PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
0
112
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI EVALUASI ASPEK HASIL LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL (Studi Evaluasi Aspek Hasil Pada Dua Topik Layanan Bimbingan Klasikal Di Kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh : Geta Ramadhani Idatama 091114070 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI EVALUASI ASPEK HASIL LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL (Studi Evaluasi Aspek Hasil Pada Dua Topik Layanan Bimbingan Klasikal Di Kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Disusun Oleh : Geta Ramadhani Idatama 091114070 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi manusia l ai n ” “Kita hanya bisa membalikkan jam, tanpa pernah bisa membalikkan waktu” “Berpikir positif dan selalu mensyukuri apa yang diberikan Allah” iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karya sederhana ini ku persembahkan untuk: Dunia Pendidikan terlebih Bimbingan dan Konseling Almamaterku Universitas Sanata Dharma Keluargaku tercinta: Kedua orangtuaku Bapak Suratno dan Ibu Sri Widarti Kakakku Mira Tusthi Idatama Suamiku Dewangga Saras Pradifta Anakku Abidzar Ramadhan Pradifta Aditama v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka dengan mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang lazim. Yogyakarta, 24 Februari 2014 Penulis, Geta Ramadhani Idatama vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pernyataan Persetujuan Publikasi Saya yang bertanda tangan dibawah ini mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Geta Ramadhani Idatama Nomer Induk Mahasiswa : 091114070 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: EVALUASI ASPEK HASIL LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL (Studi Evaluasi Aspek Hasil Pada Dua Topik Layanan Bimbingan Klasikal Di Kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013) beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan hak kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Yogyakarta, 24 Februari 2014 Yang menyatakan, Geta Ramadhani Idatama vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK EVALUASI ASPEK HASIL LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL (Studi Evaluasi Aspek Hasil Pada Dua Topik Layanan Bimbingan Klasikal Di Kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013) Geta Ramadhani Idatama Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek hasil layanan bimbingan klasikal di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013. Masalah yang diteliti adalah bagaimana ketercapaian tujuan layanan dasar BK komprehensif yang diberikan melalui bimbingan klasikal pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman sesuai dengan program kerja tahunan pelayanan bimbingan dan konseling di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman Tahun Ajaran 2012/2013 yang telah disusun oleh guru BK. Objek penelitian ini adalah layanan bimbingan klasikal sebagai salah satu bentuk strategi layanan dasar bimbingan dan konseling komprehensif di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Koefisien reliabilitas instrumen dalam penelitian ini adalah sebesar 0,86. Data yang diperoleh melalui kuesioner dianalisis dengan menggunakan teknis analisis data kuantitatif dengan kategorisasi tiga jenjang ordinal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan layanan bimbingan klasikal dengan topik Pencegahan HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah, tercapai. Hal ini terbukti dari data, 92% siswa pencapaiannya tinggi, 8% siswa pencapaiannya sedang dan tidak ada siswa yang pencapaiannya rendah terhadap tujuan layanan, hal tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMA N 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013 telah mencapai tujuan layanan topik bimbingan Pencegahan HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah yang telah ditetapkan dalam program kerja tahunan pelayanan bimbingan dan konseling di kelas XI SMA N 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Alhamdulillah terucap atas segala syukur nikmat yang Allah SWT berikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Penulisan skripsi ini terselesaikan dengan baik atas bantuan, semangat, dan doa dari berbagai pihak yang sangat mendukung penulis. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si selaku Kaprodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah membantu dan memberikan kelancaran dalam proses penyelesaian skripsi ini. 2. A. Setyandari, S.Pd., S.Psi., P.Si., M.A, selaku Wakaprodi Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah membantu dan memberikan kelancaran dalam proses penyelesaian skripsi ini. 3. J. Donal Sinaga, M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dengan penuh kesabaran dan ketekunan dalam membimbing dan mendampingi penulis pada setiap tahap dan seluruh proses penyusunan skripsi ini. 4. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah mencurahkan ilmunya dengan sepenuh hati sehingga berguna untuk bekal hidup. 5. Drs. Basuki Joko Purnomo, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman yang berkenan menerima dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. 6. Dra. Astutiningsih, S.Pd selaku koordinator Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman yang bersedia membantu, membimbing dan mengarahkan penulis dalam melaksanakan penelitian. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Seluruh Staf Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman yang berkenan menerima dan memberikan saran bagi penulis dalam melaksanakan penelitian. 8. Para siswa dan siswi kelas XI IPA dan XI IPS Tahun Ajaran 2012/2013 atas kebersamaan dan kebahagiaan saat pelaksanaan penelitian. 9. Orangtuaku, Bapak Suratno dan Ibu Sri Widarti yang selalu mengingatkan, memberikan memotivasi, semangat dan doa serta kasih sayang. 10. Suamiku, Dewangga Saras Pradifta yang selalu memberikan semangat dan selalu menemani dengan penuh kasih sayang. 11. Anakku, Abidzar Ramadhan Pradifta Aditama yang menjadi penyemangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 12. Clara Iyud dan Rahma, teman satu tim dalam penelitian ini yang memberikan masukan, ide dan semangat. 13. Mahasiswa BK USD angkatan 2009 yang memberikan motivasi dan kebahagiaan persahabatan. 14. St. Priyatmoko, atas kesabaran dalam membantu penulis mengurus administrasi perkuliahan. 15. Kepada seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi ini namun penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Penulis xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.................................... ii HALAMAN PENGESAHAN................................................................ iii HALAMAN MOTTO.............................................................................. iv HALAMAN PERSEMBAHAN............................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA................................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.................................. vii ABSTRAK............................................................................................... viii ABSTRACT............................................................................................... ix KATA PENGANTAR............................................................................. x DAFTAR ISI........................................................................................... xii DAFTAR TABEL................................................................................... xv DAFTAR DIAGRAM............................................................................ xvii DAFTAR GAMBAR.............................................................................. xviii DAFTAR LAMPIRAN........................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang............................................................................ 1 B. Rumusan Masalah....................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian........................................................................ 5 D. Manfaat Penelitian...................................................................... 5 E. Definisi Operasional................................................................... 7 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Bimbingan dan Konseling Komprehensif.................................. 8 1. Pengertian Bimbingan dan Konseling Komprehensif.......... 8 2. Sejarah Bimbingan dan Konseling Komprehensif............... 9 3. Tujuan dan Fungsi Bimbingan dan Konseling Komprehensif...................................................................... 10 4. Sifat Bimbingan dan Konseling Komprehensif................... 11 5. Landasan Bimbingan dan Konseling Komprehensif............ 13 6. Komponen Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif....................................................................... 14 7. Strategi Bimbingan dan Konseling Komprehensif............... 16 8. Ciri-ciri Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif....................................................................... 20 9. Mekanisme Bimbingan dan Konseling Komprehensif......... 22 10. Program Tahunan Layanan Bimbingan dan Konseling Kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013................................................................. 24 B. Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling............................. 25 1. Pengertian Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling..... 25 2. Jenis-jenis Evaluasi............................................................... 26 3. Tujuan Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling........... 27 4. Prinsip Dasar Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling............................................................................. 28 5. Evaluasi Hasil Program Bimbingan dan Konseling.............. 29 6. Prosedur Pelaksanaan Evaluasi Aspek Hasil......................... 30 7. Aspek Evaluasi Hasil Program BK....................................... 32 8. Pelaksanaan Evaluasi............................................................ 33 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian............................................................................. 35 B. Subyek Penelitian dan Sumber Informasi.................................... 36 C. Instrumen Penelitian.................................................................... 36 1. Skoring Instrumen................................................................. 38 2. Validitas Instrumen............................................................... 39 3. Reliabilitas Instrumen........................................................... 41 D. Desain Penelitian......................................................................... 42 E. Teknik Analisis Data................................................................... 43 F. Pelaksanaan Penelitian................................................................ 48 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian........................................................................... 51 B. Pembahasan................................................................................ 60 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan................................................................................ 65 B. Saran.......................................................................................... 65 C. Kelemahan Penelitian................................................................ 67 DAFTAR PUSTAKA........................................................................... 68 LAMPIRAN......................................................................................... 70 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Perbedaan Program Tradisional dan Komprehensif.................... 21 Tabel 2. Proporsi Perhatian dan Waktu Alokasi Program Bimbingan dan Konseling.................................................................................... 23 Tabel 3. Program Tahunan Layanan Bimbingan dan Konseling Kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013 (Dua Topik Layanan Bimbingan Klasikal: Pencegahan HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah)................................... 24 Tabel 4. Kriteria Keberhasilan Program Bimbingan Pada Aspek Hasil... 33 Tabel 5. Perencanaan Evaluasi Pada Aspek Hasil.................................... 34 Tabel 6. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Pengumpulan Data Pada Aspek Hasil........................................................................ 34 Tabel 7. Kisi-kisi Instrumen Evaluasi Hasil Layanan Bimbingan Klasikal tentang HIV dan AIDS............................................................... 37 Tabel 8. Kisi-kisi Instrumen Evaluasi Hasil Layanan Bimbingan Klasikal tentang Hikmah Suatu Masalah.................................................. 37 Tabel 9. Skoring........................................................................................ 38 Tabel 10. Kualifikasi Koefisien Korelasi Reliabilitas................................. 41 Tabel 11. Penggolongan Kategorisasi......................................................... 43 Tabel 12. Kategorisasi Aitem Topik HIV dan AIDS.............................. 45 Tabel 13. Kategorisasi Aitem Topik Hikmah Suatu Masalah................. 46 Tabel 14. Gambaran Pencapaian Tujuan Layanan Siswa Kelas XI Sebelum Diberikan Layanan Bimbingan................................... 51 Tabel 15. Gambaran Pencapaian Tujuan Layanan Siswa Kelas XI Sesudah Diberikan Layanan Bimbingan.................................... xv 53

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 16. Perbandingan Pencapaian Siswa terhadap Tujuan Layanan Bimbingan Sebelum Diberikan Layanan Bimbingan dan Sesudah Diberikan Layanan Bimbingan............................... 56 Tabel 17. Paired Samples Tes Pencapaian Tujuan Layanan Sebelum dan Sesudah Diberikan Layanan Bimbingan........................ xvi 59

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR DIAGRAM Diagram 1. Gambaran Pencapaian Tujuan Layanan Siswa Kelas XI Sebelum Diberikan Layanan Bimbingan......................... 53 Diagram 2. Gambaran Pencapaian Tujuan Layanan Siswa Kelas XI Sesudah Diberikan Layanan Bimbingan............................ 55 Diagram 3. Perbandingan Pencapaian Siswa terhadap Tujuan Layanan Program Bimbingan Sebelum Diberikan Layanan Bimbingan dan Sesudah Diberikan Layanan Bimbingan...................... xvii 58

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Kerangka Konseptual BK Perkembangan............................ 13 Gambar 2. Mekanisme Kerja Komponen Program BK Komprehensif... 22 Gambar 3. Desain Evaluasi Perencanaan Program Bimbingan pada Aspek Hasil........................................................................... xviii 42

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN Bab ini memaparkan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi bagian integral dalam proses pendidikan di sekolah. Bimbingan dan Konseling merupakan proses pemberian bantuan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin. Dalam kenyataan di lapangan, seringkali program BK tidak berjalan optimal sehingga tidak mampu menjangkau seluruh peserta didik untuk berkembang secara optimal. Misalnya, masih banyak siswa yang tidak disiplin, adanya tawuran, dan adanya bullying di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian dari tiga kota pelaksana survei mengenai gambaran bullying di sekolah, Yogyakarta mencatat angka tertinggi dibanding Jakarta dan Surabaya, yaitu ditemukan 70,65% kasus bullying di SMP dan SMA di Yogyakarta (kompas.com). BK menjadi salah satu bantuan untuk mengurangi beberapa peristiwa di atas. Agar BK sungguh-sungguh menjadi layanan yang membantu peserta didik perlu direncanakan berbasis hasil asesmen masalah dan kebutuhan siswa, dan bersifat sistemik. BK bersifat sistemik yaitu BK dilaksanakan sesuai dengan rencana, tertata baik sejak perencanaan, implementasi dan evaluasi.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Fakta di lapangan menunjukkan masih ada guru BK menyelenggarakan BK di sekolah tidak berdasarkan perencanaan yang baik dan tidak melakukan evaluasi. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru BK di salah satu SMK swasta di Klaten pada tanggal 18 Februari 2013, guru BK sekolah tersebut tidak membuat perencanaan program bimbingan secara baik, dan tidak melakukan evaluasi hasil program. Kondisi ini membuat guru BK dalam melaksanakan program BK kurang terencana, dan tidak melakukan evaluasi hasil program. Akibatnya kegiatan bimbingan tidak memberikan dampak bagi peserta didik. Hasil program bimbingan yang tidak dievaluasi akan berdampak pada ketidaktahuan guru BK apakah tercapai tujuan layanan yang telah ditetapkan, apakah program yang dilaksanakan memberikan dampak bagi perkembangan siswa, dan materi yang diberikan pada siswa selalu sama dari tahun ke tahun. Hal tersebut dapat menimbulkan kebutuhan siswa tidak terpenuhi dan masalah yang dialami siswa tetap ada atau tidak terselesaikan. Salah satu aspek program BK yang dievaluasi adalah hasil. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih ada guru BK tidak melakukan evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru BK di salah satu SMK swasta di Klaten pada tanggal 21 Desember 2013, guru BK sekolah tersebut tidak melakukan evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal pada awal dan akhir semester. Kondisi ini membuat guru BK tidak tahu ketercapaian tujuan layanan yang telah ditetapkan, tidak tahu program yang diberikan memberikan dampak bagi

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 perkembangan siswa atau tidak, dan dalam memberikan materi kepada siswa selalu sama dari tahun ke tahun. Berdasarkan fenomena di atas, maka dibutuhkan kegiatan evaluasi layanan bimbingan klasikal untuk menyusun ulang layanan bimbingan klasikal sehingga sungguh-sungguh memenuhi tujuan BK komprehensif yaitu optimalisasi perkembangan siswa. Evaluasi dilaksanakan untuk menemukan kekuatan dan kelemahan layanan bimbingan klasikal serta selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan. Maka dari itu guru BK sebagai evaluator dituntut untuk mampu dan terampil dalam melakukan evaluasi terhadap layanan yang diberikan kepada siswa. Salah satu strategi BK Komprehensif pada layanan dasar yang dapat dievaluasi adalah layanan bimbingan klasikal. Layanan bimbingan klasikal dapat dievaluasi karena layanan tersebut diberikan secara teratur oleh guru BK di kelas. Evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal dapat memberikan bantuan kepada guru BK dalam menilai ketercapaian kompetensi/tujuan layanan yang telah ditetapkan. Penelitian yang dilakukan Rachmalia (Badrujaman,2011:7) mengenai pelaksanaan pokok tugas guru BK menunjukkan bahwa untuk aspek evaluasi bimbingan dan konseling masih belum banyak dilakukan. Dalam kenyataan di lapangan, guru BK yang melakukan evaluasi layanan untuk mengetahui seberapa sukses layanan yang diberikan yang menjawab “selalu” sebanyak 18,75%, “sering” 25%, “kadang-kadang” 50%, “pernah” 6,25% dan “tidak pernah” 0%.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Fenomena di lapangan itu memberi gambaran bahwa guru BK masih memiliki keterbatasan untuk melakukan evaluasi terhadap layanan yang mereka selenggarakan. Pada satu sisi mereka sadar bahwa evaluasi merupakan kegiatan yang menjadi kebutuhan mereka untuk dilakukan, akan tetapi di sisi lain, mereka kurang memiliki pengetahuan mengenai evaluasi program bimbingan dan konseling itu sendiri. Penelitian ini dilaksanakan bersamaan dengan evaluasi pada aspek input dan tujuan (perencanaan) dan evaluasi pada aspek proses. Penelitian ini dilakukan sebagai kelanjutan dari evaluasi perencanaan dan evaluasi proses untuk mengetahui lebih mendalam pada aspek hasil dua topik layanan bimbingan klasikal sebagai fakta perbaikan program bimbingan dan konseling yang telah disusun. Penelitian dilaksanakan di SMA N 1 Ngemplak dengan alasan bahwa sekolah tersebut telah memiliki program bimbingan dan konseling komprehensif dan telah dijalankan dengan ditandai adanya jadwal tatap muka terstruktur, penanganan responsif, perencanaan individual dan dukungan sistem yang dilaksanakan dengan baik. selain hal tersebut pemilihan sekolah juga dipengaruhi oleh jumlah siswa dan warga sekolah yang ramah serta memberikan ijin untuk penelitian. Penelitian ini lebih menekankan pada aspek hasil layanan bimbingan klasikal pada dua topik layanan bimbingan yaitu Pencegahan HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah. Penelitian ini berjudul “Evaluasi Aspek Hasil Layanan Bimbingan Klasikal (Studi Evaluasi Aspek Hasil Pada Dua

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Topik Layanan Bimbingan Klasikal Di Kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013)”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: “Bagaimana tingkat ketercapaian tujuan layanan dasar BK komprehensif yang diberikan melalui bimbingan klasikal pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman, Tahun Ajaran 2012/2013?” C. Tujuan Penelitian Penelitian bertujuan untuk: “Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan layanan dasar BK Komprehensif yang diberikan melalui bimbingan klasikal pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman, Tahun Ajaran 2012/2013.” D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi dan wawasan bagi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan studi evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. 6 Manfaat Praktis a. Bagi Guru BK Hasil evaluasi pada aspek hasil layanan bimbingan klasikal ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi Guru BK untuk menilai apakah layanan bimbingan klasikal yang telah dilaksanakan telah mencapai kompetensi/tujuan layanan yang telah ditetapkan dalam program bimbingan dan untuk mengetahui apakah layanan bimbingan klasikal yang telah dilaksanakan memberikan dampak pada siswa atau tidak. Penelitian ini juga membantu Guru BK dalam melakukan evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal kelak. b. Bagi Siswa Evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal ini diharapkan bisa memberikan dampak yang positif bagi perkembangan siswa melalui layanan bimbingan klasikal yang komprehensif. c. Bagi Peneliti Lain Evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai sebagai sumber referensi, inspirasi dan data apabila kelak ingin melakukan evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 E. Definisi Operasional 1. Bimbingan Klasikal Bimbingan klasikal merupakan layanan pemberian informasi dengan dua topik bimbingan yaitu Pencegahan HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah kepada semua siswa kelas XI SMA N 1 Ngemplak yang disajikan secara sistematis demi perkembangan siswa secara optimal. 2. Evaluasi Hasil Layanan Bimbingan Klasikal Evaluasi hasil merupakan evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian tujuan layanan yang telah ditetapkan dalam bimbingan klasikal di kelas XI SMA N 1 Ngemplak dan untuk mengetahui perbedaan pencapaian tujuan layanan sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan klasikal. Tolok ukur tingkat ketercapaian tujuan layanan bimbingan klasikal di kelas XI SMA N 1 Ngemplak Sleman pada topik Pencegahan HIV dan AIDS adalah meningkatnya pemahaman siswa tentang tata cara pencegahan HIV dan AIDS, sedangkan pada topik Hikmah Suatu Masalah adalah meningkatnya kesadaran siswa untuk mandiri dalam menghadapi masalah kehidupan.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini memaparkan kajian teoritis mengenai bimbingan klasikal sebagai salah satu strategi layanan dasar dalam Bimbingan dan Konseling Komprehensif dan Konsep Dasar Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling. A. Bimbingan dan Konseling Komprehensif 1. Pengertian Bimbingan dan Konseling Komprehensif Menurut American School Counseling Association (ASCA), bimbingan dan konseling komprehensif adalah komponen dari keseluruhan layanan bimbingan yang meliputi berbagai intervensi yang terencana dalam bidang pendidikan dan program layanan kemanusiaan lainnya yang menyangkut semua lingkup kehidupan manusia untuk menstimulasi dan memfasilitasi perkembangan individu dalam semua area perkembangannya (personal, sosial, emosi, karir, moral-etika, kognitif, dan estetika) dan memantapkan kesatupaduan area perkembangan ke dalam gaya hidupnya. Menurut Gysbers & Henderson (2006), bimbingan dan konseling komprehensif adalah kerangka kerja BK yang layanan dan aktivitasnya dirancang, direncanakan dan dikoordinasikan berdasarkan kebutuhan siswa, sekolah, dan masyarakat, dalam upaya membantu semua siswa. Menurut Yusuf (2009), bimbingan dan konseling komprehensif adalah proses pemberian bantuan dari konselor kepada semua peserta didik yang diberikan secara berkesinambungan dalam semua tahap perkembangan, melalui penciptaan lingkungan yang kondusif, agar peserta

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 didik mampu mengaktualisasikan potensi dirinya secara optimal. Dari beberapa hakikat bimbingan dan konseling komprehensif tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling komprehensif adalah program BK yang dirancang oleh guru BK secara sistemik untuk perkembangan optimal siswa dengan melibatkan semua komponen yang terlibat dalam proses pendidikan. 2. Sejarah Bimbingan dan Konseling Komprehensif Bimbingan dan konseling di Indonesia mengalami pasang surut. Pada perkembangannya pola atau model bimbingan dan konseling mengalami perubahan-perubahan. Pelayanan bimbingan dan konseling telah resmi memasuki sekolah-sekolah, yaitu dengan dicantumkannya pelayanan tersebut pada kurikulum 1975 yang berlaku di sekolah-sekolah seluruh Indonesia, pada jenjang SD, SLTP, dan SLTA. Tahun 1984 keberadaan bimbingan dan konseling lebih dimantapkan lagi dengan adanya bimbingan dan konseling di sekolah. Pola yang digunakan oleh guru BK pada awalnya tidak jelas. Ketidakjelasan tersebut mengakibatkan bimbingan dan konseling dianggap negatif kemudian, banyak upaya yang dilakukan agar bimbingan dan konseling memiliki payung atau berlabuh pada pola yang lebih menjelaskan fungsi adanya bimbingan dan konseling di sekolah. Adanya tekad dari para guru BK lahirlah pola 17 dalam program bimbingan dan konseling. Adanya pola 17 ini bimbingan dan konseling di institusi pendidikan mulai menemukan jalan terang membantu para peserta didik

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 memenuhi tugas perkembangannya. Dalam prosesnya keterlaksanaan program bimbingan dan konseling dengan pola 17 ini mengalami penyempurnaan melalui tahapan evaluasi. Bimbingan dan konseling masih belum dikenal oleh masyarakat awam, maka pada tahun 2000-an lahirlah program bimbingan dan konseling komprehensif (Santoadi, 2010). 3. Tujuan dan Fungsi Bimbingan dan Konseling Komprehensif Tujuan bimbingan dan konseling adalah agar sesama manusia mampu mengatur kehidupannya sendiri, menjamin perkembangan dirinya sendiri seoptimal mungkin, memikul langsung tanggung jawab sepenuhnya atas arah hidupnya sendiri, menggunakan kebebasannya sebagai manusia secara dewasa dengan berpedoman pada cita-cita yang mewujudkan semua potensi yang baik padanya, dan menyelesaikan semua tugas yang dihadapi dalam kehidupan ini secara memuaskan (Winkel dan Hastuti, 2010). Tujuan bimbingan dan koseling memiliki khas tersendiri, yaitu bantuan yang diberikan adalah bantuan secara psikis atau bersifat psikologis. Tujuan layanan bimbingan diberikan kepada individu atau kelompok agar dapat memenuhi tugas perkembangannya dengan optimal. Menurut Winkel dan Hastuti (2010) bimbingan dan konseling memiliki fungsi yang khas bila dibandingkan dengan sub bidang dari bidang pembinaan siswa. Fungsinya yang khas bersumber pada corak pelayanan sebagai bantuan bersifat psikis atau psikologis. Fungsi pokok bimbingan dan konseling terbagi dalam tiga fungsi yaitu:

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 a. Fungsi Penyaluran Fungsi penyaluran adalah fungsi bimbingan dalam membantu siswa mendapatkan program studi yang sesuai baginya. Mengajarkan siswa untuk dapat memilih ekstrakurikuler yang akan diikuti. Menentukan program studi lanjut yang sesuai dengan dirinya. Membantu siswa dalam menentukan pilihannya. b. Fungsi Penyesuaian Fungsi penyesuaian adlah fungsi bimbingan dalam membantu siswa menemukan cara menempatkan diri secara tepat dalam berbagai keadaan dan situasi yang dihadapi. Fungsi ini lebih mengarahkan untuk mengubah pemikiran siswa untuk lebih dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. c. Fungsi Pengadaptasian Fungsi pengadaptasian adalah fungsi yang digunakan untuk melayani stakeholders selain siswa. Fungsi ini lebih mengarahkan rangkaian kegiatan pendidikan dan pengajaran agar sesuai dengan kebutuhan siswa. 4. Sifat Bimbingan dan Konseling Komprehensif Program bimbingan dan konseling komprehensif bersifat sistemik (Santoadi, 2010). Program bersifat sistemik yaitu program dilaksanakan sesuai dengan rencana, tertata baik sejak perencanaan, implementasi dan evaluasi. Sifat sistemik dalam program bimbingan dan konseling komprehensif dapat terlihat dalam beberapa hal berikut:

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 a. Assesmen kebutuhan siswa dan stakeholder b. Layanan bimbingan dan konseling menyeluruh kepada siswa dan stakeholder c. Program bimbingan dan konseling sistemik dapat melibatkan stakeholder relevan, tidak saja sebagai penerima layanan, tetapi juga sebagai rekan dalam memberikan layanan yang relevan. d. Evaluasi proses,hasil dan dampak yang menjangkau siswa dan stakeholder. Program bimbingan dan konseling bersifat sistemik dilakukan dengan tujuan jangka panjang untuk membentuk lingkungan perkembangan (Santoadi, 2010). Menurut Gysbers & Henderson (2006) sifat program bimbingan dan konseling komprehensif ini dapat dimaknai sebagai berikut: a. Program bimbingan dan konseling bersifat kompatibel, yang berarti dalam pendidikan memiliki standar kompetensi tertentu yang harus dicapai oleh siswa. b. Program bimbingan dan konseling bersifat pengembangan, yang berarti konselor mampu membantu siswa dalam mengatasi permasalahan dan membantu siswa untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi pribadi yang utuh.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 c. Program bimbingan dan konseling melibatkan kolaborasi (komprehensif) yang berasumsi bahwa tanggungjawab kegiatan bimbingan melibatkan seluruh warga sekolah. d. Program bimbingan dan konseling dikembangkan secara sistematis dari mulai perencanaan, desain, implementasi, evaluasi, dan berkelanjutan (terstruktur dan tepat sasaran). 5. Landasan Bimbingan dan Konseling Komprehensif Bimbingan dan Konseling Perkembangan merupakan dasar dari munculnya Bimbingan dan Konseling Komprehensif. Bimbingan dan Konseling Perkembangan diartikan sebagai perspektif atau pendekatan dalam bimbingan dan konseling yang berlandaskan pada teori-teori perkembangan dan bertujuan perkembangan optimal dalam mengembangkan lingkungan individu ke perkembangan arah yang mendukung. Menurut Santoadi (2010:27) Kerangka konseptual Bimbingan dan Konseling Perkembangan adalah sebagai berikut. Positif psycology + Developmental theory Kerangka Teoritik Bimbingan dan konseling (berorientasi) perkembangan manusia (peserta didik),lingkungan-lingkungan hidup peserta didik. Apa Model pengelolaan program yang sesuai? Manajemen Program BK Komprehensif Level teoritik/ Pendekatan Level praktik implementasi Gambar 1: Kerangka Konseptual Bimbingan dan Konseling Perkembangan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Dari gambar kerangka konseptual bimbingan dan konseling perkembangan tersebut tampak bahwa kerangka teoritik manajemen program BK komprehensif adalah psikologi positif dan teori perkembangan dengan alasan BK tidak hanya berurusan dengan perilaku peserta didik yang maladaptif dan mencegah perilaku maladaptif tersebut, tetapi BK lebih berorientasi pada perkembangan manusia (peserta didik, lingkungan-lingkungan hidup peserta didik) supaya berkembang menjadi perilaku efektif. 6. Komponen Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif Menurut Winkel (2010:120), komponen program bimbingan ialah saluran khusus untuk melayani para siswa, rekan tenaga pendidik yang lain dan orang tua siswa. Seluruh saluran itu mencakup sejumlah kegiatan bimbingan yang dapat diprogramkan sebagai kegiatan rutin sehingga terlaksana secara kontinu dan berkesinambungan atau diprogramkan sebagai kegiatan insidental sehingga terlaksana menurut kebutuhan pada waktu-waktu tertentu saja. Menurut Santoadi (2010:43), program Bimbingan dan Konseling Komprehensif terdiri dari empat komponen penting: a. Kurikulum Bimbingan (School Guidance Curriculum) Kurikulum bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada semua siswa melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis demi perkembangan siswa secara optimal.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Semua kegiatan bimbingan terprogram yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kelompok kecil maupun kelompok besar (kelas) bagi siswa dan pihak lain, misalnya program pendidikan keorangtuaan. Kurikulum bimbingan ini berupa layanan yang sekuensial sehingga perhatian pada fungsi developmental dapat terjaga. Kegiatan-kegiatan terprogram ini berpusat pada fungsi developmental dalam bidang perkembangan personal-sosial, akademik dan karier. b. Perencanaan Individual (Individual Students Planning) Perencanaan individual adalah proses bantuan yang diberikan kepada para siswa dengan tujuan agar mereka mampu merumuskan dan melakukan kegiatan sesuai dengan masa depan yang ingin diraih. Semua aktivitas yang dipusatkan untuk membantu siswa mengembangkan, menganalisis perencanaan-perencanaan karier, studi, pengembangan diri personal dan sosial. Beberapa peran konselor yang terkait dengan komponen ini adalah membantu dalam asesmen diri dan lingkungan, penempatan, memberi saran, pertemuan kelompok dan konseling individual yang berisi proses membantu perencanaan. c. Pelayanan Responsif (Responsive Services) Pelayanan responsif adalah bantuan yang diberikan kepada para siswa yang memiliki kebutuhan atau masalah yang harus segera diselesaikan. Pelayanan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhankebutuhan para siswa dan stakeholder lain yang membutuhkan penanganan segera. Beberapa bentuk layanan responsif antara lain:

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 konseling indiviual maupun kelompok, penyebaran informasi, penanganan krisis, konsultasi dan atau referal. d. Sistem Pendukung (System Support) Sistem pendukung adalah komponen layanan yang tidak secara langsung memberikan bantuan kepada para siswa. Peran-peran manajemen program dari pembuatan program, menjamin implementasi, evaluasi, studi tindak lanjut dan pengembangan program, hubungan masyarakat untuk memasyarakatkan program Bimbingan da n Konseling Komprehensif, dan penjangkauan komunitas adalah bagian penting dari dukungan sistem. 7. Strategi Bimbingan dan Konseling Komprehensif Strategi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling komprehensif terkait dengan empat komponen program yaitu layanan dasar, layanan responsif, layanan perencanaan individual, dan sistem pendukung. a. Strategi Layanan Dasar Layanan dasar merupakan proses pemberian bantuan kepada semua siswa melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis demi perkembangan siswa secara optimal. Strategi layanan dasar terdiri dari bimbingan klasikal dan kelompok. 1) Bimbingan klasikal Bimbingan klasikal diberikan dalam rangka layanan orientasi dan informasi kepada semua siswa yang disajikan secara sistematis

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 demi perkembangan siswa secara optimal. Strategi pemberian informasi bisa dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dilakukan secara langsung apabila konselor mengadakan pertemuan tatap muka dengan para siswa. Pemberian informasi secara tidak langsung dapat diselenggarakan melalui folder, papan bimbingan, kliping, brosur, dan sebagainya. 2) Bimbingan kelompok Bimbingan kelompok dilakukan dengan tujuan untuk menanggapi kebutuhan dan permasalahan siswa. Kelompok yang dibentuk biasanya beranggotakan antara 5 sampai 10 siswa. Jenis layanan ini diberikan untuk menjawab kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi para siswa. Topik yang dibicarakan adalah bersifat umum dan tidak bersifat rahasia. b. Strategi Layanan Responsif Layanan responsif merupakan bantuan yang diberikan kepada para siswa yang memiliki kebutuhan atau masalah yang harus segera diselesaikan. Strategi layanan responsif antara lain mencakup konseling, referal, bimbingan teman sebaya, konferensi kasus, dan kunjungan rumah (home visit). 1) Konseling Konseling dapat diberikan secara individual maupun kelompok. Konseling individual diberikan secara pribadi dan bertatap muka

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 secara langsung. Konseling kelompok dilaksanakan untuk membantu siswa memecahkan permasalahan melalui kelompok. 2) Referal Referal adalah pengalihtanganan siswa kepada pihak yang lebih bisa memberikan bantuan lebih baik. 3) Bimbingan teman sebaya Bimbingan teman sebaya adalah bimbingan yang diberikan diantara teman sebaya. Siswa yang memberikan bimbingan mendapatkan pelatihan dari guru BK. 4) Konferensi kasus Konferensi kasus adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas permasalahan siswa. 5) Kunjungan rumah (home visit) Kunjungan rumah dilakukan dengan cara berkunjung ke tempat tinggal siswa. Tujuannya untuk mengenal latar belakang siswa dengan lebih baik dan memperoleh data atau informasi mengenai siswa yang bersangkutan. c. Strategi Perencanaan Individual Perencanaan individual merupakan proses bantuan yang diberikan kepada para siswa dengan tujuan agar mereka mampu merumuskan dan melakukan kegiatan sesuai dengan masa depan yang ingin diraih. Strategi perencanaan individual dapat dilaksanakan dalam rangka

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 pemilihan kegiatan atau penjurusan. Pelaksanaan perencanaan individual bisa dilakukan melalui: 1) Strategi penilaian individual atau kelompok Proses penilaian individual atau kelompok dilaksanakan dengan cara menganalisa dan menilai kemampuan, minat, ketrampilan, serta prestasi belajar siswa. 2) Strategi pemberian nasehat individual atau kelompok Melalui strategi pemberian nasehat individual atau kelompok, guru BK memberikan nasehat kepada para siswa untuk menggunakan hasil penilaian tentang dirinya. d. Strategi Sistem Pendukung Sitem pendukung merupakan komponen layanan yang tidak secara langsung memberikan bantuan kepada para siswa. Ada dua strategi yang penting dalam sistem pendukung, yaitu: 1) Pemberian layanan konsultasi dan kolaborasi Konsultasi dilakukan guru BK kepada pihak-pihak yang menentukan keberhasilan proses layanan kepada siswa dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan untuk memperlancar usaha membantu para siswa. Sedangkan kolaborasi dilakukan guru BK untuk menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang lebih luas.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 2) Kegiatan manajemen Kegiatan manajemen dilakukan dengan tujuan untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan mutu program BK. Kegiatan ini mencakup usaha-usaha untuk mengembangkan program, pengembangan staf, pemanfaatan sumber daya, dan penataan kebijakan. 8. Ciri-ciri Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif Program BK perkembangan. komprehensif Menurut adalah Santoadi implikasi (2010) dari ciri-ciri prinsip BK program BK komprehensif sebagai berikut: a. Bimbingan dan konseling berfungsi berdasarkan kerangka kerja developmental dan menjadi bagian intregal dari pendidikan di sekolah. b. Mengurangi penekanan pada kegiatan administratif dan klerikal. c. Meningkatkan aktivitas layanan bimbingan yang berupa kelompok yang dirancang untuk mendukung siswa mengembangkan kemampuan personal-sosial-edukasional dan karier. d. Proaktif dan preventif: BK perkembangan memberikan layanan yang bertujuan kuratif-remidial sebagai langkah awal untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi pengembangan perilaku efektif selanjutnya. BK perkembangan tidak dipraktikkan dengan menunggu persoalan muncul, tetapi juga melakukan hal-hal lain untuk mengembangkan berbagai macam keterampilan.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 e. Data awal digunakan sebagai landasan program. Program BK komprehensif harus memiliki data awal yang berkualitas. Data awal yang berkualitas beserta analisis kebutuhan yang berkualitas menjadi dasar bagi pengembangan. Alasan mendasar pentingnya program bimbingan dan konseling komprehensif adalah agar pelayanan program bimbingan dan konseling di sekolah memberikan dampak yang positif bagi peserta didik dan pihak-pihak lain yang juga dilayani. Ada beberapa perbedaaan ciri antara program bimbingan dan konseling komprehensif ini dibandingkan dengan program yang “tradisional”, seperti dikemukakan di bawah ini. Tabel 1: Perbedaan Program Tradisional dan Komprehensif Pendekatan Tradisional Program Komprehensif 1. Reaktif 1. Proaktif 2. Proses 2. Hasil/Baku mutu 3. Berfokus pada posisi 3. Berfokus pada program 4. Layanan 4. Program 5. Konseling individual 5. Individual/kelompok/kelas a. Apa yang dilakukan a. Apa yang dipelajari konselor siswa b. Tidak semua siswa b. 100% program untuk semua siswa

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 9. Mekanisme Bimbingan dan Konseling Komprehensif Menurut Sinaga (2012) mekanisme bimbingan dan konseling komprehensif dapat digambarkan sebagai berikut. Asesmen Lingkungan Harapan dan Kondisi Lingkungan x Perangkat Tugas Perkembangan/ (Kompetensi/ kecakapan hidup nilai dan moral peserta didik) x Tataran Tujuan Bimbingan dan Konseling (Penyadaran. Akomodasi, Tindakan) x Permasalahan yang perlu Asesmen Perkembangan Konseli Harapan dan Kondisi Konseli KOMPONEN PROGRAM o Pelayanan Dasar Bimbingan dan Konseling (Untuk seluruh peserta didik dan Orientasi Jangka Panjang) o Pelayanan Responsif (Pemecahan Masalah, Remidiasi) o Pelayanan Perencanaan (Perencanaan Pendidikan, Karier, Personal, mSboasiral)1. o Dukungan Sistem (Aspek Manajemen dan Pengembangan) STRATEGI P ELA Y A N A N  Pelayanan Orientasi  Pelayanan Informasi 3)  Bimbingan 4) Kelompok  Bimbingan Kl5a)sikal  Konseling 6) Individual  Rujukan (Refe7r)al)  Bimbingan Te8m)an sebaya 9)  Pengembangan 1 0) Media  Instrumensasi11)  Penilaian Individual atau Kelompo1k2)  Penempatan d1an3) Penyaluran 14)  Kunjungan Rumah  Konferensi Ka1s5u)s  Kolaborasi Gu1r6 u)  Kolaborasi 17) Orangtua  Kolaborasi Ahli Lain  Konsultasi  Akses Informasi dan Teknologi  Sistem Manajemen  Evaluasi, Akuntabilitas  Pengembangan Profesi Gambar 2: Mekanisme Kerja Komponen Program BK Komprehensif Dari gambar mekanisme kerja komponen program BK Komprehensif t e rs e b u t t a m p a k b a h wa p ro g ra m B K d i m u l a i d a ri a s e s m e n k e b u t u h a n . Ha s i l

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 asesmen dianalisis untuk meggambarkan kebutuhan konseli (harapan dan k o n d i s i k o n s e l i s e r t a h a r a p a n d a n k o n d i s i l i n g k u n ga n ) . D a r i d a t a t e r s e b u t disusun program BK. Program BK terdiri dari empat komponen. Komponen program BK tersebut dilaksanakan melalui sejumlah strategi. Empat komponen tersebut, dalam pelaksanaan harus proposional dengan proposi tertentu. Berikut ini proporsi perhatian dan waktu yang harus dialokasikan untuk implementasi komponen-komponen program bimbingan dan Konseling komprehensif yang rekomendasikan oleh ASCA (American School Counseling Association). Tabel 2: Proporsi Perhatian dan Waktu Alokasi Program Bimbingan dan Konseling Komponen Program Sekolah Dasar Sekolah Sekolah (Program Componen) (Elementary Menengah Menengah Atas School) Pertama (High School) (Middle School) Kurikulum Bimbingan 35-45% 25-35% 15-25% (Guidance Curriculum) Perencanaan Individu 10-30% 15-25% 25-35% (Individual Planning) Layanan Responsif 30-40% 30-40% 25-35% (Responsive Services) Sistem pendukung 10-15% 10-15% 10-20% (Systek Support)

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 10. Program Tahunan Layanan Bimbingan dan Konseling Kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013 (Dua Topik Layanan Bimbingan Klasikal: Pencegahan HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah) Program tersebut dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini. No. 1. 2. Tabel 3: Program Tahunan Layanan Bimbingan dan Konseling Kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013 (Dua Topik Layanan Bimbingan Klasikal: Pencegahan HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah) Pelayanan Dasar Bidang Pribadi Peningkatan kesadaran yang mantap tentang kehidupan mandiri secara emosional, intelektual dan ekonomi Bidang Sosial Peningkatan kesadaran akan pentingnya hubungan teman sebaya sehat Tujuan Tolok Ukur Keberhasilan Strategi layanan Sasaran Pelaksana Membantu siswa meningkatkan pemahaman tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi Meningkatnya kesadaran siswa untuk mandiri dalam menghadapi masalah kehidupan Layanan bimbingan klasikal, Layanan informasi tentang Hikmah suatu masalah XI Guru BK Membantu siswa memiliki kesadaran pentingnya hubungan teman sebaya yang sehat dalam perannya sebagai pria dan wanita Meningkatnya pemahaman siswa tentang cara pencegahan HIV dan AIDS Layanan bimbingan klasikal, Layanan informasi tentang Pencegahan HIV dan AIDS XI Guru BK

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 B. Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling 1. Pengertian Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling Menurut Winkel (2010) evaluasi program bimbingan dan konseling dibagi menjadi tiga yaitu: evaluasi isi, evaluasi cara melakukan dan evaluasi waktu pelaksanaan. Evaluasi isi meliputi evaluasi hasil dan evaluasi proses, pada evaluasi cara melakukan meliputi evaluasi spontan dan evaluasi dengan riset dan evaluasi waktu pelaksanaan berisi evaluasi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Groundlund (Badrujaman, 2011:12) mengemukakan evaluasi sebagai proses sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah tercapai. Tyler (Badrujaman, 2011:15) memandang evaluasi sebagai bagian proses penentu arah mengaktualisasikan tujuan pendidikan. Tyler menganggap evaluasi merupakan proses membandingkan antara tujuan yang ditetapkan dengan tujuan yang dapat dicapai. Menurut Owen (Badrujaman, 2011:16), evaluasi merupakan sebuah proses penyediaan informasi yang didisain untuk membantu membuat keputusan mengenai objek yang dievaluasi. Owen menegaskan bahwa penyediaan informasi sebagai dasar membuat keputusan merupakan proses yang memiliki perencanaan. Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa evaluasi program BK adalah sebuah proses sistematis dalam memberikan penilaian keberhasilan program BK yang

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 dilakukan melalui pengumpulan informasi dan analisis data dalam rangka membuat keputusan 2. Jenis-jenis Evaluasi a. Model Evaluasi Goal Attainment Menurut Tyler (dalam Fitzpatrick, et.al,2004:80) model Evaluasi Goal Attainment merupakan model evaluasi yang sederhana. Penekanan evaluasi hanya pada aspek hasil saja membuat evaluasi lebih mudah dipahami, diikuti dan diimplementasikan. b. Model Evaluasi Fomatif dan Summatif Model evaluasi formative dan summative dikemukakan oleh Scriven. Menurut Scriven (dalam Badrujaman, 2011:43) evaluasi formatif sebagai suatu evaluasi yang biasanya dilakukan ketika suatu produk atau program tertentu sedang dikembangkan dan biasanya dilakukan lebih dari sekali dengan tujuan untuk melakukan perbaikan. Sedangkan, evaluasi sumatif merupakan evaluasi yang menilai hasil program atau akibatnya. Pelaksanaan evaluasi dilakukan setelah berakhirnya kegiatan belajarmengajar. c. Model Evaluasi Responsif Menurut Stake (dalam Badrujaman, 2011:49) model evaluasi responsif adalah sebuah pendekatan untuk evaluasi pendidikan dan program lainnya. Evaluasi responsif lebih berorientasi pada aktivitas, keunikan dan keragaman sosial dari program.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 d. Model Evaluasi CIPP Stufflebeam (dalam Badrujaman, 2011:54) melihat evaluasi sebagai sebuah tahapan yang sistematis dan menyeluruh. Terdapat empat komponen evaluasi yang juga merupakan tahapan dalam evaluasi. Keempat komponen tersebut adalah context, input, process, serta product. 3. Tujuan Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling Tujuan evaluasi program bimbingan dan konseling menurut Badrujaman (2011:19) yaitu: a. Memperbaiki praktik penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Dalam hal ini evaluasi merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengungkap berbagai kelebihan dan kelemahan program. Setelah kelemahan dapat dideteksi, maka selanjutnya adalah informasi berkenaan dengan faktor-faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Berdasarkan informasi itulah guru BK dapat melakukan perbaikan dan pengembangan program. b. Evaluasi merupakan alat untuk meningkatkan akuntabilitas program bimbingan dan konseling di mata stakeholder, seperti guru, kepala sekolah, orangtua dan khususnya siswa. Program yang akuntabel adalah program yang dapat diketahui sejauh mana pencapaian dari tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi membuat para stakeholder yang memiliki kepentingan berkenaan dengan penyelenggaraan program BK memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada program dan personel BK.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 4. Prinsip Dasar Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling Menurut Badrujaman (2011:20), ada tujuh prinsip dasar dalam evaluasi program bimbingan dan konseling. Ketujuh prinsip dasar tersebut meliputi: a. Evaluasi yang efektif membutuhkan pengenalan atas tujuantujuan program. Evaluasi akan berjalan efektif apabila guru BK tahu dengan jelas tujuan-tujuan program yang telah dibuat. b. Evaluasi yang efektif membutuhkan kriteria pengukuran yang valid. Evaluasi akan efektif apabila guru BK tahu kriteria pengukuran yang digunakan dalam melakukan evaluasi supaya hasil pengukurannya valid. c. Evaluasi yang efektif tergantung pada pelaksanaan pengukuran yang valid terhadap kriteria. Evaluasi akan efektif apabila pada pelaksanaan pengukuran hasilnya valid terhadap kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. d. Evaluasi menekankan pada kepositifan. Ketika melakukan evaluasi, evaluator harus memegang erat kriteria evaluasi yang telah ditetapkan supaya ketika ada kelemahan atau kesalahan dalam program tidak mencari kesalahan orang lain. e. Evaluasi yang bermakna membutuhkan umpan balik. Evaluasi akan bermakna bagi evaluator apabila ada umpan balik dari stakeholder.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 f. Evaluasi harus direncanakan dan terus menerus sebagai sebuah proses. Evaluasi akan efektif apabila direncanakan dengan baik dan ada kriteria dalam evaluasi. Evaluasi harus dilakukan secara terus menerus karena evaluasi merupakan proses yang bertujuan untuk perbaikan program. g. Evaluasi harus melibatkan semua yang berpengaruh. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru BK, namun juga dilakukan oleh stakeholder supaya hasil evaluasi valid dan bisa digunakan untuk perbaikan program. 5. Evaluasi Hasil Program Bimbingan dan Konseling Menurut Hadi & Mutrofin (Badrujaman, 2011:111), evaluasi hasil adalah evaluasi yang bertujuan untuk mengukur, menginterprestasikan, dan menilai pencapaian program. Feedback atas pencapaian/prestasi ini penting selama pelaksanaan program dan sebagai sebuah kesimpulan. Evaluasi hasil juga bertujuan mengumpulkan deskripsi dan penilaian terhadap luaran (outcome) dan menghubungkan itu semua dengan objektif, tujuan, input, dan informasi proses, serta untuk dapat dilakukan dengan membuat definisi operasional dan mengukur kriteria objektif, melalui mengumpulkan data siswa. Evaluasi hasil dalam program bimbingan dan konseling khususnya pada program bimbingan tentunya berbeda dengan evaluasi hasil dalam pembelajaran bidang studi. Pada program bimbingan dan konseling khususnya program bimbingan pembentukan kompetensi yang dikehendaki melalui program bimbingan dicapai melalui sebuah proses. Berdasarkan

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 pemahaman bahwa pembentukan kompetensi tersebut melalui sebuah proses, maka aspek hasil bukanlah merupakan aspek tunggal. Artinya, kita masih dapat membagi lagi aspek hasil pada program bimbingan menjadi beberapa bagian berdasarkan jangka waktunya. Beberapa ahli mengajukan berbagai konsep mengenai evaluasi hasil dalam program bimbingan dan konseling. Pusat Kurikulum (2004) mengajukan adanya penilaian segera (laiseg), penilaian jangka pendek (laijapen), dan penilaian jangka panjang (laijapan). Namun, evaluasi hasil yang paling mungkin dilakukan oleh guru BK adalah evaluasi jangka pendek. Evaluasi hasil jangka pendek ini dilakukan melalui pengukuran terhadap berbagai tujuan program dalam satu semester. Evaluasi hasil jangka pendek ini memiliki dua manfaat sekaligus. Pada satu sisi, evaluasi hasil jangka pendek dapat memberikan informasi mengenai apakah program bimbingan yang dilaksanakan memberikan dampak pada siswa. Pada sisi yang lain, hasil dari evaluasi ini dapat digunakan sebagai bahan informasi mengenai sejauh mana perkembangan siswa. Artinya melalui evaluasi hasil ini, sebagai guru BK kita dapat melaporkan sejauh mana capaian kompetensi siswa yang kita berikan program/layanan pada periode tertentu (misalnya dalam satu semester). 6. Prosedur Pelaksanaan Evaluasi Aspek Hasil Menurut Badrujaman (2011:63), prosedur pelaksanaan evaluasi hasil adalah sebagai berikut:

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 a. Menentukan Tujuan Evaluasi Tahap pertama dalam melakukan evaluasi adalah menentukan tujuan evaluasi. Penentuan tujuan ini merupakan hal yang sangat penting karena berdasarkan tujuan inilah guru BK akan melakukan evaluasi. b. Menentukan Kriteria Evaluasi Arikunto (2009:31) menjelaskan bahwa kriteria evaluasi adalah aturan tentang bagaimana menentukan peringkat-peringkat kondisi sesuatu atau rentangan-rentangan nilai, agar data yang diperoleh dapat dipahami oleh orang lain dan bermakna bagi pengambil keputusan dalam rangka menentukan kebijakan lebih lanjut. Winkel & Hastuti (Badrujaman,2011:115), menjelaskan bahwa kriteria adalah patokan dalam evaluasi program. Menurut Schmidt (Badrujaman,2011:115), ada empat cara untuk menentukan menggunakan kriteria pencapaian dalam hasil. Pertama, persentase. Kedua, evaluasi melalui membandingankan pencapaian siswa yang mengikuti program dan yang tidak mengikuti program. Ketiga, menanyakan pada siswa, orangtua, atau guru. Keempat, membandingkan skor pre-test dan post-test. c. Memilih Desain Evaluasi Desain evaluasi hasil merupakan suatu rencana yang menunjukkan waktu evaluasi akan dilakukan, dan dari siapa evaluasi

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 atau informasi akan dikumpulkan. Desain ini dibuat untuk meyakinkan bahwa evaluasi akan dilakukan menurut organisasi yang teratur dan menurut aturan evaluasi yang baik. d. Menyusun Tabel Perencanaan Evaluasi Tabel perencanaan evaluasi terdiri atas empat kolom yang terdiri atas kolom komponen, kolom indikator, kolom sumber data dan kolom teknik pengumpulan data. Komponen atau aspek evaluasi terdiri atas satu komponen yaitu produk. e. Menentukan Instrumen Evaluasi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam evaluasi ini adalah dengan memberikan instrumen berupa kuesioner. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah diberikan layanan. f. Menentukan Teknik Analisis Data Analisis data pada aspek hasil menggunakan teknik analisis kuantitatif untuk mengetahui pengaruh program bimbingan pada pencapaian tujuan layanan siswa. Hal tersebut dilakukan melalui membandingkan pencapaian siswa terhadap tujuan layanan pada awal semester dan akhir semester. 7. Aspek Evaluasi Hasil Program BK Menurut Badrujaman (2011:115), aspek evaluasi hasil program bimbingan dan konseling komprehensif adalah tujuan layanan tercapai. Evaluasi hasil merupakan evaluasi yang berkenaan dengan pertanyaan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 apakah terdapat perbedaan pencapaian tujuan layanan sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan. 8. Pelaksanaan Evaluasi a. Menentukan Tujuan Evaluasi Tahap pertama dalam melakukan evaluasi yaitu menentukan tujuan evaluasi. Tujuan evaluasi aspek hasil, pertama berkaitan dengan aspek yang akan dievaluasi dan dengan objek evaluasi. Penentuan aspek hasil menandakan bahwa peneliti ingin mengetahui dampak dari layanan. Objek evaluasi, yaitu program bimbingan mengarahkan bahwa hasil yang dimaksud terbatas pada lingkup bimbingan. b. Menentukan Kriteria Evaluasi Sebuah program akan dikatakan sukes jika memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Membahas mengenai kriteria keberhasilan sebagai patokan evaluasi tidak akan terlepas dari pembahasan standar dan indikator. Pada aspek hasil, kriteria yang digunakan untuk menentukan efektivitas program bimbingan adalah sebagai berikut; Tabel 4: Kriteria Keberhasilan Layanan Bimbingan pada Aspek Hasil Komponen Indikator Kriteria Tujuan layanan tercapai Terdapat perbedaan Hasil pencapaian tujuan layanan sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 c. Menyusun Tabel Perencanaan Evaluasi Berdasarkan tujuan evaluasi yang sudah ditetapkan, maka tabel perencanaan evaluasi disusun. Tabel perencanaan evaluasi terdiri dari empat kolom yang terdiri dari: kolom komponen, kolom indikator, kolom sumber data dan kolom teknik pengumpulan data. Komponen atau aspek evaluasi terdiri atas satu komponen yaitu produk. Berdasarkan komponen tersebut, maka dapat dijabarkan menjadi indikator-indikator. Kemudian, berdasarkan indikator tersebut maka dapat menentukan sumber data dan cara pengumpulan data. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 5 berikut. Komponen Hasil Tabel 5: Perencanaan Evaluasi pada Aspek Hasil Indikator Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Pencapaian tujuan Siswa Memberikan instrumen layanan tingkat pencapaian hasil d. Menentukan Instrumen Evaluasi Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam evaluasi layanan dasar pada aspek hasil ini adalah dengan menyebarkan skala. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6 berikut. Tabel 6: Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Pengumpulan Data pada Aspek Hasil Komponen Teknik Pengumpulan Data Instrumen yang Digunakan Hasil Memberikan skala mengenai Skala pencapaian tujuan pencapaian tujuan layanan di layanan program bimbingan awal semester dan akhir semester

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 BAB III METODE PENELITIAN Bab ini memaparkan mengenai metodologi penelitian yang meliputi jenis penelitian, subyek penelitian, instrumen penelitian, desain penelitian, teknik analisis data, dan pelaksanaan penelitian. A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan metode evaluasi. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu secara random, menggunakan instrumen penelitian, dan analisis data bersifat statistik (Sugiyono, 2009:14). Penelitian evaluasi adalah suatu proses yang dilakukan dalam rangka menentukan kebijakan dengan terlebih dahulu mempertimbangkan nilai-nilai positif dan keuntungan suatu program, serta mempertimbangkan proses serta teknik yang telah digunakan untuk melakukan penilaian (Arikunto, 2009:222). Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP pada komponen evaluasi produk karena evaluasi yang dilakukan dalam rangka mengevaluasi bagian dari program yang sedang atau sudah dilaksanakan, evaluasi yang memiliki penekanan pada hasil, serta untuk melihat apakah tujuan telah tercapai. Penelitian ini juga menggunakan salah satu kriteria evaluasi hasil yaitu membandingkan skor pre-test dan post-test dengan melakukan evaluasi jangka pendek. Hal ini dipilih karena dilakukan sebelum diberikan layanan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 (pre-test) dan sesudah diberikan layanan (post-test) sehingga guru BK dapat mengetahui sejauh mana capaian siswa terhadap layanan bimbingan dan sebagai informasi mengenai sejauh mana perkembangan siswa. B. Subyek Penelitian dan Sumber Informasi Subyek penelitian ini adalah layanan bimbingan klasikal di kelas XI SMA N 1 Ngemplak, Sleman selama satu semester dengan dua topik layanan bimbingan klasikal yaitu “Pencegahan HIV dan AIDS” dan “Hikmah Suatu Masalah”. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA N 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013 dengan jumlah 109 siswa. Peneliti mengambil sumber data kelas XI dikarenakan kelas tersebut diampu oleh guru BK yang memiliki program BK komprehensif yang jelas sehingga mempermudah peneliti untuk melakukan studi evaluasi. C. Instrumen Penelitian Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan skala Likert yang disusun oleh peneliti. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2009:134). Instrumen penelitian ini disusun berdasarkan topik layanan bimbingan klasikal yang telah ditetapkan secara spesifik. Adapun topik layanan bimbingan klasikal yang akan dijadikan variabel instrumen adalah “Pencegahan HIV dan AIDS” dan “Hikmah Suatu Masalah”. Proses penyusunan instrumen diawali dengan analisis variabel. Variabel yang akan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun aitem-aitem instrumen yang berupa pernyataan. Kisi-kisi instrumen dapat dilihat pada tabel 7 dan tabel 8. Tabel 7: Kisi-kisi Instrumen Evaluasi Hasil Layanan Bimbingan Klasikal tentang Pencegahan HIV dan AIDS No 1. Aspek Cara pencegahan HIV dan AIDS Indikator No Item a. Mengetahui prinsip mencegah HIV AIDS 1, 2, 3 b. Tidak melakukan halhal yang bisa membuat terinfeksi HIV AIDS 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 c. Melakukan pencegahan HIV AIDS Jumlah 14, 15 15 Tabel 8: Kisi-kisi Instrumen Evaluasi Hasil Layanan Bimbingan Klasikal tentang Hikmah Suatu Masalah No Aspek Indikator No Item 1. Kemandirian dalam menghadapi masalah hidup a. Mampu mengatasi masalah yang dihadapi 16, 17 b. Mampu mengambil keputusan dalam menghadapi masalah kehidupan 18, 19 c. Berpikir kreatif dan luwes dalam menemukan dan menggunakan cara 20, 21

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 pemecahan masalah d. Memohon pertolongan Tuhan dalam menghadapi masalah kehidupan 22 e. Berperilaku tegas dan bijaksana dalam menghadapi masalah 23, 24 f. Berperilaku tenang dan objektif dalam menghadapi masalah kehidupan 25, 26 g. Optimis dalam menghadapi masalah kehidupan Jumlah 27, 28, 29, 30 15 1. Skoring Instrumen Jawaban setiap aitem instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang dapat berupa kata-kata yaitu: sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju. Analisis pada instrumen penelitian ini dilakukan secara kuantitatif, maka jawaban setiap aitem diberi skor. Skoring instrumen dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 9: Skoring Jawaban pada Instrumen Responden Skor Sangat Setuju (SS) 3 Setuju (S) 2 Ragu (R) 1 Tidak Setuju (TS) 0

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 2. Validitas Instrumen Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2009:173). Pengujian validitas pada instrumen ini menggunakan jenis validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang mengukur relevansi aitem kuesioner dengan indikator keperilakuan dan dengan tujuan ukur (Azwar, 2011:132). Pengujian validitas aitem-aitem instrumen dilakukan dengan cara expert judgment. Pengujian expert judgment dilakukan oleh Juster Donal Sinaga, M.Pd, selaku dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma sekaligus sebagai dosen pembimbing skripsi peneliti. Dosen memberi penilaian terkait dengan kesesuaian antara variabel penelitian, indikator penelitian, dan rumusan kalimat pernyataan atau aitem kuesioner. Pada topik 1, Dosen memberikan koreksi pada aitem nomor 2: Menghindari berganta-ganti pasangan untuk mencegah HIV dan AIDS. Koreksinya yaitu apa maksud aitem tersebut, apakah berganti-ganti pasangan bisa mengakibatkan HIV dan AIDS, dan diminta untuk memperbaiki. Setelah diperbaiki aitem menjadi setia pada satu pasangan seksual ketika sudah menikah. Sedangkan pada topik 2, Dosen memberi koreksi pada aitem nomor 30: Memiliki keteguhan hati dalam menyelesaikan masalah hidup dan tidak akan mundur hanya karena ada halangan. Koreksinya yaitu memiliki keteguhan hati dalam menyelesaikan masalah.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Setelah mendapat expert judgment dari ahli, 40 instrumen diujicobakan. Ujicoba dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen. Setelah dilakukan ujicoba, aitem-aitem dianalisis dengan analisis aitem. Analisis aitem dilakukan dengan komputer program Statistical Programe For Social Sciences (SPSS) 15.0 for Windows. Seleksi item instrumen dalam penelitian ini menggunakan daya beda item. Daya beda aitem adalah sejauh mana aitem tersebut mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang diukur (Azwar, 2011:58). Kriteria penilaian korelasi skor setiap aitem dan skor total instrumen digunakan batasan 𝑟𝑥𝑦 ≥ 0,30. Artinya, aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dianggap memuaskan, sedangkan aitem yang koefisien korelasinya ≤ 0,30 daya pembedanya dianggap rendah (Azwar, 2011:65). Proses penghitungan koefisien korelasi skor aitem dilakukan dengan cara memberi skor pada masing-masing aitem dan membuat tabulasi data uji coba. Selanjutnya proses penghitungan dilakukan dengan komputer program SPSS. Berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan terhadap 30 item diperoleh 28 aitem dengan daya beda ≥ 0,30 dan 2 aitem dengan daya beda ≤ 0,30. 2 aitem tetap dipertahankan dengan alasan agar semua komponen bisa terwakili dan untuk mempertahankan proporsional jumlah aitem. Jadi

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 keseluruhan aitem yang digunakan sebagai instrumen penelitian berjumlah 30 aitem. 3. Reliabilitas Instrumen Reliabilitas suatu alat ukur adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2009:4). Pengujian reliabilitas pada instrumen ini menggunakan reliabilitas internal consistency karena pengujian reliabilitas pada instrumen evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan validitas isi yang menggunakan SPSS. Hasil analisis digunakan untuk memprediksi reliabilitas instrumen. Untuk mempertegas keberadaan instrumen, menurut Guilford (Masidjo,1995:209) mengelompokan kualifikasi koefisien reliabilitas sebagai berikut. Tabel 10: Kualifikasi Koefisien Korelasi Reliabilitas Koefisien korelasi Kualifikasi 0,91-1.00 Sangat tinggi 0,71-0,90 Tinggi 0,41-0,70 Cukup tinggi 0,21-0,40 Rendah Negatif – 0,40 Sangat rendah Berdasarkan daftar indeks korelasi reliabilitas di atas, maka koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,86 termasuk tinggi. Artinya, reliabilitas instrumen termasuk tinggi.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 D. Desain Penelitian Desain Penelitian adalah keseluruhan dari perencanaan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mengantisipasi beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses penelitian. Desain penelitian merupakan strategi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan untuk keperluan pengujian hipotesis atau untuk menjawab pertanyaaan penelitian dan sebagai alat untuk mengontrol variabel yang berpengaruh dalam penelitian (Sugiyono, 2009). Penelitian ini menggunakan desain evaluasi program pada aspek hasil. Desain evaluasi program merupakan suatu rencana yang menunjukkan waktu evaluasi akan dilakukan, dan dari siapa evaluasi atau informasi akan dikumpulkan. Desain ini dibuat untuk meyakinkan bahwa evaluasi akan dilakukan secara terorganisir dan menurut aturan evaluasi yang baik. Desain evaluasi perencanaan program bimbingan pada aspek hasil dapat dilihat pada gambar 3. EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN PADA ASPEK HASIL Pencapaian kompetensi/tujuan layanan Sebelum program dilaksanakan PERBEDAAN Sesudah program dilaksanakan Gambar 3: Desain Evaluasi Perencanaan Program Bimbingan pada Aspek Hasil Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP (context, input, process, serta product) pada komponen evaluasi produk. Model evaluasi ini dipelopori oleh Stufflebeam (Badrujaman, 2011:53). Evaluasi produk

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 merupakan evaluasi yang dilakukan dalam rangka mengevaluasi bagian dari program yang sedang atau sudah dilaksanakan, evaluasi yang memiliki penekanannya pada hasil, serta untuk melihat apakah tujuan telah tercapai. Tujuan evaluasi produk adalah untuk mengukur, menginterpretasikan, dan menilai pencapaian program. Feedback atas pencapaian/prestasi ini penting selama pelaksanaan program dan sebagai sebuah kesimpulan. Evaluasi produk pada penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif, analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui pengaruh layanan pada tujuan yang ditetapkan. E. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat ketercapaian tujuan layanan dasar BK Komprehensif yang diberikan melalui bimbingan klasikal pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik pengkategorisasian jenjang ordinal. Norma pengkategorisasian yang digunakan berpedoman pada norma pengkategorisasian menurut Azwar (2011:107). Ada tiga jenjang kategorisasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Norma kategorisasi dapat dilihat pada tabel 11. Tabel 11: Penggolongan Kategorisasi Penghitungan Skor AItem Kategori X < [µ-1,0(σ)] Rendah [µ-1,0(σ)] ≤ X < [µ+1,0(σ)] Sedang [µ+1,0(σ)] ≤ X Tinggi

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Keterangan: X maximum teoritik : Rata-rata skor total tertinggi X minimum teoritik : Rata-rata skor total terendah σ : Standar deviasi, yaitu luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran µ : Mean teoritik, yaitu rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum Kategorisasi tersebut menjadi patokan dalam menentukan tingkat pencapaian subyek penelitian terhadap tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan. 1. Kategorisasi subyek penelitian dengan topik layanan bimbingan klasikal “Pencegahan HIV dan AIDS“ diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah aitem) sebagai berikut: X maksimum teoritik : 3 x 15 = 45 X minimum teoritik : 0 x 15 = 0 Luas jarak : 45 – 0 = 45 σ (standar deviasi) : 45 : 6 = 7,5 dibulatkan menjadi 8 µ (mean teoritik) : (45 + 0) : 2 = 22,5 dibulatkan menjadi 23

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Penentuan kategorisasi setelah dilakukan penghitungan dapat dilihat pada tabel 12. Tabel 12: Kategorisasi Aitem Penghitungan Skor Aitem Skor Keterangan X < [µ-1,0(σ)] X < 15 Pencapaian Rendah [µ-1,0(σ)] ≤ X < [µ+1,0(σ)] 15 ≤ X < 31 Pencapaian Sedang [µ+1,0(σ)] ≤ X 31 ≤ X Pencapaian Tinggi Tingkat pencapaian subyek penelitian terhadap tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan dikatakan rendah apabila X kurang dari 15. Tingkat pencapaian subyek penelitian terhadap tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan dikatakan sedang apabila 15 kurang dari atau sama dengan X dan X kurang dari 31. Tingkat pencapaian subyek penelitian terhadap tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan dikatakan tinggi apabila 31 kurang dari atau sama dengan X. 1. Kategorisasi subyek penelitian dengan topik layanan bimbingan klasikal “Hikmah Suatu Masalah“ diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah aitem) sebagai berikut: X maksimum teoritik : 3 x 15 = 45 X minimum teoritik : 0 x 15 = 0

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Luas jarak : 45 – 0 = 45 σ (standar deviasi) : 45 : 6 = 7,5 dibulatkan menjadi 8 µ (mean teoritik) : (45 + 0) : 2 = 22,5 dibulatkan menjadi 23 46 Penentuan kategorisasi setelah dilakukan penghitungan dapat dilihat pada tabel 13. Tabel 13: Kategorisasi Aitem Penghitungan Skor Aitem Skor Keterangan X < [µ-1,0(σ)] X < 15 Pencapaian Rendah [µ-1,0(σ)] ≤ X < [µ+1,0(σ)] 15 ≤ X < 31 Pencapaian Sedang [µ+1,0(σ)] ≤ X 31 ≤ X Pencapaian Tinggi Tingkat pencapaian subyek penelitian terhadap tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan dikatakan rendah apabila X kurang dari 15. Tingkat pencapaian subyek penelitian terhadap tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan dikatakan sedang apabila 15 kurang dari atau sama dengan X dan X kurang dari 31. Tingkat pencapaian subyek penelitian terhadap tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan dikatakan tinggi apabila 31 kurang dari atau sama dengan X. Sedangkan untuk menguji apakah perbedaan tingkat pencapaian siswa terhadap tujuan layanan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 diberikan layanan bimbingan benar-benar signifikan maka dilakukan uji t-test menggunakan Paired Sample t Test. Paired- Samples t Test (Uji t Sampel Berpasangan) adalah prosedur yang digunakan untuk membandingkan ratarata dua variabel untuk suatu grup sampel tunggal. Perbandingan itu untuk mencari atau menghitung nilai selisih antara nilai dua variabel untuk tiap topik bimbingan. Selain itu uji ini juga menghitung apakah selisih rata-rata tersebut bernilai nol. Data untuk uji ini berasal dari dua ukuran dari subjek yang sama atau satu ukuran dari pasangan subjek. Pada uji ini prosedur pengolahan data dengan SPSS dilakukan masing-masing variablel dan pasangannya. Dengan melakukan prosedur, akan menghasilkan statistik deskriptif untuk tiap variabel yang diuji, korelasi Pearson antara tiap pasangan dan nilai signifikansinya, dan selang kepercayaan untuk selisih rata-rata (Wahana, 2009:140). Setelah dilakukan proses Paired Sample t Test dapat menggunkan output untuk mengambil keputusan. Rumus uji hipotesis untuk kesamaan dua variansi adalah : Ho : tidak terdapat peningkatan yang signifikan Ha : terdapat perningkatan yang signifikan

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Penentuan kesimpulan untuk hipotesis diatas berdasarkan : Jika probabilitas sig. (2-tailed) > α (0,05) maka Ho diterima Jika probabilitas sig. (2-tailed) < α (0,05) maka Ho ditolak Setelah menentukan kedua varian populasi, langkah selajutnya yaitu mengambil kesimpulan tentang pengujian hipotesis rata-rata. F. Pelaksanaan Penelitian 1. Persiapan a. Merumuskan latar belakang masalah yang akan diteliti b. Melengkapi kajian teori yang mendukung penelitian c. Menentukan metodologi penelitian d. Menyusun dan melengkapi instrumen penelitian e. Penyusunan proposal penelitian f. Pengajuan proposal penelitian g. Revisi proposal penelitian h. Penyusunan instrumen penelitian. i. Menghubungi Guru BK SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman terkait dengan ijin melakukan penelitian. j. Mengurus ijin penelitian di Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPEDA).

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 2. Penyebaran Instrumen Penyebaran instrumen di SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama adalah penyebaran instrumen pre-test, sedangkan tahap kedua adalah penyebaran instrumen posttest. Penyebaran instrumen pre-test dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2013 di kelas XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPS 1, dan XI IPS 2, jumlah siswa yang hadir adalah 106 siswa, sedangkan siswa yang tidak hadir adalah 3 siswa. Penyebaran instrumen post-test dilaksanakan dua tahap yaitu pada tanggal 7 Juni 2013 di kelas XI IPA 1 dan XI IPS 1, sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2013 di kelas XI IPA 2 dan XI IPS 1, jumlah siswa yang hadir adalah 106 siswa, sedangkan siswa yang tidak hadir adalah 3 siswa. 3. Analisis Data Analisis data dilakukan setelah data penelitian terkumpul. Data penelitian diperoleh dari pengambilan data dengan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan teknik pengkategorisasian jenjang ordinal. 4. Intepretasi Data Intepretasi data dilakukan setelah data penelitian dianalisis. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik pengkategorisasian jenjang

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 ordinal kemudian data penelitian yang sudah dikategorisasikan diuraikan dan dibahas menggunakan kajian teori.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memaparkan hasil penelitian dan pembahasan. Hasil penelitian berupa hasil analisis data instrumen evaluasi layanan bimbingan klasikal, kesimpulan hasil data, rumusan evaluasi program bimbingan pada aspek hasil dan perbandingan dengan hasil penelitian. A. Hasil Penelitian 1. Tujuan Layanan Siswa Pada Topik Bimbingan “Pencegahan HIV dan AIDS” dan “Hikmah Suatu Masalah” Pada Program Bimbingan Semester II (sebelum diberikan layanan bimbingan) Berdasarkan analisis instrumen evaluasi hasil yang diberikan kepada 106 siswa kelas XI SMA N 1 Ngemplak sebelum diberikan layanan bimbingan, tampak dalam tabel 14 berikut ini. Tabel 14: Gambaran Pencapaian Tujuan Layanan Siswa Kelas XI Sebelum Diberikan Layanan Bimbingan KATEGORI RENTANG Topik 1 Topik 2 Frekuensi % Frekuensi % PR X < 15 0 0% 1 1% PS 15 ≤ X < 31 17 16% 15 14% PT 31 ≤ X 89 84% 90 85% Keterangan: PR : Pencapaian Rendah PS : Pencapaian Sedang PT : Pencapaian Tinggi

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Berdasarkan tabel 14 nampak bahwa sebelum diberikan layanan bimbingan dengan topik bimbingan 1 ada 89 orang siswa memiliki pencapaian tinggi terhadap tujuan layanan program bimbingan (84%), 17 orang siswa memiliki pencapaian sedang terhadap tujuan layanan program bimbingan (16%), dan tidak ada siswa yang memiliki pencapaian rendah terhadap tujuan layanan program bimbingan (0%). Sedangkan, pada topik bimbingan 2 ada 90 orang siswa memiliki pencapaian tinggi terhadap tujuan layanan program bimbingan (85%), 14 orang siswa memiliki pencapaian sedang terhadap tujuan layanan program bimbingan (14%), dan 1 orang siswa yang memiliki pencapaian rendah terhadap tujuan layanan program bimbingan (1%). Berikut ini disajikan diagram batang agar memperoleh gambaran lebih lengkap tentang tingkat pencapaian tujuan layanan siswa pada topik bimbingan “Pencegahan HIV dan AIDS” dan “Hikmah Suatu Masalah” pada program bimbingan semester II (sebelum diberikan layanan bimbingan).

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 90 89 90 53 80 70 60 Pencapaian Rendah 50 Pencapaian Sedang 40 Pencapaian Tinggi 30 17 20 10 0 15 0 1 Topik 1 Topik 2 Diagram 1: Gambaran pencapaian tujuan layanan siswa kelas XI sebelum diberikan layanan bimbingan 2. Tujuan Layanan Siswa Pada Topik Bimbingan “Pencegahan HIV dan AIDS” dan “Hikmah Suatu Masalah” Pada Program Bimbingan Semester II (sesudah diberikan layanan bimbingan) Berdasarkan analisis instrumen evaluasi hasil yang diberikan kepada 106 siswa kelas XI SMA N 1 Ngemplak sesudah diberikan layanan bimbingan, tampak dalam tabel 15 berikut ini. Tabel 15: Gambaran Pencapaian Tujuan Layanan Siswa Kelas XI Sesudah Diberikan Layanan Bimbingan KATEGORI RENTANG Topik 1 Topik 2 Frekuensi % Frekuensi % PR X < 15 0 0% 0 0% PS 15 ≤ X < 31 8 8% 9 8% PT 31 ≤ X 98 92% 97 92% Keterangan: PR : Pencapaian Rendah PS : Pencapaian Sedang

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PT 54 : Pencapaian Tinggi Berdasarkan tabel 15 nampak bahwa sesudah diberikan layanan bimbingan dengan topik bimbingan 1 ada 98 orang siswa memiliki pencapaian tinggi terhadap tujuan layanan program bimbingan (92%), 8 orang siswa memiliki pencapaian sedang terhadap tujuan layanan program bimbingan (8%), dan tidak ada siswa yang memiliki pencapaian rendah terhadap tujuan layanan program bimbingan (0%). Sedangkan, pada topik bimbingan 2 ada 97 orang siswa memiliki pencapaian tinggi terhadap tujuan layanan program bimbingan (92%), 9 orang siswa memiliki pencapaian sedang terhadap tujuan layanan program bimbingan (8%), dan tidak ada siswa yang memiliki pencapaian rendah terhadap tujuan layanan program bimbingan (0%). Berikut ini disajikan diagram batang agar memperoleh gambaran lebih lengkap tentang tingkat pencapaian tujuan layanan siswa pada topik bimbingan “Pencegahan HIV dan AIDS” dan “Hikmah Suatu Masalah” pada program bimbingan semester II (sesudah diberikan layanan bimbingan).

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 120 98 100 97 80 Pencapaian Rendah 60 Pencapaian Sedang Pencapaian Tinggi 40 20 8 9 Topik 1 Topik 2 0 Diagram 2: Gambaran pencapaian tujuan layanan siswa kelas XI sesudah diberikan layanan 3. Perbedaan Pencapaian Siswa Terhadap Tujuan Layanan Program Bimbingan Sebelum Diberikan Layanan Bimbingan dan Sesudah Diberikan Layanan Bimbingan Berdasarkan analisis data pencapaian siswa terhadap tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan pada tabel 14 dan tabel 15 di atas, secara keseluruhan dapat dilihat perbandingan pencapaian siswa terhadap tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingann dan sesudah diberikan layanan bimbingan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 16.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel 16: Perbandingan Pencapaian Siswa Terhadap Tujuan Layanan Program Bimbingan Sebelum Diberikan Layanan Bimbingan dan Sesudah Diberikan Layanan Bimbingan Kategori Sebelum diberikan Sesudah diberikan Selisih layanan layanan Topik 1 Topik 2 Topik 1 Topik 2 Topik 1 Topik 2 F % F % F % F % F % F % PR 0 0% 1 1% 0 0% 0 0% 0 0% -1 -1% PS 17 16% 15 14% 8 8% 9 8% -9 -8,5% -6 -6% PT 89 84% 90 84% 98 92% 97 92% 9 8,5% 7 7% Keterangan: PR : Pencapaian Rendah PS : Pencapaian Sedang PT : Pencapaian Tinggi Jika dihitung rata-rata pertopik sesudah diberikan layanan bimbingan untuk setiap kategori maka, ditemukan rata-rata setiap kategori pada dua topik layanan adalah 97,5 pada pencapaian tinggi (92%) dan pada pencapaian sedang 8,5 (8%). Berdasarkan tabel 16 nampak bahwa sebelum diberikan layanan bimbingan dengan topik 1 ada 89 siswa memiliki pencapaian tinggi terhadap tujuan layanan program bimbingan (84%) dan sesudah diberikan layanan bimbingan ada 98 siswa memiliki pencapaian tinggi terhadap tujuan layanan program bimbingan (92%) berarti ada peningkatan sebanyak 9 siswa (8,5%), sebelum diberikan layanan bimbingan dengan topik 1 ada 17 orang siswa memiliki pencapaian sedang terhadap tujuan layanan program bimbingan (16%) dan sesudah diberikan layanan bimbingan ada 8 orang siswa memiliki pencapaian sedang terhadap tujuan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 layanan program bimbingan (8%) berarti ada penurunan sebanyak 9 siswa (-8,5%), dan tidak ada siswa yang memiliki pencapaian rendah terhadap tujuan layanan program bimbingan (0%) sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan. Sedangkan, pada topik bimbingan 2 ada 90 siswa memiliki pencapaian tinggi terhadap tujuan layanan program bimbingan (84%) dan sesudah diberikan layanan bimbingan ada 97 siswa memiliki pencapaian tinggi terhadap tujuan layanan program bimbingan (92%) berarti ada peningkatan sebanyak 7 siswa (7%), sebelum diberikan layanan bimbingan dengan topik 2 ada 15 orang siswa memiliki pencapaian sedang terhadap tujuan layanan program bimbingan (14%) dan sesudah diberikan layanan bimbingan ada 9 orang siswa memiliki pencapaian sedang terhadap tujuan layanan program bimbingan (8%) berarti ada penurunan sebanyak 6 siswa (-6%), dan sebelum diberikan layanan bimbingan dengan topik 2 ada 1 siswa yang memiliki pencapaian rendah terhadap tujuan layanan program bimbingan (1%) dan sesudah diberikan layanan bimbingan tidak ada siswa yang memiliki pencapaian rendah (0%) berarti ada penurunan 1 siswa (-1%). Berikut ini disajikan diagram batang agar memperoleh gambaran lebih lengkap tentang perbedaaan tingkat pencapaian tujuan layanan siswa pada topik bimbingan “Pencegahan HIV dan AIDS” dan “Hikmah Suatu Masalah” pada program bimbingan semester II (sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan).

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 120 PT PT 100 80 Topik 1 (Sebelum diberikan layanan) 60 Topik 1 (Sesudah diberikan layanan) 40 Topik 2(Sebelum diberikan layanan) PS PS 20 PR Topik 2 (Sesudah diberikan layanan) 0 PR Topik 1 Topik 2 Diagram 3. Gambaran perbandingan pencapaian siswa terhadap tujuan layanan siswa kelas XI sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan Untuk menguji apakah perbedaan pencapaian siswa terhadap tujuan layanan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan benar-benar signifikan maka dilakukan uji ttest. Adapun hasil yang didapat sebagaimana tampak dalam tabel 17 berikut ini.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pencapaian siswa terhadap kompetensi/ tujuan layanan program bimbingan sebelumsesudah diberikan layanan Tabel 17: Paired Samples Test Pencapaian Tujuan Layanan Sebelum dan Sesudah diberikan Layanan Bimbingan Paired Differences t Mean Std. Std. Error 95% Confidence Deviation Mean Interval of the Difference Lower Upper -3,962 11,028 1,071 -6,086 -1,838 -3,699 59 df Sig. (2tailed) 105 ,000 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa t hitung sebesar 3,699. Sedangkan t tabel dengan taraf signifikansi 95% dan df 105 adalah sebesar 1,98, sehingga t hitung > t tabel, ini berarti hipotesis nol ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara pencapaian siswa terhadap tujuan layanan sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 B. PEMBAHASAN Berdasarkan perbedaan hasil pencapaian siswa terhadap tujuan layanan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan pada tabel 15 di atas, maka dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa tentang cara pencegahan HIV dan AIDS dan meningkatnya kesadaran siswa untuk mandiri dalam menghadapi masalah kehidupan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pencapaian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman sudah sesuai dengan tujuan layanan yang telah ditetapkan dalam program bimbingan. Sesuai dengan tujuan evaluasi hasil yaitu untuk mengukur, menginterpretasi, dan menilai pencapaian program (Badrujaman,2011:111). Evaluasi program bimbingan pada aspek hasil dikatakan berhasil apabila tercapainya tujuan layanan. Pencapaian tujuan layanan dapat dilihat dari adanya perbedaan tingkat pencapaian siswa terhadap tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah layanan bimbingan diberikan. Berdasarkan pemaparan dan dasar teori di atas, maka dapat terlihat bahwa ada perbedaan antara pencapaian tujuan layanan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan. Hal ini tampak dari adanya peningkatan pencapaian siswa terhadap pencapaian tujuan layanan program bimbingan sebelum diberikan layanan bimbingan dan sesudah diberikan layanan bimbingan. Hal ini berarti pencapaian tujuan

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 layanan program bimbingan pada siswa sesuai dengan tujuan layanan program bimbingan yang telah ditetapkan. Selain itu, berdasarkan tolok ukur keberhasilan program bimbingan pada topik HIV dan AIDS yaitu meningkatnya pemahaman siswa tentang cara pencegahan HIV dan AIDS, siswa dapat mencapai tolok ukur keberhasilan tersebut. Hal itu terbukti dari meningkatnya jumlah siswa yang mencapai pencapaian tinggi dan menurunnya jumlah siswa yang mencapai pencapaian sedang. Sedangkan, pada topik Hikmah Suatu Masalah yaitu meningkatnya kesadaran siswa untuk mandiri dalam menghadapi masalah kehidupan, siswa dapat mencapai tolok ukur keberhasilan tersebut. Hal itu terbukti dari meningkatnya jumlah siswa yang mencapai pencapaian tinggi, menurunnya jumlah siswa yang pencapaian sedang, dan tidak ada lagi siswa yang pencapaiannya rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa sekolah sudah berhasil mencapai kompetensi/tujuan layanan program bimbingan yang telah ditetapkan. Adanya peningkatan pencapaian siswa terhadap kompetensi/tujuan layanan karena adanya faktor-faktor yang mendukung. Faktor-faktor yang mendukung peningkatan pencapaian siswa terhadap kompetensi/tujuan layanan dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Materi HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah yang disampaikan pada saat layanan bimbingan klasikal sesuai dengan topik layanan 2. Metode bimbingan dengan penjelasan singkat dan tanya jawab pada bimbingan klasikal dengan topik HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Masalah membuat siswa menjadi berperan aktif dalam mengikuti bimbingan klasikal 3. Penggunaan media bimbingan seperti film dan PPT dalam pemberian materi dapat membuat siswa tertarik untuk memperhatikan materi bimbingan Hasil ini sejalan dengan pendapat bahwa keberhasilan layanan bimbingan dipengaruhi oleh: 1. Materi Bimbingan Penyusunan materi bimbingan di sekolah ini sudah sesuai dengan kaidah yang diungkapkan Silberman (2004:77) yaitu materi yang dibuat hendaknya sesuai dengan tujuan program yang telah dirumuskan berdasarkan tugas perkembangan dan masalah siswa. 2. Metode Bimbingan Metode bimbingan yang dipilih dalam penyampaian materi bimbingan sudah sesuai dengan materi bimbingan dan melibatkan siswa secara aktif. Hal ini berarti sesuai dengan yang diungkapkan Silberman (2004:5) bahwa pembelajaran aktif merupakan metode yang seharusnya dipilih dalam pembelajaran. 3. Media Bimbingan Media bimbingan yang dipilih dalam penyampaian materi bimbingan menggunakan film atau video dan PPT. Hal ini berarti sesuai dengan yang diungkapkan Gibson bahwa dalam pemberian layanan bimbingan

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 dan konseling media yang dapat digunakan adalah CD, CD-ROMs, Video, animasi serta informasi berupa grafik (Gibson:423). Selain itu, tingginya pencapaian layanan bimbingan pada dua topik tersebut kemungkinan disebabkan oleh para siswa sebelum menerima layanan bimbingan sudah mendapatkan informasi tentang topik-topik tersebut. Hal ini tampak pada data sebelum diberikan layanan bimbingan. Belum semua siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman dapat mencapai tujuan layanan, hal tersebut dikarenakan beberapa faktor yang kurang mendukung, antara lain: 1. Suasana kelas yang kurang kondusif, karena masih banyak siswa yang mengobrol sendiri dan sedikit gaduh 2. Siswa yang menganggap jadwal bimbingan klasikal sebagai refreshing setiap minggunya 3. Evaluasi terhadap materi bimbingan untuk mengetahui ketercapaian materi kurang diperhatikan oleh guru BK karena hanya menggunakan pertanyaan evaluasi secara lisan Sesuai dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa hasil pencapaian siswa terhadap kompetensi/tujuan layanan program bimbingan sesuai dengan kompetensi/tujuan layanan program kerja tahunan pelayanan bimbingan dan konseling di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman, Tahun Ajaran 2012/2013. Namun kesesuaian tersebut dengan catatan perbaikan.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Penelitian ini dilakukan sebagai kelanjutan dari evaluasi perencanaan dan evaluasi proses. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam evaluasi perencanaan menunjukkan bahwa tujuan yang ditetapkan dalam program bimbingan dan konseling kelas XI SMA N 1 Ngemplak Sleman sudah berhasil karena 80% tujuan program layanan dasar BK sudah sesuai dengan tugas perkembangan dan masalah siswa, sedangkan pada aspek input menunjukkan bahwa strategi dan sumber layanan dasar program BK di sekolah sudah berhasil karena 77,78% strategi dan sumber yang dipilih sudah memnuhi kriteria yang ditentukan. Pada aspek ini sekolah hanya perlu memperbaiki media bimbingan dalam satuan layanan serta ukuran dan tata fungsi ruang BK. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam evaluasi proses menunjukkan bahwa proses bimbingan klasikal dengan materi Pencegahan HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah berjalan sesuai dengan satuan layanan namun ada catatan perbaikan dalam beberapa kegiatan dan waktu pelaksanaan bimbingan klasikal. Guru BK menunjukkan kemampuan yang baik dalam penyampaian bimbingan klasikal dan memenuhi kriteria evaluasi. Hal tersebut ditandai dengan kepuasan siswa terhadap kedua materi bimbingan, siswa menyetujui bahwa metode yang digunakan dalam bimbingan klasikal mampu membuat siswa aktif, siswa menyetujui bahwa media bimbingan yang digunakan dalam bimbingan klasikal menarik dan siswa telah mencapai tujuan layanan dalam proses bimbingan.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini memaparkan kesimpulan hasil evaluasi dan saran. A. Kesimpulan Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tujuan layanan bimbingan klasikal dengan topik HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah, tercapai. Hal ini terbukti dari data, 92% siswa pencapaiannya tinggi, 8% siswa pencapaiannya sedang dan tidak ada siswa yang pencapaiannya rendah terhadap kompetensi/tujuan layanan, hal tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMA N 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013 telah mencapai kompetensi/tujuan layanan topik bimbingan HIV dan AIDS serta Hikmah Suatu Masalah yang telah ditetapkan dalam program kerja tahunan pelayanan bimbingan dan konseling di kelas XI SMA N 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2012/2013. B. Saran Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas, maka peneliti memberikan beberapa saran dan rekomendasi sebagai berikut: 1. Bagi Peneliti Lain a. Lebih awal dalam mencari informasi dan bahan pada guru BK di sekolah yang bersangkutan mengenai hal-hal yang akan dievaluasi supaya hasilnya optimal. 65

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Lebih cermat dalam membahasakan bahasa topik-topik layanan bimbingan yang diberikan menjadi bahasa evaluasi pada aspek hasil layanan bimbingan klasikal. c. Penelitian evaluasi hasil program bimbingan dan konseling komprehensif tidak hanya terletak pada layanan dasar. Oleh karena itu peneliti berharap penelitian evaluasi hasil dapat dilaksanakan pada layanan lainnya dalam komponen program bimbingan dan konseling komprehensif. 2. Bagi Guru BK a. Berdasarkan hasil evaluasi pada aspek hasil layanan bimbingan klasikal, alangkah baiknya jika setiap topik bimbingan ada instrumen evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal dan dilakukan setiap awal dan akhir semester untuk mengetahui pencapaian kompetensi/tujuan layanan program bimbingan setiap topik yang diberikan kepada siswa. b. Alangkah baiknya apabila guru BK membuat evaluasi berkala untuk mengetahui lebih rinci perkembangan siswa sesuai dengan layanan bimbingan klasikal yang diberikan. c. Alangkah baiknya apabila guru BK berkoordinasi dengan stakeholder lainnya untuk mengetahui tingkat keberhasilan layanan bimbingan klasikal dan program bimbingan dan konseling. 66

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Kelemahan Penelitian 1. Kurang awal dalam mencari informasi dan bahan pada guru BK di sekolah yang bersangkutan mengenai hal-hal yang akan dievaluasi. 2. Kurang cermat dalam membahasakan bahasa topik-topik layanan bimbingan yang diberikan menjadi bahasa evaluasi pada aspek hasil layanan bimbingan klasikal. 3. Instrumen yang digunakan untuk evaluasi hanya kuesioner, hasil evaluasi akan lebih optimal apabila menggunakan panduan wawancara dengan guru BK. 4. Pada pernyataan instrumen belum terdapat subyek. 5. Pada pernyataan instrumen dengan topik Hikmah Suatu Masalah belum membahas mengenai tujuan topik tersebut dalam bidang ekonomi. 67

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2009. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2009. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Azwar, Syaifudin. 2009. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar, Syaifudin. 2011. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Badrujaman, Aib. M.Pd. 2011. Teori dan Aplikasi Evaluasi Proses Bimbingan. Jakarta: PT. Indeks. Gibson, Robert L & Marianne H.Mitchell. 2011. Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta:Pustaka Pelajar Gybers, Norman & Patricia Henderson. 2006. Developing & Managing Your School Guidance and Counseling Program. Alexandria: American Counseling Association. Masidjo, Ign. 1955. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Santoadi, Fajar. 2010. Manajemen Bimbingan dan Konseling Komprehensif. Yogyakarta: Penerbit USD. Silberman, Mel. 2004. Activ Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insani Madani. Sinaga, Donal. 2012. Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif. Modul Mata Kuliah tidak diterbitkan. Yogyakarta: Prodi BK USD. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Triyono, Y. 2010. BK Perkembangan. Modul Mata Kuliah tidak diterbitkan. Yogyakarta: Prodi BK USD. Wahana. 2009. SPSS Pengolahan Data Statistik. Yogyakarta: Andi Offsite Winkel, W. S & Sri Hastuti, M.M, 2010. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan (edisi revisi). Yogyakarta: Media Abadi. 68

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Yusuf, Syamsu. 2009. Bimbingan Komprehensif dalam Penyelenggaraan Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia 69

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INSTRUMEN EVALUASI HASIL BIMBINGAN Disusun Oleh: Geta Ramadhani Idatama NIM: 091114070 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nama: Kelas: INSTRUMEN Berikut ini merupakan sebuah instrumen yang akan mengukur pemahaman Anda. Adapun maksud dan tujuan instrumen ini adalah untuk mengetahui pemahaman Anda tentang materi bimbingan yang akan diberikan pada saat bimbingan di kelas. Untuk itu, saya mengharapkan kesediaan Anda untuk mengisi instrumen ini dengan teliti, jujur, dan sesuai dengan keadaan Anda. Data Anda bersifat rahasia dan jawaban Anda tidak mempengaruhi nilai raport. Atas kesediaan Anda mengisi instrumen ini saya ucapkan banyak terima kasih. Petunjuk Pengisian Instrumen: 1. Bacalah setiap daftar pernyataan dengan teliti. 2. Semua jawaban tidak ada yang benar dan salah, sehingga yang diharapkan adalah jawaban yang sesungguhnya dari Anda. 3. Beri tanda ( V ) pada salah satu pilihan jawaban yang menurut Anda paling tepat dan sesuai dengan pemahaman Anda. 4. Ada empatpilihan jawaban yang digunakan dalam tiap pernyataan yaitu: SS = Sangat Setuju S = Setuju R = Ragu-ragu TS = Tidak Setuju 5. Contoh No Pernyataan SS 1. Tidak menggunakan NAPZA V S R TS SELAMAT MENGERJAKAN 

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 1. Pernyataan SS Menerapkan prinsip ABCDE (Abstinance, Be faithfull, Condom, Don‛t used drugs, Equipment sterilization) dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah HIV AIDS 2. Setia pada satu pasangan seksual ketika sudah menikah 3. 4. 5. Menggunakan kondom saat hubungan seksual ketika sudah menikah Menghindari penggunaan jarum suntik yang digunakan secara bergantian Menghindari melakukan hubungan seksual sebelum menikah 6. 7. 8. Menghindari mendapatkan transfusi darah yang mengandung HIV AIDS Menghindari peralatan dokter yang tidak steril, contohnya: peralatan dokter gigi Menghindari tindik secara bersama-sama dan tidak disterilkan 9. Menghindari tato secara bersamasama dan tidak disterilkan 10. Menghindari transplantasi organ atau tranplantasi jaringan dengan orang yang terinfeksi HIV AIDS 11. Menghindari penggunaan cukur digunakan yang bergantian pisau secara S R TS

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan SS 12. Menghindari kontak langsung dengan darah penderita HIV AIDS 13. Menghindari kontak langsung dengan luka penderita HIV AIDS 14. Melakukan tes HIV AIDS sebelum menikah 15. Menggunakan sarung tangan karet jika berurusan dengan luka penderita HIV AIDS 16. Menghadapi masalah dengan berpikir positif dan realistis 17. Bisa menyelesaikan masalah tanpa menggunakan jalan pintas 18. Tahu untung dan ruginya keputusan yang diambil 19. Hasil pemikiran yang masak menjadi dasar pengambilan keputusan 20. Mempunyai banyak ide untuk menyelesaikan masalah 21. Luwes dalam menggunakan cara menyelesaikan masalah 22. Berdoa kepada Tuhan memohon pertolongan dalam menghadapi masalah 23. Tidak mudah terpengaruh dalam menyelesaikan masalah 24. Mau menggunakan masukan yang membangun dari orang lain 25. Tidak terlalu serius dan tegang dalam menghadapi masalah S R TS

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Pernyataan SS S R TS 26. Tidak buru-buru dalam mengambil keputusan 27. Tidak mudah menyerah ketika ada masalah 28. Yakin setiap masalah pasti ada jalan keluarnya 29. Semangat dalam menyelesaikan setiap masalah 30. Memiliki keteguhan hati dalam menyelesaikan masalah  Terimakasih Atas Partisipasi Anda

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TABULASI DATA EVALUASI HASIL BIMBINGAN PADA TOPIK HIKMAH SUATU MASALAH (SEBELUM DIBERIKAN PROGRAM) NO. AITEM NO. ABSEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 JUMLAH KATEGORI 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 0 2 2 2 2 0 3 1 3 3 3 3 3 3 2 1 3 0 2 3 3 3 3 3 3 1 1 3 3 3 3 1 3 1 2 0 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 2 0 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 1 2 2 3 2 2 2 2 3 0 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 1 2 3 2 3 2 3 1 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 1 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 40 41 41 31 42 42 42 41 40 42 41 42 42 42 42 42 43 42 43 43 41 38 43 44 44 44 39 45 34 33 43 39 42 41 40 40 39 33 37 42 40 PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 1 3 3 2 3 1 0 3 3 1 3 1 3 1 3 0 2 3 2 2 3 1 2 3 3 1 1 0 3 2 3 3 1 2 1 1 2 1 2 3 2 2 0 2 1 2 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 0 1 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 0 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 1 3 2 3 2 1 3 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 2 3 2 1 3 3 2 3 3 1 3 3 2 2 1 2 1 2 3 3 3 2 3 2 3 2 1 2 2 3 2 3 3 1 3 2 2 3 2 2 3 3 1 2 3 3 1 2 0 3 3 2 2 3 1 3 3 2 2 1 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 0 3 3 3 3 3 1 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 1 1 2 3 1 3 1 2 1 3 3 2 2 2 1 2 2 2 3 3 3 0 3 2 1 2 2 2 2 2 1 3 2 2 2 2 2 3 2 1 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 2 3 2 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 0 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 1 2 2 3 2 3 1 1 2 2 2 2 3 2 1 1 3 2 3 2 3 2 2 2 1 2 2 3 3 2 1 2 0 3 3 0 2 3 1 2 0 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 3 2 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 0 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 1 3 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 3 1 2 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 0 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 0 2 2 3 3 3 1 2 3 3 3 2 2 3 3 1 3 3 3 2 3 2 2 3 2 1 2 2 3 1 3 3 2 2 1 2 3 2 2 1 3 3 3 3 3 1 2 1 3 3 3 2 1 1 3 3 2 2 1 2 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 1 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 2 1 3 3 3 3 3 1 2 0 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 35 42 41 38 41 33 28 41 34 26 39 34 41 23 39 42 30 39 36 36 40 35 34 36 42 40 33 41 41 30 34 12 39 40 33 30 35 26 40 39 33 30 35 36 30 PT PT PT PT PT PT PS PT PT PS PT PT PT PS PT PT PS PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PS PT PR PT PT PT PS PT PS PT PT PT PS PT PT PS

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 3 3 3 2 3 3 2 3 1 2 2 2 3 2 2 1 3 3 2 2 0 2 3 0 2 1 1 3 1 1 1 2 3 1 3 1 3 0 2 0 0 3 3 2 2 3 3 3 2 1 2 3 3 2 3 1 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 3 1 1 3 3 3 2 3 1 2 3 2 2 3 3 2 2 1 2 1 2 1 1 3 2 3 2 3 2 3 1 2 1 3 1 2 2 2 3 2 3 1 1 3 3 3 3 3 2 3 1 2 1 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 2 2 2 2 2 1 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 0 3 1 2 2 2 2 3 1 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 1 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 35 40 35 28 30 38 34 42 22 30 40 40 41 38 42 33 40 35 30 30 PT PT PT PS PS PT PT PT PS PS PT PT PT PT PT PT PT PT PS PS

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TABULASI DATA EVALUASI HASIL BIMBINGAN PADA TOPIK HIV DAN AIDS (SEBELUM DIBERIKAN PROGRAM) NO. AITEM NO. ABSEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 JUMLAH KATEGORI 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 0 1 1 1 1 0 0 2 0 1 1 1 2 0 1 0 1 1 2 2 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 3 2 0 0 0 0 1 1 1 0 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 0 3 1 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 0 3 2 2 2 2 3 1 0 0 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 1 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 3 2 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 40 40 40 40 41 41 40 40 37 38 37 38 39 41 41 40 35 41 39 40 40 40 41 41 41 41 42 41 30 36 41 41 41 42 42 41 30 35 35 41 41 41 39 42 PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PS PT PT PT PT PT PT PT PS PT PT PT PT PT PT PT

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 1 1 2 1 1 1 2 2 1 1 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 0 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 0 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 1 2 3 3 2 3 3 0 0 1 1 1 1 1 1 2 1 0 0 0 0 1 2 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 2 0 2 1 0 0 0 1 2 1 1 0 1 1 2 1 1 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 0 0 0 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 0 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 1 0 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 1 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 1 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 0 3 3 3 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 1 2 2 3 3 3 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 1 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 1 1 3 2 2 2 3 0 3 2 1 3 2 2 1 3 3 3 2 3 2 2 0 3 3 2 3 2 1 0 3 2 2 2 1 1 3 2 3 2 1 1 3 3 3 3 3 3 1 1 3 3 2 3 3 2 3 0 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 0 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 1 2 2 1 3 3 3 3 1 1 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 1 2 2 3 3 2 3 2 2 3 2 3 1 3 3 0 2 2 3 3 2 2 1 2 3 2 3 2 2 3 3 1 1 3 3 1 1 0 3 3 2 3 0 3 3 2 1 2 2 2 1 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 1 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 30 35 41 38 40 39 35 34 40 40 28 40 36 30 36 30 27 39 35 39 36 39 39 35 40 40 40 38 24 39 37 41 38 39 30 32 41 36 30 35 30 34 37 36 37 30 30 33 PS PT PT PT PT PT PT PT PT PT PS PT PT PS PT PS PS PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PS PT PT PT PT PT PS PT PT PT PS PT PS PT PT PT PT PS PS PT

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 1 2 2 3 3 2 3 2 3 2 2 1 2 1 0 2 2 1 0 2 2 0 2 1 0 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 1 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 1 2 3 2 3 2 1 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 1 3 1 1 3 2 2 2 3 3 2 2 1 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 0 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 1 0 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 1 3 3 3 3 2 3 3 2 1 1 2 2 1 30 40 36 25 41 35 41 38 39 38 34 35 30 30 PS PT PT PS PT PT PT PT PT PT PT PT PS PS

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TABULASI DATA EVALUASI HASIL BIMBINGAN PADA TOPIK HIKMAH SUATU MASALAH (SESUDAH DIBERIKAN PROGRAM) NO. AITEM NO. ABSEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 JUMLAH KATEGORI 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 1 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 1 3 3 3 2 1 2 3 3 1 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 1 3 3 2 3 3 3 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 2 1 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 1 2 2 3 3 3 2 3 3 2 1 2 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 36 45 45 43 45 44 42 45 43 39 44 38 40 43 37 37 45 45 45 37 45 45 37 34 44 45 45 43 42 41 38 43 27 42 41 41 43 45 40 45 44 45 PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PS PT PT PT PT PT PT PT PT PT

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 1 3 2 2 2 3 3 1 2 2 3 1 1 3 1 3 3 3 3 3 0 2 2 2 3 0 2 1 1 2 2 3 2 3 3 1 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 1 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 1 3 3 2 2 3 3 3 2 1 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 1 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 1 3 2 2 1 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 1 2 3 3 3 2 2 3 3 1 2 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 1 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 1 3 2 2 2 3 3 2 1 3 2 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 1 2 3 2 0 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 1 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 45 30 30 30 45 35 34 39 43 36 32 40 45 45 31 33 32 33 43 42 45 38 45 45 35 41 34 42 32 30 30 45 41 29 35 43 39 36 39 41 43 40 37 31 31 32 PT PS PS PS PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PS PS PT PT PS PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 2 3 2 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 1 0 2 3 3 2 1 3 0 2 1 1 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 1 2 3 3 3 2 1 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 1 1 3 2 1 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 1 1 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 3 1 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 1 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 1 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 25 39 34 45 45 28 32 45 39 35 43 38 41 45 42 41 40 42 PT PT PT PT PT PS PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TABULASI DATA EVALUASI HASIL BIMBINGAN PADA TOPIK HIV DAN AIDS (SESUDAH DIBERIKAN PROGRAM) NO. AITEM NO. ABSEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 JUMLAH KATEGORI 3 3 3 3 2 1 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 0 0 2 2 0 1 1 1 2 0 2 0 0 0 3 1 1 3 2 2 3 3 2 2 2 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 2 3 2 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 1 3 3 3 1 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 1 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 42 43 43 41 42 41 42 39 43 38 42 39 39 43 40 43 42 42 43 43 42 42 41 30 43 36 44 42 41 41 36 42 41 44 41 43 45 45 44 44 43 43 45 32 PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PS PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 3 3 3 2 3 3 1 2 2 2 3 3 3 3 2 2 1 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 2 2 3 3 2 2 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 1 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 3 1 1 0 1 2 2 2 3 1 1 3 1 1 0 1 3 2 0 0 0 0 2 3 1 1 2 0 0 1 0 0 0 1 2 0 0 2 0 1 2 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 1 3 3 3 2 3 0 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 1 3 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 1 2 1 1 1 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 1 2 3 1 3 2 2 1 3 3 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 1 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 0 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 1 3 1 2 2 2 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 1 3 1 2 3 2 2 2 1 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 1 2 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 1 2 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 32 32 42 32 42 40 41 37 36 40 44 35 41 41 41 28 37 38 45 43 42 42 38 34 35 45 30 30 32 40 42 28 35 39 30 34 40 36 38 41 38 30 32 34 35 36 37 45 PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PS PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PS PS PT PT PT PS PT PT PS PT PT PT PT PT PT PS PT PT PT PT PT PT

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 1 2 1 2 2 1 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 1 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 0 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 1 3 3 3 3 3 3 2 2 1 3 3 2 3 1 3 3 3 3 3 2 2 1 1 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 1 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 2 2 41 29 33 32 40 35 37 38 39 44 45 41 43 42 PT PS PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT PT

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Validitas Instrumen Evaluasi Hasil Bimbingan No. Item Parameter Hasil Hitung VAR00001 Pearson Correlation 0.102015553 Sig. (2-tailed) 0.29807117 N 106 VAR00002 Pearson Correlation 0.533042472 Sig. (2-tailed) 4.04648E-09 N 106 VAR00003 Pearson Correlation 0.207099724 Sig. (2-tailed) 0.033164066 N 106 VAR00004 Pearson Correlation 0.145749178 Sig. (2-tailed) 0.136024467 N 106 VAR00005 Pearson Correlation 0.458399509 Sig. (2-tailed) 7.75847E-07 N 106 VAR00006 Pearson Correlation 0.604648741 Sig. (2-tailed) 6.71294E-12 N 106 VAR00007 Pearson Correlation 0.348182032 Sig. (2-tailed) 0.000254803 N 106 VAR00008 Pearson Correlation 0.60206617 Sig. (2-tailed) 8.69659E-12 N 106 VAR00009 Pearson Correlation 0.515441958 Sig. (2-tailed) 1.56873E-08 N 106 VAR00010 Pearson Correlation 0.500620524 Sig. (2-tailed) 4.63288E-08 N 106 VAR00011 Pearson Correlation 0.468471949 Sig. (2-tailed) 4.09769E-07 N 106 VAR00012 Pearson Correlation 0.414027086 Sig. (2-tailed) 1.02522E-05 N 106 VAR00013 Pearson Correlation 0.272385947 Sig. (2-tailed) 0.004731716 N 106 VAR00014 Pearson Correlation 0.40598742 Sig. (2-tailed) 1.57587E-05 N 106 VAR00015 Pearson Correlation 0.409828088 Sig. (2-tailed) 1.28507E-05 N 106

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI VAR00016 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00017 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00018 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00019 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00020 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00021 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00022 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00023 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00024 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00025 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00026 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00027 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00028 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00029 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N VAR00030 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 0.302396878 0.001629598 106 0.397684936 2.42852E-05 106 0.615378865 2.23226E-12 106 0.567553734 2.23961E-10 106 0.542150786 1.9457E-09 106 0.688482213 3.47518E-16 106 0.57332677 1.33511E-10 106 0.432350222 3.6896E-06 106 0.619368834 1.4665E-12 106 0.46781887 4.27351E-07 106 0.526025683 7.00986E-09 106 0.663876062 8.73975E-15 106 0.432384028 3.68244E-06 106 0.637389285 2.037E-13 106 0.583580251 5.19499E-11 106

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Reliability [DataSet0] Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary Cases N Valid Excluded( a) Total 106 % 100,0 0 ,0 106 100,0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,866 N of Items 30

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Item Statistics VAR00001 Mean 1,7547 Std. Deviation ,51291 N VAR00002 2,7170 ,56492 106 VAR00003 VAR00004 ,9151 ,75741 106 2,7925 ,67213 106 VAR00005 2,6604 ,72882 106 VAR00006 2,8679 ,41577 106 VAR00007 2,8019 ,48638 106 VAR00008 2,8679 ,39220 106 VAR00009 2,7642 ,61026 106 VAR00010 2,8679 ,36711 106 VAR00011 2,0472 ,85504 106 VAR00012 2,6321 ,63734 106 VAR00013 2,5566 ,63366 106 VAR00014 2,3679 ,80859 106 VAR00015 2,6604 ,58370 106 VAR00016 2,7547 ,49399 106 VAR00017 1,9245 1,04834 106 VAR00018 2,4434 ,70482 106 VAR00019 2,5283 ,62041 106 VAR00020 2,3302 ,67219 106 VAR00021 2,4245 ,74256 106 VAR00022 2,8208 ,47403 106 VAR00023 2,2264 ,74684 106 VAR00024 2,5660 ,58585 106 VAR00025 2,1887 ,76983 106 VAR00026 2,4528 ,60367 106 VAR00027 2,6792 ,54418 106 VAR00028 2,7358 ,53987 106 VAR00029 2,5283 ,67904 106 VAR00030 2,6604 ,58370 106 106 Scale Statistics Mean 74,5377 Variance 76,270 Std. Deviation 8,73327 N of Items 30

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI T-TEST PAIRS = pretest WITH postest (PAIRED) /CRITERIA = CI(.95) /MISSING = ANALYSIS. T-Test [DataSet0]

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(113)

Dokumen baru