HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN DAN KINERJA PADA IBU MUDA YANG BEKERJA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
94
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN DAN KINERJA PADA IBU MUDA YANG BEKERJA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh: Yogi Andhika Jaya Putri NIM : 119114005 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI IITIBT'NGAN ANTARA KELEKATAN AMAN DAN KINERJA PADA IBU MT]DA YANG BEKERJA Pembimbing &, Tanggal 25 JAN 2019

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PENGESAIIAN SKRIPSI IIUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN DAN KINERJA PADA IBU MUDA YANG BEKERJA Dipersiapkan dan Ditulis oleh: Yogi Andhika Jaya Putri NIM: 119114005 s uls D \to s3II Penguji 1 : P Penguji 2:Dr. Penguji 3 ,a 'dr; : 1|!|l ogyakarta, -irr\r 2g JAN 6u"' Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma w 11r

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. (Penghkhotbah 3:11) Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12:12) iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya Tulis Ini saya persembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus Untuk Bapak Christian Jimin, Alm. Ibu Anjar Wikani, Suamiku Gerson, Anakku Lily, Yoga, Aji, Mba Nia, Othniel, dan Budhe Sum yang senantiasa memberikan semangat, mendampingi, dan tak putus mendoakan agar skripsi ini cepat selesai v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalan kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 23 Juh2018 Penulis Yogi Andhika Jaya Putri vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN DAN KINERJA PADA IBU MUDA YANG BEKERJA Yogi Andhika Jaya Putri ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan aman dan kinerja pada ibu muda yang bekerja. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antar kelekatan aman dan kinerja pada ibu muda yang bekerja. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah skala kelekatan dan skala kinerja yang disusun oleh peneliti. Skala kelekatan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,960 dari 30 item dan skala kinerja memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,935 dari 26 item. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s rho karena sebaran data pada kedua variabel bersifat tidak normal. Pada penelitian ini memiliki korelasi sebesar 0,794 dengan nilai p sebesar 0,000 < 0,005. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara kelekatan aman dan kinerja. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat kelekatan aman ibu muda yang bekerja dengan anaknya, maka semakin tinggi kinerjanya. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah kelekatan aman ibu muda yang bekerja dengan anaknya, maka semakin rendah kinerjanya. Kata kunci : kelekatan aman, kinerja, ibu muda yang bekerja vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI THE RELATIONSHIP BETWEEN SECURE ATTACHMENT AND WORK PERFORMANCE OF YOUNG WORKING-MOTHER Yogi Andhika Jaya Putri ABSTRACT This research was to figure out the relationship between secure attachment work performance of young working-mother. Based on hypothesis of this research, there was a significant positive relation of secure attachment and work performance of young working-mother. Data gathered by using attachment scale and work performance scale which was arranged by researcher. The attachment scale has reliability coefficient of 0.960 from 30 items and work performance scale has coefficient of 0.935 from 26 items. Data analysis technic using correlation test of Spearman’s rho due to data distribution on both variable have abnormal behavior. In this research the correlation has value 0.794 with p value amount 0.000<0.005. The result showed a positive relation between secure attachment with work performance. Based on the result, the higher value of secure attachment from young working-mother with her child therefore the higher work performance of the young working-mother. So as vice versa, the lower value of secure attachment from working-mother with her child therefore the lower work performance of the young working-mother. Keyword: secure attachment, working performance, young working-mother viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERI\TYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM Yang bertandatangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama NIM Yogi Andhika Jaya Putri :119114005 : Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: Hubungan antara kelekatan aman dan kinerja pada ibu muda yang bekerja Beserta perangkat yang diperlukan (bila perlu). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian persetujuan ini saya buat dengan sebenarnya Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 23 Juli 2018 Yang menyatakan (Yogi Andhika Jaya Putri) 1X

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus, atas seluruh berkat dan tuntunanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi pada Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa selama persiapan, penyusunan, hingga terselesainya skripsi ini, penulis tidak lepas dari bantuan pihak yang terus menerus memberikan dukungan dan ide-ide yang dapat memperlancar skripsi ini. Untuk itu, dengan ketulusan dan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yesus, terima kasih atas berkat dan penyertaan yang sudah diberikan selama penulis berproses dengan karya tulisnya. 2. Ibu Dr. Titik Kristiyani, M. Psi., Psi. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dan segenap jajaran Dekanat. 3. Ibu Monica Eviandaru Madyaningrum M.App., Ph. D. selaku Kepala Program Studi dan Dosen Pembimbing Akademik Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah membantu dalam kelancaran penulisan skripsi ini. 4. Mbak P. Henrietta PDADS S.Psi., M.A. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran dan dukungan dari awal penyusunan skripsi sehingga dapat selesai dengan baik. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Bapak Christian Jimin, Alm. Ibu Anjar Wikani tercinta, yang selalu memberikan doa, kasih sayang dan motivasi yang tak pernah berhenti sampai Ika menyelesaikan skripsi ini. Maaf ya bu karena ibu tidak sempat menyaksikan sampai selesai. 6. Gerson Yosef Tappang, suamiku yang tak henti-hentinya memberikan doa, dukungan dan motivasi untuk menyelesaikan skripsi ini. Lily Aurelie Tappang, sumber motivasi dan semangatku setiap kali penulis merasa tidak mampu untuk menyelesaikan skripsi. 7. Yoga Andhika Jaya Putra, Aji Wardana, Elizabet Erni Kurniawati, Othniel Kurnia Wardana, saudaraku tersayang yang senantiasa memberikan dukungan, semangat, dan doa yang tiada hentinya. 8. Christina Sumirahayu, yang selalu mendukung dan memberi semangat. Terima kasih atas dukungannya budhe. 9. Dosen Penguji Skripsi terima kasih atas ilmu, dukungan dan bimbingan yang telah diberikan kepada penulis sehingga memberikan hal positif bagi penulis. 10. Segenap staf administrasi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma; Mas Y. Gandung Widyantoro terimakasih atas pelayanan, bantuan dan keramahan yang diberikan. 11. Segenap Dosen pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, terima kasih atas ilmu, pengalaman dan pembelajaran yang Bapak dan Ibu berikan kepada penulis. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Mama Martha Pare dan Papa Yosef Tappang yang selalu memberikan dukungan dan doanya. 13. Teman-teman padukuhan Mba Etta, Rara, Betrik, Ingga, Adri, Clara dan yang lainnya. Terimakasih untuk waktu, kebersamaan, ilmu dan bantuannya selama proses mengerjakan skripsi. 14. Vero, Betrik, Anin, Ria, Riana, Dewi terimakasih sudah membuat hari-hariku berwarna selama masa kuliah. 15. Psikologi 2011 terimakasih sudah menjadi keluarga yang menyenangkan selama menuntut ilmu di Fakultas Psikologi Sanata Dharma. 16. Semua pihak yang telah mendukung penulis selama ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Penulis sungguh menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Penulis meminta maaf atas segala kesalahan dan kelalaian yang telah diperbuat, baik kata, sikap maupun tulisan. Penulis menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan karya tulis ini. Yogyakarta, 23 Juli 2018 Penulis xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ................................ ii HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii HALAMAN MOTTO ...................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................... vi ABSTRAK ....................................................................................................... vii ABSTRACT ....................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .................... ix KATA PENGANTAR ..................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xvii DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xviii BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................. 6 C. Tujuan Penelitian ................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian................................................................................. 6 1. Manfaat Teoretis .............................................................................. 6 2. Manfaat Praktis ................................................................................ 7 BAB II. LANDASAN TEORI ......................................................................... 8 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Kinerja ................................................................................................... 1. Definisi Kinerja ............................................................................... 8 8 2. Aspek Kinerja................................................................................... 9 3. Faktor Kinerja .................................................................................. 11 B. Kelekatan .............................................................................................. 12 1. Definisi Kelekatan ............................................................................ 12 2. Aspek Kelekatan .............................................................................. 13 C. Wanita Dewasa Awal yang Bekerja ...................................................... 16 D. Dinamika Kelekatan Aman Ibu Muda yang Bekerja pada Anak Balitanya dan Kinerjanya ............................................................................................. 17 E. Skema Kelekatan Aman Ibu Bekerja pada Anak Balitanya dan Kinerjanya……………………………………………………………... 21 F. Hipotesis……………………………………………………………... 22 BAB III. METODE PENELITIAN.................................................................. 23 A. Jenis Penelitian ...................................................................................... 23 B. Variabel Penelitian ................................................................................ 23 C. Definisi Operasional .............................................................................. 23 1. Kelekatan Aman ............................................................................... 23 2. Kinerja .............................................................................................. 24 D. Subjek Penelitian ................................................................................... 25 E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ..................................................... 25 1. Skala Kelekatan Aman ..................................................................... 26 2. Skala Kinerja .................................................................................... 27 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Validitas dan Reliabilitas ....................................................................... 29 1. Validitas ........................................................................................... 29 2. Seleksi Item ...................................................................................... 30 3. Reliabilitas ....................................................................................... 33 G. Metode Analisis Data ........................................................................... 35 1. Uji Asumsi ....................................................................................... 35 2. Uji Linearitas .................................................................................... 35 3. Uji Hipotesis .................................................................................... 36 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................ 37 A. Pelaksanaan Penelitian .......................................................................... 37 B. Deskripsi Subjek Penelitian................................................................... 37 C. Deskripsi Data Penelitian ...................................................................... 38 1. Hasil Penelitian ................................................................................ 41 2. Pembahasan ..................................................................................... 44 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................... 47 A. Kesimpulan ........................................................................................... 47 B. Keterbatasan Penelitian ......................................................................... 47 C. Saran ..................................................................................................... 47 1. Bagi Subjek ...................................................................................... 47 2. Bagi Instansi ..................................................................................... 48 3. Bagi Peneliti Selanjutnya ................................................................ 48 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 49 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN ..................................................................................................... xvi 52

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Skor Berdasarkan Kategori Jawaban ................................................. 26 Tabel 2. Distribusi Item Skala Kelekatan Aman .............................................. 27 Tabel 3. Distribusi Item Skala Kinerja ............................................................. 29 Tabel 4. Distribusi Item Skala Kelekatan Aman Setelah Seleksi Item ............ 31 Tabel 5. Distribusi Item Skala Kinerja Setelah Seleksi Item ........................... 33 Tabel 6. Rentang Usia Anak Subjek ................................................................ 37 Tabel 7. Perbandingan Nilai Mean Empirik dan Mean Teoritik ...................... 38 Tabel 8. Hasil Uji One Sample T-Test Kelekatan ............................................ 38 Tabel 9. Hasil Uji One Sample T-Test Kinerja ................................................ 39 Tabel 10. Norma Kategorisasi.......................................................................... 40 Tabel 11. Norma Kategorisasi Kelekatan ........................................................ 40 Tabel 12. Norma Kategorisasi Kinerja............................................................. 41 Tabel 13. Hasil Uji Normalitas ........................................................................ 42 Tabel 14. Hasil Uji Linearitas .......................................................................... 43 Tabel 15. Uji Hipotesis .................................................................................... 44 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema Hubungan antara Kelekatan Aman dan Kinerja pada Ibu Muda yang Bekerja .................................................................................................... 21 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa awal merupakan tahap dimana individu melakukan penyesuaian diri terhadap pola kehidupan dan harapan sosial yang baru. Dewasa awal terjadi pada usia 20-40 tahun. Pada tahap perkembangan dewasa awal, seorang wanita memiliki tugas perkembangan seperti memilih pasangan hidup, belajar hidup bersama suami, memulai membina keluarga, mengasuh anak, mengelola rumah tangga, dan juga mendapatkan pekerjaan (Hurlock, 1999). Jumlah wanita yang bekerja di Indonesia mengalami peningkatan. Kecenderungan peningkatan tenaga kerja wanita terlihat jelas berdasarkan data survei dari Dinas Ketenagakerjaan yang menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja wanita adalah 46.046.837 pada Agustus 2014, sedangkan pada Februari 2016 meningkat menjadi 49.533.946. Dari data tersebut diketahui adanya peningkatan jumlah tenaga kerja wanita dalam kurun waktu dua tahun. Wanita bekerja ada yang lajang dan ada yang sudah menikah. Bagi wanita bekerja yang sudah menikah mereka memiliki peran ganda karena akan menghadapi berbagai tugas, tanggung jawab bahkan tuntutan dan 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 masalah, baik dalam pekerjaan maupun keluarga. Mereka di satu sisi dituntut untuk dapat membina dan mengurus rumah tangga dengan baik, namun di sisi lain sebagai seorang pekerja, mereka juga dituntut untuk dapat bekerja sesuai dengan standar kinerja yang telah ditentukan dengan cara menunjukkan performa kerja yang baik (Priyatnasari, 2014). Wanita bekerja yang sudah menikah paling tidak menjalani dua peran sekaligus yang tidak mudah, yakni sebagai pekerja dan juga sebagai istri, ibu, atau pengelola rumah tangga. Hal ini dapat menimbulkan konflik peran bagi mereka karena banyak peran yang harus dilakukan, sehingga bisa saja saling berbenturan satu dengan yang lainnya (Tewal & Tewal, 2014). Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Asri (2014) menyatakan bahwa wanita bekerja yang sudah menikah belum memiliki kinerja yang tinggi. Hal ini disebabkan karena wanita bekerja memiliki konflik peran ganda dan stress kerja, sehingga menyebabkan konsentrasi kerja menurun dan kinerjanya rendah. Wirakristama (2011) juga menyatakan dalam penelitiannya bahwa kinerja wanita bekerja semakin rendah karena dipengaruhi oleh keinginan menjadi ibu rumah tangga sekaligus menjadi wanita karir. Mangkunegara (2005) mengungkapkan bahwa kinerja merupakan prestasi atau hasil kerja yang dapat dicapai oleh karyawan pada periode waktu tertentu baik secara kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawabnya yang diberikan kepadanya.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Senada dengan Mangkunegara, Rivai (dalam Sinambela, 2012) juga mengungkapkan bahwa kinerja merupakan hasil seseorang selama periode waktu tertentu dalam melaksanakan tugas yang dibandingkan dengan standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Amir (2015) menjelaskan bahwa kinerja merupakan sesuatu yang ditampilkan oleh seseorang atau proses yang berkaitan dengan tugas kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Soemarno (2003), menyatakan bahwa kinerja adalah perilaku yang diperlihatkan seseorang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan pada seseorang, organisasi atau kelompok. Whitmore (2009) menyatakan bahwa kinerja merupakan hasil dan perilaku, yaitu suatu perbuatan, prestasi dan ketrampilan dalam melaksanakan fungsi-fungsi dari seorang karyawan. Menurut Saeed (2013) terdapat empat faktor yang dapat memengaruhi kinerja, yaitu budaya organisasi, masalah pribadi, konten pekerjaan, dan imbalan keuangan. Budaya organisasi merupakan cerminan dari kinerja karyawan. Masalah pribadi adalah hambatan terbesar pada kinerja karyawan. Konten pekerjaan, ketika konten pekerjaan menantang dan inovatif, maka karyawan bersedia memberikan hasil pekerjaan yang positif. Imbalan keuangan merupakan motivator terbesar bagi karyawan untuk menghasilkan pekerjaan secara maksimal. Masalah pribadi merupakan salah satu faktor kinerja yang menjadi hambatan terbesar bagi kinerja karyawan (Saeed, 2013). Menurut Saeed (2013) masalah keluarga merupakan masalah pribadi yang dapat

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 menyebabkan seseorang tidak dapat bekerja secara maksimal dan berdampak negatif pada kinerjanya. Masalah keluarga yang dialami oleh sebagian besar wanita bekerja dengan status menikah dan memiliki anak yaitu konflik peran ganda. Dilema antara memikirkan pekerjaan dan juga keinginan untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang layak kepada anaknya (Christine, 2011). Seorang wanita yang berstatus menikah dan memiliki anak, secara otomatis memegang tanggung jawab dalam membantu anak dan mengembangkan semua potensi yang dimiliki anak, termasuk memenuhi kebutuhan psikis dan fisiknya. Ibu memiliki andil yang sangat besar karena ibu sebagai individu yang melahirkan anak dan memiliki ikatan emosional yang besar dibandingkan dengan anggota keluarga yang lain, termasuk ayah. Selain itu, anak juga membutuhkan perhatian, kasih sayang, serta perlindungan yang dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan menjauhkan anak dari berbagai macam bahaya (Sudarso, 2006). Kartono (1992) memaparkan bahwa setiap ibu pasti memiliki perasaan cemas ketika berjauhan secara fisik dengan anaknya, terutama sekali jika anak tersebut masih bayi. Perasaan ingin selalu berdekatan dengan anaknya akan menimbulkan kerinduan yang sangat mendalam, jika setiap kali harus berpisah dengan anaknya. Kadang kala sampai menimbulkan kecemasan yang mendalam, sehingga mengakibatkan kemurungan yang mendekati rasa putus asa yang dirasakan oleh seorang ibu (Kartono, 1992).

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Cole dan Zuckerman (1987) menyatakan bahwa wanita yang bekerja, telah menikah dan memiliki anak kinerjanya tergolong tinggi ketika mampu mengelola diri, seperti memiliki kepercayaan diri, optimisme, dan kestabilan emosi. Kondisi emosi ibu bekerja dapat mempengaruhi kinerjanya, kondisi emosi termasuk kecemasan dan kelekatan dengan anak (Wharton & Erickson, 1995). Monks, dkk (2004) mengemukakan bahwa kualitas hubungan antara orang tua terutama ibu dengan anak memegang peranan penting. Tingkah laku lekat tidak hanya ditujukan anak pada ibu namun juga ibu terhadap anak, Bowlby (dalam Ervika, 2005) menyatakan tingkah laku ini sebagai Signaling Behavior. Bentuk tingkah laku lekat ibu pada anak berupa sikap yang ingin mempertahankan kontak dengan anak dan memperlihatkan ketanggapan terhadap kebutuhan anak dan memperlihatkan ketanggapan terhadap kebutuhan anak (Bowlby, dalam Ervika, 2005). Interaksi yang terjadi antara ibu dan anak dimulai saat proses pemberian ASI (air susu ibu), interaksi ini bersifat intens (Ervika, 2005). Bowlby dan Ainsworth (dalam Santrock, 2003) mengatakan bahwa kelekatan merupakan ikatan emosional yang terus menerus ditandai dengan kecenderungan untuk mencari dan memantapkan kedekatan terhadap tokoh tertentu. Bowlby dan Ainsworth (dalam Santrock, 2003) juga menyebutkan bahwa pola kelekatan terbagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu kelekatan aman dan kelekatan tidak aman. Individu yang memiliki kelekatan aman memiliki sikap percaya diri, optimis, dan mampu membina hubungan dekat

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 dengan orang lain, sedangkan individu yang tidak memiliki kelekatan aman akan bersikap menarik diri, tidak nyaman dalam sebuah kedekatan, sebisa mungkin mengurangi ketergantungan terhadap orang lain, memiliki kecemasan dan emosi yang berlebihan (Santrock, 2003). Wharton dan Erickson (1995) menyatakan bahwa kondisi emosi ibu dapat mempengaruhi kinerjanya. Apabila ibu mengalami kecemasan dan emosi yang berlebihan hal tersebut dapat mempengaruhi pekerjaan dan kinerjanya. Hal ini senada dengan hasil penelitian Cole dan Zuckerman (1987) yang menemukan bahwa wanita yang telah menikah, memiliki anak, dan bekerja dapat memiliki performansi yang tinggi ketika memiliki kepercayaan diri, optimisme, dan kestabilan emosi. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan antara kelekatan aman dan kinerja pada ibu muda yang bekerja”. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: apakah ada hubungan antara kelekatan aman dan kinerja pada ibu muda yang bekerja. C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kelekatan aman dan kinerja pada ibu muda yang bekerja.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk mengembangkan ilmu psikologi, khususnya Psikologi Perkembangan dan Psikologi Industri dan Organisasi, yang berkaitan dengan kelekatan dan kinerja. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini dapat memberikan manfaat terutama bagi ibu muda yang bekerja dalam menjalankan perannya sebagai ibu bekerja dan sebagai orang tua, yaitu sebagai bahan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kinerja 1. Definisi Kinerja Kinerja adalah hasil dari fungsi pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu (Tika, 2006). Mangkunegara (2005) juga mengungkapkan bahwa kinerja merupakan hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang telah dicapai oleh karyawan pada periode waktu tertentu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan. Senada dengan Tika dan Mangkunegara, Robbins (dalam Uno & Lamatenggo, 2012) juga mendefinisikan kinerja sebagai ukuran dari hasil kerja yang dilakukan dengan menggunakan kriteria yang disetujui bersama. Ghiselli dan Brown (dalam Dais, 2010) mengartikan kinerja sebagai tingkat keberhasilan individu dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Hal ini senada dengan Rivai (dalam Sinambela, 2012) yang menyatakan kinerja merupakan hasil atau tingkat keberhasilan karyawan selama periode waktu tertentu dalam melaksanakan tugas yang dibandingkan dengan berbagai kemungkinan yang telah ditentukan dan telah disepakati bersama. 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Pendapat yang berbeda diungkapkan Amir (2015) yang menjelaskan bahwa kinerja merupakan sesuatu yang ditampilkan oleh seseorang yang berkaitan dengan tugas kerja yang telah ditetapkan. Hal ini serupa dengan Soenarmo (2003), yang menyatakan bahwa kinerja merupakan perilaku yang diperlihatkan seseorang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan pada karyawan, perilaku tersebut berupa gambaran umum tahapan dan semua unsur yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dengan baik. Whitmore (2009) menyatakan secara lebih lengkap bahwa kinerja merupakan hasil dan perilaku, yaitu suatu perbuatan, prestasi dan ketrampilan dalam melaksanakan fungsi-fungsi yang dari seseorang. Waldman (dalam Koesmono, 2005) mengungkapkan bahwa kinerja merupakan gabungan dari perilaku dengan prestasi yang diharapkan dan pilihannya atau bagian dari syarat tugas yang diberikan kepada masingmasing individu dalam suatu organisasi. Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja dan perilaku yang ditampilkan seseorang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan selama periode tertentu. 2. Aspek Kinerja Mangkunegara (2007) menyatakan bahwa aspek kinerja terbagi menjadi dua, yaitu aspek kuantitatif dan aspek kualitatif.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 a. Aspek kuantitatif meliputi proses kerja dan kondisi pekerjaan, waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan, dan jumlah kesalahan selama melaksanakan pekerjaan. b. Aspek kualitatif meliputi ketepatan kerja dan kualitas pekerjaan, serta tingkat kemampuan yang dimiliki ketika melaksanakan pekerjaan. Gomes (2003) menambahkan bahwa evaluasi kinerja karyawan didasarkan pada 3 tipe yaitu penilaian kerja berdasarkan hasil, perilaku dan judgement. Penilaian kinerja berdasarkan hasil yaitu merumuskan kinerja berdasarkan tujuan organisasi yang telah dicapai, atau mengukur hasil akhir. Penilaian kinerja berdasarkan perilaku yaitu pengukuran sarana pencapaian sasaran, bukan hasil akhirnya. Selain itu, penilaian kinerja berdasarkan judgement menilai dan atau mengevaluasi kinerja berdasarkan deskripsi perilaku yang spesifik, antara lain. a. Quantity of work, yaitu jumlah pekerjaan yang dilakukan selama periode waktu tertentu. b. Quality of work, yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapan. c. Job knowledge, yaitu pengetahuan karyawan mengenai pekerjaan dan keterampilan. d. Creativeness, yaitu keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyesuaikan persoalan yang timbul. e. Cooperation, yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 f. Dependability, yaitu dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penyelesaian pekerjaan. g. Initiative, yaitu semangat untuk melakukan tugas-tugas baru dalam memperbesar tanggungjawabnya. h. Personal quality, yaitu kepemimpinan, kepribadian, keramah-tamahan dan integritas pribadi. Berdasarkan aspek-aspek kinerja tersebut, dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek kinerja adalah aspek kualitatif (quantity of work), aspek kualitatif (quality of work), job knowledge, creativeness, cooperation, dependability, initiative, dan personal quality. 3. Faktor Kinerja Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja menurut Saeed et al. (2013) adalah budaya organisasi, masalah pribadi, konten pekerjaan, dan imbalan keuangan. a. Budaya Organisasi Dalam suatu perusahaan diharapkan memiliki lingkungan pekerjaan nyaman untuk bekerja, sehingga akan mendorong karyawan untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien. Budaya organisasi yang baik dan kompetitif akan meningkatkan kerja karyawan. Selain itu, budaya organisasi yang kuat dan memotivasi juga akan mendorong karyawan untuk bekerja secara efektif, karena budaya organisasi merupakan cerminan dari kinerja karyawan.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 b. Masalah Pribadi Masalah pribadi adalah hambatan terbesar pada produktivitas karyawan. Masalah pribadi meliputi masalah keluarga. Jika seorang karyawan memiliki masalah keluarga, maka tidak bisa bekerja secara maksimal dan berdampak negatif pada kinerjanya. c. Konten Pekerjaan Untuk mencapai suatu pekerjaan dibutuhkan kreativitas, antusias, lingkungan dan tujuan yang menantang. Jika konten pekerjaan menantang dan inovatif maka karyawan bersedia memberikan hasil pekerjaan yang positif. Dalam hal ini, evaluasi dan rotasi pekerjaan sangat penting, karena karyawan bisa bosan jika melakukan pekerjaan yang sama sepanjang waktu. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dan kreativitas agar dapat meningkatkan kinerja karyawan. d. Imbalan Keuangan Terdapat hubungan yang kuat antara imbalan keuangan dan kinerja karyawan. Jika kinerja didukung oleh imbalan keuangan, maka karyawan akan bekerja lebih giat. Hal ini dianggap sebagai motivator terbesar bagi karyawan. Insentif akan meningkatkan komitmen karyawan untuk menghasilkan kinerja yang baik. B. Kelekatan 1. Definisi Kelekatan Kelekatan atau yang disebut attachment menurut Santrock (2002) merupakan ikatan emosional yang erat diantara dua orang. Senada dengan

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Santrock, Ainsworth (dalam Ervika, 2005) mengatakan bahwa kelekatan adalah ikatan emosional yang dibentuk seorang individu dengan orang lain yang bersifat spesifik, mengikat mereka dalam suatu kedekatan yang bersifat kekal sepanjang waktu. Papalia (2014) menambahkan bahwa kelekatan merupakan suatu ikatan emosional yang bersifat timbal balik yang terjadi antara dua orang, terutama bayi dan pengasuh, yang masingmasing berkontribusi kepada kualitas hubungan. Menurut Bowlby (Cenceng, 2015) kelekatan adalah tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain dan mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang tersebut. Serupa dengan itu, Monks (Cenceng, 2015) mengatakan bahwa kelekatan adalah mencari dan mempertahankan kontak dengan orang-orang tertentu saja, biasanya orang pertama yang dipilih anak dalam kelekatan adalah ibu (pengasuh), ayah atau saudarasaudara dekatnya. Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelekatan merupakan suatu ikatan emosional yang terbentuk antara satu individu dengan individu lainnya dan bersifat timbal balik, mereka saling mencari kedekatan, kepuasan dan mempertahankan kontak satu dengan yang lainnya. 2. Aspek Kelekatan Greenberg (2009) mengemukakan bahwa kelekatan terbagi menjadi tiga yaitu kepercayaan, komunikasi, dan keterasingan.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 a. Kepercayaan Rasa percaya memerlukan kenyamanan fisik dan sejumlah kecil rasa khawatir (Santrock, 2002), serta keyakinan bahwa orang lain dapat memenuhi kebutuhannya (Greenberg, dalam Barrocas, 2009). Kepercayaan ibu pada anak adalah ketika ibu mampu mengerti yang anak butuhkan, memberikan kasih sayang, dapat menenangkan anak ketika merasa ketakutan, dan meluangkan waktu untuk bermain dengan anak. b. Komunikasi Komunikasi merupakan interaksi yang terjadi antara ibu dan anak yang melibatkan sentuhan dan kasih sayang (Zolten & Long, 2006). Komunikasi yang terbentuk antara ibu dan anaknya muncul ketika ibu memberikan nasihat, memberitahu anak ketika ibu akan pergi, mendapat respon positif dari anak, serta memberikan pelukan dan ciuman. c. Keterasingan Perasaan keterasingan adalah suatu perasaan yang terjadi karena adanya penolakan dan pengabaian dari anak, sehingga hal ini dapat menyebabkan jarak secara emosional yang terjadi antara anak dengan ibu (Garber, 2004; Lowenstein, 2010 dalam Putri, 2004). Keterasingan terjadi ketika anak merasa nyaman ketika tidak berada di dekat ibu, menolak untuk untuk melakukan aktivitas bersama dengan

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 ibu, dan lebih memilih dengan orang lain walaupun ibu sedang bersamanya. Ibu yang memiliki kelekatan aman dengan anaknya akan memiliki kepercayaan yang tinggi, komunikasi yang baik dan juga keterasingan yang sangat rendah dengan anaknya. 3. Jenis Kelekatan Berdasarkan aspek kelekatan yang diungkapkan oleh Greenberg (1987) kelekatan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kelekatan aman yang tinggi (secure attachment) dan kelekatan aman yang rendah (insecure attachment). a. Kelekatan aman yang tinggi (Secure Attachment) Kelekatan aman yang tinggi pada ibu terjadi apabila tingkat kepercayaan dan komunikasi pada ibu tinggi atau sedang, dan tingkat keterasingan pada ibu rendah (Armsden & Greenberg, 1987) b. Kelekatan aman yang rendah (Insecure Attachment) Kelekatan aman yang rendah pada ibu terjadi apabila tingkat kepercayaan dan komunikasi pada ibu tinggi atau sedang, dan tingkat keterasingan pada ibu tinggi. Jika salah satu dari aspek kepercayaan atau komunikasi berada pada tingkat rendah dan aspek keterasingannya tinggi maka dapat dikatakan terjadi kelekatan aman yang rendah pada ibu (Armsden & Greenberg, 1987). Jenis kelekatan juga diungkapkan oleh Ainsworth (dalam Main & Solomon, 1990) yaitu:

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 a. Kelekatan aman, kelekatan aman terjadi apabila ibu peka terhadap kebutuhan anak dan memberikan kasih sayang secara tepat, hangat dan konsisten kepada anak. Individu dengan kelekatan aman akan menunjukkan perasaan berharga terhadap diri sendiri, dapat dipercaya dan responsif. Selain itu, individu dengan jenis kelekatan aman memiliki karakteristik dengan harga diri dan kepercayaan interpersonal yang positif. Di sisi lain, individu juga akan mencari kedekatan interpersonal dan merasa nyaman dalam hubungan, hal ini disebabkan karena mampu menunjukkan empati yang besar. b. Kelekatan tidak aman, yaitu kelekatan yang ditandai dengan ketidakpekaan ibu terhadap sinyal dan kebutuhan yang disampaikan oleh anak. Selain itu juga ibu kurang tepat dan tidak konsisten kepada anak. Berdasarkan uraian tersebut, kelekatan aman adalah keterikatan emosional yang terjadi antara ibu dan anak ketika ibu peka terhadap kebutuhan anak dan memberikan kasih sayang yang didasari oleh rasa kepercayaan yang tinggi, komunikasi yang baik, dan keterasingan yang rendah terhadap anaknya. C. Wanita Dewasa Awal yang Bekerja Perkembangan individu dimulai dari masa pembuahan dan terus berlanjut sepanjang siklus kehidupan manusia. Setiap perkembangan memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda pada periode kelahiran, bayi, kanak-kanak

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 awal, kanak-kanak akhir, remaja, dewasa awal, dewasa madya, dan dewasa lanjut (Santrock 2002). Dewasa awal terjadi pada usia 20-40 tahun. Dewasa awal merupakan tahap perkembangan yang paling dinamis sepanjang masa kehidupan, karena seseorang mengalami banyak perubahan secara fisik, kognitif, maupun psikososio-emosional. Hurlock (1999) menyatakan bahwa dewasa awal merupakan tahap penyesuaian diri, karena pada masa ini seseorang akan memainkan peran baru sebagai suami atau istri, orang tua dan pencari nafkah. Pada masa lalu wanita cenderung tidak memiliki kesempatan yang sama dengan pria untuk dapat mengeyam dunia pendidikan hingga mendapatkan pekerjaan. Wanita cenderung tidak bekerja untuk mencari nafkah, namun mereka hanya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, melayani suami dan mengurus anak (Tewal, 2014). Seiring dengan berjalannya waktu, kini wanita bisa bersekolah hingga ke perguruan tinggi dan kemudian bekerja. Wanita yang bekerja tidak hanya wanita yang belum memiliki keluarga saja, namun wanita yang sudah berkeluarga dan memiliki anak juga bekerja. Wanita yang bekerja dan memiliki anak dikenal sebagai ibu bekerja. Menurut Encyclopedia of Children’s Health, ibu bekerja adalah seorang ibu yang bekerja di luar rumah untuk mendapatkan penghasilan di samping membesarkan dan mengurus anak di rumah. Lerner (2001), ibu bekerja adalah ibu yang memiliki anak dari umur 0-18 tahun dan menjadi tenaga kerja.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 D. Dinamika Kelekatan Aman dan Kinerja Ibu Muda yang Bekerja Kartono (1992) memaparkan bahwa setiap ibu pasti memiliki perasaan cemas bila ia berjauhan secara fisik dengan anaknya, terutama sekali jika anak tersebut masih bayi. Hal tersebut disebabkan oleh kelekatan yang terjadi pada anaknya. Papalia (2014) mengungkapkan bahwa kelekatan adalah suatu ikatan emosional yang bersifat timbal balik yang bertahan antara dua orang, terutama bayi dan pengasuh, yang masing-masing berkontribusi kepada kualitas hubungan. Kelekatan aman terjadi apabila ibu peka terhadap kebutuhan anak dan memberikan kasih sayang secara tepat, hangat dan konsisten kepada anak (Ainsworth, dalam Main & Solomon, 1990). Kelekatan aman ditandai oleh tiga hal, yaitu kepercayaan, komunikasi dan keterasingan. Seseorang dengan kelekatan aman tinggi memiliki kepercayaan yang tinggi, komunikasi yang tinggi, dan keterasingan yang rendah. Sebaliknya, seseorang dengan kelekatan aman yang rendah memiliki kepercayaan yang rendah, komunikasi yang rendah, dan keterasingan yang tinggi. Kepercayaan dalam kelekatan aman tinggi pada ibu ditunjukkan dengan memberikan kasih sayang dan mampu mengerti apa saja yang anak butuhkan. Komunikasi yang terjalin antara ibu dan anak ditunjukkan dengan memberitahukan hal-hal yang harus diketahui oleh anak, misalnya berpamitan ketika akan pergi bekerja dan memberikan nasihat ketika anak membutuhkan.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Keterasingan yang terjadi sangat rendah, hal ini ditunjukkan dengan anak merasa sangat nyaman berada dekat dengan ibu daripada orang lain. Ibu muda yang bekerja dengan kelekatan aman yang tinggi akan menunjukkan perasaan berharga terhadap diri sendiri, dapat dipercaya dan responsif. Selain itu, ibu muda yang bekerja dengan jenis kelekatan aman yang tinggi memiliki karakteristik harga diri dan kepercayaan interpersonal yang positif. Ibu muda yang bekerja juga akan mencari kedekatan interpersonal dan merasa nyaman dalam hubungan, hal ini disebabkan karena mampu menunjukkan empati yang besar (Ainsworth, dalam Main & Solomon, 1990). Seseorang yang memiliki kelekatan aman tinggi dapat mencapai tujuan yang diinginkan (Simmons, dkk, 2009) seperti dapat memprioritaskan pekerjaan dan berkonsentrasi dengan baik ketika bekerja. Uraian tersebut menunjukkan bahwa ibu muda yang bekerja dengan kelekatan aman yang tinggi dengan anaknya cenderung memiliki rasa percaya pada anak, responsif dengan kebutuhan anak, memprioritaskan pekerjaan ketika berada di tempat kerja dan berkonsentrasi ketika bekerja. Hal ini menyebabkan ibu muda yang bekerja dengan kelekatan aman yang tinggi pada anaknya akan memiliki kinerja yang baik. Ibu muda yang bekerja dengan kelekatan aman rendah kurang bisa menunjukkan kepercayaan kepada anaknya, hal ini ditunjukkan dengan ibu kurang mampu memberikan kasih sayang yang tepat dan kurang mengerti apa yang anak butuhkan. Komunikasi yang terjalin antara ibu dan anak kurang

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 baik, ibu menutup-nutupi yang seharusnya anak ketahui, misalnya mengendap-endap ketika akan pergi bekerja. Keterasingan pada ibu muda yang bekerja dengan kelekatan aman rendah tergolong tinggi, seperti anak menolak untuk bermain bersama dengan ibu dan lebih memilih orang lain. Ibu muda yang bekerja dengan kelekatan aman yang rendah jika meninggalkan anaknya dalam waktu yang lama dan menimbulkan kerinduan yang menyayat hati. Kadang kala sampai timbul kecemasan yang mendalam, sehingga mengakibatkan kemurungan yang mendekati rasa putus asa (Kartono, 1992). Tidak dipungkiri bahwa ibu akan merasa bersalah ketika harus meninggalkan anak untuk diasuh oleh orang lain (Nurhidayah, 2008). Uraian tersebut menunjukkan bahwa ibu muda yang bekerja dengan kelekatan aman yang rendah cenderung kurang percaya pada anak, kurang peka dengan kebutuhan anak, kurang memprioritaskan pekerjaan ketika berada di tempat kerja, dan kurang dapat berkonsetrasi dengan baik. Hal ini menyebabkan ibu bekerja dengan kelekatan aman yang rendah akan memiliki kinerjanya kurang baik juga.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 E. Skema Hubungan antara Kelekatan Aman Ibu Muda yang Bekerja pada Anak Balitanya dan Kinerjanya IBU BEKERJA KELEKATAN AMAN TINGGI DENGAN ANAK KELEKATAN AMAN RENDAH DENGAN ANAK Perilaku ibu muda yang bekerja: Perilaku ibu muda yang bekerja: 1. Tingkat kepercayaan terhadap anaknya tinggi. 2. Tingkat komunikasi dengan anak tinggi. 3. Tingkat keterasingan dengan anak rendah. 4. Memprioritaskan pekerjaan ketika berada di tempat kerja. 5. Konsentrasi ketika bekerja. 1. Tingkat kepercayaan terhadap anak rendah. 2. Tingkat komunikasi dengan anak rendah. 3. Tingkat keterasingan dengan anak tinggi 4. Tidak memprioritaskan pekerjaan ketika bekerja. 5. Kurang konsentrasi ketika berada di tempat kerja. KINERJA TINGGI Perilaku ibu muda yang bekerja: 1. Dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 2. Kualitas pekerjaan yang dihasilkan baik. 3. Jumlah kesalahan selama melakukan pekerjaan rendah. KINERJA RENDAH Perilaku ibu muda yang bekerja: 1. Tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 2. Kualitas pekerjaan yang dihasilkan kurang baik. 3. Jumlah kesalahan selama melakukan pekerjaan tinggi. Gambar 1. Skema hubungan antara kelekatan aman dan kinerja pada ibu muda yang bekerja

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 F. Hipotesis Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti merumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: “ada hubungan positif yang signifikan antara kelekatan aman ibu muda yang bekerja pada anaknya dan kinerjanya”. Semakin tinggi kelekatan dengan anaknya, maka semakin tinggi tingkat kinerjanya. Sebaliknya semakin rendah kelekatan ibu muda yang bekerja pada anaknya maka semakin rendah kinerjanya.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian kuantitatif adalah pendekatan dengan menggunakan data-data numerik yang diolah dengan menggunakan metode statistika. Penelitian korelasional merupakan penelitian yang digunakan untuk mencari informasi mengenai taraf hubungan yang terjadi antara satu atau lebih dengan variabel lainnya. Penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variasi pada satu variabel dengan satu atau lebih variabel lain berdasarkan koefisien korelasi (Azwar, 2012). B. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini variabel – variabel yang digunakan sebagai berikut: 1. Variabel bebas (X) : Kelekatan aman 2. Variabel terikat (Y) : Kinerja C. Definisi Operasional 1. Kelekatan Aman Kelekatan aman adalah keterikatan emosional yang terjadi antara ibu dan anak ketika ibu peka terhadap kebutuhan anak dan memberikan kasih sayang yang didasari oleh rasa kepercayaan yang tinggi, komunikasi 23

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 yang baik, dan keterasingan yang rendah terhadap anaknya. Aspek-aspek kelekatan aman adalah kepercayaan, komunikasi, dan keterasingan. Kelekatan aman diukur menggunakan skala kelekatan aman yang dibuat berdasarkan aspek-aspek kelekatan aman tersebut. Dalam penilaian item kepercayaan dan komunikasi, semakin tinggi skor total yang diperoleh maka semakin tinggi kelekatan aman yang dimiliki oleh ibu dengan anaknya. Sebaliknya, jika skor kelekatan aman rendah maka semakin rendah kelekatan ibu dengan anaknya. Sedangkan pada aspek keterasingan penghitungan skor item favorable dan unfavorable berkebalikan dengan kedua aspek di atas. Hasil yang diperoleh dari aspek keterasingan adalah semakin tinggi skor total yang diperoleh maka semakin rendah kelekatan aman yang dimiliki oleh ibu dengan anaknya. Sebaliknya, jika aspek keterasingan semakin rendah skor total yang diperoleh maka semaakin tinggi kelekatan aman yang dimiliki oleh ibu dengan anaknya. 2. Kinerja Kinerja merupakan hasil kerja dan perilaku yang ditampilkan ibu bekerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan selama periode tertentu. Terdapat delapan aspek kinerja yang digunakan didalam skala ini, yaitu aspek kualitatif (quantity of work), aspek kualitatif (quality of work), job knowledge, creativeness, cooperation, dependability, initiative, dan personal quality. Kinerja diukur menggunakan skala kinerja yang dibuat berdasarkan aspek-aspek kinerja

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 tersebut. Dalam penilaian, semakin tinggi skor total yang diperoleh maka semakin tinggi kinerja yang dimiliki oleh ibu bekerja. Sebaliknya, jika skor kinerja rendah maka semakin rendah kinerja ibu bekerja. D. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan wanita berusia kurang dari 30 tahun yang termasuk dewasa awal dan memiliki seorang anak balita. Peneliti memilih subjek tersebut karena pada tahap perkembangan ini paling dinamis, seseorang mengalami begitu banyak perubahan, baik secara fisik, kognitif, maupun psikososio-emosional (Santrock, 2002). Dalam menentukan sampel penelitian, peneliti menggunakan metode nonrandom sampling dengan cara purposive sampling yaitu penetapan responden berdasarkan pada ciri-ciri yang mempunyai sangkut paut erat dengan ciri-ciri yang ada dalam populasi dijadikan kunci untuk pengambilan sampel (Narbuko, 2007). Purposive sampling digunakan pada penelitian yang memerlukan kriteria khusus agar sampel yang diambil nantinya sesuai dengan tujuan penelitian, sehingga penelitian tersebut akan memberikan nilai yang representatif. E. Metode dan Alat Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan skala yang berisi pernyataan-pernyataan untuk mengungkapkan indikator dari variabel-variabel yang digunakan. Skala yang diukur adalah skala kinerja dan skala kelekatan. Adapun bentuk skala mengacu pada model skala Likert, masing-masing item berbentuk favorable dan unfavorable.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Dalam aplikasinya, subjek diminta memberikan respon kesesuaianketidaksesuaian terhadap setiap item dalam sebuah kontinum yang terdiri dari beberapa pilihan respon (Supratiknya, 2014). Skala ini dimodifikasi dengan 4 pilihan jawaban yang disediakan, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Tabel 1 Skor Berdasarkan Kategori Jawaban Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Favorable 1 2 3 4 Pernyataan Unfavorable 4 3 2 1 1. Skala Kelekatan Aman Jenis skala yang digunakan untuk mengukur kelekatan aman adalah skala Likert. Dalam skala Likert subjek diminta untuk menyatakan kesetujuan dan ketidaksetujuannya pada suatu pernyataan. Isi pernyataan dibedakan menjadi dua kategori yaitu pernyataan favorable dan unfavorable (Supratiknya, 2014). Pada item skala kelekatan terdapat empat kategori jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS) untuk menghindari kecenderungan jawaban netral dari subjek penelitian maka alternatif jawaban netral tidak disertakan dalam penelitian ini.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Skala kelekatan dibuat dengan item yang digunakan mengacu pada aspek-aspek kelekatan aman, yaitu kepercayaan, komunikasi, dan keterasingan. Kriteria pemberian skor untuk setiap item favorable pada aspek kepercayaan dan komunikasi adalah SS = 4, S = 3, TS = 2, STS = 1. Sedangkan skor untuk item unfavorable pada aspek kepercayaan dan komunikasi adalah SS = 1, S = 2, TS = 3, dan STS = 4. Pada aspek keterasingan penghitungan skor item favorable dan unfavorable berkebalikan dengan kedua aspek di atas. Hasil yang diperoleh dari skala kelekatan adalah semakin tinggi skor total yang diperoleh maka semakin tinggi pula kelekatan subjek. Sebaliknya, semakin rendah skor total yang diperoleh maka semakin rendah pula kelekatan subjek. Tabel 2 Distribusi Item Skala Kelekatan Aman Aspek Kelekatan Aman Kepercayaan Item Total Item Favorable Unfavorable 8 8 16 Presentase 33,33% Komunikasi 8 8 16 33,33% Keterasingan (skoring beda) Total Item 8 8 16 33,33% 24 24 48 100% 2. Skala Kinerja Jenis skala yang digunakan untuk mengukur kinerja adalah skala Likert. Dalam skala Likert subjek diminta untuk menyatakan kesetujuan dan ketidaksetujuannya pada suatu pernyataan. Isi pernyataan dibedakan menjadi dua kategori yaitu pernyataan favorable dan unfavorable

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 (Supratiknya, 2014). Pada item skala kelekatan terdapat empat kategori jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS) untuk menghindari kecenderungan jawaban netral dari subjek penelitian maka alternatif jawaban netral tidak disertakan dalam penelitian ini. Skala kinerja peneliti menggunakan skala kinerja yang disusun berdasarkan aspek-aspek kinerja, yaitu Quantity of work, Quality of work, Job knowledge, Creativeness, Cooperation, Dependability, Initiative, dan Personal Quality. Item yang digunakan mengacu pada aspek–aspek kinerja. Kriteria pemberian skor untuk setiap item favorable adalah SS = 4, S = 3, TS = 2, STS = 1. Sedangkan skor untuk item unfavorable adalah SS = 1, S = 2, TS = 3, dan STS = 4. Hasil yang diperoleh dari skala kelekatan adalah semakin tinggi skor total yang diperoleh maka semakin tinggi pula kelekatan subjek. Sebaliknya, semakin rendah skor total yang diperoleh maka semakin rendah pula kelekatan subjek.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Tabel 3 Distribusi Item Skala Kinerja Aspek Kinerja Quantity of work Item Total Item Favorabel Unfavorabel 2 2 4 Presentase 12,5% Quality of work 2 2 4 12,5% Job knowledge 2 2 4 12,5% Creativeness 2 2 4 12,5% Cooperation 2 2 4 12,5% Dependability 2 2 4 12,5% Initiative 2 2 4 12,5% Personal quality 2 2 4 12,5% Total Item 16 16 32 100% F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu instrumen pengukuran dapat dikatakan memiliki validitas tinggi apabila instrumen tersebut memberikan hasil ukur sesuai dengan tujuan pengukuran. Lebih jauh lagi, suatu instrumen dikatakan valid apabila tidak hanya mengungkapkan suatu data dengan tepat, tetapi juga memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut (Azwar, 2004). Penelitian ini menggunakan validitas isi untuk memastikan ketepatan instrumen ukur. Untuk mengetahui suatu instrumen valid atau

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 tidak, dapat dilakukan dengan cara meminta pendapat ahli atau professional judgement. Validitas isi tidak melibatkan perhitungan statistik, melainkan hanya analisis rasional (Azwar, 2004), dalam penelitian ini professional judgement dilakukan oleh dosen pembimbing. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana item-item dalam alat ukur ini mencakup keseluruhan isi objek yang hendak diukur (Azwar, 2012). 2. Seleksi Item Seleksi item dilakukan dalam proses penyusunan alat ukur untuk menguji karakteristik masing-masing item yang menjadi bagian tes tersebut (Azwar, 2009). Parameter yang digunakan untuk pengujian karakteristik masing-masing item adalah daya diskriminasi item. Daya diskriminasi item adalah sejauh mana item mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang diukur (Azwar, 2012). Prosedur seleksi item mempertimbangkan koefisien korelasi item total, indeks reliabilitas item, dan indeks validitas item. Item yang baik dan dapat digunakan apabila rix ≥ 0,3, sedangkan item yang buruk rix ≤ 0,3 (Azwar, 2012). Apabila dalam proses penseleksian item jumlah item yang lolos tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, maka batas kriteria dapat diturunkan menjadi 0,25 atau 0,20, tetapi penggunaan batas kriteria 0,20 tidak disarankan (Azwar, 2012).

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Penelitian dilakukan pada tanggal 26 Juni 2017 – 7 Juli 2017. Data yang digunakan oleh peneliti dari tryout terpakai dengan alasan kesulitan mendapatkan subjek penelitian. Tryout terpakai merupakan teknik untuk menguji validitas dan reliabilitas pengambilan data hanya sekali dan hasilnya langsung digunakan untuk uji hipotesis (Hadi, 2000). Peneliti menggunakan 122 subjek untuk mengisi skala. Subjek yang terlibat dalam penelitian merupakan karyawan wanita yang berusia kurang dari 30 tahun dan hanya memiliki seorang anak balita. Berikut ini merupakan hasil seleksi item dari kedua variabel. a. Skala Penelitian Pada skala kelekatan aman didapatkan beberapa item yang gugur dengan koefisien korelasi < 0,30, sehingga diperoleh hasil sebagai berikut:

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Tabel 4 Distribusi Item Skala Kelekatan Aman Setelah Seleksi Item Aspek Favorable Unfavorable Total Item Kepercayaan 11, 16*, 26*, 30*, 32, 37*, 39, 45* 2, 6, 14*, 18, 28, 31, 41, 46 10 Komunikasi 1*, 3, 7, 19, 23, 25*, 35*, 43 5, 9, 12, 21, 27, 33, 38, 42 10 Keterasingan 10, 13, 20, 29, 34, 36, 44, 47 4*, 8*, 15*, 17*, 22*, 24, 40, 48 10 Total 13 17 30 Keterangan : (*) item yang gugur Bold : item yang digugurkan Berdasarkan hasil seleksi item dari 48 item skala kelekatan aman terdapat 30 item valid dan 18 item gugur. Item pada setiap aspek diselaraskan menjadi 10 item sehingga item yang digugurkan adalah 4 item. Item pada skala kelekatan aman yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 item. Pengguguran manual dilakukan dengan cara memilih item yang memiliki nilai koefisien korelasi total yang paling kecil diantara item lainnya dlam satu aspek yang sama. Item yang memiliki nilai koefisien korelasi total yang paling kecil tersebut dinyatakan diikutsertakan dalam skala kelekatan aman. gugur dan tidak

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 a. Skala Kinerja Pada skala kinerja didapatkan beberapa item yang gugur dengan koefisien korelasi < 0,30, sehingga didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 5 Distribusi Item Skala Kinerja Setelah Seleksi Item Aspek Favorable Unfavorable Total Item Quantity of work 25, 32* 5, 11 3 Quality of work 4, 23 15, 17 4 Job knowledge 12, 14* 7, 29 3 Creativeness 24, 31* 3, 26 3 Cooperation 6*, 8 2*, 27 2 Dependability 20, 16 21, 19 4 Initiative 18, 28 13, 10 4 Personal Quality 9*, 22 1, 30 3 11 15 26 Total Item Keterangan : (*) item yang gugur Berdasarkan hasil seleksi item dari 32 item skala kinerja terdapat 26 item valid dan 6 item gugur. Item pada skala kelekatan yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 26 item.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 3. Reliabilitas Reliabilitas merupakan penerjemahan kata dari reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel. Konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2009). Reliabilitas mengacu pada konsistensi atau kepercayaan hasil ukur yang mengandung makna pengukuran. Apabila pengukuran tidak reliabel maka skor yang dihasilkan juga tidak dapat dipercaya. Perbedaan skor yang terjadi diantara individu lebih ditentukan oleh faktor eror daripada faktor perbedaan sebenarnya. Pengukuran yang tidak reliabel tidak akan konstan dari waktu ke waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan konsistensi internal yang bertujuan untuk melihat konsistensi antar item atau antar bagian dalam tes (Azwar, 2010). Reliabilitas meliputi keterpercayaan, kestabilan dan konsistensi alat ukur. Rendahnya reliabilitas ditunjukkan oleh suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas (Azwar, 2004). Peneliti menggunakan analisis reliabilitas Alpha Cronbach dengan menggunakan SPSS. Koefisien reliabilitas berada pada rentang 0,00 sampai 1,00. Bila koefisien skala semakin mendekati nilai 1,00 maka dapat dikatakan bahwa skala itu memiliki koefisien reliabilitas yang baik. Namun, apabila koefisien skala semakin mendekati nilai 0,00, maka dapat

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 dikatakan bahwa skala itu memiliki koefisien reliabilitas yang kurang baik (Azwar, 2009). Uji reliabilitas item dalam penelitian ini pada skala kelekatan aman diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,960 dari 30 item. Dengan demikian reliabilitas pada kelekatan aman mendekati angka 1,00, sehingga bisa dikatakan reliabel. Sedangkan, uji reliabilitas item pada skala kinerja diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,935 dari 26 item. Dengan demikian reliabilitas pada kinerja mendekati angka 1,00, sehingga bisa dikatakan reliabel. Peneliti menggunakan analisis reliabilitas Alpha Cronbach dengan menggunakan SPSS. G. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas adalah pengujian yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian berasal dari sebaran normal atau tidak pada populasi. Distribusi sebaran data penelitian dikatakan normal apabila signifikansi lebih besar dari 0,05 (p > 0,05), namun apabila signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) maka distribusi sebaran data penelitian tidak normal (Santoso, 2010). Dalam pengujian normalitas pada skala penelitian ini, peneliti menggunakan teknik Kormogorov-Smirnov.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 b. Uji Linearitas Uji linear bertujuan untuk mengetahui pengaruh satu variabel terhadap variabel lain dan mengetahui pola hubungan linear. Hubungan tersebut dinjukan dengan signifikansi kurang dari 0,05 (p < 0,05) dikatakan bahwa hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya linear. Sebaliknya jika signifikansi lebih dari 0,05 (p > 0,05) maka hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya tidak linear (Santoso, 2010). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan Test of Linearity. 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk melihat apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kelekatan aman ibu bekerja dengan anaknya dan kinerjanya. Setelah dilakukan uji asumsi terpenuhi maka uji hipotesis menggunakan teknik analisis parametik dengan analisis korelasi Pearson Product Moment. Namun jika uji asumsi tidak terpenuhi maka uji hipotesis menggunakan teknik analisis non parametik dengan analisis korelasi Spearman Rho (Santoso, 2010).

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Juni 2017 sampai dengan 7 Juli 2017. Subjek yang terlibat dalam penelitian merupakan karyawan wanita yang sudah memiliki anak. Dalam penelitian ini, peneliti menyebar skala secara fisik dan online. Pada penelitian ini, peneliti mendapatkan data dari 153 subjek, namun dari data yang didapat, peneliti hanya dapat menganalisis 122 subjek. Tidak digunakannya skala penelitian yang berjumlah 31 dikarenakan subjek tidak mencantumkan identitas dengan lengkap dan tidak sesuai dengan kriteria penelitian, sehingga peneliti memutuskan untuk tidak menggunakan skala tersebut. B. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah wanita bekerja yang berusia kurang dari 30 tahun yang berstatus menikah dan hanya memiliki satu orang anak yang berusia balita. Subjek penelitian bekerja di Yogyakarta maupun diberbagai kota lainnya, karena tidak hanya disebar secara fisik, melainkan secara online. 37

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Tabel 6 Rentang usia anak subjek Rentang Usia 0 – 12 bulan 13 – 24 bulan 25 – 36 bulan 37 – 48 bulan 49 – 60 bulan Total Jumlah 48 13 32 25 4 122 C. Deskripsi Data Penelitian Deskripsi data pada penelitian ini dilakukan dengan mencari mean empiris dan mean teoritik yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7 Perbandingan Nilai Mean Empirik dan Mean Teoritik Kelekatan Variabel Kelekatan Kinerja Data Teoritik Min Max Mean 30 120 75 26 104 65 Min 53 53 Data Empirik Max Mean SD 124 91,07 16,925 102 75,62 11,722 Uji coba mean dilakukan untuk melihat perbedaan antara mean empirik dan mean teoritik. Perhitungan nilai mean dalam penelitian ini menggunakan One Sample T-Test. Berdasarkan hasil perhitungan, pada skala kelekatan diperoleh nilai mean teoritik sebesar 75, sedangkan mean empirik sebesar 91,07. Mean empirik lebih tinggi daripada mean teoritik, yaitu 91,07 > 75. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelekatan ibu bekerja yang memiliki anak tergolong tinggi. Berdasarkan hasil uji one sample ttest, dapat disimpulkan bahwa mean empirik memiliki perbedaan yang

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 signifikan dengan mean teoritik karena memiliki signifikansi lebih kecil dari 0,05 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Tabel 8 Hasil Uji One Sample T-Test Kelekatan Test Value = 75 Kelekatan T 10.484 df 121 Sig. (2Mean tailed) Difference .000 16.066 95 % Confidence Interval of the Difference Lower Upper 13.03 19.10 Berdasarkan hasil uji one sample t-test pada skala kelekatan, nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara nilai mean empiris dengan mean teoritik karena nilai signifikasi lebih kecil dari 0,005 (p<0,005). Dapat disimpulkan bahwa kelekatan ibu muda yang bekerja tinggi. Tabel 9 Hasil Uji One Sample T-Test Kinerja Test Value = 65 Kinerja T 10.010 df 121 Sig. (2tailed) .000 95 % Confidence Interval of the Difference Mean Upper Difference Lower 10.623 8.52 12.72 Berdasarkan hasil uji one sample t-test pada skala kinerja, nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara nilai mean empiris dengan mean teoritik

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 karena nilai signifikasi lebih kecil dari 0,005 (p<0,005). Dapat disimpulkan bahwa kinerja ibu muda yang bekerja tinggi. Dalam penelitian ini, peneliti membuat kategorisasi skor. Pada kategorisasi ini dimaksudkan untuk melihat tingkatan tinggi atau rendahnya atribut yang diukur. Kategorisasi dilakukan guna menempatkan skor subjek ke dalam kelompok yang terpisah secara berjenjang berdasarkan pada atribut yang diukur (Azwar, 2012). Kategori jenjang yang digunakan pada penelitian ini, yaitu: sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Norma kategorisasi dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 10 Norma Kategorisasi Skor X ≤ (µ - 1,5 σ) (µ - 1,5 σ) < X ≤ (µ - 0,5 σ) (µ - 0,5 σ) < X ≤ (µ + 0,5 σ) (µ + 0,5 σ) < X ≤ (µ + 1,5 σ) (µ + 1,5 σ) ≤ X Keterangan: Kategorisasi Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi µ = Mean Empirik σ = Standar Deviasi Empirik Dalam pembuatan norma kategorisasi kelekatan menggunakan nilai mean empirik 91,07 dan standar deviasi empirik sebesar 16,925. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka variabel kelekatan dapat dikategorikan sebagai berikut:

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Tabel 11 Norma Kategorisasi Kelekatan Skor Kategorisasi X ≤ 65,7 65,7 < X ≤ 82,6 82,6 < X ≤ 99,5 99,5 < X ≤ 116,5 116,5 ≤ X Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Jumlah Subjek 12 28 38 40 4 Persentase 9,83 % 22,9 % 31,15 % 32,78 % 3,27 % Berdasarkan hasil norma kategorisasi dapat diketahui bahwa terdapat 12 atau 9,83% subjek tergolong dalam kategori sangat rendah, 28 atau 22,9% subjek tergolong dalam kategori rendah, 38 atau 31,15% subjek tergolong dalam kategori sedang, 40 atau 32,78% tergolong dalam kategori tinggi, dan 4 atau 3,27% tergolong dalam kategori sangat tinggi. Dalam pembuatan norma kategorisasi kinerja menggunakan nilai mean empirik 75,62 dan standar deviasi empirik sebesar 11,722. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka variabel kelekatan dapat dikategorikan sebagai berikut:

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Tabel 12 Norma Kategorisasi Kinerja Skor Kategorisasi X ≤ 58 58 < X ≤ 69,8 69,8 < X ≤ 81,5 81,5 < X ≤ 93,2 93,2 ≤ X Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Jumlah Subjek 9 28 50 26 9 Persentase 7,38 % 22,96 % 40, 98 % 21,33 % 7,38 % Berdasarkan hasil norma kategorisasi dapat diketahui bahwa terdapat 9 atau 7,38% subjek tergolong dalam kategori sangat rendah, 28 atau 22,96% subjek tergolong dalam kategori rendah, 50 atau 40,98% subjek tergolong dalam kategori sedang, 26 atau 21,33% tergolong dalam kategori tinggi, dan 9 atau 7,38% tergolong dalam kategori sangat tinggi. 1. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Peneliti melakukan uji asumsi untuk melihat apakah data yang diperoleh memenuhi syarat untuk dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi. Uji asumsi dalam penelitian ini meliputi uji normalitas dan uji linearitas. a. Uji Normalitas Uji normalitas adalah pengujian yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian berasal dari sebaran normal atau tidak pada populasi. Distribusi sebaran data penelitian dikatakan normal apabila signifikansi diatas 0,05 (p > 0,05),

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 namun apabila signifikansi dibawah 0,05 (p < 0,05) maka distribusi sebaran data penelitian tidak normal (Santoso, 2010). Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Teknik sampel Kormogorov-Smirnov Test yang dihitung menggunakan program SPSS. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 13 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig. .131 122 .000 .085 122 .030 Shapiro-Wilk Statistic df .948 122 .972 122 Sig. .000 .013 Berdasarkan hasil uji normalitas, didapatkan nilai signifikan pada variabel kelekatan sebesar 0,000 dan pada variabel kinerja sebesar 0,030. Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data pada kedua variabel bersifat tidak normal karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05). b. Uji Linearitas Uji linear bertujuan untuk mengetahui pengaruh satu variabel terhadap variabel lain dan mengetahui pola hubungan linear. Hubungan tersebut dinjukan dengan signifikansi kurang dari 0,05 (p < 0,05) dikatakan bahwa hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya linear. Sebaliknya jika signifikansi

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 lebih dari 0,05 (p > 0,05) maka hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya tidak linear (Santoso, 2010). Uji linearitas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 14 Hasil Uji Linearitas Sum of Squares df Mean Square F Sig . Betw (Combine 13757.2 een d) 63 Grou Linearity 11400.9 Kelekakatan ps 95 50 275.145 6.808 .00 0 1 11400.9 95 282.10 .00 5 0 2356.26 8 49 48.087 1.190 Within Groups 2869.39 3 71 40.414 Total 16626.6 56 12 1 Kinerja Deviation from Linearity .24 9 Berdasarkan hasil uji linearitas dapat dilihat bahwa variabel kelekatan ibu bekerja dengan anaknya dan kinerja memiliki nilai signifikansi 0, 000. Hal ini menunjukan bahwa hubungan antar kedua variabel bersifat linear (p < 0, 05).

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 c. Uji Hipotesis Berdasarkan hasil uji normalitas yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa data tidak terdistribusi secara normal. Hal ini berarti pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi Spearman Rho dengan taraf signifikansi 0,05. Berikut adalah hasil uji hipotesis variabel kelekatan dan kinerja : Tabel 15 Uji Hipotesis Spearman’s rho Kelekatan Correlation Coefficient Sig. (1-tailed) N Kinerja Correlation Coefficient Sig, (1-tailed) N Kelekatan 1.000 Kinerja .794** . 122 .794** .000 122 1.000 .000 122 . 122 Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara kelekatan dan kinerja adalah 0,794 dengan probabilitas 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat positif dan signifikan antara variabel kelekatan ibu bekerja dengan anaknya dan kinerja.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 2. Pembahasan Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi Spearman rho, kelekatan dan kinerja memiliki korelasi sebesar 0,794 dengan p = 0,000 (p < 0,005). Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, di mana terdapat hubungan yang bersifat positif antara kelekatan aman ibu muda yang bekerja pada anaknya dan kinerjanya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kelekatan ibu muda yang bekerja pada anaknya, maka semakin tinggi pula kinerja yang dimiliki oleh ibu tersebut. Ibu muda yang bekerja dengan kelekatan aman yang tinggi tidak menyebabkan kecemasan dan memiliki perasaan bersalah ketika meninggalkan anaknya. Hal ini disebabkan karena ibu yang memiliki kelekatan aman tinggi dengan anaknya akan memiliki rasa percaya yang tinggi terhadap anaknya dan tidak mudah cemas (Bartholomew dan Horowitz, 1991). Ibu muda yang bekerja dengan kelekatan aman tinggi dapat berkonsentrasi dengan baik ketika bekerja, serta mampu memprioritaskan pekerjaannya daripada anaknya, dan datang ke tempat kerja tepat waktu. Hal ini didukung oleh Simmons, Gotty, Nelson, & Little (2009) yang mengatakan bahwa seseorang dengan kelekatan aman dapat membantu memfasilitasi mereka untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Atau dengan kata lain, ibu muda

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 yang bekerja dengan kelekatan aman memiliki keyakinan untuk dapat mewujudkan kinerja yang baik seperti yang telah disepakati sebelumnya. Cole dan Zuckerman (1987) menyatakan bahwa seorang wanita bekerja, yang telah menikah dan memiliki anak, kinerjanya dapat tergolong tinggi ketika mereka memiliki optimisme, kepercayaan diri dan kestabilan emosi. Wharton dan Erickson (1995) juga menyatakan hal yang serupa bahwa kondisi emosi seorang ibu dapat mempengaruhi kinerja dan pekerjaannya ketika ibu tersebut mengalami kecemasan dan kelekatan tidak aman pada anaknya. Berdasarkan hasil perhitungan, pada skala kelekatan diperoleh nilai mean teoritik sebesar 75, sedangkan mean empirik sebesar 91,07. Mean empirik lebih tinggi daripada mean teoritik, yaitu 91,07 > 75. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelekatan ibu bekerja yang memiliki anak tergolong tinggi. Skala kinerja diperoleh nilai mean teoritik sebesar 65, sedangkan mean empirik sebesar 75,62. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa mean empirik lebih tinggi daripada mean teoritik, yaitu 75,62 > 65. Hal tersebut berarti kinerja ibu bekerja yang sudah memiliki anak tergolong tinggi. Berdasarkan hasil norma kategorisasi dapat diketahui bahwa tingkat kelekatan aman ibu muda yang bekerja diperoleh hasil dominan masuk dalam kategori tinggi dengan presentase 32,78% atau 40 ibu muda yang bekerja. Ibu muda yang bekerja dengan tingkat

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 kelekatan sangat rendah sebanyak 12 atau 9,83% tergolong dalam kategori sangat rendah, 28 atau 22,9% ibu muda yang bekerja tergolong dalam kategori rendah, 38 atau 31,15% ibu muda yang bekerja tergolong dalam kategori sedang, dan 4 atau 3,27% tergolong dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil norma kategorisasi kinerja ibu muda yang bekerja diperoleh hasil dominan yang masuk dalam kategori sedang dengan presentase 40,98% atau 50 ibu muda yang bekerja. Ibu muda yang bekerja yang tergolong ke dalam kategori sangat rendah sebanyak 9 atau 7,38%, ibu muda yang bekerja yang tergolong dalam kategori rendah sebanyak 28 atau 22,96%, ibu muda yang bekerja yang tergolong dalam kategori tinggi sebanyak 26 atau 21,33 %, dan ibu muda yang bekerja yang tergolong dalam kategori sangat tinggi sebanyak 9 atau 7,38%.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa terhadap hubungan yang positif yang signifikan antara kelekatan aman ibu muda yang bekerja pada anaknya dan kinerjanya. Hal tersebut ditunjukkan melalui nilai koefisien korelasi 0,794 dan signifikasi sebesar 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kelekatan aman ibu muda yang bekerja dengan anaknya, maka semakin tinggi kinerjanya. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah kelekatan aman ibu muda yang bekerja dengan anaknya, maka semakin rendah kinerjanya. B. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dalam penelitian ini adalah : 1. Item pada penelitian ini tergolong banyak yang gugur. 2. Peneliti menggunakan tryout terpakai, sehingga hasil penelitian tercemari oleh item yang gugur. C. Saran 1. Bagi Subjek Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kelekatan aman ibu bekerja dengan anaknya dan kinerjanya. Oleh sebab itu, ibu muda yang bekerja 49

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 dan sudah memiliki anak diharapkan dapat mempertahankan ataupun meningkatkan kelekatan aman agar dapat mempertahankan atau meningkatkan kinerja. 2. Bagi Instansi Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa salah satu penyebab meningkatnya kinerja karena adanya kelekatan aman pada ibu muda yang bekerja. Oleh karena itu diharapkan bagi instansi yang memperkerjakan ibu muda yang bekerja dapat memberikan pelatihan atau seminar mengenai kelekatan aman pada ibu muda yang bekerja, sehingga dapat meningkatkan kinerjanya. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk menggunakan validasi item dengan IVI serta memisahkan tryout dan pengambilan data penelitian sehingga hasil penelitian tidak tercemari oleh item yang gugur.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Amir, M F. (2015). Memahami evaluasi kinerja karyawan. Jakarta: Mitra Wacana Media. Armsden, G. C., & Greenberg, M. T. (1987). The inventory of parent and peer attachment: relatioships to well-being in adolescence. Journal of Youth and Adolescence. 5, 427-454. Asri, R., & Oktamianti, P. (2014). Analisis konflik peran ganda dan stress kerja terhadap kinerja pegawai perempuan menikah di puskesmas padasuka kota Cimahi 2014. Jakarta: Universitas Indonesia. Azwar, S. (2004). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2009). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi Edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2010). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Barrocas, A. L. (2009). Adolescent attachment to parents and peers. Diakses pada 14 Maret 2016 dari http://www.marial.emory.edu/pdfs/barrocas%20thesisfinal.doc Bartholomew, Kim dan Horowitz, Leonard M. (1991). Attachment style among youth adult: a test of a four-category model. Journal of Personality and Social Psychology, 61 (2), 226-244. Cenceng. (2015). Perilaku kelekatan anak usia dini. Lentera, 17 (2), Desember 2015. Christine, W.S, Oktorina, Megawati, Mulia, & Indah. (2011). Pengaruh konflik pekerjaan dan konflik keluarga terhadap kinerja dengan konflik pekerjaan keluarga sebagai intervening variabel (studi pada dual career couple di Jabodetabek). Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Cole, J. R. & Zuckerman, H. (1987). Marriage, motherhood and research performance in science. Scientific American, 256, (2). Dais, M. Chairul. (2010). Pengaruh kepuasan kompensasi pada perilaku melayani dan dampaknya pada kinerja karyawan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4 (3), November 2010. Dinas Ketenagakerjaan. (2016). Jumlah tenaga kerja. Diakses pada tanggal 6 Februari 2016 dari www.pusdatin.kemnaker.go.id Ervika, E. (2005). Kelekatan (attachment) pada anak. e-USU Repository. 51

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Gomes, F. C. (2003). Manajemen sumber daya manusia. Yogyakarta: Andi Offset. Hadi, S. (2000). Metodologi penelitian. Yogyakarta. Andi Yogyakarta. Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga. Kartono, K. (1992). Psikologi wanita jilid 2: mengenal wanita sebagai ibu dan nenek. Bandung: Mandar Maju. Mangkunegara, A. A. & Prabu A. (2007). Evaluasi kinerja SDM. Bandung: Refika Aditama. Mangkunegara, A. A. (2005). Evaluasi kinerja SDM. Bandung: PT. Refika Aditama. Monks, F. (2004). Psikologi perkembangan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Narbuko, Cholid., Achmadi, H. Abu. (2007). Metodologi penelitian. Jakarta: Bumi Aksara. Natalia, Christian., Lestari, Made Diah. (2015). Hubungan antara kelekatan aman pada orang tua dengan kematangan emosi remaja akhir di Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana 2015, 2 (1), 78-88. Nurhidayah, S. (2008). Pengaruh ibu bekerja dan peran ayah dalam coparenting terhadap prestasi belajar anak. Jurnal Soul, 1 (2), September 2008. Papalia, D. E., Old, S. W, Feldman, & R.D. (2008). Human development (terjemahan A. K. Anwar). Jakarta: Prenada Media Group. Papalia, D. E., Feldman, R D. (2014). Menyelami perkembangan manusia. Jakarta: Salemba Humanika. Priyatnasari, N., Indar., Balqis. (2014). Hubungan konflik peran ganda dengan kinerja perawat RSUD Daya kota Makassar. Makassar: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Putri, F. A. S. (2014). Peran mindfullness dalam memeditasi hubungan antara kelekatan terhadap ibu dengan rejection sensitivity pada remaja. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Saeed, R., Shireen M., Rab N. L. (2013). Factors affecting the performance of employees at work place in the banking sector of Pakistan. Middle-East Journal of Scientific Research, 17 (9), 1200-1208, 2013. Santoso, A. (2010). Statistik untuk psikologi dari blog menjadi buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Santrock, J. W. (2002). Life span development : perkembangan masa hidup jilid 1. Jakarta. Erlangga. Simmons, B L., Gooty, J., Nelson, D. L., & Little, L. M. (2009). Secure attachment: implications for hope, trust, burnout, and performance. Journal of Organizational Behavior. 30, 233-247. Sinambela, L. P. (2012). Kinerja pegawai teori pengukuran dan implikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Supratiknya, A. (2014). Pengukuran psikologis. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Tewal, B. Tewal, F B. (2014). Pengaruh konflik peran terhadap kinerja wanita karir pada Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal EMBA, 2 (1), 450456, Maret 2014. Tika, M. P. (2006). Budaya organisasi dan peningkatan kinerja perusahaan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Uno, H. B., Lamatenggo, N. (2012). Teori kinerja dan pengukurannya. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Whitmore, J. (1997). Coaching for performance (seni mengarahkan untuk mendongkrak kinerja). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Wharton, A. S. & Erickson, R. J. (1995). The consequences of caring: exploring the links between women’s job and family emotion ork. The Sociological Quarterly 36 (2). Wirakristama, R. C. Suharnomo. (2011). Analisis pengaruh konflik peran ganda (work family conflict) terhadap kinerja karyawan wanita pada PT. Nyonya Meneer Semarang dengan stres kerja sebagai variabel intervening. Semarang: Universitas Diponegoro.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 LAMPIRAN

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 LAMPIRAN SKALA PENELITIAN

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 SKALA PENELITIAN Disusun oleh : Yogi Andhika Jaya Putri 119114005 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 KATA PENGANTAR Saya Yogi Andhika Jaya Putri, mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir (skripsi) sebagai syarat kelulusan. Sehubungan dengan hal tersebut, saya memohon partisipasi Anda untuk meluangkan waktu dalam mengisi skala ini. Saya mengharapkan kesediaan Anda untuk mengisi skala ini dengan lengkap pada setiap pernyataan sesuai dengan keadaan, perasaan dan pikiran Anda yang sebenarnya sebab tidak ada jawaban benar atau salau maupun baik atau burukk. Semua jawaban yang Anda berikan adalah baik apabila sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya. Semua jawaban dan identitas Anda akan dijamin kerahasiaannya. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir dengan kejujuran jawaban Anda. Saya berharap tidak ada pernyataan yang terlewatkan atau tidak terjawab. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih dan menghargai partisipasi Anda dalam penelitian ini. Hormat saya, Yogi Andhika Jaya Putri

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 IDENTITAS DIRI Nama / inisial : Umur anak : PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa : Dalam mengisi skala ini, saya tidak berada dibawah paksaan atau tekanan pihak tertentu. Saya dengan sukarela membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini. Semua jawaban yang saya berikan merupakan jawaban benar-benar berdasarkan apa yang saya alami, bukan berdasarkan penilaian atau pengaruh orang lain. Saya juga mengizinkan jawaban-jawaban yang saya berikan dapat dipergunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini. Yogyakarta, . . . . . . . . . . . Menyetujui, (_________________)

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 PETUNJUK PENGISIAN Skala ini memiliki dua bagian, yaitu bagian A dan bagian B. Skala ini bersifat sangat pribadi dan dijaga kerahasiaannya. Oleh sebab itu, dimohon mengisi sesuai dengan keadaan Anda yang sebenar-benarnya. Semua orang memiliki jawaban yang berbeda, tetapi semua jawaban dianggap BENAR dan tidak akan ada jawaban yang dianggap SALAH. Jawaban yang paling benar adalah jawaban yang sesuai dengan diri Anda. Skala ini terdiri dari pernyataan-pernyataan dengan pilihan jawaban dari setiap pernyataan adalah : Sangat Setuju (SS) : jika Anda sangat setuju dengan pernyataan. Setuju (S) : jika Anda setuju dengan pernyataan. Tidak Setuju (TS) : jika Anda tidak setuju dengan pernyataan. Sangat Tidak Setuju (STS) : jika Anda sangat tidak setuju dengan pernyataan. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama, kemudian pilihkan salah satu jawaban dengan memberikan tanda silang ( X ) pada jawaban yang menurut Anda paling sesuai.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Contoh pengisian : PILIHAN No. Pernyataan SS 1. S TS STS Saya selalu ada ketika anak X membutuhkan bantuan. Jika Anda ingin mengganti jawaban, berilah tanda sama dengan ( = ) pada jawaban yang tidak sesuai, lalu berilah tanda silang ( X ) pada jawaban yang lebih sesuai dengan diri Anda. Contoh koreksi : PILIHAN No. Pernyataan SS 1. S TS STS Saya selalu ada ketika anak saya X membutuhkan bantuan. SELAMAT MENGERJAKAN X

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 BAGIAN A PILIHAN No. Pernyataan SS 1. Saya selalu berkomunikasi dengan anak saya. 2. Anak saya nyaman dengan orang lain dibandingkan saya. 3. Saya berusaha memahami yang anak saya inginkan. 4. Anak saya memberikan pelukan erat ketika saya memeluknya. 5. Anak saya senang ketika saya tidak ada di dekatnya. 6. Saya memiliki waktu yang sedikit dengan anak saya karena waktu saya habis untuk bekerja. 7. Anak saya mau memperhatikan nasihat yang saya berikan. 8. Anak saya memberikan ciuman tanpa saya memintanya. 9. Ketika saya pulang anak saya tidak menghiraukan saya. 10. Anak saya menolak ketika saya ingin tidur S TS STS

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 bersamanya. 11. Anak saya lebih dekat dengan saya, dibandingkan dengan orang lain. 12. Saya diam-diam pergi, sehingga anak saya tidak mengetahui ketika saya tinggal. 13. Ketika saya memanggil anak saya, ia tidak menghiraukan. 14. Saya yang memilihkan mainan untuk anak saya. 15. Anak saya tidak ingin berjauhan dengan saya. 16. Anak saya lebih sering menangis ketika tidak bersama dengan saya. 17. Anak saya meminta digendong oleh saya. 18. Selama ini saya kurang memberikan kasih sayang kepada anak saya. 19. Anak saya mau mendengarkan ketika saya menasihatinya. 20. Anak saya merengek ketika saya menggendongnya. 21. Anak saya marah ketika saya menasihatinya. 22. Anak saya menangis ketika tidak tidur dengan saya. 23. Saya memiliki hubungan yang dekat dengan

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 anak saya. 24. Anak saya merespon ketika saya mamanggilnya. 25. Anak saya mencari ketika saya jauh darinya. 26. Saya selalu menyediakan yang anak saya butuhkan walaupun saya sibuk bekerja. 27. Saya berkomunikasi secukupnya saja dengan anak saya. 28. Saya memarahi anak saya ketika menangis dan ketakutan. 29. Anak saya menarik dirinya ketika saya ingin menciumnya. 30. Saya memberikan kasih sayang yang penuh kepada anak saya. 31. Bersama dengan siapa saja anak saya tidak rewel. 32. Saya dapat menenangkan anak saya ketika ketakutan. 33. Saya sulit mengerti keinginan anak saya. 34. Ketika saya memberikan pelukan, anak saya malah menangis. 35. Saya memberitahu anak saya, ketika saya akan pergi bekerja.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 36. Anak saya kurang peduli ketika saya ingin menghabiskan waktu dengannya. 37. Saya membiarkan anak saya memilih mainan yang diinginkan. 38. Saya lebih dekat dengan orang lain jika dibandingkan dengan anak saya. 39. Saya akan meluangkan waktu untuk anak saya. 40. Anak saya senang ketika bermain dengan saya. 41. Anak saya lebih cenderung memilih orang lain, walaupun sedang bersama saya. 42. Anak pura-pura tidak mendengar ketika saya memberikan nasihat. 43. Anak saya menyambut saya ketika saya pulang. 44. Ketika saya berada di dekatnya, anak saya menjauhi saya. 45. Anak saya lebih cenderung memilih saya, walaupun sedang bersama dengan orang lain. 46. Ketika saya bekerja, saya tidak mempedulikan kebutuhan anak 47. Anak saya menghindar ketika saya ingin

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 bermain dengannya. 48. Saya dan anak sama-sama ingin menghabiskan waktu bersama. BAGIAN B PILIHAN No. Pernyataan SS 1. Saya memberi salam pada orang tertentu di kantor. 2. Saya merasa lebih senang ketika mengerjakan pekerjaan dari atasan secara individual. 3. Saya kesulitan mengembangkan ide yang ada dalam pikiran saya untuk memecahkan masalah. 4. Saya selalu siap mengerjakan tugas yang pekerjaan yang diberikan kepada saya. 5. Saya kesulitan menyelesaikan target kerja yang diberikan. 6. Saya merasa senang ketika harus bekerja dengan orang lain. S TS STS

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 7. Saya bingung dengan apa yang harus saya kerjakan ketika diberi pekerjaan. 8. Saya bersedia bekerja dengan siapa saja, tanpa harus memikirkan jabatan di kantor. 9. Saya selalu bertanggung jawab dengan semua yang telah saya kerjakan. 10. Saya merasa putus asa ketika pekerjaan baru yang diberikan menambah tanggung jawab saya. 11. Saya kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan sesuai dengan waktu yang ditentukan. 12. Saya mengetahui apa yang harus saya kerjakan sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepada saya. 13. Saya merasa pekerjaan baru yang diberikan kepada saya tidak sesuai dengan harapan saya karena memperbesar tanggung jawab saya. 14. Saya mengetahui pekerjaan yang diberikan kepada saya. 15. Saya merasa kurang mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan perintah. 16. Saya selalu dipercaya atasan dalam

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 menyelesaikan suatu pekerjaan. 17. Saya merasa tidak siap ketika diberi tugas oleh atasan. 18. Saya merasa senang ketika mendapatkan tugas baru dalam pekerjaan saya. 19. Saya merasa kurang dipercaya oleh atasan dalam menyelesaikan pekerjaan. 20. Saya selalu jujur dalam hal kehadiran saya di kantor. 21. Jika tidak ada pekerjaan di kantor, saya akan langsung pulang, walaupun masih dalam jam kerja. 22. Saya selalu memberi salam ketika bertemu dengan siapa saja. 23. Saya mampu mengerjakan pekerjaan sesuai dengan perintah yang diberikan kepada saya. 24. Saya mampu melaksanakan ide baru dari atasan untuk memecahkan masalah. 25. Saya dapat memenuhi target kerja yang diberikan kepada saya. 26. Saya kesulitan melaksanakan gagasan baru yang diberikan atasan saya ketika ada persoalan.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 27. Saya selalu selektif dalam memilih rekan kerja. 28. Saya selalu bersemangat dalam melaksanakan tugas baru yang memperluas tanggung jawab saya. 29. Saya merasa kurang memahami pekerjaan yang diberikan kepada saya. 30. Saya sering kali lalai dengan pekerjaan yang diberikan kepada saya. 31. Saya mampu mengembangkan ide yang muncul dalam pikiran saya untuk menjawab suatu persoalan. 32. Saya mampu menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan dengan tepat waktu.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 LAMPIRAN OUTPUT SPSS ONE SAMPLE T-TEST

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 One-Sample Statistics N Kelekatan Mean 122 Std. Deviation 91.07 Std. Error Mean 16.925 1.532 One-Sample Test Test Value = 75 95% Confidence Interval of the Difference t df 10.484 Sig. (2-tailed) 121 Mean Difference .000 Lower 16.066 Upper 13.03 19.10 One-Sample Statistics N Kinerja Mean 122 Std. Deviation 75.62 Std. Error Mean 11.722 1.061 One-Sample Test Test Value = 65 95% Confidence Interval of the Difference t TotKin_fix 10.010 df Sig. (2-tailed) 121 .000 Mean Difference 10.623 Lower Upper 8.52 12.72

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 LAMPIRAN OUTPUT SPSS UJI NORMALITAS

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig. Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. .131 122 .000 .948 122 .000 .085 122 .030 .972 122 .013 a. Lilliefors Significance Correction

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 LAMPIRAN OUTPUT SPSS UJI LINEARITAS

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 ANOVA Table Sum of Squares TotKin_fix * Between (Combined) 13757.263 TotKel_fix Groups Linearity 11400.995 Deviation from Linearity Within Groups Total Mean df Square F Sig. 275.145 6.808 .000 1 11400.995 282.105 .000 1.190 .249 50 2356.268 49 48.087 2869.393 71 40.414 16626.656 121

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 LAMPIRAN OUTPUT SPSS UJI HIPOTESIS

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Correlations TotKel_fix Spearman's rho TotKel_fix Correlation Coefficient 1.000 Sig. (1-tailed) .794 ** . .000 122 122 ** 1.000 Sig. (1-tailed) .000 . N 122 122 N TotKin_fix TotKin_fix Correlation Coefficient .794

(95)

Dokumen baru

Download (94 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
144
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
125
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
181
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
249
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
92
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
187
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
105
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
89
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
101
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
159
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
99
Show more