T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Metode Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMPN 1 Teras T1 Full text

27 

Full text

(1)

i

PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP N 1

TERAS

Artikel Ilmiah

Diajukan kepada

Fakultas Teknologi Informasi

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Komputer

Disusun oleh:

Setiadi (702010138)

Dr. Dharmaputra T. Palekahelu, M.Pd.

Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

Fakultas Teknologi Informasi

Universitas Kristen Satya Wacana

Salatiga

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP N 1 TERAS

1)

Setiadi, 2) Dr. Dharmaputra T. Palekahelu, M.Pd. FakultasTeknologiInformasi

Universitas Kristen SatyaWacana Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia Email: 1) seti.adi17@yahoo.com,2) Dpalekahelu2@yahoo.com

ABSTRACT

This research will be held on National junior high school 1 Teras has the main objective that the students result on Informatics and technology subject (TIK) would improve significantly. The only problem found on this school is the teacher keeps on using conventional methods which will inhibit the student results on Informatics and technology subject (TIK). To achieve a purpose of this research the author applies peers tutor method to improve the results of the study. This research undergoes by the classroom-act using 9th grade students of on National junior high school 1 Teras. After peer tutor method done students result of on Informatics and technology subject (TIK) increases compared with the previous method which was less than perfect. The conclusion of this research is that the application of peer tutor method had being able to improve the students results especially at Informatics and technology subject (TIK).

Key words: Peer Lessons Method, Learning Outcomes, Subject Of Information and Communication Technology

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK di SMPN 1 Teras. Permasalahan yang ada di SMPN 1 Teras adalah guru masih menggunakan metode konvensional yang kurang efektif sehingga berdampak pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK rendah.Untuk mencapai tujuan penelitian maka penelitian ini menerapkan metode tutor sebaya dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian siswa kelas 9E SMPN 1 Teras. Setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK mengalami peningkatan dari penerapan metode konvensional. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK.

Kata kunci: Metode Tutor Sebaya, Hasil Belajar, Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi

1)

Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer,

2) Universitas Kristen SatyaWacana, Salatiga

(9)

1. Pendahuluan

Berdasarkan hasil observasi permasalahan yang ada di SMPN 1 Teras adalah proses pembelajaran yang pasif karena guru masih menggunakan metode konvensional dalam melaksanakan proses pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar siswa dengan hasil nilai rata-rata rendah, tetapi ada sejumlah siswa yang memiliki nilai sangat bagus.

Saat proses pembelajaran siswa yang nilainya rata-rata rendah cenderung bermain komputer, mengobrol dengan siswa lain dan ada juga yang mengantuk saat proses pembelajaran tersebut berlangsung, dan pada saat guru memberi kesempatan bertanya tentang materi yang belum dipahami, siswa yang nilainya rata-rata rendah lebih memilih bertanya kepada teman yang nilainya bagus daripada bertanya kepada guru.

Dari permasalahan yang terjadi penelitian ini memanfaatkan siswa yang memiliki hasil belajar bagus sebagai sumber belajar alternatif melalui metode pembelajaran tutor sebaya, karena Tutor sebaya merupakan suatu pembelajaran yang dilakukan dengan cara memperdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya serap yang tinggi, siswa tersebut dijadikan sebagai tutor dalam kelompoknya dengan harapan siswa tersebut mengajarkan materi atau latihan kepada teman-temannya yang belum paham atau memiliki daya serap yang rendah. Pembelajaran ini mempunyai kelebihan ganda yaitu siswa yang mendapat bantuan lebih efektif dalam menerima materi, sedangkan bagi tutor merupakan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri lebih bertanggung jawab dan dapat beajar untuk menjadi pemimpin. Peran guru disini adalah mengawasi kelancaran pelaksanaan metode ini dengan memberi

pengarahan dan sebagainya. Para ahli berpendapat bahwa “Tutor adalah siswa

sebaya yang ditunjuk atau ditugaskan membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antara teman sebaya umumnya lebih dekat

dibandingkan hubungan siswa dengan guru”[1]

Berdasarkan uraian permasalahan yang ada di SMPN 1 Teras dan melihat kelebihan metode tutor sebaya, maka dilakukan penelitian di kelas 9E pada mata pelajaran TIK di SMPN 1 Teras dengan menerapkan metode tutor sebaya dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Tinjauan Pustaka

Penelitian oleh Fety Indah Primanti dengan judul “Upaya

Meningkatkan Motivasi Belajar Ilmu Gizi Siswa Melalui Pembelajaran

Dengan Bantuan Tutor Sebaya Di SMKN 3 Wonosari”. Menunjukan bahwa

(10)

meningkat menjadi 85,50% dengan kategori tinggi dan kecurangan pada saat tes semakin berkurang [2].

Persamaan penelitian ini dengan penelitian fety Indah Primanti adalah menggunakan penelitian tindakan kelas, pelaksanaan tes diakukan di akhir setiap siklus, pemilihan tutor berdasarkan kriteria sebagai tutor dan lebih cenderung dengan nilai hasil belajar siswa. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian fety Indah Primanti adalah penerapan metode tutor sebaya pada penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar sedangkan penelitian fety Indah Primanti lebih berfokus pada peningkatan motivasi belajar siswa, jumlah kelompok penelitian ini lebih banyak dan jumlah anggota kelompok lebih sedikit, pemilihan anggota kelompok pada penelitian ini dipilih secara acak sedangkan pada penelitian fety Indah Primanti berdasarkan kemampuan akademik siswa.

Penelitian Adib Wahyu Hidayat dengan judul “Penerapan Metode

Tutor Sebaya Pada Mata Diklat Autocad Di SMKN 3 Semarang Progam

Keahlian Gambar Bangunan”. Menunjukan Pada kelas eksperimen rata-rata

kemampuan awalnya mencapai 60,67 sedangkan pada kelas kontrol mencapai 60,54. Setelah dilakukan pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya dan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvesional, terlihat bahwa hasil belajar kedua kelompok tersebut berbeda. Hal ini ditunjukkan dari hasil post test hasil belajar yaitu kelas kontrol mencapai 81,36 dan untuk kelas eksperimen mencapai 87,33. Ketuntasan belajar pada kelas yang di ajar dengan menggunakan metode tutor sebaya adalah sebesar 90% sedangkan ketuntasan belajar pada kelas yang diajar menggunakan metode pembelajaran konvensional adalah sebesar 70%. Berdasarkan pada hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa metode tutor sebaya sangat berpengaruh terhadap ketuntasan belajar siswa [3].

Persamaan penelitian ini dengan penelitian Adib Wahyu Hidayat adalah permasalahan yang dihadapi penggunaan metode konvensional, pemilihan tutor berdasarkan kriteria sebagai tutor dan lebih cenderung dengan nilai hasil belajar siswa. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Adib Wahyu hidayat adalah jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas sedangkan pada penelitian Adib Wahyu Hidayat adalah penelitian eksperimen, pemilihan kelompok penelitian ini dipilih secara acak sedangkan penelitian Adib Wahyu Hidayat dipilih berdasarkan variasi tingkat kecerdasan siswa.

Metode secara harfiah berarti “cara”. Dalam pemakaian yang umum,

metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk

mencapai tujuan tertentu. Kata “pembelajaran” berarti segala upaya yang

dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri peserta didik. Jadi, metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri peserta didik dalam upaya yntuk menjadi untuk mencapai tujuan [4].

(11)

memiliki prestasi dan daya serap tinggi. Siswa tersebut diberi tugas untuk mengajarkan materi atau latihan kepada teman-temannya yang mengalami kesulitan belajar. Dalam hal ini siswa belajar dari siswa lain yang memiliki status umur, kematangan atau harga diri yang tidak jauh berbeda dari dirinya sendiri. Sehingga anak tidak merasa begitu terpaksa untuk menerima ide-ide

dan sikap dari “gurunya” yang tidak lain adalah teman sebayanya itu sendiri

[5].

Syarat seorang siswa dipilih menjadi tutor adalah a) Berprestasi baik, b) Dapat diterima atau disetujui oleh siswa yang mendapat bantuan sehingga siswa leluasa bertanya, c) Dapat menerangkan dengan jelas bahan pengajaran yang dibutuhkan oleh siswa, d) Ramah, lancar berbicara, luwes dalam bergaul, tidak sombong dan memiliki jiwa penolong, e) Memiliki daya kreativitas yang cukup untuk membimbing temannya [6].

Kelebihan metode tutor sebaya adalah a) Adanya suasana hubungan yang lebih dekat dan akrab antara siswa yang dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu, b) Bagi tutor sendiri kegiatan remedial ini merupakan kesempatan untuk pengayaan dalam belajar dan juga dapat menambah motivasi belajar, c) Bersifat efisien, artinya bisa lebih banyak yang dibantu, d) Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri [7].

3. Metode Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian tindakan, yang berfokus dalam kegiatan dikelas sehingga penelitiannya berupa penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas terbentuk dari tiga kata, yaitu: a) Penelitian: menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. b) Tindakan: menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang sengaja diakukan dengan tujuan tertentu, dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa. c) Kelas: dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik, yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Dengan menggabungkan batasan dari pengertian, a) penelitian, b) tindakan, dan c) kelas, dapat disimpulkan penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama, tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan guru yang dilakukan oleh siswa [8].

Setiap jenis penelitian memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dengan penelitian lain. Karakteristik PTK meliputi: a) Munculnya penelitian tindakan kelas karena ada permasalahan praktik

(12)

Tindakan-tindakan yang diambil dalam rangka melakukan perubahan menuju perbaikan harus direncanakan secara cermat [9].

Model penelitian kelas yang digunakan adalah model spiral dari Kemmis & McTaggart yang merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin, hanya saja pada model Kemmis & McTaggart komponen acting (tindakan) dengan observing (pengamatan) dijadikan sebagai suatu kesatuan. karena keduanya merupakan kegiatan yang tak terpisahkan yang harus dilakukan dalam satu kesatuan waktu atau dalam waktu yang sama.

Gambar 1. Siklus PTK menurut Kemmis & Taggart [10].

Model yang dikemukakan oleh Kemmis & Mc Taggart terdiri dari empat komponen, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Keempat komponen yang berupa untaian tersebut dipandang sebagai satu siklus. Pengertian siklus dalam hal ini adalah putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan dua kali pertemuan setiap siklusnya, tahapannya adalah sebagai berikut :

Tahap perencanaan, pada tahap ini hal yang direncanakan antaranya terkait dengan pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, strategi pembelajaran, media dan meteri pembelajaran, dan sebagainya. Perencanaan kegiatan pembelajaran disusun kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai pedoman dalam pelaksanaan tindakan.

(13)

Tahap pendahuluan, guru membuka pelajaran TIK dengan salam dan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin ketua kelas. Kemudian guru mengabsen siswa dan mengisi buku jurnal kegiatan, guru memberitahukan kepada siswa tentang materi yang akan dijarkan dan metode tutor sebaya yang akan diterapkan pada pertemuan ini.

Tahap penyampaian materi, guru menyampaikan materi dengan mempresentasikan didepan kelas menggunakan microsoft office powerpoint dengan bantuan media pembelajaran LCD proyektor dan guru sering memberikan kesempatan kepada siswa bertanya tentang materi yang disampaikan.

Tahap belajar kelompok, Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok dengan jumlah anggota kelompok 4 siswa dengan ketua kelompok sebagai tutor, kemudian guru memanggil 8 siswa yang telah ditunjuk menjadi tutor untuk maju ke meja guru untuk diberikan pengarahan tentang metode tutor sebaya. Masing-masing kelompok disuruh untuk mempelajari materi kecepatan akses internet yang ada di buku LKS dan memberikan soal latihan individu untuk dikerjakan secara kelompok dengan bantuan tutor, guru memberitahukan kepada anggota kelompok apabila ada yang belum paham tentang materi dan kesulitan dalam mengerjakan soal untuk bertanya kepada teman dan tutor masing-masing kelompok, bila dalam kelompok tidak ada yang bisa barulah guru sebagai fasilitator membantu kelompok siswa yang bertanya. Kemudian guru bersama siswa membahas soal latihan yang telah dikerjakan. Siswa diminta memperhatikan dan aktif bertanya kepada guru apabila masih ada soal yang belum dimengerti selama pembahasan berlangsung.

Tahap penutup, Guru bersama siswa mengevaluasi proses belajar kelompok dan memberikan kesempatan tanya jawab tentang proses belajar kelompok dan materi yang telah disampaikan sebagai bahan perbaikan untuk pertemuan selanjutnya.

Tahap observasi, kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan, hal yang diamati dalam observasi ini adalah pengamatan terhadap penerapan metode tutor sebaya untuk mengetahui ada tidaknya perubahan hasil belajar siswa setelah diberikan tindakan.

Tahap refleksi, data yang diperoleh melalui observasi terhadap pelaksanaan tindakan dikumpulkan dan dianalisis oleh peneliti dan guru untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pemikiran refleksi ini akan dapat diketahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus I sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan siklus berikutnya atau siklus II.

(14)

Instrument pengumpuan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi untuk mengamati proses penyampain materi oleh guru, keaktifan siswa saat menerima materi dan dalam proses belajar kelompok dengan bantuan tutor, serta peran tutor dalam proses pembelajaran. Tes digunakan peneliti untuk mengetahui hasil belajar siswa selama dilakukan tindakan. Dokumentasi berisi foto kegiatan pembelajaran untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian. Wawancara dilakukan untuk mengetahui efektifitas metode pemebelajaran tutor sebaya setelah dilakukan tindakan.

Penelitian tindakan kelas diasumsikan berhasil bila dilakukan tindakan perbaikan kualitas pembelajaran, maka akan berdampak terhadap perbaikan perilaku siswa dan hasil belajar. Indikator keberhasilan hasil belajar secara klasikal minimal 75% dari jumlah siswa yang mencapai KKM yang ditetapkan [11].

4. Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Pratindakan

Kegiatan pra tindakan dilaksanakan pada tanggal 4 November 2014. Pada tahap pra tindakan, peneliti berdiskusi dengan guru mata pelajaran TIK untuk menentukan subyek penelitian dan untuk memperoleh data awal hasil belajar siswa sebelum dilakukan proses penelitian menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya. Dari hasil diskusi yang dilakukan oleh peneliti dengan guru TIK , diperoleh hasil yaitu siswa kelas 9E SMPN 1 Teras sebagai subyek penelitian dan penelitian akan dimulai pada hari jumat, 14 November 2014 sesuai dengan jadwal mata pelajaran TIK kelas 9E.

Sebelum penelitian dilaksanakan, terlebih dahulu peneliti melakukan observasi di kelas 9E SMPN 1 Teras. Dari hasil observasi yang dilakukan, proses pembelajaran TIK yang dilaksanakan menggunakan metode konvensional, yaitu guru menyampaikan materi dengan ceramah di depan kelas dan siswa duduk mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Sesekali guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa tentang materi yang disampaikan, namun siswa cenderung asik mengobrol dengan siswa lain dan tidak ada siswa yang mau bertanya. Pada saat mengalami kesulitan tentang tugas yang diberikan oleh guru, siswa cenderung bertanya kepada teman dibandingkan bertanya dengan guru. Situasi proses pembelajaran seperti ini akan berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar siswa.

(15)

Tabel 1. Hasil Belajar Pra tindakan

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus I dilaksanakan sebanyak dua pertemuan sesuai dengan jadwal mata pelajaran TIK kelas 9E yaitu pada tanggal 14 dan 21 November 2014. Penjabaran hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

1) Perencanaan

Tahap perencanaan pada siklus I dilakukan oleh peneliti dan guru sebagai kolaborator untuk merencanakan segala kebutuhan yang diperlukan pada saat pelaksanaan tindakan penelitian dilakukan, diantaranya adalah sebagai berikut:

a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun untuk menentukan langkah- langkah yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan tindakan penelitian dengan memuat serangkaian metode pembelajaran yang diterapkan pada pelaksanaan tindakan penelitian. Standar kompetensi pada siklus I adalah memahani dasar-dasar penggunaan internet/intranet, pada pertemuan I kompetensi dasar yang digunakan adalah mengenal ukuran kecepatan akses internet dengan materi pembelajaran ukuran akses internet, pada pertemuan II kompetensi dasar yang digunakan adalah mengidentifikasi perangkat keras yang digunakan dalam akses internet/intranet dengan materi pembelajaran perangkat keras internet.

b) Metode Pembelajaran

(16)

tertinggi dari hasil data nilai pada ulangan sebelumnya yang diberikan oleh guru.

c) Lembar Observasi

Lembar observasi digunakan untuk mengamati kondisi siswa dikelas selama proses pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya. Lembar observasi berisi catatan lapangan untuk mendeskripsikan perubahan hasil belajar siswa saat proses pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya berlangsung.

d) Tes

Tes yang diberikan berupa soal individu berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Soal tes diambil dari materi yang diajarkan sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tes digunakan untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa setelah penerapan metode pembelajaran tutor sebaya.

2) Pelaksanaan Tindakan a) Pertemuan I

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari jumat, tanggal 14 November 2014, pukul 07.00-09.00 WIB. Proses pembelajaran dilaksanakan di ruang lab komputer, jumlah siswa yang hadir pada pertemuan pertama adalah 32 siswa. Proses pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya pada pertemuan pertama terdiri dari :

1. Pendahuluan

Guru membuka pelajaran TIK dengan salam dan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin ketua kelas. Kemudian guru mengabsen siswa dan mengisi buku jurnal kegiatan, guru memberitahukan kepada siswa tentang materi yang akan dijarkan dan metode tutor sebaya yang akan diterapkan pada pertemuan ini.

2. Penyampaian Materi

Pada pertemuan pertama guru menyampaikan materi

pembelajaran kecepatan akses internet. Guru

menyampaikan materi dengan mempresentasikan didepan kelas menggunakan Microsoft Office powerpoint dengan bantuan media pembelajaran LCD proyektor, guru memprsentasikan materi selama 15 menit dan guru sering memberikan kesempatan kepada siswa bertanya tentang materi yang disampaikan.

3. Belajar Kelompok

(17)

ditunjuk menjadi tutor untuk maju ke meja guru untuk diberikan pengarahan tentang metode tutor sebaya. Masing-masing kelompok disuruh untuk mempelajari materi kecepatan akses internet yang ada di buku LKS dan memberikan soal latihan individu untuk dikerjakan secara kelompok dengan bantuan tutor, guru memberitahukan kepada anggota kelompok apabila ada yang belum paham tentang materi dan kesulitan dalam mengerjakan soal untuk bertanya kepada teman dan tutor masing-masing kelompok, bila dalam kelompok tidak ada yang bisa barulah guru sebagai fasilitator membantu kelompok siswa yang bertanya. Setelah batas waktu 30 menit untuk mempelajari materi dan mengerjakan soal latihan habis, guru bersama siswa membahas soal latihan yang telah dikerjakan.Siswa diminta memperhatikan dan aktif bertanya kepada guru apabila masih ada soal yang belum dimengerti selama pembahasan berlangsung.

4. Penutup

Guru bersama siswa mengevaluasi proses belajar kelompok dan memberikan kesempatan tanya jawab tentang proses belajar kelompok dan materi yang telah disampaikan sebagai bahan perbaikan untuk pertemuan selanjutnya.

b) Pertemuan II

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari jumat, tanggal 21 November 2014, pukul 07.00-09.00 WIB. Proses pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas 9E, jumlah siswa yang hadir pada pertemuan kedua adalah 32 siswa. Proses pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya pada pertemuan kedua terdiri dari :

1. Pendahuluan

Guru membuka pelajaran TIK dengan salam dan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin ketua kelas, kemudian guru mengabsen siswa dan mengisi buku jurnal kegiatan. Guru memberitahukan materi yang akan diajarkan adalah perangkat keras internet, dan siswa diminta untuk mengeluarkan buku tulis dan LKS TIK.

2. Penyampaian Materi

(18)

microsoft office powerpoint dengan bantuan media pembelajaran LCD proyektor, guru memprsentasikan materi selama 15 menit dan guru sering memberikan kesempatan kepada siswa bertanya tentang materi yang disampaikan.

3. Belajar Kelompok

Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok seperti pada pertemuan pertama, masing-masing tutor dari setiap kelompok diminta kedepan kelas untuk diberikan pengarahan tentang materi perangkat keras internet dan tutor diminta supaya lebih aktif dalam menjalankan tugasnya sebagai tutor pada kelompoknya. Masing-masing kelompok disuruh untuk mempelajari materi perangkat keras internet yang ada di buku LKS dan memberikan soal latihan individu untuk dikerjakan secara kelompok dengan bantuan tutor, Setelah batas waktu 30 menit untuk mempelajari materi dan mengerjakan soal latihan habis, guru bersama siswa membahas soal latihan yang telah dikerjakan. Siswa diminta memperhatikan dan aktif bertanya kepada guru apabila masih ada soal yang belum dimengerti selama pembahasan berlangsung.

4. Tes

Pada akhir pembelajaran pertemuan kedua, guru memberikan tes individu untuk mengukur seberapa besar hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya. Sebelum mengerjakan soal tes, siswa disuruh untuk duduk tidak berkelompok lagi dan siswa diminta untuk mengerjakan soal tes secara individu.

5. Penutup

Guru bersama siswa mengevaluasi proses belajar kelompok dan memberikan kesempatan tanya jawab tentang proses belajar kelompok dan materi yang telah disampaikan sebagai bahan perbaikan untuk pertemuan selanjutnya pada siklus II.

3) Pengamatan

a) Pengamatan Terhadap Guru

Selama siklus I berlangsung, guru menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan RPP yang telah dibuat pada setiap pertemuan sehingga pelaksanaan metode tutor sebaya pada setiap pertemuan pada siklus I dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.

Guru menyampaikan materi dengan jelas dan

(19)

menjalankan tugasnya sebagai fasilitator dengan baik dalam memberikan motivasi terhadap anggota kelompok dan tutor untuk lebih aktif dalam kelompoknya.

b) Pengamatan Terhadap Siswa

1) Pertemuan I

Pertemuan pertama pembelajaran TIK dilaksanakan di ruang lab komputer. Pada awal pembelajaran, siswa terlihat belum siap untuk mengikuti proses pembelajaran TIK. Masih banyak siswa yang mengoprasikan komputer yang ada di ruang lab komputer tanpa perintah dari guru

dan ada siswa yang asyik mengobrol dengan

temannya.Setelah beberapa saat suasana yang tidak kondusif berlangsung, guru mulai mengarahkan siswa untuk tenang dan memperhatikan.

Guru menjelaskan tentang metode tutor sebaya yang akan diterapkan pada proses pembelajaran TIK, siswa terlihat bingung dan bertanya-tanya tentang metode tutor sebaya dikarenakan siswa baru pertama kali dikenalkan dengan metode tutor sebaya. Kemudian guru memanggil 8 siswa yang telah ditunjuk menjadi tutor maju kedepan kelas untuk diberikan penjelasan, siswa-siswa tersebut terlihat kaget dan bingung dikarenakan mereka baru pertama kali ditunjuk sebagi tutor.

Pada saat guru mempresentasikan materi, siswa terlihat pasif dikarenakan tidak ada siswa yang bertanya saat guru memberikan waktu bertanya. Memasuki proses belajar kelompok berlangsung, siswa masih terlihat pasif dan tutor belum maksimal menjalankan tugasnya sebagi tutor didalam kelompoknya.

2) Pertemuan II

Pembelajaran TIK pada pertemuan kedua

dilaksanakan diruang kelas 9E, pada awal pembelajaran

sebagian siswa asyik mengobrol dengan teman

sebangkunya dan sebagian sibuk dengan laptop yang mereka bawa. Guru mengarahkan siswa untuk tenang dan memperhatikan, siswa yang mengoperasikan laptop diminta untuk mematikan laptopnya untuk memulai pembelajaran TIK .

(20)

belum dimengerti dan tutor terlihat lebih maksimal menjalankan tugas sebagi tutor didalam kelompoknya.

4) Refleksi

Refleksi dilakukan oleh peneliti dan guru pada akhir siklus I. Setelah melakukan tindakan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan sebelum diterapkannya metode pembelajaran tutor sebaya. Meskipun demikian masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki pada siklus I.

Guru memberikan evaluasi dan pengarahan kepada tutor tentang tugas dan tanggung jawabnya.

Guru menegur langsung siswa yang menyontek jawaban dari temannya.

C. Siklus II

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus II dilaksanakan sebagi perbaikan pada siklus I. Siklus II dilaksanakan dengan dua pertemuan sesuai dengan jadwal mata pelajaran TIK kelas 9E yaitu pada tanggal 16 dan 23 Januari 2015. Penjabaran hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

1) Perencanaan

Tahap perencanaan pada siklus II dilakukan oleh peneliti dan guru sebagai kolaborator untuk merencanakan segala kebutuhan yang diperlukan pada siklus II dari hasil refleksi pada siklus I. Siklus II direncanakan lebih matang supaya hasil belajar siswa lebih baik dari siklus I, perencanaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(21)

metode pembelajaran yang diterapkan pada pelaksanaan tindakan penelitian. Standar kompetensi pada siklus II adalah menggunakan internet untuk mendapatkan informasi.Pada pertemuan III kompetensi dasar yang digunakan adalah mendemontrasikan akses internet sesuai dengan prosedur, dengan materi pembelajaran perangkat lunak untuk akses internet. Pada pertemuan IV kompetensi dasar yang digunakan adalah mengidentifikasi beberapa layanan informasi yang ada di internet dengan materi layanan dan fasilitas di internet.

b) Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode tutor sebaya. Jumlah siswa kelas 9E yaitu 32 siswa yang dibagi menjadi 8 kelompok, setiap kelompok memiliki anggota sebanyak 4 siswa, pembentukan kelompok dan siswa yang menjadi tutor pada siklus II sama dengan kelompok dan tutor pada siklus I.

c) Lembar Observasi

Lembar observasi digunakan untuk mengamati kondisi siswa dikelas selama proses pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya. Lembar observasi berisi catatan lapangan untuk mendeskripsikan perubahan hasil belajar siswa saat proses pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya berlangsung.

d) Tes

Tes yang diberikan berupa soal individu berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 20 soal.Soal tes diambil dari materi yang diajarkan sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tes digunakan untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa setelah penerapan metode pembelajaran tutor sebaya.

2) Pelaksanaan Tindakan a) Pertemuan III

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari jumat, tanggal 16 Januari 2015, pukul 07.00-09.00 WIB. Proses pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas 9E, jumlah siswa yang hadir pada pertemuan pertama adalah 32 siswa. Proses pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya pada pertemuan ketiga terdiri dari :

1) Pendahuluan

(22)

2) Penyampaian Materi

Pada pertemuan ketiga guru menyampaikan materi pembelajaran perangkat lunak untuk mengakses internet. Guru menyampaikan materi dengan mempresentasikan didepan kelas menggunakan Microsoft Office powerpoint dengan bantuan media pembelajaran LCD proyektor, guru mempresentasikan materi selama 15 menit dan guru sering memberikan kesempatan kepada siswa bertanya tentang materi yang disampaikan.

3) Belajar Kelompok

Pembagian kelompok pada siklus II sama dengan kelompok pada siklus I. Masing-masing kelompok diminta untuk mempelajari materi perangkat lunak untuk mengakses internet yang ada di buku LKS dan memberikan soal latihan individu untuk dikerjakan secara kelompok dengan bantuan tutor, guru lebih menekankan kepada siswa untuk lebih aktif dan jangan malu bertanya kepada tutor, apabila ada kesulitan dan tutor tidak dapat menyelesaikan maka guru meminta kelompok tersebut untuk bertanya kepada guru. Setelah batas waktu 30 menit untuk mempelajari materi dan mengerjakan soal latihan habis, guru bersama siswa membahas soal latihan yang telah dikerjakan. Siswa diminta memperhatikan dan aktif bertanya kepada guru apabila masih ada soal yang belum dimengerti selama pembahasan berlangsung.

4) Penutup

Guru bersama siswa mengevaluasi proses belajar kelompok dan memberikan kesempatan tanya jawab tentang proses belajar kelompok dan materi yang telah disampaikan sebagai bahan perbaikan untuk pertemuan selanjutnya.

b) Pertemuan IV

Pertemuan keempat dilaksanakan pada hari jumat, tanggal 23 Januari 2015, pukul 07.00-09.00 WIB. Proses pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas 9E, jumlah siswa yang hadir pada pertemuan keempat adalah 32 siswa. Proses pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya pada pertemuan keempat terdiri dari :

1) Pendahuluan

(23)

2) Penyampaian Materi

Pada pertemuan keempat guru menyampaikan materi pembelajaran perangkat keras internet. Penyampaian materi pada pertemuan keempat ini sama dengan penyampaian materi pada pertemuan sebelumnya yaitu Guru menyampaikan materi dengan mempresentasikan didepan kelas menggunakan microsoft office powerpoint dengan bantuan media pembelajaran LCD proyektor, guru memprsentasikan materi selama 15 menit dan guru sering memberikan kesempatan kepada siswa bertanya tentang materi yang disampaikan.

3) Belajar Kelompok

Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok, masing-masing kelompok diminta untuk mempelajari materi layanan dan fasilitas di internet pada buku LKS dan memberikan soal latihan individu untuk dikerjakan secara kelompok dengan bantuan tutor, Setelah batas waktu 30 menit untuk mempelajari materi dan mengerjakan soal latihan habis, guru bersama siswa membahas soal latihan yang telah dikerjakan. Siswa diminta memperhatikan dan aktif bertanya kepada guru apabila masih ada soal yang belum dimengerti selama pembahasan berlangsung.

4) Tes

Pada akhir pembelajaran pertemuan keempat, guru memberikan tes individu untuk mengukur seberapa besar hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya.Sebelum mengerjakan soal tes, siswa disuruh untuk duduk tidak berkelompok lagi dan siswa diminta untuk mengerjakan soal tes secara individu.

5) Penutup

Guru bersama siswa mengevaluasi proses belajar kelompok dan memberikan kesempatan tanya jawab tentang proses belajar kelompok dan materi yang telah disampaikan.

3) Pengamatan

a) Pengamatan Terhadap Guru

Selama siklus II berlangsung, guru menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan RPP yang telah dibuat pada setiap pertemuan sehingga pelaksanaan metode tutor sebaya pada setiap pertemuan pada siklus II dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.

Pada saat menyampaikan materi, guru sering

(24)

saat bergabung dengan kelompoknya. Sebagai fasilitator guru berperan baik dalam memberikan motivasi terhadap anggota kelompok dan tutor untuk lebih aktif dalam kelompoknya.

b) Pengamatan Terhadap Siswa

1) Pertemuan III

Pembelajaran TIK pertemuan ketiga dilaksanakan diruang kelas 9E, pada awal pembelajaran siswa terlihat mandiri dan bersikap tenang. Saat guru menyampaikan materi ada peningkatan jumlah siswa yang aktif melakukan tanya jawab dengan guru tentang materi yang disampaikan. Memasuki proses belajar kelompok, tutor menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan anggota kelompok mulai aktif dalam proses belajar kelompok.

2) Pertemuan IV

Pembelajaran TIK pada pertemuan keempat

dilaksanakan diruang kelas 9E, pada awal pembelajaran siswa terlihat mandiri dan bersikap tenang. Saat guru menyampaikan materi ada peningkatan jumlah siswa yang aktif melakukan tanya jawab dengan guru tentang materi yang disampaikan dari pertemuan sebelumnya. Memasuki proses belajar kelompok, tutor menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan anggota kelompok aktif dalam proses belajar kelompok. Saat pelaksanaan tes, siswa sudah mandiri mengerjakan soal tes.

4) Refleksi

Pada akhir siklus II, guru dan peneliti melakukan refleksi. Pelaksanaan pembelajaran TIK menggunakan metode tutor sebaya pada siklus II berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang direncanakan dan hasil belajar siswa setelah dilakukan tindakan menggunakan metode tutor sebaya pada siklus II mengalami peningkatan dari siklus I.

Dari hasil penelitian yang didapat pada siklus II penelitian sudah cukup dan bisa di hentikan, dikarenakan hasil yang diperoleh pada siklus ke II sudah memenuhi kriteria yang telah ditentukan pada hasil belajar siswa yang mencapai nilai KKM mencapai jumlah

≥75%.

D. Tutor

(25)

lain menjadi tutor yaitu dapat diterima oleh siswa atau anggota kelompok, dapat menerangkan kembali materi dengan jelas, ramah, lancar berbicara, memiliki daya kreativitas yang cukup untuk membingbing temannya, dan bertanggung jawab Dari hasil pratindakan diperoleh 10 siswa dengan hasil belajar sesuai dengan kriteria ketuntasan minium (KKM) dengan kriteria nilai tinggi. Dari 10 siswa tersebut peneliti berkonsultasi dengan guru untuk memilih 8 siswa dari 10 siswa yang memenuhi syarat lainnya untuk dijadikan sebagai tutor.

E. Efektifitas metode tutor sebaya

Setelah dilakukan wawancara dengan beberapa siswa dan tutor untuk mengetahui efektifitas metode tutor sebaya dalam mata pelajaran TIK didapatkan hasil sebagai berikut :

1) Keberanian siswa dalam bertanya tentang materi yang belum

dipahami mengalami peningkatan, siswa tidak merasa takut dan malu karena tutor yang mereka berikan pertanyaan adalah teman sebaya mereka sehingga siswa lebih terbantu dalam memahami materi dari guru yang belum dipahami.

2) Dalam belajar kelompok siswa diberikan tugas individu untuk

dikerjakan secara kelompok dengan bantuan tutor sehingga membuat siswa lebih aktif karena adanya komunikasi antara tutor dengan anggota kelompok untuk menyelesaikan tugas dari guru.

3) Hubungan siswa dengan tutor menjadi lebih akrab dan dekat karena

antara siswa dengan tutor harus bekerjasama dalam proses belajar kelompok.

4) Sikap saling menghormati dan menghargai meningkat karena siswa

dan tutor dalam belajar kelompok harus menghormati dan menghargai pendapat, pertanyaan, dan jawaban yang timbul dalam proses belajar kelompok.

5) Motivasi belajar siswa meningkat karena siswa lebih leluasa

bertanya kepada tutor tentang materi yang belum dipahami.

6) Tutor termotivasi dalam belajar supaya menguasai materi yang

akan diajarkan kepada anggota kelompok dan bisa menjawab pertanyan yang diajukan oleh anggota kelompoknya.

7) Tanggung jawab, kepercayaan diri, dan jiwa kepemimpinan tutor

meningkat karena tutor dalam belajar kelompok berperan sebagi guru dan merangkap sebagai ketua kelompok didalam kelompoknya.

8) Hasil belajar tutor dan siswa mengalami peningkatan.

F. Hasil Belajar

(26)

diperoleh dari pratindakan, siklus I, dan siklus II dapat digambarkan pada

1 Presentase ketuntasan 40,62% 68,75% 81,25%

2 Jumlah siswa tuntas KKM 13 22 26 adalah 22 siswa atau sekitar 68,75% sedangkan 10 siswa atau sekitar 31,25 % belum mencapai KKM dari 32 siswa, dan pada siklus II yang mencapai nilai sesuai KKM yaitu 85 keatas adalah 26 siswa atau sekitar 81,25% sedangkan 6 siswa atau sekitar 18,75% belum mencapai KKM dari 32 siswa. Meskipun pada siklus II masih ada 6 siswa yang belum mencapai nilai KKM, penerapan metode pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa sudah memenuhi kriteria keberhasilan yaitu 75% jumlah siswa yang mencapai KKM dari keseluruhan jumlah siswa.

5. Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di SMPN 1 Teras diperoleh kesimpulan bahwa permasalahan hasil belajar siswa yang rendah di SMPN 1 Teras pada mata pelajaran TIK dapat ditingkatkan dengan penerapan metode pembelajaran tutor sebaya, dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh guru dan peneliti terbukti hasil belajar siklus I dan siklus II mengalami peningkatan ketuntasan nilai siswa sesuai dengan KKM. Pada siklus I jumlah siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 22 siswa atau sekitar 68,75% dan pada siklus II meningkat menjadi 26 siswa atau sekitar 81,25%. Maka kesimpulan penelitian tindakan kelas ini adalah penerapan metode pembelajaran tutor sebaya pada mata pelajaran TIK SMPN 1 Teras dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mempunyai beberapa saran sebagai berikut:

a) Kepada guru, sebaiknya guru lebih mendekatkan diri kepada siswa

(27)

tutor karena keberhasilan metode pembelajaran tutor sebaya tidak lepas dari peran tutor yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

b) Kepada peneliti lain, sebaiknya peneliti yang akan melakukan penelitian

dengan metode tutor sebaya menjadikan hasil penelitian ini menjadi referensi untuk lebih dikembangkan sehingga tujuan penelitian dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

6. Daftar Pustaka

[1] ahmadi, Abu dan Widodo Suproyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta:

Rineka Cipta.

[2] Fety Indah Primanti, 2012, Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Ilmu

Gizi Siswa Melalui Pembelajaran Dengan Bantuan Tutor Sebaya Di

SMKN 3 Wonosari, Jurnal, http://eprints.uny.ac.id. Diakses tanggal 16

juli 2014.

[3] Adib Wahyu Hidayat, 2013, Penerapan Metode Tutor Sebaya Pada Mata

Diklat Autocad Di SMKN 3 Semarang Progam Keahlian Gambar

Bangunan, Jurnal, http://lib.unnes.ac.id. Diakses tanggal 16 juli 2014.

[4] Sutikno, Sobry. 2014. Metode dan Model-Model Pembelajaran. Lombok:

Holistica

[5] Djamarah, Bahri Syaiful dan Zain, Aswan. 2002. Strategi Belajar

Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

[6] Arikunto, Suharsimi. 1988. Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah

Pendekatan Evaluatif. Jakarta: CV Rajawali.

[7] Suryo, Moh dan Amin, Moh. 1982. Pengajaran Remedial. Jakarta:

DepdikbudP2BSPG.

[8] Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, Supardi. 2009. Penelitian Tindakan

Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

[9] Kasbolah, Kasihani. 2001. Penelitian Tindakan Kelas. Malang:

Universitas Negeri Malang.

[10] Kusumah, Wijaya dan Dedi Dwitagama. 2010. Mengenal Penelitian

Tindakan Kelas (Edisi Kedua). Yogyakarta: PT. Indeks.

[11] Tampubolon, Saur. 2014. Penelitian Tindakan Kelas Sebagai

Gambar

Tabel 1. Hasil Belajar Pra tindakan
Tabel 1 Hasil Belajar Pra tindakan . View in document p.15
tabel 2.  Tabel 2. Refleksi siklus I
Tabel 2 Refleksi siklus I . View in document p.20
Tabel 3. Hasil belajar siswa
Tabel 3 Hasil belajar siswa . View in document p.26

Referensi

Memperbarui...

Download now (27 pages)