Laporan Kasus Syaraf (Fatimah NJ – 1610221007)(1)

Gratis

0
0
49
5 months ago
Preview
Full text

LAPORAN KASUS

  Umur : 51 tahun 3. Pekerjaan : Ibu rumah tangga dengan aktivitas ringan 7.

A. IDENTITAS PASIEN

  Umur : 51 tahun 3. Pekerjaan : Ibu rumah tangga dengan aktivitas ringan 7.

B. DATA DASAR Dilakukan autoanamnesis, 30 September 2018 di rumah pasien

  Pasien tidak dapat melakukan pekerjaannya dan Sekitar 3 bulan yang lalu, pasien berobat ke poli syaraf RSUD Ambarawa dengan keluhan nyeri pada pinggang yang menjalar ke kedua kaki dan terasakesemutan pada kedua kaki, pasien merasa sulit untuk berjalan, pasien juga mengeluhkan penurunan berat badan dari berat badan awal sekitar 56 kg sekarangberat badan sekitar 45 kg. Kariadi di diagnosis dengan tumor spinal, Pengobatan yang sudah dilakukan adalah operasiuntuk pengangkatan tumor spinal serta obat pasca operasi yang diberikan adalah Gabapentin, natrium diklofenak, Vit B1,B6,B12, fisioterapi.

C. RESUME ANAMNESIS

  Sekitar 3 bulan yang lalu, pasien berobat ke poli syaraf RSUD Ambarawa dengan keluhan nyeri pada pinggang yang menjalar ke kedua kaki dan terasakesemutan pada kedua kaki, pasien merasa sulit untuk berjalan, pasien juga mengeluhkan penurunan berat badan dari berat badan awal sekitar 56 kg sekarangberat badan sekitar 45 kg. Rasa nyeri dari herniasi ini dapat berupa nyeri mekanik, yang berasal dari diskus dan ligamen;inflamasi, nyeri yang berasal dari nucleus pulposus yang ekstrusi menembus annulus dan kontak dengan suplai darah; dan nyeri neurogenik, yang berasal daripenekanan pada nervus.

c. Terapi Farmakologis

   Analgetik dan NSAID ( Non Steroid Anti Inflamation Drug)Obat ini diberikan dengan tujuan untuk mengurangi nyeri dan inflamasi sehingga mempercepat kesembuhan.  suntikan pada titik picu Cara pengobatan ini dengan memberikan suntikan campuran anastesi lokal dan kortikosteroid ke dalam jaringan lunak/ototpada titik picu disekitar tulang punggung.

d. Terapi operatif pada pasien dilakukan jika:

  Terjadinya rekurensi yang sering dari gejala yang dialami pasien menyebabkan keterbatasan fungsional kepada pasien, meskipun terapikonservatif yang diberikan tiap terjadinya rekurensi dapat menurunkan gejala dan memperbaiki fungsi dari pasien. Kurangi berat badan Tumor Medula Spinalis Tumor medula spinalis adalah tumor yang berkembang dalam tulang belakang atau isinya dan biasanya menimbulkan gejala - gejala karenaketerlibatan medula spinalis atau akar-akar saraf.

2. Etiologi

  Astrositoma dan neuro ependymomamerupakan jenis yang tersering pada pasien dengan neurofibromatosis tipe 2, yang merupakan kelainan pada kromosom 22. Pekerja di tempat yang berhubungan dengan kontak radiasi pengion atau bahan kimia tertentu, termasuk yang digunakan untuk memproduksi bahan bangunanatau plastik dan tekstil, memiliki kesempatan lebih besar mengidap tumor otak.

3. Klasifikasi

  Rata-rataterdapat pada usia 36 tahun, namun pada pasien dengan von Hippel-Lindau syndrome (VHLS) biasanya muncul pada dekade awal dan mempunyai tumor yang multipel. Berdasarkan table 2, schwanomamerupakan jenis yang tersering (53,7%) dengan insidensi laki-laki lebih sering dari pada perempuan, pada usia 40-60 tahun dan tersering pada daerah lumbal.

6. Gejala Klinis

  Gejala tambahan adalah gangguan sensorik dan motorik pada tangan dengan pasien yang melaporkan kesulitan menulis atau memasang Lesi daerah servikal menimbulkan gejala sensorik dan motorik mirip lesi radikular yang melibatkan bahu dan lengan dan mungkin jugamelibatkan tangan. Defisit sensorik membentang sepanjang tepi radial lengan bawah dan ibu jari pada kompresi C6, melibatkan jaritengah dan jari telunjuk pada lesi C7; dan lesi C7 menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengah.o Tumor daerah thorakal Penderita lesi daerah thorakal seringkali datang dengan kelemahan spastik yang timbul perlahan pada ekstremitas bagian bawah dankemudian mengalami parastesia.

7. Pemeriksaan Penunjang

  Alat ini dapat menunjukkan gambaran ruang dankontras pada struktur medula spinalis dimana gambaran ini tidak dapat dilihat dengan pemeriksaan yang lain. Konsentrasi protein yang tinggi serta kadar glukosa da n sitologi yang normal didapatkan pada tumor apabila telah menyebar ke selaputotak, kadar glukosa didapatkan rendah dan sitologi menunjukkan malignansi.

8. Diagnosa

  Pada tumor ekstramedular, gejala yang mendominasi adalah kompresi serabut saraf spinalis, sehingga yang paling awal tampak adalah nyeri, mula-mula dipunggung dan kemudian di sepanjang radiks spinal. Seperti pada tumor ekstradural, myelogram, CT Pada tumor intramedular, kerusakan serabut-serabut yang menyilang pada substansia grisea mengakibatkan hilangnya sensasi nyeri dan suhu bilateral yang meluas ke seluruh segmen yang terkena, yang pada gilirannya akan menyebabkan kerusakan pada kulit perifer.

9. Diagnosa banding

  Multiple sklerosis dapat dibedakan dari tumor medula spinalis dari sifatnya yang mempunyai masa remisi dan relaps. Apabilasebuah neurofibroma tumbuh pada radiks dorsalis, akan terasa nyeri yang menjalar selama bertahun-tahun sebelum tumor ini menunjukkan gejala-gejala lainnya yangdikenali dan didiagnosis sebagai tumor.

10. Penatalaksanaan

  Pengangkatan yang lengkap dan defisit minimal postoperasi,dapat mencapai 90% pada ependymoma, 40% pada astrositoma dan100% Tumor dan jaringan tidak dapat didiagnosis (pertimbangkan biopsi bila lesi dapat dijangkau). Rekurensi (kekambuhan kembali) setelah radiasi maksimal Komplikasi pembedahan : Pasien dengan tumor yang ganas memiliki resiko defisit neurologis yang besar selama tindakan operasi. Deformitas pada tulang belakang post operasi lebih sering terjadi pada anak anak dibanding orang dewasa.

11. Prognosa

  Tumor dengan gambaran histopatologi dan klinik yang agresif mempunyai prognosis yang buruk terhadap terapi. Pengangkatan total dapat menyembuhkan atau setidaknya pasien dapat terkontrol dalam waktu yang lama.

G. PEMERIKSAAN FISIK

  Pemeriksaan fisik dilakukan 30 September 2018 WIB di rumah Ny. Keadaan Umum : Tampak sakit ringan.

b. Vital sign

  Inspeksi : tidak tampak ictus cordis b. Palpasi : Ictus cordis teraba di SIC IV LMCS c.

d. Status Neurologis

  III Ptosis -/- Gerakan mata ke medial Normal/Normal Gerakan mata ke atas Normal/NormalGerakan mata ke bawah Normal/Normal Ukuran Pupil + (3 mm) + (3mm)Reflek cahaya Langsung + + Reflek cahaya konsensuil + +Strabismus divergen -/- N. Pemeriksaan Fungsi Vegetatif:1) Miksi : BAK tidak terkontrol2) Defekasi : BAB tidak terkontrol H.

HDL DIRECT

MCH 26,5 pg (L) 50 mg/dl LDL- MCHC 33,2 g/dl 183,2 mg/dl (H) CHOLESTEROL RDW 12,9 % ASAM URAT 5,27 mg/dl 3 MPV 7,50 mikro m Cholesterol 256 mg/dl (H) 3 Limfosit 0,892 10 /mikro (L) Trigliserida 64 mg/dl (L) 3 Monosit 0,079 10 /mikro (L) 3 Eosinofil 0,005 10 /mikro (L) 3 Basofil 0,032 10 /mikro 3 Neutrofil 6,56 10 /mikro Limfosit% 12 (L)Monosit% 1,05Eosinofil% 0,069 (L)Basofil% 0,428Neutrofil% 86,7 (H)PCT 0,243%PDQ 10,2%

2. MRI thoracolumbal dengan kontras

3. Patologi Anatomi

  Kesan : Massa intrameduler ekstradural (ukuran 3,4 x 1,3 cm) yang menyebabkan pendesakan thecal sec setinggi corpus vertebra TH 11-12 →DD/ Schwanoma Neurofibroma Meningioma  Bulging posterocentral V. L 4-5 dan V.

I. DISKUSI II

  Pada pemeriksaan fisik saat pasien ditemui memiliki status generalisata yang baik, dengan tidak adanya penurunan kesadaran, didapatkan adanya kontak mata, Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah pasien adalah 130/80 mmHg dalam batas normal, nadi 85x/menit dengan irama regular dan isi cukup, laju nafas20x/mnt dalam batas normal, suhu 37,0 derajat (afebris), dan saturasi dalam keadaan baik walau tanpa oksigen. Sehingga defisit neurologis pada pasien ini mengarahkan ke kelainan lesi di Upper Motor Neuron (UMN) karena lesi di UMN memiliki ciri-ciri spastis(kaku), hiperreflex, hipertonus, muncul reflex patologis, dan dapat ditemukan adanya klonus.

K. PENATALAKSANAAN

  1. Non Medikamentosa  Fisioterapi secara rutin Minum obat secara teratur Kontrol ke dokter secara teratur 2.

L. PROGNOSIS

M. DISKUSI III

 Death : Dubia ad bonam Disease : Dubia ad bonam Dissability : Dubia ad bonam Discomfort : Dubia ad bonam Dissatisfaction: Dubia ad bonam Distutition : Dubia ad bonam

1. Metilprednisolon

  Mereka melakukannya dengan dua mekanisme: histamin yangdilepaskan oleh sel-sel ECL dalam perut diblokir dari pengikatan dengan reseptorH2 sel parietal yang merangsang sekresi asam, dan zat lain yang meningkatkan sekresi asam (seperti gastrin dan asetilkolin) efek yang dimiliki pada sel parietaldikurangi ketika reseptor H2 diblokir . Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukanprostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

5. Fluoxetin

  Fluoxetinebekerja dengan cara meningkatkan aktivitas dan sirkulasi suatu zat kimia di dalam otak yang disebut dengan serotonin . Dengan meningkatnya kadar serotonin,maka keseimbangan kimia di dalam otak berubah dan gejala ketiga gangguan psikologi tersebut dapat teratasi.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (49 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Kepemilikan Publik dan Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan
0
0
9
JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN E-ISSN: 2528-0163; 81 – 98
0
0
18
JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN E-ISSN: 2528-0163; 61 – 80
0
0
20
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSEPTOR TIDAK MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI IMPLANT
0
0
6
Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, dan Corporate Governance Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan, Serta Financial Distress sebagai Variabel Inter-
0
0
22
PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP PERILAKU VULVA HYGIENE SAAT MENSTRUASI ANAK SD UMUR 11 – 13 TAHUN DI SDN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO
0
0
10
View of ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KEPERCAYAAN DAN LAYANAN MOBILE BANKING TERHADAP KEPUASAN NASABAH BANK (STUDI KASUS PADA PT BANK DKI – DEPOK)
0
0
5
ISOLASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI DAUN PILA – PILA (Mallotus paniculatus)
0
0
7
PERAN PESANTREN DALAM PERKEMBANGAN PENALARAN MORAL SANTRI ( Studi Kasus Di Pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan)
0
1
23
KETERLIBATAN KIAI DALAM PILKADA (Studi Kasus Pilkada di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2006)
0
0
10
Laporan bacaan 2 ( kelompok 3 ).docx
0
2
5
PEMBERITAAN MEDIA MASA TELEVISI TENTANG KONFLIK INDONESIA – MALAYSIA DAN OPINI MAHASISWA
0
0
127
The following special-case modifications to the linear programming formulation can be made: – Minimum shipping guarantees from i to j:
0
0
7
Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja Perusahaan dengan Strategi sebagai Pemoderasi FLOURIEN NURUL CHUSNAH LIES ZULFIATI DIANA SUPRIATI Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia – Jakarta Abstract - 043 Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja
0
0
26
Jurding Syaraf (Fatimah NJ – 1610221007)
0
0
16
Show more