BAB II - DOCRPIJM 2afa3a65b1 BAB IIBAB 2 LAPORAN AKHIR RPIJM KLU ok

Gratis

0
0
22
4 months ago
Preview
Full text

  BAB II GAMBARAN UMUM DAN KONDISI WILAYAH KABUPATEN LOMBOK UTARA

2.1. KONDISI UMUM

2.1.1. Profil Geografis Dan Demografi

  Dengan diterbitkannya Undang Undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara, dilanjutkan dengan peresmian dan pelantikan Penjabat Bupati Lombok Utara pada tanggal 30 Desember 2008, menjadikan Kabupaten Lombok Utara sebagai Daerah Otonomi baru di Propinsi Nusa Tenggara Barat.

  Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu dari 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota di Propinsi Nusa Tenggra Barat, yang posisinya terletak dibagian utara pulau lombok dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

  Sebelah Utara : Laut Jawa Sebelah Barat : Selat Lombok Dan Kabupaten Lombok Barat Sebelah Selatan : Kabupaten Lombok Barat Dan Kabupaten Lombok Tengah Sebelah Timur : Kabupaten Lombok Timur

  Kabupaten Lombok Utara mempunyai luas wilayah daratan yakni seluas 809,53 Km2, dan secara administrastif terbagi dalam 5 (lima) Kecamatan, 33 Desa dan 322 Dusun, yang mana Kecamatan Bayan memiliki luas wilayah terbesar dengan luas wilayah 329,10 Km2 dan terkecil adalah Kecamatan Pemenang dengan luas wilayah 81,09 Km2. Penyusunan RPIJM Bidang PU /Cipta Karya Kabupaten Lombok Utara - NTB

  II - 2

Gambar 2.1. Peta Wilayah Kabupaten Lombok UtaraTabel 2.1. Jumlah Desa dan Dusun di Kabupaten Lombok Utara

  Dirinci menurut Kecamatan, 2011

  

Kecamatan Desa Dusun BPDesa

Tanjung

  7

  68

  7

  4

  38

  4 Pemenang Gangga

  5

  61

  5

  8

  95

  8 Kayangan Bayan

  

9 114

  9 Total

33 376

  33 Tabel 2.2. Luas Wilayah Kabupaten Lombok Utara Dirinci

  Menurut Kecamatan

  Kecamatan Luas Persentase

  14,28

  Tanjung 115,64 Pemenang 81,09 10,02 Gangga 157,35 19,44

  Kayangan 126,35 15,63 Bayan 329,1 40,65 Total 809,53

  Letak Kabupaten Lombok Utara sangat strategis yaitu terletak pada daerah segitiga emas daerah tujuan pariwisata sedangkan jalur perhubungan laut dengan Selat Lombok sebagai jalur perhubungan laut yang semakin ramai, dari arah timur tengah untuk lalu lintas bahan bakar minyak dan dari Australia berupa mineral logam ke Asia Pasifik.

  Di wilayah Kabupaten Lombok Utara juga terdapat gugusan Pulau-pulau kecil yang cukup terkenal dengan wisata alam pantainya yakni Gili (pulau), Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan dan juga pulau-pulau kecil lainnya.

  Berdasarkan data dari Badan Metereologi dan Geofisika (BMG), Kabupaten Lombok Utara tergolong daerah yang beriklim tropis dengan temperatur berkisar 23,1 derajat Celcius dengan temperatur tertinggi terjadi pada bulan Juli-Agustus 32,9 derajat celcius dan terendah pada bulan April yaitu 20,9 derajat celcius.

  Ditinjau dari keadaan geografisnya Kabupaten Lombok Utara terbagi menjadi: Daerah Pegunungan, yaitu gugusan pegunungan yang membentang dari Kecamatan Bayan sampai Kecamatan Pemenang. Gugusan pegunungan ini merupakan sumber air sungai yang mengalir kewilayah-wilayah daratan dan bermuara disepanjang pesisir pantai.

  Daerah berbukit-bukit diwilayah Kecamatan Bayan, Kayangan dan Gangga dan sebagian dataran rendah terdapat diwilayah Kecamatan Gangga, Tanjung dan Pemenang. Penggunaan Lahan di Kabupaten Lombok Utara berdasarkan Luas tanah yakni seluas 62.928 Ha, sebagian besar merupakan tanah kering yakni 47.653 Ha (75,7 %), tanah sawah 7.449 Ha (11,8 %), penggunaan untuk bangunan/pekarangan seluas 2.285 Ha (3,7 %) dan penggunaan lainnya seluas 5.541 Ha (8,8 %).

Tabel 2.3. Luas Tanah Di Kabupaten Lombok Utara

  Dirinci menurut Penggunaan Lahan dan Kecamatan, 2011

  Kecamatan Penggunaan Lahan (Ha) Jumlah Tanah Sawah Tanah Kering Bangunan/Perkarangan Lainnya Tanjung

  721 5.273 444 87 6525

  Pemenang 405 3.818 277

  61 4561

  

Gangga 1.171 9.980 226 628 12005

Kayangan 2.740 5.646 942 1.532 10860

Bayan 2.412 22.936 396 3.233 28977

Total 7.449 47.653 2.285 5.541 62.928 Penyusunan RPIJM Bidang PU /Cipta Karya Kabupaten Lombok Utara - NTB

  II - 5

Gambar 2.2. Peta Wilayah Kecamatan Tanjung - Kabupaten Lombok UtaraGambar 2.3. Peta Wilayah Kecamatan Pemenang - Kabupaten Lombok UtaraGambar 2.4. Peta Wilayah Kecamatan Gangga - Kabupaten Lombok UtaraGambar 2.5. Peta Wilayah Kecamatan Kayangan - Kabupaten Lombok UtaraGambar 2.6. Peta Wilayah Kecamatan Bayan - Kabupaten Lombok Utara

  Gambaran proporsi penggunaan lahan ini dapat dilihat pada grafik berikut :

Gambar 2.7. Grafik Proporsi Penggunaan Lahan di Kabupaten Lombok Utara

  Besarnya proporsi lahan kering ini mengandung tantangan yang cukup besar dalam pengelolaannya agar dapat menghasilkan produktivitas yang optimal. Dari aspek demografi, jumlah Penduduk Kabupaten Lombok Utara sampai dengan

  Tahun 2011 berjumlah 202.092 jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki berjumlah 99.653 jiwa dan perempuan berjumlah 102.439 jiwa. Jumlah penduduk terbesar berada di Kecamatan Tanjung dengan jumlah 45.069 jiwa dan yang terkecil di Kecamatan Pemenang yakni sebesar 32.949 jiwa dengan mata pencaharian utama yakni sebagai Petani dan Nelayan.

Tabel 2.4. Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin di Kabupaten Lombok Utara, 2011

  Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah Rasio Jenis Kelamin

  Tanjung 22.253 22.816 45.069 97,53 Pemenang 16.711 16.238 32.949 102,91 Gangga 20.056 21.135 41.191 94,89 Kayangan 18.482 19.281 37.763 95,85 Bayan 22.152 22.968 45.120 96,45

  Total 99.653 102.439 202.092 97,28

2.1. KONDISI EKONOMI

  Kondisi umum perekonomian Kabupaten Lombok Utara selama ini dapat dilihat dari pencapaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2005 dan 2006 baik Atas Dasar Harga Berlaku maupun Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000.

  PDRB Kabupaten Lombok Utara Atas Dasar Harga Berlaku untuk Tahun 2005 mencapai 800 milyar lebih sedangkan Atas Dasar Harga Konstan sebesar 536 Milyar lebih. Untuk capaian tahun 2006 Atas Dasar Harga Berlaku mencapai 888 Milyar lebih dan Atas Dasar Harga Konstan mencapai 436 Milyar lebih.

Tabel 2.5. PDRB Kabupaten Lombok Utara per Kecamatan

  Atas Dasar Harga Berlaku, 2004-2006 (000 Rp.)

  Kecamatan 2004 2005 2006

  Tanjung 171.880.067,77 197.100.734,40 221.312.401,43 Pemenang 126.696.919,01 147.284.841,60 165.830.813,60 Gangga 107.858.670,34 126.531.475,45 140.071.767,43 Kayangan 131.218.665,02 153.125.007,28 168.399.446,67 Bayan 149.545.755,20 176.033.901,60 193.222.634,95

  

Total 687.200.077,34 800.075.960,33 888.837.064,08

Tabel 2.6. PDRB Kabupaten Lombok Utara per Kecamatan atas Dasar Harga Konstan 2000, 2004-2006 ( 000 Rp.)

  

Kecamatan 2004 2005 2006

  Tanjung 126.001.277,93 129.728.665,66 135.850.058,09 Pemenang 93.274.598,23 97.938.580,01 103.449.650,77 Gangga 81.956.409,31 85.895.655,03 89.378.128,79 Kayangan 100.461.322,31 104.226.044,50 108.055.904,84 Bayan 11.853.336,42 118.996.540,74 123,467.301,83

  Total 413.546.944,20 536.785.485,94 436.733.742,49

  Selain mengacu pada capaian pertumbuhan PDRB, pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lombok Utara juga dapat dilihat pada perkembangan laju inflasi. Pada tahun 2007 angka laju inflasi Kabupaten Lombok Uatara mencapai 8,58 %, angka ini diproyeksikan menurun menjadi 5,73 % pada tahun 2009 dengan harapan membaiknya sektor pariwisata yang tentunya berpengaruh positif pada sektor-sektor lain seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran, industri, pertanian, serta sektor bangunan dan jasa.

  Besarnya laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lombok Utara sedikit banyak terkait dengan kemampuan Keuangan Daerah (APBD) yang mana pada tahun pertama APBD Kabupaten Lombok Utara bahwa berdasarkan Rancangan APBD Tahun 2009 dari pos Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp. 193.951.642.525,00,-.

  Dilihat dari sumbangan Pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD pada tahun 2009 masih belum maksimal yakni ditargetkan sebesar Rp. 8.Milyar lebih dan diharapkan pada tahun-tahun mendatang dengan potensi yang ada akan memberikan peningkatan dan secara signifikan akan berpengaruh terhadap APBD Kabupaten Lombok Utara.

  Dilain pihak untuk mendorong penciptaan iklim investasi yang kondusif, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan mengupayakan peningkatan Investasi baik dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) maupun dalam bentuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang diharapkan akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah.

  Kondisi ekonomi daerah secara langsung maupun tidak, dapat tergambar pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Hasil pendataan terhadap tingkat kesejahteraan rumah tangga/keluarga disajikan pada tabel berikut.

Tabel 2.7. Hasil Pentahapan Keluarga Sejahtera

  Kabupaten Lombok Utara Tahun 2007

  Keluarga Keluarga Keluarga Keluarga Keluarga Jumlah Pra Kecamatan Sejahtera Sejahtera Sejahtera Sejahtera Sejahtera

  I II

  III

  III Plus

Tanjung 7.174 4.192 1.235 661 191 13.453

Pemenang 5.293 3.263 756 159

  14 9.485 Gangga 6.681 2.861 1.119 732 22 11.415

Kayangan 4.723 4.966 555 172 105 10.521

  Bayan 7.450 3.277 1.434

  82 2 12.245

Total 31.321 18.559 5.099 1.806 334 57.119 Dari 57.119 keluarga yang ada di Kabupaten Lombok Utara, 31.321 keluarga atau 54,8 % adalah keluarga Pra-Sejahtera dan 18.559 keluarga atau 32,5 % adalah keluarga Sejahtera I. Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I jika dijumlahkan sama dengan 87,3 %, berdasarkan kriteria BKKBN adalah termasuk dalam keluarga miskin sosial dan

  

ekonomi. Untuk keluarga pra sejahtera, kemiskinan itu murni karena alasan ekonomi

  sedangkan untuk keluarga Sejahtera I, kemiskinan dapat terjadi karena alasan ekonomi maupun non ekonomi. Keluarga Pra Sejahtera (Pra KS) adalah keluarga-keluarga yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya (basic needs) secara minimal seperti kebutuhan spiritual, pangan, sandang, papan dan kesehatan, sedangkan keluarga Sejahtera I adalah keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologisnya seperti kebutuhan pendidikan, KB, interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan tempat tinggal dan transportasi.

  Keluarga miskin secara sosial dan ekonomi sebesar 87,3 % ini tersebar hampir merata di masing-masing kecamatan di Kabupaten Lombok Utara. Merupakan tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara beserta masyarakat itu sendiri untuk bersama- sama membangun daerah menuju terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

2.3. KONDISI SUMBERDAYA MANUSIA

  Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Kabupaten Lombok Utara ditandai dengan peningkatan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2007 sebesar 62,00 dan untuk tahun 2008 sebesar 63,00 (dikutip dari IPM Kab. Lombok Barat). Dilihat dari komponennya, terdapat peningkatan capaian Angka Melek Huruf dari 76,05 persen pada tahun 2006 menjadi 76,37 persen pada 2007 dan diproyeksikan menjadi 77,69 pada tahub 2008. Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah yang pada tahun 2006 mencapai 5,86 tahun naik menjadi 6,16 tahun pada 2007 dan diproyeksikan meningkat menjadi 6,53 tahun pada 2007. Angka Harapan Hidup tahun 2006 mencapai 61,64 tahun dan meningkat menjadi 62,34 tahun pada 2007 dan diproyeksikan meningkat menjadi 64,04 tahun pada 2008. Sedangkan komponen Daya Beli Masyarakat yang diukur melalui konsumsi per kapita untuk tahun 2006 mencapai Rp. 890.184,00 meningkat menjadi Rp. 916.457,00 pada tahun 2007, dan diproyeksikan meningkat sebesar Rp. 942.730,00 dan pada 2008.

  Apabila indikator keberhasilan bidang pendidikan diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), maka keberhasilan bidang pendidikan di Kabupaten Lombok Utara dapat digambarkan sebagai berikut : (1) APK SD sebesar

  110,78% pada tahun 2007; (2) APK SMP sebesar 100,41 % pada tahun 2007; dan (3) APK SMU sebesar 57,73% pada tahun 2007. Sedangkan pada Angka Partisipasi Murni (APM) sebagai berikut : (1) APM SD sebesar 98,30 % pada tahun 2007; APM SMP sebesar 95,97% pada tahun 2007; dan APM SMU sebesar 56,53 % pada tahun 2007.

  Pencapaian APK dan APM pada tingkat SD dan dan SMP menunjukkan tingkat pencapaian yang tinggi sedangkan pada tingkat SMU nilai APK/APM masih cukup rendah, angka APM 56,53 % pada tingkat SMU menunjukkan bahwa hampir separuh (43,47 %) penduduk usia 16-18 tahun tidak bersekolah di jenjang pendidikan yang sesuai (SMU).

  Gambaran APM pada tingkat pendidikan SD sampai dengan SMU dapat dilihat pada grafik berikut ini.

Gambar 2.8. Grafik Pencapaian Angka Pratisipasi Murni pada Tingkat SD, SMP dan SMU di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2007.

  Dari gambaran diatas, dapat dilihat bahwa kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk menempuh pendidikan dasar (SD dan SMP) sudah sangat tinggi. Namun pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi (SMU) terjadi penurunan angka partisipasi murni yang cukup drastis yaitu hanya 56,53 %. Dapat diperkirakan kondisi ini sebagian besar terjadi karena alasan ekonomi mengingat uraian diatas bahwa 87,3 % keluarga di KLU adalah keluarga miskin sosial dan ekonomi dan atau karena faktor lain yaitu kurangnya jumlah sekolah dimana untuk seluruh kecamatan terdapat 5 SMU Negeri, 3 SMU Swasta,

  1 SMK dan 17 Madrasah Aliyah Swasta. Dengan jumlah penduduk usia 16-18 tahun sebesar 12.732 orang dan total SMU sederajat 26 buah, maka 1 sekolah harus melayani rata-rata 490 orang. Faktor lain yaitu faktor keterjangkauan sekolah dari tempat tinggal dapat menjadi penyebab rendahnya angka partisipasi pada tingkat SMU ini.

  Dalam bidang pemerintahan, jumlah SDM atau pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara tahun 2009 direncanakan sebesar 2500 orang terdiri dari golongan I sebanyak 158 orang, golongan II sebanyak 788 orang, golongan III sebanyak 1.040 orang, dan golongan IV sebanyak 514 orang. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (tupoksi SKPD), maka rekrutmen personil untuk menempati job-job Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) SKPD dilaksanakan dan dipetakan sesuai dengan kemampuan dan spesifikasi teknis SDM yang dimiliki selain kebutuhan dari masing-masing SKPD, sehingga perlu adanya maping antara kebutuhan SKPD dengan kemampuan dan spesifikasi teknis SDM yang dimiliki.

  Di bidang kesehatan, beberapa variabel juga menunjukkan bahwa, angka harapan hidup di Kabupaten Lombok Utara (dikutip dari angka IPM Kab. Lombok Barat) pada tahun 2007 mencapai 62,34 tahun, atau meningkat dari capaian tahun 2006 sebesar 61,64 tahun. Sedangkan untuk tahun 2008 diperkirakan meningkat menjadi 64,04 tahun. Kondisi ini didukung oleh pelaksanaan program/kegiatan di bidang kesehatan yang antara lain ditunjukkan dengan cakupan pertolongan persalinan oleh Bidan/Tenaga Kesehatan tahun 2006, Cakupan Balita Naik Berat Badannya (N/D) dan Indikator lainnya adalah keberhasilan pelaksananaan pelayanan Imunisasi Desa.

  Tingkat partisipasi angkatan kerja di Kabupaten Utara (Dikutip dari Dokumen Perencanaan Kab.Lombok Barat) setiap tahunnya mengalami peningkatan, dari 65,95 % pada tahun 2006, naik 1,39 % menjadi 67,34 % pada tahun 2007. Dan untuk tahun 2008 diperkirakan meningkat menjadi 68,76 %. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 10,20 % pada tahun 2006 menjadi 10,93 % pada tahun 2007. Hal ini merupakan dampak penurunan tingkat kesempatan kerja yang menurun dari 91,14 % pada tahun 2006 menjadi 90,58 % pada tahun 2007. Sedangkan untuk tahun 2008 tingkat pengangguran terbuka diperkirakan menjadi 11,70 %.

2.4. POTENSI

  2.4.2. Perkebunan

  52 Ton

  f. Panili luas area 236 Ha produksi

  e. Cengkeh luas area 895 Ha produksi 230 Ton

  d. Kopi luas area 1.314 Ha produksi 776 Ton

  c. Coklat/kakao luas area 2.823 Ha produksi 1.547 Ton

  b. Kelapa luas area 10.574 Ha produksi 11.857 Ton

  Potensi komoditi perkebunan berdasarkan luas areal tanaman dan hasil produksi tahun 2007 adalah sebagai berikut a. Mete luas area 13.886 Ha produksi 11.326 Ton

  Kabupaten Lombok Utara menyimpan potensi yang besar antara lain pada sektor- sektor sebagai berikut :

  2.4.1. Pertanian Tanaman Pangan

  Tanah dengan tingginya permintaan dan perhatian investor dalam negeri. Petani

  f. Kacang Hijau luas panen 179 Ha produksi 152 Ton Saat ini komoditas yang menjadi minat dan perhatian petani adalah Kacang

  e. Kacang Tanah luas panen 7.179 Ha produksi 9.152 Ton

  d. Ubi Jalar luas panan 219 Ha produksi 2.710 Ton

  c. Ubi Kayu luas panen 2.076 Ha produksi 31.685 Ton

  b. Jagung luas panen 3.606 Ha produksi 11.857 Ton

  Potensi komoditi tanaman pangan berdasarkan luas areal tanaman dan hasil produksi tahun 2007 adalah sebagai berikut : a. Padi luas panen 10.796 Ha produksi 49.333 Ton

  saat ini telah mendapat bantuan kerjasama berupa pemberian benih kacang tanah yang berkualitas, bantaun teknis serta jaminan pasar di bawah skema pertanian inti plasma. Secara keseluruhan NTB memproduksi 45.000 ton kacang tanah/tahun sedangkan permintaan nasional melebihi 700.000 ton/tahun.

  2.4.3. Peternakan

  Potensi komoditi peternakan di Kabupaten Lombok Utara sesuai populasi Tahun 2007 adalah : a. Sapi sebanyak 55.644 ekor

  b. Kerbau sebanyak 1.323 ekor

  c. Kambing sebanyak 24.766 ekor

  d. Ayam Buras sebanyak 161.464 ekor

  e. Ayam Ras sebanyak 10.509 ekor

  2.4.4. Kelautan Dan Perikanan

  Sumberdaya kelautan dan perikanan merupakan kekayaan alam yang amat potensial dimanfaatkan di wilayah Kabupaten Lombok Utara karena setiap kecamatan di Kabupaten Lombok Utara mempunyai wilayah pantai dari wilayah utara Kecamatan Bayan sampai dengan barat Kecamatan Pemenang. Apabila sumberdaya ini dapat dimanfaatkan secara efektif, dapat menjadi modal dasar pembangunan untuk dapat mensejahterakan rakyat. Potensi yang dapat dikembangkan antara lain perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan dan pemasaran dan wisata bahari. Penguasaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting dalam pengelolaan sumberdaya ini, jika tidak potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang melimpah menjadi kurang memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

  2.4.5. Pariwisata

  Kabupaten Lombok Utara memili potensi pariwisata yang besar terutama obyek wisata bahari seperti Wisata pantai di tiga Gili (Pulau) yaitu Gili Terawangan, Gili Air dan Gili Meno. Disamping itu obyek wisata lain yang cukup berpotensi adalah wisata Budaya dan Taman Nasional Gunung Rinjani. Di Kecamatan Bayan bagian utara juga terdapat cagar budaya yang juga menjadi pintu gerbang menuju kawasan Wisata Taman Nasional Gunung Rinjani. Sarana Prasarana penunjang pariwisata di Kecamatan Bayan ini tersedia 10 hotel melati dengan jumlah kamar lebih kurang 90 kamar tidur.

  Hampir seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Lombok Utara memiliki domonasi wisata alam dan wisata budaya. Sedangkan Hotel Berbintang baru tersedia 2 (dua) buah yang berada di Kecamatan Tanjung dan satu buah di Kecamatan Pemenang (Gili Terawangan) Berkaitan dengan arus kunjungan wisatawan di Kabupaten Lombok Utara, bahwa data pada tahun 2007 menunjukkan jumlah Wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Lombok Utara sebanyak 39.958 orang wisatawan terdiri dari wisatawan Mancanegara sebanyak 37.087 dan 2.871 wisatawan Domestik. Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Lombok Utara terbanyak di wilayah Kecamatan Pemenang (Gili Trawangan, Meno dan Air) dan juga di Kecamatan Tanjung.

Tabel 2.8. Banyaknya Hotel, Kamar dan Tempat Tidur

  Dirinci Menurut Jenis dan Kecamatan, 2007

  Hotel Berbintang Hotel Melati Jumlah

Kecamatan Tempat Tempat Tempat

Hotel Kamar Hotel Kamar Hotel Kamar

  Tidur Tidur Tidur

  Tanjung

  2

  56

  60

  2

  56

  60 Pemenang 113 777 807 113 777 807 Gangga

  1

  4

  4

  1

  4

  4 Kayangan Bayan

  10

  51

  90

  10

  51

  90 Total

  2

  56 60 124 832 901 126 888 961 Tabe 2.9. Jumlah Wisatawan Nusantara dan Mancanegara Yang Menginap di Hotel Berbintang Menurut Jenis dan Kecamatan, 2007

  Hotel Berbintang Hotel Melati Jumlah Kecamatan Wisnu Wisman Jumlah Wisnu Wisman Jumlah Wisnu Wisman Jumlah

  Tanjung 1.112 15.080 16.192 1.514 18.782 20.296 2.626 33.862 36.488 Pemenang Gangga

  32

  12

  44

  32

  12

  44 Kayangan Bayan

  213 3.213 3.426 213 3.213 3.426

  Total 1.112 15.080 16.192 1.759 22.007 23.766 2.871 37.087 39.958

2.5. PELUANG DAN TANTANGAN

2.5.1. Peluang

  Beberapa peluang yang dapat disinergikan dengan upaya-upaya pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan daerah antara lain :

  1. Tingginya komitmen internasional maupun nasional dalam mencapai tujuan- tujuan pembangunan. Komitmen internasional telah disepakati oleh 147 negara sejak tahun 2000 berupa upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium / Millenium Development Goals (MDGs). Komitmen yang disepakati adalah kewajiban negara maju menyisihkan 0,7 % PDBnya untuk membantu negara- negara miskin dan berkembang. Dengan MDGs ada 8 tujuan yang ingin dicapai pada tahun 2015 yaitu : Memberantas kemiskinan dan kelaparan; Mencapai pendidikan dasar universal; Meningkatkan kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan; Menurunkan angka kematian anak; Meningkatkan kesehatan Ibu; Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya; Menjamin kelestarian lingkungan dan Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam skala nasional tengah gencar dilaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang merupakan program nasional penanggulangan kemiskinan terutama yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Tujuan program ini adalah Meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri. Kabupaten Lombok Utara sendiri merupakan target lokasi program ini yaitu di Kecamatan Tanjung, Bayan, Gangga dan Kayangan. Program ini melibatkan lembaga swadaya dan masyarakat secara langsung, Pemerintah dalam hal ini Kabupaten Lombok Utara berperan dalam mendukung dan sharring pembiayaan pendampingan program ini. Dalam skala regional Pemerintah Propinsi NTB tengah menggalakkan program 1 juta sapi, pemerintah daerah dapat menangkap peluang ini mengingat besarnya petensi peternakan di Kabupaten Lombok Utara dengan dukungan luas wilayah untuk pengembangan sektor peternakan.

  2. Cukup tingginya minat investasi terutama penanaman modal dalam negeri, diantaranya telah direalisasikan untuk budidaya kacang tanah oleh PT. Garuda Food dengan skema pertanian inti plasma. Menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan kondisi wilayah Kabupaten Lombok Utara yang sebagian besar merupakan lahan kering (75,7 %) telah banyak dihasilkan. Penelitian pengelolaan lahan kering ini banyak dilakukan oleh peneliti skala nasional maupun daerah. Tinggal bagaimana pemerintah daerah memanfaatkan hasil- hasil penelitian tersebut sebagai referensi untuk pelaksanaan program-program yang sesuai dengan potensi dan kondisi wilayah.

  4. Besarnya produksi pertanian baik tanaman pangan antara lain kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, tanaman hortikultura antara lain nangka dan pisang, tanaman perkebunan diantaranya kacang mete, Kakao, coklat dll dapat diarahkan untuk membuka peluang tumbuhnya industri-industri pengolahan pangan dalam skala rumah tangga yang tidak membutuhkan modal dan investasi yang besar. Industri rumah tangga ini dapat meningkatkan nilai tambah bagi produk-produk pertanian, mengentaskan kemiskinan dan menjadi ciri khas daerah. Walaupun dengan modal kecil, pengembangan industi ini harus diarahkan untuk memenuhi standar produksi dan pengepakan sesuai dengan harapan konsumen.

2.5.2. Tantangan

  1. Tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintah daerah adalah rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Pembangunan sumberdaya manusia terutama di bidang pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas dan dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan seiring dengan pembangunan ekonomi. Walapun pembangunan sumberdaya manusia tidak dapat dilihat hasilnya dalam jangka pendek, pembangunan sumberdaya manusia merupakan faktor krusial untuk mengentaskan kemiskinan. Banyak penelitian membuktikan bahwa rendahnya kualitas sumberdaya manusia menjadi penyebab kemiskinan, sebaliknya kemiskinan menjadi penyebab utama rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Untuk dapat memutus “Lingkaran Setan” ini maka pembangunan sumberdaya manusia harus menjadi prioritas utama sejalan dengan pembangunan ekonomi.

  2. Tantangan lain yang dihadapi adalah rendahnya kuantitas dan kualitas infrastruktur serta belum meratanya pembangunan sarana prasarana dasar masyarakat seperti sarana pendidikan yang memadai, sarana prasarana kesehatan yang cukup, Perumahan, Air Bersih , Sanitasi Lingkungan, pembangunan jaringan infrastruktur perdesaan seperti pembukaan jalan baru menuju akses akses ekonomi . Disisi lain pembangunan infrastruktur membutuhkan biaya dan anggaran yang sangat besar sementara anggaran pembangunan daerah terbatas.

  3. Mengingat Kabupaten Lombok Utara merupakan Daerah Pemekaran dengan sendirinya sangat membutuhkan anggaran yang cukup besar dalam rangka pembangunan sarana dan prasarana fisik Pemerintahan seperti pembangunan Sarana prasarana Perkantoran, Sarana Prasarana Publik seperti Pembangunan Pasar, Terminal, Pelabuhan, Peningkatan Jalan dan Jembatan, Penataan Kota dan Lingkungan, Pembangunan Rumah Sakit Daerah, Pemberdayaan Masyarakat dan peningkatan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan.

  Tantangan tersebut diatas akan terwujud apabila seluruh komponen Pemerintahan , Masyarakat dan Dunia Usaha berperan aktif membangun Kabupaten Lombok Utara dengan ketulusan dan keikhlasan dan menyatukan tekad untuk mengejar ketertinggalan.

Dokumen baru