PENERIMAAN SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP MANTAN PENGGUNA PENYALAHGUNAAN NARKOBA PASCA REHABILITASI (Studi Kasus pada Masyarakat Gedongkuning RT 07, RW 08 yang Memiliki Anggota Masyarakat Korban Penyalahgunaan NARKOBA) Skripsi Diajukan Sebagai Salah Satu Syar

Gratis

0
0
87
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENERIMAAN SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP MANTAN PENGGUNA PENYALAHGUNAAN NARKOBA PASCA REHABILITASI (Studi Kasus pada Masyarakat Gedongkuning RT 07, RW 08 yang Memiliki Anggota Masyarakat Korban Penyalahgunaan NARKOBA) Skripsi Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Tiberia Dian Ayu Harsilo 151114005 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENERIMAAN SOSIAL TERHADAP MANTAN PENGGUNA PENYALAHGUNAAN NARKOBA PASCA REHABILITASI (Studi Kasus pada Masyarakat Gedongkuning RT 07, RW 08 yang Memiliki Anggota Masyarakat Korban Penyalahgunaan NARKOBA) Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Tiberia Dian Ayu Harsilo 151114005 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya (Yohanes 14:14) Karya ini kupersembahkan untuk: Kedua orang tua Teman-teman angkatan 2015 iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENERIMAAN SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP MANTAN PENGGUNA NARKOBA PASCA REHABILITASI Tiberia Dian Ayu Harsilo Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan 1) bentuk penerimaan dan penolakan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 terhadap mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi, 2) alasan-alasan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 yang menerima atau menolak mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi, 3) proses atau pola penerimaan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 terhadap mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Tempat penelitian adalah Gedongkuning RT 07, RW 08. Sumber data penelitian ini adalah tiga orang, yang terdiri dari 2 anggota masyarakat dan 1 residen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Teknik analisa data kualitatif yang digunakan adalah membuat verbatim, membuat koding verbatim, kemudian mengelompokkan tema, menyaring data, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan sosial terhadap mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi adalah masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup mengenai NARKOBA dan mantan pengguna NARKOBA selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan di RT. Alasan masyarakat menerima atau menolak mantan pengguna NARKOBA yaitu alasan masyarakat yang mau menerima mantan pengguna NARKOBA dengan alasan rasa kemanusiaan dan memiliki kemampuan bersosialisasi. Sedangkan alasan masyarakat yang tidak mau menerima mantan pengguna NARKOBA dengan alasan mantan pengguna NARKOBA sudah membuat dosa besar. Salah satu bentuk penerimaan sosial dari masyarakat yaitu usaha masyarakat untuk melibatkan mantan pengguna NARKOBA dalam berbagai macam bentuk kegiatan seperti: kerja bakti, 17’an, hari raya Qurban, dan acara nikahan di kampung yang diselenggarakan oleh warga. Kata kunci: penerimaan sosial, mantan pengguna, narkoba. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE SOCIAL ACCEPTANCE OF THE SOCIETY TOWARDS POST REHABILITATED DRUG USERS Tiberia Dian Ayu Harsilo Sanata Dharma University 2019 This study was aimed to describe 1) the forms of acceptance and rejection of the Gedongkuning people of RT 07 RW 08 against former drug users after rehabilitation, 2) the reasons for the Gedongkuning people of RT 07 RW 08 who accept or reject postrehabilitated former drug users, 3) the acceptance processes or patterns of Gedongkuning people of RT 07 RW 08 towards former drug users after rehabilitation. The type of this research was qualitative research using case studies form. The research site was Gedongkuning RT 07, RW 08. The data sources of this study were three people, consisting of 2 community members and 1 resident. Data collection techniques used were observation and interviews. The qualitative data analysis technique used was making verbatim, making verbatim coding, then grouping themes, filtering data, and interpreting. The results showed that about social acceptance towards former drug users after rehabilitation the community had sufficient knowledge about DRUGS and former drug users were always involved in various activities at the RT. The reason why people accept or reject former drug users was that the people who were accepting former drug users was because of humanity and social skills. Whereas the reason for people who do not want to accept former drug users were believe that former drug users have made a big sin. One form of social acceptance from the community was the community effort to involve former drug users in various forms of activities such as: community service, 17 august activities, Qurban holidays, and wedding ceremonies in the village that organized by the community. Keywords: social acceptance, former users, drugs. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang dilimpahkan kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan selesai dan berjalan dengan baik tanpa bantuan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si. selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. 2. Juster Donal Sinaga, M.Pd. selaku Wakil Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dan selaku dosen pembimbing yang selalu bersedia mendampingi, membantu, dan mendukung peneliti dengan waktu, pikiran, dan tenaga dalam proses penulisan skripsi sampai selesai. 3. Dosen-dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling yang mendampingi peneliti selama studi. 4. Kedua orangtua saya Yohanes Suhartoyo dan Caecilia Sri Soesilawati yang selalu memberikan doa, kasih sayang, perhatian dan dukungan dalam bentuk moril dan materil selama studi. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .................................. vi ABSTRAK ................................................................................................................. vii ABSTRACT ............................................................................................................... viii KATA PENGANTAR ................................................................................................ ix DAFTAR ISI ................................................................................................................ x DAFTAR TABEL DAN GAMBAR........................................................................ xiii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xv BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah ..................................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ........................................................................................... 4 C. Fokus Penelitian ................................................................................................. 4 D. Pertanyaan Penelitian ......................................................................................... 5 E. Tujuan Penelitian ............................................................................................... 5 F. Kegunaan Hasil Penelitian ................................................................................. 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA ...................................................................................... 7 A. Hakikat Penerimaan Sosial Masyarakat ............................................................. 7 B. Hakikat Penyalahgunaan NARKOBA (Narkotika, Psiktropika, dan Obat Terlarang) ................................................................................................................ 12 C. Hakikat Rehabilitasi ......................................................................................... 16 D. Penelitian yang Relevan ................................................................................... 20 E. Kerangka Pikir ................................................................................................. 21 BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................... 22 A. Jenis Penelitian ................................................................................................. 22 xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................................... 22 C. Responden Penelitian ....................................................................................... 23 D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ....................................................... 23 E. Keabsahan Data ................................................................................................ 26 F. Teknik Analisis Data ........................................................................................ 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ......................................... 29 A. Deskripsi Data .................................................................................................. 29 1. Deskripsi Umum Responden ........................................................................ 31 2. Hasil Penelitian............................................................................................. 32 B. Pembahasan ...................................................................................................... 41 BAB V SIMPULAN DAN SARAN .......................................................................... 44 A. Simpulan .......................................................................................................... 44 B. Keterbatasan Penelitian .................................................................................... 45 C. Saran ................................................................................................................. 45 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 46 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL DAN GAMBAR TABEL 3.1. Tabel Pedoman Wawancara…………………………………………………25 4.1. Tabel Tempat dan Jadwal Penelitian…………………………………...……30 GAMBAR 2.1. Bagan Kerangka Pikir……………………………………………………….21 4.1. Bagan Bentuk Penerimaan Sosial…………………………………………...36 4.2. Bagan Alasan Masyarakat Gedongkuning………………………………….38 4.3. Bagan Pola atau Proses Penerimaan………………………………………...40 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Hasil Observasi......................................................................48 Lampiran 2: Lembar Verbatim ..................................................................50 A. Responden TS B. Responden RO C. Responden DE Lampiran 3: Lembar Koding Wawancara..................................................57 A. Responden TS B. Responden RO C. Responden DE Lampiran 4: Lembar Kategorisasi Wawancara..........................................64 A. Responden TS B. Responden RO C. Responden DE Lampiran 5: Lembar Penyaringan Data.....................................................67 Lampiran 6: Surat Ijin Penelitian...............................................................72 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini diuraikan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Masalah Mereka yang mengkonsumsi narkoba dikalangan masyarakat memiliki tujuan dan kebutuhannya masing-masing. Sebagai masyarakat, kita hanya mengganggap narkoba itu dapat merusak masa depan. Mereka yang sudah terlanjur mengkonsumsi narkoba selalu tidak dapat mengontrol diri mereka untuk terus memakai lagi. Dengan begitu, mereka sama sekali tidak mempunyai pikiran akan dijauhi masyarakat dan dibawa kedalam ranah hukum. Jika mereka sudah dibawa ke ranah hukum, maka mereka akan menjalani proses rehabilitasi awal guna memulihkan perilaku supaya menjadi lebih baik. Didalam proses rehabilitasi, tentu saja mereka diajarkan banyak hal serta selalu didampingi para konselor, psikiater serta psikolog. Setelah mereka dinyatakan pulih dan sehat, maka mereka diperbolehkan untuk kembali kedalam masyarakat. Tentu saja hal ini akan sulit diterima oleh masyarakat, karena masyarakat sudah menganggap mereka yang pernah masuk dalam lingkaran narkoba mempunyai perilaku yang buruk dan merugikan orang sekitar. Masyarakat sendiri selalu memiliki pandangan bahwa korban penyalahgunaan narkoba itu tidak pantas lagi untuk hidup 1

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 bersama dengan mereka. Masyarakat selalu memberikan black label terhadap korban penyalahgunaan narkoba, meskipun sudah dinyatakan sembuh dan layak untuk kembali kedalam masyarakat. Dengan adanya fenomena seperti ini, peneliti tertarik untuk terjun langsung ke lapangan masyarakat yang dimana didalam lingkungan tersebut terdapat korban penyalahgunaan narkoba dan melakukan wawancara kecil kepada masyarakat. Peneliti melakukan wawancara untuk sementara di Paingan mengenai penerimaan masyarakat terhadap korban penyalahgunaan narkoba pasca rehabilitasi. Berdasarkan wawancara mengenai penerimaan sosial dengan warga di jalan Paingan IV RT 05, RW 05 terhadap mantan pengguna NARKOBA dengan bapak Sapto umur 47 tahun yang berprofesi sebagai supir pada tanggal 25 Mei 2018, mengatakan bahwa: “Saya akan menerima mantan pecandu narkoba jika memang kelakuannya sudah baik. Itu tidak masalah bagi saya”. Berdasarkan wawancara dengan ibu Nadia umur 35 tahun yang berprofesi sebagai karyawan swasta pada tanggal 25 Mei 2018, mengatakan bahwa: “Nggak mau nerima saya mbak, seandainya tetangga saya ada yang terkena narkoba. Mereka sudah nggak waras, keluarganya juga lebih nggak waras lagi mungkin. Mending jauh-jauh aja, pindah ke luar negeri kalau perlu”. Sedangkan berdasarkan wawancara dengan ibu Rita umur 40 tahun yang berprofesi sebagai ibu rumah tanggal pada tanggal 25 Mei 2018, mengatakan bahwa: “Wah, saya nggak mau mbak nerima orang seperti itu di dalam masyarakat. Lha wong kelakuannya udah buruk gitu dan nanti

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 meresahkan masyarakat. Nggak ada manfaatnya mbak nerima orang bekas pecandu seperti itu meskipun sudah direhab sekalipun”. Sedangkan hasil wawancara berikutnya yaitu dengan residen itu sendiri yang tinggal di jalan Paingan IV RT 05, RW 05 mengenai penerimaan sosial di masyarakat, residen mengatakan bahwa: “Penerimaan yang saya hadapi sekarang sulit, warga pada melihat sinis pas saya lewat, saya disini merasa kurang diterima. Padahal saya juga sudah sembuh, kok ya warga tu masih memberi nilai buruk pada saya”. Dari hasil wawancara peneliti, terdapat tiga orang sebagai warga dan satu orang sebagai residen yang membagikan pendapatnya dalam hal penerimaan didalam masyarakat terhadap korban penyalahgunaan narkoba. Ada yang mau menerima dan ada yang tidak mau menerima korban penyalahgunaan narkoba. Bahkan yang terjadi dengan residen itu sendiri, bahwa residen merasa tidak diterima di lingkungan masyarakat dan masyarakat masih memandang sinis terhadap residen itu sendiri. Hal-hal semacam inilah yang akan menghambat korban penyalahgunaan narkoba kesulitan untuk bisa diterima kembali didalam masyarakat. Rasa penerimaan masyarakat untuk kembali menerima korban penyalahgunaan narkoba itu masih kurang. Masyarakat masih berpikiran buruk terhadap korban penyalahgunaan narkoba. Tentu saja topik ini penting untuk diteliti karena profesi sebagai bimbingan dan konseling harus memiliki wawasan yang luas di luar dunia pendidikan, supaya kita lebih bisa memahami fenomena yang ada di masyarakat mengenai penerimaan sosial

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 terhadap mantan pengguna NARKOBA dan disisi lain penelitian ini juga penting untuk dapat membimbing peserta didik supaya tidak mudah masuk ke dalam dunia NARKOBA. B. Identifikasi Masalah Adapun identifikasi masalah yang dapat diambil dari latar belakang diatas adalah sebagai berikut : 1. Masyarakat tidak mau menerima mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA. 2. Masyarakat sudah memberikan black label terhadap mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA. 3. Masyarakat menganggap mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA sudah tidak waras. C. Fokus Penelitian Berdasarkan identifikasi masalah, maka fokus penelitian ini adalah: 1. Menggali bentuk-bentuk Gedongkuning RT 07 penerimaan RW 08 dan penolakan terhadap mantan masyarakat pengguna penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi. 2. Menggali alasan-alasan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 yang mau menerima atau menolak mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi. 3. Menggali proses atau pola penerimaan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 terhadap mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 D. Pertanyaan Penelitian Rumusan utama pertanyaan penelitian ini adalah “bagaimana penerimaan masyarakat atau sosial terhadap korban penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi”. Pertanyaan utama tersebut dijabarkan dalam pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1. Bagaimana bentuk-bentuk penerimaan dan penolakan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 terhadap mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi? 2. Bagaimana alasan-alasan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 menerima atau menolak mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi? 3. Bagaimana proses atau pola penerimaan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 terhadap mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi? E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui bentuk-bentuk penerimaan dan penolakan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 terhadap mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi. 2. Mengetahui alasan-alasan masyarakat menerima atau menolak mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi. 3. Mengetahui proses atau pola penerimaan masyarakat terhadap mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 F. Kegunaan Hasil Penelitian a. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan akan berguna bagi kepentingan ilmu Bimbingan dan Konseling tentang penerimaan sosial masyarakat terhadap mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi. b. Manfaat Praktis 1. Bagi Peneliti Penelitian ini menjadi inspirasi baru bagi peneliti untuk terus memahami peristiwa apa yang terjadi di masyarakat saat mantan pengguna NARKOBA kembali. 2. Bagi Orang Tua Manfaat dari hasil penelitian ini bagi orang tua yaitu membantu para orang tua dalam memahami mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA pasca rehabilitasi. 3. Bagi Masyarakat Masyarakat akan memahami bahwa dengan adanya penerimaan sosial terhadap mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA itu sangat berpengaruh. 4. Bagi Residen Residen akan lebih mengetahui akibat apa yang terjadi didalam masyarakat dari penyalahgunaan NARKOBA.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini diuraikan hakikat penerimaan sosial, hakikat penyalahgunaan NARKOBA, dan hakikat rehabilitasi. A. Hakikat Penerimaan Sosial Masyarakat 1. Pengertian penerimaan sosial Menurut Berk (2003:215) penerimaan sosial adalah kemampuan seorang individu sehingga ia dihormati oleh anggota kelompok lainnya sebagai partner sosial yang berguna. Kemampuan ini meliputi kemauan untuk menerima orang lain, bersikap tenang, dan ramah. Oleh karena itu jika seseorang ingin diterima di lingkungannya, maka harus memiliki sikap ramah dan tenang. Sedangkan pendapat lain menurut Taylor (Septiningtyas, 2014:40) penerimaan sosial sebagai sikap seseorang dalam memandang orang lain sebagai individu yang patut dihargai tanpa menilai dan tanpa berusaha mengendalikan. Oleh karena itu, penerimaan sosial merupakan sikap seseorang yang harus dihargai meskipun orang tersebut memiliki latar belakang yang kurang baik. Pendapat tersebut juga didukung oleh Leary (Septiningtyas, 2014:40) yang menjelaskan bahwa penerimaan sosial berarti adanya sinyal dari orang lain yang ingin menyertakan, penerimaan sosial ini terjadi pada kontinum yang berkisar dari menoleransi kehadiran orang lain hingga secara aktif menginginkan seseorang untuk dijadikan partner dalam suatu hubungan. Menurut Chaplin (2006:4), penerimaan sosial dapat ditandai 7

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 dengan sikap positif atau menolak. Hewitt (Devine 2004:141) mengemukakan bahwa penerimaan sosial ditandai dengan perasaan senang dalam berinteraksi sosial dengan orang lain, rasa memiliki dalam kelompok, dan kesempatan untuk menciptakan status hubungan yang sama. Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penerimaan sosial merupakan keterbukaan individu untuk dapat menerima kehadiran orang lain tanpa memandang agama, ras, suku ataupun kesalahannya. Dengan adanya penerimaan, individu akan merasa lebih aman dan lebih nyaman dalam menjalin interaksi dengan masyarakat sekitar. 2. Ciri-ciri penerimaan sosial Berikut adalah beberapa ciri-ciri penerimaan sosial (Hurlock, 1997:296): a. Ekspresi wajah atau nada dari orang lain Seorang individu dapat mengetahui bagaimana perasaan orang lain terhadapnya melalui ekspresi wajah dan nada suara yang mereka tunjukkan. b. Perlakuan yang diterima oleh seseorang dari orang lain Perlakuan teman sebaya atau orang dewasa dapat menunjukkan apakah seseorang tersebut disukai atau tidak. Individu yang diterima senantiasa akan menerimanya. diperlakukan dengan baik oleh orang yang

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 c. Kesediaan orang lain Ketika orang lain dengan sukarela bersedia melakukan suatu hal yang ia inginkan, maka ia dapat mengetahui atau memperoleh kepastian bahwa dirinya disukai dan diterima. d. Perkataan orang lain Melalui perkataan orang lain terhadap dirinya atau tentang dirinya sendiri, seseorang dapat dengan mudah mengetahui bagaimana perasaan orang lain tersebut terhadap dirinya. e. Sebutan dari orang lain Sebutan yang digunakan orang lain terhadap seorang individu merupakan salah satu isyarat yang paling akurat untuk mengetahui bagaimana tingkat penerimaan sosial yang diperoleh individu tersebut. Apabila seseorang memanggil individu tersebut dengan sebutan yang bersifat ejekan, maka ia akan mengetahui bahwa dirinya tidak diterima dengan baik daripada jika ia dipanggil dengan sebutan yang lebih akrab dan menyenangkan. Berdasarkan uraian di atas maka dapat diketahui bahwa untuk mengetahui seorang individu diterima oleh orang lain antara lain meliputi: ekspresi wajah atau nada suara dari orang lain, perlakuan yang diterima oleh seseorang dari orang lain, kesediaan orang lain, perlakuan yang diterima oleh seseorang dari orang lain, kesediaan orang lain, banyaknya teman atau sahabat, perkataan orang lain, dan sebutan dari orang lain.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan sosial Menurut Izzaty, dkk (2008:126) menjelaskan bahwa penerimaan sosial (social acceptence) dalam kelompok teman sebaya sangat tergantung pada: kesan pertama, penampilan yang menarik, partisipasi sosial, perasaan humor yang dimiliki, keterampilan berbicara, dan kecerdasan. Sedangkan menurut Berk (2008:500) menjelaskan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan sosial antara lain: a. Kemampuan sosial Seseorang yang terampil dalam berkomunikasi, ramah, berpartisipasi aktif dalam aktivitas kelompok, dan cukup percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki akan cenderung lebih diterima. b. Daya tarik penampilan Penampilan seseorang dapat mempengaruhi tingkat penerimaan sosial. Penampilan merupakan daya tarik tersendiri bagi seseorang. Penampilan yang kurang menarik akan mempengaruhi seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. c. Pola pribadi Pola kepribadian seseorang merupakan pengaruh yang sangat penting dalam penerimaan sosial, dikarenakan suatu pola kepribadian dapat menimbulkan penerimaan atau penolakan sosial. Kepribadian yang tertutup, pasif, pemalu, tidak percaya diri, mudah emosi, cepat marah, dan impulsif akan menyebabkan seseorang ditolak oleh lingkungannya.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penerimaan sosial dilihat dari kemampuan sosial yang dimana kemampuan sosial itu merupakan keterampilan dalam berkomunikasi, daya tarik penampilan merupakan suatu bentuk penilaian orang lain terhadap seseorang dalam berpakaian, dan pola pribadi juga sangat mempengaruhi penerimaan sosial yang dimana seseorang harus bersikap ramah dan tidak mengurung diri. 4. Pengertian masyarakat Menurut Koentjaraningrat (2009:115) masyarakat merupakan kesatuankesatuan hidup manusia. Dalam bahasa inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata Latin socius yang berati kawan. Menurut Durkhlem (Suryadi 2009:38) menyebutkan bahwa masyarakat sebagai suatu kenyataan yang objektif secara mandiri, bebas dari individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya. Masyarakat merupakan suatu kebudayaan yang didalamnya terdapat tata kelakuan, kelakuan, dan hasil kelakuan seseorang. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang dimananya didalamnya terdapat kebudayaan seperti: tata kelakuan, kelakuan, dan hasil kelakuan seseorang.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 B. Hakikat Penyalahgunaan NARKOBA (Narkotika, Psiktropika, dan Obat Terlarang) 1. Pengertian Penyalahgunaan NARKOBA Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau World Healthy Organization (1982) yang disebut narkoba atau NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) adalah semua zat kecuali makanan, air, dan oksigen yang dimasukkan dalam tubuh dapat mengubah fungsi tubuh secara fisik atau psikologis (Pusat laboratorium Terapi dan Rehabilitasi BNN, 2003). Menurut Undang-Undang No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika menyebutkan bahwa: Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Penyalahgunaan NARKOBA adalah penggunaan NARKOBA diluar keperluan medis, tanpa pengawasan dokter, dan perbuatan melanggar hukum. Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan minuman keras pada umumnya disebabkan karena zat-zat tersebut menjanjikan sesuatu yang dapat memberikan rasa kenikmatan, kenyamanan, kesenangan, dan ketenangan. Para korban NARKOBA umumnya tertarik dan terperangkap dalam penyalahgunaannya. NARKOBA seharusnya digunakan untuk mengobati penyakit, sebagai bagian dari ritual keagamaan, dan lain-lain. Tetapi, segala sesuatu yang digunakan secara berlebihan tidak akan berdampak baik bagi kita. Penyalahgunaan NARKOBA dilakukan dengan cara ditelan, disuntikkan dengan jarum, dihisap (seperti merokok), dan dihirup dengan hidung. Cara ini tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan. Dengan cara suntikan, umumnya menggunakan jarum auntik secara bergilir yang

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 berpotemsi menyebabkan penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus) atau AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dan hepatitis B dan C. 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyalahgunaan NARKOBA: a. Lingkungan sosial 1) Motif ingin tahu Pada umumnya, di masa remaja adalah masa dimana rasa ingin tahu itu timbul secara berlebihan. Dari rasa ingin tahu tersebut, lalu ada dorongan untuk mencoba. Misalnya dengan mengenal narkotika, psikotropika, maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya. 2) Adanya kesempatan Orang tua sibuk dengan kegiatannya masing-masing, kurangnya rasa kasih sayang dari keluarga ataupun karena akibat dari broken home. 3) Sarana dan prasarana Fasilitas yang berlebihan, contoh salah satunya adalah seperti uang, merupakan sebuah pemicu untuk menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli narkotika guna memuaskan rasa keingintahuan mereka. b. Kepribadian 1) Rendah diri Perasaan rendah diri di dalam pergaulan di masyarakat ataupun lingkungan sekolah, kerja, dan lain sebagainya. Mereka mengatasi masalah tersebut dengan cara menyalahgunakan narkotik,

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 psikotropika, maupun minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan mereka. Sehingga mereka memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih aktif dan berani. 2) Emosional dan mental Lemahnya mental seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan negatif yang akhirnya menjurus ke arah penggunaan narkotik, psikotropika, dan minuman keras lainnya. 3. Jenis-Jenis Narkoba yang disalahgunakan: Ada beragam jenis NARKOBA, masing-masing jenis akan menimbulkan efek yang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan zat yang terkandung didalamnya memiliki efek samping yang berbeda. Narkoba itu sendiri meliputi pskotropika, zat adiktif dan narkotika. Jenis narkoba yang tergolong narkotika menurut Undang-Undang di Indonesia adalah heroin, ganja, hashish, kokain, morfin, dan lain sebagainya. Menurut Badan Narkotika Nasional (2004) jenis-jenis narkoba yang tergolong narkotika adalah: a. Heroin (putaw) Heroin merupakan narkoba yang sangat cepat menimbulkan ketergantungan dan memberikan efek yang sangat kuat. Heroin mempunyai kekuatan dua kali lebih kuat dari morfin. Cara penggunannya dapat berupa suntikan, dihirup dan dimakan. Biasanya jenis ini ditemukan dalam bentuk pil koplo, bubuk putih dengan rasa pahit dan cairan.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 b. Ganja Ganja dikenal dengan nama mariyuana, gelek, cimeng, budha, stick dan marijane. Nrkoba jenis ini menimbulkan ketergantungan psiskis. Biasanya bentuknya berupa daun kering, cairan yang lengket, dan minyak. Pemakaian ganja dapat menurunkan keterampilan motorik, bingung, kehilangan konsentrasi, dan penurunan motivasi. Cara pemakainnya dengan dihisap seperti rokok. c. Hashish Hashish mempunyai bentuk yang bermacam-macam bahkan ada juga yang bubuk. Memiliki efek sepuluh kali lebih besar dari marijuana. Zat yang terkandung didalamnya dapat menimbulkan efek psikologis. Hashish diperoleh dari daun-daun dan pucuk bunga tanaman Cannabish Sativa dan Cannabish Indica. d. Kokain Kokain adalah zat yang adiktif sering disalah gunakan dan merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar exythroxylon coca yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah-dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulant. Nama jalanan dari kokain adalah koka, coke, happy dust, charlie, snow white. Biasanya dalam bentuk bubuk putih, disalah gunakan dengan cara menghirup.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 e. Amfetamin Nama generik amfetamin adalah D-pseudo efinefrin, yang digunakan sebagai ekongestan. Amfetamin terdiri dari 2 jenis MDMA (Methilene dioxy methamphetmaine). Ekstasi dan metamfetamine (sabusabu). Penggunaannya melalui oral dalam bentuk pil, kristal yang dibakar dengan menggunakan kertas aluminium foil dan asapnya dihisap atau dibakar. f. Lysergic Acid (LSD) Lysergic Acid bisa didapatkan berbentuk seprti kertas berukuran kotak kecil, sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar, ada juga yang berbentuk pil dan kapsul. C. Hakikat Rehabilitasi 1. Pengertian rehabilitasi Rehabilitasi NARKOBA adalah tempat yang memberikan pelatihan keterampilan dan pengetahuan untuk menghindarkan diri dari narkoba (Soeparman, 2000:37). Menurut Sumiati, 2009:162) mengatakan bahwa rehabilitasi pecandu NARKOBA adalah suatu bentuk terapi dimana klien denga ketergantungan NARKOBA ditempatkan dalam institusi tertutup selama beberapa waktu untuk mengeduksi pengguna yang berusaha untuk mengubah perilakunya, mampu mengantisipasi dan mengatasi masalah Relaps.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 2. Pendekatan Therapeutic Community a. Pengertian TC Menurut Sumiyati (2009:164) mengatakan bahwa Therapeutic Community adalah sebuah kelompok yang terdiri dari individu dengan masalah yang sama, tinggal di tempat yang sama, memiliki seperangkat peraturan, filosofi, norma, dan nilai, serta kultural yang disetujui, dipahami, dan dianut bersama. Kesemuanya dijalankan demi pemulihan diri masing-masing pecandu. b. Tujuan TC Menurut Sumiyati (2009:164) mengatakan bahwa klien dapat mengolah sub-kultur yang dianut pengguna ke arah kultur masyarakat luas (mainstream society), menuju kehidupan yang sehat dan produktif, meskipun pengguna sendiri mempunyai beberapa nilai untuk mempertahankan pemulihannya. c. Tahap Perubahan Menurut Prasetyo (2006) mengatakan bahwa seorang pecandu mengalami tahap perubahan. Dalamm tahap perubahan, terdapat beberapa tahap yaitu: 1) Tahap Penyangkalan Tahap ini merupakan suatu tahap dimana nantinya pecandu belum menyadari bahwa perilaku ketergantungan terhadap

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 NARKOBA yang akan merugikan diri sendiri maupun keluarga. 2) Tahap Keraguan Tahap dimana nantinya pecandu belum menyadari bahwa perilaku terhadap NARKOBA yang akan merugikan diri sendiri dan keluarga. Tetapi masih ada keraguan untuk menghentikan ketergantungan tersebut. 3) Tahap Persiapan Tahap dimana pecandu memeprsiapkan diri untuk dapat menghentikan mengubah pola pikir dengan tujuan membantu usahanya. 4) Tahap Pertahanan Tahap dimana pecandu NARKOBA berusaha untuk mempertahankan untuk kepulihannya. 5) Tahap Proses Kejatuhan Kembali Tahap dimana pecandu ini kembali pada perilaku penggunaan zat adiktif setelah mengalami bebas dari zat adiktif. d. Kepulihan Proses pemulihan ini merupakan penanganan terhadap mereka tidak seperti pasien yang menderita penyakit infeksi yang jika terapi dengan antibiotik yang tepat maka jangka waktu sekitaran seminggu sudah sembuh atau dapat bekerja atau sekolah seperti biasanya.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Penanganan awal, artinya menghilangkan zat NARKOBA dari tubuh pengguna, mungkin bisa dilakukan relatif crpat, namun unsur menggunakan kembali (relipse) atau memerlukan waktu panjang (BNN, 2007: 58-67). 4. Jenis-jenis rehabilitasi Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009, ada dua jenis rehabilitasi, yaitu: a. Rehabilitasi medis Suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan narkotika. b. Rehabilitasi sosial Suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu, baik fisik, mental, maupun sosial, agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat. 3. Tahap-tahap rehabilitasi Tahap-tahap rehabilitasi dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap rehabilitasi medis, tahap rehabilitasi nonmedis, dan tahap bina lanjut (aftercare). Tahap-tahap rehabilitasi sebagai berikut: a. Tahap rehabilitasi medis Tahap ini residen diperiksa kesehatannya baik secara fisik dan mental oleh dokter. Pemberian obat disesuaikan dari jenis narkoba dan berat ringannya gejala putus zat.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 b. Tahap rehabilitasi nonmedis Tahap ini residen ditempatkan pada suatu lembaga rehabilitasi dibawah tanggung jawab BNN (Badan Narkotika Nasional). Ditempat ini, residen menjalani berbagai program diantaranya program therapeutic community (TC). c. Tahap bina lanjut (aftercare) Tahap ini residen diberikan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat untuk mengisi kegiatan sehari-hari. Residen juga sudah dapat diperbolehkan pulang dari tempat rehabilitasi, namun tetap berada dibawah pengawasan. D. Penelitian yang Relevan Rianghepat (2010), dalam penelitiannya menjelaskan bahwa persepsi penerimaan sosial terhadap siswa kelas XI. Rianghepat meneliti bagaimana persepsi penerimaan sosial siswa kelas XI. Kesamaan dengan penelitian saya yaitu dalam hal penerimaan sosial, yang dimana penerimaan sosial penelitian milik saya dan milik penelitian Rianghepat mencakup definisi penerimaan sosial, ciri-ciri penerimaan sosial, dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan sosial seseorang. Hanya saja subjek pada penelitian saya dengan penelitian Rianghepat berbeda yaitu dimana subjek penelitian saya yaitu masyarakat sedangkan subjek penelitian Rianghepat yaitu adalah siswa kelas XI.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 E. Kerangka Pikir Dalam kerangka pikir ini dijelaskan bahwa bentuk penerimaan sosial dibedakan menjadi dua macam, yaitu bentuk penerimaan sosial kepada masyarakat dan bentuk penerimaan sosial kepada residen. Didalam bentuk penerimaan sosial kepada masyarakat dan residen terdapat alasan dari masyarakat dan residen itu sendiri dalam hal mau menerima residen atau tidak mau menerima residen itu kembali. Bentuk Penerimaan Sosial Masyarakat Residen Mau menerima residen kembali Tidak mau menerima residen kembali Gambar. 2.1 Bagan Kerangka Pikir

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, responden penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, keabsahan data, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Ditinjau dari jenis datanya jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2007). Metode penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus ini merupakan studi yang mendalam tentang individu dan berjangka waktu relatif lama. Peneliti melakukan studi kasus dengan landasan teori sebagai acuan ketika peneliti akan menggali suatu hal yang berkaitan dengan subjek. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Gedongkuning RT 07, RW 08. Kegiatan penelitian ini dimulai sejak Juni 2018. Pengambilan data penelitian dilakukan sejak November 2018-Januari 2019. 22

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 C. Responden Penelitian Responden penelitian ini adalah masyarakat Gedongkuning RT 07, RW 08. Alasan peneliti memilih masyarakat sebagai responden karena sesuai dengan judul yang dipilih peneliti mengenai penerimaan sosial. Adapun beberapa kriteria yang peneliti gunakan dalam melakukan penelitian ini. Responden berusia 40-60 tahun, sudah menjadi penduduk selama minimal 5 tahun di daerah tersebut, dan sejauh mana responden bisa atau tidak bisa menerima mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA. Kriteria yang peneliti pilih berdasarkan umur 4060 tahun karena peneliti memiliki alasan bahwa seseorang yang berumur 40-60 tahun adalah orang yang sudah dewasa secara umur dan emosi, sedangkan alasan penelitia memilih kriteria kedua mengenai minimal tinggal 5 tahun supaya data yang didapatkan peneliti benar-benar valid karena mereka sudah tinggal dan kenal sejak lama dengan mantan pengguna NARKOBA. Cara yang peneliti lakukan dalam memilih responden adalah dengan cara aacak atas pilihan rekomendasi dari pihak Ibu residen. D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian Peneliti mengumpulkan data dengan teknik wawancara dan observasi. Teknik wawancara yang peneliti gunakan adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam artinya peneliti mengajukan beberapa pertanyaan secara mendalam yang berhubungan dengan fokus permasalahan, sehingga

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dapat terkumpul. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara yang disusun sendiri oleh peneliti. 2. Teknik Pengumpulan Data a. Wawancara Menurut Sugiono (2013), wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari subjek dan informan yang lebih mendalam dan jumlah subjeknya sedikit atau kecil. Penelitian ini mengungkapkan wawancara secara terstruktur dan tidak terstruktur. Langkah-langkah yang dilakukan peneliti adalah menetapkan kepada siapa wawancara ini akan dilakukan, menyiapkan pokok-pokok yang akan dibicarakan, menulis hasil wawancara ke dalam catatan lapangan, dan mengidentifikasi tindak lanjut wawancara yang yang telah diperoleh. Hasil wawancara akan dirubah dalam bentuk verbatim dengan cara menuliskan setiap kata perkata percakapan dalam wawancara. Panduan pedoman wawancara dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Tabel 3.1. Pedoman Wawancara untuk Masyarakat Penerimaan Sosial Terhadap Mantan Pengguna Penyalahgunaan NARKOBA Pasca Rehabilitasi Pertanyaan Penelitian Bagaimana bentuk penerimaan dan penolakan masyarakat terhadap mantan pengguna NARKOBA? Bagaimana alasan-alasan masyarakat yang menerima atau menolak mantan pengguna NARKOBA? Bagaimana proses atau pola penerimaan masyarakat terhadap mantan pengguna NARKOBA? Item Pertanyaan 1.Apa yang ibu ketahui mengenai NARKOBA? 2.Apa yang ibu ketahui mengenai mantan pengguna NARKOBA? 3.Apa yang ibu ketahui mengenai rehabilitasi NARKOBA? 4.Apakah masyarakat melibatkan mantan pengguna NARKOBA dalam kegiatan di masyarakat? 5.Apa aktifitas atau kegiatan yang sudah dilakukan mantan pengguna NARKOBA didalam masyarakat? 1.Apa alasan ibu mau menerima mantan pengguna NARKOBA? 2.Apa alasan ibu tidak mau menerima mantan pengguna NARKOBA? 1.Apa langkah pertama warga masyarakat dalam menerima kembalinya mantan pengguna NARKOBA? 2.Apa usaha masyarakat dalam menerima kembalinya mantan pengguna NARKOBA? 3.Apakah masyarakat pernah melakukan kegiatan penyuluhan mengenai pengguna NARKOBA? 4.Apakah ada keresahan yang dialami masyarakat dalam menerima kembalinya mantan pengguna NARKOBA?

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 b. Observasi Stainback (1988), menyatakan bahwa dalam observasi partisipasif, peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang mereka ucapkan dan berpartisipasi dalam aktifitas mereka. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan peneliti untuk mengamati perilaku dan proses kerja subjek. Observasi yang digunakan peneliti yaitu observasi non partisipasif yang dimana observasi yang digunakan adalah observasi menggunakan catatan peristiwa responden (masyarakat). E. Keabsahan Data Peneliti berusaha mencatat, dan menafsirkan setiap jawaban dari narasumber. Di luar data itu, untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Pengujian kredibilitas pada triangulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber, berbagai cara, dan waktu Sugiono (2013). Triangulasi merupakan teknik pengumpulan data untuk menggabungkan teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada. Teknik triangulasi terdiri dari dua jenis, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber berarti mengecek data yang sudah diperoleh melalui beberapa sumber. Peneliti mendapatkan data dari sumber yang berbeda dengan teknik yang sama. Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Teknik triangulasi yang peneliti gunakan adalah observasi dan wawancara. Observasi dilakukan tanpa

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 batas waktu, artinya dapat dilakukan kapan saja dalam waktu yang tepat dan baik untuk melakukan observasi. F. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan doukumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilah mana yang penting dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain (Sugiyono, 2011:335). Teknik analisis data dapat dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1. Tahap membaca verbatim Verbatim dibaca berulang-ulang untuk menemukan ide-ide pokok tentang penelitian. 2. Tahap membuat kode (koding) Memberi kode pada tema atau tema yang muncul pada verbatim, berdasarkan tujuan penelitian atau muncul dari data yang diperoleh. 3. Tahap kategorisasi Setelah memberi kode pada tema yang muncul dalam verbatim selanjutnya adalah kategorisasi atau penyajian data. Kategorisasi berarti memilah-milah

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 tema-tema besar, sub-sub tema dari semua data sehingga dapat ditemukan pola dari verbatim. 4. Tahap menyaring data Setelah menemukan kalimat yang memperkuat tema, maka tahap selanjutnya menyaring data. Penyaringan data dilakukan dengan mencari gambaran besar dari hasil penelitian, memilah mana yang penting dan yang tidak penting, temuan yang utama atau hanya penunjang. 5. Tahap interpretasi Setelah semua tahap dilakukan, selanjutnya melakukan interpretasi akhir. Tahap ini menjelaskan makna yang terpenting dari data yang diperoleh. Tahap-tahap di atas dapat dilakukan secara bersamaan atau berurutan, atau simultan (Analisis Data Kualitatif, 2013).

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi deskripsi data dan pembahasan berupa informasi-informasi yang sudah diperoleh sebagai hasil penelitian. Untuk menjaga privasi responden, maka nama dan beberapa informasi lainnya disamarkan. A. Deskripsi Data Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Penelitian dimulai dengan observasi dan melakukan pendekatan dengan responden. Selanjutnya, peneliti menjelaskan topik penelitian yaitu memahami penerimaan sosial terhadap mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi. Kemudian peneliti menanyakan kesediaan responden untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Setelah menyatakan kesediaan menjadi responden, langkah selanjutnya menentukan waktu dan tempat yang tepat untuk bertemu dengan responden untuk wawancara. Waktu dan tempat pelaksanaan wawancara disesuaikan dengan waktu luang dari masing-masing responden. Observasi dilakukan sebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda. 29

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Tabel 4.1 Tempat dan Jadwal Penelitian Tempat dan Jadwal Penelitian Inisial Responden Waktu Tempat Keterangan Rabu, 28 November 2018 Rabu, 12 Desember 2018 Sabtu, 22 Desember 2018 Jumat, 4 Januari 2019 Rumah TS Rumah TS Rumah TS Rumah TS Minggu, 13 Januari 2019 Sekitar rumah TS, RO, dan DE Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara Observasi saat melakukan kegiatan kerja bakti Observasi saat ada nikahan Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara Observasi saat melakukan kegiatan kerja bakti Observasi saat ada nikahan Wawancara Wawancara Observasi saat melakukan kegiatan kerja bakti Observasi saat ada nikahan TS Sabtu, 19 Januari 2019 Rabu, 28 November 2018 Sabtu, 22 Desember 2018 Selasa, 8 Januari 2019 Sabtu, 12 Januari 2019 RO Minggu, 13 Januari 2019 Sabtu, 19 Januari 2019 Selasa, 8 Januari 2019 Jumat, 11 Januari 2019 DE Didepan rumah warga Rumah RO Rumah RO Rumah RO Rumah RO Sekitar rumah TS, RO, dan DE Didepan rumah warga Rumah DE Rumah DE Minggu, 13 Januari 2019 Sekitar rumah TS, RO, dan DE Sabtu, 19 Januari 2019 Didepan rumah warga

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 1. Deskripsi Umum Responden a. Responden 1 Nama : TS Alamat : Yogyakarta Usia : 41 tahun Jenis kelamin : Perempuan Anak ke : 2 dari 3 bersaudara Ciri-ciri kepribadian : Sabar, ramah, dan terbuka b. Responden 2 Nama : RO Alamat : Yogyakarta Usia : 47 tahun Jenis kelamin : Perempuan Anak ke : 1 dari 2 bersaudara Ciri-ciri kepribadian : Jutek dan tidak sabar c. Responden 3 Nama : DE Alamat : Yogyakarta Usia : 30 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Anak ke : 2 dari 4 bersaudara Ciri-ciri kepribadian : Ramah, terbuka, jujur, humoris dan sabar

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 2. Hasil Penelitian Dari observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap ketiga responden diperoleh hasil yang berkaitan dengan penerimaan sosial. a. Bentuk-bentuk penerimaan dan penolakan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 terhadap mantan pengguna penyalahgunaan NARKOBA. Didalam bentuk-bentuk penerimaan dan penolan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 terdapat suatu bentuk pengetahuan mengenai pengertian NARKOBA, pengertian mantan pengguna NARKOBA, pengertian rehabilitasi NARKOBA dan melibatkan mantan pengguna NARKOBA dalam berbagai macam kegiatan. Ketiga responden memiliki pendapat yang hampir sama mengenai pengetahuan NARKOBA. Pengetahuan NARKOBA ditunjukkan itu sendiri diartikan sebagai obat-obatan yang terlarang, obat keras, dan barang berbahaya. Hal ini dapat dilihat dari kutipan hasil wawancara dengan ketiga responden. “NARKOBA itu ya cuma obat-obatan terlarang, bisa merusak syaraf. Seperti daun ganja contohnya”. (I.a.TS/003-005). “NARKOBA itu sejenis obat keras yang dapat merusak otak. Obat berbahaya lah, haram. Mungkin kayak shabu, ganja, puttaw, sama pilpil atau miras gitu”. (I.a.RO/003-006). “NARKOBA itu bagi saya barang yang enak tapi berbahaya. Contohnya seperti shabu, ganja, puttaw, dan lain-lain”. (I.a.DE/002003).

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Dari hasil wawancara tersebut dapat dipahami bahwa menurut pendapat dari ketiga responden itu sendiri mengenai NARKOBA, yakni obat-obatan terlarang, bisa merusak syaraf, sejenis obat keras, dapat merusak otak, barang enak dan berbahaya. Selain itu, ketiga responden juga memberikan contoh dari NARKOBA, yakni shabu, puttaw, pil-pil, miras, dan daun ganja. Ketiga responden memiliki pendapat masing-masing mengenai mantan pengguna NARKOBA. Hal tersebut dapat dilihat dari ungkapan responden dalam wawancara sebagai berikut: “Mantan pengguna itu ya orang yang dulunya suka mengkonsumsi NARKOBA dan sekarang tidak menggunakan NARKOBA”. (I.a.1.TS/008-010). “Orang yang habis kena kasus NARKOBA mbak, dalam artian orang itu sudah lepas pas dari NARKOBA dan tidak menggunakan lagi”. (I.a.1.RO/008-010). Ungkapan tersebut juga dipaparkan oleh responden ketiga yakni residen itu sendiri, sebagai berikut: “Hahaha.. Ya kayak saya ini mbak. Orang yang dulunya makai NARKOBA dan sekarang sudah enggak makai lagi, sudah stop”. (I.a.1.DE/008-010). Dari hasil yang telah diungkapkan oleh ketiga responden, mantan pengguna NARKOBA merupakan seseorang yang dulunya suka mengkonsumsi obat-obat NARKOBA dan sekarang sudah tidak pernah mengkonsumsi kembali.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Selain itu, ketiga responden juga memiliki pendapat yang berbedabeda mengenai pengetahuan rehabilitasi NARKOBA. Hal tersebut dapat dilihat dari ungkapan responden dalam wawancara sebagai berikut: “Rehabilitasi NARKOBA itu setahu saya ya tempat untuk orang yang sedang menjalani rehabilitasi. Biar cepat sembuh, nggak kecanduan lagi mbak terus juga supaya perilakunya bisa berubah lebih baik. Itu saja sih mbak yang saya tahu. Sejauh yang saya tahu itu ada bimbingan rohani, bimbingan keagamaan gitu mbak”. (I.a.2.TS/013020). “Rehabilitasi itu tempat untuk memulihkan kembali orang-orang yang kena NARKOBA. Memulihkan itu biar orang-orangnya bisa sembuh lagi mbak. Paling buat kerajinan, disuruh bersih-bersih ruangan, dikasih obat biar sembuh, sama dikasih nasehat kali mbak”. (I.a.2.RO/016-021). Ungkapan tersebut juga dipaparkan oleh responden ketiga yakni residen itu sendiri, sebagai berikut: “Rehabilitasi tempat untuk memulihkan mantan pengguna NARKOBA supaya bisa sembuh dan berperilakuan lebih baik lagi mbak”. (I.a.2.DE/013-015). Dari hasil wawancara tersebut ketiga responden memaparkan pengetahuan mengenai rehabilitasi NARKOBA yaitu sebagai tempat pemulihan seorang mantan pengguna supaya memiliki perilaku yang lebih baik lagi. Dua responden memiliki pendapat yang sedikit berbeda mengenai bentuk penerimaan sosial mantan pengguna NARKOBA dalam hal

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 melibatkan mantan pengguna NARKOBA dalam berbagai macam kegiatan. Hal tersebut dapat dilihat dari ungkapan responden dalam wawancara sebagai berikut: “Oiya, jelas melibatkan mbak. Kami itu se RT ini tidak pernah membeda-bedakan orang yang waras atau tidak waras seperti mantan pengguna. Ketua RT mengajak untuk gabung dengan muda mudi disini. Tiap mereka (mantan pengguna) keluar dari rumah cuma sekedar jalan gitu, terus nanti warga mengajak gabung, bareng-bareng ikut kegiatan”.(I.a.3.TS/025-032). “Iya kayaknya mbak, saya nggak mau tau soal itu. Cuek aja mbak, masa bodoh tu lho mbak. Cueknya itu saya langsung menjauhi berita dan orangnya itu mbak. Ya kalau pas ada kegiatan mereka ikut, saya nggak mau deket-deket mbak, ndak mau ngajak omong, nyebelahi gitu”. (I.a.3.RO/025-031). Ungkapan tersebut juga dipaparkan oleh responden ketiga yakni residen itu sendiri, sebagai berikut: “Sering mbak. Saya selalu dilibatkan dalam kegiatan di RT ini. Apapun itu jika saya diundang saya pasti ikut mbak”. (I.a.3.DE/019021). Dari hasil wawancara tersebut dapat dipahami bahwa menurut pendapat dari ketiga responden itu mengenai keterlibatan residen didalam masyarakat bahwa masyarakat selalu melibatkan dan mengajak gabung residen dalam kegiatan. Hal itu juga diperkuat dengan adanya laporan observasi pertama mengenai bentuk-bentuk penerimaan sosial masyarakat Gedongkuning yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 13 Januari 2019 pukul

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 08.00-12.00 WIB di Gedongkuning RT 03 RT 08 adalah sebagai berikut: DE (residen) mengikuti kerja bakti dan diundang oleh satu orang warga, suami dari TS (masyarakat) mendekati DE dengan cara mengajak ngobrol sedangkan suami dan RO (masyarakat) menjauhi DE saat kerja bakti. Hal itu juga semakin diperkuat pada hasil observasi yang kedua pada hari Sabtu tanggal 19 Januari 2019 pukul 10.00-12.00 WIB adalah sebagai berikut: DE antusias dalam membantu dalam acara pernikahan tetangga, TS sesekali menyapa DE yang sedang mengangkat-angkat kursi, RO tidak pernah keluar dari rumah warga dan terus didalam rumah warga itu. Pengetahuan NARKOBA Mantan Pengguna Bentuk-bentuk penerimaan sosial Melibatkan kegiatan Rehabilitasi NARKOBA Gambar 4.1. Bagan Bentuk Penerimaan Sosial

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 b. Alasan masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 saat menerima mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi. Didalam alasan masyarakat dibagi menjadi dua yaitu alasan mau menerima mantan pengguna NARKOBA atau alasan tidak mau menerima mantan pengguna NARKOBA. Ketiga masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 memiliki alasan yang berbeda dalam menerima kembalinya mantan pengguna NARKOBA. Ungkapan tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara. Kutipan hasil wawancara kedua responden sebagai berikut: “Alasannya ya karena adanya rasa kemanusiaan. Kita kan sebagai manusia tidak boleh membeda-bedakan, biarpun masa lalunya orang itu buruk. Mereka juga mudah bersosialisasi serta ramah meskipun dulunya mantan pengguna”.(II.a.TS/040-044). “Wah, enggak sama sekali. Saya benci sama orang yang seperti itu. Mereka udah buat dosa besar, udah tahu itu barang haram kok ya masih didekati kan nggak waras mbak orang kayak gitu. Larangan Allah saja mereka berani melanggar, gimana saya nggak benci dengan orang yang seperti itu”. (II.a.RO/037-043). Ungkapan tersebut juga dipaparkan oleh residen itu sendiri, sebagai berikut: “Ya, ada yang menerima saya ada yang enggak mbak. Orang tu macem-macem mbak. Banyak yang menerima mbak. Lainnya cuma 2 atau 3 orang kalau nggak salah yang nggak mau nerima saya”. (II.a.DE/034-038). Dari hasil wawancara, dapat dipahami bahwa ketiga responden memiliki alasan yang berbeda. Alasan tersebut yakni pada responden

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 yang pertama menerima kembalinya mantan pengguna NARKOBA karena adanya rasa kemanusiaan, pada responden yang kedua tidak menerima kembalinya mantan pengguna NARKOBA karena mereka sudah membuat dosa besar, dan pada responden ketiga menjelaskan bahwa warga sekitar banyak yang menerima keberadaannya. Alasan masyarakat dan resdien Mau menerima residen kembali Tidak mau menerima residen kembali Rasa kemanusiaan Sudah berbuat dosa besar Gambar. 4.2 Bagan Alasan Masyarakat Dalam Menerima atau Menolak Residen c. Proses atau pola penerimaan sosial masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 terhadap mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi. Didalam proses atau pola penerimaan sosial masyarakat Gedongkuning terdapat langkah-langkah yaitu: penyampaian melalui RT saat mantan pengguna NARKOBA akan kembali dan usaha dari masyarakat Gedongkuning saat melibatkan mantan pengguna NARKOBA. Dalam proses atau pola penerimaan terdapat langkah pertama dari warga dalam menerima kedatangan seorang mantan pengguna NARKOBA. Hal tersebut dapat dilihat dari jawaban ketiga responden:

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 “Nggak ada mbak, paling cuma penyampaian biasa aja. Besok mas ini pulang dari RT gitu mbak. Saat arisan ibu-ibu atau bapak-bapak gitu”. (III.a.TS/52-55). “Ada mbak, dari ketua RT nyampaikan kalau mas ini pulang, nggak mesti disampaikan sih mbak. Kadang ya langsung aja mereka pulang terus masuk rumah, udah gitu”. (III.a.RO/51-54). Hal tersebut juga diungkapkan dari residen itu sendiri sebagai berikut: “Nggak tahu saya mbak, kayaknya nggak ada. Saya pulang ya langsung pulang aja, masuk rumah gitu dan tetangga-tetangga samping depan juga biasa saja”.(III.a.DE/42-45). Dari hasil diatas mengenai langkah pertama masyarakat saat menerima kembalinya mantan pengguna NARKOBA, masyarakat memiliki prosedur saat menerima kembalinya mantan pengguna NARKOBA. Prosedur tersebut dapat dilihat dari bagaimana ketua RT menyampaikan ke warga bahwa mantan pengguna NARKOBA akan pulang ke rumah. Ketiga responden memiliki pendapat yang sama dalam proses atau pola penerimaan mantan pengguna NARKOBA. Hal ini dapat ditemukan kutipan wawancara tersebut, jika dilihat dari usaha masyarakat dalam menerima mantan pengguna NARKOBA: “Paling pas mereka pulang ke rumah diajak kerja bakti gitu mbak, terus disapa kalau lagi papasan sama warga”.(III.a.1.TS/052-054). “Nggak ada mbak, paling kalau dia udah pulang ke rumahnya lagi ya cuma disuruh ikut kegiatan aja sih.Ya pulang langsung masuk rumah, terus besoknya kalau ada kegiatan, dia dipanggil warga untuk ikut kegiatan mbak”. (III.a.1.RO/050-054).

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Ungkapan tersebut juga dipaparkan oleh responden ketiga yakni residen itu sendiri, sebagai berikut: “Saat mereka tahu saya sudah pulang, ya saya suka diundang warga ikut kegiatan di kampung mbak. Kadang ngundangnya pakai kertas undangan kadang juga ya langsung ngampiri ke rumah”.(III.a.1.DE/049-053). Berdasarkan hasil dari wawancara tersebut, terungkap pola penerimaan masyarakat yakni selalu melibatkan mantan pengguna NARKOBA dalam berbagai kegiatan di masyarakat. Proses atau pola penerimaan Langkah pertama dari warga Usaha dari warga terhadap mantan pengguna NARKOBA Penyampaian dari ketua RT ke warga Mengundang residen dalam berbagai macam kegiatan Gambar 4.3 Bagan Pola Proses Penerimaan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 B. Pembahasan Hal yang dibahas dalam bagian ini berkaitan dengan penerimaan sosial terhadap mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi. 1. Bentuk penerimaan sosial terhadap mantan pengguna NARKOBA Menurut Undang-Undang NO.22 tahun 1977 tentang Narkotika menyebutkan bahwa: Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam Undang-Undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Apa yang dikatakan Undang-Undang No.22 tahun 1977 bahwa Narkotika dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Hal tersebut dapat dilihat dari ungkapan responden dalam wawancara berikut: “NARKOBA itu ya cuma obat-obatan terlarang, bisa merusak syaraf. Seperti daun ganja contohnya”. (I.a.TS/003-005). “NARKOBA itu sejenis obat keras yang dapat merusak otak mbak. Obat berbahaya lah mbak, haram. Mungkin kayak shabu, ganja, puttaw, sama pil-pil atau miras gitu mbak”. (I.a.RO/003-006). “NARKOBA itu bagi saya barang yang enak tapi berbahaya. Contohnya seperti shabu, ganja, puttaw, dan lain-lain”. (I.a.DE/002-003). Hewitt (Devine 2004:141) mengemukakan bahwa penerimaan sosial ditandai dengan perasaan senang dalam berinteraksi sosial dengan orang lain, rasa memiliki dalam kelompok, dan kesempatan untuk menciptakan status

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 hubungan yang sama. Hal tersebut dapat dilihat dari ungkapan responden dalam wawancara berikut: “Oiya, jelas melibatkan mbak. Kami itu se RT ini tidak pernah membedabedakan orang yang waras atau tidak waras seperti mantan pengguna. Ketua RT mengajak untuk gabung dengan muda mudi disini. Tiap mereka (mantan pengguna) keluar dari rumah cuma sekedar jalan gitu, terus nanti warga mengajak gabung, bareng-bareng ikut kegiatan”.(I.a.3.TS/025-032). “Iya kayaknya mbak, saya nggak mau tau soal itu. Cuek aja mbak, masa bodoh tu lho mbak. Cueknya itu saya langsung menjauhi berita dan orangnya itu mbak. Ya kalau pas ada kegiatan mereka ikut, saya nggak mau deket-deket mbak, ndak mau ngajak omong, nyebelahi gitu”. (I.a.3.RO/025-031). Ungkapan tersebut juga dipaparkan oleh responden ketiga yakni residen itu sendiri, sebagai berikut: “Sering mbak. Saya selalu dilibatkan dalam kegiatan di RT ini. Apapun itu jika saya diundang saya pasti ikut mbak”. (I.a.3.DE/019-021). 2. Alasan responden saat menerima mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi. Menurut Izzaty, dkk (2008:126) menjelaskan bahwa penerimaan sosial (social acceptence) dalam kelompok teman sebaya sangat tergantung pada: kesan pertama, penampilan yang menarik, partisipasi sosial, perasaan humor yang dimiliki, keterampilan berbicara, dan kecerdasan. Hal tersebut dapat dilihat dari ungkapan responden dalam wawancara berikut: “Alasannya ya karena adanya rasa kemanusiaan. Kita kan sebagai manusia tidak boleh membeda-bedakan, biarpun masa lalunya orang itu buruk. Mereka juga mudah bersosialisasi serta ramah meskipun dulunya mantan pengguna”.(II.a.TS/040-044).

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 “Wah, enggak sama sekali. Saya benci sama orang yang seperti itu. Mereka udah buat dosa besar, udah tahu itu barang haram kok ya masih didekati kan nggak waras mbak orang kayak gitu. Larangan Allah saja mereka berani melanggar, gimana saya nggak benci dengan orang yang seperti itu”. (II.a.RO/037-043). “Ya, ada yang menerima saya ada yang enggak mbak. Orang tu macemmacem mbak. Banyak yang menerima mbak. Lainnya cuma 2 atau 3 orang kalau nggak salah yang nggak mau nerima saya”. (II.a.DE/034-038). 3. Proses atau pola penerimaan sosial terhadap mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi. Proses atau pola penerimaan sosial dapat dilihat dari ciri-ciri penerimaan sosial pada bagian perlakuan yang diterima oleh seseorang dari orang lain yang dimana perlakuan teman sebaya atau orang dewasa dapat menunjukkan apakah seseorang tersebut disukai atau tidak. Hal ini dapat ditemukan kutipan wawancara tersebut, jika dilihat dari usaha masyarakat dalam menerima mantan pengguna NARKOBA: “Paling pas mereka pulang ke rumah diajak kerja bakti gitu mbak, terus disapa kalau lagi papasan sama warga”.(III.a.1.TS/052-054). “Nggak ada mbak, paling kalau dia udah pulang ke rumahnya lagi ya cuma disuruh ikut kegiatan aja sih.Ya pulang langsung masuk rumah, terus besoknya kalau ada kegiatan, dia dipanggil warga untuk ikut kegiatan mbak”. (III.a.1.RO/050-054). Ungkapan tersebut juga dipaparkan oleh responden ketiga yakni residen itu sendiri, sebagai berikut: “Saat mereka tahu saya sudah pulang, ya saya suka diundang warga ikut kegiatan di kampung mbak. Kadang ngundangnya pakai kertas undangan kadang juga ya langsung ngampiri ke rumah”.(III.a.1.DE/049-053).

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V SIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan simpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. Bagian kesimpulan memuat kesimpulan penelitian. Bagian keterbatasan penelitian memuat keterbatasan peneliti dalam menggali lebih dalam lagi informasi dari responden. Bagian saran memuat masukan untuk peneliti lain supaya dapat melakukan penelitian yang lebih baik dari penelitian ini. A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan penelitian yang berkaitan dengan penerimaan sosial terhadap mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi adalah: 1. Masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 memahami arti dari NARKOBA yakni sebagai obat-obatan terlarang, obat keras bisa merusak otak, dan barang enak tetapi berbahaya. Masyarkat selalu melibatkan mantan pengguna NARKOBA dalam setiap kegiatan di RT. 2. Masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 memiliki alasan dalam menerima mantan pengguna NARKOBA karena adanya rasa kemanusiaan, memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik. Sedangkan masyarakat yang tidak menerima mantan pengguna NARKOBA NARKOBA sudah membuat dosa besar. 44 karena mantan pengguna

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 3. Masyarakat Gedongkuning RT 07 RW 08 memiliki proses atau pola penerimaan sosial terhadap mantan pengguna NARKOBA pasca rehabilitasi dalam hal usaha masyarakat terhadap mantan pengguna NARKOBA dengan cara mengikut sertakan mantan pengguna NARKOBA dalam berbagai macam kegiatan seperti: kerja bakti, 17’an, hari raya Qurban, dan nikahan di kampung setempat. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan dan kekurangan. Peneliti sadar bahwa masih banyak yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Adapun keterbatasan penelitian ini adalah: 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan masih kurang tepat untuk mengumpulkan data. 2. Data masalah penelitian belum tergali. 3. Teori penerimaan sosial belum cukup kuat. C. Saran Saran peneliti ditujukan kepada peneliti selanjutnya supaya memperoleh hasil penelitian yang lebih baik. Saran peneliti berupa: 1. Diperlukan teknik pengumpulan data yang tepat digunakan untuk mengumpulkan data. 2. Diperlukan menggali data lebih dalam. 3. Diperlukan menambahkan teori penerimaan sosial sebanyak mungkin.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 DAFTAR PUSTAKA Ali, M. Amir P & Duse, Imran. (2007). NARKOBA Ancaman Generasi Muda. Kalimantan Timur: GERPANA KALTIM. Analisis Data Kualitatif. (2013). Metodologi Penelitian. Studio Teknologi Pendidikan-Perpustakaan Universitas Katolik Indonesia Admajaya Oktober 2013. Badan Narkotika Nasional. (2007). Pencegahan Penyalahgunaan NARKOBA Sejak Usia Dini. Jakarta: Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. (2009). Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Jakarta: BNN. Berk, L.E. (2003). Child Development. Sixth Edition. USA: Ally and Bacon. Chaplin, J.P. (2006). Kamus Lengkap Psikologi (terjemahan Kartono, K). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Departemen Sosial. (2009). Pedoman Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat (RBM) Bagi Penyalahguna NAPZA. Jakarta: Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Departemen Sosial RI. Hurlock, Elizabeth B. (1997). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Rentang Kehidupan. Edisi Kelima: Erlangga. Irawati, Nunung. (2015). Hubungan antara Empati dengan Penerimaan Sosial Siswa reguler Terhadap Siswa ABK di kelas Inklusif (SMP N 2 Sewon). Diambil pada tanggal 26 Mei 2018 pada jam 15:02, dari https://eprints.unyac.id/26450/1/Nunung Irawati_11104241042.pdf. Koentjaraningrat. (1969). Pengantar Antropologi. Djakarta: Pd Aksara. M, Anastasia. (2017). Makna Tugas Perutusan Belajar Bagi Biarawati. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Paskarina, A.K. (2018). Penerimaan Diri Wanita Yang Menjanda Setelah Suami Meninggal. Skripsi (Tidak Diterbitkan).Yogyakarta: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Prakoso, Yuda (2018). Dukungan Keluarga Kepada Residen Di Jogja Care House Yogyakarta. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Rianghepat, R. (2010). Persepsi Terhadap Penerimaan Sosial Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Bruderan Purworejo Tahun Pelajaran 2009/2010 Dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-Topik Bimbingan. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Soeparman, Herman. (2000). Narkoba telah Merubah Rumah Kami menjadi Neraka. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional-Dirjen Dikti. Sugiyono.(2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Sumiyati. (2009). Kesehatan Jiwa Remaja dan Konseling. Jakarta: Trans Info Media. Suryadi, Budi. (2009). Sosiologi Ekonomi dan Komunikasi Masa: Seripta Cendekia. Suryaprilani, R. (2008). Studi Tentang Interaksi Sosial Remaja Korban Penyalahgunaan Narkoba Di Panti Sosial Pamardi Putra “Sehat Mandiri” Yogyakarta. Skripsi (Tidak Diterbitkan).Yogyakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Wibiyanti, Gayu. (2017). Dinamika Konsep Diri Pada Perempuan Dewasa Yang Pernah Menjadi Korban Child Abose. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Lampiran 1 Hasil Observasi 1. Observasi saat responden mengikuti kerja bakti Inisial Deskripsi Responden Minggu/13 TS Observasi dilakukan Januari 2019 RO disekitar rumah DE, saat 08.00-12.00 DE itu DE menggunakan pakaian berwarna biru tua dan membawa sapu lidi. DE diajak oleh satu orang tetangga (bapakbapak) untuk mengikuti kerja bakti bersama. DE ikut menyapu serta membersihkan selokan. Tiba-tiba DE dihampiri oleh suami dari TS hanya untuk menanyakan tidak pergi ke gereja. Semua warga terlihat antusias dalam kerja bakti tahu baru. Tetapi disisi lain terlihat jelas bahwa suami dan RO menjauhi DE dengan cara tidak mau sebelahan dan tidak bertegur sapa dengan DE saat bersih-bersih sekitar rumah. Sabtu, 19 Januari TS Observasi dilakukan 2019 RO didepan rumah warga 10.00-12.00 DE yang memiliki acara. WIB Saat itu terlihat DE sangat antusias dalam membantu mengangkat kursi, mengangkat sound, memasang dekorasi sederhana untuk Hari/Tanggal Interpretasi -DE mengikuti kerja bakti dan diundang oleh satu orang warga. -Suami dari TS mendekati DE dengan cara mengobrol. -Suami dan RO menjauhi DE saat kerja bakti. -DE antusias dalam membantu. -TS sesekali menyapa DE yang sedang mengangkatangkat kursi. -RO tidak

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Hari/Tanggal Inisial Responden Deskripsi Interpretasi pengantin. Terlihat TS juga sesekali menyapa DE meskipun saat itu TS sedang membantu didalam menyiapkan makanan-makanan kecil untuk acara nikahan. Tetapi RO saat itu hanya didalam rumah warga tersebut dan tidak terlihat sama sekali untuk keluar sejenak. pernah keluar dari rumah warga dan terus didalam rumah warga itu.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Lampiran 2 Lembar Verbatim Wawancara A. Responden TS Waktu : Jumat, 4 Januari 2019; 16.00-17.00 WIB Tempat : Rumah TS Peneliti : “Apa sih yang Ibu ketahui mengenai NARKOBA?”. TS : “NARKOBA itu ya cuma obat-obatan terlarang mbak, bisa merusak syaraf. Seperti daun ganja contohnya”. Peneliti : “Baik bu, terima kasih. Lalu menurut Ibu, mantan pengguna itu apa sih?”. TS : “Mantan pengguna itu ya orang yang dulunya suka mengkonsumsi NARKOBA dan sekarang tidak menggunakan NARKOBA”. Peneliti : “Lalu apa yang Ibu ketahui mengenai rehabilitasi NARKOBA?”. TS : “Rehabilitasi NARKOBA itu setahu saya ya tempat untuk orang yang sedang menjalani rehabilitasi. Biar cepat sembuh, nggak kecanduan lagi mbak terus juga supaya perilakunya bisa berubah lebih baik. Itu saja sih mbak yang saya tahu. Sejauh yang saya tahu itu ada bimbingan rohani, bimbingan keagamaan gitu mbak”. Peneliti : “Baik bu. Lalu apakah masyarakat melibatkan mantan pengguna NARKOBA dalam setiap kegiatan bu?”. TS : “Oiya, jelas melibatkan mbak. Kami itu se RT ini tidak pernah membeda-bedakan orang yang waras atau tidak waras seperti mantan pengguna. Ketua RT mengajak untuk gabung dengan muda mudi

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 disini. Tiap mereka (mantan pengguna) keluar dari rumah cuma sekedar jalan gitu, terus nanti warga mengajak gabung, barengbareng ikut kegiatan”. Peneliti : “Lalu apa kegiatan apa sih bu yang suka melibatkan mantan pengguna?”. TS : “Kerja bakti selalu ikut mbak, tapi pernah sewaktu-waktu dia tidak ikut kegiatan dan mengurung diri karena minder. Kegiatan 17’an itu pasti dilibatkan, terus juga hari raya Qurban itu juga dilibatkan, kerja bakti itu juga pasti mbak”. Peneliti : “Apa alasan ibu mau menerima mantan pengguna NARKOBA?”. TS : “Alasannya ya karena adanya rasa kemanusiaan mbak. Kita kan sebagai manusia tidak boleh membeda-bedakan, biarpun masa lalunya orang itu buruk. Mereka juga mudah bersosialisasi serta ramah meskipun dulunya mantan pengguna”. Peneliti : “Saat mereka kembali, kira-kira warga ada semacam tindakan gitu nggak sih bu dari RT atau warganya sendiri?”. TS : “Nggak ada mbak, paling cuma penyampaian biasa aja. Besok mas ini pulang dari RT gitu mbak. Saat arisan ibu-ibu atau bapak-bapak gitu mbak”. Peneliti : “Kalau usaha dari masyarakatnya sendiri gitu bu ada tidak?”. TS : “Paling pas mereka pulang ke rumah diajak kerja bakti gitu mbak, terus disapa kalau lagi papasan sama warga”. Peneliti : “Baik bu, disini itu pernah ada penyuluhan gitu nggak bu mengenai NARKOBA?”.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 TS : “Kalau di RT ini enggak pernah mbak. Tapi kalau di puskesmas Peleman Kotagede ada mbak kalau soal penyuluhan-penyuluhan gitu mengenai NARKOBA. Biasanya yang memberi penyuluhan itu dari polsek, pak camat, kelurahan mbak. Tapi pernah juga mbak pas ada arisan RW itu kadang disampaikan isinya dari penyuluhan NARKOBA itu seperti apa. Supaya kita sebagai masyarakat tidak tabu dengan halhal yang seperti itu.disampaikan isinya dari penyuluhan NARKOBA itu seperti apa. Supaya kita sebagai masyarakat tidak tabu dengan halhal yang seperti itu”. Peneliti : “Baik bu, saat mereka kembali ke rumah masing-masing, ada kereseahan tersendiri nggak sih bu?”. TS : “Nggak ada mbak. Asal dia tidak mengganggu itu kami tidak resah”. B. Responden RO Waktu : Sabtu, 12 Januari 2019; 13.00-14.00 WIB Tempat : Rumah RO Peneliti : “Selama ini ibu tahu nggak sih apa itu NARKOBA?”. RO : “Tau mbak. NARKOBA itu sejenis obat keras yang dapat merusak otak mbak. Obat berbahaya lah mbak, haram. Mungkin kayak shabu, ganja, puttaw, sama pil-pil atau miras gitu mbak. Peneliti : “Oke, kalau mantan pengguna itu apa sih bu?”.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 RO : “Orang yang habis kena kasus NARKOBA mbak, dalam artian orang itu sudah lepas pas dari NARKOBA dan tidak menggunakan lagi”. Peneliti : “Oke bu, lalu ibu pernah dengar rehabilitasi nggak sih bu?”. RO : “Rehabilitasi itu tempat untuk memulihkan kembali orang-orang yang kena NARKOBA. Memulihkan itu biar orang-orangnya bisa sembuh lagi mbak. Paling buat kerajinan, disuruh bersih-bersih ruangan, dikasih obat biar sembuh, sama dikasih nasehat kali mbak”. Peneliti : ”Oke bu, baik. Kalau ada kegiatan di RT ini mantan pengguna NARKOBA itu suka ikut dilibatkan nggak sih bu?”. RO : ”Iya kayaknya mbak, saya nggak mau tau soal itu. Cuek aja mbak, masa bodoh tu lho mbak. Cueknya itu saya langsung menjauhi berita dan orangnya itu mbak. Ya kalau pas ada kegiatan mereka ikut, saya nggak mau deket-deket mbak, ndak mau ngajak omong, nyebelahi gitu”. Peneliti : “Baik bu, biasanya kegiatan apa sih bu yang suka melibatkan mantan pengguna?”. RO : “Ya paling kerja bakti, kalau ada yang gawe di RT bantu, terus acaraacara kayak 17’an mbak. Itu kayaknya. Kalau kerja bakti ya nyapu mbak, kalau ada gawe ya paling angkat-angkat kursi lainnya nggak tahu mbak”. Peneliti : “Ibu menerima keberadaan mantan pengguna NARKOBA nggak bu?”. RO : “Wah, enggak sama sekali mbak. Saya benci sama orang yang seperti itu. Mereka udah buat dosa besar, udah tahu itu barang haram kok ya masih didekati kan nggak waras mbak orang kayak gitu. Larangan

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Allah saja mereka berani melanggar, gimana saya nggak benci dengan orang yang seperti itu”. Peneliti : “Saat mereka kembali, kira-kira warga ada semacam tindakan gitu nggak sih bu dari RT atau warganya sendiri?”. RO : “Ada mbak, dari ketua RT nyampaikan kalau mas ini pulang, nggak mesti disampaikan sih mbak. Kadang ya langsung aja mereka pulang terus masuk rumah, udah gitu”. Peneliti : “Baik bu, ada nggak sih bu usaha dari masyarakat saat akan menerima kembali mantan pengguna?”. RO : “Nggak ada mbak, paling kalau dia udah pulang ke rumahnya lagi ya cuma disuruh ikut kegiatan aja sih.Ya pulang langsung masuk rumah, terus besoknya kalau ada kegiatan, dia dipanggil warga untuk ikut kegiatan mbak”. Peneliti : “Pernah ada penyuluhan nggak sih bu mengenai NARKOBA?”. RO : “Kalau di RT, kayaknya nggak pernah mbak, kalau di RW atau pertemuan di balai-balai gitu atau puskesmas pernah mbak”. Peneliti : “Baik bu, saat mantan pengguna kembali gimana perasaan Ibu?”. RO : “Saya deg-degan mbak, jangan-jangan mereka buat ulah. Udah bagus di panti rehab malah pulang kan ganggu warga mbak”.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 C. Responden DE Waktu : Rabu, 16 Januari 2019; 15.45-17.00 WIB Tempat : Rumah DE Peneliti : “Arti NARKOBA itu bagi mas sendiri apa sih?”. DE : “NARKOBA itu bagi saya barang yang enak tapi berbahaya. Contohnya seperti shabu, ganja, puttaw, dan lain-lain”. Peneliti : “Menurut mas, mantan pengguna NARKOBA itu apa sih? Hehe”. DE : “Hahaha.. Ya kayak saya ini mbak. Orang yang dulunya makai NARKOBA dan sekarang sudah enggak makai lagi, sudah stop”. Peneliti : “Oke mas, kalau rehabilitasi NARKOBA itu sendiri menurut mas Dedi apa?”. DE : “Rehabilitasi tempat untuk memulihkan mantan pengguna NARKOBA supaya bisa sembuh dan berperilakuan lebih baik lagi mbak”. Peneliti : “Oke mas. Lalu pernah nggak sih mas warga sekitar mengajak mas untuk melakukan kegiatan gitu di RT?”. DE : “Sering mbak. Saya selalu dilibatkan dalam kegiatan di RT ini. Apapun itu jika saya diundang saya pasti ikut mbak”. Peneliti : “Kalau boleh tahu ni mas, kegiatannya itu apa aja sih mas?”. DE : “17’an mbak, saya selalu ikut bahkan saya sempat naik panggung untuk nyanyi depan, terus idul adha saya membantu membersihkan jeroan-jeroan sapi gitu, gotong royong saya juga selalu ikut mbak.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Saya juga suka main ke rumah warga mbak, jalan-jalan ke luar rumah hanya sekedar nyapa warga saja”. Peneliti : “Selama mas Dedi sudah tinggal di rumah, warga sekitar sini menerima keberadaan mas Dedi nggak?”. DE : “Ya, ada yang menerima saya ada yang enggak mbak. Orang tu macem-macem mbak”. Peneliti : “Kalau yang menerima sama yang nggak menerima lebih banyak yang mana mas?”. DE : “Mmm, banyak yang menerima mbak. Lainnya cuma 2 atau 3 orang kalau nggak salah yang nggak mau menerima saya”. Peneliti : “Saat mas Dedi kembali, dari warga sendiri ada yang memberi kabar gitu nggak mas ke warga-warga lain?”. DE : “Nggak tahu saya mbak, kayaknya nggak ada. Saya pulang ya langsung pulang aja, masuk rumah gitu dan tetangga-tetangga samping depan juga biasa saja”. Peneliti : “Kalau dilihat dari usaha masyarakatnya sendiri saat mas Dedi pulang dari rehab, itu gimana mas?”. DE : “Saat mereka tahu saya sudah pulang, ya saya suka diundang warga ikut kegiatan di kampung mbak. Kadang ngundangnya pakai kertas undangan kadang juga ya langsung ngampiri ke rumah”. Peneliti : “Disini pernah diadakan penyuluhan gitu nggak sih mas?”. DE : “Kalau di RT ini belum pernah ada penyuluhan mbak. Taunya di puskesmas itu saya pernah tahu ada penyuluhan NARKOBA”.

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Lampiran 3 Lembar Koding Wawancara A. Responden TS No. Urut 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 Data Teks Apa sih yang Ibu ketahui mengenai NARKOBA? NARKOBA itu ya cuma obat-obatan terlarang mbak, bisa merusak syaraf. Seperti daun ganja contohnya. Baik bu, terima kasih. Lalu menurut Ibu, mantan pengguna itu apa sih? Mantan pengguna itu ya orang yang dulunya suka mengkonsumsi NARKOBA dan sekarang tidak menggunakan NARKOBA. Baik bu. Lalu apa yang Ibu ketahui mengenai rehabilitasi NARKOBA? Rehabilitasi NARKOBA itu setahu saya ya tempat untuk orang yang sedang menjalani rehabilitasi. Biar cepat sembuh, nggak kecanduan lagi mbak terus juga supaya perilakunya bisa berubah lebih baik. Itu saja sih mbak yang saya tahu. Sejauh yang saya tahu itu ada bimbingan rohani, bimbingan keagamaan gitu mbak. Baik bu. Lalu apakah masyarakat melibatkan mantan pengguna NARKOBA dalam setiap kegiatan bu? Oiya, jelas melibatkan mbak. Kami itu se RT ini tidak pernah membeda-bedakan orang yang waras atau tidak waras seperti mantan pengguna. Ketua RT mengajak untuk gabung dengan muda mudi disini. Tiap mereka (mantan pengguna) keluar dari rumah cuma sekedar jalan gitu, terus nanti warga mengajak gabung, bareng-bareng ikut kegiatan. Lalu apa kegiatan apa sih bu yang suka melibatkan mantan pengguna? Kerja bakti selalu ikut mbak, tapi pernah Koding I.a.TS -Obat-obat terlarang. -Bisa merusak syaraf. -Daun ganja. I.a.1.TS -Dulu suka mengkonsumsi NARKOBA dan sekarang tidak lagi. I.a.2.TS -Tempat orang menjalani rehabilitasi. -Cepat sembuh. -Tidak kecanduan lagi. -Perilaku berubah lebih baik. -Bimbingan rohani dan keagamaan. I.a.3.TS -Tidak membedabedakan. -Ketua RT mengajak gabung. I.a.4.TS

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 No. Urut 036 037 038 039 040 041 042 043 044 045 046 047 048 049 050 051 052 053 054 055 056 057 058 059 060 061 062 063 064 065 066 067 068 069 070 071 072 073 074 075 Data Teks sewaktu-waktu dia tidak ikut kegiatan dan mengurung diri karena minder. Kegiatan 17’an itu pasti dilibatkan, terus juga hari raya Qurban itu juga dilibatkan, kerja bakti itu juga pasti mbak. Apa alasan ibu mau menerima mantan pengguna NARKOBA? Alasannya ya karena adanya rasa kemanusiaan mbak. Kita kan sebagai manusia tidak boleh membeda-bedakan, biarpun masa lalunya orang itu buruk. Mereka juga mudah bersosialisasi serta ramah meskipun dulunya mantan pengguna. Saat mereka kembali, kira-kira warga ada semacam tindakan gitu nggak sih bu dari RT atau warganya sendiri? Nggak ada mbak, paling cuma penyampaian biasa aja. Besok mas ini pulang dari RT gitu mbak. Saat arisan ibu-ibu atau bapak-bapak gitu mbak. Kalau usaha dari masyarakatnya sendiri gitu bu ada tidak? Paling pas mereka pulang ke rumah diajak kerja bakti gitu mbak, terus disapa kalau lagi papasan sama warga. Baik bu, disini itu pernah ada penyuluhan gitu nggak bu mengenai NARKOBA? Kalau di RT ini enggak pernah mbak. Tapi kalau di puskesmas Peleman Kotagede ada mbak kalau soal penyuluhan-penyuluhan gitu mengenai NARKOBA. Biasanya yang memberi penyuluhan itu dari polsek, pak camat, kelurahan mbak. Tapi pernah juga mbak pas ada arisan RW itu kadang disampaikan isinya dari penyuluhan NARKOBA itu seperti apa. Supaya kita sebagai masyarakat tidak tabu dengan hal-hal yang seperti itu.disampaikan isinya dari penyuluhan NARKOBA itu seperti apa. Supaya kita sebagai masyarakat tidak tabu Koding -Kerja bakti, 17’an, hari raya Qurban. I.b.TS -Rasa kemanusiaan. -Tidak boleh membeda-bedakan. -Mantan pengguna mudah bersosialisasi. III.a.TS -Penyampaian dari ketua RT saat arisan. III.a.1.TS -Diajak kerja bakti. -Disapa. III.b.TS -Puskesmas Peleman Kotagede. -Polsek. -Pak Camat. -Kelurahan.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 No. Urut 076 077 078 079 080 081 Data Teks dengan hal-hal yang seperti itu. Baik bu, saat mereka kembali ke rumah masing-masing, ada keresahan tersendiri nggak sih bu? Nggak ada mbak. Asal dia tidak mengganggu itu kami tidak resah. Koding III.b.1.TS -Asal tidak mengganggu tidak resah.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 B. Responden RO No. Urut 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 Data Teks Selama ini ibu tahu nggak sih apa itu NARKOBA? Tau mbak. NARKOBA itu sejenis obat keras yang dapat merusak otak mbak. Obat berbahaya lah mbak, haram. Mungkin kayak shabu, ganja, puttaw, sama pil-pil atau miras gitu mbak. Oke, kalau mantan pengguna itu apa sih bu? Orang yang habis kena kasus NARKOBA mbak, dalam artian orang itu sudah lepas pas dari NARKOBA dan tidak menggunakan lagi. Oke bu, lalu ibu pernah dengar rehabilitasi nggak sih bu? Rehabilitasi itu tempat untuk memulihkan kembali orang-orang yang kena NARKOBA. Memulihkan itu biar orang-orangnya bisa sembuh lagi mbak. Paling buat kerajinan, disuruh bersih-bersih ruangan, dikasih obat biar sembuh, sama dikasih nasehat kali mbak. Oke bu, baik. Kalau ada kegiatan di RT ini mantan pengguna NARKOBA itu suka ikut dilibatkan nggak sih bu? Iya kayaknya mbak, saya nggak mau tau soal itu. Cuek aja mbak, masa bodoh tu lho mbak. Cueknya itu saya langsung menjauhi berita dan orangnya itu mbak. Ya kalau pas ada kegiatan mereka ikut, saya nggak mau deketdeket mbak, ndak mau ngajak omong, nyebelahi gitu. Baik bu, biasanya kegiatan apa sih bu yang suka melibatkan mantan pengguna? Ya paling kerja bakti, kalau ada yang gawe di RT bantu, terus acara-acara kayak 17’an mbak. Itu kayaknya. Kalau kerja bakti ya nyapu mbak, kalau ada gawe ya paling angkatangkat kursi lainnya nggak tahu mbak. Koding I.a.RO -NARKOBA obat keras dapat merusak otak. -Shabu, ganja, puttaw, pilpil, dan miras. I.a.1.RO -Habis kena kasus NARKOBA dan sudah lepas. I.a.2.RO -Tempat memulihkan orang yang kena NARKOBA. -Buat kerajinan, bersihbersih ruangan, dikasih obat, dan nasehat. I.a.3.RO -Tidak mau tahu. -Cuek, masa bodoh. -Menjauhi berita dan orangnya. I.b.RO -Kerja bakti, ikut gawe, dan 17’an. -Kerja bakti, nyapu. -Kalau ada gawe angkatangkat kursi.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 No. Urut 039 040 041 042 043 044 045 046 047 048 049 050 051 052 053 054 055 056 057 058 059 060 061 062 063 064 065 066 067 068 069 070 071 072 Data Teks Ibu menerima keberadaan mantan pengguna NARKOBA nggak bu? Wah, enggak sama sekali mbak. Saya benci sama orang yang seperti itu. Mereka udah buat dosa besar, udah tahu itu barang haram kok ya masih didekati kan nggak waras mbak orang kayak gitu. Larangan Allah saja mereka berani melanggar, gimana saya nggak benci dengan orang yang seperti itu. Saat mereka kembali, kira-kira warga ada semacam tindakan gitu nggak sih bu dari RT atau warganya sendiri? Ada mbak, dari ketua RT nyampaikan kalau mas ini pulang, nggak mesti disampaikan sih mbak. Kadang ya langsung aja mereka pulang terus masuk rumah, udah gitu. Baik bu, ada nggak sih bu usaha dari masyarakat saat akan menerima kembali mantan pengguna? Nggak ada mbak, paling kalau dia udah pulang ke rumahnya lagi ya cuma disuruh ikut kegiatan aja sih.Ya pulang langsung masuk rumah, terus besoknya kalau ada kegiatan, dia dipanggil warga untuk ikut kegiatan mbak. Pernah ada penyuluhan nggak sih bu mengenai NARKOBA? Kalau di RT, kayaknya nggak pernah mbak, kalau di RW atau pertemuan di balai-balai gitu atau puskesmas pernah mbak. Baik bu, saat mantan pengguna kembali gimana perasaan Ibu? Saya deg-degan mbak, jangan-jangan mereka buat ulah. Udah bagus di panti rehab malah pulang kan ganggu warga mbak. Koding II.a.RO -Tidak menerima. -Membuat dosa besar. III.a.RO -Ketua RT menyampaikan ke warga. III.a.1.RO -Disuruh ikut kegiatan. -Dipanggil warga untuk ikut kegiatan. III.a.2.RO -Di RT, balai-balai, dan puskesmas. III.a.3.RO -Deg-degan. -Ganggu warga.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 C. Responden DE No. Urut 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 Data Teks Arti NARKOBA itu bagi mas sendiri apa sih? NARKOBA itu bagi saya barang yang enak tapi berbahaya. Contohnya seperti shabu, ganja, puttaw, dan lain-lain. Oke mas. Menurut mas, mantan pengguna NARKOBA itu apa sih? Hehe. Hahaha.. Ya kayak saya ini mbak. Orang yang dulunya makai NARKOBA dan sekarang sudah enggak makai lagi, sudah stop. Oke mas, kalau rehabilitasi NARKOBA itu sendiri menurut mas Dedi apa? Rehabilitasi tempat untuk memulihkan mantan pengguna NARKOBA supaya bisa sembuh dan berperilakuan lebih baik lagi mbak. Oke mas. Lalu pernah nggak sih mas warga sekitar mengajak mas untuk melakukan kegiatan gitu di RT? Sering mbak. Saya selalu dilibatkan dalam kegiatan di RT ini. Apapun itu jika saya diundang saya pasti ikut mbak. Kalau boleh tahu ni mas, kegiatannya itu apa aja sih mas? 17’an mbak, saya selalu ikut bahkan saya sempat naik panggung untuk nyanyi depan, terus idul adha saya membantu membersihkan jeroan-jeroan sapi gitu, gotong royong saya juga selalu ikut mbak. Saya juga suka main ke rumah warga mbak, jalan-jalan ke luar rumah hanya sekedar nyapa warga saja. Selama mas Dedi sudah tinggal di rumah, warga sekitar sini menerima keberadaan mas Dedi nggak? Ya, ada yang menerima saya ada yang enggak mbak. Orang tu macem-macem mbak. Banyak yang menerima mbak. Lainnya cuma 2 atau 3 orang kalau nggak salah yang nggak mau nerima saya. Koding I.a.DE -Barang enak tapi berbahaya. Shabu, ganja, puttaw. I.a.1.DE -Dulunya makai NARKOBA dan sekarang sudah stop. I.a.2.DE -Tempat untuk memulihkan mantan pengguna NARKOBA supaya bisa sembuh dan berperilakuan baik. I.a.3.DE -Sering diajak kegiatan di RT. I.b.DE -Selalu ikut 17’an, idul adha, gotong royong dan suka main ke rumah warga. II.b.DE -Banyak yang menerima keberadaan DE. -Hanya 2 atau 3 orang yang tidak mau menerima keberadaan DE.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 No. Urut 039 040 041 042 043 044 045 046 047 048 049 050 051 052 053 054 055 056 057 058 Data Teks Saat mas Dedi kembali, dari warga sendiri ada yang memberi kabar gitu nggak mas ke warga-warga lain? Nggak tahu saya mbak, kayaknya nggak ada. Saya pulang ya langsung pulang aja, masuk rumah gitu dan tetangga-tetangga samping depan juga biasa saja. Kalau dilihat dari usaha masyarakatnya sendiri saat mas Dedi pulang dari rehab, itu gimana mas? Saat mereka tahu saya sudah pulang, ya saya suka diundang warga ikut kegiatan di kampung mbak. Kadang ngundangnya pakai kertas undangan kadang juga ya langsung ngampiri ke rumah. Disini pernah diadakan penyuluhan gitu nggak sih mas? Kalau di RT ini belum pernah ada penyuluhan mbak. Taunya di puskesmas itu saya pernah tahu ada penyuluhan NARKOBA. Koding III.a.DE -Pulang langsung pulang dan masuk rumah. III.a.1.DE -Suka diundang warga ikut kegiatan di kampung. III.b.DE -Puskesmas.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Lampiran 4 Lembar Kategorisasi Wawancara A. Responden TS Kategori Tema Sub Tema BentukNarkoba bentuk penerimaan sosial Melibatkan mantan pengguna NARKOBA dalam kegiatan Alasan masyarakat menerima atau menolak mantan pengguna NARKOBA Proses atau pola penerimaan mantan pengguna NARKOBA Verbatim “NARKOBA itu ya cuma obat-obatan terlarang mbak, bisa merusak syaraf. Seperti daun ganja contohnya”. (I.a.TS/003-005) “Oiya, jelas melibatkan mbak. Kami itu se RT ini tidak pernah membeda-bedakan orang yang waras atau tidak waras seperti mantan pengguna. Ketua RT mengajak untuk gabung dengan muda mudi disini. Tiap mereka (mantan pengguna) keluar dari rumah cuma sekedar jalan gitu, terus nanti warga mengajak gabung, barengbareng ikut kegiatan”.(I.a.3.TS/024-030). Alasan responden “Alasannya ya karena adanya rasa kemanusiaan mbak. Kita kan sebagai manusia tidak boleh membedabedakan, biarpun masa lalunya orang itu buruk. Mereka juga mudah bersosialisasi serta ramah meskipun dulunya mantan pengguna”. (II.a.TS/040-044). Usaha yang dilakukan oleh masyarakat “Paling pas mereka pulang ke rumah diajak kerja bakti gitu mbak, terus disapa kalau lagi papasan sama warga”. (III.a.1.TS/048-050).

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 B. Responden RO Tema Bentukbentuk penerimaan sosial Alasan masyarakat menerima atau menolak mantan pengguna NARKOBA Proses atau pola penerimaan mantan pengguna NARKOBA Kategori Sub Tema Narkoba Verbatim “Tau mbak. NARKOBA itu sejenis obat keras yang dapat merusak otak mbak. Obat berbahaya lah mbak, haram. Mungkin kayak shabu, ganja, puttaw, sama pilpil atau miras gitu mbak”. (I.a.RO/003-006). “Iya kayaknya mbak, saya nggak mau tau soal itu. Cuek aja mbak, masa bodoh tu lho mbak. Cueknya itu saya Melibatkan langsung menjauhi berita dan orangnya itu mbak. Ya mantan kalau pas ada kegiatan mereka ikut, saya nggak mau pengguna deket-deket mbak, ndak mau ngajak omong, nyebelahi NARKOBA gitu”.(I.a.3.RO/022-027). dalam kegiatan Alasan “Wah, enggak sama sekali mbak. Saya benci sama responden orang yang seperti itu. Mereka udah buat dosa besar, udah tahu itu barang haram kok ya masih didekati kan nggak waras mbak orang kayak gitu. Larangan Allah saja mereka berani melanggar, gimana saya nggak benci dengan orang yang seperti itu”. (II.a.RO/037-043). Usaha yang dilakukan oleh masyarakat “Nggak ada mbak, paling kalau dia udah pulang ke rumahnya lagi ya cuma disuruh ikut kegiatan aja sih.Ya pulang langsung masuk rumah, terus besoknya kalau ada kegiatan, dia dipanggil warga untuk ikut kegiatan mbak”. (III.a.1.RO/054-058).

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 C. Responden DE Kategori Tema Sub Tema BentukNarkoba bentuk penerimaan sosial Alasan masyarakat menerima atau menolak mantan pengguna NARKOBA Proses atau pola penerimaan mantan pengguna NARKOBA Melibatkan mantan pengguna NARKOBA dalam kegiatan Alasan responden Usaha yang dilakukan oleh masyarakat Verbatim “NARKOBA itu bagi saya barang yang enak tapi berbahaya. Contohnya seperti shabu, ganja, puttaw, dan lain-lain”. (I.a.DE/002-003). “Sering mbak. Saya selalu dilibatkan dalam kegiatan di RT ini. Apapun itu jika saya diundang saya pasti ikut mbak”. (I.a.2.DE/011-013). “Ya, ada yang menerima saya ada yang enggak mbak. Orang tu macem-macem mbak. Banyak yang menerima mbak. Lainnya cuma 2 atau 3 orang kalau nggak salah yang nggak mau nerima saya”. (II.a.DE/034-038). “Saat mereka tahu saya sudah pulang, ya saya suka diundang warga ikut kegiatan di kampung mbak. Kadang ngundangnya pakai kertas undangan kadang juga ya langsung ngampiri ke rumah”. (III.a.DE/049053).

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Lampiran 5 Tabel Penyaringan Data Kategori Tema Bentuk-bentuk penerimaan dan penolakan masyarakat terhadap mantan pengguna NARKOBA Sub Tema NARKOBA Koding Verbatim Interpretasi -Obat-obat terlarang, merusak syaraf, daun ganja. “NARKOBA itu ya cuma obatobatan terlarang mbak, bisa merusak syaraf. Seperti daun ganja contohnya”. (I.a.TS/003005). -Obat keras, merusak otak, ganja, shabu, puttaw,pil-pil, dan miras. “Tau mbak. NARKOBA itu sejenis obat keras yang dapat merusak otak mbak. Obat berbahaya lah mbak, haram. Mungkin kayak shabu, ganja, puttaw, sama pil-pil atau miras gitu mbak”. (I.a.RO/003-006). NARKOBA tergolong obat keras dan dapat merusak otak. Contoh dari NARKOBA yaitu shabu, ganja, puttaw, pil, dan miras. “NARKOBA itu bagi saya barang yang enak tapi berbahaya. Contohnya seperti shabu, ganja, puttaw, dan lain-lain”. NARKOBA barang yang enak namun berbahaya. Contoh dari NARKOBA yaitu -Barang enak, berbahaya, shabu, ganja , puttaw. NARKOBA obat yang terlarang dan dapat merusak otak. Contoh dari NARKOBA yaitu salah satunya daun ganja.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Kategori Tema Bentuk-bentuk penerimaan dan penolakan masyarakat terhadap mantan pengguna NARKOBA Sub Tema Melibatkan mantan pengguna NARKOBA Koding -Tidak membedabedakan, ketua RT mengajak gabung. -Tidak mau tahu, cuek, masa bodoh, menjauhi orangnya dan beritanya. Verbatim Interpretasi (I.a.DE/002-003). shabu, ganja, puttaw, dan lainlain. “Oiya, jelas melibatkan mbak. Kami itu se RT ini tidak pernah membeda-bedakan orang yang waras atau tidak waras seperti mantan pengguna. Ketua RT mengajak untuk gabung dengan muda mudi disini. Tiap mereka (mantan pengguna) keluar dari rumah cuma sekedar jalan gitu, terus nanti warga mengajak gabung, bareng-bareng ikut kegiatan”.(I.a.3.TS/024-030). Warga satu RT tidak pernah membedamembedakan satu dengan yang lainnya, selain itu warga juga selalu mengundang mantan pengguna NARKOBA dalam kegiatan. Bersikap cuek dan “Iya kayaknya mbak, saya nggak masa bodoh mau tau soal itu. Cuek aja mbak, terhadap orang masa bodoh tu lho mbak. Cueknya maupun beritanya itu saya langsung menjauhi berita (mantan pengguna dan orangnya itu mbak. Ya kalau NARKOBA). pas ada kegiatan mereka ikut, saya nggak mau deket-deket mbak, ndak mau ngajak omong, nyebelahi gitu”.(I.a.3.RO/022Selalu dilibatkan

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Kategori Tema Sub Tema Koding Alasan responden Interpretasi 027). “Sering mbak. Saya selalu dilibatkan dalam kegiatan di RT ini. Apapun itu jika saya diundang saya pasti ikut mbak”. (I.a.2.DE/011-013). dalam kegitan di RT dan selalu diundang oleh warga dalam mengikuti kegiatan. -Rasa kemanusiaan, tidak boleh membedabedakan, mudah bersosialisasi. “Alasannya ya karena adanya rasa kemanusiaan mbak. Kita kan sebagai manusia tidak boleh membeda-bedakan, biarpun masa lalunya orang itu buruk. Mereka juga mudah bersosialisasi serta ramah meskipun dulunya mantan pengguna”. (II.a.TS/040-044). Adanya rasa kemanusiaan dan tidak membedabedakan merupakan suatu alasan responden mau menerima mantan pengguna NARKOBA. -Tidak menerima dan sudah membuat dosa besar. “Wah, enggak sama sekali mbak. Saya benci sama orang yang seperti itu. Mereka udah buat dosa besar, udah tahu itu barang haram kok ya masih didekati kan nggak waras mbak orang kayak gitu. Larangan Allah saja mereka berani melanggar, gimana saya nggak benci dengan orang yang seperti itu”. (II.a.RO/037-043). Alasan tidak mau menerima mantan pengguna NARKOBA karena mereka sudah membuat dosa besar. -Sering diajak kegiatan di RT. Alasan masyarakat menerima atau menolak mantan pengguna NARKOBA Verbatim

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Kategori Tema Sub Tema Koding Verbatim -Ada yang “Ya, ada yang menerima saya ada menerima ada yang yang enggak mbak. Orang tu enggak. macem-macem mbak. Banyak yang menerima mbak. Lainnya cuma 2 atau 3 orang kalau nggak salah yang nggak mau nerima saya”. (II.a.DE/034-038). Proses atau pola penerimaan mantan pengguna NARKOBA Usaha yang dilakukan oleh masyarakat -Diajak kerja bakti, disapa. “Paling pas mereka pulang ke rumah diajak kerja bakti gitu mbak, terus disapa kalau lagi papasan sama warga”. (III.a.1.TS/048-050). -Disuruh ikut kegiatan, dipanggil warga untuk ikut kegiatan. “Nggak ada mbak, paling kalau dia udah pulang ke rumahnya lagi ya cuma disuruh ikut kegiatan aja sih.Ya pulang langsung masuk rumah, terus besoknya kalau ada Interpretasi Dari warga satu RT, ada yang menerima kembalinya mantan pengguna NARKOBA dan beberapa ada yang tidak mau menerima kembalinya mantan pengguna NARKOBA. Saat mantan pengguna NARKOBA pulang ke rumah,selalu disapa dan diajak untuk kerja bakti bersama warga. Saat mantan pengguna NARKOBA kembali, diajak untuk mengikuti

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Kategori Tema Sub Tema Koding Verbatim kegiatan, dia dipanggil warga untuk ikut kegiatan mbak”. (III.a.1.RO/054-058). Proses atau pola penerimaan mantan pengguna NARKOBA Usaha yang dilakukan oleh masyarakat -Suka diundang “Saat mereka tahu saya sudah warga ikut kegiatan pulang, ya saya suka diundang di kampung. warga ikut kegiatan di kampung mbak. Kadang ngundangnya pakai kertas undangan kadang juga ya langsung ngampiri ke rumah”. (III.a.DE/049-053). Interpretasi kegiatan. Saat sudah pulang ke rumah, mantan pengguna NARKOBA diundang untuk mengikuti kegiatan di kampung.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Lampiran 6

(88)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

FUNGSI REHABILITASI SOSIAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL TERHADAP REMAJA YANG MENJADI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Studi di BNN Kota Malang)
0
6
20
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PENGGUNA NARKOBA SELAMA MENGIKUTI PROGRAM REHABILITASI
1
29
12
REHABILITASI SOSIAL TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA.
0
2
12
SKRIPSI REHABILITASI SOSIAL TERHADAP ANAK SEBAGAI REHABILITASI SOSIAL TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA.
0
2
11
KINERJA PEKERJA SOSIAL DALAM KEGIATAN REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI YAYASAN NAZAR MEDAN MARENDAL.
0
9
27
PERMISIVISME MASYARAKAT TERHADAP PRAKTEK PROSTITUSI(Studi Kasus pada Masyarakat jalan Stasiun Barat RW 02 Kecamatan Andir Kota Bandung.
0
0
47
PUSAT REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PRIA.
5
17
101
PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH SATUAN NARKOBA (SAT NARKOBA) POLTABES PADANG.
0
0
11
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP CRAVING PADA MANTAN PENGGUNA NARKOBA
0
0
45
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk (1)
0
1
74
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat
0
0
16
PENGARUH FAKTOR PERSONAL DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP RISIKO PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA ANAK REMAJA DI DESA MABAR KECAMATAN MEDAN DELI TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Kesehatan (M.Kes)
0
0
18
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat ROY CHARLES MARPAUNG NIM. 061000177
0
0
10
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI REMAJA MENGGUNAKAN NARKOBA (Studi Deskriptif : Remaja Korban Penyalahgunaan Narkoba Binaan Al-Kamal Sibolangit Centre) SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sosial
0
0
9
RESILIENSI MANTAN PENGGUNA NARKOBA PADA LAKI-LAKI DEWASA AWAL YANG TIDAK MENJALANI REHABILITASI
0
0
25
Show more