Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Probolinggo Biru - USD Repository

Gratis

0
0
162
10 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS PROBOLINGGO BIRU SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Disusun oleh: Yosefi Monica Galuh NIM: 101434010 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini Ku persembahkan kepada: Kedua orang tuaku, Ibu Chatarina Rantinah dan Alm. Bapak Lucius Suwartono yang selalu mendoakan dan mendukungku Almamaterku, Universitas Sanata Dharma Sahabat P.Bio 2010 iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO DON’T BE AFRAID TO MOVE, BECAUSE THE DISTANCE OF 1000 MILES STARTS BY A SINGLE STEP v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Yosefi Monica Galuh. 2014. Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur (Vitis vinifera) Varietas Probolinggo Biru. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur Vitis vinifera varietas Probolinggo Biru serta jenis tanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru dengan penambahan NOPKOR. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Biologi Universitas Sanata Dharma Paingan, Yogyakarta selama 5 bulan, yaitu dari Bulan November 2013 hingga Februari 2014. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Alat pengumpulan data adalah jangka sorong, meteran. Analisis ragam model CRD. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah 3 jenis tanah yaitu tanah Regosol, Aluvial dan Latosol dengan 3 pengulangan. Variabel terikat adalah pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman , diameter batang dan jumlah daun. Pengamatan dilakukan setiap satu minggu sekali selama 17 minggu setelah penanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata tinggi batang pada perlakuan tanah Regosol, Aluvial, Latosol dan Kontrol secara berturut-turut adalah 9,71; 11,57; 18,69; 9,06 dan rerata diameter batang pada pada perlakuan tanah Regosol, Aluvial, Latosol dan Kontrol secara berturut-turut adalah 0,060; 0,043; 0,094; 0,062, sedangkan untuk rerata jumlah daun pada perlakuan tanah Regosol, Aluvial, Latosol dan Kontrol secara berturut-turut adalah 2,94; 3,02; 3,54; 1,52. Berdasarkan hasil analisa uji F dapat disimpulkan bahwa jenis tanah mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru, tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun dan diameter batang tanaman. Kata kunci : Anggur varietas Probolinggo Biru, jenis tanah, NOPKOR viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Yosefi Monica Galuh. 2014. The Effect of Planting Medium Towards The Growing of Probolinggo Biru Grapes Variety (Vitis vinifera). Thesis. Biology Education Study Program, Department of Mathematics and Science Education. Sanata Dharma University, Yogyakarta This research was conducted to discover about the effect of the type of soil towards the growth of Vitis vinefera grapes of variety Probolinggo Biru and to find out what type of soil that compatible as a growing medium of Probolinggo Biru grapes variety with addition of NOPKOR. The research held at Biology experiment garden of Sanata Dharma University Yogyakarta during 5 months, that was from October 2013 through February 2014. This research is a quantitative research; experiment equipment are caliper, varnier caliper. Design analysis is Complete Random Design (CRD). The independent variable in this research are 3 different type of soil which are Regosol, Aluvial, and Latosol soil. The dependent variable is the plant's growed which includes height, stem's diameter, and the amount of leaves. Observation were made every single week for 17 weeks after the planting. Research's result shows that the highest for stem's height for treatment of Regosol, Aluvial, and Latosol in fixed order are 9,71; 11,57; 18,69; 9,06 and stem's diameter treatment of Regosol, Aluvial, and Latosol in fixed order are 0,060; 0,043; 0,094; 0,062, while the amount of leaves for treatment of Regosol, Aluvial, and Latosol in fixed order are 2,94; 3,02; 3,54; 1,52. Based on the analysis result of the F test analysis it was concluded achieved is that the type of soil did influence the height of Probolinggo Biru grapes variety, but did not affect to the amount of leaves and stem's diameter. Keyword: Probolinggo Biru grapes variety, type of soil, NOPKOR. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan kuasa-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. Skripsi yang berjudul “PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) VARIETAS PROBOLINGGO BIRU” bertujuan untuk memenuhi persyaratan gelar kesarjanaan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Selama penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 3. Bapak Drs. A. Tri Priantoro, M.For.Sc. selaku Dosen Pembimbing dan Ketua Program Studi Pendidikan Biologi yang selalu meluangkan waktu dan tenaganya untuk membimbing, mendorong, memberi masukan, serta dukungan yang sangat bermanfaat untuk penyusunan skripsi ini hingga terselesaikan dengan baik. 4. Segenap dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma yang telah mendidik dan memberikan banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan kepada penulis. 5. Seluruh staf Sekretariat JPMIPA (Mas Arif, Pak Sugeng, dan Pak Agus) yang telah memberikan pelayanan akademik secara prima. 6. Ibu Chatarina Rantinah dan Alm. Bapak Lucius Suwartono , yang tak pernah berhenti mendukung dan mendoakan penulis. 7. Patar Nasib Sianipar, yang selalu mengirimkan doa, semangat, dan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Teman-teman penelitian anggur yang selalu membantu dan memberi semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. Kepada Dwi, Nesya, Resi, Daus, Yesi, Yayan, Mela, Sesil, Hugos, Esther dan Sam. Terimakasih atas dinamika yang telah kita lalui. 9. Teman-teman Prodi Pendidikan Biologi 2010, atas kerjasama, kebersamaan, semangat, suka-duka, dan semua dinamika yang kita lalui bersama. 10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan untuk menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Karena itu, saran dan kritik sangat diharapkan bagi penyempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat menjadi kajian yang bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Penulis Yosefi Monica Galuh xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman Judul ............................................................................................. i Halaman Persetujuan .................................................................................. ii Halaman Pengesahan ................................................................................... iii Halaman Persembahan ............................................................................... iv Motto ............................................................................................................. v Pernyataan Keaslian Karya ........................................................................ vi Pernyataan Persetujuan Publikasi ............................................................. vii Kata Pengantar ............................................................................................ viii Abstrak .......................................................................................................... x Abstract ......................................................................................................... xi Daftar Isi ....................................................................................................... xii Daftar Gambar ............................................................................................. xvi Daftar Tabel ................................................................................................. xviii Daftar Lampiran .......................................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................................. 4 C. Batasan Masalah ..................................................................................... 4 D. Tujuan Penelitian .................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian .................................................................................. 5 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II DASAR TEORI ............................................................................... 7 A. Tanaman Anggur .................................................................................... 7 1. Klasifikasi Tanaman Anggur ............................................................ 7 2. Sejarah Tanaman Anggur ................................................................. 8 3. Jenis Anggur di Indonesia................................................................. 8 4. Anggur Varietas Probolinggo Biru ................................................... 9 5. Morfologi Tanaman Anggur ............................................................. 10 6. Syarat Tumbuh Tanaman Anggur ..................................................... 14 B. Hama dan Penyakit Tanman Anggur ...................................................... 16 1. Hama ................................................................................................ 16 2. Penyakit ........................................................................................... 20 C. Teknik Budidaya Anggur di Dalam Pot ................................................. 23 1. Penyiapan Sarana ............................................................................... 23 2. Penanaman ......................................................................................... 25 3. Pemeliharaan Tanaman ...................................................................... 26 D. Media Tanam .......................................................................................... 28 1. Fungsi Tanah sebagai Media Tumbuh .............................................. 28 2. Tanah Aluvial ................................................................................... 29 3. Tanah Latosol ................................................................................... 30 4. Tanah Regosol Bukit Pasir ............................................................... 31 E. Pupuk ...................................................................................................... 32 1. Pupuk Kompos ................................................................................. 32 2. Pupuk Kompos Cacing ..................................................................... 35 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Pupuk Cair ........................................................................................ 37 4. NOPKOR ......................................................................................... 39 F. Hasil Penelitian yang Relevan................................................................. 40 G. Hipotesis ................................................................................................. 42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................. 43 A. Jenis Penelitian ....................................................................................... 43 B. Design Penelitian .................................................................................... 43 C. Variabel Penelitian .................................................................................. 44 D. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................. 45 E. Alat dan Bahan ....................................................................................... 45 F. Prosedur Kerja ........................................................................................ 46 G. Pengamatan............................................................................................. 52 H. Analisa Data ............................................................................... 54 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................... 59 A. Hasil ........................................................................................................ 59 B. Pembahasan ............................................................................................ 70 1. Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru .................................... 71 2. Pola Pertumbuhan Tanaman Anggur setiap Minggunya .................. 75 3. Pengaruh pH dan Kelembaban Terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru .................................... 77 4. Ketahanan Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru Terhadap Hama dan Penyakit .......................................................... xiv 79

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PEMBELAJARAN ........................................................ 84 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ................................................... 87 A. Kesimpulan ............................................................................................. 87 B. Saran ....................................................................................................... 87 Daftar Pustaka ............................................................................................. 88 Lampiran....................................................................................................... 91 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. (a) Daun tunggal tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. (b) Tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. (c) Buah anggur varietas Probolinggo Biru ............................................... 10 Gambar 2. Pengaruh jenis tanah terhadap pertambahan tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru setiap minggu .............................................................................. 60 Gambar 3. Pengaruh jenis tanah terhadap pertambahan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru setiap minggu .............................................................................. 63 Gambar 4. Pengaruh jenis tanah terhadap pertambahan diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru setiap minggu ...................................................................... 66 Gambar 5. Persentase Daun Sehat Tanaman Anggur (Vitis vinifera) Varietas Probolinggo Biru .......................................................... 68 Gambar 6. Grafik Persentase Daun yang Sehat per minggu pada Tanaman Anggur Varietas 68 Probolinggo Biru ......................................................................... Gambar 7. Rata-Rata pH Tanah pada Tiap jenis Tanah Terhadap 78 Pertumbuhan Anggur Varietas Probolinggo Biru Gambar 8. Rata-Rata Kelembaban Tanah pada Tiap jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Anggur Varietas Probolinggo Biru ........ xvi 78

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 9. Tanaman dengan daun yang terserang kumbang Apogonia destructor .................................................................... 81 Gambar 10. Penyakit Downey Mildew pada tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. (a) permukaan daun tampak berwarna bintik-bintik kuning kecoklatan. (b) lapisan putih yang bertepung di bagian bawah daun ............. 82 Gambar 11. Tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang daunnya terserang penyakit Busuk hitam ........................... xvii 83

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Denah Penelitian .............................................................................. 43 Tabel 2. Hasil Pengamatan Tinggi Batang .................................................... 53 Tabel 3. Hasil Pengamatan Jumlah Daun ...................................................... 53 Tabel 4.Hasil pengamatan Diameter Batang ................................................. 54 Tabel 5. Pengelompokan data berdasarkan perlakuan ................................... 55 Tabel 6. Analisa ragam model CRD (RAL) ................................................... 56 Tabel 7. Rata-rata hasil pertambahan tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru ................................................................ 59 Tabel 8. Rata-rata hasil pertambahan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru ................................................................ 62 Tabel 9. Rata-rata hasil pertambahan diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru .................................................... xviii 65

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus ....................................................................................... 91 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .......................................... 100 Lampiran 3. Data Pengamatan Tinggi Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru ......................................................... 116 Lampiran 4. Data pertambahan Tinggi Tanaman anggur varietas Probolinggo Biru ......................................................... 118 Lampiran 5. Uji Normalitas Pada Pertambahan Tinggi Tanaman ................. 120 Lampiran 6. Perhitungan Uji Homogenitas Data Tinggi Tanaman Vitis Vinivera Varietas Probolinggo Biru ................................. 121 Lampiran 7. Perhitungan ANOVA Tinggi Batang Tanaman ........................ 122 Lampiran 8. Uji Lanjut ANOVA Pertambahan Tinggi Tanaman .................. 124 Lampiran 9. Data Pengamatan Pertumbuhan Jumlah Daun Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru ............................................ 126 Lampiran 10. Data Pertambahan Jumlah Daun Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru (tabel selisih) .................................. 128 Lampiran 11. Uji Normalitas Pada Pertambahan Jumlah Daun .................... 129 Lampiran 12. Perhitungan Uji Homogenitas Data Jumlah Daun Vitis Vinivera Varietas Probolinggo Biru ................................. 130 Lampiran 13. Perhitungan ANOVA Jumlah Daun ....................................... 131 Lampiran 14. Data Pengamatan Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru ............................ xix 133

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15. Data Pertambahan Jumlah Diameter Batang Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru (tabel selisih) ............................................................................. 135 Lampiran 16. Uji Normalitas Pertambahan Diameter Batang Tanaman ....... 136 Lampiran 17. Perhitungan Uji Homogenitas Data Diameter Batang Vitis Vinivera Varietas Probolinggo Biru ................................. 137 Lampiran 18. Perhitungan Anova Diameter Batang Tanaman ...................... 138 Lampiran 19. Data Persentase Daun Sehat Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Tiap Perlakuan Per-Minggu.......................... 140 Lampiran 20. Rata-rata Persentase Daun Sehat Masing-Masing Perlakuan pada Setiap Minggu................................................................... 141 Lampiran 21. pH dan Kelembaban pada 3 Jenis Media Tanaman Anggur (Vitis vinifera)Varietas Probolinggo Biru................................. xx 142

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tanaman anggur merupakan tanaman asli daerah subtropis. Buah anggur sudah ditanam sejak zaman prasejarah. Bahkan tanaman anggur ini diduga sudah seusia dengan peradaban manusia, oleh karena itu anggur sudah sangat popular di kalangan masyarakat dunia. Hal ini berdasarkan pada penemuan fosil dari daundaunan, potongan-potongan cabang, dan biji-bijian di sekitar Negara Swiss (Cahyono B., 2010). Tanaman anggur yang dikenal di Indonesia semula sebagai tanaman hias. Pada waktu itu tanaman anggur tidak diusahakan secara komersial karena menghasilkan buah yang berasa masam. Baru kemudian pada tahun 1950-an tanaman anggur mulai diusahakan atau dibudidayakan secara komersial karena telah ditemukan cara-cara untuk mengurangi rasa masam pada buah anggur. Selain karena telah tersedianya bibit jenis-jenis anggur yang buahnya manis. Kini tanaman anggur telah dibudidayakan dan dikembangkan oleh masyarakat dengan bermacam-macam jenisnya dan merupakan jenis hibrida (varietas unggul yang memiliki nilai ekonomi tinggi/harganya mahal) seperti varietas Probolinggo Biru (Cahyono A., 2010). Masyarakat telah banyak membudidayakan tanaman anggur, beberapa jenis anggur yang dibudidayakan sudah beradaptasi dengan baik di lingkungan tropis (Indonesia) seperti varietas Probolinggo Biru. Namun di pasaran, buah anggur import masih mendominasi. Hal ini dikarenakan dari potensi tanaman 1

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 anggur yang dikelola masih 50 %, sehingga produksi anggur di Indonesia (dalam negeri) belum mampu mengimbangi permintaan pasar (konsumen) domestik. Akibatnya untuk memenuhi kekurangan konsumsi dalam negeri, masih Indonesia impor buah anggur (Rukmana,1999). Buah anggur import yang beredar di pasaran beraneka jenis, mulai yang berwarna merah, hijau dan ungu dengan kisaran harga yang tinggi, antara Rp.30.000,- Rp.60.000/kg. Sedangkan buah anggur lokal lebih murah, dengan harga berkisar Rp 15.000,-- Rp 25.000, dengan kualitas setara. Melihat perkembangan impor yang begitu pesat menjadi pertanyaan buat kita apakah Indonesia tidak mampu menghasilkan anggur seperti anggur impor. Sebenarnya anggur dapat ditanam di Indonesia pada beberapa daerah yang memiliki kesesuaian syarat tumbuh. Bila kita menanam anggur varietas unggul di tempat yang sesuai dan budidaya yang baik, bukannya tidak mungkin kita dapat menghasilkan buah anggur yang dapat menyaingi buah impor (Budiyati, 2010). Sebenarnya, pengembangan buah anggur di Indonesia sangat strategis. Sumber bibit dan agroklimatnya mendukung, pasarnya juga ada. Selain itu, produktifitas anggur di kawasan tropis, lebih tinggi dibanding dengan kawasan sub tropis. Walaupun di kawasan sub tropis hasil optimal anggur bisa mencapai 20 ton per hektar per tahun, maka di negeri kita hanya tiga perempatnya (15 ton per hektar), tetapi panen anggur di kawasan sub tropis hanya bisa sekali dalam setahun. Sedangkan di negeri kita bisa hampir tiga kali, bahkan saat panennya pun bisa kita atur sepanjang tahun dengan catatan lahan diberi pengairan dan pemupukan yang baik (Budiyati, 2010).

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Akan tetapi, petani anggur kurang memperhatikan media tanam yang baik untuk tanaman anggur sehingga dalam pertumbuhannya anggur tidak dapat tumbuh dengan maksimal dan tidak dapat menghasilkan buah yang berkualitas. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan petani tentang cara bercocok tanaman anggur. Dalam penanaman anggur memang banyak hal yang harus diperhatikan diantaranya yaitu kondisi iklim dan kondisi tanah. Tanaman anggur dapat tumbuh pada semua jenis tanah, akan tetapi biasanya kondisi tanah yang membuat pertumbuhan tanaman anggur paling optimal adalah tekstur dan struktur tanah lempung berpasir, tanah yang memiliki drainase dan aerasi baik, pH 7 (netral), ketersediaan unsur hara yang cukup dan terdistribusi merata secara vertikal ke arah perakaran (Dewi, 2012). Selain memperhatikan kondisi iklim dan media tanam, budidaya tanaman anggur tidak lepas dari peranan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Penambahkan mikroba mampu membantu tanaman untuk menyerap nutrient. Penyerapan nutrient atau unsur hara dalam tanah oleh tanaman berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Saat ini banyak mikroba yang dapat digunakan dalam pembudidayaan tanaman, salah satunya adalah Nitrogen Phospat Kalium Organism Recorvery (NOPKOR). Dalam pembudidayaan tanaman, NOPKOR memiliki manfaat yang baik karena NOPKOR dapat membantu untuk menyuburkan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, serta mempercepat pertumbuhan dan memperkuat akar tanaman (Murwono, 2012). Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukan di atas, peneliti ingin melakukan penelitian untuk melihat pertumbuhan tanaman anggur Probolinggo

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Biru yang paling optimal pada jenis tanah yang telah ditentukan dengan menambahkan NOPKOR. Ada 3 jenis tanah yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tanah jenis aluvial, regosol serta latosol. Dengan demikian peneliti mengajukan penelitian yang berjudul Pengaruh Media Tanam terhadap Pertumbuhan Anggur Varietas Probolinggo Biru. Dari penelitian ini peneliti berharap dapat membuktikan bahwa tanah – tanah yang digunakan dapat menumbuhkan anggur Probolinggo Biru secara optimal dan didukung dengan penambahan NOPKOR. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (Vitis vinifera) jenis Probolinggo Biru? 2. Media tanam apa yang paling cocok bagi pertumbuhan tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Probolinggo Biru? C. Batasan Masalah Agar ruang lingkup penelitian tidak terlalu luas maka permasalahan dibatasi sebagai berikut: 1. Subjek penelitian Subyek penelitian ini adalah jenis anggur varietas Probolinggo Biru. 2. Objek penelitian Obyek penelitian ini adalah jenis tanah yang digunakan yaitu tanah regosol bukit pasir (berpasir), aluvial (lempung berpasir), dan latosol (lempung).

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 3. Teknik penanaman anggur Varietas Probolinggo Biru adalah dengan cara tabulampot. 4. Parameter Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pertumbuhan tanaman anggur dilihat dari tinggi batang, jumlah daun, serta diameter batang setelah perlakuan yang dilakukan selama 4 bulan. D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman anggur Probolinggo Biru 2. Mengetahui media tanam yang paling cocok bagi pertumbuhan tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru E. Manfaat Penelitian Beberapa manfaat yang ingin dicapai dari penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagi Peneliti Manfaat penelitian ini bagi peneliti adalah mengetahui jenis tanah yang cocok untuk tanaman anggur varietas Probolinggo Biru, memperluas dan mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian dan pembudidayaan, melatih kemampuan peneliti untuk memecahkan masalah dan menuangkan ke dalam karya tulis ilmiah, melatih mengembangkan potensi

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 keterampilan proses ilmiah, serta dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang di dapat untuk dikembangkan lebih lanjut. 2. Bagi Masyarakat Manfaat penelitian ini bagi masyarakat adalah memeberikan pengetahuan baru bagi masyarakat terkait budi daya tanaman anggur, serta memberi informasi kepada masyarakat mengenai jenis tanah yang paling cocok untuk pertumbuhan tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru. 3. Bagi Perkembangan Ilmu Manfaat penelitian ini bagi perkembangan ilmu pengetahuan adalah memberikan kontribusi pengetahuan ilmiah khususnya dibidang pertanian.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II DASAR TEORI A. Tanaman Angggur 1. Klasifikasi Tanaman Anggur Dalam ilmu tumbuhan, tanaman anggur diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Subdivisi : Angiospermae (biji tertutup) Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua) Ordo : Rhamnales Famili : Vitacea Genus : Vitis Spesies : Vitis vinifera Dari famili Vitacea, anggur yang dikenal jumlahnya lebih dari 60 jenis. Namun, jenis Vitis vinifera atau yang lebih dikenal dengan anggur Eropa (old world), adalah jenis yang paling banyak (lebih dari 95%) ditanam oleh masyarakat di berbagai negara. Hal ini karena anggur jenis Vitis vinifera memiliki rasa enak, manis, lezat dan menyegarkan sehingga lebih disukai oleh masyarakat (Untung, 1992). 2. Sejarah Tanaman Anggur Buah anggur sudah ditanam sejak zaman prasejarah. Bahkan tanaman anggur ini diduga sudah seusia dengan peradaban manusia, oleh karena itu anggur 7

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 sudah sangat popular di kalangan masyarakat dunia. Hal ini berdasarkan pada penemuan fosil dari daun-daunan, potongan-potongan cabang, dan biji-bijian di sekitar Negara Swiss (Martulis, 1991). Tanaman anggur merupakan tanaman asli daerah subtropis. Tanaman anggur yang dikenal di Indonesia semula sebagai tanaman hias dan pada waktu itu tanaman anggur tidak dibudidayakan secara komersial karena menghasilkan buah yang berasa masam, baru kemudian pada tahun 1950-an tanaman anggur mulai dibudidayakan secara komersial karena telah ditemukan cara-cara untuk mengurangi rasa kemasamannya. Selain itu, juga karena telah tersedianya bibit jenis-jenis anggur yang buahnya manis seperti anggur jenis Vitis vinifera. Saat ini, tanaman anggur yang dibudidayakan dan dikembangkan oleh masyarakat bermacam-macam jenisnya dan merupakan jenis hibrida (varietas unggul yang memiliki nilai ekonomi tinggi/harganya mahal) (Martulis, 1991) . 3. Jenis Anggur Di Indonesia Tanaman anggur yang dibudidayakan di Indonesia dapat dibedakan atas tiga tipe, yaitu sebagai berikut: 1) Jenis atau spesies anggur Vitis vinifera, seperti varietas Probolinggo Biru, Alphonso Lavalle, Probolinggo Putih, Situbondo Kuning, Gros Colmon, Delaware, Muscat d’Alexandria serta Golden Champion tumbuh baik di dataran rendah pada ketinggian 0-300 meter di atas permukaan laut dengan iklim kering (musim kering lebih dari 3 bulan). Varietas anggur yang tergolong species Vitis vinifera dicirikan oleh buahnya yang berukuran

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 kecil, tanaman pada waktu masih muda pertumbuhannya lambat, daun tipis, bentuk daun bulat dengan lekungan yang dalam, sulur pendek, dompolan buah besar dan panjang, pada umumnya buah berbentuk bulat lonjong (oval) walaupun ada yang bulat bentuknya serta buah memiliki kadar gula yang tinggi. Anggur yang tergolong ke dalam spesies Vitis vinifera cocok ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 300 m dari permukaan laut. Varietas anggur dari spesies Vitis vinifera cocok untuk minuman beralkohol (wine). Hal ini dikarenakan, wine yang dibuat dari spesies Vitis vinifera mengandung alkohol lebih dari 10%. Wine yang kadar alkoholnya kurang dari 10% akan cepat berubah cita rasanya (Untung, 1992). 2) Jenis atau spesies anggur Vitis labursca, seperti White Malaga, Briliant, serta Curmen, tumbuh baik di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut dengan tipe iklim agak basah (musim kering kurang dari 3 bulan). 3) Jenis atau spesies anggur Vitis rotundifolia, seperti Australia, Red Emperor, Red Globe dan White Malaga tumbuh baik di daerah beriklim kering pada ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut (Cahyono B., 2010). 4. Anggur Varietas Probolinggo Biru (Probolinngo 81 klon BS 4) Anggur probolinggo biru masuk ke dalam jenis Vitis vinifera, yang memiliki ciri buah berbentuk bulat atau bulat telur, buah yang masih muda berwarna hijau tua dan bila telah matang berwarna merah kehitaman, kulit buah tertutup lapisan bedak tipis, jumlah buah pertandan mencapai 78 buah dan buah

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 memiliki rasa yang manis. Buah siap dipanen setelah berumur 105-110 hari (matang pohon) setelah pemangkasan buah. Tanaman anggur jenis ini memiliki kepekaan terhadap kumbang penggerek daun (Rukmana, 1999). 5. Morfologi Tanaman Anggur (a) (b) (c) Gambar 1. (a) Daun tunggal tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. (b) Tanaman anggur varietas Probolinggo Biru (c) buah anggur varietas probolinggo biru. Tanaman anggur merupakan jenis tanaman semak yang bersifat tahunan serta tumbuh merambat ke atas, berumur panjang, dan memiliki panjang ± 8 meter (Dewi, 2012). Berikut ini adalah ciri-ciri dari tanaman anggur: a) Perakaran Sebagai tanaman berkeping dua (dikotil), tanaman anggur mempunyai akar tunggang (radix primaria), dan akar cabang (radix lateralis). Sistem perakaran menyebar ke seluruh arah pada lapisan tanah. Tanaman anggur hasil perbanyakan vegetatif (stek cabang, cangkokan, penyambungan, penyusuan, perundukan) biasanya mempunyai perakaran lebih dangkal daripada tanaman hasil perbanyakan generatif (biji).

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Akar berperan dalam pengisapan makanan. Akar tanaman anggur mudah mengalami kerusakan akibat lingkungan yang tidak cocok. Akar tanaman anggur tidak tahan (peka) terhadap genangan air. Oleh karena itu, tanaman anggur harus ditanam di tanah yang drainasenya baik (Rismunandar, 2010). b) Batang Batang merupakan bagian dari tubuh tanaman yang sangat penting sebagai alat pembentuk dan penyangga daun. Batang tanaman anggur beruasruas, berbuku-buku serta berkayu dan tumbuh menjalar. Struktur batang dan percabangannya terdiri atas batang utama, cabang primer, cabang sekunder, dan cabang tersier yang menghasilkan cabang bunga atau buah. Setiap buku batang mempunyai mata tunas. Cabang bermata tunas inilah yang dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kulit batang dan cabang yang masih muda berwarna hijau, tetapi setelah tua berubah menjadi hijau kecoklat-coklatan atau coklat (Dewi, 2012). c) Sulur Tanaman anggur bersulur. Sulur tanaman merupakan bagian dari organ tubuh yang berfungsi membentuk malai bunga. Kedudukan sulur tumbuh pada setiap dua ketiak daun berurutan, dan diikuti satu ketiak daun, lalu yang berikutnya tidak bersulur. Ujung sulur berbentuk seperti kail (pancing). Sulur memiliki ukuran panjang 3-4 cm. Fungsi sulur adalah sebagai alat pemanjat. Sulur pada tanaman anggur letaknya berhadap-hadapan atau berseling dengan daun dan bersifat terputus,

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 artinya dua helai daun yang letaknya berdekatan masing-masing bersulur, sedangkan daun yang berikutnya tidak bersulur (Rukmana, 1999). d) Bunga Bunga anggur tumbuh bergerombol yang tersusun dalam malai (panicula), yaitu bunga mempunyai tangkai utama yang panjang dan bercabangcabang banyak. Tiap cabang bercabang lagi dengan cara yang sama seperti tangkai utama bercabang. Mekarnya bunga dari bawah ke atas. Bentuk perbungaan seluruhnya seperti piramida atau kerucut. Bunga anggur berbentuk bintang, berukuran kecil, dan sempurna (putik dan benang sari terdapat dalam satu bunga). Bunga terdiri atas kelopak bunga, mahkota bunga berwarna putih kekuningan atau hijau kekuningan, benang sari (sel jantan), dan kepala putik (sel betina). Bunga anggur tumbuh pada cabang tersier (Cahyono A., 2010). Bunga anggur bersifat menyerbuk silang. Penyerbukan bunga berlangsung dengan bantuan angin, serangga dan manusia.Tipe anggur Vitis Vinifera umumnya mempunyai bunga berumah satu (monoecus), artinya tumbuhan dalam satu pohon terdapat bunga jantan dan bunga betina ( Rukmana, 1999). e) Buah Buah anggur merupakan produk utama dari tanaman anggur. Buah anggur berbentuk bulat lonjong (oval). Kulit buah sangat tipis, dan memiliki warna beragam, ada yang biru kehitam-hitaman, merah, ungu kehitaman, coklat, dan merah kecoklatan. Demikian pula warna daging buahnya juga beragam, ada

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 yang berwarna kekuningan, putih kemerahan, putih, putih kehijauan, tergantung dari varietasnya. Daging buah anggur bertekstur halus dan memiliki rasa beragam, ada yang manis, sangat manis, agak asam, agak manis,dan manismanis asam. Buah anggur ada yang berbiji dan ada yang tidak berbiji. Buah anggur yang berbiji, memiliki jumlah biji 2-4 perbuah. Selain itu, buah anggur juga mengandung banyak air (Cahyono A., 2010). f) Biji Biji anggur berbentuk bulat lonjong, berukuran kecil, dan berwarna coklat muda. Biji buah anggur berkeping dua yang dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman (pembiakan). Biji anggur bersifat tidak keras dan memiliki rasa hambar. Sejauh ini biji anggur tidak banyak digunakan untuk pembiakan tanaman. Pembiakan tanaman umumnya menggunakan bagian vegetatif tanaman, seperti batang (stek batang), mata tunas (penempelan mata tunas) cabang (stek cabang), pucuk tanaman (okulasi/penyambungan) (Dewi, 2012). g) Daun Tanaman anggur mempunyai daun tunggal, artinya terdiri atas satu helai daun pada satu tangkai daun. Struktur daun tanaman anggur mempunyai helaian daun, tangkai daun, dan sepasang daun penumpu (Rismunandar,2010).

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Daun berbentuk bulat sampai jorong dengan bagian tepinya berlekuk dan biasanya mempunyai lima lekukan. Ada lima bentuk jenis helaian daun anggur yaitu, bentuk penjepit, kodat, pentagonal dan lingkaran (Dewi, 2012). 6. Syarat Tumbuh Tanaman Anggur a) Ketinggian Tempat Ketinggian tempat atau letak geografis tanah sangat berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan tanaman, produksi buah, dan kualitas buah yang dihasilkan, karena ketinggian tempat berhubungan erat dengan kondisi iklim (Rismunandar, 2010). Ketinggian tempat yang cocok untuk budidaya tanaman anggur adalah di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggan 0-1000 meter di atas permukaan laut, tergantung spesiesnya. Untuk spesies Vitis vinifera cocok ditanam di dataran rendah di tepi pantai hingga ketinggian 300 m dpl (Martulis,1991). b) Keadaan tanah Kondisi tanah yang sesuai untuk tanaman anggur adalah tekstur dan struktur tanah lempung berpasir dengan kandungan lempung 30-50%, pasir 3050%, dan liat 7-12%. Tanah pasir cocok untuk anggur karena pasir mudah ditembus oleh akar tanaman anggur. Tanah memiliki drainase dan aerasi baik, pH 5,5-7,3 , kandungan C-organik ≥ 2%, ketersediaan hara makro dan mikro yang cukup dan terdistribusi merata secara vertikal ke arah perakaran. Jika pH tanah di bawah 5, tanah perlu ditambah kapur untuk menaikkan pH menjadi lebih dari 5,5 (Cahyono B., 2010).

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Anggur Vitis vinifera mempunyai perakaran yang cukup dalam hingga 3 meter lebih tergantung pada dangkal dalamnya tanah. Pada umumnya anggur Vitis vinifera dengan perakaran sendiri dapat tumbuh dengan baik di tanah-tanah yang mengandung lempung 50%-70%. Hal ini dikarenakan dengan tanah lempung anggur yang ditanam akan menghasilkan rasa buah yang lebih manis dan memiliki kualitas yang lebih tinggi (Martulis, 1991). Berdasarkan hal tersebut maka dipergunakan beberapa jenis tanah yang dalam penelitian ini, yaitu tanah regosol bukit Pasir, aluvial, dan latosol. Secara umum ketiga jenis tanah ini memiliki karakteristik yang berbeda yang dijelaskan pada sub bab selanjutnya. c) Faktor Angin Pada periode bunga tanaman anggur mulai tumbuh, diperlukan angin untuk memudahkan terlaksananya persarian (penyerbukan). Angin yang sedangsedang saja pada musim kemarau, mengurangi kelembaban dalam para-para sehingga dapat mengurai timbulnya infeksi penyakit. Tanaman anggur yang dijalarkan menurut sistem pagar, agar tidak dapat gangguan dari deras angin dan arah pagar disesuaikan dengan arah angin. Jika tidak, sistem pagar akan menahan angin dan akan berakibat buruk bagi buah anggur dan tanaman anggur sendiri (Cahyono A., 2010).

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 d) Iklim Keadaan iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi anggur meliputi ketinggian tempat (elevasi) yang berkaitan dengan suhu dan kelembaban udara, curah hujan, serta sinar matahari. Keadaan iklim yang optimum untuk pertumbuhan dan produksi anggur pada ketinggian 0-300 meter di atas permukaan dengan suhu udara antara 25o-31oC, kelembapan udara (rH) 40% - 80%, intensitas sinar matahari (penyinaran) 50% - 80%, mempunyai 3-4 bulan kering dan curah hujan 800mm/tahun (Rukmana,1999). Jenis atau varietas anggur dataran rendah yang ditanam di dataran tinggi menyebabkan perubahan kuantitas dan kualitas buah, buah menjadi kecil dan rasanya masam. Tanaman anggur membutuhkan banyak air, tetapi tidak tahan terhadap hujan lebat. Pembungaan pada musim hujan atau daerah bercurah hujan tinggi dapat menyebabkan bunga berguguran hingga rusak terserang penyakit cendawan, seperti embun upas (Rukmana,1999). B. Hama dan Penyakit Tanaman Anggur 1. Hama Hama penting yang kemungkinan besar menyerang tanaman anggur diantaranya adalah: a) Kumbang Daun (Apogonia sp.) Kumbang ini berwarna hitam atau cokelat yang aktif pada senja dan malam hari sampai menjelang fajar. Pada siang hari kumbang bersembunyi dalam tanah. Kumbang menyerang dengan cara memakan atau merusak daun,

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun. Serangan berat menyebabkan proses fotosintesis terganggu sehingga pertumbuhan tanaman kerdil (abnormal) (Rukmana,1999). Pengendalian kumbang daun dapat dilakukan dengan cara memasang perangkap lampu penerang pada malam hari. Kumbang yang tertangkap kemudian dibakar (dimusnahkan) selain itu pengendalian juga dapat dilakukan dengan cara mekanis dan sanitasi pekarangan, serta dengan penyemprotan pestisida (Untung, 1992). b) Trips Hama trips menyerang daun muda atau bagian tanaman lainnya yang masih muda. Hama ini mengisap cairan sel tanaman (daun muda dan tunas muda). Trips dewasa memiliki panjang tubuh 1-2 mm, bentuk tubuh lancip dan datar, dan tubuhnya berwarna coklat atau hitam (Dewi, 2012). Hama trips bersifat polifag (hidup pada banyak jenis tanaman), seperti cabe, bawang-bawangan, tembakau, tomat, kentang, labu-labuan serta tanaman hias. Pada umumnya serangan hama trips terjadi pada musim kemarau (Cahyono B., 2010). Daun tanaman anggur yang diserang hama trips tampak berkerut (keriting), pucat layu, menguning, dan akhirnya daun mengering. Bunga yang terserang juga mengkerut, layu, dan akhirnya mengering. Pada buah yang diserang trips, timbul guratan-guratan berwarna cokelat, buah kaku, kecil-kecil, dan pecah-pecah. Hama trip sering berada di ujung daun lapisan bawah atau

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 pucuk-pucuk tanaman. Pucuk tanaman yang diserang, maka pertumbuhan tunasnya akan terhenti dan tanaman tumbuh kerdil . Pencegahan dan pengendalian trips dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut : 1) Sanitasi kebun, yaitu membersihkan rumput, gulma, dan sisa-sisa tanaman mati, dikumpulkan, lalu dibakar 2) Membunuh kepompongnya dengan cara penggenangan sesaat (Untung, 1992). c) Kutu Putih (Pseudococcus sp.) Kutu putih merusak tunas pucuk dan daun muda, tangkai daun, dan batang. Kutu putih memiliki badan yang berukuran sangat kecil, panjang tubuh sekita 2 mm, dan tubuhnya berwarna putih. Kutu putih mengisap cairan sel tanaman pada tunas pucuk atau tunas muda, tangkai daun, daun muda, dan batang. Selain menginfeksi tanaman, kutu putih juga mengeluarkan embun madu sehingga datangnya semut dan sendawan jelaga. Kedatangan semut-semut tersebut mengakibatkan buah masaknya tidak serentak. Organ tanaman yang diserang kutu putih menjadi layu dan menguning, lalu mati. Pada organ-organ tanaman yang diserang kutu putih tampak terdapat gerombolan (koloni) kutu yang berwarna putih. Daun-daun yang diserang juga menjadi berwarna hitam karena daun tersebut ditumbuhi sendawan jelaga akibat dari cairan embun madu yayng dikelauarkan kutu tersebut (Muktiani, 2011). Pencegahan dan pengendalian kutu putih dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 1) Membunuh koloni kutu putih yang berada pada organ-organ tumbuhan yang diserang secara perlahan-lahan dengan menggunakan tangan 2) Memangkas organ-organ tanaman yang diserang parah, dikumpulkan, lalu dibakar 3) Penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif triazofos (Muktiani, 2011) d) Spider mite Kutu yang menyerupai laba-laba ini berukuran sangat kecil kurang dari 1 milimeter. Biasanya kutu ini berdiam di bagian bawah daun dan merusak lapisan stomata di sekitar tulang daun. Kerusakan yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu, kecuali jika serangan yang terjadi sangat banyak bisa menyebabkan kerusakan parah yang berakibat fatal pada pohon anggur yang sedang mengalami stress air (Cahyono B., 2010). Biasanya kutu laba-laba ini bersembunyi di rerumputan atau sampah organik yang ada di permukaan tanah, pada saat kering mereka akan berpindah naik ke daun anggur terutama daun yang rimbun/rapat (Untung, 1992). e) Hama Lain Hama lain yang sering menyerang tanaman anggur di antaranya adalah sebagai berikut : 1) Ulat grayak (Spodotera sp) yang sering menyerang daun hingga rusak atau berlubang. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan disemprot insektisida yang mangkus, seperti Buldok 25 EC atau Tokuthion 500 EC.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 2) Rayap yang sering menimbulkan masalah pada pembibitan tanaman anggur. Hama ini menyerang stek yang belum atau baru tumbuh. Pangkal batang atau akar pada stek dirusak dengan cara membuat lorong-lorong kecil ditutupi sarang dari tanah. Pengendalian rayap dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan tidak menggunakan pupuk kandang yang belum matang. 3) Belalang yang sering merusak daun. Pengendaliannya disemprot insektisida sistemik (Rukmana, 1999). 2. Penyakit Penyakit penting yang kemungkinan menyerang tanaman anggur diantaranya adalah: a) Downey mildew Gejala yang ditimbulkan oleh serangan jamur ini bervariatif tergantung pada usia permukaan daun yang terserang. Pada umumnya spora jamur downy mildew ini menempel pada bagian bawah daun, berbentuk butiran-butiran kecil yang berwarna kuning-orange. Gejala serangan yang terjadi pada daun muda biasanya berupa perubahan warna pada permukaan atas daun yang menjadi bercak-bercak kekuningan mengkilap seperti berminyak, pada daun yang lebih tua daerah yang terserang biasanya berubah warna menjadi kuning kemerahan seperti hampir mengering dan sedikit berkerut ke atas (Rismunandar, 2010). Memperbaiki drainase media tumbuhnya dan kebersihan sekitar tanaman dari rumput bisa mengurangi resiko terjangkitnya downy mildew. Selain itu

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 sebaiknya tidak memberikan kompos/bahan organik terlalu banyak pada media tanam di sekitarnya serta daun yang gugur sebaiknya tidak ditimbun di sekitar, terutama sampah yang telah terinfeksi downy mildew ini (Dewi, 2012). Keterlambatan pengandalian serangan jamur ini akan membuatnya berkembang dan masuk ke mata tunas, sehingga pada saat tunas bersemi setelah pemangkasan bisa terserang kembali dengan cepat. Jamur downy mildew sangat mudah menjadi kebal terhadap fungisida yang diaplikasikan terus menerus, sebaiknya gunakan beberapa fungisida secara bergantian. Serangan yang tidak terkendali dan telah meluas bisa menyebabkan sebagian besar daun gugur sebelum waktunya dan membuat tanaman menjadi stress, hal ini membuat tanaman anggur menjadi lemah terhadap serangan penyakit yang lain (Rismunandar, 2010). b) Powdery mildew Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang bisa menyerang seluruh bagian tanaman anggur yang berwarna hijau. Jamur powdery mildew mudah menyebar terbawa hembusan angin, berjangkitnya serangan jamur ini biasanya dipicu oleh kelembaban udara yang tinggi dan sirkulasi udara yang buruk, terutama pada musim hujan saat mendung di siang hari yang hangat. Serangan pada daun terjadi pada permukaan daun bagian atas, jamur tumbuh membentuk bercak-bercak putih keabu-abuan yang menyebar makin meluas, daun yang terserang akan mengering atau gugur sebelum waktunya (Setiadi,1994).

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Serangan pada cabang yang masih hijau akan terlihat seperti luka tipis berwarna coklat kehitaman, dan saat cabang berkayu bercak luka tersebut akan berubah menjadi coklat kemerahan. Cabang yang terserang tidak akan mengalami gangguan, hanya saja jamur yang menempel pada batang akan tumbuh hingga menghasilkan spora yang bisa membuat serangan ulang berkalikali jika tidak segera diatasi. Serangan pada buah yang masih muda akan terlihat jelas berupa jamur putih yang menyelimuti permukaan buah, serangan yang berlanjut akan membuat kulit buah berubah menjadi kecoklatan dan bertekstur kasar, biasanya buah yang terinfeksi tidak bisa matang sempurna bahkan membusuk sebelum sempat menjadi besar. Untuk menghindari penggunaan obat-obatan berbahan dasar kimia sebaiknya dilakukan tindakan pencegahan yang bisa dilakukan dengan penjarangan daun dan cabang secara berkala pada area yang tumbuh lebat dan terlalu rapat supaya sirkulasi udara membaik dan penetrasi cahaya matahari meningkat sehingga pertumbuhan dan penyebaran jamur bisa diredam. Untuk serangan skala kecil sebaiknya bagian yang terinfeksi segera dipotong dan dibuang jauh-jauh atau dibakar (Tjahjadi, 1989). c) Karat daun Penyakit karat daun disebabkan oleh cendawan Physopella ampelopsidis. Gejala serangan terdapatnya tepung berwarna jingga (spora jamur) pada sisi bawah daun. Gejala yang spesifik yakni adanya bercak-bercak berwarna hijau kekuningan dan seluruh permukaan daun tertutup lapisan tepung (spora).

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Serangan berat menyebabkan daun kering dan rontok. Pengendalian penyakit karat daun dapat dilakukan dengan cara memangkas daunyang sakit berat dan aplikasi fungisida (Rukmana,1999). d) Busuk hitam Penyakit busuk hitam disebabkan oleh cendawan Guignardia bidwellii. Infeksi awal terjadi pada daun muda dan tangkai buah. Gejala serangan terjadi bercak-bercak cokelat dikelilingi oleh tepi hitam pada daun, kemudian disekeliling bercak terbentuk daerah yang berwarna cokelat gelap sampai hitam. Pada sisi bercak terdapat bintik-bintik hitam kecil secara teratur dalam satu lingkaran. Tunas hijau yang terinfeksi mengalami perubahan warna dari hijau menjadi ungu sampai hitam dan agak melekuk. Pengendalian penyakit busuk hitam dapat dilakukan dengan memotong bagian yang terinfeksi berat, mengurangai kelembaban kebun, pembungkusan buah dan aplikasi fungisida yang berbahan aktif tembaga (Dewi, 2012). C. Teknik Budidaya Anggur di dalam Pot 1. Penyiapan Sarana Sarana yang dibutuhkan terdiri atas pot atau wadah tanam, medium tanam, bibit tanaman anggur, tempat rambatan, dan fasilitas penunjang berkebun. a) Wadah tanam Wadah (tempat) tanam yang umum digunakan aalah pot atau drum bekas. Pot memiliki banyak bentuk antara lain berbentuk bulat atau persegi panjang.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Bahan pembuatan pot juga bermacam-macam, misalnya semen, plastik, tanah liat atau keramik. Wadah (tempat) tanam yang akan digunakan harus dipilih yang mempunyai kedalaman minimum 75 cm, diameternya 60 cm dan dibagian dasar wadah tanam memiliki lubang drainase (Alex, 2010). b) Media tanam 1) Media tanam yang umum digunakan adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang yang masak (jadi) dengan perbandingan 1 : 1 : 2. Tata cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau drum adalah sebagai berikut: 2) Masukkan pecahan bata merah atau genting menutup lubang didasar pot atau drum hingga mencapai seperempat bagian wadah tanam. 3) Isikan medium tanam sampai cukup penuh atau sekitar 5 cm dibawah tepi (permukaan) mulut pot atau drum. 4) Sebarkan pupuk NPK sebanyak 10 g dan Furadan 3G lebih kurang 5 g ke dalam pot atau drum, kemudian campurkan merata dengan medium tanam. 5) Siram medium tanam dalam pot atau drum dengan air bersih hingga basah (lembab) 6) Simpan pot atau drum yang telah diisi medium tanam ditempat yang teduh (Alex, 2010). c) Bibit tanaman anggur Bibit dapat disiapkan dengan cara membeli dari penangkar bibit atau membuat sendiri. Bibit anggur yang baik berasal dari varietas unggul,

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 tumbuhnya sehat dan normal, serta minimal mempunyai dua helai daun dewasa (Muktiani, 2011) d) Tempat rambatan Tempat rambatan dapat dibuat dari bahan kayu, bambu, atau besi.Ukuran dan bentuk tempat rambatan harus diserasikan dengan ukuran tanaman anggur, misalnya berbentuk tangga, huruf T atau huruf H (Muktiani, 2011). e) Fasilitas penunjang Fasilitas penunjang untuk berkebun anggur dalam pot atau drum Antara lain skop, gunting pangkas, gembor, semprotan kecil, pupuk, pestisida dan lainlain (Rukmana, 1999). 2. Penanaman Waktu tanam bibit anggur dalam pot atau drum dapat dilakukan setiap saat, asal ketersediaan air untuk pengairan (penyiraman) memadai.Mula-mula medium tanam dalam polybag disiram sampai basah, kemudian bibit bersama akar dan medium tanamnya dikeluarkan dari polybag untuk segera ditanam ditengah-tengah pot atau drum. Bersamaan dengan itu, tempat rambatan ditancapkan dalam pot atau drum. Seusai tanam, medium tanam segera disiram dengan air bersih hingga cukup basah. Pot atau drum yang sudah ditanami bibit tanaman anggur disimpan dulu selama 15-30 hari ditempat yang teduh hingga tanaman muda bertunas dan berakar cukup kuat (Santoso, 2010).

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 3. Pemeliharaan Tanaman a) Penempatan pot atau drum Pot atau drum berisi tanaman anggur ditempatkan pada lokasi terbuka yang mendapat sinar matahari penuh. Disamping itu, lokasi penempatan pot harus dekat dengan sumber air dan serasi dengan lingkungan sekitarnya. b) Penyiraman dan pemupukan Pada fase awal pertumbuhan, tanaman anggur membutuhkan air dalam jumlah yang memadai. Pengairan (penyiraman) dilakukan secara kontinu 2 kali sehari. Setelah tanaman berumur lebih dari 2 bulan, frekuensi penyiraman dikurangi, yaitu dua hari sekali. Sepuluh hari setelah tanam, pohon anggur dipupuk dengan Urea sebanyak 10 g/pot. Pemupukan diulang selang 10 hari sekali dengan takaran yang sama sampai tanaman berumur 3 bulan. Tanaman anggur yang berumur lebih dari 3 bulan sampai 6 bulan, dipupuk urea sebanyak 15 g/pot dengan selang 15 hari sekali. Pertumbuhan anggur yang kurang subur dapat diberi pupuk daun (Santoso, 2010). c) Pemangkasan dan pembentukkan pohon Tanaman anggur yang umurnya 6 bulan sudah saatnya dilakukan pemangkasan dan pembentukkan pohon. Tujuan pemangkasan dan pembentukkan pohon adalah memperoleh bentuk dasar (frame) pohon yang kokoh dan bagus, serta bertunas seimbang dalam jumlah banyak.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Tata cara pemangkasan dan pembentukkan pohon adalah sebagai berikut: 1) Pangkas (potong) ujung tanaman pada ketinggian 50 cm dari permukaan tanah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru yang disebut cabang primer 2) Pangkas kembali ujung cabang primer, disisakan sepanjang 1 meter untuk menumbuhkan tunas-tunas baru yang disebut cabang sekunder 3) Pangkas (potong) ujung cabang sekunder, disisakan sepanjang 1 meter untuk menumbuhkan cabang-cabang tersier. Dari cabang tersier inilah akan muncul bunga atau buah. Hal yang penting diperhatikan dalam pemangkasan adalah keadaan tanaman harus sehat.Tanda-tanda tanaman anggur yang layak dipangkas adalah bila cabangnya dipotong meneteskan air dan kulit cabangnya berwarna kecokelat-cokelatan (Rukmana, 1999). d) Perambatan cabang Bersamaan dengan pemangkasan dan pembentukkan pohon, tunas-tunas baru atau cabang yang ada dirambatkan pada tempat rambatan sambil ditarik atau diatur agar jarak antar cabang seimbang. Tiap ujung cabang sebaiknya diikat dengan tali rafia atau plastik agar cabang yang satu tidak mudah bertumpuk dengan cabang yang lainnya (Rukmana, 1999).

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 D. Media Tanam 1. Fungsi Tanah Sebagai Media Tumbuh Tanah sebagai media tumbuh yang ideal secara material tersusun oleh 4 komponen, yaitu bahan padatan yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik, air tanah dan udara tanah. Berdasarkan volumenya, maka tanah secara rerata terdiri-dari : (1) 50 % padatan, berupa 45% bahan mineral (bahan hasil pelapukan batuan induk, termasuk mineral prmer, mineral sekunder dan bahan amorf) dan 5 % bahan organik (flora dan fauna tanah, perakaran tabaman serta hasil dekomposisi/penguraian sisa vegetasi atau hewan hasil kegiatan mikroorganisme) dan (2) 50% ruang pori berisi 20% - 30% air dan 20% - 30% udara (Sutanto,2005). Masing-masing komponen memiliki peran dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuhm sehingga variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap fungsi tanah sebagi media tumbuh. Fungsi masing-masing komponen tanah yaitu : a) Udara tanah berfungsi sebagai gudang dan sumber gas seperti O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran untuk melaksanakan respirasi, CO2 bagi mikroba fotosintetik dan N2 bagi mikrobia pengikat N. b) Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tanaman dan biota tanah, sebagian besar penyerapan hara seperti N, K, dan Ca oleh tanaman dimediasi oleh air melalui mekanisme aliran massa air, baik ke permukaan akar maupun transportasi ke daun.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 c) Bahan organik dan mineral tanah terutama berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara bagi tanaman dan biota tanah. Bahan organik melalui bentuk partikel-partikelnya merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air tetapi juga sebagai ruang untuk akar berpenetrasi, makin sedikit ruang pori akan makin tidak berkembang sistem perakaran tanaman. Sedangkan bahan organik merupakan sumber energi, karbon dan hara bagi biota heterotrofik (pengguna senyawa organik) sehingga keberadaan BOT (bahan organik tanah) akan sangat menentukan populasi dan aktivitsnya dalam membebaskan hara-hara tersedia yang dikandung oleh BOT tersebut (Sutanto, 2005). 2. Tanah Aluvial Tanah yang terdapat di Desa Paingan adalah tanah aluvial.Tanah aluvial berasal dari endapan baru, berlapis-lapis (bukan hasil perkembangan tanah), bahan organik yang terdapat di dalamnya jumlahnya berubah-ubah dan tidak teratur dengan kedalamannya.Tanah aluvial selalu diperbaharui, maka tanah ini dianggap masih muda karena tanah ini terbentuk akibat banjir di musim penghujan, maka sifat bahan-bahannya juga tergantung pada kekuatan banjir dan asal serta macam bahan yang diangkut, sehingga secara morfologis terlihat berlapis-lapis. Sifat tanah aluvial dipengaruhi langsung oleh sumber bahan asalnya, sehingga kesuburannya ditentukan oleh bahan asalnya. Kebanyakan tanah aluvial sepanjang aliran besar, merupakan campuran material yang banyak mengandung unsur-unsur hara tersedia bagi tanaman, sehingga dianggap sebagai tanah yang

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 subur. Secara pedogenensis, tanah aluvial kurang dipengaruhi oleh iklim dan vegetasi, tetapi yang paling nampak pengaruhnya pada cirri dan sifat tanahnya adalah bahan induk topografi sebagai akibat waktu terbentuknya tanah yang masih muda (Rosmarkam, 2011). 3. Tanal Latosol Tanah latosol adalah jenis tanah yang mudah berkembang dengan pelapukan lanjut dan bahkan sebagian mengalami erosi dan longsor. Latosol merupakan tanah yang dominan terdapat di bentang lahan struktural. Formasi batuan tersebut dapat dijumpai di Nglanggeran, Semilir, Kebobutak, Patuk, dan Nanggulan (Suratman, 2007). Latosol adalah tanah yang mengalami pelapukan intensif dan perkembangan tanah lanjut, sehinggga terjadi pencucian unsur basa, bahan organik dan silika. Ciri morfologi yang umum ialah tekstur lempung sampai geluh, struktur remah sampai gempal lemah konsistensi gembur. Tanah latosol mempunyai distribusi kadar lempung tinggi (lebih atau sama dengan 60%), remah sampai gumpal, gembur dan warna secara homogen, kejenuhan basa (NH4O) kurang dari 50%. Di Indonesia, tanah latosol umumnya berasal dari batuan induk vulkanik, terdapat mulai dari tepi pantai sampai setinggi 900 m di atas permukaan laut dengan topografi miring (Rosmarkam, 2011).

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 4. Tanah Regosol Bukit Pasir Lahan pantai Daerah Istimewa Yogyakarta yang membentang dari wilayah Bantul sampai Kulon Progo dengan lebar 1-1,5 km dan sepanjang 60 km berupa gumuk pasir yang terbentuk dari pasir pantai yang berasal dari erosi (debu vulkanik) dan terbawa oleh sungai, kemudian terbawa oleh kekuatan angin laut yang bersifat deflasi dan akumulasi. Pasir yang ringan terbawa oleh gaya ombak laut dan terlempar lebih jauh dari bibir pantai, sedangkan yang berat (pertikel lebih besar) biasanya lebih hitam (berat jenis lebih tinggi) teronggok dekat bibir pantai yang landai. Pasir yang kering dan ringan tertiup angin ke arah daratan dan diendapkan di daerah yang ada vegetasi sebagai penumpu sehingga terbentuk daerah bukit pasir. Jika daratan pantai meluas, bukit pasir yang semula dipengaruhi angin laut menajdi tidak dipengaruhi dan menjadi tidak asin (Supriyo ,2009). Sifat gumuk pasir adalah topografi bergelombang bertekstur pasir yang miskin unsur hara dan bahan organik, kemampuan menyerap dan menahan air rendah, cepat meloloskan air. Kendala jika gumuk pasir akan ditanami adalah: a) Kemampuan menyimpan air sangat rendah (very low water holding capacity) b) Unsur hara yang tersedia sangat rendah c) Kandungan garam sangat tinggi d) Kecepatan angin sangat kuat dan suhu tinggi, maka evapo-transpirasi sangat besar sehingga mempercepat kekeringan.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut antara lain dapat dilakukan dengan cara pemupukan dengan bahan organik (pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hijau), karena pupuk yang berasal dari bahan organik mampu menyimpan air dalam jumlah yang banyak (Rosmarkam, 2011) E. Pupuk Pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia, atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. Dalam pengertian khusus, pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih hara tanaman. Berbicara tentang tanaman tidak akan lepas dari masalah pupuk. Dalam pertanian modern, penggunaan materi yang berupa pupuk adalah mutlak untuk memacu tingkat produksi tanaman yang diharapkan (Adriani, 2011). Untuk itu dalam penelitian ini menggunakan beberapa jenis pupuk, yaitu: 1. Pupuk Kompos Kompos adalah pupuk yang dibuat dari hasil penguraian aneka bahan sampah organik. Proses terbentuknya kompos dari bahan-bahan organik dapat dipercepat secara artificial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik. Kompos yang memenuhi syarat C/N rasio < 20, kadar air dan nutrisi tertentu, dikategorikan ke dalam pupuk organik karena terbuat dari bahan alami yakni berasal dari bahan makhluk hidup (Suwahyono, 2011). Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Kompos secara alami terbentuk dari sampah organik yang terurai oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses terurai ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara, dan kelembaban. Waktu pembentukan kompos rata-rata dalam 4-6 minggu. Suhu optimal untuk pengomposan dan harus dipertahankan adalah 45-65oC. Bahan baku pengomposan adalah semua material organic yang mengandung karbon dan nitrogen, seperti kotoran hewan, sampah hijau, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri pertanian (Alex, 2010). Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Selain itu, aktivitas mikroba tanah juga dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit serta tanaman memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan tanaman yang dipupuk dengan bahan kimia. Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek : a) Aspek Ekonomi - Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbun limbah - Mengurangi volume / ukuran limbah - Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 b) Aspek Lingkungan - Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah. - Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan c) Aspek bagi tanah/lingkungan - Meningkatkan kesuburan tanah - Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah - Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah - Meningkatkan aktivitas mikroba tanah - Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen) - Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman - Menekan pertumbuhan atau serangan penyakit - Meningkatkan retensi atau ketersediaan hara dalam tanah. Manfaat dari bahan organik terhadap sifat fisik tanah di antaranya adalah merangsang granulasi, memperbaiki aerasi tanah, dan meningkatkan kemampuan menahan air. Peran bahan organik terhadap sifat biologis tanah adalah meningkatkan aktifitas mikroorganisme yang berperan dalam fiksasi nitrogen dan transfer hara seperti S, P, dan N (Alex, 2010). Kompos yang baik dan memiliki mutu serta nilai jual tinggi memiliki beberapa kriteria, diantaranya adalah:

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 a) Kompos yang bermutu adalah kompos yang telah terdekomposisi dengan sempurna serta menimbulkan efek-efek merugikan bagi pertumbuhan tanaman. b) Penggunaan kompos yang belum matang akan menyebabkan terjadinya persaingan bahan nutrient antara tanaman dengan mikoorganisme tanah yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman c) Kompos yang baik memiliki beberapa cirri sebagai berikut: - Berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah - Tidak larut dalam air, meski sebagian kompos dapat membentuk suspense - Berefek baik jika diaplikasikan dengan tanah - Suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan - Tidak berbau (Alex, 2010) 2. Pupuk Kompos Cacing Teknologi pengomposan sampah sangat beragam, baik secara aerobik maupun non aerobik, dengan atau tanpa aktivator pengomposan. Jenis bahan pembuat kompos pun juga beragam, diantaranya adalah kompos cacing (vermikompos). Kompos cacing (vermikompos) adalah kompos yang terbuat dari bahan organik yang di cerna oleh cacing, yang menjadi pupuk adalah kotoran cacing tersebut. Jadi vermikompos merupakan campuran kotoran cacing tanah (cascing) dengan sisa media atau pakan dalam budidaya cacing tanah. Pembentukan pupuk ini dengan memeihara cacing dalam tumpukan sampah organik hingga cacing

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 tersebut berkembangbiak di dalamnya dan menguraikan sampah organic dan menghasilkan kotoran (Alex, 2010). Dalam proses pembuatannya. Kompos cacing tidak berbeda dengan pembuatan kompos lainnya, hanya saja starter dalam pembuatan kompos cacing ini adalah cacing. Jenis cacing yang umumnya digunakan adalah Eisenia foetida, Eisenia hortensis, Perionyx excavates dan Lumbricus terestris. Kompos cacing dapat menyuburkan tanaman karena kotoran cacing memiliki bentuk dan struktur yang mirip dengan tanah namun ukuran partikel-partikelnya lebih kecil dan lebih kaya akan bahan organik sehingga memiliki tingkat aerasi yang tinggi dan cocok untuk dijadikan media tanam. Kompos cacing memiliki kandungan yang hampir sama dengan bahan organic yang diurainya (Suwahyono, 2011). Kompos cacing mengandung humus, hormon pertumbuhan tanaman, serta mikroba tanah. Kualitas kompos cacing tergantung pada jenis bahan media atau pakan yang digunakan, jenis cacing tanah serta umur vermikompos. Vermikompos yang berkualitas baik ditandai dengan warna hitam kecoklaatan hingga hitam, tidak berbau, bertekstur remah dan matang. Sama seperti pupuk organik lainnya, kompos cacing juga memiliki keunggulan diantaranya adalah (Alex, 2010): - Mempunyai kemampuan menahan air sebesar 40 – 60% sehingga mampu mempertahankan kelembapan. - Memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH tanah - Mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Al, Na, Cu, Zn, dan Mo tergantung pada bahan yang digunakan.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 - Membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman - Meningkatkan kesuburan tanah - Membantu proses penghancuran limbah organik 3. Pupuk Cair Pupuk cair organik adalah larutan hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari 1 unsur. Kelebihan dari pupuk cair organik adalah dapat secara cepat mengatasi defisiensi hara. Pupuk cair organik umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin (Alex, 2010). Pupuk cair merupakan zat penyubur tanaman yang berasal dari bahanbahan organik dan berwujud cair selain berfungsi sebagai pupuk, pupuk cair juga dapat dimanfaatkan sebagai activator untuk membuat kompos. Kompos cair sendiri memiliki manfaat, yaitu (Alex, 2010): - Untuk menyuburkan tanah - Untuk menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah - Untuk mengurangi dampak sampah organik di lingkungan Bahan baku pupuk cair yang sangat bagus yaitu bahan organik yang mempunyai kandungan air tinggi seperti sisa buah-buah dan sisa sayuran. Semakin besar kandungan selulosa dari bahan organik maka proses penguraian oleh bakteri akan semakin lama. Selain mudah terdekomposisi, bahan ini kaya nutrisi yang dibutuhkan tanaman (Alex, 2010).

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pupuk cair Lypothryl A. berikut akan dijelaskan mengenai pupuk cair Lypotril, yaitu: Lypotril atau pupuk mikro sistemik daun merupakan campuran berbagai unsur bahan pupuk anorganik dengan bahan organik yang digunakan lewat system penyerapan permukaan stomata atau seluruh bagian daun, batang dan buah.Lypotril mengandung 17,40% unsur nitrogen, 24,85% unsur P, 18,25% unsur K, 1,78% Mg) dan CaO, serta 3, 68% vitamin (E, caaroten) dan mineral (Boron, Cu, Zn, Cr, Mn, I) (Murwono, 2012). Dilihat dari kandungan yang terdapat pada Lypotril, Lypotril memiliki beberapa fungsi bagi tanaman, yaitu: 1) Percepatan pertumbuhan pucuk daun dan penguatan ketahanan daun, berhadapan dengan tingginya paparan sinar UV Matahari 2) Mempercepat proses pertumbuhan bunga, dan ketahanan bunga sampai terjadinya proses pembuahannya, serta ketahanan bakal buah pada kondisi klimat ekstrem 3) Memperbesar kemungkinan keberhasilan budidaya, dengan pencegahan terjadinya kerontoakan bunga, buah dan daunnya, serta percepatan pertumbuhan dan perkembangannya 4) Dapat berfungsi pada berbagai jenis tanaman, dan akan meningkatkan produktifitasnya, akan berfungsi sebagai faktor pengatur pengatur tumbuh bagi tanaman, proses aklimatisasinya 5) Pemupukan akan langsung diserap oleh pori permukaan daun (stomata), batang dan buahnya, dan langsung diproses dalam metabolisme asimilasi,

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 sehingga dapat mengurangi derajad kehilangan mikrohara, maka proses sarapan pada daun, batang, dan buah, akan sangat efisien. Penekanan karena kehilangan, dapat dihindari sekecil mungkin. 6) Menaikkan kualitas dan kauntitas panen 7) Tidak membunuh mikroorganisme tanah, yang akaan menciptakan keseimbangan ekosistem kawasan yang baru, sehingga memudahkan tumbuhnya keanekaragaman hayati dan rehabilitasi predator alami 8) Meningkatkan kuallitas rasa, warna daun, bunga, dan buahnya, serta meningkatkan unsur gizi akibat tingginya kandungan biomineral 9) Dapat digunakan untuk mencegah timbulnya kriting daun 10) Produk pertanian yang dihasilkan akan sangat ramah lingkungan, dan tidak meninggalkan residu pestisida siklis pada hasil pangannya (Murwono, 2012) 4. NOPKOR NOPKOR adalah kultur campuran mikroba fiksasi nitrogen, pelarut phospat dan kalium yang mengandung mikroba N-P-K, yang fungsi utamanya adalah sebagai penggembur dan penyubur tanah. Dengan pemakaian NOPKOR, tanah menjadi kaya akan unsur hara mikro dan makro yang bermanfaat bagi tanaman dan dapat bermanfaat bagi tanaman dan dapat berfungsi sebagai pupuk dasar (Murwono,2013). Berikut adalah jenis mikroba jenis Aceto mycetes yang digunakan dalam proses pembuatan NOPKOR (Murwono, 2012):

(60) 40 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pemberian NOPKOR harus berhati-hati, tidak boleh sampai mengenai bagian tubuh tumbuhan, karena jika terdapat bagian tumbuhan yang luka akan menyebabkan pembusukan pada bagian tumbuhan tersebut. Alasan dan manfaat pemberian pupuk NOPKOR bagi tanaman adalah 1) Dapat menstabilkan pH pupuk dan tanaman 2) Meningkatkan aktivitas akar untuk berkembang dan mudah menyerap unsur hara 3) Mencegah terjadinya busuk akar 4) Mempercepat tumbuhnya tunas 5) Dapat digunakan untuk membuat kompos 6) Mikroorganisme yang terkandung dalam NOPKOR dapat mendekomposisikan residu tanah 7) Mampu mencengkram laju pertumbuhan mikroba (bakteri patogen) 8) Penggunaan yang berlebihan tidak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman, melainkan dapat menjadi cadangan makanan bagi tanaman tersebut 9) Dapat membantu memulihkan generasi yang hampir punah, atau membantu memulihkan sifat baik dari induk tanaman (Murwono, 2012). F. Hasil Penelitian yang Relevan Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini yaitu: 1. Penelitian yang dilakukan oleh Wardhani, Toto Suharjanto dan Ruly Budi Heriyanto (2006) dengan judul Kajian Pengaruh Media Tanam

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Awal Kamboja Jepang (Adenium abesum) Varietas White Pink Silk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, jumlah daun dan diameter batang kamboja Jepang. Uji lanjut dengan BNT 5 % menunjukkan bahwa tinggi tanaman pada perlakuan D (kompos kulit kopi dan pasir) lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Uji BNT 5 % memperlihatkan bahwa perlakuan media kompos kulit kopi (D) menyebabkan jumlah daun bibit kamboja Jepang lebih banyak dibanding perlakuan media tanam coco peat (A) dan arang sekam (B), tetapi jumlah daun pada perlakuan kompos kulit kopi sama banyaknya dengan jumlah daun pada perlakuan kompos sampah kota (C). Hasil uji BNT 5 % memperlihatkan bahwa perlakuan media tanam mengakibatkan perbedaan yang nyata pada diameter batang. Diameter batang pada perlakuan kompos kulit kopi lebih besar dibanding perlakuan media tanam coco peat dan arang sekam. Sementara diameter batang pada perlakuan media tanam coco peat adalah yang paling kecil dibanding perlakuan lainnya 2. Penelitian yang dilakukan oleh Andi Karya Catur Sukarwanto (2012) dengan judul Kajian Keanekaragaman Media Tanam dan Zat Perangsang Tumbuh Auksin terhadap Pertumbuhan Stek Anggur (Vitis Vinifera L.). hasil penelitian menunjukan pengaruh zat perangsang tumbuh auksin terhadap pertumbuhan stek anggur berpengaruh pada parameter jumlah ruas (batang) dan jumlah daun (helai) dengan konsentrasi 40 mg

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 auksin/stek sebagai perlakuan terbaik. Keanekaragaman media tanam pada stek anggur berbeda nyata pada parameter jumlah tunas (helai) dengan media pasir : tanah : guano (1:1:1) sebagai perlakuan terbaik dengan rerata 10,33 helai dan jumlah ruas (batang) dengan media tanam pasir : tanah : pupuk kandang (1:1:1) sebagai perlakuan terbaik dengan rerata 4,33 buah. Interaksi zat perangsang tumbuh auksin dengan media tanam yang berbeda sangat nyata pada parameter panjang akar, pada perlakuan A2M2 Konsentrasi 40 mg auksin/stek dengan media pasir : tanah : bokashi (1:1:1) sebagai perlakuan terbaik dengan nilai 18,00 cm, dan jumlah akar yang berbeda sangat nyata pada perlakuan A3M2 (Konsentrasi 60 mg auksin/stek dengan media tanam pasir : tanah : bokashi (1:1:1) sebagai perlakuan terbaik dengan nilai rerata sebesar 18,67 buah. Media tanam guano menjadi media tanam yang terbaik dalam pertumbuhan stek anggur secara umum. G. Hipotesis 1. Ada pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru 2. Jenis tanah yang paling cocok untuk pertumbuhan tanaman anggur adalah tanah aluvial dengan penambahan pupuk NOPKOR

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimental. Penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai penelitian dimana ada perlakuan (treatment) terhadap variabel perlakuan. Perlakuan eksperimen dapat memberikan penjelasan tentang hubungan sebab akibat yang bisa diketahui oleh peneliti yang dimungkinkan untuk melakukan tratment terhadap obyek penelitian (Kountur, 2003). B. Desain Penelitian Penelitian ini mempergunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam penelitian ini terdapat 3 perlakuan yaitu penggunaan tanah latosol (Gunung Kidul), tanah Aluvial (Paingan) dan tanah Regosol Bukit Pasir (Pantai Samas, Bantul) dan Kontrol (tanah pasir). Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Pot disusun dan diberi nomor seperti tabel berikut: No Urut Petak Tabel 1. Denah Penelitian A A A (3) (2) (1) B B B (6) (5) (4) C C C (9) (8) (7) D D D (12) (11) (10) 43 Tanah Regosol Bukit Pasir Tanah Latosol Tanah Aluvial Kontrol

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Keterangan : A (1) = Jenis tanah regosol pengulangan satu A (2) = Jenis tanah regosol pengulangan dua A (3) = Jenis tanah regosol pengulangan tiga B (1) = Jenis tanah aluvial pengulangan satu B (2) = Jenis tanah aluvial pengulangan dua B (3) = Jenis tanah aluvial pengulangan tiga C (1) = Jenis tanah latosol pengulangan satu C (2) = Jenis tanah latosol pengulangan dua C (3) = Jenis tanah latosol pengulangan tiga D (1) = Jenis tanah kontrol pengulangan satu D (2) = jenis tanah kontrol pengulangan dua D (3) = Jenis tanah kontrol pengulangan tiga Penentuan acak dilakukan pada saat pemilihan tanaman yang akan ditanam, tanaman diambil secara acak untuk masing-masing tanah. Sehingga, tidak ada tanaman khusus untuk tiap-tiap jeniss tanah. C. Variabel Penelitian Variabel atau faktor penelitian memiliki peranan sangat penting dalam suatu penelitian. Variable adalah segala sesuatu yang yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Variabel sendiri berasal dari kata vary (berarti: berbeda) dan able (berarti : dapat). Secara harafiah variabel dapat diartikan sesuatu yang hasilnya dapat berbeda-beda. Dalam penelitian ini menggunakan 3 jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. 1. Variabel bebas Variabel bebas adalah jenis tanah 2. Variabel terikat meliputi tinggi batang, jumlah daun, dan diameter batang. Pengukuran variabel terikat ini dilakukan setiap 1 minggu sekali, pengukuran

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 dilakukan dengan menggunakan meteran untuk tinggi tanaman, jangka sorong untuk diameter batang serta penghitungan untuk jumlah daun. 3. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah faktor lingkungan (air, cahaya, dan kelembaban udara) pupuk kandang, umur bibit, pemeliharaan, NOPKOR dan penyiraman. D. Tempat dan Waktu Penelitian Kebun Percobaan Biologi Universitas Sanata Dharma di Desa Paingan Maguwoharjo Yogyakarta. Dilakukan selama 5 bulan yaitu bulan Oktober 2013Februari 2014. E. Alat dan Bahan 1. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu karung, cangkul, sekop, gembor, ember, selang, kran, gunting pemangkas, pot, pH meter, para-para, buku untuk mencatat hasil pengukuran, semprotan pestisida, meteran, mistar, sendok semen, topi/caping, sarung tangan, tali raffia, ember, takaran air, parang/arit, gayung, label, kawat, timbangan , penampung air, sapu lidi, jangka sorong. 2. Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bibit anggur, pupuk kascing, pupuk kompos, tanah Regosol, tanah Aluvial, tanah Latosol, air, pestisida merek lannete, pupuk sistemik daun ‘lypotril’ dan NOPKOR

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 F. Prosedur Kerja 1. Penyiapan Lahan Pada penelitian ini, tanaman anggur di tanam di pot yang diletakkan di lahan percobaan Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma. Lahan dipersiapkan di daerah Paingan, Depok Sleman Yogyakarta. Lahan yang digunakan untuk kebun anggur dibersihkan dari tanaman lain yang tidak berguna yang akan menghambat pertumbuhan anggur. 2. Penyiapan Sarana Tanam a) Persiapan Pot Pot yang digunakan untuk tabulampot anggur bisa terbuat dari berbagai macam bahan. Namun dalam penelitian ini menggunakan pot yang berasal dari tanah. Dari berbagai macam bahan pot yang lebih baik untuk tanaman anggur adalah pot yang berbahan dasar tanah, hal ini cukup baik pengaruhnya bagi tanaman, karena pot dari bahan dasar tanah memiliki pori-pori pada bagian dasarnya yang dapat menyerap air sehingga akar tanaman tidak mudah kekeringan apabila terlambat menyiram dan tidak akan lembab apabila terlalu banyak air penyiraman, maka oleh karena itu digunakan pot yang terbuat dari tanah (Muktiani, 2011). Dalam penelitian ini menggunakan 12 pot dengan ukuran yang sama yaitu dengan diameter 40 cm dan tinggi 35 cm. b) Penyiapan Media Tanam Media tanam yang digunakan terdiri dari campuran tanah, pasir dan pupuk. Pupuk terdiri dari campuran pupuk kandang dan pupuk kascing.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Ada tiga jenis tanah yang digunakan yaitu tanah paingan yang merupakan tanah lempung berpasir (Aluvial), dari daerah pantai samas (Bantul) yang merupakan tanah pasir (Regosol Bukit Pasir), serta yang diambil dari Gunung Kidul yang merupakan tanah lempung (Latosol). 1) Persiapan pupuk - Menyiapkan pupuk kompos dan pupuk kascing dengan perbandingan 1:1 - Campur dengan menggunakan sekop - Pupuk campuran siap digunakan 2) Tanah Regosol Bukit Pasir - Menyiapkan tanah regosol, pasir dan pupuk campuran dengan perbandingan 2:1:1 - Campur tanah dan pupuk dengan menggunakan sekop - Setelah dicampurkan media dimasukkan ke dalam pot. 3) Tanah Aluvial - Menyiapkan tanah Aluvial, pasir dan pupuk campuran dengan perbandingan 2:1:1 - Campur tanah dan pupuk dengan menggunakan sekop. - Setelah dicampurkan media dimasukkan ke dalam pot. 4) Tanah Latosol - Menyiapkan Latosol, pasir dan pupuk campuran perbandingan 2:1:1 - Campur tanah dan pupuk dengan menggunakan sekop. dengan

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 48 Setelah dicampurkan media dimasukkan ke dalam pot. 5) Kontrol - Menyiapkan pasir dan pupuk dengan perbandingan 1:1 - Campur pasir dan pupuk dengan menggunakan sekop. - Setelah dicampurkan media dimasukkan ke dalam pot Pengisian media tanam dalam pot tidak sampai penuh, agar komposisi media tanam pada setiap pot sama jumlahnya sehingga tidak mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman. c) Penyiapan Bibit Anggur Bibit anggur yang digunakan dibeli dari penangkar benih di Probolinggo yang berupa stek di polibag. Bibit berumur 56 hari dan sudah memiliki minimal dua helai daun. d) Penyiapan Tempat Rambatan Tempat rambatan yang digunakan adalah model pagar. Tempat perambatan tanaman anggur dibuat berbentuk pagar. Tiang pagar yang digunakan terbuat dari kayu. Jarak antar tiang adalah 2 m dan ketinggian 2,3 meter. Kemudian dihubungkan dengan kawat mendatar sebanyak 4 jajar. Kawat pertama di bagian bawah letaknya 90 cm dari permukaan tanah, kawat kedua berjarak 130 cm,kawat ketiga memiliki jarak 170 cm dan kawat keempat memiliki jarak 210 cm dari permukaan tanah.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 3. Penanaman Tanaman Anggur Setelah medium tanam anggur sudah siap, penanaman bibit tanaman anggur dilakukan dengan memperhatikan pengairan (penyiraman). Berikut adalah langkah-langkah penanaman bibit anggur: a) Media tanam dalam polibag disiram sampai basah b) Bibit bersama akar dan medium tanamannya dikeluarkan dari polybag untuk segera ditanam di tengah-tangah pot . c) Bersamaan dengan itu ajir (tempat rambatan) ditancapkan dalam pot. Ajir yang digunakan berupa bambu dengan panjang 1 meter dan berfungsi sebagai penyangga tanaman. d) Medium tanam dalam pot segera disiram dengan air bersih hingga cukup basah. e) Tanaman anggur bisa diletakkan di tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup. 4. Pemeliharaan Tanaman Anggur a) Penyiraman dan Pemupukan Penyiraman tanaman anggur dalam pot menjadi sangat penting karena pada awal pertumbuhan tanaman anggur membutuhkan air dalam jumlah yang cukup. Pada fase awal pertumbuhan, penyiraman tanaman anggur dilakukan sebanyak 2 kali sehari, jika tidak turun hujan. Setelah tanaman anggur berumur lebih dari 2 bulan, penyiraman dilakukan sebanyak sekali dalam dua hari jika tidak turun hujan. Media tanam dalam pot harus tetap dijaga agar tidak mengalami kekurangan ataupun kelebihan

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 air. Penyiraman dilakukan menyesuaikan kondisi kelembaban media tanam didalam pot. Apabila kondisi kelembaban media tanam kurang dari 40% untuk jenis media tanah Latosol dan tanah Aluvial sedangkan 20% untuk jenis media tanah Regosol (Dewi, 2012). b) Penempatan Pot Pot berisi tanaman anggur ditempatkan pada lokasi terbuka yang mendapat sinar matahari penuh. Di samping itu, lokasi penempatan pot harus dekat sumber air dan serasi dengan lingkungan sekitarnya. c) Pemupukan Pemupukan tanaman anggur dilakukan setelah dua puluh hari penanaman. Pohon anggur yang sudah berumur lebih dari tiga bulan, pemupukkan dilakukan setiap lima belas hari sekali dengan takaran 15 g untuk setiap pot. Dalam penelitian ini pemupukkan menggunakan pupuk kascing. Penelitian ini menggunakan NOPKOR sebagai penggembur dan penyubur tanah dan membantu tanaman menyerap unsur hara dalam tanah. NOPKOR berfungsi untuk mencegah terjadinya busuk akar dan mempercepat tumbuhnya tunas. Sebelum digunakan NOPKOR diencerkan terlebih dahulu dengan menggunakan air, 34 ml NOPKOR dicampurkan dengan menggunakan 1 liter air. Pengaplikasian NOPKOR dilakukan pada hari pertama tanaman dipindahkan dari polybag ke dalam pot sebanyak 200 ml formula NOPKOR. Pada hari ke-7 dan hari ke-14 dilakukan pemupukan kembali dengan 200 ml formula NOPKOR. Selanjutnya, pemupukan

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 formula NOPKOR diulangi setiap 7 hari selama 2 bulan. Setelah bulan ke-2 penyiraman formula NOPKOR setiap 15 hari sekali dengan dosis 250-350 ml per pot. Pengaplikasian NOPKOR dengan cara disiramkan secara merata pada sekitar tanaman (Murwono, 2012). Daun, batang dan buah tanaman anggur dipupuk menggunakan pupuk lipotril secara rutin setelah tanam 5 hari dan diulangi setiap 7 hari selama 2 bulan dan setelah 2 bulan setiap 15 hari sekali. Pemberian pupuk dilakukan dengan menyemprot lipotril pada daun dan batang. Sebelum digunakan lipotril diencerkan terlebih dahulu dengan menggunakan air, setiap 18 ml lipotril dicampurkan dengan 1 liter air (Murwono, 2012). d) Pemangkasan Pemangkasan yang dilakukan yaitu: 1) Sebelum batang primer mencapai pagar (± 50 cm) dilakukan pemangkasan tunas anggur yang tumbuh di ketiak daun dengan menggunakan jari atau pun gunting agar tunas primer tumbuh maksimal. 2) Setelah tinggi anggur 50 cm dilakukan pemotongan ujung batang primer kemudian dipilih 2 tunas yang paling sehat untuk membentuk batang sekunder. Pada masa ini tidak dilakukan lagi pemangkasan tunas diketiak daun agar tanaman anggur dapat memenuhi pagar. 3) Untuk pembentukan batang tersier, setelah batang sekunder mencapai ±20 cm dilakukan pemotongan ujung batang agar batang tersier terbentuk.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 e) Perambatan Cabang Tunas-tunas baru atau cabang yang ada dirambatkan pada tempat rambatan sambil ditarik atau diatur agar jarak antarcabang seimbang. Tiap ujung cabang sebaiknya diikat dengan tali rafia atau plastik agar cabang yang satu tidak mudah bertumpuk dengan cabang yang lainnya. Setelah mencapai 50 cm tanaman dirambatkan pada pagar yang telah disiapkan. f) Penanganan Hama Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman anggur Probolinggo Biru berupa penyemprotan pertisida dengan tujuan pencegahan terhadap hama yang mengganggu tanaman anggur. Pestisida yang digunakan adalah lanete dan abu gosok. Lanette dan abu gosok digunakan untuk mencegah atau membasmi hama seperti rayap dan semut yang menyerang batang serta akar tanaman. G. Pengamatan Pengambilan data dari pertumbuhan tanaman anggur dilakukan seminggu sekali. Data yang diambil setiap minggunya adalah tinggi batang, jumlah daun dan diameter batang tanaman anggur varietas Probilinggo Biru . Data yang diperoleh dituliskan dalam tabel untuk mempermudah analisis. Berikut adalah tabel untuk mencatat data hasil pengamatan: a) Tinggi batang Tinggi batang diukur dengan menggunakan meteran atau mistar. Pengukuran dilakukan setiap satu minggu sekali. Pengukuran dilakukan

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 dari pangkal batang primer hingga pucuk. Jika sudah tumbuh cabang, pengukuran cabang dan batang primer dijumlahkan. No. Hari/ Tanggal Tabel 2. Hasil Pengukuran Tinggi Batang Tanah Regosol Tanah Aluvial Tanah Latosol P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 Kontrol P2 P3 b) Jumlah daun Jumlah daun diukur dengan menghitung jumlah daun yang tumbuh pada tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru. Pengukuran dilakukan setiap satu minggu sekali. No. Hari/ Tanggal Tabel 3. Hasil Pengamatan Jumlah Daun Tanah Regosol Tanah Aluvial Tanah Latosol P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 Kontrol P1 P2 P3 c) Diameter batang Diameter Batang diukur dengan menggunakan jangka sorong. Pengukuran dilakukan setiap satu minggu sekali. Pengukuran dilakukan pada bagian batang yang paling besar dengan menggunakan jangka sorong.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No. Hari/ Tanggal 54 Tabel 4. Hasil Pengamatan Diameter Batang Tanah Regosol Tanah Aluvial Tanah Latosol Kontrol P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 P1 P2 P3 Selain melakukan pengukuran parameter, juga dilakukan pengukuran persentase daun sehat untuk mengetahui ketahanan tanaman terhadap hama penyakit serta pengukuran pH dan kelembaban media tanam H. Analisa data Data yang telah diperoleh merupakan data mentah hasil pengamatan yang terdiri dari tinggi batang, jumlah daun dan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Analisa data menggunakan uji f anova satu arah. Menurut Triton (2005), langkah langkah untuk melakukan uji hipotesis dengan anova adalah sebagai berikut: a) Data sampel dikumpulkan dan dikelompokkan menurut perlakuan, kemudian hitung total perlakuan, rerata perlakuan, seperti tabel berikut:

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Tabel 5. Pengelompokan data berdasarkan perlakuan Tinggi tanaman Perlakuan P1 P2 P3 X (Total perlakuan) X2 (Total perlakuan) 2 Rerata perlakuan Tanah Regosol Tanah Aluvial Tanah Latosol Kontrol Jumlah total b) Menentukan Ho dan Ha - Ho; µ 1= µ 2= µ 3, menyatakan tidak terdapat perbedaan antara rata-rata beberapa populasi. - Ha; µ 1≠ µ 2≠ µ 3menyatakan satu atau lebih rata-rata populasi (µ)terdapat perbedaan dengan rata-rata populasi lainnya. c) Sebelum melakukan perhitungan ANOVA, dilakukan pengujian pendahuluan sebagai prasyarat analisis. Persyaratan distribusi data yang digunakan adalah Uji Normalitas dan Uji Homogenitas. Kemudian setelah prasyarat distribusi data terpenuhi barulah melakukan perhitungan ANOVA

(76) 56 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d) Membuat tabel analisis ragam model CRD (RAL) Tabel 6. Analisis ragam model CRD (RAL) Sumber Variansi Perlakuan (antar kelompok) Galat Percobaan (dalam kelompok) Total Df SS MS Fhitung Ftabel 5% e) Menghitung Jumlah kuadrat antar kelompok (SS) 1) Jumlah kuadrat antar kelompok (SSb) dengan rumus: =∑ − Keterangan : SSb = jumlah kuadrat antar kelompok T = Total X masing-masing kelompok G = Total X keseluruhan n = Jumlah sampel masing-masing kelompok N = Jumlah sampel keseluruhan 2) Jumlah kuadrat total (SSt ) dengan rumus: =∑ − Keterangan: SSt = Jumlah kuadrat total 1%

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 3) Jumlah kuadratdalam kelompok (SSw ) SS = − 4) Menghitung variansi (deviasi rata-rata kuadrat) Menghitung variansi dilakukan dengan menggunakan rumus MS = Untuk variansi antar kelompok MS = 5) Untuk variansi dalam kelompok MS = 6) Menghitung nilai distribusi F (Fhitung) berdasarkan perbandingan variance antar kelompok dan variandi falam kelompok. F=

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 7) Melihat Ftabel Untuk mengetahui F tabel diperlukan alpha dan df. df yang dibutuhkan yaitu df SSb dan df SSw. 8) Membandingkan Fhitung dengan Ftabel f) Bila F hitung ≥F tabel pada aras 1% maka perbedaan di antara rerata perlakuan dikatakan sangat signifikan. g) Bila F hitung ≥F tabel pada aras 5% maka perbedaan di antara rerata perlakuan dikatakan signifikan. h) Bila F hitung < F tabel pada aras 5% maka perbedaan di antara rerata perlakuan dikatakan tidak signifikan. 9) Apabila rerata perlakuan signifikan atau sangat signifikan, maka dilakukan uji lanjut One Way ANOVA (Post Hoc Test). Uji lanjut One Way ANOVA. Uji Lanjut One Way berguna untuk mengetahui lebih rinci mengenai pasangan kelompok sampel yang saling berbeda signifikan dan pasangan kelompok sampel yng tidak berbeda. 10) Membuat kesimpulan mengenai jenis tanah mana yang paling cocok untuk pertumbuhan anggur ataukah semua tanah memiliki efek yang sama. Jika hasil tidak signifikan, berarti semua tanah memberikan efek sama. Jika perlakuan menghasilkan efek yang signifikan, setidaknya satu dari jenis tanah lebih cocok terhadap pertumbuhan anggur.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL Hasil pengamatan pada pertumbuhan anggur varietas Probolinggo Biru terdiri dari 3 parameter yang meliputi pertambahan tinggi batang, jumlah daun, serta diameter batang pada tiga jenis media tanam dengan penambahan pupuk NOPKOR dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). 1. Pertumbuhan dan pertambahan tinggi batang Pengamatan pertumbuhan dan pertambahan tinggi batang tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru dilakukan setiap satu minggu sekali sampai tanaman berumur 17 minggu. Berikut adalah rata-rata hasil pengamatan tinggi tanaman pada tiap jenis tanah : Tabel 7. Rata-rata hasil pertambahan tinggi tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru selama 17 minggu (lampiran 4) Pertambahan Tinggi Tanaman (cm) Perlakuan 1 2 3 Rata-Rata Regosol 16,13 10,83 0,55 Aluvial 18,67 5,59 Latosol 14,45 22,05 19,58 18,69 Kontrol 4,63 2,53 9,17 10,46 11,57 9,06 5,40 Pada tabel 7 dapat dilihat rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru pada tiap jenis tanah dengan penambahan NOPKOR. Rata-rata tertinggi terdapat pada tanaman dengan perlakuan media 59

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 tanah latosol yaitu 18,69 cm dengan nilai berturut-turut 14,45; 22,05; 19,58 cm. Diikuti oleh tanah Aluvial dan Regosol dengan nilai berurut-turt 11,57 cm dan 9,17. Sedangkan rata-rata terendah terdapat pada tanaman dengan media tanah kontrol yaitu 5,41 cm dengan nilai berturut-turut 4,63; 2,53; 9,06 cm. Untuk mempermudah mengamati hasil pengamatan pertumbuhan tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo biru dengan penambahan NOPKOR perminggu di buat grafik pada gambar 2: Pola Pertumbuhan Tinggi Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Per-Minggu tinggi Tanaman (cm) 300 250 200 Regosol 150 Aluvial 100 Latosol 50 Kontrol 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Usia Tanaman (minggu) Gambar 2. Grafik pertambahan tinggi tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Probolinggo Biru setiap minggu Gambar 2 menunjukkan pola pertumbuhan tinggi tanaman setiap perlakuan pada tiap minggu (umur pengamatan). Umur tanaman ke 1 sampai ke 4 minggu setelah penanaman, menunjukkan tidak adanya perbedaan pertambahan tinggi tanaman yang mencolok pada masing-masing jenis tanah. Memasuki umur 5 minggu setelah penanaman perbedaan kecepatan pertambahan tinggi tanaman mulai terlihat,tanaman pada tanah latosol

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengalami kecepatan pertambahan tinggi yang lebih 61 pesat dibandingkan dengan tanaman pada jenis tanah lainnya, yaitu 14,36 cm, sedangkan untuk tanaman dengan media tanam tanah Aluvial 12,96 cm, tanah regosol dengan tinggi 11,1 cm. Pada minggu ke 12 setelah penanaman, tanaman yang ditanam pada jenis tanah regosol, aluvial, dan latosol mengalami kenaikan pertambahan tinggi tanaman yang cukup tinggi yaitu mencapai 62,5 cm pada jenis tanah regosol, 80,33 cm pada jenis tanah aluvial dan 118,83 cm pada jenis laosol, namun untuk tanaman yang ditanam pada tanah kontrol tidak mengalami kenaikan. Setelah minggu ke 12 tanaman pada jenis tanah latosol mengalami pertambahan tinggi tanaman yang paling besar, dan yang tertinggi terdapat pada minggu ke 17 setelah penanaman yaitu 283,73 cm (grafik pertambahan tinggi tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Probolinggo Biru setiap minggu secara lengkap terdapat pada lampiran 3). Pada minggu tersebut tanah latosol menunjukan pengaruh yang paling baik dibandingkan dengan tanah aluvial, regosol bukit pasir, dan kontrol. Kecepatan pertambahan tinggi tanaman anggur varietas Probolingo Biru yang paling rendah terdapat pada tanah kontrol sedangkan yang paling tinggi terdapat pada tanah Latosol. Hasil rata-rata tinggi tanaman setiap pengulangan dipergunakan dalam perhitungan ANOVA. Dari tabel perhitungan ANOVA diketahui bahwa Fhitung > Ftabel untuk taraf α 0,05 (level signifikan 5%), sehingga dapat dinyatakan bahwa perlakuan jenis tanah dengan penambahan pupuk NOPKOR menunjukkan adanya pengaruh beda nyata terhadap parameter tinggi tanaman,

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 atau dapat dikatakan ada perbedaan efek treatment. Oleh karena itu, dilakukan uji lanjutan ANOVA (Post Hoc Test) untuk menunjukan pengaruh mana saja yang berbeda secara significant. Dari tabel Post Hoc test menunjukan bahwa pada uji Games-Howell antara media tanam tanah latosol dan kontrol pada kolom mean difference diperoleh perbedaan rata-ratanya 13,288667*. Sehingga kelompok yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata pertambahan tinggi tanaman adalah tanah Latosol dan Kontrol, sedangkan untuk tanah Regosol dan Aluvial tidak menunjukkan perbedaan rata-rata terhadap kontrol. 2. Jumlah daun Pengamatan pertumbuhan dan pertambahan jumlah daun dilakukan setiap satu minggu sekali sampai tanaman berumur 17 minggu. Pengamatan parameter jumlah daun dimulai pada minggu ke 3 setelah penanaman. Berikut adalah rata-rata hasil pengamatan jumlah daun tanaman tiap jenis tanah : Tabel 8. Rata-rata hasil pertambahan jumlah daun tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru selama 17 minggu (lampiran 10) Pertambahan Jumlah daun Perlakuan 1 2 3 Rata-Rata Regosol 5,71 2,28 0,85 2,94 Aluvial 4,71 1,78 2,57 3,02 Latosol 2,78 3,57 4,28 3,54 Kontrol 1,14 1,28 2,14 1,52

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Pada tabel 8 dapat dilihat rata-rata pertumbuhan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada tiap jenis tanah dengan penambahan NOPKOR. Rata-rata tertinggi terdapat pada tanaman dengan perlakuan media tanah latosol yaitu 3,54 helai daun dengan nilai berturut-turut 2,78; 3,57; 4,28 helai daun. Diikuti oleh tanah Aluvial dan Regosol dengan nilai berurut-turut 3,02 dan 2,94 helai daun. Sedangkan rata-rata terendah terdapat pada tanaman dengan media tanah kontrol yaitu 1,52 helai daun dengan nilai berturut-turut 1,14; 1,28; 2,14 helai daun. Untuk mempermudah mengamati hasil pengamatan pertumbuhan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo biru dengan penambahan NOPKOR per-minggu di buat grafik seperti gambar 3: Pola Petambahan Jumlah Daun Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Per-Minggu 60 Jumlah Daun 50 40 Regosol 30 Aluvial Latosol 20 Kontrol 10 0 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Gambar 3. Grafik pertambahan jumlah daun tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Probolinggo Biru setiap minggu (lampiran 9) Hasil analisis pada parameter pertambahan jumlah daun, menunjukkan bahwa perlakuan jenis tanah tidak berpengaruh terhadap pertambahan jumlah

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 daun. Namun, terdapat perbedaan pertumbuhan jumlah daun pada masingmasing jenis tanah. Gambar 3 menunjukkan pengaruh jenis tanah terhadap jumlah daun tanaman pada tiap minggu (umur tanaman). Umur tanaman pada minggu minggu ke 4 setelah penanaman, menunjukan kecepatan pertambahan jumlah daun tanaman pada tanah Regosol, Aluvial, Latosol serta Kontrol mengalami penambahan. Pertambahan jumlah daun dari yang tertinggi pada minggu ke 4 setelah penanaman secara berturut-turut adalah sebanyak 11, 8, 8, dan 5 daun. Memasuki umur 5 hingga 12 minggu setelah penanaman , jumlah daun tanaman pada masing-masing media tanam tidak mengalami pertambahan yang cukup besar. Akan tetapi, saat tanaman berumur 13 sampai 14 minggu setelah penanaman, kecepatan pertambahan jumlah daun tanaman pada perlakuan media tanah latosol dan aluvial mengalami peningkatan yang paling baik jika dibandingkan dengan jenis tanah regosol dan kontrol, yaitu 44 dan 34 helai daun sedangkan untuk media tanah regosol dan kontrol hanya mencapai 22 dan 11 helai daun. Pada saat berumur 16 sampai 17 minggu tanaman dengan perlakuan media tanah Kontrol, Regosol dan Latosol mengalami penurunan jumlah daun, namun yang paling banyak terdapat pada tanaman dengan media tanah Latosol yang mencapai 6 helai daun (grafik pertambahan jumlah daun tanmaan anggur varietas Probolinggo Biru secara lengkap terdapat pada lampiran 9). Hasil rata-rata jumlah daun setiap pengulangan dipergunakan dalam perhitungan ANOVA. Dari tabel perhitungan ANOVA diketahui bahwa

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Fhitung < 65 ftabel sehingga dapat dinyatakan bahwa perlakuan jenis tanah dengan penambahan NOPKOR menunjukkan tidak berpengaruh terhadap parameter jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. 3. Diameter batang Pengamatan pertumbuhan dan pertambahan diameter batang tanaman dilakukan setiap satu minggu sekali sampai tanaman berumur 17 minggu. Pengamatan parameter diameter batang dimulai pada minggu ke 7 setelah penanaman. Berikut adalah rata-rata hasil pengamatan jumlah daun tanaman tiap jenis tanah : Tabel 9. Rata-rata hasil pertambahan diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru (Lampiran 15) Pertambahan Diameter Batang (mm) Perlakuan 1 2 3 Rata-Rata Regosol 0,079 0,064 0,039 0,060 Aluvial 0,07 0,029 0,043 0,043 Latosol 0,072 0,105 0,094 0,094 Kontrol 0,049 0,061 0,062 0,062 Pada tabel 9 dapat dilihat rata-rata diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada tiap jenis tanah dengan penambahan NOPKOR. Rata-rata diameter batang terbesar terdapat pada tanaman dengan perlakuan media tanah latosol yaitu 0,094 mm dengan nilai berturut-turut 0,072; 0,105; 0,094 mm . Diikuti oleh tanah Kontrol dan Regosol dengan nilai berurut-turut 0,062 dan 0,60 mm. Sedangkan rata-rata diameter batang terkecil terdapat pada

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 tanaman dengan perlakuan media tanah Aluvial yaitu 0,043 mm dengan nilai berturut-turut 0,07; 0,029; 0,043 mm. Untuk mempermudah mengamati hasil pengamatan kecepatan pertumbuhan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo biru dengan penambahan NOPKOR per-minggu di buat grafik seperti gambar 4: Pola Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Per-Minggu Diameter Batang (mm) 1,4 1,2 1 0,8 Regosol 0,6 Aluvial 0,4 Latosol 0,2 Kontrol 0 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Usia Tanaman (minggu) Gambar 4. Grafik pola pertumbuhan diameter batang tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Probolinggo Biru setiap minggu (lampiran 14) Gambar 4, menunjukkan pengaruh jenis tanah terhadap besar diameter batang tanaman pada tiap minggu (umur tanaman). Umur tanaman pada minggu ke 8 setelah penanaman mengalami peningkatan, secara berturutturut pada peningkatan tertinggi yaitu tanaman dengan media tanam tanah Latosol, Aluvial, Kontrol dan Regosol dengan penambahan NOPKOR, dengan rata-rata 0,060, 0,043, 0,094, 0,062 mm. Selanjutnya untuk pertanaman dengan perlakuan media tanam tanah Latosol dengan penambahan NOPKOR terus mengalami pertambahan besar diameter batang, sampai pada minggu ke 16

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 dengan pertambahan yang cukup tinggi hingga minggu ke 17 setelah penanaman yaitu mencapai 1,2 mm. Sedangkan untuk tanaman dengan perlakuan media tanam tanah Aluvial, Kontrol dan Regosol juga mengalami pertambahan besar diameter batang, namun tidak sebesar tanah latosol yaitu sebesar 0,87, 0,86, 0,64 mm (grafik pertambahan diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru terdapat pada lampiran 14) Hasil rata-rata besar diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo biru pada tiap jenis tanah dipergunakan dalam perhitungan ANOVA. Dari tabel ANOVA diketahui bahwa Fhitung < Ftabel sehingga dapat dinyatakan bahwa perlakuan jenis tanah dengan penambahan pupuk NOPKOR menunjukan tidak adanya pengaruh beda nyata terhadap parameter pertambahan besar diameter batang tanaman. Hasil analisis pada parameter pertambahan diameter batang, menunjukkan bahwa perlakuan jenis tanah tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertambahan diameter batang. 4. Ketahanan terhadap hama Pengamatan persentase daun sehat atau ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit pada tanaman anggur varietas Probolinggo Biru tiap satu minggu sekali sampai tanaman berumur 17 minggu untuk parameter ketahanan terhadap hama penyakit pengamatan baru dimulai pada minggu ke 7 setelah penanaman. Untuk mempermudah mengamati hasil pengamatan persentase daun sehat tanaman anggur vrietas probolinggo Biru pada perlakuan media

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 tanam tanah Latosol, Regosol, Aluvial dan kontrol dengan penambahan NOPKOR, maka dibuar grafik seperti pada gambar 5: Persentase Daun Sehat Tanaman Anggur pada Berbagai Jenis Tanah Daun Sehat (%) 68 66 64 62 60 58 56 Regosol Aluvial Latosol Kontrol Jenis Tanah Gambar 5. Persentase daun sehat tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Probolinggo Biru pada berbagai jenis tanah (lampiran 20) Daun Sehat (%) Persentase Daun Sehat Per-minggu 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Regosol Aluvial Latosol Kontrol 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Umur tanaman Gambar 6. Grafik persentase daun sehat per minggu pada tanaman anggur varietas Probolinggo Biru (lampiran 19)

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Pada gambar 5 menunjukan persentase daun yang sehat pada tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru. Pada grafik terlihat dengan jelas bahwa pertambahan persentase daun sehat yang paling tinggi terdapat pada tanaman yang tumbuh pada tanah regosol dan persentase daun sehat yang paling rendah terdapat rendah terdapat pada kontrol. Pada gambar 6 grafik menggambarkan tentang persentase daun sehat per minggu pada tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Dari grafik dapat dilihat bahwa masing-masing tanaman yang ditanam pada jenis tanah yang berbeda memiliki ketahanan yang berbeda setiap minggunya. Pada minggu ke7 setelah penananman, tanaman yang tumbuhn pada tanah kontrol mengalami peningkatan pertambahan daun sehat hingga mencapai 74%. Namun berbeda tanaman yang tumbuh pada tanah aluvial, latosol, dan regosol yang pada minggu tersebut mengalami penurunan persentase daun sehat hingga mencapai 59,3%, 59%, dan 57% secara berturut-turut . Pada minggu ke 8 setelah penanaman, tanaman yang tumbuh pada tanah aluvial mengalami peningkatan persentase daun sehat yang lebih tinggi dari tanaman pada jenis tanah lainnya yaitu sebesar 74,3%, akan tetapi pada minggu ke 9 sampai minggu ke 16 setelah penanaman, pada tanaman dengan media tersebut mengalami perubahan persentase daun sehat yang tidak konstan (tidak stabil) . Selain tanaman pada media tanah aluvial, pada minggu ke 9 juga juga terjadi peningkatan persentase daun sehat pada tanaman dengan media tanam tanah regosol, latosol dan kontrol yaitu sebesar 73,66%, 74,3%, dan 70,16% secara berturut-turut,. Selanjutnya ketiga tanaman yang tumbuh pada

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 media tanam tanah regosol, latosol serta kontrol mengalami peningkatan persentase daun sehat yang tidak tetap setiap minggunya (grafik persentase daun sehat per minggu pada tanaman anggur (Vitis vinifera) varietas Probolinggo Biru secara lengkap terdapat pada lampiran 19). B. PEMBAHASAN Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang disebabkan oleh pembelahan sel tanaman. Faktor lingkungan yang penting bagi pertumbuhan tanaman ialah media tanam, seperti tanah. Kondisi tanah yang baik akan memberikan media tumbuh yang baik bagi tanaman, sehingga tanaman akan tumbuh optimal (Sitompul dan Guritno, 2010). Media tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 jenis tanah dengan penambahan NOPKOR. Penambahan NOPKOR diharapkan agar pertumbuhan pada tanaman anggur varietas Probolinggo Biru dapat maksimal. Pengaplikasian NOPKOR pada media tanah dapat bermanfaat bagi tanaman karena dapat membantu tanaman menyerap nutrient dalam tanah. Pencampuran media dengan pupuk kompos dan kascing juga bermanfaat bagi media tanam. Pemberian pupuk kompos dan kascing akan memeperbaiki sifat fisik tanah, dimana tanah akan menjadi lebih gembur, aerasi dan drainase tanah menjadi lebih baik. Pembahasan tentang pengaruh perlakuan jenis tanah dengan penambahan NOPKOR dengan parameter tinggi batang tanaman, jumlah daun, serta diameter batang disajikan secara terperinci sebagai berikut:

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 1. Pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru a) Tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru Parameter tinggi tanaman merupakan ukuran tanaman yang sering diamati sebagai indikator pertumbuhan yang digunakan untuk mengukur pengaruh lingkungan atau perlakuan yang diterapkan. Hal ini didasarkan atas kenyataan bahwa tinggi tanaman merupakan ukuran pertumbuhan yang paling mudah dilihat. Sebagai parameter pengukur pengaruh lingkungan, tinggi tanaman sensitif terhadap faktor lingkunngan tertentu seperti cahaya. Tanaman yang mengalami kekurangan cahaya biasanya lebih tinggi dari tanaman yang mendapat cahaya (Sitompul dan Guritno, 2010). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan jenis tanah dengan penambahan NOPKOR berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman. Dari analisis juga diketahui bahwa perlakuan dengan media tanam tanah Latosol menunjukan pertambahan tinggi tanaman yang paling baik, dan perlakuan dengan media tanam tanah kontrol menunjukkan pertambahan tinggi tanaman yang paling kurang baik. Hal ini disebabkan karena perbedaan porositas tanah pada masing-masing jenis tanah. Porositas tanah adalah kemampuan tanah dalam menyerap air. Porositas tanah erat kaitannya dengan tingkat kepadatan tanah. Semakin padat tanah berarti semakin sulit untuk menyerap air dan tidak mampu menyimpan cukup air, maka porositas tanah semakin kecil. Sebaliknya semakin mudah tanah menyerap air maka tanah tersebut memiliki porositas yang besar (Pangaribuan, 2013).

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa jenis tanah pada media tanam Kontrol dan Regosol memiliki porositas yang besar. Jenis tanah yang memiliki porositas yang besar memiliki kesulitan dalam menyimpan air dan mengakibatkan kandungan air dalam tanah sedikit (Hardjowigeno, 1992). Sebaliknya, pada tanah Aluvial dan Latosol memiliki struktur gumpal dan liat, sehingga memiliki porositas yang kecil mengakibatkan mampu menyimpan air dengan jumlah yang cukup. Kandungan air yang lebih tinggi pada tanah Latosol dan Aluvial bermanfaat bagi pertumbuhan tinggi tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Air yang cukup digunakan untuk melarutkan unsur hara agar lebih mudah diserap oleh tanaman. Selain itu, tanah latosol memiliki sifat tanah yang lebih baik daripada jenis tanah aluvial, regosol dan kontrol. Sifat fisik tanah yang dimaksud adalah tekstur tanah. Tanah latosol termasuk kedalam tanah bertekstur liat yang mempunyai luas permukaan lebih besar dari jenis tanah aluvial, regosol dan kontrol sehingga memiliki kemampuan menahan air lebih baik. Sifat tanah yang baik akan semakin meningkatkan pertumbuhan akar tanaman anggur varietas probolinggo Biru. Meningkatnya pertumbuhan akar akan diikuti oleh penyerapan unsur hara yang terdapat dalam tanah yang semakin meningkat. Peningkatan serapan unsur hara akan diikuti oleh pertumbuhan vegetatif tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang ditunjukkan oleh peningkatan tinggi tanaman.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 b) Jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru Pengamatan daun sangat diperlukan selain sebagai indikator pertumbuhan juga sebagai data penunjang untuk menjelaskan proses pertumbuhan yang terjadi seperti pada pembentukan biomassa tanaman (Sitompul dan Guritno, 2010). Hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa perlakuan jenis tanah dengan penambahan NOPKOR tidak berpengaruh terhadap parameter jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Hal ini dikarenakan ada faktor serangan hama dan penyakit yang lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Hama dan penyakit yang menyerang daun pada tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada setiap tanaman di semua jenis tanah mengakibatkan daun menjadi berlubang dan menghambat pertumbuhan jumlah daun tanaman anggur. Sehingga kandungan pada masing-masing jenis tanah tidak berpengaruh terlalu besar terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang menyebabkan pertumbuhan semua tanaman anggur pada setiap media tanam menjadi sama. Selain itu, penanaman anggur varietas Probolinggo biru dilakukan pada saat musim hujan, hal ini menyebabkan keadaan disekitar tanaman menjadi lembab. Keadaan lingkungan yang semakin lembab mengakibatkan banyak cendawan yang tumbuh disekitar tanaman anggur, hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggur. Bagian tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang paling banyak terserang hama dan penyakit adalah

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 bagian daun yang sudah tua. Selain itu, cahaya juga berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun. Tanaman yang kekurangan cahaya matahari memiliki jumlah daun yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan tanaman yang mendapatkan sinar matahari yang cukup (Haryanti, 2000). Tanaman anggur membutuhkan waktu penyinaran 50-80 %, dengan kata lain tanaman anggur varietas Probolinggo Biru dapat tumbuh dengan optimal dengan cukup banyak sinar matahari. Namun, pada saat penanaman hingga pengamatan dlakukan pada saat musim penghujan sinar matahari tidak dapat memenuhi kebutuhan cahaya tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru, sehingga jumlah daun tanaman pada masing-masing tanaman pada setiap media tanam tidak tumbuh dengan optimal. c) Diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan jenis tanah dengan penambahan NOPKOR tidak berpengaruh terhadap parameter diameter batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Hal ini dikarenakan ada faktor serangan hama tanaman yang lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter batang tanaman tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Busuk hitam yang menyerang tunas muda batang tanaman anggur berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter batang tanaman. Batang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang terserang penyakit busuk hitam menjadi terhambat pertumbuhannya. Tanaman dengan media tanah

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 kontrol adalah tanaman yang paling banyak terserang penyakit busuk hitam, sehingga pertumbuhan diameter batang tanaman menjadi tehambat. Kualitas bibit juga memiliki peran penting dalam pertambahan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Bibit awal yang memiliki diameter yang berbeda-beda pada setiap media tanam menyebabkan perbedaan kecepatan pertumbuhan tanaman. Kualitas stek yang berasal dari bagian batang yang berbeda jelas sangat berbeda karena mengalami perkembangan berbeda disamping kedudukannya yang berbeda (Sitompul dan Guritno, 2010). Ukuran bahan stek seperti panjang dan diameter batang berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman. Ukuran bahan stek terkait dengan keberadaan bahan cadangan makanan, yang umumnya karbohidrat. Semakin pendek ukuran stek atau semakin kecil diameter batang, semakin sedikit kandungan karbohidrat (Santoso, dkk., 2008). Bibit yang digunakan dalam penelitian ini adalah stek batang, dengan berbagai ukuran dan kualitas, hal ini mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman anggur. Sehingga dari awal pertumbuhan tanaman anggur menjadi berbeda, sehingga kualitas dan ukuran bibit stek lebih berpengaruh terhadap kualitas bibit dibandingkan dengan pengaruh media tanam pada tanaman anggur. 2. Pola pertumbuhan tanaman anggur setiap minggunya. Pola pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang diamati dalam penelitian ini adalah fase vegetatif selama 17 minggu. Fase vegetatif adalah fase berkembangnya bagian vegetatif dari suatu tanaman.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Bagian vegetatif dari tanaman anggur yang diamati adalah batang dan daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Pada minggu 1 – 11 setelah penanaman tanaman anggur varietas Probolinggo masih dalam proses penyesuaian adaptasi terhadap lingkungan. Hal ini dapat dibuktikan dengan pertumbuhan vegetatif yang lambat pada minggu tersebut. Memasuki minggu ke 12-17 setelah penanaman, secara umum pertumbuhan vegetatif mulai membaik karena tanaman anggur sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan. Tanaman anggur yang ditanam di tanah Latosol mengalami pertumbuhan vegetatif yang cukup baik. Secara bersamaan pada parameter tinggi tanaman (gambar 2), jumlah daun (gambar 4), dan diameter batang (gambar 6) pertumbuhannya mulai membaik pada minggu ke 12 setelah penanaman. Pertumbuhan yang lambat terdapat pada tanaman dengan media tanam tanah kontrol. Pada tanah kontrol, pertumbuhan tinggi tanaman cenderung konstan (gambar 2) dan sempat terjadi penurunan jumlah daun. Hal ini disebabkan oleh serangan penyakit (cendawan) yang mulai muncul, hal ini dikarenakan lingkungan sekitar yang lembab karena musim penghujan. Minggu ke 12 hingga minggu ke 17 setelah penanaman terjadi peningkatan pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman (gambar 2) dan jumlah daun (gambar 4) pada tanah latosol yang cukup baik. Bersamaan dengan itu tinggi tanaman dan jumlah daun pada tanah Regosol dan Aluvial juga mengalami peningkatan yang lebih baik, namun berbeda dengan tanah kontrol yang mengalami penurunan jumlah daun dan tinggi tanaman yang

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 pertumbuhannya cenderung konstan pada minggu ke 13 setelah penanaman. Hal ini dikarenakan pada minggu ke 11 dilakukan penambahan pupuk kompos dan kascing pada masing-masing media tanam. Penambahan pupuk tersebut direspon positif oleh tanaman pada perlakuan media tanah Latosol, Aluvial, dan Regosol, sedangkan untuk tanah kontrol kurang memberi respon positif terhadap penambahan pupuk. Secara keseluruhan pola pertumbuhan vegetatif tanaman anggur varietas Probolinggo Biru dipengaruhi oleh proses penyesuaian adaptasi tanaman terhadap lingkungan, serangan hama dan penyakit serta pemupukan tanaman. Kemampuan adaptasi yang baik dan pemupukan pada tanaman menyebabkan pertumbuhan tanaman anggur menjadi lebih baik. Sebaliknya, tingginya serangan hama dan penyakit pada tanaman anggur menyebabkan pertumbuhan tanaman angggur varietas Probolinggo Biru kurang baik. 3. Pengaruh pH dan kelembaban tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur Setelah dilakukan pengukuran pH dan kelembaban tanah pada masa pengamatan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru, diperoleh data sebagai berikut:

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pH Rata-Rata pH Tanah pada Tiap Jenis Tanah 6,8 6,6 6,4 6,2 6 5,8 5,6 5,4 5,2 Regosol Aluvial Latosol Kontrol Jenis Tanah pH 6,58 6,41 5,79 6,27 Gambar 7. Rata-Rata pH Tanah pada Tiap jenis Tanah Kelembaban Tanah (%) Rata-Rata Kelembaban Tanah pada Tiap Jenis Tanah 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Regosol Aluvial Latosol Kontrol Jenis Tanah Kelembaban (%) 4,76 7,19 9,15 7,88 Gambar 8. Rata-Rata Kelembaban Tanah pada Tiap jenis Tanah Dari hasil pengukuran, diperoleh hasil rata-rata pH tanah pada tanah Regosol, Aluvial, Latosol, dan Kontrol yaitu 6,5; 6,4; 5,79; 6,27 secara berturut-turut. Jenis tanah yang memiliki pH paling asam adalah tanah Latosol yaitu dengan rata-rata 5,79 dan yang memiliki pH paling mendekati netral adalah Aluvial dengan rata-rata 6,5. 78

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Menurut Cahyono B. (2010), tanaman anggur tumbuh dengan baik pada pH 5,5-7,3. Rata-rata pertumbuhan vegetatif tanaman anggur varietas Probolinggo Biru tumbuh dengan baik pada media tanah Latosol dengan pH 5,79. pH pada media tanam tanah Latosol masih tergolong dalam pH optimum tumbuh tanaman anggur. Hal ini dapat dipahami bahwa masingmasing tanaman menghendaki pH tertentu untuk dapat tumbuh dengan baik, dan untuk tanaman anggur varietas Probolinggo Biru dapat tumbuh dengan baik pada pH 5,79 pada media tanam tanah Latosol. Pengukuran kelembaban tanah didapat hasil rata-rata tiap jenis media tanam Latosol, Regosol, Aluvial dan Kontrol sebesar 91,5%; 47,6%; 71,9%; dan 78,8% secara berturut-turut. Kelemababan tanah erat kaitannya dengan pertumbuhan cendawan pada tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Hal ini terbukti bahwa tanaman pada tanah Latosol memiliki kelembaban yang cukup tinggi yaitu 91,5%, dan memiliki persentase daun sehat sebesar 59,60%. Semakin tinggi kelembaban tanah semakin rendah persentase daun sehat. Walaupun demikian, tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada media tanam tanah Latosol tetap mengalami pertumbuhan jumlah daun yang baik. 4. Ketahanan tanaman anggur terhadap hama dan penyakit Tanaman anggur merupakan jenis tanaman dengan syarat tumbuh optimal pada musim kemarau yang panjang, walaupun begitu anggur membutuhkan air yang cukup agar tidak mengalami kekeringan. Seperti yang

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 terjadi di Bali pada bulan Desember 2013, tanaman anggur di daerah tersebut mengalami busuk buah akibat curah hujan yang tinggi. Penanaman tanaman anggur pada penelitian ini dilakukan pada awal November 2013 yang merupakan awal musim penghujan. Pada musim penghujan serangan hama dan penyakit pada tanaman anggur akan lebih banyak karena kondisi lingkungan yang jauh lebih lembab. Semakin lembab lingkungan semakin banyak cendawan yang tumbuh pada tanaman anggur Varietas Proboliggo Biru. Tanaman dengan perlakuan media tanam tanah Latosol memiliki ketahanan hama yang paling rendah yaitu hanya 59,60% daun yang sehat. Hal ini dikarenakan tanah latosol memiliki porositas yang lebih kecil sehingga lebih banyak menyimpan air, akibatnya tanaman dengan perlakuan tanah latosol memiliki kondisi lingkungan yang lebih lembab dari jenis tanah lainnya. Tanaman pada media tanah latosol dengan penambahan pupuk NOPKOR tidak terpengaruh pertumbuhannya oleh hama dan penyakit. Walaupun tanaman pada media tanam tanah latosol cukup rentan terhadap hama dan penyakit, tanaman dengan media tanam tanah latosol memiliki kecepatan pertumbuhan yang lebih baik dari pada tanaman pada tanah jenis lain. Tanaman anggur pada tanah regosol memiliki ketahanan hama dan penyakit yang tidak terlalu rendah. Akan tetapi, pada minggu ke 16 setelah penanaman mengalami penurunan pertumbuhan dan perkembangan jumlah daun dan diameter batang tanaman, hal ini dikarenakan pada minggu ke 15

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 setelah penanaman tanah regosol terserang hama dan penyakit yang cukup tinggi. Salah satu hama yang menyerang tanaman anggur adalah serangga kumbang daun (Apogonia destructor). Kumbang jenis ini menyerang pada bagian daun tanaman anggur Probolinggo Biru pada semua perlakuan, terutama pada tanaman dengan perlakuan media tanam tanah latosol. Kumbang jenis ini aktif pada malam hari sampai menjelang fajar, dan pada siang hari bersembunyi di dalam tanah. Apogonia menyerang dengan cara membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun. Serangan yang berat dapat mengakibatkan terganggunya proses fotosintesis sehingga pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru terganggu. Gambar 9. Tanaman dengan daun yang terserang kumbang Apogonia destructor Selain hama, terdapat beberapa jenis penyakit yang banyak menyerang tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. Jenis penyakit yang banyak menyerang tanaman anggur varietas Probolingggo Biru diantaranya adalah downey mildew, karat daun dan busuk pucuk.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Downey mildew adalah penyakit yang biasa disebut dengan embun tepung palsu yang disebabkan oleh serangan jamur Plasmopora viticola. Pada tanaman anggur varietas probolinggo biru jamur ini menyerang daun serta batang yang tua maupun muda. Serangan terberat terdapat pada tanaman dengan media tanam tanah Latosol dan Aluvial. Gejala awal yang ditimbulkan adalah bercak-bercak kuning yang lama kelamaan berubah menjadi coklat. Kondisi yang lembab menyebabkan lapisan putih yang bertepung di bagian bawah daun. Tanaman anggur varietas probolingggo biru terinfeksi penyakit ini diduga karena drainase media tumbuh serta kebersihan sekitar tanaman yang kurang baik, terutama dari gulma. Selain itu daun yang gugur ditimbun dan dibuang disekitar tanaman. (a) (b) Gambar 10. Penyakit Downey Mildew pada tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru. (a) permukaan daun tampak berwarna bintik-bintik kuning kecoklatan. (b) lapisan putih yang bertepung di bagian bawah daun. Busuk hitam disebabkan oleh cendawan Guignardia bidwelli. Tanaman yang terinfeksi cendawan Guignardia bidwelli menyerang semua jenis tanaman pada perlakuan media tanam, namun yang paling tinggi terdapat pada tanaman

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 dengan media tanam tanah Kontrol dan Latosol. Infeksi pertama kali terjadi pada daun muda khususnya pada bagian pucuk. Pada bagian yang terserang terjadi bercak-bercak hitam kecil secara teratur dalam satu lingkaran. Tunas hijau yang terinfeksi mengalami perubahan warna dari hijau menjadi ungu sampai hitam dan agak melekuk. Beberapa telah dilakukan untuk mengurangi terinfeksi busuk hitam, yaitu dengan memotong bagian tanaman yang terinfeksi. Gambar 11. Tanaman anggur varietas Probolinggo Biru yang daunnya terserang penyakit Busuk hitam Pestisida yang digunakan untuk mengatasi hama dan penyakit yang menyerang anggur Varietas Probolinggo Biru, peneliti menggunakan pestisida lannete, 3 gr lannete dilarutkan pada 1 liter air, penggunaannya dengan cara disemprotkan pada daun yang terkena penyakit.

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PEMBELAJARAN Hasil penelitian “Pengaruh Media Tanam terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur (Vitis Vinifera ) Varietas Probolinggo Biru” dapat menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat. Aplikasi untuk dunia pendidikan khususnya terkait dengan pembelajaran, hasil penelitian ini dapat dimasukkan ke dalam materi hakekat ilmu biologi dan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Konten dari hakekat biologi diantaranya metode ilmiah dan manfaat ilmu biologi. Sedangkan konten dari pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan diantaranya adalah melakukan percobaan tentang pertumbuhan dan perkembangan Tumbuhan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Tumbuhan. Pada penelitian yang berjudul “Pengaruh Media Tanam terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru (Vitis Vinifera)”, penulis menggunakan salah satu materi untuk mengaplikasikan hasil penelitian pada pembelajan biologi kurikulum 2013, yaitu pada materi Hakekat Biologi, pada KI dan KD sebagai berikut: Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, 84

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 damai), santun, responsif, dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa keingintahuannya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Kompetensi Dasar : 1.2. Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pernyataan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah, dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium. 3.1. Memahami tentang ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja berdasarkan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. 4.1. Menyajikan data tentang objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan sesuai dengan metode ilmiah dan memperhatikan aspek keselamatan kerja serta menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis. Hasil penelitian dapat diaplikasikan pada pembelajaran SMA kelas X semester I dengan materi Hakekat Biologi, silabus dan RPP terdapat pada lampiran 1 dan lampiran 2.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa: 1. Jenis tanah menunjukkan pengaruh beda nyata terhadap pertumbuhan tinggi batang tanaman anggur Varietas Probolinggo Biru, namun tidak berpengaruh beda nyata terhadap pertumbuhan diameter batang dan jumlah daun tanaman anggur varietas Probolinggo Biru. 2. Media tanam yang cocok untuk pertumbuhan tanaman anggur varietas Probolinggo Biru adalah tanah Latosol dengan penambahan NOPKOR B. SARAN Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memeberikan saran bagi masyarakat atau peneliti selanjutnya, yaitu : 1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai budidaya tanaman anggur varietas Probolinggo Biru pada musim kemarau 2. Bila melakukan pananaman anggur varietas Probolinggo biru pada musim hujan, perlu dibuat pelindung untuk melindungi tanaman dari hujan untuk menghindari pertumbuhan cendawan 3. Keseragaman kualitas bibit perlu diperhatikan untuk melakukan penelitian lanjutan 87

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Adriani. R., 2011, Pupuk Organki, Repository.usu.ac.id//Chapter%2011.pdf tinjauan pustaka pengertian pupuk, Diaakses tanggal 12 April 2014 Alex, S,. 2010, Sukses Mengelolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organi,. Pustaka Baru Press, Sleman Yogyakarta. Anonim, 2012, Pengaruh Cahaya Terhadap Diameter dan Tinggi Tanaman. http://www.silvikultur.com/pengaruh_cahaya_terhadap_diameter_tinggi.ht ml, diakses tanggal 13 Maret 2014 Budiyanti, E., 2010, Prospek Pengembangan Varietas-varietas Unggul Anggur di Daerah Sentra Produksi, Balai Penelitian Tanaman jeruk dan Buah Subtropika, http://balitjestro.litbang.deptan.go.id/id/516.html#sthash.ErxXZNr3.dpuf diakses tangga l 9 Oktober 2013 Cahyono, A., 2012, Pengelolaan Bahan Organik Peran dalam Kehidupan dan Lingkungan, Gama Media Printing, Yogyakarta Cahyono, B., 2010, Buku Terlengkap Cara Sukses Berkebun Anggur Lokal & Impor, Pustaka Mina, Depok Timur. Dewi, N., 2012, Kreatif Bertanam Buah Anggur. Pustaka Baru Press. Yogyakarta. Hardjowigeno, S., 1992., Ilmu Tanah., PT. Mediatama Sarana Perkasa., Jakarta. Haryanti, S., 2000. Respon Pertumbuhan Jumlah dan Luas Daun Nilam (Pogostemon cablin) pada Tingkat Naungan yang Berbeda. Universitas Diponegoro, 20-26. Kertonegoro, B.D., 2001, Aerasi Tanah dan Peranannya Bagi Tanaman, Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kountour, R., 2003, Metode Penelitian, Jakarta:PPM, pp 23. Murwono, D., 2012, Sistem Organik Rasional Dalam Budidaya Pangan Model Mixed Farming, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Muktiani, 2011, TABULAMPOT; Tanaman dalam Pot Limpahan Rejeki dari Lahan Sempit. Penerbit Pustaka Baru Press, Yogyakarta. Notohadiprawiro, T., 1983, Persoalan tanah masam dalam pembangunan pertanian di Indonesia, Buletin Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, 18, 44-47. 88

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Notohadiprawiro, T., 1995, Logam berat dalam pertanian, Jurnal manusia dan lingkungan, 7, 3-11. Pangaribuan, L, 2013, Biofisiska dan Mekanika Tanah Porositas Tanah, Laporan Penelitian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Rismunandar, 2010, Liku-liku Bertanam Anggur,. Sinar Baru Bandung, Bandung. Rosmarkam, Afandie dan Suntoro Wongsoatmodjo, 2001, Taksonomi dan Klasifikasi Tanah menurut USDA dan PPT Bogor, Yogyakarta, Fakultas Pertanian UGM-UNS. Rukmana, R., 1999, Anggur, Kanisius, Yogyakarta. Santoso, B.H., 2010, 16 Tabulampot Popular, PT AgroMedia Pustaka, Yogyakarta. Santoso, B., Hasnam, Hariyadi, Susanto, Bambang P. Perbanyakan Vegetatif Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dengan stek Batang: Pengaruh Panjang dan Diameter. 2008. Bul Agron (36) (3) 255 – 265. Setiadi, 1994, Bertanam Anggur, Penerbit : Penebar Swadaya, Jakarta. Sitompul, S. M dan Bambang Guritno, 2010, Analisis Pertumbuhan Tanaman, Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Sukarwanto, Andi Karya Catur, 2012, Kajian Keanekaragaman Media Tanam dan Zat Perangsang Tumbuh Auksin Terhadap Pertumbuhan Stek Anggur (Vitis vinifera L.). Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945, Banyuwangi. Supriyo, Haryono, dkk., 2009. Buku Ajar Klasifikasi Tanah KTB 313 2/1 SKS Laboratorium Ilmu Tanah Hutan jurusan Budidaya Hutan, Gadjah Mada Yogyakarta, Yogyakarta. Sunarminto, Bambang Hendro Sunarminto, Cetakan pertama 2012, Pengelolaan Bahan Organik:Peran Dalam Kehidupan dan Lingkungan, Yogyakarta, KP4 UGM. Suratman, W., 2007, Analisis Spasial Ekologikal Sumberdaya Lahan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum Geografi, Vol. 21, No. 2, Desember 2007: 95 – 103. Sutanto, R., 2005, Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Suwahyono, U., 2011, Petunjuk Praktis Penggunaan Pupuk Organik, Penebar Swadaya, Jakarta. Tjahjadi, N., 1989, Hama dan Penyakit Tanaman, Yogyakarta, Penerbit Kanisisus. Triton, P.B., 2005, SPSS 13.0 Terapan Riset Statistik Parametrik, CV ANDI OFFSET, Yogyakarta. Usman, M., 2004, Sukses Membuahkan Lengkeng dalam Pot, PT AgroMedia Pustaka. Untung, O., 2008, Agar Tanaman Berbuah di Luar Musim, PT Penebar Swadaya, Jakarta. Wardhani, Tri, Toto Suharjanto dan Ruly Budi Heriyanto, 2006, Kajian Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Awal Kamboja Jepang (Adenium obesum) Varietas White Pink Silk, Fakultas Pertanian Universitas Widyagama, Malang. Worosuprodjo, S., 2007, Analisis Spasial Ekologikal Sumberdaya Lahan Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA...... Kelas/Semester :X/1 Mata Pelajaran : Biologi Materi Pokok : Ruang Lingkup Biologi Pertemuan ke :2 Alokasi Waktu : 3x45 menit A. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa keingintahuannya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

(121) 101 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Kompetensi Dasar 1.2. Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pernyataan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah, dan kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium. 3.1. Memahami tentang ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja berdasarkan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. 4.1. Menyajikan data tentang objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan sesuai dengan metode ilmiah dan memperhatikan aspek keselamatan kerja serta menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis. C. Indikator Kompetensi Indikator Dasar KD 1.2 1.2.1 Menganalisis bioproses yang ada di lingkungan sekitar 2.1.1. Membangun KD 2.1 semangat kerja sama dan saling ilmiah dalam menghargai pendapat teman 2.1.2 Menunjukan sikap kritis dan memecahkan suatu persoalan KD 3.1 3.1.1 Mengetahui suatu gejala/fenomena permasalahan KD 4.1 4.1.1 Membuat rancangan eksperimen biologi sederhana

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 4.1.2 Mempresentasikan hasil rancangan eksperimen 4.1.3 Melakukan eksperimen biologi sederhana yang sudah dibuat 4.1.4. Membuat laporan ilmiah dengan struktur penulisan ilmiah yang benar D. Tujuan Pembelajaran 1.2.1 Melalui kegiatan pengamatan, siswa mampu menganalisis bioproses 2.1.1 Melalui kegiatan diskusi kelompok siswa dapat bekerja sama dan saling menghargai pendapat teman 2.1.2 Setelah malakukan pengkajian urutan metode ilmiah dan sikapsikap ilmiah, siswa dapat bersikap kritis dan ilmiah dalam memecahkan suatu persoalan 3.1.1 Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa dapat berdiskusi untuk mengetahui suatu gejala/fenomena permasalahan dalam bidang Biologi 4.1.1 Setelah siswa menemukan gejala/fenomena permasalahan dalam bidang Biologi, siswa dapat membuat rancangan eksperimen Biologi sederhana 4.1.2 Melalui kegiatan yang dirancang guru, siswa mempresentasikan hasil rancangan eksperimen 4.1.3 Setelah membuat rancangan eksperimen, siswa dapat melakukan eksperimen Biologi sederhana 4.1.4 Setelah mengetahui sistematika penulisan ilmiah yang benar, siswa dapat membuat laporan ilmiah berdasarkan hasil eksperimennya dengan benar

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 E. Materi Ajar 1. Permasalahan Biologi pada berbagai objek 2. Metode ilmiah 3. Keselamatan Kerja F. Metode pembelajaran Pendekatan : Scientific Model : Pembelajaran koperatif (Cooperative) dan penemuan (Discovery) Metode : diskusi, tanya jawab, pengamatan, penugasan, presentasi, ceramah G. Kegiatan pembelajaran Kegiatan 2 (3 x 45 menit) No Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu 1. Guru mengucap salam 2. Berdoa 1. Pendahuluan 3. Guru menyampaikan tujuan dan 10 Menit kegiatan pembelajaran 4. Apersepsi Mengamati 1. Siswa mencermati gejala/fenomena 2. Kegiatan Inti berbagai permasalahan dalam bidang Biologi 2. Siswa mencermati proses berpikir ilmiah 100 Menit

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Kegiatan Deskripsi 104 Alokasi Waktu Menanya 1. Guru menanyakan berbagai fenomena / gejala yang didapat oleh siswa 2. Guru menanyakan bagaimana langkah-langkah metode lmiah 3. Guru menanyakan bagaimana prosedur kerja yang baik di laboratorium ? Mengumpulkan data 1. Siswa melakukan studi literatur mengenai gejala/fenomena permasalahan dalam bidang Biologi 2. Siswa berdiskusi mengenai langkahlangkah metode ilmiah 3. Diskusi tentang peneliti kerja Biologi seorang dengan menggunakan metode ilmiah dalam mengamati bioproses 4. Siswa mengamati contoh laporan hasil penelitian Biologi dalam jurnal ilmiah 5. Siswa diskusi keselamatan kerja aspek-aspek laboratorium biologi Mengasosiasikan 1. Kelompok membuat rancangan

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Kegiatan Deskripsi 105 Alokasi Waktu eksperimen Biologi sederhana berdasarkan permasalahan Biologi yang telah ditemukan oleh siswa Mengkomunikasikan 1. Kelompok mempresentasikan hasil rancangannya ke depan sementara kelompok kelas, lain menanggapi dan menyempurnakan 2. Mengkomunikasikan secara lisan tentang kerja ilmiah dan keselamatan kerja, serta rencana pengembangan karir masa depan berbasis Biologi 1. Ulasan singkat materi yang dipelajari 2. Guru meminta siswa melakukan eksperimen Biologi sederhana yang 3. sudah Penutup dibuat dalam rancangan eksperimen dan dilakukan selama 1 semester, hasil ditulis dalam format laporan akhir penulisan ilmiah 3. Post-test 4. Refleksi H. Alat dan sumber belajar 1. Alat Pembelajaran Laptop dan viewer 25 Menit

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 2. Sumber Belajar a. Buku siswa b. Buku guru c. Informasi dari berbagai sumber, misalnya, koran, majalah, jurnal, buku sumber lainnya, dan internet d. Lingkungan sekitar I. Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik penilaian : pengamatan dan tes tertulis 2. Prosedur penilaian : No Aspek yang dinilai Teknik Waktu Penilaian Penilaian 1 Pengamatan Sikap a. Terlibat aktif selama dan proses pembelajaran b. Bekerjasama Selama pembelajaran saat diskusi kelompok dalam kegiatan kelompok c. Menghargai pendapat teman 2 Pengetahuan Pengamatan dan Penyelesaian tugas Mengetahui tes dan hasil tes Pengamatan Saat pengamatan dan gejala/fenomena permasalahan dalam bidang Biologi 3 Keterampilan a. Membuat rancangan eksperimen Biologi sederhana b. Melakukan eksperimen presentasi

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Aspek yang dinilai Teknik 107 Waktu Penilaian Penilaian Biologi sederhana yang sudah dibuat c. Membuat laporan ilmiah dengan struktur penulisan ilmiah yang benar d. Keterampilan dalam menyajikan hasil rancangan eksperimen dalam bentuk presentasi dan melakukan kerja eksperimen J. Instrumen Penilaian Hasil Belajar Tes tertulis : Postest ( 15 menit) 1. Sebut dan jelaskan 5 cabang ilmu Biologi apa saja yang dapat diterapkan jika kita ingin mempelajari hubungan kekerabatan antara manusia dengan hewan! (Skor 15) Jawab : ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 2. Sekelompok kecambah tanaman kacang hijau dipilah menjadi dua bagian. Masing-masing kelompok ditanam dalam pot dengan ukuran sama dan setiap hari disiram dengan volume air yang sama. Kelompok I diberi pupuk jenis A dan kelompok yang lain diberi pupuk jenis B. Setelah beberapa hari ternyata jumlah kecambah yang tumbuh tidak sama banyak. ( Skor 35) Tentukan :

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 a. Judul : .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. b. Rumusan Masalah : ................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. c. Hipotesa : .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. d. Variabel : a. .............................................................................................................. b. .............................................................................................................. c. .............................................................................................................. e. Tujuan : .................................................................................................................. .................................................................................................................. ..................................................................................................................

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Kunci Jawaban 1. Cabang ilmu Biologi yang dapat diterapkan jika kita ingin mempelajari hubungan kekerabatan antara manusia dengan hewan yaitu : a. Genetika : ilmu tentang pewarisan sifat b. Evolusi : ilmu tentang perkembangan makhluk hidup dari sederhana ke arah yang sempurna c. Embriologi : ilmu tentang perkembangan embrio d. Ontogeni : ilmu tentang perkembangan makhluk hidup dari embrio hingga dewasa e. Morfologi : ilmu tentang bentuk luar tubuh f. Anatomi : ilmu tentang bagian-bagian dalam tubuh 2. Tentukan a. Judul Pengaruh Jenis Pupuk terhadap Pertumbuhan Tanaman b. Rumusan Masalah Apakah jenis pupuk dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman ? Bagaimana pengaruh jenis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman ? c. Hipotesa Jenis pupuk dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman d. Variabel Variabel bebas : Jenis pupuk Variabel terikat : Pertumbuhan/jumlah kecambah Variabel kontrol : pot, air, waktu, tanah e. Tujuan Untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman Pedoman Penilaian Skor Total = Jumlah Skor Akhir x 2 = 100

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI WORKSHEET (Untuk Kelompok) 110 Anggota Kelompok : 1. 2. 3. 4. Tujuan Pembelajaran : 1. Mengetahui suatu fenomena permasalahan dalam bidang Biologi 2. Membuat rancangan eksperimen Biologi sederhana 3. Melakukan eksperimen Biologi sederhana yang sudah dibuat 4. Membuat laporan ilmiah dengan struktur penulisan ilmiah yang benar  Tugas : Kerjakan Secara Berkelompok ! Penelitian Ilmiah I. Buatlah rancangan percobaan sederhana yang dapat Anda lakukan di rumah dengan format : Judul : .................................................... Rumusan Masalah : .................................................... Tujuan : .................................................... Manfaat : .................................................... Alat dan Bahan : .................................................... Cara Kerja : ................................................... II. Buatlah laporan penelitian berdasarkan rancangan percobaan yang telah Anda buat dan dan selesai dalam 2 minggu dengan format : BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Kajian Teori B. Rumusan Hipotesis BAB III METODE PENELITIAN A. Instrumen (Alat dan Bahan) B. Prosedur Kerja C. Jadwal Penelitian BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil B. Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA (Minimal 3 Buku) LAMPIRAN (Dokumentasi) 111

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X/I Tahun Pelajaran : 2013/2014 Waktu Pengamatan : Indikator sikap aktif dalam pembelajaran : 1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran 2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus/konsisten Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok : 1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ada usaha untuk bekerjasama dengan kelompok 2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dengan kelompok tetapi belum konsisten 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian untuk bekerjasama dengan kelompok secara terus menerus/konsisten Indikator sikap toleransi/menghargai setiap pendapat teman dalam pemecahan masalah : 1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda 2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda tetapi belum konsisten

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda secara terus menerus/konsisten Bubuhkan tanda (√) pada kolom-kolom yang sesuai hasil pengamatan Sikap No Nama Siswa Aktif KB 1 2 3 Dst Keterangan : KB : Kurang Baik B : Baik SB : sangat Baik B Kerjasama SB KB B SB Toleran KB B SB

(134) 114 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X/I Tahun Pelajaran : 2013/2014 Waktu Pengamatan : Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan berkaitan dengan Permasalahan Biologi pada berbagai objek dan Metode ilmiah 1. Kurang terampil jika menunjukkan sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan berkaitan dengan objek kajian Biologi, cabang ilmu Biologi, dan manfaat perkembangan Biologi. 2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan berkaitan dengan objek kajian Biologi, cabang ilmu Biologi, dan manfaat perkembangan Biologi tetapi belum tepat 3. Sangat baik jika menunjukkan sudah usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan berkaitan dengan objek kajian Biologi, cabang ilmu Biologi, manfaat perkembangan Biologi dan sudah tepat. Bubuhkan tanda (√) pada kolom-kolom yang sesuai hasil pengamatan Keterampilan No Nama Siswa Menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah KT 1 2 3 . T ST

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 . 35 Keterangan KT : Kurang Terampil T : Terampil ST : Sangat Terampil Yogyakarta, Mengetahui Kepala SMA (............................) Guru Mata Pelajaran (.................................)

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 Data Pengamatan Tinggi Batang Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Tinggi Batang (cm) Regosol Tgl Aluvial Latosol 1 2 3 2,6 Ratarata 2,70 2,2 9 2 Ratarata 4,40 3,8 6 4,57 2,2 9 2 4,8 4 6,2 5,00 2,8 10 27/11/2013 7,5 5,1 7,5 6,70 7 04/12/2013 15,5 9,3 8,5 11,10 11/12/2013 26,8 17,5 10 18/12/2013 40 24,2 25/12/2013 45 01/01/2014 Kontrol 1 2 3 2,6 Ratarata 2,70 1,8 1,5 1,5 Ratarata 1,60 3,7 2,6 2,87 2 1,7 1,8 1,83 3,5 4,8 4 4,10 2,8 2 3,2 2,67 7,87 5,3 6,5 7 6,27 3,6 2,5 4,2 3,43 9,1 12,97 11,4 18,5 13,2 14,37 8 3,3 7,5 6,27 19,7 14,3 21,33 18,3 36 22,7 25,67 18 5 13,8 12,27 46 30 24 33,33 33,5 60 39 44,17 28 7,3 24 19,77 29.33 51,5 36 33 40,17 49 60 54 54,33 40,5 15 46 33,83 10,5 35,50 67,5 45 44 52,17 58 85 61 68 58 21,5 60 46,50 50 10,5 45,00 74,5 48 52,9 58,47 81,5 91 83 85,17 60 26 70 52 92 64 11,5 55,83 98,5 49,5 55,9 67,97 96,5 102,5 94 97,67 60 31 78 56,33 22/01/2014 111,5 67,5 8,5 62,50 129 50 62 80,33 107,5 131 118 118,83 59 37,5 58,5 51,67 29/01/2014 158 91 8,5 85,83 177 50,5 83 103,50 125 253 58,5 41 90,5 63,33 1 2 3 1 2 3 06/11/2013 2 3,5 2 3,5 13/11/2013 3,9 4,40 2,3 20/11/2013 3,1 5,30 11,5 5,1 16,5 13,3 18,10 30 10 24,73 33 10 49 47 08/01/2014 74,5 15/01/2014 178,5 185,50 116

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tinggi Batang Tanaman (cm) Regosol Tgl Aluvial Rata1 2 rata 103,90 265,5 60,5 3 115,07 283,5 147,5 0 176,8 0 1 2 3 05/02/2014 174,2 130 7,5 12/02/2014 207,5 134,7 19/02/2014 254,3 26/02/2014 260,2 Latosol Kontrol Ratarata 224,67 294,5 187,5 1 2 3 103 Ratarata 143 55 42 102 Ratarata 66,33 121 163,50 137,5 317,5 236,2 230,40 72 37,5 125,5 78,33 113,93 256,5 94,5 167,5 172,83 176,5 355,1 268,9 266,83 63,5 34,5 76 58 145,67 61,5 30 77,6 56,37 301 86 3 1 192 2 98,5 169,5 189,67 178,8 356,4 3 316 283,73 117

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4 Data Pertambahan Tinggi Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Tinggi Batang (Cm) Selisih Regosol Aluvial Latosol Kontrol 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 1,9 0,3 3,4 0 0 0 0,3 0,2 0 0,2 0,2 0,3 2 0,9 0,2 0,2 0,6 1 1,1 1,2 1,1 1,4 0,8 0,3 1,4 3 2,7 1,1 1,3 4,2 1,5 2 1,8 1,7 3 0,8 0,5 1 4 8 4,2 1 9,5 1,8 4 6,1 12 6,2 4,4 0,8 3,3 5 11,3 8,2 1,5 13,5 6,4 5,2 6,9 17,5 9,5 10 1,7 6,3 6 13,2 6,7 0 16 10,3 9,7 15,2 24 16,3 10 2,3 10,2 7 5 8,8 0 5,5 6 9 15,5 0 15 12,5 7,7 22 8 4 14 0,5 16 9 11 9 25 7 17,5 6,5 14 9 25,5 3 0 7 3 8,9 23,5 6 22 2 4,5 10 10 17,5 14 1 24 1,5 3 15 11,5 11 0 5 8 11 19,5 3,5 0 30,5 0,5 6,1 11 28,5 24 0 6,5 0 12 46,5 23,5 0 48 0,5 21 17,5 122 60,5 0 3,5 32 13 16,2 39 0 88,5 10 20 67 41,5 9 0 1 11,5 14 33,3 4,7 0 18 25,5 18 0 23 48,7 17 0 23,5 15 46,8 12,8 0 0 8,5 46,5 39 37,6 32,7 0 0 0 118

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tinggi Batang (cm) Selisih Regosol Aluvial Latosol Kontrol 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 16 5,9 29,3 0 44,5 4 2 2,3 1,3 47,1 0 0 1,6 Jumlah 258,2 173,3 8,9 298,8 89,5 167,5 231,3 352,9 313,4 74,2 40,5 145,1 16,13 10,83 0,55 18,67 5,59 10,46 14,45 22,05 19,58 4,63 2,53 9,06 rata-rata tiap perlakuan 119

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 LAMPIRAN 5 Uji Normalitas Pada Pertambahan Tinggi Tanaman NPAR TESTS /K-S(NORMAL)=Tinggi /MISSING ANALYSIS. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Tinggi N 12 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 11.2108 Std. Deviation 7.05244 Absolute .121 Positive .121 Negative -.105 Kolmogorov-Smirnov Z .418 Asymp. Sig. (2-tailed) .995 a. Test distribution is Normal. Keterangan :   N = 12, berati jumlah sample yang diamati ada 12 sampel data. Pada kolom Variabel Pertambahan Tinggi Tanaman terdapat nilai Kolmogorov Smirnov = 0,418 dengan probabilitas 0,995 (Asymp. Sig. (2-tailed)). Persyaratan data disebut normal jika probabilitas atau p > 0,05 pada uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov. Oleh karena nilai p = 0,995 atau p > 0,05, maka diketahui bahwa data Variabel Pertambahan Tinggi Tanaman pada 12 sampel adalah normal, atau memenuhi persyaratan uji normalitas. Sehingga uji komparatif dapat dilanjutkan.

(141) 121 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 6 Perhitungan Uji Homogenitas Data Tinggi Tanaman Vitis vinivera Varietas Probolinggo Biru Regosol Aluvial Latosol Kontrol Total 16,13 18,67 14,45 4,63 10,83 5,59 22,05 2,53 0,55 10,46 19,58 9,06 n 3 3 3 3 12 ∑X 27,51 34,72 56,08 16,22 134,53 (∑X) 2/n 252,26 401,82 1.048,32 87,69 1.790,09 ∑X2 377,76 489,22 1.078,381 109,29 2.055,3 = {(∑X)2/n – (∑X 2/n)}: 3 SSb = {1.790,09 – 134,532/ 12} : 3 = 93,96 = {∑X2 – ((∑X)2/n)}: (n -3) SSw = { 2.055,3 – 1.790,09} : (12-3) = 29,50 = Fhitung = , , = 3,18 F0,05(3,11) = 3,59 Fhitung < F0,05(3,11) Ternyata Fhitung < F0,05(3,11), maka varians-varians adalah homogen. Sehingga analisis uji komparatif dapat dilanjutkan.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 LAMPIRAN 7 PERHITUNGAN ANOVA TINGGI BATANG Tabel: 1 2 3 ∑X ∑X2 Regosol 16,13 10,83 0,55 27,51 756,80 Aluvial 18,67 5,59 10,46 34,72 1205,47 Latosol 14,45 22,05 19,58 56,08 3144,96 Kontrol 4,63 2,53 9,06 16,22 263,08 Jumlah 134,53 5370,33 CF : (Jumlah Total)2 : jumlah pengamatan : (∑ ) ∶ 12 : (134,53)2 : 12 : 1508,193 SS total :∑ − : 2055,29 – 1508,193 : 547,097 SSperlakuan : ∑( ) ∶ − : 1790,11 – 1508,193 : 281,917 SSgalat ∑X2 Mean Kuadrat 252,26 260,17 117,28 0,30 401,82 348,56 31,24 109,41 1048,32 208,80 486,20 383,37 87,69 21,43 6,40 82,08 1790,11 2055,2997 : SStotal – SSperlakuan : 547,097 – 281,917 : 265,18

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 MSperlakuan : SSperlakuan : df perlakuan : 281,917 : 3 : 93,97 MSgalat : SSgalat : df galat : 265,18 : 8 : 14,73 Fhitung : MSperlakuan : MSgalat : 93,97 : 14,73 : 6,37 Tabel ANOVA tinggi Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Sumber Variasi Perlakuan Galat Total df 3 8 11 SS 281,917 265,18 547,097 MS 93,97 14,73 Fhitung 6,37 ftabel 5% 1% 4,07 7,59 Diketahui: • • Bila F hitung ≥F tabel pada aras 5%  perbedaan di antara rerata perlakuan dikatakan signifikan Karena Fhitung (6,37) ≥Ftabel pada aras 5% (4,07), sehingga di antara rerata pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dikatakan signifikan.

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 LAMPIRAN 8 UJI Lanjut Anova Pertambahan Tinggi Tanaman Test of Homogeneity of Variances Tinggi Tanaman Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.034 8 .428 3 Post Hoc Tests Multiple Comparisons Dependent Variable:Tinggi Tanaman Mean (I) Jenis (J) Jenis Difference Tanah Bonferroni Regosol Aluvial Latosol Kontrol GamesHowell 95% Confidence Interval Regosol Tanah (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound Aluvial -2.40333 4.70096 1.000 -18.7574 13.9507 Latosol -9.52333 4.70096 .464 -25.8774 6.8307 Kontrol 3.76333 4.70096 1.000 -12.5907 20.1174 Regosol 2.40333 4.70096 1.000 -13.9507 18.7574 Latosol -7.12000 4.70096 1.000 -23.4741 9.2341 Kontrol 6.16667 4.70096 1.000 -10.1874 22.5207 Regosol 9.52333 4.70096 .464 -6.8307 25.8774 Aluvial 7.12000 4.70096 1.000 -9.2341 23.4741 Kontrol 13.28667* 4.70096 .134 -3.0674 29.6407 Regosol -3.76333 4.70096 1.000 -20.1174 12.5907 Aluvial -6.16667 4.70096 1.000 -22.5207 10.1874 Latosol -13.28667* 4.70096 .134 -29.6407 3.0674 Aluvial -2.40333 5.95685 .975 -27.0440 22.2373 Latosol -9.52333 5.09184 .397 -34.6551 15.6084 Kontrol 3.76333 4.96197 .869 -22.2243 29.7510

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Multiple Comparisons Dependent Variable:Tinggi Tanaman Mean (I) 95% Confidence Interval Jenis (J) Jenis Difference Tanah Tanah (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound Aluvial Regosol 2.40333 5.95685 .975 -22.2373 27.0440 Latosol -7.12000 4.42459 .481 -27.4452 13.2052 Kontrol 6.16667 4.27449 .557 -14.6787 27.0121 Regosol 9.52333 5.09184 .397 -15.6084 34.6551 Aluvial 7.12000 4.42459 .481 -13.2052 27.4452 2.95196 .038 1.1342 25.4392 4.96197 .869 -29.7510 22.2243 4.27449 .557 -27.0121 14.6787 -13.28667 2.95196 .038 -25.4392 -1.1342 Latosol Kontrol Kontrol 13.28667 Regosol -3.76333 Aluvial -6.16667 Latosol * * *. The mean difference is significant at the 0.05 level. Keterangan :    Ada 2 jenis uji lanjut yang digunakan yaitu Uji Boferroni dan Uji Games Howell. Uji Boferroni digunakan apabila varian pada keempat jenis tanah sama (Homogen) dan Uji Games Howell digunakan apabila varian pada keempat jenis tanah tidak sama (tidak homogen). Dari Test of Homogneity menghasilkan bahwa varian keempat kelompok tersebut sama (homogen, maka uji lanjut (Post Hoc Test) yang digunakan adalah Uji Bonferroni Dari tabel Post Hoc Test di atas memperlihatkan bahwa kelompok yang menunjukan adanya perbedaan rata-rata tinggi batang tanaman ( ditandai dengan tanda bintang “*”)

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 9 Data Pengamatan Pertumbuhan Jumlah Daun Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru Jumlah Daun TGL 06/11/2013 13/11/2013 20/11/2013 27/11/2013 04/12/2013 11/12/2013 18/12/2013 25/12/2013 01/01/2013 08/01/2014 14/01/2014 22/01/2014 29/01/2014 05/02/2014 Regosol Aluvial Latosol Kontrol 1 2 3 Ratarata 1 2 3 Ratarata 1 2 3 Ratarata 1 2 3 Ratarata 4 12 13 16 19 20 23 29 25 33 36 37 8 9 10 11 14 17 18 16 18 19 18 25 9 12 12 12 7 9 4 7 11 6 5 3 7 11 11,67 13 13,33 15,33 15 17,33 18 19,33 19,66 21,66 5 6 10 12 15 16 20 20 25 30 37 58 19 12 14 15 16 18 22 24 12 11 9 15 7 7 9 10 11 17 18 15 15 21 25 30 10,33 8,33 11 12,33 14 17 20 19,66 17,33 20,66 23,66 34,33 9 8 10 13 16 20 14 17 17 24 29 36 7 9 13 17 21 20 23 23 26 29 44 56 6 8 10 12 17 19 17 22 23 23 29 40 7,33 8,33 11 14 18 19,66 18 20,66 22 25,33 34 44 12 6 8 11 15 17 21 20 17 17 8 4 2 2 4 8 12 11 9 8 10 14 13 10 5 6 8 9 7 18 18 17 15 18 20 20 6,33 4,66 6,66 9,33 11,33 15,33 16 15 14 16,33 13,66 11,33 126

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jumlah Daun TGL 12/02/2014 19/02/2014 26/02/2014 Regosol 1 2 3 48 47 47 29 21 29 2 0 0 Aluvial Ratarata 26,33 22,66 25,33 1 2 3 63 67 71 20 20 22 32 40 35 Latosol Ratarata 38,33 42,33 42,66 1 2 3 32 37 30 49 46 44 54 64 55 Kontrol Ratarata 45 49 43 1 5 4 1 2 3 11 7 23 14 21 Ratarata 12,33 9,66 9,66 127

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 LAMPIRAN 10 Data Pertambahan Jumlah Daun Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru (tabel selisih) Jumlah Daun Selisih 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Jumlah Rata-rata Regosol Aluvial Latosol Kontrol 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 8 1 3 1 0 0 0 2 2 0 0 1 1 1 0 4 2 2 2 4 2 2 2 2 3 1 0 2 1 1 3 4 2 3 4 1 3 3 0 3 1 1 3 4 5 4 4 0 1 3 2 1 2 6 4 0 2 2 0 11 3 1 0 4 4 1 0 3 0 4 0 0 6 0 3 0 2 0 3 0 5 0 0 0 0 2 4 5 0 0 0 3 1 0 2 0 8 1 0 5 0 6 7 3 0 0 4 3 3 0 0 7 0 4 5 15 6 0 0 2 1 7 0 21 6 5 7 12 11 0 0 0 11 4 0 5 5 2 0 0 14 1 0 3 0 0 0 4 0 8 5 0 10 0 2 0 0 8 0 4 2 0 0 0 0 0 0 7 80 32 12 66 25 36 39 50 60 16 18 30 5,71 2,28 0,85 4,71 1,78 2,57 2,78 3,57 4,28 1,14 1,28 2,14

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 LAMPIRAN 11 UJI NORMALITAS PADA PERTAMBAHAN JUMLAH DAUN NPAR TESTS /K-S(NORMAL)=Jumlah Daun /MISSING ANALYSIS. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test JumlahDaun N 12 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 2.7575 1.52393 Absolute .161 Positive .161 Negative -.105 Kolmogorov-Smirnov Z .557 Asymp. Sig. (2-tailed) .916 a. Test distribution is Normal. Keterangan:   N = 12, berati jumlah sample yang diamati ada 12 sampel data. Pada kolom Variable Pertambahan Jumlah Daun pada Tanaman terdapat nilai Kolmogorov Smirnov = 0,557 dengan probabilitas 0,916 (Asymo. Sig. (2-tailed)). Persyaratan data disebut normal jika probabilitas atau p > 0,05 pada uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov. Oleh karena nilai p = 0,916 atau p > 0,05, maka diketahui bahwa data Variable Pettambahan Jumlah Daun Tanaman pada 12 sampel adalah normal, atau memenuhi persyaratan uji normalitas.

(150) 130 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 12 Perhitungan Uji Homogenitas Data Jumlah Daun Vitis vinivera varietas Probolinggo Biru Regosol Aluvial Latosol Kontrol Total 5,71 4,71 2,78 1,14 2,28 1,78 3,57 1,28 0,85 2,57 4,28 2,14 n 3 3 3 3 12 ∑X 8,84 9,06 10,63 4,56 33,09 (∑X) 2/n 26,04 27,36 37,66 6,93 98,00 ∑X2 38,52 31,95 38,79 7,51 116,79 = {(∑X)2/n – (∑X 2/n)}: 3 SSb = {98,00 – 33,092 / 12} : 3 = 2,25 = {∑X2 – ((∑X)2/n)}: (n -3) SSw = {116,79 – 98,00} : (12-3) = 2,08 = Fhitung = , , = 1,08 F0,05(3,11) = 3,59 Fhitung < F0,05(3,11) Ternyata Fhitung < F0,05(3,11), maka varians-varians adalah homogen. Sehingga analisis uji komparatif dapat dilanjutkan.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 LAMPIRAN 13 PERHITUNGAN ANOVA JUMLAH DAUN Tabel: Jenis Tanah 1 2 3 ∑X ∑X2 Regosol 5,71 2,28 0,85 8,84 78,1456 26,04853 32,6041 5,1984 0,7225 Akuvial 4,71 1,78 2,57 9,06 82,0836 27,3612 22,1841 3,1684 6,6049 Latosol 2,78 3,57 4,28 10,63 112,9969 37,66563 7,7284 12,7449 18,3184 Kontrol 1,14 1,28 Jumlah 2,14 1,2996 CF 4,56 20,7936 6,9312 33,09 294,0197 98,00657 : (Jumlah Total)2 : jumlah pengamatan : (∑ ) ∶ 12 : (33,09)2 : 12 : 91,24 SS total :∑ − : 116,71 – 91,24 : 25,54 SSperlakuan : ∑( ) ∶ − : 98,006 – 91,24 : 6,76 SSgalat ∑X2 mean : SStotal – SSperlakuan : 25,54 – 6,76 : 18,78 MSperlakuan : SSperlakuan : df perlakuan Kuadrat 1,6384 116,7917 4,5796

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 : 6,76 : 3 : 2,25 MSgalat : SSgalat : df galat : 18,78 : 8 : 2,34 Fhitung : MSperlakuan : MSgalat : 2,25 : 2,34 : 0,95 Tabel ANOVA Jumlah Daun Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Sumber Variasi perlakuan galat total df SS MS Fhitung 3 8 11 6,76 18,78 25,54 2,25 2,34 0,95 Ftabel 5% 1% 4,07 7,59 Diketahui: • • perbedaan di antara rerata Bila F hitung < F tabel pada aras 5%  perlakuan dikatakan tidak signifikan. Karena F hitung (0,95) < F tabel (4,07), sehingga pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman dikatakan tidak signifikan.

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 14 Data Pengamatan Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru Diameter Batang (mm) Regosol TGL Aluvial Latosol 1 2 3 Ratarata 1 2 3 Ratarata 18-12-2013 0,2 0,3 0,3 0,26 0,3 0,5 0,4 0,40 25-12-2013 0,3 0,5 0,3 0,36 0,47 0,5 0,5 01/04/2013 0,42 0,58 0,41 0,47 0,67 0,6 01/08/2014 0,44 0,59 0,47 0,5 0,69 0,62 15/01/2014 0,53 0,62 0,52 22/01/2014 0,78 0,79 0,67 Kontrol 3 Ratarata 1 2 3 Ratarata 0,27 0,45 0,36 0,36 0,37 0,21 0,28 0,28 0,49 0,59 0,77 0,62 0,66 0,54 0,32 0,55 0,47 0,5 0,59 0,6 0,8 0,62 0,67 0,57 0,44 0,59 0,53 0,6 0,63 0,7 0,85 0,69 0,74 0,6 0,57 0,67 0,61 0,55 0,72 0,65 0,63 0,66 0,79 0,92 0,73 0,81 0,66 0,62 0,7 0,66 0,74 0,89 0,68 0,67 0,74 0,8 0,75 0,83 0,69 0,63 0,71 0,67 1 2 11/06/2013 13-11-2013 20-11-2013 27-11-2013 12/04/2013 12/11/2013 0,94 133

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Diameter Batang (mm) Regosol TGL Aluvial Rata1 rata 0,78 0,92 Latosol Rata1 2 rata 0,69 0,77 0,83 0,95 0,7 0,79 0,84 0,96 0,77 0,71 0 0,63 0,96 0,78 0,75 0 0,64 1 2 3 29/01/2014 0,83 0,85 0,68 05/02/2014 0,88 0,87 0,69 0,81 0,94 0,74 12/02/2014 0,97 0,88 0,69 19/02/2014 0,99 0,9 26/02/2014 0,99 0,94 1 2 0,7 1 2 3 0,79 Ratarata 0,85 0,7 0,65 0,72 Ratarata 0,69 0,85 0,99 0,89 0,91 0,7 0,66 0,72 0,69 0,81 0,89 1 0,93 0,94 0,75 0,69 0,76 0,73 0,83 0,94 1,2 1,3 1,14 0,8 0,77 0,87 0,81 0,87 0,99 1,5 1,3 1,26 0,86 0,82 0,9 0,86 3 0,79 0,83 Kontrol 3 134

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 15 Data Pertambahan Jumlah Diameter Batang Tanaman Anggur varietas Probolinggo Biru (tabel selisih) Diameter Batang (mm) Selisih 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 jumlah rata-rata 0,1 0,12 0,02 0,09 0,25 0,05 0,05 0,09 0,02 0 0,79 0,079 Regosol 2 0,2 0,08 0,01 0,03 0,17 0,06 0,02 0,01 0,02 0,04 0,64 0,064 3 0 0,11 0,06 0,05 0,15 0,01 0,01 0 0 0 0,39 0,039 1 0,17 0,2 0,02 0,03 0,17 0,03 0,02 0,02 0 0,04 0,7 0,07 Aluvial 2 3 0 0,1 0,02 0,03 0,03 0,02 0,04 0,03 0,01 0,01 0,29 0,029 0,1 0 0,1 0,03 0,04 0,02 0,01 0,01 0,04 0,08 0,43 0,043 Latosol 1 0,32 0,01 0,1 0,09 0,01 0,03 0,02 0,04 0,05 0,05 0,72 0,072 2 3 1 Kontrol 2 0,32 0,03 0,05 0,07 0,02 0,01 0,04 0,01 0,2 0,3 1,05 0,105 0,26 0 0,07 0,04 0,02 0,04 0,1 0,04 0,37 0 0,94 0,094 0,17 0,03 0,03 0,06 0,03 0,01 0 0,05 0,05 0,06 0,49 0,049 0,11 0,12 0,13 0,05 0,01 0,02 0,01 0,03 0,08 0,05 0,61 0,061 3 0,27 0,04 0,08 0,03 0,01 0,01 0 0,04 0,11 0,03 0,62 0,062 135

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 LAMPIRAN 16 UJI NORMALITAS PERTAMBAHAN DIAMETER BATANG TANAMAN NPAR TESTS /K-S(NORMAL)=DiameterBatang /MISSING ANALYSIS. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Tinggi N 12 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 11.2108 Std. Deviation 7.05244 Absolute .121 Positive .121 Negative -.105 Kolmogorov-Smirnov Z .418 Asymp. Sig. (2-tailed) .995 a. Test distribution is Normal. Keterangan:   N = 12, berati jumlah sample yang diamati ada 12 sampel data. Pada kolom Variabel Pertambahan Diameter Batang Tanaman terdapat nilai kolmogorov Smirnov = 0,418, dengan probabilitas 0,995 (Asymp. Sig. (2-tailed)). Persyaratan data disebut normal jika probabilitas atau p > 0,05, pada uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov. Oleh karena nilai p = 0,995 atau p > 0,05, maka diketahui bahwa data Variabel Pertambahan Diameter Batang Tanaman pada 12 sampel adalah normal, atau memenuhi persyaratan uji normalitas.

(157) 137 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 17 Perhitungan Uji Homogenitas Data Diameter Batang Vitis vinivera varietas Probolinggo Biru Regosol Aluvial Latosol Kontrol Total 0,079 0,07 0,072 0,049 0,064 0,029 0,105 0,061 0,039 0,043 0,094 0,062 n 3 3 3 3 12 ∑X 0,182 0,142 0,271 0,172 0,767 (∑X) 2/n 0,011 0,006 0,024 0,0098 0,052 ∑X2 0,011 0,007 0,025 0,0099 0,054 = {(∑X)2/n – (∑X 2/n)}: 3 SSb = {0,052 – 0,7672/ 12} : 3 = 0,035 = {∑X2 – ((∑X)2/n)}: (n -3) SSw = { 0,054 – 0,052} : (12-3) = 0,048 = Fhitung = , , = 0,729 F0,05(3,11) = 3,59 Fhitung < F0,05(3,11) Ternyata Fhitung < F0,05(3,11), maka varians-varians adalah homogen. Sehingga analisis uji komparatif dapat dilanjutkan.

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 LAMPIRAN 18 PERHITUNGAN ANOVA DIAMETER BATANG TANAMAN Tabel: 1 2 3 Regosol 0,079 0,064 0,039 Aluvial 0,07 0,029 0,043 Latosol 0,072 0,105 0,94 Kontrol 0,049 0,061 0,062 jumlah CF ∑X 0,182 0,142 1,117 0,172 1,613 ∑X2 0,033124 0,020164 1,247689 0,029584 1,330561 : (Jumlah Total)2 : jumlah pengamatan : (∑ ) ∶ 12 : (1,613)2 : 12 : 0,21 SS total :∑ − : 0,929 – 0,21 : 0,719 SSperlakuan : ∑( ) ∶ − : 0,443 – 0,21 : 0,23 SSgalat ∑X2 mean kuadrat 0,011041 0,006241 0,004096 0,001521 0,006721 0,0049 0,000841 0,001849 0,415896 0,005184 0,011025 0,8836 0,009861 0,002401 0,003721 0,003844 0,44352 0,929223 : SStotal – SSperlakuan : 0,719 – 0,23 : 0,48

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 MSperlakuan : SSperlakuan : df perlakuan : 0,23 : 3 : 0,07 MSgalat : SSgalat : df galat : 0,48 : 8 : 0,06 Fhitung : MSperlakuan : MSgalat : 0,07 : 0,06 : 1,16 Tabel ANOVA tinggi Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru sumber variasi perlakuan galat total Df 3 8 11 SS 0,23 0,48 0,719 MS 0,07 0,06 Fhitung 1,16 ftabel 4,07 7,59 Diketahui: • • perbedaan di antara rerata Bila F hitung < F tabel pada aras 5%  perlakuan dikatakan tidak signifikan. Karena F hitung (1,16) < F tabel (4,07), sehingga pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman dikatakan tidak signifikan.

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 19 Data Persentase Daun Sehat Tanaman Anggur Varietas Probolinggo Biru Tiap Perlakuan Per-Minggu Regosol Tgl 11-06-2013 13-11-2013 20-11-2013 27-11-2013 12-04-2013 12-11-2013 18-12-2013 25-12-2013 31-12-2013 01-08-2014 15-01-2014 22-01-2014 29-01-2014 05-02-2014 12-02-2014 19-02-2014 26-02-2014 1 2 3 Ratarata 83 73 82 56,6 71,5 75 76 62,1 66,5 55 78,2 84,2 73 74 82,5 65,5 67 88,5 61 62,8 58 68,8 87 31 65 72 62 63 20 54 40 0 0 84,73 59 73,66 70,36 66,33 68,33 61,5 59,03 56,43 37,66 49 1 Persentase Sisa Daun Sehat (%) Aluvial Latosol Rata2 3 1 2 3 rata 83,9 42,7 74 67 84 57 85 66 89,6 66 65,2 57 56,5 53 60,5 54 62,5 69 74 63 76,2 67 52 81 69,5 61,2 76,7 71,5 57 58,5 67,8 60 63,4 85,03 59,33 74,33 79,83 72,37 65,06 55 58,5 55,1 44 48,33 95,7 75 75,6 70,2 86,5 67 62,2 62 60,2 45,5 48 77,4 70 67 61,8 77,7 75 68,6 70 64 59 62 93,4 82 77,5 63,5 79,2 70,4 68 54 73,9 52 52 Kontrol Ratarata 1 2 3 Ratarata 71,2 57,33 68,66 74,33 72,53 61,73 43,16 56,16 57,16 45,66 47,73 87 93 72,1 64,2 57 57 50 50 50 40 45 83 96 92,2 82,1 79 79 48 54 46 49 40 89 92 88 77 78 78 65 66 71 65 53,5 59,53 74 70,16 70,73 77,43 64,56 55,5 57,66 66,43 65,66 68,86 140

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 LAMPIRAN 20 Rata-rata persentase Daun Sehat Masing-Masing Perlakuan pada Setiap Minggu No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 jumlah Ratarata per minggu Rata-Rata Persentase Daun Sehat Masing-Masing Perlakuan pada Setiap Minggu Regosol Aluvial Latosol Kontrol 84,73 59 73,66 70,36 66,33 68,33 61,5 59,03 56,43 37,66 49 686,07 85,03 59,33 74,33 79,83 72,37 65,06 55 58,5 55,1 44 48,33 696,9 71,2 57,33 68,66 74,33 72,53 61,73 43,16 56,16 57,16 45,66 47,73 655,7 59,53 74 70,16 70,73 77,43 64,56 55,5 57,66 66,43 65,66 68,86 730,57 62,37 63,35 59,60 66,41

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 21 pH dan Kelembaban pada 3 Jenis Media Tanam Tanaman Anggur (Vitis vinifera) Varietas Probolinggo Biru Tanggal 13 Nov ‘1 15 Nov ‘1 18 Nov ‘13 21 Nov ‘13 25 Nov ‘13 27 Nov ‘13 29 Nov ‘13 1 Des ‘13 5 Des ‘13 7 Des ‘13 9 Des ‘13 12 Des ‘13 14 Des ‘13 16 Des ‘13 18 Des ‘13 20 Des ‘13 23 Des ‘13 26 Des ‘13 03 Jan ‘14 04 Feb ‘14 Jumlah Rata-Rata Regosol 7 6,8 6,8 6,6 6 7 8 6,4 6,8 6 6,6 6 6,5 7 6,5 6 6,6 5,6 7 6,5 131,7 6,58 pH Aluvial Latosol 7 6 6 5,2 6,2 5,6 6,2 5,2 6 6 6,8 5,4 6,4 5,8 6,2 5,4 6,8 5,6 6,8 6 6 5,8 6,1 5,8 6,6 6 7 6 6 6,2 6,4 6,2 5,8 5,9 6,8 6,6 7 5,6 6,2 5,5 128,3 115,8 6,41 5,79 Kontrol 6 6 5,8 5,8 6 6,5 6,4 6,4 6,2 6,6 6,8 5,8 6,2 6 6,4 6,4 7 5,6 6,8 6,8 125,5 6,27 Regosol 2,5 5 3 3 6 2,5 3 3 5 4 3 7,2 8 4 4,5 4,5 4 7 6 10 95,2 4,76 Kelembaban Aluvial Latosol 9 10 8,5 10 8,2 10 9 10 9 10 7 10 6 10 5 10 5,4 10 4 7 5 8 8,8 10 9 10 8 10 3 5 3 5 8 10 10 8 8 10 10 10 143,9 183 7,19 9,15 Kontrol 10 10 10 10 10 8 8 7 6 6,5 9 7,1 7,1 9 5 5 7,5 3 9,5 10 157,7 7,88 142

(163)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh kedalaman tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman temu-temuan (Curcuma spp.)
0
9
58
Pengaruh media tanam dan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias "aglanema var. donna carmen"
0
15
51
Pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan bibit pepaya genotipe IPB 3, IPB 4, dan IPB 9
0
9
14
Keragaan bakteri endofit dan rizosfer dari tanaman jagung (Zea mays L) pada media tanam dan varietas yangberbeda
0
3
11
Pengaruh komposisi media dan macam zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman anthurium hookeri
3
6
69
Pengaruh Jus Anggur Merah (Vitis vinifera) Terhadap Tekanan Darah.
0
1
16
Pengaruh campuran media tanam pasir (regosol) terhadap pertumbuhan serta hasil produksi pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutenscens Linn.) dalam polybag.
1
17
151
Pengaruh arang sekam sebagai media tanam terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir).
1
25
142
Pengaruh tiga jenis tanah, Tanah Gunung Kidul (Mediterans Soils), Tanah Paingan (Aluvial), Pasir Pantai Sama (Regosol) terhadap pertumbuhan anggur varietas Alfonso Lafalle.
0
0
148
Uji Aktivitas Anti Radikal Bebas Ekstrak Biji Anggur (Vitis vinifera) Varietas Probolinggo Biru Terhadap Diphenyl Picryl Hydrazyl (DPPH) Secara Spektrofotometri Tampak - Ubaya Repository
0
0
1
jpms efek jarak tanam varietas terhadap distribusi cahaya dalam kanopi dan pertumbuhan biomasa kedel
0
0
8
Pengaruh media tanam organik terhadap pe
0
0
12
Pengaruh biostimulan terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu varietas PSJT-941
0
1
7
Pengaruh biostimulan terhadap toleransi kekeringan dan pertumbuhan tanaman tebu varietas Kidang Kencana di rumah kaca
0
0
10
Pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan tanaman anggur (v. vinifera) var. kediri kuning di dalam pot - USD Repository
0
1
136
Show more