Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2006 - USD Repo

Gratis

0
0
157
6 months ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP STATUS

SOSIAL GURU DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MINAT

MAHASISWA MENJADI GURU

  Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2005

  

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

Oleh:

Sari Nolowati

NIM: 041334083

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

  

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2009

  

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP STATUS

SOSIAL GURU DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MINAT

MAHASISWA MENJADI GURU

  Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2005

  

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

Oleh:

Sari Nolowati

NIM: 041334083

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

  

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2009

  Bersukac Marilah Aku

  M Ke Perca citalah da dan ber h kepada-K u akan mem

  Oleh ka Mintalah Carilah etuklah, m ayalah……

  M lam pengh rtekunlah

  Ku semu mberi kele arena itu

  h, maka a

  h, maka maka pin (Lu

  …….! Tak a OTTO

harapan, s

dalam do

a yang let

egaan kepa

  

Aku berk

akan dib

kamu ak

ntu akan

ukas 11 :

ada perju

  O sabarlah d a! (Roma tih lesu da adamu (M rkata kep berikan k kan mend n dibukak : 9) uangan dalam kes 12 : 22) an berbeba Matius 11 : padamu: kepadamu dapat; kan bagim yang sia sesakan, n berat, : 28) u; mu a-sia H B Bahwa

  Denga

  ™ Tuh ™ Bun ™ Ora Ch.

  setia

  ™ Adi ™ My

  & s HALAM

  Bersyukur asanya u n penuh ras han Yesus nda Maria ang tuaku te Sumarsih y ap doa-doan ikku Puteri y lovely Pap semangat ya

  MAN P rlah kepa untuk sela

  (M sa syukur, k X-tus sah yang selalu ercinta Bap yang selalu nya i yang udah pa Dix’s a ang udah dib

  

PERS

ada Tuha

ama-lama

  Mzm 118:

kupersembah

habat dan ju

u menguatka

pak Als. W

mencintai a

h mau menga

tas segenap

berikan untu

  SEMB an, sebab anya kas

   1) hkan karya uru selamatk an & meny W. Tjipto S aku & men antar jempu p cinta, kasi ukku

  BAHAN b Ia baik sih setia- kecilku ini ku yalakan sem Subagjo & nyertakan ak t aku ke ka ih sayang, p

  N k! -Nya. untuk: mangatku

  & Ibu ku dalam mpus perhatian,

KATA PENGANTAR

  Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa Terhadap Status Sosial Guru dan Prestasi Belajar dengan Minat Mahasiswa Menjadi Guru. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulis menyadari sepenuhnya bahwa proses penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dorongan, dan perhatian yang tak ternilai harganya dari berbagai pihak, sehingga dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:

  1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Bapak Y. Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Bapak L. Saptono, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  4. Ibu Cornelio Purwantini, S.Pd., M.SA., selaku Dosen Pembimbing skripsiku yang telah bersedia menyediakan waktu, memberikan saran dan kritik yang sangat berarti dalam membimbing penulis menyelesaikan skripsi ini.

  5. Bapak A. Heri Nugroho, S.Pd., M.Pd. dan Bapak S. Widanarto P., S.Pd., M.Si. selaku Dosen Penguji. Terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan.

  6. Seluruh Bapak & Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan dukungan, kritik, saran, dan bimbingan selama penulis belajar di USD.

  7. Tenaga administrasi Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah membantu kelancaran dalam proses belajar selama ini.

  8. Seluruh Ketua Program Studi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian terhadap mahasiswanya.

  9. Seluruh keluargaku:

  Orang tuaku tercinta Bapak Als. W. Tjipto

  Subagjo & Ibu Ch. Sumarsih yang selalu mencintai aku, menyemangati aku, membimbing aku, & menyertakan aku dalam setiap doa-doanya,

  

adikku Poet-3 yang udah bersedia mengantar jemput aku ke kampus,

  Simbah Kakung Mardi Waluyo (Alm.) & Simbok Muji yang selalu mendoakan aku, Simbah Kakung St. Darminto (Alm.) & Simbah Putri Jainem Notosucipto (Alm.) yang semasa hidupnya selalu memberikan kasih sayangnya untukku dan selalu menghiburku saat kurapuh,

  Pak Idong atas saran-sarannya yang mendewasakan aku, De Mini

  untuk sayurnya yang uenak pas banget saat aku lapar, Not-not yang mau anter jemput aku ke kampus,

  Dimas kecil yang lucu yang selalu menghibur aku,

  Ade Bening yang mungil (melihatmu hilangkan

  penatku), dan seluruh keluargaku yang tak pernah bosan membantu aku saat aku membutuhkan.

10. Belahan jiwaku Papa Dix’s yang selalu memberikan cinta, kasih sayang, perhatian, dukungan dan doa kepadaku. Pa,,, akhirnya aku lulus juga.

  Thanks for all. Aku sayang kamu.

  11. Sahabat-sahabat terbaikku: Isna yang jauh disana (thanks udah mau mendengarkan curhatku

  & menyemangati aku), Octa, Ndut, V-3, Lusi,

  Dwi Indarti (terimakasih untuk kebersamaannya selama ini), Jenk Ekak (makasih udah kasih tempat untuk istirahat dan makan gratisnya, he he he…), Anastasia Ember (thanks buku psikologinya…) Aroem (ayo Rum… Semangat…!), Oe-Oet (meski kita tak lagi sejalan, tapi makasih untuk persahabatan kita saat lalu), Anna (Thanks yach…. udah diajari interpolasinya), PAK B dan PAK A

  & thanks to segenap komunitas atas kebersamaan kita selama ini.

  12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

  Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu penulis dengan terbuka bersedia menerima kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

  Yogyakarta, 21 Agustus 2009 Penulis

ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP STATUS SOSIAL GURU DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MINAT MAHASISWA MENJADI GURU

  Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2005

  Sari Nolowati Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta 2009

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara; (1) Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru; (2) Prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru; (3) Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru.

  Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada bulan April 2009. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2005 yang sudah mengambil Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) II sebanyak 348 orang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 70 orang.

  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random

  sampling . Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner,

  wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah koefisien korelasi product moment.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru, hal ini dapat dilihat dari nilai r = 0,684 > r = 0,306 dan nilai

  hitung tabel

  t = 7,726 > t = 2,654; (2) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara

  hitung tabel

  prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru, hal ini dapat dilihat dari nilai r = 0,636 > 0,306 dan nilai t = 6,792 > t = 2,654; (3) Ada

  hitung hitung tabel

  hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru, hal ini

  2

  dapat dilihat dari nilai R = 0,750 dan R = 0,562 serta nilai F = 42,984 >

  

hitung hitung

F = 4,138. tabel

  ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN STUDENT’S PERCEPTION TOWARD THE TEACHER SOCIAL STATUS, ACADEMIC LEARNING ACHIEVEMENT AND STUDENT’S INTEREST FOR BEING A TEACHER

  A Case Study: Student’s of Faculty of Education and Teacher Training (“FKIP”) Sanata Dharma University Yogyakarta at 2005 generation

  Sari Nolowati Sanata Dharma University

  Yogyakarta 2009

  The purpose of this research is to find out relationship between; (1) student’s perception toward the teacher social status and student’s interest for being a teacher; (2) academic learning achievement and student’s interest for being a teacher; (3) student’s perception toward the teacher social status, academic learning achievement and student’s interest for being a teacher.

  This research took ”Sanata Dharma University” Yogyakarta as the setting of the research on April until May 2009. This research population was 348 student’s of “FKIP” Sanata Dharma University at 2005 generation who have attended the fieldwork training (“PPL”) II. The samples were 70 student’s. The technique in sample taking was proportional random sampling. The instrument of the research were questionnaire, interview, and documentation. This research used coefficient correlation product moment as the data analysis technique.

  The research show that; (1) there is positive and significant relationship between student’s perception toward the teacher social status and student’s interest for being a teacher, it can be seen from the value of r = 0,684 > r =

  count table

  0,306 and value of t = 7,726 > t = 2,654; (2) there is positive and

  count table

  significant relationship between academic learning achievement and student’s interest for being a teacher, it can be seen from the value of r = 0,636 > r =

  count table

  0,306 and value of t = 6,792 > t = 2,654; (3) there is positive and

  count table

  significant relationship between student’s perception toward the teacher social status, academic learning achievement and student’s interest for being a teacher, it

  2

  can be seen from the value of R = 0,750 and R = 0,562 and value of F =

  count count 42,984 > F = 4,138. table .

  DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................. iv MOTTO ....................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI .................................................... vii KATA PENGANTAR ................................................................................. viii ABSTRAK ................................................................................................... xi

  

ABSTRACT ................................................................................................... xii

  DAFTAR ISI ................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ........................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xviii

  BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang ........................................................................... 1 B. Batasan Masalah ........................................................................ 3 C. Rumusan Masalah ...................................................................... 4 D. Tujuan Penelitian ....................................................................... 4 E. Manfaat Penelitian ..................................................................... 5 BAB II. TINJAUAN TEORITIS ................................................................. 6

  Minat .......................................................................................... 6

  1. Pengertian Minat .................................................................. 6

  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat ............................ 7

  3. Macam-macam Minat .......................................................... 8 Persepsi ...................................................................................... 9

  1. Pengertian Persepsi .............................................................. 9

  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi ........................ 11 Status Sosial ............................................................................... 12

  1. Pengertian Status Sosial ....................................................... 12

  2. Jenis-jenis Status (Kedudukan) Sosial ................................. 14

  3. Aspek Sosial ......................................................................... 15

  4. Status Sosial Guru ................................................................ 15

  B. Kerangka Berpikir ...................................................................... 23

  C. Model Penelitian ........................................................................ 28

  D. Hipotesis Penelitian .................................................................... 28

  BAB III. METODE PENELITIAN ............................................................. 29 A. Jenis Penelitian ........................................................................... 29 B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................... 29 C. Subyek dan Obyek Penelitian .................................................... 29

  1. Subyek Penelitian ................................................................. 29

  2. Obyek Penelitian .................................................................. 30

  D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel ...................... 30

  1. Populasi dan Sampel ............................................................ 30

  2. Teknik Pengambilan Sampel ................................................ 31

  E. Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel Penelitian .......... 32

  1. Variabel Penelitian ............................................................... 32

  2. Pengukuran Variabel Penelitian ........................................... 32

  F. Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 37

  1. Teknik Dokumentasi ............................................................ 37

  2. Wawancara ........................................................................... 37

  3. Kuesioner ............................................................................. 38

  G. Teknik Pengujian Instrumen ...................................................... 38

  1. Pengujian Validitas Instrumen ............................................. 38

  2. Pengujian Reliabilitas Instrumen ......................................... 41

  H. Teknik Analisis Data .................................................................. 43

  1. Deskripsi Variabel ................................................................ 43

  2. Pengujian Prasyarat Analisis ................................................ 43

  3. Pengujian Hipotesis .............................................................. 45

  BAB IV. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .................................. 51 A. Deskripsi Data ............................................................................ 51 B. Analisis Deskriptif ..................................................................... 51

  1. Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru ................ 52

  2. Prestasi Belajar Mahasiswa .................................................. 53

  3. Minat Mahasiswa Menjadi Guru .......................................... 53

  C. Analisis Data .............................................................................. 54

  1. Uji Normalitas ...................................................................... 54

  2. Uji Linieritas ........................................................................ 55

  D. Pengujian Hipotesis .................................................................... 56

  1. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dengan Minat Menjadi Guru ....................................... 56

  2. Hubungan Antara Prestasi Belajar dengan Minat Menjadi Guru ..................................................................................... 58

  3. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dan Prestasi Belajar dengan Minat Menjadi Guru ............ 60 E. Pembahasan ................................................................................ 63

  1. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dengan Minat Menjadi Guru ....................................... 63

  2. Hubungan Antara Prestasi Belajar dengan Minat Menjadi Guru ..................................................................................... 64

  3. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dan Prestasi Belajar dengan Minat Menjadi Guru ............ 66

  BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 69 A. Kesimpulan ................................................................................ 69 B. Keterbatasan Penelitian .............................................................. 70 C. Saran-saran ................................................................................. 70 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 73

  DAFTAR TABEL

  Halaman

Tabel 3.1. Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru ....................... 33Tabel 3.2. Prestasi Belajar Mahasiswa ......................................................... 35Tabel 3.3. Minat Mahasiswa Menjadi Guru ................................................. 35Tabel 3.4. Hasil Pengujian Validitas Variabel Persepsi Mahasiswa terhadap Status

  Sosial Guru ................................................................................................... 40

Tabel 3.5. Hasil Pengujian Validitas Variabel Minat Mahasiswa Menjadi

  Guru ............................................................................................................. 41

Tabel 3.6. Tingkat Keterhandalan Variabel Penelitian ................................ 42Tabel 3.7. Rangkuman Hasil Pengujian Reliabilitas .................................... 42Tabel 3.8. Pedoman untuk Memberikan Inteprestasi terhadap Koefisien

  Korelasi ........................................................................................................ 46

Tabel 3.9. Pedoman untuk Memberikan Inteprestasi terhadap Koefisien

  Korelasi ........................................................................................................ 48

Tabel 4.1. Deskripsi Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru ...... 52Tabel 4.2. Deskripsi Prestasi Belajar Mahasiswa ........................................ 53Tabel 4.3. Deskripsi Minat Mahasiswa Menjadi Guru ................................ 54Tabel 4.4. Rangkuman Hasil Uji Normalitas ............................................... 55Tabel 4.5. Rangkuman Hasil Uji Linieritas ................................................. 55Tabel 4.6. Hasil Pengujian Korelasi Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial

  Guru dengan Minat Menjadi Guru ............................................................... 56

Tabel 4.7. Hasil Pengujian Signifikansi Koefisien Korelasi Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dengan Minat Menjadi Guru ........................... 57Tabel 4.8. Hasil Pengujian Korelasi Prestasi Belajar Mahasiswa dengan Minat

  Menjadi Guru ............................................................................................... 58

Tabel 4.9. Hasil Pengujian Signifikansi Koefisien Korelasi Prestasi Belajar

  Mahasiswa dengan Minat Menjadi Guru ..................................................... 59

Tabel 4.10. Hasil Pengujian Korelasi Ganda Pengujian Signifikansi Koefisien

  Korelasi Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dan Prestasi Belajar Mahasiswa dengan Minat Menjadi Guru ..................................................... 61

Tabel 4.11. Hasil Pengujian Signifikansi Koefisien Korelasi Ganda Pengujian

  Signifikansi Koefisien Korelasi Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dan Prestasi Belajar Mahasiswa dengan Minat Menjadi Guru .................... 61

Tabel 4.12. Rangkuman Hasil Perhitungan Sumbangan Relatif dan Sumbangan

  Efektif ........................................................................................................... 62

  DAFTAR LAMPIRAN

  Halaman Lampiran 1. Kuesioner ................................................................................. 77 Lampiran 2. Validitas Reliabilitas ................................................................ 83 Lampiran 3. Data Induk Penelitian .............................................................. 92 Lampiran 4. Distribusi Frekuensi ................................................................. 95 Lampiran 5. Pengujian Normalitas dan Linieritas ....................................... 112 Lampiran 6. Pengujian Hipotesis ................................................................. 115 Lampiran 7. Tabel r, t, dan F ........................................................................ 131

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesejahteraan suatu bangsa bergantung pada ekonomi dan teknologi. Sementara, kemajuan teknologi bergantung pada pendidikan. Melalui

  pendidikan, setiap warga masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membina dan mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya secara maksimal. Pendidikan sering juga dipandang sebagai persiapan untuk kehidupan yang lebih baik dikemudian hari.

  Guru berada di garis terdepan dalam dunia pendidikan. Guru merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan. Tanpa guru, sistem pendidikan yang dibangun tidak akan berhasil. Banyak orang menjadi sukses karena andil dari seorang guru. Guru mengambil peranan penting dalam usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebuah kenyataan pahit yang harus diakui bahwa ternyata profesi guru sering dihindari dengan alasan bahwa profesi ini sangat tidak menjanjikan, apalagi diukur secara finansial.

  Sejalan dengan perkembangan masyarakat terjadi banyak perubahan dalam apresiasi terhadap jenis-jenis pekerjaan maupun di dalam persiapan, pembinaan, penghargaan serta status sosialnya. Di dalam masyarakat tradisional, pekerjaan guru dikenal mempunyai kedudukan yang sangat istimewa, mempunyai tingkat yang sangat dihormati sebagai pembimbing moral bangsa. Namun, di dalam suatu masyarakat modern status sosial seseorang bukan hanya ditentukan oleh nilai-nilai moral yang intangible, tetapi juga nilai-nilai material yang tangible atau yang tampak. Suatu jabatan atau suatu profesi diikuti oleh tuntutan-tuntutan kehidupan modern yang sifatnya materialistis. Itu artinya, suatu profesi harus diimbangi dengan penghargaan material sesuai dengan kedudukan profesi tersebut (Tilaar, 2005:174-76). Guru adalah guru, yang tetap manusia dengan segala kemanusiaannya yang juga memiliki kebutuhan-kebutuhan untuk hidup dan untuk menghidupi keluarganya dengan kesejahteraan yang cukup (Buchori, 2005:177).

  Dewasa ini, banyak opini mengatakan bahwa menjadi seorang guru tidak akan bisa kaya, justru lebih banyak menderita lahir dan batin. Profesi guru sering kali dikaitkan dengan duka, nestapa dan kesederhanaan. Kalaupun ada guru yang makmur hidupnya, mungkin hanya beberapa persen saja dan selebihnya justru lebih banyak yang hidup dalam kesederhanaan. Persepsi bahwa profesi guru kurang menjanjikan di mata sebagian besar orang tidaklah bisa kita salahkan, karena pada kenyataannya saat ini memang kondisi guru belum dihargai seperti profesi lain. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya guru yang berprofesi ganda. Di negara-negara lain, profesi guru dihargai sama dengan profesi lain, tetapi di negara kita justru sebaliknya. Guru bukan pilihan profesi bagi kebanyakan orang.

  Sudah bukan rahasia lagi bahwa sebagian mahasiswa yang masuk ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) adalah mahasiswa yang tersisih dari perebutan kursi jurusan atau fakultas-fakultas non-kependidikan yang mereka padang sebagai pintu masuk menuju masa depan yang lebih baik. Ini menandakan bahwa semakin sedikit generasi muda yang berminat untuk menjadi guru. Seandainya mahasiswa yang masuk FKIP mempunyai persepsi yang positif terhadap profesi guru, hal ini tentu akan mendorong minatnya menjadi guru, dan seharusnya mahasiswa tersebut bisa menunjukkan prestasi akademik yang bagus. Akibatnya, prestasi yang bagus mempercepat penyelesaian studinya dan siap memasuki dunia kerja untuk menjadi guru sesuai bidang keahlian yang telah ditekuninya selama studi di FKIP.

  Dari fenomena tersebut, penulis tertarik untuk meneliti “Hubungan

  

Antara Persepsi Mahasiswa Terhadap Status Sosial Guru dan Prestasi

Belajar dengan Minat Mahasiswa Menjadi Guru”. Subjek penelitian

  dalam penelitian ini adalah mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma angkatan 2005 yang telah mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL II). Alasan penulis memilih subjek tersebut adalah sebelumnya penulis telah melakukan wawancara dengan beberapa mahasiswa FKIP dari berbagai prodi yang telah mengikuti PPL II karena mereka telah merasakan menjadi seorang guru. Dengan demikian, minat mahasiswa menjadi guru dengan jelas dapat di ungkap.

B. Batasan Masalah

  Banyak faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa menjadi guru misalnya: jenis kelamin, prestasi belajar, persepsi, bakat, latar belakang ekonomi keluarga, dan lingkungan pergaulan. Faktor yang akan menjadi fokus penelitian ini adalah persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar mahasiswa.

C. Rumusan Masalah

  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah ada hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat mahasiswa menjadi guru?

  2. Apakah ada hubungan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat mahasiswa menjadi guru?

  3. Apakah ada hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar mahasiswa dengan minat mahasiswa menjadi guru? D.

   Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat mahasiswa menjadi guru.

  2. Untuk mengetahui hubungan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat mahasiswa menjadi guru.

  3. Untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi akademik mahasiswa dengan minat mahasiswa

E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Pemerintah

  Hasil penelitihan ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan profesi guru, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan guru.

  2. Bagi Universitas

  Untuk lebih selektif dalam penerimaan mahasiswa yang ingin masuk kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) supaya nanti dapat terjaring orang-orang yang memang memiliki potensi dan minat menjadi seorang guru yang profesional.

  3. Bagi Penulis

  Penelitian ini menambah pengetahuan penulis sehubungan dengan minat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk bekerja menjadi guru setelah mereka lulus kuliah.

  4. Bagi peneliti selanjutnya

  Hasil penelitihan ini diharapkan dapat mendorong pemikiran-pemikiran kritis dalam bentuk penelitian-penelitian pengembangan sehingga dapat memberi sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Kajian Pustaka 1. Pengertian Minat Minat adalah suatu kecenderungan yang bersifat menetap untuk

  merasa tertarik pada suatu bidang tertentu dan senang dalam kegiatan yang berkaitan dengan bidang tersebut (Winkel, 1991:533). Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderungan- kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu (Mappiare, 1982:62).

  Menurut Walgito (1977:38), minat merupakan suatu keadaan dimana seseorang menaruh perhatian terhadap suatu subjek disertai dengan adanya kecenderungan untuk berhubungan secara aktif dengan subjek tersebut. Sedangkan menurut Hurlock (1978:114), minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan, mereka merasa berminat. Ini kemudian mendatangkan kepuasan. Bila kepuasan berkurang, minat pun berkurang.

  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah minat diartikan sebagai kecenderungan hati yang tinggi atau suatu gairah atau pengambilan keputusan untuk bertindak atau berperilaku. Seorang mahasiswa yang mempunyai minat menjadi guru biasanya akan diikuti pengambilan keputusan untuk memilih bekerja menjadi guru.

  Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa minat adalah suatu kecenderungan seseorang dalam bertingkah laku yang dapat diarahkan untuk memperhatikan suatu objek atau melakukan suatu aktivitas tertentu yang didorong oleh perasaan senang karena dianggap bermanfaat bagi dirinya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa minat dalam diri individu sangat penting artinya bagi kesuksesan yang akan dicapai. Individu yang mempunyai minat terhadap suatu objek atau aktivitas berarti ia telah menetapkan tujuan yang berguna bagi dirinya sehingga ia akan cenderung untuk menyukainya. Dari sana kemudian segala tingkah lakunya menjadi terarah dengan baik dan tujuan pun akan tercapai.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Minat

  Faktor timbulnya minat menurut Crow and Crow (1982) terdiri dari:

  a. Faktor dorongan dari dalam, yaitu rasa ingin tahu atau dorongan untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Dorongan ini dapat membuat seseorang berminat untuk mempelajari ilmu mekanik, melakukan penelitian ilmiah, atau aktivitas lain yang menantang.

  b. Faktor motif sosial, yakni minat dalam upaya mengembangkan diri dari dan dalam ilmu pengetahuan, yang mungkin diilhami oleh hasrat untuk mendapatkan kemampuan dalam bekerja, atau adanya hasrat untuk memperoleh penghargaan dari keluarga atau teman.

  c. Faktor emosional, yakni minat yang berkaitan dengan perasaan dan emosi. Misalnya, keberhasilan akan menimbulkan perasaan puas dan dapat meningkatkan minat, sedangkan kegagalan dapat menghilangkan minat seseorang.

  Sedangkan menurut Hurlock (1978:150), faktor yang mempengaruhi sikap dan minat anak terhadap pekerjaan adalah: a. Sikap orang tua

  b. Prestis berbagai pekerjaan

  c. Pekerjaan orang yang dikagumi

  d. Kemampuan dan minat anak

  e. Kemungkinan untuk mandiri dalam pekerjaan

  f. Stereotip budaya

  g. Pengalaman pribadi dengan orang dari berbagai pekerjaan

3. Macam-Macam Minat

  Menurut Giyatama (1990:6), minat dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

  a. Minat secara intrinsik Minat secara intrinsik merupakan minat yang timbul dari dalam individu sendiri tanpa pengaruh dari luar. Minat intrinsik dapat timbul karena pengaruh sikap, persepsi, prestasi belajar, bakat, jenis kelamin, dan intelegensia. b. Minat secara ekstrinsik Minat secara ekstrinsik merupakan minat yang timbul akibat pengaruh dari luar individu. Minat secara ekstrinsik antara lain timbul karena latar belakang ekonomi, minat orang tua dan minat teman sebaya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, minat mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembuatan keputusan karier untuk meraih kesuksesan. Minat menjadi guru adalah suatu kecenderungan yang bersifat menetap di dalam diri seseorang untuk merasa senang dan tertarik pada bidang keguruan yang mendorong dan mengarahkan tindakan individu untuk melakukan atau menekuni pilihan pekerjaan yang diinginkan dan disenanginya. Oleh karena itu, minat menjadi guru merupakan suatu perangkat mental yang terdiri dari kombinasi atau perpaduan campuran dari perasaan, pikiran dan prasangka yang bisa mengarahkan individu pada suatu pilihan untuk menjadi guru.

1. Pengertian Persepsi

  Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, persepsi diartikan sebagai tanggapan (penerimaan) langsung dari suatu serapan dapat pula diartikan sebagai proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya.

  Persepsi pada dasarnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Jadi, persepsi merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi, dan bukannya pencatatan yang benar terhadap situasi (Thoha, 2005:141).

  Persepsi adalah pengamatan secara global, kemampuan untuk membedakan antara obyek yang satu dengan yang lain berdasarkan ciri- ciri fisik obyek-obyek itu misalnya ukuran, warna, dan bentuk (Winkel, 1986:161). Menurut Bimo Walgito (1994:53), persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptornya. Supaya individu dapat menyadari dan dapat mengadakan persepsi, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu: a. Adanya obyek yang dipersepsikan Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor.

  Stimulus dapat datang dari luar langsung mengenai alat indera (reseptor), dapat datang dari dalam yang langsung mengenai syaraf penerima (sensoris) yang bekerja sebagai reseptor.

  b. Alat indera atau reseptor Yaitu merupakan alat untuk menerima stimulus, dan ada pula syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf otak sebagai pusat kesadaran. Dan sebagai alat untuk mengadakan respons diperlukan syaraf motoris.

  c. Perhatian Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi sesuatu diperlukan pula adanya perhatian, yang merupakan langkah pertama sebagai sesuatu persiapan dalam mengadakan persepsi. Tanpa perhatian tidak akan terjadi persepsi, maka untuk mengadakan persepsi ada syarat yang bersifat fisik atau kealaman, fisiologis, dan psikologis.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi

  Menurut Irwanto (1988:76), persepsi lebih bersifat psikologis daripada merupakan proses penginderaan, maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi, yaitu:

  a. Perhatian yang selektif Individu memusatkan perhatiannya pada rangsang-rangsang tertentu, sehingga obyek-obyek atau gejala lain tidak akan tampil ke muka sebagai obyek pengamat.

  b. Ciri-ciri rangsang Rangsang yang bergerak diantara rangsang yang diam akan lebih menarik perhatian. Demikian juga rangsang yang besar di antara yang kecil, yang kontras dengan latar belakangnya dan yang intensitas rangsangnnya paling kuat.

  c. Nilai-nilai dan kebutuhan individu Seorang seniman mempunyai pola dan cita rasa yang berbeda dibandingkan orang yang bukan seniman. Anak pada golongan ekonomi rendah menganggap satu keping uang logam bernilai besar dibanding dengan anak orang kaya. d. Pengalaman terdahulu Pengalaman-pengalaman terdahulu sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsi dunianya.

  Dengan demikian, persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru adalah suatu aktivitas mental mahasiswa dalam proses pengorganisasian dan penerjemahan kesan-kesan, penilaian, dan pendapat dalam merasakan serta menginterpretasikan status sosial guru berdasarkan informasi yang ditampilkan orang yang berprofesi sebagai guru. Persepsi mahasiswa terhadap guru berbeda untuk masing-masing mahasiswa sesuai dengan hasil pengalaman mahasiswa tersebut, latar pendidikan, dan karakter psikologi.

1. Pengertian Status Sosial

  Menurut Soekanto dalam Narwoko dan Suyanto (2007:152), di dalam setiap masyarakat di mana pun selalu dan pasti mempunyai sesuatu yang dihargai. Sesuatu yang dihargai di masyarakat bisa berupa kekayaan, ilmu pengetahuan, status haji, status “darah biru” atau keturunan dari keluarga tertentu ang terhormat, atau apapun yang bernilai ekonomis. Sebagian pakar meyakini bahwa pelapisan masyarakat sesungguhnya mulai ada sejak masyarakat mengenal kehidupan bersama.

  Sorokin dalam Narwoko dan Suyanto (2007:152-153) mengemukakan bahwa sistem pelapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri tetap dan umum dalam setiap masyarakat yang hidup dengan teratur. Mereka yang memiliki barang atau sesuatu yang berharga dalam jumlah memiliki dalam jumlah yang relatif sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali akan dipandang mempunyai kedudukan yang rendah.

  Bentuk konkret lapisan-lapisan dalam masyarakat tersebut bermacam-macam. Namun pada prinsipnya bentuk-bentuk tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam tiga macam kelas (Narwoko dan Suyanto, 2007:153), yaitu:

  a. Kelas yang didasarkan pada faktor ekonomis

  b. Kelas yang didasarkan pada faktor politis

  c. Kelas yang didasarkan pada jabatan-jabatan tertentu dalam masyarakat Dalam teori sosiologi, unsur-unsur sistem pelapisan sosial dalam masyarakat adalah: a. Kedudukan (status)

  b. Peran (role) Status (kedudukan) sosial adalah tempat seseorang secara umum dalam masyarakat sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulan, prestisnya, hak-hak, dan kewajiban-kewajibannya (Narwoko dan Suyanto, 2007:156).

  Untuk mengukur status seseorang menurut Sorokin dalam Narwoko dan Suyanto (2007:156) secara rinci dapat dilihat dari:

  a. Jabatan atau pekerjaan

  b. Pendidikan dan luasnya ilmu pengetahuan

  c. Kekayaan

  d. Politis e. Keturunan

  f. Agama 2.

   Jenis-jenis Status (kedudukan) sosial

  Dalam masyarakat sering kali kedudukan dibedakan menjadi dua macam (Narwoko dan Suyanto, 2007:157-158), yaitu:

a. Ascribed Status

  Status ini diartikan sebagai kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan seseorang. Kedudukan tersebut diperoleh karena kelahiran. Misalnya, kedudukan anak seorang bangsawan adalah bangsawan pula, seorang anak dari kasta Brahmana juga akan memperoleh kedudukan yang demikian.

  b. Achieved Status Achieved status yaitu kedudukan yang dicapai seseorang dengan

  usaha-usaha yang sengaja dilakukan, bukan diperoleh karena kelahiran.

  Di samping kedua kedudukan tersebut di atas, sering kali dibedakan lagi satu macam kedudukan, yaitu assigned status (kedudukan yang diberikan). Assigned status sangat erat hubungannya dengan

  achieved status , artinya suatu kelompok atau golongan memberikan

  kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang karena telah berjasa kepada masyarakat.

  Kedudukan seseorang dalam masyarakat sebenarnya dapat dilihat melalui kehidupan sehari-harinya ang merupakan ciri-ciri tertentu. Dalam sosiologi hal ini disebut sebagai status symbol. Symbol status tersebut tampak dalam cara berpakaian, pergaulan, memilih tempat tinggal, dan sebagainya.

  3. Aspek Sosial

  Aspek sosial ditunjukkan sebagai faktor yang menampakkan kemampuan seseorang pada masyarakat, atau dengan kata lain nilai seseorang dari sudut pandang orang lain di lingkungannya (Wijayanti, 2001:367). Aspek sosial ini juga dipertimbangkan dalam memilih karir dalam hal ini adalah menjadi seorang guru. Yang termasuk aspek sosial ini adalah prestis, kepuasan pribadi, kesempatan untuk melakukan kegiatan sosial, kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya, serta kesempatan menjalankan hobi di lingkungan masyarakat misalnya dengan membuka les privat.

  4. Status Sosial Guru

  Kehidupan status sosial guru sangat mempengaruhi prestis guru, karena dalam kehidupan sosial guru dapat dinilai dan dicontoh oleh masyarakat jika dapat menunjukkan martabat dan budi pekerti yang baik. Masyarakatlah yang nantinya akan menghormati dan menyegani keberadaan guru karena memiliki status sosial yang tinggi.

  Menurut Edman dalam Yuniyanti (2005:12), menggambarkan peranan a. Peranannya ialah melaksanakan apa yang diamanatkan masyarakat melalui sekolah agar dapat mempersiapkan anak didik sesuai tujuan yang diharapkan masyarakat.

  b. Peranannya ialah melaksanakan tujuan yang diserahkan kepadanya baik di dalam kelas sehari-hari maupun dalam hubungannya dengan tuntutan masyarakat.

  Sedangkan menurut Waten dalam Yuniyanti (2005:13) peran guru antara lain: a. Sebagai tokoh terhormat dalam masyarakat, sebab ia nampak sebagai seseorang yang punya wibawa.

  b. Sebagai penilai, ia member penilaian

  c. Sebagai nara sumber

  d. Sebagai pembantu

  e. Sebagai wasit

  f. Sebagai detektif

  g. Sebagai objek identifikasi

  h. Sebagai penyangga rasa takut i. Sebagai orang yang menolong memahami didik (super ego) j. Sebagai pimpinan kelompok k. Sebagai orang tua/ wali (parent/surrogates) l. Sebagai orang yang membina dan memberikan layanan m. Sebagai pembawa rasa kasih sayang

  Seorang guru dipandang oleh masyarakat mempunyai peranan. Adapun peranan guru dalam suatu masyarakat terdapat beberapa unsur, yaitu:

  a. Guru bergaul dengan masyarakatnya, dengan tetap memelihara statusnya bahwa dia adalah orang yang digugu dan ditiru dimana saja dia berada.

  b. Guru menjauhkan diri untuk memasuki kegiatan-kegiatan masyarakat tertentu.

  c. Guru menerima peranan secara tidak bertentangan dengan kenyataan yang dihadapi.

  d. Guru memegang suatu kode tingkah laku tertentu.

  e. Guru menyayangi semua golongan sebab kehidupan guru dan keahliannya dicontoh dan diteladani oleh seluruh masyarakat.

  f. Guru merupakan perintis pembangunan pada segala bidang kehidupan dalam masyarakat.

  Dari uraian tentang persepsi dan status sosial guru yang telah di jelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru adalah suatu aktivitas mental mahasiswa dalam proses pengorganisasian dan penerjemahan kesan-kesan, penilaian, dan pendapat dalam merasakan serta menginterpretasikan status sosial guru berdasarkan informasi yang ditampilkan seorang guru. Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru itu berbeda untuk masing-masing mahasiswa sesuai dengan hasil pengalaman mahasiswa tersebut, latar pendidikan, dan karakter psikologi. Supriadi (2003:34) mengatakan bahwa: Status sosial profesi guru dan kesejahteraannya berkaitan sangat erat. Kesejahteraan yang tinggi akan membuat profesi ini memiliki status yang tinggi di masyarakat. Sebaliknya, akibat kesejahteraan guru yang rendah (dengan indikator utama gaji), maka status sosialnyapun tidak begitu baik dalam masyarakat. Agak berbeda dengan profesi lain (misalnya kedokteran), tingginya penghormatan pada guru karena perannya yang sangat penting dalam pendidikan tidak dengan sendirinya menjadi jaminan bagi lebih baiknya tingkat kesejahteraan mereka. Sejarah juga mencatat bahwa status sosial, sistem penghargaan dan penggajian guru serta beasiswa bagi (sebagian) calon guru berbeda dari zaman ke zaman, namun intinya adalah makin menurun.

  Persepsi terhadap status sosial dan kesejahteraan guru menurut Supriadi (2003:34) adalah sebagai berikut:

  Masalah (rendahnya) status sosial dan kesejahteraan guru selalu merupakan isu hangat sepanjang sejarah profesi ini di Indonesia, bahkan sejak lebih dari 1,5 abad yang lalu tatkala untuk pertama kalinya Pemerintah Hindia Belanda mendidik para calon guru dari kalangan Bumiputera. Sekolah guru (Kweekschool, KS) pertama didirikan pada tahun 1852 (Watson, 1975; Ricklefs, 2001). Para siswanya direkrut dari kalangan priyai Jawa yang memiliki status sosial yang tinggi dalam masyarakat, dan materi pendidikannya lebih mengutamakan kebudayaan Jawa. Namun karena prestise dan gaji guru dinilai tidak setara dengan status ningrat Jawa yang sangat terhormat itu, maka tidak mudah merekrut calon guru dari kalangan mereka. Satu-satunya keuntungan yang diperoleh anak- anak priyai Jawa dengan memasuki sekolah guru dan menjadi guru adalah kemampuan kepemimpinannya yang tidak mereka dapatkan dari statusnya semata-mata sebagai priyai. Mengenai hal ini, Watson (1975:61) mencatat:

  Teaching positions for members of the higher aristocracy were not in keeping with their status in Javanese society, for the pay and prestige were low… teachers, especially on Java, were regarded by the priyai as inferior because of their low pay and prestige. Yet education provided teachers with the possibilityof leadership. A movement offering the promise for a better future might easily secure the support of teachers dissatisfied with colonial and traditional rule alike. Suroso (2002:65) mengemukakan: Guru sebagai aktor utama dalam praksis pendidikan selama ini belum memperoleh apresiasi yang baik oleh pemerintah termasuk masyarakat. Sebagai penyandang profesi, kedudukan guru belum bisa disejajarkan dengan dokter, hakim, insinyur, wartawan, pengacara, dan akuntan. Padahal tugas yang disandang guru tidak lebih ringan bila dibandingkan dengan profesi tersebut di atas karena guru berhadapan dengan manusia yang senantiasa menghabiskan energi psikis daripada fisik.

  Lebih lanjut (Suroso, 2002: 66) menemukakan: Dalam kehidupan masyarakat seperti sekarang ini tidak terlalu banyak masyarakat yang menghormati kondisi guru yang miskin.

  Saat ini, banyak orang menomorduakan kasih sayang, akal budi, dan kejujuran dan menomorsatukan materi dan kekayaan. Akibatnya mereka tidak memiliki sense of belonging kepada guru yang pernah mengajarkan nilai-nilai, etika moral, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Hanya sedikit saja anggota masyarakat yang memberi apresiasi yang baik kepada guru.

  Denni Iskandar (Webmaster, 26 November 2007) memandang bahwa: Peningkatan kesejahteraan juga akan menimbulkan image (citra) positif, sehingga profesi guru akan mempunyai prestise yang sejajar dengan profesi lainnya. Kesejahteraan yang memadai secara perlahan tapi pasti akan mengubah cara pandang masyarakat yang menganggap profesi guru merupakan profesi marginal ditinjau dari sudut finansial. Kesejahteraan akan menjadi magnit yang kuat untuk mencuri simpati anak-anak berintelegensi tinggi bercita-cita menjadi guru. Kesejahteraan juga akan mengubah rasa enggan anak-anak kita menjadi rasa suka terhadap profesi guru.

1. Pengertian Prestasi Belajar

  Winkel (1996:162) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Menurut Sunaryo (1993:10), prestasi belajar adalah perubahan kemampuan yang meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

  Sedangkan menurut Nasution (1996:17), prestasi belajar adalah: Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berpikir, merasa, dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, afektif, dan psikomotor; sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

  Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar menurut Syah (1997:132) dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  a. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek, yakni aspek fisiologis (bersifat jasmaniah) dan aspek psikologis (bersifat rohaniah). 1) Aspek fisiologis

  Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran.

  2) Aspek psikologis Faktor yang termasuk aspek psikologis yang dipandang esensial dan dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran siswa adalah sebagai berikut:

  a) Intelegensi siswa

  b) Sikap siswa

  c) Bakat siswa

  d) Minat siswa

  e) Motivasi siswa ™ Motivasi intrinsik ™ Motivasi ekstrinsik

  b. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa) Faktor eksternal siswa juga terdiri atas dua macam, yakni faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial.

  1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah seperti para guru, staf administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Yang termasuk dalam lingkungan sosial siswa adalah masyarakat, tetangga, dan juga teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut. 2) Lingkungan non sosial

  Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial ialah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal siswa dan letaknya, alat-alat belajar,keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. Faktor-faktor non sosial ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.

  c. Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Faktor pendekatan belajar juga berpengaruh terhadap taraf keberhasilan siswa yang bersangkutan.

  Indikator prestasi belajar menurut Syah (1997:150), pada prinsipnya pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa, namun pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah tersebut sangat sulit.

  Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa adalah dengan mengetahui garis-garis besar indikator dikaitkan dengan prestasi yang hendak diukur.

  Prestasi belajar merupakan salah satu ukuran bagi keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan sesuatu. Prestasi belajar umumnya di ukur dengan menggunakan tes dan tampak hasilnya pada angka nilai yang diberikan oleh guru dalam raport siswa.

B. Kerangka Berpikir 1. Hubungan antara Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dengan Minat Mahasiswa Menjadi Guru

  Persepsi pada dasarnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman (Thoha, 2005:141).

  Status (kedudukan) sosial adalah tempat seseorang secara umum dalam masyarakat sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulan, prestise-nya, hak-hak, dan kewajiban-kewajibannya (Narwoko dan Suyanto, 2007:156).

  Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru adalah proses pemahaman yang dialami mahasiswa tentang status sosial guru dalam arti lingkungan pergaulan guru, prestis guru di masyarakat, hak-hak, dan kewajiban-kewajiban seorang guru dalam masyarakat, baik melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, dan perasaan. Persepsi mahasiswa satu dengan yang lainnya berbeda-beda ada yang berpersepsi positif dan ada pula yang berpersepsi negatif karena dalam memahami informasi tentang status sosial guru setiap individu tidaklah sama.

  Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang memandang guru mempunyai status sosial yang tinggi di masyarakat akan berpendapat bahwa, menjadi guru adalah hal yang menguntungkan dan bermanfaat bagi dirinya dan hidupnya. Bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan, mereka merasa berminat. Hal ini kemudian mendatangkan kepuasan. Bila kepuasan berkurang, minat pun berkurang (Hurlock, 1978:114). Jika mahasiswa FKIP memiliki minat menjadi guru tentu ia akan memilih menjadi guru sesuai dengan bidang yang telah ditekuni selama studi di FKIP. Sebaliknya, jika mahasiswa memandang status sosial guru rendah hal ini tentu akan melemahkan minat mahasiswa untuk menjadi guru dan cenderung untuk memilih pekerjaan lain selain menjadi guru. Hal ini dikarenakan minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih (Hurlock 1978:114). Dengan demikian, penulis menduga bahwa ada hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat mahasiswa menjadi guru.

  

2. Hubungan antara Prestasi Belajar Mahasiswa dengan Minat

Mahasiswa Menjadi Guru

  Winkel (1996:162) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Bukti keberhasilan mahasiswa dalam belajar ditunjukkan oleh Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang telah dicapai.

  Seorang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dapat mencapai prestasi yang baik manakala ia merasa senang dan tertarik untuk terlibat secara aktif dalam setiap perkuliahan maupun dalam praktik mengajar. Mahasiswa FKIP yang memiliki IPK yang tinggi mengindikasikan bahwa mahasiswa tersebut sungguh-sungguh memiliki kemampuan menjadi guru. Dengan kemampuannya itu, minat menjadi guru akan semakin kuat. Hal ini didukung oleh pendapat Hurlock (1978:150) bahwa, kemampuan dan minat anak merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sikap dan minat anak terhadap pekerjaan.

  Dalam bukunya yang lain ia pun mengatakan bahwa, prestasi yang baik dapat memberikan kepuasan pribadi dan ketenaran (Hurlock, 1980:220).

  Kepuasan akan menguatkan minat seseorang. Bila kepuasan berkurang, minat pun berkurang (Hurlock, 1978:114). Hal ini nampak pada mahasiswa yang mengalami kegagalan dalam studi sehingga IPKnya rendah. Akibatnya, mahasiswa tidak memperoleh kepuasan dalam bidang yang ditekuninya sehingga cenderung tidak mempunyai minat menjadi guru karena merasa tidak memiliki cukup kemampuan untuk menjadi guru.

  Mahasiswa yang tidak berminat menjadi guru menunjukkan perilaku malas mengikuti perkuliahan, malas mengerjakan tugas-tugas dari dosen, dan aktivitas lain yang menunjukkan ketidaksenangan terhadap bidang keguruan sehingga hal ini berimplikasi pada rendahnya prestasi yang dicapai. Hal senada juga dikemukakan oleh Hurlock (1980:221) bahwa, seseorang yang kurang berminat pada pendidikan atau pekerjaan biasanya menunjukkan ketidaksenangan. Hal ini dapat di lihat dari kejadian seperti berprestasi rendah, bekerja di bawah kemampuannya dalam setiap mata pelajaran yang tidak disukai. Dengan demikian, penulis menduga bahwa ada hubungan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat mahasiswa menjadi guru.

3. Hubungan antara Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial guru

  

dan Prestasi Belajar Mahasiswa dengan Minat Mahasiswa Menjadi

Guru

  Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru adalah suatu aktivitas mental mahasiswa dalam proses pengorganisasian dan penerjemahan kesan-kesan, penilaian, dan pendapat dalam merasakan serta menginterpretasikan status sosial guru berdasarkan informasi yang ditampilkan orang yang berprofesi sebagai guru melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, maupun perasaan. Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru berbeda untuk masing-masing mahasiswa sesuai dengan hasil pengalaman mahasiswa tersebut, latar pendidikan, dan karakter psikologi.

  Persepsi akan mempengaruhi minat dan mendorong orang untuk melaksanakan sesuatu yaitu belajar. Persepsi dan prestasi belajar dapat mempengaruhi minat seseorang (Giyatama, 1990:6). Setiap orang pasti menginginkan untuk mendapat status sosial yang tinggi dimasyarakat.

  Tidak ada seorang pun yang mau dipandang rendah oleh orang lain. Ketika mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berpersepsi positif terhadap status sosial guru dan ia memandang status sosial guru tinggi dimasyarakat, ia pun akan menganggap bahwa menjadi guru adalah hal yang menguntungkan dan bermanfaat bagi hidupnya.

  Bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan, mereka merasa berminat. Ini kemudian mendatangkan kepuasan. Bila kepuasan berkurang, minat pun berkurang (Hurlock, 1978:114). Mahasiswa FKIP yang berminat menjadi guru berkecenderungan untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengarah pada minat untuk menjadi guru. Contohnya adalah mahasiswa merasa senang dan tertarik untuk terlibat secara aktif dalam setiap perkuliahan maupun dalam praktik mengajar, mahasiswa rajin mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen, mahasiswa merasa senang dan tertarik untuk mengetahui informasi dalam bidang keguruan dengan mencari dan mengumpulkan informasi tersebut sebanyak-banyaknya baik dengan melihat berita di televisi, melihat langsung bagaimana kehidupan seorang guru, mendengar berita di radio, mendengar langsung pengalaman seorang guru, atau dapat juga dengan mengikuti seminar-seminar kependidikan. Mahasiswa yang demikian biasanya dapat menunjukkan prestasi akademik yang bagus sehingga mahasiswa tersebut bisa cepat lulus kuliah dan siap untuk memasuki dunia kerja sebagai seorang guru.

  Mahasiswa FKIP yang memiliki IPK yang tinggi mengindikasikan bahwa mahasiswa tersebut sungguh-sungguh memiliki bekal kemampuan menjadi guru. Dengan kemampuannya itu, minat menjadi guru akan semakin kuat. Hal ini didukung oleh pendapat Hurlock (1978:150) bahwa, kemampuan dan minat anak merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sikap dan minat anak terhadap pekerjaan. Dalam bukunya yang lain ia pun mengatakan bahwa, prestasi yang baik dapat memberikan kepuasan pribadi dan ketenaran (Hurlock, 1980:220).

  Kepuasan akan menguatkan minat seseorang. Bila kepuasan berkurang, minat pun berkurang (Hurlock, 1978:114). Dengan demikian, penulis menduga bahwa ada hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru.

  C. Model Penelitian Keterangan: X1 = persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru

  X2 = prestasi belajar mahasiswa Y = minat mahasiswa menjadi guru

  D. Hipotesis Penelitian

Ha-1 : Ada hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial

guru dengan minat mahasiswa menjadi guru.

  

Ha-2 : Ada hubungan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat

mahasiswa menjadi guru.

  

Ha-3 : Ada hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial

  guru dan prestasi belajar mahasiswa dengan minat mahasiswa menjadi guru.

  X1 X2 Y

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini

  mengambil obyek tertentu sehingga kesimpulan yang diambil berdasarkan penelitian tersebut hanya berlaku bagi obyek yang diteliti.

  B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat penelitian : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  2. Waktu penelitian : April – Mei 2009

  C. Subyek dan Obyek Penelitian

1. Subyek Penelitian

  Mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2005 yang telah mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) II.

  Alasan penulis memilih subyek tersebut adalah mahasiswa yang mengikuti PPL II telah memiliki pengalaman menjadi guru sehingga minat mereka menjadi guru setelah lulus kuliah nanti dapat diungkap dengan jelas.

2. Obyek Penelitian

  Obyek dalam penelitian ini adalah persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru, prestasi belajar mahasiswa, dan minat mahasiswa menjadi guru.

D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel 1. Populasi dan Sampel Populasi

  Populasi menurut Babbie dalam Sukardi (2003:53) tidak lain adalah elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama-sama dan secara teoritis menjadi target hasil penelitian. Sedangkan di dalam Encyclopedia of Educational Evaluation (1975) tertulis: A polulation is a set (or collection)

  of all elements possessing one or more attributes of interest.

  Jadi, populasi pada prinsipnya adalah keseluruhan subjek penelitian yang secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian. Sesuai dengan masalah yang akan diteliti, maka populasinya adalah mahasiswa fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2005 yang telah mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II.

  Sampel

  Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Arikunto, 2002:109). Apabila subyek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian polpulasi, selanjutnya jika subyek lebih besar dari 100 maka dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih dari subjek tersebut (Arikunto, 2002:112).

  Sampel yang akan diambil untuk penelitian adalah 20% dari populasi karena subyek penelitian berjumlah 348 orang.

2. Teknik Pengambilan Sampel

  Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan teknik

  proportional random sampling yaitu proses pemilihan sampel sedemikian

  rupa sehingga semua sub kelompok dalam populasi diwakili oleh sampel dengan perbandingan sesuai dengan jumlah yang ada dalam populasi dan pemilihannya dilakukan secara random. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma angkatan 2005 yang terdiri dari sembilan program pendidikan (Webmaster: www.usd.ac.id) dan telah mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II dengan jumlah 70 orang. Perincian sampel adalah sebagai berikut: a. Mahasiswa PAK : 17 3 orang b. Mahasiswa PEK : 16 3 orang c. :

  Mahasiswa PBI 107 22 orang d. Mahasiswa PBSID : 54 11 orang e. Mahasiswa Pendidikan Sejarah : 12 2 orang f. :

  Mahasiswa BK 30 6 orang h. : Mahasiswa PFis 24 5 orang i. :

  Mahasiswa IPAK 30 6 orang JUMLAH = 70 orang

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel Penelitian

  1. Variabel Penelitian

  Variabel penelitian adalah obyek penelitian yang bervariasi atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2002:96).

  Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar mahasiswa dan variabel terikatnya adalah minat mahasiswa menjadi guru.

  2. Pengukuran Variabel Penelitian

a. Variabel bebas

  Untuk variabel bebas persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru diukur dengan menggunakan skala likert dengan kuesioner.

  Adapun aspek yang digunakan untuk mengungkap persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru yaitu prestise, kesempatan untuk melakukan kegiatan sosial, dan interaksi dengan masyarakat (Wijayanti, 2001:367). Sedangkan untuk variabel bebas prestasi belajar diukur berdasarkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang telah dicapai di semester VIII.

Tabel 3.1 Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru No. Aspek Indikator Pernyataan Pernyataan positif negatif (Nomor (Nomor item dalam item dalam kuesioner) kuesioner)

  1. Prestise a.

  1 Guru merupakan tokoh terhormat dalam masyarakat.

  b. Penghargaan

  2 terhadap profesi guru lebih rendah dari profesi yang lain.

  c. Pekerjaan guru

  3 identik dengan penghasilan yang rendah.

  d. Menjadi guru

  4 tidak akan bisa hidup sejahtera.

  e. Guru adalah

  5 orang yang selalu disegani di masyarakat.

  f. Guru adalah

  6 profesi impian banyak orang.

  2. Kesempatan a.

  7 Guru banyak untuk memberikan melakukan pemikiran kegiatan dalam sosial. pengelolaan kegiatan organisasi kemasyarakatan b. Guru adalah

  8 profesi yang sibuk sehingga punya waktu untuk mengikuti kegiatan di masyarakat.

  c. Segala tindakan

  9 guru patut digugu dan ditiru.

  d. Guru selalu di

  10 undang setiap ada rapat penting atau peristiwa penting di masyarakatnya.

  e.

  11 Guru selalu menjadi tempat bertanya bagi warga masyarakat yang mengalami kesulitan. .

  3. Interaksi

  a. Guru selalu taat

  12 dengan pada norma- masyarakat norma dalam masyarakat.

  b. Guru selalu

  13 membina hubungan baik dengan semua orang.

  c. Guru

  14 memegang peranan kepeloporan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan d.

  15 Guru selalu bersikap sopan kepada semua orang.

Tabel 3.2 Prestasi Belajar Mahasiswa

  No. IPK Keterangan

  1. 3,00 – 4,00 Sangat Tinggi 2. 2,50 – 2,99 Tinggi 3. 2,00 – 2,49 Cukup 4. 1,50 – 1,99 Rendah

  5. Sangat Rendah ≤ 1,49

  Sumber: Buku Pedoman Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007 (halaman13).

b. Variabel terikat

  Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2007:59).

  Variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat mahasiswa menjadi guru yang diukur dengan menggunakan skala likert dengan kuesioner.

Tabel 3.3 Minat Mahasiswa Menjadi Guru No Aspek Indikator Pernyata Pernyata . an positif an negatif (Nomor (Nomor item item dalam dalam kuesioner) kuesioner)

  1. Tertarik a. Merasa tertarik

  16 untuk menjadi guru.

  b. Masuk FKIP

  17 atas pilihan sendiri.

  c. FKIP menjadi

  18 pilihan pertama ketika mendaftar kuliah.

  d. Merasa tertarik

  19 mengikuti seminar-seminar kependidikan. e. Malas

  20 berkomentar bila ditanya soal keinginan menjadi guru.

  2. Memperhati a.

  21 Memperhatikan kan gaya mengajar dosen ketika kuliah.

  b. Memperhatikan

  22 ketika ada orang yang membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan profesi guru.

  c. Memperhatikan

  23 penampilan seorang guru atau dosen.

  d. Tidak peduli

  24 dengan berita- berita buruk tentang profesi guru.

  e. Aktif dan tekun

  25 dalam perkuliahan bidang pendidikan.

  3. Senang a.

  26 Senang setiap melakukan praktik mengajar.

  b. Tidak senang

  27 mengerjakan tugas sebagai persiapan menjadi guru.

  c. Senang

  28 membimbing orang lain yang kesulitan belajar.

  d. Mengajar adalah

  29 pekerjaan yang sulit dan menguras pikiran.

F. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: 1.

   Teknik Dokumentasi

  Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang (Sugiyono, 2007:422). Cara ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu data mengenai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa angkatan 2005.

2. Wawancara

  Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu (Sugiyono, 2007:410). Teknik ini digunakan untuk melengkapi data-data yang digunakan dalam penelitian. Subyek yang di wawancara adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk mendapatkan informasi tentang persepsi mereka terhadap status sosial guru dan minat mereka untuk menjadi guru setelah lulus nanti.

3. Kuesioner (angket)

  Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2007:199). Dalam penelitian ini, kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data mengenai persepsi status sosial guru dan minat mahasiswa menjadi guru. Kuesioner disusun dengan skala likert dengan skala lima. Setiap pilihan jawaban diberi skor berturut-turut 5, 4, 3, 2, dan 1 untuk pernyataan positif yaitu mulai dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.

  Sebaliknya untuk pernyataan negatif diberi skor berturut-turut 1, 2, 3, 4, dan 5 yaitu mulai dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.

G. Teknik Pengujian Instrumen

1. Pengujian Validitas Instrumen

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian harus mempunyai tingkat validitas yang tinggi agar hasil penelitian lebih dapat dipertanggung jawabkan. Dalam penelitian ini untuk menguji validitas instrumen penelitian digunakan korelasi product moment dari Karl Pearson. Rumus korelasi Product Moment (Sugiyono, 2007:248) adalah sebagai berikut:

  ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ Keterangan: koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y total responden

  ∑ skor total dari setiap item ∑ skor total dari seluruh item

  Koefisien korelasi ( ) yang diperoleh dari hasil perhitungan

  r xy menunjukkan tinggi rendahnya tingkat validitas instrumen yang diukur.

  Selanjutnya hasil koefisien korelasi ( ) ini dibandingkan dengan r

  

r

xy

  korelasi Product Moment pada tabel dengan taraf signifikansi 0,05. Jika hasil lebih besar dari maka butir soal tersebut dapat dikatakan valid, begitu pula sebaliknya.

  Pengujian validitas instrumen dikerjakan dengan bantuan program computer SPSS pada taraf signifikansi 5%. Koefisien validitas diperoleh diperoleh dengan cara mengkorelasikan skor butir atau item dengan skor total. Adapun sampel yang digunakan berukuran n = 30 dengan dk = n – 2 (dk = 30 – 2 = 28) sehingga = 0,239 (lihat lampiran 7).

  Dalam penelitian ini, hasil pengukuran validitas setiap item dalam kuesioner mengenai persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru memperlihatkan bahwa ada dua instrumen yang tidak valid ( < ). Butir instrumen yang tidak valid untuk variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru adalah nomor 6 dan 7. Nilai untuk butir instrumen nomor 6 adalah 0,215 dan nomor 7 adalah 0,029. Instrumen yang tidak valid tersebut dihapus dan dilakukan uji validitas ulang. Berikut ini disajikan hasil pengukuran uji validitas ulang (perhitungan lihat lampiran 2).

Tabel 3.4 Hasil Pengujian Validitas Variabel Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru No. Item Nilai Nilai Keterangan

  1. 0,495 0,239 Valid 2. 0,464 0,239 Valid 3. 0,301 0,239 Valid 4. 0,335 0,239 Valid 5. 0,664 0,239 Valid 8. 0,387 0,239 Valid 9. 0,763 0,239 Valid 10. 0,733 0,239 Valid

  11. 0,558 0,239 Valid 12. 0,509 0,239 Valid 13. 0,748 0,239 Valid 14. 0,637 0,239 Valid 15. 0,705 0,239 Valid

  Sedangkan untuk minat mahasiswa menjadi guru, hasil perhitungan validitas setiap butir pernyataan memperlihatkan bahwa ada satu butir instrumen yang tidak valid ( < ) yaitu butir nomor 24, dengan sebesar 0,068. Instrumen yang tidak valid tersebut dihapus dan dilakukan uji validitas ulang. Berikut ini disajikan hasil pengukuran uji validitas ulang (perhitungan lihat lampiran 2).

Tabel 3.5 Hasil Pengujian Validitas Variabel Minat Mahasiswa menjadi Guru No. Item Nilai Nilai Keterangan

  16. 0,665 0,239 Valid 17. 0,521 0,239 Valid 18. 0,370 0,239 Valid 19. 0,619 0,239 Valid 20. 0,489 0,239 Valid 21. 0,456 0,239 Valid 22. 0,378 0,239 Valid 23. 0,639 0,239 Valid 25. 0,664 0,239 Valid 26. 0,544 0,239 Valid

  27.

  0,335 0,239 Valid

  28. 0,327 0,239 Valid 29. 0,315 0,239 Valid

2. Pengujian Reliabilitas Instrumen

  Reliabilitas menunjukkan pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban- jawaban tertentu (Arikunto, 1998:170). Untuk menguji reliabilitas butir kuesioner dalam penelitian ini digunakan rumus alpha dari Cronbach (Arikunto, 2003:203) dapat pula dikerjakan dengan bantuan program computer SPSS pada taraf signifikansi 5%. Menurut Nunnally (Ghozali, 2001:133), suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60.

  Sebagai pedoman untuk menentukan keterhandalan variabel penelitian, digunakan intepretasi nilai r sebagai berikut (Arikunto, 1989:167) sebagai berikut:

Tabel 3.6 Tingkat keterhandalan variabel penelitian

  

No. Koefisien Alpha Tingkat Keterhandalan

  1. 0,800 – 1,00 Sangat Tinggi 2. 0,600 – 0,799 Tinggi 3. 0,400 – 0,599 Cukup 4. 0,200 – 0,399 Rendah 5. < 0,200 Sangat Rendah

  Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan program komputer SPSS pada taraf signifikansi 5%. Sampel yang digunakan berukuran n = 30. Dari perhitungan tersebut diperoleh hasil bahwa untuk variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru = 0,881 sedangkan variabel minat mahasiswa menjadi guru = 0,828 (perhitungan lihat lampiran 2). Oleh karena semua variabel mempunyai

  > 0,60 maka dapat dikatakan bahwa instrumen dalam kuesioner ini dapat diandalkan atau reliabel. Tingkat keterhandalan instrumen dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.7 Rangkuman Hasil Pengujian Reliabilitas

  Variabel Koefisien Tingkat Yang Diukur Alpha Keterhandalan

  Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru 0,881 0,800 – 1,00 Sangat Tinggi Minat mahasiswa menjadi guru 0,828 0,800 – 1,00 Sangat Tinggi

  Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa instrumen dalam kuesioner ini sudah dianggap memenuhi kedua prasyarat instrumen yang baik yaitu valid dan reliabel. Jadi, instrumen persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru, dan minat mahasiswa menjadi guru dapat diandalkan untuk memperoleh data.

H. Teknik Analisis Data 1. Deskripsi Variabel

  Analisis deskriptif merupakan pendeskripsian data hasil penelitian yang didapat di lapangan yang meliputi responden, variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru, prestasi belajar mahasiswa, dan minat mahasiswa menjadi guru. Untuk keperluan deskripsi data digunakan tabel distribusi frekuensi untuk setiap variabel.

2. Pengujian Prasyarat Analisis

  a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui gejala-gejala yang diteliti apakah mempunyai sebaran data yang normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan rumus One Sample Kolmogorov-Smirnov (Sugiyono, 1999:255), yaitu:

  D = Max

  Keterangan:

  D = Deviasi maksimum

  = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi

  Bila probabilitas (p) yang diperoleh melalui perhitungan lebih kecil dari taraf signifikansi 5% berarti sebaran data variabel tidak normal. Sebaliknya, bila probabilitas (p) yang diperoleh melalui perhitungan lebih besar dari taraf signifikansi 5% berarti sebaran data variabel normal. Pengujian normalitas data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program komputer SPSS.

  b. Uji Linieritas Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui apakah masing- masing variabel bebas mempunyai hubungan linear atau tidak dengan variabel terikatnya. Untuk uji linearitas ini digunakan rumus persamaan regresi dengan menguji signifikansi nilai F. Adapun rumus yang digunakan untuk mencari nilai F adalah sebagai berikut (Sudjana, 1996:332):

  F =

  Keterangan: =

  2

  =

  2 Keterangan:

  F = harga bilangan F untuk garis regresi

  = varian tuna cocok = varian kekeliruan

  = jumlah kuadrat tuna cocok = jumlah kuadrat kekeliruan

  Kriteria yang digunakan yaitu jika nilai F hitung < nilai F tabel, maka hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat bersifat linier.

  Dan sebaliknya, jika nilai F hitung > nilai F tabel, maka hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat bersifat tidak linier.

  Pengujian linieritas data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program komputer SPSS.

3. Pengujian Hipotesis a.

  Pengujian hipotesis pertama dan kedua tentang persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar mahasiswa dengan minat mahasiswa menjadi guru dalam, peneliti menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan rumus (Sugiyono, 2007:248), sebagai berikut:

  ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ Keterangan: koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y total responden

  ∑ skor total dari setiap item ∑ skor total dari seluruh item

  Kriteria pengujian yang menyatakan hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat mahasiswa menjadi guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru diinterpretasikan dengan pedoman (Sugiyono, 2007:250) sebagai berikut:

Tabel 3.8 Pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap koefisien korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

  0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Tinggi 0,80 – 1,000 Sangat Tinggi

  Untuk menguji signifikansi nilai koefisien korelasi digunakan rumus uji t sebagai berikut (Sudjana, 1996:380):

  √

  t =

  √

  Dimana: r = koefisien korelasi sederhana n = jumlah sampel diterima jika , artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan. Sedangkan ditolak jika , artinya terdapat hubungan yang signifikan.

  b. Pengujian hipotesis ketiga tentang hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar mahasiswa dengan minat mahasiswa menjadi guru dalam, peneliti menggunakan teknik korelasi ganda (Sugiyono, 2007:248) dengan rumus sebagai berikut: Dimana: korelasi antara variabel dengan secara bersama-sama dengan variabel Y korelasi product moment antara dengan Y korelasi product moment antara dengan Y korelasi product moment antara dengan

  Hasil perhitungan dengan rumus korelasi ganda tersebut diinterpretasikan dengan pedoman (Sugiyono, 2007:250) sebagai berikut:

Tabel 3.9 Pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap koefisien korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

  0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Tinggi 0,80 – 1,000 Sangat Tinggi

  Untuk menguji signifikan atau tidak koefisien korelasi berganda digunakan uji F dengan derajat kebebasan (df) n – k – 1.

  ⁄

  F =

  • – Dimana: R = koefisien korelasi ganda k = banyaknya variabel bebas n = jumlah sampel Jika nilai < maka diterima dan ditolak.

  Sedangkan jika nilai > , maka ditolak dan diterima.

  c. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif 1) Sumbangan Relatif

  Sumbangan relatif digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel bebas dalam perbandingan terhadap nilai variabel terikat. Atau seberapa besar prosentase yang disumbangkan oleh masing-masing variabel yaitu: dan terhadap Y. Prosentase sumbangan relatif dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

  ∑

  SR(%) = Keterangan: SR(%) = sumbangan variabel bebas a = koefisien variabel bebas ∑ jumlah perkalian antara variabel bebas (x) dengan variabel terikat (y)

  = jumlah kuadrat regresi (Hadi, 1987:42) 2) Sumbangan Efektif

  Sumbangan efektif digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel bebas atau prediktor dalam menunjukkan efektivitasnya garis regresi untuk keperluan pengadaan prediksi.

  Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan efektif setiap variabel terlebih dahulu harus dihitung efektivitas garis dengan rumus sebagai berikut: SE(%) = SR (%) x Keterangan: SE = sumbangan efektif variabel bebas SR = sumbangan relatif variabel bebas

  = koefisien determinasi

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa

  terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti melakukan studi kasus terhadap mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kepada para mahasiswa tersebut telah dilakukan penjaringan data tentang variabel-variabel sesuai tujuan penelitian dan telah dianalisis dengan metode yang telah dijelaskan pada metodologi penelitian di bab

  III. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2009. Dalam

  bab ini akan dipaparkan hasil analisis yang telah dilakukan peneliti, yaitu meliputi deskripsi data, analisis deskripsi data, pengujian hipotesis, dan pembahasan hasil penelitian.

  A. Deskripsi Data

  Dalam penelitian ini kuesioner yang disebar sebanyak sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu 70. Dengan demikian, response rate penelitian sebesar 100%. Kuesioner yang kembali tersebut kemudian diolah dengan metode yang telah dijelaskan pada metodologi penelitian di bab III.

  B. Analisis Deskriptif

  Karakteristik persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dapat digambarkan melalui hasil pengujian statistik deskriptif. Dari pengujian yang telah dilakukan diketahui, mayoritas mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki persepsi yang cukup baik, jumlahnya mencapai 41,4%.

  Prestasi mahasiswa tergolong tinggi yang jumlahnya mencapai 45,7%. Sedangkan minat siswa didominasi oleh kelompok cukup tinggi, yaitu sebanyak 32,9%. Berikut ini akan disampaikan secara rinci deskripsi untuk setiap variabel.

1. Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru

  Berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif (lihat lampiran 4) diketahui skor maksimum yang dicapai 59 dan skor minimum 36 dengan

  mean = 45,44 median = 45 modus = 48,06 dan standar deviasi 5,39.

Tabel 4.1 Deskripsi Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru

  Perhitungan Interval Frekuensi % Klasifikasi

  13 + 81% (65 - 13) 55 – 65 3 4,3% Sangat Baik 13 + 66% (65 - 13) 47 – 54 16 22,9% Baik 13 + 56% (65 - 13) 42 – 46 29 41,4% Cukup Baik 13 + 46% (65 - 13) 36 – 41

  17 24,3% Tidak Baik < 46% (65 - 13) < 36 5 7,1% Sangat Tidak

  Baik

  Jumlah 70 100%

Tabel 4.1 tersebut menunjukkan bahwa, mayoritas mahasiswa

  FKIP Universitas Sanata Dharma memiliki persepsi yang cukup baik terhadap status sosial guru dengan jumlah mencapai 41, 4%. Kondisi ini merupakan preposisi bahwa persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru mendukung minatnya untuk menjadi guru.

  2. Prestasi Belajar Mahasiswa Prestasi mahasiswa mengungkapkan sejauh mana mahasiswa menguasai dan memahami materi perkuliahan, dilihat melalui nilai Indeks

  Prestasi Komulatif (IPK) yang berhasil diperoleh. Berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif (lihat lampiran 4) diketahui IPK tertinggi adalah 3,84 dan IPK terendah 2,07 dengan mean = 2,99 median = 2,91 = 3,07 dan standar deviasi = 0,36.

  modus

Tabel 4.2 Deskripsi Prestasi Belajar Mahasiswa

  

No. IPK Frekuensi % Keterangan

  1. 3,00 – 4,00 31 44,3% Sangat Tinggi 2. 2,50 – 2,99 32 45,7% Tinggi 3. 2,00 – 2,49 7 10% Cukup 4. - - 1,50 – 1,99 Rendah 5.

  Sangat Rendah ≤ 1,49

  Jumlah

70 100%

  Sumber: Buku Pedoman Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007 (halaman13).

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa 44,3% mahasiswa berprestasi sangat tinggi; 45,7% berprestasi tinggi; dan sisanya sebesar 10% cukup

  berprestasi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa FKIP prestasi belajarnya dalam kategori tinggi. Kondisi ini merupakan preposisi yang mengarah pada tingginya minat mahasiswa untuk menjadi guru.

  3. Minat Mahasiswa Menjadi guru Berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif (lihat lampiran 4), diketahui skor maksimum yang dicapai sebesar 63 dan skor minimum sebesar 37 dengan mean = 48,5 median = 51,59 modus = 53,73 dan standar deviasi = 5,93.

Tabel 4.3 Deskripsi Minat Mahasiswa menjadi Guru Perhitungan Interval Frekuensi % Klasifikasi

  13 + 81% (65 - 13) 55 – 65 15 21,4 % Sangat Tinggi 13 + 66% (65 - 13) 47 – 54 19 27,1 % Tinggi 13 + 56% (65 - 13) 42 – 46 23 32,9 % Cukup Tinggi 13 + 46% (65 - 13) 36 – 41

  11 15,7 % Rendah < 46% (65 - 13) < 36 2 2,9 % Sangat Rendah

  Jumlah 70 100 %

Tabel 4.3 menunjukkan minat mahasiswa FKIP untuk menjadi guru mayoritas berada pada klasifikasi cukup tinggi, dengan jumlah mencapai

  32,9%, klasifikasi tinggi mencapai 27,1%, dan klasifikasi sangat tinggi mencapai 21,4%. Pada hasil perhitungan tersebut terlihat jelas bahwa 81,4% mahasiswa berminat untuk menjadi guru.

C. Analisis Data

  1. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui kondisi masing-masing variabel apakah berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Kolmogorof-Smirnov Test dengan taraf signifikansi 5%. Kriteria pengujian normalitas jika nilai Asymtotik Sig (2 tailed) > 0,05 maka distribusi datanya normal. Setelah dianalisis dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) diperoleh hasil seperti yang tertera dalam lampiran 5.

Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Normalitas No. Variabel Signifikansi Asymtotik Keterangan Sig.

  1. Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru 0,05 0,153 Normal

  2. Prestasi belajar mahasiswa 0,05 0,794 Normal

  3. Minat mahasiswa menjadi guru 0,05 0,060 Normal

  2. Uji Linieritas Uji linieritas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data masing- masing variabel bebas mempunyai hubungan yang linear dengan variabel terikat. Uji linieritas ini menggunakan bantuan program SPSS. Kriteria pengambilan kesimpulan linear jika nilai F lebih kecil dari F ,

  hitung tabel

  demikian sebaliknya. Setelah dilakukan uji linieritas, maka diperoleh hasil seperti yang tertera pada lampiran 5.

Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Uji Linieritas No Variabel Variabel df F F Kesimpulan Bebas Terikat Hitung Tabel

  1. Persepsi Minat 18:50 0,828 1,815 Linier mahasiswa menjadi terhadap guru status sosial guru

  2. Prestasi Minat 53:15 1,275 2,176 Linier belajar menjadi guru

  Dari tabel 4.5 diketahui bahwa F

  hitung

  masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat lebih kecil daripada F

  tabel

  dengan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar mempunyai hubungan linier dengan minat mahasiswa untuk menjadi guru.

D. PENGUJIAN HIPOTESIS

  Dalam penelitian ini terdapat dua hipotesis yang akan diuji. Pengujian hipotesis satu dan dua menggunakan rumus korelasi Product Moment.

1. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dengan Minat Menjadi Guru a.

Table 4.6 Correlations

  N

  70

  70 Minat Pearson Correlation .684 **

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  70

  70 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Rumusan Hipotesis Ho = Tidak ada hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru Ha = Ada hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru

  Persepsi Minat Persepsi Pearson Correlation 1 .684 ** Sig. (2-tailed) .000 b. Pengujian Hipotesis

Tabel 4.6 menunjukkan bahwa hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru

  memiliki koefisien korelasi (r ) sebesar 0,684. Bila r ini kita

  hitung hitung

  bandingkan dengan r pada taraf signifikansi 1% maka r =

  tabel hitung

  0,684 > r = 0,306. Jadi kesimpulannya, ada hubungan yang positif

  tabel

  antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru sebesar 0,684. Karena koefisien korelasinya bertanda positif, berarti semakin baik persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru, maka minat menjadi guru juga akan semakin tinggi, dan sebaliknya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru adalah positif dan kuat.

  c. Pengujian Signifikansi Koefisien Korelasi Berikut ini disajikan hasil pengujian signifikansi koefisien korelasi dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS:

  Tabel 4.7 a

Coefficients

  Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 12.876 4.637 2.777 .007

Persepsi .782 .101 .684 7.726 .000

a. Dependent Variable: Minat

  Dari hasil pengujian signifikansi koefisien korelasi dengan taraf signifikansi 1% pada tabel 4.7 diperoleh t sebesar 7,726.

  hitung

  Harga t tersebut selanjutnya dibandingkan dengan t . Pada dk =

  hitung tabel

  70 – 2 = 68 diperoleh t sebesar 2,654 (interpolasi). Dasar

  tabel

  pengambilan keputusannya adalah jika t < t , maka Ho

  hitung tabel

  diterima, dan sebaliknya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, t > t atau 7,726 > 2,654, sehingga Ho ditolak. Hal ini berarti

  hitung tabel

  terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru.

2. Hubungan Antara Prestasi Belajar Mahasiswa dengan Minat Menjadi Guru a.

  Rumusan Hipotesis Ho = Tidak ada hubungan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru Ha = Ada hubungan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru

Table 4.8 Correlations

  • ** Prestasi Minat Prestasi Pearson Correlation

  1 .636 Sig. (2-tailed) .000 N **

  70

  70 Minat Pearson Correlation .636

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  70

  70 b. Pengujian Hipotesis

Tabel 4.8 menunjukkan bahwa hubungan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru memiliki koefisien korelasi

  (r ) sebesar 0,636. Bila r ini kita bandingkan dengan r pada

  

hitung hitung tabel

  taraf signifikansi 1% maka r > r atau 0,636 > 0,306. Jadi

  hitung tabel

  kesimpulannya, ada hubungan yang positif antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru sebesar 0,636. Karena koefisien korelasinya bertanda positif, berarti semakin tinggi prestasi belajar mahasiswa, maka minat menjadi guru juga akan semakin tinggi, dan sebaliknya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, hubungan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru adalah positif dan kuat.

  c.

  Pengujian Signifikansi Koefisien Korelasi Berikut ini disajikan hasil pengujian signifikansi koefisien korelasi dengan bantuan program komputer SPSS:

  Tabel 4.9 a

Coefficients

  Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 17.090 4.653 3.673 .000

  

Persepsi 10.507 1.547 .636 6.792 .000

a. Dependent Variable: Minat

  Dari hasil pengujian signifikansi koefisien korelasi dengan taraf signifikansi 1% pada tabel 4.9 diperoleh t

  tabel

  2

  ) dan prestasi belajar (X

  1

  ) sebesar 0,750 menunjukkan bahwa tingkat hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru (X

  yx(1,2)

  ) adalah 0,562. Hasil perhitungan (R

  2

  ) sebesar 0,750. Sedangkan determinasi yang diperoleh (R

  yx(1,2)

  Pengujian hipotesis ketiga ini menggunakan analisis korelasi ganda dengan dua variabel bebas. Dari hasil perhitungan, diketahui koefisien korelasi ganda (R

  

3. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru

dan Prestasi Belajar dengan Minat Mahasiswa Menjadi Guru

  atau 6,792 > 2,654, sehingga Ho ditolak. Hal ini berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru.

  > t

  hitung sebesar 6,792.

  hitung

  , maka Ho diterima, dan sebaliknya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa t

  tabel

  < t

  hitung

  sebesar 2,654 (interpolasi). Dasar pengambilan keputusannya adalah jika t

  tabel

  . Pada dk = 70 – 2 = 68 diperoleh t

  tabel

  tersebut selanjutnya dibandingkan dengan t

  hitung

  Harga t

  ) dengan minat mahasiswa menjadi guru (Y) terkategori tinggi. Hasil perhitungan koefisien korelasi ganda tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

  Tabel 4.10 b

Model Summary

  Std. Error of the Model R R Square Adjusted R Square Estimate a

1 .750 .562 .549 4.132

a. Predictors: (Constant), Prestasi, Persepsi

  b. Dependent Variable: Minat

  Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi R dan analisis

  yx(1,2)

  regresi linier ganda maka, digunakan uji F taraf signifikansi 1%. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.11 b

  

ANOVA

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

a

  1 Regression 1467.597 2 733.798 42.984 .000 Residual 1143.774 67 17.071 Total 2611.371

  69

  a. Predictors: (Constant), Prestasi, Persepsi

  b. Dependent Variable: Minat

  Dari hasil perhitungan diketahui bahwa F yang diperoleh

  hitung

  sebesar 42,984 sedangkan F dengan dk pembilang 2 dan dk penyebut

  tabel

  67 pada taraf signifikansi 1% adalah 4,138 (hasil dari interpolasi). Dasar pengambilan keputusannya adalah jika F < F maka H diterima

  hitung tabel o

  dan menolak H . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa F > F

  a hitung tabel

  atau 42,984 > 4,138. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat menjadi guru.

  Dari analisis regresi linier ganda diketahui koefisien regresi variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru (X ) = 0,546 dan

  1

  koefisien regresi variabel Prestasi belajar mahasiswa (X ) = 6,114 serta

  2

  konstanta (a) = 5,332 maka diperoleh sumbangan relatif dan sumbangan efektif untuk masing-masing variabel bebas seperti tercantum dalam tabel berikut:

Table 4.12 Rangkuman Hasil Perhitungan Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif No. Variabel Independen Sumbangan Sumbangan Relatif Efektif

  1. Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru (X ) 57,66% 32,40%

  1

  2. Prestasi belajar mahasiswa (X ) 42,34% 23,80%

  2

  100% 56,2% Dari tabel di atas dapat diketahui sumbangan masing-masing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Sumbangan relatif variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru sebesar 57,66% dan sumbangan efektif sebesar 32,40%. Sumbangan relatif variabel prestasi belajar mahasiswa sebesar 42,34% dan sumbangan efektif sebesar 23,80%.

  Hal ini berarti bahwa faktor persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar secara bersama-sama dapat digunakan untuk memprediksi minat mahasiswa menjadi guru sebesar 56,2% sedangkan sisanya sebesar 43,8% berasal dari faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis. Dapat diketahui juga bahwa, variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru (X ) memberikan kontribusi yang

  1

  lebih besar terhadap variabel minat menjadi guru (Y) bila dibandingkan dengan variabel prestasi belajar (X ) yaitu sebesar 57,66%

  2 (lihat lampiran 6).

E. Pembahasan 1. Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru

  Dari analisis korelasi diketahui r sebesar 0,684 sedangkan r

  hitung tabel

  pada taraf signifikansi 1% sebesar 0,306. Mengingat r > r atau

  hitung tabel

  0,684 > 0,306 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan terkategori sangat tinggi. Karena koefisien korelasinya bertanda positif, berarti semakin baik persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru, maka minat menjadi guru juga akan semakin tinggi, dan sebaliknya. Setelah dilakukan uji signifikansi dengan uji t diketahui bahwa t sebesar 7,726 dan t

  hitung tabel 2,654 pada taraf signifikansi 1% dengan dk = N – 2 = 70 – 2 = 68.

  Mengingat t > t (7,726 > 2,654) sehingga dapat disimpulkan bahwa

  hitung tabel

  ada korelasi yang signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru.

  Dalam hal ini, persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dapat digunakan untuk memprediksi minat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk menjadi guru. Hurlock (1978:114) mengatakan bahwa, bila seseorang melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan bagi dirinya, mereka akan berminat. Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru adalah proses pemahaman yang dialami mahasiswa tentang status sosial guru dalam arti lingkungan pergaulan guru, prestise guru di masyarakat, hak-hak, dan kewajiban-kewajiban seorang guru dalam masyarakat, baik melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, dan perasaan. Mahasiswa FKIP yang memandang guru mempunyai status sosial yang tinggi di masyarakat akan berpendapat bahwa, menjadi guru adalah hal yang menguntungkan dan bermanfaat bagi dirinya dan hidupnya. Bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan, mereka merasa berminat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin baik persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru akan semakin memperkuat minatnya menjadi guru, dan sebaliknya.

  

2. Hubungan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi

guru

  Dari analisis korelasi diketahui r sebesar 0,636 sedangkan r

  hitung tabel

  pada taraf signifikansi 1% sebesar 0,306. Mengingat r > r atau

  hitung tabel

  0,636 > 0,306 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru dan terkategori sangat tinggi. Karena koefisien korelasinya bertanda positif, berarti semakin tinggi prestasi belajar mahasiswa, maka minat menjadi guru juga akan semakin tinggi, dan sebaliknya. Setelah dilakukan uji signifikansi dengan uji t diketahui bahwa t sebesar 6,792 dan t

  hitung tabel 2,654 pada taraf signifikansi 1% dengan dk = N – 2 = 70 – 2 = 68.

  Mengingat t > t (6,792 > 2,654) sehingga dapat disimpulkan bahwa

  hitung tabel

  ada korelasi yang signifikan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru.

  Dalam hal ini, prestasi belajar mahasiswa dapat digunakan untuk memprediksi minat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk menjadi guru. Hurlock (1978:150) mengatakan bahwa, kemampuan dan minat anak merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sikap dan minat anak terhadap pekerjaan. Kemampuan yang dimaksudkan dalam penelitian ini menunjuk pada prestasi belajar yang dicapai mahasiswa dalam mengikuti studi di FKIP. Tinggi rendahnya prestasi belajar yang dapat diraih mahasiswa akan berpengaruh terhadap kepercayaan diri, harapan, dan cita-citanya. Prestasi belajar biasanya juga menjadi syarat dalam mencari pekerjaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi prestasi belajar mahasiswa FKIP semakin besar pula minatnya untuk menjadi guru, dan sebaliknya.

  

3. Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan

prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru

  Dari hasil perhitungan, diketahui koefisien korelasi ganda (R )

  yx(1,2)

  2 sebesar 0,750. Sedangkan determinasi yang diperoleh (R ) adalah 0,562.

  Hasil perhitungan (R ) sebesar 0,750 menunjukkan bahwa tingkat

  yx(1,2)

  hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru (X ) dan

  1

  prestasi belajar (X ) dengan minat mahasiswa menjadi guru (Y)

  2

  terkategori tinggi. Setelah dilakukan uji signifikansi dengan uji F diketahui bahwa F yang diperoleh sebesar 42,984 sedangkan F dengan dk

  hitung tabel

  pembilang 2 dan dk penyebut 67 pada taraf signifikansi 1% adalah 4,138 (hasil dari interpolasi). Mengingat F > F atau 42,984 > 4,138

  hitung tabel

  sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat menjadi guru.

  Dari tabel 4.12 diketahui sumbangan masing-masing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Sumbangan relatif variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru sebesar 57,66% dan sumbangan efektif sebesar 32,40%. Sumbangan relatif variabel prestasi belajar mahasiswa sebesar 42,34% dan sumbangan efektif sebesar 23,80%.

  Hal ini berarti bahwa faktor persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar secara bersama-sama dapat digunakan untuk memprediksi minat mahasiswa menjadi guru sebesar 56,2% sedangkan sisanya sebesar 43,8% berasal dari faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis. Dapat diketahui juga bahwa, variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru (X ) memberikan kontribusi yang lebih besar

  1

  terhadap variabel minat menjadi guru (Y) bila dibandingkan dengan variabel prestasi belajar (X ) yaitu sebesar 57,66% (lihat lampiran 6).

2 Dengan ditemukannya pengaruh yang positif dan signifikan antara

  variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru (X ) dan variabel

  1

  prestasi belajar (X ) terhadap variabel minat mahasiswa menjadi guru (Y),

  2

  mahasiswa pada umumnya akan cenderung tertarik untuk memilih bekerja menjadi guru dibandingkan yang lain apabila memiliki persepsi yang positif terhadap status sosial guru dan didukung dengan prestasi tinggi yang dicapai selama studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Seperti yang dikemukakan oleh Giyatama (1990:6), persepsi dan prestasi belajar dapat mempengaruhi minat seseorang.

  Setiap orang pasti menginginkan untuk mendapat status sosial yang tinggi dimasyarakat. Tidak ada seorang pun yang mau dipandang rendah oleh orang lain. Ketika mahasiswa FKIP berpersepsi positif terhadap status sosial guru dan ia memandang status sosial guru tinggi dimasyarakat, ia pun akan menganggap bahwa menjadi guru adalah hal yang menguntungkan dan bermanfaat bagi hidupnya. Bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan, mereka merasa berminat. Ini kemudian mendatangkan kepuasan. Bila kepuasan berkurang, minat pun berkurang (Hurlock, 1978:114). Mahasiswa FKIP yang berminat menjadi guru berkecenderungan untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengarah pada minat untuk menjadi guru. Mahasiswa yang demikian biasanya dapat menunjukkan prestasi akademik yang bagus sehingga mahasiswa tersebut bisa cepat lulus kuliah dan siap untuk memasuki dunia kerja sebagai seorang guru.

  Mahasiswa FKIP yang memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang tinggi mengindikasikan bahwa mahasiswa tersebut sungguh-sungguh memiliki bekal kemampuan menjadi guru. Dengan kemampuannya itu, minat menjadi guru akan semakin kuat. Hal ini didukung oleh pendapat Hurlock (1978:150) bahwa, kemampuan dan minat anak merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sikap dan minat anak terhadap pekerjaan.

  Dalam bukunya yang lain ia pun mengatakan bahwa, prestasi yang baik dapat memberikan kepuasan pribadi dan ketenaran (Hurlock, 1980:220).

  Kepuasan akan menguatkan minat seseorang. Bila kepuasan berkurang, minat pun berkurang (Hurlock, 1978:114).

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin baik persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan disertai dengan semakin tingginya prestasi belajar yang diperoleh selama studi di FKIP maka minat untuk menjadi guru pun akan semakin kuat.

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab IV,

  penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru.

  Hal tersebut dapat dijelaskan dengan hasil perhitungan yang memperlihatkan nilai r > r atau 0,684 > 0,239 dan nilai

  hitung tabel

  t > t atau 7,726 > 1,668. Dengan penjelasan tersebut maka dapat

  hitung tabel

  diambil kesimpulan bahwa semakin baik persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru semakin tinggi minat mahasiswa menjadi guru, sebaliknya.

  2. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru.

  Hal tersebut dapat dijelaskan dengan hasil perhitungan yang memperlihatkan nilai r > r atau 0,636 > 0,239 dan nilai

  hitung tabel

  t > t atau 6,792 > 1,668. Dengan penjelasan tersebut maka dapat

  hitung tabel

  diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi prestasi belajar mahasiswa semakin tinggi minat mahasiswa menjadi guru, sebaliknya.

  3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa

  70 memperlihatkan bahwa nilai F > F atau 42,984 > 3,136. Nilai

  

hitung tabel

2 R = 0,750 dan R = 0,562 memperlihatkan bahwa persepsi mahasiswa

  hitung

  terhadap status sosial guru dan prestasi belajar merupakan faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa menjadi guru yaitu sebesar 56,2% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis dalam penelitian ini. Dengan memiliki persepsi yang baik terhadap status sosial guru dan prestasi yang baik secara tidak langsung dapat menumbuhkan minat mahasiswa untuk menjadi guru.

  B. Keterbatasan Penelitian Penulis sungguh menyadari adanya keterbatasan dalam penelitian ini.

  Keterbatasan tersebut antara lain: Peneliti kurang mampu melacak kejujuran responden dalam memberikan jawaban atas kuesioner yang diberikan sehingga data yang diperoleh menjadi kurang maksimal dan hasil yang diperoleh dari penelitian ini kurang bisa memberikan gambaran secara obyektif.

  C. Saran-saran

  1. Persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru sangat mempengaruhi minat menjadi guru. Persepsi yang baik terhadap status sosial guru akan mendorong munculnya minat untuk menjadi guru, sebaliknya persepsi yang kurang baik akan cenderung melemahkan minat menjadi guru bahkan dapat membuat mahasiswa tidak berminat sama sekali untuk

  71 menjadi guru. Hal ini memberikan masukan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib guru supaya persepsi publik terhadap guru menjadi baik misalnya dengan menaikkan gaji guru, memberikan beasiswa untuk melanjutkan studi bagi guru yang berprestasi. Dengan demikian akan membuat banyak orang tertarik untuk menjadi guru.

  2. Tinggi rendahnya prestasi akan membawa dampak pada kepercayaan diri, harapan, dan cita-cita. Mahasiswa yang memiliki prestasi belajar yang baik cenderung lebih berminat dan memiliki kepercayaan diri yang besar untuk menjadi guru. Sedangkan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi belajar kurang baik jika berminat untuk menjadi guru sebaiknya lebih meningkatkan prestasinya supaya nanti ketika menjadi guru sungguh- sungguh dapat menjadi guru yang kompeten dan profesional. Hal ini memberikan masukan bagi universitas untuk bisa lebih meningkatkan kompetensi lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) misalnya dengan melakukan seleksi yang ketat terhadap mahasiswa yang ingin masuk kuliah di FKIP, meningkatkan dan melengkapi sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar dalam perkuliahan, menerapkan metode pembelajaran yang sesuai. Dengan demikian, mahasiswa lulusan FKIP sungguh-sungguh pantas dan layak menjadi guru.

  3. Bagi peneliti lain, jika ingin melakukan penelitian dengan judul yang serupa atau hampir sama, hendaklah mempertimbangkan untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat mahasiswa menjadi guru selain yang telah diungkap dalam penelitian ini, misalnya jenis kelamin,

  72 bakat, latar belakang ekonomi keluarga, dan lingkungan pergaulan sehingga hasil penelitian yang dicapai menjadi lebih luas.

  73

  DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 1990. Manajemen Penelitian. Rineka Cipta: Jakarta.

  ________________. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta: Jakarta.

  Buchori, Mochtar. 2005. Pendidikan Nasional dalam Reformasi Politik dan . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Kemasyarakatan

  Crow, A & L. Crow. 1982. Educational Psychology. USA: American Book Company.

  Ghozali, Imam. 2001. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS.

  Universitas Diponegoro: Semarang. Giyatama. 1990. Psikologi Sosial. Eresco: Bandung. Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak. Erlangga: Jakarta. _________________. 1980. Psikologi Perkembangan. Erlangga: Jakarta. Iskandar, Denni. Webmaster, November 2007. Media Online. Mappiare, Andi. 1982. Psikologi Remaja. Usaha Nasional: Surabaya. Narwoko, J. Dwi dan Bagong Suyanto. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan.

  Edisi kedua. 2004. Kencana Prenada Media Group: Jakarta. Roestiyah. 1982. Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Gramedia: Jakarta. Scarvia, Anderson. 1975. Encyclopedia of Educational Evaluation. Jossy Bass: London.

  Sudjana. 1996. Metode Statistik. Tarsito: Bandung. Sugiyono. 1999. Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung.

  74 Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta: Bandung. Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya.

  Bumi Aksara: Jakarta. Supriadi, Dedi. 1999. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Adicita Karya Nusa: Yogyakarta.

  Supriadi, Dedi. 2003. Guru di Indonesia. Pendidikan, Pelatihan, dan . Geranusa Jaya: Jakarta.

  Perjuangannya Suroso. 2002. In Memoriam Guru. Penerbit Jendela: Yogyakarta.

  Syah, Muhibbin. 1997. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Remaja Rosdakarya: Bandung.

  Thoha, Miftah. 2005. Perilaku Dasar Organisasi. Konsep Dasar dan Aplikasinya. Tilaar, H. A. R. 2005. Manifesto Pendidikan Nasional. Penerbit Buku Kompas: Jakarta.

  Walgito, Bimo. 1991. Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Andi Offset: Yogyakarta.

  Wijayanti, Lilis Endang. Pengaruh Karir Mahasiswa Akuntansi. Kompak No.3, September 2001. Media Online.

  Winkel. 1986. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Gramedia: Jakarta. Yuniyanti, Rini. 2005. Hubungan Pendapatan Ekonomi, Peran Sosial di

  Masyarakat dan Jam Kerja Guru dengan Sikap Siswa terhadap Profesi Guru . Skripsi. Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta.

  75

  LAMPIRAN

  77

  Lampiran 1 Kuesioner

  78

  KUESIONER

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP

STATUS SOSIAL GURU DAN PRESTASI BELAJAR

TERHADAP MINAT MAHASISWA MENJADI GURU

  Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Angkatan 2005

  

Peneliti:

Sari Nolowati

(04 1334 083)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

  

JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2009

  79 Hal : Pengisian Kuesioner Kepada : Yth. Rekan-rekan Mahasiswa Di tempat Dengan Hormat,

  Untuk menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi, JPIPS, FKIP, Universitas Sanata Dharma, saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP STATUS SOSIAL GURU DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MINAT MAHASISWA MENJADI GURU”.

  Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan saudara menjadi responden dalam penelitian ini. Saya berharap saudara berkenan untuk menjawab keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesengguhnya. Sesuai etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban saudara dan akan menggunakan jawaban tersebut hanya untuk penelitian ini.

  Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas saudara. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya. Demikian permohonan saya. Saya ucapkan trima kasih atas perhatian dan kerjasama saudara.

  Yogyakarta, Maret 2009 Hormat Saya,

  Sari Nolowati (04 1334 083)

  80

  IDENTITAS RESPONDEN: NAMA : ………………………………… NIM : ………………………………… PRODI : …………………………………

  IPK Terakhir : ………………………………… PETUNJUK PENGISIAN: Saudara diminta untuk mengemukakan pendapat saudara secara jujur sesuai keadaan yang sesunguhnya tentang persepsi saudara terhadap status sosial guru dan minat saudara untuk menjadi guru. Berilah tanda silang (X) sesuai dengan tingkat persetujuan saudara terhadap pernyataan-pernyataan di bawah ini.

  KETERANGAN: SS : Bila saudara sangat setuju S : Bila saudara setuju N : Bila saudara netral TS : Bila saudara tidak setuju STS : Bila saudara sangat tidak setuju

  

No. Pernyataan SS S N TS STS

Persepsi Mahasiswa Terhadap Status Sosial Guru

  Guru merupakan tokoh terhormat dalam 1. masyarakat. Penghargaan terhadap profesi guru lebih 2.

  rendah dari profesi yang lain.

  Pekerjaan guru identik dengan penghasilan 3. yang rendah. Menjadi guru tidak akan bisa hidup sejahtera.

  4.

  81

  No. Peryataan SS S N TS STS

  Guru adalah orang yang selalu disegani di 5. masyarakat. Guru adalah profesi yang sibuk sehingga 6.

  tidak pernah punya waktu untuk mengikuti kegiatan di masyarakat.

  Segala tindakan guru patut diteladani.

  7. Guru selalu dilibatkan setiap ada rapat 8. penting atau peristiwa penting di masyarakatnya. Guru selalu menjadi tempat bertanya bagi 9. masyarakat yang mengalami kesulitan. Guru selalu taat pada norma-norma dalam 10. masyarakat. Guru selalu membina hubungan baik dengan 11. semua orang. Guru memegang peranan kepeloporan dalam 12. berbagai kegiatan kemasyarakatan. Guru selalu bersikap sopan kepada semua 13. orang.

  Minat Mahasiswa Menjadi Guru

  Saya merasa tertarik untuk menjadi seorang 14. guru. Saya masuk FKIP atas pilihan saya sendiri 15. tanpa paksaan dari siapapun. FKIP menjadi pilihan pertama ketika 16. mendaftar kuliah.

  82

  No. Pernyataan SS S N TS STS

  Saya merasa tertarik mengikuti seminar- 17. seminar kependidikan. Saya malas berkomentar bila ditanya soal 18. keinginan menjadi guru. Saya memperhatikan gaya mengajar dosen 19. ketika kuliah. Saya memperhatikan ketika ada orang yang 20. membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan profesi guru.

  Saya memperhatikan penampilan seorang 21. guru atau dosen. Saya aktif dan tekun dalam perkuliahan 22. tentang kependidikan. Saya merasa senang setiap melakukan praktik 23. mengajar. Saya tidak senang mengerjakan tugas sebagai 24. persiapan menjadi guru. Saya senang membimbing orang lain yang 25. mengalami kesulitan belajar. Mengajar adalah pekerjaan yang sulit dan

  26 menguras pikiran.

  83

  Lampiran 2 Validitas & Reliabilitas

  84

    5 5 5 5 5 5 5 5 3 2 5 5 5

  29.   4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4

    4 5 4 4 3 4 2 3 3 2 3 3 3

  27.   5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 28.

    4 5 5 5 3 4 3 4 4 3 4 4 3

  25.   4 4 5 2 4 4 4 4 4 4 5 4 4 26.

  24.   4 5 4 4 2 4 2 2 2 2 2 2 2

  23.   4 4 5 4 2 4 3 2 4 3 4 3 3

  22.   4 1 4 2 2 4 1 1 1 1 2 2 2

    4 4 5 4 2 4 2 3 3 2 3 3 3

  20.   4 5 4 5 4 4 5 4 4 3 4 4 4 21.

    5 5 4 4 3 5 3 4 5 3 3 2 5

  18.   4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 19.

  17.   4 4 5 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4

  15.   4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 2 4 16.

  Resp.   P1   P2   P3   P4   P5   P8   P9   P10   P11  P12  P13  P14  P15  1.   4 5 4 4 4 4 2 2 2 4 4 4 4 2.

    5 5 5 5 4 5 4 4 3 4 5 4 5

  13.   5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 14.

  12.   3 5 5 4 3 4 2 2 2 2 2 2 3

  11.   5 5 5 2 3 5 2 3 3 4 4 3 4

  10.   4 4 4 4 4 4 3 2 2 3 3 3 3

    4 4 5 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4

  8.   5 5 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 9.

    4 4 5 4 4 5 4 5 4 3 4 4 3

  6.   5 5 5 4 5 5 4 4 3 2 3 3 4 7.

  5.   5 5 5 3 5 4 5 3 3 3 5 3 5

  4.   4 4 5 5 4 5 3 4 4 3 4 3 4

  3.   5 5 5 4 5 4 5 3 4 4 5 4 4

    4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4

  30.   5 1 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4

  85

  Reliability Case Processing Summary N % Cases Valid

  29

  

96.7

Excluded a

  1

  

3.3

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Based on Standardized Items N of Items .881 .877

  13 Item Statistics Mean Std. Deviation N p1 4.31 .541

  29 p2 4.41 .867

  29 p3 4.55 .506

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha

  29 p5 3.59 .946

  29 p8 4.28 .455

  29 p9 3.45 1.088

  29 p10 3.31 1.004

  29 p11 3.34 .897

  29 p12 3.00 .802

  29 p13 3.72 .882

  29 p14 3.41 .867

  29 p15 3.69 .806

  29

  29 p4 3.93 .842

  86 Inter-Item Correlation Matrix p1 p2 p3 p4 p5 p8 p9 p10 p11 p12 p13 p14 p15

p1 1.000 .325 .135 -.030 .469 .510 .422 .408 .286 .247 .410 .249 .474

p2 .325 1.000 .194 .383 .347 .244 .288 .340 .269 .360 .295 .239 .395

p3 .135 .194 1.000 .092 .196 .401 .183 .284 .038 .088 .433 .194 .260

p4 -.030 .383 .092 1.000 .187 .238 .308 .364 .269 .053 .166 .285 .230

p5 .469 .347 .196 .187 1.000 .275 .707 .554 .216 .283 .543 .609 .575

p8 .510 .244 .401 .238 .275 1.000 .102 .510 .196 .098 .196 .062 .436

p9 .422 .288 .183 .308 .707 .102 1.000 .620 .567 .409 .691 .591 .612

p10 .408 .340 .284 .364 .554 .510 .620 1.000 .630 .222 .463 .668 .476

p11 .286 .269 .038 .269 .216 .196 .567 .630 1.000 .496 .440 .315 .400

p12 .247 .360 .088 .053 .283 .098 .409 .222 .496 1.000 .656 .411 .497

p13 .410 .295 .433 .166 .543 .196 .691 .463 .440 .656 1.000 .622 .679

p14 .249 .239 .194 .285 .609 .062 .591 .668 .315 .411 .622 1.000 .344

p15 .474 .395 .260 .230 .575 .436 .612 .476 .400 .497 .679 .344 1.000

  87

  Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total Correlation

  Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted p1 44.69 44.079 .495 .606 .877 p2

  44.59 41.966 .464 .487 .878 p3 44.45 45.613 .301 .495 .883 p4 45.07 43.495 .335 .512 .885 p5 45.41 39.180 .664 .713 .867 p8 44.72 45.350 .387 .800 .881 p9 45.55 36.685 .763 .816 .861 p10 45.69 37.865 .733 .901 .863 p11 45.66 40.734 .558 .776 .873 p12 46.00 42.000 .509 .739 .876 p13 45.28 38.921 .748 .820 .862 p14 45.59 40.180 .637 .845 .869 p15 45.31 40.079 .705 .679 .866

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 49.00 47.929 6.923

  13

  88

  5

  3

  2

  2

  3

  3

   

  4 21.

  5

  5

  5

  3

  5

  5

  

5

  5

  5

  5

  5

  5

  2 20.  

  4

  

3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4 23.  

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  

4

  4

  3

  1

  3

  4

  4 22.  

  3

  2

  3

  2

  4

  

4

  2 17.  

  3

  5

  5

  

5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  1

  3

  4

  4

  

4

  3

  2

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  

4

  3

  5

  5

  5

  5

   

  4 19.

  4

  3 18.  

  4

  3

  4

  3

  

4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

   

  4

  2 29.  

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  

4

  3

  4

  2

  4

  4

   

  2 28.

  2

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  

3

  4

  4

  5

  3

  5

  2 30.  

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  

4

  2

  

5

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  4 25.  

  4

  4

  4

  2

  3

  

4

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  3 24.  

  4

  4

  3

  3

  4

  

4

  2

  2

  2

  4

  4 27.  

  4

  3

  3

  3

  5

  5

  

5

  4

  4

  4

  5

  3

   

  5 26.

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5 16.

  Resp.   M16  M17  M18 M19 M20 M21 M22 M23 M25  M26  M27  M28 M29 1.  

  5

  1

  3

  4

  2

  2

  3 6.  

  5

  5

  4

  5

  4

  5

  

5

  3

  4

  5

  3

  5

  1 5.  

  4

  3

  

5

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  2 8.  

  5

  2

  2

  2

  4

  

2

  4

  3

  3

  4

  2

  2

   

  1 7.

  5

  4

  2

  5

  4

  4

  4

  4

  

4

  4

  5

  4

  5

  5

   

  4 2.

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  

2

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  3

  4

  

4

  5

  4

  5

  5

  4

  5 4.  

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  

5

  5

  4

  4

  4

  5

  4 3.  

  4

  2

  

4

  4

  5

  5 14.

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  

5

  5

  3

  5

  4

  5

  3 13.  

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  

3

   

  5

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  

4

  4

  4

  4

  4

  5

  5 15.  

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  

5

  5

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  4 10.  

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  

3

  3

  4

  4

  4

  4

   

  4 9.

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  2 12.  

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  

4

  4

  4

  3

  5

  2

  4 11.  

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  

4

  4

  89

  Reliability Case Processing Summary N % Cases Valid

  30 100.0 Excluded a .0 Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Based on Standardized Items N of Items .828 .840

  13 Item Statistics Mean Std. Deviation N m16 3.97 .964

  30 m17 3.90 1.062

  30 m18 3.77 1.135

  30 m19 3.70 .837

  30 m20 3.60 .968

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha

  30 m22 3.97 .615

  30 m23 4.10 .662

  30 m25 3.53 .937

  30 m26 3.83 .986

  30 m27 3.53 1.106

  30 m28 4.03 .669

  30 m29 3.37 1.217

  30

  30 m21 4.03 .850

  90 Inter-Item Correlation Matrix m16 m17 m18 m19 m20 m21 m22 m23 m25 m26 m27 m28 m29

m16 1.000 .468 .308 .415 .502 .296 .231 .330 .440 .502 .405 .055 .422

m17 .468 1.000 .524 .431 .396 .157 .100 .260 .333 .313 .076 .102 .323

m18 .308 .524 1.000 .359 .038 .116 .235 .399 .348 .026 .240 .374 -.136

m19 .415 .431 .359 1.000 .357 .354 .315 .492 .519 .648 .067 .203 .179

m20 .502 .396 .038 .357 1.000 .059 .035 .280 .433 .614 .077 .021 .450

m21 .296 .157 .116 .354 .059 1.000 .332 .484 .626 .295 .420 .180 .054

m22 .231 .100 .235 .315 .035 .332 1.000 .602 .211 .104 .230 .422 .109

m23 .330 .260 .399 .492 .280 .484 .602 1.000 .523 .291 .302 .538 .167

m25 .440 .333 .348 .519 .433 .626 .211 .523 1.000 .510 .248 .301 .155

m26 .502 .313 .026 .648 .614 .295 .104 .291 .510 1.000 .116 -.044 .340

m27 .405 .076 .240 .067 .077 .420 .230 .302 .248 .116 1.000 .255 .080

m28 .055 .102 .374 .203 .021 .180 .422 .538 .301 -.044 .255 1.000 .112

m29 .422 .323 -.136 .179 .450 .054 .109 .167 .155 .340 .080 .112 1.000

  91

  Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total Correlation

  Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted m16 45.37 39.826 .665 .575 .801 m17

  45.43 40.668 .521 .552 .812 m18 45.57 42.116 .370 .645 .826 m19 45.63 41.482 .619 .624 .806 m20 45.73 41.789 .489 .603 .815 m21 45.30 43.045 .456 .645 .817 m22 45.37 45.344 .378 .439 .823 m23 45.23 42.875 .639 .643 .809 m25 45.80 40.097 .664 .682 .801 m26 45.50 41.017 .544 .673 .810 m27 45.80 42.786 .335 .410 .828 m28 45.30 45.459 .327 .468 .825 m29 45.97 42.378 .315 .435 .832

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 49.33 48.851 6.989

  13

  92

  93

  

46

26 55

  3.35

  

46

29 59

  3.41

  

56

28 54

  2.85

  

59

27 49

  3.52

  2.85

  3.49

  

45

25 53

  2.82

  

42

24 46

  2.54

  

47

23 38

  3.76

  

38

22 39

  

56

30 55

  

58

31 37

  

62

21 40

  

56

36 51

  3.29

  

50

39 51

  3.22

  

43

38 49

  2.73

  

51

37 45

  3.39

  3.25

  3.29

  

43

35 53

  2.73

  

54

34 44

  2.97

  

47

33 45

  2.76

  

43

32 36

  2.24

  2.98

  Responden Persepsi Prestasi Minat (X1) (X2) (Y) 1 44

  3.28

  

52

9 41

  2.8

  

45

8 46

  3.27

  

42

7 37

  2.7

  

46

6 46

  

53

5 44

  

42

10 41

  2.91

  

48

4 44

  2.71

  

60

3 42

  3.55

  

42

2 53

  3.13

  2.56

  2.78

  

46

20 44

  

42

16 41

  2.07

  

37

19 41

  2.85

  

49

18 36

  2.9

  

46

17 36

  3.16

  3.44

  

44

11 45

  

57

15 40

  2.55

  

44

14 44

  2.76

  

48

13 44

  3.15

  

47

12 46

  2.99

  

54

  94

  3.56

  47 57 45

  3.05

  48 58 44

  3.02

  48 59 38

  2.44

  41 60 46

  2.81

  45 61 50

  3.26

  52 62 43

  2.93

  47 63 54

  62 64 45

  57 56 45

  2.94

  47 65 43

  2.78

  45 66 41

  2.31

  41 67 39

  2.24

  41 68 45

  2.81

  45 69 47

  3.34

  56 70 42

  2.46

  2.94

  3.42

  40 55

  47 47 42

  3.84

  63 41 53

  3.28

  54 42 50

  3.19

  50 43 43

  3.19

  50 44 45

  2.79

  45 45 54

  3.33

  55 46 51

  2.95

  2.73

  55 55 47

  43 48 50

  3.34

  56 49 41

  2.53

  42 50 46

  3.06

  48 51 47

  2.83

  46 52 43

  2.83

  46 53 46

  2.45

  42 54 52

  3.33

  42

  95

  96

DISTRIBUSI FREKUENSI

  Data yang diperoleh dari hasil penelitian persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat menjadi guru dibuat daftar distribusi frekuensi. Untuk membuat distribusi frekuensi tersebut digunakan rumus dari Drs. Noegroho Boedijoewono (1999: 38-40) sebagai berikut:

1. Menentukan jumlah kelas

  Dalam menentukan jumlah kelas hendaknya ditentukan sedemikian rupa, sehingga semua data yang diobservasi dapat masuk seluruhnya. Dalam menentukan jumlah kelas ini ada suatu pedoman yang diberikan oleh H. A. Struges yang selanjutnya disebut sebagai rumus Struges. Adapun pedoman Struges adalah sebagai berikut (Drs. Noegroho Boedijoewono, 1999: 40):

  BK = 1 + 3,322 log N Keterangan: BK = Banyak kelas N = Banyaknya frekuensi 3,322 = Bilangan konstan

  2. Menentukan interval kelas Menentukan interval kelas pada hakekatnya akan dipengaruhi oleh jumlah frekuensi dan rentang (range) data di mana data itu terletak. Berdasarkan hal tersebut, Struges memberikan pedoman dalam menentukan interval kelas sebagai berikut (Drs. Noegroho Boedijoewono, 1999: 40):

  97 C =

  i

  Keterangan: C = Interval kelas

  i

  Range = Selisih data terbesar dan terkecil K = Banyaknya kelas Berikut ini merupakan perhitungan distribusi frekuensi dari hasil penelitian persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat menjadi guru: 1. Variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru

  Diketahui: Jumlah N = 70 Data terbesar = 59 Data terkecil = 36

  Dari data di atas dapat dihitung:

  a. Jumlah kelas = 1 + 3,322 log 70 = 1 + 6,13 = 7,13 dibulatkan 8

  b. Interval kelas (C ) = 2, 875 dibulatkan 3

  i =

  98

  70 Total 70 100% 2.

  

,

  , , =

  Interval kelas (C i ) =

  = 1 + 3,322 log 70 = 1 + 6,13 = 7,13 dibulatkan 8 b.

  Dari data di atas dapat dihitung: a. Jumlah kelas

  Jumlah N = 70 Data terbesar = 3, 84 Data terkecil = 2, 07

  Variabel prestasi belajar mahasiswa Diketahui:

  69 57 – 59 1 1, 43%

  Tabel distribusi frekuensinya adalah sebagai berikut: Kelas Frekuensi Frekuensi Relatif (%) Frekuensi Kumulatif

  63 54 – 56 6 8, 57%

  55 51 – 53 8 11, 43%

  50 48 – 50 5 7, 14%

  32 45 – 47 18 25, 71%

  17 42 – 44 15 21, 43%

  7 39 – 41 10 14, 29%

  36 – 38 7 10%

  0,22125 dibulatkan 0,22

  99

  Tabel distribusi frekuensinya adalah sebagai berikut: Kelas Frekuensi Frek. Relatif (%) Frek. Kumulatif

  2,07 – 2,28 3 4,28%

  3 2,29 – 2,50 4 5,71%

  7 2,51 – 2,72 6 8,57%

  13 2,73 – 2,94 22 31,43%

  35 2,95 – 3,16 10 14,29%

  45 3,17 – 3,38 15 21,43%

  60 3,39 – 3,60 8 11,43%

  68 3,61 – 3,82 2 2,86%

  70 Total 70 100% 3.

  Variabel minat mahasiswa menjadi guru Diketahui:

  Jumlah N = 70 Data terbesar = 63 Data terkecil = 37

  Dari data di atas dapat dihitung:

  a. = 1 + 3,322 log 70 Jumlah kelas

  = 1 + 6,13 = 7,13 dibulatkan 8

  b. ) = 3,25 dibulatkan 4 Interval kelas (C i =

  100

  Tabel distribusi frekuensinya adalah sebagai berikut:

Kelas Frekuensi Frekuensi Relatif (%) Frekuensi Kumulatif

  37 – 40 2 2,86%

  2 41 – 44 17 24,29%

  19 45 – 48 25 35,71%

  44 49 – 52 7 10%

  51 53 – 56 11 15,71%

  62 57 – 60 5 7,14%

  67 61 – 64 3 4,29%

  70

  • 65 – 68

  Total 70 100%

  101

PERHITUNGAN MEAN, MEDIAN, MODUS, DAN STANDAR DEVIASI

  Untuk menghitung mean, median, modus, dan standar deviasi digunakan rumus yang diambil dari Sudjana (1996: 67):

1. Harga rata-rata

  Rata-rata hitung diperoleh dari membagi jumlah nilai data dengan banyaknya subjek. Rumus untuk menghitung rata-rata hitung adalah sebagai berikut:

  ∑

  =

  ∑

  Di mana: = Harga rata-rata

  1 x = Tanda kelas interval ( ujung atas = ujung bawah) i

  2 f = Frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas i

  = Jumlah subjek

  n 2.

   Median (Me) Median adalah nilai tengah dari rangkaian yang telah tersusun secara teratur.

  Median juga disebut sebagai ukuran letak , karena letak median membagi dua bagian yang sama. Rumus mencari median sebagai berikut:

  ,

  Me = b + p Di mana: Me = Median b = batas bawah kelas median yaitu kelas di mana median akan terletak

  102 p = panjang kelas median n = ukuran sampel atau banyaknya data

  F = jumlah semua frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas median

  3. Modus (Mo)

  Modus adalah data yang frekuensi munculnya paling sering. Rumus untuk mencari modus adalah sebagai berikut: Mo = b + p

  Di mana: Mo = Modus b = batas bawah kelas modus, kelas interval dengan frekuensi terbanyak p = panjang kelas modus

  b

  1

  = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi-frekuensi kelas interval dengan tanda kelas yang lebih kecil sebelum kelas modus

  b

  2

  = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi-frekuensi kelas interval dengan tanda kelas yang lebih besar setelah kelas modus

  4. Standar Deviasi (S) S =

  ∑ ∑

  103 Di mana:

  S = standar deviasi f = frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas i x = tanda kelas i n = jumlah data

  Dengan menggunakan rumus-rumus di atas maka harga setiap variabel dapat dicari sebagai berikut:

1. Variabel Persepsi Mahasiswa terhadap Status sosial Guru

  Interval Frekuensi Tanda Kelas kelas

  f x f x i i i. i

  36 - 38

  7 37 259 1369 9583 39 - 41 10 40 400 1600 16000 42 - 44 15 43 645 1849 27735 45 - 47 18 46 828 2116 38088 48 - 50

  5 49 245 2401 12005 51 - 53 8 52 416 2704 21632 54 - 56 6 55 330 3025 18150 57 - 59

  1

  58 58 3364 3364 Jumlah 70 3181 18428 146557

  f x = 3181 i. i 2 f x = 146557 i. i

  b = 47,5 b = 3

  1

  b = 13

  2

  p =

  3 F = 7 + 10 + 15 + 18 = 50

  104

  f =

  18

  n =

  70 Berdasarkan data di atas diperoleh:

  a. Mean

  ∑

  =

  ∑

  = = 45,44 b.

  Median

  ,

  Me = b + p

  ,

  Me = 47,5 + 3 Me = 47,5 + ( - 2,5) Me = 45

  c. Modus Mo = b + p Mo = 47,5 + 3 Mo = 47,5 + 0,56 Mo = 48,06

  105 d. Standar Deviasi

  S = ∑ ∑

  S = S = S =

  √29,03

  S = 5,39

2. Variabel Prestasi Belajar Mahasiswa

  Interval Frekuensi Tanda Kelas Kelas f i x i f i. x i x i 2 f i.. x i 2 2.07 - 2.28 3 2.175 6.525 4.730625 14.19188 2.29 - 2.50

  4 2.395 9.58 5.736025 22.9441 2.51 - 2.72 6 2.615 15.69 6.838225 41.02935 2.73 - 2.94

  22 2.835 62.37 8.037225 176.819 2.95 - 3.16 10 3.055 30.55 9.333025 93.33025 3.17 - 3.38 15 3.275 49.125 10.72563 160.8844 3.39 - 3.60

  8 3.495 27.96 12.21503 97.7202 3.61 - 3.82 2 3.715 7.43 13.80123 27.60245 jumlah 70 209.23 71.417 634.5216 f i. x i

  = 209,23

  f i. x i 2

  = 634,5216 b = 2,945 b

  1

  = 16

  106 b = 12

  2

  p = 0,22 F = 3 + 4 + 6 + 22 = 35

  f =

  22

  n =

  70 Berdasarkan data di atas diperoleh: a.

  Mean

  ∑

  =

  ∑ ,

  = = 2,99 b.

  Median

  ,

  Me = b + p

  ,

  Me = 2,945 + 0,22 Me = 2,945 + 0 Me = 2,945

  c. Modus Mo = b + p Mo = 2,945 + 0,22

  107 Mo = 2,945 + 0,126 Mo = 3,071

  2

  f i. x i 2

  = 3395

  66.5 4422.25 Jumlah 70 3395 22722 167081.5 f i. x i

  5 58.5 292.5 3422.25 17111.25 61 - 64 3 62.5 187.5 3906.25 11718.75 65 - 68

  7 50.5 353.5 2550.25 17851.75 53 - 56 11 54.5 599.5 2970.25 32672.75 57 - 60

  38.5 77 1482.25 2964.5 41 - 44 17 42.5 722.5 1806.25 30706.25 45 - 48 25 46.5 1162.5 2162.25 54056.25 49 - 52

  37 - 40

  d. Standar Deviasi

   Variabel Minat Mahasiswa Menjadi Guru Interval Frekuensi Tanda Kelas Kelas f i x i f i. x i x i 2 f i. x i 2

  S = 0,36 3.

  √0,132

  S =

  S = , ,

  S = , ,

  S = ∑ ∑

  = 167081,5

  108 b = 52,5 b = 8

  1

  b = 18

  2

  p =

  4 F = 2 + 17 + 25 + 7 = 51 =

  25

  f

  =

  70

  n

  Berdasarkan data di atas diperoleh: a. Mean

  ∑

  =

  ∑

  = = 48,5 b.

  Median

  ,

  Me = b + p

  ,

  Me = 52,5 + 4 Me = 52,5 + (- 0,914) Me = 51,59

  c. Modus Mo = b + p

  109 Mo = 52,5 + 4 Mo = 52,5 + 1,23 Mo = 53,73 d.

  36

  63 48.46 6.152 Valid N (listwise)

  37

  26

  70

  2.07 3.84 2.9854 .37227 Minat

  1.77

  70

  59 45.51 5.380 Prestasi

  23

  Standar Deviasi

  70

  Descriptive Statistics N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation Persepsi

  HASIL PERHITUNGAN DENGAN PROGRAM KOMPUTER SPSS

  S = 5,93

  35,130

  S = S =

  S = ,

  S = ∑ ∑

  70

  110

PENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP) TIPE II

  Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II dipergunakan untuk menentukan kategori kecenderungan variabel yang dimaksud dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) adalah suatu penilaian yang memperbandingkan suatu prestasi dengan suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya, suatu prestasi yang seharusnya dicapai oleh siswa yang dituntut oleh guru.

  1.

  ) Penilaian Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru (X

  1 Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 5 x 13 = 65

  Skor terendah yang mungkin dicapai = 1 x 13 = 13 Perhitungan data variabel dengan menggunakan rumus: Skor = Nilai terendah + % (Nilai tertinggi – Nilai terendah)

  Perhitungan Interval Frekuensi % Klasifikasi

  13 + 81% (65 - 13) = 55,12 55 – 65 3 4,3% Sangat Baik 13 + 66% (65 - 13) = 47,32 47 – 54 16 22,9% Baik 13 + 56% (65 - 13) = 42,12 42 – 46 29 41,4% Cukup Baik 13 + 46% (65 - 13) = 36,92 36 – 41 17 24,3% Tidak Baik

  < 46% (65 - 13) < 36 5 7,1% Sangat Tidak Baik

  Jumlah 70 100%

  111

2. Penilaian Minat Mahasiswa menjadi Guru (Y)

  Skor tertinggi yang mungkin dicapai = 5 x 13 = 65 Skor terendah yang mungkin dicapai = 1 x 13 = 13 Perhitungan data variabel dengan menggunakan rumus: Skor = Nilai terendah + % (Nilai tertinggi – Nilai terendah)

  Perhitungan Interval Frek. % Klasifikasi

  13 + 81% (65 - 13) = 55,12 55 – 65 15 21,4 % Sangat Tinggi 13 + 66% (65 - 13) = 47, 32 47 – 54 19 27,1 % Tinggi 13 + 56% (65 - 13) = 42,12 42 – 46 23 32,9 % Cukup Tinggi 13 + 46% (65 - 13) = 36,92 36 – 41 11 15,7 % Rendah

  < 46% (65 - 13) < 36 2 2,9 % Sangat Rendah

  Jumlah 70 100 %

  112

  113

  NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Persepsi Prestasi Minat N a

  70

  70

  70 Normal Parameters Mean 45.51 2.9779

  48.46 Std. Deviation 5.380 .37137 6.152 Most Extreme Differences Absolute .135 .078 .158 Positive .135 .078 .158 Negative -.075 -.070 -.084

  Kolmogorov-Smirnov Z 1.133 .649 1.324 Asymp. Sig. (2-tailed) .153 .794 .060

a. Test distribution is Normal.

  ONEWAY Minat BY Persepsi /POLYNOMIAL=1 /MISSING ANALYSIS.

  Oneway

ANOVA

  Minat Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups (Combined) 1540.163 19 81.061 3.784 .000 Linear Term Weighted 1220.743

  1 1220.743 56.980 .000 Deviation 319.420 18 17.746 .828 .660 Within Groups 1071.208 50 21.424 Total 2611.371

  69

  114

  ONEWAY Minat BY Prestasi /POLYNOMIAL=1 /MISSING ANALYSIS.

  Oneway

ANOVA

  Minat Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups (Combined) 2328.705 54 43.124 2.288 .040 Linear Weighted 1055.567

  1 1055.567 56.015 .000 Term Deviation 1273.138 53 24.021 1.275 .312 Within Groups 282.667

  15 18.844 Total 2611.371

  69

  115

  116

  Correlations Correlations

Persepsi Minat

Persepsi Pearson Correlation

  1 .684 ** Sig. (2-tailed) .000 N

  

70

  70 Minat Pearson Correlation .684

**

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  

70

  70 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

Prestasi Minat

Prestasi Pearson Correlation

  1 .636 ** Sig. (2-tailed) .000 N

  70

  70 Minat Pearson Correlation .636 **

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  70

  70 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  117

  Regression Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Minat

  48.46 6.152

  70 Persepsi 45.51 5.380

  70 Correlations Minat Persepsi Pearson Correlation Minat 1.000 .684 Persepsi .684 1.000 Sig. (1-tailed) Minat . .000 Persepsi .000 . N Minat

  

70

  70 Persepsi b

  

70

  70 Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate a 1 .684 .467 .460 4.522 a. Predictors: (Constant), Persepsi

  b. Dependent Variable: Minat a

Coefficients

  Standardized

Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 12.876 4.637 2.777 .007

Persepsi .782 .101 .684 7.726 .000 a. Dependent Variable: Minat

  118

  Regression Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Minat

  48.46 6.152

  70 Prestasi 2.9854 .37227

  70 Correlations

Minat Prestasi

Pearson Correlation Minat 1.000 .636 Prestasi .636 1.000 Sig. (1-tailed) Minat . .000 Prestasi .000 . N Minat

  70

  70 Prestasi b

  70

  70 Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate a 1 .636 .404 .395 4.783 a. Predictors: (Constant), Prestasi

  b. Dependent Variable: Minat a

Coefficients

  Standardized

Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 17.090 4.653 3.673 .000

Prestasi 10.507 1.547 .636 6.792 .000 a. Dependent Variable: Minat

  119

  Regression Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Minat

  48.46 6.152

  70 Persepsi 45.51 5.380

  70 Prestasi 2.9854 .37227

  70 Correlations Minat Persepsi Prestasi Pearson Correlation Minat 1.000 .684 .636

Persepsi .684 1.000 .556

  

Prestasi .636 .556 1.000

Sig. (1-tailed) Minat . .000 .000

Persepsi .000 . .000

Prestasi .000 .000 .

N Minat

  

70

  70

  70 Persepsi

  

70

  70

  70 Prestasi b

  

70

  70

  70 Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate a 1 .750 .562 .549 4.132 a. Predictors: (Constant), Prestasi, Persepsi

  b. Dependent Variable: Minat b

ANOVA

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. a

  1 Regression 1467.597 2 733.798 42.984 .000 Residual 1143.774 67 17.071 Total 2611.371

  69

  a. Predictors: (Constant), Prestasi, Persepsi

  b. Dependent Variable: Minat

  120

   

  38 2.54 42 1444 6.4516 1764 1596 106.68

  96.52 24.

    46 2.82 45 2116 7.9524 2025 2070 126.9 129.72

  25.   53 2.85 46 2809 8.1225 2116 2438 131.1 151.05 26.

   

  55 3.52 59 3025 12.3904 3481 3245 207.68 193.6 27.  

  49 2.85 56 2401 8.1225 3136 2744 159.6 139.65 28.  

  54 3.41 46 2916 11.6281 2116 2484 156.86 184.14 29.

   

  59 3.35 56 3481 11.2225 3136 3304 187.6 197.65 30.  

  55 3.49 58 3025 12.1801 3364 3190 202.42 191.95 31.

  37 3.29 43 1369 10.8241 1849 1591 141.47 121.73 32.  

  22.  

  36 2.76 47 1296 7.6176 2209 1692 129.72

  99.36 33.

    45 2.97 54 2025 8.8209 2916 2430 160.38 133.65

  34.   44 2.73 43 1936 7.4529 1849 1892 117.39 120.12

  35.  

  53 3.25 56 2809 10.5625 3136 2968 182 172.25 36.

   

  51 3.39 51 2601 11.4921 2601 2601 172.89 172.89 37.  

  45 2.73 43 2025 7.4529 1849 1935 117.39 122.85 38.

   

  49 3.22 50 2401 10.3684 2500 2450 161 157.78 39.  

  39 3.76 47 1521 14.1376 2209 1833 176.72 146.64 23.  

    40 2.24 38 1600 5.0176 1444 1520 85.12 89.6

  Resp.   PERSEPSI  PRESTASI  MINAT                     (X 1 )   (X 2 )   (Y)   (X 1   2 )   (X

2

 

2

)   (Y 2 )   (X 1  . Y)  (X 2  . Y)  (X 1  . X 2 )   1.   44 3.13 42 1936 9.7969 1764 1848 131.46 137.72 2.

  41 2.78 44 1681 7.7284 1936 1804 122.32 113.98 11.  

   

  53 3.55 60 2809 12.6025 3600 3180 213 188.15 3.  

  42 2.71 48 1764 7.3441 2304 2016 130.08 113.82 4.  

  44 2.91 53 1936 8.4681 2809 2332 154.23 128.04 5.

   

  44 3.28 46 1936 10.7584 2116 2024 150.88 144.32 6.  

  46 2.7 42 2116 7.29 1764 1932 113.4 124.2 7.

   

  37 3.27 45 1369 10.6929 2025 1665 147.15 120.99 8.  

  46 2.8 52 2116 7.84 2704 2392 145.6 128.8 9.  

  41 2.56 42 1681 6.5536 1764 1722 107.52 104.96 10.  

  45 2.99 47 2025 8.9401 2209 2115 140.53 134.55 12.

  44 2.98 62 1936 8.8804 3844 2728 184.76 131.12 21.

    46 3.15 48 2116 9.9225 2304 2208 151.2 144.9

  13.   44 2.76 44 1936 7.6176 1936 1936 121.44 121.44 14.

    44 2.55 57 1936 6.5025 3249 2508 145.35 112.2

  15.  

  40 3.44 42 1600 11.8336 1764 1680 144.48 137.6 16.  

  41 3.16 46 1681 9.9856 2116 1886 145.36 129.56 17.  

  36 2.9 49 1296 8.41 2401 1764 142.1 104.4 18.  

  36 2.85 37 1296 8.1225 1369 1332 105.45 102.6 19.

    41 2.07 46 1681 4.2849 2116 1886

  95.22

  84.87 20.  

  51 3.29 54 2601 10.8241 2916 2754 177.66 167.79

  121

  45 2.94 47 2025 8.6436 2209 2115 138.18 132.3 65.

  38 2.44 41 1444 5.9536 1681 1558 100.04

  92.72 60.

    46 2.81 45 2116 7.8961 2025 2070 126.45 129.26

  61.  

  50 3.26 52 2500 10.6276 2704 2600 169.52 163 62.

    43 2.93 47 1849 8.5849 2209 2021 137.71 125.99

  63.  

  54 3.56 62 2916 12.6736 3844 3348 220.72 192.24 64.  

    43 2.78 45 1849 7.7284 2025 1935 125.1 119.54

  45 3.05 48 2025 9.3025 2304 2160 146.4 137.25 58.  

  66.   41 2.31 41 1681 5.3361 1681 1681

  94.71

  94.71 67.

    39 2.24 41 1521 5.0176 1681 1599

  91.84

  87.36 68.  

  45 2.81 45 2025 7.8961 2025 2025 126.45 126.45 69.  

  47 3.34 56 2209 11.1556 3136 2632 187.04 156.98 70.

    42 2.46 42 1764 6.0516 1764 1764 103.32 103.32 ∑

  44 3.02 48 1936 9.1204 2304 2112 144.96 132.88 59.  

  45 2.94 47 2025 8.6436 2209 2115 138.18 132.3 57.  

  40.  

  47.   42 2.73 43 1764 7.4529 1849 1806 117.39 114.66 48.

  55 3.84 63 3025 14.7456 3969 3465 241.92 211.2 41.

   

  53 3.28 54 2809 10.7584 2916 2862 177.12 173.84 42.  

  50 3.19 50 2500 10.1761 2500 2500 159.5 159.5 43.

   

  43 3.19 50 1849 10.1761 2500 2150 159.5 137.17 44.  

  45 2.79 45 2025 7.7841 2025 2025 125.55 125.55 45.  

  54 3.33 55 2916 11.0889 3025 2970 183.15 179.82 46.

    51 2.95 47 2601 8.7025 2209 2397 138.65 150.45

   

  47 3.42 57 2209 11.6964 3249 2679 194.94 160.74 56.  

  50 3.34 56 2500 11.1556 3136 2800 187.04 167 49.  

  41 2.53 42 1681 6.4009 1764 1722 106.26 103.73 50.  

  46 3.06 48 2116 9.3636 2304 2208 146.88 140.76 51.  

  47 2.83 46 2209 8.0089 2116 2162 130.18 133.01 52.  

  43 2.83 46 1849 8.0089 2116 1978 130.18 121.69 53.

    46 2.45 42 2116 6.0025 1764 1932 102.9 112.7

  54.  

  52 3.33 55 2704 11.0889 3025 2860 183.15 173.16 55.

   

  3186   208.98   3392   147006   633.457  166978  155946  10227.04  9588.44  

  122

PERHITUNGAN MANUAL

  

, ,

&

  1. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dengan Minat Menjadi Guru

  ∑ ∑ ∑ ∑ ∑

  ∑ ∑ 70 155946 3186 3392 70 147006 3186 70 166978 3392

  109308 139824 182796 109308

  159872,6615 0,683719148 ,

  √

  2 √1

  0,683719148√70 2 1 0,683719148 7,726110657 ,

  123

  2. Hubungan Antara Prestasi Belajar Mahasiswa dengan Minat Menjadi Guru ∑ ∑ ∑

  ∑ ∑ ∑ ∑ 70 10227,04 208,98 3392

  70 633,457 208,98 70 166978 3392 7032,64

  669,3496 182796 7032,64

  0,635782454 , 11061,39365

  2 √

  √1 0,635782454√70 2

  6,792345834 , 1 0,635782454

  124

  3. Hubungan Antara Persepsi Mahasiswa terhadap Status Sosial Guru dan Prestasi Belajar dengan Minat Menjadi Guru

  2

  1 ∑ ∑ ∑

  ∑ ∑ ∑ ∑ 70 9588,4 3186 208,98 70 147006 3186 70 633,457 208,98

  5380,52 139824 669,3496 5380,52

  9674,231801 0,556169136 ,

  0,683719148 0,635782454 2 0,683719148 0,635782454 0,556169136 1 0,556169136

  0,871691202 0,483529706 0,690675892

  0,562002381 0,74966818 ,

  125 ⁄ 1 ⁄

  1 0,74966818 ⁄

  2 1 0,74966818 ⁄ 70 2 1 0,28100119

  0,437997619 ⁄

  67 0,28100119

  42,98443985 , 0,006537277

  126

  

INTERPOLASI

UJI LINIERITAS untuk variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan

  minat menjadi guru dengan dk pembilang 18 dan dk penyebut 50 pada taraf signifikansi 5%.

  18 16 1,85 20 16 1,78 1,85 2 1,85 4 0,07 4 7,4 0,14

  0,14 7,4 7,26 ,

  4

  4

   untuk variabel prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru dengan dk pembilang 53 dan dk penyebut 15 pada taraf signifikansi 5%.

  53 50 2,18 75 50 2,15 2,18 3 2,18 25 0,03

  25 54,5 0,09 0,09 54,5 54,41

  2,1764 ,

  127

UJI HIPOTESIS

  untuk variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dengan minat menjadi guru (X , Y) dan variabel prestasi belajar mahasiswa dengan minat

  1 menjadi guru (X , Y) dengan dk = 68 pada taraf signifikansi 1%.

  2

  2,660

  68

  60 2,617 2,660

  120

  60 8 0,2660 60 0,043 60 159,6 0,344

  0,344 159,6 159,256 2,654266667 ,

  60

  60 untuk variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar mahasiswa dengan minat menjadi guru (X X , Y) dengan dk pembilang 2

  1

  2 dan dk penyebut 67 pada taraf signifikansi 1%.

  4,95

  67

  65 2,92 4,95

  70

  65 2 4,95 5 2,03 5 24,75 4,06

  4,06 24,75 20,69 ,

  5

  5

  128

  SUMBANGAN RELATIF DAN SUMBANGAN EFEKTIF 1. Sumbangan Relatif

  Prosentase sumbangan relatif dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

  ∑

  SR(%) = JK = (a . Y) +( a . Y)

  reg 1 ∑ X

  1 2 ∑ X

2 Diketahui:

  a = 0,546

  1 a = 6,114

2 Y = 155946

  1

  ∑ X Y = 10227,04

  ∑ X

2 JK = (0,546 x 155946) + (6,114 x 10227,04)

  reg

  JK = 147674,64

  reg a.

  Sumbangan Relatif untuk persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru

  ,

  SR = X 100%

  ,

  129 SR = 57,66%

  2

  2

  ) SE = 57,66% x 0,562 SE = 32,40% b. Sumbangan Efektif untuk variabel prestasi belajar mahasiswa (X

  1

  a. Sumbangan Efektif untuk variabel persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru (X

  = 0,562 Sehingga perhitungan untuk:

  2

  = 42,34% R

  = 57,66% SR untuk variable X

  b. Sumbangan Relatif untuk prestasi belajar mahasiswa

  1

  Rumus untuk menghitung sumbangan efektif: SE(%) = SR (%) x Diketahui: SR untuk variable X

   Sumbangan Efektif

  SR = 42,34% 2.

  100%

  X

  SR = , , ,

  ) SE = 42,34% x 0,562

  130 SE = 23,80% Rangkuman hasil perhitungan sumbangan relatif dan sumbangan efektif No. Nama Variabel Sumbangan Relatif Sumbangan Efektif

  1. Persepsi mahasiswa terhadap 57,66% 32,40% status sosial guru

  2. Prestasi belajar mahasiswa 42,34% 23,80%

  131

  Data Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II Angkatan 2005 berjumlah 348 orang, terdiri dari: a. Mahasiswa PAK : 17 orang

  b. Mahasiswa PEK : 16 orang

  c. Mahasiswa PBI : 107 orang

  d. Mahasiswa PBSID : 54 orang

  e. Mahasiswa Pendidikan Sejarah : 12 orang

  f. Mahasiswa BK : 30 orang

  g. Mahasiswa PMat : 58 orang

  h. Mahasiswa PFis : 24 orang i. Mahasiswa IPAK : 30 orang 348 orang

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Persepsi mahasiswa terhadap program pendidikan profesi guru ditinjau dari jenis kelamin, program studi dan prestasi belajar akademik : studi kasus mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
5
189
Hubungan jenis kelamin, prestasi mahasiswa tentang profesi guru, dan status sosial ekonomi orang tua dengan minat mahasiswa menjadi guru : studi kasus pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma.
0
3
109
Hubungan antara motivasi belajar dan status sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2009.
0
0
125
Pengaruh prestasi belajar pengalaman PPL 2, dan jenis pekerjaan orang tua terhadap minat untuk menjadi guru : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2006-2007 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogya
0
0
160
Hubungan pengajaran mikro dan program pengalaman lapangan di sekolah dengan minat mahasiswa FKIP menjadi guru : studi kasus mahasiswa Universitas Sanata Dharma Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2005.
0
0
135
Pengaruh prestasi PPL dan aspek sosial terhadap minat mahasiswa FKIP menjadi guru : studi kasus mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
0
2
166
Minat mahasiswa untuk menjadi guru ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua dan perbedaan etnis : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
1
128
Hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap status sosial guru dan prestasi belajar dengan minat mahasiswa menjadi guru : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2006.
0
0
159
Pengaruh persepsi mahasiswa FKIP tentang kesejahteraan guru terhadap minat mahasiswa FKIP menjadi guru : studi kasus pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
0
0
146
Pengaruh jenis kelamin terhadap hubungan antara persepsi mahasiswa tentang profesi guru dan status sosial ekonomi keluarga dengan minat mahasiswa untuk bekerja menjadi guru : studi kasus pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi USD Angkatan 2002-2004.
0
1
143
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Pengaruh jenis kelamin terhadap hubungan antara persepsi mahasiswa tentang profesi guru dan status sosial ekonomi keluarga dengan minat mahasiswa untuk bekerja menjadi guru : studi kasus pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi USD Angkatan 2002-2004 - USD Rep
0
0
141
Hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dan prestasi belajar dengan minat berwirausaha mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2003-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
107
Pengaruh persepsi mahasiswa FKIP tentang kesejahteraan guru terhadap minat mahasiswa FKIP menjadi guru : studi kasus pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan profesi guru : studi kasus pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
153
Show more