PEMANAS AIR ENERGI SURYA DENGAN KOLEKTOR PIPA PARALEL Tugas Akhir - Pemanas air energi surya dengan kolektor pipa parallel - USD Repository

Gratis

0
0
74
4 months ago
Preview
Full text

  PEMANAS AIR ENERGI SURYA

DENGAN KOLEKTOR PIPA PARALEL

Tugas Akhir

  Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Mesin

  Disusun oleh Stefonus Tri Ardi Atmoko SOLAR WATER HEATER WITH PARALLEL PIPE COLLECTOR Final Project

  Pressented as partial fulfillment of the requirements to obtain the Sarjana Teknik degree in Mechanical Engineering

  By Stefonus Tri Ardi Atmoko

  Student number : 035214024

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tanggan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Stefonus Tri Ardi Atmoko Nomor Mahasiswa : 035214024 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : ……………………………………………………………………………………… .......…Pemanas Air Energi Surya Dengan Kolektor Pipa Paralel ....................... .................................................................................................................................... beserta peragkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, me- ngalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dam mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : Maret 2008 Yang menyatakan

  PERNYATAAN

  Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Tugas Akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam masalah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

  Yogyakarta, Januari 2008 Stefonus Tri Ardi Atmoko

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Tugas akhir ini kupersembahkan sebagai tanda syukur dan kasihku untuk : Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberiku berkat dan kelimpahan rahmat – Nya.

  Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan segalanya untuk keberhasilan studiku.

  Kakakku yang telah memberikan dukungan dan petunjuk. Untuk kekasihku yang selalu menemaniku, memberiku semangat dan motivasi.

  Untuk teman – teman seperjuangan semua.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan tugas akhir : Pemanas Air Energi Surya dengan Pipa Paralel ini dengan baik.

  Tujuan dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan jenjang program S-1 pada Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Dari hati yang terdalam kiranya penulis tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan, saran dan fasilitas serta segala sesuatunya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini, kepada :

  1. Romo Ir. Greg. Heliarko, S.J., S.S., B.S.T., M.A., M.Sc. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Bapak Budi Sugiharto, S.T., M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak Ir. FA. Rusdi Sambada, M.T selaku dosen pembimbing

  5. Seluruh karyawan Laboratorium Teknik Mesin yang telah sudi memberi bantuan informasi dan penggunaan peralatan laboratorium.

  6. Orang tua, kakak, dan saudara-saudara saya atas semua bantuan baik berupa dorongan moral, materiil, maupun spiritual.

  7. Thomas Yudanto, Anggara N.P, Ign Kurniadi yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

  8. Semua teman-teman mahasiswa angkatan 2003 Jurusan Teknik Mesin USD, teman - teman kost Super Kumpo, anak-anak Komunitas Gereja Mangulon, PS Sing Sip-Sip dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

  Penulis menyadari bahwa di dalam penulisan tugas akhir ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan serta jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang terdapat dalam penulisan ini. Saran serta kritik membangun dari pembaca sangat diharapkan penulis demi perbaikan di kemudian hari.

  Akhir kata penulis berharap semoga penyusunan Tugas Akhir ini dapat

  Intisari

  Air panas dapat disediakan dengan menggunakan peralatan pemanas air dengan sistem energi surya. Tujuan dari pemanas air energi surya ini untuk menghemat bahan bakar minyak dan energi listrik yang digunakan untuk memasak air. Selain itu pemanas air energi surya ini ramah lingkungan. Melalui pancaran energi surya / sinar matahari langsung ini, kita dapat memperoleh pemanasan air tanpa harus menggunakan energi listrik ataupun harus membeli bahan bakar minyak.

  Pada penelitian ini akan diukur besarnya suhu kolektor, suhu kaca, suhu air, suhu lingkungan, serta besarnya radiasi masuk. Hal tersebut digunakan untuk mengetahui kinerja dari pemanas air energi surya ini. Pengujian dilakukan enam hari, untuk tiap harinya diukur setiap sepuluh menit sekali dan air hasil pemanasan dikeluarkan 5 liter setiap satu jam pemanasan. Dari data hasil pengujian tersebut dilakukan perhitungan, kemudian dibuat grafik. Pengaruh yang disebabkan oleh besarnya radiasi masuk akan dibahas dalam penelitian Tugas Akhir ini.

  Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa faktor efisiensi paling rendah 1,514 % dan mempunyai nilai faktor efisiensi paling tinggi 99,310 %. Dan diperoleh suhu paling rendah 40,1 ° C, suhu paling tinggi 60,1 ° C.

  DAFTAR ISI

  Halaman Judul .............................................................................................................i Tittle Page .................................................................................................................. ii Halaman Pengesahan Pembimbing .............................................................................iii Halaman Pengesahan ..................................................................................................iv Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah ........................................... v Halaman Pernyataan ...................................................................................................vi Halaman Persembahan .............................................................................................. vii Kata Pengantar ..........................................................................................................viii Intisari ........................................................................................................................ x Daftar Isi ....................................................................................................................xi Daftar Gambar ...........................................................................................................xiv Daftar Tabel ............................................................................................................. xvii

  BAB I PENDAHULUAN

  1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1

  1.2 Rumusan masalah .................................................................................... 3

  1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................................... 3

  2.1.3 Pipa Saluran Air ............................................................................... 9

  3.3.3 Pengambilan Data .......................................................................... 15

  4.3.1 Temperatur Air ............................................................................... 34

  4.3 Analisa Data Hasil Percobaan.................................................................. 34

  4.2 Perhitungan Data Hasil Percobaan........................................................... 25

  4.1 Data Hasil Pengamatan ............................................................................ 19

  BAB IV PEMBAHASAN

  3.4 Langkah Perhitungan ............................................................................... 16

  3.3.2 Pelaksanaan Penelitian ................................................................... 13

  2.1.4 Keran Pengeluaran Air Panas ......................................................... 10

  3.3.1 Pembuatan Alat .............................................................................. 13

  3.3 Langkah Penelitian................................................................................... 13

  3.2 Peralatan yang digunakan pada Penelitian............................................... 12

  3.1 Skema Alat .............................................................................................. 11

  BAB III MATERI DAN METODE PENELITIAN

  2.1.5 Penelitian yang Pernah Dilakukan .................................................. 10

  4.3.2 Faktor Efisiensi (F’) dan Nilai Radiasi Masuk (Gt) ....................... 38

  Daftar Pustaka ........................................................................................................... 53 Lampiran ................................................................................................................... 54

  DAFTAR GAMBAR

  Pipa Paralel kedua .............................................................................. 35

  Pipa Paralel kelima............................................................................. 36

Gambar 4.5 Grafik hubungan distribusi suhu terhadap waktu pada kolektor

  Pipa Paralel keempat .......................................................................... 36

Gambar 4.4 Grafik hubungan distribusi suhu terhadap waktu pada kolektor

  Pipa Paralel ketiga ............................................................................. 35

Gambar 4.3 Grafik hubungan distribusi suhu terhadap waktu pada kolektorGambar 4.2 Grafik hubungan distribusi suhu terhadap waktu pada kolektorGambar 2.1 Kolektor .............................................................................................. 6

  Pipa Paralel pertama........................................................................... 34

Gambar 4.1 Grafik hubungan distribusi suhu terhadap waktu pada kolektorGambar 3.2 Pemanas Air Thermosifon ................................................................. 15Gambar 3.1 Ukuran dan bagian pemanas thermosifon .......................................... 11Gambar 2.3 Tangki Penyimpan Air ........................................................................ 8Gambar 2.2 Bagian-bagian Kolektor Datar ............................................................ 7Gambar 4.6 Grafik hubungan distribusi suhu terhadap waktu pada kolektorGambar 4.12 Grafik Faktor Efisiensi dan Nilai Radiasi Masuk keenam ................ 40Gambar 4.13 Grafik hubungan distribusi suhu rata-rata tangki dan air keluaran terhadap waktu pertama ..................................................................... 41Gambar 4.14 Grafik hubungan distribusi suhu rata-rata tangki dan air keluaran terhadap waktu kedua......................................................................... 42Gambar 4.15 Grafik hubungan distribusi suhu rata-rata tangki dan air keluaran terhadap waktu ketiga ........................................................................ 42Gambar 4.16 Grafik hubungan distribusi suhu rata-rata tangki dan air keluaran terhadap waktu keempat..................................................................... 43Gambar 4.17 Grafik hubungan distribusi suhu rata-rata tangki dan air keluaran terhadap waktu kelima ....................................................................... 43Gambar 4.18 Grafik hubungan distribusi suhu rata-rata tangki dan air keluaran terhadap waktu keenam...................................................................... 44Gambar 4.19 Grafik hubungan nilai radiasi masuk terhadap waktu pertama.......... 45Gambar 4.20 Grafik hubungan nilai radiasi masuk terhadap waktu kedua ............. 45Gambar 4.21 Grafik hubungan nilai radiasi masuk terhadap waktu ketiga ............. 46Gambar 4.22 Grafik hubungan nilai radiasi masuk terhadap waktu keempat ......... 46Gambar 4.29 Grafik hubungan F’ terhadap (Trata2 tangki -Tling) / Gt kelima ...... 50Gambar 4.30 Grafik hubungan F’ terhadap (Trata2 tangki -Tling) / Gt keenam..... 51

  DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Data penelitian thermosifon pipa paralel pertama ................................ 20Tabel 4.2 Data penelitian thermosifon pipa paralel kedua.................................... 21Tabel 4.3 Data penelitian thermosifon pipa paralel ketiga.................................... 22Tabel 4.4 Data penelitian thermosifon pipa paralel keempat................................ 23Tabel 4.5 Data penelitian thermosifon pipa paralel kelima .................................. 24Tabel 4.6 Data penelitian thermosifon pipa paralel keenam................................. 25Tabel 4.7 Data hasil perhitungan (F') pipa paralel pertama .................................. 28Tabel 4.8 Data hasil perhitungan (F') pipa paralel kedua...................................... 29Tabel 4.9 Data hasil perhitungan (F') pipa paralel ketiga ..................................... 30Tabel 4.10 Data hasil perhitungan (F') pipa paralel keempat.................................. 31Tabel 4.11 Data hasil perhitungan (F') pipa paralel kelima .................................... 32Tabel 4.12 Data hasil perhitungan (F') pipa paralel keenam................................... 33

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Air panas sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari, mulai dari keperluan rumah tangga hingga untuk proses-proses industri. Air panas ini dapat disediakan dengan berbagai macam cara atau proses, antara lain yang telah umum kita lakukan yaitu dengan merebus dengan sumber panas api. Akan tetapi ada cara lain yang lebih murah dan mudah yaitu melalui peralatan pemanas air dengan sistem tenaga surya (Solar Water Heater System). Tujuan dari pemanas air tenaga surya ini untuk menghemat bahan bakar minyak dan energi listrik yang digunakan untuk memasak air. Selain itu pemanas air tenaga surya ini ramah lingkungan.

  Melalui pancaran tenaga surya / sinar matahari langsung ini, kita dapat memperoleh pemanasan air tanpa harus menggunakan energi listrik ataupun harus membeli bahan bakar minyak.

  Pemanas air tenaga surya telah banyak digunakan di negara-negara maju seperti; Jepang, Australia dan Israel. Pemanas thermosifon merupakan tipe beku atau dengan mensirkulasi air melalui kolektor. Air dialirkan kembali ke dalam tangki penyimpan apabila radiasi surya tidak cukup.

  Pemanas air sistem thermosifon merupakan sistem pemanas air yang sederhana, sistem ini hanya terdiri dari sebuah tangki penyimpan yang ditempatkan lebih tingi di bagian atas dari kolektor. Thermosifon diciptakan oleh perbedaan massa jenis fluida, apabila dalam kolektor memperoleh panas dari matahari, maka massa jenisnya turun; segera setelah perbedaan massa jenis antara kolektor dan tangki telah cukup untuk mengatasi tinggi gesekan dari sistem, maka terjadilah suatu sirkulasi searah jarum jam, air hangat dari kolektor dipindahkan ke tangki penyimpan dan diganti oleh air yang dingin dari dasar tangki. Sirkulasi ini berlanjut sampai seluruh sistem mencapai temperatur yang seragam. Gerakan sirkulasi fluida ini tidak lagi memerlukan sensor temperatur, alat-alat kontrol, pompa serta motor.

  Pemanas air tenaga surya merupakan suatu peralatan pemanas air yang menggunakan media pemanas yang diperoleh dari radiasi atau pancaran sinar matahari. Pada prinsipnya pemanas air tenaga surya ini didasari prinsip mekanika fluida dan peralatan-peralatan elemen perancangan peralatan konversi energi. dilakukan dengan pompa, biasa kita sebut dengan konveksi paksa. Pelat penyerap yang panas itu melepaskan panas ke pelat penutup kaca dengan cara koneksi alamiah dan dengan cara radiasi.

  Pemanas cairan surya pada umumnya terdiri dari selembar bahan konduktif thermal yang biasa disebut pelat penyerap yang terhubung dengan pipa pemindah panas. Radiasi thermal ditransmisikan melalui penutup yang trnsparan dan diubah menjadi panas pada pelat penyerap tersebut. Alat pemanas cairan digunakan untuk menyediakan air panas untuk keperluan industri dan sistem air panas untuk keperluan rumah tangga.

  1.2 Rumusan Masalah

  Pada penelitian ini akan dibuat model pemanas air jenis thermosifon yang tersusun pararel untuk mengetahui unjuk kerja yang dihasilkan jika digunakan di Indonesia, dalam hal ini penelitian dilakukan di halaman laboratorium konversi energi Unversitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  1.3 Tujuan Penelitian

  1.4 Batasan Masalah

  a. Kemiringan kolektor 30

  °

  , luas kolektor 0,5 m , susunan pipa kolektor parallel. 2

  b. Jumlah tangki yang digunakan 2 buah, yaitu tangki air dingin (atas), dan tangki air panas (bawah).

  c. Volume air tiap tangki 20 liter.

  d. Pemakaian / pengambilan air panas dilakukan setiap 1 jam sekali sebanyak 5 liter.

  1.5 Manfaat Penelitian a. Menambah kepustakaan teknologi pemanas air energi surya.

  b. Dikembangkan untuk membuat prototipe dan produk teknologi pemanas air energi surya sederhana yang sesuai dengan kondisi cuaca di Indonesia dan dapat diterima masyarakat.

  c. Mengurangi ketergantungan penggunaan energi listrik, kayu bakar, minyak dan gas bumi khususnya untuk memanaskan air.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

  Sistem sirkulasi air panas adalah sistem air panas yang memutarkan air panas melalui pipa sedemikian sehingga menghasilkan air panas yang stabil.

  Sebagai suatu sistem pemanas air, maka peralatan ini juga membutuhkan komponen yang sesuai pula dengan jenis operasional yang nantinya akan dijalankan mesin pemanas air thermosifon ini.

2.1.1 Kolektor

  Kolektor merupakan suatu komponen atau peralatan yang fungsinya untuk menangkap atau menerima sinar matahari yang digunakan untuk memanasi air yang mengalir di dalam kolektor. Bahan untuk kolektor ini menggunakan kaca dan tembaga. Kaca berfungsi sebagai penerima dan pengumpul sinar matahari.

  Kaca mempunyai konduktivitas thermal rata-rata 0,043 W/mºK. Sifat kaca bening menyebabkan panas yang ditransmisikan relatif lebih besar. Kaca bening baik

  Kolektor merupakan komponen utama sebagai penerima panas matahari, kolektor ini ada berbagai macam.

Gambar 2.1 Kolektor

  Kolektor pelat datar merupakan kolektor yang biasa digunakan di rumah untuk pemanas air dan pemanas ruangan. Kolektor pelat rata adalah suatu kotak logam yang dibatasi dengan suatu plastik atau suatu kaca atau penutup plastic yang disebut glazing dan suatu piringan peredam berwarna gelap. Pemasangan kaca dapat tembus cahaya atau transparan. Kaca tipis adalah suatu material yang umum digunakan untuk kolektor pelat rata, sebab kaca tipis memancarkan suatu prosentase yang tinggi dari total energi matahari yang tersedia. Pemasangan kaca memungkinkan cahaya untuk mengenai peredam tapi mengurangi jumlah panas

Gambar 2.2 Bagian bagian kolektor datar

  Pelat penyerap pada umumnya hitam sebab warna hitam menyerap energi matahari lebih baik disbanding warna terang. Cahaya matahari lewat melalui kaca dan memantul ke pelat peredam, yang akan memanaskan dan akan mengubah radiasi matahari menjadi energi panas. Panas ditransfer ke udara atau cairan yang terdapat pada kolektor itu. Plat peredam sering dibuat dari logam, pada umumnya tembaga atau aluminium karena kedua-duanya merupakan konduktor panas yang baik. Tembaga lebih mahal, tetapi merupakan konduktor yang lebih baik dan cenderung lebih mudah karatan dibanding aluminium.

  Kolektor matahari yang terdiri dari suatu peredam tembaga yang berfungsi untuk menyalurkan energi panas hasil radiasi matahari untuk memanasi air. Untuk Kolektor dapat disambung menggunakan konstruksi pelat logam sederhana, untuk penguatan dapat digunakan bingkai atau kotak dari kayu.

  Kolektor matahari menjadi jantung dari sistem energi matahari. Kolektor menyerap energi cahaya matahari dan merubahnya menjadi energi panas.

  Kolektor matahari memanaskan suatu zat cair, baik udara maupun cairan. Cairan ini kemudian digunakan untuk memanaskan secara langsung, maupun tidak langsung tergantung dari kegunaan air apakah untuk rumah tangga, pemanas ruang di dalam rumah, air untuk kolam renang, ataupun udara atau air yang digunakan untuk penggunaan komersil.

2.1.2 Tangki Penyimpanan Air

  Air yang nantinya akan disikulasikan terlebih dahulu akan disimpan dan ditampung di dalam tangki. Oleh karena itu penyimpan harus mempunyai sifat yang tahan terhadap air, diantaranya harus tahan terhadap terjadinya karat. Apabila tangki air ini mudah terkena karat ini akan sangat berbahaya, karena air yang disimpan akan ikut jadi kotor tercemar oleh karat yang ada ditangki.

  Tangki penyimpan air panas menggunakan ember cat yang bagian dalamnya terdapat lapisan anti karat, penggunaan wadah ini bertujuan untuk menghindari kerusakan wadah jika suhu yang dicapai mencapai suhu tinggi. Penggunaan wadah ini juga bertujuan memperoleh bentuk tangki yang tetap dan kuat karena nantinya wadah ini akan disambungkan dengan pipa besi yang cukup berat. Tangki yang akan digunakan untuk menyimpan air harus bebas dari segala kotoran agar tidak menyumbat saluran sirkulasi.

  Sedangkan untuk tangki penyimpan air dingin digunakan tangki plastik, tangki ini digunakan karena air yang disimpan pada tangki ini adalah air yang dingin, selain itu tangki ini lebih ekonomis daripada tangki ember cat yang digunakan untuk menyimpan air panas.

  Tangki yang digunakan untuk menyimpan air panas juga harus diberi isolasi untuk menjaga agar suhu air bisa stabil dan untuk mengurangi penurunan suhu akibat adanya pelepasan kalor ke lingkungan sekitar.

2.1.3. Pipa saluran air

  Dalam pemanas air tenaga surya ini digunakan pipa besi sebagai penyalur

2.1.4. Keran pengeluaran air panas

  Untuk mengeluarkan air panas dari hasil pemanasan dengan sistem termosifon ini, digunakan keran yang terpasang pada bagian atas tangki penyimpanan air panas. Pemasangan keran pada bagian wadah ini bertujuan agar air yang diambil selalu mendapatkan air yang terpanas karena massa jenis air panas lebih ringan dan berada di bagian atas daripada air yang lebih dingin yang berada di bagian bawah tangki penyimpan.

2.2. Penelitian yang pernah dilakukan

  Pada penelitian pemanas air sistem termosifon dengan pipa paralel sebelumnya (Pamungkas, 2005) pemanas air termosifon ini menggunakan pipa pralon sebagai alat distribusi airnya. Tangki penyimpan air panas menggunakan jerigen plastik yang cenderung kurang bisa menahan suhu tinggi. Alat ini dijemur dibawah terik matahari dan dibiarkan hingga air bersirkulasi secara kontinyu selama rentang waktu tersebut, sehingga tidak diakukan pengukuran suhu air panas keluaran dari tangki penyimpan air panas.

  Pada penelitian ini diperoleh data suhu air tertinggi keluar dari kolektor,

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Skema alat penelitian

Gambar 3.1 Ukuran dan bagian pemanas thermosifon

  Prinsip kerja sistem pemanas air tenaga surya ini adalah pertama air dimasukkan ke dalam alat pemanas ini hingga tangki cadangan atau tangki panas akan ikut terdorong mengalir keluar dari kolektor pemanas menuju tangki penyimpan air panasyang terletak lebih rendah daripada tangki penyimpan air dingin. Demikian siklus ini bekerja, air dingin akan terpanasi oleh kolektor sehingga massa jenisnya menjadi lebih ringan dan akan terdorong ke atas oleh air dingin, siklus ini akan terus berlangsung berulang – ulang hingga seluruh air akan mencapai suhu yang seragam.

3.2 Peralatan yang digunakan pada penelitian 1.

  Kolektor Panjang kolektor = 1 m Lebar = 0,5 m

  2. Kaca Tebal = 0,003 m Panjang = 1 m Lebar = 0,5 m Luasan kaca (A ) = 1 m x 0,5 m

  c

  2

  = 0,5 m

  Diameter dalam pipa = 0,011 m Panjang keseluruhan pipa = 4,46 m

  5. Tangki air Tangki air dingin (air input)

  Terbuat dari jerigen plastic, dengan kapasitas 20 liter Tangki air panas

  Terbuat dari jerigen plat seng, dengan kapasitas 20 liter

  6. Massa air yang ditampung tangki adalah 20 liter

3.3 Langkah Penelitian

3.3.1 Pembuatan Alat 1. Membuat tangki dari seng (ember cat) dengan kapasitas 20 liter.

  2. Memasang kolektor dengan sudut kemiringan 30°.

3. Membuat pipa saluran air beserta ulirnya untuk penyambungan

  4. Merangkai tangki yang dihubungkan dengan pipa yang sudah dibuat dengan kolektor.

  5. Mengisolasi dan menyiler sambungan –sambungan pipa, kolektor,

2. Penempatan solar cell dan diukur pasisinya dengan kemiringan kolektor yaitu 30°C.

b. Pengukuran masukan energi matahari 1.

  Solar cell dipanaskan dan diatur posisinya sama dengan kemiringan kolektor.

2. Diukur voltasenya setiap 10 menit bersamaan dengan pengambilan data.

c. Pengambilan Data 1.

  Setiap 10 menit diukur temperatur ruangan, temperatur kolektor (T1), temperatur kaca (T2), temperatur air masuk kolektor (T3), temperatur air keluar kolektor(T4), temperatur air masuk tangki bagian atas (T5), temperatur air masuk tangki bagian bawah (T6), dan energi radiasi matahari yang terserap.

d. Lokasi Pengambilan Data

  Halaman laboratorium Konversi Energi Teknik Mesin Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Gambar 3.2 Pemanas Air Thermosifon

3.3.3 Pengambilan Data

  Tempat Percobaan = Halaman depan laboratorium konversi energi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  Parameter yang diukur : T1 : Temperatur kolektor T2 : Temperatur kaca T3 : Temperatur air masuk kolektor T4 : Temperatur air keluar kolektor T5 : Temperatur air masuk tangki bagian bawah T6 : Temperatur air masuk tangki bagian atas T ling : Temperatur ruangan T : Temperatur air keluar

  air keluar

  V : Tegangan yang masuk solar cell

3.4. Langkah Perhitungan

  • Faktor Efisiensi (F’)

  Untuk menghitung Faktor Efisiensi digunakan faktor efisiensi sebagai pengganti faktor pelepas panas, karena akan menggunakan temperatur air kolektor rata – rata (T +T )/2 sebagai pengganti temperatur masuk. Karena temperatur

  i o

  tangki rata-rata ternyata mendekati temperatur kolektor rata-rata. Maka digunakan

  s

  dengan : m = massa air (liter)

  s C = panas jenis fluida dTs = T awal – T sebelum dT = waktu θ c

  A = luas kolektor = trasmitan kaca,absortifitas plat τα

  T G = Radiasi masuk

  L U = Koefisien kerugian

1 T = Suhu air masuk

  T = Suhu air keluar a

  T = Suhu lingkungan s

  T = Teperatur rata-rata r

  T = Suhu lingkungan s

  U = Tahanan thermal s

  A = Luas permukaan

  • Arus keluaran sel yang masuk kolektor ( I )

  T

  )

  • Radiasi masuk (G Yaitu jumlah intensitas radiasi yang di terima oleh solar cell.

  Dirumuskan; (Solar Cell seri GL833-TF 5,4w/12V System)

  T ph

  G = (I /0,4) x 1000……………………………………... ( 3.3 )

  • Tahanan Thermal ( Us )

  Yaitu jumlah hambatan total antara air dalam tangki sampai luar box Dirumuskan; (J.P. Holman, 1994: 33)

  1 x 1 x 2 x 3 x

  4

  1 Δ Δ Δ Δ

  • = ……………………… ( 3.4 )

  Us k 1 k 2 k 3 k 4 h

  dimana ; ∆x1= tebal plat seng

  ∆x2= tebal glasswoll ∆x3= tebal gabus ∆x4= tebal kayu k1 = konduktifitas thermal plat seng k2 = konduktifitas thermal glasswoll

k3 = konduktifitas thermal gabus

k4 = konduktifitas thermal kayu

BAB IV PEMBAHASAN Dalam bab ini data yang diperoleh dari hasil penelitian akan dianalisa

  untuk mengetahui faktor efisensi (F’) dari pemanas air sistem termosifon. Pada

  bab ini juga akan ditunjukkan tabel data yang diperoleh selama pengujian atau pengambilan data.

4.1. Data Hasil Pengamatan

  Pengujian alat diakukan pada tanggal 1 September 2007 hingga 14 September 2007. Pengukuran suhu pada pemanas air temosifon ini dilakukan dengan termokopel yang kemudian disambungkan pada penampil temperatur, termokopel ini dipasang pada beberapa titik yaitu :

  T1 = suhu permukaan kaca (

  C) T2 = suhu permukaan kolektor (

  C) T3 = suhu air masuk kolektor (

  C) T4 = suhu air keluar kolektor (

  C) T5 = suhu penampung air bagian bawah (

  C)

  Tabel 4-1. Data penelitian termosifon pipa paralel pertama

  Waktu T1

  (° C) T2

  (° C) T3

  (° C) T4

  (° C) T5

  (° C) T6

  (° C) T lingk

  (° C)

  V T air keluar (° C)

  10.05 28,5 45,0 16,5 37,4 26,3 33,5 26,5 3,66 10.15 32,7 47,0 17,0 37,9 28,0 40,6 28,0 3,41 10.25 33,6 48,0 17,1 41,8 28,9 42,4 30,7 3,39 10.35 35,6 53,0 16,6 45,0 29,1 42,9 31,2 3,37 10.45 35,9 51,5 20,2 50,2 30,4 45,4 32,5 3,56 10.55 39,0 54,2 19,4 56,3 30,6 47,2 33,0 3,56 11.05 42,1 56,1 20,1 57,6 31,4 48,3 32,8 4,46 46,2 11.15 45,1 61,5 29,0 61,9 34,0 50,2 29,6 4,46 11.25 46,3 57,3 24,2 63,5 34,7 53,4 28,1 3,57 11.35 58,1 53,2 19,8 64,1 33,5 55,2 31,2 3,87 11.45 59,0 59,2 22,6 64,3 33,5 57,9 32,9 3,92 11.55 58,7 57,3 20,6 63,5 32,3 58,1 30,4 2,58 57,3 12.05 62,2 59,4 23,0 66,4 34,4 60,3 31,8 3,98 12.15 58,7 54,3 23,5 63,9 32,0 52,1 27,9 3,61 12.25 60,1 51,5 27,3 65,1 33,3 56,5 29,4 2,88 12.35 59,7 53,2 27,9 67,7 36,3 58,9 30,0 2,63 12.45 62,8 56,6 25,8 71,4 35,3 60,1 33,1 3,62 12.55 63,8 59,1 25,4 69,2 25,5 60,7 27,0 3,49 13.05 62,8 57,5 25,9 64,9 35,6 60,0 26,7 3,17 60,1 13.15 57,7 56,1 24,0 56,0 34,7 55,7 28,1 2,79 13.25 62,4 58,0 25,6 65,4 34,5 57,4 30,0 2,93 13.35 55,4 49,5 29,3 53,5 33,2 56,2 31,3 2,93 13.45 58,2 52,1 28,0 60,6 34,0 55,8 25,0 2,14 13.55 57,4 51,5 28,4 59,7 33,8 54,9 29,7 2,17 14.05 56,8 44,8 29,0 59,4 33,6 54,3 28,7 1,05 58,5

  Tabel 4-2. Data penelitian termosifon pipa paralel kedua

  T air T1 T2 T3 T4 T5 T6 T lingk

  Waktu V keluar

  (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) (° C)

  9.25 30,5 42,1 13,6 30,7 26,6 30,0 26,2 3,31 9.35 30,9 48,5 14,5 35,1 28,7 38,7 25,3 3,40 9.45 30,5 47,5 15,8 42,4 27,1 41,9 26,4 3,32 9.55 33,6 47,0 16,3 42,0 27,8 44,2 29,7 3,48

  10.05 44,7 53,3 16,1 44,0 28,7 43,2 23,7 3,42 10.15 48,3 53,9 16,5 47,9 28,5 44,4 29,9 3,47 10.25 59,6 55,8 21,2 62,1 29,4 46,9 25,9 3,53 43,5 10.35 56,8 56,4 24,0 64,0 32,0 45,5 25,3 3,74 10.45 59,3 55,4 22,2 64,5 30,5 48,8 32,0 3,84 10.55 60,5 58,5 22,7 64,4 30,3 51,1 29,4 3,54 11.05 53,5 57,5 23,7 55,6 30,5 55,4 30,3 3,70 11.15 57,5 55,4 19,8 60,0 32,0 54,5 32,1 3,69 11.25 54,5 58,2 21,8 61,8 30,1 56,1 30,6 3,70 55,0 11.35 54,3 56,9 27,4 56,3 29,7 51,0 30,2 3,51 11.45 57,2 47,2 22,4 62,4 30,1 54,1 29,1 3,32 11.55 58,0 50,4 23,8 61,0 31,5 54,8 28,5 2,61 12.05 57,7 48,5 23,0 61,2 30,0 55,5 30,0 3,34 12.15 60,4 49,3 24,5 62,1 29,2 58,3 30,5 3,43 12.25 52,4 56,3 22,8 52,0 26,0 55,2 29,5 3,57 57,0 12.35 54,6 51,3 25,4 55,8 30,5 51,0 26,8 3,05 12.45 54,8 56,5 26,0 56,9 31,1 52,5 28,8 3,18 12.55 56,1 55,4 24,8 55,3 33,9 54,6 25,9 3,14 13.05 48,1 48,2 29,2 52,0 31,4 52,6 29,7 2,97 13.15 54,5 51,8 27,8 56,0 34,0 52,6 30,6 2,90 13.25 56,1 46,0 29,0 54,3 37,7 54,0 28,8 2,98 55,2 13.35 53,9 50,8 30,9 47,7 35,8 57,5 30,1 2,73 13.45 47,9 41,1 35,2 48,5 36,2 50,2 38,2 0,53 13.55 46,0 39,0 36,8 47,5 33,2 47,8 28,5 0,40 14.05 52,1 50,7 28,9 51,1 33,0 4,7 28,4 2,25 14.15 49,2 45,4 33,6 49,3 34,1 46,7 29,3 0,88

  Tabel 4-3. Data penelitian termosifon pipa paralel ketiga T air

  T1 T2 T3 T4 T5 T6 T lingk Waktu

  V keluar (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) (° C)

  (° C) 9.00 29,5 47,3 18,2 34,5 30,8 31,2 24,4 2,69 9.10 31,1 47,9 18,1 39,8 30,1 40,4 24,9 2,78 9.20 33,6 48,8 19,8 39,3 25,4 27,7 28,1 2,88 9.30 44,0 53,7 20,5 41,6 28,2 37,0 30,0 2,93 9.40 45,5 53,0 18,3 41,5 28,5 43,7 31,4 3,16 9.50 45,5 55,4 20,5 41,7 28,6 44,0 33,1 3,17

  10.00 46,5 52,7 24,3 44,1 29,4 43,8 30,7 3,18 44,7 10.10 48,3 54,1 24,7 45,9 32,0 44,1 31,0 3,18 10.20 50,1 32,3 26,2 49,5 32,6 46,2 29,7 3,10 10.30 51,5 52,0 26,8 52,7 33,4 48,8 29,9 3,30 10.40 52,8 51,5 27,0 49,0 34,3 48,8 32,2 3,54 10.50 54,0 56,1 28,2 53,5 36,7 51,7 30,1 3,48 11.00 56,5 54,6 23,2 57,0 38,5 53,9 33,1 3,46 54,3 11.10 55,8 55,9 23,1 56,9 37,0 52,4 34,1 3,34 11.20 55,7 55,5 28,2 54,4 36,2 52,3 33,2 3,24 11.30 55,3 34,3 30,1 56,3 35,7 50,7 35,2 3,40 11.40 54,1 48,0 28,2 56,1 35,4 51,6 31,2 2,42 11.50 41,9 39,2 33,5 47,9 35,5 50,5 33,0 0,48 12.00 43,8 38,2 35,7 47,0 36,5 49,0 31,9 0,85 49,7 12.10 42,0 32,6 38,9 48,0 35,4 48,0 32,0 0,83 12.20 41,2 43,4 27,0 47,7 35,5 48,0 56,0 2,88 12.30 43,3 46,6 32,2 52,4 36,0 49,0 28,3 2,70 12.40 45,6 45,7 39,2 52,6 36,2 49,8 30,4 2,89 12.50 43,0 42,1 42,4 51,1 37,8 51,1 31,1 0,65 13.00 48,4 43,1 40,3 49,3 37,0 49,7 30,0 2,25 53,8 13.10 48,1 48,2 40,1 48,1 28,0 44,1 30,1 0,89 13.20 47,3 48,2 34,2 48,2 29,1 45,0 30,1 0,89 13.30 45,6 46,5 34,2 49,0 31,0 44,8 34,1 1,20 13.40 43,0 44,2 36,0 48,9 32,2 46,7 28,1 1,35 13.50 45,7 46,1 37,1 51,9 30,1 47,6 30,1 2,88

  Tabel 4-4. Data penelitian termosifon pipa paralel keempat

  T air T1 T2 T3 T4 T5 T6 T lingk keluar

  Waktu (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) V (° C) 9.30 41,3 16,6 24,6 39,2 32,5 32,5 28,7 3,16 9.40 45,0 45,1 20,5 43,6 44,0 44,0 28,7 3,11 9.50 39,2 48,1 16,2 49,5 43,7 43,7 32,8 3,30

  10.00 37,6 50,0 18,8 41,5 44,7 44,7 31,3 3,40 10.10 34,7 48,0 14,7 42,6 44,5 44,5 32,2 3,52 10.20 40,0 45,0 14,5 45,0 29,0 45,0 30,2 3,59 10.30 41,4 54,3 17,3 41,9 34,7 47,2 31,6 3,81 47,3 10.40 41,7 48,4 13,3 48,1 34,5 47,1 30,8 3,65 10.50 40,1 51,2 17,3 48,0 33,9 48,3 30,8 3,69 11.00 43,1 47,1 14,9 48,7 33,7 47,5 27,1 3,86 11.10 55,4 53,7 17,2 50,5 35,1 48,2 30,1 3,87 11.20 57,6 50,6 14,9 57,8 35,8 50,2 30,2 3,88 11.30 61,5 56,5 17,3 64,7 37,8 50,5 32,2 3,92 52,6 11.40 53,4 54,0 31,3 46,9 33,7 50,4 32,4 3,86 11.50 55,1 49,0 35,9 53,4 32,3 49,5 31,2 3,88 12.00 50,2 54,8 39,9 51,3 36,7 52,1 31,5 3,81 12.10 60,4 57,9 44,5 55,6 39,6 52,8 31,1 3,10 12.20 62,1 57,7 47,0 59,1 41,0 54,2 29,5 3,49 12.30 63,9 60,0 50,2 62,0 42,6 55,7 29,7 3,54 56,3 12.40 55,3 44,1 46,8 57,7 37,5 52,9 29,5 3,20 12.50 56,5 43,2 44,0 57,8 35,0 54,4 28,3 0,67 13.00 55,8 56,5 45,0 63,0 38,0 55,3 30,6 3,26 13.10 59,5 53,5 38,2 68,2 38,1 57,0 28,7 3,54 13.20 60,0 47,0 43,2 67,1 37,7 56,6 28,9 2,50 13.30 65,1 51,3 38,3 61,5 35,4 57,8 26,3 1,98 58,7

  Tabel 4-5. Data penelitian termosifon pipa paralel kelima

  Waktu T1

  (° C) T2

  (° C) T3

  (° C) T4

  (° C) T5

  (° C) T6

  (° C) T lingk

  (° C) V T air keluar (° C)

  9.50 40,0 44,4 16,5 37,0 30,9 28,2 26,3 3,63 10.00 42,3 45,9 17,1 39,5 30,7 40,3 25,5 3,07 10.10 43,1 47,0 21,0 41,7 29,8 43,6 26,7 2,28 10.20 47,8 55,4 19,0 46,7 30,0 45,2 31,2 4,04 10.30 46,0 42,7 16,8 46,3 30,9 47,3 33,6 3,73 10.40 43,4 46,0 19,7 43,1 30,6 46,1 32,1 2,33 10.50 41,7 42,2 21,3 41,8 30,5 44,1 31,6 1,11 45,7 11.00 49,1 54,7 19,3 48,8 29,5 40,4 29,6 3,94 11.10 46,0 45,3 23,3 47,3 30,3 44,1 28,7 1,32 11.20 44,0 43,2 30,0 42,3 29,7 42,2 30,6 1,30 11.30 43,7 40,5 30,1 43,1 26,5 49,2 22,8 1,11 11.40 45,5 40,5 26,8 45,0 30,7 39,1 21,5 1,50 11.50 54,1 54,8 21,7 51,5 31,9 41,4 20,5 4,5 40,1 12.00 50,3 45,1 30,1 47,2 32,1 43,2 21,7 1,52 12.10 45,4 42,4 34,1 41,0 33,7 44,6 22,8 1,05 12.20 48,2 49,2 36,8 46,0 32,3 43,4 28,6 1,67 12.30 43,9 40,0 33,4 44,0 33,7 38,8 20,5 0,74 12.40 43,7 39,0 33,0 43,2 31,9 37,8 25,1 1,02 12.50 43,6 39,3 34,1 44,1 33,4 41,1 24,6 1,13 43,2 13.00 41,1 37,8 36,7 40,9 30,1 36,5 25,3 0,75 13.10 41,7 38,5 37,9 41,3 31,6 38,9 28,6 0,87 13.20 38,4 38,2 35,3 41,4 30,1 39,5 26,7 0,98 13.30 44,4 83,5 37,1 43,8 34,3 40,7 25,7 1,55 13.40 43,7 38,4 36,5 42,7 34,6 40,4 24,4 1,12 13.50 44,0 38,5 38,0 43,2 35,2 41,4 26,9 1,05 42,3

  Tabel 4-6. Data penelitian termosifon pipa paralel keenam

  T air T1 T2 T3 T4 T5 T6 T lingk keluar

  Waktu (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) (° C) V (° C) 10.05 49,5 59,0 25,2 45,2 41 42,5 30,2 3,23 10.15 37,6 52,6 21,0 45,7 35,1 49,7 34,3 3,20 10.25 38,7 55,0 21,2 45,0 34,1 49,0 33,3 3,25 10.35 39,6 57,0 22,5 45,5 32,5 48,8 33,4 3,30 10.45 41,0 42,7 24,0 46,0 31,5 48,2 33,7 3,33 10.55 36,0 47,8 21,8 44,4 27,3 44,0 32,9 3,37 11.05 41,0 47,1 27,0 48,8 35,1 46,6 31,2 3,34 43,9 11.15 44,2 47,5 29,1 48,3 35,5 46,9 33,2 3,30 11.25 46,8 48,7 30,8 48,8 35,8 47,2 35,5 3,39 11.35 42,5 50,0 29,1 47,2 36,4 50,1 35,2 3,25 11.45 45,2 48,7 33,0 50,5 34,5 48,5 34,4 3,18 11.55 42,6 50,0 31,2 48,8 36,8 49,2 35,3 3,11 12.05 45,0 47,3 32,9 53,9 38,8 49,9 33,2 2,53 52,2 12.15 45,7 47,6 33,0 51,3 36,1 46,5 31,0 2,82 12.25 45,0 48,8 31,8 50,5 36,2 47,3 31,5 2,80 12.35 42,8 40,5 36,2 47,5 33,4 49,0 31,2 1,25 12.45 46,6 48,2 34,5 51,4 32,7 47,8 31,7 2,66 12.55 45,2 45,1 32,8 49,6 35,0 49,6 28,9 2,58 13.05 49,4 48,9 32,5 54,3 38,4 51,9 26,8 2,38 53,3 13.15 49,4 49,7 34,5 57,0 33,6 50,0 27,8 2,37 13.25 46,3 46,0 29,5 57,1 34,7 51,0 33,2 2,37 13.35 60,0 42,3 25,1 63,3 35,0 52,0 34,7 3,05 13.45 60,0 42,1 30,9 61,4 35,0 53,2 32,1 3,02 13.55 62,8 45,8 31,6 67,7 32,4 55,0 33,2 2,93 14.05 63,0 46,1 32,0 68,1 33,1 56,2 34,3 2,83 58,8 14.15 54,3 44,1 30,9 56,0 31,5 50,0 31,0 2,58 14.25 44,0 48,3 26,6 58,3 30,6 49,0 30,3 2,64 14.35 45,2 44,5 26,5 58,5 30,0 48,2 31,5 2,20 14.45 45,7 43,6 28,9 63,5 29,8 49,8 31,9 2,55 14.55 45,8 45,1 27,9 60,1 28,5 46,3 30,7 2,46 14.05 46,0 39,5 32,3 62,1 30,1 49,9 30,5 2,02 58,5 diberi tahanan (R) sebesar 10 Ω. Sebagai contoh, dari data input pada tabel

  4.1 maka energi surya total dapat diperolah dengan cara :

  a. Menghitung Arus yang dikeluarkan solar sel (I ph )

  Arus yang dikeluarkan solar sel dapat diperoleh dari pesamaan (3.2)

  V I ph = R

  3 ,

  41 I =

  ph

  10 = 0,341 Ampere

  b. Energi Surya yang Terukur Sel Surya (G)

  Dari persamaan (3.3) dapat diperoleh harga G

  I ph

2 G = x1000W/m

  ,

  4

  , 341

2 G = x1000W/m

  ,

  4

  2

d. Menghitung besar Tahanan Thermal tangki air ( Us )

  2

  = 6 ,

  Dari persamaan (3.4) dapat diperoleh besarnya h0 yaitu:

  1

  1

  4

  1

  3

  • Δ
  • Δ
  • Δ
  • Δ

  2

  • =

  ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛

  = L a T c S r S S s s

  T T T U G A T T A U d dTs

  C m F

  2 )) ( ( ) ( 1 1

  τα θ

  ( ( ) ⎥ ⎦ ⎤ ⎢

  ⎣ ⎡ − ⎟

  7 ,

  ⎜ ⎝ ⎛ +

  30

  2 90 , 37 00 ,

  

17

  8 847 5 , 8 , 5 ,

  )) 7 , 30 3 ,

  . 07 , 540127 , ( ) 34 ( 600 10 ,

  1 . 4180 78 , 20 ( 1 F

  = 0,4075 = 40,75 %

  − − + ⋅

  − ⎟ ⎠ ⎞

  1

  ⎢ ⎣ ⎡

  3

  4

  h k x k x k x k x

  Us

  7

  1 055 , 01 , 045 ,

  01 , 038 , 05 , 112 2 ,

  001 ,

  1

  Us U s

  = 0,54 W/(m

  2

  .K) e.

  Dari persamaan (3.1) dapat diperoleh besarnya F’ yaitu

  ( )

  ⎥ ⎦ ⎤

   Menghitung besar Faktor efisiensi (F’)

  • − + ⋅ =

Untuk perhitungan F’ dari data yang lain digunakan perhitungan dengan cara yang sama. Hasil lengkap F’ dapat dilihat pada tabel 4-7 sampai 4-12. Pada tabel –tabel tersebut beberapa data diarsir, yang berarti data tersebut tidak di pakai.

  Tabel 4-7. Data hasil perhitungan (F’) pipa paralel pertama

  (TRata2- dTs I=V/R Gt (Ti+To/2) Us F'

  TLing)/Gt ( C ) ( A ) (W/m2) ( C ) (W/(m2.K)) 1.10 0.34 852.50 32.00 0.54 40.35% 0.00739 2.40 0.34 847.50 32.55 0.54 87.95% 0.00584 1.70 0.34 842.50 34.80 0.54 63.76% 0.00570

  3.25 0.36 890.00

  35.85 0.54 114.59% 0.00607

  3.15 0.36 890.00

  36.80 0.54 110.18% 0.00663 1.05 0.45 1115.00 38.10 0.54 29.87% 0.00632

  3.45 0.45 1115.00

  45.25 0.54 103.10% 0.01121 1.15 0.36 892.50 40.75 0.54 39.07% 0.01787

  • 0.30 0.39 967.50

  36.50 0.54 -9.38% 0.01359 0.10 0.39 980.00 40.90 0.54 2.56% 0.01306

  • 1.00 0.26 645.00

  38.95 0.54 -42.37% 0.02295 2.50 0.40 995.00 41.20 0.54 72.94% 0.01563

  • 2.45 0.36 902.50

  38.90 0.54 -82.75% 0.01568 1.25 0.29 720.00 39.40 0.54 48.39% 0.02153

  2.80 0.26 657.50

  40.55 0.54 115.51% 0.02677 1.35 0.36 905.00 41.20 0.54 42.63% 0.01613

  • 6.00 0.35 872.50

  42.25 0.54 -198.52% 0.01845

  2.90 0.32 792.50

  41.70 0.54 102.98% 0.02662

  • 4.90 0.28 697.50

  40.05 0.54 -200.62% 0.02452

  Tabel 4-8. Data hasil perhitungan (F’) pipa paralel kedua

  (TRata2- dTs I=V/R Gt (Ti+To/2) Us F'

  TLing)/Gt ( C ) ( A ) (W/m2) ( C ) (W/(m2.K))

  3.25 0.34 850.00

  31.50 0.54 122.37% 0.00988

  2.85 0.33 830.00

  31.65 0.54 106.03% 0.00976 0.15 0.35 870.00 31.65 0.54 4.69% 0.00724 1.45 0.34 855.00 34.70 0.54 53.31% 0.01433 1.85 0.35 867.50 35.20 0.54 66.79% 0.00755

  7.55 0.35 882.50

  38.50 0.54 272.09% 0.01388 2.25 0.37 935.00 40.20 0.54 79.49% 0.01439

  • 0.50 0.38 960.00

  38.80 0.54 -16.51% 0.00797

  • 0.15 0.35 885.00

  40.60 0.54 -5.50% 0.01277

  • 4.30 0.37 925.00

  40.60 0.54 -140.30% 0.01368 2.95 0.37 922.50 37.60 0.54 93.70% 0.01209

  • 0.05 0.37 925.00

  40.00 0.54 -2.16% 0.01351

  • 2.95 0.35 877.50

  42.15 0.54 -106.89% 0.01157

  3.25 0.33 830.00

  34.80 0.54 110.23% 0.01566

  0.00 0.26 652.50

  37.10 0.54 -0.61% 0.02245

  • 0.65 0.33 835.00

  35.75 0.54 -22.50% 0.01527 0.05 0.34 857.50 36.90 0.54 0.92% 0.01545

  • 6.65 0.36 892.50

  39.55 0.54 -221.78% 0.01244

  4.15 0.31 762.50

  38.35 0.54 162.11% 0.01830 0.85 0.32 795.00 41.25 0.54 32.08% 0.01635 0.60 0.31 785.00 40.10 0.54 21.84% 0.02338

  • 2.90 0.30 737.50

  39.70 0.54 -117.35% 0.01668

  3.30 0.29 725.00

  39.80 0.54 134.26% 0.01752 1.00 0.30 745.00 37.50 0.54 37.76% 0.02289

  • 4.25 0.27 682.50

  40.85 0.54 -175.51% 0.02425 0.60 0.05 132.50 38.15 0.54 80.78% 0.03774

  • 2.00 0.04 100.00

  37.90 0.54 -352.37% 0.12000 1.70 0.23 562.50 39.80 0.54 91.80% 0.02124

  • 0.35 0.09 220.00

  39.50 0.54 -42.78% 0.05045

  Tabel 4-9. Data hasil perhitungan (F’) pipa paralel ketiga

  (TRata2- dTs I=V/R Gt (Ti+To/2) Us F'

  TLing)/Gt ( C ) ( A ) (W/m2) ( C ) (W/(m2.K))

  2.30 0.28 695.00

  33.00 0.54 103.78% 0.01489

  • 2.60 0.29 720.00

  34.30 0.54 -138.08% -0.00215

  2.55 0.29 732.50

  37.10 0.54 121.28% 0.00355 0.10 0.32 790.00 35.65 0.54 3.41% 0.00595 0.15 0.32 792.50 37.95 0.54 5.51% 0.00404 1.60 0.32 795.00 38.50 0.54 65.24% 0.00742 2.20 0.32 795.00 39.40 0.54 90.67% 0.00887 2.10 0.31 775.00 39.25 0.54 86.27% 0.01252 2.00 0.33 825.00 39.40 0.54 75.45% 0.01358

  • 1.40 0.35 885.00

  39.25 0.54 -50.18% 0.01056

  3.45 0.35 870.00

  42.15 0.54 124.09% 0.01621 2.65 0.35 865.00 38.90 0.54 90.60% 0.01514

  • 0.80 0.33 835.00

  39.50 0.54 -29.25% 0.01269

  • 1.65 0.32 810.00

  41.85 0.54 -63.32% 0.01364 0.70 0.34 850.00 42.20 0.54 25.78% 0.00941

  • 0.25 0.24 605.00

  38.10 0.54 -12.24% 0.02033

  • 4.05 0.05 120.00

  36.35 0.54 -541.58% 0.08333 0.05 0.09 212.50 36.95 0.54 3.94% 0.05106

  • 0.05 0.08 207.50

  35.75 0.54 -6.41% 0.04675

  • 0.10 0.29 720.00

  35.20 0.54 -4.56% -0.01979

  2.60 0.27 675.00

  39.40 0.54 117.12% 0.02104 0.20 0.29 722.50 42.45 0.54 8.35% 0.01744 0.05 0.07 162.50 42.25 0.54 5.37% 0.08215

  • 1.30 0.23 562.50

  41.70 0.54 -71.10% 0.02373

  • 5.10 0.09 222.50

  44.15 0.54 -801.99% 0.02674 0.60 0.09 222.50 41.20 0.54 78.80% 0.03124

  1.35 0.12 300.00

  40.35 0.54 135.70% 0.01267 0.55 0.14 337.50 40.10 0.54 46.58% 0.03363 0.45 0.29 720.00 41.60 0.54 19.60% 0.01215

  • 1.85 0.28 690.00

  38.60 0.54 -81.25% 0.01493

  Tabel 4-10. Data hasil perhitungan (F’) pipa paralel keempat

  (TRata2- dTs I=V/R Gt (Ti+To/2) Us F'

  ( C ) ( A ) (W/m2) ( C ) (W/(m2.K)) TLing)/Gt 11,50 0,311 777,50 32,05 0,54 596,36% 0.00489

  • 0,30 0,330 825,00 32,85 0,54 28,53% 0.01855

  1,00 0,340 850,00 30,15 0,54 91,10% 0.01282

  • 0,20 0,35 880,00 28,65 0,54 38,89% 0.01523
  • 7,50 0,35 897,50 29,75 0,54 -263,98% 0.01370

  3,95 0,38 952,50 29,60 0,54 176,86% 0.00714

  • 0,15 0,36 912,50 30,70 0,54 32,08% 0.01025

  0,30 0,36 922,50 32,65 0,54 50,50% 0.01084

  • 0,50 0,38 965,00 31,80 0,54 32,06% 0.01067

  1,05 0,38 967,50 33,85 0,54 83,00% 0.01395 1,35 0,38 970,00 36,35 0,54 100,16% 0.01191 1,15 0,39 980,00 41,00 0,54 90,09% 0.01306

  • 2,10 0,38 965,00 39,10 0,54 -044,99% 0.01238
  • 1,15 0,38 970,00 44,65 0,54 -011,28% 0.00995

  3,50 0,38 952,50 45,60 0,54 199,03% 0.01018 1,80 0,31 775,00 50,05 0,54 164,19% 0.01665 1,40 0,34 872,50 53,05 0,54 145,00% 0.01731 1,55 0,35 885,00 56,10 0,54 160,49% 0.02045

  • 3,95 0,32 800,00 52,25 0,54 -181,02% 0.02431
  • 0,50 0,06 167,50 50,90 0,54 359,78% 0.09373

  1,95 0,32 815,00 54,00 0,54 177,61% 0.02012 0,90 0,35 885,00 53,20 0,54 120,26% 0.01814

  • 0,40 0,10 270,00 55,15 0,54 30,55% 0.06981
  • 0,55 0,09 245,00 49,90 0,54 2,76% 0.07449

  • 1.75 0.23 582.50
  • 0.70 0.11 277.50

  • 0.35 0.13 330.00
  • 2.80 0.13 325.00
  • 1.20 0.11 277.50
  • 2.05 0.15 380.00
  • 2.30 0.11 262.50
  • 0.30 0.07 185.00
  • 1.30 0.10 255.00
  • 3.25 0.08 187.50
  • 0.70 0.10 245.00
  • 0.40 0.11 280.00

  38.25 0.54 116.00% 0.01436

  37.60 0.54 -164.29% 0.04197

  38.25 0.54 -247.12% 0.06229

  1.80 0.17 417.50

  43.00 0.54 148.18% 0.02216

  36.70 0.54 -50.72% 0.08514

  36.00 0.54 -165.96% 0.03824

  1.20 0.11 282.50

  36.70 0.54 127.62% 0.04478

  37.25 0.54 -629.38% 0.04267

  0.95 0.09 217.50

  38.20 0.54 146.78% 0.03057

  36.75 0.54 -90.31% 0.03306

  3.30 0.16 387.50

  37.80 0.54 275.81% 0.03045

  3.85 0.45 1125.00

  33.65 0.54 247.23% 0.03573

  3.05 0.15 375.00

  F' (TRata2-

  Tabel 4-11. Data hasil perhitungan (F’) pipa paralel kelima

  dTs ( C )

  I=V/R ( A )

  Gt (W/m2)

  (Ti+To/2) ( C )

  Us (W/(m2.K))

  TLing)/Gt 1.15 0.31 767.50 31.50 0.54 46.47% 0.01303 0.65 0.23 570.00 34.00 0.54 33.30% 0.01754 2.60 0.40 1010.00 37.20 0.54 82.73% 0.00634 0.25 0.37 932.50 29.75 0.54 7.39% 0.00590

  35.30 0.54 -102.43% 0.05423

  32.85 0.54 -86.04% 0.01073

  31.75 0.54 -62.00% 0.02054

  3.00 0.39 985.00

  37.00 0.54 102.50% 0.00543

  34.30 0.54 -29.23% 0.02576

  36.60 0.54 -257.01% 0.01646

  37.45 0.54 -45.36% 0.04679 0.55 0.11 262.50 38.25 0.54 64.73% 0.04343

  • 0.85 0.33 812.50
  • 0.90 0.33 825.00
  • 0.80 0.33 832.50
  • 4.20 0.34 842.50
  • 1.75 0.32 795.00
  • 3.05 0.28 705.00
  • 0.55 0.13 312.50
  • 0.95 0.27 665.00
  • 3.35 0.24 592.50
  • 0.40 0.29 732.50

  33.10 0.54 -154.29% 0.00326

  45.75 0.54 -184.24% 0.02363 1.05 0.24 592.50 43.30 0.54 54.19% 0.01629 0.65 0.31 762.50 44.20 0.54 26.74% 0.01154 0.60 0.30 755.00 46.15 0.54 24.96% 0.01589

  43.40 0.54 145.53% 0.03084

  2.85 0.24 595.00

  42.95 0.54 -46.87% 0.01286 2.05 0.26 645.00 41.20 0.54 97.38% 0.02078

  41.85 0.54 -51.22% 0.03200

  42.15 0.54 -142.19% 0.01461 0.45 0.28 700.00 41.15 0.54 20.28% 0.01464

  41.75 0.54 -71.10% 0.00893 1.50 0.31 777.50 40.00 0.54 59.67% 0.00990 1.35 0.25 632.50 43.40 0.54 67.13% 0.01763

  37.90 0.54 196.19% 0.01156 0.35 0.33 825.00 38.70 0.54 13.12% 0.00970 0.30 0.34 847.50 39.80 0.54 11.03% 0.00708 1.75 0.33 812.50 38.15 0.54 64.89% 0.00991

  5.20 0.33 835.00

  35.00 0.54 -29.48% 0.00739

  Tabel 4-12. Data hasil perhitungan (F’) pipa paralel keenam

  34.00 0.54 -32.82% 0.00879

  33.10 0.54 -31.06% 0.01015

  TLing)/Gt 0.65 0.32 800.00 33.35 0.54 22.93% 0.01013

  F' (TRata2-

  Us (W/(m2.K))

  (Ti+To/2) ( C )

  Gt (W/m2)

  I=V/R ( A )

  dTs ( C )

  49.65 0.54 -18.10% 0.01433 0.95 0.28 707.50 50.05 0.54 42.61% 0.01463

4.3. Analisa Data Percobaan

  Dari hasil data penelitian dan perhitungan yang telah didapatkan di atas, maka didapatkan beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi selama penelitian. Untuk mengetahui hal tersebut maka perlu diadakan suatu analisa dan pembahasan dari data yang diperoleh selama penelitian. Dari data selama penelitian, kemudian data tersebut dihitung dan dianalisa, maka dari hasil tersebut akan dapat diketahui faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan pada jam, hari, serta kondisi lingkungan yang terjadi.

4.3.1. Temperatur keseluruhan

  Dari data-data yang telah diperoleh maka dapat di buat dalam bentuk grafik sebagai berikut :

  20 30 40 50 60 70 80 su hu

  T1 T2 T3 T4 T5 T6

  70 Su h u 30 40 T3 T2 T1 T5 T4 20 10 T6 9:00 9:43 10:26 11:09 11:52 12:36 13:19 14:02 14:45 Waktu

  60 50

Gambar 4.2 Grafik hubungan distribusi suhu terhadap waktu pada kolektor pipa

  paralel kedua

  60

  50 T1

  40 T2 T3

  30 uhu

  T4 S T5

  20 T6

  10

9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00

Waktu

  80

  70

  60 T1 T2

  50 u

  T3 h

40 T4

  Su

  30 T5 T6

  20

  10

9.30 10.00 10.30 11.00 11.30 12.00 12.30 13.00 13.30

Waktu

Gambar 4.4 Grafik hubungan distribusi suhu terhadap waktu pada kolektor pipa

  paralel keempat

  60

  50 T1

  40 T2 u

  T3 h

  30 T4 Su

  T5

  20 T6

  10

  10

  20

  30

  40

  50

  60

  70

  80 10:10 10:40 11:10 11:40 12:10 12:40 13:10 13:40 14:10 14:40 15:10

  Waktu S uhu T1 T2 T3 T4 T5 T6

Gambar 4.6 Grafik hubungan distribusi suhu terhadap waktu pada kolektor pipa

  paralel keenam Berdasarkan grafik distribusi temperatur terhadap waktu diatas maka dapat dilihat terjadi perubahan temperatur yang berbeda-beda yang cenderung naik dan juga terjadi penurunan. Hal tersebut disebabkan karena berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan.

  Untuk kenaikan suhu disebabkan karena intensitas radiasi langsung yang masuk ke dalam alat berlangsung secara sempurna sebaliknya untuk penurunan suhu disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang membantu, contohnya adalah awan atau mendung yang menutupi atau menghalangi radiasi sinar matahari

4.3.2. Faktor Efisiensi (F’) dan Nilai Radiasi Masuk (Gt)

  0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

  100% 200 400 600 800 1000 1200 Gt (W/m2) F'

Gambar 4.7 Grafik Faktor Efisiensi dan Nilai Radiasi Masuk pertama

  30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

  F'

  100% 90% 80% 70% 60% 50%

  F' 40% 30% 20% 10%

  0% 200 400 600 800 1000 Gt (W/m2)

Gambar 4.9 Grafik Faktor Efisiensi dan Nilai Radiasi Masuk ketiga

  100% 90% 80% 70% 60% 50%

  F' 40% 30% 20% 10%

  0% 200 400 600 800 1000 1200

  0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

  200 400 600 800 1000 1200

Gt (W/m2)

  F'

Gambar 4.11 Grafik Faktor Efisiensi dan Nilai Radiasi Masuk kelima

  10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

  F'

  Perubahan nilai faktor efisiensi dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Yang paling utama yaitu nilai intensitas radiasi matahari ( G ) yang masuk berubah-ubah. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain faktor cuaca. Sebagai contohnya, ada awan atau cuaca mendung yang menutupi atau menghalangi radiasi sinar matahari yang menyebabkan terjadinya radiasi sebaran, sehingga intensitas radiasi yang diterima kolektor mengalami penurunan. Karena intensitas radiasi yang diterima kolektor menurun maka suhu air juga akan menurun sehingga nilai faktor efisiensinya berubah-ubah.

4.3.3 Suhu (C) dan Waktu (Jam)

  10

  20

  30

  40

  50

  60

  70 9:30 10:42 11:54 13:06 14:18 15:30

  Su h u Air Keluaran Rata2 Tangki

  10

  20

  30

  40

  50

  60 9:00 10:12 11:24 12:36 13:48 15:00

  Waktu S uhu Air Keluaran Rata2 Tangki

Gambar 4.14 Grafik hubungan distribusi suhu rata-rata tangki dan air keluaran

  terhadap waktu kedua

  10

  20

  30

  40

  50

  60 9:00 10:12 11:24 12:36 13:48 15:00

  S uhu Air Keluaran Rata2 Tangki

  70

  60

  50

40 Air Keluaran

  uhu Rata2 Tangki

  S

  30

  20

  10 9:00 10:12 11:24 12:36 13:48 Waktu

Gambar 4.16 Grafik hubungan distribusi suhu rata-rata tangki dan air keluaran

  terhadap waktu keempat

  50

  40

  30

  u

  Air Keluaran

  h

  Rata2 Tangki

  Su

  20

  10 9:00 10:12 11:24 12:36 13:48 15:00

  70

  60

  50

  40 u

  Air Keluaran h

  Rata2 Tangki Su

  30

  20

  10 9:30 10:42 11:54 13:06 14:18 15:30 Waktu

Gambar 4.18 Grafik hubungan distribusi suhu rata-rata tangki dan air keluaran

  terhadap waktu keenam Berdasarkan grafik distribusi suhu rata-rata tangki dan air keluaran terhadap waktu di atas, dapat dilihat bahwa setiap air panas yang berada di dalam tangki penyimpanan diambil maka temperatur air yang berada dalam tangki tersebut akan turun. Hal tersebut disebabkan karena dengan diambilnya air panas, maka dengan sendirinya air dingin yang berada dalam ember penampung akan mengalir turun sehingga air yang berada dalam tangki akan tercampur dengan air dingin.

4.3.4 Nilai Radiasi Masuk (Gt) dan Waktu (Jam)

  200 400 600 800

  1000 1200

  9:30 10:42 11:54 13:06 14:18 15:30

  Waktu Gt Series1 Linear (Series1)

Gambar 4.19 Grafik hubungan nilai radiasi masuk terhadap waktu pertama

  600 800

  1000 1200

  Gt Series1 Linear (Series1)

  200 400 600 800

  1000 8:00 9:12 10:24 11:36 12:48 14:00 15:12

  Waktu Gt Series1 Linear (Series1)

Gambar 4.21 Grafik hubungan nilai radiasi masuk terhadap waktu ketiga

  200 400 600 800

  1000 1200 Gt

  Series1 Linear (Series1)

  200 400 600 800

  1000 1200 9:00 11:24 13:48 16:12

  Waktu Gt Series1 Linear (Series1)

Gambar 4.23 Grafik hubungan nilai radiasi masuk terhadap waktu kelima

  200 400 600 800

  1000 Gt

  Series1 Linear (Series1) Berdasarkan grafik hubungan nilai radiasi masuk terhadap waktu diatas, dapat dilihat bahwa nilai radiasi masuk mengalami perubahan yang berbeda-beda yang cenderung turun dan juga terjadi kenaikan. Hal tersebut disebabkan karena berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan.

  Untuk kenaikan nilai radiasi matahari disebabkan karena intensitas radiasi langsung yang masuk ke dalam alat pengukur sempurna, sebaliknya untuk penurunan nilai radiasi matahari disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang membantu, contohnya adalah awan atau mendung yang menutupi atau menghalangi radiasi sinar matahari sehingga intensitas radiasi yang diterima alat pengukur menjadi tidak maksimal.

4.3.3 Faktor Efisiensi (F’) dan (Trata2 tangki -Tling) / Gt

  30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

  F'

  0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

  0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

  0.10 (TRata2-TLingk) /Gt F'

  0.08

  0.06

  0.04

  0.02

  0.00

  100%

Gambar 4.26 Grafik hubungan F’ terhadap (Trata2 tangki -Tling) / Gt kedua

  100%

  Series1 Linear (Series1)

  0.05 (TRata2-TLingk)/Gt F'

  0.04

  0.03

  0.02

  0.01

  0.00

  Series1 Linear (Series1)

  0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

  100%

  0.00

  0.05

  0.10 (TRata2-TLingk)/ Gt F'

  Series1 Linear (Series1)

Gambar 4.28 Grafik hubungan F’ terhadap (Trata2 tangki -Tling) / Gt keempat

  0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

  100%

  0.00

  0.05

  0.10 (TRata2-TLing)/Gt F'

  Series1 Linear (Series1)

  80% 70% 60% 50%

  Series1 40% F'

  Linear (Series1) 30% 20% 10%

  0%

  0.00

  0.01

  0.01

  0.02

  0.02

  0.03

  0.03

  0.04 (TRata2-TLing)/Gt

Gambar 4.30 Grafik hubungan F’ terhadap (Trata2 tangki -Tling) / Gt keenam

  Dari persamaan efisiensi thermal dapat dilihat bahwa efisiensi thermal dari sebuah kolektor surya bukanlah sebuah konstanta melainkan sebuah karakteristik yang tergantung dari temperatur diluar, tingkat radiasi surya, dan temperatur fluida pada pipa masuk.

  F’ juga dipengaruhi oleh selisih suhu antara suhu tangki penyimpan dan suhu lingkungan, karena jika dengan Gt yang konstan dan (T tangki – T ling) semakin besar maka nilai F’ akan semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya jika (T tangki – T ling) semakin kecil maka nilai F’ juga semakin kecil.

  

BAB V

PENUTUP 5. 1 Kesimpulan

Dari semua hasil uji coba, perhitungan, dan analisa data maka dapat

  disimpulkan sebagai berikut: a Pemanas air tenaga surya jenis termosifon sebagai alat pada uji coba ini pengambilan air panas dilakukan setiap 1 jam sebanyak 5 liter, mempunyai nilai faktor efisiensi paling tinggi 99,310 %. Dan suhu air keluar paling tinggi adalah 60,1 ° C b Pada penelitian pemanas air sistem termosifon dengan pipa paralel sebelumnya, dipanaskan secara kontinyu dan tidak dikeluarkan setiap jam. Sehingga diperoleh data suhu air tertinggi pada kolektor paralel 83,1 C dan Faktor efisiensi F’ terbesar pada pipa paralel sebesar 97,52 %.

  5. 2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

  Arismunandar, W., Teknologi Rekayasa Surya, PT Pradnya paramita, Jakarta Holman, J.P. 1994. Perpindahan Kalor. Jasjfi, Erlangga. Pamungkas, B 2005. Tugas Akhir “ Solar Water Heater System with Paralel

  Pipe”, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PERANCANGAN PEMANAS AIR TENAGA SURYA DENGAN PIPA BERBENTUK "U"
5
35
21
ANALISIS THERMAL KOLEKTOR SURYA PEMANAS AIR JENIS PLAT DATAR DENGAN PIPA SEJAJAR.
0
1
8
Destilasi air energi surya vertikal dengan solar tracker.
0
0
59
Unjuk kerja destilasi air energi surya dengan penambahan kolektor dan saluran pembalik.
0
0
19
Analisis performansi kolektor surya pelat datar untuk pemanas air dengan sumber energi matahari.
0
0
11
Karakteristik alat penjernih air tenaga surya dengan kolektor plat gelombang MAKALAH
0
1
6
PENINGKATAN KAPASITAS PEMANAS AIR KOLEKTOR PEMANAS AIR SURYA PLAT DATAR DENGAN PENAMBAHAN BAHAN PENYIMPAN KALOR Suharti
0
0
5
STUDI PENGARUH BAHAN PEWARNA HITAM DAN CARA PEWARNAAN KOLEKTOR PEMANAS TERHADAP TEMPERATUR KOLEKTOR PADA PEMANAS AIR ENERGI MATAHARI
0
0
5
PEMANAS AIR ENERGI SURYA DENGAN SEL SURYA SEBAGAI ABSORBER
0
0
7
ANALISA PERFORMANSI KOLEKTOR SURYA PARABOLA TIPE MEMANJANG SEBAGAI PEMANAS AIR
0
0
17
REKAYASA KOLEKTOR PEMANAS AIR TENAGA SURYA MODEL PLAT DATAR
0
0
16
Perbandingan kemampuan kolektor surya plat datar berwarna hitam dan biru dengan atau tanpa lapisan kaca penutup dalam mengkonversi energi radiasi matahari menjadi energi termal - USD Repository
0
0
97
PERANCANGAN PEMANAS UDARA PADA BOILER PIPA PIPA AIR FCB TUGAS AKHIR - Perancangan pemanas udara pada boiler pipa-pipa air FCB - USD Repository
0
0
87
Tugas Akhir - Fungsi kabur - USD Repository
0
0
89
POMPA AIR ENERGI TERMAL MENGGUNAKAN POMPA MEMBRAN DENGAN FLUIDA KERJA ALKOHOL TUGAS AKHIR - Pompa air energi termal menggunakan pompa membran dengan fluida kerja alkohol - USD Repository
0
0
156
Show more