PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
0
152
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN GURU EKONOMI SMA TERHADAP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DITINJAU DARI MASA KERJA, TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS KEPEGAWAIAN, DAN STATUS SERTIFIKASI Survei : Guru Ekonomi SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Klaten SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Ole h : Mirah Sih Ari Murti 091324031 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN GURU EKONOMI SMA TERHADAP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DITINJAU DARI MASA KERJA, TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS KEPEGAWAIAN, DAN STATUS SERTIFIKASI Survei : Guru Ekonomi SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Klaten SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Ole h : Mirah Sih Ari Murti 091324031 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Kupersembahkan Karya Ini untuk :  Bapak Samadi dan Ibu Sri Murwati, yang selalu memeberikan doa, semangat, dan kasih saying tiada henti  Kakak-kakak ku tercinta  Mas AW yang selalu menemani serta mendukung dalam kondisi apapun, kapanpun dan dimanapun  Keluarga besar Pendidikan Ekonomi 2009  Almamaterku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Selalu bersyukur dan lakukan yang terbaik Diam dan tidak berbuat apa-apa adalah dua hal yang berbeda Selama masih ada kesempatan untuk membanggakan orang tua, lakukanlah dan jangan pernah ditunda lagi, karena orang tua adalah harta yang tak akan tergantikan oleh apapun Mirah Sih Ari Murti v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta. 28 Februari 2014 Penulis Mirah Sih Ari Murti vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama Nomor Mahasiswa : Mirah Sih Ari Murti : 091324031 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN GURU EKONOMI SMA TERHADAP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DITINJAU DARI MASA KERJA, TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS KEPEGAWAIAN, DAN STATUS SERTIFIKASI (Survei: Guru Ekonomi SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Klaten) beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 28 Februari 2014 Yang menyatakan Mirah Sih Ari Murti vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN GURU EKONOMI SMA TERHADAP STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DITINJAU DARI MASA KERJA, TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS KEPEGAWAIAN, DAN STATUS SERTIFIKASI Mirah Sih Ari Murti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA secara umum mengenai standar penilaian pendidikan dan mengetahui perbedaan tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA mengenai standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dan kuantitatif metode survei yang dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri dan Swasta di kabupaten Klaten. Populasi penelitian sebanyak 80 guru dengan sampel 45 guru. Teknik pengambilan sampel dengan Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan kuesioner. Uji instrumen berupa uji validitas dan reliabilitas hanya digunakan pada variabel tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian. Analisis data menggunakan Independent Sample TTest dan Analisis Multivariat Varian (GLM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) guru yang memiliki tingkat pemahaman tinggi terhadap standar penilaian pendidikan sebesar 31,1%. Guru yang memiliki tingkat pemahaman yang sedang sebanyak 62,2%. terhadap standar penilaian pendidikan Sedangkan guru dengan tingkat pemahaman yang rendah sebanyak 6,7%. (2) tidak ada perbedaan tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja (Sig. 0,137 > α 0,05). (3) Tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan (Sig. 0,291 > α 0,05). (4) Tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian pada aspek kognitif (Sig. 0,55 > α 0,05). (5) terdapat perbedaan pemahaman guru yang signifikan terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi (nilai Sig. 0,14 > α 0,05), guru yang sudah sertifikasi memiliki pemahamn yang lebih tinggi. (6) tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi (nilai Sig. 0,585 > α 0,05). viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE DIFFERENCE IN THE LEVEL OF ECONOMIC TEACHERS’ UNDERSTANDING TOWARDS EDUCATIONAL ASSESSMENT STANDARD AS SEEN FROM THE LENGTH OF SERVICE, EDUCATION LEVEL, EMPLOYMENT STATUS, AND CERTIFICATION STATUS Mirah Sih Ari Murti Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 This study aimed to find out the difference in the level of senior high school economic teachers’ understanding towards educational assessment standard and determined the difference in the level of senior high school economic teachers’ understanding towards education assessment as seen from the length of service, education level, employment status, and certification status. This research was a descriptive quantitative research and a quantitative survey method conducted in the public and private senior high schools in Klaten district. The population of the research was 80 teachers with the sample of 45 teachers. The samples were selected by using Simple Random Sampling technique. The data were collected by using tests and questionnaires. The test instruments such as validity and reliability were only used on the variable of teachers’ understanding towards assessment standards. The data were analyzed by using Independent Sample T-Test and Multivariate Analysis Variant (GLM). The results of this study showed that: (1) teachers who had a high level of understanding towards educational assessment standard were 31.1%, teachers who had a moderate level of understanding towards educational assessment standard were 62.2%, while teachers with a low level of understanding were 6.7%; (2) there was no difference in the level of teachers’ understanding towards educational assessment standard in terms of length of service (Sig. 0.137 > α 0.05); (3) there was no difference in teachers’ understanding towards educational assessment standard in terms of education level (0.291 Sig. > α 0.05); (4) there was no difference in teachers’ understanding towards educational assessment standard in terms of employment status on cognitive aspects (Sig. 0.55 > α 0.05); (5) there was a significant difference in teachers’ understanding towards educational assessment standard in terms of certification status (Sig. 0.14 > α 0.05), in which certified teachers had higher understanding; and (6) there was no difference in teachers’ understanding towards educational assessment standard in terms of length of service, education level, employment status, and certification status (Sig. 0.585 > α 0.05). ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Asung Kerta Wara Nugraha kepada Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat karunia-Nya skripsi ini telah selesai indah pada waktunya. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi. Dalam proses penyusunan skripsi ini mendapatkan berbagai masukan, kritik, dan saran dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; 2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kepala Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; 3. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S. selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak meluangkan waktu dengan kesabaran dalam memberikan bimbingan, pengarahan, kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini. 4. Bapak Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc. selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak memberikan masukan selama penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. selaku dosen tamu penguji dalam ujian skripsi. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi yang telah memberikan banyak tambahan pengetahuan dalam proses perkuliahan. 7. Mbak Titin yang selalu senantiasa memberikan informasi dan bantuan selama proses perkuliahan hingga pengurusan administrasi kelulusan. 8. Bapak/Ibu Kepala Sekolah SMA Negeri dan Swasta di kabupaten Klaten yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 9. Bapak/Ibu Guru Mata Pelajaran Ekonomi SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Klaten yang telah senantiasa bersedia menjadi subyek penelitian dan membantu kelancaran proses penelitian. 10. Orang tua yang telah memberikan bantuan financial dan dukungan spiritual selama studi di Universitas Sanata Dharma dan dalam mengerjakan skripsi. 11. Kakak-kakak ku yang selalu member semangat dan dukungan spiritual selama studi di Universitas Sanata Dharma. 12. Mas Arryanto yang selalu menyemangati dalam perkuliahan hingga penyusunan skripsi. 13. Nita dan Sila yang selalu ada baik suka maupun duka dan terima kasih untuk selalu menghiburku. 14. Seluruh sahabatku di Program Studi Pendidikan Ekonomi 2009 Universitas Sanata Dharma atas dukungannya. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penulis berharap semoga karya ilmiah yang telah disusun dalam bentuk skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Penulis menyadari skripsi ini belum sempurna karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan. Dengan rendah hati, penulis mengharapkan segala kritik saran yang sifatnya membangun. Harapan penulis, semoga skripsi ini dapat menjadi sumber inspirasi kapanpun, dimanapun. Berkat Tuhan. Yogyakarta, 28 Februari 2014 Mirah Sih Ari Murti xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... MOTTO .............................................................................................................. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................................................ ABSTRAK ......................................................................................................... ABSTRACT ......................................................................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................................ DAFTAR ISI ...................................................................................................... DAFTAR TABEL .............................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... i ii iii iv v vi vii viii ix x xiii xv xvi BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ A. Latar Belakang ................................................................................ B. Identifikasi dan Rumusan Masalah ................................................. C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ................................. D. Tujuan Penelitian ............................................................................ E. Manfaat Penelitian .......................................................................... 1 1 5 6 8 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA ............................................................................ A. Standar Nasional Pendidikan .......................................................... B. Standar Penilaian Pendidikan .......................................................... 1. Pengertian Penilaian .................................................................. 2. Prinsip Penilaian ........................................................................ 3. Standar Umum Penilaian ........................................................... 4. Tujuan dan Fungsi Penilaian ...................................................... 5. Standar Penilaian Pendidikan Indonesia .................................... C. Guru .................................................................................................. 1. Pengertian Guru .......................................................................... 2. Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Guru ....................................... 3. Hak dan Kewajiban Guru ........................................................... D. Masa Kerja ....................................................................................... E. Tingkat Pendidikan .......................................................................... F. Status Kepegawaian ......................................................................... G. Sertifikasi Guru ................................................................................ H. Kerangka Berpikir dan Hipotesis ..................................................... 10 10 14 14 16 17 19 20 34 34 39 40 42 42 43 44 46 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... A. Jenis Penelitian ................................................................................. B. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................... C. Subjek dan Objek Penelitian ........................................................... D. Variabel Penelitian dan Indikator ..................................................... E. Instrumen Penelitian ......................................................................... F. Validitas dan Reliabilitas .................................................................. G. Teknik Pengumpulan Data ............................................................... H. Prosedur Penelitian ........................................................................... I. Teknik Analisis Data ........................................................................ 50 50 51 51 54 57 60 64 65 68 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... A. Deskripsi Data Responden ................................................................ B. KARAKTERISTIK RESPONDEN .................................................. C. Deskripsi Pemahaman Guru Ekonomi Terhadap Standar Penilaian Pendidikan ........................................................................................ D. Analisis Data ..................................................................................... E. Pembahasan ...................................................................................... 74 74 75 78 81 87 BAB V KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN .......................... A. Kesimpulan ....................................................................................... B. Saran ................................................................................................. C. Keterbatasan ..................................................................................... 94 94 95 96 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... LAMPIRAN ....................................................................................................... 97 99 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 3.6 Tabel 3.7 Tabel 3.8 Tabel 3.9 Tabel 3.10 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Subyek Penelitian ……………………………………………………….......... 52 Masa Kerja Guru ……………………………………………………………… 55 Skoring Berdasarkan Skala Nominal ……………………………………......... 59 Skoring Berdasarkan Skala Likert …………………………………………….. 59 Kisi-kisi Tes Pemahaman Guru Ekonomi terhadap Standar Penilaian Pendidikan ……………………………………………………………………... 59 Kisi-kisi Kuesioner Pemahaman Guru Ekonomi terhadap Standar Penilaian Pendidikan ……………………………………………………........................ 60 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian ……………………………………… 62 Kualifikasi Reliabilitas ………………………………………………………... 63 Interval Rata-Rata Pemahaman Guru Ekonomi SMA terhadap Standar Penilaian Pendidikan Aspek Kognitif …………………………………………. 68 Interval Rata-Rata Pemahaman Guru Ekonomi SMA terhadap Standar Penilaian Pendidikan Aspek Psikomotorik ...………………………………….. 68 Deskripsi Data Responden Berdasarkan Masa Kerja ……………………........ 76 Deskripsi Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ………………… 77 Deskripsi Data Responden Berdasarkan Status Kepegawaian ………………... 77 Deskripsi Data Responden Berdasarkan Status Sertifikasi ………………........ 78 Deskripsi Pemahaman Aspek Kognitif Guru Ekonomi Terhadap Standar Penilaian Pendidikan ………………………………………………………….. 79 Deskripsi Pemahaman Aspek Psikomotorik Guru Ekonomi Terhadap Standar Penilaian Pendidikan …………………………………………….................... 79 Pengujian Normalitas Data Tingkat Pemahaman Guru Ekonomi terhadap Standar Penilaian Pendidikan ……………………………………………......... 82 Hasil Pengujian Homogenitas ……………………………………………........ 83 Uji Hipotesis Independent Sample T-Test …………………………………….. 85 Uji Hipotesis Independent Sample T-Test …………………………………….. 86 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Surat Ijin Penelitian ……………………………………………… Kuesioner Penelitian sebelum Uji Validitas...……………………. Kuesioner Penelitian setelah Uji Validitas ................................. Karakteristik Responden ………………..……………………….. Hasil Analisis Validitas dan Reliabilitas .……………................ Tabulasi Skor Kuesioner ………………….……………………... Hasil Uji Beda (T-Test) …………………………………………. Hasil Interaksi MANOVA ………………………………………. xvi 99 105 110 114 117 122 127 129

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memenuhi standar yang telah ditetapkan. Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen). Permasalahan tersebut bukan hanya pada peserta didik, tetapi juga pada tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, kurikulum, dan faktor pendukung pendidikan lainnya. Kemajuan pendidikan di Indonesia apabila dilihat secara kualitas, masih dirasakan rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan mutu layanan pendidikan yang baik. Pemahaman guru terhadap sistem dan standar nasional pendidikan pun dirasa sangat kurang, hal ini banyak ditemui pada guru-guru di daerah maupun kota kecil. Departemen Pendidikan telah melakukan usaha peningkatan mutu pendidikan tingkat dasar dan menengah melalui langkah-langkah yang prospektif. Salah satunya dengan mengeluarkan peraturan-peraturan pemerintah diantaranya undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan pada jenjang 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 pendidikan dasar dan menengah harus menyusun kurikulum dengan mengacu kepada Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pengelolaan, Standar Proses, dan Standar Penilaian, serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Standar penilaian pendidikan menurut PP. No. 19 tahun Pasal Ayat (11) adalah standar national pendidian yang berkaitan dengan mekanisme dan instrument penailaian hasil belajar peserta didik. Di dalam pasal 63 ayat (1) dikemukakan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiiri atas: penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidik, dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Standar-standar Nasional Pendidikan tersebut sangat berkaitan antara yang satu dengan yang lain terutama dalam standar isi tidak bisa dipisahkan dengan standar isi dan proses. Dalam standar isi terdapat visi, misi dan tujuan. Agar visi dan misi tersebut dapat mencapai tujuan maka disusunlah kurikulum pendidikan. Kurikulum tersebut perlu diterapkan dalam proses pembelajaran untuk membimbing para peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran itulah dibutuhkan standar proses pendidikan, dimana dalam standar proses ini guru dan siswa berperan aktif untuk mencapai tujuan dengan beberapa perangkat. Berangkat dari standar proses ini munculah standar penilaian yang harus dilakukan oleh guru. Oleh karena itu seorang pendidik mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mendidik peserta didik baik dalam kelas maupun diluar kelas.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Disamping ia harus membuat perencanaan dan pelaksanaan, ia juga juga berhak mengetahui perkembangan dan kemampuan peserta didiknya secara menyeluruh baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Untuk mengetahui potensi pada peserta didik tesrsebut seorang guru harus melakukan penilaian kepada seluruh peserta dididknya. Setelah mengetahui potensi dari masing-masing siswa seorang pendidik tidak berhenti disitu saja, akan tetapi ia harus memperbaiki kelemahan-kelemahannya agar ia dapat berkembang menurut pola pikirnya. Tentunya untuk memperbaiki kelemahan tersebut diperlukan waktu melakukan evaluasi dan penilaian secara berkesinambungan, sehingga peserta didik potensinya semakin berkembang melalui pembinaan dari guru. Penilaian hasil belajar yang dilakukan guru merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi yang dimaksudkan untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik. Dalam melaksanakan penilaian, standar penilaian pendidikan menjadi hal penting bagi setiap guru karena didalamnya termuat tujuan, teknik dan instrumen, prinsip, mekanisme dan prosedur pendidikan, penilaian oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah serta penentuan kelulusan siswa oleh satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh guru harus dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau kemajuan dan proses pembelajaran dalam bentuk ulangan harian, ujian tengah semester, ujian semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian hasil belajar digunakan untuk menilai kompetensi peserta didik dan mengukur sejauh mana tingkat pemahaman materi yang telah dipelajari

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 sebelumnya oleh siswa. Pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan tidaklah sama antara guru ekonomi yang satu dengan guru ekonomi yang lain. Perbedaan tersebut dapat diidentifikasikan berdasarkan beberapa faktor dalam guru itu sendiri yang berdampak signifikan dalam membentuk pandangan setiap guru tentang penilaian pendidikan, seperti dalam hal masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status seftifikasi. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Guru yang memiliki masa kerja bertahun-tahun kemungkinan mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang lebih tentang standar penilaian pendidikan dari pada guru yang memiliki masa kerja beberapa tahun. 2. Guru yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi kemungkinan memiliki tingkat pemahaman yang lebih baik mengenai standar penilaian pendidikan daripada guru yang memiliki tingkat pendidikan lebih rendah. 3. Guru yang berstatus pegawai negeri sipil dan pegawai tetap kemungkinan lebih memahami mengenai standar penilaian pendidikan daripada guru yang berstatus pegawai tidak tetap dan pegawai honorer. 4. Sertifikasi merupakan proses pemberian pengakuan bahwa seorang guru telah memiliki kompetensi untuk melaksanakan pelayanan pendidikan pada suatu pendidikan tertentu. Dengan kata lain, serfitikasi adalah proses uji kompetensi yang dirancang untuk mengungkapkan penguasaan potensi seseorang sebagai landasan pemberikan sertifikat pendidik (UU RI No. 14 Tahun 2005 dalam Depdiknas, 2004). Dengan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 begitu maka diharapkan guru yang sudah mendapatkan sertifikat pendidik melalui sertifikasi dapat lebih memahami mengenai standar penilaian pendidikan. Standar Penilaian Pendidikan yang merupakan acuan dasar dalam melaksanakan penilaian proses dan hasil pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Permendiknas No. 20 Tahun 2007. Pemberlakuan standar penilaian di SMA diharapkan dapat meningkatkan mutu lulusan dalam mencapai standar kompetensi lulusan SMA dan pada akhirnya mampu meningkatkan mutu pendidikan. B. Identifikasi dan Rumusan Masalah Dalam undang-undang disebutkan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Sedangkan tingkat pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain: Masa Kerja, Tingkat Pendidikan Guru, Status Sekolah, Status Kepegawaian, Lingkungan Sosial Guru, Status Kepegawaian, Prestasi Guru. Karena keterbatasan kemampuan peneliti untuk melakukan penelitian seluruh permasalahan di atas, maka dalam penelitian ini dibatasi pada empat faktor yang diduga mempunyai pengaruh terhadap tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan. Faktor-faktor

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 tersebut antara lain: masa kerja, tingkat pendidikan, dan status kepegawaian dan status sertifikasi guru Ekonomi. Berdasarkan latar belakang masalah, penelitian ini menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : 1. Bagaimana tingkat pemahaman guru ekonomi SMA secara umum terhadap standar penilaian pendidikan? 2. Apakah ada perbedaan tingkat pemahaman guru ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja? 3. Apakah ada perbedaan tingkat pemahaman guru ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan? 4. Apakah ada perbedaan tingkat pemahaman guru ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian? 5. Apakah ada perbedaan tingkat pemahaman guru ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi? 6. Apakah ada perbedaan tingkat pemahaman guru ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi? C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Tingkat Pemahaman Guru mengenai Standar Penilaian Pendidikan (Y). Tingkat pemahaman Guru terhadap standar penilaian pendidikan yaitu kemampuan guru dalam menjabarkan dan memahami standar penilaian pendidikan untuk melakukan penilaian terhadap peserta didik secara baik

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 dan benar. Indikator tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan meliputi standar kompetensi, kompetensi dasar, kisi-kisi penyusunan soal, jenis-jenis tes, langkah-langkah penilaian, prosedur penilaian, dan kriteria penyusunan soal. 2. Masa Kerja (X1) Masa kerja yaitu lamanya guru bekerja dalam menjalankan tugas belajar mengajar di sekolah. Unsur-unsur masa kerja mencakup golongan, pangkat, waktu, usia, gaji dan sebagainya. Indikator dalam masa kerja yaitu lama bekerja. 3. Tingkat Pendidikan (X2) Tingkat pendidikan adalah jenjang pedidikan terakhir yang ditempuh oleh guru melalui pendidikan formal yang disahkan oleh departemen pendidikan sebelum melaksanakan tugas belajar mengajar di sekolah. Unsur-unsur tingkat pendidikan mencakup jenjang pendidikan, dan kesesuaian jurusan. Indikator dalam tingkat pendidikan yaitu pendidikan terakhir guru dan kesesuaian jurusan dengan pekerjaan. 4. Status Kepegawaian (X3) Status kepegawaian menyatakan status pengangkatan guru sebagai pegawai tetap atau pegawai tidak tetap. Ada 4 macam status kepegawaian guru antara lain Pegawai Negeri Sipil (PNS), Guru Tetap Yayasan, Guru Honorer, dan Guru Bantu. Dalam penelitian ini, Guru Honorer dan Guru Bantu masuk dalam kategori Guru Tidak Tetap.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 5. Status Sertifikasi guru (X4) Sertifikasi merupakan proses pemberian pengakuan bahwa seorang guru telah memiliki kompetensi untuk melaksanakan pelayanan pendidikan pada suatu pendidikan tertentu dalam bentuk sertifikat pendidik yang dikeluarkan oleh Depdiknas. Guru yang sudah mendapatkan sertifikat pendidik diharapkan lebih memahami standar penilaian pendidikan. D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA secara umum mengenai standar penilaian pendidikan. 2. Mengetahui perbedaan tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA mengenai standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja guru. 3. Mengetahui perbedaan tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA mengenai standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan guru. 4. Mengetahui perbedaan tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA mengenai standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian guru. 5. Mengetahui perbedaan tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA mengenai standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi guru. 6. Mengetahui tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA mengenai standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 E. Manfaat Penelitian Penelitian ini bermanfaat bagi : 1. Pemerintah Memberi masukan kepada Pemerintah khususnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Standar Penilaian di SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Klaten. 2. Universitas Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dan koleksi baca yang dapat digunakan sebagai sumber atau bahan kajian yang relevan dengan topik yang akan di bicarakan. 3. Sekolah Sebagai masukan dan informasi dalam penerapan Standar Penilaian Pendidikan yang ada di sekolah. Penelitian ini juga dapat digunakan sebagai acuan guna perkembangan dan kemajuan sekolah. 4. Guru Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap standar penilaian pendidikan yang sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai standar nasional pendidikan. 5. Mahasiswa Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan dan pengetahuan untuk menambah wawasan mahasiswa.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Standar Nasional Pendidikan Dalam undang-undang nomor 20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Pasal 1 Ayat 1). Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (Pasal 1 Ayat 2). Untuk mewujudkan cita-cita luhur tesebut, pemerintah menetapkan 8 Standar Nasional Pendidikan Indonesia yang menjadi pedoman bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berikut ini penjelasan 8 Standar Nasional Pendidikan Indonesia: 1. Standar Kompetensi Lulusan 10

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. Standar Kompetensi Lulusan tersebut meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. 2. Standar Isi Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan. 3. Standar Proses Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Selain itu, dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik yang dimaksudkan di atas adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, dan Kompetensi Sosial. Pendidik meliputi pendidik pada TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SDLB/SMPLB/SMALB, SMK/MAK, satuan pendidikan Paket A, Paket B dan Paket C, dan pendidik pada lembaga kursus dan pelatihan. Tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas satuan pendidikan, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar, pamong belajar, dan tenaga kebersihan. 5. Standar Sarana dan Prasarana Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. 6. Standar Pengelolaan Pendidikan Standar Pengelolaan terdiri dari 3 (tiga) bagian, yakni standar pengelolaan oleh satuan pendidikan, standar pengelolaan oleh Pemerintah Daerah dan standar pengelolaan oleh Pemerintah. 7. Standar Pembiayaan Pendidikan Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal. Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerja tetap. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji, Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 8. Standar Penilaian Pendidikan Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: Penilaian hasil belajar oleh pendidik, Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi terdiri atas: Penilaian hasil belajar oleh pendidik, dan Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan tinggi. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi sebagaimana dimaksud di atas diatur oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. B. Standar Penilaian Pendidikan 1. Pengertian Penilaian Suatu proses pendidikan perlu memperhatikan serangkaian aturan dan perangkat-perangkat pembelajaran yang telah ditetapkan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian. Penilaian merupakan ujung tombak dari proses pembelajaran, dimana hasil penilaian akan memotivasi dan mempengaruhi pola belajar siswa. maka dari itu, diharapkan supaya dalam memberi penilaian harus dilakukan secara obyektif dan sesuai dengan kompetensi siswa sesungguhnya. Penilaian merupakan istilah umum yang mencakup semua metode yang biasa digunakan untuk menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. Proses penilaian mencakup pengumpulan bukti untuk

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 menunjukkan pencapaian belajar peserta didik. (Tim Pengembang Pedoman Umum Pengembangan Penilaian, 2004). Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, serta memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007). Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 pasal 1 ayat 17). Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik, penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik (Departemen Pendidikan Nasional, 2003).

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 2. Prinsip Penilaian Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan, pelaksanaaan penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada data yang sahih yang diperoleh melalui prosedur dan istrumen yang memenuhi persyaratan dengan mendasarkan diri pada prinsip-prinsip sebagai berikut : a) Mendidik, yaitu proses penilaian hasil belajar harus mampu memberikan sumbangan positif pada peningkatan pencapaian hasil belajar peserta didik, hasil penilaian harus dapat memberikan umpan balik dan motivasi kepada peserta didik untuk lebih giat belajar. b) Terbuka atau transparan, artinya bahwa prosedur penilaian, kriteria penilaian ataupun dasar pengambilan keputusan harus disampaikan secara transparan dan diketahui oleh pihak-pihak terkait secara objektif. c) Menyeluruh, artinya penilaian hasil belajar yang dilakukan harus meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan dinilai yang terdiri dari ranah pengetahuan kognitif, keterampilan psikomotor, sikap, dan nilai afektif yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. d) Terpadu dengan pembelajaran, artinya bahwa dalam melakukan penilaian kegiatan pembelajaran harus mempertimbangkan kognitif, afektif, dan psikomotor, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan setelah siswa menyelesaikan pokok bahasan tertentu, tetapi juga dalam proses pembelajaran.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI e) Obyektif, artinya proses penilaian yang dilakukan 17 harus meminimalkan pengaruh-pengaruh atau pertimbangan subyektif dari penilai. f) Sistematis, yaitu penilaian harus dilakukan secara terencana dan bertahap serta berkelanjutan untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar siswa. g) Berkesinambungan, yaitu evaluasi harus dilakukan secara terus menerus sepanjang rentang waktu pembelajaran. h) Adil, bahwa dalam proses penilaian tidak ada siswa yang diuntungkan atau dirugikan berdasarkan latar belakang sosial, ekonomi, agama, budaya, bahasa, suku bangsa, warna kulit, dan gender. i) Pelaksanaan penilaian menggunakan acuan kriteria yaitu menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan yang telah ditetapkan sebelumnya. 3. Standar Umum Penilaian Selain harus berpijak pada prinsip-prinsip, proses penialaian juga harus memperhatikan standar umum penilaian yang dapat dikatan sebagai sebuah peraturan umum dalam pelaksanaan penilaian. Sehingga, untuk melakukan penilaian pendidikan harus selalu mengacu pada standar umum penilaian sesuai dengan standar nasional pendidikan yang meliputi aspekaspek dasar sebagai berikut :

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 a) Pemilihan teknik penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran serta jenis informasi yang ingin diperoleh dari peserta didik. b) Informasi yang dihimpun mencakup ranah-ranah yang sesuai dengan standar isi dan standar kompetensi lulusan. c) Informasi mengenai perkembangan perilaku peserta didik dilakukan secara berkala pada kelompok mata pelajaran masing-masing. d) Pendidik harus selalu mencatat perilaku siswa yang menonjol baik yang bersifat positif maupun negatif dalam buku catatan perilaku. e) Melaksanakan sekurang-kurangnya tiga kali ulangan harian menjelang ulangan akhir semester. f) Pendidik harus menggunakan teknik penilaian yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan g) Pendidik harus selalu memeriksa dan memberikan balikan kepada peserta didik atas hasil kerjanya sebelum memberikan tugas lanjutan. h) Pendidik harus memiliki catatan komulatif tentang hasil penilaian untuk setiap siswa yang berada di bawah tanggung jawabnya. Pendidik harus pula mencatat semua kinerja siswa, untuk menentukan pencapaian kompetensi siswa. i) Pendidik melakukan ulangan tengah dan akhir semester untuk menilai penguasaan kompetensi sesuai dengan tuntutan dalam standar kompetensi dan standar lulusan.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI j) 19 Pendidik yang diberi tugas menangani pengembangan diri harus melaporkan kegiatan siswa kepada wali kelas untuk dicantumkan jenis kegiatan pengembangan diri pada buku laporan pendidikan. Pendidik menjaga kerahasiaan pribadi siswa dan tidak disampaikan kepada pihak lain tanpa seijin yang bersangkutan maupun orang tua/ wali murid. 4. Tujuan dan Fungsi Penilaian Suatu proses maupun kegiatan yang dilakukan pasti memiliki arah tujuan yang ingin dicapai. Kemudian hasil dari kegiatan atau proses tersebut pastilah memiliki fungsi masing-masing yang diharakan dapat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dari penilaian menurut Sudjana, (1995: 4) adalah sebagai berikut : a) Mendeskripsikan kecakapan belajar siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya. b) Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan. c) Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanaanya.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 d) Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan yang meliputi pemerintah, masyarakat, dan para orang tua siswa. Sedangkan fungsi dari penilaian menurut Sudjana, (1995:4) adalah sebagai berikut : a) Alat untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan intruksional b) Umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan intruksional, kegiatan belajar siswa, strategi mengajar guru dan lain-lain. c) Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tua. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang studi dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya. 5. Standar Penilaian Pendidikan Indonesia Menilik pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 pasal 1 ayat 11, Standar Penilaian Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 63 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa cakupan penilaian pendidikan khususnya penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri dari:

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 a) Penilaian hasil belajar oleh pendidik b) Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan c) Penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Standar Penilaian Pendikan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007. Penilaian pendidikan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, ujian sekolah/madrasah, ujian nasional. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. Yang dimaksud dengan ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan delapan hingga sembilan minggu kegiatan pembelajaran. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengatur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pedidikan. Dalam peraturan menteri tentang Standar Penilaian Pendidikan dijelaskan adanya kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KMB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan, KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 64 dijelaskan pula mengenai penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyususnan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Untuk penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian diakui melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik serta ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Untuk penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 materi yang dinilai. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik dan ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah Badan Standar Nasional Pendidikan menerbitkan paduan penilaian untuk: a) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian c) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi d) Kelompok mata pelajaran estetika e) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 65 bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Penilaian akhir yang dilakukan juga mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 pendidik. Untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan melalui ujian sekolah atau madrasah untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Untuk dapat mengikuti ujian sekolah atau madrasah peseta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan, yaitu pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan. Ketentuan mengenai penilaian akhir dan ujian sekolah atau madrasah diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan Badan Standar Nasional Pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 66 bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional yang dilakukan secara objektif, berkeadilan, dan akuntabel. Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Dalam hal ini pemerintah menugaskan Badan Standar Nasional Pendidikan untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur nonformal kesetaraan.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Dalam penyelenggaraan ujian nasional, Badan Standar Nasional Pendidikan bekerja sama dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten atau Kota, dan satuan pendidikan. Fungsi dari hasil ujian nasional dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan, dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentu kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan, dan pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan tanpa dipungut biaya. Untuk peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan. Peserta ujian nasional memperoleh surat keterangan hasil ujian nasional yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggaraan ujian nasional. Pada SMA/MA/SMALB, atau bentuk lain yang sederajat, ujian nasional mencakup mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program pendidikan. Pada program paket C, ujian nasional mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, dan mata pelajaran yamg menjadi ciri khas program pendidikan. Pada jenjang

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat, ujian nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran kejuruan yang menjadi ciri khas program pendidikan. Kriteria kelulusan ujian nasional dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan serta lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dan lulus Ujian Nasional. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri. Prinsip penilaian diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan yang didasarkan pada prinsipprinsip sebagai berikut: a) Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. b) Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penialai.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 c) Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena kebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. d) Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. e) Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian. f) Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi sengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. g) Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. h) Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. i) Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya. Selain itu dijelaskan pula tentang Teknik dan Instrumen Penilaian yang meliputi penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. Teknis tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 pembelajaran. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan antara lain : a) Substansi, substansi yaitu merepresentasikan kompetensi yang dinilai, b) Konstruksi, kontruksi berarti memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, c) Bahasa, yang berarti menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, bahasa, dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antar sekolah, antar daerah, dan antar tahun. Mekanisme dan prosedur penilaian pendidikan menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 yaitu penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 (RPP). Ulangan tengah semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada Ujian Nasional dan aspek kognitif dan/atau aspek psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah/madrasah untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ditentukan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik. Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik dengan mempertimbangkan hasil ujian sekolah/madrasah. Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkahlangkah menyusun kisi-kisi ujian, mengembangkan instrumen, melaksanakan ujian, mengolah dan menentukan kelulusan peserta didik

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 dari ujian sekolah madrasah, dan melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, sebagai perwujudan sikap dan perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan. Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warga negara yang baik sesuai dengan norma dan nilainilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan. Penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian kelompok mata pelajaran yang relevan. Keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh pembina kegiatan dan kepala sekolah/madrasah. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti remidi. Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam bentuk satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran, disertai dengan deskripsi kemajuan belajar. Kegiatan penilaian oleh pemerintah dilakukan melalui UN dengan langkah-langkah

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS) UN yang diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional bekerjasama dengan instansi terkait. Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Kemudian hasil analisis data UN disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester, mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran, mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih, melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan, kemudian melakukan pengolahan hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik, mengembalikan hasil belajar dan kesulitan belajar kepada peserta didik, memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran, melaporkan hasil penilaian mata pelajaran

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh, melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang baik. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan penidik, mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas, menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket melalui rapat dewan pendidik, menentukan kriteria program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem kredit semester melalui rapat dewan pendidik, menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kepribadian dilakukan melalui rapat dewan pendidik 33 dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik dan nilai hasil ujian sekolah/madrasah. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/madrasah sesuai dengan POS Ujian sekolah/madrasah bagi satuan pendidikan penyelenggara UN, melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada orangtua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pendidikan, melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Adapun pihak satuan pendidikan ikut berperan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan kriteria: menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan; kelompok mata pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan, lulus ujian sekolah/madrasah, dan lulus UN dan menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap peserta didik yang mengikuti Ujian Nasional serta Ijazah kepada setiap peserta didik yang lulus bagi satuan pendidikan penyelenggara UN. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang standar penilaian

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 pendidikan dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. UN didukung oleh suatu sistem yang menjamin mutu dan keserasiaan soal serta pelaksanaan yang aman, jujur, dan adil. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan, Pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkab hasil UN dan menyampaikan ke pihak yang berkepentingan. Hasil UN menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang kriteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh Menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. C. Guru 1. Pengertian Guru Menurut Undang-Undang Republik Indonesian Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang dimaksud guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 pendidikan menengah. Istilah profesional dalam pengertian tersebut merupakan pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Pihak-pihak penyelenggara pendidikan adalah Pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur pendidikan formal. Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik tersebut diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat serta memiliki kompetensi. Yang dimaksud kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam tugas keprofesionalan. Adapun kompetensi yang harus dimiliki guru meliputi : a) Kompetensi Pedagogik Kompetisi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimiliki setiap guru yang didalamnya memuat penguasaan karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual; Menguasai teori

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang 36 mendidik; mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu; menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik; memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran; memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki; berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik; menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar; memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran; melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. b) Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian yang merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia yang di dalamnya memuat aspek aspek penting meliputi: bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia; menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat; menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa; menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri; menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 c) Kompetensi Profesional Dalam Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3 butir c dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam dan memungkinkan membimbing peserta didik dalam memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan yang meliputi Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu; menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu; mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif; mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif; memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri. d) Kompetensi Sosial Menurut Standar Nasional Pendidikan dalam pasal 28 ayat 3 butir d dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai berkomunikasi dan bergaul bagian dari masyarakat untuk secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Menurut Pemendiknas nomor 16 tahun 2007 Kompetensi sosial meliputi Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi;

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat; beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya; berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. Profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme. Guru juga harus memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia; memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan; memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja; memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat; memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalandan kewenangan memiliki organisasi profesi yang mempunyai mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. Pihak-pihak yang berhubungan dan bertanggung jawab degan pendidikan yaitu masyarakat. Dalam hal ini masyarakat adalah kelompok warga negara Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 peranan dalam bidang pendidikan. Pemerintah yang dimaksud yakni pemerintah pusat. Mencakup pula pemerintah daerah yaitu pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten atau pemerintah kota, dan menteri yaitu menteri yang mengurusi urusan pemerintahan dalam bidang pendidikan nasional. 2. Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Guru Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kedudukan, fungsi dan tujuan guru adalah sebagai berikut: a) Kedudukan Guru Sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur formal yang diangkat sesuia dengan peraturan perundang-undangan. b) Fungsi Guru Untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. c) Tujuan Guru Bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. 3. Hak dan Kewajiban Guru Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 14 dalam melaksanakan keprofesionalan, guru berhak: a) Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. b) Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. c) Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual. d) Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. e) Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan. f) Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan. g) Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas. h) Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi. i) Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI j) 41 Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensidan/atau k) Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 20 dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban: a) Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; b) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; c) Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran; d) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika; dan memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. D. Masa Kerja Masa Kerja adalah jumlah waktu yang telah ditempuh seseorang untuk menjalani suatu pekerjaan. Sedangkan Martoyo (2000:34) berpendapat bahwa masa kerja atau pengalaman kerja adalah mereka yang dipandang lebih mampu dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang nantinya akan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 diberikan di samping kemampuan intelegensinya yang juga menjadi dasar pertimbangan selanjutnya. Penggolongan masa kerja atau klasifikasi masa kerja mengacu pada pedoman penilaian sertifikasi guru (Sertifikasi Guru Dalam Jabatan, 2009:51) Masa Kerja (Tahun) > 31 tahun 29-31 tahun 26-28 tahun 23-25 tahun 20-22 tahun 17-19 tahun 14-16 tahun 11-13 tahun 8-10 tahun 5-7 tahun < 4 tahun E. Tingkat Pendidikan Menurut Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Bab 1 pasal 1 ayat 8 Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yangdikembangkan. Menurut UU SISDIKNAS No. 20 (2003), indikator tingkat pendidikan terdiri dari jenjang pendidikan dan kesesuaian jurusan. Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan, terdiri dari: 1. Pendidikan dasar: Jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat. 2. Pendidikan menengah: Jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah 3. Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. 4. Pendidikan tinggi: Jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. F. Status Kepegawaian Status kepegawaian dalam aplikasi pendapatan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Diperbantukan, PNS Depag, Guru Tetap Yayasan (GTY)/ Pegawai Tetap Yayasan (PTY), Guru Tidak Tetap (GTT)/Pegawai Tidak Tetap (PTT) Provinsi, GTT/PTT Kabupaten/Kota, Guru Bantu Pusat, Guru Bantu Sekolah, dan Tenaga Honor.PNS adalah pegawai negeri atau aparatur negara yang bukan militer. PNS Diperbantukan adalah PNS yang mendapat tugas mengajar di sekolah

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 bukan milik pemerintah (swasta). PNS Depag adalah pegawai negeri yang diangkat oleh Departemen Agama. GTT/PTT Yayasan adalah guru tetap yayasan yang diangkat dan mendapatkan gaji dari yayasan. GTT/PTT Provinsi adalah guru dan Pegawai tidak tetap yang diangkat oleh provinsi. GTT/PTT Kabupaten/Kota adalah guru dan pegawai tidak tetap yang diangkat oleh Kabupaten/Kota. Guru Bantu Pusat adalah guru non PNS yang diangkat dan digaji oleh Pemerintah Pusat. Guru Bantu Sekolah adalah guru yang diangkat oleh kepala sekolah dan digaji dengan dana BOS atau dana yang bersumber dari sekolah. Tenaga honor adalah tenaga yang pendidik selain guru yang kerja di lingkungan pendidikan. G. Sertifikasi Guru 1. Pengertian Sertifikasi Guru Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru karena guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Guru profesional merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktek pendidikan yang berkualitas. Sertifikasi merupakan sarana atau instrumen untuk mencapai suatu tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Sertifikat pendidik sendiri merupakan sebuah sertifikat yang ditandatangani oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi sebagai bukti formal pengakuan profesionalitas guru yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen,

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 sertifikat yang diberikan kepada guru disebut sertifikat pendidik. Pendidik yang dimaksud merupakan guru dan dosen. 2. Tujuan dan Manfaat Sertifikasi Guru Sertifikasi guru dilakukan dengan tujuan untuk : a) Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. b) Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan. c) Meningkatkan martabat guru. d) Meningkatkan profesionalitas guru. Adapun manfaat dari sertifikasi adalah sebagai berikut ; a) Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak berkompeten, yang dapat merusak citra profesi guru. b) Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional. c) Meningkatkan kesejahteraan guru. 3. Dasar Hukum Pelaksanaan Sertifikasi Dasar utama pelaksanaan sertifikasi adalah Undang-Undang Noomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) yang disahkan tanggal 30 Desember 2005. Pasal yang menyatakan adalah Pasal 8, yang berbunyi : guru wajib memiliki kualitas akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal lainnya adalah Pasal 11 ayai (1) yang menyebutkan bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dalam

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Landasan hukum lainnya adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei 2007. H. Kerangka Berpikir dan Hipotesis 1. Kerangka Berpikir a) Perbedaan pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja. Setiap guru memiliki masa kerja yang berbeda, peneliti menduga bahwa guru dengan masa kerja lebih lama akan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam standar penilaian pendidikan dibandingkan dengan guru dengan masa kerja yang baru belum terlalu lama. Hal ini disebabkan karena guru dengan masa kerja yang lebih lama akan mempunyai pengalaman dan pemahaman yang lebih banyak dalam memahami standar penilaian pendidikan. b) Perbedaan pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan merupakan jenjang pedidikan terakhir yang ditempuh oleh guru melalui pendidikan formal yang disahkan oleh departemen pendidikan sebelum melaksanakan tugas belajar mengajar di sekolah. Tidak semua guru memiliki tingkat pendidikan yang sama.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Dilihat dari tingkat pendidikannya, guru memiliki pemahaman yang berbeda terhadap standar penilaian pendidikan. Hal ini dikarenakan guru yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan semakin memahami standar penilaian pendidikan dibanding guru yang memiliki tingkat pendidikan dibawahnya. c) Perbedaan pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian. Status kepegawaian guru berbeda-beda ada PNS, GTY, GTT Provinsi, GTT Kabupaten/Kota, Guru Bantu Pusat, Guru Bantu Sekolah, hingga Guru Honorer. Status kepegawaian ini berkaitan dengan instansi/lembaga yang menaunginya. Peneliti menduga adanya perbedaan tingkat pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan berdasarkan status kepegawaiannya. Karena guru dengan status PNS dan GTY akan lebih memahami standar penilaian pendidikan dibandingkan dengan GTT, Guru Bantu, dan guru Honorer. d) Perbedaan pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi. Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru karena guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Guru yang telah menerima sertifikat pendidik sudah pasti adalah guru profesional. Peneliti menduga adanya perbedaan pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan, dilihat dari status sertifikasi guru. Karena

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 guru yang telah mendapatkan sertifikat pendidik pasti akan lebih memahami standar penilaian pendidikan dibandingkan dengan guru yang belum mendapatkan sertifikat pendidik. Masa Kerja Tingkat Pendidikan Perbedaan Tingkat Pemahaman Guru Terhadap Standar Penilaian Pendidikan Status Kepegawaian Status Sertifikasi 1. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka berpikir, maka didapatkan hipotesis sebagai berikut : a) Ho = Tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja. Ha = Ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja. b) Ho = Tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan. Ha = Ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 c) Ho = Tidak ada perbedaan pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian. Ha = Ada perbedaan pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sekolah. d) Ho = Tidak ada perbedaan pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi. Ha = Ada perbedaan pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian Kuantitatif deskriptif ini bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, dan berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi Bungin, (2011:44). Penelitian deskriptif dengan metode survei dirancang untuk memperoleh informasi dengan mengumpulkan data yang relatif terbatas dari kasus-kasus yang relatif besar jumlahnya (Furchan, 2004: 415-416). Metode deskriptif, menurut Nazir (1999: 63-65) adalah suatu metode untuk meneliti suatu obyek, kondisi, atau peristiwa, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai faktafakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Sementara itu pengertian metode survei adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keteranganketerangan secara faktual dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Menurut Arikunto, 2002 survei merupakan cara mengumpulkan data dari sejumlah unit atau individu dalam jangka waktu yang bersamaan dan biasanya jumlahnya cukup besar. 50

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini di lakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Klaten salah satu alasannya karena tingkat pendidikan guru ekonomi SMA rata-rata sarjana hingga magister dan dengan status kepegawaian yang berbeda-beda pula, maka dari itu saya tertarik untuk meneliti pemahaman guru-guru ekonomi SMA di Klaten dengan tujuan ingin mengetahui bagaimana pemahaman guru ekonomi SMA di Klaten terhadap standar penilaian pendidikan. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dimulai pada pertengahan bulan Oktober hingga pertengahan bulan November 2013. C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek Penelitian ini adalah Guru mata pelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di Kabupaten Klaten.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel 3.1 Subjek Penelitian No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. No. 1. 2. 3. Sekolah Negeri SMA N 1 KARANGDOWO SMA N 1 CAWAS SMA N 1 BAYAT SMA N 1 WEDI SMA N 1 GANTIWARNO SMA N 1 JOGONALAN SMA N 1 KARANGANOM SMA N 1 KLATEN SMA N 2 KLATEN SMA N 3 KLATEN SMA N 1 WONOSARI SMA N 1 POLANHARJO Lokasi Sekolah Desa Desa Desa Desa Desa Desa Desa Kota Kota Kota Desa Desa Sekolah Swasta SMA KARTIKA KLATEN Kota SMA MUHAMADIYAH PEDAN Desa SMA BERBUDI GANTIWARNO Desa Jumlah Total Subjek Jumlah Guru Ekonomi 5 5 2 3 2 3 3 3 4 3 5 3 Jumlah Subjek Jumlah Guru Ekonomi 1 1 2 Jumlah Subjek 41 Sumber : Data Primer, diolah 2013 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan, masa kerja guru, tingkat pendidikan guru, status kepegawaian guru dan status sertifikasi guru. 3. Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto,2006:130). Populasi dalam penelitian ini adalah 80 guru 4 45

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 ekonomi yang terdiri dari 15 sekolah negeri dan 22 sekolah swasta di Kabupaten . 4. Sampel Penelitian Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono,2008:81). Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel sebanyak 45 responden berdasarkan Rumus Slovin: n= + 1 dimana: n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 10% atau sig. = 0,1. Dalam penelitian ini jumlah populasi adalah 80, maka jumlah sampel yang digunakan adalah : n = 80 / 80 (0,1)2 + 1 = 44,44 dibulatkan menjadi 45 sampel. 5. Teknik Pengambilan Sampel Teknik Pengambilan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. D. Variabel Penelitian dan Indikator 1. Variabel Tingkat Pemahaman Guru terhadap Standar Penilaian Pendidikan (Y).

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang didalamnya berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Variabel tingkat pemahaman guru memiliki beberapa indikator yaitu guru dengan pemahaman tinggi, pemahaman sedang, dan pemahaman rendah. Pengukuran Variabel perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan didasarkan pada indikator-indikatornya. Skala yang digunakan adalah skala nominal yang membedakan satu objek dengan objek lainnya berdasarkan lambang yang diberikan. Bilangan yang diberikan hanyalah berfungsi sebagai lambang yang dimaksudkan untuk membedakan antara data yang satu dengan data yang lainnya. 2. Variabel Masa Kerja (X1) Ma sa kerja merupakan lamanya seorang guru bekerja melaksanakan tugas belajar mengajar di sekolah. Mengacu pada pedoman penilaian sertifikasi guru (Sertifikasi Guru Dalam Jabatan, 2009:51) Indikator variabel masa kerja dapat di klasifikasikan sebagai berikut :

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 3.2 Masa Kerja Guru Masa Kerja (Tahun) >31 tahun 29-31 tahun 26-28 tahun 23-25 tahun 20-22 tahun 17-19 tahun 14-16 tahun 11-13 tahun 8-10 tahun 5-7 tahun <4 tahun Sumber : Sertifikasi Guru dalam Jabatan, 2009 Namun dalam penelitian ini, variabel masa kerja dibedakan dalam dua kelompok yaitu kelompok masa kerja ≤ 15 tahun dan > 15 tahun. 3. Variabel Tingkat Pendidikan (X2) Tingkat pendidikan merupakan proses jangka panjang yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kompetensi. Indikator variabel tingkat pendidikan adalah: Tingkat Pendidikan D-I D-II D-III/Sarjana Muda D-IV/S-1 S2 S3 Guru dikatakan memiliki tingkat pendidikan yang tinggi apabila memiliki tingkat pendidikan mulai dari S-1, S-2, dan S-3. Dikatakan

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 sedang apabila memiliki tingkat pendidikan D-II dan D-III (Sarjana Muda), dan dikatakan memiliki tingkat pendidikan rendah apabila memiliki tingkat pendidikan D-I. 4. Variabel Status Kepegawaian (X3) Mengacu aplikasi pendapatan, indikator variabel status kepegawaian terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Diperbantukan, PNS Depag, Guru Tetap Yayasan (GTY)/ Pegawai Tetap Yayasan (PTY), Guru Tidak Tetap (GTT)/Pegawai Tidak Tetap (PTT) Provinsi, GTT/PTT Kabupaten/Kota, Guru Bantu Pusat, Guru Bantu Sekolah, dan Tenaga Honor. 5. Variabel Status Sertifikasi (X4) Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru karena guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Guru profesional merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktek pendidikan yang berkualitas. Sertifikasi merupakan sarana atau instrumen untuk mencapai suatu tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Indikator variabel status sertifikasi dapat ditentukan dari guru yang sudah mendapatkan sertifikat pendidik dan guru yang belum mendapatkan sertifikat pendidik.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 E. Instumen Penelitian Menurut Arikunto (2000:134), instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Hadjar (1996:160) berpendapat bahwa instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variasi karakteristik variabel secara objektif. Instrumen pengumpul data menurut Suryabrata (2008:52) adalah alat yang digunakan untuk merekam-pada umumnya secara kuantitatif-keadaan dan aktivitas atribut-atribut psikologis. Atibut-atribut psikologis itu secara teknis biasanya digolongkan menjadi atribut kognitif dan atribut non kognitif. Sumadi mengemukakan bahwa untuk atribut kognitif, perangsangnya adalah pertanyaan. Sedangkan untuk atribut non-kognitif, perangsangnya adalah pernyataan. Dari beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi kuantitatif tentang variabel yang sedang diteliti. Ada beberapa jenis instrumen yang biasa digunakan dalam penelitian, yaitu: 1) Tes Tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengukuran, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. 2) Angket atau kuesioner.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. 3) Wawancara (interview). Wawancara digunakan oleh peneliti untuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, pendidikan, perhatian, sikap terhadap sesuatu. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes dan kuesioner karena penelitian ini memakai metode survei. Instrumen tes digunakan untuk mengukur tingkat intelegensi dan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan. Sedangkan kueioner digunakan untuk mengukur mengukur sikap guru terhadap standar penilaian pendidikan. 1. Penentuan Skor Pengukuran Variabel perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan didasarkan pada indikator-indikatornya. Skala yang digunakan adalah skala nominal yang membedakan satu objek dengan objek lainnya berdasarkan lambang yang diberikan. Bilangan yang diberikan hanyalah berfungsi sebagai lambang yang dimaksudkan untuk membedakan antara data yang satu dengan data yang lainnya. Berikut ini disajikan tabel skoring berdasarkan skala nominal yang digunakan dalam penelitian ini.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel 3.3 Skoring Berdasarkan Skala Nominal Skor Pernyataan Pernyataan Positif Negatif 1 0 BENAR 0 1 SALAH Sumber : Data Primer, diolah 2013 Kriteria Jawaban Tabel 3.4 Skoring Berdasarkan Skala Likert Kriteria Jawaban Skor Sangat Sering 4 Sering 3 Kadang-kadang 2 Tidak Pernah 1 Sumber: Data Primer, diolah 2013 2. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Tabel 3.5 Kisi-kisi Tes Pemahaman Guru Ekonomi terhadap Standar Penilaian Pendidikan No. 1. 2. 3. 4. Indikator Soal Kompetensi Dasar Prosedur penilaian Teknik penilaian Kriteria Ketuntasan Minimal Jumlah Item Sumber : Data Primer, diolah 201 Nomor Item 1, 4, 6, 10, 11 2, 3, 7, 8, 9, 13, 14, 16, 17, 19, 20 5, 18, 15 12 20 item

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 3.6 Kisi-kisi Kuesioner Pemahaman Guru Ekonomi terhadap Standar Penilaian Pendidikan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Indikator Soal Kompetensi Dasar Teknik penilaian Prosedur penilaian Kriteria Ketuntasan Minimal Instrumen penilaian Penilaian dan Pengukuran Jumlah item Sumber : Data Primer, diolah 2013 Nomor Item 1, 11, 24, 28 2, 3, 8, 9, 16, 19 4, 5, 6, 10, 12, 21, 22, 29, 30, 20, 23, 26 7, 13, 15, 17, 18 14, 25, 27 30 Tem F. Validitas dan Reliabilitas 1. Pengujian Validitas Validitas suatu instrument penelitian adalah derajat yang menunjukkan dimana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto,2009: 122). Uji validitas item dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang disusun dapat dipergunakan untuk mengukur apa yang akan diukur. Semakin tinggi nilai validitas item menunjukkan semakin valid instrument tersebut untuk digunakan. Pengujian validitas dilakukan dengan berdasarkan uji korelasi product moment dari Karl Pearson dengan rumus (Arikunto, 2000:225):

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Keterangan: N = Total Responden Y = Total item X = Total dari setiap item = Indeks korelasi validitas item Proses penghitungan indeks validitas item pada alat ukur penelitian ini dilakukan dengan cara member skor terlebih dahulu pada setiap item dan mentabulasi ke dalam tabulasi data uji coba instrument penelitian. Penghitungan indeks validitas instrument dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer Statistic Program for Social Science (SPSS) versi 16.0. Indeks korelasi validitas yang diperoleh dari hasil perhitungan menunjukkan tinggi rendahnya tingkat validitas instrumen yang diukur. Selanjutnya nilai koefisien korelasi ini dibandingkan dengan nilai r korelasi Product Moment pada tabel dengan dk=n-2. Jika nilai lebih besar dari pada nilai , maka butir pernyataan tersebut dapat dikatakan valid, dan begitu pula sebaliknya. Menurut Azwar (2012: 95), item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,361 dianggap memuaskan. Berdasarkan ketentuan tersebut dapat dikatakan bahwa item yang valid adalah item yang memiliki nilai korelasi ≥ 0,361. Hasil perhitungan yang telah dilakukan peneliti, menunjukkan bahwa dari 50 item yang terdiri dari dua jenis item, yaitu item tes dan kuesioner, terdapat 13 item yang koefisien validitasnya <0,361. Ke 13 item tersebut dieliminasi atau tidak disertakan dalam

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 pengambilan data penelitian selanjutnya, dimana ke 13 item tersebut terdiri dari 5 item tes dan 8 item kuesioner. Dengan demikian tersisa 37 item yang memiliki koefisien validitas ≥ 0,361, yang terdiri dari 15 item tes dan 22 item kuesioner, sehingga item tersebut dinyatakan valid dan digunakan untuk pengambilan data penelitian sesungguhnya. Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian No. Indikator Item 1. 2. 3. 4. Kompetensi Dasar Prosedur penilaian Teknik penilaian Kriteria Ketuntasan Minimal Jumlah Item Kompetensi Dasar Teknik penilaian Prosedur penilaian Kriteria Ketuntasan Minimal Instrumen penilaian Penilaian dan Pengukuran Jumlah Item 1. 4. 5. 6. 7. 8. Jumlah Total Item Sumber : Data Primer, diolah 2013 Nomor Item Valid 4, 10, 11 2, 3, 7, 8, 13, 14, 19, 20 5, 18, 15 12 15 11, 28 3, 9, 16, 19 4, 5, 6, 10, 12, 21, 30 20, 23, 26 13, 15, 17 14, 25, 27 22 37 Gugur 1,6 9,16,17 5 1, 24 2,8 22, 29 7,18 8 13 2. Pengujian Reliabilitas Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Alat ukur dikatan reliabel jika alat ukur tersebut mampu memberikan hasil yang tetap meskipun digunakan kapanpun. Untuk mengetahui koefisien reliabilitas instrument, maka digunakan rumus Alpha (Arikunto,2000:236). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai koefisien Cronbach Alpha > 0,60 (Nunnaly, 1967, dalam Imam Ghozali, 2001:42).

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Jadi jika nilai koefisien Cronbach Alpha lebih besar daripada 0,60 maka butir pernyataan tersebut dapat dikatakan reliabel, dan begitu pula sebaliknya. Perhitungan reliabilitas instrument ini dilakukan dengan cara member skor pada tiap item kemudian ditabulasikan. Perhitungan reliabilitas ini menggunakan bantuan program SPSS. Tinggi rendahnya koefisien reliabilitas dan validitas mengacu pada daftar indeks kualifikasi reliabilitas menurut Guilford (dalam Masidjo, 1995: 209). Kriteria kualifikasi reliabilitas tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 3.8 Kualifikasi Reliabilitas Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatf – 0,20 Sumber : Data Primer, diolah 2013 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat rendah Berdasarkan tabel di atas dan hasil perhitungan yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa taraf reliabilitas instrumen penelitian perbedaan tingkat pemahaman guru ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan dilihat dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi sebesar 0,822 untuk item tes dan 0,895 untuk kuesioner. Maka dapat dikatakan bahwa kedua instrumen memiliki reliabilitas tinggi. Hasil perhitungan analisis validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada lampiran.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 G. Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpula Data Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data serta keterangan yang diperlukan adalah : a. Data Primer Peneliti menggunakan data primer berupa kuesioner. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden baik laporan tentang pribadinya maupun halhal yang ia ketahui untuk mengumpulkan data mengenai perbedaan tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan. b. Data Sekunder Peneliti menggunakan data sekunder berupa dokumentasi. Dokumentasi adalah data dari Lembaga Pendidikan yang terdapat di Kabupaten Klaten. 2. Pengambilan Data Penelitian Pada penelitian ini, responden yang digunakan adalah guru ekonomi SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Klaten sejumlah 45 guru ekonomi. Penelitian dilakukan mulai tanggal 11 Oktober 2013 dan berakhir pada tanggal 15 November 2013. Penelitian dilakukan dengan terlebih dahulu menjelaskan kepada guru mengenai tujuan penelitian dan prosedur penelitian. Kemudian membagikan instrumen penelitian kepada guru ekonomi untuk diisi sesuai dengan pernyataan yang sesungguhnya menurut guru ekonomi.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Pada saat pengambilan data penelitian, guru yang berhalangan hadir atau yang terhambat waktu bisa mengisi kuesioner di luar sekolah dan diluar jam sekolah, kemudian kuesiner diserahkan kepada peneliti sesuai waktu yang telah disepakati bersama. H. Prosedur Penelitian 1. Tahap Persiapan a. Penyusunan instrument penelitian perbedaan tingkat pemahaman guru ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan dilihat dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi berdasarkan undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. b. Peneliti mengidentifikasi aspek dan merumuskan indikator dari setiap aspek-aspek tersebut. c. Peneliti merumuskan pernyataan-pernyataan dari setiap indicator. d. Peneliti mengkonsultasikan instrument penelitian kepada dosen pembimbing skripsi untuk menelaah kualitas instrument dan memeriksa validitas isi sebelum digunakan untuk penelitian. e. Meminta surat ijin penelitian pada sekretariat Program Studi yang kemudian ditandatangani oleh Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan. f. Meminta tanda tangan Wakil Dekan dan cap yang mengesahkan surat tersebut.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 g. Meminta surat rekomendasi untuk melakukan penelitian kepada Pemerintah Daerah Yogyakarta di Kesbangpolinmas Yogyakarta. h. Meminta surat rekomendasi dari Gubernur Jawa Tengah melalui Kesbangpolinmas Semarang. i. Meminta surat ijin penelitian di BAPPEDA Klaten. 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian a. Menyerahkan surat ijin penelitian kepada Kepala Sekolah – Kepala Sekolah SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Klaten. b. Menentukan kesepakatan mengenai waktu pelaksanaan penelitian dengan Guru Ekonomi. c. Menemui guru Ekonomi sesuai waktu dan tempat yang telah disepakati sebelumnya untuk menjelaskan tujuan penelitian dan prosedur pengisian kuesioner. d. Menyerahkan kuesioner kepada guru Ekonomi untuk kemudian di isi berdasarkan pernyataan guru yang sesungguhnya. e. Mengambil kembali kuesioner yang telah diisi oleh guru Ekonomi. f. Memberikan kenang-kenangan kepada guru ekonomi yang telah menyerahkan kuesioner dan mengucapkan terima kasih kepada guru sambil berpamitan. g. Berpamitan dengan Kepala Sekolah atau yang mewakili dan mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama pihak sekolah. 3. Tahap Penyusunan Laporan

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 a. Mengolah data yang telah diperoleh dengan menggunakan program Microsoft Exel dan SPSS. b. Data di olah dengan uji t untuk mengetahui signifikansi hipotesis yang telah ditetapkan. c. Menganalisis data hasil pengujian. d. Hasil analisis disusun dalam format yang telah ditentukan. I. Teknik Analisis Data 1. Pengujian Statistik Deskriptif Pengujian Statistik deskriptif dimaksudkan untuk mendeskripsikan data penelitian tentang pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan, masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi responden. Pendeskripsian data dilakukan berdasarkan perhitungan standar deviasi Tabel 3.9 Interval Rata-Rata Pemahaman Guru Ekonomi terhadap Standar Penilaian Pendidikan Aspek Kognitif Kriteria Klasifikasi 80% - 100% Tinggi 65% - 79% Sedang <64% Rendah Sumber : PAP I yang dimodifikasi (Masidjo, 1995)

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Tabel 3.10 Interval Rata-Rata Pemahaman Guru Ekonomi terhadap Standar Penilaian Pendidikan Aspek Psikomotorik Kriteria Klasifikasi 80% - 100% Tinggi 65% - 79% Sedang <64% Rendah Sumber : PAP I yang dimodifikasi (Masidjo, 1995) 2. Pengujian Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas Normalitas dalam statistik parametrik seperti regresi dan Anova merupakan syarat pertama. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar, maka uji statistik menjadi tidak valid atau bias terutama untuk sampel kecil. Untuk mengetahui apakah data masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak maka dilakukan uji normalitas. Pengujian normalitas yang digunakan adalah dengan uji Kolmogorov Smirnov. Uji Kolmogorov Smirnov memusatkan perhatian pada penyimpangan (deviasi) terbesar. Harga Fo (Xi) – SN terbesar dinamakan deviasi maksimum. Adapun rumus uji Kolmogorov Smirnov untuk normalitas sebagai berikut (Ghozali, 2002:36) Keterangan: = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi D = Deviasi maksimum

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Pengambilan keputusan berdasarkan hasil uji Kolmogorov Smirnov tersebut adalah sebagai berikut : 1) Jika nilai asymp.sig< taraf nyata (0,05), maka distribusi data variabel penelitian dinyatakan tidak normal. 2) Jika nilai asymp. Sig> taraf nyata (0,05), maka distribusi data variabel penelitian dinyatakan normal. b. Uji Homogenitas Pengujian ini digunakan untuk menguji kesamanan varians populasi yang berdistribusi normal, berdasarkan sampel yang telah diambil dari setiap populasi. Ada beberapa metode yang telah ditemukan untuk melakukan pengujian ini. Pengujian yang dipakai adalah uji Bartlett . Uji Bartlett menggunakan statistic chi kuadrat dengan rumus (Sudjana, 2002:263): =(In 10) Jika X2 < taraf signifikan 0,05 maka hipotesis diterima atau tidak ada perbedaan varians antara sampel-sampel yang diambil. Apabila X2 ≥ taraf signifikan 0,05 maka hipotesis ditolak atau terdapat perbedaan varians antara sampel-sampel yang diambil. 3. Uji Hipotesis Pengujian Hipotesis pertama mengenai pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan,

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI status kepegawaian dan status sertifikasi 70 dilakukan dengan langkah- langkah: a. Perumusan hipotesis 1,2,3, dan 4. Ho1 : tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja Ha1 : ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja Ho2 : tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan Ha2 : ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan Ho3 : tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian Ha3 : ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian Ho4 : tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi Ha4 : ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi b. Tes-t atau Uji-t Uji-t digunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesis nol (Ho). Uji-t berguna membandingkan dua mean (rata-rata) untuk

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 menentukan apakah perbedaan tersebut nyata atau karena kebetulan. Uji t ini digunakan untuk menguji hipotesis 1, 2, 3 dan 4. Uji-t untuk satu sampel dapat dilakukan dengan rumus berikut : Keterangan : t = Koefisien t x = Mean sampel µ = Mean populasi S = Standar deviasi sampel n = Banyak sampel Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5%. Hipotesis dikatakan signifikan apabila Sig. > α 0,05. c. Pengujian Hipotesis Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis menggunakan analisis multivariat varian (MANOVA). Manova sebagai suatu teknik statistik yang digunakan untuk menghitung pengujian signifikansi perbedaan rata-rata secara bersamaan antara kelompok untuk dua atau lebih variabel dependen. Dalam SPSS prosedur MANOVA disebut juga General Linear Model (GLM) Multivariat. Analisis multivariat varian digunakan untuk menguji hipotesis : Ho :tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau darimasa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Ha : tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau darimasa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi Hipotesis nol diterima jika nilai Sig. lebih besar atau sama dengan nilai α (0,05), sebaliknya Ha akan diterima jika nilai Sig. lebih kecil dari α (0,05).

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Responden Guru ekonomi di SMA Negeri Maupun Swasta memiliki status kepegawaian, masa kerja, dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Sebagian besar guru sudah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil, namun hanya beberapa yang sudah sertifikasi dan dengan masa kerja yang berbedabeda. Jika dilihat dari ketersediaan guru ekonomi, di sekolah Negeri lebih banyak tersedia guru ekonomi daripada di sekolah Swasta. Hal tersebut dikarenakan sekolah Negeri memiliki lebih banyak kelas daripada sekolah Swasta. Ketersediaan sumber dana pendidikan yang menjadi penyebab adanya perbedaan sarana-prasarana diantara sekolah Negeri dan Swasta. Berdasarkan tes yang dilakukan kepada guru ekonomi SMA di Kabupaten Klaten, dapat dilihat bahwa sebagian besar guru ekonomi telah memahami dan menerapkan dengan cukup baik mengenai standar penilaian pendidikan. Guru sering memberikan umpan balik mengenai kelenihan dan kekurangan siswa serta diharapkan mampu mendorong motivasi dan prestasi belajar. Guru ekonomi membuat administrasi pendidikan seperti silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, instrument penilaian, melakukan penilaian secara berkelanjutan dan obyektif. Akan tetapi, sebagian besar guru tidak melakukan analisis butir soal yang merupakan bagian penting dalam penilaian. 73

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Subyek penelitian berjumlah 45 guru ekonomi yang berasal dari sekolah negeri dan swasta. Semua responden sejumlah 45 guru ekonomi mengisi kuesioner secara lengkap (response rate = 100%). B. Karakteristik Responden Responden dengan latar belakang masa kerja kurang dari 15 tahun sebanyak 27 guru dan lebih dari 16 tahun sebanyak 18 guru. Sebagian besar responden berpendidikan Sarjana Muda (S1) yaitu sejumlah 39 guru dan 6 responden lainnya berpendidikan S2. Status kepegawaian responden terdiri dari PNS dan GTT, sebanyak 12 guru berstatus sebagai GTT dan 32 guru berstatus sebagai PNS. Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi guru, pemerintah mengadakan program sertifikasi. Sebagian besar guru ekonomi di Klaten telah mengikuti program sertifikasi dan telah mendapatkan sertifikat pendidik, akan tetapi ada pula yang belum mengikuti dan yang sedang mengikuti program sertifikasi. Sebanyak 24 guru sudah mengikuti program sertifikasi dan mendapatkan sertifikat, sebanyak tiga guru sedang mengikuti program sertifikasi, dan 18 guru belum mengikuti program sertifikasi. Karakteristik responden selain masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi, dapat diidentifikasi pula karakteristik lain yaitu latar belakang pendidikan dilihat dari fakultas dan jenis kelamin responden. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru merupakan lulusan dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 (FKIP) yaitu sebanyak 31 guru, sedangkan guru yang lulusan non FKIP sebanyak 14 guru. Berdasarkan data jenis kelamin responden, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin wanita yaitu sebanyak 32 guru ekonomi dan responden pria sejumlah 14 guru. 1. Deskripsi Data Responden Berdasarkan Masa Kerja Tabel 4.1 Deskripsi Data Responden Berdasarkan Masa Kerja Masa Kerja Frekuensi (tahun) (Guru) 1. ≤ 15 tahun 27 2. > 16 tahun 18 Total 45 Sumber : data primer, diolah 2013 No Frekuensi Relatif (%) 60 40 100 Tabel tersebut menunjukkan bahwa responden berasal dari guru dengan masa kerja ≤ 15 tahun sebanyak 27 guru (60%), guru dengan masa kerja > 16 tahun sebanyak 18 tahun (40%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden adalah guru dengan masa kerja kurang dari 15 tahun. Hal ini dikarenakan sebagian besar guru ekonomi di Klaten merupakan guru baru dan masih muda. 2. Deskripsi Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel 4.2 Deskripsi Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Frekuensi pendidikan (Guru) 1. S1 39 2. S2 6 Total 45 Sumber : data primer, diolah 2013 Frekuensi Relatif (%) 86,7 13,3 100

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar responden adalah guru dengan tingkat pendidikan S1 yaitu sejumlah 39 guru (86,7%). Sedangkan guru dengan tingkat pendidikan S2 sebanyak 6 guru (13,3%). Tidak semua responden merupakan lulusan dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, ada beberapa guru yang merupakan lulusan fakultas ekonomi. 3. Deskripsi Data Responden Berdasarkan Status Kepegawaian Tabel 4.3 Deskripsi Data Responden Berdasarkan Status Kepegawaian No Status Frekuensi Kepegawaian (Guru) 1. PNS 33 2. GTT 12 Total 45 Sumber : data primer, diolah 2013 Frekuensi Relatif (%) 73,3 26,7 100 Tabel tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil yang berjumlah 33 guru (73,3%). Sedangkan untuk guru berstatus GTT sebanyak 12 guru (26,3%). Guru yang berstatus GTT adalah guru baru dengan masa kerja kurang dari 5 tahun. 4. Deskripsi Data Responden Berdasarkan Status Sertifikasi Tabel 4.4 Deskripsi Data Responden Berdasarkan Status Sertifikasi No 1. 2. Status Sertifikasi Sudah Sertifikasi Belum Sertifikasi Total Sumber : data primer, diolah 2013 Frekuensi (Guru) 24 21 45 Frekuensi Relatif (%) 53,3 46,7 100

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Tabel tersebut menunjukkan bahwa reponden berasal dari guru yang sudah sertifikasi sebanyak 24 guru (53,3%) dan guru yang belum sertifikasi sebanyak 21 guru (46,7%). Selisih antara jumlah guru yang sudah sertifikasi dengan guru yang belum sertifikasi tidak terpaut jauh. Sebagian besar guru yang sudah sertifikasi adalah guru dengan masa kerja lebih dari 10 tahun. C. Deskripsi Pemahaman Guru Ekonomi Terhadap Standar Penilaian Pendidikan Pengukuran pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan dilakukan dengan membuat kategorisasi berdasarkan total skor tes untuk mengugkur pemahaman aspek kognitif dan kuesioner untuk mengukur pemahaman aspek psikomotorik. Tabel 4.5 Deskripsi Pemahaman Aspek Kognitif Guru Ekonomi Terhadap Standar Penilaian Pendidikan No Klasifikasi Kriteria Frekuensi Frekuensi Relatif (%) 1. Tinggi 80% - 100% 14 31,1 2. Sedang 65% - 79% 28 62,2 3. Rendah <64% 3 6,7 Total 45 100 Sumber : data primer, diolah 2013 Tabel 4.6 Deskripsi Pemahaman Aspek Psikomotorik Guru Ekonomi Terhadap Standar Penilaian Pendidikan No Kategori Kriteria Frekuensi Frekuensi Relatif (%) 1. Tinggi 80% - 100% 18 40 2. Sedang 65% - 79% 19 42,2 3. Rendah <64% 8 17,8 Total 45 100 Sumber : data primer, diolah 2013

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Tabel 4.5 menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan dilihat dari aspek kognitif adalah sebagai berikut : Guru yang memiliki tingkat pemahaman tinggi terhadap standar penilaian pendidikan sebesar 31,1%. Guru yang memiliki tingkat pemahaman yang sedang terhadap standar penilaian pendidikan sebanyak 62,2%. Sedangkan guru dengan tingkat pemahaman yang rendah terhadap standar penilaian pendidikan yaitu sebanyak 6,7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru ekonomi SMA di Kabupaten Klaten memiliki tingkat pemahaman yang berada pada klasifikasi sedang terhadap standar penilaian pendidikan dilihat dari aspek kognitif. Tabel 4.6 menunjukkan tingkat pemahaman guru ekonomi SMA di Klaten terhadap standar penilaian pendidikan dilihat dari aspek psikomotorik. Pada aspek psikomotorik terlihat bahwa sebanyak 18 guru (40%) memiliki tingkat pemahaman yang tinggi terhadap standar penilaian pendidikan. Sebanyak 19 guru (42,2%) memiliki tingkat pemahaman yang sedang terhadap standar penilaian pendidikan, sedangkan guru ekonomi dengan tingkat pemahaman terhadap standar penilaian pendidikan yang rendah sebanyak 8 guru (17,8%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lebih banyak guru ekonomi SMA di Kabupaten Klaten yang memiliki tingkat pemahaman sedang terhadap standar penilaian pendidikan dilihat dari aspek psikomotorik.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Tingkat pemahaman guru ekonomi SMA di Kabupaten Klaten terhadap standar penilaian pendidikan dapat dikatakan cukup, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan adalah tingkat pendidikan dan latar belakang pendidikan guru ekonomi SMA di Kabupaten Klaten. Sebagian besar guru ekonomi berpendidikan tinggi yaitu sarjana (S1 dan S2) dan merupakan lulusan dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Faktor lain adalah guru-guru ekonomi di kabupaten Klaten sebagian besar telah mendapatkan sertifikat pendidik (sertifikasi) dan ada beberapa guru yang sedang mengikuti kegiatan PLPG untuk mendapatkan sertifikat pendidik. Selain itu, guru ekonomi di Klaten sering mengikuti pelatihan dan seminar yang bertujuan untuk peningkatan kualitas dan profesionalitas guru. Melalui kegiatan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi SMA yang dilakukan setiap bulan, guru-guru ekonomi di kabupaten Klaten mendapatkan berbagai pembekalan yang berguna untuk meningkatkan pemahaman guru dan meningkatkan kompetensi guru. D. Analisis Data 1. Pengujian Prasyarat Analisis Data a. Pengujian Normalitas Pengujian normalitas yang digunakan adalah dengan uji Kolmogorov Smirnov. Uji Kolmogorov Smirnov memusatkan perhatian pada

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 penyimpangan (deviasi) terbesar. Dalam pengolahannya menggunakan bantuan program komputer yaitu SPSS 16.0 for Windows dengan One Sample Kolmogorov Smirnov Test. Berikut ini disajikan hasil pungujian normalitas data tingkat pemahaman guru ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan dari aspek kognitif dan psikomotorik : Tabel 4.7 Pengujian Normalitas Data Tingkat Pemahaman Guru Ekonomi terhadap Standar Penilaian Pendidikan Aspek Asymp. Sig. (2Kolmogorov-Smirnov Z Pemahaman tailed) Kognitif 0,12 1,597 Psikomotorik 0,585 0,775 Sumber : data primer, diolah 2013 Berdasarkan Tabel 16. Dapat diketahui bahwa asymptotic significance (Asymp. Sig.) untuk distribusi pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan dilihat dari aspek kognitif bernilai 0,12 lebih besar dari α 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Sedangkan asymptotic significance (Asymp. Sig.) untuk distribusi pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan dilihat dari aspek psikomotorik bernilai 0,585 lebih besar dari α 0,05. Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa data distribusi pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan dilihat dari aspek psikomotorik berdistribusi normal.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 b. Pengujian Homogenitas Pengujian hipotesis dilakukan berdasarkan Levene Statistic Test melalui program computer SPSS 16.0 for Windows. Data dapat dikatakan homogeny apabila nilai signifikansi lebih dari 0,05. Tabel 4.8 Hasil Pengujian Homogenitas Variabel Kognitif Masa Kerja 0,030 Tingkat Pendidikan 0,847 Status Kepegawaian 0,496 Status Sertifikasi 0,002 Sumber : data primer, diolah 2013 Analisis pengujian homogenitas atau Sig. Psikomotorik 0,965 0,636 0,213 0,328 kesamaan varians data pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, pada aspek kognitif memiliki nilai Asymptotic Significance sebesar 0,030 < 0,05 dan pada aspek psikomotorik sebesar 0,965 > 0,05. Sehingga disimpulkan bahwa pada aspek kognitif varians populasi ditinjau dari masa kerja tidak terdapat kesamaan, sedangkan pada aspek psikomotorik ditinjau dari masa kerja memiliki kesamaan varians populasi penelitian. Pengujian homogenitas ditinjau dari tingkat pendidikan memiliki nilai Asymptotic Significance 0,847 pada aspek kognitif dan 0,636 pada aspek psikomotorik. Karena kedua nilai tersebut lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat kesamaan (homogenitas) pada

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 populasi penelitian ditinjau dari tingkat pendidikan baik pada aspek kognitif maupun psikomotorik. Uji kesamaan varians data pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian memiliki nilai Asymptotic Significance sebesar 0,496 untuk aspek kognitif dan 0,213 untuk aspek psikomotorik dimana keduanya memiliki nilai lebih dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat kesamaan varians populasi ditinjau dari status kepegawaian baik dalam aspek kognitif maupun psikomotorik. Pada uji kesamaan varians data pemahaman guru yang ditinjau dari status sertifikasi menunjukkan nilai Asymptotic Significance sebesar 0,002 pada aspek kognitif dimana nilai 0,002 < 0,05 dan 0,328 > 0,05 pada aspek psikomotorik. Sehingga hasil uji kesamaan varians pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi menunjukkan bahwa tidak ada kesamaan varians pada data pemahaman guru ditinjau dari status sertifikasi pada aspek kognitif. Sebaliknya, pada aspek psikomotorik terdapat kesamaan varians data pemahaman guru ditinjau dari status sertifikasi. 6. Tes-t atau Uji-t Uji-t digunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesis nol (Ho) berikut : Ho1 : tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Ha1 : ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja Ho2 : tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan Ha2 : ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan Ho3 : tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian Ha3 : ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian Ho4 : tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi Ha4 : ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi Uji-t berguna membandingkan dua mean (rata-rata) untuk menentukan apakah perbedaan tersebut nyata atau karena kebetulan. Hipotesis dikatakan signifikan apabila Sig. > α 0,05. Pengujian ini menggunakan program komputer SPSS 16.0 for Windows dengan uji Independent Sample t-test, sehingga didapatkan hasil sebagai berikut :

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Tabel 4.9 Uji Hipotesis Independent Sample T-Test Sig. (2-tailed) Kognitif Psikomotorik Masa Kerja 0,137 0,597 Tingkat Pendidikan 0,291 0,709 Status Kepegawaian 0,55 0,013 Status Sertifikasi 0,14 0,011 Sumber : data primer, diolah 2013 Variabel 7. Analisis Multivariat Varian Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis menggunakan analisis multivariat varian (MANOVA). Pengujian menggunakan bantuan program computer yaitu SPSS 16.0 for Windows. Dalam SPSS prosedur MANOVA disebut juga General Linear Model (GLM) Multivariat. Pengujian Multivariat Varian digunakan untuk menguji hipotesis berikut : Ho : tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi Ha : ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi Tabel 4.10 Uji GLM Multivariat Aspek df Kognitif 7 Psikomotorik 7 Sumber : data primer, diolah 2013 F 2,227 1,809 Sig. 0,54 0,115 Hipotesis nol diterima jika nilai Sig. lebih besar atau sama dengan nilai α (0,05), sebaliknya Ha akan diterima jika nilai Sig. lebih kecil dari α (0,05).

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 E. Pembahasan Berdasarkan hasil uji beda (t-test) dan uji analisis multivariat varian, didapatkan beberapa analisis data yang kemudian akan dideskripsikan penjelasannya sebagai berikut : 1. Perbedaan Tingkat Pemahaman Guru terhadap Standar Penilaian Pendidikan Ditinjau dari Masa Kerja Guru : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja baik dari aspek kognitif maupun psikomotorik. Hal ini berarti, antara guru dengan masa kerja kurang dari 15 tahun dan guru dengan masa kerja lebih dari 16 tahun memiliki tingkat pemahaman yang sama terhadap standar penilaian pendidikan. Hasil penelitian berbeda dengan dugaan awal sebelum penelitian, dimana sebelumnya diduga bahwa guru dengan masa kerja yang lebih lama akan memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai standar penilaian pendidikan dibandingkan dengan guru yang memiliki masa kerja sebentar. Sebagian besar guru Ekonomi SMA di Kabupaten Klaten memiliki pengalaman masa kerja lebih dari 10 tahun. Hal-hal lain yang menyebabkan hasil penelitian mengenai tingkat pemahaman guru ditinjau dari masa kerja ini adalah sebagai berikut : a. Guru dengan masa kerja yang berbeda-beda, telah mengikuti berbagai macam kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidik

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 seperti kegiatan workshop, seminar, dan berbagai pelatihan yang berkaitan dengan standar penilaian pendidikan. b. Tuntutan profesionalitas guru, memacu guru-guru Ekonomi SMA di Kabupaten Klaten untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya kualitas sebagai dan seorang pendidik. c. Adanya pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) memudahkan guru untuk memperoleh informasi, ilmu, dan pengetahuan baru mengenai sistem dan standar-standar pendidikan di Indonesia yang semakin berkembang. d. Latar belakang pendidikan guru yang sebagian besar berasal dari Fakultas keguruan, sehingga guru telah memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman mengenai penilaian pendidikan. 2. Perbedaan Tingkat Pemahaman Guru terhadap Standar Penilaian Pendidikan Ditinjau dari Tingkat Pendidikan Guru : Tingkat pemahaman guru ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan masing-masing guru, tidak menunjukkan adanya perbedaan tingkat pemahaman yang signifikan baik dari aspek kognitif maupun psikomotorik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antara guru yang memiliki latar belakang pendidikan pada tingkat S1 dengan guru yang berpendidikan S2, memiliki tingkat pemahaman yang sama terhadap standar penilaian pendidikan atau dengan

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 kata lain tidak ada perbedaan tingkat pemahaman guru Ekonomi terhadap standar penilaian pendidikan. Faktor yang menyebabkan kesamaan tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan yaitu latar belakang pendidikan Guru Ekonomi SMA di Kabupaten Klaten, dimana sebagian besar guru berasal atau lulusan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pengalaman memberikan penilaian dengan acuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu penilaian acuan patokan (PAP) dan penilaian acuan norma (PAN) yang di dalamnya memuat mengenai aturan-aturan dan kriteria penilaian pendidikan. Dalam musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Ekonomi di Kabupaten Klaten, guru-guru Ekonomi terlibat dalam penyusunan materi, penyusunan soal ujian, hingga pembahasan soal-soal mata pelajaran Ekonomi. 3. Perbedaan Tingkat Pemahaman Guru terhadap Standar Penilaian Pendidikan Ditinjau dari Status Kepegawaian Guru : Jika dilihat pada aspek kognitif menunjukkan tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan tidak ada perbedaan ditinjau dari status kepegawaian masing-masing guru. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada aspek kognitif, antara guru ekonomi SMA yang berstatus PNS dengan guru yang berstatus kepegawaian Non PNS memiliki pemahaman yang sama terhadap standar penilaian pendidikan. Sedangkan pada aspek psikomotorik, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pemahaman guru Ekonomi. Jika dilihat dari aspek

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 psikomotorik, dapat disimpulkan bahwa guru Ekonomi SMA yang berstatus PNS memiliki pemahaman yang lebih tinggi terhadap standar penilaian pendidikan daripada guru yang berstatus Non PNS. Jika melihat dari lokasi sekolah, ada sekolah yang terletak di wilayah pedesaan ada pula yang berlokasi di kota dan pusat kota. Lokasi sekolah di desa maupun di kota tidak menunjukkan adanya perbedaan pemahaman guru yang mengajar di SMA yang berlokasi di desa dan di kota terhadap standar penilaian pendidikan. 4. Perbedaan Tingkat Pemahaman Guru terhadap Standar Penilaian Pendidikan Ditinjau dari Status Sertifikasi Guru : Pada aspek kognitif dan aspek psikomotorik, keduanya menunjukkan adanya perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi masing-masing guru. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara guru Ekonomi SMA yang sudah sertifikasi dengan guru ekonoimi SMA yang belum sertifikasi memiliki perbedaan tingkat pemahaman terhadap strandar penilaian pendidikan. Guru Ekonomi SMA yang sudah sertifikasi memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi terhadap standar penilaian pendidikan daripada guru Ekonomi yang belum sertifikasi. Guru yang telah mengikuti proses sertifikasi lebih memahami standar penilaian pendidikan daripada guru yang belum atau tidak mengikuti proses sertifikasi.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 5. Perbedaan Tingkat Pemahaman Guru terhadap Standar Penilaian Pendidikan Ditinjau dari Masa Kerja, Tingkat Pendidikan, Status Kepegawaian, dan Status Sertifikasi Guru : Tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi. Antara guru Ekonomi SMA dengan masa kerja kurang dari 15 tahun dan guru dengan masa kerja lebih dari 16 tahun, antara guru Ekonomi SMA yang berpendidikan S1 dengn guru Ekonomi SMA yang berpendidikan S2, antara guru Ekonomi SMA yang berstatus PNS dengan guru yang berstatus Non PNS, kemudian antara guru Ekonomi SMA yang sudah sertifikasi dengan guru yang belum sertifikasi, pada umumnya memiliki tingkat pemahaman terhadap standar penilaian pendidikan yang sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi guru Ekonomi SMA di Klaten tidak mengakibatkan perbedaan tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan. Tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA di Klaten terhadap standar penilaian pendidikan sama-sama berada pada kategori sedang, hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor antara lain yaitu faktor kesamaan latar belakang pendidikan sebagian besar guru yang merupakan lulusan dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, sehingga memungkinkan guru ekonomi SMA di Kabupaten Klaten memiliki tingkat pemahaman yang

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 sama-sama tinggi terhadap standar penilaian pendidikan, faktor tingginya tingkat pendidikan guru yaitu sarjana (S1 dan S2). Perbedaan status kepegawaian guru tidak berpengaruh terhadap tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan. Status sertifikasi guru sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap tingkat pemahaman guru. Guru yang sudah mendapatkan sertifikat pendidik memiliki pemahaman yang lebih tinggi terhadap standar penilaian pendidikan daripada guru yang belum sertifikasi. Faktor lain seperti jenis kelamin responden dan lokasi sekolah juga tidak berpengaruh terhadap perbedaan tingkat pemahaman guru Ekonomi SMA di Kabupaten Klaten terhadap standar penilaian pendidikan. Responden penelitian yaitu guru Ekonomi SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Klaten terdiri dari guru yang sudah PNS dan non PNS, guru yang berpendidikan S1 dan S2, guru yang sudah sertifikasi dan belum sertifikasi, serta dari segi gender yaitu guru bergender pria dan guru wanita. Sebagian responden adalah guru wanita, akan tetapi hal tersebut tidak menyebabkan perbedaan tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan. Jadi antara guru pria dan guru wanita sama-sama memiliki pemahaman yang tinggi terhadap standar penilaian pendidikan. Adanya kesetaraan gender mengakibatkan hak antara pria dan wanita disamakan. Khususnya hak untuk memperoleh pendidikan dan berkarir. Sehingga pria maupun wanita berhak memiliki pendidikan yang sama dan pekerjaan yang sesuai keahlian yang dimiliki.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 BAB V KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. KESIMPULAN 1. Deskripsi responden penelitian : a. Guru Ekonomi yang menjadi sampel penelitian berasal dari sekolah negeri dan swasta, 41 guru berasal dari sekolah negeri dan 4 guru berasal dari sekolah swasta, 4 sekolah berlokasi di kota dan 11 sekolah berlokasi di desa. b. Guru dengan masa kerja kurang dari 15 tahun sejumlah 27 guru dan guru dengan masa kerja lebih dari 16 tahun sebanyak 18 guru. Sejumlah 36 guru berlatar belakang pendidikan S1, 6 guru berpendidikan S2. Guru berstatus Guru Tidak Tetap (GTT) sebanyak 12 guru, guru berstatus PNS sebanyak 33 guru. Guru berstatus belum sertifikasi sebanyak 21 guru, guru berstatus sudah sertifikasi sebanyak 21 guru. c. Sebagian besar responden adalah wanita (32 guru). d. Guru lulusan FKIP sebanyak 31 dan guru lulusan non FKIP sebanyak 14 guru. 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru ekonomi SMA di Klaten terhadap standar penilaian pendidikan berada pada kategori sedang. 91

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 3. Tidak ada perbedaan tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja. 4. Tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari tingkat pendidikan. 5. Tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian pada aspek kognitif, akan tetapi pada aspek psikomotorik terdapat perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status kepegawaian. 6. Terdapat perbedaan pemahaman guru yang signifikan terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari status sertifikasi. 7. Tidak ada perbedaan pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi. B. SARAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat pemahaman guru terhadap standar penilaian pendidikan ditinjau dari masa kerja, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan status sertifikasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru ekonomi SMA terhadap standar penilaian pendidikan sangat tinggi.Penelitian ini hanya menggunakan kuesioner, sehingga data yang didapatkan tidak akurat dan kemungkinan terdapat data yang tidak valid. Penelitian ini tidak dapat mengetahui secara pasti bagaimana guru menerapkan standar penilaian

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 pendidikan. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih dalam mengenai pemahaman terhadap standar penilaian pendidikan dan bagaimana praktiknya secara langsung. C. KETERBATASAN PENELITIAN Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan tes dan kuesioner, sehingga ada kemungkinan responden mengisi kuesioner dengan kurang sungguh-sungguh dan tidak sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya. Peneliti belum mengetahui apakah pemahaman guru terhadap standar penilaian sudah sejalan dengan penerapannya atau belum karena peneliti tidak melihat dokumen-dokumen guru yang terkait dengan penialain hasil belajar siswa.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Daftar Pustaka Arikunto, S. Metode Penelitian. Yogyakarta: PT. Rineka Cipta Febrianingsih, Yacinta Eka.2011.“Tingkat Pemahaman Guru Terhadap Standar Penilaian Pendidikan Ditinjau Dari Masa Kerja, Profesionalisme Guru, dan Tingkat Pendidikan”.Skripsi.Yogyakarta.Universitas Sanata Dharma Azwar, S. 2007. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar Offset Furchan, A. 2005. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nazir, Moh. 1999. Metode Penelitia., Cetakan Ketiga. Jakarta : Ghalia Indonesia Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro. Ihsan, Fuad.2005. Dasar-Dasar Kependidikan.Yogyakarta:PT. Rineka Cipta Martoyo, Susilo. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi 3 Yogyakarta:BPFE Mulyasa, E. 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Pedoman Penyusunan Portofolio. 2009. Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Kompetensi Guru 94

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sudjana, Nana.2012.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung: PT. Remaja Rosda Karya Sugiyono. 2010. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 95

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 Surat Ijin Penelitian 96

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 LAMPIRAN 2 Kuesioner Sebelum Uji Validitas

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 DATA DIRI RESPONDEN NAMA : ............................................ PENDIDIKAN TERAKHIR : ............................................ FAKULTAS/JURUSAN : ............................................ MASA KERJA : ............................................ STATUS KEPEGAWAIAN : ............................................ STATUS SERTIFIKASI : ............................................

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 KUESIONER Lingkari pada pernyataan yang menurut anda sesuai! Contoh : No. 1. No. Uraian Pernyataan Penilaian sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan. Uraian B S Pernyataan 1. Hasil penilaian akan memotivasi dan mempengaruhi pola belajar siswa. B S 2. Penilaian dilakukan secara obyektif dan sesuai dengan kompetensi siswa sesungguhnya B S 3. Penilaian biasanya dilakukan secara subyektif sesuai dengan kompetensi siswa sesungguhnya B S 4. Penilaian merupakan hal terpenting untuk menentukan kelulusan peserta didik. B S 5. Penilaian dapat dilakukan dengan portofolio dan penilaian diri. B S 6. Hasil penilaian dapat memotivasi kegiatan belajar peserta didik. B S 7. Setiap memberikan penilaian, guru harus mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar peserta. B S 8. Penilaian dilakukan setelah siswa menyelesaikan pokok bahasan tertentu. B S 9. Penilaian harus dilakukan secara terus menerus sepanjang rentang waktu pembelajaran. B S 10. Dalam proses penilaian tidak ada siswa yang diuntungkan atau dirugikan. B S

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 11. Pelaksanaan penilaian didasarkan pada latar belakang sosial, ekonomi, agama, budaya, bahasa, suku bangsa, warna kulit, dan gender. B S 12. Sebelum melakukan penilaian perlu ditetapkan kriteria kelulusan. B S 13. Dalam mata pelajaran Ekonomi, proses penilaian perlu memperhatikan perkembangan perilaku peserta didik. B S 14. Guru mata pelajaran Ekonomi perlu mencatat perkembangan perilaku peserta didik untuk keperluan penilaian. B S 15. Dalam pelajaran Ekonomi dilaksanakan sekurangkurangnya tiga kali ulangan harian menjelang ulangan akhir semester B S 16. Guru memberikan balikan kepada peserta didik atas hasil kerjanya setelah memberikan tugas lanjutan. B S 17. Dalam pelajaran Ekonomi, guru Ekonomi akan melakukan tindak lanjut hasil penilaian seperti perbaikan. B S 18. Penilaian mata pelajaran Ekonomi hanya dilakukan melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester. B S 19. Perancangan strategi penilaian oleh guru dilakukan atas dasar silabus dan RPP B S 20. Guru tidak perlu menyampaikan kriteria penilaian kepada peserta didik. B S

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Berilah tanda silang (X) pada skor yang sesuai dengan jawaban anda! Keterangan : Skor Kategori Jawaban 1 Sangat sering 2 Sering 3 Kadang-kadang 4 Tidak pernah Contoh : No. 1. Pernyataan Skor 1 2 3 Saya melakukan penilaian setiap akhir semester. No. Pernyataan 1. Saya melakukan penilaian secara obyektif dan sesuai dengan kompetensi siswa sesungguhnya. 2. Saya memberikan tes lisan setiap kegiatan belajar mengajar untuk mengetahui kompetensi siswa. 3. Saya mengadakan ulangan harian minimal tiga kali dalam satu semester. 4. Saya memberikan umpan balik kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan lisan. 5. Saya meluruskan jawaban siswa yang tidak tepat dalam tes lisan. 6. Saya memberikan pujian non verbal kepada siswa seperti member acungan jempol. 4 x Skor 1 2 3 4

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 7. Saya membuat porofolio dalam penilaian hasil belajar siswa. 8. Saya melakukan pengamatan terhadap kepribadian siswa. 9. Saya memantau perkembangan kompetensi siswa. 10. Setiap awal KBM saya menyampaikan prosedur penilaian dan kriteria penilaian kepada siswa. 11. Saya mempertimbangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam member penilaian. 12. Saya melakukan penilaian secara terencana dan bertahap serta berkelanjutan. 13. Saya mencatat setiap nilai hasil belajar siswa. 14. Saya memberikan evaluasi setiap menyelesiakan satu pokok bahasan. 15. Saya mempersiapkan instrumen penilaian sebelum melakukan penilaian. 16. Selain melalui tes, saya melakukan observasi dalam member penilaian. 17. Saya mencatat setiap perkembangan perilaku siswa. 18. Saya melaporkan hasil penilaian belajar siswa kepada kepala sekolah dan wali kelas. 19. Saya memberikan tes perbaikan untuk siswa dengan nilai dibawak kriteria kelulusan. 20. Saya menentukan kriteria ketuntasan belajar ketika menyusun rencana pembelajaran. 21. Selain menentikan kriteria penilaian, saya juga menyususn strategi penilaian. 22. Saya bekerjasama dengan orang tua/wali murid untuk meningkatkan kompetensi siswa. 23. Saya memotivasi siswa yang mendapatkan nilai dibawah standar ketuntasan. 24. Saya menjaga kerahasiaan pribadi siswa

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 berhubungan dengan hasil belajar. 25. Saya memberikan pujian kepada siswa yang berani aktif di kelas. 26. Saya memberikan perhatian khusus terhadap siswa dengan nilai dibawah rata-rata. 27. Saya melakukan kerjasama dengan guru mata pelajaran lain untuk mengetahui kompetensi dan perkembangan perilaku siswa. 28. Saya melakukan penilaian hasil pembelajaran berdasarkan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran. 29. Saya menyusun silabus dan RPP untuk menentukan strategi penilaian. 30. Saya menggunakan beberapa macam strategi penilaian untuk mendapatkan hasil penilaian.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 LAMPIRAN 3 Kuesioner Setelah Uji Validitas

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 DATA DIRI RESPONDEN NAMA : ............................................ PENDIDIKAN TERAKHIR : ............................................ FAKULTAS/JURUSAN : ............................................ MASA KERJA : ............................................ STATUS KEPEGAWAIAN : ............................................ STATUS SERTIFIKASI : ............................................

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 KUESIONER Lingkari pada pernyataan yang menurut anda sesuai! Contoh : No. Uraian Pernyataan 1. Penilaian sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan. B S No. Uraian 1. Penilaian dilakukan secara obyektif dan sesuai dengan kompetensi siswa sesungguhnya B S 2. Penilaian biasanya dilakukan secara subyektif sesuai dengan kompetensi siswa sesungguhnya B S 3. Penilaian merupakan hal terpenting untuk menentukan kelulusan peserta didik. B S 4. Penilaian dapat dilakukan dengan portofolio dan penilaian diri. B S 5. Setiap memberikan penilaian, guru harus mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar peserta. B S 6. Penilaian dilakukan setelah siswa menyelesaikan pokok bahasan tertentu. B S 7. Dalam proses penilaian tidak ada siswa yang diuntungkan atau dirugikan. B S 8. Pelaksanaan penilaian didasarkan pada latar belakang sosial, ekonomi, agama, budaya, bahasa, suku bangsa, warna kulit, dan gender. B S 9. Sebelum melakukan penilaian perlu ditetapkan kriteria B S Pernyataan

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 kelulusan. 10. Dalam mata pelajaran Ekonomi, proses penilaian perlu memperhatikan perkembangan perilaku peserta didik. B S 11. Guru mata pelajaran Ekonomi perlu mencatat perkembangan perilaku peserta didik untuk keperluan penilaian. B S 12. Dalam pelajaran Ekonomi dilaksanakan sekurangkurangnya tiga kali ulangan harian menjelang ulangan akhir semester B S 13. Penilaian mata pelajaran Ekonomi hanya dilakukan melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester. B S 14. Perancangan strategi penilaian oleh guru dilakukan atas dasar silabus dan RPP B S 15. Guru tidak perlu menyampaikan kriteria penilaian kepada peserta didik. B S

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Berilah tanda silang (X) pada skor yang sesuai dengan jawaban anda! Keterangan : Skor Kategori Jawaban 1 Sangat sering 2 Sering 3 Kadang-kadang 4 Tidak pernah Contoh : No. 1. No. Pernyataan Skor 1 2 3 Saya melakukan penilaian setiap akhir semester. Pernyataan 1. Saya mengadakan ulangan harian minimal tiga kali dalam satu semester. 2. Saya memberikan umpan balik kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan lisan. 3. Saya meluruskan jawaban siswa yang tidak tepat dalam tes lisan. 4. Saya memberikan pujian non verbal kepada siswa seperti member acungan jempol. 5. Saya memantau perkembangan kompetensi siswa. 6. Setiap awal KBM saya menyampaikan prosedur penilaian dan kriteria penilaian kepada siswa. 4 x Skor 1 2 3 4

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 7. Saya mempertimbangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam member penilaian. 8. Saya melakukan penilaian secara terencana dan bertahap serta berkelanjutan. 9. Saya mencatat setiap nilai hasil belajar siswa. 10. Saya memberikan evaluasi setiap menyelesiakan satu pokok bahasan. 11. Saya mempersiapkan instrumen penilaian sebelum melakukan penilaian. 12. Selain melalui tes, saya melakukan observasi dalam member penilaian. 13. Saya mencatat setiap perkembangan perilaku siswa. 14. Saya memberikan tes perbaikan untuk siswa dengan nilai dibawak kriteria kelulusan. 15. Saya menentukan kriteria ketuntasan belajar ketika menyusun rencana pembelajaran. 16. Selain menentikan kriteria penilaian, saya juga menyususn strategi penilaian. 17. Saya memotivasi siswa yang mendapatkan nilai dibawah standar ketuntasan. 18. Saya memberikan pujian kepada siswa yang berani aktif di kelas. 19. Saya memberikan perhatian khusus terhadap siswa dengan nilai dibawah rata-rata. 20. Saya melakukan kerjasama dengan guru mata pelajaran lain untuk mengetahui kompetensi dan perkembangan perilaku siswa. 21. Saya melakukan penilaian hasil pembelajaran berdasarkan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran. 22. Saya menggunakan beberapa macam strategi penilaian untuk mendapatkan hasil penilaian.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 LAMPIRAN 4 Karakteristik Responden

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Karakteristik Responden Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Masa Kerja (Tahun) 15 17 14 17 23 12 10 23 11 10 4 19 8 4 6 10 26 10 15 20 32 13 3 17 10 9 26 7 5 9 21 8 2 29 Tingkat Pendidikan Status Kepegawaian Status Sertifikasi S2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2 S1 S1 S1 S2 S2 S1 S1 S1 S1 S1 S2 S1 S1 S1 PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS GTT GTT GTT PNS PNS PNS GTT PNS PNS PNS GTT PNS PNS GTT PNS GTT GTT PNS PNS GTT GTT PNS Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah B e l um Sudah Belum Sudah Belum Belum Belum Sudah Belum Belum Belum Sudah Sudah Sudah Belum Sudah Belum Belum Belum Belum Belum Belum Sudah Belum Belum Sudah Latar Belakang Fakultas FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP Non FKIP Non FKIP Non FKIP Non FKIP FKIP Non FKIP FKIP Non FKIP Non FKIP FKIP Non FKIP FKIP FKIP FKIP Non FKIP FKIP FKIP Non FKIP FKIP FKIP Non FKIP FKIP Non FKIP Gender Wanita Wanita Wanita Wanita Wanita Wanita Wanita Pria Wanita Pria Wanita Wanita Wanita Wanita Pria Wanita Wanita Pria Wanita Wanita Pria Pria Pria Wanita Wanita Pria Pria Wanita Wanita Pria Wanita Wanita Wanita Pria

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Responden 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Masa Kerja (Tahun) 19 30 25 16 24 10 18 10 5 6 4 Tingkat Pendidikan Status Kepegawaian Status Sertifikasi S1 S1 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS GTT PNS GTT Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Belum Belum Belum Belum Latar Belakang Fakultas Non FKIP FKIP FKIP Non FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP FKIP Gender Wanita Wanita Wanita Pria Wanita Wanita Wanita Pria Wanita Wanita Wanita

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 KARAKTERISTIK RESPONDEN Frequencies Statistics N Masa Kerja 45 0 Valid Missing Status Kepegawaian Pendidikan Akhir 45 0 45 0 Status Sertifikasi 45 0 Frequency Table Masa Kerja Valid <= 15 Tahun > 16 tahun Total Frequency 27 18 45 Percent 60.0 40.0 100.0 Valid Percent 60.0 40.0 100.0 Pendidikan Akhir Valid S1 S2 Total Frequency 39 6 45 Percent 86.7 13.3 100.0 Valid Percent 86.7 13.3 100.0 Status Kepegawaian Valid G TT PNS Total Frequency 12 33 45 Percent 26.7 73.3 100.0 Valid Percent 26.7 73.3 100.0 Cumulative Percent 86.7 100.0 Cumulative Percent 26.7 100.0 Status Sertifikasi Valid Belum Sertifikasi Sudah Sertifikasi Total Frequency 21 24 45 Percent 46.7 53.3 100.0 Cumulative Percent 60.0 100.0 Valid Percent 46.7 53.3 100.0 Cumulative Percent 46.7 100.0

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 LAMPIRAN 5 Hasil Analisis Validitasdan Reliabilitas

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 VALIDITAS-RELIABILITAS Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Valid 30 100.0 a Excluded 0 .0 Total 30 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Cases Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .895 30 Psikomotor1 Psikomotor2 Psikomotor3 Psikomotor4 Psikomotor5 Psikomotor6 Psikomotor7 Psikomotor8 Psikomotor9 Psikomotor10 Psikomotor11 Psikomotor12 Psikomotor13 Psikomotor14 Psikomotor15 Psikomotor16 Psikomotor17 Psikomotor18 Psikomotor19 Psikomotor20 Psikomotor21 Psikomotor22 Psikomotor23 Psikomotor24 Psikomotor25 Psikomotor26 Psikomotor27 Psikomotor28 Psikomotor29 Psikomotor30 Scale Mean if Item Deleted 87.3667 88.0667 87.5333 87.7667 87.5000 87.8000 88.1333 87.7667 87.6000 88.1333 87.3333 87.4000 87.3667 87.4667 87.6000 88.0333 88.1000 88.0000 87.5333 87.5333 87.8667 88.4000 87.4000 87.7333 87.2667 87.7667 87.8333 87.7000 87.5000 87.7667 Item-Total Statistics Scale Variance if Corrected ItemCronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 88.723 .214 .897 90.685 .110 .898 83.913 .639 .888 84.461 .645 .888 87.914 .366 .893 84.028 .557 .890 87.982 .292 .895 88.944 .217 .897 87.490 .404 .893 83.499 .663 .888 87.402 .481 .892 86.179 .557 .890 86.240 .483 .891 85.499 .526 .890 85.903 .635 .889 87.068 .382 .893 83.610 .609 .889 92.483 -.062 .901 83.637 .569 .889 82.947 .723 .886 85.637 .441 .892 88.179 .356 .894 86.317 .543 .891 89.582 .129 .900 87.168 .497 .891 86.461 .463 .892 84.489 .592 .889 82.976 .660 .887 88.190 .250 .896 84.530 .639 .888

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 VALIDITAS-RELIEBILITAS Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Valid 30 100.0 a Excluded 0 .0 Total 30 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Cases Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .822 20 Kognitif1 Kognitif2 Kognitif3 Kognitif4 Kognitif5 Kognitif6 Kognitif7 Kognitif8 Kognitif9 Kognitif10 Kognitif11 Kognitif12 Kognitif13 Kognitif14 Kognitif15 Kognitif16 Kognitif17 Kognitif18 Kognitif19 Kognitif20 Scale Mean if Item Deleted 13.4000 13.5667 14.0333 13.5000 13.4667 13.4000 13.5000 13.5333 13.8000 13.5333 14.0000 13.5667 13.5333 13.4667 13.5000 13.4333 13.4000 14.0000 13.5333 14.1667 Descriptives Descriptive Statistics N Skor_Psikomotor Skor_Kognitif Valid N (listwise) Item-Total Statistics Scale Variance if Corrected ItemCronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 13.766 .103 .825 12.668 .382 .815 12.516 .391 .815 12.397 .556 .807 12.671 .501 .810 13.697 .140 .824 12.603 .474 .811 12.533 .460 .811 12.579 .330 .820 12.533 .460 .811 12.414 .408 .814 12.185 .550 .806 12.602 .435 .813 12.740 .471 .811 12.810 .394 .815 13.495 .194 .823 13.834 .066 .826 11.931 .562 .805 12.671 .410 .814 12.833 .385 .815 45 45 45 Minimum 40 9.00 Maximum 88 14.00 Mean 67.78 11.1556 Std. Deviation 9.620 1.26051

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 LAMPIRAN 6 Tabulasi Skor Kuesioner

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 DATA PENELITIAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 2 3 4 5 6 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 Pernyataan Kognitif 7 8 9 10 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 11 12 13 14 15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 Jumlah 13 10 11 10 11 10 10 10 9 11 9 11 13 12 12 11 11 13 10 12 10 10 12 11 11 13 14 11 12 13 11 11 9 10 10

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 No 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 1 2 3 4 5 6 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 Pernyataan Kognitif 7 8 9 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 11 12 13 14 15 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 Jumlah 11 11 10 11 11 11 13 14 11 12

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 2 3 4 5 6 7 8 Pernyataan Psikomotorik 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 2 3 3 4 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 3 4 1 4 4 3 3 2 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 3 2 4 3 2 2 3 3 4 3 4 1 4 4 4 2 3 4 4 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 2 4 2 2 3 2 4 4 2 4 3 2 2 2 3 3 2 4 2 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 2 4 4 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 2 3 4 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 4 2 4 3 4 3 3 1 3 3 2 2 2 3 3 3 2 1 2 4 2 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 2 2 4 3 4 2 4 2 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 2 4 3 3 3 2 3 4 3 4 1 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 2 4 1 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 4 2 3 4 4 2 2 3 3 2 3 3 2 3 3 2 4 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 2 3 3 2 2 1 3 3 3 4 1 2 4 2 4 1 4 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 1 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 3 3 4 3 2 2 2 3 4 3 4 2 4 4 3 2 3 3 1 3 2 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 2 4 2 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 3 4 1 3 4 2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 1 4 4 4 2 3 4 3 3 3 3 4 3 4 2 3 4 2 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 2 4 3 3 4 3 3 3 2 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 1 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 2 1 4 2 4 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 4 2 3 1 4 2 4 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 2 4 4 3 2 3 3 4 2 3 2 4 4 2 22 2 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 2 2 2 3 4 3 4 1 3 3 3 Jml 70 57 74 66 72 61 66 74 62 69 66 66 65 70 72 88 55 71 68 83 71 71 54 75 68 58 57 53 66 82 55 83 40 68 81 60

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 No 37 38 39 40 41 42 43 44 45 1 2 3 4 5 6 7 8 Pernyataan Psikomotorik 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 2 3 2 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 4 3 3 2 2 2 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 1 1 1 4 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2 4 4 4 4 3 3 3 4 1 4 4 4 4 4 3 2 4 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 2 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 1 22 2 2 2 4 3 3 2 2 3 Jml 74 74 74 83 75 68 58 70 57

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 LAMPIRAN 7 Hasil Uji Beda (T-Test)

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 UJI HIPOTESIS T-Test Group Statistics Skor_Psikomotor Skor_Kognitif Masa Kerja <= 15 Tahun > 16 tahun <= 15 Tahun > 16 tahun N 27 18 27 18 Mean 67.15 68.72 11.37 10.83 Std. Deviation 10.268 8.757 1.391 .985 Std. Error Mean 1.976 2.064 .268 .232 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Sig. (2Mean Std. Error df tailed) Difference Difference 43 .597 -1.574 2.951 F Sig. t Skor_Psikomotor Equal .002 .965 -.533 variances assumed Equal -.551 40.306 variances not assumed Skor_Kognitif Equal 5.046 .030 1.416 43 variances assumed Equal 1.516 42.792 variances not assumed 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -7.526 4.378 .585 -1.574 2.857 -7.348 4.200 .164 .537 .379 -.228 1.302 .137 .537 .354 -.178 1.252

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 T-Test Group Statistics Skor_Psikomotor Skor_Kognitif Pendidikan Akhir S1 S2 S1 S2 N 39 6 39 6 Mean 67.56 69.17 11.08 11.67 Std. Deviation 9.575 10.722 1.265 1.211 Std. Error Mean 1.533 4.377 .202 .494 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Skor_Psikomotor Equal variances assumed Equal variances not assumed Skor_Kognitif Equal variances assumed Equal variances not assumed F .227 Sig. .636 t -.376 95% Confidence Interval of the Sig. Difference (2Mean Std. Error df tailed) Difference Difference Lower Upper 43 .709 -1.603 4.260 -10.194 6.989 -.346 6.290 .038 .847 .741 -1.603 43 .291 -.590 .552 -1.703 .523 -1.104 6.793 .307 -.590 .534 -1.861 .681 -1.069 4.638 -12.826 9.621

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 T-Test Group Statistics Skor_Psikomotor Skor_Kognitif Status Kepegawaian G TT PNS G TT PNS N Mean 62.00 69.88 11.75 10.94 12 33 12 33 Std. Deviation 11.086 8.242 1.357 1.171 Std. Error Mean 3.200 1.435 .392 .204 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Skor_Psikomotor Equal variances assumed Equal variances not assumed Skor_Kognitif Equal variances assumed Equal variances not assumed F 1.601 Sig. .213 t -2.581 Sig. (2Mean Std. Error df tailed) Difference Difference 43 .013 -7.879 3.052 -2.246 15.648 .470 .496 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper - -1.723 14.034 .039 -7.879 3.507 15.327 -.430 43 .055 .811 .412 -.020 1.641 1.836 17.329 .084 .811 .442 -.120 1.741 1.969

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 T-Test Group Statistics Skor_Psikomotor Skor_Kognitif Status Sertifikasi Belum Sertifikasi Sudah Sertifikasi Belum Sertifikasi Sudah Sertifikasi N Mean 63.95 71.13 11.67 10.71 21 24 21 24 Std. Deviation 9.947 8.120 1.528 .751 Std. Error Mean 2.171 1.658 .333 .153 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Skor_Psikomotor Equal variances assumed Equal variances not assumed Skor_Kognitif Equal variances assumed Equal variances not assumed F Sig. .980 .328 t -2.662 95% Confidence Interval of the Sig. Difference (2Mean Std. Error df tailed) Difference Difference Lower Upper 43 .011 -7.173 2.694 - -1.739 12.606 -2.626 38.687 10.597 .002 .012 -7.173 2.731 43 .009 .958 .352 .249 1.668 2.612 28.247 .014 .958 .367 .207 1.710 2.724 - -1.647 12.698

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 LAMPIRAN 8 Hasil Interaksi Manova

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 HASIL INTERAKSI MANOVA General Linear Model Between-Subjects Factors Masa Kerja Pendidikan Akhir Status Kepegawaian Status Sertifikasi 1 2 1 2 1 2 1 2 Value Label <= 15 Tahun > 16 tahun S1 S2 G TT PNS Belum Sertifikasi Sudah Sertifikasi N 27 18 39 6 12 33 21 24 c Multivariate Tests Effect Value F Hypothesis df a Intercept Pillai's Trace .985 1182.311 2.000 a Wilks' Lambda .015 1182.311 2.000 a Hotelling's Trace 65.684 1182.311 2.000 a Roy's Largest Root 65.684 1182.311 2.000 MK * Pend * Kepeg * Sertifikasi Pillai's Trace .558 2.043 14.000 a Wilks' Lambda .473 2.334 14.000 Hotelling's Trace 1.049 2.623 14.000 b Roy's Largest Root .983 5.198 7.000 a. Exact statistic b. The statistic is an upper bound on F that yields a lower bound on the significance level. c. Design: Intercept + MK * Pend * Kepeg * Sertifikasi MK * Pend * Kepeg * Sertifikasi Error Tests of Between-Subjects Effects Dependent Type III Sum of Variable Squares df a Skor_Psikomotor 1038.244 7 b Skor_Kognitif 20.723 7 Skor_Psikomotor 87727.466 1 Skor_Kognitif 2723.101 1 Skor_Psikomotor 1038.244 7 Skor_Kognitif 20.723 7 Skor_Psikomotor 3033.534 37 Total Skor_Psikomotor Skor_Kognitif 5670.000 45 Corrected Total Skor_Psikomotor 4071.778 44 Source Corrected Model Intercept Skor_Kognitif Skor_Kognitif 49.188 37 210794.000 45 69.911 44 Error df 36.000 36.000 36.000 36.000 74.000 72.000 70.000 37.000 Sig. .000 .000 .000 .000 .025 .010 .004 .000 Mean Square F 148.321 1.809 2.960 2.227 87727.466 1070.012 2723.101 2048.347 148.321 1.809 2.960 2.227 81.987 1.329 Sig. .115 .054 .000 .000 .115 .054

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 MK * Pend * Kepeg * Sertifikasi Error Tests of Between-Subjects Effects Dependent Type III Sum of Variable Squares df a Skor_Psikomotor 1038.244 7 b Skor_Kognitif 20.723 7 Skor_Psikomotor 87727.466 1 Skor_Kognitif 2723.101 1 Skor_Psikomotor 1038.244 7 Skor_Kognitif 20.723 7 Skor_Psikomotor 3033.534 37 Total Skor_Psikomotor Skor_Kognitif 5670.000 45 Corrected Total Skor_Psikomotor 4071.778 44 Source Corrected Model Intercept Skor_Kognitif Skor_Kognitif a. R Squared = .255 (Adjusted R Squared = .114) b. R Squared = .296 (Adjusted R Squared = .163) 49.188 37 210794.000 45 69.911 44 Mean Square F 148.321 1.809 2.960 2.227 87727.466 1070.012 2723.101 2048.347 148.321 1.809 2.960 2.227 81.987 1.329 Sig. .115 .054 .000 .000 .115 .054

(153)

Dokumen baru