang ahli yaitu dosen ahli IPS PGSD, kepala sekolah SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, dan guru kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta maka diperoleh hasil penghitungan dalam tabel berikut ini:

Tabel 3.9 Skor Hasil Penghitungan Validasi Perangkat Pembelajaran

  No Perangkat Pembelajaran Expert judgement Hasil

  Dosen IPS 3,8 Kepsek SDN Caturtunggal 3 4,4 Guru Kelas IV SDN Caturtunggal 3 4,6

1. Silabus

  RPP

  Rata-rata 4,5 4. Bahan Ajar

  Validasi Instrumen Soal Surapranata (2009:60) mendefinisikan tujuan dari validasi

  c.

  Sehingga lembar observasi ini layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran untuk mendukung kegiatan pembelajaran siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta saat penelitian berlangsung.

  Setelah diujikan kepada tiga orang ahli tersebut, didapatkan hasil dari validasi perangkat pembelajaran dengan rincian rata-rata skor silabus sebasar 4,3 dinyatakan dengan kriteria sangat baik, rata-rata RPP skor sebesar 4,5 dinyatakan dengan kriteria sangat baik, rata-rata skor LKS sebesar 4,5 dinyatakan dengan kriteria sangat baik dan rata-rata skor bahan ajar sebesar 4,3 dinyatakan dengan kriteria sangat baik. Dari hasil rincian tersebut, diperoleh rata-rata skor sebesar 4,4 yang menunjukkan kriteria sangat baik dari seluruh komponen perangkat pembelajaran.

  Rata-rata 4,3

  Guru Kelas V SDN Caturtunggal 3 4,4

  Dosen IPS 4,2 Kepsek SDN Caturtunggal 3 4,4

  Guru Kelas IV SDN Caturtunggal 3 4,8

  Dosen IPS

  Dosen IPS 3,8 Kepsek SDN Caturtunggal 3 4,8

  Rata-rata 4,3 2.

  4,6 Rata-rata 4,5 3.

  Guru Kelas IV SDN Caturtunggal 3

  4,5

  Kepsek SDN Caturtunggal 3

  4,3

  LKS tersebut membedakan kelompok dalam aspek yang diukur sesuai dengan perbedaan yang ada dalam kelompok itu. Jadi, validitas soal dapat diartikan sebagai daya pembeda soal yaitu untuk membedakan mana soal valid dan mana soal yang tidak valid. Validasi instrumen soal pada penelitian ini ditempuh secara empiris dengan cara diujikan di lapangan.

  Uji validitas instrumen soal objektif dilakukan di SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa. Kevalidan uji soal dilihat dari kriteria korelasi signifikan jika nilai sig.(2-tailed) < 0,05. Setelah diujikan di lapangan dan memperoleh hasil, langkah selanjutnya adalah dihitung menggunakan program komputer SPSS 20 dengan tujuan untuk mempercepat dalam perhitungan validitas instrumen soal serta mendapatkan data yang akurat. Hasil dari pengolahan data tersebut diketahui ada 15 soal valid dalam uji validitas soal I dan 17 soal valid dalam uji validitas soal II dari 30 soal yang sudah diujikan.

  2. Reliabilitas Masidjo (1995:209) mendefinisikan reliabilitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Pendapat yang sama dikemukakan Azwar (2008:4) bahwa reliabilitas merupakan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Supranata (2009:90) mengemukakan reliabilitas sebagai tingkat keajegan atau kemantapan hasil dari hasil dua pengukuran terhadap hal yang sama. Jadi, instrumen disebut reliabel jika instrumen tersebut menghasilkan data yang sama dalam beberapa kali pengukuran.

  Menurut pengujian validitas, item yang tidak valid pasti juga tidak reliabel. Item-item yang valid, bisa jadi reliabel atau tidak reliabel. Taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien reliabilitas. Hasil penelitian Aiken (1978) dalam Supranata (2009:92) menunjukkan bahwa pengaruh tingkat kesukaran memegang peranan yang paling besar pada koefisien reliabilitas. Hal ini dikarenakan adanya variasi jumlah soal yang dijawab benar. Berikut ini merupakan kriteria reliabilitas yang didefinisikan Arikunto (1998:258) dalam penjabaran tabel berikut ini:

Tabel 3.10 Kriteria Reliabilitas

  Interval Kriteria

  0,00 - 0,20 sangat rendah 0,20 - 0,40 rendah 0,40 - 0,60 cukup 0,60 - 0,80 tinggi

  0,80 - 1 sangat tinggi Peneliti menggunakan program komputer SPSS 20 dengan menggunakan formula Cronbach Alpha dalam mengetahui reliabilitas instrumen. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 20, diketahui harga Cronbach Alpha instrumen soal pada siklus I sebesar 0.710 dan harga Cronbach Alpha instrumen soal pada siklus II sebesar 0.704. Hasil dari pengolahan data tersebut, diketahui instrumen soal pada siklus I dan siklus II reliabel dan layak digunakan untuk penelitian.

F. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data 1.

  Pengumpulan Data Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data kreatifitas belajar dan data kuantitatif yaitu data prestasi belajar siswa.

  Pengumpulan data kualitatif diperoleh dari observasi, wawancara serta partisipasi langsung dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, peneliti juga menggunakan data dari perolehan skor hasil prestasi belajar yang berupa nilai dari soal-soal yang diberikan pada setiap siklus untuk mendapatkan data kuantitatif.

  a) Metode Observasi (Pengamatan)

  Margono (2003:158) mengemukakan observasi sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Arikunto (2006:229) berpendapat dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. Pengamatan dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung di setiap siklusnya yang berpedoman dengan lembar pengamatan. Pengamatan dilakukan oleh peneliti untuk mengamati seluruh aktifitas siswa, mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Tujuannya adalah untuk memperoleh data tentang perilaku siswa khususnya kraetifitas sisiwa sehingga didapatkan hasil yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan memperbaiki pembelajaran. b) Metode Wawancara

  Margono (2003:165) mengemukakan bahwa wawancara merupakan suatu cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. Peneliti menggunakan jenis wawancara semi struktur dalam penelitian ini. Arikunto (2006:227) mendefinisikan wawancara semi struktur yaitu wawancara yang mula-mula interviwer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu per satu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih dalam. Jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap serta mendalam. Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas IV dan siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3.

  c) Metode Tes Tertulis

  Tes tertulis menurut Margono (2003:170) yaitu berupa sejumlah pertanyaan yang diajukan secara tertulis tentang aspek-aspek yang ingin diketahui keadaanya dari jawaban yang diberikan secara tertulis juga. Tes tertulis yang digunakan oleh peneliti yaitu dalam bentuk tes obyektif pilihan ganda. Tes obyektif menurut Margono (2003:170) adalah suatu tes yang disusun dimana setiap pertanyaan tes disediakan alternatif jawaban yang dapat dipilih. Tes ini menghasilkan skor yang konstan yang tidak tergantung oleh siapapun. Penyusunan tes pilihan ganda ini terdiri dari 15 soal. Setiap soal memiliki 4 alternatif jawaban, yaitu a, b,

  c, d. Siswa diminta untuk memilih satu jawaban yang menurut mereka benar. Kriteria penentuan skor soal pilihan ganda yaitu jika benar mendapatkan skor 1 dan jika salah mendaptakan skor 0. Tes pilihan ganda digunakan untuk mendapatkan data prestasi belajar siswa.

2. Analisis Data a.

  Kriteria Keberhasilan Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini meliputi keberhasilan kreatifitas siswa dan keberhasilan prestasi belajar siswa. KKM mata pelajaran pada mata pelajaran IPS untuk kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta adalah 60.

Tabel 3.11 Target Kriteria Keberhasilan

  Kriteria Keberhasilan No Peubah Indikator Kondisi Akhir Akhir Awal Siklus I Siklus II

  1. Persentase kreatifitas Kreatifitas 10,65% 50% 65% siswa

  2. Prestasi

1. 48,93

  70

  80 Rata-rata nilai belajar ulangan 2. 35,06% 80% 90% Persentase jumlah siswa yang mencapai

  T

  nilai KKM

  Target akhir penelitian tindakan kelas ini sebagaimana tertera pada akhir siklus II. Adapun cara mencapainya sejak awal didesain dalam dua siklus dengan alasan bahwa peningkatan itu diperoleh melalui tahap demi tahap.

  b.

  Perhitungan Kreatifitas dan Prestasi Belajar Siswa Teknik analisis yang digunakan peneliti untuk menganalisis data- data yang telah berhasil dikumpulkan yaitu teknik analisis data deskriptif.

  Analisis diskriptif adalah suatu teknik pengolahan data yang tujuannya untuk menggambarkan dan menganalisis kelompok data tanpa membuat atau menarik kesimpulan atas populasi yang diamati. Analisis data ini dapat menggambarkan dengan tepat mengenai rata-rata, perbedaan, hubungan-hubungan, dan sebagainya. Analisis data deskriptif dapat ditempuh dengan cara membandingkan data sebelum diberi tindakan dan sesudah diberi tindakan.

  Untuk mengukur dan prestasi belajar siswa SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta, peneliti menggunakan cara sebagai berikut: 1)

  Kreatifitas Data tentang siswa diperoleh berdasarkan observasi dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Selain hasil observasi, peneliti juga menggunakan hasil wawancara dengan guru dan siswa untuk memperkuat data. Analisis data kreatifitas siswa dapat ditempuh dengan cara membandingkan keadaan awal kreatifitas siswa dengan keadaan setelah siklus I dan siklus II. Peningkatan kreatifitas siswa dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:

  a) Menghitung turus (banyaknya siswa) untuk setiap indikator lembar observasi.

  b) Menghitung persentase jumlah siswa untuk setiap indikator, dengan rumus:

  ℎ x 100%

  ℎ ℎ

  Menghitung presentase rata-rata jumlah siswa untuk mengetahui rata-rata tingkat kreatifitas seluruh siswa kelas IV dengan menggunakan rumus:

  ℎ ℎ c) Membandingkan tingkat kreatifitas siswa pada akhir siklus I dan siklus II dengan kondisi awal untuk menyimpulkan apakah terjadi peningkatan kreatifitas atau tidak.

  2) Prestasi Belajar

  Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dihitung dengan langkah-langkah sebagai berikut: a)

  Penyekoran Soal pilihan ganda yang digunakan terdiri dari 15 butir soal.

  Pada setiap butir soal, diberikan skor sebesar satu jika siswa menjawab dengan benar dan nol jika siswa menjawab salah.

  b) Menghitung nilai evaluasi setiap siswa pada akhir siklus dengan rumus:

  ℎ × 2

  3 Nilai maksimal yang diberikan sebesar 100. Sehingga agar nilai maksimal yang diberikan mencapai 100, maka jumlah skor dikalikan dua dan dibagi tiga. Jumlah skor tersebut diperolah dari penjumlahan butir soal benar.

  c) Menghitung jumlah skor rata-rata kelas, dengan rumus sebagai berikut:

  Nn

  Catatan: ∑N = Jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa n = Jumlah seluruh siswa d) Menghitung presentase jumlah siswa yang mencapai KKM dengan rumus sebagai berikut:

  ℎ x100

  ℎ

  e) Membandingkan tingkat prestasi belajar siswa pada akhir siklus dengan kondisi awal. Membandingkan persentase siswa yang mencapai KKM antara kondisi awal dan pada akhir siklus.

  Perbandingan tersebut digunakan untuk menyimpulkan terjadi peningkatan prestasi belajar atau tidak.

  f) Menghitung kenaikan prestasi belajar siswa antara kondisi awal dan pada akhir siklus terjadi peningkatan atau tidak. Menghitung kenaikkan KKM antara kondisi awal dan pada akhir siklus.

  3) Mengitung Skor Kuis

  a) Penilaian kuis dirumuskan sebagai berikut:

  jumlah soal benar x 10

  b) Penghitungan perkembangan skor individu menurut Slavin dalam Rusman (2011:216) sudah disebutkan dalam bab II.

  c) Penghitungan skor kelompok yaitu dengan membuat rata-rata skor perkembangan anggota kelompok, rumusnya yaitu sebagai berikut:

  ℎ ℎ ℎ

  d) Pemberian penghargaan kepada kelompok diberikan menurut kriteria yang sudah disebutkan dalam bab II.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Bab ini berisi analisa data penelitian penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD terhadap kreatifitas dan prestasi belajar siswa. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas IV tahun

  pelajaran 2012/2013. Penelitian siklus I dimulai pada tanggal 26 April 2013 dan diakhiri pada tanggal 27 April 2013. Sedangkan untuk penelitian siklus II dimulai pada tanggal 3 Mei 2013 dan diakhiri pada tanggal 4 Mei 2013. Sebelum tindakan, peneliti melakukan observasi terlebih dahulu.

1. Deskripsi Penelitian dan Hasil Penelitian Siklus I

  a. Perencanaan 1)

  Menyusun Rencana Pelaksanakan Pembelajaran (RPP) Peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran IPS tentang materi masalah sosial yang mengacu pada satandar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada pada kurikulum tingkat satuan pendidikan. Standar kompetensi yang diambil adalah mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi. Sedangkan kompetensi dasar yang diambil adalah mengenal permasalahan sosial di daerahnya.

  Penyusunan rencana pembelajaran dalam siklus I ini didasarkan pada pembelajaran kooperatif metode STAD. Kegiatan pembelajaran yang disusun mengacu pada kompenen-komponen penting dalam metode STAD yaitu presentasi kelas, tim, kuis, pemberian skor awal dan skor akhir (skor kemajuan individu), penghargaan kelompok. Rencana pembelajaran pada siklus I ini dibagi ke dalam 2 pertemuan. Pertemuan pertama membahas tentang perbedaan masalah pribadi dan masalah kelompok.

  Sedangkan pertemuan kedua membahas tentang jenis-jenis permasalahan sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 26 April 2013 pada pukul 08.10 WIB sampai dengan pukul 09.20 WIB dan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 April 2013 pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 08.10 WIB. Berikut ini adalah penjabaran dari perencanaan:

  a) Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS)

  Lembar kerja siswa disusun berdasarkan materi yang diambil peneliti yaitu tentang masalah sosial. Penyusunan lembar kerja siswa dirancang agar siswa selalu berpikir kreatif dalam menjawab setiap instruksi dalam lembar kerja. Lembar kerja disusun berdasarkan masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan siswa. Siswa dituntut agar dapat berpikir kreatif dalam mengungkapkan sebuah pendapat, gagasan serta usulannya dalam memecahkan masalah sosial yang disajikan dalam lembar kerja. Lembar kerja juga disusun agar siswa dapat kelompoknya. Lembar kerja juga disusun untuk membantu siswa dalam menjawab kuis yang diberikan oleh guru. Maka dari itu lembar kerja siswa yang disusun mengacu pada jawaban kuis yang akan diberikan oleh guru setelah kegiatan dalam kelompok berlangsung.

  b) Menyusun Soal Kuis

  Soal kuis dirancang untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam menerima pembelajaran. Soal kuis pertama dibuat sama dengan soal kuis kedua. Jenis soal yang dibuat adalah isian singkat. Soal isian singkat terdiri dari 10 instruksi atau pertanyaan. Soal isian singkat ini juga berguna untuk mengamati keragaman jawaban yang dituangkan siswa. Jawaban yang diberikan siswa dapat mencerminkan tingkat siswa dalam menjawab sebuah instruksi atau pertanyaan. Soal kuis pertama digunakan untuk menentukkan skor awal setelah presentasi kelas selesai. Kemudian soal kuis kedua digunakan untuk melihat sampai sejauh mana tingkat pemahaman siswa dalam menerima pelajaran. Soal kuis kedua diberikan pada siswa setelah kegiatan kelompok berlangsung.

  c) Menyusun Soal Evaluasi dan Kunci Jawaban

  Peneliti menggunakan jenis soal pilihan ganda untuk menyusun soal evaluasi. Sebelum soal disajikan dalam pembelajaran kelas IV, peneliti melakukan uji coba soal terlebih dilakukan di kelas V SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta. Soal yang diujikan sebanyak 30 soal. Setelah soal dikerjakan dan dihitung menggunakan SPSS 20, diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Soal Siklus I

  No Item Pearson

Correlation

  Sig. (2-tailed) Keputusan

  1 0.256 0.173 Tidak Valid 2 0.378* 0.039 Valid 3 0.310 0.096 Tidak Valid 4 0.542** 0.002 Valid 5 0.394* 0.031 Valid 6 0.375* 0.041 Valid 7 0.256 0.173 Tidak Valid 8 0.635** 0. 000 Valid 9 0.051 0.790 Tidak Valid 10 0.296 0.112 Tidak Valid

  11 0.646** 0.000 Valid 12 0.327 0.078 Tidak Valid 13 0.310 0.096 Tidak Valid 14 0.576** 0.001 Valid 15 0.763** 0.000 Valid 16 0.527** 0.003 Valid 17 0.760** 0.000 Valid 18 0.322 0.083 Tidak Valid 19 0.232 0.218 Tidak Valid 20 0.638** 0.000 Valid 21 0.319 0.086 Tidak Valid 22 0.476** 0.008 Valid 23 0.595** 0.001 Valid 24 0.576** 0.001 Valid 25 0.296 0.112 Tidak Valid 26 0.449* 0.013 Valid 27 0.349 0.059 Tidak Valid 28 -0.022 0.910 Tidak Valid 29 -0.112 0.556 Tidak Valid 30 0.044 0.124 Tidak valid

  • Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
    • Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Setelah soal dikerjakan dan dihitung, diketahui ada 15 soal valid dan 15 soal tidak valid. Berdasarkan data di atas, maka perolehan soal valid ditunjukkan dengan nomor item 2, 4, 5, 6, 8, 11, 14, 15, 16, 17, 20, 22, 23, 24, 26. Peneliti menggunakan 15 soal valid sebagai soal evaluasi dalam siklus I.

  Berdasarkan hasil dari tabel diatas harga Cronbach Alpha instrumen soal dalam siklus I sebesar 0.710 dan dinyatakan dalam kualifikasi tinggi. Dari hasil pengolahan data menggunakan Cronbach Alpha diketahui instrumen soal tersebut reliabel dan layak digunakan untuk penelitian.

  d) Merancang Pembuatan Tim

  Heterogenitas merupakan dasar untuk membuat tim dalam kelompok STAD ini. Tiap kelompok akan memiliki anggota yang heterogen yaitu didasarkan pada jenis kelamin, agama, serta kemampuan (tinggi, sedang, rendah). Peneliti membagi siswa menjadi tim menurut teori Slavin (2005:152) dapat dilihat dalam lampiran. Peneliti menggunakan peringkat siswa kelas IV pada semester 1 tahun pelajaran 2012/2013. Siswa kelas IV yang berjumlah 29 dengan 14 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan yang dibagi menjadi tujuh kelompok yang beranggotakan empat sampai lima siswa. Pembagian tim dapat dilihat dalam lampiran. e) Menyusun Penilaian

  Penilaian digunakan untuk mengetahui serta mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa akan materi pelajaran yang diberikan guru. Peneliti menggunakan dua jenis penilaian, yaitu penilaian untuk menilai soal evaluasi pembelajaran di akhir siklus dan penilaian untuk menilai kuis yang terdapat pada setiap pertemuan. Penilaian soal evaluasi berfungsi untuk mengukur prestasi belajar yang sudah dicapai siswa. Sedangkan penilaian kuis berfungsi untuk membandingkan sejauh mana pemahaman siswa sebelum dibentuk menjadi sebuah tim dan sesudah dibentuk menjadi sebuah tim. Penilaian kuis juga digunakan untuk melihat skor kemajuan individu serta sebagai dasar pemberian penghargaan kelompok. Pedoman penilaian dapat dilihat dalam bab III.

  g) Menyusun Penghargaan

  Penghargaan dirancang sesuai dengan pedoman Slavin dalam bab II, yaitu penghargaan bagi Tim yang Baik (Good Team), Tim yang Baik Sekali (Great Team) dan Tim yang Istimewa (Super Team). Penghargaan yang diberikan berupa sertifikat yang disesuaikan dengan rata-rata perkembangan kelompok.

  h) Menyiapkan Media Pembelajaran

  Persiapan yang dilakukan peneliti adalah menyiapkan beberapa gambar dan video yang berkaitan dengan masalah sosial. Gambar dan video yang dipersiapakan berupa kepadatan penduduk, tindak kriminal, perilaku tidak tertib, tindak kejahatan, sampah, pencemaran lingkungan dan rusaknya fasilitas umum. Gambar tersebut ditampilkan menggunakan media viewer.

  b. Pelaksanaan 1) Pertemuan 1

  Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 26 April 2013 dengan alokasi waktu dua jam pelajaran, yaitu dari pukul 08.10 WIB hingga pukul 09.20 WIB.

  a) Kegiatan Awal

  Pada pertemuan pertama guru memulai pembelajaran dengan doa pembuka dikarenakan kegiatan pembelajaran IPS dimulai pada pukul 08.00 WIB setelah siswa melakukan kegiatan senam bersama. Setelah senam, siswa diberikan waktu untuk istirahat sebentar dan minum. Pembelajaran pun harus diundur sekitar 5 menit. Setelah itu guru langsung memulai pelajaran IPS dengan materi masalah sosial. Pada awal pembelajaran, guru mengecek daftar hadir siswa. Siswa dan guru menyerukkan yel- yel yaitu “Kelas IV kita pasti bisa”. Guru memulai pembelajaran dengan melakukan tanya jawab dengan siswa tentang kebersihan di dalam kelas IV. Guru meminta seluruh siswa memeriksa kebersihan kelas yang meliputi kebersihan laci meja masing- masing siswa. Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai akibat dari tidak menjaga kebersihan. Kemudian guru melakukan tanya jawab tentang tanggung jawab siswa dalam mengelola kebersihan kelas. Guru mengkaitkan materi pembelajaran yang dibahas dengan keadaan kelas IV yang kotor dan penuh sampah yang merupakan suatu masalah yang harus diselesaikan oleh siswa kelas IV karena hal tersebut merupakan masalah yang harus ditanggung oleh seluruh siswa. Guru menyampaikan judul materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam memahami masalah sosial.

  b) Kegiatan Inti

  Guru menampilkan beberapa gambar yang berupa gambar masalah sosial dan gambar masalah pribadi melalui media

  powerpoint . Siswa diminta untuk membedakan antara gambar

  masalah sosial dengan gambar masalah pribadi. Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang pengertian serta perbedaan masalah sosial dan masalah pribadi menurut gambar yang sudah ditampilkan. Kemudian guru menunjukkan salah satu video mengenai masalah sosial. Guru melakukan tanya jawab tentang isi dalam video tersebut. Siswa mencatat hal-hal penting dan melakukakan tanya jawab pada materi yang belum dipahami. Setelah presentasi kelas berakhir, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal kuis pertama untuk mendapatkan skor awal.

  Siswa akan dibagi ke dalam sebuah tim atau kelompok. Siswa dibagi menjadi tujuh kelompok secara heterogen. Masing- masing kelompok beranggotakan empat sampai lima siswa. Sebelum siswa diminta berkumpul di dalam masing-masing kelmpok, guru terlebih dahulu menjelaskan kepada siswa arti bekerja dalam kelompok serta aturan-aturannya. Kemudian siswa diminta untuk berpindah tempat untuk berkumpul di dalam kelompok atau timnya. Setiap kelompok dibagikan sebuah lembar kerja untuk dipelajari dan dikerjakan bersama. Siswa diminta untuk menempel gambar serta membedakan gambar antara gambar masalah pribadi dan masalah sosial. Siswa juga diminta untuk mempelajari bersama-sama materi yang ada di lembar kerja. Guru berkeliling mengamati kerja siswa di dalam kelompok. Guru juga membantu siswa jika ada siswa yang bertanya dan belum paham tentang instruksi di dalam lembar kerja. Setelah siswa selesai mengerjakan lembar kerja, siswa diminta untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.

  Guru menunjuk perwakilan kelompok untuk maju ke depan. Guru meminta salah satu kelompok yang lain untuk memberikan tanggapan terhadap hasil kerja kelompok yang dipresentasikan di depan kelas.

  Siswa diminta untuk kembali ke tempat duduk masing- masing. Guru melakukan tanya jawab tentang hasil kerja kelompok yang sudah dikerjakan untuk menarik sebuah kesimpulan. Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa serta meluruskan kesalah pahaman. Guru meminta seluruh siswa mengerjakan soal kuis kedua untuk memperoleh hasil skor akhir siswa. Siswa diminta untuk mengumpulkan soal kuis yang sudah dikerjakan.

  c) Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir siswa dan guru bersama-sama menarik kesimpulan seluruh kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Siswa mengungkapkan perasaanya setelah melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD dalam mempelajari materi masalah sosial. Siswa terlihat antusias dan senang mengikuti pembelajaran yang diberikan guru dengan mengikuti seluruh kegiatan serta aturan-aturan pembelajaran yang disampaikan guru. Sebelum guru mengakhiri pembelajaran, guru memberikan penghargaan kepada kelompok berupa sertifikat. Guru meminta siswa untuk mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan. 2)

  Pertemuan 2 Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 April 2013 dengan alokasi waktu dua jam pelajaran, yaitu dari pukul 07.00

  WIB hingga pukul 08.10 WIB.

  a) Kegiatan Awal

  Guru memulai pembelajaran dengan doa bersama dan mengecek daftar hadir siswa. Siswa dan guru menyerukkan yel- yel yaitu “Kelas IV kita pasti bisa”. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang permasalahan sosial yang sedang terjadi di masyarakat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mempelajari jenis-jenis masalah sosial.

  b) Kegiatan Inti Guru menampilkan gambar dan video di depan menggunakan media powerpoint. Siswa diminta untuk memilih gambar yang menunjukkan permasalahan sosial. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang jenis-jenis permasalahan sosial yang sedang terjadi di masyarakat. Guru menampilkan satu video tentang pencemaran lingkungan. Guru dan siswa melakukan tanya jawab akibat dari permasalahan sosial tersebut. Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang siapa saja yang bertanggung jawab dalam menangani permasalahan sosial tersebut. Setelah presentasi kelas berakhir, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal kuis pertama untuk mendapatkan skor awal siswa.

  Siswa dibagi menjadi tujuh kelompok secara heterogen. Pembagian kelompok masih sama dengan pembagian kelompok pada pertemuan pertama. Siswa diminta untuk berpindah tempat duduk dan berkumpul kembali dengan kelompok masing-masing. Masing-masing kelompok dibagi lembar kerja untuk dipelajari dan dikerjakan bersama. Siswa diminta untuk memberikan akibat dari masing-masing permasalahan sosial serta memberikan usulan terhadap permasalahan sosial yang ada dalam lembar kerja.

  Setelah masing-masing kelompok selesai mengerjakan, guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja di depan kelas. Guru juga meminta kelompok lain untuk mendengarkan dan menunjuk beberapa kelompok untuk memberikan pendapatnya. Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil kerja siswa.

  Guru dan siswa melakukan tanya jawab untuk mengukur pemahaman siswa akan materi yang telah dipelajari. Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan kegiatan yang sudah berlangsung dan meluruskan kesalah pahaman. Siswa dibagikan soal kuis kedua dan diminta untuk mengerjakan. Soal kuis kedua digunakan untuk mendapatkan skor akhir siswa untuk mengetahui poin kemajuan siswa.

  c) Kegiatan Akhir Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan seluruh kegiatan yang berlangsung. Siswa dibagikan lembar evaluasi untuk dikerjakan bersama-sama dan dikumpulkan. Guru membagikan penghargaan kepada kelompok. Siswa merefleksikan kegiatan yang telah berlangsung. Siswa diminta untuk mempelajari kembali pelajaran yang sudah selesai. Siswa dan guru mengakhiri pembelajaran IPS.

  c.

  Observasi Hasil observasi dari pertemuan pertama yaitu kreatifitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran masih kurang terlihat. Siswa kurang mengembangkan kemampuan bertanya serta menjawab pertanyaan dari guru. Siswa masih kurang kreatif dalam menyampaikan pendapat dan usulannya saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Saat diskusi kelompok berlangsung ada beberapa siswa yang tampak diam saja. Kemudian ada siswa yang mengerjakan sendiri lembar kerja yang diberikan guru bahkan menutup-nutupinya dari siswa lain dalam satu kelompok. Siswa masih belum paham akan arti kerja dalam satu tim atau kelompok.

  Tingkat pemahaman siswa dalam menerima pembelajaran materi masalah sosial dalam pertemuan pertama mengalami kenaikkan. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan skor kemajuan siswa yang mengalami kenaikkan dari soal pertama yang diberikan sebelum pembentukkan kelompok dan soal kuis kedua yang diberikan sesudah pembentukkan kelompok. Rata-rata nilai soal kuis pertama siswa yaitu 53,10 dan rata-rata nilai soal kuis kedua siswa yaitu 64,48. Terlihat adanya kenaikkan nilai kuis siswa. Hal tersebut membuktikan bahwa siswa mampu memahami materi yang diberikan guru dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD.

  Hasil observasi dari pertemuan kedua yaitu siswa sudah mampu memberikan jawaban serta mengungkapkan pendapat serta usulan dengan baik. Siswa juga mau bertanya kepada guru saat berada di dalam kelompok. Siswa mulai menikmati kegiatan belajar dalam kelompok, ditunjukkan dengan siswa sudah mulai mau berdiskusi dan bertukar pendapat dengan siswa lain. Namun masih ada 8% anak yang diam saja dan sibuk mengobrol dengan teman lainnya.

  Pemahaman siswa dalam menerima pembelajaran materi masalah sosial pada pertemuan kedua mengalami peningkatan. Siswa mampu menerima pembelajaran dari guru dengan baik. Dibuktikan perolehan rata-rata nilai soal pertama siswa yaitu 59,65 dan nilai soal kedua siswa yaitu 70,51. Hal tersebut memperlihatkan bahwa tindakan pembelajaran yang diberikan guru dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD memberikan pengaruh yang baik dalam penerimaan materi pembelajaran bagi siswa.

  d.

  Refleksi Pada bagian refleksi ini, peneliti mengidentifikasi kesulitan atau hambatan-hambatan serta kejadian tertentu dalam penelitian siklus I.

  Kesulitan yang dihadapi peneliti yaitu saat mengkoreksi soal pertama serta soal kuis kedua untuk meneliti skor kemajuan individu. Soal kuis pertama dan soal kuis kedua yang berjumlah 10 soal isian menyulitkan peneliti untuk mengkoreksi soal sebanyak 58 lembar. Sedangkan pengkoreksian soal harus dilakukan cepat serta teliti dikarenakan untuk dasar perolehan skor kemajuan individu. Skor kemajuan individu tersebut akan digunakan sebagai acuan pemberian penghargaan kepada kelompok siswa pada akhir kegiatan pembelajaran. Sehingga alokasi waktu dalam kegiatan pembajaran di akhir tidak sesuai dengan RPP, yaitu waktu yang sudah dirancang menjadi mundur sekitar lima sampai sepuluh menit. Selain itu guru juga masih kurang persiapan dalam mempelajari RPP, sehingga pada saat pembelajaran berlangsung peneliti sering mengingatkan guru ke depan kelas mengenai beberapa langkah pembelajaran yang terlewatkan sehingga hal tersebut dapat menyita perhatian siswa saat pembelajaran berlangsung.

  Peningkatan kreatifitas siswa dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua mengalami peningkatan. Namun ada indikator yang belum tampak, yaitu ada beberapa siswa yang diam dan asyik mengobrol dengan teman satu kelompok saja ketika diskusi kelompok berlangsung. Siswa belum dapat menyatakan gagasan dan saling bertukar pendapat saat diskusi kelompok berlangsung. Pada pertemuan satu siswa masih tampak malu dan kurang percaya diri dalam menjawab pertanyaan dari guru. Namun untuk prestasi belajar siswa materi masalah sosial mengalami peningkatan dari kondisi awal ke siklus I. Peneliti merancang serta dan memodifikasi siklus berikutnya dalam penyusuanan indikator dan tujuan pembelajaran yang mengacu kepada kemampuan siswa untuk lebih kreatif dalam menjawab pertanyaan, mengungkapakan pendapat, memberikan ide dan gagasan pada materi masalah sosisal dalam siklus II.

  Masalah-masalah yang sudah dipaparkan di atas, mendorong peneliti untuk melakukan tindakan kembali dalam siklus II. Walaupun kreatifitas siswa sudah mencapai target yang dinginkan dengan adanya peningkatan kreatifitas siswa dari kondisi awal sebesar 10,65% menjadi 54,61% setelah dikenakan tindakan dalam siklus I, namun peneliti ingin memperbaiki indikator-indikator kreatifitas yang kurang tampak dalam siklus I. Peneliti akan memperbaiki permasalahan- permasalah yang terjadi dalam siklus I ke dalam siklus II. Khususnya dalam meningkatkan kreatifitas siswa saat pembelajaran berlangsung.

  Pada prinsipnya langkah-langkah pembelajaran yang diterapkan dalam siklus II sama dengan langkah-langkah pembelajaran dalam siklus I.

  Berikut ini merupakan usaha-usaha yang akan diperbaiki dalam pembelajaran siklus II: 1)

  Sebelum penelitian siklus II dimulai peneliti akan bertanya kepada guru tentang persiapan serta hal-hal yang belum dipahami saat pembelajaran berlangsung, khususnya dalam memahami perangkat pembelajaran.

2) Menjelaskan kepada siswa arti kerja kelompok.

  3) Memperbaiki lembar kerja sebagai acuan untuk mendorong siswa dalam melakukan diskusi.

  4) Peneliti meminta bantuan tambahan teman sebaya untuk mengkoreksi hasil soal kuis pertama serta soal kuis kedua agar tidak kerepotan serta menyita banyak waktu pembelajaran.

  Prestasi belajar siswa dalam memahami materi masalah sosial mengalami peningkatan daripada kondisi awal. Ditunjukkan dengan perolehan rata-rata nilai siswa saat kondisi awal yaitu sebesar 48,93 dan meningkat dalam latihan evaluasi pembelajaran siklus I yaitu sebesar 78,62. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif metode STAD.

2. Deskripsi Penelitian dan Hasil Penelitian Siklus II

  a. Perencanaan 1) Menyusun Rencana Pelaksanakan Pembelajaran (RPP)

  Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat peneliti pada prinsipnya hampir sama dengan rancangan pembelajaran pada siklus I. Namun yang membedakannya adalah indikator pembelajaran dalam siklus II yang mengacu pada pemecahan masalah, identifikasi masalah, serta memberikan usulan terhadap masalah. Berikut ini merupakan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP):

  a) Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS)

  Lembar kerja siswa disusun berdasarkan materi yang diambil peneliti yaitu tentang masalah sosial. Penyusunan lembar kerja siswa dirancang sesuai dengan indikator pembelajaran. Rancangan lembar kerja yang dibuat peneliti sama dengan rancangan lembar kerja dalam siklus I. Lembar kerja yang dibuat harus dapat mendorong kemampuan berpikir kreatif siswa serta dapat membuat siswa lebih paham dalam mempelajari materi masalah sosial.

  b) Menyusun Soal Kuis

  Penyusunan soal kuis masih sama dengan penyusunan soal kuis dalam siklus I. Peneliti masih menggunakan jenis soal isian yang berjumlah 10. Namun untuk pembuatan soal kuis didasarkan pada indikator pembelajaran siklus II. c) Menyusun Soal Evaluasi dan Kunci Jawaban

  Penyusunan soal evaluasi menggunakan jenis soal pilihan ganda yang sebelumya sudah diujikan di kelas V SDN Caturtunggal 3. Setelah soal dikoreksi, kemudian dihitung menggunakn SPSS 20 dan diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Soal Siklus II

  No. Item Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Keputusan

  1 0,148 0,436 Tidak valid 2 0,522** 0,003 Valid 3 0,517** 0,003 Valid 4 0,538** 0,002 Valid 5 0,257 0,170 Tidak valid 6 0,686** 0,000 Valid 7 -0,186 0,325 Tidak valid 8 0,150 0,428 Tidak valid 9 0,366* 0,047 Valid 10 0,438* 0,016 Valid

  11 0,366* 0,047 Valid 12 0,026 0,893 Tidak valid 13 0,487** 0,006 Valid 14 0,617** 0,000 Valid 15 -0,071 0,711 Tidak valid 16 0,375* 0,041 Valid 17 0,388 0,034 Tidak valid 18 0,208 0,270 Tidak valid 19 0,418* 0,022 Valid 20 0,083 0,665 Tidak valid 21 0,360 0,051 Tidak valid 22 0,392* 0,032 Valid 23 0,369* 0,045 Valid 24 0,282 0,131 Tidak valid 25 0,287 0,124 Tidak valid 26 0,492** 0,006 Valid 27 0,477** 0,008 Valid 28 0,341 0,065 Tidak valid 29 0,672** 0,000 Valid 30 0,071 0,709 Tidak valid

  • Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Berdasarkan data di atas, maka perolehan soal valid ditunjukkan dengan nomor item 2, 3, 4, 6, 9, 10, 11, 13, 14, 16, 19, 22, 23, 26, 27, 29. Setelah di ujikan diketahui ada 17 soal valid, kemudian dari soal valid tersebut penliti menggunakan 15 soal valid untuk latihan evaluasi di akhir siklus II. Harga

  Cronbach Alpha instrumen soal dalam siklus II sebesar 0,704

  dan dinyatakan dalam kualifikasi tinggi. Dari hasil pengolahan data menggunakan Cronbach Alpha diketahui instrumen soal tersebut reliabel dan layak digunakan untuk penelitian.

  d) Merancang Pembuatan Tim

  Pembagian tim masih sama dengan pembagian tim dalam siklus I. Pembagian tim yang sama didukung dari pernyataan Slavin (2005:163) yaitu mengubah tim setelah empat atau lima minggu melakukan pembelajaran menggunakan metode STAD kemudian tempatkan kembali para siswa ke dalam tim yang baru. Dikarenakan penelitian ini dilakukan dalam 2 minggu, maka peneliti masih membagi kelompok dalam siklus II seperti kelompok dalam siklus I. Kelompok yang dibuat didasarkan pada heterogenitas yaitu adanya campuran dari prestasi belajar siswa, jenis kelamin dan agama dalam pembentukkan kelompok siswa kelas IV. Tim yang dibuat tetap berjumlah tujuh kelompok dalam pembelajaran. e) Menyusun Penilaian

  Penilaian yang digunakan dalam siklus II ini sama dengan penilaian siklus I. Penilaian yang digunakan adalah penilaian untuk mengukur prestasi belajar siswa dalam akhir siklus II serta penilaian kuis yang ada dalam setiap pertemuan.

  f) Menyusun Penghargaan

  Penghargaan dirancang sesuai dengan pedoman Slavin dalam bab II yaitu penghargaan bagi Tim yang Baik (Good Team), Tim yang Baik Sekali (Great Team) dan Tim yang Istimewa (Super Team). Penghargaan yang diberikan berupa sertifikat yang sama dengan sertifikat dalam siklus I.

  g) Menyiapkan Media Pembelajaran

  Media pembelajaran yang digunakan dalam siklus II sama dengan media pembelajaran yang digunakan dalam siklus I yaitu menggunakan media gambar dan media video yang berkaitan dengan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

  b. Pelaksanaan 1) Pertemuan 1

  Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 3 Mei 2013 dengan alokasi waktu dua jam pelajaran, yaitu dari pukul

  08.10 WIB hingga pukul 09.20 WIB. a) Kegiatan Awal

  Sebelum memulai pembelajaran, guru mengecek daftar hadir siswa serta berdoa bersama. Siswa dan guru menyerukkan yel-yel yaitu “Kelas IV kita pasti bisa”. Guru meminta siswa untuk memberikan contoh masalah-masalah sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

  b) Kegiatan Inti

  Guru menampilkan satu video tentang permasalahan sosial terjadi di lingkungan sekitar. Siswa diminta untuk mengidentifikasi dan memberikan komentar serta pendapat terhadap permasalahan tersebut. Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. Setelah presentasi kelas berakhir, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal kuis pertama untuk mendapatkan skor awal.

  Siswa dibagi ke dalam kelompok heterogen oleh guru. Satu kelompok beranggotakan empat sampai lima siswa. Siswa memperhatikan video tentang permasalahan sosial yang ditampilkan oleh guru. Masing-masing kelompok diminta untuk mengidentifikasi serta memecahkan masalah sosial yang ada dalam video. Perwakilan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Siswa lain memperhatikan, bertanya, menyanggah, memberi pendapat dari kelompok yang sedang mempresentasikan hasil kerjanya. Guru memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.

  Guru membahas hasil kerja siswa. Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui. Guru meluruskan kesalah pahaman. Siswa diberikan soal kuis kedua oleh guru untuk memperoleh skor perkembangan kemajuan individu. Siswa diberi penghargaan dan motivasi atas tugas yang telah dikerjakan siswa.

  c) Kegiatan Akhir

  Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok. Siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah selesai dilakukan. Siswa diminta untuk mendiskripsikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat, kemudian siswa diminta untuk mengidentifikasi penyebab terjadi dan cara memecahkan permasalahan tersebut. 2)

  Pertemuan 2 Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Mei 2013 dengan alokasi waktu dua jam pelajaran, yaitu dari pukul

  07.00 WIB hingga pukul 08.10 WIB.

  a) Kegiatan Awal Kegiatan awal dimulai dengan doa bersama serta mengecek daftar hadir siswa. Siswa menyerukkan yel-yel

  “Kelas IV kita pasti bisa”. Guru meminta seluruh siswa secara bergantian menyebutkan judul pekerjaan yang telah dikerjakan mengenai permasalahan sosial yang terjadi di sekitar lingkungan tempat tinggal siswa. Guru membahas salah satu pekerjaan siswa. Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang masalah sosial yang dibahas. Siswa diminta untuk mengumpulkan pekerjaannya.

  b) Kegiatan Inti Guru menampilkan beberapa video masalah sosial menurut jenis permasalahannya. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai video yang ditampilkan. Siswa dan guru membahas isi dari masing-masing video. Guru bertanya tentang akibat serta cara menyelesaikan masalah yang ada dalam video tersebut. Setelah presentasi kelas berakhir, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal kuis pertama untuk mendapatkan skor awal.

  Siswa dibagi menjadi kelompok secara heterogen oleh guru. Pembagian kelompok masih sama dengan kelompok pada pertemuan pertama. Siswa diminta untuk berpindah tempat dan berkumpul dengan masing-masing kelompok. Setiap kelompok dibagikan lembar kerja oleh guru untuk dipelajari dan dikerjakan bersama-sama. Siswa mengidentifikasi serta memecahkan masalah sosial yang ada dalam lembar kerja siswa. Guru menunjuk perwakilan dari salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Guru meminta kelompok lain untuk memperhatikan, bertanya, menyanggah, memberi pendapat dari kelompok yang sedang mempresentasikan hasil kerjanya. Guru memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.

  Guru membahas hasil kerja siswa. Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui. Guru meluruskan kesalah pahaman. Siswa diminta menyimpulkan kegiatan yang sudah berlangsung. Siswa diberikan soal kuis kedua oleh guru untuk memperoleh skor perkembangan kemajuan individu. Siswa diberi penghargaan dan motivasi atas tugas yang telah dikerjakan siswa.

  c) Kegiatan Akhir Guru mengakhiri kegiatan dengan membimbing siswa menarik kesimpulan seluruh kegiatan yang sudah berlangsung.

  Siswa diminta untuk mengerjakan lembar evaluasi dan dikumpulkan. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok. Siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran yang sudah berlangsung.

  c. Observasi Observasi yang dilakukan dalam siklus II ini dibantu oleh teman sebaya. Pada pembelajaran di siklus II ini, indikator dan tujuan pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran berbeda dengan siklus I. Pembelajaran lebih ditekankan kepada kemampuan siswa dalam memberikan contoh masalah sosial, mengidentifikasi penyebab serta akibat masalah sosial serta memberikan ide dan pendapatnya dalam memecahkan permasalah sosial yang ada dalam masyarakat. Guru lebih banyak bertanya kepada siswa untuk meningkatkan kreatifitas siswa yang masih kurang tampak dalam siklus I. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru lebih bersifat mendorong siswanya untuk berani mengungkapkan pendapat serta gagasannya.

  Pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua pembagian kelompok masih sama dengan pertemuan sebelumnya. Kerja dalam kelompok belajar sudah berjalan dengan baik dibandingkan dengan siklus I. Hal tersebut terlihat dengan perolehan rata-rata nilai kuis siswa yang meningkat dibandingkan dengan siklus I. Pada pertemuan pertama rata-rata nilai kuis pertama siswa sebesar 63,10 meningkat sebesar 75,86 pada rata-rata nilai kuis kedua. Pada pertemuan kedua rata-rata nilai kuis pertama sebesar 64,14 meningkat sebesar 81,38 pada nilai kuis kedua. Rata-rata perolehan nilai kuis pertama siswa dalam siklus I sebesar 56,37 meningkat dalam siklus II menjadi 63,62.

  Sedangkan rata-rata perolehan nilai kuis kedua siswa dalam siklus I sebesar 67,49 meningkat dalam siklus II menjadi 78,62. Hal tersebut membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa. Diskusi dalam kelompok juga sudah terlihat berjalan baik. Siswa terlihat lebih percaya diri dan tidak malu-malu saat mengungkapkan pendapatnya khususnya antara siswa laki-laki dan perempuan. Sebelumnya ada beberapa siswa yang malu, namun lama kelamaan menjadi lebih terbiasa dan percaya diri dengan adanya kelompok belajar. Siswa sudah terlihat saling membantu di dalam kelompok untuk memahami materi pembelajaran yang diberikan dalam lembar kerja. Siswa sudah mulai paham akan arti kerja dalam kelompok. Walaupun masih ada satu dan dua siswa yang diam saja saat diskusi kelompok berlangsung. Namun siswa tersebut tetap mau mendengarkan sehingga tidak mengganggu jalannya diskusi di dalam kelompok.

  Hasil observasi dari siklus II ini yaitu adanya peningkatan kreatifitas siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil peningkatan kreatifitas siswa juga terlihat dalam peningkatan di pembelajaran pertemuan 1 ke pertemuan 2. Hal tersebut terlihat ketika siswa lebih berani dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Siswa lebih antusias untuk mencoba menjawab pertanyaan dari guru dibuktikan dengan banyaknya siswa yang mengacungkan tangan saat guru memberikan pertanyaan. Hal tersebut memperlihatkan bahwa siswa lebih percaya diri dan tidak malu-malu lagi untuk menjawabnya pertanyaan dari guru. Siswa juga lebih berani dalam mengungkapkan pendapat, tanpa harus takut salah ketika mengungkapkannya. Siswa sudah mampu menjawab dengan baik pertanyaan dari guru. Jawaban yang diberikan siswa pun sudah cukup beragam. Hal tersebut dibuktikan adanya bermacam-macam jawaban ketika guru memberikan satu pertanyaan yang sama kepada mereka. Siswa sudah mampu mengungkapkan pendapat serta usulan dengan baik setiap ada permasalahan sosial yang diberikan oleh guru. Hasil observasi pada siklus II menunjukkan bahwa meningkat dibandingan dengan siklus I.

  d. Refleksi Pada penelitian siklus II ini tidak terlalu banyak hambatan serta kesulitan. Hambatan yang ada dalam siklus I sudah diperbaiki dalam siklus II sehingga meminimalkan hambatan serta kesulitan dalam penelitian siklus II. Penelitian di dalam siklus II sudah berjalan sesuai dengan perancanaan pembelajaran, sehingga pada saat pelaksaannya penelitian berjalan lebih baik dibandingkan dengan siklus I.

  Pada siklus II, peneliti meminta tambahan bantuan teman sebaya untuk mengkoreksi soal kuis dan meneliti skor kemajuan siswa.

  Peneliti menunujuk dua orang teman sebaya untuk mengobservasi siswa dan meneliti soal kuis. Sehingga peneliti tidak kerepotan dalam menghitung skor siswa. Pada siklus II ini, guru terlihat sudah lebih paham akan jalannya pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan dengan berkurangnya kesalahan yang dilakukan guru. Pada siklus I guru sering lupa tentang kegiatan pembelajaran yang dilakukan, dalam siklus II ini terlihat guru sudah lancar dan benar dalam melakukan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Penelitian dalam siklus II ini sudah berjalan sesuai dengan rancangan yang dibuat.

  Pada siklus II ini terjadinya peningkatan serta prestasi belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan persentase kreatifitas siswa dalam siklus I sebesar 54,61% meningkat sebesar 71% pada siklus II. Prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dari rata-rata siklus I yaitu 78,62 menjadi 84,4 pada siklus II dan persentase siswa yang mencapai KKM meningkat dari siklus I yaitu 93,10% menjadi 96,55%. Data-data tersebut menunjukkan hasil yang diperoleh mengenai peningkatan serta prestasi belajar siswa sudah mencapai dan melebihi target yang ditentukkan. Dengan demikian penelitian ini dihentikan pada siklus II.

B. Pembahasan 1. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD

  Model pembelajaran kooperatif metode STAD yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari Slavin yang terdiri dari komponen utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim. Pada penelitian ini penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dilakukan pada siklus I dan siklus II dengan penerapan langkah-langkah pembelajaran yang sama di setiap pertemuannya.

  Siklus I dilakukan dalam dua pertemuan, yaitu pada tanggal 26 Mei 2013 dan pada tanggal 27 Mei 2013. Langkah-langkah pembelajaran pada pertemuan pertama dengan penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD yang diadaptasi dari Slavin yang sudah dijelaskan pada bab

  II. Kegiatan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD mulai dikenalkan kepada siswa untuk pertama kalinya. Pada pembelajaran sebelumnya guru lebih cenderung menggunakan metode ceramah. Hal tersebut dikuatkan dengan hasil wawancara dengan guru kelas

  IV yang mengatakan bahwa:

  “Kelas IV itu merupakan kelas dengan anak-anak yang susah diatur. Sebenarnya saya juga kepengen meggunakan metode pembelajaran yang lain seperti metode diskusi kelompok. Tapi anak-anak kelas IV yang suka ngeyel dan suka ribut sendiri membuat saya tidak berani menggunakan metode diskusi kelompok. Bisa-bisa anak pada ribut sendiri di dalam kelompok. Bukannya mendiskusikan pembelajaran, tapi palah mediskusikan hal-hal lain yang mengasyikkan buat mereka. Makanya saya belum pernah menerapkan metode kelompok dalam pembelajaran saya.” (hasil wawancara dengan bu Har, 6 Mei 2013)

  Saat pembelajaran dalam siklus I pertemuan 1 berlangsung, guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang arti kerja dalam tim atau kelompok. Guru menjelaskan secara rinci agar siswa paham tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan.

  Siklus II dilakukan dalam dua kali pertemuan pada tanggal 3 Mei 2013 dan 4 Mei 2013. Pada prinsipnya langkah-langkah pembelajaran dalam siklus II sama dengan langkah-langkah pembelajaran dalam siklus I. Hanya berbeda dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Siswa diminta untuk memberikan contoh, ide, gagasan, serta pendapat dalam masalah sosial. Pada siklus II ini pembelajaran IPS dengan penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD sudah berjalan dengan baik. Berikut ini merupakan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD yang dilakukan pada siklus I dan siklus II: 1.

  Kuis Pertama Guru memulai pembelajaran dengan doa dan apersepsi dilanjutkan dengan presentasi kelas. Setelah presentasi kelas berakhir, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal kuis yang pertama guna mendapatkan nilai awal. Pada siklus I pertemuan 1 soal kuis berisi tentang perbedaan masalah sosial dan masalah pribadi, serta pengertian dari permasalahan sosial. Rata-rata nilai kuis yang didapatkan siswa pada siklus I pertemuan 1 yaitu 53,1. Pada siklus I pertemuan 2 soal kuis berisi tentang jenis-jenis masalah sosial. Rata-rata nilai kuis yang didaptkan siswa pada siklus I pertemuan 1 yaitu 59,65. Pada siklus II pertemuan 1, soal kuis berisi tentang pertanyaan-pertanyaan tentang sebab dan akibat masalah sosial. Rata-rata nilai kuis yang didapatkan siswa pada siklus I pertemuan 1 yaitu 63,10. Pada siklus II pertemuan 2, soal kuis berisi tentang pertanyaan-pertanyaan tentang penanganan dari permasalahan sosial. Rata-rata nilai kuis yang didapatkan siswa pada siklus I pertemuan 1 yaitu 64,14. Hasil dari rata-rata perolehan nilai kuis pertama siswa terlihat adanya peningkatan dari setiap pertemuannya. Berikut ini merupakan gambar yang menunjukkan saat siswa mengerjakan soal kuis yang pertama:

Gambar 4.1. Siswa Mengerjakan Soal Kuis Pertama 2.

  Presentasi Kelas Pada siklus 1 pertemuan 1, guru melakukan presentasi kelas dengan menggunakan media powerpoint. Kegiatan yang dialakukan guru saat presentasi kelas yaitu menjelaskan kepada siswa dengan melakukan kegiatan tanya jawab mengenai pengertian masalah sosial, perbedaan kelas ini, siswa diminta untuk menemukan sendiri akan pengertian masalah sosial dengan dipancing pertanyaan-pertanyaan dari guru seperti “kebersihan kelas merupakan tanggung jawab siapa?” dan siswa menjawab “tanggung jawab kita”, kemudian guru bertanya “jika kelas kita kotor dan menimbulkan sarang penyakit, apa berpengaruh pada kalian?, siswa menjawab “ya dapat menimbulkan penyakit bagi kita semua”. Kemudian dari jawaban-jawaban yang diberikan siswa, guru bertanya lagi kepada siswa yaitu “apa pengertian masalah sosial menurut kalian dan siswa menjawab “masalah sosial merupakan masalah yang dirasakan oleh kita semua”. Jawaban-jawaban yang diberikan siswa menunjukkan adanya kreatifitas dalam memberikan gagasan kepada guru. Hal tersebut dikarenakan banyaknya variasi jawaban yang diberikan siswa seperti menjawab bahwa masalah sosial merupakan masalah tentang kebersihan kelas, masalah sosial merupakan masalah yang berpengaruh kepada kita semua yang berkaitan dengan penyakit, dan masalah sosial merupakan masalah yang dapat merugikan kita semua. Namun pada pertemuan kali ini ada beberapa siswa yang kurang merespon pertanyaan dari guru dikarenakan kurangnya kepercayaan diri dalam diri siswa serta rasa takut siswa jika gagasan yang diberikan salah. Pada presentasi kelas tersebut siswa diminta untuk membedakan gambar masalah sosial dan masalah pribadi, siswa diminta menunjukkan mana gambar yang termasuk masalah pribadi dan masalah sosial.

  Pada siklus I pertemuan 2, guru melakukan presentasi kelas dengan menjelaskan jenis-jenis permasalahan sosial menggunalan media

  powerpoint , siswa diminta untuk menentukkan jenis-jenis permasalahan

  sosial menurut video dan gambar yang ditampilkan oleh guru. Pada kegiatan tersebut, kreatifitas siswa dalam memberikan pendapat serta gagasan terlihat ketika guru melakukan tanya jawab denga siswa. Guru bertanya kepada siswa mengenai jenis-jenis permasalahan sosial apa saja yang ada di masyarakat, jawaban yang diberikan siswa pun beragam yaitu ada yang menjawab sampah, tindak kejahatan, perilaku tidak disiplin di jalan raya.

  Pada siklus II pertemuan 1, guru melakukan presentasi kelas menggunakan powerpoint untuk menujukkan gambar serta video mengenai permasalahan sosial. Peningkatan kreatifitas siswa tampak saat guru meminta pendapat dari siswa mengenai akibat serta sebab dari permasalahan sosial. Siswa sudah memberikan jawaban yang baik serta beragam. Contohnya saat guru bertanya tentang akibat dari tidak menjaga kebersihan. Ada beberapa variasi jawaban yang dieberikan siswa yaitu akan menimbulkan penyakit, jika membuang sampah sembarangan akan menyebabkan banjir, menimbulkan bau yang tidak sedap jika ada sampah yang menumpuk.

  Pada siklus II pertemuan 2, guru melakukan presentasi kelas menggunakan media powerpoint untuk menampilkan gambar dan video mengenai permasalahan sosial agar siswa dapat memberikan ide dalam menangani permasalahan sosial yang ditampilkan guru. Kreatifitas siswa saat presentasi kelas semakin terlihat ketika siswa dapat memberikan ide- idenya dalam memecahkan permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitar. Contoh ide yang diungkapkan siswa dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekolah yaitu selalu melakukan tugas piket, membuang sampah pada tempatnya dan selalu menyiram dengan air yang cukup setelah buang air di WC. Berikut ini merupakan salah satu gambar yang menunujukkan presentasi kelas saat penelitian berlangsung:

Gambar 4.2 Presentasi Kelas Oleh Guru

  3) Tim

  Pada siklus I pertemuan 1, guru membagi siswa ke dalam kelompok, siswa dibagi secara heterogen berdasarkan prestasi akademik, jenis kelamin dan agama. Walaupun ada beberapa kesulitan yang dinyatakan oleh guru kelas IV seperti berikut:

  “Kesulitan yang saya hadapi ketika menggunakan pembelajaran kooperatf tipe STAD yaitu pada saat pembagian kelompok berlangsung, ada siswa yang ngeyel dan tawar menawar dalam pembagian kelompok, kemudian ada beberapa siswa yang tidak jelas tentang anggota kelompoknya sehingga saya harus menuliskan di papan tulis.” (hasil wawancara dengan bu Har, 6 Mei 2013)

  Masing-masing siswa masuk ke dalam kelompoknya dan mulai bekerja di dalam kelompok. Walaupun mereka sudah masuk ke dalam masing-masing kelompok namun mereka belum paham tentang kontribusi mereka di dalam kelompok. Sehingga ada beberapa siswa yang diam saja dan ada juga yang asyik mengobrol dengan teman lain. kelompok dikarenakan ada siswa yang malu dan ada yang saling mengejek antara siswa laki-laki dan perempuan. Adanya kelompok bermain dan bergaul dengan teman akrab menyusahkan bagi mereka untuk membaur dengan teman lainnya. Sehingga pada siklus pertemuan pertama ini siswa masih harus beradaptasi dengan pembentukan kelompok untuk pertama kalinya. Hal tersebut juga diperkuat dengan pernyataan guru kelas IV sebagai berikut:

  “Kalau di pertemuan 1, siswa masih belum bisa beradaptasi dengan teman kelompoknya. Masih ada beberapa siswa yang protes. Kata siswa, kok aku nggak sama si A atau si B. Maklum namanya anak-anak pasti masih suka geng- gengan, masih suka pilih-pilih teman jadi susah kalau disuruh membaur dengan teman satu kelas. Kalau nggak dibentuk kayak gini, mesti mereka cuma mau satu kelompok sama teman akrab masing-masing.”(hasil wawancara dengan bu Har,

4 Mei 2013)

  Setelah pembagian kelompok, siswa melakukan kegiatan dalam kelompok yaitu siswa diberikan lembar kerja untuk memahami materi serta mendiskusikan masalah-masalah sosial yang ada dalam lembar kerja. Siswa diminta untuk menempel gambar serta memberikan keterangan mengenai gambar yang ditempel dalam lembar kerja. Setelah itu siswa diminta untuk memprentasikan hasil kerja kelompok.

  Kreatifitas siswa terlihat saat presentasi berlangsung yaitu adanya siswa yang memberikan tanggapan, pendapat serta gagasan, serta komentar saat ada presentasi kelompok lain.

  Pada siklus I pertemuan 2 setelah presentasi kelas selesai, siswa dibentuk kelompok seperti pertemuan pertama. Siswa diminta untuk masuk ke dalam kelompok masing-masing serta siswa diminta untuk mengerjakan serta memahami materi dalam lembar kerja yang diberikan peningkatan kreatifitas siswa dalam melakukan tanya jawab antar siswa, saling bertukar pendapat serta memberikan gagasan dalam memberikan penjelasan serta jenis masalah sosial yang pada gambar di dalam lembar kerja. Setelah siswa selesai mengerjakan lembar kerja, perwakilan kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Pada kegiatan mempresentasikan hasil kerja terlihat adanya peningkatan kreatifitas siswa yaitu ditunjukkan dengan siswa lebih lancar dalam memberikan komentar, pendapat serta gagasan. Setelah presentasi hasil kerja selesai, siswa diminta untuk mengerjakan soal kuis. Soal kuis digunakan untuk memperoleh skor akhir siswa. Saat mengerjakan soal kuis dalam bentuk isian singkat terlihat adanya peningkatan dalam memberikan jawaban berupa gagasan yang bervariasi dari siswa. Satu soal yang diberikan dapat dijawab dengan beberapa jawaban berbeda-beda dari siswa yang, misalnya saat guru meminta siswa memberikan contoh jenis-jenis masalah sosial yang ada dalam lingkungan sekitar siswa. Siswa pun ada yang menjawab pencemaran polusi udara, masalah sampah, perilaku tidak tertib, pencurian serta kebakaran.

  Setelah guru melakukan presentasi kelas, siswa dibagi ke dalam kelompok. Pembagian kelompok masih sama dengan pembagian kelompok dalam siklus I. Pada kegiatan berkelompok siswa sudah menikmati pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ini.

  Siswa sudah saling bertukar pendapat serta memberikan gagasan. Saat bekerja di dalam kelompok siswa diminta untuk memahami materi serta mengerjakan lembar kerja mengenai sebab dan akibat masalah sosial.

  Siswa sudah tampak berkontribusi dalam kerja kelompok. Walaupun ada beberapa anak yang belum berkontribusi, namun tidak mengganggu jalannya kerja kelompok. Hal tersebut diperkuat dengan pertanyaan dari guru kelas IV sebagai berikut:

  “Pada siklus II pelajaran sudah berjalan dengan baik dibandingakan dengan siklus I. Anak-anak sudah tidak ribut dan tawar-menawar tentang anggota kelompoknya. Anak-anak juga sudah terlihat mau berdiskusi dengan siswa lain. Tapi ya ada satu dan dua anak yang tidak mau bekerjasama dalam kelompok. Seperti tasya. Tasya itu anaknya egois, dia nggak mau berbagi dengan teman yang lain. Jadi kalau lembar kerja yang sudah dibagikan di dalam kelompoknya, pasti dikerjakan dia sendiri. Ya namanya anak, pasti beda-beda. Tapi dari keseluruhan ini kreatifitas dan prestasi belajar siswa sudah meningkat.” ( hasil wawancara dengan bu Har, 6 Mei 2013)

  Setelah siswa melakukan kegiatan di dalam kelompok, siswa diminta untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Sedangkan masing- masing kelompok diminta untuk memperhatikan serta memberikan komentar. Pada kegiatan presentasi hasil kerja ini tampak siswa dalam mengungkapkan komentar, memberikan gagasan serta pendapat. Setelah presentasi kelas selesai, siswa diminta untuk kembali ke tempat duduk masing-masing.

  Setelah melakukan tanya jawab, siswa diminta untuk masuk ke dalam kelompok seperti pada pertemuan pertama. Pada kegiatan kelompok siswa diminta untuk memberikan beberapa ide dalam menangani masalah sosial. Pada diskusi kelompok tampak siswa saat memberikan ide serta gagasan secara rinci dan saling bertukar pendapat. Setelah kegiatan kelompok berlangsung siswa diminta untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Pada kegiatan ini kreatifitas dalam pemberian ide, pendapat, gagasan serta komentar yang berbeda- beda sudah tampak. Berikut ini merupakan gambar yang menunjukkan kegiatan di dalam tim saat penelitian berlangsung:

Gambar 4.3 Siswa Melakukan Kegiatan dalam Tim atau Kelompok

  4) Kuis

  Pada siklus I pertemuan 1 setelah presentasi kelompok selesai, guru memberikan soal kuis kepada seluruh siswa kelas IV. Pada pengerjaan soal kuis, siswa diminta untuk kembali ke tempat duduk masing-masing serta siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu. Pada pengerjaan soal kuis pertemuan 1 ini, soal kuis berisi tentang perbedaan masalah pribadi dan sosial, serta pengertian dari masalah sosial. Setelah siswa selesai mengerjakan soal kuis, diperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 64,48. Hasil rata-rata skor kuis kedua yang diperoleh siswa, terlihat bahwa ada peningkatan antara rata-rata nilai awal siswa dengan nilai kedua siswa yaitu sebesar 11,38. Setelah siswa diberikan soal kuis, guru menutup pembelajaran dengan merefleksikan kegiatan pembelajaran yang sudah berlangsung.

  Pada siklus I pertemuan 2, setelah kegiatan di dalam tim selesai, siswa diminta untuk kembali ke tempat duduk masing-masing. Siswa dibagikan soal kuis yang kedua oleh guru. Soal kuis pada pertemuan 2 selesai mengerjakan soal kuis, diperoleh rata-rata nilai kuis yang kedua yaitu sebesar 70,51. Hasil rata-rata nilai kuis yang kedua menunjukkan adanya peningkatan dari pengerjaan soal kuis yang pertama yaitu sebesar 10,86. Setelah siswa selesai mengerjakan soal kuis, siswa bersama dengan guru menarik kesimpulan tentang pembelajaran yang telah selesai dilakukan.

  Pada siklus II pertemuan 1, guru membagikan soal kuis yang kedua kepada siswa setelah kegiatan di dalam tim selesai. Siswa diminta untuk kembali ke tempat duduk masing-masing. Soal kuis pada pertemuan 1 siklus II berisi pertanyaan tentang penyebab serta kibat dari permasalahan sosial. Saat siswa mengerjakan soal kuis, siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu teman yang lain. Setelah pengerjaan kuis selesai, diperoleh rata-rata nilai kuis kedua siswa sebesar 75,86. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai soal kuis pertama meningkat sebesar 12,76. setelah mengerjakan soal kuis yang kedua.

  Pada siklus II pertemuan 2, setelah presentasi kelas yang dilakukan oleh guru selesai, sisiwa diminta untuk kembali ke tempat duduk masing- masing. Setiap siswa dibagi soal kuis yang kedua oleh guru. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tersebut dan tidak diperkenakan untuk saling membantu. Pertanyaan dari soal kuis yang kedua berisi tentang penanganan serta memberikan ide terhadap permasalahan sosial yang ada. Setelah siswa mengerjakan soal kuis yang kedua, diperoleh hasil rata-rata nilai kuis kedua sebesar 81,38. Pada pengerjaan soal kuis kedua tampak adanya peningkatan dari pengerjaan soal kuis yang pertama yaitu sebesar 17,24. Setelah siswa selesai mengerjakan soal kuis, siswa dibimbing guru untuk menarik kesimpulan tentang pembelajaran yang sudah selesai dilakukan. Berikut ini merupakan gambar yang menujukkan kegiatan saat siswa sedang mengerjakan soal kuis yang kedua:

Gambar 4.4 Siswa Mengerjakan Soal Kuis Kedua

  5) Skor Kemajuan Individual

  Skor kemajuan individual ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa jika mereka bekerja lebih giat akan medapatkan hasil yang lebih baik daripada sebelumnya seperti perolehan nilai yang didapat pada pertemuan kedua lebih baik dibandingkan dengan nilai yang didapat pada pengerjaan soal kuis pertama. Setiap siswa dapat memberikan kontribusi yang maksimal dalam sistem skor ini. Pada dasarnya setiap siswa mengalami peningkatan perolehan nilai yang didapatkan saat mengerjakan soal kuis yang kedua. Terjadinya peningkatan perolehan nilai kuis kedua siswa dibandingkan nilai kuis yang pertama. Rincian perolehan nilai kuis pertama dan nilai kuis kedua siswa terdapat pada lampiran. Berikut ini merupakan perbandingan rata- rata nilai kuis pertama dan nilai kuis kedua yang disajiakan dalam tebel berikut ini:

Tabel 4.3 Rata-Rata Perolehan Nilai Kuis

  Siklus I Siklus II Aspek Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan

  1

  2

  1

  2 Rata-Rata Nilai Soal Kuis 53,1 59,65 63,10 64,14 Pertama

  Rata-Rata Nilai Soal Kuis 56,37 63,62

   Per Siklus Rata-Rata Nilai Sosl Kuis

  64,48 70,51 75,86 81,38 Kedua

  Rata-Rata Nilai Soal Kuis 67,49 78,62

  Kedua Per Siklus

  Berikut ini merupakan diagram peningkatan nilai rata-rata nilai awal dan nilai kuis yang diperoleh siswa dalam siklus 1 dan siklus II:

  90 81,38 75,86

  80

70,51

64,48 64,14 70 63,1

  59,65 60 53,1

  50

  40

  30

  20

  10 Siklus 1 Siklus 1 Siklus 2 Siklus 2 (Pertemuan 1) (Pertemuan 2) (Pertemuan 1) (Pertemuan 2) Rata-Rata Nilai Awal Rata-Rata Nilai Kuis

Gambar 4.5 Peningkatan Rata-Rata Nilai Kuis

  Data-data tersebut memperilhatkan bahwa pembelajaran IPS materi masalah sosial menggunakan model pembelajaran STAD di kelas IV dibandingkan dengan rata-rata nilai awal pada setiap pertemuan di dalam siklus. Pada siklus I terjadi peningkatan yaitu dari rata-rata skor awal sebesar 56,37 meningkat menjadi 67,49 pada rata-rata nilai kuis. Pada siklus juga II terjadi peningkatan yaitu dari rata-rata skor awal sebesar 63,62 meningkat menjadi 78,82 pada rata-rata nilai kuis rata-rata nilai awal dan nilai kuis dibandingkan dengan siklus I. Data-data tersebut menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai awal dan rata-rata nilai kuis dalam siklus II dinadingkan dengan siklus I. Peningkatan rata-rata nilai awal siswa pada siklus I sebsesar 56,37 meningkat menjadi 63,62 dalam siklus II. Peningkatan rata-rata nilai kuis siswa pada siklus I sebsesar 67,49 meningkat menjadi 78,82 dalam siklus II. Skor dalam nilai awal dan nilai kuis yang didapatkan siswa akan dijadikan patokan untuk menghitung poin kemajuan siswa. Setelah didapatkan poin kemajuan siswa, hasil tersebut diolah sebagai dasar pemberian penghargaan menurut kriteria penghargaan yang sudah dijelaskan dalam

  bab II. Kesimpulan dari data-data tersebut yaitu membuktikkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat membantu siswa dalam memahami materi masalah sosial pada setiap pertemuan.

  6) Rekognisi Tim

  Pada kegiatan ini tim akan mendapatkan sebuah sertifikat apabila skor rata-rata yang diperoleh kelompok mencapai kriteria yang sudah dijelaskan pada bab II. Adapun rincian skor yang diperoleh siswa dapat dilihat pada lampiran. Sertifikat yang diberikan siswa berupa penghargaan Super Team, penghargaan Great Team dan penghargaan

  Good Team . Setiap kelompok akan mendapatkan penghargaan menurut

  skor kelompok yang didapat. Pengahargaan Super Team diberikan kepada siswa yang memperoleh skor tertinggi yaitu skor yang diperoleh memiliki rentang skor 21 hingga 30. Pengahargaan Great Team diberikan kepada siswa yang memperoleh skor tertinggi kedua yaitu skor yang diperoleh memiliki rentang skor 16 hingga 20. Pengahargaan Good

  Team diberikan kepada siswa yang memperoleh skor tertinggi ketiga

  yaitu skor yang diperoleh memiliki rentang skor 21 hingga 30. Rata-rata skor diperoleh dari skor kemajuan setiap siswa saat pengerjaan soal kuis yang pertama dan kedua. Berikut ini merupakan kegiatan dari rekognisi tim yaitu pemberian penghargaan kepada kelompok yang mendapatkan rata-rata skor tertinggi:

Gambar 4.6 Siswa Mendapat Penghargaan Tim atau Kelompok

2. Peningkatan Kreatifitas

  Kreatifitas siswa diukur menggunakan lembar pengamatan. Aspek yang digunakan dalam lembar pengamatan diambil dari ciri-ciri kreatifitas menurut Guilford dalam Munandar (2009:65). Peneliti mengukur kreatifitas siswa dengan cara mengamati seluruh kegiatan siswa saat proses pembelajaran menggunakan lembar pengamatan. Lembar pengamatan disusun berdasarkan dengan ciri-ciri kreatifitas. Adapun ciri-ciri kreatifitas yang diamati yaitu aspek kelancaran berpikir, keluwesan berpikir, perincian dan keaslian. Setelah observasi dilakukan pada siklus I dan siklus II, tampak bahwa adanya peningkatan siswa dibandingkan dengan kondisi awal.

  Kreatifitas siswa saat pembelajaran mengalami peningkatan dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif metode STAD. Hal tersebut tampak dari kegiatan-kegiatan pembelajaran siklus I yaitu adanya tanya jawab dengan guru. Walaupun pada awalnya siswa masih malu-malu dan takut untuk menjawab pertanyaan dari guru, namun lama-kelamaan siswa berani menjawab pertanyaan dari guru. Pada siklus I ini, siswa masih belum terbiasa untuk melakukan diskusi dengan teman kelompok. Sehingga masih ada siswa yang diam saja dan asyik mengobrol dengan teman lain. Siswa masih kurang memahami tentang arti serta tenggungjawab kelompok. Siswa harus melakukan adaptasi dengan teman satu kelompok agar tidak merasa canggung dan malu-malu. Namun sudah ada lima kelompok dari tujuh kelompok yang melakukan pembelajaran kelompok dengan baik. Siswa mulai melakukan tanya jawab, berdiskusi dan saling bertukar pendapat di dalam kelompoknya.

  Pada siklus I pertemuan 1 belum tampak kreatifitas siswa saat pembelajaran. Siswa masih diam ketika guru bertanya, walaupun sudah ada beberapa siswa yang mau bertanya dalam forum umum. Kraetifitas siswa lebih terlihat ketika diadakan pembelajaran dalam kelompok. Siswa mau melakukan tanya jawab ketika diskusi kelompok berlangsung. Pada saat presentasi kelas berlangsung, guru lebih sering melontarkan pertanyaan- pertanyaan kepada siswa. Pada awalnya pada pertemuan 1 siklus I, siswa terlihat malu-malu dan kurang percaya diri ketika akan menjawab pertanyaan dari guru dibuktikan dengan sedikitnya siswa yang mau menjawab pertanyaan dari guru.

  Saat pembelajaran di siklus I pertemuan 2, siswa sudah mulai tampak kreatif serta antusias dalam menjawab pertanyaan dari guru. Hal tersebut dibuktikkan dengan banyaknya siswa yang mengacungkan tangan sebelum menjawab pertanyaan dari guru. Jawaban siswa juga lebih beragam saat menjawab pertanyaan dari guru. Hal tersebut dibuktikan pada saat siswa mendefinisikan pengertian masalah sosial yaitu ada siswa yang menjawab masalah sosial merupakan masalah dalam lingkungan masyarakat, ada juga yang menjawab bahwa masalah sosial merupakan masalah yang berkaitan dengan penyakit, selain itu ada salah satu siswa yang mengemukakan bahwa masalah sosial merupakan masalah yang harus dipecahkan bersama-sama, dan ada siswa yang mendefinisikan bahwa masalah sosial merupakan masalah tentang kebersihan sekolah yang merupakan tanggungjawab seluruh warga sekolah. Sikap percaya diri siswa dalam menjawab pertanyaan dari guru pun juga tampak meningkat dari siklus I ke siklus II dengan banyaknya siswa yang mau menjawab dan mengungkapkan pendapat saat pembelajaran berlangsung.

  Pada siklus II, kreatifitas siswa mengalami kenaikkan dibandingakan dengan siklus I. Variasi guru dalam melakukan tanya jawab melatih pikiran siswa dalam mengemukakan pendapat serta ide. Hal tersebut dibuktikkan dengan salah satu pertanyaan dari guru yaitu siswa diminta untuk menemukan sebab dan akibat dari salah satu permasalahan sosial, siswa diminta untuk memecahkan permasalahan masalah sosial dan siswa diminta untuk memberikan salah satu contoh masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar siswa. Selain itu, kegiatan di dalam kelompok juga sudah berjalan dengan baik. Hal tersebut tampak dengan siswa yang mau melakukan tanya jawab serta bertukar pendapat di dalam kelompok. Siswa sudah terlihat menikmati dan beradaptasi dengan kerja di dalam kelompok.

  Siswa sudah tidak malu-malu dan lebih percaya diri dengan teman satu kelompoknya. Pada saat kegiatan kelompok berlangsung sudah tampak tidak ada siswa yang saling mengejek. Siswa sudah lebih baik dalam berkontribusi dalam kelompok dibandingkan siklus II. Hal tersebut terlihat saat pembelajaran kelompok berlangung, siswa sudah mau menyatakan pendapat di dalam kelompok dan terlihat adanya kegiatan tanya jawab di dalam kelompok. Siswa juga sudah mau mengerjakan bersama-sama lembar kerja yang diberikan oleh guru. Walaupun masih ada satu kelompok yang salah satu anggotanya tidak mau mengerjakan bersama-sama namun dikerjakan sendirian. Tetapi pada keseluruhanya hal tersebut tidak menghambat kreatifitas siswa saat pembelajaran berlangsung.

  Berikut ini merupakan data-data tingkat kreatifitas siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta pada saat kondisi awal, siklus I dan siklus

  II:

Tabel 4.4 Data Kreatifitas Kondisi Awal, Siklus I, Siklus II

  Kondisi Siklus 1 Siklus 2 No Indikator Awal (%) (%) (%) Mengajukan pertanyaan dalam forum umum

  7

  38

  55 1. atau kelas kepada guru 2. Mengajukan pertanyaan dalam kelompok.

  69

  82 Siswa dapat mengajukan minimal satu

  10

  59

  59 3. pertanyaan sesuai dengan pembelajaran yang sedang berlangsung. Siswa dapat menjawab dengan baik 4.

  34

  69

  79 pertanyaaan dari guru. Mencoba memberikan gagasan atau usul 5.

  21

  51

  82 dengan mengacungkan tangan terlebih dahulu Memberikan usulan dan gagasan terhadap 6.

  7

  45

  65 masalah yang disajikan guru Menyatakan pendapat dalam forum umum 7.

  7

  55

  82 atau kelas

8. Menyatakan pendapat dalam forum kelompok

  79

  89 Siswa dapat berpendapat secara jelas dan 9. dapat dipahami sesuai dengan pembelajaran

  3

  59

  82 yang berlangsung

10. Siswa mampu menanggapi pendapat teman.

  52

  62 Siswa dapat memberikan komentar saat ada

  45

  65 11. presentasi kelompok. Siswa dapat memberikan gagasan dan

  27

  38

  55 12. pendapat akibat dari sebuah permasalahan Siswa mempunyai lebih dari 1 gagasan dan

  13. pendapat yang bervariasi dari teman yang lain

  14

  41

  62 dalam menyikapi suatu masalah. Siswa dapat mengungkapkan pendapat dalam

  7

  24

  65 14. memecahkan suatu masalah dengan cara yang berbeda di dalam buku. Siswa mempunyai pendapat sendiri tanpa

  10

  48

  76 15. terpengaruh dari siswa lain. Siswa dapat mengungkapkan pendapat yang

  76

  76 16. berbeda dengan siswa lain dalam diskusi kelompok. Siswa dapat memberikan gagasan dan usulan

  7

  49

  65 17. secara rinci terhadap masalah yang ditampilkan oleh guru. Siswa mempunyai pendapat dalam

  27

  65

  76 18. memecahkan suatu masalah dengan cara yang berbeda dengan siswa lain.

  Rata-Rata 10,65 54,61

  71 Berdasarkan 18 indikator tersebut tampak yang terlihat meningkat secara signifikan dalam siklus I dan siklus II yaitu indikator mengajukan pertanyaan dalam kelompok, mengungkapkan pendapat dalam diskusi kelompok dan mempunyai pendapat sendiri tanpa terpengaruh orang lain.

  Hal tersebut dikarenakan pada pembelajaran sebelumnya guru hanya menggunakan metode ceramah, sehingga saat menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD terlihat sekali peningkatan saat diskusi kelompok berlangsung yaitu adanya kegiatan saling bertukar pendapat serta tanya jawab di dalam kelompok. Siswa sudah dapat memberikan jawaban yang bervariasi terlihat ketika guru bertanya mengenai permasalahan tentang rusak atau uruknya fasilitas umum yang ada dalam lingkungan sekitar siswa. Jawaban siswa pun bermacam-macam yaitu dengan menjaga fasilitas umum, merawat fasilitas umum, menyiram dengan air setelah buang air. Siswa juga sudah dapat berkomentar saat diskusi kelompok. Siswa tampak lebih percaya diri dalam memberikan komentarnya. Siswa juga sudah mulai banyak berpendapat serta memberikan ide saat diberikan sebuah permasalahan sosial yang harus dipecahkan.

  Berdasarkan 18 indikator tersebut yang tidak meningkat sama sekali pada siklus I dan siklus II yaitu siswa dapat mengungkapkan pendapat yang berbeda dengan siswa lain dalam diskusi kelompok, namun pada kondisi awal ke dalam siklus I indikator tersebut meningkat dengan signifikan yaitu dari 0% meningkat menjadi 76%. Pada kondisi awal guru tidak pernah peningkatan pada siklus I dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif metode STAD. Pada diskusi kelompok berlangsung dalam siklus I dan siklus II siswa sudah dapat mengungkapkan pendapat yang berbeda dengan siswa lain. Walaupun tidak ada peningkatan dari siklus I ke dalam siklus II.

  Pada dasarnya hampir dari ke 18 indikator tersebut sudah terjadi peningkatan siswa dari kondisi awal meningkat ke dalam siklus I dan siklus II.

  Berdasarkan data di atas, persentase tingkat siswa sebelum diadakan tindakan sebesar 10,65%. Kemudian setelah diadakan tindakan siklus I meningkat sebesar 54,61%. Kemudian pada akhir siklus II meningkat menjadi 71%. Hal tersebut menandakan adanya peningkatan siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 16,39%. Berikut ini merupakan data ketercapaian tingkat siswa yang disajikan dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.5 Data Ketercapaian Tingkat Kreatifitas Siswa

  Keadaan Siklus I Siklus II Peubah Indikator Awal Target Capaian Target Capaian

  Siswa Persentase Siswa 10,65% 45% 54,61% 60% 71%

  Berikut ini diagram batang yang menunjukkan peningkatan kreatifitas siswa saat kondisi awal, siklus I dan siklus II:

  80,00% 71% 70,00%

  54,61% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00%

  10,65% 10,00% 0,00% Kondisi Awal Siklus I Siklus II

  Kreatifitas Siswa

Gambar 4.7 Peningkatan Kreatifitas Siswa

  Data persentase tersebut merupakan hasil dari seluruh indikator per item. Frekuensi dari perolehan data kreatifitas di atas disajikan dalam lampiran. Berdasarkan data yang disajikan, menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Hal tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan wali kelas IV yang menyatakan bahwa:

  “Saya merasa adanya peningkatan kreatifitas siswa dari siklus I ke siklus II dengan diterapkannya model pembelajarn kooperatif metode STAD dalam pelajaran saya. Siswa lebih berani dan percaya diri saat saya bertanya kepada mereka. Terlihat juga antusias siswa saat menjawab pertanyaan dari saya, bahkan mereka sampai rebutan untuk menjawab. Siswa terlihat sudah mau berpendapat dan memberikan gagasan dalam kelompok. Walaupun masih ada satu dan dua siswa yang diam dan ngobrol sendiri. Namanya juga anak-anak kelas IV. Terus siswa juga mulai mau berpendapat. Memberi ide saat saya bertanya mengenai pemecahan dalam menangani masalah sosial. Menurut dalam pembelajaran menggunakan STAD ini sudah bagus dibandingkan dengan pembelajaran-

pembelaran biasanya.”(hasil wawancara dengan bu Har, 6 Mei 2013 )

  Kesimpulannya model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatakan kreatifitas siswa di sekolah. Dibuktikan dengan peningkatan kreatifitas siswa saat kondisi awal sebelum diberikan tindakan dan kondisi dalam siklus I dan siklus II setelah diberikan tindakan dari data-data yang sudah disajikan tersebut. Slavin (2005:153) mengungkapkan bahwa kegiatan pembelajaran dalam STAD, guru lebih menekankan kepada siswa untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, menemukan konsep-konsep baru, serta meminta siswa untuk mengerjakan satu atau dua persoalan. Kegiatan- kegiatan pembelajaran yang ditekankan Slavin dalam model pembelajaran kooperatif metode STAD ini merupakan ciri-ciri dari kreatifitas siswa dalam Munandar (2009:71) yaitu memilki rasa ingin tahu yang luas dan mendalam, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, mampu melihat suatu masalah dari berbagai segi atau sudut pandang dan orisinal dalam ungkapan gagasan dan dalam pemecahan masalah. Jadi, model pembelajaran kooperatif metode STAD dalam pembelajarannya juga menekankan siswa untuk meningkatkan kreatifitasnya.

3. Peningkatan Prestasi Belajar

  Prestasi belajar siswa diukur menggunakan soal tes evaluasi yang diberikan oleh guru. Tes evaluasi diberikan pada akhir siklus I pertemuan 2 dan akhir siklus II pertemuan 2. Siswa diminta mengerjakan soal evaluasi yang berjumlah 15 soal. Soal evaluasi yang dikerjakan siswa berupa tes pilihan ganda.

  Setelah soal evaluasi dikerjakan oleh siswa dan dikoreksi maka diperoleh hasil prestasi belajar siswa dalam siklus I dan siklus II. SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta menentukkan KKM mata pelajaran IPS sebesar

  60. Perolehan hasil prestasi belajar kondisi awal diperoleh dari data nilai siswa tahun pelajaran 2010/2011 dan data nilai siswa tahun pelajaran 2011/2012. Berikut ini merupakan hasil rata-rata kondisi awal, siklus I dan siklus II disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.6 Data Prestasi Belajar Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II No.

  86

24. 835 RMD 100 100

25. 844 RGI

  86 18. 818 LAT

  80

  93 19. 819 MAH

  93

  93 20. 821 MES

  93

  90 21. 822 MHD

  60

  86 22. 832 UDA

  93

  76 23. 833

  VEN

  86

  83

  80 17. 816 JIB

  93 26. 845 FRI

  73

  93

  27. YOS

  53

  60

  28. GTA 93 100

  29. NOV

  80

  93 Nilai Tertinggi 90 100 Nilai Terendah

  53

  53 Jumlah 2280 2447 Rata-Rata 48,93 78,62 84,4 Jumlah Siswa yang Mencapai KKM

  11

  27

  66

  83

  No. Induk Siswa Nama Siswa Prestasi Belajar Siswa Kondisi Awal Siklus I Siklus II 1. 693 HER

  83

  48,93

  53

  53 2. 767

  IBN

  73

  73 3. 779 RAD

  76

  70 4. 761 AJT

  60

  66 5. 766 FIR

  86

  83 6. 801 ALD

  80

  80 7. 802 ANG 93 100 8. 804 ARF

  80 9. 805 ARL

  86 16. 815 JAS

  76

  86 10. 807 BMA

  80

  86 11. 809 DEV

  66

  93 12. 810 ETA

  73

  86 13. 811 FRH

  93

  93 14. 813 HRL

  66

  83 15. 814

  ISB

  86

  28 Persentase Siswa yang Mencapai KKM 35,06% 93,10% 96,55% Sedangkan rangkuman hasil peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.7 Data Ketercapaian Prestasi Belajar Siswa

  20

  80

  70

  60

  50

  40

  30

  10

  Peubah Indikator Keadaan Awal Siklus I Siklus II Target Capaian Target Capaian

  48,08

78,62

84,4

  Berikut ini merupakan hasil pencapaian peningkatan nilai KKM siswa

Gambar 4.8 Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

  35,06% 80% 93,10% 90% 96,55% Berikut ini merupakan hasil peningkatan prestasi belajar siswa yang disajikan dalam diagram batang:

  Persentase jumlah siswa yang mencapai nilai KKM

  Nilai rata- rata kelas 48,93 70 78,62 80 84,4

  Prestasi Belajar Siswa

  90 100 Kondisi Awal Siklus I Siklus II Nilai Rata-rata

  96,55% 93,10% 100,00% 90,00%

  80,00% 70,00% 60,00% 50,00%

  35,06% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00%

  Kondisi Awal Siklus I Siklus II Capaian KKM

Gambar 4.9 Peningkatan Capaian KKM

  Peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas pada kondisi awal yaitu 48,93 meningkat setelah dilakukan tindakan dalam siklus I yaitu sebesar 78,62. Peningkatan nilai juga tampak dalam siklus II yaitu sebesar 84,4 dibandingkan dengan nilai rata-rata dalam siklus I. Sedangkan persentase siswa yang mencapai KKM juga mengalami peningkatan dalam siklus I dibandingkan dengan kondisi awal sebesar 35,06% kemudian meningkat secara signifikan sebesar 93,54%. Peningkatakan pencapaian KKM siswa juga terlihat dalam siklus II yaitu sebesar 96,77% dibandingkan dengan siklus I.

  Dari kondisi awal prestasi belajar siswa terjadi peningkatan sebesar 60,09% setelah dilakukan tindakan di siklus I dan siklus II. Namun dalam penelitian yang dilakukan masih ada 2 orang siswa yang belum mencapai nilai KKM dan tidak ada peningkatan dari 1 siswa yang sama. Satu siswa yang bernama Yossi tidak dapat mencapai KKM di siklus I dikarenakan berdiskusi saat kerja dalam kelompok berlangsung. Sedangkan, satu siswa yang lain yang bernama Heri tidak dapat mencapai nilai KKM dalam siklus I dan siklus II. Hal tersebut dikarenakan 1 anak yang dikenai tindakan tidak dapat membaca dan menulis. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan dari guru kelas IV sebagai berikut :

  “Menurut saya kalau si Heri belum mencapai KKM karena dia tidak bisa baca dan menulis. Selain itu, Heri sudah tinggal di kelas IV selama 2 tahun. Karena memang dia belum bisa baca dan menulis sampai sekaranag. Kalau dia mengerjakan soal isian atau essay, dia ngisinya cuma ngawur. Bahkan tulisannya bukan berupa kalimat dan nggak bisa dibaca. Tapi kalau soal pilihan ganda, dia sering bejo jika menjawab soal. Padahal ya cuma asal nyilang aja. Sedangkan Yosi tu anaknya suka sibuk sendiri, tapi sibuknya sibuk ramai dan nganggu teman yang lain. Dia juga jarang memperhatikan pembelajaran, makanya dia tidak bisa mengerjakan soal evaluasi.” (hasil wawancara dengan bu Har, 6 Mei 2013)

  Kesimpulan dari data di atas prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal sebelum dilakukan tindakan dan meningkat dalam siklus I setelah dilakukan tindakan dan lebih meningkat lagi dalam siklus II. Kondisi awal rata-rata nilai siswa yaitu sebesar 48,93 dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM yaitu sebesar 35,06%. Setelah dilakukan tindakan dalam siklus I, rata-rata nilai siswa menjadi meningkat sebesar 78,62 dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 93,54 %. Kemudian terjadi peningkatan di siklus II dibandingkan dengan siklus I yaitu rata-rata nilai siswa menjadi 84,4 dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 96,77% . Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan

  pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.

  Penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD dalam upaya meningkatkan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal

  3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari dua siklus. Langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif metode STAD dilakukan pada siklus I dan siklus II. Langkah-langkah kegiatan yang ada dalam model pembelajaran kooperatif metode STAD terdiri dari kompenen utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim. Penjabaran dari langkah-langkah tersebut yaitu sebagai berikut: (1) presentasi kelas merupakan kegiatan dimana guru menyampaikan materi pembelajaran untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa; (2) tim merupakan kegiatan pembentukan kelompok yang beranggotakan empat sampai lima siswa secara heterogen yaitu memadukan antara prestasi akademis siswa, jenis kelamin dan agama agar seluruh anggota tim dapat belajar dengan baik; (3) kuis merupakan kegiatan dalam model pembelajaran kooperatif metode STAD yang diberikan kepada siswa guna memproleh skor awal dan skor akhir masing-masing siswa; (4) skor kemajuan individu digunakan untuk melihat perkembangan masing- masing siswa setelah mendapatkan skor awal dan skor akhir; (5) rekognisi tim merupakan kegiatan dimana tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu.

  2. Model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan kreatifitas siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan kreatifitas siswa dari kondisi awal sebesar 10,65% meningkat sebesar 54,61% setelah diberikan tindakan dalam siklus I. Rata-rata peningkatan kreatifitas siswa dari kondisi awal ke dalam siklus I meningkat sebesar 33,96%. Peningkatan kreatifitas siswa juga tampak pada siklus II yaitu sebesar 71%. Rata-rata peningkatan kreatifitas siswa dari siklus I ke dalam siklus II meningkat sebesar 16,39%.

  3. Model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya prestasi belajar siswa dan meningkatnya siswa yang mencapai KKM. Rata-rata nilai kondisi awal siswa adalah 48,93 meningkat sebesar 78,62. Sedangkan perolehan persentase siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 35,06% meningkat sebesar 93,10%. Peningkatan prestasi belajar dalam siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 84,4 dibandingkan dengan prestasi belajar siswa dalam siklus I. Peningkatan dalam perolehan persentase siswa yang mencapai KKM juga mengalami peningkatan yaitu sebesar 96,55% dibandingkan dengan siklus I.

B. Saran

  Berkaitan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti, beberapa saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:

  1. Bagi peneliti selanjutnya adanya penghitungan skor kuis awal dan soal kuis kedua yang rumit akan membutuhkan waktu yang banyak. Sehingga agar pengkoreksian soal kuis cepat selesai dibutuhkan bantuan dari orang lain untuk membantu meneliti dan menghitung skor kuis yang akan digunakan sebagai data dasar penghargaan kelompok di akhir pembelajaran.

  2. Bagi guru sebaiknya lebih memahami penggunaan model pembelajaran kooperatif metode STAD mengingat saat pembelajaran berlangsung guru sering melakukan kesalahan dengan melupakan langkah-langkah kegiatan dalam pembelajaran menggunakan metode STAD khususnya dalam memberikan soal kuis yang pertama yang digunakan sebagai perolehan skor awal siswa. Guru juga harus selalu memberitahukan kepada siswa tentang skor kemajuan yang didapat. Sehingga siswa lebih termotivasi untuk bekerja lebih baik dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya. Selain itu, guru harus menekankan apa arti bekerja dalam satu tim dalam menggunakan metode STAD dikarenakan kurangnya pemahaman siswa untuk bekerja dalam kelompok ditunjukkan dengan beberapa siswa yang sering diam saja dan bergurau dengan teman lain saat diskusi kelompok berlangsung. Sehingga diharapkan setiap anggota tim mempunyai kesadaran akan kontribusi serta tanggungjawab dalam perolehan skor kemajuan kelompok.

  

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Reni dan Hawadi. 2006. Akselerasi. Jakarta: PT Grasindo Anggota Ikapi.

  Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

  Jakarta: PT Rineka Cipta Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

  Jakarta: PT Rineka Cipta Azwar, Saifuddin. 2008. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

  Bukit, Servita. 2013. Meningkatkan Kreatifitas Belajar Siswa Pada Mata

Pelajaran IPS dengan Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe STAD di Kelas V SDN 105309 Sibolangit T.A 2012/2013.

   diakses pada tanggal 28 Juni 2013 pukul 09.05 WIB.

  Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

  Habsari, Sri. 2005. Bimbingan dan Konseling SMA untuk kelas XI. Jakarta: Grasindo Hanafiah, Nanang dan Cucu, Suhana. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran.

  Bandung : PT Refika. Johnson, LouAnne. 2005. Pengajaran Kreatif dan Menarik: Cara

  Membangkitkan Minat Siswa melalui Pemikiran . San Fransisco: Wiley Imprint.

  Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai

  Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.

  Yogyakarta : Kanisius. Masyhuri, Abu Ali. 2013. “Peningkatan Hasil Belajar Belajar IPA melalui pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD.

  

  

diakses pada tanggal 2 Juli 2013 pukul 09.00.

  Munandar, Utami. 2004. Pengembangan Kreatifitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

  Munandar, Utami. 2009. Pengembangan Kreatifitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

  Musrofi, M. 2008. Creative Manager Creative Entrepreneur 93 Teknik Kreatif

  otak kanan dan Otak kiri. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

  Olia, Femi. 2011. Tools For Study Skills Teknik Ujian Efektif. Jakarta: PT Elex Media Kumputindo.

  Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru . Jakarta: PT Raja Grafindo.

  S, Margono. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung:

  Nusa Media Sujiono, Yuliana Nuraini dan Bambang, Sujiono. 2010. Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: PT Indeks.

  Solihatin, Etin dan Raharjo. 2008. Cooperative Learning Analisis Model

  Sulistyorini, dkk. 2006. Warna Warni Kecerdasan Anak dan Pendampingnya.

  Yogyakarta: Kanisius. Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  Supriya. 2009. Pendidikan IPS. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Surapranata, Sumarna. 2009. Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi

  Hasil Tes Implementasi Kurikulum 2004 . Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Masmedia Buana Pustaka.

  Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Taniredja, Tukiran, dkk. 2011. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Bandung: Alfabeta.

  Tim Penyusun. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa. Tran, Van Dat. 2013. Effects of Student Teams Achievement Division (STAD) on

  Academic Achievement, and Attitudes of Grade 9th Secondary School Students towards Mathematics. diakses pada

  tanggal 7 Mei 2013 pukul 09.00.

  

LAMPIRAN

  Lampiran 1

  Lampiran 2

  Menyebutkan jenis-jenis permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.

  Pedoman Penentuan Nilai Akhir

  2. Afektif a.

  Bekerjasama dengan teman sekelompok dalam membedakan masalah sosial dan masalah pribadi.

  3. Psikomotorik a.

  Menempel gambar

  1. Jenis

  Teknik

  2 x 35menit

  • Tes 2.

  d.

  1. Sadiman, I.S. 2008.

  Ilmu Pengetahu- an Sosial SD/MI 4 .Jakarta: Depdiknas.

  2. Hisnu, P Tantya dan Winardi.

  Ilmu Pengeta- huan Sosial:4 SD/MI Kelas IV.

  Jakarta: Depdiknas

  3. Gambar Lampiran 3

  Menyebutkan perbedaan antara masalah sosial dan masalah pribadi.

  2. Siswa diminta untuk memilih gambar masalah sosial

  2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi,dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi

  Menjelaskan pengertian permasalahan sosial.

  b.

  Menyebutkan ciri-ciri masalah sosial.

  Kognitif a.

  

SILABUS SIKLUS 1

  Satuan Pendidikan : SDN Caturtunggal 3 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) Kelas/ Semester : IV/ 2

  Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

  c.

  1. Guru menampilkan beberapa gambar dan video tentang masalah sosial dan masalah pribadi

  Permasalahan Sosial mengenai pengertian permasalahan sosial, ciri-ciri masalah sosial, perbedaan masalah sosial dengan masalah pribadi.

  2.4 Mengenal permasala- han sosial di daerahnya

  • Lisan - Tertulis 3.

  3. Siswa diminta untuk menemukan perbedaan antara masalah sosial dan masalah pribadi menurut gambar yang disajikan.

4. Siswa mengerjakan soal kuis pertama.

  5. Siswa dibagi 4 sampai 5 kelompok secara heterogen dan lembar kerja 6. Siswa mengerjakan lembar kerja di dalam kelompok.

  7. Perwakilan

kelompok

mempresentasikan hasil kerja 1.

  3. Gambar dan video tentang jenis-jenis masalah

  Menjelaskan jenis-jenis masalah sosial di masyarakat.

  Jakarta: Depdiknas.

  Ilmu Pengetahu- an Sosial:4 SD/MI Kelas IV.

  2. Hisnu, P Tantya dan Winardi.

  Ilmu Pengetahu- an Sosial SD/MI 4 .Jakarta: Depdiknas.

  1. Sadiman, I.S. 2008.

  2x 35menit

  Pedoman Penentuan Nilai Akhir

  Teknik

  1. Jenis

  3. Psikomotorik Mempresentasikan hasil diskusi mengenai

permasalahan sosial.

  2. Afektif Bekerjasama dengan teman sekelompok dalam mengidentifikasi masalah sosial yang sedang terjadi di masyarakat.

  

Mengidentifikasi

masalah sosial yang sedang terjadi di masyarakat.

  b.

  1. Kognitif a.

  • Lisan - Tertulis 3.

  7. Perwakilan siswa presentasi dan siswa lain memperhatikan, bertanya, menyanggah, memberi pendapat dari kelompok yang sedang mempresentasikan hasil

  6. Masing-masing kelompok diminta untuk mengerjakan lembar kerja.

  5. Siswa dibagi kelompok dan masing-masing kelompok diberi lembar kerja oleh guru.

  4. Siswa mengerjakan soal kuis kedua.

  3. Siswa diminta untuk mengidentifikasai permasalahan sosial menurut gambar yang disajikan.

  2. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang permasalahan yang disajikan.

  1. Guru menampilkan gambar dan video masalah sosial.

  4. Video tentang masalah sosial

  Mempresentasikan hasil diskusi mengenai permasalahan sosial. mengenai masalah sosial dan pribadi

  b.

  10. Siswa diberi penghargaan kelompok dan motivasi hasil kerja siswa. tentang masalah sosial dan masalah pribadi.

  9. Siswa diminta untuk mengerjakan soal kuis kedua.

  8. Guru memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.

  kelompoknya.

  • Tes 2.
kerjanya. sosial 8.

  Guru memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. 9. diminta untuk Siswa mengerjakan soal kuis kedua.

10. Siswa mengerjakan lembar evaluasi dan dikumpulkan.

  11. diberi penghargaan Siswa kelompok.

  SILABUS SIKLUS II Lampiran 4

  Satuan Pendidikan : SDN Caturtunggal 3 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) Kelas/ Semester : IV/ 2

  Standar Kompetensi Alokasi Sumber Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Kompetensi Dasar

  Waktu Belajar

2.4 Permasalahan 1.

  1. 1. 2 x 1.

  SK : 2.

  Guru meminta seluruh siswa Kognitif Jenis Sadiman, Mengenal Sosial secara bergantian menyebutkan - a. 35menit I.S. 2008.

  Memberikan contoh Tes

  Mengenal

  mengenai judul pekerjaan yang telah tentang Ilmu permasala-

  sumber daya

  pengertian dikerjakan. permasalahan sosial

  2. Pengetahu- Teknik han sosial di

  alam,

  2. yang ada di an Sosial - permasalahan Guru menampilkan satu video Lisan daerahnya

  kegiatan

  • sosial, ciri-ciri tentang permasalahan sosial lingkungan sekitar. SD/MI Tertulis

  ekonomi,dan masalah sosial, terjadi di lingkungan sekitar.

  b.

  4 .Jakarta: Menemukan

  kemajuan

  perbedaan 3. penyebab terjadinya 3. Depdiknas.

  Siswa mengidentifikasi tentang Pedoman

  teknologi di

  masalah sosial sebab dan akibat permasalahan masalah sosial yang Penentuan

  2. P Hisnu,

  lingkungan

  dengan sosial yang ditampilkan guru. ada di masyarakat. Nilai Tantya dan

  kabupaten/ masalah 4.

  2. Akhir Winardi. Siswa melakukan tanya jawab Afektif

  kota dan pribadi. dengan guru. Bekerjasama dengan Ilmu

  5. teman sekelompok Pengetahu-

  provinsi Siswa diminta mengerjakan soal

  kuis pertama. dalam mengidentifikasi an Sosial:4 6. masalah sosial yang SD/MI Kelas Siswa dibagi kelompok.

  

7. terjadi di masyarakat.

  IV. Jakarta: Siswa mengerjakan lembar kerja di dalam kelompok.

  3. Depdiknas.

  Psikomotorik 8. kelompok Mempresentasikan hasil

  3. Perwakilan Gambar dan mempresentasikan hasil kerjanya. diskusi mengenai video yang

  9. lain memperhatikan, permasalahan sosial. menunjuk- Siswa bertanya, menyanggah, memberi kan masalah

  3. Gambar dan video yang menunjuk- kan masalah sosial

  b.

  IV. Jakarta: Depdiknas.

  Ilmu Pengetahu- an Sosial:4 SD/MI Kelas

  2. Hisnu, P Tantya dan Winardi.

  Ilmu Pengetahu- an Sosial SD/MI 4 .Jakarta: Depdiknas.

  1. Sadiman, I.S. 2008.

  2 x 35menit

  Pedoman Penentuan Nilai Akhir

  Teknik

  1. Jenis

  3. Psikomotorik

Mempresentasikan hasil

diskusi mengenai

permasalahan sosial.

  2. Afektif Bekerjasama dengan teman sekelompok dalam memecahkan masalah sosial yang

terjadi di masyarakat.

  Menemukan ide untuk memecahkan permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.

  Menjelaskan upaya pemerintah dalam menangani masalah sosial yang terjadi di

masyarakat.

  Kognitif a.

  • Lisan - Tertulis 3.

  8. Perwakilan siswa mempresentasikan hasil kerjanya dan siswa lain memperhatikan, bertanya, menyanggah, memberi pendapat dari kelompok yang sedang mempresentasikan hasil 1.

  7. Siswa mengerjakan lembar kerja di dalam kelompok.

  6. Siswa dibagi kelompok.

  5. Siswa mengerjakan soal kuis pertama.

  4. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai video yang ditampilkan.

  3. Siswa diminta untuk memecahkan masalah tentang video yang ditampilkan guru.

  2. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai video yang ditampilkan.

  Guru menampilkan video tentang masalah sosial.

  12. Siswa diberi penghargaan kelompok. sosial 1.

  11. Siswa diminta untuk mengerjakan soal kuis kedua.

  10. Guru memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.

  pendapat dari kelompok yang sedang mempresentasikan hasil kerjanya.

  • Tes 2.
kerjanya.

  9. Guru memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.

  10. Siswa diminta untuk mengerjakan soal kuis kedua.

  11. Siswa mengerjakan lembar evaluasi dan dikumpulkan. 12. diberi penghargaan Siswa kelompok.

  Lampiran 5

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP) Siklus I

  Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Caturtunggal 3 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas/Semester : IV/2 Alokasi Waktu : 2 JP ( 2 x 35 menit) A. Standar Kompetensi

  2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi,dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi.

B. Kompetensi Dasar

2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya C.

   Indikator 1.

  Kognitif a.

  Menyebutkan ciri-ciri masalah sosial.

  b.

  Menjelaskan pengertian permasalahan sosial.

  c.

  Menyebutkan perbedaan antara masalah sosial dan masalah pribadi.

  d.

  Menyebutkan jenis-jenis permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.

  e.

  Menjelaskan jenis-jenis masalah sosial di masyarakat.

  f.

  Mengidentifikasi masalah sosial yang sedang terjadi di masyarakat.

  2. Afektif a.

  Bekerjasama dengan teman sekelompok dalam membedakan masalah sosial dan masalah pribadi.

  b.

  Bekerjasama dengan teman sekelompok dalam mengidentifikasi masalah sosial yang sedang terjadi di masyarakat.

  3. Psikomotorik a.

  Menempel gambar tentang masalah sosial dan masalah pribadi dalam b.

  Menjawab pertanyaan dari guru secara lisan mengenai masalah sosial di kehidupan sehari-hari.

D. Tujuan Pembelajaran 1.

  Kognitif a.

  Siswa dapat menyebutkan minimal satu ciri-ciri masalah sosial tanpa melihat buku paket.

  b.

  Siswa dapat menjelaskan minimal satu pengertian permasalahan sosial tanpa melihat buku paket.

  c.

  Siswa dapat menyebutkan minimal satu perbedaan antara masalah sosial dan masalah pribadi tanpa melihat buku paket.

  d.

  Siswa dapat menyebutkan minimal dua jenis-jenis masalah sosial yang terjadi di masyarakat tanpa melihat buku paket.

  e.

  Siswa dapat menjelaskan minimal dua jenis-jenis masalah sosial di masyarakat tanpa melihat buku paket.

  f.

  Siswa dapat mengidentifikasi minimal satu penyebab terjadinya masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar tanpa melihat buku paket.

  2. Afektif a.

  Siswa dapat bekerjasama dengan teman sekelompok dalam membedakan masalah sosial dan masalah pribadi melalui diskusi kelompok.

  b.

  Siswa dapat bekerjasama dengan teman sekelompok dalam mengidentifikasi masalah sosial yang sedang terjadi di masyarakat melalui diskusi kelompok.

  3. Psikomotorik a.

  Siswa dapat menempel gambar tentang masalah sosial dan masalah pribadi dalam lembar kerja sesuai dengan instruksi yang diberikan guru.

  b.

  Siswa dapat menjawab pertanyaan dari guru secara lisan mengenai masalah sosial di kehidupan sehari-hari melalui kegiatan tanya jawab dari guru.

  E. Materi Pembelajaran

  Permasalahan sosial mengenai pengertian permasalahan sosial, ciri-ciri masalah sosial, perbedaan masalah sosial dengan masalah pribadi, jenis-jenis permasalahan sosial.

  F. Model Pembelajaran 1.

  Model Pembelajaran : Model pembelajaran kooperatif 2. Metode Pembelajaran : Metode STAD G.

   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

  No. Kegiatan Pembelajaran Komponen Alokasi STAD Waktu 1.

  10 menit Kegiatan Awal a.

  Salam pembuka, dan presensi.

  b.

  Siswa diminta untuk menyerukkan yel-yel yaitu “Kelas IV kita pasti bisa”.

  c.

  Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang kebersihan kelas dan lingkungan.

  c.

  Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang pentingnya menjaga kebersihan kelas serta kebersihan lingkungan di masyarakat adalah tanggung jawab bersama.

  d.

  Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang masalah sosial apa saja yang sedang terjadi saat ini.

  e.

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini.

  2. Kegiatan Inti 50 menit

  Pertemuan 1 Presentasi a. Eksplorasi

  1) Kelas

  Guru menampilkan beberapa gambar dan video tentang masalah sosial dan masalah pribadi. 2)

  Siswa diminta untuk membedakan antara gambar yang menunjukkan permasalahan sosial dan gambar yang menunjukkan permasalahan pribadi. 3)

  Siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai perbedaan masalah sosial dan masalah pribadi. 4)

  Siswa diminta untuk menyebutkan jenis- jenis masalah sosial sesuai gambar dan Soal Kuis

  5) Pertama

  Siswa diminta untuk mengerjakan soal kuis pertama untuk memperoleh skor awal perkembangan kemajuan individu.

  b.

  Elaborasi 1)

  Siswa dibagi ke dalam kelompok heterogen berdasarkan prestasi akademik, jenis Tim kelamin dan agama. Satu kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa. 2)

  Masing-masing kelompok diberi lembar kerja dan diminta untuk mengerjakannya. 3) masing-masing kelompok

  Perwakilan mempresentasikan hasil kerjanya. 4)

  Guru dan siswa lain memperhatikan serta memberikan komentar.

  c.

  Konfirmasi

1) Guru membahas hasil kerja siswa.

  2) Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum

  Soal Kuis diketahui. 3)

  Kedua Guru meluruskan kesalah pahaman. 4)

  Siswa diberikan soal kuis oleh guru untuk Skor memperoleh skor perkembangan kemajuan individu.

  Kemajuan 5)

  Siswa diberi penghargaan dan motivasi atas Individu tugas yang telah dikerjakan siswa.

  Kegiatan Inti Pertemuan 2

  Presentasi a. Eksplorasi

  1) Kelas

  Guru menampilkan beberapa gambar dan video mengenai masalah sosial. 2)

  Siswa diminta untuk membedakan gambar yang disajikan guru, yaitu mana gambar mengenai permasalahan sosial dan gambar yang bukan termasuk permasalahan sosial. 3)

  Guru menampilkan satu video tentang permasalahan sosial. 4)

  Siswa diminta untuk mengidentifikasi permasalahan sosial menurut gambar dan Soal Kuis video yang disajikan guru.

  Pertama 5)

  Siswa diminta untuk mengerjakan soal kuis pertama untuk memperoleh skor awal perkembangan kemajuan individu.

  b.

  Elaborasi 1)

  Siswa dibagi ke dalam kelompok heterogen oleh guru. Satu kelompok beranggotakan 4 Tim sampai 5 siswa.

  2) Masing-masing kelompok diminta untuk mengidentifikasi serta memecahkan

  3) Perwakilan siswa di dalam kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan siswa lain.

  4) Siswa lain memperhatikan, bertanya, menyanggah, memberi pendapat dari kelompok yang sedang mempresentasikan hasil kerjanya.

  5) Guru memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.

  c.

  Eksplorasi

1) Guru membahas hasil kerja siswa.

  2) Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum

  Kuis Kedua diketahui. 3)

  Guru meluruskan kesalah pahaman. Skor 4)

  Siswa diberikan soal kuis oleh guru untuk Kemajuan memperoleh skor perkembangan kemajuan

  Individu individu. 5)

  Siswa diberi penghargaan dan motivasi atas tugas yang telah dikerjakan siswa.

  3. Kegiatan Akhir 10 menit a.

  Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

  b.

  Siswa diminta untuk mengerjakan lembar evaluasi yang diberikan guru.

  Rekognisi c. Siswa diberikan penghargaan kelompok sesuai

  Tim dengan peroleh skor.

  d.

  Siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah selesai dilakukan.

  e. menyampaikan judul materi Guru pembelajaran yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

  f.

  Salam penutup.

H. Sumber dan Media Pembelajaran 1.

  Sumber Belajar : a.

  Sadiman, I.S. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI 4.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemaen Pendidikan Nasional, halaman 113.

  b.

  Hisnu, P Tantya dan Winardi. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 4: SD/MI

  Kelas IV. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemaen Pendidikan Nasional, halaman 194-197.

2. Media Pembelajaran : a.

  Lembar Kerja Siswa ( LKS ) b.

  Gambar dan video yang menunjukkan masalah sosial c. Gambar yang menunjukkan masalah pribadi d.

  Powerpoint dan viewer I.

   Penilaian 1.

  Penilaian Kognitif :

  a. : Proses Prosedur

  b. : Lembar Evaluasi (terlampir) Instrumen c.

  Pedoman Skoring : (terlampir) 2. Penilaian Afektif:

  a. : Proses Prosedur

  b. : Skala sikap (terlampir) Instrumen c.

  Pedoman Skoring : (terlampir) 3. Penilaian Psikomotorik:

  a. : Proses Prosedur

  b. : Skala sikap (terlampir) Instrumen c.

  Pedoman Skoring : (terlampir)

  Lampiran 6

MATERI AJAR A.

  Macam-macam masalah yang terjadi: 1.

  Masalah pribadi (individu) Masalah pribadi adalah masalah-masalah yang dialami dan dihadapi oleh manusia sebagai individu (pribadi). Contohnya yaitu ketika lupa mengerjakan PR, dimarahi orang tua, dijauhi teman- teman, dan sakit.

  Hal tersebut hanya dirasakan oleh diri kita dan hanya terjadi di diri kita. Orang lain tidak akan merasa rugi oleh masalah pribadi yang sedang kita alami.

2. Masalah sosial Manusia adalah mahkluk sosial. Manusia tidak bisa hidup seorang diri.

  Sejak bayi sampai tua manusia membutuhkan orang lain. Manusia selalu hidup bersama atau dalam masyarakat.

  Suatu hal atau kejadian disebut sebagai masalah sosial jika semua warga masyarakat lain ikut merasakan pengaruh masalah tersebut. Ciri-ciri masalah sosial adalah dapat merugikan seluruh masyarakat. Contohnya yaitu adanaya peristiwa pencurian merupakan masalah sosial. Tidak hanya seorang keluarga ataupun seseorang yang merasakan dampaknya. Masyarakat di lingkungan juga merasakan pengaruhnya.

  B.

  Perbedaan antara masalah sosial dan masalah pribadi dalam penangannya:

  2. Masalah sosial harus dipecahkan atau diatasi secara bersama-sama.

  Seorang warga tidak bisa menyelesaikan seorang diri ketika di lingkungannya sering terjadi kasus pencurian. Masalah ini hanya bisa diselesaikan bersama-sama semua warga masyarakat.

  C.

  Jenis-Jenis Masalah Sosial yang ada di Masyarakat: 1.

  Persebaran Penduduk Penduduk di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa.

  2. Kepadatan Penduduk Beberapa kota besar di Indonesia sangat padat. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan sebagainya.

  3. Pengangguran Banyaknya pengangguran merupakan masalah sosial. Semua orang membutuhkan makan, minum, pakaian serta tempat tinggal. Kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan pokok. Jika tidak mempunyai pekerjaan yang dapat mencukupi kebutuhan menjadi masalah dalam masyarakat.

  4. Yatim Piatu dan Orang Jompo Masalah sosial lainnya adalah anak-anak yatim piatu dan orang tua renta.

  Mereka tidak memiliki saudara dan tempat tinggal. Panti asuhan dan panti jompo berguna untuk meringankan beban mereka. Uluran tangan orang- orang mampu sangat membantu.

  5. Sampah Sampah adalah sisa hasil pemakaian produksi, baik rumah tangga maupun industri. Masalah sampah dapat menjadi masalah sosial. Coba bayangkan jika sampah rumah tangga dibiarkan saja tanpa dibersihkan. Tentunya akan merusak pemandangan kota. Selain itu dapat menimbulkan bau tidak sedap.

  6. Tindak Kejahatan Contoh tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan, pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan.

  Banyaknya tindak kejahatan menciptakan rasa tidak aman.

  7. Pencemaran Lingkungan Pencemaran udara disebabkan asap kendaraan bermotor dan asap pabrik- pabrik.

  8. Kebakaran Kebakaran yang terjadi di masyarakat umumnya merupakan kebakaran pemukiman. Sebuah rumah terbakar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.

  Siklus I Pertemuan 1

Lembar Kerja Siswa

(LKS)

  Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Caturtunggal 3 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Materi Pokok : Masalah Sosial dan Masalah Pribadi Hari, tanggal : Jum’at, 26 April 2013 Kelas/Semester : IV/2 Alokasi Waktu : 30 menit A. Tujuan

  1) Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri masalah sosial. 2) Siswa dapat menjelaskan pengertian permasalahan sosial. 3)

  Siswa dapat menyebutkan perbedaan antara masalah sosial dan masalah pribadi. 4)

  Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.

  1) Tuliskan nama anggota kelompokmu di atas !

  2) Kerjakan sesuai dengan petunjuk pengerjaan ! Kelompok .....

  Nama Anggota Kelompok : Lampiran 7

B. Petunjuk

C. Kegiatan Belajar 1) Baca dan pahami materi pembelajaran berikut ini ! 1.

  Masalah pribadi (individu) Masalah pribadi adalah masalah - masalah yang dialami dan dihadapi oleh manusia sebagai individu (pribadi). Contohnya yaitu ketika lupa mengerjakan PR, dimarahi orang tua, dijauhi teman- teman, dan sakit.

  Hal tersebut hanya dirasakan oleh diri kita dan hanya terjadi di diri kita. Orang lain tidak akan merasa rugi oleh masalah pribadi yang sedang kita alami.

2. Masalah sosial

  Manusia adalah mahkluk sosial. Manusia tidak bisa hidup seorang diri. Sejak bayi sampai tua manusia membutuhkan orang lain. Manusia selalu hidup bersama atau dalam masyarakat.

  Suatu hal atau kejadian disebut sebagai masalah sosial jika semua warga masyarakat lain ikut merasakan pengaruh masalah tersebut. Ciri-ciri masalah sosial adalah dapat merugikan seluruh masyarakat. Contohnya yaitu adanaya peristiwa pencurian merupakan masalah sosial. Tidak hanya seorang keluarga ataupun seseorang yang merasakan dampaknya. Masyarakat di

  2) Kerjakan dan isilah titik-titik di bawah ini! Selain contoh yang sudah disebutkan di atas, berikan contoh lain mengenai permasalahan sosialyan pernah kamu temui dan pribadi yang pernah kamu alami ! ................................................................................................................

  3) Perhatikan gambar berikut dan kerjakan sesuai dengan petunjuk di bawah ini!

  a) Pilihlah gambar tersebut dan tempel ke dalam kolom berikut ini!

  b) Diskripsikan ke dalam tiga kalimat keadaan yang ada dalam gambar!

  c) Berilah penjelasan yang menunjukkan keadaan yang menunjukkan permasalahan sosial dan keadaan yang menunjukkan permasalahan pribadi!

  d) Isilah kolom berikut sesuai dengan jawaban yang kamu anggap benar!

  Permasalahan Sosial Permasalahan Pribadi ....................................................... .......................................................

  ....................................................... .......................................................

  ....................................................... .......................................................

  

Kunci Jawaban

Lembar Kerja Siswa (LKS)

  A. Memahami materi yang diberikan guru.

  B. Pertanyaan dijawab sesuai dengan pendapat siswa mengenai permasalahan sosial yang pernah dijumpai dan permasalahan pribadi yang pernah di alami.

  C. Menempel gambar, membedakan gambar (masalah sosial dan masalah pribadi) dan mendiskripsikan gambar ke dalam tabel yang disediakan.

  Permasalahan Sosial Permasalahan Pribadi

  Gambar tersebut merupakan bentuk dari permasalahan sosial. Karena ke dua anak tersebut mencoret-coret tembok yang akan merusak suasana yang ada di longkungan tersebut. Selaian itu keadaan juga terlihat tidak bersih, kotor dan juga tidak rapi. Hal tersebut juga merugikan bagi pemilik bangunan tersebut.

  Gambar tersebut merupakan bentuk dari permasalahan pribadi. Saat kita asyik menonton televisi dan lupa mengerjakan PR, maka hanya kita sendiri yang akan merasakan rugi. Untuk menyelesaikan masalah tersebut kita harus dapat mengatur waktu untuk mengerjakan PR dan menonton televisi. Gambar tersebut merupakan bentuk dari permasalahan sosial. Karena pencurian yang terjadi akan meresahkan seluruh masyarakat. Masyarakat akan merasa takut dan tidak aman dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

  Gambar tersebut merupakan bentuk dari permasalahan pribadi. Karena hanya kita sendiri yang merasakan sakit. Hanya kita sendiri yang dapat menyelesaikan permasalahn tersebut, yaitu dengan berobat ke dokter.

  Gambar tersebut merupakan bentuk dari permasalahan sosial. Karena anak-anak yang menggunkan kendaraan bermotor berjejer tiga dapat membahayakan pengguna jalan yang lain. Hal tersebut sangat merugikan bagi masyarakat yang lain, karena masyarakat menjadi takut dan merasa tidak nyaman saat menggunakan jalan.

  Gambar tersebut merupakan bentuk dari permasalahan pribadi. Karena jatuh dari sepada dan merasakan sakit hanya kita sendiri yang merasakan. Hanya kita sendiri yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu dengan berhati-hati saat mengendarai sepeda di jalan.

  Pertemuan 2

Lembar Kerja Siswa

(LKS)

  Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Caturtunggal 3 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Materi Pokok : Jenis-Jenis Masalah Sosial Hari, tanggal : Jum’at, 27 April 2013 Kelas/Semester : IV/2 Alokasi Waktu : 30 menit A. Tujuan

  1) Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis permasalahan sosial. 2) Siswa dapat menjelaskan jenis-jenis masalah sosial.

  1) Tuliskan nama anggota kelompokmu di atas !

  2) Kerjakan sesuai dengan petunjuk pengerjaan ! C.

   Kegiatan Belajar

  1) Baca dan pahami materi pembelajaran berikut ini ! Kelompok .....

  Nama Anggota Kelompok :

B. Petunjuk

  1. Persebaran Penduduk Penduduk di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa.

  2. Kepadatan Penduduk Beberapa kota besar di Indonesia sangat padat. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan sebagainya.

  3. Pengangguran Banyaknya pengangguran merupakan masalah sosial. Semua orang membutuhkan makan, minum, pakaian serta tempat tinggal. Kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan pokok. Jika tidak mempunyai pekerjaan yang dapat mencukupi kebutuhan menjadi masalah dalam masyarakat.

  4. Yatim Piatu dan Orang Jompo Masalah sosial lainnya adalah anak-anak yatim piatu dan orang tua renta. Mereka tidak memiliki saudara dan tempat tinggal. Panti asuhan dan panti jompo berguna untuk meringankan beban mereka. Uluran tangan orang-orang mampu sangat membantu.

  5. Sampah Sampah adalah sisa hasil pemakaian produksi, baik rumah tangga maupun industri. Masalah sampah dapat menjadi masalah sosial. Coba bayangkan jika sampah rumah tangga dibiarkan saja tanpa dibersihkan. Tentunya akan merusak pemandangan kota. Selain itu dapat menimbulkan bau tidak sedap.

  6. Tindak Kejahatan Contoh tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan, pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan. Banyaknya tindak kejahatan menciptakan rasa tidak aman.

  7. Pencemaran Lingkungan Pencemaran udara disebabkan asap kendaraan bermotor dan asap pabrik-pabrik.

  2) Isilah jawaban pada tabel beikut ini! No Gambar yang Menunjukkan Cari Jenis Pemasalahan Sosial . Keadaan Sosial yang ada dalam Gambar dan

  Diskripsikan Keadaan Tersebut 1.

  2.

  3.

  

Kunci Jawaban

Lembar Kerja Siswa (LKS)

No Gambar yang Menunjukkan Cari Jenis Pemasalahan Sosial yang

  

Keadaan Sosial ada dalam Gambar dan

Diskripsikan Keadaan Tersebut

  1. Gambar tersebut menunjukkan jenis permasalahan sosial mengenai kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk merupakan masalah sosial karena semakin banyak bangunan-bangunan yan berdiri akan mepersempit ruang gerka manusia dalam beraktivitas. Selain itu semakin sedikitnya lahan untuk peresapan air, karena kurangnya lahan untuk menanam pohoh. Hal tersebut akan merugikan seluruh masyarakat yang tinggal disana karena dapat mengakibatkan banjir.

  2. Gambar tersebut menunjukkan jenis permasalahan sosial mengenai tindak kejahatan. Tindak kejahatan merupakan permasalahn sosial karena dapat meresahkan seluruh masyarakat. Masyarakat menjadi khawatir dan merasa tidak aman. Karena tindak kejahatan dapat mengancap siapa saja.

  3. Gambar tersebut merupan jenis permasalah sosial mengenai rusaknya fasilitas umum. Bus merupakan alata transportasi umum. Jika alat transportasi umum yang akan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari rusak, maka hal tersebut akan meresahkan masyarakat. Karena aktivitas masyarakat menjadi terhambat karena masyarakat yang sering menggunakan bus saat bepergian akan merasa kesulitan jika alat transportasi tersebut rusak.

  

Soal Kuis Siklus I

Pertemuan 1

Isilah titik berikut dengan jawaban yang paling tepat ! 1.

  Malas mengerjakan PR, lupa mengumpulkan tugas, terlambat masuk sekolah merupakan masalah . . . .

  9. Merampas barang (hak) milik orang secara paksa disebut . . . .

  8. Angka kelahiran yang lebih tinggi dari angka kematian dapat menyebabkan terjadinya . . . .

  7. Asap kendaraan bermotor yang mengakibatkan sakitnya saluran pernapasan merupakan masalah sosial mengenai . . . .

  6. Lupa mengerjakan PR hanya dapat di atasi oleh . . . .

  5. Terorisme yang terjadi akan merugikan . . . .

  4. Langkanya sumber energi merupakan masalah . . . .

  3. Manusia dikatakan makhluk sosial karena tidak dapat . . . .

  2. Rusaknya WC umum merupakan jenis permasalahan sosial mengenai . . . .

  Soal Kuis Siklus I Pertemuan 2 Isilah titik berikut dengan jawaban yang paling tepat ! 1.

  Cara mengatasi masalah sampah yaitu dengan . . . .

  10. Adanya tindak kejahatan akan merugikan . . . .

  9. Konsleting arus listrik akan mengakibatkan . . . .

  8. Dimarahi orang tua merupakan masalah . . . .

  7. Penyebab rusaknya fasilitas umum karena . . . .

  6. Cara mengatasi pemboroson energi adalah dengan . . . .

  5. Limbah pabrik yang dibuang ke sungai akan mengakibatkan . . . .

  4. Sampah yang menumpuk akan mengakibatkan . . . .

  3. Kebakaran merupakan masalah . . . .

  2. Penyebab terjadinya pengangguran adalah . . . .

  10. Lampiran 8

  

Kunci Jawaban

Soal Kuis Siklus I Pertemuan 1

  1. mendaur ulang kembali 2. kurang tersedianya lapangan pekerjaan 3. sosial 4. sumber penyakit 5. pencemaran air 6. menggunakan listrik semakismal mungkin dan mematikan lampu jika tidak diperlukan

  7. ulah manusia yang tidak peduli terhadap fasilitas umum.

  8. pribadi.

  9. kebakaran 10. masyarakat

  Kunci Jawaban Soal Kuis Siklus I pertemuan 2 1.

  pribadi 2. rusaknya fasilitas umum 3. hidup sendiri tanpa bantuan orang lain 4. sosial 5. masyarakat 6. diri sendiri 7. pencemaran lingkungan 8. kepadatan penduduk 9. mencuri 10. kebakaran

  Lampiran 9

SOAL EVALUASI

SIKLUS I

  Pilihlah Salah Satu Jawaban yang kamu anggap benar dengan cara menyilang (X) salah satu huruf a, b, c, d berikut ini! 1.

  Manusia adalah makhluk . . . karena tidak dapat hidup sendiri.

  a.

  c. Tuhan sosial b.

  d. individu kuat

  2. Terorisme merukan jenis permasalahan sosial mengenai . . . .

  a.

  c. persebaran penduduk pengangguran b.

  d. perilaku tidak disiplin tindak kejahatan

  3. Masalah yang bisa dipecahkan sendiri oleh orang yang bersangkutan merupakan permasalahan . . . .

  a.

  c. sosial pribadi b.

  d. masyarakat bersama

  4. Masalah yang harus diselesaikan secara bersama-sama merupakan masalah ...

  a.

  c. pribadi individu b.

  d. keluarga sosial

  5. Dibawah ini merupakan masalah pribadi adalah . . . .

  a.

  c. kebakaran dimarahi orang tua b.

  d. pencemaran udara rusaknya fasilitas umum

  6. Masalah pribadi berbeda dengan masalah sosial. Berikut ini yang merupakan masalah pribadi adalah ....

  a. perampokan

  c. kebakaran

  b. kemacetan lalu lintas

  d. tidak naik kelas 7. Pengangguran merupakan orang yang tidak memiliki . . . .

  a.

  c. pekerjaan orang tua b.

  d. kendaraan bermotor rumah

  8. Panti jompo merupakan rumah penampungan atau tempat tinggal bagi . . .

  a.

  c. bayi anak b.

  d. orang tua renta ibu

  9. Dibawah ini yang merupakan permasalah sosial mengenai tindak kejahatan adalah . . . .

  a. korupsi, pencurian, terorisme b. pencurian, membuang sampah sembarangan, merokok di sembarang tempat c. menerobos rambu-rambu lalu lintas, pencurian, mengamen

  10. Banjir yang ada di perkotaan akan berdampak bagi . . . .

  a.

  c. anak-anak pemerintah b.

  d. orang tua masyarakat

  11. Manusia adalah mahkluk sosial, artinya . . . .

  a. manusia adalah seorang pribadi b. manusia mampu hidup tanpa orang lain c. manusia harus hidup bersama orang lain d. manusia tidak bisa berkembang bersama orang lain

  12. Kemiskinan dan pengangguran dapat menyebabkan terjadinya masalah berikut ....

  a. pencurian dan perampokan

  c. rendahnya tingkat pendidikan

  b. rendahnya mutu pendidikan

  d. majunya suatu bangsa 13. Banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan karena masyarakat sering . . . .

  a. membuang sampah di sungai b. memacing ikan di sungai c. mencuci pakaian di sungai d. mengambil air di sungai 14.

  Perbedaan sosial yang sangat menonjol dalam lingkungan kita adalah keadaan masyarakat yang kaya dan ada pula ….

  a. masyarakat pegawai

  c. para pedagang

  b. petani dan buruh

  d. masyarakat miskin 15. Contoh perilaku tidak tertib dan tidak disiplin adalah ... .

  a. menyalakan lampu pada malam hari

  b. mengendarai motor di jalur melawan arus karena macet

  c. menyeberang menggunakan jembatan penyebrangan

  d. menghormati pengguna jalan lainnya

  

Kunci Jawaban

Lembar Evaluasi Siklus I

1. a 2. b 3. a 4. b 5. a 6. d 7. c 8. d 9. a 10. b 11. d 12. a 13. a 14. d 15. b

  

PEDOMAN PENILAIAN SIKLUS I

1. Penilaian Kognitif a.

  Penilaian Soal Kuis

  1) Penilaian Soal Kuis Pertama:

  Skor maksimal = 10 Nilai maksimal = 100

  2) Penilaian Soal Kuis Kedua:

  Skor maksimal = 10 Nilai maksimal = 100

  Total Nilai :

  • Nilai

  Total nilai maksimal = 100 b. Lembar Evaluasi

  Soal pilihan Ganda : Skor setiap soal benar = 1 Skor setiap soal salah = 0 Nilai maksimal = 100

  Nilai = Jumlah soal benar x 10 Nilai = Jumlah soal benar x 10 =

  = ×

   X 10 Lampiran 10

2. Penilaian Afektif Aspek Kerjasama

  No. Nama Aspek yang dinilai Jumlah Nilai Siswa

  Partisipasi Kekompakan Toleransi 1.

  2.

  3. …

  Keterangan: 1.

  Partisipasi a.

  Memberikan ide/saran/pendapat (lebih dari 5 kali) = 3 b.

  = 2 Memberikan ide/saran/pendapat (3-4 kali) c.

  = 1 Memberikan ide/saran/pendapat (1-2) d.

  = 0 Tidak memberikan pendapat 2.

  Kekompakan a.

  = 3 Semua anggota ikut bekerja b.

  = 2 Hanya separuh anggota yang bekerja c.

  = 1 Hanya 1 orang yang bekerja 3.

  Toleransi a.

  Mau mendengarkan pendapat/ide/saran dari teman dan mendiskusikannya = 3 b.

  Mau mendengarkan pendapat/ide/saran dari teman = 2 c. Hanya mengikuti pendapat/ide/saran dari diri sendiri = 1

  CATATAN : Nilai = ( jumlah skor + 1 ) x 10

  Skor maksimal = 9

3. Penilaian Psikomotorik

  CATATAN : Skor maksimal = 9

  Nilai = ( jumlah skor + 1 ) x 10

  3. …

  2.

  Kesesuaian gambar dengan cerita diskripsi yang dibuat 1.

  Aspek yang dinilai Jumlah Nilai Menempel gambar sesuai dengan jenisnya

  No. Nama Siswa

   a. Aspek Menempel Gambar

  Keterangan: 1.

  Cerita diskripsi yang dibuat kurang sesuai dengan keadaan gambar yang disajikan = 2 c.

  Cerita diskripsi yang dibuat sesuai dengan keadaan gambar yang disajikan = 3 b.

  Menempel gambar tidak tepat, tidak sesuai dengan jenis permasalahannya = 1 2. Kesesuaian gambar dengan cerita diskripsi yang dibuat a.

  Menempel gambar kurang sesuai jenis permasalahannya = 2 c.

  Menempel gamabr sesuai dengan jenis permasalahannya dengan benar = 3 b.

  Menempel gambar sesuai jenisnya a.

  Cerita diskripsi yang dibuat tidak sesuai dengan keadaan gambar yang disajikan = 1

b. Penilaian Psikomotorik Memberikan Jawaban Secara Lisan

  5. Dst Keterangan : 1.

  Nilai = ( jumlah skor + 1 ) x 10

  = 1 CATATAN : Skor maksimal = 9

  Tidak mendengarkan pertanyaan guru, ramai sendiri dan membuat kegaduhan.

  Hanya diam saja saat siswa diminta untuk menjawab = 2 c.

  Mau mengacungkan tangan saat guru meminta siswa menjawab = 3 b.

  Jawaban yang diungkapkan mencontek atau menurut pendapat siswa lain = 2-1 3. Antusias a.

  Jawaban yang diungkapkan menurut pendapat siswa sendiri = 3 b.

  Percaya Diri a.

  Jawaban salah / tidak sesuai dengan pertanyaan yang diberikan guru = 1 2.

  Jawaban kurang tepat dengan pertanyaan yang diberikan guru = 2 c.

  Jawaban benar dan sesuai dengan pertanyaan yang diberikan guru = 3 b.

  Ketepatan Jawaban a.

  Nama Siswa

  Aspek Total

  3.

  2.

  1 1.

  2

  3

  1

  2

  3

  1

  2

  3

  Jawaban Percaya Diri Antusias

  Skor Ketepatan

  4.

  Lampiran 11

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP) Siklus II

  Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Caturtunggal 3 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas/Semester : IV/2 Alokasi Waktu : 2 JP ( 2 x 35 menit)

  I. Standar Kompetensi

  2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi,dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi

  II. Kompetensi Dasar

2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya III.

   Indikator a.

  Kognitif 1)

  Memberikan contoh tentang permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitar. 2)

  Menemukan penyebab terjadinya masalah sosial yang ada di masyarakat.

3) Menemukan akibat terjadinya masalah sosial yang ada di masyarakat.

  4) Memberikan ide, pendapat serta gagasan dalam memecahkan permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.

  b.

  Afektif 1)

  Bekerjasama dengan teman sekelompok dalam mengidentifikasi masalah sosial yang terjadi di masyarakat. 2)

  Bekerjasama dengan teman sekelompok dalam memecahkan masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

1) Mempresentasikan hasil diskusi mengenai permasalahan sosial.

  Siswa dapat bekerjasama dengan teman sekelompok dalam memecahkan masalah sosial yang terjadi di masyarakat melalui diskusi kelompok.

  Permasalahan Sosial mengenai jenis-jenis, penyebab terjadi permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitar dan dan cara-cara dalam menangani permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitar.

  V. Materi Pembelajaran

  Siswa dapat menjawab pertanyaan dari guru secara lisan mengenai masalah sosial melalui kegiatan tanya jawab dari guru.

  Siswa dapat mempresentasikan hasil diskusi mengenai permasalahan di depan kelas. 2)

  Psikomotorik 1)

  c.

  2) Menjawab pertanyaan dari guru secara lisan mengenai masalah sosial melalui kegiatan tanya jawab dari guru.

  IV. Tujuan Pembelajaran a.

  Afektif 1)

  b.

  Siswa dapat memberikan minimal satu ide, pendapat serta gagasan dalam memecahkan permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar tanpa melihat buku.

  Siswa dapat menemukan minimal satu akibat terjadinya masalah sosial yang ada di masyarakat melalui video yang ditampilkan. 4)

  Siswa dapat menemukan minimal satu penyebab terjadinya masalah sosial yang ada di masyarakat melalui video yang ditampilkan. 3)

  Siswa dapat memberikan minimal satu contoh tentang permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitar tanpa melihat buku. 2)

  Kognitif 1)

  Siswa dapat bekerjasama dengan teman sekelompok dalam mengidentifikasi masalah sosial yang terjadi di masyarakat melalui diskusi kelompok. 2)

VI. Model Pembelajaran

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini.

  Tim 50 menit

  Kuis Pertama

  Presentasi Kelas

  Siswa dibagi ke dalam kelompok heterogen oleh guru. Satu kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa.

  Elaborasi 1)

  b.

  Siswa mengerjakan soal kuis pertama untuk perolehan skor awal.

  Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. 5)

  Siswa memberikan komentar serta pendapat terhadap permasalahan tersebut. 4)

  Siswa mengidentifikasi tentang sebab serta akibat permalasahan sosial yang disajikan guru. 3)

  Guru menampilkan satu video tentang permasalahan sosial terjadi di lingkungan sekitar. 2)

  Eksplorasi 1)

  Kegiatan Inti Pertemuan 1 a.

  10 menit 2.

  Model Pembelajaran : Model pembelajaran kooperatif Metode Pembelajaran : Metode STAD VII.

   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

  Siswa menyerukkan yel-yel secara bersama “Kelas IV kita pasti bisa”.

  No. Kegiatan Pembelajaran Komponen

  STAD Alokasi

  Waktu

  1. Kegiatan Awal a.

  Salam pembuka dan presensi.

  b.

  c.

  Siswa mengumpulkan pekerjaannya.

  Guru meminta seluruh siswa secara bergantian menyebutkan judul pekerjaan yang telah dikerjakan.

  d.

  Guru membahas salah satu pekerjaan siswa.

  e.

  Siswa menjawab pertanyaan dari guru tentang masalah sosial yang dibahas.

  f.

  g. permasalahan sosial. 3)

  Masing-masing kelompok diminta untuk mengidentifikasi serta memecahkan masalah sosial yang ada dalam lembar kerja. 4)

  Perwakilan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. 5)

  Siswa lain memperhatikan, bertanya, menyanggah, memberi pendapat dari kelompok yang sedang mempresentasikan hasil kerjanya. 6)

  Guru memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.

  c.

  Eksplorasi 1) Guru membahas hasil kerja siswa. 2)

  Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui.

  Kuis 3) Guru meluruskan kesalah pahaman.

  4) Kedua

  Siswa diberikan soal kuis oleh guru untuk memperoleh skor Skor perkembangan kemajuan individu. 5)

  Kemajuan Siswa diberi penghargaan dan motivasi atas tugas yang telah

  Individu dikerjakan siswa. Pertemuan 2 a.

  Eksplorasi 1)

  Guru menampilkan video masalah sosial menurut jenis permasalahannya.

  Presentasi 2)

  Siswa dan guru melakukan tanya Kelas jawab mengenai video yang ditampilkan. 3)

  Siswa diminta untuk memberika ide untuk menangani permasalahan sosial yang ditampilkan oleh guru. 4)

  Siswa mengerjakan soal kuis pertama Kuis untuk perolehan skor awal.

  Pertama b. Elaborasi

  1) Siswa dibagi ke dalam kelompok heterogen oleh guru. Satu kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa.

  Tim 2)

  Siswa diminta untuk memilih salah satu video yang telah ditampilkan guru menurut keputusan kelompok. 3) mengidentifikasi serta

  Siswa memecahkan masalah sosial yang ada dalam video di dalam kelompok. 4)

  Perwakilan masing-masing kelompok

  5) Siswa lain memperhatikan, bertanya, menyanggah, memberi pendapat dari kelompok yang sedang mempresentasikan hasil kerjanya.

  6) Guru memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.

  c.

  Eksplorasi 1) Guru membahas hasil kerja siswa. 2)

  Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui. 3) Guru meluruskan kesalah pahaman. 4)

  Siswa diberikan soal kuis oleh guru Kuis untuk memperoleh skor

  Kedua perkembangan kemajuan individu. 5)

  Siswa diberi penghargaan dan Skor motivasi atas tugas yang telah

  Kemajuan dikerjakan siswa.

  Individu

  3. Kegiatan Akhir 10 menit

  a. dibimbing guru untuk Siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

  b.

  Siswa diminta mengerjakan lembar evaluasi.

  c.

  Siswa diberikan penghargaan kelompok sesuai dengan peroleh skor.

  Rekognisi

  d. merefleksikan kegiatan Siswa

  Tim pembelajaran yang telah selesai dilakukan.

  e.

  Salam penutup.

VIII. Sumber dan Media Pembelajaran a.

  Sumber Belajar: 1)

  Sadiman, I.S. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI 4.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemaen Pendidikan Nasional, halaman

  2) Hisnu, P Tantya dan Winardi. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 4:

  SD/MI Kelas IV. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemaen Pendidikan

  Nasional, halaman b. Media Pembelajaran:

  1) Lembar Kerja Siswa ( LKS )

  2) Video dan gambar yang menunjukkan permasalahan sosial

  3) Powerpoint dan Viewer IX.

   Penilaian a.

  Penilaian Kognitif: 1)

  Prosedur : Proses

  2) Instrumen

  : Lembar Evaluasi (terlampir) 3)

  Pedoman Skoring : (terlampir) b. Penilaian Afektif:

  1) Prosedur

  : Proses 2)

  Instrumen : Skala sikap (terlampir)

  3) Pedoman Skoring : (terlampir) c.

  Penilaian Psikomotorik: 1)

  Prosedur : Proses

  2) Instrumen

  : Skala sikap (terlampir) 3)

  Pedoman Skoring : (terlampir)

  Lampiran 12

MATERI AJAR A.

  Jenis-Jenis Masalah Sosial yang ada di Lingkungan Sekitar dan Sebab Terjadi: 1.

  Persebaran Penduduk Penduduk di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa. Disebakan karena keseburun tanahnya, sarana dan prasarana pendidikan, pembangunan industri.

  2. Kepadatan Penduduk Beberapa kota besar di Indonesia sangat padat. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan sebagainya.

  3. Pengangguran Disebakan karena sedikitnya lapangan pekerjaan yang disediakan.

  4. Yatim Piatu dan Orang Jompo Panti asuhan dan panti jompo berguna untuk meringankan beban mereka.

  Uluran tangan orang-orang mampu sangat membantu.

  5. Sampah Disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang samapah sembarangan.

  6. Tindak Kejahatan Contoh tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan, pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan.

  Banyaknya tindak kejahatan menciptakan rasa tidak aman.

  7. Pencemaran Lingkungan Pencemaran udara disebabkan asap kendaraan bermotor dan asap pabrik- pabrik.

  8. Kebakaran Disebabkan karena adanya konsleting arus listrik, teledor dalam

  9. Rusaknya atau Buruknya Fasilitas Umum Disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas umum.

  10. Perilaku Tidak Disiplin Disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat secara sadar mematuhi aturan yang berlaku di masayarakat.

  11. Pemborosan Energi Disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menghemat dan menjaga sumber energi yang kita miliki.

  12. Kelangkaan Barang-Barang Kebutuhan Kelangkaan barang-barang kebutuhan sehari-hari meresahkan masyarakat.

  Oleh karena itu, kelangkaan barang-barang termasuk masalah sosial.

  B.

  Jenis-Jenis Masalah Sosial yang ada di Lingkungan Sekitar dan Cara menanganinya:

  1. Persebaran Penduduk Penduduk di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa. Disebakan karena keseburun tanahnya, sarana dan prasarana pendidikan, pembangunan industri. Cara menangani permasalahan tersebut yang itu memberikan lapangan pekerjaan dan sarana pendidikan yang cukup berkualitas di seluruh pulau di Indonesia.

  2. Kepadatan Penduduk Beberapa kota besar di Indonesia sangat padat. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan sebagainya. Kepadatan penduduk dapat ditekan dengan memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk melakukan KB (Keluarga Berencana).

  3. Pengangguran Disebakan karena sedikitnya lapangan pekerjaan yang disediakan. Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan lapangan kerja, kualitas dan pemerataan pendidikan harus ditingkatkan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian warga

  4. Yatim Piatu dan Orang Jompo Panti asuhan dan panti jompo berguna untuk meringankan beban mereka.

  Uluran tangan orang-orang mampu sangat membantu.

  5. Sampah Disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang samapah sembarangan. Semua warga masyarakat harus ikut serta mengelola sampah. Warga bisa mengurangi masalah sampah dengan tertib mengelola sampah. Kita biasakan untuk memisahkan sampah plastik dari sampah basah. Kemudian kita menaruh sampah di tempat semestinya.

  6. Tindak Kejahatan Contoh tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan, pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan.

  Banyaknya tindak kejahatan menciptakan rasa tidak aman. Cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan pemerintah dan masyarakat harus berusaha keras untuk menciptakan lapangan kerja, kualitas dan pemerataan pendidikan harus ditingkatkan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian warga. Sementara itu, aparat keamanan, terutama polisi harus mampu memberantas tindak kejahatan. Masyarakat diharapkan membantu polisi.

  7. Pencemaran Lingkungan Pencemaran udara disebabkan asap kendaraan bermotor dan asap pabrik- pabrik. Cara mengatasinya membuat taman kota dan menanam pohon sebanyak-banyaknya. Jangan sampai kendaraan milik kita mengeluarkan banyak asap. Kalau bepergian ke mana-mana, sebaiknya menggunakan kendaraan umum. Jumlah kendaraan di jalan jadi berkurang.

  8. Kebakaran Disebabkan karena adanya konsleting arus listrik, teledor dalam pemakaian api. Caranya antara lain sebagai ; merawat kompor supaya layak pakai dan tidak bermasalah, merawat jaringan listrik. Kabel yang mulai mengelupas diganti, mematikan kompor setelah memasak, dan berhati-hati menggunakan lilin dan korek api.

  9. Rusaknya atau Buruknya Fasilitas Umum Disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas umum. Cara mengatasinya yaitu masyarakat harus membantu merawat dan menjaga supaya tidak cepat rusak. Kalau ada fasilitas umum yang rusak, hendaknya segera melapor ke pihak berwenang.

  10. Perilaku Tidak Disiplin Disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat secara sadar mematuhi aturan yang berlaku di masayarakat. Caranya memberi pengarahan kepada masyarakat agar lebih taat kepada aturan yang berlaku atau dengan pemberian hukuman bagi yang melanggar peraturan.

  11. Pemborosan Energi Disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menghemat dan menjaga sumber energi yang kita miliki. Cara mengatasinya yaitu mematikan lampu-lampu yang tidak diperlukan, bepergian naik kendaraan umum atau sepeda dan memanfaatkan sumber energi alternatif misalnya dari tumbuhtumbuhan, angin, air, dan matahari.

  12. Kelangkaan Barang-Barang Kebutuhan Kelangkaan barang-barang kebutuhan sehari-hari meresahkan masyarakat.

  Oleh karena itu, kelangkaan barang-barang termasuk masalah sosial. Pemerintah mempunyai tugas memastikan bahwa persediaan barang- barang kebutuhan sehari-hari cukup.

  Siklus II Pertemuan 1

Lembar Kerja Siswa

(LKS)

  Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Caturtunggal 3 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Materi Pokok : Sebab dan Akibat Masalah Sosial Hari, tanggal : Jum’at, 3 Mei 2013 Kelas/Semester : IV/2 Alokasi Waktu : 30 menit A. Tujuan

  1) Siswa dapat menjelaskan pengertian masalah sosial. 2) Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis permasalahan sosial. 3)

  Siswa dapat menjelakan sebab dari permasalahan sosial 4)

  Siswa dapat menjelaskan akibat dari permasalahan sosial B.

   Petunjuk

  1) Tuliskan nama anggota kelompokmu di atas !

  2) Kerjakan sesuai dengan petunjuk pengerjaan ! C.

   Kegiatan Belajar

  1) Baca dan pahami materi pembelajaran berikut ini ! Kelompok .....

  Nama Anggota Kelompok : Lampiran 13

  1. Persebaran Penduduk Penduduk di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa. Disebakan karena keseburun tanahnya, sarana dan prasarana pendidikan, pembangunan industri.

  2. Kepadatan Penduduk Beberapa kota besar di Indonesia sangat padat. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan sebagainya.

  3. Pengangguran Disebakan karena sedikitnya lapangan pekerjaan yang disediakan.

  4. Yatim Piatu dan Orang Jompo Panti asuhan dan panti jompo berguna untuk meringankan beban mereka. Uluran tangan orang-orang mampu sangat membantu.

  5. Sampah Disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang samapah sembarangan.

  6. Tindak Kejahatan Contoh tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan, pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan. Banyaknya tindak kejahatan menciptakan rasa tidak aman.

  7. Pencemaran Lingkungan Pencemaran udara disebabkan asap kendaraan bermotor dan asap pabrik-pabrik.

  8. Pemborosan Energi Disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menghemat dan menjaga sumber energi yang kita miliki.

3. Kerjakan Soal dibawah ini sesuai dengan instruksi yang diberikan!

  MASALAH SOSIAL Ayo ingat-ingat pelajaran sebelumnya!

  Masih ingatkah kamu apa saja jenis-jenis masalah sosial ? Jenis-Jenis masalah sosial

adalah

.......................................... .......................................... .......................................... ..........................................

  Cara mengatasi keadaan di samping adalah . . . .

  Cara mengatasi keadaan di samping adalah . . . .

  Cara mengatasi keadaan di samping adalah . . . .

  Cara mengatasi keadaan si samping adalah . . . .

  Isi pertanyaan berikut ! !

  .

  Coba isi tabel di bawah ini menurut pertanyaan berikut ini ! 1.

  Apakah kamu pernah menemui permsalahan di dalam gambar tersebut di dalam kehidupan sehari-harimu ?

  2. Apakah kamu pernah merasa terganggu dengan gambar yang menunjukkan keadaan permasalahan sosial yang ada di dalam gambar ?

  3. Apa yang menyebabkan keadaan tersebut menjadi masalah sosial ? 4.

  Sebutkan kerugian yang ditimbulkan dari keadaan di dalam gambar tersebut !

  5. Bagaimana caramu menyelesaikan permasalahan sosial tersebut ?

  No. Gambar Diskripsi 1.

  bawah ini !

2. Isilah tabel di

  

Kunci Jawaban

Lembar Kerja Siswa ( LKS ) Pertemuan 1

  Cara mengatasi keadaan di samping adalah mengingat anak-anak yang bersepeda sembarangan tersebut. Menghindari anak-anak yang sembarangan dalam menggunakan jalan, agar tidak tertabrak dan terluka.

  Cara mengatasi keadaan di samping adalah ikut menjaga kebersihan fasilitas umum. Menegur orang- orang yang tidak bertanggungjawab yang ditunjukkan seperti dalam gambar tersebut.

  Cara mengatasi keadaan di samping adalah makan- makan yang bergizi, istirahat cukup, selalu minum vitamin agar tidak sakit.

  Cara mengatasi keadaan di samping adalah berhati-hati dalam mengendari sepeda. Selalu mematuhi peraturan yang berada di jalan.

  No. Gambar Diskripsi Gambar tersebut menunjukkan jenis permasalahan sosial mengenai sampah yang disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Sampah merupakan

  1. masalah sosial karena sangat merugikan bagi masyarakat, yaitu dapat mengakibatkan sarang penyakit, bau yang tidak sedap, banjir, lingkungan kumuh dan merusak pemandangan.

  Gambar tersebut merupakan jenis permasalahan sosial mengenai

  kebakaran disebabkan karena adanya konsleting arus listrik, teledor dalam pemakaian api. Kebakaran merupaakn masalah sosial karena yang mendaptakan akibat dari kebakaran ini yaitu 2. masyarakat sekitar, seperti masyarakat yang rumahnya ikut terbakar, asapa yang menjadi polusi udara serta mengganggu kesehatan dan menyebabkan kekhawatiran masyarakat sekitar jika terkena api tersebut yaitu menyebabkan kemataian atau luka- luka.

  

Soal Kuis Siklus II

Pertemuan 1

  Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang paling tepat! 1. Masalah sosial adalah . . . .

  2. Baunya udara karena asap kendaraan bermotor dan asap dari pabrik merupakan jenis permasalahan sosial mengenai . . . .

  3. Menerobos lalu lintas merupakan jenis masalah sosial . . . .

  4. Tidak mengerjakan PR dikarenakan . . . .

  5. Akibat dari masyarakat yang membuang sampah sembarangan di sungai adalah . . . .

  6. Ada bermacam-macam fasilitas umum. Contohnya adalah . . . .

  7. Saya akan melakukan . . . untuk mengurangi sampah yang ada di lingkungan sekitar saya.

  8. Aksi pencurian, perampokan, penodongan, teror dan konflik antarwarga dapat menciptakan . . . .

  9. Tidak merata persebaran penduduk di Indonesia disebabkan oleh . . . .

  Lampiran 14

10. Limbah industri dapat menyebabkan pencemaran . . . .

  

Soal Kuis Siklus II

Pertemuan 2

  Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang paling tepat! 1.

  Kepadatan penduduk dapat ditekan dengan memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk melakukan . . . .

  2. Pemerintah terus berupaya mengatasi masalah-masalah persebaran penduduk. Upaya yang sudah dijalankan pemerintah yaitu . . . .

  3. Pengangguran terjadi karena tidak tersedianya ....

  4. Cara mengatasi pencemaran lingkungan adalah . . . .

  5. Cara untuk mengurangi sampah yang baik adalah dengan . . . .

  6. Caramu dalam menjaga WC di sekolahmu adalah . . . .

  7. Caramu dalam menunjukkan kedisiplinan di jalan adalah . . . .

  8. Caramu dalam menghemat energi adalah dengan . . . .

  9. Caramu dalam menghindari agar kelak tidak menjadi pengangguran adalah dengan . . . .

  10. Cara pemerintah dalam mengatasi penagangguran adalah . . . .

  

Kunci Jawaban

Soal Kuis Siklus II Pertemuan 1

  1. masalah yang dialami dan diatasi bersama-sama oleh warga masyarakat 2. pencemaran udara 3. perilaku tidak tertib 4. malas 5. banjir 6.

  WC umum 7. daur ulang 8. ketidaknyamanan 9. kekayaan dan hasil alam yang berbeda-beda pada setiap daerah 10. polusi udara dan air

  Kunci Jawaban Soal Kuis Siklus II Pertemuan 1 1.

  Keluarga Berencana (KB) 2. menyediakan pendidikan yang berkualitas dan sarana prasana di seluruh daerah

  3. lapangan pekerjaan.

  4. menanam pohon 5. mendaur ulang 6. membersihkan kamara mandi dan menyiram dengan air setelanh buang air.

  7. mentaati peraturan lalu lintas.

  8. mematikan lampu jika tidak diperlukan.

  9. belajar dengan rajin agar kelak mudah mencari pekerjaan.

  10. menyediakan lapangan pekerjaan.

  Lampiran 15 SOAL EVALUASI SIKLUS II

  Pilihlah jawaban yang paling benar! 1. Cara untuk mengatasi dalam mengatasi pengangguran adalah . . . .

  a. meingkatkan kualitas pendidikan

  b. menciptakan lapangan pekerjaan

  c. manambah jumlah fasilitas umum

  d. semuanya benar

  2. Kepadatan penduduk dapat ditekan dengan memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk melakukan . . . .

  a. KB

  c. KK

  b. BK

  d. BB

  3. Perbedaan sosial yang sangat menonjol dalam lingkungan kita adalah keadaan masyarakat yang kaya dan ada pula ….

  a. masyarakat pegawai

  c. para pedagang

  b. petani dan buruh

  d. masyarakat miskin 4. Dibawah ini merupakan masalah pribadi adalah . . . .

  a.

  c. kebakaran dimarahi orang tua b.

  d. pencemaran udara rusaknya fasilitas umum

  5. Masalah pribadi berbeda dengan masalah sosial. Berikut ini yang merupakan masalah pribadi adalah ....

  a. perampokan

  c. kebakaran

  b. kemacetan lalu lintas

  d. tidak naik kelas

  6. Orang yang termasuk miskin atau di bawah garis kemiskinan yaitu orang yang tidak dapat memenuhi ….

  a. kebutuhan pendidikannya

  c. kebutuhan pokoknya

  b. kebutuhan tambahannya

  d. kewajibannya 7. Setiap warga masyarakat menginginkan keadaan sosial yang selalu . . .

  a. tertib dan aman

  c. demo di jalanan

  b. menyampaikan tuntutan

  d. hidup tanpa aturan

  8. Saat ada bencana alam seperti banjir, maka pemerintah akan memindahkan penduduk ke daerah yang lebih aman yang disebut dengan . . . .

  a.

  c. reurbanisasi Repatriasi b.

  d. evakuasi Emigrasi

  9. Bencana alam yang terjadi bukan karena kondisi alam, tetapi dapat dipengaruhi oleh ….

  a. perkembangan industri

  c. musim dan iklim

  b. sikap hidup warga

  d. kemajuan pembangunan 10. Dibawah ini merupakan perilaku tidak disiplin di jalan raya adalah . . .

  a. jalan ketika lampu lalu lintas berwarna hijau menyala

  b. menyebrang di sembarang tempat

  c. menggunakan helm saat menggunakan sepeda motor

  d. jalan kaki disebelah kiri 11. Dibawah ini yang merupakan pemborosan energi adalah . . . .

  a. Mematikan lampu-lampu yang tidak diperlukan.

  b. Bepergian naik kendaraan umum atau sepeda.

  c. Menggunakan energi listrik dan BBM semaksimal mungkin.

  d. Memanfaatkan sumber energi alternatif misalnya dari tumbuh- tumbuhan, angin, air, dan matahari.

  12. Dibawah ini yang merupakan kejahatan yang merugikan rakyat dan negara adalah ...

  a. pencurian

  c. korupsi

  b. pembunuhan

  d. pemerkosaan

  13. Raskin merupakan program pemberian bantuan pangan dari pemerintahan berupa ...

  a. minyak goreng

  c. bawang merah dan bawang putih

  b. beras

  d. gula pasir 14. Masalah sosial terjadi karena faktor. . . .

  a. ekonomi

  c. politik

  b. kepribadian

  d. lingkungan masyarakat dan negara

  15. Pengangguran terjadi karena tidak tersedianya ....

  a. modal

  c. lowongan pekerjaan

  b. tenaga kerja

  d. tenaga ahli

  

Kunci Jawaban

Lembar Evaluasi Siklus II

1. b 2. a 3. d 4. a 5. d 6. c 7. a 8. d 9. b 10. b 11. c 12. c 13. b 14. d 15. c

  Lampiran 16

PEDOMAN PENILAIAN SIKLUS II 1.

   Penilaian Kognitif Penilaian Soal Kuis Pertama:

  Nilai = Jumlah soal benar x 10

  Skor maksimal = 10 Nilai maksimal = 100

  Penilaian Soal Kuis Kedua: Nilai = Jumlah soal benar x 10

  Skor maksimal = 10 Nilai maksimal = 100

  Total Nilai:

  • =

  Total nilai maksimal = 100

  Lembar Evaluasi

  Soal pilihan Ganda

  × =

  Nilai X 10

  Skor setiap soal benar = 1 Skor setiap soal salah = 0 Nilai maksimal = 100

2. Penilaian Afektif Aspek Kerjasama

  c) Hanya 1 orang yang bekerja

  Nilai = ( jumlah skor + 1 ) x 100

  3. …

  2.

  Partisipasi Kekompakan Toleransi 1.

  No. Nama Siswa Aspek yang dinilai Jumlah Skor

  = 1 CATATAN : Skor maksimal = 9 Nilai maksimal = 100

  c) Hanya mengikuti pendapat/ide/saran dari diri sendiri

  Mau mendengarkan pendapat/ide/saran dari teman = 2

  a) Mau mendengarkan pendapat/ide/saran dari teman dan mendiskusikannya = 3 b)

  = 1 3. Toleransi

  Keterangan: 1.

  Partisipasi

  b) Hanya separuh anggota yang bekerja

  = 3

  a) Semua anggota ikut bekerja sesuai tugasnya

  = 0 2. Kekompakan

  d) Tidak memberikan pendapat

  = 1

  c) Memberikan ide/saran/pendapat (1-2)

  = 2

  b) Memberikan ide/saran/pendapat (3-4 kali)

  = 3

  a) Memberikan ide/saran/pendapat (lebih dari 5 kali)

  = 2

3. Penilaian Psikomotorik Memberikan Jawaban Secara Lisan No. Nama Siswa Aspek Jumlah Skor Ketepatan Jawaban Percaya Diri Antusias 1.

  Jwaban yang diungkapkan menurut pendapat sendiri dan salah = 2

  c) Tidak mendengarkan pertanyaan guru, ramai sendiri dan membuat kegaduhan. = 1

  = 2

  b) Hanya diam saja saat siswa diminta untuk menjawab

  = 3

  a) Mau mengacungkan tangan saat guru meminta siswa menjawab

  = 1 3. Antusias

  c) Jawaban yang diungkapkan mencontek atau menurut pendapat siswa lain

  2.

  3. ...

  = 1 2. Percaya Diri

  c) Jawaban salah / tidak sesuai dengan pertanyaan yang diberikan guru

  = 2

  b) Jawaban kurang tepat dengan pertanyaan yang diberikan guru

  = 3

  a) Jawaban benar dan sesuai dengan pertanyaan yang diberikan guru

  Ketepatan Jawaban

  Keterangan: 1.

  a) Jawaban yang diungkapkan menurut pendapat siswa sendiri dan benar = 3 b) CATATAN: Nilai = ( jumlah skor + 1 ) x 100

  Skor maksimal = 9 Nilai maksimal = 100

  Lampiran 17

Uji Validitas dan Reliabilitas Siklus I

Satuan Tingkat Pendidikan : SDN Caturtunggal 3

  Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) 1. Standar Kompetensi

  2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi,dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi

2. Kompetensi Dasar

2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya

3. Kisi-Ksi Soal

  No. Indikator Penilaian Butir Soal

  1. Menyebutkan ciri-ciri masalah 1,3,4,7,14,16,20, sosial 22,26

  2. Menyebutkan perbedaan antara 5,8,10,12,15,18,21, masalah sosial dan masalah pribadi. 25,27,28

  3. Menjelaskan bermacam-macam 2,6,9,11,13,17,19,23, masalah sosial yang ada di 24,29,30 lingkungan sekitar.

  Jumlah

  30

1. Uji Validitas Nama

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  21 CAH

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  23 NAB

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  28 NVT

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  28 LIN

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  26 MST

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  24 RDO

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  26 RND

  13

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  24 RDI

  

1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  28 PTU

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  27 RAD

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  Nomor Item Jumlah

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  26 HER

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  25 AUL

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  21 ADH

  1

  1

  1

  17

  1

  30 SLA

  29

  28

  27

  26

  25

  24

  23

  22

  21

  20

  19

  18

  

16

  1

  15

  14

  13

  12

  11

  10

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  25 ALF

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  29 DHE

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  25 KHU

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  28 IRM

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  24 AML

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  25 IBN

  1

  1

  1

  1

  1 RYN

  1

  1

  1

  27 JGR

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  15 DW

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  25 TRS

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  26 MLT

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  27 RVL

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  25 RSK

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  27 RND

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  27 TRP

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  25 SYF

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  17

PEROLEHAN DATA MENGGUNAKAN SPSS 20

  Tabel Hasil Uji Coba Validitas No Item Pearson Correlation Sig. (2-talled) Keputusan

  Berikut ini merupakan hasil dari uji coba validitas yang dilakukan di kelas V SDN Caturtunggal 3 dengan jumlah siswa sebanyak 30.

  1 0.256 0.173 Tidak Valid 2 0.378* 0.039 Valid 3 0.310 0.096 Tidak Valid 4 0.542** 0.002 Valid 5 0.394* 0.031 Valid 6 0.375* 0.041 Valid 7 0.256 0.173 Tidak Valid 8 0.635** 0. 000 Valid 9 0.051 0.790 Tidak Valid 10 0.296 0.112 Tidak Valid

  11 0.646** 0.000 Valid 12 0.327 0.078 Tidak Valid 13 0.310 0.096 Tidak Valid 14 0.576** 0.001 Valid 15 0.763** 0.000 Valid 16 0.527** 0.003 Valid 17 0.760** 0.000 Valid 18 0.322 0.083 Tidak Valid 19 0.232 0.218 Tidak Valid 20 0.638** 0.000 Valid 21 0.319 0.086 Tidak Valid 22 0.476** 0.008 Valid 23 0.595** 0.001 Valid 24 0.576** 0.001 Valid 25 0.296 0.112 Tidak Valid 26 0.449* 0.013 Valid 27 0.349 0.059 Tidak Valid 28 -0.022 0.910 Tidak Valid 29 -0.112 0.556 Tidak Valid 30 0.044 0.124 Tidak valid

  • Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
    • Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan data di atas, maka perolehan soal valid ditunjukkan dengan nomor

2. Reabilitas

  Reabilitas dihitung menggunakan SPSS 20 dengan formula Cronbach

  Alpha dengan hasil sebagai berikut:

  SCALE : ALL VARIABLES Hasil diatas dinyatakan dalam tabel berikut ini:

   Tabel Hasil Uji Reliabilitas Soal Cronbach Alpha

  Kulifikasi

  0.710 Tinggi Berdasarkan dari tabel diatas harga Cronbach Alpha sebesar 0.710 dan dinyatakan dalam kualifikasi tinggi.

  Lampiran 18

Uji Validitas dan Reliabilitas Siklus II

Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Caturtunggal 3

  Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) 1. Standar Kompetensi

  2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi,dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi

2. Kompetensi Dasar

2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya 3.

   Kisi-Ksi Soal

  No. Indikator Penilaian Butir Soal

  1. Mengidentifikasi suatu masalah sosial 2,5,7,9,12,16,21,23, yang ada di lingkungan sekitar. 25,27

  2. Menemukan penyebab serta akibat 1,3,8,10,13,18,20,22 permasalahan sosial yang ada di 28,30 lingkungan sekitar.

  3. Menemukan ide untuk memecahkan 4,6,11,14,15,17,19,24 permasalahan sosial yang terjadi di 26,29 lingkungan sekitar.

  Jumlah

  30

1. Uji Validitas Nama

  1

  1

  1

  1

  1

  7 NAB

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  9 CAH

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  13 KHU

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  8 LIN

  1

  1

  15 MST

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  16 RAD

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  10

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  17 NVT

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  19 PTU

  1

  No. Item Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

15

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 SLA

  1

  1

  10 ADH

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  18 AUL

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  6 ALF

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  12 HER

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  8 DHE

  1

  15 IRM

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  

1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  16 AML

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  9 IBN

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1 RDI

  1

  10 JGR

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  21 TRS

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  14 TRP

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  20 MLT

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  21 DW

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  14 RVL

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  15 RND

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  11 RYN

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  20 RDO

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  20 SYF

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  20 RND

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  1

  9 RSK

  9

PEROLEHAN DATA MENGGUNAKAN SPSS 20

  Tabel Uji Validitas Soal No. Item Pearson Correlation Sig. (2-talled) Keputusan

  Berikut ini merupakan hasil dari uji coba validitas yang dilakukan di kelas V SDN Caturtunggal 3 dengan jumlah siswa sebanyak 30.

  1 0,148 0,436 Tidak valid 2 0,522** 0,003 Valid 3 0,517** 0,003 Valid 4 0,538** 0,002 Valid 5 0,257 0,170 Tidak valid 6 0,686** 0,000 Valid 7 -0,186 0,325 Tidak valid 8 0,150 0,428 Tidak valid 9 0,366* 0,047 Valid 10 0,438* 0,016 Valid

  11 0,366* 0,047 Valid 12 0,026 0,893 Tidak valid 13 0,487** 0,006 Valid 14 0,617** 0,000 Valid 15 -0,071 0,711 Tidak valid 16 0,375* 0,041 Valid 17 0,388 0,034 Tidak valid 18 0,208 0,270 Tidak valid 19 0,418* 0,022 Valid 20 0,083 0,665 Tidak valid 21 0,360 0,051 Tidak valid 22 0,392* 0,032 Valid 23 0,369* 0,045 Valid 24 0,282 0,131 Tidak valid 25 0,287 0,124 Tidak valid 26 0,492** 0,006 Valid 27 0,477** 0,008 Valid 28 0,341 0,065 Tidak valid 29 0,672** 0,000 Valid 30 0,071 0,709 Tidak valid

  • Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
    • Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan data di atas, maka perolehan soal valid ditunjukkan dengan nomor item 2, 3, 4, 6, 9, 10, 11, 13, 14, 16, 19, 22, 23, 26, 27, 29.

2. Reabilitas

  Reabilitas dihitung menggunakan SPSS 20 dengan formula Cronbach

  Alpha dengan hasil sebagai berikut:

  SCALE : ALL VARIABLES

   Tabel Hasil Uji Reliabilitas Soal Cronbach Alpha Kulifikasi

  0.704 Tinggi Berdasarkan dari tabel diatas harga Cronbach Alpha sebesar 0.704 dan dinyatakan dalam kualifikasi tinggi.

  Lampiran 19

DATA KREATIFITAS

SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3

SIKLUS I PERTEMUAN 1

  

No Indikator Pertemuan 1

Mengajukan pertanyaan dalam forum umum

  ///// //// 1. atau kelas kepada guru 2. Mengajukan pertanyaan dalam kelompok.

  ///// ///// ///// /// Siswa dapat mengajukan minimal satu pertanyaan sesuai dengan pembelajaran yang

  3.

  ///// ///// / sedang berlangsung.

  Siswa dapat menjawab dengan baik 4.

  ///// ///// ///// / pertanyaaan dari guru.

  Mencoba memberikan gagasan atau usul 5.

  ///// ///// // dengan mengacungkan tangan terlebih dahulu Memberikan usulan dan gagasan terhadap

  6.

  ///// //// masalah yang disajikan guru Menyatakan pendapat dalam forum umum

  7.

  ///// ///// / atau kelas Menyatakan pendapat dalam forum

  8. kelompok.

  ///// ///// //// ///// Siswa dapat berpendapat secara jelas dan 9. dapat dipahami sesuai dengan pembelajaran

  ///// ///// // yang berlangsung 10. Siswa mampu menanggapi pendapat teman.

  ///// ///// // Siswa dapat memberikan komentar saat ada

  ///// //// ///// / 11. presentasi kelompok.

  Siswa dapat memberikan gagasan dan ///// /// 12. pendapat akibat dari sebuah permasalahan.

  Siswa mempunyai lebih dari 1 gagasan dan ///// /////

  13. pendapat yang bervariasi dari teman yang lain dalam menyikapi suatu masalah.

  Siswa dapat mengungkapkan pendapat dalam /////

  14. memecahkan suatu masalah dengan cara yang berbeda di dalam buku.

  Siswa mempunyai pendapat sendiri tanpa ///// ///// / 15. terpengaruh dari siswa lain.

  Siswa dapat mengungkapkan pendapat yang ///// ///// ///

  16. berbeda dengan siswa lain dalam diskusi kelompok.

  Siswa dapat memberikan gagasan dan usulan ///// ////

  17. secara rinci terhadap masalah yang ditampilkan oleh guru.

  Siswa mempunyai pendapat dalam ///// ///// ///// //

  18. memecahkan suatu masalah dengan cara yang berbeda dengan siswa lain.

  

DATA KREATIFITAS

SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3

SIKLUS I PERTEMUAN 2

No Indikator Pertemuan 2

  Mengajukan pertanyaan dalam forum umum ////// ///// // 1. atau kelas kepada guru Mengajukan pertanyaan dalam kelompok

  2.

  ///// ///// ///// ///// // Siswa dapat mengajukan minimal satu pertanyaan sesuai dengan pembelajaran yang

  3.

  ///// ///// /// sedang berlangsung.

  Siswa dapat menjawab dengan baik 4.

  ///// ///// ///// ///// //// pertanyaaan dari guru.

  Mencoba memberikan gagasan atau usul 5.

  ///// ///// ///// /// dengan mengacungkan tangan terlebih dahulu Memberikan usulan dan gagasan terhadap

  6.

  ///// ///// ///// // masalah yang disajikan guru Menyatakan pendapat dalam forum umum

  7.

  ///// ///// ///// ///// / atau kelas Menyatakan pendapat dalam forum

  8.

  ///// ///// ///// ///// ///// / kelompok.

  Siswa dapat berpendapat secara jelas dan 9. dapat dipahami sesuai dengan pembelajaran ///// ///// ///// // yang berlangsung 10. Siswa mampu menanggapi pendapat teman.

  ///// ///// ///// /// Siswa dapat memberikan komentar saat ada

  ///// ///// ///// ///// 11. presentasi kelompok.

  Siswa dapat memberikan gagasan dan ///// ///// //// 12. pendapat akibat dari sebuah permasalahan Siswa mempunyai lebih dari 1 gagasan dan

  ///// ///// //// 13. pendapat yang bervariasi dari teman yang lain dalam menyikapi suatu masalah.

  Siswa dapat mengungkapkan pendapat dalam ///// ////

  14. memecahkan suatu masalah dengan cara yang berbeda di dalam buku.

  Siswa mempunyai pendapat sendiri tanpa ///// ///// ///// // 15. terpengaruh dari siswa lain.

  Siswa dapat mengungkapkan pendapat yang 16. berbeda dengan siswa lain dalam diskusi ///// ///// ///// ///// / kelompok.

  Siswa dapat memberikan gagasan dan usulan ///// ///// ///// ////

  17. secara rinci terhadap masalah yang ditampilkan oleh guru.

  Siswa mempunyai pendapat dalam ///// ///// ///// ///// /

  18. memecahkan suatu masalah dengan cara yang berbeda dengan siswa lain.

  

DATA KREATIFITAS

SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3

SIKLUS II PERTEMUAN 1

No Indikator Pertemuan 1

  Mengajukan pertanyaan dalam forum umum 1.

  ///// ///// // atau kelas kepada guru Mengajukan pertanyaan dalam kelompok.

  2.

  ///// ///// ///// ///// /// Siswa dapat mengajukan minimal satu 3. pertanyaan sesuai dengan pembelajaran yang

  ///// ///// //// sedang berlangsung.

  Siswa dapat menjawab dengan baik 4.

  ///// ///// ///// ///// // pertanyaaan dari guru.

  Mencoba memberikan gagasan atau usul 5.

  ///// ///// ///// ///// // dengan mengacungkan tangan terlebih dahulu Memberikan usulan dan gagasan terhadap

  6.

  ///// ///// ///// / masalah yang disajikan guru Menyatakan pendapat dalam forum umum

  7.

  ///// ///// ///// // atau kelas Menyatakan pendapat dalam forum

  8. kelompok.

  ///// ///// ///// ///// /// Siswa dapat berpendapat secara jelas dan 9. dapat dipahami sesuai dengan pembelajaran

  ///// ///// ///// ///// ///// yang berlangsung 10. Siswa mampu menanggapi pendapat teman.

  ////// ////// ///// ///// / Siswa dapat memberikan komentar saat ada 11.

  ///// ///// //// presentasi kelompok.

  Siswa dapat memberikan gagasan dan 12.

  ///// ///// /// pendapat akibat dari sebuah permasalahan.

  Siswa mempunyai lebih dari 1 gagasan dan 13. pendapat yang bervariasi dari teman yang lain ///// ///// ///// / dalam menyikapi suatu masalah.

  Siswa dapat mengungkapkan pendapat dalam 14. memecahkan suatu masalah dengan cara yang ///// ///// ///// //// berbeda di dalam buku.

  Siswa mempunyai pendapat sendiri tanpa 15.

  ///// ///// ///// ///// / terpengaruh dari siswa lain.

  Siswa dapat mengungkapkan pendapat yang 16. berbeda dengan siswa lain dalam diskusi ///// ///// ///// ///// // kelompok.

  Siswa dapat memberikan gagasan dan usulan 17. secara rinci terhadap masalah yang ///// ///// ///// /// ditampilkan oleh guru.

  Siswa mempunyai pendapat dalam ///// ///// ///// ///// /

  18. memecahkan suatu masalah dengan cara yang berbeda dengan siswa lain.

  

DATA KREATIFITAS

SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3

SIKLUS II PERTEMUAN 2

No Indikator Pertemuan 2

  Mengajukan pertanyaan dalam forum umum 1.

  ///// ///// ///// ///// atau kelas kepada guru Mengajukan pertanyaan dalam kelompok.

  2.

  ///// ///// ///// ///// ///// Siswa dapat mengajukan minimal satu 3. pertanyaan sesuai dengan pembelajaran yang

  ///// ///// ///// //// sedang berlangsung.

  Siswa dapat menjawab dengan baik 4.

  ///// ///// ///// ///// //// pertanyaaan dari guru.

  Mencoba memberikan gagasan atau usul 5.

  ///// ///// ///// ///// / dengan mengacungkan tangan terlebih dahulu Memberikan usulan dan gagasan terhadap

  6.

  ///// ///// ///// ///// // masalah yang disajikan guru Menyatakan pendapat dalam forum umum

  7.

  ///// ///// ///// //// atau kelas Menyatakan pendapat dalam forum

  ///// ///// ///// ///// ///// 8. kelompok.

  Siswa dapat berpendapat secara jelas dan 9. dapat dipahami sesuai dengan pembelajaran ///// ///// ///// ///// ///// // yang berlangsung 10. Siswa mampu menanggapi pendapat teman.

  ///// ///// ///// ///// ///// Siswa dapat memberikan komentar saat ada 11.

  ///// ///// ///// // presentasi kelompok.

  Siswa dapat memberikan gagasan dan 12.

  ///// ///// ///// //// pendapat akibat dari sebuah permasalahan.

  Siswa mempunyai lebih dari 1 gagasan dan 13. pendapat yang bervariasi dari teman yang lain ///// ///// ///// ///// dalam menyikapi suatu masalah.

  Siswa dapat mengungkapkan pendapat dalam 14. memecahkan suatu masalah dengan cara yang ///// ///// ///// ///// berbeda di dalam buku.

  Siswa mempunyai pendapat sendiri tanpa 15.

  ///// ///// ///// ///// /// terpengaruh dari siswa lain.

  Siswa dapat mengungkapkan pendapat yang 16. berbeda dengan siswa lain dalam diskusi ///// ///// ///// ///// // kelompok.

  Siswa dapat memberikan gagasan dan usulan 17. secara rinci terhadap masalah yang ///// ///// ///// ///// ditampilkan oleh guru.

  Siswa mempunyai pendapat dalam ///// ///// ///// //// ///

  18. memecahkan suatu masalah dengan cara yang berbeda dengan siswa lain.

  

TRANSKRIP WAWANCARA 1

Narasumber: Wali Kelas IV SDN Caturtunggal 3

Tanggal, 27 April 2013

  Peneliti : “Selamat siang bu.” Guru : “Iya selamat siang mbak. Ada apa mbak?” Peneliti : “Begini bu, saya mau melakukan wawancara dengan ibu sekarang bisa atau tidak?” Guru : “O, ya mbak silahkan. Mau tanya tentana apa?” Peneliti : “Mau tanya-tanya tentang penggunaan model pembelajaran metode

  STAD dalam pembelajaran IPS kemarin. Bagaimana kesulitan yang dirasakan ibu saat menggunakan pembelajaran kooperatif metode STAD di kelas IV?”

  Guru : “Kesulitan yang saya hadapi ketika menggunakan pembelajaran koopertif tipe STAD yaitu pada saat pembagian kelompok berlangsung, ada siswa yang ngeyel dan tawar menawar dalam pembagian kelompok, kemudian ada beberapa siswa yang tidak jelas tentang anggota kelompoknya sehingga saya harus menuliskan di papan tulis.”

  Peneliti : “Pada pembelajaran di pertemuan sebelumnya, apakah ibu pernah menggunakan pembelajaran kooperatif metode STAD?” Guru : “Saya belum pernah menggunakan pembelajaran kooperatif metode

  STAD.”

  Lampiran 20 Peneliti : “Apa alasan ibu belum pernah menggunakan pembelajaran kooperatif metode STAD saat pembelajaran berlangsung?” Guru : “Kelas IV itu merupakan kelas dengan anak-anak yang susah di atur.

  Sebenarnya saya juga kepengen menggunakan metode pembelajaran yang lain seperti metode diskusi kelompok. Tapi anak-anak kelas IV yang suka ngeyel dan suka ribut sendiri membuat saya tidak berani menggunakan metode diskusi kelompok. Bisa-bisa anak pada ribut sendiri di dalam kelompok. Bukannya mendiskusikan pembelajaran, tapi palah mediskusikan hal-hal lain yang mengasyikkan buat mereka.

  Makanya saya belum pernah menerapkan metode kelompok dalam pembelajaran saya.” Peneliti : “Menurut ibu, bagaimana partisispasi siswa kelas IV saat mengikuti pembelajaran menggunakan pembelajaran kooperatif metode STAD?” Guru : “Kalau menurut saya, partisipasi siswa saat pembelajaran sudah baik.” Peneliti : “Bagaimana partisipasi siswa dalam pembelajaran dan diskusi kelompok pada siklus I pertemuan 1 bu?” Guru : “Kalau partisipasi siswa dalam pembelajaran sudah cukup baik.

  Tetapi saat kegiatan tanya jawab, siswa kelas IV belum cukup aktif menjawab. Kalau ditanya, paling yang menjawab cuma anak yang itu- itu saja. Kalau partisipasi siswa di dalam kelompok menurut saya sudah bagus. Soalnya kelas IV baru pertama kali diterapkan pembelajaran kelompok, tapi siswa sudah dapat mengikutinya. Walaupun awalnya masih agak ada eyel-eyelan tentang pembagian kelompok tapi lama- lama juga mau.” Peneliti : “Terus, bagaimana partisipasi siswa dalam pembelajaran dan diskusi kelompok pada siklus I pertemuan 1?” Guru : “Kalau di pertemuan 1, siswa masih belum bisa beradaptasi dengan teman kelompoknya. Masih ada beberapa siswa yang protes. Kata siswa, kok aku nggak sama si A atau si B. Maklum namanya anak-anak pasti masih suka geng-gengan, masih suka pilih-pilih teman jadi susah kalu disuruh membaur dengan teman satu kelas. Kalau nggak dibentuk kayak gini, mesti mereka cuma mau satu kelompok sama teman akrab masing-masing.”

  Guru : “Kalau di pertemuan 2, siswa sudah mulai beradaptasi sama kelompoknya. Tapi ya masih ada beberapa siswa yang diam saja saat diskusi berlangsung. Namanya juga anak-anak mbak.”

  Peneliti : “Menurut ibu ada pengaruh penggunaan pembelajaran metode STAD terhadap kreatifitas siswa di kelas?” Guru : “Menurut saya ya ada mbak. Saat saya meilihat di dalam kelompok, siswa sudah mau berdiskusi dengan teman-temannya. Siswa juga sudah mulai mau mengemukakan ide dan pendapatnya saat saya meminta siswa untuk memecahkan sebuah permasalahan”

  Peneliti : “Bagaimana kreatifitas siswa dalam siklus I pertemuan 1 dan 2 ? Apakah ada peningkatan menurut ibu?”

  Guru : “Menurut saya ada mbak, yang paling menonjol terlihat saat siswa melakukan tanya jawab dengan guru. Pada pertemuan 1 siswa masih tampak nggak PD kalau mau jawab pertanyaan. Siswa masih kelihatan pasif jika saya bertanya kepada siswa. Tapi saat di pertemuan 2, siswa sudah mulai mau untuk menjawab pertanyaan dari saya. Sudah banyak dari mereka yang mau mencoba menjawab walaupun jawabanya belum benar. Selain itu kegiatan dalam diskusi kelompok, pada pertemuan 1 siswa masih kurang aktif saat melakukan diskusi, berpendapat dan memberikan gagasan. Tapi pada pertemuan 2 itu semua sudah mulai terlihat, mungkin karena siswa sudah beradaptasi dengan kelompoknya.”

  Peneliti : “Menurut ibu ada peningkatan terhadap prestasi belajar siswa dengan menerapkan metode STAD ini?” Guru : “Menurut saya ya ada mbak. Buktinya nilai-nilai siswa mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai siswa pada tahun sebelumnya.

  Sekitar 90% siswa yang mencapai nilai KKM nya mbak. Namun ya masih ada dua siswa yang belum mencapai KKM.” Peneliti : “Menurut ibu apa yang menyebabkan siswa tersebut tidak mencapai

  KKM?” Guru : “Menurut saya kalau si Heri belum mencapai KKM karena dia tidak bisa baca dan menulis. Selain itu, Heri sudah tinggal di kelas IV selama 2 tahun. Karena memang dia belum bisa baca dan menulis sampai sekaranag. Kalau dia mengerjakan soal isian atau essay, dia ngisinya cuma ngawur. Bahkan tulisannya bukan berupa kalimat dan nggak bisa dibaca. Tapi kalau soal pilihan ganda, dia sering bejo jika menjawab soal. Padahal ya cuma asal nyilang aja. Sedangkan Yosi tu anaknya suka sibuk sendiri, tapi sibuknya sibuk ramai dan nganggu teman yang lain. Dia juga jarang memperhatikan pembelajaran, makanya dia tidak bisa mengerjakan soal evaluasi.” Peneliti : “Setelah penelitian di siklus I ini, apakah ibu mempunyai rencana untuk menggunakan metode STAD dalam pembelajaran ibu selanjutnya dan pembelajaran-pembelajaran yang lain?”

  Guru : “Rencananya tetep ada mbak. Melihat adanya peningkatan dalam perstasi belajar dan kreatifitas siswa.” Peneliti : “O, ya bu. Terimakasih atas waktunya bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan.” Guru : “Ya, sama-sama mbak.”

  

TRANSKRIP WAWANCARA 2

Narasumber: Wali Kelas IV SDN Caturtunggal 3

Tanggal, 4 Mei 2013

  Peneliti : “Selamat siang bu. Maaf mau mengganggu sebentar.” Guru : “Iya mbak. Bagaimana ya?” Peneliti : “Saya mau melakukan wawncara dengan ibu. Apakah ibu ada waktu?” Guru : “Sekarang mbak?” Peneliti : “Iya bu.” Guru : “Iya mbak. Silahkan mau tanya-tanya tentang apa?” Peneliti : “Pertanyaannya hampir sama dengan wawancara setelah siklus I itu bu.

  Apa ibu memiliki kesulitan melakukan pembelajaran menggunakan metode STAD di siklus II kelarin?” Guru : “Kalau di siklus II ini, saya sudah mulai memahami penggunaan metode STAD ini. Mengenai langkah-langkah pembelajarannya saya sudah mulai hafal dibandingkan dengan pembelajaran di siklus I.”

  Peneliti : “O, iya bu. Kemudian bagaimana partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran STAD di siklus II ini?” Guru : “Siswa sudah tidak ngeyel lagi mengenai anggota kelompoknya. Siswa sudah terlihat lancar dan memahami langkah-langkah pembelajarannya.

  Jadi siswa tidak banyak bertanya lagi saat pembelajaran berlangsung. Peneliti : “Apakah ada perbedaan tentang kinerja siswa dalam mengikuti pemebalajaran menggunakan metode STAD di siklus I dan siklus II?” Guru : “Tentu saja ada. Pada siklus I siswa masih belum memahami tentang langkah-langkah kegiatan STAD. Siswa belum bisa menerima tentang pembagian anggota kelompoknya, masih ada beberapa siswa yang ngeyel. Saat diskusi berlangsung, siswa belum paham tentang kinerjanya di dalam kelompok sehingga ada beberapa siswa yang diam saja atau asyik ngbrol sama temannya. Kalau di siklus II kemari, siswa sudah tahu tentang tanggungjawabnya di dalam kelompok. Jika siswa tidak belajar sungguh-sungguh maka kelompok tidak akan mendapatkan penghargaan jadi mereka harus belajar dengan sungguh- sungguh jika mau mendaptkan penghargaan.

  Peneliti : “Menurut ibu pada siklus II ini kreatifitas siswa mengalami kenaikkan atau penurunan dibandingkan dengan siklus I kemarin?” Guru : “Saya merasa adanya peningkatan kreatifitas siswa dari siklus I ke siklus II dengan diterapkannya model pembelajarn kooperatif tipe

  STAD dalam pelajaran saya. Siswa lebih berani dan percaya diri saat saya bertanya kepada mereka. Terlihat juga antusias siswa saat menjawab pertanyaan dari saya, bahkan mereka sampai rebutan untuk menjawab. Siswa terlihat sudah mau berpendapat dan memberikan gagasan dalam kelompok. Walaupun masih ada satu dan dua siswa yang diam dan ngobrol sendiri. Namanya juga anak-anak kelas IV.

  Terus siswa juga mulai mau berpendapat. Memberi ide saat saya bertanya mengenai pemecahan dalam menangani masalah sosial.

  Menurut dalam pembelajaran menggunakan STAD ini sudah bagus dibandingkan dengan pembelajaran-pembelaran biasanya.” Peneliti : “Selain adanya peningkatan kreatifitas di siklus II, apakah adanya peningkatan prestasi belajar dengan diterapkannya meode STAD di pembelajaran?”

  Guru : “Menurut saya ada mbak. Buktinya danay peningkatan rata-rata nilai evaluasi siswa di siklus II dibandingkan dengan di siklus I. Walaupun masih ada satu siswa yang belum mencapai KKM.”

  Peneliti : “Menurut ibu apa yang menyebabkan siswa tersebut tidak dapat mencapai KKM?” Guru : “Siswa tersebut mengalami masalah dalam hal membaca dan menulis.

  Dia tidak bisa membaca soal-soal yang ada dalam lembar evaluasi, makanya dia pasti cuma ngawur saat nyilang a, b, c an.

  Guru : “Rencananya tetep ada mbak. Setelah saya mengetahui banyak keuntungan dari pembelajaran STAD di pembelajaran saya.” Peneliti : “Menurut ibu apa saja keuntungan dari pembelajaran menggunakan metode STAD ini?” Peneliti : “Setelah penelitian ini, apakah ibu memiliki rencana untuk menggunakan metode STAD ini ke dalam pembelajaran ibu selanjutnya dan pembelajaran-pembelajaran yang lain?”

  Guru : “Metode STAD dapat meningkatkan siswa dalam bersosialisasi, saat kegiatan kelompok berlangsung siswa yang pintar dapat membantu siswa yang kurang pintar dalam memahami pelajaran sehingga sifat egois siswa menjadi berkurang, melatih siswa untuk berdiskusi serta berpendapat di dalam kelompok jika siswa tidak berani berpendapat di forum umum maka siswa dapat latihan berpendapat di dalam kelompoknya, dapat memacu siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya karena adanya penghargaan kelompok jadi siswa menjadi semangat untuk mempelajari pembelajaran agar bisa mendapatkan penghargaan. Mernurut saya banyak juga keuntungan menggunakan pembelajaran STAD mbak.”

  Peneliti : “O, ya bu. Terimakasih atas waktunya bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan.” Guru : “Ya, sama-sama mbak.”

  

RINCIAN PEMBAGIAN TIM STAD MENURUT ROBERT E SLAVIN

SISWA KELAS IV SD N CATURTUNGGAL 3

Nama Siswa Peringkat Nama Tim Siswa berprestasi tinggi

  15 IBN

  28 B HER

  27 C YOS

  26 D DEV

  25 E MHD

  24 F FIR

  23 G AJT

  ISB

  22 G Siswa berprestasi rendah

  21 F JAS

  20 E ARF

  19 D RAD

  18 C NOV

  17 B HER

  16 A LAT

  14 A ETA

  ANG

  VEN

  13 B

  12 C UDA

  11 D JIB

  10 E ALD

  9 F FRI

  8 G BMA

  7 G Siswa berprestasi sedang ARL

  6 F MAH

  5 E MES

  4 D RGI

  3 C FRH

  2 B RMD

  1 A GTA

  29 A Lampiran 21

  KETERANGAN PEMBAGIAN TIM STAD SISWA KELAS IV SD N CATURTUNGGAL 3 NAMA TIM A = Kelompok Ayah E = Kelompok Bibi B = Kelompok Ibu F = Kelompok Adik C =Kelompok Kakek G = Kelompok Paman D =Kelompok Nenek Kelompok Ayah

  ANG

  VEN ETA

  IBN HER

  

Kelompok Ibu Kelompok Kakek

  GTA RMD UDA JIB LAT HRL YOS DEV

  

Kelompok Nenek Kelompok Bibi Kelompok Adik Kelompok Paman

  FRH RGI MES MAH ALD FRI BMA ARL NOV RAD ARF JAS MHD FRI AJT

  ISB

  

PENILAIAN KUIS STAD

PERTEMUAN 1 SIKLUS I

No. No. Induk Nama Siswa Jumat, 26 April 2013 Nilai Kuis 1 Nilai Kuis 2 Poin Kemajuan

  30 21. 822 MHD

  40

  VEN

  20 23. 833

  70

  80

  10 22. 832 UDA

  50

  50

  80

  30 24. 835 RMD

  60

  30 20. 821 MES

  70

  60

  30 19. 819 MAH

  70

  60

  30 18. 818 LAT

  60

  40

  80

  30 17. 816 JIB

  20

  30 Jumlah 1540 1870 620

  80

  50

  29. NOV

  30

  80

  60

  28. GTA

  30

  90

  40

  27. YOS

  20

  50

  40

  20 26. 845 FRI

  80

  60

  30 25. 844 RGI

  40

  50

  1. 693 HER

  80

  30 8. 804 ARF

  20 7. 802 ANG 80 100

  60

  50

  20 6. 801 ALD

  50

  60

  30 5. 766 FIR

  60

  50

  20 4. 761 AJT

  70

  60

  20 3. 779 RAD

  80

  70

  IBN

  20 2. 767

  10

  40

  30 9. 805 ARL

  30 16. 815 JAS

  30 13. 811 FRH

  70

  60

  ISB

  10 15. 814

  60

  60

  20 14. 813 HRL

  70

  60

  60

  80

  40

  20 12. 810 ETA

  50

  40

  30 11. 809 DEV

  80

  60

  20 10. 807 BMA

  80

  Rata-Rata 53,10 64,48 21,37 Lampiran 22

  

PENILAIAN KUIS STAD

PERTEMUAN 2 SIKLUS I

No. No. Induk Nama Siswa Jumat, 27 April 2013 Nilai Kuis 1 Nilai Kuis 2 Poin Kemajuan

  70

  70

  20 22. 832 UDA

  80

  70

  30 21. 822 MHD

  20 20. 821 MES 80 100

  30 19. 819 MAH 90 100

  50

  10 23. 833

  30 18. 818 LAT

  70

  50

  20 17. 816 JIB

  60

  50

  30 16. 815 JAS

  70

  VEN

  50

  30

  20 Jumlah 1730 2045 630

  90

  80

  29. NOV

  20

  28. GTA 90 100

  10

  40

  60

  27. YOS

  30

  80

  60

  20 26. 845 FRI

  10 25. 844 RGI 90 100

  20 24. 835 RMD 100 100

  70

  70

  ISB

  1. 693 HER

  20 4. 761 AJT

  60

  30 6. 801 ALD

  80

  50

  20 5. 766 FIR

  50

  40

  70

  30 7. 802 ANG 100 100

  60

  30 3. 779 RAD

  70

  40

  IBN

  10 2. 767

  10

  10

  80

  10 8. 804 ARF

  30 15. 814

  90

  80

  60

  30 14. 813 HRL

  30 13. 811 FRH 80 100

  70

  50

  20 12. 810 ETA

  80

  30

  30 11. 809 DEV

  90

  60

  10 10. 807 BMA

  70

  80

  30 9. 805 ARL

  50

  Rata-Rata 59,65 70,51 21,72

  

PENILAIAN KUIS STAD

PERTEMUAN 1 SIKLUS II

No. No. Induk Nama Siswa Jumat, 3Mei 2013 Nilai Kuis 1 Nilai Kuis 2 Poin Kemajuan

  70

  30 23. 833

  90

  50

  20 22. 832 UDA

  60

  50

  10 21. 822 MHD

  70

  20 20. 821 MES

  60

  90

  80

  30 19. 819 MAH

  80

  60

  30 18. 818 LAT

  90

  70

  VEN

  80

  80

  20

  20 Jumlah 1830 2200 650

  70

  60

  29. NOV

  30

  90

  70

  28. GTA

  50

  20 24. 835 RMD 90 100

  40

  27. YOS

  10

  70

  70

  10 26. 845 FRI

  80

  80

  20 25. 844 RGI

  30 17. 816 JIB

  60

  1. 693 HER

  60

  80

  10 8. 804 ARF

  30 7. 802 ANG 100 100

  30 6. 801 ALD 80 100

  70

  50

  20 5. 766 FIR

  70

  10 4. 761 AJT

  20 9. 805 ARL

  70

  70

  20 3. 779 RAD

  70

  60

  IBN

  30 2. 767

  30

  90

  50

  20 16. 815 JAS

  80

  60

  50

  ISB

  20 15. 814

  60

  50

  10 14. 813 HRL

  80

  20 13. 811 FRH

  70

  90

  80

  20 12. 810 ETA

  80

  70

  20 11. 809 DEV

  80

  70

  30 10. 807 BMA

  Rata-Rata 63,10 75,86 22,41

  

PENILAIAN KUIS STAD

PERTEMUAN 2 SIKLUS II

No. No. Induk Nama Siswa Jumat, 26 April 2013 Skor Kuis 1 Skor Kuis 2 Poin Kemajuan

  70

  30 23. 833

  90

  65

  30 22. 832 UDA

  80

  60

  30 21. 822 MHD

  80

  30 20. 821 MES

  40

  90

  70

  20 19. 819 MAH

  70

  50

  20 18. 818 LAT

  80

  70

  30 17. 816 JIB

  VEN

  60

  50

  30

  30 Jumlah 2200 2360 670

  80

  60

  29. NOV

  20

  80

  70

  28. GTA

  70

  30 24. 835 RMD 80 100

  40

  27. YOS

  20

  90

  80

  10 26. 845 FRI

  70

  80

  30 25. 844 RGI

  80

  30 16. 815 JAS

  1. 693 HER

  50

  20 7. 802 ANG 80 100

  80

  80

  30 6. 801 ALD

  70

  50

  20 5. 766 FIR

  60

  30 4. 761 AJT

  70

  80

  40

  30 3. 779 RAD

  90

  70

  IBN

  30 2. 767

  30

  10

  30 8. 804 ARF

  80

  70

  50

  40

  ISB

  30 15. 814

  60

  40

  30 14. 813 HRL

  95

  70

  20 13. 811 FRH

  40

  20 9. 805 ARL

  30 12. 810 ETA

  70

  50

  20 11. 809 DEV

  80

  80

  20 10. 807 BMA

  70

  70

  Rata-Rata 75,86 81,38 23,10

  

RANGKUMAN PEROLEHAN SKOR KELOMPOK

Nama Kelompok: Ayah Anggota Tim Siklus I Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 ANG

  30

  30

  

20

  30

  20 UDA

  30

  

30

  10

  20 LAT

  

30

  26

  30

  20 YOS

  20

  

10

  20

  30 Total Skor Kelompok 110

  

90

  90

  28 Penghargaan Kelompok Super Team Great Team Super Team Super Team Nama Kelompok: Ibu Anggota Tim Siklus I Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 GTA

  

20

  30

  

30

  

10

  10

  30 VEN

  30

  

20

  20

  30 ETA

  30

  20

  30

  20 IBN

  20

  

30

  20

  30 HER

  20

  

10

  30

  30 Total Skor Kelompok 150 100 130 140 Rata-Rata Kelompok

  90 Rata-Rata Kelompok 27,5 22,5 22,5 22,5 Penghargaan Kelompok Super Team Super Team Super Team Super Team

  Nama Kelompok: Kakek Anggota Tim Siklus I Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 RMD

  30

  10

  30 ALD

  20

  

30

  30

  20 NOV

  

20

  20

  20

  30 MHD

  10

  

20

  30

  20 Total Skor Kelompok 80 100 90 100 Rata-Rata Kelompok

  20 25 22,5

  

30

  25 Penghargaan Kelompok Great Team Super Team Super Team Super Team Nama Kelompok: Nenek Anggota Tim Siklus I Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 FRH

  30

  20 HRL

  

10

  20

  30 JIB

  30

  

30

  30

  20

  20 25 22,5

  

30

  20

  30 DEV

  20

  

20

  20

  20 Total Skor Kelompok 80 100 90 100 Rata-Rata Kelompok

  25 Penghargaan Kelompok Great Team Super Team Super Team Super Team

  Nama Kelompok: Bibi Anggota Tim Siklus I Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 RGI

  20 ARF

  30

  

30

  10

  30 BMA

  30

  

30

  20

  30

  15

  

30

  20

  20 AJT

  30

  

20

  20

  20 Total Skor Kelompok 120 110

  70

  25 Penghargaan Kelompok Super Team Super Team Great Team Super Team Nama Kelompok: Adik Anggota Tim Siklus I Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 MES

  

25

  20

  20

  

20

  10

  10 FRI

  20

  

30

  10

  20 RAD

  

20

  20

  10

  30 FIR

  20

  

30

  30

  30 Total Skor Kelompok 80 100

  60

  90 Rata-Rata Kelompok

  90 Rata-Rata Kelompok 30 27,5 17,25 22,5 Penghargaan Kelompok Super Team Super Team Great Team Super Team

  Nama Kelompok: Paman Anggota Tim Siklus I Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 MAH

  

20

  30 Total Skor Kelompok 110 80 100 110 Rata-Rata Kelompok 27,5

  20

  

30

  30

  30 ISB

  30

  30

  30

  20 JAS

  30

  

10

  20

  30 ARL

  20

  

20

  

20

25 27,5 Penghargaan Kelompok Super Team Great Team Super Team Super Team

  

PENILAIAN AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK

SIKLUS I

No.

  90

  90 19. 819 MAH 70 100

  80

  90

  80

  80 18. 818 LAT

  70 80 100

  80 17. 816 JIB

  90

  80 20. 821 MES 70 100 80 100 21. 822 MHD 80 100

  70

  80 16. 815 JAS

  90

  90

  80

  ISB

  80 15. 814

  80

  90

  90

  90

  70

  90

  29. NOV 90 100

  90

  28. GTA 90 100 100

  70

  70

  80

  27. YOS

  90 22. 832 UDA

  90

  90

  80 26. 845 FRI 80 100

  90

  70 90 100 100 24. 835 RMD 90 100 100 100 25. 844 RGI 90 100

  VEN

  80 23. 833

  90 90 100

  80

  80 14. 813 HRL

  No. Induk Siswa Nama Siswa Siklus I Pertemuan 1 Pertemuan 2 Afektif Psikomotor Afektif Psikomotor

  90 3. 779 RAD

  90

  90

  70

  80 4. 761 AJT

  70

  80

  70

  80

  80

  80

  70

  IBN

  70 2. 767

  70

  80

  70

  1. 693 HER

  80 5. 766 FIR

  90

  80

  80 9. 805 ARL

  90

  70

  90 13. 811 FRH

  70

  80 12. 810 ETA 80 100

  80 80 100 10. 807 BMA 90 100 90 100 11. 809 DEV 90 100 100

  80

  80

  80

  90

  70

  90 8. 804 ARF

  70 7. 802 ANG 90 100 100

  80

  80

  80

  80 6. 801 ALD

  90 Lampiran 24

  

PENILAIAN AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK

SIKLUS II

No.

  90

  90

  90 19. 819 MAH 90 100

  80

  90

  80

  80 18. 818 LAT

  70 80 100

  90 17. 816 JIB

  90

  80

  80

  90 16. 815 JAS

  80

  90

  80

  ISB

  80 15. 814

  80

  80 20. 821 MES 90 100 100 100 21. 822 MHD

  90

  90 80 100 14. 813 HRL 100

  27. YOS

  90

  29. NOV

  90

  28. GTA 100 90 100

  70

  80

  70

  70

  80

  90

  90 26. 845 FRI 90 100 100

  80 90 100

  90 25. 844 RGI

  90 90 100 100 24. 835 RMD 100 100 100

  VEN

  90 23. 833

  90 90 100

  80 22. 832 UDA

  80

  70

  No. Induk Siswa Nama Siswa Siklus I Pertemuan 1 Pertemuan 2 Afektif Psikomotor Afektif Psikomotor

  90 3. 779 RAD

  80 5. 766 FIR

  80

  80

  70

  90 4. 761 AJT

  80

  90

  80

  80

  80

  80

  90

  IBN

  70 2. 767

  70

  80

  70

  1. 693 HER

  80

  80

  90 13. 811 FRH

  90

  80

  90

  80

  80 12. 810 ETA

  90

  90 80 100 11. 809 DEV 90 100

  90

  80 90 100 10. 807 BMA

  80 9. 805 ARL

  80 6. 801 ALD

  80

  90

  70

  90 8. 804 ARF

  90 7. 802 ANG 80 100 100

  90

  90

  80

  90 90 100

  

DAFTAR NILAI IPS MATERI MASALAH SOSIAL DENGAN KKM 60

SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3

TAHUN PELAJARAN 2010/2011

No. NAMA SISWA NILAI

  83

  78

  27. SHA

  65

  26. SAL

  68

  25. RES

  24. PUT

  68

  20

  23. PYP

  55

  22. NM A

  18

  21. MAP

  28. SIT

  29. SLA

  20. MAY

  63

  48 Jumlah 1756

  36. ALL

  52

  35. YAN

  53

  34. MAL

  33. MBL

  46

  20

  32. AAR

  95

  31. NAD

  73

  30. WID

  35

  53

  1. DIC

  41

  60

  8. ALV

  63

  7. ALI

  38

  6. AIN

  5. ADR

  78

  55

  4. ADS

  33

  3. DWG

  2. BER

  40

  9. AMD

  10. AME

  19. MAU

  18

  48

  18. GAR

  45

  17. DWK

  38

  16. DAW

  15. DIC

  65

  14. CHU

  45

  13. BLQ

  73

  12. ARY

  23

  11. AML

  Lampiran 25

  

DAFTAR NILAI IPS MATERI MASALAH SOSIAL DENGAN KKM 60

SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

No. NAMA SISWA Nilai

  25. TRP

  55

  19. RDO

  65

  20. REN

  68

  21. RNL

  38

  22. RIN

  48

  23. RIS

  30

  24. SHA

  38

  65

  28

  26. TRS

  73

  27. JOG

  55

  28. DAF

  45

  29. REV

  23

  30. AGN

  55

  31. MEG

  68

  32. DIA

  48 Jumlah 1571

  18. RDI

  17. RAD

  1. SLA

  25 9.

  65

  2. AAR

  33

  3. HER

  10

  4. ADH

  43

  5. AUL

  38

  6. CAL

  83

  7. DHE

  60 8.

  IBN

  IWP

  65

  43

  10. KHU

  58

  11. LIN

  33

  12. MMF

  48

  13. MMN

  40

  14. CAH

  55

  15. NOV

  70

  16. PUT

  Rata-Rata 49,09 Lampiran 26

  Lampiran 27 Lampiran 24

  Lampiran 27 Lampiran 24

  Lampiran 28 Lampiran 24

FOTO-FOTO KEGIATAN

  

siswa mengerjakan soal kuis pertama presentasi kelas oleh guru

siswa dan guru melakukan tanya jawab siswa melakukan kegiatan di dalam

saat presentasi kelas kelompok siswa sedang menempel gambar dalam siswa sedang mendengarkan

lembar kerja presentasi hasil kerja kelompok lain

  

guru membimbing siswa dalam kegiatan siswa melakukan presentasi di depan

kelompok kelas bersama anggota kelompoknya

siswa mengerjakan soal kuis kedua siswa mengerjakan soal evaluasi siswa mendapat penghargaan siswa mendapat penghargaan (Super Team) (Great Team)

BIODATA PENULIS

  Anita Anggraeni Puspitasari lahir di Magelang, 5 Maret 1991. Pendidikan dasar diperoleh di SD Kartika XV-4 Magelang, tamat pada tahun 2003. Pendidikan menengah pertama ditempuh di SMP N 1 Kota Mungkid, Magelang tamat pada tahun 2006.Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA N 1 Mertoyudan, Magelang tamat pada tahun 2009.

  Pada tahun 2009, peneliti tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma pada fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, program studi pendidikan guru sekolah dasar. Salah satu syarat kelulusan yaitu melakukan penelitian dan menyusun skripsi. Skripsi yang dibuat oleh peneliti berjudul “Peningkatan Kreatifitas dan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta” .

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Weroharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tahun ajaran 2016/2017.
0
0
232
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas III B SD Negeri Denggung.
0
0
2
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
2
305
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN 3 Cawas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
0
0
162
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
1
355
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
9
245
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD kelas IV di SDN Srumbung 02.
0
3
354
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Weroharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tahun ajaran 2016 2017
0
0
230
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKN melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas 6 di SDN Gejayan Yogyakarta.
0
1
284
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa kelas IV SDN Minomartani tahun pelajaran 2012/ 2013.
0
0
179
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SDN Karangwuni I melalui model pembelajaran kooperatif Jigsaw II.
0
0
2
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada siswa kelas IV SD Negeri Kalongan Depok tahun ajaran 2012/2013.
0
1
225
Peningkatan kreativitas dan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 Yogyakarta melalui model pembelajaran kooperatif metode STAD.
0
0
284
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
8
235
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa kelas IV SDN Minomartani tahun pelajaran 2012 2013
0
2
177
Show more