D. Metode Rancangan.Zonasi Pengelolaan P

 0  0  5  2018-06-20 08:58:02 Laporkan dokumen yang dilanggar

  D. Metode Rancangan.Zonasi Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil

  A. Metode Pengumpulan Data

  Data adalah keterangan objektif tentang suatu fakta baik dalam bentuk kuantitatif, kualitatif, maupun gambar visual (images) yang diperoleh baik melalui observasi langsung maupun dari yang sudah terkumpul dalam bentuk cetakan atau perangkat penyimpan lainnya. ‘Informasi’ adalah adalah data yang sudah terolah yang digunakan untuk mendapatkan interpretasi tentang suatu fakta. Pengumpulan dan pengolahan data dan informasi ditempuh melalui upaya- upaya sebagai berikut :

  1.Survey Instansional Survey Instansional guna memperoleh data dan informasi sekunder sesuai kebutuhan analisa. Data instansional yang dibutuhkan merupakan data pendukung dalam kegiatan Penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil di Provinsi Lampung. Survey instansional ini dilakukan pada : a)Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung b)BAPPEDA Provinsi Lampung. c)Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung d)BLH Provinsi Lampung e)Badan Pusat Statistik (BPS). f)Dinas/instansi lain yang terkait permasalahan pantai, pesisir dan perikanan serta kelautan.

  2.Inventarisasi Data Dasar Spasial, Data (peta) dasar spasial diperoleh melalui instansi yang berwenang menerbitkan peta tersebut. Dalam hal ini adalah Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Dinas Hidro-

  Oseanografi TNI AL untuk peta laut. Pengumpulan data penginderaan jauh dilakukan dengan memanfaatkan peta citra LANDSAT yang sesuai dengan lokasi perencanaan. Untuk menunjang analisis, maka data berbasis vektor juga diperlukan sebagai peta dasar atau base map untuk melakukan koreksi geometri terhadap wilayah studi pada citra satelit.

  3.Ground Check/Pemantauan Lapangan, yakni observasi langsung terhadap spot-spot lokasi sesuai hasil identifikasi rona awal lingkungan serta informasi/isu permasalahan terkini yang berkembang yang diperoleh dari stakeholders setempat. Metode yang digunakan adalah wawancara dengan masyarakat pesisir dan instansi terkait terutama yang menyangkut isu-isu permasalahan utama wilayah pesisir provinsi lampung

  4.Diskusi dalam Kelompok Kerja (POKJA) RZWP3K, yakni kegiatan yang ditujukan untuk menggali persepsi dan aspirasi pemangku kepentingan (stakeholders) setempat, terhadap pengelolaan wilayah pesisir, dimasa kini dan masa yang akan datang. Konsultasi Publik diselenggarakan di daerah, dengan melibatkan unsur-unsur dari kalangan : pemerintahan, tokoh masyarakat/agama, dunia usaha dan kelompok masyarakat.

B. Metoda Analisis Data

  Terdapat beberapa jenis analisis yang digunakan dalam penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Lampung. Analisis yang digunakan adalah :

  1.Analisis Kebijakan Analisis kebijakan digunakan untuk melihat kedudukan wilayah perencanaan terhadap kebijakan rencana tata ruang nasional/provinsi/kabupaten/kota, dan menyesuaikan perencanaan yang dibuat dengan kebijakan pembangunan daerah. Hal- hal yang harus ditelaah adalah :

  a. Program-program pemerintah pusat terkait pembangunan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

  b. Visi, misi, dan tujuan dan kebijakan pengelolaan wilayah pesisir Provinsi

  Lampung c. . Isu dan permasalahan yang berkembang di wilayah pesisir Provinsi Lampung .

  d. RTRW Provinsi Lampung.

  e. Arahan pengembangan, struktur ruang dan pola ruang dalam RTRW Provinsi

  Lampung. Analisis struktur meliputi analisis mengenai jaringan transportasi laut wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dan darat dalam lingkup internasional, nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

  f. Analisis sistem perkotaan, kawasan dan regional wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang berpengaruh terhadap Provinsi Lampung.

  g. Analisis fungsi dan peran wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Provinsi

  Lampung dalam lingkup nasional, provinsi, kabupaten/kota di sekitarnya dilihat dari aspek ekonomi- sosial – budaya - politik, transportasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dalam pencapaian pembangunan nasional/regional secara umum;

  h. Analisis sektor unggulan yang menjadi i. prime mover di Provinsi Lampung,Kabupaten, kecamatan dan kelurahan/desa

  yang ada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

  2.Analisis Sosial Ekonomi Analisis sosial ekonomi dilakukan untuk melihat kondisi sosial ekonomi dan strukturnya di wilayah perencanaan. Lingkup analisis sosial ekonomi meliputi sebaran dan jumlah penduduk beserta proyeksinya di masa yang akan datang, interaksi penduduk, sebaran potensi ekonomi, basis ekonomi lokal, keterkaitan ekonomi dan skala ekonomi (produksi dan pemasaran). Analisis sosial eknomi dalam rangka pekerjaan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Lampung mencakup beberapa analisis terkait sebagai berikut : a) Analisis Ekonomi dan Sektor Unggulan di WP3K Provinsi Lampung.

  Analisis ekonomi dan sektor unggulan bertujuan memperoleh informasi untuk mewujudkan ekonomi WP3K yang berkelanjutan (sustainable) melalui keterkaitan ekonomi antar zonasi di dalam Provinsi Lampung dan antar Provinsi Lampung dengan Kabupaten/Kota lainnya, atau sistem ekonomi wilayah yang lebih luas. Analisis difokuskan pada kecenderungan pertumbuhan ekonomi WP3K, sektor-sektor ekonomi basis dan unggulan dan potensi dan kendala pengembangan kegiatan perekonomian WP3K.

  . Analisis mengenai kualitas sumberdaya manusia pengelola diperoleh dengan cara melakukan kajian deskriptif kualitatif terhadap informasi dari kajian demografi. Masukan utama analisis ini adalah kondisi tingkat pendidikan pada analisis demografi. potensi dan kendala pengembangan kegiatan ekonomi dari sisi kebijakan. Kajian atas regulasi tersebut menggunakan metoda analisis deskriptif kualitatif atas berbagai peraturan perundangan yang berlaku pada berbagai hierarki perundangan yang ada. Analisis kecenderungan pertumbuhan ekonomi, menggunakan metoda analisis deskriptif kualitatif atas data yang ada. Kecenderungan pertumbuhan ini mempertimbangkan jugafaktor-faktor ekonomi global pada skala regional, nasional dan internasional. Dengan demikian diharapkan kecenderungan pertumbuhan ini akan menjadi masukan dalam menyusun strategi pengembangan ekonomi wilayah secara tepat.

  b) Analisis Kelembagaan Daerah.

  Mengkaji kondisi kelembagaan daerah, yaitu meliputi struktur kelembagaan kabupaten, struktur kelembagaan masing-masing lembaga terkait pembangunan, mekanisme koordinasi internal dan lintas kelembagaan dalam pembangunan, kondisi SDM daerah yang meliputi kualitas maupun kuantitas, serta kebutuhan pengembangannya.

  3.Analisis Sosial Budaya dan Kependudukan Analisis sosial budaya dan kependudukan dalam rangka Penyusunan RZWP3K

  Provinsi Lampung, mencakup : Analisis Demografi dan Kependudukan WP3KProvinsi Lampung.

  Analisis demografi bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai aspek-aspek kependudukan, terutama yang memiliki pengaruh timbal balik dengan perkembangan sosial dan ekonomi, analisis ini dilakukan pula dalam proyeksi 20 tahun ke depan. Analisis demografi ini merupakan masukan dalam penyusunan rencana pengembangan sarana dan prasarana wilayah, rencana penyebaran penduduk, dan rencana struktur dan pola ruang pada WP3K. Analisis demografi WP3K Provinsi Lampung tersebut,

  4.Analisis Kesesuaian Lahan dan Kesesuaian Perairan Analisis kesesuaian lahan dan kesesuaian perairan dilakukan dengan menggunakan alat (tool ) Sistem Informasi Geografis untuk dapat mengintegrasikan data atribut kedalam data spasial. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik overlay peta dengan pembobotan (weighted overlay ). Dalam teknik analisis ini pertama kali disusun adalah matriks parameter kesesuaiannya dan klasifikasinya berdasarkan pedoman penyusunan RZWP3K Kabupaten yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Setelah disusun matriks kesesuaian maka peta-peta tematik mengenai parameter-parametertersebut dioverlay. Sedangkan untuk parameter - parameter serta kriteria yang digunakan berdasarkan pedoman penyusunan RZWP3K Kabupaten Kota/Kabupaten yang dikeluarkan KKP.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-04-14

Dokumen yang terkait
Tags
Hubungan Antara Religiusitas Dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan

Masjid Dan Pengembangan Wawasan Anak Usi

Hubungan Antara Harga Diri Dengan Perila Uu Ri No 23 Tahun

1Peran Kelompok Kepentingan Sebagai Repr

Pengelolaan Pulau Kecil Terluar Indonesia Studi Pulau Miangas

Peran Guru Mata Pelajaran Kimia Dalam Me

2016 Sk002 Tata Cara Pemilihan Sa

Pengaruh Sistem Nilai Kelas Menengah Mel

Pengelolaan Sumberdaya Pulau Pulau Kecil

Bahan P P D

Suplemen L P P D

Bahan P D F

D Pengelolaan Jurnal Monica Imas P D Grantino One P D Singgih Septian P D

D. Metode Rancangan.Zonasi Pengelolaan P

Gratis

Feedback