HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN, KEBERANIAN MENGAMBIL RESIKO, PRAKTIK INDUSTRI DAN JENIS PEKERJAAN ORANG TUA DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA

Gratis

0
1
166
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN, KEBERANIAN MENGAMBIL RESIKO, PRAKTIK INDUSTRI DAN JENIS PEKERJAAN ORANG TUA DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA Studi Kasus pada Siswa Kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua Di Kabupaten Belu SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh: Prisila Moru NIM: 091324021 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kupersembahkan karya ini untuk: Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria pemberi terang dan berkat. Almarhumah Mamaku yang tercinta, Mama Martha Funan. Bapakku tercinta Salomon Seran. Bapak terima kasih atas segala doa dan dukungannya. Kakak-kakak dan adik-adikku yang tersayang. Keluarga besar Uma Kakaluk, Uma Fuk dan Uma Kukun. Keluarga Besar Pendidikan Ekonomi 2009 Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Life must go on. (PRISILA MORU) Segala yang indah belum tentu baik, tetapi segala yang baik sudah tentu indah. Jangan pernah menyerah, perbaiki kesalahan dan teruslah melangkah. Jangan tunda sampai besok apa yang bisa dikerjakan hari ini. Sabar dalam mengatasi kesulitan dan bertindak bijaksana dalam mengatasinya adalah sesuatu yang utama. Keberhasilan bukan final, kegagalan juga bukan fatal. Hanya kerendahan hati, kesabaran, kesetiaan dan usaha untuk sebuah komitmen pada visi yang menentukan segalanya. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN, KEBERANIAN MENGAMBIL RESIKO, PRAKTIK INDUSTRI DAN JENIS PEKERJAAN ORANG TUA DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA Studi Kasus pada Siswa Kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua Di Kabupaten Belu Prisila Moru Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: hubungan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan, keberanian mengambil resiko, praktik industri dan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian korelasional. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan November-Desember 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua, di Kabupaten Belu angkatan 2013-2014 yang berjumlah 120 orang siswa dengan jumlah sampel 92 orang siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling purposive. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah korelasi spearman rank dan koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak ada hubungan yang signifikan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,273 > 0,05, (2) tidak ada hubungan yang signifikan keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,326 > 0,05, (3) tidak ada hubungan yang signifikan praktik industri dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,196 > 0,05, (4) tidak hubungan yang signifikan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua. Hal ini ditunjukkan dengan nilai X2hitung < X2tabel dengan taraf signifikan 5% ( 2,38<3,84). viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN ENTREPRENEURSHIP LEARNING ACHIEVEMENT, RISK TAKING COURAGE, INDUSTRY PRACTICE, AND PARENTS’ TYPE OF JOB TOWARD THE INTEREST IN ENTREPRENEURSHIP A Case Study on the 3 Grade Students of SMK Negeri 1 Atambua in Belu District Prisila Moru Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 This study aimed to determine the relation between entrepreneurship learning achievement, risk taking courage, industry practice, and parents’ type of job toward the interest in entrepreneurship in the 3 grade students of SMK Negeri 1 Atambua. This research was a correlational research. The data collection was conducted from November to December 2013. The population in this study were the 3 grade students of SMK Negeri 1 Atambua in Belu district year 2013-2014 totaling 120 students with the sample of 92 students. The sampling technique used in this study was purposive sampling. The data collection techniques used in this study was a questionnaire. The data analysis techniques used in this study was Spearman rank correlation and contingency coefficient. The results showed that: (1) there was no significant relation between entrepreneurship learning achievement toward the interest in entrepreneurship in the 3 grade students of SMK Negeri 1 Atambua, indicated by the probability value of 0,273 > 0,05; (2) there was no significant relatipon between risk taking courage toward the interest in entrepreneurship in the 3 grade students of SMK Negeri 1 Atambua, indicated by the probability value of 0,326 > 0,05; (3) there was no significant relationship with industry practice toward the interest in entrepreneurship in the 3 grade students of SMK Negeri 1 Atambua, indicated by the probability value of 0,196 > 0,05; and (4) there was no significant relationship between parents’ type of job toward the interest in entrepreneurship in the 3 grade students of SMK Negeri 1 Atambua, indicated by the value X2count < X2table with the significance level of 5% (2,38 < 3,84). ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “Hubungan antara prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan, keberanian mengambil resiko, praktik industri dan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha” Studi kasus pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi. Selama penulisan skripsi ini, penulis telah mendapat bantuan, masukan dan dorongan dari banyak pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyusunan skripsi ini, antara lain: 1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku, Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma 2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma dan selaku Dosen Pembimbing kedua yang telah meluangkan waktu, sabar dan penuh perhatian memberikan bimbingan, saran dan arahan kepada penulis 3. Bapak Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc selaku Dosen Pembimbing pertama yang telah meluangkan waktu, sabar dan penuh perhatian memberikan dorongan, saran dan arahan kepada penulis. 4. Bapak Dr.C.Teguh Dalyono, M.S selaku Dosen Penguji yang telah memberikan masukan dan saran dalam revisi skripsi. 5. Ibu Titin dan seluruh tenaga adminitrasi Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Staf dan Karyawan UPT Perpustakaan Universitas Sanata Dharma. 6. Bapak Gaspar Klau S.Pd. selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Atambua dan Guru beserta stafnya yang telah memberikan ijin bagi penulis untuk melakukan penelitian dan atas bantuan selama penulis mengadakan penelitian. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................. iv HALAMAN MOTTO .................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ..................................... vii ABSTRAK ................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xvii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. LatarBelakang ............................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ....................................................................... 7 C. Tujuan Penelitian ........................................................................ 8 D. Manfaat Penelitian ...................................................................... 8 E. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ............................. 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................. 12 A. Minat Berwirausaha ................................................................... 12 1. Pengertian Minat .................................................................. 12 2. Pengertian Wirausaha ........................................................... 14 3. Faktor-faktor yang empengaruhi Minat Berwirausaha ........ 17 4. Unsur Wirausaha .................................................................. 22 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan ........................ 23 1. Pengertian Prestasi Belajar ................................................... 23 2. Pengertian Mata Pelajaran Kewirausahaan .......................... 25 C. Keberanian Mengambil Resiko .................................................. 29 1. Pengertian Keberanian Mengambil Resiko .......................... 29 2. Pilihan dalam Mengambil Resiko ........................................ 31 3. Perbedaan Persepsi Mengenai Resiko .................................. 33 D. Praktik Industri ........................................................................... 34 1. Pengertian Praktik Industri ................................................... 34 2. Pengertian Program Sistem Ganda ....................................... 36 E. Jenis Pekerjaan Orang Tua ......................................................... 38 1. Pengertian Jenis Pekerjaan .................................................. 38 2. Pengertian Orang Tua........................................................... 39 F. Kerangka Berpikir ...................................................................... 40 G. Hipotesis ..................................................................................... 43 H. Hasil Penelitian yang Relevan.................................................... 44 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................ 45 A. Jenis Penelitian ........................................................................... 45 B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................... 45 C. Subjek dan Objek Penelitian ...................................................... 46 D. Populasi dan Sampel .................................................................. 46 E. Teknik Pengambilan Sampel ...................................................... 47 F. Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 49 G. Instrument Penelitian.................................................................. 49 H. Teknik Analisis Data .................................................................. 57 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN .................................. 68 A. Gambaran Umum SMK Negeri 1 Atambua ............................... 68 1. Data Kelembagaan SMK Negeri 1 Atambua ....................... 68 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Visi dan Misi SMK Negeri 1 Atambua ................................ 68 3. Sistem Pendidikan di SMK Negeri 1 Atambua .................... 68 4. Kurikulum Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Atambua ..... 70 5. Kekhususan Kurikulum SMK Negeri 1 Atambua................ 72 6. Fasilitas SMK Negeri 1 Atambua ........................................ 73 B. Deskripsi Data ............................................................................ 75 1. Deskripsi Data tentang Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan ..................................................................... 75 2. Deskripsi Data tentang Keberanian Mengambil Resiko ...... 77 3. Deskripsi Data tentang Praktik Industri ............................... 80 4. Deskripsi Data tentang Jenis Pekerjaan Orang Tua ............. 82 5. Deskripsi Data tentang Minat Berwirausaha ........................ 85 C. Analisis Data .............................................................................. 86 1. Uji Normalitas ...................................................................... 86 2. Pengujian Hipotesis .............................................................. 88 D. Pembahasan ................................................................................ 97 1. Hubungan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha ................................................. 97 2. Hubungan Keberanian Mengambil Resiko dengan Minat Berwirausaha ........................................................................ 98 3. Hubungan Praktik Industri dengan Minat Berwirausaha ..... 99 4. Hubungan Jenis Pekerjaan Orang Tua dengan Minat Berwirausaha ........................................................................ 101 BAB V PENUTUP ....................................................................................... 103 A. Kesimpulan................................................................................. 103 B. Keterbatasan ............................................................................... 104 C. Saran ........................................................................................... 104 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 106 LAMPIRAN ................................................................................................. 109 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Ciri-ciri dan watak kewirausahaan ............................................ 21 Tabel 3.1 Pemberian Skor ......................................................................... 48 Tabel 3.2 Pemberian Skor ......................................................................... 48 Tabel 3.3 Instrumen Penelitian ................................................................. 49 Tabel 3. 4 Hasil Uji Validitas Variabel Keberanian Mengambil Resiko ... 52 Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Variabel Minat Berwirausaha .................... 54 Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas ................................................................. 56 Tabel 3.7 PAP Variabel Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan Tabel 3.8 Mean dan Standar Deviasi Keberanian Mengambil Resiko ..... 60 Tabel 3.9 Interval Rata-rata Keberanian Mengambil Resiko.................... 60 58 Tabel 3.10 PAP Variabel Praktik Industri................................................... 61 Tabel 3.11 Mean dan Standar Deviasi Minat Berwirausaha ...................... 62 Tabel 3.12 Interval Rata-rata Minat Berwirausaha .................................... 63 Tabel 3.13 Interpretasi Koefisien Korelasi ................................................ 65 Tabel 3.14 Interpretasi Koefisien Korelasi ................................................ 67 Tabel 4.1 Deskripsi Data Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan 76 Tabel 4.2 Deskripsi Data Keberanian Mengambil Resiko ....................... 77 Tabel 4.3 Deskripsi Data Praktik Industri ................................................ 80 Tabel 4.4 Deskripsi Data Jenis Pekerjaan Orang Tua .............................. 83 Tabel 4.5 Deskripsi Data Minat Berwirausaha .......................................... 85 Tabel 4.6 Uji Normalitas ............................................................................ 87 Tabel 4.7 Interpretasi Koefisien Korelasi ................................................. 88 Tabel 4.8 Uji Hipotesis Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan . 89 Tabel 4.9 Uji Hipotesis Keberanian Mengambil Resiko .......................... 91 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.10 Uji Hipotesis Praktik Industri .................................................. 93 Tabel 4.11 Kontingensi Jenis Pekerjaan Orang Tua .................................. 95 Tabel 4.12 Tabel Penolong Chi Kuadrat .................................................... 95 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Instrumen Penelitian ............................................................. 110 Lampiran 2. Validitas dan Reliabilitas ...................................................... 117 Lampiran 3. Data Induk Penelitian ........................................................... 125 Lampiran 4. Daftar Tabel .......................................................................... 139 Lampiran 5. Deskripsi Data ...................................................................... 141 Lampiran 6. Pengujian Hipotesis .............................................................. 144 Lampiran 7. Surat Ijin Penelitian .............................................................. 147 Lampiran 8. Surat Keterangan Penelitian ................................................. 149 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini banyak dijumpai di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang didirikan oleh pemerintah maupun swasta untuk dapat memenuhi tuntutan masyarakat terlebih dalam dunia industri. Dengan adanya pertumbuhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang semakin banyak diharapkan akan menghasilkan calon tenaga kerja yang semakin terampil, namun hal ini akan menimbulkan permasalahan yang baru yaitu penempatan tenaga kerja. Dari sejumlah calon tenaga kerja yang dihasilkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ternyata masih banyak yang belum memenuhi harapan dari pihak industri. Situasi ini lebih diperburuk lagi dengan semakin banyaknya Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga hal ini akan menambah jumlah pencari kerja. Untuk mengatasi permasalahan tersebut ada beberapa alternatif pemecahannya antara lain dengan memperluas lapangan kerja atau bisa dengan berwirausaha. Pemerintah dalam hal ini juga sudah berusaha keras, namun dengan adanya keterbatasan modal untuk menyeimbangkan antara jumlah angkatan 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 kerja dengan jumlah lapangan pekerjaan akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Sedangkan jumlah lulusan sekolah sebagai calon tenaga kerja terus meningkat setiap tahunnya. Menghadapi kenyataan tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai penyelenggara pendidikan kejuruan yang siap kerja perlu untuk meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bekerja dan mampu menciptakan usaha sendiri. Salah satu cara adalah dengan memberikan pendidikan yang sesuai dengan bidang keahliannya serta menanamkan sikap berwirausaha kepada siswa. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Atambua merupakan tempat pendidikan formal bagi calon tenaga kerja diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang benar-benar memiliki keterampilan yang memadai. Dengan demikian mampu mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain dengan berwirausaha. Minat berwirausaha merupakan kesediaan untuk bekerja keras dan tekun untuk mencapai kemajuan usahanya, kesediaan untuk menanggung macam-macam resiko berkaitan dengan tindakan berusaha yang dilakukannya, bersedia menempuh jalur dan cara baru, kesediaan untuk hidup hemat, kesediaan dari belajar yang dialaminya. Jadi yang dimaksud dengan minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan, serta kesediaan untuk bekerja keras atau berkemauan keras untuk berdikari atau berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 merasa takut dengan resiko yang akan terjadi, serta berkemauan keras untuk belajar dari kegagalan. Adapun pihak kejuruan memberikan pengetahuan yang dibutuhkan oleh siswa, terutama tentang pendidikan kewirausahaan agar siswa mampu mengetahui tentang kewirausahaan dengan baik sehingga dapat diarahkan menuju kemandirian untuk dapat melakukan usaha sendiri. Untuk itu, Sekolah Menengah kewirausahaan Kejuruan pada (SMK) siswanya. memberikan Sebagaimana mata Suryana pelajaran (2003:39) mengungkapkan bahwa menurutnya kemampuan afektif dan kemampuan kognitif merupakan bagian dari pendekatan kemampuan berwirausaha. Berdasarkan pendapat tersebut, menunjukkan bahwa seorang wirausaha memerlukan pengetahuan tentang kewirausahaan itu sendiri. Pada siswa, penguasaan pengetahuan tersebut dapat dilihat melalui prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan. Selain itu, tumbuhnya minat berwirausaha juga tidak lepas dari status sosial ekonomi keluarga. Dalam realita yang ada saat ini, orang tua cenderung lebih mendukung dan mengarahkan anaknya untuk bekerja di sebuah instansi pemerintah atau pegawai negeri dengan anggapan bahwa anak mereka akan memiliki masa depan yang jelas dan lebih baik. Siswa SMK Negeri 1 Atambua terdiri dari berbagai kalangan mulai dari menengah atas sampai menengah bawah, mereka memiliki latar belakang keluarga

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 yang berbeda pula. Siswa cenderung memiliki kecenderungan berpikir untuk mengikuti jejak dari orang tua mereka. Jenis pekerjaan orang tua dapat mempengaruhi minat berwirausaha pada diri seorang anak. Siswa yang orang tuanya memiliki pekerjaan yang gengsinya tinggi dalam masyarakat, misalnya pegawai negeri cenderung akan menanamkan sikap-sikap yang positif terhadap anaknya (tidak takut gagal, tidak putus asa, selalu berusaha lebih baik, dll) dibandingkan dengan pekerjaan orang tua siswa yang gengsinya rendah dalam masyarakat. Sikapsikap ini dapat menumbuhkan minat berwirausaha pada diri seorang anak. Namun, di dalam masyarakat kita sering menjumpai orang tua yang berprofesi sebagai pegawai negeri dan menginginkan anaknya menjadi seperti mereka. Faktor intern yang dapat mempengaruhi minat seseorang untuk berwirausaha, salah satunya adalah keterampilan yang dimiliki siswa. Pada kenyataannya, keterampilan yang dimiliki oleh para siswa SMK Negeri 1 Atambua berbeda-beda. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil prestasi belajar kejuruan yang berbeda-beda, sehingga minat berwirausaha juga berbeda. Pada umumnya seorang yang senang dengan pelajaran tertentu akan menghasilkan prestasi belajar yang baik, karena itu ia akan lebih cenderung memilih pekerjaan yang berkaitan erat dengan pelajaran yang disenangi, diduga dengan prestasi yang tinggi pada sekolah kejuruan. Karena dengan

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 prestasi yang tinggi, dapat membawa siswa dalam berkreativitas dan berusaha sehingga menimbulkan minat untuk berwirausaha. Ada juga praktik kerja lapangan (PKL) di dunia industri/dunia usaha dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan yang dimilikinya. Disinilah mereka dilatih, baik itu keterampilan yang berhubungan dengan kompetensinya maupun kepribadiannya, seperti percaya diri, tanggung jawab, disiplin, kerjasama, cepat tanggap, tekun dan ulet. Selain itu, keterampilan dalam mengelola usaha kecil misalnya koperasi siswa dan mata pelajaran kewirausahaan juga menjadi sarana bagi siswa untuk dapat mengembangkan bakat terutama yang berhubungan dengan minatnya dalam dunia wirausaha. Di sana mereka dilatih untuk mengelola koperasi siswa serta dalam mata pelajaran kewirausahaan, mereka dilatih untuk membuat dan menawarkan barang dagangan, dengan adanya rasa ketertarikan, perasaan senang, dan keinginan untuk terlibat didalamnya, maka diharapkan hal tersebut dapat menimbulkan minat berwirausaha bagi siswa. Seorang wirausaha bukanlah seorang pengambil resiko secara sembarangan, melainkan seorang yang mengambil resiko yang diperhitungkan. Tingkat untuk mentolerir suatu resiko pada setiap orang

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 berbeda-beda. Untuk suatu masalah dengan tingkat resiko yang sama akan disikapi berbeda-beda oleh setiap orang. Ada yang dapat menanggung sejumlah beban dengan tingkat resiko dan ketidakpastian yang tinggi secara santai, sementara orang lain merasa tidak nyaman. Kebanyakan dalam hidup ini orang berusaha untuk menghindar dari resiko atau takut menghadapi resiko, mereka berpikir bahwa hidup ini akan sangat menyenangkan bila tanpa resiko sehingga terasa aman dan nyaman. Namun, tanpa disadari hal itu dapat membuat mereka terus terperangkap dalam ketidaknyamanan karena ketidakpastian. Salah satu yang pasti dalam hidup ini adalah perubahan. Perubahan sudah pasti disertai dengan resiko. Dari pengalaman pelaksanaan praktik industri, maka akan muncul ketertarikan untuk berwirausaha dan menjadi seorang wirausahawan yang tangguh. Wirausahawan adalah orang yang berjiwa berani dalam mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Dengan adanya ketertarikan untuk berwirausaha, maka akan dapat menciptakan lapangan kerja. Berkaitan dengan hal-hal yang telah dipaparkan diatas, penulis tertarik untuk meneliti siswa SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu tentang “Hubungan antara Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan, Keberanian Mengambil Resiko, Praktik Industri dan Jenis Pekerjaan Orang

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Tua dengan Minat Berwirausaha”. Studi Kasus pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah ada hubungan yang signifikan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu? 2. Apakah ada hubungan yang signifikan keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu? 3. Apakah ada hubungan yang signifikan praktik industri dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu? 4. Apakah ada hubungan yang signifikan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu?

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu. 2. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu. 3. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan praktik industri dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu. 4. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis a. Penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan penulis dan dapat digunakan untuk mentransformasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 b. Menjadi bahan acuan bagi peneliti lain yang berminat meneliti tentang permasalahan yang terakait dengan penelitian ini. c. Memberikan informasi dalam mengembangkan teori yang berkaitan dengan wirausaha. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Siswa Memberikan masukan bagi siswa agar mampu mengambil langkahlangkah yang tepat dalam upaya meningkatkan perhatian pada bidang kewirausahaan yang berguna praktis untuk kehidupannya sehingga mendorong minat untuk berwirausaha. b. Bagi Guru Penelitian ini dapat memberikan masukan dalam langkah-langkah yang tepat untuk membantu peningkatan program pengajaran kewirausahaan agar dapat meningkatkan minat berwirausaha siswa. c. Bagi pengelola pendidikan kejuruan Penelitian ini membantu memberikan informasi yang bermanfaat sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan sekolah dalam rangka berwirausaha siswa.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 E. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian a. Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan (X1) b. Keberanian Mengambil Resiko (X2) c. Praktik Industri (X3) d. Jenis Pekerjaan Orang Tua (X4) Minat Berwirausaha (Y). 2. Definisi Operasional a. Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan adalah hasil belajar selama 3 (tiga) tahun yang dinyatakan dalam nilai rapor semester 5 (lima). Indikatornya : Nilai mata pelajaran kewirausahaan semester 5 (lima). b. Keberanian Mengambil Resiko adalah seberapa besar kemampuan dan kreativitas seseorang dalam menyelesaikan besar kecilnya suatu resiko yang diambil untuk mendapatkan penghasilan yang diharapkan. Indikatornya : 1) Suka pada tantangan 2) Berani mengambil resiko 3) Mampu mengkalkulasi resiko

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 c. Praktik Industri adalah kerja lapangan yang dilakukan siswa dalam rangka menerapkan teori yang telah dipelajari selama 5 (lima) semester. Indikatornya : nilai praktik industri d. Jenis Pekerjaan Orang Tua adalah profesi atau usaha atau vokasi yang dilakukan seseorang secara rutin dengan tujuan untuk memperoleh penghasilan/pendapatan (income). Indikatornya : Jenis Pekerjaan Orang Tua. e. Minat Berwirausaha adalah kecenderungan hati dalam diri subjek untuk tertarik menciptakan suatu usaha yang kemudian mengorganisasi, mengatur, menanggung resiko dan mengembangkan usaha yang diciptakan tersebut. Indikatornya adalah: 1) Ketertarikan untuk berwirausaha. 2) Hasrat untuk merintis usaha. 3) Keinginan atau dorongan untuk terlibat dalam berwirausaha. 4) Harapan untuk memperoleh keuntungan dari berwirausaha. kegiatan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Minat Berwirausaha 1. Pengertian Minat Jika seseorang mengerjakan sesuatu diawali dengan minat, maka akan memperoleh hasil yang baik daripada yang tidak memiliki minat dalam mengerjakan sesuatu. Definisi minat menurut Slameto (2003:14) adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan dunia dari luar diri. Semakin kuat atau semakin dekat hubungan tersebut semakin besar minat.” Minat menurut Winkel (1997:30) adalah kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang tersebut. Sedangkan menurut Masidjo (1995:52) minat adalah suatu kecenderungan yang agak menetap dalam diri subjek dimana ia merasa tertarik akan suatu hal dan merasa senang bersama hal tersebut. 12

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Menurut Nurkhan (2005:14) Minat adalah perasaan tertarik atau berkaitan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Pada dasarnya minat merupakan penerimaan hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu dari luar pribadi. Menurut Chaplin (2006:255) minat adalah suatu keadaan atau suatu motivasi yang menuntun tingkah laku menuju satu arah (sasaran) tertentu. Dari definisi minat tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Bila seseorang melihat apa yang memberi kepuasan baginya, ia merasa tertarik untuk menekuninya, kegiatan yang memberi kepuasan menyebabkan minat tetap tinggi pada minat tersebut. Minat merupakan salah satu faktor pokok untuk meraih kesuksesan dalam studi. Secara lebih rinci arti penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan studi adalah: a. Minat melahirkan perhatian yang serta merta b. Minat memudahkan terciptanya konsentrasi c. Minat mencegah gangguan pengaruh dari luar d. Minat mempererat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan e. Minat memperkecil kebosanan studi dalam diri sendiri.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Menurut Winkel (1997:27-28) minat digolongkan menjadi dua jenis 1. Minat secara intrisik Minat secara intrinsik merupakan minat yang berdasarkan suatu dorongan yang secara mutlak timbul dalam individu tanpa pengaruh dari luar seperti sikap, persepsi, prestasi belajar, bakat, jenis kelamin, intelegensi, dan sebagainya. 2. Minat secara ekstrinsik Minat secara ekstrinsik merupakan minat yang berdasarkan suatu dorongan atau pengaruh dari luar individu, seperti status sosial ekonomi orang tua, minat orang tua, minat teman sebaya, lingkungan, dan sebagainya. Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan dibentuk dan berkembang melalui proses pendidikan, sosialisasi, dan proses interaksi di sekolah, masyarakat, dan dalam keluarga. 2. Pengertian Wirausaha Wirausaha adalah seseorang yang memutuskan untuk memulai suatu bisnis sebagai pewaralaba (franchisor) menjadi terwaralaba (franchisee), memperluas sebuah perusahaan, membeli perusahaan yang sudah ada atau barangkali meminjam uang untuk memproduksi suatu produk baru atau menawarkan suatu jasa baru, serta merupakan manajer dan penyandang resiko.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Istilah wirausaha sebagai padanan entrepreneur dapat dipahami dengan mengurai istilah tersebut menjadi sebagai berikut: Wira = utama, gagah, luhur, berani, teladan, dan pejuang. Usaha = penciptaan kegiatan dan atau berbagai aktivitas bisnis. Identik dengan wiraswasta, yang berarti : Wira = utama, gagah, luhur, berani, teladan, dan pejuang. Swa = sendiri. Sta = berdiri Swasta = berdiri di atas kaki sendiri, atau dengan kata lain berdiri di atas kemauan dan atau kemampuan sendiri. Dapat disimpulkan bahwa berkewirausahaan adalah hal-hal atau upaya-upaya yang berkaitan dengan penciptaan kegiatan atau usaha atau aktivitas bisnis atas dasar kemauan sendiri dan atau mendirikan usaha atau bisnis dengan kemauan dan atau kemampuan sendiri. Abas Suryana dkk (2010:35) wirausaha adalah seorang yang mengorganisasikan dan mengarahkan usaha baru, wirasuaha berani mengambil resiko yang terkait dengan proses pemulaian usaha.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Menurut Meredith et al., (2005:5) Para wirausaha merupakan orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses. Berdasarkan bidang ilmu, bagi ahli ekonomi seorang entrepreneur ialah orang yang mengombinasikan resources, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya dan juga orang yang memperkenalkan perubahan, inovasi, dan perbaikan produksi lainnya. Bagi seorang psikolog, bahwa seorang wirausaha merupakan seorang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam untuk memperoleh sesuatu tujuan, suka mengadakan eksperimen atau untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain (Alma, 2006:31). Menurut Wiryasaputra (2004:14), wirausaha adalah orang yang ingin bebas, merdeka, mengatur kehidupannya sendiri, dan tidak tergantung pada belas kasihan orang lain. Mereka harus menciptakan sesuatu yang benar-benar baru atau memberi nilai tambah pada sesuatu

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 yang mempunyai nilai untuk dijual atau layak dibeli sehingga menghasilkan uang bagi dirinya dan bahkan bagi orang yang di sekelilingnya. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, kewirausahaan merupakan semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat; dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreatif, dan inovasi, serta keamampuan manajemen. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha Minat berkaitan erat dengan perhatian. Oleh karena itu, minat merupakan sesuatu hal yang sangat menentukan dalam setiap usaha, maka minat perlu ditumbuhkembangkan pada diri setiap siswa. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan tumbuh dan berkembang sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Faktor-faktor tersebut antara lain, yaitu: a. Kebutuhan Pendapatan Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh seseorang baik berupa uang maupun barang. Berwirausaha dapat memberikan pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keinginan untuk memperoleh pendapatan itulah yang akan menimbulkan minat seseorang untuk berwirausaha. b. Harga Diri Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang paling mulia, karena dikarunia akal, pikiran, dan perasaan. Hal ini menyebabkan manusia merasa butuh dihargai dan dihormati orang lain. Berwirausaha dalam suatu bidang usaha dapat digunakan untuk meningkatkan harga diri seseorang karena dengan usaha tersebut seseorang akan memperoleh popularitas, menjaga gengsi, dan menghindari ketergantungan terhadap orang lain. Keinginan untuk meningkatkan harga diri tersebut akan menimbulkan seseorang berminat untuk berwirausaha. c. Perasaan senang Perasaan senang adalah suatu keadaan hati atau peristiwa kejiwaan seseorang, baik perasaan senang atau tidak senang. Perasaan erat kaitannya dengan pribadi seseorang, maka tanggapan perasaan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 seseorang terhadap sesuatu hal yang sama tidaklah sama antara orang yang satu dengan yang lainnya. Rasa senang dalam berwirausaha akan mewujudkan dengan perhatian, kemauan, dan kepuasan dalam bidang wirausaha. Hal ini berarti rasa senang terhadap bidang wirausaha akan menimbulkan minat berwirausaha. d. Peluang Peluang merupakan kesempatan yang dimiliki seseorang untuk melakukan apa yang diinginkan atau menjadi harapannya. Suatu daerah yang memberikan peluang usaha akan menimbulkan minat seseorang untuk memanfaatkan peluang tersebut. Menurut (Suprapto, 2007) ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat dalam berwirausaha, yaitu: 1. Kemauan Kemauan adalah suatu kegiatan yang menyebabkan seseorang mampu untuk melakukan tindakan dalam mencapai tujuan tertentu. Dengan adanya kemauan seseorang untuk mencoba berwirausaha merupakan satu hal yang baik. 2. Ketertarikan Ketertarikan adalah perasaan senang, terpikat, menaruh minat kepada sesuatu. Saat ada ketertarikan dari diri seseorang, maka ada daya juang untuk meraih apa yang diinginkan. Dalam hal ini adalah

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 ketertarikan untuk mau berwirausaha, maka siswa tersebut mempunyai minat untuk berwirausaha. 3. Lingkungan keluarga Berkaitan dengan lingkungan keluarga, maka peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan minat anak. Orang tua merupakan pendidik pertama dan sebagai tumpuan dalam bimbingan kasih sayang yang utama. Maka orang tualah yang banyak memberi pengaruh dan warna kepribadian terhadap seorang anak. Dengan demikian, mengingat pentingnya pendidikan di lingkungan keluarga, maka pengaruh di lingkungan keluarga terhadap anak dapat memengaruhi apa yang diminati oleh anak. 4. Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab guru. Jadi pada dasarnya yang berpengaruh terhadap perkembangan siswa yaitu proses pendidikan di sekolah sebagai bekal untuk diterapkan dalam kehidupan di lingkungan masyarakat. Seorang guru dalam proses pendidikan juga dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa dalam menumbuhkan minatnya. Sebagai pendidik dalam lembaga pendidikan formal, maka guru berperan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, apalagi yang dibutuhkan orang pada dasarnya adalah ke arah pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berguna. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi besarnya

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 minat yang timbul dari dalam maupun luar diri siswa terhadap minat berwirausaha. Suryana (2003:14) mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan adalah sebagai berikut: Tabel II.1 Ciri-ciri 1. Percaya diri Watak Keyakinan, ketidaktergantungan, individualitas, dan optimisme. 2. Berorientasi pada tugas dan hasil Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, mempunyai dorongan kuat, energik, tekun, dan tabah, bertekad kerja keras serta inisiatif. 3. Pengambilan resiko dan Mampu mengambil resiko yang wajar. suka pada tantangan 4. Kepemimpinan Berjiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang lain, dan terbuka terhadap saran serta kritik. 5. Keorisinilan Inovatif, kreatif, dan fleksibel. 6. Berorientasi masa depan Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 4. Unsur Wirausaha Soesarsono Wijandi (1987:27-31) mengemukakan unsur-unsur wirausaha, sebagai berikut: a. Unsur pengetahuan Mencirikan tingkat penalaran (reasioning) yang dimiliki oleh seseorang, yaitu tingkat kemampuan berpikir seseorang yang umumnya lebih banyak di tentukan oleh pendidikannya, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal. b. Unsur keterampilan Lebih berasosiasi pada kerja fisik anggota badan. Unsur keterampilan seseorang pada umumnya banyak diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata. c. Unsur sikap mental Lebih mencirikan respon, tanggapan atau tingkah laku seseorang jika dihadapkan pada suatu situasi tertentu. Sikap mental lebih menggambarkan reaksi sikap dan mental jika dihadapkan pada pekerjaan tertentu. d. Unsur kewaspadaan Paduan unsur kognitif dan sikap mental terhadap sesuatu yang akan datang. Kewaspadaan adalah rencana tindakan seseorang terhadap sesuatu yang mungkin dialaminya.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 B. Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan 1. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai seseorang setelah melalui proses belajar. Prestasi belajar merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia. Manusia selalu berusaha mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuan masing-masing. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:700) prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketermpilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazim ditunjukkan dengan test atau angka nilai. Nilai adalah kualitas yang diperoleh ke kegiatan penilaian. Prestasi adalah kemampuan, keterampilan dan sikap seseorang dalam menyelesaikan sesuatu hal. Adapun prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Sementara prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Menurut Suharsimi (1987:205) prestasi belajar adalah perubahan tingkah laku yang meliputi tiga aspek, yaitu aspek kognitif,

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 afektif dan psikomotorik. Tinggi rendahnya prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: a. Faktor Internal yang meliputi: 1) Intelegensi, kecerdasan, kecakapan, dan bakat. 2) Panca indra 3) Sikap dan kebiasaan belajar. b. Faktor Eksternal, yang meliputi : 1) Situasi belajar 2) Kurikulum 3) Keadaan lingkungan Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat dibedakan menjadi dua yang berasal dari individu yang belajar baik faktor psikis maupun fisik dan faktor yang berasal dari luar individu misalnya, faktor lingkungan, sosial ekonomi, guru, metode mengajar, dan lain-lain. Sesuai dengan pendapat diatas, Usman (1993:10) mengungkapkan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah: a. Faktor yang berasal dari diri sendiri, misalnya: sikap, motivasi, minat, kecakapan nyata, kecerdasan, dan bakat. b. Faktor yang berasal dari luar diri sendiri, misalnya: lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Senada dengan pendapat di atas, Suharmi (1987:21) mengemukakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah: 1) Faktor Internal a) Biologis yang meliputi: usia, kematangan, kesehatan. b) Psikologis yang meliputi: minat, motivasi, suasana hati. 2) Faktor Eksternal a) Manusia : di keluarga, di sekolah, di masyarakat. b) Non manusia : udara, suasana, bau-bauan. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang berasal dari dalam dan luar individu. 2. Pengertian Mata Pelajaran Kewirausahaan a. Pengertian mata pelajaran kewirausahaan Kewirausahaan adalah salah satu program adaptif yang dapat diajarkan pada siswa SMK, selain matematika, bahasa inggris, ekonomi, keterampilan komputer, serta mengetik manual dan elektronik. (Kurikulum SMK 2004:10). Adapun Suryana (2003:8) memberikan batasan bahwa ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dari uraian diatas maka, penulis menyimpulkan bahwa ilmu kewirausahaan yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan suatu disiplin ilmu yang dipelajari dan diajarkan pada siswa SMK sebagai salah satu mata pelajaran dari kelompok adaptif yang diberikan pada siswa. b. Hakikat Mata Pelajaran Kewirausahaan Mata pelajaran atau bidang studi merupakan inti dari proses belajar mengajar di sekolah sebagai sesuatu yang diberikan kepada siswa mencakup mata pelajaran bersifat umum dan khusus sesuai dengan jurusan atau program studi. Untuk sekolah umum setingkat SMK pembagian jurusan berlangsung mulai dari ia duduk di kelas X. Salah satu jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu program perdagangan yang memiliki beberapa mata pelajaran di mana salah satunya adalah mata pelajaran kewirausahaan. Mata pelajaran kewirausahaan mempunyai tujuan mewujudkan kemampuan para wirausahawan untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kewirausahaan adalah tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, inovatif, dan produktif.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Kewirausahaan berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri atau pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan sikap dan tindakan wirausaha. Jadi, yang dimaksud dengan mata pelajaran kewirausahaan adalah pelajaran yang diberikan kepada siswa yang bertujuan agar siswa dapat mengetahui pengetahuan dan keterampilan dalam mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausahawan untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. c. Tujuan Pendidikan Kewirausahaan Menurut Soemanto (1993:87) menyebutkan bahwa tujuan dari pendidikan kewirausahaan adalah untuk menempa bangsa Indonesia sesuai dengan pribadi indonesia yang berdasarkan Pancasila. Adapun menurut Soemanto (1993:87) bahwa tujuan dari pendidikan kewirausahaan adalah mengajarkan manusia Indonesia sehingga mereka memiliki kekuatan pribadi yang dinamis dan kreatif sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Berdasarkan uraian diatas maka, dalam kaitannya dengan kewirausahaan yang diajarkan pada siswa SMK dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pendidikan kewirausahaan yang diberikan adalah untuk mengajarkan siswa sehingga mereka mempunyai pribadi yang dinamis dan kreatif dan mendorong siswa untuk tidak hanya bergantung pada orang lain tetapi mampu berusaha mandiri. Berdasarkan KTSP 2006 kurikulum mata pelajaran kewirausahaan mencakup pokok-pokok bahasan, diantaranya: 1) Menganalisis peluang usaha, dengan materi pembelajaran: peluang dan resiko usaha, mengembangkan ide dan peluang usaha, menetapkan peluang usaha dan pemanfaatan peluang secara kreatif dan inovatif. 2) Menganalisis aspek-aspek perencanaan usaha dengan materi pembelajaran: merumuskan tujuan dan sasaran usaha, menetapkan bentuk-bentuk badan usaha, menyusun struktur organisasi sederhana, menentukan jenis dan kualitas produk/jasa, menghitung kebutuhan dan persediaan bahan baku, merancang aliran proses produksi, perizinan usaha, surat-menyurat, dan pencatatan transaksi keuangan. 3) Teknik menjual dengan materi pembelajaran: seni menjual, teknik promosi, harga jual, kepuasan pelanggan, negosiasi, saluran dan jaringan distribusi.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 4) Permodalan dan pembiayaan usaha dengan materi pembelajaran: teknik dan prosedur permodalan usaha, rencana anggaran biaya (RAB), proyeksi arus kas, titik pulang pokok/break event point (BEP), laba/rugi. 5) Proposal usaha, dengan materi pembelajaran: proposal usaha, sistematika penyusunan proposal usaha, dan membuat proposal usaha. C. Keberanian Mengambil Resiko 1. Pengertian Keberanian Mengambil Resiko Kemauan dan kemampuan untuk mengambil resiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil resiko akan sukar memulai dan berinisiatif. Wirasuaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Oleh karena itu, wirausaha kurang menyukai resiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Resiko yang terlalu rendah akan memperoleh sukses yang relatif rendah. Sebaliknya, resiko yang terlalu tinggi kemungkinan memperoleh sukses yang tinggi, tetapi kegagalan yang sangat tinggi pula. Oleh sebab itu, ia akan lebih menyukai resiko yang seimbang (moderat).

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Seorang wirausahawan yang berani menanggung resiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik (Yuyun Wirasasmita, 1994:2). Wirausahawan adalah orang yang menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Oleh sebab itu, wirausahawan kurang menyukai resiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Resiko yang terlalu rendah akan memperoleh kesuksesan yang relatif rendah. Sebaliknya, resiko yang terlalu tinggi kemungkinan memperoleh sukses yang tinggi, tetapi dengan kegagalan yang sangat tinggi. Oleh Karena itu, ia akan lebih menyukai resiko yang seimbang (moderat). Dengan demikian, keberanian mengambil resiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan resiko yang penuh dengan perhitungan dan realistis. Kepuasan yang besar diperoleh apabila berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara realistis. Situasi resiko kecil dan situasi resiko dihindari karena sumber kepuasan tidak mungkin didapat pada masing-masing situasi tersebut. Artinya, Wirausaha menyukai tantangan yang sukar, namun dapat dicapai (Geoffrey G. Meredith, 1996:37). Wirausahawan menghindari situasi resiko yang rendah karena tidak ada tantangan dan menjauhi situasi resiko yang tinggi karena ingin

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 berhasil. Dalam situasi resiko dan ketidapastian inilah wirausaha mengambil keputusan yang mengandung potensi kegagalan atau keberhasilan. Pada situasi ini, menurut Meredith (1996:38), ada dua alternatif atau lebih yang harus dipilih, yaitu alternatif yang mengandung resiko dan altenatif yang konservatif. 2. Pilihan dalam mengambil resiko Pilihan terhadap resiko ini tergantung pada: 1. Daya tarik setiap alternatif 2. Siap untuk mengalami kerugian 3. Kemungkinan relatif untuk gagal atau berhasil Jadi, keberanian mengambil resiko bergantung pada: daya tarik setiap alternatif, kesiapan mengalami kerugian, kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal. Sememtara itu, kemampuan untuk mengambil resiko ditentukan oleh: a. Keyakinan pada diri sendiri. b. Kesediaan menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan kemungkinan untuk memperoleh keuntungan. c. Kemampuan menilai situasi resiko secara realistis Wirausaha penuh resiko dan tantangan seperti persaingan, harga naik turun, barang tidak laku, dan sebagainya. Namun, semua tantangan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan. Oleh karena itu, pengambilan resiko ditemukan pada orang-orang yang inovatif dan kreatif yang merupakan bagian terpenting dari perilaku kewirausahaan. Menurut Suryana (2003) seorang entrepreneur harus mampu mengambil resiko yang moderat, artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi resiko yang didukung yang kuat, akan mendorong seorang entrepreneur untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Hasil-hasil itu harus nyata atau jelas dan merupakan umpan balik bagi kelancaran kegiatannya. Praag dan Cramer (2002) secara eksplisit mempertimbangkan peran resiko dalam pengambilan keputusan seseorang untuk menjadi seorang entrepreneur. Rees dan Shah (1986) menyatakan bahwa perbedaan pendapatan pada pekerja individu yang bebas (entrepreneur) adalah tiga kali lipat dari yang didapat oleh individu yang bekerja pada orang lain dan menyimpulkan bahwa toleransi terhadap resiko merupakan sesuatu yang membujuk untuk melakukan pekerjaan mandiri (entrepreneur). Douglas dan Stepher (1999) menggunakan resiko yang telah diantisipasi sebagai alat untuk memprediksi keinginan seseorang untuk

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 menjadi enterprenuer, dinyatakan “semakin toleran seseorang dalam menyikapi suatu resiko, semakin besar insentif seseorang tersebut untuk menjadi entrepreneur”. Persepsi resiko berbeda-beda tergantung kepercayaan seseorang, kelakuan dan perasaan merupakan faktor-faktor pendukungnya, antara lain prestasi belajar, pengalaman praktik industri, karakteristik individu, kejelasan informasi dan pengaruh lingkungan sekitar. 3. Perbedaan Persepsi Mengenai Resiko. Terdapat perbedaan persepsi tentang resiko itu sendiri, meskipun tidak terlalu mencolok, antara lain: 1) Faktor-faktor yang mempunyai efek merugikan terhadap kesuksesan pelaksanaan proyek secara financial maupun ketepatan waktu, dimana faktor waktu itu sendiri tidak selalu dapat diidentifikasi. 2) Sesuatu keadaan secara fisik, kontrak maupun financial menjadi lebih sulit daripada yang telah disetujui dalam kontrak. 3) Kesempatan untuk membuat keuntungan diatas kontrak, dimana kepuasan klien, harga kontrak, dan waktu penyelesaian diutamakan. 4) Suatu kondisi dimana peristiwa-peristiwa yang tidak direncanakan terjadi.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Pengambilan resiko berkaitan dengan kepercayaan diri sendiri. Artinya, semakin besar keyakinan orang tersebut akan kesanggupan untuk mempengaruhi hasil dan keputusan, dan semakin besar pula kesediaan seseorang untuk mencoba apa yang menurut orang lain sebagai resiko (Meredith, 1996:39). Jadi, pengambilan resiko lebih menyukai tantangan dan peluang. Oleh karena itu, pengambilan resiko dapat ditemukan pada orang-orang yang inovatif dan kreatif yang merupakan bagian terpenting dari perilaku kewirausahaan. D. Praktik Industri 1. Pengertian Praktik Industri Praktik industri merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian professional, yang memadukan secara sistematik dan singkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian professional. Menurut Manulang (1984:15) pengalaman kerja adalah “proses pembentukan pengetahuan atau keterampilan tentang metode suatu pekerjaan karena keterlibatan karyawan tersebut dalam pelaksanaan tugas pekerjaan”. Sunyoto et.al (2010:9) berpendapat bahwa pengalaman kerja adalah “ukuran tentang waktu atau masa kerja yang telah ditempuh seseorang dapat memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 melaksanakan dengan baik”. Sunyoto et.al (2010:10) juga berpendapat bahwa “pengalaman yang telah diketahui atau dikuasai oleh seseorang yang akibat dari pekerjaan atau perbuatan yang telah dilakukan selama beberapa waktu tertentu”. Dalam kamus besar bahasa indonesia (2005:1121) arti pengetahuan adalah “sesuatu yang diketahui atau yang berkenaan dengan suatu hal”. Pengetahuan bisa didapatkan melalui pembelajaran di lembaga resmi seperti sekolah, lembaga kursus, dan lain-lainnya. Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi masa lalu. Pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman kerja siswa cenderung akan lebih mudah diingat daripada pengetahuan kerja yang di dapatkan secara teoritis. Keterampilan merupakan kemampuan seseorang untuk menerapkan pengetahuan ke dalam bentuk tindakan. Pengalaman kerja juga dapat meningkatkan professional kerja seorang siswa. Hal ini tentunya akan membuat siswa lebih terampil dalam mengerjakan pekerjaannya. Dengan adanya pengalaman kerja, keterampilan siswa dimiliki akan lebih meningkat.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Sikap menurut Zimbardo dan Leippe (2000:27) merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara tertentu serta merupakan respon evaluatif terhadap pengalaman kognitif, reaksi afektif, kehendak dan perilaku. Pengalaman kerja akan dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang merupakan manifestasi dan keterpaduan menalar secara ilmiah dan tentunya bertolak dari masalah nyata dalam bidang kerja siswa. Tentunya dengan adanya pengalaman kerja seorang siswa akan lebih percaya diri dalam menghadapi pengambilan keputusan dan akan cenderung lebih bersikap professional. 2. Pengertian Program Sistem Ganda Praktik Industri (PI) dahulu adalah Program Sistem Ganda (PSG) atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan kurikulum wajib bagi siswa SMK untuk melakukan Praktik Industri di Dunia Usaha dan Dunia Industri yang sesuai dengan program keahlian yang bersangkutan. Salah satu tujuan dari praktik industri adalah untuk membelajarkan siswa mempraktekkan ilmu dan ketrampilan yang sudah diperoleh di sekolah serta membelajarkan siswa terhadap suasana dunia kerja. Sedangkan feedback bagi sekolah adalah memperoleh masukan tentang kesesuaian antara „kurikulum‟ dunia kerja dengan kurikulum sekolah.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Pendidikan Sistem Ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melaui bekerja langusng di dunia kerja dan terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian professional tertentu. Dalam PSG, lembaga pendidikan atau lembaga pelatihan lain dan industri secara bersama-sama menyelenggarakan suatu program pendidikan atau program pelatihan mulai perencanaan, penyelenggaraan, dan penilaian sampai dengan upaya penempatan lulusan. PSG adalah salah satu modal pendidikan yang paling efektif dalam mendekatkan kesesuaian antara dunia kerja itu sendiri dan penyelenggara pendidikan. Kesediaannya untuk tempat itu magang itu berarti dunia kerja ikut membentuk peserta didik menjadi manusia yang produktif dan berpenghasilan selama tidak mengganggu proses produksi. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa praktik industri yang dilaksanakan di SMK sangat membantu para siswa dalam mempraktekkan apa yang di dapat di sekolah pada dunia industri. Dengan adanya praktik industri ini para siswa dilatih jiwa berwirausaha yaitu: percaya diri, tanggung jawab, disiplin, kerjasama, cepat tanggap, tekun, dan ulet.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 E. Jenis Pekerjaan Orang Tua 1. Pengertian Jenis Pekerjaan Definisi jenis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mempunyai ciri (sifat, keturunan, dan sebagainya) yang khusus, sedangkan pekerjaan adalah barang apa yang dilakukan (diperbuat, dikerjakan dan sebagainya) tugas kewajiban, hasil bekerja, perbuatan (Depdikbud, 1994:410-488). Jadi yang dimaksud dengan jenis pekerjaan adalah suatu bentuk atau macam kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh penghasilan. Jenis pekerjaan orang tua siswa yang satu tentu berbeda dengan jenis pekerjaan orang tua siswa yang lain. Pekerjaan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: a. Pekerjaan Pokok Pekerjaan pokok adalah pekerjaan yang dimiliki seseorang sebagai sumber utama dari penghasilan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan sifat pekerjaan ini tetap. b. Pekerjaan Sampingan Pekerjaan sampingan adalah pekerjaan yang dimiliki atau dilakukan oleh seseorang sebagai pekerjaan untuk memperoleh penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan hidup. Sifat pekerjaan sampingan ini adalah untuk melengkapi pekerjaan pokok.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Dalam penelitian ini, penulis membedakan pekerjaan orang tua menjadi dua jenis yaitu: 1) Wirausaha (pedagang, petani, pengusaha dan sejenisnya). 2) Bukan wirausaha (pegawai negeri, guru dan sejenisnya). 2. Pengertian Orang Tua Definisi orang tua menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1994:706) adalah ayah ibu kandung: orang yang yang dianggap tua (cerdik, pandai, ahli dan sebagainya); orang-orang yang dihormati (disegani) di kampung; tertua. Jadi orang tua adalah setiap orang yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, lazim disebut dengan ayah dan ibu. Mereka inilah yang terutama dan utama memegang peranan dalam kelangsungan hidup suatu rumah tangga atau kelurga. Sedangkan semua anak-anaknya yang berada dibawah penguasaan maupun asuhan dan bimbingannya disebut anggota keluarga. Oleh sebab itu, orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap semua anggota keluarga yang berada di bawah tanggung jawabnya.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 F. Kerangka Berpikir 1. Hubungan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha Prestasi belajar merupakan tujuan utama di dalam belajar, mengajar, karena seorang anak akan lebih banyak mengenal pengetahuan dan keterampilan sehingga prestasi yang dimiliki akan lebih tinggi. Prestasi belajar yang tinggi dapat digunakan untuk mencari pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan baru sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Prestasi belajar dapat dipakai sebagai petunjuk kearah mana seseorang seharusnya memilih pekerjaan dan bidang apa yang sesuai dengannya jika ingin membuka usaha sendiri. Karena orang yang berprestasi lebih besar berpeluang untuk memperoleh kemajuan di dalam pekerjaan yang dijalaninya. Oleh karena itu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan mampu mencetak lulusannya, baik untuk siap memasuki dunia kerja maupun untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Untuk itu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu mencetak lulusan yang berprestasi bagus, mandiri dan bertanggung jawab. Dengan begitu, apabila siswa yang mereka luluskan nanti tidak mendapat kerja

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 seperti yang mereka inginkan, mereka dapat berinisiatif menciptakan pekerjaan baru sesuai dengan minat dan keterampilan yang mereka terima yaitu berwirausaha. Dengan begitu mereka tidak akan menjadi seorang pengangguran. Lain halnya, apabila Sekolah Menengah Kejuruan hanya mencetak lulusan yang rendah, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan sulit untuk bersaing dalam dunia kerja. Dan minat mereka untuk menciptakan lapangan kerja baru dengan cara berwirausaha akan rendah pula. 2. Hubungan Keberanian Mengambil Resiko dengan Minat Berwirausaha Keberanian untuk menanggung resiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan resiko yang penuh perhitungan dan realistis. Situasi resiko kecil dan resiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan tidak mungkin didapat pada masing-masing situasi tersebut. Wirausaha menghindari situasi resiko yang rendah karena tidak ada tantangan dan menjauhi situasi resiko yang tinggi karena ingin berhasil. Dalam situasi resiko dan ketidapastian inilah wirausaha mengambil keputusan yang mengandung potensi kegagalan atau keberhasilan.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 3. Hubungan Praktik Industri dengan Minat Berwirausaha Pendidikan Sistem Ganda merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang memadukan secara sistematis dan sikron program pendidikan di sekolah dan program pendidikan di luar sekolah untuk mencapai tingkat keahlian tertentu (Depdikbud. 1994:7). Salah satu kegiatan dalam program PSG adalah praktik industri (PI). Dalam melakssanakan Praktik Industri di industri baik pengalaman yang diperoleh siswa. Siswa tidak hanya memperoleh keterampilan saja, akan tetapi mendapatkan pembiasaan dalam menghadapi iklim dunia kerja sehingga sikap profesionalnya dapat tumbuh. Pengalaman siswa tentunya akan mempengaruhi sikap kerja sebagai orang yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Semakin baik pelaksanaan PI yang dialami oleh siswa, semakin banyak akan menumbuhkan kesiapan mental untuk terjun langsung dalam dunia usaha kelak lulus nanti. 4. Hubungan Jenis Pekerjaan Orang Tua dengan Minat Berwirausaha Minat berwirausaha adalah kecenderungan-kecenderungan yang agak menetap dalam diri siswa yang merasa tertarik pada kewirausahaan dan merasa senang berkcimpung dalam berwirausaha. Pekerjaan dalam kamus besar bahasa indonesia (1995:488) adalah sesuatu yang dilakukan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 untuk mencari nafkah. Sedangkan pekerjaan menurut biro pengembangan sosial budaya (hal 12) dibedakan menjadi dua yaitu pekerjaan pokok dan pekerjaan sampingan. Pekerjaan orang tua memiliki peranan penting dalam memotivasi minat berwirasuaha seorang anak. Siswa yang orang tuanya memilki pekerjaan yang gengsinya tinggi dalam masyarakat, biasanya akan menanamkna sikap-sikap positif terhadap anaknya. Misalnya tidak takut gagal, tidak cepat puas dan selalu berusaha lebih baik daripada sebelumnya. Sikap-sikap ini akan menumbuhkan minat berwirausaha pada diri seorang anak, dimana dalam kehidupan sehari-hari sikap tersebut tidak selalu muncul dan dibiasakan pada anak. G. Hipotesis 1. Ada hubungan yang signifikan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha. 2. Ada hubungan yang signifikan keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha. 3. Ada hubungan yang signifikan praktik industri dengan minat berwirausaha. 4. Ada hubungan yang signifikan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha pada siswa.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 H. Hasil Penelitian yang Relevan Penelitian sebelumnya yang relevan adalah: 1. Penelitian oleh Martina (2011) yang berjudul “Hubungan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pendapatan, dan Jenis Pekerjaan Orang Tua dengan Minat Berwirausaha pada Mahasiswa Prodi Akuntansi USD Yogyakarta angkatan 2007-2010”. Tujuan penelitian tersebut adalah 1) untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan minat berwirausaha, 2) untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan orang tua dengan minat berwirausaha, 3) untuk mengetahui hubungan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha. Peneliti menggunakan sampel sebanyak 150 responden dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner. 2. Penelitian oleh Sunarto (2012) yang berjudul “Minat Berwirausaha ditinjau dari jiwa kewirausahaan, program studi dan latihan berwirausaha pada mahasiswa USD, Yogyakarta”. Tujuan dari penelitian tersebut adalah 1) untuk mengetahui pengaruh jiwa kewirausahaan terhadap minat berwirausaha, 2) untuk mengetahui pengaruh program studi terhadap minat berwirausaha, 3) untuk mengetahui pengaruh latihan berwirausaha terhadap minat berwirausaha. Peneliti menggunakan sampel sebanyak 127 responden dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Metode Penelitian merupakan keseluruhan dari prosedur dan alat yang digunakan dalam peneiltian. Penentuan metode penelitian menjadi sangat penting karena digunakan untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang diteliti. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah tergolong penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian korelasional karena penelitian ini akan mencari hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain yaitu prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan, keberanian mengambil resiko, praktik industri dan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha siswa SMK. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif karena variabel terikat dengan variabel bebasnya diukur dalam bentuk angka-angka dan kemudian dicari ada tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 1 Atambua, di Kabupaten Belu. 2. Waktu Penelitian Waktu Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2013. 45

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah orang-orang yang terlibat dalam penelitian, mereka bertindak sebagai pemberi informasi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Atambua angkatan 2013-2014 di Kabupaten Belu. 2. Objek penelitian Objek penelitian adalah sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan dalam penelitian. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan, keberanian mengambil resiko, praktik industri, dan jenis pekerjaan orang tua, dengan minat berwirausaha. D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu angkatan 2013-2014 yang berjumlah 120 siswa.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 2. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah yang bersifat representative/mewakili. Untuk menentukan sampel maka peneliti menggunakan rumus Slovin Sangadji dan Sopiah, 2010:189 yaitu: Keterangan : n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = nilai kritis yang diinginkan (5%) Berdasarkan keterangan di atas, dapat diambil sampel 92 siswa dengan perhitungan sebagai berikut: = 92 E. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling purposive. Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. (Sugiyono, 2009:122). Dalam hal ini yang menjadi pertimbangan bagi peneliti adalah siswa tersebut telah menempuh mata pelajaran kewirausahaan dan sudah cukup mempunyai

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 pengalaman dalam proses belajar mengajar yakni siswa kelas 3 angkatan 2013-2014. Variabel prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan, keberanian mengambil resiko, praktik industri, jenis pekerjaan orang tua dan minat berwirausaha diukur dengan skala likert dimodifikasi menjadi empat opsi jawaban, yaitu SS, S, TS, STS. Pemberian skor dapat ditentukan sebagai berikut: Tabel III. 1 Penilaian Pertanyaan positif Skor Pertanyaan negatif Skor Sangat setuju 4 1 Setuju 3 2 Tidak setuju 2 3 Sangat tidak setuju 1 4 Untuk jenis pekerjaan orang tua hanya menggunakan dua opsi yaitu: Tabel III. 2 Jenis Pekerjaan Skor Wirausaha 2 Bukan Wirausaha 1

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. G. Instrumen Penelitian 1. Kisi-kisi instrumen penelitian Tabel III. 3 Nomor Kuesioner Variabel Indikator 1. Ketertarikan untuk Minat Berwirausaha Positif 1,6,8,13,20, berwirausaha 2. Hasrat untuk merintis usaha 3. Keinginan atau dorongan Negatif 2,4, 6,8,7,22 17,18 3,4,11,14, 12, 18 untuk terlibat dalam kegiatan berwirausaha 4. Harapan untuk memperoleh 5,9,10,15,16,21, keuntungan dari berwirausaha. Prestasi Belajar Nilai mata pelajaran Mata Pelajaran kewirausahaan Kewirausahaan 22,23, 24

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Keberanian 1. Suka pada tantangan Mengambil 2. Berani mengambil resiko Resiko. 3. Mampu mengkalkulasi 2,3,4,7,8,10,12,1 1 4,5,11,13,15, 16,6,9 17 resiko Praktik Industri Nilai Praktik Industri Jenis Pekerjaan Jenis Pekerjaan Orang Tua Orang Tua Untuk mengukur minat berwirausaha pada siswa, cara yang digunakan penulis adalah dengan kuesioner tentang pilihan yang disusun seperti model Likert dengan empat alternatif jawaban. Adapun pedoman untuk memberikan skor pada alternatif jawaban adalah: a. Untuk Pernyataan Bersifat Positif : Sangat Setuju skor 4 Setuju skor 3 Tidak Setuju skor 2 Sangat Tidak Setuju skor 1 b. Untuk Pernyataan Bersifat Negatif: Sangat Setuju skor 1 Setuju skor 2 Tidak Setuju skor 3 Sangat Tidak Setuju skor 4

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 2. Pengujian Instrumen Penelitian a. Pengujian Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid, jika pertanyaan di dalamnya mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Untuk mengukur validitas dapat dilakukan dengan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Untuk menguji validitas digunakan rumus korelasi product moment (Sugiyono, 2010). Rumus : Keterangan : rxy : koefisien korelasi antara variabel x dengan y x : nilai tiap variabel y : nilai semua variabel n : jumlah sampel Dengan taraf signifikan (α) 5% dan jumlah sampel sebesar 92 orang, maka rtabel product moment dari penelitian ini yaitu 0,207.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Sehingga untuk mengetahui skor masing-masing item pertanyaan valid atau tidak, maka ditetapkan kriteria statistik sebagai berilkut: a. Jika rhitung > rtabel dan bernilai positif, maka variabel tersebut valid. b. Jika rhitung < rtabel, maka variabel tersebut tidak valid. c. Jika rhitung > rtabel, tetapi bertanda negatif, maka H0 akan tetap ditolak dan Ha diterima. Pengujian validitas ini hanya bisa dilakukan pada variabel keberanian mengambil resiko dan minat berwirausaha karena pada variabel prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan, praktik industri dan jenis pekerjaan orang tua berbeda dan jawaban responden dapat mengumpul pada satu pilihan jawaban yang jika diadakan uji validitas sangat mungkin hasilnya menjadi tidak valid. Hasil pengukuran uji validitas variabel keberanian mengambil resiko sebagai berikut: Tabel III.4 Hasil Uji Variabel Keberanian Mengambil Resiko No. Item R hitung R tabel Keterangan 1 0.209 0.207 Valid 2 0.533 0.207 Valid 3 0.254 0.207 Valid

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 4 0.444 0.207 Valid 5 0.301 0.207 Valid 6 0.300 0.207 Valid 7 0.423 0.207 Valid 8 0.441 0.207 Valid 9 0.533 0.207 Valid 10 0.423 0.207 Valid 11 0.532 0.207 Valid 12 0.593 0.207 Valid 13 0.235 0.207 Valid 14 0.598 0.207 Valid 15 0.592 0.207 Valid 16 0.589 0.207 Valid 17 0.441 0.207 Valid Jumlah Sumber: data diolah, 2013. 17 item

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Hasil pengukuran uji validitas variabel minat berwirausaha sebagai berikut: Tabel III.5 Hasil Uji Validitas Variabel Minat Berwirausaha No. Item R hitung R tabel Keterangan 1 0.675 0.207 Valid 2 0.229 0.207 Valid 3 0.834 0.207 Valid 4 0.288 0.207 Valid 5 0.488 0.207 Valid 6 0.338 0.207 Valid 7 0.861 0.207 Valid 8 0.452 0.207 Valid 9 0.802 0.207 Valid 10 0.861 0.207 Valid 11 0.275 0.207 Valid 12 0.242 0.207 Valid 13 0.802 0.207 Valid 14 0.427 0.207 Valid 15 -0.078 0.207 Tidak Valid

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 16 0.782 0.207 Valid 17 0.042 0.207 Tidak Valid 18 0.897 0.207 Valid 19 0.242 0.207 Valid 20 0.273 0.207 Valid 21 0.897 0.207 Valid 22 0.339 0.207 Valid 23 0.148 0.207 Tidak Valid 24 0.272 0.207 Valid Jumlah 24 item Sumber: data diolah, 2013 b. Pengujian Reliabilitas Menurut Ghozali (2006:41) reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja. Di sini pengukuran dilakukan sekali dan hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Menurut Ghozali (2006:41) Suatu konstruk atau variabel dinyatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60. Rumus: Keterangan : ⦋1 ⦌ r11 = reliabilitas instrument k = banyaknya butir pertanyaan/banyaknya soal = jumlah varians butir = varians total Untuk melihat reliabilitas instrument menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0. Hasil rangkuman olah data sebagai berikut: Tabel III.6 Hasil Uji Reliabilitas Koef. Alpha Kesimpulan Keberanian Mengambil Resiko 0.830 0.60 Reliabel Minat Berwirausaha 0.60 Reliabel Variabel Alpha Cronbach 0.875 Sumber : data diolah 2013 Hasil pengujian pada variabel keberanian mengambil resiko sebesar 0.830 dan minat berwirausaha sebesar 0.875, nilai tersebut

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut dikatakan reliabel karena nilainya lebih besar dari 0.60. H. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif variabel yang mendeskripsikan data digunakan untuk mendeskripsi data dalam bentuk tabel distribusi dan menentukan nilai mean dan standar deviasi. Dalam penelitian ini analisis deskriptif terdiri dari lima bagian yaitu mendeskripsikan variabel prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan, keberanian mengambil resiko, praktik industri dan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu. Pada skala skor pengukuran keberanian mengambil resiko dan minat berwirausaha masing-masing menggunakan mean dan standar deviasi dan pada skor pengukuran prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dan praktik industri masing-masing menggunakan Pedoman Acuan Patokan (PAP) I. Sedangkan variabel jenis pekerjaan orang tua dikategorikan menjadi skor wirausaha dan bukan wirausaha.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 1. Variabel Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan Sebagai indikator tinggi rendahnya prestasi belajar yang dicapai siswa SMK Negeri 1 Atambua pada semester 5 (lima) adalah sebagai berikut: Tabel III.7 Skor Frekuensi Persentase Interpretasi 80-100 18 19,6% Tinggi 65-79 59 64.1% Sedang <65 15 16.3% Rendah Total 92 100% Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa prestasi belajar siswa pada kategori tinggi ada 18 siswa atau setara dengan 19.6%, prestasi belajar siswa pada kategori sedang ada 59 siswa atau setara dengan 54.1% dan prestasi belajar siswa pada kategori rendah ada 15 siswa atau setara dengan 16.3%. Hal ini berarti prestasi belajar yang dimiliki siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu mempunyai tingkat kecenderungan pada kategori sedang.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 2. Variabel Keberanian Mengambil Resiko Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (Mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Mean digunakan untuk mengukur jumlah rata-rata data dari seluruh responden. Standar deviasi digunakan untuk menjelaskan keadaan kelompok dan tingkat variasi data yang terjadi pada kelompok tersebut. Rumus yang digunakan dalam mencari mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut: (Sumber: Sugiyono) Keterangan: = rata-rata (Mean) = jumlah skor = jumlah responden Namun dalam penelitian ini, untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Hasil Mean dan standar deviasi keberanian mengambil resiko: Tabel III.8 Descriptive Statistics Variabel N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Keberanian Mengambil 92 38 66 53.77 6.344 Resiko Valid N (listwise) 92 Sumber: data diolah, 2013 Untuk mengetahui keberanian mengambil resiko dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh ke dalam interval. Interval rata-rata penilaian responden terhadap keberanian mengambil resiko. Tabel III.9 Keberanian Mengambil Resiko Rumus interval Interval Rendah X < mean - SD 38-47 Sedang Mean – SD < x < mean + SD 48-60 Tinggi Mean + SD < X 61-66 Sumber: data diolah, 2013 3. Variabel Praktik Industri Sebagai indikator tinggi rendahnya praktik industri yang dicapai siswa SMK Negeri 1 Atambua pada semester 5 (lima) adalah sebagai berikut:

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Tabel III.10 Skor Frekuensi Persentase Interpretasi 80-100 54 58.7% Tinggi 65-79 33 35.7% Sedang <65 5 5.6% Rendah Total 92 100% Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai praktik industri pada kategori tinggi ada 54 siswa atau setara dengan 58.7%, nilai praktik industri pada kategori sedang ada 33 siswa atau setara dengan 35.7% dan nilai praktik industri pada kategori rendah ada 5 siswa atau setara dengan 5.6%. Hal ini berarti nilai praktik industri yang dimiliki siswa kelas SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu mempunyai tingkat kecenderungan pada kategori tinggi. 4. Variabel Minat Berwirausaha Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (Mean) dan standar deviasi untuk setiap item pertanyaan. Mean digunakan untuk mengukur jumlah rata-rata data dari seluruh responden. Standar deviasi digunakan untuk menjelaskan keadaan kelompok dan tingkat variasi data yang terjadi pada kelompok tersebut.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Rumus yang digunakan dalam mencari mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut: (Sumber: Sugiyono) Keterangan: = rata-rata (Mean) = jumlah skor = jumlah responden Namun dalam penelitian ini, untuk mencari jumlah mean dan standar deviasi dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0. Hasil Mean dan standar deviasi minat berwirausaha: Tabel III.11 Descriptive Statistics Variabel N Minat Berwirausaha 92 Valid N (listwise) 92 Sumber: data diolah, 2013 Minimum 48 Maximum 96 Mean 81.75 Std. Deviation 9.106

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Untuk mengetahui minat berwirausaha dapat ditunjukkan dengan memasukkan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh ke dalam interval. Interval rata-rata penilaian responden terhadap minat berwirausaha: Tabel III.12 Minat Berwirausaha Rumus interval Interval Rendah X < mean - SD 48-72 Sedang Mean – SD < x < mean + SD 73-90 Tinggi Mean + SD < X 91-96 Sumber: data diolah, 2013. 2. Pengujian Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas Untuk mengetahui apakah data masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak, maka dilakukan uji normalitas. Pengujian normalitas yang digunakan adalah dengan uji Kolmogorov Smirnov. Uji Kolmogorov-Smirnov memusatkan perhatian pada penyimpangan (deviasi) terbesar. Harga Fo (Xi)–SN terbesar dinamakan deviasi maksimum. Adapun rumus uji Kolmogorov Smirnov untuk normalitas sebagai berikut (Ghozali, 2002:36) :

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Rumus : Keterangan: = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi D = Deviasi maksimum Pengambilan keputusan berdasarkan hasil tersebut adalah sebagai berikut : 1) Jika angka signifikasi Uji Kolmogorov-Smirnov Sig > 0,05 maka data berdistribusi normal 2) Jika angka signifikasi Uji Kolmogorov-Smirnov Sig < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal. b. Korelasi Spearman Rank. Uji ini digunakan untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara variabel, jika ada hubungan maka berapa besar pengaruhnya. Menurut Sugiyono (2002:282) “Korelasi spearman rank digunakan untuk mencari atau untuk menguji signifikansi hipotesis asosiatif bila masing-masing variabel yang dihubungkan berbentuk ordinal, dan sumber data antar variabel tidak harus sama”.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 1) Uji korelasi Spearman Rank dengan jumlah sampel ≤ 30 menggunakan rumus sebagai berikut: rs 1 di 2 6 n(n 2 1) Keterangan : rs = nilai korelasi spearman rank d2 = selisih setiap pasangan rank ∑ = notasi jumlah n = jumlah pasangan rank untuk Spearman (5 < n < 30) Nilai korelasi Spearman Hitung (rs) dibandingkan dengan Spearman Tabel (rs tabel). Jika rs > rs tabel, H0 ditolak dan H1 diterima. Jika rs hitung ≤ rs tabel, H0 diterima dan H1 ditolak Interpretasi Koefisien Korelasi: Tabel III.13 Koefisien Kekuatan Hubungan 0,00 Tidak ada hubungan 0,01 – 0,09 Hubungan kurang berarti 0,10 – 0,29 Hubungan lemah

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 0,30 – 0,49 Hubungan moderat 0,50 – 0,69 Hubungan kuat 0,70 – 0,89 Hubungan sangat kuat >0,90 Hubungan mendekati sempurna Sumber : Sugiyono (2002:183) 2) Uji korelasi Spearman Rank dengan sampel berjumlah lebih dari 30. Mencari nilai z hitung terlebih dahulu, dengan rumus: Keterangan : z = nilai z hitung rs = koefisien korelasi spearman n = jumlah sampel penelitian a) Jika z hitung > z tabel, maka x dan y adalah signifikan. b) Jika z hitung < z tabel, maka hubungan x dan y adalah tidak signifikan.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Interpretasi Koefisien Korelasi: Table III.14 Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (2002:183)

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum SMK Negeri 1 Atambua 1. Data Kelembagaan Sekolah Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Atambua Lokasi : Jl. Loro Lamaknen, Tini-Atambua. 2. Visi dan Misi a. Visi SMK Negeri 1 Atambua Menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan bisnis manajemen dan teknik informatika berstandar nasional serta mampu menghasilkan tamatan yang berdaya saing di era global. b. Misi SMK Negeri 1 Atambua 1. Menumbuhkan semangat keunggulan komperatif kepada seluruh warga sekolah. 2. Melaksanakan KBM yang berbasis TIK secara optimal yang berorientasi kepada pencapaian kompetensi berstandar nasional dengan tetap mempertimbangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. 68

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 3. Mengembangkan dan mengintensikan hubungan sekolah dengan dudi dan institusi lain yang telah memiliki reputasi nasional atau internasional sebagai perwujudan dari demand driven. 4. Menerapkan pengelolaan manajemen SMK mengacu pada standar ISO 9001-2008 dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan pelanggan. 3. Sistem Pendidikan di SMK Negeri 1 Atambua Sistem Pendidikan SMK Negeri 1 Atambua merupakan satu kesatuan yang terpadu dari semua satuan dan merupakan kegiatan pendidikan yang mengusahakan berkaitan tercapainya antara tujuan satu dengan pendidikan di lainnya untuk SMK. Sistem Pendidikan yang diterapkan di SMK Negeri 1 Atambua mengggunakan sistem ganda dimana siswa-siswi di SMK Negeri 1 Atambua melakukan praktek kerja di dunia usaha dan dunia industri (DU/DI) sesuai dengan program keahlian yang bersangkutan. Pola hubungan belajar mengajar di SMK Negeri 1 Atambua adalah: a. SMK Negeri 1 Atambua dikelola sebagai “Komunitas Pendidikan Dialogis” yang memberikan suasana saling percaya, saling menghormati, saling memperhatikan, penuh cinta kasih, bersikap kritis, berani bertanya dan berpendapat secara bertanggung jawab.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 b. Strategi pendampingan menekankan perlunya pembiasaan untuk mengadakan analisis situasi kehidupan iman, sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang terjadi di masyarakat saat ini. c. Pendekatan pribadi menekankan kerekanan dalam pelayanan yang berorientasi pada: 1) Pendidik berperan sebagai pendamping, fasilitator, mediator, instruktur, dan motivator kepada subjek didik. 2) Setiap pribadi menampakkan kewibawaannya, yaitu dengan adanya keserasian antara perkembangan diri, profesionalitas, sosialitas, dan religiositasnya. 3) Setiap pribadi dibiasakan untuk mengadakan refleksi validasi (menghargai dan saling membantu dengan teman sejawat, rapat musyawarah dan pengembangan pribadi). 4. Kurikulum Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Atambua Kurikulum merupakan seperangkat rencana kegiatan dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Kurikulum dimaksudkan untuk memperlancar proses belajar mengajar dan membina pengembangan program studi untuk mempersiapkan lulusan yang cakap, terampil sesuai dengan tuntutan kurikulum. Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) memuat tentang materi apa yang harus dipelajari siswa. Buku GBPP tentang kurikulum

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 SMK yang disebut buku II berisi tentang kerangka dasar program pembelajaran yang tediri dari tujuan yang hendak dicapai, susunan program kurikulum berupa mata pelajaran yang harus dicapai, susunan program kurikulum berupa mata pelajaran yang harus dipelajari, serta diskripsi singkat setiap materi pembelajaran. Untuk melaksanakan kurikulum, SMK menganut pedoman pelaksanaan proses belajar mengajar dan GBPP sebagai dasar penyusunan petunjuk pelaksanaan meliputi: 1. Pedoman proses belajar mengajar 2. Pedoman penilaian 3. Pedoman bimbingan 4. Pedoman pembinaan guru 5. Pedoman sistem kredit 6. Pedoman pelaksanaan penataran 7. Pedoman kerja lapangan untuk sekolah lanjutan Struktur program mata pelajaran dikelompokkan dalam program pilihan. Program ini masih dikelompokkan menjadi mata pelajaran dasar umum dan mata pelajaran dasar kejuruan. Dalam hal ini dikenal dengan istilah: a. Program studi, adalah program pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 b. Jurusan, yaitu kumpulan program studi yang memiliki mata pelajaran dasar kejuruan yang sama. c. Kelompok, merupakan pengelompokkan pendidikan di SMK yang terdiri dari: 1) Kelompok pertanian dan kehutanan 2) Kelompok rekayasa 3) Kelompok bisnis dan manajemen 4) Kelompok budaya 5) Kelompok kesejahteraan masyarakat. 5. Kekhususan Kurikulum SMK Negeri 1 Atambua a. Mengacu pada upaya menyiapkan siswa untuk menjadi tenaga kerja yang lebih sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan nasional. b. Memuat kerangka umum program pembelajaran berdasarkan kompetensi standar minimal yang harus dikuasai oleh tamatan. c. Memberi peluang bagi guru-guru SMK untuk mengembangkan strategi dan pola pembelajaran secara inovatif. Kekhususan kurikulum SMK ini diharapkan akan memberi peluang tumbuhnya potensi SMK untuk mandiri dan bertanggung jawab dalam mengembangkan program pembelajaran yang lebih sesuai kondisi dan kebutuhan setempat dengan tetap mengikuti standar yang telah ditetapkan secara nasional.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 SMK Negeri 1 Atambua sudah mulai menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk siswa kelas I dan II Akuntansi, kelas I dan II Administrasi Perkantoran, kelas I dan II Multimedia, kelas I dan II Teknik Komputer Jaringan. Sedangkan kurikulum 2004 dipergunakan untuk kelas III Akuntansi, kelas III Administrasi Perkantoran, kelas III Multimedia, kelas Teknik computer jaringan dan kelas I,II,III penjualan. KTSP bagi kelompok bisnis dan manajemen program Akuntansi disusun dengan berpedoman pada KTSP yang di susun BSNP. Sedangkan kurikulum 2004 dan 1999 juga terkadang masih diperlukan, sehingga buku acuan yang bersumber pada kurikulum 2004 dan 1999 masih dipergunakan. 6. Fasilitas SMK Negeri 1 Atambua Kondisi ruang kelas SMK Negeri 1 Atambua sangat mendukung proses belajar mengajr. Ukuran ruang kelas yang cukup besar dengan atap tinggi. Pencahayaan cukup sehingga ruangan tidak gelap dan jendela berukuran besar sehingga sirkulasi udara lancar. Selain itu, setiap kelas dilengkapi dengan kipas angin sehingga keadaan ruangan membuat peserta didik dan guru menjadi lebih nyaman. Ruang kelas tampak bersih, meja dan kursi tertata dengan rapi dan dalam kondisi yang baik (tidak rusak dan layak pakai). Di kelas juga dilengkapi dengan papan absensi, kalender akademik, jadwal pelajaran dan jadwal piket peserta didik.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Kantor kepala sekolah, kantor guru, kantor bimbingan konseling, dan kantor tata usaha dibuat terpisah sehingga kegiatan di tiap-tiap kantor dapat berjalan secara leluasa dan tidak saling mengganggu. Kantor kepala sekolah terletak di lantai bawah dan terletak di bagian depan dari SMK Negeri 1 Atambua. Ruang Tata Usaha (TU) terletak disebelah kantor kepala sekolah. Ruang guru terletak di samping kiri ruang kepala sekolah. Di dalam ruang guru terdapat beberapa unit komputer dan meja kursi tamu. Hal lain yang sangat menunjang kegiatan belajar mengajar adalah tersedianya buku-buku sebagai sumber belajar yang memadai di perpustakaan, dilengkapi dengan ruang baca dan ruang diskusi yang luas dan mendukung kegiatan belajar peserta didik, selain itu di perpustakaan juga dilengkapi hotspot area sehingga peserta didik dapat mengakses dan mencari data melalui internet dengan cepat tanpa harus pergi ke warnet. Terdapat pula laboratorium computer, gudang penyimpanan alat olahraga, dan ruang OSIS yang menunjang pemaksimalan kegiatan peserta didik di sekolah. Fasilitas lain yang tidak kalah penting adalah tempat parkir. Tempat parkir di SMK Negeri 1 Atambua terdiri dari 1 tempat yaitu parkiran bagian depan sekolah. Tempat parkir ini cukup untuk menampung kendaraan peserta didik, guru dan karyawan SMK Negeri 1 Atambua.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 B. Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2013. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 92 siswa. Keseluruhan responden tersebut telah mengisi kuesioner secara lengkap sehingga jumlah sumber data penelitian adalah 92 kuesioner. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan (XI), keberanian mengambil resiko (X2) praktik industri (X3), dan jenis pekerjaan orang tua (X4) dengan minat berwirausaha (Y) pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu. Berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh responden dapat dilakukan analisis kuantitatif sebagai berikut: 1. Deskripsi Data tentang Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan Berikut adalah tabel hasil perhitungan mengenai prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu. Sebagai indikator tinggi rendahnya prestasi belajar yang dicapai siswa semester 5 (lima) adalah sebagai berikut:

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Tabel IV.1 Skor Frekuensi Persentase Interpretasi 80-100 18 19,6% Tinggi 65-79 59 64.1% Sedang <65 15 16.3% Rendah Total 92 100% Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa prestasi belajar siswa pada kategori tinggi ada 18 siswa atau setara dengan 19.6%, prestasi belajar siswa pada kategori sedang ada 59 siswa atau setara dengan 54.1% dan prestasi belajar siswa pada kategori rendah ada 15 siswa atau setara dengan 16.3%. Hal ini berarti prestasi belajar yang dimiliki siswa SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu mempunyai tingkat kecenderungan pada kategori sedang. Kategori prestasi belajar siswa yang tinggi merupakan hasil yang dapat diraih oleh siswa dengan nilai yang bagus, menguasai dan mengetahui konsep dan materi yang disampaikan oleh guru di kelas, ketekunan belajar dan motivasi yang tinggi. Tinggi rendahnya prestasi belajar dapat diraih oleh siswa akan berpengaruh pada kepercayaan diri, harapan dan cita-citanya. Semakin tinggi prestasi belajar yang diperoleh siswa, maka kepercayaan diri, harapan dan cita-citanya semakin tinggi. Kategori prestasi belajar yang sedang adalah hasil yang dicapai

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 oleh siswa dengan nilai yang sedang atau sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh sekolah. Selain itu, siswa tersebut cukup menguasai konsep dan materi yang di sampaikan guru. Kategori prestasi belajar siswa yang rendah merupakan hasil yang dicapai oleh siswa dengan beberapa nilai yang tidak memuaskan atau gagal. Siswa yang mempunyai prestasi rendah disebabkan karena tidak menguasai konsep dan materi yang disampaikan, malas belajar, tidak percaya diri, tidak ada semangat dalam belajar, harapan dan citacitanya rendah, tidak ada motivasi atau dorongan dalam belajar. 2. Deskripsi Data tentang Keberanian Mengambil Resiko Berikut adalah tabel hasil perhitungan mengenai keberanian mengambil resiko pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua, di Kabupaten Belu dengan bantuan program SPSS versi 16.0. Tabel IV.2 Frekuensi Variabel Keberanian Mengambil Resiko Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent rendah 17 18.5 18.5 18.5 sedang 62 67.4 67.4 85.9 tinggi 13 14.1 14.1 100.0 Total 92 100.0 100.0 Sumber: data diolah, 2013

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Dari tabel IV.2 menunjukkan bahwa siswa yang memiliki keberanian untuk mengambil resiko pada kategori tinggi ada 13 orang atau 14.1%, siswa yang memiliki keberanian untuk mengambil resiko pada kategori sedang ada 62 orang atau 67.4%, dan siswa yang memiliki keberanian untuk mengambil resiko pada kategori rendah ada 17 orang atau 18.5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa memiliki keberanian untuk mengambil resiko pada kategori sedang. Keberanian siswa dalam mengambil resiko pada kategori yang tinggi merupakan keberanian menghadapi sesuatu yang didukung oleh komitmen yang kuat, mendorong seseorang untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil yang kuat dan objektif yang merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya. Pengambil resiko berkaitan dengan kepercayaan diri. Artinya, semakin tinggi keyakinan seseorang pada kemampuan diri, maka semakin tinggi pula keyakinan orang tersebut akan kesanggupan mempengaruhi hasil dan keputusan. Dan semakin besar pula kesediaan seseorang untuk mencoba apa yang menurut orang lain sebagai resiko tinggi. Oleh karena itu, pengambilan resiko yang tinggi ditemukan pada orang-orang yang inovatif dan kreatif yang merupakan bagian terpenting dari perilaku kewirausahaan.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Orang yang berani mengambil resiko tinggi itu termasuk golongan orang pintar karena dia pasti berhitung dulu sebelum mengambil keputusan. Orang yang mau mengambil resiko itu adalah seorang yang mau belajar dan terus belajar. Belajar dari pengalaman, dari kebodohan dan dari kerugian yang pernah dialami sampai dia mengerti bahwa mengambil resiko itu mempunyai keuntungan. Keberanian siswa dalam mengambil resiko pada kategori sedang merupakan keberanian mengambil resiko yang penuh dengan perhitungan dan realistis. Kepuasan yang besar diperoleh apabila berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara realistis. Resiko bagi seorang wirausaha bukanlah suatu hambatan untuk meraih kesuksesan tetapi dijadikan sebagai suatu tantangan. Pada kategori ini seorang wirausaha selalu ingin berhasil. Mereka menjauhi resiko yang tinggi dan menghindari resiko yang rendah karena bagi mereka tidak ada tantangan. Kebanyakan orang lebih suka berada dalam titik yang aman dan nyaman dengan tidak mengambil hal yang beresiko atau lebih memilih resiko yang lebih rendah. Oleh karena itu, seorang wirausaha selalu berani mengambil resiko yang moderat, artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian siswa dalam mengambil resiko yang rendah merupakan keberanian seseorang yang menjadikan resiko sebagai

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 tantangan untuk mencapai kesuksesan, bukan suatu hambatan yang menjadikan kita gagal. Orang yang berani mengambil resiko pada kategori rendah kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal. Untuk bisa memilih sangat ditentukan oleh kemampuan seorang untuk mengambil resiko tersebut. Pada kategori ini orang lebih menyukai hala-hal yang menantang untuk lebih mencapai kesuksesan dalam hidupnya. 3. Deskripsi Data tentang Praktik Industri Berikut adalah tabel hasil perhitungan mengenai praktik industri pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua, di Kabupaten Belu Sebagai indikator tinggi rendahnya prestasi belajar yang dicapai siswa semester 5 (lima). Tabel IV.3 Skor Frekuensi Persentase Interpretasi 80-100 54 58.7% Tinggi 65-79 33 35.7% Sedang <65 5 5.6% Rendah Total 92 100% Sumber: data diolah, 2013. Dari tabel IV.3 menunjukkan bahwa siswa SMK Negeri 1 Atambua yang mempunyai nilai praktik industri pada kategori tinggi ada

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 54 orang atau setara dengan 58.7%, siswa yang mempunyai nilai praktik industri pada kategori sedang ada 33 orang atau setara dengan 35.4%, dan siswa yang mempunyai nilai praktik industri pada kategori rendah ada 5 orang atau setara dengan 5.9%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa SMK Negeri 1 Atambua mempunyai nilai praktik industri pada kategori tinggi. Kategori nilai praktik industri tinggi dapat memberi pengaruh terhadap minat berwirausaha siswa. Karena tinggi rendahnya minat seseorang tergantung pada faktor yang mempengaruhinya. Hal ini disebabkan karena siswa yang memiliki motivasi dalam melaksanakan praktik industri sehingga dapat berjalan dengan lancar dan siswa mendapatkan manfaat yang bisa diterapkan setelah lulus nanti. Dalam melaksanakan praktik industri siswa yang memiliki motivasi cenderung tinggi lebih aktif dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi yang rendah, usaha yang maksimal ini pada umumnya akan menghasilkan manfaat yang maksimal dan tercapai tujuan yang ingin dicapai. Tercapainya tujuan dari pelaksanaan praktik industri disebabkan karena siswa mempunyai semangat yang tinggi untuk selalu berprestasi dan juga didukung oleh kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan dunia industri sehingga kegiatan praktik industri dapat terlaksana dengan baik.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Kategori nilai praktik industri yang sedang disebabkan karena memiliki motivasi yang cukup untuk melaksanakan praktik industri. Dalam melaksanakan praktik industri cukup kooperatif dan bersemangat untuk mencari peluang usaha dan dapat mengelola usaha selama melakukan praktik industri sehingga siswa dapat mengikuti praktik industri dengan baik. Kategori nilai praktik industri yang rendah disebakan karena siswa kurang termotivasi untuk mencoba membuat usaha setelah praktik industri, kurang adanya motivasi dari guru untuk berwirausaha. Selama praktik industri siswa kurang kooperatif untuk mencari peluang usaha dan kurang tertarik untuk berwirausaha sehingga menyebabkan kurang adanya daya dorong untuk mengikuti praktik industri. 4. Deskripsi Data tentang Jenis Pekerjaan Orang Tua Berikut adalah tabel hasil perhitungan mengenai jenis pekerjaan orang tua pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua, di Kabupaten Belu.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Tabel IV.4 Deskripsi Jenis Pekerjaan Orang Tua Jenis Pekerjaan Orang Tua Jumlah Persentase Wirausaha 41 44,6% Bukan wirausaha 51 55,4% Jumlah 92 100% Sumber: data diolah,2013 Berdasarkan kategori penilaian diatas, maka data variabel jenis pekerjaan orang tua siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua yang wirausaha ada 41 orang atau setara dengan 44,6% dan orang tua siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua yang bukan wirausaha ada 51 orang atau setara dengan 55,4%, sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis pekerjaan orang tua siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua di Kabupaten Belu angkatan tahun 2013-2014 sebagian besar bukan wirausaha. Jenis pekerjaan orang tua siswa sebagai wirausaha meliputi: pedagang, petani, pengusaha dan sejenisnya. 1. Jenis pekerjaan orang tua siswa sebagai pedagang. Pedagang merupakan aktivitas, kegiatan atau proses dimana terjadi tukar menukar barang atau barang dengan uang dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pedagang

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 dapat terjadi jika ada tempat, barang, penjual dan pembeli serta adanya kesepakatan. 2. Jenis pekerjaan orang tua siswa sebagai petani Petani merupakan orang yang menggantungkan hidupnya pada lahan pertanian sebagai mata pencaharian utamanya. 3. Jenis pekerjaan orang tua siswa sebagai pengusaha Pengusaha merupakan setiap orang atau perseorangan atau persekutuan hukum yang menjalankan suatu jenis perusahaan. Setiap tindakan, perbuatan atau kegiatan apapun dalam bidang perekonomian yang dilakukan oleh pengusaha untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba. Jenis pekerjaan orang tua siswa bukan wirausaha meliputi: pegawai negeri, guru dan sejenisnya. 1. Pekerjaan orang tua siswa sebagai pegawai negeri Pegawai negeri merupakan pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, di angkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas suatu jabatan negeri atau diserahi suatu jabatan Negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Pekerjaan orang tua siswa sebagai guru Guru merupakan salah satu tenaga pendidik yang mempunyai peran sebagai faktor penentu keberhasilan tujuan organisasi dan mutu

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 pendidikan karena guru yang langsung bersinggungan dengan peserta didik untuk memberikan bimbingan yang muaranya akan menghasilkan lulusan yang diharapkan. 5. Deskripsi Data tentang Minat Berwirausaha Berikut adalah tabel hasil perhitungan mengenai minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua, di Kabupaten Belu dengan bantuan program SPSS versi 16.0. Tabel IV.5 Frekuensi Variabel Minat Berwirausaha Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent rendah 10 10.9 10.9 10.9 sedang 69 75.0 75.0 85.9 tinggi 13 14.1 14.1 100.0 Total 92 100.0 100.0 Sumber: data diolah, 2013 Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa siswa SMK Negeri 1 Atambua yang mempunyai minat berwirausaha pada kategori tinggi ada 13 siswa atau setara dengan 14,1%, siswa yang mempunyai minat berwirausaha pada kategori sedang ada 69 siswa atau setara dengan

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 75,0% dan siswa yang mempunyai minat berwirausaha pada kategori rendah ada 10 siswa atau setara dengan 10,9%. Minat berwirausaha siswa pada kategori tinggi disebabkan karena adanya daya dorong yang kuat dan prestasi belajar yang tinggi. Siswa yang mempunyai semangat dalam belajar dan prestasi yang tinggi akan berpengaruh pada minat untuk berwirausaha. Semakin tinggi prestasi dan motivasi yang diperoleh siswa semakin tinggi juga minat untuk berwirausaha. Minat berwirausaha siswa pada kategori sedang disebabkan karena motivasi yang cukup dan semangat dalam belajar yang cukup sehingga akan berpengaruh pada minat berwirausaha siswa juga cukup. Minat berwirausaha pada kategori rendah disebabkan karena motivasi dan semangat yang kurang sehingga akan berpengaruh pada minat berwirausaha siswa juga rendah. C. Analisis Data 1. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data masingmasing variabel berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas yang digunakan adalah dengan uji Kolmogorov Smirnov. Untuk menguji

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 normalitas data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0. Tabel IV.6 Keberanian N Normal Parameters a Prestasi mengambil belajar resiko Praktik industri Minat Berwirausaha 92 92 92 92 77.54 53.77 24.60 81.75 5.864 6.344 3.348 9.106 Absolute .115 .090 .082 .118 Positive .115 .053 .082 .078 Negative -.099 -.090 -.081 -.118 1.100 .867 .784 1.129 .178 .439 .571 .156 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Sumber: data diolah, 2013 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa data berdistribusi normal. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi asymp.sig (2-tailed) prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan (X1) sebesar 0,178, nilai

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 signifikansi keberanian mengambil resiko (X2) sebesar 0,439, nilai signifikansi praktik industri (X3) sebesar 0,571, dan nilai signifikansi minat berwirausaha (Y) sebesar 0,156 yang semuanya > 0,05. 2. Pengujian Hipotesis Dalam penenlitian ini peneliti menguji hipotesis menggunakan korelasi Spearman Rank dengan bantuan program SPSS versi 16.0. Tabel IV.7 Intepretasi Koefisien Korelasi : Koefisien Kekuatan Hubungan 0,00 Tidak ada hubungan 0,01 – 0,09 Hubungan kurang berarti 0,10 – 0,29 Hubungan lemah 0,30 – 0,49 Hubungan moderat 0,50 – 0,69 Hubungan kuat 0,70 – 0,89 Hubungan sangat kuat Hubungan mendekati >0,90 sempurna Kriteria pengujian hipotesis: a. Jika probabilitas > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. b. Jika probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 1. Hubungan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha H0 = tidak ada hubungan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha Ha = ada hubungan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha. Berikut tabel hasil pengujian hipotesis prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha: Tabel IV. 8 Correlations Prestasi belajar matpel KWU Minat berwirausaha Spearman's Prestasi Belajar Mata Correlation Coefficient rho Pelajaran KWU Sig. (1-tailed) N Minat Berwirausaha 1.000 .076 . .237 92 92 Correlation Coefficient .076 1.000 Sig. (1-tailed) .237 . 92 92 N Sumber : data diolah, 2013. Melihat dari arah korelasi diketahui angka koefisien hasilnya positif yaitu 0,076, maka korelasi kedua variabel dapat dikatakan

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 searah. Maksudnya adalah siswa yang memiliki prestasi belajar tinggi, maka sebagian besar siswa tersebut adalah siswa yang mempunyai minat berwirausaha. Untuk melihat kuat lemahnya hubungan dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi tersebut. Koefisien korelasi yang dihasilkan yaitu sebesar 0,076 yang berarti korelasi kedua variabel menunjukkan hubungan kurang berarti. Hasil itu dapat dilihat pada tabel interpretasi yang terletak dalam interval 0,01-0,09. Tingkat korelasi yang kurang berarti artinya bahwa tingkat hubungan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan memiliki sumbangan yang sedikit pada minat berwirausaha siswa. Taraf signifikansi sebesar 0,237 > 0,05. Hal ini menunjukkan probabilitas > 0,05 maka tidak ada hubungan yang signifikan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha pada siswa. Dari hasil analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha pada siswa.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 2. Hubungan keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha. H0 = tidak ada hubungan keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha Ha = ada hubungan keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha. Berikut hasil pengujian hipotesis variabel keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha: Tabel IV.9 Correlations Spearman's rho Keberanian Mengambil resiko Correlation Coefficient Berwirausaha Minat Mengambil Resiko berwirausaha 1.000 .048 . .326 92 92 Correlation Coefficient .048 1.000 Sig. (1-tailed) .326 . 92 92 Sig. (1-tailed) N Minat Keberanian N Sumber: data diolah, 2013 Melihat dari arah korelasi diketahui angka koefisien hasilnya positif yaitu 0,048, maka korelasi kedua variabel dapat dikatakan searah. Maksudnya adalah siswa yang memiliki keberanian untuk

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 mengambil resiko tinggi, maka sebagian besar siswa tersebut adalah siswa yang mempunyai minat berwirausaha. Untuk melihat kuat lemahnya hubungan dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi. Koefisien korelasi yang dihasilkan yaitu sebesar 0,048 yang berarti korelasi kedua variabel menunjukkan hubungan kurang berarti. Hasil itu dapat dilihat pada tabel interpretasi yang terletak dalam interval 0,01-0,09. Tingkat korelasi yang kurang berarti artinya bahwa tingkat hubungan berani mengambil resiko memiliki sumbangan yang sedikit pada minat berwirausaha siswa. Taraf signifikansi sebesar 0,326 > 0,05. Hal ini menunjukkan probabilitas > 0,05 maka tidak ada hubungan yang signifikan antara keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha pada siswa. Dari hasil analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara berani mengambil resiko dengan minat berwirausaha pada siswa. 3. Hubungan praktik industri dengan minat berwirausaha H0 = tidak ada hubungan praktik industri dengan minat berwirausaha Ha = ada hubungan praktik industri dengan minat berwirausaha. Berikut hasil pengujian hipotesis variabel praktik industri dengan minat berwirausah:

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Tabel IV.10 Correlations Praktik Industri Spearman's rho Praktik Industri Minat berwirausaha Correlation 1.000 .017 . .439 92 92 .017 1.000 .439 . 92 92 Coefficient Sig. (1-tailed) N Minat Correlation Berwirausaha Coefficient Sig. (1-tailed) N Sumber: data diolah, 2013 Melihat dari arah korelasi diketahui angka koefisien hasilnya positif yaitu 0,017, maka korelasi kedua variabel dapat dikatakan searah. Maksudnya adalah siswa yang memiliki nilai praktik industri tinggi, maka sebagian besar siswa tersebut adalah siswa yang mempunyai minat berwirausaha. Untuk melihat kuat lemahnya hubungan dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi. Koefisien yang dihasilkan yaitu sebesar 0,017 yang berarti korelasi kedua variabel menunjukkan hubungan kurang berarti.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Hasil itu dapat dilihat pada tabel interpretasi yang terletak dalam interval 0,01-0,09. Tingkat korelasi yang kurang berarti artinya bahwa tingkat hubungan praktik industri memiliki sumbangan yang sedikit pada minat berwirausaha siswa. Taraf signifikansi sebesar 0,439 > 0,05. Hal ini menunjukkan probabilitas lebih besar dari 0,05, maka tidak ada hubungan yang signifikan praktik dengan minat berwirausaha pada siswa. Dari hasil analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan praktik industri dengan minat berwirausaha pada siswa. 4. Hubungan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha H0 = tidak ada hubungan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha Ha = ada hubungan antara jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Tabel IV.11 Kontingensi jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha Pekerjaan orang Minat Total tua Tinggi Sedang Rendah Wirausaha 4 25 3 32 Bukan wirausaha 9 44 7 60 Jumlah 13 69 10 92 Tabel penolong menghitung Chi Kuadrat Tabel IV.12 Pekerjaan Orang Tua Wirausaha Minat Fo Fh Fo-Fh (fo-fh)2/fh Tinggi 4 1.27 2.73 0.67 Sedang 25 6.75 18.25 0.19 Rendah 3 0.98 2.02 0.10

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Bukan wirausaha Tinggi 9 8.47 0.53 0.74 Sedang 44 45 -1 0.02 Rendah 7 5.25 1.75 0.58 92 92 -18.82 2.38 Total Dari pengelompokkan ini selanjutnya digunakan untuk menguji hipotesis dari permasalahan yaitu: Ho : tidak ada hubungan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha pada siswa Ha : ada hubungan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha pada siswa Dengan tingkat kepercayaan 5% dan df=1, selanjutnya kita uji hipotesisnya dengan hasil perhitungan sebagai berikut: a. α = 0,05 b. df = (b-1) (k-1) = 1 c. X2hitung = 2.38 dan X2tabel 3.84 d. Kesimpulan Ho diterima. e. Artinya tidak ada hubungan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 D. Pembahasan 1. Hubungan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Berdasarkan analisis data diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha. Hal ini didukung dari perhitungan korelasi Spearman Rank yang menunjukkan probabilitas 0,237 yang berarti nilai ini berada diatas taraf 0,05 yang bernilai positif. Dalam penelitian ini dapat juga dilihat kuat lemahnya hubungan nilai rhitung, jika dibandingkan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi menunjukkan hubungan kurang berarti dengan nilai 0,076. Hal ini juga didukung oleh analisis data responden yang sebagian besar memiliki prestasi belajar sedang dan responden yang memiliki minat berwirausaha sedang dari total 92 responden. Dalam hal ini, prestasi belajar tidak dapat digunakan dalam menentukan tinggi rendahnya minat untuk berwirausaha pada siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar siswa tidak berpengaruh pada tinggi rendahnya minat berwirausaha pada siswa. Kemungkinan disebabkan adanya prestasi belajar yang tinggi tetapi tidak disertai kondisi sosial ekonomi keluarga yang tinggi, kurangnya modal untuk berwirausaha, sehingga pencapaian prestasi yang tinggi cenderung bertujuan untuk memenuhi kriteria agar dapat diterima di perusahaan,

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 instansi pemerintah dan swasta maupun lembaga dimana mereka ingin bekerja, bukan menambah wawasan guna membuka peluang usaha/bisnis. Selain itu, disebabkan masih kurang berhasilnya guru dalam menumbuhkan minat untuk berwirausaha serta meningkatkan pengetahuan siswa tentang kewirausahaan. Faktor lain yang dapat menimbulkan minat siswa untuk berwirausaha yaitu lapangan kerja. Semakin sulitnya memperoleh pekerjaan di instansi-instansi pemerintah maupun swasta akan dapat mendorong timbulnya minat berwirausaha dalam diri siswa tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua. 2. Hubungan Keberanian Mengambil Resiko dengan Minat Berwirausaha Berdasarkan analisis data diketahui bahwa tidak ada hubungan yang siginifikan keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha. Hal ini didukung dari perhitungan korelasi Spearman Rank yang menunjukkan probabilitas 0,326 yang berarti nilai ini berada di atas taraf 0,05 yang bernilai positif.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Dalam penelitian ini dapat juga dilihat kuat lemahnya hubungan nilai rhitung, jika dibandingkan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi menunjukkan hubungan lemah dengan nilai 0,048. Hal ini juga didukung oleh analisis data responden yang sebagian besar memiliki keberanian dalam mengambil resiko sedang dan responden yang memiliki minat berwirausaha sedang dari total 92 responden. Hal ini disebabkan adanya sikap keberanian dalam mengambil resiko, siswa kurang memiliki kemauan, kepercayaan diri dan kemampuan untuk mengambil resiko dalam berwirausaha. Dengan demikian, keberanian seorang siswa untuk menanggung resiko menjadi nilai kewirausahaan yang penuh dengan perhitungan dan realistik. Selain itu, kurang adanya dorongan dari guru dalam memberikan mata pelajaran kewirausahaan secara menarik dan tidak mampu membangkitkan minat siswa untuk memulai berwirausaha. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua. 3. Hubungan Praktik Industri dengan Minat Berwirausaha Berdasarkan analisis data diketahui bahwa tidak ada hubungan yang siginifikan praktik industri dengan minat berwirausaha. Hal ini didukung dari perhitungan korelasi Spearman Rank yang menunjukkan

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 probabilitas 0,196 yang berarti nilai ini berada di atas taraf 0,05 yang bernilai positif. Dalam penelitian ini dapat juga dilihat kuat lemahnya hubungan nilai rhitung, jika dibandingkan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi menunjukkan hubungan kurang berarti dengan nilai 0,090. Hal ini juga didukung oleh analisis data responden yang sebagian besar memiliki nilai praktik industri pada kategori tinggi dan responden yang memiliki minat berwirausaha sedang dari total 92 responden. Hal ini disebabkan kemungkinan siswa tidak memiliki motivasi/dorongan baik dari pihak sekolah maupun keluarga dalam melaksanakan praktik industri, sehingga praktik industri tidak dilaksanakan dengan baik oleh siswa dan siswa tidak mendapatkan manfaat yang bisa mereka terapkan setelah lulus nanti. Dalam praktik industri, siswa yang memiliki motivasi yang tinggi cenderung lebih aktif dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki motivasi rendah. Usaha yang maksimal pada umumnya akan menghasilkan manfaat yang maksimal dan tujuan yang akan dicapai itu tercapai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan praktik industri dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 4. Hubungan Jenis Pekerjaan Orang Tua dengan Minat Berwirausaha Berdasarkan analisis data diketahui bahwa tidak ada hubungan yang siginifikan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha. Untuk orang tua yang pekerjaannya sebagai wirausaha dengan minat berwirausaha siswa yang tinggi 4 orang, pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha siswa yang sedang 25 orang dan pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha siswa yang rendah 3 orang kemudian jenis pekerjaan orang tua bukan wirausaha dengan minat berwirausaha siswa yang tinggi ada 9 orang, jenis pekerjaan orang tua bukan wirausaha dengan minat wirausaha siswa yang sedang ada 44 orang dan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha siswa yang rendah ada 7 orang. Berdasarkan analisis data, ternyata siswa dalam menentukan minat untuk berwirausaha tidak dipengaruhi oleh jenis pekerjaan orang tua masing-masing siswa, baik pekerjaan orang tuanya sebagai wirausaha maupun bukan berwirausaha. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh orang tua siswa yang cenderung lebih mendukung dan mengarahkan anaknya untuk bekerja di instansi pemerintah atau pegawai negeri karena pada umumnya orang tua siswa beranggapan bahwa dengan bekerja di instansi pemerintah atau pegawai negeri maka anak mereka akan memiliki masa depan yang jelas dan lebih baik. Selain itu, siswa yang orang tuanya memiliki pekerjaan yang gengsinya tinggi dalam

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 masyarakat, misalnya pegawai negeri cenderung akan menanamkan sikap-sikap yang positif terhadap anaknya dibandingkan dengan pekerjaan orang tua siswa yang memiliki gengsinya rendah dalam masyarakat. Sikap-sikap ini dapat menumbuhkan minat berwirausaha pada diri seorang anak. Namun, dalam masyarakat kita sering menjumpai orang tua yang berprofesi sebagai pegawai negeri dan menginginkan anaknya seperti mereka. Selain itu, faktor lingkungan, dimana lingkungan pergaulan siswa sangat luas. Lingkungan pergaulan siswa tidak hanya di rumah saja melainkan juga di sekolah. Di sekolah, siswa bertemu dengan banyak orang (teman, guru, pegawai, dll). Dengan banyak teman, guru dan pegawai tentunya akan akan mendapatkan banyak masukkan serta pengalaman yang diperoleh dari orang-orang tersebut. Informasi yang didapatkan bukan hanya dari lingkungan tempat tinggal siswa saja, tetapi bisa juga melalui berbagai media, seperti; Koran, majalah, televisi, radio, internet, dll. Informasi yang diperoleh bisa saja menimbulkan minat siswa untuk berwirausaha. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha pada siswa kelas 3 SMK Negeri Atambua.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah melakukan penelitian dan analisis data, maka peneliti menyimpulkan bahwa: 1. Hasil analisis data yang pertama tidak ada hubungan yang signifikan prestasi belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan minat berwirausaha siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,237 > 0,05. 2. Hasil analisis data yang kedua dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan keberanian mengambil resiko dengan minat berwirausaha siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,326 > 0,05. 3. Hasil analisis data yang ketiga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang sigfnifikan praktik industri dengan minat berwirausaha siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambu. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,196 > 0,05. 4. Hasil analisis data yang keempat dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwiarausaha siswa kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua. Hal ini ditunjukkan dengan nilai X2hitung < X2tabel dengan taraf signifikan 103

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 5% ( 2.38<3.84). Hal ini berarti tidak ada kecenderungan jenis pekerjaan orang tua dengan minat berwirausaha pada siswa. B. Keterbatasan Penulis menyadari bahwa dalam melakukan penelitian dan penyajian hasil penelitian memiliki keterbatasan. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Beberapa responden dalam menjawab pertanyaan kuesioner kurang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga kurang memberikan gambaran yang sesungguhnya. 2. Pelaksanaan penelitian diadakan setelah siswa selesai ujian sehingga kemungkinan siswa sudah lelah sehingga pertanyaan pada kuesioner kurang direspon dengan baik. C. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut: 1. Bagi Siswa Sebagai siswa sebaiknya dapat meningkatkan prestasi belajarnya karena hal itu merupakan kunci utama untuk meraih keberhasilan dalam proses pembelajaran dengan cara menekuni setiap mata pelajaran sesuai dengan program keahlian misalnya mata pelajaran kewirausahaan, mengelola usaha kecil, dan praktik kerja lapangan yang bisa lebih meningkatkan minat dalam menggeluti dunia usaha.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 2. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini dapat dipergunakan oleh sekolah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan minat berwirausaha pada siswa dengan cara pihak sekolah mengoptimalkan sarana yang ada misalnya menyediakan tempat khusus bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan praktik kewirasuahaan. Sekolah juga dapat bekerjasama dengan lembaga pelatihan kewirausahaan agar bisa lebih meningkatkan minat berwirausaha pada siswa di SMK Negeri 1 Atambua, Kabupaten Belu agar lebih semakin siap mantap dalam menghadapi dunia bisnis. 3. Bagi orang Tua Diharapkan tetap mendampingi anak dalam belajar di rumah agar anak lebih berprestasi di sekolah. Selain itu, dengan adanya hasil penelitian ini orang tua selalu mendukung anak-anaknya dalam menggeluti dunia usaha.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Daftar Pustaka Abas Suryana, dkk. 2010. Kewirausahaan-Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses, Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Alma, Buchari. 2006. Kewirausahaan untuk mahasiswa dan umum. Bandung: Alfabeta. Bimo Walgito. 1994. Psikologi Sosial. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Psikologi UGM. Bygrave, W.D. 1996. The Portable BMA, Enterpreneurship. Terjemahan Diah Ratna Permatasari. Jakarta: Binarupa Aksara Pratama. Depdikbud. 1994. Konsep Sistem Ganda Pada Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. Jakarta: Depdikbud Dikmenjur. Depdikanas. 2006. Materi Pelaksanaan KTSP. Pelaksanaan Praktik Industri. Depdiknas: Jakarta. Depdiknas. 2009. Materi Pelaksanaan KTSP. Pelaksanaan Praktik Kerja Industri. Depdiknas: Jakarta. Depdiknas. 2004. Kurikulum SMK Edisi 2004. Jakarta: Depdiknas. Manulang. 1984. Manajemen Personalia. Ghalia Indonesia: Jakarta. Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Matindas, D.S. 1997. Daya Sosial Manajer, Persepsi Bawahan terhadap Kemampuan Manajer Laki-laki dan Perempuan. Jurnal Psikologi Masyarakat 2. Jakarta : PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia dan ISPSI. Meredith. Geoffrey G. 1996. Kewirausahaan: Teori dan Praktik. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Meredith, Geofrey g., et. al.. 1992. Kewirausahaan : Teori dan Praktek, Jakarta: PT Binaman Pessindo, Penerjemah : Andre Asparsayogi Meredith, Geoffrey, G 2005. The Practice of Entreprenership. Genewa :International Labor Organization. Nurkhan. 2005. Pengaruh Ltar Belakang Pekerjaan Orang Tua terhadap Minat Berwirausaha. Laporan Penelitian: Universitas Negeri Semarang. Resh, H. And Shah, A. (1986). “An empirical anlisys of self-employment in UK” Journal of App;ied econometries, Vol. 1 No.1 Rye, D.E.,1996. Entrepreneur. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta. Sugiyono. 2010. Statisitika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Steinhoff, Dun & J.F.Burgesss. 1993. Small business management fundamentals 6th ed. New York: McGraw-Hill, Inc. Sunarya Abas, dkk. 2010. Kewirausahaan. Yogyakarta: Andi Offset. Suharsimi Arikunto. 1987. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Suryana. 2003. Ekonomi Kreatif, Ekonomi Baru: Mengubah Ide dan Menciptakan Peluang. Jakarta: Salemba Empat. Sunyoto, et.al. 2010. Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri. Laporan Penelitian: Universitas Negeri Semarang. Totok S. Wiryasaputra. 2004. Entrepreneur: Anda Merdeka jadi Bos. Jakarta: Tridharma Manunggal. Winkel, W,S. 1997. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Wasti Soemanto. 1993. Pendidikan Wiraswasta. Jakarata: Bumi Aksara. Wijandi, Soersono. 1987. Pengantar Kewiraswastaan. Bandung: Sinar Baru. Yuyun, Wirasasmita.1994. Kewirausahaan: Buku Pegangan. Jatinangor: UPTPenerbit IKOPIN.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Hal : Permohonan Kesediaan Menjadi Responden Kepada Yth. Siswa-siswi Kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua, di Kabupaten Belu. Dengan hormat, Saya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “Hubungan antara Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan, Berani Mengambil Resiko, Praktik Industri dan Jenis Pekerjaan Orang Tua dengan Minat Berwirausaha (Studi Kasus Pada Siswa Kelas 3 SMK Negeri 1 Atambua, di Kabupaten Belu). Sehubungan dengan hal itu, saya mohon kesediaan siswa-siswi SMK Negeri 1 Atambua tahun ajaran 2013/2014 untuk menjadi responden penelitian ini. Saya mohon, anda berkenan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner ini sesuai dengan keadaan sesungguhnya. Jawaban anda hanya akan dipakai untuk kepentingan penelitian dan dijamin kerahasiaannya. Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas anda. Oleh karena itu, saya mohon maaf sebelumnya. Demikian permohonan saya. Atas bantuan dan kerja sama yang anda berikan, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, November 2013 Hormat saya, Prisila Moru

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Petunjuk Pengisian Kuesioner Penelitian 1. Kuesioner ini terdiri dari 3 bagian Bagian I : Identitas Responden Bagian II : Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan, Berani Mengambil Resiko, Praktik Induistri dan Jenis Pekerjaan Orang Tua. Bagian III : Minat Berwirausaha Pada Siswa 2. Pahamilah pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan! 3. Berilah tanda silang pada alternatif jawaban yang tersedia 4. Untuk kuesioner bagian III berilah tanda centang (√) pada skor yang sesuai dengan keadaan sebenarnya. Keterangan : Sangat Setuju : SS Setuju :S Tidak Setuju : TS Sangat Tidak Setuju : STS 5. Setelah selesai menjawab, periksalah kembali dan pastikan bahwa pertanyaan dalam kuesioner ini telah terisi semua.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 BAGIAN I Nama Lengkap : Jenis Kelamin : BAGIAN II 1. Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan Nilai rapor semester lima. 2. Keberanian Mengambil Resiko JAWABAN NO PERNYATAAN SS 1 Saya tidak menyukai pekerjaan yang banyak tantangan 2 Saya tertarik mempelajari tentang sebab-sebab kegagalan orang berwirausaha. 3 Saya menyukai pekerjaan yang banyak tantangan 4 Saya suka pada tantangan 5 Saya berani mengambil resiko dalam situasi apapun 6 Saya mampu mengkalkulasi resiko 7 Saya tertarik pada usaha yang penuh tantangan. 8 Saya suka menerima pekerjaan yang banyak tantangan 9 Saya siap menerima kegagalan 10 Saya menyukai kegiatan yang butuh tantangan walaupun resikonya besar 11 Saya memiliki keberanian untuk melakukan sesuatu 12 Saya lebih baik memilih pekerjaan yang resikonya kecil 13 Saya memiliki kemauan dan semangat yang tinggi untuk memecahkan persoalan-persoalan. S TS STS

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 14 Saya tertarik untuk melakukan kegiatan-kegiatan baru yang menantang meskipun kegiatan itu beresiko. 15 Saya selalu siap menanggung resiko kegagalan untuk keputusan yang saya ambil. 16 Saya bertanggung jawab jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tugas dan menanggung resikonya. 17 Saya kurang mampu mengkalkulasi resiko 3. Praktik Industri Nilai Praktik Industri 4. Jenis Pekerjaan Orang Tua a. Apa pekerjaan pokok Ayah Anda? 1) Pegawai Negeri 2) Pegawai Swasta 3) Pedagang/Wiraswasta 4) Petani/Pengrajin/Buruh 5) Lain-lain, sebutkan…….. b. Apa pekerjaan Pokok Ibu Anda? 1) Pegawai Negeri 2) Pegawai Swasta 3) Pedagang/Wiraswasta 4) Petani/Pengrajin/Buruh 5) Lain-lain, sebutkan…….

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 5. Minat Berwirusaha JAWABAN NO PERNYATAAN SS 1 Saya tertarik untuk berwirausaha 2 Saya kurang tertarik memperoleh keberhasilan karena hasil wirausaha 3 Saya ingin giat bekerja agar dapat meraih kesuksesan dalam berwirausaha 4 Saya tidak ingin berwirausaha karena kurang bergengsi. 5 Saya meyakini bahwa bidang kewirausahaan akan berkembang dengan baik. 6 Saya merasa kurang yakin mampu mengembangkan usaha secara mandiri. 7 Saya memiliki hasrat untuk merintis usaha 8 Saya kurang tertarik untuk berwirausaha karena risikonya besar 9 Saya ingin berusaha semaksimal mungkin agar dapat memperoleh hasil maksimal dalam berwirausaha. 10 Saya mempunyai hasrat untuk merintis usaha 11 Saya akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan bidang kewirausahaan yang saya pilih. 12 Saya kurang yakin mampu memasarkan produk hasil produksi wirausaha. 13 Saya menyukai bidang kewirausahaan. 14 Saya mempunyai keinginan untuk terlibat dalam kegiatan berwirausaha 15 Saya ingin mengembangkan usaha pada bidang yang lebih menantang S TS STS

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 16 Saya memiliki harapan untuk memperoleh keuntungan dari berwirausaha 17 Saya yakin mampu menjual hasil yang besar produksi sendiri 18 Saya pesimis mampu bersaing dengan produk sejenis yang diproduksi oleh pihak lain. 19 Saya menaruh perhatian terhadap kewirausahaan 20 Saya lebih tertarik menjadi seorang pekerja biasa daripada menjadi seorang wirausaha 21 Saya ingin meningkatkan hasil kewirausahaan yang saya tekuni 22 Saya kurang berhasrat untuk kerja keras, karena takut kelelahan 23 Saya yakin bahwa berwirausaha dengan rencana yang baik akan membawa kesuksesan. 24 Saya kurang yakin mampu menemukan inovasi baru sebuah produk.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Variabel Keberanian Mengambil Resiko Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases % Valid a Excluded Total 92 100.0 0 .0 92 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Alpha Standardized Items .830 N of Items .840 17 Item Statistics Mean Std. Deviation N 1 1.88 .796 92 2 3.43 .541 92 3 3.14 .764 92 4 3.10 .785 92 5 3.48 .524 92 6 3.49 .523 92 7 2.99 .871 92 8 2.97 .870 92 9 3.43 .541 92 10 2.99 .871 92

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 11 3.42 .540 92 12 3.26 .724 92 13 3.34 .634 92 14 3.26 .724 92 15 3.36 .742 92 16 3.23 .725 92 17 2.97 .870 92 Inter-Item Correlation Matrix 1 1 1.000 2 .173 3 4 5 6 7 8 9 10 .173 -.034 11 12 13 14 15 16 17 .173 .150 .126 .150 .150 .150 .232 .136 -.034 .060 .060 -.034 .232 .249 .158 .655 .655 .150 .101 1.000 .150 1.000 .156 .180 .156 .156 .156 .101 .249 1.000 .123 .104 .104 .019 .205 .249 .019 .249 .151 .008 .151 .151 .151 .205 .125 .125 .773 .198 .158 .773 .158 .148 .112 .148 .148 .148 .198 2 .173 1.000 3 .136 4 -.034 .158 .123 1.000 5 .060 .655 .104 .125 1.000 1.000 .084 -.062 .655 .084 .655 -.014 .062 -.014 -.014 -.014 -.062 6 .060 .655 .104 .125 1.000 1.000 .084 -.062 .655 .084 .655 -.014 .062 -.014 -.014 -.014 -.062 7 -.034 .150 .019 .773 .150 1.000 .150 .109 .108 .109 .109 .109 8 .232 .101 .205 .198 -.062 -.062 .188 1.000 .101 .101 .258 .106 .258 .258 .258 1.000 9 .173 1.000 .249 .158 .655 .655 .150 .150 1.000 .156 .180 .156 .156 .156 .101 .150 .019 .773 .084 .084 1.000 .188 .150 .109 .108 .109 .109 .109 .188 11 .173 1.000 .249 .158 .655 .655 .150 .101 1.000 .150 1.000 .156 .180 .156 .156 .156 .101 12 .150 .156 .151 .148 -.014 -.014 .109 .258 .156 .109 .156 1.000 .181 1.000 1.000 1.000 .258 13 .126 .180 .008 .112 .062 .108 .106 .180 .108 .180 14 .150 .156 .151 .148 -.014 -.014 .109 .258 .156 .109 15 .150 .156 .151 .148 -.014 -.014 .109 .258 .156 16 .150 .156 .151 .148 -.014 -.014 .109 .258 17 .232 .101 .205 .198 -.062 -.062 .188 1.000 10 -.034 .084 .062 .084 1.000 .188 .101 1.000 .188 .150 1.000 .181 1.000 .181 .106 .156 1.000 .181 1.000 1.000 1.000 .258 .109 .156 1.000 .181 1.000 1.000 1.000 .258 .156 .109 .156 1.000 .181 1.000 1.000 1.000 .258 .101 .188 .101 .106 .258 .181 .258 .181 .188 .258 .258 1.000

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Correlation Deleted 1 51.89 37.570 .209 . .835 2 50.34 36.468 .533 . .818 3 50.63 37.290 .254 . .832 4 50.67 35.475 .444 . .821 5 50.20 38.034 .301 . .828 6 50.29 38.034 .300 . .828 7 50.78 35.117 .423 . .823 8 50.80 34.950 .441 . .821 9 50.34 36.468 .533 . .818 10 50.78 35.117 .423 . .823 11 50.34 36.468 .532 . .818 12 50.51 34.626 .593 . .812 13 50.34 38.006 .235 . .831 14 50.51 34.626 .598 . .812 15 50.53 34.629 .592 . .812 16 50.56 34.635 .589 . .812 17 50.80 34.950 .441 . .821 Scale Statistics Mean 53.77 Variance 40.244 Std. Deviation 6.344 N of Items 17

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Variabel Minat Berwirausaha Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases % Valid 92 100.0 0 .0 92 100.0 a Excluded Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Alpha Standardized Items .875 N of Items .890 24 Item Statistics Mean Std. Deviation N 1 3.57 .561 92 2 3.51 .655 92 3 3.50 .687 92 4 3.10 1.028 92 5 3.61 .554 92 6 3.50 .719 92 7 3.49 .687 92 8 3.43 .760 92 9 3.51 .687 92 10 3.49 .687 92

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 11 3.48 .620 92 12 2.79 .989 92 13 3.51 .687 92 14 3.53 .687 92 15 3.35 .895 92 16 3.52 .637 92 17 3.50 .703 92 18 3.45 .747 92 19 3.42 .633 92 20 3.20 .986 92 21 3.45 .747 92 22 3.18 .824 92 23 3.43 .731 92 24 3.23 .757 92 Inter-Item Correlation Matrix 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 1.000 .133 .770 .036 .932 .082 .815 .139 .782 .786 .320 -.005 .782 .580 -.046 .888 -.111 .757 .153 .076 .757 .057 -.043 .029 2 .133 1.000 .134 .252 .042 .012 .196 .874 .146 .147 .150 .063 .146 .097 -.194 .118 -.227 .226 .082 -.054 .226 .190 -.056 .095 3 .770 .134 1.000 .194 .693 .267 .965 .336 .988 .988 .232 .121 .988 .454 -.107 .878 -.068 .889 .215 .178 .889 .184 -.044 .137 4 .036 .252 .194 1.000 -.086 .231 .212 .353 .162 .212 .098 .344 .162 -.028 -.193 .123 -.038 .315 .138 .068 .315 .238 .133 .169 5 .932 .042 .693 -.086 1.000 -.028 .682 -.035 .704 .682 .295 -.069 .704 .554 -.033 .772 -.141 .586 .134 -.019 .586 -.129 -.145 -.099 6 .082 .012 .267 .231 -.028 1.000 .256 .241 .211 .278 .074 .147 .211 -.056 .000 .192 .065 .399 .012 .171 .399 .343 .105 .313 7 .815 .196 .965 .212 .682 .256 1.000 .388 .977 .977 .245 .102 .977 .466 -.101 .866 -.057 .920 .200 .182 .920 .246 .010 .142 8 .139 .874 .336 .353 -.035 .241 .388 1.000 .327 .367 .184 .121 .327 .078 -.176 .298 -.123 .429 .138 .076 .429 .379 .032 .284 9 .782 .146 .988 .162 .704 .211 .977 .327 1.000 .977 .220 .092 1.000 .465 -.113 .865 -.080 .858 .204 .143 .858 .161 -.053 .090 10 .786 .147 .988 .212 .682 .278 .977 .367 .977 1.000 .245 .102 .977 .443 -.083 .891 -.034 .898 .225 .198 .898 .227 .010 .163 11 .320 .150 .232 .098 .295 .074 .245 .184 .220 .245 1.000 .109 .220 .299 -.125 .307 -.050 .271 .122 -.029 .271 .062 -.027 .093 12 -.005 .063 .121 .344 -.069 .147 .102 .121 .092 .102 .109 1.000 .092 .099 -.017 .068 .055 .200 .176 .391 .200 .074 .126 .108 13 .782 .146 .988 .162 .704 .211 .977 .327 1.000 .977 .220 .092 1.000 .465 -.113 .865 -.080 .858 .204 .143 .858 .161 -.053 .090 14 .580 .097 .454 -.028 .554 -.056 .466 .078 .465 .443 .299 .099 .465 1.000 .089 .513 -.057 .432 -.020 .185 .432 -.040 -.050 .123

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 15 -.046 -.194 -.107 -.193 -.033 .000 -.101 -.176 -.113 -.083 -.125 -.017 -.113 .089 1.000 -.052 .192 -.103 -.011 .109 -.103 .001 .153 .027 16 .888 .118 .878 .123 .772 .192 .866 .298 .865 .891 .307 .068 .865 .513 -.052 1.000 -.074 .799 .208 .151 .799 .170 -.021 .160 17 -.111 -.227 -.068 -.038 -.141 .065 -.057 -.123 -.080 -.034 -.050 .055 -.080 -.057 .192 -.074 1.000 -.052 -.012 .048 -.052 .199 .941 .072 18 .757 .226 .889 .315 .586 .399 .920 .429 .858 .898 .271 .200 .858 .432 -.103 .799 -.052 1.000 .177 .268 1.000 .347 .044 .265 19 .153 .082 .215 .138 .134 .012 .200 .138 .204 .225 .122 .176 .204 -.020 -.011 .208 -.012 .177 1.000 .218 .177 .122 -.023 .071 20 .076 -.054 .178 .068 -.019 .171 .182 .076 .143 .198 -.029 .391 .143 .185 .109 .151 .048 .268 .218 1.000 .268 .117 .064 .219 21 .757 .226 .889 .315 .586 .399 .920 .429 .858 .898 .271 .200 .858 .432 -.103 .799 -.052 1.000 .177 .268 1.000 .347 .044 .265 22 .057 .190 .184 .238 -.129 .343 .246 .379 .161 .227 .062 .074 .161 -.040 .001 .170 .199 .347 .122 .117 .347 1.000 .321 .213 23 -.043 -.056 -.044 .133 -.145 .105 .010 .032 -.053 .010 -.027 .126 -.053 -.050 .153 -.021 .941 .044 -.023 .064 .044 .321 1.000 .117 24 .029 .095 .137 .169 -.099 .313 .142 .284 .090 .163 .093 .108 .090 .123 .027 .160 .072 .265 .071 .219 .265 .213 .117 1.000 Item Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Item Deleted Total Correlation Correlation Alpha if Item Deleted 1 78.18 75.998 .675 . .866 2 78.24 79.810 .229 . .876 3 78.25 72.673 .834 . .860 4 78.65 76.669 .288 . .877 5 78.14 77.837 .488 . .870 6 78.25 78.102 .338 . .873 7 78.26 72.371 .861 . .859 8 78.32 76.328 .452 . .870 9 78.24 73.019 .802 . .861 10 78.26 72.371 .861 . .859 11 78.27 79.497 .275 . .875 12 78.96 77.712 .242 . .879 13 78.24 73.019 .802 . .861 14 78.22 77.293 .427 . .871 15 78.40 83.386 -.078 . .888

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 16 78.23 73.936 .782 . .862 17 78.25 81.882 .042 . .881 18 78.30 71.071 .897 . .857 19 78.33 79.783 .242 . .875 20 78.55 77.217 .273 . .878 21 78.30 71.071 .897 . .857 22 78.57 77.325 .339 . .874 23 78.32 80.438 .148 . .879 24 78.52 78.692 .272 . .875 Scale Statistics Mean 81.75 Variance 82.915 Std. Deviation N of Items 9.106 24

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Variabel Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan (X1) No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Nama Ades Amario K. Kamlasi Adolfina Binsasi Albertus S.P.M. Besin Agusto Pereira Anastasia Lin Beti Anggela B. Manek Aswatun T. Karabi Anita Maria Karmelince Manurin Anthoneta Miha Weo Agusto Afonso Armindo P. Soares Barnabas Funuk Boyristo Neolaka Calixtus E.B. Lau Civerd A. Porsiana Cristoforus Agung Naiaki Dominggus Gama Desi Meta Dorothea Teme Dafrosa Anabanu Dexandrina Caldeira Fatima Aroujo Edelbertus Fatin Ermelinda Delfia Namok Taek Elena Dacosta Maia Eva R. Bete Emerensiana Moru Fransiskus Charles Asy Fatima Moruk Frigius Arki Bere Felianus Naikofi Florianto Bria Fridus Dominggus Bau Fatin Gracia Imelda Nenabu Guido F. Atok Nilai Mata Pelajaran Kewirausahaan 80 70 77 78 80 83 70 78 86 75 83 70 75 85 73 70 77 70 78 75 80 81 85 90 87 76 70 75 78 80 76 70 70 78

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 Gaudensiana G. Loe Habel Arwady Nipu Hariani Koli Ines Soares Imaculada Manek Joanina Iva Damayanti Junaidin Banfatin Katarina S.L. Bere Kahar Krisantus A. Luan Kristina Dewi Besin Lusianus Nana Lendy Yulianti Lelo Levi Pereira Soares Ludgardis G. Bayo Marselinus A. Bere Maria Fatima Pereira Maria Novita Kolly Manuel L.A. Tilman Marcelina Fallo Maria A.R. Lebok Martina Sose Melkias Mesak Malaikosa Maria Ansila Atok Malice Seuk Margaretha Herlince Kasiran Marianus Teti Nikodemus Seran Natalia Olensia Abuk Oktovianus Seran Orio J.M Kefi Pascoal Vicente Petrus Nino Ranto Topan Lalo Redio Shanty Babu Roberth Fahik Sisilia Bete Selviana Melania Rosa Desena 72 82 80 73 70 70 74 71 74 70 70 76 80 76 85 80 75 72 82 70 82 85 90 95 76 84 75 72 80 83 76 85 74 78 79 71 87 76

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Selawati Ningsih Saharia T. Toda Supryadi Dos Santos Siprianus Bere Sisilia A. Luruk Selviana Yohana Kiik Siti Fatima Trifonia Hale Tisiana Tilman Barros Uli Astika Vendisales N. Seran Wulland Tude Haba Watinonce Ahoinnai Yeremias B. Kode Yohana Adelia Yuniasih Yohana A. Nahak Yakobus Lopes Yustus Selan Yulius Asa Zebedeus Pito 90 83 80 79 76 81 75 75 70 73 75 78 90 87 75 71 73 76 70 78 Variabel Keberanian Mengambil Resiko No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Responden Ades Amario K. Kamlasi Adolfina Binsasi Albertus S.P.M. Besin Agusto Pereira Anastasia Lin Beti Anggela B. Manek Aswatun T. Karabi Anita Maria Karmelince M Anthoneta Miha Weo Agusto Afonso Armindo P. Soares 1 1 2 1 2 3 3 2 1 2 3 4 2 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 5 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 6 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 Soal Keberanian Mengambil Resiko 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 JUMLAH 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 50 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 51 3 2 4 3 4 2 3 2 2 2 2 49 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 44 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 66 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 58 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 57 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 2 52 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 50 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 53 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 65

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 Barnabas Funuk Boyristo Neolaka Calixtus E.B. Lau Civerd A. Porsiana Cristoforus Agung N Dominggus Gama Desi Meta Dorothea Teme Dafrosa Anabanu Dexandrina Caldeira FA. Edelbertus Fatin Ermelinda Delfia Namok Elena Dacosta Maia Eva R. Bete Emerensiana Moru Fransiskus Charles Asy Fatima Moruk Frigius Arki Bere Felianus Naikofi Florianto Bria Fridus Dominggus Bau F Gracia Imelda Nenabu Guido F. Atok Gaudensiana G. Loe Habel Arwady Nipu Hariani Koli Ines Soares Imaculada Manek Joanina Iva Damayanti Junaidin Banfatin Katarina S.L. Bere Kahar Krisantus A. Luan Kristina Dewi Besin Lusianus Nana Lendy Yulianti Lelo Levi Pereira Soares Ludgardis G. Bayo 1 2 2 1 2 3 3 2 2 3 1 2 2 2 2 2 3 3 1 1 2 3 2 2 2 2 1 2 4 1 4 3 2 2 3 1 2 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 2 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 1 3 2 3 3 4 2 3 3 3 2 4 3 4 4 2 4 4 3 3 4 2 3 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 4 4 3 2 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 2 4 3 4 4 2 4 4 3 3 4 2 3 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 4 4 3 2 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 1 1 2 1 4 3 4 3 4 2 2 2 2 3 3 4 2 2 2 4 4 3 4 2 4 3 4 2 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 2 4 3 4 4 2 4 4 3 3 4 2 3 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 4 4 3 2 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 3 2 4 2 3 3 1 2 3 4 4 3 4 3 3 4 1 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 3 2 4 2 3 3 1 2 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 3 2 4 2 3 3 1 2 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 3 2 4 2 3 3 1 2 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 1 1 2 1 4 3 4 3 4 2 2 2 2 3 3 4 2 2 2 4 4 3 4 2 4 3 4 2 3 4 49 46 64 54 65 59 59 58 59 49 54 58 51 54 60 54 58 52 47 54 51 53 52 58 45 56 40 58 54 40 56 46 65 63 55 47 59 59

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 Marselinus A. Bere Maria Fatima Pereira Maria Novita Kolly Manuel L.A. Tilman Marcelina Fallo Maria A.R. Lebok Martina Sose Melkias Mesak M Maria Ansila Atok Malice Seuk Margaretha Herlince K Marianus Teti Nikodemus Seran Natalia Olensia Abuk Oktovianus Seran Orio J.M Kefi Pascoal Vicente Petrus Nino Ranto Topan Lalo Redio Shanty Babu Roberth Fahik Sisilia Bete Selviana Melania Rosa D Selawati Ningsih Saharia T. Toda Supryadi Dos Santos Siprianus Bere Sisilia A. Luruk Selviana Yohana Kiik Siti Fatima Trifonia Hale Tisiana Tilman Barros Uli Astika Vendisales N. Seran Wulland Tude Haba Watinonce Ahoinnai Yeremias B. Kode Yohana Adelia Yuniasih 1 2 2 1 3 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 1 2 1 2 1 2 2 1 1 2 1 2 3 1 2 1 2 1 1 2 1 2 1 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 2 2 1 3 4 2 3 3 4 3 4 3 2 4 2 3 3 3 2 4 3 3 3 4 4 4 2 3 2 2 4 4 3 4 3 4 4 4 2 1 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 1 1 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 2 1 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 1 1 2 2 2 2 4 2 1 2 2 2 3 4 4 3 4 4 4 3 4 2 2 3 2 3 4 3 2 4 3 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 2 1 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 1 1 2 2 2 2 4 2 1 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 2 4 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 1 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 1 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 4 4 4 2 4 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 1 3 3 4 3 4 4 4 3 4 2 4 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 1 3 3 4 3 4 4 4 3 4 2 4 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 1 3 3 4 3 4 4 4 3 4 2 2 2 3 4 4 3 4 4 4 3 4 2 2 3 2 3 4 3 2 4 3 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 3 4 3 3 3 3 51 49 38 47 58 56 54 52 56 56 53 56 45 55 59 44 63 55 55 46 62 62 52 53 54 58 58 62 40 43 42 54 50 56 56 61 55 55

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 88 89 90 91 92 Yohana A. Nahak Yakobus Lopes Yustus Selan Yulius Asa Zebedeus Pito 2 2 1 1 3 3 4 4 3 4 2 4 3 2 4 4 4 2 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 4 4 2 1 2 4 4 2 4 3 4 4 3 4 2 4 4 2 1 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 Nilai Praktik Industri No. Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Nama Ades Amario K. Kamlasi Adolfina Binsasi Albertus S.P.M. Besin Agusto Pereira Anastasia Lin Beti Anggela B. Manek Aswatun T. Karabi Anita Maria Karmelince Manurin Anthoneta Miha Weo Agusto Afonso Armindo P. Soares Barnabas Funuk Boyristo Neolaka Calixtus E.B. Lau Civerd A. Porsiana Cristoforus Agung Naiaki Dominggus Gama Desi Meta Dorothea Teme Dafrosa Anabanu Dexandrina Caldeira Fatima Aroujo Edelbertus Fatin Ermelinda Delfia Namok Taek Elena Dacosta Maia Eva R. Bete Emerensiana Moru Fransiskus Charles Asy Nilai Praktik Industri 75 67 77 75 70 65 60 78 74 70 81 65 76 80 69 65 70 74 67 70 75 65 60 63 77 64 65 2 4 4 2 4 49 64 60 44 53

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 Fatima Moruk Frigius Arki Bere Felianus Naikofi Florianto Bria Fridus Dominggus Bau Fatin Gracia Imelda Nenabu Guido F. Atok Gaudensiana G. Loe Habel Arwady Nipu Hariani Koli Ines Soares Imaculada Manek Joanina Iva Damayanti Junaidin Banfatin Katarina S.L. Bere Kahar Krisantus A. Luan Kristina Dewi Besin Lusianus Nana Lendy Yulianti Lelo Levi Pereira Soares Ludgardis G. Bayo Marselinus A. Bere Maria Fatima Pereira Maria Novita Kolly Manuel L.A. Tilman Marcelina Fallo Maria A.R. Lebok Martina Sose Melkias Mesak Malaikosa Maria Ansila Atok Malice Seuk Margaretha Herlince Kasiran Marianus Teti Nikodemus Seran Natalia Olensia Abuk Oktovianus Seran Orio J.M Kefi 68 70 71 80 76 68 60 65 62 70 73 71 67 78 81 70 65 60 70 68 78 65 66 63 73 65 65 73 76 63 70 80 65 67 71 77 61 69

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Pascoal Vicente Petrus Nino Ranto Topan Lalo Redio Shanty Babu Roberth Fahik Sisilia Bete Selviana Melania Rosa Desena Selawati Ningsih Saharia T. Toda Supryadi Dos Santos Siprianus Bere Sisilia A. Luruk Selviana Yohana Kiik Siti Fatima Trifonia Hale Tisiana Tilman Barros Uli Astika Vendisales N. Seran Wulland Tude Haba Watinonce Ahoinnai Yeremias B. Kode Yohana Adelia Yuniasih Yohana A. Nahak Yakobus Lopes Yustus Selan Yulius Asa Zebedeus Pito 65 65 73 70 63 66 65 66 76 70 65 71 62 60 76 77 67 65 80 82 67 71 73 71 70 67 66 Jenis Pekerjaan Orang Tua (X4) No. Responden 1 2 3 4 Nama Ades Amario K. Kamlasi Adolfina Binsasi Albertus S.P.M. Besin Agusto Pereira Soal Jenis Pekerjaan Orang Tua 2 1 1 2

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Anastasia Lin Beti Anggela B. Manek Aswatun T. Karabi Anita Maria Karmelince Manurin Anthoneta Miha Weo Agusto Afonso Armindo P. Soares Barnabas Funuk Boyristo Neolaka Calixtus E.B. Lau Civerd A. Porsiana Cristoforus Agung Naiaki Dominggus Gama Desi Meta Dorothea Teme Dafrosa Anabanu Dexandrina Caldeira Fatima Aroujo Edelbertus Fatin Ermelinda Delfia Namok Taek Elena Dacosta Maia Eva R. Bete Emerensiana Moru Fransiskus Charles Asy Fatima Moruk Frigius Arki Bere Felianus Naikofi Florianto Bria Fridus Dominggus Bau Fatin Gracia Imelda Nenabu Guido F. Atok Gaudensiana G. Loe Habel Arwady Nipu Hariani Koli Ines Soares Imaculada Manek Joanina Iva Damayanti Junaidin Banfatin Katarina S.L. Bere 2 2 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 2 1 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 1 1 1 2 2 2

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Kahar Krisantus A. Luan Kristina Dewi Besin Lusianus Nana Lendy Yulianti Lelo Levi Pereira Soares Ludgardis G. Bayo Marselinus A. Bere Maria Fatima Pereira Maria Novita Kolly Manuel L.A. Tilman Marcelina Fallo Maria A.R. Lebok Martina Sose Melkias Mesak Malaikosa Maria Ansila Atok Malice Seuk Margaretha Herlince Kasiran Marianus Teti Nikodemus Seran Natalia Olensia Abuk Oktovianus Seran Orio J.M Kefi Pascoal Vicente Petrus Nino Ranto Topan Lalo Redio Shanty Babu Roberth Fahik Sisilia Bete Selviana Melania Rosa Desena Selawati Ningsih Saharia T. Toda Supryadi Dos Santos Siprianus Bere Sisilia A. Luruk Selviana Yohana Kiik Siti Fatima Trifonia Hale 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 1

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Tisiana Tilman Barros Uli Astika Vendisales N. Seran Wulland Tude Haba Watinonce Ahoinnai Yeremias B. Kode Yohana Adelia Yuniasih Yohana A. Nahak Yakobus Lopes Yustus Selan Yulius Asa Zebedeus Pito 2 2 2 1 2 1 1 2 2 2 1 2 Variabel Minat Berwirausaha No Nama Responden Soal Minat Berwirausaha 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 JUMLAH 1 Ades Amario K. K. 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 91 2 Adolfina Binsasi 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 75 3 Albertus S.P.M.B 3 4 3 1 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 4 74 4 Agusto Pereira 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 90 5 Anastasia Lin Beti 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 75 6 Anggela B. Manek 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 94 7 Aswatun T. Karabi 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 2 85 8 Anita Maria K. M. 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 80 9 Anthoneta 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 77 10 Agusto Afonso 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 90 11 Armindo P. Soares 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 76 12 Barnabas Funuk 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 1 3 4 84 13 Boyristo Neolaka 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 82 14 Calixtus E.B. Lau 4 2 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 88 15 Civerd A. Porsiana 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 77 16 Cristoforus Agung N. 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 4 3 76 17 Dominggus Gama 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 93 18 Desi Meta 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 3 4 3 4 4 4 3 3 89 19 Dorothea Teme 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 1 3 4 3 4 3 3 2 4 3 74 20 Dafrosa Anabanu 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 75

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 21 Dexandrina C.F. A. 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 92 22 Edelbertus Fatin 4 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 2 4 3 4 3 4 4 3 3 4 83 23 Ermelinda D. N.T. 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 80 24 Elena Dacosta Maia 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 89 25 Eva R. Bete 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 96 26 Emerensiana Moru 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 77 27 Fransiskus C.A. 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 90 28 Fatima Moruk 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 1 3 3 3 4 75 29 Frigius Arki Bere 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 94 30 Felianus Naikofi 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 1 72 31 Florianto Bria 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 89 32 Fridus D.B. F. 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 79 33 Gracia Imelda N. 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 91 34 Guido F. Atok 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 90 35 Gaudensiana G.L. 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 79 36 Habel A. N. 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 82 37 Hariani Koli 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 1 90 38 Ines Soares 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 82 39 Imaculada Manek 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 79 40 Joanina Iva D. 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 1 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 80 41 Junaidin Banfatin 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 90 42 Katarina S.L. Bere 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 1 1 3 85 43 Kahar 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 89 44 Krisantus A. Luan 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 92 45 Kristina Dewi B. 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 93 46 Lusianus Nana 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 92 47 Lendy Yulianti L. 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 89 48 Levi Pereira S. 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 94 49 Ludgardis G. Bayo 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 3 92 50 Marselinus A. Bere 1 3 1 3 1 4 1 3 1 1 1 3 1 1 4 1 4 1 3 4 1 3 4 3 53 51 Maria F. P. 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 1 4 4 4 4 4 4 1 3 4 3 4 3 83 52 Maria Novita K. 4 3 4 2 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 85 53 Manuel L.A. T. 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 2 4 4 1 4 3 4 4 4 4 3 3 4 85 54 Marcelina Fallo 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 88 55 Maria A.R. Lebok 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 78 56 Martina Sose 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 91 57 Melkias Mesak M. 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 86 Maria Ansila Atok 4 4 4 1 4 3 4 4 4 4 3 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 88 58

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 59 Malice Seuk 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 85 60 Margaretha H.K. 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 82 61 Marianus Teti 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 1 4 3 3 3 4 76 62 Nikodemus Seran 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 4 3 4 3 3 1 3 3 4 4 76 63 Natalia O.A. 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 4 3 4 3 87 64 Oktovianus Seran 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 3 4 3 2 4 3 3 4 87 65 Orio J.M Kefi 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 3 4 3 3 73 66 Pascoal Vicente 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 3 1 4 3 4 4 87 67 Petrus Nino 3 4 3 1 3 4 3 4 3 3 4 1 3 4 4 3 4 3 3 2 3 4 4 3 76 68 Ranto Topan Lalo 4 3 4 1 4 4 4 3 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 3 85 69 Redio Shanty B. 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 3 4 4 3 4 3 3 2 3 3 4 4 79 70 Roberth Fahik 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 86 71 Sisilia Bete 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 88 72 Selviana M.R.D. 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 2 3 4 3 3 4 3 3 2 3 4 4 3 78 73 Selawati Ningsih 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 2 4 3 4 3 4 2 3 4 4 2 75 74 Saharia T. Toda 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 1 4 3 2 4 4 4 4 3 4 4 4 2 83 75 Supryadi D.S. 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 1 3 4 3 4 4 1 4 3 3 2 81 76 Siprianus Bere 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 1 4 3 4 3 1 4 4 3 4 80 77 Sisilia A. Luruk 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 1 4 4 4 3 1 4 3 4 3 85 78 Selviana Y.K. 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 2 3 4 1 3 2 3 4 3 3 4 2 3 74 79 Siti Fatima 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 3 4 4 2 4 3 3 3 87 80 Trifonia Hale 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 1 4 4 4 4 3 1 4 85 81 Tisiana Tilman B. 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 1 4 4 3 4 4 1 4 85 82 Uli Astika 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 88 83 Vendisales N. S. 3 4 3 1 3 3 3 4 3 3 3 2 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 76 84 Wulland Tude H. 3 1 3 1 3 3 3 1 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 70 85 Watinonce A. 4 2 4 1 4 4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 3 3 82 86 Yeremias B. Kode 3 2 2 1 4 4 2 2 2 2 4 1 2 3 4 2 4 2 3 2 2 2 3 3 61 87 Yohana A.Y. 4 2 3 2 4 4 3 1 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 72 88 Yohana A. Nahak 3 4 1 2 4 1 1 1 1 1 3 2 1 3 4 1 3 1 3 2 1 1 3 1 48 89 Yakobus Lopes 4 3 1 1 4 2 1 2 1 1 4 2 1 4 4 4 3 1 3 2 1 2 3 3 57 90 Yustus Selan 3 2 4 1 4 2 3 2 4 4 3 1 4 3 4 4 4 1 4 2 1 1 3 2 66 91 Yulius Asa 3 3 4 2 4 3 3 2 4 3 3 4 4 4 2 3 2 3 3 2 3 1 1 2 68 92 Zebedeus Pito 4 4 3 1 4 1 4 3 4 3 3 1 4 4 3 3 3 2 3 1 2 2 3 1 66

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 NILAI-NILAI I r PRODUCT MOMENT Taraf Signifikan N 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 29 20 21 22 23 24 25 26 Taraf Signifikan N 5% 0.997 0.950 0.878 0.811 0.754 0.707 0.666 0.632 0.602 0.576 0.553 0.532 0.514 0.497 0.482 0.468 0.456 0.444 0.433 0.423 0.413 0.404 0.396 0.388 10% 0.999 0.990 0.959 0.917 0.874 0.834 0.798 0.765 0.735 0.708 0.684 0.661 0.641 0.623 0.606 0.590 0.575 0.561 0.549 0.537 0.526 0.515 0.505 0.496 Taraf Signifikan N 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 5% 0.381 0.374 0.367 0.361 0.355 0.349 0.344 0.339 0.334 0.329 0.325 0.320 0.316 0.312 0.308 0.304 0.301 0.297 0.294 0.291 0.288 0.284 0.281 0.279 10% 0.487 0.478 0.470 0.463 0.456 0.449 0.442 0.436 0.430 0.424 0.418 0.413 0.408 0.403 0.398 0.393 0.389 0.384 0.380 0.376 0.372 0.368 0.364 0.361 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 125 150 175 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 5% 0.266 0.254 0.244 0.235 0.227 0.220 0.213 0.207 0.202 0.195 0.176 0.159 0.148 0.138 0.113 0.098 0.088 0.080 0.074 0.070 0.065 0.062 10% 0.345 0.330 0.317 0.306 0.296 0.286 0.278 0.270 0.263 0.256 0.230 0.210 0.194 0.181 0.148 0.128 0.115 0.105 0.097 0.091 0.086 0.081

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Keberanian Prestasi mengambil belajar resiko N Normal Parameters a Minat Berwirausaha 92 92 92 92 77.54 53.77 24.60 81.75 5.864 6.344 3.348 9.106 Absolute .115 .090 .082 .118 Positive .115 .053 .082 .078 Negative -.099 -.090 -.081 -.118 1.100 .867 .784 1.129 .178 .439 .571 .156 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Praktik industri Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Frequencies Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan N Valid 92 Missing 0 Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent rendah 18 19.6 19.6 19.6 sedang 59 64.1 64.1 83.7 tinggi 15 16.3 16.3 100.0 Total 92 100.0 100.0

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Descriptives Descriptive Statistics N Minimum prestasi_belajar 92 Valid N (listwise) 92 Maximum 70 Mean 95 Std. Deviation 77.54 5.864 Descriptives Descriptive Statistics N Minimum mengambil_resiko 92 Valid N (listwise) 92 Maximum 38 Mean 66 Std. Deviation 53.77 6.344 Descriptives Descriptive Statistics N Minimum praktik_industri 92 Valid N (listwise) 92 Maximum 17 Mean 35 Std. Deviation 24.60 3.348 Frequencies Statistics Minat Berwirausaha N Valid 92 Missing 0 Minat Berwirausaha Frequency Valid Percent Valid Percent Cumulative Percent rendah 10 10.9 10.9 10.9 sedang 69 75.0 75.0 85.9 tinggi 13 14.1 14.1 100.0 Total 92 100.0 100.0

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 HIPOTESIS PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA Nonparametric Correlations Correlations Prestasi belajar Spearman's Prestasi belajar rho Correlation Coefficient Minat berwirausaha 1.000 .076 . .237 92 92 Correlation Coefficient .076 1.000 Sig. (1-tailed) .237 . 92 92 Sig. (1-tailed) N Minat berwirausaha N HIPOTESIS KEBERANIAN MENGAMBIL RESIKO DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA Nonparametric Correlations Correlations Mengambil resiko Spearman's Mengambil resiko rho Correlation Coefficient 1.000 .048 . .326 92 92 Correlation Coefficient .048 1.000 Sig. (1-tailed) .326 . 92 92 Sig. (1-tailed) N Minat berwirausaha Minat berwirausaha N

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 HIPOTESIS PAKTIK INDUSTRI DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA Nonparametric Correlations Correlations Praktik industri Spearman's Praktik Industri rho Correlation Coefficient Minat berwirausaha 1.000 .090 . .196 92 92 Correlation Coefficient .090 1.000 Sig. (1-tailed) .196 . 92 92 Sig. (1-tailed) N Minat berwirausaha N HIPOTESIS JENIS PEKERJAAN ORANG TUA DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA Pekerjaan Orang Tua Wirausaha Bukan wirausaha Total Minat Fo Fh Fo-Fh (fo-fh)2/fh Tinggi 4 1.27 2.73 0.67 Sedang 25 6.75 18.25 0.19 Rendah 3 0.98 2.02 0.10 Tinggi 9 8.47 0.53 0.74 Sedang 44 45 -1 0.02 Rendah 7 5.25 1.75 0.58 92 92 -18.82 2.38

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(167)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

STUDI HUBUNGAN PRESTASI SISWA PADA MATA DIKLAT KEWIRAUSAHAAN DAN PERBEDAAN LATAR BELAKANG PEKERJAAN ORANG TUA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA
0
2
87
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK
0
2
79
HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MESIN BUBUT DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA BIDANG PEMESINAN SISWA KELAS XI SMK YWKA MEDAN.
0
4
15
HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF DI SMK.
1
9
43
HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKTIK INDUSTRI DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA PESERTA DIDIK JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN KELAS XII SMK NASIONAL BERBAH.
0
0
160
HUBUNGAN PRESTASI PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII JURUSAN OTOMOTIF SMK PERINDUSTRIAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011.
0
0
125
HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN ORANG TUA DAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
0
0
6
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, FAKTOR LINGKUNGAN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA
0
0
186
HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK DALAM MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN MINAT BERWIRASWASTA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA
0
1
137
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI JENIS PEKERJAAN ORANG TUA DAN JENIS KELAMIN SISWA
0
1
211
HUBUNGAN ANTARA SIKAP WIRAUSAHA DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA
0
7
203
HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN MENGAMBIL MATA KULIAH PPL I, JENIS PEKERJAAN ORANG TUA, DAN IPK MAHASISWA DENGAN MINAT MAHASISWA MENJADI GURU
0
1
197
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PENDAPATAN, DAN JENIS PEKERJAAN ORANG TUA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA
0
0
146
PENGARUH JIWA KEWIRAUSAHAAN, PRAKTIK INDUSTRI DAN JENIS PEKERJAAN ORANG TUA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK
0
0
134
HUBUNGAN PRESTASI PRAKTEK INDUSTRI, PRESTASI MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN MINAT PESERTA DIDIK BERWIRAUSAHA
0
3
139
Show more