Pasal 2 Dasar dan Asas a. Organisasi ini berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 b. Organisasi ini berdasarkan kekeluargaan dan gotong royong - 6. GBPK OSIS

 0  0  73  2019-01-12 10:56:17 Laporkan dokumen yang dilanggar

AD/ART

  Organisasi ini bertujuan mempersiapkan siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikanbekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, kepribadian dan budi luhur. Organisasi ini bertujuan membina siswa berorganisasi untuk pengembangan kepemimpinan Pasal 4 Sifat Organisasi Organisasi ini bersifat intra sekolah dan merupakan satu – satunya wadah yang menampung kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang menunjang kurikulum yang sah mewakili siswa dari sekolah tersebut.

OSIS SMP NEGERI 215 SSN JAKARTA

  Organisasi ini bertujuan membina siswa berorganisasi untuk pengembangan kepemimpinan Pasal 4 Sifat Organisasi Organisasi ini bersifat intra sekolah dan merupakan satu – satunya wadah yang menampung kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang menunjang kurikulum yang sah mewakili siswa dari sekolah tersebut. Keanggotaan berakhir apabila siswa tidak menjadi siswa lagi atau meninggal dunia Pasal 8 Hak dan Kewajiban Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam OSIS Pasal 9 Keuangan Keuangan organisasi ini diperoleh dari dan Bantuan Oprasional Pendidikan (BOP) maupu dari Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dan sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat serta usaha – usaha lain yang sah.

BAB II Pasa 10 LDKS OSIS SMPN 215 SSN

PERANGKAT ORGANISASI

  Anggota-anggota MPK adalah merupakan perwakilan kelas, sehingga setiap kelas dari sekolah yang bersangkutan memiliki wakilnya yangduduk dalam MPK b. Sebelum sah menjadi anggota MPK, setiap anggota harus mengucapkan janji secara sungguh-sungguh dihadapan kepalasekolah atau dihadapan pejabat yang ditunjuk/dikuasakan oleh kepala sekolah untuk mengambil janjic.

Pasal 12 MPK menetapkan anggaran rumah tangga (ART) dan garis-garis besar

  OSIS dipimpin oleh seorang Ketua dengan dibantu oleh seorang wakil ketua yang disebut MITRATAMA dan MITRAMUDAb. Pengurus OSIS bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan kepadaMPK dalam suatu musyawarah yang dilakukan oleh MPK Pasal 14 a.

Pasal 17 Sebelum memangku jabatannya, ketua dan wakil ketua mengucap janji

  Akan menjalankan semua ketentuan sesuai dengan Anggaran Dasar sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga denganpenuh tanggung jawab sebagai banti kami kepada sekolah, bangsa dan negara 3. Majelis pembimbing OSIS merupakan badan pembimbing OSIS yang beranggotakan guru-guru yang ditetapkan oleh kepala sekolah 2.

MAJELIS PERWAKILAN KELAS SMPN 215 SSN JAKARTA

  Pd ADMINISTRASI DAN KESEKRETARIATANAdministrasi sebagai pekerjaan ketatausahaan dan kesekretariatan, yaitu meliputi pekerjaaan yang berhubungan dengan surat menyurat,dokumentasi, pendaftaran (registrasi), dan kearsipan, dalam setiap usaha kerja sama yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu. Memperlancar roda/system organisasi, yaitu mencatat semua kegiatan manajemen dan alat pelaksana kegiatan ketatausahaan.

2. KeRumahTanggan (RuTang)

  Penyiapan alat/kebutuhan dan tempat kesekretariatan yang representative. Penyusunan daftar inventaris (barang yang dimiliki organisasi) dan memantaunya.

3. Personalia (urusan keanggotaan) dan komunikasi

  Di dalam surat tersebut penulis berusaha mengemukakanmaksud dan tujuannya serta menjelaskan apa yang dipikirkan dan dirasakannya. Alamat surat, bagian ini ada dua, alamat yang diletakkan di bagian luar surat (amplop) dan alamat yang diletakkan di bagian dalamsurat.

13. Tembusan, atau sering disebut dengan c.c. (carbon copy)

  Tembusan dibuat apabila ada pihak-pihak lain yang dianggap perlu mengetahui isi surat tersebut atau mempunyai sangkut paut denganisi surat akan tetapi bukan merupakan pihak yang menjadi tujuan utama dari surat. Menurutkebiasaan, stempel adalah sesuatu yang sangat berharga dan tidak setiap orang bisa mempergunakannya, hanya sekretaris atau ketuasaja yang mengetahui keberadaan stempel tersebut.

KOMUNIKASI DAN KEPEMIMPINAN

A. KOMUNIKASI

  Menurut Charles Colley komunikasi adalah mekanisme yang menyebabkan adanya hubungan antar manusia dan yang memperkembangkan semua lambang pikiran,bersama-sama dengan sarana untuk menyiarkannya dalam ruang dan merekamnya dalam waktu. Ini mencakup wajah, sikap dan gerak-gerik, suara, kata-kata tertulis,percetakan, kereta api, telegrap, telepon, dan apa saja yang merupakan penemuan mutakhir untuk menguasai ruang dan waktu.

a. Saluran komunikasi formal

  Komunikasi formal merupakan komunikasi yang cenderung birokratis dan ketat, sehingga pengambilan keputusan menjadi lamban. Pesan mengalir melalui jalan resmiyang ditentukan oleh hierarki resmi organisasi atau oleh fungsi pekerjaan.

1) Komunikasi dari atas ke bawah

  Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Robbin yang menjelaskan sebagai berikut: Komunikasi yang berlangsung dari tingkat tertentudalam satu kelompok atau organisasi ke tingkat yang lebih rendah. Prinsip-prinsip komunikasi ke atas menurutPlanty dan Mchaver adalah sebagai berikut : Harus direncanakan, berlangsung terus menerus, menggunakan saluran yang rutin, menekan kesensitifan dan penerimaanide-ide yang menyenangkan dari level yang lebih rendah, pendengaran yang objektiv, pengambilan tindakan berespon terhadap masalah dan menggunakan berbagaimacam media untuk memajukan informasi.

4. Memperbaiki komunikasi

  Kredibilitas e Optimis bahwa audiensnya adalah orang-orang yang dapat dipercaya.f Yakin bahwa substansi atau inti pesan yang ingin disampaikan kepada pihak lain benar-benar akurat dan dpat dipertanggung jawabkan.g Memahami dengan baik apa maksud dan tujuan penyampaian suatu pesan tersebut. Komunikasi yang efektif dapat mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi dalam komunikasi dengan memeperhatikan tiga hal sebagai berikut: j.

5. Komunikasi Personal Komunikasi personal merupakan proses penyampaian pikiran yang bersifat pribadi

Komunikasi personal diklasifikasikan menjadi:

a. Komunikasi Intrapersonal Komunikasi dengan diri sendiri, Jadi seseorang berdialog dengan dirinya sendiri.

  2) Ideasi, proses pembentukan ide-ide atau citra-citra hasil proses persepsi tadi.3) Transmisi, Proses pengiriman atau penyebaran sesuatu dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Komunikasi interpersonal diklasifikasikan menjadi: 1) Komunikasi diadik, komunikasi yang berlangsung antara dua orang.2) Komunikasi triadik, komunikasi yang berlangsung antara tiga orang, yang terdiri dari seorang komunikator dan dua orang komunikan.

6. Komunikasi Kelompok

  Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara seseorang dengan sejumlah orang yang banyaknya lebih dari dua orang di suatu tempat tertentu. Ada beberapa bentuk komunikasi kelompokkecil dalam proses dan mekanismenya, yaitu:Diskusi panel, Forum, Simposium, Seminar, dan Brainstorming.2) Komunikasi kelompok besar Komunikasi dengan sekelompok komunikan yang oleh karena jumlahnya yang besar, situasi komunikasinya tidak memungkinkan terjadinya umpan balik verbal.

7. Fungsi Komunikasi dalam Kelompok/Organisasi

  Ada dua hal yang berpengaru terhadap fungsi regulative Pertama, atasan atau orang yang berada dalam tataran managemen, yaitu mereka memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Fungsi persuasiveDalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan.

B. KEPEMIMPINAN Arti Pemimpin dan Kepemimpinan

  Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untukpenentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok. Kepemimpinan sebagai suatu kemampuan meng-handel orang lain untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan friksi sesedikit mungkin dan kerja sama yangbesar, kepemimpinan merupakan kekuatan semangat/moral yang kreatif dan terarah.

2. Ciri Kepemimpinan

  Kemampuan Berpikir Abstrak (Ability in abstract thinking) Kemampuan berabstraksi yang sebenarnya merupakan salah satu segi dari struktur intelegensi, ketajaman persepsi dan kemampuan menganalisis didampingioeh kemampuan berabstraksi dan mengintegrasikan fakta-fakta interaksi sosial di dalam dan di luar kelompok. Keseimbangan Emosional (emotional stability)Diri seorang pemimpin harus terdapat suatu kematangan emosional yang berdasarkan kesadaran yang mendalam akan kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan, cita-cita, dan alam perasaan, serta pengintegrasian kesemuanya itu ke dalam suatu kepribadian yang harmonis.

a. Tipe Otokratik

  Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain: menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya, dalam menegakkan disiplinmenunjukkan keakuannya, bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksidan menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan. Tipe Laissez Faire Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasayang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpintidak terlalu sering intervensi.

e. Tipe Demokratik

  Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi. Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusiae.

5. Gaya Kepemimpinan

  Menurut Ludlow dan Panton dalam kajian teori kelompok7, terdapat empat gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam situasi dan kondisi yang juga berbeda,antara lain; pengarahan (directing), pembekalan (coaching), dukungan (supporting), dan pendelegasian (delegating). Pengarahan harus mampu menjelaskan sejelas mungkin dan rinci tentang apa yang harusdikerjakan, bagaimana cara mengerjakan, dan kapan pekerjaan tersebut harus dapat diselesaikan.

C. Peranan Pemimpin dalam Komunikasi

  Pemimpin sebagai komunikatorSeorang pemimpin dalam kegiatannya sebagai komunikator ialah adanya faktor daya tarik komunikator dan faktor kepercayaan pada komunikator. Pemimpin sebagai monitorPemimpin mengobservasi dan meneliti gejala –gejala yang muncul di masyarakat yang mungkin menimbulkan pengaruh pada dirinya, pada kelompok, atauorganisasi yang diwakilinya.

ADMINISTRASI DAN KESEKRETARIATAN

  Administrasi sebagai pekerjaan ketatausahaan dan kesekretariatan, yaitu meliputi pekerjaaan yang berhubungan dengan surat menyurat, dokumentasi, pendaftaran(registrasi), dan kearsipan, dalam setiap usaha kerja sama yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu. Alamat surat, bagian ini ada dua, alamat yang diletakkan di bagian luar surat(amplop) dan alamat yang diletakkan di bagian dalam surat.

8. Pembinaan Persepsi Apresiasi dan Daya Kreasi Seni

  Organisasi ini bertujuan membina siswa berorganisasi untuk pengembangan kepemimpinan Pasal 4 Sifat Organisasi Organisasi ini bersifat intra sekolah dan merupakan satu – satunya wadah yang menampung kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang menunjang kurikulum yang sah mewakili siswa dari sekolah tersebut. Keanggotaan berakhir apabila siswa tidak menjadi siswa lagi atau meninggal dunia Pasal 8 Hak dan Kewajiban Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam OSIS Pasal 9 Keuangan Keuangan organisasi ini diperoleh dari dan Bantuan Oprasional Pendidikan (BOP) maupu dari Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dan sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat serta usaha – usaha lain yang sah.

BAB II Pasa 10 PERANGKAT ORGANISASI Perangkat organisasi terdiri dari:

  MPK bertanggung jawab kepada kepala sekolah Pasal 12 MPK menetapkan anggaran rumah tangga (ART) dan garis-garis besar program kegiatan (GBPK) OSIS di sekolah dan disahkan oleh kepala sekolah BAB IV Pasal 13 Pengurus OSIS a. Akan menjalankan semua ketentuan sesuai dengan Anggaran Dasar sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga denganpenuh tanggung jawab sebagai banti kami kepada sekolah, bangsa dan negara 3.

SEKOLAH (OSIS)SMP NEGERI 215 SSN JAKARTA

MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER

  Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangkamengembangkan aspek-aspek tertentu dari apa yang ditemukan pada kurikulum yang sedang dijalankan, termasuk yang berhubungan dengan bagaimana penerapansesungguhnya dari ilmu pengetahuan yang dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup mereka maupun lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikulermerupakan kegiatan yang dilakukan di luar kelas dan di luar jam pelajaran (kurikulum) untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki pesertadidik, baik yang berkaitan dengan aplikasi ilmu pengetahuan yang didapatkannya maupun dalam pengertian khusus untuk membimbing peserta didik dalammengembangkan potensi dan bakat yang ada dalam dirinya melalui kegiatan-kegiatan yang wajib maupun pilihan.

C. Fungsi dan Tujuan Ekstrakurikuler

  Menyalurkan dan mengembangkan potensi dan bakat peserta didik agar dapat menjadi manusia yang berkreativitas tinggi dan penuh dengan karya 2. Namun untuk hal-hal tertentuyang berkaitan dengan aplikasi dan praktik materi pelajaran di kelas, maka kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dan diikuti secara tertib oleh mereka yang satu kelas dansatu tingkat.

1. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

  Organisasisiswa di kelas pada umumnya sekedar disebut pengurus kelas dengan seorang ketua kelas dilengkapi dengan beberapa pengurus yang lain sesuai dengankeperluan, seperti wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, dan seksi- seksi. Untuk membuat dua kepentingan yang pada dasarnya sejalan tetapi kerapjuga saling mendesak itu menjadi harmonis, diperlukan kebijakan wali kelas dan kepala sekolah serta guru-guru dalam memimpin, mengarahkan, dan membimbingsiswa (Nawawi, 1989:166).

2. Pramuka Sekolah

  Perhatian itu dimanifestasikan dalam usaha melakukan pengendalian pelaksanaannya antara lain:1) Menunjuk dan mengangkat guru sebagai penanggungjawab pelaksanaannya (koordinator bidang) yang bertanggungjawab kepada kepala sekolah2) Mengusahakan agar para guru yang bersangkutan mendapat kesempatan mengikuti penataran atau kursus-kursus mengenai bidang tersebut3) Membantu mengadakan alat kelengkapan yang diperlukan. Diharapkan dengan kegiatan yang bersifat nonformal seperti olahraga dan kesenian ini, sekolah dapat mewujudkan hubungan manusia yang intensif.

1. Palang Merah Remaja (PMR)

  Palang Merah Remaja (PMR) adalah sebuah wadah atau organisasi pelajar yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pelayanan-pelayanan kesehatandan medis terhadap para korban atau pasien yang membutuhkan pertolonan, baik di lingkungan internal sekolah maupun masyarakat yang berada di sekitarnya. Hidup dalam masyarakat bangsa yang pluralis dangansendirinya menuntut sikap toleransi serta solidaritas yang tinggi dan hal itu menghasilkan suatu dunia baru dimana masyarakat menjadi sangatheterogen dalam suatu wilayah tempat tinggal, maka solidaritas dan toleransi telah menjadi syarat utama dalam membangun kehidupanbersama.

MANFAAT KERUKUNAN BERAGAMA

  Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain yaitu dengan cara mengubah rasa curiga dan bencimenjadi rasa penasaran yang positf dan mau menghargai keyakinan orang lain. Dengan memperhatikan cara menjaga kerukunan hidup antar umat beragama tersebut hendaknya kita sesama manusia haruslah salingtolong menolong dan kita harus bisa menerima bahwa perbedaan agama dengan orang lain adalah sebuah realitas dalam masyarakatyang multikultural agar kehidupan antar umat beragma bisa terwujud.

HAKIKAT ETIKA DAN MORALITAS DALAM ORGANISASI

  Kita mengenal saat ini banyak dikembangkanetika yang berkaitan dengan profesi yang disebut sebagai etika profesi seperti etika kedokteran, etika hukum, etika jurnalistik, etika guru, dan sebagainyaEtika berkaitan dengan baik dan buruk, benar dan salah, betul dan tidak, bohong dan jujur. Etika menggambarkan suatu kode perilaku yang berkaitan dengan nilai tentang mana yang benar dan mana yang salah yang berlaku secara obyektif dalam masyarakat.

PRINSIP-PRINSIP ETIKA

  Prinsip PersamaanSetiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras,serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat,dengan pemerintah, dan sebagainya.

DIMENSI ETIKA DALAM ORGANISASI

  Menurut teori ini, ciri organisasi yang ideal yang sekaligus menjadi nilai-nilaiperilaku yang harus dianut oleh setiap anggota organisasi adalah: Adanya pembagian kerja Prinsip Manajemen Organisasi Berbeda dengan teori birokrasi terdapat teori lain yang mengidentifi- kasi prinsip-prinsip manajemen organisasi. Disiplin yang baik merupakan hasil dari kepemimpinan yang efektif, saling pengertian yang jelas antara pimpinan dan para pegawai tentang peraturan organisasi, serta penerapansanksi yang adil bagi yang menyimpang dari peraturan tersebut.

ETIKA ORGANISASI PEMERINTAH

PEMBENTUKAN ETIKA ORGANISASI

  Nilai-nilaiperilaku yang ditunjukkan oleh individu sangat dipengaruhi oleh nilai nilai yang dianut oleh individu tersebut serta nilai-nilai yang berlaku dan berkembang dalam organisasi yangkemudian menjadi suatu kebiasaan yang berakumulasi menjadi budaya yang akan dianut oleh organisasi tersebut. Pengaruh yang cukup besar yang datang dari dalam individu sendiri antara lain meliputi kemampuan dan kebutuhanindividu yang bersangkutan dalam berbagai aspek kehidupan.

METODE KOMUNIKASI MASSA

  Massa mengandung pengertian orang banyak, mereka tidak harus berada di lokasi tertentu yang sama, mereka dapat tersebaratau terpencar di berbagai lokasi, yang dalam waktu yang sama atau hampir bersamaan dapat memperoleh pesan-pesan komunikasi yang sama . Berlo (dalam Wiryanto, 2005)mengartikan massa sebagai meliputi semua orang yang menjadi sasaran alat-alat komunikasi massa atau orang-orang pada ujung lain dari saluran.

A. Unsur-Unsur Komunikasi Massa

  Semua itu bukan sekedar saluran fisik jaringan komunikasi, melainkan juga merupakan saluran tatacara dan pengetahuan yang menentukan siapakahsebenarnya yang patut atau berkemungkinan untuk mendengar sesuatu dan kepada siapa ia harus mendengarnya. Meskipun institusi media itu sendiri tidak memiliki kekuasaan, namun institusi ini selalu berkaitan dengan kekuasaan negara karena adanyakesinambungan pemakaian media, mekanisme hukum, dan pandangan- pandangan menentukan yang berbeda antara negara yang satu denganlainnya.

B. Ciri-ciri komunikasi massa

  Karakteristik pokok ketiga adalah pesan-pesan komunikasi massa bersifat terbuka, artinya pesan-pesan dalam komunikasi massa bisa dan boleh dibaca, didengar, danditonton oleh semua orang. Dengan demikian, komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolit sehingga pesan yang sama dapat diterimasecara serentak dan sesaat.

FUNGSI KOMUNIKASI MASSA

  Fungsi pengawasan sosial merujuk pada upaya penyebaraninformasi dan interpretasi yang obyektif mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di dalam dan di luar lingkungan sosial dengan tujuan kontrol sosial agar tidak terjadi hal-hal yangtidak diinginkan. Fungsi korelasi sosial merujuk pada upaya pemberian interpretasi dan informasi yang menghubungkan satu kelompok sosial dengan kelompok sosial lainnyaatau antara satu pandangan dengan pandangan lainnya dengan tujuan mencapai konsensus.

A. Fungsi Komunikasi Massa untuk Masyarakat

  Menyediakan informasi tentang peristiwa dan kondisi dalam masyarakat dan dunia. Mobilisasi: Mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, perang, pembangunan ekonomi, pekerjaan, dan kadang kala juga dalam bidang agama.

A. Fungsi Komunikasi Massa untuk Individu

  Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia. Mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan.

C. Peran Mediasi

  Juru bahasa yang menjelaskan dan memberi makna terhadap peristiwa atau hal yang terpisah dan kurang jelas. Penyaring yang memilih bagian pengalaman yang perlu diberi perhatian khusus dan menyisihkan aspek pengalaman lainnya, baik secara sadar dan sistematis atau tidak.

DAFTAR PUSTAKA

  1 http://www.gudangmateri.com/2010/10/sejarah-pembentukan- osis.html 2 Ati Cahayati, dasar-dasar organisasi dan manajemen, PT Grasindo,jakarta,2003 3 Dr. Ariff, Organisasi dan manajemen, PT Karunia, Jakarta,1993 7 Onong Uchjono, Kepemimpinan dan Komunikasi, (Bandung: Mandar Maju), 1992, 8 Stephen P.

KATA PENGANTARLDKS OSIS SMPN 215 SSN

  Dalam hal ini kami sajikan bahan materi LDKS yang mana setiap tahun kami berusaha untuk selalu memperbaiki bahan-bahan materitersebut dengan tujuan peserta LDKS dapat memahami betul tentang keorganisasian maupun tentang kepemimpinan, kemudian daripada itubahan materi ini juga kami sajikan untuk menambah referensi pemateri/narasumber di dalam menyampaikan materi kepada pesertaLDKS. Terdapat ruang yang di dalamnya terdapat struktur organisasi dan kepengurusan OSIS, program kerja, sarana dan prasarana yang memadai serta berbagai macam piagampenghargaan yang diperoleh sebagai hasil prestasi yang dicapai 2.

BAB V HAMBATAN DAN LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN A. Hambatan ini dapat ditinjau dari beberapa aspek, seperti:

  Untuk itu OSIS harus memiliki kekuatan, daya tangkal terhadap pengaruh negative terhadapl kehidupan sekolah, dan memiliki kemampuan melaksanakanprogram kegiatan 4 (empat) jalur dan 8 (delapan) materi pembinaan kesiswaan agar dapat menunjang pencapaian tujuan pendidikan, yaitu terbentuknya menusia 4. Pembinaan Perlu ada pembinaan secara terus-menerus, berjenjang dan dilengkapi dengan perangkatinformasi (buku-buku, juklak, juknis dan lain-lain) agar ada persepsi yang sama anatar para Pembina dan siswa yang dibina.

1. Osis harus dibentuk sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan dalam arti mampu mewujudkan arti maupun perannya sebagai sebuah organisasi

2. Aparat Osis dipilih berdasarkan segi tertentu, seperti:

  Kemampuan manajemen dan pengalaman dalam organisasi c. Agar OSIS dapat berperan dalam mendukung pencapaian tujuan kurikuler, maka perlu dilatih dan dibina dalam pelaksanaan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menyangkut 8(delapan) materi pembinaan kesiswaan, termasuk dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pembinaan yang berkaitan dengan penyusunan program kegiatan, pelaksanaan, evaluasi,dan pengembangannyaa.

5. Pembinaan dapat dilakukan melalui :

  Kegiatan terpadu yang diadakan oleh dan dengan intern sekolah, antar sekolah, dan antar sekolah dengan masyarakat. Para Pembina hendaknya dapat menghindarkan diri dari perbuatan atau campur tangan dengan memberikan kesan menguasai, mengatur, memaksakan, dan perilaku lain yangsejenis, sehingga OSIS merasa diberikan kebebasan untuk mengeluarkan dan mengembangkan gagasan, ide sesuai dengan tingkat kemampuan dan kematangan mereka.

ii. Daftar isi

  Komunikasi dan Kepemimpinan hal. Administrasi dan Kesekretariatan hal.

7. AD/ART OSIS hal. 35

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags
Amandemen Undang Undang Dasar 1945 Pdf Undang Undang Dasar 1945 Sebagai Revolutiegrondwet

Pendidikan Pancasila Undang Undang Dasar

Amandemen Undang Undang Dasar 1945 Terbaru

Undang Undang Dasar 1945 Setelah Amandem

Undang Undang Dasar Bab I Bentuk Dan Kedaulatan Pasal

Pentawilan Pasal 7A Undang Undang Dasar

Hubungan Proklamasi Dengan Pancasila Dan Pembukaan Undang Undang Dasar

Mengingat Pasal 5 Ayat 1 Dan Pasal 20 Undang Undang Dasar Negara

Pasal 2 Dasar dan Asas a. Organisasi ini berd..

Gratis

Feedback