Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository

Gratis

0
0
260
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh Rosalia Pratiwi Mahandani 101134036 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iv PERSEMBAHAN Karya ini dipersembahkan kepada:  Tuhan Yesus Kristus, Guru dan Pembimbing Maha Biijaksana  Almamater Universitas Sanata Dharma  Bapak dan Ibu yang selalu menjadi motivasi untuk menyelesaikan tahap pendidikan ini.  Keluarga besar yang telah memberikan motivasi, dukungan, dan doa.  Para pendidik yang telah membimbing dan mendidik dengan sabar dan telaten.  Sahabat yang menjadi penyemangat dan pemberi semangat dalam kasih dan doa.  Teman-teman seperjuangan, mahasiswa S1 PGSD 2010. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v MOTTO “Hidup akan terus berjalan walaupun hidupmu terasa mati, ingatlah segala pengalaman baik dan burukmu menjadi motivasi yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin” “Ora et Labora” (Mother Theresa) “Mintalah, maka kalian akan diberi. Carilah, maka kalian akan menemukan. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan.” (Matius 7: 7) v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 26 Mei 2014 Penulis Rosalia Pratiwi Mahandani vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Rosalia Pratiwi Mahandani NIM :101134036 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya dengan judul: PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Dengan demikian saya memberikan karya ilmiah saya beserta perangkat pembelajarannya kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk penggalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di : Yogyakarta Pada tanggal : 26 Mei 2014 Yang menyatakan, Rosalia Pratiwi Mahandani vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI viii ABSTRAK PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Rosalia Pratiwi Mahandani Unversitas Sanata Dharma 2014 IPS merupakan salah satu pelajaran wajib yang ada di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas V semester genap sekolah dasar diantara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental jenis nonequivalent control group design. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas V (A dan B). Sampel untuk kelompok kontrol adalah kelas VA dari populasi kelas V (A dan B). Sedangkan sampel untuk kelompok eksperimen adalah kelas VB dari populasi kelas V (A dan B). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas kelas VA sebanyak 23 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebanyak 20 siswa sebagai kelas eksperimen di SD Negeri 1 Kebondalem Lor, Prambanan. Instrumen penelitian menggunakan tes prestasi dengan jumlah soal 45 butir soal. Tes yang akan digunakan telah melalui tahap validitas dan reliabilitas soal sehingga menghasilkan soal pilihan ganda yang terdiri atas 25 butir soal. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti diambil dari nilai pretest kelas kontrol, pretest kelas eksperimen, posttest kelas kontrol, dan posttest kelas eksperimen. Analisis data dibantu dengan program SPSS 20 for windows, dengan melalui uji deskriptif (mean, median, modus, standar deviasi), uji normalitas (pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol), uji homogenitas (pretest kelas kontrol dan pretest kelas eksperimen), dan uji hipotesis. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terdapat perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan uji hipotesis yang menunjukkan bahwa harga sig. (two-tailed) sebesar 0,008 < 0,05. Harga sig. (two-tailed) menunjukkan < 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelas kontrol dengan posttest kelas eksperimen. Hasil posttest kelas kontrol mempunyai rata-rata sebesar 63,65, dengan nilai tertinggi 88 dan nilai terendah 36. Kriteria ketuntasan minimal yang berlaku sebesar 60, sebanyak 34,7% siswa tidak dapat mencapai ketuntasan minimal terdapat pada kelas kontrol. Nilai tertinggi dari kelas eksperimen sebesar 100, sedangkan nilai terendah dari kelas eksperimen adalah 60. Hasil posttest dari kelas eksperimen keseluruhan siswa telah mencapai KKM. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, prestasi belajar, mata pelajaran IPS. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix ABSTRACT THE DIFFERENCE OF IPS (SOCIAL SCIENCE) LEARNING ACHIEVEMENT IN 5TH GRADE PRIMARY SCHOOL BY THE APPLICATION OF JIGSAW TYPE II COOPERATIVE LEARNING MODEL Rosalia Pratiwi Mahandani Sanata Dharma University 2014 IPS (Social Science) is one of the compulsory subjects in the elementary school. The purpose of this research is to identify the differences of using Jigsaw type II Cooperative Learning Model on the IPS learning achievement of 5th grade students in second semester primary school between the class which uses Jigsaw type II Cooperative Learning Model and the class which does not use that model. The type of this research was quasi experimental with nonequivalent control group design. Samples in this research were comprised of 5th grade students in class room VA of which amount 23 students as control class and in class room VB of which amount 20 students as experimental class in SD Negeri 1 Kebondalem Lor, Prambanan. Instrument that has been applied in this research was 45 questions of multiple choices. The questions has been tested through validation step. Therefore, the questions that has been used in this research consisted of 25 items. Data collecting technique in this research was taken and scored by researcher through pre-test to control class, pre-test to experimental class, post-test to control class, and post-test to experimental class. Data analysis was performed with SPSS 20 for windows programme, and through descriptive test (mean, median, modus, and deviation standard), normality test (pre-test and post-test to experimental and control classes, homogeneity test (pre-test to control and experimental classes) and hypothesis tests. The results showed that the application of Jigsaw type II Cooperative Learning Model had an effect on learning achievement. It could be seen in the calculation results of hypothesis test that the significance price (two- tailed) was 0,008 < 0,05. Significance price (two-tailed) showed< 0,05 which meant that there were significance differences between post-test to control class and post-test to experimental class. The results of post-test to control class had an averages 63,65, with the highest score 88 and lowest score 36. The prevailing criteria of minimal completeness was 60, as many as 34,7% students weren’t able to reach minimal completeness prevailing in control class. The highest score from experimental class was 100, while the lowest score from the same class was 60. The results of post-test from all students in experimental class had reached KKM. Keywords:Jigsaw type II Cooperative Learning Model, learning achievement, Social Science subject ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI x KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih atas berkat rahmat kasih dan bimbinganNya, peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ATAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II” ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selesainya skripsi ini tidak lepas dari dukungan, bimbingan, dan kerjasama dari banyak pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., sekalu Dekan Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST, M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Catur Rismiati, S.Pd, M.A., Ed.D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Gurru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Drs. YB. Adimassana, M.A., selaku dosen Pembimbing I, yang telah memberikan bimbingan, masukkan yang membangun serta memotivasi peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Rusmawan, S.Pd., M.Pd., selaku dosen Pembimbing II, yang telah memberi masukkan, bimbingan yang membangun dan memotivasi peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Pengajar dan staf Program Studi PGSD, terimakasih atas pelayanannya untuk mendukung kelancaran selama menempuh pendidikan di program studi PGSD Universitas Sanata Dharma. 7. Tri Suhartini, S.Pd., selaku kepala SD Negeri 1 Kebondalem Lor yang memberikan ijin penelitian dan dukungan kepada peneliti. 8. Endang Sri Hastuti, A.Ma., selaku guru pengampu mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri 1 Kebondalem Lor yang telah bersedia memberikan masukan, motivasi, waktu dan tenaga sebagai guru mitra. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi 9. Siswa kelas VA dan VB SD Negeri 1 Kebondalem Lor yang telah bersedia sebagai sampel penelitian. 10. Segenap keluarga yang tersayang yang selalu memberikan semangat dan motivasi selama mengerjakan skripsi ini. 11. Wahyu Dwi Astuti, Putri El Pareka, Wahyu Shintianingsih, Diah Wulansari atas kebersamaannya dan motivasi yang diberikan dengan berbagi cerita dan keluh kesah. 12. Putri, Verra, Windi atas kebersamaannya diawal-awal masa kuliah sampai saat ini. 13. Upik dan Merry yang telah menyediakan waktu, ruangan, segala alat-alat yang mendukung, tenaga dan bantuannya selama penulisan skripsi ini. 14. Teman-teman PSM Cantus Firmus angkatan 2010 yang secara langsung dan tidak langsung telah memberikan motivasi. 15. Pak Mbong beserta teman-teman PSM Cantus Firmus dari berbagai angkatan atas kebersamaan dan dukungannya. 16. Teman-teman sepenelitian bimbingan Pak Adimassana dan Pak Rusmawan (Ursula, Fajar, Novi, Arma, Mbak Dina, Titin, Septi, Irine, Nopem) yang selalu berbagi pengetahuan, keluh kesah, semangat, motivasi kepada peneliti. 17. Seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung salam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan karya ilmiah ini. Untuk itu, peneliti sangat terbuka terhadap masukan berupa kritik dan saran dari semua pihak. Semoga karya ilmiah ini berguna bagi pembaca. Yogyakarta, 28 Mei 2014 Penulis Rosalia Pratiwi Mahandani xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING.... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN .................................. Error! Bookmark not defined. HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.............................................. vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT .......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvi BAB I: PENDAHULUAN..................................................................................... 1 1.1 Latar belakang masalah ................................................................................ 1 1.2 Rumusan masalah ......................................................................................... 5 1.3 Tujuan penelitian .......................................................................................... 5 1.4 Manfaat penelitian ........................................................................................ 5 BAB II: LANDASAN TEORI .............................................................................. 7 2.1 Kajian teori .................................................................................................. 7 2.1.1 Ilmu Pengetahuan Sosial ....................................................................... 17 2.1.2 Belajar ..................................................................................................... 7 2.1.3 Model pembelajaran kooperatif ............................................................ 30 2.2.4 Pembelajaran IPS di sekolah dasar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ................................................................................ 41 2.3 Hasil penelitian sebelumnya ....................................................................... 43 2.4 Kerangka berpikir ....................................................................................... 54 2.5 Hipotesis penelitian .................................................................................... 55 BAB III: METODE PENELITIAN ................................................................... 56 3.1 Jenis Penelitian .......................................................................................... 56 3.2 Tempat dan Waktu Penelitan ..................................................................... 57 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ................................................................. 58 3.4 Variabel Penelitian ..................................................................................... 58 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xiii 3.5 Definisi Operasional ................................................................................... 59 3.6 Instrumen Penelitian ................................................................................... 59 3.7 Validitas dan reliabilitas instrumen ............................................................ 61 3.7.1 Uji validitas instrumen .......................................................................... 61 3.7.2 Uji reliabilitas instrumen....................................................................... 64 3.8 Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 66 3.9 Teknik Analisis Data .................................................................................. 66 3.9.1 Analisis statistik deskriptif .................................................................... 66 3.9.3 Uji statistik inferensial .......................................................................... 67 BAB IV: HASIL PENELITIAN ........................................................................ 70 4.1 Hasil Penelitian........................................................................................... 70 4.1.1 Deskripsi data penelitian ....................................................................... 70 4.1.2 Hasil uji hipotesis .................................................................................. 76 4.2 Pembahasan ................................................................................................ 80 BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 84 5.1 Kesimpulan ................................................................................................. 84 5.2 Keterbatasan Penelitian .............................................................................. 85 5.3 Saran ........................................................................................................... 85 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 87 LAMPIRAN ......................................................................................................... 90 Biografi Penulis ................................................................................................. 244 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xiv DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Faktor – faktor yang mempengaruhi belajar ......................................... 11 Tabel 2.2 Indikator ranah kognitif Bloom (Yulaelawati, 2004)........................... 17 Tabel 2.3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas V ........................... 21 Tabel 2.4 Poin berdasarkan hasil kuis (Slavin, 2008) ........................................... 41 Tabel 3.1 Matriks soal Pre test ............................................................................. 60 Tabel 3.2 Matriks soal Posttest ............................................................................. 61 Tabel 3.3 Hasil validasi perangkat pembelajaran ................................................. 63 Tabel 3.4 Kualifikasi Reliabilitas menurut Masidjo (2006) ................................. 65 Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas soal pilihan ganda ............................................... 65 Tabel 3.6 Pengumpulan Data Variabel Prestasi Belajar ....................................... 66 Tabel 4.1 Deskripsi data prestasi belajar kelas kontrol dan eksperimen............... 72 Tabel 4.2 Hasil uji normalitas data penelitian ....................................................... 73 Tabel 4.3 Rekapitulasi data uji normalitas ............................................................ 76 Tabel 4.4 Hasil perhitungan uji homogenitas ....................................................... 77 Tabel 4.5 Rekapitulasi hasil uji homogenitas ....................................................... 77 Tabel 4.6 Hasil perhitungan uji Hipotesis ............................................................. 79 Tabel 4.7 Rangkuman nilai pretest dan posttest ................................................... 82 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xv DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Langkah- langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ............... 42 Gambar 2.2 Literature map dari penelitian ........................................................... 53 Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................... 56 Gambar 3.2 Pemetaan Variabel Penelitian............................................................ 59 Gambar 3.3 Rumus penghitungan rata-rata (Boediono & Koster, 2008) ............. 66 Gambar 3.4 Rumus menghitung effect size ........................................................... 69 Gambar 4.1 Histogram hasil uji normalitas data pretest kelas kontrol ................. 74 Gambar 4.2 Histogram hasil uji normalitas data pretest kelas eksperimen .......... 74 Gambar 4.3 Histogram hasil uji normalitas data post test kelas kontrol ............... 75 Gambar 4.4 Histogram hasil uji normalitas data post test kelas eksperimen ........ 75 Gambar 4.5 Diagram peningkatan prestasi belajar siswa ..................................... 83 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xvi DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Silabus Pembelajaran Kelas Kontrol ............................................... 91 Lampiran Silabus Pembelajaran Kelas Eksperimen ......................................... 94 Lampiran RPP Kelas Kontrol ........................................................................... 97 Lampiran RPP Kelas Eksperimen .................................................................. 138 Lampiran Tabel Matriks Soal Pre Test........................................................... 189 Lampiran Tabel Matriks Soal Post Test ......................................................... 190 Lampiran Kisi-Kisi Soal Validasi .................................................................. 191 Lampiran Soal Validasi .................................................................................. 202 Lampiran Soal Pretest .................................................................................... 209 Lampiran Soal Post test .................................................................................. 213 Lampiran Validasi Ahli .................................................................................. 217 Lampiran Hasil Validitas Instrumen Soal ...................................................... 225 Lampiran Hasil Reliabilitas Instrumen Soal .................................................. 226 Lampiran Input Data Pre test Kelas Kontrol.................................................. 227 Lampiran Input Data Pre test Kelas Eksperimen ........................................... 228 Lampiran Input Data Posttest Kelas Kontrol ................................................ 229 Lampiran Input Data Posttest Kelas Eksperimen.......................................... 230 Lampiran Rekapitulasi Poin Kemajuan Siswa ............................................... 231 Lampiran Foto Penelitian Kelas Kontrol........................................................ 233 Lampiran Foto Penelitian Kelas Eksperimen ................................................. 235 Lampiran Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran .............. 239 Lampiran Surat Ijin Penelitian ....................................................................... 242 Lampiran Surat keterangan telah melakukan penelitian ................................ 243 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah yang diangkat oleh peneliti, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian yang dilakukan. 1.1 Latar belakang masalah Pendidikan saat ini menjadi sebuah wadah untuk mengasah kemampuan yang sudah dimiliki. Perkembangan kognitif dimulai dari tingkatan kognitif rendah sampai dengan tingkatan kognitif tinggi. Pendidikan yang baik dapat mengembangkan kemampuan kognitif pada siswa sesuai dengan tingkatantingkatannya. Bloom berpendapat bahwa perkembangan kognitif anak dimulai dan diawali dari tahap mengingat, memahami, menganalisis, mengaplikasi, mengevaluasi, dan mencipta (Asrori, 2007). IPS merupakan salah satu pelajaran wajib yang dinyatakan dalam UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 29. Pembelajaran IPS di dalam kelas melatih kemampuan pemahaman dan membantu mengembangkan kemampuan membaca anak. Membaca merupakan cara yang sederhana untuk membangun makna. Guru mengajak siswa untuk membaca sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang baru (Sapriya, 2009). Pembelajaran di kelas dilaksanakan dengan melibatkan siswa secara aktif untuk mencari informasi dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Penggunaan metode dan strategi belajar yang tepat dapat membantu siswa dalam melatih kemampuan berpikir proses, memahami, dan memaknai. 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Guru perlu memperhatikan karakteristik kelas yang akan diajarnya atau dapat diartikan bahwa guru harus melihat situasi dan kondisi mulai dari siswa sampai dengan ruangannya pada saat mengajar di kelas. Setelah guru dapat mengenali karakteristik kelas yang akan diajar, pembelajaran akan berjalan lancar dan menyenangkan. Prinsip pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar atau bersifat kontekstual, sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Piaget mengenalkan teori perkembangan anak dalam Asrori (2007: 47), bahwa usia perkembangan siswa sekolah dasar termasuk dalam tahap operasional konkret. Pendidikan sekolah dasar saat ini masih belum menerapkan konsep Piaget ini. Pada tahapan operasional konkret ini siswa sedang menjalani masa dimana interaksi dengan lingkungannya mulai berkembang dan siswa sudah bisa mengamati, mempertimbangkan, mengevaluasi, dan menjelaskan sebuah pemikiran secara lebih objektif. IPS merupakan mata pelajaran yang membutuhkan pengetahuan secara konkret (Susanto, 2013). Penggunaan metode ceramah membuat siswa semakin tidak memahami fenomena atau gejala sosial masyarakat yang terjadi dan dipelajari. Banyak metode pembelajaran yang dapat dilakukan dan dilaksanakan oleh guru dalam pembelajaran khususnya IPS. Banyaknya model pembelajaran, diharapkan guru dapat mempertimbangkan dan mengenal kelas yang akan diajarnya sesuai dengan keadaan yang dihadapi. Pembelajaran IPS di dalam kelas yang terjadi saat ini adalah siswa hanya duduk, diam dan mendengarkan. Cara tradisional ini masih ditemukan dalam 2

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 pembelajaran. Cara mengajar guru dapat mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti pembelajaran sehingga menimbulkan kebosanan apabila guru tidak dapat membangkitkan minat siswa. Kebosanan yang terjadi dapat mengakibatkan guru tidak dapat melakukan pengelolaan kelas dengan baik. Pada akhirnya, siswa hanya menghafalkan materi dan tidak mencapai pemahaman sesuai dengan tingkatan yang ada dalam taksonomi menurut Bloom. Menghafal merupakan tingkat terendah dalam taksonomi Bloom dan terdapat pada tingkat pengetahuan. Pemahamanlah yang merupakan hal yang diharapkan tercapai dalam pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran yang bervariasi dapat membuat siswa lebih berkembang dalam kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotornya. Salah satu model yang dapat digunakan sebagai salah satu variasi pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif. Adanya model pembelajaran yang bervariasi membantu siswa dalam memunculkan pemahaman konsep IPS yang baru. Penggunaan model pembelajaran kooperatif ini mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran melalui belajar secara peer teaching. Model pembelajaran ini akan diterapkan pada standar kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan, dengan kompetensi dasar yang diambil adalah 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Penerapan model kooperatif Jigsaw ini, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Nur Azizah (2013) di SMK Wongsorejo Gombong membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen 3

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian pada 36 siswa kelas eksperimen dan 36 siswa kelas kontrol diketahui bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian yang dilakukan oleh I Gusti Bagus Wacika (2013) juga mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan di SD 4 Panjer dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw didapati bahwa hasil belajar lebih tinggi bila dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan melihat pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. Peneliti akan menggunakan perbandingan dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tehadap siswa kelas V semester genap SD Negeri Kebondalem tahun pelajaran 2013/2014. Penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model kooperatif tipe Jigsaw II terhadap pembelajaran. Peneliti membatasi penelitian hanya untuk melihat prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, judul dari penelitian ini adalah perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 4

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 1.2 Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan pembatasan tersebut di atas dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah ada perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V semester genap sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II? 1.3 Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V semester genap sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 1.4 Manfaat penelitian Manfaat penelitian secara teoritis adalah penelitian ini bermanfaat bagi perkembangan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dalam pengimplementasiannya dalam lingkungan belajar khususnya pendidikan tingkat sekolah dasar. Sedangkan secara praktis, manfaat peneritian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1.4.1 Bagi siswa Siswa mendapatkan variasi baru dalam pembelajaran, dengan model kooperatif tipe Jigsaw II diharapkan siswa dapat lebih aktif selama pembelajaran serta meningkatkan komunikasi dan kerjasama sehingga dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran IPS. 5

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 1.4.2 Bagi guru Penggunaan model kooperatif tipe Jigsaw II dapat menambah pengalaman guru dalam pembelajaran. Bahkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II ini dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran. 1.4.3 Bagi peneliti Peneliti mendapatkan pengalaman dalam penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II dalam pelajaran IPS di kelas. Oleh karena itu dengan adanya pengalaman ini, peneliti mendapatkan pemahaman lebih tentang model kooperatif tipe Jigsaw II. 1.4.4 Bagi sekolah Penggunaan model kooperatif tipe Jigsaw II ini dapat menambah referensi model pembelajaran yang bisa dilaksanakan di sekolah. 6

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 BAB II LANDASAN TEORI Bab ini membahas tentang kajian teori, penelitian yang relevan, keranga berpikir dan hipotesis penellitian. 2.1 Kajian teori 2.1.1 Belajar 2.1.1.1 Pengertian belajar Belajar merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi pelajar dan mahasiswa bahkan bagi khalayak umum. Belajar merupakan kegiatan yang berproses dan merupakan sebuah unsur yang mendasar dalam pendidikan (Syah, 2012). Menurut Cronbach menuturkan bahwa “Learning is shown by a change in behavior as a result of experience”, yang mempunyai arti bahwa belajar merupakan adanya perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Belajar merupakan sebuah proses untuk mendapatkan pengetahuan (Suprijono, 2009). Menurut Slameto (2010), belajar merupakan proses usaha seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkahlaku yang baru sebgai hasil dari pengalamannya dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar merupakan aktifitas yang melibatkan dua unsur yaitu jiwa dan raga. Sehingga dengan adanya dua unsure jiwa dan raga ini, belajar dapat didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan jiwa dan raga guna memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman yang 7

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 diperoleh dari interaksi dengan lingkungan mencakup kognitif, afektif, dan psikomotor (Djamarah, 2011). Berdasarkan pada pengertian belajar yang telah diuraikan terdapat kata yang perlu digaris bawahi yaitu perubahan. Belajar merupakan sebuah proses perubahan pengetahuan seseorang yang diperoleh dari pengalaman interaksinya dengan lingkungan. 2.1.1.2 Ciri-ciri Belajar Belajar bukan semata-mata hanyalah menghafalkan fakta yang ada, namun adanya sebuah perubahan. Sebuah kegiatan dapat disebut sebagai belajar jika mempunyai ciri- ciri yaitu (1) adanya perubahan secara sadar, (2) perubahan dalam belajar bersifat berkelanjutan dan dinamis, (3) perubahan dalam belajar mempunyai sifat positif serta aktif, (4) perubahan tidak bersifat sementara dalam belajar, (5) perubahan dalam belajar terarah atau mempunyai tujuan, (6) perubahannya mencakup segala aspek tingkah laku (Slameto, 2010). Ciri belajar yang pertama adalah adanya perubahan secara sadar artinya dengan belajar seseorang akan menyadari secara sadar bahwa mengalami perubahan dalam dirinya. Jika seseorang dalam keadaan tidak sadarkan diri atau sedang mabuk, perubahan tingkah laku yang dialaminya bukan hal yang dimaksudkan perubahan dalam pengertian belajar. Kedua, perubahan bersifat berkelanjutan dan dinamis artinya bahwa perubahan yang terjadi selalu berkesinambungan dan selalu mengikuti keadaan sekitarnya atau bisa disebut tidak statis. Ketiga, perubahan dalam belajar 8

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 mempunyai sifat positif serta aktif, artinya perubahan selalu menuju kearah yang lebih baik dari sebelumnya serta selalu bertambah. Secara aktif, perubahan itu dibentuk karena adanya usaha dari individu sendiri. Keempat, perubahan tidak bersifat sementara dalam belajar artinya bahwa perubahan yang terjadi adalah permanen. Tingkah laku yang terbentuk karena adanya aktifitas belajar bersifat tetap. Misalnya saja seorang anak belajar berhitung maka kemampuan berhitung yang ia kuasai akan tetap ada. Kelima, perubahan dalam belajar terarah atau mempunyai tujuan artinya karena dengan adanya tujuan maka dengan belajar seseorang akan menguasai keterampilan tertentu. Keenam, perubahannya mencakup segala aspek tingkah laku artinya bahwa dengan belajar seseorang akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam aspek kognitif, afektif, psikomotor. Menurut Syah (2012), menambahkan ciri yang diungkapan oleh Slameto (2010) yaitu (1) perubahan yang bersifat intensional, (2) perubahan juga bersifat efektif dan fungsional. Perubahan dalam belajar bersifat intensional artinya belajar berasal dari pengalaman yang secara sadar dan sengaja dilakukan untuk memperoleh hal yang baru. Anderson menegaskan bahwa belajar bukan karena kesengajaan akan tetapi proses pengolahan informasi pada saat siswa mengalaminya (Syah, 2012). Perubaah bersifat efektif dan fungsional, hal ini bermaksud bahwa belajar itu mempunyai kegunaan dan dapat dimunculkan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan melihat bahwa perubahan itu menetap. 9

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Berdasarkan uraian di atas, ciri-ciri belajar secara umum adalah (1) adanya perubahan secara sadar melalui proses, (2) perubahan dalam belajar bersifat positif-aktif, (3) perubahan belajar bersifat efektif – fungsional, (4) perubahan mencakup pada seluruh ranah (kognitif, afektif, dan psikomotor). 2.1.1.3 Faktor yang Mempengaruhi Belajar berbagai macam faktor yang mempengaruhi proses belajar. Slameto (2010) berpendapat bahwa faktor yang mempengaruhi belajar terbagi menjadi dua yaitu faktor internal (dalam) subyek pembelajar dan faktor eksternal (luar) subyek pembelajar. Faktor internal merupakan faktor yang mempengaruhi individu yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang mempengaruhi individu yang berasal dari lingkungannya atau luar dirinya. Fakor internal terbagi menjadi tiga faktor yaitu faktor jasmani, faktor psikologi, dan faktor kelelahan (Slameto, 2010). Faktor yang termasuk dalam faktor jasmani meliputi (1) faktor kesehatan, (2) cacat tubuh. Faktor psikologi terdiri atas tujuh faktor yang berpengaruh antara lain (1) tingkat intelgensi, (2) tingkat perhatian, (3) adanya minat, (4) bakat atau aptitude, (5) adanya motif, (6) tingkat kematangan, dan (7) kesiapan dlam memberikan reaksi serta respons. Syah (2012) berpendapat bahwa secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dibedakan menjadi tiga macam yaitu (1) faktor internal meliputi keadaan rohani dan jasmani siswa, (2) faktor eksternal 10

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 meliputi kondisi lingkungan siswa, (3) faktor pendekatan belajar meliputi strategi, dan metode yang digunakan siswa dalam mempelajari materimateri pelajaran. Untuk melengkapi faktor yang mempengaruhi belajar, selain adanya faktor internal dan faktor eksternal, Syah (2012) menambahkan faktor pendekatan belajar. Faktor pendekatan belajar ini berhubungan dengan strategi yang digunakan siswa untuk mencapai belajar yang efektif dan efisien. Pendekatan belajar mempunyai tiga tingkatan yaitu pendekatan tinggi , pendekatan menengah, dan pendekatan rendah.1 Tabel 2.1 Faktor – faktor yang mempengaruhi belajar (Syah, 2012) Ragam Faktor dan Unsur – unsurnya Internal Eksternal 1. Aspek Fisiologis 1. Lingkungan sosial 1. - Jasmani dan tegangan - Keluarga - Guru dan staf otot (tonus) - Masyarakat - Mata dan telinga - Teman 2. 2. Aspek Psikologis 2. Lingkungan nonsosial - Inteligensi - Rumah - Sikap - Sekolah - Minat - Peralatan - Bakat 3. - Alam - Motivasi Pendekatan Belajar Pendekatan tinggi - Speculative (pemikiran yang mendalam) - Achieving (pencapaian prestasi tinggi) Pendekatan menengah - Analitical (memilah dan memaknai fakta dan informasi) - Deep (mendalam) Pendekatan rendah - Reproductive (mengulang fakta dan informasi yang ada) - Surface (bersifat lahiriah) Berdasarkan pada uraian di atas, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar pada umumnya dibedakan menjadi dua yaitu faktor yang mempengaruhi belajar siswa dari dalam dirinya meliputi keadaan jasman serta psikologi siswa dan faktor yang mempengaruhi belajar siswa dari 11

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 luar dirinya meliputi teman, keluarga, masyarakat, lingkungan sekolah, dan lingkungan tempat tinggal. 2.1.1.4 Prinsip – prinsip Belajar Prinsip belajar dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi belajar saat itu termasuk juga siswa secara individu. Di bawah ini akan diuraikan tentang prinsip-prinsip belajar. Prinsip belajar menurut Slameto (2010) yaitu (1) berdasarkan pada prasyarat yang diperlukan untuk belajar, (2) sesuai dengan hakikat belajar, (3) sesuai dengan materi yang harus dipelajari, dan (4) syarat keberhasilan belajar. Belajar berdasarkan prasyarat yang diperlukan dimaksudkan bahwa dalam belajar siswa diusahakan untuk berpartisipasi aktif, meningkatkan minat belajar guna mencapai tujuan instruksional. Belajar sendiri sebaiknya dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang tinggi pada siswa. Lingkungan ikut ambil bagian dalam belajar, lingkungan yang menantang dapat membantu anak untuk mengembangkan kemampuannya dan belajar secara efektif. Oleh karena itu, belajar harus muncul hubungan interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Belajar yang sesuai dengan hakikat belajar, artinya bahwa belajar merupakan proses yang kontinu atau berkelanjutn maka, belajar harus bertahap disesuaikan dengan perkembangannya. Belajar merupakan sebuah proses dimana anak belajar untuk berorganisasi, beradaptasi, mengeksplorasi serta mencoba hal yang baru. Bersifat kontinyu, belajar 12

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 yang baik adalah stimulus yang diberikan akan menimbulkan respons sesuai yang diharapkan. Belajar sesuai dengan materi yang harus dipelajari, dalam hal ini belajar diharapkan dapat mencakup secara keseluruhan. Belajar yang bersifat keseluruhan, materi yang terstruktur dalam bentuk penyajian yang sederhana dapat membantu siswa dalam memahami pengertian dari materi yang disampaikan. Belajar selalu mengembangkan segala aspek. Oleh karena itu, belajar harus dapat mengembangkan kemampuan terntentu pada siswa sesuai dengan tujuan instruksional yang harus dicapai. Syarat keberh asilan dalam belajar dimaksudkan bahwa belajar memerlukan sarana prasarana yang cukup dan memadahi sehingga belajar dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Perlu adanya pengulangan atau repetisi. Repetisi dimaksudkan untuk pengendapan materi secara mendalam dalam diri siswa. Menurut Suprijono (2009), menambahkan bahwa prinsip belajar yang pertama merupakan perubahan perilaku yang mempunyai ciri sebagai berikut: (1) perbuatan yang disadari, (2) berkesinambuangan antara perilaku yang satu dengan yang lainnya, (3) bermanfaat sebagai bekal untuk masa depan, (4) bersifat positif, (5)sebagai suatu usaha yang direncanakan dan dilakukan, (6) perubahannya bersifat permanen, (7) memiliki tujuan yang terarah, dan (8) mencakup segala hal tentang kemampuan atau potensi kemanusiaan. Prinsip belajar yang kedua yaitu belajar merupakan sebuah proses. Belajar terjadi karena adanya tujuan 13

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 yang akan dicapai serta adanya kebutuhan yang mendorong utnuk belajar. Belajar merupakan sebuah proses yang dinamis, membangun serta organik. Belajar mencakup segala aspek yang ada seperti aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Prinsip belajar yang ketiga adalah belajar merupakan pengalaman. Pengalaman dapat diperoleh dari lingkungan sekitar. Hal ini dapat terwujud karena timbulnya interaksi antara siswa dengan lingkungan sekitarnya (Suprijono, 2009). Berdasarkan pada uraian di atas, prinsip belajar dapat disimpulkan bahwa (1) belajar mempunyai tujuan yang akan dicapai, (2) belajar merupakan sebuah proses yang terstruktur, membangun, dan memberikan pengalaman pada siswa, (3) keberhasilan belajar dapat dibantu dengan sarana prasarana yang memadai bagi siswa, (4) belajar membentuk perilaku individu. 2.1.1.5 Prestasi Belajar Pengertian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Suharso & Retnoningsih, 2005), prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Sedangkan belajar sendiri mempunyai makna berusaha, memperoleh kepandaian atau ilmu, berubah tingkah laku yang disebabkan oleh pengalaman. Sehingga berdasarkan definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang telah dicapai dari proses memperoleh ilmu dengan ditandai perubahan perilaku karena adanya pengalaman yang didapatkan. 14

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Hasil belajar atau prestasi belajar merupakan kumpulan polah perbuatan, nilai-nilai, pengertian, sikap, serta apresiasi dan keterampilan (Suprijono, 2009). Menurut Gagne dalam Suprijono (2009), prestasi belajar dapat berupa informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, keterampilan motorik, dan sikap. Sedangkan menurut Bloom, prestasi belajar itu harus mencakup kemampuan tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. (pengetahuan, meringkas, ingatan), memberi Secara kognitif comprehension contoh), meliputi knowledge (memahami, menjelaskan, application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru) dan evaluation (menilai). Hal yang mencakup ranah afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan tanggapan atau respons), valuing (nilai), organization (sikap berorganisasi), characterization (memberikan cirri khusus/ karakterisasi). Psikomotor mencakup pada keterampilan produktif, teknik, sosial, fisik, pengaturan/ managerial, serta intelektual. Prestasi belajar merupakan perubahan perilaku secara utuh bukan hanya pada satu aspek saja artinya bahwa hasil belajar/ prestasi belajar bersifat komprehensif. Prestasi belajar mencakup segala ranah psikologis yang berubah sebagai akibat dari pengalaman dan proses belajar siswa. Perubahan dalam prestasi belajar bersifat intangible (tidak dapat diraba) (Syah, 2012). Dalam penentuan prestasi belajar perlu adanya sebuah tes yang membantu untuk menentukan seberapa baik usaha yang telah 15

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 dilakukan. Tes merupakan sebuah alat ukur usaha yang telah dilakukan. Tes dapat mengukur sebuah tingkah laku seseorang, kemampuan seseorang, dan mendiagnostik (Azwar, 2012). Berdasarkan pada pengertian yang telah disampaikan, maka prestasi belajar atau hasil belajar merupakan hasil yang telah dicapai dari sebuah proses komprehensif yang mencakup perubahan perilaku sebagai akibat dari pengalaman dan mencakup ketiga aspek yaitu kognitif, afektif, serta psikomotor. Penelitian ini dibatasi pada prestasi belajar secara kognitif. Prestasi belajar mencakup tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Pada setiap ranahnya terdapat ciri yang mencerminkan perubahan perilaku. Perubahan perilaku secara kognitif dapat dilihat pada tabel indikator di bawah ini: 16

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Tabel 2.2 Indikator ranah kognitif Bloom (Yulaelawati, 2004) Kata Kerja Mengingat Memahami Memilih Menguraikan Mendefinisikan Menunjukkan Memberi label Mendaftar Menempatkan Memadankan Mengingat Menamakan Menghilangkan Mengutip Mengenali Menentukan Menyatakan Menggolongkan Mempertahankan Mendemonstrasikan Membedakan Menerangkan Mengekspresikan Mengemukakan Memperluas Memberi contoh Menggambarkan Menunjukkan Mengaitkan Menafsirkan Menaksir Mempertimbangkan Memadankan Membuat ungkapan Mewakili Menyatakan kembali Menulis kembali Menentukan Merangkum Mengatakan Menerjemahkan Menjabarkan Kognitif Menerapkan Menerapkan Menentukan Mendramatisasikan Menjelaskan Mengeneralisasikan Memperkirakan Mengelola Mengatur Menyiapkan Menghasilkan Memproduksi Memilih Menunjukkan Membuat sketsa Menyelesaikan Menggunakan Menganalisis Menciptakan Menganalisis Mengategorikan Mengelompokkan Membandingkan Membedakan Mengunggulkan Mengidentifikasi Menyimpulkan Membagi Merinci Memilih Menentukan Menunjukkan Melaksanakan survei Memilih Menentukan Menggabungkan Mengkombinasikan Mengarang Mengkonstruksi Membangun Menciptakan Mendesain Merancang Mengembangkan Melakukan Merumuskan Membuat hipotesis Menemukan Membuat Mempercantik Mengawali Mengelola Merencanakan Memproduksi Memainkan peran Menceritakan 2.1.2 Ilmu Pengetahuan Sosial 2.1.2.1 Hakikat IPS Ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan penggabungan secara ilmiah dari beberapa ilmu sosial dan humaniora serta kegiatan manusia yang berguna bagi peserta didik (Susanto, 2013). IPS disusun secara sederhana bertujuan supaya siswa bisa memahami isi materi Ilmu Sosial yang terdapat didalamnya. IPS dikenal sebagai Social Studies, artinya bahwa IPS merupakan kajian dari kehidupan manusia dan segala aspek yang mempengaruhinya dalam kehidupan bermasyarakat 17 (Sapriya, 2009). Aspek yang

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 mempengaruhi kehidupan manusia dapat dikaji dan dipelajari melalui sosiologi, ekonomi, sejarah, dan geografi. Hakikat IPS dalam hal ini diharapkan untuk bisa menjadi masyarakat yang baik dan berkembang secara sosial rasional serta bertanggung jawab, sehingga perlu adanya nilai (Susanto, 2013). IPS mengembangkan konsep dan pemikiran sesuai dengan realita masyarakat yang ada. Berbekal dari beberapa pengertian dari berbagai sumber, IPS merupakan gabungan dari beberapa ilmu sosial yang meliputi sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, politik, serta hukum dan budaya yang mengkaji kehidupan manusia dengan lingkungannya. Pada hakikatnya IPS mengharapkan melalui pembelajarannya seseorang dapat menjadi masyarakat yang baik dan berguna untuk bangsa dan negaranya. 2.1.2.2 Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Istilah IPS mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1970-an yang kemudian digunakan secara resmi pada kurikulum 1975. Pendidikan IPS terdapat di seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA.Kekhasan dalam pendidikan IPS ini adalah pembelajarannya yang bersifat integrated atau terpadu. IPS mempunyai cakupan materi yang meluas dibandingkan dengan disiplin ilmu yang lainnya sehingga melalui pendidikan IPS dapat menjadikan siswa sebagai warga negara yang baik, mampu berpikir kritis, mampu memahami dan mengembangkan kebudayaan bangsa (Sapriya, 2009). 18

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Pendidikan IPS di sekolah dasar merupakan salah satu mata pelajaran yang mengangkat permasalahan kehidupan manusia secara utuh meliputi ekonomi, sosiologi, dan geografi. Pendidikan IPS berusaha untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan kewarganegaraan melalui ilmuilmu yang terkandung di dalamnya. Adapun tujuan pendidikan IPS yang dilakukan di sekolah dasar adalah dengan berlandaskan pada tujuan nasional dan tujuan pendidikan diharapkan siswa dapat membentuk suatu pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap dengan ikut serta terjun dalam kehidupan keluarga, teman bermain, sekolah, masyarakat maupun lingkungan yang lebih luas lagi bangsa dan negara. Melalui Pendidikan IPS ini, siswa akan menjadi peka terhadap permasalahan yang sedang dihadapi lingkungan sekitarnya sehingga mampu mengatasi permasalahan yang dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari. Melihat tujuan pembelajaran IPS ini menjadi sebuah tantangan bagi guru untuk memberikan pembelajaran yang dapat mewujudkan tujuan dari pendidikan IPS. Pendidikan IPS di sekolah dasar, siswa sekolah dasar masih terletak pada tahapan perkembangan operasional konkrit Berdasarkan pada perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar tersebut paling tidak mempunyai tiga ciri yaitu (1) konkrit, (2) integratif, (3) hierarkis (Ratri & Hidayati, 2007). Pembelajaran IPS di sekolah dasar akan lebih bermakna apabila siswa dapat mengalami secara langsung tentang materi yang sedang dipelajarinya sehingga pembelajaran dilakukan berpusat pada siswa. 19

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Pada kenyataanya, guru masih memonopoli dan menjadi satusatunya sumber informasi dalam belajar selain buku pegangan siswa. Penggunaan metode ceramah dan tanya jawab yang kurang variasi membuat siswa cenderung bersikap apatis terhadap masalah sosial dan pembelajaran itu sendiri. Perlunya menambah wawasan guru dan keterampilan dalam mengajar bertujuan dapat mengubah pandangan siswa yang apatis menjadi pembelajaran yang menarik (Susanto, 2013). Model pembelajaran yang digunakan untuk membantu siswa dalam belajar antara lain: model pembelajaran inquiry-discovery, problem solving, contextual teaching and learning, dan cooperative learning (Ratri & Hidayati, 2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), mengarah pada tujuan dan ruang lingkup pembelajaran IPS, yaitu mengenalkan konsep tenatang masyarakat dan lingkungannya, memiliki kemampuan utnuk berpikir secara logis kritis serta memupuk rasa ingin tahu guna membantu memecahkan masalah dan menguasai keterampilan dalam kehidupan sosial, mempunyai komitmen terhadap nilai sosial dan kemanusiaan, berkemampuan dalam berkomunikasi dan bekerjasama serta berkompetisi dalam berbagai tingkatan masyarakat pada umumnya (Susanto, 2013). Berdasarkan uraian di atas pembelajaran IPS di tingkat sekolah dasar menyesuaikan dengan perkembangan siswa. Secara teori perkembangan kognitif Piaget, siswa usia SD masih dalam tahapan operasional konkrit sehingga dalam pembelajarannya harus bersifat konkrit, terpadu, dan bermakna. Pembelajaran bermakna ini artinya bahwa siswa mengalami 20

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 sendiri dari peristiwa sosial di kehidupannya dalam masyarakat. Tantangan bagi guru adalah membuat pelajaran yang menarik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran IPS. Perlunya penyegaran dan pengolahan keretampilan guru dalam mengajar dengan tujuan pembelajaran IPS menjadi pembelajaran yang menyenangkan. 2.1.2.3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS Standar kompetensi dan kompetensi dasar digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan bahan ajar atau materi pokok, kegiatan pembelajaran, serta pembuatan indikator ketercapaian belajar sebagai pedoman dalam penilaian. Standar kompetensi dan kompetensi dasar berpedoman pada Standar Isi kurikulum. Peneliti menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, oleh karena itu standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan digunakan sebagai berikut: Tabel 2.3Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas V (BSNP, 2006) Kelas V Semester 2 Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia 2.1 2.2 2.3 2.4 21 Kompetensi Dasar Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Menghargai jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 2.1.2.4 Materi Pembelajaran IPS Materi pembelajaran IPS untuk kelas 5 Semester 2 sesuai dengan SK dan KD yang akan digunakan dalam lapangan yaitu standar kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan, dengan kompetensi dasar yang diambil adalah 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Materi pembelajaran terbagi dalam beberapa bagian yaitu masa persiapan kemerdekaan, BPUPKI, PPKI, peristiwa menjelang proklamasi, tokoh-tokoh kemerdekaan, dan menghargai jasa- jasa tokoh kemerdekaan (S, Sunarto, Umar, Said, Suparna, & Ahmad, 2007). Materi – materi dalam pembelajaran IPS kelas 5 semester II dalam standar kompetensi 2 dan kompetensi dasar 2.2 meliputi: 1. Masa Persiapan Kemerdekaan Perang Pasifik semakin memuncak. Tentara jepang mengalami kekalahan sedangkan tentara Sekutu di bawah pimpinan Amerika Serikat semakain mendesak. Oleh karena hal itu, tentara Jepang di Indonesia bersiap untuk mempertahankan diri. Pada masa pemerintahan Jepang, Indonesia terbagi dalam dua wilayah kekuasaan yaitu (1) wilayah Komando Angkatan Laut berpusat di Makassar, daerahnya meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Jaya, (2) w ilayah Komando Angkatan Darat berpusat di Jakarta, daerahnya meliputi Jawa, Madura, Sumatera, dan Malaya. Pusat Komando untuk Asia Tenggara berada di Dallat, Vietnam. 22

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Pada tanggal 20 Oktober 1944, setelah menguasai Pulau Irian dan Pulau Morotai di Kepulauan Maluku, Sekutu dibawah pimpinan Jendral Douglas Mac Arthur menyerbu Kepulauan Leyte (Filipina). Pada tanggal 25 Oktober 1944, Jendral Douglas Mac Arthur mendarat di Pulau Leyte. Bulan Februari 1945, Sekutu berhasil menguasai Pulau Iwo Jima di Jepang. Hal ini menyebabkan Jepang menjadi semakin lemah. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang memperbolehkan pengibaran bendera Merah-Putih di samping Bendera Jepang. Lagu Indonesia Raya boleh dikumandangkan setelah lagu kebangsaan Jepang, Kimi Ga Yo. 2. Badan Penyelidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia Armada militer Jepang semakin terdesak dalam perang Pasifik. Pulau Halmahera dan Pulau Morotai di Maluku sudah jatuh ke tangan Sekutu. Pada bulan Juli 1944, Jendral Kuniaki Koiso, yang pada saat iru menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang, menyatakan kepada Indonesia bahwa akan memberikan kemerdekaan pada Indonesia dikemudian hari dengan harapan bahwa rakyat Indonesia mau membantu Jepang dalam menangkal serangan Sekutu. Namun pada kenyataannya Jepang mengalami kekalahan dimana-mana. Pada tanggal 1 Maret 1945, Jepang mengumumkan tiga tindakan yaitu: 23

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 a. Membentuk Badan Penyelidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Indonesia disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. b. Mempersiapkan lembaga Latihan Nasional (Kenkoku Gakuin) yang melatih dan mendidik calon pemimpin negara baru. c. Memperluas pembicaraan tentang kemerdekaan Indonesia. Pembentukan BPUPKI mempunyai maksud dan tujuan yaitu mempelajari dan menyelidiki segala kebutuhan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka. BPUPKI mempunyai 63 anggota, termasuk didalamnya empat orang golongan Cina dan Arab, serta golongan Indo atau peranakan Belanda. BPUPKI ini diketuai oleh Dr. Rajiman Widyodiningrat, dan wakil ketua dijabat oleh Raden Panji Suroso. Tugas pokok BPUPKI adalah menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang. Pada tanggal 28 Mei 1945, diadakan upacara pembukaan BPUPKI di jalan Pejambon, Jakarta, pihak Jepang diwakili oleh Jendral Izagaki dan Letnan Jendral Nagano. Pada tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945, BPUPKI mengadakan Rapat guna membicarakan dasar negara Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkan lima asas dasar negara yang disebut Pancasila, yaitu: 1. Kebangsaan Indonesia 24

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan 3. Mufakat atau Demokrasi 4. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan Yang Maha Esa Selain Soekarno masih ada tokoh lain yang mengusulkan lima asas dan dasar negara Indonesia yaitu Muhammad Yamin. Lima asas itu yaitu: 1. Peri Kebangsaan 2. Peri Kemanusiaan 3. Peri Ketuhanan 4. Peri Kerakyatan 5. Kesejahteraan Rakyat Selain dasar negara, BPUPKI membentuk sebuah panitia yang dikenal dengan Panitia Sembilan. Panitia ini diketuai oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil ketua. Adapun anggota dari Panitia Sembilan adalah - Mr. Ahmad Soebardjo - Abdul Kahar Muzakir - Abikusno Cokrosuyoso - K.H. Wahid Hasyim - Muhammad Yamin - Mr. A.A. Maramis - Haji Agus Salim 25

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Pada tanggal 22 Juni 1945, melalui Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Piagam Jakarta ini menjadi awal mula pembukaan Undang – undang Dasar 1945. 3. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 dan pada saat itu pula Badan Penyelidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibubarkan. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai. PPKI sendiri diketuai oleh Ir. Seokarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil ketua PPKI. Tugas utama PPKI antara lain: 1. Menyelesaikan dan mengedahkan rancangan Undang – Undang Dasar yang telah disiapkan oleh BPUPKI. 2. Bermusyawarah untuk memutuskan pelaksanaan pernyataan Kemerdekaan Indonesia nantinya. 4. Peristiwa Menjelang Proklamasi Pada tanggal 6 Agustus 1945, Amerika menjatuhi kota Hiroshima di Jepang dengan bom atom. Selanjutnya, pada tanggal 9 Agustus 1945, amerika kembali menjatuhi Jepang dengan bom atom tepatnya di kota Nagasaki. Pada akhirnya, Jepang mengalami kekalahan atas Sekutu. Kemudian pada tanggal 9 Agustus 1945, Jepang memanggil tiga tokoh dari Indonesia untuk datang ke Dallat, Vietnam. Tokoh – tokoh itu adalah Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Widyodiningrat. Pada tanggal 14 Agustus 1945, ketiga tokoh tersebut kembali ke tanah air. 26

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Pada hari yang sama pula, Jepang mengalah kepada Sekutu. Berita menyerahnya Jepang kepada Sekutu terdengar oleh Sutan Syahrir melalui radio. Sutan Syarir menyampaikan berita tersebut kepada Bung Karno dan meminta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan, namun hal ini ditolak melalui berbagai pertimbangan Bung Karno. Pada tanggal 15 Agustus 1945, pada golongan muda melakukan rapat seputar usaha-usaha untuk segera memproklamir kan Indonesia merdeka. Usual kemudian disampaikan kepada IR. Soekarno. Bung Karno menolak dengan alasan harus bermusyawarah terlebih dahulu dengan panitia yang lainnya. Puncaknya pada tanggal 16 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta dibawa oleh golongan muda ke Rengasdengklok dengan tujuan bahwa supaya kedua tokoh dapat terbebas dari pengaruh Jepang, sehingga dapat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada saat yang sama, terjadi kesepakatan antara golongan muda yang diwakili olehWikana dan Yusuf Kunto dengan golongan tua yang diwakili oleh Mr. Ahmad Soebardjo. Pada pukul 00.00, Bung Karno memimpin rapat PPKI di rumah Laksamana Tadashi Maeda. Dalam rapat tersebut terumuslah naskah proklamasi dan menyetujui bahwa proklamasi dikumandangkan keesokan harinya. Pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB dibacakan teks poklamasi oleh Bung Karno didampingi oleh Bung Hatta beserta tokoh lainnya. 27

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Mulai saat itu, Indonesia merupakan negara merdeka yang bebas dari belanggu penjajah. 5. Tokoh – tokoh Kemerdekaan Perlawanan rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan telah memunculkan tokoh-tokoh perjuangan yang ikut ambil bagian dalam proses persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tokoh – tokoh tersebut, antara lain: a. Ir. Soekarno Ir. Soekarno merupakan Pahlawan Proklamasi dengan sapaan akrabnya Bung Karno. Tokoh ini kelahiran Blitar,Jawa Timur, 6 Juni 1901. Mulai aktif dalam berjuang pada masa pergerakan nasional dengan memimpin Partai Nasional Indonesia (PNI). Pada masa pendudukan Jepang, beliau menjadi salah satu orang yang menjadi pemimpin organisasi Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Di dalam BPUPKI, beliau dipercaya untuk menjadi ketua Panitia Sembilan. Selanjutnya dipercaya kembali untuk menjadi ketua PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sebagai pengganti BPUPKI. b. Drs. Muhammad Hatta Drs. Muhammad Hatta, ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamasi. Biasanya Drs. Muhammad Hatta dipanggil dengan Bung Hatta. Dilahirkan di Sumatra Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Perjuangan beliau dimulai sejak saat pergerakan nasional, awalnya di negeri Belanda. Beliau mendirikan organisasi Perhimpunan Indonesia 28

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 yang berisikan pelajar Indonesia yang bersekolah di Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, Bung Hatta dikenal dengan julukan Dwi Tunggal bersama Bung Karno. Bung Hatta ikut ambil bagian dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, dengan ikut menghadiri rapat PPKI di rumah Laksamana Maeda, dan mendampingi Bung Karno dalam upacara pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. c. Fatmawati Fatmawati merupakan istri dari Bung Karno, dilahirkan di Bengkulu pada tahun 1923. Ibu Fatmawati telah berjasa menjahitkan Bendera Pusaka Merah Putih. Bendera itulah yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 di halaman rumahnya yang sekaligus tempat dibacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta. 6. Menghargai Jasa – jasa Tokoh Kemerdekaan Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini bukan merupakan hadiah dari pemerintah Jepang bahkan bukan pula pemberian dari pemerintah Belanda. Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini merupakan hasil kerja keras dan perjuangan bangsa Indonesia sendiri. Untuk memperoleh kemerdekaan banyak halyang dikorbankan oleh pendahulu kita, mulai dari harta benda sampai jiwa dan raga pun dipertaruhkan demi tanah air Indonesia. Tak terhitung banyaknya putra bangsa yang gugur untuk ikut ambil bagian dalam perjuangan. 29

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya”, ini berarti kita tidak boleh melupakan jasa-jasa mereka yang telah memperjuangkan Indonesia sehingga kita dapat hidup nyamn saat ini. Banyak cara untuk mengenang jasa-jasa pahlawan, antara lain: - Pada saat upacara di sekolah maupun di kantor, diberikan waktu untuk mengheningkan cipta. Hal ini mempunyai tujuan yaitu mengenang jasa para pahlawan. - Melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan mendoakannya. - Meniru, mengikuti semangat hidup perjuangannya dan mempraktikkan dalam hidup sehari-hari. Demikianlah uraian dari materi pelajaran IPS kompetensi dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. 2.1.3 Model pembelajaran kooperatif 2.1.3.1 Pengertian pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang menganut paham konstruktifis (Isjoni, 2012). Paham konstruktifis lebih memberikan ruang kepada siswa untuk belajar pada pross pembelajaran dibandingkan dengan peran guru di dalam pembelajaran tersebut (Asrori, 2007). Hal ini bisa diartikan sebagai pembelajaran yang bersifat student centered teaching atau pembelajaran berpusat pada siswa. Pembelajaran kooperatif dikenal dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara bekerja sama yang teratur dalam 30

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 kelompok yang beranggotakan dua orang atau lebih dan hasil dipengaruhi oleh keterlibatan tiap anggotanya (Solihatin & Raharjo, 2008). Model pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar dan bekerja sama dalam kelompok kecil beranggotakan 4 – 6 siswa dengan struktur kelompok yang heterogen disebut pembelajaran kooperatif (Slavin, 2008). Pembelajaran memang seharusnya mempunyai dua alur yang komunikatif antara guru dengan siswa bahkan siswa dengan siswa lainnya. Pembelajaran berbasis teman sebaya (peer teaching) lebih efektif dibandingkan hanya guru yang mengajar. Pengajaran dengan sistem memberikan keleluasaan terhadap siswa untuk bekerja dalam kelompok secara bersama dan terstruktur dapat dikatakan sebagai pembelajaran gotong – royong atau cooperative learning (Lie, 2010). Melalui penjelasan dari beberapa tokoh diatas dapat ditarik sebuah pengertian bahwa pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran student centered teaching yang berbasis kelompok dengan beranggotakan 2 atau lebih siswa dalam satu kelompok, siswa belajar secara tutor sebaya dengan materi yang terstruktur dan didalamnya siswa saling bekerja sama untuk mendapatkan sebuah hasil. 2.1.3.2 Unsur – unsur pembelajaran kooperatif Pembelajaran secara berkelompok belum tentu bisa dianggap sebagai pembelajaran kooperatif. Ada beberapa unsur yang harus tercermin dalam pembelajaran kooperatif antara lain (1) Adanya ketergantungan yang positif antar anggota, (2) Adanya tanggung jawab 31

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 pada setiap anggota kelompok, (3) Adanya tatap muka dalam kelompok, (4) Terjadi suatu komunikasi antar anggota, (5) Adanya evaluasi proses dalam kelompok (Lie, 2010). Pada unsur ketergantungan positif antar anggota artinya keberhasilan kelompok terletak pada bagaimana anggota kelompok itu bekerja. Guru dapat memaksimalkan tugas yang diberikan pada setiap anggota kelompok sehingga setiap anggotanya dapat menyelesaikan tugasnya sendiri sehingga tujuan tercapai. Tanggung jawab setiap anggota kelompok sangat berpengaruh terhadap hasil akhir kelompok. Hal ini dapat terlihat bagaimana siswa yang mengerjakan tugasnya dengan sungguh-sungguh ataupun tidak. Apabila salah satu anggota kelompok tidak bertanggung jawab pada tugasnya maka tujuan akhir kelompok tersebut tidak tercapai secara maksimal dan anggota kelompok bisa meminta pertanggungjawabannya. Tatap muka dalam kelompok diartikan sebagai bertemu dan berdiskusi. Menyatukan berbagai macam perbedaan tentu tidak akan mudah, namun dengan adanya berbagai kekurangan individu dapat membuat suatu kelebihan tersendiri disamping lebih mengenal antara satu dengan yang lainnya. Keberhasilan suatu kelompok bergantung bagaimana setiap anggota kelompok saling berkomunikasi secara bijaksana. Kemampuan untuk mendengarkan dan mengutarakan setiap pribadi berlu dilatih. Guru sebagai fasilitator bisa mengajarkan 32 cara-cara bijaksana dalam

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 menyampaikan, menyanggah, mengoreksi suatu pendapat. Proses saling mengomunikasikan merupakan suatu proses yang bermanfaat guna memperkaya pengalaman dalam belajar dan perkembangan mental dan emosi setiap anggotanya. Evaluasi proses dalam kelompok perlu diperhatikan oleh guru, hal ini membantu proses belajar selanjutnya. Perlunya waktu khusus untuk memberikan evaluasi secara individu maupun kelompok. Pengevaluasian dilaksanakan beberapa kali dalam waktu tertentu saja. Beberapa unsur lainnya menurut Lungdren (Isjoni, 2012) yaitu (1) Siswa mempunyai persepsi bahwa mereka benar – benar satu tim yang tak bisa berjalan sendiri dan saling berkaitan, (2) Siswa memiliki tanggung jawab terhadap anggota lain dalam kelompoknya termasuk terhadap materi yang dipelajari, (3) Anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama, (4) saling berbagi tugas dan tanggung jawab antara anggota kelompok, (5) pemberian evaluasi setiap siswa yang berpengaruh terhadap hasil evaluasi kelompoknya, (6) saling berbagi kepemimpinan dengan tujuan untuk memperoleh dan melatih keterampilan kerjasama mereka dalam kelompok selama proses pembelajaran berlangsung, (7) adanya pertanggungjawaban atas materi yang didapatkan secara individu dalam kelompok kooperatif. Melihat dari unsur – unsur yang telah dipaparkan dapat diambil pandangan secara umum bahwa pembelajaran kooperatif mempunyai unsur yaitu (1) adanya keterkaitan antar setiap anggota kelompok, (2) adanya tanggung jawab terhadap tugas maupun kelompoknya, (3) adanya 33

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 keterbukaan pada setiap anggota untuk saling terlibat dalam komunikasi, (4) selalu ada evaluasi dalam bentuk kelompok maupun individu. 2.1.3.3 Jenis-jenis pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif mempunyai banyak tipe yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Beberapa contoh tipe pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan antara lain: Student Team Achievement Devision (STAD), Jigsaw, Teams-Games-Tournaments (TGT), Group Investigation (GI), Rotating Trio Exchange, dan Group Resume (Isjoni, 2012). Di bawah ini merupakan penjelasan beberapa contoh pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan: a. Student Team-Achievement Devisions (STAD) Metode ini dikembangkan oleh Slavin dan menekankan pada “kompetisi” antar kelompok di dalam kelas tersebut. Kelompok yang terbentuk berdasarkan pada kemampuan tiap siswa, gender, ras, dan etnis. Bekerja dalam kelompok dapat membantu meningkatkan interaksi antar siswa untuk memberikan dukungan antar siswa. Proses pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe STAD terdapat lima tahapan menurut Isjoni (2013) yaitu: (1) tahap penyajian materi, (2) tahap kerja kelompok, (3) tahap tes individual (kuis), (4) tahap perhitungan skor individu, dan (5) tahap pemberian penghargaan setiap kelompok. 34

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 b. Team-Games-Tournaments (TGT) Metode Team-Games-Tournaments hampir sama dengan metode Student Team-Achievement Devisions (STAD). Pembentukan kelompok pada TGT terfokus pada tingkat kemampuan setiap siswa (Huda, 2014). Setiap kelompok terdiri 3 orang siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Komposisi kelompok dicatat pada tabel khusus yang biasanya disebut tabel turnamen. Kelompok ini setiap minggunya akan berubah. Tipe ini sama dengan STAD dengan diawali oleh mempelajari materi terlebuh dahulu di dalam kelompok. Setelah mempelajari materi, setiap siswa diuji secara individual, jika STAD menyebutkan kuis sebagai tes individual, dalam TGT disebut sebagai games akademik yang dikemas sebagai kompetisi. Nilai yang diperoleh dari games akademik ini akan diakumulasikan menjadi nilai kelompok. c. Group Investigation (GI) Tipe pembelajaran group investigation ini merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang kompleks. Hal ini dikarenakan GI memadukan prinsip pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran yang berbasis konstruktivisme dan prinsip pembelajaran demokrasi (Isjoni, 2012). Pembelajaran ini diawali dengan pembagian kelompok belajar yang terdiri dari 4-5 orang siswa. Guru mendampingi siswa dalam memilih topik dengan permasalahan yang ada dari topik tersebut. Setiap 35

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 kelompok menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dengan menggunakan metode investigasi seperti misalnya, diawali dengan pengumpulan data, analisis data, sintesis, dan menarik kesimpulan. Pada akhir kegiatan, siswa diminta untuk mempresentasikan hasil dari investigasinya. Selain presentasi, sebaiknya guru memberikan evaluasi baik secara individu ataupun kelompok (Suprijono, 2009). d. Jigsaw Jigsaw yang dikembangkan Aronson merupakan salah satu tipe dari pembelajaran kooperatif. Pembelajaran dengan menerapkan Jigsaw menekankan kepada siswa untuk saling membantu dalam memahami suatu materi dan aktif selama pembelajaran berlangsung (Isjoni, 2012). Jenis pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sangat cocok untuk diterapkan dalam segala tingkatan kelas (Lie, 2010). Langkah awal untuk memulai tipe ini dalam sebuah pembelajaran adalah membentuk kelompok berlatarbelakang heterogen. Setiap kelompok idealnya terdiri dari 4-6 siswa. Langkah kedua adalah memberikan sub materi yang berbeda pada setiap kelompok tentang topik yang sedang dipelajari saat itu. Masing-masing anggota kelompok mempelajari salah satu bagian dari sub materi yang diberikan dan bertanggung jawab penuh terhadap materi yang didapatkan. Pada tahun 1989, Slavin mengadopsi dan memodifikasi Jigsaw (Aronson). Hasil dari modifikasi ini dikenal dengan Jigsaw II. 36

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Perbedaan dari Jigsaw dengan Jigsaw II terletak pada adanya pemberian reward di akhir pelajaran. Kagan (1990) mengembangkan Jigsaw dengan diterapkan pada kelas bilingual. Jigsaw yang dikembangkan oleh Kagan ini dikenal dengan Jigsaw III. Jigsaw III umumnya menggunakan bahasa Inggris untuk materi, bahan, kuis, dan lembar kegiatannya (Huda, 2014). 2.1.3.4 Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dikembangkan olah Aronson dan timnya sebagai salah satu metode pembelajaran kooperatif. Tipe ini memadukan keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, serta berbicara. Jigsaw bisa digunakan dalam mata pelajaran IPA, IPS, bahasa, agama, dan matematika. Penggunaannya mencakup segala tingkatan kelas. Dalam melakukan pembelajaran di kelas, guru sebaiknya memperhatikan latar belakang pengalaman yang telah diperoleh siswa, hal ini bertujuan untuk mengaktifkan siswa selama pembelajaran berlangsung sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Tipe Jigsaw ini juga melatih keterampilan komunikasi antar siswa (Lie, 2010). Salah satu cara untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal, kelompok hendaknya bersifat heterogen dari segi kemampuan siswa maupun dari segi karakteristik tiap siswanya. Jumlah anggota dalam satu kelompok idealnya 4 – 6 orang (Isjoni, 2012). Berbagai macam tipe Jigsaw dengan ciri yang berbeda dan merupakan pengembangan dan perbaikan dari Jigsaw yang sebelumnya. 37

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Jigsaw awalnya dikembangkan oleh Aronson pada tahun 1978 (Slavin, 2008). Siswa masuk ke dalam kelompok- kelompok kecil, guru memberikan topik materi yang akan dipelajari saat itu. Masing – masing anggota kelompok harus mempelajari topik yang berbeda. Setelah mempelajari materi yang telah menjadi bagiannya, kemudian membentuk sebuah kelompok baru yang beranggotakan perwakilan tiap kelompok asal serta dalam satu materi yang sama membentuk sebuah kelompok ahli. Dalam kelompok ahli ini, siswa diminta untuk berdiskusi tentang materi yang menjadi tanggung jawabnya. Setelah mencapai sebuah kesepakatan maka masing-masing siswa yang tergabung dalam kelompok ahli ini kembali ke kelompok asal untuk mempresentasikan atau menyampaikan informasi yang telah disepakati dalam kelompok ahli (Suprijono, 2009). Pemberian kuis secara individu untuk melihat penguasaan materi setiap siswa. Penilaian yang individu yang dihasilkan menentukan penilaian kelompok. Pada Jigsaw ini tidak ada reward yang diberikan secara khusus. Jigsaw mengalami perkembangan, pada tahun 1989, Slavin mengadopsi dan membuat modifikasi pada Jigsaw yang di kembangkan oleh Aronson. Pemodifikasian ini lebih dikenal dengan tipe Jigsaw II . Jigsaw II digunakan pada pada matri yang berbentuk narasi tertulis. Pembelajaran menekankan pada pengusaan konsep dalam materi tersebut (Slavin, 2008). Pada Jigsaw II ini, setiap kelompok saling berkompetisi untuk mendapatkan group reward. Apabila di dalam kelompok, masing-masing 38

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 anggota dapat menunjukkan peningkatan kemampuan dibandingkan dengan kemampuan sebelumnya pada saat kuis maka akan memperoleh poin extra poin. Secara garis besar tipe pelaksanaan Jigsaw II tidak terlalu berbeda dengan Jigsaw original. Langkah - langkah penerapan Jigsaw II pertama awal pelaksanaan Jigsaw II (Slavin, 2008) adalah ini adalah membuat kelompok beranggotakan 4-6 orang dan membagikan handout materi termasuk topik ahli pada masing-masing siswa. Siswa diminta untuk membaca materi (lewati pada bagian topik ahli). Guru memilihkan topik yang harus benarbenar dikuasai oleh siswa pada setiap kelompoknya. Ketika siswa telah memperoleh topik yang harus dipelajari, guru mempersilahkan siswa untuk membaca bagian materi yang sudah menjadi tugasnya atau bisa juga siswa diminta membaca di rumah sebagai PR dan bisa melengkapi topik yang didapat dari buku sumber lainnya. Guru membantu siswa untuk membuat kelompok ahli sesuai topik berkumpul bersama. Apabila kelompok ahli terdiri dari lebih dari 6 siswa maka dibagi mejadi 2 kelompok kecil. Pada setiap kelompok, guru memilih salah satu siswa untuk menjadi moderator diskusi yang berhak atas jalannya diskusi. Setiap siswa berbagi informasi dalam kelompok ahli serta mencatat poin – poin yang dibahas selama diskusi berlangsung. Guru berkeliling untuk membimbing dan meluruskan kesalahpahaman. Pada waktu yang telah ditentukan, siswa kembali ke kelompok awal dan bersiap untuk menyampaikan dan mengajari topik yang mereka 39

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 dapatkan kepada anggota kelompok lainya. Guru menekankan pada siswa bahwa mereka bertanggungjawab atas teman sekelompoknya. Di dalam kelompok ini siswa dilatih menjadi guru yang baik serta pendengar yang baik. Setelah melalui tahap peer teaching, guru memberikan tes secara individu untuk mengetahui pemahaman materi mereka melalui kegiatan tadi. Guru bisa juga meminta siswa untuk menukarkan lembar jawaban pada kelompok lain untuk menghitung skor perolehan. Perhitungan skor mulai dari poin kemajuan dalam belajar secara individu yang akan berpengaruh pada poin kemajuan kelompok. Permberian reward pada kelompok yang memiliki poin tertinggi sebagai kelompok terbaik. Hal ini berguna untuk memotivasi siswa dalam belajar. Jigsaw II mempunyai karakteristik antara lain dalam pelaksanaanya Jigsaw II diawali dengan pemberian materi secara keseluruhan pada seluruh siswa, pembagian topik dilaksanakan setelah seluruh siswa membaca materi yang diberikan, dan adanya reward pada akhir pelajaran. Penentuan poin kemajuan diawali dengan menentukan skor awal siswa. Pada setiap pembelajaran diberikan kuis atau soal evaluasi. Dari hasil kuis dapat dihitung poin kemajuannya. Di bawah ini tabel acuan penentuan poin kemajuan. 40

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Tabel 2.4 Poin berdasarkan hasil kuis (Slavin, 2008) No 1 2 3 4 5 Skor Kuis Lebih dari 10 poin di bawah skor awal 1-10 poin di bawah skor awal Sampai 10 poin di atas skor awal Lebih dari 10 poin di atas skor awal Skor sempurna (terlepas dari skor awal) Poin Kemajuan 5 10 20 30 30 2.2.4 Pembelajaran IPS di sekolah dasar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II Pembelajaran IPS yang berlangsung di sekolah dasar pada umumnya pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, penggunaan media dalam pembelajaran memang cukup membantu. Materi pembelajaran yang abstrak bagi siswa menuntut anak untuk selalu membaca. Pembiasaan membaca dalam pelajaran IPS ini cukup membantu dalam pemahaman materi yang disampaikan. Pembelajaran IPS dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti diskusi, bahkan menceritakan pengalaman tentang fenomena-fenomena yang ditemui dalam lingkungan masyarakat, sekolah, dan keluarga. Pembelajaran IPS dengan mneggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat melatih siswa untuk belajar bekerjasama, berdiskusi, menyampaikan pendapat, memberikan informasi, dan membentuk sebuah pembiasaan yang baik yaitu membaca. Penerapan model ini sangat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II mengajak siswa untuk selalu mempersiapkan materi yang akan dipelajari selanjutnya. Pada tingkat sekolah dasar (SD), penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II memang bukan merupakan suatu hal yang mudah bagi guru karena memerlukan 41

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 alokasi waktu yang cukup lama. Namun dengan adanya penerapan model kooperatif Jigsaw II pada pelajaran IPS didapati adanya kenaikan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran tersebut. Pembentukan kelompok asal 4-6 siswa Pemberian keseluruhan materi kepada siswa Siswa berkumpul ke dalam kelompok ahli untuk saling berdiskusi Siswa kembali ke kelompok asal untuk mempresentasikan hasil diskusi Siswa mengerjakan lembar kerja siswa di dalam kelompok asal Pemberian soal evaluasi (kuis) secara individu pemberian reward untuk kelompok terbaik Gambar 2.1 Langkah- langkah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II 42

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 2.3 Hasil penelitian sebelumnya 2.3.1 Pengaruh Metode Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan di SMK Wongsorejo Gombong, (Azizah, 2013) Peneliti melakukan penelitian tentang pengaruh metode pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar mata pelajaran kompetensi kejuruan di SMK Wongsorejo, Gombong. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan setelah guru mengajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw jika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional di SMK Wongsorejo Gombong. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian eksperimen.Pada pelaksanaannya, peneliti menggunakan jenis kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas XMA sebagai kelas kontrol sejumlah 36 siswa dan siswa kelas XMC sejumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen. Untuk pembelajaran di kelas eksperimen peneliti menerapkan model cooperative learning tipe Jigsaw, sedangkan kegiatan pembelajaran pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode pembelajaran konvensional. Pengambilan sampel dalam penelitian peneliti menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian ini diperoleh dari hasil pretest dan hasil posttest yang diberikan kepada siswa berupa soal. Melalui pengolahan data secara analasis deskriptif guna mengetahui gambaran data yang diperoleh serta analisis inferensial dengan uji-t. 43

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil pembelajaran pada kelas kontrol yang diperoleh kurang memuaskan karena nilai rata-rata kelasnya 62,17 di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang bernilai 70. Sedangkan hasil pembelajaran pada kelas eksperimen yang diperoleh termasuk dalam kriteria memuaskan karena memiliki nilai rata-rata sebesar 76,53, di atas KKM yang bernilai 70. Peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terbukti efektif pada mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan di SMK Wongsorejo Gombong. Untuk membuktikan hipotesis terbukti atau tidak, peneliti menggunakan hitungan statistik yaitu uji beda atau uji-t pada Independent Sample Test. Dari hasil perhitungan pada kasus 36 peserta didik kelas eksperimen dan 36 peserta didik kelas kontrol diperoleh bahwa t tabel < t hitung (2,042 < 4,258). Jadi, terdapat pengaruh metode pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan di SMK Wongsorejo Gombong. Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, terbukti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran Jigsaw dengan peserta didik kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan di SMK Wongsorejo Gombong. 44

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 2.3.2 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar IPS Ditinjau dari Sikap Sosial Dalam Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas V di SDN 4 Panjer (Wacika, Dantes, & Lasmawan, 2013) Peneliti meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V di SDN 4 Panjer. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif Jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V SDN 4 Panjer. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan desain penelitian eksperimen. Peneliti menggunakan sampel total instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar IPS dan kuesioner sikap sosial. Sedangkan penganalisis data menggunakan ANAKOVA. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga yaitu model pembelajaran kooperatif Jigsaw sebagai variabel bebas, sikap sosial sebagai variabel moderator dan hasil belajar IPS sebagai variabel terikat. Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis terhadap ketiga hipotesis penelitian, pada pengujian yang pertama, hipotesis nul ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan hasil yang demikian dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Pada pengujian hipotesis yang kedua, hipotesis nul ditolak dan hipotesis alternatif 45

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 diterima. Ini dapat diartikan bahwa setelah pengaruh sikap sosial siswa dikendalikan, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Pengujian hipotesis yang ketiga, secara keseluruhan hipotesis nul ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Melalui pengujian hipotesis ini dapat diartikan bahwa terdapat kontribusi sikap sosial siswa secara keseluruhan yang signifikan sebesar 53,2% terhadap hasil belajar IPS siswa. Pada kelompok eksperimen, terdapat kontribusi sikap sosial siswa yang signifikan sebesar 49,0% terhadap hasil belajar IPS siswa. Sementara itu, kelompok kontrol, terdapat kontribusi sikap sosial siswa yang signifikan sebesar 60,2% terhadap hasil belajar IPS siswa. Berdasarkan hasil analisis data, peneliti dalam penelitian ini telah menemukan bahwa model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran IPS, yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan model pembelajaran konvensional berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 4 Panjer. Secara keseluruhan, dengan tidak memperhatikan variabel kendali seperti jenis kelamin, hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw terbukti lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada pembelajaran kelas model konvensional. 46

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 2.3.3 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 94 Pekanbaru (Yolanda, Mujiatun, & Witri, 2013) Peneliti meneliti tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 94 Pekanbaru. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 94 Pekanbaru dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Peneliti menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dalam penelitian ini. Penelitian ini dilaksanalkan sebanya dua siklus dan dalam setiap siklus terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas IV berjumlah siswa 35 orang yang terdiri dari 20 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Melalui hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 94 Pekanbaru. Hal ini yang dapat dilihat pada persentase aktivitas guru selama proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siklus I dengan rata-rata 70,84% dengan Kategori baik. Terjadi peningkatan pada siklus II menjadi 91,67% dengan kategori amat baik. Sedangkan persentase aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siklus I dengan rata-rata 66,67% dengan kategori baik. Meningkat pada siklus II menjadi 89,58% dengan kategori amat baik. Hasil 47

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 belajar siswa, sebelum diadakan tindakan yaitu skor dasar dengan rata-rata hasil belajar siswa 64,14 dengan persentase ketuntasan klasikal 40.00%, meningkat pada siklus I dengan rata-rata 74.14 dengan persentase ketuntasan klasikal 68,57% dan meningkat lagi pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 86,86 dengan persentase ketuntasan klasikal 88,57% dengan demikian dapat dikatakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 2.3.4 Pengaruh Model Kooperatif Teknik Jigsaw II Terhadap Kemampuan Membaca Ditinjau dari Sikap Studi Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas XI di SMA Negeri I Tegallalang Gianyar (Arinata, 2012) Peneliti melakukan penelitian tentang pengaruh model kooperatif Jigsaw II terhadap kemampuan membaca ditinjau dari sikap studi pengelolaan pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Jigsaw II terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris dengan pengendalian sikap. Penelitian menggunakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan rancangan PosttestOnly Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tegalalang Gianyar tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 168 orang. Secara random diambil sampel sejumlah 90 orang siswa. Peneliti mengumpulkan data melalui dua cara yaitu tes sikap dan tes kemampuan membaca bahasa Inggris. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian (ANACOVA). 48

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan F hitung = 37,442 > F tabel = 3,96, harga ini signifikan pada taraf 5%. Dapat diartikan bahwa kemampuan membaca bahasa Inggris pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran koperatif teknik Jigsaw II lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan membaca bahasa Inggris pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan membaca bahasa Inggris pada siswa yang mengikuti pembelajaran koperatif teknik Jigsaw II dengan kemampuan membaca bahasa Inggris pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional setelah diadakan pengendalian sikap, dengan Fhitung = 37,492> F tabel = 3,96, harga ini signifikan pada taraf 5%. Dapat diartikan bahwa kemampuan membaca bahasa Inggris pada siswa yang mengikuti pembelajaran koperatif teknik Jigsaw II lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan membaca bahasa Inggris pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional setelah diadakan pengendalian sikap. Dilihat dari kontribusi sikap terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang mengikuti pembelajaran koperatif teknik Jigsaw II sebesar 26 %, sedangkan kontribusi sikap terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional adalah 25,4 %. Berdasarkan uraian hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca bahasa Inggris pada siswa yang mengikuti pembelajaran 49

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 dengan menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw II lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan membaca bahasa Inggris pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan mengunakan model konvensional. 2.3.5 Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di SDN 1 dan 2 Rendang (Darmada, dkk, 2013) Peneliti melakukan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu atau quasi experiment dengan rancangan post-test only control group design. Populasi yang digunakan oleh peneliti adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Rendang di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 67 siswa. Melalui uji kesetaraan sampel, 58 siswa terpilih menjadi sampel. Secara random sampling, SD Negeri 1 Rendang terpilih sebagai kelas kontrol dan SD Negeri 2 Rendang terpilih sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan data hasil belajar IPS dikumpulkan oleh peneliti melalui tes objektif yang terdiri dari 20 butir soal, dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif serta statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Rendang yang mengikuti proses pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw tahun pelajaran 50

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 2012/2013 diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 79,59. Dengan diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 79,59, maka prosentase nilai kelompok eksperimen yang setara rata rata sebesar 41,38%, di bawah rata-rata sebesar 37,93%, dan di atas rata-rata 20,69%. Nilai hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Rendang yang mengikuti proses pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw berada pada kategori sangat baik dengan prosentase sebesar 62,07% dan kategori baik dengan prosentase sebesar 37,93%. Sedangkan, hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Rendang yang mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Konvensional tahun pelajaran 2012/2013 diperoleh nilai rata - rata (mean) sebesar 69,28. Melihat dari perolehan nilai rata-rata (mean) sebesar 69,28, maka prosentase nilai kelompok kontrol yang setara rata-rata sebesar 44,83%, di bawah rata-rata sebesar 20,69%, dan di atas rata-rata sebesar 34,48%. Nilai hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 1 Rendang yang mengikuti proses pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran konvensional berada pada kategori sangat baik dengan prosentase sebesar 17,24% dan kategori baik dengan prosentase sebesar 82,76%. Ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti model cooperative learning tipe Jigsaw dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Perbedaan ini dapat dilihat melalui perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji – t ternyata diperoleh t hitung sebesar 4,78. Perbandingan nilai t hitung dengan t tabel sebesar 2,00 dengan taraf signifikansi 5%, ini berarti t hitung > t tabel. 51

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti model cooperative learning tipe Jigsaw dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional, dengan t hitung sebesar 4,78 sedangkan t tabel sebesar 2,00. Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model cooperative learning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS di SD Negeri 2 Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. 52

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw Hasil Belajar IPS (Azizah, 2013) Jigsaw - Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan di SMK Wongsorejo Gombong (Yolanda, dkk, 2013) Jigsaw - Hasil Belajar - IPS Kelas IV SD Negeri 94 Pekanbaru (Darmada, dkk, 2013) (Wacika, dkk, 2013) Jigsaw - Hasil Belajar - IPS Kelas IV di SDN 1 dan 2 Rendang Jigsaw - Hasil Belajar - IPS - Kelas V di SDN 4 Panjer (Arinata, 2012) Jigsaw II - Kemampuan Membaca Ditinjau dari Sikap Studi Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Inggris - Kelas XI di SMA Negeri I Tegallalang Gianyar Perbedaan Prestasi Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar Atas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Gambar 2.2 Literature map dari penelitian 53

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 2.4 Kerangka berpikir IPS merupakan pelajaran wajib ada di tingkat sekolah dasar. Pembelajaran IPS merupakan pembelajaran yang abstrak namun dekat dengan lingkungan siswa sehari – hari. Cakupan materi yang luas menjadi tantangan untuk guru dalam memberikan materi pelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa. Banyak model yang bisa diterapkan dalam pembelajaran IPS, misalnya saja pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif ini tidak hanya sekedar pembelajaran secara berkelompok namun di dalamnya turut mengembangkan aspek-aspek sosial seperti kerja sama, saling menghormati, memberikan tanggapan, memberi masukan, dan berlatih bertanggung jawab akan tugasnya. Pembelajaran kooperatif mempunyai berbagai macam tipe, contohnya: Jigsaw, STAD, TGT, dan masih banyak lagi. Jigsaw merupakan salah satu dari tipe model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran dengan teknik Jigsaw dinyatakan efektif melalui penelitian yang telah dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan prestasi siswa. Teknik ini melatih tanggungjawab siswa terhadap tugas yang diembannya untuk kepentingan bersama, dalam hal ini kepentingan kelompoknya. Jigsaw terdapat berbagai macam tipe salah satunya tipe Jigsaw II. Hal yang membedakan tipe Jigsaw II dengan Jigsaw lainnya terletak pada saat pemberian materi sebelum setiap siswa diberikan materi yang harus dikuasainya. Siswa memperoleh materi secara keseluruhan. Hal yang membedakan lainnya adalah adana pemberian penghargaan/ reward untuk siswa, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan 54

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 motivasi terhadap siswa berhasil yang belum menguasai materi dengan baik. Penerapan model ini membantu siswa untuk meningkatkan prestasi belajar. 2.5 Hipotesis penelitian Ada perbedaan yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas V semester genap sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 55

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan mengulas tentang jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti, waktu penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik analisis data, validitas dan reliabilitas serta jadwal penelitian. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan oleh penulis merupakan penelitian quasi eksperimental jenis nonequivalent control group design (Sugiyono 2008:72-79). Penelitian ini termasuk dalam quasi eksperimental karena dalam penelitiannya, pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dipilih secara tidak acak. Kelompok yang sudah terbentuk ini kemudian diberikan pretest guna mengetahui tingkat kemampuan kedua kelompok . Tingkat kemampuan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen ini harus setara dan seimbang, sehingga dengan diketahui tingkat kemampuan kedua kelompok ini dijadikan titik tolak pertama dalam melakukan penelitian. Kelompok eksperimen diterapkan model kooperatif tipe Jigsaw II dalam pembelajaran IPS, sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPS. Setelah keduanya diberikan perlakuan / treatment, kedua kelompok ini diberikan posttest untuk melihat dampak yang terjadi setelah pemberian treatment. O1 O3 X O2 O4 Gambar 3.1 Desain Penelitian 56

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Keterangan: O1 merupakan derajat hasil pretest kelompok eksperimen O2 merupakan derajat hasil posttest kelompok eksperimen O3 merupakan derajat hasil pretest kelompok kontrol O4 merupakan derajat hasil posttest kelompok kontrol X merupakan proses pembelajaran menggunakan metode eksperimen 3.2 Tempat dan Waktu Penelitan Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2014 sampai dengan 6 Februari 2014 di SD Negeri 1 Kebondalem Lor. Sekolah dasar tersebut beralamatkan di Jalan Manis Renggo Km.2, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pengambilan data dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Pengambilan data meliputi kelas eksperimen (VB) dan kelas kontrol (VA). Pemberian soal pre test dilakukan diluar jam pelajaran yaitu pada tanggal 17 Januari 2014 untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Pembelajaran yang dilakukan pada setiap kelas terbagi atas tiga pertemuan atau tiga kali tatap muka. Setiap pertemuan berisi 2 x 35 menit. Penerapan model pembelajaran konvensional pada IPS kelas kontrol dimulai tanggal 22 Januari 2014, dilanjutkan 23 Januari 2014, dan 29 Januari 2014. Penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II pada IPS kelas eksperimen dilakukan pada tanggal 23 Januari 2014, dilanjutkan 27 Januari 2014, dan 30 Januari 2014. Pengambilan data posttest dilakukan pada tanggal 6 Februari 2014 untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. 57

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2008: 80). Populasi yang digunakan untuk penelitian adalah kelas V (A dan B) SD Negeri 1 Kebondalem Lor Prambanan. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono 2008: 81). Sampel harus bersifat representative supaya kesimpulan yang diambil sesuai dengan keadaan yang sedang dihadapi. Pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan melakukan pengundian yang disaksikan oleh guru mitra. Hasil dari pengundian tersebut adalah sampel kelompok kontrol kelas VA dengan populasi kelas VA dan VB serta sampel kelompok eksperimen kelas VB dengan populasi kelas VA dan VB. 3.4 Variabel Penelitian Penelitian ini menggunakan satu variable dependent dan satu variable independent. Variable dependent/ variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi dapat dikatakan bahwa variabel terikat merupakan sebab dari variabel bebas (Sugiyono, 2011). Dalam penelitian ini, terdapat variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Sedangkan variable independent/ variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II . 58

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw II Prestasi Belajar (Variabel terikat) (Variabel bebas) Gambar 3.2 Pemetaan Variabel Penelitian 3.5 Definisi Operasional Penelitian ini terdapat beberapa istilah yang perlu disepakati bersama. Hal ini berguna untuk membatasi istilah penting dalam penelitian ini supaya tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda dari kepentingan penelitian maupun pihak yang membaca Di bawah ini merupakan daftar batasan pengertian dalam penelitian ini : - Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II adalah adalah model pembelajaran kooperatif yang beranggotakan 4-6 orang untuk membentuk kelompok asal, selanjutnya pemberian materi secara keseluruhan untuk anggota kelompok, setelah itu setiap anggota dipercaya untuk membahas materi tertentu dan menjadi ahli kemudian membentuk kelompok ahli yang akan memberikan informasi untuk kerja selanjutnya dalam kelompok asal. - Prestasi belajar adalah hasil dari proses belajar dapat berupa kognitif, afektif, dan psikomotor. Penelitian ini dibatasi pada prestasi secara kognitif. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan alat ukur yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2008). Penelitian ini mempunyai cakupan materi tentang standar kompetensi kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan 59

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 mempertahankan kemerdekaan, dengan kompetensi dasar yang diambil adalah 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Peneliti akan menggunakan pre-test dan posttest . Instrumen yang digunakan oleh peneliti berupa instrumen tes prestasi pilihan ganda dengan menggunakan 25 butir soal yang diturunkan dari enam indikator. Indikator yang dibuat berdasarkan pada taksonomi Bloom mengaju pada tiga tahapan yaitu pengetahuan, pemahaman, dan penerapan Tabel 3.1 Matriks soal Pre test Standar Kompetensi Kompetensi Dasar No. 1. Materi Pokok Masa persiapan kemerdekaan dan perumusan Dasar Negara oleh BPUPKI 2. Persiapan kemerdekaan oleh PPKI dan peristiwa sebelum proklamasi 3. Peran tokoh yang terlibat selama mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan menghargai jasa tokoh kemerdekaan Jumlah butir soal 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Indikator Soal Nomor Jumlah Soal soal 1. Menjelaskan latar belakang kekalahan 1, 2, 6, 7, 13 Jepang terhadap Sekutu 11, 13, 16, 2. Menjelaskan perumusan dasar negara oleh 18, 20, 21, BPUPKI 22, 23, 24 1. Menjelaskan persiapan kemerdekaan yang dilakukan oleh PPKI 3, 10, 15, 17, 19, 25 6 1. Mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan. Memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan. Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan 4, 5, 8, 9, 12, 14, 6 2. 3. 25 60

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Tabel 3.2 Matriks soal Posttest Standar Kompetensi Kompetensi Dasar No. Materi Pokok 1. Masa persiapan kemerdekaan dan perumusan Dasar Negara oleh BPUPKI 2. Persiapan kemerdekaan oleh PPKI dan peristiwa sebelum proklamasi 3. Peran tokoh yang terlibat selama mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan menghargai jasa tokoh kemerdekaan Jumlah butir soal 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Indikator Soal Nomor Jumlah Soal soal 1. Menjelaskan latar belakang kekalahan 1, 2, 4, 6, 13 Jepang terhadap Sekutu 7, 9, 10, 2. Menjelaskan perumusan dasar negara oleh 11, 12, 13, BPUPKI 15, 16, 25 1. Menjelaskan persiapan kemerdekaan yang dilakukan oleh PPKI 17, 18, 20, 21, 23, 24 6 1. Mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan. Memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan. Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan 3, 5, 8, 14, 19, 22, 6 2. 3. 25 3.7 Validitas dan reliabilitas instrumen 3.7.1 Uji validitas instrumen Menurut Azwar (2012), validitas dapat diartikan sebagai ketepatan dan kecermatan suatu instrumen dalam melakukan fungsi sebagai alat ukur. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi jika alat penilaian tersebut dapat menghasilkan hasil ukur tepat dan akurat sesuai dengan tujuan yang akan dicapai oleh tes tersebut. Kecermatan dalam validitas sangat diperlukan untuk melihat seberapa besar perbedaan – perbedaan kecil yang ada pada atribut yang diukurnya. Koefisien validitas dinyatakan oleh korelasi antara distribusi skor dan distribusi kriteria. Apabila skor tes merupakan X dan skor kriteria adalahY maka korelasi antara tes dan kriteria merupakan koefisien korelasi (rxy). Semakin 61

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 mendekati angka1,00 maka koefisien validitasnya semakin tinggi. Perolehan nilai koefisien semakin tinggi mendekati 1,00 dapat diartikan bahwa suatu tes semakin valid. Perhitungan validitas tidak selamanya akan menggunakan perhitungan statistik. Hal ini bergantung pada tipe validitas yang digunakan. Setiap tipe yang berbeda akan menggunakan cara analisis yang berbeda pula. Tipe validitas meliputi validitas rupa, validitas isi, validitas konstrak, dan validitas kriteria (Siregar, 2013). Validitas rupa (face validity) menitik beratkan pada apakah instrumen yang digunakan sudah mengukur hal yang akan diukur atau tidak (Siregar, 2013). Validitas ini melihat bentuk dan penampilan instrumen yang akan digunakan sebagai alat ukur. Pengukuran tingkat kemampuan individu sangat perlu dilakukan vaditas rupa. Validitas rupa ini merupakan titik tolak untuk melihat kualitas tes yang akan digunakan. Validitas isi merupakan validitas yang mengukur sejauh mana kualitas sebuah intrumen ukur layak digunakan dan relevan (Azwar S. , 2012). Hal ini bisa dikatakan bahwa validitas isi mengukur kemampuan instrumen dalam mengukur isi atau konsep yang akan diukur. Validitas isi meliputi validitas rupa (face validity), namun keadaan sebaliknya belum tentu benar. Validitas kriteria (Criterian Validity) merupakan validitas yang dilakukan dnegan cara membandingkan dengan instrumen yang sudah valid dan reliabel. Validitas kriteria terdiri atas validitas konkruen dan validitas ramalan (Siregar, 2013). Validitas konkruen merupakan kemampuan sebuah instrumen untuk 62

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 mengukur gejala yang timbul saat ini, kemudian dibandingkan dengan instrumen lain untuk konsep yang sama. Validitas ramalan merupakan kemampuan instrumen memprediksi gejala yang akan timbul di masa yang akan datang secara tepat. Validitas konstruk (Construct Validity), “konstruk” disini bukan berarti susunan. Validitas ini merupakan validitas yang berkaitan dengan kemampuan instrumen dalam mengukur sebuah konsep yang diukurnya (Siregar, 2013). Validitas ini dapat diketahui dengan memasangkan dan merinci setiap item soal pada indikator. Instrumen penelitian telah melalui beberapa validasi melalui ahli yang berada di lapangan serta telah diujikan kepada siswa. Validasi ahli dilakukan untuk mengetahui layak dan tidaknya insrumen yang akan digunakan. Hal yang perlu divalidasi oleh ahli antaralain silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, dan kisi-kisi soal. Berikut adalah hasil dari validasi ahli: Tabel 3.3 Hasil validasi perangkat pembelajaran No 1 2 Validator Guru Mata Pelajaran Guru kelas Komponen Instrumen a. Silabus b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran c. Lembar Kerja Siswa d. Materi ajar e. Soal TOTAL a. Silabus b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran c. Lembar Kerja Siswa d. Materi ajar e. Soal TOTAL 63 Skor Maks. 25 110 Skor 19 98 Keputusan 229 265 40 40 50 265 25 110 33 35 44 229 23 95 40 40 50 265 33 34 41 226 𝑥100% = 86, 4% (Sangat layak) 226 265 𝑥100% = 85,2% (Sangat layak)

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Penginterprestasian koefisien pada validitas bersifat relatif karena tidak ada acuan pasti mengenai batasan koefisien terendah agar validitas dinyatakan memuaskan. Menurut Azwar (2012:179), menyatakan bahwa koefisian validitas dianggap memuaskan jika melebihi rxy = 0,30, sedangkan acuan yang digunakan oleh peneliti adalah r tabel = 0,266 Peneliti telah membuat 45 soal pilihan ganda. Validitas yang dilakukan oleh peneliti secara empiris dengan mengujikan langsung kepada siswa kelas VI di SD Negeri 1 Kebondalem Lor. Hal ini dikarenakan siswa kelas VI telah mendapat materi tentang persiapan kemerdekaan Indonesia. Soal yang telah diujikan diperoleh 25 soal valid. Peneliti akan menggunakan 25 soal pilihan ganda oleh karena itu jumlah yang telah valid sesuai dengan yang dipakai. Penghitungan validitas soal menggunakan perhitungan poin biserial dengan bantuan program SPSS 20 for Windows. Hasil validasi soal telah tercantum dalam lampiran halaman 224. 3.7.2 Uji reliabilitas instrumen Reliabilitas dapat diartikan sebagai konsistensi, keterandalan, keterpercayaan, kestabilan, keajegan, namun secara garis besar dapat disimpulkan bahwa reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya. Hasil akan dipercaya jika dalam beberapa pengukuran terhadap kelompok yang sama diperoleh hasil yang relatif sama(Azwar S., 2012) Pengukuran yang hasilnya tidak reliable tidak dapat dikatakan bahwa pengukuran itu akurat. Koefisien reliabilitas semakin tinggi koefisien korelasi pada hasil ukur dari dua tes paralel dapat diartikan bahwa konsistensi keduanya semakin baik dan 64

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 keduanya merupakan alat ukur yang reliabel. Koefisien korelasi antara dua variabel dilambangkan dengan huruf r. Jika skor alat ukur pertama dilambangkan dengan huruf X dan skor alat ukur paralelnya adalah X’ maka koefisien reliabelnya dapat dilambangkan dengan rXX’. Besarnya koefisien reliabilitas antara 0 sampai dengan 1,00. Tabel kriteria koefisien reliabilitas (Masidjo, 2006) dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 3.4 Kualifikasi Reliabilitas menurut Masidjo (2006) Koefisien korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 0 – 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Reliabilitas ditentukan dengan mengambil item-item yang telah valid. Hasil pengujian 45 soal pilihan ganda diperoleh 25 soal valid. Untuk menentukan reliabilitas soal hanya mengambil soal-soal valid. Berikut ini hasil dari penghitungan reliabilitas soal dengan menggunakan bantuan program SPSS 20 for Windows dengan menggunakan Alpha Cronbach untuk soal pilihan ganda. Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas soal pilihan ganda Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha ,812 25 Melihat tabel di atas, nilai reliabilitasnya sebesar 0,812. Ini menunjukkan bahwa reliabilitas soal pilihan ganda mempunyai kualifikasi tinggi dan dapat digunakan sebagai instrumen dalam mengumpulkan data. 65

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 3.8 Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian ini pengumpulan data menggunakan tes prestasi berupa soal pre test dan soal posttest yang terdapat pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Tabel 3.6 Pengumpulan Data Variabel Prestasi Belajar No 1 Kelompok Variabel Data Skor Pre test Skor Posttest Skor Pre test Skor Posttest Kelompok Kontrol (VA) Prestasi Belajar 2 Kelompok Eksperimen (VB) Pengumpulan Pre test Posttest Pre test Posttest Instrumen Tes prestasi : pilihan ganda Tes prestasi : pilihan ganda Tes prestasi : pilihan ganda Tes prestasi : pilihan ganda 3.9 Teknik Analisis Data Penelitian menggunakan teknik analisis data berupa independent sample ttest. Independent sample t-test merupakan teknik analisis yang digunakan pada penelitian eksperimen. Teknik analisis data yang akan digunakan oleh peneliti menggunakan bantuan SPSS 20 for Windows. Langkah-langkahnya sebagai berikut: 3.9.1 Analisis statistik deskriptif Uji analisis ini dilihat untuk mengetahui nilai rata-rata (mean), nilai yang sering muncul (modus), nilai tengah (median). Penghitungan secara manual dapat dilakukan sebagai berikut: 3.9.1.1 Rata-rata hitung (Mean) Rata-rata hitung (Mean) dapat dirumuskan sebaga berikut: Rata-rata hitung = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑑𝑎𝑡𝑎 Gambar 3.3 Rumus penghitungan rata-rata (Boediono & Koster, 2008) 66

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 3.9.1.2 Median Median merupakan nilai tengah dari sekelompok data yang sudah diurutkan (Boediono & Koster, 2008).Median bisa dikatakan pula nilai yang paling tengah pada data yang berjumlah ganjil, dan rata-rata dari nilai tengah pada sebuah data genap. 3.9.1.3 Modus Data kuantitatif menyatakan bahwa modus merupakan suatu nilai pada data yang sering muncul. Penentuan modus bisa ditentukan tanpa mengurutkan data terlebih dahulu. Penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS 20 for Windows untuk mengetahui mean, median, dan modus. 3.9.3 Uji statistik inferensial 3.9.3.1 Uji normalitas data Uji normalitas data dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov. Peneliti menggunakakan teknik Kolmogorov-Smirnov dengan tujuan untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan (Sarwono, 2010), kriteria yang digunakan dalam teknik Kolmogorov-Smirnov antara lain : a. Jika harga sig. >0,05, distribusi data normal. Jika distribusi data normal, teknik statistik inferensial yang digunakan adalah statistik parametrik uji t atau t-test. b. Jika harga sig. <0,05, distribusi data tidak normal. Jika distribusi data tidak normal, teknik statistik nonparametrik Mann-Whitney. 67 yang digunakan adalah statistik

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 3.9.3.2 Uji homogenitas data pretest Uji homogenitas data pretest dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama sehingga memungkinkan untuk dilakukan pembandingan. Jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari kedua kelompok data adalah sama (Prayitno, 2012). Syarat atau kriteria untuk menilai perbedaan data yaitu : a. Jika harga sig.>0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki perbedaan data. b. Jika harga sig.<0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki perbedaan data. 3.9.3.3 Uji pengaruh variabel/ effect size Uji pengaruh variabel atau bisa disebut dengan effect size dilakukan untuk memastikan seberapa pengaruh dari variabel yang satu dengan yang lainnya (Field, 2009). Cohen (2007) telah menentukan kriteria untuk melihat seberapa besar suatu variabel dapat mempengaruhi variabel yang lain yaitu: 0 – 0,20 0,21 – 0,50 0,51 – 1,00 > 1,00 = lemah = cukup = sedang = kuat Perhitungan effect size ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus: 68

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 mean kelompok eksperimen − mean kelompok kontrol standar deviasi kelompok eksperimen Gambar 3.4 Rumus menghitung effect size (Cohen, Manion, & Morrison, 2007) 3.9.3.4 Uji hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk memastikan apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan dalam uji hipotesis antara lain: a. Jika harga sig.(2-tailed)<0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain perlakuan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar IPS. b. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Maka perlakuan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar IPS. 69

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang pembahasan dan analisa dari data penelitian penggunaan model kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas V. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi data penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kolaborasi yang dilakukan oleh kelompok penelitian payung model pembelajaran kooperatif Jigsaw. Penelitian model pembelajaran kooperatif Jigsaw terbagi menjadi dua jenis yaitu model pembelajaran kooperatif Jigsaw dan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Model pembelajaran ini diterapkan pada mata pelajaran IPS di tingkat sekolah dasar. Penelitian tersebut dilakukan pada siswa kelas V SD Negeri1 Kebondalem Lor Prambanan untuk membuktikan adanya pengaruh perbedaan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi belajar. Peneliti menfokuskan pada pembahasan tentang prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental sehingga menggunakan dua kelompok yang dibandingkan. Kelompok yang terbentuk terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang mendaparkan perlakuan atau treatment, sedangkan kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan. Kelompok 70

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 penelitian ditentukan bahwa kelas A merupakan kelas kontrol sedang kan kelas B merupakan kelas eksperimen. Beberapa tahapan yang dilakukan saat penelitian adalah sebagai berikut 1) Pemberian pretest berupa soal pilihan ganda sejumlah 25 butir soal mengenai materi IPS Persiapan Kemerdekaan yang diberikan kepada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pemberian pretest ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengetahuan dan kemampuan awal siswa pada masing-masing kelompok. 2) Setelah melakukan pretest, kedua kelompok diberikan materi yang sama dengan perbedaan perlakuan. Perbedaan perlakuan yang diterapkan sebagai berikut untuk kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw tipe II sedangkan kelas kontrol diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah dan tanya jawab. 3) setelah selesai kegiatan pembelajaran dengan penerapan treatment, pada akhir pertemuan diberikan posttest yang difungsikan sebagai alat ukur untuk mengetahui seberapa besar perbedaan pengaruh treatment yang telah diberikan. Hasil posttest kelas eksperimen akan dibandingkan dengan hasil posttest kelas kontrol. Instrumen yang digunakan oleh peneliti berupa 25 soal pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta telah dikonsultasikan oleh ahli. Variabel dependen penerlitian ini adalah prestasi belajar, sedangkan variabel independen yang digunakan pada penelitian ini adalah penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II. Analisis data statistik digunakan untuk melihat perbedaan prestasi kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan cara melihat perubahan dari nilai pre test ke nilai posttest . 71

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Hipotesis sementara yang digunakan yaitu H0: tidak ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan prestasi belajar kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional, H1: ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan prestasi belajar kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional. 4.1.1.1. Data Prestasi Belajar Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pre test dan posttest yang berupa 25 soal pilihan ganda. Pemberian pre test dilakukan pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Sedangkan posttest diberikan pada saat akhir materi selesai diberikan pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) untuk mata pelajaran IPS kelas V adalah 60. Tabel 4.1 Deskripsi data prestasi belajar kelas kontrol dan eksperimen Statistics Pretest kelas Pretest kelas kontrol eksperimen Valid 23 20 N Missing 21 24 Mean 38,09 40,40 Median 36,00 40,00 Mode 16a 28 Std. Deviation 16,487 15,129 Minimum 12 16 Maximum 72 72 Sum 876 808 25 24,00 28,00 Percentiles 50 36,00 40,00 75 48,00 51,00 a. Multiple modes exist. The smallest value is shown 72 Posttest kelas Posttest kelas kontrol eksperimen 23 20 21 24 63,65 74,60 68,00 74,00 68 60a 13,746 11,628 36 60 88 100 1464 1492 56,00 64,00 68,00 74,00 72,00 84,00

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Berdasarkan pada tabel di atas diketahui jumlah siswa, nilai tertinggi (maximum), nilai terendah (minimum),dan nilai rata-rata tiap kelas. Pada kelas kontrol terdapat delapan siswa yang mendapat nilai dibawah KKM. Sedangkan kelas eksperimen seluruh siswa mendapat nilai minimum 60 dan nilai maksimum 100. Data terperinci diuraikan pada lampiran halaman 226 sampai dengan 229. Data telah diuji normalitas datanya dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov melalui bantuan program SPPS 20 for Windows. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui sebaran data terdistribusikan secara normal atau tidak. Sehingga untuk menarik kesimpulan diperlukan adanya hipotesis statistik sebagai berikut: H0 : data tidak berdistribusi normal (Sig. < 0,05) selanjutnya pengolahan data menggunakan statistik non parametrik. H1 : data berdistribusi normal (Sig. > 0,05) selanjutnya pengolahan data menggunakan statistik parametrik. Tabel 4.2 Hasil uji normalitas data penelitian Kelas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Sig. Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. 23 20 ,200* ,200* ,972 ,960 23 20 ,742 ,545 Kontrol ,162 23 Eksperimen ,165 20 *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction ,119 ,158 ,960 ,937 23 20 ,458 ,213 nilai_pretest Kontrol Eksperimen ,079 ,144 nilai_posttest 73

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Gambar 4.1 Histogram hasil uji normalitas data pretest kelas kontrol Gambar 4.2 Histogram hasil uji normalitas data pretest kelas eksperimen 74

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Gambar 4.3 Histogram hasil uji normalitas data post test kelas kontrol Gambar 4.4 Histogram hasil uji normalitas data post test kelas eksperimen 75

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Berdasar hasil perhitungan diperoleh nilai p value sig. > dari 0,05. Hal ini menunjukkan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel berdistribusi normal. Rekapitulasi data dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tabel 4.3 Rekapitulasi data uji normalitas df Pretest eksperimen Prestst kontrol Posttest eksperimen Posttest kontrol Data hasil uji (Sig.) 20 Taraf kesalahan 5% ,200* 0,05 23 20 ,200* 0,05 ,158 0,05 23 ,119 0,05 Pernyataan normalitas jika sig. > 0,05 Normal dan sangat signifikan Normal dan sangat signifikan Normal dan signifikan Normal dan signifikan Melihat rekapitulasi data yang telah disebutkan sebelumnya, semua data telah terdistribusikan secara normal. Oleh karena itu langkah selanjutnya yang akan menentukan analisis dan penentuan kesimpulan adalah uji homogenitas data. 4.1.2 Hasil uji hipotesis Analisis hasil penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu perhitungan uji homogenitas dilanjutkan dengan uji hipotesis. Penghitungan kedua uji ini dibantu dengan menggunakan program SPSS 20 for Windows. Apabila hasil uji data itu homogen maka, untuk pengujian hipotesisnya menggunakan perhitungan statistik parametrik. 4.1.2.1. Uji homogenitas Uji homogenitas data dilakukan pada kedua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah data yang akan dianalisis mempunyai titik-pijak yang 76

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 sama sehingga keduanya dapat dibandingkan. Perhitungan uji homogenitas menggunakan uji homogenitas Levene’s Test dengan menggunakan bantuan program SPSS 20 for Windows. Hipotesis statistik yang digunakan adalah H0 : data tidak homogen (Sig. < 0,05) selanjutnya pengolahan data menggunakan statistik non parametrik. H1 : data homogen (Sig. > 0,05) selanjutnya pengolahan data menggunakan statistik parametrik. Tabel 4.4 Hasil perhitungan uji homogenitas Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Sig. nilai_pretest ,210 1 41 ,649 nilai_posttest ,250 1 41 ,620 Berdasarkan hasil dari Levene Test diperoleh nilai p value Sig. > 0,05 sehingga H1 diterima dengan artian bahwa varians variabel bersifat homogen. Tabel 4.5 Rekapitulasi hasil uji homogenitas Nilai Sig. Pretest ,649 Taraf kesalahan 5% 0,05 Pernyataan homogenitas jika nilai Sig. > α Homogen Perhitungan data-data di atas, menyatakan bahwa data yang diperoleh merupakan data yang berdistribusi normal serta mempunyai titik-awal atau kemampuan yang bisa dikatakan sama atau homogen. Selanjutnya, pengujian hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya dengan menggunakan uji Independent Sample T-test. 77

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 4.1.2.2 Uji pengaruh perlakuan Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh yang terjadi pada sebuah obyek penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti melihat seberapa besar perbedaan kelas yang telah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Perhitungan ini dibantu dengan program SPSS 20 for Windows. Uji hipotesis yang digunakan adalah Independent Sample Test. H0: tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas V semester genap sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II (sig. (2 tailed) < 0,05). H1: terdapat perbedaan yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas V semester genap sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II (sig. (2-tailed) > 0,05). 78

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Tabel 4.6 Hasil perhitungan uji Hipotesis Levene's Test for Equality of Variances F Sig. pretest posttest Equal variances assumed Equal variances not assumed Equal variances assumed Equal variances not assumed ,210 ,250 ,649 ,620 Independent Samples Test t-test for Equality of Means t df Sig. (2tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper ,477 41 ,636 2,313 4,853 -7,487 12,113 ,480 40,866 ,634 2,313 4,823 -7,428 12,054 2,796 41 ,008 10,948 3,916 3,039 18,856 2,829 40,976 ,007 10,948 3,870 3,132 18,763 Dilihat dari hasil perhitungan statistik di atas dapat dilihat bahwa besar nilai sig. < 0,05. Dengan demikian tolak H0 yang artinya ada perbedaan yang signifikan (berbeda jauh) pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas V. 4.1.2.3 Uji Pengaruh Variabel Uji pengaruh variabel digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan variabel dependen (prestasi belajar) dan variabel independent (model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II). Hasil dari perhitungannya dapat dilihat pada hitungan di bawah ini: Effect size = 74,6−63,65 13,746 11 Effect size = 13,746 = 0,800 (sedang) 79

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 4.2 Pembahasan Penelitian dilaksanakan SD Negeri 1 Kebondalem Lor, Prambanan pada bulan Januari 2014. Penelitian menggunakan kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebagai kelas eksperimen. Kelas kontrol berjumlah 23 siswa sedangkan kelas eksperimen terdiri atas 20 siswa. Setiap kelas diampu oleh guru mata pelajaran IPS yang sama. Sebelum dilakukan penelitian, kedua kelas diberikan pre test terlebih dahulu untuk melihat seberapa jauh kemampuan awal mereka tentang materi yang akan diberikan. Kelas kontrol menerapkan model pembelajaran konvensional, sedangkan kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Peneliti terlibat langsung dalam pelaksanaan pembelajaran di kedua kelas ini. Pembelajaran konvensional pada dasarnya bukan hanya menggunakan metode ceramah namun bisa juga dengan metode yang lainnya, hanya saja kurang bervariasi. Pembelajaran yang dilaksanakan di kelas kontrol adalah pembelajaran konvensional yang berbasis ceramah dan banyak mencatat. Situasi belajar di dalam kelas bersifat satu arah. Artinya guru menjelaskan dan siswa mencatat atau guru mencatat dan siswa menulis dalam buku mereka. Kegiatan belajar yang dilakukan di kelas kontrol ini lebih banyak bertanya jawab dan mencatat poinpoin penting. Siswa yang aktif hanya sebagian kecil saja, sisanya hanya menjawab ketika diberikan pertanyaan. Kelas eksperimen terdiri dari 20 siswa dan terbagi menjadi 5 kelompok asal. Sebelum pembelajaran dimulai siswa telah dipersiapkan materi yang akan dipelajari. Di lapangan pemberian materi ini diberikan sebagai tugas membaca 80

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 materi dan meringkasnya, hal ini bertujuan agar siswa mempunyai bekal sebelum memulai pelajaran. Pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas mengaktifkan siswa. Langkah-langkah pembelajaran yang pertama kali dilakukan adalah melakukan pre test tiap pertemuan guna memantau kemajuan siswa dalam pembelajaran hari itu. Awalnya, siswa mengeluh karena tidak ada pemberitahuan jika ada pre test. Pembagian kelompok asal dan pre test sudah dilaksanakan. Langkah selanjutnya, siswa kembali mempelajari ringkasan dan materi yang telah diberikan sebelumnya. Guru membagi sub materi yang harus dikuasai oleh siswa dalam kelompok ahli. Awalnya, siswa bingung apa yang harus dilakukan. Seiring dengan berjalannya waktu siswa mulai tahu dan mengenal pola pembelajaran yang dilakukan, walaupun masih kesulitan untuk melakukan diskusi dalam kelompok ahli. Peran guru disini mendampingi setiap kelompok serta mengarahkan jalannya diskusi. Hasil diskusi kelompok ahli dipresentasikan ke seluruh anggota kelas. Siswa kembali lagi ke kelompok asal, guru menyediakan lembar kerja yang membantu siswa untuk memahami materi yang sedang dipelajari. Pada akhir pelajaran, guru memberikan evaluasi yang disebut kuis dalam model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan uji hipotesis yang menunjukkan bahwa harga sig. (two-tailed) sebesar 0,008. Harga sig. (two-tailed) menunjukkan < 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelas kontrol dengan posttest kelas eksperimen. 81

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Hal ini pula memperkuat penelitain yang telah dilakukan oleh Arinata (2012) dengan judul penelitian Pengaruh Model Kooperatif Teknik Jigsaw II Terhadap Kemampuan Membaca Ditinjau dari Sikap Studi Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Inggris pada Siswa Kelas XI di SMA Negeri I Tegallalang Gianyar yang mengatakan bahwa ada peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan membaca siswa pada kelas eksperimen sebesar 26% sedangkan kelas kontrol tedapat 25,4% kenaikan kemampuan. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terbukti telah meningkatkan prestasi belajar. Penelitian yang dilakukan oleh Darmada, Putra,dan Meter (2013) tentang Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di SDN 1 dan 2 Rendang menyatakan bahwa diperoleh nilai sebesar 79,59 untuk kelas eksperimen sedangkan kelas 69,28 untuk kelas kontrol. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS kelas IV. Tabel 4.7 Rangkuman nilai pretest dan posttest Variabel Prestasi belajar Kelompok Rata-rata Kontrol Pretest Posttest pretest posttest Eksperimen 38 63,6 40,4 74,6 % peningkatan 72,6 84,6 Analisis data yang digunakan yaitu dengan cara membandingkan hasil dari posttest kelas eksperimen dengan posttest kelas kontrol. Hasil posttest kelas kontrol mempunyai rata-rata sebesar 63,65, dengan nilai tertinggi 88 dan nilai terendah 36. Kriteria ketuntasan minimal yang berlaku sebesar 60, sebanyak 34,7% siswa tidak dapat mencapai ketuntasan minimal terdapat pada kelas 82

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 kontrol. Hasil posttest dari kelas eksperimen keseluruhan siswa telah mencapai KKM dengan rata-rata kelas 74,6. Nilai tertinggi dari kelas eksperimen sebesar 100, sedangkan nilai terendah dari kelas eksperimen adalah 60. Melihat hasil yang telah diperoleh dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II berpengaruh terharap prestasi belajar IPS siswa dan penerapan model pembelajaran konvensional dengan ceramah kurang membantu siswa dalam pembelajaran IPS. 80 70 60 50 40 Kelas Kontrol 30 Kelas Eksperimen 20 10 0 Gambar 4.5 Diagram peningkatan prestasi belajar siswa Temuan penelitian ini dapat menjadi sumber pengetahuan tentang pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap prestasi belajar siswa. 83

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V ini berisi tentang kesimpulan dan saran. Pada bagian kesimpulan, peneliti menyampaikan hasil dari penelitian yang telah dillakukan dengan menjawab hipotesis penelitian. Bagian saran berisi tentang saran untuk penelitian selanjutnya. 5.1 Kesimpulan Setelah melihat hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas V SD Negeri 1 Kebondalem Lor dalam pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar IPS siswa kelas V semester genap SD Negeri 1 Kebondalem Lor dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada materi persiapan kemerdekaan Indonesia dan perumusan dasar negara. Hal ini dapat dilihat dari harga nilai signifikasi 0,008 atau < 0,05. Dari uraian di atas dapat diartikan bahwa pada penelitian ini ada perbedaan yang signifikan antara hasil posttest siswa kelas kontrol dengan hasil posttest kelas eksperimen. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas V semester genap sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dengan kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II. 84

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 5.2 Keterbatasan penelitian Keterbatasan penelitian yang dialami oleh peneliti antara lain: 5.2.1 Pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II memerlukan waktu yang tidak sedikit, sedangkan waktu yang tersedia hanya 2x35 menit untuk setiap pertemuannya. 5.2.2 Peneliti tidak dapat mengontrol hal-hal yang ada di luar penelitian, seperti siswa ikut bimbingan belajar di luar sekolah. 5.3 Saran 5.3.1 Bagi sekolah a. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat menjadi model pembelajaran yang perlu untuk diperhitungkan untuk diterapkan saat pembelajaran di kelas. Model pembelajaran ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi siswa karena menerapkan tentor sebaya. b. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II membantu dalam memahami pelajaran yang bersifat abstrak seperti IPS karena membiasakan siswa untuk mau membaca. 5.3.2 Bagi peneliti a. Mengamati karakter siswa pada setiap kelas baik kelas yang digunakan untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Mengenal karakter siswa yang ada di kelas membantu dalam kelancaran pelaksanaan penelitian terlebih penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw. 85

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 b. Perlu adanya konsultasi tentang materi serta model pembelajaran yang akan digunakan dengan guru yang bersangkutan jauh-jauh hari sebelum penelitian. Hal ini sangat berguna untuk kelancaran saat penelitian berlangsung, sehingga ada kesepakatan antara guru dengan peneliti. c. Peneliti selanjutnya dapat meneliti pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dilihat dari aspek afektif maupun psikomotor. 86

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 DAFTAR PUSTAKA Arinata, N. (2012). Pengaruh model kooperatif teknik Jigsaw II terhadap kemampuan membaca ditinjau dari sikap studi pengelolaan pembelajaran bahasa inggris pada siswa kelas XI di SMA Negeri I Tegallalang Gianyar. Jurnal Penelitian . Asrori, H. M. (2007). Psikologi pembelajaran. Bandung: Wacana Prima. Azizah, N. (2013). Pengaruh metode pembelajaran jigsaw terhadap hasil belajar mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan. Jurnal Penelitian ePrint UNY . Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2012). Tes prestasi: fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bafadal, I. (2006). Manajemen peningkatan mutu sekolah dasar. Jakarta: Bumi Aksara. Boediono, & Koster, W. (2008). Teori dan aplikasi: statistika dan probabilitas sederhana, lugas, dan mudah dimengerti. Bandung: Remaja Rosdakarya. BSNP. (2006). Panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) SD/MI. Jakarta: Balai Pustaka Dharma Bakti. Darmada, O. S., dkk. (2013). Pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV di SD N 1 dan 2 Rendang. Jurnal Penelitian . Djamarah, S. B. (2011). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Field, Andy. (2009).Discovery statistic using SPSS 3th edition. London: Sage Publiction. Huda, M. (2014). Cooperative learning: metode, teknik, struktur dan model penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Indrastuti, D., dkk. (2010). Ilmu pengetahuan sosial kelas V sekolah dasar. Yudistira. Isjoni, H. (2012). Pembelajaran kooperatif: meningkatkan kecerdasan komunikasi antar peserta didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 87

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Kasmadi, & Sunariah, N. S. (2013). Panduan modern penelitian kuantitatif: bacaan wajib bagi peneliti, guru, dan mahasiswa program S1, dan S2 di lingkungan pendidikan. Bandung: AlfaBeta. Lie, A. (2010). Cooperative learning: mempraktikan cooperative learning di ruang-ruang kelas. Jakarta: Grasindo. Masidjo. (2006). Penilaian hasil pencapaian belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Prayitno, D. (2012). Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan spss. Yogyakarta: Gava Media. Ratri, S. Y., & Hidayati. (2007). Bahan ajar pelatihan implementasi pakem pada bidang studi IPS SD. Yogyakarta. Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media. Sapriya. (2009). Pendidikan IPS. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sarwono. (2010). Belajar statistik menjadi mudah dan cepat. Yogyakarta: Andi Offset. Siregar, S. (2013). Statistik parametrik untuk penelitian kuantitatif: dilengkapi dengan perhitungan manual dan aplikasi spss versi 17. Jakarta: Bumi Aksara. Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta. Slavin, R. (2008). Cooperative learning teori, riset dan praktik. Bandung: Nusa Media. Solihatin, E., & Raharjo. (2008). Cooperative learning analisis model pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara. Sugiyono. (2011). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2008). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r & d. Bandung: Alfabeta. Suharso, & Retnoningsih, A. (2005). Kamus besar bahasa Indonesia. Semarang: Widya Karya. 88

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Sunarto, Umar, A., dkk. (2007). IPS terpadu untuk sekolah dasar kelas 5. Jakarta: Erlangga. Supardi. (2013). Aplikasi statistika dalam penelitian: konsep: statistika yang lebih komprehensif. Jakarta: Change. Suprijono, A. (2009). Cooperative learning: teori dan aplikasi pakem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Susanto, A. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana. Susilaningsih, E., & Limbong, L. S. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ Mi kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syah, M. (2012). Psikologi pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Syamsiyah, S., R, dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: konsep, landasan, dan implementasi pasa kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana. Wacika, I. G.,dkk. (2013). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari sikap sosial dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V di SD 4 Panjer. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Pendidikan Dasar , 3. Yolanda, M., dkk. (2013). Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 94 Pekanbaru . Jurnal Penelitian . Yulaelawati, E. (2004). Kurikulum dan pembelajaran: filosofi, teori, dan aplikasi. Bandung: Pakar Raya. Yuliati, R., & Munajat, A. (2008). Ilmu Pengtahuan Sosial: SD/Mi Kelas V. Jakarta: Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 89

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 LAMPIRAN 90

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Lampiran Silabus Pembelajaran Kelas Kontrol SILABUS PEMBELAJARAN KELAS KONTROL Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia : SD Negeri Kebondalem Lor : Ilmu Pengetahuan Sosial : 5/ Genap : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia Penilaian Kegiatan Materi Indikator Pembelajaran Teknik Bentuk Contoh 2 3 4 5 6 7 Persiapan Eksplorasi Tertulis Pilihan Jepang mengalami  Menjelaskan latar kemerdekaan ganda kekalahan di mana- Siswa secara belakang kekalahan Indonesia dan mana. Oleh karena itu, mandiri diminta Jepang terhadap Sekutu perumusan untuk memenuhi untuk mencari  Menjelaskan perumusan dasar negara janjinya, jepang bahan dasar negara oleh membentuk badan usaha pembelajaran BPUPKI mempersiapkan (studipustaka)  Menjelaskan persiapan kemerdekaan Indonesia tentang materi. kemerdekaan yang bernama …. dilakukan oleh PPKI a. BPUPKI Elaborasi  Mendeskripsikan peranan b. Badan Konstituante - Guru menjelaskan tokoh dalam c. PPKI materi yang telah mempersiapkan d. DPR disiapkan secara kemerdekaan. garis besar.  Memberikan contoh Essay Mengapa orang Jepang - Siswa diminta sikap menghargai jasa yang rumahnya dijadikan untuk mengerjakan tokoh mempersiapkan tempat untuk LKS yang telah kemerdekaan. merumuskan teks diberikan oleh  Menerapkan sikap-sikap proklamasi guru. menghormati dan Kemerdekaan Indonesia - Siswa bersama menghargai jasa tokoh mau membantu kelompok dalam mempersiapkan pernjuangan bangsa memperesentasika kemerdekaan Indonesia? n hasil diskusi dengan pengundian materi (materi ditentukan 91 Sumber Belajar 8 Sumber: Indrastuti, D., Rochadi, S., & Suyanti, D. (2010). Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V Sekolah Dasar. Yudistira. S, M. T., Sunarto, Umar, A., Said, M., Suparna, N., & Ahmad, M. S. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah dasar kelas 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, E., & Limbong, L. S. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ Mi kelas V. Jakarta: Pusat Alokasi Waktu 9 12 x 35 menit (5 – 8 pert)

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 oleh guru). Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Konfirmasi - Siswa dan guru bertanya jawab terkait materi yang belum dipahami. - Siswa dan guru meluruskan kesalahan jawaban. - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. Syamsiyah, S., R, S. U., Sutono, Sadiman, S., Sutrisno, & A, A. K. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R., & Munajat, A. (2008). Ilmu Pengtahuan Sosial: SD/Mi Kelas V. Jakarta: Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 92

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Prambanan, 6 Januari 2014 Mengetahui, Peneliti Guru Mata Pelajaran (Endang Sri Hastuti, A.Ma) (Rosalia Pratiwi Mahandani) NIP. 197109091997032005 Mengesahkan, Kepala Sekolah (Tri Suhartini, S.Pd) NIP.196305011983042010 93

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Lampiran Silabus Pembelajaran Kelas Eksperimen SILABUS PEMBELAJARAN EKSPERIMEN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia : SD Negeri Kebondalem Lor : Ilmu Pengetahuan Sosial : 5/ Genap : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia Penilaian Kegiatan Materi Indikator Pembelajaran Teknik Bentuk Contoh 2 3 4 5 6 7 Persiapan Eksplorasi Tertulis Pilihan Jepang mengalami  Menjelaskan latar kemerdekaan ganda kekalahan di mana- Siswa secara belakang kekalahan Indonesia dan mana. Oleh karena itu, mandiri diminta Jepang terhadap Sekutu perumusan untuk memenuhi untuk mencari  Menjelaskan perumusan dasar negara janjinya, jepang bahan dasar negara oleh membentuk badan usaha pembelajaran BPUPKI mempersiapkan (studipustaka)  Menjelaskan persiapan kemerdekaan Indonesia Elaborasi kemerdekaan yang bernama …. - Siswa dibagi dilakukan oleh PPKI e. BPUPKI menjadi 4  Mendeskripsikan peranan f. Badan Konstituante kelompok sebagai tokoh dalam g. PPKI kelompok asal, mempersiapkan h. DPR masing-masing kemerdekaan. kelompok terdiri  Memberikan contoh Essay Mengapa orang Jepang dari 5 orang. sikap menghargai jasa yang rumahnya dijadikan - Guru membagikan tokoh mempersiapkan tempat untuk materi pada kemerdekaan. merumuskan teks kelompok asal  Menerapkan sikap-sikap proklamasi untuk dipelajari menghormati dan Kemerdekaan Indonesia dan dikuasai. menghargai jasa tokoh mau membantu - Guru memberikan dalam mempersiapkan pernjuangan bangsa pengantar tentang kemerdekaan Indonesia? materi yang akan dibahas. Siswa berkumpul dalam kelompok ahli. 94 Sumber Belajar 8 Sumber: Indrastuti, D., Rochadi, S., & Suyanti, D. (2010). Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V Sekolah Dasar. Yudistira. S, M. T., Sunarto, Umar, A., Said, M., Suparna, N., & Ahmad, M. S. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah dasar kelas 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, E., & Limbong, L. S. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ Mi kelas V. Jakarta: Pusat Alokasi Waktu 9 12 x 35 menit (5 – 8 pert)

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. - Setelah diskusi dengan kelompok ahli selesai, siswa kembali pada kelompok asal untuk menyampaikan materi yang ia dapatkan. - Siswa mengerjakan LKS dalam dalam kelompok asal dengan mendiskusikan materi yang telah dipelajari dalam kelompok ahli. - Siswa diminta untuk membuat mind map tentang materi pelajaran yang dipelajari hari ini. Konfirmasi - Siswa dan guru bertanya jawab terkait materi yang belum dipahami. - Siswa dan guru meluruskan kesalahan jawaban. - Siswa diberikan reward atas keberhasilan kelompok. - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. Syamsiyah, S., R, S. U., Sutono, Sadiman, S., Sutrisno, & A, A. K. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R., & Munajat, A. (2008). Ilmu Pengtahuan Sosial: SD/Mi Kelas V. Jakarta: Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 95

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Prambanan, 6 Januari 2014 Mengetahui, Peneliti Guru Mata Pelajaran (Endang Sri Hastuti, A.Ma) (Rosalia Pratiwi Mahandani) NIP. 197109091997032005 Mengesahkan, Kepala Sekolah 96

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Lampiran RPP Kelas Kontrol RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS KONTROL Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Kebondalem Lor Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/ Semester : V/ Genap Hari/ Tanggal : Rabu, 22 Januari 2014 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (pertemuan 1) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. C. Indikator Pembelajaran Kognitif  Menjelaskan latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu  Menjelaskan perumusan dasar negara oleh BPUPKI Afektif  Bekerja sama dalam mengidentifikasi latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu.  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  menuliskan hasil pekerjaannya di depan kelas dengan percaya diri. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 97

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98  Melalui diskusi dalam kelompok, siswa mampu menjelaskan latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu minimal 2 latar belakang dengan jelas.  Melalui diskusi dalam kelompok siswa mampu menjelaskan perumusan dasar negara oleh BPUPKI minimal 2 rumusan dasar negara dengan jelas. Afektif  Siswa mampu bekerja sama dalam mengidentifikasi minimal 2 latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu dengan baik.  Siswa mampu bekerja sama dalam merumuskan materi pokok dalam kelompok diskusi dengan jelas minimal dapat menyebutkan 4 poin penting. Psikomotor  Siswa mampu menuliskan hasil pekerjaannya di depan kelas dengan percaya diri minimal mengutarakan 4 poin penting dalam materi. E. Materi Ajar  Masa persiapan kemerdekaan  Perumusan Dasar Negara oleh BPUPKI F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Konvensional Teknik Pembelajaran : Ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi. G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Waktu 10’ - Salam pembuka - Doa dipimpin oleh salah satu siswa - Presensi siswa oleh guru - Apresepsi “Siapa yang tahu lambang negara Indonesia?” - Orientasi Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. - Motivasi Menyampaikan manfaat pembelajaran 2 50’ Kegiatan Inti 98

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Eksplorasi - Guru menanyakan hal yang berhubungan dengan materi penjajahan Jepang sebelumnya. Elaborasi - Guru menjelaskan materi yang telah disiapkan. - Siswa mencatat poin-poin penting tentang materi yang disampaikan oleh guru. - Siswa diminta untuk mengerjakan LKS yang telah diberikan oleh guru. Konfirmasi - Guru bersama siswa membahas LKS yang telah dikerjakan. - Siswa dan guru bertanya jawab terkait materi yang belum dipahami. 3 Siswa dan guru meluruskan kesalahan jawaban. 10’ Kegiatan Akhir - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. - Siswa mengerjakan evaluasi - Siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini. - Tindak lanjut dan pemberian tugas rumah (PR) oleh guru.  mempelajari materi selanjutnya - Doa/ Salam Penutup H. Penilaian Penilaian Kognitif - Jenis : tes - Teknik : tertulis - Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) Penilaian Afektif dan Psikomotor - Jenis : non tes - Teknik : observasi - Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) 99

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 I. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber Belajar Indrastuti, D., Rochadi, S., & Suyanti, D. (2010). Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V Sekolah Dasar. Yudistira. S, M. T., Sunarto, Umar, A., Said, M., Suparna, N., & Ahmad, M. S. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah dasar kelas 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, E., & Limbong, L. S. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ Mi kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, S., R, S. U., Sutono, Sadiman, S., Sutrisno, & A, A. K. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R., & Munajat, A. (2008). Ilmu Pengtahuan Sosial: SD/Mi Kelas V. Jakarta: Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Media Belajar - Lembar Kegiatan Siswa Prambanan, 22 Januari 2014 Mengetahui, Peneliti Guru Mata Pelajaran (Endang Sri Hastuti, A.Ma) (Rosalia Pratiwi Mahandani) NIP. 197109091997032005 Mengesahkan, Kepala Sekolah (Tri Suhartini, S.Pd) NIP.196305011983042010 100

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Lampiran Materi Pembelajaran Pertemuan I PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN A. Masa Persiapan Kemerdekaan Situasi Jepang semakin memburuk karena terdesak oleh Amerika Serikat di Perang Asia Timur Raya (Perang Pasifik) menyebabkan jatuhnya kepemimpinan Perdana Mentri Hediki Tojo. Kemudian, digantikan oleh Perdana Menteri Kuniaki Koiso. Selama masa penjajahan Jepang di Indonesia (1942 - 1945), Indonesia terbagi menjadi dua wilayah kekuasaan yaitu: a. Wilayah Komando Angkatan Laut  pusat: Makassar, meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Irian Jaya. b. Wilayah Komando Angkatan Darat  pusat: Jakarta, meliputi Jawa, AMdura, Sumatra, dan Malaya. Dari kedua wilayah tersebut, keduanya mempunyai Pusat Komando yang diperuntukkan untuk seluruh kawasan Asia Tenggara yaitu di Dalat, Vietnam. Pada bulan 7 September 1944, Jenderal Koiso yang menjabat sebagai Perdana Menteri saat itu mengumumkan bahwa Indonesia akan memperoleh kemerdekaan dikemudian hari. Dengan memberi janji tersebut Jepang berharap rakyat Indonesia mau membantu Jepang dalam mengangkal serangan Sekutu. Serangan Sekutu sudah mulai diarahkan ke wilayah Indonesia dan menguasai Pulau Irian dan Pulau Morotai (Kepulauan Maluku). Pada tanggal 20 Oktober 1944, Jenderal Douglas Mac Arthur, seorang Panglima Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik, menyerbu Kepulauan Leyte (Filipina). Pada tanggal 25 Oktober 1944, Jenderal Douglas Mac Arthur mendarat di Pulau Leyte. Pada bulan Februari 1945, tentara Sekutu berhasil merebut Pulau Iwo Jima di Jepang. Dengan jatuhnya Pulau Iwo Jima ke tangan Sekutu, kekuasaan Jepang semakin lemah. Untuk menarik perhatian rakyat Indonesia, Jepang mengizinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping Bendera Jepang. Sedangkan Lagu Indonesia Raya boleh dikumandangkan setelah Lagu Kebangsaan Jepang, Kimi Ga Yo. B. Badan Penyidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) Situasi kekuasaan Jepang semakin kritis dengan mengalami kekalahan di manamana. Pada tanggal 1 Maret 1945, pemerintah pendudukan Jepang di bawah pimpinan Letnan Jenderal Kumakici Harada mengumumkan tiga tindakan yaitu: 101

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 a. Membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. b. Mempersiapkan lembaga Latihan Nasional (Kenkoku Gakuin) yang melatih dan mendidik calon pemimpin negara yang baru. c. Memperluas pembicaraan tentang kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 29 April 1945, Jepang membentuk BPUPKI. Maksud dan tujuan pembentukan BPUPKI adalah menyelidiki dan mempelajari hal-hal yang diperlukan untuk mendirikan sebuah negara Indonesia merdeka. Tugas pokok BPUPKI adalah menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang. Anggota BPUPKI terdiri dari wakil-wakil seluruh rakyat Indonesia. Badan ini mempunyai 63 anggota, termasuk didalamnya 4 orang golongan Cina dan Arab, serta golongan Indo (peranakan Belanda). BPUPKI diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat serta Raden panji Soeroso sebagai sekretaris yang dibantu oleh Toyohito Matsuda dan Mr. A. G. Pringgodigdo. Pada tanggal 28 Mei 1945, diadakan upacara pembukaan BPUPKI di Jalan Pejambon, Jakarta. Dalam upacara tersebut, pihak Jepang diwakili oleh Jenderal Izagaki (Panglima Tentara Wilayah Ketujuh  markas: Singapura), dan Letnan Jenderal Nagano (Panglima Tentara Keenambelas  menguasai Jawa dan Madura). C. Sidang – Sidang BPUPKI Sidang BPUPKI I (29 Mei sampai 1 Juni 1945)  Perumusan Dasar Negara Sidang diadakan untuk membicarakan dasar negara Indonesia yang akan merdeka. Dasar negara penting untuk dirumuskan karena: 1). Nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara resmi. Semua bangsa di dunia mempunyai nilai-nilai kepribadian luhur yang telah dihayati dari zaman ke zaman sebagai pandangan dan penghayatan hidup. Nilai-nilai itu belum nyata bila belum dirumuskan secara resmi. Nilai-nilai pancasila seperti pengakuan adanya Tuhan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan, bela negara, musyawarah, hidup bersama dalam perbedaan dan beberapa nilai lainnya yang telah ada sejak dulu,dengan adanya perumusan dasar negara maka nilai-nilai itu diakui secara resmi. 2). Negara memerlukan dasar untuk melangkah maju Dasar negara digunakan untuk melandasi semua kegiatan kenegaraan yang akan dibuat. Semua kegiatan negara akan mendapatkan dasarnya jika sudah ada dasar negara yang dirumuskan dan ditetapkan. Dalam rapat BPUPKI terdapat 3 tokoh yang menawarkan konsep dasar negara: 102

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 a. Mr. M. Yamin (29 Mei 1945) b. Prof. Dr. Mr. Supomo (31 Mei 1945) c. Ir. Soekarno (1 Juni 1945) Sidang BPUPKI II (10 sampai 17 Juli 1945)  Perumusan UUD Anggota BPUPKI dibagi-bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia yang terbentuk antara. Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai Sukarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai Abikusno Cokrosuyoso), dan Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai Mohammad Hatta). Pada kesempatan ini dibahas rencana UUD, termasuk pembukaan (preambule) oleh panitia perancang undang-undang dasar. Rapat tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang Undang-Undang Dasar menyetujui isi preambule yang diambil dari Piagam Jakarta. Panitia ini kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Prof. Dr. Mr. Supomo. Hasil perumusan panitia kecil ini disempurnakan bahasanya oleh Panitia Penghalus Bahasa, yang juga bertanggungjawab untuk menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan undang-undang dasar yang sudah dibahas. Selain perumusan undang-undang dasar, dalam sidang BPUPKI II dibahas juga mengenai bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. D. Perumusan Dasar Negara dan Panitia Sembilan Dalam rapat BPUPKI I terdapat 3 tokoh yang menawarkan konsep dasar negara: Mr. M. Yamin (29 Mei 1945) menawarkan 5 asas dasar NKRI yang yaitu: a). Peri Kebangasan b). Peri Kemanusiaan c). Peri Ketuhanan d). Peri Kerakyatan e). Kesejahteraan yang berkebudayaan Prof. Dr. Mr. Supomo (31 Mei 1945) mengajukan dasar negara sebagai berikut: a). Persatuan b). Kekeluargaan c). Keseimbangan lahir dan batin d). Musyawarah e). Keadilan rakyat Ir. Soekarno (1 Juni 1945) mengusulkan konsep dasar negara yang meliputi: 103

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 a). Kebangsaan Indonesia b). Internasionalisme atau perikemanusiaan c). Mufakat atau demokrasi d). Kesejahteraan Sosial e). Ketuhanan Yang Maha Esa Setelah sidang tanggal 1 Juni 1945, BPUPKI mengalami masa jeda dan dibentuk panitia kecil yang bertugas menampung saran dari anggota BPUPKI. Panitia ini beranggotakan 9 orang (Ir. Soekarno, Drs.Moh Hatta, Sutarjo Kartohadikusumo, Wahid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Oto Iskandardinata, M, Yamin, dan AA. Marimis). Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia kecil mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI yang tujuannya adalah untuk menampung suara dan usul lisan dari anggota BPUPKI. Dalam pertemuan ini dibentuk pula panitia kecil lainnya yang berjumlah sembilan orang dan disebut sebagai panitia sembilan. Panitia sembilan beranggotakan Ir. Soekarno, Drs.Moh Hatta, Mr. M Yamin, Mr. Ahmad Subarjo,Mr. A.A.Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wahid Hasyim, H. Agus Salim, dan Abikusno Cokrosuyoso. Mereka menghasilkan rumusan pembukaan UUD yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan negara Indonesia Merdeka. Rumusan itu disepakati dan ditandatangani bersama oleh Panitia Sembilan. Rumusan yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan ini kemudian diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Rumusan dasar negara dalam Piagam Jakarta berbunyi: a). Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya b). Kemanusiaan yang adil dan beradab c). Persatuan Indonesia d). Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. e). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 104

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Lampiran Lembar Kerja Siswa LEMBAR KERJA SISWA 1 Tujuan  : Melalui diskusi dalam kelompok, siswa mampu menjelaskan latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu minimal 2 latar belakang dengan jelas.  Melalui diskusi dalam kelompok siswa mampu menjelaskan perumusan dasar negara oleh BPUPKI minimal 2 rumusan dasar negara dengan jelas. Petunjuk : 1. Bacalah perintah pengerjaan dengan dengan teliti! 2. Kerjakan di dalam kelompok dan diskusikan bersama! Tugas : a. Jelaskan latar belakang dibentuknya BPUPKI! b. Tuliskan 3 rumusan dasar negara yang disampaikan oleh tiga tokoh! c. Diskusikan dengan teman sebangkumu dan tulislah hasil diskusinya dalam buku catatanmu! 105

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Lampiran Lembar Evaluasi EVALUASI 1 Pertemuan :I Materi : BPUPKI Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. BPUPKI dibentuk oleh . . . . 2. Dalam bahasa Jepang, BPUPKI disebut . . . . 3. BPUPKI singkatan dari . . . . 4. Panitia Sembilan BPUPKI diketuai oleh . . . . 5. Sidang BPUPKI yang pertama dilaksanakan pada tanggal . . . . Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Sebutkan tugas pokok BPUPKI! 2. Sebutkan rumusan dasar negara dari salah satu tokoh yang kamu ketahui! 106

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Kunci Jawaban Evaluasi 1: Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! a. Jepang b. Dokuritsu Junbi Cosakai c. Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia d. Ir. Soekarno e. 29 Mei – 1 Juni 1945 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Tugas pokoknya adalah menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang. 2. Dalam rapat BPUPKI terdapat 3 tokoh yang menawarkan konsep dasar negara: Mr. M. Yamin (29 Mei 1945) menawarkan 5 asas dasar NKRI yang yaitu: a). Peri Kebangsaan b). Peri Kemanusiaan c). Peri Ketuhanan d). Peri Kerakyatan e). Kesejahteraan yang berkebudayaan Prof. Dr. Mr. Supomo (31 Mei 1945) mengajukan dasar negara sebagai berikut: a). Persatuan b). Kekeluargaan c). Keseimbangan lahir dan batin d). Musyawarah e). Keadilan rakyat Ir. Soekarno (1 Juni 1945) mengusulkan konsep dasar negara yang meliputi: a). Kebangsaan Indonesia b). Internasionalisme atau perikemanusiaan c). Mufakat atau demokrasi d). Kesejahteraan Sosial e). Ketuhanan Yang Maha Esa 107

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Lampiran Rubrik Penilaian - Penilaian Kognitif o Evaluasi Rentang poin per soal : Isian singkat 2 poin jika jawaban benar 0 poin jika jawaban salah Essay 1 poin jika jawaban salah 2 poin jika jawaban mendekati benar 3 poin jika jawaban benar Nilai = - (jumlah poin sekuruhnya ) 4 Penilaian Afektif No. Aspek 1. Skor Ikut terlibat aktif dalam proses Komentar 1 2 3 4 pembelajaran 2. Mampu memberikan pendapat 1 2 3 4 3. Mampu menerima pendapat teman 1 2 3 4 sejawat. Skor Keterangan:  Ikut terlibat aktif 1 apabila siswa tidak menjawab pertanyaan dan bertanya 2 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 3 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 4 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan  Mampu memberikan pendapat 1 apabila siswa tidak sama sekali mengutarakan pendapatnya 2 apabila siswa mengutarakan pendapatnya hanya sekali saja 3 apabila siswa mengutarakan pendapatnya sebanyak 2-3 kali 108

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 4 apabila siswa selalu mengutarakan pendapatnya sebanyak > 4 kali  Mampu menerima pendapat 1 apabila siswa pasif dan bersikap acuh tak acuh 2 apabila siswa aktif selama diskusi dan menanggapi 1 pendapat dari oranglain 3 apabila siswa aktif selama diskusi berlangsung dan mampu memberikan minimal 2 pandangannya 4 apabila siswa selalu aktif selama diskusi berlangsung dan menanggapi >3 pendapat dari teman sejawat. - Penilaian Psikomotor No. 1. Aspek Skor Komentar Menuliskan hasil diskusi:  Bahasa yang digunakan mudah 1 2 3 4 dipahami  Kesesuaian dengan materi yang 1 2 3 4 diberikan Skor Keterangan: Bahasa  1 jika bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan bahasa Indonesia dan EYD 2 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun tidak sesuai dengan EYD. 3 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun bercampur dengan bahasa Indonesia yang tidak baku. 4 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar. Kesesuaian materi  1 jika materi yang disampaikan sangat tidak sesuai materi yang dipelajari 2 jika materi yang disampaikan sedikit tidak sesuai materi yang dipelajari 3 jika materi yang disampaikan sebagian besar sesuai materi yang dipelajari 4 jika materi yang disampaikan sangat sesuai materi yang dipelajari 109

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS KONTROL Satuan Pendidikan : SD Negeri Kebondalem Lor Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/ Semester : V/ Genap Hari/ Tanggal : Kamis, 23 Januari 2014 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (pertemuan 2) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. C. Indikator Pembelajaran Kognitif  Menjelaskan persiapan kemerdekaan yang dilakukan oleh PPKI Afektif  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  menuliskan hasil pekerjaannya di depan kelas dengan percaya diri. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif  Melalui diskusi dalam kelompok, siswa mampu menjelaskan persiapan kemerdekaan yang dilakukan oleh PPKI minimal 2 hal pokok dengan jelas. Afektif  Siswa mampu bekerja sama dalam merumuskan materi pokok dalam kelompok diskusi dengan jelas minimal dapat menyebutkan 4 poin penting. 110

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Psikomotor  Siswa mampu menuliskan hasil pekerjaannya di depan kelas dengan percaya diri. minimal mengutarakan 4 poin penting dalam materi. E. Materi Ajar  Masa persiapan kemerdekaan oleh PPKI F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Konvensional Teknik Pembelajaran : Ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi. G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Waktu 10’ Kegiatan Awal - Salam pembuka - Doa dipimpin oleh salah satu siswa - Presensi siswa oleh guru - Apresepsi Menyanyikan lagu “Hari Merdeka” - Orientasi Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan hari ini. - Motivasi Menyampaikan manfaat mempelajari materi pada hari ini. 2 50’ Kegiatan Inti Eksplorasi - Guru menanyakan hal yang berhubungan dengan materi yang sudah dipelajari dan materi masa persiapan kemerdekaan Indonesia oleh PPKI. Elaborasi - Guru menjelaskan materi yang telah disiapkan. - Siswa mencatat poin-poin penting tentang materi yang disampaikan oleh guru. 111

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 - Siswa diminta untuk mengerjakan LKS yang telah diberikan oleh guru. Konfirmasi - Guru bersama siswa membahas LKS yang telah dikerjakan. - Siswa dan guru bertanya jawab terkait materi yang belum dipahami. 3 Siswa dan guru meluruskan kesalahan jawaban. 10’ Kegiatan Akhir - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. - Siswa mengerjakan evaluasi - Siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini. - Tindak lanjut dan pemberian tugas rumah (PR) oleh guru.  mempelajari materi berikutnya - Doa/ Salam Penutup H. Penilaian Penilaian Kognitif - Jenis : tes - Teknik : tertulis - Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) Penilaian Afektif dan Psikomotor - Jenis : non tes - Teknik : observasi - Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) I. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber Belajar Indrastuti, D., Rochadi, S., & Suyanti, D. (2010). Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V Sekolah Dasar. Yudistira. S, M. T., Sunarto, Umar, A., Said, M., Suparna, N., & Ahmad, M. S. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah dasar kelas 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, E., & Limbong, L. S. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ Mi kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 112

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Syamsiyah, S., R, S. U., Sutono, Sadiman, S., Sutrisno, & A, A. K. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R., & Munajat, A. (2008). Ilmu Pengtahuan Sosial: SD/Mi Kelas V. Jakarta: Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Media Belajar - Lembar Kegiatan Siswa - Gambar – gambar peristiwa Prambanan, 23 Januari 2014 Mengetahui, Peneliti Guru Mata Pelajaran (Endang Sri Hastuti, A.Ma) (Rosalia Pratiwi Mahandani) NIP. 197109091997032005 Mengesahkan, Kepala Sekolah (Tri Suhartini, S.Pd) NIP.196305011983042010 113

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Lampiran Materi Pembelajaran Pertemuan II PEMBENTUKAN PPKI DAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN A. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia Perjuangan rakyat Indonesia semakin memuncak pada bulan Agustus 1945. Pada tanggal 6 Agustus 1945, Sekutu menjatuhi kota Hiroshima dengan bom atom. Melihat hasil kerja BPUPKI maka Jepang pada tangal 7 Agustus 1945 resmi membubarkan BPUPKI dan digantikan dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang disebut dalam Dokuritsu Junbi Iinkai. Beberapa hari sesudahnya, Sekutu kembali menjatuhi bom atom di kota Nagasaki, tepatnya pada tanggal 9 Agustus 1945. Melihat kondisi kekalahan seperti ini, pada tanggal 9 Agustus pemerintah Jepang memanggil Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Widyodiningrat untuk menghadap di Dalat, Vietnam. Pemanggilan Marsekal Terauchi bertujuan untuk memberitahukan bahwa Indonesia akan segera diberi kemerdekaan. Dengan adanya kekalahan Jepang menyebabkan terjadinya kekosongan kekuasaan (vaccum of power). Pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir mendengar berita tentang kekalahan Jepang terhadap Sekutu tanpa syarat melalui siaran radio. Sehingga sepulangnya Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Widyodiningrat dari di Dalat, Vietnam, Sutan Syahrir mendesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. PPKI awalnya beranggotakan 21 orang, dengan diketuai oleh Ir. Soekarno, sedangkan wakil ketua dijabat oleh Drs. Moh. Hatta. Di bawah ini merupakan susunan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia Ketua : Ir. Soekarno Wakil Ketua : Drs. Moh. Hatta Anggota : 1. Supomo 8. Abdoel Kadir 15. Muh. Hassan 2. Radjiman 9. Suryohamijoyo 16. Hamnidan 3. Suroso 10. Puruboyo 17. Sam Ratulangie 4. Sutarjo 11. Yap Twjan Bing 18. Andipangeran 5. Wahid Hasyim 12. Latuharhary 19. I Gusti Ketut Pudja 6. Ki Bagus Hadikusumo 13. Dr. Amir 7. Otto Iskandardinata 14. Abd. Abbas 114

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Atas wewenang dan tanggung jawab sendiri, Soekarno – Hatta mengangkat 6 anggota baru yaitu: 1. R.A.A Wiranatakusuma 2. Ki Hajar Dewantara 3. Mr. Kasman Singodimejo 4. Sayuti Melik 5. Iwa Kusuema Sumantri 6. Achmad Subardjo B. Peristiwa Rengasdengklok Setelah menerima berita menyerahnya Jepang kepada Sekutu, para pejuang Indonesia mengadakan rapat kilat dan rahasia yang diadakan pada tanggal 15 Agustus 1945 malam hari. Sementara itu pada tanggal yang sama, Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat tiba kembali ke tanah air dari Dalat, Vietnam. Rapat pemuda yang dipimpin oleh Chaerul Saleh, memutuskan bahwa Indonesia harus merdeka saat itu juga serta mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan. Pada saat menentukan kapan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua. Golongan tua terdiri atas Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, dan dr. Radjiman Wedyodiningrat. Sedangkan golongan muda sendiri terdiri atas Sutan Syahrir, Chaerul Saleh, Wikana, dan Darwis. Golongan tua berpendapat bahwa Indonesia dapat merdeka tanpa pertumpahan darah jika bekerja sama dengan Jepang. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ingin membicarakan hal tersebut dalam rapat PPKI terlebih dahulu. Pendapat inilah yang tidak disetujui oleh golongan muda. Golongan muda berpendapat bahwa dengan adanya kekalahan Jepang, Sekutu dapat sewaktu-waktu mengembalikan keuasaan Belanda di Indonesia. Oleh karena itu, Proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 1945. Selain itu pula, golongan muda juga tidak setuju apabila kemerdekaan harus dibahas dalam rapat PPKI. Alasannya, karena PPKI merupakan badan yang dibentuk Jepang. Golongan muda menghendaki Proklamasi dilaksanakan dengan kekuatan sendiri. Pada tanggal 16 Agustus 1945 dini hari, para golongan muda menculik Ir.Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dan dibawa ke Rengasdengklok. Rengasdengklok merupakan kota kecil di sebelah utara Karawang, Jawa Barat. Tujuan Ir.Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke 115

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Rengasdengklok adalah agar kedua pemimpin tersebut tidak dapat dipengaruhi oleh Jepang. Pada tanggal 16 Agustus 1945, sore hari, Ahmad Soebardjo dan Sudiro pergi ke Rengasdengklok untuk bertemu Bung Karno dan Bung Hatta. Mereka mengadakan pembicaraan dan sepakat untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan. Namun teks proklamasi harus ditandatangani di Jakarta. Maka, pada pukul 22.00 tanggal 16 Agustus 1945, mereka kembali ke Jakarta. C. Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Setelah kembali dari Rengasdengklok, Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, beberapa anggota PPKI, dan golongan muda mengadakan pertemuan untuk melakukan persiapan pelaksanaan Proklamasi bertempat di rumah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Jepang bernama Laksamana Tadashi Maeda yang terletak di Jalan Imam Bonjol no. 1 Jakarta. Laksamana Maeda merasa simpati akan perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan. Naskah Proklamasi disusun oleh tiga orang yaitu Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo. Saat itu Ir. Soekarno menuliskan dua kalimat. Kalimat pertama berbunyi: “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.” Kalimat tersebut merupakan kalimat yang dikutip oleh Mr. Ahmad Soebardjo dari Piagam Jakarta. Kemudian Drs. Moh. Hatta menyempurnakan teks proklamasi dengan kalimat kedua: “Hal-hal yang menyangkut pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.” Dengan demikian teks proklamasi telah selesai dirumuskan dan kemudian dibacakan di depan para hadirin dan dimusyawarahkan. Tokoh yang datang saat itu B.M. Diah, Sudiro, Sajuti Melik, dan Sukarni. Munculah permasalahan tentang siapa yang akan menandatangai naskah proklamasi tersebut. Ir. Soekarno mengusulkan bahwa yang menandatangani naskah proklamasi adalah semua orang yang datang pada saat malam itu. Namun Sukarni, salah satu tokoh golongan muda mengusulkan bahwa yang menandatangani naskah proklamasi adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usul tersebut disetujui dan kemudian naskah proklamasi diketik oleh Sajuti Melik disertai dengan perubahan yang telah di setujui bersama. Pagi harinya, pada tanggal 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta atau di kediaman Ir. Soekarno diadakan upacara Proklamasi Kemerdekaan 116

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Indonesia. Upacara dihadiri oleh para tokoh-tokoh pejuang Indonesia. Pada pukul 10.00, Ir. Soekarno menyampaikan pidato pendahuluan dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan. Acara dilanjutkan dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh Suhud dan Latif Hendranigrat diiringi lagu Indonesia Raya. Bendera yang dikibarkan saat Upacara Proklamasi Kemerdekaan merupakan jahitan dari Ibu Fatmawati Soekarno. Berita Kemerdekaan ini disiarkan dan disebarkan melalui radio, selebaran dan koran. Dalam waktu singkat, berita Kemerdekaan ini telah menyebar ke pelosok Indonesia. D. Sidang PPKI Pada tanggal 18 Agustus 1945 sehari setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, PPKI melaksanakan sidang pertama kalinya bertempat di Gedung Kesenian Jakarta. Beberapa sidang PPKI menghasilkan keputusan-keputusan penting sebagai berikut: Sidang PPKI I (18 Agustus 1945) Hasil sidang PPKI I ini menyangkut kehidupan ketatanegaraan serta landasan politik bagi bangsa Indonesia yang merdeka, yaitu: a. Mengesahkan Rancangan UUD menjadi UUD Negara Indonesia yang dikenal dengan UUD 1945 b. Memilih Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Presiden beserta Wakil Presiden Republik Indonesia. c. Untuk sementara waktu tugas Presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional Sidang PPKI II (19 Agustus 1945) Menghasilkan keputusan: a. Membentuk dua belas kementerian dan sekaligus menunjuk pemimpinnya. Dua belas kementerian, sebagai berikut: 1. Kementerian Dalam Negeri 7. Kementerian Sosial 2. Kementerian Luar Negeri 8. Kementerian Pertahanan 3. Kementerian Kehakiman 9. Kementerian Penerangan 4. Kementerian Keuangan 10. Kementerian Pekerjaan Umum 5. Kementerian Kemakmuran 11. Kementerian Perhubungan 6. Kementerian Kesehatan 12. Kementerian Pengajaran b. Menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia menjadi 8 provinsi sekaligus menunjuk gubernurnya. 117

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Delapan provinsi meliputi: a. Sumatra : Mr. Teuku Muhammad Hassan b. Jawa Barat : Soetardjo Kartohadikusumo c. Jawa Tengah : R. P. Soeroso d. Jawa Timur : R. A. Soerjo e. Sunda Kecil : Mr. I Gusti Ketut Pudja f. Maluku : G. S. S. S. J. Ratulangie g. Sulawesi : Ir. Pangeran Muhammad Noor h. Kalimantan : Mr. J. Latuharhary Rapat PPKI (20 Agustus 1945) Membahas tentang Badan Penolong Korban Perang. Sidang ini menghasilkan delapan pasal ketentuan, salah satunya adalah pasal 2 berisi tentang pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Sidang PPKI III (22 Agustus 1945) Membahas tentang: a. Pembentukan Komite Nasional Indonesia di seluruh daerah Indonesia yang diketuai oleh Mr. Kasman Singodimeja. b. Pembentukan Partai Nasional Indonesia. c. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang beranggotakan mantan anggota Peta, Heiho, Keibodan, dan Seinendan. Pada tanggal 5 Oktober 1945, BKR berubah namanya menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). 118

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Lampiran Lembar Kerja Siswa LEMBAR KERJA SISWA 2 Tujuan : 1. Melalui diskusi dalam kelompok, siswa mampu menjelaskan persiapan kemerdekaan yang dilakukan oleh PPKI minimal 2 hal pokok dengan jelas. Petunjuk : 1. Bacalah perintah pengerjaan dengan dengan teliti! 2. Kerjakan bersama dengan teman sebangkumu! 3. Catatlah hasil diskusi di buku catatan masing-masing! Tugas : a. Buatlah peta konsep atau mind map tentang PPKI dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia! b. Carilah dan catatlah hasil-hasil sidang PPKI dalam buku catatanmu! 119

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Lampiran Lembar Evaluasi EVALUASI 2 Pertemuan : II Materi : Persiapan Kemerdekaan Indonesia oleh PPKI Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. Salah satu tugas utama PPKI adalah .... 2. Tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada .... 3. Tanggal 16 Agustus 1945 Soekarno-Hatta dibawa para pemuda ke ......... dekat Karawang, Jawa Barat. 4. Proklamasi kemerdekaan dilangsungkan di rumah kediaman Ir. Soekarno, pada pukul .... 5. Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI bersidang dan memilih Ir.Soekarno sebagai presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai .... Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Sebutkan salah satu isi dari hasil sidang PPKI ke 2 pada tanggal 19 Agustus 1945! 2. Siapa sajakah yang mengusulkan kalimat-kalimat dalam naskah Proklamasi? 120

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Kunci Jawaban Evaluasi 2: Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. Menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang –Undang Dasar yang telah disiapkan BPUPKI, memusyawarahkan serta memutuskan cara pelaksanaan pernyataan kemerdekaan Indonesia pada saatnya nanti. 2. Sekutu/ Amerika 3. Rengasdengklok 4. 10.00 WIB 5. Wakil presiden Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Sidang PPKI II (19 Agustus 1945), menghasilkan keputusan: a. Membentuk dua belas kementerian dan sekaligus menunjuk pemimpinnya. b. Menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia menjadi 8 provinsi sekaligus menunjuk gubernurnya. c. Memutuskan agar tentara kebangsaan negara segera dibentuk. 2. Mr. Ahmad Soebarjo dan Drs Moh. Hatta 121

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Lampiran Rubrik Penilaian - Penilaian Kognitif o Evaluasi Rentang poin per soal : Isian singkat 2 poin jika jawaban benar 0 poin jika jawaban salah Essay 1 poin jika jawaban salah 2 poin jika jawaban mendekati benar 3 poin jika jawaban benar Nilai = - (jumlah poin sekuruhnya ) 4 Penilaian Afektif No. Aspek 1. Skor Ikut terlibat aktif dalam proses Komentar 1 2 3 4 pembelajaran 2. Mampu memberikan pendapat 1 2 3 4 3. Mampu menerima pendapat teman 1 2 3 4 sejawat. Skor Keterangan:  Ikut terlibat aktif 1 apabila siswa tidak menjawab pertanyaan dan bertanya 2 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 3 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 4 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan  Mampu memberikan pendapat 1 apabila siswa tidak sama sekali mengutarakan pendapatnya 2 apabila siswa mengutarakan pendapatnya hanya sekali saja 3 apabila siswa mengutarakan pendapatnya sebanyak 2-3 kali 122

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 4 apabila siswa selalu mengutarakan pendapatnya sebanyak > 4 kali  Mampu menerima pendapat 1 apabila siswa pasif dan bersikap acuh tak acuh 2 apabila siswa aktif selama diskusi dan menanggapi 1 pendapat dari oranglain 3 apabila siswa aktif selama diskusi berlangsung dan mampu memberikan minimal 2 pandangannya 4 apabila siswa selalu aktif selama diskusi berlangsung dan menanggapi >3 pendapat dari teman sejawat. - Penilaian Psikomotor No. 1. Aspek Skor Komentar Menuliskan hasil diskusi:  Bahasa yang digunakan mudah 1 2 3 4 dipahami  Kesesuaian dengan materi yang 1 2 3 4 diberikan Skor Keterangan: Bahasa  1 jika bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan bahasa Indonesia dan EYD 2 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun tidak sesuai dengan EYD. 3 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun bercampur dengan bahasa Indonesia yang tidak baku. 4 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar. Kesesuaian materi  1 jika materi yang disampaikan sangat tidak sesuai materi yang dipelajari 2 jika materi yang disampaikan sedikit tidak sesuai materi yang dipelajari 3 jika materi yang disampaikan sebagian besar sesuai materi yang dipelajari 4 jika materi yang disampaikan sangat sesuai materi yang dipelajari 123

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS KONTROL Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Kebondalem Lor Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/ Semester : V. Genap Hari/ Tanggal : Rabu, 29 Januari 2014 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (pertemuan 3) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. C. Indikator Pembelajaran Kognitif  Mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan.  Memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan.  Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Afektif  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  Menyusun puzzle tokoh-tokoh yang terlibat dalam mempersiapkan kemerdekaan  Menceritakan tokoh yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 124

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125  Melalui diskusi dalam kelompok, siswa mampu mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan minimal 3 tokoh dengan jelas.  Melalui diskusi dalam kelompok siswa mampu memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan minimal 2 contoh dengan jelas.  Melalui berdiskusi dengan kelompok, siswa mampu menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan minimal 3 sikap dalam kehidupan sehari-hari. Afektif  Siswa mampu bekerja sama dalam merumuskan materi pokok dalam kelompok diskusi dengan jelas minimal dapat menyebutkan 2 poin penting Psikomotor  Siswa mampu menyusun puzzle tokoh-tokoh yang terlibat dalam mempersiapkan kemerdekaan, setelah mendengarkan instruksi dari guru dengan baik  Siswa mampu menceritakan tokoh yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan minimal 2 tokoh penting  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. E. Materi Ajar  Tokoh – tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia  Sikap-sikap menghargai jasa pahlawan. F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Pembelajaran berkelompok Teknik Pembelajaran : Ceramah, Diskusi terbimbing, Presentasi G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Kegiatan Awal Waktu 5’ - Salam pembuka - Doa dipimpin oleh salah satu siswa - Presensi siswa oleh guru - Apresepsi “Pernahkah kalian mengikuti upacara bendera? Pernahkah kalian 125

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 mengunjungi makam pahlawan?” - Orientasi Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini. - Motivasi Menyampaikan manfaat dari materi yang dipelajari. 2 50’ Kegiatan Inti Eksplorasi - Siswa secara mandiri diminta untuk mencari bahan pembelajaran (studipustaka) tentang materi tokoh-tokoh yang ikut ambil bagian dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesa dan cara menghargai jasa-jasa para tokoh perjuangan Elaborasi - Guru menjelaskan materi yang telah disiapkan secara garis besar. - Siswa diminta untuk membuat rangkuman pada materi yang diberikan oleh guru. - Siswa diminta untuk mengerjakan LKS. - Bersama siswa guru membahas LKS yang telah dikerjakan Konfirmasi - Siswa dan guru bertanya jawab terkait materi yang belum dipahami. 3 - Siswa dan guru meluruskan kesalahan jawaban . - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. Kegiatan Akhir 15’ - Evaluasi - Siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini. - Tindak lanjut dan pemberian tugas rumah (PR) oleh guru.  Mengerjakan soal-soal di buku LKS hal …. Romawi. I -III - Doa/ Salam Penutup H. Penilaian Penilaian Kognitif 126

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 - Jenis : tes - Teknik : tertulis - Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) Penilaian Afektif dan Psikomotor - Jenis : non tes - Teknik : observasi - Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) I. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber Belajar Indrastuti, D., Rochadi, S., & Suyanti, D. (2010). Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V Sekolah Dasar. Yudistira. S, M. T., Sunarto, Umar, A., Said, M., Suparna, N., & Ahmad, M. S. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah dasar kelas 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, E., & Limbong, L. S. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ Mi kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, S., R, S. U., Sutono, Sadiman, S., Sutrisno, & A, A. K. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R., & Munajat, A. (2008). Ilmu Pengtahuan Sosial: SD/Mi Kelas V. Jakarta: Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Media Belajar - Lembar Kegiatan Siswa - Gambar – gambar peristiwa rambanan, 29 Januari 2014 Mengetahui, Peneliti Guru Mata Pelajaran (Endang Sri Hastuti, A.Ma) (Rosalia Pratiwi Mahandani) NIP. 197109091997032005 Mengesahkan, Kepala Sekolah 127

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Lampiran Materi Pembelajaran TOKOH DAN PERANANNYA DALAM PERISTIWA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA SERTA CARA MENGHARGAI JASA PARA PEJUANG KEMERDEKAAN A. Tokoh yang berperan dalam BPUPKI a. Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (1879-1952) Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat merupakan seorang dokter dan tokoh pergerakan nasional. Beliau pernah menjabat sebagai ketua BPUPKI. Awalnya, Dr. Radjiman ikut dalam organisasi Budi Utomo semenjak organisasi itu terbentuk. Beliau termasuk anggota Volksraad angkatan pertama ketika lembaga ini dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1918 sampai pada tahun 1931. Pada zaman pendudukan Jepang, beliau menjadi anggota Dewan Pertimbangan Daerah Madiun, kemudian ditarik ke pusat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Pusat. Setelah Putra terbentuk, beliau duduk dalam Majelis Pertimbangan. b. Mr. Muhammad Yamin (1903-1962) Muhammad Yamin merupakan seorang ahli hukum, tokoh pergerakan kemerdekaan, penyair angkatan Pujangga Baru, dan Penggali sejarah Indonesia. Bersama Bung Hatta mendirikan Jong Sumatranen Bond. Dalam politik, Muhammad Yamin mengawalinya dengan bergabung dengan Partindo. Beliau terpilih menjadi anggota BPUPKI dan ikut mengusulkan rumusan dasar negara pada rapat BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945. Selain menjadi anggota BPUPKI, beliau juga menjadi anggota Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta. c. Prof.Dr. Soepomo (1903-1958) Supomo dilahirkan di Sukoharjo, Solo. Supomo terpilih menjadi anggota BPUPKI dan PPKI. Beliau sangat berperan dalam perumusan UUD 1945. Sebagai seorang ahli hokum, beliau juga menjadi tim perumus Undang-Undang Dasar. Beliau mengusulkan dasar-dasar negara saat rapat BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945. Setelah Indonesia merdeka, beliau menjabat sebagai menteri kehakiman. 128

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 B. Tokoh yang berperan dalam PPKI a. Ir. Soekarno Soekarno lahir di Blitar, 6 Juni 1901. Beliau adalah lulusan ITB di Bandung. Soekarno merupakan pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI). Beliau pernah ditangkap dan dibuang ke Ende (flores) karena beliau memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setelah bebas beliau aktif kembali dalam politik Indonesia, dalam BPUPKI Soekarno menjadi anggota. Lalu tanggal 9 Agustus 1945 beliau dipilih sebagai ketua PPKI. Pada tanggal 1 Juni 1945 belaia mengusulkan konsep dasar negara yang kemudia diberi nama pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Dalam puncak kemerdekaan beliau menjadi penyusun konsep proklamasi keerdekaan bersama bung Hatta dan Mr. Ahmad Subarjo. Sekaligus beliau menjadi proklamator bangsa Indonesia dan tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI ditetapkan sebagai presiden pertama Indonesia. Beliau juga mendapat bapak bangsa Indonesia (The Founding Father). Pada tanggal 21 Juni 1970 beliau meninggal dunia dan di makamkan di Blitar, Jawa Timur. b. Drs. Mohammad Hatta Bung Hatta lahir di Bukit Tinggi 12 Agustus 1902. Beliau aktif dalam gerakan mahasiswa. Beliau pernah bergabung dengan PNI dan pernah pula dibuang ke Digul tahun 1934. Menjelang kemerdekaan beliau aktif sebagai anggota BPUPKI, bergabung dalam panitia sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta. Bersama Bung Karno beliau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Beliau juga mendampingi Ir. Soekarno menjadi Wakil Presiden pertama di Indonesia. Tahun 1956 beliau mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden dan menyumbangkan pikirannya sebagai guru besar Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia. Beliau wafat tanggal 14 Maret 1980. c. Mr. Ahmad Subardjo (1896-1978) Ahmad Subarjo merupakan pejuang kemerdekaan dari golongan tua. Menjelang proklamasi, beliau menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk Panitia Sembilan. Peranannya yang amat 129

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 penting adalah menjadi penengah antara golongan muda dengan golongan tua saat peristiwa Rengasdengklok. Selain itu, Mr. Ahmad Subardjo merupakan kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang yang dipimpin oleh Laksamana Tadashi Maeda. Karena kedekatannya dengan Laksamana Tadashi Maeda, maka rumah Laksamana Tadashi Maeda dapat digunakan sebagai tempat menyusun teks proklamasi sehingga luput dari perhatian pasukan Jepang di Jakarta. Setelah Indonesia merdeka, beliau menjabat sebagai menteri luar negeri dalam kabinet presidensial. C. Tokoh yang berperan dalam Proklamasi a. Sukarni Sukarni merupakan salah satu tokoh pemuda yang ikut berjuang melawan penjajah. Peranan Sukarni dalam mempersiapkan kemerdekaan antaralain mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Ia bersama dnegan tokoh pemuda lainnya membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. Sukarni juga mengusulkan bahwa Bung Karno dan Bung Hatta yang menandatangani teks Proklamasi atas nama bangsa Indonesia. b. Sutan Syahrir (1909-1966) Sutan Syahrir lahir pada tanggal 5 Maret 1909 di Padangpanjang, Sumatra Barat. Pada saat menjadimahasiswa di Amsterdam (Belanda), Sutan Syahrir ikut aktif dalam Partai Sosial Demokrat. Sutan Syahrir sengat tertarik kepada nasib kaum buruh. Setelah kembali ke Indonesia, Sutan Syahrir bergabung dengan Gerakan Merdeka. Beliau juga pernah menjabat sebagai ketua umum PNIBaru. Untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, Sutan Syahrir ikut aktif bersama para pemuda revolusioner yang dipimpin oleh Chaerul Saleh. Pada masa awal kemerdekaan, Sutan Syahrir menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) dan pernah menjabat sebagai perdana menteri. c. Fatmawati Fatmawati adalah istri Bung Karno. Fatmawati lahir di kota Bengkulu, pada tanggal 5 Februari 1923. Ayahnya bernama Hassan Din dan ibunya bernama Siti Chatijah. Sejak kecil, 130

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Fatmawati sudah hidup dalam suasana perjuangan. Fatmawati ikut berjuang di samping Bungkarno. Bahkan, Fatmawati menjahit bendera merah putih untuk upacara pembacaan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Beliau juga ikut memperjuangkan nasib kaum wanita. D. Menghargai jasa para pejuang kemerdekaan Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kita pantas menghargai usaha-usaha dan tokoh bangsa dalam mempersiapkan kemerdekaan kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghormati dan menghargai usaha mereka, contohnya: o Khidmat dalam mengikuti upacara bendera untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur di medan perang. o Rela berjuang demi bangsa dan negara o Berziarah ke makam pahlawan o Mengunjungi museum dan tempat penyimpanan benda sejarah. o Berpendirian teguh namun juga menghormati orang lain, mau menerima hasi musyawarah yang mufakat dan melaksanakannya. o Mencintai produk dalam negeri o Meniru semangat juang pahlawan dan mempraktekkannya dalam hidup sehari-hari o Belajar dengan tekun dan kerja keras, pantang menyerah. o Senang menyaksikan dan ikut melestarikan budaya daerah. o Dll. 131

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Lampiran Lembar Kerja Siswa LEMBAR KERJA SISWA 3 Indikator Pembelajaran Kognitif  Mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan.  Memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan.  Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Afektif  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  Menyusun puzzle tokoh-tokoh yang terlibat dalam mempersiapkan kemerdekaan  Menceritakan tokoh yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. Petunjuk  Bekerjalah dengan teman sebangkumu!  Susunlah potongan puzzle dan potongan keterangan yang diberikan gurumu!  Tempelkan pada lembar yang disediakan!  Perhatikan perintah pada soal! Tugas a. Tempelkan potongan gambar dan keterangan pada kolom yang tersedia! No 1. Gambar Tokoh Keterangan Beliau adalah salah satu tokoh penting dalam BPUPKI. Beliau merupakan ketua dari BPUPKI. Beliau juga ikut dalam pemanggilan tiga tokoh Indonesia ke Dalat Vietnam. Siapakah beliau? ……………………………. 2. Seorang penyair pujangga baru, dan seorang ahli ilmu hukum. Selain itu pula, beliau juga ikut mengusulkan rumusan dasar negara dalam Sidang BPUPKI I pada tanggal 29 Mei 1945. Siapakah Beliau? ………………………….. 132

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 3. Beliau bisa disebut sebagai pejuang. Beliau merupakan “the First Lady” (Ibu Negara). Membantu mempersiapkan kemerdekaan dengan menjahit Sang Merah Putih. Siapakah Beliau? ………………………………. 4. Merupakan salah satu dari Proklamator. Beliau juga merupakan salah satu dari ketiga tokoh Indonesia yang dipanggil oleh pemerintah Jepang untuk pergi ke Dalat, Vietnam. Beliau mengusulkan nama Pancasila sebagai nama dasar negara Indonesia. Siapakah Beliau? …………………………………… 5. Beliau merupakan putra Indonesia kelahiran Bukit Tinggi. Beliau merupakan salah satu dari proklamator Indonesia. Beliau juga ikut dalam perumusan naskah proklamasi dan mengusulkan kalimat “Hal-hal yang menyangkut pemindahan kekuasaan dan lain lain diselenggarakan dnegan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkatsingkatnya” Siapakah Beliau? …………………………………….. b. Berilah contoh kegiatan sehari-hari pada seorang siswa yang mencerminkan bahwa ia menghormati para tokoh pejuang kemerdekaan! 133

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Lampiran Lembar Evaluasi EVALUASI 3 Pertemuan : III Materi : Tokoh dan peranannya dalam peristiwa persiapan kemerdekaan Indonesia Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. Tokoh bangsa Indonesia telah memberi teladan yang baik bahwa segala masalah dapat diselesaikan dengan cara . . . . 2. Orang Jepang yang rumahnya dipakai untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan bernama . . . . 3. Gelar proklamator diberikan kepada. . . . 4. Bendera Pusaka Merah Putih dijahit oleh . . . . 5. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai .... Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Bagaimana cara menghargai jasa para tokoh yang ikut dalam mempersiapkan kemerdekaan? 2. Sebutkan minimal 3 tokoh yang ikut ambil bagian dalam persiapan kemerdekaan Indonesia beserta perannya! 134

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Kunci Jawaban Evaluasi 3: Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. Musyawarah, diskusi 2. Laksamana Tadashi Maeda 3. Soekarno – Hatta 4. Ibu Fatmawati 5. Pahlawannya Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. (disesuaikan) misalnya: - Mengisi kemerdekaan dengan pembangunan serta belajar dan bekerja keras - Meneladani sikap kepahlawanan para pejuang dan tokoh kemerdekaan - Meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan - Memberi penghargaan kepada para pejuang. - Mengunjungi Taman Makam Pahlawan 2. (disesuaikan) misalnya: a. Ir. Soekarno  Ketua PPKI dan Proklamator b. Drs. Moh. Hatta  wakil ketua PPKI dan Proklamator c. Dr. Radjiman Widyodiningrat  Ketua BPUPKI d. Sayuti Melik  pengetik naskah Proklamasi e. Dr. Supomo  salah satu penggagas rumusan dasar negara 135

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Lampiran Rubrik Penilaian - Penilaian Kognitif o Evaluasi Rentang poin per soal : Isian singkat 2 poin jika jawaban benar 0 poin jika jawaban salah Essay 1 poin jika jawaban salah 2 poin jika jawaban mendekati benar 3 poin jika jawaban benar Nilai = - (jumlah poin sekuruhnya ) 1,6 Penilaian Afektif No. Aspek 1. Skor Ikut terlibat aktif dalam proses Komentar 1 2 3 4 pembelajaran 2. Mampu memberikan pendapat 1 2 3 4 3. Mampu menerima pendapat teman 1 2 3 4 sejawat. Skor Keterangan:  Ikut terlibat aktif 1 apabila siswa tidak menjawab pertanyaan dan bertanya 2 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 3 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 4 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan  Mampu memberikan pendapat 1 apabila siswa tidak sama sekali mengutarakan pendapatnya 2 apabila siswa mengutarakan pendapatnya hanya sekali saja 3 apabila siswa mengutarakan pendapatnya sebanyak 2-3 kali 136

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 4 apabila siswa selalu mengutarakan pendapatnya sebanyak > 4 kali  Mampu menerima pendapat 1 apabila siswa pasif dan bersikap acuh tak acuh 2 apabila siswa aktif selama diskusi dan menanggapi 1 pendapat dari oranglain 3 apabila siswa aktif selama diskusi berlangsung dan mampu memberikan minimal 2 pandangannya 4 apabila siswa selalu aktif selama diskusi berlangsung dan menanggapi >3 pendapat dari teman sejawat. - Penilaian Psikomotor No. 1. Aspek Skor Komentar Menuliskan hasil diskusi:  Bahasa yang digunakan mudah 1 2 3 4 dipahami  Kesesuaian dengan materi yang 1 2 3 4 diberikan Skor Keterangan: Bahasa  1 jika bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan bahasa Indonesia dan EYD 2 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun tidak sesuai dengan EYD. 3 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun bercampur dengan bahasa Indonesia yang tidak baku. 4 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar. Kesesuaian materi  1 jika materi yang disampaikan sangat tidak sesuai materi yang dipelajari 2 jika materi yang disampaikan sedikit tidak sesuai materi yang dipelajari 3 jika materi yang disampaikan sebagian besar sesuai materi yang dipelajari 4 jika materi yang disampaikan sangat sesuai materi yang dipelajari 137

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Lampiran RPP Kelas Eksperimen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Kebondalem Lor Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/ Semester : V/ Genap Hari/ Tanggal : Kamis, 23 Januari 2014 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (pertemuan 1) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. C. Indikator Pembelajaran Kognitif  Menjelaskan latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu  Menjelaskan perumusan dasar negara oleh BPUPKI Afektif  Bekerja sama dalam mengidentifikasi latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu.  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 138

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139  Melalui diskusi dalam kelompok, siswa mampu menjelaskan latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu minimal 2 latar belakang dengan jelas.  Melalui diskusi dalam kelompok siswa mampu menjelaskan perumusan dasar negara oleh BPUPKI minimal 2 rumusan dasar negara dengan jelas. Afektif  Siswa mampu bekerja sama dalam mengidentifikasi minimal 2 latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu dengan baik.  Siswa mampu bekerja sama dalam merumuskan materi pokok dalam kelompok diskusi dengan jelas minimal dapat menyebutkan 4 poin penting. Psikomotor  Siswa mampu mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok dengan percaya diri minimal mengutarakan 4 poin penting dalam materi. E. Materi Ajar  Masa persiapan kemerdekaan  Perumusan Dasar Negara oleh BPUPKI F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Cooperative learning Metode Pembelajaran : Jigsaw II Teknik Pembelajaran : Penugasan, diskusi, tanya jawab, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan 10’ Kegiatan Awal - Salam pembuka - Doa dipimpin oleh salah satu siswa - Presensi siswa oleh guru - Apresepsi “Siapakah yang tahu lambang negara Indonesia?” Menyanyikan “Garuda Pancasila” - Orientasi Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. - Waktu Motivasi 139

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Pre test dan menyampaikan manfaat pembelajaran 2 50’ Kegiatan Inti Eksplorasi - Siswa secara mandiri diminta untuk mencari bahan pembelajaran (studipustaka) tentang materi masa persiapan kemerdekaan Indonesia. Elaborasi - Siswa dibagi menjadi 5 kelompok sebagai kelompok asal, masingmasing kelompok terdiri dari 4 orang. (kelompok latar belakang pembentukan BPUPKI, kelompok BPUPKI, kelompok dasar negara, kelompok sidang BPUPKI) Kelompok asal A B D C Kelompok ahli 1 2 3 4 Kelompok 1: latar belakang pembentukan BPUPKI Kelompok 2: BPUPKI Kelompok 3: Sidang BPUPKI Kelompok 4: Dasar Negara - Guru membagikan materi pada kelompok asal untuk dipelajari dan dikuasai. - Guru memberikan pengantar tentang materi yang akan dibahas. Siswa berkumpul dalam kelompok ahli. - Setelah diskusi dengan kelompok ahli selesai, siswa kembali pada kelompok asal untuk menyampaikan materi yang ia dapatkan. - Siswa mengerjakan LKS dalam dalam kelompok asal dengan mendiskusikan materi yang telah dipelajari dalam kelompok ahli. Konfirmasi - Siswa dan guru bertanya jawab terkait materi yang belum dipahami. - Siswa dan guru meluruskan kesalahan jawaban . 140

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 3 - Siswa diberikan reward atas keberhasilan kelompok - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. 10’ Kegiatan Akhir - Siswa mengerjakan kuis - Siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini. - Tindak lanjut dan pemberian tugas rumah (PR) oleh guru.  mempelajari materi selanjutnya - Doa/ Salam Penutup H. Penilaian Penilaian Kognitif - Jenis : tes - Teknik : tertulis - Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) Penilaian Afektif dan Psikomotor - Jenis : non tes - Teknik : observasi - Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) I. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber Belajar Indrastuti, D., Rochadi, S., & Suyanti, D. (2010). Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V Sekolah Dasar. Yudistira. S, M. T., Sunarto, Umar, A., Said, M., Suparna, N., & Ahmad, M. S. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah dasar kelas 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, E., & Limbong, L. S. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ Mi kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, S., R, S. U., Sutono, Sadiman, S., Sutrisno, & A, A. K. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R., & Munajat, A. (2008). Ilmu Pengtahuan Sosial: SD/Mi Kelas V. Jakarta: Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 141

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Media Belajar - Lembar Kegiatan Siswa - Gambar – gambar peristiwa Prambanan, 23 Januari 2014 Mengetahui, Peneliti Guru Mata Pelajaran (Endang Sri Hastuti, A.Ma) (Rosalia Pratiwi Mahandani) NIP. 197109091997032005 Mengesahkan, Kepala Sekolah (Tri Suhartini, S.Pd) NIP.196305011983042010 142

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Lampiran Materi Pertemuan 1 PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN A. Masa Persiapan Kemerdekaan Situasi Jepang semakin memburuk karena terdesak oleh Amerika Serikat di Perang Asia Timur Raya (Perang Pasifik) menyebabkan jatuhnya kepemimpinan Perdana Mentri Hediki Tojo. Kemudian, digantikan oleh Perdana Menteri Kuniaki Koiso. Selama masa penjajahan Jepang di Indonesia (1942 - 1945), Indonesia terbagi menjadi dua wilayah kekuasaan yaitu: a. Wilayah Komando Angkatan Laut  pusat: Makassar, meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Irian Jaya. b. Wilayah Komando Angkatan Darat  pusat: Jakarta, meliputi Jawa, AMdura, Sumatra, dan Malaya. Dari kedua wilayah tersebut, keduanya mempunyai Pusat Komando yang diperuntukkan untuk seluruh kawasan Asia Tenggara yaitu di Dalat, Vietnam. Pada bulan 7 September 1944, Jenderal Koiso yang menjabat sebagai Perdana Menteri saat itu mengumumkan bahwa Indonesia akan memperoleh kemerdekaan dikemudian hari. Dengan memberi janji tersebut Jepang berharap rakyat Indonesia mau membantu Jepang dalam mengangkal serangan Sekutu. Serangan Sekutu sudah mulai diarahkan ke wilayah Indonesia dan menguasai Pulau Irian dan Pulau Morotai (Kepulauan Maluku). Pada tanggal 20 Oktober 1944, Jenderal Douglas Mac Arthur, seorang Panglima Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik, menyerbu Kepulauan Leyte (Filipina). Pada tanggal 25 Oktober 1944, Jenderal Douglas Mac Arthur mendarat di Pulau Leyte. Pada bulan Februari 1945, tentara Sekutu berhasil merebut Pulau Iwo Jima di Jepang. Dengan jatuhnya Pulau Iwo Jima ke tangan Sekutu, kekuasaan Jepang semakin lemah. Untuk menarik perhatian rakyat Indonesia, Jepang mengizinkan pengibaran Bendera Merah Putih di samping Bendera Jepang. Sedangkan Lagu Indonesia Raya boleh dikumandangkan setelah Lagu Kebangsaan Jepang, Kimi Ga Yo. B. Badan Penyidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) Situasi kekuasaan Jepang semakin kritis dengan mengalami kekalahan di manamana. Pada tanggal 1 Maret 1945, pemerintah pendudukan Jepang di bawah pimpinan Letnan Jenderal Kumakici Harada mengumumkan tiga tindakan yaitu: 143

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 a. Membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. b. Mempersiapkan lembaga Latihan Nasional (Kenkoku Gakuin) yang melatih dan mendidik calon pemimpin negara yang baru. c. Memperluas pembicaraan tentang kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 29 April 1945, Jepang membentuk BPUPKI. Maksud dan tujuan pembentukan BPUPKI adalah menyelidiki dan mempelajari hal-hal yang diperlukan untuk mendirikan sebuah negara Indonesia merdeka. Tugas pokok BPUPKI adalah menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang. Anggota BPUPKI terdiri dari wakil-wakil seluruh rakyat Indonesia. Badan ini mempunyai 63 anggota, termasuk didalamnya 4 orang golongan Cina dan Arab, serta golongan Indo (peranakan Belanda). BPUPKI diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat serta Raden panji Soeroso sebagai sekretaris yang dibantu oleh Toyohito Matsuda dan Mr. A. G. Pringgodigdo. Pada tanggal 28 Mei 1945, diadakan upacara pembukaan BPUPKI di Jalan Pejambon, Jakarta. Dalam upacara tersebut, pihak Jepang diwakili oleh Jenderal Izagaki (Panglima Tentara Wilayah Ketujuh  markas: Singapura), dan Letnan Jenderal Nagano (Panglima Tentara Keenambelas  menguasai Jawa dan Madura). C. Sidang – Sidang BPUPKI Sidang BPUPKI I (29 Mei sampai 1 Juni 1945)  Perumusan Dasar Negara Sidang diadakan untuk membicarakan dasar negara Indonesia yang akan merdeka. Dasar negara penting untuk dirumuskan karena: 1). Nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara resmi. Semua bangsa di dunia mempunyai nilai-nilai kepribadian luhur yang telah dihayati dari zaman ke zaman sebagai pandangan dan penghayatan hidup. Nilai-nilai itu belum nyata bila belum dirumuskan secara resmi. Nilai-nilai pancasila seperti pengakuan adanya Tuhan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan, bela negara, musyawarah, hidup bersama dalam perbedaan dan beberapa nilai lainnya yang telah ada sejak dulu,dengan adanya perumusan dasar negara maka nilai-nilai itu diakui secara resmi. 2). Negara memerlukan dasar untuk melangkah maju Dasar negara digunakan untuk melandasi semua kegiatan kenegaraan yang akan dibuat. Semua kegiatan negara akan mendapatkan dasarnya jika sudah ada dasar negara yang dirumuskan dan ditetapkan. Dalam rapat BPUPKI terdapat 3 tokoh yang menawarkan konsep dasar negara: 144

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 a. Mr. M. Yamin (29 Mei 1945) b. Prof. Dr. Mr. Supomo (31 Mei 1945) c. Ir. Soekarno (1 Juni 1945) Sidang BPUPKI II (10 sampai 17 Juli 1945)  Perumusan UUD Anggota BPUPKI dibagi-bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia yang terbentuk antara. Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai Sukarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai Abikusno Cokrosuyoso), dan Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai Mohammad Hatta). Pada kesempatan ini dibahas rencana UUD, termasuk pembukaan (preambule) oleh panitia perancang undang-undang dasar. Rapat tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang Undang-Undang Dasar menyetujui isi preambule yang diambil dari Piagam Jakarta. Panitia ini kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Prof. Dr. Mr. Supomo. Hasil perumusan panitia kecil ini disempurnakan bahasanya oleh Panitia Penghalus Bahasa, yang juga bertanggungjawab untuk menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan undang-undang dasar yang sudah dibahas. Selain perumusan undang-undang dasar, dalam sidang BPUPKI II dibahas juga mengenai bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. D. Perumusan Dasar Negara dan Panitia Sembilan Dalam rapat BPUPKI I terdapat 3 tokoh yang menawarkan konsep dasar negara: Mr. M. Yamin (29 Mei 1945) menawarkan 5 asas dasar NKRI yang yaitu: a). Peri Kebangasan b). Peri Kemanusiaan c). Peri Ketuhanan d). Peri Kerakyatan e). Kesejahteraan yang berkebudayaan Prof. Dr. Mr. Supomo (31 Mei 1945) mengajukan dasar negara sebagai berikut: a). Persatuan b). Kekeluargaan c). Keseimbangan lahir dan batin d). Musyawarah e). Keadilan rakyat 145

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Ir. Soekarno (1 Juni 1945) mengusulkan konsep dasar negara yang meliputi: a). Kebangsaan Indonesia b). Internasionalisme atau perikemanusiaan c). Mufakat atau demokrasi d). Kesejahteraan Sosial e). Ketuhanan Yang Maha Esa Setelah sidang tanggal 1 Juni 1945, BPUPKI mengalami masa jeda dan dibentuk panitia kecil yang bertugas menampung saran dari anggota BPUPKI. Panitia ini beranggotakan 9 orang (Ir. Soekarno, Drs.Moh Hatta, Sutarjo Kartohadikusumo, Wahid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Oto Iskandardinata, M, Yamin, dan AA. Marimis). Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia kecil mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI yang tujuannya adalah untuk menampung suara dan usul lisan dari anggota BPUPKI. Dalam pertemuan ini dibentuk pula panitia kecil lainnya yang berjumlah sembilan orang dan disebut sebagai panitia sembilan. Panitia sembilan beranggotakan Ir. Soekarno, Drs.Moh Hatta, Mr. M Yamin, Mr. Ahmad Subarjo,Mr. A.A.Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wahid Hasyim, H. Agus Salim, dan Abikusno Cokrosuyoso. Mereka menghasilkan rumusan pembukaan UUD yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan negara Indonesia Merdeka. Rumusan itu disepakati dan ditandatangani bersama oleh Panitia Sembilan. Rumusan yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan ini kemudian diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Rumusan dasar negara dalam Piagam Jakarta berbunyi: a). Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya b). Kemanusiaan yang adil dan beradab c). Persatuan Indonesia d). Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. e). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 146

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 Lampiran Lembar Kerja Siswa LEMBAR KERJA SISWA Satuan Pendidikan Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke Kelas/ Semester Unit Alokasi waktu Nama No : ………………………… : ………………………… : SD N 1 Kebon Dalem Lor : Kamis/ 23 Januari 2014/ 1 : V/ Genap : BPUPKI : 2 x 35 menit (2JP) I. Indikator Hasil Belajar Kognitif  Menjelaskan latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu  Menjelaskan perumusan dasar negara oleh BPUPKI Afektif  Bekerja sama dalam mengidentifikasi latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu.  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. II. Petunjuk PETUNJUK:  Tulislah nama dan no absen kalian di kolom yang sudah disediakan  Bergabung bersama kelompok asal Bergabunglah bersama kelompok asal yang telah ditentukan oleh guru. III. Kegiatan Belajar AYO JADI SEORANG AHLI DI DALAM KELOMPOKMU! A. Kegiatan Belajar 1 Mari membaca materi  Bacalah seluruh materi pelajaran hari ini!  Ketua kelompok silahkan membagi materi yang harus dibaca oleh teman dalam kelompok asal.  Setiap siswa membaca materi sesuai dengan yang didapatkannya Bacalah materi yang menjadi bagian ahlimu saja. INGAT! Hanya materi ahlimu saja. Setelah membaca kamu bisa menggaris bawahi bagian yang penting untuk kamu diskusikan bersama kelompok ahli. Ingat, kalian juga harus memahami materi yang kalian baca! B. Kegiatan Belajar 2 1. Bergabunglah bersama kelompok ahli, kelompok ahli adalah kelompok dengan kode huruf yang sama. 2. Di dalam kelompok ahli diskusikan materi yang telah kamu baca dan pahami di kelompok asal! Ingat jangan hanya membaca, tapi sampaikan pendapatmu! 3. Sampaikan pendapatmu satu per satu, setiap anak harus menyampaikan pendapatnya! 147

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 C. Kegiatan Belajar 3 1. Kembalilah ke kelompok asal! 2. Jadilah ahli bagi anggota kelompok asalmu agar mereka memahami materi yang kamu pelajari. Sehingga semua akan memahami keseluruhan materi ! Jadilah ahli! buatlah temanmu pandai seperti kamu :) Kerjakan soal ini di dalam kelompok asal setelah kalian berdiskusi! Soal a. Jelaskan latar belakang dibentuknya BPUPKI! …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… b. Tuliskan 3 rumusan dasar negara yang disampaikan oleh tiga tokoh! Nama tokoh Usulan dasar negara 148

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Lampiran Lembar Evaluasi Siswa EVALUASI 1 Pertemuan :I Materi : BPUPKI Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. BPUPKI dibentuk oleh . . . . 2. Dalam bahasa Jepang, BPUPKI disebut . . . . 3. BPUPKI singkatan dari . . . . 4. Panitia Sembilan BPUPKI diketuai oleh . . . . 5. Sidang BPUPKI yang pertama dilaksanakan pada tanggal . . . . Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Sebutkan tugas pokok BPUPKI! 2. Sebutkan rumusan dasar negara dari salah satu tokoh yang kamu ketahui! 149

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Kunci Jawaban Evaluasi 1: Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. Jepang 2. Dokuritsu Junbi Cosakai 3. Badan PenyelidikUsaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 4. Ir. Soekarno 5. 29 Mei – 1 Juni 1945 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Tugas pokoknya adalah menyiapkan organisasi pemerintah yang akan menerima kemerdekaan dari pemerintah Jepang. 2. Dalam rapat BPUPKI terdapat 3 tokoh yang menawarkan konsep dasar negara: Mr. M. Yamin (29 Mei 1945) menawarkan 5 asas dasar NKRI yang yaitu: a). Peri Kebangsaan b). Peri Kemanusiaan c). Peri Ketuhanan d). Peri Kerakyatan e). Kesejahteraan yang berkebudayaan Prof. Dr. Mr. Supomo (31 Mei 1945) mengajukan dasar negara sebagai berikut: a). Persatuan b). Kekeluargaan c). Keseimbangan lahir dan batin d). Musyawarah e). Keadilan rakyat Ir. Soekarno (1 Juni 1945) mengusulkan konsep dasar negara yang meliputi: a). Kebangsaan Indonesia b). Internasionalisme atau perikemanusiaan c). Mufakat atau demokrasi d). Kesejahteraan Sosial e). Ketuhanan Yang Maha Esa 150

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Lampiran Penilaian - Penilaian Kognitif o Evaluasi Rentang poin per soal : Isian singkat 2 poin jika jawaban benar 0 poin jika jawaban salah Essay 1 poin jika jawaban salah 2 poin jika jawaban mendekati benar 3 poin jika jawaban benar Nilai = (jumlah poin sekuruhnya ) 4 o Portofolio No. Aspek Skor 1. Kelengkapan tugas meliputi: 1 2 3 4 2. - Hasil Pretest - Hasil Evaluasi (3) - Biografi tokoh - Mind Map - Hasil Posttest Ketepatan waktu dalam 1 2 3 4 Komentar mengumpulkan tugas 3. Kemajuan dalam belajar 1 2 3 4 Keterangan: Poin 1 1 jika hanya 1 tugas terkumpulkan 2 jika hanya 3 tugas terkumpulkan 3 jika hanya 5 tugas terkumpulkan 4 jika 7 tugas terkumpul seluruhnya Poin 2  1 jika melebihi 3 hari batas toleransi yang telah disepakati 2 jika melebihi 2 hari batas toleransi yang telah disepakati 3 jika melebihi 1 hari batas toleransi yang telah disepakati 4 jika mengumpulkan tepat pada waktu yang telah disepakati Poin 3  1 jika rata-rata hasil evaluasi belajar < 60 2 jika rata-rata hasil evaluasi belajar 61- 74 151

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 3 jika rata-rata hasil evaluasi belajar 75-87 4 jika rata-rata hasil evaluasi belajar >88 - Penilaian Afektif No. Aspek Skor 1. Ikut terlibat aktif dalam proses diskusi 1 2 3 4 2. Mampu memberikan pendapat 1 2 3 4 3. Mampu menerima pendapat teman 1 2 3 4 Komentar sejawat. Skor Keterangan:  Ikut terlibat aktif 1 apabila siswa tidak menjawab pertanyaan dan bertanya 2 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 3 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 4 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan  Mampu memberikan pendapat 1 apabila siswa tidak sama sekali mengutarakan pendapatnya 2 apabila siswa mengutarakan pendapatnya hanya sekali saja 3 apabila siswa mengutarakan pendapatnya sebanyak 2-3 kali 4 apabila siswa selalu mengutarakan pendapatnya sebanyak > 4 kali  Mampu menerima pendapat 1 apabila siswa pasif dan bersikap acuh tak acuh 2 apabila siswa aktif selama diskusi dan menanggapi 1 pendapat dari oranglain 3 apabila siswa aktif selama diskusi berlangsung dan mampu memberikan minimal 2 pandangannya 4 apabila siswa selalu aktif selama diskusi berlangsung dan menanggapi >3 pendapat dari teman sejawat. 152

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 - Penilaian Psikomotor No. 1. Aspek Skor Komentar Mengkomunikasikan hasil diskusi:  Bahasa yang digunakan mudah 1 2 3 4 dipahami  Kesesuaian dengan materi yang 1 2 3 4 diberikan  1 2 3 4 Suara jelas Skor Keterangan: Bahasa  1 jika bahasa yang digunakan banyak menggunakan dialek daerah 2 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun bercampur dengan dialek daerah. 3 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun bercampur dengan bahasa Indonesia yang tidak baku. 4 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar. Kesesuaian materi  1 jika materi yang disampaikan sangat tidak sesuai materi yang dipelajari 2 jika materi yang disampaikan sedikit tidak sesuai materi yang dipelajari 3 jika materi yang disampaikan sebagian besar sesuai materi yang dipelajari 4 jika materi yang disampaikan sangat sesuai materi yang dipelajari Suara  1 jika suara terlalu lirih hanya bisa didengar oleh orang yang berada disisinya 2 jika suara lirih hanya bisa didengar oleh beberapa orang saja 3 jika suara sedikit keras sehingga sebagian besar anggota kelompok dapat mendengarkan. 4 jika suara keras sehingga seluruh anggota dapat mendengarkannya. 153

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Kebondalem Lor Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/ Semester : V. Genap Hari/ Tanggal : Senin, 27 Januari 2014 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (pertemuan 2) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. C. Indikator Pembelajaran Kognitif  Menjelaskan persiapan kemerdekaan yang dilakukan oleh PPKI Afektif  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif  Melalui diskusi dalam kelompok, siswa mampu menjelaskan persiapan kemerdekaan yang dilakukan oleh PPKI minimal 2 hal pokok dengan jelas. Afektif  Siswa mampu bekerja sama dalam merumuskan materi pokok dalam kelompok diskusi dengan jelas minimal dapat menyebutkan 4 poin penting. 154

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 Psikomotor  Siswa mampu mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok dengan percaya diri minimal mengutarakan 4 poin penting dalam materi. E. Materi Ajar  Masa persiapan kemerdekaan oleh PPKI F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Cooperative learning Metode Pembelajaran : Jigsaw II Teknik Pembelajaran : Penugasan, diskusi, tanya jawab, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Waktu 10’ Kegiatan Awal - Salam pembuka - Doa dipimpin oleh salah satu siswa - Presensi siswa oleh guru - Apresepsi - Menyanyikan lagu “Hari Merdeka” - Orientasi Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan hari ini. - Motivasi Menyampaikan manfaat mempelajari materi pada hari ini. 2 50’ Kegiatan Inti Eksplorasi - Siswa secara mandiri diminta untuk mencari bahan pembelajaran (studipustaka) tentang materi masa persiapan kemerdekaan Indonesia oleh PPKI Elaborasi - Siswa dibagi menjadi 4 kelompok sebagai kelompok asal, masingmasing kelompok terdiri dari 5 orang. (kelompok latar belakang terbentuknya PPKI, kelompok PPKI, kelompok peristiwa rengasdengklok, kelompok proklamasi, kelompok sidang PPKI) Kelompok asal 155

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 A B C D Kelompok ahli 1 2 3 4 Kelompok 1: PPKI Kelompok 2: Peristiwa Rengasdengklok Kelompok 3: Peristiwa Proklamasi Kelompok 4: sidang PPKI - Guru membagikan materi pada kelompok asal untuk dipelajari dan dikuasai. - Guru memberikan pengantar tentang materi yang akan dibahas. Siswa berkumpul dalam kelompok ahli. - Setelah diskusi dengan kelompok ahli selesai, siswa kembali pada kelompok asal untuk menyampaikan materi yang ia dapatkan. - Siswa mengerjakan LKS dalam dalam kelompok asal dengan mendiskusikan materi yang telah dipelajari dalam kelompok ahli. - Siswa diminta untuk membuat timeline tentang materi pelajaran yang dipelajari hari ini. Konfirmasi 3 - Siswa dan guru bertanya jawab terkait materi yang belum dipahami. - Siswa dan guru meluruskan kesalahan jawaban . - Siswa diberikan reward atas keberhasilan kelompok - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. 10’ Kegiatan Akhir - Siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini. - Tindak lanjut dan pemberian tugas rumah (PR) oleh guru.  mempelajari materi selanjutnya - Doa/ Salam Penutup H. Penilaian Penilaian Kognitif 156

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 - Jenis : tes - Teknik : tertulis - Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) Penilaian Afektif dan Penilaian Psikomotor - Jenis : non tes - Teknik : observasi - Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) I. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber Belajar Indrastuti, D., Rochadi, S., & Suyanti, D. (2010). Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V Sekolah Dasar. Yudistira. S, M. T., Sunarto, Umar, A., Said, M., Suparna, N., & Ahmad, M. S. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah dasar kelas 5. Jakarta: Erlangga. Susilaningsih, E., & Limbong, L. S. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ Mi kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, S., R, S. U., Sutono, Sadiman, S., Sutrisno, & A, A. K. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R., & Munajat, A. (2008). Ilmu Pengtahuan Sosial: SD/Mi Kelas V. Jakarta: Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Media Belajar - Lembar Kegiatan Siswa - Gambar – gambar peristiwa 157

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Lampiran Materi Pertemuan II PEMBENTUKAN PPKI DAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN A. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia Perjuangan rakyat Indonesia semakin memuncak pada bulan Agustus 1945. Pada tanggal 6 Agustus 1945, Sekutu menjatuhi kota Hiroshima dengan bom atom. Melihat hasil kerja BPUPKI maka Jepang pada tangal 7 Agustus 1945 resmi membubarkan BPUPKI dan digantikan dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang disebut dalam Dokuritsu Junbi Iinkai. Beberapa hari sesudahnya, Sekutu kembali menjatuhi bom atom di kota Nagasaki, tepatnya pada tanggal 9 Agustus 1945. Melihat kondisi kekalahan seperti ini, pada tanggal 9 Agustus pemerintah Jepang memanggil Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Widyodiningrat untuk menghadap di Dalat, Vietnam. Pemanggilan Marsekal Terauchi bertujuan untuk memberitahukan bahwa Indonesia akan segera diberi kemerdekaan. Dengan adanya kekalahan Jepang menyebabkan terjadinya kekosongan kekuasaan (vaccum of power). Pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir mendengar berita tentang kekalahan Jepang terhadap Sekutu tanpa syarat melalui siaran radio. Sehingga sepulangnya Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Widyodiningrat dari di Dalat, Vietnam, Sutan Syahrir mendesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. PPKI awalnya beranggotakan 21 orang, dengan diketuai oleh Ir. Soekarno, sedangkan wakil ketua dijabat oleh Drs. Moh. Hatta. Di bawah ini merupakan susunan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia Ketua : Ir. Soekarno Wakil Ketua : Drs. Moh. Hatta Anggota : 1. Supomo 8. Abdoel Kadir 15. Muh. Hassan 2. Radjiman 9. Suryohamijoyo 16. Hamnidan 3. Suroso 10. Puruboyo 17. Sam Ratulangie 4. Sutarjo 11. Yap Twjan Bing 18. Andipangeran 5. Wahid Hasyim 12. Latuharhary 19. I Gusti Ketut Pudja 6. Ki Bagus Hadikusumo 13. Dr. Amir 7. Otto Iskandardinata 14. Abd. Abbas 158

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Atas wewenang dan tanggung jawab sendiri, Soekarno – Hatta mengangkat 6 anggota baru yaitu: 1. R.A.A Wiranatakusuma 2. Ki Hajar Dewantara 3. Mr. Kasman Singodimejo 4. Sayuti Melik 5. Iwa Kusuema Sumantri 6. Achmad Subardjo B. Peristiwa Rengasdengklok Setelah menerima berita menyerahnya Jepang kepada Sekutu, para pejuang Indonesia mengadakan rapat kilat dan rahasia yang diadakan pada tanggal 15 Agustus 1945 malam hari. Sementara itu pada tanggal yang sama, Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat tiba kembali ke tanah air dari Dalat, Vietnam. Rapat pemuda yang dipimpin oleh Chaerul Saleh, memutuskan bahwa Indonesia harus merdeka saat itu juga serta mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan. Pada saat menentukan kapan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua. Golongan tua terdiri atas Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, dan dr. Radjiman Wedyodiningrat. Sedangkan golongan muda sendiri terdiri atas Sutan Syahrir, Chaerul Saleh, Wikana, dan Darwis. Golongan tua berpendapat bahwa Indonesia dapat merdeka tanpa pertumpahan darah jika bekerja sama dengan Jepang. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ingin membicarakan hal tersebut dalam rapat PPKI terlebih dahulu. Pendapat inilah yang tidak disetujui oleh golongan muda. Golongan muda berpendapat bahwa dengan adanya kekalahan Jepang, Sekutu dapat sewaktu-waktu mengembalikan keuasaan Belanda di Indonesia. Oleh karena itu, Proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 1945. Selain itu pula, golongan muda juga tidak setuju apabila kemerdekaan harus dibahas dalam rapat PPKI. Alasannya, karena PPKI merupakan badan yang dibentuk Jepang. Golongan muda menghendaki Proklamasi dilaksanakan dengan kekuatan sendiri. Pada tanggal 16 Agustus 1945 dini hari, para golongan muda menculik Ir.Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dan dibawa ke Rengasdengklok. Rengasdengklok merupakan kota kecil di sebelah utara Karawang, Jawa Barat. Tujuan Ir.Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke 159

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 Rengasdengklok adalah agar kedua pemimpin tersebut tidak dapat dipengaruhi oleh Jepang. Pada tanggal 16 Agustus 1945, sore hari, Ahmad Soebardjo dan Sudiro pergi ke Rengasdengklok untuk bertemu Bung Karno dan Bung Hatta. Mereka mengadakan pembicaraan dan sepakat untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan. Namun teks proklamasi harus ditandatangani di Jakarta. Maka, pada pukul 22.00 tanggal 16 Agustus 1945, mereka kembali ke Jakarta. C. Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Setelah kembali dari Rengasdengklok, Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, beberapa anggota PPKI, dan golongan muda mengadakan pertemuan untuk melakukan persiapan pelaksanaan Proklamasi bertempat di rumah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Jepang bernama Laksamana Tadashi Maeda yang terletak di Jalan Imam Bonjol no. 1 Jakarta. Laksamana Maeda merasa simpati akan perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan. Naskah Proklamasi disusun oleh tiga orang yaitu Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo. Saat itu Ir. Soekarno menuliskan dua kalimat. Kalimat pertama berbunyi: “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.” Kalimat tersebut merupakan kalimat yang dikutip oleh Mr. Ahmad Soebardjo dari Piagam Jakarta. Kemudian Drs. Moh. Hatta menyempurnakan teks proklamasi dengan kalimat kedua: “Hal-hal yang menyangkut pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.” Dengan demikian teks proklamasi telah selesai dirumuskan dan kemudian dibacakan di depan para hadirin dan dimusyawarahkan. Tokoh yang datang saat itu B.M. Diah, Sudiro, Sajuti Melik, dan Sukarni. Munculah permasalahan tentang siapa yang akan menandatangai naskah proklamasi tersebut. Ir. Soekarno mengusulkan bahwa yang menandatangani naskah proklamasi adalah semua orang yang datang pada saat malam itu. Namun Sukarni, salah satu tokoh golongan muda mengusulkan bahwa yang menandatangani naskah proklamasi adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usul tersebut disetujui dan kemudian naskah proklamasi diketik oleh Sajuti Melik disertai dengan perubahan yang telah di setujui bersama. Pagi harinya, pada tanggal 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta atau di kediaman Ir. Soekarno diadakan upacara Proklamasi Kemerdekaan 160

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 Indonesia. Upacara dihadiri oleh para tokoh-tokoh pejuang Indonesia. Pada pukul 10.00, Ir. Soekarno menyampaikan pidato pendahuluan dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan. Acara dilanjutkan dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh Suhud dan Latif Hendranigrat diiringi lagu Indonesia Raya. Bendera yang dikibarkan saat Upacara Proklamasi Kemerdekaan merupakan jahitan dari Ibu Fatmawati Soekarno. Berita Kemerdekaan ini disiarkan dan disebarkan melalui radio, selebaran dan koran. Dalam waktu singkat, berita Kemerdekaan ini telah menyebar ke pelosok Indonesia. D. Sidang PPKI Pada tanggal 18 Agustus 1945 sehari setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, PPKI melaksanakan sidang pertama kalinya bertempat di Gedung Kesenian Jakarta. Beberapa sidang PPKI menghasilkan keputusan-keputusan penting sebagai berikut: Sidang PPKI I (18 Agustus 1945) Hasil sidang PPKI I ini menyangkut kehidupan ketatanegaraan serta landasan politik bagi bangsa Indonesia yang merdeka, yaitu: a. Mengesahkan Rancangan UUD menjadi UUD Negara Indonesia yang dikenal dengan UUD 1945 b. Memilih Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Presiden beserta Wakil Presiden Republik Indonesia. c. Untuk sementara waktu tugas Presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional Sidang PPKI II (19 Agustus 1945) Menghasilkan keputusan: a. Membentuk dua belas kementerian dan sekaligus menunjuk pemimpinnya. Dua belas kementerian, sebagai berikut: 1. Kementerian Dalam Negeri 7. Kementerian Sosial 2. Kementerian Luar Negeri 8. Kementerian Pertahanan 3. Kementerian Kehakiman 9. Kementerian Penerangan 4. Kementerian Keuangan 10. Kementerian Pekerjaan Umum 5. Kementerian Kemakmuran 11. Kementerian Perhubungan 6. Kementerian Kesehatan 12. Kementerian Pengajaran b. Menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia menjadi 8 provinsi sekaligus menunjuk gubernurnya. 161

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Delapan provinsi meliputi: a. Sumatra : Mr. Teuku Muhammad Hassan b. Jawa Barat : Soetardjo Kartohadikusumo c. Jawa Tengah : R. P. Soeroso d. Jawa Timur : R. A. Soerjo e. Sunda Kecil : Mr. I Gusti Ketut Pudja f. Maluku : G. S. S. S. J. Ratulangie g. Sulawesi : Ir. Pangeran Muhammad Noor h. Kalimantan : Mr. J. Latuharhary Rapat PPKI (20 Agustus 1945) Membahas tentang Badan Penolong Korban Perang. Sidang ini menghasilkan delapan pasal ketentuan, salah satunya adalah pasal 2 berisi tentang pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Sidang PPKI III (22 Agustus 1945) Membahas tentang: a. Pembentukan Komite Nasional Indonesia di seluruh daerah Indonesia yang diketuai oleh Mr. Kasman Singodimeja. b. Pembentukan Partai Nasional Indonesia. c. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang beranggotakan mantan anggota Peta, Heiho, Keibodan, dan Seinendan. Pada tanggal 5 Oktober 1945, BKR berubah namanya menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). 162

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 Nama No Lampiran Lembar Kerja Siswa : ………………………… : ………………………… LEMBAR KERJA SISWA Satuan Pendidikan : SD N 1 Kebon Dalem Lor Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Senin/ 27 Januari 2014/ 2 Kelas/ Semester : V/ Genap Unit : PPKI dan Proklamasi Kemerdekaan Alokasi waktu : 2 x 35 menit (2JP) I. Indikator Hasil Belajar Kognitif  Menjelaskan persiapan kemerdekaan yang dilakukan oleh PPKI Afektif  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. II. Petunjuk PETUNJUK:  Tulislah nama dan no absen kalian di kolom yang sudah disediakan  Bergabung bersama kelompok asal Bergabunglah bersama kelompok asal yang telah ditentukan oleh guru. III. Kegiatan Belajar AYO JADI SEORANG AHLI DI DALAM KELOMPOKMU! A. Kegiatan Belajar 1 Mari membaca materi  Bacalah seluruh materi pelajaran hari ini!  Ketua kelompok silahkan membagi materi yang harus dibaca oleh teman dalam kelompok asal.  Setiap siswa membaca materi sesuai dengan yang didapatkannya Bacalah materi yang menjadi bagian ahlimu saja. INGAT! Hanya materi ahlimu saja. Setelah membaca kamu bisa menggaris bawahi bagian yang penting untuk kamu diskusikan bersama kelompok ahli. Ingat, kalian juga harus memahami materi yang kalian baca! B. Kegiatan Belajar 2 1. Bergabunglah bersama kelompok ahli, kelompok ahli adalah kelompok dengan kode huruf yang sama. 2. Di dalam kelompok ahli diskusikan materi yang telah kamu baca dan pahami di kelompok asal! Ingat jangan hanya membaca, tapi sampaikan pendapatmu! 3. Sampaikan pendapatmu satu per satu, setiap anak harus menyampaikan pendapatnya! C. Kegiatan Belajar 3 1. Kembalilah ke kelompok asal! 163

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 2. Jadilah ahli bagi anggota kelompok asalmu agar mereka memahami materi yang kamu pelajari. Sehingga semua akan memahami keseluruhan materi ! Jadilah ahli! buatlah temanmu pandai seperti kamu :) 164

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 Kemudian kerjakan soal di bawah ini bersama dengan kelompok asalmu! a. Buatlah time line tentang PPKI dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia! 22 Agustus 1945  ........................... pembentukan KNI di seluruh Indonesia, PNI, BKR ...... Agustus 1945 Sidang PPKI II membagi wilayah Indonesia menjadi ...... provinsi, dan membentuk ..... kementerian. ..... Agustus 1945  ................................  UUD 1945, Presiden dan Wakil Presiden, tugas presiden dibantu KNI 17 Agustus 1945  ............................................................................................. pada pukul 10.00, di Jl. Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta. Naskah Proklamasi dibacakan oleh ........................ Perumusan naskah Proklamsi oleh 3 tokoh yaitu ......................................, ................................, dan ........................................... Naskah Proklamasi diketik oleh ................................... ....... Agustus 1945 malam hari  Ir. soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta dan merumuskan naskah proklamasi di rumah .................................................... 16 Agustus 1945 dini hari, .......................... dan .................................. diculik oleh golongan muda dan dibawa ke Rengasdengklok. 15 Agustus 1945  3 tokoh tiba di tanah air, golongan muda mengadakan rapat rahasia untuk mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta memproklamasikan kemerdekaan. ..... Agustus 1945  Jepang menyerah kepada Sekutu tanpa syarat, Sutan Syahrir mendengar berita kekalahan pertama kali melalui radio ................................... 1945  Nagasaki dijatuhi bom atom oleh tentara Sekutu, Ir.Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat dipanggil untuk menghadap ke Dalat, Vietnam 7 Agustus 1945  ............................................................................................................. 6 Agustus 1945  Hiroshima dijatuhi bom atom oleh tentara Sekutu 165

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 b. Carilah dan catatlah hasil-hasil sidang PPKI! SIdang PPKI SIdang PPKI I 18 Agustus 1945 Hasil Sidang Sidang PPKI II 19 Agustus 1945 Sidang PPKI III 22 Agustus 1945 166

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 Lampiran Lembar Evaluasi EVALUASI 2 Pertemuan : II Materi : Persiapan Kemerdekaan Indonesia oleh PPKI Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. Salah satu tugas utama PPKI adalah .... 2. Tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada .... 3. Tanggal 16 Agustus 1945 Soekarno-Hatta dibawa para pemuda ke ......... dekat Karawang, Jawa Barat. 4. Proklamasi kemerdekaan dilangsungkan di rumah kediaman Ir. Soekarno, pada pukul .... 5. Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI bersidang dan memilih Ir.Soekarno sebagai presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai .... Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Sebutkan salah satu isi dari hasil sidang PPKI ke 2 pada tanggal 19 Agustus 1945! 2. Siapa sajakah yang mengusulkan kalimat-kalimat dalam naskah Proklamasi? 167

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Kunci Jawaban Evaluasi 2: Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. Menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang –Undang Dasar yang telah disiapkan BPUPKI, memusyawarahkan serta memutuskan cara pelaksanaan pernyataan kemerdekaan Indonesia pada saatnya nanti. 2. Sekutu/ Amerika 3. Rengasdengklok 4. 10.00 WIB 5. Wakil presiden Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Sidang PPKI II (19 Agustus 1945), menghasilkan keputusan: a. Membentuk dua belas kementerian dan sekaligus menunjuk pemimpinnya. b. Menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia menjadi 8 provinsi sekaligus menunjuk gubernurnya. c. Memutuskan agar tentara kebangsaan negara segera dibentuk. 3. Mr. Ahmad Soebarjo dan Drs Moh. Hatta 168

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 Lampiran Rubrik Penilaian - Penilaian Kognitif o Evaluasi Rentang poin per soal : Isian singkat 2 poin jika jawaban benar 0 poin jika jawaban salah Essay 1 poin jika jawaban salah 2 poin jika jawaban mendekati benar 3 poin jika jawaban benar Nilai = - (jumlah poin sekuruhnya ) 4 Penilaian Afektif No. Aspek 1. Skor Ikut terlibat aktif dalam proses Komentar 1 2 3 4 pembelajaran 2. Mampu memberikan pendapat 1 2 3 4 3. Mampu menerima pendapat teman 1 2 3 4 sejawat. Skor Keterangan:  Ikut terlibat aktif 1 apabila siswa tidak menjawab pertanyaan dan bertanya 2 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 3 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 4 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan  Mampu memberikan pendapat 1 apabila siswa tidak sama sekali mengutarakan pendapatnya 2 apabila siswa mengutarakan pendapatnya hanya sekali saja 3 apabila siswa mengutarakan pendapatnya sebanyak 2-3 kali 169

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 4 apabila siswa selalu mengutarakan pendapatnya sebanyak > 4 kali  Mampu menerima pendapat 1 apabila siswa pasif dan bersikap acuh tak acuh 2 apabila siswa aktif selama diskusi dan menanggapi 1 pendapat dari oranglain 3 apabila siswa aktif selama diskusi berlangsung dan mampu memberikan minimal 2 pandangannya 4 apabila siswa selalu aktif selama diskusi berlangsung dan menanggapi >3 pendapat dari teman sejawat. - Penilaian Psikomotor No. 1. Aspek Skor Komentar Menuliskan hasil diskusi:  Bahasa yang digunakan mudah 1 2 3 4 dipahami  Kesesuaian dengan materi yang 1 2 3 4 diberikan Skor Keterangan: Bahasa  1 jika bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan bahasa Indonesia dan EYD 2 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun tidak sesuai dengan EYD. 3 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun bercampur dengan bahasa Indonesia yang tidak baku. 4 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar. Kesesuaian materi  1 jika materi yang disampaikan sangat tidak sesuai materi yang dipelajari 2 jika materi yang disampaikan sedikit tidak sesuai materi yang dipelajari 3 jika materi yang disampaikan sebagian besar sesuai materi yang dipelajari 4 jika materi yang disampaikan sangat sesuai materi yang dipelajari 170

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN Satuan Pendidikan : SD Negeri Kebondalem Lor Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/ Semester : V. Genap Hari/ Tanggal : Kamis. 30 Januari 2014 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (pertemuan 3) A. Standar Kompetensi 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia. B. Kompetensi Dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. C. Indikator Pembelajaran Kognitif  Mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan.  Memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan.  Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Afektif  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  Menyusun puzzle tokoh-tokoh yang terlibat dalam mempersiapkan kemerdekaan  Menceritakan tokoh yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. D. Tujuan Pembelajaran Kognitif 171

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172  Melalui diskusi dalam kelompok, siswa mampu mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan minimal 3 tokoh dengan jelas.  Melalui diskusi dalam kelompok siswa mampu memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan minimal 2 contoh dengan jelas.  Melalui berdiskusi dengan kelompok, siswa mampu menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan minimal 3 sikap dalam kehidupan sehari-hari. Afektif  Siswa mampu bekerja sama dalam merumuskan materi pokok dalam kelompok diskusi dengan jelas minimal dapat menyebutkan 2 poin penting Psikomotor  Siswa mampu menyusun puzzle tokoh-tokoh yang terlibat dalam mempersiapkan kemerdekaan, setelah mendengarkan instruksi dari guru dengan baik  Siswa mampu menceritakan tokoh yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan minimal 2 tokoh penting  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. E. Materi Ajar  Tokoh – tokoh persiapan kemerdekaan Indonesia  Sikap-sikap menghargai jasa pahlawan. F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Cooperative learning Metode Pembelajaran : Jigsaw II Teknik Pembelajaran : Penugasan, diskusi, tanya jawab, presentasi G. Kegiatan Pembelajaran No. 1 Kegiatan Waktu 10’ Kegiatan Awal - Salam pembuka - Doa dipimpin oleh salah satu siswa - Presensi siswa oleh guru - Apresepsi “Pernahkah kalian mengikuti upacara bendera? Pernahkah kalian 172

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 mengunjungi makam pahlawan?” - Orientasi Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini. - Motivasi Menyampaikan manfaat dari materi yang dipelajari. 2 50’ Kegiatan Inti Eksplorasi - Siswa secara mandiri diminta untuk mencari bahan pembelajaran (studipustaka) tentang materi tokoh- tokoh yang ikut berperan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia serta cara menghormati jasa para tokoh. Elaborasi - Siswa dibagi menjadi 5 kelompok sebagai kelompok asal, masingmasing kelompok terdiri dari 4 orang. (kelompok tokoh-tokoh yang terlibat dalam BPUPKI, kelompok tokoh-tokoh yang terlibat dalam PPKI, kelompok tokoh-tokh yang terlibat dalam proklamasi kemerdekaan, kelompok cara menghargai jasa para tokoh beserta contohnya) Kelompok asal A B C D Kelompok ahli 1 2 3 4 Kelompok 1: Tokoh-tokoh yang terlibat dalam BPUPKI Kelompok 2: Tokoh-tokoh yang terlibat dalam PPKI Kelompok 3: Tokoh-tokoh yang terlibat dalam Proklamasi Kemerdekaan. Kelompok 4: Cara menghargai jasa para tokoh dan contohnya 173

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 - Guru membagikan materi pada kelompok asal untuk dipelajari dan dikuasai. - Guru memberikan pengantar tentang materi yang akan dibahas. Siswa berkumpul dalam kelompok ahli. - Setelah diskusi dengan kelompok ahli selesai, siswa kembali pada kelompok asal untuk menyampaikan materi yang ia dapatkan. - Siswa mengerjakan LKS dalam kelompok asal dengan mendiskusikan materi yang telah dipelajari dalam kelompok ahli. - Siswa di dalam kelompok asal menyusun puzzle gambar tokoh. Konfirmasi 3 - Siswa dan guru bertanya jawab terkait materi yang belum dipahami. - Siswa dan guru meluruskan kesalahan jawaban . - Siswa diberikan reward atas keberhasilan kelompok - Siswa dan guru merangkum hasil belajar. 10’ Kegiatan Akhir - Siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini. - Tindak lanjut dan pemberian tugas rumah (PR) oleh guru. - Doa/ Salam Penutup H. Penilaian Penilaian Kognitif - Jenis : tes - Teknik : tertulis - Instrumen : soal dan kunci jawaban (terlampir) Penilaian Afektif dan Psikomotor - Jenis : non tes - Teknik : observasi - Instrumen : skala sikap dan rubrik penilaian (terlampir) I. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber Belajar Indrastuti, D., Rochadi, S., & Suyanti, D. (2010). Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V Sekolah Dasar. Yudistira. S, M. T., Sunarto, Umar, A., Said, M., Suparna, N., & Ahmad, M. S. (2007). IPS Terpadu untuk Sekolah dasar kelas 5. Jakarta: Erlangga. 174

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 Susilaningsih, E., & Limbong, L. S. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ Mi kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Syamsiyah, S., R, S. U., Sutono, Sadiman, S., Sutrisno, & A, A. K. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 5: untuk SD/ MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yuliati, R., & Munajat, A. (2008). Ilmu Pengtahuan Sosial: SD/Mi Kelas V. Jakarta: Pusat perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Media Belajar - Lembar Kegiatan Siswa - Puzzle tokoh Prambanan, 30 Januari 2014 Mengetahui, Peneliti Guru Mata Pelajaran (Endang Sri Hastuti, A.Ma) (Rosalia Pratiwi Mahandani) NIP. 197109091997032005 Mengesahkan, Kepala Sekolah (Tri Suhartini, S.Pd) NIP.196305011983042010 175

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Lampiran Materi Pembelajaran TOKOH DAN PERANANNYA DALAM PERISTIWA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA SERTA CARA MENGHARGAI JASA PARA PEJUANG KEMERDEKAAN A. Tokoh yang berperan dalam BPUPKI a. Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (1879-1952) Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat merupakan seorang dokter dan tokoh pergerakan nasional. Beliau pernah menjabat sebagai ketua BPUPKI. Awalnya, Dr. Radjiman ikut dalam organisasi Budi Utomo semenjak organisasi itu terbentuk. Beliau termasuk anggota Volksraad angkatan pertama ketika lembaga ini dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1918 sampai pada tahun 1931. Pada zaman pendudukan Jepang, beliau menjadi anggota Dewan Pertimbangan Daerah Madiun, kemudian ditarik ke pusat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Pusat. Setelah Putra terbentuk, beliau duduk dalam Majelis Pertimbangan. b. Mr. Muhammad Yamin (1903-1962) Muhammad Yamin merupakan seorang ahli hukum, tokoh pergerakan kemerdekaan, penyair angkatan Pujangga Baru, dan Penggali sejarah Indonesia. Bersama Bung Hatta mendirikan Jong Sumatranen Bond. Dalam politik, Muhammad Yamin mengawalinya dengan bergabung dengan Partindo. Beliau terpilih menjadi anggota BPUPKI dan ikut mengusulkan rumusan dasar negara pada rapat BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945. Selain menjadi anggota BPUPKI, beliau juga menjadi anggota Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta. c. Prof.Dr. Soepomo (1903-1958) Supomo dilahirkan di Sukoharjo, Solo. Supomo terpilih menjadi anggota BPUPKI dan PPKI. Beliau sangat berperan dalam perumusan UUD 1945. Sebagai seorang ahli hokum, beliau juga menjadi tim perumus Undang-Undang Dasar. Beliau mengusulkan dasar-dasar negara saat rapat BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945. Setelah Indonesia merdeka, beliau menjabat sebagai menteri kehakiman. 176

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 B. Tokoh yang berperan dalam PPKI a. Ir. Soekarno Soekarno lahir di Blitar, 6 Juni 1901. Beliau adalah lulusan ITB di Bandung. Soekarno merupakan pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI). Beliau pernah ditangkap dan dibuang ke Ende (flores) karena beliau memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setelah bebas beliau aktif kembali dalam politik Indonesia, dalam BPUPKI Soekarno menjadi anggota. Lalu tanggal 9 Agustus 1945 beliau dipilih sebagai ketua PPKI. Pada tanggal 1 Juni 1945 belaia mengusulkan konsep dasar negara yang kemudia diberi nama pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Dalam puncak kemerdekaan beliau menjadi penyusun konsep proklamasi keerdekaan bersama bung Hatta dan Mr. Ahmad Subarjo. Sekaligus beliau menjadi proklamator bangsa Indonesia dan tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI ditetapkan sebagai presiden pertama Indonesia. Beliau juga mendapat bapak bangsa Indonesia (The Founding Father). Pada tanggal 21 Juni 1970 beliau meninggal dunia dan di makamkan di Blitar, Jawa Timur. b. Drs. Mohammad Hatta Bung Hatta lahir di Bukit Tinggi 12 Agustus 1902. Beliau aktif dalam gerakan mahasiswa. Beliau pernah bergabung dengan PNI dan pernah pula dibuang ke Digul tahun 1934. Menjelang kemerdekaan beliau aktif sebagai anggota BPUPKI, bergabung dalam panitia sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta. Bersama Bung Karno beliau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Beliau juga mendampingi Ir. Soekarno menjadi Wakil Presiden pertama di Indonesia. Tahun 1956 beliau mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden dan menyumbangkan pikirannya sebagai guru besar Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia. Beliau wafat tanggal 14 Maret 1980. 177

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 c. Mr. Ahmad Subardjo (1896-1978) Ahmad Subarjo merupakan pejuang kemerdekaan dari golongan tua. Menjelang proklamasi, beliau menjadi anggota BPUPKI yang juga termasuk Panitia Sembilan. Peranannya yang amat penting adalah menjadi penengah antara golongan muda dengan golongan tua saat peristiwa Rengasdengklok. Selain itu, Mr. Ahmad Subardjo merupakan kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang yang dipimpin oleh Laksamana Tadashi Maeda. Karena kedekatannya dengan Laksamana Tadashi Maeda, maka rumah Laksamana Tadashi Maeda dapat digunakan sebagai tempat menyusun teks proklamasi sehingga luput dari perhatian pasukan Jepang di Jakarta. Setelah Indonesia merdeka, beliau menjabat sebagai menteri luar negeri dalam kabinet presidensial. C. Tokoh yang berperan dalam Proklamasi a. Sukarni Sukarni merupakan salah satu tokoh pemuda yang ikut berjuang melawan penjajah. Peranan Sukarni dalam mempersiapkan kemerdekaan antaralain mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Ia bersama dnegan tokoh pemuda lainnya membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. Sukarni juga mengusulkan bahwa Bung Karno dan Bung Hatta yang menandatangani teks Proklamasi atas nama bangsa Indonesia. b. Sutan Syahrir (1909-1966) Sutan Syahrir lahir pada tanggal 5 Maret 1909 di Padangpanjang, Sumatra Barat. Pada saat menjadimahasiswa di Amsterdam (Belanda), Sutan Syahrir ikut aktif dalam Partai Sosial Demokrat. Sutan Syahrir sengat tertarik kepada nasib kaum buruh. Setelah kembali ke Indonesia, Sutan Syahrir bergabung dengan Gerakan Merdeka. Beliau juga pernah menjabat sebagai ketua umum PNIBaru. Untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, Sutan Syahrir ikut aktif bersama para pemuda revolusioner yang dipimpin oleh Chaerul Saleh. Pada masa awal kemerdekaan, Sutan Syahrir menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) dan pernah menjabat sebagai perdana menteri. 178

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 c. Fatmawati Fatmawati adalah istri Bung Karno. Fatmawati lahir di kota Bengkulu, pada tanggal 5 Februari 1923. Ayahnya bernama Hassan Din dan ibunya bernama Siti Chatijah. Sejak kecil, Fatmawati sudah hidup dalam suasana perjuangan. Fatmawati ikut berjuang di samping Bungkarno. Bahkan, Fatmawati menjahit bendera merah putih untuk upacara pembacaan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Beliau juga ikut memperjuangkan nasib kaum wanita. D. Menghargai jasa para pejuang kemerdekaan Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kita pantas menghargai usaha-usaha dan tokoh bangsa dalam mempersiapkan kemerdekaan kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghormati dan menghargai usaha mereka, contohnya: o Khidmat dalam mengikuti upacara bendera untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur di medan perang. o Rela berjuang demi bangsa dan negara o Berziarah ke makam pahlawan o Mengunjungi museum dan tempat penyimpanan benda sejarah. o Berpendirian teguh namun juga menghormati orang lain, mau menerima hasi musyawarah yang mufakat dan melaksanakannya. o Mencintai produk dalam negeri o Meniru semangat juang pahlawan dan mempraktekkannya dalam hidup sehari-hari o Belajar dengan tekun dan kerja keras, pantang menyerah. o Senang menyaksikan dan ikut melestarikan budaya daerah. o Dll. 179

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Nama No Lampiran Lembar Kerja Siswa : ………………………… : ………………………… LEMBAR KERJA SISWA Satuan Pendidikan : SD N 1 Kebon Dalem Lor Hari/ Tanggal/ Pertemuan ke : Kamis/ 30 Januari 2014/ 3 Kelas/ Semester : V/ Genap Unit : Tokoh dan Peranannya dalam Peristiwa Persiapan Kemerdekaan Indonesia serta Cara Menghargai Jasa Para Pejuang Kemerdekaan Alokasi waktu : 2 x 35 menit (2JP) I. Indikator Hasil Belajar Kognitif  Mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan.  Memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan.  Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Afektif  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  Menyusun puzzle tokoh-tokoh yang terlibat dalam mempersiapkan kemerdekaan  Menceritakan tokoh yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. II. Petunjuk PETUNJUK:  Tulislah nama dan no absen kalian di kolom yang sudah disediakan  Bergabung bersama kelompok asal Bergabunglah bersama kelompok asal yang telah ditentukan oleh guru. III. Kegiatan Belajar AYO JADI SEORANG AHLI DI DALAM KELOMPOKMU! A. Kegiatan Belajar 1 Mari membaca materi  Bacalah seluruh materi pelajaran hari ini!  Ketua kelompok silahkan membagi materi yang harus dibaca oleh teman dalam kelompok asal.  Setiap siswa membaca materi sesuai dengan yang didapatkannya 180

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 Bacalah materi yang menjadi bagian ahlimu saja. INGAT! Hanya materi ahlimu saja. Setelah membaca kamu bisa menggaris bawahi bagian yang penting untuk kamu diskusikan bersama kelompok ahli. Ingat, kalian juga harus memahami materi yang kalian baca! B. Kegiatan Belajar 2 1. Bergabunglah bersama kelompok ahli, kelompok ahli adalah kelompok dengan kode huruf yang sama. 2. Di dalam kelompok ahli diskusikan materi yang telah kamu baca dan pahami di kelompok asal! Ingat jangan hanya membaca, tapi sampaikan pendapatmu! 3. Sampaikan pendapatmu satu per satu, setiap anak harus menyampaikan pendapatnya! C. Kegiatan Belajar 3 1. Kembalilah ke kelompok asal! 2. Jadilah ahli bagi anggota kelompok asalmu agar mereka memahami materi yang kamu pelajari. Sehingga semua akan memahami keseluruhan materi ! Jadilah ahli! buatlah temanmu pandai seperti kamu :) 181

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 Lalu kerjakanlah soal dibawah ini! LEMBAR KERJA SISWA 4 Indikator Pembelajaran Kognitif  Mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan.  Memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan.  Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Afektif  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  Menyusun puzzle tokoh-tokoh yang terlibat dalam mempersiapkan kemerdekaan  Menceritakan tokoh yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. Petunjuk  Diskusikan bersama kelompok!  Catatlah hasilnya di lembar kerja ini! Tugas c. Berilah contoh kegiatan sehari-hari perilaku yang mencerminkan bahwa ia menghormati para tokoh pejuang kemerdekaan! No. 1. Peran Sebagai seorang siswa di sekolah 2. Sebagai seorang anak di rumah Contoh perilaku a. b. c. d. e. f. a. b. c. d. e. f. 182

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 Lampiran Lembar Kerja Kelompok LEMBAR KERJA SISWA 3 Indikator Pembelajaran Kognitif  Mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan.  Memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan.  Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Afektif  Bekerja sama dalam merumuskan materi kelompok Psikomotor  Menyusun puzzle tokoh-tokoh yang terlibat dalam mempersiapkan kemerdekaan  Menceritakan tokoh yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan  Mengkomunikasikan hasil diskusinya dalam kelompok. Petunjuk  Bekerjalah dengan teman sebangkumu!  Susunlah potongan puzzle dan potongan keterangan yang diberikan gurumu!  Tempelkan pada lembar yang disediakan!  Perhatikan perintah pada soal! Tugas a. Tempelkan potongan gambar dan keterangan pada kolom yang tersedia! No 1. Gambar Tokoh Keterangan Beliau adalah salah satu tokoh penting dalam BPUPKI. Beliau merupakan ketua dari BPUPKI. Beliau juga ikut dalam pemanggilan tiga tokoh Indonesia ke Dalat Vietnam. Siapakah beliau? ……………………………… 2. Seorang penyair pujangga baru, dan seorang ahli ilmu hukum. Selain itu pula, beliau juga ikut mengusulkan rumusan dasar negara dalam Sidang BPUPKI I pada tanggal 29 Mei 1945. Siapakah Beliau? ……………………………… 183

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 3. Beliau bisa disebut sebagai pejuang. Beliau merupakan “the First Lady” (Ibu Negara). Membantu mempersiapkan kemerdekaan dengan menjahit Sang Merah Putih. Siapakah Beliau? ……………………………… 4. Merupakan salah satu dari Proklamator. Beliau juga merupakan salah satu dari ketiga tokoh Indonesia yang dipanggil oleh pemerintah Jepang untuk pergi ke Dalat, Vietnam. Beliau mengusulkan nama Pancasila sebagai nama dasar negara Indonesia. Siapakah Beliau? ……………………………… 5. Beliau merupakan putra Indonesia kelahiran Bukit Tinggi. Beliau merupakan salah satu dari proklamator Indonesia. Beliau juga ikut dalam perumusan naskah proklamasi dan mengusulkan kalimat “Hal-hal yang menyangkut pemindahan kekuasaan dan lain lain diselenggarakan dnegan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkatsingkatnya” Siapakah Beliau? …………………………………….. 184

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 Lampiran Lembar Evaluasi EVALUASI 3 Pertemuan : III Materi : Tokoh dan peranannya dalam peristiwa persiapan kemerdekaan Indonesia Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. Tokoh bangsa Indonesia telah memberi teladan yang baik bahwa segala masalah dapat diselesaikan dengan cara . . . . 2. Orang Jepang yang rumahnya dipakai untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan bernama . . . . 3. Gelar proklamator diberikan kepada. . . . 4. Bendera Pusaka Merah Putih dijahit oleh . . . . 5. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai .... Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Bagaimana cara menghargai jasa para tokoh yang ikut dalam mempersiapkan kemerdekaan? 2. Sebutkan minimal 3 tokoh yang ikut ambil bagian dalam persiapan kemerdekaan Indonesia beserta perannya! 185

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 Kunci Jawaban Evaluasi 3: Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat! 1. Musyawarah, diskusi 2. Laksamana Tadashi Maeda 3. Soekarno – Hatta 4. Ibu Fatmawati 5. Pahlawannya Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. (disesuaikan) misalnya: - Mengisi kemerdekaan dengan pembangunan serta belajar dan bekerja keras - Meneladani sikap kepahlawanan para pejuang dan tokoh kemerdekaan - Meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan - Memberi penghargaan kepada para pejuang. - Mengunjungi Taman Makam Pahlawan 2. (disesuaikan) misalnya: a. Ir. Soekarno  Ketua PPKI dan Proklamator b. Drs. Moh. Hatta  wakil ketua PPKI dan Proklamator c. Dr. Radjiman Widyodiningrat  Ketua BPUPKI d. Sayuti Melik  pengetik naskah Proklamasi e. Dr. Supomo  salah satu penggagas rumusan dasar negara 186

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 Lampiran Rubrik Penilaian - Penilaian Kognitif o Evaluasi Rentang poin per soal : Isian singkat 2 poin jika jawaban benar 0 poin jika jawaban salah Essay 1 poin jika jawaban salah 2 poin jika jawaban mendekati benar 3 poin jika jawaban benar Nilai = - (jumlah poin sekuruhnya ) 1,6 Penilaian Afektif No. Aspek 1. Skor Ikut terlibat aktif dalam proses Komentar 1 2 3 4 pembelajaran 2. Mampu memberikan pendapat 1 2 3 4 3. Mampu menerima pendapat teman 1 2 3 4 sejawat. Skor Keterangan:  Ikut terlibat aktif 1 apabila siswa tidak menjawab pertanyaan dan bertanya 2 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 3 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan 4 apabila siswa dapat menjawab 1 pertanyaan dan bertanya minimal 2 pertanyaan  Mampu memberikan pendapat 1 apabila siswa tidak sama sekali mengutarakan pendapatnya 2 apabila siswa mengutarakan pendapatnya hanya sekali saja 187

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 3 apabila siswa mengutarakan pendapatnya sebanyak 2-3 kali 4 apabila siswa selalu mengutarakan pendapatnya sebanyak > 4 kali  Mampu menerima pendapat 1 apabila siswa pasif dan bersikap acuh tak acuh 2 apabila siswa aktif selama diskusi dan menanggapi 1 pendapat dari oranglain 3 apabila siswa aktif selama diskusi berlangsung dan mampu memberikan minimal 2 pandangannya 4 apabila siswa selalu aktif selama diskusi berlangsung dan menanggapi >3 pendapat dari teman sejawat. - Penilaian Psikomotor No. 1. Aspek Skor Komentar Menuliskan hasil diskusi:  Bahasa yang digunakan mudah 1 2 3 4 dipahami  Kesesuaian dengan materi yang 1 2 3 4 diberikan Skor Keterangan: Bahasa  1 jika bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan bahasa Indonesia dan EYD 2 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun tidak sesuai dengan EYD. 3 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia namun bercampur dengan bahasa Indonesia yang tidak baku. 4 jika bahasa yang sudah menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar. Kesesuaian materi  1 jika materi yang disampaikan sangat tidak sesuai materi yang dipelajari 2 jika materi yang disampaikan sedikit tidak sesuai materi yang dipelajari 3 jika materi yang disampaikan sebagian besar sesuai materi yang dipelajari 4 jika materi yang disampaikan sangat sesuai materi yang dipelajari 188

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 Lampiran Tabel Matriks Soal Pre Test Mata Pelajaran Kelas/ Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar No. Materi Pokok 1. Masa persiapan kemerdekaan dan perumusan Dasar Negara oleh BPUPKI Persiapan kemerdekaan oleh PPKI dan peristiwa sebelum proklamasi Peran tokoh yang terlibat selama mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan menghargai jasa tokoh kemerdekaan 2. 3. Ilmu Pengetahuan Sosial V/ Genap 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Indikator Soal Ranah Kognitif Nomor Jumlah Soal soal C1 C2 C3   1. Menjelaskan latar belakang 1, 2, 6, 7, 13 kekalahan Jepang terhadap 11, 13, 16, Sekutu 18, 20, 21, 2. Menjelaskan perumusan dasar 22, 23, 24 negara oleh BPUPKI  1. Menjelaskan persiapan 3, 10, 15, 6 kemerdekaan yang dilakukan 17, 19, 25 oleh PPKI 1. 2. 3. Mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan. Memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan. Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Jumlah butir soal    4, 5, 8, 9, 12, 14, 6 25 189

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 Lampiran Tabel Matriks Soal Post Test Mata Pelajaran Kelas/ Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar No. Materi Pokok 1. Masa persiapan kemerdekaan dan perumusan Dasar Negara oleh BPUPKI Persiapan kemerdekaan oleh PPKI dan peristiwa sebelum proklamasi Peran tokoh yang terlibat selama mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan menghargai jasa tokoh kemerdekaan 2. 3. Ilmu Pengetahuan Sosial V/ Genap 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Indikator Soal Ranah Kognitif Nomor Jumlah Soal soal C1 C2 C3   1. Menjelaskan latar belakang 1, 2, 4, 6, 13 kekalahan Jepang terhadap 7, 9, 10, Sekutu 11, 12, 13, 2. Menjelaskan perumusan dasar 15, 16, 25 negara oleh BPUPKI  1. Menjelaskan persiapan 17, 18, 20, 6 kemerdekaan yang dilakukan 21, 23, 24 oleh PPKI 1. 2. 3. Mendeskripsikan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan. Memberikan contoh sikap menghargai jasa tokoh mempersiapkan kemerdekaan. Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Jumlah butir soal    3, 5, 8, 14, 19, 22, 6 25 190

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 Lampiran Kisi-Kisi Soal Validasi KISI – KISI INSTRUMEN SOAL Mata Pelajaran : IPS Kelas/ Semester : 5/ Genap Standar Kompetensi : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia Kompetensi Dasar : 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia No. 1. Materi Pokok Masa persiapan kemerdekaan dan perumusan Dasar Negara oleh BPUPKI Indikator soal 1. Menjelaskan latar belakang kekalahan Jepang terhadap Sekutu 2. Menjelaskan perumusan dasar negara oleh BPUPKI Soal Dalam Perang Pasifik, pihak Sekutu dipimpin oleh negara …. a. Jerman b. Amerika Serikat c. Italia d. Inggris Rakyat Indonesia tidak mau membantu Jepang dalam Perang Pasifik karena …. a. Rakyat Indonesia sadar bahwa janji Jepang tidak akan ditepati. b. Jepang mengalami banyak kekalahan dalam perang c. Tugas menjadi tentara Jepang terlalu berat d. Lagu Indonesia Raya tidak boleh dinyanyikan Jepang mengalami kekalahan di mana-mana. Oleh karena itu, untuk memenuhi janjinya, Jepang membentuk badan usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia bernama …. i. BPUPKI j. Badan Konstituante k. PPKI l. DPR 191 Kunci Jawab B Nomor Soal 1 A 6 A 11

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 Pembicaraan tentang persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan di …. a. Hanoi b. Saigon c. Dalat d. Manila BPUPKI dibentuk dengan tujuan …. a. Rakyat Indonesia mau membantu Jepang dalam perang melawan Sekutu. b. Mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang merupakan hadiah dari Jepang. c. Menyelidiki dan mempelajari hal yang perlu dalam pembentukaan negara Indonesia. d. Membantu Jepang untuk mengembalikan pulau yang telah dikuasai Sekutu. Dokuritsu Junbi Cosakai mempunyai tugas untuk … a. Membantu tentara Jepang dalam perang melawan Sekutu. b. Memberikan kemerdekaan kepada Indonesia setelah perang yang terjadi berakhir. c. Menengahi konflik intern yang terjadi diantara Jepang dan Sekutu. d. Mempersiapkan dan menyelidiki hal-hal yang diperlukan sebagai negara yang merdeka. Ketua Badan Penyidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Haji Agus Salim b. Ir. Soekarno c. Drs. Mohammad Hatta d. Dr. Rajiman Wedyodiningrat Salah satu tokoh BPUPKI adalah …. a. Latief Hendraningrat b. Mr. Muh. Yamin c. Sayuti Melik d. Amir Syarifuddin 192 C 18 C 19 D 23 D 28 B 34

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 BPUPKI melakukan sidang pertama pada tanggal …. a. 19 Mei – 1 Juni 1945 b. 29 Juni – 1 Juli 1945 c. 19 Juni – 1 Juli 1945 d. 29 Mei – 1 Juni 1945 Membicarakan dan membahas tentang dasar negera Indonesia merupakan pokok bahasan sidang … a. BPUPKI I b. PPKI I c. BPUPKI II d. PPKI II Pokok bahasan sidang BPUPKI II adalah …. a. perumusan dasar negara b. pembegian wilayah Indonesia c. perencanaan undang-undang dasar d. pembentukan badan keamanan negara Sidang BPUPKI II dilaksanakan pada …. a. 10 Juni – 17 Juni 1945 b. 10 Juli – 17 Juli 1945 c. 10 Juni – 7 Juli 1945 d. 1 Juli – 7 Juli 1945 Perhatikan daftar nama tokoh di bawah ini! 1. Ir. Soekarno 2. Drs. Moh. Hatta 3. Dr. Soepomo 4. Muh. Yamin 5. Mr. Ahmad Soebardjo Siapa saja tokoh yang diberi kesempatan untuk menyampaikan usulan dasar negara? a. (1), (3), (5) b. (2), (4), (5) c. (2), (3), (5) d. (1), (3), (4) 193 D 2 A 7 C 12 B 17 D 20

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 Aku adalah salah satu tokoh yang mengusulkan dasar negara Indonesia. Siapakah aku? a. Ir. Soekarno b. Drs. Soepomo c. Mr. Ahmad Soebardjo d. Muh. Yamin B 24 Perhatikan rumusan dasar negara di bawah ini: 1. Kebangsaan Indonesia 2. Peri Kemanusiaan 3. Mufakat atau demokrasi 4. Kesejahteraan sosial 5. Ketuhanan Yang Maha Esa Usulan diatas merupakan salah satu usulan rumusan dasar negara dari …. a. Mr. Ahmad Soebardjo b. Muh. Yamin c. Ir. Soekarno d. Drs. Moh. Hatta Perhatikan rumusan dasar negara di bawah ini: 1. Perikebangsaan 2. Perikemanusiaan 3. Periketuhanan 4. Perikerakyatan 5. Kesejahteraan rakyat Usulan diatas merupakan usulan dasar negara dari …. a. Drs. Moh Hatta b. Ir. Soekarno c. Dr. Soepomo d. Muh. Yamin Di bawah ini yang bukan merupakan hasil kerja atau kesepakatan dari sidang BPUPKI antara lain …. a. Membentuk 12 Departemen dan menunjuk mentrinya. C 29 D 30 A 31 194

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 b. Pernyataan Indonesia merdeka c. Tersusunnya pembukaan undang-undang dasar d. Tersusunnya batang tubuh dari undang – undang dasar Perubahan saat sebelum disahkannya Pancasila terdapat dalam Pancasila sila ke … a. 4 b. 3 c. 2 d. 1 Alasan mendasar yang pendasari penghapusan tujuh kata dalam Pancasila adalah… a. Adanya kesalahan dalam perumusannya b. Untuk menghormati orang – orang Indonesia Timur. c. Untuk menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang multikultural. d. Adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda. Dalam kehidupan bermasyarakat, saling menghormati dan menghargai antar sesama suku dan bangsa merupakan salah satu pengamalan Pancasila sila ke …. a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 Mengadakan suatu musyawarah untuk mendapatkan suatu kepekatan merupakan pengamalan Pancasila sila … a. Kemanusiaan yang adil dan beradab b. Persatuan Indonesia c. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan d. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 195 D 35 B 32 C 37 C 40

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 BPUPKI dalam kerjanya dibantu oleh panitia-panitia kecil. Panitia yang mempunyai tugas untuk merumuskan rancangan pembukaan Undang – Undang Dasar adalah…. a. Panitia Pembela Tanah Air b. Panitia Ekonomi dan Keuangan c. Panitia Sembilan d. Panitia Kebudayaan dan Pendidikan Di bawah ini yang merupakan hasil bahasan Panitia Sembilan adalah …. a. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab b. Memajukan kesejahteraan umum c. Ikut dalam mencerdaskan bangsa d. Melindungi segenap bangsa Indonesia Hasil rapat Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945 dikenal sebagai … a. Pancasila b. Piagam Jakarta c. Sumpah Pemuda d. Tritura Hasil dari rapat Panitia Sembilan, merupakan cikal bakal dari …. a. Pembukaan UUD 1945 b. Naskah Proklamasi c. Pancasila d. UUD 1945 Perhatikan nomor di bawah ini: 1. Melindungi segenap tumpah darah Indonesia 2. Meningkatkan kesejahteraan umum 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Ikut serta dalam organisasi internasional 5. Menjalin hubungan antar umat beragama Yang termasuk dalam tujuan bangsa Indonesia untuk mencapai terwujudnya masyarakat adil dan makmur, kecuali …. 196 C 38 A 39 B 41 A 44 B 42

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 2. Persiapan kemerdekaan 1. Menjelaskan persiapan oleh PPKI dan kemerdekaan yang dilakukan oleh peristiwa sebelum PPKI proklamasi a. (1) dan (3) b. (4) dan (5) c. (2) dan (4) d. (1) dan (5) Alasan yang mendasar sehingga diputuskan bahwa pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan adalah…. a. BPUPKI dirasa sebagai badan yang dibentuk oleh Jepang. b. BPUPKI dirasa telah menyelesaikan tugasnya dalam mempersiapkan hal yang diperlukan sebagai negara merdeka. c. BPUPKI telah berhasil merumuskan dasar negara. d. Pemerintah Jepang menyetujui Indonesia Merdeka. Pembentukan PPKI bertujuan sebagai berikut ….. a. Mempersiapkan dasar – dasar negara b. Mempersiapkan segala hal yang menyangkut urusan ketatanegaraan. c. Mempersiapkan segala hal yang menyangkut urusan pertahanan d. Mempersiapkan perundingan untuk memperoleh kemerdekaan dari Jepang. Salah satu tugas dari Dokuritsu Junbi Inkai adalah …. a. Mempersiapkan lembaga Latihan Nasional untuk mendidik calon pemimpin bangsa. b. Memutuskan untuk pembentukan tentara kebangsaan. c. Menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan UUD yang dipersiapkan BPUPKI. d. Mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan negara merdeka. Pembentukan BKR merupakan salah satu hasil sidang PPKI yang dilaksanakan pada tanggal …. a. 22 Agustus 1942 b. 22 Agustus 1943 c. 22 Agustus1944 197 B 43 B 3 C 8 D 13

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 d. 22 Agustus 1945 Di bawah ini merupakan hasil sidang PPKI II yaitu… a. Tugas Presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh Komite Nasional. b. Menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia menjadi delapan provinsi dan sekaligus menunjuk gubernurnya. c. Mengesahkan UUDs 1945 menjadi UUD 1945 dengan mendapat beberapa perubahan pada pembukaannya. d. Memilih presiden dan wakil presiden, yaitu Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta Kota yang dijatuhi bom atom Sekutu di Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945 dan 9 Agustus 1945 adalah… a. Hirosima dan Nagasaki b. Tokyo dan Nagasaki c. Hirosima dan Tokyo d. Fujiama dan Hirosima Berita Jepang menyerah kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, pertama kali didengar melalui radio oleh …. a. Sayuti Melik b. Wikana c. Sutan Syahrir d. Darwis 198 B 16 A 21 C 25

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 3. Peran tokoh yang 1. Mendeskripsikan peranan tokoh terlibat selama dalam mempersiapkan mempersiapkan kemerdekaan. kemerdekaan Indonesia 2. Memberikan contoh sikap dan menghargai jasa menghargai jasa tokoh tokoh kemerdekaan mempersiapkan kemerdekaan. 3. Menerapkan sikap-sikap menghormati dan menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Gambar di samping merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam BPUPKI. Siapakah aku? a. Muh. Yamin b. Dr. Soepomo c. Haji Agus Salim d. Dr. Radjiman Widyodiningrat D 4 Perhatikan daftar nama di bawah ini: (1) Ir. Soekarno (2) Drs. Moh. Hatta (3) Kyai Haji Agus Salim (4) Sutan Syahrir (5) Latief Hendranigrat Berdasarkan nama-nama di atas, siapa sajakah yang tidak termasuk dalam Panitia Sembilan? a. (4), (5) b. (2), (3) c. (1), (2) d. (1), (5) Siapakah aku? Aku merupakan salah satu dari tokoh yang mengusulkan rumusan dasar negara. Salah satu rumusan yang aku usulkan adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. a. Dr. Soepomo b. Muh. Yamin c. Moh. Hatta d. Ir. Soekarno Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Soekarno b. Ahmad Soebardjo c. Rajiman Widyodiningrat A 9 D 14 A 33 199

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 d. Mohammad Hatta Proklamator kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Supomo – Yamin b. Soekarno – Hatta c. Supomo – Hatta d. Soekarno – Yamin Beliau telah berjasa dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia walaupun secara tidak langsung yaitu dengan menjahit bendera Merah Putih. Beliau merupakan seorang wanita dan merupakan salah satu istri dari salah satu proklamator. Siapakah beliau? a. R.A. Kartini b. Dewi Sartika c. Fatmawati d. Megawati Nama “Pancasila” yang pada akhirnya digunakan sebagai nama dasar negara Indonesia, diusulkan oleh …. a. Ir. Soekarno b. Drs. Moh. Hatta c. Dr. Radjiman Widyodiningrat d. Dr. Soepomo Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Soekarno b. Ahmad Soebardjo c. Rajiman Widyodiningrat d. Mohammad Hatta Panitia Kecil Perancang Undang – Undang Dasar diketuai oleh …. a. Ahmad Subardjo b. Soekarno c. Muh. Yamin d. Soepomo Di bawah ini merupakan contoh dari sikap menghargai 200 B 15 C 22 A 26 B 33 B 36 D 5

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, kecuali …. a. Saling menghormati antar sesama b. Kerelaan untuk berkorban demi bangsa dan negara c. Bertanggung jawab sebagai warga negara d. Menjadi warga negara yang mementingkan dirinya sendiri Salah satu sikap untuk menghargai jasa-jasa para tokoh pejuang bangsa, kecuali …. a. Meniru semangat perjuangannya b. Melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan c. Menjaga kebersihan lingkungan d. Mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan Sebagai pelajar, cara mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pendahulu kita dengan…. a. bekerja di pemerintahan b. ikut berperang c. giat belajar d. menjadi tentara nasional Sebagai anak, bagaimana cara kita untuk mengisi kemerdekaan? a. Mengikuti pelajaran dengan bersungguh-sungguh b. Patuh terhadap nasihat yang diberikan orang tua c. Ikut menjaga lingkungan hidup dalam masyarakat d. Menjaga kerukunan antar umat beragama 201 C 10 C 27 B 45

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 Lampiran Soal Validasi Pilihlah jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d! 1. Dalam Perang Pasifik, pihak Sekutu dipimpin oleh negara …. a. Jerman b. Amerika Serikat c. Italia d. Inggris 2. BPUPKI melakukan sidang pertama pada tanggal …. a. 19 Mei – 1 Juni 1945 b. 29 Juni – 1 Juli 1945 c. 19 Juni – 1 Juli 1945 d. 29 Mei – 1 Juni 1945 3. Pembentukan PPKI bertujuan sebagai berikut ….. a. Mempersiapkan dasar – dasar negara b. Mempersiapkan segala hal yang menyangkut urusan ketatanegaraan. c. Mempersiapkan segala hal yang menyangkut urusan pertahanan d. Mempersiapkan perundingan untuk memperoleh kemerdekaan dari Jepang. 4. Gambar di samping merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam BPUPKI. Siapakah aku? a. Muh. Yamin b. Dr. Soepomo c. Haji Agus Salim d. Dr. Radjiman Widyodiningrat 5. Di bawah ini merupakan contoh dari sikap menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, kecuali …. a. Saling menghormati antar sesama b. Kerelaan untuk berkorban demi bangsa dan negara c. Bertanggung jawab sebagai warga negara d. Menjadi warga negara yang mementingkan dirinya sendiri 6. Rakyat Indonesia tidak mau membantu Jepang dalam Perang Pasifik karena …. a. Rakyat Indonesia sadar bahwa janji Jepang tidak akan ditepati. b. Jepang mengalami banyak kekalahan dalam perang c. Tugas menjadi tentara Jepang terlalu berat d. Lagu Indonesia Raya tidak boleh dinyanyikan 7. Membicarakan dan membahas tentang dasar negera Indonesia merupakan pokok bahasan sidang … a. BPUPKI I b. PPKI I c. BPUPKI II d. PPKI II 202

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 8. Salah satu tugas dari Dokuritsu Junbi Inkai adalah …. a. Mempersiapkan lembaga Latihan Nasional untuk mendidik calon pemimpin bangsa. b. Memutuskan untuk pembentukan tentara kebangsaan. c. Menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan UUD yang dipersiapkan BPUPKI. d. Mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan negara merdeka. 9. Perhatikan daftar nama di bawah ini: (1) Ir. Soekarno (2) Drs. Moh. Hatta (3) Kyai Haji Agus Salim (4) Sutan Syahrir (5) Latief Hendranigrat Berdasarkan nama-nama di atas, siapa sajakah yang tidak termasuk dalam Panitia Sembilan? a. (4), (5) b. (2), (3) c. (1), (2) d. (1), (5) 10. Salah satu sikap untuk menghargai jasa-jasa para tokoh pejuang bangsa, kecuali …. a. Meniru semangat perjuangannya b. Melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan c. Menjaga kebersihan lingkungan d. Mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan 11. Jepang mengalami kekalahan di mana-mana. Oleh karena itu, untuk memenuhi janjinya, Jepang membentuk badan usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia bernama …. a. BPUPKI b. Badan Konstituante c. PPKI d. DPR 12. Pokok bahasan sidang BPUPKI II adalah …. a. perumusan dasar negara b. pembegian wilayah Indonesia c. perencanaan undang-undang dasar d. pembentukan badan keamanan negara 13. Pembentukan BKR merupakan salah satu hasil sidang PPKI yang dilaksanakan pada tanggal …. a. 22 Agustus 1942 b. 22 Agustus 1943 c. 22 Agustus1944 d. 22 Agustus 1945 14. Siapakah aku? Aku merupakan salah satu dari tokoh yang mengusulkan rumusan dasar negara. Salah satu rumusan yang aku usulkan adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. a. Dr. Soepomo b. Muh. Yamin c. Moh. Hatta 203

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 d. Ir. Soekarno 15. Proklamator kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Supomo – Yamin b. Soekarno – Hatta c. Supomo – Hatta d. Soekarno – Yamin 16. Di bawah ini merupakan hasil sidang PPKI II yaitu… a. Tugas Presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh Komite Nasional. b. Menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia menjadi delapan provinsi dan sekaligus menunjuk gubernurnya. c. Mengesahkan UUDs 1945 menjadi UUD 1945 dengan mendapat beberapa perubahan pada pembukaannya. d. Memilih presiden dan wakil presiden, yaitu Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta 17. Sidang BPUPKI II dilaksanakan pada …. a. 10 Juni – 17 Juni 1945 b. 10 Juli – 17 Juli 1945 c. 10 Juni – 7 Juli 1945 d. 1 Juli – 7 Juli 1945 18. Pembicaraan tentang persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan di …. a. Hanoi b. Saigon c. Dalat d. Manila 19. BPUPKI dibentuk dengan tujuan …. a. Rakyat Indonesia mau membantu Jepang dalam perang melawan Sekutu. b. Mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang merupakan hadiah dari Jepang. c. Menyelidiki dan mempelajari hal yang perlu dalam pembentukaan negara Indonesia. d. Membantu Jepang untuk mengembalikan pulau yang telah dikuasai Sekutu. 20. Perhatikan daftar nama tokoh di bawah ini! 1. Ir. Soekarno 2. Drs. Moh. Hatta 3. Dr. Soepomo 4. Muh. Yamin 5. Mr. Ahmad Soebardjo Siapa saja tokoh yang diberi kesempatan untuk menyampaikan usulan dasar negara? a. (1), (3), (5) b. (2), (4), (5) c. (2), (3), (5) d. (1), (3), (4) 21. Kota yang dijatuhi bom atom Sekutu di Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945 dan 9 Agustus 1945 adalah… a. Hirosima dan Nagasaki b. Tokyo dan Nagasaki 204

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 c. Hirosima dan Tokyo d. Fujiama dan Hirosima 22. Beliau telah berjasa dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia walaupun secara tidak langsung yaitu dengan menjahit bendera Merah Putih. Beliau merupakan seorang wanita dan merupakan salah satu istri dari salah satu proklamator. Siapakah beliau? a. R.A. Kartini b. Dewi Sartika c. Fatmawati d. Megawati 23. Dokuritsu Junbi Cosakai mempunyai tugas untuk … a. Membantu tentara Jepang dalam perang melawan Sekutu. b. Memberikan kemerdekaan kepada Indonesia setelah perang yang terjadi berakhir. c. Menengahi konflik intern yang terjadi diantara Jepang dan Sekutu. d. Mempersiapkan dan menyelidiki hal-hal yang diperlukan sebagai negara yang merdeka. 24. Aku adalah salah satu tokoh yang mengusulkan dasar negara Indonesia. Siapakah aku? a. Ir. Soekarno b. Drs. Soepomo c. Mr. Ahmad Soebardjo d. Muh. Yamin 25. Berita Jepang menyerah kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, pertama kali didengar melalui radio oleh …. a. Sayuti Melik b. Wikana c. Sutan Syahrir d. Darwis 26. Nama “Pancasila” yang pada akhirnya digunakan sebagai nama dasar negara Indonesia, diusulkan oleh …. a. Ir. Soekarno b. Drs. Moh. Hatta c. Dr. Radjiman Widyodiningrat d. Dr. Soepomo 27. Sebagai pelajar, cara mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pendahulu kita dengan…. a. bekerja di pemerintahan b. ikut berperang c. giat belajar d. menjadi tentara nasional 28. Ketua Badan Penyidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Haji Agus Salim b. Ir. Soekarno c. Drs. Mohammad Hatta 205

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 d. Dr. Rajiman Wedyodiningrat 29. Perhatikan rumusan dasar negara di bawah ini: 1. Kebangsaan Indonesia 2. Peri Kemanusiaan 3. Mufakat atau demokrasi 4. Kesejahteraan sosial 5. Ketuhanan Yang Maha Esa Usulan diatas merupakan salah satu usulan rumusan dasar negara dari …. a. Mr. Ahmad Soebardjo b. Muh. Yamin c. Ir. Soekarno d. Drs. Moh. Hatta 30. Perhatikan rumusan dasar negara di bawah ini: 1. Perikebangsaan 2. Perikemanusiaan 3. Periketuhanan 4. Perikerakyatan 5. Kesejahteraan rakyat Usulan diatas merupakan usulan dasar negara dari …. a. Drs. Moh Hatta b. Ir. Soekarno c. Dr. Soepomo d. Muh. Yamin 31. Di bawah ini yang bukan merupakan hasil kerja atau kesepakatan dari sidang BPUPKI antara lain …. a. Membentuk 12 Departemen dan menunjuk mentrinya. b. Pernyataan Indonesia merdeka c. Tersusunnya pembukaan undang-undang dasar d. Tersusunnya batang tubuh dari undang – undang dasar 32. Alasan mendasar yang pendasari penghapusan tujuh kata dalam Pancasila adalah… a. Adanya kesalahan dalam perumusannya b. Untuk menghormati orang – orang Indonesia Timur. c. Untuk menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang multikultural. d. Adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda. 33. Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Soekarno b. Ahmad Soebardjo c. Rajiman Widyodiningrat d. Mohammad Hatta 34. Salah satu tokoh dari BPUPKI adalah…. a. Latief Hendraningrat b. Mr. Muh. Yamin c. Sayuti Melik d. Amir Syarifudin 206

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 35. Perubahan saat sebelum disahkannya Pancasila terdapat dalam Pancasila sila ke … a. 4 b. 3 c. 2 d. 1 36. Panitia Kecil Perancang Undang – Undang Dasar diketuai oleh …. a. Ahmad Subardjo b. Soekarno c. Muh. Yamin d. Soepomo 37. Dalam kehidupan bermasyarakat, saling menghormati dan menghargai antar sesama suku dan bangsa merupakan salah satu pengamalan Pancasila sila ke …. a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 38. BPUPKI dalam kerjanya dibantu oleh panitia-panitia kecil. Panitia yang mempunyai tugas untuk merumuskan rancangan pembukaan Undang – Undang Dasar adalah…. a. Panitia Pembela Tanah Air b. Panitia Ekonomi dan Keuangan c. Panitia Sembilan d. Panitia Kebudayaan dan Pendidikan 39. Di bawah ini yang merupakan hasil bahasan Panitia Sembilan adalah …. a. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab b. Memajukan kesejahteraan umum c. Ikut dalam mencerdaskan bangsa d. Melindungi segenap bangsa Indonesia 40. Mengadakan suatu musyawarah untuk mendapatkan suatu kesepakatan merupakan pengamalan Pancasila sila … a. Kemanusiaan yang adil dan beradab b. Persatuan Indonesia c. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan d. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 41. Hasil rapat Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945 dikenal sebagai … a. Pancasila b. Piagam Jakarta c. Sumpah Pemuda d. Tritura 207

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208 42. Perhatikan nomor di bawah ini: 1. Melindungi segenap tumpah darah Indonesia 2. Meningkatkan kesejahteraan umum 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Ikut serta dalam organisasi internasional 5. Menjalin hubungan antar umat beragama Yang termasuk dalam tujuan bangsa Indonesia untuk mencapai terwujudnya masyarakat adil dan makmur, kecuali …. a. (1) dan (3) b. (4) dan (5) c. (2) dan (4) d. (1) dan (5) 43. Alasan yang mendasar sehingga diputuskan bahwa pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan adalah…. a. BPUPKI dirasa sebagai badan yang dibentuk oleh Jepang. b. BPUPKI dirasa telah menyelesaikan tugasnya dalam mempersiapkan hal yang diperlukan sebagai negara merdeka. c. BPUPKI telah berhasil merumuskan dasar negara. d. Pemerintah Jepang menyetujui Indonesia Merdeka. 44. Hasil dari rapat Panitia Sembilan, merupakan cikal bakal dari …. a. Pembukaan UUD 1945 b. Naskah Proklamasi c. Pancasila d. UUD 1945 45. Sebagai anak, bagaimana cara kita untuk mengisi kemerdekaan? a. Mengikuti pelajaran dengan bersungguh-sungguh b. Patuh terhadap nasihat yang diberikan orang tua c. Ikut menjaga lingkungan hidup dalam masyarakat d. Menjaga kerukunan antar umat beragama 208

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Lampiran Soal Pretest Pilihlah jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d! 1. Dalam Perang Pasifik, pihak Sekutu dipimpin oleh negara …. a. Jerman b. Amerika Serikat c. Italia d. Inggris 2. BPUPKI melakukan sidang pertama pada tanggal …. a. 19 Mei – 1 Juni 1945 b. 29 Juni – 1 Juli 1945 c. 19 Juni – 1 Juli 1945 d. 29 Mei – 1 Juni 1945 3. Pembentukan PPKI bertujuan sebagai berikut ….. a. Mempersiapkan dasar – dasar negara b. Mempersiapkan segala hal yang menyangkut urusan ketatanegaraan. c. Mempersiapkan segala hal yang menyangkut urusan pertahanan d. Mempersiapkan perundingan untuk memperoleh kemerdekaan dari Jepang. 4. Gambar di samping merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam BPUPKI. Siapakah aku? a. Muh. Yamin b. Dr. Soepomo c. Haji Agus Salim d. Dr. Radjiman Widyodiningrat 5. Di bawah ini merupakan contoh dari sikap menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, kecuali …. a. Saling menghormati antar sesama b. Kerelaan untuk berkorban demi bangsa dan negara c. Bertanggung jawab sebagai warga negara d. Menjadi warga negara yang mementingkan dirinya sendiri 6. Membicarakan dan membahas tentang dasar negera Indonesia merupakan pokok bahasan sidang … a. BPUPKI I b. PPKI I c. BPUPKI II d. PPKI II 209

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 7. Pokok bahasan sidang BPUPKI II adalah …. a. perumusan dasar negara b. pembegian wilayah Indonesia c. perencanaan undang-undang dasar d. pembentukan badan keamanan negara 8. Siapakah aku? Aku merupakan salah satu dari tokoh yang mengusulkan rumusan dasar negara. Salah satu rumusan yang aku usulkan adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. a. Dr. Soepomo b. Muh. Yamin c. Moh. Hatta d. Ir. Soekarno 9. Proklamator kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Supomo – Yamin b. Soekarno – Hatta c. Supomo – Hatta d. Soekarno – Yamin 10. Pembicaraan tentang persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan di …. a. Hanoi b. Saigon c. Dalat d. Manila 11. BPUPKI dibentuk dengan tujuan …. e. Rakyat Indonesia mau membantu Jepang dalam perang melawan Sekutu. f. Mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang merupakan hadiah dari Jepang. g. Menyelidiki dan mempelajari hal yang perlu dalam pembentukaan negara Indonesia. h. Membantu Jepang untuk mengembalikan pulau yang telah dikuasai Sekutu. 12. Beliau telah berjasa dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia walaupun secara tidak langsung yaitu dengan menjahit bendera Merah Putih. Beliau merupakan seorang wanita dan merupakan salah satu istri dari salah satu proklamator. Siapakah aku? a. R.A. Kartini b. Dewi Sartika c. Fatmawati d. Megawati 13. Dokuritsu Junbi Cosakai mempunyai tugas untuk … a. Membantu tentara Jepang dalam perang melawan Sekutu. b. Memberikan kemerdekaan kepada Indonesia setelah perang yang terjadi berakhir. c. Menengahi konflik intern yang terjadi diantara Jepang dan Sekutu. 210

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 d. Mempersiapkan dan menyelidiki hal-hal yang diperlukan sebagai negara yang merdeka. 14. Salah satu tokoh yang mengusulkan dasar negara Indonesia. Siapakah aku? a. Ir. Soekarno b. Drs. Soepomo c. Mr. Ahmad Soebardjo d. Muh. Yamin 15. Berita Jepang menyerah kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, pertama kali didengar melalui radio oleh …. a. Sayuti Melik b. Wikana c. Sutan Syahrir d. Darwis 16. Nama “Pancasila” yang pada akhirnya digunakan sebagai nama dasar negara Indonesia, diusulkan oleh …. a. Ir. Soekarno b. Drs. Moh. Hatta c. Dr. Radjiman Widyodiningrat d. Dr. Soepomo 17. Ketua Badan Penyidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Haji Agus Salim b. Ir. Soekarno c. Drs. Mohammad Hatta d. Dr. Rajiman Wedyodiningrat 18. Perhatikan usulan dasar negara berikut ini: (1)Perikebangsaan (2)Perikemanusiaan (3)Periketuhanan (4)Perikerakyatan (5)Kesejahteraan rakyat Usulan diatas merupakan usulan dasar negara dari …. a. Drs. Moh Hatta b. Ir. Soekarno c. Dr. Soepomo d. Muh. Yamin 19. Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Soekarno 211

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 b. Ahmad Soebardjo c. Rajiman Widyodiningrat d. Mohammad Hatta 20. Perubahan saat sebelum disahkannya Pancasila terdapat dalam Pancasila sila ke … a. 4 b. 3 c. 2 d. 1 21. Panitia Kecil Perancang Undang – Undang Dasar diketuai oleh …. a. Ahmad Subardjo b. Soekarno c. Muh. Yamin d. Soepomo 22. BPUPKI dalam kerjanya dibantu oleh panitia-panitia kecil. Panitia yang mempunyai tugas untuk merumuskan rancangan pembukaan Undang – Undang Dasar adalah…. a. Panitia Pembela Tanah Air b. Panitia Ekonomi dan Keuangan c. Panitia Sembilan d. Panitia Kebudayaan dan Pendidikan 23. Mengadakan suatu musyawarah untuk mendapatkan suatu kesepekatan merupakan pengamalan Pancasila sila … a. Kemanusiaan yang adil dan beradab b. Persatuan Indonesia c. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan d. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 24. Hasil rapat dari Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945 dikenal sebagai … a. Pancasila b. Piagam Jakarta c. Sumpah Pemuda d. Tritura 25. Alasan yang mendasar sehingga diputuskan bahwa pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan adalah…. a. BPUPKI dirasa sebagai badan yang dibentuk oleh Jepang. b. BPUPKI dirasa telah menyelesaikan tugasnya dalam mempersiapkan hal yang diperlukan sebagai negara merdeka. c. BPUPKI telah berhasil merumuskan dasar negara. d. Pemerintah Jepang menyetujui Indonesia Merdeka. 212

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 Lampiran Soal Post test Pilihlah jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d! 1. Dalam Perang Pasifik, pihak Sekutu dipimpin oleh negara …. a. Jerman b. Italia c. Amerika Serikat d. Inggris 2. BPUPKI melakukan sidang pertama pada tanggal …. a. 29 Mei – 1 Juni 1945 b. 19 Mei – 1 Juni 1945 c. 29 Juni – 1 Juli 1945 d. 19 Juni – 1 Juli 1945 3. Gambar di samping merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam BPUPKI. Siapakah aku? a. Dr. Radjiman Widyodiningrat b. Muh. Yamin c. Dr. Soepomo d. Haji Agus Salim 4. Membicarakan dan membahas tentang dasar negera Indonesia merupakan pokok bahasan sidang … a. BPUPKI I b. PPKI I c. BPUPKI II d. PPKI II 5. Siapakah aku? Aku merupakan salah satu dari tokoh yang mengusulkan rumusan dasar negara. Salah satu rumusan yang aku usulkan adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. a. Dr. Soepomo b. Muh. Yamin c. Moh. Hatta d. Ir. Soekarno 6. BPUPKI dibentuk dengan tujuan …. a. Rakyat Indonesia mau membantu Jepang dalam perang melawan Sekutu. b. Mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang merupakan hadiah dari Jepang. c. Menyelidiki dan mempelajari hal yang perlu dalam pembentukaan negara Indonesia. d. Membantu Jepang untuk mengembalikan pulau yang telah dikuasai Sekutu. 213

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 7. Pokok bahasan sidang BPUPKI II adalah …. a. perumusan dasar negara b. pembegian wilayah Indonesia c. perencanaan undang-undang dasar d. pembentukan badan keamanan negara 8. Salah satu tokoh yang mengusulkan dasar negara Indonesia. Siapakah aku? a. Ir. Soekarno b. Drs. Soepomo c. Mr. Ahmad Soebardjo d. Muh. Yamin 9. Nama “Pancasila” yang pada akhirnya digunakan sebagai nama dasar negara Indonesia, diusulkan oleh …. a. Ir. Soekarno b. Drs. Moh. Hatta c. Dr. Radjiman Widyodiningrat d. Dr. Soepomo 10. Perhatikan rumusan dasar negara di bawah ini: (1)Perikebangsaan (2)Perikemanusiaan (3)Periketuhanan (4)Perikerakyatan (5)Kesejahteraan rakyat Usulan diatas merupakan usulan dasar negara dari …. a. Drs. Moh Hatta b. Ir. Soekarno c. Dr. Soepomo d. Muh. Yamin 11. Dokuritsu Junbi Cosakai mempunyai tugas untuk … a. Membantu tentara Jepang dalam perang melawan Sekutu. b. Memberikan kemerdekaan kepada Indonesia setelah perang yang terjadi berakhir. c. Menengahi konflik intern yang terjadi diantara Jepang dan Sekutu. d. Mempersiapkan dan menyelidiki hal-hal yang diperlukan sebagai negara yang merdeka. 12. Ketua Badan Penyidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Haji Agus Salim b. Ir. Soekarno c. Drs. Mohammad Hatta d. Dr. Rajiman Wedyodiningrat 214

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 13. Perubahan saat sebelum disahkannya Pancasila terdapat dalam Pancasila sila ke … a. 4 b. 3 c. 2 d. 1 14. Panitia Kecil Perancang Undang – Undang Dasar diketuai oleh …. a. Ahmad Subardjo b. Soekarno c. Muh. Yamin d. Soepomo 15. BPUPKI dalam kerjanya dibantu oleh panitia-panitia kecil. Panitia yang mempunyai tugas untuk merumuskan rancangan pembukaan Undang – Undang Dasar adalah…. a. Panitia Pembela Tanah Air b. Panitia Ekonomi dan Keuangan c. Panitia Sembilan d. Panitia Kebudayaan dan Pendidikan 16. Hasil rapat dari Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945 dikenal sebagai … a. Pancasila b. Piagam Jakarta c. Sumpah Pemuda d. Tritura 17. Alasan yang mendasar sehingga diputuskan bahwa pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan adalah…. a. BPUPKI dirasa sebagai badan yang dibentuk oleh Jepang. b. BPUPKI dirasa telah menyelesaikan tugasnya dalam mempersiapkan hal yang diperlukan sebagai negara merdeka. c. BPUPKI telah berhasil merumuskan dasar negara. d. Pemerintah Jepang menyetujui Indonesia Merdeka. 18. Pembentukan PPKI bertujuan sebagai berikut ….. a. Mempersiapkan dasar – dasar negara b. Mempersiapkan segala hal yang menyangkut urusan ketatanegaraan. c. Mempersiapkan segala hal yang menyangkut urusan pertahanan d. Mempersiapkan perundingan untuk memperoleh kemerdekaan dari Jepang. 19. Di bawah ini merupakan contoh dari sikap menghargai jasa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, kecuali …. a. Saling menghormati antar sesama b. Kerelaan untuk berkorban demi bangsa dan negara 215

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 c. Bertanggung jawab sebagai warga negara d. Menjadi warga negara yang mementingkan dirinya sendiri 20. Proklamator kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Supomo – Yamin b. Soekarno – Hatta c. Supomo – Hatta d. Soekarno – Yamin 21. Pembicaraan tentang persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan di …. a. Hanoi b. Saigon c. Dalat d. Manila 22. Beliau telah berjasa dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia walaupun secara tidak langsung yaitu dengan menjahit bendera Merah Putih. Beliau merupakan seorang wanita dan merupakan salah satu istri dari salah satu proklamator. Siapakah aku? a. R.A. Kartini b. Dewi Sartika c. Fatmawati d. Megawati 23. Berita Jepang menyerah kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, pertama kali didengar melalui radio oleh …. a. Sayuti Melik b. Wikana c. Sutan Syahrir d. Darwis 24. Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah …. a. Soekarno b. Ahmad Soebardjo c. Rajiman Widyodiningrat d. Mohammad Hatta 25. Mengadakan suatu musyawarah untuk mendapatkan suatu kesepakatan merupakan pengamalan Pancasila sila … a. Kemanusiaan yang adil dan beradab b. Persatuan Indonesia c. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan d. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 216

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 Lampiran Validasi Ahli 217

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 218

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 219

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220 220

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 221

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 222

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 223

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 224

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 Lampiran Hasil Validitas Instrumen Soal Item Soal Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Item 32 Item 33 Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 Item 38 Item 39 Item 40 Item 41 Item 42 Item 43 Item 44 Item 45 Pearson Correlation ,279* ,414** ,445** ,315* ,349* ,013 ,357** ,142 ,063 ,131 ,049 ,555** ,258 ,450** ,405** ,138 -,106 ,445** ,384** ,266 ,049 ,280* ,364** ,476** ,352** ,341* ,201 ,430** ,049 ,426** ,127 ,185 ,505** ,058 ,451** ,436** ,063 ,330* ,015 ,359** ,344* -,003 ,400** ,254 ,100 Sig. (2tailed) ,043 ,002 ,001 ,022 ,010 ,925 ,009 ,312 ,654 ,350 ,730 ,000 ,062 ,001 ,003 ,325 ,450 ,001 ,004 ,054 ,730 ,043 ,007 ,000 ,010 ,012 ,149 ,001 ,730 ,001 ,364 ,185 ,000 ,681 ,001 ,001 ,654 ,016 ,914 ,008 ,012 ,985 ,003 ,067 ,475 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 225 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 Lampiran Hasil Reliabilitas Instrumen Soal Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha ,812 Scale Mean if Item Deleted 25 Item-Total Statistics Scale Corrected Variance Item-Total if Item Correlation Deleted Cronbach's Alpha if Item Deleted Item 1 16,42 20,363 ,228 ,812 Item 2 16,85 19,515 ,427 ,802 Item 3 16,83 19,759 ,357 ,806 Item 4 16,26 20,467 ,313 ,808 Item 5 16,21 20,783 ,301 ,809 Item 7 16,49 20,332 ,213 ,813 Item 9 16,70 18,792 ,558 ,795 Item 11 16,57 19,404 ,416 ,803 Item 12 16,28 20,245 ,362 ,806 Item 14 16,28 20,091 ,414 ,804 Item 15 16,55 20,060 ,265 ,810 Item 18 16,43 20,135 ,278 ,809 Item 19 16,49 20,024 ,286 ,809 Item 20 16,62 19,316 ,430 ,802 Item 23 16,30 20,522 ,252 ,810 Item 24 16,36 20,196 ,303 ,808 Item 25 16,51 19,101 ,506 ,798 Item 26 16,58 20,055 ,261 ,811 Item 28 16,60 19,359 ,422 ,802 Item 29 16,34 19,882 ,408 ,804 Item 30 16,57 19,520 ,389 ,804 Item 33 16,23 20,832 ,235 ,810 Item 35 16,40 19,936 ,349 ,806 Item 36 16,28 20,361 ,324 ,807 Item 38 16,47 19,639 ,387 ,804 Item 40 16,42 20,363 ,228 ,812 Item 41 16,85 19,515 ,427 ,802 Item 43 16,83 19,759 ,357 ,806 226

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 Lampiran Input Data Pre test Kelas Kontrol 227

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 Lampiran Input Data Pre test Kelas Eksperimen 228

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 Lampiran Input Data Posttest Kelas Kontrol 229

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 Lampiran Input Data Posttest Kelas Eksperimen 230

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 Lampiran Rekapitulasi Poin Kemajuan Siswa Pertemuan I No. Kelompok 1 Merah 2 Kuning 3 Ungu 4 Biru 5 Hijau Nama Pretest Kuis Nilai Poin indv. 85 20 55 30 70 30 40 10 65 65 65 65 90 0 40 45 50 50 30 87 40 75 50 50 62 62 43 59 78 78 65 87 28 59 75 62 50 31 20 30 30 30 5 30 30 30 10 30 30 20 10 30 30 30 30 20 20 Pretest Kuis Nilai Poin indv. 43,7 25 37,5 43 68 59 62,5 50 65 34 31 31 81 0 50 56 81 68 34 31 78 78 68 87,5 78 78 90 78 78 50 78 68 100 12,5 56 87,5 93 87,5 68 43 30 30 30 30 20 30 30 30 30 30 30 30 30 30 20 30 30 30 30 30 Fara Hindan Ayu Iqbal Arifin Dwi Difa Novi Calvin Putri Erni Gayuh Lintang Deni Irul Sifa Andri Fani Eet Sigit Poin kel. 110 Rt. Poin kel 27,5 95 23,75 90 22,5 70 23,3 100 25 Poin kel. 120 Rt. Poin kel 30 110 27,5 120 30 110 27,5 120 30 Pertemuan II No. Kelompok 1 Merah 2 Kuning 3 Ungu 4 Biru 5 Hijau Nama Fara Hindan Ayu Iqbal Arifin Dwi Difa Novi Calvin Putri Erni Gayuh Lintang Deni Irul Sifa Andri Fani Eet Sigit 231

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 Pertemuan III No. Kelompok 1 Merah 2 Kuning 3 Ungu 4 Biru 5 Hijau Nama Pretest Kuis Fara Hindan Ayu Iqbal Arifin Dwi Difa Novi Calvin Putri Erni Gayuh Lintang Deni Irul Sifa Andri Fani Eet Sigit 68 43 62,5 18 78 53 50 43 62,5 59 46 93 34 56 68 68 56 50 37,5 84 50 71 28 93 43 75 53 46 56 43 87,5 65 56 75 93 75 56 25 Nilai Poin Poin indv. kel. 20 20 20 20 30 10 30 20 5 10 10 10 30 20 20 30 30 20 30 80 Rt. Poin kel 20 90 22,5 25 8,3 80 20 110 27,5 Rekapitulasi Poin Kemajuan Kelompok No. Kelompok 1 Merah 2 Kuning 3 Ungu 4 Biru 5 Hijau Nama Fara Hindan Ayu Iqbal Arifin Dwi Difa Novi Calvin Putri Erni Gayuh Lintang Deni Irul Sifa Andri Fani Eet Sigit Rt. Poin 1 27,5 Rt. Poin 2 30 Poin Rt. Poin 3 20 23,75 27,5 22,5 73,75 24,5 22,5 30 8,3 60,8 20,2 23,3 27,5 20 70,8 23,6 25 30 27,5 82,5 27,5 232 Total RataRata 77,5 25,8 Status Super Team

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 Lampiran Foto Penelitian Kelas Kontrol Guru mengawali pembelajaran dengan membagikan LKS pada siswa Guru menerangkan pokok pembelajaran dan siswa menyimak serta mencatat 233

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234 Mengerjakan LKS secara berkelompok 2 orang siswa Mengerjakan soal evaluasi hari itu 234

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235 Lampiran Foto Penelitian Kelas Eksperimen Guru memberikan sedikit gambaran tentang pelajaran hari itu Kelompok asal mengulang materi yang sudah disiapkan (warna call card sama) 235

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236 Perpindahan siswa dari kelompok asal menuju kelompok ahli Diskusi dalam kelompok ahli (warna call card berbeda) 236

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237 Mengerjakan LKS di kelompok asal Mengerjakan kuis untuk mengukur kemampuan siswa 237

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238 Pemberian reward berupa sertifikat 238

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 Lampiran Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Pertemuan I 239

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240 Pertemuan II 240

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241 Pertemuan III 241

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242 Lampiran Surat Ijin Penelitian 242

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243 Lampiran Surat keterangan telah melakukan penelitian 243

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244 Biografi Penulis Rosalia Pratiwi Mahandani lahir di Temanggung pada tanggal 3 September 1991. Penulis merupakan putri pertama dari tiga bersaudara pasangan Ansgarius Setya Subrata dan Serafina Panti Satija Wardani. Penulis menempuh pendidikan awal di TK Cor Jesu Temanggung (1995-1998). Orangtua mempercayakan putrinya di SD Pangudi Utami Temanggung selama 6 tahun pendidikan sekolah dasar (1998-2004). Penulis melanjutkan ke tingkat pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 2 Temanggung pada tahun 2004-2007. Pada tahun 2007, Penulis melanjutkan ke sekolah menengah atas di SMA Tarakanita Magelang serta menyelesaikannya pada tahun 2010. Penulis memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tingkat universitas di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2010 pada Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Berbagai macam kegiatan pun tak luput dari perhatian penulis. Penulis aktif dalam paduan suara di sekolah selama menempuh pendidikan SD, SMP dan SMA. Selain itu, juga terlibat aktif dalam OSIS dan Pramuka saat menempuh pendidikan di SMA. Pada tahun 2008 mewakili sekolah untuk menjadi Paskibraka Kota Magelang. Terlibat dalam Komisi Liturgi Kevikepan Kedu pada tahun 2008 hingga sekaarang. Penulis juga terlibat aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Mahasiswa “Cantus Firmus” selama mengenyam pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis juga mengikuti berbagai seminar, workshop, serta kepanitiaan. 244

(261)

Dokumen baru

Download (260 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas III B SD Negeri Denggung.
0
0
2
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V B SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
2
314
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Ungaran 1 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
4
402
Perbedaan prestasi belajar kelas V SDN Demangan Yogyakarta atas penerapan model pembelajaran berbasis paradigma pedagogi reflektif.
0
9
320
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
153
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
237
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa atas penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
151
Perbedaan prestasi belajar siswa atas penerapan paradigma pedagogi reflektif dalam tema berbagai pekerjaan kelas IV sekolah dasar
0
1
302
Keterlibatan siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan teorema pythagoras di kelas VIII C SMP Tarakanita Magelang - USD Repository
0
0
343
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
250
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV sekolah dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
193
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
206
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw I - USD Repository
0
0
258
Perbedaan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD atas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II - USD Repository
0
0
215
Show more