Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran Fisika tentang Gerak dan pengaruhnya terhadap Pemahaman dan sikap Kerjasama Siswa SMP Pangudi Luhur Moyudan Kelas VII Semester II

Gratis

0
2
203
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran Fisika tentang Gerak dan pengaruhnya terhadap Pemahaman dan sikap Kerjasama Siswa SMP Pangudi Luhur Moyudan Kelas VII Semester II SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika GITA KARTIKA SARI 101424004 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran Fisika tentang Gerak dan pengaruhnya terhadap Pemahaman dan sikap Kerjasama Siswa SMP Pangudi Luhur Moyudan Kelas VII Semester II SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika GITA KARTIKA SARI 101424004 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Halaman Persembahan Haleluya.. Kau ada dalam hatiku Takkan patah semangatku Takkan hilang kekuatanku Haleluya.. ku mau bersorak bagiMu Sukacita surga nyata penuhiku “Cuplikan lagu Rohani Sukacita Surga” Begitu besar ucapan syukur yang mampu terucap untuk penyertaan Tuhan Yesus atas terselesaikannya karya ini, karya ini saya persembahkan untuk :  Ayahku Drs. Sugeng Riyadi yang selalu mendukung, mendoakan dan memberikan nasihat-nasihat yang berarti untukku.  Ibuku Suwarni, S.Pd yang juga selalu menyebut namaku disetiap doanya, yang telah merawatku dari kecil hingga kini, yang selalu memberikan senyuman disetiap langkahku.  Kakakku Galuh Astika Sari, S.Pd yang selalu membantuku saat mengalami kesulitan dan memberikan semangat. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Diberikatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapan pada Tuhan ~ Yeremia 17: 7 ~ Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia. ~ Amsal 12:25 ~ We must accept finite disappointment. But never lose infinite hope ~ Martin Luther King ~ v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Sari, Gita Kartika. 2014. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada Pembelajaran Fisika tentang Gerak dan pengaruhnya terhadap Pemahaman dan sikap Kerjasama Siswa SMP Pangudi Luhur Moyudan Kelas VII Semester II. Skripsi. Yogyakarta : PFIS, FKIP, Universitas Sanata Dharma. Kata Kunci: Metode Kooperatif, Peningkatan Pemahaman dan Sikap Kerjasama Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) peningkatan pemahaman siswa SMP Pangudi Luhur Moyudan kelas VII A tentang gerak melalui metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT); (2) sikap kerjasama siswa SMP Pangudi Luhur Moyudan melalui metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Subyek penelitian yaitu siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berjumlah 34 siswa. Treatmen yang diberikan pada siswa kelas VII A adalah pembelajaran tentang gerak dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Instrumen yang digunakan antara lain : tes tertulis pre-tes dan pos-tes serta kuesioner sikap kerjasama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan metode kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan pemahaman siswa untuk materi gerak kelas VII A di SMP Pangudi Luhur Moyudan; (2) secara umum tingkat kerjasama siswa selama mengikuti metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) memiliki kriteria sikap kerjasama yang tinggi; (3) dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) ini siswa senang dan tertarik mengikuti pembelajaran. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Sari, Gita Kartika. 2014. The Implementation of Teams Games Tournament (TGT) of Cooperative Learning and Its Impact to Students’ Understanding and attitude Toward Collaboration Work at SMP Pangudi Luhur Moyudan Class VII Semester II. Thesis. Yogyakarta: PFIS, FKIP, Sanata Dharma University. Key Words: Cooperative Learning, the Increasing of Understanding and Cooperative Attitudes This research was aimed to: (1) measure the increase of students’ understanding about movement (2) measure the change of attitude toward collaborative work through the implementation of Teams Games Tournament of cooperative method. The subjects of this research were 24 students of class VII SMA Pangudi Luhur Moyudan, District of Sleman, Province of Yogyakarta Special Region. A treatment was given to the students of class VII A. They were learning Movement using Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning method. The research instruments used were: written tests that consisted of pre-test and posttest and questionnaires on students’ cooperative attitudes. The research results showed that: (1) the application of Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning method could increase the students’ understanding on Movement given to Class VII A SMP Pangudi Luhur Moyudan; (2) in general, the students had a high level of cooperative attitudes while learning the class material using Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning method; (3) the students seemed to be happy and interested in learning the material in class when learning the material using Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning mehod. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan penyertaanNya sehingga penulis mampu menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dan pengaruhnya terhadap Pemahaman dan Sikap Kerjasama Siswa pada Pembelajaran Fisika tentang Gerak di SMP Pangudi Luhur Moyudan Kelas VII Semester II. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Studi Pendidikan Fisika. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapat bimbingan, arahan serta nasihat dari beberapa orang yang sangat berpengaruh dalam penulisan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tersusun berkat doa, dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu sebagai ungkapan rasa syukur, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dr. Ignatius Edi Santosa M.S. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika. 2. Drs. T. Sarkim, M.Ed, Ph.D. selaku Dosen Pembimbing, yang telah banyak memberikan petunjuk, arahan, saran dan membimbing dengan penuh kesabaran sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 3. Pada Dosen Pendidikan Fisika yang telah mendidik dan memberikan pengetahuan yang berguna bagi penulis. 4. Sekretariat JPMIPA yang telah membantu kelancaran perkuliahan penulis. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Bapak Drs. Yohanes Junianto yang telah memberikan ijin penelitian di SMP Pangudi Luhur Moyudan. 6. Ibu Christina Maryanti, S.Pd selaku guru IPA-Fisika di SMP Pangudi Luhur Moyudan yang telah membagi pengetahuan, memberikan kesempatan, bantuan, semangat dan doa selama pelaksanaan penelitian sampai terselesaikannya skripsi ini. 7. Bapak dan Ibu Guru serta Staf Karyawan di SMP Pangudi Luhur Moyudan yang selalu memberikan semangat dan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 8. Bapak Drs. Sugeng Riyadi dan Ibu Suwarni, S.Pd. yang telah memberikan dukungan, doa, nasihat dan bantuan baik secara material maupun spiritual. 9. Kakakku Galuh Astika Sari, S.Pd. yang telah memberikan dukungan dan terus menyemangati penulis selama penyusunan skripsi ini. 10. Sahabat-sahabat di Pendidikan Fisika angkatan 2010, terutama Rita Rahmawati, Hesti Tri dan Riris yang memberikan semangat dan telah melewati perjuangan bersama dalam penyusunan skripsi ini. Untuk Elisabeth Dian, Fransiska Deta, Ruth, Yuli, Christin yang selalu memberikan dukungan semangat dan doa. 11. Teman terbaikku Natalia Asih Pratiwi dan Antonia Duma yang selalu mendoakan, memberikan semangat dan tak hentinya memberikan dorongan saat saya mulai putus asa dalam penyusunan skripsi ini. xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Sahabatku tercinta Gusti Dinda, Gusti Nanda dan Marlena terima kasih telah setia mendengarkan keluh kesahku, memberikan kritik dan saran, serta selalu memberikan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 13. Teman-teman seperjuangan selama KKN antara lain Faradita Shabrina, Nisha, Vito, Arok, Besti, Dita, Monic, Ria, Agus dan Rambu yang telah memberikan banyak pelajaran berharga dalam hidupku, selalu memberikan dukungan dan semangat yang luar biasa selama penyusunan skripsi ini. 14. Teman-teman seperjuangan selama PPL dan guru-guru di sekolah tempat saya menyelesaikan mata kuliah PPL, yang sudah membantu saya dalam melakukan pengalaman mengajar dengan memberikan saran agar saya mampu lebih baik lagi dalam mengajar di depan kelas. 15. Murid-murid kelas VII yang sudah membantu peneliti selama melaksanakan penelitian. 16. Serta semua pihak yang telah membantu, yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Walaupun demikian, penulis berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membacanya. Yogyakarta, 12 Agustus 2014 Penulis xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................ ii HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................................... iii MOTTO ........................................................................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................................................... vi ABSTRAK ...................................................................................................................... vii ABSTRACT ................................................................................................................... viii PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA .......................................... ix KATA PENGANTAR ...................................................................................................... x DAFTAR ISI.................................................................................................................. xiii DAFTAR TABEL ........................................................................................................ xvii DAFTAR GRAFIK ........................................................................................................ xx DAFTAR GAMBAR .................................................................................................... xxi DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................... xxii BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................................... 1 1. Latar Belakang ........................................................................................................ 1 2. Identifikasi Masalah ................................................................................................ 4 3. Rumusan Masalah ................................................................................................... 5 4. Batasan Masalah ....................................................................................................... 6 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Tujuan Penelitian .................................................................................................... 6 6. Manfaat Penelitian .................................................................................................. 6 BAB II. LANDASAN TEORI ........................................................................................ 8 1. Metode dan Model Pembelajaran ........................................................................... 8 2. Metode Pembelajaran Kooperatif .......................................................................... 10 3. Tipe dalam Metode Pembelajaran Kooperatif ...................................................... 11 4. Tujuan Metode Pembelajaran Kooperatif ............................................................. 18 5. Ciri-Metode Pembelajaran Kooperatif .................................................................. 19 6. Unsur-unsur dalam Metode Pembelajaran Kooperatif .......................................... 21 7. Aspek-aspek Metode Pembelajaran Kooperatif .................................................... 24 8. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Kooperatif ............................. 25 9. Kendala Utama Metode Pembelajaran Kooperatif ............................................... 27 10. Langkah Metode Pembelajaran Kooperatif ........................................................... 28 11. Cara Mengatasi Kekurangan dari Metode Pembelajaran Kooperatif .................... 30 12. Kemampuan yang perlu dikembangkan dalam Metode Pembelajaran Kooperatif. 31 13. Peran Guru dalam Metode Pembelajaran Kooperatif ............................................. 37 14. Pemahaman ............................................................................................................ 38 15. Sikap Kerjasama .................................................................................................... 40 16. Materi Pembelajaran .............................................................................................. 41 BAB III. METODE PEMBELAJARAN...................................................................... 47 1. Jenis Penelitian ....................................................................................................... 47 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Waktu Penelitian ..................................................................................... 48 3. Subjek Penelitian ................................................................................................... 48 4. Objek Penelitian ..................................................................................................... 49 5. Treatment ............................................................................................................... 49 6. Instrumen Penilaian ............................................................................................... 50 7. Desain Penelitian ................................................................................................... 56 8. Metode Analisis Data ............................................................................................. 58 BAB IV. ANALISIS, DATA DAN PEMBAHASAN .................................................. 67 1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ........................................................................... 67 2. Data dan Analisis ................................................................................................... 74 2.1 Pemahaman ...................................................................................................... 74 2.1.1 Data ......................................................................................................... 74 2.1.2 Analisis Data ........................................................................................... 76 2.1.2.1 Analisis Data Pretest Posttest dengan SPSS ..................................... 76 2.1.2.1.1 Uji T Dependen Kelas VII A ................................................... 76 2.1.2.1.2 Uji T Dependen Kelas VII B ..................................................... 78 2.1.2.2 Analisis Pemahaman dengan Persentase Tingkat Pemahaman ......... 80 2.2 Sikap Kerjasama .............................................................................................. 88 2.2.1 Data ......................................................................................................... 88 2.2.2 Analisis Data ........................................................................................... 91 2.2.2.1 Pengelompokan Kriteria ................................................................... 91 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.2.2.2 Persentase Kriteria ............................................................................ 93 3. Pembahasan ............................................................................................................ 96 3.1 Pemahaman ...................................................................................................... 97 3.2 Sikap Kerjasama ............................................................................................ 101 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................................... 105 1. Kesimpulan .......................................................................................................... 105 2. Batasan Penelitian ................................................................................................. 105 3. Saran .................................................................................................................... 106 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 107 LAMPIRAN ................................................................................................................. 109 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Tabel keterangan data penelitian ....................................................................... 47 Tabel 2. Kisi- kisi Soal Pretest dan Posttest .................................................................... 52 Tabel 3. Instrumen penilaian soal pretest dan posttest..................................................... 53 Tabel 4. Kuisioner Sikap Kerjasama ............................................................................... 54 Tabel 5. Pengisian Hasil Pretest dan Posttest .................................................................. 59 Tabel 6. Kriteria Pemahaman........................................................................................... 60 Tabel 7. Format Tingkat Pemahaman .............................................................................. 60 Tabel 8. Format Tabel Persentase Tingkat Pemahaman .................................................. 60 Tabel 9. Klasifikasi Kriteria Pemahaman Siswa .............................................................. 61 Tabel 10. Contoh Penyajian Skor Kuisioner Aktivitas Kerjasama Siswa ....................... 63 Tabel 11. Contoh Aturan Skoring .................................................................................... 63 Tabel 12. Pedoman Penilaian Kuisioner Kerjasama ........................................................ 64 Tabel 13. Kriteria Aktivitas Kerjasama Siswa ................................................................. 64 Tabel 14. Klasifikasi Kriteria Sikap Kerjasama Siswa .................................................... 65 Tabel 15. Pelaksanaan Penelitian untuk Kelas dengan Pembelajaran Metode Kooperatif tipe TGT (VII A) ........................................................................... 72 Tabel 16. Pelaksanaan Penelitian untuk Kelas dengan Pembelajaran Metode Ceramah (VII B) ............................................................................................................. 73 Tabel 17. Data Hasil Pretes dan Posttest ......................................................................... 75 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 18. Data Output bagian pertama Paired Sample T-Test ........................................ 76 Tabel 19. Data Output bagian kedua Paired Sample T-Test ............................................ 77 Tabel 20. Data Output bagian ketiga Paired Sample T-Test ........................................... 77 Tabel 21. Data Output bagian pertama Paired Sample T-Test ........................................ 78 Tabel 22. Data Output bagian kedua Paired Sample T-Test ............................................ 78 Tabel 23. Data Output bagian kedua Paired Sample T-Test ............................................ 79 Tabel 24. Kriteria Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah Metode Kooperatif Tipe TGT ................................................................................................................. 80 Tabel 25. Persentase Tingkat Pemahaman sebelum dan sesudah pembelajaran dengan Metode Koperatif tipe TGT ............................................................................. 82 Tabel 26. Kriteria Pemahaman Siswa Sebelum Menggunakan Metode Kooperatif tipe TGT ................................................................................................................. 84 Tabel 27. Kriteria Pemahaman Siswa Sesudah Menggunakan Metode Kooperatif tipe TGT ................................................................................................................. 84 Tabel 28. Kriteria Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah Pembelajaran dengan Cara Mengajar Biasa ....................................................................................... 85 Tabel 29. Persentase Tingkat Pemahaman Sebelum dan Sesudah Pembelajaran dengan Cara Mengajar Biasa ........................................................................... 86 Tabel 30. Kriteria Pemahaman Siswa Sebelum Menggunakan Cara Mengajar Biasa .... 88 Tabel 31. Kriteria Pemahaman Siswa Sesudah Menggunakan Cara Mengajar Biasa ..... 88 Tabel 32. Data Kuisioner Sikap Kerjasama Siswa Kelas VII A ...................................... 89 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 33. Data Kuisioner Sikap Kerjasama Siswa Kelas VII B ...................................... 90 Tabel 34. Kriteria Sikap Kerjasama Siswa ...................................................................... 91 Tabel 35. Hasil Presentase Tingkat Sikap Kerjasama Siswa ........................................... 93 Tabel 36. Kriteria Sikap Kerjasama Sebelum Menggunakan Cara Mengajar Biasa ....... 94 Tabel 37. Kriteria Sikap Kerjasama Sesudah Menggunakan Cara Mengajar Biasa ........ 94 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Hubungan Jumlah Persentase dengan Kriteria Pemahaman siswa Kelas VII A ........................................................................................................ 82 Grafik 2. Hubungan Jumlah Persentase dengan Kriteria Pemahaman siswa Kelas VII B ...................................................................................................... 87 xx

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema Jarak dan Perpindahan ........................................................................ 42 Gambar 2. Mobil bergerak GLB ..................................................................................... 43 Gambar 3. Siklus Metode Pembelajaran Kooperatif tipe TGT ....................................... 48 Gambar 4. Diagram Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif tipe TGT .................... 69 xxi

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Silabus ...................................................................................................... 110 Lampiran 2 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 1 .................................... 119 Lampiran 3 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 2 ................................... 126 Lampiran 4 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 3 ................................... 131 Lampiran 5 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 4 .................................. 135 Lampiran 6 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 5 ................................... 139 Lampiran 7 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 6 .................................. 144 Lampiran 8 : Lembar Kerja Siswa 1 ............................................................................. 150 Lampiran 9 : Lembar Kerja Siswa 2 ............................................................................. 153 Lampiran 10 : Lembar Kerja Siswa 3 ........................................................................... 156 Lampiran 11 : Lembar Kerja Siswa 4 ........................................................................... 158 Lampiran 12 : Soal Pretest dan Posttest ........................................................................ 162 Lampiran 13 : Kuesioner Sikap Kerjasama Siswa ......................................................... 163 Lampiran 14 : Pernyataan Validitas Alat Ukur oleh Ahli.............................................. 164 Lampiran 15 : Pembagian Kelompok ............................................................................ 166 Lampiran 16 : Lembar Jawab Pretest Siswa.................................................................. 167 Lampiran 17 : Lembar Jawab Posttest Siswa ................................................................ 168 Lampiran 18 : Kuesioner Sikap Kerjasama yang Sudah Diisi Siswa ............................ 169 Lampiran 19 : Lembar Kerja Siswa ............................................................................... 170 xxii

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20 : Bagan Tournament Akademik I ............................................................. 173 Lampiran 21 : Bagan Tournament Akademik II ............................................................ 174 Lampiran 22 : Contoh Lembar Jawab Tournament Akademik ke I Babak 1 ................ 175 Lampiran 23 : Contoh Lembar Jawab Tournament Akademik ke I Babak 2 ................ 176 Lampiran 24 : Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian ............................................... 177 Lampiran 25 : Foto – foto Pelaksanaan Penelitian ........................................................ 178 xxiii

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Bab I Pendahuluan 1. Latar Belakang Mata pelajaran Fisika bagi siswa SMP masih merupakan hal yang baru meskipun dahulu di Sekolah Dasar mereka sudah mendapatkan sedikit materi fisika sebagai pengantar atau untuk memperkenalkan IPA-Fisika. Dalam buku Fisika Universitas (2002: 1) dijelaskan bahwa fisika adalah salah satu ilmu yang paling mendasar dari ilmu pengetahuan. Fisika bagi siswa SMP khususnya kelas VII masih merupakan mata pelajaran yang baru, hal ini dapat memunculkan beberapa respon dari siswa, diantaranya adalah ketertarikan dan ketakutan atau bahkan ketidaksukaan pada mata pelajaran fisika. Hal-hal seperti ini sebaiknya menjadi perhatian besar bagi guru pengampu mata pelajaran fisika ditingkat SMP, dengan menciptakan suasana yang nyaman, menyenangkan dan terbimbing agar respon dari siswa pada mata pelajaran fisika ini bukan menjadi respon yang negatif. Dari pengalaman yang peneliti dapatkan selama PPL, guru disekolah tersebut lebih sering menyampaikan pelajaran fisika dengan menggunakan metode klasik seperti metode ceramah, terkadang metode ini menimbulkan kesan bahwa pelajaran fisika membosankan, guru fisika terlihat kaku dan tegas sehingga minat siswapun menjadi berkurang saat mengikuti pelajaran fisika. Tidak dipungkiri bahwa kesan siswa pada pelajaran yang berlangsung dimulai dari guru, baik dari penampilan maupun cara mengajar guru di kelas. 1

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru pengampu mata pelajaran fisika untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kesan negatif dari siswa ini adalah dengan membuat situasi belajar siswa menjadi menarik dan siswa benar-benar berproses secara kognitif sehingga pemahaman siswa mampu meningkat dengan baik. Melalui pemilihan metode atau model pembelajaran yang menarik pun akan mampu menarik minat siswa pada mata pelajaran. Guru sebaiknya terus berusaha mencari metode atau model pembelajaran mana yang mampu membantu siswa mencapai tujuan dari setiap pembelajaran yang dilakukan dengan cara mencobakan metode atau model pembelajaran yang sudah ada. Dengan cara seperti ini guru mampu mengetahui metode atau model mana yang tepat untuk digunakan untuk setiap materi yang mereka sampaikan. Metode pembelajaran kooperatif merupakan salah satu solusi yang tepat untuk digunakan pada pendidikan di Indonesia dengan kurikulum 2013 ini, seperti kurikulum terdahulu dalam kurikulum 2013 ini siswa masih dituntut aktif dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Melalui metode pembelajaran kooperatif yang biasanya dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil, setiap siswa dalam kelompok tersebut memiliki hak yang sama untuk aktif dalam bertanya, menyampaikan pendapat bahkan mengajukan sanggahan sehingga di dalamnya terjadi kegiatan pembelajaran yang aktif. Akan tetapi dalam penggunaan metode pembelajaran ini tidaklah mudah, banyak hal yang sering menjadi penghalang untuk jalannya kegiatan pembelajaran aktif tersebut, contohnya guru yang lebih suka

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 mengajar dengan metode pembelajaran yang konvensional dan siswa yang sering merasa malu mengungkapkan pendapat atau merasa dirinya bodoh sehingga ada siswa yang cenderung pasif dalam kegiatan belajar di kelompoknya. Padahal tujuan dari digunakan pembelajaran kooperatif ini adalah terjalin relasi yang baik antar siswa dalam satu kelompok sehingga siswa yang pandai mampu membagi pengetahuannya untuk teman-teman mereka yang kurang paham pada suatu materi. Dalam metode pembelajaran kooperatif ini terdapat beberapa tipe yang bisa digunakan, antara lain STAD, TGT, GI, NHT , Think-Pair-Share dan beberapa tipe lainnya. Pada penelitian kali ini akan digunakan tipe TGT dari metode pembelajaran kooperatif dengan subjek sasaran siswa SMP kelas VII, yang menjadi fokus penelitian ini adalah pemahaman siswa dan sikap kerjasama siswa selama proses belajar dikelas dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif bertipe TGT. Dari pengalaman saat peneliti melaksanakan mata kuliah PPL, siswa sering meminta penelitiuntuk mengadakan permainan. Jadi peneliti berfikir bahwa permainan akan mampu menarik minat siswa untuk belajar sehingga pada penelitian ini peneliti gunakan tipe TGT atau Teams Games Tournament. Yang penelitiharapkan melalui proses pembelajaran tipe TGT ini siswa tidak merasa bosan dan ada keinginan untuk berkompetisi dalam game tournament akademik ini sehingga siswa akan semakin bersemangat dan memiliki keinginan untuk belajar lebih giat agar menjadi pemenang dalam game tournament. Dari sekian banyak tipe dari metode pembelajaran yang ada, siswa SMP khususnya lebih tertarik jika dalam pelajaran disisipkan permainan

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 dengan reward yang bisa berupa nilai tambahan untuk mereka atau hadiah lainnya. Siswa SMP terlebih untuk siswa kelas VII akan lebih suka bermain sambil belajar mungkin dikarenakan sikap mereka yang masih terbiasa dengan kebiasaan saat di SD. Dengan demikian penulis memilih judul: “Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dan pengaruhnya terhadap Pemahaman dan sikap Kerjasama Siswa pada Pembelajaran Fisika tentang Gerak di SMP Pangudi Luhur Moyudan Kelas VII Semester II”. 2. Identifikasi Masalah Dunia pendidikan di Indonesia saat ini masih dalam tahap berkembang dan segala aspek pendukung kemajuan dalam bidang pendidikan terus diperbaiki. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa permasalah juga akan terus bergantian dan datang untuk menguji seberapa baik pendidikan di Indonesia kini. Berikut ini beberapa permasalahan dalam bidang pendidikan yang sedang dihadapi oleh Indonesia : 2.1 Kurangnya pemahaman fisika siswa disebuah Sekolah Menengah Kejuruan disebabkan karena guru yang kurang menekankan pada konsep dasar fisika. Hal ini menjadi latarbelakang sebuah penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh Anis Khamidah dkk (dalam Jurnal Radiasi, 2012:1). 2.2 Berdasarkan penjelasan Ato Illah (dalam Jurnal Tarbawi, 2012 : 107) kurangnya salah satu kemampuan sosial siswa dalam kegiatan belajar yaitu kerjasama menjadi salah satu faktor penghambat dalam penerapan metode pembelajaran inkuiri

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 selain itu sikap individualis siswa juga menjadi salah satu penghambat dalam proses pembelajaran. Berdasarkan identifikasi permasalahan diatas ini, peneliti berusaha meningkatkan pemahaman dan aktivitas kerjasama siswa dengan mencoba menerapkan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran materi gerak di SMP Pangudi Luhur Moyudan. 3. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dirumuskan beberapan permasalahan, antara lain : 3.1 Sejauh manakah efektivitas implementasi metode kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran tentang gerak di SMP Pangudi Luhur Moyudan? 3.2 Sejauh manakah efektivitas pembelajaran tentang gerak dibandingkan dengan cara mengajar biasa yaitu metode ceramah? Efektivitas dapat diartikan sebagai ketepatan atau tingkat ketercapaian tujuan, dalam pembelajaran tentunya merupakan tujuan dari proses pembelajaran. Tujuan dalam proses pembelajaran mencakup ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Hal inilah yang menyebabkan dalam penelitian ini diukur perubahan pemahaman sebagai tujuan dari ranah kognitif dan sikap kerjasama sebagai tujuan dari ranah afektif.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 4. Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah : 4.1 Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran dengan tipe Teams Games Tournament. 4.2 Efektivitas diukur dari 2 hal yaitu mengenai perubahan pemahaman siswa dan sikap kerjasama dalam pembelajaran. 4.3 Materi yang disampaikan selama penelitian ini adalah gerak. 5. Tujuan Penelitian 5.1 Mengetahui seberapa besar perubahan pemahaman siswa pada materi yang mereka pelajari dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament. 5.2 Dapat mengetahui bagaimana sikap kerjasama yang timbul dalam kelompok melalui penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Tour Game Tournament. 6. Manfaat Penelitian Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat untuk beberapa pihak, diantaranya adalah : 6.1 Universitas Dengan adanya penelitian ini, manfaat yang diterima oleh Universitas adalah mampu menjadikan lulusan yang unggul yang mampu menerapkan berbagai

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 teori yang sudah didapat di bangku kuliah sesuai dengan situasi belajar yang sesungguhnya bersama siswa di sekolah. 6.2 Sekolah Dengan adanya penelitian ini, manfaat yang diterima oleh pihak sekolah adalah mampu mengevaluasi proses pembelajaran dan memantau jalannya proses belajar di kelas sehingga mutu pendidikan di sekolah tersebut terjaga dan bahkan mengalami peningkatan. 6.3 Guru Dengan adanya penelitian ini, manfaat yang diterima oleh guru khususnya guru pengampu IPA-Fisika kelas VII adalah mampu merancang dan merencanakan pembelajaran yang tepat bagi siswa kelas VII yang masih sebagai proses pengenalan pada mata pelajaran Fisika serta dengan perencanaan yang baik mampu membuat minat dan ketertarikan siswa akan fisika semakin meningkat. 6.4 Siswa Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswasiswi di SMP Pangudi Luhur Moyudan kelas VII dan dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi gerak, mengajarkan siswa agar mampu belajar dan melakukan aktivitas dalam sebuah kelompok, menumbuhkan sikap kerjasama siswa dalam kerja kelompok serta memberikan pengalaman baru bagi siswa.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II Landasan Teori Bagian ini akan menjelaskan informasi lebih lanjut tentang metode pembelajaran kooperatif meliputi metode dan model pembelajaran, metode pembelajaran kooperatif, macam-macam metode pembelajaran kooperatif, tujuan metode pembelajaran kooperatif, ciri-ciri, unsur, aspek dan informasi lain mengenai metode pembelajaran kooperatif. Dibagian akhir bab ini akan dijelaskan tipe pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini. 1. Metode dan Model Pembelajaran Dari berbagai sumber buku yang digunakan sebagai landasan teori ada beberapa buku yang menyebut dengan metode pembelajaran dan ada juga beberapa buku yang menyebut model pembelajaran. Berikut ini ada penjelasan mengenai keduanya : 1. 1 Metode Pembelajaran Daryanto (2012: 148), mengungkapkan bahwa metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara atau teknik yang digunakan seorang guru dalam menyampaikan materi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Dalam buku tersebut, Daryanto juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode pembelajaran : (a) Kesesuaian antara tujuan yang akan dicapai dengan pelaksanaannya (b) Waktu yang tersedia dalam membahas topik tertentu (c) Keteresediaan fasilitas pembelajaran (d) Latar belakang peserta pendidikan dan pelatihan (e) Pengelompokan peserta 8

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 pendidikan dan pelatihan dalam pembelajaran (f) Jenis dan karakteristik pembelajaran (g) Penggunaan variasi metode selama pembelajaran. 1. 2 Model pembelajaran Sedangkan dalam bukunya Suprijono (2009: 46) menjelaskan bahwa model pembelajaran adalah suatu konsep yang menggambarkan prosedur sistematika dalam mengorganisasikan pengalaman siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan dari proses belajar. Jadi model pembelajaran merupakan suatu konsep yang merepresentasikan suatu proses pembelajaran yang didalamnya ada banyak hal yang rumit. Menurut Suprijono (2013), macam-macam metode pembelajaran terbagi menjadi 3 macam yaitu 1.2.1 Model Pembelajaran Langsung Suprijono (2013: 46-47) menuliskan, sesuai dengan namanya gaya mengajar guru dalam model pembelajaran ini guru juga turut aktif dalam menyampaikan isi pembelajaran dan terlibat langsung mengajarkannya kepada siswa. 1.2.2 Model Pembelajaran Kooperatif Dalam bukunya Suprijono (2013: 54) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu konsep yang meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk kerja kelompok yang yang lebih dipimpin oleh guru dan diarahkan sendiri oleh guru. Jadi meskipun siswa dituntut mandiri dan belajar mengetahui tanggung jawabnya, guru masih berperan dalam memberi pengarahan pada siswa

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 misalnya untuk pemberian penugasan dan pertanyaan-pertanyaan serta pemberian bahan ajar pada siswa. 1.2.3 Model Pembelajaran Berbasis Masalah Menurut Suprijono (2013: 68) model pembelajaran berbasis masalah ini adalah belajar penemuan atau sering disebut discovery learning. Dalam penelitian ini lebih tepat jika digunakan istilah “Model pembelajaran kooperatif”. Hal ini didasarkan pada penjelasan mengenai model itu sendiri yaitu mengenai cara atau teknik yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. 2. Metode Pembelajaran Kooperatif Metode pembelajaran kooperatif merupakan salah satu dari berbagai macam metode pembelajaran yang dikenal di dunia pendidikan, khususnya bagi para guru dan calon guru. Menurut beberapa orang yang menuliskan pemikirannya dalam buku, diungkapkan bahwa: dikembangkan berdasarkan konsep-konsep dari Jerome Bruner, konsep tersebut Metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan siswa lain dalam tugas-tugas yang terstruktur, menurut Taniredja metode pembelajaran kooperatif ini lebih dikenal dengan pembelajaran secara berkelompok. Sedangkan Suprijono (2009: 54) menjelaskan bahwa metode pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentukbentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Dan Slavin (2009: 8)

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 dalam bukunya mengungkapkan dalam metode pembelajaran kooperatif, para siswa akan duduk bersama dalam kelompok yang beranggotakan empat orang untuk menguasai materi yang disampaikan oleh guru secara bersama-sama. Dari beberapa ungkapan diatas, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif merupakan cara belajar dimana siswa dikelompokkan dalam kelompok-kelompok kecil dan di dalamnya siswa belajar untuk menguasai materi dan juga melatih kemampuan-kemampuan lain yang diperlukan dalam interaksi dengan anggota kelompoknya sehingga kegiatan pembelajaran diharapkan menjadi aktif. 3. Tipe dalam Metode Pembelajaran Kooperatif 3.1 STAD (Student Team- Achievement Division) Dalam metode pembelajaran kooperatif ada beberapa tipe pembelajaran. STAD merupakan salah satu tipe pembelajaran metode kooperatif. Dibawah ini merupakan 2 pendapat ahli yang membahas mengenai STAD : Dalam bukunya Taniredja (2011: 64) berpendapat bahwa STAD dikembangkan oleh Slavin, tipe ini lebih menekankan pada aktivitas dan interaksi antar siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam penguasaan materi. Sedangkan Slavin (2009: 143) dalam bukunya mengungkapkan bahwa STAD adalah salah satu dari sekian banyak metode pembelajaran yang bisa dibilang paling sederhana dan sering digunakan oleh guru-guru yang masih baru dalam menggunakan pendekatan kooperatif. Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa STAD adalah tipe metode pembelajaran kooperatif yang biasa digunakan guru yang masih baru menggunakan

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 pendekatan kooperatif dalam proses belajar mengajar di kelas, dalam proses belajarnya lebih menekankan adanya aktivitas dan interaksi antar siswa sehingga mereka mampu saling memotivasi dan saling membantu dalam penguasaan materi. Berikut ini adalah 8 strategi dalam pelaksanaan metode STAD dalam Taniredja (2011: 64): (1) Membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil berjumlah empat siswa untuk masing-masing kelompok dan usahakan ada keberagaman di dalam kelompok. (2) Guru menyampaikan pelajaran. (3) Siswa-siswa di dalam kelompok itu memastikan bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran tersebut. (4) Semua siswa menjalani kuis perseorangan tentang materi tersebut, mereka tidak dapat membantu satu sama lain. (5) Nilai-nilai hasil kuis siswa diperbandingkan degan nilai rata-rata mereka sendiri yang sebelumnya. (6) Nilai-nilai itu diberikan hadiah berdasarkan pada seberapa tinggi peningkatan yang bisa mereka capai atau seberapa tinggi nilai itu melampaui mereka yang sebelumnya. (7) Nilai-nilai dijumlahkan untuk mendapatkan nilai kelompok. (8) Kelompok yang bias mencapai kriteria tertentu bisa mendapatkan sertifikat atau hadiah-hadiah lainnya.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.2 13 TGT (Teams Games Tournament) Tipe TGT dan STAD tidak jauh beda, yang menjadi faktor pembeda adalah tipe ini menggunakan turnamen akademik dengan menggunakan kuis-kuis dan menggunakan skoring individu sebagai sistem penilaian, dalam tipe ini siswa saling berkompetisi dalam kemampuan akademik. “TGT sangat sering digunakan dengan dikombinasikan dengan STAD, dengan menambahkan turnamen tertentu pada struktur STAD yang biasanya” (Slavin, 2009: 163-166). Berikut ini merupakan komponen dalam TGT seperti yang dijelaskan Slavin dalam bukunya : 3.2.1 Penyajian Kelas Penyajian kelas pembelajaran di kelas dengan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT tidak jauh berbeda dengan pengajaran biasanya. Yang membuat perbedaan siswa sudah dikondisikan dalam kelompoknya ketika penyajian kelas berlangsung dengan maksud agar siswa lebih fokus pada materi yang diajarkan sehingga mereka mampu mengerjakan games akademik dengan baik. Selanjutnya skor masing-masing anggota akan menentukan skor kelompok mereka (Taniredja, 2011: 66). 3.2.2 Teams (team atau kelompok) Kelompok yang dibentuk beranggotakan 4-5 orang yang berasal dari berbagai keragaman dalam kelas seperti kemampuan akademik, jenis kelamin, rasa atau etnik. Pengelompokan ini degan tujuan agar masing-masing anggota kelompok saling meyakinkan bahwa mereka mampu bekerja sama dalam belajar dan

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 mengerjakan game atau lembar kerja dan lebih khusus lagi untuk menyiapkan semua anggota dalam menghadapi kompetisi selanjutnya (Taniredja, 2011: 68). 3.2.3 Game Game ini terdiri dari beberapa pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan siswa yang diuji. 3.2.4 Turnamen Turnamen adalah sebuah struktur dimana game berlangsung. Turnamen ini biasanya dilakukan pada akhir minggu atau setelah guru menjelaskan materi dan kelompok-kelompok dalam kelas sudah mengerjakan tugas-tugasnya. Dalam tournament ini masing-masing kelompok dipilih satu perwakilan yang memiliki kemampuan yang setara atau hampir sama untuk mengikuti game tournament. 3.3 GI (Group Investigation) Macam metode pembelajaran kooperatif lainnya adalah Group Investigation. Group Investigation ini dikembangkan oleh Shalomo Sharan dan Yael Sharan di Univeristas Tel Aviv, Israel. Dalam tipe ini, siswa membentuk kelompoknya sendiri yang beranggotakan 2-6 orang, selain bebas dalam memilih kelompok mereka juga bebas memilih subtopik sesuai materi yang akan diajarkan dan selanjutnya mereka membuat laporan dari kerja kelompoknya mengenai subtopik yang mereka pilih tersebut. Selanjutnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya kepada seluruh kelas dan saling berbagi apa yang mereka (Taniredja, 2011: 74).

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Dari beberapa macam metode pembelajaran kooperatif yang sudah dijelaskan diatas, masing-masing dalam proses belajarnya menuntun siswa untuk aktif dalam proses belajar dalam kelompok kecil yang dibentuk oleh guru maupun oleh siswanya sendiri. 3.4 Think-Pair-Share Suprijono (2013: 91) dalam bukunya mengungkapkan bahwa dalam tipe pembelajaran Think-Pair-Share ini memiliki 3 tahapan, yaitu : 3.4.1 Think Think yang memiliki arti berfikir. Dapat dilihat dengan jelas pada tahapan ini siswa diharuskan untuk berfikir, caranya guru memberikan pertanyaan atau isu yang berkaitan dengan pelajaran yang sedang mereka pelajari dan guru memberi kesempatan untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan atau isu yang sedang mereka bicarakan. 3.4.2 Pair Pada tahap ini guru meminta siswa untuk saling berpasangan untuk berdiskusi, melalui diskusi diharapkan mereke mampu memaknai jawaban yang mereka pikirkan, diskusikan dan membantu siswa dalam membangun kemampuan intrapersonalnya. 3.4.3 Shared Pada tahapan ini, siswa yang sudah berpasangan tersebut membagikan hasil diskusi kepada pasangan lainnya (seluruh pasangan di kelasnya). Tahapan ini

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 disebut “sharing”. Dalam kegiatan berbagi pendapat melalui “sharing” ini diharapkan terjadi proses tanya jawab antar siswa. 3.5 Numbered Heads Together Bagian dibawah ini diringkas dari buku Cooperative Learning : Teori dan Aplikasi PAIKEM yang ditulis oleh Agus Suprijono (2013: 92). Pada tipe ini, awalnya guru membagi siswanya dalam kelompok-kelompok kecil dengan mempertimbangkan banyaknya materi yang akan dipelajari. Jika dalam satu kelas jumlah siswanya ada 40 anak dan akan dibagi dalam 5 kelompok maka masing-masing kelompok terdiri dari 8 anak. Masing-masing anggota dalam kelompok tersebut diberi nomor 1-8 karena jumlah satu kelompok ada 8 anak. Selanjutnya guru menyampaikan beberapa pertanyaan pada tiap-tiap kelompok dan kelompok-kelompok tersebut diberi kesempatan untuk berdiskusi memikirkan penyelesaian dari pertanyaan-pertanyaan secara bersama dengan cara menyatukan kepalanya atau “Heads Together”. Langkah selanjutnya guru memanggil siswa dengan nomor yang sama dari tiap-tiap kelompok untuk menyampaikan jawaban mereka yang sebelumnya sudah didiskusikan dalam kelompok. Misalnya guru memanggil angka 4 maka semua siswa dari tiap-tiap kelompok yang bernomor 4 diminta untuk menyampaikan hasil pemikirannya secara bergantinan. Langkah ini diulangi terus menerus hingga semua siswa di kelas tersebut menyampaikan pendapatnya.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 3.6 Jigsaw Jigsaw merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang masinh terhitung jarang diterapkan oleh guru-guru dalam menyampaikan pembelajaran dikelas. Bagian dibawah ini diringkas dari buku Cooperative Learning : Teori dan Aplikasi PAIKEM yang ditulis oleh Agus Suprijono (2013: 89). Pembelajaran dengan jigsaw diawali degan memperkenalkan topik yang akan dibahas selanjutnya guru mencaritahu apa saja yang siswa ketahui tentang topik yang akan dipelajari, kegiatan ini ditujukan untuk menyusun struktur kognitif siswa agar lebih siap dalam menerima topik baru. Langkah selanjutnya guru membagi siswa dalam kelompok kecil, jumlah kelompok disesuaikan dengan banyaknya konsepkonsep yang akan dipelajari. Kelompok ini dinamakan sebagai kelompok asal. Setiap orang dalam kelompok asal ini bertanggungjawab untuk memahami materi tekstual yang diterima dari guru dan materi yang dipelajari oleh kelompok-kelompok ini berbeda-beda. Setelah semua anggota dari kelompok asal sudah selesai memahami materinya masing-masing, langkah selanjutnya dalam pembelajaran dengan tipe jigsaw ini adalah membentuk kelompok baru yaitu kelompok ahli. Kelompok ahli ini dibentuk dengan cara mengatur sedemikian rupa sehingga dalam kelompok ahli ini terdiri dari setidaknya 1 perwakilan dari kelompok asal. Artinya dalam kelompok ahli ini terdiri dari anggota yang berasal dari kelompok asal yang berbeda-beda dan mereka masing-masing membawa materi tekstual yang berbeda-beda.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Dengan terbentuknya kelompok ahli ini, diskusi dalam kelompok sudah bisa dimulai, masing-masing anggota kelompok menyampaikan materi yang dibawa dari kelompok asal. Setelah diskusi di kelompok ahli selesai, anggota kelompok ini boleh kembali ke kelompok asal dan memulai diskusi sebagai refleksi mengenai apa saja yang telah mereka pelajari selama proses belajar berlangsung. Dibagian akhir proses pembelajaran, guru menutup dengan memberikan review terhadap topik yang telah siswa-siswi pelajari. Metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru memang sangatlah banyak, bagian diatas menjelaskan 6 tipe metode pembelajaran kooperatif. Masingmasing tipe pasti memiliki tujuan agar siswa menjadi paham dan mengerti tentang apa yang disampaikan oleh guru, akan tetapi metode pembelajaran yang dipilih juga harus disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. 4. Tujuan Metode Pembelajaran Kooperatif Metode pembelajaran kooperatif yang sangat dikenal di dunia pendidikan ini, dikabarkan merupakan metode atau metode pembelajaran yang tepat digunakan karena mampu membuat siswa aktif di kelas, maksudnya pembelajaran di kelas bukan lagi transfer ilmu dari guru untuk siswa akan tetapi di dalamnya siswa benarbenar berproses sehingga menemukan pemahaman yang digali oleh mereka sendiri. Dalam bukunya Slavin, Taniredja dan Isjoni mengungkapkan bahwa tujuan dari metode pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : Tujuan yang paling penting dari metode pembelajaran kooperatif adalah untuk memberikan siswa pengetahuan, konsep, kemampuan, dan pemahaman yang mereka

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 butuhkan supaya bisa menjadi anggota masyarakat yang bahagia dan memberikan kontribusi (Slavin, 2009 : 33). Sedangkan Taniredja (2011) dalam bukunya mengungkapkan mengenai 3 tujuan dari metode pembelajaran kooperatif, antara lain (1) meningkatkan hasil kerja siswa dilihat dari prosesnya selama belajar (2) membantu siswa-siswi menerima perbedaan di antara mereka baik perbedaan suku, agama, kemampuan akademik, tingkat sosial dan ras (3) melatih kemampuan sosial dari siswa, yaitu meliputi kemampuan untuk mengungkapkan pendapat, mengungkapkan pertanyaan, menjawab pertanyaan dalam diskusi, menghargai pendapat teman dan kemampuan lainnya. Dan Isjoni menjelaskan bahwa tujuan utama dari metode pembelajaran kooperatif adalah untuk memperoleh pengetahuan dari teman lain dalam kelompok besar maupun kelompok kecil (Isjoni, 2008: 166). Dilihat dari pendapat diatas, tujuan dari metode pembelajaran kooperatif adalah untuk melakukan proses belajar bersama dengan teman-temannya, dengan artian belajar untuk siswa bukan hanya dari buku dan dari guru saja akan tetapi belajar juga bisa bersumber dari temannya, dengan cara ini siswa yang pandai bisa berkemampuan akademik lebih tinggi bisa mengajari temannya yang berkemampuan akademik sebaliknya. 5. Ciri Metode Pembelajaran Kooperatif Ciri merupakan hal yang membuat sesuatu berbeda dari yang lainnya, begitu pula dengan ciri metode pembelajaran kooperatif. Ciri metode pembelajaran kooperatif merupakan hal-hal atau karakteristik yang tidak dimiliki oleh metode

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 pembelajaran lain selain metode pembelajaran kooperatif, diandaikan seperti ini seorang kepala sekolah atau asesor yang sudah berpengalaman dan paham benar mengenai beberapa metode pembelajaran dengan melihat proses pembelajaran yang berlasung saja dapat mengetahui metode pembelajaran apa yang digunakan oleh guru mata pelajaran. Berikut ini merupakan beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh metode pembelajaran kooperatif, yang membuat ciri khas dari metode pembelajaran kooperatif : Ciri-ciri metode pembelajaran kooperatif adalah : (1) belajar bersama degan teman, (2) selama proses belajar terjadi tatap mula antar teman, (3) saling mendengarkan pendapat di antara anggota kelompok, (4) belajar dari teman sendiri dalam kelompok, (5) belajar dalam kelompok kecil, (6) produktif berbicara atau saling mengemukakan pendapat, (7) keputusan tergantung pada mahasiswa sendiri, (8) mahasiswa aktif (Taniredja, 2011: 59). Arends, 2008:5 dalam bukunya mengungkapkan tentang, pelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif dapat ditandai oleh fitur-fitur berikut ini : 1. Siswa bekerja dalam tim untuk mencapai tujuan belajar. 2. Tim-tim itu terdiri atas siswa-siswa yang berprestasi rendah, sedang, dan tinggi. 3. Bilamana mungkin, tim-tim itu terdiri atas cumpuran ras, budaya, dan gender.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 4. Sistem reward-nya berorientasi kelompok maupun individu. Metode pembelajaran kooperatif dengan proses belajar dalam kelompok, siswa aktif dan produktif, ada kerja tim dan di dalamnya punya rasa ketergantungan yang membuat semua anggota kelompok memiliki rasa tanggung jawab pada anggota lain, ini merupakan beberapa ciri dari metode pembelajaran kooperatif. 6. Unsur-unsur dalam Metode Pembelajaran Kooperatif Unsur-unsur dasar dalam metode pembelajaran kooperatif menurut Taniredja (2011) sebagai berikut : 1) Antar siswa dalam kelompok harus memiliki rasa saling ketergantungan satu sama lain, 2) Siswa memiliki rasa tanggung jawab dalam kelompok, 3) Siswa dalam kelompok memiliki tujuan yang sama, 4) Tugas dan tanggung jawab siswa dalam kelompok harus dibagi dengan baik sehingga semua siswa merasakan memiliki tanggung jawab dan tugasnya masing-masing, 5) adanya penghargaan bagi siswa dan kelompoknya, 6) siswa belajar bersama dalam memimpin dan mengembangkan keterampilan belajar bersama dalam kelompoknya, dan 7) siswa akan dimintai tanggung jawab atas materi yang mereka pelajari secara individu (Taniredja, 2011: 59). Dalam bukunya Suprijono mengungkapkan lima unsur metode pembelajaran kooperatif, antara lain : 6.1 Positive interdependence (saling ketergantungan positif) Unsur ini menunjukkan bahwa dalam metode pembelajaran kooperatif ada dua pertanggungjawaban kelompok. Pertama, mempelajari bersama bahan yang

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 ditugaskan dalam kelompok. Kedua, menjamin semua anggota kelompok secara individu mempelajari materi yang mereka pelajari bersama (Suprijono, 2009: 58) 6.2 Personal responsibility (tanggung jawab perseorangan) Pertanggungjawaban ini muncul jika dilakukan pengukuran terhadap keberhasilan kelompok antara lain keberhasilan dalam diskusi kelompoknya dan keberhasilan dari sisi pemahaman siswa. (Suprijono, 2009: 59) 6.3 Face to face promotive interaction (interaksi promotif) Interaksi ini mampu menimbulkan adanya sikap saling ketergantungan positif sehingga interaksi ini menjadi sangat penting. Berikut ini asalah beberapa ciri interaksi promotif menurut Suprijono (2009: 60) : 1. Saling membantu secara efektif dan efisien. 2. Saling memberi informasi dan sarana yang diperlukan. 3. Memproses informasi bersama secara lebih efektif dan efisien. 4. Saling mengingatkan. 5. Saling membantu dalam merumuskan dan mengembangkan argumentasi serta meningkatkan kemampuan wawasan terhadap masalah yang dihadapi. 6. Saling percaya. 7. Saling memotivasi untuk memperoleh keberhasilan bersama. Jadi melalui interaksi promotif ini akan terjalin rasa saling membutuhkan yang sifatnya positif dalam proses pembelajaran yang kooperatif.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 6.4 Interpersonal skill (komunikasi antaranggota) Menurut Suprijono (2009: 61), unsur ini merupakan keterampilan sosial dari seseorang dalam proses pembelajaran kooperatif. Untuk menggordinasikan kegiatan peserta didik dalam pencapaian tujuan peserta didik harus : 1. Saling mengenal dan mempercayai 2. Mampu berkomunikasi secara akurat dan tidak ambisius. 3. Saling menerima dan saling mendukung. 4. Mampu menyelesaikan konflik secara konstruktif. 6.5 Group processing (pemrosesan kelompok) Pemrosesan mengandung arti menilai. Melalui pemrosesan kelompok dapat diidentifikasi dari anggota kelompok. Siapa diantara anggota kelompok yang terlibat aktif dan yang tidak terlibat aktif dalam kelmpoknya. Tujuan pemrosesan dalam kelompok adalah untuk meningkatkan efektivitas anggota kelompok dalam memberikan sumbangan dalam kegiatan di kelompoknya untuk mencapai tujuan bersama dari kelompok tersebut. Kelompok kecil dan kelompok besar (kelompok secara keseluruhan siswa kelas) adalah dua tingkat kelompok (Suprijono, 2009: 61). Dalam metode pembelajaran kooperatif didalamnya memiliki unsur yang dapat secara nyata dilihat ketika proses pembelajaran berlangsung, antara lain adalah adanya tanggung jawab antar masing-masing anggotanya, adanya pertanggungjawaban baik dalam kelompok maupun pertanggungjawaban siswa atas dirinya sendiri, di dalamnya juga ada penerimaan dari masing-masing siswa untuk

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 menerima perbedaan dalam kelompoknya dan saling meningkatkan kemampuan sosial untuk masing-masing siswanya. 7. Aspek-aspek Metode Pembelajaran Kooperatif Metode pembelajaran kooperatif memang masih merupakan metode pembelajaran yang baru di dunia pendidikan, akan tetapi masih banyak guru yang kurang memanfaatkan metode pembelajaran kooperatif ini dalam pelaksanaan pembelajaran. Kebanyakan guru merasa dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif, siswa menjadi lebih rebut di kelas dan pembelajaran ini kurang efisien waktu sehingga banyak waktu yang tidak teralokasikan dengan baik. Berikut ini 4 aspek yang biasanya terkandung dalam metode pembelajaran kooperatif seperti yang disampaikan Huda (2012) dalam bukunya : 1. Tujuan Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diminta untuk mempelajari bersama materi tertentu dalam kelompoknya juga saling membuat semua nggota kelompoknya ikut aktif dalam kegiatan belajar dalam kelompok. 2. Level Kooperasi Bentuk kerjasama dalam pembelajaran dapat diterapkan dalam level kelas yang sama dan sedang mempelajari materi yang sama. 3. Pola Interaksi Siswa yang belajar dalam kelompok saling memberikan dukungan untuk semua teman-temannya dalam kegiatan belajar seperti menjawab pertanyaan, mengajukan pendapat, menjelaskan suatu permasalahan dan proses belajar lain yang

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 terkandung di dalam belajar bersama kelompoknya. Pola interaksi ini tidak hanya muncul di dalam akan tetapi juga antar kelompok-kelompok kooperatif. 4. Evaluasi Sistem evaluasi atau penilaian didasarkan pada kriteria tertentu, biasanya dilihat dari aspek pemahaman siswa pada materi yang dipeajari dan proses belajar siswa di kelas. Penilaian ini juga bisa dilakukan secara individu ataupun penilaian pada kelompok-kelompok. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan aspek-aspek yang terkandung dalam metode pembelajaran kooperatif diantaranya adalah tujuan dari proses pembelajaran, level kooperasi, adanya pola interaksi dalam proses pembelajaran dan evaluasi. 8. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Kooperatif Pemilihan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran didasarkan atas beberapa aspek antara lain kesesuaian materi yang akan disampaikan dan kesesuaian tujuan pembelajaran dengan metode pembelajaran yang digunakan. Masing-masing metode yang ada di dunia pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 8.1 Kelebihan Metode Pembelajaran Kooperatif : Dalam Arends, 2008 menjelaskan bahwa kelebihan dari metode pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa yang berkemampuan akademik rendah dengan mendapatkan bantuan dari teman mereka yang berkemampuan akademik yang lebih tinggi. Mereka yang memiliki kemampuan akademik yang lebih

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 tinggi juga diajarkan untuk membagi ilmunya pada teman-teman mereka degan cara yang baik yaitu melalui membagi informasi yang mereka dapatkan (Arends, 2008:6). Dan menurut Isjoni, kelebihan metode ini dari metode-metode pembelajaran yang lainnya antara lain : (1) memberi kesempatan pada siswa untuk mengemukakan pendapatnya pada suatu permasalahan dan merumuskannya dalam kelompok sebagai satu penyelesaian. (2) melalui metode pembelajaran kooperatif sedikitnya ada 2 ketermpilan siswa yang dilatih antara lain : keterampilan siswa dalam bersosialiasai dan berfikir (3) mampu mengembangkan pengetahuan siswa, kemampuan dan keterampilan siswa dalam suasana belajar yang terbangun secara demokratis (4) dengan adanya dukungan siswa lain atau teman sebayanya makan akan menumbuhkan motivasi belajar siswa secara keseluruhan (Isjoni, 2008: 157). 8.2 Kekurangan Metode Pembelajaran Kooperatif : Kekurangan dari metode pembelajaran kooperatif menurut Arends seperti yang dijelaskan bahwa beberapa penelitian yang dilakukan oleh Robinson dan Clinkenbeard menunjukkan siswa yang berbakat secara intelektual belum tentu mendapatkan manfaat dari pembelajaran dengan metode ini, dan sering dianggap mengeksploitasi siswa yang berbakat dengan menerapkan metode tersebut (Arends, 2008:12). Dari penjelasan diatas terlihat bahwa metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan, hal ini bukan hanya pada metode ini saja melainkan pada metode pembelajaran lainnya. Kelebihan dari metode ini siswa dapat melatih kemampuan

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 intelektual dan karena dalam metode ini siswa diajak untuk saling berbagi ilmu maka kemampuan sosial siswa juga terlatih selama proses pembelajaran berlangsung contohnya kemampuan sikap kerjasama dan juga kemampuan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya di depan umum. Sedangkan yang menjadi kekurangan dari metode ini belum tentu siswa yang sudah memiliki kemampuan intelektual tinggi merasakan manfaat lebih dari penggunaan metode pembelajaran ini. 9. Kendala Utama Metode Pembelajaran Kooperatif Huda (2012: 68-69) menjelaskan bahwa kendala-kendala yang dialami dalam pelaksanaan metode pembelajaran kooperatif diantaranya adalah 9.1 Free Rider Jika perencanaan pembelajaran tidak dirancang dengan baik dan tepat maka akan menimbulkan dampak adanya pemboncen atau adanya siswa yang hanya mencantumkan namanya di kelompok tanpa adanya sumbangan apapun pada penugasan yang diberikan secara berkelompok. 9.2 Diffusion of Responsibility Keadaan dimana ada anggota dalam kelompok yang tidak dianggap atau diabaikan oleh anggota lain karena dirasa memiliki kemampuan yang rendah tentang pemahaman. Hal ini sungguh jauh dari tujuan awal metode pembelajaran kooperatif yang membiasakan siswa belajar secara bersama dalam kelompoknya. 9.3 Learning a part of task specialization Dalam beberapa tipe metode pembelajaran kooperatif seperti Jigsaw dan Group Investigation sering terjadi siswa hanya menguasai materi atau bahan yang

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 ditugaskan pada mereka dan kurang menguasai materi atau bahan lain yang tidak mereka pelajari, mereka cenderung mengabaikan dan hanya mementingkan materi yang ditugaskan pada mereka saja. Sedangkan dalam Slavin (2009), diungkapkan beberapa hal yang berpotensi menjadi penghalang dalam metode pembelajaran kooperatif ini : Jika perencanaan pembelajaran metode kooperatif tidak dirancang dengan baik dan tepat, metode pembelajaran ini akan memicu munculnya “pengendara bebas” atau para pembonceng, maksudnya adanya anggota kelompok diskusi yang hanya menyumbang nama saja bukan menyumbang idenya dalam pengerjaan tugas. Pengendara bebas ini biasanya muncul jika penugasan kelompok yang diberikan merupakan tugas tunggal, misalnya dengan pengumpulan laporan praktikum hanya 1 laporan saja untuk masing-masing kelompok. Hal ini bahkan sering memunculkan adanya rasa diskriminasi untuk siswa yang merasa dirinya kurang mampu dalam pengerjaan tugas-tugas yang dirasa rumit (Slavin, 2009 : 40). 10. Langkah Metode Pembelajaran Kooperatif Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan salah satu persiapan yang penting bagi guru selain mempersiapkan materi. Dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajara proses pembelajaran diharapkan lebih sistematis sehingga proses belajar siswa pun terstruktur. Berikut ini adalah enam fase atau langkah utama dalam penggunaan cooperative learning sebagai metode pembelajaran menurut Arends (2008) :

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 (1)Diawal kegiatan guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan memberikan motivasi kepada siswanya. (2) Dilanjutkan dengan kegiatan presentasi informasi, sering kali dalam bentuk teks daripada ceramah. (3) Guru mengelompokkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil. (4) Langkah berikutnya, siswa mengerjakan tugas-tugas pribadinya dengan bantuan dari guru. Fase-fase terakhir pelajaran dengan cooperative learning termasuk (5) siswa mempresentasikan hasil akhir kelompok atau menguji hasil belajar siswa missal dengan memberikan pertanyaan (6) Kegiatan diakhiri dengan pemberian penghargaan (bisa berupa pujian) atas hasil kerja mereka. Dalam bukunya Suprijono (2009: 65-66) mengungkapkan 6 fase yang harus dilakukan guru saat menggunakan metode pembelajaran kooperatif, bagian dibawah ini merupakan rangkuman dari buku karangan Suprijono tersebut : Fase pertama, guru menjelaskan maksud metode pembelajaran kooperatifagar siswa mengetahui dengan jelas prosedur dan aturan pembelajaran. Fase kedua, guru menyampaikan informasi sebagai isis akademik. Fase ketiga, membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil, perlu dikondisikan dengan cermat agar tidak terjadi keributan dikelas. Sebelumnya guru menjelaskan apa yang akan dilakukan siswa dalam kelompoknya, menjelaskan bahwa semua siswa harus ikut aktif dalam pembelajaran dalam kelompok agar tidak ada free-rider dalam kelompok-kelompok tersebut. Fase keempat, guru berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik dan mengatur jalannya kerja kelompok sehingga waktu pembelajaran dapat teralokasikan

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 dengan baik. Fase kelima, guru melakukan evaluasi dengan menggunakan strategi evaluasi yang konsisten dengan tujuan pembelajaran. Fase keenam guru mempersiapkan struktur pemberian reward untuk siswa. Variasi struktur reward bersifat individualitas, kompetitif, dan kooperatif. Struktur reward individualitas artinya reward didapat siswa atas dasar upaya mereka sendiri.Struktur reward kompetitif adalah adanya persaingan atau ada siswa lain sebagai pembanding dalam penilaian usaha antar individual. Struktur reward kooperatif diberikan kepada tim meskipun anggota tim-timnya saling bersaing. 11. Cara Mengatasi Kekurangan dari Metode Pembelajaran Kooperatif Terkadang hal yang benar-benar tidak direncanakan akan terjadi meskipun rencana pembelajaran telah dipersiapkan sebaik mungkin karena suasana di kelas sangat mudah mengalami perubahan. Permasalahan yang juga menjadi kekurangan dari metode pembelajaran kooperatif ini sering disebut dengan “difusi tanggung jawab” (Slavin, 2009 : 41). Difusi tanggung jawab ini dapat ditiadakan dalam metode pembelajaran kooperatif dengan dua cara prinsipil, yaitu 11.1 Membuat semua anggota kelompok belajar dan merasa bertanggung jawab atas unit yang berbeda dalam tugas kelompok, seperti dalam Jigsaw, Group Inverstigation, dan metode-metode sejenis. 11.2 Melatih rasa tanggung jawab tumbuh dalam diri masing-masing siswa dalam kelompok atas pembelajaran dari. Misalnya, dalam metode-metode Pembelajaran Tim Siswa, penilaian akhir atau evaluasi berdasarkan total nilai masing-masing individu dalam kelompok. Dengan begitu, masing-

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 masing siswa dalam kelompok harus memastikan bahwa mereka telah menguasai materi pelajaran sehingga tidak ada yang menjadi free-rider dan muncul kesadaran dalam diri siswa akan perlunya kepedulian antar anggota kelompoknya (Slavin, 2009:41). Dalam kelompok kerja memang terkadang sangat sulit untuk selalu kompak, dengan jumlah kelompok yang terkadang bahkan bisa lebih dari 5 orang pasti akan sangat sulit untuk menyatukan pemikiran dan menurunkan ego masing-masing. Hal ini bila terus dibiarkan berkembang pasti akan menghambat pekerjaan yang harus segera diselesaikan bersama, berdasarkan penjabaran diatas dapat diartikan bila kesadaran masing-masing anggota bahwa mereka mempunyai tanggung jawab baik untuk kelompok mereka maupun diri sendiri pasti pekerjaan yang dikerjakan bersama akan menjadi semakin ringan dan terjadi keselarasan cara berfikir dalam sebuah kelompok. Tanggung jawab menjadi dasar bagi setiap orang untuk mampu mengerjakan tugas, baik tugas individu maupun tugas kelompok. 12. Kemampuan yang Perlu Dikembangkan dalam Metode Pembelajaran Kooperatif Dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), memilih tujuan dan cara penilaian dalam proses pembelajaran merupakan hal yang penting. Cara penilaiannya antara lain melalui tes dan observasi, sedangkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran sering dikenal dengan taksonomi tujuan instruksional menurut Bloom. Menurut Djiwandono dalam bukunya menjelaskan bahwa Benyamin Bloom dan peneliti lain menerbitkan A Taxonomy of

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Education Observation pada tahun 1956 yang sudah mampu mengubah pandangan pendidikan dalam pelaksanaannya. Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan ini diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Ranah Kognitif Mendengar kata kognitif, yang terfikirkan pertama kali adalah mengenai pemahaman. Benar saja, berikut ini merupakan kemampuan yang terkandung dalam ranah kognitif dalam buku Psikologi Pendidikan menurut Djiwandono (2006: 210213). a. Pengetahuan Antara lain meliputi hal-hal yang dipelajari oleh siswa di kelas baik tentang pengertian, prinsip, hukum-hukum, unsur dan bahkan rumus yang mampu disimpan oleh siswa di dalam memorinya sehingga sewaktu-waktu mereka gunakan mereka masih bisa mengingat lagi apa yang telah mereka pelajari tersebut karena semua hal tersebut telah disimpan dalam memori mereka. Contoh penggunaannya di pembelajaran fisika untuk kelas VII pada materi Suhu adalah “Siswa dapat menjelaskan dengan bahasa sendiri pengertian dari suhu”. b. Pemahaman Meliputi kemampuan untuk memahami maksud dari mata pelajaran yang dipelajari. Untuk pemahaman ini, lebih mementingkan proses belajar siswa artinya

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 apakan siswa benar-benar paham akan apa yang mereka pelajari termasuk memahami kegunaan dari mereka belajar mengenai materi di suatu mata pelajaran tertentu. c. Penerapan Meliputi kemampuan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang mereka hadapi dikehidupan yang sesungguhnya. Seperti penggunaan konsep atau prinsip dalam mencari penyelesaian dari suatu permasalahan. Misalnya dalam kehidupan sehari-hari, “Siswa mampu menafsirkan suhu dalam Celsius disuatu daerah yang menggunakan suhu dengan derajat Fachrenheit”. d. Analisa Meliputi kemampuan dalam memilah dan mengelompokkan suatu bahan ke dalam bahan yang lebih sederhana sehingga strukturnya dapat dimengerti oleh siswanya. Contoh tujuan yang akan dicapai dalam suatu proses pembelajaran, “ Siswa mampu menganalisis peristiwa-peristiwa berdasarkan macam perubahan wujud zat” e. Sintesis Meliputi kemampuan untuk meletakkan bagian bersama-sama ke dalam bentuk keseluruhan yang baru. Bagian-bagian ini dihubungkan satu sama lain sehingga tercipta suatu bentuk baru. Misalnya, suatu perencanaan dari suatu proyek (proposal penelitian). Hasil belajar dalam klasifikasi sintesis ini adalah penekanan pada kreativitas, dengan penekanan utama pada rumusan pola-pola baru atau struktur (Djiwandono, 2006:213).

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 f. Evaluasi Meliputi kemampuan untuk memberi penilaian untuk suatu objek tertentu berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya. Contohnya “Siswa mampu membuktikan terjadinya gaya kohesi atau adhesi dalam suatu cairan melalui kegiatan praktikum”. 2. Ranah Afektif Afektif meliputi pembentukan nilai-nilai karakter yang ingin terbentuk melalui proses pembelajaran di kelas. Semua guru yang membuat rencana pelaksanaan pembelajaran pasti akan memikirkan kegiatan apa yang akan mampu membentuk karakter siswa sehingga siswa-siswi mampu menjadi penerus bangsa yang berkarakter. Berikut ini merupakan kemampuan yang diklasifikasikan dalam ranah afektif dalam buku Psikologi Pendidikan menurut Djiwandono (2006: 213215). a. Penerimaan Segala bentuk sikap siswa yang cenderung terbuka dalam menerima segala proses dalam belajar baik menerima materi maupun menerima keberagaman dalam kelompok. Misalnya siswa mampu menunjukkan macam perubahan wujud zat, siswa mampu melakukan belajar dalam kelompok dengan berbagai perbedaan di dalam kelompok tersebut.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 b. Pemahaman Siswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran maksudnya siswa ikut terlibat aktif dalam proses belajar mengajar di kelas dan kegiatan di lingkungan sekolah. c. Penilaian Meliputi kemampuan untuk memberikan penilaian yang tepat pada dirinya dan penilaian terhadap hal lain. d. Organisasi Meliputi kemampuan menyelesaikan permasalahan dalam kelompok dan membawa bersama-sama perbedaan nilai-nilai dalam kelompok. e. Pembentukan Pola Hidup Meliputi kemampuan untuk menghayati nilai-nilai kehidupan sehingga mampu untuk dijadikan pegangan baik untuk kehidupannya dimasa kini maupun di masa mendatang. 3. Ranah Psikomotorik Ranah ini berisikan tentang kemampuan yang dilihat dari perilaku-perilaku siswa, kemampuan di ranah psikomotorik ini lebih menekankan pada proses belajar siswa yang ditunjukkan dari keterampilan-keterampilan yang dikembangkan siswa selama kegiatan belajar berlangsung. Bagian dibawah ini dirangkum dari buku Psikologi Pendidikan menurut Djiwandono (2006: 216-217).

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 a. Persepsi Meliputi kemampuan untuk membedakan dua stimulasi dan memilih mana yang lebih tepat. Misalnya siswa mampu membedakan antara kecepatan dan percepatan. b. Kesiapan Meliputi kemampuan untuk mempersiapkan dirinya saat akan mengikuti suatu kegiatan, kemampuan ini meliputi kesiapan secara mental dan jasmani. c. Gerakan terbimbing Kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian tindakan sesuai dengan yang sudah dicontohkan misalnya siswa mampu mengikuti langkah percobaan dengan baik. d. Gerakan yang terbiasa Kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian tindakan tanpa ada instruksi lagi sehingga tindakan tersebut sudah menjadi kebiasaan. e. Gerakan kompleks Meliputi kemampuan siswa untuk melakukan suatu keterampilan yang terdiri atas beberapa komponen dengan sesuai, tepat dan efisien. f. Penyesuaian pola gerakan Meliputi kemampuan untuk membuat perubahan dan menyesuaikan pola gerak-gerik dengan kondisi setempat atau dengan persyaratan khusus yang berlaku (Djiwandono, 2006:217).

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 g. Kreativitas Kemampuan untuk menciptakan suatu hal yang baru atas inisiatif sendiri. Belajar di sekolah bukan lagi hanya untuk mendapat nilai yang bagus dalam pelajaran fisika, matematika, kimia dan pelajaran lain tetapi siswa sekolah juga untuk mempelajari nilai karakter yang kini sudah dimasukkan dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sirancang oleh guru. Dari penjelasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa kemampuan siswa meliputi kemampuan ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk ranah kognitif, penilaian diberikan untuk mengetahui pemahaman siswa, ranah afektif akan menilai siswa mengenai sikap dan nilai-nilai karakter yang dmiliki siswa, sedangkan untuk ranah psikomotor lebih menekankan pada proses belajar siswa. Jadi seorang guru dalam mengajar siswanya bukan hanya diharapkan mampu membantu siswa untuk mendapat nilai bagus, tetapi juga membentuk sikap dan karakter siswa serta mampu membantu siswa agar melakukan proses belajar dengan baik dan benar. 13. Peran Guru dalam Metode Pembelajaran Kooperatif Dalam metode pembelajaran kooperatif keaktifan siswa dibentuk melalui bimbingan dari guru. Peran guru sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, sebelumnya guru merancang pelaksanaan pembelajaran untuk siswanya guru biasanya memikirkan aktivitas seperti apa yang akan dilakukan siswanya di kelas, selain materi yang akan disampaika untuk siswanya guru juga mempersiapkan metode seperti apa dan media seperti apa yang tepat untuk diterapkan dalam

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 pelaksanaan pembelajaran di kelas. Melalui perencanaan yang jelas diharapkan aktivitas belajar siwa mampu berjalan dengan baik (Isjoni, 2008: 158). Melihat dari penjelasan yang disampaikan diatas, peranan guru dalam pembelajaran kooperatif sangatlah penting mulai dari merancang pembelajaran untuk siswa yang sesuai dengan materi yang disampaikan hingga melakukan pendampingan selama proses belajar mengajar berlangsung. 14. Pemahaman Paham sebagai kata dasar dari pemahaman memiliki arti mengerti, hal ini sesuai seperti yang tertuang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 998) sedangkan pemahaman memiliki pengertian proses, perbuatan memahami atau memahamkan. Wina Sanjaya (2011: 70) dalam bukunya menyampaikan bahwa pemahaman (understanding) yaitu kedalaman pengetahuan yang dimiliki setiap individu. Sedangkan Purwanto (2006: 44-45) menyatakan yang dimaksud dengan pemahaman atau komprehensi adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan testee mampu memahami arti atau konsep, situasi, serta fakta yang diketahuinya. Dalam proses belajar, pemahaman ini testee tidak hanya menghafal melainkan mampu memahami konsep materi pelajaran. Dan Daryanto (2007: 106-107) dalam bukunya mengatakan kemampuan pemahaman ini umumnya menekankan pada proses belajarmengajar. Dalam proses tersebut siswa dituntut untuk pahamdan mengerti apa yang diajarkan, memahami apa yang disampaikan guru dan mampu memanfaatkan isi dari apa yang diajarkan oleh guru.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Purwanto (2006: 44-45) menjelaskan bahwa pemahaman dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : (1)Komprehensi terjemahkan, yaitu kemampuan menerjemahkan pada pemahaman ini bukan hanya mampu untuk alih bahasa dari satu bahasa ke bahasa lain, melainkan kemampuan untuk mengartikan sesuatu sehingga mampu dipahami. Misalkan penggunaan simbol P untuk tekanan dalam pelajaran fisika, siswa mampu mengartikan Bhineka Tunggal Ika dalam pelajaran Kewarganegaraan. (2)Komprehensi Penafsiran merupakan kemampuan untuk menghubungkan bagianbagian yang sudah diketahui sebelumnya dengan yang diketahui berikutnya, mampu menafsirkan grafik dengan kejadian, dan membedakan hal yang pokok dan yang bukan pokok. Contohnya dalam pelajaran fisika, siswa mampu menafsirkan grafik jarak terhadap waktu pada GLB mengartikan bahwa ketika waktu tempuh mengalami peningkatan maka jarak yang ditempuh bendapun mengalami peningkatan. dan (3)Komprehensi Ekstrapolasi,yaitu kemampuan dimana seseorang akan mampu menerka atau meramalkan tentang konsekuensi sesuatu. Kemampuan ini agak lain dengan menerjemahkan dan menafsirkan, untuk kemampuan ini sifatnya lebih tinggi. Contohnya pada pelajaran matematika, siswa diharapkan mampu menerka dan melanjutkan pengisian berdasarkan deret berikut : 2, 4, 6, 8, 10, …. , ….. , ….. Dilihar dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pemahaman adalah suatu proses untuk membuat seseorang menjadi mengerti dan memahami

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 sesuatu yang mereka dapatkan dari oranglain baik itu info, fakta, materi pelajaran atau hal lain. 15. Sikap Kerjasama Dalam buku Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian II dijelaskan bahwa pembelajaran kooperatif dalam proses (2007: 174), pembelajarannya menekankan proses kerjasama dalam kelompok. Kerjasama juga merupakan salah satu aspek dari metode pembelajaran kooperatif. Proses kerjasama atau aktivitas kerjasama saat mengerjakan tugas secara berkelompok ini jika dilakukan secara maksimal diharapkan akan mampu memaksimalkan nilai dan pemahaman mereka pada materi yang dipelajari. Pengertian dari kerjasama yang tertuang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintahan, dst) untuk mencapai tujuan bersama. Menurut buku Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian II (2007: 174), kerjasama adalah keadaan atau situasi dimana setiap anggota kelompok saling membantu satu sama lain. Sedangkan dalam menurut buku Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian IV (2007: 425) menjelaskan bahwa kerjasama adalah kemampuan yang dimiliki beberapa orang dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas secara bersama. Kerjasama dalam kelompok akan berjalan dengan baik apabila mampu memenuhi beberapa indikator seperti yang dijelaskan pada buku Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian IV. Berikut ini merupakan indikator terjadinya aktivitas kerjasama dalam kelompok : 1. Adanya kontribusi yang diberikan baik secara lisan maupun tulisan dalam upaya untuk menyelesaikan tugas bersama-sama dengan orang lain.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. 41 Ada komunikasi yang baik antar anggota kelompok sehingga terbangun keutuhan dan kekompakan kelompok. 3. Tidak ada seorang anggota kelompok yang mendominasi, artinya semua anggota sama. 4. Menerima pendapat dan tanggapan orang lain. Dilihat dari penjabaran indikator aktivitas kerjasama diatas dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain : adanya kesadaran bahwa perlunya menjalin interaksi sosial yang baik salah satunya dalam kelompok belajar dan adanya rasa tanggungjawab atas tugas kelompok yang harusnya dikerjakan bersama-sama. Keempat indikator kerjasama ini akan dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan angket aktivitas kerjasama dalam kelompok. 16. Materi Pembelajaran Pada penelitian yang akan dilaksanakan pada bulan Februari ini akan digunakan materi “Gerak Lurus”. Materi gerak lurus ini akan disampaikan untuk siswa-siswi kelas VII pada semester 2. Yang menjadi pokok bahasan pada materi Gerak Lurus ini antara lain adalah 1. Pengertian Gerak Pada bagian ini siswa belajar dengan tujuan untuk mengetahui pengertian dari gerak. Dalam buku IPA Terpadu 1 (2007: 262), dijelaskan bahwa benda dikatakan bergerak apabila mengalami perubahan kedudukan terhadap benda lain yang digunakan sebagai acuan.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 2. Jarak dan Perpindahan Setelah siswa memahami pengertian gerak, selanjutnya siswa diajak untuk mengenal dan memiliki kemampuan untuk membedakan jarak dan perpindahan. Gambar 1.Skema Jarak dan Perpindahan Pada gambar diatas bola yang berada di titik B sudah berjalan darititik A melewati lintasan berwarna merah. Lintasan berwarna merah ini merupakan jarak, jarak diartikan sebagai panjang seluruh lintasan yang ditempuh suatu benda. Sedangkan bola ini sekaligus mengalami perpindahan yang digambarkan dengan garis berwarna biru, perpindahan ini diartikan sebagai perubahan kedudukan suatu benda dari titik awal ke titik akhirnya. 3. Kelajuan dan Kecepatan Tahapan selanjutnya setelah siswa mampu memahami dan membedakan antara jarak dan perpindahan, tahapan selanjutnya yang akan dipelajari siswa adalah mengenai kelajuan dan kecepatan. Dalam buku IPA Terpadu 1 (2007: 264-265) dijelaskan mengenai pengertian kelajuan dan kecepatan. Kelajuan adalah jarak yang ditempuh suatu benda tiap waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. sehingga kelajuan merupakan hasil bagi dari jarak dan waktu tempuh, kelajuan merupakan besaran skalar. Sedangkan, kecepatan adalah perpindahan yang ditempuh

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 suat benda tiap waktu yang diperlukan untuk menempuh perpindahan tersebut sehingga kecepatan merupakan hasil bagi berpindahan yang mempunyai arah dengan satuan waktu, karena perpindahan memiliki arah maka kecepatanpun mempunyai arah dan merupakan besaran vektor. 4. Gerak Lurus Beraturan (GLB) Dalam bab gerak ini, siswa juga belajar mengenai Gerak Lurus Beraturan atau sering disebut GLB. Bagian dibawah ini akan menjelaskan mengenai GLB, penjelasan ini diambil dari Buku IPA Terpadu 1 (2007: 266-268). Perhatikan gambar dibawah ini untuk lebih memahami apa itu GLB. Gambar 2. Mobil bergerak GLB Mobil pada gambar diatas akan menempuh jarak 10 m untuk setiap detik atau dengan kata lain mobil tersebut bergerak dengan kecepatan 10 . Gerak seperti inilah yang disebut dengan gerak lurus beraturan. Pada gerak lurus beraturan berlaku persamaan 𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 = 𝐾𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 × 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑠 =𝑣 ×𝑡 Dari ilustrasi gambar diatas dapat diambil kesimpulan bahwa GLB adalah gerak suatu benda yang memiliki lintasan lurus dan bergerak pada kecepatan yang sama.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Dalam pembelajaran fisika, kebanyakan teori yang disampaikan pasti memiliki kegunaan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tahapan ini siswa juga diajak untuk mencaritahu peristiwa sehari-hari apa saja yang menggunakan prinsip GLB. Peristiwa yang sering dijumpai dalam kehidupan seharihari yang berhubungan dengan GLB adalah gerak lift saat naik, lift melakukan gerak lurus beraturan sebelum lift berhenti dan peristiwa lainnya adalah gerak seseorang yang menaiki eskalator, orang yang menaiki eskalator ini melakukan gerak lurus beraturan terhadap tembok yang berada dikedua sisi eskalator. Kedua peristiwa ini bergerak dengan kecepatan yang tetap sehingga dapat digunakan sebagai contoh penerapan gerak lurus beraturan. 5. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Selain mempelajari tentang GLB, pada bab ini siswa juga belajar mengenai GLBB atau gerak lurus berubah beraturan. Misalkan ada sebuah mobil yang bergerak dari kedudukan awalnya saat diam (t = 0), saat t = 1 detik mobil tersebut bergerak dengan kecepatan 10 20 , saat t = 2 detik mobil tersebut bergerak dengan kecepatan , saat t = 3 detik mobil tersebut bergerak degan kecepatan 30 = 4 detik mobil tersebut bergerak dengan kecepatan 40 , dan saat t . Mobil tersebut terus mengalami perubahan kecepatan setiap 1 detik. Apabila benda bergerak dan mengalami penambahan kecepatan selama selang waktu tertentu gerak benda tersebut dikatakan dipercepat dan bila kecepatan gerak benda mengalami penurunan pada selang waktu tertentu makan dikatakan benda tersebut bergerak diperlambat. Dari

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa gerak lurus berubah beraturan adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus dan kecepatannya berubah-ubah secara teratur. Dalam GLBB ini juga dikenal istilah baru yaitu percepatan, perubahan kecepatan gerak benda tiap waktu yang diperlukan untuk berubah ini disebut dengan percepatan. Percepatan dapat dirumuskan : 𝑃𝑒𝑟𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 = dengan : = 𝑎= 𝐾𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑎𝑘 𝑖𝑟 − 𝐾𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑣𝑡 − 𝑣0 𝑡 = = = Berbeda dengan GLB yang contoh penerapan dalam kehidupannya susah ditemui, untuk GLBB ini banyak sekali penerapannya dan siswa sering mengalaminya sendiri. Contohnya saja saat seseorang mengeikuti lomba lari, kendaraan yang pedal gasnya ditekan sehingga kecepatannya bertambah ataupun saat direm dan masih banyak lagi fenomena lain yang dapat ditemui siswa. Kelima pokok bahasan ini akan disampaikan kepada siswa dalam penelitian ini. Pemilihan materi di atas dibantu oleh guru dari sekolah yang bersangkutan dengan penelitian ini.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Berdasarkan uraian mengenai metode pembelajaran kooperatif dan materi yang sudah disampaikan, peneliti akan melakukan penelitian mengenai penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT pada materi gerak. Alasan peneliti memilih menggunakan metode TGT dikarenakan selama pengalaman peneliti mengajar sewaktu mengikuti PPL, siswa kelas VII yang masih dalam masa transisi dari SD ke SMP selalu bertanya dan meminta untuk ada permainan dalam proses pembelajaran fisika yang peneliti berikan, hal ini membuat peneliti berfikir jika ada permainan dalam sebuah pembelajaran maka akan membuat mereka semakin tertarik untuk belajar fisika sehingga pemahaman mereka akan materi yang telah mereka pelajari akan baik. Metode pembelajaran tipe TGT ini di dalamnya terkandung unsur games atau permainan, turnamen, team dan penyajian kelas. Sebuah permainan pasti didalamnya ada kompetisi dan kerjasama akan menjadi faktor penting yang membuat sebuah kelompok bisa menjadi pemenang dalam permainan sehingga dalam penelitian ini, peneliti juga ingin mengetahui tingkat kerjasama siswa-siswi yang mengikuti pembelajaran dengan metode kooperatif tipe TGT.

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan uji coba metode kooperatif tipe TGT dalam pembelajaran. Data hasil penelitian ini bersifat kuantitatif. Data kuantitatif adalah data hasil penelitian yang berupa skor atau angka. Dalam rangka pengumpulan data untuk mengetahui pemahaman siswa maka dilakukan pretest dan posttest. Selain pengambilan data dengan cara pretest dan posttest, peneliti juga menggunakan metode pengamatan (observasi) untuk mengetahui kemampuan non akademik dari siswa yang terbangun selama proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berlangsung. Tabel 1. Tabel keterangan data penelitian Macam Data Pretest Posttest Kuisioner Jenis Data Data Kuantitatif Data Kuantitatif Data Kuantitatif Analisis Statistik Statistik Statistik Penerapan metode kooperatif tipe TGT ini tidak bisa langsung dilakukan dalam waktu 1 kali pertemuan saja, untuk 1 siklusnya dibutuhkan 2 sampai 3 kali pertemuan untuk penyampaian materi dan pertemuan diakhir minggu diadakan game kelompok. Game kelompok ini akan memacu siswa untuk berkompetisi secara sehat dan mendorong siswa untuk mau belajar karena masing-masing siswa dituntut untuk memilik rasa tanggung jawab pada semua anggota kelompok lainnya. Dalam 47

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus penerapan metode kooperatif tipe TGT, dan berikut ini merupakan siklus metode kooperatif tipe TGT : Pembahasan 1 Pembahasan 2 Permainan Gambar 1. Siklus metode kooperatif tipe TGT 2. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan dari tanggal 17 Maret – 14 April 2014 di SMP Pangudi Luhur Moyudan. Peneliti memilih sekolah ini untuk penelitian dengan alasan pengurusan perijinan penelitian di sekolah swasta lebih mudah daripada sekolah negeri, sekolah ini juga merupakan tempat dimana peneliti melaksanakan mata kuliah “Real Teaching atau PPL”. 3. Subjek Penelitian Dalam penelitian ini sampel yang akan diteliti adalah siswa-siswi kelas VII A dan kelas VII B SMP Pangudi Luhur Moyudan. Jumlah siswa untuk kelas VII A

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 ada 38 anak yang terdiri dari 21 putra dan 17 putri dan jumlah siswa untuk kelas VII B ada 40 anak yang terdiri dari 24 putra dan 16 putri. Sekolah ini memiliki 2 kelas paralel sehingga pemilihan sampel mana yang akan digunakan dalam penelitian pun cukup terbatas. 4. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah materi yang digunakan yaitu Gerak. Pemilihan materi yang akan digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan materi dari sekolah sesuai dengan SK-KD. 5. Treatment Treatment yang digunakan pada penelitian ini disesuaikan dengan metode pembelajaran dan tipe yang akan digunakan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini digunakan tipe pembelajaran TGT yang didalamnya terdapat unsur game atau permainan sehingga treatment yang akan digunakan adalah : 1. Mengajar Guru atau peneliti menyajikan materi, memberikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan siswa. Guru juga memberikan motivasi kepada siswa. 2. Diskusi Kelompok Dalam kegiatan ini, siswa sudah dibagi menjadi beberapa kelompok yang disesuaikan berdasarkan jumlah siswa dan dibagi berdasarkan hasil pretest. Usahakan ada keberagaman di dalam kelompok tersebut, keberagaman tersebut bisa berdasarkan pada jenis kelamin, agama, suku ataupun budaya. Melalui diskusi

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 kelompok ini siswa yang sudah memahami materi yang sudah dijelaskan guru dapat menjelaskan kepada teman lainnya, sehingga dalam kelompok terebut muncul tanggungjawab dari masing-masing siswanya atas materi yang mereka pelajari bersama-sama. 3. Game Berikan penjelasan bahwa nilai atau skor kelompok mereka merupakan tanggung jawab mereka bersama. Permainan ini diikuti oleh perwakilan dari masingmasing kelompok secara bergantian sehingga tidak ada diskriminasi di dalamnya. Dalam permainan ini wakil dari masing-masing kelompok diberi pertanyaan rebutan dan perwakilan kelompok yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan skor. Setelah selesai 1 soal, dilakukan pergantian wakil untuk semua kelompok selanjutnya mereka diberi pertanyaan lagi dan kelompok yang menjawab benar diberi skor lagi. 4. Pemberian Penghargaan Kelompok yang menjadi pemenang dalam permainan ini diberikan penghargaan. Dan kelompok lain yang tidak menjadi juara juga mendapatkan penghargaan akan tetapi tidak sama dengan kelompok yang menjadi pemenang. 6. Instrument Penelitian 6.1 Instrumen Perlakuan 1. Silabus SMP Kelas VII semester II (terlampir) 2. Rencana Proses Pembelajaran atau RPP (terlampir)

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 6.2 Alat Ukur 1. Kemampuan Akademik : Pemahaman Pemahaman siswa pada materi yang dipelajari merupakan wujud dari kemampuan akademik yang dimiliki siswa. Hasil dari pretest dan posttest ini selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik. a. Soal Pretest dan Soal Posttest Soal Pretest akan diberikan kepada siswa untuk mengetahui kesiapan siswa dalam belajar dan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan treatment. Sedangkan soal posttest ini diberikan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada perubahan setelah siswa diberikan treatment dalam percobaan ini. Soal pretest dan posttest berbentuk uraian, dengan mengerjakan soal uraian maka dapat diketahui uraian seperti apa yang sudah benar-benar diketahui siswa. Jika digunakan soal pilihan ganda kemungkinan siswa hanya menebak-nebak saja saat menjawab soal. Soal-soal yang diujikan kepada siswa berkaitan dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan. Soal pretest dan posttest memang dibuat sama dengan tujuan agar peningkatan pemahaman siswa diukur dengan pasti dan memiliki kriteria soal yang sama, jika nilai siswa mengalami peningkatan maka dapat disimpulkan bahwa memang ada peningkatan pemahaman dari siswa setelah diberikan treatment. Pembuatan soal ini berdasarkan pada kisi- kisi yang dibuat oleh peneliti seperti tabel dibawah ini :

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 2. Kisi- kisi Soal Pretest dan Posttest Kompetensi Dasar 5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Indikator - Siswa mampu menjelaskan pengertian jarak dan perpindahan. - Siswa mampu membedakan jarak dan perpindahan. - Siswa mampu menjelaskan perbedaan antara kecepatan dan kelajuan. - Siswa mampu menghitung kelajuan dari suatu benda yang bergerak melalui percobaan yang dilakukan bersama teman sekolah. - Menyebutkan gerak lurus beraturan yang ada disekitar mereka. - Menjelaskan 2 macam gerak lurus berubah beraturan berdasarkan perubahan kelajuan benda. - Menyebutkan contoh peristiwa gerak lurus berubah beraturan yang ada disekitar mereka. Pertanyaan Nomor Soal Jika sebuah kelereng bergerak dari A ke B 1 yang berjarak 10 meter dan kembali ke titik C yang berjarak 4 meter dari B. Berapakah : a. Jarak yang ditempuh kelereng tersebut ? b. Perpindahan yang dialami kelereng tersebut ? Jika 2 buah kelereng berada pada 1 titik yang sama, kemudian kelereng 1 bergerak ke Utara menempuh jarak 12 m dan kelereng 2 bergerak ke Selatan juga menempuh jarak 12 m. kedua kelereng tersebut menempuh jarak tersebut selama 4 sekon maka berapakah kelajuan dan kecepatan kedua kelereng tersebut ? Kelajuan kelereng 1 (V1) = Kecepatan kelereng 1 (⃗⃗⃗ ) = Kelajuan kelereng 2 (V2) = Kecepatan kelereng 2 (⃗⃗⃗ ) = Berikan contoh benda yang bergerak dengan mengalami peristiwa Gerak Lurus Beraturan (GLB) ? Berikan contoh benda yang bergerak dengan mengalami peristiwa Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) ? 2 3 4

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Berdasarkan kisi-kisi soal pretest dan posttest diatas berikut ini merupakan instrument penilaian dari soal tersebut. Instrumen penilaian ini digunakan untuk menilai hasil pekerjaan siswa dalam mengerjakan soal pretest dan posttest : Tabel 3. Instrumen penilaian soal pretest dan posttest Soal Jawaban 1. Jika sebuah kelereng bergerak dari A ke 1. B yang berjarak 10 meter dan kembali ke a. titik C yang berjarak 4 meter dari B. Berapakah : a. Jarak yang ditempuh kelereng tersebut ? b. b. Perpindahan yang dialami kelereng tersebut ? 2. Jika 2 buah kelereng berada pada 1 titik yang sama, kemudian kelereng 1 bergerak ke Utara menempuh jarak 12 m dan kelereng 2 bergerak ke Selatan juga menempuh jarak 12 m. kedua kelereng tersebut menempuh jarak tersebut selama 4 sekon maka berapakah kelajuan dan kecepatan kedua kelereng tersebut ? Skor … Jarak = AB + BC Jarak = 10 meter + 4 meter Jarak = 14 meter 2,5 Perpindahan = AC Perpindahan = AB – BC Perpindahan = 10 meter – 4 meter Perpindahan = 6 meter 2. …. Kelajuan kelereng 1 = = Kecepatan kelereng 1 (⃗⃗⃗⃗ ) = (⃗⃗⃗⃗ ) = ⁄ = 2,5 = ⁄ = ⁄ Kelajuan kelereng 2 Kelajuan kelereng 1 (V1) = Kecepatan kelereng 1 (⃗⃗⃗ ) = Kelajuan kelereng 2 (V2) = Kecepatan kelereng 2 (⃗⃗⃗ ) = = = Kecepatan kelereng 2 (⃗⃗⃗⃗ ) = (⃗⃗⃗⃗ ) = ⁄ =

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Soal 54 Jawaban Skor 3. Berikan contoh benda yang bergerak dengan mengalami peristiwa Gerak Lurus Beraturan (GLB) ? 3. Contoh peristiwa GLB : - Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan tetap 20 m/s - Gerakan lift - Gerakan escalator 2,5 4. Berikan contoh benda yang bergerak dengan mengalami peristiwa Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) ? 4. Contoh peristiwa GLBB : - Buah jatuh dari pohon atau benda jatuh bebas. - Saat mengendarai sepeda dijalan menurun. - Bola yang menggelinding pada bidang miring. - Bila menaiki sepeda dijalan menanjak. - Melempar benda vertical ke atas. *) benar jika minimal menjawab 3 jawaban 2,5 2. Kemampuan Nonakademik : Sikap Kerjasama Siswa Sikap kerjasama siswa diukur dengan menggunakan kuisioner yang diisi oleh masing-masing siswa pada 2 kelompok subyek penelitian. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang akan diberikan dalam kuisioner tersebut : Tabel 4.Kuisioner Sikap Kerjasama KUISIONER SIKAP KERJASAMA Mata Pelajaran: Fisika Nama : Kelas/ No. : Petunjuk Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan cara memberi tanda (√) pada salah satu jawaban pada kotak skor. Terima kasih.

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Keterangan Skor: STS = Sangat Tidak Setuju TS = Tidak Setuju R = Ragu-Ragu S = Setuju SS = Sangat Setuju No Pertanyaan STS TS R S SS 1. 2. Saya ikut serta dalam mengerjakan tugas kelompok Saya rela berbagi pengetahuan dengan teman sekelompok 3. Saya merasa pendapat saya paling benar 4. Saya bersedia menerima tanggapan teman saat pendapat saya kurang tepat. 5. Ketika ada masalah dalam kelompok, kami mencari solusi dari permasalahan tersebut 6. Aktivitas belajar dalam kelompok membuat saya lebih sulit memahami daripada saya belajar sendiri. 7 Saya lebih senang mendengar pendapat orang. 8. Saya tidak memberi kesempatan kepada teman untuk melakukan percobaan. 9. Ketika percobaan saya tidak terlibat. 10. Ketika games saya tidak terlibat. 6.3 Validitas Alat Ukur Uji validitas alat ukur bertujuan untuk mengukur apakah soal tersebut sudah mampu mengukur apa yang ingin diukur oleh peneliti. Maka dari itu dilakukan uji validitas internal sebagai berikut : 1. Soal Pretest dan Posttest Uji validitas internal untuk soal-soal tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut :

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 a. Adanya kesesuaian antara soal pretest dan posttest dengan kisikisi soal yang telah dibuat sebelumnya. b. Soal pretest dan posttest telah dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan guru mata pelajaran fisika di sekolah. 2. Kuisioner Instrumen sikap kerjasama diambil berdasarkan aspek-aspek kerjasama seperti yang tercantum dalam buku Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian IV dan telah dikembangkan oleh peneliti dengan dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. 7. Desain Penelitian Untuk melakukan penelitian ini terlebih dulu melewati beberapa tahapan yang melibatkan beberapa pihak, berikut ini adalah tahapan tersebut : 7.1 Tahap Observasi Sekolah Dalam tahapan ini diawali dengan proses pengurusan ijin ke sekolah dan penyerahan surat ijin penelitian dari kampus. Setelah pihak sekolah yang diwakili oleh kepala sekolah memberikan ijin penelitian, selanjutnya adalah tahapan penentuan materi yang akan disampaikan selama penelitian dan waktu penelitian yang tepat. 7.2 Tahap Penyusunan Instrumen Tahap penyusunan instrument ini dilakukan setelah peneliti mendapatkan persetujuan materi yang akan disampaikan saat penelitian berlangsung. Instrument yang perlu disusun antara lain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 siswa (LKS), kuesioner sikap kerjasama, soal pretest dan posttest dan juga daftar pertanyaan yang akan digunakan untuk permainan. 7.3 Tahap Pretest Tahap pretest ini melibatkan siswa dalam pengerjaannya karena subjek penelitian ini adalah siswa dari kelas VII. Pengerjaan soal pretest ini dilakukan pada saat pertemuan 1 dan dikerjakan selama 20 menit. 7.4 Proses Pembelajaran Penelitian ini awalnya direncanakan sebagai penelitian eksperimen maka dari itu dilakukan 2 perlakuan yang berbeda kepada 2 kelas yaitu kelas VII A dan kelas VII B. Salah satu kelas direncanakan akan diberikan perlakuan dengan menerapkan metode kooperatif tipe TGT dalam penyampaian materi tentang gerak dan kelas lain direncanakan diberi perlakuan dengan cara mengajar biasa yaitu metode ceramah dalam penyampaian materi tentang gerak. Selama proses pembelajaran ini juga dilakukan pen 7.5 Tahap Posttest Tahap pretest ini melibatkan siswa dalam pengerjaannya karena subjek penelitian ini adalah siswa dari kelas VII. Pengerjaan soal pretest ini dilakukan saat pertemuan terakhir dan dikerjakan selama 20 menit. 7.6 Tahap Pengumpulan Data Sikap Kerjasama Selama proses pembelajaran ini juga dilakukan pengumpulan data untuk sikap kerjasama siswa melalui pengisian kuesioner oleh siswa.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 7.7 Tahap Analisis Setelah semua data terkumpul, data tersebut meliputi data pretest maupun posttest dan juga data sikap kerjasama selanjutnya dilakukan penilaian atau skoring. Selanjutnya dilakukan analisis statistik sesuai dengan kebutuhan penelitian ini. 8. Metode Analisis Data Dalam penelitian ini akan diketahui bagaimana pemahaman siswa pada penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe tour game tournament. 8.1 Analisis Perubahan Pemahaman Penggunaan metode pembelajaran ini diharapkan akan mempengaruhi tingkat pemahaman siswa yang didapat dari data pretest dan posttest. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan dengan cara pengolahan statistik. 1. Hipotesis Pengolahan dilakukan dengan menggunakan Ujit kelompok dependen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest untuk masingmasing kelompok. Oleh karena itu, hipotesis yang digunakan adalah : = = 2. Data Penelitian Data sebelum dilakukan treatmen (pretest) dan sesudah dilakukan treatmen (posttest) disajikan seperti pada tabel dibawah ini :

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 5. Pengisian Hasil Pretest dan Posttest Kode Siswa Kelas Metode Kooperatif tipe TGT Pretest Posttest E001 E002 E003 E...... En Kode Siswa Kelas dengan cara mengajar biasa Pretest Posttest K001 K002 K003 K..... Kn 3. Pengujian Data Dalam penelitian ini akan didapatkan data pretest dan posttes yang digunakan untuk menganalisis efektifitas dari metode yang digunakan dilihat dari pemahaman siswa. Analisis yang dilakukan pada pemahaman siswa dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan mengelompokkan berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnnya dan pengujian dengan menggunakan analisis SPSS. Berikut ini adalah pedoman yang digunakan dalam analisis pemahaman siswa : a. Analisis Pemahaman dengan interval skor Pengujian soal pretest dan posttes yang diberikan kepada siswa menghasilkan data skor siswa, selanjutnya data skor siswa ini akan dikelompokkkan ke dalam 5 kriteria pemahaman. Data pretest maupun posttest dikelompokkan ke dalam kriteria pemahaman tersebut dan berikut ini adalah kriteria nilai pemahaman siswa berdasarkan Arikunto(2003: 355) dan telah dikembangkan oleh peneliti sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian : Skor minimum yang mungkin diperoleh 0 Skor maksimum 10

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Tabel 6. Kriteria Pemahaman No. Interval Skor Nilai Tingkat Pemahaman 1. <2 A Sangat Rendah 2. 2,1 – 4,0 B Rendah 3. 4,1 – 6,0 C Cukup 4. 6,1 – 8,0 D Tinggi 5. 8,1 – 10,0 E Sangat Tinggi Selanjutnya nilai pretest dan posttest diberi keterangan tingkat pemahaman berdasarkan klasifikasi seperti pada tabel diatas. Hal ini dilakukan untuk kedua kelompok. Contoh format tabel yang digunakan adalah sebagai berikut : Tabel 7. Format Tingkat Pemahaman Kode Siswa Pretest Kelas Metode ………. Tingkat Posttest Pemahaman Tingkat Pemahaman E01 E02 E03 E04 E… En Setelah masing-masing nilai siswa sudah diklasifikasi sesuai tingkat pemahaman berdasarkan interval skornya maka dilakukan pengelompokkan berdasarkan tingkat pemahaman yang sama dan dilakukan penghitungan persentase dari masing-masing tingkat pemahaman. Beriktu ini adalah format tabel persentase tingkat pemahaman : Tabel 8. Format Tabel Persentase Tingkat Pemahaman No. 1. Tingkat Pemahaman Sangat Tinggi Sebelum Jumlah Siswa Persentase Sesudah Jumlah Siswa Persentase

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tingkat Pemahaman No. 2. 3. 4. 5. Sebelum Jumlah Siswa Persentase 61 Sesudah Jumlah Siswa Persentase Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Penghitungan persentase pada tahap ini seperti yang biasa digunakan pada perhitungan persentase, yaitu dengan cara sebagai berikut : × = Setelah ditentukan berapakah persentase masing-masing kriteria selanjutnya dilakukan pengklasifikasian kriteria pemahaman siswa secara keseluruhan. Cara klasifikasi ini diambil dalam jurnal pendidikan karangan Budi (2001: 54) dan dikembangkan oleh peneliti sebagai dasar dalam klasifikasi kriteria pemahaman siswa secara keseluruhan seperti berikut : Tabel 9. Klasifikasi Kriteria Pemahaman Siswa ST ≥ 75 % < 75 % ST+T Jumlah yang Memperoleh Nilai ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR ≥ 75 % < 75 % Keterangan : ST = Sangat Tinggi T = Tinggi C = Cukup ≥ 65 % < 65 % ≥ 65% < 65 % Pemahaman Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 R = Rendah SR = Sangat Rendah Dengan menjumlahkan persentase kriteria dari ST untuk Sangat Tinggi hingga R untuk Rendah maka dapat diketahui kriteria pemahaman seluruh siswa dikelas yang dianalisis. b. Analisis Pemahaman dengan SPSS Untuk menguji hipotesis awal dilakukan pengujian dengan menggunakan program SPSS. Pengujian yang dilakukan adalah dengan menggunakan uji T dua kelompok dependen. Pengujian dengan menggunakan uji Pengujian ini digunakan untuk mengetahui perkembangan hasil pretest dan posttest pada dua kelompok dengan perlakuan yang berbeda yaitu pada kelompok kelas yang menggunakan metode kooperatif tipe TGT dan kelompok kelas dengan metode belajar biasanya. 8.2 Analisis Sikap Kerjasama Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kooperatif tipe TGT, dalam penggunaan metode ini diharapkan dapat memunculkan kesadaran siswa akan pentingnya kerjasama dalam pembelajaran dengan metode yang membutuhkan kerjasama dalam kelompok. Untuk mengetahui tingkat kerjasama dari kelompok tersebut digunakan kuisioner yang dibagikan kepada masing-masing siswa.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Kuisioner yang sudah diisi oleh responden yang berasal dari siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol selanjutnya dilakukan skoring oleh peneliti. Hasil skor akan disajikan dalam bentuk sebagai berikut : Tabel 10. Contoh penyajian skor kuisioner aktivitas kerjasama siswa Kode Siswa E01 E02 E03 E.... En 1 2 3 Pernyataan 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Skor 1. Data Pernyataan dalam kusioner kerjasama dibuat dalam bentuk pernyataan positif dan pernyataan negatif. Dalam Purwanto (2007: 197) dijelaskan beberapa contoh aturan skoring sebagai berikut : Tabel 11. Contoh Aturan Skoring Pilihan Selalu Sering Kadang Jarang Tidak pernah Aturan 1 5 4 3 2 1 Aturan 2 4 3 2 1 0 Aturan 3 1 2 3 4 5 Peneliti menggunakan aturan 1 sebagai skoring jawaban atas pernyataan yang diberikan kepada responden sehingga digunakan pedoman penilaian seperti pada tabel dibawah ini :

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Tabel 12. Pedoman Penilaian Kuisioner Kerjasama Pernyataan Positif Negatif SS 5 1 Jawaban R 3 3 S 4 2 TS 2 4 STS 1 5 2. Analisis Aktivitas Kerjasama Kuisioner aktivitas kerjasama terdiri dari 10 butir pernyataan. Dengan aturan pedoman skoring seperti yang sudah dijelaskan dibagian sebelumnya. Selanjutnya peneliti menjumlahkan skor total dari masing-masing siswa dan mengelompokkkan berdasarkan 5 kriteria aktivitas kerjasama. Berdasarkan Kartika Budi (dalam Jurnal Widya Dharma, 2008: 123) kriteria dalam aktivitas kerjasama ditentukan seperti pada tabel dibawah ini : Tabel 13. Kriteria Aktivitas Kerjasama Siswa No. 1. 2. 3. 4. 5. Interval Skor < 20 21 – 40 41 – 60 61 – 80 81 – 100 Kriteria Aktivias Kerjasama Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Dari kategori diatas dapat diketahui berapakah presentase siswa yang tergolong dalam masing-masing kategori. Perhitungan dilakukan dengan cara sebagai berikut : = ×

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Setelah ditentukan berapakah persentase masing-masing kriteria selanjutnya dilakukan pengklasifikasian kriteria sikap kerjasama siswa dengan langkah yang sama seperti pada klasifikasi kriteria pemahaman siswa secara keseluruhan. Acuan yang diambil oleh penelitipun masih sama seperti pada klasifikasi kriteria pemahaman yaitu terambil dari jurnal pendidikan karangan Budi (2001: 54) dan dikembangkan oleh peneliti sebagai dasar dalam klasifikasi kriteria sikap kerjasama siswa seperti berikut : Tabel 14. Klasifikasi Kriteria Sikap Kerjasama Siswa ST ≥ 75 % < 75 % Jumlah yang Memperoleh Nilai ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR ≥ 75 % < 75 % ≥ 65 % < 65 % ≥ 65% < 65 % Pemahaman Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Pada kolom pertama jika hasil penjumlahan kriteria sangat tinggi sudah mencapai 75 % atau lebih dari 75 % maka sikap kerjasama siswa tergolong sangat tinggi, pada kolom kedua jika hasil penjumlahan kriteria sangat tinggi dan tinggi mencapai 75 % atau lebih dari 75 % maka sikap kerjasama siswa tergolong tinggi, pada kolom ketiga jika hasil penjumlahan kriteria sangat tinggi, tinggi dan sedang mencapai 65 % atau lebih dari 65 % maka sikap kerjasama siswa tergolong sedang, pada kolom keempat jika hasil penjumlahan kriteria sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah mencapai 65 % atau lebih dari 65 % maka sikap kerjasama siswa tergolong rendah dan pada kolom kelima jika hasil penjumlahan kriteria sangat tinggi, tinggi,

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 sedang, rendah dan sangat rendah hanya mencapai 65 % maka atau lebih dari 65 % maka kriteria kerjasama siswa tergolong sangat rendah. Dengan mengklasifikasi seperti cara diatas maka dapat diketahui bagaimana tingkat atau kriteria sikap kerjasama siswa secara keseluruhan.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV Analisis, Data dan Pembahasan 1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Dalam penelitian ini, perlakuan kepada subyek penelitian dilakukan sendiri oleh peneliti. Perlakuan yang diberikan kepada subyek penelitian adalah dengan menyampaikan materi gerak dengan menggunakan metode kooperatif tipe TGT dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini mengambil data dari kelas VII A sebagai kelas yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan jumlah siswa dan 37 kelas VII B sebagai kelas yang materinya diajarkan dengan cara biasa dengan jumlah siswa 40. Akan tetapi selama proses pembelajaran berlangsung ada beberapa siswa dari kelas VII A maupun kelas VII B yang tidak memiliki salah satu nilai pretest atau posttest dikarenakan beberapa siswa tersebut tidak berangkat saat dilakukan pretest ataupun posttest sehingga data akhir yang dapat digunakan oleh peneliti hanya 34 siswa dari kelas VII A dan 39 siswa dari kelas VII B. Sebelum melakukan penelitian, tahapan yang harus dilakukan peneliti ada beberapa hal antara lain pengurusan perijinan penelitian, bertemu dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan untuk membicarakan materi yang akan disampaikan, mempersiapkan perangkat pembelajaran, melakukan pengujian kemampuan awal siswa (pretest), proses pembelajaran, dan melakukan pengujian kemampuan akhir siswa setelah dilakukan proses pembelajaran (posttest). Tahap pertama yaitu tahap perijinan penelitian, peneliti meminta ijin untuk melakukan penelitian di sekolah 67

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 tersebut, awalnya peneliti ke sekolah tanpa membawa surat terlibih dahulu untuk meminta ijin kepada kepala sekolah setelah ijin didapatkan peneliti kembali ke sekolah dengan membawa surat ijin hampir 2 bulan setelah ijin ke kepala sekolah. Rentan waktu yang lama ini disebabkan karena peneliti selama 42 hari mengikuti kegiatan KKN sehingga tidak bisa datang ke sekolah. Tahap kedua, peneliti bertemu dengan guru mata pelajaran IPA dan membicarakan materi yang sesuai dengan waktu penelitian yang diperkirakan yaitu sekitar pertengahan bulan Maret. Peneliti memutuskan melakukan penelitian bulan Maret dikarenakan selama KKN peneliti tidak bisa mempersiapkan perangkat pembelajaran dan tidak bisa mengkonsultasikan perangkat pembelajaran kepada dosen dan guru mata pelajaran terkait. Tahap ketiga, peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Perangkat pembelajaran tersebut berupa RPP, lembar kerja siswa dan soal-soal untuk pretest dan posttest. Perangkat pembelajaran tersebut dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan guru mata pelajaran terkait sehingga benar-benar dapat digunakan semaksimal mungkin. Tahap keempat, sebelum pembelajaran berlangsung semua siswa diberikan soal pretest terlebih dahulu dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Tahap kelima, proses pembelajaran materi gerak berlangsung dengan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk kelas VII A dan pembelajaran dengan cara biasa untuk kelas VII B. Tahap keenam, setelah pembelajaran selesai maka diberikan tes pada siswa (posttest) dengan soal

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 yang sama seperti soal pretest dengan tujuan untuk melihat apakah ada perubahan pemahaman dari siswa. Penelitian dilakukan selama kurang lebih 1 bulan yaitu dari tanggal 17 Maret sampai 14 April 2014, dari rentan waktu tersebut peneliti hanya bisa menggunakan 2 minggu waktu efektif untuk pembelajaran dikarenakan selama 1 bulan tersebut siswa kelas VII dan VIII di sekolah tersebut mengikuti MID Semester pada tanggal 24 – 31 Maret 2014 dan juga selama tes pendalaman materi kelas IX siswa kelas VII dan VIII diliburkan. Sebelum materi disampaikan terlebih dahulu semua siswa dilakukan tes untuk mengetahui pengetahuan awal siswa dengan memberiankan soal pretest yang terdiri dari 4 butir soal yang dikerjakan dalam waktu 20 menit. Berikut ini adalah langkah pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT: Gambar 4. Diagram Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif tipe TGT Pertemuan 1 17 Maret 2014 80 Menit  Pretest : 20 menit  Pembahasan 1 Pertemuan 2 21 Maret 2014 80 Menit  Pembahasan 2 Pertemuan 3 2 April 2014 80 Menit  Rangkuman  Permainan 1

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertemuan 4 4 April 2014 80 Menit Pertemuan 5 7 April 2014 80 Menit 70  Penghargaan  Penjelasan LKS 3 dan 4  Pembahasan 1 Pertemuan 6 11 April 2014 80 Menit  Pembahasan 2  Rangkuman  Permainan 2 (Tahap 1) Pertemuan 7 14 April 2014 80 Menit  Permainan 2  Pemberian Penghargaan  Posttest Diagram diatas menunjukkan kegiatan pokok yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran. Dalam diagram tersebut dapat terlihat bahwa metode kooperatif tipe TGT bukan hanya pada pertemuan 3 dan 7 saja akan tetapi 2 pertemuan sebelumnya merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT tersebut. Hal inilah yang menjadi ciri khas dalam metode pembelajaran kooperatif tipe TGT, yaitu permainan yang diadakan diakhir minggu setelah dilakukan penyampaian materi pada pertemuan sebelumnya. Peneliti merancang proses pembelajaran pada pembahasan 1 dan 2 dengan menggunakan percobaan atau praktikum agar siswa mampu menggali pengetahuan melalui pengalaman yang mereka lakukan, diakhir kegiatan guru membimbing siswa untuk mengambil

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 kesimpulan dan menjelaskan materi yang telah mereka pelajari melalui percobaan. Hal ini juga akan membuktikan kepada siswa bahwa ilmu yang mereka dapatkan sesuai dengan pengalaman yang mereka dapatkan saat percobaan. Untuk mengawali kompetisi akademik (permainan) oleh siswa, terlebih dahulu guru menyampaikan pendahuluan yang didalamnya terdiri dari kegiatan penyampaian peraturan permainan dan penyampaian rangkuman materi oleh guru dengan tujuan untuk mengingatkan siswa kembali kepada materi yang sudah mereka pelajari sebelumnya. Selanjutnya selama proses pembelajaran untuk kelas VII B diberikan treatmen menggunakan cara mengajar seperti biasa sedangkan untuk kelas VII A diberikan treatment dengan menggunakan metode kooperatif tipe TGT. Kelas VII A lebih membutuhkan banyak waktu untuk penyampaian materi karena selama proses pembelajaran siswa bukan hanya duduk berdiskusi tetapi mereka juga melakukan percobaan sesuai dengan materi yang sedang mereka pelajari dalam kelompokkelompok kecil. Setelah siswa kelas VII A mempelajari 2 sub materi maka dilakukan tournament game, inilah yang membuat perlakuan kelas VII A dan kelas VII B berbeda. Dan dilakukan juga tes untuk mengetahui bagaimana pengetahuan akhir siswa dengan memberikan soal posttest yang juga terdiri dari 4 butir soal yang dikerjakan dalam waktu 20 menit. Berikut ini adalah jadwal pelaksana penelitian untuk kelas dengan cara mengajar biasa dan dengan metode kooperatif tipe TGT :

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Tabel 15. Pelaksanaan Penelitian untuk Kelas dengan Pembelajaran Metode Kooperatif tipe TGT (VII A) Tanggal Senin, 17 Maret 2014 Pelaksanaan Penelitian Pengadaan pretest oleh peneliti. Kegiatan belajar mengajar adalah menyampaikan materi pengertian gerak dan jarak – perpindahan yang disampaikan dengan metode kooperatif tipe TGT. Jumat, 21 Maret 2014 Kegiatan belajar mengajar adalah menyampaikan materi kelajuan dan kecepatan yang disampaikan dengan metode kooperatif tipe TGT. Rabu, 2 April 2014 Setelah 2 kali pertemuan membahas materi, pada pertemuan ini diadakan permainan 1 dengan bahan 2 materi yang sudah disampaikan sebelumnya. Kegiatan belajar mengajar adalah menjelaskan langkah kerja pada LKS (KBM hari ini tidak efektif jika digunakan untuk praktikum karena siswa harus bergantian keluar masuk kelas untuk pengakuan dosa). Jumat, 4 April 2014 Hal yang dilakukan siswa  Siswa mengerjakan pretest.  Siswa memperhatikan pembahasan materi dan tentang pengerjaan LKS 1.  Siswa melakukan percobaan dan mengisi LKS 1.  Siswa memperhatikan pembahasan tentang pengertian gerak.  Siswa memperhatikan pembahasan materi dan tentang pengerjaan LKS 2.  Siswa melakukan percobaan dan mengisi LKS 2.  Siswa memperhatikan pembahasan tentang kelajuan dan kecepatan.  Siswa berkumpul dalam kelompok.  Siswa memperhatikan penjelasan tentang tata cara permainan.  Siswa mengikuti permainan.  Kelompok yang menang diberi penghargaan oleh peneliti.  Siswa memperhatikan penjelasan materi dan tentang pengerjaan LKS 3 dan LKS 4. Waktu 09.15 – 10.35 11.30 – 12.50 08.20 – 09.55 07.00 – 08.20

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tanggal Senin, 7 April 2014 Pelaksanaan Penelitian Kegiatan belajar mengajar adalah materi GLB, siswa melakukan percobaan dan menjawab pertanyaan di LKS. Jumat, 11 April 2014 Kegiatan belajar mengajar adalah materi GLBB, siswa melakukan percobaan dan mengikuti Permainan II untuk tahap penyisihan 1. Senin, 14 April 2014 TGT II (babak penyisihan II dan babak final) Pengadaan posttest oleh peneliti. Hal yang dilakukan siswa  Siswa melakukan percobaan dan mengisi LKS 3.  Siswa memperhatikan penjelasan tentang gerak lurus beraturan.  Siswa melakukan percobaan dan mengisi LKS 4.  Siswa memperhatikan penjelasan tentang gerak lurus berubah beraturan.  Siswa mengikuti permainan (penyisihan 1).  Siswa mengikuti permainan.  Kelompok yang menang mendapatkan penghargaan dari peneliti.  Siswa mengerjakan posttest. 73 Waktu 09.15 – 10.35 07.00 – 08.20 09.15 – 10.35 Tabel 16. Pelaksanaan Penelitian untuk Kelas dengan Pembelajaran Metode Ceramah (VII B) Tanggal Pelaksanaan Penelitian Senin 17 Maret 2014 Pengadaan pretest oleh peneliti kepada siswa dilanjutkan dengan menjelaskan materi tentang pengertian gerak dan jarak-perpindahan. Materi disampaikan dengan menggunakan cara mengajar biasa. Kegiatan belajar mengajar adalah melanjutkan manjelaskan materi jarak-perpindahan Kamis 20 Maret 2014 Hal yang dilakukan siswa Waktu  Siswa mengerjakan pretest.  Siswa memperhatikan penjelasan tentang pengertian gerak, jarak dan perpindahan dengan metode ceramah. 07.40 – 09.00  Siswa memperhatikan penjelasan tentang jarak dan perpindahan melajutkan pelajaran 11.30 – 12.50

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tanggal Pelaksanaan Penelitian Rabu, 2 April 2014 dan dilanjutkan materi selanjutnya yaitu materi kelajuan dan kecepatan. Keduanya disampaikan dengan menggunakan cara mengajar biasa. Kegiatan belajar mengajar adalah menyampaikan materi GLB dengan menggunakan cara mengajar biasa. Kegiatan belajar mengajar adalah menyampaikan materi GLBB dengan menggunakan cara mengajar biasa. Kegiatan belajar mengajar adalah mengajak siswa untuk membuat rangkuman materi gerak dilanjutkan dengan mengerjakan latihan soal. Pengadaan posttest oleh peneliti. Kamis, 3 April 2014 Senin, 7 April 2014 Hal yang dilakukan siswa 74 Waktu sebelumnya dan memulai penjelasan baru tentang kelajuan kecepatan dengan metode ceramah  Siswa memperhatikan penjelasan tentang gerak lurus beraturan dengan metode ceramah 11.30 – 12.50  Siswa memperhatikan penjelasan tentang gerak lurus berubah beraturan dengan metode ceramah 08.20 – 09.55  Siswa bersama dengan guru merangkum materi gerak.  Siswa mengerjakan soal latihan.  Siswa mengerjakan posttestt. 07.00 – 09.55 2. Data dan Analisis 2.1 Pemahaman 2.1. 1 Data Berikut ini adalah data hasil pretest dan posttest siswa kelas VII A dan VII B. Pretest diberikan dengan tujuan untuk mengtahui pemahaman awal siswa pada materi yang akan dipelajari. Sedangkan posttest diberikan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah dilakukan proses pembelajaran. Pengadaan

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 pretest dan posttest ini diberikan kepada kelas VII A dan VII B. Berikut ini adalah hasil pretest dan posttest dari dua kelas tersebut : Tabel 17. Data Hasil Pretest dan Posttest Kode Siswa E01 E02 E03 E04 E05 E06 E07 E08 E09 E10 E11 E12 E13 E14 E15 E16 E17 E18 E19 E20 E21 E22 E23 E24 E25 E26 E27 E28 E29 E30 E31 E32 E33 Kelas VII A Pretest Posttest 6,0 9,5 1,0 6,0 2,0 10,0 5,5 9,0 5,5 9,25 1,0 10,0 5,0 9,5 3,0 9,25 1,0 9,5 6,0 9,25 5,5 9,5 1,0 10,0 3,0 7,5 6,5 9,5 1,0 67,5 1,0 4,75 4,5 8,5 1,0 9,5 0 8,0 6,5 9,25 1,0 9,5 2,0 9,0 2,0 10,0 2,0 7,0 4,5 7,5 3,0 6,5 2,0 6,5 2,0 9,5 2,0 8,5 1,0 6,0 0 9,5 2,0 9,5 6,0 10,0 Kode Siswa K01 K02 K03 K04 K05 K06 K07 K08 K09 K10 K11 K12 K13 K14 K15 K16 K17 K18 K19 K20 K21 K22 K23 K24 K25 K26 K27 K28 K29 K30 K31 K32 K33 Kelas VII B Pretest Posttest 1,0 7,0 2,0 10,0 0 8,0 1,0 5,5 1,0 7,5 1,0 8,0 2,0 10,0 0 10,0 3,0 10,0 0 7,5 1,0 5,5 3,0 10,0 1,0 1,5 2,0 10,0 1,0 1,0 1,0 10,0 2,0 9,5 1,0 7,5 1,5 8,0 2,0 6,0 1,0 9,5 1,0 10,0 1,0 5,5 1,0 7,0 2,5 9,5 1,0 7,5 0 1,0 4,0 8,0 4,0 9,5 0 3,5 1,0 5,5 3,0 10,0 4,0 10,0

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa E34 Rata-rata Kelas VII A Pretest Posttest 6,5 10,0 3,00 8,63 76 Kelas VII B Pretest Posttest 0 6,5 0 6,5 1,0 1,0 5,0 10,0 1,5 7,0 3,0 9,0 1,55 7,41 Kode Siswa K34 K35 K36 K37 K38 K39 Rata-rata 2.1. 2 Analisis Data Hasil analisis kemudian dianalisis dengan analisis statistik yang digunakan adalah Uji T. Pengujian peningkatan pemahaman siswa pada materi gerak digunakan pengujian paired sample T-test untuk hasil dependen pada program SPSS dan melalui analisis persentase pemahaman siswa : 2.1.2.1 Analisis Data Pretest Posttest dengan SPSS Berikut ini adalah 2 pengujian pada hasil pretest dan posttest dari kedua kelas : 2.1.2.1.1 Uji T Dependent Kelas VII A Data yang digunakan pada uji T dependen ini adalah hasil pretest dan hasil posttest. Tabel 18. Data Output bagian pertama Paired Sample T-Test Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean VIIAPretest 3.00 34 2.15 .36927 VIIAPosttest 8.63 34 1.43 .24578

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Tabel 19. Data Output bagian kedua Paired Sample T-Test Paired Samples Correlations N Pair 1 VIIAPretest & VIIAPosttest Correlation 34 .322 Sig. .064 Tabel 20. Data Output bagian ketiga Paired Sample T-Test Paired Samples Test Paired Differences Mean Pair 1 VIIAPretest – -5.63 VIIAPosttest Std. Deviation 2.16920 Std. Error Mean .37202 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper t -6.38922 -4.87548 -15.140 Sig. (2tailed) Df 33 Pada tabel output data diatas dapat terlihat nilai pretest (nilai rata-rata test sebelum diberikan treatment dengan metode kooperatif tipe TGT) dengan nilai ratarata kelas 3,00. Sedangkan nilai posttest (nilai rata-rata setelah diberikan treatment dengan metode kooperatif tipe TGT) dengan nilai rata-rata kelas 8,63. Dari nilai ratarata kedua test tersebut dapat terlihat bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikan treatment. Analisis output data ketiga dilakukan dengan mempertimbangkan hipotesis yang sudah dibuat sebelumnya. Hipotesis : = = Level signifikan = − = = − = .000

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Dasar pengambilan kesimpulan berdasarkan nilai probabilitas :  Jika probabilitas > 0,05 maka  Jika probabilitas diterima. < 0,05 maka ditolak. Kesimpulan :  = −   ditolak atau = = ; maka signifikan. Berarti ada perbedaan antara hasil pretest dan posttest. Hasil posttest lebih baik dari hasil pretest, maka metode kooperatif tipe TGT mampu meningkatkan pemahaman siswa yang dilihat melalui hasil belajar. 2.1.2.1.2 Uji T Dependen Kelas VII B Data yang digunakan pada uji T dependen ini adalah hasil pretest dan hasil posttest. Tabel 21. Data Output bagian pertama Paired Sample T-Test Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean VIIBPretest 1.55 39 1.27628 .20437 VIIBPosttest 7.41 39 2.75029 .44040 Tabel 22. Data Output bagian kedua Paired Sample T-Test Paired Samples Correlations N Pair 1 VIIBPretest & VIIBPosttest 39 Correlation .491 Sig. .002

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Tabel 23. Data Output bagian kedua Paired Sample T-Test Paired Samples Test Paired Differences Mean Pair 1 VIIBPretest – -5.86 VIIBPosttest Std. Deviation 2.39778 Std. Error Mean .38395 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper t -6.63624 -5.08171 -15.260 Sig. (2tailed) Df 38 Pada tabel output data diatas dapat terlihat nilai pretest (nilai rata-rata test sebelum diberikan treatment dengan cara mengajar biasa dengan nilai rata-rata kelas 1,55. Sedangkan nilai posttest (nilai rata-rata setelah diberikan treatment dengan cara mengajar biasa) dengan nilai rata-rata kelas 7,41. Dari nilai rata-rata kedua test tersebut dapat terlihat bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikan treatment. Untuk output data bagian ketiga berdasarkan pada keterangan dibawah ini : Hipotesis : = = Level signifikan = − = = − = Dasar pengambilan kesimpulan berdasarkan nilai probabilitas :  Jika probabilitas > 0,05 maka  Jika probabilitas < 0,05 maka diterima. ditolak. .000

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Kesimpulan :   = − ditolak atau  ditolak atau = = ; maka signifikan. artinya ada perbedaan antara hasil pretest dan posttest. Hasil posttest lebih baik dari hasil pretest, maka cara mengajar biasa mampu meningkatkan pemahaman siswa yang dilihat melalui hasil belajar. 2.1.2.2 Analisis Pemahaman dengan Persentase Tingkat Pemahaman Berdasarkan nilai pretest dan posttes dari siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif tipe TGT kemudian dilakukan pengelompokkan berdasarkan 5 kriteria pemahaman. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan nilai pretest maupun posttest dan tingkat pemahaman dari masingmasing siswa : Tabel 24. Kriteria Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah Metode Kooperatif Tipe TGT Kode Siswa E01 E02 E03 E04 E05 E06 E07 E08 E09 E10 E11 Pretest 6,0 1,0 2,0 5,5 5,5 1,0 5,0 3,0 1,0 6,0 5,5 Kelas VII A Tingkat Posttest Pemahaman Cukup 9,5 Sangat Rendah 6,0 Sangat Rendah 10,0 Cukup 9,0 Cukup 9,25 Sangat Rendah 10,0 Cukup 9,5 Rendah 9,25 Sangat Rendah 9,5 Cukup 9,25 Cukup 9,5 Tingkat Pemahaman Sangat Tinggi Cukup Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa E12 E13 E14 E15 E16 E17 E18 E19 E20 E21 E22 E23 E24 E25 E26 E27 E28 E29 E30 E31 E32 E33 E34 Rata-rata Pretest 1,0 3,0 6,5 1,0 1,0 4,5 1,0 0 6,5 1,0 2,0 2,0 2,0 4,5 3,0 2,0 2,0 2,0 1,0 0 2,0 6,0 6,5 3,00 Kelas VII A Tingkat Posttest Pemahaman Sangat Rendah 10,0 Rendah 7,5 Cukup 9,5 Sangat Rendah 6,75 Sangat Rendah 4,75 Cukup 8,5 Sangat Rendah 9,5 Sangat Rendah 8,0 Tinggi 9,25 Sangat Rendah 9,5 Sangat Rendah 9,0 Sangat Rendah 10,0 Sangat Rendah 7,0 Cukup 7,5 Rendah 6,5 Sangat Rendah 6,5 Sangat Rendah 9,5 Sangat Rendah 8,5 Sangat Rendah 6,0 Sangat Rendah 9,5 Sangat Rendah 9,5 Cukup 10,0 Tinggi 10,0 8,63 81 Tingkat Pemahaman Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Cukup Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Dari tabel diatas jika siswa yang memiliki kriteria sama akan dikelompokkan dalam satu kriteria dan dijumlahkan, jumlah dari keseluruhan masing-masing kriteria ini selanjutnya dapat diperhitung persentase dari masingmasing kriteria. Dalam tampilan persentase ini maka dapat terlihat dengan jelas berapa prosen besarnya masing-masing kriteria untuk keadaan sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT tentang gerak. Berikut ini adalah tabel yang akan menunjukkan jumlah dan presentase

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 masing-masing kriteria tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pembelajaran dengan metode kooperatif tipe TGT : Tabel 25. Persentase Tingkat Pemahaman Sebelum dan Sesudah Pembelajaran dengan Metode Koperatif tipe TGT No. 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat Pemahaman Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Sebelum Jumlah Siswa 19 3 10 2 - Sesudah Persentase 55.88 % 8.83 % 29.41 % 5.88 % - Jumlah Siswa 1 2 7 24 Persentase 2.94 % 5.88 % 20.59 % 70.59 % Dari tabel persentase diatas akan dibuat grafik yang menunjukkan hubungan antara jumlah persentase dengan masing-masing kriterianya. Batang grafik warna biru akan menunjukkan keadaan sebelum (pretest) dan batang grafik warna merah akan menunjukkan keadaan sesudah (posttest). Berikut ini adalah grafik hubungan antara jumlah persentase dengan kriteria pemahaman siswa : Grafik 1. Hubungan Persentase Tingkat Pemahaman dengan Kriteria Pemahaman Persentase Tingkat Pemahaman ( % ) Siswa kelas VII A 80 60 40 20 Pretes 0 Postes Sangat Rendah Rendah Cukup Kriteria Tinggi Sangat Tinggi

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Grafik diatas menunjukkan keadaan sebelum siswa atau pretest yang ditunjukkan dengan warna biru dan keadaan sesudah atau posttest yang ditunjukkan dengan warna merah. Yang dapat terbaca dari grafik tersebut antara lain : - Kriteria sangat rendah mengalami penurunan yang sangat besar pada keadaan sesudah (posttest). - Kriteria rendah mengalami penurunan hingga 2,94 % pada keadaan sesudah (posttest). - Kriteria cukup mengalami penurunan persentase yang cukup banyak. - Kriteria tinggi juga mengalami peningkatan walau peningkatannya tidak cukup besar. - Kriteria sangat tinggi terjadi lonjakan kenaikan yang sangat besar dari keadaan sebelum 0 %. Penurunan persentase pada tahapan cukup, rendah dan sangat rendah bisa dibilang merupakan hal yang baik karena dengan adanya penurunan pada kriteria tersebut maka terjadi peningkatan pada kriteria pemahaman sangat tinggi dan tinggi. Dari grafik tersebut juga dapat terlihat dengan jelas bahwa ada perubahan pemahaman siswa setelah dilakukan pembelajaran materi gerak dengan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT. Dan bila dilakukan analisis kriteria siswa secara keseluruhan dari kelas VII A ini maka dilakukan penjumlahan persentase dari masing-masing kriteria sehingga

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 didapatkan kriteria pemahaman siswa sebelum dan sesudah diberikan materi dengan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT sebagai berikut : Tabel 26. Kriteria Pemahaman Siswa Sebelum Menggunakan Metode Kooperatif tipe TGT ST 0% Jumlah yang Memperoleh Nilai Kriteria Pemahaman ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR 5.88 % 35.29 % 44.12 % 100 % Sangat Rendah Tabel 27. Kriteria Pemahaman Siswa Sesudah Menggunakan Metode Kooperatif tipe TGT ST 70.59 % Jumlah yang Memperoleh Nilai ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR 97.06 % 100 % 91.18 % - Kriteria Pemahaman Tinggi Pembacaan kriteria pemahaman siswa berdasarkan cara klasifikasi seperti yang telah tertulis pada tabel 9 yang berjudul klasifikasi kriteria pemahaman siswa pada BAB III. Dari pembacaan kriteria tersebut terlihat bahwa kriteria pemahaman siswa secara menyeluruh pada sebelum pembelajaran Sangat Rendah dan setelah proses pembelajaran mengalami peningkatan kriteria pemahaman menjadi Tinggi. Hal ini juga mampu menjelaskan grafik 1 diatas dengan lebih jelas. Untuk kelas yang menerima pembelajaran dengan menggunakan cara mengajar biasa juga diberikan analisis yang sama seperti analisis pada kelas metode kooperatif tipe TGT. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan nilai pretest maupun posttest dan tingkat pemahaman dari masing-masing siswa :

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 28. Kriteria Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah Pembelajaran dengan Cara Mengajar Biasa Kode Siswa K01 K02 K03 K04 K05 K06 K07 K08 K09 K10 K11 K12 K13 K14 K15 K16 K17 K18 K19 K20 K21 K22 K23 K24 K25 K26 K27 K28 K29 K30 K31 K32 K33 K34 K35 Pretest 1,0 2,0 0 1,0 1,0 1,0 2,0 0 3,0 0 1,0 3,0 1,0 2,0 1,0 1,0 2,0 1,0 1,5 2,0 1,0 1,0 1,0 1,0 2,5 1,0 0 4,0 4,0 0 1,0 3,0 4,0 0 0 Kelas VII B Tingkat Posttest Pemahaman Sangat Rendah 7,0 Sangat Rendah 10,0 Sangat Rendah 8,0 Sangat Rendah 5,5 Sangat Rendah 7,5 Sangat Rendah 8,0 Sangat Rendah 10,0 Sangat Rendah 10,0 Rendah 10,0 Sangat Rendah 7,5 Sangat Rendah 5,5 Rendah 10,0 Sangat Rendah 1,5 Sangat Rendah 10,0 Sangat Rendah 1,0 Sangat Rendah 10,0 Sangat Rendah 9,5 Sangat Rendah 7,5 Sangat Rendah 8,0 Sangat Rendah 6,0 Sangat Rendah 9,5 Sangat Rendah 10,0 Sangat Rendah 5,5 Sangat Rendah 7,0 Sangat Rendah 9,5 Sangat Rendah 7,5 Sangat Rendah 1,0 Rendah 8,0 Rendah 9,5 Sangat Rendah 3,5 Sangat Rendah 5,5 Rendah 10,0 Rendah 10,0 Sangat Rendah 6,5 Sangat Rendah 6,5 Tingkat Pemahaman Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Sangat Tinggi Sangat Tinggi Cukup Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Rendah Tinggi Sangat Tinggi Rendah Cukup Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi 85

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa K36 K37 K38 K39 Rata-rata Kelas VII B Tingkat Posttest Pemahaman Sangat Rendah 1,0 Cukup 10,0 Sangat Rendah 7,0 Sangat Rendah 9,0 7,41 Pretest 1,0 5,0 1,5 3,0 1,55 86 Tingkat Pemahaman Sangat Rendah Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Seperti halnya pada klasifikasi untuk kelompok yang belajar dengan metode kooperati tipr TGT, pada kelompok yang belajar dengan cara mengajar biasapun dilakukan klasifikasi dan pengelompokan pada kelompok yang sama kemudian dihitung persentase dari masing-masing tingkat pemahaman. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan jumlah dan presentase untuk masing-masing kriteria tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT : Tabel 29. Persentase Tingkat Pemahaman Sebelum dan Sesudah Pembelajaran dengan Cara Mengajar Biasa No. 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat Pemahaman Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Sebelum Jumlah Siswa 32 6 1 - Persentase 82.05 % 15.39 % 2.56 % - Sesudah Jumlah Siswa 4 1 5 13 16 Persentase 10.26 % 2.56 % 12.82 % 33.33 % 41.03 % Perlakuan analisis yang sama juga diberikan pada kelompok kelas yang belajar dengan menggunakan metode seperti biasa, dari tabel data persentase diatas dapat digunakan untuk membuat grafik persentase terhadap kriteria dengan

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 menggabungkan keadaan sebelum dan sesudah dilakukan proses pembelajaran. Berikut ini adalah grafik yang menunjukkan besarnya persentase dari masing-masing kriteria pemahaman untuk keadaan sebelum dan sesudah pembelajaran dengan cara mengajar biasa. Grafik 2. Hubungan Persentase Tingkat Pemahaman dengan Kriteria Pemahaman Persentase Tingkat Pemahaman ( % ) Siswa kelas VII B 100 80 60 40 20 0 Pretes Postes Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Kriteria Grafik diatas dapat diartikan secara singkat bahwa keadaan awal (pretest) hasilnya 82.05 % sangat rendah dan keadaan akhir sesudah dilakukan pembelajaran dengan cara biasanya terjadi penurunan pada kriteria sangat rendah, dan terjadi peningkatan pada 4 kriteria lainnya. Akan tetapi kriteria yang memiliki persentase paling tinggi pada keadaan akhir (posttest) diantara kriteria lainnya adalah kriteria sangat tinggi. Analisis yang sama dengan analisis pada metode kooperatif tipe TGT pun juga dilakukan pada analisis kriteria pemahaman siswa di kelas VII B sehingga akan didapatkan kriteria pemahaman siswa secara keseluruhan sebagai berikut :

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Tabel 30 . Kriteria Pemahaman Siswa Sebelum Menggunakan Cara Mengajar Biasa Kriteria Pemahaman Jumlah yang Memperoleh Nilai ST 0% ST+T 0% ST+T+C 2.56 % ST+T+C+R 17.95 % ST+T+C+R+SR 100 % Sangat Rendah Tabel 31. Kriteria Pemahaman Siswa Sesudah Menggunakan Cara Mengajar Biasa ST 41.03 % Jumlah yang Memperoleh Nilai ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR 74.36 % 89.74 % 100% 87.18 % Kriteria Pemahaman Cukup Dari pembacaan kriteria tersebut terlihat bahwa kriteria pemahaman siswa secara menyeluruh pada sebelum pembelajaran Sangat Rendah dan setelah proses pembelajaran dengan cara biasa mengalami peningkatan kriteria pemahaman menjadi Cukup. Hal ini juga mampu menjelaskan grafik 2 diatas dengan lebih jelas. Dari penjelasan diatas dapat terlihat bahwa terjadi perubahan pemahaman siswa. Penerapan metode kooperatif tipe TGT dalam penyampaian materi gerak cukup membantu siswa untuk memahami materi yang disampaikan guru sehingga dapat memberikan hasil yang baik dalam tes akhir atau posttest dibuktikan dengan adanya peningkatan pemahaman siswa secara keseluruhan dari sangat rendah menjadi tinggi. 2.2 Sikap Kerjasama 2.2.1 Data Berikut ini adalah data hasil skoring kuisioner sikap kerjasama siswa dengan responden siswa kelas VII A dan VII B. Pengisian kuisioner diberikan saat proses pembelajaran sudah selesai.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 32. Data Kuisioner Sikap Kerjasama Siswa Kelas VII A Kode Siswa E01 E02 E03 E04 E05 E06 E07 E08 E09 E10 E11 E12 E13 E14 E15 E16 E17 E18 E19 E20 E21 E22 E23 E24 E25 E26 E27 E28 E29 E30 E31 E32 E33 E34 1 5 1 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 2 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 2 4 1 4 5 3 4 4 4 5 5 4 4 3 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 5 4 3 4 1 5 5 4 5 4 3 5 5 3 4 3 4 5 5 3 5 5 4 4 3 4 1 4 4 3 4 4 3 5 5 4 4 4 3 1 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 5 5 4 5 5 4 4 4 1 5 4 5 4 4 4 5 5 4 4 Pernyataan 5 6 7 5 4 1 1 4 4 4 4 2 5 5 2 3 2 1 4 1 4 4 5 3 5 2 3 5 4 4 5 5 2 5 4 3 4 4 3 5 4 2 4 3 3 5 5 3 4 4 4 5 1 2 4 4 2 5 1 2 5 4 3 5 4 3 4 4 3 4 4 2 5 5 5 4 3 3 4 4 4 5 4 2 4 4 4 5 5 1 5 4 2 4 5 3 5 4 4 5 4 3 5 3 4 8 1 1 4 5 5 5 5 1 5 5 4 5 2 1 4 4 5 5 5 5 3 4 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 9 4 1 4 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 1 4 5 4 3 5 4 4 4 5 4 5 3 4 5 5 3 5 4 4 10 4 1 4 5 3 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 2 4 5 5 3 5 4 4 Jumlah Skor 35 16 40 47 33 43 43 37 48 47 40 42 38 37 41 43 40 41 37 46 40 39 40 42 41 42 37 41 44 43 42 48 41 42 89

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 33. Data Kuisioner Sikap Kerjasama Siswa Kelas VII B Kode Siswa K01 K02 K03 K04 K05 K06 K07 K08 K09 K10 K11 K12 K13 K14 K15 K16 K17 K18 K19 K20 K21 K22 K23 K24 K25 K26 K27 K28 K29 K30 K31 K32 1 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 2 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 4 3 5 4 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 3 3 4 4 5 3 5 3 4 4 4 5 3 4 5 4 3 3 5 3 3 3 4 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 3 4 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 Pernyataan 5 6 7 4 4 2 3 4 1 4 4 3 4 5 3 4 4 3 5 5 2 5 5 2 4 4 3 4 4 3 5 5 1 5 4 2 5 3 1 3 2 3 5 5 3 4 1 2 5 5 3 5 4 2 5 5 1 5 3 3 5 5 2 4 5 2 5 4 3 5 3 3 5 5 1 5 2 2 5 5 3 5 5 2 4 4 3 5 3 4 4 5 3 5 5 3 4 3 2 8 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 4 4 3 2 4 5 5 5 5 5 4 5 1 5 4 5 4 5 5 4 5 9 4 4 4 5 5 5 4 3 3 4 3 4 3 5 3 5 5 5 5 4 4 5 5 5 2 5 5 4 5 5 5 5 10 4 5 4 4 5 5 4 3 3 4 4 5 5 3 5 5 5 5 5 4 4 5 5 3 5 5 3 4 5 4 5 4 Jumlah Skor 38 37 39 43 40 47 42 39 37 43 43 38 35 42 34 43 44 46 43 42 41 42 42 40 41 46 45 40 46 44 46 41 90

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa K33 K34 K35 K36 K37 K38 K39 2.2.1 1 5 4 4 5 5 5 4 2 4 4 4 5 4 5 4 3 4 4 3 3 3 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 Pernyataan 5 6 7 5 4 3 4 4 2 4 4 3 5 1 3 5 3 2 4 5 3 5 5 4 8 5 4 5 5 4 1 4 9 5 3 5 5 4 3 4 10 5 5 4 5 5 3 4 91 Jumlah Skor 44 38 40 42 39 38 42 Analisis Data Data kuisioner yang sudah dijumlahkan skor total dari masing-masing responden dari kedua kelompok kelas yang sudah diberikan pembelajaran dengan metode kooperatif tipe TGT dan cara mengajar biasa. 2.2.2.1 Pengelompokan Kriteria Jumlah skor masing-masing siswa diberikan keterangan kriteria sikap kerjasama yang sesuai dengan interval yang sudah ditentukan sebelumnya. Berikut ini merupakan tabel pengelompokan kriteria pada masing-masing siswa : Tabel 34. Kriteria Sikap Kerjasama Siswa Kode Siswa Kelas VII A Jumlah Skor Kriteria Sikap Kerjasama Siswa Kode Siswa Kelas VII B Jumlah Skor Kriteria Sikap Kerjasama Siswa E01 E02 E03 E04 E05 E06 35 16 40 47 33 43 Tinggi Sangat Rendah Tinggi Sangat Tinggi Sedang Sangat Tinggi K01 K02 K03 K04 K05 K06 38 37 39 43 40 47 Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Kode Siswa Kelas VII A Jumlah Skor Kriteria Sikap Kerjasama Siswa Kode Siswa Kelas VII B Jumlah Skor Kriteria Sikap Kerjasama Siswa E07 E08 E09 E10 E11 E12 E13 E14 E15 E16 E17 E18 E19 E20 E21 E22 E23 E24 E25 E26 E27 E28 E29 E30 E31 E32 E33 E34 - 43 37 48 47 40 42 38 37 41 43 40 41 37 46 40 39 40 42 41 42 37 41 44 43 42 48 41 42 - Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi - K07 K08 K09 K10 K11 K12 K13 K14 K15 K16 K17 K18 K19 K20 K21 K22 K23 K24 K25 K26 K27 K28 K29 K30 K31 K32 K33 K34 K35 K36 K37 42 39 37 43 43 38 35 42 34 43 44 46 43 42 41 42 42 40 41 46 45 40 46 44 46 41 44 38 40 42 39 Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Kode Siswa Kelas VII A Jumlah Skor Kriteria Sikap Kerjasama Siswa Kode Siswa Kelas VII B Jumlah Skor Kriteria Sikap Kerjasama Siswa - - - K38 K39 38 42 Tinggi Sangat Tinggi 2.2.2.2 Persentase Kriteria Dari pembagian kriteria diatas selanjutnya dikelompokkan menurut kriterianya dan dilakukan penghitungan presentase untuk tiap kriterianya. Penghitungan presentase ini dilakukan untuk kelas VII A dan kelas VII B. Berikut ini merupakan tabel hasil presentase tingkat sikap kerjasama : Tabel 35. Hasil Presentase Tingkat Sikap Kerjasama Siswa Kelas VII A Jumlah Kriteria Siswa Sangat Rendah 1 Rendah 0 Sedang 1 Tinggi 17 Sangat Tinggi 15 Presentase 2,94 % 0% 2,94 % 50 % 44,12 % Kelas VII B Jumlah Kriteria Siswa Sangat Rendah 0 Rendah 0 Sedang 0 Tinggi 18 Sangat Tinggi 21 Presentase 0% 0% 0% 46,15 % 53,85 % Bila dilakukan analisis kriteria sikap kerjasama siswa secara keseluruhan dari kelas VII A berdasarkan tabel 35, maka didapatkan kriteria sikap kerjasama siswa sebagai berikut :

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Tabel 36. Kriteria Sikap Kerjasama Sebelum Menggunakan Metode Kooperatif tipe TGT ST 44.12 % Jumlah yang Memperoleh Nilai ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR 97.06 % 97.06 % 100 % 94.12 % Kriteria Pemahaman Tinggi Sedangkan analisis kriteria sikap kerjasama siswa secara keseluruhan dari kelas VII B berdasarkan tabel 35, maka didapatkan kriteria sikap kerjasama siswa sebagai berikut : Tabel 37. Kriteria Sikap Kerjasama Sesudah Menggunakan Cara Mengajar Biasa ST 53,85 % Jumlah yang Memperoleh Nilai ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR 100 % 100 % 100 % 100 % Kriteria Pemahaman Tinggi Dari tabel klasifikasi kriteria sikap kerjasama siswa untuk kelas VII A dan kelas VII B memiliki hasil yang sama, secara keseluruhan keduanya memiliki sikap kerjasama yang tergolong tinggi. Akan tetapi untuk kelas VII A, ada salah satu siswa yang memiliki sikap kerjasama yang sangat rendah. Selama melakukan penelitian peneliti juga mengamati bagaimana kinerja dari masing-masing kelompok, seorang anak yang memiliki sikap kerjasama yang tergolong sangat rendah setiap melakukan percobaan dalam kelompok dia selalu berlari kesana kemari untuk bermain ke kelompok lain. Satu hari siswa ini juga pernah berkata kepada saya sebagai peneliti kalau dia merasa tidak dianggap ada dikelompoknya, dia jarang sekali untuk bisa duduk mengamati dan berdiskusi bersama teman kelompoknya mengenai materi yang sedang mereka pelajari bersama-sama. Hal ini membuat siswa semakin tidak nyaman

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 berada dalam kelompoknya untuk belajar bersama. Dalam kelompok anak ini terdiri atas 4 anggota, yang terdiri dari 2 siswi dan 1 siswa, 2 siswi dalam kelompok ini cukup tidak disukai oleh anak yang memiliki sikap kerjasama yang sangat rendah ini, menurut dia 2 siswi ini terlalu mudah marah sehingga anak ini tidak nyaman berada dalam satu kelompok bersama 2 siswi tersebut. Sedangkan 1 siswa yang bersama dengan anak ini dalam kelompok yang sama sering sekali mengajak anak ini untuk ikut belajar dan berdiskusi bersama, akan tetapi anak ini biasanya tidak lebih dari 10 menit tetap bergabung dalam kelompok untuk berdiskusi bersama dan selebihnya anak ini malah mengganggu kelompok lain yang sedang bekerja. Perbedaan gender juga menjadi salah satu alasan anak ini merasa kurang mampu bekerjasama dalam kelompoknya, saat istirahat anak ini juga pernah berkata kepada saya bahwa anak perempuan itu menyebalkan, perkataan anak ini memunculkan anggapan bahwa dalam pikiran anak ini ada jurang pemisah yang cukup besar diantara laki-laki dan perempuan. Tapi benar saja saat hari terakhir peneliti melakukan penelitian dan mengajak semua siswa untuk berfoto bersama, kebanyakan anak perempuan di kelas ini menolak untuk berfoto bersama teman lakilaki sekelasnya. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa anak yang memiliki sikap kerjasama sangat rendah ini tidak bisa membaur untuk bekerjasama dalam kelompoknya karena dia merasa tidak nyaman dengan beberapa anggota kelompok lainnya. Hal ini dapat menjadi pertimbangan dalam pembentukan kelompok belajar

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 perlu diperhatikan adanya kasus-kasus yang khusus seperti ini, khusus bukan berarti diistimewakan akan tetapi secara perlahan anak bisa dilatih untuk menumbuhkan kerjasama dalam kelompok yang di dalam kelompok tersebut anak benar-benar merasa nyaman sehingga kemungkinan besar kerjasamapun akan mulai tumbuh secara perlahan dalan diri anak ini. 3. Pembahasan Penelitian ini merupakan penelitian untuk menguji penerapan metode pembelajaran koopertif tipe TGT dalam pembelajaran tentang gerak. Penelitian ini direncanakan sebagai penelitian eksperimen artinya akan ada kelas kontrol dan kelas treatment yang memiliki keadaan yang sama. Keadaan yang sama ini dilihat dari hasil pretest dari populasi yang akan digunakan untuk penelitian. Jika hasilnya sama maka penelitian eksperimen dapat diterapkan sehingga dapat dilakukan perbandingan manakah metode pembelajaran yang lebih baik dalam proses pembelajaran antara kelas kontrol atau kelas treatment. Dalam penelitian ini hasil pretest dari kedua kelas yang akan digunakan dalam penelitian berbeda sehingga penelitian eksperimen ini tidak dapat digunakan dan data dari kelas dengan cara mengajar biasa digunakan sebagai informasi tambahan. Pada saat penelitian, peneliti tidak mendapat cukup waktu untuk melakukan pretest sebelum pembelajaran dengan metode kooperatif tipe TGT dan cara mengajar biasa pada kedua kelas subyek penelitian. Peneliti menggunakan 30 menit dari pertemuan pertama di masing-masing kelas untuk pengerjaan pretest dan langsung dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode yang telah direncanakan sebelumnya.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Selama proses pembelajaran, peneliti juga melihat dan merasakan adanya perbedaan sikap dari siswa-siswi yang mengikuti pembelajaran dengan menerapan metode kooperatif tipe TGT dan cara mengajar biasa. Dalam penerapan metode kooperatif tipe TGT untuk pembelajaran fisika tentang gerak ini cukup menyenangkan, metode ini juga mampu membuat proses pembelajaran terasa lebih nyaman dan santai untuk para siswa-siswi yang mengikuti pembelajaran. Rasa takut dan canggung sudah tidak terlihat lagi di wajah mereka, dengan menggunakan metode kooperatif tipe TGT ini mampu membuat siswa merasa senang dalam mengikuti proses pembelajaran dengan tidak menghilangkan tujuan penting dalam pembelajaran. Hasil belajar merekapun tergolong baik dengan peningkatan pemahaman yang diukur melalui hasil tes yang diujikan oleh peneliti. Hal yang sangat berbeda terlihat pada siswa-siswi yang belajar dengan menerapkan metode ceramah dalam proses pembelajarannya, mereka terlihat canggung, kurang nyaman dan perhatian mereka terbagi menjadi 2 antara belajar dan mengobrol. Terlepas dari sikap mereka selama proses pembelajaran berlangsung, hasil belajar merekapun cukup baik dan terjadi peningkatan pemahaman setelah dilakukan pengujian. 3.1 Pemahaman Hasil belajar untuk kelas yang menggunakan metode kooperatif tipe TGT, jika dilihat dari nilai rata-rata kelas awal (sebelum diberikan treatment) 3,00 menjadi 8,63 untuk nilai rata-rata kelas akhir (setelah diberikan treatment). Sedangkan untuk kelas yang menggunakan cara mengajar biasa, hasil belajar siswa juga mengalami

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 peningkatan dari nilai rata-rata kelas awal (sebelum treatment) 1,55 menjadi 7,41 sebagai nilai rata-rata kelas akhir (setelah diberikan treatment). Nilai rata-rata akhir kelas VII A lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa kelas VII B akan tetapi karena keadaan awal (nilai rata-rata kelas awal) dari kedua kelas berbeda maka tidak dapat dilakukan perbandingan untuk mendapatkan manakah metode yang lebih baik digunakan untuk menyampaikan pembelajaran materi gerak. Dilihat dari efektivitasnya, metode kooperatif tipe TGT ini dapat meningkatkan pemahaman siswa belajar rentan kenaikan nilai rata-rata kelas sebesar 5,63. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan metode ini 2 siswa memiliki pemahaman tinggi, 10 siswa memiliki pemahaman cukup, 3 siswa memiliki pemahaman rendah dan 19 siswa memiliki tingkat pemahaman yang tergolong sangat rendah. Dan setelah dilakukan pembelajaran materi gerak dengan menggunakan metode kooperatif tipe TGT dan menggunakan beberapa praktikum sederhana yang mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan untuk siswa, tingkat pemahaman siswa secara keseluruhan meningkat menjadi 24 siswa dengan kemampuan pemahaman sangat tinggi, 7 siswa dengan kemampuan pemahaman tinggi, 2 siswa berkemampuan pemahaman cukup dan 1 siswa yang masih memiliki kemampuan pemahaman yang rendah. Dari seluruh siswa di kelas VII A ini ada satu siswa dengan kode E16 yang memiliki kriteria pemahaman sangat rendah pada keadaan awal dan meningkat menjadi berkriteria pemahaman rendah pada keadaan akhir, menurut pengalaman peneliti selama menyelesaikan mata kuliah “Real

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Teaching” memang satu anak ini memiliki kemampuan yang kurang dibanding teman lainnya. Dan selama mengerjakan soal posttest, beberapa kali peneliti mengamati bahwa anak ini terlihat begitu kesulitan memahami soal. Pemandangan ini membuat peneliti merasa ingin mendekati anak ini dan menanyakan apakah dia paham dengan maksud pertanyaan disoal tersebut, dan dengan anak ini menundukkan wajah sambil menggelengkan kepala. Kejadian ini memperlihatkan bahwa anak ini benar-benar mengalami kesulitan dalam memahami soal yang sudah pernah dia terima sebelumnya saat pretest. Akibat dari penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam pembelajaran ini adalah menimbulkan adanya perubahan kriteria pemahaman siswa secara keseluruhan dari kelas VII A yang menerapkan dengan perubahan kriteria pemahaman dari kriteria sangat rendah menjadi kriteria tinggi. Sebagai informasi tambahan, untuk kelas yang mengikuti pembelajaran materi gerak dengan menerapkan cara mengajar biasa dalam penyampaian materi juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan rentan kenaikan nilai rata-rata kelas sebesar 5,86. Keadaan awal sebelum dilakukan pembelajaran dengan cara mengajar biasa ini semua siswa yang berjumlah 32 siswa memiliki tingkat pemahaman yang sangat rendah, 6 siswa memiliki tingkat pemahaman rendah dan 1 siswa memiliki pemahaman cukup. Keadaan yang sunggu berbeda ditunjukkan pada keadaan akhir setelah dilakukan pembelajaran dengan cara mengajar biasa, 16 siswa berkemampuan pemahaman sangat tinggi, 13 siswa berkemampuan pemahaman

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 tinggi, 5 siswa berkemampuan pemahaman yang cukup, 1 siswa berkemampuan pemahaman rendah dan 4 siswa berkemampuan pemahaman yang sangat rendah. Dari hasil pengujian pemahaman melalui tes soal pretest dan posttest dapat terlihat bahwa ada 4 siswa yang tidak mengalami peningkatan pemahaman yaitu siswa yang berkode K13, K15, K27 dan K36. Keempat anak ini tidak mengalami peningkatan pemahaman, pada keadaan awal dan akhirnya sama-sama memiliki tingkat pemahaman yang sangat rendah. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, keempat anak ini duduk di barisan paling belakang pojok kanan kelas, mereka sangat aktif selama proses pembelajaran berlangsung akan tetapi aktif yang bersifat negatif antara lain membuat keributan, sering mengganggu teman lain, dan tidak pernah memperhatikan saat proses pembelajaran berlangsung. Ada juga diantara keempat anak ini yang sering tidak berangkat tanpa keterangan yang jelas. Akan tetapi jika dilihat dari data secara keseluruhan, terjadi perubahan pemahaman yang diakibatkan dari penerapan pembelajaran dengan metode mengajar biasa yaitu metode ceramah, perubahan kriteria yang terjadi yaitu dari kriteria pemahaman sangat rendah menjadi kriteria pemahaman cukup. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kriteria pemahaman siswa secara keseluruhan dari kelas VII A yang menerapkan metode kooperatif tipe TGT dalam proses pembelajaran mengalami perubahan kriteria pemahaman dari kriteria sangat rendah menjadi kriteria tinggi. Jika dilihat dari peningkatan nilai rata-rata memang terlihat bahwa kelas dengan metode mengajar biasa lebih tinggi 0,25

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 dibandingkan kelas dengan metode kooperatif tipe TGT, hal ini tentunya tidak sesuai dengan harapan penelitian akan tetapi metode kooperatif tipe TGT ini baru pertama kali diterapkan oleh guru dan siswapun baru sekali ini mengikuti pembelajaran dengan metode ini sehingga mereka belum terbiasa dan siap dengan pembelajaran dimana siswa harus menggali pengetahuan sendiri. Murid yang terbiasa menerima segala informasi tentang materi dari guru menjadi kurang maksimal dalam belajar saat menggunakan metode kooperatif tipe TGT, akan tetapi bila mereka sudah mulai terbiasa dengan cara belajar baru ini pasti akan terjadi peningkatan yang lebih baik lagi dalam pemahaman siswa. 3.2 Sikap Kerjasama Sikap kerjasama merupakan hal yang menjadi unsur penting dalam kerja kelompok. Dari hasil analisis, kedua kelas memiliki kriteria sikap kerjasama secara keseluruhan yang tinggi. Pada pembelajaran yang direncanakan untuk kelas metode kooperatif tipe TGT, pembelajaran dilakukan oleh siswa dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang. Pembagian kelompok ini dilakukan oleh peneliti dengan tujuan agar setiap kelompok memiliki setidaknya 1 anggota yang memiliki kemampuan intelektual yang lebih dibanding teman lainnya sehingga diharapkan timbul juga kemampuan siswa untuk saling membagikan ilmu yang mereka dapatkan kepada teman lain dalam satu kelompok yang kurang memahami materi yang akan disampaikan oleh peneliti. Pembagian kelompok yang sudah ditentukan oleh peneliti ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kurang maksimalnya sikap

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 kerjasama dari seluruh siswa di kelas VII A yang menggunakan metode kooperatif tipe TGT. Beberapa siswa di kelas ini masih merasa canggung bila harus berada dalam satu kelompok dengan teman yang berbeda gender. Peneliti merasa akan lebih baik bila pengelompokan untuk siswa siswi yang seperti ini dikelompokkan atau ditentukan oleh mereka sendiri sehingga semua siswa akan merasa lebih nyaman, rasa canggung hilang, mampu saling mendukung satu sama lain, muncul komunikasi yang baik dalam kelompok dan sikap kerjasama dalam kelompokpun akan lebih baik artinya tidak ada lagi siswa yang menjadi free rider serta tidak memiliki andil atau peranan dalam menyelesaikan pekerjaan kelompoknya. Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan tingkat sikap kerjasama di kelas dengan metode kooperatif tipe TGT ini lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kelas cara mengajar biasa adalah cara pembentukan kelompok pada kelompok belajar seusia mereka. Pada umumnya semua orang akan lebih nyaman bila berada dalam kelompok yang sudah saling mengenal dan merasa cocok dengan teman dalam kelompok, akan tetapi kebiasaan seperti ini membuat mereka tidak mampu berkembang lebih luas dan seperti menutup diri dari orang baru. Dengan alasan inilah peneliti memilih untuk membentuk kelompok dari siswa kelas yang menggunakan metode kooperatif tipe TGT ini berdasarkan kriteria dibawah ini : 3.2.1 Laki-laki Perempuan Pertumbuhan anak SMP yang sudah memasuki masa remaja awal memaksa mereka untuk mengenal dan mampu berinteraksi dengan lawan jenis mereka, bukan

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 lagi dalam kelompok teman yang sejenis. Ini merupakan awal bagi seseorang untuk mampu berinteraksi di dunia luar sekolah. Dalam satu kelompok yang terdiri dari 4-5 orang ini, peneliti mencoba paling tidak memasukkan 2 anak laki-laki, 2 anak perempuan untuk kelompok yang beranggotakan 4 orang dan 2 anak laki-laki, 3 anak perempuan atau 3 anak laki-laki, 2 anak perempuan pada kelompok yang beranggotakan 5 orang. Tujuannya agar tidak ada 1 siswa laki-laki atau perempuan yang merasa sendiri bila dalam kelompok tersebut 3 diantaranya berbeda jenis kelamin. 3.2.2 Kemampuan Akademik Kemampuan setiap anak pasti berbeda-beda, ada yang memiliki kemampuan yang tinggi, sedang dan rendah. Jika dalam kelas ada kelompok yang semua anggotanya adalah anak-anak pilihan yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi, ini akan berdampak adanya kecemburuan dari kelompok lain yang mungkin merasa kemampuan mereka jauh lebih rendah dari kelompok yang terdiri dari anak-anak pandai tersebut. Dengan sistem seperti ini biasanya yang akan terjadi adalah yang pandai akan semakin pandai dan yang kurang pandai hanya akan mengalami peningkatan kemampuan pemahaman yang sedikit. Berdasarkan pertimbangan inilah peneliti memilih untuk membagi rata siswa yang berkemampuan akademik tinggi, sedang dan rendah untuk bergabung dalam satu kelompok. Jadi bisa dipastikan dalam satu kelompok yang sudah dibentuk paling tidak ada 1 anak yang berkemampuan akademik tinggi, 2 sedang dan 1 rendah.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Dengan adanya anak yang berkemampuan akademik tinggi diharapkan 3 teman yang berkemampuan dibawahnya akan menjadi tahu, karena belajar dengan teman sebaya pasti lebih nyaman bagi mereka dan bahasa penyampaian yang mereka gunakan akan jauh lebih mudah dipahami. Dari pembahasan diatas ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode kooperatif tipe TGT dan cara mengajar biasa sama-sama baik diterapkan pada pembelajaran materi gerak pada kelas VII di SMP Pangudi Luhur Moyudan dilihat dari terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dan juga Sikap Kerjasama siswa yang tergolong sangat tinggi. Yang perlu menjadi perhatian bagi para guru dan calon guru dalam melakukan proses pembelajaran adalah kesesuaian materi yang akan disampaikan dengan metode yang digunakan, jika menggunakan metode kooperatif dianjurkan agar tidak membiarkan siswa hanya duduk mendiskusikan materi dalam buku diktat ataupun catatan akan tetapi usahakan dan ajaklah siswa melakukan kerja praktik, mengamati dan baru berdiskusi berdasarkan pengamatan yang mereka lakukan selama melakukan kerja praktik tersebut.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Bab V Kesimpulan dan Saran 1. Kesimpulan Setelah melakukan penelitian dan menganalisis data penelitian yang telah didapatkan, berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Penerapan metode kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam penyampaian materi gerak kelas VII A di SMP Pangudi Luhur Moyudan mampu meningkatkan pemahaman siswa dari nilai rata-rata 3,00 menjadi 8,63 yang berbeda secara signifikan dari kelas yang menggunakan cara mengajar seperti biasa. 2. Secara umum tingkat kerjasama siswa dalam proses pembelajaran materi gerak dengan menggunakan metode kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) memiliki kriteria sikap kerjasama yang tinggi. 3. Dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) ini siswa senang dan tertarik mengikuti pembelajaran. 2. Batasan Penelitian Berikut ini adalah batasan penelitian yang terjadi dalam pelaksanaan penelitian ini : 1. Karena keadaan awal berbeda maka dalam penelitian ini tidak berhasil dilakukan pengolahan dengan metode analisis dalam penelitian eksperimental. Namun demikian metode ceramahpun mampu meningkatkan pemahaman siswa dengan peningkatan dari nilai rata-rata 1,55 menjadi 7,41. 105

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 3. Saran Berikut ini adalah beberapa saran yang dapat digunakan dalam upaya pengembangan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Disarankan bagi guru SMP Pangudi Luhur Moyudan agar sesekali menggunakan metode kooperatif tipe Teams Games Tournament(TGT), melalui penggunaan metode pembelajaran ini siswa merasa lebih nyaman dalam belajar fisika, mampu meningkatkan pemahaman siswa dan juga mampu menumbuhkan sikap kerjasama siswa. 2. Jika diperlukan kerja dalam kelompok-kelompok kecil, akan lebih baik bila siswa ditawari terlebih dahulu ingin membentuk kelompoknya sendiri atau dibentuk oleh guru mata pelajaran sehingga kerja mereka dalam kelompok menjadi lebih efektif. 3. Pada penelitian selanjutnya akan lebih baik jika desain penelitian dibuat berdasarkan data kemampuan siswa.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pustaka Arends, R.I. 2008. Learning to Teach, (Penerjemah Soetjipto & Sri Mulyatini). Yogyakarta : Pustaka Pelajar Arikunto, S. 2003. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya Budi, K. April 2005. “Pelaksanaan Kuliah Listrik Magnet dengan Pendekatan Pedagogical Content Knowledge dan Efektivitasnya”. Jurnal Widya Dharma. Volume 15, No. 2 : 107 Budi dan Purnomo. Oktober 2008. “Kuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Pendekatan Kontekstual”. Jurnal Widya Dharma, Volume 19, No. 1 : 123 Daryanto, H. 2007. Cetakan Keempat. Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta Daryanto & Muljo R. 2012. Metode pembelajaran Inovatif. Yogyakarta : Gama Media Djiwandono, Sri E.W. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Gramedia Huda, M. 2012. Cooperative Learning. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Illah, A. Juni 2012. “Penerapan Model Inkuiri dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa”. Jurnal Tarbawi. Volume 1, No. 2. http://jurnal.upi.edu/file/03_Penerapan_ Model_Inquiry_-_Ato_Illah.pdf, 3 Juni 2014 Isjoni. 2008. Model-model pembelajaran Mutakhir. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Khamidah, A. dkk. 2013. “ Penerapan Modul Model Siklus Pembelajaran Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Fisika Siswa Kelas XI SMK Pancasila I Kutoarjo”. Jurnal Radiasi. Volume 2, No. 1. http://ejournal.umpwr.ac.id/ index.php/radiasi/article/view/344/366, 3 Juni 2014 Prasojo, B. dkk. 2007. IPA Terpadu 1. Jakarta : Yudhistira Purwanto, N. 2006. Cetakan Ketigabelas. Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Sandjaya, W. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenda Media Slavin, R.E. 2009. Cooperative Learning, Riset dan Praktek, (Penerjemah Nurulita). Jakarta: Penerbit Nusa Media Suprijono, A. 2009. Cooperative Learning :Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar __________. 2013. Cetakan Kesebelas. Cooperative Learning :Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Suharsono & Retnoningsih. 2008. Cetakan Kedua. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Gramedia Taniredja, T dkk. 2011. Model-model pembelajaran Inovatif. Bandung: Alfabeta Young, H.D. 2002. Fisika Universitas, (Penerjemah Amalia Safitri). Erlangga: Jakarta

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 109

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 : Silabus Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok : SMP Pangudi Luhur Moyudan : VII / 2 : Ilmu Pengetahuan Alam : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Indikator Pencapaian Kompetensi Kegiatan pembelajaran Gejala Alam o Melakukan pengamatan - Membandingkan Biotik dan gejala alam kebendaan pada gejala alam kebendaan Abiotik objek biotik di lingkungan dan kejadian pada sekitar objek abiotik melalui o Melakukan pengamatan pengamatan gejala alam berbentuk - Membandingkan kebendaan pada objek gejala alam kebendaan abiotik di lingkungan sekitar dan kejadian pada o Melakukan pengamatan objek biotik melalui gejala kejadian pada objek pengamatan biotik di lingkungan sekitar o Melakukan pengamatan gejala kejadian pada objek abiotik di lingkungan sekitar  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) 5.2 Menganalisis Gerak o Melakukan percobaan gerak - Menemukan data percobaan gerak lurus beraturan persamaan laju yang lurus beraturan dan o Melakukan percobaan ditempuh gerak lurus berubah tentang gerak lurus berubah beraturan serta beraturan - Menunjukkan Konsep penerapannya dalam o Mengapllikasikan GLB dan GLB dalam kehidupan kehidupan sehariGLBB dalam kehidupan sehari-hari hari sehari-hari - Mendefinisikan o Mencari informasi melalui percepatan sebagai referensi tentang konsep perubahan kecepatan percepatan setiap satuan waktu 5.1 Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik - Menyelidiki GLBB dipercepat beraturan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Observasi Lembar observasi 2 x 40’ Buku siswa, lingkunga n, LKS Tes Tulis PG Berikut ini manakah yang termasuk gejala alam kejadian pada objek biotik? a. bau b. tumbuh c. warna d. ukuran Tes tulis PG Testulis isian 3 x 40’ Buku siswa, LKS, referensi Tes tulis Uraian Tes tulis Isian Ciri GLB memiliki kecepatan .... a. dipercepat b. tetap c. diperlambat d. beraturan Sebuah benda dilempar vertikal keatas merupakan GLBB ..... Tuliskan dalam lambang bahwa percepatan merupakan kecepatan setiap satuan waktu Contoh Gerak lurus berubah 110

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pencapaian Kompetensi Kegiatan pembelajaran - Penilaian Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Tes tulis Isian beraturan dipercepat adalah ..... Seorang pengendara mobil melintas di jalan tol merupakan konsep .... Menunjukkan konsep GLBB dalam kehidupan sehari-hari Alokasi Waktu Sumber Belajar  Karakter siswa yang diharapkan : 5.3 Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejalagejala kehidupan Mikroskop 5.4 Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejalagejala alam Keselamatan Kerja Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) o Mengidentifikasi bagian- Mengenal bagianbagian mikroskop bagian mikroskop o Mengamati preparat jadi - Menggunakan dengan menggunakan mikroskop dengan mikroskop benar (mengatur o Membuat preparat basah fokus, pencahayaan, menemukan objec Mikropis) o Mencari informasi melalui - Memegang, membawa dan memperlakukan referensi tentang keselamatan kerja alat dan bahan secara o Studi pustaka tentang alat ama bahan-bahan yang berbahaya dalam - Mendeskripsikan pengamatan gejala alam bahan-bahan yang berbahaya dan yang dapat menimbulkan penyakit - Mengindentifikasi simbol-simbol dalam Laboratorium 3 x 40’ Buku siswa, mikroskop , preparat Tes unjuk Tes identifikerja kasi Tes unjuk kerja Uji petik kerja prosedur Tentukan dan sebutkan nama-nama bagian mikroskop! Amati preparat basah atau preparat jadi yang sudah tersedia hingga ditemukan objek yang dimaksud! Tes unjuk uji petik kerja kerja produk Lakukan dengan prosedur 2 x 40 ’ yang benar cara membawa dan memperlakuakan mikroskop! Manakah bahan-bahan yang berbahaya dan yang dapat menimbulkan penyakit yang dapat diitemukan di laboratirium? a. air b. asam sulfat c. alkohol d. larutan glukose Apakah arti simbol di bawah ini? PG Tes tulis PG Tes tulis Buku siswa, Carta bahan berbahaya dan alatalat praktektik um a. bahan yang mudah terbakar b. bahan yang beracun c. alat mudah pecah 111

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu Sumber Belajar d. alat mudah mengalami korosi  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Mengetahui, Kepala SMP Pangudi Luhur Moyudan Moyudan, 11 Juli 2013 Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam Drs. Yohanes Junianto Chr. Maryanti, S.Pd. 112

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMP Pangudi Luhur Moyudan : VII / 2 : Ilmu Pengetahuan Alam : 6. Memahami keanekaragaman makhluk hidup Materi Pokok Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Contoh Instrumen Instrumen 6.1 Mengindentifikasi Ciri-ciri o Mengamati ciri-  Mengidentifikasi ciri-ciri Tes tertulis PG Berikut ini ciri yang bukan hanya ciri-ciri makhluk makhluk ciri makhluk hidup mahluk hidup dimiliki oleh mahluk hidup yaitu ... hidup hidup o Merumuskan a. tumbuh membesar karakteristik /ke  Membuat laporan ciri-ciri Tes kinerja Ter unjuk b. memerlukan sumber energi kerja produk c. memerlukan oksigen untuk khasan ciri makhluk hidup berdasar pembakaran makhluk hidup hasil observasi d. beradaptasi terhadap lingkungan* o Mengamati Tes tertulis Uraian Pilihlah tiga mahluk hidup yang ada perbedaan ciri  Membedakan ciri di sekitar dan lidentifikasilah ciritumbuhan, hewan tumbuhan dan hewan cirinya minimum 4 ciri, dan buatlah dan manusia laporannya! Manakah di antara ciri-ciri mahluk hidup yang dapat dipakai untuk membedakan hewan dan tumbuhan?  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) 6.2 Mengklasifikasikan Klasifikasi o Mengidentifikasi  Membedakan makhluk Ter tertulis PG Ciri yang dengan mudah untuk makhluk hidup Makhluk ciri-ciri khusus membedakan antara kadal dan hidup yang satu dengan berdasrkan ciri-ciri hidup yang dimiliki katak yaitu yang lainnya berdasarkan yang dimiliki a. kepala organisme ciri khusus kehidupan o Mengelompokkan b. kulit yang dimilikinya organisme yang c. alat gerak* Tes tertulis Uraian memliki d. ekor  Mendeskripsikan persamaan ciri Apa sajakah keuntungan yang pentingnya dilakukan dapat kita peroleh dengan adanya dalam satu klasifikasi makhluk hidup pengklasifikasian makhluk hidup? kelompok tertentu Tes tertulis Uraian o Mencari informasi  Membuat perbandingan Buatlah tabel perbandingan untuk melalui referensi ciri-ciri khusus tiap menunjukkan ciri-ciri khusus tiap tentang dasar-dasar kingdom dalam sistem 3 kingdom dalam sistem 3 kingdom klasifikasi kingdom berdasar sel penyusunnya! makhluk hidup o Melakukan  Mengklasifikasi beberapa Tes unjuk Uji petik kerja kerja produk Dari gambar hewan yang sudah klasifikasi mahluk hidup di sekitar Alokasi Sumber Waktu Belajar 2 x 40’ Buku siswa, lingkunga n, LKS 4 X 40’ Buku siswa, lingkunga n, LKS 113

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tersedia klasifikasikan berdasar ciri klsifikasi makhluk berdasar ciri yang diamati hidup berdasar ciri yang dimiliki  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) 6.3 Mendeskripsikan Organisasi o Melakukan  Mendeskripsikan keragaman pada Kehidupan pengamatan sel keragaman tingkat sel dan jaringan sistem organisasi berdasarkan hasil dengan kehidupan mulai pengamatan menggunakan dari tingkat sel menggunakan mikroskop mikroskop sampai organisme  Mendeskripsikan o Melakukan keragaman tingkat identifikasi organjaringan menurut sel-sel organ pada penyusunnya manusia dan  Mendeskripsikan tumbuhan keragaman tingkat organ o Mencari informasi dan sistem organ melalui referensi berdasarkan hasil tentang konsep sel, pengamatan jaringan, organ dan  Mengkaitkan hubungan sistem organ antara sel, jaringan, organ dan sistem organ penyusun tubuh  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) yang dapat diamati dan buatlah tabel klasifikasinya! Tes unjuk Uji petik kerja kerja produk produk Deskripsikan keragaman bentuk sel 4 X 40’ berdasarkan hasil pengamatan preparat awetan daun yang telah tersedia menggunakan mikroskop! Tes tertulis Uraian Deskripsikan karakteristik sel penyusun jaringan palisade pada daun! Tes tertulis Uraian Amatilah bunga ”Kembang Sepatu” dan kemukakan apa saja nama organ penyusunnya! Tes tertulis Uraian Buku siswa, preparat, LKS Kemukakan jaringan penyusun organ daun yang paling banyak mengandung klorofil! 114

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : SMP Pangudi Luhur Moyudan : VII / 2 : Ilmu Pengetahuan Alam : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekositem Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Melakukan pengamatan  Mengindentifikasikan terhadap lingkungan satuan-satuan dalam sekitar sebagai satuan ekosistem dan menyatakan ekosistem matahari merupakan o Menggali informasi dari sumber energi utama nara sumber/melihat  Menggambarkan dalam tayangan video tentang bentuk diagram rantai komponen suatu satuan makanan dan jaring-jaring ekosistem yang spesifik kehidupan berdasar hasil (ekosistem sawah, pengamatan suatu ekosistem danau) ekosistem o Membuat beberapa model diagram rantai makanan dan jaringjaring makanan  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) 7.2 Mengindentifi- Keanekaragama o Mencari informasi  Mendefinisikan makhluk kasikan n makhluk hidup melalui studi pustaka hidup yang tergolong pentingnya dalam untuk merumuskan langka keanekaragaman pelestarian pentingnya makhluk hidup ekosistem membudidayakan  Menyebutkan contoh dalam tumbuhan dan hewan makhluk hidup yang pelestarian langka tergolong makhluk hidup ekosistem o Mengumpulkan tulisanlangka di suatu lokasi tulisan yang terkait  Mengemukakan pentingnya dengan jenis, bentuk, membudidayakan dan manfaat tumbuhan, tumbuhan dan hewan hewan langka yang langka dilindungi  Membuat tulisan untuk mengenalkan jenis, bentuk, 7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem Ekosistem o Penilaian Teknik Bentuk Instrumen Observasi Lembar observasi Tugas Tugas proyek Tes tulis Isian Tes lesan Daftar pertanyaan Tes tulis Contoh Instrumen Gambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaringjaring kehidupan berdasar hasil pengamatan suatu ekosistem yang kamu amati! Lakukan dalam bentuk kerja kelompok! Presentasikan di depan kelas pada saat yang ditetapkan! Makhluk hidup dinyatakan tergolong langka apabila .... Sebutkan 2 contoh hewan langka di P. Jawa! Alokasi Waktu Sumber Belajar 4 x 40’ Buku siswa, lingkungan , LKS 4 X 40’ Buku siswa, buku acuan, LKS PG Penugasan Tugas rumah Salah satu alasan pentingnya membudidayakan tumbuhan dan hewan langka supaya .... a. terjaminnya ketersediaan plasma 115

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Instrumen dan manfaat tumbuhan, hewan langka yang dilindungi Contoh Instrumen nutfah b. jumlah tumbuhan dan hewan tidak berkurang c. menambah keindahan alam d. memutus kelangsungan daur hara yang ada di alam Alokasi Waktu Sumber Belajar 2 X 40’ Buku siswa, buku acuan, video, film, gambar, LKS Buatlah karangan untuk mengenalkan jenis, bentuk, dan manfaat tumbuhan/hewan langka yang dilindungi Buatlah karangan untuk mengenalkan jenis, bentuk, dan manfaat tumbuhan/hewan langka yang dilindungi  Karakter siswa yang diharapkan : 7.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan Kepadatan o populasi hubungannya dengan o lingkungan Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Studi pustaka untuk  Memperkirakan hubungan merumuskan konsep populasi penduduk dengan kepadatan populasi kebutuhan air bersih dan Mengkaji hubungan udara bersih kepadatan populasi manusia terhadap  Memperkirakan hubungan lingkungan melalui populasi penduduk dengan tayangan dan/atau kebutuhan pangan gambar.  Memperkirakan hubungan populasi penduduk dengan ketersediaan lahan  Mejelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk terhadap kerusakan lingkungan Tes tulis Isian Tes tulis Isian Tes tulis isian Tes tulis uraian Jika populasi penduduk meningkat dengan cepat maka kebutuhan air bersih akan ...................... . Jika populasi penduduk meningkat dengan cepat maka kebutuhan pangan akan ...................... Jika populasi penduduk meningkat dengan cepat maka ketersediaan lahan akan ..................... 116

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan pembelajaran 7.4 Mengaplikasikan Pencemaran dan o peran manusia Kerusakan dalam Lingkungan pengelolaan hubungannya lingkungan dengan aktifitas o untuk mengatasi manusia pencemaran dan kerusakan lingkungan o  Karakter siswa yang diharapkan : Studi pustaka untuk  merumuskan konsep kerusakan lingkungan dan pencemaran. Melihat gambar dan/atau tayangan  tentang aktifitas manusia yang dapat menimbulkan kerusakan dan pencemaran lingkungan  Merumuskan tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan hubungannya dengan derajat aktifitas manusia Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan konsekuensi penebangan hutan dan pengaruhnya terhadap kerusakan lingkungan serta upaya mengatasinya Menjelaskan pengaruh pencemaran air, udara dan tanah kaitannya dengan aktifasi manusia dan upaya mengatasinya. Penilaian Teknik Bentuk Instrumen Tes tulis PG Tes tulis Uraian Mengusulkan cara penanggulangan pencemaran dan kerusakan Penugasan lingkungan Tugas rumah Alokasi Waktu Contoh Instrumen Kemukakan kemungkinan kerusakan lingkungan yang dapat terjadi jika populasi penduduk terus meningkat Berikut ini yang tidak 4 X 40’ ada hubungannya dengan penebangan hutan adalah .... a. menurunnya ketersediaan kayu b. meningkatkan suhu udara secara global c. menurunnya ketersediaan air tanah d. meningkatknya kandungan oksigen di udara Kemukakan upaya yang harus dilakukan agar pencemaran terhadap air sumur dapat ditekan serendah-rendahnya Buatlah suatu artikel untuk menanggulangi pencemaran lngkungan. Silahkan memilih topiknya, dapat berkait dengan pencemaran udara, pencemaran tanah, atau pencemaran air! Sumber Belajar Buku siswa, buku acuan, video, film, gambar, LKS Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) 117

(142) PLAGIAT Mengetahui, Kepala SMP Pangudi Luhur Moyudan Drs. Yohanes Junianto MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Moyudan, 11 Juli 2013 Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam Chr. Maryanti, S.Pd. 118

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Lampiran 2 : Pertemuan 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VII/2 Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur Moyudan Pertemuan : 2 x 40 Menit A. Standar Kompetensi : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan B. Kompetensi Dasar : 5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. C. Indikator : - Siswa mampu mendefinisikan pengertian gerak. - Siswa mampu menjelaskan pengertian jarak dan perpindahan. D. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu membedakan jarak dan perpindahan. : - Siswa dapat mendemonstrasikan gerak dengan memperhatikan titik acuan benda yang bergerak. - Siswa dapat menjelaskan dengan baik mengenai titik acuan benda. - Siswa dapat mendeskripsikan melalui bahasa sendiri mengenai pengertian gerak dengan baik. - Siswa dapat mendemonstrasikan pergerakan dari satu titik ke titik lain untuk memahami jarak dan perpindahan. - Siswa dapat membedakan antara jarak dan perpindahan

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 melalui kegiatan yang dilakukan dalam kelompok. E. Materi Pembelajaran : 1. Pengertian Gerak Pembahasan mengenai pengertian gerak ini terambil dari buku Modul Fisika Kelas 7 yang diterbitkan oleh Yayasan Pangudi Luhur. Dalam buku ini dijelaskan bahwa untuk memahami tentang pengertian gerak terlebih dahulu kita harus mempelajari mengenai Kedudukan, Titik Acuan dan selanjutnya baru mengenai pengertian gerak. Kedudukan dijelaskan sebagai letak suatu benda yang diukur dari titik acuan, sedangkan titik acuan itu sendiri didefiniskan sebagai benda tertentu yang dijadikan sebagai patokan untuk mengukur letak benda lain. Misalkan Kereta Pramex bergerak dari Stasiun Tugu di Yogyakarta menuju Stasiun Balapan di Solo. Jika Stasiun Tugu digunakan sebagai titik acuan maka kereta benda akan dikatakan bergerak jika mengalami perubahan kedudukan yaitu yang awalnya berada di Stasiun Tugu dan akhirnya berada di Stasiun Balapan dengan gerak menjauhi Stasiun Tugu. Oleh karena itu, benda dikatakan bergerak jika mengalami perubahan kedudukan terhadap titik acuan. Gerak memiliki keistimewaan, keistimewaan pertama Gerak disebut juga bersifat relatif, contohnya seorang anak yang pulang sekolah dengan menaiki bus. Misalkan anak itu naik bus di titik A sedangkan dan bergerak menjauhi titik A menuju rumahnya yang berada di titik B. Anak tersebut dikatakan bergerak terhadap titik A (titik A sebagai titik Acuan) akan tetapi anak itu dikatakan diam terhadap bus yang ia naiki (bus sebagai titik Acuan) karena kedudukan anak itu selalu sama dengan bus. Selain gerak itu bersifat relatif, keistimewaan yang kedua yaitu gerak semu. Gerak semu adalah benda yang seolah-olah melakukan gerak padahal sebenarnya tidak. Contohnya saat kita naik motor atau kendaraan lain dan disamping jalan ada pepohonan yang seolah akan mendekati kita jika kita melaju di jalanan tersebut. Pada keadaan ini bukan pohon yang bergerak melainkan kita yang sebenarnya sedang bergerak, sehingga peristiwa semacam itu disebut dengan gerak semu. Mobil balap melaju dengan kencang disebuah lintasan. Lintasan merupakan titiktitik yang dilalui oleh suatu benda ketika bergerak. Pernahkan kalian memperhatikan lintasan gerak dari sebuah benda ? Jika kalian mengamati ada beberapa jenis lintasan

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 diantaranya adalah lintasan gerak yang berbentuk garis lurus, parabola, melengkung dan tidak beraturan. Gerak pada lintasan lurus pasti akan disebut dengan gerak lurus, contohnya gerak mobil di jalan. Gerak pada lintasan parabola disebut gerak parabola, contohnya gerakan burung pada permainan angry bird. Gerak pada lintasan melingkar contohnya putaran jarum jam, rotasi bumi dan peristiwa lainnya. 2. Jarak dan Perpindahan Coba perhatikan gambar dibawah ini : Dari gambar disamping dapat terlihat ada seorang anak berjalan ke kiri dari titik P seperti ditunjukkan pada anak panah diatas ke titik Q misalkan jarak yang ditempuh anak tersebut kearah kiri adalah 10 m, anak tersebut berbalik dan berjalan kearah kanan sejauh 8 m dan berhenti sebut saja pada titik R. Jarak yang ditempuh anak tersebut adalah Jarak = PQ + QR Jarak = 10 m + 8 m Jarak = 18 m Perpindah yag dialami anak tersebut adalah Perpindahan = Panjang PQ – Panjang QR Perpindahan = 10 m – 8 m Perpindahan = 2 m Dari penjelasan gambar diatas dapat diambil kesimpulan bahwa :  Jarak adalah panjang seluruh lintasan yang ditempuh suatu benda saat bergerak untuk mengubah kedudukannya.  Perpindahan adalah perubahan kedudukan dari kedudukan awal hingga kedudukan akhir pada suatu arah tertentu. Perbedaan antara jarak dan perpindah : Jarak : panjang lintasan yang ditempuh suatu benda tanpa memperhatikan arah

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 sehingga untuk perhitungannya pun selalu dijumlahkan, jarak merupakan besaran skalar karena hanya memiliki nilai saja. Perpindahan : perubahan kedudukan awal hingga akhir selalu memperhatikan arah gerak benda sehingga untuk perhitungannya tidak selalu dijumlahkan (lihat contoh diatas), sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor karena memiliki nilai dan arah gerak. : Percobaan, diskusi, TGT F. Metode Pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran : Rincian Kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Awal 1. Apersepsi 5 menit Guru mengecek kesiapan siswa melalui absensi. Selanjutnya guru menggali pengetahuan awal siswa mengenai pengertian gerak. Guru meminta siswa untuk menyebutkan contoh peristiwa gerak yang sudah mereka lakukan dan mereka jumpai selama perjalanan menuju sekolah. Contohnya : Mereka melihat mobil yang bergerak menuju Pertemuan 1 suatu tempat, seseorang yang mengendarai mobil atau motor, teman mereka yang berlari ke kelas karena terlambat. 2. Motivasi - 5 menit Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, “Dari contoh yang sudah kalian berikan, apakah pengertian dari gerak itu ?” - Mengajak siswa mencari jawaban dari pertanyaan tersebut melalui proses pembelajaran yang akan dilakukan. Kegiatan Inti 1. Eksplorasi - Siswa menganalisis sebuah peristiwa gerak yang disampaikan oleh guru. Contoh peristiwa : “Ada 2 anak yang pulang sekolah dan berjalan bersama menuju halte bis, jalur perjalanan mereka berbeda. Anak 1 menggunakan bis A dan anak 2 menggunakan bis B untuk sampai dirumahnya. Setelah 5 menit

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 mereka menunggu beberapa saat bis B datang sehingga anak 2 pun harus menaiki bis dan meninggalkan anak 1 yang masih menunggu bis A di halte. Anak 2 di dalam bis B, lama kelamaan bergerak menjauhi halte tersebut. Dari peristiwa ini dapat dianalisis beberapa peristiwa gerak yaitu Anak 2 dalam bis B bergerak menjauhi halte tempat anak 1 menunggu bis A sebagai titik acuan sedangkan anak 2 tidak mengalami gerak terhadap bis karena dia berada di dalam bis tersebut. - Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang dalam setiap kelompok. Guru membagikan Lembar Kerja dan memberikan sedikit penjelasan sebelum siswa mengerjakan penugasan yang diberikan kepada mereka. Yang dijelaskan oleh guru adalah kata kunci yang terdapat pada materi yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. 2. Elaborasi - Siswa melakukan pekerjaan dengan panduan lembar kerja 1. - Dalam Lembar Kerja tersebut terdapat 2 percobaan. - Pada percobaan pertama, 1 siswa berperan sebagai peraga dan 3 siswa lain sebagai pengamat. Peraga akan berjalan menjauhi 3 teman lainnya yang berada pada satu titik yaitu titik acuan dengan membawa buku atau alat tulis lainnya. - Selanjutnya siswa menuliskan pengamatan mengenai gerak yang dilakukan peraga meliputi, apa yang menjadi titik acuan, bagaimana kedudukannya, bagaimana gerak peraga menjauh atau mendekati titik acuan, apakah terjadi gerak yang bersifat relatife jika iya jelaskan, apakah terjadi gerak semu ? - Pada percobaan kedua, 3 siswa secara bergantian menjadi peraga. - Awalnya mereka membuat lintasan seperti yang telah dicontohkan pada lembar kerja. - Peraga pertama berjalan melewati rute yang telah ditentukan. 50 menit

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Begitu juga dengan peraga kedua dan ketiga. - Selanjutnya mereka secara bersama-sama mengisi kesimpulan 124 melalui diskusi kelompok. 3. Konfirmasi - Siswa secara mandiri menjawab beberapa pertanyaan untuk 5 menit membantu siswa dalam menyimpulkan materi yang telah disampaikan. Kegiatan Akhir 10 menit 1. Umpan balik Guru kembali memberikan pertanyaan pada siswa mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya, dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti pelajaran. 2. Merangkum Siswa bersama dengan guru menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari 3. Penugasan Siswa ditugaskan untuk membaca materi selanjutnya. H. Sumber Belajar dan Alat :  Sumber : -  I. Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi - - Siswa mampu mendefinisikan pengertian gerak Siswa mampu membedakan jarak Buku Modul Yayasan Pangudi Luhur Media : - Lembar Kerja - Benda yang ada disekitar mereka. : Penilaian Teknik Tertulis Bentuk Instrumen Isian Jawaban Instrumen/ Soal 1. Suatu benda dikatakan bergerak apabila …….. 2. Jika seorang anak bergerak melewati lintasan dibawah ini dari A-B-C dan kembali ke B, maka Skor 2 5

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan perpindahan. Jarak yang ditempuh adalah ….. meter Perpindahan yang dialami benda adalah ……. meter dengan arah ke …… ( ) 125

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Lampiran 3 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VII/2 Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur Moyudan Pertemuan : 2 x 40 Menit A. Standar Kompetensi : 6. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan B. Kompetensi Dasar : 6.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. C. Indikator : - Siswa mampu menjelaskan perbedaan antara kecepatan dan kelajuan. - Siswa mampu menghitung kelajuan dari suatu benda yang bergerak melalui percobaan yang dilakukan bersama teman sekolah. D. Tujuan Pembelajaran : - Siswa dapat menjelaskan dengan baik mengenai kecepatan dan kelajuan. - Siswa dapat menghitung kelajuan dari pergerakan suatu benda dari satu titik ke titik yang lain. - Siswa dapat bekerjasama mengerjakan penugasan yang diberikan secara berkelompok. E. Materi Pembelajaran Kelajuan dan Kecepatan : Gerak – Kelajuan dan Kecepatan

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Tahapan selanjutnya setelah siswa mampu memahami dan membedakan antara jarakdan perpindahan, tahapan selanjutnya yang akan dipelajari siswa adalah mengenai kelajuan dan kecepatan. Dalam buku IPA Terpadu 1 (2007: 264-265) dijelaskan mengenai pengertian kelajuan dan kecepatan. Kelajuan adalah perbandingan jarak yang ditempuh suatu benda tiap waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut sedangkan kecepatan adalah kelajuan yang disertai dengan arah geraknya. ⃑⃑⃑ ( Keterangan : ) 𝑥 Keterangan : 𝑠 𝑡 ( 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ 𝑡 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑖𝑛𝑑𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ ) : Percobaan, diskusi. F. Metode Pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran : Rincian Kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Awal 1. Apersepsi Pertemuan 2 Guru mengecek kesiapan siswa melalui absensi. Guru menyampaikan 5 menit tujuan pembelajaran. Selanjutnya guru menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Ini menjadi pengetahuan prasyarat agar siswa bisa melajutkan ke materi selanjutnya. 2. Motivasi - Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, “Apakah kecepatan dan kelajuan adalah sama ?” - Mengajak siswa mencari jawaban dari pertanyaan tersebut melalui proses pembelajaran yang akan dilakukan. 5 menit

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Kegiatan Inti 5 menit 1. Eksplorasi - Siswa menyebutkan alat yang dapat digunakan untuk mengukur kelajuan dan kecepatan benda bergerak yang sering mereka temui dikehidupan sehari-hari. Guru menunjukkan pada siswa beberapa alat yang biasanya digunakan untuk mengukur kecepatan kendaraan bermotor saat melaju dijalanan sambil menjelaskan kegunaannya misalnya guru menunjukkan radar kecepatan yang digunakan polisi untuk mengukur kecepatan mobil yang melaju dijalanan, atau speedometer yang biasanya ada di motor atau kendaraan lainnya. Jelaskan juga bahwa dalam fisika dipelajari cara mengukur kecepatan dan kelajuan. - Siswa kembali berkumpul dengan kelompoknya masingmasing. Kelompok belajar siswa akan tetap sama selama 6 kali pertemuan. 50 menit 2. Elaborasi - Siswa diajak ke aula untuk melakukan percobaan sesuai dengan Lembar Kerja – 2 secara berkelompok. - Siswa membuat lintasan lurus dan menandai titik-titik yang sudah ditentukan. - Selanjutnya, siswa memilih salah satu siswa dalam kelompoknya sebagai peraga untuk masing-masing rute. Untuk rute yang sama dilakukan oleh 1 orang peraga yang sama akan tetapi perjalanan rute dilakukan 3-5 kali. - Siswa dalam kelompok mencatat waktu yang dibutuhkan peraga dalam melalukan perjalanan, mencatat jarak untuk mengukur kelajuan, dan mencatat besarnya dan arah perpindahan yang dialami peraga untuk mengukur kecepatan. - Siswa lain mengulangi langkah yang sama seperti teman sebelumnya dengan rute yang berbeda. Siswa lain mencatat

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 data yang akan digunakan untuk mencari kelajuan dan kecepatan. - Selanjutnya, siswa melakukan diskusi kelompok untuk mengisi kesimpulan yang ada pada percobaan ini. 10 menit 3. Konfirmasi - Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan kepada guru untuk menghilangkan keraguan tentang suatu konsep yang telah mereka pelajari dalam kelompok. Jika tidak ada siswa yang bertanya, guru yang akan bertanya pada siswa. Pertanyaan ini sifatnya membimbing siswa agar dapat mengambil kesimpulan dari materi yang mereka pelajari hari ini. Pertanyaan siswa ini dijawab dan dicatat pada buku catatan mereka. Kegiatan Akhir 5 menit 1. Umpan balik Guru kembali memberikan pertanyaan pada siswa mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya, dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti pelajaran. 2. Merangkum Siswa bersama dengan guru menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari 3. Penugasan Siswa ditugaskan untuk membaca dan mempelajari materi pengertian gerak sampai kelajuan dan kecepatan untuk persiapan pertandingan akademik. H. Sumber Belajar dan Alat :  Sumber : -  Buku Modul Yayasan Pangudi Luhur Media : - Lembar Kerja - Mobil-mobilan.

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI I. Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi - Siswa mampu : Teknik Bentuk Instrumen Isian Jawaban antara kecepatan dan kelajuan. - Siswa mampu menghitung kelajuan dari suatu benda yang bergerak melalui percobaan yang dilakukan bersama teman sekolah. ( Stopwatch Penilaian Tertulis menjelaskan perbedaan 130 ) Instrumen/ Soal Skor 1. Apakah kecepatan dan kelajuan itu sama ? 2. Jika beda, jelaskanlah kecepatan itu apa ? 3. Dan jelaskanlah kelajuan itu apa ? 4. Jika sebuah mobil-mobilan bergerak melewati lintasan seperti gambar dibawah dari titik A ke B ke C. Maka berapakah kelajuan dan kecepatan mobilmobilan tersebut jika waktu yang dibutuhkan adalah 10 sekon ? 1 2 2 5

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Lampiran 4 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VII/2 Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur Moyudan Pertemuan : 2 x 40 Menit A. Standar Kompetensi : 7. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan B. Kompetensi Dasar : 7.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. C. Indikator : - Mendefinisikan pengertian gerak. - Menjelaskan perbedaan jarak dan perpindahan. - Mendefinisikan pengertian jarak dan perpindahan. - Menjelaskan perbedaan antara kecepatan dan kelajuan. - Menghitung kelajuan dari suatu benda yang bergerak melalui percobaan yang dilakukan bersama teman sekolah. D. Tujuan Pembelajaran : - Siswa dapat menjelaskan dengan bahasa sendiri tentang titik acuan dan pengertian gerak. - Siswa dapat menjelaskan pengertian jarak dan perpindahan dengan baik sehingga siswa juga mampu membedakan antara keduanya. - Siswa dapat menyebutkan hal yang membuat kecepatan dan kelajuan itu berbeda.

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 132 Siswa dapat menjelaskan pengertian kecepatan dan cara mencari kecepatan berdasarkan perhitungan. - Siswa dapat menjelaskan pengertian kelajuan dan cara mencari kelajuan berdasarkan perhitungan. E. Materi Pembelajaran : Gerak F. Metode Pembelajaran : Kooperatif tipe Tour Game Tournament (TGT) G. Langkah-langkah Pembelajaran : Rincian Kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Awal 1. Apersepsi 5 menit Guru mengecek kesiapan siswa melalui absensi. Guru mengulang pokok materi yang telah dibahas pada 2 pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. 2. Motivasi Pertemuan 3 - Guru membagi siswa berdasarkan kelompok yang sudah terbentuk sebelumnya. Guru menjelaskan bahwa pada pertemuan ini akan diadakan tournament akademik yang harus diikuti oleh semua kelompok. Kelompok yang menang akan mendapat hadiah berupa tambahan nilai 1 point. Kegiatan Inti 1. Eksplorasi - Siswa menyampaikan secara lisan mengenai materi yang sudah mereka dapatkan pada pertemuan sebelumnya. Ini akan menjadi bekal bagi mereka dalam mengikuti tournament game pada pertemuan kali ini. - Siswa menempatkan diri dalam kelompok-kelompok kecil seperti pada pertemuan sebelumnya, kelompok ini sama dengan kelompok sebelumnya. Guru membacakan peraturan permainan yang harus dipatuhi oleh siswa selama proses 5 menit

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 belajar berlangsung. 2. Elaborasi - Babak Penyisihan : diadakan pertandingan untuk memilih 4 60 menit kelompok terbaik. Penyisihan dilakukan dengan cara masingmasing kelompok diberi 5 pertanyaan yang harus dijawab dalam selembar kertas asturo yang berada di depan kelas. Jawaban selanjutnya dikoreksi bersama-sama dengan siswa. - Dari kelompok yang menang di babak penyisihan, akan diadakan pertandingan lagi untuk penyisihan ke-2. Dari babak penyisihan ke-2 ini akan ada 2 kelompok bertahan. - 2 kelompok terakhir ini akan diadu kemampuan akademiknya untuk mencari pemenang juara 1 dalam pertandingan kali ini. 5 menit 3. Konfirmasi - Guru menanyakan beberapa pertanyaan yang tidak berhasil terjawab sebelumnya. Kegiatan Akhir 1. Umpan balik Diakhir kegiatan pembelajaran, guru kembali mengajukan pertanyaan yang merupakan kunci materi dari pertemuan ini. Tujuannya untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti pelajaran. 2. Merangkum Siswa bersama dengan guru menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari 3. Penugasan Siswa ditugaskan untuk membaca materi selanjutnya yaitu mengenai gerak lurus beraturan. 5 menit

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H. Sumber Belajar dan Alat :  Sumber : -  I. Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi - Mendefinisikan pengertian gerak. - Menjelaskan perbedaan jarak dan perpindahan. - Mendefinisikan pengertian jarak dan perpindahan. - Menjelaskan perbedaan antara kecepatan dan kelajuan. - Menghitung kelajuan dari suatu benda yang bergerak melalui percobaan yang dilakukan bersama teman sekolah. 134 Buku Modul Yayasan Pangudi Luhur Media : - Lembar Kerja - Papan atau Petunjuk Kelompok : Penilaian Teknik Tertulis Bentuk Instrumen Isian Jawaban Instrumen/ Soal 1. Apakah gerak itu ? 2. Jelaskan perbedaan dari jarak dan perpindahan ! 3. Jelaskan apa saja yang kalian ketahui mengenai kelajuan ! 4. Jelaskan juga apa saja yang kalian ketahui mengenai kecepatan ! 5. Jika Fira bersepeda di jalanan lurus yang berjarak 28 meter dalam waktu 40 detik, maka kecepatan Fira bersepeda adalah …… m/s Skor

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 5 : Rencana Pelaksanaan Penelitian Pertemuan 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VII/2 Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur Moyudan Pertemuan : 2 x 40 Menit A. Standar Kompetensi : 4. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan B. Kompetensi Dasar : a. Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. C. Indikator : - Menjelaskan pengertian gerak lurus beraturan. - Menjelaskan ciri gerak lurus beraturan. - Menyebutkan gerak lurus beraturan yang ada disekitar mereka. D. Tujuan Pembelajaran : - Siswa dapat menjelaskan pengertian gerak lurus beraturan dengan baik melalui kegiatan yang mereka lakukan bersama teman melalui kegiatan terbimbing. - Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri terjadinya gerak lurus beraturan. - Siswa dapat menyebutkan peristiwa gerak lurus beraturan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. E. Materi Pembelajaran : Gerak – Gerak Lurus Beraturan Dalam bab gerak ini, siswa juga belajar mengenai Gerak Lurus Beraturan atau sering disebut GLB. Bagian dibawah ini akan menjelaskan mengenai GLB, penjelasan

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 ini diambil dari Buku IPA Terpadu 1 (2007: 266-268). Perhatikan gambar dibawah ini untuk lebih memahami apa itu GLB. Mobil pada gambar diatas akan menempuh jarak 10 m untuk setiap detik atau dengan kata lain mobil tersebut bergerak dengan kecepatan 10 . Gerak seperti inilah yang disebut dengan gerak lurus beraturan. Pada gerak lurus beraturan berlaku persamaan 𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑠 𝐾𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 × 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑣 ×𝑡 Dari ilustrasi gambar diatas dapat diambil kesimpulan bahwa GLB adalah gerak suatu benda yang memiliki lintasan lurus dan bergerak pada kecepatan yang sama. : Percobaan, diskusi, TGT F. Metode Pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran : Rincian Kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Awal 1. Apersepsi 5 menit Guru mengecek kesiapan siswa melalui absensi. Guru menyampaikan Pertemuan 4 tujuan pembelajaran hari ini. Guru mengingatkan kembali prasyarat untuk mengikuti materi gerak lurus beraturan. Misalnya dengan menanyakan “Apakah pengertian ?” 2. Motivasi - Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, “Apakah ada yang 5 menit tau seperti apa gerak lurus beraturan itu ?” - Mengajak siswa mencari jawaban dari pertanyaan tersebut melalui proses pembelajaran yang akan dilakukan. Kegiatan Inti 1. Eksplorasi 10 menit

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - 137 Siswa mengamati gerak animasi mobil-mobilan yang bergerak lurus beraturan. Mengajukan beberapa pertanyaan pancingan sehingga siswa mampu melihat bahwa kecepatan mobil saat bergerak tidak mengalami perubahan atau kecepatan mobil tetap. - 50 menit Siswa dibagi dalam kelompok kecil seperti pada pertemuan sebelumnya. Guru membagikan lembar kerja untuk siswa, dilanjutkan dengan menjelaskan kepada siswa apa yang akan dilakukan sesuai dengan lembar kerja yang telah dibagikan. 2. Elaborasi - Siswa melakukan pekerjaan dengan panduan Lembar Kerja 3 yang diberikan guru. - Siswa mengamati gerak mobil-mobilan listrik yang memiliki kecepatan yang sama saat bergerak. - 5 menit Kemudian dari peristiwa ini siswa diminta untuk mengamati waktu tempuh mobil per 2 ubin, jarak tempuh per 2 ubin sehingga siswa mampu menghitung kecepatan mobilnya . Dari untuk setiap 2 ubin. - Selanjutnya kegiatan ini siswa ditugaskan untuk membuat tabel data dan merubahnya dalam bentuk grafik jarak terhadap waktu pada gerak lurus beraturan. - Siswa mengisi kesimpulan pada bagian akhir percobaan yang dilakukan. 3. Konfirmasi - Siswa secara pribadi mengisi pertanyaan yang diberikan oleh guru. Kegiatan Akhir 1. Umpan balik Guru kembali memberikan pertanyaan pada siswa mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya, dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti pelajaran. 5 menit

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 2. Merangkum Siswa bersama dengan guru menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari 3. Penugasan Siswa ditugaskan untuk membaca materi selanjutnya. H. Sumber Belajar dan Alat :  Sumber : -  I. - Menjelaskan pengertian Bentuk Instrumen Teknik Tertulis Isian Jawaban Menjelaskan ciri gerak lurus beraturan. - Menyebutkan gerak lurus beraturan yang ada disekitar mereka. ( - Lembar Kerja - Benda yang ada disekitar mereka. Penilaian gerak lurus beraturan. - Media : : Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Buku Modul Yayasan Pangudi Luhur ) Instrumen/ Soal 1. Coba jelaskan pengertian dari gerak lurus beraturan ? 2. Apa saja ciri gerak lurus beraturan itu ? 3. Sebutkan beberapa contoh peristiwa gerak lurus beraturan yang kalian ketahui ? Skor 4 4 3

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Lampiran 6 : Rencana Pelaksanaan Penelitian Pertemuan 5 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VII/2 Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur Moyudan Pertemuan : 2 x 40 Menit A. Standar Kompetensi : 4. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan B. Kompetensi Dasar : a. Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. C. Indikator : - Menjelaskan pengertian gerak lurus berubah beraturan. - Menjelaskan 2 macam gerak lurus berubah beraturan berdasarkan perubahan kelajuan benda. - Menyebutkan contoh peristiwa gerak lurus berubah beraturan yang ada disekitar mereka. D. Tujuan Pembelajaran : - Siswa dapat menjelaskan pengertian gerak lurus berubah beraturan dengan baik melalui kegiatan yang mereka lakukan bersama teman melalui kegiatan terbimbing. - Siswa dapat mennyebutkan 2 macam gerak lurus berubah beraturan. - Siswa dapat menyebutkan peristiwa gerak lurus berubah beraturan yang terjadi dalam kehidupan seharihari.

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. 140 : Gerak – Gerak Lurus Berubah Beraturan Materi Pembelajaran Dalam kehidupan sehari-hari peristiwa yang memperlihatkan gerak lurus beraturan yang bercirikan memiliki kecepatan tetap sangatlah jarang ditemui, sedangkan benda yang bergerak dengan kecepatan atau kelajuan berubah-ubah lebih mudah ditemui. Mobil ini selalu mengalami perubahan kecepatan sebesar 2 m/s setiap satu sekon, perubahan ini selalu bernilai sama. Benda yang bergerak seperti ini dikatakan melakukan Gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Jadi gerak lurus berubah beraturan adalah benda yang bergerak pada lintasan lurus dan mengalami perubahan kecepatan yang sama tiap satu sekon. Perubahan kecepatan seperti ini biasanya disebut dengan benda yang mengalami percepatan sebesar 2 m/s. Percepatan adalah perbandingan antara perubahan kecepatan dengan selang waktu terjadinya perubahan tersebut. Dengan persamaan sebagai berikut : , maka ….. ……… ℎ …….... ….. ⁄ ……… Berdasarkan perubahan kelajuan benda, gerak lurus berubah beraturan dibedakan menjadi dua macam yaitu : Keterangan : ℎ 1. Gerak Lurus Dipercepat Beraturan (GLBB Dipercepat) Ciri : a. Terjadi bila kelajuan/kecepatan benda bertambah dengan nilai yang sama setiap. b. Percepatan yang bernilai positif. 2. Gerak Lurus Diperlambat Beraturan (GLBB Diperlambat) Ciri : a. Terjadi bila kelajuan/kecepatan benda berkurang dengan nilai yang sama setiap. b. Percepatan yang bernilai negatif. F. Metode Pembelajaran : Percobaan, diskusi, TGT G. Langkah-langkah Pembelajaran :

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Rincian Kegiatan 141 Alokasi Waktu Kegiatan Awal 1. Apersepsi 5 menit Guru mengecek kesiapan siswa melalui absensi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Guru mengingatkan kembali prasyarat untuk mengikuti materi gerak lurus beraturan. Misalnya dengan menanyakan “Apakah pengertian ?” 2. Motivasi - 5 menit Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, “Apakah ada yang tau gerak lurus lain selain gerak lurus beraturan ? Jika tau disebut apakah gerak itu ? Tanyakan juga pada siswa mengapa disebut gerak lurus berubah beraturan” Pertemuan 4 - Mengajak siswa mencari jawaban dari pertanyaan tersebut melalui proses pembelajaran yang akan dilakukan. Kegiatan Inti 1. Eksplorasi - 5 menit Siswa menganalisis bagaimana kecepatan seseorang menaiki sepeda yang berjalan menuruni tanjakan tanpa dikayuh. Apakah semakin cepat atau tidak ? Selanjutnya perisitwa seseorang menaiki sepeda yang berjalan menaiki tanjakan, bagaimana kecepatan geraknya ? Guru menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan gerak lurus berubah beraturan, ditunjukkan dengan kecepatan gerak benda yang berubah bisa bertambah dan bisa juga semakin berkurang. - Siswa dibagi dalam kelompok kecil seperti pada pertemuan sebelumnya. Guru membagikan lembar kerja untuk siswa, dilanjutkan dengan menjelaskan kepada siswa apa yang akan dilakukan sesuai dengan lembar kerja yang telah dibagikan. 2. Elaborasi - Siswa melakukan pekerjaan dengan panduan Lembar Kerja 4 55 menit

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 yang diberikan guru. - Siswa menyusun papan sebagai lintasan, lintasan dibuat miring. - Untuk percobaan pertama, siswa diminta untuk melepaskan mobil yang tidak dinyalakan mesinnya dari ujung atas lintasan. - Selanjutnya siswa mengamati apakah mobil yang bergerak seperti ini memiliki kecepatan awal atau tidak, apakah kecepatan mobil mengalami perubahan secara visual, apakah semakin cepat atau melambat ? - Siswa menuliskan hasil pengamatan pada kolom yang telah disediakan. - Percobaan kedua, siswa menyalakan mesin mobil-mobilan dan meletakkan mobil tersebut diujung bawah lintasan dengan tujuan agar mobil menaiki tanjakan/lintasan miring. - Selanjutnya siswa mengamati apakah mobil yang bergerak seperti ini memiliki kecepatan awal atau tidak, apakah kecepatan mobil mengalami perubahan secara visual, apakah semakin cepat atau melambat ? - Siswa menuliskan hasil pengamatan pada kolom yang telah disediakan. 3. Konfirmasi - 5 menit Siswa secara pribadi mengisi pertanyaan yang diberikan oleh guru. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung. Kegiatan Akhir 1. Umpan balik Guru kembali memberikan pertanyaan pada siswa mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya, dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti pelajaran. 2. Merangkum 5 menit

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Siswa bersama dengan guru menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari 3. Penugasan Siswa ditugaskan untuk mempelajari materi dari pengertian gerak hingga GLBB untuk persiapan Turnament Akademik ke-2. H. Sumber Belajar dan Alat :  Sumber : -  I. - Menjelaskan pengertian Bentuk Instrumen Teknik Tertulis Isian Jawaban Menjelaskan ciri gerak lurus beraturan. - Menyebutkan gerak lurus beraturan yang ada disekitar mereka. ( - Lembar Kerja - Benda yang ada disekitar mereka. Penilaian gerak lurus beraturan. - Media : : Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Buku Modul Yayasan Pangudi Luhur ) Instrumen/ Soal Skor 1. Coba jelaskan pengertian dari gerak lurus beraturan ? 2. Sebut dan jelaskan ciri 2 macam gerak lurus berubah beraturan ? 3. Sebutkan beberapa contoh peristiwa gerak lurus beraturan yang kalian ketahui ? 4 4 3

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Lampiran 7 : Rencana Pelaksanaan Penelitian Pertemuan 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : VII/2 Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur Moyudan Pertemuan : 2 x 40 Menit A. Standar Kompetensi : 4. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan B. Kompetensi Dasar : a. Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. C. Indikator : - Mendifinisiakan pengertian gerak. - Membedakan jarak dan perpindahan. - Membedakan kelajuan dan kecepatan. - Menjelaskan perbedaan antara kecepatan dan kelajuan. - Menghitung kelajuan dari suatu benda yang bergerak melalui percobaan yang dilakukan bersama teman sekolah. - Menjelaskan pengertian gerak lurus beraturan. - Menjelaskan ciri gerak lurus beraturan. - Menyebutkan gerak lurus beraturan yang ada disekitar mereka. - Menjelaskan pengertian gerak lurus berubah beraturan. - Menjelaskan 2 macam gerak lurus berubah beraturan berdasarkan perubahan kelajuan benda. - Menyebutkan contoh peristiwa gerak lurus berubah

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 beraturan yang ada disekitar mereka. D. Tujuan Pembelajaran : - Siswa dapat menjelaskan dengan bahasa sendiri tentang titik acuan dan pengertian gerak. - Siswa dapat menjelaskan pengertian jarak dan perpindahan dengan baik sehingga siswa juga mampu membedakan antara keduanya. - Siswa dapat menyebutkan hal yang membuat kecepatan dan kelajuan itu berbeda. - Siswa dapat menjelaskan pengertian kecepatan dan cara mencari kecepatan berdasarkan perhitungan. - Siswa dapat menjelaskan pengertian kelajuan dan cara mencari kelajuan berdasarkan perhitungan. - Siswa dapat menjelaskan pengertian gerak lurus beraturan dengan baik melalui kegiatan yang mereka lakukan bersama teman melalui kegiatan terbimbing. - Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri terjadinya gerak lurus beraturan. - Siswa dapat menyebutkan peristiwa gerak lurus beraturan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. - Siswa dapat menjelaskan pengertian gerak lurus berubah beraturan dengan baik melalui kegiatan yang mereka lakukan bersama teman melalui kegiatan terbimbing. - Siswa dapat mennyebutkan 2 macam gerak lurus berubah beraturan. - Siswa dapat menyebutkan peristiwa gerak lurus berubah beraturan yang terjadi dalam kehidupan seharihari. E. Materi Pembelajaran : Gerak

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 : Kooperatif tipe Tour Game Tournament (TGT) F. Metode Pembelajaran G. Langkah-langkah Pembelajaran : Rincian Kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Awal 1. Apersepsi 5 menit Guru mengecek kesiapan siswa melalui absensi. Guru mengulang pokok materi yang telah dibahas pada 4 pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. 2. Motivasi - Guru membagi siswa berdasarkan kelompok yang sudah terbentuk sebelumnya. Guru menjelaskan bahwa pada pertemuan ini akan diadakan tournament akademik yang harus diikuti oleh Pertemuan 6 semua kelompok. Kelompok yang menang akan mendapat hadiah berupa tambahan nilai 1 point. Kegiatan Inti 1. Eksplorasi 5 menit Siswa menyampaikan secara lisan mengenai materi yang sudah mereka dapatkan pada pertemuan sebelumnya. Ini akan menjadi bekal bagi mereka dalam mengikuti tournament game pada pertemuan kali ini. Siswa menempatkan diri dalam kelompok-kelompok kecil seperti pada pertemuan sebelumnya, kelompok ini sama dengan kelompok sebelumnya. Guru membacakan peraturan permainan yang harus dipatuhi oleh siswa selama proses belajar berlangsung. 2. Elaborasi Babak Penyisihan : diadakan pertandingan untuk memilih 4 kelompok terbaik. Penyisihan dilakukan dengan cara masingmasing kelompok diberi 5 pertanyaan yang harus dijawab dalam selembar kertas asturo yang berada di depan kelas. Jawaban 60 menit

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 selanjutnya dikoreksi bersama-sama dengan siswa. Dari kelompok yang menang di babak penyisihan, akan diadakan pertandingan lagi untuk penyisihan ke-2. Dari babak penyisihan ke-2 ini akan ada 2 kelompok bertahan. 2 kelompok terakhir ini akan diadu kemampuan akademiknya untuk mencari pemenang juara 1 dalam pertandingan kali ini. 5 menit 3. Konfirmasi Guru menanyakan beberapa pertanyaan yang tidak berhasil terjawab sebelumnya. Kegiatan Akhir 5 menit 1. Umpan balik Diakhir kegiatan pembelajaran, guru kembali mengajukan pertanyaan yang merupakan kunci materi dari pertemuan ini. Tujuannya untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti pelajaran. 2. Merangkum Siswa bersama dengan guru menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari H. Sumber Belajar dan Alat :  Sumber : -  I. Penilaian Hasil Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi - Mendifinisiakan pengertian gerak. - Membedakan jarak dan perpindahan. Buku Modul Yayasan Pangudi Luhur Media : - Lembar Kerja - Papan atau Petunjuk Kelompok : Penilaian Teknik Tertulis Bentuk Instrumen Isian Jawaban Instrumen/ Soal 1. Apakah gerak itu ? 2. Jelaskan perbedaan dari jarak dan perpindahan ! 3. Jika Fira bersepeda di jalanan lurus yang berjarak 28 meter dalam waktu 40 detik, maka Skor 20 20 20

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - Membedakan kelajuan dan kecepatan. - Menjelaskan perbedaan antara kecepatan dan kelajuan. - Menghitung kelajuan dari suatu benda yang bergerak melalui percobaan yang dilakukan bersama teman sekolah. - Menjelaskan pengertian gerak lurus beraturan. - Menjelaskan ciri gerak lurus beraturan. - Menyebutkan gerak lurus beraturan yang ada disekitar mereka. - Menjelaskan pengertian gerak lurus berubah beraturan. - Menjelaskan 2 macam gerak lurus berubah beraturan berdasarkan perubahan kelajuan benda. - Menyebutkan contoh peristiwa gerak lurus berubah beraturan yang ada disekitar mereka. kelajuan Fira bersepeda adalah …… m/s 4. Sebuah mobil bergerak dengan kelajuan 7 m/s. Hitunglah : a. Berapakah jarak yang ditempuh mobil itu selama 30 s ? b. Berapa lamakah mobil melaju jika jarak yang ditempuh 140 m ? 5. Sebuah bola menggelinding lurus ke bawah sepanjang bidang miring dengan kelajuan 5 m/s. setelah 5 sekon, kelajuan bola menjadi 20 m/s. Tentukan percepatan bola ! 148 20 20

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Moyudan, 24 Februari 2014 Peneliti Gita Kartika Sari Mengetahui, Dosen Pembimbing Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam Drs. T. Sarkim, M.Ed, Ph.D. Chr. Maryanti, S.Pd.

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Lampiran 8 : Lembar Kerja Siswa 1 Lembar Kerja 1 - Gerak Jarak dan Perpindahan Tujuan : - Siswa mampu mendefinisikan pengertian gerak - Siswa mampu membedakan jarak dan perpindahan. Alat dan Bahan : - Meteran - Penanda - Peraga Dasar Teori : Gerak adalah perubahan kedudukan suatu benda terhadap suatu titik acuannya. Titik acuan ini merupakan benda lain yang digunakan sebagai patokan untuk mengukur letak benda lain. Gerak memiliki keistimewaan yaitu gerak bersifat relatif dan ada gerak yang disebut gerak semu. Faktor lain yang ditimbulkan karena adanya pergerakan suatu benda adalah jarak dan perpindahan. Dibawah ini merupakan sedikit penjelasan mengenai jaran dan perpindahan. Jarak yang ditempuh anak tersebut adalah Jarak = PQ + QR Jarak = 10 m + 8 m Perpindah yang dialami anak tersebut adalah Perpindahan = Panjang PQ – Panjang QR Perpindahan = 10 m – 8 m

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 Langkah Percobaan/Kerja : A. Percobaan I : Pengertian Gerak 1. Pilih salah satu teman kalian untuk menjadi peraga sedangkan 3 teman lain menjadi pengamat. 2. Tugas dari peraga adalah cobalah berjalan menjauhi 3 temanmu yang berada pada 1 titik acuan dan kembali lagi mendekatinya sambil membawa buku tulis atau benda lain. 3. Dari peragaan ini tentukan siapa yang menjadi titik acuan, bagaimana dan siapa yang melakukan gerak ! Dan apakah pernah terjadi terjadikan keistimewaan dari gerak dan gerak semu ? 4. Tuliskan pengamatan kalian tersebut pada 1 lembar lainnya. B. Percobaan 2 : Jarak dan Perpindahan 1. Buatlah lintasan lurus dengan 3 titik yaitu titik A, B dan C. Jarak titik AB dan AC adalah 4 meter. Agar lebih mudah bentuklah lintasan seperti pada gambar dibawah ini : 4m 4m C A B 2. Pada percobaan ini, salah seorang peraga (tentukan salah satu dari kalian) akan berada pada titik A sebagai titik awal. 3. Mintalah peraga tersebut bergerak dari titik A ke titik B, kemudian amati jarak dan perpindahan yang dialami oleh peraga. 4. Catatlah data hasil percobaan dalam tabel dibawah ini. Rute Jarak Besaran (m) Perpindahan Besaran (m) Arah

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 5. Lakukan lagi langkah ke 3, peraga bergerak dari titik A ke C, kemudian amati kembali jarak dan perpindahan yang dialami oleh peraga. 6. Jika kalian sudah lebih memahami tentang jarak dan perpindahan, lakukanlah rute dari titik A – B – C atau rute lainnya dengan menggunakan 3 titik yang sama. Kemudian amati lagi berapakan jarak dan perpindahannya, catatlah hasilnya pada tabel data yang tersedia. Kesimpulan : Dari percobaan yang telah kalian lakukan, dapat disimpulkan bahwa : 1. Gerak adalah perubahan ……………. terhadap …………….......................... 2. Jarak dan perpindahan merupakan 2 hal yang berbeda. 3. Jarak adalah ..................................................................................................... tanpa memperhatikan ………………. 4. Jarak merupakan besaran ……… karena hanya memiliki …….. 5. Perpindahan adalah ………………………………………………………….. dan selalu memperhatikan ………... 6. Perpindahan merupakan besaran ………… karena memiliki ……… dan……..

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Lampiran 9 : Lembar Kerja Siswa 2 Lembar Kerja Siswa 2 - Gerak Kelajuan dan Kecepatan Tujuan : - Siswa dapat menjelaskan mengenai konsep kelajuan dan cara menghitung kelajuan. - Siswa dapat membedakan kelajuan dan kecepatan. Alat dan Bahan : Stopwatch Dasar Teori : Kelajuan dan Kecepatan Tahapan selanjutnya setelah siswa mampu memahami dan membedakan antara jarakdan perpindahan, tahapan selanjutnya yang akan dipelajari siswa adalah mengenai kelajuan dan kecepatan. Dalam buku IPA Terpadu 1 (2007: 264-265) dijelaskan mengenai pengertian kelajuan dan kecepatan. Kelajuan adalah perbandingan jarak yang ditempuh suatu benda tiap waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut sedangkan kecepatan adalah kelajuan yang disertai dengan arah geraknya. ⃑⃑⃑ Keterangan : 𝑥 Keterangan : 𝑠 𝑡 𝑡 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑖𝑛𝑑𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Langkah Percobaan : 1. Buatlah lintasan lurus dengan disertai 5 titik pemberhentian yaitu titik A,B,C,D, dan E

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 2. Perhatikan dan buatlah jarak antar titiknya : A–B=2m B–C=3m C–D=5m 3. Pilihlah salah satu teman kalian untuk melewati rute ini : Rute 1 = A – B – D Rute 2 = A – D – C Rute 3 = B – A – D 4. Catatlah waktu yang dibutuhkan teman kalian untuk melewati rute tersebut dengan menggunakan stopwatch. 5. Isilah tabel data dibawah ini sesuai dengan data yang kalian miliki dengan S sebagai jarak yang ditempuh dan hitunglah kelajuan (V) : Tabel Data 1 S = …. m t V (sekon) (m/s) Tabel Data 2 S = …. m t V (sekon) (m/s) Tabel Data 3 S = …. m t V (sekon) (m/s) 6. Langkah isilah tabel dibawah ini sesuai dengan data yang kalian miliki dengan x sebagai perpindahan dan selanjutnya hitunglah kecepatan disertai arah geraknya. Tabel Data 1 x = …. m t V (sekon) (m/s) arah Tabel Data 2 x = …. m arah t V (sekon) (m/s) Tabel Data 3 x = …. m arah t V (sekon) (m/s)

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesimpulan 155 : Dari percobaan yang telah kalian lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Kelajuan adalah ………………………………………………………………………… 2. Kelajuan merupakan hasil bagi dari …………… dengan ……………….. 3. Dengan begitu, kelajuan merupakan suatu besaran ……………….. karena ………….... 4. Kecepatan adalah ………………………………………………………………………… 5. Kecepatan merupakan hasil bagi dari ………………… dengan ………………………... 6. Kecepatan ini merupakan besaran ……………………… karena …………………………

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 Lampiran 10 : Lembar Kerja Siswa 3 Lembar Kerja Siswa 3 - Gerak Gerak Lurus Beraturan (GLB) 1. Tujuan : - Menganalisis ciri gerak lurus beraturan. 2. Alat dan Bahan: 3. Dasar Teori - Mobil-mobilan - Stopwatch - Lintasan : Dalam bab gerak ini, siswa juga belajar mengenai Gerak Lurus Beraturan atau sering disebut GLB. Bagian dibawah ini akan menjelaskan mengenai GLB, penjelasan ini diambil dari Buku IPA Terpadu 1 (2007: 266-268). Perhatikan gambar dibawah ini untuk lebih memahami apa itu GLB. Mobil pada gambar diatas akan menempuh jarak 10 m untuk setiap detik atau dengan kata lain mobil tersebut bergerak dengan kecepatan 10 . Gerak seperti inilah yang disebut dengan gerak lurus beraturan. Pada gerak lurus beraturan berlaku persamaan 𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑠 𝐾𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 × 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑣 ×𝑡 Dari ilustrasi gambar diatas dapat diambil kesimpulan bahwa GLB adalah gerak suatu benda yang memiliki lintasan lurus dan bergerak pada kecepatan yang sama. 4. Langkah Percobaan : a. Tentukan panjangnya lintasan, misal 10 ubin.

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 b. Letakkan mobil pada garis start, lepaskan mobil agar dapat melaju. c. Hitunglah waktu tempuh mobil untuk setiap 2 kotak ubin (tidak harus 2 ubin). d. Catatlah data percobaan pada table dibawah ini dan buatlah grafik berdasarkan keterangan dibawah ini : Tabel hubungan waktu dan Posisi Posisi Grafik hubungan Posisi terhadap waktu Posisi Waktu Waktu e. Dari tabel diatas buatlah table hubungan waktu dan kecepatan dan buatlah grafik berdasarkan keterangan dibawah ini : Tabel hubungan waktu dan kecepatan kecepatan Grafik f. hubungan Kecepatan terhadap waktu Kecepatan Waktu Waktu 5. Kesimpulan : Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa a. Grafik jarak terhadap waktu pada gerak lurus beraturan, jika jarak tempuh ………. maka waktu tempuh juga ……… b. Sedangkan pada grafik kecepatan terhadap waktu, kecepatan gerak benda ………. meskipun waktu tempuhnya ……… c. Sehingga gerak lurus beraturan adalah gerak suatu benda yang menempuh lintasan …….. dimana dalam setiap selang waktu yang sama, benda menempuh jarak yang ……. dengan kecepatan ………..

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 Lampiran 11 : Lembar Kerja Siswa 4 Lembar Kerja 4 – Gerak Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) 1. Tujuan : - Siswa mampu menjelaskan pengertian dari gerak lurus berubahn beraturan - Menganalisis ciri gerak lurus berubah beraturan. 2. Alat dan Bahan: 3. Dasar Teori - Mobil-mobilan - Stopwatch - Lintasan : Dalam bab gerak ini, siswa juga belajar mengenai Gerak Lurus Beraturan atau sering disebut GLB. Bagian dibawah ini akan menjelaskan mengenai GLB, penjelasan ini diambil dari Buku IPA Terpadu 1 (2007: 269-271). Perhatikan gambar dibawah ini untuk lebih memahami apa itu GLB. Mobil pada gambar disamping bergerak dengan kecepatan yang berubah-ubah. Dapat dilihat dengan jelas bahwa kecepatannya semakin bertambah, gerak seperti inilah yang disebut dengan gerak lurus berubah beraturan. Gerak Lurus Berubah Beraturan adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus dan kecepatannya berubah secara teratur.

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 , maka Keterangan : ℎ ℎ ……… ….. …….... ….. ⁄ ……… Melalui gambar dibawah ini kalian akan dapat melihat dengan jelas perbedaan gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) : Berdasarkan perubahan kelajuan benda, gerak lurus berubah beraturan dibedakan menjadi dua macam yaitu : 1. Gerak Lurus Dipercepat Beraturan (GLBB Dipercepat) Ciri : a. Terjadi bila kelajuan/kecepatan benda bertambah dengan nilai yang sama setiap. b. Percepatan yang bernilai positif. 2. Gerak Lurus Diperlambat Beraturan (GLBB Diperlambat) Ciri : a. Terjadi bila kelajuan/kecepatan benda berkurang dengan nilai yang sama setiap. b. Percepatan yang bernilai negatif. 4. Langkah Percobaan a. GLBB dipercepat :

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 1. Menyiapkan lintasan lurus yang dibuat miring. 2. Selanjutnya letakkan mobil pada ujung atas lintasan. 3. Tanpa menghidupkan mesin mobil-mobilan tersebut lepaskanlah mobil-mobilan itu sehingga mobil dapat berjalan menuruni lintasan yang disediakan. 4. Amatilah mobil yang bergerak menuruni lintasan tersebut. Hasil pengamatan mengenai bagaimana kecepatan awal mobil ? Bagaimana kecepatan mobil ketika menuruni lintasan ? Kecepatannya tetap atau tidak ? Ceritakan hasil pengamatan kalian pada kolom dibawah ini. b. GLBB diperlambat 1. Selanjutnya nyalakan mesin mobil-mobilan. 2. Letakkan mobil-mobilan pada ujung bawah lintasan. 3. Lepaskan mobil-mobilan tersebut sehingga mobil-mobilan akan melaju menaiki lintasan tersebut. 4. Amatilah mobil yang bergerak menaiki lintasan tersebut. Hasil pengamatan mengenai apakah mobil memiliki kecepatan awal ? Bagaimana kecepatan mobil ketika menaiki lintasan ? Kecepatannya tetap atau tidak ? Ceritakan hasil pengamatan kalian pada kolom dibawah ini.

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Kesimpulan 161 : Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa a. Benda yang mengalami gerak lurus berubah beraturan dipercepat akan melaju dengan kelajuan/kecepatan yang semakin ……….. b. Sedangkan benda yang mengalami gerak lurus berubah beraturan diperlambat akan melaju dengan kelajuan/kecepatan yang semakin ……….. c. Sehingga gerak lurus berubah beraturan adalah gerak suatu benda yang bergerak pada ………………………….. dan akan mengamali perubahan …………… secara ……………………

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12 : Soal Pretest dan Posttest Jawablah pada kotak dibawah pertanyaan 1. Jika sebuah kelereng bergerak dari A ke B yang berjarak 10 meter dan kembali ke titik C yang berjarak 4 meter dari B. Berapakah : a. Jarak yang ditempuh kelereng tersebut ? b. Perpindahan yang dialami kelereng tersebut ? ………………………………………………………………..... ………………………………….... 2. Jika 2 buah kelereng berada pada 1 titik yang sama, kemudian kelereng 1 bergerak ke Utara menempuh jarak 12 m dan kelereng 2 bergerak ke Selatan juga menempuh jarak 12 m. kedua kelereng tersebut menempuh jarak tersebut selama 4 sekon maka berapakah kelajuan dan kecepatan kedua kelereng tersebut ? Kelajuan kelereng 1 (V1) = Kecepatan kelereng 1 (⃗⃗⃗ ) Kelajuan kelereng 2 (V2) = Kecepatan kelereng 2 (⃗⃗⃗ ) 3. Berikan 3 contoh benda yang bergerak dengan mengalami peristiwa Gerak Lurus Beraturan (GLB) ? 4. Berikan 3 contoh benda yang bergerak dengan mengalami peristiwa Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) ? 162

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 Lampiran 13 : Kuesioner Sikap Kerjasama Siswa KUESIONER SIKAP KERJASAMA Mata Pelajaran: Fisika Nama : Kelas/ No. : Petunjuk Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan cara memberi tanda (√) pada salah satu jawaban pada kotak skor. Terima kasih. Keterangan Skor: STS = Sangat Tidak Setuju TS = Tidak Setuju R = Ragu-ragu S = Setuju SS = Sangat Setuju No Pertanyaan STS 1. 2. Saya ikut serta dalam mengerjakan tugas kelompok Saya rela berbagi pengetahuan dengan teman sekelompok 3. Saya merasa pendapat saya paling benar 4. Saya bersedia menerima tanggapan teman saat pendapat saya kurang tepat. 5. Ketika ada masalah dalam kelompok, kami mencari solusi dari permasalahan tersebut 6. Aktivitas belajar dalam kelompok membuat saya lebih sulit memahami daripada saya belajar sendiri. 7 Saya lebih senang mendengar pendapat orang. 8. Saya tidak memberi kesempatan kepada teman untuk melakukan percobaan. 9. Ketika percobaan saya tidak terlibat. 10. Ketika games saya tidak terlibat. TS Skor R S SS

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14: Pernyataan Validitas oleh Ahli 164

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 : Pembagian Kelompok Kelompok Pelaksanaan Percobaan Kelompok 1 Kelompok 5 Paskalis Gangga Bondho Pramudia Antonius Bima Febriyanto Yohana Wahyu Pertiwi Florentina Ririn Kartika Sari Vincentius Dhanni Aditya Putra Bernadeta Eka Indraswari Heribertus Galih Tri Handoko Billy Eben Gideo Lusia Putri Roospitasari Alexander Bagaskara Adi Pangestu Kelompok 2 Kelompok 6 Willibrordus Dama Ristyatama Geovania Lindha Vrenatelia Monika Heti Nuryana Andreas Nova Krisna Sutanto Robertus Deni Widodo Elsa Pawestri Setyaningtyas Yohanes Pembaptis Bagus Pangestu Dimas Anggi Prasetya Leonardo Gusti Yoga Pradana Kelompok 3 Kelompok 7 Robertus Rangga Perdana Andreas Septian Budi Pratama Desi Erawati Monica Vistania Surya Putri Monica Wulansari Damascus Diaz Widyanarko Diyan Tri Hartanto Theresia Ayu Clarista Yacinta Galuh Sapti Wulan Kelompok 4 Kelompok 8 Stanislaus Bagus Suharyanto Kevin Arjuna Putra Topan Dwi Saputro Alfanto Wicaksono Irene Leliana Scholastica Elma Ribkasiwi Maria Utami Sekar Arum Natalia Desi Kristiani Landrikus Andra Arintono 166

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16 : Lembar Jawab Pretest Siswa 167

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17 : Lembar Jawab Posttest Siswa 168

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18 : Kuesioner Sikap Kerjasama yang Sudah Diisi Siswa 169

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19 : Lembar Kerja Siswa 170

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20 : Bagan Tournament Akademik I Bagan Tournament Akademik I 1 2 2 2 3 4 4 6 5 6 6 6 7 8 8 Hasil Akhir :   Juara I : Kelompok 6 Juara II : Kelompok 2 173

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21 : Bagan Tournament Akademik II Bagan Tournament Akademik II 1 1 7 1 2 2 4 1 5 5 6 3 3 3 8 Hasil Akhir :   Juara I : Kelompok 1 Juara II : Kelompok 3 174

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22 : Contoh Lembar Jawab Tournament Akademik ke 2 Babak 1 175

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23 : Contoh Lembar Jawab Tournament Akademik ke 2 Babak 2 176

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24 : Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian 177

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 Lampiran 25 : Foto – foto Pelaksanaan Penelitian Gambar 1. Siswa mengerjakan pretes Gambar 2. Siswa memperhatikan penjelasan peneliti Gambar 3. Siswa melakukan percobaan 1 Gambar 4. Siswa melakukan percobaan 2 Gambar 5. Siswa mengerjakan pertanyaan game pada pertandingan 1 Gambar 6. Siswa mengerjakan pertanyaan game pada pertandingan 1

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 7. Siswa mengerjakan LKS pada percobaan 3 Gambar 8. Siswa melakukan peragaan GLBB Gambar 9. Siswa mengerjakan pertanyaan pada permainan 2 Gambar 10. Suasana saat diadakan permainan 2 Gambar 11. Penyerahan penghargaan kepada salah satu perwakilan kelompok pemenang Gambar 12. Siswa mengerjakan soal postest 179

(204)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Model Ular Tangga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Keling Jepara
0
6
77
PENDAHULUAN Upaya Peningkatan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) (PTK Pembelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Muhammadiyah 7 Surakarta).
0
1
10
Pengaruh sikap belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika pada pokok bahasan keliling dan luas persegi panjang dan persegi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas VII S SMP Pangudi L
0
12
260
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meninkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas X-1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata pelajaran Ekonomi.
0
1
305
Penerapan model pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.
2
25
273
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Moyudan pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
1
2
196
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meninkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas X 1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata pelajaran Ekonomi
0
0
303
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA N 1 Batang.
0
0
1
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Sosiologi pada Siswa Kelas X IIS 4 SMA Batik 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015.
0
1
10
Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa dan Keterampilan Membaca Pemahaman Aksara Jawa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament pada Siswa Kelas VII G SMP Negeri 3 Karanganyar.
0
0
21
Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dan Fan-N-Pick pada Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Kecemasan pada Matematika Siswa SMP Negeri Di Kabupaten Magelang.
0
0
16
Penerapan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Pada Pembelajaran Getaran dan Gelombang Di Kelas VIII Semester II MTs-N 2 Palangka Raya Tahun Ajaran 2013/2014 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
2
31
1. Pengelolaan Pembelajaran Model Pembelajaran Teams Games - Penerapan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Pada Pembelajaran Getaran dan Gelombang Di Kelas VIII Semester II MTs-N 2 Palangka Raya Tahun Ajaran 2013/2014 - Digital Library IAIN
0
0
27
Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Pembelajaran Matematika (Studi Eksperimen
0
0
21
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV B SDN 184 Pekanbaru
0
0
15
Show more