Pengembangan modul pembelajaran tematik kelas IV berbasis multipe intelligence - USD Repository

Gratis

0
0
172
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Disusun Oleh: Christiana Risma Marthawati 101134175 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Seiring rahmat Tuhan Yang Maha Esa, karya ini saya persembahkan untuk:  Tuhan Yesus  Papa yang di surga, papa Eko Nur Cahyo  Mama Nawilah yang selalu sabar dan memberikan dukungan dalam bentuk material maupun spiritual  Adikku tersayang, Elisabet Nur Widyaningsih  Teman-teman satu kontrakan baik sekarang atau dulu (Nia, Ida, Vivi, Mb Iren, dll)  Keluarga besar Paradhe.  Sahabatku tercinta Hersi Maningrum, Andika Wilasana, Heribertus Sigit Prasetyo dan William Adi yang selalu memberi semangat  Almamater Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13).  Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah ( Lessing )  Jika Anda tak pernah memutuskan berhenti, Anda tak akan pernah terkalahkan.  Always be yourself and never be anyone else even if they look better than you.  Happiness is not money, but a peace of mind and soul. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Marthawati, Christiana Risma. (2014). Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV Berbasis Multiple intelligence. Skripsi: Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. Kata kunci: Penelitian dan pengembangan, modul tematik, multiple intelligence Pergantian kurikulum menyebabkan terbatasnya fasilitas pembelajaran untuk kurikulum 2013 ini, terkhusus modul pembelajaran. Standar kelulusan kurikulum 2013 terbagi menjadi 3 domain, sikap, keterampilan dan pengetahuan. Tiga domain tersebut dapat dikembangkan dengan kesembilan kecerdasan ganda menurut teori Gardner. Pengembangan prototipe modul pembelajaran ini mengakomodasi tiga domain kurikulum 2103 dan kecerdasan ganda. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk: (1) menghasilkan suatu modul yang dapat digunakan siswa, (2) menilai kelayakan prototipe modul. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dari Borg and Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif yang berupa komentar data kuantitatif berupa skor rentang skala 1 s.d 4. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif kemudian dikonversikan ke data kualitatif dengan menggunakan skala Likert untuk mengetahui kelayakan. Prosedur pengembangan modul dilakukan dengan langkah-langkah: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain produk, (5) revisi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul layak digunakan untuk uji coba terbatas. Hal ini ditunjukkan oleh: (1) Penilaian dari ketiga validator pada aspek sistematika mendapatkan persentase 86,50%, aspek tampilan mendapatkan persentase 91,75%, aspek bahasa mendapatkan persentase 100%, ketiga aspek ini tergolong dalam kategori sangat baik (2) Penilaian dari ahli modul pembelajaran mendapatkan persentase 91,67%, tergolong sangat baik, (3) Penilaian dari ahli desain modul mendapatkan persentase 89,59%, tergolong sangat baik (4) penilaian dari ahli bahasa mendapatkan persentase 96,87%, tergolong sangat baik. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Marthawati, Christiana Risma . ( 2014) . Development Learning Module Thematic Class IV Based Multiple intelligence. Thesis: Yogyakarta: Teacher Education Study Program of Sanata Dharma University Elementary School . Keywords : Research and development , thematic modules , multiple intelligence Substitution learning curriculum to the limited facilities for this 2013 curriculum, especially those learning modules. 2013 graduation standard curriculum is divided into three domains, attitudes, skills and knowledge. Three domains can be developed according to the theory of multiple intelligences ninth Gardner. The development of this prototype learning module accommodates three curriculum domains and multiple intelligences in 2103. The aim of this development is to: (1) produce a prototype, (2) assess the feasibility of the prototype module. This research was a research and development of Borg and Gall. The data obtained are qualitative data in form of comments and quantitative data in the form of score with rangescale of 1 to 4. Data analysis techniques use the quantitative descriptive analysis techniques, then converted to qualitative data using a Likert scala to determine the feasibility of learning module. The module development can be done in several steps. They were: (1) potential and problem, (2) data collect, (3) product design, (4) product design validation, (5) design revise. The result showed that the development learning module was appropriate for a limited trial. It was shown by: ( 1 ) Assessment of the three validators on the systematic aspects of getting a percentage 86.50 % , aspect display gets a percentage 91.75%, aspects of language gets a percentage of 100 % , this three aspects of this including in category of very good (2) validation of the expert learning module gets a percentage of 91.67%, category very good, (3) validation of the expert module design gets a percentage of 89.59% , category very good (4) validation of linguists gets a percentage of 96.87 % , category very good. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan nikmat serta karunia-Nya, sehingga penyusunan laporan Tugas Akhir Skripsi yang berjudul “Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence” dapat terselesaikan. Penyusunan laporan Tugas Akhir Skripsi ini bertujuan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. Peneliti menyadari bahwa selesainya skripsi karena adanya bimbingan, bantuan, arahan dan dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A selaku Kaprodi PGSD 3. Emanuela Catur Rismiati, S. Pd., M.A., Ed.D selaku Wakaprodi PGSD 4. Rusmawan, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Skrispsi I yang telah membimbing dengan penuh kesabaran 5. Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Skripsi II yang telah membimbing dengan penuh kesabaran 6. Kedua orang tua tercinta, papa yang di surga Eko Nur Cahyo dan mama Nawilah yang senantiasa memberikan doa, semangat dan kasih sayang yang tak terhingga x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ............................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................................. iv HALAMAN MOTTO ................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSUTUJUAN PUBLIKASI ....................................... vii ABSTRAK ................................................................................................................. viii ABSTRACT ................................................................................................................. ix KATA PENGANTAR ................................................................................................ x DAFTAR ISI ............................................................................................................. xii DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. xvi DAFTAR TABEL ...................................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ....................................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ............................................................................................. 4 C. Batasan Masalah .................................................................................................. 4 D. Rumusan Masalah ................................................................................................ 5 E. Tujuan Penelitian ................................................................................................. 5 F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan ............................................................... 5 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. Definisi Operasional ............................................................................................ 6 H. Manfaat Penelitian ............................................................................................... 7 I. 8 Asumsi dan Keterbatasan Pengembang ................................................................ BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori ......................................................................................................... 1. 2. Tinjauan tentang Modul ................................................................................ 9 a. Pengertian Modul .................................................................................... 9 b. Karakteristik Modul................................................................................. 10 c. Fungsi dan Tujuan Penulisan Modul ........................................................ 12 d. Prosedur Pengembangan Modul............................................................... 14 e. Pembelajaran Menggunakan Modul ......................................................... 20 f. Prinsip Penulisan Modul .......................................................................... 22 g. Keuntungan Penggunaan Modul .............................................................. 24 Model Pembelajaran Tematik ........................................................................ 24 a. Pengertian Tematik .................................................................................. 24 b. Pentingnya Pembelajaran untuk Murid Sekolah Dasar ............................. 25 c. Keunggulan 3. 9 Pembelajaran Tematik dibandingkan dengan Pembelajaran Konvesional....................................................................... 26 d. Manfaat Pembelajaran Tematik ............................................................... 26 e. Karakteristik Model Pembelajaran Tematik ............................................. 27 Multiple Intelligence ..................................................................................... 29 a. Pengertian Multiple Intelligence .............................................................. 29 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Jenis-jenis Multiple Intelligence, Karakteristik dan Cara Mengembangkan ..................................................................................... 30 Pop-up dan Lift the Flap................................................................................ 39 B. Hasil Penelitian yang Relevan .............................................................................. 39 C. Kerangka Berpikir ................................................................................................ 41 D. Pertanyaan Peneliti............................................................................................... 44 4. BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan .......................................................................................... 45 B. Prosedur Pengembangan ...................................................................................... 46 C. Setting Penelitian ................................................................................................. 48 D. Instrumen Penelitian ............................................................................................ 48 E. Jenis Data ............................................................................................................ 50 F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................................... 50 G. Teknik Analisis Data ........................................................................................... 50 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Prosedur Pengembangan ...................................................................................... 52 Uji Kelayakan Modul Pembelajaran .......................................................................... 55 a. Hasil Penilaian Ketiga Validator per Indikator ......................................... 56 b. Hasil Penilaian masing-masing Validator................................................. 64 C. Kajian Produk Akhir ............................................................................................ 73 D. Pembahasan ......................................................................................................... 75 B. BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Kesimpulan ......................................................................................................... 81 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................................ 82 C. Saran.................................................................................................................... 82 DAFTAR REFERENSI .............................................................................................. 83 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Bagan kerangka berpikir ........................................................................... 33 Gambar 2. Desain Penelitian Pengembangan............................................................... 45 Gambar 3. Persentase Data Hasil Validasi Aspek Sistematika ..................................... 60 Gambar 4. Persentase Data Hasil Validasi Aspek Tampilan ........................................ 62 Gambar 5. Persentase Data Hasil Validasi Aspek Bahasa ............................................ 64 Gambar 6. Persentase Data Hasil Validasi Ahli Modul Pembelajaran .......................... 67 Gambar 7. Persentase Data Hasil Validasi Ahli Desain ............................................... 70 Gambar 8. Persentase Data Hasil Validasi Ahli Bahasa ............................................... 73 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Penelitian........................................................................ 49 Tabel 2. Skala Persentase Suharsimi Arikunto............................................................. 51 Tabel 3. Hasil Penilaian per Indikator ......................................................................... 56 Tabel 4. Data Hasil Validasi Ahli Modul Pembelajaran ............................................... 65 Tabel 5. Data Hasil Validasi Ahli Desain .................................................................... 68 Tabel 6. Data Hasil Validasi Ahli Bahasa .................................................................... 71 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ..................................................................... 86 2. Surat Keterangan Melakukan Penelitian ............................................................... 138 3. Surat Keterangan Validasi .................................................................................... 141 4. Instrumen Validasi ............................................................................................... 142 5. Instrumen Analisis Kebutuhan ............................................................................. 149 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia pendidikan erat hubungannya dengan kurikulum. Undang-undang No.20 Tahun 2003 (Sisdiknas) pasal 1 ayat (9), menyatakan bahwa “kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. Di Indonesia, kurikulum telah mengalami beberapa kali perubahan, ini berarti setiap ada perubahan kurikulum juga diikuti dengan perubahan tujuan, isi dan bahan pelajaran, tidak terkecuali pada kurikulum 2013 sekarang ini. Perubahan atau pengembangan kurikulum menunjukkan bahwa sistem pendidikan itu dinamis (Hidayat, 2013:111). Pada awal pelajaran 2013/2014 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) telah berganti menjadi Kurikulum 2013. Pembelajaran Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran tematik, berbeda dengan pembelajaran KTSP yang pembelajarannya terpisah-pisah. Pembelajaran tematik merupakan salah satu model dalam pembelajaran terpadu yang merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun kelompok, aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik,bermakna, dan autentik (Rusman, 2011:254). Peserta didik mendapatkan pembelajaran yang bermakna melalui pembelajaran tematik, melalui pembelajaran tematik dapat dihasilkan standar kelulusan yang mencakup ranah 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 sikap, keterampilan dan pengetahuan seperti yang dipaparkan dalam kurikulum 2013. Berbicara mengenai standar kelulusan kurikulum 2013, yang bisa menghasilkan standar kelulusan tersebut adalah para guru yang mengajar di sekolah. Namun pada kenyataannya, sebagian besar guru di sekolah dasar masih merasa kebingungan dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Berdasarkan data analisis kebutuhan yang diperoleh dari keenam sekolah dasar yakni SD N Kledokan, SD Socokansi II, SD N Gelaran II, SD Baran I, SD Kerdon Miri I dan SD Kanisius Sengkan menyatakan bahwa 2 kepala sekolah sudah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013, 4 kepala sekolah belum mengikuti pelatihan Kurikulum 2013; semua guru pada keenam sekolah dasar belum mengikuti pelatihan kurikulum 2013; baik guru maupun kepala sekolah dari keenam sekolah juga belum memahami model pembelajaran berbasis multiple intelligence; data yang diperoleh juga menunjukkann bahwa keenam sekolah dasar tersebut belum memiliki fasilitas pembelajaran seperti silabus, RPP, media, LKS, perangkat penilaian dan modul pembelajaran tematik berdasarkan Kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. Pembaharuan kurikulum ini berakibat pada terbatasnya fasilitas pembelajaran yang menunjang keberhasilan para peserta didik. Selain guru, perangkat pembelajaran juga merupakan sesuatu yang penting untuk menunjang keberhasilan siswa dalam belajar dan menghasilkan standar kelulusan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 berusaha untuk menanamkan nilai karakter pada peserta didik, ini terlihat dari standar kelulusan yang terbagi dalam 3 domain, yakni

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 domain sikap (beriman, berakhlak mulia (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun), rasa ingin tahu, estetika, percaya diri, motivasi internal, toleransi, gotong royong, kerjasama, musyawarah, pola hidup sehat, ramah lingkungan, patriotik, dan cinta perdamaian), domain keterampilan (membaca, menulis, menghitung, menggambar, mengarang, menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, membuat, mencipta) dan domain pengetahuan (obyek: ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya; subyek: manusia, bangsa, negara, tanah air, dan dunia.). Domain-domain tersebut dapat dikembangkan melalui sembilan kecerdasan manusia seperti teori Howard Gardner mengenai Multiple intelligence. Domain sikap dapat dikembangkan melalui kecerdasan lingustik, kecerdasan intapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan eksistensial; domain keterampilan dapat dikembangkan melalui kecerdasan matematika, ruang-spasial, kecerdasan kinestetk, sedangkan domain pengetahuan bisa dikembangkan melalui kecerdasan musik. Multiple intelligence atau kecerdasan ganda adalah kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi nyata, sehingga dengan multiple intelligence atau kecerdasan ganda yang dimiliki maka anak akan bisa memecahkan masalah yang dihadapi dalam situasi yang bermacam-macam. Multiple intelligence tersebut meliputi kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan ruang-spasial, kecerdasan kinestetik-badani, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan lingkungan/naturalis, kecerdasan eksistensial (Suparno, 2008:17,19).

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Berdasarkan hubungan antara standar kelulusan kurikulum 2013 yang bisa dikembangkan dengan kesembilan kecerdasan ganda dan analisis kebutuhan, maka peneliti memberikan solusi untuk memberikan suatu modul pembelajaran tematik yang layak dan sesuai dengan Kurikulum 2013 yang berbasis Multiple intelligence yang dapat mewadahi kecerdasan-kecerdasan yang ada dalam setiap individu. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang sesuai dengan survey analisis kebutuhan, dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan sebagai berikut: 1. Guru belum paham mengenai Kurikulum 2013. 2. Guru belum paham mengenai Multiple intelligence. 3. Belum adanya perangkat pembelajaran untuk Kurikulum 2013 berbasis Multiple intelligence, khususnya modul. C. Batasan Masalah Pembatasan masalah diberikan supaya peneliti dapat terarah dan tidak menyimpang dari tujuan penelitian. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini peneliti membatasi hal-hal sebagai berikut: 1. Materi yang disajikan dalam modul pembelajaran tematik merupakan sub tema pertama pada tema empat yaitu mengenai “jenis-jenis pekerjaan” untuk siswa kelas IV SD. 2. Produk yang dikembangkan dalam penelitian pembelajaran tematik berbasis multiple intelligence. ini adalah modul

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 D. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah tersebut maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana langkah pengembangan prototipe modul pembelajaran tematik kelas IV SD berbasis Multiple intelligence dengan tema “berbagai pekerjaan dan sub tema jenis-jenis pekerjaan”? 2. Bagaimana kualitas prototipe modul pembelajaran tematik kelas IV SD berbasis Multiple intelligence dengan tema “berbagai pekerjaan dan sub tema jenis-jenis pekerjaan”? E. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui langkah pengembangan prototipe modul pembelajaran tematik kelas IV SD berbasis Multiple intelligence. 2. Mengetahui kelayakan pengembangan prototipe modul pembelajaran tematik kelas IV SD berbasis Multiple intelligence. F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan 1. Produk yang dikembangkan berupa modul pembelajaran yang berdasarkan Kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. 2. Menggunakan pendekatan scientific, yaitu mengamati, bertanya, bernalar dan mengkomunikasikan (mempresentasikan). 3. Berisi materi mengenai jenis-jenis pekerjaan kelas IV sekolah dasar. 4. Produk berisi materi mengenai budaya lokal Yogyakarta.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 5. Menggunakan tata tulis gaya majalah. 6. Materi disajikan menggunakan gambar 3D atau pop-up dan lift the flap, untuk menunjukkan penjabaran materi secara luas dan menarik rasa ingin tahu peserta didik. G. Definisi Operasional Definisi operasional pada penelitian dimaksudkan untuk menghindari terjadinya salah penafsiran tentang penelitian ini. Adapun definisi operasional dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pengembangan dalam arti pendidikan adalah proses menghasilkan bahanbahan ajar. 2. Modul pembelajaran adalah suatu paket bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran siswa secara mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. 3. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang memadukan materi beberapa mata pelajaran menjadi satu dan dijadikan satu tema. Pembelajaran tematik untuk kelas atas ini adalah kebijakan baru yang terdapat dalam kurikulum 2013. 4. Multiple Intelligence adalah kecerdasan ganda, terbagi dalam 9 kecerdasan, yakni kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan ruangspasial, kecerdasan kinestetik-badani, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan lingkungan/naturalis, dan kecerdasan eksistensial. 5. Pop-up adalah gambar 3D yang ada di dalam buku.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 H. Manfaat 1. Manfaat Praktis Memperoleh fasilitas belajar berupa modul tematik pembelajaran berbasis Multiple intelligence guna mendukung proses belajar peserta didik. a. Bagi guru 1) Membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran khususnya tema berbagai pekerjaan. 2) Meningkatkan pembelajaran yang lebih baik sehingga dapat membantu peserta didik untuk lebih mengoptimalkan kecerdasan yang terkait dalam proses belajar mengajar. b. Bagi siswa 1) Mempermudah peserta didik dalam memahami materi pembelajaran jenisjenis pekerjaan. 2) Membantu peserta didik untuk belajar secara mandiri. 3) Untuk mengembangkan kecerdasan yang terdapat pada setiap individu peserta didik. c. Bagi sekolah Dapat menjadi fasilitas pembelajaran bagi peserta didik pada tema jenis- jenis pekerjaan. d. Bagi Peneliti Menambah pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam meningkatkan pembelajaran, khususnya pembelajaran kelas IV tema berbagai pekerjaan sub tema jenis-jenis pekerjaan.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 2. Manfaat Teoritis Sebagai bahan untuk mengembangkan pengetahuan, khususnya tentang pengembangan modul pembelajaran tematik berbasis Multiple intelligence. I. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan 1. Asumsi Pengembangan a. Modul pembelajaran tematik kelas IV SD berbasis multiple intelligence dapat diterapkan di sekolah-sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013. b. Modul pembelajaran tematik kelas IV SD berbasis multiple intelligence dijadikan sebagai media untuk mengembangkan kecerdasan ganda yang dimiliki peserta didik. 2. Keterbatasan Pengembangan a. Terbatas untuk kelas IV. b. Terbatas pada tema Berbagai Pekerjaan dan sub tema Jenis-jenis pekerjaan. c. Penelitian ini dibatasi pada langkah kelima dalam penelitian R&D, yaitu revisi desain.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori 1. Tinjauan tentang Modul a. Pengertian Modul Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (2008: 3) menjelaskan bahwa modul merupakan bahan ajar cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta pembelajaran. Modul disebut juga media untuk belajar mandiri karena di dalamnya telah dilengkapi petunjuk untuk belajar sendiri. Artinya, pembaca dapat melakukan kegiatan belajar tanpa kehadiran pengajar secara langsung, sehingga pembacanya dituntut untuk lebih aktif dalam belajar sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing individu secara efektif dan efisien, oleh karena itu teknik penulisan modul berbeda dengan teknik penulisan media cetak lainnya. Nasution (2011: 205) modul merupakan suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa dalam mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2007:132) modul merupakan suatu unit program pengajaran yang disusun dalam bentuk tertentu untuk keperluan belajar. Kesimpulan dari beberapa pendapat di atas, modul adalah alat belajar peserta didik berupa media cetak yang berisi rangkaian kegiatan belajar yang bisa dipelajari secara mandiri untuk mencapai suatu tujuan. 9

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 b. Karakteristik Modul Karakteristik modul yang sesuai dengan pedoman penulisan modul yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (2008:4) maka modul dapat dikatakan baik apabila memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Self Instruction Karakter self instuction menuntut siswa belajar mandiri tanpa bantuan dari guru. Modul dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan dan bahasa yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami isi modul. Komponen-komponen dalam memenuhi karakter self instruction adalah sebagai berikut: a) Memuat tujuan pembelajaran dengan jelas dan menggambarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. b) Memuat materi pembelajaran yang dikemas secara spesifik sehingga memudahkan peserta didik mempelajarinya secara tuntas. c) Terdapat contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasan dalam memaparkan materi pembelajaran. d) Terdapat soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya yang dapat digunakan untuk mengukur penguasaan materi pembacanya. e) Kontekstual, materi disajikan terkait dengan suasana, tugas dan lingkungan peserta didik. f) Penggunaan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dipahami dan komunikatif.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 g) Terdapat rangkuman materi pembelajaran. h) Terdapat instrumen penilaian, sehingga peserta didik dapat melakukan penilaian sendiri. i) Terdapat umpan balik terhadap penilaian peserta didik untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik. j) Terdapat informasi tentang rujukan/pengayaan/ referensi yang mendukung materi pembelajaran yang dimaksud. 2) Self Contained Modul harus memuat seluruh materi pembelajaran yang dibutuhkan dalam modul tersebut. Hal ini bertujuan untuk memberikan peserta didik mempelajari materi pembelajaran secara tuntas, karena materi belajar dikemas ke dalam satu kesatuan yang utuh. 3) Berdiri sendiri (stand alone) Stand alone atau berdiri sendiri merupakan karakteristik modul yang tidak tergantung pada bahan ajar atau media lain. Artinya, tanpa menggunakan bahan ajar lain atau media lain, peserta didik dapat mempelajari dan mengerjakan tugas yang ada dalam modul tersebut. 4) Adaptif Modul dikatakan adaptif bila dapat menyesuaikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, modul dapat digunakan diberbagai perangkat keras (hardware). 5) Bersahabat atau akrab

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Modul hendaknya juga memenuhi kaidah bersahabat atau akrab dengan pemakainya. Setiap instruksi dan informasi yang tampil bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakai, dalam merespon dan mengakses sesuai dengan keinginan. Sesuai karakteristik dalam pedoman penulisan modul di atas, maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik modul digunakan sebagai pengganti guru dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka modul harus dibuat jelas, lengkap dan komunikastif sehingga siswa dapat belajar secara mandiri. c. Fungsi dan Tujuan Penulisan Modul 1) Fungsi Penulisan Modul Fungsi modul dalam kegiatan belajar mengajar adalah modul mempunyai fungsi supaya pembelajaran lebih terarah dan sistematis. Peserta didik dituntut untuk menguasai kompetensi pembelajaran yang diikutinya (Depdiknas, 2008: 3). 2) Tujuan Penulisan Modul Penggunaan modul sering kali dikaitkan dengan aktifitas pembelajaran secara mandiri. Penulis modul yang baik, menulis modul seolah-olah sedang memberikan materi pelajaran kepada pesrta didik dalam bentuk tulisan. Tujuan penulisan modul menurut Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (2008:3) dijabarkan sebagai berikut: 1) Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal. 2) Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera, baik peserta belajar maupun guru/ instruktur.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 3) Meningkatkan motivasi dan gairah belajar, mengembangkan kemampuan dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya yang memungkinkan siswa belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. 4) Memungkinkan siswa dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya. Sedangkan tujuan digunakan modul menurut Nasution (2011:205) adalah sebagai berikut: a) Membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut kecepatannya masing-masing. b) Memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut caranya masingmasing, oleh sebab mereka menggunakan teknik yang berbeda-beda untuk memecahkan masalah tertentu berdasarkan latar belakang pengetahuan dan kebiasaan masing-masing. c) Memberi pilihan dari sejumlah besar topik dalam rangka suatu mata pelajaran, mata kuliah bidang studi atau disiplin bila kita anggap bahwa pelajar tidak mempunyai pola minta yang sama atau motivasi yang sama untuk mencapai tujuan yang sama. d) Memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal kelebihan dan kekurangannya dan memperbaiki kelemahannya melalui modul remidial, ulanagan-ulangan atau variasi dalam cara belajar. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2007:133) menjelaskan maksud dan tujuan digunakannya modul agar tujuan pendidikan bisa dicapai secara efektif dan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 efisien, artinya para siswa dapat mengikuti program pengajaran sesuai dengan kecepatan dan kemampuan sendiri, lebih banyak belajar mandiri, dapat mengetahui hasil belajar sendiri, menekankan penguasaan bahan pelajaran secara optimal (mastery learning), yaitu dengan tingkat penguasaan 80%. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa tujuan pembuatan modul adalah mempermudah penyampaian pesan yang dapat digunakan secara kelompok ataupun mandiri, sehingga memungkinkan siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing. d. Prosedur Pengembangan Modul Langkah-langkah penyusunan modul menurut Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (2008:18-31) adalah sebagai berikut: 1) Analisis kebutuhan modul Analisis kebutuhan modul merupakan tindakan menganalisis silabus atau RPP dengan tujuan mencari informasi modul yang dibutuhkan para peserta didik dalam mempelajari pembelajaran dan kompetensi yang telah tersusun dalam suatu program. Kompetensi dalam hal ini adalah standar inti dan kegiatan pembelajaran adalah kompetensi dasar. Tujuan analisis kebutuhan modul adalah untuk mencari dan menetapkan jumlah dan judul modul yang harus dijabarkan dalam satu tahun atau satu semester program yang telah disusun. Langkah analisis kebutuhan modul adalah: a) Menetapkan satuan program, dalam hal ini modul akan dijadikan program 3 tahun, 1 tahun, semester dan atau sebagainya.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 b) Memeriksa ada tidaknya rambu-rambu operasional untuk pelaksanaan program modul tersebut. Misalnya program silabus, RPP dan lain-lain. c) Meneliti standar kompetensi yang akan dibahas, maka akan diperoleh materi pembelajaran yang perlu dibahas untuk menguasai isi materi dan standar kompetensi tersebut. d) Menyusun satuan bahan pelajaran yang mencakup materi tersebut, lalu beri nama untuk dijadikan judul modul. e) Mendaftar satuan modul kemudian diidentifikasi mana yang sudah ada dan yang belum ada di sekolah. f) Menyusun modul berdasarkan prioritas kebutuhannya. Kemudian tentukan peta modul (tata letak modul pada satu satuan program yang digambar pada diagram). 2) Desain modul Desain modul yang dimaksud disini adalah RPP yang telah disusun oleh pengajar. RPP memuat strategi pembelajaran serta media yang digunakan, inti pembelajaran dan metode yang penelitian juga perangkatnya. RPP digunakan untuk mengacu desain dalam penyusunan modul, namun jika belum disusun suatu RPP, dapat dilakukan juga langkah-langkah sebagai berikut Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (2008:22-31): a) Tetapkan kerangka bahan yang akan disusun. b) Tetapkan tujuan akhir (performance objective) yaitu kemampuan yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik setelah selesai mempelajari modul.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 c) Tetapkan tujuan antara (enable objective) yaitu kemampuan spesifik yang menunjang tujuan akhir. d) Tentukan sistem evaluasi. e) Bila ada RPP maka dapat mengacu untuk menetapkan isi atau garis besar materi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. f) Materi yang dikandung dalam modul adalah materi dan prinsip yang mendukung untuk pencapaian kompetensi dan harus dikuasai peserta didik. g) Tugas, soal, atau latihan yang harus dikerjakan sampai selesai oleh peserta didik. h) Evaluasi untuk mengukur seberapa kemampuan peserta didik dalam menguasai materi modul. i) Kunci jawaban soal 3) Implentasi Implementasi modul dalam kegiatan belajar dilakukan sesuai alur dalam modul. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan seharusnya dipenuhi dengan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Strategi pembelajaran dilaksanakan secara konsisten sesuai alur yang diterapkan. 4) Penilaian Tujuan dari penilaian hasil belajar adalah untuk mengetahui seberapa besar penguasaan peserta didik setelah mempelajari materi dalam modul. Penilaian hasil belajar dilakukan menggunakan instrumen yang telah disiapkan pada waktu penulisan modul. 5) Evaluasi dan validasi

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Modul yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, secara bertahap harus dilakukan evaluasi dan validasi. Evaluasi merupakan maksud untuk mengetahui dan mengukur penerapan pembelajaran dengan modul dapat dilaksanakan sesuai desain pengembangannya atau tidak. Evaluasi dapat dikembangkan suatu instrumen evaluasi yang berdasarkan isi modul. Instrumen sebaiknya untuk guru dan peserta didik yang terlibat karena menghasilkan evaluasi yang lebih objektif. Sedangkan validasi merupakan proses untuk menguji kesesuaian modul dengan kompetensi yang menjadi target belajar. Validasi dapat dilakukan dengan cara meminta bantuan ahli yang menguasai kompetensi yang dipelajari. Bila tidak ada maka guru bidang dapat menggantikan membantu validasi. Validator memeriksa dengan teliti isi dan bentuk atau kegiatan yang dapat efektif untuk digunakan sebagai media menguasai kompetensi yang menjadi target belajar. Bila modul belum valid maka perlu diperbaiki agar menjadi valid. 6) Jaminan kualitas Untuk mengetahui dan menjamin bahwa modul yang telah disusun telah memnuhi kriteria dalam pengembangan dan penyusunan modul, maka selama proses penulisan dan pembuatannya sebaiknya dipantau untuk menjamin bahwa modul disusun sesuai desain modul yang ditetapkan. Modul juga perlu diuji agar tahu apakah sudah memenuhi mutu kegiatan pembelajaran yang berpengaruh terhadap kualitas suatu modul. Untuk menjamin kualitas dan mutu suatu modul, dapat dikembangkan suatu instrumen untuk menilai tinggu rendahnya kualitas dan mutu suatu modul.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Sedangkan menurut Vembriarto (1975:63-70) langkah-langkah dalam penyusunan modul adalah sebagai berikut: 1) Perumusan tujuan-tujuan Tujuan pada suatu modul merupakan spesifikasi kualifikasi yang seharusnya telah dimiliki oleh siswa setelah pembuat modul berhasil menyelesaikan modul tersebut. tujuan yang tercantum pada modul disebut tujuan instruksional khusus. Secara teknik, kualifikasi tingkah laku siswa yang telah dimiliki sebagai hasil mempelajari suatu modul disebut terminal behavior. 2) Penyusunan criterion item Pengajaran di sekolah bertujuan memberikan pengetahuan, menanamkan sikap dan memberikan ketrampilan kepada siswa. Hasil pengajaran itu tampak pada tingkah laku siswa, tujuan pengajaran (tujuan instruksional khusus) dalam modul itu dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa, untuk mengetahui secara obyektif apakah siswa telah berhasil menguasai tujuan pengajaran atau tidak, maka harus digunakan test valid untuk mengukur prestasi siswa dalam hal tingkah laku yang dipersyaratkan sebagai tujuan yang harus dicapai oleh siswa. 3) Analisis sifat-sifat siswa dan spesifikasi entry behavior Biasanya siswa memulai mengerjakan suatu modul telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang ada hubungannya dengan apa yang telah dimiliki sebelumnya yang dibawanya dalam situasi belajar yang baru itu disebut entry behavior. Untuk mengetahui pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelum mempelajari modul pembelajaran dipergunakan entry test.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Tujuan dari entry test adalah untuk memperkecil kesulitan-kesulitan dalam suatu proses pembelajaran. 4) Urutan pengajaran dan pemilihan media Pemilihan dan urutan media sangat penting untuk menyusun dan menyajikan bahan dan sumber-sumber pengajaran secara optimal. Yang dimaksud dengan media itu meliputi: buku pelajaran, foto, film, perlengkapan belajar, tape, dan sumber-sumber lainnya. 5) Tryout modul Kriteria yang terbaik untuk mengevaluasikan efektivitas modul ialah sejauh mana telah menguasai tujuan-tujuan yang tercantum dalam modul yang bersangkutan, jadi evaluasi terhadap perbuatan siswa itu dapat menilai sejauh mana sistem penyampaian modul itu mempertinggi prsetasi siswa. Hasil criterion test yang dicapai oleh siswa pada akhir pengajaran merupakan informasi yang diperlukan untuk memperbaiki diskrepansi apa yang dicapai oleh siswa dengan apa yang seharusnya dicapai, dan sangat berguna bagi siswa maupun bagi penyususn modul. 6) Evaluasi Tujuan evaluasi modul ialah untuk mengetahui efektivitas modul. Untuk itu sekelompok siswa diminta mempelajari materi modul dan tingkah lakunya dalam proses belajar. Meskipun setelah ditest secara luas memperlihatkan kemantapan, namun penyusun modul harus tetap memonitor prestasi siswa. Hal ini dimaksudkan untuk selalu mengadakan revisi apabila tujuan-tujuan modul tersebut tidak dapat dicapai oleh siswa dengan memuaskan.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Kesimpulan dari pendapat beberapa ahli di atas, prosedur penyusunan modul adalah pengumpulan data awal, pengembangan modul, implementasi, penilaian, dan evaluais modul. Pada tahap pengumpulan data awal, tahapan pembuatan modul pembelajaran terdiri dari identifikasi masalah dan analisis kebutuhan. Setelah dicarikn solusi atas permasalahan yang ada, modul kemudian dikembangkan, baik dari segi materi dan desain modul yang dibuat. Pengembangan modul pembelajaran yang telah selesai, kemudian diimplementasikan secara urut sesuai kegiatan belajar dalam modul. Untuk mengetahui seberapa besar penguasaan peserta didik setelah mempelajari materi dalam modul maka dilakukan penilaian menggunakan instrumen yang telah disiapkan pada waktu penulisan modul. Setelah dilakukan penilaian, maka modul dievaluasi untuk mengetahui dan mengukur penerapan pembelajaran dengan modul dapat dilaksanakan sesuai desain pengembangannya atau tidak. e. Pembelajaran Menggunakan Modul Proses belajar adalah suatu kegiatan komunikasi melalui penyampaian informasi kepada peserta didik. Informasi dikemas dalam satu kesatuan yang disebut sebagai bahan ajar, informasi dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman, dan sebagainya. Bahan ajar tersebut disusun secara sistematis dan memuat kompetensi yang akan dikuasai. Tujuan pembelajaran dengan bahan ajar adalah (1) membantu peserta didik dalam mempelajari sesuatu; (2) menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar; (3) memudahkan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran; serta (4) agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Pembelajaran dengan modul merupakan pendekatan pembelajaran mandiri yang berfokuskan penguasaan kompetensi dari bahan kajian yang dipelajari peserta didik dengan waktu tertentu sesuai dengan potensi dan kondisinya (Depdiknas, 2008:6). Belajar mandiri merupakan suatu proses dimana individu mengambil inisiatif dengan atau tanpa bantuan orang lain untuk mendiagnosa kebutuhan belajarnya sendiri; merumuskan/menentukan tujuan belajarnya sendiri; mengidentifikasi sumber-sumber belajar; memilih dan melaksanakan strategi belajarnya; dan mengevaluasi hasil belajarnya sendiri. Penggunaan pendekatan pembelajaran mandiri perlu mengoptimalkan penyediaan sumber belajar yang maksimal, karena peran guru yang semula sebagai pemberi informasi bergeser menjadi fasilitator belajar. Tugas fasilitator belajar adalah menyediakan sumber belajar yang dibutuhkan, dapat merangsang semangat belajar, memberi peluang untuk menguji/mempraktikkan hasil belajarnya, memberikan umpan bail tentang perkembangan belajar, dan membantu bahwa apa yang telah dipelajari akan berguna dalam kehidupannya. Sumber belajar yang utama dalam belajar mandiri adalah dengan penyediaan modul/bahan ajar. Pembelajaran menggunakan modul bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut: (1) meningkatkan efektivitas pembelajaran tanpa harus melalui tatap muka secara teratur karena kondisi geografis, sosial ekonomi, dan situasi masyarakat; (2) menentukan dan menetapkan waktu belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan belajar peserta didik; (3) secara tegas mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik secara bertahap melalui kriteria

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 yang telah ditetapkan dalam modul; (4) mengetahui kelemahan atau kompetensi yang belum dicapai peserta didik berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam modul sehingga tutor dapat memutuskan dan membantu peserta didik untuk memperbaiki belajarnya serta melakukan remediasi (Depdiknas 2008:7). Penggunaan modul didasarkan pada fakta bahwa jika peserta didik diberikan waktu dan kondisi belajar memadai maka akan menguasai suatu kompetensi secara tuntas. Bila peserta didik tidak memperoleh cukup waktu dan kondisi memadai, maka ketuntasan pelajaran akan dipengaruhi oleh derajat pembejalaran. Kesuksesan belajar menggunakan modul tergantung pada kriteria peserta didik didukung oleh pembelajaran tutorial. Kriteria tersebut meliputi ketekunan, waktu untuk belajar, kadar pembelajaran, mutu kegiatan pembelajaran, dan kemampuan memahami petunjuk dalam modul (Depdiknas 2008:7). Kesimpulkan di atas adalah pembelajaran menggunakan modul merupakan pembelajaran yang mandiri dengan media cetak berupa buku yang berisi mengenai rangkaian kegiatan belajar peserta didik, yang bisa dipelajari peserta didik sewaktu-waktu sesuai dengan potensi dan kondisinya. f. Prinsip Penulisan Modul Isi atau komponen-komponen modul menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2007:134) adalah: 1) Pedoman guru, berisi petunjuk-petunjuk agar guru mengajar secara efisien serta memberikan penjelasan tentang jenis-jenis kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa, waktu untuk menyelesaikan modul, alat-lat pelajaran yang harus dipergunakan dan petunjuk evaluasinya.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 2) Lembar kegiatan siswa, memuat pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa. Susunan materi sesuai dengan tujuan instruksional yang akan dicapai, disusun langkah demi langkah sehingga mempermudah siswa belajar. Dalam lembaran kegiatan tercantum kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa misalnya melakukan percobaan, membaca kamus. 3) Lembaran kerja, menyertai lembaran kegiatan siswa yang dipakai untuk menjawab atau mengerjakan soal-soal tugas atau masalah-masalah yang harus dipecahkan. 4) Kunci lembaran kerja, berfungsi untuk mengevaluasi atau mengoreksi sendiri hasil pekerjaan siswa. Kunci lembaran kerja mempunyai fungsi agar siswa bisa meninjau kembali pekerjaannya jika terdapat kesalahan dalam pekerjaannya. 5) Lembaran tes, merupakan alat evaluasi untuk mengukur keberhasilan tujuan yang telah dirumuskan dalam modul. Lembaran tes berisi soal-soal guna menilai keberhasilan siswa dalam mempelajari bahan yang disajikan dalam modul. 6) Kunci lembaran tes, merupakan alat koreksi terhadap penilaian yang dilaksanakan oleh para siswa sendiri. Kesimpulan di atas adalah isi atau komponen-komponen modul meliputi pedoman guru, lembaran kegiatan siswa, lembar kerja, kunci jawaban lembar kerja, lembar tes, serta kunci jawaban lembar tes, sehingga siswa benar-benar belajar secara mandiri tanpa didampingi oleh guru pelajaran.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 g. Keuntungan Penggunaan Modul Penggunaan modul memiliki beberapa keuntungan. Nasution (2008:206), penggunaan modul memiliki keuntungan antara lain: 1) Keuntungan bagi siswa a) Memberikan umpan balik yang banyak dan segera sehingga siswa dapat mengetahui taraf hasil belajarnya. b) Siswa mendapat kesempatan untuk mencapai angka tertinggi dengan mengusai bahan pelajaran secara tuntas. c) Modul mempunyai tujuan yang jelas dengan demikian usaha murid menjadi terarah dan segera tercapai. d) Modul memberikan motivasi yang kuat untuk berusaha segiat-giatnya. e) Fleksibitas, pengajaran modul dapat disesuaikan dengan perbedaan siswa antara lain mengenai kecepatan belajar, cara belajar dan bahan pelajaran. f) Kerjasama antar murid dengan guru. g) Pengajaran remidial. 2) Keuntungan Bagi Pengajar Keuntungan bagi pengajar meliputi adanya rasa kepuasaan, bantuan individual, pengayaan, kebebasan dari rutin, mencegah kemubasiran, serta meningkatkan profesi keguruan. 2. Model Pembelajaran Tematik a. Pengertian Tematik Trianto (2007:45) menyatakan bahwa pembelajaran terpadu pola tematik adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu. Tema bisa ditetapkan dengan negosiasi antara guru dan siswa, tetapi dapat pula dengan cara diskusi sesama guru. Setelah tema tersebut disepakati, dikembangkan sub-sub temanya dengan memperhatikan kaitannya dengan bidan-bidang studi. Dari subbub tema ini dikembangkan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa. Pembelajaran tematik merupakan salah satu model dalam pembelajaran terpadu (integreted instruction) yang merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individu maupun aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan autentik (Rusman, 2011:254). Kesimpulan dari pendapat di atas adalah model pembelajaran terpadu pola tematik adalah suatu perencaan yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun kelompok, aktif mencari, menggali dan menemukan konsep pembelajaran dengan cara guru menyusun kegaiatan pembelajaran secara sistematis kemudian menentukan suatu tema tertentu dan diturunkan ke sub-sub tema dengan memperhatikan kaitan bidang studinya, sehingga terjadi pembelajaran yang holistik, bermakna, otentik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. b. Pentingnya Pembelajaran Tematik untuk Murid Sekolah Dasar Pentingnya pembelajaran tematik diterapkan di sekolah dasar karena pada umumnya siswa pada tahap ini masih melihat segala sesuatu secara keutuhan (holistik), perkembangan fisiknya tidak pernah bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional (Rusman, 2011:257). Jadi, dapat

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 disimpulkan dengan pembelajaran tematik siswa bisa memperoleh pengalaman langsung, sehingga pembelajaran menjadi bermakna. c. Keunggulan Pembelajaran Tematik dibandingkan dengan Pembelajaran Konvensional Pembelajaran tematik memiliki beberapa keunggulan apabila dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, diantaranya: (1) pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar, (2) kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa, (3) kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa, sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama, (4) membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa, (5) menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya, dan (6) mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain (Rusman, 2011:258). Jadi, kesimpulan keunggulan pembelajaran tematik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional adalah pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan, kebutuhan dan minat siswa, bermakna, membantu mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan sosial. d. Manfaat pembelajaran tematik Pembelajaran tematik sangat penting diterapkan di sekolah dasar karena memiliki banyak nilai dan manfaat, diantaranya: (1) dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan, (2) siswa dapat melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir, (3) pembelajaran tidak terpecah-pecah karena siswa dilengkapi dengan pengalaman belajar yang lebih terpadu sehingga akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang lebih terpadu juga, (4) memberikan penerapan-penerapan dari dunia nyata, sehingga dapat mempertinggi kesempatan transfer belajar (transfer of learning), (5) dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran, maka penguasaan materi pembelajaran akan semakin baik dan meningkat (Rusman, 2011:258). Jadi, dapat disimpulkan bahwa manfaat dari pembelajaran tematik adalah hemat waktu, kebermaknaan, terpadu, penerapan-penerapan, penguasaan pembelajaran meningkat. e. Karateristik Model Pembelajaran Tematik Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar, menurut Majid Abdul (2014:89) pembelajaran tematik memiliki karakteristik. Karakteristik-karakteristik tersebut sebagai berikut: 1) Berpusat pada siswa Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). Hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar, sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator, yaitu memberikan kemudahan-kemudahan pada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. 2) Memberikan pengalaman langsung

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung pada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkret) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. 3) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas Pemisahan antarmata pelajaran dalam pembelajaran tematik tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan pada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. 4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa dapat memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 5) Bersifat fleksibel Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) di mana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengkaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan di mana sekolah dan siswa berada. 6) Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. 7) Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Jadi, dapat disimpulkan pembelajaran tematik mempunyai 7 karakteristik, yakni (1) student centered, (2) memberikan pengalaman langsung, (3) pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, (4) menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, (5) bersifat fleksibel, (6) sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa, (7) menyenangkan. 2. Multiple Intelligence a. Pengertian Intelligence Intelligence atau kecerdasan menurut Gardner dalam Paul Suparno (2008:17) adalah kemampuan untuk memecahkan masalah persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata. Gardner (Paul Suparno, 2008:18) menekankan bahwa seseorang yang mempunyai inteligensi tinggi bila dia dapat menyelesaikan persoalan dalam hidup yang nyata, bukan hanya dalam teori. Gardner (Paul Suparno, 2008:21) juga mengungkapkan bahwa suatu kemampuan disebut inteligensi bila menunjukkan suatu kemahiran dan keterampilan seseorang untuk memecahkan persoalan dan kesulitan yang ditemukan dalam hidupnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan adalah suatu kemampuan, kemahiran dan keterampilan memecahkan masalah dalam kehidupan nyata. untuk

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 b. Jenis-jenis Multiple Intelligence, Karakteristik dan Cara Mengembangkan Multiple Intelligence artinya kecerdasan ganda. Gardner menemukan banyak kecerdasan yang terdapat pada anak-anak, ada sembilan kecerdasan yang ditemukan. Kesembilan kecerdasan tersebut adalah : 1. Kecerdasan Lingustik Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata-kata secara efektif baik secara oral maupun tertulis seperti dimiliki para pencipta puisi, editor, jurnalis, dramawan, sastrawan, pemain sandiwara, maupun orator. Orang yang mempunyai kemampuan linguistik tinggi akan berbahasa dengan lancar, baik, dan lengkap. Orang tersebut dengan mudah akan mengerti urutan dan arti kata-kata dalam belajar bahasa, orang tersebut juga akan dengan mudah untuk menjelaskan, menceritakan, mengutarakan pemikirannya dan juga biasanya orang tersebut lancar dalam berdebat (Paul Suparno, 2008:26). Kecerdasan linguistik mempunyai ciri mampu membaca dan mengerti apa yang dibaca, mampu berbicara dan menulis dengan efektif, mampu mempelajari bahasa asing. Kecerdasan lingustik tidak hanya meliputi kemampuan membaca atau menulis. Kecerdasan ini juga mencakup kemampuan berkomunikasi, yaitu berbicara dan mendegar. Cara mengembangkan kecerdasan linguistik adalah dengan berlatih menjadi pendengar yang baik, sedangkan cara mengembangkan keahlian berbicara adalah bergabung dengan suatu organisasi, mengarang cerita dengan memilih kata secara acak, mengarang cerita dengan memilih objek secara acak, menulis buku harian, diskusi dan debat (Adi W. Gunawan, 2007:107-110).

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Jadi, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan linguistik adalah kecerdasan yang berhubungan dengan bahasa maupun kata-kata serta kemampuan berkomunikasi. Kecerdasan lingusitik bisa dikembangkan dengan banyak berkomunikasi dengan orang lain, bukan hanya menjdi pembicara yang baik, tetapi juga menjadi pendengar yang baik. 2. Kecerdasan matematis-logis Kemampuan lebih yang berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika secara efektif, seperti dipunyai seorang matematikus, saintis, programmer, dan logikus. Orang yang mempunyai kecerdasan matematis-logis ini mempunyai kepekaan pada pola logika, abstraksi, kategorisasi, dan perhitungan. Orang ini sangat mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi dalam pemikiran serta cara mereka bekerja, sehingga dapat mempriotitaskan mana yang dikerjakan terlebih dahulu. Dalam memecahkan masalahpun orang yang berkemampuan matemtislogis ini akan memakai abstraksinya untuk melihat suatu persoalan yang luas, sehingga orang tersebut dapat melihat inti dari permasalahannya dan dapat segera menylesaikannya (Paul Suparno, 2008:29). Ciri-ciri orang dengan kecerdasan logika-matematika yang berkembang baik adalah mengenal dan mengerti konsep jumlah, waktu, dan prinsip sebab akibat, mempunyai dan menguji hipotesis yang ada, menggunakan simbol-simbol abstrak untuk menjelaskan konsep dan objek yang konkret, mampu dan menunjukkan kemampuan dalam pemecahan masalah yang menuntut pemikiran logis, mampu mengamti dan mengenali pola serta hubungan, menikmati pelajaran yang berhubungan dengan operasi yang rumit seperti kalkulus, pemrograman komputer

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 atau metode riset, berpikir secara matematis dengan mengumpulkan bukti-bukti, membuat hipotesis, merumuskan, dan membangun argumentasi yang kuat, tertarik dengan karier dibidang akuntasi, teknologi, hukum, mesin dan teknik. Cara mengembangkan kecerdasan logika-matematika adalah dengan kegiatan logika deduksi, logika induksi, metode ilmiah, bermain dengan angka, mencari urutan, mengenali pola pada data, dan menggunakan grafik atau flowchart (Adi W. Gunawan, 2007:112-114). Jadi, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan matematislogis adalah kecerdasan yang berhubungan dengan pemikiran yang logis, tidak hanya matematika semata. Kecerdasan matematis-logis dapat dikembangkan dengan banyak berlatih menggunakan logika dalam permainan atau perhitungan. 3. Kecerdasan ruang Kemampuan untuk menangkap dunia ruang-visual secara tepat, sperti dipunyai para pemburu, arsitek, navigator, dan dekorator.Orang yang mempunyai kecerdasan ruang visual ini akan dapat melakukan kegaiatan seperti menggambar, melukis, memahat, menghargai hasil seni, membuat peta dan membaca peta, menemukan jalan dalam lingkungan baru, mengerti tiga dimensi, bermain catur ataupun permainan yang membutuhkan kemampuan mengingat bentuk dan ruang. Pada anak-anak yang mempunyai kecerdasan ruang ini biasanya ditandai dengan anak yang suka menggambar, suka akan warna-warna, dan suka membangun balok-balok menjadi bangungan yang indah dan bermakna (Paul Suparno, 2008: 33). Kecerdasan ruang-spasial meliputi kumpulan dari berbagai keahlian yang terkait. Keahlian ini meliputi kemampuan membedakan secara visual, mengenali

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 bentuk dan warna, daya pikir ruang. Cara mengembangkan kecerdasan ruangspasial adalah dengan kegiatan yang menggunakan gambar, mind mapping, imajinasi, image streaming, memberikan warana pada materi yang dipelajari dengan menggunakan spidol berwarna, mencari jalan keluar dari suatu lokasi tanpa melihat peta atau bertanya, melihat sesuatu dari berbagai sudut, membayangkan dan merencanakan masa depan (Adi W. Gunawan, 2007:124127). Jadi, kecerdasan ruang-spasial adalah kecerdasan yang berhubungan dengan penglihatan yang berkenaan dengan ruang dan tempat. Kecerdasan rung-spasial dapat dikembangkan dengan aktivitas menggambar dan mewarnai. 4. Kecerdasan kinestetik-badani Kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan seperti ada pada aktor, atlet, penari, pemahat, dan ahli bedah. Dalam inteligensi ini termasuk keterampilan koordinasi dan fleksibiltas tubuh. Orang yang mempunyai keceerdasan kinestetik-badani ini akan dengan mudah mengungkapkan pikiran dan apa yang dirasakan melalui ekspresi tubuhnya. (Suparno, 2008:34). Kecerdasan kinstetik merupakan dasar pengetahuan manusia karena pengalaman hidup dirasakan dan dialami melalui pengalaman yang berhubungan dengan gerakan dan sensasi pada tubuh fisik. Beberapa ciri-ciri orang yang mempunyai kecerdasan kinestetik adalah suka memegang,menyentuh, atau bermain dengan apa yang sedang dipelajari, sangat suka belajar dengan terlibat secara langsung, menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti field-trip, membangun model, role-play, permainan, atau olah fisik. Cara mengembangkan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 kecerdasan kinstetik adalah dengan kegiatan drama, role-play, simulasi, menciptakan suatu gerakan (tarian, bahasa tubuh atau mimik muka), melakukan gerakan yang dilakukan oleh orang lain, mengikuti camp, field-trip (Adi W. Gunawan, 2007:128,130). Jadi, dapat dismpulkan bahwa kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan yang berhubungan dengan olah tubuh. Kecerdasan kinestetik dapat dikembangkan dengan banyak berolah raga. 5. Kecerdasan musikal Kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Di dalamnya termasuk kepekaan akan ritme, melodi, dan intonasi; kemampuan memainkan alat music; kemampuan menyanyi; kemampuan untuk mencipta lagu; kemampuan untuk menikmati lagu, musik, dan nyanyian. Orang yang mempunyai kemampuan lebih dalam bidang ini akan sangat peka terhadap suara dan musik sehingga dengan mudah orang ini akan lebih cepat dalam mempelajari musik. Orang-orang ini juga akan mengungkapkan perasaan dan pemikiran dalam bentuk musik. Menariknya, anak yang mempunyai kecerdasan musik ini akan mudah mempelajari suatu mata pelajaran lain bila mata pelajaran itu diterangkan dengan suatu lagu atau musik (Paul Suparno, 2008:3637). Menurut Amstrong (Sujiono dan Sujiono, 2010:60) kecerdasan musikal adalah kemampuan memahammi aneka bentuk kegiatan musikal, dengan cara mempersepsi (penikmat musik), membedakan (kritikus musik), mengubah (komposer), dan mengekspresikan (penyanyi). Menurut Sujiono dan Sujiono (Sujiono dan Sujiono, 2010:60) memaparkan cara mengembangkan kecerdasan

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 musikal pada anak, yaitu dengan memberi kesempatan kepada anak untuk melihat kemampuan yang ada pada anak dan membuat anak menjadi percaya diri, membuat kegiatan-kegiatan khusus yang dapat dimasukkan dan dikembangkan dalam kecerdasan musikal (career day, karya wisata ke stasiun radio, paduan suara), pengalaman empiris yang praktis, membuat penghargaan terhadap karyakarya yang dihasilkan anak, mengajak anak untuk menyanyi lagu dengan syair sederhana dengan irama dan birama yang mudah diikuti. Jadi, kecerdasan musikal adalah kecerdasan yang berkenaan rasa peka terhadap musik. Kecerdasan musikal dapat dikembangkan dengan iringan musik pada setiap aktivitas yang memungkinkan. 6. Kecerdasan interpersonal Kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intense, motivasi, watak, tempramen orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara, isyarat dari orang lain juga termasuk dalam inteligensi interpersonal berkaitan dengan dengan kemampuan seseorang untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan berbagai orang. Inteligensi ini banyak dipunyai oleh para komunikator, fasilitator, dan penggerak massa. Orang ini biasanya mudah bekerjasama dengan orang lain, mudah berkomunikasi dengan orang lain. Hubungan yang terjalin akan menyenangkan. Orang-orang seperti ini mempunyai pendekatan yang baik dengan orang lain, dengan cara menyelami temannya, penderitaan orang lain, dan mudah berempati. Kebanyakan orang-orang seperti ini akan menjadi komunikator karena suka memberikan masukan kepada temannya supaya maju. Anak yang memiliki inteligensi ini bila disuruh guru untuk mengerjakan tugas dan kelompoknya bebas,

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 maka mereka akan segera berlari dan mencari teman yang mau diajak kerjasama (Paul Suparno, 2008:39). Menurut Amstrong (Sujiono dan Sujiono, 2010:61) kecerdasan interpersonal adalah berpikir lewat berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang yang mempnyai jenis kecerdasan ini menyukai dan menikmati bekerja secara berkelompok, belajar sambil berinteraksi dan bekerja sama, juga merasa senang bertindak sebagai penengah atau mediator dalam perselisihan dan pertikaian baik di rumah maupun di sekolah (Julia Jasmine, 2007:26). Jadi, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan interpersonal adalah kecerdasan yang berhubungan dengan interaksi dengan orang lain dan dapat dikembangkan dengan cara banyak bersosialisasi dengan orang lain. 7. Kecerdasan intrapersonal Kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengenalan diri itu. Termasuk dalam inteligensi ini adalah kemampuan berefleksi dan keseimbangan diri. Orang ini punya kesadaran tinggi akan gagasan-gagasannya, dan mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan pribadi. Ia sadar akan tujuan hidupnya. Ia dapat mengatur perasaan dan emosinya sehingga kelihatan sangat tenang (Paul Suparno, 2008:41). Ciri-ciri orang yang mempunyai kecerdasan intrapersonal adalah keliatan pendiam, lebih suka bermenung di kelas. Orang dengan kecerdasan tinggi pada umumnya mandiri, tidak tergantung pada orang lain dan dapat yakin dengan pendapat diri yang kuat tentang hal-hal yang kontroversial, memiliki rasa percaya diri yang besar serta senang sekali

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 bekerja berdasarkan program sendiri dan hanya dilakukan sendirian (Julia Jasmine, 2007: 27). Cara mengembangkan kecerdasan intrapersonal, antara lain dengan menciptakan citra diri postif kepada anak, mengajak anak untuk bercakapcakap memperbincangkan kelemahan dan kelebihan serta minat anak (Sujiono dan Sujiono, 2010:61). Jadi, kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang berhubungan dengan pemahaman akan diri sendiri. Kecerdasan intrapersonal dapat dikembangkan dengan cara memberikan penguatan yang positif kepada anak. 8. Kecerdasan lingkungan/ naturalis Menurut Gardner (Paul Suparno, 2008:42), kemampuan seseorang untuk dapat mengerti flora dan fauna dengan baik, dapat membuat distingsi konsekuensial lain dalam alam natural; kemampuan untuk memahami dan menikmati alam; dan menggunakan kemampuan itu secara produktif dalam berburu, bertani, dan mengembangkan pengetahuan akan alam. Menurut Amstrong (Sujiono dan Sujiono, 2010:62) kecerdasan naturalis yaitu kecerdasan untuk mencintai keindahan alam melalui pengenalan terhadap flora dan fauna yang terdapat di lingkungan sekitar dan juga mengamati fenomena alam dan kepekaan/kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Jadi, kecerdasan naturalis adalah rasa cinta yang ditunjukkan dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kecerdasan naturalis dapat dikembangkan dengan cara membuat aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan. 9. Kecerdasan eksistensial

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Ini lebih menyangkut kemampuan seseorang untuk menjawab persoalanpersoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia. Orang tidak puas hanya menerima keadaannya, keberadaannya secara otomatis, tetapi mencoba menyadarinya dan mencari jawaban yang terdalam. Inteligensi ini sangat berkembang pada banyak filsuf, terlebih filsuf eksistensialis yang selalu mempertanyakan dan mencoba menjawab persoalan eksistensi hidup manusia (Paul Suparno, 2008:43). Kecerdasan eksitensial adalah kecerdasan yang berhubungan dengan kapasitas atau kemampuan untuk berpikir kosmis atau hal-hal yang berhubungan dengan keberadaan; mulai dari keberadaan dan tujuan manusia di alam semesta hingga pada sifat kehidupan itu sendiri seperti kebahagiaan, tragedi, penderitaan, hidup, mati, dan ke mana manusia setelah mati (Adi W. Gunawan, 2007:133) Kecerdasan eksistensial adalah kecerdasan dalam memandang makna atau hakikat kehidupan ini sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang berkewajiban menjalankan perintahnya dan menjauhi semua larangannya (Sujiono dan Sujiono, 2010:62). Jadi kecerdasan eksistensial adalah kecerdasan yang berhubungan dengan keberadaan manusia dengan Tuhan. Uraian di atas dapat disimpulkan menjadi sembilan kecerdasan ganda menurut Gardner, yakni kecerdasan lingustik, kecerdasan matematis logis, kecerdasan ruang, kecerdasan kinestetik-badani, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan eksistensial.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 3. Pop-up dan Lift the Flap Pengertian Pop-up dan Lift the Flap Ellen G.Kreiger Rubin mengungkapkan bahwa pop-up merupakan sebuah ilustarsi yang ketika halaman tersebut dibuka, ditarik, atau diangkat, akan timbul tingkatan dengan kesan 3 dimensi (3D). Sebuah buku “The Element Of Pop-Up” (Jackson, 2010:6) menjelaskan bahwa pop-up adalah wujud dimensional struktur dan mekanik yang terbuat dari kertas. Lain halnya dengan Lift the flap, lift the flap dikemas dengan menyusun atau menumpuk beberapa kertas, lalu mengunci salah satu sisi susunan kertas dan menyisakan sebagian besar bagian kertas agar dapat dibuka dan ditutup kembali. Lift the flap mempunyai manfaat, secara tidak langsung kegiatan melihat, membuka dan menutup gambar pada lift the flap dapat melatih perkembangan motorik pada anak (Alit, 2014: http://dgi- indonesia.com/sekilas-tentang-pop-up-lift-the-flap-dan-movable-book/). Jadi, kesimpulan pengertian dari pop-up adalah gambar 3D yang terdapat dalam buku atau kartu ucapan sedangkan lift the flap adalah susunan kertas yang ditimbun kertas lagi sebagai pintu untuk mengetahui apa yang ditimbun kertas tadi. B. Penelitian yang Relevan Penelitian tentang pengembangan modul yang berkaitan dengan pembelajaran pada dasarnya sudah cukup banyak, baik dalam bentuk skripsi, jurnal, makalah dan penelitian. Dari berbagai tulisan ini menyebabkan barbagai macam tema diangkat, mulai dari penelitian pengembangan modul pembelajaran konstruktivistik kontekstual, pengembangan modul interaktif dan lain sebagainya,

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 tetapi belum ada penelitian yang meneliti tentang pengembangan modul tematik berbasis multiple intelligence yang berkaitan dengan Kurikulum 2013. Oleh karena itu supaya penelitian ini akurat dan orisinil, dan tidak terjadi duplikasi dengan penelitian yang lain, maka penelusuran kajian pustaka perlu dilakukan guna memenuhi penelitian ini. Pertama, penelitian yang dilakukan oleh I Gusti Ayu Rusmiati, I Wayan Santyasa dan Wayan Sukra Warpala (2013) yang berjudul Pengembangan Modul IPA dengan Pendekatan Kontekstual untuk Kelas V SD Negeri 2 Semarapura Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul IPA dengan pendekatan konteksual yang layak untuk digunakan. Kesimpulannya menunjukkan bahwa modul bimbingan belajar dikategorikan sangat baik dan layak digunakan. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Moh. Shofan, Cholis Sa’dijah dan Slamet (2013) yang berjudul Pengembangan Modul Pembelajaran Bilangan Bulat dengan Pendekatan Kontekstual untuk Siswa Kelas IV SD/MI. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran bilangan bulat dengan pendekatan kontekstual yang layak untuk digunakan. Kesimpulannya menunjukkan bahwa modul tersebut dikategorikan baik dan layak digunakan. Ketiga, penelitian pengembangan yang dilakukan oleh Arianto Setyawan (2014) yang berjudul Pengembangan Modul IPA Terpadu Berpotensi Lokal Berbasis Multiple Intelligences. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul IPA terpadu berpotensi lokal berbasis multiple intelligences, mengetahui kelayakan modul dan respon siswa. Kesimpulan menunjukkan bahwa modul IPA

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Terpadu Berpotensi Lokal Berbasis Multiple Intelligences telah berhasil dikembangkan, kualitas modul sangat baik, respon siswa sangat baik. Keempat, peneltian pengembangan yang dilakukan oleh Izzati N, dkk (2013) yang berjudul Pengembangan Modul Tematik Dan Inovatif Berkarakter Pada Tema Pencemaran Lingkungan Untuk Siswa Kelas VII SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan modul tematik dan inovatif berkarakter pada tema pencemaran lingkungan dan mengetahui pengaruh modul terhadap peningkatan karakter siswa SMP. Kesimpulan, kelayakan modul termasuk kategori sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti pertama dan kedua, penelitian ini memiliki kesamaan dalam mengembangkan modul pembelajaran untuk sekolah dasar. Peneliti ketiga mengembangkan modul IPA berbasis multiple intelligence, fokus pada kecerdasan matematis-logis. Peneliti keempat mengembangkan modul tematik. Keempat penelitian tersebut relevan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti, yang membedakan penelitian di atas dengan penelitian yang dikembangkan oleh peneliti adalah peneliti mengembangankan modul pembelajaran berupa modul tematik kelas IV berbasis Multiple Intelligence (sembilan kecerdasan menurut Gardner) subtema berbagai pekerjaan. C. Kerangka Berpikir Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kini berganti menjadi Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 mempunyai standar kelulusan dan terbagi menjadi tiga domain. Domain tersebut adalah domain sikap, domain keterampilan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 dan domain pengetahuan. Tiga domain ini dapat dikembangkan dengan kesembilan jenis kecerdasan sesuai teori Howard Garnder. Selain melihat dari hubungan antara tiga ranah standar kelulusan yang diharapkan kurikulum 2013, peneliti juga melihat dari analisis kebutuhan yang menunjukkan dampak terbatasnya fasilitas pembelajaran seperti, media ICT, media konvensional, lembar kerja siswa, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), silabus, penilaian dan juga modul pembelajaran. Solusi yang diberikan peneliti untuk mewadahi keterhubungan antara standar kelulusan yang diharapkan dan kesembilan jenis kecerdasan ganda serta menyediakan salah satu fasilitas pembelajaran kurikulum 2013 adalah dengan mengembangkan modul pembelajaran berbasis multiple intelligence supaya dapat mencapai standar kelulusan Kurikulum 2013 yang sesuai dengan kecerdasan yang terdapat pada setiap peserta didik.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KTSP Multiple Intelligence Fasilitas pembelajaran terbatas Kurikulum 2013 matematika linguistik Standar Kelulusan Kurikulum 2013 sikap spasial ketrampilan kinestetik pengetahuan musik Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence interpersonal intrapersonal naturalis eksistensial 43 Gambar 1. Bagan Kerangka Berpikir

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 D. Pertanyaan Peneliti 1. Bagaimana langkah mengembangkan modul tematik SD yang berbasis Multiple Intelligence? 2. Bagaimanakah kelayakan modul tematik SD yang berbasis Intelligence?

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and development oleh Borg and Gall dalam Sugiyono (2011:298-302). Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah Pengembangan modul pembelajaran tematik berdasar Kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. Modul tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai materi yang dipelajari serta meningkatkan hasil belajar peserta didk. Modul ini. Prosedur pengembangan tersebut diadaptasi disesuaikan dengan kebutuhan peneliti sebagai landasan dalam penelitian. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi sampai langkah kelima. Potensi dan masalah Pengumpulan data Desain produk Validasi desain Research & Development Revisi desain Ujicoba produk Revisi produk Ujicoba pemakaian Revisi produk Produksi masal Gambar 2. Desain Penelitian Pengembangan 45

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 B. Prosedur Pengembangan Metode penelitian dan pengembangan atau research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektivan produk tersebut. Penelitian dan pengembangan bersifdat longitudinal (bertahap), sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Sugiyono, 2011 : 298). Alur penelitian pengembangan meliputi langkah-langkah sebagai berikut: 1. Potensi dan masalah Peneliti mengetahui adanya potensi dan masalah dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara menyebarkan angket ke enam sekolah. Analisis kebutuhan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman tentang kurikulum 2013, sejauh mana pemahaman tentang multiple intelligences dan keterbatasan fasilitas belajar sesuai kurikulum 2013. 2. Pengumpulan data Data diperoleh dari keenam angket yang disebarkan keenam sekolah. Hasil dari pengumpulan data digunakan sebagai pertimbangan perencanaan modul yang akan dikembangkan. 3. Desain produk Mendisain produk berupa modul pembelajaran yang mengacu kurikulum 2013 untuk sekolah dasar kelas IV subtema berbagai pekerjaan. Langkah dimulai dengan menentukan tema, menganalisis KI dan KD kurikulum 2013, menetukan subtema, menentukan indikator, menentukan tujuan pembelajaran, membuat RPP,

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 menentukan isi bahan ajar, menetukan strategi pembelajaran, menyusun kegiatan belajar, menentukan sumber belajar. 4. Validasi desain Validasi ahli dilakukan untuk menilai apakah produk yang sedang dikembangkan, dalam hal ini modul pembelajaran, layak digunakan atau tidak. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menunjuk beberapa pakar atau ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang sedang dikembangkan tersebut dengan mengisi lembar validasi ahli yang sudah disediakan oleh peneliti. Peneliti memilih dua dosen Universitas Sanata Dharma sebagai ahli modul pembelajaran dan sebagai ahli tematik serta satu guru kelas IV sebagai ahli bahasa untuk menilai kelayakan modul tersebut, sehingga dapat diketahui kelemahan dan kelebihannya sebagai dasar untuk melakukan revisi modul pembelajaran. Aspek yang divalidasi meliputi aspek sistematika, aspek tampilan dan aspek bahasa. Aspek sistematika adalah aspek yang meliputi kesesuaian materi pembelajaran yang ada dalam Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence dengan standar inti, kompetensi inti dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013, kesesuaian materi dengan kecerdasan yang dikembangkan, kesesuaian mteri dengan tema, kelengkapan, kejelasan dan keruntutan materi, keterkaitan materi satu dengan materi yang lain, kejelasan petunjuk belajar, kelengkapan kunci jawaban soal latihan sebagai umpan balik dari soal latihan dan kemudahan dalam memahami materi.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Aspek tampilan adalah aspek yang berhubungan dengan gambar yang ada dalam modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence meliputi kemenarikan cover dan gambar dalam modul, kejelasan gambar yang disajikan, kejelasan ukuran dan bentuk atau jenis huruf yang digunakan dan kemenarikan tampilan halaman yang disajikan. Aspek bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan bahasa, kata-kata, dan kalimat yang ada dalam modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence meliputi kejelasan penggunaan bahasa, kebenaran kata atau istilah yang digunakan dan keterbacaan teks atau kalimat dengan benar. 5. Revisi desain Revisi desain dilakukan setelah modul pembelajaran tematik berbasis Multiple Intilligence divalidasi. Hasil validasi berupa kritik dan saran dari validator berguna sebagai dasar untuk merevisi modul pembelajaran ini. C. Setting Penelitian Penyebaran angket analisis kebutuhan dilakukan ke enam sekolah dasar, yakni: SD N Kledokan, SD N Baran I, SD N Kerdonmiri I, SD N Gelaran 2, SD N I Socokangsi, dan SD Kanisius Sengkan. D. Instrumen Penelitian Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Nana Syaodih (2011:30), kuesioner adalah suatu teknik atau cara pengumpulan data yang berisi pertanyaan atau pernyataan yang harus diiisi oleh orang yang akan diukur (responden). Peneliti membagikan kuesioner kepada tiga validator untuk memvalidasi modul pembelajaran yang telah dikembangkan.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Instrumen kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini ditujukan untuk menilai kelayakan modul pembelajaran tematik berdasarkan Kurikulum 2013 berbasis multiple intelligence. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu instrumen untuk ahli materi, instrumen untuk ahli media, instrumen untuk ahli bahasa dan instrumen untuk uji lapangan. Berikut kisi-kisi instrumen: Instrumen uji kelayakan terbagi dalam 3 kelompok aspek yakni aspek sistematika, aspek tampilan dan aspek bahasa. Tabel 1. Kisi-Kisi Instrumen uji kelayakan No. Aspek 1. Sistematika 2. Tampilan 3. Bahasa Indikator - Kesesuaian materi dengan standar inti, kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran - Kesesuaian materi dengan kecerdasan yang dikembangkan - Keterkaitan materi satu dengan materi yang lain - Kejelasan petunjuk belajar - Kelengkapan kunci jawaban soal latihan sebagai umpan balik dari soal latihan - Kemenarikan cover dan gambar dalam modul - Kejelasan gambar yang disajikan - Kejelasan ukuran dan bentuk atau jenis huruf yang digunakan - Kejelasan penggunaan bahasa - Kebenaran kata atau istilah yang digunakan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 E. Jenis Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber yaitu ahli modul pembelajaran, ahli tematik, dan ahli bahasa. Data berupa data kuantitatif dan kualitatif yang merupakan hasil penilaian kualitas modul pembelajaran yang dikembangkan serta masukan sebagai dasar untuk melakukan revisi produk modul pembelajaran. F. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data diperoleh dari hasil kuesioner yang telah diisi ketiga validator, ahli modul pembelajaran, ahli desain modul dan ahli bahasa modul pembelajaran kelas IV sekolah dasar. G. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu dengan menganalisis data kualitatif yang diperoleh dari angket uji ahli. Menurut Suharsimi Arikunto (1993: 207), data kuatitatif yang berwujud angkaangka hasil perhitungan atau pengukuran dapat diproses dengan cara dijumlah, dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan dan diperoleh persentase. Persentase kelayakan ditentukan dengan rumus sebagai berikut: Persentase kelayakan (%) = x 100% Pencarian persentase dimaksudkan untuk mengetahui status sesuatu yang dipersentasekan dan disajikan tetap berupa persentase, tetapi dapat juga persentase

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 kemudian ditafsirkan dengan kalimat yang berseifat kualitatif, misalnya sangat baik (76-100%), baik (56-75%), cukup (45-55%), kurang baik (0-39%). Adapun keempat skala tersebut dapat ditulis sebagai berikut: Tabel2. Tabel Skala Persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993:208) Persentase Pencapaian Skala Interpretasi 76 – 100% 4 Sangat Baik 56 – 75% 3 Baik 40 – 55% 2 Cukup 0 – 39% 1 Kurang Baik

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Prosedur Pengembangan Pengembangan prototipe modul pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence ini dikembangkan melalui beberapa tahapan utama. Sesuai dengan model pengembangan dari Borg and Gall dalam Sugiyono (2011: 298), maka prototipe Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence melalui 5 tahap utama yaitu: 1. Potensi dan masalah Potensi dan masalah diperoleh dari mengkaji analisis kebutuhan yang disebarkan keenam sekolah dasar di SD N Kledokan, SD N Baran I, SD N Kerdonmiri I, SD N Gelaran 2, SD N I Socokangsi, dan SD Kanisius Sengkan. 2. Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket keenam sekolah dasar. Dari angket yang disebarkan, kemudian dianalisis dan diberikan solusi atas permasalahan yang ada. Analisis angket dilakukan dengan menghitung hasil dari keenam responden. Dari hasil analisis diperoleh bahwa 3 kepala sekolah sudah mengikuti pelatihan kurikulum 2013 dan 3 kepala sekolah belum mengikuti pelatihan kurikulum 2013, 5 sekolah belum semua guru mengikuti pelatihan kurikulum 2013 dan 1 sekolah guru kelas 1 dan 4 sudah mengikuti pelatihan kurikulum 2013, 6 sekolah baik guru/kepala sekolah belum memahami model pembelajaran berbasis mltiple intelligence, 6 sekolah belum memiliki Silabus tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelegence, 6 sekolah 52

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 belum memiliki RPP tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelegence, 6 sekolah belum memiliki bahan ajar tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelegence, 6 sekolah belum memiliki media mengakomodasi pembelajaran yang tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelegence, 1 sekolah sudah memiliki LKS tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelegence, 5 sekolah belum memiliki LKS tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelegence, 6 sekolah belum memiliki media berbasis ICT tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelegence, 6 sekolah belum memiliki perangkat penilaian tematik berdasarkan kurikulum 2013 berbasis multiple intelegence. 3. Desain produk Desain modul pembelajaran dilakukan setelah didapatkan permasalahan dan solusi. Dalam mendesain modul pembelajaran dilakukan beberapa tahapan, yaitu menganalisis kurikulum 2013, pengumpulan materi pembelajaran dan desain dari modul yang akan dikembangkan. Menganalisis kurikulum 2013 dilakukan dengan membaca dan mencatat materi pembelajaran kelas empat tema 4 tentang berbagai pekerjaan, pengumpulan materi dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku atau modul pembelajaran yang berkaitan dengan mata pelajaran yang ada di kelas empat, kemudian mengkaitkan materi antar mata pelajaran supaya saling tekait, dan melabeli matei dengan kecerdasan yang dikembangkan, sedangkan desain modul pembelajaran dilakukan dengan pembuatan desain yang menarik bagi siswa, dalam modul tersebut ada beberapa halaman yang dibuat desain gambar

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 tiga dimensi atau pop-up, sehingga siswa menjadi tertarik untuk membaca serta mempelajari modul tersebut. Modul pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti menggunakan program Microsoft Word 2007, Adobe In Design, Corel Draw X4, dan Adode Photoshop. Aplikasi program Microsoft Word 2007 digunakan peneliti untuk menyusun materi ajar. Font yang digunakan Kristen ITC. Aplikasi Adode In Design memiliki kelebihan dalam menata layout halaman modul pembelajaran. Adobe Photoshop memiliki kelebihan dalam pembuatan karakter gambar (otentik) yang akan dibuat pop-up dan lift the flap. Corel Draw X4 digunakan untuk membuat cover modul pembelajaran, menentukan ukuran karakter-karakter supaya tidak melebihi ukuran modul pembelajaran dan digunakan untuk meletakan tokoh-tokoh tersebut supaya proporsional. Modul pembelajaran yang dikembangkan memiliki komponen-komponen sebagai berikut 1) sampul modul pembelajaran, 2) isi , 3) kunci jawaban, 4) daftar pustaka. Desain produk awal adalah sebagai berikut. 1) Sampul modul pembelajaran Sampul depan modul pembelajaran terdapat keterangan buku tematik berbasis multiple intelligece, tema dalam bahan ajar yaitu tema 4, subtema modul pembelajaran yaitu berbagai pekerjaan, sasaran yang dituju adalah siswa kelas IV serta nama peneliti Christiana Risma Marthawati. Sampul modul pembelajaran menggunakan gambar berbagai profesi.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 2) Isi Isi modul pembelajaran terdiri dari 101 halaman yang terbagi dalam enam kali pembelajaran. Pada lembar awal terdapat kata pengantar, daftar isi, gambaran isi buku. Pada awal pembelajaran terdapat pemetaan kompetensi dasar kelas IV, indikator dan tujuan untuk pembelajaran tersebut, kegiatan pembelajaran dimulai dengan berdoa, motivasi, apersepsi, uraian materi, kegiatan siswa, refleksi, dan belajar dengan keluarga. 3) Kunci jawaban Kunci jawaban dalam modul pembelajaran merupakan jawaban dari soalsoal yang ada dalam modul pembelajaran. 4) Daftar pustaka Daftar pustaka berisi uraian referensi yang digunakan dalam penyusunan modul pembelajaran. 4. Validasi desain Validasi bertujuan untuk meminta mengetahui kelayakan modul yang telah dibuat. Validasi dilakukan oleh tiga ahli, ahli modul pembelajaran, ahli desain modul pembelajaran oleh dosen PGSD USD dan ahli bahasa oleh guru kelas empat. Aspek yang divalidasi meliputi aspek sistematika, aspek tampilan dan aspek bahasa. Aspek sistematika adalah aspek yang meliputi kesesuaian materi pembelajaran yang ada dalam Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence dengan standar inti, kompetensi inti dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013, kesesuaian materi dengan

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 kecerdasan yang dikembangkan, kesesuaian mteri dengan tema, kelengkapan, kejelasan dan keruntutan materi, keterkaitan materi satu dengan materi yang lain, kejelasan petunjuk belajar, kelengkapan kunci jawaban soal latihan sebagai umpan balik dari soal latihan dan kemudahan dalam memahami materi. Aspek tampilan adalah aspek yang berhubungan dengan gambar yang ada dalam modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence meliputi kemenarikan cover dan gambar dalam modul, kejelasan gambar yang disajikan, kejelasan ukuran dan bentuk atau jenis huruf yang digunakan dan kemenarikan tampilan halaman yang disajikan. Aspek bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan bahasa, kata-kata, dan kalimat yang ada dalam modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence meliputi kejelasan penggunaan bahasa, kebenaran kata atau istilah yang digunakan dan keterbacaan teks atau kalimat dengan benar. 5. Revisi desain Revisi desain dilakukan setelah modul pembelajaran tematik berbasis Multiple Intilligence divalidasi. Dari hasil validasi tersebut terdapat kritik dan saran dari ahli modul pembelajaran, saran dan kritik tersebut sebagai dasar untuk merevisi modul pembelajaran ini. B. Uji Kelayakan Modul Pembelajaran Uji validitas digunakan untuk menilai apakah modul layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu proses pembelajaran. Pada uji validitas ini, melibatkan 3 ahli, yakni ahli modul pembelajaran, ahli desain modul pembelajaran dan ahli materi pembelajaran kelas 4. Validasi ahli modul

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 pembelajaran untuk modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence dilakukan oleh dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar USD, validasi ahli desain dilakukan dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar USD dan validasi ahli bahasa dilakukan oleh guru kelas 4, hal ini dikarenakan guru kelas 4 akan lebih memahami bahasa yang komunikatif bagi peserta didik. Hasil dari validasi oleh para ahli dapat digunakan sebagai masukkan dalam penyempurnaan modul yang dikembangkan. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut: a. Hasil Penilaian Ketiga Validator per Indikator pada Setiap Aspek Hasil penilaian per item dari ketiga validator pada setiap aspek sistematika, tampilan dan bahasa dilakukan untuk mengetahui skor item-item pada setiap aspeknya. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3. Hasil Penilaian per Indikator dari Ketiga Validator Validator No. Aspek 1 2 3 Ratarata Persentase Sistematika 1. Kesesuaian materi dengan standar inti, kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran 3 3 4 3,34 83,34% 2. Kesesuaian materi dengan kecerdasan yang dikembangkan 4 3 4 3,67 91,67% 4 3 4 3,67 91,67% 3 3 4 3,34 83,34% 3 3 4 3,34 83,34% 4 3 4 3,67 91,67% 4 3 4 3,67 91,67% 3. Kesesuaian materi dengan tema Kelengkapan, kejelasan dan keruntutan materi Keterkaitan materi satu dengan materi yang 5. lain 4. 6. Kejelasan petunjuk belajar 7. Kelengkapan kunci jawaban soal latihan sebagai umpan balik dari soal latihan

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 8. Kemudahan dalam memahami materi 3 3 3 3,00 75,00% Jumlah Skor secara keseluruhan 28 24 31 Skor Total 83 Rata-rata 3,46 Persentase 86,50% Tampilan 1. Kemenarikan cover dan gambar dalam modul 4 4 4 4,00 100% 2. Kejelasan gambar yang disajikan 2 3 3 2,67 66,67% 3. Kejelasan ukuran dan bentuk atau jenis huruf yang digunakan 4 4 4 4,00 100% 4. Kemenarikan tampilan halaman yang disajikan 4 4 4 4,00 100% Jumlah Skor secara keseluruhan 14 15 15 Skor Total 44 Rata-rata 3,67 Persentase 91,75% Bahasa 1. Kejelasan penggunaan bahasa 4 4 4 4,00 100% 2. Kebenaran kata atau istilah yang digunakan 4 4 4 4,00 100% 3. Keterbacaan teks atau kalimat dengan benar 4 4 4 4,00 100% Jumlah Skor secara keseluruhan 12 12 12 Skor Total 36 Rata-rata 4 Persentase 100% Dari data pada Tabel 3, dapat dilihat bahwa hasil penilaian dari validasi ahli modul pembelajaran, ahli desain modul pembelajaran dan ahli materi ditinjau dari berbagai aspek:

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 1. Aspek sistematika a. Kesesuaian materi dengan standar inti, kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran, mendapatkan persentase 83,34%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. b. Kesesuaian materi dengan kecerdasan yang dikembangkan, mendapatkan persentase 91,67%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. c. Kesesuaian materi dengan tema, mendapatkan persentase 91,67%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. d. Kelengkapan, kejelasan dan keruntutan materi, mendapatkan persentase 83,34%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 e. Keterkaitan materi satu dengan materi yang lain, mendapatkan persentase 83,34%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. f. Kejelasan petunjuk belajar, mendapatkan persentase 91,67%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. g. Kelengkapan kunci jawaban soal latihan sebagai umpan balik dari soal latihan, mendapatkan persentase 91,67%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. h. Kemudahan dalam memahami materi, mendapatkan persentase 75%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori baik sehingga layak digunakan.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Persentase Data Hasil Validasi Aspek Sistematika 100 91,67%91,67% 90 83,34% 83,34%83,34% 75,00% 80 Persentase (%) kesesuaian materi dengan SI 91,67%91,67% 70 Kesesuaian materi dengan MI 60 kesesuaian dengan tema 50 kelengkapan 40 keterkaitan 30 kejelasan 20 10 kelengkapan kunci 0 a b c d e f g h kemudahan Aspek Sistematika Gambar 3. Persentase Data Hasil Validasi Aspek Sistematika Gambar 3. menunjukkan bahwa persentase tertinggi adalah 91,67% yaitu pada pernyataan kesesuaian materi dengan kecerdasan yang dikembangkan, kesesuaian materi dengan tema, kejelasan petunjuk belajar, dan kelengkapan kunci jawaban soal latihan sebagai umpan balik dari soal latihan, sedangkan persentase terendah adalah 75% yaitu pada pernyataan kemudahan dalam memahami materi. Secara keseluruhan, dari ketiga validator aspek sistematika mendapatkan persentase 86,50%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. 2. Aspek tampilan a. Kemenarikan cover dan gambar dalam modul, mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. b. Kejelasan gambar yang disajikan, mendapatkan persentase 66,67%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori baik sehingga layak digunkan. c. Kejelasan ukuran dan bentuk atau jenis huruf yang digunakan, mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. d. Kemenarikan tampilan halaman yang disajikan, mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Persentase Data Hasil Validasi Aspek Tampilan Persentase (%) 120 100% 100% 100% 100 80 66,67% kemenarikan cover 60 kejelasan gambar 40 kejelasan ukuran 20 kemenarikan halaman 0 a b c d Aspek Tampilan Gambar 4. Persentase Data Hasil Validasi Aspek Tampilan Gambar 4. Menunjukkan pada aspek tampilan yang mendapatkan persentase tertinggi 100% yaitu pada pernyataan kemenarikan cover dan gambar dalam modul, kejelasan ukuran dan bentuk atau jenis huruf yang digunakan, kemenarikan tampilan halaman yang disajikan sedangkan persentase terendah adalah 66,76% yaitu pada pernyataan kejelasan gambar yang disajikan. Secara keseluruhan, dari ketiga validator aspek tampilan mendapatkan persentase 91,75%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. 3. Aspek bahasa a. Kejelasan penggunaan bahasa, mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208)

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. b. Kebenaran kata atau istilah yang digunakan, mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. c. Keterbacaan teks atau kalimat dengan benar, mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Persentase Data Hasil Validasi Aspek Bahasa 120 100% 100% 100% Persentase(%) 100 80 60 kejelasan kebenaran 40 keterbacaan 20 0 a b c Aspek Bahasa Gambar 5. Persentase Data Hasil Validasi Aspek Bahasa Gambar 5. Menunjukkan pada aspek bahasa mendapatkan persentase 100% yaitu pada pernyataan kejelasan penggunaan bahasa, kebenaran kata atau istilah yang digunakan dan keterbacaan teks atau kalimat dengan benar. Secara keseluruhan, dari ketiga validator aspek tampilan mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunkan. b. Hasil Penilaian Masing-masing Validator 1) Validasi Ahli Modul Pembelajaran Validasi ahli ini memaparkan skor yang diperoleh dari angket setiap validator. Setelah validasi dilakukan, didapat beberapa perbaikan agar modul

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 dapat digunakan. Data Validasi Ahli Modul Pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini: Tabel 4. Data Hasil Validasi Ahli Modul Pembelajaran No. Aspek 4 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 1. 2. 3. 4. 4. 5. 6. Skor 3 2 1 Sistematika Kesesuaian materi dengan standar inti, kompetensi dasar - √ - dan tujuan pembelajaran Kesesuaian materi dengan kecerdasan yang dikembangkan √ - - Kesesuaian materi dengan tema √ - - Kelengkapan, kejelasan dan keruntutan materi - √ - Keterkaitan materi satu dengan materi yang lain - √ - Kejelasan petunjuk belajar √ - - Kelengkapan kunci jawaban soal latihan sebagai umpan √ - - balik dari soal latihan Kemudahan dalam memahami materi - √ - Jumlah Frekuensi 4 4 - Jumlah Skor 16 12 - 28 Skor Total 3,5 Rata-rata 87,5% Persentase Tampilan Kemenarikan cover dan gambar dalam modul √ - - Kejelasan gambar yang disajikan - √ Kejelasan ukuran dan bentuk atau jenis huruf yang √ - - digunakan Kemenarikan tampilan halaman yang disajikan √ - - Jumlah Frekuensi 3 - 1 Jumlah Skor 12 - 2 1 14 Skor Total 3,5 Rata-rata 87,5% Persentase Bahasa Kejelasan penggunaan bahasa √ - - Kebenaran kata atau istilah yang digunakan √ - - Keterbacaan teks atau kalimat dengan benar √ - - Jumlah Frekuensi 3 - - Jumlah Skor 12 - - 12 Skor Total 4 Rata-rata 100% Persentase

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Dari data pada Tabel 4, dapat dilihat bahwa hasil penilaian dari validasi ahli Modul pembelajaran ditinjau dari : 1. Aspek sistematika mendapatkan persentase 87,5%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. 2. Aspek tampilan mendapatkan persentase 87,5%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. 3. Aspek bahasa mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Presentase Data Hasil Validasi Ahli Modul Pembelajaran Persentase (%) 120 100% 100 87,5% 87,5% 80 60 Sistematika 40 Tampilan Bahasa 20 0 Sistematika Tampilan Bahasa Aspek penilaian Gambar 6. Persentase Data Hasil Validasi Ahli Modul Pembelajaran Secara keseluruhan, persentase dari ketiga aspek tersebut adalah 91,667. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. Selain data kuantitatif, validator juga memberikan data kualitatif yang berupa saran, yaitu: 1. Revisi penulisan dan kalimat ada beberapa kekurangan 2. Ukuran pop-up diperkecil agar semua maksud dapat tersampaikan (berbagai pekerjaan; warna laut diganti biru)

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 2) Validasi Ahli desain modul pembelajaran Validasi ahli desain modul pembelajaran dilakukan dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar USD. Setelah validasi dilakukan, didapat beberapa perbaikan agar modul dapat digunakan. Data Validasi Ahli desain modul pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini: Tabel 5. Data Hasil Validasi Ahli desain modul pembelajaran No. Aspek 4 Sistematika 1. Kesesuaian materi dengan standar inti, kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran 2. Kesesuaian materi dengan kecerdasan yang dikembangkan 3. Kesesuaian materi dengan tema 4. Kelengkapan, kejelasan dan keruntutan materi 5. Keterkaitan materi satu dengan materi yang lain 6. Kejelasan petunjuk belajar 7. Kelengkapan kunci jawaban soal latihan sebagai umpan balik dari soal latihan 8. Kemudahan dalam memahami materi Jumlah Frekuensi Jumlah Skor Skor Total Rata-rata Persentase Tampilan 1. Kemenarikan cover dan gambar dalam modul 2. Kejelasan gambar yang disajikan 3. Kejelasan ukuran dan bentuk atau jenis huruf yang digunakan 4. Kemenarikan tampilan halaman yang disajikan Jumlah Frekuensi Jumlah Skor Skor Total Rata-rata Persentase Bahasa 3 Skor 2 1 - √ - - - √ √ √ √ √ √ - - √ 8 24 24 3 75% - - √ √ - - - - √ - √ 3 1 12 3 15 3,75 93,75%

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 √ √ √ 3 12 12 4 100% 7. Kejelasan penggunaan bahasa 8. Kebenaran kata atau istilah yang digunakan 9. Keterbacaan teks atau kalimat dengan benar Jumlah Frekuensi Jumlah Skor Skor Total Rata-rata Persentase - Dari data pada Tabel 5, dapat dilihat bahwa hasil penilaian dari validasi ahli desain modul pembelajaran ditinjau dari : 1. Aspek sistematika mendapatkan persentase 75%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori baik sehingga layak digunakan. 2. Aspek tampilan mendapatkan persentase 93,75%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. 3. Aspek bahasa mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. -

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Persentase Data Hasil Validasi Ahli Modul Pembelajaran 120 Persentase (%) 80 100% 93,75% 100 75% Sistematika 60 Tampilan 40 Bahasa 20 0 Sistematika Tampilan Bahasa Aspek penilaian Gambar 7. Persentase Data Hasil Validasi Ahli desain modul Secara keseluruhan, persentase dari ketiga aspek tersebut adalah 89,583%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. Selain data kuantitatif, validator juga memberikan data kualitatif yang berupa saran, yaitu: 1. Pemilihan warna huruf sebaiknya disesuaikan/melihat warna backround, apakah bisa terbaca atau tidak 2. Ada bagian halaman yang kosong mungkin baik bila diberi halaman untuk judul atau penjelasan bagian berikutnya

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 3. Ada bagian pop-up yang bila terbuka pop-up-nya tidak terlihat/tidak membuka 3) Validasi Ahli Bahasa Validasi ahli bahasa dilakukan oleh guru sekolah dasar kelas 4. Setelah validasi dilakukan, didapat beberapa perbaikan agar modul dapat digunakan. Data Validasi Ahli Bahasa dapat dilihat pada Tabel 6 di bawah ini: Tabel 6. Data Hasil Validasi Ahli Bahasa No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 1. 2. 3. 4. Aspek Skor 4 3 2 1 Sistematika Kesesuaian materi dengan standar inti, kompetensi dasar √ - dan tujuan pembelajaran Kesesuaian materi dengan kecerdasan yang dikembangkan √ - Kesesuaian materi dengan tema √ - Kelengkapan, kejelasan dan keruntutan materi √ - Keterkaitan materi satu dengan materi yang lain √ - Kejelasan petunjuk belajar √ - Kelengkapan kunci jawaban soal latihan sebagai umpan √ balik dari soal latihan Kemudahan dalam memahami materi - √ Jumlah Frekuensi 7 1 Jumlah Skor 28 3 31 Skor Total 3,875 Rata-rata 96,875% Persentase Tampilan Kemenarikan cover dan gambar dalam modul √ - Kejelasan gambar yang disajikan - √ Kejelasan ukuran dan bentuk atau jenis huruf yang √ - digunakan Kemenarikan tampilan halaman yang disajikan √ - Jumlah Frekuensi 3 1 Jumlah Skor 12 3 15 Skor Total - -

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Rata-rata Persentase 3,75 93,75% Bahasa 1. Kejelasan penggunaan bahasa √ - 2. Kebenaran kata atau istilah yang digunakan √ - 3. Keterbacaan teks atau kalimat dengan benar √ - Jumlah Frekuensi 3 - Jumlah Skor 12 - 12 Skor Total 4 Rata-rata 100% Persentase - Dari data pada Tabel 6, dapat dilihat bahwa hasil penilaian dari validasi ahli bahasa pembelajaran ditinjau dari : 1. Aspek sistematika mendapatkan persentase 96,875%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori baik sehingga layak digunakan. 2. Aspek tampilan mendapatkan persentase 93,75%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. 3. Aspek bahasa mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Persentase Data Hasil Validasi Ahli Modul Pembelajaran Persentase (%) 120 100 96,875% 93,75% 100% 80 60 Sistematika 40 Tampilan 20 Bahasa 0 Sistematika Tampilan Bahasa Aspek penilaian Gambar 8. Pesentase Data Hasil Validasi Ahli Bahasa Secara keseluruhan, persentase dari ketiga aspek tersebut adalah 96,875%. Berdasarkan skala persentase menurut Suharsimi Arikunto (1993: 208) maka kualitas modul Pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. Selain data kuantitatif, validator juga memberikan data kualitatif yang berupa saran, yaitu: layak digunakan dengan perbaikan pada bagian tertentu. C. Kajian Produk Akhir Produk akhir merupakan revisi dari hasil validasi oleh ketiga validator. Produk berupa modul pembelajaran direvisi berdasarkan saran dan kritik ketiga validator. Produk akhir modul pembelajaran dikemas dalam bentuk buku teks yang berisikan materi pembelajaran melalui proses pencetakan. Kajian produk akhir dari modul pembelajaran ini adalah sebagai berikut: 1) Sampul modul pembelajaran

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Sampul tidak mengalami perubahan. Sampul depan modul pembelajaran terdapat keterangan buku tematik berbasis multiple intelligece, tema dalam bahan ajar yaitu tema 4, subtema modul pembelajaran yaitu berbagai pekerjaan, sasaran yang dituju adalah siswa kelas IV serta nama peneliti Christiana Risma Marthawati. Sampul modul pembelajaran menggunakan gambar berbagai profesi. 2) Isi Isi modul pembelajaran mengalami perubahan setelah dilakukan revisi sesuai dengan kritik dan saran dari ketiga validator, antara lain 1) membenarkan penulisan kata dan kalimat yang masih salah, 2) mengubah ukuran pop-up menjadi lebih kecil pada pop-up pasar dan mengubah warna laut yang ada di pop-up menjadi biru, 3) membenahi pemilihan warna huruf dan background supaya bisa terbaca, 4) mengisi bagian halaman yang kosong dengan gambar atau judul untuk penjelasan halaman berikutnya. Isi modul pembelajaran terdiri dari 101 halaman yang terbagi dalam enam kali pembelajaran. Pada lembar awal terdapat kata pengantar, daftar isi, gambaran isi buku. Pada awal pembelajaran terdapat pemetaan kompetensi dasar kelas IV, indikator dan tujuan untuk pembelajaran tersebut, kegiatan pembelajaran dimulai dengan berdoa, motivasi, apersepsi, uraian materi, kegiatan siswa, refleksi, dan belajar dengan keluarga. 3) Kunci jawaban Kunci jawaban dalam modul pembelajaran merupakan jawaban dari soalsoal yang ada dalam modul pembelajaran.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 4) Daftar pustaka Daftar pustaka berisi uraian referensi yang digunakan dalam penyusunan modul pembelajaran. D. Pembahasan Produk yang didapat dari penelitian ini adalah prototipe modul Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence. Menurut makna istilah asalnya modul adalah alat ukur yang lengkap, merupakan unt yang berfungsi secara mandiri, terpisah, tetapi juga dapat berfungsi sebgai kesatuan dari keseluruhan unit lainnya. Sejalan dengan pengertian modul tersebut, Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2007: 132) mengungkapkan bahwa modul merupakan suatu unit program pengajaran yang disusun dalam bentuk tertentu untuk keperluan belajar, maka modul yang dibuat dapat digunakan untuk belajar mandiri siswa ataupun sebagai pendamping pada proses belajar mengajar. Dari beberapa pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa modul merupakan suatu paket bahan ajar siswa, yang digunakan secara mandiri maupun secara kesatuan dengan unit lain. Peranan modul sebagai media bantu pembelajaran, memungkinkan siswa untuk dapat lebih memahami materi yang diajarkan dengan bantuan modul tersebut. Sesuai dengan tujuan modul yang dipaparkan Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (2008: 3) bahwa media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indra, ruang dan waktu, maka modul pembelajaran menjadi salah satu solusi dalam mengatasi keterbatasan indra, ruang dan waktu. Hal ini dikarenakan siswa dapat belajar

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 secara mandiri tanpa didampingi guru sesuai dengan tingkat kemampuan pemahaman dari masing-masing siswa. Penilaian kelayakan prototipe modul pembelajaran dalam validasi ahli pada penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen penilaiannya. Skala yang digunakan dalam angket tersebut menggunakan skala Likert yaitu dengan skor penilaian 1 sampai 4. Skor 1 berarti kurang baik, skor 2 berarti cukup, skor 3 berarti baik dan skor 4 berarti sangat baik. Selanjutnya data yang terkumpul diproses dengan cara dijumlahkan, dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan dan diperoleh persentase. Kriteria penilaian kelayakan modul mengacu pada skala persentase menurut Suharsimi Arikunto yaitu 0% - 39% berarti kurang baik, 40% - 55% berarti cukup, 56% - 75% berarti baik dan 76% - 100% berarti sangat baik. Hasil penilaian dari ketiga validator per item pada setiap aspeknya adalah pada aspek sistematika, item kesesuaian materi dengan standar inti, kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran, kelengkapan, kejelasan dan keruntutan materi dan keterkaitan materi satu dengan materi yang lain masing-masing mendapatkan persentase 83,34%; menurut skala persentase pencapaian tersebut, kualitas item modul termasuk sangat baik. Item kesesuaian materi dengan kecerdasan yang dikembangkan, kesesuaian materi dengan tema, kejelasan petunjuk belajar, kelengkapan kunci jawaban soal latihan sebagai umpan balik dari soal latihan, masing-masing mendapatkan persentase 91,67%; berdasarkan skala persentase pencapaian tersebut, kualitas item modul termasuk sangat baik. Item kemudahan dalam memahami materi mendapatkan persentase 75%, berdasarkan skala persentase yang didapat, kualitas item tersebut termasuk baik.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Hasil penilaian dari ketiga validator per item pada setiap aspeknya adalah pada aspek tampilan, item kemenarikan cover dan gambar dalam modul, item kejelasan ukuran dan bentuk atau jenis huruf yang digunakan dan item kemenarikan tampilan halaman yang disajikan, masing-masing mendapatkan persentase 100%, berdasarkan skala persentase pencapaian tersebut, kualitas ketiga item pada aspek tampilan ini termasuk sangat baik. Item kejelasan gambar yang disajikan mendapatkan persentase 66,67%, berdasarkan skala persentase pencapaian tersebut, kualitas satu item ini termasuk baik. Hasil penilaian dari ketiga validator per item pada setiap aspeknya adalah pada aspek bahasa, item kejelasan penggunaan bahasa, kebenaran kata atau istilah yang digunakan dan item keterbacaan teks atau kalimat dengan benar masingmasing mendapatkan persentase 100%, berdasarkan skala pencapaian tersebut, kualitas ketiga item pada aspek bahasa termasuk sangat baik. Hasil penilaian ahli modul pembelajaran mendapatkan persentase 91,667%. Berdasarkan skala persentase pencapaian tersebut, maka kualitas modul pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. Selain data kuantitatif, validator juga memberikan data berupa saran dan kritik, yaitu: penulisan kata dan kalimat ada beberapa kekurangan, ukuran pop-up diperkecil agar semua maksud dapat tersampaikan (berbagai pekerjaan, warna laut diubah menjadi biru). Sehingga revisi yang dilakukan adalah melengkapi kata dan kalimat yang kurang dan memperkecil ukuran pop-up serta mengubah warna laut menjadi biru.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Hasil penilaian ahli desain modul pembelajaran mendapatkan persentase 89,583%. Berdasarkan skala persentase pencapaian tersebut, maka kualitas modul pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. Selain data kuantitatif, validator juga memberikan data berupa saran dan kritik, yaitu: pemilihan warna huruf sebaiknya disesuaikan/melihat warna backround, apakah bisa terbaca atau tidak, ada bagian halaman yang kosong mungkin baik bila diberi halaman untuk judul atau penjelasan bagian berikutnya. Sehingga revisi yang dilakukan adalah menyesuaikan warna huruf dengan backround yang digunakan sehingga bisa terbaca serta menutup bagian halaman yang kosong dengan judul atau penjelasan berikutnya. Hasil penilaian ahli bahasa yang mendapatkan persentase 96,875%. Berdasarkan skala persentase pencapaian tersebut, maka kualitas modul pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence termasuk dalam dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. Selain data kuantitatif, validator juga memberikan data berupa saran dan kritik, yaitu: layak digunakan dengan perbaikan. Sehingga revisi yang dilakukan adalah memperbaiki modul pembelajaran tersebut. Hasil penilaian modul dari ketiga ahli modul pembelajaran pembelajaran ditinjau dari aspek sistematika tersebut mendapatkan persentase 86,458%, ditinjau dari aspek tampilan mendapatkan persentase 91,667% dan aspek bahasa mendapatkan persentase 100%. Berdasarkan skala persentase pencapaian tersebut, maka kualitas modul pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Intelligence termasuk dalam dalam kategori sangat baik sehingga layak digunakan. Setelah dilakukan validasi, didapatkan hasil penilaian dari validtor seperti di atas. Melihat hasil tersebut, maka sesuai kriteria penilaian menurut skala persentase Suharsimi Arikunto (1993: 208), modul pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence dinilai sangat baik sebagai prototipe modul pembelajaran.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1. Pengembangan prototipe modul pembelajaran Tematik Kelas IV SD Berbasis Multiple Intelligence menggunakan langkah-langkah sebagai berikut (1) Potensi dan masalah diperoleh karena terbatasnya fasilitas pembelajaran yang disebabkan oleh pergantian kurikulum (2) Pengumpulan informasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke delapan sekolah dan menganalisis hasil kuesioner tersebut (3) Desain produk dalam tahap ini dilakukan dengan analisis kurikulum 2013, mengumpulkan materi, menjadikan tematik, melabeli materi dengan kecerdasan yang dikembangkan, mendesain gambar (4) Validasi dilakukan oleh tiga ahli, ahli modul pembelajaran, ahli tematik dan ahli bahasa (5) Revisi desain dilakukan sesuai kritik dan saran yang diberikan oleh validator setelah modul divalidasi. 2. Kualitas prototipe modul pembelajaran tematik kelas IV SD berbasis Mulitple Intelligence dengan tema “berbagai pekerjaan dan sub tema jenisjenis pekerjaan” adalah sangat baik, hal ini tampak dari rata-rata nilai ketiga validator untuk aspek sistematika mendapatkan 86,90%, aspek tampilan 91,75% dan aspek bahasa mendapatkan persentase 100%. 81

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 B. Keterbatasan Peneliti Proses pelaksanaan penelitian Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence terdapat beberapa keterbatasan, antara lain: 1. Penelitian ini hanya terbatas pada kelas IV tema Berbagai Pekerjaan. 2. Pengembangan penelitian ini hanya sampai langkah kelima penelitian R & D menurut Sugiyono yakni pada langkah revisi desain, sehingga penelitian ini hanya menghasilkan prototipe modul pembelajaran. C. Saran Bagi peneliti berikutnya yang akan mengembangkan modul pembelajaran Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence, berikut saran yang dapat peneliti berikan: 1. Bagi peneliti yang ingin melanjutkan penelitian ini supaya melakukan uji terbatas, karena penelitian tersebut baru sampai tahap uji validasi. 2. Bagi Guru Supaya memperhatikan kecerdasan yang dimiliki peserta didik, sehingga mampu menjembatani antara penggunaan modul pembelajaran Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence dengan kecerdasan yang dimiliki peserta didik yang akan dikembangkan.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 DAFTAR PUSTAKA Arikunto Suharsimi, (1993). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta. Dewantari Alit, (2013). Workshop Pop-up, mengamati, mengenal dan memahami. http://dgi-indonesia.com/workshop-pop-up-mengamati-mengenal-danmemahami-pop-up/. Diakses 9 November 2013. Dewantari Alit, (2013). Sekilas tentang Pop-up, Lift the Flap dan Movable. http://dgiindonesia.com/sekilas-tentang-pop-up-lift-the-flap-dan movable-book/. Diakses 9 November 2013. Direkorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, (2008). Teknik Penyusunan Modul. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Gunawan Adi W, (2007). Born to be a Genius. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Hidayat Sholeh, (2013). Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Izziati N, dkk, (2013). Pengembangan Modul Tematik dan Inovatif Berkarakter pada Tema Pencemaran Lingkungan untuk Siswa Kelas VII SMP. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpii Jackson Paul, (2000). The Pop-up Book. Singapore: Annes Publishing Limited. Jasmine Julia, (2007). Panduan Mengajar Berbasis Multiple Intelligences. Bandung: Nuansa. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Perkembangan Implementasi Kurikulum 2013. http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/uji-publik-kurikulum-2013-1 Nasution, (2011). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Majid Abdul, (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Rusman, (2011). Seri Manajemen Sekolah Bermutu Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Pendidik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Rusmiati I Gusti Ayu, Santyasa I Wayan dan Warpala Wayan Sukra, (2013). Pengembangan Modul IPA dengan Pendekatan Kontekstual untuk Kelas 5 SD Negeri 2 Semapura Tengah. http://pasca.undiksha.ac.id/ejournal/index.php/jurnal_tp/article/download/899/653. Diakses 3 Januari 2014. Setyawan Arianto, (2014). Pengembangan Modul IPA Terpadu Berpotensi Lokal Berbasis Multiple Intelligences. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Shofan Moh, Sa’dijah Cholis dan Slamet. (2013). Pengembangan Modul Pembelajaran Bilangan Bulat dengan Pendekatan Kontestual untuk http://jurnalSiswa Kelas IV SD/MI. online.um.ac.id/data/artikel/artikelF98A0F2A4C247D519F011A66CF2F 1F22. Diakses 3 Januari 2014. Sudjana Nana dan Rivai Ahmad, (2007). Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru AL Gesindo. Sugiyono, (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sujiono Yuliani Nuraini dan Sujiono Bambang, (2010). Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: PT Indeks. Sukmadinata, Nana Syaodih, (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Bamdung: PT Remaja Rosdakarya. Suparno Paul, (2008). Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Trianto, (2007). Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta:Prestasi Pustaka. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. http://www.inherent-dikti.net/files/sisdiknas.pdf

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Vembriarto, (1975). Pengantar Pengajaran Modul. Yogyakarta: Yayasan Pendidikan Paramita.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Satuan Pendidikan : SD Negeri Kledokan 1 Kelas/Semester : IV/1 Tema/Subtema : Berbagai Pekerjaan/Jenis-jenis Pekerjaan Mata pelajaran terkait : IPS, IPA, dan Bahasa Indonesia Pertemuan :1 Alokasi waktu : 6 x 35menit A. Kompetensi Inti : 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak bermain dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator : 1. IPS Kompetensi Dasar 1.2 Menjalankan ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat 1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya 2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleransi, dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 3.3 Memahami manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di sekitarnya. 4.3 Menceritakan manusia dalam hubungannya dngan lingkungan geografis tempat tinggalnya. Indikator 2.3.1 Menunjukkan perilaku kerjasama, bertanggung jawab, menghargai pendapat orang lain dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman melalui diskusi 3.3.1 Menjelaskan jenis-jenis pekerjaan serta hubungannya dengan kondisi geografis. 3.3.2 Menjelaskan proses pembuatan batik ikat celup secara sederhana. 4.3.1 Menceritakan tentang hasil bacaan mengenai proses pembuatan batik ikat celup. 2. IPA Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan berdiskusi 3.7 Mendiskripsikan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat 4.7 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut Indikator

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 3.7.1 Menjelaskan hubungan teknologi pembuatan batik ikat celup dengan jenis pekerjaan yang sesuai. 4.7.1 Membuat laporan hasil pengamatan tentang jenis-jenis pekerjaan sesuai dengan perkembangan teknologi pembuatan batik ikat celup. 3. Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan YME atas keberadaan lingkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial, serta permasalahan social 2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 3.4 Menggali informasi dari teks cerita pertualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.4 Menyajikan teks cerita pertualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Indikator 3.4.1 Mengidentifikasi informasi dari teks cerita. 4.4.1 Membuat cerita petualangan mengenai lingkungan dan sumber daya alam yang ada di sekitar. C. Tujuan Pembelajaran 1. IPS 2.3.1 Setelah melakukan diskusi, siswa mampu menunjukkan masingmasing minimal 3 perilaku kerjasama, bertanggung jawab, menghargai pendapat orang lain dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman 3.3.1 Siswa mampu menjelaskan minimal 3 jenis pekerjaan serta

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 hubungannya dengan kondisi geografis setelah melakukan kegiatan diskusi 3.3.2 Setelah melakukan diskusi, siswa mampu menjelaskan proses pembuatan batik ikat celup secara sederhana maksimal selama 5 menit 4.3.1 Setelah mengkaji isi bacaan tentang pembuatan batik ikat celup, siswa mampu menceritakan minimal 3 hasil bacaan mengenai proses pembuatan batik ikat celup 2. IPA 3.7.1 Setelah melakukan kegiatan diskusi, siswa mampu menjelaskan minimal 3 hubungan teknologi pembuatan batik ikat celup dengan jenis pekerjaan yang sesuai 4.7.1 Setelah melakukan kegiatan diskusi, siswa mampu membuat sebuah laporan hasil pengamatan tentang jenis-jenis pekerjaan sesuai dengan perkembangan teknologi pembuatan batik ikat celup 3. Bahasa Indonesia 3.4.1 Setelah membaca dan mengkaji isi teks cerita, siswa mampu mengidentifikasi minimal 3 informasi dari teks cerita 4.4.1 Setelah membaca contoh teks cerita, siswa mampu membuat sebuah cerita petualangan mengenai lingkungan dan sumber daya alam yang ada di sekitar D. Materi Pembelajaran a. IPS : jenis-jenis pekerjaan hubungannya dengan keadaan geografisnya. b. IPA : sumber daya alam hubungannya dengan jenis pekerjaan. c. Bahasa Indonesia : mengolah informasi dari teks cerita E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Tematik Terpadu dan Multiple Intelligences

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Metode : tanya jawab, penugasan, diskusi, observasi, kerja kelompok, dan ceramah F. Media/Alat/Sumber Pembelajaran Media : media ICT dan media konvensional berupa patung profesi Alat : - Sumber : kondisi lingkungan, berbagai jenis pekerjaan di lingkungan masyarakat dan modul pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran Jenis Kegiatan Kecerdasan yang terkait Alokasi Waktu Penggalan 1 70 menit Pendahuluan 1. Salam 2. Doa a. Sebelum berdoa, guru mengajak Kecerdasan eksistensial siswa bernyanyi lagu “Mana Kecerdasan musikal Jari” dan berdoa bersama. Mana jari, mana jari. Di sini, di sini. Apa kabar kamu, baik baik saja. Bertemu, dilipat, berdoa. 3. Presensi a. Guru melakukan presensi dengan mengajak siswa untuk menyanyikan lagu “Apa kabar”. Selamat pagi dik…apa kabar? Baik. Selamat pagi dik…apa kabar? Baik. Selamat pagi dik..selamat pagi dik..selamat pagi semua apa kabar?

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Baik 4. Apersepsi a. Siswa bersama menyanyikan guru Kecerdasan musikal nama-nama pekerjaan (dengan nada balonku ada lima) 5. Orientasi a. Guru menjelaskan kegiatan dan tujuan pembelajaran. 6. Motivasi a. Siswa diajak untuk menyanyikan lagu tentang nama-nama pekerjaan. b. Guru mengaitkan lagu dengan materi yang akan dipelajari oleh siswa. Inti 1. Siswa dibagi menjadi lima kelompok Kecerdasan ruang 2. Siswa diminta untuk membuka Kecerdasan linguistik modul pembelajaran mengenai alat dan bahan serta pembuatan batik ikat celup. 3. Guru bertanya kepada siswa sambil mengarahkan mempelajari siswa berbagai untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pembuatan batik ikat celup tersebut. 4. Guru kepada menunjukkan siswa media tentang ICT Kecerdasan ruang berbagai Kecerdasan musikal macam pekerjaan yang berhubungan Kecerdasan linguistik

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 dengan produksi batik untuk menambah wawasan siswa. 5. Guru membagikan LKS pada setiap kelompok. 6. Guru menjelaskan bagian LKS yang harus dikerjakan oleh siswa. 7. Siswa diajak lingkungan jalan-jalan sekolah di Kecerdasan linguistik, untuk kecerdasan kinestetik, mengamati jenis-jenis pekerjaan dan kecerdasan interpersonal, sumber daya alam yang ada disekitar kecerdasan naturalis. sekolah. 8. Siswa diminta mencatat hasil Kecerdasan linguistik, pengamatan dalam LKS (aktivitas Kecerdasan kinestetik. 1). 9. Setelah kegiatan jalan-jalannya usai, siswa diminta untuk kembali ke kelas dan guru mengecek hasil kerja siswa. Penutup 1. Siswa diajak merangkum oleh guru materi yang untuk Kecerdasan linguistik telah mereka pelajari bersama . Penggalan 2 70 menit Pendahuluan 1. Apersepsi a. Perwakilan siswa diminta untuk Kecerdasan linguistik menyebutkan dalam langkah-langkah pembuatan celup berdasarkan pengamatan dilakukan. batik yang ikat hasil telah

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 2. Orientasi a. Guru menyampaikan kegiatan dan materi, tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa. 3. Motivasi a. Siswa diajak untuk menyanyikan Kecerdasan musikal kembali lagu tentang nama-nama pekerjaan. Inti 1. Siswa diminta membuka modul Kecerdasan ruang pembelajaran mengenai pembuatan Kecerdasan linguistik batik. 2. Siswa membaca teks cerita tentang Kecerdasan linguistik, pembuatan batik ikat celup dan kecerdasan interpersonal, menemukan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat batik ikat celup, langkah-langkah dalam pembuatan batik ikat celup, dan jenis-jenis pekerjaan yang terkait dengan pembuatan batik ikat celup. 3. Siswa menjawab pertanyaan pada Kecerdasan linguistik, Kecerdasan interpersonal modul. 4. Siswa membaca diminta modul untuk pada beralih Kecerdasan interpersonal bagian Kecerdasan lingustik teknologi sederhana dan teknologi Kecerdasan ruang modern tentang pembuatan batik. 5. Siswa mengamati berbagai teknologi Kecerdasan ruang sederhana dan teknologi modern Kecerdasan musikal yang terdapat dalam media ICT Kecerdasan linguistik untuk membantu siswa memahami Kecerdasan matematis-

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 materi. logis 6. Siswa mengerjakan LKS aktivitas 2 7. Siswa bersama dengan guru, Kecerdasan linguistik membahas hasil kerja siswa. Penutup 1. Guru mengajak siswa untuk Kecerdasan linguistik merangkum materi pelajaran yang telah mereka pelajari bersama. Penggalan 3 70 menit Pendahuluan 1. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan Kecerdasan linguistik mengenai jenis-jenis pekerjaan Kecerdasan naturalis yang telah ditemukan oleh siswa saat kegiatan observasi di lingkungan sekolah. b. Setelah siswa pertanyaan, kembali menjawab guru bertanya tentang kondisi geografis seperti apa yang cocok untuk jenis pekerjaan yang telah disebutkan oleh siswa. 2. Orientasi a. Guru menyampaikan pelajaran dan materi tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa. 3. Motivasi a. Siswa menyanyikan lagu “Naik- Kecerdasan musikal naik Ke Puncak Gunung” b. Guru mengaitkan lagu dengan

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 materi yang akan dipelajari Inti 1. Guru menyuruh siswa untuk Kecerdasan ruang-visual melakukan aktivitas 3 pada LKS yaitu membuka modul pada gambar peta geografis (dataran rendah, dataran tinggi, dan perairan). 2. Berdasarkan gambar tersebut, setiap Kecerdasan interpersonal, kelompok diminta untuk mengamati Kecerdasan matematis- dan mendiskusikan hasil pengamatan logis. hubungan sumber daya alam dengan jenis pekerjaan yang sesuai dan kondisi geografis. 3. Guru menunjukkan media Kecerdasan linguistik, konvensional kepada siswa berupa Kecerdasan ruang-visual, patung profesi. Kecerdasan naturalis, 4. Berdasarkan patung-patung tersebut, Kecerdasan matematis- siswa diminta menyebutkan kondisi logis. geografisnya sambil melihat peta yang terdapat dalam modul. 5. Setiap kelompok menuliskan hasil Kecerdasan linguistik diskusinya. 6. Siswa mengerjakan LKS aktivitas 4 Kecerdasan linguistik 7. Siswa dan guru mengoreksi hasil kerja siswa secara bersama-sama. Penutup 1. Siswa dibimbing untuk Kecerdasan intrapersonal menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari dari awal hingga akhir pelajaran.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 2. Guru memberikan soal evaluasi 3. Siswa merefleksikan kegiatan Kecerdasan intrapersonal pembelajaran yang telah mereka laksanakan 4. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yang akan dipelajari besok pagi 5. Doa penutup dan salam Kecerdasan eksistensial H. Penilaian 1. Prosedur a. Proses b. Post-test 2. Jenis a. Tes b. Non Tes 3. Teknik a. Tes b. Kinerja c. Produk 4. Instrumen a. Soal + kunci jawaban b. Tugas + rubrik penilaian 5. Pedoman Skoring ………..,………………….2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 NIP……………………… NIP………………………

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SD N Kledokan I Kelas/ Semester : IV Tema/sub Tema : Berbagai Pekerjaan/Jenis-jenis pekerjaan Mata Pelajaran terkait : IPA, Bahasa Indonesia, Matematika, PPKn Pembelajaran ke :2 Alokasi Waktu : 6x35 menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. IPS Kompetensi Dasar 1.2 Menjalankan ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat 1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya 2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleransi, dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya 3.1 Mengenal manusia, aspek keruangan, konektivitas antar ruang, perubahan dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 4.1 Menceritakan tentang hasil becaan mengenai pengertian ruang, konektivitas antarruang, perubahan, dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan dalam lingkup masyarakat di sekitarnya. Indikator 3.1.1 Menyebutkan jenis pekerjaan dan hubungannya dengan barang yang dihasilkan 3.1.2 Mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan berdasarkan benda yang dihasilkan 4.1.1 Menceritakan manfaat barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu jenis pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat 2. Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan YME atas keberadaan lingkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial, serta permasalahan social 2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 3.4 Menggali informasi dari teks cerita pertualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.4 Menyajikan teks cerita pertualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Indikator 3.4.2 Membaca dalam hati sebuah cerita yang berjudul “Pak Kadir” 3.4.3 Menemukan unsur-unsur cerita dari teks cerita “Pak Kadir” 4.4.2 Menuliskan hasil kerja dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku. 3. Matematika Kompetensi Dasar 2.6 Menunjukkan perilaku peduli dengan cara memanfaatkan barang-barang

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 bekas yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain untuk membuat benda-benda berbentuk kubus dan balok bangun berdasarkan jaring-jaring bangun ruang yang ditemukan 3.9 Memahami luas segitiga, persegi panjang dan persegi 4.10 Mengembangkan dan membuat berbagai pola numerik dan geometris Indikator 3.9.1 Menjelaskan pengertian luas 3.9.2 Menentukan luas segitiga, persegi panjang, dan persegi 4.10.1 Menyusun pola geometris 4. PPKn Kompetensi Dasar 1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugrah Tuhan YME di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat sekitar 2.2 Menunjukkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah sekolah dan masyarakat sekitar 3.2 Memahami hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat. 4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai warga di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat Indikator 3.2.1 Menjelaskan pengertian kewajiban 3.2.2 Menyebutkan contoh kewajiban sebagai pekerja di masyarakat 3.2.3 Menganalisis manfaat menjalankan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat 4.2.1 Melaksanakan kewajiban di sekolah sebagai pelajar C. Tujuan Pembelajaran 1. IPS 3.1.1 Siswa mampu menyebutkan minimal 3 jenis pekerjaan dan hubungannya dengan barang yang dihasilkan setelah mengamati gambar dan diskusi.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 3.1.2 Setelah melakukan kegiatan diskusi, siswa mampu mengelompokkan minimal 3 jenis-jenis pekerjaan berdasarkan beda yang dihasilkan 4.1.1 Setelah menganalisa gambar dan diskusi, siswa mampu menceritakan manfaat barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu jenis pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat 2. Bahasa Indonesia 3.4.2 Siswa mampu membaca dalam hati sebuah cerita yang berjudul “Pak Kadir” secara utuh. 3.4.3 Setelah membaca teks cerita “Pak Kadir”, siswa mampu menemukan minimal 3 unsur cerita 4.4.2 Setelah berdiskusi dalam kelompok, siswa mampu menuliskan sebuah karya dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku. 3. Matematika 3.9.1 Setelah diskusi, siswa mampu menjelaskan pengertian luas 3.9.2 Setelah bekerja dalam kelompok, siswa mampu menentukan luas masing-masing sebuah segitiga, persegi panjang, dan persegi 4.10.1 Setelah bekerja dalam kelompok, siswa mampu menyusun sebuah pola geometri 4. PPKn 3.2.1 Setelah membaca teks cerita, siswa mampu menjelaskan pengertian kewajiban 3.2.2 Setelah membaca cteks cerita “Pak Kadir”, siswa mampu menyebutkan minimal 3 contoh kewajiban sebagai pekerja di masyarakat 3.2.3 Siswa mampu menganalisis manfaat menjalankan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat setelah membaca teks cerita dan berdiskusi dengan kelompok 4.2.1 Setelah membaca teks cerita dan menganalisa, siswa mampu

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 melaksanakan minimal 3 kewajiban di sekolah sebagai pelajar D. Materi Pembelajaran 1. IPS : hubungan antara jenis pekerjaan dan benda yang dihasilkan 2. Bahasa Indonesia : menentukan unsur-unsur cerita 3. Matematika : luas bangun datar dengan satuan tidak baku 4. PKn : manfaat bekerja dan sikap-sikap yang harus dimiliki pekerja E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran : Tematik Terpadu dan Multiple Intelligences Metode Pembelajaran : tanya jawab, diskusi, penugasan, dan ceramah F. Media/Alat/Sumber Pembelajaran Media : media ICT dan media konvensional berupa papan flanel tentang hak dan kewajiban Alat : kertas lipat, kursi, alat-alat ukur tidak baku (tali, jengkal, langkah kaki, depa) Sumber : lingkungan sekitar dan modul pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran Jenis Kegiatan Kecerdasan yang terkait Alokasi Waktu Penggalan 1 70 Pendahuluan menit 1. Salam, doa pembuka, dan presensi Kecerdasan eksistensial. 2. Apersepsi a. Guru bertanya mengenai mereka kepada siswa Kecerdasan linguistik. materi yang telah pelajari pada hari sebelumnya. 3. Orientasi a. Guru menjelaskan kepada siswa mengenai materi yang dipelajari dan tujuan pembelajaran yang

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 akan dicapai siswa. 4. Motivasi a. Guru mengajak siswa untuk Kecerdasan musikal, bernyayi bersama dengan lagu Kecerdasan ruang, yang berjudul “Paman Datang” Kecerdasan interpersonal, Kecerdasan linguistik. b. Guru mengaitkan lagu dengan materi pembelajaran. Inti 1. Siswa masuk ke dalam kelompoknya. 2. Siswa mendapat LKS untuk melakukan kegiatan selama sehari 3. Siswa diminta melakukan aktivitas 1 Kecerdasan ruang-visual, pada LKS untuk mengamati dan Kecerdasan linguistik, mendiskusikan gambar jenis-jenis Kecerdasan interpersonal pekerjaan hubungannya dengan benda yang dihasilkan, baik barang maupun jasa yang terdapat dalam media ICT (misal: jika gambar yang diamati adalah petani, maka benda yang dihasilkan adalah barang berupa beras atau jika yang diamati adalah dokter, maka benda yang dihasilkan adalah jasa berupa jasa mengobati orang sakit, dll). 4. Siswa mengerjakan latihan pada modul pembelajaran. Jenis Benda Keterangan pekerjaan yang dihasilkan Petani Barang Beras Dokter Jasa Mengobati

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 orang sakit 5. Siswa melakukan aktivitas 2 dan 3 pada LKS Penutup 1. Melalui kegiatan tanya jawab, guru bersama dengan siswa merangkum pelajaran yang telah mereka pelajari bersama tentang jenis-jenis pekerjaan dan hubungannya dengan benda yang dihasilkan Penggalan 2 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan tentang Kecerdasan linguistik jenis-jenis pekerjaan dan hubungannya dengan benda yang dihasilkan. 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi, kegiatan pembelajaran yang akan selanjutnya mereka lakukan. 3. Motivasi a. Guru mengajak siswa untuk tepuk Kecerdasan kinestetik “Tenang” Kecerdasan linguistik Tepuk tenang Xxx bila aku xxx belajar xxx maka aku xxx harus tenang 1234 tenang Guru menjelaskan manfaat tepuk “Tenang” supaya anak-anak tenang saat pelajaran. Inti 1. Setelah dapat membedakan jenis Kecerdasan linguistik

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 pekerjaan dan hubungannya dengan benda yang dihasilkan, selanjutnya secara individu siswa diminta untuk membaca sebuah cerita yang berjudul “Pak Mono”. Kecerdasan kinestetik Kecerdasan logismengenai alat ukur baku dan alat ukur matematis tidak baku dan cara mengukur benda 2. Guru memberikan penjelasan dengan alat ukur tidak baku. Kecerdasan linguistik 3. Siswa mengerjakan LKS aktivitas 4 4. Berdasarkan penjelasan dari guru, siswa diminta melakukan aktivitas 5 pada LKS yaitu mengukur luas permukaan meja menggunakan alat ukur tidak baku yang telah ditentukan oleh guru. 5. Siswa melakukan aktivitas Kecerdasan kinestetik pengukuran sesuai dengan petunjuk yang ada di modul. 6. Siswa melakukan aktivitas 6 pada LKS dan menuliskan hasil aktivitasnya pada tabel yang tersedia dalam LKS dan modul pembelajaran. 7. Siswa diminta untuk membaca cerita Kecerdasan linguistik “Pak Mono” 8. Setelah membaca siswa di minta untuk melengkapai tabel pada LKS aktivitas 7 dan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam modul untuk mengidentifikasi cerita pada modul. Penutup unsur instrinsik

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 1. Guru memberikan penguatan terhadap pengetahuan yang diperoleh siswa mengenai luas permukaan. Penggalan 3 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan mengenai Kecerdasan linguistik jenis pekerjaan apasaja yang terdapat pada Toserba. 2. Orientasi a. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa pada kegiatan pembelajaran selanjutnya. 3. Motivasi a. Siswa diajak untuk tepuk Kecerdasan kinestetik “Tenang’. Inti 1. Siswa membaca cerita mengenai “Pak Kecerdasan linguistik Kadir”. 2. Guru menjelaskan mengenai hak dan Kecerdasan linguistik kewajiban dengan menggunakan Kecerdasan ruang media konvensional papan flanel hak Kecerdasan kinestetik dan kewajiban. 3. Siswa melakukan aktivitas 8 yang Kecerdasan linguistik terdapat pada LKS 4. Siswa mengerjakan tugas yang ada Kecerdasan intrapersonal pada modul dan LKS aktivitas 9 mengenai hak dan kewajiban. 5. Siswa menjawab pertanyaan Kecerdasan kinestetik mengenai cerita Pak Mono dan Pak Kecerdasan linguistik Kadir yang terdapat pada modul

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 pembelajaran. Penutup 1. Siswa dibimbing untuk Kecerdasan linguistik menyimpulkan materi yang telah mereka pelajari selama pertemuan kedua. 2. Guru memberikan soal evaluasi. 3. Siswa merefleksikan pembelajaran yang kegiatan Kecerdasan intrapersonal telah mereka laksanakan. 4. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yang akan dipelajari besok pagi 5. Doa penutup dan salam. Kecerdasan eksistensial H. Penilaian 1. Prosedur a. Proses b. Post-test 2. Jenis a. Tes b. Nontes 3. Teknik a. Tes b. Kinerja c. Produk 4. Instrumen a. Soal + kunci jawaban b. Tugas + rubrik penilaian 5. Pedoman skoring ………..,………………….2014

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru NIP……………………… NIP………………………

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SD N Kledokan I Kelas/Semester : IV/1 Tema/Subtema : Berbagai Pekerjaan/Jenis-jenis Pekerjaan Pembelajaran ke :3 Alokasi Waktu : 6x35 menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. PJOK Kompetensi Dasar 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai 1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta 2.1 Menunjukkan disiplin, kersama, toleransi, belajar menerima kekalahan dan kemenangan, sportif dan tanggungjawab, serta menghargai perbedaan 2.2 Menunjukkan perilaku santun kepada teman, guru dan lingkungan sekolah selama pembelajaran penjas 3.2 Memahami pengaruh aktivitas fisik dan istirahat terhadap

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 pertumbuhan dan perkembangan tubuh 4.2 Mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif dalam permainan bola kecil yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola kecil Indikator 3.2.1 Menjelaskan pengaruh aktivitas fisik dan istirahat terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh 4.2.1 Mempraktikkan servis pada permainan bulu tangkis yang dilandasi oleh pola gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor 2. Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa atas keberadaan lingkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial serta permasalahan sosial. 2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 3.3 Menggali informasi dari teks dialog tentang jenis-jenis usaha dan pekerjaan serta kegiatan ekonomi dan koperasi dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.4 Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Indikator 3.3.1 Mengidentifikasi isi teks dialog tentang jenis-jenis pekerjaan 3.3.2 Membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung 4.4.3 Menceritakan kembali secara lisan isi teks dialog tentang jenis-jenis pekerjaan dengan menggunakan kalimat tidak langsung 4.4.4 Membuat teks dialog

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 3. PPKn Kompetensi Dasar 1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat sekitar 2.3 Menunjukkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban sesuai dengan hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah sekolah dan masyarakat sekitar 3.2 Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat 4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai warga negara di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat Indikator 3.2.4 Menjelaskan kewajiban sebagai seorang pekerja dalam kehidupan sehari-hari 4.2.2 Mendemonstrasikan contoh kewajiban sebagai seorang pekerja dalam kehidupan sehari-hari 4. Matematika Kompetensi Dasar 2.6 Menunjukkan perilaku peduli dengan cara memanfaatkan barangbarang bekas yang ada di sekitar rumah sekolah atau tempat bermain untuk membuat benda-benda yang berbentuk kubus dan balok bangun berdasarkan jaring-jaring bangun ruang yang ditemukan. 3.9 Memahami luas segitiga, persegi panjang, dan persegi 3.10 Menentukan hubungan antara satuan dan atribut pengukuran termasuk luas dan keliling persegi panjang 4.10 Mengembangkan dan membuat berbagai pola numerik dan geometris Indikator 3.9.3 Menghitung luas segitiga, persegi panjang, dan persegi 3.10.1 Mengidentifikasi hubungan antara satuan dan atribut pengukuran termasuk luas dan keliling persegi panjang

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 4.10.2 Menggambar berbagai pola numerik dan geometris C. Tujuan Pembelajaran 1. PJOK 3.2.1 Setelah mempraktikkan gerak servis pada permainan bulutangkis, siswa mampu menjelaskan minimal 3 pengaruh aktivitas fisik dan istirahat terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh 4.2.1 Dengan mengamati contoh, siswa mampu mempraktikkan salah satu jenis servis pada permainan bulu tangkis yang dilandasi oleh pola gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor 2. Bahasa Indonesia 3.3.1 Setelah membaca teks dialog, siswa mampu mengidentifikasi minimal 3 isi teks dialog tentang jenis-jenis pekerjaan 3.3.2 Setelah membaca teks dialog, siswa mampu membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung 4.4.3 Setelah membaca teks dialog, siswa mampu menceritakan kembali secara lisan isi teks dialog tentang jenis-jenis pekerjaan dengan menggunakan kalimat tidak langsung 4.4.4 Setelah mengamati contoh teks dialog, siswa mampu membuat teks dialog 3. PPKn 3.2.4 Dengan mengamati gambar, siswa mampu menjelaskan minimal 3 kewajiban sebagai seorang pekerja dalam kehidupan sehari-hari. 4.2.2 Setelah berdiskusi dengan kelompok, siswa mampu mendemonstrasikan salah satu contoh kewajiban sebagai seorang pekerja dalam kehidupan sehari-hari 4. Matematika 3.9.3 Setelah mengamati gambar, siswa mampu menghitung luas dan

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 keliling minimal 3 bangun datar. 3.10.1 Setelah berdiskusi dalam kelompok, siswa mampu mengidentifikasi hubungan antara satuan dan atribut pengukuran termasuk luas dan keliling persegi panjang 4.10.2 Setelah berdiskusi, siswa mampu menggambar berbagai pola numerik dan geometris D. Materi Pembelajaran 1. PJOK : permainan bulu tangkis 2. Bahasa Indonesia : kalimat langsung dan kalimat tidak langsung 3. PPKn : kewajiban sebagai pekerja di masyarakat 4. Matematika : luas dan keliling bangun datar dengan satuan tidak baku E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Tematik Terpadu dan Multiple Intelligences Metode : tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, penugasan, ceramah F. Media/Alat/Sumber Pembelajaran Media : media konvensional berupa aneka bangun datar dan papan flanel tentang hak dan kewajiban, serta media ICT Alat : raket dan kok, dan alat pengukur tidak baku Sumber : lingkungan sekitar dan modul pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran Jenis Kegiatan Kecerdasan yang Terkait Alokasi Waktu Penggalan 1 70 Pendahuluan menit 1. Salam, doa pembuka, dan presensi 2. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan mengenai materi pelajaran yang Kecerdasan eksistensial

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 telah mereka pelajari pada pertemuan pertama dan kedua. 3. Orientasi a. Guru menjelaskan kepada siswa mengenai materi pelajaran, tujuan belajar dan kegiatan yang dilakukan oleh siswa pada pertemuan ketiga. 4. Motivasi a. Guru mengajak siswa untuk Kecerdasan musikal menyanyikan lagu yang berjudul Kecerdasan linguistik “Naik Delman” b. Guru mengaitkan lagu dengan materi pelajaran. Inti 1. Siswa duduk secara berkelompok sesuai kelompok sesuai kelompoknya. 2. Siswa membaca teknik-teknik Kecerdasan linguistik, bulutangkis dan memperagakannya Kecerdasan kinestetik Kecerdasan interpersonal di dalam kelas. 3. Guru menunjukkan media ICT untuk Kecerdasan ruang-visual membantu siswa memperagakan teknik-teknik bulu tangkis sesuai bacaan yang terdapat pada modul. 4. Guru membagikan LKS 5. Siswa membaca bacaan berikutnya Kecerdasan linguistik yang terdapat mengenai dalam wawancara modul Senandung Nacita dengan Taufik Hidayat.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 6. Siswa mendemonstrasikan Kecerdasan linguistik, percakapan tersebut dengan teman Kecerdasan kinestetik sebangkunya. 7. Siswa melakukan aktivitas 1 pada LKS 8. Setelah itu, siswa mengerjakan tugas yang terdapat pada modul mengenai perbedaan teks wawancara dengan teks cerita Santi. Penutup 1. Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai teknik-teknik bermain bulutangkis. 2. Guru memberi penguatan mengenai kalimat langsung dan tidak langsung. Penggalan 2 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan mengenai teknik-teknik bermain bulutangkis. 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi pelajaran, tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilaksanakan siswa. 3. Motivasi a. Siswa melakukan “COCONUT” membangkitkan belajarnya Inti senam Kecerdasan kinestetik untuk Kecerdasan musikal semangat

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 1. Semua siswa diajak keluar kelas Kecerdasan kinestetik untuk melakukan pemanasan. 2. Siswa diajak bermain bulutangkis Kecerdasan kinestetik dengan mempraktikkan teknik-teknik yang telah dipelajari. 3. Semua mendapatkan Kecerdasan kinestetik siswa kesempatan untuk bermain bulutangkis. 4. Siswa kembali kedalam kelas dan mengerjakan aktivitas 3 pada LKS Penutup 1. Siswa merefleksikan permainan Kecerdasan interpersonal bulutangkis yang telah dilakukan. Penggalan 3 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Guru mengulas permainan bulutangkis kembali yang dilakukan siswa 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi pelajaran, tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilaksanakan siswa. 3. Motivasi a. Guru mengajak siswa bernyanyi Kecerdasan musikal lagu berjudul “Bulutangkis” untuk membangkitkan semangat belajarnya. Inti 1. Siswa membuka modul Kecerdasan linguistik, pembelajaran dan mengerjakan tugas Kecerdasan interpersonal,

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 beraksi (setelah berolahraga) 2. Siswa mencari Kecerdasan linguistik. teman untuk melakukan kegiaan wawancara. 3. Dari wawancara menceritakan tersebut siswa Kecerdasan linguistik kembali hasil wawancaranya dengan bahasanya sendiri. 4. Guru bertanya mengenai siswa Kecerdasan kepada bentuk lapangan logis bulutangkis. 5. Guru matematis- Kecerdasan ruang-visual menunjukkan media Kecerdasan kinestetik konvensional berupa aneka bangun Kecerdasan matematis- datar yang berkaitan dengan olahraga logis bulutangkis yaitu persegi dan persegi Kecerdasan linguistik panjang. 6. Dengan penjelasan tersebut, siswa Kecerdasan melakukan tantangan yang matematis- ada logis dimodul. Kecerdasan intrapersonal 7. Siswa melakukan aktivitas 4 pada Kecerdasan ruang-visual LKS Penutup 1. Siswa untuk Kecerdasan linguistik dibimbing menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari dari awal hingga akhir pelajaran. 2. Guru memberikan soal evaluasi 3. Siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah mereka laksanakan 4. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yang akan dipelajari besok pagi Kecerdasan interpersonal

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 5. Doa penutup dan salam Kecerdasan eksistensial H. Penilaian 1. Prosedur a. Proses b. Post-test 2. Jenis a. Tes b. Nontes 3. Teknik a. Tes b. Kinerja c. Produk 4. Instrumen a. Soal + kunci jawaban b. Tugas + rubrik penilaian 5. Pedoman skoring ………..,………………….2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru NIP……………………… NIP………………………

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Satuan Pendidikan : SD Negeri Kledokan 1 Kelas/Semester : IV/1 Tema/Subtema : Berbagai Pekerjaan/Jenis-jenis Pekerjaan Mata pelajaran terkait : IPS, Bahasa Indonesia, IPA, dan SBdP Pertemuan :4 Alokasi waktu : 6 x 35menit A. Kompetensi Inti : 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak bermain dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. IPS Kompetensi Dasar 1.2 Menjalankan ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat. 1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya 2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sabaya 3.1 Mengenal manusia, aspek keruangan, konektivitas antar ruang, perubahan dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 4.1 Menceritakan tentang hasil bacaan mengenai pengertian ruang, konektivitas antar ruang, perubahan, dan keberlanjutan dalam waktu, sosial, ekonomi, dan pendidikan dalam lingkup masyarakat dan sekitarnya Indikator 3.1.1 Menjelaskan berbagai sumber daya alam dan hubungannya dengan jenis-jenis pekerjaan 4.1.2 Membedakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tak dapat diperbaharui 2. Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan yang Maha Esa atas keberadaan limgkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial, serta permasalahan sosial 2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 3.4 Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.4 Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya lam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Indikator 3.4.4 Menemukan informasi dari teks cerita tentang sumber daya alam 4.4.5 Mengarang cerita tentang lingkungan sekitar dan sumber daya alam. 3. IPA Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 yang dianutnya 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; obyektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;bertanggung jawab; terbuka; dan peduli; lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan berdiskusi 3.7 Mendeskripsikan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat 4.7 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tersebut. Indikator 3.7.2 Menjalaskan hubungan antara SDA dengan kondisi lingkungan tempat hidup masyarakat 4.7.2 Membuat tabel berbagai jenis teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh masyarakat dengan pemanfaatan teknologi. 4. SBdP Kompetensi Dasar 1.1 Mengagumi ciri khas keindahan karya seni dan karya kreatif masingmasing daerah sebagai anugerah Tuhan 2.2 Menunjukkan rasa ingin tahu dalam mengamati alam di lingkungan sekitar untuk mendapatkan ide dalam berkarya seni 3.2 Mengenal gambar alam benda, dan kolase 4.1 Menggambar alam berdasarkan pengamatan keindahan alam Indikator 3.2.1 Mengenal gambar sumber daya alam dan kolase 4.1.1 Menggambarkan salah satu sumber daya alam sesuai dengan instruksi yang diberikan C. Tujuan Pembelajaran 1. IPS 3.1.1 Setelah membaca teks tentang sumber daya alam, siswa mampu

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 menjelaskan minimal 3 sumber daya alam dan hubungannya dengan jenis-jenis pekerjaan 4.1.2 Setelah berdiskusi, siswa mampu membedakan minimal 3 sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tak dapat diperbaharui 2. Bahasa Indonesia 3.4.1 Setelah membaca teks tentang sumber daya alam, siswa mampu menemukan minimal 3 informasi dari teks cerita tentang sumber daya alam (bambu, kayu, dan logam) 3.4.4 Setelah membaca contoh teks cerita tentang sumber daya alam, siswa mampu mengarang minimal 2 paragraf cerita tentang lingkungan sekitar dan sumber daya alam 3. IPA 3.7.2 Setelah membaca teks cerita tentang sumber daya alam, siswa mampu menjelaskan minimal 3 hubungan antara SDA dengan kondisi lingkungan tempat hidup masyarakat 4.7.2 Setelah berdiskusi dengan teman, siswa mampu membuat sebuah tabel dengan menyebutkan minimal 3 jenis teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh masyarakat dengan pemanfaatan teknologi. 4. SBdP 3.2.1 Setelah berdiskusi, siswa mampu mengenal minimal 3 gambar sumber daya alam dan kolase 4.1.1 Setelah mengamati gambar dan diskusi, siswa mampu menggambarkan salah satu sumber daya alam sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh guru D. Materi Pembelajaran 1. IPS : hubungan berbagai SDA dengan jenis pekerjaannya 2. Bahasa Indonesia : informasi dalam teks cerita 3. IPA : SDA dengan jenis pekerjaan dilungkungan

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 4. SBdP : kolase E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Tematik Terpadu dan Multiple Intelligences Metode : diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, penugasan, ceramah F. Media/Alat/sumber Pembelajaran Media : media konvensional berupa flashcard dan media ICT Alat : pensil warna Sumber : lingkungan sekitar dan modul pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran Jenis Kegiatan Kecerdasan yang terkait Alokasi waktu Penggalan 1 70 Pendahuluan menit 1. Salam pembuka, doa, dan presensi Kecerdasan eksistensial 2. Apersepsi a. Guru meminta siswa untuk Kecerdasan ruang mengamati benda yang berada di dalam kelas dan bertanya sumber daya alam apa yang digunakan dalam pembuatan benda tersebut. 3. Orientasi a. Guru menyampaikan materi, tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa 4. Motivasi a. Guru dan siswa bernyanyi Kecerdasan musikal bersama Inti 1. Siswa masuk dalam kelompoknya Kecerdasan interpersonal masing-masing. 2. Guru memberikan LKS. 3. Siswa mengerjakan aktivitas 1 pada Kecerdasan interpersonal

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 LKS untuk menuliskan nama benda, Kecerdasan ruang-visual bahan dasar yang digunakan, dan Kecerdasan linguistik jenis pekerjaan yang terkait sesuai modul pembelajaran. 4. Guru menunjukkan konvensional berupa media Kecedasan linguistik, flashcard. Kecerdasan ruang-visual, Media tersebut membantu siswa Kecerdasan kinestetik, untuk memahami jenis pekerjaan, Kecerdasan intrapersonal, alat yang digunakan untuk bekerja, Kecerdasan interpersonal, benda yang dihasilkan, dan tempat Kecerdasan mereka bekerja. kecerdasan naturalis, matematis- logis. 5. Siswa melakukan aktivitas 2 pada Kecerdasan lingustik LKS untuk mengerjakan berikutnya pada wawancara kepada modul, tugas Kecerdasan interpersonal yaitu teman satu kelompok mengenai pekerjaan orang tua, tugas, hasil pekerjaan dan bahan dasar yang digunakan untuk menghasilkan suatu benda tersebut. 6. Guru bersama siswa membahas hasil kerja siswa. Penutup 1. Siswa dibimbing untuk merangkum Kecerdasan linguistik materi yang telah mereka pelajari Penggalan 2 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Guru bertanya kepada siswa Kecerdasan linguistik tentang sumber daya alam yang Kecerdasan naturalis ada lingkungan sekitar Kecerdasan ruang 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi,

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa. 3. Motivasi a. Siswa bersama menyanyikan dengan guru Kecerdasan musikal lagu “Lihat Kebunku” Inti 1. Guru menyuruh siswa melakukan Kecerdasan linguistik aktivitas 3 pada LKS untuk membaca bacaan mengenai Sumber Daya Alam. 2. Siswa menjawab pertanyaan yang ada pada modul. 3. Siswa mengerjakan aktivitas 4 pada Kecerdasan ruang Kecerdasan naturalis LKS untuk melengkapi kalimat. 4. Guru menunjukkan media ICT tentang sumber daya alam dan Kecerdasan ruang Kecerdasan naturalis manfaatnya. 5. Guru bersama dengan siswa bertanya Kecerdasan ruang jawab mengenai media ICT tersebut. Kecerdasan linguistik Kecerdasan naturalis Kecerdasan musikal 6. Guru mengajak siswa untuk keluar kelas dengan membawa kertas gambar dan pensil warna. 7. Siswa mengamati sumber daya alam Kecerdasan ruang dan manfaatnya sebagai bahan untuk Kecerdasan kinestetik mengerjakan tugas yang ada dimodul Kecerdasan linguistik dan mengisi tabel aktivitas 5 pada Kecerdasan naturalis LKS. 8. Siswa diminta untuk menggambar Kecerdasan ruang sumber daya alam dan teknologi di Kecerdasan linguistik

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 lingkungan sekolah pada modul dan membuat cerita minimal 2 paragraf pada aktivitas 6 di LKS. Cerita yang dibuat di dasarkan pada gambar yang digambarkan pada modul. 9. Guru menunjuk beberapa siswa Kecerdasan linguistik untuk maju menampilkan gambarnya Kecerdasan kinestetik dan membacakan mengenai pendapatnya sumber daya alam tersebut. 10. Siswa diminta mengerjakan aktivitas 8 pada LKS. Penutup 1. Guru mengajak siswa merangkum Kecerdasan linguistik materi pembelajaran yang telah mereka pelajari Penggalan 3 70 Pendahuluan menit 1. Apersepsi a. Guru bertanya kepada siswa Kecerdasan linguistik mengenai gambar yang telah dibuat. b. Guru bertanya kepada siswa tentang kolase. 2. Orientasi a. Guru menjelaskan materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa. 3. Motivasi a. Guru mengajak menyanyikan senang” Inti lagu siswa Kecerdasan musikal “disini

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 1. Guru memberikan penjelasan Kecerdasan linguistik mengenai kolase. 2. Siswa mengerjakan aktivitas 9 pada Kecerdasan ruang LKS 3. Siswa diminta untuk membuat Kecerdasan kinestetik gambar pemandangan alam atau Kecerdasan ruang sumber daya alam yang nantinya akan dibuat kolase dengan biji-bijian yang telah disediakan oleh guru. Penutup 1. Siswa untuk Kecerdasan linguistik dibimbing menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari dari awal hingga akhir pelajaran. 2. Guru memberikan soal evaluasi 3. Siswa merefleksikan kegiatan Kecerdasan intrapersonal pembelajaran yang telah mereka laksanakan 4. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yang akan dipelajari besok pagi 5. Doa penutup dan salam H. Penilaian 1. Prosedur a. Proses b. Post-test 2. Jenis a. Tes b. Non Tes 3. Teknik a. Tes b. Kinerja Kecerdasan eksistensial

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 c. Produk 4. Instrumen a. Soal + kunci jawaban b. Tugas + rubrik penilaian 5. Pedoman Skoring ………..,………………….2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru NIP……………………… NIP………………………

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SD N Kledokan I Kelas/Semester : IV/1 Tema/sub tema : Berbagai Pekerjaan/Jenis-jenis Pekerjaan Pembelajaran ke :5 Alokasi waktu : 5x35menit A. Kompetensi Inti 1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, dan membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, maklhuk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. IPS Kompetensi Dasar 1.2 Menjelaskan ajaran agama dalam berpikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan social, budaya, ekonomi, dan politik dalam masyarakat. 1.3 Menerima karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya 2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleransi dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya 3.5 Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi. 4.5 Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Indikator 3.5.1 Menjelaskan hubungan timbal balik antara manusia dalam proses distribusi baju atau kain batik. 4.5.1 Membuat langkah-langkah pendistribusian baju atau kain batik dalam bentuk mind map 4.5.2 Melakukan permainan monopoli profesi 2. Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 1.2 Mengakui dan mensyukuri anugerah Tuhan YME atas keberadaan lingkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, sosial, serta permasalahan sosial 2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sumber dya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia 3.3 Menggali informasi dari teks dialog tentang jenis-jenis usaha dan pekerjaan serta kegiatan ekonomi dan koperasi dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku 4.3 Mengolah dan menyajikan teks dialog tentang jenis-jenis usaha dan pekerjaan serta kegiatan ekonomi dan koperasi secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Indikator 3.3.1 Mengidentifikasi jenis kalimat dalam teks dialog tentang pendistribusian baju atau kain batik 4.3.1 Membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung 3. Matematika Kompetensi Dasar 2.6 Menunjukkan perilaku peduli dengan cara memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain untuk membuat benda-benda berbentuk kubus dan balok bangun ruang yang ditemukan

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 3.9 Memahami luas segitiga, persegi panjang, dan persegi 3.10 Menentukan hubungan antara satuan dan atribut pengukuran termasuk luas dan keliling persegi panjang 4.10 Mengembangkan dan membuat berbagai pola numerik dan geometris Indikator 3.9.1 Menghitung luas suatu bangun datar (persegi, segitiga, dan persegi panjang) 3.10.1 Menggunakan alat ukur baku untuk menghitung luas suatu bangun datar (persegi, segitiga, dan persegi panjang) 4.10.1 Membuat berbagai bentuk bangun datar dengan menggunakan kardus bekas C. Tujuan Pembelajaran 1. IPS 3.5.1 Setelah melakukan wawancara, siswa mampu menjelaskan minimal 3 hubungan timbal balik antara manusia dalam proses distribusi baju atau kain batik. 4.5.1 Setelah berdiskusi, siswa mampu membuat sebuah mind map tentang langkah-langkah pembuatan baju atau kain batik 4.5.2 Setelah berdiskusi, siswa mampu melakukan satu permaianan monopoli profesi 2. Bahasa Indonesia 3.3.1 Setelah membaca teks dialog, siswa mampu mengidentifikasi dua jenis kalimat dalam teks dialog tentang pendistribusian baju atau kain batik 4.3.1 Setelah membaca teks dialog, siswa mampu membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. 3. Matematika 3.9.1 Setelah bereksplorasi, siswa mampu menghitung luas suatu bangun datar (persegi, segitiga, dan persegi panjang) 3.10.1 Setelah bereksplorasi, siswa mampu menggunakan minimal 2 alat ukur baku untuk menghitung luas suatu bangun datar (persegi, segitiga, dan persegi panjang)

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 4.10.1 Setelah bereksplorasi dan dan menganalis masalah, siswa mampu membuat minimal 5 ukuran bangun datar yang disusun menjadi sebuah benda yang menarik D. Materi Pembelajaran IPS : hubungan timbal balik manusia dengan proses distribusi suatu barang atau benda Bahasa Indonesia : kalimat langsung dan kalimat tidak langsung Matematika : aplikasi konsep luas dan keliling persegi panjang E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Tematik Terpadu dan Multiple Intelligences Metode : demonstrasi, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, penugasan, dan ceramah F. Media/Alat/Sumber Pembelajaran 1. Media : media konvensional berupa monopoli profesi dan media ICT 2. Alat :- 3. Sumber : lingkungan kelas dan modul pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran Jenis Kegiatan Kecerdasan yang terkait Alokasi Waktu Penggalan 1 70 menit Pendahuluan 1. Salam, doa pembuka, dan presensi Kecerdasan eksistensial 2. Apersepsi a. Guru bertanya kepada siswa Kecerdasan linguistik mengenai apa itu distribusi. 3. Orientasi a. Guru menyampaikan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran yang akan

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 dilaksanakan. 4. Motivasi a. Guru mengajak siswa Kecerdasan musikal menyanyikan lagu yang berjudul “Dari Sabang sampai Merauke”. b. Guru mengaitkan lagu dengan materi yang akan pelajari oleh siswa. Inti 1. Guru meminta siswa untuk duduk Kecerdasan bersama dengan kelompok masing- interpersonal masing. 2. Siswa membaca bacaan mengenai kegiatan ekonomi. 3. Guru memberikan penguatan mengenai distribusi. 4. Siswa mengerjakan tugas yang ada di Kecerdasan linguistik modul mengenai distribusi baju atau Kecerdasan ruang kain batik. 5. Siswa diberikan LKS untuk hari itu 6. Siswa melakukan membuat aktivitas daftar 1, Kecerdasan linguistik pertanyaan wawancara mengenai distribusi dan mengubah kalimat langsung menjadi tak langsung serta mambuat kesimpulan diLKS. 7. Siswa berlanjut mengerjakan tugas Kecerdasan linguistik yang ada dimodul lagi. 8. Siswa mengerjakan LKS aktivitas 2 9. Siswa diminta untuk membecakan hasil kerjanya di depan kelas. Penutup 1. Siswa dibimbing untuk merangkum

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 materi pembelajaran yang telah mereka pelajari Penggalan 2 70 menit Pendahuluan 1. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan mengenai Kecerdasan linguistik apa itu luas dan keliling 2. Orientasi a. Guru menyampaikan materi, tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh siswa. 3. Motivasi a. Guru mengajak menyanyikan siswa lagu untuk Kecerdasan musikal “Persegi Panjang” dengan memegang bahu temannya dan berkeliling ruangan kelas b. Guru mengaitkan lagu dengan materi yang akan dipelajari oleh siswa Inti 1. Guru meminta siswa untuk Kecerdasan ruang-visual mengamati benda-benda yang berada di ruangan kelas yang berbentuk persegi panjang. 2. Guru meminta salah satu siswa untuk Kecerdasan matematismemilih alat ukur dan salah satu logis benda berbentuk persegi panjang yang Kecerdasan kinestetik berada di ruangan kelas serta menghitung luas dan keliling dari benda tersebut. 3. Guru mendemonstasikan kembali cara

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 mengukur dan cara menghitung luas dan keliling benda tersebut. 4. Setelah mendapatkan penguatan dari Kecerdasan ruang guru mengenai luas dan keliling, Kecerdasan matematissiswa mengamati gambar yang ada logis dimodul dan menjawab pertanyaannya. 5. Siswa megerjakan aktivitas 3 pada Kecerdasan linguistik LKS bersama kelompok 6. Siswa membaca aktivitas selanjutnya Kecerdasan matematisyang ada dimodul dan menjawab logis pertanyaan. Kecerdasan ruang Kecerdasan kinetetik 7. Guru meminta siswa melakukan aktivitas 4, membuat berbagai ukuran persegi panjang dengan kardus bekas dan menyusun serta menempelkannya pada kertas yang telah tersedia menjadi benda yang menarik. Penutup 1. Guru mengajak siswa merangkum Kecerdasan linguistik materi pembelajaran yang telah mereka pelajari Penggalan 3 35 menit Pendahuluan 1. Apersepsi a. Siswa diberi pertanyaan tentang Kecerdasan linguistik jenis-jenis pekerjaan, tempat bekerjanya dimana, apa benda yang dihasilkan dan bagaimana kondisi geografis lingkungannya 2. Orientasi a. Guru menyampaikan kegiatan

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 yang akan dilaksanakan siswa. 3. Motivasi a. Guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu “Pil Banana” Kecerdasan musikal, dengan menggerakan badan sesuai kecerdasan kinestetik dengan syair lagu. Inti 1. Setiap kelompok mengirimkan satu diminta untuk orang anggota kelompok untuk bermain monopoli. 2. Siswa menyimak penjelasan dari guru tentang cara memainkan permainan Kecerdasan monopoli profesi intrapersonal 3. Siswa bermain permainan monopoli profesi Kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis- logis, kecerdasan ruang visual, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, 4. Permainan dilakukan secara kecerdasan naturalis bergantian sehingga semua siswa dalam kelas terlibat dalam permainan. Penutup 1. Guru bersama siswa Kecerdasan linguistik dengan menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari dari awal hingga akhir pelajaran. 2. Guru memberikan soal evaluasi 3. Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah kegiatan Kecerdasan mereka intrapersonal

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 laksanakan 4. Guru mengingatkan siswa kembali untuk menempelkan semua hasil pekerjaannya dalam album ceria 5. Guru mengingatkan mempelajari materi siswa untuk yang telah dipelajari selama satu minggu mempersiapkan diri dan untuk mengerjakan evaluasi esok hari. 6. Doa penutup dan salam Kecerdasan eksistensial H. Penilaian 1. Prosedur a. Proses b. Post-test 2. Jenis a. Tes b. Non Tes 3. Teknik a. Tes b. Kinerja c. Produk 4. Instrumen a. Soal + kunci jawaban b. Tugas + rubrik penilaian 5. Pedoman Skoring ………..,………………….2014 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru NIP……………………… NIP………………………

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Biodata Penulis Christiana Risma Marthawati lahir di Gunungkidul, 16 September 1991. Pendidikan dasar diperoleh di SD Kanisius II Wonosari, Wonosari Gunungkidul Yogyakarta tamat tahun 2004. Pendidikan menengah pertama diperoleh di SMP Negeri I Wonosari, Wonosari Gunungkidul Yogyakarta tamat tahun 2007. Pendidikan menengah atas diperoleh di SMA Negeri I Wonosari, Wonosari Gunungkidul Yogyakarta tamat pada tahun 2010. Pada tahun 2010, peneliti melanjutkan studi di perguruan tinggi dan terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharama Yogyakarta pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pendidikan di Perguruan Tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Kelas IV Berbasis Multiple Intelligence”.

(173)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi sudut dengan menggunakan tarian untuk kelas IV sekolah dasar.
0
6
179
Pengembangan prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi sudut kelas IV sekolah dasar dengan menggunakan tarian.
0
1
137
Pengembangan prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi sudut melalui tarian untuk kelas IV sekolah dasar.
0
1
112
Pengembangan media konvensional berbasis multiple intelligence pada subtema keberagaman budaya bangsaku untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
7
308
Pengembangan modul pembelajaran IPA kelas III eksistensial Sekolah Dasar berbasis pendidikan emansipatoris untuk menanamkan sikap peduli lingkungan
3
10
161
Pengembangan media pembelajaran tematik kelas IV SD berbasis ICT dan multiple intelligences untuk kurikulum 2013.
0
3
174
Pengembangan prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi sudut dengan menggunakan tarian untuk kelas IV sekolah dasar
0
8
177
Pengembangan prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi sudut kelas IV sekolah dasar dengan menggunakan tarian
0
0
135
Pengembangan prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi sudut melalui tarian untuk kelas IV sekolah dasar
0
0
110
Pengembangan materi membaca level advanced berbasis interkultural untuk pembelajaran BIPA - USD Repository
0
3
210
Pengembangan instrumen penilaian PKn yang digunakan dalam model pembelajaran berbasis masalah untuk siswa kelas IV semester 2 SD N Ungaran II Yogyakarta - USD Repository
0
1
198
Pengembangan bahan ajar PKn yang digunakan dalam model pembelajaran berbasis masalah untuk siswa kelas IV SD N Ungaran II Yogyakarta - USD Repository
0
1
219
Pengembangan instrumen penilaian tematik kelas IV SD berbasis multiple intelligence - USD Repository
0
0
293
Pengembangan modul bimbingan belajar ipa berbasis kecerdasan musikal pada siswa berprestasi rendah kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta - USD Repository
0
0
177
Pengembangan media konvensional tematik kelas IV berbasis multiple intelligence - USD Repository
0
0
209
Show more