Hubungan antara harga diri dan prestasi akademik pada remaja akhir - USD Repository

Gratis

0
0
91
3 months ago
Preview
Full text

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN PRESTASI AKADEMIK PADA REMAJA AKHIR SKRIPSI

  Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

  Program Studi Psikologi Disusun oleh:

  Anik Novitaliyanti 079114035 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

HALAMAN MOTTO

  

Jangan seseorang pun menganggap engkau rendah karena

engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam

Perkataanmu, dalam Tingkah Lakumu, dalam Kasihmu,

dalam Kesetiaanmu, dan dalam Kesucianmu.

  

(1 Timotius 4: 12)

  

Karya ini aku persembahkan untuk:

Tuhan Yesus “Terima Kasih Tuhan Atas Semua Berkatmu

Padaku, Aku Yakin Semuanya Akan Indah Pada Waktunya”

  

Kedua Orang tuaku tercinta

  Karena motivasi dari kalianlah aku menikmati apa yang aku lakukan dan belajar untuk terus berkarya...

  

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN

PRESTASI AKADEMIK PADA REMAJA AKHIR

Anik Novitaliyanti

  

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah hubungan yang terjadi

antara harga diri dengan prestasi akademik pada remaja akhir. Hipotesis yang diajukan dalam

penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara harga diri dengan prestasi akademik pada

remaja akhir. Subyek dalam penelitian ini merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas

Sanata Dharma. Subyek penelitian ini berjumlah 109. Alat pengumpulan data pada variabel harga

diri dengan menggunakan skala harga diri sedangkan pada variabel prestasi akademik dengan

menggunakan daftar indeks prestasi akumulatif. Dalam skala ini terdapat 25 aitem yang sah

dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,922. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini

adalah Uji Korelasi dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil anallisis pada

data penelitian ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar -0,294 dengan taraf signifikansi

sebesar 0,001 (P<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara harga diri

dengan prestasi akademik pada remaja akhir yang berarti bahwa apabila harga diri yang dimiliki

remaja tinggi maka prestasi akademiknya rendah sedangkan apabila harga diri rendah maka

prestasi akademiknya tinggi.

  Kata Kunci: Harga Diri, Prestasi Akademik, Remaja Akhir

  

THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF – ESTEEM AND

ACADEMIC ACHIEVEMENT ON LATE ADOLESCENT

Anik Novitaliyanti

ABSTRACT

  The aim of this research is to know the relationship between self esteem and academic

achievement on late adolescent. The hypothesis in this research is there is a positive relationship

between self esteem and academic achievement on late adolescent. Subjects in this research are

students of Faculty of Psychology, Sanata Dharma University. 109 people are the subjects in this

research. Data collection instrument on self esteem variable is self esteem scale while in academic

achievement variable uses accumulative grade point. In this scale there are 25 legal items with

reliability coefficient for 0,922. Correlation Test using Pearson Product Moment is used in this

research hypothesis test. The analysis result on this research data showed that correlation

coefficient for -0,294 with significantly rate for 0,001 (P<0,05). The result showed that there is a

negative relationship between self esteem and academic achievement on late adolescent which

means that if self esteem owned by the adolescent is high so the academic achievement is low,

while if the self esteem is low then the academic achievement is high.

  Keywords: Self Esteem, Academic Achievement, Late Adolescent

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Anik Novitaliyanti Nomor Mahasiswa : 079114035

  Demi mengembangkan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

  

“Hubungan antara Harga Diri dan Prestasi Akademik

Pada remaja Akhir”

  Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta, Pada tanggal : 27 April 2011 Yang menyatakan, (Anik Novitaliyanti)

KATA PENGANTAR

  Perjalanan panjang selama hampir 6 bulan telah dilalui oleh penulis dalam pembuatan skripsi ini. tentunya dalam perjalanan ini, banyak hambatan dan juga tekanan serta tantangan yang diperoleh penulis dari berbagai pihak. Akan tetapi, penulis tetap memiliki semangat dan perjuangan yang tinggi untuk menyelesaikan skripsi ini.

  Puji Syukur atas rahmat dan kuasa Tuhan Yesus dipanjatkan oleh penulis atas karunia dan juga bimbingan yang diberikan Tuhan kepada penulis saat menulis skripsi ini. Penulis menyadari bahwa berkat dan karunia Tuhanlah yang membuat penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik. selain itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis selama proses penulisan skripsi ini. ucapan terima kasih itu penulis sampaikan kepada:

  1. Dr. Christina Siwi. H., M. Si., selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak Y. Heri Widodo., S. Psi., M. Psi., selaku Dosen Pembimbing Skripsi.

  3. Ibu Titik Kristiyani., S. Psi., M. Psi., selaku Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan izin dan tembusan untuk mengeluarkan daftar Indeks Prestasi Kumulatif sehingga dapat membantu penulis dalam proses penulisan skripsi.

  4. Bapak V. Didik Suryo H., S. Psi., M. Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik Penulis.

  5. Mas Gandung, Mbak Nanik dan Pak Gie di Sekretariat Fakultas Psikologi, Mas Muji di Lab. Fakultas Psikologi dan Mas Doni di ruang baca yang juga mendukung penulis dalam penulisan skripsi ini.

  6. Seluruh Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.

  7. Bapak dan Ibuku tercinta yang selalu memberikan cinta, kasih sayang, doa dan dukungannya baik secara moral maupun materi kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

  8. Kakak-kakakku tercinta: Mbak Sri, Mbak Erna dan Mas Hendy yang selalu memberikan doa dan dukungan kepada penulis serta keponakan tercinta: Cantika sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi.

  9. Teman-teman kost Benteng yang menjadi teman seperjuangan: Mayan, Nila, Ranie, Mbak Inne, Mbak Sisir, Wingga, Siska yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi (Makasih ya pren udah dukung dan selalu kasih semangat padaku selama ini, ayo kita menggila dan jalan bareng lagi!!!!!)

  10. Teman-teman angkatan 2007 yang juga menjadi teman seperjuangan dalam kuliah: Cuprie, Vivi dan Wulan makasih ya atas doa, dukungan dan bantuan serta kebersamaan kita selama ini.

  11. Marvel yang telah memberikan dukungan, semangat serta doanya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini (makasih banget bang….^^)

  12. Semua Pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan skripsi ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Terima kasih semuanya.

  Akhirnya dengan penuh kerendahan hati, penulis menyedari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, dengan besar hati penulis menerima kritik dan saran dari semua pihak yang berguna bagi penulis. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi semua pihak yang membacanya.

  Yogyakarta, 27 April 2011 Penulis

  Anik Novitaliyanti

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................. iii HALAMAN MOTTO ............................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN .............................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................. vi ABSTRAK ............................................................................................... vii ABSTRACT ............................................................................................. viii LEMBAR PUBLIKASI ........................................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................. xi DAFTAR ISI ............................................................................................ xiv DAFTAR TABEL .................................................................................... xvii DAFTAR BAGAN .................................................................................. xviii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xix BAB I PENDAHULUAN ........................................................................

  1 A. Latar Belakang ............................................................................

  1 B. Rumusan Masalah ........................................................................

  6 C. Tujuan .........................................................................................

  6 D. Manfaat .......................................................................................

  6

  A. Remaja .........................................................................................

  8 1. Definisi Remaja .....................................................................

  8 2. Ciri-ciri Masa Remaja ............................................................

  9 B. Prestasi Akademik .......................................................................

  11 1. Definisi Prestasi Akademik ...................................................

  11 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi prestasi Akademik .........

  12 3. Fungsi Prestasi Akademik .....................................................

  14 4. Riset-riset Prestasi Akademik ................................................

  15 C. Harga Diri ....................................................................................

  16 1. Definisi Harga Diri ................................................................

  16 2. Aspek-aspek Harga Diri ........................................................

  16 3. Karakteristik Harga Diri ........................................................

  18 D. Dinamika Psikologis ...................................................................

  19 E. Hipotesis Penelitian .....................................................................

  23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................

  24 A. Jenis Penelitian ............................................................................

  24 B. Identifikasi Variabel Penelitian ...................................................

  24 C. Definisi Operasional ....................................................................

  24 a. Harga Diri ..............................................................................

  24 b. Prestasi Akademik .................................................................

  25 D. Subyek Penelitian ........................................................................

  26 E. Alat Pengumpulan Data ..............................................................

  26

  G. Uji Coba Alat Ukur .....................................................................

  31 1. Uji Validitas Alat Ukur ..........................................................

  31 2. Uji Reliabilitas Alat Ukur ......................................................

  32 3. Seleksi Aitem .........................................................................

  33 H. Uji Coba Alat Pengumpulan Data ...............................................

  33 I. Metode Analisis Data ..................................................................

  34 BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.......................................

  36 A. Pelaksanaan Penelitian ................................................................

  36 B. Uji Asumsi ...................................................................................

  37 1. Uji Normalitas ......................................................................

  37 2. Uji Linearitas .......................................................................

  38 C. Hasil Penelitian ...........................................................................

  39 1. Uji Hipotesis .......................................................................

  39 2. Uji Tambahan ......................................................................

  40 D. Pembahasan .................................................................................

  40 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................

  45 A. Kesimpulan ................................................................................

  45 B. Saran...........................................................................................

  45 DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................

  47 LAMPIRAN .............................................................................................

  49

  

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Blue Print Skala Harga Diri .......................................................

  27 Tabel 2. Skor untuk Pilihan Jawaban........................................................

  28 Tabel 3. Blue Print Aitem yang Bertahan .................................................

  29 Tabel 4. Aitem-aitem dalam Skala Harga Diri Sebelum Diujicobakan ...

  32 Tabel 5. Aitem yang Ada di Skala Harga Diri .........................................

  33 Tabel 6. Uji Normalitas.............................................................................

  38 Tabel 7. Hasil Uji Linearitas ....................................................................

  38 Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis .....................................................................

  39 Tabel 9. Hasil Uji Tambahan ...............................................................................

  40

  DAFTAR BAGAN Bagan Kerangka Berpikir .........................................................................

  22

  

DAFTAR LAMPIRAN

1. Skala Uji Coba ..................................................................................

  49 2. Reliabilitas .........................................................................................

  55 a. Reliabilitas Sebelum Aitem Digugurkan ....................................

  55 b. Reliabilitas Setelah Aitem Digugurkan .......................................

  58 3. Skala Pengambilan Data Penelitian ..................................................

  61 4. Hasil Uji Asumsi dan Uji Hipotesis pada Data Penelitian ...............

  67 a. Uji Normalitas .............................................................................

  67 b. Uji Linearitas ...............................................................................

  67 c. Uji Hipotesis ................................................................................

  70 d. Uji Tambahan ..............................................................................

  71

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Coopersmith (dalam Murtini

  dan Hardjito,1996) mengungkapkan bahwa harga diri yang dimiliki oleh seorang individu akan mempengaruhi penyesuaian diri individu tersebut dan harga diri pun akan mempengaruhi prestasi yang diperoleh individu tersebut. Seseorang yang memiliki harga diri tinggi akan memiliki penyesuaian diri yang lebih sehat dibandingkan dengan seseorang yang memiliki harga diri rendah dan seseorang yang memiliki harga diri tinggi juga akan memperoleh prestasi lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang memiliki harga diri rendah.

  Penelitian serupa yang dilakukan di Indonesia oleh yang dilakukan oleh Murtini dan Hardjito (1996) juga mengungkapkan bahwa kendali internal, harga diri dan kemandirian memiliki hubungan positif dengan prestasi pada siswa. Ketiga hal tersebut secara bersamaan dapat digunakan sebagai prediksi terhadap prestasi yang akan didapat oleh siswa.

  Berbeda dengan kedua penelitian tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Widyastuti dan Kuswardani (2008) memiliki hasil yang berbeda yaitu hubungan antara harga diri dengan prestasi akademik bukanlah hubungan yag positif melainkan hubungan yang negatif. Meskipun hubungan atau korelasi yang dihasilkan kecil, harga diri yang dimiliki siswa berkorelasi secara menunjukkan bahwa apabila harga diri siswa rendah maka prestasi belajar fisika yang diperoleh akan tinggi dan begitu pula sebaliknya.

  Adanya perbedaan hasil yang diperoleh dari beberapa penelitian yang ada di Indonesia dengan penelitian yang dilakukan oleh Coopersmith menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya hubungan antara harga diri dengan prestasi akademik. Hal inilah yang melatar belakangi peneliti untuk melakukan penelitian serupa. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini menggunakan subyek yang berbeda yaitu subyek remaja akhir.

  Harga diri merupakan salah satu bagian dari perkembangan remaja. Menurut penelitian, masa perkembangan remaja merupakan masa yang paling penting dalam penentuan harga diri dari seseorang. Hal ini dikarenakan pada masa inilah seseorang akan mengenali dan mengembangkan seluruh aspek yang ada pada dirinya dan akan menentukan apakah ia akan memiliki harga diri positif atau negatif (Tambunan, 2001).

  Seorang remaja yang memiliki harga diri yang positif akan berusaha untuk membangkitkan rasa percaya dirinya, membangun rasa yakin pada kemampuan yang dimilikinya. Selain itu, remaja tersebut juga akan merasa bahwa ia berguna dan merasa bahwa kehadirannya akan dibutuhkan. Lain halnya dengan remaja yang memiliki harga diri negatif. Remaja dengan harga diri negatif akan cenderung merasa bahwa dirinya tidak mampu dan tidak berharga. Selain itu, remaja tersebut juga cenderung tidak berani mencari tantangan dalam hidupnya dan akan lebih senang manghadapi hal-hal yang sudah dikenalnya (Tambunan,

  Dalam perkembangannya, remaja memiliki beberapa minat dalam proses perkembangannya. Salah satu dari minat remaja tersebut adalah minat akan pendidikan. Dalam prosesnya, sebagian besar remaja sering mengeluh dalam melakukan proses disekolah. Semakin lama, proses yang mereka lakukan tersebut menjadikan mereka benci dengan sekolah. Ketidaksukaan remaja akan sekolah tersebut ditunjukkan dengan memberikan performa dibawah kemampuan mereka pada mata pelajaran yang ada disekolah, memperoleh prestasi yang rendah, suka membolos (Hurlock, 1980).

  Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang ada, kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang menjadi sorotan khalayak ramai. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu yang menjadi fokus perhatian pemerintah sebagai salah satu upaya untuk bersaing dengan negara-negara lain (“Hubungan antara Self Esteem dan Subjective Well

  

being”, 2010). Salah satu yang menjadi tolok ukur mengenai kualitas sumber

  daya manusia adalah prestasi akademik yang diperoleh selama menjalani proses akademik.

  Berdasarkan fenomena yang ada, tampaknya harapan-harapan yang diberikan kepada remaja zaman sekarang kurang memberikan motivasi bagi remaja untuk mampu memiliki prestasi akademik yang cukup memuaskan. Pada kenyataannya, banyak siswa yang menempuh pendidikan di luar negeri mengalami kemerosotan yang cukup besar. Selain itu, ketertarikan remaja tentang dunia pendidikan seperti dunia perkuliahan juga masih kecil. Hal ini dan keinginan mahasiswa untuk “ngampus” (Ihwal Kemerosotan Prestasi, 2010).

  Kemerosotan prestasi akademik ini juga diperkuat dengan adanya berita dari Kompas pada tanggal 30 Juli 2002 mengenai perubahan kurikulum lama menjadi kurikulum baru yang dilakukan oleh pemerintah. Akan tetapi tidak lama kemudian kurikulum lama kembali diberlakukan karena harapan berbeda dengan kenyataan. Prestasi belajar siswa semakin merosot dan prestasi belajar siswa dengan kurikulum lama lebih tinggi dibandingkan dengan kurikulum baru (dalam Yan, 2008).

  Kemerosotan pendidikan di Indonesia juga diungkapkan oleh Kepala Depdiknas, bahwa selama 20 tahun terkahir mutu pendidikan di Indonesia mengalami banyak penurunan. Kemerosotan mutu pendidikan itu terlihat semenjak tahun 1999. Kemerosotan itu ditunjukkan dengan mutu pendidikan Indonesia jauh berada di bawah Malaysia, padahal sebelumnya mutu pendidikan di Indonesia berada diatas Malaysia (Pikiran Rakyat dalam Yan, 2008).

  Kemerosotan dalam bidang pendidikan tersebut tidak hanya dialami oleh siswa saja, prestasi belajar mahasiswa juga mengalami kemerosotan. Prestasi belajar mahasiswa saat ini pada umumnya biasa saja. Kemampuan mereka dalam menguasai mata kuliah cenderung rendah. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nashori (2004), diungkapkan bahwa pada tahun 2000-2001 diantara 924 mahasiswa yang aktif pada Fakultas Psikologi UII, mahasiswa yang memperoleh indeks prestasi dibawah 2,50 sebesar 45,98%, sedangkan yang memperoleh indeks prestasi baik (diatas 3,00) berjumlah 23,48%.

  Kemerosotan prestasi yang dialami oleh remaja tentunya bertolak belakang dengan keinginan remaja untuk memperoleh kepuasan dalam perkembangannya. Hurlock (1980) mengungkapkan bahwa bidang-bidang akademik menjadi satu kepuasan bagi para remaja. Kepuasan-kepuasan remaja dalam bidang pendidikan ini merupakan suatu hal yang sangat penting dalam perkembangan remaja.

  Dalam pencapaian prestasi akademik, ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pada faktor eksternal, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi prestasi pada remaja yaitu lingkungan rumah serta lingkungan sekolah dimana remaja tersebut tinggal serta menempuh pendidikan; Sedangkan pada faktor internal, ada faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi adalah intelegensi, motivasi dan kepribadian (dalam Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi, 2010). Salah satu yang menjadi sorotan dari faktor kepribadian dalam hal ini adalah harga diri.

  Menurut Branden (dalam Yang Paling Diperlukan Anak: Harga diri, 2009), harga diri yang dimiliki oleh seorang individu dipengaruhi oleh perilaku yang dilakukan oleh individu tersebut. Perilaku itu akan membentuk individu untuk memiliki harga diri yang tinggi maupun harga diri yang rendah. Harga diri merupakan suatu penilaian yang dilakukan oleh seorang individu terhadap dirinya, baik berupa penilaian negatif maupun penilaian positif. Akhirnya, penilaian tersebut menghasilkan perasaan keberhargaan atau kebergunaan diri dalam menjalani kehidupan.

  Dalam penelitian ini, peneliti ingin meneliti hubungan antara harga diri dengan prestasi akademik. Penelitian ini mengacu pada perbedaan hasil penelitian sebelumnya, namun penelitian ini dilakukan kepada subyek yang berbeda yaitu pada remaja akhir.

  B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan uraian latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan antara harga diri dengan prestasi akademik pada remaja akhir?

  C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara harga diri dengan prestasi akademik pada remaja akhir.

  D. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoritis Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk menambah informasi bagi pembaca mengenai hubungan antara harga diri dengan prestasi akademik. Selain itu, untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan prestasi akademik terutama pada remaja akhir.

  2. Manfaat Praktis

  a. Bagi Subyek Penelitian Manfaat penelitian ini bagi subyek yaitu untuk memberikan tambahan informasi kepada subyek mengenai hubungan antara harga diri dengan prestasi akademik yang mereka miliki sehingga subyek mampu memahami dan mampu menerapkan manfaat dari penelitian ini dalam kehidupan sehari-hari.

  b. Bagi Mahasiswa Psikologi Bagi mahasiswa Psikologi, penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan apabila ingin meneliti mengenai topik yang sama dengan penelitian ini serta dapat digunakan sebagai referensi tambahan bagi mahasiswa dalam mendalami ilmu psikologi.

BAB II KERANGKA TEORITIS A. Remaja

  1. Definisi Remaja Istilah remaja atau adolescence berasal dari bahasa Latin yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Dalam Kamus Lengkap Psikologi, remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa (Chaplin, 2006). Piaget (dalam Hurlock, 1980) mengungkapkan bahwa secara psikologis masa remaja merupakan masa di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa dan memiliki tingkatan yang sama dengan orang dewasa sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Salah satu integrasi dalam masayarakat dewasa tersebut adalah perubahan intelektual yang cukup mencolok dimana dengan perubahan intelektual ini remaja memungkinkan dirinya untuk mencapai integrasi hubungan sosial dengan orang dewasa dan juga merupakan salah satu kenyataan yang terlihat pada masa perkembangan remaja ini.

  Hurlock (1980) mengungkapkan bahwa awal masa remaja berlangsung kira-kira dari 13-16/17 tahun dan akan memasuki usia matang sekitar 18 tahun.

  2. Ciri-ciri Masa Remaja Masa remaja merupakan salah satu masa yang cukup penting dalam rentang perkembangan kehidupan. Menurut Hurlock (1980), terdapat beberapa ciri masa perkembangan remaja yaitu:

  a. Masa remaja sebagai periode yang penting Masa remaja dianggap sebagai masa yang penting karena pada masa ini hal-hal yang dilakukan individu akan memiliki dampak langsung bagi perilaku serta sikap dari si individu dan dampak yang didapat akan berlangsung dalam jangka panjang.

  b. Masa remaja sebagai periode peralihan Menurut Osterirrieth (dalam Hurlock, 1980) masa remaja dianggap sebagai masa peralihan karena struktur psikis anak remaja berasal dari masa kanak-kanak dan banyak ciri yang umumnya dianggap sebagai khas dari masa remaja sudah ada pada akhir masa kanak-kanak.

  c. Masa remaja sebagai periode perubahan Masa remaja disebut sebagai masa perubahan karena pada masa ini, perubahan dalam hal fisik akan terjadi pada remaja. Perubahan fisik ini juga dibarengi dengan adanya perubahan perilaku dan perubahan sikap dari remaja tersebut. Terdapat beberapa perubahan yang menandakan bahwa masa remaja merupakan masa perubahan, yaitu meningginya tingkat emosi yang intensitasnya tergantung pada tingkat perubahan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial. Selain itu, dengan adanya perubahan pada minat dan perilaku maka nilai-nilai yang tertanam pada remaja juga akan mengalami perubahan.

  d. Masa remaja sebagai usia bermasalah Masalah yang timbul pada masa remaja sering kali sulit diatasi oleh remaja itu sendiri. Hal itu dikarenakan pada masa kanak-kanak, masalah yang dialami dapat teratasi oleh karena bantuan dari orang tua. Selain itu, masalah akan menjadi lebih sulit diatasi karena remaja merasa bahwa dirinya sudah menjadi seorang individu yang mandiri sehingga mereka ingin mengatasi masalah yang mereka hadapi tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, adanya kesulitan dalam mengatasi masalah tersebut mengakibatkan remaja gagal dalam mengatasi masalah dan menganggap bahwa hasil dari penyelesaian masalah tidak sesuai dengan harapan.

  e. Masa remaja sebagai masa mencari identitas Identitas diri merupakan hal yang paling penting dalam diri remaja.

  Oleh karena itu, pada masa ini remaja mulai mendambakan adanya identitas diri mereka. Selain itu, mereka juga merasa tidak puas dengan yang mereka alami ataupun yang mereka dapatkan sekarang yaitu adanya teman sebaya dan menjadi sama dengan teman sebaya.

  f. Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan masalah Pada masa ini, remaja akan mengalami masa dimana mereka akan sehingga orang tua tidak dapat membantu anak dalam mengatasi masalahnya. Hal ini dikarenakan adanya stereotip budaya dimana remaja menganggap bahwa orang dewasa itu memiliki pandangan yang jelek mengenai remaja dan orang dewasa juga akan mempersulit remaja dalam membuat peralihan dari masa remaja menuju masa dewasa.

  g. Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik Pada masa ini, remaja menganggap bahwa dirinya dan orang lain sebagaimana dalam gambarannya sendiri. Remaja juga memiliki cita- cita bagi dirinya dan orang lain yang tidak realistik dan itu membuat emosi pada remaja meningkat.

  B. Prestasi Akademik

  1. Definisi Prestasi Akademik Prestasi belajar menurut Suryabrata (1984) merupakan kemampuan seseorang yang diperoleh dari proses belajar. Ungkapan yang disebutkan oleh Suryabrata tersebut juga mengandung sebuah arti bahwa prestasi belajar merupakan salah satu hasil yang diperoleh siswa dalam usaha belajar yang dilakukannya. Prestasi belajar ini biasanya merupakan suatu produk dari suatu proses. Produk atau hasil belajar tersebut didapatkan dari penilaian yang dilakukan dimana penilaian ini merupakan suatu hal yang hakiki dalam usaha yang telah dilakukan oleh seseorang. Produk dari prestasi belajar itu bermacam-macam, antara lain nilai mentah, rapport,

  Sependapat dengan Suryabrata, Sudjana (dalam Widyastuti dan Kuswardani, 2008) mengungkapkan bahwa prestasi belajar merupakan proses penentuan tingkat kecakapan penguasaan belajar seseorang dengan cara membandingkannya dengan norma tertentu dalam sistem penelititan yang disepakati. Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan suatu hasil yang dilakukan oleh siswa dalam sebuah proses belajar di mana hasil tersebut biasanya dalam bentuk nilai atau indeks prestasi yang mampu mengungkapkan taraf penguasaan belajar seorang individu.

  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik Dalam menentukan prestasi akademik atau dengan kata lain adalah belajar, ada beberapa faktor yang mampu mempengaruhi proses belajar.

  Menurut Suryabrata (1984), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi belajar, antara lain: a. Faktor dari dalam diri individu

  1) Faktor fisiologis Faktor-faktor fisiologis yang mempengaruhi prestasi belajar seorang individu biasanya berupa hal-hal yang berhubungan dengan jasmani individu tersebut. Faktor fisiologis tersebut antara lain keadaan tonus jasmani pada umumnya serta keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsi-fungs panca indera.

  2) Faktor psikologis Faktor-faktor psikologis yang dapat mempengaruhi prestasi akademik biasanya bersifat individual. Faktor tersebut antara lain motivasi, cita-cita dari si individu, keinginan individu akan proses belajar, serta motif-motif yang dapat mendorong individu tersebut untuk belajar.

  b. Faktor dari luar diri individu 1) Faktor non sosial

  Faktor-faktor non sosial yang mempengaruhi biasanya berupa tempat-tempat atau kondisi saat melakukan proses belajar dimana kondisi dan tempat tersebut mampu membantu individu untuk melakukan proses belajar secara maksimal.

  2) Faktor sosial Faktor sosial yang dimaksud adalah sesama manusia baik manusia yang hadir secara langsung ataupun yang tidak langsung. Kehadiran orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung ini akan sangat mempengaruhi proses belajar seseorang karena dinilai akan mengganggu. Oleh karena itu, kehadiran orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung ini akan mempengaruhi prestasi akademik seseorang.

  3. Fungsi Prestasi Akademik Prestasi akademik yang dihasilkan dari hasil penilaian dari usaha belajar tersebut memiliki beberapa fungsi. Menurut Azwar (1987), terdapat beberapa fungsi prestasi akademik, yaitu:

  a. Fungsi penempatan Dalam fungsi penempatan ini, prestasi akademik berfungsi untuk menentukan jurusan atau klasifikasi bidang yang sesuai dengan kemampuan dari individu tersebut.

  b. Fungsi normatif Fungsi normatif prestasi akademik ini biasanya berupa penggunaan prestasi akademik dalam melihat kemajuan dari individu dalam proses belajar yang dilakukannya.

  c. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik di sini biasanya berupa pemanfaatan prestasi akademik untuk mendiagnosis kesulitan-kesulitan belajar serta kelemahan individu dalam proses belajar.

  d. Fungsi sumatif Dalam hal ini, fungsi dari prestasi akademik yaitu untuk memperoleh informasi mengenai peguasaan pelajaran yang telah direncanakan sebelumnya.

  4. Riset-riset mengenai Prestasi Akademik Pada penelitian-penelitian sebelumnya, juga terdapat beberapa penelitian yang menggunakan prestasi akademik sebagai varibelnya.

  Berikut ini merupakan beberapa penelitian mengenai prestasi akademik.

  Penelitian yang dilakukan oleh Ka Yan dari Universitas Psikologi Maranatha ini meneliti mengenai hubungan antara Learning Approach dan Prestasi akademik dengan menggunakan subyek penelitian Siswa kelas 1 di salah satu SMU di Bandung. Dalam penelitian ini peneliti menghubungkan

  Learning Approach yang terdiri dari Surface Approach (pengolahan

  informasi untuk mendapatkan hadiah dan menghindari sanksi), Deep

  Approach (menghubungkan informasi yang diterima dengan realita atau

  pengalaman sehari-hari agar lebih memahami pelajaran), dan Achieving

  Approach (belajar untuk mencapai peringkat yang terbaik) dengan prestasi

  belajar pada mata pelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisiwa yang memperoleh prestasi belajar tinggi pada mata pelajaran matematika, mereka cenderung tidak menggunakan surface approach dalam belajar akan tetapi mereka menerapkan deep approach saat mempelajari pelajaran (Yan, 2008).

  Penelitian lain yang juga meneliti mengenai prestasi akademik adalah penelitian yang dilakukan oleh Endang Widyastuti dan Istiana Kuswardani. Penelitian ini meneliti mengenai hubungan antara harga diri hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara harga diri dengan prestasi belajar fisika memiliki hubungan yang negatif yaitu jika harga diri siswa tinggi maka presatsi belajar siswa rendah; Sedangkan apabila harga diri rendah maka prestasi belajar siswa tinggi.

  C. Harga Diri

  1. Definisi Harga Diri Harga diri merupakan salah satu dari aspek kepribadian dimana merupakan hal yang sangat penting dalam diri individu. Coopersmith

  (1967) mengungkapkan bahwa harga diri adalah evaluasi yang dibuat individu mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dirinya, yang diekspresikan dalam suatu bentuk sikap setuju atau tidak setuju. Selain itu, harga diri juga menunjukkan bahwa seorang individu meyakini dirinya sendiri sebagai individu yang mampu, penting dan berharga.

  2. Aspek-aspek Harga Diri Menurut Coopersmith (1967), terdapat empat aspek yang menjadi sumber dari pembentukan harga diri, antara lain: a. Keberartian (significance)

  Keberartian ini biasanya akan tampak dalam penerimaan, penghargaan, dan perhatian serta kasih sayang dari lingkungan dan orang lain ditunjukkan dengan adanya dukungan dari keluarga serta lingkungan sekitar. Semakin banyak perhatian, penerimaan serta kasih sayang yang diterima oleh seorang individu maka dapat dikatakan bahwa individu tersebut akan semakin berarti.

  b. Kekuatan (power) Kekuatan merupakan suatu kemampuan untuk mempengaruhi serta mengontrol diri sendiri serta orang lain. Kebutuhan seorang individu akan kekuatan ini biasanya akan ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan penghargaan serta penghormatan dari orang lain.

  Dalam hal ini, wibawa seseorang menjadi sebuah petunjuk bahwa individu tersebut memiliki kekuatan. Selain itu, adanya kekuatan dalam diri seorang individu akan mengakibatkan munculnya sifat asertif serta explanatory action yang tinggi dalam dirinya.

  c. Kompetensi (competence) Kompetensi merupakan suatu penampilan pada diri individu yang prima untuk mencapai keberhasilan serta kesuksesan. Penampilan yang prima ini ditunjukkan dengan adanya kemampuan yang merata pada diri individu dalam setiap usia dimana dengan adanya kemampuan ini individu akan merasa yakin dengan kemampuan yang dimilikinya untuk mencapai harapan serta cita-citanya. Selain itu, individu juga merasa bahwa dirinya memiliki kemampuan yang cukup untuk mengatasi masalah yang dihadapinya di lingkungan sekitarnya.

  Kebajikan ini ditunjukkan dengan adanya nilai-nilai etika, moral, serta prinsip-prinsip religiusitas dalam diri individu. Hal ini dapat dicapai oleh seorang individu melalui kesesuaian dirinya terhadap lingkungan dan nilai-nilai yang ada di lingkungannya tersebut serta diadaptasi dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tua. Kebajikan ini tidak dapat terlepas dengan adanya norma serta nilai-nilai yang berlaku di lingkungan yang berkaitan dengan nilai kemanusiaan serta ketaatan dalam beragama.

  3. Karakteristik Harga Diri Setiap individu memiliki karakteristik harga diri masing-masing. Hal ini dikarenakan berbagai macam penyebab yang membentuk karakteritik harga diri pada setiap individu. Menurut Coopersmith (dalam Self Esteem, 2009) ada dua karakteristik harga diri, antara lain:

  a. Harga Diri Tinggi Seseorang yang memiliki karakteristik harga diri yang tinggi biasanya akan mampu untuk mengekspresikan dirinya dengan baik serta dapat menerima kritik yang diberikan orang lain padanya. Selain itu, individu dengan karakteristik harga diri yang tinggi akan memiliki keyakinan pada kemampuan dan kapasitas dalam dirinya. Ia pun akan percaya pada persepsinya sendiri tanpa dipengaruhi oleh orang lain dan memiliki minat yang tinggi untuk meraih prestasi. b. Harga Diri rendah Dalam sebuah artikel disebutkan bahwa harga diri yang rendah merupakan sebuah penilaian yang negatif terhadap diri sendiri ataupun kemampuan yang dimilikinya. Seseorang yang memiliki karakteristik harga diri rendah biasanya memiliki rasa ketidakmampuan untuk menghadapi frustasi dalam dirinya. Selain itu, ia juga merasa tidak dicintai dan tidak diinginkan oleh orang lain. Dalam mengambil keputusan, akan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

  D. Dinamika Antara Harga Diri dengan Prestasi Akademik Pada Remaja Akhir Setiap individu juga memiliki harga diri yang berbeda-beda. Ada harga diri yang tinggi dan juga ada individu yang memiliki harga diri yang rendah.

  Harga diri yang dimiliki oleh seorang individu akan mempengaruhi prestasi akademik yang diperoleh individu tersebut. Seorang remaja yang sedang melakukan proses pencarian identitas serta mendapatkan penerimaan dari teman sebaya juga mengembangkan harga diri yang ada pada dirinya. Selain itu, proses penentuan harga diri pada remaja juga dilakukan pada saat mereka sedang mengembangkan aspek yang ada dalam dirinya.

  Remaja dengan tingkat harga diri yang tinggi salah satunya dicirikan dengan mampu untuk menerima kritik dari orang lain. Penerimaan terhadap kritik yang diberikan oleh orang lain padanya tersebut menunjukkan bahwa mampu untuk mengembangkan kemampuannya (Self Esteem, 2009 ). Kemampuan yang berkembang tersebut juga termasuk dalam bidang akademik sehingga remaja ini juga akan mampu memperoleh prestasi akademik yang tinggi pula.

  Seorang remaja dengan harga diri yang tinggi juga memiliki karakteritik yang ditunjukkan dengan perasaan yakin pada dirinya sendiri. keyakinanyang dimiliki oleh remaja tersebut salah satunya merupakan keyakinan akan kemampuan serta kapasitas yang dimilikinya (Self Esteem, 2009). Hal ini akan menjadikan remaja tersebut menjadi remaja yang optimis; dengan keoptimisan yang dimiliki remaja tersebut, maka remaja tersebut akan cenderung mengembangkan kemampuan yang menurutnya kurang dan akan mempertahankan kelebihan yang dimilikinya sehingga remaja mampu untuk memiliki prestasi akademik yang tinggi.

  Hal lain yang juga menunjukkan bahwa seorang remaja yang memiliki harga diri tinggi merupakan seorang remaja yang memiliki minat yang tinggi untuk meraih prestasi (Self Esteem, 2009). Minat yang tinggi dalam memperoleh prestasi ini akan menjadikan remaja tersebut menjadi remaja yang memiliki prestasi akademik yang tinggi pula.

  Selain harga diri tinggi, ada pula remaja yang memiliki harga diri yang rendah. Menurut Di Vista dan Thompson, seseorang remaja dengan harga diri yang rendah ditunjukkan dengan kurangnya kepercayaan dirinya terhadap kemampuannya. Ketidakpercayaan akan kemampuannya itu mengakibatkan kehidupannya. Perasaan pesimis tersebut menjadikan remaja tersebut menolak untuk mencoba hal-hal yang baru sehingga cenderung kurang mampu untuk mengembangkan kemampuannya (dalam Widodo, 2004). Seorang remaja dengan ciri seperti ini biasanya akan memiliki prestasi akademik yang rendah pula.

  Seorang remaja dengan harga diri yang rendah juga akan menjadi seseorang yang mudah putus asa. Remaja ini tidak memiliki daya juang yang tinggi untuk memperoleh apa yang diinginkannya (Self Esteem, 2009). Remaja dengan karakteristik seperti ini memiliki kemungkinan untuk memperoleh prestasi akademik yang rendah pula karena ia merupakan orang yang mudah putus asa dalam melakukan sesuatu termasuk dalam bidang akademik.

  8 Bagan Dinamika Hubungan Antara Harga Diri dengan Prestasi Akademik Harga Diri

  Prestasi Akademik

  2. Penerim aan oleh teman sebaya

  1. Mencari identitas

  Remaja:

  Cenderung optimis Cenderung pesimis

  Cenderung mau menerima informasi baru

  Akademik Rendah

  Tinggi Prestasi

  Cenderung mudah putus asa Daya juang cenderung rendah

  Harga Diri Tinggi

  Cenderung kurang mampu mengembang kan kemampuan

  Cenderung untuk menolak untuk mencoba hal-hal yang baru

  Cenderung punya minat tinggi untuk berprestasi Cenderung kurang yakin akan kemampuannya

  Cenderung mengembangkan kemampuan yang kurang dan mempertahankan kemampuan yang sudah baik

  Cenderung yakin akan kemampuannya sendiri

  Cenderung mampu mengembangkan kemampuan

  Cenderung mampu menerima kritik dari orang lain

  Harga Diri Rendah

  3. Menge mbangkan seluruh aspek pada dirinya

  E. Hipotesis Penelitian Hipotesis dari penelitian ini yaitu ada hubungan positif antara harga diri dengan prestasi akademik pada remaja akhir. Semakin tinggi harga diri pada remaja maka prestasi akademiknya juga akan tinggi; sedangkan semakin rendah harga diri yang dimiliki oleh remaja maka prestasi akademiknya pun akan rendah.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional, dimana dalam

  penelitian ini si peneliti meneliti mengenai hubungan antara harga diri dengan prestasi akademik pada remaja akhir. Selain itu, alasan peneliti memilih penelitian survey ini agar dapat mengukur dua variabel sekaligus yaitu harga diri dengan prestasi akademik. Penelitian ini diharapkan mampu melihat hubungan antara harga diri pada remaja akhir dengan prestasi akademik yang mereka miliki dalam perkuliahan.

  B. Identifikasi Variabel Penelitian

  Variabel bebas : Harga Diri Variabeltergantung : Prestasi Akademik

  C. Definisi Operasional

  Definisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini yaitu:

  a. Harga diri pada remaja akhir Harga diri adalah salah satu bagian dari kepribadian individu dimana individu mengungkapkan penilaian mengenai dirinya sendiri. Harga diri ini dilihat melalui sikap-sikapnya dalam kehidupan sehari-hari di berarti atau tidak. Salah satu sikap yang ditunjukkan yaitu dengan cara belajarnya yang kemudian dilihat dari hasil belajar tersebut berupa prestasi akademik. Dalam penelitian ini, harga diri dilihat dari skala penelitian. Aspek-aspek harga diri yang ada pada penelitian ini yaitu: a. Keberartian (Significance)

  b. Kekuatan (Power)

  c. Kompetensi (Competence)

  d. Kebajikan (Virtue) Skala harga diri dalam penelitian ini adalah skala harga diri yang bersifat akumulatif. hal ini dikarenakan aitem-aitem yang terdapat dalam skala ini merupakan aitem yang mencirikan perilaku sepanjang kehidupan dari subyek.

  b. Prestasi Akademik Prestasi akademik merupakan suatu hasil dari proses belajar mahasiswa di mana prestasi akademik itu dalam bentuk indeks prestasi bagi mahasiswa. Indeks Prestasi (IP) yang diperoleh tersebut merupakan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh mahasiswa selama tiga semester yaitu dari semester pertama hingga semester tiga. Indeks Prestasi Kumulatif digunakan karena proses pengambilan data dilakukan pada akhir semester dan data yang dimiliki oleh subyek pada saat itu adalah Indeks Prestasi Kumulatif.

  D. Subyek Penelitian

  Dalam penelitian ini, peneliti memilih populasi mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling di mana dengan menggunakan teknik ini akan diperoleh subyek yang akan dijadikan sampel penelitian yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Adapun kriteria dari subyek dalam penelitian ini yaitu:

  1. Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  2. Memiliki usia perkembangan yaitu remaja akhir Dalam penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan berjumlah kurang lebih 100 subyek. Pemilihan jumlah subyek tersebut dirasa oleh peneliti telah mewakili populasi dari kriteria yang menjadi sasaran subyek dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti menggunakan jumlah subyek untuk sampel penelitian ini dengan jumlah 100 subyek.

  E. Alat Pengumpulan Data

  Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan skala psikologi yaitu skala mengenai harga diri. Skala psikologi ini digunakan agar seluruh variabel yang ada dalam penelitian ini dapat diukur secara tepat. Dalam skala penelitian ini terdapat aitem-aitem yang menunjukkan tentang aspek-aspek dari harga diri.

  Tabel 1

  37, 38, 43

  7 25 % Total Bobot 60 100 %

  Unfavorable 15, 52, 53, 55, 56, 58, 59

  (virtue)

  8 Kebajikan

  28, 44, 45, 49

  7 25 % Favorable 13, 14, 16, 22,

  Unfavorable 12, 20, 21, 29, 30, 46, 47

  (competence)

  8 Kompetensi

  7 25 % Favorable 9, 10, 17, 18, 27,

  Blueprint SkalaHargaDiri Konteks Aspek NomorAitem Total aitem Total bobot

  Unfavorable 7, 8, 11, 26, 39, 40, 48

  (power)

  8 Kekuatan

  35, 36, 42

  7 25 % Favorable 4, 5, 19, 31, 32,

  Unfavorable 3, 6, 24, 25, 33, 34, 41

  (significance)

  8 Keberartian

  Favorable 1, 2, 23, 50, 51, 54,57, 60

  Jenis skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert. Jawaban-jawaban atas pernyataan-pernyataan dari semua skala terdiri dari 4 alternatif, yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Dalam skala ini, terdapat perbedaan penskoran antara aitem favorabel dan unfavorabel. Pada aitem favorabel, skor aitem bergerak dari 1 ke 4 sedangkan pada aitem unfavorabel skor bergerak dari 4 ke 1. Dalam pengerjaan skala ini, subyek diminta untuk mengisi seluruh aitem dalam skala ini sesuai dengan kondisi dari subyek. Dalam skala ini tidak ada jawaban yang salah ataupun benar. Subyek

  Salah satu contoh aitem untuk Skala harga diri pada remaja dalam pada aspek keberartian (significance) yaitu

  Pernyataan SS S TS STS

  Sayamampumemimpin Berikut ini merupakan tabel skor pada aitem favorabel dan

  unfavorabel :

  Tabel 2 Skor Untuk Pilihan Jawaban

  Skor Pilihan Jawaban Favorabel Unfavorabel

  4

  1 Sangat Setuju (SS)

  3

  2 Setuju (S)

  Tidak Setuju (TS)

  2

  3

  1

  4 Sangat Tidak Setuju (STS)

  Setelah dilakukan pengujian aitem dan penyeleksian aitem, maka dihasilkan aitem-aitem yang bertahan dengan daya diskriminasi aitem 0,3.

  Berikut adalah blueprint dari aitem yang masih bertahan setelah dilakukan penyeleksian aitem:

  Tabel 3 Bluepint aitem yang bertahan

  Total Konteks Total bobot NomorAitem Aspek aitem

  Favorable 11, 24

  2 Keberartian 20 % Unfavorable 1, 15, 18

  3

  (significance)

  Favorable 2, 13

  2 Kekuatan 24 % Unfavorable 3, 5, 17, 22

  4

  (power)

  Favorable 4, 12, 19

  3 Kompetensi 32 % Unfavorable 6, 9, 14, 16, 21

  5

  (competence)

  Favorable 7, 10, 20, 23

  4 Kebajikan 24 % Unfavorable 8, 25

  2

  (virtue)

  Total Bobot 25 100 %

  Untuk mengetahui prestasi akademik dari subyek penelitian, peneliti memberikan pertanyaan yang harus diisi dalam skala harga diri yaitu mengenai indeks prestasi Kumulatif dari subyek penelitian. Pertanyaan mengenai Indeks Prestasi tersebut dilampirkan kedalam identitas yang harus diisi oleh subyek, identitas tersebut yaitu: NIM : Usia : Jenis Kelamin :

  IPK : Data Indeks Prestasi Kumulatif yang merupakan indikator dari variable Prestasi Akademik diperoleh dari Sekretariat Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta agar data pada variabel ini akurat.

F. Validitas dan Reliabilitas Alat Pengumpulan Data

  1. Estimasi Validitas Validitas yang akan dicapai oleh peneliti dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi dalam penelitian ini dilakukan oleh

  Profesional Judgement yang menunjukkan bahwa dalam skala

  penelitian ini telah mencakup aspek-aspek yang seharusnya ada dalam penelitian ini, yaitu harga diri dan prestasi akademik. Aspek-aspek ini dapat dilihat dari blueprint aspek-aspek yang diukur dalam penelitian ini, sehingga batasan-batasan yang ada dalam penelitian ini terlihat dalam skala.

  2. Estimasi Reliabilitas Konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil dari suatu pengukuran itu dapat dipercaya. Tinggi rendahnya suatu reliabilitas dalam penelitian dinyatakan dalam suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas. Reliabilitas dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode Alpha Cronbach. Data dari penelitian ini diperoleh dengan menyajikan skala penelitian satu kali saja kepada kelompok responden (Azwar, 1999).

  3. Selesksi Aitem

  Seleksi aitem dalam penelitian ini digunakan untuk memilih aitem-aitem yang memilki kualitas yang tinggi dan memilih aitem yang mengukur hal yang sama dengan apa yang diukur oleh tes. Seleksi aitem dilakukan dengan menggunakan daya beda atau daya diskriminasi aitem. Dari hasil daya diskriminasi aitem inilah ditunjukkan aitem-aitem mana saja yang konsisten dan mampu menunjukkan perbedaan antar subyek pada aspek yang akan diukur.

  Daya diskriminasi aitem ini diukur dengan menggunakan koefisien korelasi aitem total (R ix ). Batasan yang digunakan dalam daya diskriminasi aitem ini adalah 0,3. Aitem yang memiliki korelasi aitem total diatas 0,3 (>0,3), aitem tersebut dianggap baik dan memiliki daya diskriminasi yang tinggi; sedangkan aitem yang memiliki korelasi aitem total dibawal 0,3 (<0,3), aitem tersebut dianggap memiliki daya diskriminasi rendah (Azwar, 1999).

G. Uji Coba Alat Ukur

1. Uji Validitas Alat Ukur

  Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Pada pengujian mengenai validitas isi dilakukan olehProfesional

  Judgement yang dilakukan secara subyektif. Pengujian validitas isi ini

  dilakukan sesuai dengan aspek-aspek yang ada pada landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini.

  Pada pengujian validitas isi ini, peneliti meminta dosen pembimbing skripsi untuk memeriksa aitem-aitem pada skala yang dibuat oleh peneliti. Kemudian didapatkan aitem-aitem yang dapat dijadikan aitem pada skala yang akan disebar (Supratiknya, 1998).

  Berikut ini adalah aitem-aitem yang terdapat dalam skala harga diri sebelum diuji cobakan.

  Tabel 4 Aitem-aitem dalam Skala Harga Diri sebelum Diuji cobakan

  Total Konteks Jumlah bobot NomorAitem Aspek Aitem

  1, 2, 23, 50, 51, 54,57, 60

  Keberartian(si

  15 25 % 3, 6, 24, 25, 33, 34, 41 gnificance )

  4, 5, 19, 31, 32, 35, 36, 42

  Kekuatan

  15 25 % 7, 8, 11, 26, 39, 40, 48

  (power)

  9, 10, 17, 18, 27, 37, 38, 43

  Kompetensi

  15 25 %

  (competence) 12, 20, 21, 29, 30, 46, 47

  13, 14, 16, 22, 28, 44, 45, 49

  Kebajikan

  15 25 % 15, 52, 53, 55, 56, 58, 59

  (virtue)

  100 Total Bobot

  60 %

  Setelah dilakukan pengujian validitas ini, dilakukanlah uji coba pada skala harga diri yang dilakukan kepada subyek dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti.

2. Uji Reliabilitas Alat Ukur

  Reliabilitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS 12 for Windows. Dari hasil pengujian reliabilitas ini, yang dapat digunakan dalam pengambilan data pada penelitian ini dengan daya beda antara 0,324 – 0,758.

3. Seleksi Aitem

  Seleksi aitem ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS 12 for Windows. Dalam penseleksian aitem ini terdapat 33 aitem yang gugur. Aitem-aitem yang gugur tersebut memiliki daya diskriminasi aitem kurang dari 0,3. Berikut adalah aitem-aitem yang lolos dalam penseleksian aitem dan ada pada skala harga diri.

  Tabel 5 Aitem yang ada di SkalaHargaDiri yang Lolos SeleksiAitem

  JumlahAitem

  Konteks

  NomorAitem

  Aspek

  6 Keberartian (significance) 2, 3, 5, 13, 17, 22

  5 Kekuatan (power) 1, 11, 15, 18, 24

  8 4, 6, 9, 12, 14, 16, 19, 21

  Kompetensi (competence)

  7, 8, 10, 20, 23, 25

  6 Kebajikan (virtue)

H. Uji Coba Alat Pengumpulan Data

  Sebelum skala digunakan untuk mengumpulkan data, terlebih dahulu peneliti melakukan uji coba pada skala ini. Uji coba dilakukan pada mahasiswa semester III Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di mana sampel dalam uji coba ini dipilih sesuai dengan kriteria dari subyek penelitian ini yaitu mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang memiliki usia perkembangan remaja akhir. Subyek yang

I. Metode Analisis Data

  Dalam penelitian ini, dilakukan analisis data kuantitatif dengan menggunakan penghitungan statistik. Penghitungan statistik yang dilakukan oleh peneliti yaitu:

1. Uji Asumsi

  a. Uji Normalitas

  Dalam penelitian ini, uji asumsi yang pertama kali dilakukan adalah uji normalitas di mana uji normalitas ini digunakan untuk melakukan pengecekan pada data penelitian apakah data penelitian ini berasal dari populasi sebaran yang normal. Uji normalitas ini dilakukan karena semua perhitungan statistic parametric memiliki asumsi sebaran normalitas (Santoso, 2010).

  Peneliti melakukan uji normalitas pada data penelitiannya dengan menggunakan analisis Kolmogrof-Smirnov. Uji asumsi dengan menggunakan analisis Kolmogrof-Smirnov ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 12 for Windows .

  b. Uji Linearitas

  Uji asumsi lain yang dilakukan oleh peneliti adalah uji antar variabel yang hendak dianalisis dalam penelitian mengikuti garis lurus. Dengan uji linearitas ini, peningkatan atau penurunan kuantitas disatu variable akan diikuti secara linear oleh peningkatan atau penurunan kuantitas variable lainnya (Santoso, 2010). Dalam penelitian ini, uji linearitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 12 for Windows. Selain itu, linearitas penelitian ini dilihat dengan menggunakan scatter plot.

2. Uji Hipotesis

  Dalam penelitian ini, uji hipotesis atau analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi (Supratiknya, 2000). Uji korelasi dilakukan pada dua variable dalam penelitian ini yaitu harga diri dengan prestasi akademik. Rumus uji korelasi yang digunakan adalah: Keterangan:

  = korelasi antara variabel X dan variabel Y = variabel X

  = variabel Y

  Analisi data penelitian ini dengan menggunakan SPSS for

  

Windows. SPSS ini digunakan guna mempermudah menganalisis data

dan juga memperoleh hasil analisis data secara lengkap.

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Sebelum penelitian dilaksanakan, terlebih dahulu peneliti melakukan

  proses perizinan. Perizinan yang dilakukan oleh peneliti dalam pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali. Perizinan yang pertama dilakukan untuk pengambilan data pada skala harga diri yang diberikan pada subyek penelitian. Izin untuk penyebaran skala ini dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  Perizinan yang kedua merupakan perizinan untuk mengambil data Indeks Prestasi dimana data Indeks Prestasi ini digunakan untuk melakukan pengecekan ulang pada Indeks Prestasi yang sudah diisi oleh subyek pada skala yang sudah dibagikan. Daftar Indeks Prestasi ini dikeluarkan oleh Sekretariat Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dengan memperoleh tembusan dari Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Tentunya proses pengecekan ulang mengenai Indeks Prestasi ini juga sudah disetujui oleh subyek melalui surat pernyataan kesanggupan yang telah terlampir dalam skala Harga Diri.

  Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 Desember 2010 pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dimana yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang pengumpulan data yang berupa skala ini telah memenuhi syarat di mana seluruh aitem yang ada dalam skala ini telah diisi secara lengkap oleh subyek sehingga skala yang disebar dapat dipergunakan untuk menganalisis data. Setelah pengumpulan data pada variabel harga diri, dilakukanlah kroscek pada Indeks Prestasi yang telah diisi oleh subyek pada skala yang disebar. Peneliti menyerahkan alat pengumpulan data berupa skala langsung oleh peneliti kepada subyek penelitian. Jumlah subyek penelitian ini adalah 109 subyek, yang terdiri dari 83 subyek berjenis kelamin perempuan dan 26 subyek berjenis kelamin laki-laki.

B. Uji Asumsi

  Sebelum dilakukan analisis untuk mencari korelasi antar kedua variabel penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan beberapa uji asumsi yaitu uji normalitas, dan uji linearitas. Berikut merupakan interpretasi dari pengujian yang dilakukan pada data penelitian.

1. Uji Normalitas

  Uji normalitas yang dilakukan pada data penelitian ini guna mengetahui apakah data dalam penelitian ini normal atau tidak.

  Pengujian normalitas pada data ini dengan menggunakan statistic

  nonparametric yaitu dengan menggunakan teknik Kolmogorof- Smirnov pada Program SPSS 12 for Windows.

  Tabel 6 Uji Normalitas Pada Variabel Harga Diri dan Prestasi Akademik

  Variabel Z Sig. (P) Keterangan

  Harga Diri 0,977 0,296 Normal Prestasi Akademik 0,864 0,444 Normal

  Dari tabel di atas, sebaran data pada variabel harga diri menunjukkan bahwa variabel tersebut memiliki nilai signifikansi P>0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa sebaran data pada variabel harga diri dan prestasi akademik berdistribusi normal.

2. Uji Linearitas

  Uji linearitas pada data penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah antara variabel independen dan variabel dependen dalam penelitian ini memiliki hubungan yang linier atau tidak. Uji linearitas pada data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 12 for Windows. Berikut adalah hasil uji linearitas yang dilakukan pada data penelitian ini.

  Tabel 7 Hasil Uji Linearitas

  Hubungan F Hitung Sig. (P)

  Harga Diri dengan Prestasi 9,549 0,003

  Akademik Dari tabel hasil uji linearitas di atas, dapat dilihat bahwa hasil uji linearitas hubungan antara harga diri dan prestasi akademik sebesar signifikansi pada uji linearitas yang menunjukkan bahwa (P<0,05) maka hubungan antara kedua variabel yaitu harga diri dengan prestasi akademik tersebut adalah linier.

C. Hasil Penelitian

1. Uji Hipotesis

  Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil uji hipotesis dari penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 12 for Windows. Berikut ini merupakan tabel hasil uji hipotesisnya.

  Tabel 8 Hasil Uji Hipotesis

  Hubungan r Sig. (P)

  Harga Diri dengan Prestasi Akademik -0,294 0,001 Dari hasil analisis diatas, dapat dilihat bahwa hubungan antara harga diri dengan prestasi akademik memiliki koefisien korelasi sebesar -

  0,294 dengan taraf signifikansi sebesar 0,001 (P<0,05). Pada pengujian hipotesis ini menggunakan taraf signifikansi atau P ≤0,05 dengan memakai uji one tailed.

  Hasil uji hipotesis di atas menunjukkan adanya hubungan yang negatif antara harga diri dan prestasi akademik dengan pola berbalik arah.

  Hasil uji hipotesis tersebut menunjukkan bahwa apabila harga diri seseorang itu tinggi maka prestasi akademik akan rendah. Sebaliknya,

2. Uji Tambahan

  Selanjutnya dilakukan uji tambahan untuk menghasilkan mean teoritik dan mean empiris dimana mean teorik ini digunakan untuk mengetahui rata-rata skor ideal pada data penelitian; sedangkan mean empiris digunakan untuk mengetahui rata-rata skor pada data penelitian.

  Berikut ini merupakan tabel dari uji tambahan yang dilakukan pada data penelitian.

  Tabel 9 Hasil Uji Tambahan Mean Mean Sig.

  Keterangan Min Max t Teoritik Empiris (P)

  Harga Diri 25 100 62,5 51,2477 0,00 88,828 Dari uji tambahan tersebut dapat dilihat bahwa mean teoritik dari data penelitian untuk variabel harga diri yaitu 62,5 dan mean empirisnya adalah 51,2477 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (P<0,05). Hasil uji tambahan diatas menunjukkan bahwa harga diri yang dimiliki oleh subyek rendah.

D. Pembahasan

  Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara harga diri dengan prestasi akademik pada remaja akhir. Prestasi akademik tersebut dilihat melalui Indeks Prestasi Komulatif yang dimiliki oleh subyek yaitu mahasiswa Fakultas Psikologi Univeritas Sanata Dharma bahwa hipotesis dari peneliti yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif pada kedua variabel dalam penelitian ini ditolak. Hal ini dikarenakan hubungan yang terjadi dalam penelitian ini ternyata merupakan hubungan yang negatif. Hubungan yang ditunjukkan oleh hasil analisis data tersebut adalah hubungan yang berbalik arah antar kedua variabel dimana hubungan tersebut menunjukkan bahwa apabila harga diri yang dimiliki oleh remaja tinggi maka prestasi akademik yang dimiliki akan rendah sedangkan apabila harga diri yang dimiliki oleh remaja rendah maka prestasi akademik yang dimiliki adalah tinggi.

  Dari hasil penelitian ini, dapat dilihat hubungan kedua variabel ternyata hubungan negative. Hasil penelitian ini ternyata sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Widyastuti dan Kuswardani yaitu hubungan yang negatif antara harga diri dengan prestasi akademik.

  Ditolaknya hipotesis dari peneliti ini salah satunya disebabkan oleh proses pengambilan data. Ada hal yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian yaitu kurangnya konsentrasi subyek kemungkinan juga dapat mempengaruhi hasil penelitian karena pengisian skala dilakukan ditempat terbuka dan tempat yang kurang kondusif sehingga subyek kurang berkonsentrasi dalam proses pengisian skala. Selain itu, mungkin waktu pengambilan data yang dilakukan oleh peneliti kurang tepat yaitu pada saat ujian sehingga hal ini juga dapat mempengaruhi performa dari subyek dalam pengisian skala dan mungkin mempengaruhi hasil penelitian. Beberapa hal inilah yang mungkin dapat mempengaruhi hasil penelitian yaitu ditolaknya hipotesis dari peneliti.

  Seorang remaja yang memiliki harga diri rendah cenderung memiliki prestasi akademik yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan ditolaknya hipotesis dari peneliti. Remaja yang memiliki harga diri yang rendahlah yang justru mampu memperoleh prestasi akademik yang tinggi. Menurut Coopersmith (dalam Self Esteem, 2009), seorang individu yang memiliki harga diri yang rendah, biasanya memiliki kecenderungan untuk menilai bahwa dirinya kurang. Selain itu, orang tersebut juga memiliki penilaian yang negatif kemampuan yang dimilikinya. Perasaan akan kekurangan pada kemampuannya serta kecenderungan untuk menilai dirinya kurang tersebut sama dengan perasaan inferioritas individu yang ada dalam teori Adler.

  Menurut Adler (dalam Hall dan Lindsey, 1993), seseorang yang memiliki sifat inferior biasanya akan berusaha untuk mengkompensasi kelemahan yang dimilikinya tersebut. Usaha yang dilakukan oleh orang tersebut adalah dengan memperkuat dirinya dengan latihan-latihan yang intensif. Hal ini dilakukan orang tersebut untuk meningkatkan kemampuan yang dimilikinya. Begitu pula dengan remaja, apabila remaja tersebut memiliki harga diri yang rendah ataupun merasa bahwa dirinya memiliki kekurangan maka remaja tersebut akan berusaha untuk mengurangi kekurangannya dengan kata lain remaja yang memiliki harga diri yang rendah tersebut akan berusaha untuk meningkatkan kemampuan yang dimilikinya

  Menurut Adler, seseorang yang mengalami inferioritas merupakan individu yang akan membentuk suatu penyempurnaan dalam kehidupannya.

  Orang tersebut akan berusaha untuk menjadi orang yang lebih maju dan akan berusaha untuk menjadi superior. Perasaan inferior akan menjadi sebuah pendorong yang kuat bagi seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, mengatasi inferioritasnya dan juga untuk mencapai keinginan atau hasratnya untuk menjadi superior. Begitu pula dengan remaja, perasaan tidak memiliki kemampuan dan tidak dicintai oleh remaja karena memiliki harga diri yang rendah akan mengakibatkan remaja tersebut berusaha untuk mengembangkan dirinya untuk menjadi lebih maju dibandingkan dengan dirinya yang sekarang. Prestasi akademik yang menjadi salah satu fokus bagi remaja juga akan dikembangkan oleh remaja tersebut. Hal ini dilakukan oleh para remaja agar mereka menjadi orang yang memiliki kemampuan lebih dan menjadi lebih diperhitungkan serta dicintai oleh orang lain (Hall dan Lindsey, 1993).

  Sebaliknya, bagi seseorang yang telah mencapai superioritas, individu tersebut merasa bahwa dirinya telah memiliki kesempurnaan dalam kehidupannya dan merasa bahwa setiap bidang dalam kehidupannya telah lengkap. Hal ini menjadikan individu tersebut cenderung tidak memiliki kompensasi bagi dirinya dibandingkan dengan individu yang mengalami inferioritas. Individu tersebut tentunya kurang memiliki perjuangan serta dorongan untuk memperkuat kemampuannya karena merasa telah mencapai superioritas.

  Begitu pula dengan remaja, seorang remaja yang sedang melakukan proses pencarian identitas dalam tahap perkembangannya tentunya juga akan cenderung tidak memiliki kompensasi terhadap dirinya apabila remaja merasa bahwa dirinya tidak memiliki perasaan inferior yang harus dikompensasi.

  Remaja dengan harga diri tinggi tersebut akan merasa bahwa dirinya telah memiliki kesempurnaan dalam kehidupannya sehingga dorongan untuk memperkuat kemampuannya akan rendah. Hal ini juga mereka terapkan dalam proses pencapaian prestasi akademik, remaja yang memiliki harga diri yang tinggi telah merasa bahwa kemampuan yang dimilikinya telah mencapai kesempurnaan sehingga remaja tersebut kurang memiliki dorongan untuk menambah kemampuannya untuk mencapai prestasi akademik. Oleh karena itu, kurangnya dorongan dalam pencapaian prestasi akademik tersebut menjadikan prestasi akademik yang dimiliki oleh remaja dengan harga diri yang tinggi cenderung rendah (Hall dan Lindsey, 1993).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat

  disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara harga diri dengan prestasi akademik pada remaja akhir. Hal ini berarti jika remaja memiliki harga diri yang tinggi maka prestasi akademik yang dimilikinya rendah. Sebaliknya remaja yang memiliki harga diri yang rendah akan memiliki prestasi akademik yang tinggi. Hasil penelitian melalui uji tambahan juga menunjukkan bahwa harga diri yang dimiliki subyek rendah.

B. Saran Bagi Peneliti Selanjutnya

  a. Bagi peneliti selanjutnya, apabila ingin meneliti mengenai hubungan antara variabel harga diri dengan prestasi akademik ini harusnya peneliti menggunakan subyek yang berbeda dengan subyek pada penelitian ini dan penelitian sebelumnya untuk membuktikan hubungan antara kedua variabel ini pada subyek yang berbeda.

  b. bagi peneliti selanjutnya, apabila ingin melakukan penelitian erupa hendaknya peneliti melihat factor-faktor yang sekiranya dapat mempengaruhi hasil penelitian, misalnya prose pengambilan data. data. hal ini dilakukan guna peneliti dapat mengontrol faktor-faktor yang nantinya akan muncul dalam proses pengambilan data sehingga proses pengambilan data tidak mempengaruhi hasil penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

  

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Diri. (4 Agustus 2010). Dipungut pada

  28 September 2010. http://www.episetrum.com

  

Hubungan Antara Self Esteem dan Subjective Well Being pada Remaja . (18 Mei

  2010). Dipungut pada 27 September 2010. http://widyatys.blogspot.com

Ihwal Kemerosotan Prestasi . (2 April 2010). Dipungut pada 27 September 2010.

http://www.kswmesir.com

  

Self Esteem. (28 Desember 2009). Dipungut pada 27 September 2010. http:/

  480n.wordpress.com

  

Yang Paling Diperlukan Anak: Harga diri . (11 September 2009). Dipungut pada

  28 September 2010. http://id.shvoong.com Azwar, Saifuddin. 1999. Penyusunan Skala Psikologi. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

  Azwar, Saifuddin. 1987. Tes Prestasi. Liberty: Yogyakarta. Caplin, J.P. 2006. Kamus Lengkap Psikologi penterjemah: Dr. Kartini KArtono.

  PT. Raja Grafindo: Jakarta. Coopersmith, Stanley. 1967. The Antecedent Of Self-Esteem. W.H. Freeman And Company: San Francisco.

  Hall, Calvin. S & Lindzey, Gardner. 1993. Teori-teori Psikodinamik (Klinis) Ed.

A. Supratiknya. Penerbit Kanisius: Yogyakarta.

  Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan . Erlangga: Jakarta. Yan, Ka. 2008. Penelitian Mengenai Hubungan Antara Learning Approach Dan

  Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas 1 SMU ‘X’ Di Bandung (Suatu Studi Mengenai Surface Approach, Deep Approach, dan Achieving Approach pada Mata Pelajaran Matematika). Jurnal PSIKOmedia (Jurnal Psikologi

  Universitas Kristen Maranatha) Rosyidi, Imron. (10 Februari 2009). Minder alias harga diri rendah. Dipungut pada 27 September 2010. http://imron46.blogspot.com Santoso, Agung. 2010. Statistik Untuk Psikologi: Dari Blog Menjadi Buku.

  Penerbit Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta. Supratiknya, A. 2000. Statistik Psikologi. PT. Grasindo: Jakarta. Supratiknya, A. 1998. Psikometri. Pusat Penerbitan dan Pemngembangan Sumber Belajar Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta.

  Suryabrata, Sumadi. 1984. Psikologi Pendidikan. CV. Rajawali: Jakarta. Tambunan, Raymond. 2001. Harga Diri Remaja (24 September 2001). Dipungut pada 18 April 2011. http:/www.e-psikologi.com/REMAJA/240901.htm.

  Widyastuti E & Kuswardani I. 2008. Hubungan Antara Harga Diri dan Prestasi Belajar Fisika Pada Siswa STM. Jurnal Psikohumanika, Vol. I, No. 1. Widodo, Budi P. 2004. Harga Diri Dan Kebutuhan Akan Privasi Pada Remaja

  (Studi Korelasi Di Sekolah Menengah Umum Kabupaten Pati). Jurnal Psikologi UNDIP, Vol 1, No. 2.

  LAMPIRAN

  

LAMPIRAN

1. Skala Uji Coba

  Yogyakarta, Desember 2010 Kepada : Yth. Saudara yang turut berpartisipasi dalam penelitian ini.

  Dengan hormat, kami : Nama : 1. Oktaviana Widyatningsih/ 079114098

  2. Anik Novitaliyanti/ 079114035 Fakultas : Psikologi Universitas : Sanata Dharma Sedang menyusun tugas akhir guna menyelesaikan tanggung jawab kami sebagai seorang mahasiswa. Oleh karena itu, kami mohon Anda untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan yang telah tersusun dalam skala ini. Semua tanggapan yang anda berikan akan dijaga kerahasiaannya. Oleh sebab itu, kami mengharapkan Anda untuk menjawab sesuai keadaan yang sebenarnya. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Anda untuk mengisi skala penelitian ini.

  Hormat kami,

DATA IDENTITAS

  Usia : Jenis kelamin :

  IPK : Agama :

BAGIAN I PETUNJUK PENGISIAN Berikut ini terdapat 60 buah pernyataaan, bacalah dan pahami setiap

  pernyataan tersebut dengan seksama. Berilah tanda centang atau cek list ( √) di dalam kotak yang telah tersedia yaitu:

  SS : Bila pernyataan tersebut “Sangat Sesuai” dengan diri anda. S : Bila pernyataan tersebut “Sesuai” dengan diri anda. TS : Bila pernyataan tersebut “Tidak Sesuai” dengan diri anda. STS : Bila pernyataan tersebut “Sangat Tidak Sesuai” dengan diri anda.

  Anda bebas untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan diri anda sendiri,

  

tidak ada jawaban yang benar ataupun salah karena jawaban anda

mencerminkan diri anda sendiri.

  Contoh cara pengisian : Pernyataan SS S TS STS

  Saya mampu membuat orang √ Ketika anda keliru dalam memberi tanda centang ( √) maka anda dapat mengganti jawaban anda dengan memberi tanda (

  √), Pernyataan SS S TS STS

  Saya mampu memimpin Orang lain akan tunduk pada gaya kepemimpinan saya Saya sulit mengatasi perselisihan yang ada dalam kelompok Pendapat saya dianggap penting dalam kelompok Orang tua bangga pada prestasi yang saya dapatkan Saya tidak berani mengingatkan teman yang melakukkan kesalahan Saya tidak mampu untuk bergaul Orang tua tidak peduli dengan apapun yang terjadi pada saya Saya menghormati orang tua Saya tidak suka merugikan orang lain Kelompok kurang menhargai pendapat dari

Dokumen baru

Download (91 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara kontrol diri dengan prestasi akademik pada mahasiswa.
0
0
102
Hubungan antara kontrol diri dengan prestasi akademik pada mahasiswa
0
1
100
Hubungan antara harga diri dengan
0
0
1
Hubungan antara harga diri dan pencapaia
0
0
7
Hubungan antara konsep diri dan penyesuaian diri pada remaja transeksual - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
8
Hubungan antara konsep diri dan penyesuaian diri pada remaja transeksual - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
13
Hubungan antara citra tubuh dengan harga diri pada remaja putri - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
38
Hubungan antara efikasi diri dan prestasi akademik - USD Repository
0
1
115
Hubungan antara body image dengan harga diri yang dimiliki oleh remaja putri SMU Negeri 1 Jatinom Klaten - USD Repository
0
0
95
Hubungan antara persepsi pola asuh orang tua demokratis dengan prestasi akademik pada remaja siswa SMP Negeri 3 Depok Yogyakarta - USD Repository
0
0
131
Hubungan antara pola asuh demokratis dengan harga diri pada remaja - USD Repository
1
2
99
Hubungan antara penyesuaian diri pribadi dan persahabatan pada remaja : studi pada siswa-siswi SMU BOPKRI I Yogyakarta - USD Repository
0
0
140
Hubungan antara kemampuan manajemen waktu dengan prestasi akademik pada mahasiswa yang bekerja - USD Repository
0
0
132
Hubungan antara dukungan sosial yang dipersepsikan dan harga diri remaja - USD Repository
0
0
84
Hubungan antara harga diri dengan motivasi berprestasi pada pemusik secara group (band) di Yogyakarta - USD Repository
0
0
109
Show more