PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENTENG PARK STRUKTUR ATAS TOWER 1 MENTENG, JAKARTA PUSAT

Gratis

15
43
159
1 year ago
Preview
Full text

PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENTENG PARK STRUKTUR ATAS TOWER 1

PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENTENG PARK STRUKTUR ATAS TOWER 1 The Construction Project Menteng Park Apartment Upper Structure Tower 1Menteng, Central Jakarta Diajukan untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Program Studi Sarjana (Strata – 1) pada Departemen Teknik SipilFakultas Teknik Universitas Diponegoro AJI SANTIKO 21010113120008DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2018 UNIVERSITAS DIPONEGORO PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENTENG PARK STRUKTUR ATAS TOWER 1 The Construction Project Menteng Park Apartment Upper Structure Tower 1Menteng, Central Jakarta AJI SANTIKO 21010113120008 Semarang, Januari 2018Mengetahui, Disetujui, Ketua Program Studi S1 Dosen PembimbingDepartemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Kerja Praktek Universitas DiponegoroDr. Bagus Hario Setiadji, ST., MT. Dwi Kurniani, Ir., MS

KERJA PRAKTEK

  Bagus Hario Setiadji, ST., MT. Dwi Kurniani, Ir., MS NIP.

KATA PENGANTAR

  Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas membantu dan meluangkan waktu untuk saya baik darisegi pikiran maupun materiil, langsung maupun tidak langsung sehingga laporan kerja praktik ini dapat saya selesaikan. Suhardi selaku Pembimbing di proyek, yang telah membimbing dan memberikan data-data yang diperlukan selama kerja praktek pada ProyekMenteng Park Apartment.

BAB 1 PENDAHULUAN

  Masyarakat Jakarta dengan mobilitas yang sangat tinggi memerlukan hunian yang selain aman dan nyaman untuk ditinggali serta aksesibilitasnyatinggi, sehingga dapat mengurangi waktu tempuh di jalan. Salah satu bentuk bisnis properti dan hunian berupa apartemen yang sedang dibangun ialahApartemen Menteng Park yang terletak di jalan Cikini Raya No.79RT.1/RW.2, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

IBIS LOKASI PROYEK

Gambar 1.1 Lokasi Proyek Sumber : Google Earth Apartemen Menteng Park berada di jalan Cikini Raya No.79 RT.1 / RW.2,Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:Sebelah Utara = Gedung Seni IKJSebelah Selatan = Hotel SofyanSebelah Barat = Hotel Ibis, Kenduri Cinta TIMSebelah Timur = RS PGI Cikini

1.3. Data Proyek

  Atas : Reasurement and Fixed Unit PriceJenis Kontrak Reasurement and Fixed Unit Price adalah jenis kontrak kerja dengan perhitungan biaya proyek berdasarkan volume pekerjaanpada gambar pelaksanaan (For Constructional Drawing) dengan harga satuan setiap pekerjaan (Unit Price) yang tetap.i. Jumlah Lantai : 33 Lantai Basemen dan Podium 2 2 9.

1.4. Site Plan

TOWER 3 TOWER 2 TOWER 1 Gambar 1.2 Site Plan Proyek Sumber : DED Struktur Proyek Apartment Menteng Park Gambar 1.3 Tampak Perspektif Tower 3, 2, & 1 (dari kiri ke kanan) Sumber : www.booking.com

1.5. Fasilitas Pelengkap

Terdapat banyak fasilitas pelengkap yang menjadi pendukung selama proyek berlangsung. Fasilitas - fasilitas tersebut adalah sebagaiberikut:

1.5.1 Kantor dan gudang

  Sedangkan gudang yaitu Tempat penyimpanan dan bagian dari logistik dalam suatu aktivitas kegiatan perusahaan. Fungsi gudang yaitumenampung semua bahan yang menjadi keperluan dalam suatu perusahaan tersebut.

1.5.2 Tempat stok mekanikal

  Stok material dan elektrikal b. Stok baja untuk tulangan c.

1.6. Fasilitas lainnya

  Mushola Mushola yaitu tempat atau rumah kecil menyerupai masjid yang digunakan sebagai tempat mengaji dan salat bagi umat Islam. Barak Pekerja Barak pekerja berfungsi untuk tempat beristirahatnya para pekerja setelah seharian bekerja.

1.7. Ruang Lingkup

  Pekerjaan Balok dan Pelat Lantai 1. Pekerjaan Kolom dan Shearwall Pekerjaan struktur atas yang diamati: Tower 1 lantai 5 - 12 1.7.1 Ruang Lingkup Proyek Tahapan pembangunan proyek bukan merupakan kegiatan yang instan, melainkan kegiatan yang harus melalui proses yang panjang dan didalamnya banyak masalah yang harus diselesaikan.

1.8. Tahapan Pelaksanaan Kerja Praktek

  Dalam pelaksanaan kerja praktek, metodologi yang akan dipergunakan adalah sebagai berikut: 1.8.1 Tahap Persiapan Mengkaji dokumen perencanaan, yang meliputi gambar DED (Detailed Engineering Design) dan Schedule (Timeline Proyek). 1.8.2 Tahap Pelaksanaan Melaksanakan kerja praktek dan mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dalam Laporan Kerja Praktek.

a. Pengumpulan Data Primer

  Data tersebut dapat menunjang pemahaman tentang datatertulis proyek, dan dapat diperoleh pula hal-hal yang tidak terdapat dalam teori karena kondisi lapangan yang ada memerlukan strategiyang dapat memudahkan dan menunjang kelancaran pekerjaan. 2) Wawancara / Interview dengan Pihak Terkait Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data dan memperjelas hal-hal yang kurang dimengerti yang dilakukan dengancara bertanya untuk mendapatkan penjelasan dari pihak yang bersangkutan di proyek.

b. Pengumpulan Data Sekunder

  1) Gambar Kerja dan Data Tertulis Merupakan data yang berisi tentang keterangan teknis proyek, di mana dari data ini dapat diketahui rencana pembangunan suatukonstruksi dan dapat pula digunakan untuk menyusun langkah- langkah dari suatu pekerjaan di proyek tersebut. Dari data ini dapatdiketahui hal-hal yang sesuai dengan rencana maupun yang tidak sesuai dengan rencana awal.

2) Kepustakaan / Study Literature Dengan cara mencari dari sumber-sumber kepustakaan

Digunakan sebagai pembanding dalam menganalisa hal-hal yang terjadi selama pelaksanaan pembangunan proyek.

1.9. Sistematika Penyusunan Laporan

  BAB II Manajemen Proyek Bab ini berisi mengenai manajemen proyek yang berisi tentang unsur-unsur yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek, hubungan antar seluruh sumber daya di dalam proyek, sistem kontrak,sistem manajemen laporan dan pelaksanaan K3. BAB VI Pengendalian dan Pengawasan Proyek Bab ini memuat langkah-langkah pengendalian dan pengawasan proyek yang dilakukan baik terhadap kualitas, waktu, biaya, teknis, dan K3L pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai sasaran tepat mutu, waktu dan biaya ada akhir pelaksanaan proyek.

BAB 2 MANAJEMEN PROYEK

2.1. Tinjauan Umum

  Manajemen proyek dapat diartikan sebagai suatu rangkaian kegiatan dalam proyek pembangunan diawali dalam proses perencanaan, pengaturan,kepemimpinan, dan pengendalian segala unsur-unsur yang terdapat pada proyek tersebut, sehingga dapat mencapai target yang direncanakan. Marketing (pemasaran hasil jadi proyek baik sebelum, selama, maupun setelah kegiatan konstruksi)Fungsi dari manajemen proyek adalah untuk mengontrol segala kegiatan yang dilakukan di proyek demi mencapai target dan tujuan yangtelah direncanakan, yakni berupa: a.

2.2. Unsur –Unsur Pengelola Proyek

2.2.1 Pemilik Proyek (Owner)

  Mengurus dan menyelesaikan izin dan syarat-syarat yang harus dipenuhi pada instansi-instansi yang berhubungan dengan kegiatan pembangunanApartemen Menteng Park. Mengawasi dan memonitor pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor dan mengadakan rapat rutin mingguan yang ditujukanuntuk berkoordinasi bersama dengan konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana.

2.2.2 Konsultan Perencana

Konsultan perencana adalah orang atau badan hukum yang bertugas dalam kegiatan perencanaan desain bangunan berdasar ide yang diberikanoleh pemilik proyek yang sebelumnya telah disesuaikan dengan keadaan lapangan. Konsultan perencana dalam proyek pembangunan ApartemenMenteng Park terdiri dari:

1. Konsultan Perencana Arsitektur

  Konsultan perencana arsitektur adalah orang atau instansi yang bertugas dalam perencanaan arsitektur bangunan. Membuat gambar / desain dan dimensi bangunan secara lengkap dengan detail fasilitas yang ada serta penempatannya.

2. Konsultan Perencana Struktur

  Mendesain bangunan sesuai dengan prosedur tata cara dan peraturan yang berlaku. Menentukan spesifikasi dan mutu bahan bangunan untuk pekerjaan struktur dalam bentuk Rencana Kerja dan Syarat (RKS).

3. Konsultan Perencana Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP)

  2.2.3 Konsultan Pengawas dan Manajemen Konstruksi Konsultan pengawas ialah orang atau instansi yang bertugas dalam pengawasan kegiatan konstruksi yang dilaksanakan oleh kontraktor sertadalam kegiatan pengawasan waktu dan biaya konstruksi. 2.2.4 Kontraktor Pelaksana Kontraktor pelaksana adalah suatu instansi yang bertugas dalam melakukan kegiatan konstruksi dan pengerjaan instalasi-instalasi berdasar Proses pemilihan kontraktor melalui mekanisme penunjukan langsung dikarenakan adanya hubungan pribadi yang kuat antara pemilikproyek dengan pihak Project Manager tim Owner yang merupakan karyawan dari PT.

2.3. Hubungan Kerja Pengelola Proyek

  Hubungan kerja unsur-unsur pengelola proyek dijelaskan pada gambar berikut. Gambar 2.1 Skema Hubungan Kerja Proyek Apartemen Menteng Park Sumber : Dokumen Proyek Apartment Menteng Park Dari skema hubungan kerja dapat diuraikan sebagai berikut: Garis Perintah Garis koordinasiOwner PT.

a. Hubungan antara Pemilik Proyek dengan Konsultan Perencana - Ada ikatan kontrak kerj

  Hubungan antara Kontraktor dengan Konsultan Perencana Kontraktor berkoordinasi dengan konsultan perencana jika terdapat - hal-hal yang kurang jelas pada gambar desain atau jika terdapatpermasalahan antara kondisi di lapangan dengan desain yang telah dibuat, yang memungkinkan adanya perubahan desain. Hubungan antara Konsultan Perencana dengan Konsultan Pengawas Konsultan pengawas berkoordinasi dengan konsultan perencana - mengenai gambar dan spesifikasi yang telah direncanakan.

2.4. Struktur Organisasi Pengelola Proyek

  Pelaksanaan proyek memerlukan koordinasi yang baik serta terstruktur, sehingga dapat mengurangi kemungkinan kesalahan komunikasiyang dapat mengakibatkan kesalahan-kesalahan dalam kegiatan konstruksi yang dapat menyebabkan tidak tercapainya target yang sudah direncanakan. Tugas dan wewenang setiap pihak yang terlibat menjadi jelas sesuai dengan posisi dan keahlian masing-masing sehingga koordinasi antarpihak menjadi jelas.

PROJECT COORDINATOR

  Project Manager harusmengetahui setiap kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan di proyek sehingga proyek dapat berjalan dengan lancar. Engineering ManagerEngineering Manager adalah orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan yang bersifat teknis, membawahi bagian drafter dan quantity surveyor.

i. Logistik

Tugas logistik adalah: Tugas Mekanik adalah:

2.5. Sistem Pembayaran Kontraktor

  Pembayaran dilakukan secara bertahap setiap bulannya sesuai dengan laporan bulanan dan opnamepekerjaan yang telah disetujui oleh pemilik proyek, konsultan pengawas dan kontraktor. Jika pihak kontraktor tidak dapat menyelesaikan kegiatan konstruksi sesuai dengan waktu dan perpanjangan yang telah ditetapkan,maha pihak kontraktor akan menerima denda dari pihak Owner.

2.6. Tenaga Kerja dan Sistem Pembayaran Pekerja

Tenaga kerja yang bekerja di proyek pembangunan ApartemenMenteng Park terbagi menjadi dua jenis yakni:

a. Karyawan Tetap

b. Tenaga Kerja Harian

  Karyawan tetap merupakan karyawan yang secara resmi bekerja di PT. Tenaga kerja harian dikoordinir oleh mandor yang ada dengan sistem pembayaran dilakukan berdasar jumlah hari bekerja.

2.7. Sistem Koordinasi dan Laporan Prestasi Kerja

2.7.1 Sistem Koordinasi

  Rapat Rutin Mingguan Rapat rutin mingguan dilaksanakan setiap hari kamis yang dihadiri oleh pihak kontraktor pelaksana yang diwakili oleh Project Manager, Site Manager, Engineering Manager, dan Drafter, selain itu dihadiri pula oleh pihak Owner, Konsultan Pengawas dan KonsultanPerencana. Rapat Insidental Rapat ini diadakan apabila terdapat hal-hal yang terjadi di luar rencana sehingga memerlukan koordinasi secara mendadak dalam rapatini hanya dihadiri oleh Project Manager, Site Manager dan konsultan pengawas.

2.7.2 Laporan Prestasi Kerja

  Laporan prestasi kerja merupakan laporan hasil progres pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor yang nantinya digunakan sebagai dasar a. Laporan Harian Laporan harian berisi tentang: b.

BAB 3 PERENCANAAN PROYEK

  Untuk mendapatkan hasil desain yang baik dan sesuai peraturan, biasanya kegiatan perencanaan ditangani oleh badan usahayang berpengalaman serta memiliki reputasi yang baik. Desain rencana dapat dikatakan baik jika data-data yang digunakan benar-benar sesuaidengan keadaan lapangan yang ada sehingga desain dapat direalisasikan di lapangan dan penyimpangan antara desain dengan kondisi lapangan sangatkecil sehingga hasil konstruksinya maksimal.

3.2. Tahapan Perencanaan Desain

Untuk menghasilkan desain perencanaan proyek yang baik ada beberapa tahapan perencanaan yang harus dilewati, yakni:

a. Tahap Studi Kelayakan Proyek (Feasibility Study)

  Setelah pihak owner memberikan penjelasan mengenai ide dan gagasan mengenai rencana pembangunan proyek, kemudian dilakukanstudi kelayakan proyek yakni kegiatan uji kelayakan rencana proyek berkaitan dengan aspek-aspek lain yang mempengaruhi. Aspek Teknis Aspek teknis merupakan aspek yang melihat kualitas proyek yang sedang atau sudah dikerjakan dan sudah memenuhi standarkualitas tertentu.

5. Aspek Hukum

Aspek hukum merupakan aspek yang harus dipenuhi agar suatu proyek sah secara hukum dan layak untuk dikerjakan.

b. Tahap Perencanaan Desain

  Peraturan-peraturan lain yang berlaku dan diprasyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia yang belum tercantum di atasdengan mendapat persetujuan wakil pemberi tugas. Gambar detail merupakan gambar yang menjelaskan secara rinci pekerjaan konstruksi dan tipe serta spesifikasi material yang akan digunakan dalampelaksanaan proyek.

3.3. Struktur Pembangunan Proyek

  Pekerjaan finishing dan arsitekPada kegiatan Kerja Praktek, pelaksanaan pembangunan yang ditinjau adalah pelaksanaan pekerjaan struktur atas proyek Apartemen Menteng Park. Struktur atas bangunan merupakan bagian bangunan yang berada di atas tanah yang berfungsi untuk menopang beban-beban yang adauntuk kemudian beban tersebut disalurkan ke struktur bawah (fondasi) dan ke tanah.

3.3.1 Kolom

  Sistem ini menitik beratkan pada fleksibilitas balok dan kekuatan kolom yang lebih besar dari balok, building yang berlokasi di daerah rawan gempa di mana beban horizontal akibat gempa sangat besar, untuk di daerah yang tidak rawan gempa atau bukan high rise building maka sistem “Strong Coloum Weak Beam” bolehtidak digunakan. 20 – Atap) Desain kolom pada proyek tower 1 ditunjukkan pada Tabel 3.1Desain Kolom Tower 1, contoh penampang kolom terdapat pada Gambar 3.1 Contoh Detail Penampang Kolom TC1 LT.6 – LT.10, sedangkan untuk Key Plan kolom tower 1 terdapat pada Gambar 3.2 Key Plan Kolom Tower 1 dan Gambar 3.5 Key Plan Shear Wall Tower 1 Potongan A.

3.3.2 Shear Wall

  Shear Wall atau dinding geser adalah komponen struktur berupa dinding beton bertulang yang berfungsi sebagai pengaku yang menerus sampai fondasi yang dirancang untuk menahan gaya geser akibat gayalateral berupa gempa bumi. 20) Contoh desain shear wall pada proyek ini ditunjukkan pada Tabel 3.2 Desain Shear Wall Tower 1 , contoh detail pembesian shear wall terdapat pada Gambar 3.4 Key Plan Shear Wall Tower 1, sedangkan untuk denah shear wall terdapat pada Gambar 3.5 Key Plan Shear Wall Tower 1 Potongan A.

SW4 SW5 SW3 SW7 SW2 SW1 SW6

  Gambar 3.5 Key Plan Shear Wall Tower 1 Potongan A Sumber : DED Struktur Shear Wall Proyek Apartment Menteng Park Tabel 3.2 Desain Shear Wall Tower 1 Tabel 3.2 Desain Shear Wall Tower 1 (Lanjutan) Tulangan TipeTebal Dimensi (mm) Level (mm) Vertikal ( Utama ) Horizontal Ties SW12 x 58D19 3 x D13 – 100 2 x 12 x D13 – 100 B4 – LT. Di proyekpembangunan Apartemen Menteng Park ini, ada dua jenis balok yang digunakan yakni balok induk dan balok pengaku.

3.3.3 Balok

Tulangan Sengkang = Ø10 dan Ø13Selimut beton = 40 mmSemua tulangan utama balok menggunakan D22 kecuali jika dituliskan lain: �25 ∶ 2 �193 �19 ⎕ �10 − 150 �24 ∶2 �163 �16 ⎕ �10 − 150 �1�4 ∶3 �133 �13 ⎕ �10 − 150 �1�3 ∶2 �133 �13 ⎕ �10 − 150 Tulangan samping (Web) :Balok H = 800 : 2D16 H = 900 : 2 x 2D13H = 1000 : 2 x 2D16H > 1000 : 2D16, dengan jarak 300 ~ 350 Ukuran balok terdapat pada Tabel 3.3 Ukuran Desain Balok Tower1, sedangkan untuk denah balok terdapat pada Gambar 3.6 Pembesian BalokLT.5 Tower 1 Arah X dan Gambar 3.7 Pembesian Balok LT.5 Tower 1 Arah X Potongan A. Tabel 3.3 Ukuran Desain Balok Tower 1 Tipe Ukuran Balok IndukG77 700 x 700 G67 600 x 700G59 500 x 900 G58 500 x 900G5A7 550 x 700 G57 500 x 700G48 400 x 800 G4A7 550 x 700G47 400 x 700 G46 400 x 600G3A8 350 x 800 G3A7 350 x 700G3A6 350 x 600 G36 300 x 600G35 300 x 500 Tipe Ukuran Balok AnakB47 400 x 700 B3A7 350 x 700B36 300 x 600 B35 300 x 500B2A7 250 x 700 B27 200 x 700B2A6 250 x 600 B26 200 x 600B2A5 250 x 500 B26 200 x 600B2A5 250 x 500 B25 200 x 500B24 200 x 400 B1A4 150 x 400B1A3 150 x 300 Sumber : DED Struktur Balok Proyek Apartment Menteng Park A Gambar 3.6 Pembesian Balok LT.5 Tower 1 Arah X Sumber : DED Struktur Balok Proyek Apartment Menteng Park Gambar 3.7 Pembesian Balok LT.5 Tower 1 Arah X Potongan A Sumber : DED Struktur Balok Proyek Apartment Menteng Park

3.3.4 Pelat Lantai

  Pelat lantai merupakan elemen struktur yang berfungsi menahan beban mati maupun beban hidup pada waktu pelaksanaan konstruksimaupun setelah bangunan dioperasikan, selanjutnya beban disalurkan ke balok yang berada di bawahnya. Spesifikasi teknis pelat lantai yang digunakan adalah: Mutu Baja Tulangan = fy 400 MPa (Tulangan Ulir) fy 240 MPa (Tulangan Polos)Tulangan Utama = D16, D19, D22, D25, & D32Tulangan Sengkang = Ø10 dan Ø13Selimut beton = 20 mm Contoh detail pembesian balok terdapat pada Gambar 3.10 DenahPembesian Pelat Lantai Tipikal Lt.

3.3.5 Tangga

  Tangga merupakan bagian struktur yang berfungsi sebagai penghubung antara lantai satu dengan lantai di atas atau di bawahnya. 20 – Atap) Mutu Baja Tulangan = fy 400 MPa (Tulangan Ulir) fy 240 MPa (Tulangan Polos)Tulangan Utama = D16, D19, D22, D25, & D32 Tulangan Sengkang = Ø10 dan Ø13Selimut beton = 20 mm Contoh denah & tampak atas tangga terdapat pada Gambar 3.11Contoh Denah Lt.

BAB 4 ALAT DAN BAHAN

  Uraian Umum Di dalam pelaksanaan suatu proyek, diperlukan adanya pengelolaan alat, bahan, dan tenaga kerja yang baik untuk menunjang kelancaranpekerjaan di proyek sehingga target awal dapat tercapai. Dalam proyek pembangunan Apartemen Menteng Park, yang bertugas secara langsungdalam kegiatan pengelolaan alat dan bahan adalah bagian logistik dan gudang.

4.2.1 Tower Crane

  Tower crane berfungsi untuk mengangkat material dan peralatan kerja yang sulit diangkat dengan menggunakan tenaga manual manusia misalnya baja tulangan, bucket beton, air compressor, bekisting, perancah,beton precast, dan lain-lain. Base Section dan Fine AngleBase section dan fine angle adalah bagian tower crane yang ditanam pada fondasi, yang berfungsi untuk memperkukuh fondasi.

i. Sabuk Tower Crane

  Gambar 4.1 Posisi Tower Crane 5 & 6 Penampang Memanjang Sumber : DED Struktur Proyek Apartment Menteng Park (1) (2) Gambar 4.2 Posisi Tower Crane 5 (1) & 6 (2) Penampang Melintang Sumber : DED Struktur Proyek Apartment Menteng Park Gambar 4.3 Skema Bagian Tower Crane Sumber : sanggapramana.wordpress.com (Sanggaprana, 2011) Pada kegiatan kerja praktek, tower Crane sudah terpasang di semua bagiannya dan hanya memerlukan penambahan mast sections untukmenambah ketinggian tower Crane. Boom mengangkat sebuah mast sections untuk kemudian diletakkan di ruang kosong tersebut dan di setiap joint dikunci agar sambungan kuat.

4.2.2 Passenger Hoist

  Passenger Hoist merupakan suatu alat yang digunakan untuk mobilisasi pekerja dan material dari bawah menuju lantai atas. Lokasi Passenger Hoist ada di sebelah Tower 1 dengan denahseperti pada Gambar 4.8 Site Plan Passenger Hoist Tower 1.

4.2.3 Concrete mixer truck

  Concrete mixer truck adalah alat berat yang digunakan untuk mengangkut beton siap pakai (ready mix) dari batching Plant ke lokasi proyek saat kegiatan pengecoran. Concrete mixer truck disediakan oleh supplier beton ready mix yang bekerja sama dengan kontraktor yakni PT.

4.2.4 Concrete pump

  Concrete pump adalah alat yang digunakan untuk memompa beton ready mix dari concrete mixer truck ke area pengecoran. Kegiatan pengecoran yang membutuhkan bantuan concrete pump adalah pengecoran untuk area yang luas seperti contohnya pengecoran balok dan pelat lantai.

4.2.5 Concrete bucket dan Pipa Tremie

  Pada ujung concrete bucketdipasang pipa tremie yang berfungsi untuk menjaga tinggi jatuh beton saat pengecoran yang bertujuan untuk menghindari terjadinya segregasi betonatau pemisahan material penyusun campuran beton yang dapat menurunkan mutu beton. Concrete Bucket Pipa Tremie Gambar 4.13 Concrete bucket dan Pipa Tremie 4.2.6 Bar benderBar bender adalah alat yang digunakan untuk membengkokkan tulangan sesuai desain yang telah direncanakan.

4.2.8 Cutting wheel machine

  Cutting wheel machine adalah alat yang digunakan untuk memotong material konstruksi yang terbuat dari besi seperti kawat bendrat. Cutting wheel machine ini merupakan barang inventaris kontraktor sendiri yang biasanya disimpan di gudang untuk melindungi dari pengaruh perubahan cuaca dan air.

4.2.9 Gergaji Mesin

  Gambar 4.22 Concrete vibrator 4.2.14 Demolition hammerDemolition hammer adalah alat yang digunakan dalam kegiatan pembobokan beton yang tidak rata dengan kata lain untuk menghilangkan hasil cor yang tidak diinginkan. Gambar 4.23 Demolition hammer 4.2.15 Perancah (Scaffolding) Perancah atau scaffolding adalah alat yang digunakan sebagai struktur sementara yang berfungsi untuk menumpu bekisting balok danpelat lantai, serta menumpu beban pekerja dan peralatan serta besi tulangan yang ada di atasnya.

4.2.15.1 Perancah Four-way

  Disebut four-way karena pada joint antar pipa galvalume main frame terdapat empat pengunci yang memungkinkan adanyapenyambungan antar pipa galvalume untuk empat sisi penyambungan. Perancah tipe ini digunakan untuk balok dan pelat pada lantai yang tidak tipikal.

a. Main Frame

  Jack base dan U head jack pada perancah tipe frame dan tipe four-ways dapatdiatur sedemikian rupa untuk mencapai ketinggian dasar balok dan pelat lantai yang diinginkan. Gambar 4.24 Skema Perancah Four-way Sumber : Laporan KP Proyek Pembangunan Apartemen Vittoria Residence (Rachmiftasari, 2017) Gambar 4.25 Perancah Four-way di Proyek 4.2.15.2 Aluma Table FormAluma Table Form digunakan sebagai bekisting pelat lantai dan balok.

4.2.16 Waterpass

  Waterpass adalah salah satu alat survei yang digunakan untuk mengukur elevasi pelat lantai, balok, dan bagianlainnya yang membutuhkan elevasi. Gambar 4.28 Waterpass 4.2.17 TheodoliteTheodolite adalah alat yang digunakan dalam menentukan as-as bangunan dan titik-titik as elemen struktur seperti kolom, balok, shear wall, dan struktur lainnya agar letaknya sesuai dengan gambar shop drawing yang ada.

4.2.19 Alat - Alat Survey Tambahan

  Alat-alat survei lainnya yang digunakan di proyek adalah bak ukur, sipatan, meteran, dan sikat pembersih. Gambar 4.32 Alat Las 4.2.21 Alat Tambahan Alat tambahan yang dipakai oleh pekerja di proyek adalah lampu penerangan (untuk kegiatan pada malam hari), selang, tang, gergajitangan, ember, sekop, cetok, paku, palu, unting-unting, meteran, dan peralatan kecil lainnya.

4.3. Bahan Konstruksi

  Bahan-bahan konstruksi perlu ditangani dengan baik agar kualitas pekerjaan dapat sesuai dengan syarat-syarat yangtelah direncanakan dan memberikan kegunaan sesuai dengan umur rencana. Penyimpanan bahan konstruksi haruslah baik dan benar agar tidak mengurangi kualitas bahan bangunan dan selalu dalam kondisi baik.

4.3.1 Beton Ready mix

  Kontraktor harus dapat bertanggung jawab terhadap mutu beton yang digunakan, serta menjamin keseragaman dan kualitas bahan adukan agarsesuai dengan syarat-syarat spesifikasi yang ada. Nilai slump yang digunakan untuk pengecoran balok, pelat lantai, tangga, ramp, kolom dan shear walladalah 12 ± 2 cm.

4.3.2 Baja Tulangan

  Multiplex yang digunakan untuk bekisting kolom dan shear wall memiliki tebal 15 mm sedangkan untuk balok, pelatlantai, tangga dan ramp tebalnya 12 mm. Gambar 4.37 Beton Decking 4.3.7 Baja Hollow Baja hollow berfungsi sebagai perkuatan dan pengaku pada bekisting yang ditujukan untuk mencegah penambahan lebar balok bagian bawahakibat tekanan selama pengecoran, dan didapatkan hasil pengecoran yang baik.

4.3.13 Listrik Kerja

  Listrik kerja adalah listrik yang dipakai untuk menunjang jalannya pekerjaan konstruksi. Listrik yang digunakan pada proyek ini yaitu dari PLN karena proyek ini memiliki durasi pelaksanaan yang cukup Panjang.

4.4. Site Management

  Site office Kontraktor dan Site Office Owner terletak di lantai 2 Tower 2, sebelumnya sudah mengalami 2 kali perpindahan yaitu pada saat konstruksi struktur bawah dan saat konstruksi tower 2. Untuk rincian utilitas / fasilitas di proyek bisa dilihat pada Bab 1 point 5 tentang Fasilitas Pelengkap & Bab 1 point 6 tentang Fasilitas lainnya.

BAB 5 PELAKSANAAN PEKERJAAN

  Pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor merupakan tahapan yang tidak mudah untuk dilakukan karena selain terikat waktu jugaterikat dengan target yang telah disepakati sebelumnya sesuai kontrak kerja dengan tetap mempertimbangkan biaya dan mutu pekerjaan. Kelancaran suatu pekerjaan proyek pembangunan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kualitas bahan material danperalatan, tersedianya jumlah dan kemampuan tenaga kerja, cuaca, lingkungan, metode kerja yang dipakai, serta hubungan kerja yang baikantar semua unsur pengelola proyek.

5.2. Pekerjaan Struktur Atas

  Pekerjaan struktur atas yang ditinjau dalam kegiatan kerja praktek ini adalah pelaksanaan pekerjaan kolom, shear wall, balok, pelat lantai, dantangga. Pelaksanaan pekerjaan dimulai dari kegiatan pengukuran, pembesian, bekisting, pengecoran, pembongkaran bekisting, dan perawatanbeton (spesi).

5.2.1 Pekerjaan Kolom dan Shear wall

Pekerjaan kolom dan shear wall dimulai dari pekerjaan penentuan as dan marking pinjaman, pembesian tulangan dan pemasangan tulangan,pemasangan bekisting, pengecoran, pembongkaran bekisting, serta perawatan beton.

5.2.1.1 Penentuan As Kolom dan Shear wall

  Titik-titik as kolom diperoleh dari hasil pekerjaan tim survei yang merupakan pengukuran dan pematokan, yaitu marking berupatitik-titik atau garis yang digunakan sebagai dasar penentuan letak bekisting dan tulangan. Pelaksanaan marking seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.29 Theodolite dan Gambar 4.30 Plumb Laser.

5.2.1.2 Pembesian dan Pemasangan Tulangan Kolom dan Shear wall

  Penyediaan tulangan kolom dan shear wall Tulangan dengan diameter yang sesuai perencanaan dengan panjang 12 m disediakan oleh supplier. Perakitan besi tulangan kolom dan shear wall Perakitan besi tulangan kolom dan shear wall dilakukan di masing-masing area fabrikasi untuk setiap tower dengan mengacukepada gambar desain (shop drawing) dan detail penulangan yang ada.

E. Pemasangan besi tulangan kolom dan shear wall

  Pemasangan dan penyambungan besi tulangan kolom dan shear wall dilakukan dengan mengangkat besi tulangan yang sudah dirakit dengan menggunakan bantuan tower Crane ke lokasi pemasangan besi untuk kemudian besi disambung dengan cara diikatmenggunakan kawat bendrat di sepanjang daerah penyaluran. Ukuran beton decking yang dipakai menyesuaikan dengan ketebalan selimut Daerah beton pada kolom dan shear sambunganShear Wall wall.

5.2.1.3 Pemasangan Bekisting Kolom dan Shear wall

  Pembersihan area kolom dan shear wall Area di sekitar besi tulangan harus dibersihkan dari sampah dan kotoran yang nantinya dapat mengotori serta mengurangi mutubeton kolom dan shear wall. Pemasangan sepatu kolom dan shear wall Pemasangan sepatu kolom sesuai dengan marking yang ada.

C. Pemasangan bekisting kolom dan shear wall

  Bekistingterdiri dari dua bagian berbentuk seperti huruf “L” untuk kemudian setiap bagian bekisting disatukan menjadi bentuk persegi ataupersegi panjang dengan menggunakan pengunci (tie rods dan wing nuts) yang terdapat pada sabuk bekisting atau whaller. Pipa bekisting ini digunakan untuk menahan bekisting agar tetap sesuai dengan marking dan tetap lurusdengan lantai di bawahnya dengan cara ditarik atau didorong (push and pull).

D. Pengecekan verticality bekisting kolom dan shear wall

  Pengecekan verticality atau kelurusan bekisting kolom dan shear wall dilakukan oleh surveyor dengan menggunakan meteran, benang, dan unting-unting. Pipa bracing bekisting (adjustable bracing pipe) didorong dan ditarik hingga benang dan unting-unting lurus secara vertikal.

5.2.1.4 Pengecoran Kolom dan Shear wall

Pengecoran kolom dan shear wall menggunakan concrete bucket dan pipa tremie yang di angkat ke lokasi pengecoran dengan menggunakan tower Crane. Adapun tahapan pengecoran kolom dan shear wall:

A. Persiapan concrete bucket

  Pengecekan nilai slump beton dan pengambilan sampel benda uji kuat tekan beton Nilai slump beton yang digunakan dalam pengecoran kolom dan shear wall adalah 12 ± 2 cm. Pengecoran kolom dan shear wall Pengecoran kolom dan shear wall menggunakan concrete bucket dan pipa tremie yang diangkat menggunakan tower Crane.

5.2.1.5 Pembongkaran Bekisting Kolom dan Shear wall

  Pada proyek pembangunan Apartemen Menteng Park ini pembongkaran bekisting menggunakan bantuan tower Crane dandilakukan minimal 6 jam setelah selesai pengecoran atau saat beton sudah mengeras. Proses pembongkaran bekisting diawali dengan mengendurkan kuncian tie rods dan wing nuts padasabuk bekisting, lalu mengendurkan dan melepas adjustable bracing pipe, kemudian melepas bekisting dari kolom dan shear wall dengan cara mengangkat bekisting menggunakan tower Crane.

5.2.1.6 Perawatan Beton Kolom dan Shear wall

  Pada masa pengikatan awal yaitu saat beton mulai mengeras, perlu dadakan perawatan beton (spesi), yaitu dengan pemberian air padapermukaan beton dengan berbagai cara sesuai dengan jenis struktur yang akan dirawat. Pada umumnya, perawatan beton pada kolom atau shear wall dilakukan dengan cara menyelimuti permukaannya denganmenggunakan plastik atau kain/karung basah sehingga temperatur antara bagian permukaan dan bagian dalam kolom atau shear wall tidakberbeda terlalu jauh, sehingga proses penguapan air pada kolom atau shear wall berjalan lambat dan proses pengikatan beton menjadi sempurna tanpa menghasilkan keretakan pada kolom.

5.2.2 Pekerjaan Balok dan Pelat Lantai

Pekerjaan balok dan pelat lantai diawali dengan penentuan elevasi, pemberian tanda atau marking, pemasangan bekisting, pembesian tulangan,pengecoran, pembongkaran bekisting, serta perawatan beton.

5.2.2.1 Penentuan Elevasi Balok dan Pelat Lantai

  Penentuan elevasi balok dan pelat lantai harus dilakukan secara cermat dan teliti. Pengukuran elevasi balok dan pelat lantai sesuai shop drawing yang diukur dari label kolom yang telah dibuat sebelumnya denganmenarik hingga ketinggian yang di rencanakan sebagai elevasi dasar balok.

5.2.2.2 Pemasangan Perancah (Scaffolding)

A. Perancah Four-Ways

  Pengangkatan table form ke lokasi pemasangan sesungguhnya dengan menggunakan tower Crane, lalu disatukan dengan bagianbawah yang sudah disusun (jack base dan main frame). Setelah 14 hari pengecoran pelat, pada bagian tengah, Screwjack& Staff dibuka dan ditempatkan seperti pada gambar dan dikunci kembali.

5.2.2.3 Pemasangan Bekisting Balok dan Pelat Lantai

  Pemasangan bekisting diawali dengan pemasangan suri-suri pada bagian bawah yang terhubung ke U head jack perancah. Tahapan pemasangan bekisting balok diawali dengan pemasangan bottom form balok (bodeman) di atas suri-suri,pemasangan side form balok (tembereng), dan pemasangan besi siku- siku segitiga di bagian luar tembereng yang berfungsi sebagai perkuatantembereng.

5.2.2.4 Pembesian Tulangan Balok

  Besi di potong dan dibengkokkan sesuai shop drawing di area fabrikasi besi tulangan. Untuk balok yang dijangkarkan pada kolom tepi, ujung tulangan o dibengkokkan seperti kait dengan sudut pembengkokan 90 .

5.2.2.5 Pembesian Pelat Lantai

  Pemasangan tulangan cakar ayam untuk menjaga spasi atau jarak antara tulangan bawah dan tulangan atas. Pemasangan beton decking untuk menjaga selimut beton di bagian bawah pelat lantai.

5.2.2.6 Pengecoran Balok dan Pelat Lantai

  Persiapan lahan Persiapan lahan yang dilakukan yakni berupa pemberian tanda batas ketinggian beton ready mix saat diratakan, pemeriksaankerapatan bekisting untuk mencegah kebocoran beton saat pengecoran, pemeriksaan penulangan balok dan pelat lantai agarsesuai dengan shop drawing yang ada, serta pelapisan beton lama dengan lem beton (Calbond) agar nantinya dapat merekat pada betonyang baru dicor. Instalasi pipa cor yang dilakukan oleh pekerja di lokasi pengecoran berupa pembersihanbagian dalam pipa dari sisa beton dan kotoran, serta penyambungan pipa-pipa hingga menjadi satu kesatuan yang siap digunakan dalampengecoran balok dan pelat lantai.

F. Pemadatan beton dengan menggunakan vibrator

  Proses pemadatan dengan menggunakan vibrator tidak boleh terlalu lama untuk menghindari segregasi beton serta vibratordiusahakan tidak mengenai besi tulangan untuk menghindari rusaknya atau bergesernya besi tulangan balok dan pelat lantai. 5.2.2.8 Perawatan Beton Balok dan Pelat Lantai Pada masa pengikatan awal yaitu saat beton mulai mengeras, perlu dadakan perawatan beton (spesi), yaitu dengan pemberian air padapermukaan beton dengan berbagai cara sesuai dengan jenis struktur yang akan dirawat.

5.2.3 Pekerjaan Tangga

  5.2.3.1 Pemasangan Bekisting Tangga Bekisting tangga yang dipasang yakni pada bagian badan tangga, bordes, samping tangga, dan balok bordes. 5.2.3.2 Pembesian Tulangan Tangga Pembesian yang dilakukan yakni pada bagian badan tangga, anak tangga, bordes, dan balok bordes.

5.2.3.3 Pemasangan Bekisting Anak Tangga

  Gambar 5.39 Marking Bekisting Anak Tangga Gambar 5.40 Bekisting Tangga 5.2.3.4 Pengecoran Tangga Pengecoran anak tangga dilakukan dengan menggunakan concrete bucket dan pipa tremie. Sama seperti pengecoran elemen struktur lainnya, beton ready mix untuk pengecoran tangga dicek dahulu nilai slump nya dan diambil sampelnya untuk benda uji kuat tekanbeton.

BAB 6 PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PROYEK

  Pengawasan dan pengendalian proyek adalah suatu proses kegiatan dari awal sampai akhir yang bersifat menjamin adanya kesesuaian antarasuatu rencana dengan hasil kerja serta melakukan tindakan-tindakan korektif terhadap penyimpangan yang dijumpai dalam pelaksanaan pekerjaan gunatercapainya target tepat waktu, tepat kualitas, tepat kuantitas, tepat biaya, tepat guna, tidak ada konflik dengan masyarakat sekitar, serta penerapanK3L di area proyek dengan baik. Lebih mudah dalam memilih metode kerja terbaik yang sesuai dengan keadaan dan permasalahan yang ada di lapangan.

6.2. Mekanisme Pengawasan dan Pengendalian Proyek

  Saat sudah siap di lapangan sudah siap untuk dilakukan pengecoran, quality control memuat surat izinpengecoran yang akan disampaikan kepada pihak pemilik proyek, untuk kemudian pihak konsultan pengawas dan manajemen konstruksi mengecekulang kondisi di lapangan dan kemudian memberi izin pengecoran kepada pihak kontraktor. Gambar 6.1 Non Conformance Report (NCR) Tower 1 Sumber : Dokumen Proyek Apartment Menteng Park Hasil semua pekerjaan yang telah dilakukan di lapangan direkap dan digunakan dalam pembuatan laporan progres kemajuan proyek danhambatan yang timbul di proyek dalam bentuk laporan harian, mingguan dan bulanan.

6.3. Pengawasan dan Pengendalian Mutu

  Tujuan dari pengawasan dan pengendalian mutu adalah agar kualitas struktur yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Pengendalian terhadap mutu sangat pentung untuk menjamin kekuatan struktur yang direncanakan oleh konsultan perencana.

6.3.1 Pengawasan dan Pengendalian Mutu Bahan

  Jika material tersebut sudah lolos dalam pengujian visual maka selanjutnya diuji lebih lanjut dengan melakukan ujilaboratorium seperti uji kuat tekan beton di batching plant dan uji tarik baja di laboratorium. Pada kegiatan kerja praktek, kegiatan pengujian bahan yang diamati adalah kegiatan uji kuat tekan beton di batching Plant untuk sampel bendauji yang berumur tujuh hari.

a. Ketersediaan Bahan Konstruksi

  Penerimaan Bahan Konstruksi Penerimaan bahan konstruksi dari pihak supplier hendaknya diawasi dan dicek secara teliti agar kualitas dan kuantitas dari bahan yangdiperoleh sesuai dengan kualitas dan kuantitas bahan yang dipesan. Untuk bahan bangunan berupa beton ready mix, saat concrete mixer truck sudah sampai di area proyek kemudian tim Logistik bertugas untuk mencatat jumlah truck mixer yang datang dan volume beton ready mix, sedangkan quality control bertugas dalam mengawasi kualitas beton ready mix dengan cara pengujian nilai slump beton dan pengambilan sampel benda uji kuat tekan beton.

d. Pemakaian Bahan Konstruksi

  Bahan bangunan yang sudah sesuai dengan mutu yang direncanakan saat akan digunakan dalam pemakaiannya harus sesuaidengan prosedur yang ada guna menjaga mutu bahan tersebut. Saat akan dipakai, tim Logistik harus mencatat jumlah bahan bangunan yang akandigunakan dan sisa ketersediaannya di gudang dan stock yard guna mengantisipasi habisnya ketersediaan bahan bangunan.

6.3.1.1 Pengendalian Mutu Beton

Pengendalian mutu beton dilakukan dengan dua cara yakni pengujian di lapangan dan pengujian di laboratorium (di batching Plant supplier beton ready mix).

a. Pengujian di lapangan

  Pada proyek ini, nilai slump yang digunakan adalah 12 ± 2 cm dan dilakukan pengujian 3 setiap 25 m atau setiap 3 concrete mixer truck. Campuran beton ready mix dimasukkan ke dalam Kerucut Abrahams kira-kira 1/3 bagian dari tinggi Kerucut Abrahams, kemudian campuran beton dipadatkan dengan cara ditusuk-tusuk dengan alat penumbuk berupa batang baja berdiameter 16 mmsebanyak 25 kali.

b. Pengujian di laboratorium

  Cetakan silinder diletakkan di atas pelat baja yang sudah dibersihkan sisi dalamnya dan diolesi dengan minyak pelumasseperlunya untuk mempermudah pelepasan beton dari cetakan. Sampel benda uji yang sudah dicetak kemudian didiamkan selama 24 jam dan kemudian diambil oleh pihak supplier beton untukselanjutnya direndam dalam air selama 7, 14, dan 28 hari.

6.3.1.2 Pengendalian Mutu Baja

  Pengawasan mutu baja tulangan bertujuan untuk menjamin agar setiap elemen struktur bangunan yang menggunakan besi tulangandapat menahan beban yang ada dengan baik sesuai dengan perencanaan yang ada. Seharusnya kegiatan uji Tarik baja dilakukan secara rutin seperti yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)yakni setiap pengadaan 50 ton besi yang berdiameter di bawah 25 mm atau setiap pengadaan 100 ton besi yang berdiameter lebih besar Dalam pengendalian mutu, baja tulangan diusahakan tidak disimpan atau diletakkan di stock yard yang berada di area terbukakarena dapat menurunkan mutu baja akibat adanya karat.

6.3.2 Pengawasan dan Pengendalian Mutu Peralatan

  Kerusakan pada alat dapat mengakibatkan tertundanyapekerjaan, oleh karena itu bagian mekanik mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam menjaga dan mengatur penggunaan segala peralatan dilingkungan proyek. Pada proyek ini jika kerusakan alat masih bisa ditangani oleh tim mekanik maka dikerjakan sendiri, sedangkan jika tingkat kerusakannyacukup parah maka diserahkan pada bengkel pusat atau mendatangkan teknisi yang lebih berpengalaman.

6.4. Pengawasan dan Pengendalian Waktu

  Sebelum proyek dilaksanakan, pelaksana harus mengetahui rencanakerja yang telah dicantumkan dalam time schedule agar waktu yang tersedia benar-benar efektif dan efisien untuk pekerjaan tersebut. Perubahan yang diinginkan oleh pemilik proyek berupa perubahan desain strukturalPerubahan kurva S dari rencana awal harus diajukan terlebih dahulu ke pemilik proyek dengan menyertakan alasan-alasan yang mendasariperubahan kurva S, setelah itu barulah kurva S yang sudah diperbarui digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan pekerjaan di proyek dandigunakan sebagai acuan untuk progres pekerjaan yang ingin dicapai.

6.5. Pengawasan dan Pengendalian Biaya

  Pengendalian biaya dimaksudkan untuk mengetahui besarnya biaya yang telah dikeluarkan, dengan melihat tahap pekerjaan dan progres pekerjaan yang telah tercapai. Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Kesehatan kerja yang dimaksud dalam pengendalian Kesehatan,Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) tidak hanya kesehatan para pekerja tetapi juga kebersihan dan ketertiban lingkungan kerja.

6.7. Pengawasan dan Pengendalian Tenaga Kerja

  Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan jumlah dan kemampuannya dapat menunjang tercapainya efisiensi dalam suatupekerjaan proyek (the right man in the right place). Pada proyek ini, pengendalian tenaga kerja diserahkan kepada Site manager dan pelaksanaproyek dengan menunjuk pemborong berdasarkan reputasi pemborong tersebut.

BAB 7 PERMASALAHAN DAN SOLUSI PROYEK

7.1. Permasalahan Proyek

  Tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang menentukan berhasil tidaknya suatu proyek, oleh karena itu perlu dipersiapkan segalasesuatu yang berhubungan dengan teknis pekerjaan, rencana kerja, serta tenaga pelaksana serta dapat mengambil keputusan-keputusan mengenaimasalah-masalah yang ditemui di lapangan. Di dalam pelaksanaan di lapangan, pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan Apartemen Menteng Park ini banyak ditemui berbagaimacam permasalahan dan kendala yang harus dicari cara penyelesaiannya yang terbaik dengan segala pertimbangan.

7.1.1 Faktor Cuaca

  Kondisi cuaca yang tidak menentu dengan musim hujan atau kemarau yang sangatpanjang menyebabkan sering terjadi perubahan cuaca yang sangat cepat. Pada saat pelaksanaan pekerjaan, tidak jarang terjadi hujan ringan hingga deras dari siang hari hingga sore hari yang menyebabkan penundaan suatupekerjaan dengan alasan keamanan maupun untuk menghindari penurunan mutu bahan.

7.1.2 Kerusakan Alat Kerja

  Kerusakan alat kerja yang terjadi selama kerja praktek yaitu bermasalahnya Concrete pump Tower 1 pada saat hendak digunakan untukmemompa beton ready mix pada pengecoran balok & pelat di lantai 6. Setiap pekerja sudah diberi alatpelindung diri berupa helm, sepatu kerja, dan body harness tetapi banyak pekerja yang malas menggunakan alat pelindung diri yang lengkap karenaalasan alat pelindung diri yang sudah dibagikan hilang maupun rusak.

7.2. Solusi Permasalahan

  7.2.1 Faktor Cuaca Untuk mengatasi permasalahan cuaca berupa hujan di lapangan, jika hujan yang terjadi berupa hujan deras maka pekerjaan di lapangan ataupengecoran dihentikan untuk sementara untuk menjaga keselamatan para pekerja dan menjaga mutu beton ready mix untuk pengecoran. 7.2.4 Hasil Pekerjaan Tidak Sempurna Untuk mengatasi hasil pekerjaan yang tidak sempurna atau tidak sesuai dengan desain dan spesifikasi yang telah ditentukan, maka dilakukan 7.2.5 Kurangnya Jumlah Pekerja di Lapangan Untuk mengatasi kurangnya jumlah pekerja di lapangan, pihak kontraktor meminta pemborong untuk segera menyediakan pekerjatambahan sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan kembali.

BAB 8 PENUTUP

8.1. Kesimpulan

  Setelah melakukan kerja praktik selama 60 hari kerja sejak 1 Maret 2017 sampai 15 Mei 2017 pada proyek pembangunan Apartemen MentengPark, banyak pengalaman dan pelajaran yang diperoleh berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan secara praktis di lapangan, penerapan manajemenproyek hingga penanganan masalah-masalah yang ada di proyek baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Segala bentuk kerusakan pada hasil pekerjaan atau hasil pekerjaan yang di bawah spesifikasi didokumentasikan dan dituangkan dalam bentuk Non Conformance Report (NCR) untuk kemudian dipertanggungjawabkan kepada pemilik proyek.

8.2. Saran

  Pihak kontraktor sebaiknya melakukan kembali kegiatan penjadwalan ulang terhadap pekerjaan-pekerjaan yang akan segera dilaksanakan untukmengejar keterlambatan progres kerja sehingga tidak mengalami kerugian yang lebih banyak lagi. Penambahan jam kerja bagi para pekerja dengan lembur dengan sistem pembagian jam kerja / shift pekerja sehingga progres pekerjaanmeningkat tanpa menurunkan produktivitas pekerja yang sudah ada.

DAFTAR PUSTAKA

  Diambil kembali dari IlmuSipil: http://www.ilmusipil.com Aluma. Memasang dan Membongkar Tower Crane.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (159 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

STUDI PENJADWALAN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PUSAT PERDAGANGAN CIREBON RAYA (PPCR) CIREBON – JAWA BARAT
34
227
1
STUDI PERTUKARAN WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN PAMEKASAN
5
156
1
PERENCANAAN STRUKTUR PADA TRIBUN BARAT STADION GAJAYANA MALANG
21
173
2
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
455
20
A DISCOURSE ANALYSIS ON “SPA: REGAIN BALANCE OF YOUR INNER AND OUTER BEAUTY” IN THE JAKARTA POST ON 4 MARCH 2011
9
108
13
FUNGSI DAN KEWENANGAN BADAN PENGAWAS PASAR MODAL (BAPEPAM) DALAM RANGKA PENEGAKAN HUKUM DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)
5
62
215
Improving the Eighth Year Students' Tense Achievement and Active Participation by Giving Positive Reinforcement at SMPN 1 Silo in the 2013/2014 Academic Year
7
138
3
Implementasi Program Dinamika Kelompok Terhada Lanjut Usia Di Panti Sosial Tresna Werdha (Pstw) Budi Mulia 1 Cipayung Jakarta Timur
9
133
162
PERAN PT. FREEPORT INDONESIA SEBAGAI FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI) DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA
11
84
1
Perancangan Sistem Informasi Akademik Pada SMK Bina Siswa 1 Gununghalu
27
233
1
Sistem Informasi Akademik Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bandung
19
140
139
JAWABAN PREDIKSI UJIAN NASIONAL SMP 1
3
108
8
SOAL LATIHAN UTS IPA KELAS 1 SEMESTER 1 GANJIL 2016 KUMPULANSOALULANGAN
5
146
1
contoh soal UTS IPA kelas 1
10
157
2
82725 maths specimen paper 1 2014 2017
0
4
16
Show more