PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENTENG PARK STRUKTUR ATAS TOWER 1 MENTENG, JAKARTA PUSAT

Full text

(1)

PROYEK PEMBANGUNAN

APARTEMEN MENTENG PARK STRUKTUR ATAS TOWER 1

MENTENG, JAKARTA PUSAT

The Construction Project

Menteng Park Apartment Upper Structure Tower 1

Menteng, Central Jakarta

KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan

Program Studi Sarjana (Strata – 1) pada Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

AJI SANTIKO

21010113120008

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

(2)

UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROYEK PEMBANGUNAN

APARTEMEN MENTENG PARK STRUKTUR ATAS TOWER 1

MENTENG, JAKARTA PUSAT

The Construction Project

Menteng Park Apartment Upper Structure Tower 1

Menteng, Central Jakarta

AJI SANTIKO

21010113120008

Semarang, Januari 2018

Mengetahui, Ketua Program Studi S1

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Dr. Bagus Hario Setiadji, ST., MT. NIP. 197205102001121001

Disetujui, Dosen Pembimbing

Kerja Praktek

(3)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga dapat menyelesaikan tugas laporan Kerja Praktik kini.

Laporan Kerja Praktek ini disusun berdasarkan pengamatan dan data – data yang diperoleh dari PT. TOTALINDO EKA PERSADA selaku kontraktor jasa konstruksi.

Selama pelaksanaan Kerja Praktik di Proyek Menteng Park Apartment saya dapat mengetahui cara – cara teknis pelaksanaan proyek di lapangan dengan segala permasalahannya, saya juga dapat mempelajari sistem koordinasi antara semua pihak yang terkait.

Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas membantu dan meluangkan waktu untuk saya baik dari segi pikiran maupun materiil, langsung maupun tidak langsung sehingga laporan kerja praktik ini dapat saya selesaikan. Terima kasih yang sebesar – besarnya saya ucapkan kepada :

1. Tuhan YME karena telah memberikan hidayah yang sebesar – besarnya sehingga dapat menjalankan kerja praktik ini dengan lancar.

2. Kedua orang tua yang senantiasa memberikan support dan doa yang tiada henti, serta dukungan fasilitas dan finansial.

3. Ilham Nurhuda, ST. MT. Ph.D. selaku Ketua Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.

4. Dr. Bagus Hario Setiadji, ST. MT. selaku Ketua Program Studi S1 Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

(4)

ii

6. Dwi Kurniani, Ir., MS selaku dosen pembimbing kerja praktek dan juga koordinator kerja praktek yang dengan sabar membimbing serta memberikan masukan – masukan yang bermanfaat.

7. Budiman Sirait selaku Project Manajer di PT. TOTALINDO EKA PERSADA yang telah menyetujui untuk kerja praktek pada Proyek Menteng Park Apartment.

8. Suhardi selaku Pembimbing di proyek, yang telah membimbing dan memberikan data-data yang diperlukan selama kerja praktek pada Proyek Menteng Park Apartment.

9. Seluruh staf PT. TOTALINDO EKA PERSADA yang terlibat dalam pembangunan Menteng Park Apartment yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

10. Keluarga Besar Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Diponegoro yang telah membantu dan memberikan dorongan, saran, dan kritikan yang membangun.

Terima kasih, akhir kata Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh untuk dikatakan sempurna. Oleh karena itu kritik serta saran yang membangun akan sangat membantu sekali. Semoga laporan ini dapat bermanfaat, Amin.

(5)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar belakang ... 1

1.2. Lokasi Proyek ... 1

1.3. Data Proyek ... 2

1.3.1 Data – Data Umum ... 2

1.3.2 Data Teknis Bangunan ... 2

1.4. Site Plan ... 5

1.5. Fasilitas Pelengkap ... 6

1.5.1 Kantor dan gudang ... 6

1.5.2 Tempat stok mekanikal ... 7

1.6. Fasilitas lainnya ... 7

1.7. Ruang Lingkup ... 8

1.7.1 Ruang Lingkup Proyek ... 8

1.7.2 Ruang Lingkup Kerja Praktek ... 8

1.8. Tahapan Pelaksanaan Kerja Praktek ... 9

1.8.1 Tahap Persiapan ... 9

1.8.2 Tahap Pelaksanaan ... 9

1.9. Sistematika Penyusunan Laporan ... 10

BAB 2 MANAJEMEN PROYEK ... 13

2.1. Tinjauan Umum ... 13

2.2. Unsur –Unsur Pengelola Proyek ... 14

2.2.1 Pemilik Proyek (Owner) ... 14

2.2.2 Konsultan Perencana ... 15

(6)

iv

2.2.4 Kontraktor Pelaksana ... 17

2.3. Hubungan Kerja Pengelola Proyek ... 19

2.4. Struktur Organisasi Pengelola Proyek ... 21

2.5. Sistem Pembayaran Kontraktor ... 27

2.5.1 Pembayaran Prestasi Kerja Kontraktor ... 27

2.5.2 Denda Keterlambatan ... 27

2.6. Tenaga Kerja dan Sistem Pembayaran Pekerja ... 27

2.7. Sistem Koordinasi dan Laporan Prestasi Kerja ... 28

2.7.1 Sistem Koordinasi ... 28

2.7.2 Laporan Prestasi Kerja ... 28

BAB 3 PERENCANAAN PROYEK ... 30

3.1. Uraian Umum ... 30

3.2. Tahapan Perencanaan Desain ... 31

3.3. Struktur Pembangunan Proyek ... 34

3.3.1 Kolom ... 34

3.3.2 Shear Wall ... 41

3.3.3 Balok ... 45

3.3.4 Pelat Lantai ... 47

3.3.5 Tangga ... 49

BAB 4 ALAT DAN BAHAN ... 53

4.1. Uraian Umum ... 53

4.2. Alat - Alat Konstruksi ... 53

4.2.1 Tower Crane ... 54

4.2.2 Passenger Hoist ... 61

4.2.3 Concrete mixer truck ... 62

4.2.4 Concrete pump ... 63

4.2.5 Concrete bucket dan Pipa Tremie ... 64

4.2.6 Bar bender ... 65

4.2.7 Bar cutter ... 65

4.2.8 Cutting wheel machine ... 66

(7)

v

4.2.10 Trowel ... 68

4.2.11 Gerinda ... 68

4.2.12 Alat Penyemprot Udara (Air compressor) ... 69

4.2.13 Concrete vibrator ... 69

4.2.14 Demolition hammer ... 70

4.2.15 Perancah (Scaffolding) ... 70

4.2.16 Waterpass ... 73

4.2.17 Theodolite ... 74

4.2.18 Plumb Laser ... 74

4.2.19 Alat - Alat Survey Tambahan ... 75

4.2.20 Alat Las ... 76

4.2.21 Alat Tambahan ... 76

4.3. Bahan Konstruksi ... 76

4.3.1 Beton Ready mix ... 77

4.3.2 Baja Tulangan ... 78

4.3.3 Semen Grouting ... 79

4.3.4 Kawat Bendrat ... 79

4.3.5 Multiplex ... 80

4.3.6 Beton Decking ... 80

4.3.7 Baja Hollow ... 81

4.3.8 Tulangan Cakar Ayam ... 81

4.3.9 Calbond ... 82

4.3.10 Kawat Ayam ... 82

4.3.11 Ultrachem Cure Wb ... 83

4.3.12 Air Kerja ... 83

4.3.13 Listrik Kerja ... 84

4.4. Site Management ... 85

BAB 5 PELAKSANAAN PEKERJAAN ... 86

5.1. Uraian Umum ... 86

5.2. Pekerjaan Struktur Atas ... 87

(8)

vi

5.2.2 Pekerjaan Balok dan Pelat Lantai ... 98

5.2.3 Pekerjaan Tangga ... 116

BAB 6 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PROYEK ... 120

6.1. Uraian Umum ... 120

6.2. Mekanisme Pengawasan dan Pengendalian Proyek ... 121

6.3. Pengawasan dan Pengendalian Mutu ... 123

6.3.1 Pengawasan dan Pengendalian Mutu Bahan ... 123

6.3.2 Pengawasan dan Pengendalian Mutu Peralatan ... 130

6.4. Pengawasan dan Pengendalian Waktu ... 131

6.5. Pengawasan dan Pengendalian Biaya ... 132

6.6. Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) ... 132

6.7. Pengawasan dan Pengendalian Tenaga Kerja ... 135

BAB 7 PERMASALAHAN DAN SOLUSI PROYEK ... 136

7.1. Permasalahan Proyek ... 136

7.1.1 Faktor Cuaca ... 136

7.1.2 Kerusakan Alat Kerja ... 137

7.1.3 Keterlambatan Pengadaan Bahan Konstruksi ( Beton Ready mix ) ... 138

7.1.4 Tidak Sempurnanya Hasil Pekerjaan ... 138

7.1.5 Kurangnya Jumlah Pekerja Di Lapangan ... 140

7.1.6 Faktor K3L ... 140

7.2. Solusi Permasalahan ... 141

7.2.1 Faktor Cuaca ... 141

7.2.2 Kerusakan Alat Kerja ... 141

7.2.3 Keterlambatan Pengadaan Bahan Konstruksi Khususnya Beton Ready mix ... 141

7.2.4 Hasil Pekerjaan Tidak Sempurna ... 141

7.2.5 Kurangnya Jumlah Pekerja di Lapangan ... 142

7.2.6 Faktor K3L ... 142

(9)

vii

8.1. Kesimpulan ... 143 8.2. Saran ... 144

(10)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Desain Kolom Tower 1 ... 36 Tabel 3.2 Desain Shear Wall Tower 1 ... 43 Tabel 3.3 Ukuran Desain Balok Tower 1 ... 46

(11)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Lokasi Proyek ... 1

Gambar 1.2 Site Plan Proyek ... 5

Gambar 1.3 Tampak Perspektif Tower 3, 2, & 1 (dari kiri ke kanan) ... 6

Gambar 2.1 Skema Hubungan Kerja Proyek Apartemen Menteng Park ... 19

Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. Totalindo Eka Persada Proyek Apartemen Menteng Park... 22

Gambar 3.1 Contoh Detail Penampang Kolom TC1 LT.6 – LT.10 ... 40

Gambar 3.2 Key Plan Kolom Tower 1... 41

Gambar 3.3 Key Plan Kolom Tower 1 Potongan A... 41

Gambar 3.4 Key Plan Shear Wall Tower 1 ... 42

Gambar 3.5 Key Plan Shear Wall Tower 1 Potongan A ... 43

Gambar 3.6 Pembesian Balok LT.5 Tower 1 Arah X ... 47

Gambar 3.7 Pembesian Balok LT.5 Tower 1 Arah X Potongan A ... 47

Gambar 3.8 Detail Pembesian Pelat Lantai Tipikal Lt. 6 – 32 ... 48

Gambar 3.9 Denah Pembesian Pelat Lantai Tipikal Lt. 6 – 32 ... 49

Gambar 3.10 Denah Pembesian Pelat Lantai Tipikal Lt. 6 – 32 Pot. A... 49

Gambar 3.11 Contoh Denah Lt. 7 - 31 ... 50

Gambar 3.12 Potongan Tangga Tower 1 ... 51

Gambar 3.13 Prinsip Pembesian Tangga t = 120 mm ... 52

Gambar 3.14 Prinsip Pembesian Tangga t = 140 mm ... 52

Gambar 4.1 Posisi Tower Crane 5 & 6 Penampang Memanjang ... 56

Gambar 4.2 Posisi Tower Crane 5 (1) & 6 (2) Penampang Melintang ... 57

Gambar 4.3 Skema Bagian Tower Crane ... 58

Gambar 4.4 Denah Penempatan Tower Crane 5 & 6 ... 59

Gambar 4.5 Denah Penempatan TC 5 & 6 Potongan A ... 60

Gambar 4.6 Tower Crane di Lokasi Proyek ... 60

Gambar 4.7 Spesifikasi Tower Crane ... 61

(12)

x

Gambar 4.9 Kabin Passenger Hoist ... 62

Gambar 4.10 Concrete mixer truck PT. Holcim Indonesia Tbk ... 63

Gambar 4.11 Concrete mixer truck PT. Merak Jaya Beton ... 63

Gambar 4.12 Pompa Beton Kodok ... 64

Gambar 4.13 Concrete bucket dan Pipa Tremie ... 64

Gambar 4.14 Bar bender ... 65

Gambar 4.15 Tulangan dipotong dengan Bar cutter Manual ... 66

Gambar 4.16 Tulangan dipotong dengan Bar cutter Tenaga Listrik ... 66

Gambar 4.17 Cutting wheel machine ... 67

Gambar 4.18 Gergaji Mesin ... 67

Gambar 4.19 Trowel ... 68

Gambar 4.20 Gerinda ... 68

Gambar 4.21 Air compressor ... 69

Gambar 4.22 Concrete vibrator ... 69

Gambar 4.23 Demolition hammer... 70

Gambar 4.24 Skema Perancah Four-way ... 71

Gambar 4.25 Perancah Four-way di Proyek ... 72

Gambar 4.26 Skema Aluma Table Form ... 72

Gambar 4.27 Aluma Table Form dalam proyek ... 73

Gambar 4.28 Waterpass ... 73

Gambar 4.29 Theodolite... 74

Gambar 4.30 Plumb Laser... 75

Gambar 4.31 Alat - Alat Survey ... 75

Gambar 4.32 Alat Las ... 76

Gambar 4.33 Baja Tulangan ... 78

Gambar 4.34 Semen Grouting... 79

Gambar 4.35 Kawat Bendrat ... 80

Gambar 4.36 Multiplex ... 80

Gambar 4.37 Beton Decking ... 81

Gambar 4.38 Penggunaan Baja Hollow ... 81

(13)

xi

Gambar 4.40 Calbond ... 82

Gambar 4.41 Kawat Ayam (Stop Cor) ... 83

Gambar 4.42 Ultrachem Cure Wb ... 83

Gambar 4.43 Posisi Air Kerja di Proyek ... 84

Gambar 4.44 Listrik Kerja ... 84

Gambar 4.45 Site Management ... 85

Gambar 5.1 Proses Perakitan Tulangan Shear wall ... 89

Gambar 5.2 Pemasangan Kerangka Tulangan Shear wall ... 89

Gambar 5.3 Sepatu Kolom dan Shear wall ... 90

Gambar 5.4 Skema Bekisting Kolom dan Shear wall ... 91

Gambar 5.5 Pemasangan Bekisting Shear wall (SW2) ... 92

Gambar 5.6 Pengecekan Verticality Bekisting Kolom dan Shear wall ... 92

Gambar 5.7 Concrete bucket dan Pipa Tremie ... 93

Gambar 5.8 Sampel Benda Uji... 94

Gambar 5.9 Penuangan Beton Ready mix ke Concrete bucket ... 95

Gambar 5.10 Pengangkatan Concrete bucket menggunakan Tower Crane ... 95

Gambar 5.11 Pembongkaran Bekisting Kolom ... 97

Gambar 5.12 Perawatan Beton ... 98

Gambar 5.13 Perancah Four-Ways ... 100

Gambar 5.14 Perakitan Kerangka Utama... 100

Gambar 5.15 Pemasangan Penyangga ... 101

Gambar 5.16 Pemasangan Pengaku Bekisting Balok ... 101

Gambar 5.17 Pemasangan Pengaku Bekisting Pelat ... 102

Gambar 5.18 Pemasangan Multiplex ... 102

Gambar 5.19 Lubang sebagai Tempat Mengikat ... 103

Gambar 5.20 Pengangkatan Aluma Flying Table ... 103

Gambar 5.21 Pengangkatan & Penempatan ... 104

Gambar 5.22 Memulai Pelepasan Screwjack ... 105

Gambar 5.23 Penempatan Alat Penurun ... 105

Gambar 5.24 Aluma Table Form Diturunkan ... 106

(14)

xii

Gambar 5.26 Mengeluarkan Aluma Table Form ... 107

Gambar 5.27 Pemberian Tanda untuk Tempat Aluma Table Form ... 107

Gambar 5.28 Tampak dari Bawah Pengangkatan Aluma Flying Table... 107

Gambar 5.29 Menurunkan Staff & Memasang Screwjack ... 108

Gambar 5.30 Bekisting Balok ... 109

Gambar 5.31 Pemasangan Bekisting Pelat Lantai ... 109

Gambar 5.32 Pemasangan Tulangan Balok ... 110

Gambar 5.33 Pemasangan Tulangan Pelat Lantai... 111

Gambar 5.34 Pengecoran Balok dan Pelat Lantai ... 113

Gambar 5.35 Pemadatan Beton Menggunakan Vibrator ... 113

Gambar 5.36 Perataan Permukaan Beton Menggunakan Kayu ... 114

Gambar 5.37 Pengecekan Elevasi Pelat Lantai ... 115

Gambar 5.38 Penulangan Tangga ... 117

Gambar 5.39 Marking Bekisting Anak Tangga ... 118

Gambar 5.40 Bekisting Tangga ... 118

Gambar 5.41 Hasil Pengecoran Tangga ... 119

Gambar 6.1 Non Conformance Report (NCR) Tower 1 ... 122

Gambar 6.2 Sampel Benda Uji Kuat Tekan Beton ... 128

Gambar 6.3 Penyimpanan Semen di Gudang Penyimpanan ... 129

Gambar 6.4 Peringatan Area Wajib APD ... 133

Gambar 6.5 Slogan K3 ... 134

Gambar 6.6 Jaring Pengaman pada Tepi Lantai ... 134

Gambar 7.1 Jadwal Pengecoran Pelat & Balok Diundur karena Bekisting Tergenang Air Hujan ... 137

Gambar 7.2 Concrete pump Mengalami Kerusakan pada saat Diperlukan Pengecoran Pelat Lantai ... 138

Gambar 7.3 Elevasi Kolom TC6 Kurang ke Bawah ... 139

Gambar 7.4 Terjadi Pembengkakan Bagian Bawah Kolom ... 139

(15)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Kota Jakarta adalah ibukota Negara Indonesia yang merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian. Banyaknya penduduk serta pendatang di Kota Jakarta perlu diimbangi dengan ketersediaan lahan untuk tempat tinggal, namun saat ini sudah sangat sulit untuk mendapatkan lahan tempat tinggal di Jakarta. Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini sudah banyak pengembang bisnis properti yang menyediakan lahan tempat tinggal berupa hunian rumah sewa, hunian vertikal tingkat tinggi berupa rumah susun, hotel, atau apartemen.

Masyarakat Jakarta dengan mobilitas yang sangat tinggi memerlukan hunian yang selain aman dan nyaman untuk ditinggali serta aksesibilitasnya tinggi, sehingga dapat mengurangi waktu tempuh di jalan. Salah satu bentuk bisnis properti dan hunian berupa apartemen yang sedang dibangun ialah Apartemen Menteng Park yang terletak di jalan Cikini Raya No.79 RT.1/RW.2, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Apartemen Menteng Park terletak di "Pusat"-nya Jakarta bersebelahan dengan Taman Ismail Marzuki.

1.2. Lokasi Proyek

(16)

2

Apartemen Menteng Park berada di jalan Cikini Raya No.79 RT.1 / RW.2, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Utara = Gedung Seni IKJ Sebelah Selatan = Hotel Sofyan

Sebelah Barat = Hotel Ibis, Kenduri Cinta TIM Sebelah Timur = RS PGI Cikini

1.3. Data Proyek

1.3.1 Data – Data Umum

a. Nama Proyek : Apartemen Menteng Park

b. Lokasi Proyek : Jalan Cikini Raya No.79 c. Pemilik Proyek : PT. Cempaka Wenang Jaya d. Konsultan Arsitek : PT. Airmas Asri

e. Konsultan Perencana Str. : PT. Haerte (HRT) Widya Kons. f. Konsultan MEP : PT. Arnan Pratama Consultants g. Kontraktor Pelaksana Str. : PT. Totalindo Eka Persada

h. Jenis Kontrak Pekj. Str. Atas : Reasurement and Fixed Unit Price Jenis Kontrak Reasurement and Fixed Unit Price adalah jenis kontrak kerja dengan perhitungan biaya proyek berdasarkan volume pekerjaan pada gambar pelaksanaan (For Constructional Drawing) dengan harga satuan setiap pekerjaan (Unit Price) yang tetap.

i. Nilai Kontrak : Rp 310.000.000,00 (Termasuk PPN 10% , PPh , dan jasa kontraktor)

j. Sumber Dana : Pemilik Proyek

k. Waktu Pelaksanaan : 48 bulan (2014 s/d 2018)

1.3.2 Data Teknis Bangunan

a. Jenis Bangunan : Apartemen ( tiga) Tower,

(17)

3 o Basemen dan Podium

1. Lantai Basemen : 4943,12 m2

o Tower Apartemen

(18)

4

c. Peruntukan Bangunan : Sebagai hunian bagi masyarakat d. Luas Lahan

o Broadband Internet

o Cafe

o Gymnasium

o Jacuzzi

o Mini Mart

o Multi-function Room

o Parking Lot

o Security

o Spa

o Swimming Pool

(19)

5

1.4. Site Plan

Gambar 1.2 Site Plan Proyek

Sumber : DED Struktur Proyek Apartment Menteng Park TOWER 3

TOWER 2

(20)

6

Gambar 1.3 Tampak Perspektif Tower 3, 2, & 1 (dari kiri ke kanan) Sumber : www.booking.com

1.5. Fasilitas Pelengkap

Terdapat banyak fasilitas pelengkap yang menjadi pendukung selama proyek berlangsung. Fasilitas - fasilitas tersebut adalah sebagai berikut:

1.5.1 Kantor dan gudang

Kantor adalah balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan (perusahaan); tempat bekerja. Kantor mempunyai beberapa fungsi di antaranya, yaitu menerima informasi, merekam informasi, mengatur informasi, memberi informasi dan melindungi aset/harta.

Sedangkan gudang yaitu Tempat penyimpanan dan bagian dari logistik dalam suatu aktivitas kegiatan perusahaan. Fungsi gudang yaitu menampung semua bahan yang menjadi keperluan dalam suatu perusahaan tersebut. Kantor dan gudang terdiri dari:

a. Kantor

b. Ruang rapat direksi c. Ruang Pelaksana d. Ruang K3

(21)

7 f. Gudang bahan

j. Gudang mekanikal dan elektrikal k. Pos penjaga

1.5.2 Tempat stok mekanikal

Tempat stok mekanikal terdiri dari: a. Stok material dan elektrikal b. Stok baja untuk tulangan c. Stok material bekisting d. Stok semen untuk plesteran

1.6. Fasilitas lainnya

Yang dimaksud dari fasilitas lainya terdiri dari:

a. Mushola

Mushola yaitu tempat atau rumah kecil menyerupai masjid yang digunakan sebagai tempat mengaji dan salat bagi umat Islam. Musala juga sering disebut dengan surau atau langgar.

b. Barak Pekerja

Barak pekerja berfungsi untuk tempat beristirahatnya para pekerja setelah seharian bekerja.

c. Toilet

(22)

8

1.7. Ruang Lingkup

1.7.1 Ruang Lingkup Proyek

Tahapan pembangunan proyek bukan merupakan kegiatan yang instan, melainkan kegiatan yang harus melalui proses yang panjang dan di dalamnya banyak masalah yang harus diselesaikan. Tahapan pembangunan proyek terdiri dari:

1. Pekerjaan Persiapan

2. Pekerjaan Tanah: Pekerjaan galian dan urugan 3. Pekerjaan Struktur

a. Pekerjaan boredpile b. Pekerjaan Raft Foundation

d. Pekerjaan Shearwall dan Corewall

e. Pekerjaan Kolom, Balok, Pelat, dan Tangga

4. Pekerjaan Perbaikan Beton Area Parkir, Kolom dan Shearwall 5. Pekerjaan BWIC dan Biaya Koordinasi

1.7.2 Ruang Lingkup Kerja Praktek

Lingkup kerja praktek tidak mencakup semua pekerjaan struktur atas. Pengamatan dilakukan selama kerja praktek yang berlangsung selama 60 hari kerja dimulai dari 1 Maret 2017 hingga 15 Mei 2017, meliputi: a. Pekerjaan Struktur Atas

Tower 1 lantai 5 - 12

Pekerjaan struktur atas yang diamati: 1. Pekerjaan Kolom dan Shearwall 2. Pekerjaan Balok dan Pelat Lantai 3. Pekerjaan Tangga

b. Pengadaan Material dan peralatan kerja c. Kontrol Mutu Material

d. Kontrol Pembesian (Balok, Pelat Lantai, Tangga, Kolom dan Shearwall). e. Metode Pelaksanaan Konstruksi

(23)

9

1.8. Tahapan Pelaksanaan Kerja Praktek

Dalam pelaksanaan kerja praktek, metodologi yang akan dipergunakan adalah sebagai berikut:

1.8.1 Tahap Persiapan

Mengkaji dokumen perencanaan, yang meliputi gambar DED (Detailed Engineering Design) dan Schedule (Timeline Proyek).

1.8.2 Tahap Pelaksanaan

Melaksanakan kerja praktek dan mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dalam Laporan Kerja Praktek. Adapun pengumpulan data dapat dibedakan menjadi:

a. Pengumpulan Data Primer

Pengumpulan data primer dilakukan di dalam lokasi proyek dengan melakukan pengamatan langsung atas kinerja unit dan wawancara dengan pihak terkait.

1) Observasi

Yaitu pengamatan yang dilakukan secara langsung di lapangan. Data tersebut dapat menunjang pemahaman tentang data tertulis proyek, dan dapat diperoleh pula hal-hal yang tidak terdapat dalam teori karena kondisi lapangan yang ada memerlukan strategi yang dapat memudahkan dan menunjang kelancaran pekerjaan. Di samping itu, di lapangan akan terjadi hal-hal praktis untuk mengatasi masalah-masalah yang akan terjadi dalam pelaksanaan proyek. Kegiatan pengamatan di lokasi dilakukan selama 60 hari.

2) Wawancara / Interview dengan Pihak Terkait

(24)

10

b. Pengumpulan Data Sekunder

Data sekunder dikumpulkan dari dokumen-dokumen dan referensi-referensi yang ada. Dokumen yang diperoleh dari sumber atau pihak terkait.

1) Gambar Kerja dan Data Tertulis

Merupakan data yang berisi tentang keterangan teknis proyek, di mana dari data ini dapat diketahui rencana pembangunan suatu konstruksi dan dapat pula digunakan untuk menyusun langkah-langkah dari suatu pekerjaan di proyek tersebut. Dari data ini dapat diketahui hal-hal yang sesuai dengan rencana maupun yang tidak sesuai dengan rencana awal.

2) Kepustakaan / Study Literature

Dengan cara mencari dari sumber-sumber kepustakaan. Digunakan sebagai pembanding dalam menganalisa hal-hal yang terjadi selama pelaksanaan pembangunan proyek.

1.9. Sistematika Penyusunan Laporan

Laporan kerja praktek akan disusun dalam tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir. Bagian awal meliputi halaman judul, lembar pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, dan daftar tabel. Bagian pokok merupakan isi dari laporan kerja praktek yang terdiri dari delapan bab sesuai dengan pedoman pembuatan laporan kerja praktek yang dijabarkan di bawah ini. Sedangkan bagian akhir meliputi daftar pustaka, lampiran-lampiran dan gambar-gambar proyek.

(25)

11

BAB I Pendahuluan

Bab ini berisi uraian umum, latar belakang proyek, maksud dan tujuan pendirian proyek, data proyek, lokasi proyek, ruang lingkup kerja praktek, metode pengumpulan data dan sistematika laporan.

BAB II Manajemen Proyek

Bab ini berisi mengenai manajemen proyek yang berisi tentang unsur-unsur yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek, hubungan antar seluruh sumber daya di dalam proyek, sistem kontrak, sistem manajemen laporan dan pelaksanaan K3.

BAB III Tinjauan Perencanaan

Bab ini antara lain menguraikan tentang tinjauan perencanaan mengenai arsitektur, struktur dan mekanikal elektrikal serta sanitasi namun yang lebih ditekankan pada perencanaan struktur dan perencanaan pembebanan. Yang utama memberikan penilaian dan evaluasi terhadap hasil desain struktur.

BAB IV Bahan, Peralatan, dan Tenaga Kerja

Bab ini berisi tentang uraian peralatan kerja, bahan-bahan konstruksi, dan tenaga kerja. System pengadaan bahan, alat dan tenaga kerja. Syarat-syarat kondisi material yang sesuai dengan ketentuan serta tenaga kerja yang digunakan pada proyek tersebut.

BAB V Pelaksanaan Pekerjaan

Bab ini menguraikan kegiatan pelaksanaan proyek sesuai lingkup pengamatan selama kerja praktek meliputi metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengerjaan proyek.

BAB VI Pengendalian dan Pengawasan Proyek

(26)

12

K3L pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai sasaran tepat mutu, waktu dan biaya ada akhir pelaksanaan proyek.

BAB VII Permasalahan dan Pemecahannya

Bab ini membahas tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek yang terjadi selama pelaksanaan kerja praktek. Selain itu, bab ini juga membahas bagaimana penyelesaian yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

BAB VIII Penutup

(27)

13

BAB 2

MANAJEMEN PROYEK

2.1. Tinjauan Umum

Manajemen proyek dapat diartikan sebagai suatu rangkaian kegiatan dalam proyek pembangunan diawali dalam proses perencanaan, pengaturan, kepemimpinan, dan pengendalian segala unsur-unsur yang terdapat pada proyek tersebut, sehingga dapat mencapai target yang direncanakan. Unsur-unsur yang dikelola dalam proyek meliputi:

a. Money (uang dan material)

b. Man (tenaga kerja lapangan dan tenaga ahli) c. Machine (peralatan yang digunakan)

d. Method (metode kerja yang dilakukan pada proyek)

e. Marketing (pemasaran hasil jadi proyek baik sebelum, selama, maupun

setelah kegiatan konstruksi)

Fungsi dari manajemen proyek adalah untuk mengontrol segala kegiatan yang dilakukan di proyek demi mencapai target dan tujuan yang telah direncanakan, yakni berupa:

a. Tepat waktu b. Tepat kualitas c. Tepat kuantitas d. Tepat biaya e. Tepat guna

(28)

14

2.2. Unsur –Unsur Pengelola Proyek

2.2.1 Pemilik Proyek (Owner)

Pemilik proyek atau Owner adalah orang atau instansi/badan hukum baik swasta maupun instansi pemerintah yang memiliki gagasan dalam pendirian suatu bangunan serta menanggung biaya pembangunannya. Dalam proyek pembangunan Apartemen Menteng Park ini yang bertindak sebagai Owner ialah PT. Cempaka Wenang Jaya. Hak Owner meliputi:

a. Berhak dalam melakukan penunjukan unsur-unsur pengelola proyek lain seperti konsultan dan kontraktor.

b. Memberikan keputusan dan instruksi yang berkaitan erat dengan perubahan pekerjaan, waktu, dan biaya.

c. Menerima atau menolak perubahan-perubahan dalam rencana proyek maupun saat pelaksanaan konstruksi.

d. Berhak memberikan rancangan atau ide mengenai desain yang akan dibuat oleh konsultan perencana.

e. Berwenang memberi instruksi kepada konsultan maupun kontraktor baik secara langsung maupun tertulis.

f. Berhak mengetahui progres kegiatan konstruksi dari kontraktor.

g. Berhak memberikan sanksi terhadap unsur-unsur pengelola proyek yang tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya berdasar kontrak yang telah dibuat.

Kewajiban Owner meliputi:

a. Menyiapkan lahan tempat akan dibangunnya proyek dan pendanaan proyek.

b. Menandatangani surat perintah kerja dan surat perjanjian kontraktor. c. Mengurus dan menyelesaikan izin dan syarat-syarat yang harus dipenuhi

(29)

15

d. Membantu kontraktor dalam menyelesaikan konflik dengan warga sekitar maupun instansi lain (ormas, warga, instansi pemerintah, dan lain-lain) selama kegiatan konstruksi.

e. Mengawasi dan memonitor pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor dan mengadakan rapat rutin mingguan yang ditujukan untuk berkoordinasi bersama dengan konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana.

2.2.2 Konsultan Perencana

Konsultan perencana adalah orang atau badan hukum yang bertugas dalam kegiatan perencanaan desain bangunan berdasar ide yang diberikan oleh pemilik proyek yang sebelumnya telah disesuaikan dengan keadaan lapangan.

Konsultan perencana dalam proyek pembangunan Apartemen Menteng Park terdiri dari:

1. Konsultan Perencana Arsitektur

Konsultan perencana arsitektur adalah orang atau instansi yang bertugas dalam perencanaan arsitektur bangunan. Konsultan perencana arsitektur yang ditunjuk oleh PT. Cempaka Wenang Jaya ialah PT. Airmas Asri. Hak konsultan perencana arsitektur:

a. Menerima pembayaran atas pekerjaan perencanaan aspek arsitektur sesuai kesepakatan dengan pihak Owner.

b. Mempertimbangkan segala usul yang diberikan oleh Owner selaku pemberi tugas, manajer konstruksi, maupun kontraktor mengenai masalah desain konstruksi.

Kewajiban konsultan perencana arsitektur:

a. Membuat gambar / desain dan dimensi bangunan secara lengkap dengan detail fasilitas yang ada serta penempatannya.

(30)

16

c. Membuat gambar perencanaan arsitektur yang meliputi gambar rencana, Detail Engineering Design (DED), dan gambar 3D bangunan.

d. Bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil perencanaannya.

e. Menyediakan dokumen perencanaan arsitektur untuk kepentingan perizinan kepada Tim Penasihat Arsitektur Kota (TPAK).

2. Konsultan Perencana Struktur

Konsultan perencana struktur adalah orang maupun instansi yang dipercaya dalam kegiatan perencanaan struktur. Dalam proyek pembangunan Apartemen Menteng Park, PT. Cempaka Wenang Jaya menunjuk PT. Haerte (HRT) Widya Kons. sebagai konsultan perencana struktur. Hak konsultan perencana struktur:

a. Menerima pembayaran atas pekerjaan perencanaan aspek struktur sesuai kesepakatan dengan pihak Owner.

b. Mempertimbangkan segala usul yang diberikan oleh Owner selaku pemberi tugas, manajer konstruksi, maupun kontraktor mengenai masalah desain konstruksi.

Kewajiban konsultan perencana struktur:

a. Menentukan model struktur dan letak elemen-elemen struktur gedung. b. Membuat kriteria desain struktur bangunan.

c. Mendesain bangunan sesuai dengan prosedur tata cara dan peraturan yang berlaku.

d. Melaksanakan perhitungan struktur dan gambar pelaksanaan.

e. Membuat gambar perencanaan meliputi gambar perencanaan umum dan Detail Engineering Design (DED) struktur bangunan.

f. Menentukan spesifikasi dan mutu bahan bangunan untuk pekerjaan struktur dalam bentuk Rencana Kerja dan Syarat (RKS).

g. Menyediakan dokumen perencanaan untuk kepentingan perizinan kepada Tim Penasihat Konstruksi Bangunan (TPKB).

(31)

17

3. Konsultan Perencana Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP)

Konsultan perencana MEP ialah orang atau instansi yang bertugas dalam perencanaan desain MEP. Dalam proyek pembangunan Apartemen Menteng Park, PT. Cempaka Wenang Jaya menunjuk PT. Arnan Pratama Consultants sebagai konsultan perencana MEP. Hak konsultan perencana MEP:

a. Menerima pembayaran atas pekerjaan perencanaan aspek MEP sesuai kesepakatan dengan pihak Owner.

b. Mempertimbangkan segala usul yang diberikan oleh Owner selaku pemberi tugas, manajer konstruksi, maupun kontraktor mengenai masalah desain mekanikal, elektrikal, dan plumbing.

Kewajiban konsultan perencana MEP:

a. Merencanakan semua desain instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing.

b. Membuat gambar perencanaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing berupa perencanaan umum serta Detail Engineering Design (DED). c. Menentukan spesifikasi material dan peralatan yang digunakan dalam

pekerjaan MEP.

d. Bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil desain perencanaan MEP.

2.2.3 Konsultan Pengawas dan Manajemen Konstruksi

Konsultan pengawas ialah orang atau instansi yang bertugas dalam pengawasan kegiatan konstruksi yang dilaksanakan oleh kontraktor serta dalam kegiatan pengawasan waktu dan biaya konstruksi. Dalam proyek pembangunan Apartemen Menteng Park, pihak owner PT. Cempaka Wenang Jaya merangkap sekaligus sebagai konsultan pengawas dan manajemen konstruksi.

2.2.4 Kontraktor Pelaksana

(32)

18

dengan desain yang telah direncanakan, persyaratan yang ada serta dari harga kontrak yang diberikan. Dalam proyek pembangunan struktur atas Apartemen Menteng Park, kontraktor yang ditunjuk yaitu PT. Totalindo Eka Persada. Kontraktor pelaksana bertugas dalam kegiatan pelaksanaan konstruksi struktur atas dengan lingkup pekerjaan balok, pelat lantai, kolam renang, retaining wall, kolom, shear wall, tangga, dan ramp.

Proses pemilihan kontraktor melalui mekanisme penunjukan langsung dikarenakan adanya hubungan pribadi yang kuat antara pemilik proyek dengan pihak Project Manager tim Owner yang merupakan karyawan dari PT. Totalindo Eka Persada. Pemilihan kontraktor pada proyek swasta tidak ada persyaratan khusus, berbeda dengan proyek pemerintah yang memerlukan beberapa syarat dan kondisi tertentu.

Dalam pelaksanaan konstruksi proyek, kontraktor mengacu pada gambar desain yang telah direncanakan oleh konsultan perencana struktur dikombinasikan dengan gambar desain arsitektur serta MEP. Jika terdapat gambar yang kurang jelas atau tidak sesuai dengan kondisi lapangan maka dilakukan koordinasi dengan pihak Owner, konsultan perencana, dan konsultan pengawas melalui rapat mingguan. Hak Kontraktor meliputi: a. Menerima pembayaran atas pekerjaan sesuai dengan kesepakatan

bersama pihak owner.

b. Berkonsultasi dengan konsultan perencana atau dengan tim teknis owner mengenai hal-hal yang kurang jelas berkaitan dengan gambar desain. Kewajiban Kontraktor meliputi:

a. Menyediakan tenaga kerja, tenaga ahli, bahan serta peralatan yang akan digunakan selama kegiatan konstruksi.

b. Membuat Shop Drawing yang nantinya digunakan sebagai patokan pengerjaan konstruksi di lapangan.

c. Membuat As Built Drawing yakni gambar yang aktual pelaksanaan di lapangan.

(33)

19

e. Membuat rencana kerja, jadwal pelaksanaan pekerjaan serta metode pelaksanaan sehingga dapat mengurangi kemungkinan keterlambatan kerja yang disebabkan karena kesalahan-kesalahan teknis pelaksanaan kerja.

f. Menjamin keamanan dan ketertiban di lingkungan proyek sehingga dapat memberi perlindungan bagi tenaga kerja serta menjaga kebersihan lingkungan.

g. Melaporkan progres pekerjaan yang dituangkan dalam bentuk laporan pekerjaan harian, mingguan, serta bulanan kepada konsultan pengawas serta owner.

2.3. Hubungan Kerja Pengelola Proyek

Hubungan kerja unsur-unsur pengelola proyek dijelaskan pada gambar berikut.

Gambar 2.1 Skema Hubungan Kerja Proyek Apartemen Menteng Park Sumber : Dokumen Proyek Apartment Menteng Park

Dari skema hubungan kerja dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Hubungan antara Pemilik Proyek dengan Konsultan Perencana

- Ada ikatan kontrak kerja.

Garis Perintah Garis koordinasi Owner

PT. Cempaka Wenang Jaya

Kontraktor PT. Totalindo Eka Persada Konsultan Pengawas

PT. Cempaka Wenang Jaya

(34)

20

- Konsultan perencana bertanggung jawab kepada pemilik proyek atas desain yang telah dibuat.

b. Hubungan antara Pemilik Proyek dengan Konsultan Pengawas

- Ada ikatan kontrak kerja.

- Konsultan pengawas bertanggung jawab kepada pemilik proyek dalam konteks pengawasan kegiatan di lapangan.

c. Hubungan antara Pemilik Proyek dengan Kontraktor

- Ada ikatan kerja.

- Kontraktor bertanggung jawab kepada pemilik proyek dalam rangka proses konstruksi bangunan sesuai kesepakatan yang ada.

d. Hubungan antara Kontraktor dengan Konsultan Perencana

- Ada ikatan aturan pelaksanaan proyek berupa gambar desain dan spesifikasi yang telah direncanakan.

- Kontraktor berkoordinasi dengan konsultan perencana jika terdapat hal-hal yang kurang jelas pada gambar desain atau jika terdapat permasalahan antara kondisi di lapangan dengan desain yang telah dibuat, yang memungkinkan adanya perubahan desain.

e. Hubungan antara Kontraktor dengan Konsultan Pengawas

- Ada ikatan aturan pelaksanaan proyek di mana setiap kegiatan kontraktor yang bersifat konstruktif harus mendapat izin terlebih dahulu oleh konsultan pengawas.

f. Hubungan antara Konsultan Perencana dengan Konsultan

Pengawas

- Konsultan pengawas berkoordinasi dengan konsultan perencana mengenai gambar dan spesifikasi yang telah direncanakan.

(35)

21

2.4. Struktur Organisasi Pengelola Proyek

Pelaksanaan proyek memerlukan koordinasi yang baik serta terstruktur, sehingga dapat mengurangi kemungkinan kesalahan komunikasi yang dapat mengakibatkan kesalahan-kesalahan dalam kegiatan konstruksi yang dapat menyebabkan tidak tercapainya target yang sudah direncanakan. Semua pihak-pihak yang terlibat dalam proses konstruksi bekerja dalam timnya masing-masing, di mana diperlukan suatu struktur organisasi sehingga garis kerja setiap pihak yang terlibat menjadi jelas. Keuntungan adanya struktur organisasi yang jelas antara lain:

a. Tugas dan wewenang setiap pihak yang terlibat menjadi jelas sesuai dengan posisi dan keahlian masing-masing sehingga koordinasi antar pihak menjadi jelas.

b. Pekerjaan dapat dilaksanakan dengan matang dan tidak tumpang tindih. c. Meningkatkan pendayagunaan dana, fasilitas, waktu, serta kemampuan

(36)

22 Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. Totalindo Eka Persada Proyek Apartemen Menteng Park Sumber : Dokumen Informasi & Direktori Proyek Apartment Menteng Park

`

Jakarta, 02 September 2015 PT. Totalindo Eka Persada Dibuat oleh :

/ QUALITY CONTROL MANAGER

SAFETY MANAGER

CHIEF SECURITY STAFF GA ACCOUNTANT /

CASHIER CHIEF WAREHOUSE

STAFF SECURITY GA

ADMINISTRATION ADMIN CASHIER 3. NURUL KHIKMAH H. 2. SUWASANA 1. GUNAWAN

2. ERNI WIJAYANTI ST

SPV BESI

DEPUTY PROJECT MANAGER

CONSTRUCTION MANAGER

MACHSUN Ir. HENGKY DEKRIANTO

COST CONTROL/QS

MNGR ENGGINER MANAGER COORDINATOR MEP

PROJECT ADMINISTRATION

ASST.ENGGINERING MANAGER QUANTITY SURVEY

CITRA ARNES.SE GUNAWARMAN. Amd DARMAWAN. ST Ir. ENDANG MULYADI MASHUDI

SITE MANAGER

FITER LEO J S SH MARTIN TOBING JAYA SILALAHI

CHIEF TEMPORARY MECHANIC

CHIEF SUPERVISOR TOWER. 3

MARULI SIANTURI GUNTORO SARAH AISHA. ST

1. ARIS MUNANDAR 1. OKY WIDIYANTO

1. PRATIKA RIRIS, ST

SCHEDULE &

1. MEKI SYAFERLY, ST

DRIVER 1. MUKTI ALI SPV BEKISTING

TEMPORARY MECHANIC

SURVEYOR QUALITY ASSURANCE / QUALITY CONTROL

TOWER 3

2. SUNARDI 2. NOR SALIM

2. TONO KARSONO

3. SISWARA SANDI 4. DARMAN

CHIEF DRAFTER STR& ARCH

4. ACHMAD ZAKY O

9. FERDIAN HIDAYAT

2. SHAH RYANSYAH A 1. PARMAN

SPV BESI 2. HERU TARWANTO B

TOWER 2 & 1

3. SUTAN SYAHRUL Y.

(37)

23

a. Project Manager (PM)

Project Manager (PM) bertugas dalam memimpin proyek.

Seorang Project Manager harus memiliki kemampuan untuk mengatur dan mengkoordir semua bawahannya. Project Manager harus mengetahui setiap kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan di proyek sehingga proyek dapat berjalan dengan lancar. Tugas Project Manager adalah:

- Merencanakan, menyusun, dan membuat struktur organisasi proyek sesuai dengan kebutuhan proyek.

- Memimpin pelaksanaan kegiatan di proyek dengan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai target yang telah direncanakan.

- Menghadiri rapat-rapat koordinasi lapangan.

- Memastikan pelaksanaan konstruksi di lapangan berjalan sesuai yang direncanakan.

- Bertanggung jawab atas segala pekerjaan yang dilakukan di lapangan.

- Mengambil tindakan dan memberi penyelesaian permasalahan yang ada di proyek.

Wewenang Project Manager adalah:

- Pemimpin tertinggi dalam tim pelaksana proyek yang berhak mewakili perusahaan untuk kepentingan proyek.

- Menetapkan kebijakan-kebijakan yang diperlukan demi kelancaran proyek.

b. Site Manager (SM)

Site Manager ialah orang yang bertanggung jawab bidang teknis

dan pengendalian operasional di lapangan. Tugas dan tanggung jawab Site Manager adalah:

- Membuat perencanaan operasional yang meliputi Quality Plan, Site installation, metode pelaksanaan kerja di lapangan, dan Scheduling.

(38)

24

- Menghadiri rapat koordinasi baik dengan direksi maupun dengan konsultan.

- Melaksanakan pengawasan terhadap mutu material, biaya, waktu, pelaksanaan safety control, progres fisik bangunan, pendatangan material, serta jadwal pendatangan dan maintenance alat.

Wewenang Site Manager adalah:

- Berhubungan langsung dengan perencana atau konsultan mengenai pemecahan masalah teknis.

- Menentukan jumlah dan jenis material konstruksi.

- Memberi izin atau keluar masuknya pelaksana struktur atau pekerja.

- Mengusulkan perubahan material yang setara dengan spesifikasi awal.

c. Quality Control (QC)

Tugas Quality Control (QC) adalah:

- Menyusun program kegiatan pengawasan mutu pekerjaan di lapangan.

- Memonitor pekerjaan di lapangan agar sesuai dengan gambar desain.

- Melakukan pengecekan mutu material konstruksi agar memenuhi spesifikasi mutu yang direncanakan.

- Membuat daftar kesalahan pekerjaan di lapangan dalam bentuk Non Conformance Report (NCR), yang kemudian diserahkan kepada Site

Manager untuk selanjutnya dijadikan dasar dalam kegiatan repair

lapangan.

d. Pelaksana Struktur

Tugas Pelaksana Struktur adalah:

- Menyelenggarakan dukungan teknis pada pelaksanaan kegiatan proyek sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien.

- Menyelenggarakan kegiatan scheduling dari setiap tahapan pelaksanaan proyek.

(39)

25

- Mengendalikan mutu proyek dan melaksanakan evaluasi pekerjaan

- Melaksanakan pembinaan bawahan yang menjadi tanggung jawabnya.

e. Safety Officer

Tugas Safety Officer adalah:

- Melaksanakan pengawasan kegiatan K3L kepada setiap pekerja yang berada di lingkungan proyek.

- Melakukan pembinaan dan penyuluhan terhadap pekerja agar menggunakan APD yang telah diberikan.

- Menyelenggarakan Safety Morning setiap hari Selasa dan Jumat pagi, yang bertujuan untuk mengingatkan kepada pekerja mengenai keselamatan kerja.

- Melakukan inspeksi pekerja di lapangan dan memberikan sanksi bagi setiap pekerja yang tidak memakai alat pelindung diri.

- Memberikan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan di lapangan, sebelum di bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat.

- Membantu General Affair saat ada konflik dengan warga sekitar dalam kegiatan konstruksi.

- Melakukan kegiatan pembersihan area konstruksi yang telah selesai dibangun.

- Memasang tanda pengaman atau peringatan di area-area yang berbahaya.

f. Engineering Manager

Engineering Manager adalah orang yang bertanggung jawab

dalam kegiatan yang bersifat teknis, membawahi bagian drafter dan quantity surveyor. Tugas Drafter adalah:

- Membuat Shop Drawing yang digunakan sebagai patokan kegiatan konstruksi di lapangan.

- Membuat As Built Drawing yang merupakan gambar aktual lapangan yang nantinya diberikan kepada pemilik proyek.

(40)

26

g. General Affair

Tugas General Affair adalah:

- Bertugas dalam pengontrolan keluar masuk karyawan atau pengunjung di area proyek.

- Bertugas dalam kegiatan penyelesaian masalah dengan warga sekitar maupun instansi-instansi lain.

- Membawahi bagian kasir, admin, keamanan, dan office boy.

h. Surveyor

Tugas Surveyor adalah:

- Membuat as-as panduan pekerjaan di lapangan berdasar dimensi dan spesifikasi yang ada di Shop Drawing.

- Melaksanakan pengecekan terhadap elevasi dan dimensi dari balok, kolom, pelat lantai, dan elemen lainnya agar sesuai dengan Shop Drawing.

i. Logistik

Tugas logistik adalah:

- Melakukan pengontrolan terhadap bahan material yang keluar masuk gudang penyimpanan yang digunakan dalam kegiatan konstruksi.

- Melakukan pemesanan bahan material kepada supplier.

- Melakukan perawatan terhadap alat-alat yang digunakan di proyek.

j. Mekanik

Tugas Mekanik adalah:

- Menyiapkan listrik kerja yang akan digunakan dalam kegiatan konstruksi.

- Mengontrol kondisi genset dan ketersediaan bahan bakar.

- Melakukan kegiatan pengelasan dan pemompaan air tanah.

(41)

27

2.5. Sistem Pembayaran Kontraktor

2.5.1 Pembayaran Prestasi Kerja Kontraktor

Pembayaran prestasi kerja kontraktor merupakan sistem pembayaran kepada kontraktor atas hasil kerjanya berdasar pada harga satuan (unit price) yang telah disepakati dalam kontrak kerja. Pembayaran dilakukan secara bertahap setiap bulannya sesuai dengan laporan bulanan dan opname pekerjaan yang telah disetujui oleh pemilik proyek, konsultan pengawas dan kontraktor.

2.5.2 Denda Keterlambatan

Waktu pekerjaan konstruksi yang telah disepakati dalam kontrak kerja yakni selama 457 hari kerja terhitung dari 1 Maret 2016 sampai 31 Mei 2017. Jika pihak kontraktor tidak dapat menyelesaikan kegiatan konstruksi sesuai dengan waktu dan perpanjangan yang telah ditetapkan, maha pihak kontraktor akan menerima denda dari pihak Owner. Denda yang dibebankan sebesar 1 permil dari nilai kontrak untuk setiap hari selama keterlambatan dan maksimal sebesar 5 persen dari nilai kontrak. Denda keterlambatan diukur berdasar jumlah hari efektif pekerjaan di luar force majeure atau bencana alam, demo warga sekitar, dan hal-hal lain yang tidak

memungkinkan dilaksanakannya kegiatan konstruksi di lapangan. Pekerjaan dianggap selesai setelah diterbitkannya Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan yang ditanda tangani oleh pihak Owner dan Kontraktor.

2.6. Tenaga Kerja dan Sistem Pembayaran Pekerja

Tenaga kerja yang bekerja di proyek pembangunan Apartemen Menteng Park terbagi menjadi dua jenis yakni:

a. Karyawan Tetap

(42)

28

b. Tenaga Kerja Harian

Tenaga kerja harian dikoordinir oleh mandor yang ada dengan sistem pembayaran dilakukan berdasar jumlah hari bekerja.

2.7. Sistem Koordinasi dan Laporan Prestasi Kerja

2.7.1 Sistem Koordinasi

Sistem koordinasi yang dilakukan dalam pembangunan apartemen Menteng Park terdiri dari dua sistem yakni:

a. Rapat Rutin Mingguan

Rapat rutin mingguan dilaksanakan setiap hari kamis yang dihadiri oleh pihak kontraktor pelaksana yang diwakili oleh Project Manager, Site Manager, Engineering Manager, dan Drafter, selain itu

dihadiri pula oleh pihak Owner, Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana. Hal-hal yang dibicarakan dalam rapat tersebut antara lain:

- Mengevaluasi hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan

- Evaluasi perencanaan pekerjaan selanjutnya

- Mengecek ada tidaknya perubahan desain

- Menjelaskan langkah kerja yang akan dilaksanakan

- Mengevaluasi penjadwalan proyek, terutama saat ada pekerjaan tambah kurang.

b. Rapat Insidental

Rapat ini diadakan apabila terdapat hal-hal yang terjadi di luar rencana sehingga memerlukan koordinasi secara mendadak dalam rapat ini hanya dihadiri oleh Project Manager, Site Manager dan konsultan pengawas. Hasil diskusi disampaikan kepada pihak owner untuk selanjutnya mendapat persetujuan akhir.

2.7.2 Laporan Prestasi Kerja

(43)

29

permohonan pencairan pembayaran kerja kepada pihak owner. Laporan prestasi pekerjaan yang dibuat dalam proyek ini berupa:

a. Laporan Harian

Laporan harian berisi tentang:

- Rincian kegiatan yang dilakukan di lapangan setiap hari

- Jumlah tenaga kerja dan jumlah peralatan kerja yang digunakan

- Permasalahan yang terjadi di lapangan sehingga tidak memungkinkan dilaksanakannya pekerjaan di lapangan.

- Keadaan cuaca yang terjadi di proyek.

- Volume pengecoran setiap hari.

b. Laporan Mingguan

Laporan mingguan berisi tentang:

- Pekerjaan yang dilakukan selama satu minggu berdasar laporan harian.

- Rekap persentase progres dan foto progres pekerjaan dalam satu minggu.

c. Laporan Bulanan

Laporan bulanan berisi tentang:

- Pekerjaan yang dilakukan selama satu bulan berdasar laporan mingguan.

(44)

30

BAB 3

PERENCANAAN PROYEK

3.1. Uraian Umum

Perencanaan proyek merupakan tahap awal pembangunan suatu proyek, yang membutuhkan perencanaan desain yang matang sebelum kegiatan konstruksi dimulai. Untuk mendapatkan hasil desain yang baik dan sesuai peraturan, biasanya kegiatan perencanaan ditangani oleh badan usaha yang berpengalaman serta memiliki reputasi yang baik. Desain rencana dapat dikatakan baik jika data-data yang digunakan benar-benar sesuai dengan keadaan lapangan yang ada sehingga desain dapat direalisasikan di lapangan dan penyimpangan antara desain dengan kondisi lapangan sangat kecil sehingga hasil konstruksinya maksimal. Suatu perencanaan dapat dikatakan baik apabila:

a. Desain konstruksi kuat dan memiliki nilai estetis b. Desain sesuai dengan aturan yang berlaku c. Biaya pelaksanaan efisien dan ekonomis

d. Mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan

e. Perkiraan waktu pelaksanaan yang tepat, sesuai dengan kondisi lapangan f. Mempertimbangkan metode kerja yang nantinya akan dipakai

g. Mempertimbangkan aspek K3L bagi para pekerja dan warga sekitar h. Hasil akhir bangunan dapat digunakan dengan aman dan nyaman

i. Desain perencanaan mempertimbangkan metode pelaksanaan kerja, diusahakan mudah dilaksanakan.

(45)

31

berdasar desain yang ada, guna mencapai target mutu pekerjaan, biaya, dan waktu.

3.2. Tahapan Perencanaan Desain

Untuk menghasilkan desain perencanaan proyek yang baik ada beberapa tahapan perencanaan yang harus dilewati, yakni:

a. Tahap Studi Kelayakan Proyek (Feasibility Study)

Setelah pihak owner memberikan penjelasan mengenai ide dan gagasan mengenai rencana pembangunan proyek, kemudian dilakukan studi kelayakan proyek yakni kegiatan uji kelayakan rencana proyek berkaitan dengan aspek-aspek lain yang mempengaruhi. Menurut Ferna Tiwa dalam Jurnal Sipil Statik Universitas Sam Ratulangi Manado, aspek-aspek tersebut adalah:

1. Aspek Finansial

Aspek finansial merupakan aspek kunci dari suatu usulan proyek, karena jika proyek tersebut tidak memberi keuntungan secara finansial maka proyek tersebut tidak akan dilakukan.

2. Aspek Ekonomi dan Sosial

Aspek ekonomi dan sosial merupakan dampak adanya proyek tersebut yang dapat meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat di sekitar daerah tersebut.

3. Aspek Teknis

Aspek teknis merupakan aspek yang melihat kualitas proyek yang sedang atau sudah dikerjakan dan sudah memenuhi standar kualitas tertentu.

4. Aspek Pasar dan Pemasaran

(46)

32

pasar dapat juga membantu menggambarkan persaingan dan memberikan informasi tentang kebutuhan dan keinginan konsumen.

5. Aspek Hukum

Aspek hukum merupakan aspek yang harus dipenuhi agar suatu proyek sah secara hukum dan layak untuk dikerjakan.

b. Tahap Perencanaan Desain

Setelah proyek lolos uji kelayakan, maka selanjutnya dilakukan proses desain rencana proyek berdasarkan data-data lapangan dan peraturan yang berlaku. Untuk peraturan yang digunakan sebagai dasar perencanaan antara lain:

1. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung. (SNI 03-1726-2012)

2. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. (SNI 03-2847-2013)

3. Petunjuk Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Beton Bertulang untuk Rumah dan Gedung (SKBI-2.3.53.1987)

4. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI) NI-3/1982 5. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3/1956

6. Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung. (SNI 03-1729-2015)

7. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 8. Peraturan Umum Listrik (AVE) NI-6

9. Peraturan Umum Air Minum (AVWI-Drink Water) 10. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-8/1972 11. Peraturan Pengecatan NI-12

12. Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. (SKBI 1-3.55.1987)

(47)

33

15. Peraturan-peraturan lain yang berlaku dan diprasyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia yang belum tercantum di atas dengan mendapat persetujuan wakil pemberi tugas.

Perencanaan desain pada proyek Apartemen Menteng Park meliputi: 1. Perencanaan Arsitektural

2. Perencanaan Struktur

3. Perencanaan Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing

c. Tahap Pembuatan Detail Engineering Design (DED)

Setelah tahap perencanaan desain selesai dilakukan, tahap selanjutnya ialah pembuatan gambar detail atau Detail Engineering Design (DED) oleh pihak konsultan perencana. Gambar detail

merupakan gambar yang menjelaskan secara rinci pekerjaan konstruksi dan tipe serta spesifikasi material yang akan digunakan dalam pelaksanaan proyek.

d. Tahap Penyusunan Rencana Kerja dan Syarat (RKS)

Tahapan selanjutnya yakni penyusunan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) yang menjelaskan mengenai spesifikasi teknis pengerjaan struktur atas proyek. RKS Proyek Apartemen Menteng Park terdiri dari:

1. Peraturan umum dan syarat-syarat umum pelaksanaan konstruksi 2. Uraian khusus dan syarat-syarat khusus pelaksanaan konstruksi 3. Penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan persiapan

4. Penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan bekisting 5. Penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan beton bertulang 6. Penjelasan mengenai metode pelaksanaan konstruksi

e. Tahap Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)

(48)

34

pembangunan proyek dan sebagai pembanding dengan penawaran Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari pihak kontraktor.

3.3. Struktur Pembangunan Proyek

Pada pembangunan proyek Apartemen Menteng Park, pekerjaan yang dilaksanakan meliputi:

a. Pekerjaan persiapan b. Pekerjaan struktur bawah c. Pekerjaan struktur atas d. Pekerjaan MEP

e. Pekerjaan finishing dan arsitek

Pada kegiatan Kerja Praktek, pelaksanaan pembangunan yang ditinjau adalah pelaksanaan pekerjaan struktur atas proyek Apartemen Menteng Park. Struktur atas bangunan merupakan bagian bangunan yang berada di atas tanah yang berfungsi untuk menopang beban-beban yang ada untuk kemudian beban tersebut disalurkan ke struktur bawah (fondasi) dan ke tanah. Fungsi lain dari struktur atas ialah untuk mewujudkan rencana desain arsitektur dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan. Untuk mencapai tujuan tersebut, bahan-bahan yang digunakan saat pembangunan harus kuat, awet, tahan lama, mudah dikerjakan, dan ekonomis. Pada laporan ini, pelaksanaan pembangunan struktur atas yang dibahas hanya kolom, shear wall, balok, pelat lantai, dan tangga.

3.3.1 Kolom

Kolom adalah komponen struktur yang berfungsi untuk menahan beban aksial pada bangunan untuk kemudian beban tersebut disalurkan ke fondasi dan tanah. Di Indonesia sering sekali terjadi gempa bumi baik berupa gempa vulkanik maupun gempa tektonik, sehingga elemen kolom pada Apartemen Menteng Park direncanakan menggunakan sistem “Strong Coloum Weak Beam” yakni suatu inovasi desain struktur yang fleksibel

(49)

35

berbeda dari desain struktur kolom balok konvensional di mana kolom dan balok dibuat sama kuat. Pada sistem ini, balok didesain memiliki fleksibilitas yang tinggi sehingga tidak akan mengakibatkan keruntuhan geser pada kolom mengingat tugas kolom sangat vital dalam menopang beban-beban yang ada. Sistem ini digunakan untuk proyek high rise building yang berlokasi di daerah rawan gempa di mana beban horizontal

akibat gempa sangat besar, untuk di daerah yang tidak rawan gempa atau bukan high rise building maka sistem “Strong Coloum Weak Beam” boleh tidak digunakan. Perencanaan kolom didasarkan pada SNI 03-2847-2013 pasal 8.10, di mana kolom memiliki ketentuan sebagai berikut:

a. Kolom harus dirancang untuk menahan gaya aksial dari beban terfaktor pada semua lantai atau atap dan momen maksimum dari beban terfaktor pada suatu bentang lantai atau atap bersebelahan yang ditinjau. Kondisi pembebanan yang memberikan rasio momen maksimum terhadap beban aksial harus juga ditinjau.

b. Pada rangka atau konstruksi menerus, pertimbangan harus diberikan pada pengaruh beban lantai atau atap tak seimbang pada baik kolom eksterior dan interior dan dari pembebanan eksentris akibat penyebab lainnya. c. Dalam menghitung momen beban gravitasi pada kolom, diizinkan untuk

mengasumsikan ujung jauh kolom yang dibangun menyatu dengan struktur sebagai terjepit.

d. Tahanan terhadap momen pada setiap tingkat lantai atau atap harus disediakan dengan mendistribusikan momen di antara kolom-kolom langsung di atas dan di bawah.

Kolom didesain memiliki dimensi yang berbeda-beda tergantung beban yang ada. Spesifikasi teknis kolom yang digunakan adalah sebagai berikut:

(50)

36

Mutu Baja Tulangan = fy 400 MPa (Tulangan Ulir) fy 240 MPa (Tulangan Polos) Tulangan Utama = D16, D19, D22, D25, & D32 Tulangan Sengkang = Ø10 dan Ø13

Selimut beton = 40 mm

Desain kolom pada proyek tower 1 ditunjukkan pada Tabel 3.1 Desain Kolom Tower 1, contoh penampang kolom terdapat pada Gambar 3.1 Contoh Detail Penampang Kolom TC1 LT.6 – LT.10, sedangkan untuk Key Plan kolom tower 1 terdapat pada Gambar 3.2 Key Plan Kolom Tower

1 dan Gambar 3.5 Key Plan Shear Wall Tower 1 Potongan A.

Tabel 3.1 Desain Kolom Tower 1 ( Lanjutan )

Tipe

Level

Dimensi

Tulangan

Utama Sengkang

Geser (Tengah)

(51)

37

Utama Sengkang

(52)

38

Utama Sengkang

(53)

39

Utama Sengkang

(54)

40

Utama Sengkang

Geser (Tengah) Sumber : DED Struktur Kolom Proyek Apartment Menteng Park

(55)

41 Gambar 3.2 Key Plan Kolom Tower 1

Sumber : DED Struktur Kolom Proyek Apartment Menteng Park

Gambar 3.3 Key Plan Kolom Tower 1 Potongan A

Sumber : DED Struktur Kolom Proyek Apartment Menteng Park

3.3.2 Shear Wall

Shear Wall atau dinding geser adalah komponen struktur berupa

dinding beton bertulang yang berfungsi sebagai pengaku yang menerus sampai fondasi yang dirancang untuk menahan gaya geser akibat gaya lateral berupa gempa bumi. Spesifikasi teknis shear wall yang digunakan adalah sebagai berikut:

Mutu Beton = fc’ 50 Mpa (lt. B4 – lt. 8) fc’ 45 Mpa (lt. 8 – lt. 20)

(56)

42

fc’ 40 Mpa (lt. 20 – Atap) Mutu Baja Tulangan = fy 400 MPa (Tulangan Ulir)

fy 240 MPa (Tulangan Polos) Tulangan Utama = D16, D19, D22, D25, & D32 Tulangan Sengkang = Ø10 dan Ø13

Selimut beton = 40 mm

Contoh desain shear wall pada proyek ini ditunjukkan pada Tabel 3.2 Desain Shear Wall Tower 1, contoh detail pembesian shear wall terdapat pada

Gambar 3.4 Key Plan Shear Wall Tower 1, sedangkan untuk denah shear wall terdapat pada Gambar 3.5 Key Plan Shear Wall Tower 1 Potongan A.

Gambar 3.4 Key Plan Shear Wall Tower 1

(57)

43

Gambar 3.5 Key Plan Shear Wall Tower 1 Potongan A

Sumber : DED Struktur Shear Wall Proyek Apartment Menteng Park

Tabel 3.2 Desain Shear Wall Tower 1(Lanjutan)

Tipe

Level Dimensi (mm)

Tulangan Tebal (mm) Vertikal ( Utama ) Horizontal Ties

SW1

(58)

44

Tabel 3.2 Desain Shear Wall Tower 1(Lanjutan)

Tipe

Level Dimensi (mm)

Tulangan Tebal (mm) Vertikal ( Utama ) Horizontal Ties

(59)

45

Tabel 3.2 Desain Shear Wall Tower 1(Lanjutan)

Tipe

Level Dimensi (mm)

Tulangan Tebal (mm) Vertikal ( Utama ) Horizontal Ties

LT. Mess – LT.5

Sumber : DED Struktur Shear Wall Proyek Apartment Menteng Park

3.3.3 Balok

Balok merupakan elemen lentur yang berfungsi untuk menahan beban pelat lantai untuk kemudian disalurkan ke kolom. Di proyek pembangunan Apartemen Menteng Park ini, ada dua jenis balok yang digunakan yakni balok induk dan balok pengaku. Balok induk adalah balok yang berfungsi penuh dalam memikul beban pelat lantai, sedangkan balok pengaku ialah balok yang berfungsi sebagai pengaku pelat lantai saat luasannya sudah melebihi 20 m2. Spesifikasi teknis balok yang digunakan adalah sebagai berikut :

Mutu Beton = fc’ 40 Mpa (lt. B4 – lt. 8) fc’ 35 Mpa (lt. 8 – lt. 20) fc’ 30 Mpa (lt. 20 – Atap) Mutu Baja Tulangan = fy 400 MPa (Tulangan Ulir)

(60)

46 Tulangan Sengkang = Ø10 dan Ø13 Selimut beton = 40 mm

Semua tulangan utama balok menggunakan D22 kecuali jika dituliskan lain: �25∶

Tulangan samping (Web) : Balok H = 800 : 2D16

H = 900 : 2 x 2D13 H = 1000 : 2 x 2D16

H > 1000 : 2D16, dengan jarak 300 ~ 350

Ukuran balok terdapat pada Tabel 3.3 Ukuran Desain Balok Tower 1, sedangkan untuk denah balok terdapat pada Gambar 3.6 Pembesian Balok LT.5 Tower 1 Arah X dan Gambar 3.7 Pembesian Balok LT.5 Tower 1 Arah X Potongan A.

(61)

47

Gambar 3.6 Pembesian Balok LT.5 Tower 1 Arah X

Sumber : DED Struktur Balok Proyek Apartment Menteng Park

Gambar 3.7 Pembesian Balok LT.5 Tower 1 Arah X Potongan A Sumber : DED Struktur Balok Proyek Apartment Menteng Park

3.3.4 Pelat Lantai

Pelat lantai merupakan elemen struktur yang berfungsi menahan beban mati maupun beban hidup pada waktu pelaksanaan konstruksi maupun setelah bangunan dioperasikan, selanjutnya beban disalurkan ke balok yang berada di bawahnya. Pada proyek ini, pelat lantai dicor secara monolit dengan balok sehingga pelat terjepit di ke empat sisinya (kecuali kantilever). Spesifikasi teknis pelat lantai yang digunakan adalah:

(62)

48

Mutu Beton = fc’ 40 Mpa (lt. B4 – lt. 8) fc’ 35 Mpa (lt. 8 – lt. 20) fc’ 30 Mpa (lt. 20 – Atap) Mutu Baja Tulangan = fy 400 MPa (Tulangan Ulir)

fy 240 MPa (Tulangan Polos) Tulangan Utama = D16, D19, D22, D25, & D32 Tulangan Sengkang = Ø10 dan Ø13

Selimut beton = 20 mm

Contoh detail pembesian balok terdapat pada Gambar 3.10 Denah Pembesian Pelat Lantai Tipikal Lt. 6 – 32 Pot. A dan Gambar 3.11 Contoh Denah Lt. 7 - 31, sedangkan untuk denah balok terdapat pada Gambar 3.11 Contoh Denah Lt. 7 - 31.

Gambar 3.8 Detail Pembesian Pelat Lantai Tipikal Lt. 6 – 32

(63)

49

Gambar 3.9 Denah Pembesian Pelat Lantai Tipikal Lt. 6 – 32

Sumber : DED Struktur Pelat Lantai Proyek Apartment Menteng Park

Gambar 3.10 Denah Pembesian Pelat Lantai Tipikal Lt. 6 – 32 Pot. A Sumber : DED Struktur Pelat Lantai Proyek Apartment Menteng Park

3.3.5 Tangga

Tangga merupakan bagian struktur yang berfungsi sebagai penghubung antara lantai satu dengan lantai di atas atau di bawahnya. Spesifikasi teknis tangga yang digunakan adalah:

Mutu Beton = fc’ 40 Mpa (lt. B4 – lt. 8) fc’ 35 Mpa (lt. 8 – lt. 20) fc’ 30 Mpa (lt. 20 – Atap) Mutu Baja Tulangan = fy 400 MPa (Tulangan Ulir)

fy 240 MPa (Tulangan Polos) Tulangan Utama = D16, D19, D22, D25, & D32

(64)

50 Tulangan Sengkang = Ø10 dan Ø13 Selimut beton = 20 mm

Contoh denah & tampak atas tangga terdapat pada Gambar 3.11 Contoh Denah Lt. 7 - 31, sedangkan untuk tampak samping terdapat pada Gambar 3.13 Prinsip Pembesian Tangga t = 120 mm & Gambar 3.14 Prinsip Pembesian Tangga t = 140 mm.

Gambar 3.11 Contoh Denah Lt. 7 - 31

(65)

51 Gambar 3.12 Potongan Tangga Tower 1

(66)

52

Gambar 3.13 Prinsip Pembesian Tangga t = 120 mm

Sumber : DED Struktur Tangga Proyek Apartment Menteng Park

Gambar 3.14 Prinsip Pembesian Tangga t = 140 mm

(67)

53

BAB 4

ALAT DAN BAHAN

4.1. Uraian Umum

Di dalam pelaksanaan suatu proyek, diperlukan adanya pengelolaan alat, bahan, dan tenaga kerja yang baik untuk menunjang kelancaran pekerjaan di proyek sehingga target awal dapat tercapai. Dalam proyek pembangunan Apartemen Menteng Park, yang bertugas secara langsung dalam kegiatan pengelolaan alat dan bahan adalah bagian logistik dan gudang. Kegiatan pengelolaan peralatan dimulai dari pengadaannya, penggunaannya, serta perawatan alat tersebut. Untuk pengelolaan bahan dimulai dari kegiatan pengadaan barang, penyimpanan di gudang penyimpanan maupun stock yard, sampai ke tahap penggunaan bahan tersebut di proyek.

4.2. Alat - Alat Konstruksi

Pada kegiatan konstruksi skala besar maupun bangunan tingkat tinggi, perlu dibantu dengan peralatan yang memadai guna menunjang kegiatan proyek. Untuk pengadaan alat di lapangan dapat berupa membeli alat (penggunaan inventaris yang dimiliki perusahaan) ataupun menyewa peralatan dari pihak luar, jika perusahaan tidak memiliki alat tersebut. Pertimbangan untuk membeli alat maupun menyewa alat didasarkan pada analisis nilai guna alat, usia kegunaan, besarnya keuntungan dari penggunaan alat, serta urgensi penggunaan alat tersebut dalam membantu mengejar target pekerjaan yang ada. Pemilihan jenis alat yang harus disediakan tergantung dari:

a. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan b. Biaya yang tersedia

Gambar

Gambar 1.2 Site Plan Proyek
Gambar 1 2 Site Plan Proyek . View in document p.19
Gambar 3.1 Contoh Detail Penampang Kolom TC1 LT.6 – LT.10
Gambar 3 1 Contoh Detail Penampang Kolom TC1 LT 6 LT 10 . View in document p.54
Gambar 3.2 Key Plan Kolom Tower 1
Gambar 3 2 Key Plan Kolom Tower 1 . View in document p.55
Gambar 3.4 Key Plan Shear Wall Tower 1
Gambar 3 4 Key Plan Shear Wall Tower 1 . View in document p.56
Tabel 3.2 Desain Shear Wall Tower 1 Tabel 3.2 Desain Shear Wall Tower 1
Tabel 3 2 Desain Shear Wall Tower 1 Tabel 3 2 Desain Shear Wall Tower 1. View in document p.57
Gambar 3.12 Potongan Tangga Tower 1
Gambar 3 12 Potongan Tangga Tower 1 . View in document p.65
Gambar 3.14 Prinsip Pembesian Tangga t = 140 mm
Gambar 3 14 Prinsip Pembesian Tangga t 140 mm . View in document p.66
Gambar 4.1 Posisi Tower Crane 5 & 6 Penampang Memanjang
Gambar 4 1 Posisi Tower Crane 5 6 Penampang Memanjang . View in document p.70
Gambar 4.2 Posisi Tower Crane 5 (1) & 6 (2) Penampang Melintang
Gambar 4 2 Posisi Tower Crane 5 1 6 2 Penampang Melintang . View in document p.71
Gambar 4.3 Skema Bagian Tower Crane
Gambar 4 3 Skema Bagian Tower Crane . View in document p.72
Gambar 4.4 Denah Penempatan Tower Crane 5 & 6
Gambar 4 4 Denah Penempatan Tower Crane 5 6 . View in document p.73
Gambar 4.6 Tower Crane di Lokasi Proyek
Gambar 4 6 Tower Crane di Lokasi Proyek . View in document p.74
Gambar 4.5 Denah Penempatan TC 5 & 6 Potongan A
Gambar 4 5 Denah Penempatan TC 5 6 Potongan A . View in document p.74
Gambar 4.7 Spesifikasi Tower Crane
Gambar 4 7 Spesifikasi Tower Crane . View in document p.75
Gambar 4.9 Kabin Passenger Hoist
Gambar 4 9 Kabin Passenger Hoist . View in document p.76
Gambar 4.10 Concrete mixer truck PT. Holcim Indonesia Tbk
Gambar 4 10 Concrete mixer truck PT Holcim Indonesia Tbk . View in document p.77
Gambar 4.11 Concrete mixer truck PT. Merak Jaya Beton
Gambar 4 11 Concrete mixer truck PT Merak Jaya Beton . View in document p.77
Gambar 4.16 Tulangan dipotong dengan Bar cutter Tenaga Listrik
Gambar 4 16 Tulangan dipotong dengan Bar cutter Tenaga Listrik . View in document p.80
Gambar 4.18 Gergaji Mesin
Gambar 4 18 Gergaji Mesin . View in document p.81
Gambar 4.20 Gerinda
Gambar 4 20 Gerinda . View in document p.82
Gambar 4.24 Skema Perancah Four-way
Gambar 4 24 Skema Perancah Four way . View in document p.85
Gambar 4.25 Perancah Four-way di Proyek
Gambar 4 25 Perancah Four way di Proyek . View in document p.86
Gambar 4.29 Theodolite
Gambar 4 29 Theodolite . View in document p.88
Gambar 4.31 Alat - Alat Survey
Gambar 4 31 Alat Alat Survey . View in document p.89
Gambar 4.32 Alat Las
Gambar 4 32 Alat Las . View in document p.90
Gambar 4.34 Semen Grouting
Gambar 4 34 Semen Grouting . View in document p.93
Gambar 4.37 Beton Decking
Gambar 4 37 Beton Decking . View in document p.95
Gambar 4.45 Site Management
Gambar 4 45 Site Management . View in document p.99
Gambar 5.1 Proses Perakitan Tulangan Shear wall
Gambar 5 1 Proses Perakitan Tulangan Shear wall . View in document p.103
Gambar 5.3 Sepatu Kolom dan Shear wall
Gambar 5 3 Sepatu Kolom dan Shear wall . View in document p.104

Referensi

Memperbarui...

Download now (159 pages)