STRATEGI KEBERHASILAN BERWIRAUSAHA PEREMPUAN ETNIS TIONGHOA DI KOTA PEKALONGAN

Gratis

0
0
197
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI STRATEGI KEBERHASILAN BERWIRAUSAHA PEREMPUAN ETNIS TIONGHOA DI KOTA PEKALONGAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh : ALLOYSIUS DONY PRASETYO NIM : 08 1324 002 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI STRATEGI KEBERHASILAN BERWIRAUSAHA PEREMPUAN ETNIS TIONGHOA DI KOTA PEKALONGAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh : ALLOYSIUS DONY PRASETYO NIM : 08 1324 002 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk TUHAN YESUS KRISTUS & BUNDA MARIA Ibu Sri Mastuti Bapak dan Ibu Suwiryo Sekeluarga Bapak dan Ibu Joko Gutomo Sekeluarga Bapakku Agustinus Tukijo & Ibuku Susanna Indaryati Kakak-kakakku & keponakan-keponakanku Segenap keluarga besarku Sahabat-sahabatku Teman-teman Pendidikan Ekonomi 2008 Almamaterku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan oleh Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3:11) “Allah telah menciptakanku untuk melakukan sesuatu yang pasti bagi-Nya, Ia telah mempercayakan suatu pekerjaan kepadaku yang tidak ia percayakan kepada yang lain. Aku memiliki misiku sendiri. Aku mungkin tidak pernah mengetahuinya dalam hidup ini, tapi aku yakin Ia akan memberitahu tentang itu suatu saat nanti.” (John Henry Newman) Mulailah dengan mengerjakan apa yang perlu, lalu kerjakanlah apa yang mungkin, maka tiba-tiba anda mengerjakan yang mustahil. (St. Fransiskus dari Assisi) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 7 Agustus 2014 Penulis Alloysius Dony Prasetyo vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama Nomor Mahasiswa : Alloysius Dony Prasetyo : 081324002 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “ STRATEGI KEBERHASILAN BERWIRAUSAHA PEREMPUAN ETNIS TIONGHOA DI KOTA PEKALONGAN” beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 7 Agustus 2014 Yang menyatakan Alloysius Dony Prasetyo vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK STRATEGI KEBERHASILAN BERWIRAUSAHA PEREMPUAN ETNIS TIONGHOA DI KOTA PEKALONGAN Alloysius Dony Prasetyo Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, dan strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usaha. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Kota Pekalongan pada bulan Juli-Agustus 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan etnis Tionghoa yang berwirausaha, dengan jumlah sampel sebanyak 9 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan beberapa tahap yakni tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap mengambil kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: keberhasilan berwirausaha perempuan etnis Tionghoa adalah keberhasilan dalam mewujudkan impian atau cita-cita karena adanya kemampuan dan usaha, kemudian dengan segenap kemampuannya bertanggung jawab atas jalannya usaha sehingga meraih tujuan dari usahanya. Faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha adalah ketepatan dalam memilih usaha, keyakinan menekuni suatu usaha, motivasi membuka usaha, pengalaman berwirausaha, kemampuan merencanakan tujuan dan program yang jelas, inovasi produk, kesiapan menghadapi resiko, peluang usaha, hoki atau keberuntungan, pengaruh keadaan pasar, dan idealisme. Strategi perempuan Etnis Tionghoa dalam mengembangkan usaha adalah konsisten terhadap waktu, kemampuan menyediakan variasi produk, ketepatan memilih produk, tepat memilih lokasi usaha, fokus pada usaha, menerima saran, kritik, ide, mengikuti perkembangan zaman, kemampuan untuk memuaskan pelanggan, kemampuan memasarkan barang, menjual produk dengan kualitas yang lebih baik dari kompetitior, kemampuan bersaing, kemampuan mengatasi kendala, dan memiliki harapan yang besar terhadap usahanya. Kata kunci: Strategi Keberhasilan, Wirausaha, Perempuan Etnis Tionghoa. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT SUCCESFULL STRATEGY OF CHINESE WOMEN IN ENTREPRENEURSHIP IN PEKALONGAN Alloysius Dony Prasetyo Sanata Dharma University 2014 The purpose of this study is to find out: (1) how succesfull the Chinese women entrepreneurship; (2) internal and external factors that determine their success; (3) and strategy in developing their businesses. This research is a descriptive qualitative method conducted in Pekalongan from July to August 2014. The population of in this research were 9 Chinese women. Data were collected by using interviews, observation, and documentation. Data were analyzed by using multiple stages of data reduction stage, stage presentation of data, and drawing conclusion stage. The results of this study indicate that: the success of Chinese women entrepreneurs are determined by realizing their dream or aspiration due to their abilities and efforts, as well as their responsibilities in running their businesses in order to achieve the goals of their businesses. The internal and external factors that determine the success of Chinese women in entrepreneurship is the accuracy in selecting businesses, belief in running business, high motivation, entrepreneurship experience, the ability to plan and clear objectives, product innovation, willing for having the risk, business opportunities, “hockey” or luck, influence the state of the market, and idealism. Strategies of Chinese women in developing businesses are consistent toward time, the ability to provide various product, careful selection of products, choosing the right location of the business, focusing on the business, receiving suggestions, criticisms, ideas, seeing the sign of the times, ability to satisfy customers, ability to sell products, selling products with better quality than other competitiors, competitiveness, ability to overcome obstacles, and having high expectations towards their businesses. Keywords: successfull strategies, entrepreneur, Chinese women. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “Strategi Keberhasilan Berwirausaha Perempuan Etnis Tionghoa di Kota Pekalongan”. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama penyusunan skripsi ini, penulis mendapat banyak bimbingan, saran, masukan, dan dukungan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis ingin menghaturkan rasa hormat dan berterima kasih pada : 1. Bapak Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberi ijin kepada penulis untuk mengerjakan skripsi ini. 2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengerjakan skripsi ini. 3. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberi ijin kepada penulis untuk mengerjakan skripsi ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Bapak Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc., selaku dosen pembimbing pertama yang dengan sabar dan penuh perhatian memberi dorongan semangat dan arahan kepada penulis. 5. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S., selaku dosen pembimbing dua yang telah dengan sabar memberikan dorongan, saran, kritik, dan kesediaan meluangkan waktu dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi, terima kasih atas bimbingannya selama penulis menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma. 7. Ibu Christina Kristiani selaku Staff Administrasi Sekretariat Program Studi Pendidikan Ekonomi yang selalu membantu dan memberikan pelayanan yang baik kepada penulis selama kuliah dan pengerjaan skripsi ini. 8. Bapak Drs. A. Joko Wicoyo, M.Si., yang telah membantu penulis dalam mengkoreksi abstrak. 9. Bapakku Agustinus Tukijo dan Ibuku Susanna Indaryati untuk kasih sayang, dorongan semangat, kepercayaan, dan doa yang terus mengiringi langkahku dalam menjalani hidup ini. 10. Buat kakak-kakak dan keponakan-keponakanku, Mas Nano, Kak Yun, Mas Indra, Mba Ita, Mba Nita, Mas Widi, keponakan-keponakanku tersayang Deandra, Clarissa, dan Nathan, terima kasih atas dukungan dan semangatnya. 11. Buat keluarga besarku, Mbah Bu, Mami-Papi di Pekalongan, Mbak Kristin, Mas Wawan, Mba Hesti, Om Ika, Tante Yayuk, Bagas, Dita, Angel, terima kasih atas segala bantuan, segala doa, dan dorongan semangat bagiku. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Sahabat-sahabatku sepenanggungan di PE-08 yang teristimewa Pendhol, Ryan, Charel, dan Dika, makasii buat semuanya...muuph aku dah sering merepotkan kalian...kalian semua luarr biasa...God Bless U... 13. Teman-teman Pendidikan Ekonomi 2008, terima kasih buat kebersamaannya selama ini..makasii atas semuanya, kalian sangat berarti… 14. Buat kakak tingkat dan adik tingkat, terimakasih untuk senyum sapanya selama ini. 15. Buat sahabat-sahabatku, Chetoel, Paunk, Topik, Ndaru, Mbendhol, Imsed, Sada, Kendil, Trex, Ucok, Pegug, Bambang, dan Ipul, terima kasih atas kebersamaannya selama ini. 16. Semua pihak yang yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Dengan kerendahan hati penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, oleh karena itu berbagai saran, kritik, dan masukan sangat diharapkan demi perbaikan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya. Yogyakarta, 7 Agustus 2014 Penulis Alloysius Dony Prasetyo xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Hal HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii PERSEMBAHAN .......................................................................................... iv MOTTO .......................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ......... vii ABSTRAK ..................................................................................................... viii ABSTRACT ..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................. xiii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xvii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1 A. Latar Belakang .................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................. 11 C. Definisi Operasional .......................................................................... 11 D. Batasan Masalah ................................................................................ 13 E. Tujuan Penelitian ............................................................................... 14 F. Manfaat Penelitian ............................................................................. 14 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................... 16 A. Deskripsi Teori .................................................................................. 16 B. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan ............................................... 46 C. Kerangka Teoretik ............................................................................. 48 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................ 50 A. Jenis Penelitian .................................................................................. 50 B. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................... 51 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel ........................ 51 D. Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 53 E. Teknik Analisis Data ......................................................................... 55 BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN ............................... 58 A. Sejarah Singkat Kota Pekalongan ...................................................... 58 B. Keadaan Geografis Kota Pekalongan ................................................. 63 C. Asal Muasal Orang Tionghoa di Indonesia ........................................ 64 D. Asal Kata Tionghoa ............................................................................ 72 E. Populasi Tionghoa di Indonesia ......................................................... 72 F. Daerah Asal Tionghoa di Cina ........................................................... 73 G. Daerah Konsentrasi Tionghoa di Indonesia ....................................... 74 H. Sejarah Tionghoa ................................................................................ 75 I. Gambaran Responden ......................................................................... 77 J. Variabel yang Diteliti ......................................................................... 79 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ...................................... 80 A. Analisis Data ...................................................................................... 80 B. Pembahasan ........................................................................................ 109 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 119 A. Kesimpulan ......................................................................................... 119 B. Saran ................................................................................................... 122 C. Keterbatasan Penelitian ...................................................................... 122 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 124 LAMPIRAN xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Hal Tabel III.1 Informan Penelitian ..................................................................... 52 Tabel IV.1 Responden dan Jenis Usaha ......................................................... 77 Tabel IV.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur .............................. 78 Tabel IV.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ....... 79 vx

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Hal Gambar IV.1 Peta Kota Pekalongan .............................................................. xvi 64

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Surat Izin Penelitian LAMPIRAN 2 Karakteristik Responden dan Pertanyaan Wawancara LAMPIRAN 3 Transkrip Hasil Wawancara LAMPIRAN 4 Foto Tempat Usaha xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah suatu bangsa yang didiami oleh berbagai macam suku dan etnis yang beraneka ragam. Etnis maupun suku-suku tersebut memiliki latar belakang maupun karakteristik yang berbeda. Latar belakang tersebut bisa meliputi agama, pendidikan, dan keluarga. Selain itu perbedaan tersebut dapat juga dilihat dari sisi bagaimana cara untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, dalam hal ini jelas kaitannya adalah dengan perbedaan ekonomi yang ada di Indonesia itu sendiri. Seringkali untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik dan untuk mencapai keberhasilan, banyak jalan atau cara yang ditempuh seseorang, contohnya ada yang mencoba menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan modal dan kemampuan yang dimilikinya. Mereka yang menciptakan lapangan pekerjaan sendiri ini yang biasa dikenal dengan sebutan wirausahawan. Terkadang kita berpikir begitu banyak orang yang melihat bahwa menjadi wirausahawan itu enak dan banyak uang. Tetapi jarang orang berpikir bagaimana cara bisnis yang baik untuk memperoleh uang tersebut. Kekayaan tidak dapat dibangun secara instan, perlu perjuangan untuk mencapainya. Seberapa lama perjuangan itu pasti ada hasilnya, besar kecilnya tergantung seberapa besar perjuangan yang dilakukan. Disamping itu pola gaya hidup 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 seseorang juga mempengaruhi keberhasilan usaha seseorang. Misalnya jika baru berwirausaha dan belum memiliki kemampuan untuk memanfaatkan hasil usaha namun sudah bergaya lebih besar pasak daripada tiang, maka usaha bisnis yang dibangun akan tinggal cerita. Sikap percaya dan mempercayai adalah dasar seorang wirausahawan, karena itu kepercayaan harus dijaga. Wirausahawan tidak boleh malas bersinergi dengan banyak orang, terutama terhadap orang-orang yang dapat dipercaya. Bisnis itu menyenangkan dan keberhasilan secara finansial adalah impian semua orang. Keberhasilan finansial memungkinkan seseorang dapat melakukan apa yang disukai, membeli barang yang diinginkan, membaginya dengan orang-orang yang disayangi, menjadikan dunia ini tempat yang baik dengan kedermawanan, serta mewujudkan segala rencana yang diimpikan. Kini sudah menjadi rahasia umum di belahan manapun di dunia, bahwa orang Tionghoa adalah ahlinya dalam berwirausaha. Khususnya di Indonesia, perbedaan dari aspek ekonomi ini sangat tampak mencolok antara etnis Tionghoa dan penduduk pribumi. Hampir di setiap daerah di Indonesia banyak terdapat etnis Tionghoa, tidak hanya di perkotaan saja, tapi juga di pelosok desa. Rata-rata masyarakat mengenal mereka sebagai orang yang berhasil dalam mengelola ekonomi. Keberhasilan yang mereka raih sebagian besar dari aspek perdagangan, hampir semua sektor perdagangan di Indonesia dikuasai oleh etnis Tionghoa (Seng, 2007). Pranoto (2008) mengatakan bahwa dunia orang Tionghoa adalah di bidang perdagangan. Mereka suka dan tertarik untuk berdagang dan mereka

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 juga percaya bahwa hanya dengan berdagang dapat menjadi kaya dan meningkatkan taraf hidupnya. Berdagang memungkinkan mereka berubah dan menjadi golongan yang bermanfaat. Dunia perdagangan tidak ada batasnya dan orang Tionghoa membutuhkan pekerjaan yang tidak terikat oleh waktu, sehingga mereka memilih untuk menjadi pedagang. Robinson menamakan para saudagar Tionghoa sebagai kelompok paling berhubungan atau padu, terdefinisikan jelas dalam struktur masyarakat borjuis (Robinson dalam Musianto, 2003). Kalimat di atas menunjukkan bahwa kelompok Tionghoa dispesialisasikan sebagai kelompok wirausaha khususnya di bidang perdagangan baik kecil, sedang, maupun besar. Etnis Tionghoa selama ini cenderung menggeluti perdagangan karena hal ini adalah cara untuk meningkatkan status sosial dan kedudukannya dalam masyarakat. Menurut penelitian Entrepeneur Working Group dari APEC (http://www.balipost.co.id) bahwa hanya sedikit wirausaha yang berhasil menjadi pengusaha menengah dan besar. Mayoritas wirausahawan yang berhasil di Indonesia ternyata berasal dari keturunan etnis Tionghoa (China). Dominasi dalam berbisnis bagi etnis Tionghoa ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan terjadi di negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Filipina, Thailand, dan Malaysia. Faktor pendorong bagi wirausaha lokal Indonesia dan China pendatang adalah hampir sama. Faktor- faktor pendorong tersebut adalah aksesibilitas pasar dan keuangan, kondisi ekonomi, latar belakang pendidikan, jaringan pendukung, pengalaman usaha, serta karakteristik, dan nilai-nilai

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 yang dianut oleh wirausaha itu sendiri (Schumpeter, 1934) dalam (http://www.ilmuakuntansi.web.id/pengertian-kewirausahaan-menurut-ahli/). Menurut Seng (2007), karakteristik wirausahawan Tionghoa adalah sabar, tidak mudah putus asa, pandai mencari peluang, memiliki kehumasan yang baik dan berpandangan jauh, berpegang pada janji, berusaha meyakinkan pelanggan selama menjalankan urusan dagang, memiliki semangat juang dan daya tahan yang tinggi, tidak pernah menunggu karena merasa peluang tidak pernah menunggu mereka. Khusus mengenai semangat juang dan daya tahan, orang Tionghoa tidak takut dengan keadaan. Orang Tionghoa dapat hidup dimanapun dan menciptakan peluang bisnis. Orang Tionghoa memiliki sikap dan semangat yang kuat untuk menjadi pendorong utama keberhasilannya. Mereka hijrah ke negara lain hanya dengan baju yang melekat dibadannya dan tidak memiliki harta yang dijaminkan. Oleh karena itu mereka harus kuat, tabah, dan memiliki kemauan untuk hidup dalam segala keadaan. Semangat hidup yang kuat menjadikan mereka tidak takut akan kegagalan. Sedangkan nilai-nilai yang dianut orang Tionghoa adalah bahwa mereka merasa rendah diri jika gagal hidup mandiri (sebagai wirausahawan) dan jika hanya mendapatkan gaji sepanjang hidupnya. Selagi seseorang itu bekerja dengan mendapatkan gaji, maka selama itulah dia tidak bisa menjadi kaya dan meningkatkan kedudukan sosialnya. Dengan demikian hidup mandiri sebagai wirausahawan sangat dipegang teguh oleh mereka.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Secara objektif, perilaku budaya dan ekonomi etnis Tionghoa di Indonesia tersebut merupakan perilaku yang saling terkait satu sama lain. Hal ini memang sering menjadi diskusi di banyak kalangan masyarakat Indonesia. Etnis Tionghoa dengan perilaku ekonominya disadari atau tidak, dalam kenyataan telah menyumbangkan beragam kegiatan perekonomian bangsa Indonesia baik yang bersifat positif maupun negatif. Sedangkan budaya “Pecinan”-nya memperkaya keunikan kekayaan budaya Indonesia. Seperti yang dicatat Fujitsu Research oleh Naisbitt (1997) dalam (http://www.beritabatavia.com) yang mengamati daftar perusahaan- perusahaan di 6 (enam) negara kunci di Asia, didalamnya dijelaskan betapa perusahaan-perusahaan tersebut secara mayoritas dikuasai oleh etnis Tionghoa perantauan, misalnya Thailand sebanyak 81%, Singapura sebanyak 81% di Indonesia sebanyak 73% dan lain-lain. Hal tersebut membuktikan betapa berpengaruhnya peran ekonomi etnis Tionghoa dalam perekonomian di Indonesia. Telah menjadi suatu ketentuan atau syarat utama kesuksesan suatu pembangunan ekonomi, bahwa partisipasi ekonomi segala pihak yang harus lepas dari kasus primordialisme termasuk SARA didalamnya. Perilaku ekonomi etnis Tionghoa di Indonesia juga dipengaruhi oleh persepsi mereka tentang situasi dan kondisi politik, hankam dan sosial masyarakat. Seperti yang dikemukakan oleh Robbins (1991) dalam (http://www.pantangpulangsebelumpadam.blogspot.com) bahwa persepsi individu ataupun sekelompok orang merupakan suatu proses yang individu atau suatu kelompok mengorganisir dan menerjemahkan kesan sensoris

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 mereka untuk memberikan tanda bagi lingkungan mereka. Terlepas dari pengukuran seseorang berjiwa nasionalis ataupun bukan, hal ini terkait dengan salah satu kebutuhan dasar hidup manusia yaitu menyangkut keselamatan dan keamanan etnis Tionghoa di Indonesia. Selain itu persepsi tentang etnis Tionghoa di Indonesia juga tergantung stereotipe yang beredar di kalangan masyarakat pribumi tentang etnis Tionghoa di Indonesia. Pembentukan persepsi tentang etnis Tionghoa di Indonesia terkait dengan karakteristik pribadi mereka, terutama dalam menyikapi situasi lingkungan yang mereka hadapi, dengan motivasi tertentu terutama untuk mendapatkan keamanan dan kesejahteraan hidup, bahkan kemapanan. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh latar belakang pengalaman masa lampau, yang merupakan dasar untuk melangkah maju meraih harapan-harapan hidup mereka di masa kini dan yang akan datang. Oleh sebab itu, perlu diketahui latar belakang sejarah etnis Tionghoa, sebagai pengetahuan untuk memahami perilaku ekonomi dan budaya etnis Tionghoa. Istilah kewirausahaan kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan arti between taker dan go between. Pada abad pertengahan, istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seorang aktor sebagai orang yang memimpin proyek produksi. Secara lengkap wirausaha dinyatakan oleh Schumpeter (1934) dalam (http://www.ilmuakuntansi.web.id/pengertian-kewirausahaan-menurutahli/) sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 organisasi baru, atau mengolah bahan baku yang baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru ataupun yang telah ada. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Definisi di atas tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat etnis Tionghoa mempunyai keberanian untuk mengambil resiko dan mempunyai pandangan jauh ke depan dalam melihat peluang usaha. Hal tersebut dapat diamati di sekitar tempat tinggal kita yang banyak bermunculan toko yang pemiliknya adalah para etnis Tionghoa, bahkan sampai muncul perkampungan sendiri di suatu daerah yang sering dikenal dengan nama Pecinan. Toko-toko tersebut menawarkan beraneka ragam jenis dagangan mulai dari sembako, bahan bangunan, perhiasan, dan lain-lain. Rata-rata toko di lingkungan tersebut juga tergolong besar. Fenomena tersebut juga dapat disaksikan di lingkungan pertokoan yang dimiliki oleh etnis Tionghoa diberbagai daerah Pecinan di Indonesia, seperti Medan, Semarang, Jakarta, Rembang, Yogyakarta, Singkawang dan lain-lain. Hal ini juga pernah penulis alami ketika pengalaman penulis yang pernah tinggal beberapa tahun di Kota Singkawang-Kalimantan Barat, penulis banyak melihat toko-toko yang dimiliki sebagian besar oleh etnis Tionghoa. Disisi lain, penulis juga kerap kali melihat dan mengamati kehidupan sehari-

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 hari etnis tersebut selama di sana. Pertokoan tersebut rata-rata dikelola oleh kaum hawa. Menurut Zimmerer dan Scarborough (2008), jika diperhatikan entrepreneur yang ada di masyarakat sekarang ini, maka dijumpai berbagai macam profil, salah satunya women entrepreneur. Banyak perempuan yang terjun ke dalam bidang bisnis. Alasan mereka menekuni bidang bisnis ini didorong oleh faktor-faktor antara lain ingin memperlihatkan kemampuan prestasinya, membantu ekonomi keluarga, frustasi terhadap pekerjaan sebelumnya, dan sebagainya. Biasanya para perempuan memulai usaha berawal dari keterampilan yang dimiliki. Perempuan saat ini mulai banyak yang berpikir untuk menjadi pewirausaha (entrepreneur). Usaha yang dijalankan kaum perempuan umumnya tidak jauh dari bidang-bidang yang dekat dengan kehidupan perempuan sendiri, seperti kecantikan, kebutuhan rumah tangga, dan juga kuliner. Selain itu banyak juga perempuan yang terjun ke dunia wirausaha karena dimulai dari hobi. Naluri perempuan yang bekerja lebih cermat, pandai mengantisipasi masa depan, menjaga keharmonisan, kerjasama dalam rumah tangga dapat diterapkan dalam kehidupan usaha. Mendidik anggota keluarga agar berhasil dikemudian hari dapat dikembangkan dalam personel manajemen perusahaan. Adanya faktor adat istiadat, contohnya di Bali dan Sumatera Barat, tempat perempuan memegang peranan dalam mengatur ekonomi rumah tangga. Lingkungan kebutuhan hidup seperti kecantikan,

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 fashion, jahit-menjahit, menyulam, membuat kue, aneka masakan, kosmetika mendorong lahirnya perempuan pengusaha yang mengembangkan komoditi tersebut. Majunya dunia pendidikan perempuan sangat mendorong perkembangan perempuan menjadi pegawai atau membuka usaha sendiri dalam berbagai bidang usaha. Banyaknya kaum perempuan dan kelompok minoritas terjun ke dunia usaha yang kebanyakan dalam usaha small business, didorong oleh alasan entrepreneurial idea dan glass ceiling. The glass ceiling is an invisible barrier that keeps women and minorities from reaching the highest level positions, (Bovee, 2004). Glass ceiling artinya satu hambatan yang tidak kelihatan bagi perempuan dan kelompok minoritas untuk mencapai posisi jabatan lebih tinggi dalam sebuah organisasi. Hambatan secara diam-diam ini karena dominasi karyawan laki-laki dan banyaknya gangguan bagi karyawan perempuan karena masalah keluarganya, kesehatan, dsb. Selain itu adanya sexism, job discrimination dan sexual harassment. Akibat dari semua itu, maka berimbas kepada beralihnya perhatian pada bisnis kecil atau mendirikan usaha sendiri. Memang tidak bisa dipungkiri, dunia perdagangan itu milik orang Tionghoa sehingga mereka rela berjualan apapun agar menjadi kaya (Seng, 2007). Mereka dari kecil sudah dibekali oleh orang tua mereka mengenai pentingnya mengelola ekonomi sebagai aktor penting untuk mencukupi kehidupan, hal ini dapat diketahui dari toko-toko yang ada, tidak hanya oleh

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 perempuan dewasa tetapi anak-anak mereka juga diikutkan untuk menunggui toko. Mereka terlihat cukup cekatan dalam melayani pembeli, karena bagi mereka kesuksesan berdagang ditentukan oleh pembeli, untuk itu pembeli haruslah diutamakan. Melihat kondisi demikian, menjadikan perempuan etnis Tionghoa terampil dalam berwirausaha dan memunculkan anggapan bahwa hal tersebut bakat dari lahir dan karenanya tidak dapat diajarkan. Perempuan etnis Tionghoa dianggap memiliki bakat dibidang perdagangan, mereka potensial menjadi wirausahawan. Padahal sebenarnya yang ada tidaklah demikian, karena wirausaha dapat diterapkan sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Etnis Tionghoa cenderung menggeluti perdagangan karena hal itu adalah cara untuk meningkatkan status sosial dan kedudukannya dalam masyarakat (Pranoto, 2008). Kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia memang sangat menarik untuk dikaji. Pertama, karena sensitif menyangkut pembicaraan SARA, kedua latar belakang historis dan cara pandang mereka serta pengalaman hidup di bumi nusantara ini yang tidak bisa begitu saja digeneralisasi, ketiga bahkan mengenai pengaruh/dampak kesuksesan usaha mereka itu sendiri terhadap lingkungan sekitar maupun terhadap pemerintah daerah/pusat. Berdasarkan uraian di atas, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah memahami bagaimana konsep atau strategi berwirausaha yang diterapkan perempuan etnis Tionghoa dalam mencapai kesuksesan berdagang. Berdasarkan pengalaman dan permasalahan di atas, penulis tertarik

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 untuk melakukan penelitian dengan judul “STRATEGI KEBERHASILAN BERWIRAUSAHA PEREMPUAN ETNIS TIONGHOA DI KOTA digunakan untuk PEKALONGAN”. B. Rumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian mengungkapkan pokok-pokok pikiran jelas mengenai hakekat dari masalah tersebut sehingga mempermudah kita memahaminya. Berdasarkan masalah yang telah diuraikan, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha? 2. Apa saja faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha? 3. Bagaimanakah strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya? C. Definisi Operasional 1. Yang dimaksud keberhasilan berwirausaha dalam penelitian ini adalah keberhasilan yang tidak semata-semata diukur dalam bentuk uang, tetapi juga melihat kemajuan dalam proses berlangsungnya suatu usaha itu sendiri. Keberhasilan usaha adalah suatu kenyataan persesuaian antara rencana dengan proses pelaksanaannya dan hasil yang dicapai, atau dengan

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 kata lain keberhasilan tercapainya suatu tujuan. Indikator dalam tingkat keberhasilan berwirausaha antara lain: akumulasi modal, kelangsungan usaha, kemampuan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya, kemampuan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kemampuan meningkatkan kualitas hidup bagi para pemakai produk, pencapaian Break Even Point, menghasilkan biaya hidup, mencapai keuntungan riil, dan kemampuan dalam mengatasi segala hambatan yang ada. 2. Yang dimaksud faktor internal dalam penelitian ini adalah segala sesuatu yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha yang ada dalam diri perempuan etnis Tionghoa yang mempengaruhi keberhasilan dalam berwirausaha itu sendiri. Sedangkan yang dimaksud faktor internal dalam penelitian ini adalah segala sesuatu yang berada di luar diri perempuan etnis Tionghoa yang mempengaruhi terhadap keberhasilan dalam berwirausaha. Indikator faktor internal dan eksternal antara lain: ketepatan dalam memilih usaha, keyakinan menekuni suatu usaha, motivasi membuka usaha, pengalaman berwirausaha, kemampuan merencanakan tujuan dan program yang jelas, inovasi produk, kesiapan menghadapi resiko, peluang usaha, hoki/keberuntungan, pengaruh keadaan pasar, dan idealisme. 3. Yang dimaksud strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usaha dalam penelitian ini adalah kemampuan merencanakan hal yang padu di bidang pemasaran/mengembangkan usaha yang memberikan panduan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu usaha. Selain itu dasar tindakan yang mengarahkan kegiatan pemasaran/mengembangkan suatu usaha dalam kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Indikator dalam mengembangkan usaha ini antara lain: konsistensi dalam membuka usaha, variasi produk, penentuan lokasi, mengembangkan jaringan/network, menerima kritik/saran/ide, mengikuti perkembangan zaman, memanfaatkan dunia internet, pelayanan dan kepuasan pelanggan, trik agar produk laku terjual, promosi, kualitas produk, kemampuan bersaing, kelebihan usaha, kemampuan mengenali hambatan, dan harapan terhadap usaha. D. Batasan masalah Agar penelitian ini lebih terarah dengan tujuannya, maka perlu adanya fokus penelitian dalam ruang lingkup terhadap masalah yang akan diteliti, adapun fokus penelitian dalam penelitian ini adalah: penelitian ini sebatas untuk mengetahui atau memahami secara lebih luas dan mendalam tentang strategi-strategi yang dilakukan perempuan etnis Tionghoa dalam menjalankan aktivitas berdagang.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 E. Tujuan Penelitian Dengan melihat rumusan masalah di atas, maka peneliti mengadakan penelitian dengan tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui tentang seberapa besar tingkat keberhasilan berwirausaha perempuan etnis Tionghoa di Kota Pekalongan. 2. Untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha. 3. Untuk mengetahui strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya. F. Manfaat penelitian Hasil dari dari penelitian ini diharapkan dapat: 1. Bagi peneliti a) Sebagai langkah awal penerapan ilmu pengetahuan. b) Sebagai pengembangan ilmu dan memperdalam peneliti dalam memahami teori-teori kewirausahaan. c) Sebagai sarana untuk menerapkan dan mengembangkan lebih lanjut pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. d) Sebagai pengalaman yang berguna pada saat nanti masuk dunia kerja maupun dikehidupan bermasyarakat.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 2. Bagi subjek penelitian a) Sebagai masukan untuk senantiasa meningkatkan usaha perempuan etnis Tionghoa. b) Sebagai media informasi perempuan etnis Tionghoa untuk selalu mengembangkan usahanya. 3. Bagi fakultas a) Menambah bahan-bahan kajian terhadap teori-teori yang ada. b) Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi untuk penelitian selanjutnya. sumbangan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Keberhasilan Berwirausaha Lim (2000) menyatakan bahwa makna sukses atau berhasil bersifat mudah dimengerti dan mudah dicapai. Setiap orang bisa meraih sukses atau berhasil dalam hidupnya selama ia mau, mempunyai cita-cita, mau berjuang, merealisasikannya, dan bisa menikmati hasil pencapaiannya tersebut. Sukses atau keberhasilan besar adalah akumulasi dari sukses-sukses kecil, tujuan jangka panjang tercapai, melalui pencapaian tujuan jangka menengah dan pendek. Menurut Gie (1996) sukses merupakan suatu gejala dalam kehidupan manusia yang cukup rumit. Harus dibedakan sekurangkurangnya tiga aspek agar pengertian sukses itu menjadi lebih jelas. Pertama ialah wujud atau halnya sukses itu sendiri. Kedua ialah prestasi atau apa yang dicapai dalam sukses itu dan ketiga ialah efek atau aneka imbalan yang diperoleh dari sukses itu. Jadi, untuk memperoleh pemahaman yang baik terhadap sukses hendaknya dimengerti secara jelas ketiga segi sukses, yaitu entitas atau wujud sukses sebagai pengalaman seseorang yang mencapai sesuatu tujuan, objek sukses berupa prestasi tertentu yang dapat diwujudkan, dan efek sukses dalam bentuk berbagai imbalan dan lambang pengaruh apapun. 16

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Definisi wirausaha sesuai dengan Lokakarya Sistem Pendidikan dan Pengembangan Kewirausahaan di Indonesia tahun 1978 (Herawaty, 1998) yaitu wirausaha didefinisikan sebagai pejuang kemajuan yang mengabdikan diri kepada masyarakat dengan wujud pendidikan (edukasi) dan bertekad dengan kemampuan sendiri sebagai rangkaian kiat kewirausahaan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin meningkat, memperluas lapangan kerja, turut berdaya upaya mengakhiri ketergantungan pada luar negeri, dan di dalam fungsi-fungsi tersebut selalu tunduk tertib hukum lingkungannya. Wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dari tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi, Schumpeter (1934) dalam (http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-kewirausahaan-menurut-ahli/). Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kesuksesan wirausaha adalah keberhasilan atau keberuntungan seseorang dalam mewujudkan tujuan yang berasal dari cita-cita atau impian karena adanya kemampuan untuk memanfaatkan, mengoptimalkan, dan memperjuangkan potensi-potensi yang dimiliki, dengan bekerja keras, berani mengambil resiko, berperilaku memimpin, kreatif dan inovatif, memiliki rasa percaya diri, mampu bersikap positif terhadap diri dan lingkungan, serta mempunyai pandangan luas ke depan.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 2. Faktor-faktor Pendorong Keberhasilan Chandra (2005) menyatakan bahwa keberhasilan wirausahawan tidak datang begitu saja, seorang wirausahawan berhasil dalam usahanya karena keberanian yang dimiliki. Keberanian dalam merealisasikan visivisinya, keberanian untuk menangkap peluang-peluang yang ada, keberanian dalam mencoba segala tantangan dan rintangan yang ada, keberanian untuk mempertaruhkan apa yang dimilikinya, keberanian untuk menanggung resiko gagal dari setiap usahanya, keberanian untuk terus belajar, dan mendapatkan lebih dari apa yang telah didapatkan dan dimilikinya. Bob Sadino seorang pengusaha sukses yang memulai usahanya dari nol menyatakan bahwa kesuksesan didapatkannya karena keberaniannya dalam melangkah, artinya dengan melangkah maka ada kemungkinan untuk sukses di samping kemungkinan untuk gagal, namun dengan tak melangkah maka tidak akan pernah sukses (Chandra, 2005). Sukses tidak datang dengan sendirinya. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi kesuksesan seseorang. Menurut Griessman (Hamzah, 1994) faktor-faktor yang mendukung kesuksesan seseorang tersebut diantaranya: a. Mendapat suatu pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keahlian yang dimiliki Orang yang sukses membicarakan pekerjaannya sama seperti orang yang menggambarkan hobi atau pekerjaan mereka, karena dalam

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 melakukan pekerjaannya mereka menemukan sesuatu yang mereka suka sehingga mereka dapat meraih sukses seperti yang mereka inginkan. b. Adanya suatu kemampuan kecakapan yang dimiliki Tidak ada sukses jangka panjang tanpa mengembangkan perhatian atau kekhususan menjadi suatu kecakapan. Kecakapan diperoleh apabila seseorang mencintai pekerjaannya, memiliki semangat dalam bekerja, menguasai pengetahuan dan keterampilan, bekerja terus, dan melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya c. Mempunyai waktu luang Pada abad 20 ini, waktu mempunyai nilai yang penting. Mereka yang tidak dapat menghargai waktu dan tidak mengatur waktu akan mengalami kesulitan. Orang yang sukses menjalankan strategi kecil untuk menyimpan waktu sehingga mereka dapat menghabiskan waktu untuk kegiatan yang mereka sukai. d. Ketekunan dan kegigihan Orang yang sukses tidak mudah dihentikan jika mereka merasa bahwa mereka di jalan yang benar. Beberapa orang dari mereka memilih gigih untuk mempertahankan gagasan-gagasan mereka sampai pekerjaan mereka beres atau bahkan ada argumen untuk memperjuangkan ide-idenya.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 e. Menyalurkan kebutuhan dan keinginan dalam bekerja Orang-orang yang dapat menyalurkan keinginannya yang keras dalam usaha yang terfokus, berdasarkan informasi dan terus-menerus seringkali mencapai tujuan yang berarti. Keinginan untuk mendapatkan pengakuan merupakan tenaga pendorong bagi orang yang sukses. Perasaan rendah diri atau rasa takut akan kegagalan jika tidak terlalu banyak bisa mendorong untuk melakukan usaha yang besar. Bagi mereka kehidupan tidak akan lengkap tanpa pekerjaan. Karena mereka menyalurkan tenaga ke dalam pekerjaannya. f. Fokus Prioritas menjadi sedemikian penting karena hal itu membuat faktorfaktor lainnya menjadi berarti dan dapat dikerjakan. g. Tempat yang tepat pada waktu yang tepat h. Mengetahui dan memanfaatkan kesempatan orang yang sukses terbuka terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka Mereka selalu berjalan karena mereka ingin tahu dan mengajukan pertanyaan terhadap orang-orang disekitarnya. Mereka menatap cakrawala untuk mendapatkan informasi dan mereka mendapatkan informasi tersebut. Apa yang mereka temukan dimanfaatkan secara kreatif, mereka menerima kritikan karena itu merupakan umpan balik baginya. Selain itu mereka berani mengambil resiko dan tidak takut gagal karena setiap usaha mempunyai resiko untuk gagal dan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 sebagian orang meraih kesuksesannya dari kegagalan yang dialaminya. Harefa (2002) menyebutkan faktor pendukung kesuksesan sebagai berikut: a. Impian dan ide-ide cemerlang Sebab suksesnya seseorang adalah ide cemerlang dan impian untuk mandiri yang membuat mereka rela untuk bekerja keras. b. Kreativitas Seseorang yang sukses selalu kreatif dan inovatif. c. Keberanian Seseorang yang sukses bertindak sesuai dengan nuraninya, memegang teguh prinsip, hukum-hukum moral, dan nilai-nilai etis yang dipercayainya dengan demikian ia akan berbuat yang terbaik untuk hari ini dan berani menghadapi kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan. d. Hoki atau keuntungan Keberhasilan ditunjang oleh hoki dengan adanya usaha untuk mendayagunakan segenap bakat dan bekerja keras secara konsisten. e. Peluang Masalah yang muncul dalam berbagai kehidupan melahirkan peluang, hal ini dikarenakan masalah memerlukan solusi yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi mereka menawarkannya sesuai dengan kebutuhan yang ada yang mampu

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 f. Hobi atau minat Bagi orang sukses pekerjaan adalah aktivitas yang menyenangkan karena pekerjaan adalah hobi atau minatnya g. Pengalaman Orang yang sukses suka berpetualang untuk mendapatkan pengalaman baru. h. Kegagalan Pada dasarnya kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kegagalan sebagai pelajaran berharga dan tolak ukur. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada dua faktor yang mendukung kesuksesan seseorang dalam berwirausaha yaitu: 1) Faktor intern, antara lain: program dan tujuan yang jelas, idealisme, kreativitas, bakat, kecakapan atau potensi, minat dan keahlian, ketekunan, kegigihan, keberanian, kemandirian, kepercayaan diri, kewibawaan serta kejujuran, motivasi untuk hidup dan berprestasi, disiplin diri termasuk didalamnya disiplin waktu. 2) Faktor ekstern, yaitu: peluang atau kesempatan, pengalaman, hoki atau keberuntungan, keadaan pasar, latar belakang pendidikan, usia, jenis kelamin, nilai-nilai, dan budaya. 3. Karakteristik Wirausaha Sukses Menurut Suryana (2010) karakteristik wirausahawan adalah sebagai berikut:

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 a. Keinginan untuk berprestasi Penggerak psikologis utama yang memotivasi wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi, yang biasanya diidentifikasikan sebagai n Ach. Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan. Pencapaian tujuan merupakan tantangan bagi kompetisi individu. b. Keinginan untuk bertanggung jawab Wirausahawan menginginkan tanggung jawab pribadi bagi pencapaian tujuan. Mereka memilih menggunakan sumber daya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan tanggung jawab sendiri terhadap hasil yang dicapai c. Prevensi kepada resiko-resiko menengah Wirausahawan bukanlah penjudi. Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi, suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi. d. Persepsi pada kemungkinan berhasil Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kualitas kepribadian wirausahawan yang sangat penting. Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan menilainya. Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia, mereka berpaling pada sikap

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut. e. Rangsangan oleh umpan balik Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan, apakah umpan baliknya baik atau buruk. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka. f. Aktivitas enerjik Wirausahawan menunjukan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata seseorang. Mereka bersifat aktif dan mempunyai proporsi waktu yang besar dalam mengajarkan tugas dengan cara baru. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada pekerjaan yang mereka lakukan. g. Orientasi ke masa depan Wirausahawan melakukan perencanaan dan berfikir ke depan. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan. h. Ketrampilan dalam pengorganisasian Wirausaha menunjukkan ketrampilan dalam mengorganisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. Mereka sangat objektif dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu. Mereka akan

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 memilih yang ahli dan bukannya teman agar pekerjaan bisa dilakukan dengan efisien. i. Sikap terhadap uang Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. Mereka hanya memandang uang sebagai lambang konkret dari tercapainya tujuan dan sebagai pembuktian bagi kompetisi mereka. Lim (2000) menyatakan bahwa setiap orang yang sukses dan menonjol dalam bidangnya mempunyai karakteristik umum yang sama. Untuk dapat memperoleh apa saja yang diinginkan, diperlukan tiga aturan untuk sukses, yakni tiga HGD : a. Have Great Dreams (memiliki tujuan atau mimpi besar) Hal pertama yang dibutuhkan agar memperoleh apa yang diinginkan adalah dengan cara mengetahui apa yang diinginkan, karena apa yang diinginkan adalah target hidup. Alasan utama mengapa kebanyakan orang tidak berhasil mencapai sukses dalam hidup karena mereka itu tidak memiliki tujuan hidup yang terfokus. b. Have Great Deeds (memiliki perbuatan atau aksi besar) Mimpi besar saja tidak cukup, karena mimpi besar juga harus disertai dengan perbuatan yang besar. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk merealisasikan mimpi besar yaitu goal setting dan action plans.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 c. Have great drive (memiliki komitmen dan motivasi besar) Yang menjadi permasalahan dalam pencapaian tujuan bukanlah waktu menetapkan komitmen dan program tindakan, melainkan usaha untuk terus menjamin berlangsungnya tindakan secara konsisten. Semuanya menjadi luntur karena timbulnya tekanantekanan dari lingkungan psikologis. Benturan dan sandungan yang menghambat pencapaian tersebut atau karena mengalami disorientasi yang membuat kembali pada kebiasaan lama dalam taraf kualitas kehidupan yang biasa-biasa saja. Untuk itu diperlukan motivasi yang besar untuk stick on dreams, work hard and work smart, kekuatan pikiran, kekuatan kemauan adalah kunci sukses, dan ketahanan hati. Bob Sadino (Anindya, 2013) mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang berhasil, meliputi: a. Memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas b. Bersedia menanggung resiko, waktu, dan uang c. Berencana dan mengorganisir d. Kerja keras sesuai dengan tingkat kepentingannya e. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik wirausahawan adalah adanya keinginan untuk berprestasi, adanya keinginan untuk bertanggung jawab, mempunyai prevensi kepada resiko-resiko menengah, mempunyai persepsi pada kemungkinan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 berhasil, memperhitungkan rangsangan oleh umpan balik dari apa yang mereka kerjakan, mempunyai aktivitas enerjik, berorientasi ke masa depan, dan mempunyai ketrampilan dalam pengorganisasian. 4. Peluang usaha Untuk menjadi seorang wirausaha tidak hanya dibutuhkan motivasi dan jiwa kewirausahaan, tetapi juga harus ada peluang usaha yang akan dijalaninya. Apa gunanya mempunyai motivasi dan jiwa kewirausahaan jika tidak ada peluang usaha sebagai tempat menyalurkan keinginan untuk menjadi seorang wirausaha khususnya wirausaha sukses. Menurut Herawaty (1998) peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. Seiring dengan perubahan manusia yang selalu berubah ke arah kesempurnaan. Dengan berubahnya dan berkembangnya masyarakat berarti menurut kebutuhan-kebutuhan baru yang implikasinya berarti membuka peluang usaha baru. Sebab, kebutuhankebutuhan baru tersebut perlu dipenuhi dan pemenuhannya dilakukan oleh masyarakat dalam hal ini oleh masyarakat bisnis. Dalam kaitan ini karenanya pengertian peluang bisnis dapat dirumuskan sebagai kesempatan yang selalu terbuka seiring dengan berkembangnya kebutuhan-kebutuhan baru, implikasi dari berkembangnya masyarakat akibat semakin tingginya tingkat pendidikan, pendapatan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara umum peluang diartikan sebagai kesempatan, namun khusus peluang usaha diartikan sebagai sesuatu hal dimana dapat

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 dimasuki atau dengan usaha mengambil kesempatan kearah kemajuan dan pengembangan usaha. Peluang usaha dapat timbul dari suatu ide, hal ini sesuai dengan pendapat Suryana (2003) yang menyatakan bahwa ide akan menjadi peluang apabila wirausaha bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus melalui proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda, mengamati pintu peluang, menganalisis proses secara mendalam dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. Untuk memperoleh peluang usaha harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan seperti kemampuan menghasilkan produk atau jasa baru, melakukan teknik baru, dan mengembangkan organisasi baru. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa peluang usaha adalah kesempatan untuk membuka suatu usaha yang dapat timbul dari suatu masalah yang dicari jalan keluarnya atau timbul dari ide yang dievaluasi secara terus menerus. 5. Berbagai Macam Profil Wirausaha Menurut Zimmerer dan Scarborough (2008), jika diperhatikan entrepreneur yang ada di masyarakat sekarang ini, maka dijumpai berbagai macam profil, yaitu: a. Young Entrepreneur Orang-orang muda mengambil bagian dalam memulai bisnis. Didorong kekecewaan akan prospek pada perusahaan pemerintah dan keinginan untuk memiliki peluanng menentukan nasib mereka

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 sendiri, banyak generasi muda lebih memilih kewirausahaan sebagai jalur karir mereka. b. Women Enterpreneur Banyak wanita yang terjun ke dalam bidang bisnis. Alasan mereka menekuni bidang bisnis ini didorong oleh faktor-faktor antara lain ingin memperlihatkan kemampuan prestasinya, membantu ekonomi keluarga, frustasi terhadap pekerjaan sebelumnya, dan sebagainya. c. Minority Entrepreneur Kaum minoritas di Negara kita Indonesia kurang memiliki kesempatan kerja di lapangan pemerintahan sebagaimana layaknya warga Negara pada umumnya. Oleh sebab itu, mereka berusaha menekuni kegiatan bisnis dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula para perantau dari daerah tertentu yang menjadi kelompok minoritas pada suatu daerah, mereka juga berniat mengembangkan bisnis. Kegiatan bisnis ini semakin lama semakin maju dan arena mereka membentuk organisasi minoritas di kota-kota tertentu. d. Immigrant Entrepreneur Kaum pedagang yang memasuki suatu daerah biasanya sulit untuk memperoleh pekerjaan formal. Oleh sebab itu, mereka lebih leluasa terjun dalam pekerjaan yang bersikap non formal yang dimulai dari berdagang kecil-kecilan sampai berkembang menjadi perdagangan tingkat menengah.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 e. Part Time Entrepreneur Memulai bisnis dalam mengisi waktu luang merupakan pintu gerbang untuk berkembang menjadi usaha besar. Bekerja paruh waktu tidak mengorbankan pekerjaan di bidang lain misalnya seorang pegawai pada sebuah kantor bermaksud mengembangkan hobinya untuk berdagang atau mengembangkan hobi yang menarik. Hobi ini akhirnya mendapat keuntungan yang lumayan. Ada kalanya orang ini beralih profesi dan berhenti menjadi pegawai kemudian beralih bisnis yang merupakan hobinya. f. Home-Based Entrepreneur Ada pula ibu-ibu rumah tangga yang memulai kegiatan bisnisnya dari rumah tangga misalnya ibu-ibu yang pandai membuat kue dan aneka masakan, mengirim kue-kue ke toko eceran ditempatnya. Akhirnya usaha makin lama makin maju. Usaha katering banyak dimulai dari rumah tangga yang bisa masak, kemudian usaha ini berkembang melayani pesanan untuk pesta. g. Family-Owned Busineess Sebuah keluarga dapat membuka berbagai jenis cabang dan usaha. Mungkin saja usaha keluarga ini dimulai lebih dahulu oleh Bapak, setelah usaha Bapak ini maju dibuka cabang baru dan dikelola Ibu. Kedua perusahaan ini maju dan membuka beberapa cabang lain mungkin jenis usahanya berbeda atau lokasinya berbeda. Masingmasing usahanya ini bisa dikembangkan atau dipimpin oleh anak-

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 anak mereka. Dalam keadaan sulitnya lapangan pekerjaan pada saat ini maka kegiatan ini perlu dikembangkan. h. Corpreneurs Pasangan wirausaha yang bekerja sama-sama sebagai pemilik bersama dari usaha mereka. Corpreneurs dibuat dengan cara menciptakan pekerjaan yang didasarkan atas keahlian masingmasing orang. Orang-orang yang ahli di bidang ini diangkat menjadi penanggung jawab divisi tertentu dari bisnis-bisnis yang sudah ada. 6. Wirausahawan Wanita (Women Entrepreneur ) Menurut Zimmerer dan Scarborough (2008), meskipun telah diperjuangkan selama bertahun-tahun secara legislatif, wanita tetap mengalami diskriminasi di tempat kerja. Meskipun demikian, bisnis kecil telah menjadi pelopor dalam menawarkan peluang di bidang ekonomi baik kewirausahaan maupun pekerjaan. Dikatakan bahwa “kewirausahaan telah bersifat unisex seperti celana jeans, di mana di sini perempuan dapat mengembangkan impian maupun harapan terbesarnya”. Semakin banyak perempuan yang menyadari bahwa menjadi wirausaha adalah cara terbaik untuk menembus dominasi laki-laki yang menghambat peningkatan karir waktu ke puncak organisasi melalui bisnis mereka sendiri. Faktanya, perempuan yang membuka bisnis 2,4 kali lebih banyak daripada laki-laki. Meskipun bisnis yang dibuka oleh perempuan cenderung lebih kecil dari yang dibuka laki-laki, tetapi dampaknya sama sekali tidak

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 kecil. Perusahaan–perusahaan yang dimiliki perempuan memperkerjakan lebih dari 15,5 juta karyawan atau 35 persen lebih banyak dari semua karyawan fortune 500 di seluruh dunia. Perempuan memiliki 36 persen dari semua bisnis. Meskipun bisnis mereka cenderung tumbuh lebih lambat daripada perusahaan yang dimiliki laki-laki, perempuan pemilik bisnis memiliki daya hidup lebih tinggi daripada keseluruhan bisnis. Meskipun 72 persen bisnis yang dimiliki perempuan terpusat dalam bidang eceran dan jasa, wirausahawan perempuan berkembang dalam industri yang sebelumnya dikuasai oleh laki-laki, seperti pabrik, konstruksi, transportasi, dan pertanian. 7. Faktor–faktor yang Mendorong Perempuan Berwirausaha a. Faktor kemandirian Sebagai seorang perempuan, ada kalanya perempuan ini dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal ini karena perempuan ingin menunjukkan jika tanpa laki-laki dia dapat bertahan hidup dengan keahlian yang dia punya yang direalisasikan menjadi suatu usaha yang dapat menghasilkan untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Walaupun tidak memungkiri keahlian laki-laki dalam bekerja, tetapi perempuan juga ingin menunjukkan bahwa mereka dapat mengerjakan apapun yang dikerjakan oleh laki-laki. b. Faktor modal Dalam pembuatan usaha maka perempuan biasanya melihat berapa modal yang mereka punya untuk membuat suatu usaha, biasanya

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 semakin banyak modal yang mereka miliki untuk pembuatan suatu usaha maka semakin terencana dan matanglah pemikiran untuk rencana pembuatan usaha ini. c. Faktor emosional Faktor emosional yang dimiliki perempuan, dapat mempengaruhi dirinya untuk melakukan sesuatu yang berguna baginya maupun keluarga. Hal ini karena dalam diri seorang perempuan memiliki keinginan untuk dapat berdiri sendiri maupun untuk bisa mempraktekkan teori-teori yang diikutinya melalui pendidikan formal maupun informal yang diinginkannya. Selain itu perempuan juga mempunyai keinginan untuk membantu keuangan keluarga yaitu dengan membuka usaha. d. Faktor pendidikan Faktor pendidikan dapat menjadi salah satu faktor yang memotivasi perempuan untuk berwirausaha karena banyak perempuan yang tidak dapat melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi tetapi mengikuti pendidikan informal seperti kursus-kursus yang dapat mengasah keterampilan mereka, sehingga ilmu yang mereka dapat di pendidikan informal dapat mereka jadikan modal untuk membuat suatu usaha. Begitu bagi perempuan yang memiliki pendidikan tinggi, mereka akan berpikir kembali untuk menggunakan ijazah perguruan tinggi mereka unutk bekerja di kantor-kantor yang mempunyai waktu bekerja “from eight to five“ atau dari jam delapan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 hingga jam lima sore, ini dikarenakan mereka juga nantinya harus mengurusi rumah tangga dan anak-anak mereka, yang tidak dapat mereka lakukan jika mereka bekerja di kantor-kantor dari pagi hingga sore. 8. Pedagang Pedagang adalah seseorang atau lembaga yang membeli dan menjual barang kembali tanpa merubah bentuk dan bertanggung jawab sendiri dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan melakukan perdagangan, (http://www.dikmenum.go.id). Pedagang adalah orang yang memperjualbelikan barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh suatu keuntungan. (http://www.id.wikipedia.org/pedagang). Pedagang adalah orang yang mencari nafkah dengan berdagang, yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan (http://www.kbbi.web.id) Menurut sektor perpajakan, pedagang adalah orang yang melakukan kegiatan jual beli barang atau jasa yang dilakukan secara terus-menerus dengan tujuan pengalihan hak atas barang atau jasa dengan disertai imbalan atau kompensasi (www.pajak.go.id) dalam (Efnita, 2007). Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pedagang adalah orang yang melakukan kegiatan jual beli barang atau jasa dengan disertai imbalan.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 9. Karakteristik Perempuan dalam Berdagang Sesungguhnya kaum perempuan menduduki tempat paling tinggi dalam kehidupan keluarga. Perempuan tidak saja berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga memiliki banyak tugas dan kewajiban mulia. Mulai dari melahirkan, menyusui, merawat, mendidik, sampai membesarkan generasi penerus bangsa. Jika pada masa lalu perempuan di tempatkan pada posisi yang rendah, hanya sebagai “pelayan” atau “pendamping suami” semata, kini kondisinya sudah berubah. Perkembangan zaman telah mengubah pola pikir dan sikap perempuan Indonesia (Ngangi, 2006). Perempuan dapat memanfaatkan kelebihan yang dimiliki, seperti tidak hanya mengikuti suami saja, karena dengan berwirausaha sendiri pada dasarnya ada beberapa manfaat yang dapat dipetik, yaitu mendukung ekonomi rumah tangga, meningkatnya harga diri dan pemantapan identitas, relasi yang sehat dan positif dengan keluarga, pemenuhan kebutuhan sosial, peningkatan skill dan kompetensi (Rina, 2002). Kesempatan perempuan untuk mengambil bagian dalam dunia bisnis memang makin terbuka. Hampir tak ada batas, apapun yang bisa diusahakan laki-laki juga dapat dilakukan perempuan (Yukikuncoro, 2007). Meskipun tak mutlak, setidaknya pebisnis perempuan memiliki beberapa karakteristik dasar positif yang dapat membantunya sukses dalam bisnis, yaitu :

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 a. Perempuan biasanya lebih berhati-hati dalam melangkah. Masih dari sumber riset yang sama, ditemukan fakta bahwa dalam mempersiapkan diri menghadapi resiko, 66% pebisnis perempuan mengasumsikan resiko penting di atas rata-rata untuk keperluan investasi bisnisnya. Untuk itu perempuan lebih nyaman membuat perencanaan matang terlebih dahulu sebelum memulai. b. Perempuan memiliki gaya manajemen berbeda dibandingkan lakilaki. Dimana perempuan menekankan membangun hubungan melalui pertemuan-pertemuan dan sebagian lagi lebih suka untuk berkonsultasi dengan para ahli, karyawan serta teman-teman sesama pebisnis. Perempuan biasanya juga lebih lihai dalam pendekatan personal, sehingga terbuka luas untuk menjalin hubungan baik dengan klien atau relasi bisnis. c. Tak sedikit perempuan memulai bisnis berawal dari keterampilan yang dimiliki. Membuka butik karena mengerti menjahit dan mengikuti dunia fashion misalnya. Biasanya dengan memiliki ketrampilan dibidang yang akan dijalani mereka lebih percaya diri. d. Perempuan biasanya lebih peka dalam menganalisis keadaan disekitarnya. Jika karakteristik ini dapat dimanfaatkan dengan baik, maka dapat membantu seorang pebisnis perempuan menemukan ideide cemerlang untuk pengembangan usaha.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 e. Perempuan lebih ulet dan sabar dalam bekerja. Perempuan juga sudah terbiasa mengurus keuangan rumah tangga, sehingga lebih jeli dan detail dalam mengelola keuangan sebuah usaha. Begitu juga dalam mengatur waktu, perempuan identik terbiasa membuat buku harian atau agenda yang bisa dijadikan panduan untuk melangkah. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan kesempatan perempuan untuk mengambil bagian dalam dunia bisnis memang makin terbuka. Pebisnis perempuan memiliki beberapa karakteristik dasar positif yang dapat membantunya sukses dalam bisnis, yaitu: perempuan biasanya lebih berhati-hati dalam melangkah, perempuan memiliki gaya manajemen berbeda dibandingkan laki-laki, tak sedikit perempuan memulai bisnis berawal dari keterampilan yang dimiliki, perempuan biasanya lebih peka dalam menganalisis keadaan disekitarnya, perempuan lebih ulet dan sabar dalam bekerja, perempuan juga sudah terbiasa mengurus keuangan rumah tangga, sehingga lebih jeli dan detail dalam mengelola keuangan sebuah usaha. 10. Etnis Tionghoa Kamus Besar Bahasa Indonesia (http://www.kbbi.web.id) mengartikan etnis sebagai suatu hal yang bertalian dengan sekelompok sosial dalam sistem sosial dan kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya. Menurut Soekanto (1993) dalam kamus sosiologi

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 menyatakan bahwa etnis adalah hal-hal yang berkaitan dengan suku bangsa dan ras. Sedangkan menurut Kartono dan Gulo (1987) etnis merupakan sekelompok orang yang mempunyai kebudayaan, ras, kebangsaan, dan agama yang sama. Menurut Koentjaraningrat (1980) etnis adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas internal maupun eksternal serta kesatuan bangsa. Menurut Suryadinata (2003), tak ada yang tahu persis berapa banyak penduduk etnis Tionghoa di Indonesia. Masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia bukan merupakan minoritas yang homogen. Dari sudut pandang kebudayaan, orang Cina terbagi atas peranakan dan totok. Peranakan adalah orang Cina yang sudah lama tinggal di Indonesia dan umumnya sudah berbaur. Mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari dan bertingkah laku seperti warga pribumi. Totok adalah pendatang baru, umumnya baru satu atau dua generasi dan masih berbahasa Cina (mandarin). Namun dengan berhentinya imigrasi dari daratan Tiongkok, jumlah totok di Indonesia sudah menurun dan keturunan totok pun telah mengalami peranakanisasi. Dalam hal agama, sebagian besar etnis Tionghoa menganut Budhinisme, Tri Dharma dan Konghucu. Namun banyak pula orang yang beragama Katholik dan Kristen. Belakangan ini jumlah etnis Tionghoa yang memeluk agama Islam pun bertambah.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Dalam hal kewarganegaraan ada yang berwarganegara RRT atau Taiwan, tetapi paling banyak adalah warga Negara Indonesia. Dalam bidang ekonomi banyak yang kaya tetapi lebih banyak yang miskin. Namun sebagai minoritas perkotaan, orang Tionghoa tergolong kelas menengah di Indonesia. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa etnis Tionghoa adalah kekhususan suatu kebudayaan yang terbentuk karena latar belakang kebangsaan, memiliki kesamaan keturunan, adat, bahasa, dan kebudayaan yang sama, yaitu berasal dari negeri Cina. 11. Karakteristik Kepribadian Pedagang Etnis Tionghoa Dunia orang Cina adalah di bidang perdagangan. Mereka suka dan tertarik untuk berdagang. Orang Cina juga percaya bahwa hanya dengan berdagang mereka dapat menjadi kaya dan meningkatkan taraf hidupnya. Berdagang memungkinkan mereka berubah dan menjadi golongan yang dinamis. Dunia perdagangan tidak ada batasnya. Setiap orang bebas bergerak di dalamnya selagi memiliki keinginan. Berdagang dapat membangun kepercayaan dan keyakinan. Perdagangan juga dapat meningkatkan ketrampilan komunikasi, interaksi, dan hubungan interpersonal. Orang yang berdagang tidak akan dipandang rendah. Mereka juga tidak perlu takut kehilangan pekerjaan. Tidak ada hal yang perlu mereka khawatirkan, kecuali menjaga hati pelanggan dan memahami kehendak pasar (Pranoto, 2008).

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Ketekunan merupakan salah satu faktor keberhasilan orang Cina dalam kegiatan perdagangan. Orang Cina rela menempuh segala tantangan, rintangan, dan kesulitan untuk menyukseskan kegiatan perdagangan mereka. Asalkan dari hasil perdagangan itu dapat memberinya makan dan keuntungan (Seng, 2007). Karakteristik pedagang etnis Tionghoa yang digambarkan oleh Soekisman (1975) bercirikan keterampilan teknis, keuletan, dan menghadapi kesulitan hidup dan kesungguhan dalam melaksanakan pekerjaannya. Kepribadian ini sudah menjadi bagian kebudayaan yang diajarkan secara turun-temurun. Hal ini tampak bahwa setiap usaha dilakukan dengan kerja sama dalam keluarga, saling tolong-menolong, hemat, dan melaksanakan tugas dengan teliti dan tekun. Sedangkan menurut Boye Lofayette (Charlie, 2006) pedagang Cina selalu menekankan kesabaran, perhatian pribadi pada langganan, dan kesediaan untuk menjalankan usaha dagang sesuai dengan keinginan orang Cina tersebut. Selain itu sikap ramah-tamah juga selalu ditunjukan untuk menambah kesuksesan usahanya dan meyakini bahwa kejujuran adalah syarat mutlak dari lahirnya kepercayaan. Alur ekonomi etnis Tionghoa dalam berwirausaha yaitu : handal dan dapat dipercaya, kekuatan hubungan dan jaringan, sifat hemat, kreativitas, dan inovatif, dan etos kerja yang tinggi Ch’ng (Musianto, 2003). Beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang Cina adalah kemiskinan, perasaan kurang aman, survival (kemampuan bertahan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 hidup) di tempat orang, tidak ada pilihan, dan ajaran falsafah yang didapat sejak kecil (Seng, 2007). Faktor bangsa Cina bisa maju, selain etos kerja dan produktivitas yang tinggi adalah gaya hidup yang biasabiasa saja dan tidak bermewah-mewah disaat perjuangan bisnis (Junaedi, 2006). Beberapa strategi etnis Tionghoa dalam berdagang adalah dengan memastikan bahwa yang pertama, mereka memiliki tabungan yang cukup dan dapat digunakan di waktu yang sulit. Kedua, menggabungkan diri dengan asosiasi perdagangan dan organisasi etnis atau suku mereka. Ketiga, jika perdagangan tidak untung, segera ambil langkah untuk beralih ke bidang perdagangan lain. Keempat, untuk memenangi persaingan, pedagang harus melakukan yang lebih baik dari pedagang lain. Konsep berdagang bagi orang Cina adalah harus memiliki daya tahan dan semangat juang yang tinggi, tidak mudah takluk pada keadaan, tetapi berusaha membuat keadaan tunduk pada kehendaknya. Modal bukan penentu utama untuk berhasil atau tidaknya sebuah perdagangan. Kadang kala modal yang sedikit diiringi dengan pengetahuan seluk-beluk perdagangan yang mantap dapat membuat perdagangan berhasil. Untuk itu ada beberapa ciri-ciri penting pedagang etnis Tionghoa dalam menjalankan usahanya, antara lain sabar, tidak mudah putus asa, pandai merebut peluang, memiliki kehumasan yang baik, berpandangan jauh ke depan, berpegang pada janji, berusaha meyakinkan pelanggan selama

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 menjalankan urusan dagang, memiliki daya tahan, semangat juang yang tinggi dan tidak suka menunggu karena peluang tidak pernah menunggu mereka (Seng, 2007). Lebih lanjut Pranoto (2008) mengemukakan bahwa orang Cina cenderung menggeluti perdagangan karena hal itu adalah cara untuk meningkatkan status sosial dan kedudukannya dalam masyarakat. Minat dan kecenderungan tersebut tidak ada kaitannya dengan genetik (faktor keturunan) ataupun bakat yang diwariskan secara turun-temurun, namun sebaliknya, ada beberapa faktor lain yang lebih dominan dalam membentuk minat, sikap, ketrampilan, dan keberhasilan dagang orang Cina. Di antaranya adalah lingkungan sekitar, persaingan, kepercayaan, dan tuntutan hidup. Begitu juga dengan tekanan dan survival (harus mempertahankan hidup) juga turut memberikan kontribusi atas keberhasilan orang Cina dalam kegiatan perdagangan dan bisnis. Ada beberapa prinsip yang selalu digunakan oleh orang Cina untuk menilai kewibawaan seorang pedagang, prinsip-prinsip ini bersifat universal dan dijadikan panduan oleh orang etnis Tionghoa untuk memajukan kegiatan berdagang mereka yaitu antara lain : agresif, jangan melepaskan peluang, berani mengambil resiko, tahan banting, jangan menyerah pada nasib, dan semangat berjuang. Lokasi perdagangan yang dianggap baik oleh orang Cina adalah yang memiliki kemudahan memarkir kendaraan, pengangkutan umum, dan tidak jauh dari pusat administrasi pemerintah. Lokasi perdagangan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 harus menghadap jalan besar dan tidak terhalang oleh pohon, bukit, atau bangunan tinggi lain. Harus ada aliran angin yang masuk ke dalam tempat. Jika tidak, akan menyebabkan keseimbangan elemen yin dan yang terganggu. Cahaya di dalam tempat harus cukup dan jangan dibiarkan gelap dan suram. Sebab itu orang Cina suka memilih warna terang dan cerah sebagai latar belakang tempat perdagangan. Pintu masuk ke lokasi dagang harus dibiarkan terbentang luas. Jalan masuk harus lebar, jika pintu masuk sempit akan menyebabkan uang yang mengalir masuk juga menjadi sempit (Seng, 2007). Selain uraian di atas etnis Tionghoa juga mempunyai beberapa kepercayaan dalam menjalankan kepercayaan dalam menjalankan perdagangan, yaitu “the lucky cat”, merupakan patung kucing yang digambarkan sedang menggaruk mukanya. Arti filosofi ini konon berarti hujan akan turun dan hujan otomatis pertanda limpahan berkah, patung kucing ini biasa ditempatkan di depan rumah atau toko. Patung ini dipercaya mampu membawa keberuntungan, kesuksesan, dan menarik pelanggan ke toko. Selain itu patung ini juga mendatangkan kebahagiaan di rumah. Bagi orang Cina, patung kucing dengan kilap emas sangat mencolok diyakini mendapatkan berkah melimpah. Jika lengan kanan kucing yang terangkat, maka dipercaya mengundang keberuntungan dan uang, sedangkan jika lengan kiri dipercaya mengundang pelanggan. Semakin tinggi lengan terangkat maka semakin jauh pula kucing tersebut mampu menarik pelanggan (Seng, 2007).

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa karakteristik pedagang etnis Tionghoa yaitu ulet, mampu bertahan dalam situasi yang sulit, hemat, sabar, ramah terhadap konsumen, disiplin dan bekerja keras demi mendapatkan imbalan materi dan tidak suka menunggu karena peluang tidak pernah menunggu, dan mempunyai gaya hidup yang biasa-biasa saja dan tidak bermewah-mewah di saat perjuangan bisnis. Orang Cina juga memiliki kepercayaan-kepercayaan dalam menjalankan bisnisnya. 12. Sukses Berwirausaha pada Perempuan Etnis Tionghoa Kerja merupakan suatu aktivitas sentral bagi manusia dan juga suatu kebutuhan yang apabila tidak dipenuhi akan mengakibatkan goncangan pada keseimbangan pribadinya. Bekerja bukanlah hanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup, tetapi suatu hal yang penting untuk meningkatkan taraf kehidupan yang lebih sukses. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sumitro (Sjahadhyni, 2001) yang menyatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan seseorang harus bekerja. Berwirausaha adalah solusi untuk mencukupi kebutuhan hidup setelah kesempatan kerja kian hari kian sempit. Berwirausaha membutuhkan keberanian, keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk merealisasikan mimpi yang dimiliki, keberanian untuk gagal dan belajar ditiap-tiap kegagalan yang dihasilkan. Kesuksesan dapat diraih oleh siapapun, bagaimanapun sejarah dan kondisinya, karena setiap orang memiliki cita-cita, impian atau sekurang-kurangnya harapan untuk

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 meningkatkan kualitas hidupnya, ilham yang mendorong manusia normal untuk bekerja dan berusaha. Kaum wanita sekarang telah berperan serta dalam setiap segi kehidupan masyarakat. Semua jenjang pendidikan dan lapangan pekerjaan telah menduduki berbagai posisi, termasuk menjadi pengusaha sukses sama seperti kaum pria pada umumnya. Hal ini bisa dilihat pada wanita yang ada di daerah kota Yogyakarta, Rembang, Pekalongan atau Singkawang, rata-rata dari mereka mempunyai usaha sendiri. Mereka mulai dari awal sampai berkembang usahanya mereka jalani sendiri. Sekarang ini dari wanita etnis Tionghoa yang menjalankan bisnis wirausaha, mereka telah mengalami kesuksesan, hal tersebut dapat dilihat dari toko-toko yang mereka miliki, kelihatan cukup berkembang pesat. Hal tersebut menurut masyarakat setempat karena etnis Tionghoa tidak membeda-bedakan dalam melayani pembeli karena bagi mereka dalam berjualan yang terpenting adalah kepuasan konsumen terpenuhi maka keuntungan besar akan dengan sendirinya dapat mengikuti. Selain itu pula kebanyakan dari wanita Tionghoa tidak memiliki ketakutan dalam menjalankan usahanya jika suatu saat mereka akan mengalami kegagalan, karena menurut pandangan mereka dalam berusaha apapun bentuknya resiko tetap ada. Sehingga jika suatu ketika mereka mengalami kemunduran mereka akan siap, karena hal tersebut adalah wajar bagi setiap orang yang ingin menjadi sukses.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 B. Kajian Hasil Penelitian Yang Relevan Skripsi dari Afwah (2008) berjudul “Sukses Berwirausaha Pada Perempuan Etnis Tionghoa” mempunyai tujuan untuk mengetahui konsep berwirausaha yang diterapkan oleh perempuan etnis Tionghoa dalam mencapai kesuksesan berwirausaha dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan berwirausaha pada perempuan etnis Tionghoa. Hasil dari penelitian tersebut adalah mengetahui bahwa sesungguhnya perempuan etnis Tionghoa cenderung menggeluti perdagangan atau termotivasi untuk berdagang karena hal tersebut dapat meningkatkan status sosial dan kedudukannya dalam masyarakat. Minat dan kecenderungan ini tidak ada kaitannya dengan genetik (faktor keturunan) ataupun bakat yang diwariskan secara turun-temurun. Namun sebaliknya, ada beberapa faktor lain yang dominan dalam membentuk minat, sikap, ketrampilan, dan keberhasilan dagang perempuan etnis Tionghoa. Diantaranya adalah lingkungan sekitar, persaingan, kepercayaan, dan tuntutan hidup. Dukungan yang diberikan keluarga dan lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi subjek dalam berdagang. Faktor-faktor yang mempengaruhi subjek dapat mencapai kesuksesan dalam berdagang yaitu, adanya peluang, kegigihan, kerja keras, punya kemauan keras untuk menyambung hidup, tekun, giat, hemat, hidup sederhana, dan keadaan pasar saat ini. Selain itu faktor pendukung kesuksesan adalah impian, ide cemerlang, kreativitas, keberanian, keberuntungan, hobi, pengalaman, dan kegagalan. Pebisnis wanita lebih memiliki karakteristik dasar positif yang

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 dapat membantu sukses dalam berbisnis, misalnya: wanita lebih berhati-hati dalam melangkah, memiliki gaya manajemen yang berbeda dengan pria, lebih peka dalam menganalisis keadaan, ulet dan sabar dalam pekerjaan, dan wanita sudah terbiasa mengurus keuangan, sehingga lebih jeli dan detail dalam mengelola keuangan sebuah usaha. Pada dasarnya semua subjek hidup dan dibesarkan di lingkungan perdagangan, jadi sedikit lebih banyak telah mengetahui konsep atau teknik berdagang yang baik. Dari kecil subjek sudah dididik oleh orang tua mereka untuk bekerja keras, bagaimana cara menyimpan uang dan selalu menerapkan cara hidup sederhana. Jadi walaupun sekarang mereka telah mencapai kesuksesan, mereka tidak akan meninggalkan kebiasaan yang dulu. Apabila mereka mendapatkan keuntungan, maka mereka akan menggunakan keuntungan tersebut untuk perkembangan usahanya. Kesimpulan dari studi dan analisis “Sukses Berwirausaha pada Perempuan etnis Tionghoa” yakni: konsep berwirausaha yang diterapkan subjek dalam mencapai kesuksesan berwirausaha mempunyai kesamaan, yaitu tetap menjalankan prinsip hidup yang didapat dari orang tua, antara lain semua subjek dididik untuk hidup sederhana karena keuntungan yang didapat digunakan untuk mengembangkan usaha agar lebih besar dan maju, subjek percaya bahwa hanya dengan berdagang hidup akan mengalami kemajuan dengan cepat. Sebagai kaum minoritas, mereka menyadari akan keterbatasan peluang bagi mereka untuk bekerja di lingkungan pemerintahan. Keterbatasan inilah yang menyebabkan mereka harus memaksakan diri memilih wiraswasta

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 atau perdagangan, dan disinilah mereka leluasa mengatur hidup. Itulah sebabnya ilmu berdagang ditanamkan di lingkungan keluarga subjek sejak kecil yang akhirnya menjadi bagian dari budaya dan hal ini juga mereka terapkan kepada anak-anak subjek. C. Kerangka Teoretik Wirausaha mengabdikan diri didefinisikan sebagai pejuang kepada masyarakat dengan wujud kemajuan yang pendidikan dan bertekad dengan kemampuan sendiri, sebagai rangkaian kewirausahaan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin meningkat, memperluas lapangan kerja, turut berdaya upaya mengakhiri ketergantungan pada luar negeri, dan di dalam fungsi-fungsi tersebut selalu tunduk tertib hukum lingkungannya. Kesuksesan wirausaha adalah keberhasilan atau keberuntungan seseorang dalam mewujudkan tujuan yang berasal dari cita-cita atau impian karena adanya kemampuan untuk memanfaatkan, mengoptimalkan, dan memperjuangkan potensi-potensi yang dimiliki, dengan bekerja keras, berani mengambil resiko, berperilaku memimpin, kreatif dan inovatif, memiliki rasa percaya diri, mampu bersikap positif terhadap diri dan lingkungan, serta mempunyai pandangan luas ke depan. Ada dua faktor yang mendukung kesuksesan seseorang dalam berwirausaha yaitu: 1) Faktor intern, antara lain: program dan tujuan yang jelas, idealisme, kreativitas, bakat, kecakapan atau potensi, minat dan

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 keahlian, ketekunan, kegigihan, keberanian, kemandirian, kepercayaan diri, kewibawaan serta kejujuran, motivasi untuk hidup dan berprestasi, disiplin diri termasuk didalamnya disiplin waktu. 2) Faktor ekstern, yaitu: peluang atau kesempatan, pengalaman, hoki atau keberuntungan, keadaan pasar, latar belakang pendidikan, usia, jenis kelamin, nilai-nilai, dan budaya. Karakteristik wirausahawan adalah adanya keinginan untuk berprestasi, adanya keinginan untuk bertanggung jawab, mempunyai prevensi kepada resiko-resiko menengah, mempunyai persepsi pada kemungkinan berhasil, memperhitungkan rangsangan oleh umpan balik dari apa yang mereka kerjakan, mempunyai aktivitas enerjik, berorientasi ke masa depan, dan mempunyai ketrampilan dalam pengorganisasian. Peluang usaha merupakan salah satu kesempatan untuk membuka suatu usaha yang dapat timbul dari suatu masalah yang dicari jalan keluarnya atau timbul dari ide yang dievaluasi secara terus menerus.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Metode ini digunakan untuk mengungkap dan memahami sesuatu dibalik fenomena yang sedikitpun belum diketahui. Selain itu dapat juga digunakan untuk mendapatkan wawasan tentang sesuatu yang baru sedikit diketahui. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang strategi keberhasilan berwirausaha perempuan etnis Tionghoa. Variabel yang akan dideskripsikan dalam penelitian ini adalah seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, dan strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya. Metode kualitatif juga dapat memberi rincian yang kompleks tentang fenomena yang sulit untuk diungkapkan metode kuantitatif (Strauss dan Corbin, 2003) dan yang paling utama adalah untuk memahami secara mendalam dan menyeluruh suatu penelitian. Hasil dari penelitian ini sendiri diharapkan dapat memberikan gambaran yang sebenarnya mengenai strategi keberhasilan berwirausaha perempuan etnis Tionghoa di Kota Pekalongan. 50

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 B. Tempat & Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan dibeberapa wilayah di Kota Pekalongan. Pemilihan tempat ini didasarkan pertimbangan bahwa kota Pekalongan merupakan salah satu daerah yang banyak didirikan toko-toko/usaha yang dimiliki oleh masyarakat etnis Tionghoa. Adapun pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2014. C. Populasi, Sampel, & Teknik Pengambilan Sampel Sulistyo (2006) mengemukakan populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perempuan etnis Tionghoa yang berwirausaha atau berdagang di Kota Pekalongan. Dalam hal ini, belum ada data atau populasi yang pasti dan rinci tentang jumlah tempat usaha yang dimiliki oleh etnis Tionghoa di Kota Pekalongan. Sampel adalah bagian dari sebuah populasi yang dianggap dapat mewakili dari populasi tersebut. Untuk menentukan besarnya sampel menurut Arikunto (2002) apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya penelitian populasi. Namun jika subjeknya lebih besar, dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 %. Namun karena tidak adanya informasi yang pasti dan rinci akan populasi jumlah pedagang atau pemilik usaha yang beretnis Tionghoa, maka dalam segala keterbatasan penulis hanya berkesempatan mengambil sampel sebanyak 9 responden.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel III.1 Informan Penelitian NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA Ny. Y. Slamet Subagijo Ny. Diah Pusparini Ny. Joli Pranoto Ny. Hengky Wibowo Ny. Agnes Hartono Ny. Veronika Ny. Eni Setyowati Ny. Ariyanto Yoewono Ny. Tan Han Blau KETERANGAN Remaja Digital Photo Studio Los Daging B2 Toko Podo Seneng Toko Indo Jaya Toko Inti Sari Toko Vero Toko Berkah Toko Tani Makmur Toko Gembira Jaya KODE Subjek 1 Subjek 2 Subjek 3 Subjek 4 Subjek 5 Subjek 6 Subjek 7 Subjek 8 Subjek 9 Pertimbangan penulis memilih pedagang atau pemilik usaha sebagai sumber data adalah karena pedagang atau pemilik usahalah yang merupakan pelaksana atau pelaku usaha itu sendiri. Sehingga merekalah yang lebih tahu akan kelangsungan usahanya. Penulis hanya memilih beberapa pedagang atau pemilik usaha di beberapa wilayah di Kota Pekalongan. Sampel sumber data dipilih secara purposive. Dalam penelitian kualitatif sampel dilakukan saat memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini, misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai “penguasa” sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek atau situasi sosial yang diteliti. Peneliti merencanakan seseorang sebagai orang pertama sebagai sumber data, informan awal atau si A ini dipilih karena merupakan seseorang yang bisa “membuka pintu” untuk mengenali keseluruhan medan secara luas

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 (mereka yang tergolong informan). Selanjutnya oleh A peneliti disarankan ke subjek 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya sampai data sudah akurat, lengkap, dan jenuh, sehingga sampel sumber data sudah mencukupi dan tidak perlu menambah sampel yang baru. D. Teknik Pengumpulan Data Menurut Suryabrata (2008) analisis data merupakan suatu langkah yang sangat kritis dalam penelitian. Untuk memperoleh data yang diperlukan, maka dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh penulis dari obyek penelitian yang belum diolah dengan metode observasi dan wawancara kepada pemilik toko atau pedagang yang menjual barang dagangannya. Dalam wawancara ini, peneliti nantinya akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, dan aspek strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya, (pertanyaan wawancara dapat dilihat di lampiran). Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh oleh peneliti melalui membaca studi pustaka, baik diperoleh dari tulisan-tulisan, maupun melihat dan mendokumentasikan daerah/tempat tersebut. Teknik dalam pengumpulan data mengunakan metode triangulasi yaitu meliputi :

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 1. Observasi yaitu metode pengumpulan data secara sistematis melalui pengamatan dan pencatatan terhadap fenomena yang diteliti. Teknik ini digunakan untuk mencari dan mengamati keberadaan toko-toko atau pedagang perempuan etnis Tionghoa di Kota Pekalongan serta aktivitas yang berlangsung dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Selain itu, dari teknik observasi peneliti memperoleh data seperti gambaran umum mengenai obyek penelitian yaitu tentang Kota Pekalongan dan gambaran responden yaitu data tentang para pemilik toko/pedagang yang berwirausaha di Kota Pekalongan itu sendiri. 2. Wawancara yaitu pengumpulan data dengan melakukan dialog langsung dengan narasumber untuk memperoleh sejumlah informasi yang dibutuhkan. Teknik ini digunakan untuk mencari data tentang aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, dan aspek strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya. Dalam penelitian ini, pewawancara adalah peneliti itu sendiri dan yang diwawancarai adalah pemilik toko/pedagang dengan menggunakan HP atau alat rekam lainnya. Data yang diperoleh dari teknik wawancara adalah data primer yang menjawab perumusan masalah dan beberapa data tambahan yang mendukung penelitian ini. 3. Dokumentasi yaitu metode yang dapat diartikan sebagai cara pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari dokumen-dokumen yaitu setiap

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 bahan tertulis baik bersifat internal maupun eksternal. Metode ini digunakan peneliti untuk mengumpulkan data-data yang bersifat dokumenter. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dokumentasi adalah teknik untuk mencari data dengan cara mencatat data yang berfungsi sebagai data pendukung, seperti: data pemilik usaha atau pedagang yang berwirausaha dibeberapa wilayah di Kota Pekalongan itu sendiri dan dokumentasi berupa foto-foto selama penelitian mengadakan pengumpulan data di Kota Pekalongan. E. Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan seperti apa yang disampaikan oleh data (Moleong, 2008). Data dalam penelitian kualitatif tidak berbentuk angka, tetapi banyak dalam berupa narasi, deskripsi, cerita, dokumen tertulis dan tidak tertulis atapun berbentuk non angka lainnya. (Poerwandari, 1998) 1. Analisis data sebelum di lapangan Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun demikian fokus penelitian ini masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan sumber-sumber yang terkait.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 2. Analisis data selama di lapangan Analisis data dilakukan ketika pengumpulan data dilakukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Data kualitatif, yakni baik data primer yang dituangkan dalam catatan lapangan maupun data sekunder yang telah dikumpulkan, diolah dan dianalisis secara kualitatif. Tahapannya melalui tahap penyusutan yang bertujuan untuk menajamkan, mengolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu bentuk penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penyajian data ini dilakukan dalam bentuk deskripsi dan matrik. Penyusutan data primer (reduksi data) dilakukan melalui peringkasan data yang sudah dijabarkan dalam catatan yang ditulis selama penelitian. Kemudian data yang telah diperoleh dianalisis untuk mengetahui informasi penting yang harus dipertajam terkait dengan strategi keberhasilan berwirausaha perempuan etnis Tionghoa di Kota Pekalongan. Selama penyusutan data, terdapat informasi yang tidak terkait dengan masalah penelitian sehingga dilakukan proses pembuangan informasi tersebut. Sementara itu, informasi yang belum jelas terkait dengan masalah penelitian, dipertanyakan kembali kepada informan dan responden yang bersangkutan, sehingga diperoleh data yang valid. Penyusutan data sekunder dilakukan melalui pemilihan dan penggolongan data. Pemilihan dan penggolongan data yang dilakukan bertujuan untuk mamperoleh data yang diperlukan untuk melengkapi dan

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 mendukung data primer. Selain itu, penyusutan data sekunder juga bertujuan untuk memperdalam kajian terhadap permasalahan penelitian. Setelah penyajian data tahap selanjutnya adalah kesimpulan. Penulis melakukan kesimpulan berdasarkan temuan-temuan di lapangan dan berdasarkan analisis terhadap data yang tersaji. Kesimpulan yang dilakukan diambil dari data yang tersaji dan juga hasil-hasil observasi.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Metode ini digunakan untuk mengungkap dan memahami sesuatu dibalik fenomena yang sedikitpun belum diketahui. Selain itu dapat juga digunakan untuk mendapatkan wawasan tentang sesuatu yang baru sedikit diketahui. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang strategi keberhasilan berwirausaha perempuan etnis Tionghoa. Variabel yang akan dideskripsikan dalam penelitian ini adalah seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, dan strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya. Metode kualitatif juga dapat memberi rincian yang kompleks tentang fenomena yang sulit untuk diungkapkan metode kuantitatif (Strauss dan Corbin, 2003) dan yang paling utama adalah untuk memahami secara mendalam dan menyeluruh suatu penelitian. Hasil dari penelitian ini sendiri diharapkan dapat memberikan gambaran yang sebenarnya mengenai strategi keberhasilan berwirausaha perempuan etnis Tionghoa di Kota Pekalongan. 50

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 B. Tempat & Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan dibeberapa wilayah di Kota Pekalongan. Pemilihan tempat ini didasarkan pertimbangan bahwa kota Pekalongan merupakan salah satu daerah yang banyak didirikan toko-toko/usaha yang dimiliki oleh masyarakat etnis Tionghoa. Adapun pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2014. C. Populasi, Sampel, & Teknik Pengambilan Sampel Sulistyo (2006) mengemukakan populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perempuan etnis Tionghoa yang berwirausaha atau berdagang di Kota Pekalongan. Dalam hal ini, belum ada data atau populasi yang pasti dan rinci tentang jumlah tempat usaha yang dimiliki oleh etnis Tionghoa di Kota Pekalongan. Sampel adalah bagian dari sebuah populasi yang dianggap dapat mewakili dari populasi tersebut. Untuk menentukan besarnya sampel menurut Arikunto (2002) apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya penelitian populasi. Namun jika subjeknya lebih besar, dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 %. Namun karena tidak adanya informasi yang pasti dan rinci akan populasi jumlah pedagang atau pemilik usaha yang beretnis Tionghoa, maka dalam segala keterbatasan penulis hanya berkesempatan mengambil sampel sebanyak 9 responden.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel III.1 Informan Penelitian NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA Ny. Y. Slamet Subagijo Ny. Diah Pusparini Ny. Joli Pranoto Ny. Hengky Wibowo Ny. Agnes Hartono Ny. Veronika Ny. Eni Setyowati Ny. Ariyanto Yoewono Ny. Tan Han Blau KETERANGAN Remaja Digital Photo Studio Los Daging B2 Toko Podo Seneng Toko Indo Jaya Toko Inti Sari Toko Vero Toko Berkah Toko Tani Makmur Toko Gembira Jaya KODE Subjek 1 Subjek 2 Subjek 3 Subjek 4 Subjek 5 Subjek 6 Subjek 7 Subjek 8 Subjek 9 Pertimbangan penulis memilih pedagang atau pemilik usaha sebagai sumber data adalah karena pedagang atau pemilik usahalah yang merupakan pelaksana atau pelaku usaha itu sendiri. Sehingga merekalah yang lebih tahu akan kelangsungan usahanya. Penulis hanya memilih beberapa pedagang atau pemilik usaha di beberapa wilayah di Kota Pekalongan. Sampel sumber data dipilih secara purposive. Dalam penelitian kualitatif sampel dilakukan saat memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini, misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai “penguasa” sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek atau situasi sosial yang diteliti. Peneliti merencanakan seseorang sebagai orang pertama sebagai sumber data, informan awal atau si A ini dipilih karena merupakan seseorang yang bisa “membuka pintu” untuk mengenali keseluruhan medan secara luas

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 (mereka yang tergolong informan). Selanjutnya oleh A peneliti disarankan ke subjek 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya sampai data sudah akurat, lengkap, dan jenuh, sehingga sampel sumber data sudah mencukupi dan tidak perlu menambah sampel yang baru. D. Teknik Pengumpulan Data Menurut Suryabrata (2008) analisis data merupakan suatu langkah yang sangat kritis dalam penelitian. Untuk memperoleh data yang diperlukan, maka dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh penulis dari obyek penelitian yang belum diolah dengan metode observasi dan wawancara kepada pemilik toko atau pedagang yang menjual barang dagangannya. Dalam wawancara ini, peneliti nantinya akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, dan aspek strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya, (pertanyaan wawancara dapat dilihat di lampiran). Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh oleh peneliti melalui membaca studi pustaka, baik diperoleh dari tulisan-tulisan, maupun melihat dan mendokumentasikan daerah/tempat tersebut. Teknik dalam pengumpulan data mengunakan metode triangulasi yaitu meliputi :

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 1. Observasi yaitu metode pengumpulan data secara sistematis melalui pengamatan dan pencatatan terhadap fenomena yang diteliti. Teknik ini digunakan untuk mencari dan mengamati keberadaan toko-toko atau pedagang perempuan etnis Tionghoa di Kota Pekalongan serta aktivitas yang berlangsung dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Selain itu, dari teknik observasi peneliti memperoleh data seperti gambaran umum mengenai obyek penelitian yaitu tentang Kota Pekalongan dan gambaran responden yaitu data tentang para pemilik toko/pedagang yang berwirausaha di Kota Pekalongan itu sendiri. 2. Wawancara yaitu pengumpulan data dengan melakukan dialog langsung dengan narasumber untuk memperoleh sejumlah informasi yang dibutuhkan. Teknik ini digunakan untuk mencari data tentang aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha, dan aspek strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya. Dalam penelitian ini, pewawancara adalah peneliti itu sendiri dan yang diwawancarai adalah pemilik toko/pedagang dengan menggunakan HP atau alat rekam lainnya. Data yang diperoleh dari teknik wawancara adalah data primer yang menjawab perumusan masalah dan beberapa data tambahan yang mendukung penelitian ini. 3. Dokumentasi yaitu metode yang dapat diartikan sebagai cara pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari dokumen-dokumen yaitu setiap

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 bahan tertulis baik bersifat internal maupun eksternal. Metode ini digunakan peneliti untuk mengumpulkan data-data yang bersifat dokumenter. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dokumentasi adalah teknik untuk mencari data dengan cara mencatat data yang berfungsi sebagai data pendukung, seperti: data pemilik usaha atau pedagang yang berwirausaha dibeberapa wilayah di Kota Pekalongan itu sendiri dan dokumentasi berupa foto-foto selama penelitian mengadakan pengumpulan data di Kota Pekalongan. E. Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan seperti apa yang disampaikan oleh data (Moleong, 2008). Data dalam penelitian kualitatif tidak berbentuk angka, tetapi banyak dalam berupa narasi, deskripsi, cerita, dokumen tertulis dan tidak tertulis atapun berbentuk non angka lainnya. (Poerwandari, 1998) 1. Analisis data sebelum di lapangan Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun demikian fokus penelitian ini masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan sumber-sumber yang terkait.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 2. Analisis data selama di lapangan Analisis data dilakukan ketika pengumpulan data dilakukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Data kualitatif, yakni baik data primer yang dituangkan dalam catatan lapangan maupun data sekunder yang telah dikumpulkan, diolah dan dianalisis secara kualitatif. Tahapannya melalui tahap penyusutan yang bertujuan untuk menajamkan, mengolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu bentuk penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penyajian data ini dilakukan dalam bentuk deskripsi dan matrik. Penyusutan data primer (reduksi data) dilakukan melalui peringkasan data yang sudah dijabarkan dalam catatan yang ditulis selama penelitian. Kemudian data yang telah diperoleh dianalisis untuk mengetahui informasi penting yang harus dipertajam terkait dengan strategi keberhasilan berwirausaha perempuan etnis Tionghoa di Kota Pekalongan. Selama penyusutan data, terdapat informasi yang tidak terkait dengan masalah penelitian sehingga dilakukan proses pembuangan informasi tersebut. Sementara itu, informasi yang belum jelas terkait dengan masalah penelitian, dipertanyakan kembali kepada informan dan responden yang bersangkutan, sehingga diperoleh data yang valid. Penyusutan data sekunder dilakukan melalui pemilihan dan penggolongan data. Pemilihan dan penggolongan data yang dilakukan bertujuan untuk mamperoleh data yang diperlukan untuk melengkapi dan

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 mendukung data primer. Selain itu, penyusutan data sekunder juga bertujuan untuk memperdalam kajian terhadap permasalahan penelitian. Setelah penyajian data tahap selanjutnya adalah kesimpulan. Penulis melakukan kesimpulan berdasarkan temuan-temuan di lapangan dan berdasarkan analisis terhadap data yang tersaji. Kesimpulan yang dilakukan diambil dari data yang tersaji dan juga hasil-hasil observasi.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Sejarah Singkat Kota Pekalongan Kota Pekalongan adalah salah satu kota di pesisir pantai utara Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan dengan laut Jawa di utara, Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat dan Kabupaten Batang di timur. Kota Pekalongan terdiri atas 4 kecamatan, yakni Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Pekalongan Selatan, dan Pekalongan Timur. Kota Pekalongan terletak di jalur pantai utara Jawa yang menghubungkan JakartaSemarang-Surabaya. Kota Pekalongan berjarak 384 km di timur Jakarta dan 101 km sebelah barat Semarang. Kota Pekalongan mendapat julukan kota batik. Hal ini tidak terlepas dari sejarah bahwa sejak puluhan dan ratusan tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan. Batik telah menjadi nafas penghidupan masyarakat Pekalongan dan terbukti tetap dapat eksis dan tidak menyerah pada perkembangan zaman, sekaligus menunjukkan keuletan dan keluwesan masyarakatnya untuk mengadopsi pemikiran-pemikiran baru. Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju. 58

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang Diponegoro atau perang Jawa pada tahun 1825-1830. Terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton Mataram serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan terbesar ke Timur dan Barat. Di daerah-daerah baru itu mereka kemudian mengembangkan batik. Ke arah timur berkembang dan mempengaruhi batik yang ada di Mojokerto, Tulungagung, hingga menyebar ke Gresik, Surabaya, dan Madura. Sedangkan ke barat berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah berkembang sebelumnya semakin berkembang, terutama di sekitar daerah pantai sehingga Pekalongan Kota, Buaran, Pekajangan, dan Wonopringgo. Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik. Sehingga tumbuh beberapa jenis motif batik hasil pengaruh budaya dari berbagai bangsa tersebut yang kemudian sebagai motif khas dan menjadi identitas batik Pekalongan. Motif Jlamprang diilhami dari Negeri India dan Arab. Motif Encim dan Klenengan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Motif Pagi-Sore dipengaruhi oleh orang Belanda, dan motif Hokokai tumbuh pesat pada masa pendudukan Jepang. Kota Pekalongan memiliki pelabuhan perikanan terbesar di pulau Jawa. Pelabuhan ini sering menjadi transit dan area pelelangan hasil tangkapan laut oleh para nelayan dari berbagai daerah. Selain itu Kota

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Pekalongan banyak terdapat perusahaan pengolahan hasil laut, seperti ikan asin, ikan asap, tepung ikan, terasi, sarden, dan kerupuk ikan, baik perusahaan berskala besar maupun industri rumah tangga. Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya, karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Ada beberapa adat tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain semisal; syawalan, sedekah bumi, dan sebagainya. Syawalan adalah perayaan tujuh hari setelah Idul Fitri dan disemarakkan dengan pemotongan lopis raksasa untuk kemudian dibagi-bagikan kepada para pengunjung. Nama Pekalongan sampai saat ini belum jelas asal-usulnya, belum ada prasasti atau dokumen lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan, yang ada hanya berupa cerita rakyat atau legenda. Dokumen tertua yang menyebut nama Pekalongan adalah Keputusan Pemerintah Hindia Belanda (Gouvernements Besluit) Nomor 40 tahun 193: nama Pekalongan diambil dari kata „Halong„ (dapat banyak) dan dibawah simbol kota tertulis „PekAlongan„. Kemudian berdasarkan keputusan DPRD Kota Besar Pekalongan tanggal 29 Januari 1957 dan Tambahan Lembaran daerah Swatantra Tingkat I Jawa Tengah tanggal 15 Desember 1958, Serta persetujuan Pepekupeda Teritorium 4 dengan SK Nomor KTPS-PPD/00351/II/1958: nama Pekalongan berasal dari kata „A-Pek-Halong-An„ yang berarti pengangsalan (pendapatan). Pada masa VOC (abad XVII) dan pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, sistem Pemerintahan oleh orang pribumi tetap dipertahankan. Dalam hal ini Belanda menentukan kebijakan dan prioritas,

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 sedangkan penguasa pribumi ini oleh VOC diberi gelar Regant (Bupati). Pada masa ini, Jawa Tengah dan Jawa Timur dibagi menjadi 36 kabupaten dengan sistem pemerintahan sentralistis pada abad XIX dilakukan pembaharuan pemerintahan dengan dikeluarkannya Undang-Undang tahun 1954 yang membagi Jawa menjadi beberapa Gewest/Residensi. Setiap Gewest mencakup beberapa afdelling (setingkat kabupaten) yang dipimpin oleh asisten Residen, Distrik (Kawadenan) yang dipimpin oleh Controleur, dan Onderdistrict (setingkat kecamatan) yang dipimpin Aspiran Controleur. Di wilayah Jawa Tengah terdapat lima Gewest, yaitu: 1. Semarang Gewest yang terdiri dari semarang, Kendal, Demak, Kudus, Pati, Jepara dan Grobongan. 2. Rembang Gewest yang terdiri dari Rembang, Blora, Tuban, dan Bojonegoro. 3. Kedu Gewest yang terdiri dari Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kutoarjo, Kebumen, dan Karanganyar. 4. Banyumas Gewest yang terdiri dari Banyumas, Purwokerto, Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga. 5. Pekalongan gewest terdiri dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Batang. Pada pertengahan abad XIX dikalangan kaum liberal Belanda muncul pemikiran etis selanjutnya dikenal sebagai Politik Etis yang menyerukan Program Desentralisasi Kekuasaan Administratif yang memberikan hak otonomi kepada setiap Karesidenan (Gewest) dan Kota

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Besar (Gumentee) serta pembentukan dewan-dewan daerah di wilayah administratif tersebut. Pemikiran kaum liberal ini ditanggapi oleh Pemerintah Kerajaan Belanda dengan dikeluarkannya Staatsblad Nomor 329 Tahun 1903 yang menjadi dasar hukum pemberian hak otonomi kepada setiap residensi (Gewest) dan untuk Kota Pekalongan, hak otonomi ini diatur dalam Staatsblad Nomor 124 tahun 1906 tanggal 1 April 1906 tentang Decentralisatie Afzondering van Gelmiddelen voor de Hoofplaatss Pekalongan uit de Algemenee Geldmiddelen de dier Plaatse yang berlaku sejak tanggal ditetapkan. Pada tanggal 8 Maret 1942 Pemerintah Hindia Belanda menandatangani penyerahan kekuasaan kepada tentara Jepang. Jepang menghapus keberadaan dewan-dewan daerah, sedangkan Kabupaten dan Kotamadya diteruskan dan hanya menjalankan pemerintahan dekonsentrasi. Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus oleh dwitunggal Soekarno-Hatta di Jakarta, ditindaklanjuti rakyat Pekalongan dengan mengangkat senjata untuk merebut markas tentara Jepang pada tanggal 3 Oktober 1945. Perjuangan ini berhasil, sehingga pada tanggal 7 Oktober 1945 Pekalongan bebas dari tentara Jepang. Secara yuridis formal, Kota Pekalongan dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950 tentang Pembentukan Daerah Kota Besar dalam lingkungan Jawa Barat/Jawa Tengah/Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pokok-Pokok

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Pemerintahan Daerah, maka Pekalongan berubah sebutannya menjadi Kotamadya Dati II Pekalongan. Terbitnya PP Nomor 21 Tahun 1988 tanggal 5 Desember 1988 dan ditindaklanjuti dengan Inmendagri Nomor 3 Tahun 1989 merubah batas wilayah Kotamadya Dati II Pekalongan sehingga luas wilayahnya berubah dari 1.755 Ha menjadi 4.465,24 Ha dan terdiri dari 4 Kecamatan, 22 desa dan 24 kelurahan. Sejalan dengan era reformasi yang menuntut adanya reformasi disegala bidang, diterbitkan PP Nomer 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 32 Tahun 2004 yang mengubah sebutan Kotamadya Dati II Pekalongan menjadi Kota Pekalongan. B. Keadaan Geografis Kota Pekalongan Kota Pekalongan terletak di dataran rendah pantai utara Pulau Jawa, dengan ketinggian kurang lebih 1 meter di atas permukaan laut dengan posisi geografis antara 6 50‟ 42" s.d. 6 55‟ 44” Lintang Selatan dan 109 37‟ 55” s.d. 109 37‟ 55”-109 42‟ 19” Bujur Timur serta East berkoordinat fiktif 510.00518.00 km membujur dan 517.75-526.75 km 518.00 km melintang. Batas wilayah secara administratif adalah: 1. Sebelah Utara: Laut Jawa 2. Sebelah Timur: Kab. Batang 3. Sebelah Selatan: Kab. Pekalongan dan Kab. Batang 4. Sebelah Barat: Kab. Pekalongan

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Gambar IV.1 Peta Kota Pekalongan Sumber : http://www.pekalongankota.go.id C. Asal Muasal Orang Tionghoa Di Indonesia Suku bangsa Tionghoa (biasa disebut juga Cina) di Indonesia adalah salah satu etnis di Indonesia. Biasanya mereka menyebut dirinya dengan istilah Tenglang (Hokkien), Tengnang (Tiochiu), atau Thongnyin (Hakka). Dalam bahasa Mandarin mereka disebut Tangren (Hanzi: "orang Tang"). Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa orang Tionghoa-Indonesia mayoritas berasal dari Cina selatan yang menyebut diri mereka sebagai orang Tang,

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 sementara orang Cina utara menyebut diri mereka sebagai orang Han (Hanzi: hanyu pinyin: hanren, "orang Han"). Leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi secara bergelombang sejak ribuan tahun yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Peran mereka beberapa kali muncul dalam sejarah Indonesia, bahkan sebelum Republik Indonesia dideklarasikan dan terbentuk. Catatan-catatan dari Cina menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara telah berhubungan erat dengan dinasti-dinasti yang berkuasa di Cina. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang maupun manusia dari Cina ke Nusantara dan sebaliknya. Setelah negara Indonesia merdeka, orang Tionghoa yang berkewarganegaraan Indonesia digolongkan sebagai salah satu suku dalam lingkup nasional Indonesia, sesuai Pasal 2 UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut Onghokham, salah satu sejarawan terkemuka Indonesia, masyarakat Tionghoa bukanlah kelompok yang homogen, mereka begitu beragam hampir seperti kepulauan Indonesia. Masyarakat etnis Cina di Jawa datang sebagai perorangan atau dalam kelompok kecil, mereka tiba di sini sebelum kedatangan bangsa Eropa. Sebagian besar kaum migran ini menyatu dengan masyarakat lokal sehingga masyarakat etnis Cina di Jawa sekarang ini tidak lagi bisa berbicara bahasa Mandarin. Sedangkan, di Kalimantan Barat dan Pesisir Timur Sumatera, masyarakat etnis Cina bermigrasi dalam kelompok besar untuk bekerja di

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 perkebunan dan di tambang timah. Masyarakat etnis Cina di daerah ini tetap mempertahankan bahasa mereka. Di Sulawesi Utara dan di pulau Maluku mereka dengan sendirinya berasimilasi dengan masyarakat lokal. Selain berasal dari daerah yang berbeda, masyarakat etnis Cina menganut beragam agama di Indonesia, Kristen, Katolik, Buddha, Kong Hu Cu, dan Islam. Asal muasal kaum minoritas etnis Cina dimulai jauh sebelum masa pemerintahan kolonial Belanda. Bangsa Belanda dan Cina adalah bangsa pedagang dan datang kepulauan Indonesia untuk satu tujuan, yaitu berdagang. Bangsa Cina adalah mitra dagang bangsa Belanda sejak pertama berdirinya Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) dan keduanya tidak pernah kehilangan posisi perantara tersebut. Walaupun begitu, bukan berarti bahwa hubungan keduanya selalu mulus. Sejatinya, pembunuhan massal pertama terhadap warga etnis Cina terjadi di Batavia (sebutan untuk Jakarta di masa kolonial) pada tahun 1970, yang dilakukan oleh beberapa orang Belanda yang tinggal di kota. Setelah peristiwa itu, Belanda memberlakukan kebijakan pemisahan ras yang resmi. Warga etnis Cina harus tinggal di pemukiman yang diperuntukan bagi ras mereka, yang dapat ditemukan di semua kota, dan mereka diwajibkan mempunyai surat izin untuk melakukan perjalanan ke pemukiman etnis Cina di kota yang berbeda. Sistem ghetto yang membatasi mobilitas fisik keturunan etnis Cina ini baru dicabut tahun 1905. VOC memilah penduduk di kepulauan Indonesia menjadi tiga kelompok untuk tujuan administrasi yaitu golongan Eropa, golongan Timur

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Asing, dan golongan bumiputera. Sistem tersebut merupakan embrio dari apa yang dikenal sebagai sistem apartheid di Afrika Selatan. Dan sekarang ini dianggap kelas terendah di dunia kita sekarang. Dengan demikian, suatu kekeliruan jika ada pendapat yang mengatakan bahwa sikap pilih kasih Belanda membantu warga etnis Cina terangkat ke posisi ekonomi yang kuat seperti sekarang. Sentimen anti etnis Cina yang kuat muncul diantara para pejabat kolonial Belanda. Hal itu sangat kentara di bawah kebijakan etnis tahun 1900 yang dibuat untuk mendorong kepentingan penduduk pribumi. Para pejabat kolonial Belanda secara keliru merasa bahwa mereka harus melindungi penduduk pribumi terhadap warga etnis Cina yang licik. Namun, hal ini dan praktek-praktek diskriminatif lainnya tidak berarti bahwa warga ernis Cina hidup makmur dibawah sistem kolonial. Kekayaan secara tradisional dikumpulkan melalui pemerintah di kepulauan Indonesia. Pada abad ke-19, warga etnis Cina diberi keistimewaan untuk menanam dan memperdagangkan candu (opium) dan menjalankan usaha rumah gadai sebagai imbalan atas pembayaran pajak yang besar yang harus pribumi. Perkebunan umumnya dikuasai oleh para kepala desa yang sebagian diwariskan pemiliknya biasanya. Pedagang besar karena status kedekatannya dengan pemerintah berarti bahwa mereka beserta agennya dapat pengecualian dari pembatasan perjalanan yang dikenakan kepada anggota masyarakat etnis Cina. Sistem ini mendorong perkembangan kapitalisme etnis Cina.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Warga etnis Cina sebagai mitra dagang Belanda terkena Undangundang kepemilikan dan usaha Belanda. Dari awal abad ke-20 mereka juga terkena Undang-undang keluarga Belanda. Undang-undang ini memberi warga etnis Cina keamanan pada transaksi dagang mereka yang mana hal ini tidak didapat di bawah Undang-undang adat yang diterapkan oleh para petinggi dan pengusaha Indonesia saat itu. Perlindungan yang diberikan oleh Undang-undang Barat dan posisi mereka sebagai padagang menempatkan kelompok etnis Cina jauh dari jangkauan sentimen keji dari para pejabat Belanda yang konon lebih buruk daripada anti-etnis Cina yang dilakukan oleh pemerintah kolonial lain di zaman itu seperti Inggris dan Prancis. Sering dikatakan bahwa negara-negara yang baru merdeka menceminkan masa lalu penjajah terakhir mereka, yang agaknya cukup menjelaskan sentimen anti-etnis Cina yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah Indonesia sekarang ini. Kebijakan anti-etnis Cina dari penjajah membangkitkan apa yang dinamai “gerakan etnis Cina“ di Jawa yang bertujuan mambebaskan masyarakat etnis Cina dengan tuntutan bahwa pembatasan terhadap gerakan anggota komunitas mereka dihapuskan, kesetaraan penuh di hadapan hukum dan pembentukan sekolah untuk etnis Cina. Gerakan tersebut merupakan gerakan emansipasi pertama yang dihadapi oleh Belanda dari subjek jajahannya. Gerakan tersebut tidak bersifat anti-penjajahan. Gerakan tersebut hanya mencari hak-hak bagi kelompok etnis Cina di Hindia Belanda dan bukan berbicara atas nama kelompok bumiputera atau kelompok etnis lainnya

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 dimana pun, gerakan politik dan sosial cenderung untuk mempertahankan sifat segregasi dari masyarakat penjajah yang menciptakan mereka, menyeruakan satu kelompok etnis saja sampai tahun 1900, sebagaian besar tuntutan warga etnis Cina dipenuhi dan sekolah Tionghoa-Belanda (HFC) diluncurkan oleh pemerintah kolonial Belanda, bahkan sebelum sekolah Bumiputera-Belanda (HIS) diluncurkan. Ketika pemerintah mencabut larangan perjalanan yang membatasi warga etnis Cina pada 1905, masyarakat usaha etnis Cina keluar dari ghetto mereka dan semakin berkompetisi dengan kelompok wirausaha dari etnis Jawa. Serikat Dagang Islam (1909) dibentuk sebagai tanggapan tantangan terhadap perkembangan ini, dan berlanjut menjadi gerakan massa sosial dan politik pertama di Hindia Belanda. Kerusuhan anti-etnis Cina yang terjadi pada tahun 1918 di Kudus, Jawa Tengah, mendapat dukungan penuh dari kaum borjuis Jawa dan Islam. Pemicunya adalah arak-arakan warga ernis Cina yang menyinggung kaum Muslim, namun peristiwa tersebut terjadi berlatar persaingan kelas menengah yang sedang terjadi. Semua partai politik Indonesia juga eksklusif hanya mengakui warga Indonesia. Bahkan, Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Soekarno pada tahun 1926 mengakui warga etnis Cina hanya sebagai pengamat. Pengecualian terhadap eksklusivitas ini adalah Perhimpunan Hindia yang diprakarsai oleh Tjipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, dan Ki Hajar Dewantara yang menerima kelompok etnis lainnya sebagai anggota. Sebagai anggapan atas tidak diikutsertakan dalam percaturan kekuatan

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 politik, para profesional etnis Cina yang mendukung Indonesia membentuk partai Tionghoa Indonesia (PTI) pada tahun 1930. Dalam arti yang luas, itulah situasi ketika pasukan Kekaisaran Jepang menginvasi Indonesia pada tahun 1942 dalam Perang Dunia ke II. Baru setelah invasi Jepang kekerasan massa anti-etnis Cina meletus untuk kedua kalinya. Daerah yang paling terkena adalah pesisir utara Jawa dimana sasarannya terutama rumah dan toko milik warga etnis Cina kaya. Sejarah Indonesia sejak Perang Dunia ke II penuh dengan kekerasan debandingkan dengan negara-negara tetangga dekatnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Tetapi, selama masa revolusi menentang Belanda, tidak semua kekerasan ditujukan kepada warga etnis Cina. Sasarannya mencakup ras Eurosia, Maluku, dan elit tradisional. Satu-satunya abti etnis Cina yang mencolok selama masa revolusi terjadi di Tangerang, barat Jakarta. Tahun 1950-an menyaksikan diperkenalkan kebijakan yang diskriminatif terhadap warga etnis Cina, termasuk “kebijakan benteng” yang mencoba mendorong naiknya kelas usaha Indonesia, yang kemudian melarang perdagangan dan pemukiman etnis Cina asing di pedesaan. Selama awal tahun 1960-an, keadaan ekonomi negeri sangat memburuk dan warga etnis Cina menjadi pion dalam permainan catur politik Perang Dingin. Beberapa kerusuhan di kota dengan sasaran warga etnis Cina terjadi pada masa ketidakpastian tahun 1965/1966, meskipun kebanyakan kekerasan tersebut ditujukan kepada para tersangka anggota komunis. Serangan dan serangan balasan dari pasukan pro dan antikomunis menimbulkan pergolakan

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 sosialdan politik yang serius di Indonesia, yang oleh banyak ahli dari luar negeri disalahtafsirkan sebagai pembantaian sebagai warga etnis Cina. Kesalahpahaman ini mungkin muncul sebagai akibat pengenaan larangan terhadap banyak aspek kehidupan dan budaya warga etnis Cina yang dikeluarkan oleh pemerintah pada waktu yang hampir bersamaan. Di antara aspek budaya etnis Cina yang dinyatakan ilegal adalah drama (bukan film), perayaan umum, dan memperlihatkan huruf Tionghoa. Gerakan mendorong warga etnis Cina untuk menggunakan nama lokal juga diluncurkan bersamaan dengan pengekangan kebudayaan etnis Cina. Di bawah pemerintahan rezim Orde Baru, ketegangan antara warga etnis Cina dan warga Indonesia asli tumbuh akibat jurang yang semakin lebar antara si kaya dan si miskin di Indonesia, birokrat pemerintah, militer dan polisi bergaji rendah. Selain itu, di saat masyarakat Indonesia semakin dekat ke agama Islam, warga etnis Cina mencari ketenangan spritual ke agama Kristen dan Buddha. Peristiwa kekerasan selama pemerintahan Orde Baru bersifat rasial dan agama. Onghokham juga mengatakan bahwa kerusuhan anti-etnis Cina barubaru ini di Jakarta terjadi akibat kecemburuan dan sentiment ras. Masyarakat etnis Cina menunjukan kreativitas mereka dan mencapai kebehasilan ekonomi, meskipun posisi mereka di masyarakat kurang populer. Fakta keunggulan di bidang ekonomi ini adalah menjamurnya toko-toko milik warga etnis Cina di sepanjang jalan-jalan utama di semua kota di Indonesia.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 D. Asal Kata Tionghoa Tionghoa atau tionghwa, adalah istilah yang dibuat sendiri oleh orang keturunan Cina di Indonesia, yang berasal dari kata Zhonghua dalam bahasa (Zhong Wen) Mandarin. Zhonghua dalam dialek Hokkian dilafalkan sebagai Tionghoa. Wacana Cung Hwa setidaknya sudah dimulai sejak tahun 1880, yaitu adanya keinginan dari orang-orang di Cina untuk terbebas dari kekuasaan dinasti kerajaan dan membentuk suatu negara yang lebih demokratis dan kuat. Wacana ini sampai terdengar oleh orang asal Cina yang bermukim di Hindia Belanda yang ketika itu dinamakan Orang Cina. Sekelompok orang asal Cina yang anak-anaknya lahir di Hindia Belanda, merasa perlu mempelajari kebudayaan dan bahasanya. Pada tahun 1900, mereka mendirikan sekolah di Hindia Belanda, di bawah naungan suatu badan yang dinamakan "Tjung Hwa Hwei Kwan (PINYIN=ZHONG HUA HUI GUAN)", yang bila lafalnya di Indonesiakan menjadi Tiong Hoa Hwe Kwan (THHK). THHK dalam perjalanannya bukan saja memberikan pendidikan bahasa dan kebudayaan Cina, tapi juga menumbuhkan rasa persatuan orangorang Tionghoa di Hindia Belanda, seiring dengan perubahan istilah "Cina" menjadi "Tionghoa" di Hindia Belanda. E. Populasi Tionghoa di Indonesia Berdasarkan Volkstelling (sensus) dimasa Hindia Belanda, populasi Tionghoa-Indonesia mencapai 1.233.000 (2,03%) dari penduduk Indonesia di

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 tahun 1930. Tidak ada data resmi mengenai jumlah populasi Tionghoa di Indonesia dikeluarkan pemerintah sejak Indonesia merdeka. Namun ahli antropologi Amerika, G.W. Skinner, dalam risetnya pernah memperkirakan populasi masyarakat Tionghoa di Indonesia mencapai 2.505.000 (2,5%) pada tahun 1961 Dalam sensus penduduk pada tahun 2000, ketika untuk pertama kalinya responden sensus ditanyai mengenai asal etnis mereka, hanya 1% dari jumlah keseluruhan populasi Indonesia mengaku sebagai Tionghoa. Perkiraan kasar yang dipercaya mengenai jumlah suku Tionghoa-Indonesia saat ini ialah berada di antara kisaran 4% - 5% dari seluruh jumlah populasi Indonesia. F. Daerah Asal Tionghoa di Cina Ramainya interaksi perdagangan di daerah pesisir tenggara Cina, menyebabkan banyak sekali orang-orang yang juga merasa perlu keluar berlayar untuk berdagang. Tujuan utama saat itu adalah Asia Tenggara. Karena pelayaran sangat tergantung pada angin musim, maka setiap tahunnya para pedagang akan bermukim di wilayah-wilayah Asia Tenggara yang disinggahi mereka. Demikian seterusnya ada pedagang yang memutuskan untuk menetap dan menikahi wanita setempat, ada pula pedagang yang pulang ke Cina untuk terus berdagang. Orang-orang Tionghoa di Indonesia, umumnya berasal dari tenggara Cina. Mereka termasuk suku-suku: Hakka, Hainan, Hokkien, Kantonis, Hokchia, dan Tiochiu.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Daerah asal yang terkonsentrasi di pesisir tenggara ini dapat dimengerti, karena dari sejak zaman Dinasti Tang kota-kota pelabuhan di pesisir tenggara Cina memang telah menjadi bandar perdagangan yang ramai. Quanzhou pernah tercatat sebagai bandar pelabuhan terbesar dan tersibuk di dunia pada zaman tersebut. G. Daerah Konsentrasi Tionghoa di Indonesia Sebagian besar dari orang-orang Tionghoa di Indonesia menetap di pulau Jawa. Daerah-daerah lain dimana mereka juga menetap dalam jumlah besar selain di daerah perkotaan adalah: Sumatra Utara, Bangka-Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Lombok, Kalimantan Barat (Pontianak dan Singkawang), Banjarmasin dan beberapa tempat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Hakka di Aceh, Sumatra Utara, Batam, Sumatra Selatan, BangkaBelitung, Lampung, Jawa, Kalimantan Barat (Pontianak dan Singkawang), Banjarmasin, Sulawesi Selatan, Manado, Ambon dan Jayapura. Hainan di Riau (Pekanbaru dan Batam), dan Manado. Hokkien di Sumatra Utara, Pekanbaru, Padang, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa, Bali (terutama di Denpasar dan Singaraja), Banjarmasin, Kutai, Sumbawa, Manggarai, Kupang, Makassar, Kendari, Sulawesi Tengah, Manado, dan Ambon. Kantonis di Jakarta, Makassar dan Manado. Hokchia di Jawa (terutama di Bandung, Cirebon, Banjarmasin dan Surabaya). Tiochiu di Sumatra Utara,

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Riau, Riau Kepulauan, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Barat (khususnya di Pontianak dan Ketapang). Di Tangerang Banten, masyarakat Tionghoa telah menyatu dengan penduduk setempat dan mengalami pembauran lewat perkawinan, sehingga warna kulit mereka terkadang lebih gelap dari Tionghoa yang lain. Istilah buat mereka disebut Cina Benteng. Keseniannya yang masih ada disebut Cokek, sebuah tarian lawan jenis secara bersama dengan iringan paduan musik campuran Cina, Jawa, Sunda dan Melayu. H. Sejarah Tionghoa Orang dari Tiongkok (RRC) daratan telah ribuan tahun mengunjungi dan mendiami kepulauan Nusantara (YINNI). Beberapa catatan tertua ditulis oleh para agamawan, seperti Fa Hien pada abad ke-4 dan I Ching pada abad ke-7. Fa Hien melaporkan suatu kerajaan di Jawa ("To lo mo") dan I Ching ingin datang ke India untuk mempelajari agama Buddha dan singgah dulu di Nusantara untuk belajar bahasa Sansekerta dahulu. Di Jawa ia berguru pada seseorang bernama Jnanabhadra. Dengan berkembangnya kerajaan-kerajaan di Nusantara, para imigran Tiongkok pun mulai berdatangan, terutama untuk kepentingan perdagangan. Pada prasasti-prasasti dari Jawa orang Cina disebut-sebut sebagai warga asing yang menetap di samping nama-nama sukubangsa dari Nusantara, daratan Asia Tenggara dan anakbenua India. Dalam suatu prasasti perunggu bertahun 860 dari Jawa Timur disebut suatu istilah, Juru Cina, yang

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 berkait dengan jabatan pengurus orang-orang Tionghoa yang tinggal di sana. Beberapa motif relief di Candi Sewu diduga juga mendapat pengaruh dari motif-motif kain sutera Tiongkok. Catatan Ma Huan, ketika turut serta dalam ekspedisi Cheng Ho, menyebut secara jelas bahwa pedagang Cina muslim menghuni ibukota dan kota-kota bandar Majapahit (abad ke-15) dan membentuk satu dari tiga komponen penduduk kerajaan itu. Ekspedisi Cheng Ho juga meninggalkan jejak di Semarang, ketika orang keduanya, Wang Jinghong, sakit dan memaksa rombongan melepas sauh di Simongan (sekarang bagian dari Kota Semarang). Wang kemudian menetap karena tidak mampu mengikuti ekspedisi selanjutnya. Ia dan pengikutnya menjadi salah satu cikal-bakal warga Tionghoa Semarang. Wang mengabadikan Cheng Ho menjadi sebuah patung (disebut "Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong"), serta membangun kelenteng Sam Po Kong atau Gedung Batu. Di komplek ini Wang juga dikuburkan dan dijuluki "Mbah Jurumudi Dampo Awang". Sejumlah sejarawan juga menunjukkan bahwa Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, memiliki darah Tiongkok selain keturunan Majapahit. Beberapa wali penyebar agama Islam di Jawa juga memiliki darah Tiongkok, meskipun mereka memeluk Islam dan tidak lagi secara aktif mempraktekkan kultur Tionghoa. Kitab Sunda Tina Layang Parahyang menyebutkan kedatangan rombongan Tionghoa ke muara Ci Sadane (sekarang Teluknaga) pada tahun 1407, dimasa daerah itu masih di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 (Pajajaran). Pemimpinnya adalah Halung dan mereka terdampar sebelum mencapai tujuan di Kalapa. I. Gambaran Responden Responden didapat dengan pertimbangan tertentu, yaitu orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, sehingga akan memudahkan peneliti untuk mengetahui lebih banyak objek atau situasi sosial yang diteliti. Tabel beberapa usaha yang dimiliki oleh etnis Tionghoa di daerah yang akan diteliti: Tabel IV.1 Responden dan Jenis Usaha NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA TOKO Ny. Y. Slamet Subagijo Remaja Ny. Diah Pusparini Los Daging 1.B2 Ny. Joli Pranoto Podo Seneng Ny. Hengky Wibowo Indo Jaya Ny. Agnes Hartono Inti Sari Ny. Veronika Vero Ny. Eni Setyowati Berkah Ny. Ariyanto Yoewono Tani Makmur Ny. Tan Han Blau Gembira Jaya Sumber : Data primer, 2014 KETERANGAN Digital Photo Studio Daging babi Bahan kelontong Sembako dan plastik Bahan kelontong Alat tulis dan jahit Bahan roti dan plastik Palawija Sparepart elektronik

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Dalam penelitian ini, karakteristik responden yang dijadikan sampel adalah sebagai berikut: a. Jenis Kelamin Pemilik usaha di Kota Pekalongan ini jenis kelamin seluruhnya adalah perempuan (sesuai dengan judul penelitian). b. Umur Pemilik Usaha Umur dapat dijadikan sebagai tolok ukur kedewasaan seseorang, di samping itu umur merupakan salah satu indikator kematangan untuk bersikap dan mengambil keputusan. Semakin tua umur, maka pengalaman yang didapat juga semakin banyak. Sebagian besar pemilik usaha mempunyai umur antara 51-60 tahun. Untuk melihat karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Tabel IV.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur Responden Jumlah 25-34 Tahun 1 35-44 Tahun 2 45-54 Tahun 4 55-64 Tahun 2 Total 9 Sumber : Data primer, 2014 c. Pendidikan Terakhir Pemilik Usaha Pendidikan berperan penting dalam mengubah pola pikir dalam bermasyarakat maupun manajemen ekonomi keluarga serta dalam

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 pengambilan keputusan. Sebagian besar penduduk yang berwirausaha mempunyai pendidikan terakhir SMA. Untuk dapat melihat karakteristik responden dapat dilihat dari tabel berikut ini: Tabel IV.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Jumlah SD 0 SMP 1 SMA 6 Diploma/S1 2 Total 9 Sumber : Data primer, 2014 J. Variabel yang diteliti Agar lebih fokus, maka pada penelitian ini variabelnya adalah: 1. Tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha. 2. Faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha. 3. Strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usaha.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data 1. Aspek Tingkat Keberhasilan Perempuan Etnis Tionghoa dalam Berwirausaha a. Subjek 1 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 1 adalah seorang perempuan etnis Tionghoa yang berusia enam puluh tahun, dengan pendidikan terakhir SMA di mana ia memulai berwirausaha kurang lebih lima belas tahun yang lalu. Beliau saat ini mengelola usaha digital photo studio dengan nama usaha “Remaja” di Jalan Raya Ahmad Yani 498 Pekalongan. Modal awal yang dibutuhkan oleh subjek 1 dulu kurang lebih lima puluh jutaan. Saat ini subjek 1 belum memiliki karyawan, subjek menjalankan usahanya sendirian, meskipun terkadang dibantu oleh suami atau sang anak. Rata-rata pembeli yang datang setiap hari ke tokonya tidak tentu, terkadang ramai, kadang sepi. Namun jika dirata-rata ada tiga sampai lima orang yang datang setiap harinya. Untuk pendapatan setiap harinya rata-rata dua ratus lima puluh ribuan. Sedangkan untuk pendapatan setiap bulannya bisa mencapai lima hingga sepuluh jutaan. Untuk omzet penjualannya relatif tetap, sedangkan pencapaian titik impas kurang lebih hampir dua tahunan. Subjek 1 pernah mengalami kerugian, sedangkan cara untuk 80

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 mengatasinya subjek 1 tetap berusaha bertahan, tapi terkadang dengan usaha sambilan sehingga tetap ada pemasukan. b. Subjek 2 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 2 adalah seorang perempuan etnis Tionghoa yang berusia empat puluh delapan tahun, dengan pendidikan terakhir S1, di mana ia memulai berwirausaha lebih lima belas tahun yang lalu. Beliau saat ini mengelola usaha menjual daging di pasar di Jalan Salak 20 Pekalongan. Modal awal yang dibutuhkan oleh subjek 2 dulu kurang lebih dua puluh lima jutaan. Saat ini subjek 2 memiliki karyawan tiga orang, menurut subjek 2 usahanya memerlukan karyawan untuk membantu berjualan, hal ini dikarenakan yang datang untuk membeli cukup ramai, sehingga pelayanan nantinya diharapkan bisa lebih cepat. Rata-rata pembeli yang datang setiap hari ke tokonya kurang lebih dua puluh lima orang. Untuk pendapatan setiap harinya rata-rata bisa satu jutaan. Sedangkan untuk pendapatan setiap bulannya bisa mencapai kisaran sepuluh hingga dua puluh lima jutaan. Untuk omzet penjualannya relatif tetap, sedangkan pencapaian titik impas kurang lebih sepuluh sampai dua belas bulan. Subjek 2 pernah mengalami kerugian, sedangkan cara untuk mengatasinya subjek 2 tetap berusaha bertahan dan berjualan, dikarenakan kerugian yang dialami tidak terlalu besar.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 c. Subjek 3 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 3 adalah seorang perempuan etnis Tionghoa yang berusia tiga puluh sembilan tahun, dengan pendidikan terakhir S1, di mana ia memulai berwirausaha kurang lebih sepuluh tahun yang lalu. Beliau saat ini mengelola usaha toko sembako “Podo Seneng” di Perum Mayangan No. 1 Pekalongan. Modal awal yang dibutuhkan oleh subjek 3 dulu kurang lebih sepuluh jutaan. Saat ini subjek 3 belum memiliki karyawan, subjek 3 mengatakan bahwa usaha ini dijalankan sendirian. Rata-rata pembeli yang datang setiap hari bisa lebih dari tiga puluh orang. Untuk pendapatan setiap harinya rata-rata satu sampai lima jutaan. Sedangkan untuk keuntungan setiap bulannya bisa mencapai lima jutaan. Untuk omzet penjualannya relatif tetap, sedangkan pencapaian titik impas kurang lebih hampir dua tahunan. Subjek 3 pernah mengalami kerugian, sedangkan cara untuk mengatasinya subjek 3 mengevaluasi dan mengulang manajemen. d. Subjek 4 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 4 adalah seorang perempuan etnis Tionghoa yang berusia empat puluh delapan tahun, dengan pendidikan terakhir SMA di mana ia memulai berwirausaha kurang lebih lima belas tahun yang lalu. Beliau saat ini mengelola usaha toko sembako “Indo Jaya” di Jalan Sultan Agung 131 Pekalongan. Modal awal yang dibutuhkan oleh subjek 4 dulu kurang

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 lebih seratus jutaan. Saat ini subjek 4 memiliki delapan karyawan, karyawan tersebut untuk membantu subjek 4 agar pelayanannya lancar, subjek tidak terlalu capek, dan pembeli tidak terlalu lama menunggu. Rata-rata pembeli yang datang setiap hari ke tokonya bisa lebih dari tiga puluh orang. Untuk pendapatan setiap harinya rata-rata sepuluh sampai lima belas jutaan. Sedangkan untuk keuntungan setiap bulannya bisa mencapai lima hingga sepuluh jutaan. Untuk omzet penjualannya relatif tetap, sedangkan pencapaian titik impas kurang lebih hampir dua tahunan. Subjek 4 belum pernah mengalami kerugian. e. Subjek 5 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 5 adalah seorang perempuan etnis Tionghoa yang berusia tiga puluh delapan tahun, dengan pendidikan terakhir SMA di mana ia memulai berwirausaha kurang lebih lima belas tahun yang lalu. Beliau saat ini mengelola usaha toko sembako dan plastik “Inti Sari” di Jalan Raya Ahmad Yani 479 Pekalongan. Modal awal yang dibutuhkan oleh subjek 5 dulu kurang lebih seratus jutaan. Saat ini subjek 5 memiliki empat karyawan untuk mempercepat melayani pelanggan. Rata-rata pembeli yang datang setiap hari ke tokonya bisa lebih dari tiga puluh orang. Untuk pendapatan setiap harinya rata-rata satu jutaan. Sedangkan untuk pendapatan setiap bulannya bisa mencapai lima hingga sepuluh jutaan. Untuk omzet penjualannya relatif naik, sedangkan pencapaian titik impas kurang lebih hampir dua tahunan. Subjek 5 pernah mengalami

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 kerugian, sedangkan cara untuk mengatasinya subjek 5 membaginya dengan keuntungan usaha sampingan. f. Subjek 6 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 6 adalah seorang perempuan etnis Tionghoa yang berusia lima puluh lima tahun, dengan pendidikan terakhir SMP di mana ia memulai berwirausaha kurang lebih lima belas tahun yang lalu. Beliau saat ini mengelola usaha toko “Vero” di Jalan Raya Ahmad Yani 178 Pekalongan. Modal awal yang dibutuhkan oleh subjek 6 dulu kurang lebih dua puluh lima jutaan. Saat ini subjek 6 memiliki lima karyawan. Rata-rata pembeli yang datang setiap hari ke tokonya bisa mencapai tiga puluh orang. Untuk keuntungan setiap harinya rata-rata satu jutaan. Sedangkan untuk pendapatan setiap bulannya bisa mencapai lima hingga sepuluh jutaan. Untuk omzet penjualannya relatif tetap, sedangkan pencapaian titik impas kurang lebih hampir dua tahunan. Subjek 6 pernah mengalami kerugian, sedangkan cara untuk mengatasinya subjek 6 menyimpan barang dengan benar agar tidak terkena banjir. g. Subjek 7 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 7 adalah seorang perempuan etnis Tionghoa yang berusia empat puluh lima tahun, dengan pendidikan terakhir SMA di mana ia memulai berwirausaha kurang lebih lima tahun yang lalu. Beliau saat ini mengelola usaha toko “Berkah” di Jalan Raya Ahmad Yani 455

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Pekalongan. Modal awal yang dibutuhkan oleh subjek 7 dulu kurang lebih dua puluh lima jutaan. Saat ini subjek 7 memiliki dua karyawan. Rata-rata pembeli yang datang setiap hari ke tokonya kurang lebih dua puluh orang. Untuk pendapatan setiap harinya rata-rata satu jutaan. Sedangkan untuk pendapatan setiap bulannya bisa mencapai lima hingga sepuluh jutaan. Untuk omzet penjualannya relatif naik, sedangkan pencapaian titik impas kurang lebih hampir dua tahunan. Subjek 7 bahwa pernah mengalami kerugian, sedangkan cara untuk mengatasinya subjek 7 memperbaikinya lagi dengan bekerja lebih teliti. h. Subjek 8 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 8 adalah seorang perempuan etnis Tionghoa yang berusia dua puluh delapan tahun, dengan pendidikan terakhir SMA di mana ia memulai berwirausaha kurang lebih tiga tahun yang lalu. Beliau saat ini mengelola usaha toko “Tani Makmur” di Jalan Raya Ahmad Yani 473 Pekalongan. Modal awal yang dibutuhkan oleh subjek 8 dulu kurang lebih seratus jutaan. Saat ini subjek 8 memiliki lima karyawan. Ratarata pembeli yang datang setiap hari ke tokonya kurang lebih tiga puluh orang. Untuk pendapatan setiap harinya rata-rata satu sampai lima jutaan. Sedangkan untuk pendapatan setiap bulannya bisa mencapai lima hingga sepuluh jutaan. Untuk omzet penjualannya relatif naik, sedangkan pencapaian titik impas kurang lebih hampir sepuluh sampai dua belas bulan. Subjek 8 pernah mengalami kerugian, sedangkan cara

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 untuk mengatasinya subjek 8 berusaha tidak putus asa dan tetap semangat. i. Subjek 9 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 9 adalah seorang perempuan etnis Tionghoa yang berusia lima puluh tiga tahun, dengan pendidikan terakhir SMA di mana ia memulai berwirausaha kurang lebih lima belas tahun yang lalu. Beliau saat ini mengelola usaha toko “Gembira Jaya” di Jalan Raya Ahmad Yani 403 Pekalongan. Modal awal yang dibutuhkan oleh subjek 9 dulu kurang lebih sepuluh jutaan. Saat ini subjek 9 memiliki 2 karyawan. Rata-rata pembeli yang datang setiap hari ke tokonya bisa lebih dari tiga puluh orang. Untuk pendapatan setiap harinya rata-rata satu sampai lima jutaan. Sedangkan untuk pendapatan setiap bulannya bisa mencapai lima hingga sepuluh jutaan. Untuk omzet penjualannya relatif tetap, sedangkan pencapaian titik impas kurang lebih enam bulan. Subjek 9 pernah mengalami kerugian, sedangkan cara untuk mengatasinya dengan meminjam modal.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan etnis Tionghoa dalam berwirausaha No Pertanyaan 1 Modal awal 2 Jumlah Karyawan Rata-rata pembeli 3 yang datang setiap hari Rata-rata 4 penghasilan dalam 1 hari Rata-rata 5 penghasilan dalam 1 bulan Omzet penjualan 6 perbulan relatif 7 Lama usaha Subyek 1 +/- 50 juta Tidak ada Subyek 2 +/- 25 juta 3 orang 3-5 orang Subyek 3 +/- 10 juta Tidak ada Subyek 4 +/-100 juta 8 orang Subyek 5 +/-100 juta 4 orang Subyek 6 +/- 25 juta 5 orang Subyek 7 +/- 25 juta 2 orang +/- 25 orang >30 orang >30 orang >30 orang >30 orang +/- 20 orang >30 orang >30 orang 250rb <1 juta 1-5 juta 10-15 juta <1 juta <1 juta <1 juta 1-5 juta 1-5 juta 5-10 juta 10-25 juta <5juta 5-10 juta 5-10 juta 5-10 juta 5-10 juta 5-10 juta 5-10 juta Tetap Tetap Tetap Naik Naik Tetap Naik Naik Tetap +/- 15 tahun >15 tahun +/- 10-12 bulan +/- 10 tahun >15 tahun +/- 15 tahun >15 tahun +/- 5tahun >15 tahun >2 tahun >2 tahun >2 tahun >2 tahun +/- 2 tahun +/- 3 tahun +/- 10-12 bulan Tidak pernah Pernah Pernah Pernah Pernah Pernah - Usaha sampingan Menyimpan barang dengan benar Memperbai ki dengan lebih teliti Tidak putus asa/terus semangat Pinjam modal 8 Titik impas/BEP >2tahun 9 Mengalami kerugian Pernah Pernah Pernah 10 Cara mengatasi kerugian Usaha sambilan Tetap berjualan Evaluasi diri dan manajemen ulang Subyek 8 +/-100 juta 5 orang Subyek 9 +/- 10 juta 2 orang +/- 6 bulan

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 2. Aspek Faktor Internal dan Eksternal yang Menentukan Keberhasilan Perempuan Etnis Tionghoa dalam Berwirausaha a. Subjek 1 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 1 memilih usaha tersebut dikarenakan merupakan usaha turun-temurun dari orang tua, kemudian diteruskan olehnya karena sesuai dengan hobinya yaitu tentang dunia fotografi. Usaha subjek 1 tersebut memang benar-benar usaha yang ingin digelutinya. Motivasi subjek 1 dalam membuka usahanya adalah orang tua, di mana usaha tersebut merupakan usaha turun-temurun yang diyakini subjek 1 memiliki prospek masa depan yang cerah, sehingga subjek 1 pun melanjutkannya. Subjek 1 sebelumnya tidak pernah memiliki pengalaman berwirausaha, ini merupakan usaha pertamanya. Ketika melanjutkan usaha tersebut, subjek 1 awalnya memang merencanakan tujuan dan program yang cukup jelas, baik itu rencana keuangan maupun persiapan yang baik dan matang. Subjek 1 juga mencoba berinovasi dengan produk usahanya. Menurut subjek 1, usahanya memang memiliki peluang besar dalam menentukan keberhasilan dan jika suatu saat nanti usahanya gagal, ia pun sudah siap. Subjek 1 tidak terlalu percaya dengan hoki, yang dia alami saat ini hanyalah campur tangan Tuhan, menurutnya Tuhan sudah memberikan berkat bagi mereka yang giat bekerja keras, jujur dan ulet. Mengenai keadaan pasar, menurut subjek 1 cukup mempengaruhi usahanya, sekarang makin banyak pesaing di sekitar

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 tempat usahanya, selain itu adanya tuntutan untuk mengikuti perkembangan teknologi. Subjek 1 belum ingin mencoba usaha yang lain, ia masih menganggap bahwa usahanya sekarang punya peluang yang sangat baik. b. Subjek 2 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 2 memilih usaha tersebut dikarenakan merupakan usaha turun-temurun dari orang tua, kemudian diteruskan olehnya. Usaha subjek 2 tersebut memang benar-benar usaha yang ingin digelutinya. Motivasi subjek 2 dalam membuka usahanya adalah orang tua. Subjek 2 sebelumnya pernah memiliki pengalaman berwirausaha, ini merupakan usaha yang kesekian kalinya. Ketika melanjutkan usaha tersebut, subjek 2 awalnya memang merencanakan tujuan dan program yang cukup jelas, baik itu rencana keuangan maupun persiapan yang baik dan matang, sehingga harapannya usahanya berjalan lancar. Subjek 2 tidak berinovasi dengan produk usahanya, hal ini dikarenakan tidak ada tuntutan tertentu terhadap produk yang ia jual. Menurut subjek 2, usahanya memang memiliki peluang besar dalam menentukan keberhasilan, hal ini dikarenakan sudah menjadi kebutuhan, selain itu permintaan semakin lama semakin banyak dan jika suatu saat nanti usahanya gagal, ia pun mengatakan sudah siap. Subjek 2 percaya dengan hoki/keberuntungan, ia mengatakan bahwa dia juga pernah mengalaminya. Mengenai keadaan pasar, menurut subjek 2 cukup mempengaruhi usahanya,

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 sekarang makin banyak pesaing di sekitar tempat usahanya. Subjek 2 belum ingin mencoba usaha yang lain, ia masih fokus terhadap usahanya sekarang. c. Subjek 3 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 3 memilih usaha tersebut dikarenakan merupakan usaha turun-temurun dari orang tua. Usaha subjek 3 tersebut memang benar-benar usaha yang ingin digelutinya. Motivasi subjek 3 dalam membuka usahanya adalah orang tua. Subjek 3 sebelumnya tidak pernah memiliki pengalaman berwirausaha, ini merupakan pengalaman usaha pertamanya. Ketika melanjutkan usaha tersebut, subjek 3 awalnya memang merencanakan tujuan dan program yang cukup jelas, baik itu rencana keuangan maupun persiapan yang baik dan matang. Subjek 3 juga selalu mencoba berinovasi dengan produk usahanya, tujuannya agar usahanya semakin maju. Menurut subjek 3, usahanya memiliki peluang biasa saja dalam menentukan keberhasilan, subjek 3 hanya berusaha, subjek 3 menyerahkan segalanya pada Tuhan. Jika suatu saat nanti usahanya gagal, ia pun mengatakan sudah siap, menurutnya kegagalan adalah guru yang baik. Subjek 3 percaya dengan hoki/keberuntungan, namun ia lebih percaya bahwa yang dia alami saat ini semua karena Tuhan gembala yang menuntun langkahnya. Mengenai keadaan pasar, menurut subjek 3 cukup mempengaruhi usahanya, biasanya masalah

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 harga yang tidak stabil dan sulitnya pengadaan barang. Subjek 3 belum ingin mencoba usaha yang lain, ia masih fokus pada usahanya sekarang. d. Subjek 4 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 4 memilih usaha tersebut dikarenakan barang yang dijual merupakan kebutuhan primer dan menurutnya usaha tersebut cukup menjanjikan. Menurut subjek 4 usaha tersebut memang benar-benar usaha yang ingin digelutinya. Motivasi subjek 4 dalam membuka usahanya adalah orang tua dan dirinya sendiri. Subjek 4 sebelumnya pernah memiliki pengalaman berwirausaha konveksi, ini merupakan usaha keduanya. Subjek 4 awalnya memang merencanakan tujuan dan program yang cukup jelas, baik itu rencana keuangan maupun persiapan yang baik dan matang. Subjek 4 juga mencoba berinovasi dengan produk usahanya, namun hanya sebatas menjual bermacam-macam barang saja. Menurut subjek 4, usahanya memang memiliki peluang besar dalam menentukan keberhasilan dan jika suatu saat nanti usahanya gagal, ia pun sudah siap. Subjek 4 percaya dengan hoki/keberuntungan, karena dalam kepercayaannya memang demikian adanya. Mengenai keadaan pasar, menurut subjek 4cukup mempengaruhi usahanya. Subjek 4 juga sudah memiliki usaha yang lain. e. Subjek 5 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 5 memilih usaha tersebut dikarenakan merupakan usaha di bidang makanan dan

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 kebutuhan primer, selain itu modalnya juga tidak terlalu besar. Usaha subjek 5 tersebut memang benar-benar usaha yang ingin digelutinya. Motivasi subjek 5 dalam membuka usahanya adalah saudara. Subjek 5 sebelumnya tidak pernah memiliki pengalaman berwirausaha. Subjek 5 memang merencanakan tujuan dan program yang cukup jelas, baik itu rencana keuangan maupun persiapan yang baik dan matang. Subjek 5 juga selalu mencoba berinovasi kecil-kecilan dengan produk usahanya. Menurut subjek 5, usahanya memang memiliki peluang besar dalam menentukan keberhasilan dan jika suatu saat nanti usahanya gagal, ia pun mengatakan sudah siap. Subjek 5 percaya dengan keberuntungan, hoki turut serta dalam usahanya, dan menurut kepercayaan Tionghoa hoki memang ada. Mengenai keadaan pasar, menurut subjek 5 cukup mempengaruhi usahanya. Subjek 5 belum ingin mencoba usaha yang lain, ia masih ingin mengelola tokonya dengan sebaik-baiknya f. Subjek 6 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 6 memilih usaha tersebut dikarenakan menyukai usaha tersebut. Menurut subjek 6 usaha tersebut memang benar-benar usaha yang ingin digelutinya. Motivasi subjek 6 dalam membuka usahanya adalah dirinya sendiri. Subjek 6 sebelumnya pernah memiliki pengalaman berwirausaha. Ketika membuka usaha tersebut, subjek 6 tidak merencanakan tujuan dan program yang cukup jelas, baik itu rencana keuangan maupun persiapan yang baik dan matang, menurutnya semua berjalan apa

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 adanya, mengalir seperti air. Subjek 6 juga tidak mencoba berinovasi dengan produk usahanya. Menurut subjek 6, usahanya memiliki peluang biasa saja dalam menentukan keberhasilan dan jika suatu saat nanti usahanya gagal, ia pun sudah siap. Subjek 6 percaya dengan hoki/keberuntungan, karena dia pernah mengalaminya. Mengenai keadaan pasar, menurut subjek 6 cukup mempengaruhi usahanya, terlebih mengenai harga pasar yang kadang tidak stabil. Subjek 6 belum ingin mencoba usaha yang lain, ia masih senang dengan usahanya sekarang. g. Subjek 7 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 7 memilih usaha tersebut dikarenakan waktu itu melihat peluang yang cukup baik dalam usaha tersebut. Subjek 7 juga mengatakan bahwa usaha tersebut memang benar-benar usaha yang ingin digelutinya. Motivasi subjek 7 dalam membuka usahanya adalah sang anak. Subjek 1 juga mengatakan bahwa sebelumnya tidak pernah memiliki pengalaman berwirausaha, ini merupakan usaha pertamanya. Ketika membuka usaha tersebut, subjek 7 awalnya memang tidak merencanakan tujuan dan program yang cukup jelas, baik itu rencana keuangan maupun persiapan yang baik dan matang. Subjek 7 juga mengatakan bahwa ia mencoba berinovasi dengan produk usahanya sekedar untuk menarik pelanggan. Menurut subjek 7, usahanya memang memiliki peluang besar dalam menentukan keberhasilan. Subjek 7 percaya dengan hoki, ia

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 mengatakan bahwa dia memang pernah mengalami. Mengenai keadaan pasar, subjek 7 mengatakan cukup mempengaruhi usahanya. Subjek 7 mengatakan bahwa ia belum ingin mencoba usaha yang lain, masih belum ada modal. h. Subjek 8 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 8 memilih usaha tersebut dikarenakan merupakan belum terlalu banyak yang membuka usaha seperti itu. Subjek 8 juga mengatakan bahwa usaha tersebut memang benar-benar usaha yang ingin digelutinya. Motivasi subjek 8 dalam membuka usahanya adalah orang tua. Subjek 8 juga mengatakan bahwa sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman berwirausaha, ini merupakan usaha pertamanya. Ketika membuka usaha tersebut, subjek 8 tidak merencanakan tujuan dan program yang cukup jelas, baik itu rencana keuangan maupun persiapan yang baik dan matang, semua berjalan mengalir saja. Subjek 8 juga mengatakan bahwa ia selalu mencoba berinovasi dengan produk usahanya. Menurut subjek 8, usahanya memang memiliki peluang besar dalam menentukan keberhasilan. Subjek 8 percaya dengan hoki. Mengenai keadaan pasar, subjek 8 mengatakan cukup mempengaruhi usahanya. Subjek 8 mengatakan bahwa ia belum ingin mencoba usaha yang lain, ia masih menganggap bahwa usahanya lebih memiliki tantangan dalam penjualannya.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 i. Subjek 9 Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa subjek 9 memilih usaha tersebut dikarenakan mengikuti jejak sang kakak. Subjek 9 juga mengatakan bahwa usaha tersebut memang benar-benar usaha yang ingin digelutinya. Motivasi subjek 9 dalam membuka usahanya adalah kakak. Subjek 9 juga mengatakan bahwa sebelumnya tidak pernah memiliki pengalaman berwirausaha, ini merupakan usaha pertamanya. Ketika membuka usaha tersebut, subjek 9 tidak merencanakan tujuan dan program yang cukup jelas, baik itu rencana keuangan maupun persiapan yang baik dan matang, semua berjalan biasa saja. Subjek 9 juga mengatakan bahwa ia selalu mencoba berinovasi dengan produk usahanya untuk mengikuti perkembangan zaman. Menurut subjek 9, usahanya memang memiliki peluang besar dalam menentukan keberhasilan dan jika suatu saat nanti usahanya gagal, ia pun mengatakan sudah siap. Subjek 9 tidak percaya dengan hoki. Mengenai keadaan pasar, subjek 9 mengatakan cukup mempengaruhi usahanya, seperti kenaikan kurs mata uang. Subjek 9 mengatakan bahwa ia belum ingin mencoba usaha yang lain.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan etnis Tionghoa dalam berwirausaha No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pertanyaan Memilih usaha ini Usaha yang ingin digeluti Motivasi membuka usaha Pengalaman berwirausaha Merencanakan tujuan dan program yang jelas Berinovasi dengan produk Siap mengalami kegagalan Seberapa besar peluang usaha Percaya dengan hoki/keberuntungan Keadaan pasar mempengaruhi Tidak mencoba usaha lain Subyek 1 Subyek 2 Subyek 3 Subyek 4 Subyek 5 Kebutuhan primer dan modal cukup Subyek 6 Subyek 7 Menyukain ya Peluang yang cukup baik Peluang Usaha usaha yang turunmenjanjikan temurun Ya Ya Ya Keturunan dan hobi Usaha turuntemurun Meneruskan Kebutuhan usaha orang primer tua Ya Ya Ya Ya Keluarga Orang tua Diri sendiri Pernah Belum pernah Pernah Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya Tidak Ya Ya Ya Siap Siap Siap Siap Besar Besar Biasa saja Tidak Ya Ya Tidak Anak/sauda ra Belum pernah Ya Anak/sauda ra Belum pernah Subyek 9 Ya Belum pernah Anak/sauda ra Belum pernah Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Siap Siap Ragu-ragu Tidak siap Siap Besar Besar Biasa saja Besar Besar Besar Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Diri sendiri Pernah Anak/Sauda ra Belum pernah Subyek 8 Orang tua

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 3. Aspek Strategi Perempuan Etnis Tionghoa dalam Mengembangkan Usahanya a. Subjek 1 Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa subjek 1 membuka usaha/tokonya jam sembilan pagi setiap harinya. Macam-macam produk yang dijual antara lain jasa foto studio, baterai, bingkai, album foto, dan cetak foto. Beliau memilih lokasi usaha ini karena letaknya yang strategis. Menurut subjek 1 usahanya saat ini belum memiliki cabang, namun memang sudah ada rencana akan membukanya, subjek masih mengusahakan. Subjek 1 juga menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain, hal itu penting untuk kemajuan usaha, sekaligus untuk mengkoreksi jika ada suatu kesalahan dari pihaknya. Subjek 1 selalu mengikuti perkembangan zaman, seperti up to date terhadap lensa, kamera, dan lain-lain. Subjek 1 juga memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usahanya. Subjek 1 juga merasa telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik selama ini, karena hal tersebut merupakan suatu keharusan, harus berusaha sebaik mungkin kepada konsumen. Subjek 1 mengatakan bahwa ada trik khusus agar produknya laku terjual, lebih tepatnya dalam hal ini trik dalam dunia fotografi, sehingga nantinya mampu mendapatkan hasil foto yang terbaik. Subjek 1 pernah mempromosikan barang dengan cara membagikan brosur. Subjek 1 dengan percaya diri mengatakan bahwa ia menjual produk dengan kualitas yang lebih baik dari kompetitor. Selain itu cara subjek

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 1 mengatasi persaingan dengan daerah sekitar dengan lebih berpikir untuk memberikan hasil foto yang terbaik, hal ini dikarenakan jika mampu memberikan kualitas yang terbaik, pasti konsumen dapat menilainya. Kelebihan usaha subjek 1 adalah usahanya sesuai dengan hobinya, selain hobi tersalurkan dapat juga menopang ekonomi keluarga. Kendala yang sering dialami subjek 1 adalah modal, karena dalam dunia fotografi menuntut untuk mengikuti perkembangan teknologi digital, padahal jika alatnya semakin bagus, harganya pasti semakin mahal. Subjek 1 mengatakan bahwa harapan terhadap usahanya agar bisa lebih berkembang dan memiliki cabang. b. Subjek 2 Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa subjek 2 membuka usaha/tokonya jam lima pagi setiap harinya. Produk yang dijual adalah daging. Beliau memilih lokasi usaha ini karena letaknya yang strategis, merupakan tempat yang khusus disediakan untuk menjual daging. Subjek 2 juga mengatakan bahwa usahanya saat ini belum memiliki cabang. Subjek 2 juga menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain, semisal ada komplain dan masih dalam batas kewajaran pasti akan diterima. Subjek 2 tidak mengikuti perkembangan zaman, karena hanya menjual daging. Subjek 2 tidak memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usahanya, hal ini dikarenakan tidak ada waktu untuk itu. Subjek 2 merasa telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik selama ini, karena jika tidak maka akan kehilangan pelanggan.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Subjek 2 mengatakan bahwa tidak ada trik khusus agar produknya laku terjual, semua berjalan biasa saja. Subjek 2 tidak pernah memasarkan barang, biasanya hanya dari mulut ke mulut, selain itu rata-rata pembeli sudah tahu tempat itu. Subjek 2 cukup percaya diri mengatakan bahwa ia menjual produk dengan kualitas yang lebih baik dari kompetitor, meskipun terkesan biasa saja. Subjek 2 mengatasi persaingan dengan daerah sekitar dengan biasa saja, subjek 2 menganggapnya hal yang wajar, yang terpenting adalah kejujuran dan ulet. Tidak ada kelebihan dalam usaha subjek 2, ia menganggapnya biasa saja tidak ada yang istimewa. Selain itu belum ada kendala yang berarti yang pernah dialami subjek 2. Subjek 2 mengatakan bahwa harapan terhadap usahanya agar bisa lebih sukses. c. Subjek 3 Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa subjek 3 membuka usaha/tokonya jam tujuh pagi setiap harinya. Macam-macam produk yang dijual adalah semua bahan kelontong. Beliau memilih lokasi usaha ini karena Tuhanlah yang telah memberi petunjuk. Subjek 3 juga mengatakan bahwa usahanya saat ini belum memiliki cabang. Subjek 3 juga menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain. Subjek 3 selalu mengikuti perkembangan zaman, hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Subjek 3 tidak memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usahanya. Subjek 3 merasa telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik selama ini. Subjek 3

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 mengatakan bahwa ada trik khusus agar produknya laku terjual, sebatas dengan pelayanan yang memuaskan. Subjek 3 tidak pernah mempromosikan barang, konsumen datang begitu saja, paling banyak dari warga sekitar. Subjek 3 mengatakan bahwa ia menjual produk yang biasa saja, mungkin malah sama dengan kompetitor, hanya saja tempat yang mungkin lebih bersih dan tertata. Selain itu cara subjek 3 mengatasi persaingan dengan daerah sekitar adalah dengan servis yang memuaskan dan inovasi tiada henti. Tidak ada kelebihan menurut subjek 3 terhadap usahanya, ia mengatakan biasa saja. Kendala yang sering dialami subjek 3 adalah modal, terkadang untuk kulakan sedikit mengalami kesulitan. Subjek 3 mengatakan bahwa harapan terhadap usahanya agar usahanya menjadi lebih besar dan bertambah maju. d. Subjek 4 Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa subjek 4 membuka usaha/tokonya jam delapan pagi setiap harinya. Macam-macam produk yang dijual adalah sembako dan plastik. Beliau memilih lokasi usaha ini karena letaknya dekat pasar, jadi memang daerah yang ramai. Subjek 4 mengatakan bahwa usahanya saat ini sudah memiliki beberapa cabang. Subjek 4 juga menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain, selama kritik itu membangun pasti ia terima. Subjek 4 selalu mengikuti perkembangan zaman, karena semakin lama kebutuhan semakin bertambah. Subjek 4 juga memanfaatkan dunia internet untuk sekedar membantu mengetahui informasi saat ini. Subjek 4 merasa telah

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik selama ini, karena hal tersebut merupakan suatu keharusan. Subjek 4 mengatakan bahwa ada trik khusus agar produknya laku terjual, yaitu dengan menjual barang sedikit lebih murah. Subjek 4 pernah memasarkan/mempromosikan barang dengan bantuan sales promotion. Subjek 4 dengan percaya diri mengatakan bahwa ia menjual produk dengan kualitas yang lebih baik dari kompetitor. Selain itu cara subjek 4 mengatasi persaingan dengan daerah sekitar dengan memberi pelayanan dan harga yang baik kepada konsumen. Kelebihan usaha subjek 4 adalah usahanya menjual barang kebutuhan pokok dan dianggap usaha yang menjanjikan. Kendala yang sering dialami subjek 4 adalah masih kurangnya pegawai/tenaga. Subjek 4 mengatakan bahwa harapan terhadap usahanya agar bisa lebih maju. e. Subjek 5 Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa subjek 5 membuka usaha/tokonya jam delapan pagi setiap harinya. Macam-macam produk yang dijual adalah sembako dan plastik. Beliau memilih lokasi usaha ini karena letaknya cukup bagus, di jalan pantura yang sangat ramai. Subjek 5 mengatakan bahwa usahanya saat ini belum memiliki cabang, namun memiliki usaha lain. Subjek 5 menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain, hal itu untuk mengkoreksi kekurangan. Subjek 5 selalu mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti kebutuhan konsumen. Subjek 5 juga memanfaatkan dunia internet untuk update informasi.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Subjek 5 merasa telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik selama ini, karena hal tersebut merupakan suatu keharusan. Subjek 5 mengatakan bahwa ada trik khusus agar produknya laku terjual, yaitu dengan harga murah dan pelayanan yang baik. Subjek 5 pernah memasarkan/mempromosikan barang dengan bantuan sales promotion. Subjek 5 dengan percaya diri mengatakan bahwa ia menjual produk dengan kualitas yang lebih baik dari kompetitor. Selain itu cara subjek 5 mengatasi persaingan dengan daerah sekitar dengan pelayanan yang baik, harga yang baik, dan barang yang berkualitas. Kelebihan usaha subjek 5 adalah produk kebutuhan primer yang pasti laku. Kendala yang sering dialami subjek 5 adalah kekurangan tenaga/susah mencari pegawai yang sesuai. Subjek 5 mengatakan bahwa harapan terhadap usahanya agar tetap maju dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. f. Subjek 6 Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa subjek 6 membuka usaha/tokonya jam delapan pagi setiap harinya. Macam-macam produk yang dijual antara lain alat-alat jahit dan tulis. Beliau memilih lokasi usaha ini karena letaknya yang strategis. Subjek 6 mengatakan bahwa usahanya saat ini sudah memiliki cabang. Subjek 6 menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain. Subjek 6 juga selalu mengikuti perkembangan zaman, agar barang cepat laku. Subjek 6 tidak memanfaatkan dunia internet karena gagap teknologi. Subjek 6 merasa telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik selama ini.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Subjek 6 mengatakan bahwa tidak ada trik khusus agar produknya laku terjual, semua biasa saja. Subjek 6 belum pernah mempromosikan barangnya, hal ini dikarenakan banyak yang sudah tahu toko ini. Subjek 6 menjual produk dengan kualitas biasa saja/sama dari kompetitor. Selain itu cara subjek 6 mengatasi persaingan dengan daerah sekitar ialah dengan pelayanan yang terus ditingkatkan dan melengkapi kebutuhan konsumen. Kelebihan usaha subjek 6 adalah tidak hanya usaha satu macam, jadi jika yang satu sepi yang lain masih bisa jalan. Kendala yang sering dialami subjek 6 adalah barang yang rusak. Subjek 6 mengatakan bahwa harapan terhadap usahanya agar berjalan lancar terus. g. Subjek 7 Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa subjek 7 membuka usaha/tokonya jam tujuh pagi setiap harinya. Macam-macam produk yang dijual antara lain plastik, bahan-bahan roti, dan es. Beliau memilih lokasi usaha ini karena letaknya cukup strategis. Subjek 7 mengatakan bahwa usahanya saat ini belum memiliki cabang. Subjek 7 menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain. Subjek 7 juga selalu mengikuti perkembangan zaman. Subjek 7 tidak memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usahanya. Subjek 7 juga merasa telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik selama ini. Subjek 7 mengatakan bahwa ada trik khusus agar produknya laku terjual, yaitu dengan lebih berani bersaing harga dengan toko lain. Subjek 7

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 mempromosikan barang dengan cara membagikan brosur dan lewat mulut ke mulut. Subjek 7 dengan percaya diri mengatakan bahwa ia menjual produk dengan kualitas yang lebih baik dari kompetitor. Selain itu cara subjek 7 mengatasi persaingan dengan daerah sekitar dengan lebih berani bersaing harga dengan toko lain. Kelebihan usaha subjek 7 adalah harga yang kompetitif, pelayanan yang ramah, cepat, dan memuaskan. Kendala yang sering dialami subjek 7 adalah perputaran uang yang terkadang memusingkan. Subjek 7 mengatakan bahwa harapan terhadap usahanya agar bisa lebih berkembang, semakin besar, dan ramai. h. Subjek 8 Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa subjek 8 membuka usaha/tokonya jam delapan pagi setiap harinya. Macam-macam produk yang dijual adalah palawija. Beliau memilih lokasi usaha ini karena letaknya yang strategis, wilayah pusat grosir. Subjek 8 mengatakan bahwa usahanya saat ini belum memiliki cabang. Subjek 8 juga mengatakan bahwa ia menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain. Subjek 8 tidak mengikuti perkembangan zaman tetapi memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usahanya, sekedar mencari tahu jaringan. Subjek 8 juga merasa telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik selama ini, karena pembeli adalah raja. Subjek 8 mengatakan bahwa tidak ada trik khusus agar produknya laku terjual. Subjek 8 pernah memasarkan barang dengan cara memberikan variasi

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 harga. Subjek 8 menjual produk dengan kualitas yang sama dengan kompetitor. Selain itu cara subjek 8 mengatasi persaingan dengan daerah sekitar dengan cara mencari keuntungan sedikit, namun target kapasitas barang tercapai. Kelebihan usaha subjek 8 adalah usahanya bisa mempermainkan pasaran harga. Kendala yang sering dialami subjek 8 adalah penyusutan barang yang sangat cepat. Subjek 8 mengatakan bahwa harapan terhadap usahanya agar tambah maju dan sukses. i. Subjek 9 Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa subjek 9 membuka usaha/tokonya jam sembilan pagi setiap harinya. Macam-macam produk yang dijual adalah sparepart elektronik. Beliau memilih lokasi usaha ini karena dulu di daerah sini belum ada usaha seperti ini. Subjek 9 mengatakan bahwa usahanya saat ini belum memiliki cabang. Subjek 9 juga menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain, untuk meningkatkan produk. Subjek 9 selalu mengikuti perkembangan zaman, hal ini dikarenakan alat-alatnya selalu berubah setiap tahunnya. Subjek 9 tidak memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usahanya. Subjek 9 juga merasa telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik selama ini. Subjek 9 mengatakan bahwa ada trik khusus agar produknya laku terjual, yaitu dengan memasarkan lebih aktif. Subjek 9 pernah memasarkan barangnya dengan cara menawarkan ke toko-toko lain. Subjek 9 dengan percaya diri

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 mengatakan bahwa ia menjual produk dengan kualitas yang lebih baik dari kompetitor. Selain itu cara subjek 9 mengatasi persaingan dengan daerah sekitar dengan memberikan pelayanan dan harga yang baik kepada konsumen. Kelebihan usaha subjek 9 adalah usaha sepertinya masih jarang di daerah tersebut. Kendala yang sering dialami subjek 9 adalah persaingan harga. Subjek 9 mengatakan bahwa harapan terhadap usahanya agar bisa semakin maju dan berkembang.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya No Pertanyaan 1 Jam buka usaha Subyek 1 Jam 9 pagi Baterai, bingkai, album foto, cetak foto, studio foto Subyek 2 Jam 5 pagi Subyek 3 Jam 7 pagi Subyek 4 Jam 8 pagi Subyek 5 Jam 8 pagi Subyek 6 Jam 8 pagi Subyek 7 Jam 7 pagi Subyek 8 Jam 8 pagi Subyek 9 Jam 9 pagi Daging Bahan kelontong Sembako dan plastik Bahan roti dan plastik Alat jahit dan alat tulis Plastik, bahan roti, es Palawija Sparepart elektronik 2 Produk yang di jual 3 Lokasi usaha Strategis Strategis 4 Cabang Usaha Menerima kritik, saran, ide dari orang lain Mengikuti perkembangan zaman Memanfaatkan dunia internet Memberikan pelayanan yang baik Trik khusus agar barang laku terjual Cara memasarkan/mempr omosikan barang Menjual produk dengan kualitas yang lebih baik daripada kompetitior Tidak ada Tidak ada Petunjuk dari Tuhan Tidak ada Ya Ya Ya Cara mengatasi persaingan di daerah sekitar Hasil dan kualitas foto Sudah biasa terbaik 5 6 7 8 9 10 11 12 Ada Jalur pantura Ada Ada Cukup strategis Tidak ada Tidak ada Belum ada pesaing Tidak ada Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Tidak Tidak Ya Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ada Tidak ada Ada Ada Ada Tidak ada Ada Tidak ada Ada Brosur Dari mulut ke mulut Tidak ada Sales promotion Sales promotion Tidak ada Dari mulut ke mulut dan brosur Variasi harga Menawarka n di toko lain Ya Ya Biasa saja Ya Ya Biasa saja Ya Biasa saja Ya Servis yang memuaskan Servis dan harga yang baik Servis, Berani harga, Pelayanan bersaing barang yang ditingkatkan harga baik Keuntungan sedikit tapi target tercapai Servis dan harga yang baik Dekat pasar Strategis Strategis

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 13 Kelebihan dibandingkan dengan usaha yang lain Sudah hobi Biasa saja Biasa saja Barang Usaha yang yang jelas menjanjikan laku 14 Kendala yang sering dihadapi Modal Tidak ada Modal Kurangnya pegawai Susah cari pegawai 15 Harapan yang diinginkan Terus Lebih berkembang sukses Maju terus Semakin maju Lebih maju Pelayanan ramah, cepat, memuaskan Perputaran Barang uang yang tertentu kadang rusak memusingk an Berkemban Lancar terus g, ramai, jaya Usaha tidak satu macam Permainan pasaran harga Belum ada pesaing Penyusutan barang Persaingan harga Tambah maju dan sukses Maju dan berkembang

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 B. Pembahasan 1. Tingkat Keberhasilan Perempuan Etnis Tionghoa dalam Berwirausaha Tingkat keberhasilan perempuan Etnis Tionghoa dalam berwirausaha merupakan tingkat keberhasilan yang tidak semata-semata diukur dalam bentuk uang, tetapi juga melihat kemajuan dalam proses berlangsungnya suatu usaha itu sendiri. Keberhasilan usaha adalah suatu kenyataan persesuaian antara rencana dengan proses pelaksanaannya dan hasil yang dicapai, atau dengan kata lain keberhasilan tercapainya suatu tujuan. Beberapa aspek yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan berwirausaha antara lain: akumulasi modal, kelangsungan usaha, kemampuan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya, kemampuan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kemampuan meningkatkan kualitas hidup bagi para pemakai produk, pencapaian Break Even Point, menghasilkan biaya hidup, mencapai keuntungan riil, dan kemampuan dalam mengatasi segala hambatan yang ada. Dari jawaban seluruh subjek dapat disimpulkan jika dalam membuka usaha memang perlu modal yang tidak sedikit, namun sepertinya modal bukan menjadi prioritas utama untuk mendirikan suatu usaha. Jumlah modal yang diperlukan dalam membuka usaha setiap orang berbeda-beda, tergantung dengan usaha apa yang akan didirikan, keperluan apa saja yang harus disiapkan, lalu pemenuhan barang produksi

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 itu sendiri. Dari sembilan subjek, dapat dikategorikan menjadi tiga responden yang modal awalnya besar, sedang, dan kecil. Modal awal yang paling besar tampak pada subjek 4, 5, dan 8. Modal ketiga subjek berkisar kurang lebih seratus jutaan. Sedangkan modal sedang tampak pada subjek 1, 2, 6, dan 7. Modal keempat subjek tersebut kisaran dua puluh lima juta sampai lima puluh juta. Subjek 3 dan 9 termasuk dalam kategori modal kecil dengan modal awal kisaran sepuluh jutaan. Dalam menjalankan usaha sangatlah perlu jika memperkerjakan karyawan, terlebih jika usahanya ramai oleh pembeli, dalam hal ini karyawan sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan yang maksimal, sehingga tingkat kepuasan pelayanan pun dapat dimaksimalkan. Jumlah karyawan merupakan salah satu aspek dalam tingkat keberhasilan berwirausaha. Semakin banyak jumlah karyawan, semakin cepat pelayanan, tapi pengeluaran juga semakin besar untuk membayar upah mereka. Tetapi dalam hal ini, logikanya jika karyawan semakin banyak, dapat menjadi salah satu indikator bahwa usahanya banyak didatangi pembeli, dengan demikian pendapatan juga semakin besar. Dari sembilan subjek, jumlah karyawan yang paling banyak dimiliki oleh subjek 4, 5, 6, 8. Keempat subjek tersebut memiliki karyawan lima sampai delapan orang. Sedangkan subjek 2, 7, dan 9 memiliki karyawan dua sampai 3 karyawan. Subjek 1 dan 3 tidak memiliki karyawan.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Banyak tidaknya pembeli/pelanggan merupakan salah satu indikator kesuksesan dalam berwirausaha, semakin banyak pembeli yang datang, secara otomatis semakin banyak pendapatan yang akan diterima. Pendapatan juga sangat menentukan kelangsungan hidup suatu usaha akan bertahan atau tidak. Dari kesembilan subjek, subjek 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 rata-rata menyebutkan pembeli yang datang ke tokonya bisa mencapai dua puluh sampai tiga puluhan. Hanya subjek 1 yang setiap harinya didatangi pembeli tiga sampai lima orang. Selain itu rata-rata penghasilan sehari terbanyak tampak pada subjek 4 yaitu sepuluh sampai lima belas jutaan. Kemudian subjek 3, 8, dan 9 rata-rata penghasilan bisa mencapai satu sampai lima jutaan. Subjek 1, 2, 5, 6, dan 7 rata-rata penghasilan sehari hanya dua ratus lima puluh ribu sampai satu jutaan. Untuk rata-rata keuntungan per bulan seluruh subjek sama, yaitu kisaran lima sampai sepuluh jutaan. Di sisi lain lima dari sembilan subjek mengatakan omzet per bulannya tetap, sedangkan yang lain mengatakan naik. Lama usaha subjek dalam berwirausaha tampak tujuh subjek kurang lebih sudah berwirausaha lima belas tahunan. Sedangkan dua subjek belum lama membuka usahanya, yakni baru tiga hingga lima tahun. Mayoritas subjek pernah mengalami kerugian. Kerugian selalu ada dan menjadi bayangbayang dalam setiap berwirausaha, namun semua harus siap ditanggung segala resikonya. Delapan dari sembilan subjek, mengatakan pernah mengalami kerugian, sedangakan hanya subjek 4 yang mengaku belum

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 pernah mengalami kerugian. Ada bermacam-macam cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kerugian, seperti dengan usaha sambilan/sampingan, mengevaluasi diri/re-management, pinjam modal, dan yang jelas tidak boleh berputus asa. Keberhasilan bewirausaha perempuan etnis Tionghoa adalah keberhasilan dalam mewujudkan impian atau cita-cita karena adanya kemampuan dan usaha, kemudian dengan segenap kemampuannya bertanggung jawab atas jalannya usaha sehingga meraih tujuan dari usahanya. Tampak dalam aspek seberapa besar tingkat keberhasilan etnis Tionghoa berwirausaha ini subjek 4 cukup dominan dalam setiap indikator. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan etnis Tionghoa dalam berwirausaha bisa dilihat dari modal awal yang besar, banyaknya karyawan, rata-rata pembeli, rata-rata pendapatan/keuntungan, lamanya usaha, dan belum pernah mengalami kerugian. 2. Faktor Internal dan Eksternal yang Menentukan Keberhasilan Perempuan Etnis Tionghoa dalam Berwirausaha Faktor internal adalah segala sesuatu yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha yang ada dalam diri perempuan etnis Tionghoa yang mempengaruhi keberhasilan dalam berwirausaha itu sendiri. Sedangkan faktor internal adalah segala sesuatu yang berada di luar diri perempuan etnis Tionghoa yang mempengaruhi terhadap keberhasilan dalam berwirausaha.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Indikator faktor internal dan eksternal antara lain: ketepatan dalam memilih usaha, keyakinan menekuni suatu usaha, motivasi membuka usaha, pengalaman berwirausaha, kemampuan merencanakan tujuan dan program yang jelas, inovasi produk, kesiapan menghadapi resiko, peluang usaha, hoki/keberuntungan, pengaruh keadaan pasar, dan idealisme. Rata-rata para subjek mengatakan bahwa usahanya merupakan usaha turun-temurun dari orang tuanya. Seluruh subjek juga mengatakan bahwa meskipun ada berbagai macam latar belakang tentang usaha tersebut, usahanya sekarang memang benar-benar usaha yang ingin digeluti. Adanya motivasi dari orang tua, anak/saudara juga mempengaruhi subjek untuk bersemangat dalam berwirausaha. Mayoritas subjek belum pernah berpengalaman berwirausaha sebelumnya, namun mereka sudah terbiasa melihat orang tua atau saudara mengelola toko, sehingga setidaknya mereka sudah sedikit mengerti. Pengalaman sebenarnya memang penting, namun jika sudah terbiasa melihat atau hidup dilingkungan usaha, biasanya sudah mengerti akan maksud dan tujuan berwirausaha itu sendiri. Selain itu mayoritas subjek mengelola usaha dengan program dan tujuan yang jelas, meskipun hanya secara mendasar dalam rencana keuangan. Tujuh dari sembilan subjek mengatakan berinovasi dengan produknya. Selain itu mayoritas seluruh subjek siap jika suatu saat mengalami kegagalan. Para subjek mayoritas juga percaya dengan hoki/keberuntungan, kemudian mengakui jika

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 keadaan pasar mempengaruhi usahanya. Mayoritas subjek belum mencoba usaha lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan berwirausaha adalah ketepatan dalam memilih usaha/kejelian dalam menangkap peluang usaha, meski dalam hal ini sebagian besar subjek berwirausaha karena faktor keturunan, keyakinan/kepercayaan diri untuk serius dalam menekuni suatu usaha, motivasi yang tinggi untuk membuka usaha, ada tidaknya pengalaman berwirausaha bukan menjadi hambatan berwirausaha, kemampuan merencanakan tujuan dan program yang jelas sebelum membuka usaha, kemampuan untuk selalu berinovasi dengan produk, kesiapan menghadapi resiko, percaya akan hoki/keberuntungan, kemampuan terhadap pengaruh keadaan pasar, dan idealisme yang tinggi. 3. Strategi Perempuan Etnis Tionghoa dalam Mengembangkan Usahanya Strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usaha adalah kemampuan merencanakan hal yang padu di bidang pemasaran/mengembangkan usaha yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu usaha. Selain itu dasar tindakan yang mengarahkan kegiatan pemasaran/mengembangkan suatu usaha dalam kondisi persaingan dan

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 lingkungan yang selalu berubah, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Indikator dalam mengembangkan usaha ini antara lain: konsistensi dalam membuka usaha, variasi produk, penentuan lokasi, mengembangkan jaringan/network, menerima kritik/saran/ide, mengikuti perkembangan zaman, memanfaatkan dunia internet, pelayanan dan kepuasan pelanggan, trik agar produk laku terjual, promosi, kualitas produk, kemampuan bersaing, kelebihan usaha, kemampuan mengenali hambatan, dan harapan terhadap usaha. Melihat analisis ketiga tentang strategi perempuan Etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya dapat disimpulkan bahwa membuka usaha pada waktu tertentu merupakan sebuah cara sederhana untuk menuju sukses, mereka sangat detail untuk melihat hal-hal yang dipandang kecil. Selain itu konsistensi dalam waktu jelas akan lebih menguntungkan produsen dan konsumen. Jenis barang/produk yang mereka jual sangat bervariasi, hal ini jelas memuaskan konsumen karena kebutuhan nantinya dapat terpenuhi. Ketepatan dalam memilih produk yang akan dijual menentukan berhasilnya suatu usaha. Semakin pintar dalam menangkap peluang, maka kemungkinan besar produk yang dijual akan semakin cepat laku, misalnya barang primer/pokok yang notabene sangat dibutuhkan oleh setiap lapisan masyarakat. Selain itu penentuan lokasi usaha sangatlah penting untuk diperhatikan, karena mereka menganggap lokasi merupakan salah satu

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 sumber keberuntungan bagi usaha mereka. Lokasi yang strategis mempunyai peluang untung yang lebih besar dibandingkan lokasi yang terpencil atau tidak diketahui masyarakat. Meskipun usaha mereka cukup lumayan, tapi rata-rata subjek belum memikirkan untuk membuka cabang lain, karena hal tersebut membutuhkan modal yang agak besar, selain itu mereka cenderung untuk fokus pada usaha yang sekarang. Subjek secara terang-terangan menerima saran, kritik, ide dari orang lain. Selama kritik itu membangun dan membantu perkembangan usaha, subjek akan selalu menerima, meskipun secara keseluruhan keputusan tetap di tangan mereka. Beberapa dari mereka sangat antusias untuk mengikuti perkembangan zaman, karena beberapa produk yang mereka jual menuntut untuk mengikuti mode saat ini. Rata-rata subjek tidak menggunakan media internet sebagai salah satu cara untuk mengembangkan usahanya, hal ini cukup realistis jika dilihat dari usaha yang mereka miliki tidak terlalu besar. Meskipun demikian, tetap ada beberapa yang memanfaatkan media internet untuk mencari channel, informasi, dan lain-lain. Di era modern seperti sekarang, pemanfaatan media internet sangatlah membantu, jadi tidak ada salahnya jika menggunakannya secara bijak dan optimal. Secara umum mereka merasa telah memuaskan pelanggan meskipun sebenarnya belum maksimal, mereka berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Sebagian dari subjek merasa tidak ada trik khusus yang mereka lakukan agar barang dagangannya laku terjual, mereka cenderung

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 mengalir seperti air, karena mereka merasa usaha mereka lebih dibutuhkan dalam bermasyarakat. Ada bermacam-macam cara untuk memasarkan atau mempromosikan barang, misalnya menggunakan brosur, menawarkan langsung pada pembeli, mulut ke mulut, bahkan ada yang memanfaatkan jasa sales promotion. Secara umum, mereka menganggap bahwa produk yang mereka jual/berikan memiliki kualitas yang lebih baik dari kompetitior. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasi persaingan di daerah sekitar, misalnya dengan memberikan pelayanan yang baik, kualitas produk yang baik, harga yang kompetitif, dan sebagainya. Kendala yang mereka hadapi sebenarnya cukup beragam, seperti sulitnya mencari pegawai yang sesuai, keterbatasan modal, barang produk yang rusak, namun yang cukup besar adalah banyaknya kompetitor yang bermunculan. Harapan terbesar yang mereka ungkapkan adalah agar usahanya semakin maju, sukses, berkembang, berkelangsungan, memiliki cabang, dan mampu mendongkrak ekonomi keluarga. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya ialah dengan kemampuan untuk melihat secara detail sesuatu hal yang dipandang sederhana seperti konsistensi dalam waktu, kemampuan menyediakan jenis barang/produk yang bervariasi, ketepatan dalam memilih atau menjual produk, kemampuan dalam penentuan lokasi usaha, fokus pada usaha tersebut, menerima saran, kritik, ide dari orang lain, mengikuti perkembangan

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 zaman, kemampuan untuk memuaskan pelanggan atau memberikan pelayanan yang terbaik, kemampuan memasarkan atau mempromosikan barang, menjual produk dengan kualitas yang lebih baik dari kompetitior. kemampuan mengatasi persaingan, kemampuan mengatasi kendala, dan memiliki harapan yang besar terhadap usahanya.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : Tingkat keberhasilan perempuan Etnis Tionghoa dalam berwirausaha merupakan tingkat keberhasilan yang tidak semata-semata diukur dalam bentuk uang, tetapi juga melihat kemajuan dalam proses berlangsungnya suatu usaha itu sendiri. Keberhasilan usaha adalah suatu kenyataan persesuaian antara rencana dengan proses pelaksanaannya dan hasil yang dicapai, atau dengan kata lain keberhasilan tercapainya suatu tujuan. Beberapa aspek yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan berwirausaha antara lain: akumulasi modal, kelangsungan usaha, kemampuan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya, kemampuan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kemampuan meningkatkan kualitas hidup bagi para pemakai produk, pencapaian Break Even Point, menghasilkan biaya hidup, mencapai keuntungan riil, dan kemampuan dalam mengatasi segala hambatan yang ada. Keberhasilan bewirausaha perempuan etnis Tionghoa adalah keberhasilan dalam mewujudkan impian atau cita-cita karena adanya 119

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 kemampuan dan usaha, kemudian dengan segenap kemampuannya bertanggung jawab atas jalannya usaha sehingga meraih tujuan dari usahanya. Tingkat keberhasilan etnis Tionghoa dalam berwirausaha bisa dilihat dari modal awal yang besar, banyaknya karyawan, rata-rata pembeli, rata-rata pendapatan/keuntungan, lamanya usaha, dan belum pernah mengalami kerugian. Faktor internal adalah segala sesuatu yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha yang ada dalam diri perempuan etnis Tionghoa yang mempengaruhi keberhasilan dalam berwirausaha itu sendiri. Sedangkan faktor internal adalah segala sesuatu yang berada di luar diri perempuan etnis Tionghoa yang mempengaruhi terhadap keberhasilan dalam berwirausaha. Faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan etnis Tionghoa dalam berwirausaha ialah ketepatan dalam memilih usaha/kejelian dalam menangkap peluang usaha, keyakinan/kepercayaan diri untuk serius dalam menekuni suatu usaha, motivasi yang tinggi untuk membuka usaha, ada tidaknya pengalaman berwirausaha bukan menjadi hambatan berwirausaha, kemampuan merencanakan tujuan dan program yang jelas sebelum membuka usaha, kemampuan untuk selalu berinovasi dengan produk, kesiapan menghadapi resiko, percaya akan hoki/keberuntungan, kemampuan terhadap pengaruh keadaan pasar, dan idealisme yang tinggi.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Strategi perempuan etnis Tionghoa dalam mengembangkan usaha adalah kemampuan merencanakan hal yang padu di bidang pemasaran atau mengembangkan usaha yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu usaha. Selain itu dasar tindakan yang mengarahkan kegiatan pemasaran atau mengembangkan suatu usaha dalam kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya ialah dengan kemampuan untuk melihat secara detail sesuatu hal yang dipandang sederhana seperti konsistensi dalam waktu, kemampuan menyediakan jenis barang/produk yang bervariasi, ketepatan dalam memilih atau menjual produk, kemampuan dalam penentuan lokasi usaha, fokus pada usaha tersebut, menerima saran, kritik, ide dari orang lain, mengikuti perkembangan zaman, kemampuan untuk memuaskan pelanggan atau memberikan pelayanan yang terbaik, kemampuan memasarkan atau mempromosikan barang, menjual produk dengan kualitas yang lebih baik dari kompetitior, kemampuan mengatasi persaingan, kemampuan mengatasi kendala, dan memiliki harapan yang besar terhadap usahanya.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 B. Saran Adapun saran-saran yang dapat diajukan di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi para perempuan Etnis Tionghoa diharapkan tetap menjalankan konsep dan prinsip dalam berdagang, sehingga usahanya semakin maju dan lebih berkembang. 2. Bagi pedagang selain Etnis Tionghoa diharapkan mampu mengambil contoh positif dari perempuan Etnis Tionghoa dalam mencapai kesuksesan berdagang. 3. Peran pemerintah daerah atau pemerintah kota dalam meningkatkan usaha khususnya para perempuan Etnis Tionghoa perlu diperhatikan dan dioptimalkan, baik itu dari segi permodalan, perizinan, dan lain-lain, sehingga usaha perempuan Etnis Tionghoa tetap mampu bertahan dan menjadi warna dalam kehidupan budaya dan bermasyarakat. C. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini, penulis merasa masih banyak menemukan kekurangan, kelemahan, dan hambatan, antara lain : 1. Sampel yang diambil tidak seluruhnya pedagang yang berjualan/memiliki usaha, karena penelitian ini lebih terarah pada perempuan Etnis Tionghoa, selain itu para pemilik usaha yang berjenis kelamin perempuan sangatlah sedikit.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 2. Waktu yang diberikan oleh responden untuk wawancara dengan peneliti sangat terbatas, hal ini dikarenakan kesibukan responden yang luar biasa. 3. Responden masih menutupi dirinya, sehingga sampel yang didapat belum begitu jelas. 4. Data yang diambil belum begitu jelas masih bisa berkembang seiring waktu serta pengujian data masih berupa asumsi yang diberikan responden saja.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Achmad, N. 2002. Kewirausahaan. Surakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Afwah, I. 2008. Sukses Berwirausaha Pada Perempuan Etnis Tionghoa. Skripsi. Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Anindya, M. 2013. 5 Karakter Wirausahawan Sukses versi Bob Sadino. Tersedia : http://www.netpreneur.co.id. Diakses tanggal 15 Agustus 2013. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI. Jakarta : Penerbit PT Rineka Cipta. Artikel tentang Etnis Tionghoa Lebih Siap Hadapi Globalisasi, 15 November 2011. Tersedia : http://www.beritabatavia.com. Diakses 3 April 2012. Artikel tentang Gerakan Kewirausahaan Nasional, 7 Februari 2011. Tersedia : http://www.balipost.com. Diakses 16 Agustus 2012. Artikel tentang Pengertian Kewirausahaan Menurut Ahli, 14 Mei 2012. Tersedia : http://www.ilmuakuntansi.web.id. Diakses 19 Desember 2012. Chandra, P.E. 2005. Menjadi Entrepreneur Sukses. Jakarta : PT. Grasindo. Charlie, L. 2006. Resep Kaya ala Orang Tionghoa (Financial Strategy). Bandung : TriExs Media. Efnita, S. 2007. Adversity Quotient pada Pedagang Etnis Cina. Skripsi. Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Eka, M. 2011. Perilaku Ekonomi Etnis Cina di Indonesia Sejak Tahun 1930-an. Tersedia : http://www.pantangpulangsebelumpadam.blogspot.com. Diakses 3 April 2012. Gie, T.L. 1996. Strategi Hidup Sukses. Yogyakarta : Liberty. Hamzah, R. 1994. Faktor-faktor prestasi : wawancara terus terang dengan beberapa orang paling berhasil di zaman sekarang. Jakarta : Binarupa Aksara. Harefa. 2002. Berwirausaha Dari Nol. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Herawaty, S. 1998. Kewirausahaan. Jakarta : Badan Penerbit IPWI. http://www.dikmenum.go.id. Diakses tanggal 11 Agustus 2013. 124

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 http://www.id.wikipedia.or/wiki/pedagang. Diakses tanggal 10 Juli 2013. http://www.id.wikipedia.or/wiki/Tionghoa-Indonesia. Diakses tanggal 10 Agustus 2014. http://www.pekalongankota.go.id. Diakses tanggal 7 Juli 2014. http://www.kbbi.web.id. Diakses tanggal 11 Agustus 2013 Junaedi, U. 2006. Mengungkap Rahasia Bagaimana Sebagian Besar Orang Cina Kaya (Dalam Perspektif Etos Kerja Muslim). Bandung : Dayyan Publishing. Kartono, K. & Gulo, D. 1987. Kamus Psikologi. Bandung : Pioner Jaya. Koentjaraningrat. 1980. Manusia dan Agama. Jakarta : PT. Gramedia. Lim, J. 2000. No Pain No Gain (Metode Sukses Pribadi dalam Studi, Karier, dan Bisnis). Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Moleong, L.J. 2008. Metodelogi Penelitian Kualitatif : Edisi Revisi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Musianto, L.S. 2003. Peran Orang Tionghoa dalam Perdagangan dan Hidup Perekonomian dalam Masyarakat. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol.5, No.2, September 2003 : 193-206. Surabaya : Fakultas Ekonomi dan Fakultas Komunikasi Universitas Kristen Petra. Ngangi, E. 2006. Jangan Mau Jadi Istri Saja (easy ways start business for woman). Bekasi : Eviexena Mediatama. Poerwandari, E.K. 1998. Pendekatan Kualitatif Dalam Psikologi. Jakarta : Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Pranoto, E.D. 2008. Resep Kaya ala Orang Cina. Yogyakarta : CV. Andi Offset. Rina, J.F. 2002. Wanita Bekerja. Tersedia : http://www.entrepreneur.psi/wnt.htm. Diakses 15 Mei 2013. Schumpeter, J. 1934. Pengertian Kewirausahaan Menurut Ahli. Tersedia : http://www.ilmuakuntansi.web.id. Diakses tanggal 19 Desember 2012 Seng, A.W. 2007. Rahasia Bisnis Orang Cina. Jakarta : Hikmah.

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Sjahadhyni, B. 2001. Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia dari Perspektif Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : Bagian PIO Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Soekanto. 1993, Kamus Sosiologi. Jakarta.: Rajawali. Soekisman, W.D. 1975. Masalah Cina di Indonesia. Jakarta : CV. Bandung Indah. Strauss, A. & Corbin, J. 2003. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Bandung : ALFABETA. Sulistyo, B. 2006. Metode Penelitian. Jakarta : Wedatama Widya Sastra dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Suryabrata, S. 2008. Metodologi Penelitian, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Suryadinata, L. 2003. Etnis Tionghoa, Pribumi Indonesia, dan Kemajemukan Peran Negara, Sejarah, dan Budaya dalam Hubungan Antar Etnis. Tersedia : http://www.jur.or.id/jurnal. Diakses tanggal 11 Agustus 2013. Suryana, Y. & Bayu, K.. 2010. Kewirausahaan : Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses. Jakarta : Kencana. Suryana. 2001. Kewirausahaan. Jakarta : Salemba Empat. Suryana. 2003. Kewirausahaan (Pedoman Praktis, Kiat, dan Proses Menuju Sukses). Jakarta : Salemba Empat Yukikuncoro. 2007. Wanita dan bisnis online. http://www.wirausaha.com/wanita_n_bisnis/index.html. Tersedia : Diakses tanggal 20 Juli 2013. Zimmerer & Scarborough. 2008. Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil 1. Edisi 5. Jakarta : Salemba Empat.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 1 SURAT IZIN PENELITIAN

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 2 KARAKTERISTIK RESPONDEN dan PERTANYAAN WAWANCARA

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Karakteristik / Identitas Responden Nama : .............................................................................................. Jenis Kelamin : .............................................................................................. Umur : .............................................................................................. Alamat : .............................................................................................. Pendidikan terakhir : .............................................................................................. Nama tempat usaha : .............................................................................................. Pertanyaan Wawancara 1. Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan etnis Tionghoa dalam berwirausaha A. Berapa modal awal yang Anda butuhkan dalam usaha ini? B. Berapa karyawan yang Anda miliki saat ini? C. Berapa rata-rata pelanggan/pembeli yang datang setiap harinya? D. Berapakah rata-rata penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 hari? E. Berapakah rata-rata penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 bulan? F. Omzet penjualan perbulannya relatif..... G. Sudah berapa lama usaha ini berlangsung? H. Kapan Anda mencapai titik impas/BEP? I. Apakah Anda pernah mengalami kerugian? J. Bagaimana Anda mengatasi masalah kerugian tersebut? 2. Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan etnis Tionghoa dalam berwirausaha A. Mengapa Anda memilih usaha ini? B. Apakah usaha ini benar-benar yang ingin Anda geluti? C. Apa dan siapa yang motivasi Anda membuka usaha ini? D. Apakah Anda pernah memiliki pengalaman berwirausaha ini sebelumnya?

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E. Apakah ketika akan mendirikan usaha ini, Anda merencanakan tujuan dan program yang jelas, baik rencana keuangan atau persiapan yang baik dan matang? F. Apakah Anda selalu mencoba berinovasi dengan produk-produk Anda? Alasannya? G. Apakah Anda siap jika suatu saat usaha ini mengalami kegagalan? Alasannya? H. Seberapa besar peluang usaha ini sangat menentukan keberhasilan Anda? Alasannya? I. Apakah Anda percaya dengan hoki/keberuntungan? Apakah dalam berlangsungnya usaha ini Anda pernah mengalaminya? J. Apakah keadaan pasar mempengaruhi usaha Anda? Alasannya? K. Mengapa harus usaha ini, mengapa tidak mencoba usaha yang lainnya? 3. Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya A. Kapan dan jam berapa usaha Anda buka? B. Apa saja macam-macam produk yang Anda jual? C. Mengapa Anda memilih lokasi ini untuk berjualan? D. Apakah Anda memiliki cabang lain selain usaha yang sekarang Anda kelola? E. Apakah Anda menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain? Alasannya? F. Apakah Anda selalu mengikuti perkembangan zaman agar produk/usaha Anda tetap eksis? Alasannya? G. Apakah Anda memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usaha Anda? Alasannya? H. Apakah Anda memberikan pelayanan yang baik dan merasa telah memuaskan pelanggan? I. Adakah trik khusus agar barang Anda laku terjual? J. Bagaimana cara Anda memasarkan/mempromosikan barang Anda agar dikenal masyarakat?

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI K. Apakah Anda menjual produk dengan kualitas yang lebih baik daripada kompetitior? L. Bagaimana Anda mengatasi persaingan di daerah sekitar? M. Menurut Anda, apa kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan usaha yang lainnya? N. Dalam membuka usaha ini, kendala apa saja yang sering Anda hadapi? O. Apa harapan yang Anda inginkan terhadap usaha yang sudah Anda jalankan sekarang ini?

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 3 TRANSKRIP HASIL WAWANCARA

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Transkrip Hasil Wawancara Hari/Tanggal Wawancara Waktu Tempat : 1 Juli 2014 : Pukul 10.00 WIB : “Remaja” Digital Foto Studio Identitas Responden Nama Kode Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan terakhir Nama tempat usaha : Ny. Y. Slamet Subagijo : Subjek 1 : Perempuan : 60 Tahun : JL. Raya Ahmad Yani 498 : SMA : “Remaja” Digital Foto Studio No Pertanyaan Jawaban Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Berapa modal awal yang Anda Awalnya modal saya kurang lebih 1 butuhkan dalam usaha ini? 50 jutaan mas. Berapa karyawan yang Anda miliki Saya nggak punya karyawan mas, saat ini? semua saya lakukan sendirian, 2 cuma kadang dibantu suami atau anak-anak gitu. Berapa rata-rata pelanggan/pembeli Nggak tentu, kadang rame, kadang yang datang setiap harinya? sepi, ya kalo dirata-rata 3-5 orang 3 yang datang setiap hari adalah, kebetulan saya juga nggak punya langganan tetap. Berapakah rata-rata Sebener e kalau rame cukup penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 lumayan mas, tapi namanya usaha 4 hari? jadi nggak tentu juga, ya rata-rata kurang lebih 250 ribuan lah tapi kadang juga lebih sih. Berapakah rata-rata Kalau dihitung-hitung bisa 5 5 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 sampai 10 jutaan. bulan? Omzet penjualan perbulannya relatif Tetap, biasa gitu. 6 menurun, naik atau tetap? Sudah berapa lama usaha ini Usaha saya dah cukup lama mas, 7 berlangsung? kurang lebih hampir 15 tahunan. Kapan Anda mencapai titik Kalau balik modal ya kira-kira 8 impas/BEP? kurang lebih bisa hampir 2 tahunan mas, agak lupa, hehe

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ya pernah dong mas, namanya juga usaha. Saya tetap berusaha bertahan mas, tapi kadang-kadang juga dengan 10 usaha sambilan untuk pemasukan gitu. Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Mengapa Anda memilih usaha ini? Sebener e usaha ini keturunan dari orang tua mas, saya lalu 1 meneruskan, selain itu karena awalnya saya juga hobi dalam dunia fotografi. Apakah usaha ini benar-benar yang Ya, dulu hobi juga. 2 ingin Anda geluti? Apa dan siapa yang memotivasi Anda Yo di samping ini merupakan membuka usaha ini? usaha dari orang tua saya dan saya rasa mempunyai prospek cerah, 3 saya termotivasi melanjutkannya aja dan yang memotivasi selain orang tua, ya anak/saudara mas. Apakah anda pernah memiliki Belum pernah mas, saya belum 4 pengalaman berwirausaha ini pernah usaha sebelumnya, ini sebelumnya? usaha pertama saya. Apakah ketika akan mendirikan usaha Ya, meskipun awalnya hanya cuma ini, Anda merencanakan tujuan dan mikir-mikr mas, terus tak coret5 program yang jelas, baik rencana coret di kertas biasa saja aja gitu. keuangan atau persiapan yang baik dan matang? Apakah anda selalu mencoba Ya, ini untuk memajukan usaha 6 berinovasi dengan produk-produk mas. Anda? Apakah Anda siap jika suatu saat Ya harus siap gak siap mas, tapi 7 usaha ini mengalami kegagalan? kami tahu kalau dalam usaha pasti ada yang berhasil dan gagal. Seberapa besar peluang usaha ini Lumayan besar mas peluangnya sangat menentukan keberhasilan melihat kebutuhan fotografi 8 Anda? semakin tinggi, untuk kenangan, pas foto, dll. Apakah anda percaya dengan hoki Kebetulan saya nggak terlalu atau keberuntungan? Apakah dalam percaya dengan keberuntungan, berlangsungnya usaha ini Anda pernah saya cuma merasa apa yang saya 9 mengalaminya? alami sekarang ini kok cuma campur tangan Tuhan ya.. Tuhan sudah memberi berkat bagi mereka yang giat bekerja keras, jujur, dan 9 Apakah Anda pernah mengalami kerugian? Bagaimana Anda mengatasi masalah kerugian tersebut?

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 11 1 2 3 4 5 6 7 8 ulet gitu. Apakah keadaan pasar mempengaruhi Iya mas, sekarang semakin banyak usaha Anda? pesaing, banyak yang buka di deket sini, selain itu kemajuan teknologi juga berpengaruh terhadap kelangsungan usaha, kalau alatalatnya bagus, ya pasti hasilnya juga bagus dan itu pasti memuaskan konsumen. Mengapa harus usaha ini, mengapa Ya itu mas, meneruskan usaha dari tidak mencoba usaha yang lainnya? orang tua, tapi karena saya juga hobi dalam dunia fotografi, setelah belajar dan menguasai tekniknya, saya kok merasa bahwa usaha ini punya peluang yang sangat baik. Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya Kapan dan jam berapa usaha Anda Saya buka toko jam 9 pagi setiap buka? harinya mas. Apa saja macam-macam produk yang Selain jasa foto studio, saya juga Anda jual? jual baterai, macam-macam bingkai, album foto, cetak foto. Mengapa Anda memilih lokasi ini Lokasinya cukup strategis mas. untuk berjualan? Apakah Anda memiliki cabang lain Saya belum punya cabang mas, selain usaha yang sekarang Anda tapi memang sudah lama ada kelola? rencana untuk membuka beberapa, tapi untuk sementara ini belum ada, masih diusahakan. Apakah Anda menerima kritik, saran, Ya penting itu mas, ini juga untuk atau ide dari orang lain? kemajuan usaha, sekaligus mengkoreksi jika dari pihak kami mungkin ada kesalahan. Apakah Anda selalu mengikuti Ya, terutama dalam hal perkembangan zaman agar produk teknologi/dunia fotografi, seperti atau usaha Anda tetap eksis? kamera, lensa, dll. Apakah Anda memanfaatkan dunia Kalau ada waktu luang pasti buka internet untuk mengembangkan usaha internet mas, setidaknya untuk Anda? mengikuti perkembangan dunia fotografer saat ini. Apakah Anda memberikan pelayanan Iya mas, saya merasa saya sudah yang baik dan merasa telah berusaha memberikan pelayanan memuaskan pelanggan? yang baik selama ini karena itu merupakan suatu keharusan, intinya sama konsumen harus berusaha sebaik mungkinlah.

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 10 11 Adakah trik khusus agar barang Anda laku terjual? Bagaimana cara Anda memasarkan atau mempromosikan barang Anda agar dikenal masyarakat? Apakah Anda menjual produk dengan kualitas yang lebih baik daripada kompetitor? Bagaimana Anda mengatasi persaingan di daerah sekitar? 12 13 Menurut Anda, apa kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan usaha yang lainnya? Dalam membuka usaha ini, kendala apa saja yang sering Anda hadapi? 14 15 Apa harapan yang Anda inginkan terhadap usaha yang sudah Anda jalankan sekarang ini? Ya ada, mungkin lebih tepatnya trik khusus dalam fotografi, tujuannya untuk mendapatkan hasil foto yang terbaik. Pernah dulu mas pake brosur/selebaran gitu. Saya merasa kok iya, harus percaya diri kalau kita yang terbaik..hehe Saya lebih berpikir untuk memberi hasil yang terbaik mas dan kalo bisa memberi kualitas barang yang terbaik, pasti konsumen bisa menilai. Selain hobi saya yang tersalurkan, bisa menjadikan usaha yang dapat menopang ekonomi keluarga. Yang jelas modal mas, karena dalam dunia fotografi kayak gini, menuntut untuk mengikuti perkembangan teknologi digital, padahal sekarang alat-alatnya nek semakin bagus mesti semakin mahal. Harapan saya usaha saya bisa terus berkembang dan punya cabang banyak,hehe

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Transkrip Hasil Wawancara Hari/Tanggal Wawancara Waktu Tempat : 2 Juli 2014 : Pukul 11.00 WIB : Pasar di Los Daging B2 Identitas Responden Nama Subjek Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan terakhir Nama tempat usaha : Ny. Diah Pusparini :2 : Perempuan : 48 Tahun : JL. Salak 20 Pekalongan : S1 : Los Daging B2 No Pertanyaan Jawaban Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Berapa modal awal yang Anda Modal saya dulu kurang lebih 25 1 butuhkan dalam usaha ini? jutaan mas. Berapa karyawan yang Anda miliki Saya cuma punya karyawan 3 saat ini? orang mas, untuk membantu saya berjualan gitu, soale yang datang 2 cukup rame, biar pelayanan bisa cepat dan memuaskan, soale banyak yang harus dikerjakan juga. Berapa rata-rata pelanggan/pembeli Kalo dikira-kira ya kurang lebih 25 3 yang datang setiap harinya? oranglah,hehe Berapakah rata-rata Ya nek dirata-rata keuntungan bisa 4 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 1 jutaan mas. hari? Berapakah rata-rata Kisaran perbulan bisa 10 sampai 25 5 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 jutaan. bulan? Omzet penjualan perbulannya relatif Tetap 6 menurun, naik atau tetap? Sudah berapa lama usaha ini Saya sudah berlangsung lebih dari 7 berlangsung? 15 tahunan mas. Kapan Anda mencapai titik Kalau nggak salah dulu hampir 108 impas/BEP? 12 bulanan gitu. Apakah Anda pernah mengalami Ya pernah beberapa waktu yang 9 kerugian? lalu mas. Bagaimana Anda mengatasi masalah Saya tetap berusaha bertahan mas, 10 kerugian tersebut? masih tetap berjualan, ruginya

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI nggak besar juga kok. Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Mengapa Anda memilih usaha ini? Ini usaha turun-temurun dari orang tua saya mas, saya lalu meneruskan 1 aja. Apakah usaha ini benar-benar yang Iya mas. . 2 ingin Anda geluti? Apa dan siapa yang memotivasi Anda Saya termotivasi membuka usaha membuka usaha ini? ini karena melanjutkan orang 3 tua/keluarga, jadi ya orang tualah yang memotivasi saya,hehe. Apakah anda pernah memiliki Pernah mas, saya pernah usaha 4 pengalaman berwirausaha ini beberapa sebelumnya. sebelumnya? Apakah ketika akan mendirikan usaha Ya tentu mas, harus dengan ini, Anda merencanakan tujuan dan persiapan yang baik dan benar5 program yang jelas, baik rencana benar matang, biar berjalan lancar. keuangan atau persiapan yang baik dan matang? Apakah anda selalu mencoba Kebetulan nggak mas, karena yang berinovasi dengan produk-produk saya jual nggak menuntut hal yang 6 Anda? macam-macam, dari dulu juga seperti ini kok, lagi pula juga cuma daging. Apakah Anda siap jika suatu saat Ya siap nggak siap mas, namanya 7 usaha ini mengalami kegagalan? juga usaha,hehe Seberapa besar peluang usaha ini Ya cukup besar mas, karena udah sangat menentukan keberhasilan menjadi kebutuhan, terus 8 Anda? permintaan dari pembeli semakin lama juga semakin banyak, soale salah satu daging favorit gitu,hehe Apakah anda percaya dengan hoki Ya saya percaya dan pernah atau keberuntungan? Apakah dalam mengalaminya mas. 9 berlangsungnya usaha ini Anda pernah mengalaminya? Apakah keadaan pasar mempengaruhi Ya berpengaruh mas, sekarang usaha Anda? semakin banyak pesaing, banyak 10 pedagang lain yang menjual barang yang sama, ya wajarlah. Mengapa harus usaha ini, mengapa Nggak mas, soale usaha turun tidak mencoba usaha yang lainnya? temurun, jadi cukup ini aja dulu, 11 ntar tambah pusing nek banyak pikiran,hehe. Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kapan dan jam berapa usaha Anda buka? Apa saja macam-macam produk yang Anda jual? Mengapa Anda memilih lokasi ini untuk berjualan? Apakah Anda memiliki cabang lain selain usaha yang sekarang Anda kelola? Apakah Anda menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain? Apakah Anda selalu mengikuti perkembangan zaman agar produk atau usaha Anda tetap eksis? Apakah Anda memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usaha Anda? Apakah Anda memberikan pelayanan yang baik dan merasa telah memuaskan pelanggan? Adakah trik khusus agar barang Anda laku terjual? Bagaimana cara Anda memasarkan atau mempromosikan barang Anda agar dikenal masyarakat? Apakah Anda menjual produk dengan kualitas yang lebih baik daripada kompetitor? Bagaimana Anda mengatasi persaingan di daerah sekitar? Menurut Anda, apa kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan usaha yang lainnya? Dalam membuka usaha ini, kendala apa saja yang sering Anda hadapi? Apa harapan yang Anda inginkan terhadap usaha yang sudah Anda jalankan sekarang ini? Saya buka jam 5 pagi mas. Cuma daging kok mas. Lokasinya strategis mas, ini daerah yang rame, memang udah ditempatkan di sini, dikhususkan untuk jualan daging ini mas. Saya belum punya cabang. Ya kalo ada masukan atau misalnya ada komplain, selama itu wajar pasti akan saya terima mas. Nggak mas, cuma jual daging aja kok,hehe Nggak mas, nggak sempat juga. Kalo jualan ya harus memberikan pelayanan yang bagus, kalau nggak pembeli bisa pindah atau lari nanti, selama ini saya merasa sudah melakukannya. Nggak ada trik khusus, semua berjalan biasa saja. Ya dari mulut ke mulut aja, tapi rata-rata orang sudah tau tempat ini kok mas. Ya biasa aja mas, saya menjual daging yang masih seger, bagus, dan terjaminlah,hehe Sudah biasa mas dalam berbisnis, hal yang wajar, yang penting kita jualan jujur, ulet. Biasa saja mas, nggak ada yang istimewa,hehe Selama ini Puji Tuhan belum pernah mengalami kendala yang cukup berarti mas. Harapan saya usaha saya lebih sukses aja,hehe

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Transkrip Hasil Wawancara Hari/Tanggal Wawancara Waktu Tempat : 3 Juli 2014 : Pukul 10.00 WIB : Toko “Podo Seneng” Identitas Responden Nama Subjek Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan terakhir Nama tempat usaha : Ny. Joli Pranoto :3 : Perempuan : 39 Tahun : JL. Perum Mayangan No. 1 : S1 : Toko “Podo Seneng” No Pertanyaan Jawaban Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Berapa modal awal yang Anda Modal awal saya dulu kurang lebih 1 butuhkan dalam usaha ini? 10 jutaan, kalo gak salah mas, agak lupa e,hehe Berapa karyawan yang Anda miliki Saya nggak punya karyawan mas, 2 saat ini? semua saya lakukan sendirian. Berapa rata-rata pelanggan/pembeli Kalo rata-rata ya bisa lebih dari 30 3 yang datang setiap harinya? orang yang datang setiap hari. Berapakah rata-rata Rata-rata kurang lebih sekitar1-5 4 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 jutaan, nggak tentu mas. hari? Berapakah rata-rata Kalau keuntungan sebulan nggak 5 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 sampai 5 juta. bulan? Omzet penjualan perbulannya relatif Tetap 6 menurun, naik atau tetap? Sudah berapa lama usaha ini Usaha saya kurang lebih hampir 10 7 berlangsung? tahun mas. Kapan Anda mencapai titik Balik modal lebih kalo dari 2 8 impas/BEP? tahunan. Apakah Anda pernah mengalami Ya pernah. 9 kerugian? Bagaimana Anda mengatasi masalah Saya evaluasi diri dulu mas, selain 10 kerugian tersebut? itu manajemen ulang, dicek lagi gitu. Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 Mengapa Anda memilih usaha ini? Apakah usaha ini benar-benar yang ingin Anda geluti? Apa dan siapa yang memotivasi Anda membuka usaha ini? Apakah anda pernah memiliki pengalaman berwirausaha ini sebelumnya? Apakah ketika akan mendirikan usaha ini, Anda merencanakan tujuan dan program yang jelas, baik rencana keuangan atau persiapan yang baik dan matang? Apakah anda selalu mencoba berinovasi dengan produk-produk Anda? Apakah Anda siap jika suatu saat usaha ini mengalami kegagalan? Saya meneruskan usaha orang tua mas. Iya mas Motivasi saya orang tua mas. Belum pernah mas, ini pengalaman pertama saya dalam membuka usaha. Ya, tentu saja. Ya, menurut saya usaha nggak akan pernah maju tanpa berani berinovasi. Ya harus siap mas, karena kegagalan adalah guru yang baik, tetapi saya percaya Tuhan gembala yang baik (Mazmur 31) Seberapa besar peluang usaha ini Biasa saja mas, saya hanya sangat menentukan keberhasilan berusaha, biar Tuhan nanti yang Anda? menentukan. Apakah anda percaya dengan hoki Ya saya percaya mas dengan atau keberuntungan? Apakah dalam keberuntungan, tapi saya lebih berlangsungnya usaha ini Anda pernah percaya apa yang saya alami mengalaminya? sekarang adalah karena Tuhan gembala yang menuntun langkah saya. Apakah keadaan pasar mempengaruhi Ya, biasanya itu masalah harga usaha Anda? yang tidak stabil dan barangbarangnya yang kadang sedang sulit. Mengapa harus usaha ini, mengapa Nggak mas, sementara masih fokus tidak mencoba usaha yang lainnya? toko ini dulu. Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya Kapan dan jam berapa usaha Anda Saya setiap hari buka jam 7 pagi. buka? Apa saja macam-macam produk yang Semua bahan kelontong. Anda jual? Mengapa Anda memilih lokasi ini Karena Tuhan yang memberi untuk berjualan? petunjuk mas,hehe Apakah Anda memiliki cabang lain Untuk saat ini saya belum punya selain usaha yang sekarang Anda cabang.

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 kelola? Apakah Anda menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain? Apakah Anda selalu mengikuti perkembangan zaman agar produk atau usaha Anda tetap eksis? Apakah Anda memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usaha Anda? Apakah Anda memberikan pelayanan yang baik dan merasa telah memuaskan pelanggan? Adakah trik khusus agar barang Anda laku terjual? Bagaimana cara Anda memasarkan atau mempromosikan barang Anda agar dikenal masyarakat? Apakah Anda menjual produk dengan kualitas yang lebih baik daripada kompetitor? Bagaimana Anda mengatasi persaingan di daerah sekitar? Menurut Anda, apa kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan usaha yang lainnya? Dalam membuka usaha ini, kendala apa saja yang sering Anda hadapi? Apa harapan yang Anda inginkan terhadap usaha yang sudah Anda jalankan sekarang ini? Ya tentu saja mas. Ya, ini untuk memenuhi permintaan konsumen. Nggak mas. Ya, tentu saja. Ya cuma sebatas dengan servis atau pelayanan yang memuaskan. Nggak ada mas, konsumen/pembeli yang datang begitu saja, yang paling banyak biasanya warga sekitar saja. Biasa saja, sebenarnya sama, mungkin hanya tempat yang agak lebih bersih dan tertata. Dengan servis yang memuaskan dan inovasi yang tiada henti. Biasa saja, mungkin malah sama. Modal, terkadang untuk kulakan sedikit kesulitan atau tersendat, maklum namanya juga usaha. Harapan saya usaha saya menjadi lebih besar dan bertambah maju mas.

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Transkrip Hasil Wawancara Hari/Tanggal Wawancara Waktu Tempat : 4 Juli 2014 : Pukul 10.00 WIB : Toko “Indo Jaya” Identitas Responden Nama Subjek Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan terakhir Nama tempat usaha : Ny. Hengky Wibowo :4 : Perempuan : 48 Tahun : JL. Sultan Agung 131 : SMA : Toko “Indo Jaya” No Pertanyaan Jawaban Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Berapa modal awal yang Anda Modal saya dulu kurang lebih 100 1 butuhkan dalam usaha ini? jutaan mas. Berapa karyawan yang Anda miliki Sekarang saya punya karyawan 8 saat ini? orang, semua membantu saya biar pelayanannya lancar, terus saya 2 juga biar nggak terlalu capek, dan pembeli tidak menunggu lama kalau pas membeli. Berapa rata-rata pelanggan/pembeli Ya kalau rata-rata lebih dari 30 3 yang datang setiap harinya? orang. Berapakah rata-rata Pendapatan sehari kisaran 10-15 4 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 juta. hari? Berapakah rata-rata Keuntungan bersih bisa 5 sampai 5 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 10 jutaan. bulan? Omzet penjualan perbulannya relatif Tetap 6 menurun, naik atau tetap? Sudah berapa lama usaha ini Sudah lebih dari 15 tahun mas. 7 berlangsung? Kapan Anda mencapai titik Kalau balik modal ya agak lama, 8 impas/BEP? hampir 2 tahunan. Apakah Anda pernah mengalami Kebetulan belum pernah mas,hehe 9 kerugian? Bagaimana Anda mengatasi masalah 10 kerugian tersebut?

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Mengapa Anda memilih usaha ini? Yang jelas karena barang yang saya jual merupakan kebutuhan 1 primer/sembako, dan sepertinya usaha yang sangat menjanjikan. Apakah usaha ini benar-benar yang Iya 2 ingin Anda geluti? Apa dan siapa yang memotivasi Anda Motivasi saya selain orang tua, 3 membuka usaha ini? saya juga pingin usaha sendiri mas. Apakah anda pernah memiliki Pernah dulu mas, usaha konveksi. 4 pengalaman berwirausaha ini sebelumnya? Apakah ketika akan mendirikan usaha Iya. ini, Anda merencanakan tujuan dan 5 program yang jelas, baik rencana keuangan atau persiapan yang baik dan matang? Apakah anda selalu mencoba Ya sebatas menjual bermacam6 berinovasi dengan produk-produk macam barang aja mas. Anda? Apakah Anda siap jika suatu saat Ya harus siap mas, setiap usaha 7 usaha ini mengalami kegagalan? pasti ada sukses dan gagal. Seberapa besar peluang usaha ini Besar peluangnya karena saya 8 sangat menentukan keberhasilan berusaha melakukannya dengan Anda? usaha yang keras. Apakah anda percaya dengan hoki Ya, karena dalam kepercayaan atau keberuntungan? Apakah dalam kami memang demikian adanya. 9 berlangsungnya usaha ini Anda pernah mengalaminya? Apakah keadaan pasar mempengaruhi Ya, pasti menentukan. 10 usaha Anda? Mengapa harus usaha ini, mengapa Usaha lain juga ada mas. 11 tidak mencoba usaha yang lainnya? Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya Kapan dan jam berapa usaha Anda Setiap hari saya buka jam 8 pagi 1 buka? sampai jam 9 malam. Apa saja macam-macam produk yang Sembako dan plastik 2 Anda jual? Mengapa Anda memilih lokasi ini Lokasinya dekat pasar, jadi disini 3 untuk berjualan? memang daerah yang ramai. Apakah Anda memiliki cabang lain Ya sudah punya cabang beberapa 4 selain usaha yang sekarang Anda gitu. kelola? Ya, selama kritik itu membangun 5 Apakah Anda menerima kritik, saran,

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 atau ide dari orang lain? Apakah Anda selalu mengikuti perkembangan zaman agar produk atau usaha Anda tetap eksis? Apakah Anda memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usaha Anda? Apakah Anda memberikan pelayanan yang baik dan merasa telah memuaskan pelanggan? Adakah trik khusus agar barang Anda laku terjual? Bagaimana cara Anda memasarkan atau mempromosikan barang Anda agar dikenal masyarakat? Apakah Anda menjual produk dengan kualitas yang lebih baik daripada kompetitor? Bagaimana Anda mengatasi persaingan di daerah sekitar? Menurut Anda, apa kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan usaha yang lainnya? Dalam membuka usaha ini, kendala apa saja yang sering Anda hadapi? Apa harapan yang Anda inginkan terhadap usaha yang sudah Anda jalankan sekarang ini? pasti saya terima. Ya, karena makin lama kebutuhan semakin bertambah. Ya, sekedar untuk membantu mengetahui informasi saat ini aja. Ya, saya rasa itu suatu keharusan mas. Ada, dengan jual barang lebih murah. Dengan sales promotion. Ya Memberi pelayanan dan harga yang baik. Karena barang yang saya jual merupakan barang kebutuhan pokok atau sembako dan dianggap pasti ada jalan/menjanjikan. Kurangnya tenaga kerja/pegawai. Harapannya supaya maju terus.

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Transkrip Hasil Wawancara Hari/Tanggal Wawancara Waktu Tempat : 5 Juli 2014 : Pukul 11.00 WIB : Toko “Inti Sari” Identitas Responden Nama Kode Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan terakhir Nama tempat usaha : Ny. Agnes Hartono : Subjek 5 : Perempuan : 38 Tahun : JL. Raya Ahmad Yani 479 : SMA : Toko “Inti Sari” No Pertanyaan Jawaban Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Berapa modal awal yang Anda Wah udah agak lupa mas, kalau 1 butuhkan dalam usaha ini? ndak salah modal awal dulu lebih dari 100 juta. Berapa karyawan yang Anda miliki Saya punya pegawai 4 orang mas, saat ini? supaya lebih cepat melayani 2 pelanggan, kalau sendirian capek mas. Berapa rata-rata pelanggan/pembeli Waduh nda pernah ngitung mas, ya 3 yang datang setiap harinya? kira-kira lebih dari 30 orang. Berapakah rata-rata Nek keuntungan tiap hari gak 4 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 nyampe dari 1 jutaan. hari? Berapakah rata-rata Nek keuntungan sebulan ya bisa 5 5 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 sampai 10 jutaan mas. bulan? Omzet penjualan perbulannya relatif Yo bisa dikatakan naik lah. 6 menurun, naik atau tetap? Sudah berapa lama usaha ini Saya buka toko ini kurang lebih 7 berlangsung? udah 15 tahunan. Kapan Anda mencapai titik Dulu nek gak salah balik modal 8 impas/BEP? kurang lebih bisa hampir 2 tahunan. Apakah Anda pernah mengalami Ya pernah mas 9 kerugian? Bagaimana Anda mengatasi masalah Kebetulan saya membaginya 10 kerugian tersebut? dengan keuntungan dari usaha

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sampingan. Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Mengapa Anda memilih usaha ini? Karena usaha ini di bidang makanan dan merupakan kebutuhan primer yang pasti 1 dibutuhkan setiap orang dan menurut saya modalnya juga tidak terlalu besar banget. Apakah usaha ini benar-benar yang Ya jelas mas. 2 ingin Anda geluti? Apa dan siapa yang memotivasi Anda Kakak/saudara 3 membuka usaha ini? Apakah anda pernah memiliki Belum pernah mas. 4 pengalaman berwirausaha ini sebelumnya? Apakah ketika akan mendirikan usaha Ya pasti. ini, Anda merencanakan tujuan dan 5 program yang jelas, baik rencana keuangan atau persiapan yang baik dan matang? Apakah anda selalu mencoba Ya inovasi kecil-kecilan. 6 berinovasi dengan produk-produk Anda? Apakah Anda siap jika suatu saat Ya siap, setiap usaha pasti ada usaha ini mengalami kegagalan? kemajuan dan kegagalan, jadi 7 setiap usaha belum tentu langsung sukses Seberapa besar peluang usaha ini Cukup besar, karena kami 8 sangat menentukan keberhasilan mengerjakannya dengan usaha Anda? yang keras mas. Apakah anda percaya dengan hoki Ya, karena hoki juga turut serta atau keberuntungan? Apakah dalam dalam setiap usaha, dan menurut 9 berlangsungnya usaha ini Anda pernah kepercayaan Tionghoa, hoki mengalaminya? memang ada. Apakah keadaan pasar mempengaruhi Ya, karena keadaan pasar juga 10 usaha Anda? yang menentukan usaha kita maju atau tidak. Mengapa harus usaha ini, mengapa Nggak mas, karena menurutku tidak mencoba usaha yang lainnya? satu usaha harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya dan ini adalah 11 termasuk toko sembako kebutuhan setiap orang, tetapi sebener e kami juga ada joint dengan kakak ipar usaha lain, tapi kakak yang

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menjalankan gitu. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya Kapan dan jam berapa usaha Anda Setiap hari buka toko jam 8 buka? pagi,nanti tutup jam 5 sore. Apa saja macam-macam produk yang Sembako dan plastik aja mas. Anda jual? Mengapa Anda memilih lokasi ini Karena lokasi ini cukup bagus, untuk berjualan? merupakan jalur pantura yang sanat ramai dan dekat pantai juga, jadi banyak nelayan yang dateng. Apakah Anda memiliki cabang lain Bukan cabang, tapi usaha lain ada, selain usaha yang sekarang Anda joint usaha spring bed dengan kelola? kakak ipar gitu. Apakah Anda menerima kritik, saran, Iya, karena dengan kritikanlah kita atau ide dari orang lain? bisa koreksi kekurangan kita nanti. Apakah Anda selalu mengikuti Ya cuma ngikuti aja mas, karena perkembangan zaman agar produk makin lama kebutuhan konsumen atau usaha Anda tetap eksis? semakin bertambah, kira-kira ada produk baru ya kita coba stok. Apakah Anda memanfaatkan dunia Ya sedikit-sedikit mas, karena internet untuk mengembangkan usaha menurutku sangat membantu, biar Anda? update informasi. Apakah Anda memberikan pelayanan Ya pasti dong mas, harus itu. yang baik dan merasa telah memuaskan pelanggan? Adakah trik khusus agar barang Anda Ya ada, yang penting asal murah laku terjual? dan pelayanannya yang baik Bagaimana cara Anda memasarkan Dengan promosi atau sales atau mempromosikan barang Anda promotion agar dikenal masyarakat? Apakah Anda menjual produk dengan Ya pasti kualitas yang lebih baik daripada kompetitor? Bagaimana Anda mengatasi Setiap usaha pasti ada persaingan, persaingan di daerah sekitar? pelayanan yang baik, harga yang baik, dan barang yang berkualitas Menurut Anda, apa kelebihan usaha Setiap usaha pasti ada Anda dibandingkan dengan usaha kelebihannya karena ini kebutuhan yang lainnya? primer yang pasti laku, banyak dibutuhkanlah. Dalam membuka usaha ini, kendala Kekurangan tenaga aja sekarang, apa saja yang sering Anda hadapi? susah cari pegawai yang pas. Apa harapan yang Anda inginkan Semoga tetap maju dan bisa terhadap usaha yang sudah Anda membantu kebutuhan pelanggan. jalankan sekarang ini?

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Transkrip Hasil Wawancara Hari/Tanggal Wawancara Waktu Tempat : 6 Juli 2014 : Pukul 10.00 WIB : Toko “VERO” Identitas Responden Nama Subjek Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan terakhir Nama tempat usaha : Ny. Veronika :6 : Perempuan : 55 Tahun : JL. Raya Ahmad Yani 178 : SMP : Toko “VERO” No Pertanyaan Jawaban Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Berapa modal awal yang Anda Modal saya dulu kurang lebih 25 1 butuhkan dalam usaha ini? jutaan mas. Berapa karyawan yang Anda miliki Saya punya karyawan cuma 5 2 saat ini? orang. Berapa rata-rata pelanggan/pembeli Waduh gak pernah ngitung mas, 3 yang datang setiap harinya? lumayanlah, lebih kalo dari 30 orang. Berapakah rata-rata Kalo keuntungan nggak nyampe 1 4 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 jutaan mas. hari? Berapakah rata-rata Ya bisa sampai 5-10 jutaan mas. 5 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 bulan? Omzet penjualan perbulannya relatif Tetap 6 menurun, naik atau tetap? Sudah berapa lama usaha ini Wah udah cukup lama mas, usaha 7 berlangsung? saya lebih 15 tahunan. Kapan Anda mencapai titik Balik modal dulu lebih dari 2 tahun 8 impas/BEP? gitu. Apakah Anda pernah mengalami Pernah mas. 9 kerugian? Bagaimana Anda mengatasi masalah Waktu itu rugi karena kebanjiran kerugian tersebut? mas, di sini sekarang memang 10 sering banjir, jadi barang-barang ya banyak yang basah dan rusak, mau ditukar ya udah nggak bisa, ya mau

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI gimana lagi, mulai saat itu barangbarang harus disimpan dengan benar, tidak boleh di bawah harus di atas rak. Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Mengapa Anda memilih usaha ini? Ya karena saya menyukainya mas, 1 seneng aja gitu, mudah, gak terlalu ribet. Apakah usaha ini benar-benar yang Ya. 2 ingin Anda geluti? Apa dan siapa yang memotivasi Anda Saya sendiri mas 3 membuka usaha ini? Apakah anda pernah memiliki Dulu pernah mas. 4 pengalaman berwirausaha ini sebelumnya? Apakah ketika akan mendirikan usaha Nggak mas, semua berjalan apa ini, Anda merencanakan tujuan dan adanya, ngalir aja mas. 5 program yang jelas, baik rencana keuangan atau persiapan yang baik dan matang? Apakah anda selalu mencoba Nggak pernah mas, saya cuma 6 berinovasi dengan produk-produk menjual apa yang ada, kulakannya Anda? seperti ini ya saya jual seperti ini. Apakah Anda siap jika suatu saat Siap mas, sudah konsekuensi 7 usaha ini mengalami kegagalan? dalam berdagang. Seberapa besar peluang usaha ini Biasa saja mas, bersyukur aja kalo 8 sangat menentukan keberhasilan semakin berhasil,hehe Anda? Apakah anda percaya dengan hoki Saya percaya mas, dulu pernah atau keberuntungan? Apakah dalam juga mengalaminya, namanya juga 9 berlangsungnya usaha ini Anda pernah bejo,hehe mengalaminya? Apakah keadaan pasar mempengaruhi Jelas mas, kalo harga pasar lagi usaha Anda? tinggi, kita juga jadi agak bingung, 10 kalo dijual tetap, nanti kita rugi, tapi kalo harga dinaikkan pembeli pada kabur. Mengapa harus usaha ini, mengapa Sementara nggak mas, masih 11 tidak mencoba usaha yang lainnya? senengnya dalam usaha ini. Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya Kapan dan jam berapa usaha Anda Toko saya buka jam 8 pagi mas, 1 buka? setiap hari. Apa saja macam-macam produk yang Alat-alat jahit dan alat-alat tulis 2 Anda jual?

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Mengapa Anda memilih lokasi ini untuk berjualan? Apakah Anda memiliki cabang lain selain usaha yang sekarang Anda kelola? Apakah Anda menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain? Apakah Anda selalu mengikuti perkembangan zaman agar produk atau usaha Anda tetap eksis? Apakah Anda memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usaha Anda? Apakah Anda memberikan pelayanan yang baik dan merasa telah memuaskan pelanggan? Adakah trik khusus agar barang Anda laku terjual? Bagaimana cara Anda memasarkan atau mempromosikan barang Anda agar dikenal masyarakat? Apakah Anda menjual produk dengan kualitas yang lebih baik daripada kompetitor? Bagaimana Anda mengatasi persaingan di daerah sekitar? 12 13 14 15 Menurut Anda, apa kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan usaha yang lainnya? Dalam membuka usaha ini, kendala apa saja yang sering Anda hadapi? Apa harapan yang Anda inginkan terhadap usaha yang sudah Anda jalankan sekarang ini? Yang jelas lokasinya strategis mas,hehe Ya ada mas, tapi yang jaga sodara gitu. Ya jelas mas, kritik saran dari orang lain itu sangat membantu. Iya mas, biar barang-barang e cepet laku. Nggak mas, saya gagap teknologi,hehe Ya Nggak ada mas, semua biasa aja. Nggak usah dipasarkan/dipromosikan, orangorangnya pada datang sendiri mas, soale udah punya nama, usahanya juga sudah lama kok. Sama saja mas, biasa saja kayak yang lain. Ya pelayanan e ditingkatkan terus kalau konsumen mau cari barang yang kita tidak punya, besok langsung diusahakan untuk mengkompliti gitu. Kalau usaha itu tidak satu macam mas, jadi lebih menguntungkan, jadi kalau misal e yang satu sepi yang lainnya masih bisa jalan. Wah kalo kendala itu paling cuma ada barang-barang tertentu yang sering dimakan tikus mas,hehe Harapannya usahanya berjalan lancar terus mas.

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Transkrip Hasil Wawancara Hari/Tanggal Wawancara Waktu Tempat : 6 Juli 2014 : Pukul 16.00 WIB : Toko “Berkah” Identitas Responden Nama Subjek Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan terakhir Nama tempat usaha : Ny. Eni Setyowati :7 : Perempuan : 45 Tahun : JL. Raya Ahmad Yani 455 : SMA : Toko “Berkah” No Pertanyaan Jawaban Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Berapa modal awal yang Anda Modalnya dulu kurang lebih 25 1 butuhkan dalam usaha ini? jutaan mas. Berapa karyawan yang Anda miliki Pegawai saya 2 orang mas. 2 saat ini? Berapa rata-rata pelanggan/pembeli Wah jarang tak itung mas, ya kalo 3 yang datang setiap harinya? dirata-rata kurang lebih 20an oranglah. Berapakah rata-rata Nggak sampai 1 juta kok mas. 4 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 hari? Berapakah rata-rata Kalo sebulan mungkin bisa 5 5 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 sampai 10 jutaan. bulan? Omzet penjualan perbulannya relatif Naik 6 menurun, naik atau tetap? Sudah berapa lama usaha ini Baru 5 tahun mas. 7 berlangsung? Kapan Anda mencapai titik Kira-kira 2 tahunan. 8 impas/BEP? Apakah Anda pernah mengalami Iya pernah mas. 9 kerugian? Bagaimana Anda mengatasi masalah Ya berusaha memperbaikinya lagi 10 kerugian tersebut? dengan bekerja lebih teliti Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Karena awalnya saya melihat ada 1 Mengapa Anda memilih usaha ini?

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 Apakah usaha ini benar-benar yang ingin Anda geluti? Apa dan siapa yang memotivasi Anda membuka usaha ini? Apakah anda pernah memiliki pengalaman berwirausaha ini sebelumnya? Apakah ketika akan mendirikan usaha ini, Anda merencanakan tujuan dan program yang jelas, baik rencana keuangan atau persiapan yang baik dan matang? Apakah anda selalu mencoba berinovasi dengan produk-produk Anda? Apakah Anda siap jika suatu saat usaha ini mengalami kegagalan? peluang yang cukup baik dalam usaha ini, jadinya ya seperti sekarang ini. Ya . Anak/saudara mas. Belum pernah mas, saya belum pernah usaha. Nggak mas, biasa aja. Iya, tapi cuma biar lebih banyak menarik pelanggan aja kok. Ragu-ragu mas, belum mikir sejauh itu, kalau bisa ya jangan sampailah,hehe Peluangnya cukup besar. Seberapa besar peluang usaha ini sangat menentukan keberhasilan Anda? Apakah anda percaya dengan hoki Ya saya percaya, dulu juga pernah atau keberuntungan? Apakah dalam ngalamin mas. berlangsungnya usaha ini Anda pernah mengalaminya? Apakah keadaan pasar mempengaruhi Ya, karena bersangkutan satu sama usaha Anda? lain gitu. Mengapa harus usaha ini, mengapa Nggak mas, belum ada modal,hehe. tidak mencoba usaha yang lainnya? Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya Kapan dan jam berapa usaha Anda Setiap hari buka dari jam 7 sampai buka? setengah 7 malam. Apa saja macam-macam produk yang Plastik, bahan-bahan roti dan es Anda jual? Mengapa Anda memilih lokasi ini Cukup strategis mas. untuk berjualan? Apakah Anda memiliki cabang lain Belum mas. selain usaha yang sekarang Anda kelola? Apakah Anda menerima kritik, saran, Ya, biar lebih baik lagi gitu. atau ide dari orang lain? Apakah Anda selalu mengikuti Ya, biar nggak ketinggalan zaman

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 8 9 10 11 12 13 14 15 perkembangan zaman agar produk atau usaha Anda tetap eksis? Apakah Anda memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usaha Anda? Apakah Anda memberikan pelayanan yang baik dan merasa telah memuaskan pelanggan? Adakah trik khusus agar barang Anda laku terjual? Bagaimana cara Anda memasarkan atau mempromosikan barang Anda agar dikenal masyarakat? Apakah Anda menjual produk dengan kualitas yang lebih baik daripada kompetitor? Bagaimana Anda mengatasi persaingan di daerah sekitar? Menurut Anda, apa kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan usaha yang lainnya? Dalam membuka usaha ini, kendala apa saja yang sering Anda hadapi? Apa harapan yang Anda inginkan terhadap usaha yang sudah Anda jalankan sekarang ini? mas,hehe Nggak mas, nggak ada waktu, terlalu sibuk,hehe Ya Ada mas, salah satunya harus berani bersaing harga dengan toko lain. Lewat mulut ke mulut atau penyebaran brosur aja. Iya mas, barang-barang saya selalu baru. Harus berani bersaing harga dengan toko-toko lain. Harganya bersaing, pelayanannya ramah, cepat dan dijamin memuaskan,hehe Perputaran uang yang kadang memusingkan mas. Agar lebih berkembang lagi, semakin besar, rame, dan jaya.

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Transkrip Hasil Wawancara Hari/Tanggal Wawancara Waktu Tempat : 7 Juli 2014 : Pukul 11.00 WIB : Toko “Tani Makmur” Identitas Responden Nama Subjek Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan terakhir Nama tempat usaha : Ny. Ariyanto Yoewono :8 : Perempuan : 28 Tahun : JL. Raya Ahmad Yani 473 : SMA : Toko “Tani Makmur” No Pertanyaan Jawaban Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Berapa modal awal yang Anda Modalnya kurang lebih 100 jutaan 1 butuhkan dalam usaha ini? mas. Berapa karyawan yang Anda miliki Karyawan saya 5 orang. 2 saat ini? Berapa rata-rata pelanggan/pembeli Waduh gak pernah ngitung mas, 3 yang datang setiap harinya? lebih dari 30 orang lah rata-rata. Berapakah rata-rata Kisaran 1-5 jutaan mas. 4 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 hari? Berapakah rata-rata Keuntungan rata-rata 5-10 jutaan 5 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 gitu. bulan? Omzet penjualan perbulannya relatif Naik 6 menurun, naik atau tetap? Sudah berapa lama usaha ini Belum lama kok mas, kurang lebih 7 berlangsung? baru 3 tahunan gitu. Kapan Anda mencapai titik Kalau balik modal sekitar 10-12 8 impas/BEP? bulan. Apakah Anda pernah mengalami Ya sempat pernah mas. 9 kerugian? Bagaimana Anda mengatasi masalah Yang jelas tidak boleh putus asa, kerugian tersebut? harus tetap semangat, memang 10 orang usaha selalu ada pasang surutnya. Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 Mengapa Anda memilih usaha ini? Apakah usaha ini benar-benar yang ingin Anda geluti? Apa dan siapa yang memotivasi Anda membuka usaha ini? Apakah anda pernah memiliki pengalaman berwirausaha ini sebelumnya? Apakah ketika akan mendirikan usaha ini, Anda merencanakan tujuan dan program yang jelas, baik rencana keuangan atau persiapan yang baik dan matang? Apakah anda selalu mencoba berinovasi dengan produk-produk Anda? Apakah Anda siap jika suatu saat usaha ini mengalami kegagalan? Seberapa besar peluang usaha ini sangat menentukan keberhasilan Anda? Apakah anda percaya dengan hoki atau keberuntungan? Apakah dalam berlangsungnya usaha ini Anda pernah mengalaminya? Apakah keadaan pasar mempengaruhi usaha Anda? Belum terlalu banyak yang membuka usaha seperti ini mas. Ya . Yang memotivasi saya berusaha kedua orang tua saya mas. Belum pernah, saya belum pernah usaha sebelumnya. Nggak mas, berjalan mengikuti air yang mengalir saja. Ya, memang salah satu cara agar usaha berkembang adalah dengan berinovasi. Saya tidak berpikir seperti itu mas, saya justru berpikir kita harus memiliki keyakinan bahwa aku harus bisa, optimis gitu. Bisa dikatakan cukup besar, karena sekarang palawija sudah hampir menjadi bahan pokok, jadi banyak yang membutuhkan. Ya saya percaya mas. Ya, karena palawija memang berhubungan dengan pasar tradisional. Mengapa harus usaha ini, mengapa Tidak mas, karena usaha ini lebih tidak mencoba usaha yang lainnya? memiliki tantangan dalam penjualannya. Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya Kapan dan jam berapa usaha Anda Jam 8 pagi mas. buka? Apa saja macam-macam produk yang Palawija Anda jual? Mengapa Anda memilih lokasi ini Karena strategis, wilayah pusat untuk berjualan? grosir. Apakah Anda memiliki cabang lain Tidak selain usaha yang sekarang Anda kelola?

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Apakah Anda menerima kritik, saran, atau ide dari orang lain? Apakah Anda selalu mengikuti perkembangan zaman agar produk atau usaha Anda tetap eksis? Apakah Anda memanfaatkan dunia internet untuk mengembangkan usaha Anda? Apakah Anda memberikan pelayanan yang baik dan merasa telah memuaskan pelanggan? Adakah trik khusus agar barang Anda laku terjual? Bagaimana cara Anda memasarkan atau mempromosikan barang Anda agar dikenal masyarakat? Apakah Anda menjual produk dengan kualitas yang lebih baik daripada kompetitor? Bagaimana Anda mengatasi persaingan di daerah sekitar? Menurut Anda, apa kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan usaha yang lainnya? Dalam membuka usaha ini, kendala apa saja yang sering Anda hadapi? Apa harapan yang Anda inginkan terhadap usaha yang sudah Anda jalankan sekarang ini? Ya tentu mas. Nggak mas. Ya, cuma sekedar cari tau channel aja mas. Ya harus mas, pelanggan adalah raja. Nggak ada trik khusus. Memberikan variasi harga mas. Nggak mas, biasa saja kok. Mencari keuntungan sedikit, tetapi menargetkan kapasitas barang. Kelebihan usaha ini itu bisa mempermainkan pasaran harga mas. Kendala dalam usaha ini biasanya penyusutan barang e yang sangat banyak, jadi mau gak mau kita harus jual dengan cepat. Harapan saya semoga tambah maju dan tambah sukses

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Transkrip Hasil Wawancara Hari/Tanggal Wawancara Waktu Tempat : 7 Juli 2014 : Pukul 15.00 WIB : Toko “Gembira Jaya” Identitas Responden Nama Subjek Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan terakhir Nama tempat usaha : Ny. Tan Han Blauw :9 : Perempuan : 53 Tahun : JL. Raya Ahmad Yani 403 : SMA : Toko “Gembira Jaya” No Pertanyaan Jawaban Aspek seberapa besar tingkat keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Berapa modal awal yang Anda Kurang lebih 10 jutaan mas. 1 butuhkan dalam usaha ini? Berapa karyawan yang Anda miliki Pegawai saya cuma 2 orang mas. 2 saat ini? Berapa rata-rata pelanggan/pembeli Wah banyak mas, lebih nek 30 3 yang datang setiap harinya? orang,hehe Berapakah rata-rata Kisaran 1-5 jutaanlah. 4 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 hari? Berapakah rata-rata Rata-rata bisa 5-10 jutaan. 5 penghasilan/keuntungan Anda dalam 1 bulan? Omzet penjualan perbulannya relatif Tetap 6 menurun, naik atau tetap? Sudah berapa lama usaha ini Usaha saya udah cukup lama mas, 7 berlangsung? udah lebih dari 15 tahun. Kapan Anda mencapai titik Balik modal kurang lebih dulu 8 impas/BEP? hampir 6 bulan. Apakah Anda pernah mengalami Ya pernah 9 kerugian? Bagaimana Anda mengatasi masalah Ya meminjam modal mas. 10 kerugian tersebut? Aspek faktor internal dan eksternal yang menentukan keberhasilan perempuan etnis Tionghoa dalam berwirausaha Mengapa Anda memilih usaha ini? Mengikuti jejak kakak mas. 1 Ya tentu. . 2 Apakah usaha ini benar-benar yang

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 4 5 6 7 ingin Anda geluti? Apa dan siapa yang memotivasi Anda Motivasinya ya kakak/saudara mas. membuka usaha ini? Apakah anda pernah memiliki Belum pernah mas. pengalaman berwirausaha ini sebelumnya? Apakah ketika akan mendirikan usaha Nggak mas, semua berjalan biasa ini, Anda merencanakan tujuan dan aja. program yang jelas, baik rencana keuangan atau persiapan yang baik dan matang? Apakah anda selalu mencoba Ya, biar mengikuti perkembangan berinovasi dengan produk-produk zaman. Anda? Apakah Anda siap jika suatu saat Harus siap. usaha ini mengalami kegagalan? Seberapa besar peluang usaha ini Lumayan besar mas kalo saat ini, sangat menentukan keberhasilan ya semoga aja besok-besok jauh Anda? lebih besar,hehe Apakah anda percaya dengan hoki Nggak mas. atau keberuntungan? Apakah dalam berlangsungnya usaha ini Anda pernah mengalaminya? Apakah keadaan pasar mempengaruhi Ya, misal e kalo dollar naik, harga usaha Anda? barang-barang juga pasti naik. Mengapa harus usaha ini, mengapa Nggak mas, soale udah membantu tidak mencoba usaha yang lainnya? kakak sebelumnya. Aspek strategi etnis Tionghoa dalam mengembangkan usahanya Kapan dan jam berapa usaha Anda Buka jam 9 pagi mas. buka? Apa saja macam-macam produk yang Sparepart elektronik Anda jual? Mengapa Anda memilih lokasi ini Ya karena dulu di daerah sini untuk berjualan? belum ada yang membuka usaha seperti ini. Apakah Anda memiliki cabang lain Belum punya mas. selain usaha yang sekarang Anda kelola? Apakah Anda menerima kritik, saran, Ya, bisa untuk meningkatkan atau ide dari orang lain? produk. Apakah Anda selalu mengikuti Ya mau gak mau mas, soale alatperkembangan zaman agar produk alatnya selalu berubah setiap atau usaha Anda tetap eksis? tahunnya. Apakah Anda memanfaatkan dunia Nggak mas, nggak bisa saya,hehe internet untuk mengembangkan usaha

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 9 10 11 12 13 14 15 Anda? Apakah Anda memberikan pelayanan yang baik dan merasa telah memuaskan pelanggan? Adakah trik khusus agar barang Anda laku terjual? Bagaimana cara Anda memasarkan atau mempromosikan barang Anda agar dikenal masyarakat? Apakah Anda menjual produk dengan kualitas yang lebih baik daripada kompetitor? Bagaimana Anda mengatasi persaingan di daerah sekitar? Menurut Anda, apa kelebihan usaha Anda dibandingkan dengan usaha yang lainnya? Dalam membuka usaha ini, kendala apa saja yang sering Anda hadapi? Apa harapan yang Anda inginkan terhadap usaha yang sudah Anda jalankan sekarang ini? Ya harus dong mas. Ya cuma memasarkannya dengan aktif aja. Ya kadang-kadang saya menawarkannya ditoko-toko lain, yang sekiranya membutuhkan gitu. Saya rasa iya,hehe Memberikan pelayanan dan harga yang baik aja mas. Jarang ada yang membuka usaha seperti ini. Banyaknya persaingan harga mas. Harapan saya semakin maju dan berkembang.

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 4 FOTO TEMPAT USAHA

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Beberapa Foto Tempat Usaha Responden Toko “Podo Seneng” Toko “Indo Jaya”

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Toko “Vero” Toko “Inti Sari”

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Toko “Tani Makmur”

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Toko “Gembira Jaya”

(198)

Dokumen baru

Tags