Studi deskriptif motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository

Gratis

0
0
133
3 months ago
Preview
Full text

  

STUDI DESKRIPTIF MOTIVASI BERORGANISASI PADA

MAHASISWA UNIVERSITAS SANATA DHARMA

  Skripsi Ditujukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

  Oleh: Satriyo Pinandito NIM: 049114036

  

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2009

HALAMAN PERSEMBAHAN

  • - Carpe Diem -

  

Seize The Day

Karya ini kupersembahkan kepada:

  

Yesus kristus dan Bunda Maria

Bapak, Ibu Yf. Partiningsih(†) & Ibu Monica Prihartati

Dik Tio dan Dik Satya

Dinta

  

Orang-orang terkasih

  

Mentari mulai bersinar dan ayam jantan berkokok. Badan dan pikiran

in masih menyatu dalam suatu harapan. Perjuangan ini tak akan sia- sia. Kenangan manis yang akan selalu kubawa hingga waktuku tiba.

Satu pintu sudah terbuka. Kini saatnya aku melangkah lagi.

Perjuangan ini belumlah usai. Aku masih sangat kuat untuk berlari

mengejar mimpi-mimpiku, karena kutahu Ia selalu ada. Karena

kutahu Ia selalu menuntunku pada jalan-jalan yang tidak pernah

terduga. Bagai domba yang berjalan di kawanan domba yang lain,

gembala ini sungguh baik. Bagai gembala, aku berjuang untuk

kawanan dombaku. Semangat untuk melayani yang ditularkan Sang

Gembala ini sungguh luar biasa.

Sungguh luar biasa kuasanya. Hingga detik ini segala keluh kesahku

selalu saja dipatahkanNya. Segala keputusasaanku selalu berujung

surga. Sungguh luar biasa proses kehidupan ini. Keluarga, orang-

orang terkasih, sahabat-sahabat, dan teman terukir indah di sini. Di

dalam hatiku. Mereka adalah perpanjangan tanganMu yang selalu

siap menuntunku pada padang rumput yang hijau dan oase

kehidupan yang tak pernah kering. Sungguh luar biasa.

Aku tak tahu apa yang ada di ujung jalan ini. Satu yang kupercaya,

jalan yang kutempuh ini akan selalu membawaku pada kedamaian

dan kasih yang murni.

  15.01.09

  

ABSTRAK

  Studi Deskriptif Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma

  Satriyo Pinandito 049114036

  Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta Penelitiaan ini bertujuan untuk menggambarkan motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi interpersonal mahasiswa di masa depan. Hal ini dapat dikembangkan sedini mungkin melalui kegiatan-kegiatan ko- kurikuler di lembaga pendidikan seperti organisasi kemahasiswaan. Lembaga pendidikan berperan sebagai fasilitator yang mendukung dan mengembangkan kompetensi interpersonal mahasiswa didik sedangkan mahasiswa didik berperan sebagai penggerak organisasi kemahasiswaan. Peran aktif mahasiswa di dalam organisasi kemahasiswaan ini dilatarbelakangi oleh motivasi berorganisasi yang berbeda-beda.

  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang secara resmi terdaftar di Universitas Sanata Dharma dengan tahun akademik 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008 dan terdaftar atau sudah pernah mengikuti organisasi maupun kegiatan kemahasiswaan di Universitas Sanata Dharma. Subjek penelitian sebanyak 157 orang yang terdiri dari 86 mahasiswa perempuan dan 71 mahasiswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar skala motivasi berorganisasi. Estimasi realibilitas dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach yang menghasilkan Koefisian Reliabilitas sebesar 0,903.

  Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa secara umum subjek penelitian ini memiliki motivasi berorganisasi yang tinggi. Hal ini terlihat dari hasil mean empirik > mean teoritik yaitu 100.02 > 80. Bila dilihat dari setiap aspek motivasi berorganisasi menunjukkan bahwa aspek growth yang paling dominan dengan mean empirik sebesar 37,43. Kemudian diikuti aspek existence dan relatedness dengan nilai mean empirik masing-masing sebesar 33,48 dan 28,06.

  Kata kunci: Motivasi berorganisasi

  

ABSTRACT

  Descriptive Study on Sanata Dharma University Student’s Organizational Motivation

  Satriyo Pinandito 049114036

  Psychology Faculty Sanata Dharma University

  Yogyakarta This research aims to describe Sanata Dharma University Student’s organizational motivation. The background of this research is based on the need of students’ interpersonal competency in the future. It can be done as early as possible through co-curricular activities in education institution such as student organizational activities. Education institution has a role as a facilitator supporting and improving pupils’ interpersonal competency whereas the pupils have a role as a student organizational activator. Students’ active role in this organization has a different background of organizational motivations.

  This research is a quantitative descriptive. The subjects of this research are the students who officially registered at Sanata Dharma University whose academic years are from 2003, 2004, 2005, 2006, 2007 and 2008 and they are still registered or have taken organizational activities in Sanata Dharma University. The research subjects are 157 students consisting of 86 female students and 71 male students. The gathering data was done by distributing organizational motivation scale. The researcher used reliability estimation using Alpha Cronbach technique that resulted reliability coefficient 0.903.

  Based on the data analysis it can be concluded that generally the research subjects have high organizational motivation. It can be seen from the result of empiric mean > theoretic mean that is 100,02 > 80. From every organizational motivation aspect, growth aspect shows the highest score with empiric mean 37,43, and then it is followed by existence and relatedness aspects. They are 33,48 and 28,06 for each of them.

  Key word: Organizational motivation

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur bagi Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Sang Pengasih dan Penyayang. Berkat bimbinganNya dan kerja keras, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “Studi Deskriptif Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma” ini disusun sebagai tugas akhir yang harus ditempuh penulis untuk mendapatkan gelar sarjana strata satu (S1) di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah mendukung penulis selama ini dengan kritik, saran, semangat, motivasi, doa, dan perhatian. Dengan penuh kerendahan hati, penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini terwujud dan menjadi lengkap dengan bantuan dan dukungan banyak pihak. Maka, pada kesempatan ini perkenankanlah penulis dengan tulus menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada:

  1. Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria, dan para malaikat pelindung. Terima kasih atas uluran tanganMu yang senantiasa mengangkatku ketika ku terjatuh.

  2. P. Eddy Suhartanto, S.Psi, M.Si, selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  3. Sylvia Carolina, S. Psi., M.si. selaku Wakaprodi bidang kurikulum Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah sangat membantu khususnya dalam bidang administratif.

  4. Minta Istono, S.Psi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Skripsi sekaligus Wakaprodi bidang kemahasiswaan. Terima kasih atas waktu, bimbingan, bantuan, dan dukungan kepada penulis, sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan dengan baik. Mohon maaf jika selama proses ini banyak kekecewaan yang bapak dapat dari penulis. Penulis berusaha keras untuk memberikan yang terbaik.

  5. Dra. Lusia Pratidarmanastiti, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Akademik.

  Terima kasih atas kritik, saran, semangat, waktu, dan kesempatan yang sangat membangun bagi penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini hingga akhir.

  6. Seluruh Dosen Fakultas Psikologi, terima kasih atas ilmu, bimbingan, dan pendidikan selama penulis menjalankan studi. Terimakasih juga bagi Mas Muji (hidup Shera !!!), Mba Nanik, Mas Gandung, Mas Doni, dan Pak Gie atas semua bantuan selama penulis menimba ilmu di Fakultas Psikologi.

  7. Pengurus Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Paingan atas pelayanannya yang sangat memuaskan.

  8. Kepada keluargaku skripsi ini kupersembahkan. Orang tuaku tercinta Bapak F.A Bambang Jati Purwanto dan Ibu Monica Prihartati. Khususnya Ibu Y. F Partiningsih yang telah di surga. Adik-adikku tercinta Andreas Tio Harya Nindito dan F. A Krista Satya Murti. Terus bersemangat dan tanpa lelah belajar! Terimakasih atas segala bentuk perhatian dan dukungannya.

  9. Keluarga Besar Mbah Jayusman dan Mbah Bambang Sakri yang selalu menanyakan, “Kapan Lulus?” Hal ini membuat penulis terpacu untuk menyelesaikan skripsi ini.

  10. Regina Dinta Friamita. Luar biasa ketulusan, semangat, kasih, energi, kesabaranmu dalam keluh kesahku. Terimakasih banyak atas proses panjang ini. Maaf atas waktu yang terlalu lama ini. Segala sesuatu kan indah pada waktunya.

  11. Terimakasih bagi keluarga di Pontianak. Bapak Anastasius Lamiyana dan Ibu Monica Suyati atas pertanyaan, “Sudah sampai mana penulisannya ?” hal ini merupakan semangat yang luar biasa bagi penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini. Serta bagi Mas Windu dan Mas Ari.

  12. Sahabat-sahabat dan Saudara-saudariku tersayang, Pikha, Mbah Adip, Mba Wulan, Betet, Nyunz, Cik Yen, dan BGZ Wawan. Luar biasa dukungan, semangat yang tiada henti, cinta, doa, perhatian, bantuan, kritik, saran, dan canda tawa. Super sekali !! Selalu jaga kondisi dan jaga kesehatan supaya bisa terus jalan-jalan bersama saya dalam wisata kuliner. Hohoho..

  13. “Groupies PSYNEMA + Homozone”. Aang, Abe, Adip, Ajay, Baka,

  xxx

  Bayu’05, Boloth, Doddy, Felix, anakku Ndule, Tya “Queen of “ , X’na, Wandan, Wawan, Wening, Wulan’06, Yudi, dkk. Terus berjuang menjadi sineas-sineas muda yang berbakat. Tetap jaga motto kita “Holly KNTT” dan tetap homo selalu. Rock n Roll.. bibeh !!

  14. Teman-teman Psikologi yang banyak banget. Sronggot, nuwun yoh diajari

  SPSS karo diskusine . Jumadi, Pristi, Vania, Pd’Dul, Budi, Nipeng, teman sesama asisten TAT; Sronggot, Kadek, Dhani, Sumar, Kike, Indra dll. Anak- anak bimbingan TAT tercinta; Joana, Alma, Lina, Lucky’ndut, Rindy, Agnes, Karen, D’vi, dan Panji. Seluruh teman-teman BEMF dan BPMF Psikologi periode 2004-2008. Muup bagi teman-teman yang namanya belum tercantum silakan menghubungi customer service kami. Hohoho..

  15. “Eks Furelise” Noel, Diaz’Joyo, Haris, Pandu Seto, Berta, Wawan, Yudek, dan artis Last Elise Uya’Surya. Selalu berkembang dan berkualitas, bro !! Akhirnya penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis mengharapkan masukkan yang membangun baik bagi penelitian ini maupun bagi penulis pribadi.

  16. Psychology Beyond Borders (PBB), terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan untukku berkembang. Walaupun sementara, waktu ini tidak terbuang percuma. Khususnya untuk P’Siswo, Devi, Haksi, Baka, Manto, Krisna P’De’Dul, Krisna Pace bukan P’De’Dul, Krisna Jakarta bukan Pace bukan P’De’Dul, Anis, Eca, Nines, Puji, Tina, Via, mb’ Yayi, Tit(o), Yandu, Yudhy anduk, Corry, Ditia, Kike, Dodi.

  Yogyakarta, 15 Januari 2009 Penulis

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBIMBING ................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................. iv HALAMAN MOTTO .................................................................................. v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................. vi ABSTRAK ................................................................................................... vii ABSTRACK ................................................................................................ viii HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................... ix KATA PENGANTAR ................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ........................................................................................ xvii DAFTAR SKEMA ....................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xix

  BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 1 A. Latar Belakang Penelitian .................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian ................................................................. 6 D. Manfaat Penelitian ............................................................... 6 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................. 7 A. Motivasi………………………………………………........ 7

  1. Pengertian Motivasi ........................................................ 7

  2. Keterkaitan Teori Kebutuhan Dasar Maslow dan Teori ERG Alderfer ................................................................. 8

  3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi ............... 16

  4. Proses Motivasi .............................................................. 18

  B. Organisasi ............................................................................. 19

  1. Pengertian Organisasi ..................................................... 19

  2. Ciri-Ciri Organisasi ........................................................ 23

  3. Fungsi Kelompok Bagi Organisasi ................................ 25

  4. Jenis Organisasi ............................................................. 26

  5. Jenis Organisasi Kemahasiswaan Universitas Sanata Dharma............................................................................ 28

  C. Mahasiswa ............................................................................ 31

  1. Pengertian Mahasiswa ................................................... 31

  2. Tugas Perkembangan ..................................................... 32

  D. Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa …………………. 36

  BAB III METODE PENELITIAN ........................................................... 43 A. Jenis Penelitian ..................................................................... 43 B. Variabel Penelitian ............................................................... 44 C. Definisi Operasional ............................................................ 44 D. Subjek Penelitian ................................................................. 46 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data .................................. 46 F. Validitas dan Reliabilitas ...................................................... 49

  1. Validitas ......................................................................... 49

  2. Seleksi Item .................................................................... 50

  3. Reliabilitas ..................................................................... 51

  G. Metode Analisis Data ........................................................... 53

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................... 55 A. Uji Coba Penelitian .............................................................. 55 B. Pelaksanaan Penelitian ......................................................... 55 C. Hasil Penelitian .................................................................... 56

  1. Uji Normalitas ................................................................ 56

  2. Deskripsi Data Penelitian Secara Umum ....................... 57

  3. Kategori Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma ............................................ 58

  4. Deskripsi Kedudukan Masing-Masing Aspek Motivasi ......................................................................... 60

  D. Pembahasan .......................................................................... 61

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................. 71 A. Kesimpulan ........................................................................... 71 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................ 71 C. Saran ............................................................................. 72 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 73 LAMPIRAN ................................................................................................. 76

  DAFTAR TABEL

  Tabel. 1 Distribusi Item Skala Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Sebelum Seleksi ............................... 48

  Tabel. 2 Distribusi Item Skala Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Setelah Seleksi .................................. 51

  Tabel. 3 Koefisien Reliabilitas Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Setelah Seleksi .................................. 52

  Tabel. 4 Norma Kategorisasi Jenjang .......................................................... 54 Tabel. 5 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ........................................ 56 Tabel. 6 Deskripsi Data Penelitian Secara Umum........................................ 57 Tabel. 7 Uji t Mean Empirik dan Mean Teoritik .......................................... 58 Tabel. 8 Kategorisasi Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata

  Dharma Yogyakarta ....................................................................... 59 Tabel. 9 Deskripsi Data Masing-Masing Aspek Motivasi............................ 60

  DAFTAR SKEMA

  Gambar. 1 Kebutuhan Dasar Maslow ........................................................... 11 Gambar. 2 Keterkaitan Kebutuhan Dasar Maslow dan ERG Alderfer ........ 14 Gambar. 3 Proses motivasi ........................................................................... 18 Gambar. 4 Skema Konsep ............................................................................ 42

  

DAFTAR LAMPIRAN

  LAMPIRAN A. Tabulasi Data Item ........................................................... 76

  1. Uji Coba ........................................................................ 77

  2. Penelitian ....................................................................... 83 LAMPIRAN B. Uji Reliabilitas................................................................... 89

  1. Uji Coba ........................................................................ 90

  2. Penelitian......................................................................... 92 LAMPIRAN C. Deskripsi Subjek Penelitian .............................................. 94 LAMPIRAN D. Deskripsi Data Penelitian ................................................. 96

  1. Data Total ....................................................................... 97

  2. Data Setiap Aspek .......................................................... 100 LAMPIRAN E. Instrumen Penelitian .......................................................... 106

  1. Uji Coba .......................................................................... 107

  2. Penelitian ........................................................................ 112

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Organisasi kemahasiswaan menjadi suatu wacana studi pendidikan

  yang semakin berkembang. Organisasi kemahasiswaan yang berkembang di bawah naungan universitas bertujuan untuk membantu mahasiswa memahami dan mengembangkan kompetensi diri atau soft competency.

  Kompetensi diri adalah bagian yang tidak terlihat karena berupa nilai citra diri individu dan sifat motif dari individu. Kompetensi ini lebih sulit dikembangkan dan lebih menentukan keberhasilan dalam jangka panjang (McMcClelland, 1987). Jadi, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan saja, tetapi juga kompetensi diri yang baik.

  Kompetensi diri meliputi profesionalitas, kerja sama tim, sportivitas, kebersamaan, kedewasaan, toleransi, pembinaan sikap ilmiah, sikap hidup bermasyarakat, sikap kepemimpinan, dan sikap kejuangan (Depdiknas, 2003). Selain itu, hasil survei dari National Association of

  

College and Employee (NACE) pada tahun 2002 kepada 457 pemimpin

  tentang kompetensi diri adalah kemampuan komunikasi, kejujuran / integritas, kemampuan bekerja sama, kemampuan interpersonal, beretika, motivasi / inisiatif, kemampuan beradaptasi, daya analitik, kemampuan komputer, kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detail, kepemimpinan, kepercayaan diri, ramah, sopan, bijaksana, indeks prestasi (IP >= 3,00), kreatif, humoris, dan kemampuan berwirausaha.

  Kunci keberhasilan pengembangan kompetensi mahasiswa ini adalah keikutsertaan mahasiswa sebagai pelaku organisasi. Universitas bertugas mendukung dan memfasilitasi kegiatan tersebut. Namun, hal ini menjadi suatu permasalahan jika mahasiswa itu sendiri kurang menyadari arti penting berorganisasi.

  Pada periode 2004/2005, kegiatan-kegiatan ko-kurikuler kemahasiswaan di Universitas Sanata Dharma berkembang dengan baik.

  Organisasi mahasiswa dan komunitas-komunitas minat-non bakat UKM semakin berkembang di bawah kepemimpinan Sdr. Ch. Aditya Nugroho sebagai Presiden BEMU peiode 2004/2005 (Laporan Tahunan Rektor Pada Acara Pesta Emas Sanata Dharma, 2005).

  Pada periode 2005/2006 dan 2006/2007, peranan mahasiswa dalam berorganisasi mengalami penurunan yang terlihat ketika pergantian pengurus BEMU (Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas) dan BEMF (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas) Psikologi Universitas Sanata Dharma. Jabatan tertinggi dalam kepengurusan ini kurang diminati oleh mahasiswa sehingga, hanya terdapat calon tunggal selama 2 periode berturut-turut. Permasalahan serupa juga terjadi di ASMI Santa Maria Yogyakarta dimana organisasi kemahasiswaan menjadi antipati bagi mahasiswa). Hal ini merupakan parameter kurangnya peran aktif mahasiswa dalam berorganisasi.

  Pada periode 2008/2009, permasalahan di atas dapat segera teratasi. Indikator antusiasme mahasiswa dalam berorganisasi mulai terlihat dari adanya 3 kandidat yang bersaing dalam pemilihan Presiden BEMU Sanata Dharma. Hal serupa juga terjadi di BEM Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Pada periode 2007/2008 dan 2008/2009 terdapat lebih dari 1 kandidat yang bersaing menduduki jabatan Gubernur BEMF.

  Suatu fenomena yang juga terjadi di Universitas Sanata Dharma menyatakan bahwa mahasiswa menjadi anggota suatu organisasi karena merasa dituntut aktif oleh lembaga pendidikan. Pemberlakuan sistem poin misalnya, membuat mahasiswa yang enggan berorganisasi di kampus merasa harus terlibat di bidang yang kurang diminatinya. Keikutsertaan mahasiswa ini belum dilandasi oleh kesadaran pengembangan kompetensi diri. Hal ini berakibat peran aktif mahasiswa hanya sebagai formalitas. Dengan dimikian, mahasiswa merasa aman dengan mendapatkan poin keaktifan dalam berorganisasi.

  Fenomena lain menyatakan ketika awal periode kepengurusan, mahasiswa antusias berorganisasi. Hal ini tampak dengan bertambahnya anggota baru yang cukup banyak. Memasuki tengah tahun kepengurusan dan permasalahan mulai kompleks pada setiap individu seperti pembagian waktu antara berorganisasi dan kuliah, membuat peran aktif mahasiswa mulai menurun. Mahasiswa yang sudah terdaftar dalam suatu organisasi menjadi fakum dan kurang terlibat dalam perkembangan organsisasi yang semula diikutinya.

  Kecenderungan tersebut tidak sepenuhnya terjadi di Universitas Sanata Dharma. Terdapat pula mahasiswa yang mampu berkembang secara akademis dan aktif dalam organisasi. Hal ini dapat dimungkinkan adanya kesadaran mahasiswa dalam pengembangan diri.

  Fenomena-fenomena tersebut menyatakan tentang keberagaman alasan setiap mahasiswa dalam berorganisasi di Universitas Sanata Dharma. Berbagai macam alasan yang mendorong mahasiswa berorganisasi disebut sebagai motif berorganisasi pada mahasiswa. Proses yang berasal dari dalam diri seseorang dan menggerakkan melakukan suatu tujuan tertentu disebut motivasi. Peristiwa ini berasal dari adanya suatu tegangan dalam individu yang memunculkan dorongan-dorongan untuk mencari tujuan-tujuan khusus yang akan memuaskan kebutuhan tersebut (Munandar, 2001). Proses penemuan tujuan-tujuan khusus ini merupakan proses yang tidak mudah bagi setiap individu. Individu akan menitik beratkan pada proses belajar serta proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya (www.sinarharapan.co.id).

  Studi motivasi yang dilakukan oleh Alderfer (McCormick, 1985) yaitu teori ERG mengungkapkan tentang tiga kebutuhan dasar manusia, yaitu existance needs berkaitan dengan kebutuhan fisik manusia.

  

Relatedness needs berhubungan dengan kebutuhan diri dalam bentuk

  kepuasan dalam berinteraksi dengan lingkungan kerja. Growth needs berkaitan dengan kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi.

  Penelitian mengenai motivasi berorganisasi pada mahasiswa ini penting untuk dikaji lebih lanjut. Pengetahuan mengenai motivasi mahasiswa dalam berorganisasi akan membantu dalam mengembangkan kompetensi diri. Jika mahasiswa mengetahui motivasi dalam berorganisasi, maka mahasiswa akan lebih mampu mengembangkan kompetensi diri dan menentukan tujuan hidup.

  Berlatar belakang dari keberagaman motivasi berorganisasi ini, peneliti tertarik untuk mengetahui tingkat motivasi murni mahasiswa dalam berorganisasi di Universitas Sanata Dharma. Selain itu, penelitian ini berusaha mengungkap motivasi berorganisasi yang paling dominan dari aspek-aspek motivasi yang dinyatakan oleh Alderfer.

B. Rumusan Masalah

  Bagaimana gambaran tingkat motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma dan kebutuhan manakah yang menjadi motivasi berorganisasi mahasiswa berdasarkan teori ERG Alderfer yaitu Existence, Relatedness, dan Growth?

  C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma dan mengetahui motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma berdasarkan teori ERG Alderfer yaitu Existence, Relatedness, dan Growth.

  D. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoritis

  a. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk pengembangan ilmu Psikologi dalam kaitannya dengan bidang keorganisasian.

  b. Sebagai contoh aplikasi dari penerapan teori motivasi ERG (Existence, Relatedness, dan Growth) Alderfer.

  2. Manfaat Praktis Memberikan informasi kebutuhan-kebutuhan mana saja yang menjadi motivasi mahasiswa Universitas Sanata Dharma berorganisasi. Informasi ini dapat memacu dan memotivasi mahasiswa untuk berorganisasi di Universitas Sanata Dharma.

BAB II LANDASAN TEORI A. Motivasi

1. Pengertian motivasi

  Motif dan motivasi memiliki ikatan yang sangat erat. Menurut Kamus Psikologi (Chaplin, 1999) motif adalah suatu keadaan ketegangan di dalam individu, yang membangkitkan, memelihara, dan mengarahkan tingkah laku menuju pada suatu tujuan / sasaran. Motif juga disebutkan sebagai alasan yang disadari, yang diberikan individu bagi tingkah lakunya. Kamus Psikologi (Chaplin, 1999) juga menyatakan bahwa motivasi adalah suatu variabel penyelang yang ikut campur untuk menimbulkan faktor-faktor tertentu di dalam diri yang membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menjadi suatu tujuan / sasasaran. Mar’at (1981) menyatakan bahwa motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif yang ada dalam diri seseorang menjadi perbuatan-perbuatan / tingkah laku yang mengarah pada pencapaian kebutuhan / tujuan. Dipertegas oleh Arul (1999) yang menyatakan bahwa kata motivasi diturunkan dari kata kerja bahasa latin:

  movere yang berarti menggerakkan. Maka, motivasi merupakan hal yang

  berasal dari dalam diri seseorang yang menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu.

  Munandar (2001) berpendapat bahwa motivasi adalah suatu proses dimana kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah pada tercapainya tujuan tertentu yaitu memuaskan atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Selain itu, motivasi merupakan kesediaan individu untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk mencapai tujuan yang dikondisikan dalam beberapa kebutuhan individual (Robbins, 2005). Ditegaskan pula oleh Baron (1995) yang menyatakan bahwa motivasi merupakan proses internal yang tidak dapat langsung dilihat tetapi dapat diketahui dari aktivitas, petunjuk, dan bagaimana seseorang mempertahankan perilakunya.

  Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan proses internal yang mendorong, mengarahkan, dan menggerakkan individu melakukan serangkaian kegiatan untuk memenuhi / memuaskan kebutuhan-kebutuhannya. Hal ini dapat diketahui dari aktivitas, petunjuk, dan perilaku seseorang.

2. Keterkaitan Teori Kebutuhan Dasar Maslow dan Teori ERG Alderfer

  Pada tahun 1954, Abraham H. Maslow menyatakan bahwa variasi kebutuhan manusia dipandang tersusun dalam bentuk hirarki atau berjenjang. Setiap jenjang kebutuhan dapat dipenuhi jika jenjang sebelumnya telah (relatif) terpuaskan (fulfillment-progression) (Munandar, 2001).

  Dalam perkembangannya, Maslow merevisi teori kebutuhan dasar manusia ini. Maslow menyatakan agar hirarki kebutuhan ini jangan dipandang secara kaku. Ada perkecualian penerapan teori ini terhadap konteks-konteks tertentu. Jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak / belum terpuaskan, maka individu akan kembali pada usaha untuk memuaskan kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah (frustration-regression). Hal ini didasarkan pada kebutuhan-kebutuhan dasar yang belum terpuaskan memiliki pengaruh terbesar pada tingkah laku manusia. Hasrat yang telah terpuaskan tidak lagi memiliki pengaruh berarti pada motivasi. Dengan demikian, kebutuhan-kebutuhan ini seluruhnya memiliki nilai yang sama penting (tidak hirarkis) (Goble, F, 1987). Berikut ini adalah teori kebutuhan dasar Maslow, yaitu: a. Kebutuhan fisiologikal (physiological needs)

  Pada umumnya kebutuhan fisiologis ini bersifat menjaga keseimbangan (homeostatis) (Alwisol, 2005). Kebutuhan ini timbul berdasarkan kondisi fisiologikal badan yang meliputi rasa lapar, haus, istirahat, dan kebutuhan jasmaniah lainnya (Robbins, 2005).

  b. Kebutuhan rasa aman (safety needs) Kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan fisiologis. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan untuk dilindungi dari ancaman fisik, mental, psikologikal, dan intelektual (Robbins, 2005). c. Kebutuhan akan kasih sayang (love needs) atau kebutuhan sosial (sosial

  needs )

  Kebutuhan cinta menjadi tujuan yang dominan ketika individu berada dalam suatu kelompok sosial. Individu sangat peka dengan kesendirian, pengasingan, ditolak lingkungan, dan kehilangan cinta. Kebutuhan ini akan menjadi sangat penting sepanjang kehidupan manusia (Alwisol, 2005). Kebutuhan ini mencakup perhatian, rasa memiliki, penerimaan, dan persahabatan (Robbins, 2005).

  d. Kebutuhan harga diri (esteem needs) Kebutuhan harga diri meliputi dua jenis: i. Faktor internal

  Kebutuhan yang termasuk di dalamnya adalah harga diri, kepercayaan diri, otonomi, kompetensi, dan prestasi (Robbins, 2005). ii. Faktor eksternal

  Kebutuhan yang menyangkut reputasi meliputi status, diakui, dan diperhatikan (Robbins, 2005).

  e. Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization) Kebutuhan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki (Alwisol, 2005). Kebutuhan ini mencakup kebutuhan pertumbuhan, kebutuhan untuk menjadi kreatif, kebutuhan dapat merealisasikan potensinya secara penuh, dan keinginan untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri (self fulfilment) (Robbins, 2005). f. Hasrat untuk tahu dan memahami Proses pemenuhan kebutuhan ini disebut pencarian makna.

  Kebutuhan ini mencakup hasrat untuk memahami, menyusun, mengatur, menganalisa, menemukan hubungan-hubungan dan makna-makna, membangun suatu sistem nilai-nilai (Goble, F, 1987).

  g. Kebutuhan estetik Kebutuhan ini berhubungan dengan gambaran diri diri seseorang.

  Kebutuhan ini mencakup kebutuhan akan keindahan (Goble, F, 1987).

  Gambar 1. Kebutuhan Dasar Maslow

  Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia semakin mendalam, maka penyempurnaan dan evaluasi memang diperlukan (Huffman, dkk., 1997). Hal ini didasarkan pada usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia yang berlangsung secara simultan. Artinya, sambil memuaskan kebutuhan fisik, seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman, merasa dihargai, memerlukan teman serta ingin berkembang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hirarki.

  Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan dasar dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif. Salah satu teori motivasi yang berkembang dari teori kebutuhan dasar Maslow khususnya 5 tingkat yaitu teori ERG Alderfer (McCormick, 1985). Teori ERG menyatakan bahwa kebutuhan inti individu dikelompokkan menjadi tiga (McCormick, 1985), yaitu: a. Existence (eksistensi)

  Merupakan kebutuhan individu akan substansi material untuk tetap bertahan hidup (McCormick, 1985). Kebutuhan ini mencakup kebutuhan fisiologis dan rasa aman dari Maslow. Kategori kebutuhan yang merujuk pada kebutuhan rasa aman dan perlindungan dari ancaman mental, psikologikal, dan intelektual (Robbins, 2005). Alwisol (2004) menambahkan pula tentang keteraturan.

  b. Relatedness (hubungan) Merupakan kebutuhan untuk membagi pikiran dan perasaan dengan orang lain dan membiarkan mereka menikmati hal-hal yang sama.

  Individu berkeinginan untuk berkomunikasi secara terbuka dengan orang lain yang dianggap penting dalam kehidupan mereka. Individu mempunyai hubungan yang bermakna dengan keluarga, teman dan rekan kerja (Munandar, 2001). Kebutuhan ini mencakup kebutuhan sosial dan kebutuhan penghargaan eksternal dari Maslow. Kategori kebutuhan ini merujuk pada bentuk persahabatan, kerjasama, pengakuan, dan perhatian (Robbins, 2005). Ditambahkan pula oleh Goble (1987) aspek penghargaan dari orang lain. Dominasi dan penghormatan dari orang lain (Alwisol, 2004).

  c. Growth (pertumbuhan) Merupakan kebutuhan individu untuk menumbuhkkan dan mengembangkan kecakapan pribadi secara penuh (McCormick, 1985).

  Kebutuhan ini mencakup kebutuhan penghargaan internal dan aktualisasi diri dari Maslow. Kategori kebutuhan ini antara lain otonomi, kompetensi, prestasi, mencapai suatu potensi, pemenuhan terhadap diri (Robbins, 2005)

  Berikut ini adalah gambar keterkaitan teori ERG Alderfer dengan teori hirarki kebutuhan Maslow.

  Gambar 2. Keterkaitan Kebutuhan Dasar Maslow dan ERG Alderfer.

  Alderfer berpendapat bahwa kebutuhan eksistensi (existence), hubungan (relatednes), dan pertumbuhan (growth) berada pada suatu kesinambungan yang konkret. Kebutuhan eksistensi (existence) merupakan kebutuhan yang paling konkret. Sedangkan kebutuhan pertumbuhan (growth) merupakan kebutuhan yang paling kurang konkret (Munandar, 2001). Teori Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya secara serentak. Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa:

  a. Semakin lengkap suatu kebutuhan yang lebih konkret dipuasi, maka semakin besar keinginan / dorongan untuk memuaskan kebutuhan yang kurang konkret. Keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan. b. Jika suatu kebutuhan kurang dipuasi, semakin besar keinginannya untuk memuaskannya.

  c. Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar.

  Sependapat dengan Maslow, Alderfer menyatakan tentang pentingya pemuasan kebutuhan secara bertahap dari rendah ke tinggi (fulfillment-

  

progression ). Jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak / belum terpuaskan,

  maka individu akan kembali pada usaha untuk memuaskan kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah (frustration-regression) dan mampu memuaskan kebutuhannya secara bersamaan (Munandar, 2001). Pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme manusia. Manusia menyadari keterbatasannya sehingga berusaha menyesuaikan diri pada kondisi objektif yang dihadapinya dengan memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang dapat dicapainya.

  Teori ERG lebih konsisten ketika diterapkan dalam berbagai variabel individu. Variabel-variabel tersebut seperti organisasi, pendidikan, latar belakang keluarga, dan budaya suatu masyarakat. Suatu penelitian dengan berlandaskan teori ini pada penduduk asli Spanyol dan Jepang tentang kebutuhan sosial memberikan hasil yang konsisten. Teori ini mengungkap perbedaan individu sebagai masyarakat dengan mengarahkan dorongan ke dalam berbagai bentuk kebutuhan. Secara keseluruhan, teori ERG merupakan versi yang lebih valid dalam hirarki kebutuhan (Robbins, 2005)

  Miner & Dachler (dalam McCormick, 1985) menegaskan bahwa teori ERG menjadi versi teori hirarki kebutuhan yang paling efektif sampai saat ini digunakan dalam bidang psikologi industri dan organisasi. Konsistensi teori ERG akan mampu mengungkap motivasi individu dengan variabel penelitian organisasi. Jadi, dengan mempertimbangkan pendapat diatas menegaskan bahwa teori ERG dapat diterapkan pada penelitian ini.

3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi

  Faktor-faktor yang mempengaruhi motif menurut Lashley (dalam Dewata, 2004) adalah:

  a. Faktor fisiologis Faktor fisiologis seseorang dapat mempengaruhi motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu.

  b. Emosi Emosi yang positif seperti rasa sayang, cinta, atau emosi negatif seperti rasa kecewa, sedih, sakit hati dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.

  c. Kebiasaan Suatu kebiasaan yang karena hal tertentu tidak dapat diwujudkan akan dapat menimbulkan perasaan kehilangan, sehingga faktor kebiasaan dapat memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu.

  d. Mental sets, nilai dan sikap individu

  Mental sets atau kesiapan mental seseorang lebih mampu untuk memahami proses internal dirinya dalam mencapai harapan, keinginan, dan nilai sehingga akan mampu memotivasi dirinya.

  e. Faktor lingkungan Faktor lingkungan akan dapat mempengaruhi kepribadian seseorang.

  Faktor lingkungan dapat bersifat negatif dan positif. Lingkungan yang negatif akan membawa pengaruh buruk bagi individu. Sedangkan lingkungan yang positif akan membawa pengaruh baik pada individu karena bersifat mengembangkan dan mendukung individu.

  Steers dan Porters (McCormick, 1985) menyatakan 3 faktor yang berpengaruh dalam proses motivasi yaitu: a. Energi

  Faktor yang memberikan kekuatan pada tingkah laku. Faktor ini menunjukkan kesungguhan / keseriusan orang bertingkahlaku.

  b. Arah Faktor yang memberi arah pada tingkahlaku. Faktor ini menggambarkan mengapa orang mengarahkan usahanya pada 1 hal tertentu dan bukan pada hal lain.

  c. Keajegan Bagaimana perilaku tersebut dipertahankan. Keajegan menunjukkan suatu tingkahlaku yang berkesinambungan dari kegiatan yang dilakukannya.

  Berdasarkan pendapat diatas, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi seeorang adalah faktor fisiologis, emosi, kebiasaan, mental sets (faktor internal), lingkungan (faktor eksternal) (dalam Dewata, 2004), dan energi, arah, serta keajegan (McCormick, 1985).

4. Proses Motivasi

  Gambar dibawah ini menjelaskan berlangsungnya proses motivasi pada seseorang:

  Gambar 3. Proses motivasi

  Proses motivasi bermula dari adanya sekelompok kebutuhan yang belum dipuaskan dan akan menciptakan suatu ketegangan dalam diri individu.

  Ketegangan-ketegangan tersebut akan menimbulkan dorongan-dorongan (drive) (Baron, 1995). Dorongan merupakan proses dasar untuk melakukan serangkaian kegiatan menemukan dan mencari tujuan-tujuan khusus berupa kebutuhan (Murray dalam Dewata, 2004) yang akan memuaskan dan mengurangi ketegangan (Munandar, 2001).

  Pada tahap dorongan, individu berada dalam situasi pilihan menentukan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan bagi setiap individu memiliki suatu bentuk pemaknaan yang berbeda. Tidak semua kebutuhan individu dapat dipuaskan pada waktu yang bersamaan. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan ini akan berlangsung secara terus menerus secara sadar maupun tidak sadar.

  Dalam drive theory (Baron, 1995) disebutkan bahwa perilaku memuaskan dan mengurangi ketegangan merupakan usaha individu untuk mencapai keseimbangan antara psikologis dengan jasmani (homeostatis). Munandar (2001) menyatakan bahwa usaha mencapai keseimbangan dapat dilakukan secara aktif atau proaktif, mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan, dan dapat pula merupakan perilaku yang lebih reaktif. Ketika individu berperilaku secara aktif, motivasi ‘didorong keluar’. Misalnya ketika mahasiswa membutuhkan tambahan materi untuk bahan ujiannya, maka ia akan mencarinya ke perpustakaan. Sedangkan ketika perilaku mencari bersifat lebih reaktif, motivasi ‘ditarik keluar’. Misalnya ketika mahasiswa ditawari bahan ujian oleh temannya, maka ia akan menerimanya.

B. Organisasi

1. Pengertian Organisasi

  Anwar (2002) menyatakan bahwa organisasi berasal dari kata Yunani ‘organon’ yang berarti ‘alat’. Chaplin (2005) mendefinisikan organisasi sebagai suatu struktur atau pengelompokkan yang terdiri dari unit-unit yang berfungsi secara saling berkaitan, sedemikian rupa sehingga tersusun satu kesatuan terpadu. Sedangkan pengertian organisasi menurut Kast dan Rosenweig (dalam Munandar, 2001) adalah suatu kesatuan atau keseluruhan yang terorganisir, yang terdiri dari dua atau lebih bagian, komponen atau subsistem yang saling tergantung, yang dipisahkan dari suprasistem sebagai lingkungannya oleh batas-batas yang dapat ditemukenali. Mooney (dalam Supardi & Anwar, 2002) menyatakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap kerjasama manusia untuk pencapaian tujuan bersama. Schein (1980) menambahkan bahwa organisasi adalah koordinasi sejumlah kegiatan manusia yang direncanakan untuk mencapai suatu maksud atau tujuan bersama melalui pembagian tugas dan fungsi serta melalui serangkaian wewenang dan tanggung jawab. Dipertegas oleh pendapat Tosi, dkk (dalam Munandar, 2001) bahwa organisasi adalah sekelompok orang-orang, atau dapat dikatakan juga terdiri dari kelompok-kelompok tenaga kerja (dalam hal organisasi perusahaan) yang bekerja untuk mencapai tujuan organisasnya. Tujuan-tujuan organisasi dikembangkan dan dipertahankan dengan pola-pola perilaku tertentu yang cocok dan stabil dan dapat diperkirakan sebelumnya. Pengembangan dan pertahanan pola-pola perilaku tersebut untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi, akan tetap berlangsung meskipun orang-orangnya berganti.

  Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu struktur atau pengelompokkan yang terdiri dari unit-unit yang berfungsi secara saling berkaitan, terorganisir dan tersusun kesatuan terpadu untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan organisasi dikembangkan dan dipertahankan dengan pola-pola perilaku tertentu yang cocok dan stabil agar organisasi tetap berlangsung meskipun orang-orangnya berganti.

  Organisasi merupakan kerangka kerja dari setiap kerjasama yang dilakukan individu bersama dengan individu lain untuk mencapai tujuan bersama. Maka, organisasi sebagai struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

  Organisasi memiliki makna yang luas dan dapat dipandang dari segi yang berbeda. Berikut ini berbagai macam sudut pandang organisasi menurut Supardi dan Anwar (2002), yaitu :

  a. Organisasi sebagai suatu wadah Organisasi adalah tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan.

  Sebagai wadah suatu pola dasar, struktur organisasi bersifat relatif tetap. Kemungkinan terjadinya perubahan struktur organisasi karena adanya perubahan tujuan, tugas, atau pergantian pemimpin organisasi.

  b. Organisasi sebagai suatu proses Tinjauan organisasi sebagai proses adalah memperhatikan dan menyoroti interaksi antar orang-orang yang menjadi anggota organisasi sekaligus sebagai kelompok orang-orang yang berpikir dan bertindak secara tertentu. Sebagai suatu proses, organisasi jauh lebih dinamis daripada sebagai wadah.

  Tinjauan organisasi sebagai suatu proses ini menimbulkan pendapat tentang adanya 2 macam hubungan dalam organisasi, yaitu: i. Hubungan formal

  Organisasi dengan pola hubungan yang ditetapkan secara resmi dan umumnya diatur dalam prosedur kerja oleh pimpinan organisasi tersebut. ii. Hubungan informal Organisasi dengan sejumlah tata hubungan kerja yang terbentuk dari hubungan kerjasama sejumlah orang dalam jangka waktu panjang yang meliputi hubungan dan aktivitas yang tidak ditetapkan secara resmi dalam struktur organisasi. Organisasi informal ini memiliki fungsi sebagai (1) sarana komunikasi, (2) memelihara kebutuhan organisasi formal dengan cara menyumbangkan kegiatan-kegiatan dan menjaga kestabilan wewenang dalam organisasi tersebut, (3) memelihara perasaan akan keutuhan pribadi, penghargaan bagi diri sendiri, dan kebebasan bertindak pada orang-orang yang tergabung dalam organisasi.

  c. Organisasi sebagai suatu sistem Organisasi sebagai suatu sistem merupakan perpaduan dari 2 atau 3 macam sistem, yaitu: i. Sistem sosial

  Suatu sistem tata hubungan antar sesama manusia dengan lingkungan sekitarnya. ii. Sistem fungsional

  Sistem fungsional adalah jaringan antara fungsi-fungsi yang dikaitkan satu sama lain secara integral sehingga bersama-sama membawa tercapainya tujuan utama organisasi. iii. Sistem komunikasi Sistem komunikasi sebagai sarana informasi bagi organisasi untuk hidup dan berkembang.

2. Ciri-Ciri Organisasi

  Organisasi sebagai suatu kesatuan yang utuh dan berkesinambungan dalam pencapaian tujuan memiliki 3 ciri dasar (Schein, 1980) yaitu: a. Koordinasi Individu tidak dapat memenuhi kebutuhan dan harapannya sendiri.

  Individu membutuhkan bantuan individu lain untuk dapat bertahan hidup. Maka, akan terjadi interaksi untuk saling berkoordinasi satu dengan yang lain. Dengan demikian, konsep dasar organisasi adalah koordinasi usaha untuk saling membantu.

  b. Tujuan bersama Ciri dasar berikutnya yang penting dalam organisasi adalah adanya penetapan tujuan organisasi. Tujuan organisasi merupakan arah organisasi tersebut akan berkembang. Maka, tujuan akan tercapai dengan adanya koordinasi para anggota organisasi sebagai pelaksana.

  c. Pembagian kerja Manusia menyadari bahwa cara yang paling efektif dalam mencapai tujuan organisasi adalah dengan membagi tugas di antara para anggotanya.

  Pembagian tugas organisasi ini didasarkan pada diferensiasi fungsi yaitu pembagian tugas atas bakat dan keterampilan yang dimiliki anggota organisasi. Hal ini akan mempermudah dan mempercepat tercapainya tujuan organisasi.

  Robbins (2005) menyatakan bahwa organisasi memiliki ciri-ciri dasar, yaitu: a. Terdiri dari 2 (dua) atau lebih orang

  Organisasi terdiri dari kelompok-kelompok manusia yang saling bekerjasama memenuhi kebutuhannya.

  b. Saling mempengaruhi dan ketergantungan Kelompok-kelompok manusia yang berada di dalam rangkaian organisasi saling terkait dan membutuhkan satu dengan yang lain.

  c. Bersama-sama memiliki sasaran Kelompok-kelompok manusia yang memiliki satu tujuan bersama yang harus dicapai.

  Kesimpulan yang dapat diambil mengenai ciri-ciri organisasi yaitu terdiri dari 2 orang atau lebih, adanya koordinasi, adanya pembagian kerja, memiliki tujuan bersama (pencapaian sasaran), dan saling mempengaruhi.

3. Fungsi Kelompok Bagi Organisasi

  Fungsi kelompok dalam usaha mencapai tujuan organisasi (Schein, 1980), yaitu:

  a. Pelaksana tugas yang kompleks dan saling berkaitan Anggota organisasi membutuhkan peran anggota kelompok yang lain untuk menyelesaikan tugas majemuk. Tugas majemuk pada dasarnya tugas yang saling terkait dengan tugas lain. Oleh sebab itu, kelompok akan sangat berfungsi dalam pemecahan masalah ini. Contohnya pilot membutuhkan awak crew yang lain dalam kelancaran penerbangannya.

  b. Mekanisme pemecahan masalah Ketika organisasi dihadapkan pada suatu masalah yang membutuhkan pengolahan secara majemuk, interaksi antar anggota yang memiliki informasi dan pertimbangan yang berbeda akan mempermudah pemecahan masalah tersebut.

  c. Penghasil gagasan baru dan jawaban kreatif Kelompok merupakan wadah untuk dapat menghasilkan gagasan baru dan jawaban kreatif karena para anggota saling merangsang dalam memberikan gagasan dan jawaban penyelesaian masalah.

  d. Pelancar dari pelaksanaan keputusan yang majemuk Jika suatu organisasi memutuskan suatu pemecahan masalah yang baru, maka para anggota organisasi akan mulai membuat perencanaan dan memantau pelaksanaan keputusan tersebut.

  e. Sarana sosialiasi dan pelatihan Pelaksanaan pengenalan dan pelatihan bagi anggota organisasi apabila dilaksanakan dalam kelompok. Selain itu, kelompok berfungsi sebagai sarana bersosialisasi, menjalin relasi dengan anggota yang lain, dan membangun kelekatan kelompok. f. Penghubung atau koordinator utama antar beberapa departemen Merupakan kelompok baru yang dibentuk dari perwakilan kelompok-kelompok lain yang berfungsi mencegah terjadinya konflik dan tetap terkoordinasinya antar bagian.

4. Jenis Organisasi

  Schein (1980) membagi organisasi menjadi 3 jenis, yaitu:

  a. Organisasi formal Organisasi formal adalah koordinasi sejumlah kegiatan manusia yang direncanakan untuk mencapai maksud atau tujuan bersama melalui pembagian tugas dan fungsi serta melalui serangkaian wewenang dan tanggung jawab. Contoh organisasi formal mahasiswa adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan (UK).

  Robbins (2005) menambahkan bahwa kelompok formal dapat dibedakan menjadi: i. Kelompok komando

  Kelompok yang bersifat permanen dan terdiri dari pemimpin kelompok serta bawahannya. Interaksi yang terjadi adalah pemberian laporan secara langsung. Kelompok ini tidak akan berubah jika tidak ada perubahan dalam struktur organisasi.

  Contohnya ketika sekretaris memberitahukan laporan surat yang telah dikirim kepada direktur. ii. Kelompok tugas Kelompok ini bersifat sementara dan dapat berubah.

  Kelompok ini terbentuk karena telah ditentukan oleh organisasi untuk menyelesaikan tugas. Kelompok komando dapat juga dikatakan sebagai kelompok tugas jika dalam tugas-tugas khusus. Misalnya pembentukan panitia rapat kerja yang yang terdiri dari beberapa karyawan.

  b. Organisasi informal Organisasi informal menunjuk pada pola koordinasi yang lahir di kalangan anggota organisasi yang tidak ada dalam cetak biru. Organisasi informal mahasiswa seperti interaksi antar mahasiswa sebagai anggota organisasi formal BEM.

  c. Organisasi sosial Organisasi sosial adalah pola koordinasi yang dengan spontan atau secara tidak langsung muncul dari interaksi individu-individu tanpa melibatkan koordinasi rasional untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi sosial mahasiswa misalnya pertemanan dan persahabatan.

  Tosi, dkk (Munandar, 2001) membedakan empat jenis organisasi secara umum, yaitu: a. Organisasi Mekaniktik (OM)

  Suatu organisasi yang formulasinya tinggi. Ciri-cirinya antara lain bekerja berulang-ulang, pembagian kerja ketat (high division of labor), tingkat keterampilan rendah, sistem yang sederhana, pengambilan keputusan terpusat, dan kaku.

  b. Organisasi Organik (OO) Organisasi yang formulasinya rendah. Ciri-cirinya antara lain kerja tidak rutin memerlukan orang dengan keterampilan tingi, pengambilan keputusan disentralisasi, struktur dan tugas-tugas kerja yang lentur.

  c. Organisasi Campuran Dominansi Teknologi (OCDT) Formalisasi di bidang pemasaran tinggi dan teknologi rendah.

  Cirinya yaitu teknologi yang intensif dan tepat guna, staf yang terampil.

  d. Organisasi Campuran Dominansi Pasar (OCDP) Formalisasi di bidang teknologi tinggi, di bidang pemasaran rendah.

  Cirinya yaitu teknologi dengan jaringan panjang, kendali yang disentralisasi dalam fungsi pemasaran dan disentralisasi dalam bidang lain.

5. Jenis Organisasi Kemahasiswaan Universitas Sanata Dharma

  Berikut ini adalah berbagai organisasi kemahasiswaan yang berkembang di Universitas Sanata Dharma, yaitu: a. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU)

  Merupakan organisasi kemahasiswaan setingkat universitas yang berfungsi sebagai lembaga eksekutif yang mengkoordinasi kegiatan- kegiatan ekstrakurikuler di tingkat universitas dan sebagai forum komunikasi antar lembaga ekstrakurikuler mahasiswa (UKM) (Inisiasi Sanata Dharma, 2004). b. Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) Organisasi kemahasiswaan setingkat universitas yang bertanggungjawab kepada BEMU dan berfungsi sebagai sarana dalam penyaluran dan pengembangan minat-bakat mahasiswa. UKM Universitas Sanata Dharma antara lain Korps Sukarela (KSR) Unit VI, Resimen Mahasiswa (Menwa), Mahasiswa Pecinta Alam Sanata Dharma (Mapasadha), Kerohanian, Penalaran, Penerbitan Kampus, Teater “Seriboe Jendela”, PSM “Cantus Firmus”, Koperasi Mahasiswa (Kopma), Fotografi ”Lens Club”, Radio Masdha 95.00 FM, Olah Raga, Unit Pengabdian Masyarakat, Bela Diri yang terdiri dari Tae Kwon Do, INKAI, Kempo, dan Aikido. Terakhir adalah UKM Kesenian yang terdiri dari Unit Kegiatan Band, Grisadha, dan karawitan (Inisiasi Sanata Dharma, 2004).

  c. Komunitas Formal Komunitas yang didirikan atas dasar tujuan tertentu dan diakui keberadaannya oleh universitas sesuai aturan hukum yang baku. Salah satu komunitas setingkat universitas yang tercatat secara resmi di Universitas Sanata Dharma adalah Campus Ministry (CM). CM adalah komunitas non– struktural yang melaksanakan pendampingan dan pelayanan kerohanian di kampus bagi para mahasiswa, dosen, dan karyawan Universitas Sanata Dharma. (Inisiasi Sanata Dharma, 2004)

  d. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) Merupakan organisasi kemahasiswaan setingkat fakultas yang berfungsi sebagai lembaga eksekutif yang mengkoordinasi kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di tingkat fakultas dan sebagai forum komunikasi antar lembaga ekstrakurikuler mahasiswa fakultas (UKF) (Buku Pedoman Program Studi Psikologi, 2004). BEMF yang berkembang di Universitas Sanata Dhama adalah BEMF Psikologi, BEMF Farmasi, BEM FKIP, BEM Fakultas Ekonomi (FE), BEMF Sastra, BEMF Teknik.

  e. Badan Pengawas Mahasiswa Fakultas (BPMF) Organisasi kemahasiswaan setingkat fakultas yang berfungsi mengamati dan mengevaluasi kinerja BEMF sesuai dengan peraturan yang telah digariskan (Buku Pedoman Program Studi Psikologi, 2004). Beberapa Fakultas yang memiliki BPMF antara lain Fakultas Psikologi dan Farmasi Universitas Sanata Dharma.

  f. Unit Kegiatan Fakultas (UKF) Unit-Unit kegiatan setingkat fakultas yang berfungsi sebagai sarana penyaluran minat dan bakat mahasiswa. Keberadaan unit-unit kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa fakultas sehingga setiap fakultas memiliki unit kegiatan yang bervariasi (Buku Pedoman Program Studi Psikologi, 2004).

  g. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan lembaga setingkatnya Organisasi kemahasiswaan setingkat prodi / jurusan yang berfungsi sebagai lembaga eksekutif yang mengkoordinasi kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan forum komunikasi mahasiswa di tingkat prodi / jurusan. Bentuk pertanggung jawabannya langsung pada BEMF. HMJ dan lembaga setingkatnya yang berkembang di Universitas Sanata Dhama antara lain

  HMJ PMIPA, HMPS PGSD, HMPS BK, HMPS PBI, HMJ PIPS, HMPS PBSID, HMJ Sastra Inggris, HMJ Sastra Indonesia, HMJ Ilmu Sejarah, Himpunan Mahasiswa Matematika (HMM), HMJ Teknik Elektro, HMJ Teknik Informatika, Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin, Keluarga Mahasiswa Mekatronika.

  h. Kegiatan kemahasiswaan berjangka pendek (kepanitiaan) Merupakan suatu acara / kegiatan yang diadakan oleh universitas maupun fakultas secara langsung atau melalui perantara organisasi yang dinaunginya dengan melibatkan peran serta mahasiswa dan dosen sebagai pembibimbing kegiatan. Contoh kegiatan kemahasiswaan yaitu Inisiasi Sanata Dharma (Insadha) dalam ruang lingkup Universitas dan Akrab Psikologi (AKSI) Inisiasi Fakultas Psikologi.

C. Mahasiswa

1. Pengertian Mahasiswa

  Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN P-T) (2002) menyatakan bahwa mahasiswa adalah sebagai sekelompok internal

  stakeholder yang harus mendapatkan manfaat dari proses pendidikan yang

  dilakukan oleh lembaga pendidikan. Mahasiswa merupakan bagian generasi muda bangsa yang membutuhkan pengembangan fisik dan kepribadian sebagai calon-calon SDM atau pemimpin bangsa yang bekualitas dimasa datang. Dipertegas oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi dan Departemen Pendidikan Nasional (2003) yang mendefinisikan mahasiswa sebagai golongan pemuda (usia 18-30 tahun) yang secara resmi terdaftar pada salah satu perguruan tinggi yang bersangkutan.

  Ditinjau dari perkembangan psikologisnya, Hurlock (1990) menyatakan bahwa individu pada usia tersebut (mahasiswa) berada dalam fase dewasa awal. Pada fase ini, individu berada pada peralihan fase remaja menuju fase dewasa yang lebih serius. Individu sudah harus menapaki hidupnya dengan mantap, namun belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhannya. Ciri-ciri pada fase ini adalah individu memiliki emosionalitas yang tinggi, berusaha menyesuaikan diri pada status dan tingkah laku yang lebih matang, dan terjadi perubahan pada diri yang menyertai kematangan seksualnya.

  Dari berbagai macam pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa merupakan sekelompok internal stakeholder / golongan pemuda (usia 18-30 tahun) yang secara resmi terdaftar pada salah satu perguruan tinggi bersangkutan dan berhak mendapatkan manfaat dari proses pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tersebut. Ciri-ciri yang menyertainya adalah emosionalitas yang tinggi, penyesuaian diri pada status, tingkah laku yang lebih matang, dan kematangan seksualnya.

2. Tugas Perkembangan

  Mahasiswa adalah seorang individu yang sedang menjalankan studi di perguruan tinggi dengan rentang usia 18-30 tahun. Menurut Hurlock (1990) pada rentang usia tersebut mahasiswa berada pada fase dewasa awal. Tugas- tugas perkembangan yang harus dipenuhi oleh individu pada fase ini adalah: a. Fase pengaturan

  Pada fase ini mahasiswa diminta untuk menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa. Orang dewasa muda ini diminta untuk melakukan penjajakan tentang pekerjaan yang akan dipelajari lebih intensif. Pengaturan pola hidup dan yang sebelumnya, di fase remaja, terasa tidak teratur sekarang dicoba untuk dimengerti dan ditata sesuai dengan yang diinginkan seperti penentuan bidang minat yang akan ditekuni lebih serius. Di fase ini, mahasiswa telah memiliki kemampuan memahami-membuat analisisa-menyelesaikan masalah sehingga mahasiswa melakukan banyak percobaan untuk memahami dan menentukan apa yang baik bagi dirinya.

  b. Fase reproduksi Menjadi orang tua merupakan salah satu peran yang penting dalam hidup orang dewasa. Mahasiswa yang memutuskan hidup berumah tangga di fase ini, harus bersiap menjadi orang tua dan juga harus siap memiliki anak.

  c. Fase bermasalah Dalam tahun-tahun awal masa dewasa, mahasiswa sangat berpotensi terjerumus dalam masalah. Masalah yang dihadapi sekarang semakin rumit bila dibandingkan yang dialami pada fase anak dan remaja. Maka, dibutuhkan berbagai penyesuaian diri yang dapat dilakukan dengan pemberian banyak tugas yang dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. d. Fase ketegangan emosional Perpindahan dari fase anak ke fase dewasa menimbulkan kekhawatiran dan keresahan. Hal yang menjadi sumber keresahannya pada masalah penyesuaian diri yang harus dihadapi saat itu dan berhasil tidaknya upaya penyelesaian masalah yang dihadapi.

  e. Fase keterasingan sosial Saat mahasiswa berada dalam fase ini, interaksi sosial dengan teman-teman sebayanya menjadi renggang. Mahasiswa merasa kesepian dan intensitas keterasingan ini semakin dipicu dengan timbulnya semangat bersaing dan hasrat yang kuat untuk sukses dalam studi. Keramahtamahan pada fase remaja diganti dengan persaingan dalam lingkungan kelas di fakultas dan lebih luas lagi yang merupakan ciri dari universitas.

  f. Fase komitmen Mahasiswa mengalami perubahan tanggung jawab dari siswa yang sepenuhnya tergantung pada orang tua dan guru menjadi orang dewasa yang mandiri. Mahasiswa harus mampu menentukan pola hidup baru, bertanggug jawab, dan membuat komitmen atas pilihannya.

  g. Fase ketergantungan Banyak mahasiswa di fase ini masih memiliki ketergantungan finansial pada orang tua berkaitan dengan biaya kuliah atau institusi yang memberi beasiswa. Rasa ketergantungan ini terkadang berubah menjadi tekanan dari lingkungan eksternal yang mengharuskannya membuat prioritas utama pada aktivitas kuliah. h. Fase perubahan nilai Nilai yang dianut oleh mahasiswa di fase dewasa dengan di fase sebelumnya terdapat perbedaan. Hal ini karena: (1) Jika ingin diterima oleh anggota kelompok orang dewasa maka, mereka harus menerima nilai- nilai kelompok tersebut. Misalnya, perilaku acak-acakan dan pemberontak di waktu remaja harus diganti dengan tingkah laku yang dapat diterima masyarakat dewasa. (2) Ia segera menyadari bahwa nilai-nilai konvensional dalam keyakinan dan perilaku harus lebih dipilih. Contohnya, ketika remaja sekolah dianggap sebagai kewajiban yang membebani namun, pada umumnya masyarakat dewasa menolak konsep tersebut dan menganggap kuliah adalah kesempatan menuntut ilmu dan investasi kesuksesan di kemudian hari. (3) Terjadi pergeseran nilai ke arah yang lebih tradisional dan konservatif. Biasanya orang muda ini bergeser dari egosentris ke sosial. Pemenuhan kebahagiaan yang bersifat individual diganti dengan pengembangan keadaan akan perlunya keterlibatan sosial. i. Fase penyesuaian diri dengan cara hidup baru

  Mahasiswa di fase ini ingin mengembangkan cara hidup yang baru, dari tradisional ke gaya hidup yang dianggap modern. Misalnya menambah pengetahuan melalui internet, selain buku literatur, menghubungi teman dan dosen melalui handphone. Penyesuaian kehidupan peran seks laki-laki dan perempuan atas dasar persamaan derajat. Penyesuaian ini dapat menjadi sulit karena persiapan yang sangat kurang dari orang tua dan guru untuk memasuki kehidupan yang dinamis. j. Fase kreatif Mahasiswa pada umumnya bangga mendapati dirinya berbeda dengan yang lain. Hal ini didukung dengan lepasnya ia dari berbagai belenggu yang mengikatnya. Disinilah proses kreatifitas mulai tumbuh.

  Berdasarkan penjelasan diatas, mahasiswa adalah sekelompok internal stakeholder / golongan pemuda (usia 18-30 tahun) yang secara resmi terdaftar pada salah satu perguruan tinggi bersangkutan dan berhak mendapatkan manfaat dari proses pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tersebut. Ciri-ciri yang menyertainya yaitu emosionalitas yang tinggi, penyesuaian diri pada status, tingkah laku yang lebih matang, dan kematangan seksualnya. Pada masa ini, tugas perkembangan mahasiswa yaitu fase pengaturan, fase reproduksi, fase bermasalah, fase ketegangan emosional, fase keterasingan sosial, fase komitmen, fase ketergantungan, fase perubahan nilai, fase penyesuaian diri dengan cara hidup baru, fase kreatif.

D. Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa

  Motivasi adalah suatu proses yang berasal dari dalam diri seseorang yang mengarahkan dan menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas pemuas kebutuhan dengan didukung oleh aspek eksistensi (existence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth).

  Organisasi adalah suatu struktur atau pengelompokkan yang terdiri dari unit-unit yang berfungsi secara saling berkaitan, terorganisir dan tersusun kesatuan terpadu untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan organisasi dikembangkan dan dipertahankan dengan pola-pola perilaku tertentu yang cocok dan stabil agar organisasi tetap berlangsung meskipun orang-orangnya berganti.

  Mahasiswa adalah sekelompok internal stakeholder / golongan pemuda (usia 18-30 tahun) yang secara resmi terdaftar pada salah satu perguruan tinggi bersangkutan dan berhak mendapatkan manfaat dari proses pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tersebut. Ciri- ciri yang menyertainya yaitu emosionalitas yang tinggi, penyesuaian diri pada status, tingkah laku yang lebih matang, dan kematangan seksualnya.

  Pada masa ini, tugas perkembangan mahasiswa meliputi fase pengaturan, fase reproduksi, fase bermasalah, fase ketegangan emosional, fase keterasingan sosial, fase komitmen, fase ketergantungan, fase perubahan nilai, fase penyesuaian diri dengan cara hidup baru, fase kreatif.

  Dengan demikian, motivasi berorganisasi pada mahasiswa merupakan suatu proses dari dalam diri yang mengarahkan dan menggerakkan sekelompok internal stakeholder / golongan pemuda (usia 18-30 tahun) untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan psikologis melalui suatu aktivitas pemuas kebutuhan yaitu berkelompok pada unit-unit yang berfungsi secara saling berkaitan, terorganisir dan tersusun pada kesatuan terpadu yang sesuai dengan fase perkembangan dewasa awal. Mahasiswa yang secara resmi terdaftar pada salah satu perguruan tinggi bersangkutan berhak mendapatkan manfaat dari proses pendidikan dari lembaga pendidikan tersebut. Hal yang mendorong pemenuhan kebutuhan tersebut dinyatakan oleh Alderfer sebagai teori ERG yang memiliki aspek eksistensi (existence), hubungan (relatednes), dan pertumbuhan (growth).

  Berdasarkan paparan teori kebutuhan ERG yang dikemukan oleh Alderfer, maka akan dijelaskan keterkaitan teori ERG dengan motivasi berorganisasi pada mahasiswa:

  1. Eksistensi (existence) Merupakan kebutuhan individu akan substansi material untuk tetap bertahan hidup. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan fisiologikal dan kebutuhan rasa aman dari Maslow. Kategori kebutuhan ini merujuk pada kebutuhan fisiologis seperti rasa aman dan perlindungan dari ancaman fisik, mental, psikologikal, dan intelektual (Robbins, 2005).

  Organisasi kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh pihak universitas tidak mengedepankan pemenuhan fisiologis secara eksplisit karena organisasi kemahasiswaan di universitas pada umumnya tidak mengacu pada pencarian keuntungan. Pemenuhan kebutuhan pada tahap ini diutamakan pada rasa aman dan perlindungan. Pada tahun ajaran 2008/2009, Universitas Sanata Dharma mulai menggalakkan sistem poin bagi mahasiswa tahun akademik 2008 sebagai syarat kelulusan. Setiap mahasiswa dengan tahun akademik tersebut diwajibkan mengikuti kegiatan kemahasiswaan untuk mendapatkan poin. Salah satu program kegiatan yang mendapatkan poin yaitu mengikuti organisasi kemahasiswaan dalam bentuk apapun di Universitas Sanata Dharma. Poin akan semakin bertambah seiring berbagai jenis kegiatan yang diikutinya serta peran jabatannya. Maka dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan, mahasiswa akan merasa aman dalam menjalankan studinya karena secara administratif telah memenuhi salah satu prasyarat kelulusan.

  2. Hubungan (relatedness) Merupakan kebutuhan untuk membagi pikiran dan perasaan dengan orang lain dan membiarkan mereka menikmati hal-hal yang sama.

  Individu berkeinginan untuk berkomunikasi secara terbuka dengan orang lain yang dianggap penting dalam kehidupan mereka. Individu mempunyai hubungan yang bermakna dengan keluarga, teman, dan rekan kerja. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan sosial dan kebutuhan penghargaan eksternal dari Maslow. Kategori kebutuhan ini merujuk pada bentuk kasih sayang, rasa memiliki, penerimaan, persahabatan, status, pengakuan, dan perhatian (Robbins, 2005).

  Organisasi kemahasiswaan memenuhi kebutuhan mahasiswa untuk berhubungan dengan orang lain. Organisasi membuat mahasiswa merasa terikat dengan kelompoknya, misalnya dengan peran mahasiswa sebagai anggota organisasi atau pengurus organisasi. Tugas yang diemban mahasiswa tersebut merupakan bentuk tanggung jawab yang semestinya dijalankan sesuai norma-norma organisasi. Dengan demikian, hasil kerja mahasiswa akan mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari anggota organisasi tersebut. Disamping itu, mahasiswa mampu mengembangkan relasi dengan orang lain misalnya dengan menjalin pertemanan, persahabatan, dan memperoleh perhatian.

  3. Pertumbuhan (growth) Merupakan kebutuhan individu untuk menumbuhkan dan mengembangkan kecakapan pribadi secara penuh. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan penghargaan internal dan aktualisasi diri dari Maslow. Kategori kebutuhan ini antara lain menghormati diri, otonomi, prestasi, pertumbuhan, mencapai suatu potensi, pemenuhan terhadap diri.

  Tugas organisasi yang mampu dilaksanakan mahasiswa sebagai anggota membuatnya diakui kedudukannya dimata orang lain. Mahasiswa akan merasa berharga dan percaya diri. Mahasiswa dapat mengoptimalkan, menumbuhkan, mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri dan mencapai pertumbuhan yang sehat.

  Motivasi sebagai proses dalam diri individu terdiri dari adanya kebutuhan, dorongan, dan tujuan. Kebutuhan merupakan sesuatu dalam diri individu yang perlu untuk dipenuhi. Dorongan merupakan tenaga pendorong yang menyebabkan seseorang mengarahkan perilaku pada sebuah tujuan tertentu. Sedangkan tujuan merupakan suatu yang ingin dicapai atau dipenuhi di luar diri individu.

  Adanya dorongan-dorongan dalam diri mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, akan memotivasi mahasiswa untuk berperilaku atau bertindak. Salah satu hal yang dilakukan mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan berorganisasi. Dorongan-dorongan ini harus segera dipenuhi karena selain sebagai kebutuhan hidup, mahasiswa akan memenuhi kebutuhan untuk mencapai proses untuk berkembang.

  Dengan berorganisasi, mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi diri yang bermanfaat bagi perkembangannya. Pengembangan kompetensi diri ini dilandasi oleh berbagai macam hal, antara lain untuk mendapatkan rasa aman dari sistem yang berlaku di universitas mengenai kewajiban untuk beroganisasi, mampu bersosialisasi dengan orang lain, dan mengembangkan potensi diri.

  Aspek-aspek kebutuhan dasar individu ini saling terkait dan berkesinambungan. Alderfer menyatakan tentang pentingya pemuasan kebutuhan secara bertahap dari rendah ke tinggi (fulfillment-progression) (Munandar, 2001).. Tahap dasar mahasiswa dalam berorganisasi yaitu memenuhi rasa aman secara adiministratif. Ketika rasa aman ini sudah terpenuhi, mahasiswa memiliki dorongan untuk menjalin relasi dengan orang lain. Hal ini dilandasi oleh penerimaan dari lingkungannya.

  Lingkungan yang mendukung akan semakin mengembangkan mahasiswa mencapai kompetensi diri. Jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak / belum terpuaskan, maka individu akan kembali pada usaha untuk memuaskan kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah (frustration-regression) dan mampu memuaskan kebutuhannya secara bersamaan (Munandar, 2001). Pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme manusia. Manusia menyadari keterbatasannya sehingga berusaha menyesuaikan diri pada kondisi objektif yang dihadapinya dengan memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang dapat dicapainya.

  Gambar. 4 Skema Konsep

  Berdasarkan dari paparan di atas, peneliti ingin meneliti tingkatan motivasi mahasiswa berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma dengan berdasarkan teori ERG dari Alderfer. Selain itu, peneliti ingin mengetahui kebutuhan-kebutuhan apa saja dari teori ERG Alderfer yang menjadi motivasi utama mahasiswa berorganisasi di Uiversitas Sanata Dharma.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif mencoba mencari deskripsi yang tepat dan cukup dari

  semua aktivitas, objek, proses, dan manusia. Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengumpulan fakta, identitas, dan meramalkan hubungan dalam dan antara variabel (Basuki, 2006).

  Tujuan penelitian ini adalah membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Penelitian ini semata-mata hanya menggambarkan variabel yang akan diteliti melalui pengisian skala tanpa perlu mencari atau meneranglan saling hubungan, menguji hipotesis, membuat ramalan, atau mendapatkan makna dan implikasi (Suryabrata, 1999).

  Berdasar teori di atas, maka penelitian ini menggunakan data kuantitatif yaitu data yang diperoleh melalui analisis skor jawaban subjek pada skala sebagaimana adanya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan memberi gambaran motivasi mahasiswa dalam berorganisasi di Universitas Sanata Dharma tanpa membuat kesimpulan yang berlaku secara umum di luar subjek penelitian.

  B. Variabel Penelitian

  Bentuk penelitian ini adalah studi deskriptif, jadi tidak ada kontrol terhadap variabelnya. Variabel penelitian adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2006). Variabel yang akan diteliti pada penelitian ini adalah gambaran motivasi mahasiswa dalam berorganisasi di Universitas Sanata Dharma.

  C. Definisi Operasional Definisi operasional merupakan penegasan arti dari variabel penelitian.

  Definisi operasional berfungsi untuk menghindari adanya salah pengertian dan pemaknaan dalam penelitian. Variabel penelitian ini adalah motivasi berorganisasi pada mahasiswa.

  Motivasi berorganisasi pada mahasiswa merupakan suatu proses dari dalam diri yang mengarahkan dan menggerakkan golongan pemuda (usia 18-30 tahun) untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan psikologis melalui suatu aktivitas pemuas kebutuhan yaitu berkelompok pada unit-unit yang berfungsi secara saling berkaitan, terorganisir, dan tersusun pada kesatuan terpadu yang sesuai dengan fase perkembangan dewasa awal. Mahasiswa yang secara resmi terdaftar pada salah satu perguruan tinggi bersangkutan berhak mendapatkan manfaat dari proses pendidikan dari lembaga pendidikan tersebut.

  Hal yang mendorong pemenuhan kebutuhan tersebut dinyatakan oleh Alderfer sebagai teori ERG yang memiliki aspek: a.

  Existence (eksistensi) Merupakan kebutuhan individu akan substansi material untuk tetap bertahan hidup. Indikator kebutuhan ini memeliputi kebutuhan akan rasa aman, keteraturan, perlindungan dari ancaman mental, psikologikal, dan intelektual.

  b.

  Relatedness (hubungan) Individu memiliki kebutuhan berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Indikator kebutuhan ini merujuk pada bentuk persahabatan, kerjasama, pengakuan, perhatian, dominasi, penghargaan, dan penghormatan dari orang lain.

  c.

  Growth (pertumbuhan) Merupakan kebutuhan individu untuk menumbuhkkan dan mengembangkan kecakapan pribadi secara penuh. Indikator kebutuhan ini antara lain penghormatan terhadap diri, otonomi, kompetensi, prestasi, mencapai suatu potensi, dan pemenuhan terhadap diri.

  Penulis menggunakan skala motivasi berorganisasi untuk mengungkap gambaran motivasi mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Skor skala yang diperoleh menunjukkan derajat motivasi berorganisasi pada mahasiswa. Semakain tinggi skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula derajat motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Sebaliknya, semakin rendah skor total semakin rendah pula motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma.

  D. Subjek Penelitian

  Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa dengan karakteristik:

  1. Mahasiswa yang secara resmi terdaftar di Universitas Sanata Dharma dengan tahun akademik 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008.

  Mahasiswa dengan tahun akademik tersebut dianggap memiliki keaktifan dalam berorganisasi dengan intensitas dan peran yang berbeda-beda.

  2. Mahasiswa yang terdaftar dalam sebuah organisasi kemahasiswaan dan atau sudah pernah terdaftar sebagai anggota organisasi kemahasiswaan Universitas Sanata Dharma. Teknik pemilihan subjek yang digunakan adalah teknik purposive random

  , yaitu suatu teknik pemilihan sekelompok subjek di dasarkan atas ciri-

  sampling

  ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Hadi, 2004).

  E. Metode dan Alat Pengumpulan Data

  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan penyebaran skala yang diisi oleh subjek. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala motivasi berorganisasi. Skala ini digunakan untuk menggambarkan motivasi mahasiswa berorganisasi di Universitas Sanata Dharma. Skala motivasi berorganisasi ini disusun berdasarkan teori ERG Alderfer yang memuat 3 aspek, yaitu existence (eksistensi), relatedness (hubungan), growth (pertumbuhan).

  Skala penelitian dibuat berdasarkan metode rating yang dijumlahkan (method of summated rating) yaitu metode penskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respon sebagai dasar penentuan nilai skalanya. Subjek diminta merespon pernyataan-pernyataan yang dirumuskan secara favorabel dan unfavorabel tentang suatu objek. Objek skala yang dimaksud adalah motivasi berorganisasi pada mahasiswa. Pernyataan favorabel adalah pernyataan yang mendukung secara teknis atau memihak objek yang akan diukur. Sedangkan pernyataan unfavorabel adalah pernyataan yang tidak mendukung atau berlawanan terhadap objek yang hendak diukur.

  Skala motivasi ini menggunakan 4 (empat) kategori jawaban. Menurut Hadi (2000), modifikasi skala Likert yang terdiri dari 4 (empat) kategori jawaban dimaksudkan untuk menghilangkan kelemahan yang dikandung oleh skala 5. (1) Kategori netral pada skala 5 (lima) mempunyai arti ganda atau bisa diartikan belum dapat memutuskan. (2) Ketersediaan jawaban netral menimbulkan kecenderungan menjawab ke tengah (central tendency effect) terutama bagi subjek yang ragu-ragu dalam menjawab. (3) Kategori jawaban SS - S - TS - STS ialah untuk melihat ketegasan subjek merespon kearah setuju atau tidak setuju.

  Jawaban pada setiap item yang hendak diukur memuat empat kategori, yaitu Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS). Pemberian skor pada setiap item tergantung pada jenis pernyataan favorabel dan unfavorabel. Item favorabel dengan kategori jawaban Sangat Setuju (SS) diberi skor 4, Setuju (S) diberi skor 3. Tidak Setuju (TS) diberi skor 2, Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1. Sedangkan item unfavorabel dengan kategori jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 4, Tidak Setuju (TS) diberi skor 3, Setuju (S) diberi skor 2, Sangat Setuju (SS) diberi skor 1.

  Terdapat 3 aspek yang hendak diukur dalam skala ini. Aspek-aspek tersebut memiliki atribut penelitian yang digunakan dalam pembuatan item. Item- item pada skala ini mencerminkan motif yang mendasari mahasiswa Sanata Dharma berorganisasi. Skoring dilakukan dengan cara menjumlahkan masing- masing item setiap aspek dan akan menghasilkan skor untuk setiap aspek. Melihat dominasi suatu aspek yaitu membandingkan dengan aspek lainnya. Aspek motivasi yang memiliki skor terbesar merupakan aspek motivasi berorganisasi pada mahasiswa yang paling dominan dari subjek penelitian ini.

  Tabel. 1 Distribusi Item Skala Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Sebelum Seleksi

  No Aspek motivasi Item Jumlah Favorabel Jumlah Unfavorabel Jumlah

  1 Existence 3, 12, 13, 20, 7 5, 16, 21, 24, 7 14 (eksistensi) 27, 30, 36. 33, 37, 42

  2 Relatedness 4, 8, 15, 22, 7 1, 7, 11, 18, 7 14 (hubungan) 29, 35, 41. 25, 28, 38.

  3 Growth 6, 14, 17, 19, 7 2, 9, 10, 23, 7 14 (pertumbuhan) 31, 32, 40. 26, 34, 39.

  TOTAL 21

  21

  42

F. Validitas dan Reliabilitas

1. Validitas

  Validitas mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukur terhadap suatu atribut. Suatu instrumen alat ukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya sesuai dengan maksud pengukuran. Alat ukur yang tinggi validitasnya akan menghasilkan error pengukuran yang kecil, artinya skor setiap subjek yang diperoleh oleh alat ukur tersebut tidak jauh berbeda dari skor yang sesungguhnya (Azwar, 2005).

  Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi menunjukkan sejauh mana item-item dalam skala penelitian mencakup keseluruhan kawasan isi yang hendak diukur oleh penelitian tersebut, yaitu isinya harus tetap relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan pengukuran. Beberapa cara untuk melihat apakah validitas isi sudah terpenuhi adalah:

  1) dengan melihat item-item dalam skala telah ditulis sesuai dengan blue- yang sesuai dengan indikator perilaku yang hendak diungkap,

  print

  2) item-item sudah sesuai dengan kaidah penulisan yang benar, 3) melihat social desirability dalam item-item tersebut.

  Pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan metode professional

  

judgment , yaitu penilaian validitas terhadap suatu alat ukur yang diberikan oleh

  orang-orang yang dianggap ahli dan profesional di bidangnya, dalam hal ini adalah dosen pembimbing, sehingga item-itemnya dipandang sudah mencakup keseluruhan isi objek yang hendak diukur (Azwar, 2005).

2. Seleksi Item

  Seleksi item dilakukan sebelum skala digunakan untuk memperoleh item- item yang berkualitas dan sesuai dengan fungsi skala. Item yang baik adalah item yang memiliki daya beda tinggi yaitu mempunyai kemampuan untuk memberikan indikasi apakah seseorang mempunyai sikap positif atau tidak. Teknik yang dipakai dalam menyeleksi item dalam penelitian ini adalah penggunaan koefisien korelasi dengan mengkorelasikan skor item dengan skor item total dan mneggunakan taraf signifikasi 0,05. Pengkorelasian antara skor item dengan skor item total akan menghasilkan koefisien korelasi item total (r ). Koefisien korelasi

  ix

  yang baik adalah ≥ 0,30 pada taraf signifikasi 0,05 karena memiliki daya pembeda

  ix

  yang memuaskan. Sedangkan item dengan nilai r dibawah 0,30 dianggap buruk karena dapat diinterpretasikan sebagai item yang memilki daya diskriminasi rendah sehingga tidak dimasukkan dalam item yang digunakan dalam penelitian atau dinyatakan gugur (Nurgiyantoro, dkk, 2002). Penyeleksian item dilakukan dengan komputer menggunakan program SPSS for windows 12.

  Hasil pengujian skala motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang terdiri dari 42 item menyatakan 10 item berada dibawah batas 0,30 sehingga dinyatakan gugur. Item-item tersebut antara lain dari aspek

  

existance terdapat 2 item gugur, yaitu 36 dan 42. Aspek relatedness terdapat 5

  item gugur, antara lain 7, 15, 25, 28, dan 38. Aspek growth terdapat 3 item gugur, yaitu 2, 6, dan 26.

  Dari hasil seleksi item motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma, aspek existance terdiri dari 6 item favorabel dan 5 item unfavorabel. Aspek reletedness terdiri dari 6 item favorabel dan 3 aspek unfavorabel. Sedangkan aspek growth terdiri dari 6 item favorabel dan 6 item unfavorabel. Secara keseluruhan, terdapat 32 item lolos yang terdiri dari 18 item favorabel dan 14 item unfavorabel.

  Tabel. 2 Distribusi Item Skala Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Setelah Seleksi

  No Aspek motivasi Item Jumlah Favorabel Jumlah Unfavorabel Jumlah

  1 Existence 2, 13, 17, 6 9, 16, 24, 5 11 (eksistensi) 20, 27, 30 28, 32

  2 Relatedness 4, 6, 8, 22, 6 11, 18, 21

  3

  9 (hubungan) 26, 29

  3 Growth 1, 3, 12, 15, 6 10, 5, 7, 14,

  6

  12 (pertumbuhan) 25, 31 19, 23

  TOTAL 18

  14

  32

3. Reliabilitas

  Reliabilitas adalah keterpercayaan hasil suatu pengukuran. Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai reliabel (Azwar, 2004).

  Reliabilitas dalam penelitian ini diukur dengan pendekatan konsistensi internal, yaitu butir-butir pernyataan. Prinsip metode ini adalah pengujian akan konsistensi antar bagian atau konsistensi antar item dalam tes. Suatu tes dinyatakan reliabel jika memiliki konsistensi yang tinggi di antara komponen- komponen yang membentuk tes secara keseluruhan (Azwar, 2005).

  Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (r

  xx ’) yang memiliki

  rentang angka 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Sebaliknya, koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0 berarti reliabilitasnya semakin rendah.

  Koefisien reliabilitas yang mencapai angka r

  xx xx

  ’= 1,00 atau bahkan r ’= 0,0 tidak pernah dijumpai dalam pengukuran psikologis. Hal ini dikarenakan terdapatnya berbagi sumber eror dalam diri manusia dan dalam pelaksanaan pengukuran yang mempengaruhi kecermatan pengukuran (Azwar, 2004). Pengukuran koefisien reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach program SPSS for windows 12.

  Tabel. 3 Koefisien Reliabilitas Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Setelah Seleksi

  Koefisien Alpha N Item N Subjek

  Cronbach 0,860 32

  80 Dari hasil penghitungan, reliabilitas skala dianggap memuaskan sehingga dapat dikatakan bahwa skala dianggap memiliki reliabilitas yang memuaskan.

G. Metode Analisis Data

  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, maka data-data dalam penelitian ini berupa angka. Statistik deskriptif berusaha menjelaskan atau menggambarkan berbagai karakteristik data seperti rata-rarta (mean), nilai tengah (median), nilai yang sering muncul (modus), variasi kelompok melalui rentang data, dan standar deviasi (Sugiyono, 2002).

  Hasil penelitian ditentukan dengan membandingkan antara Mean teoritik dan Mean Empirik untuk mengetahui data teoritik. Berikut ini adalah hasil perhitungan data teoritik dengan N

  item = 32.

  a. Skor minimum : 32 x 1 = 32 b.

  Skor maksimum : 32 x 4 = 128

  c. Range : 128 – 32 = 96

  d. Standar Deviasi +( σ) : 96

  = 16

  6

  e. Mean teoritik (µ) : 128 + 32 = 80

  2 Data teoritik di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

  a. Skor minimum : Skor paling rendah yang diperoleh subjek pada skala yaitu 1 b.

  Skor maksimum : Skor paling tinggi yang diperoleh subjek pada skala yaitu 4 c.

  Range : Luas jarak sebaran antara skor maksimum dan skor minimum d.

  Standar Deviasi ( σ) : Luas jarak sebaran yang dibagi dalam 6 satuam standar deviasi e. Mean Teoritik : Rata-rata teoritik dari skor maksimum dan minimum

  Berdasarkan hasil penghitungan tersebut dapat dibuat norma kategorisasi yang dibagi dalam 5 kategorisasi, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Maka, ditetapkan luas interval yang mencakup setiap kategorisasi sebagai berikut:

  

Tabel. 4

Norma Kategorisasi Jenjang

Norma Kategorisasi

  X > µ + 1,5 σ Sangat tinggi

  µ + 0,5 σ < X < µ + 1,5 σ Tnggi

  µ - 0,5 σ < X < µ + 0,5 σ Sedang

  µ - 1,5 σ < X < µ - 0,5 σ Rendah

  X < µ - 1,5 σ Sangat

  Rendah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Uji Coba Penelitian Uji coba instrumen penelitian dilaksanakan pada tanggal 13-14 Oktober 2008. Kelompok subjek uji coba dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Subjek uji coba sebanyak 80 mahasiswa yang terdiri dari 37 mahasiswa laki-laki dan 43 mahasiswa perempuan. B. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24-31Oktober 2008. Peneliti

  mengambil sampel populasi penelitian dari Kampus I dan II Mrican, serta Kampus III Paingan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Kedua tempat tersebut cukup representatif digunakan dalam mengambil data penelitian karena sebagian besar mahasiswa Universitas Sanata Dharma menjalani aktivitas akademik dan segala bentuk unit kegiatan mahasiswa dipusatkan di Kampus I Mrican. Hal ini menegaskan bahwa sebagian besar aktivitas mahasiswa berada di kedua lokasi tersebut. Hal ini memudahkan peneliti mengambil data penelitian yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian.

  Peneliti menyebarkan skala penelitian sebanyak 198 eksemplar sesuai dengan jumlah subjek peneltian. Skala yang kembali pada peneliti sebanyak 177 eksemplar dan yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian

  55 sebanyak 157 eksemplar. Deskripsi subjek penelitian ini terlampir dan dipaparkan dengan bantuan SPSS 12 for Windows.

C. Hasil Penelitian

1. Uji Normalitas

  Data yang telah diperoleh terlebih dahulu dilakukan uji asumsi yaitu uji normalitas untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berasal dari distribusi normal. Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test yang menyatakan jika nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 (p > 0,05) maka data dalam distribusi normal. Jika nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) maka data dalam distribusi tidak normal.

  Berdasarkan hasil analisis dengan uji One Sample Kolmogorov-

  Smirnov Test SPSS for Windows 12 diperoleh nilai signifikasi sebesar

  0,168. Hal ini menunjukkan bahwa sampel yang diambil berasal dari sebuah distribusi normal.

  

Tabel. 5

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Total N 157 Mean 100.02

  Normal Parameters(a,b) Std. Deviation 12.026

Most Extreme Differences Absolute .089

Positive .058

  Negative -.089

Kolmogorov-Smirnov Z 1.112

Asymp. Sig. (2-tailed) .168

  56

2. Deskripsi Data Penelitian Secara Umum

  Berikut ini adalah tabel yang berisi data penelitian berdasarkan perhitungan komputerisasi dengan SPSS for Windows 12.

  Tabel. 6 Deskripsi Data Penelitian Secara Umum

  N 157 Skor minimum Teoritik

  32 Skor minimum Empirik

  52 Skor maksimum Teoritik 128 Skor maksimum Empirik 126

  Mean Teoritik

  80 Mean Empirik 100.02 Median 101.00

  Modus 97 Standar Deviasi

  16 Variance 144.621 Berdasarkan hasil analisis deskripif data yang diperoleh bahwa nilai mean empirik (100.02) lebih besar daripada nilai mean teoritik (80).

  Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata subjek penelitian kelompok data lebih tinggi dari nilai rata-rata teoritik yang berarti bahwa subjek penelitian secara umum memiliki motivasi yang tergolong tinggi.

  Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa mean empirik lebih besar dari mean teoritik di uji lagi dengan uji statistik one sample t-test dengan bantuan program SPSS for Windows 12. Hal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mean empirik secara signifikan lebih besar dari mean teoritik. Berikut ini hasil perhitungan uji statistik one sample test:

  57

  Tabel. 7 Uji t Mean Empirik dan Mean Teoritik One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Total

  

157 100.02 12.026 .960

One-Sample Test

  Test Value = 80 95% Confidence Interval of the Difference t df Sig. (2-tailed) Mean Difference

  Lower Upper Total 20.858 156 .000 20.019

  18.12

  21.91 Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa nilai t hitung

  sebesar 20,858. Sedangkan nilai signifikasinya adalah 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p = 0,000 < 0,05) yang menunjukkan ada perbedaan rata-rata yang signifikan motivasi berorganisasi pada mahasiswa. Hal ini membuktikan bahwa secara signifikan mean empirik lebih besar dari mean teoritik sehingga bisa dinyatakan bahwa motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma adalah tinggi terbukti secara signifikan.

  

3. Kategorisasi Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas

Sanata Dharma

  Kategori motivasi diperoleh dengan memasukkan skor total yang telah diperoleh subjek penelitian ke dalam norma kategorisasi skala motivasi berorganisasi. Berikut ini adalah pengkategorisasian yang disertai persentase jumlah subjek dari setiap kategrisasi:

  58

  Tabel. 8 Kategorisasi Motivasi Berorganisasi Pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma

Normatif Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase

(orang) (%)

  X > µ + 1,5 X > 124,02 Sangat 1 0,64 σ tinggi

  µ + 0,5 108,02 < X < Tinggi 29 18,47 σ < X < µ + 1,5 σ

  124,02 µ - 0,5 92,02 < X < Sedang 95 60,51

  σ < X < µ + 0,5 σ 108,02

  µ - 1,5 76,02 < X < Rendah 26 16,56 σ < X < µ - 0,5 σ

  92,02 X < µ - 1,5 X < 76,02 Sangat 6 3,82

  σ Rendah

  Dari data di atas yang terdiri dari 157 subjek, terdapat 95 orang (60,51%) dalam kategori motivasi sedang, 29 orang (18,47%) dalam kategori motivasi tinggi, 26 orang dalam kategori motivasi rendah (16,56%), 6 orang (3,82%) dalam kategori motivasi sangat rendah, dan 1 orang (0,64%) dalam kategori motivasi sangat tinggi.

  59

4. Deskripsi Kedudukan Masing-Masing Aspek Motivasi

  48

  60

  11. Variance 17,392 12,842 22,708 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa secara umum subjek penelitian memiliki motivasi yang tinggi. Namun, jika dilakukan perbandingan perolehan nilai mean empirik pada setiap aspek akan diperoleh nilai aspek growth (37,43) lebih besar daripada perolehan mean empirik pada aspek existence (33,48) dan relatedness (28,06). Hal ini menunjukkan bahwa subjek cenderung memiliki motivasi untuk menumbuhkkan dan mengembangkan kecakapan pribadi secara penuh (McCormick, 1985) antara lain pemenuhan kebutuhan otonomi,

  10. Standar Deviasi 4,170 3,584 4,765

  38

  9. Modus 35 29

  8. Median 34,00 29,00 38,00

  7. Mean Empirik 33,48 28,06 37,43

  6. Mean Teoritik 27,5 22,5 30

  48

  36

  42

  5. Skor maksimum Empirik

  Berikut ini adalah deskripsi data pada masing-masing aspek motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

  Tabel. 9 Deskripsi Data Masing-Masing Aspek Motivasi

  44

  4. Skor maksimum Teoritik

  19

  13

  17

  3. Skor minimum Empirik

  12

  9

  11

  2. Skor minimum Teoritik

  1. N 157 157 157

  Existence Relatednes Growth

  Aspek Motivasi No. Keterangan

  36 kompetensi, prestasi, mencapai suatu potensi, dan pemenuhan terhadap diri (Robbins, 2005).

D. PEMBAHASAN

  Berdasarkan hasil analisis deskriptif data yang diperoleh bahwa nilai mean empirik (100,02) lebih besar daripada nilai mean teoritik (80). Hal ini menunjukkan bahwa subjek penelitian secara umum memiliki tingkat motivasi berorganisasi yang tergolong tinggi. Tingginya motivasi berorganisasi yang dialami mahasiswa Universitas Sanata Dharma dipengaruhi oleh adanya kesiapan mental (mental sets) mahasiswa dan faktor lingkungan.

  Hasil penelitian ini menyatakan bahwa mahasiswa Universitas Sanata Dharma memiliki kesiapan mental sehingga lebih mampu memahami proses internal dirinya dalam mencapai harapan, keinginan, dan nilai sebagai serangkaian kebutuhan yang harus segera dipenuhi atau dipuaskan untuk mencapai tujuan tertentu (Lashley dalam Dewata, 2004). Melalui jalur pendidikan, mahasiswa berusaha mengembangkan kemampuan akademik dan menyeimbangkannya dengan mengembangkan kompetensi interpersonalnya melalui berorganisasi. Baron (2005) menyatakan tentang drive theory bahwa perilaku memuaskan dan mengurangi ketegangan merupakan usaha individu untuk mencapai keseimbangan antara psikologis dengan jasmani (homeostatis).

  Mahasiswa yang kompeten secara interpersonal mampu mencapai tujuan-tujuan yang diinginkannya dalam sebuah relasi dan berperilaku secara

  61 tepat dalam menghadapi situasi tersebut. Munandar (2001) menyatakan bahwa usaha mencapai keseimbangan dapat dilakukan secara aktif atau proaktif, mencari sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan, dan dapat pula merupakan perilaku yang lebih reaktif. Ketika individu berperilaku secara aktif, motivasi ‘didorong keluar’ dan ketika perilaku mencari bersifat lebih reaktif, motivasi ‘ditarik keluar’.

  Kesiapan mental tersebut tidak terlepas dari fase perkembangan psikologis mahasiswa. Mahasiswa aktif berusia antara 18-30 tahun (dalam Sarwono, dkk, 1999) berada dalam fase perkembangan psikologis dewasa awal. Pada fase ini, mahasiswa berada pada peralihan fase remaja menuju fase dewasa yang lebih serius. Mahasiswa sudah harus menapaki hidupnya dengan mantap, namun belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhannya.

  Mahasiswa memiliki emosionalitas yang tinggi sehingga berusaha menyesuaikan diri pada status dan tingkah laku yang lebih matang (Hurlock, 1990).

  Selain faktor internal individu tersebut, faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi tingkat motivasi seseorang. Faktor lingkungan yang terdekat bagi mahasiswa adalah universitas sebagai pelaksana pendidikan. Lingkungan Sanata Dharma membawa pengaruh positif karena bersifat mengembangkan dan mendukung kematangan kepribadian mahasiswa. Hal ini serupa dengan tujuan pendidikan yang menyatakan bahwa mahasiswa adalah sekelompok internal stakeholder yang harus mendapatkan manfaat dari proses pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan. Mahasiswa merupakan bagian

  62 generasi muda bangsa yang membutuhkan pengembangan fisik dan kepribadian sebagai calon-calon SDM atau pemimpin bangsa yang bekualitas dimasa datang (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN P-T), 2002).

  Peran universitas sangat besar dalam mempersiapkan mahasiswa didiknya di masa depan. Peran Universitas Sanata Dharma sebagai lembaga yang memberikan dukungan bagi perkembangan mahasiswa didiknya yaitu memfasilitasi berbagai kegiatan ko-kurikuler yang di jalankan secara aktif oleh mahasiswa. Kegiatan ko-kurikuler tersebut berupa organisasi kemahasiswaan dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan ko-kurikuler ini merupakan wadah yang efektif bagi pengembangan kemampuan interpersonal mahasiswa. Mahasiswa berperan penting sebagai penggerak dan pelaksana organisasi yang didukung oleh program, sistem, dan kebijakan- kebijakan baru institusi. Tanpa dukungan dan sikap kooperatif dari individu- individu di dalamnya, suatu organisasi tidak dapat berfungsi sebagaimana diharapkan.

  Motivasi berorganisasi pada penelitian ini dibangun oleh aspek

  

existence , relatedness, dan growth. Perbandingan mean empirik pada ketiga

  aspek motivasi berorganisasi pada mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa aspek growth (37,43) lebih mendominasi mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Hal ini menunjukkan bahwa subjek cenderung memiliki motivasi untuk menumbuhkan dan mengembangkan kecakapan pribadi secara penuh (McCormick, 1985) antara lain untuk pemenuhan kebutuhan otonomi,

  63 kompetensi, prestasi, mencapai suatu potensi, dan pemenuhan terhadap diri (Robbins, 2005). Kebutuhan-kebutuhan ini mendorong mahasiswa melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah pada tercapainya tujuan. Secara otonom, mahasiswa memutuskan untuk berorganisasi. Bagi mahasiswa, berorganisasi mampu melatih dan mengembangkan potensi serta kompetensi diri. Hal ini berguna bagi masa depan mahasiswa dalam suatu pencapaian kebutuhan akan suatu prestasi dan pemenuhan terhadap diri dimana mahasiswa sudah mampu memutuskan tujuan yang akan dicapainya.

  Kompetensi yang berhubungan dengan aspek growth antara lain profesionalitas, sportivitas, kedewasaan, toleransi, pembinaan sikap ilmiah, sikap hidup bermasyarakat, sikap kepemimpinan, dan sikap kejuangan (Depdiknas, 2003). Selain itu ditambahkan pula hasil survei dari National

  

Association of College and Employee (NACE) pada tahun 2002, yaitu

  kejujuran, integritas, beretika, inisiatif, daya analitik, kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detail, kepemimpinan, dan kepercayaan diri.

  Aspek (33,48) menjadi aspek dominan kedua setelah aspek

  existence

growth. Hal ini menyatakan bahwa mahasiswa juga memiliki kebutuhan akan

  substansi material untuk tetap bertahan hidup dalam berorganisasi (McCormick, 1985). Motif mahasiswa ketika berorganisasi masih cenderung pada pemenuhan kebutuhan rasa aman dan perlindungan dari ancaman mental, psikologikal, intelektual (Robbins, 2005) serta keteraturan (Alwisol, 2004). Hal ini dapat dimungkinkan adanya sistem poin yang mulai digalakkan oleh universitas dianggap memberikan ancaman dalam hal administratif kelulusan.

  64 Dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan, mahasiswa akan merasa aman dalam menjalankan studinya karena secara administratif telah memenuhi salah satu prasyarat kelulusan.

  Kompetensi dari aspek existence adalah kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detail, sopan, mematuhi perarturan, dan taat terhadap norma sosial. Aspek existence bukan berarti aspek yang buruk dari keseluruhan aspek. Ketiga aspek ini terdapat dalam diri individu. Aspek ini berada pada dasar hirarki yang berarti masih dapat dikembangkan pada tahap berikutnya. Cara yang dapat dilakukan adalah menanamkan kesadaran akan kebutuhan di masa mendatang dan penetapan tujuan hidup. Dengan demikian, mahasiswa akan semakin berkembang pada tahap yang lebih baik.

  Aspek motivasi mahasiswa yang terendah adalah relatedness (28,06). Aspek ini menyatakan bahwa mahasiswa juga memiliki kebutuhan untuk membagi pikiran dan perasaan dengan orang lain dan membiarkan mereka menikmati hal-hal yang sama dalam tingkatan yang rendah. Mahasiswa kurang memiliki keinginan untuk berkomunikasi secara terbuka dengan orang lain yang dianggap penting dalam kehidupan mereka. Mahasiswa lebih memilih berfokus pada pengembangan diri dan hubungan yang bermakna dengan keluarga, teman dan rekan kerja bukan pada prioritas utama. Kategori kebutuhan ini merujuk pada bentuk kasih sayang, rasa memiliki, penerimaan, persahabatan, status, pengakuan, dan perhatian (Robbins, 2005).

  Organisasi kemahasiswaan memenuhi kebutuhan mahasiswa untuk berhubungan dengan orang lain. Organisasi membuat mahasiswa merasa

  65 terikat dengan kelompoknya, misalnya dengan peran mahasiswa sebagai anggota organisasi atau pengurus organisasi. Tugas yang diemban mahasiswa tersebut merupakan bentuk tanggung jawab yang semestinya dijalankan sesuai norma-norma organisasi. Dengan demikian, hasil kerja mahasiswa akan mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari anggota organisasi tersebut. Disamping itu, mahasiswa mampu mengembangkan relasi dengan orang lain misalnya dengan menjalin pertemanan, persahabatan, menjalin relasi, dan memperoleh perhatian.

  Hasil survei dari National Association of College and Employee (NACE) menyatakan kompetensi yang ditunjukkan oleh aspek ini antara lain kemampuan komunikasi, kemampuan bekerja sama, beretika, kemampuan beradaptasi, kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, kepercayaan diri. Selain itu Depdiknas (2003) menambahkan kemampuan menggalang kerja sama tim, sportivitas, kebersamaan, toleransi, sikap hidup bermasyarakat, sikap kepemimpinan, dan sikap kejuangan (Depdiknas, 2003).

  Dari ketiga aspek tersebut, aspek growth menjadi aspek yang dominan dibandingkan oleh aspek lainnya. Hal ini berkaitan dengan masa perkembangan mahasiswa yang berada pada fase dewasa awal. Pada fase ini, mahasiswa memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi, yaitu fase pengaturan, fase bermasalah, fase ketegangan emosional, fase keterasingan sosial, fase komitmen, fase ketergantungan, fase perubahan nilai, fase penyesuaian diri dengan cara hidup baru, dan fase kreatif.

  66 Pada fase pengaturan ini, mahasiswa diminta untuk menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa. Orang dewasa muda yang diminta untuk melakukan penjajakan tentang pekerjaan yang akan dipelajari secara lebih intensif. Pengaturan pola hidup di fase sebelumnya yaitu fase remaja yang terasa tidak teratur, pada fase ini dicoba untuk dimengerti dan ditata sesuai dengan yang diinginkan seperti penentuan bidang minat yang akan ditekuni lebih serius. Mahasiswa telah memiliki kemampuan memahami- membuat analisisa-menyelesaikan masalah sehingga mahasiswa melakukan banyak percobaan untuk memahami dan menentukan apa yang baik bagi dirinya.

  Dalam tahun-tahun awal masa dewasa, mahasiswa sangat berpotensi terjerumus dalam masalah. Masalah yang dihadapi sekarang semakin rumit bila dibandingkan yang dialami pada fase anak dan remaja. Maka, dibutuhkan berbagai penyesuaian diri yang dapat dilakukan dengan pemberian banyak tugas yang dikerjakan dalam waktu yang bersamaan.

  Dalam fase ketegangan emosional yang merupakan perpindahan dari fase remaja ke dewasa menimbulkan kekhawatiran dan keresahan. Hal yang menjadi sumber keresahannya pada masalah penyesuaian diri yang harus dihadapi saat itu dan berhasil tidaknya upaya penyelesaian masalah yang dihadapi. Penggalian pengalaman dari lingkungan sekitar dan penyaluran kegiatan untuk menurunkan ketegangan menjadi solusi yang paling efektif.

  Pada fase keterasingan sosial, interaksi sosial mahasiswa dengan teman-teman sebayanya menjadi renggang. Mahasiswa merasa kesepian dan

  67 intensitas keterasingan ini semakin dipicu dengan timbulnya semangat bersaing dan hasrat yang kuat untuk sukses dalam studi. Keramahtamahan pada fase remaja diganti dengan persaingan dalam lingkungan kelas di fakultas dan lebih luas lagi yang merupakan ciri dari universitas. Mahasiswa memiliki perubahan tujuan hidup dimana perkembangan dan pertumbuhan diri menjadi prioritas utama yang harus segera dipenuhi. Maka, mahasiswa memilih suatu bentuk kegiatan yang mampu menyeimbangkan antara kebutuhan diri dengan lingkungan.

  Komitmen sangat dibutuhkan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Maka, akan terjadi perubahan tanggung jawab dari siswa yang sepenuhnya tergantung pada orang tua dan guru menjadi orang dewasa yang mandiri. Mahasiswa harus mampu menentukan pola dan tujuan hidup baru, bertanggug jawab, dan membuat komitmen atas pilihannya.

  Pada fase ketergantungan, mahasiswa masih memiliki ketergantungan finansial pada orang tua berkaitan dengan biaya kuliah atau institusi yang memberi beasiswa. Rasa ketergantungan ini terkadang berubah menjadi tekanan dari lingkungan eksternal yang mengharuskannya membuat prioritas utama pada aktivitas kuliah.

  Terdapat pergeseran nilai yang dianut mahasiswa pada fase ini. Penilaian lingkungan yang berbeda dengan fase remaja menuntutnya untuk merubah perilaku agar diterima oleh kelompok dewasa. Mahasiswa segera menyadari bahwa nilai-nilai konvensional dalam keyakinan dan perilaku harus lebih dipilih. Sehingga, terjadi pergeseran nilai ke arah yang lebih tradisional

  68 dan konservatif. Pada umumnya pergeseran nilai tersebut dari egosentris ke sosial.

  Sedangkan pada fase penyesuaian diri dengan cara hidup baru, mahasiswa ingin mengembangkan cara hidup tradisonal ke gaya hidup yang dianggap modern. Penyesuaian ini dapat menjadi sulit karena membutuhkan dukungan dari berbagi pihak. Perubahan gaya hidup yang cenderung sulit dilakukan oleh generasi sebelumnya, yaitu orang tua dan dosen, menjadi suatu kesulitan bagi mahasiswa dimana figur-figur tersebut menjadi figur model dalam perubahan ini.

  Mahasiswa pada umumnya bangga mendapati dirinya berbeda dengan yang lain. Hal ini didukung dengan lepasnya ia dari berbagai belenggu yang mengikatnya. Disinilah proses kreatifitas mulai tumbuh.

  Adanya dorongan-dorongan dalam diri mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya pada fase ini, memotivasi mahasiswa untuk berperilaku atau bertindak. Salah satu hal yang dilakukan mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan berorganisasi. Dorongan- dorongan ini harus dipenuhi karena selain sebagai kebutuhan hidup, mahasiswa akan memenuhi kebutuhan untuk mencapai proses untuk berkembang. Dengan berorganisasi, mahasiswa akan menghasilkan atau mendapatkan kompetensi yang bermanfaat bagi perkembangannya.

  Tugas organisasi yang mampu dilaksanakan mahasiswa sebagai anggota membuatnya diakui kedudukannya dimata orang lain. Mahasiswa akan merasa berharga dan percaya diri. Sehingga, mahasiswa dapat

  69 mengoptimalkan, menumbuhkan, mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri dan mencapai pertumbuhan yang sehat.

  70

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan perolehan data yang menunjukkan bahwa secara

  umum mahasiswa Universitas Sanata Dharma memiliki motivasi berorganisasi yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai mean empirik

  Empirik Teoritik

  lebih besar daripada nilai mean teoritiknya ( µ > µ = 100.02 > 80). Sedangkan aspek motivasi growth (37,43) merupakan aspek motivasi yang dominan dibandingkan dengan aspek existence (33,48) dan

  relatedness (28,06).

  B. KETERBATASAN PENELITIAN Peneliti menyadari penelitian ini masih jauh dari sempurna.

  Penelitian ini masih memiliki keterbatasan pada penggunaan sumber referensi yang sudah terlalu lama. Hal ini bisa diatasi dengan menambahkan sumber referensi terbaru seperti jurnal penelitian.

  C. SARAN

  1. Bagi mahasiswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa

  Universitas Sanata Dharma memiliki motivasi berorganisasi yang tinggi. Aspek motivasi yang paling dominan adalah growth

  (pertumbuhan). Jika ditinjau dari serangkaian kebutuhan dasar individu menurut teori ERG Alderfer, maka kebutuhan ini berada pada tingkatan tertinggi. Hal ini menyatakan bahwa kebutuhan- kebutuhan dibawahnya yaitu existence (eksistensi) dan relatedness (hubungan) sudah terpenuhi. Motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma ini masih dapat dikembangkan sehingga para mahasiswa mampu memanfaatkan potensi dirinya secara utuh.

  2. Bagi peneliti selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat lebih mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan dasar teori yang berbeda, metode penelitian yang lebih mendalam, mengembangkan instrumen penelitian, dan diterapkan pada populasi yang lebih luas.

  DAFTAR PUSTAKA Alwisol. 2005. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press 2004.

  Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian ‘Suatu Pendekatan Praktik’. Jakarta: Rineka Cipta. Arul, M.J. 1999. Motivation. Dipungut 6 Agustus, 2007 dari Azwar, S. 2004. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. 2005. Dasar-Dasar Psikometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Baron, Robert. A. 1995. Psychology ‘third edition’. Needham Heigts: A Simon & Schuster Company. Basuki, Sulistyo. 2006. Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Satra bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas

  Indonesia.

  Buku Pedoman Evaluasi Diri . 2002. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Buku Pedoman Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Pendidikan Tinggi . 2003.

  Direkotrat Jenderal Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

  Buku Pedoman Program Studi Psikologi . 2004. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Cascio, W. F. 1987. Applied Psychology in Personnel Management (3rd. ed).

  New Jersey: Prentice-Hall Inc. Chaplin, J. P. I. 2005. Kamus Lengkap Psikologi. Terjemahan Dr. Kartini Kartono . Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

  Dewata, T. P. B. 2004. Studi Deskriptif Tentang Motivasi Perkawinan Mahasiswa

  Laki-Laki Setelah Terjadi Kehamilan Pada Pasangan Akibat Hubungan Seks Pranikah.

  Skripsi (Tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi. Universitas Sanata Dharma. Eriyanti. Mahasiswa Dituntut Cerdas Intelektual Dan Sosial. Dipungut 11

  Septem Goble, Frank G. 1987. Mazhab Ketiga Psikologi Humanistik Abraham Maslow (Penerjemah Dr. A. Supratiknya). Yogyakarta: Kanisius. Hadi, Sutrisno. 1995. Metodelogi Penelitian. Yogyakarta. Huffman, K; Vernoy, M & Vernoy, J. Psychology In Action 4th edition. United States: John Wiley & Sons, Inc. Hurlock, E.B. (1994). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

  Inisiasi Sanata Dharma . 2004. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Laporan Tahunan Rektor Pada Acara Pesta Emas Sanata Dhrama . 2005.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Mahasiswa vs Lembaga Kemahasiswaan . Dipungut 11 September, 2007 dari

   Mar’at. 1981. Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukuhannya. Bandung: Gahlia Indonesia.

  McClelland, D.C. (1987). Human Motivation. New York: Cambridge University Press. McCormick, E. J & Ilgen, D. 1985. Industrial and Organizational Psychology “Eight Edition”. New Jersey: Prentice-Hall Inc. Motivasi. Dipungut 27 Oktober 2007 dari Munandar, A. S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI Press.

  Nurgiyantoro, B; Gunawan & Marzuki. (2002). Statistik Terapan Untuk

  Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Pedoman Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi . Dipungut 11 September, 2007 dari

   Robbins, S. P. 2005. Organizational Behavior”eleventh edition”. New Jersey: Person Education Inc.

  Schein, Edgar. H. 1980. Psikologi organisasi (Penerjemah Nurul Iman). Jakarta.

  Midas Surya Grafindo. Singarimbun, M. & Sofian, E. 2006. Metode Penelitian Survei. Jakarta: Pustaka LP3ES. Sugiyono. 2002. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta. Supardi, MM & Anwar, Syaiful. 2002. Dasar-Dasar Perilaku Organisasi.

  Yogyakarta: UII Press. Suryabrata, Sumadi. 1999. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Jakarta:

  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  

Visi Misi Pendidikan Nasional . Dipungut 11 September, 2007 dari

  http://www.depdiknas.go.id/

  

LAMPIRAN

A. TABULASI DATA ITEM

1. Uji Coba

  No. Subjek i1 i2 i3 i4 i5 i6 i7 i8 i9 i10 i11 i12 i13 i14 i15 i16 i17 i18 i19 i20 i21 i22 i23 i24 i25 i26 i27 i28 i29 i30 i31 i32 i33

  1 S1 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3

  2 S2 2 2 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 4 2 1 3 4 1 2 3 3 3 3 3 4 3 2

  3 S3 2 1 3 3 3 2 4 3 2 3 3 3 4 4 1 3 3 3 4 3 2 3 4 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3

  4 S4 3 2 4 4 4 2 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 1 1 4 1 4 4 4 4 4

  5 S5 2 3 4 4 3 4 2 3 3 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 2 4 4 3

  6 S6 3 2 4 4 3 4 3 4 2 3 3 4 3 4 1 3 4 3 4 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3

  7 S7 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3

  8 S8 1 2 4 4 3 2 3 4 2 3 3 3 4 4 2 3 3 4 4 4 2 3 4 2 3 2 4 2 3 4 4 4 3

  9 S9 2 2 3 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2

  10 S10 2 2 3 3 3 3 2 4 3 3 2 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 1 3 1 3 3 4 3

  11 S11 2 2 4 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3

  12 S12 3 2 2 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4

  13 S13 2 2 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3

  14 S14 2 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3

  15 S15 4 1 4 2 4 2 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 4 2 3 4 2 4 4 2 2 1 3 3 3 3 3 4 3

  16 S16 2 1 3 4 3 3 4 3 1 4 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 4 3 2 2 2 3 2 3 3 4 3 4

  17 S17 1 2 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 4 3

  18 S18 2 2 3 4 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3

  19 S19 3 3 4 4 4 3 2 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 2 2 4 4 4 3 4 4 3

  20 S20 2 1 3 4 4 4 1 4 1 2 2 3 3 3 3 2 4 3 4 3 1 3 3 2 3 2 4 2 3 2 3 3 2

  21 S21 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3

  22 S22 2 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 2 3 4 3 4 3 1 4 4 1 2 3 4 3 3 4 4 4 2

  23 S23 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3

  24 S24 3 3 3 4 4 4 2 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 2 4 3 2 3 3 2 4 3 3 4 4

  25 S25 3 2 2 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3

  26 S26 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3

  27 S27 3 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3

  28 S28 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3

  29 S29 3 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 4 3 3

  30 S30 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 4 2

  31 S31 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3

  32 S32 3 1 4 4 4 3 2 4 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 2 3 4 2 2 4 4 3 4 4 4 3 3

  33 S33 4 2 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3

  34 S34 2 1 3 3 2 3 1 3 2 2 2 3 3 3 4 2 3 1 2 2 1 2 2 1 2 4 3 3 3 3 3 3 2

  35 S35 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3

  36 S36 2 3 3 4 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3

  37 S37 2 3 3 4 4 3 4 3 2 4 3 3 4 4 1 4 3 4 4 3 4 2 4 4 1 4 3 3 3 3 4 3 3

  38 S38 2 3 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3

  39 S39 2 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 4 4 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3

  40 S40 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3

  41 S41 2 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3

  42 S42 3 3 3 4 4 4 3 4 2 4 3 3 4 4 2 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 2 4 3 3 3 4 4 3

  43 S43 2 2 2 2 1 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3

  44 S44 4 2 4 4 4 3 2 4 2 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 4 4 3

  45 S45 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3 3

  46 S46 2 2 3 4 3 3 3 4 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 4 2 2 4 3 3 3 3 4 3 2

  47 S47 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3

  48 S48 3 2 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 3 1 3 3 3 3 3 3 4 3

  49 S49 2 3 3 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3

  50 S50 3 3 3 4 3 4 3 4 2 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 4 2 3 4 4 3 2

  51 S51 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 4 3 3 3 3 3

  52 S52 2 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 1 3 3 3 4 2 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2

  53 S53 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3

  54 S54 2 2 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 4 3 3

  55 S55 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3

  56 S56 3 3 3 3 4 2 3 4 2 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4

  57 S57 3 2 2 4 2 3 3 4 2 3 3 2 3 4 2 4 2 3 4 3 3 2 4 2 2 3 3 4 3 4 4 3 2

  58 S58 4 3 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 1 3 4 4 3 4 4 4 4

  59 S59 2 3 4 4 1 3 2 4 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3

  60 S60 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3

  61 S61 3 2 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 4 2 2 4 3 4 3 2 3 4 4

  62 S62 1 3 4 4 4 3 2 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 2 3 4 3 1 3 4 2 4 4 4 4 2

  63 S63 2 1 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 3 4 2 4 4 4 2 2 4 2 4 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3

  64 S64 2 1 2 4 2 4 3 4 2 3 2 2 3 3 2 2 4 3 3 2 3 2 4 2 3 3 3 3 3 2 4 3 2

  65 S65 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3

  6 S66 3 3 2 3 2 4 3 4 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 3 3 2 3 3 3

  67 S67 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 4 2

  68 S68 2 3 4 4 4 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 1 2 3 2 3 4 4 2 3

  69 S69 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3

  70 S70 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  71 S71 3 1 4 4 4 2 1 4 2 4 3 2 4 4 4 1 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 2 4 4 4

  72 S72 4 2 3 4 4 3 2 4 2 4 4 4 3 3 2 4 3 4 4 3 3 4 4 2 4 4 3 3 3 3 3 4 3

  73 S73 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 2 3

  74 S74 3 3 3 3 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3

  75 S75 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3

  76 S76 2 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3

  77 S77 2 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2

  78 S78 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3

  79 S79 3 3 3 4 3 4 3 4 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3

  80 S80 4 1 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 4 4 1 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2

  No. Subjek i34 I35 i36 i37 i38 i39 i40 i41 i42 Total

  1 S1 3 3 3 3 2 2 3 3 3 126

  2 S2 1 2 3 2 1 2 3 3 3 113

  3 S3 2 3 4 2 2 2 4 3 2 119

  4 S4 3 3 3 3 2 3 4 4 4 140

  5 S5 3 2 3 3 3 3 4 3 3 132

  6 S6 3 3 4 2 2 3 4 3 3 129

  7 S7 3 3 3 3 2 3 3 3 2 122

  8 S8 2 3 3 1 1 1 4 3 2 122

  9 S9 3 3 3 2 2 2 4 3 2 122

  10 S10 3 3 3 3 1 1 2 3 3 113

  11 S11 2 3 3 2 2 2 3 3 3 118

  12 S12 2 3 4 1 1 2 3 3 4 124

  13 S13 3 2 2 3 3 3 4 3 2 122

  14 S14 2 2 2 3 2 1 3 3 3 109

  15 S15 1 3 3 1 1 2 4 4 2 118

  16 S16 2 3 3 1 1 1 3 3 3 113

  17 S17 1 2 3 1 1 1 3 2 1 106

  18 S18 2 2 3 2 2 2 3 3 3 116

  19 S19 3 3 1 3 1 1 4 4 2 134

  20 S20 2 3 3 2 1 1 3 4 2 110

  21 S21 2 2 3 2 2 2 3 3 4 116

  22 S22 3 3 3 3 3 3 4 4 2 134

  23 S23 3 3 2 3 3 3 3 3 3 125

  24 S24 3 3 1 3 3 3 4 3 3 136

  25 S25 2 3 3 2 2 1 3 3 2 119

  26 S26 2 2 3 2 2 2 3 3 3 112

  27 S27 3 3 2 3 3 3 3 3 3 124

  28 S28 2 3 2 2 2 2 3 2 3 110

  29 S29 2 3 2 2 2 2 3 3 2 114

  30 S30 3 3 2 3 2 2 3 3 2 115

  31 S31 3 2 3 3 2 3 3 3 3 116

  32 S32 2 3 2 2 2 3 4 4 2 135

  33 S33 3 3 2 2 2 2 3 3 3 119

  34 S34 1 3 3 1 1 1 3 3 1 96

  35 S35 2 2 3 3 2 2 3 2 3 110

  36 S36 3 3 3 3 3 2 3 3 3 124

  37 S37 4 3 3 4 2 3 3 3 3 134

  38 S38 3 3 2 2 2 3 3 3 3 120

  39 S39 3 3 3 3 3 3 3 3 3 131

  40 S40 2 3 2 2 2 2 3 3 3 112

  41 S41 3 3 2 3 3 3 3 3 3 126

  42 S42 3 3 1 3 3 3 4 3 3 134

  43 S43 2 2 2 1 2 2 3 2 3 98

  44 S44 2 4 2 2 2 2 4 4 3 133

  45 S45 2 2 2 2 2 1 2 2 3 102

  46 S46 2 3 2 2 2 2 4 3 3 117

  47 S47 3 3 2 3 2 3 3 3 3 119

  48 S48 2 2 1 3 3 3 4 3 3 125

  49 S49 3 2 2 3 3 3 3 2 3 118

  50 S50 3 3 3 2 2 3 3 3 3 126

  51 S51 2 3 3 2 2 2 3 3 2 114

  52 S52 3 2 2 3 3 3 3 2 2 113

  53 S53 3 2 3 3 2 3 3 2 3 117

  54 S54 3 2 1 3 3 3 4 2 3 130

  55 S55 3 2 3 3 2 3 3 3 3 118

  56 S56 3 2 3 3 3 3 3 3 3 126

  57 S57 3 2 2 3 3 2 3 2 3 120

  58 S58 3 2 1 3 3 3 4 4 3 147

  59 S59 3 2 3 3 3 3 3 3 3 125

  60 S60 3 2 3 3 3 3 3 3 3 123

  61 S61 2 2 4 3 2 2 3 2 3 123

  62 S62 2 2 2 2 3 3 4 4 2 133

  63 S63 3 2 2 3 3 2 4 3 1 127

  64 S64 2 2 3 2 2 3 3 2 2 111

  65 S65 3 2 2 3 3 3 3 3 3 116

  66 S66 3 2 3 3 3 3 3 3 3 119

  67 S67 2 2 2 2 2 2 3 2 3 108

  68 S68 3 2 4 3 2 2 3 3 4 126

  69 S69 3 2 3 3 3 3 3 3 3 121

  70 S70 2 2 3 2 2 3 3 3 3 118

  71 S71 3 2 4 1 1 1 3 4 2 124

  72 S72 3 2 3 3 2 3 3 3 4 135

  73 S73 2 2 3 2 2 2 3 3 2 112

  74 S74 2 2 2 2 3 2 3 2 2 119

  75 S75 2 2 3 2 2 2 3 3 3 116

  76 S76 3 2 3 3 3 4 3 4 4 128

  77 S77 3 2 2 3 3 3 3 3 3 121

  78 S78 2 2 3 2 2 2 3 3 3 113

  79 S79 3 2 4 3 3 3 3 3 3 134

  80 S80 2 2 1 2 2 1 3 3 2 123

2. Penelitian

  

No. Subjek Jeni angk i1 i2 i3 i4 i5 i6 i7 i8 i9 i10 i11 i12 i13 i14 i15 i16 i17 i18 i19 i20 i21 i22 i23 i24 i25 i26 i27 i28 i29 i30 i31 i32 TO kate

s atan TA gori kela fakultas/

  L min jurusan S1

  S

  

1 L 2006 Farmasi 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 4 4 4 4 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 2 3 3 3 101

S2

  

2 P 2006 Farmasi 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 2 3 1 3 2 4 2 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 99 S

S3 T

  

3 L 2005 T.Mesin 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 2 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 117

S4 S

  

4 L 2005 T.Mesin 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 106

S5 S

  

5 L 2005 T.Mesin 3 4 3 4 3 4 3 4 4 2 4 3 3 4 4 4 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 107

S6 S

  

6 P 2006 PBI 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 106

S7

  

7 P 2006 PBI 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 4 2 3 2 2 2 88 R

S8 S

  

8 L 2006 PBI 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 107

S9

  

9 P 2005 Farmasi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 95 S

S10 T

  

10 L 2004 Psi 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 1 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 109

S11

  

11 L 2005 Psi 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 85 R

S12 T

  

12 P 2005 Psi 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 3 2 3 2 4 2 3 4 2 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 109

S13 S

  

13 L 2006 Psi 3 2 3 3 3 3 2 4 4 3 4 3 4 4 3 2 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 102

S14

  

14 P 2006 PBI 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 1 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 94 S

S15

  

15 L 2006 PBI 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 2 1 3 1 3 2 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 93 S

S16 S

  

16 P 2006 PBI 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 1 4 2 3 1 3 1 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 107

S17 SR

  

17 L 2005 PBI 3 3 3 3 2 2 2 2 3 4 3 2 3 1 3 2 3 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 4 2 75

S18 T

  

18 P 2004 PBI 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 121

S19 S

  

19 L 2007 T.Elektr 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 100

S20 S

  

20 L 2007 T.Elektr 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 1 2 2 3 1 4 1 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 106

S21 S

  

21 L 2005 T.Elektr 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 105

S22 S

  

22 P 2004 S.Ing 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 102

S23 S

  

23 P 2004 S.Ing 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 105

S24 S

  

24 L 2007 Farmasi 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 107

S25

25 P 2008 S.Ing 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 4 1 3 2 3 4 2 4 4 3 4 4 3 4 4 4 99 S

  26 S26 L 2007 Psi 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 94 S

  42 S42 P 2004 Psi 3 2 3 3 3 3 2 2 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 95 S

  54 S54 L 2005 Farmasi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 1 4 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 S

  53 S53 P 2005 PBI 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 113 T

  52 S52 P 2005 PBI 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 98 S

  51 S51 L 2006 Farmasi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 91 R

  50 S50 L 2005 S.Ing 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 S

  49 S49 L 2006 S.Ing 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 101 S

  48 S48 P 2007 Farmasi 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 118 T

  47 S47 P 2007 Farmasi 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 S

  46 S46 L 2008 PBI 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 2 2 3 2 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 S

  45 S45 P 2006 S.Ing 4 3 2 4 4 4 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 1 3 3 4 2 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 101 S

  44 S44 L 2004 S.Ing 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 2 2 3 2 4 2 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 104 S

  43 S43 P 2003 S.Ing 4 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 52 SR

  41 S41 P 2004 Psi 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 118 T

  27 S27 P 2007 Psi 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 105 S

  40 S40 P 2005 Psi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 92 R

  39 S39 P 2007 Farmasi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 98 S

  38 S38 L 2007 Farmasi 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 90 R

  37 S37 P 2006 Farmasi 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 102 S

  36 S36 L 2006 Farmasi 3 4 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 S

  35 S35 P 2008 S.Ing 2 1 2 1 2 2 2 1 2 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 1 2 1 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 62 SR

  34 S34 L 2004 S.Ing 3 3 3 4 3 4 4 3 2 3 3 1 2 1 3 1 2 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 87 R

  33 S33 P 2008 S.Ing 4 3 3 3 3 3 4 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 4 2 2 4 2 4 2 87 R

  32 S32 P 2008 Farmasi 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 2 4 1 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 99 S

  31 S31 L 2008 S.Ing 4 3 4 4 4 4 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 105 S

  30 S30 P 2007 Farmasi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 92 R

  29 S29 P 2006 PBI 2 4 2 4 2 2 4 2 3 3 4 2 3 2 3 2 3 2 2 2 4 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 2 83 R

  28 S28 L 2006 PBI 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 94 S

  55 S55 P 2004 PBI 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 S

  56 S56 L 2004 PBI 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 104 S

  72 S72 P 2007 S.Ing 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 104 S

  

84 S84 L 2004 Psi 4 4 4 3 3 3 4 4 2 4 3 2 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 115

T

  

83 S83 P 2006 PAK 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 2 3 2 4 2 3 4 3 3 4 3 4 3 4 105

S

  

82 S82 P 2005 Farmasi 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 85 R

  

81 S81 P 2005 Farmasi 4 4 3 4 4 3 4 4 3 1 3 2 3 3 3 3 2 2 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 105

S

  80 S80 L 2004 T.Elektr 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 1 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 86 R

  79 S79 L 2006 Mekatro 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 93 S

  78 S78 L 2006 Mekatro 3 3 4 2 2 3 2 2 2 1 2 4 3 3 3 1 3 3 3 2 2 2 4 2 4 2 2 2 4 2 2 2 81 R

  77 S77 P 2003 S.Ing 3 4 3 2 3 2 2 2 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 102 S

  76 S76 P 2007 Farmasi 2 3 2 4 2 4 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 4 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 87 R

  75 S75 P 2007 Farmasi 2 2 2 3 2 3 2 1 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 72 SR

  74 S74 P 2007 Farmasi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 95 S

  73 S73 P 2007 S.Ing 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 91 T

  71 S71 L 2006 Mekatro 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 1 4 3 3 1 4 1 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 110 T

  57 S57 L 2005 T.Mesin 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 4 2 3 3 3 2 4 2 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 S

  70 S70 L 2006 Mekatro 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 101 S

  69 S69 P 2008 S.Ing 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 106 S

  68 S68 L 2007 Mekatro 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 4 2 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 S

  67 S67 L 2008 Psi 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 105 S

  66 S66 L 2008 Psi 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 95 S

  65 S65 L 2008 Psi 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 96 S

  64 S64 L 2007 PBI 2 2 4 2 2 3 2 2 2 3 4 2 2 2 3 1 3 3 4 4 2 2 4 4 2 4 2 2 2 2 2 4 84 R

  63 S63 P 2006 PBI 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 1 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 S

  62 S62 P 2006 PBI 2 2 3 4 2 2 2 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 97 S

  61 S61 P 2006 PBI 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 2 3 2 3 2 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 110 T

  60 S60 L 2003 Psi 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 96 S

  59 S59 L 2004 Psi 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 117 T

  58 S58 L 2005 T.Mesin 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 106 S

  

85 S85 L 2006 Psi 2 4 2 2 4 2 2 4 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 4 3 4 1 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 89 R

  

86 S86 L 2004 T.Elektr 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 100

S

  

87 S87 L 2007 T.Elektr 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 2 2 2 3 3 4 2 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 108

S

  

88 S88 L 2008 T.Elektr 4 4 4 2 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 2 4 4 2 114

T

  

89 S89 P 2006 PAK 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 93 S

  

90 S90 P 2006 PAK 4 4 2 3 4 3 4 4 2 1 2 3 2 2 2 2 3 3 2 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 101

S

  

91 S91 L 2005 PAK 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 4 1 90 R

  

92 S92 L 2006 T.Elektr 1 2 3 3 1 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 1 2 3 4 1 3 4 1 4 3 100

S

  

93 S93 P 2008 Farmasi 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 1 4 4 1 4 4 4 117

T

  

94 S94 P 2008 Farmasi 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 105

S

  

95 S95 P 2008 P.Mat 4 2 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 107

S

  

96 S96 P 2008 Farmasi 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 2 2 3 2 4 4 2 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 107

S

  

97 S97 L 2007 Mekatro 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 2 4 2 4 3 4 3 3 3 116

T

  

98 S98 L 2007 Mekatro 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 105

S

  

99 S99 P 2006 P.Mat 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 126

ST

100 S100 L 2006 T.Elektr 3 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 2 2 2 2 2 3 2 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 91 R

101 S101 L 2004 S.Indo 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 108

  S

102 S102 L 2004 S.Indo 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 3 4 3 3 118

T

103 S103 L 2005 Mekatro 3 4 3 4 4 4 3 3 2 1 3 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 106

S

104 S104 L 2006 Ekonomi 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 101

S

105 S105 P 2007 PBI 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 111

T

106 S106 P 2008 PBI 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 108

S

107 S107 P 2008 PBI 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 4 109

T

108 S108 P 2008 PBI 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 107

S

109 S109 P 2006 PBI 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 98 S

110 S110 L 2006 PBI 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 104

R

111 S111 L 2006 PBI 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 1 3 3 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 112

T

112 S112 L 2006 PBI 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 106

S

  

113 S113 L 2007 Psi 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 96 S

114 S114 P 2006 PBI 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 91 R

115 S115 P 2004 PBI 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 97 S

Dokumen baru

Download (133 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Studi deskriptif manajemen waktu mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
11
30
95
Studi deskriptif hambatan, motivasi dan strategi pemecahan masalah pada mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi.
0
1
93
Kajian motivasi dan pengetahuan untuk menggunakan produk pelangsing tubuh pada mahasiswa kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
122
Sikap mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma terhadap kegiatan kemahasiswaan - USD Repository
0
0
142
Kajian pengetahuan dan motivasi untuk menggunakan produk penurun berat badan pada mahasiswa kampus I Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
147
Jiwa kewirausahaan mahasiswa Universitas Sanata Dharma ditinjau dari kultur keluarga, program studi, dan jenis pekerjaan orang tua : studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
142
Pemanfaatan internet bagi mahasiswa jurusan akuntansi : studi kasus pada mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
92
Sistem informasi kost/kontrakan berbasis web untuk mahasiswa baru Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
167
Sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap perilaku seksual homoseks - USD Repository
0
0
111
Analisis kepuasan mahasiswa terhadap kualitas jasa pelayanan Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
171
Persepsi mahasiswa akuntansi fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma terhadap profesi akuntan publik - USD Repository
0
0
85
Persepsi mahasiswa tentang metode pengajaran dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
121
Studi deskriptif hambatan, motivasi dan strategi pemecahan masalah pada mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi - USD Repository
0
0
91
Studi deskriptif tentang androgenitas pada mahasiswa fakultas psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
186
Analisis perilaku curang oleh mahasiswa akuntansi : studi kasus pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
117
Show more