Hubungan antara harga diri dengan kesepian pada mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma - USD Repository

Gratis

0
0
114
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KESEPIAN PADA MAHASISWA BARU ANGKATAN 2013/2014 UNIVERSITAS SANATA DHARMA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Realita Kristy Putri Rasadi 099114099 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “Whatever you make a request for in prayer, have faith that it has been given to you, and you will have it.” - Mark 11:24 - “ Untuk menempuh sebuah perjalanan panjang, dibutuhkan sebuah langkah untuk memulai.” - Realita Kristy– “You only live once, but if you do it right, once is enough.” - Mae West - “Everything you can imagine is real.” - Pablo Picasso - “Happines is when what you think, what you say, and what you do are in harmony.” - iv Mahatma Gandhi -

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus Yang senantiasa menyertai, menjaga dan membimbing hidupku, Serta Untuk keluargaku tercinta, pemberian Tuhan yang paling indah Papa Susilo Adi Mama Peni Raras Wiji Astuti Mbah Uyut, Mas Puput, Mba Rina, Dinda, Dek Bayu Yang selalu mendukung dan memberikan cinta yang tulus tanpa syarat v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KESEPIAN PADA MAHASISWA BARU ANGKATAN 2013/2014 UNIVERSITAS SANATA DHARMA Realita Kristy Putri Rasadi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ada hubungan antara harga diri dengan kesepian pada mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma. Hipotesis pada penelitian ini adalah semakin tinggi harga diri yang dimiliki seseorang maka semakin rendah kesepian yang dimiliki. Subjek dalam penelitian ini adalah 160 mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma dengan rentang usia antara 18 tahun sampai 19 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan membagikan dua buah skala yaitu skala harga diri dan skala kesepian. Koefisien reliabilitas dari skala harga diri adalah 0.827 dan koefisien reliabilitas dari skala kesepian adalah 0.881. Hasil penelitian yang diolah menggunakan SPSS 16.0 menghasilkan korelasi negatif sebesar -0.669. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara harga diri dengan kesepian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis dari penelitian ini diterima. Kata kunci : harga diri, kesepian, mahasiswa baru angkatan 2013/2014 vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE RELATION BETWEEN SELF-ESTEEM AND LONELINESS TO NEW GRADE 2013/2014 OF SANATA DHARMA UNIVERSITY Realita Kristy Putri Rasadi ABSTRACT This research aim was to determine whether there is a relationship between self-esteem with loneliness to new grade 2013/2014 of Sanata Dharma University. Hypothesis in this research was more higher the level of someone’s self-esteem, more lower the level of loneliness. The research subjects were 160 new grade 2013/2014 of Sanata Dharma University from 18 to 19 years old. Data collecting was distributing the self-esteem scale and loneliness scale. The reliability coefficient of the self-esteem scale was 0.827 and the reliability coefficient of the loneliness scale was 0.881. The result was processed by SPSS 16.0 and showed negative correlation in the amount of -0.669. This condition proved that there was negative correlation between self-esteem with loneliness . Thus,it can be concluded that the hypothesis was accepted. Keywords : self-esteem, loneliness, new grade 2013/2014 of Sanata Dharma University viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji Syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan bimbingan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul ”Hubungan Antara Harga Diri dan Kesepian pada Mahasiswa Baru Angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma”, dengan baik. Selama penulisan Skripsi ini, penulis mendapat banyak sekali dukungan dan bantuan dari berbagai pihak sehingga Skripsi dapat diselesaikan. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si., selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dan dosen pendamping akademik. 2. Ratri Sunar Astuti, S.Psi., M.Psi., selaku Kaprodi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 3. Sylvia Carolina MYM, S.Psi., M.Psi., selaku dosen pembimbing skripsi yang sudah dengan sabar membimbing saya selama proses pengerjaan skripsi. Terima kasih untuk senyuman, keramahan dan perhatian yang membuat saya selalu bersemangat. Ibu sudah seperti ibu kedua untuk saya setelah ibu di rumah. 4. Seluruh dosen Fakultas Psikologi yang sudah membagi semua ilmu dan pengalamannya. 5. Karyawan Fakultas Psikologi: Mas Gandung, Mba Nanik, Mas Muji, Mas Doni, Pak Gik, terima kasih untuk semua nasehat dan bimbingan dalam kelancaran penyusunan skripsi. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Papa ganteng dan mama cantik yang selalu menunggu di rumah. Terima kasih untuk segala doa, nasehat, bimbingan, dan penguatan yang diberikan dari jauh. Semoga skripsi ini bisa buat papa sama mama bangga. I love you, ma,pa… 7. Mas Puput, Mba Rina, Dinda dan dek Bayu yang selalu membuat kangen untuk pulang ke rumah. Terima kasih untuk semua canda, tawa dan motivasi kalian selama proses pengerjaan skripsi. 8. Temen-teman ADT (Asisten Divisi Training) dan Mba Etta yang telah mengenalkan sebuah dunia baru, dunia training. Terima kasih untuk semua ilmu, kasih sayang dan perhatian. Be a leader,be a family… 9. My beloved sister, teman-teman dalam mengarungi kerasnya dunia perkuliahan: Lala, Mba Evy, Rani, Ginza, Vera, Ika, Albert, Dinar. Selalu ada kesan yang menyenangkan saat bersama kalian. Friendship forever… 10. Teman-teman bimbingan Bu Silvi: Odil, Sherly, Novi, Panjul, Angga, Nana, Yoha, Leza, Mba Lusi. Terima kasih sudah menjadi teman berbagi dalam hal skripsi. Keep Fighting…. 11. Staf Perpustakaan Paingan, khususnya Pak Sunu dan temen-temen mitra Perpustakaan Paingan: Mba Chandra, Mba Judith, Mba Mengty, Mas Miko, Rani, Lana, Odil, Keket, Tika, Prima, Nasa, Nisa, Rema, Hani, Iwan. Terima kasih karena selalu membuat hari-hariku semakin berwarna. Hidup shelving!! xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Temen-temen Staff PPKM I 2013: Okvi, Martha, Al, Hoyi, Yulia, Yongki, sama dek’ Edo. Senang rasanya bisa bekerja bersama kalian orang-orang dengan kepribadian yang unik. Tetap Rendah Hati dan Luar Biasa…. 13. My beloved friends (Forum Delapan): Ningrum, Agnes, Dunie, Dena, Dina, Linda, Cindy. Kalian akan selalu jadi cerita yang paling manis dalam perjalanan hidupku. 14. Temen-temen kos dewi: Alvia, Lidya, Nona, Anggi, Raisa, Prisilia, Istri, Rani, Mita, Nanda, Koko Dicky, Cik Jojo. Teman untuk berbagi cerita, pengalaman dan ilmu. Senang bisa bersama kalian dan menghabiskan waktu ketika malam datang. Kos pasti sepi tanpa kalian semua. 15. Temen-temen PMK Eben-Haezer: Alvia, Viona, Raisa, Kak Chris, Lidya, Leo, Nona, Ita, Mauren, Wisnu, Danar, Nicole, Esti, Novi, Gayu, dan semua adik-adik angkatan 2013. Bersama kalian aku bisa jadi orang yang lebih dekat dengan Tuhan. Terima kasih untuk semua dukungan dan semangat di kala sedih dan senang. God Bless Us… 16. Seluruh mahasiswa baru angkatan 2013 yang sudah bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dan juga para dosen yang sudah memberikan ijin untuk membagi kuisioner. 17. Semua teman-teman yang ada di Universitas Sanata Dharma dan pihakpihak lain yang memberikan dukungan, semangat dan doa sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Berdinamika bersama kalian adalah hal yang sangat luar biasa. xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Yogyakarta, 29 April 2014 Penulis, Realita Kristy Putri Rasadi xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN MOTTO ...................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN....................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................... vi ABSTRAK ....................................................................................................... vii ABSTRACT ....................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .................... ix KATA PENGANTAR ..................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xiv DAFTAR TABEL ............................................................................................ xviii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang ......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................... 10 C. Tujuan Penelitian ...................................................................... 10 D. Manfaat Penelitian .................................................................... 10 1. Manfaat Teoretis ……………………………………….... 10 2. Manfaat Praktis ………………………………………….. 11 BAB II LANDASAN TEORI ...................................................................... 12 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Harga diri (Self-esteem) ............................................................ 12 1. Pengertian Harga diri ........................................................... 12 2. Aspek-aspek Harga diri ....................................................... 13 3. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Harga diri ....... 15 4. Perwujudan Harga diri Rendah dan Harga diri Tinggi ........ 16 B. Kesepian ................................................................................... 18 1. Pengertian Kesepian ............................................................ 18 2. Manifestasi (Perwujudan) Kesepian .................................... 19 3. Tipe Kesepian ...................................................................... 21 4. Penyebab Kesepian .............................................................. 22 5. Aspek-aspek dari Kesepian.................................................. 25 6. Dampak Kesepian ............................................................... 26 C. Mahasiswa ................................................................................ 27 1. Pengertian Mahasiswa ......................................................... 27 2. Kesepian pada Mahasiswa Baru .......................................... 28 D. Hubungan antara Harga diri dengan Kesepian pada Mahasiswa Baru Angkatan 2013/2014 ............................ 30 E. Bagan ........................................................................................ 32 F. Hipotesis ................................................................................... 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...................................................... 33 A. Jenis Penelitian ......................................................................... 33 B. Identifikasi Variabel ................................................................ 33 1. Variabel Independent.......................................................... 33 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Variabel Dependent ............................................................ 33 C. Definisi Operasional ................................................................. 33 1. Harga diri (Self-esteem) …………………………………. 33 2. Kesepian ………………………………………………… 34 D. Subjek Penelitian ...................................................................... 36 1. Mahasiswa Baru (Angkatan 2013/2014) ............................ 36 2. Rentang Usia 18-19 tahun .................................................. 36 E. Metode Pengambilan Sampel ................................................... 37 F. Metode dan Alat Pengumpulan Data ........................................ 37 1. Skala Kesepian ................................................................... 38 2. Skala Harga diri (Self-esteem) ............................................ 39 G. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ......................................... 41 1. Validitas Skala .................................................................... 41 2. Seleksi Aitem...................................................................... 41 3. Reliabilitas .......................................................................... 46 H. Metode Analisis Data .............................................................. 47 1. Uji Asumsi .......................................................................... 47 2. Uji Korelasi ........................................................................ 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 48 A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................. 48 B. Deskripsi Hasil Data ................................................................. 48 1. Deskripsi Subjek Penelitian............................................... 48 2. Uji Asumsi ......................................................................... 49 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Uji Hipotesis ...................................................................... 51 4. Statistik Deskriptif (Hasil Tambahan) ............................... 52 C. Pembahasan .............................................................................. 53 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 57 A. Kesimpulan ............................................................................... 57 B. Saran ......................................................................................... 58 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 59 LAMPIRAN ..................................................................................................... 63 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1. Blue Print Skala Kesepian .................................................................. 39 Tabel 3.2 Pemberian Skor pada Skala Kesepian ................................................ 39 Tabel 3.3 Blue Print Skala Harga diri (Self-esteem)........................................... 40 Tabel 3.4 Pemberian Skor pada Skala Harga diri (Self-esteem) ......................... 41 Tabel 3.5 Distribusi Aitem Skala Kesepian pada Uji Tahap 1 ............................ 42 Tabel 3.6 Distribusi Aitem Skala Kesepian pada Uji Tahap II ........................... 43 Tabel 3.7 Distribusi Aitem Skala Harga diri pada Uji Tahap I .......................... 44 Tabel 3.8 Distribusi Aitem Skala Harga diri pada Uji Tahap II .......................... 45 Tabel 4.1 Deskripsi Usia Subjek Penelitian ....................................................... 49 Tabel 4.2 Deskripsi Jenis Kelamin Subjek Penelitian ........................................ 49 Tabel 4.3 Normalitas Variabel Penelitian ........................................................... 50 Tabel 4.4 Hasil Pengukuran Statistik Deskriptif ................................................. 53 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Skala Uji Coba ............................................................................... 64 Lampiran 2 Skala Penelitian.............................................................................. 75 Lampiran 3 Reliabilitas Skala Penelitian .......................................................... 83 Lampiran 4 Uji Normalitas................................................................................ 88 Lampiran 5 Uji Liniearitas ................................................................................ 90 Lampiran 6 Uji Hipotesis .................................................................................. 92 Lampiran 7 Statistik Deskriptif ……………………………………………… 94 xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia diciptakan dengan dua sisi yang berbeda. Pada satu sisi, manusia tercipta sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia memiliki kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. Ketika seorang individu menjalin hubungan dengan orang lain, hal ini memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhannya dalam hal fisik dan psikologis (Fiske, 2004 dalam Peplau, Sears dan Taylor, 2009). Kebutuhan untuk menjalin relasi dengan orang lain muncul sejak manusia dilahirkan (Berscheid & Regan, 2005). Hal ini terlihat dari bayi yang baru dilahirkan membutuhkan perawat ataupun pengasuh untuk memenuhi segala macam kebutuhannya. Bayi yang baru lahir juga memiliki kemampuan untuk membentuk ikatan emosional dengan pengasuhnya. Selama hidupnya, manusia akan terus menerus memenuhi kebutuhan akan hal relasi dengan orang lain seperti teman, persahabatan maupun kekasih (Baumeister & Leary, 1995 dalam Peplau, Sears dan Taylor, 2009). Seseorang akan mendapatkan banyak keuntungan dari relasi sosial yang mereka miliki. Menurut Robert Weiss (dalam Peplau, Sears dan Taylor, 2000), ada enam hal yang disebut sebagai keuntungan dalam menjalin relasi yang baik dengan orang lain. Salah satu keuntungan ialah attachment atau kelekatan. Attachment atau kelekatan adalah suatu perasaan aman dan 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 nyaman yang dihasilkan dari relasi sosial yang kita miliki. Sebagai contoh, bayi yang biasanya memiliki kelekatan yang kuat dengan orang tuanya. Apabila relasi sosial yang dimiliki seseorang berada dalam kondisi yang tidak memuaskan maka akan menimbulkan perasaan loneliness atau kesepian. Kesepian adalah perasaan tidak menyenangkan secara subjektif yang dirasakan ketika seseorang kekurangan sesuatu yang penting dalam relasi sosialnya. Seseorang yang kesepian merasa tidak memiliki teman ataupun seseorang saat mereka membutuhkannya. Selain itu, seseorang yang merasa kesepian akan berpikir bahwa relasi sosial mereka tidak memiliki arti atau tidak memuaskan (Perlman dan Peplau, 1998 dalam Peplau, Sears dan Taylor, 2009). Kesepian adalah suatu fenomena yang dapat dirasakan oleh semua orang baik dari kalangan anak-anak hingga lansia. Beberapa penelitian mengatakan kesepian banyak ditemukan pada remaja dan dewasa awal. Sedangkan pada usia lansia tingkat kesepian akan berkurang. Sebagai contoh anak-anak dengan pengalaman perceraian pada kedua orang tuanya memiliki kecenderungan untuk merasa kesepian pada saat remaja dibanding dengan anak-anak yang tidak memiliki pengalaman tersebut (Perlman, 1990 dalam Peplau, Sears dan Taylor, 2000). Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa kasus yang disebabkan oleh kesepian. Beberapa kasus antara lain seorang gadis (13 tahun) yang mengkonsumsi narkoba dikarenakan merasa kesepian dan kekurangan kasih sayang setelah ditinggal ibunya bekerja sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita)

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 sedangkan sang ayah sibuk dengan pekerjaaannya (http://regional.kompas. com/read/2013/04/12/18015196/TKW.Dituding.Jadi.Penyebab.Maraknya.Nar koba). Kasus lainnya yaitu seorang guru ngaji (45 tahun) dilaporkan ke pihak polisi dikarenakan telah menyodomi 10 orang muridnya. Hal ini dikarenakan sang guru merasa kesepian setelah bercerai dengan istrinya. Berdasarkan kedua kasus di atas dapat dilihat bahwa seseorang yang kehilangan seseorang memiliki hubungan yang dekat akan mengalami kesepian. Kesepian yang dirasakan diakibatkan kurangnya kasih sayang dan perhatian yang dapat berakibat pada hal-hal buruk seperti memakai narkoba atau pemerkosaan. Menurut Weiss (dalam Gierveld dan Tilburg, 2006), kesepian dibagi dalam dua tipe yaitu kesepian emosional dan kesepian sosial. Kesepian sosial terjadi ketika seseorang kekurangan relasi dengan jaringan sosial yang lebih luas (sebagai contoh, teman atau tetangga). Tipe kesepian yang kedua yaitu kesepian emosional yang dirasakan ketika seseorang kehilangan kelekatan relasi dengan orang lain (sebagai contoh kehilangan saudara atau sahabat baik). Kesepian emosional terjadi karena kehilangan seseorang yang memiliki kedekatan secara khusus, hal ini biasa terjadi pada pasangan yang bercerai. Kesepian model ini dicirikan dengan perasaan emptiness (kekosongan) dan forlornness (ditinggalkan). Beberapa penelitian yang meneliti tentang kesepian (Peplau dan Perlman dalam Saleh A. Al Khatib, 2006) menemukan bahwa seseorang dengan kepribadian seperti kurangnya kemampuan sosial, takut akan penolakan dan kecemasan memiliki kerentanan terhadap perasaan kesepian.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Perubahan situasi dalam relasi sosial dan lingkungan juga menjadi faktor dalam penyebab kesepian. Seseorang akan merasakan kesepian apabila kehilangan relasi sosialnya dengan orang yang sangat berarti di hidupnya, seperti kehilangan pasangan hidup atau perceraian. Menurut Lyons (dalam Taylor, 2000) menyatakan bahwa beberapa kesepian juga disebabkan karena kondisi hidup yang berubah. Beberapa perubahan kondisi yang dapat memicu terjadinya kesepian antara lain, pindah ke kota atau sekolah yang baru, bekerja di lingkungan kerja yang baru. Situasi lain yang dapat menyebabkan munculnya perasaan kesepian yaitu berpisah dengan teman dekat atau seseorang yang dicintai, dan berakhirnya sebuah hubungan yang bermakna. Faktor lain yang mempengaruhi terbentuknya perasaan kesepian pada mahasiswa baru adalah kegagalan dalam proses penyesuaian diri. Menurut Haber dan Runyon (dalam Bangun, 2005) mengatakan bahwa salah satu ciri seseorang yang mampu beradapatasi dengan lingkungan adalah terbentuknya hubungan sosial yang baik dengan orang lain. Seseorang dengan penyesuaian diri yang baik akan merasa nyaman saat bersosialisasi dengan orang lain. Namun, seseorang yang gagal dalam proses penyesuaian diri akan merasa terkucil dan memilih untuk menjauh dari lingkungan sosialnya. Penyesuaian diri adalah kemampuan seseorang untuk mengubah diri sesuai dengan lingkungannya (Gerungan, 2009). Hal inilah yang memungkinkan memicu perasaan kesepian pada mahasiswa baru.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Transisi dari lingkungan Sekolah Menengah Atas menuju Universitas memungkinkan terjadinya pengalaman kesepian di kalangan mahasiswa. Hal ini dikarenakan para mahasiswa yang harus meninggalkan daerah asal dan keluarga yang mereka kenal. Banyak dari para mahasiswa yang merasa cemas ketika harus meninggalkan daerah asal mereka dan bertemu dengan orangorang yang baru. Di tempat yang baru, mereka harus kembali membentuk relasi sosial mereka yang baru (Santrock, 1995). Berdasarkan sebuah wawancara informal peneliti dengan seorang mahasiswa baru jurusan Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2012, mengatakan bahwa di tahun pertamanya menjadi seorang mahasiswa sering mengalami kesepian. Kesepian yang dirasakan lebih dikarenakan rasa rindu kepada orang tua yang berada di luar kota. Perasaan kesepian yang dirasakan juga berakibat pada kegiatan kuliahnya yaitu munculnya perasaan malas untuk masuk kuliah. Ia lebih ingin untuk kembali ke daerah tempat asalnya untuk bertemu dengan orang tuanya, karena disana ia bisa mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Survey kecil yang dilakukan pada Bulan Mei 2013 kepada 30 responden mahasiswa angkatan baru 2012/2013 Universitas Sanata Dharma ditemukan bahwa sebanyak 24 responden menyatakan pernah merasa kesepian. Responden dengan perasaan kesepian berasal dari berbagai daerah, yaitu 6 responden berasal dari Yogyakarta, 9 responden berasal dari Jawa dan 9 responden berasal dari Luar Pulau Jawa. Sebanyak 10 responden menyatakan bahwa mereka merasakan kesepian karena merindukan suasana

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 rumah atau tempat asal mereka. Sebanyak 9 responden juga menyatakan bahwa mereka merasakan kesepian karena kurang dapat berelasi dengan teman di lingkungan baru. Penelitian yang dilakukan setelah 2 minggu tahun ajaran baru dimulai, menemukan bahwa ada 75% dari 354 mahasiswa di Amerika menyatakan mereka merasa kesepian setelah mereka masuk dalam dunia Universitas. Sebanyak 40% diantaranya mengatakan mereka merasakan kesepian dalam intensitas sedang hingga rendah. Namun, kesepian tidak hanya dialami oleh mahasiswa baru melainkan mahasiswa pada tingkat akhir pun rentan akan perasaan kesepian (Santrock, 1995). Menurut Knox, Vail-Smith dan Zusman mengatakan bahwa sebanyak 25% mahasiswa laki-laki dan 16.7% mahasiswa perempuan mengalami mengalami kesepian (dalam Saleh A. Al Khatib, 2006). Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, kesepian dapat berpengaruh pada beberapa segi kehidupan. Sebagai contoh, sebuah penelitian telah menemukan bahwa kesepian berpengaruh secara signifikan dengan kesehatan jantung dan tekanan darah (Caspi A, Harrington H., 2006). Pada penelitian ini ditemukan bahwa seseorang yang mengalami kesepian pada level tertentu dimungkinkan akan mengalami gangguan fisik seperti jantung dan tekanan darah tinggi. Selain, itu, dari penelitian juga ditemukan bahwa kesepian dapat memicu simptom depresif pada diri seseorang (Cacioppo JT, 2006). Berdasarkan penelitian-penelitian di atas dapat

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 disimpulkan bahwa kesepian yang dialami oleh seseorang sangat mempengaruhi kesejahteraan seorang individu. Sebuah penelitian tentang intervensi perasaan kesepian meneliti empat strategi dalam mengurangi dampak kesepian pada seorang individu. Keempat strategi dalam intervensi perasaan kesepian yaitu meningkatkan kemampuan sosial, mengembangkan dukungan sosial, meningkatkan kesempatan dalam interaksi sosial dan memetakan kognisi sosial yang maladaptif. Dari keempat strategi tersebut, strategi tentang memetakan kognisi sosial yang maladaptif adalah cara yang paling efektif untuk mengurangi dampak kesepian pada seorang individu. Di dalam strategi ini, diajarkan tentang cognitive behavioral therapy dimana seseorang dapat mendeteksi perasaan otomatis negatif yang timbul dalam dirinya. Ketika seseorang dapat mendeteksi perasaan tersebut, maka seseorang dapat melakukan evaluasi dan kontrol terhadap perasaan negatif yang dimiliki (Cacioppo, 2011). Menurut beberapa penelitian, kesepian sering dihubungkan dengan beberapa tipe kepribadian. Beberapa tipe kepribadian yang sering dihubungkan dengan kesepian adalah kecemasan sosial dan rendahnya asertivitas (Bruch, Kaflowitz & Pearl, 1988; Jones, Freemon & Goswick, 1981; Solano & Koester, 1989 dalam Burger, 2000). Seseorang yang merasa kesepian sering digambarkan sebagai orang yang introvert, cemas dan peka terhadap penolakan (Russell et al., 1980 dalam Burger 2000) dan tidak jarang menderita depresi (Koenig, Isaacs, & Schwarts, 1994; Weeks et al., 1980 dalam Burger 2000).

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Seseorang yang kesepian merasa sulit untuk percaya kepada orang lain (Rotenberg, 1994 dalam Burger, 2000). Selain itu, mereka kurang merasa nyaman ketika orang lain bersikap terbuka (Rotenberg, 1997 dalam Burger 2000). Hal ini dikarenakan mereka merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitar mereka yang berakibat pada kewaspadaan yang berlebihan pada ancaman lingkungan sosial. Seseorang dengan perasaan kesepian lebih memandang dunia sebagai tempat yang mengancam dan selalu teringat pada hubungan sosial yang negatif (Cacioppo, Hawkley, 2010). Rosenberg (dalam Coopersmith, 1967) mengatakan bahwa salah satu hal yang berkontribusi dalam pembentukan harga diri adalah perasaan dihormati dan dihargai oleh orang lain. Ketika orang lain bersikap menghargai dan menghormati kita, maka kita akan merasa nyaman untuk berhubungan atau membangun sebuah relasi. Baumeister (dalam Baumgardner, 2009) mengemukakan bahwa seseorang yang memiliki harga diri akan memandang diri mereka sebagai individu yang berkompeten dan menarik. Rosenberg (dalam Yilmaz, Hamarta, Arslan, 2013) juga mengemukakan bahwa harga diri yang dimiliki seseorang dapat membuat seseorang lebih bahagia, sukses dan nyaman saat berinteraksi dengan orang lain. Humphreys (dalam Yilmaz, Hamarta, Arslan, 2013) mengemukakan bahwa seseorang dengan harga diri yang tinggi cenderung memiliki percaya diri yang tinggi, optimis, kemampuan berkomunikasi yang baik dan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 penerimaan terhadap diri maupun orang lain. Kedua hal inilah yang dapat mengurangi dampak kesepian yang dirasakan oleh seseorang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Baumeister, Campbell, Krueger dan Vohs (2003), menemukan bahwa harga diri dapat mengurangi prasangka buruk dan diskriminasi. Bandura (dalam Saleh A. Al Khatib, 2006) mengatakan harga diri sebagai sebuah evaluasi yang positif terhadap diri sendiri. Kohn (dalam Saleh A. Al Khatib, 2006) juga mengatakan harga diri sebagai penilaian yang baik pada diri sendiri tentang perilaku atau penilaian terhadap diri dan karakteristik yang dimiliki. Dari penelitian ini juga ditemukan bahwa harga diri yang tinggi dapat menurunkan tingkat stres. Seseorang dengan tingkat harga diri yang tinggi memiliki harapan bahwa dirinya diterima oleh orang lain. Hal ini dikarenakan mereka memiliki rasa nyaman dalam diri yang dapat membuat mereka berhasil dalam membangun relasi dengan orang lain, sehingga mereka pun tidak lagi merasa kesepian (Buss, 1995). Sebaliknya, seseorang dengan tingkat harga diri yang rendah kurang memiliki keyakinan akan penerimaan dari orang lain, sehingga mereka sangat rentan terhadap penolakan. Melalui penelitian ini hendak dilihat apakah ada korelasi antara harga diri dengan perasaan kesepian pada mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini penting dilakukan karena perasaan kesepian dapat berdampak buruk bagi kehidupan mahasiswa, antara lain munculnya perasaan depresi (Hermann & Betz dalam Saleh A. Al Khatib, 2006). Selain itu, kesepian pada mahasiswa sering dikaitkan dengan

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 munculnya suasana hati yang buruk, seperti kecemasan dan kemarahan (Cacioppo et al., dalam Saleh A. Al Khatib, 2006). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat membantu para mahasiswa baru dalam mengurangi perasaan kesepian yang dirasakan. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang perasaan kesepian yang selama ini masih dianggap sebagai perasaan yang tidak terlalu penting. Namun, pada kenyataannya perasaan kesepian memiliki dampak yang cukup buruk pada kesehatan fisik maupun psikologis. B. Rumusan Masalah Apakah terdapat hubungan antara harga diri dengan kesepian pada mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma? C. Tujuan Penelitian Mengetahui hubungan antara harga diri dengan kesepian pada mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan ilmu psikologi, khususnya bidang sosial dan perkembangan tentang variabel-variabel lain yang mempengaruhi perasaan kesepian pada mahasiswa baru.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 2. Manfaat Praktis Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang perasaan kesepian dan membantu para mahasiswa baru dalam mengatasi perasaan kesepian yang dialami.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. HARGA DIRI (SELF-ESTEEM) 1. Pengertian Harga diri Menurut Bandura (1986), harga diri adalah sebuah penilaian terhadap diri yang didasarkan pada kemampuan pribadi dan segala nilainilai positif dan negatif yang berasal dari budaya. Harga diri juga dapat diartikan sebagai sebuah komponen penilaian dari konsep diri (Baumeister dan Coppersmith dalam Crothers, 2009). Harga diri didasarkan pada perasaan tentang diri dan penilaian yang dibuat oleh diri sendiri (Brown, 2006). Menurut Santrock (2008), harga diri adalah penilaian secara global pada diri sendiri. Coopersmith (1967), harga diri adalah perhargaan terhadap diri yang diekspresikan dalam sikap seorang individu yang ditujukan untuk diri sendiri. Harga diri adalah pengalaman subjektif yang disalurkan kepada orang lain melalui verbal maupun perilaku yang nampak. Harga diri adalah sebuah perasaan positif maupun negatif tentang diri yang dihasilkan dari penilaian terhadap diri (Baron, 1995). Sehingga harga diri dapat dikatakan sebagai penilaian yang dilakukan seseorang tentang baik dan buruknya diri mereka (Campbell & Epstein dalam Baron, 1995). Harga diri adalah suatu hasil evaluasi yang dilakukan oleh diri sendiri. Penilaian pada harga diri tidak hanya didasarkan pada keadaan 12

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 diri secara fisik melainkan juga kualitas diri. Harga diri yang dimiliki seseorang dapat mempengaruhi terbentuknya konsep diri pada diri seseorang. Konsep diri adalah sekumpulan informasi yang dapat menjelaskan siapa diri kita. Ketika seseorang memiliki harga diri yang tinggi mereka akan merasa bahwa diri mereka baik, menarik, berkompeten, sehingga hal ini dapat membentuk konsep diri yang baik. Sebaliknya, seseorang dengan harga diri yang rendah mereka cenderung memiliki konsep diri yang kurang baik (Campbell, 1990). Mereka cenderung bersikap pesimis, rentan terhadap kritik atau respon negatif. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa harga diri adalah penilaian terhadap diri sendiri baik positif maupun negatif yang didasarkan pada kemampuan pribadi dan nilai-nilai yang berasal dari budaya. 2. Aspek-aspek Harga diri Menurut Coopersmith (1967) ada empat aspek dalam membangun harga diri, yaitu a. Keberartian (significance) Seseorang yang memiliki harga diri dapat diukur melalui kepedulian, perhatian dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh orang lain. Seluruh hal ini dapat digolongkan dalam kategori penerimaan dan ketenaran atau kebalikan dari penolakan dan isolasi. Penerimaan dari orang lain ditandai dengan kehangatan, ketertarikan dan respon dari lingkungan terhadap dirinya. Penerimaan terhadap orang tua

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 yang selalu memberikan dukungan dan semangat membuat sang anak memiliki ketertarikan untuk beraktifitas, menjalin hubungan dekat dengan orang lain (bersahabat). Pengaruh dari ungkapan kasih sayang menghasilkan sebuah penghargaan yang kita terima dari orang lain. b. Kekuasaan (power) Hal ini dapat diukur melalui kemampuan seseorang dalam mengontrol perilakunya dan perilaku orang lain. Dalam beberapa situasi kekuasaan dinyatakan oleh pengakuan dan rasa hormat yang diterima. Tindakan untuk meningkatkan keseimbangan sosial, kepemimpinan, dan kebebasan disampaikan dengan asertif, penuh semangat, dan penyelidikan pada suatu tindakan. Keberartian disampaikan oleh pengakuan pada peningkatan akan pengalaman mandiri dan kontrol terhadap diri sendiri dan orang lain. c. Kemampuan (competence) Kemampuan adalah kesuksesan seseorang untuk memenuhi tuntutan prestasi. Kemampuan ditandai oleh tingginya tingkat performansi dengan variasi tugas yang sesuai dengan tahapan usianya. Sebagai contoh, pada remaja putri, kita akan berasumsi bahwa prestasi di bidang akademik dan atletik adalah dua area yang digunakan untuk menilai kemampuan. Pelatihan kebebasan dan prestasi akan meningkatkan keaktifan dan peran kompetitif saat seseorang dihadapkan pada lingkungan. Hasil dari pelatihan ini juga

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 didasarkan pada ketangkasan, nilai dan aspirasi yang dimiliki oleh seseorang. d. Kebajikan (virtue) Kebajikan dapat ditandai dengan ketaatan pada moral, etika, dan prinsip-prinsip religius. Seseorang yang taat pada etika dan nilainilai religius yang mereka terima dan maknai dianggap memiliki sikap yang positif dengan kesuksesan akan pemenuhan tujuan yang tinggi. Perasaan berharga yang mereka miliki akan diwarnai dengan kebajikan, kebenaran, dan spiritualitas. Berdasarkan rincian di atas terdapat empat aspek yang berpengaruh pada pembentukan harga diri dalam diri seseorang, yaitu keberartian (significance), kekuasaan (power), kemampuan (competence), dan kebajikan (virtue). Keberartian (significance) dapat diukur melalui kepedulian, perhatian dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh orang lain. Kekuasaan (power) adalah kemampuan seseorang dalam mengontrol perilakunya maupun perilaku orang lain. Kemampuan (competence) ditandai dengan kesuksesan seseorang dalam memenuhi tanggung jawab dan tuntutan prestasinya. Kebajikan (virtue) ditandai dengan ketaatan seseorang pada moral, etika, dan prinsip-prinsip religius. 3. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Harga diri Menurut Rosenberg (dalam Coopersmith, 1967) ada empat faktor yang berkontribusi dalam perkembangan harga diri, yaitu

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 a. Kuantitas dari rasa hormat, penerimaan dan perhatian yang seseorang terima dari orang yang berarti di hidup mereka. Akibatnya, kita menghargai diri kita karena kita dihargai. b. Sejarah dari kesuksesan, status maupun posisi yang kita peroleh di dunia. Pada umumnya, kesuksesan menghasilkan pengakuan yang direlasikan dengan status seseorang dalam sebuah komunitas. Pengakuan adalah salah satu bentuk yang nyata dari harga diri dan dapat diukur melalui material dari hasil kesuksesan dan penerimaan sosial. c. Pengalaman yang diinterpretasi dan dimodifikasi selaras dengan nilai dan aspirasi seorang individu. Keberhasilan dan kekuatan tidak secara langsung dapat dirasakan tetapi disaring dengan tujuan dan nilai-nilai yang ada pada seorang individu. d. Cara seseorang dalam memberikan respon terhadap devaluasi. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan seseorang dalam mempertahankan harga diri saat dihadapkan dengan penilaian negatif dari orang lain ataupun kegagalan yang dialami. 4. Perwujudan Harga diri Rendah dan Harga diri Tinggi Seseorang dengan harga diri yang tinggi memiliki pandangan yang baik terhadap diri mereka. Mereka memandang diri mereka sebagai individu yang sukses, memiliki kompetensi dan menarik (Baumeister, dkk dalam Baumgardner, 2009). Selain itu, orang dengan harga diri yang tinggi lebih memiliki keyakinan dan kepercayaan bahwa mereka sanggup

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 menggapai tujuan mereka (McFarlin dan Blascovich dalam Baumgardner, 2009). Harga diri yang tinggi dapat melawan stres dan perasaan khawatir yang disebabkan berbagai pengalaman hidup yang merusak gambaran diri (Baumeister dan Steele dalam Baumgardner, 2009). Harga diri dapat dijadikan sebagai sumber coping (penanggulangan) dalam melawan kegagalan, kehilangan, kritik, dan masalah dengan orang lain. Individu dengan harga diri yang tinggi tidak mudah untuk larut dalam peristiwaperistiwa negatif yang dialami dan dapat menjaga harapan-harapan positif (dalam Baumgardner, 2009). Seseorang dengan harga diri yang tinggi memiliki keyakinan yang positif terhadap dirinya. Mereka memandang diri mereka sebagai seseorang yang menarik, menyenangkan dan memiliki kemampuan (dalam Baumgardner, 2009). Selain itu, seseorang dengan harga diri yang tinggi memiliki keyakinan bahwa mereka mendapatkan penerimaan yang baik dari orang lain. Keyakinan akan penerimaan dari orang lain yang membuat mereka berhasil membangun hubungan dengan sosialnya (Buss, 1995). Ketika seseorang memiliki harga diri yang rendah, mereka cenderung memiliki keyakinan bahwa mereka adalah seseorang yang gagal dan kurang berkompeten. Seseorang dengan harga diri yang rendah mempunyai pandangan negatif terhadap diri mereka sendiri. Selain itu, orang dengan harga diri yang rendah memiliki kerentanan dengan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 peristiwa-peristiwa negatif yang ada dalam hidupnya. Hal inilah yang membuat mereka sangat sensitif pada alur kehidupan mereka yang naik turun (Baumeister dkk dalam Baumgardner, 2009). Seseorang dengan harga diri yang rendah memiliki keyakinan bahwa orang lain kurang dapat menerima diri mereka. Hal inilah yang menjadikan mereka kurang dapat bersikap asertif dan sangat rentan terhadap penolakan dari orang lain (Buss, 1995). B. KESEPIAN 1. Pengertian Kesepian Setiap manusia yang ada di dunia lahir sebagai mahluk sosial dan mahluk individu. Keberadaannya sebagai mahluk sosial mengharuskan seseorang untuk membangun hubungan sosial dengan orang lain. Hal ini dikarenakan mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi segala macam kebutuhan mereka. Namun pada kenyataannya banyak individu yang merasa kesulitan untuk mencapai tujuannya tersebut. Hal ini akan berakibat pada seseorang yang merasa kesepian. Kesepian adalah reaksi secara emosional dan kognitif ketika seseorang memiliki hubungan yang lebih sedikit ataupun kurang memuaskan bila dibandingkan dengan apa yang diharapkan (Archibald, Bartholomew & Marx dalam Baron & Byrne, 2003). Seseorang yang merasa kesepian bukanlah orang yang tidak ingin memiliki teman, namun seseorang yang ingin memiliki teman tetapi ia tidak

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 mendapatkannya (Burger dalam Baron & Byrne 2003). Menurut Perlman dan Peplau (1994), kesepian adalah perasaan subjektif yang tidak menyenangkan ketika seseorang kehilangan hal penting dalam hubungan sosialnya. Seseorang yang merasa kesepian tidak memiliki teman ataupun jumlah teman yang mereka miliki lebih sedikit dari apa yang mereka inginkan. Selain itu, seseorang yang merasa kesepian akan merasa hubungan sosialnya kurang berarti atau kurang memberikan kepuasan seperti yang dibayangkan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kesepian adalah suatu perasaan yang kurang menyenangkan karena kehilangan hal penting dalam hubungan sosialnya. Perasaan kesepian yang mereka alami karena hubungan sosial yang mereka miliki tidak sesuai dengan yang diharapkan. 2. Manifestasi (Perwujudan) Kesepian Peplau dan Perlman (1979) membagi manifestasi atau perwujudan dari perasaan kesepian menjadi tiga kategoris, yaitu a. Manifestasi afektif Perasaan kesepian yang seseorang rasakan diwujudkan dalam bentuk perasaan dan pengalaman yang negatif. Beberapa perasaan negatif yang dapat muncul adalah kurang bahagia, kurang puas dengan hubungan sosialnya, pesimis dan depresi. Selain itu, mereka juga sering merasa cemas, bosan, dan canggung.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 b. Manifestasi kognitif Manifestasi kognitif lebih didasarkan pada perhatian atau fokus yang dimiliki oleh seseorang. Seseorang dengan perasaan kesepian akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi secara efektif. Mereka lebih berfokus pada diri mereka sendiri (selffocused). Self-focused yang tinggi dapat terlihat dalam hubungan interpersonalnya, seperti memberikan respon yang sedikit terhadap pertanyaan yang dilontarkan oleh orang lain. Seseorang dengan perasaan kesepian akan lebih waspada dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka cenderung bersikap lebih sensitif terhadap respon yang diberikan oleh orang lain. c. Manifestasi perilaku (behavioral) Manifestasi perilaku adalah cerminan dari pemikiran negatif yang muncul pada seseorang yang merasa kesepian. Beberapa perilaku yang muncul pada seseorang yang merasa kesepian yaitu, adanya pola yang berbeda dalam hal penyingkapan (self-disclosure) bila dibandingkan dengan orang yang tidak merasa kesepian. Pada seseorang yang merasa kesepian, mereka dapat mengungkapkan seluruh isi hatinya kepada orang lain atau hanya menyimpan semua permasalahan berat mereka untuk diri mereka sendiri. Kedua, mereka juga akan menampilkan perilaku yang selalu berfokus hanya pada diri mereka sendiri. Ketiga, seseorang dengan perasaan kesepian lebih terlihat pemalu dan kurang asertif pada interaksi

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 sosial mereka. Hal inilah yang menyebabkan mereka enggan untuk mengambil risiko yang mungkin muncul saat mereka akan menjalin hubungan sosialnya. 3. Tipe Kesepian Menurut Robert Weiss (Weiss dalam Taylor, Peplau dan Sears 1994) kesepian dibagi menjadi dua tipe, yaitu a. Emotional loneliness (kesepian secara emosional) Kesepian secara emosional terjadi ketika seseorang kehilangan sosok lekat (an intimateattachment figure) yang mereka miliki. Sebagai contoh, seorang anak kecil yang lekat dengan sosok orang tuanya atau untuk orang dewasa antara suami istri atau sahabat dekatnya. b. Social loneliness (kesepian secara sosial) Kesepian secara sosial terjadi ketika seseorang kekurangan relasi atau kurang terhubung dengan jaringan yang lebih luas yang ada di sekitarnya (perkumpulan atau organisasi). Menurut Zimmerman (dalam Gierveld, Tilburg, Dykstra, 2006) membagi kesepian dalam dua tipe, yaitu a. Kesepian tipe positif Kesepian ini terjadi saat seseorang lebih memilih untuk pergi atau meninggalkan kegiatan dalam keseharian mereka. Kemudian mereka lebih memfokuskan pada tujuan yang lebih tinggi seperti refleksi, meditasi dan berkomunikasi dengan Tuhan.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 b. Kesepian tipe negatif Tipe kesepian ini didasarkan pada perasaan kurang menyenangkan yang disebabkan karena kurangnya hubungan sosial atau kontak sosial dengan lingkungan sekitar. 4. Penyebab Kesepian Menurut Baron and Byrne (2003) ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya perasaan kesepian, yaitu a. Faktor genetis Perilaku dapat dipengaruhi oleh genetika. Orang tua dengan gen yang pesimis, depresi dan interaksi yang bermusuhan dengan lingkungan sekitar terdapat kemungkinan bahwa keturunan mereka juga memiliki gen yang sama. Sehingga gen-gen yang diturunkan tersebut dapat memicu seseorang mengalami perasaan yang sama yaitu kesepian. b. Pengalaman individu Seseorang yang mengalami kesepian sebagai akibat dari interaksi sosial dengan teman sebaya yang kurang berhasil dapat dikarenakan pengalaman masa lalunya. Pada masa kanak-kanaknya, seseorang yang mengalami kesepian dimungkinkan gagal untuk membangun keterampilan sosialnya sehingga hal ini akan mempengaruhi interaksi sosialnya di masa dewasa. Sebagai contoh, seorang anak yang berperilaku kasar, memiliki agresi atau terlalu

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 pemalu dan menarik diri sangat memungkinkan mendapatkan penolakan untuk menjadi teman bermain. c. Pengaruh budaya Dalam hal ini setiap budaya yang berbeda memiliki cara pandang yang berbeda pula terhadap hubungan sosial. Di Amerika Utara, seseorang yang tidak dapat membangun hubungan yang intim akan dianggap sebagai suatu kesalahan yang besar. Sedangkan di Asia Selatan, seseorang dengan perasaan kesepian lebih dikaitkan pada ketidakmampuan personal, seperti pada kekurangan karakter. Menurut Burger (2011) terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang merasa kesepian, yaitu a. Pemberian prasangka yang buruk kepada orang lain di setiap situasi sosial Penelitian yang dilakukan oleh Christensen dan Kashy (dalam Burger, 2011) menunjukkan bahwa saat sekelompok mahasiswa yang memiliki perasaan kesepian dihadapkan dengan orang yang baru mereka kenal maka mahasiswa yang memiliki perasaan kesepian menilai diri mereka lebih baik dibandingkan dengan orang yang baru mereka kenal. Seseorang dengan perasaan kesepian tidak banyak menampilkan ketertarikan mereka pada orang lain. Hal ini dikarenakan mereka merasa ragu-ragu dan telah menaruh curiga apabila orang yang baru mereka kenal merasa bosan di akhir pertemuan mereka.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 b. Kemampuan sosial yang kurang baik Seseorang dengan kemampuan sosial yang kurang baik cenderung menghadapi kesulitan saat mereka membangun hubungan sosialnya dengan orang orang lain. Hal ini dikarenakan mereka tidak belajar bagaimana cara untuk berinteraksi ataupun berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jones, Hobbs dan Hockenbury (dalam Burger, 2011) menunjukkan bahwa individu dengan perasaan kesepian lebih sedikit menunjukkan ketertarikannya pada orang lain. Seseorang dengan perasaan kesepian jarang untuk memberikan respon dan komentar terhadap pernyataan yang diberikan oleh orang lain. Hal ini bukan dikarenakan sikap mereka kurang sopan kepada orang lain, melainkan mereka kurang mengerti bagaimana cara untuk membangun hubungan dengan orang lain. c. Penyingkapan (disclosure) Berdasarkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan perasaan kesepian kurang sadar dengan kebiasaan yang ada di daerah sekitarnya (Chelune, dkk dalam Burger, 2011). Terkadang mereka dapat terlalu membuka atau gagal dalam mengungkapkan diri mereka saat orang lain mengharapkannya. Sehingga tidak jarang orang lain memandang aneh atau bahkan bersikap menjauh.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 5. Aspek-aspek Kesepian Seseorang dengan perasaan kesepian memiliki beberapa aspek (dalam Baron and Byrne, 2005), yaitu a. Memiliki keterampilan sosial yang kurang baik Pada dasarnya seseorang dengan kemampuan sosial yang kurang cenderung tidak sensitif dan kurang tertarik dengan lingkungan sekitarnya. Hal inilah yang menjadikan mereka kurang dapat mendengarkan keterbukaan dari orang lain. Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk selalu membuka diri baik sedikit maupun banyak kepada orang lain. Pada tingkat yang lebih ekstrim, seseorang dengan keterampilan sosial yang kurang sering terlibat dalam tindakan-tindakan yang merugikan atau menyakiti orang lain. Hal ini membuat mereka dijauhi oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka dan sulit untuk mendapatkan teman. b. Negatifitas personal Negatifitas personal muncul karena seseorang merasa kurang bahagia atau tidak puas dengan keadaan diri. Negatifitas personal akan memicu timbulnya kepercayaan bahwa orang lain juga berpikir negatif tentang mereka. Ketika orang lain merespon secara negatif, maka negatifitas personal yang ada dalam diri akan makin berkembang.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 c. Rendah diri Seseorang dengan keterampilan sosial yang kurang, menyadari sekali bahwa diri mereka sangatlah buruk dalam fungsi sosialnya. Sehingga mereka lebih memilih untuk menghindari orang lain, demi meminimalkan rasa malu dan terhina. 6. Dampak Kesepian Seseorang dengan perasaan kesepian cenderung menghabiskan waktunya dengan berbagai kegiatan yang dilakukan seorang diri dan sedikitnya teman yang mereka miliki. Terkadang mereka merasa tersingkir oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka. Selain itu, mereka sudah menanamkan sebuah kepercayaan bahwa mereka berbeda dengan orang yang mereka temui (R. A. Bell, Russell, Peplau & Cutrona dalam Baron dan Byrne, 2003). Pada orang-orang yang merasa kesepian akan timbul perasaan negatif, seperti perasaan depresi, kecemasan, ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan yang dihubungkan dengan perasaan pesimis, bersalah dan perasaan malu (Anderson dkk, dalam Baron dan Byrne, 2003). Mereka juga digambarkan sebagai individu yang sulit dalam melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan sekitar mereka (Lau & Gruen, dalam Baron dan Byrne, 2003).

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 C. MAHASISWA 1. Pengertian Mahasiswa Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Djamil, 2008), mahasiswa adalah siswa di perguruan tinggi. Winkel (2010), mahasiswa adalah seseorang yang melanjutkan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi setelah menamatkan pendidikannya ditingkat sekolah menengah tingkat atas. Saat memasuki tahap pendidikan di perguruan tinggi, maka seseorang akan mengalami beberapa tantangan baru pada tahap ini. Beberapa tantangan baru yang akan dihadapi pada tahap perguruan tinggi, antara lain penyesuaian dengan corak kehidupan di kampus, penyesuaian tuntutan belajar akademik di masa perguruan tinggi dengan corak kehidupan dalam suatu asrama atau tempat kos. Selain itu, seseorang yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi akan melakukan penyesuain dalam hal pergaulan baru dengan jenis lain. Menurut UUSPN, Pasal 16, yang menyatakan bahwa pendidikan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah, PP Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi menetapkan: “Tujuan pendidikan tinggi adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/ atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/ atau menciptakan ilmu pengetahuan teknologi dan/ kesenian; serta mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/ atau kesenian mengupayakan penggunanya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 memperkaya kehidupan nasional. Sedangkan dalam PP Nomor 3, Tahun 1990 Pasal 4, menjelaskan bahwa pendidikan akademik mengutamakan peningkatan mutu dan memperluas wawasan ilmu pengetahuan, seperti terjadi di sekolah tinggi, institusi serta universitas. Dalam pendidikan professional diutamakan peningkatan kemampuan penerapan ilmu pengetahuan, seperti terjadi di akademi, politeknik, sekolah tinggi, institute dan universitas (yang kelima-limanya adalah suatu satuan perguruan tinggi yang mandiri) (Winkel dan Hastuti, 2010). Mahasiswa memiliki rentang usia antara 18/19 tahun sampai 24/25 tahun. Rentang umur tersebut dikelompokkan atas beberapa kelompok usia 18/19 tahun sampai 20/21 tahun, yaitu mahasiswa dari semester I sampai dengan semester IV; dan kelompok usia 21/22 tahun sampai 24/25 tahun, yaitu mahasiswa dari semester V sampai dengan semester VIII (Winkel dan Hastuti, 2010). 2. Kesepian pada Mahasiswa Baru Kesepian yang terjadi pada seorang individu dapat dipicu oleh berbagai hal. Beberapa hal yang dapat memicu seseorang merasakan kesepian yaitu perubahan situasi dalam kehidupan seseorang. Perubahan situasi yang dialami oleh seseorang mengharuskan mereka untuk berpisah dari orang terdekat. Sebagai contoh, ketika seseorang harus berpindah ke suatu kota yang baru atau berpindah ke pekerjaan yang baru (Taylor, 1994).

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Ketika seseorang hendak melanjutkan pendidikan dari tingkat Sekolah Menengah Atas menuju tingkat perguruan tinggi tidak jarang mengalami kesepian. Kesepian yang mereka alami sering disebabkan karena mereka harus berpisah berpindah dari tempat asal mereka dan berpisah dari orang terdekat. Banyak dari mereka merasa cemas karena harus berpisah dengan keluarga mereka dan tinggal di lingkungan yang baru. Di lingkungan yang baru, mereka harus membangun relasi dengan orang-orang baru yang mereka temui. Hal inilah yang memungkinkan seorang mahasiswa baru merasa kesepian apabila mereka gagal dalam membangun relasi dan beradaptasi dengan orang-orang baru (Santrock, 1995). Kesepian yang dirasakan oleh seorang mahasiswa baru juga disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Menurut Haber dan Runyon (dalam Bangun, 2005) mengatakan bahwa seseorang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dapat membangun hubungan sosial yang baik dengan orang lain. Seseorang dengan penyesuaian diri yang baik juga merasa nyaman untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain. Sehingga ketika seorang mahasiswa baru dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, maka ia akan merasa nyaman untuk berhubungan dengan orang lain dan terhindar dari perasaan kesepian. Penyesuaian diri adalah kemampuan seseorang untuk mengubah diri sesuai dengan lingkungannya (Gerungan, 2009).

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 D. HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KESEPIAN PADA MAHASISWA BARU ANGKATAN 2013/2014 Kesepian adalah suatu bentuk emosi ataupun kognitif yang tidak menyenangkan yang diakibatkan karena hilangnya hal penting dalam hubungan sosialnya. Seseorang yang merasa kesepian cenderung merasa hubungan sosialnya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Hal inilah yang dirasakan oleh seseorang yang hendak melanjutkan pendidikannya dari tingkat Sekolah Menengah Atas menuju perguruan tinggi. Mereka akan merasa kesepian karena harus berpisah dari orang terdekat mereka. Sebagian dari mereka sering merasa cemas karena harus membangun relasi yang baru di tempat yang baru. Hal inilah yang dapat memicu perasaan kesepian pada diri seorang mahasiswa baru. Kesepian yang ada pada diri seseorang dapat disebabkan oleh beberapa hal. Hal tersebut antara lain kurangnya kemampuan sosial yang dimiliki. Seseorang dengan kemampuan sosial yang kurang cenderung bersikap kurang sensitif dan tidak tertarik dengan orang lain. Mereka lebih memilih untuk selalu membuka diri atau menceritakan diri mereka pada orang lain tanpa memperhatikan keadaan orang lain. Hal inilah yang menyebabkan mereka enggan untuk mau mendengarkan keterbukaan dari orang lain. Ketika seseorang mengalami kesepian, mereka cenderung memiliki negativitas personal. Mereka cenderung memiliki keyakinan bahwa orang lain memiliki pandangan yang negatif terhadap diri mereka. Selain itu, mereka cenderung berpikir bahwa orang lain kurang dapat menerima mereka.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Hal ini juga akan berpengaruh pada interaksi sosialnya sehingga orang lain pun akan merespon perilaku mereka dengan negatif. Seseorang dengan perasaan kesepian juga memiliki kecenderungan bersikap rendah diri. Mereka akan menilai diri mereka secara negatif. Sehingga penilaian negatif yang mereka miliki akan membuat mereka malu atau enggan untuk berelasi dengan orang lain. Pandangan terhadap diri yang negatif dan penerimaan dari sosial yang kurang dapat dihindari ketika seseorang memiliki harga diri yang tinggi. Harga diri adalah suatu penilaian terhadap diri yang positif maupun negatif yang didasarkan pada budaya yang mereka miliki. Seseorang dengan harga diri yang tinggi akan memandang diri mereka secara positif. Mereka akan merasa bahwa diri mereka adalah individu yang sukses, menarik dan menyenangkan. Keyakinan inilah yang juga menimbulkan perasaan bahwa mereka mendapat penerimaan yang positif dari orang lain. Ketika mereka yakin bahwa orang lain menerima mereka dengan positif, merekapun dapat membangun hubungan sosial yang baik. Hal inilah yang dapat menghindarkan mereka dari perasaan kesepian.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 E. BAGAN Harga diri Tinggi Penilaian pada diri yang positif Keyakinan akan penerimaan yang baik dari orang lain Perasaan Kesepian Rendah Bagan 2. 1 Dinamika Hubungan antara Harga diri dan Kesepian F. HIPOTESIS Berdasarkan landasan teori mengenai harga diri dan kesepian, maka penelitian ini mendapatkan sebuah hipotesis bahwa ada hubungan yang negatif antara harga diri dengan kesepian. Semakin tinggi harga diri yang dimiliki oleh seseorang maka semakin rendah kesepian yang dirasakan. Sebaliknya, semakin rendah harga diri yang dimiliki oleh seseorang maka semakin tinggi kesepian yang dirasakan.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional. Penelitian korelasional merupakan suatu metode penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antar variabel yang diteliti. Pada penelitian ini peneliti ingin melihat hubungan antara dua variabel yaitu harga diri dan kesepian pada mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma. B. Identifikasi Variabel Penelitian ini memiliki dua variabel, yaitu 1. Variabel Independent Variabel independent dalam penelitian ini adalah harga diri (selfesteem). 2. Variabel Dependent Variabel dependent dalam penelitian ini adalah kesepian. C. Definisi Operasional 1. Harga diri (Self-esteem) Harga diri adalah penilaian positif maupun negatif terhadap diri sendiri. Alat ukur yang digunakan untuk pengukuran didasarkan pada 33

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 indikator-indikator yang terdapat dalam empat aspek harga diri yang dikemukakan oleh Coopersmith (1967), yaitu a. b. c. d. Keberartian (significance) 1. Perasaan dihargai oleh orang lain 2. Perasaan diperhatikan oleh orang lain Kekuasaan (power) 1. Kemampuan untuk mengontrol perilaku diri sendiri 2. Kemampuan untuk mengontrol perilaku orang lain Kemampuan (competence) 1. Mampu untuk mengerjakan segala tugasnya dengan baik 2. Mampu untuk memecahkan masalah Kebajikan (virtue) 1. Taat pada moral dan etika yang berlaku dalam masyarakat 2. Taat pada prinsip-prinsip religius yang dianut Perolehan skor yang tinggi pada skala harga diri menunjukkan bahwa seseorang memiliki tingkat harga diri yang tinggi atau positif, namun perolehan skor yang rendah pada skala harga diri menunjukkan bahwa tingkat harga diri yang rendah atau negatif. 2. Kesepian Kesepian adalah perasaan yang muncul pada diri seseorang ketika harapannya untuk berhubungan baik dengan orang lain tidak terwujud. Alat ukur yang digunakan dalam pengukuran tinggi rendahnya perasaan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 kesepian pada seseorang didasarkan pada manifestasi (perwujudan) dari kesepian yang dikemukakan oleh Peplau dan Perlman (1979), yaitu a. Manifestasi afektif Perasaan kesepian yang seseorang rasakan diwujudkan dalam bentuk perasaan dan pengalaman yang negatif. b. Manifestasi kognitif (atau motifasional) Manifestasi kognitif didasarkan pada perhatian atau fokus yang dimiliki oleh seseorang. Seseorang dengan perasaan kesepian akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi secara efektif. Mereka lebih berfokus pada diri mereka sendiri (self-focused). c. Manifestasi perilaku (behavioral) Manifestasi perilaku adalah perwujudan pemikiran negatif yang muncul pada seseorang yang merasa kesepian berupa perilaku negatif. Perolehan skor yang tinggi pada skala kesepian menunjukkan bahwa seseorang memiliki perasaan kesepian yang tinggi, sedangkan perolehan skor yang rendah pada skala kesepian menunjukkan bahwa seseorang memiliki perasaan kesepian yang rendah.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 D. Subjek Penelitian Subjek yang digunakan dalam penelitian ini memiliki beberapa kriteria yaitu, 1. Mahasiswa Baru (Angkatan 2013/2014) Menurut Winkel (2010) mahasiswa adalah seseorang yang melanjutkan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi setelah menamatkan pendidikannya ditingkat sekolah menengah tingkat atas. Mahasiswa yang menjadi subjek dalam penelitian adalah mahasiswa baru angkatan 2013/2014. Mahasiswa baru angkatan 2013/2014 adalah mahasiswa yang baru memasuki tingkat pendidikan perguruan tinggi pada tahun ajaran 2013/2014. Menurut Santrock (1995), berpendapat bahwa seseorang yang mengalami transisi dari masa Sekolah Menengah Atas menuju tingkat perguruan tinggi tidak jarang mengalami kesepian. Hal ini dikarenakan pada masa transisi ini mereka harus berpindah dari tempat asal mereka dan berpisah dengan orang terdekat. Di lingkungan yang baru mereka harus membangun relasi dengan orang-orang baru yang mereka temui. Hal inilah yang memungkinkan seorang mahasiswa baru merasa kesepian apabila mereka gagal dalam membangun relasi dan beradaptasi dengan orang-orang baru. 2. Rentang Usia 18-19 tahun Penelitian ini menggunakan subjek dengan rentang usia 18 hingga 19 tahun yang dapat dikategorikan dalam usia remaja (17 hingga 21 tahun) (Hurlock, 1953). Menurut Sullivan (1953) berpendapat bahwa

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 selama masa remaja, sahabat menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk dipenuhi. Sullivan menyatakan bahwa intimasi yang dibangun pada masa remaja awal dapat memotivasi remaja untuk mencari sahabat. Namun, apabila seorang remaja gagal dalam membina hubungan yang akrab seperti persahabatan akan memiliki kemungkinan mengalami kesepian. E. Metode Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sample non probabilitas. Teknik sample non probabilitas adalah teknik pengambilan sampel dimana setiap anggota tidak memiliki peluang atau kesempatan yang sama untuk menjadi sampel (Noor, 2012). Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling dilakukan dengan memilih sampel sesuai kriteria-kriteria tertentu. Kriteriakriteria dalam pemilihan sampel antara lain, mahasiswa baru (angkatan 2013) dan rentang usia 18 sampai dengan 19 tahun (Noor, 2012). F. Metode dan Alat Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah skala Likert. Peneliti memilih skala Likert karena skala ini digunakan untuk mengungkapkan sikap pro dan kontra atau setuju dan tidak setuju terhadap suatu objek sosial. Skala Likert memuat tentang pernyataanpernyataan mengenai objek sikap (Azwar, 2006). Skala yang digunakan

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 dalam penelitian adalah skala tentang kesepian dan skala tentang harga diri (self-esteem). Pernyataan sikap yang ada pada skala dibagi dalam dua macam yaitu aitem favorable dan aitem unfavorable. Aitem favorable berisi tentang pernyataan-pernyataan yang mendukung dari indikator dari variabel yang ingin diteliti. Aitem unfavorable berisi tentang pernyataan-pernyataan yang tidak mendukung indikator dari variabel yang ingin diteliti (Azwar, 2006). Pada skala terdapat empat alternatif jawaban yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Kedua skala dalam penelitian ini akan dijadikan dalam satu kesatuan berbentuk booklet. Adapun perincian dari kedua skala yaitu, 1. Skala Kesepian Skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kesepian pada subjek adalah skala kesepian. Aitem-aitem pada skala ini dibuat dalam dua macam, yaitu aitem favorable dan aitem unfavorable. Aitem favorable didasarkan pada pernyataan-pernyataan yang mendukung manifestasi (perwujudan) dari perasaan kesepian. Aitem unfavorable didasarkan manifestasi pada pernyataan-pernyataan (perwujudan) dari perasaan yang tidak mendukung kesepian. Manifestasi (perwujudan) dari perasaan kesepian antara lain manifestasi afektif, manifestasi kognitif, manifestasi perilaku. Skala ini dibuat dengan empat alternatif jawaban yaitu “sangat setuju” (SS), “setuju” (S), “tidak setuju”

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 (TS), ”sangat tidak setuju” (STS). Jumlah aitem dalam penelitian adalah 42 aitem yang terdiri dari 21 aitem favorable dan 21 aitem unfavorable. Tabel 3.1 Blue Print Skala Kesepian No Aitem Aspek % Favorable Unfavorable 7 7 14 33,3 % 7 7 14 33,3 % 7 7 14 33,3 % 42 100 % Manifestasi 1 Total afektif Manifestasi 2 kognitif Manifestasi 3 perilaku Total aitem Tabel 3.2 Pemberian Skor pada Skala Kesepian Favorable Unfavorable Sangat Setuju 4 1 Setuju 3 2 Tidak Setuju 2 3 Sangat Tidak Setuju 1 4 Alternatif Jawaban 2. Skala Harga diri (Self-esteem) Skala yang digunakan untuk mengukur tingkat harga diri yang dimiliki oleh subjek adalah skala harga diri. Aitem-aitem pada skala ini dibuat dalam dua macam, yaitu aitem favorable dan aitem unfavorable. Aitem favorable didasarkan pada pernyataan-pernyataan yang

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 mendukung aspek-aspek dari harga diri. Aitem unfavorable didasarkan pada pernyataan-pernyataan yang tidak mendukung aspek-aspek dari harga diri. Aspek-aspek tersebut adalah keberartian (significance), kekuasaan (power), kemampuan (competence), dan kebajikan (virtue). Skala ini dibuat dengan empat alternatif jawaban yaitu “sangat setuju” (SS), “setuju” (S), “tidak setuju” (TS), ”sangat tidak setuju” (STS).Jumlah aitem dalam penelitian adalah 56 aitem yang terdiri dari 28 aitem favorable dan 28 aitem unfavorable. Tabel 3.3 Blue Print Skala Harga diri (Self-esteem) No 1 Aitem Aspek Keberartian Total (%) Favorable Unfavorable 7 7 14 25% 7 7 14 25% 7 7 14 25% 7 7 14 25% 56 100 % (significance) 2 Kekuasaan (power) 3 Kemampuan (competence) 4 Kebajikan (virtue) Total aitem

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Tabel 3.4 Pemberian Skor pada Skala Harga diri (Self-esteem) Favorable Unfavorable Sangat Setuju 4 1 Setuju 3 2 Tidak Setuju 2 3 Sangat Tidak Setuju 1 4 Alternatif Jawaban G. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur 1. Validitas Skala Validitas adalah suatu pengukuran yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana alat ukur dapat mengukur apa yang hendak diukur dalam penelitian. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi didasarkan pada pendapat profesional (professional judgment). Pada penelitian ini penilaian oleh profesional dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi. Dosen pembimbing skripsi menguji kesesuaian antara aitem-aitem pada skala dengan aspek-aspek yang akan diukur (Suryabrata, 2008). 2. Seleksi Aitem Seleksi aitem dilakukan dengan korelasi aitem total menggunakan SPSS 16.00 for Windows. Seleksi aitem didasarkan pada daya diskriminasi aitem yang akan menghasilkan koefisien korelasi aitem total (rix). Batasan yang digunakan dalam pemilihan aitem adalah rix≥ 0,30. Aitem dengan koefisien korelasional aitem total ≤ 0,30 selanjutnya akan digugurkan karena memiliki daya diskriminan yang rendah (Azwar,

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 2006). Seleksi aitem ini akan dilakukan dalam 2 tahap yaitu uji tahap I dan uji tahap II. Hal ini bertujuan agar aitem-aitem yang akan digunakan dalam penelitian memiliki daya diskriminasi yang benar-benar baik. a. Skala Kesepian Berdasarkan hasil uji coba tahap I aitem skala kesepian yang dilakukan pada 90 responden didapatkan hasil bahwa sebanyak 27 aitem dinyatakan lolos seleksi dari 42 aitem total awal. Aitem yang dinyatakan lolos dalam seleksi adalah aitem dengan koefisien korelasi aitem total (rix) ≥ 0,30. Berikut ini adalah distribusi aitem skala kesepian pada uji coba tahap I, Tabel 3.5 Distribusi Aitem Skala Kesepian pada Uji Tahap I Aspek Manifestasi afektif Manifestasi kognitif Manifestasi perilaku Aitem Favorable Unfavorable 3*, 4, 13*, 1*, 2, 14, 24*, 19, 22, 28, 31 27, 34*, 37 7*, 8*, 15*, 5, 6, 17, 20*, 23, 35, 38, 39 25*, 32, 41 11, 12, 16*, 9, 10, 21, 30*, 18, 26, 29, 36, 40, 42 Total 9 9 11 33* Total 29 Keterangan : aitem yang dicetak tebal dan diberi tanda bintang(*) merupakan aitem yang dinyatakan gugur dalam seleksi. Pada uji tahap I skala kesepian dari 42 aitem yang diujikan terdapat 13 aitem yang dinyatakan gugur dalam seleksi. Aitem-aitem

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 tersebut adalah 1, 3, 7, 8, 13, 15, 16, 20, 24, 25, 30, 33, 34. Aitemaitem tersebut memiliki koefisien korelasi aitem total ≤ 0,30 yang berarti pernyataan pada aitem-aitem tersebut memiliki daya diskriminan yang rendah (Azwar, 2006). Aitem-aitem yang tersisa pada uji tahap I akan dianalisis kembali pada uji tahap II agar menghasilkan aitem-aitem dengan daya diskriminasi yang benarbenar baik. Tabel 3.6 Distribusi Aitem Skala Kesepian pada Uji Tahap II Aspek Manifestasi afektif Manifestasi Aitem Favorable Unfavorable 4, 19, 22, 28, 2, 14, 27, 37 31 23, 35, 38, 39 5, 6*, 17, 32*, kognitif Manifestasi perilaku 41 11, 12, 18, 9, 10, 21, 36, 26, 29 40, 42 Total Total 9 7 11 27 Keterangan : aitem yang dicetak tebal dan diberi tanda bintang(*) merupakan aitem yang dinyatakan gugur dalam seleksi. Pada uji tahap II skala kesepian dari 29 aitem yang diujikan terdapat 2 aitem yang dinyatakan gugur dalam seleksi. Aitem-aitem tersebut adalah 6, 32. Aitem-aitem tersebut memiliki koefisien korelasi aitem total ≤ 0,30 yang berarti pernyataan pada aitem-aitem tersebut memiliki daya diskriminan yang rendah (Azwar, 2006).

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Total aitem sesungguhnya yang akan digunakan dalam skala kesepian berjumlah 27 aitem. b. Skala Harga diri (Self-esteem) Berdasarkan hasil uji coba tahap I aitem skala harga diri yang dilakukan pada 90 responden didapatkan hasil bahwa sebanyak 20 aitem dinyatakan lolos seleksi dari 56 aitem total awal. Aitem yang dinyatakan lolos dalam seleksi adalah aitem dengan koefisien korelasi aitem total (rix) ≥ 0,30. Berikut ini adalah distribusi aitem skala harga diri pada uji tahap I, Tabel 3.7 Distribus Aitem Skala Harga diri pada Uji Tahap I Aspek Keberartian (significance) Kekuasaan (power) Kemampuan (competence) Kebajikan (virtue) Aitem Favorable Unfavorable 1*, 2*, 16*, 9*, 10, 17*, 30, 35, 45, 51 23, 24, 40*, Total 7 46* 11, 12*, 18, 3*, 4, 26, 31*, 19*, 25*, 36*, 41*, 55* 4 42*, 53* 5, 6, 27*, 32, 13*, 14, 20, 37, 43*, 49* 47, 52, 54*, 8 56* 21*, 29, 33*, 7*, 8, 15*, 22, 38, 44*, 48, 28*, 34, 39* 6 50* Total 25 Keterangan : aitem yang dicetak tebal dan diberi tanda bintang(*) merupakan aitem yang dinyatakan gugur dalam seleksi.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Pada uji tahap I skala harga diri dari 56 aitem yang diujikan terdapat 31 aitem yang dinyatakan gugur dalam seleksi. Aitem-aitem tersebut adalah 1, 2, 3, 7, 9, 12, 13, 15, 16, 17, 19, 21, 25, 27, 28, 31, 33, 36, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 46, 49, 50, 53, 54, 55, 56. Aitem-aitem tersebut memiliki koefisien korelasi aitem total ≤ 0,30 yang berarti pernyataan pada aitem-aitem tersebut memiliki daya diskriminan yang rendah (Azwar, 2006). Aitem-aitem yang tersisa pada uji tahap I akan dianalisis kembali pada uji tahap II agar menghasilkan aitemaitem dengan daya diskriminasi yang benar-benar baik. Tabel 3.8 Distribusi Aitem Skala Harga diri pada Uji Tahap II Aspek Keberartian (significance) Kekuasaan Aitem Favorable Unfavorable 30, 35, 45*, 10, 23, 24, 51 11, 18, 4, 26 5, 6*, 32*, 37 14, 20, 47, 52* 29, 38, 48 8, 22, 34* (power) Kemampuan (competence) Kebajikan (virtue) Total Total 6 4 5 5 20 Keterangan : aitem yang dicetak tebal dan diberi tanda bintang(*) merupakan aitem yang dinyatakan gugur dalam seleksi. Pada uji tahap II skala harga diri dari 25 aitem yang diujikan terdapat 5 aitem yang dinyatakan gugur dalam seleksi. Aitem-aitem tersebut adalah 6, 32, 34, 45, 52. Aitem-aitem tersebut memiliki

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 koefisien korelasi aitem total ≤ 0,30 yang berarti pernyataan pada aitem-aitem tersebut memiliki daya diskriminan yang rendah (Azwar, 2006). Total aitem sesungguhnya yang akan digunakan dalam skala harga diri berjumlah 20 aitem. 3. Reliabilitas Reliabilitas adalah pengukuran yang digunakan untuk mengukur keajegan atau konsistensi dari nilai hasil skala dari waktu ke waktu (Sarwono, 2006). Koefisien reliabilitas berada dalam rentang dari 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas atau mendekati 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas (Azwar, 2006). a. Skala kesepian Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 16.00 for Windows didapatkan koefisien reliabilitas pada skala kesepian sebesar 0, 881. Hasil koefisien reliabilitas yang mendekati angka 1,00 menunjukkan bahwa skala kesepian memiliki reliabilitas yang baik. b. Skala Harga diri (Self-esteem) Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 16.00 for Windows didapatkan koefisien reliabilitas pada skala harga diri sebesar 0, 827. Hasil koefisien reliabilitas yang mendekati angka 1,00 menunjukkan bahwa skala harga diri memiliki reliabilitas yang baik.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 H. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi a. Uji normalitas Uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Sebaran data dianggap normal apabila memiliki p > 0.05 b. Uji Liniearitas Uji liniearitas dilakukan untuk melihat hubungan antara kedua variabel menyerupai garis lurus. 2. Uji Korelasi Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2013 - 3 November 2013. Penyebaran skala dilakukan secara langsung kepada mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma dalam bentuk “booklet”. Skala yang disebarkan dalam penelitian ini berjumlah 213. Sebanyak 53 skala gugur karena pengisian skala yang tidak lengkap dan kriteria yang tidak sesuai dengan subjek yang diteliti, sehingga hanya 160 skala yang dianalisis oleh peneliti. B. Deskripsi Hasil Data 1. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini berjumlah 160 orang. Subjek dalam penelitian ini merupakan mahasiswa angkatan baru angkatan 2013/2014 dengan rentan usia antara 18 - 19 tahun. Berikut ini tabel deskripsi subjek penelitian: 48

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Tabel 4.1 Deskripsi Usia Subjek penelitian Usia (th) Total 18 19 129 orang 31 orang 160 orang Tabel 4.2 Deskripsi Jenis Kelamin Subjek Penelitian Jenis Kelamin 2. Total Laki-laki Perempuan 28 orang 132 orang 160 orang Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah data dari penelitian berasal dari populasi yang sebarannya normal. Nilai p yang lebih besar dari 0.05 (p > 0.05) berarti penelitian memiliki sebaran data yang normal, namun apabila nilai p yang lebih kecil dari 0.05 (p < 0.05) berarti penelitian memiliki sebaran data yang tidak normal (Santoso, 2010). Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 16.0, ditemukan bahwa Asymp. Sig. (2-tailed), yang merupakan nilai p, pada variabel X (harga diri) dan variabel Y (kesepian) dalam penelitian ini memiliki nilai di atas 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa sampel pada

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 penelitian ini berasal dari populasi yang memiliki sebaran data yang normal. Tabel 4. 3 Normalitas Variabel Penelitian Pengukuran Variabel X (kesepian) Nilai p Keterangan 0.439 Sebaran data normal Variabel Y (harga diri) b. 0.345 Uji Linearitas Uji linearitas digunakan untuk melihat apakah hubungan antarvariabel yang diteliti menyerupai garis lurus. Bentuk hubungan garis lurus ini menunjukkan bahwa peningkatan kuantitas salah satu variabel akan diikuti oleh peningkatan kuantitas variabel yang lain. Begitu juga apabila salah satu variabel mengalami peningkatan kuantitas dan diikuti oleh variabel yang lain, demikian pula sebaliknya (Santoso, 2010). Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 16.0, ditemukan bahwa besar nilai p sebesar 0.000 yang menunjukkan bahwa kedua variabel membentuk satu garis lurus yang signifikan.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Gambar 4. 1 Scatterplot Berdasarkan hasil yang ditunjukkan oleh scatterplot, terlihat bahwa hasil olah data pada penelitian ini linier. Titik bergerak dari kiri atas ke kanan bawah yang memperlihatkan bahwa terdapat korelasi negatif antarvariabel. Korelasi negatif ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harga diri, maka semakin rendah perasaan kesepian yang dialami oleh subjek. 3. Uji Hipotesis Teknik korelasi digunakan untuk melihat kecenderungan pola satu variabel terhadap variabel lain. Ketika satu variabel memiliki kecenderungan untuk naik atau turun apakah diikuti dengan kecenderungan variabel lain untuk naik atau turun atau tidak menentu. Kedua variabel dikatakan memiliki hubungan atau korelasi apabila

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 kecenderungan dalam satu variabel diikuti oleh kecenderungan variabel lain (Santoso, 2010). Penelitian ini menggunakan pengujian statistik parametrik karena data dalam penelitian ini merupakan data distribusi normal. Uji korelasi yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi produk momen Pearson (Sujarweni & Endrayanto, 2012). Berdasarkan hasil analisis korelasi menggunakan korelasi produk momen Pearson, ditemukan bahwa besar korelasi variabel X dan Y pada penelitian ini sebesar -0.669 dengan nilai p sebesar 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki korelasi negatif yang kuat (Sujarweni & Endrayanto, 2012). Sumbangan variabel independen (harga diri) terhadap variabel dependen (kesepian) sebesar 45%. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel harga diri memberikan kontribusi sebesar 45% dalam menyebabkan munculnya perasaan kesepian. Sisanya, yaitu sebesar 55% berarti diberikan oleh faktor-faktor lain selain harga diri. 4. Statistik Deskriptif (Hasil Tambahan) a. Perbandingan Tingkat Harga Diri dan Kesepian berdasarkan Mean Empirik dan Mean Teoretis Teknik ini digunakan untuk melihat apakah nilai mean teoretis lebih besar atau lebih kecil daripada mean empiris. Mean teoretis dicari menggunakan rumus : [(skor rendah x jumlah soal)] + [(skor tinggi x jumlah soal)] : 2

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Tabel 4. 4 Hasil Pengukuran Statistik Deskriptif Pengukuran Mean Empiris Mean Teoretis p Harga diri 61.70 50 0.00 Kesepian 55.34 67.5 0.00 Berdasarkan nilai p pada tabel di atas, terlihat bahwa p > 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean yang signifikan antara dua kelompok pembanding. Berdasarkan hasil perbandingan mean empiris dengan mean teoretik, dapat disimpulkan bahwa: 1. Pada variabel harga diri, nilai mean empiris lebih besar dari mean teoretis. Hal ini menunjukkan bahwa subjek cenderung memiliki rata-rata harga diri yang lebih tinggi dari standar (mean teoretis). 2. Pada variabel kesepian, nilai mean empiris lebih kecil dari mean teoretis. Hal ini menunjukkan bahwa subjek cenderung memiliki rata-rata kesepian yang lebih rendah dari standar (mean teoretis). C. Pembahasan Hasil perhitungan korelasi menggunakan SPSS 16.00 menghasilkan koefisien korelasi sebesar -0.669 dengan nilai p sebesar 0.00. Nilai p kurang dari 0.05 (p > 0.05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dan kesepian. Selain itu, koefisien korelasi yang bernilai negatif juga menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara harga diri dan kesepian. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harga diri yang

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 dimiliki seseorang maka ia cenderung memiliki kesepian yang rendah. Oleh karena itu hipotesis yang berbunyi, “Ada hubungan yang negatif antara harga diri dengan kesepian, diterima. Semakin tinggi harga diri yang dimiliki oleh seseorang maka semakin rendah kesepian yang dirasakan. Sebaliknya, semakin rendah harga diri yang dimiliki oleh seseorang maka semakin tinggi kesepian yang dirasakan”, diterima. Hasil dalam penelitian ini sesuai dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya dan teori-teori yang menjadi landasan dalam penelitian ini. Beberapa penelitian menyatakan bahwa harga diri berpengaruh terhadap perasaan kesepian (Al Khatib, 2006). Penelitian oleh Bruch, Kaflowitz dan Pearl (dalam Burger, 2011) menemukan bahwa perolehan skor yang tinggi pada kesepian dikorelasikan pada tingkat harga diri yang rendah. Hobfoll dan London (dalam Al Khatib, 2006) mengatakan bahwa harga diri memiliki kontribusi terhadap perasaan kesepian yang dirasakan oleh mahasiswa. Penelitian yang dilakukan oleh Nurmi, Toivonen (dalam Al Khatib, 2006) menemukan bahwa harga diri merupakan prediksi bagi munculnya perasaan kesepian pada mahasiswa dalam masa-masa penyesuaian. Mahon (dalam Al Khatib, 2006) mengatakan bahwa harga diri yang rendah dapat berpengaruh pada hubungan sosial yang dimiliki oleh seseorang. Seseorang dengan harga diri yang rendah cenderung menghindar dari lingkungan sosialnya, hal ini dikarenakan mereka memiliki perasaan kesepian dan merasa kurang nyaman dengan lingkungan sosial di sekitarnya.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Kesepian pada seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Lyons (dalam Taylor, 2000) mengatakan bahwa salah satu penyebab munculnya kesepian adalah perubahan pada kondisi hidup. Perubahan kondisi hidup juga dialami pada mahasiswa baru. Pada mahasiswa baru, mereka diharuskan untuk pindah ke kota yang baru atau sekolah yang baru demi melanjutkan pendidikan mereka. Selain itu, mereka pun harus meninggalkan keluarga dan teman dekat mereka di tempat asal. Ketika para mahasiswa baru tidak dapat membangun relasi yang baik, hal ini memungkinkan mereka untuk mengalami kesepian. Salah satu kecenderungan yang dimiliki oleh seseorang dengan perasaan kesepian adalah munculnya negatifitas personal. Dalam hal ini, seseorang dengan perasaan kesepian cenderung merasa tidak puas dengan diri mereka, sehingga mereka menganggap diri mereka buruk. Negatifitas personal juga memicu munculnya pemikiran bahwa orang lain berpikir negatif tentang diri mereka (Baron dan Byrne, 2005). Namun, seseorang dengan harga diri tinggi cenderung memandang diri mereka sebagai individu yang berkompeten dan menarik (Baumeister, dkk dalam Baumgardner, 2009). Mereka juga memiliki keyakinan bahwa mereka akan mendapat penerimaan yang baik dari orang lain. Penerimaan yang baik adalah sebuah bekal untuk membangun hubungan sosial (Buss, 1995). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian bahwa, semakin tinggi harga diri pada diri seseorang, maka semakin rendah perasaan kesepian yang dirasakan.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Berdasarkan perhitungan sumbangan variabel independen terhadap independen didapatkan hasil bahwa harga diri memberikan sumbangan sebesar 45% terhadap munculnya perasaan kesepian dan sisanya sebanyak 55% disumbangkan oleh faktor lain. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi munculnya perasaan kesepian pada seseorang antara lain pesimisme, self-blame dan rasa malu (Anderson dalam Baron, 2005). Keterampilan sosial yang buruk juga dapat mempengaruhi munculnya kesepian dalam diri seseorang (Reisman dalam Baron, 2005). Seseorang dengan keterampilan sosial yang buruk cenderung menarik diri dan kurang sensitif terhadap keadaan orang lain.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan kesepian pada mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma. Hal ini diartikan bahwa semakin tinggi harga diri yang dimiliki oleh seseorang, maka semakin rendah kesepian yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah harga diri yang dimiliki oleh seseorang, maka semakin tinggi kesepian yang dimiliki. B. Saran 1. Bagi orang tua Disarankan bagi orang tua agar lebih memberikan perhatian, kepedulian dan kasih sayang. Salah satu cara yang dapat dilakukan orang tua adalah membangun komunikasi yang baik dengan anak. Komunikasi yang baik dapat memunculkan perasaan bahwa mereka mendapat perhatian dari orang tua mereka. 2. Bagi mahasiswa baru Disarankan kepada para mahasiswa baru agar lebih membuka diri dan meningkatkan rasa menghargai akan orang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan cara aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di Universitas 57

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 seperti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan seminar. Seorang mahasiswa yang aktif mengikuti berbagai kegiatan akan memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk mengenal dan belajar menghargai orang lain. Saat mereka sudah dapat menghargai orang lain maka mereka juga akan merasa dihargai oleh orang lain. Hal inilah yang dapat yang akan memunculkan perasaan bahwa mereka mendapat penerimaan yang baik dari orang lain. 3. Bagi peneliti selanjutnya Berdasarkan perhitungan sumbangan variabel independen terhadap variabel independen didapatkan hasil bahwa harga diri memiliki kontribusi sebesar 45% dalam menyebabkan munculnya perasaan kesepian. Hal ini membuktikan bahwa sebanyak 55% penyebab munculnya kesepian dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, sehingga peneliti mengharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk memperhatikan variabel-variabel lain yang mungkin memiliki hubungan terhadap munculnya perasaan kesepian pada mahasiswa baru.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Al Khatib, Saleh. A. (2006). Exploring The Relationship among Loneliness, Selfesteem, Self-efficacy and Gender in United Arab Emirates College Students. Europe’s Journal of Psychology. 8(1), pp. 159-181. Azwar, Saifuddin. (2006). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Bandura, Albert. (1997). Self-efficacy The Exercise of Control. New York: W. H Freeman and Company. Bangun, Frettyana. (2005). Kemampuan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Baru: Sebuah Studi Deskriptif. Skripsi Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Sanata Dharma. Baron, Robert. A. (1995). Psychology Third Edition. Boston: Allyn and Bacon Baron, Robert. A., Byrne, Donn. (2005). Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh. Jakarta: Penerbit Erlangga. Baumgardner, Steve. R., Crothers, Marie. K. (2009). Positive Psychology. New Jersey: Pearson Education. Baumeister, R. F., Campbell, J. D., Krueger, J. I., & Vohs, K. D. (2003). Does high selfesteem cause better performance, interpersonal success, happiness, or healthierlifestyles?.Psychological Science in the Public Interest., 4. 1-44. Brown, Carol. (2006). Social Psychology. Great Britain: Cromwell Press Ltd, Trowbridge, Wilts. Burger, Jerry. M. (2000). Personality Fifth Edition. United State of America: Wadsworth. 59

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 ___________. (2011). Introduction to Personality Eight Edition. Cengage Learning: Canada. Buss, Arnold. H. (1995). Personality Temperament, Social Behavior, and The Self. United State of America: Allyn & Bacon. Coopersmith, Stanley. (1967). The Antecedents of Self-esteem. San Francisco: H. Freeman and Company. Djamil, Syamsul. (2010). Kamus Besar Bahasa Indonesia.Surabaya: Reality Publisher. Duck, In. S., Gilmour, R. (1981). Personal Relationship in Disorder. London: Academic Press. Gerungan, W. A. (2009). Psikologi Sosial. Bandung : PT. Refika Aditama. Gierveld, Jenny D.J., & Tilburg, Theo. V. (2006). A. 6-Item Scale for Overall, Emotionall, and Social Loneliness. Sage Publication. Vol 28,no.5. Hawkley, Louise. C., & Cacioppo, J. T. (2010). Loneliness Matters: A Theoretical and Empirical Review of Consequences and Mechanism. Annals of Behavioral Medicine. Springer. Vol 40. 218-227. Hurlock, Elizabeth. B. (1953). Developmental Psychology. New York: McGrawHill Book Company, Inc. Masi, Christopher. M., Chen, His-Yuan., Hawkley, Louise. C., & Cacioppo. John T. (2011). A Meta-Analysis of Interventions to Reduce Loneliness. Personality and Social Psychology Review. 15 (3) 219-266. Noor, Juliansyah. (2012). Metodologi Penelitian Skripsi Tesis Disertasi dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Peplau. Letitia. A., Perlman. Daniel. (1982). Loneliness a Sourcebook of Current Theory Research and Therapy. New York: A Wiley-Interscince Publication. Priyatin, Slamet. (12 April 2013). TKW Dituding Jadi Penyebab Maraknya Narkoba. Diunduh pada tanggal 30 April 2013 pukul 14.30). http://regional.kompas.com/read/2013/04/12/18015196/TKW.Dituding.Jadi. Penyebab.Maraknya.Narkoba. Santoso, Agung. (2010). Statistik untuk Psikologi dari Blog menjadi Buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Santrock, John. W. (1995). Live Span Development Perkembangan Masa Hidup. Jakarta: Penerbit Erlangga. ___________. (2008). Life-Span Development Twelfth Edition. New York: McGraw-Hill Higher Education. ___________. (2011). Life-Span Development Perkembangan Masa-Hidup Edisi Ketigabelas Jilid 1. Jakarta: Erlangga. ___________. (2011). Life-Span Development Perkembangan Masa-Hidup Edisi Ketigabelas Jilid 2. Jakarta : Erlangga. Sarwono, Jonathan. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Penerbit Alfabeta. Sujarweni, V. Wiratna, Endrayanto, Poly. (2012). Statistika untuk Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu. Suryabrata, Sumadi. (2008). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Taylor, Shelley. E., Peplau, L. A., & Sears, D. O. (2000). Social Psychology Tenth Edition. Upper Saddle River, New Jersey: Prentice Hall. ___________. (1994). Social Psychology. Prentice Hall: Englewood Cliffs, New Jersey. Taylor, Shelley. E., Peplau, L. A., & Sears, D. O. (2009). Psikologi Sosial Edisi Kedua Belas.Jakarta: Kencana. Vangelisti. A., Perlman. D. (2006). Cambridge Handbook of Personal Relationship. Cambridge: Cambridge University Press. Winkel, W. S., Hastuti, M. M. Sri. (2010). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi. Yilmaz, H., Hamarta, E., Arslan, C. Deniz, M. E. (2013). An Investigation of Loneliness, Self-esteem and Emotional Intelligence Skills in University Students. International Journal of Academic Research. 5(1), pp 205-209.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 63

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 LAMPIRAN 1 SKALA UJI COBA

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 A. SKALA UJI COBA Yogyakarta, Oktober 2013 Kepada: Yth. Teman-teman partisipan dalam penelitian Dengan hormat, saya Nama / NIM : Realita Kristy Putri Rasadi / 099114099 Saya merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang melakukan penelitian untuk memenuhi tugas akhir (skripsi). Oleh karena itu saya membutuhkan sejumlah data yang akan saya dapatkan dengan bantuan dari teman-teman dengan mengisi skala berikut ini. Skala ini terdiri dari 2 bagian yang berisikan sejumlah pernyataan. Dalam mengisi skala ini tidak ada jawaban benar atau salah. Saya berharap keterbukaan dan kejujuran teman-teman dalam pengisian skala. Semua jawaban temanteman akan terjaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan penelitian ini saja. Kerjasama teman-teman dalam menjawab pernyataan pada skala ini merupakan kerjasama yang amat berarti bagi keberhasilan penelitian ini. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya, Penyusun

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya mengisi skala ini tanpa paksaan dengan suka rela demi membantu terlaksananya penelitian. Semua jawaban yang saya berikan sesuai dengan keadaan saya saat ini dan bukan pada pandangan masyarakat pada umumnya. Saya juga memberikan ijin untuk jawaban saya dipergunakan sebagai data dalam penelitian ini. Menyetujui, (……………………………) Yogyakarta,….Oktober 2013

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 IDENTITAS DIRI Inisial : ………………………… Usia Fakultas/ Semester Asal daerah : : : ……tahun …………………./……. ………………………… PETUNJUK PENGISIAN SKALA Skala ini terdiri dari 2 bagian yang berisikan sejumlah pernyataan. Tugas teman-teman memilih jawaban mana yang paling sesuai dengan diri teman-teman. Teman-teman dapat menjawab pernyataan dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu dari empat (4) alternatif jawaban di bawah ini : SS : S : TS : STS : apabila teman-teman Sangat Setuju dengan pernyataan tersebut apabila teman-teman Setuju dengan pernyataan tersebut apabila teman-teman Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut apabila teman-teman Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut Teman-teman bebas menentukan pilihan yang sesuai dengan diri teman-teman sendiri, tidak ada jawaban yang benar atau salah karena jawaban ini mencerminkan diri teman-teman sendiri. Usahakan agar setiap pernyataan dalam skala dapat dijawab tanpa ada yang terlewati. Berikut ini contoh cara menjawab pernyataan : No 1. Pernyataan STS TS S SS Saya merasa dihargai oleh orang-orang di X lingkungan baru saya (ketika ada kesalahan, dapat mengganti dengan memberikan coretan pada jawaban yang salah) -Selamat Mengerjakan-

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 SKALA BAGIAN 1 No 1 Pernyataan Saya dikelilingi oleh STS orang-orang yang menyayangi saya 2 Saya merasa nyaman ketika berada dalam lingkungan yang asing 3 Orang disekitar saya kurang dapat mengerti saya 4 Saat berada dalam kelompok, saya merasa kurang diperhatikan 5 Saya berpikir bahwa orang lain dapat menerima apa yang menjadi kekurangan saya 6 Saya berpikir bahwa orang lain tulus dalam berteman dengan saya 7 Saat kuliah saya kesulitan untuk berkonsentrasi pada materi yang disampaikan 8 Saya lebih senang menyimpan ide yang dimiliki untuk diri sendiri 9 Saya senang memulai percakapan dengan orang yang baru saya kenal 10 Saya dapat mengikuti setiap perbincangan yang terjadi dalam kelompok 11 Saya kesulitan untuk bercerita tentang masalah saya pada orang lain 12 Saat berdiskusi, saya jarang memberikan tanggapan pada pernyataan orang lain 13 Saya merasa sedih karena berpisah dengan teman masa SMA demi melanjutkan kuliah 14 Saya merasa cepat akrab dengan orang yang baru saya temui 15 Saya berpikir bahwa orang lain mengharapkan sesuatu saat dekat dengan saya 16 Saya menghabiskan banyak waktu untuk TS S SS

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 mencari teman karena saya takut tidak memiliki teman 17 Saya dapat dengan mudah menangkap topik pembicaraan dalam diskusi 18 Saya menghindar dari berbagai organisasi karena mereka kurang menghargai saya 19 Saya merasa sedih karena harus mengerjakan segala pekerjaan seorang diri 20 Saya senang ketika saya dapat berbagi tentang pengalaman hidup kepada orang lain 21 Saya hanya membutuhkan sedikit waktu untuk dapat akrab dengan orang lain 22 Saya merasa ragu untuk berkenalan dengan orang baru 23 Saya berpikir bahwa orang lain akan menjauhi saya ketika mereka mengetahui kekurangan saya 24 Persahabatan yang saya miliki saat ini sangat berarti bagi saya 25 Saya berpikir bahwa orang lain akan menyukai kelebihan yang saya miliki 26 Saya kesulitan saat mencari teman karena tidak pandai berteman 27 Di awal kuliah saya merasa senang karena dapat mengenal orang-orang baru 28 Saya merasa kurang puas dengan persahabatan yang saya miliki saat ini 29 Saya malu saat berada dalam kerumunan orang banyak karena mereka kurang mempedulikan saya 30 Saya bersedia hadir pada sebuah undangan karena mereka menghargai kehadiran saya 31 Saat kuliah, saya merasa khawatir karena

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 kurang dapat bergaul dengan orang baru 32 Saya dapat memahami semua materi perkuliahan dengan baik 33 Saya menolak untuk hadir dalam undangan teman karena kami kurang akrab 34 Saya merasa diterima ketika saya berinteraksi dengan orang lain 35 Saat berdiskusi dalam kelompok, saya kesulitan untuk fokus pada topik pembicaraan 36 Saya merupakan orang yang pandai berteman 37 Saya merasa dihargai oleh orang-orang di lingkungan baru saya 38 Saya berpikir bahwa saya akan gagal jika saya mencoba untuk berkenalan dengan orang baru 39 Saya berpikir bahwa saya kurang menarik sehingga saya hanya memiliki sedikit teman 40 Saya berani mengutarakan ide yang saya miliki dalam diskusi 41 Saya berpikir bahwa saya adalah orang yang ramah sehingga saya mudah berteman 42 Saya mengikuti berbagai organisasi karena saya dapat diterima dengan baik SKALA BAGIAN 2 No Pernyataan STS 1 Teman-teman menyempatkan waktu untuk menjenguk saat saya sakit 2 Teman-teman menanyakan keberadaan saya saat saya tidak menghadiri diskusi 3 Terkadang saya lebih memilih untuk menonton acara televisi yang disukai daripada mengerjakan tugas perkuliahan 4 Saya lebih memilih untuk mengobrol bersama TS S SS

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 teman dibanding mempersiapkan materi kuliah esok hari 5 Saya mengumpulkan tugas kuliah sebelum waktu yang ditentukan 6 Nilai tugas kuliah saya berada di atas rata-rata 7 Menurut saya mencontek adalah hal yang biasa dilakukan untuk mendapat hasil yang baik 8 Saya merasa tidak perlu bersikap sopan pada orang yang tidak saya kenal 9 Teman-teman kurang peduli terhadap keadaan saya 10 Saya hanya berusaha seorang diri dalam memahami semua materi dalam perkuliahan 11 Saya dapat memanfaatkan waktu luang untuk hal yang bermanfaat 12 Saya mampu untuk berpikir positif saat berada dalam masalah 13 Terkadang nilai tugas kuliah saya kurang memenuhi standar kelulusan 14 Ketika saya gagal dalam menyelesaikan tugas, saya memilih menyerahkan tugas tersebut pada orang lain 15 Ketika turun hujan deras, saya mengurungkan niat untuk pergi beribadah 16 Saya memiliki teman yang mau mendengarkan cerita saya 17 Terkadang saya ingin mengubah penampilan saya agar lebih dihargai 18 Saya dapat mengkoordinasi teman-teman dalam kelompok 19 Saat berada dalam kelompok, teman-teman selalu mengikuti saran saya

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 20 Saya mudah bergantung pada kemampuan orang lain 21 Saya akan menepati janji saya untuk menghadiri sebuah undangan meskipun cuaca hujan deras 22 Saya tetap membela teman yang terbukti berbuat salah karena mereka adalah teman dekat saya 23 Saya kurang mendapatkan dukungan teman saat berada dalam masalah 24 Saya kesulitan mencari teman yang mau mendengarkan cerita saya 25 Saya dapat berpikir jernih ketika berada dalam konflik dengan teman 26 Teman-teman kurang percaya dengan nasehat yang saya berikan 27 Saya berusaha sebaik mungkin dalam setiap tugas walaupun dengan fasilitas yang terbatas 28 Saya enggan untuk meminjamkan uang kepada teman dekat karena khawatir jika tidak dapat mengembalikan tepat waktu 29 Saya menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah walaupun dalam keadaan sibuk 30 Saya mendapatkan bantuan dari teman-teman saat saya kurang mengerti materi kuliah 31 Teman-teman ragu saat saya memimpin di depan kelas 32 Saya dapat mengerjakan tugas perkuliahan lebih baik dari orang lain 33 Saya tetap menaati rambu-rambu lalu lintas walaupun saya sedang terburu-buru 34 Terkadang saya lupa untuk memulai kegiatan saya dengan berdoa

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 35 Kehadiran saya dalam kelompok diterima dengan baik 36 Saat berbicara di depan umum, sebagian orang kurang dapat mendengarkan saya 37 Saya mampu menyelesaikan konflik dalam kelompok 38 Saya tetap bertindak tegas pada teman yang melanggar peraturan dalam organisasi meskipun mereka teman dekat saya 39 Ketika berada di luar rumah, saya tidak harus mengikuti peraturan orang tua 40 Saya enggan untuk menghadiri sebuah acara karena kehadiran saya kurang diharapkan 41 Perilaku saya dipengaruhi oleh lingkungan tempat saya tinggal 42 Teman-teman mengikuti nasehat saya untuk menyelesaikan konflik mereka 43 Saya mampu menyelesaikan masalah pribadi tanpa campur tangan orang lain 44 Saya menaati semua nasehat orang tua walaupun hal tersebut sulit untuk dilakukan 45 Teman-teman memberikan komentar positif terhadap penampilan saya 46 Terkadang saya lebih memendam masalah memilih saya karena untuk saya khawatir jika tidak didengarkan 47 Saya sering terhambat dalam mengerjakan tugas karena informasi yang didapat kurang memadai 48 Saya memulai semua kegiatan saya dengan berdoa 49 Saya cenderung berusaha menyelesaikan sebuah masalah keras untuk

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 50 Ketika berada di jalan, saya selalu menyapa orang yang saya kenal 51 Pendapat saya dapat diterima dalam keluarga 52 Saya cenderung menemui mudah kesulitan menyerah dalam saat memecahkan masalah 53 Saya lebih mendahulukan tugas daripada berkumpul bersama teman 54 Terkadang saya terlambat mengumpulkan tugas karena saya sering menunda untuk mengerjakan 55 Saya melampiaskan emosi negatif pada orang lain 56 Saya mudah puas dengan hasil yang saya dapat meskipun hasilnya kurang maksimal

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 LAMPIRAN 2 SKALA PENELITIAN

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 A. SKALA PENELITIAN Yogyakarta, 21 Oktober 2013 Kepada: Yth. Teman-teman partisipan dalam penelitian Dengan hormat, saya Nama / NIM : Realita Kristy Putri Rasadi / 099114099 Saya merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang melakukan penelitian untuk memenuhi tugas akhir (skripsi). Oleh karena itu saya membutuhkan sejumlah data yang akan saya dapatkan dengan bantuan dari teman-teman dengan mengisi skala berikut ini. Skala ini terdiri dari 2 bagian yang berisikan sejumlah pernyataan. Dalam mengisi skala ini tidak ada jawaban benar atau salah. Saya berharap keterbukaan dan kejujuran teman-teman dalam pengisian skala. Semua jawaban temanteman akan terjaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan penelitian ini saja. Kerjasama teman-teman dalam menjawab pernyataan pada skala ini merupakan kerjasama yang amat berarti bagi keberhasilan penelitian ini. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya, Penyusun

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya mengisi skala ini tanpa paksaan dengan suka rela demi membantu terlaksananya penelitian. Semua jawaban yang saya berikan sesuai dengan keadaan saya saat ini dan bukan pada pandangan masyarakat pada umumnya. Saya juga memberikan ijin untuk jawaban saya dipergunakan sebagai data dalam penelitian ini. Yogyakarta, …Oktober 2013 Menyetujui, (……………………………)

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 IDENTITAS DIRI Inisial :………………………………………………. Jenis Kelamin : Perempuan/ Laki-laki (coret yang tidak perlu) Usia : ……tahun Fakultas/ Prodi/ Semester :…………………/…………………../……… Kota Asal :……………………………………………… Alamat di Jogja :……………………………............................ Kos(kontrak)/ Tinggal bersama keluarga (coret yang tidak perlu) PETUNJUK PENGISIAN SKALA Skala ini terdiri dari 2 bagian yang berisikan sejumlah pernyataan. Tugas teman-teman memilih jawaban mana yang paling sesuai dengan diri teman-teman. Teman-teman dapat menjawab pernyataan dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu dari empat (4) alternatif jawaban di bawah ini : SS : S : TS : STS : apabila teman-teman Sangat Setuju dengan pernyataan tersebut apabila teman-teman Setuju dengan pernyataan tersebut apabila teman-teman Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut apabila teman-teman Sangat Tidak Setuju dengan pernyataan tersebut Teman-teman bebas menentukan pilihan yang sesuai dengan diri teman-teman sendiri, tidak ada jawaban yang benar atau salah karena jawaban ini mencerminkan diri teman-teman sendiri. Usahakan agar setiap pernyataan dalam skala dapat dijawab tanpa ada yang terlewati. Berikut ini contoh cara menjawab pernyataan : No 1. Pernyataan STS TS S SS Saya merasa dihargai oleh orang-orang di X lingkungan baru saya (ketika ada kesalahan, dapat mengganti dengan memberikan coretan pada jawaban yang salah) -Selamat Mengerjakan-

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 BAGIAN 1 No Pernyataan STS 1 Saya merasa nyaman ketika berada dalam lingkungan yang asing 2 Saat berada dalam kelompok, saya merasa kurang diperhatikan 3 Saya berpikir bahwa orang lain dapat menerima apa yang menjadi kekurangan saya 4 Saya senang memulai percakapan dengan orang yang baru saya kenal 5 Saya dapat mengikuti setiap perbincangan yang terjadi dalam kelompok 6 Saya kesulitan untuk bercerita tentang masalah saya pada orang lain 7 Saat berdiskusi, saya jarang memberikan tanggapan pada pernyataan orang lain 8 Saya merasa cepat akrab dengan orang yang baru saya temui 9 Saya dapat dengan mudah menangkap topik pembicaraan dalam diskusi 10 Saya menghindar dari berbagai organisasi karena mereka kurang menghargai saya 11 Saya merasa sedih karena harus mengerjakan segala pekerjaan seorang diri 12 Saya hanya membutuhkan sedikit waktu untuk dapat akrab dengan orang lain 13 Saya merasa ragu untuk berkenalan dengan orang baru 14 Saya berpikir bahwa orang lain akan menjauhi saya ketika mereka mengetahui kekurangan saya 15 Saya kesulitan saat mencari teman karena TS S SS

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 tidak pandai berteman 16 Di awal kuliah saya merasa senang karena dapat mengenal orang-orang baru 17 Saya merasa kurang puas dengan persahabatan yang saya miliki saat ini 18 Saya malu saat berada dalam kerumunan orang banyak karena mereka kurang mempedulikan saya 19 Saat kuliah, saya merasa khawatir karena kurang dapat bergaul denganorang baru 20 Saat berdiskusi dalam kelompok, saya kesulitan untuk fokus pada topik pembicaraan 21 Saya merupakan orang yang pandai berteman 22 Saya merasa dihargai oleh orang-orang di lingkungan baru saya 23 Saya berpikir bahwa saya akan gagal jika saya mencoba untuk berkenalan dengan orang baru 24 Saya berpikir bahwa saya kurang menarik sehingga saya hanya memiliki sedikit teman 25 Saya berani mengutarakan ide yang saya miliki dalam diskusi 26 Saya berpikir bahwa saya adalah orang yang ramah sehingga saya mudah berteman 27 Saya mengikuti berbagai organisasi karena saya dapat diterima dengan baik SKALA BAGIAN 2 No Pernyataan 1 Saya lebih memilih untuk mengobrol bersama teman dibanding mempersiapkan materi kuliah esok hari 2 Saya mengumpulkan tugas kuliah sebelum STS TS S SS

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 waktu yang ditentukan 3 Saya merasa tidak perlu bersikap sopan pada orang yang tidak saya kenal 4 Saya hanya berusaha seorang diri dalam memahami semua materi dalam perkuliahan 5 Saya dapat memanfaatkan waktu luang untuk hal yang bermanfaat 6 Ketika saya gagal dalam menyelesaikan tugas, saya memilih menyerahkan tugas tersebut pada orang lain 7 Saya dapat mengkoordinasi teman-teman dalam kelompok 8 Saya mudah bergantung pada kemampuan orang lain 9 Saya tetap membela teman yang terbukti berbuat salah karena mereka adalah teman dekat saya 10 Saya kurang mendapatkan dukungan teman saat berada dalam masalah 11 Saya kesulitan mencari teman yang mau mendengarkan cerita saya 12 Teman-teman kurang percaya dengan nasehat yang saya berikan 13 Saya menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah walaupun dalam keadaan sibuk 14 Saya mendapatkan bantuan dari teman-teman saat saya kurang mengerti materi kuliah 15 Kehadiran saya dalam kelompok diterima dengan baik 16 Saya mampu menyelesaikan konflik dalam kelompok 17 Saya tetap bertindak tegas pada teman yang melanggar peraturan dalam organisasi

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 meskipun mereka teman dekat saya 18 Saya sering terhambat dalam mengerjakan tugas karena informasi yang didapat kurang memadai 19 Saya memulai semua kegiatan saya dengan berdoa 20 Pendapat saya dapat diterima dalam keluarga -Terima kasih-

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 LAMPIRAN 3 RELIABILITAS SKALA PENELITIAN

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Reliabilitas Skala Kesepian Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .881 42 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted aitem1 86.567 110.473 .295 .880 aitem2 85.256 109.204 .398 .878 aitem3 85.956 110.560 .273 .880 aitem4 86.189 110.043 .444 .878 aitem5 86.033 110.100 .339 .879 aitem6 86.178 110.238 .345 .879 aitem7 85.933 110.333 .240 .881 aitem8 85.878 109.524 .299 .880 aitem9 86.156 108.425 .355 .879 aitem10 86.167 109.534 .369 .878 aitem11 85.611 107.948 .320 .880 aitem12 86.111 108.100 .428 .877 aitem13 85.278 110.787 .143 .884 aitem14 86.011 106.191 .501 .876 aitem15 85.944 110.525 .236 .881 aitem16 86.156 109.594 .253 .881 aitem17 86.022 110.561 .362 .879 aitem18 86.433 109.956 .366 .879 aitem19 86.144 108.822 .363 .878 aitem20 86.500 109.893 .288 .880 aitem21 85.867 107.600 .438 .877 aitem22 86.022 105.910 .568 .875 aitem23 86.011 107.067 .420 .877

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 aitem24 86.778 110.355 .238 .881 aitem25 86.178 113.047 .080 .882 aitem26 86.233 105.417 .603 .874 aitem27 86.600 110.243 .340 .879 aitem28 86.233 107.282 .373 .879 aitem29 86.056 107.019 .499 .876 aitem30 86.389 111.094 .276 .880 aitem31 86.022 106.022 .575 .875 aitem32 85.744 109.945 .330 .879 aitem33 86.156 111.144 .247 .880 aitem34 86.289 113.152 .077 .882 aitem35 86.133 110.094 .382 .878 aitem36 86.100 107.327 .552 .876 aitem37 86.289 111.174 .333 .879 aitem38 86.322 108.356 .503 .877 aitem39 86.200 104.634 .621 .873 aitem40 86.222 108.422 .456 .877 aitem41 86.267 109.209 .445 .877 aitem42 86.022 107.393 .485 .876

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Reliabilitas Skala Harga diri (Self-esteem) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .827 56 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted aitem1 156.42 109.977 .281 .824 aitem2 156.36 110.973 .238 .825 aitem3 156.92 109.084 .217 .826 aitem4 156.99 107.629 .364 .821 aitem5 157.02 109.213 .308 .823 aitem6 156.54 109.981 .311 .823 aitem7 156.52 108.297 .263 .824 aitem8 155.97 108.976 .317 .823 aitem9 156.44 110.250 .281 .824 aitem10 156.40 107.816 .399 .821 aitem11 156.54 109.419 .332 .823 aitem12 156.48 111.286 .210 .825 aitem13 156.98 109.730 .278 .824 aitem14 156.36 108.749 .406 .821 aitem15 156.66 109.082 .243 .825 aitem16 156.10 109.911 .276 .824 aitem17 157.36 114.052 -.073 .832 aitem18 156.59 109.661 .328 .823 aitem19 157.11 111.246 .179 .826 aitem20 156.68 108.266 .352 .822 aitem21 156.82 113.698 -.048 .832 aitem22 156.26 108.058 .408 .821 aitem23 156.49 108.455 .473 .820

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 aitem24 156.46 108.049 .370 .821 aitem25 156.98 111.168 .152 .826 aitem26 156.57 108.720 .397 .821 aitem27 156.24 110.749 .236 .825 aitem28 156.42 111.977 .067 .829 aitem29 156.33 107.933 .403 .821 aitem30 156.29 109.758 .331 .823 aitem31 156.63 110.752 .275 .824 aitem32 157.00 109.236 .331 .823 aitem33 156.56 109.733 .205 .826 aitem34 157.27 107.344 .391 .821 aitem35 156.50 109.264 .454 .821 aitem36 157.01 111.786 .094 .828 aitem37 156.68 109.704 .380 .822 aitem38 156.59 109.413 .308 .823 aitem39 156.37 110.010 .238 .825 aitem40 156.83 109.624 .253 .824 aitem41 157.78 114.894 -.135 .833 aitem42 156.69 111.138 .207 .825 aitem43 157.11 115.246 -.147 .835 aitem44 156.57 109.282 .295 .823 aitem45 156.64 109.782 .302 .823 aitem46 157.27 107.861 .286 .824 aitem47 157.02 107.707 .368 .821 aitem48 156.72 107.102 .436 .820 aitem49 156.42 110.471 .294 .824 aitem50 156.48 109.938 .227 .825 aitem51 156.47 108.993 .365 .822 aitem52 156.69 108.779 .310 .823 aitem53 156.84 109.661 .202 .826 aitem54 156.92 110.073 .192 .826 aitem55 156.54 109.509 .229 .825 aitem56 156.83 109.017 .238 .825

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 LAMPIRAN 4 UJI NORMALITAS

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Uji Normalitas Kesepian One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test total N 160 Normal Parameters a Most Extreme Differences Mean 55.34 Std. Deviation 8.872 Absolute .069 Positive .069 Negative -.036 Kolmogorov-Smirnov Z .868 Asymp. Sig. (2-tailed) .439 a. Test distribution is Normal. Uji Normalitas Harga diri (Self-esteem) One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test total N Normal Parameters 160 a Most Extreme Differences Mean 61.70 Std. Deviation 5.379 Absolute .074 Positive .074 Negative -.051 Kolmogorov-Smirnov Z .936 Asymp. Sig. (2-tailed) .345 a. Test distribution is Normal.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 LAMPIRAN 5 UJI LINIEARITAS

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Uji Liniearitas Case Processing Summary Cases Included N kesepian * self_esteem Excluded Percent 160 N Total Percent 99.4% 1 N .6% Percent 161 100.0% ANOVA Table Sum of Squares kesepian * self_esteem Between Groups Sig. 27 242.444 5.362 .000 Linearity 5598.433 1 5598.433 123.824 .000 947.557 26 36.445 .806 .733 5968.104 132 45.213 12514.094 159 Total Measures of Association -.669 F 6545.990 Within Groups kesepian * self_esteem Mean Square (Combined) Deviation from Linearity R df R Squared .447 Eta .723 Eta Squared .523

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 LAMPIRAN 6 UJI HIPOTESIS

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Uji Hipotesis Correlations kesepian kesepian Pearson Correlation self_esteem 1 Sig. (2-tailed) N self_esteem Pearson Correlation ** -.669 .000 160 160 ** 1 -.669 Sig. (2-tailed) .000 N 160 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 160

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 LAMPIRAN 7 STATISTIK DESKRIPTIF

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Statistik Deskriptif Uji T (T-test variabel kesepian) One-Sample Statistics N kesepian Mean 160 Std. Deviation 55.34 Std. Error Mean 8.872 .701 One-Sample Test Test Value = 67.5 95% Confidence Interval of the Difference t kesepian df -17.332 Sig. (2-tailed) 159 Mean Difference .000 -12.156 Lower Upper -13.54 -10.77 Uji T (T-test variabel harga diri) One-Sample Statistics N self_esteem Mean 160 61.70 Std. Deviation Std. Error Mean 5.379 .425 One-Sample Test Test Value = 50 95% Confidence Interval of the Difference t self_esteem 27.516 df Sig. (2-tailed) 159 .000 Mean Difference 11.700 Lower 10.86 Upper 12.54

(115)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara efikasi diri dan penyesuaian diri di perguruan tinggi pada mahasiswa tahun pertama Universitas Sanata Dharma
0
3
173
Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Hubungan antara persepsi mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi - USD Repository
0
0
184
Sistem informasi kost/kontrakan berbasis web untuk mahasiswa baru Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
167
Hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dan prestasi belajar dengan minat berwirausaha mahasiswa : studi kasus mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2003-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
107
Studi deskriptif motivasi berorganisasi pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
133
Hubungan antara pola asuh demokratis dengan harga diri pada remaja - USD Repository
1
2
99
Konsep diri mahasiswa fakultas psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2001 yang belum menyelesaikan studi pada tahun 2009 - USD Repository
0
0
108
Efikasi diri pada mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang mengerjakan skripsi - USD Repository
0
0
103
Studi deskriptif konsep diri fisik : studi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
105
Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
132
Evaluasi psikometrik Tes Potensi Akademik plus (TPA Plus) sebagai tes seleksi penerimaan mahasiswa baru angkatan 2010/2011 Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
179
Hubungan antara motivasi belajar, disiplin belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
143
Hubungan antara persepsi popularitas dengan terbentuknya konsep diri pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
90
Tingkat kecenderungan perilaku konsumtif mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2011 tahun akademik 2013/2014 - USD Repository
0
0
68
Show more