Askep Ca Serviks

RP. 10,000

0
10
18
2 weeks ago
Preview
Full text
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan tidak
  normal dari sel-sel jaringan tubuh, yang dalam perkembanganya sel tersebut berubah menjadi sel kanker.Sel-sel kanker dapat menyebar kebagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkankematian. Kanker memiliki berbagai macam jenis dengan berbagai akibat dan salah satu jenis kanker adalah kanker serviks.
  D i I n d o n e s i a , s a m p a i s a a t i n i p e n y a k i t k a n k e r s e r v i k s m e r u p a k a n s a l a h s a t u penyebab kematian wanita yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negaralain di Asia, karena sebagian besar penderita kanker serviks di Indonesia baru datang berobat setelah stadium lanjut. Jika sudah pada stadium lanjut maka akan sulit untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal dan hal tersebut membuat penderita sangatkhawatir dan cemas dengan keadaannya.B. Rumusan Masalah
  1. Sebutkan pengertian kanker serviks ?
  2. Apa penyebab kanker serviks ?
  3. Bagaimana patofisiologi kanker serviks ?
  4. Bagaimana tanda dan gejala kanker serviks ?
  5. Bagaimana penatalaksanaan kanker serviks ?
  6. Bagaimana asuhan keperawatan kanker serviks ?C. Tujuan
  1. Untuk mengetahui pengertian kanker serviks
  2. Untuk mengetahui penyebab kanker serviks
  3. Untuk mengetahui patofisiologi kanker serviks
  4. Untuk mengetahui tanda dan gejala kanker serviks
  5. Untuk mengetahui penatalaksanaan kanker serviks 6. Untuk mengetahui asuhan keperawatan kanker serviks.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut
  rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal disekitarnya (FKUI, 2010; FKKP, 1997).
  Kanker Serviks adalah pertumbuhan sel-sel mulut rahim/serviks yang abnormal dimana sel-sel ini mengalami perubahan kearah displasia atau mengarah keganasan. Kanker ini hanya menyerang wanita yang pernah atau sekarang dalam status sexually active.B. Etiologi
  1. Umur pertama kali melakukan hubungan seksual Penelitian menunjukkan bahwa semakin muda wanita melakukan hubungan seksual semakin besar mendapat kanker serviks. Kawin pada usia 20 tahun dianggap masih terlalu muda
  2. Jumlah kehamilan dan partus Kanker serviks terbanyak dijumpai pada wanita yang sering partus. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks.
  3. Jumlah perkawinan Wanita yang sering melakukan hubungan seksual dan berganti- ganti pasangan mempunyai faktor resiko yang besar terhadap kankers serviks ini.
  4. Infeksi virus Infeksi virus herpes simpleks (HSV-2) dan virus papiloma atau virus kondiloma akuminata diduga sebagai factor penyebab kanker serviks
  5. Sosial Ekonomi Karsinoma serviks banyak dijumpai pada golongan sosial ekonomi rendah mungkin faktor sosial ekonomi erat kaitannya dengan gizi, imunitas dan kebersihan perseorangan. Pada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kurang hal ini mempengaruhi imunitas tubuh.
  6. Hygiene dan sirkumsisi Diduga adanya pengaruh mudah terjadinya kankers serviks pada wanita yang pasangannya belum disirkumsisi. Hal ini karena pada pria non sirkum hygiene penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan- kumpulan smegma.
  7. Merokok dan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) Merokok akan merangsang terbentuknya sel kanker, sedangkan pemakaian AKDR akan berpengaruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya erosi diserviks yang kemudian menjadi infeksi yang berupa radang yang terus menerus, hal ini dapat sebagai pencetus terbentuknya kanker serviks.C. Klasifikasi
  1. Klasifikasi klinis
  a. Stage 0: Ca.Pre invasive
  b. Stage I: Ca. Terbatas pada serviks
  c. Stage Ia ; Disertai inbasi dari stroma yang hanya diketahui secara histopatologis d. Stage Ib : Semua kasus lainnya dari stage I
  e. Stage II : Sudah menjalar keluar serviks tapi belum sampai kepanggul telah mengenai dinding vagina. Tapi tidak melebihi dua pertiga bagian proksimal
  f. Stage III : Sudah sampai dinding panggula dan sepertiga bagian bawah vagina g. Stage IIIB : Sudah mengenai organ-organ lain.
  2. Klasifikasi pertumbuhan sel kanker serviks
  a. Mikroskopis 1) Displasia Displasia ringan terjadi pada sepertiga bagaian basal epidermis.
  Displasia berat terjadi pada dua pertiga epidermihampir tidak dapat dibedakan dengan karsinoma insitu. 2) Stadium karsinoma insitu
  Pada karsinoma insitu perubahan sel epitel terjadi pada seluruh lapisan epidermis menjadi karsinoma sel skuamosa. Karsinoma insitu yang tumbuh didaerah ektoserviks, peralihan sel skuamosa kolumnar dan sel cadangan endoserviks. 3) Stadium karsionoma mikroinvasif.
  Pada karksinoma mikroinvasif, disamping perubahan derajat pertumbuhan sel meningkat juga sel tumor menembus membrana basalis dan invasi pada stoma sejauh tidak lebih 5 mm dari membrana basalis, biasanya tumor ini asimtomatik dan hanya ditemukan pada skrining kanker. 4) Stadium karsinoma invasive
  Pada karsinoma invasif perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol besar dan bentuk sel bervariasi. Petumbuhan invasif muncul diarea bibir posterior atau anterior serviks dan meluas ketiga jurusan yaitu jurusan forniks posterior atau anterior, jurusan parametrium dan korpus uteri. 5) Bentuk kelainan dalam pertumbuhan karsinoma serviks
  Pertumbuhan eksofilik, berbentuk bunga kol, tumbuh ke arah vagina dan dapat mengisi setengah dari vagina tanpa infiltrasi ke dalam vagina, bentuk pertumbuhan ini mudah nekrosis dan perdarahan. Pertumbuhan endofilik, biasanya lesi berbentuk ulkus dan tumbuh progesif meluas ke forniks, posterior dan anterior ke korpus uteri dan parametrium.
  Pertumbuhan nodul, biasanya dijumpai pada endoserviks yang lambatl aun lesi berubah bentuk menjadi ulkus.
  b. Markroskopis 1) Stadium preklinis
  Tidak dapat dibedakan dengan servisitis kronik biasa 2) Stadium permulaan
  Sering tampak sebagian lesi sekitar osteum externum 3) Stadium setengah lanjut
  Telah mengenai sebagian besar atau seluruh bibir porsio 4) Stadium lanjut
  Terjadi pengrusakan dari jaringan serviks, sehingga tampaknya seperti ulkus dengan jaringan yang rapuh dan mudah berdarah.D. Patofisiologi
  Bentuk ringan (displasia ringan dan sedang) mempunyai angka regresi yang tinggi. Waktu yang diperlukan dari displasia menjadi karsinoma insitu (KIS) berkisar antara 1 – 7 tahun, sedangkan waktu yang diperlukan dari karsinoma insitu menjadi invasif adalah 3 – 20 tahun (TIM FKUI, 2012).
  Proses perkembangan kanker serviks berlangsung lambat, diawali adanya perubahan displasia yang perlahan-lahan menjadi progresif. Displasia ini dapat muncul bila ada aktivitas regenerasi epitel yang meningkat misalnya akibat trauma mekanik atau kimiawi, infeksi virus atau bakteri dan gangguan keseimbangan hormon. Dalam jangka waktu 7 – 10 tahun perkembangan tersebut menjadi bentuk preinvasif berkembang menjadi invasif pada stroma serviks dengan adanya proses keganasan. Perluasan lesi di serviks dapat menimbulkan luka, pertumbuhan yang eksofitik atau dapat berinfiltrasi ke kanalis serviks. Lesi dapat meluas ke forniks, jaringan pada serviks, parametria dan akhirnya dapat menginvasi ke rektum dan atau vesika urinaria. Virus DNA ini menyerang epitel permukaan serviks pada sel basal zona transformasi, dibantu oleh faktor risiko lain mengakibatkan perubahan gen pada molekul vital yang tidak dapat diperbaiki, menetap, dan kehilangan sifat serta kontrol pertumbuhan sel normal sehingga terjadi keganasan (Suryohudoyo, 2010; Debbie, 2008).E. Tanda dan Gejala
  1. Keputihan Menurut Dalimartha (2014), gejala kanker serviks pada kondisi pra-kanker ditandai dengan Fluor albus (keputihan) merupakan gejala yang sering ditemukan getah yang keluar dari vagina ini makin lama akan berbau busuk akibat infe

Dokumen baru