KONSEP DIRI PADA PENDERITA STROKE

Gratis

0
4
252
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONSEP DIRI PADA PENDERITA STROKE SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Alexander Rizky Hapsoro Pondaag 099114037 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONSEP DIRI PADA PENDERITA STROKE SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Alexander Rizky Hapsoro Pondaag 099114037 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO Kesuksesan bukanlah sebuah akhir dan kegagalan bukanlah sebuah awal Always be yourself and never be anyone else even if they look better than you Berusaha yang terbaik bagi diri sendiri, biarlah Tuhan yang bekerja pada diri kita iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya Tulis ini saya persembahkan kepada : Tuhan Yesus Kristus yang selalu membimbing saya Ayah saya Alexander L. Pondaag yang menjadi inspirasi karya tulis ini Ibu saya Christina Rumiyati yang selalu mendukung penulisan karya tulis ini Adik saya Jeanne Maria Pingkan Hapsari Pondaag Terima Kasih atas dukungan kalian semua v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dari daftar pustaka, layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 23 Juli 2014 Penulis, Alexander Rizky Hapsoro Pondaag vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONSEP DIRI PADA PENDERITA STROKE Alexander Rizky Hapsoro Pondaag ABSTRAK . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep diri pada penderita stroke. Pertanyaan di dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran konsep diri pada penderita stroke setelah mengalami penyakit stroke. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur terhadap 3 subjek. Subjek pada penelitian ini adalah penderita stroke yang berusia 40-60 tahun, mengalami stroke iskemik atau hemoragik dan dapat berkomunikasi secara lancar. Validitas penelitian ini diperoleh dengan member checking, dimana subjek merasa yakin bahwa data tersebut sudah sesuai dengan apa yang diungkapkan dan diinginkan oleh subjek. Untuk mengukur ketepatan penelitian, maka peneliti melakukan wawancara yang berpedoman pada aspek dan indikator konsep diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah mengalami stroke, penderita stroke menunjukkan konsep diri yang positif. Konsep diri yang positif ini ditunjukkan oleh aspek-aspek konsep diri yaitu: pengetahuan, harapan dan penilaian. Ketiga subjek menunjukkan konsep diri yang positif meskipun dari ketiga aspek konsep diri tersebut terdapat aspek yang menunjukkan nilai negatif. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga subjek mengalami proses dalam pembentukan konsep diri yang positif. Konsep diri yang terbentuk didukung oleh pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, interaksi sosial, harapan dan penilaian terhadap diri penderita stroke. Kata kunci: konsep diri, stroke. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE SELF-CONCEPT OF STROKE SURVIVORS Alexander Rizky Hapsoro Pondaag ABSTRACT The purpose of this research is describing a self-concept of stroke survivors. The question of the research is how to describe a self-concept of stroke survivor after they suffered it. The writer used descriptive quantitative method by interviewing 3 (three) subjects with a half of organized question. The subject is the people who is in among 40 – 60 years, sufferring ischemic and haemoragic stroke also able to communicate fluently. The validity of research is obtained from member checking where the subject is surely that those data is merely same as the subject wants to or expose. To get the accurate result of this research, the writer interviewed the subjects based on the aspects and self-concept indicators. The result of this research shown that the subjects whose suffered from stroke revealed a positive self-concept. Those positive aspects of self-concepts are knowledge, hope and values. The three subjects showed a positive aspects of self-concepts, eventhough one of those aspects positive self-concepts has a negative value. It showed that the three subjects were being procced to build a positive self-concept. This positive self-concepts was formed by their experiences of daily life, social interaction, hope and judgement which is addressed to the Stroke survivor. Keynote: self-concepts, stroke viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Alexander Rizky Hapsoro Pondaag Nomor Mahasiswa : 099114037 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : KONSEP DIRI PADA PENDERITA STROKE beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 23 Juli 2014 Yang menyatakan, (Alexander Rizky Hapsoro Pondaag) ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria atas segala berkat dan rahmatnya yang senantiasa tercurah dalam proses penulisan skripsi ini. Proses yang sudah dialami dengan penuh perjuangan menghadapi segala hambatan selama mengerjakan sungguh menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Penulis menyadari bahwa karya ini jauh dari sempurna dan tentu sangat memerlukan banyak bantuan dari berbagai pihak dalam membimbing dan menjadi rekan diskusi demi selesainya karya ini. Ucapan terima kasih yang luar biasa penulis ucapkan kepada semua orang yang membantu penulis dalam pengerjaan skripsi ini. Penulis berterima kasih kepada : 1. Ibu Dra. Lusia Pratidarmanastiti, MS. selaku dosen pembimbing skripsi yang setia membimbing, mendampingi, menasihati dan mendorong penulis agar dapat menyelesaikan skripsi ini. 2. Bapak C. Siswa Widyatmoko, S.Psi., M.Si. selaku dosen pembimbing akademik yang membantu memperlancar proses administrasi untuk mendaftar ujian. 3. Seluruh dosen di Fakultas Psikologi yang telah mengajarkan berbagai ilmu sehingga membuat penulis merasa memiliki dasar ilmu Psikologi dan bangga berada di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Seluruh staff Fakultas Psikologi, Mas Gandung, Bu Nanik, Pak Gie, Mas Muji, dan Mas Doni yang senantiasa membantu segala keperluan administrasi selama penulis menyelesaikan kuliah disini. 5. Kedua orangtua penulis yang setiap waktu menanyakan kapan lulus dan juga memberikan support dengan penuh kesabaran, terima kasih untuk semua doa dan kasih sayang yang selalu dicurahkan kepada penulis selama ini. Terima kasih yang special untuk Ayahku yang menjadi inspirasi penulis untuk meneliti mereka yang mengalami stroke sama seperti Ayahku. 6. Adik saya yang selalu cerewet karena harus berbagi laptop untuk mengerjakan skripsi, terima kasih sudah menjadi teman diskusi dan berantem setiap hari demi berjuang meraih cita-cita kita bersama untuk lulus. 7. Om Roland dan Tante Renny yang selama ini selalu mensupport penulis selama menempuh studi ini. 8. Yang terhormat Pak Made, Ibu Anton dan Almarhum Pak Yan yang pada 2 Juni 2014 lalu telah menghadap Bapa di Surga karena serangan stroke yang ketiga. Terima kasih atas kesediaan Bapak dan Ibu untuk membantu penulis menjadi subjek penelitian ini, khususnya untuk Almarhum Pak Yan penulis sangat bersyukur atas kesediaannya berbagi di dalam penelitian ini. Semoga penelitian ini tidak sia-sia dan bermanfaat bagi penderita stroke lainnya. 9. Teman-teman seperjuangan bimbingan Ibu Lusi : Ichan, Jeanet, Ovina, Priska dan Ditya Plenthong. Terima kasih sudah banyak membantu dalam diskusi dan kita saling support untuk menghadapi kesulitan kita bersama. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Teman-teman 2009, Adi Mahardika, Leo, Sr. Stella FCH, dan semuanya tidak bisa disebutkan satu persatu yang sudah menjadi teman cerita, diskusi dan berbagi keluh kesah selama menyelesaikan skripsi ini. Tirta yang sudah mengenalkan penulis dengan Pak Made, terima kasih banyak karena itu sangat membantu penulis. Eliz yang juga selalu menjadi teman diskusi dan membagi keluh kesah, terima kasih untuk kebersamaan selalu mensupport penulis. Teman-teman 2009 lainnya yang sudah lulus maupun yang masih berjuang terima kasih sudah menularkan semangat kepada penulis dan semoga kalian semua selalu berjuang mencapai tujuan kita masing-masing dan tetap menjalin komunikasi satu sama lain. 11. Teman-teman Basket UKF Psikologi, khususnya angkatan 2009, Richard, Albert dan Rio Yatim. Kebersamaan kita selalu membuat penulis lupa menyelesaikan skripsi tetapi kalian juga selalu mensupport agar skripsi ini dapat diselesaikan. Teman-teman Basket UKF Psikologi lainnya baik Tim Cowok atau Tim Cewek, terima kasih atas pengalaman basket bersama sehingga menginspirasi penulis dan menjadi semangat dalam mengerjakan skripsi ini. 12. Teman-teman IOPC 2009, terima kasih untuk pengalaman berdinamika di komunitas bergengsi IOPC bersama teman-teman 2009 dan 2010, bahkan kita bisa sampai mengadakan Study Tour ke Jakarta itu pengalaman mengesankan dan harus dilanjutkan bagi adik-adik di IOPC selanjutnya. Semangat buat IOPC selanjutnya. xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. Seluruh pihak yang secara langsung dan tidak langsung membantu penulis seperti : YA-YO, Perpustakaan USD Paingan, Workstation Perpustakaan Paingan, Perpustakaan Psikologi UGM dan lainnya. Terima kasih atas bantuan bagi penulis. Karya ini tentunya masih sangat jauh dari sempurna untuk sebuah penelitian dan penulis menyadari masih banyak kekurangan dari penelitian ini. Namun penulis berharap meskipun penelitian ini tidak sempurna tetapi bisa bermanfaat bagi Ilmu Psikologi dan juga bagi semua penderita stroke agar menjadi inspirasi bagi mereka yang mengalami stroke. Penulis sangat berterima kasih apabila mendapatkan saran dan kritik atas penelitian ini semoga dikemudian hari penelitian ini dapat lebih baik lagi. Yogyakarta, 23 Juli 2014 Penulis Alexander Rizky Hapsoro Pondaag xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………………….. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING…………………….. ii HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………….... iii HALAMAN MOTTO…………………………………………………………. iv HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………. v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA………………………... vi ABSTRAK…………………………………………………………………….. vii ABSTRACT…………………………………………………………………… viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH……………... ix KATA PENGANTAR………………………………………………………… x DAFTAR ISI………………………………………………………………….. xiv BAB I…………………………………………………………………………. 1 A. Latar Belakang Masalah…………………………………………………… 1 B. Rumusan Masalah…………………………………………………………. 5 C. Tujuan Penelitian………………………………………………………….. 5 D. Manfaat Penelitian………………………………………………………… 5 BAB II………………………………………………………………………… 8 A. Penderita Stroke…………………………………………………………… 8 1. Pengertian Penderita Stroke…………………………………………... 8 2. Perubahan yang Terjadi Pada Penderita Stroke……………………...... 10 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Konsep Diri………………………………………………………………… 12 1. Pengertian Konsep Diri………………………………………………… 12 2. Aspek Konsep Diri……………………………………………………... 13 3. Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri………………………………. 15 4. Jenis Konsep diri………………………………………………………. 16 C. Konsep Diri Pada Penderita Stroke………………………………………... 17 D. Pertanyaan Penelitian……………………………………………………… 20 BAB III………………………………………………………………………... 21 A. Jenis Penelitian…………………………………………………………….. 21 B. Variabel Penelitian…………………………………………………………. 21 C. Definisi Operasional………………………………………………………. 21 D. Subjek Penelitian…………………………………………………………… 22 E. Metode Pengumpulan Data………………………………………………… 23 F. Metode Analisa Data……………………………………………………….. 26 G. Kredibilitas Penelitian……………………………………………………… 29 BAB IV………………………………………………………………………... 31 A. Pelaksanaan Penelitian…………………………………………………….. 31 B. Hasil Penelitian……………………………………………………………. 33 1. Subjek 1……………………………………………………………….. 33 a. Profil subjek 1…………………………………………………….. 33 b. Gambaran Analisa Data Subjek 1…………………………………. 35 c. Deskripsi Analisa Data Subjek 1………………………………….. 36 2. Subjek 2……………………………………………………………….. 50 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Profil Subjek 2…………………………………………………….. 50 b. Gambaran Analisa Data Subjek 2…………………………………. 52 c. Deskripsi Analisa Data Subjek 2………………………………….. 52 3. Subjek 3……………………………………………………………….. 68 a. Profil Subjek 3…………………………………………………….. 68 b. Gambaran Analisa Data Subjek 3…………………………………. 70 c. Deskripsi Analisa Data Subjek 3………………………………….. 70 C. Pembahasan………………………………………………………………... 82 1. Pembahasan Subjek……………………………………………………. 83 2. Pembahasan Tambahan……………………………………………….. 93 BAB V………………………………………………………………………… 97 A. Kesimpulan………………………………………………………………... 97 B. Saran……………………………………………………………………..... 98 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………… 101 LAMPIRAN………………………………………………………………….. 105 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Kesehatan menjadi hal yang sangat penting bagi manusia pada saat ini. Menurut World Health Organization (WHO) (dalam Tirtawati, 2012), kesehatan adalah suatu keadaan atau status sehat pada manusia secara utuh baik fisik, rohani (mental) dan sosial. Namun saat ini seiring perkembangan jaman muncul berbagai penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Salah satu penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia adalah penyakit stroke. Stroke merupakan penyakit akibat gangguan fungsi pada otak. Gejala yang ditimbulkan pada penyakit stroke tergantung pada dampak bagian otak yang terkena gangguan tersebut. Gangguan tersebut akibat pembuluh darah yang tersumbat di otak dan terjadi perdarahan (Iskandar, 2004). Menurut Clarke (2003), penyakit stroke merupakan penyakit kronis yang menjadi permasalahan kesehatan yang sangat serius dan umum terjadi pada tiap individu. Penyakit stroke ini memiliki dampak kelumpuhan yang secara mendadak pada tangan dan kaki bahkan kecacatan bagi penderitanya. Artikel dalam harian Kompas (2002) menjelaskan bahwa stroke merupakan serangan otak yang secara mendadak akibat dinding pembuluh darah di otak mengalami penyumbatan. Akibatnya aliran darah menjadi terhambat atau pembuluh darah pecah sehingga terjadi perdarahan. Ketika terjadi perdarahan selsel didalam otak akan kekurangan atau kelebihan darah sehingga mengalami 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 kerusakan, bahkan kerusakan yang parah dapat menyebabkan kematian (“Stroke : Dari Lumpuh sampai Hiperseks”, Kompas, 2002). Penderita stroke akan mengalami perubahan pada fisiknya sebagai akibat dari penyakit stroke. Secara umum stroke dapat menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan bagi penderita (Langhorne, Bernhardt, dan Kwakkel, 2011). Menurut Junaidi (2004), gangguan fisik pada penderita bisa bervariasi seperti hemiparesis yaitu kelumpuhan sebelah badan bagian kanan atau kiri saja, mulut mencong, aphasia yaitu sulit berbahasa atau gangguan berbicara seperti pelo dan kata-kata yang sulit dipahami, demensia atau pelupa dan penurunan kemampuan kognitif sampai kehilangan memori. Tirtawati dan Zulkaida (2012) mengatakan bahwa gangguan fisik tersebut merupakan gangguan motorik, dimana otak berperan sebagai pusat pengendali gerak tubuh. Akibat dari gangguan ini penderita stroke mengalami perubahan aktivitas sehari-hari karena kesulitan untuk menggerakan tubuhnya dan beraktivitas. Hal ini membuat penderita stroke membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas, seperti makan, berjalan, berpakaian dan bahkan penderita stroke juga akan kesulitan untuk bisa bekerja kembali. Gangguan fisik pada penderita akan mengubah cara pandang terhadap dirinya sendiri. Persepsi terhadap diri merupakan komponen pembentuk konsep diri seseorang. Dalam hal ini persepsi diri yang terbentuk akan cenderung negatif karena gangguan fisik pada penderita menyebabkan kesulitan beraktivitas dan merasa diri tidak normal. Hal ini menyebabkan konsep diri penderita stroke mengalami perubahan. Konsep diri adalah bagaimana seseorang melihat dan

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 menghayati dirinya baik secara fisik, sosial maupun perilakunya. Perubahan yang terjadi dalam konsep diri penderita stroke akan sangat berpengaruh terhadap perilaku dan kondisi psikologisnya. Persepsi diri yang negatif akibat perubahan kondisi fisik yang dialami penderita stroke membuat penderita tidak dapat menerima kondisi dirinya yang mengalami sakit. Hal ini menyebabkan penderita stroke akan menjadi emosional. Penderita stroke akan merasa dirinya tidak berguna, memalukan tidak berharga dan menjadi beban bagi keluarganya (dalam Astuti, 2010). Dalam proses penyembuhannya penderita stroke juga memerlukan biaya dan waktu yang intensif, kondisi ini menjadi beban dan tanggung jawab bagi penderita dan keluarganya (Dombovy, 1986). Penelitian terdahulu dilakukan oleh Rohadirja (2012), penelitian ini membahas konsep diri pada penderita stroke ringan di Sumedang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep diri penderita stroke. Penelitian ini menggunakan skala konsep diri Robson dengan 30 item skala konsep diri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dari 30 subjek penelitian sebesar 53,37% menunjukkan konsep diri positif dan sebesar 46,67% menunjukkan konsep diri yang negatif. Dalam penelitian ini juga diukur subaspek dalam konsep diri, yaitu gambaran diri, ideal diri, harga diri, peran dan identitas diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subaspek konsep diri ini menunjukkan hasil positif dan dijabarkan ke dalam bentuk persentase yaitu gambaran diri 80%, ideal diri 70%, harga diri 56,67%, peran 73,33% dan identitas diri 100%.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Berdasarkan penelitian tersebut, maka hasil yang digambarkan mengenai konsep diri penderita stroke dimunculkan dengan bentuk persentase yang positif dan negatif. Hasil ini hanya menunjukkan konsep diri secara umum saja dan tidak menunjukkan konsep diri yang lebih khusus. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian tentang konsep diri pada penderita stroke dengan metode yang berbeda yaitu metode wawancara. Wawancara merupakah salah satu metode yang bertujuan untuk memunculkan data yang lebih luas dan dalam dalam melihat suatu fenomena yang terjadi dalam suatu permasalahan yang terjadi. Hal ini yang menjadi harapan agar hasil yang ditemukan tidak hanya menjabarkan konsep diri positif atau negatif melainkan bisa menemukan lebih dalam konsep diri pada penderita stroke. Dalam penelitian ini, subjek yang diteliti adalah penderita stroke yang berat dimana kondisi ini dapat terlihat dari kondisi fisik seperti lumpuh sebelah badan dan sudah tidak bisa bekerja lagi. Santrock (2002) menjelaskan bahwa perkembangan manusia pada usia dewasa madya berada pada rentang usia 40 sampai 60 tahun. Pada usia ini manusia memiliki peran penting dalam karir dan kerja. Kepuasan kerja dan kemauan kerja dialami hingga setidaknya sampai usia 60 tahun. Erikson (Hurlock, 1990) juga mengatakan bahwa mereka akan mengalami puncak atas kerja keras mereka. Mereka juga tidak hanya berhasil dalam keuangan dan sosial tetapi juga untuk kekuasaan dan prestise. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya maka peneliti merasa penting untuk melakukan penelitian mengenai konsep diri pada penderita stroke. Kondisi yang dialami setelah mengalami stroke menyebabkan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 penderita stroke mengalami perubahan akibat dampak yang dialami pada fisiknya. Perubahan ini juga mengubah persepsi mereka terhadap dirinya sendiri, bahkan cenderung tidak bisa menerima kondisinya setelah sakit. Hal ini tentu mengubah konsep dirinya akibat stroke yang dialami dan kemudian penderita akan mulai mengalami perubahan pada perilaku dan kondisi psikologisnya. Peneliti berharap dengan penelitian ini dan dengan metode yang berbeda dengan penelitian sebelumnya akan dapat lebih jelas menggambarkan konsep diri penderita stroke dan perubahan perilaku serta kondisi psikologis penderita. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana gambaran konsep diri pada penderita stroke? C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran dan menemukan konsep diri pada penderita stroke dalam kehidupannya setelah mengalami penyakit stroke. D. MANFAAT PENELITIAN Manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Manfaat Teoritis Berdasarkan penelitian terdahulu yang sudah dilakukan, maka peneliti berharap dengan penelitian ini akan memberikan pengetahuan baru

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 dalam bidang psikologi. Penelitian mengenai konsep diri pada penderita stroke dengan metode wawancara yang bersifat kuantitatif pada penelitian ini akan memberikan cara baru dan hasil yang diharapkan akan memberikan gambaran konsep diri pada penderita stroke yang lebih lengkap dan jelas. Dengan hasil penelitian ini maka psikolog dapat mengetahui bagaimana konsep diri penderita stroke berdasarkan hasil wawancara dan dapat menemukan bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri penderita dan juga hal-hal yang mempengaruhi konsep diri penderita stroke. 2. Manfaat Praktis a. Bagi subjek penelitian atau penderita stroke lainnya, penelitian ini dapat menjadi wawasan untuk penderita stroke agar memahami bahwa sakit yang dialami tidak dapat dihindari. Persepsi terhadap kondisi diri ketika mengalami stroke akan berpengaruh terhadap konsep dirinya. Penerimaan diri terhadap kondisi saat sakit juga berpengaruh pada konsep diri, dimana konsep diri ini akan mempengaruhi perilaku penderita stroke. Dengan konsep diri yang positif maka penderita akan berusaha untuk menunjukkan perilaku dan kondisi psikologis yang positif. Hal ini dapat membantu penderita untuk tetap beraktifitas sesuai dengan kemampuan dan yang diinginkan oleh penderita stroke. b. Bagi keluarga para penderita stroke, dari penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi mereka untuk selalu memberikan dukungan dan menerima kondisi penderita. Dukungan dan penerimaan positif dari keluarga turut

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 membangun konsep diri penderita stroke sehingga pada akhirnya penderita memiliki persepsi yang positif terhadap dirinya.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. PENDERITA STROKE 1. Pengertian Penderita Stroke Stroke merupakan serangan di dalam otak secara mendadak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di bagian tertentu pada otak sehingga menyebabkan gangguan fungsi pada otak. Ketika pembuluh darah pecah maka sel-sel di dalam otak akan kekurangan atau kelebihan darah sehingga mengalami kerusakan, bahkan kerusakan yang parah dapat menyebabkan kematian (Iskandar, 2004; “Stroke : Dari Lumpuh sampai Hiperseks”, Kompas, 2002). WHO mendefinisikan stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang secara cepat akibat gangguan fungsi otak dengan gejala-gejala yang berlangsung 24 jam atau lebih atau menyebabkan kematian (Rumantir, dalam Rahmawati, 2009). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (ed. ke-4, 2011), stroke diartikan sebagai serangan otak, biasanya disertai dengan kelumpuhan. Sedangkan definisi penderita adalah sebagai orang yang menderita (kesusahan, sakit, cacat, dsb). Stroke dapat diklasifikasikan menjadi stroke hemoragik dan stroke iskemik. Junaidi (dalam Rahmawati, 2009) mengatakan stroke hemoragik merupakan penyakit gangguan fungsional otak fokal dengan gejala dan tanda 8

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 sesuai dengan bagian otak yang terkena dan disebabkan karena pecahnya pembuluh darah di otak. Stroke iskemik merupakan stroke yang terjadi karena kurangnya suplai darah ke bagian tertentu pada otak. Kurangnya suplai darah tersebut menyebabkan kurangnya oksigen pada sel-sel otak sehingga tidak dapat berfungsi dengan sempurna.Hal ini dapat dikatakan bahwa sel-sel dalam otak tersumbat sehingga suplai darah berkurang. Stroke iskemik ringan disebut TIA (Transient Ischemic Attacks) yaitu sel-sel otak berhenti berfungsi secara sementara sampai kurang lebih selama 24 jam, bila aliran darah berfungsi kembali maka sel-sel tersebut berfungsi kembali dan fungsi badan juga kembali pulih. Sedangkan iskemik yang berat disebut CVA (Cerebro Vaskular Accident), stroke ini menyebabkan sel-sel otak tidak berfungsi secara total dan tidak dapat pulih atau biasa disebut infark otak (Laksmiasanti, 1994). Dombovy, Sandok dan Basford (1986) mengatakan bahwa penyakit stroke dapat meninggalkan dampak disabilitas fisik dan mental bagi penderitanya. Hal ini juga didukung oleh Niemi, Laaksonen, Kotila dan Waltimo (1988) bahwa stroke adalah penyakit neurologis kronis yang menyebaAbkan cacat (disabilitas) yang secara radikal dan permanen mengubah hidup penderitanya. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut maka penderita stroke dapat diartikan sebagai seseorang yang menderita gangguan atau serangan pada otak akibat penyumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah dan terjadi perdarahan pada otak dan dapat disertai juga dengan kelumpuhan.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 2. Perubahan yang Terjadi Pada Penderita Stroke Dombovy, Sandok dan Basford (1986) mengatakan bahwa penyakit stroke dapat meninggalkan dampak disabilitas fisik dan mental bagi penderitanya. Dampak disabilitas fisik menyebabkan penderita mengalami keterbatasan dalam melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari misalnya bekerja. Junaidi (2004) juga menyatakan dalam bukunya bahwa sekitar 50 % penderita stroke memiliki kemungkinan usia hidup lebih dari 7 tahun dan sisanya tidak dapat bekerja kembali seperti semula. Secara umum gangguan fisik yang dialami bervariasi diantaranya kelumpuhan sebelah badan bagian kanan atau kiri saja (hemiparesis), kesulitan berbahasa atau gangguan berbicara seperti pelo dan kata-kata yang sulit dipahami (aphasia), demensia atau pelupa dan penurunan kemampuan kognitif sampai kehilangan memori (Junaidi, 2004). Pendapat yang sama juga dijelaskan oleh Clarke (2009), bahwa penderita dapat secara tiba-tiba mengalami paralysis yaitu penderita tidak mampu menggerakkan semua atau sebagian anggota tubuh dan lumpuhnya tangan atau kaki, masalah pada memori, gangguan visual, kehilangan respon atau sensasi pada bagian tubuh, dan kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Gangguan fisik yang dialami penderita stroke ini merupakan gangguan motorik, dimana otak sebagai pusat pengendali gerak tubuh. Akibat dari gangguan motorik ini penderita stroke mengalami kesulitan untuk menggerakan tubuhnya dan melakukan aktivitas sehari-hari. Dampak tersebut

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 menyebabkan penderita stroke membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan memenuhi kebutuhan dasar. Hal ini dapat membuat penderita stroke menjadi depresi dan berkurang harga dirinya. Gangguan fisik yang dialami penderita stroke ini menyebabkan berubahnya cara pandang atau persepsi terhadap kondisi dirinya. Akibat dari gangguan fisik ini maka tidak dapat dihindari bahwa mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi fisik yang berubah dan ketergantungan terhadap orang lain akan mempengaruhi juga konsep diri penderita. Kondisi fisik yang tidak lagi normal cenderung membuat penderita tidak bisa menerima dirinya yang mengalami stroke. Menurut Kneebone (2012), perasaan tidak menerima ini dapat mendukung munculnya stress bagi penderita stroke. Perilaku stress ini biasanya dapat terlihat dari perilaku menangis akibat kesedihan yang berlebihan. Rochman (1994) mengatakan bahwa berawal dari masalah stress akan timbul reaksi psikologis pada penderita stroke. Dalam kondisi stress penderita akan cenderung kesulitan dalam menghadapi sakit yang dideritanya. Ketika penderita merasa sulit menghadapi sakitnya dan sangat tergantung pada orang lain maka penderita stroke akan mudah frustasi, terlebih jika penderita tidak mampu mewujudkan apa yang diinginkan karena keterbatasan fisik. Hal ini menyebabkan penderita mudah marah, tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga orang lain disekitarnya.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 B. KONSEP DIRI 1. Pengertian Konsep Diri Rogers mendefinisikan konsep diri adalah persepsi-persepsi tentang diri dan hubungan antara diri dengan orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan. Konsep diri merupakan faktor dasar pembentuk kepribadian dan sebagai penentu perilaku. Menurut Rogers konsep diri juga merupakan sikap dan keyakinan individu terhadap kelemahan dan kelebihan yang dimiliki oleh individu tersebut (Elkins, 1979). Konsep diri adalah gambaran mental tentang diri melalui pengetahuan mengenai diri, pengharapan terhadap diri dan penilaian terhadap diri individu. Konsep diri senantiasa berkembang sepanjang usia dan akan terbentuk melalui berbagai pengalaman dan hasil belajar terhadap interaksi individu dengan orang lain (Calhoun & Acocella, 1995). Kesimpulan dari beberapa pengertian diatas konsep diri merupakan persepsi dan keyakinan individu terhadap dirinya melalui pengetahuan diri, pengharapan dalam diri dan penilaian terhadap dirinya. Konsep diri ini terbentuk dari interaksi dirinya dengan orang lain. Dengan demikian individu dapat mengevaluasi dirinya berdasarkan kelebihan dan kelemahan. Konsep diri ini akan mengarahkan individu dalam berperilaku dan membentuk kepribadian dalam diri individu.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 2. Aspek Konsep Diri Menurut Calhoun & Acocella (1995), konsep diri memiliki 3 aspek yaitu : a. Pengetahuan Aspek yang pertama dari konsep diri adalah pengetahuan. Individu memiliki pengetahuan tentang segala hal yang diketahui mengenai dirinya. Pada aspek ini dapat dikatakan bahwa individu dapat mengetahui siapakah dirinya sesuai pengetahuan yang dimiliki mengenai dirinya sendiri. Pada aspek pengetahuan terdiri dari beberapa aspek didalamnya yaitu : 1) Fisik Pengetahuan individu terhadap kondisi fisik, kesehatan dan keahlian yang ada pada dirinya. 2) Diri Pribadi Individu mengetahui bagaimana kepribadiannya terlepas dari penilaiannya terhadap fisik dan hubungan dengan orang lain. 3) Moral Individu memiliki pengetahuan tentang dirinya dalam konteks nilai-nilai moral, agama, hubungan dengan Tuhan dan pandangan terhadap diri yang baik atau buruk. 4) Keluarga

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Pengetahuan individu terhadap peran dirinya didalam keluarga dan sejauh mana hubungan antara individu dengan keluarga dalam kehidupannya. 5) Sosial Pengetahuan individu berkaitan dengan bagaimana interaksinya dengan orang lain dalam lingkup yang lebih luas. b. Harapan Aspek yang kedua adalah harapan. Setelah individu mengetahui dan memahami siapa dirinya maka selanjutnya individu akan menyadari bahwa dirinya memiliki pandangan terhadap masa depan. Individu memiliki harapan akan masa depannya dan tentu setiap individu memiliki harapan yang berbeda-beda. Dalam aspek ini individu juga memiliki pandangan akan diri ideal. Harapan akan diri ideal di masa depan menjadi motivasi bagi individu untuk menentukan perilakunya dalam mencapai harapannya. c. Penilaian Aspek yang terakhir adalah penilaian. Pada aspek ini individu berperan sebagai penilai dan mengevaluasi dirinya sendiri. Individu menilai dan mengevaluasi dirinya berkaitan dengan kesesuaian antara identitas dirinya serta harapan akan diri idealnya. Hal ini berkaitan erat

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 dengan harga diri individu tersebut apakah individu menerima diri apa adanya sesuai dengan gambaran dirinya. 3. Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri Menurut Hurlock (1990) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi konsep diri seseorang, antara lain : a. Usia Kematangan Usia kematangan tidak dapat dinilai dari banyak atau sedikitnya usia, melainkan dapat dilihat bagaimana seseorang mampu menghadapi dan menyikapi permasalahan yang dialami didalam kehidupan. Konsep diri akan menjadi positif apabila seseorang memiliki keyakinan terhadap kualitas dan kemampuan dirinya untuk dapat mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Konsep diri akan menjadi negatif apabila seseorang merasa dirinya tidak mampu dan mudah putus asa serta selalu bergantung kepada orang lain. b. Penampilan Diri Penampilan diri terkait dengan tubuh atau fisik seseorang. Kondisi fisik yang sempurna akan meningkatkan kepercayaan dan harga diri seseorang. Konsep diri akan menjadi positif apabila seseorang memiliki kondisi fisik yang baik atau mengalami cacat tetap menerima kondisi fisik apa adanya baik kekurangan maupun kelebihannya. Konsep diri akan menjadi negatif apabila seseorang tidak bisa menerima kondisi fisiknya bila tidak sesuai dengan keinginannya, misalnya mengalami cacat.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 c. Hubungan dengan Keluarga Hubungan yang baik dengan keluarga akan mempengaruhi konsep diri seseorang. Hubungan yang baik seperti komunikasi, saling menghargai dan menyayangi didalam keluarga akan mempengaruhi konsep diri yang positif. Jika komunikasi dalam keluarga tidak baik, bertengkar dan tidak ada kasih sayang akan mempengaruhi konsep dirinya menjadi negatif. d. Lingkungan Masyarakat Konsep diri seseorang akan menjadi positif apabila orang disekitarnya dalam lingkup masyarakat dapat menerima kelebihan dan kekurangannya. Sedangkan konsep diri akan menjadi negatif apabila masyarakat cenderung menolak orang tersebut baik kelebihan maupun kekurangannya. 4. Jenis Konsep Diri Konsep diri menurut Burns (Sekardhita, 2013) terdapat 2 jenis yaitu: a. Konsep Diri Positif Individu yang memiliki konsep diri yang positif adalah individu yang memahami diri apa adanya sesuai dengan kondisinya. Individu juga dapat menyadari kelebihan dan kelemahan serta baik dan buruk di dalam dirinya. Konsep diri yang positif juga menunjukkan individu mampu menilai dan mengevaluasi dirinya dalam berpikir dan berperilaku. b. Konsep Diri Negatif

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Konsep diri negatif bertolak belakang dengan konsep diri positif. Individu yang memiliki konsep diri yang negatif cenderung menilai diri negatif dan tidak sesuai dengan harapannya. Hal ini dapat membuat individu menjadi rendah diri dan tidak menerima kondisi diri apa adanya. Berdasarkan uraian tersebut peneliti menyimpulkan konsep diri merupakan persepsi dan keyakinan individu terhadap dirinya melalui pengetahuan diri, pengharapan dalam diri dan penilaian terhadap dirinya. Konsep diri ini terbentuk dari interaksi dirinya dengan orang lain. Konsep diri akan berpengaruh terhadap perilaku dan kepribadian seseorang. Konsep diri memiliki aspek-aspek yaitu pengetahuan, harapan dan penilaian. Pengetahuan yaitu individu mengetahui segala hal mengenai dirinya meliputi fisik, psikologis, moral, keluarga dan sosial. Harapan yaitu dimana individu memiliki harapan terhadap dirinya di masa depan sesuai keinginannya. Penilaian yaitu individu sebagai penilai dan mengevaluasi dirinya. C. KONSEP DIRI PADA PENDERITA STROKE Kennedy (2007) mengatakan bahwa mengalami penyakit stroke adalah sebuah pengalaman yang traumatik bagi penderita dan keluarganya. Hal ini menjadi traumatik karena dampak yang ditimbulkan oleh penyakit stroke terhadap penderita sangat kompleks. Penderita mengalami gangguan pada fisik dan psikologis. Penderita stroke akan mengalami kesulitan untuk dapat bekerja kembali karena gangguan tersebut. Kondisi ini menyebabkan penderita menjadi

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 individu yang bergantung kepada orang lain dalam pemenuhan kebutuhan dan beraktivitas sehari-hari. Menurut Erikson (Hurlock, 1990) usia dewasa madya merupakan masamasa berprestasi. Individu cenderung memiliki kemauan kuat untuk berhasil dan mencapai puncak dalam pekerjaan, bahkan keberhasilan yang ingin dicapai tidak hanya dalam keuangan saja tetapi juga kekuasaan dan prestise. Santrock (2002) berpendapat bahwa salah satu aspek penting dalam perkembangan usia dewasa madya adalah karir dan kerja. Menurut Santrock pada usia 40-45 tahun adalah awal dimana individu mengalami kepuasan bekerja dan kemajuan dalam karirnya. Kemajuan ini akan dialami setidaknya hingga individu berusia 60 tahun. Menurut Leahy (2010) dalam penelitiannya mengatakan bahwa perubahan yang dialami penderita stroke seperti penampilan fisik, interaksi dengan lingkungan dan reaksi orang lain terhadap penderita dapat mengubah cara pandang terhadap konsep dirinya. Hasil penelitian Leahy juga mengatakan penderita stroke kehilangan identitas diri, kepercayaan diri, kemandirian dan kontrol dirinya. Gangguan fisik dan kognitif juga memberikan dampak negatif bagi kepercayaan diri penderita. Penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa penderita stroke dengan segala permasalahan yang dialami ternyata mempengaruhi konsep dirinya. Elkins (1979) mengatakan konsep diri sebagai kumpulan persepsi bagaimana individu melihat peran dirinya. Individu melihat bagaimana dirinya dapat melalui pengalaman interaksi dengan diri maupun dengan orang lain. Pengalaman sakit

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 yang dialami oleh penderita menjadi pengaruh bagaimana penderita membangun konsep dirinya. Konsep diri dibentuk melalui beberapa aspek. Persepsi tentang gambaran diri seseorang meliputi proses kognitif, dimana individu memiliki pengetahuan akan dirinya. Penderita stroke dengan gangguan fisik serta psikologis yang dialami akan memiliki gambaran yang berbeda mengenai penampilan dirinya secara fisik dibandingkan sebelum mengalami sakit. Sebagai individu yang memahami dirinya sebagai penderita stroke maka penderita cenderung melihat diri sebagai orang sakit berbeda dengan individu yang normal dan sehat. Hal ini mempengaruhi penderita dalam berperilaku karena penderita stroke akan melihat individu yang normal sebagai gambaran ideal seseorang. Setelah mengetahui dan menyadari kondisi dirinya, penderita stroke akan menilai keadaan diri saat ini apakah sesuai dengan keadaan dirinya dan persepsi mereka terhadap gambaran idealnya. Sesuai dengan berbagai penjelasan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa konsep diri pada penderita stroke dapat dipandang sebagai pandangan yang diyakini oleh penderita stroke mengenai dirinya dari berbagai sudut pandang seperti keterbatasan fisik yang dialami, kondisi psikologis yang dirasakan serta interaksi dirinya dengan orang lain. Elkins (1979) mengatakan bahwa konsep diri diperoleh dari interaksi dengan orang lain, maka semakin banyak interaksi dengan orang lain semakin banyak pula informasi mengenai diri yang secara tidak langsung diyakini oleh individu dan menjadi gambaran akan diri individu tersebut.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Konsep diri terbentuk akibat interaksi dengan orang lain. Lingkungan terdekat bagi penderita stroke yaitu keluarga dari penderita. Komunikasi antara penderita dengan anggota keluarganya sangat penting bagi diri penderita. Dengan komunikasi antar pribadi di dalam keluarga, penderita akan menyadari bahwa dalam kondisinya yang terbatas dan mengalami gangguan penderita tersebut mendapat dukungan. Dengan interaksi dan dukungan dari keluarga mereka mendapat harga dirinya dan diterima apa adanya. Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa konsep diri pada penderita stroke dibentuk melalui pengalaman sakit yang diderita dan interaksi dirinya dengan orang lain. Untuk membentuk konsep dirinya, penderita stroke menilik diri terlebih dahulu dalam pandangan kognitif mengenai dirinya dan kemudian menyikapi tentang dirinya. Selain dari dalam diri penderita tentu hal-hal dari luar individu juga berperan penting dalam membentuk konsep diri penderita stroke. Interaksi sosial baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial berperan dalam memberikan pandangan tentang diri penderita stroke. Hal ini menunjukkan bahwa penderita stroke mengalami proses pembentukkan konsep diri dan proses tersebut akan menpengaruhi konsep diri yang terbentuk baik positif atau negatif. D. PERTANYAAN PENELITIAN Bagaimana gambaran konsep diri pada penderita stroke?

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif deskriptif adalah penelitian yang memberikan gambaran (deskripsi) mengenai perilaku dalam situasi-situasi sosial yang terjadi melalui data sampel atau populasi secara faktual apa adanya (Carole dan Carol, 2007) B. VARIABEL PENELITIAN Variabel dalam penelitian ini adalah konsep diri pada penderita stroke. C. DEFINISI OPERASIONAL Konsep diri merupakan persepsi dan keyakinan individu terhadap dirinya secara fisik, sosial dan psikologis yang terbentuk dari interaksi diri dan orang lain. Individu mengevaluasi dirinya berdasarkan kelebihan dan kelemahan. Konsep diri ini akan mengarahkan individu dalam berperilaku dan membentuk kepribadian dalam diri individu. Konsep diri ini dapat terbentuk berdasarkan aspek-aspek : 1. Aspek Pengetahuan Individu memiliki pengetahuan tentang segala hal yang diketahui mengenai dirinya. Pada aspek ini dapat dikatakan bahwa individu dapat mengetahui siapakah dirinya sesuai pengetahuan yang dimiliki mengenai 21

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 dirinya sendiri. Didalam aspek pengetahuan terdapat beberapa aspek yang berkaitan yaitu : aspek fisik, aspek diri pribadi, aspek moral, aspek sosial, dan aspek keluarga. 2. Aspek Harapan Individu memiliki harapan bagi dirinya sendiri. Harapan ini yang menjadi motivasi bagi individu untuk berperilaku mencapai keinginan 3. Aspek Penilaian Individu menilai tentang keadaan dirinya saat ini dengan apa yang diinginkan terhadap diri sesuai harapannya. Dalam penelitian ini, konsep diri pada penderita stroke dapat diketahui dengan metode wawancara. D. SUBJEK PENELITIAN Subjek pada penelitian ini adalah penderita stroke. Penderita stroke tersebut berusia antara 40 sampai 60 tahun karena rentang usia ini merupakan usia dewasa madya. Dalam penelitian ini, subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah penderita stroke yang masih bisa berkomunikasi dengan cukup baik. Sesuai klasifikasinya stroke terdiri dari 2 jenis yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik. Subjek penderita stroke yang dipilih dalam penelitian ini adalah penderita stroke yang mengalami stroke hemoragik atau stroke iskemik. Dengan kedua klasifikasi stroke tersebut, peneliti kemudian memilih penderita stroke dengan kondisi fisik yang mengalami lumpuh sebelah bagian tubuh dan tidak

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 bekerja lagi. Penderita stroke yang dipilih juga penderita yang sudah mengalami stroke 4 sampai 10 tahun. Hal ini menjadi pertimbangan peneliti karena pada rentang tahun tersebut penderita sudah mengalami berbagai pengalaman dalam proses penyesuaian diri dan pembentukan konsep diri. Pemilihan subjek dalam penelitian ini menggunakan criterion sampling, yaitu penentuan subjek berdasarkan kriteria tertentu dari peneliti. Kriteria subjek dalam penelitian ini yaitu penderita stroke, baik stroke hemoragik atau stroke iskemik. Penderita stroke tersebut berusia antara 40 sampai 60 tahun, pria atau wanita dan yang masih bisa berkomunikasi dengan baik. E. METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode wawancara. Wawancara yaitu metode tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Wawancara dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh pengetahuan tentang makna-makna subjektif yang dipahami oleh responden sesuai dengan topik penelitian (Poerwandari, 1998). Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Wawancara ini memiliki pedoman pertanyaan yang digunakan untuk wawancara dan pertanyaan tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan respon dari responden. Wawancara semi terstruktur ini menggunakan pedoman pertanyaan sesuai dengan aspek variabel penelitian yaitu konsep diri. Wawancara semi terstruktur lebih menekankan untuk berinteraksi baik dengan responden dan tidak terkesan kaku dengan mendikte pertanyaan-pertanyaan. Wawancara ini

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 memfasilitasi peneliti dengan responden dalam hubungan yang baik dan memungkinkan peneliti mengeksplorasi pengalaman responden. Data wawancara tersebut akan direkam menggunakan digital recorder yang kemudian akan disalin dalam transkrip wawancara verbatim. Berdasarkan metode pengumpulan data tersebut peneliti merancang proses pengumpulan data sebagai berikut : 1. Menentukan dan mencari responden yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh peneliti. 2. Menemui responden tersebut dengan maksud menyampaikan penelitian yang akan dilakukan serta tujuan penelitian dan meminta kesediaan untuk menjadi responden penelitian. 3. Sebelum pengambilan data, peneliti kembali menemui responden untuk rapport dan menanyakan kesediaan waktunya untuk dapat melakukan wawancara. 4. Membuat informed concent sebagai pernyataan tertulis responden atas kesediaannya untuk menjadi responden penelitian dengan kesepakatan yang ada. 5. Melakukan pengambilan data di tempat yang telah disepakati oleh responden dengan wawancara dan menggunakan digital recorder untuk membantu merekam wawancara tersebut. 6. Pada akhir wawancara, peneliti akan mereview kembali wawancara yang dilakukan dengan responden dengan maksud agar responden juga dapat

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 melihat lagi hasil wawancara apakah sudah sesuai dengan yang diceritakan sebelumnya. 7. Peneliti membuat verbatim hasil wawancara tersebut dan kemudian kembali menemui responden. Responden dapat memeriksa kembali wawancara tersebut dalam verbatim. Jika ada yang tidak sesuai dengan responden maka peneliti dapat merevisi kembali hasil verbatim tersebut dan kemudian responden dapat memeriksa kembali sampai responden merasa fix dengan verbatim tersebut. Tabel 3.1 Pedoman Pertanyaan Wawancara 1. Bagaimana riwayat penyakit stroke yang diderita? 2. Bagaimana perubahan yang dialami saat ini? (Fisik dan Psikologis) 3. Bagaimana interaksi dengan keluarga penderita? 4. Apa saja aktivitas yang dilakukan oleh penderita? 5. Bagaimana interaksi sosial penderita? 6. Harapan subjek dalam kondisi sakit? 7. Bagaimana penilaian subjek terhadap dirinya?

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 F. METODE ANALISIS DATA Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara maka metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan analisis isi data. Data-data yang diperoleh tersebut kemudian akan dianalisi dengan langkah-langkah berikut : 1. Organisasi data Data yang diperoleh dari rekaman wawancara subyek dan catatan lapangan disusun menjadi transkrip verbatim. 2. Pengkodean (Coding) Pada transkrip verbatim, peneliti kemudian membuat kolom di sebelah kiri dan kanan transkrip. Di kolom sebelah kiri, peneliti secara urut memberikan penomoran pada baris transkrip. Pada kolom kanan transkrip peneliti memberikan kode tertentu sesuai dengan aspek yang dilihat. Peneliti membuat indikator pada masing-masing aspek dan setiap indikator tersebut memiliki kode. 3. Kategorisasi Data Peneliti menganalisa transkrip wawancara dan kemudian mengkategorikannya ke dalam indikator-indikator pada aspek yang diteliti, dalam penelitian ini aspek yang diteliti adalah aspek konsep diri. Peneliti secara langsung menganalisa data yang dikategorikan ke dalam indikator menjadi positif atau negatif. Hal ini bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam membuat hasil penelitian apakah konsep diri subjek positif atau negatif. 4. Tabulasi Data

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Setelah melakukan kategorisasi ke dalam indikator selanjutnya peneliti melakukan rekap kategorisasi data pada tiap-tiap indikator. Setiap indikator pada aspek-aspek konsep diri akan menunjukkan berapa jumlah data wawancara yang diperoleh. Dari jumlah data tersebut akan terdapat data positif dan negatif, kemudian dari kedua data tersebut peneliti mengambil data yang paling banyak muncul antara positif atau negatif. Selanjutnya akan terlihat nilai dari setiap aspek konsep diri dan kemudian dijumlah untuk mendapatkan nilai konsep diri setiap subjek. 5. Membuat kesimpulan akhir Hasil tabulasi data wawancara tersebut dari setiap aspek konsep diri yang ditunjukkan oleh nilai setiap aspek kemudian di jumlah. Dari jumlah tersebut akan terlihat nilai dominan antara positif atau negatif. Apabila nilai menunjukkan dominan positif maka dapat disimpulkan konsep diri subjek positif, begitu pula sebaliknya jika nilai menunjukkan dominan negatif maka dapat disimpulkan konsep diri subjek negatif. Peneliti juga membuat hasil pembahasan dengan mendiskripsikan data wawancara yang menunjukkan nilai positif dan nilai negatif. Hal ini dilakukan karena peneliti melihat bahwa baik data wawancara yang memiliki nilai positif dan negatif dapat berhubungan satu sama lain dan saling berpengaruh.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Tabel 3.2 Indikator dan Kode Tiap Aspek Aspek Pengetahuan Fisik Diri Pribadi Moral Keluarga Sosial Kode Pf 1 1. Pf 2 2. Pf 3 3. Pdp 1 1. Pdp 2 2. Pdp 3 3. Pm 1 1. Pm 2 2. Pm 3 Pk 1 3. 1. Pk 2 2. Pk 3 3. Ps 1 1. Ps 2 2. Ps 3 3. Ps 4 4. Deskripsi Pengetahuan subyek terhadap riwayat sakit stroke yang dialami Pengetahuan subyek akan gangguan/kesulitan fisik yang dialami Aktivitas, pekerjaan dan rutinitas subjek setelah sakit Sifat-sifat yang dimiliki subjek Perasaan yang dialami saat sakit Cara mengatasi perasaan negatif yang muncul Kesesuaian perilakunya dengan norma dan ajaran agama yang dianut di lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari Pengetahuan subyek akan kehidupan beragamanya Aktivitas rohani subjek Pengetahuan subyek mengenai kondisi keluarganya Relasi subjek dengan keluarga (orang tua, suami, istri, anak, saudara) Peran subjek di dalam keluarga Gambaran aktivitas subyek di masyarakat Pengetahuan subyek mengenai interaksi dirinya dengan masyarakat Gambaran subyek mengenai relasinya dengan temantemannya Kontribusi diri subjek terhadap orang lain.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Harapan H1 H2 Penilaian Pn 1 Pn 2 Pn 3 1. Harapan subyekterhadapdiri 2. Harapan subyek terhadap keluarga 1. Penilaian kondisi psikologis subjek setelah sakit 2. Penilaian sosial subjek setelah sakit 3. Penerimaan diri subjek saat ini G. KREDIBILITAS PENELITIAN Dalam penelitian ini kredibilitas penelitian dapat dilihat dari kesuksesan mengeksplorasi masalah atau mendeskripsikan setting, proses, kelompok sosial atau pola interaksi yang kompleks (Poerwandari, 1998). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara sebagai metode pengambilan data. Hasil transkrip wawancara yang telah dilakukan kemudian dikembalikan kepada responden agar mendapatkan feedback. Proses ini disebut juga sebagai member checking ( Creswell, 1998). Proses untuk mendapatkan kredibilitas penelitian ini yaitu dengan memberikan transkrip wawancara kepada responden kemudia responden berhak untuk memeriksa hasil wawancara tersebut. Responden berhak merevisi transkrip wawancara tersebut jika tidak sesuai dengan keinginan responden. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah konsep diri dan di dalam konsep diri terdapat beberapa aspek dan tiap aspek memiliki indikator. Oleh karena itu, untuk melihat ketepatan apa yang akan diteliti maka peneliti melakukan wawancara dengan pedoman aspek-aspek dan indikator di dalam

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 aspek tersebut. Hal ini bertujuan agar data yang dihasilkan dari wawancara sesuai apa yang akan diteliti oleh peneliti yaitu konsep dirinya. Hasil wawancara ini tentu memiliki tingkat subjektifitas. Untuk mengatasi subjektifitas peneliti yang dapat menimbulkan bias, maka peneliti melakukan tanya jawab atas data yang sudah dianalisa dengan sesama peneliti dan dengan dosen pembimbing penelitian. Hal ini tentu akan menimbulkan interpretasi lain antara peneliti dengan rekan peneliti atau dosen pembimbing, sehingga jika terjadi perbedaan interpretasi maka peneliti akan berdiskusi untuk menemukan interpretasi yang sesuai.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN Dalam penelitian ini subjek melakukan beberapa tahap dalam proses penelitian ini. Tahap-tahap dalam proses penelitian ini yaitu : 1. Tahap Menentukan Subjek Sebelum penelitian dilakukan, peneliti melakukan pencarian subjek terlebih dahulu sesuai dengan kriteria subjek yang telah ditentukan. Dalam konteks ini maka subjek penelitian ini adalah penderita stroke. Peneliti berusaha mencari subjek dengan cara menemui langsung penderita stroke yang sudah dikenal oleh peneliti. Selain menemui penderita stroke yang sudah dikenal, peneliti juga mendapatkan referensi dari orang-orang disekitar peneliti yang memiliki informasi tentang penderita stroke. 2. Tahap Rapport Peneliti akhirnya mendapatkan 3 subjek yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian. Subjek pertama diperoleh dari referensi teman peneliti, subjek kedua diperoleh dari referensi dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, dan subjek ketiga merupakan salah satu umat di Gereja Paroki Petrus dan Paulus Babadan yang juga dikenal oleh peneliti. Peneliti lalu berkunjung ke rumah subjek dan berinteraksi langsung dengan subjek dengan tujuan untuk membangun kesan positif dan kenyamanan dalam berkomunikasi dengan subjek. Di awal kunjungan tersebut peneliti juga menyampaikan 31

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 maksud dan tujuan penelitian serta meminta kesediaan subjek untuk membantu penelitian ini. Hal ini diharapkan agar subjek sungguh-sungguh berkenan menjadi subjek penelitian untuk diwawancarai dalam proses pengambilan data. Peneliti lalu mendapatkan persetujuan dari ketiga subjek untuk menjadi subjek dalam penelitian, setelah mendapat persetujuan kemudian peneliti membuat janji dengan ketiga subjek untuk memulai wawancara penelitian. 3. Tahap Wawancara Wawancara dengan subjek dilakukan semi terstruktur menggunakan pedoman pertanyaan dan pertanyaan yang ditanyakan tidak terpaku pada pedoman namun dapat menyesuaikan dengan jawaban dari subjek. Peneliti juga menyesuaikan situasi dan kesediaan subjek untuk diwawancara agar subjek lebih nyaman dan efektif dalam proses wawancara. Proses wawancara juga menggunakan Digital Voice Recorder sebagai sarana untuk menyimpan data wawancara dengan subjek. Sebelum memulai wawancara, peneliti meminta subjek untuk membaca dan menandatangani informed consent yang telah peneliti buat agar subjek secara jelas memahami maksud dan tujuan penelitian serta meyakinkan subjek bahwa peneliti akan menjaga kerahasiaan data subjek. 4. Pengambilan Data Waktu dan tempat pengambilan data tiap subjek adalah sebagai berikut:

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Tanggal Waktu Tempat Subjek 1 20/12/2013 10.00-12.00 Rumah Subjek Subjek 2 16/01/2014 09.00-11.30 Rumah Subjek 21/02/2014 10.00-12.00 Rumah Subjek 7/02/2014 16.30-18.00 Rumah Subjek 22/02/2014 18.00-20.00 Rumah Subjek Subjek 3 B. HASIL PENELITIAN Penelitian ini menggunakan 3 subjek penderita stroke yang berusia antara 40-60 tahun. Hasil penelitian ditemukan bahwa ketiga subjek memiliki konsep diri yang positif. Peneliti mencoba mendeskripsikan konsep diri dari ketiga subjek dengan 3 aspek di dalamnya, yaitu aspek pengetahuan, aspek harapan dan aspek penilaian. 1. Subjek 1 a. Profil Subjek 1 Subjek pertama berinisial MW. MW lahir pada tanggal 1 Oktober 1960 di Singaraja, Bali. MW melanjutkan studi di perguruan tinggi swasta di Yogyakarta dan kemudian menikah dengan istrinya yang juga berasal dari Bali. Sejak menikah sampai sekarang MW dan keluarganya menetap di Yogyakarta. MW memiliki 2 orang anak putra yang saat ini masih berkuliah, anak pertama MW berkuliah di Yogyakarta sedangkan anak keduanya berkuliah di Surabaya. Istri MW bekerja sebagai dosen di salah satu Universitas Negeri di Yogyakarta. Sebelum terserang penyakit stroke, MW bekerja di Agen Bus PO. Restu Mulya yang menangani perjalanan Bus ke luar kota.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 MW mengalami stroke sejak tahun 2010 dan sebelumnya subjek memang sudah pernah kontrol dokter mengenai kesehatannya dan dokter sudah memberikan obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi. MW mengalami stroke jenis stroke iskemik yaitu stroke yang menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Setelah mengalami stroke, saat ini MW mengalami kesulitan dalam berjalan, terlihat dari cara berjalan MW agak pincang akibat lumpuh yang dialami di bagian tubuh sebelah kanan. MW terlihat memiliki bentuk badan yang cukup gemuk sesuai dengan pernyataannya bahwa MW memang hobi makan terlebih karena berasal dari Bali maka MW senang makanan daging-daging contohnya babi. MW juga mengaku bahwa bicaranya tidak terlalu lancar dan harus pelan-pelan, jika MW berbicara terlalu cepat takut tidak jelas terdengar, namun selama wawancara berlangsung MW dapat berbicara cukup jelas meskipun tidak berbicara cepat. MW merupakan orang yang cukup ramah. Hal ini terlihat ketika MW dapat bercerita banyak dengan peneliti dan tidak sungkan untuk menceritakan tentang dirinya. Menurut peneliti MW cukup terbuka dengan peneliti sehingga MW terlihat nyaman bercerita dengan peneliti. MW dikenal sebagai pemangku, di dalam agama Hindu seorang pemangku dapat dikatakan sebagai pemuka agama dalam agama Hindu. Semenjak mengalami stroke, MW terkadang masih menjalani tugasnya sebagai pemangku ketika ada ibadah di hari keagamaan Hindu. Namun setelah

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 MW terkena stroke, praktis MW tidak bisa bekerja lagi karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan untuk bekerja lagi dan saat ini hanya istrinya yang masih bekerja. Meskipun MW sudah tidak bekerja namun MW tetap mandiri mengurus dirinya sendiri di rumah, seperti mandi, makan dan bersih-bersih rumah. b. Gambaran Analisa Data Subjek 1 Tabel 4.1 Tabulasi Data Subjek 1 Aspek Pengetahuan Fisik (Pf) Diri Pribadi (Pdp) Moral (Pm) Keluarga (Pk) Sosial (Ps) Harapan Penilaian Indikator Pf 1 Pf 2 Pf 3 Pdp 1 Pdp 2 Pdp 3 Pm 1 Pm 2 Pm 3 Pk 1 Pk 2 Pk 3 Ps 1 Ps 2 Ps 3 Ps 4 H1 H2 Pn 1 Pn 2 Pn 3 Hasil +2 +9 +2 +2 -3 +3 +5 +3 0 +3 +7 +2 +1 +1 +2 +3 -2 +3 -3 +1 -2 Σ Nilai Tiap Aspek +13 + +2 + +8 + +12 + +7 + +1 + + -4 - - Kesimpulan Tiap Aspek +

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 c. Deskripsi Analisa Data Berdasarkan hasil analisa data pada tiap-tiap aspek dalam konsep diri, MW menunjukkan konsep diri yang positif. Dari ketiga aspek konsep diri, MW memiliki nilai positif dari aspek pengetahuan dan aspek harapan, sementara pada aspek penilaian MW memiliki nilai negatif. Hal ini menunjukkan bahwa nilai positif lebih dominan dari seluruh aspek konsep diri pada MW. MW memiliki kesadaran dan pengetahuan moral yang positif. Setelah mengalami stroke, MW cenderung lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, hal ini dibuktikan dengan MW tetap aktif menjadi pemangku (pemuka agama Hindu) ketika hari raya keagamaan Hindu bahkan MW merasa dengan menjadi pemangku sangat bermanfaat bagi dirinya untuk menjadi lebih baik. “Tapi sekarang kalo sudah muwinten namanya, jadi mangku tuh.Nah uda berhenti, terkendali dah bisa mengendalikan.Itu sebab positifnya, itu alasannya orang temperamen bisa diubah menjadi lebih bagus dah. Kan jadi mangku itu kan sulit, harus ini ga boleh bisa ga nerapkan itu. Ya coba saya pelajari, belajar hidup kembali, yang tadinya negatif pertama kan jelek ya saya.” (406-411) “Semenjak saya muwinten jadi pemangku ni, makanya orang-orang milih pemangku tu orang bekas jahat dipilih maunya tujuannya biar bagus, biar lempeng. Saya berapa kali ya, 2 kali.Saya uda nda mau kok dipaksa. Ha biar aja yang mangku dari gini jadi lurus ga jadi jelek. Gitu katanya..memang banyak manfaat, manfaat kita kedunia yang lain amat banyak.” (422-426)

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Menjadi pemangku juga membuat MW lebih memahami ajaran agamanya dan menerapkannya kedalam perilaku sehari-harinya. “Perasaan kita biasa cuma ada hal-hal yang harus dikendalikan, seperti tata cara kita ngomong kepada umat, sesane namanya, etika kita tu bagaimana menghargai orang lain. Kalo kita ingin dihargai hargailah dulu orang lain, itu salah satunya. Misalnya kalo kita ditampar sakit, demikianlah kalo menampar orang lain.” (442-446) MW juga memiliki pengetahuan tentang agama yang cukup baik, tidak hanya memahami tentang agama Hindu tetapi juga memahami dan mempelajari ajaran agama lainnya. Hal ini membuat MW terbuka dengan agama lain dan bisa menghargai orang lain yang berbeda agama dengannya. “Kebetulan karena saya mempelajari katolik mungkin lho ya lebih mengenal. Muslim saya juga pelajari muslim, memang kalo muslim yang bener tu sama dengan kita dengan katolik sama . . . kemana orang berjalan, kepucukpucuk saat di puncak itu tidak akan ada agama, demikian lah pak Haji itu menjelaskan. Itu pengalaman agama ya, apa namanya universal, bukan ayat-ayat alquran totok gitu bukan tapi universal.” (139-156) Selain itu interaksi MW di dalam keluarganya juga baik. Hal ini terlihat dari aspek pengetahuan keluarga MW yang positif. Di dalam keluarganya MW memiliki relasi yang cukup baik dengan istri dan anakanaknya. Relasi yang baik ini memberi nilai positif dalam aspek keluarga, terutama interaksi MW dengan anggota keluarganya. Ketika jatuh sakit, MW merasakan bahwa istri dan anak-anaknya ikut prihatin dengan kondisinya.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 “Ya itulah nasib. Haa besuk siangnya kan nyonya saya pertama ngelap-ngelapin. Kok keliatannya khusuk kaya nda tidur kaya apa namanya bengul, matanya tu kaya keluar air terus, nangis kayanya. Haa mungkin semaleman dia nangis, liat Eka juga begitu. Kenapa ya? Ra turu kowe mas? Ooo meneng wae de‟e, nah di alem-alem saya. Kenapa itu pasti aku mati hihihi wingi mbengi..mungkin dia nangis, nangis tu dia.. si gendut juga (anak ke 2), bertiga tu saling liat, Eka dan gendut tu saling liat, “heh meneng wae meneng wae”, gitu.. kan kanan kiri kan dia yang megang, sambil duduk ngelap-ngelapin.” (265-272) Relasi yang baik antara MW dan keluarganya juga terwujud melalui dukungan-dukungan yang diberikan oleh istri dan anak-anaknya. “Oh ya..iya..terutama kan keluarga di Bali, kalo dah berobat apa aja dibiayai. Istri saya paling positif, pertama istri itu yang utama. Kalo itu nda beruntung cepet saya, cepet ini lebih cepet game-nya (meninggal).”(361-364) “Kalau dia tu waktunya sedikit ya di rumah, dukungan ajak terapi kadang-kadang dia nangis kalo terapi saya ga mau. Iya sudah bosen saya, trus dibelikan alat terapi apa itu saya nda tau. Alat terapi saya semua punya, alat pijat kaki punya, pijat badan punya, semua punya alat-alat terapi.” (385-389) “Ya semenjak anak-anak saya dewasa, kembali lah lagi bukan seperti anak-anak, seperti temen..temen sharing. Mereka kaya tadi tu, “mas, kuliah? Woo yoo..hehehe”. Kadang-kadang gojek. Sama adeknya tu lebih sangar lagi, kadang-kadang saya diempet (merangkul bagian leher), badannya itu gede, sampe teriak-teriak. Kaya temen..iya temen udah ga ada hubungan anak dan bapak, kaya bapak dengan anak ga ada. Kalo anak dengan bapak kan harus dihormati, ya saya menginginkan seperti itu biar dia segan tapi dia ga mau. Nda merasa segen tu, dah nda ada jarak lagi, yaa kaya sodara kaya temen.” (511-520)

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 MW terkadang juga merasa bahwa keluarga terlebih anakanaknya kurang memahami kondisi dirinya, sehingga terlihat tidak mendukung MW. “Inilah kondisi seperti ini kalo lingkungan nda memaklumi malah jatuh terus. Lingkungan maksudnya? Anaknya, istrinya. Keluarga kalo ga mendukung malah jatuh terus, makanya saya disuruh nyapu sok wegah. Kalo diukur dengan kondisi sehat, nyapu segini kan nda bisa, dengan kondisi sehat. Ha begitu aja ga bisa. Kadang-kadang kan Eka kan ngeyel kan, “Haa segitu aja nda bisa”, nah saya diem diem aja. Kenapa diam aja pak? Diam dalam arti maksudnya? Ngalah aja ya biar aja diam aja.Gitu.” (352359) “Kalau anak-anaknya pak? Ya mendukung tapi kadangkadang emosi dia tuh, kan kadang-kadang disuruh nyapu, kadang-kadang males, kalo males kan lagi drop ga pengen kerja pengen tidur aja. Ini maksudnya anaknya bapak yang menyuruh bapak untuk menyapu?He‟eh..maksudnya dia itu memang baik biar bisa gerak maunya, tapi kan dia tidak melihat kondisi kita, kadang kita bagaimana. Orang stroke kan nyun sewu ya dek ya kadang drop kadang bagus kan nah itu harus dimaklumi. Makanya yang punya keluarga stroke tu, itu lingkungan sangat mendukung, sangat berpengaruh bukan mendukung, berpengaruh lingkungan tu untuk kesembuhan atau untuk mempercepat game. Itu sangat berpengaruh sekali, tergantung yang hidup tergantung keluarga, terutama istri, anak.Makanya saya kalo bosen pengen pulang, pulang ke Bali.” (365-375) Setelah mengalami stroke, MW sudah tidak dapat bekerja lagi. MW menyadari bahwa dirinya sudah tidak memiliki penghasilan lagi dan hanya mengandalkan istrinya yang bekerja sendiri, namun MW merasa bahwa perannya sebagai kepala rumah tangga masih bisa dilaksanakan. “Ya paling pertama itu saya selalu nasihatin anak-anak itu biar dia berperilaku sesuai dengan jalurnya. Terutama

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 anak saya disini kan Eka, ya yang sering saya nasihatin ya Eka. Terus dari segi income kan jelas nol sekarang saya sudah nol, ya mungkin saya ngomong sama ibu, “Bu, aku koyo ngene piye kowe iso nompo ora?”. Nah ibu bisa nerima. Nah hanya itu nah, ibu bisa nerima terus anakanak yang kira-kira kata-kata saya yang positif didenger, kalo kira-kira kurang berkenan dihati mereka dia berontak, protes. Dia sekarang berani kok, memang saya ciptakan untuk terbuka saling terbuka, saya pun nda segen kok minta maaf sama anak-anak kalau saya merasa keliru. Sebelum saya memulai pembicaraan pun saya minta maaf, nanti kalau ada kekeliruan bapak nuwun sewu bapak minta maaf dulu ya. Ya terbuka aja sharing seperti itu seperti sama temen bukan kaya anak lagi.” (824-834) “Padahal kan saat ini kebalik ya ibu yang jadi kepala rumah tangga karena bekerja dan saya kembali jadi NU Nunut Urip tetapi dia tetap menghargai saya begitu pula anak-anak. Misalnya kalau ibu pergi pulang telat ibu ngebel dari kampus, “Pak aku ngko jam semene mulih”, Eka juga begitu, “pak bapak nanti ada rapat ya, bapak masak sendiri ya atau beli aja lauk, Eka nda bisa pulang tepat waktu”. Kan berarti mereka itu masih menghargai saya, masih menghargai kita sebagai kepala rumah tangga, kalau tidak dianggap pasti luweh-luweh wae di acuhke wae.” (839-846) MW juga memiliki relasi positif dengan lingkungan sosial yang ada disekitarnya. Setelah mengalami stroke, MW masih dapat bersosialisasi dengan masyarakat disekitarnya. Hal ini dipengaruhi juga oleh keaktifan MW di masyarakat sebelum mengalami stroke meskipun saat ini kondisi fisiknya terbatas akibat stroke yang dialami namun MW tetap bisa bersosialisasi dengan baik. “Yah sering..saya kan termasuk disenengi juga. Oohh disenengi juga, kenapa pak disenengi warga sini? Seneng nyakruk saya. Haa..nyakruk. Dulu kan paling rajin saya sebelum sakit ni. Semenjak sakit saya didispensasi, ya Pak Made boleh nda datang. Tapi kumpulan tetap terus ya..siap

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 lah.. ya lingkungan sini apik karena kebetulan kebanyakan militer jadi rodo gampang diajak rembug arep ini arep mrono gampang dah.” (594-601) “Ohhh baik..sekarang saya tu luwes kok. Tidak fanatik masalah agama, tetap menghargai agama lain. Seperti ada kerja bakti, saya sama pak Kamijan pertama bersihkan dulu, walaupun saya tahu Masjid tu kalo orang sembayang tu selain orang muslim ga boleh. Tapi dalam kapasitas kita kerja bakti, saya sama pak Kamijan, saya yang inisiatif yuk pak Kamijan kita yang lain umat kita yang awali dulu, kita ngawali dengan pak Kamijan, orang katolik yang disebelah barat tu. Sini kan katolik banyak, oh yo yo pak Made. Kita bersih-bersih trus nyiapkan air wudhu trus dibersihkan dalemnya, sampai keluar bahasa yang begini, “ wah sinten ini yang kerja bakti, kok resik men? Itu pak Made dan pak Kamijan”.” (605-613) Perilaku sosial yang baik membuat MW mendapat perhatian dari warga sekitar bahkan dari teman-teman MW juga turut memberi perhatian bagi MW. “iya datang.. semua datang ke rumah sakit lihat. Itu tergantung kita kok, kalo kita rajin, srawungnya bagus, sosialisasinya bagus pasti rame. Demikian juga, ibaratnya kita tu nda mungkin dibiarkan, sebab kalo kita mentangmentang nyambut gawe, orang pungut sampah tu diabaikan nah tu sudah karma kita karena begitu, nda ada yang noleh.” (634-638) “Setelah sadar ya teman-teman saya banyak sekali. Banyak teman-teman yang datang nengok ya pak? Ho‟oh waktu siang tu, tapi dah buyar tu penglihatannya buyar, dah ga jelas uda. Mungkin lho mungkin lho mati mungkin, sementara tu mungkin mati selama sehari semalem. Kayanya kalo ketemu temen-temen saya tu bisa jalan saya seneng sekali. Haduh sukur sukur De, hidup De, yaa mungkin suratnya belum temu belum garisnya.”(272-277) Selain aspek pengetahuan moral, keluarga dan sosial yang positif, MW memiliki nilai positif pada aspek pengetahuan fisik dan diri pribadi.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Penyakit stroke yang diderita oleh MW mengakibatkan perubahan yang cukup signifikan terhadap kondisi fisiknya menjadi terbatas. MW menyadari bahwa dirinya juga sudah memiliki tekanan darah tinggi dan sudah diberi obat untuk mengantisipasi terkena stroke. “Trus awalnya Stroke awalnya di bis malam itu. Sebelum terkena stroke saya kan sudah divonis tekanan darah tinggi udah dikasih obat Catopril, harus setiap hari di minum. Semenjak di Bis tu wah..memang hasilnya lumayan tapi pas spot jantung terus. Musim sepi saya bingung nyari penumpang, kalo musim rame juga bingung nanti dilempar kemana penumpangnya. Aaa nda ada tenang disana.” (202-210) “Yah..stress berat itu. Trus saya kan periksa ke dokter, itu dah awalnya stress asalnya hingga memacu jantung, degup lagi diam lagi..tidak stabil, trus dikasih obat Catopril, dokter Nyoman kasih tau ni De harus tiap hari minum jangan sampai lupa, sampai lupa bahaya lho De ntar stroke kamu. ee ndilalah di jalan ke Pure Saraswati, saya lupa minum obat, padahal obatnya murah 2500 sak emplek isi 10. Murah itu, lupa minum obat 3 hari saking sibuknya kesana kemari ngawal bis, datang dari Solo ke asrama langsung persiapan odalan. Kadang ga pulang, pekerjaan di terminal lagi diambil. Selama 3 hari saya lupa minum obat. Nah waktu ngawal bis ke Solo, malah jatuh saya di bis di dalam.” (218-226) “yang jelas kan fisiknya lemah, lemah sekali. Kalo dulu kan bisa jalan kuat naik-naik kuat, maku tuh kan saya pake palu. Kalo dulu kan bisa kita pukul, kalo sekarang nda fokus mukulnya nda fokus, mukulnya ga terarah, sampai sekarang. Makanya kalo saya makan, kalo dulu kan saya nda nda seneng pake sendok, malah sekarang kalo ga pake sendok ambyar di meja, angkat nasinya ambyar di meja. Jatuh semua ya pak di meja? Ho‟oh jatuh di meja, makanya dibiasakan sendok aja makan.” (341-346) Perubahan kondisi fisik membuat MW kesulitan dalam beraktifitas baik secara individual maupun dengan keluarganya. Hal ini

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 dapat terjadi karena MW hanya tinggal sendiri di rumah sementara istri dan anaknya juga lebih banyak waktu di luar rumah. “Ini lho mungkin apa katanya motorik halusnya belum baik, kalo motorik kasarnya seperti jalan bagus dah. Itu memang susah, sama nulis kan nda terasa nda masuk nda nda apa nda terurus tulisannya. Mungkin kalo tanda tangan ni pertama bisa, kedua lain lagi, ketiga lain lagi. Kalo dulu kan sama. Yang sangat terasa tu fisik itu, fisik sebelum saya stroke dengan setelah saya stroke itu beda. Fisiknya lebih lemah setelah stroke dah, jauh lebih lemah. Nek sekarang tu mudah kesel kok dek. Mudah sekali capek deh.” (346-352) “Paling jalan-jalan pagi, paling kalo ujan ya dirumah aja.”(550-552) “Kalo dirumah ada aktivitas bersama keluarga ga biasanya? Ndaa..haa kosong ini. Trus bukan hanya sekali dua kali kosong, hari minggu ibu ke asrama, Eka punya acara sendiri. Dah gini aja..jadi pak Made lebih banyak waktunya sendiri di rumah ya? Iya lebih banyak dirumah, kadang kalo jenuh keluar maen ke pura, kadang ke pura aja penat di rumah, disuruh antar Eka. Paginya diantar kesana, sorenya di jemput tapi disangoni beli nasi disangoni.” (553-558) Kesulitan fisik yang dialami membuat MW merasa bahwa anaknya malu terhadap kondisi fisiknya. “Ya sebenarnya ingin..tapi apa? kalo dia orang sipil aktivitasnya apa dikit nah, dikit itu. Eka tu paling aktivitasnya kegiatan ini… sementara saya seneng ini..tapi anak-anak malu keliatannya, kayanya malu. Malu dengan? Malu dengan lingkungan yang lain, artinya oh bapakku uda nda mampu kenapa harus ikut. Nek dulu kan saya penabuh, pengrawit saya. Kalo sekarang dia ga mau ajak mungkin malu dia ajak, mungkin lho.” (562-568)

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Kesulitan fisik yang dialami membuat MW merasa dirinya tidak mampu lagi bekerja, meskipun dirinya memiliki keinginan untuk bekerja lagi. “Tidak memungkinkan ya kerja..hati kecil saya pengen. Ibu malah saya disuruh buka warung, kalo warung apa yang dijual ntar kapusan lagi. Naik motor aja belum bisa 100%, artinya kalo kemrungsung, buru-buru tu belum bisa. Artinya kalo kita jualan kan, langkah kita harus energik harus segera kesana segera kesini, refleknya harus jalan. Kalo sekarang kan mau berhenti disana haa dari sini dah ngerem, ancang-ancang ngerem, refleknya belum jalan.”(666-671) Setelah mengalami stroke, MW mengalami perasaan-perasaan negatif di dalam dirinya. Dalam aspek pengetahuan diri pribadi MW memiliki nilai positif. Pada aspek ini MW mengetahui dan menyadari akibat stroke yang dialami muncul perasaan negatif di dalam dirinya. Ketika mengalami stroke MW mudah emosi, terutama di lingkungan keluarga. “Sering marah..bukan hanya pernah, remotenya tu berapa kali pecah kebanting. Itu kenapa pak bisa, kejadiannya seperti apa sampe tiba-tiba marah? Tersinggung saya, kadang-kadang merasa tidak dipedulikan, kadang kita maunya A tapi dia jawab nanti-nanti, tersinggung kan. Sering paling sering seperti itu, tapi kalo sekarang akhirakhir ini kan agak reda karena anak saya uda memaklumi memahami. Kalo dulu-dulu setahun dua tahun tu kerep banget marah, pintunya tu banting pintu, uda dah semua dah lari. Kadang Eka ditakoni, kemana kok malem-malem? Haa wangsulannya dia ga enak di kuping di telinga, nek ukuran saya nda enak di telinga, saya tu nanya malah..kalo mukul mungkin nda kuat dah. Pernah punya keinginan untuk mukul pak? Iya pengen mukul tapi ga kuat.” (392401)

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Selain mudah marah, MW juga merasa menyesali dirinya karena harus mengalami stroke. Perasaan menyesal itu timbul karena MW merasa dengan stroke yang dialami membuatnya tidak bisa bekerja dan menafkahi keluarganya. “Itu yang membuat penyesalan, yang orang lain nda bisa nda mampu menyembuhkan. Saya kan harus ngayomi keluarga harus nafkahi, sedangkan disisi lain nda bisa nda mampu. Itu lah membuat penyesalan, yang nda mungkin disembuhkan orang lain.” (709-711) Meskipun mudah emosi dan merasa menyesal, MW mampu mengatasi perasaan-perasaan negatif tersebut. “Penyesalan itu kan tidak ada artinya dan penyesalan tu kalo terus berkembang tidak akan merubah sakit kita, malah semakin jadi. Nah nanti strokenya semakin kambuh nanti, stroke kedua lagi. Itu kata dokter jangan dipikirkan lagi, sudah ada yang atur pak Made. Misalnya sekarang di balik aja, dulu pak Made punya anak anaknya dinasihatin sekarang balik aja Pak Made jadi anak, anak-anak jadi bapaknya. Jadi orang tua, jadi ibu apa jadi bapak.” (712717) “Iya..kadang-kadang kalo ga bisa ya kuncinya kalo mengekang emosi itu jangan sekali-kali kita berdiri, tapi duduk aja. Syukurlah bisa tidur tetep nahan emosi. Tidur itu kunciny. Saya Romo Artoko bilang pada saya, saat kita emosi coba diredam emosi tapi meredam emosi sambil tidur. Itu katanya, budayawan Magelang. Itu caranya meredam. Tapi kalo kita emosi semakin berdiri semakin jadi. Kalo kita emosi sama istri, bayangkan istri itu adalah ibu kita, pasti turun. Misalnya kita emosi sama istri kita, istri kita marah bla bla bla..kita diam, pandang dia tapi bayangan kita itu ibu kita sendiri, ibu yang melahirkan kita pasti cepat turun cepet nah turun emosinya. Itu apa namanya kamusnya, kamus jawa yang sederhana katanya

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 itu. Kalo saya begitu dah, kalo istri saya marah dipandang aja sambil mengingatkan bahasa bahasa ibu, ingat itu otomatis redam. Makanya dia marah-marah bingung, kenapa kok bapak ni dimarahin kalo dulu emosi temperamen.” (749-761) Meskipun kondisi fisik terbatas dan mengalami berbagai perasaan-perasaan negatif, MW memiliki harapan-harapan yang ingin dipenuhi baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarganya. Diantara harapan tersebut MW merasa bahwa dirinya tidak mampu memenuhinya karena keterbatasan kondisinya tidak mendukung untuk mencapai harapan tersebut. “Ya sebenarnya saya itu pengen kerja, tapi apa kantor mau nerima ga saya kondisi begini, mungkin mereka nda mau. Saya uda bosen dirumah, gini terus, mungkin bentar lagi saya pulang ke Bali, mungkin menjelang galungan ini saya pengen pulang ke Bali. Jadi pengen kerja ya pak. iya mungkin keinginan ada tapi kantor mana nerima pegawai yang nulis ga bisa kan sama dengan orang buta huruf, tanda tangan belum bisa, nulis ini kan tangannya belum kuat.” (855-860) “Harus bisa ngayomi, ngayomi semua keluarga anak dan istri..pertama. Kedua menghidupi anak istri. Itu idealnya, kalo sekarang kan malah saya ga bisa ngidupi, ngayomi bisa. Kan sama dengan saya NU, Nunut Urip. Menumpang hidup ya artinya? He‟eh..makanya kadang-kadang bosen hidup, pengen mati. Karena sudah nikahkan istri, besarkan anak. Tapi untung aja juga ibu bisa menghibur, ga semudah diucapkan pak itu kalo mati itu. Kalo orang ingin mati, saya ingin mati sekarang cuma tidak ngalih pati namanya. Artinya mati itu tidak terburu-buru, tidak direncanakan mati. Oh iya ya..nah iya betul aja.” (674681)

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Sebagai seorang ayah, MW mempunyai harapan besar bagi anakanaknya, terutama untuk anak pertamanya. MW menginginkan anakanaknya berhasil dan berkeluarga. “Iyaa… pertama kan saya menginginkan anak saya biar menthas..dua-duanya biar menthas.Menthas artinya kawin biar kawin. Oohh berkeluarga..haa berkeluarga..baru entah dipanggil saya apa yang terjadi nda tahu saya. Idealisnya kan begitu, keinginannya gitu. Nda ingin kaya nda, pokoknya dia kerja kawin udah itu aja. Ya hanya itu aja.” (647-650) “Ya ini saya itu pengen punya cucu, temen-temen saya yang seumuran uda pada punya cucu. Makanya saya suruh Eka cepat dah selesai terus kawin aja. Tapi Eka yo belum kepengen itu cepet-cepet kawin.” (862-864) “Kebetulan ya..sementara masih bujang positif, tapi kalo dah keluarga kan nda tau, istrinya kan belum tentu, Eka itu. Makanya mas Eka saya suruh cari istri yang memahami kondisi kita, ga usah cantik ga usah kaya. Makanya cari istri yang selektif, istri memahami keluarga kita, terutama ni kondisi bapak biar nantinya nda jadi masalah kemudian hari kan begitu.” (378-382) Aspek ketiga dari konsep diri MW adalah aspek penilaian. Dalam aspek ini MW memiliki nilai negatif. Hal ini dapat terjadi karena MW belum sepenuhnya bisa menerima kondisi yang dialaminya saat ini setelah mengalami stroke, selain itu MW masih merasakan bahwa kondisinya saat ini membuat perasaan yang tidak nyaman dan tidak jarang MW merasakan kesedihan menyadari kondisinya saat ini. “Hati kecil belum. Kadang-kadang pengen mbengok yang kenceng biar plong keluarkan uneg-uneg. Teriak sekenceng-kencengnya mbengok dah itu dah lega rasanya.” (792-794)

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 “Hati kecil juga tetep berontak, hati kecil harusnya kita masa produktif kenapa musti gini nyesel pada diri sendiri. Trus kembalikan mungkin karma sama saya yang lampau mungkin perbuatan saya jelek saat itu, saya nikmatin sekarang makanya terkendali lagi. Harusnya umur 50 kan umur produktif sedang aktivitas tingkat tinggi seharusnya, kena lagi penyakit ini. Penyakit yang semacam ini kan boleh dibilang penyakit manja, penyakit manja kan. Fisiknya sehat keliatan tapi dalemnya jeroane wis keropos arep dikapakke meneh. Gitu..menyesal.” (768-774) Perasaan sedih dan tidak nyaman masih dialami MW hingga saat ini. “Mungkin dah kalo air mata tu saya abis mungkin air mata, dalam kondisi seperti ini kadang nangis sendiri. Coba nanti mas Rizky pulang saya nangis sendiri, dalam kamar sendiri aja melamun merenungi nasib kita harusnya kita produktif nangis sendiri dah. Keluar air mata keluar. Ya itulah nasib kita, nasib kita berbeda.” (774-777) “Ya saya nda nyaman. Tidak nyaman kenapa pak? saya bosan, gini terus saya nda bisa berbuat banyak hal. Dulu saya apa rumah ada yang rusak saya langsung betulkan sendiri, sekarang nda bisa, mau nyuruh Eka tu kadang nda mau “pake Tukang aja pak” gitu dah Eka bilang. Tapi saya bisa evaluasi diri, selalu evaluasi kenapa saya begini, jadi mau marah-marah itu lebih bisa meredam dah. Dulu saya kan pemarah, remote TV itu berapa banyak dibanting, kalo marah-marah itu dah anak-anak diam dah. Tuhan aja dulu saya marah-marahin, misuh-misuhi Tuhan itu dulu ada. Tapi sekarang gitu saya bisa evaluasi diri, lebih mengendalikan emosi. Perasaan tidak nyaman itu apakah masih mendominasi setelah bapak bisa evaluasi diri? Oh ya perasaan tidak nyaman itu masih tetap sampai sekarang, nda tau deh sampai kapan. Meskipun saya bisa mengendalikan emosi tapi ketidaknyamanan itu masih saya rasakan.” (868-878) Meskipun MW belum bisa menerima kondisi dirinya saat ini dan mengalami perasaan yang tidak menyenangkan dalam dirinya tetapi orang

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 lain disekitar MW menilai baik terhadap dirinya dan menerima kondisinya. “Saya ni dengan pak Putu ni beda orangnya, Pak Putu ni termasuk eksklusif orangnya. Makanya dia sakit orang lain mengabaikan, dulu kan pernah sakit malah saya nda tahu, orang satu lagi disana mboh..ya itulah, kalo saya tu didukung kok, Pak Bambang, semua. Kadang-kadang kan ngerokok dielokke.” (638-642) Secara keseluruhan konsep diri MW positif, dalam aspek pengetahuan MW dapat menyadari dan mengetahui dirinya secara fisik, diri pribadi, moral, keluarga dan sosial. Perubahan fisik yang dialami yang menyebabkan keterbatasan fisik dipandang sebagai kesulitan bagi dirinya. Hal ini juga mempengaruhi emosionalnya menjadi mudah emosi ketika mengalami stroke. Selain itu, aspek penilaian MW juga menunjukkan nilai negatif. MW menunjukkan bahwa dirinya sebelum sepenuhnya dapat menerima kondisi dirinya. MW juga menunjukkan positif pada aspek moral, sosial dan keluarga. Walaupun mengalami sakit, MW tetap memiliki keyakinan kuat terhadap ajaran agama yang dianutnya. Hal ini dibuktikannya dengan aktif sebagai pemangku. Keyakinan terhadap ajaran agamanya dan pengetahuan agama yang dimiliki berpengaruh terhadap perilakunya terhadap orang lain dan juga keluarganya. Selain itu interaksi sosial yang baik antara MW dengan lingkungan sekitar mempengaruhi dirinya menjadi lebih baik, meskipun kondisi fisik terbatas tetapi MW masih dapat berelasi baik dengan lingkungan sekitar. Dukungan dan interaksi yang positif didalam

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 keluarga juga membuat MW melihat dirinya lebih positif dan memberikan semangat untuk menjalani hidupnya. 2. Subjek 2 a. Profil Subjek 2 Subjek kedua berinisial HDK. HDK adalah seorang ibu rumah tangga dan suaminya adalah pensiunan pegawai swasta. Mereka memiliki 1 orang anak putri. HDK lahir di Semarang, 3 September 1961, anak kedua dari 3 bersaudara. HDK menikah di Semarang, lalu pada tahun 1992 tinggal menetap di Yogyakarta. Ketika di Semarang HDK bekerja sebagai guru dan setelah menetap di Yogyakarta HDK tidak bekerja lagi. Setelah menetap di Yogyakarta suami yang bekerja, sementara HDK memilih untuk mengurus anak dan rumah tangga. Selain menjadi ibu rumah tangga, HDK juga aktif di dalam kegiatan sosial baik di lingkungan masyarakat atau gereja. HDK aktif di berbagai organisasi sebagai pengurus seperti PKK, PPKBD, CU dan lainnya. Di rumahnya, HDK juga memiliki kios yang menjual kebutuhan rumah tangga sehingga dia juga menjaga kiosnya. Keluarga HDK memiliki riwayat darah tinggi sehingga HDK menyadari bahwa dia memiliki tekanan darah yang tinggi pula. Sejak usia 35 tahun HDK sudah mulai rutin meminum obat untuk mengendalikan tekanan darah tingginya. HDK terkena stroke pada tahun 2008 dan jenis stroke yang dialami adalah stroke hemoragik atau stroke pendarahan.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Saat ini kondisi HDK mengalami kelumpuhan di bagian tubuh sebelah kiri. HDK memiliki badan yang cukup gemuk dan tinggi badan yang pendek, kondisi badan yang gemuk membuat HDK kesulitan dalam berjalan dan harus perlahan-lahan dalam berjalan. HDK dapat berkomunikasi dengan baik saat ini, namun ketika awal mengalami stroke HDK sulit sekali berbicara dengan jelas. Hal ini dapat terjadi karena HDK sering berlatih berbicara dengan rutin melalui membaca dan melafalkan apa yang dibacanya. HDK merupakan orang senang tertawa, terlihat di dalam keluarganya suami HDK juga orang yang senang tertawa sehingga HDK terlihat sering tertawa ketika sedang berkomunikasi dengan peneliti. HDK juga orang yang cukup emosional, terlihat ketika wawancara HDK sering menangis.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 b. Gambaran Analisa Data Subjek 2 Tabel 4.2 Tabulasi Data Subjek 2 Aspek Pengetahuan Fisik (Pf) Diri Pribadi (Pdp) Moral (Pm) Keluarga (Pk) Sosial (Ps) Harapan Penilaian Indikator Pf 1 Pf 2 Pf 3 Pdp 1 Pdp 2 Pdp 3 Pm 1 Pm 2 Pm 3 Pk 1 Pk 2 Pk 3 Ps 1 Ps 2 Ps 3 Ps 4 H1 H2 Pn 1 Pn 2 Pn 3 Hasil -2 +14 +7 0 +10 +2 +1 +1 +2 +6 +5 +5 -3 +2 -1 +1 +2 +1 +2 0 +4 Σ Nilai Tiap Aspek +19 + +12 + +4 + +16 + -1 - +3 + + +6 + + Kesimpulan Tiap Aspek + c. Deskripsi Analisa Data Berdasarkan analisa data pada subjek kedua, HDK memiliki konsep diri yang positif. Secara keseluruhan aspek konsep diri, HDK memiliki nilai yang positif pada aspek pengetahuan, harapan dan penilaian.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 HDK menyadari bahwa ia berasal dari keluarga yang mayoritas memiliki tekanan darah tinggi dan ia sendiri mewarisi tekanan darah tinggi tersebut. HDK juga sudah mulai meminum obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi dan bahkan HDK juga berolahraga untuk menjaga kesehatannya. Namun pola makan kurang terkontrol membuat HDK akhirnya mengalami stroke. “Saya itu kan dari keluarga tensi tinggi. Bapak ibu semua tensi tinggi, ya kebetulan semua sodara saya juga tensi tinggi hihihi..dapat warisan semua. Saya disamping tensi padahal saya rajin berolahraga, kebetulan pada waktu itu kan eee saya sejak usia 35 saya mulai minum apa untuk tensi tinggi. Obat? Ya..obat.” (28-31) “kebetulan waktu itu saya tu mau lebaran, ah pikir saya nanti aja obatnya kan habis, haa nanti sesudah lebaran baru beli obat terus saya yo wah.. makan.. pada waktu lebaran itu kan makan opor disana disuguh opor, disana suguh opor, sehingga adik saya mengatakan, “lho Mba Rin kok anu ketoke kepu-kepu to?”. Ini memerah gitu lho. Haa trus saya yo ga nglegewo, ga ngerasakan tapi dia yang melihat, orang lain kan merasakan.” (31-36) Setelah serangan stroke dialami HDK, berbagai gangguan pada fisiknya mulai dirasakan bahkan sampai saat ini. Gangguan fisik itu dialami awal sakitnya seperti keterbatasan bergerak dan gangguan bicara. “Saya mau ngomong kok susah, sehingga orang yang saya ajak bicara tuh ga dong, makanya saya suka kalo anu pake bahasa isyarat, ya misalnya rambut saya banyak ubannya itu dicabuti gitu saya minta tolong itu baru saya bisa, kalo ga pake isyarat gitu ga mudeng, ohh berarti kalimat saya itu ga cetho buat mereka. Nah terus gimana caranya supaya saya bisa ditangkap apa yang saya maksud. Ya dari yang gitu-gitu lah banyak sekali yang tadinya mau miring ke kiri minta tolong, ga bisa saya miring ke kiri, ke kanan ga bisa aduhh apa-apa kok minta tolong gimana ini saya

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 bisa berdiri sendiri. Ke kamar mandi pun di bantu, saya itu banyak sekali, dimulai bisa mandi sendiri itu baru aja kok 2 tahun yang lalu lah, yang 3 tahun sebelumnya selalu dibantu, ga bisa, ya kita cari solusinya gimana eh sudah bisa miring sendiri, apa apa sendiri. Tapi kadang-kadang kalo sudah mulai terasa itu berat, berarti saya kan sudah agak lumayan.” (368-378) Kesulitan berbicara yang dialami HDK tidak membuat ia putus asa, HDK berlatih agar ia bisa berbicara lagi dengan baik. Selain melatih bicaranya, HDK juga berusaha berlatih menterapi bagian tubuh yang lumpuh. “Nah terus di rumah sakit kan terapi setiap hari ee seminggu 3 kali itu tuh cara untuk berlatih ngomong tu gimana supaya bisa ngomong. Ohh anu bu sering-sering membaca tapi dilafalkan yang benar menurut ibu itu benar trus kalo bisa ya terdengar, gapapa orang mengatakan gila atau kenthir ora popo, katanya gitu. Soalnya kalo ngomong dengan jelas itu akan melatih bicara, ha trus suami saya bilang yawis kalo gitu latihnya pake mbaca alkitab” (8792) “Ya itu komunikasinya dengan buku, makanya sekarang berubah saya karena apa melafalkan huruf-hurufnya sudah semakin bagus, tadinya ngomong R gitu aduuh angel sekali, S gitu angel, tapi lama-lama sudah cetho.” (221223) Gangguan fisik yang dialami HDK juga membuatnya kesulitan dalam berbagai aktifitas sehari-hari baik di rumah maupun di lingkungan sosial. “Ya banyak sekali, yang tadinya saya kan kebetulan aktif ya, saya di PKK itu ketua, saya di RW tu juga aktif tidak hanya aktif pokoknya pengurus, kemudian di kelurahan

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 saya juga pengurus, kemudian ada istilah PPKBD itu juga aktif, terus di kelurahan itu ada pemilu itu apa namanya TPS saya juga sebagai sekretaris, kemudian di gereja saya jadi wakil ketua CU, jadi saya cukup aktif. Kemudian dari itu semua saya harus melepaskan semuanya, tidak hanya satu-satu tapi semuanya kegiatan saya.” (125-130) “Yang jelas kalo sembayangan saya udah engga, ya paling deket-deket aja. Lingkungan itu saya juga ga berani jauhjauh, ya kata suami saya kalo ga ada dia nanti siapa yang nuntun saya kalo kejauhan gitu kan mesti ada yang nuntun.” (284-286) “Ya merasa bersalah yo, saya cuma ngeyem-ngeyemi orang padahal saya sendiri ga mampu. Engga tahu sampe sekarang sudah hampir 6 tahun ini saya sakit tapi kok perasaan kalo kegiatan harus, ya misalnya sembayangan aja diajak kalo deket saya mau tapi kalo jauh capek, ga tahu kenapa ya padahal ya ga ngapa-ngapain kok capek gitu loh.” (438-441) HDK bahkan merasa bahwa dirinya sangat terbatas hingga memilih tidak ikut dalam berbagai aktifitas dan hanya beraktifitas sesuai yang bisa dilakukannya. “Tapi juga ga bisa hehe ya kerja bakti ga bisa, ya cuman sakkarepe dhewe terusan. Jadi susah juga, ya itu masih semaunya sendiri ya terbatas lah pokoknya, ikut kegiatan pun juga terbatas. Makanya saya sering-sering daripada yaitu biar mereka mau bekerja biar cepet kalo ada saya kan otomatis tersendat haaa lebih baik saya ga datang.” (457-460) “Sementara ini belum ada e..saya jalanpun masih tertatihtatih, saya tuh ga bisa lama juga jalannya, jalan lama itu sakit mas, haa ngapain makanya bingung kegiatan apapun ga bisa sementara ga bisa. Umum kerja bakti gitu aduh samsoyo angel.” (463-465)

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Meskipun HDK merasa sangat terbatas dan banyak aktifitas yang tidak bisa ia lakukan, namun beberapa kegiatan juga dapat ia lakukan dan menurutnya kegiatan tersebut bermanfaat dan menyenangkan bagi dirinya. “Ya sekarang alkitab sudah engga karena sudah bosen ya, ada kegiatan yang lebih menarik kios buka itu kan asik ganti orang, ganti suasana, banyak pembeli nah itu. Kemudian masih bertambah lagi sekarang pegang computer, nah gimana caranya ini computer tangannya begini bagaimana tangan kiri? Anak saya bilang, “latihan ma, latian nanti kan bisa”, iya ya latian pake ini ga bisa, yah tangan kiri aja. Tadinya kan rasanya kagok, wong mouse itu letaknya di kanan, saya di kiri karena yang pegang tangan kiri, nah itu biasakan itu Facebook, kemudian masih ditambah ketik tulisan-tulisannya suami saya hehehe.” (99-105) “Makanya saya sekarang asik di kios aja, kegiatan itu malah lebih mengasyikkan dibanding kegiatan yang lain dan otomatis saya senengnya lagi kalo malam, begitu malam kan saya harus merekap oh lakunya berapa terus saya kan pulsa juga ada ga ini penutupan kan membuat kertas seperti ini kemudian ditutup setiap abis kertasnya itu. Itu kan asik bagi saya lah itu yang paling mengasikkan hehe.” (156-160) Selain menemukan aktifitas yang bermanfaat bagi dirinya, HDK juga berusaha mengambil nilai positif dari keterbatasan fisik yang dialaminya. Hal ini membantu HDK untuk menerima kondisi dirinya saat ini. “Ternyata setelah lama saya renungkan, memang kalo stroke itu lama sembuhnya kecuali stroke yang ringan, seperti saya itu boleh dikata stroke berat karena sudah pecah to pembuluh darah otak. Sekarang makanya yang terjadi „let it be‟, apa yang terjadi terjadilah sesuai dengan kehendak Tuhan.” (143-146)

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Menyadari bahwa banyak aktifitas yang sulit dilakukan, HDK tetap berusaha melakukan segala sesuatu sendiri meskipun pada akhirnya ia akan membutuhkan bantuan jika merasa tidak sanggup. “Ya untuk berusaha sendiri itu yang terbagus untuk saya berusaha sendiri kalo ga bisa ya saya minta tolong.” (432433) Keterbatasan fisik yang dialami HDK membuatnya tidak dapat banyak melakukan aktifitas, terutama di lingkungan sosialnya. Hal ini dapat mempengaruhi aspek sosial HDK dan dalam aspek sosialnya menunjukkan nilai negatif. Keterbatasan fisik yang dialami HDK menyulitkannya untuk mengikuti kegiatan di lingkungan sosial dan hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi HDK. “Ketemu orang rasanya, kan harus lama duduk kalo kegiatan itu kaki saya kan belum bisa masa saya harus selonjor terus dari kegiatan itu lama toh itu, jenuh. Saya bilang ya tapi ga berangkat, ya kalo datang kalo ada yandu posyandu lansia itu lainnya saya ga datang karena lama toh.” (152-156) Selain merasa kesulitan dan tidak nyaman mengikuti kegiatan, HDK juga merasa tidak perlu lagi aktif dalam berbagai organisasi seperti saat sebelum mengalami stroke. “Ya semuanya karena kan harus apalagi saya sering tentang bendahara, saya itu kan aktif di bendahara barangkali kesibukan saya di bendahara ini membuat saya banyak pikiran, nah makanya halah sudah lah yang muda

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 saja yang tua sekarang duduk manis, ya pokoknya mengamini apa yang mereka katakan.” (173-176) “Iya mas, jadi sekarang kan merasa sudah puas karena dulu sudah banyak kegiatan jadi sekarang semacam ya itu tadi rasa-rasanya kegiatan apa aja wegah karena keterbatasan itu.” (478-480) Kurangnya aktifitas di lingkungan sosial yang diikuti HDK, membuat interaksinya dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya menjadi terbatas. Kurangnya aktifitas yang diikuti HDK membuatnya memilih berkegiatan menjaga kios yang dimilikinya. Hal ini membuat interaksi HDK dengan orang-orang disekitarnya cenderung dilakukan dalam transaksi jual beli di kiosnya. “Oh iya meskipun saya tidak bisa berdolan-dolan gitu tapi kan kalo pas datang ke kios ya itu yang aktif berbicara di kios itu, kalo datang ke rumah masing-masing uda ga pernah lagi. Cuman haha hihi ya bu monggo, ya cuman seperti itu aja.” (205-207) “Ohh iya iya..sering kok datang ke rumah, kan di buka kalo pagi itu pada belanja terus mampir dulu kesini sering itu, baik gereja maupun di lebih-lebih disekitar sini ya sering sekali.” (212-214) HDK juga menganggap bahwa aktifitasnya sebelum mengalami stroke menjadi kesibukan baginya dan kurang memperhatikan keluarganya. Setelah mengalami sakit stroke, HDK menyadari bahwa sebaiknya ia lebih memperhatikan keluarganya. “Ya kalo dulu saya tidak mengelola kios dengan baik karena saya banyak kesibukan, nah setelah saya sakit ini saya jadi merasa ohh saya memang harus lebih banyak ke

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 dalam, ke rumah artinya keluarga saya itu harus saya nomer satukan.” (344-346) HDK menyadari betul bahwa secara fisik dirinya mengalami perubahan dan menjadi terbatas dalam beraktifitas khususnya kegiatan dalam lingkungan sosial. Hal ini membuat HDK mengalami perasaanperasaan yang negatif selama mengalami stroke. Perasaan negatif akibat gangguan fisik lebih dominan dialami oleh HDK. “Ya itu apa-apa selalu dibantu dari miring trus mau minta minum aja aduh sampe trus saya beli bel ini bawa ke kamar ting ting ting ting huaa itu mesti mama hahahaha minta bantuan apa hehehe semuanya makan minum atau ke belakang. Tadinya itu buang air di kamar ho‟oh belum bisa saya, ke belakang itu baru bisa setahunan lah, aduh kok rasanya ga enak. Saya baru bisa duduk itu ya itu setelah 2 tahun saya dimandikan ha itu duduk disini yang tadinya mandi pake air hangat sekarang pake air dingin. Ya pokoknya semua apa-apa serba ditolong, ga bisa sendiri, orang yang diajak ngomong juga susah, trus anane ming nangis terus tiap hari.” (383-390) “Iya iya kok selalu merepotkan kok selalu minta tolong kok selalu manja wah sering perasaan itu, ya inilah memang harus dibantu hehe, saya ya bingung ga bisa gimanagimana wong keadaannya begitu.” (420-422) Gangguan fisik yang dialami oleh HDK membuat dirinya jengkel karena dirinya menjadi sangat bergantung pada orang lain, khususnya kepada keluarganya. “Waktu itu saya masih belum bisa apa-apa, belum bisa bangun sendiri eh satu ketika suami saya ada banyak tamu disini, saya kan dikamar kok ngempet kepengen pipis. Nah saya panggil-panggil bapak bapak tapi karena mungkin banyak tamu suami nda denger. Dulu kan saya buang air

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 kan harus pake pispot. Saya ga bisa ngempet, bapak dipanggil ga denger trus saya nangis dikamar. Yang ibu rasakan apa waktu itu bu? Ya perasaan jengkel, perasaan ganggu juga, ya malu juga ya barangkali ada tamu malu tapi saya ga bisa ngempet toh..malu dihadapan orang.” (565-571) Selain merasa bergantung dengan orang lain, perasaan emosi seperti marah juga dialami oleh HDK. “Engga engga pernah, tapi kalo saya marah sering..hehehehe, tapi ga sering dulu hehehe kalo marah sama anak saya tuh malah cuma pengennya ketawa ga tahu saya marah sekali tapi pengennya ketawa disini tuh (menunjuk muka) seperti gimana ya kalo sama anak saya kok ga bisa marah gitu lho.” (260-263) “Ga tahu ya wong hanya spontan aja marahnya.” (268) Kesulitannya dalam mengikuti kegiatan di lingkungan sosial juga menyebabkan HDK mengalami perasaan-perasaan negatif, bahkan perasaan tersebut membuat ia tidak bisa menerima kondisi dirinya. “Semuanya banyak sekali ya, jadi ee otomatis ya dari aktif sekali menjadi sama sekali tidak aktif, dan saya kan dalam hati masih belum katakanlah ee kaya ga terima gitu Tuhan memberikan saya seperti ini, dari yang seperti itu menjadi seperti ini. Gimana ya, kapan ya sembuhnya, pasti gitu, saya pingin sekali. Setiap kali ada orang mengatakan saya pernah stroke, berapa tahun? Cuman setahun hee mesti gitu. Kok cuman sebentar-sebentar, kok saya lama? Gitu.”(132-137) “Ya yang jelas itu kan tadinya saya aktif jadi ga bisa apaapa itukan suatu pukulan berat bagi saya, makanya saya setiap saat tidak hanya setiap hari setiap saat mas itu nangis terus, menyesali gitu lho, kok sampe parahnya seperti ini, apa begini kalo orang stroke, ternyata setelah tanya tanya oh ternyata beda-beda. Kalo stroke ringan, ya

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 dikatakan ringan ya soalnya pembuluh darah nda pecah dan seperti pak Wahyudi itu 2 bulan apa 3 bulan sudah sembuh bisa naik motor, nah saya tuh sampe heran lha kok saya sampe ga bisa apa apa, sampe sekarang kok saya masih begini-gini aja, oh ternyata saya termasuk berat karena sudah pecah pembuluh darah.” (361-368) Perasaan negatif dialami HDK, seperti marah, jengkel, sedih dan jenuh dapat diatasi oleh HDK agar perasaan tersebut tidak dialaminya kembali. Namun tidak banyak hal yang dilakukan oleh HDK untuk mengatasi perasaan negatif tersebut. “Nek saya karena saya gembeng, sudah dengan nangis saja sudah lega saya ga bisa ngempet. Ada perasaan nangis ya sudah saya nangis saja ga bisa ngempet saya. Setelah nangis menjadi lega ya bu. Iya lega sekali.” (551-553) “Ya terus tidur aja hehehehe terus tidur, tapi sekarang kalo bosen ya terus main game hihihi ada yang lebih asik lagi kan gitu kalo dulu kan ga bisa ngapa-ngapain sekarang kan bisa ngapa-ngapain mainan computer nah itu menghilangkan kejenuhan hehehe.” (556-558) Dalam kondisi sakit yang dialaminya sampai saat ini, HDK memiliki relasi yang baik dengan keluarganya, yaitu dengan suami dan anaknya. Hal ini terlihat dalam aspek keluarga, HDK menunjukkan nilai positif. Meskipun saat ini HDK mengalami sakit dan terbatas aktifitasnya, suami dan anaknya tetap membantu dan melayaninya. “Iya iya..dengan penuh kasih sayang tentunya hehehe. Sampai sekarang pun saya makan masih disiapkan ya meskipun saya makan sendiri tapi disiapkan di meja trus

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 minum sudah ambil sendiri. Saya tidak diperbolehkan untuk ke belakang.” (108-110) “Komunikasi perasaan biasa aja, cuman saya rasa bagi saya cukup berbangga karena suami anak, mereka kan sayang kepada saya dan mendukung. Saya sakit urusan memasak, mencuci semua ditekel oleh anak dan suami, jadi cukup memberi support saya tidak hanya cukup ding malah banyak di support. Seperti saya buka kios, mengantar gas, aqua suami sama anak, jadi saya hanya perintah saja ahehehe. KTT, komisi tuding tuding hehehehe.” (243-247) Ketika ada masalah diantara HDK dan suaminya, mereka tetap dapat mengatasi dan berkomunikasi dengan baik. “Bapak itu cuman ngalahan dan jarang protes selalu nglegani saya supaya tidak cekcok yang berkepanjangan, bapak tu pinternya gitu padahal dalam hati jengkel wong aku bener kok disalah-salahke. Tapi supaya tidak rame dirumah trus yo wis. Jadi ada komitmen memang sejak awal kita menikah bapak mengatakan bahwa jika salah satu marah atau menegur ada kesalahan apa yang ditegur diem, jangan bantah.” (334-338) Terkadang HDK dan suaminya pun mengalami konflik sehingga HDK pun juga mudah marah. “Tapi kalo sama suami saya langsung muntab itu.Saya kemarin ya berapa hari lalu entah seminggu ya, tiba-tiba suami mengatakan itu anak saya nda ada saya jadi pelampiasan, marah. Loh wong yang dimarahi anak saya kok malah saya yang kena, lah saya getak, ya diem aja hehehe.”(263-266) Selain relasi yang baik dengan suami dan anaknya, HDK juga merasa bahwa setelah mengalami sakit stroke suami dan anaknya menjadi lebih memahami kondisi keluarganya ketika HDK sebagai ibu rumah

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 tangga mengalami sakit. Ketika HDK tidak bisa melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, suami dan anaknya dapat melakukan tugas tersebut. “Dan kebetulan sekarang sudah nda punya pembantu, jadi pembantu sudah 5 tahun berhenti lha semua bekerja, suami anak trus saya ikut-ikutan merapikan yang bisa.” (121123) “Yah mau tidak mau lama-lama mereka semua jadi belajar itu tadi, saya belajar untuk bisa menerima mereka juga belajar disamping untuk menerima belajar ingin mandiri juga toh yang tadinya harus dimasakin sekarang bisa masak sendiri kan, satu anugerah.” (519-522) Ketika suami dan anaknya bisa melakukan pekerjaan rumah yang harusnya dilakukan olehnya, HDK merasa bahwa ada peran sebagai ibu rumah tangga yang hilang pada dirinya. “Kalo hilang engga, cuman ada beberapa yang hilang otomatis karena saya keterbatasan itu tadi, seperti belanja, masak sekarang sudah ada yang gantikan, nah kebetulan anak saya perempuan kalo laki-laki ya ga tau lagi hehehehe, itu suami saya juga pintar masak.” (517-519) “Kayanya kalo itu engga, kan ya ada beberapa hal tanda petik, ya seperti ya itu tadi ee nyeterika. Tapi kadangkadang bagi saya atau mungkin bagi sekian ibu ada beberapa ibu yang bukan sakit tapi karena keterbatasan jadi ga bisa mengerjakan itu sendiri mungkin karena sudah uzur haa itu kan sudah mulai digantikan harusnya, seperti itu. Kadang-kadang ya hal-hal yang kecil yang eee perlu di gimana ya seperti itu kadang ada yang merasa waduh kerjaanku digantikan tapi kadang-kadang juga mungkin karena usia juga, jadi saya berpikiran kayanya memang sudah waktunya diganti orang lain.” (538-544)

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Meskipun HDK merasa bahwa perannya sebagai ibu rumah tangga hilang namun ia merasa memiliki peran yang baru. HDK juga merasa bahwa saat ini keluarganya menjadi sumber dukungan untuk dirinya dan ia masih dihargai oleh suami dan anaknya. “Saya sekarang menjadi pendoa dan saya kondisi seperti ini malah memberi motivasi suami dan anak supaya lebih mandiri lagi, mereka jadi pinter masak pinter nata keuangan.” (317-319) “Dan jelas saya masih merasa berharga di keluarga ini, ya pokoknya tidak lengkap kalo nda ada ibu, entah dari sisi baiknya atau sisi jeleknya rasanya kok tidak lengkap. Dalam keluarga itu harus ada ibu, bapak dan ada anak. Kalo dirumah ga ada anak yo rasanya gimana, adik kemana ya aduh kok ga pulang-pulang ya, di BBM ga jawab di sms ga jawab nah kan bingung saya. Kalo bapak pergi aja saya nyariin, bapak tu sekarang kemana ya, meskipun sudah dengar oh bapak ada disini wis ayem tapi kok yo ga jawab BBM sms juga ga jawab. Yah gitu.” (319325) HDK merasa bahwa saat ini ia berperan menjadi pendoa baik bagi keluarga atau orang lain. Setelah mengalami sakit HDK merasa lebih banyak waktu untuk berdoa dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Hal ini terlihat dalam aspek moral HDK yang menunjukkan nilai positif. “Iya mas betul merasa sekali, yang tadinya ming neng gereja seminggu sepisan, doa malaikat ga pernah, doa yang lainnya ga pernah ya cuman ke gereja aja, rasanya memang jauh tapi setelah sekarang saya katakanlah 5 kali sehari toh berarti kan sering dibanding seminggu sekali. Itu semua kan rasanya dekat sekali.”(294-297) “Ya kalo doa 5 kali itu masih, doa malaikat Tuhan itu saya lakukan, trus doa kerahiman itu tiap jam 3 sore, trus doa malam jam 12 itu saya lakukan, jadi ada 5 kali toh.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Disamping itu ke gereja, kan setiap jam 3 sore itu doa kerahiman itu kan mendoakan orang-orang yang sudah meninggal.” (286-289) HDK memiliki harapan besar terhadap dirinya untuk bisa sembuh dari sakit yang dideritanya. Selain sembuh dari sakit yang dialami HDK juga berharap agar anaknya bisa segera berkeluarga. HDK juga memiliki harapan besar untuk membesarkan kios yang dimilikinya karena menurutnya hanya kios tersebut yang menjadi aktifitasnya yang paling bermanfaat, selain itu ia juga merasa bahwa dirinya tidak ingin aktif lagi. “Dan saya tu yo masih kepengen sembuh, ingin sekali saya.”(304-305) “Ya saya inginnya sih cepet mantu itu anak saya hehehe.Tapi kalo ditanya anak saya, “nanti mah, nanti mah”.” (299-300) “Anu apa disamping yang muda yang harus bergerak yang tua mengamini juga saya tidak ingin aktif, saya sekarang sudah nda kepingin misalnya datang ya cuman sekitar warga ini aja berarti di RT itu saja, RW pun saya engga. Cuman itu saja keinginan saya di lingkungan aja, capek dan lebih baik membesarkan kios saja.” (176-179) Pengalaman mengalami sakit stroke memberikan penilaian yang positif bagi diri HDK. Hal ini terlihat pada aspek penilaian HDK menunjukkan nilai positif. Stroke yang dialami HDK membuat dirinya mengalami gangguan fisik dan berbagai perasaan negatif yang sering muncul ketika sakit. Dari aspek penilaian, HDK terlihat mengalami perubahan kondisi psikologis yang ia rasakan.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 “Kelebihannya itu kalo yang dulu hobinya marah, sekarang kan sering tertawa, jadi marahnya itu hampir kecil sekali saya lebih sering tertawa ga tau.Tapi saya bersyukur dibanding dulu wuahh saya kalo sama bapak tuh sering sekali marah tuh, ya pemarah keras, wataknya keras.” (331-333) HDK merasa bahwa kejenuhan yang dialaminya ketika mengalami stroke sudah mulai hilang dan dapat teratasi karena ia memiliki kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya. “Kalo dulu iya, tapi sekarang saya rasanya sudah tercampur semuanya sudah hilang, bukan hilang yah ya pokoknya tidak seperti dulu lagi. Kalo dulu selalu begitu, sekarang kan ada kesibukan membuat saya jadi tambah bersemangat.” (340-342) HDK dapat menerima kondisi dirinya saat ini akibat stroke yang dialami meskipun ia menyadari bahwa sebelum mengalami stroke ia adalah orang yang cukup aktif. “Penuh pengharapan terus tapi proses ya kaya gitu, dari merasa mampu saya harus menjadi ga bisa apa-apa kemudian sumarah ya, menerima lah pemberian Tuhan memang saya harus seperti ini, ya saya terima. Akhirnya saya bisa mengerti bahwa Tuhan memang memberikan seperti ini bukan karena tidak sayang, bukan karena tidak cinta tapi saya disuruh istirahat.” (137-141) “Ya itu setelah saya membaca kitab suci, baru satu kali ya saya pikiran saya oh berarti saya memang ini kehendak Tuhan berarti saya harus menerima. Ya kira-kira 9 bulan lah saya bisa menerima, setelah bisa menerima kalo saya harus sakit seperti ini sekitar 2 tahun lebih saya menerima lagi kalo saya tidak sembuh ya tidak apa-apa. Memang ini lah jalan Tuhan, jadi yang tadinya engga terima, marah sama Tuhan sekarang saya bisa menerima dan sekarang ini saya sakit pun tidak sembuh tidak apa-apa. Toh sudah

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 banyak orang yang mengerti ohh saya tuh sakit cuman gitu aja sekarang.” (405-411) Secara keseluruhan konsep diri HDK dari tiap aspek menujukkan konsep diri positif. Stroke yang dialami oleh HDK sangat mempengaruhi fisiknya sehingga ia mengalami keterbatasan dalam beraktifitas. Aktifitas di lingkungan sosial HDK dirasakan sulit untuk diikutinya, karena gangguan fisik yang dialami ia merasa lelah apabila mengikuti aktifitas di lingkungan sosialnya. HDK lebih memilih beraktifitas yang sesuai dengan kemampuannya dan menurutnya bermanfaat bagi dirinya yaitu menjaga kios yang ia miliki di rumahnya. Hal ini dapat menyebabkan HDK kurang berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya karena ia tidak banyak mengikuti aktfitas sosial. HDK juga mengalami perasaan-perasaan negatif, seperti mudah marah, menangis, dan jengkel. Hal tersebut terjadi dipengaruhi oleh keterbatasan fisik yang dialaminya. HDK memiliki interaksi yang baik di dalam keluarganya. Hal ini dapat mempengaruhi konsep dirinya menjadi lebih baik. Dukungan dan komunikasi yang baik dengan keluarga sangat membantu HDK dalam proses penerimaan dirinya terhadap sakit yang dialami. Selain itu aktifitas rohani yang sering dilakukan HDK juga mempengaruhi dirinya untuk bisa menerima kondisi dirinya. Harapan yang positif bagi keluarga dan semangat untuk menjalani kehidupan membuat HDK dapat menerima kondisi dirinya dengan baik sampai saat ini.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 3. Subjek 3 a. Profil Subjek 3 Subjek ketiga berinisial YBS. YBS lahir di Yogyakarta 16 April 1956. YBS sejak muda menyenangi dunia olahraga gantole, bahkan pernah mengikuti PON X dan PON XI. Karena prestasinya YBS mendapatkan ranking tertinggi advance dalam olahraga gantole di Indonesia. YBS juga sering melatih atlet-atlet muda gantole di berbagai daerah seperti Bali, Lombok dan pernah melatih di Angkatan Udara. YBS menikah pada tahun 1982 di Lampung, namun YBS berpisah dengan istrinya yang berbeda keyakinan dengannya. YBS memiliki 2 orang anak dan saat ini mereka sudah bekerja dan berkeluarga. YBS bekerja di perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang perminyakan. YBS bekerja di perusahaan tersebut sudah hampir 20 tahun dan terpaksa harus pensiun karena sakit stroke yang dialaminya, ketika itu YBS terkena stroke pada usia 50 tahun. YBS terdiagnosa mengalami stroke hemoragik atau stroke pendarahan yang cukup parah sebaliknya YBS tidak memiliki riwayat sakit stroke atau tekanan darah tinggi bahkan tekanan darahnya cenderung normal. Saat ini kondisi fisik YBS mengalami lumpuh dibagian kanan, namun YBS sudah bisa berjalan meskipun terlihat seperti pincang. Cara berbicara YBS pun juga terdengar pelan masih sangat berhati-hati agar tidak terlalu cepat supaya orang lain bisa mengerti apa yang dibicarakan. YBS terlihat sangat mandiri dalam beraktifitas, hal ini dapat dibuktikan

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 dengan kemampuan YBS mengendarai sepeda motor dan mobil dalam kondisi fisiknya yang tidak normal lagi. YBS memiliki tinggi badan yang cukup tinggi dan badannya juga terlihat gemuk. Tangan kanan YBS secara perlahan bisa digerakkan seperti untuk bersalaman dan juga digunakan untuk mengendarai motor dan menyetir mobil. Saat ini YBS hanya tinggal berdua dengan ibunya yang juga sudah berusia sangat tua di rumahnya karena kedua anaknya sudah tinggal di Manado dan Lampung.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 b. Gambaran Analisa Data Subjek 3 Tabel 4.3 Tabulasi Data Subjek 3 Aspek Pengetahuan Fisik (Pf) Diri Pribadi (Pdp) Moral (Pm) Keluarga (Pk) Sosial (Ps) Harapan Penilaian Indikator Pf 1 Pf 2 Pf 3 Pdp 1 Pdp 2 Pdp 3 Pm 1 Pm 2 Pm 3 Pk 1 Pk 2 Pk 3 Ps 1 Ps 2 Ps 3 Ps 4 H1 H2 Pn 1 Pn 2 Pn 3 Hasil +3 +14 +11 +8 +22 +3 +3 +8 +7 +8 +7 -2 +1 +4 +3 +4 +8 0 +2 +3 +2 Σ Nilai Tiap Aspek +28 + +33 + +18 + +13 + +12 + +8 + + +7 + + Kesimpulan Tiap Aspek + c. Deskripsi Analisa Data Berdasarkan hasil analisa data, YBS menunjukkan konsep diri yang positif. Hal ini terlihat dari ketiga aspek konsep diri YBS memiliki nilai yang positif yaitu aspek pengetahuan, harapan dan penilaian. YBS merasa bahwa dirinya tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Hal ini yang membuat YBS tidak menyangka bahwa ia akan

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 mengalami stroke. YBS juga menyadari bahwa ada faktor lain yang menyebabkan dirinya mengalami stroke yaitu kolesterol tinggi dan kurangnya istirahat akibat pekerjaan yang banyak. “Itu sebetulnya saya ga sakit lho. Tau tau waktu itu saya kerja biasa berangkat pagi pulang malam jam 12, pulang biasa itu masukan mobil. Terus waktu saya ke kamar mandi saya tu jatuh aja gitu, ibu saya bingung lalu telpon semua datang lah. Tapi uda agak terlambat saya sampai rumah sakit trus uda terkapar saya di rumah sakit, ga bisa gerak ga bisa ini. Lama saya dirumah sakit itu sebulan, ga bisa apa-apa saya di rumah sakit, saya maunya dirawat di rumah aja. Sampai di rumah saya ya tergeletak aja ga bisa apa-apa.” (27-32) “Saya pikir kolesterol haa kurang terkontrol kan bahaya, saya ga pernah kontrol ya kolesterolnya tinggi. Makanya temen-temen saya saya ajak sekarang makan makanan yang sehat saja, jangan makanan yang enak. Itu lebih menguntungkan, kan preventif lebih menguntungkan.” (251-254) Setelah mengalami serangan stroke, YBS mengalami gangguan fisik terjadi pada dirinya. Akibat gangguan fisik tersebut YBS merasa terbatas dalam beraktifitas. “Saya sudah pendarahan mas, ga bisa apa apa sekali mas, saya cuma minta jamahlah tubuhku Yesus. Waktu itu betulbetul lumpuh mas terasa ga bisa gerak semua dan saya belum bisa ngomong lidah saya kaku sekali, tahu tahu bisa ngomong sedikit-sedikit, ya akhirnya kaya gini sampe sekarang.” (47-50) “Saya satu bulan mas. Saya cuma ini memorinya ini sudah hilang, nama orang saya tidak tahu semua. Ini tahu orangnya tapi namanya ga ngerti, lupa itu memori dah hilang sama sekali, apalagi Handphone itu benda apa ga tahu, trus dikit dikit tahu, sms tahu lalu bisa pake lagi.” (52-54)

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 “Ho‟oh mas, ya sampai sekarang yang masih menggangu ya bicaranya aja sama fisik ini mas.” (331) Menyadari bahwa fisiknya terganggu tidak membuat YBS putus asa dalam beraktifitas. YBS tetap berusaha untuk mandiri melakukan apapun dengan dirinya sendiri, ia juga sangat menghindari bantuan dari orang lain karena ia memaksa dirinya untuk melakukan apapun sendiri dan tidak ingin merepotkan orang lain. Semangat hidup adalah hal yang paling penting bagi diri YBS dan hal ini yang memacu dirinya untuk mandiri. “Ya saya rasa saya bisa bergerak itu karena kekuatan Tuhan sama semangat saya untuk hidup. Kalo stroke itu tidak didasari dengan semangat hidup kuat ya ga ada obatnya, semangat hidup itu harus yakin bisa. Kalo orang yang nglokro haa banyak contonya, obatnya tuh cuma semangat hidup, keyakinan tetap pada yang diatas. Mau dokter berapa aja tetep aja sulit kok, mau sampe manamana, temen saya itu akhirnya pulang tinggal jenazah strokenya sama dengan saya tapi akhirnya dia meninggal. Dia ga punya semangat buat hidup, memaki-maki penyakitnya sendiri nah itu jadinya “wuh iki piye jadine” jadi dia ga bisa semeleh ya basa jawanya, menerima gitu maksudnya. Ya memang dari stroke itu baiknya menerima apa yang ada itu.” (74-82) “Saya..ya itu mungkin kejelekan saya ya, saya itu paling ga seneng dikasihani ga mau saya, saya harus bisa sendiri. Ya sebenarnya temen-temen mungkin memang bermaksud baik tapi saya itu ga bisa menyusahkan orang lain. Lebih baik kita ga usah pergi, dirumah tidur uda gitu aja, kalo pergi menyusahkan orang lain lebih baik tidak usah pergi saja. Pergi tapi untuk menyenangkan orang lain malah gapapa jadi gurauan, jadi kedatangan kita itu tidak menyedihkan ga menyusahkan.” (167-172)

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 YBS merasa bahwa semangat hidup menjadi sangat penting bagi penderita stroke. Hal ini menjadi keprihatinan YBS ketika ia melihat penderita stroke lain yang tidak memiliki semangat hidup. “Iya bosen saya. Bosen kenapa pak? ya saya melihat orang stroke yang semangat pada..gimana ya pada mendekati kesembuhan walaupun tidak sempurna, tapi yang ke dokter ini kemana-mana pada mati, temen saya malahan. Tapi orang yang semangat hidupnya tinggi malah pada hidup bertahun-tahun. Ada yang sampe Singapure, temen saya, malah meninggal akhirnya. Saya mikir itu yang penting semangat hidup, udah sama doa. Kalo saya yakin dari doa yang tulus itu hehe. Jadi bosennya karena melihat banyak yang ga semangat begitu pak? Iya semangat hidupnya kaya nglokro gitu mas hehe. Penyakit ini ga bisa untuk manja-manjaan harus dilawan saya punya prinsip gitu.” (419-427) Semangat hidup yang dirasakan YBS membuatnya menjadi mandiri dan selalu ingin melakukan segala aktifitasnya sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Menyadari bahwa dirinya mengalami keterbatasan fisik, ia berusaha menerima kesulitannya dengan sikap positif. “Ya kita orang stroke memang yang diserang fisik ya, jadi ya seperti orang stroke yang lain hampir sinonim lah dengan mereka. Kita menyadari tapi yo cuek aja ya saya sakit.” (769-770) “Ya selama saya bisa sendiri ya saya ngomong ini tak buat terapi oh saya bisa, kalo nda bisa ya gapapa ya ketawa aja hehehe.” (519-520) “Ya kita selalu ingin superlah kaya dulu lagi, kita menyadari lah kita kekurangan, ya istilahnya kita terima dengan tertawa memang sudah begini.” (270-271)

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Semangat yang dirasakan YBS juga memberikan pengaruh baik dalam proses terapinya ketika ia mengalami gangguan fisik. Selain itu dukungan dari keluarga juga memotivasinya untuk bisa sembuh. “Ya selain karena didukung sama kakak adik dukung trus anak juga, ajak bicara bicara bercanda bercanda ya saya yakin. Trus saya pas 5-6 bulan itu saya sudah bisa jalan normal, maksudnya normal itu sudah bisa tanpa tongkat tapi ya pelan-pelan jalannya. Ohh kemajuan ini, tadinya ga bisa gerak itu sampai 3-4 bulan ga bisa gerak. Ini ya selain semangat juga didukung doa, ya mukjizat lah. Tapi saya yakin kok Tuhan memberikan kesembuhan walaupun tidak sempurna.” (340-345) Mengalami kondisi fisik terbatas tidak menyurutkan semangat YBS untuk beraktifitas. Setelah melakukan terapi dalam beberapa waktu, YBS mencoba mengendarai kendaraan bermotor. Hal ini dapat membantunya beraktifitas secara lebih leluasa. “Trus saya setelah 6 bulan itu, wah ini kalo naik motor gimana ya, nah itu nakal saya, saya harus bisa kalo gini terus saya gantungkan orang terus malahan, nganter gereja nganter kemana mana, nah trus belajar saya naik motor dan bisa walaupun jatuh bangun jatuh bangun, bangun sendiri. Wah dulu sampe lima kali mas jatuh. Tapi sekarang uda engga, lalu saya nyoba mobil oh ternyata lebih aman. Tapi naik motor pun saya sudah aman kok hati-hati. Ya Puji Tuhan sedikit-sedikit lebih baik.” (55-62) Dengan dapat mengendarai kendaraan bermotor, maka YBS banyak beraktifitas sesuai dengan keinginannya, seperti mengikuti ibadah di gereja dan mengunjungi teman-temannya. “Aktivitas ya cuma..ga ada paling cuma main ke kantor mengisi waktu biar tetep semangat. Apalagi kalo saya janji

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 sama Tuhan saya harus datang ke rumah-Nya karena bukan apa-apa ya saya datang karena rasa rindu.” (196198) “Paling ngurusi ini burung-burung, hobi burung juga, trus kadang main ke tempat temen saya yang punya burungburung juga bertukar pikiran, ngobrol-ngobrol, kadang titip burung juga disana. Ya aktivitas sehari-hari Puji Tuhan diberkati. Jadi waktu kosongnya malah sedikit ya pak? Iya sedikit mas, main sama temen-temen tapi main dalam arti yang positif juga. Yang positif itu seperti apa pak maksudnya? Ya positif seperti bersosialisasi, ya sambil menyelam minum air lah, ya masalah rejeki masalah apa semuanya..hehe.” (200-207) “Oh iya ada dulu di Condongcatur saya pernah ikut tiap hari apa itu pagi isinya orang stroke semua, komunitas stroke. Kegiatan apa itu pak? olahraga itu jalan muter danau, itu di waduk tambakbayan, saya ikut jalan-jalan. Tapi yang diomongin cuma keluh kesah aja, lama-lama bosen saya, saya tu pengennya ga seperti ini wah saya gini gini keluh kesah isinya. Lama-lama bosen saya hehe.” (773-777) Pada aspek diri pribadi, YBS memiliki nilai positif dan hal ini menunjukkan bahwa ia dapat menghadapi sakit yang dialami dengan sikap yang positif. Namun, YBS juga mengalami perasaan negatif akibat stroke yang dialaminya. Memiliki latar belakang seorang atlet, membuat YBS memiliki sifat keras dan sangat mandiri. Hal ini juga berpengaruh sampai saat ini khususnya saat ia mengalami stroke. “Ya mungkin karena olahraga ya, olahraga saya kan sedikit keras ya hehe jadi pengaruh ke situ kayanya. Jadi karena olahraga itu ya pak yang berpengaruh. Ya karena memang harus begitu, disiplin memang harus gitu, ga boleh salah, kalo salah di udara bisa jatuh, harus cepat ambil keputusan.” (522-525)

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 “Dari dulu mas, saya ga ingin membebani orang lain merepotkan orang membebani orang, tapi itu kebawa sampe saya setelah sakit. Kan malah punya pikiran oo orang stroke tu kaya begini to, ya bayangkan aja dulu saya itu ga ada gejala apa apa. Temen saya yang stroke banyak saya belum malahan eh malah terjadi.” (368-371) Meskipun memiliki sifat keras dan tidak ingin menyusahkan orang lain, YBS juga merasakan perasaan negatif karena stroke yang dialaminya. YBS merasa kesulitan ketika sakit dan menjadi merepotkan orang lain karena harus membantunya. “Perasaan saya itu ga ada cuma apa apa ga bisa kesampean, ngambil sesuatu harus minta tolong orang wah saya rasanya ga enak merepotkan orang ya cuma itu aja. Merepotkan orang itu saya paling pantang, kasihan saya.” (64-66) “Ya kalo sedih itu normalnya ya mas, tapi kalo diikuti terus lama-lama bertahun-tahun wah ga ada gunanya. Ya saya mau apa-apa ga bisa itu aja yang bikin sedih, jadi menyusahkan orang lain saya paling ga suka itu, itu sedihnya disitu. Dulu kalo ga bisa trus orang ngampiri ya itu..hehehe.” (430-433) Selain itu, mengalami stroke juga membuat dirinya minder dengan kondisi dirinya. Selain minder YBS juga merasa bahwa ia mudah sensitif ketika awal mengalami stroke. “Ya ada, perasaan saya itu kok orang-orang seperti mengejek, jadi seperti minder, keluar rumah minder tadinya memang begitu tapi lama-lama itu perasaan aja ah cuek aja cuek aja gapapa semua baik, ohh ternyata prasangka saya kurang bener.” (569-571)

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 “Iya mas minder dari normal, olahragawan ha itu minder hehe.” (573) “biasanya sensitive mas. Nah, apakah bapak merasa sensitive pak? Pertama dulu mas, dulu. Ada waktunya kok itu mas, kalo saya lho tapi kalo yang lain stroke saya ga tahu. Itu waktu saya awal sakit sampai 6 atau 7 bulan pertama saya sensitive.” (564-567) Perasaan negatif yang dialami YBS diatasi dengan mencoba menerima dan bersyukur pada Tuhan. “Ya sedih memang ada tapi ini sebenarnya memang sudah kehendak-Nya, jadi kita harus mendalami sakit ini ya kita syukuri aja, kita pasrah.” (68-69) “Dulu mas dulu iya kesepian, tapi ya kenapa harus diterusteruskan malah membuat saya lebih sakit.” (231-232) “Ya itu saya terlalu negatif thinking saja sama orangorang padahal engga. Ohh ternyata pikiran kaya gini harus saya buang, harus positif semua ya santai.” (587-588) Mengalami stroke membuat YBS mendekatkan diri dengan Tuhan. Sampai saat ini, dalam kondisi yang terbatas YBS tetap aktif di dalam kegiatan gereja, bahkan mengikuti ibadah di gereja setiap hari. “Trus sebelumnya ini kan sudah ke gereja, dulu masih Rabu sama Jumat trus kemarin kena stroke itu saya harus bisa ke gereja lagi harian karena bukan apa-apa gereja itu bukan munafik cuma saya rindu kangen, kalo masuk gereja itu rasanya masuk rumah sendiri hehehe. Saya tadinya gereja di boncengkan sama ada pramurukti dari Panti Rapih saya pake 5 bulan. Lama-lama belajar sendirian naik motor itu hehehe.” (437-441) “Ga ada, terus kegiatan kerohanian juga ikut, mendukung itu, ikut misa, koronka tiap jumat, trus ikut sekolah iman.” (674-675)

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Menurut YBS kondisi yang dirasakannya sampai saat ini juga karena berkat Tuhan, sehingga ia berusaha memberikan waktunya lebih banyak untuk Tuhan. “Saya diberi kesempatan Tuhan untuk berterimakasih Tuhan masih memberi saya kondisi seperti ini karena doa saya yang tulus, saya jadi lebih semangat dalam hidup. Itu yang paling penting, berobat kemana aja tetap harus semangat dan jangan lupa hubungan kita dengan Tuhan. Ini menurut kepercayaan, keyakinan memang begitu tapi kalo menurut magis saya cuma semangat aja, semangat berjuang hidup kalo keyakinan ya saya selalu percaya Yesus.” (40-45) Dalam aspek keluarga menunjukkan nilai yang positif, hal ini menunjukkan bahwa YBS memiliki relasi yang baik di dalam keluarga. YBS mengalami perpisahan di dalam rumah tangga dengan istrinya. Meskipun mengalami hal tersebut, YBS tetap mengambil sisi positif. “Ya sudah berpisah, hubungan masih baik cuman dia sudah menikah lagi tapi ga punya anak. Kedua anak saya juga baik, dari Manado datang kesini, dari Lampung datang kesini. Waktu sakit juga hubungan dengan istri masih baik pak? Oh baik kok mas, dia mendukung supaya sembuh, anak-anak saya juga.” (119-122) Kedua anak YBS sudah berkeluarga dan sudah bekerja, mereka tetap berkomunikasi baik dan mensupport YBS ketika mengalami sakit sampai saat ini.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 “Ya sering dulu, anak saya di Manado itu pulang, sampe lama itu sebulan trus yang di Lampung juga, ya sampe sekarang juga.2 udah kerja semua.” (389-390) “Iya mas setahun sekali, tiap hari juga kontak saya. Ya itu adalah obat buat saya.” (229) “Engga, itu saya buang jauh-jauh pikiran itu yang penting anak-anak masih ada untuk saya dan mantan istri saya juga nengok saya kok, baik kok kaya biasa, sama suaminya nengok.” (492-493) Dalam sisi sosial, YBS menunjukkan interaksi yang baik dalam lingkungan sosial dengan masyarakat atau dengan teman-temannya. Di lingkungan masyarakat ia masih bisa mengikuti kegiatan di masyarakat meskipun tidak sering mengikuti. “Itu kalo ronda mereka udah pada maklum saya ga ikut karena sakit. Yang lain mungkin kumpulan gitu pak masih ikut tidak? Kalo disini kumpulan kurang anu saya kadang-kadang aja datang toh kumpulan disini sering melek melekan saya kurang. Saya berusaha bikin orang ga tersinggung, tetap baik, bersapaan baik, ya mereka uda maklum dengan kondisi saya.” (181-185) Dengan masyarakat sekitarnya, YBS juga berinteraksi baik dengan mereka. “Kalo untuk pergaulan biasa, tapi kalo untuk komunikasi aja dibatasi. Merasa terganggu tidak sih pak? ya mengurangi aja, saya tuh takutnya kalo sana itu bisa menanggapi atau nda, kalo ngomong lama kan kadangkadang ga jelas. Tapi biasa kok, kalo ketemu orang ee eee nyapa gitu sama orang kampong biasa kok. Ketika bapak mungkin membatasi diri seperti tadi apa perasaannya pak? Engga tu engga ada rasa apa-apa, baik kok semua.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Kalo kelamaan ngobrol nanti nda bisa menanggapi kan kasihan.” (620-625) Sebelum mengalami stroke, YBS masih bekerja dan ketika itu ia masih berusia 50 tahun. Sampai saat ini YBS sudah 7 tahun mengalami sakit stroke. Ia memiliki harapan untuk sembuh dan bisa bekerja lagi, namun ia menyadari bahwa usianya sudah saatnya ia pensiun. “Umur saya sebenarnya uda melebihi standard. Tapi masih usia produktif pak. Iya produktif tapi sudah hampir mencapai puncak, nanti abis itu pension. Nda ada keinginan saya serahkan sama Tuhan aja. Ya kalo Tuhan memberikan saya harus bekerja ya terserah Tuhan, tapi engga lah udah cukup terima kasih saya.” (257-260) “Kalo dari diri sendiri..ga ada. Mungkin ingin sembuh total seperti itu pak? kalo sembuh total semua pengen ya tapi kalo dikasih 100% sembuh tu ga ada, saya coba sadari aja ya cuma segini. Segini saja saya sudah untung, bisa kemana-mana sendiri.” (733-735) YBS dapat menilai dirinya saat ini dengan positif dan ia bisa menerima kondisi dirinya setelah mengalami stroke. Penerimaan dirinya mempengaruhi perasaannya dan melihat dirinya lebih positif. “Lebih sabar itu pasti ya, ya hidup yang penuh menyenangkan lah, happy gitu.” (751) “Ya semenjak saya bisa ketemu temen-temen ini, saya sendiri jadi semangat.Ya semangat lah yang penting. Apa hal yang palig menyenangkan buat bapak saat ini? Ketemu temen-temen dalam paroki, dalam kelompok lain, komunitas-komunitas lain lah, itu membuat saya semangat semangat hidup semangat diri. Saya kalau kehilangan semangat ya kacau, payah penyakit stroke kalau kehilangan semangat cuma di rumah aja.” (678-683)

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Lingkungan sosial disekitar YBS juga menilainya secara positif dan bisa menerima kondisi dirinya. “Nda..nda pernah. Yang mengejek saya juga tidak ada, justru malah orang kasihan dengan keadaan saya. Udah saya udah sembuh gitu aja saya tanggapannya, tertawa lagi.” (303-304) “Ya galau lah gimana, minder bener keluar rumah tuh malu, tapi ternyata orang-orang gereja itu malah baikbaik, itu yang terus..ahh cuek aja, baik semua kok. Orang gereja baik semua ha udah percaya diri saya.” (575-577) Mengalami stroke membuat YBS mengambil hikmah dan berusaha menerima kondisinya. “Ohh sudah. Saya malah banyak belajar kondisi seperti ini saya terima dengan senyum. Kalo dalam pergaulan dengan teman teman itu jangan sampe merasa dikasihani itu resepnya, salah satu obatnya itu sebisa mungkin sendiri dan tidak perlu ditolong. Lha mau apa lagi, stroke ini ga ada obatnya kok, cuma gitu gitu aja bosen toh, obatnya ya dari diri kita sendiri. Lain-lainnya cuma sekedar aja ga ada, saya ga ada obat dari dokter sudah saya stop semua.” (84-88) “Saya harus menerima dan saya bilang sudah saya terima, saya harus terima supaya saya bisa percaya diri, ya keadaannya begini saya harus terima.” (309-310) Secara keseluruhan aspek konsep diri, YBS menunjukkan konsep diri yang positif. Hal ini dapat terjadi karena YBS memiliki semangat dan motivasi yang kuat dalam dirinya untuk mandiri. Dilandasi oleh semangat dan motivasi yang baik, gangguan fisik serta perasaan negatif yang muncul

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 dalam dirinya dimaknai sebagai hal yang positif. Keinginannya untuk mandiri dan tidak ingin menyusahkan orang lain berdampak positif bagi dirinya sehingga merasa bahwa ia mampu beraktifitas sama seperti orang normal. Selain itu YBS juga semakin mendekatkan diri pada Tuhan dengan banyak mengikuti aktifitas kerohanian. Hal ini yang membuat dirinya menjadi lebih pasrah pada Tuhan dan menerima kondisi dirinya. Interaksi dirinya dengan keluarga dan lingkungan sosial yang baik juga mempengaruhi dirinya untuk semangat hidup dan menerima dirinya. Hal ini membuat YBS memiliki harapan positif bagi dirinya yang cenderung mensyukuri kondisi yang dirasakan saat ini. Semangat, motivasi kuat untuk mandiri, interaksi positif dalam keluarga dan sosial serta mensyukuri keadaan membuat YBS dapat menerima kondisi dirinya saat ini. Hal ini juga memberikan kondisi psikologis yang baik kepada YBS. C. PEMBAHASAN Tabel 4.4 Aspek Pengetahuan Harapan Penilaian Fisik Diri Pribadi Moral Keluarga Sosial MW + + + + + + - Subjek HDK + + + + + + YBS + + + + + + +

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 1. Pembahasan Subjek a. Subjek 1 – MW Subjek sudah mengalami stroke selama 4 tahun lamanya. Pengetahuan tentang dirinya disadari dan dipahami dengan baik dalam sisi fisik, diri pribadi, moral, keluarga dan sosialnya. Mengalami stroke menyebabkan dirinya mengalami perubahan akibat gangguan fisik yang dialami. Subjek menyadari bahwa fisiknya saat ini menjadi terbatas akibat lumpuh disebelah bagian tubuhnya. Subjek merasa fisiknya saat ini menjadi sangat lemah dan cepat merasa kelelahan. Akibat stroke yang dialami, subjek sekarang tidak bisa bekerja kembali. Hal ini disesalkan oleh subjek karena menurutnya seharusnya subjek sebagai kepala keluarga memiliki kewajiban untuk mengayomi dan menafkahi keluarga, namun stroke membuatnya tidak bisa bekerja lagi. Perasaan ini menyebabkan perubahan persepsi subjek mengenai diri subjek sebagai kepala keluarga yang tidak bisa menafkahi keluarganya. Subjek menyadari bahwa dirinya merasa menyesal mengalami stroke karena subjek tidak bisa lagi bekerja untuk melakukan kewajibannya sebagai kepala keluarga. Peran sebagai kepala keluarga dirasakan tidak berjalan sesuai idealnya kepala keluarga dan subjek lebih banyak waktu di rumah. Subjek mengetahui dirinya mudah emosi sejak mengalami stroke, terutama apabila merasa tidak dihargai oleh keluarganya. Selain itu subjek yang masih aktif menjadi pemangku (pemuka agama Hindu) merasa lebih pasrah dengan kondisi dirinya.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Secara sosial subjek mengetahui dirinya mampu bersikap baik sesama yang beda agama, subjek juga memiliki pengetahuan yang cukup tentang berbagai agama. Hal ini juga yang diwujudkan subjek dalam lingkungan masyarakat bahwa subjek bisa menghargai sesama yang beda agama dan tetap bisa bersosialisasi meskipun mengalami stroke. Pengetahuan diri subjek di dalam keluarga menunjukkan subjek memiliki hubungan yang baik dengan anggota keluarganya. Istri subjek tetap melayani dan mendukung subjek untuk sembuh. Istri subjek juga masih menghargai subjek sebagai kepala keluarga walaupun tidak bisa menafkahi keluarga. Subjek merasa bahwa keluarga merupakan faktor penting bagi dirinya untuk menghadapi stroke yang dialaminya. Hal ini memberikan persepsi yang baik bagi subjek meskipun dirinya sudah tidak bisa menjalani fungsi kepala keluarga dengan sepenuhnya. Subjek sebagai penderita stroke memiliki harapan untuk sembuh dari sakitnya. Keinginan untuk bisa bekerja kembali menjadi motivasinya untuk bisa sembuh. Namun subjek menyadari kondisi fisiknya sekarang tidak memungkinkan dirinya untuk bisa bekerja kembali. Subjek menilai dirinya saat ini berubah secara fisik akibat stroke yang dialami. Kondisi fisiknya saat ini menyebabkan dirinya tidak bisa bekerja lagi sehingga subjek tidak mampu mencapai harapannya untuk bekerja lagi. Kondisi ini bagi subjek menimbulkan ketidaknyamanan dan kesedihan sampai saat ini. Berdasarkan data wawancara subjek menunjukkan bahwa penerimaan diri subjek belum sepenuhnya terlihat

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 pada penelitian ini. Subjek menunjukkan perasaan menyesal karena seharusnya bekerja dalam usia yang masih produktif. Bagi subjek sakit yang dialaminya adalah karma untuk dirinya karena menurut subjek dulu banyak melakukan perbuatan yang tidak baik. Konsep diri subjek saat ini adalah subjek merasa bahwa dirinya saat ini sebagai kepala keluarga yang sudah tidak bisa menjalankan perannya secara penuh akibat stroke yang dialami. Persepsi diri mengenai seorang kepala keluarga yang menafkahi dan mengayomi keluarga berubah menjadi seorang yang hanya menumpang hidup didalam keluarganya. Kondisi fisik yang berubah akibat gangguan fisik yang dialami menjadi sangat berpengaruh bagi konsep diri subjek. Kondisi fisik subjek saat ini yang membuat subjek menjadi terbatas dan tidak bisa menjalankan peran sebagai kepala keluarga secara utuh. Namun di sisi lain, subjek memiliki pandangan bahwa dirinya masih dapat hidup didalam lingkungan sosial, artinya bahwa subjek dengan fisik yang terbatas masih dapat bersosialisasi dengan lingkungan sosialnya. Selain itu keluarga sebagai lingkungan terdekatnya menurut subjek mau melayani dan menghargai kondisi dirinya saat ini. Hal ini juga sangat berpengaruh bagi konsep diri subjek, bahwa sebagai kepala keluarga yang menderita stroke subjek tetap dihargai dan mendapat kasih sayang dari keluarga. Selain itu, subjek dapat diterima di lingkungan sosialnya dan penerimaan sosial ini meningkatkan kepercayaan dirinya.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Konsep diri subjek adalah subjek diri yang positif. Faktor yang cukup mempengaruhi bagaimana konsep diri subjek terbentuk menjadi positif adalah hubungan dengan keluarga yang baik. Pengetahuan subjek mengenai interaksi dirinya dengan subjek menunjukkan bahwa terdapat dukungan, kasih sayang dan interaksi yang baik antara subjek dengan istri dan anak-anaknya. Selain itu, pengetahuan subjek mengenai sisi sosial menunjukkan bahwa subjek sebagai penderita stroke ternyata tetap bisa aktif dan bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar. Subjek merasa tidak malu dengan kondisi dirinya terhadap lingkungan masyarakat, oleh karena itu lingkungan masyarakat pun memberikan kesan positif kepada subjek. Masyarakat cenderung menerima dan menghargai kondisi subjek yang mengalami stroke. Subjek juga mengetahui bahwa fisiknya menjadi hambatan dan kesulitan bagi dirinya untuk beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa penampilan akan fisiknya mempengaruhi persepsi diri terhadap fisiknya yang juga berpengaruh terhadap konsep dirinya. b. Subjek 2 – HDK Subjek sudah mengalami stroke selama 6 tahun sejak tahun 2008. Subjek mengatahui dan menyadari bahwa sejak mengalami stroke banyak perubahan yang dialaminya. Sebagai seorang ibu rumah tangga dan aktif didalam berbagai organisasi membuat subjek merasa sebagai seorang

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 wanita yang cukup aktif meskipun tidak bekerja dalam bidang yang profit. Sejak mengalami stroke, subjek menyadari bahwa ia tidak dapat melakukan semua aktifitas sebelumnya. Subjek merasakan fisiknya sangat terbatas karena kelumpuhan di bagian tubuh sebelah kanan. Subjek merasakan bahwa aktifitas yang bisa dilakukannya saat ini sangat terbatas, karena untuk berjalan pun subjek masih tertatih-tatih dan tidak kuat berjalan lama. Saat ini aktifitas yang bisa dilakukan subjek adalah menjaga kios miliknya dirumah. Subjek menyadari bahwa saat ini hanya aktifitas ini yang bisa dilakukan. Menjaga kios bagi subjek menyenangkan dan bermanfaat bagi dirinya dan keluarga sebagai pemasukan ekonomi. Subjek merasa enggan untuk mengikuti kegiatan sosial di lingkungan masyarakatnya. Kesulitan berjalan jauh menjadi alasan bagi dirinya untuk tidak mengikuti kegiatan sosial. Subjek lebih banyak waktu di rumah dan bersosialisasi dengan orang disekitarnya melalui transaksi jual beli di kios miliknya. Subjek juga tidak mengikuti kegiatan rohani di lingkup gereja, hanya jika lokasinya dekat dengan rumah subjek karena jika jauh harus ada suami atau anaknya yang menuntun subjek. Fisiknya yang terbatas ternyata disadari subjek sangat menyulitkan bagi dirinya. Subjek bergantung kepada keluarganya dalam beraktifitas sehari-hari. Hal ini dirasakan subjek membuatnya jengkel dan mudah emosi bahkan subjek juga merasakan kejenuhan karena aktifitasnya terbatas. Sebagai seorang ibu rumah tangga tentunya subjek merasa perannya sebagai ibu hilang meskipun semua tugas-tugasnya sekarang

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 sebagai ibu bisa dilakukan oleh suami dan anaknya. Subjek mengetahui juga bahwa dirinya masih dihargai dan diperhatikan oleh keluarganya. Perlakuan ini bagi subjek memotivasi dirinya karena dengan kondisi yang terbatas subjek merasa tetap menjadi bagian dari keluarga dan tidak ditinggalkan bahkan cenderung didukung. Bagi subjek, keterbatasan fisiknya saat ini justru bisa menjadi motivasi bagi suami dan anaknya untuk mau belajar menerima kondisi dirinya dan menerima keadaan. Subjek juga merasa bahwa dirinya sekarang semakin bersyukur pada Tuhan dengan kondisinya saat ini dan banyak mendoakan keluarganya serta orang lain. Sebagai ibu rumah tangga, harapan akan kesembuhan dari sakitnya sangat tinggi. Subjek selalu berkaca dari penderita lain yang mengalami stroke dalam waktu yang pendek kemudian sembuh, hal ini yang membuatnya tidak bisa menerima dan ingin sembuh. Kemudian subjek mulai menyadari bahwa stroke yang dialami memang parah dan sulit untuk sembuh lalu berusaha untuk menerima kondisinya. Aktifitas yang selama ini dilakukan subjek yaitu menjaga kios dirumahnya juga menjadi harapannya agar bisa menjadi lebih membantu ekonomi keluarganya. Bagi subjek, hal yang bisa dilakukan dan diberikannya bagi keluarganya adalah melalui kios yang dimilikinya. Subjek menilai bahwa dirinya sudah bisa menerima kondisi dirinya saat ini akibat stroke yang dialami. Subjek menyadari bahwa semuanya perlu proses untuk bisa menerima dirinya saat ini. Subjek

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 menilai bahwa dirinya saat ini bersyukur lebih semangat dan tidak seperti awal mengalami stroke. Apapun kondisi subjek saat ini dapat diterimanya dan tidak banyak menginginkan sembuh seperti normal kembali. Subjek menggambarkan konsep diri yang positif. Subjek secara sadar memahami dirinya sebagai ibu rumah tangga yang mengalami stroke bahwa fisiknya saat ini berubah dan menjadi sangat terbatas. Akibat dari fisik yang terbatas juga disadari subjek menyebabkan dirinya mengalami kesulitan dalam beraktifitas dan hanya sedikit aktifitas yang dapat dilakukannya. Aktifitas yang terbatas kemudian membuat subjek mengalami keterbatasan dalam interaksi sosial dan subjek menyadari itu. Namun disisi lain subjek juga merasa mendapat dukungan dari keluarganya yang selalu melayani dan menghargai dirinya. Kondisi fisik yang terbatas mempengaruhi subjek untuk bisa menerima dirinya. Subjek juga melihat bagaimana kondisi penderita stroke lainnya yang mengalami stroke dalam waktu yang singkat. Hal ini membuat subjek mengalami proses memahami apa yang terjadi dalam dirinya, apakah stroke yang dialami bisa pulih seperti orang lain yang dilihatnya. Proses ini juga yang membawa subjek kepada harapan untuk sembuh meskipun akhirnya proses memahami kondisinya tersebut menyadarkan subjek bahwa separah apapun kondisi dirinya subjek harus menerima. Faktor yang mempengaruhi subjek dalam pembentukan konsep diri yang positif adalah bagaimana interaksi dirinya dengan keluarga yang

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 baik. Keluarga subjek dapat melayani dan memberikan kasih sayang kepada subjek. Subjek merasa dihargai dengan keterbatasan yang dialaminya. Selain itu, faktor yang mempengaruhi konsep diri subjek adalah bagaimana subjek bisa menerima kondisi dirinya meskipun fisiknya terbatas sehingga dirinya kesulitan untuk beraktifitas. Dengan bisa menerima kondisi dirinya maka subjek akan cenderung membentuk konsep diri yang positif pada dirinya. c. Subjek 3 – YBS Subjek mengalami stroke selama 7 tahun lamanya. Subjek dapat menyadari bahwa akibat stroke yang dialaminya menyebabkan dirinya mengalami lumpuh dibagian tubuh sebelah kanan dan mengalami gangguan bicara. Sampai saat ini, kondisi fisiknya yang terbatas menyulitkan dirinya beraktifitas dan juga cara bicara subjek yang harus perlahan-lahan agar tidak kacau. Subjek merasa meskipun fisiknya terbatas tetapi dirinya tetap berusaha untuk tetap mandiri untuk melakukan aktifitasnya. Bagi subjek semangat untuk hidup menjadi penting agar bisa memotivasi dirinya untuk mengatasi stroke yang dialaminya. Semangat yang ditumbuhkan subjek tidak hanya membuat subjek berusaha untuk mandiri tetapi semangat tersebut mempengaruhi dirinya untuk menyikapi kondisi fisiknya dengan positif. Fisik yang terbatas tidak menyurutkan semangat subjek untuk ingin tetap beraktifitas. Subjek sadar akan keterbatasan fisiknya namun

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 subjek melakukan sesuatu agar tetap bisa beraktifitas yaitu dengan mencoba mengendarai sepeda motor. Hal ini kemudian membuat subjek dapat bepergian keluar rumah untuk bersosialisasi dengan temantemannya, ikut kegiatan rohani dan berkunjung ke tempat kerjanya sebelum sakit. Subjek memahami bahwa dirinya orang yang keras pada pendirian. Sikap ini membuat subjek selalu bersikap untuk mandiri karena dirinya tidak mau menyusahkan orang lain. Subjek merasa merepotkan orang lain jika dirinya tidak mampu melakukan sesuatu. Subjek juga menyadari dirinya juga merasa minder dengan kondisi dirinya dan mudah sensitif. Namun subjek kembali menyikapi dengan positif apa yang dirasakan tersebut dan mencoba untuk menerima serta selalu bersyukur pada Tuhan apapun kondisi dirinya. Sikap bersyukur pada Tuhan ditunjukkannya dengan mengikuti ibadah di gereja setiap hari. Bagi subjek kondisi yang dialaminya akibat stroke juga adalah berkat dari Tuhan, sehingga subjek tetap bersyukur pada Tuhan. Semangat dan sikap positif yang ditumbuhkan oleh subjek membangun persepsi yang baik bagi diri subjek. Subjek menyadari bahwa stroke akan menyerang fisik dan tidak akan kembali menjadi normal, oleh karena itu subjek berusaha menerima apapun kondisi fisiknya saat ini. Hal ini juga berpengaruh terhadap harapan subjek terhadap dirinya. Subjek memiliki harapan untuk sembuh tetapi subjek mencoba menyadari bahwa apa yang sudah dirasakannya saat ini sudah disyukuri oleh subjek.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Harapan untuk bekerja pun dirasakan subjek namun dirinya merasa lebih baik istirahat karena menurutnya usianya pun hampir mendekati pensiun. Subjek menilai dirinya saat ini sudah menerima kondisi dirinya akibat stroke yang dialami. Penerimaan diri ini membuat subjek lebih berpikir positif dan merasakan hidup yang menyenangkan. Bagi subjek dengan bisa beraktifitas, bertemu dengan teman-teman dan mengikuti kegiatan rohani membuat dirinya lebih semangat dalam hidup. Konsep diri subjek menggambarkan bahwa dirinya mampu melihat dirinya yang terbatas secara fisik dan menerimanya. Bentuk menerima dirinya ditunjukkan dengan semangat dan sikap positif atas semua kondisi yang dirasakan. Hal ini yang berpengaruh bagi konsep diri subjek karena tidak hanya memiliki pengetahuan akan diri, harapan dan penilaian terhadap diri tetapi ada sikap positif dan semangat yang membangun persepsi tentang dirinya juga lebih positif. Faktor yang mempengaruhi konsep diri subjek menjadi positif adalah penerimaan diri subjek terhadap fisiknya yang terbatas akibat stroke. Penampilan fisik yang berubah disikapi secara positif dan berusaha menerimanya dengan positif. Hal ini juga membuat subjek sadar akan kekurangannya dan menerima kekurangan tersebut. Selain itu, faktor yang juga mempengaruhi konsep diri subjek menjadi positif yaitu kemauan subjek untuk aktif bertemu dengan teman-teman dan mengikuti kegiatan rohani. Hal ini membuat subjek diterima dan dihargai oleh lingkungan sosial dimana subjek aktif didalamnya. Faktor lainnya yang juga

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 mempengaruhi konsep diri subjek yaitu dengan kemampuan diri subjek untuk mandiri dan kemauan kuat untuk tidak bergantung pada orang lain. Meskipun fisiknya terbatas tetapi subjek berusaha untuk mandiri dan tidak mau menyusahkan orang lain dalam melakukan aktifitas apapun. Hal ini berkaitan dengan usia kematangan, tidak bergantung pada berapa usia subjek tetapi subjek menunjukkan bahwa dirinya dapat menghadapi dan menyikapi strokenya dengan positif. 2. Pembahasan Tambahan Dari hasil penelitian ini, peneliti menemukan temuan bahwa konsep diri pada penderita stroke sangat dipengaruhi oleh keluarga dan keyakinan agama. Keluarga merupakan lingkungan terdekat penderita stroke sehingga ketika penderita mengalami keterbatasan dalam beraktifitas maka keluarga menjadi orang yang paling diharapkan oleh penderita untuk dapat membantu mereka. Sebagai anggota keluarga yang mengalami stroke, penderita mendapatkan dukungan dan pelayanan yang sangat berpengaruh terhadap diri penderita secara psikologis. Penderita stroke mendapatkan motivasi dari keluarga sehingga membuat penderita stroke dapat menghadapi sakit yang dialami dan memiliki harapan untuk sembuh. Keluarga juga dapat mendorong penderita agar tetap mampu beraktifitas dilingkungan sosial sehingga penderita tidak terbatas hanya di tempat tinggalnya. Keluarga adalah faktor yang sangat penting bagi penderita agar mereka tetap bisa menjalani kehidupannya meskipun memiliki keterbatasan akibat stroke yang dialami.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Keyakinan agama yang dimiliki oleh penderita stroke juga berpengaruh terhadap konsep diri penderita stroke. Keyakinan agama yang dimiliki penderita stroke memberikan kepercayaan kepada penderita bahwa interaksi penderita dengan Tuhan, misalnya melalui doa dapat memberikan kondisi psikologis yang positif. Hal ini menimbulkan perasaan pasrah dan menerima dalam diri penderita. Keyakinan agama penderita juga berpengaruh terhadap perilaku penderita dengan lingkungan sosialnya sehingga lingkungan sosial disekitarnya dapat menerima dan menghargai penderita stroke di kehidupan sosialnya. Dari ketiga subjek, peneliti juga menemukan beberapa hal yang dapat menjadi hal yang khusus dari ketiga subjek yaitu: a. Jangka waktu sakit Dari ketiga subjek penelitian, subjek 1 mengalami stroke sudah selama 4 tahun, subjek 2 mengalami stroke selama 6 tahun dan subjek 3 mengalami stroke selama 7 tahun. Ketiga subjek menunjukkan konsep diri yang positif, namun hanya subjek 1 yang belum bisa menerima kondisi fisiknya. Hal ini menjadi perbedaan dengan subjek 2 dan 3 yang mampu menerima kondisi fisiknya. Hal yang nampak dari ketiga subjek adalah lama waktu mengalami stroke. Subjek 2 dan 3 mengalami stroke lebih lama dibandingkan dengan subjek 1. Menurut peneliti, lama waktu subjek mengalami stroke berkaitan dengan usia kematangan sebagai faktor yang mempengaruhi konsep diri. Menurut peneliti, penderita stroke membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berproses membentuk

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 konsep diri yang positif khususnya untuk menerima kondisi dirinya. Hal ini juga berkaitan dengan bagaimana penderita stroke mampu menghadapi dan menyikapi sakit yang dialaminya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke dapat menerima kondisi dirinya dalam jangka waktu cukup lama sejak mengalami stroke. b. Usia Ketiga subjek penelitian ini berusia di rentang usia yang hampir mendekati pensiun dalam bekerja ketika mengalami stroke. Subjek 1 mengalami stroke pada usia 50 tahun, subjek 2 pada usia 47 tahun dan subjek 3 pada usia 50 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia berpengaruh terhadap konsep diri penderita stroke terlebih pada usia dewasa madya. Subjek 1 menunjukkan perasaan tidak bisa menerima kondisi fisiknya karena subjek merasa pada usia tersebut seharusnya dirinya bekerja untuk keluarga, namun karena fisik yang terbatas hal tersebut tidak bisa terwujud. Subjek 2 seorang ibu yang aktif dalam kegiatan organisasi menunjukkan keinginan untuk sembuh dan beraktifitas kembali. Sejak mengalami stroke subjek 2 merasa tidak bisa menerima karena harus berhenti aktif kegiatannya dan akhirnya menjaga kios yang dimiliki sebagai aktifitas yang dilakukan. Disamping itu menurut subjek menjaga kios menjadi pembantu bagi keluarganya sebagai pemasukan ekonomi. Meskipun subjek dapat menerima kondisi dirinya namun harapan subjek untuk tetap menjaga dan membesarkan kios juga mempengaruhi konsep dirinya, karena dengan aktifitasnya menjaga kios

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 akan memberikan persepsi diri bahwa subjek tetap dapat bekerja dan beraktifitas. Subjek 3 mengalami stroke di usia 50 tahun dan menurut subjek ketika itu subjek berada pada kesibukan bekerja yang padat. Namun selama 7 tahun mengalami stroke membuat subjek tidak banyak harapan untuk bekerja kembali sehingga subjek dapat menerima kondisi dirinya meskipun tidak bisa bekerja kembali.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka peneliti menyimpulkan bahwa konsep diri pada penderita stroke dalam penelitian ini adalah positif meskipun tidak secara keseluruhan aspek konsep diri menunjukkan positif. Penderita stroke akan mengalami berbagai pengalaman di kehidupan sehari-hari setelah mengalami stroke dan hal ini merupakan proses dimana penderita stroke membentuk konsep dirinya. Penderita akan mengalami keterbatasan sebagai dampak stroke dan mengalami penyesuaian terhadap kondisinya baik secara fisik maupun psikologis. Pengetahuan diri akan positif bila penderita stroke menyadari dan memahami segala perubahan yang terjadi pada diri penderita. Pengetahuan secara fisik, diri pribadi, moral, keluarga dan sosial merupakan aspek yang saling berpengaruh terhadap pengetahuan diri penderita stroke. Setelah menyadari perubahan yang terjadi, penderita stroke memiliki harapan bagi dirinya. Harapan yang positif memberikan motivasi bagi penderita untuk mencapai harapannya sehingga dapat mengatasi sakit yang dialaminya. Penilaian diri yang positif akan memberikan persepsi yang positif juga terhadap diri penderita. Sikap yang positif terhadap diri akan memberikan penilaian terhadap diri yang juga positif dan mempengaruhi psikologis penderita stroke. 97

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 B. SARAN Dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1. Saran bagi pihak medis ( Rumah sakit, dokter atau pramurukti) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke mengalami gangguan fisik yang mengakibatkan penderita merasa terbatas dalam aktifitas. Gangguan yang umum dialami seperti kelumpuhan sebelah bagian tubuh dan gangguan bicara menjadi gangguan yang paling membuat penderita merasa kesulitan. Bagi pihak medis menjadi penting untuk memberikan terapi-terapi fisik untuk membantu pemulihan fisik yang mengalami kelumpuhan dan terapi bicara karena dua hal tersebut merupakan hal terpenting bagi penderita stroke untuk beraktifitas setelah mengalami stroke. Apabila tidak dilakukan terapi yang membantu memulihkan gangguan tersebut, maka penderita akan sulit memulihkannya secara pribadi dan mengganggu aktifitas penderita. 2. Saran bagi psikolog klinis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke memiliki konsep diri yang positif. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara yang bertujuan agar pengalaman penderita stroke dalam membentuk konsep dirinya akan lebih tergambarkan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini konsep diri penderita stroke adalah positif, namun hal penting menurut peneliti yang ditemukan adalah penerimaan terhadap kondisi diri belum bisa dirasakan oleh penderita stroke. Saran bagi psikolog klinis agar dapat membantu penderita stroke untuk dapat menerima kondisi dirinya. Bila penerimaan diri ini belum bisa dirasakan maka akan menimbulkan kondisi psikologis yang

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 cukup mengganggu penderita stroke, seperti perasaan tidak puas dan tidak nyaman terhadap kondisi dirinya. Hal ini akan berdampak seterusnya pada penderita stroke dalam menjalani kehidupan selanjutnya. 3. Saran bagi penderita stroke Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke akan mengalami gangguan fisik sebagai dampak penyakit stroke. Bagi penderita gangguan fisik ini membuat kesulitan beraktifitas dan menjadi bergantung dengan orang lain. Menyikapi kondisi fisik yang terbatas dan berusaha mandiri akan berpengaruh terhadap konsep diri penderita stroke. Penderita stroke perlu menyikapi kondisi fisiknya dengan positif dan berusaha tetap mandiri tidak tergantung dengan orang lain. Dengan demikian penderita stroke diharapkan agar tetap menyikapi hal tersebut dengan positif. Menanamkan sifat positif dan semangat untuk hidup akan memberikan dampak positif bagi diri penderita stroke untuk tetap melanjutkan hidup didalam keterbatasan. 4. Saran bagi keluarga dan lingkungan sosial Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dan dukungan positif dan keluarga (orang tua, istri/suami, anak-anak, saudara) sangat mendukung pembentukan konsep diri yang positif bagi penderita. Keluarga adalah orang terdekat dimana penderita akan sangat bergantung kepada keluarga. Dalam hal ini, peneliti memberikan saran agar keluarga tidak hanya sekedar menjadi anggota keluarga tetapi sekaligus pendamping untuk mendukung penderita stroke dalam proses pemulihan dari sakit. Hal ini akan sangat membantu bagi penderita stroke karena mereka akan merasa dicintai dan dihargai sehingga

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 memberikan semangat hidup bagi mereka. Penerimaan dan dukungan dari lingkungan sosial juga dapat memberikan rasa berharga dan diterima bagi penderita stroke. Hal ini tentu akan membantu penderita stroke untuk tetap dapat bersosialisasi dengan lingkungan sosial disekitarnya. 5. Saran bagi penelitian selanjutnya Penelitian sebelumnya dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan skala konsep diri. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan konsep diri penderita stroke positif. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian konsep diri pada penderita stroke dengan metode kuantitatif deskriptif namun dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke memiliki konsep diri yang positif. Dalam penelitian ini terdapat kasus yaitu dimana data subjek terlihat kurang menunjukkan penerimaan diri secara utuh. Oleh karena itu, saran bagi penelitian selanjutnya adalah untuk meneliti penerimaan diri penderita stroke dengan metode kualitatif. Metode kualitatif diharapkan dapat lebih dalam melihat penerimaan diri penderita stroke dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri penderita stroke. Penerimaan diri terhadap kondisi diri sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis penderita stroke. Penelitian ini akan bermanfaat bagi penderita stroke agar mereka dapat menerima kondisi mereka. Penelitian selanjutnya juga dapat mempertimbangkan usia dan rentang waktu sakit yang dialami oleh penderita, karena berdasarkan hasil penelitian ini kedua hal tersebut memberikan kekhususan pada penelitian ini.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka peneliti menyimpulkan bahwa konsep diri pada penderita stroke dalam penelitian ini adalah positif meskipun tidak secara keseluruhan aspek konsep diri menunjukkan positif. Penderita stroke akan mengalami berbagai pengalaman di kehidupan sehari-hari setelah mengalami stroke dan hal ini merupakan proses dimana penderita stroke membentuk konsep dirinya. Penderita akan mengalami keterbatasan sebagai dampak stroke dan mengalami penyesuaian terhadap kondisinya baik secara fisik maupun psikologis. Pengetahuan diri akan positif bila penderita stroke menyadari dan memahami segala perubahan yang terjadi pada diri penderita. Pengetahuan secara fisik, diri pribadi, moral, keluarga dan sosial merupakan aspek yang saling berpengaruh terhadap pengetahuan diri penderita stroke. Setelah menyadari perubahan yang terjadi, penderita stroke memiliki harapan bagi dirinya. Harapan yang positif memberikan motivasi bagi penderita untuk mencapai harapannya sehingga dapat mengatasi sakit yang dialaminya. Penilaian diri yang positif akan memberikan persepsi yang positif juga terhadap diri penderita. Sikap yang positif terhadap diri akan memberikan penilaian terhadap diri yang juga positif dan mempengaruhi psikologis penderita stroke. 97

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 B. SARAN Dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1. Saran bagi pihak medis ( Rumah sakit, dokter atau pramurukti) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke mengalami gangguan fisik yang mengakibatkan penderita merasa terbatas dalam aktifitas. Gangguan yang umum dialami seperti kelumpuhan sebelah bagian tubuh dan gangguan bicara menjadi gangguan yang paling membuat penderita merasa kesulitan. Bagi pihak medis menjadi penting untuk memberikan terapi-terapi fisik untuk membantu pemulihan fisik yang mengalami kelumpuhan dan terapi bicara karena dua hal tersebut merupakan hal terpenting bagi penderita stroke untuk beraktifitas setelah mengalami stroke. Apabila tidak dilakukan terapi yang membantu memulihkan gangguan tersebut, maka penderita akan sulit memulihkannya secara pribadi dan mengganggu aktifitas penderita. 2. Saran bagi psikolog klinis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke memiliki konsep diri yang positif. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara yang bertujuan agar pengalaman penderita stroke dalam membentuk konsep dirinya akan lebih tergambarkan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini konsep diri penderita stroke adalah positif, namun hal penting menurut peneliti yang ditemukan adalah penerimaan terhadap kondisi diri belum bisa dirasakan oleh penderita stroke. Saran bagi psikolog klinis agar dapat membantu penderita stroke untuk dapat menerima kondisi dirinya. Bila penerimaan diri ini belum bisa dirasakan maka akan menimbulkan kondisi psikologis yang

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 cukup mengganggu penderita stroke, seperti perasaan tidak puas dan tidak nyaman terhadap kondisi dirinya. Hal ini akan berdampak seterusnya pada penderita stroke dalam menjalani kehidupan selanjutnya. 3. Saran bagi penderita stroke Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke akan mengalami gangguan fisik sebagai dampak penyakit stroke. Bagi penderita gangguan fisik ini membuat kesulitan beraktifitas dan menjadi bergantung dengan orang lain. Menyikapi kondisi fisik yang terbatas dan berusaha mandiri akan berpengaruh terhadap konsep diri penderita stroke. Penderita stroke perlu menyikapi kondisi fisiknya dengan positif dan berusaha tetap mandiri tidak tergantung dengan orang lain. Dengan demikian penderita stroke diharapkan agar tetap menyikapi hal tersebut dengan positif. Menanamkan sifat positif dan semangat untuk hidup akan memberikan dampak positif bagi diri penderita stroke untuk tetap melanjutkan hidup didalam keterbatasan. 4. Saran bagi keluarga dan lingkungan sosial Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dan dukungan positif dan keluarga (orang tua, istri/suami, anak-anak, saudara) sangat mendukung pembentukan konsep diri yang positif bagi penderita. Keluarga adalah orang terdekat dimana penderita akan sangat bergantung kepada keluarga. Dalam hal ini, peneliti memberikan saran agar keluarga tidak hanya sekedar menjadi anggota keluarga tetapi sekaligus pendamping untuk mendukung penderita stroke dalam proses pemulihan dari sakit. Hal ini akan sangat membantu bagi penderita stroke karena mereka akan merasa dicintai dan dihargai sehingga

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 memberikan semangat hidup bagi mereka. Penerimaan dan dukungan dari lingkungan sosial juga dapat memberikan rasa berharga dan diterima bagi penderita stroke. Hal ini tentu akan membantu penderita stroke untuk tetap dapat bersosialisasi dengan lingkungan sosial disekitarnya. 5. Saran bagi penelitian selanjutnya Penelitian sebelumnya dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan skala konsep diri. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan konsep diri penderita stroke positif. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian konsep diri pada penderita stroke dengan metode kuantitatif deskriptif namun dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke memiliki konsep diri yang positif. Dalam penelitian ini terdapat kasus yaitu dimana data subjek terlihat kurang menunjukkan penerimaan diri secara utuh. Oleh karena itu, saran bagi penelitian selanjutnya adalah untuk meneliti penerimaan diri penderita stroke dengan metode kualitatif. Metode kualitatif diharapkan dapat lebih dalam melihat penerimaan diri penderita stroke dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri penderita stroke. Penerimaan diri terhadap kondisi diri sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis penderita stroke. Penelitian ini akan bermanfaat bagi penderita stroke agar mereka dapat menerima kondisi mereka. Penelitian selanjutnya juga dapat mempertimbangkan usia dan rentang waktu sakit yang dialami oleh penderita, karena berdasarkan hasil penelitian ini kedua hal tersebut memberikan kekhususan pada penelitian ini.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Astuti, Sari Indah. (2010). Hubungan antara dukungan keluarga dengan kestabilan emosi pada penderita stroke. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Calhoun, JF &Acocella, JR. (1995). Psikologi Tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan. Semarang : IKIP Semarang Press. Clarke, Philipa Phd. (2009). Understanding Experience of Stroke : A Mix Method Research Agenda. The Gerontologist, June 2009. Cresswell, John W. (1998). Qualitative Inquiry and Research Design Choosing Among Five Traditions.California : Sage Publications, Inc. Departemen Pendidikan Nasional. (2011). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, edisike 4. Dombovy, M L; Sandok, B A and Basford, J R. 1986. Rehabilitation for stroke: a review. American Heart Association. Stroke, vol. 7 no. 13. Eka Evia Rahmawati, Agustina. (2009). Prevalensi Stroke Iskemik Pada Pasien Rawat Inap di RSUP Fatmawati Jakarta Selatan. Universitas Islam Negeri, Jakarta. Elkins, Dov Peretz. (1979). Self Concept Sourcebook – Ideas & Activities For Building Self-Esteem. New York : Growth Associates Hurlock, Elizabeth B. (1991). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga 101

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Indrajaya, Taufik. (2011). The Role of ACE Gene Polymorphism on Pathogenesis of Ischemic Stroke. Acta Medica Indonesia, Volume 43, Number 3, 152157. Junaedi, Dr. Iskandar. (2004). Panduan Praktis :Pencegahan dan Pengobatan Stroke. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer. Kennedy, Paul. (2007). Psychological Management of Physical Disabilities. Routledge, New York. Kneebone, Ian I. (2012). Psychological Problems after Stroke and Their Management: State of Knowledge. Neuroscience & Medicine, 2012, 3, 8389. Laksmiasanti, DSS, dr. L.(1994). Mengenal dan memahami stroke. Yogyakarta: RS. Bethesda Langhorne, Peter; Bernhardt, Julie and Kwakkel, Gert. (2011). Stroke Rehabilitation. Lancet, Vol. 377. Leahy, Dorothy Maria. (2010). Stroke in Young Woman : an Interpretive phenomenological analysis. National University of Ireland Maynooth. Morris, Reg. (2011). Review Article. The Psychology of Stroke in Young Adults: The Roles of Service Provision and Return to Work. SAGE-Hindawi Stroke Research and Treatment, volume 2011. Niemi, Marja-Liisa; Laaksonen, Ritva; Kotila, Mervi and Waltimo, Olli. (1988). Quality of Life 4 Years After Stroke. Journal of American heart association, stroke, 19, 1101-1107.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Poerwandari, E. Kristi.(1998). Pendekatan Kualitatif Dalam Penelitian Psikologi. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Universitas Indonesia. Rochman Hadjam, M. Noor.(1994). Pengelolaan Stress pada Penderita Stroke. Dalam Laksmiasanti, DSS, dr. L. Mengenal dan memahami stroke. Yogyakarta: RS. Bethesda. Rohadirja, Rizkytia; Komariah, Maria; dan Adiningsih, Dian. (2012). Konsep Diri Pada Pasien Stroke Ringan di Poliklinik Saraf RSUD Sumedang. Students e-journals, vol 1 no. 1. Santrock, John W. (2002). Life Span Development – Perkembangan Masa Hidup. Jakarta: Erlangga. Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model-Model Kepribadian Sehat. Yogyakarta : Penerbit Kanisius. Sekardhita, Galuh. (2013). Hubungan antara Kematangan Beragama dengan Konsep Diri pada Remaja yang Menjadi Narapidana. Universitas Sanata Dharma. Sekarsari, Ayu.(2011). Hubungan antara Konsep Diri dengan Kompetensi Interpersonal Pada Mahasiswa. Universitas Sanata Dharma. “Stroke : Dari Lumpuh sampai Hiperseks”. Kompas, 2002. Tirtawati dan Zulkaida. (2012).Locus of control pada insane pasca stroke 40-65 tahun. Universitas Gunadarma, Jakarta.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Urimubenshi G, Rhoda A. (2011).Environmental barriers experienced by stroke patients in Musanze district in Rwanda : a descriptive qualitative study. African Health Sciences 2011, 11, (3), 398-406 Wade, Carol &Tavris, Carole. (2007). Psikologi (ed.9). Jakarta: Erlangga.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 105

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Lampiran 1 INFORMED CONCENT Pada kesempatan ini, saya Alexander Rizky Hapsoro Pondaag, Mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma memohon bantuan dan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk berpartisipasi menjadi responden penelitian sebagai syarat untuk menyelesaikan studi saya di Fakultas Psikologi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana konsep diri pada penderita stroke. Peneliti akan melakukan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Peneliti akan memberikan pertanyaan terkait pengalaman anda selama menderita penyakit stroke. Di dalam proses wawancara peneliti berusaha menggali pengalaman anda sehingga memungkinkan anda mengalami emosi atau perasaan tidak nyaman. Oleh karena itu jika anda merasa tidak berkenan ketika proses wawancara berlangsung anda berhak untuk memutuskan untuk berhenti dalam proses ini. Wawancara ini akan saya rekam dengan digital recorder dan waktu pelaksanaan wawancara dilakukan kapan pun sesuai dengan keinginan anda. Dalam hal ini saya menjamin kerahasiaan data anda.Saya tidak akan memberikan data tersebut kepada orang lain terkecuali dosen pembimbing penelitian ini. Saya akan merahasiakan nama anda dengan menggunakan inisial. Kesediaan anda menjadi responden sangat membantu saya sebagai peneliti dan khususnya bagi ilmu Psikologi. Hasil penelitian ini juga dapat memberikan informasi dan manfaat bagi penderita stroke lainnya. Atas pengertian dan partisipasinya, saya mengucapkan terimakasih telah bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. Responden Penelitian ___________________ Peneliti Alexander Rizky Hapsoro Pondaag

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Lampiran 2 Verbatim dan Koding Subjek

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SUBJEK 1 – MW No Uraian Koding 1 Pak boleh menceritakan sedikit latar belakang bapak, dulu lahir dimana, berapa 2 bersaudara? Bisa diceritakan Pak? 3 Bisa.. 4 Saya lahir di Singaraja, Bali. Berapa ya tanggalnya 1 Oktober 1960. Bisa nangkep? Bisa 5 pak. Bersaudara saya saudara keluarga besar itu, tujuh bersaudara tapi yang ga ada Pk 1+ 6 dua..ohhhh.. ehhh… ini ehmm.. ohhh Sembilan bersaudara, yang tidak ada dua. Yang nomor enam sama nomor delapan ga ada. Yang nomor enam kelas 1 SD ga ada, yang 7 adeknya itu belum sekolah baru umur 2 tahun ga ada yang nomor delapan. Saya 8 kebetulan nomer dua, dari ibu kedua. Ibu yang pertama itu, punya anak 1 mbakyu saya, 9 10 uda gede nikah trus baru saya dah. Yang sekarang tinggal 7, yang perempuan 3, yang laki 11 4. Lain-lainnya kakak saya adek saya udah semua punya cucu, termasuk saya 12 telat..nikahnya telat.Ohhh iyaa..adek saya aja udah punya cucu, cucunya udah besar tapi 13 yang cewe.. ooo yang cewe.. yang cewe, kebetulan yang laki-laki kawinnya cukup cukup 14 tua itu ya, kaya saya 32 baru kawin, adek-adek saya 30 rata-rata yang cowo-cowo. Kira15 kira apa lagi? 16 Dari semua saudaranya itu yang memutuskan tinggal di Jogja hanya bapaksendiri 17 ? 18 Yaa.. itu dulu saya tinggal di Jogja karena saudara, mungkin saudara itu menginginkan 19 keluarga tuh apa namanya meningkatkan hidupnya, pola hidup, pola berfikirnya karena 20 bapak saya petani, trus bapaknya kakak saya (saudara) juga petani, mungkin ingin 21 merubah. Saya belum lulus kok diajak ke Jogja..ooo yaa.. yang usil pertama tuh, “ayo 22 dolan yo De” “kemana?” “ya kemana aja” di gonceng, trus tau-tau dinaikkan bis 23 malam… ohh hohoho.. saya nda tahu Jogja, trus pengumumannya pengumuman 24 SMAnya dia nyusul ke Bali, saya ndak ke Bali. Kakak saya di Jakarta sekarang, kakak 25 sepupu ponakannya bapak. Trus dari Jogja Bapak tuh di telegram, ahh dulu kan nda ada 26 telpon..ga ada telpon ya. Ya..ya.. telegram aja. Bapak saya udah di Jogja, jangan dicari27 cari lagi Made sudah di Jogja. Dikira bapak saya Jogja itu Cuma dikira Denpasar..ohh 28 hehehehe.. besuk bapak nyusul, dikira deket padahal dulu pesawat masih jarang, nek 29 naik bis 2 hari baru sampe Jogja. Trus di Jogja saya sangu ga dikasih biar ga bisa 30 pulang..hehehehe.. tapi dia tanggung jawab, saya di Jogja dicarikan sekolah, dinunutke di Keterangan Subjek mengingat sambil menghitung jari. 108

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 saudara sampe setahun baru boleh pulang. Ya kira-kira saya udah betah baru boleh pulang. Trus setelah saya di Jogja, kakak saya tuh ke Jakarta cari kerja, kebetulan keterima di PT. Nusa, saya ditinggal di Jogja. Begitu cerita awalnya, mungkin kalo dari SMA saya tahu di Jogja ni saya nda mau kok..hehehehe… nda mau di Jogja. Mungkin kalo saya di Bali nda begini jadinya, mungkin lebih jelek lagi. Karena pertimbangannya kakak saya, saya kan anak pertama, dari yang laki pertama harus bisa tembus apa namanya perjuangan hidup, itu prinsipnya saudara saya. Akhirnya ke Jogja merantau. Gitu ceritanya..setelah saya ke Jogja tuh banyak yang ikutin, ponakan-ponakan.. ikut ke Jogja semua ya.. sementara disini ditampung, setelah dapat sekolah baru dilepas, ngomongnya kakak saya mungkin begitu. Nah pola hidup di kampong di pake, pola merantau dipake. Makanya saya nda bisa lupa sama jasanya beliau, sampai kapanpun. Itu ceritanya.. Berarti dari waktu selepas SMA sampai sekarang sudah berapa tahun Pak? 33 tahun… hemm 33 tahun ya..juni ini 33 tahun.. ehh Juni besok 34.. ohh 34 tahun ya besuk Juni. Ya 34 tahun. itu dulu ada rasa penyesalan tidak bapak waktu pindah ke Jogja, SMA pindah ke Jogja? Waktu itu misuh-misuh tok..haha.. termasuk dibawa ke Jogja. Kalo dulu kan saya itu Pdp 1+ boleh dibilang anak manja, anak keturutan, apa minta apa keturutan karena kan adekadek saya masih kecil-kecil yang sekolah baru saya aja lainnya masih SD semua. Jadi di Jogja itu serba di press, dulu kiriman saya pertama 15ribu kok dek. 15ribu perbulan? Perbulan.. 15ribu perbulan, itu masih bisa, mungkin kalo di Bali itu nda cukup 25ribu nda cukup. Haaa di Bali saya gonta-ganti motor, kerjaanya apa kluyuran tok, sekolah tuh samben di rumah. Sekolah tu malah justru samben. Malah samben ya Pak? He‟eh..sekolah tuh berubah 180 derajat, orang-orang di rumah kaget dah setelah saya pulang. Wuih kok bisa, kok bisa Made itu berubah ya. Itu kata-katanya orang, kan berorganisasi disini aktif, dirumah tuh ga kenal yang namanya berorganisasi paling kebut-kebutan, paling kenal dagang Matok..matok itu apa Pak? Eee… warung kopi, dakocan tu, apalagi tuh boros aja kerjaannya. Tapi dilihat seperti itu kakak saya termasuk jeli, kalo Made tetap di Bali nda akan bakalan jadi dah. Paling kalo bilang sama bapak kan bapak saya orang ga berpendidikan apalagi made nomer 1 pasti dah mereka maunya di Bali .makanya saya kalo diculik kan nda ketawan bapak ibu ya, tapi itu diculik 109

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 positif.Di culik positif ya? He‟eh positif dibawa ke Jogja. Dari Jogja itu masih telegram bapak, Pak, Made uda di Jogja nda usah dicari kemana-mana, Made tempatnya dah genah nah gitu.Disini kan ditampung sodara. Kalo Mas Gede itu kan temennya di Realino banyak, temen-temennya dia batak juga. Sapa namanya, Kantil, si Robet. Mas siapa tadi namanya? Mas Gede..sepupunyabapak ya tadi? Iya he‟eh..dia itu sodara berapa ya.. 19 keluarganya tapi 2 ibu, 19 lagi keluarga besar tapi yang di Bali cuma 1. Di Bali 1 disini juga disuruh kuliah. Itu keluarga besar, tapi saya acung jempol tu sodara dia semua berhasil. Semua S1, termasuk di Kalimantan ada 2, di Pekanbaru ada, di Surabaya ada, di Jakarta banyak. Berarti bapak ketika pindah ke Jogja merasakan perubahan? Menjadi lebih positif gitu ya? Yaa..lebih mateng lah. Itu kan belum terasa, 1 tahun 2 tahun belum terasa setelah menjelang sarjana muda tu baru terasa bahwa Jogja tu jauh lebih matang daripada saya hidup di Bali. Saya nda pengen jadinya pulang ke Bali, yah kalo bisa aku cari jodoh disini aja. Hehehehe…padahal di Bali kalo ingin milih sudah disediain tinggal milih, tinggal ambil sudah. Tapi saya nda mau, nda mau jaman Siti Nurbaya… hehehehehe…kadang pisan-pisan kakak sepupu-sepupu. Nda mau saya. Kebetulan sodara-sodara juga semuanya ga mau dijodohkan, sodara-sodara saya yang dari laki-laki semua ngambilnya janda. Ya ya ya..banyak ponakan ambil sodara itu kurang leluasa gitu, kurang mandiri, kemandirian kita tu nda ada, apa-apa tergantung orang tua. Jadi kalo mau ambil orang jauh mau jungkir balik kek mau marah-marahin itu urusan dia, urusan kita berdua.Hmm..ya ya.. Mari minumlah.. (mempersilahkan minum) Eee..trus setelah menjadi sarjana muda, uda lulus kuliah waktu itu bapak langsung bekerja atau bagaimana? Dulu kan rencana bekerja abis sarjana muda, kita ke tempat ke Jakarta mengadu nasib, tapi rupanya nihil ternyata nasib tu tidak berpihak pada saya lalu saya balik ke Jogja lagi. Trus luntang lantung saya disini, uda gitu waktu itu dah ada telpon, bapak saya ingin saya ke S1 lagi biaya dari Bali. Trus saya neruskan lagi ke Malang.Kuliah lagi gitu Pak? Cuma numpang skripsi di Malang. Ooo…hohoho..ya ya.. disini kan hampir abis, yang sudah pernah saya ambil yang belum lulus budget waktu itu, trus cost 3. Cuma itu aja, 2 mata kuliah tu aja. Pak Supriyono kan luar biasa waktu itu kerjanya sama bu Sri Retno. Saya dulu kan di Atmajaya, kan angel orang diajar. Pak Kirno tuh, budget tuh saya 3 kali 110

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 sampe ga lulus, E aja dapet. Kalo saya kan dapat D aja ga saya ulang, itu E terus sama cost 3. Memang cost 3 mata kuliah sulit, cost 3 sama anggaran tuh, memang luar biasa sulit saat ituu… memang sulit sekali ya waktu itu? Iya waktu itu sulit sekali, apa ya kalo tenanan dipelajari mungkin bisa lulus. Lah sambil santai ga tenanan belajar, sampai saya minggat keluar dari Atmajaya. Kadang Bu Sri ituada baik sama saya, “De, kenapa kamu ga lulus, saya tuntun” buku di kasih, memang saya nda mampu. Pak Kirno tau? Dulu dosen Sadhar. Jaman dulu mungkin ya pak..ha iya.. mungkin masih hidup sekarang, mungkin sudah tua. Pak Kirno, Pak Supriyono juga dosen Sadhar juga, suaminya Mba Rusiti. Wah saya nda tahu Pak..hehehe. Mba Rusiti kan kakak kelas saya, sekarang dosen Atmajaya juga. Lalu waktu pindah ke Malang itu trus akhirnya disana menyelesaikan skripsinya? He'eh.. Cuma ambil mata kuliah 2 itu sama agama. Agama 2, agama 2 kan disini Katolik disana Islam, karena yang di Malang kan yayasan Muhamadiyah. Ooo begitu..makanya dibilang orang Jogja gila-gila ya.. disini kan persyaratannya 2.75 baru bisa skripsi. Tapi akhirnya lulus juga kan Pak? Iya lulus saya. Di Malang 2.0 bisa skripsi, makanya di Malang tinggal nyusun skripsi aja sama perbaiki tu 2 mata kuliah, agama sama..yang mata kuliah baru agama. Lalu setelah lulus kembali lagi ke Jogja? Ya kembali ke Jogja. Trus pertama jualan nasi tuh, jualan nasi aja keliling, jualan nasi uduk.Di Jogja waktu itu jualan nasi ya..ya sudah kawin, saya sudah kawin sementara belum kerja, nek ibu baru Capeg, calon pegawai belum PNS. Gajinya pertama 65 dimakan berdua wah istri hamil nah mikir otak saya, malah saya ga mau membebani Pk 1orang rumah, itu nda mau saya. Kalo ditanya sama bapak dah punya, padahal lewat besuk nda punya, berarti memang uda punya. Ingin menunjukkan kemandirian saja, dah punya kerja De? Udah gitu jawabnya dah lebih 4 tahun padahal besok belum ada. Ya begitulah kira-kira. Eka (anak 1) tuh termasuk prihatin hidupnya, lahir Eka sepeserpun saya nda punya uang untuk ke rumah sakit, trus untungnya temen-temen deket tuh bukan orang Hindu. Kebetulan Mba Tutik tu sampe sekarang orang Katolik juga. Temennya? Temennya ibu..oo ibu..temen saya juga. kan suaminya dia orang muslim, nah Antok, Andre itu kan termasuk saya yang momong. Waktu Pak Ngandar ke luar negeri, 5 tahun tuh, haa termasuk saya yang menyelamatkan. Waktu itu saya masih mahasiswa, Mba Tutik tuh juga mahasiswa temennya ibu di ISI, kemana-mana saya yang anter. “De, mbo 111

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 156 157 158 159 dianter ke ini ya, ngko mas Antok di jemput ya”, “oh iya Mba”. Mereka itu saya yang openi, makanya Pak Ngandar tu merasa berterima kasih sama saya. Waktu saya nikah dikabari, waktu anak saya lahir ga pegang uang dia tanya, “De, kamu punya uang ga?”, “Oh punya pak, punya”. Nah diperiksa ni dompet tuh, “haa gene kowe ra nduwe duwit, ngakune nduwe duwit lho, ndobos terus. Karo Mba Tutik ngopo isin?”. Trus dikasih duit untuk nebus obat, biaya rumah sakit dia yang mau bayar. Begitu baik, sampai sekarang pun dia kadang-kadang kesini. Waktu yang ragil mantu saya di undang, jadi panitia, itu saya masih sehat, Dina yang manten. Ni besuk kalo Eka mau mantu harus dikasih tau lho Mba Tut, gitu bilangnya. Jangan diam-diam lho De. Ya..hahaha… kamu dah kaya jangan diam-diam. Oraaa.. nah itu baiknya. Dia tu tulus kok, ya gitu lah bedanya, kalo kita baik ya adalah yang membalas kebaikan tergantung karma kita. Pm 1+ Kebetulan semua baik, Mba Tutik, trus mana mas Salowajan, kan orang katolik juga.kebetulansemua yang empati saya semua temen-temen deket saya orang katolik. Makanya saya berkesimpulan, mungkin orang hindu dekat dah dengan orang katolik, saya buat kesimpulan seperti tu.Tapi lepas dari agama, lepas dari pengawasan, nda nda kesana arahnya. Kebetulan karena saya mempelajari katolik mungkin lho.Jadi lebih mengenal ya pak..ya lebih mengenal. Muslim saya juga pelajari muslim, memang kalo muslim yang bener tu sama dengan kita dengan katolik sama. Kan saya ada sama Haji Yusron namanya, saya diajak sholat tahajud ke pantai Ngeliat namanya di Malang Selatan diajak sholat. Saya tu kan hindu, “Pak Haji saya kan orang hindu, Pak Haji orang muslim kenapa saya diajak sholat tahajud?”, “Ya nanti setelah sholat tahajud, saat Pm 2+ murukuh yang terakhir, saat menghadap sang pencipta silahkan pake agamamu sendiri, silahkan berkeyakinan sendiri .” Nah begitu kata Pak Haji, malah saya jadi yoga malah..meditasi malah jadi yoga. Trus kan ditanya setelah sholat, apa yang kamu dapatkan dari sholat. Malah kosong pak Haji. Nah itu yang terbaik, memang itu tidak mengharapkan apa-apa. Itu yang baik ya memang seperti itu pak? He‟eh..kemana orang berjalan, kepucuk-pucuk saat di puncak itu tidak akan ada agama, demikian lah pak Haji itu menjelaskan. Itu langsung A, tanpa ujian langsung dapat A, orang Madura lagi dia Pak Haji Yusron. Ya ya ya…itu pengalaman agama ya, apa namanya universal, bukan ayat-ayat alquran totok gitu bukan tapi universal. Lalu di Jogja sampai bapak mendapatkan pekerjaan yang tetap itu gimana? Setelah jualan nasi. Setelah jualan nasi pelanggannya ngajak kerja. Kamu mau De kerja? 112

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 Dimana? Sumber Baru.. Ya mau..Sumber Baru itu? Sumber Baru Motor. Pertama saya di Jalan Magelang, sumber mobil trus pindah Solo karena disini 3 bulan training aja, di Solo buka ini baru apa namanya buka lahan baru di Solo lalu trus hamil Eka trus lahir, karena kejauhan saya milih pindah ke Jogja, ke Jalan Mangkubumi disana berapa tahun lah 3 tahun, 4 tahun lah. Saya di Pingit yang paling lama di Yamaha Center, 8 tahun. Trus setelah itu keluar dari sana, di Utama Karya Kontraktor. Di Kontraktor ya… he‟eh..di bagian logistic pengadaan barang. Bosen disana. Kenapa Bosen bapak ?Nda nda cocok iklimnya, di Utama Karya nda sesuai iklimnya. kan disana sistimnya condek sana condek sini, wah nda sehat lah. Saya bisa keluar, maunya saya di Irian di taruhnya, karena buka juga di Irian. Yang Utama Karya yang dikomandani Mas Ipung kan Jawa Tengah dan Irian, Irian di Pulau Biak. Trus kata istri saya, ahh nda usah jauh-jauh pak di Jogja saja. Trus buka kelilingan kelontong. Buka apa pak? Kelontong, pedagang keliling. Ooo..alat-alat rumag tangga gitu ya Pak? ya alat rumah tangga, ya kebutuhan inilah semua obat-obatan. PKM tu lho, paguyuban kelilingan mataram saya ikut itu. Pertama ya pinjem, setelah laku saya bayar yang ga laku dikembalikan, apa yang ingin ditambah boleh yang ingin dikembalikan boleh. Itu baiknya Mas Mun, Mas Munadi namanya. Sampe sekarang dia baik. kalo kita nda pernah cacat, ni bergerakpun kemanapun gampang.Coba kalo saya pernah ngapusi mungkin nda ada yang begitu lah, kalo kita mbekasnya ga pernah cacat, makanya saya di Sumber Baru kan pindah-pindah terus, Mangkubumi, Pingit, trus Suzuki Plaza tambakbayan gampang. Ajak Made kesana, ngopo neng nggonku kok metu Made. Pengen tambah gaji, dia ngusulkan nambah gaji, yo aku ra iso nyangoni lebih nek kowe iso kerja aja. Tapi latarbelakang kita kan belajarin. Cuman Made mengusulkan nambah gaji aja. Ya apa boleh buat. Waktu saya di sumber baru di Mangkubumi kan begitu kan gajinya terus segitu aja. Ga naik-naik ya Pak? ga naik-naik. Emang kalo kita sih item ya coba kalo mata kita sipit lain lagi. Wong yang mata sipit yang ngajari saya kok nyales (Sales), anak-anak itu Handono, orang STIE dulu, aslinya goblok itu setengah mati itu, ya lah bodo banget itu, nyupir saya yang ngajarin, nyales saya yang ngajarin, baru 2 tahun dia langsung naik jadi manajer. Lha dia jadi manajer kita kan meri..iri.. ya iri.. apa kurangnya saya menjual bisa, padahal dia yang ngajarin saya.Lha itu awalnya itu minta dinaikkan lagi, pisanane dinaikkan slawe ewu (25ribu), Handono udah seket ewu (50ribu) setelah dia manajer. Maunya kan saya disamakan tapi saya nda sadar. Ga sadar kenapa Pak? ya kulitnya item, matanya mesti 113

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 kecil.Ooo ada perbedaan perlakuan ya Pak? ya perlakuan Cina dengan pribumi. Itu waktu di Sumber Baru, pekerjaan terakhirnya bapak ya? iya iya pekerjaan terakhir.. Ya..lalu sampai pada akhirnya bapak sakit stroke itu gimana ceritanya Pak? Ohh di Bis Malam itu, terakhir bis malam. Setelah Utama Karya, trus dagang keliling, trus melihat waktu di Sumber Baru kan nyambi saya supplier ikan laut. Ooo supplier ikan laut ya..ya waktu ni rumah baru naik ring aja, belum atap, yang di belakang aja baru bisa, mengigau aja di belakang, didapur tapi, setelah naik genteng saya keluar dari Sumber Baru. Trus di ambil Utama Karya, memang gajinya sih lumayan tapi situasinya nda nda memungkinkan. Kalo ingin pegawai negeri saya umur saya udah telat, kan BUMN harus ada ancang-ancang untuk pegawai negeri apa kemana. BUMN kan gitu, tapi ya ga mungkin juga.Trus saya cerita singkatnya, saya di Restu Mulya, saya pertama di bagian paket, trus setelah setahun saya pindah di Bis Malam, ngurusin bis malam, ngawal dari Jogja-Solo. Trus awalnya Stroke awalnya di bis malam itu. Sebelum terkena Pf 1+ stroke saya kan sudah divonis tekanan darah tinggi udah dikasih obat Catopril, harus setiap hari di minum. Semenjak di Bis tu wah..memang hasilnya lumayan tapi pas spot jantung terus.Musim sepi saya bingung nyari penumpang, kalo musim rame juga bingung nanti dilempar kemana penumpangnya. Aaa nda ada tenang disana. Asal uda jam 1 tu ngebel bos dari Bali, De piro isi bis‟e? wah itu bingung dah jawab, kalo bilang apa adanya kuatir nanti dia nda kasih mahal. Padahal setelah saya lepas dari sana biasa tapi dia tu menetralkan tu uda bisa. Berarti waktu itu kerja di bis malam itu anu ya cukup stress ya? Wah stress banget dah, banyak orang stress. Kalo sepi kita bingung kasih penumpang, semua dah saya kontak. Wah sepi pak Made, ahh sepi e bos. Gimana caranya kasih penumpang, ya minimal sih 20 aja. Tapi saya obral aja tiketnya, jual press juga memang kondisi penumpangnya memang ga ada. Gitu… Berarti memang sakit strokenya itu karena stress ya Pak? Yah..stress berat itu. Trus saya kan periksa ke dokter, itu dah awalnya stress asalnya hingga memacu jantung, degup lagi diam lagi..tidak stabil, trus dikasih obat Catopril, Pf 1+ dokter Nyoman kasih tau ni De harus tiap hari minum jangan sampai lupa, sampai lupa bahaya lho De ntar stroke kamu.sudah ada peringatan ya dari dokter.. he‟eh… ee ndilalah di jalan ke Pure Saraswati, saya lupa minum obat, padahal obatnya murah 2500 114

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 256 sak emplek isi 10. Murah itu, lupa minum obat 3 hari saking sibuknya kesana kemari Pf 1ngawal bis, datang dari Solo ke asrama langsung persiapan odalan. Kadang ga pulang, pekerjaan di terminal lagi diambil. Selama 3 hari saya lupa minum obat. Nah waktu ngawal bis ke Solo, malah jatuh saya di bis di dalam. Jatuh didalam bis..jatuh didalam.. oooo… kalo pengawal kan didepan di cek DP (daftar penumpang) berapa tu penumpang, ni turun dimana kan kita menyesuaikan DPnya, dapat penumpang dengan penumpang Pdp 1+ yang ada. Kan bisa kadang-kadang penumpangnya ga dimasukkan di bis, kadang-kadang kan bisa itu main ininya kernetnya.Kan saya disiplin kalo 10 ya masukan 10, yang ini turun dimana yang ini turun dimana, naikkan lah semua kita udah tahu naik, naiknya yang terakhir paling di Janti. Sampe saya di Kalasan jatuh saya nda sadar..didalam bis jatuh gitu ya pak? Ho‟oh..trus diangkat sama kernetnya, didudukkan di pintu itu. Haa berapa dapat penumpang tu saya nda tahu, tahunya acc gitu aja. Trus ditidurkan dikantor dulu, setelah tidur 1 jam bisa bangun lagi bisa jalan lagi. Di Jogja dah, di belokan SD itu sampe jalan sini aja setengah jam. Lemes sekali ya Pak? Merangkak saya jalan, jalan sampe sini setengah jam lebih. Saya jam 8 dah sampe sini, jam 9 kurang dikit lah paling sampe rumah dari SD kesini tu kan dekat ga ada 200 meter. Sudah ga bisa jalan ya pak? Ga bisa jalan, udah masang resleting ga bisa, uda ngancingi baju nda bisa tapi saya tidur langsung. Besuk paginya uda ga bisa ngapangapain, saya dibawa ke rumah sakit dibopong, setelah dibopong dinaikkan dipan bangsal itu nda bisa bangun saya. Ngising, buang air kecil itu nda terasa. Ya nda terasa, ini dah ga bisa digerakkan (sambil menunjukkan tangannya), ga bisa gerak uda kaya pithik kena Pf 2+ peluru separo tu swiwinya kena peluru, sengklek, ni bibirnya bengor..tau bengor? Merot..ya merot..uda ngomong nda nda yang lawan bicaranya nda dong. Ga ngerti ya? Nda ngerti apa yang saya omongkan. Misalnya tolong ambilkan kertas tu, yang keluar beda. Apa yang keluar tu kata Eka “wawawiwi” katanya..hawawawi wawawi… hhahaha.. gitu katanya. Trus mulai malam itu, setelah pipisnya keluar nda kerasa itu lupa saya..lupa.. lupa ingatan saya kaya tidur nyenyak saya tu rasanya, mungkin dari saat itu mungkin mati mungkin, pingsan lah. Itu gimana perasaannya waktu itu Pak? Pokoknya enak lah, enak lah, betul-betul enak. Jadi ya ketemu tu orang-orang yang jaman dulu meninggal tu ketemu lagi. Kan bulek saya uda meninggal, nah ketemu aja cuman saya di usir. Kamu nda boleh ditempat sini, nggon apik ini ga boleh kamu. Memang 115

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 daerah itu betul-betul bersih, bersih sekali, trus saya mimpi jatuh trus saya kesandung apa kesandung benda trus tibo trus sadar.Jatuh trus sadar ya pak..katanya saya satu hari satu malam koma itu, kan di ICU tu. Nah baru dengar suara, satu hari satu malam baru denger suara, setelah jatuh tu saya baru sadar dari mimpi seolah-olah mimpi, apa ya saya jalan lagi akan naik kudaan trus kesandung sikile jatuh, dalam mimpi tu, dalam mimpinya jatuh trus sadar.Baru saya terasa sakitnya, ga bisa gerak langsung dah ga bisa gerak.Semua ya atau setengah badan? He‟eh setengah badan, pengen pipis tu pipisnya dah berhamburan, tau-taunya celana saya dah dibuka, celana dalam dah dibuka dah semua ga pake baju. Dulu saya nda nda gini besar perutnya..hehe.. nda gendut ya Pak.. iya dulu kurus saya. Ya itulah nasib. Haa besuk siangnya kan nyonya saya pertama ngelap-ngelapin. Istrinya bapak? Iya. Kok keliatannya khusuk kaya nda tidur kaya apa namanya bengul, matanya tu kaya keluar air terus, nangis kayanya.Haa mungkin semaleman dia nangis, liat Eka juga begitu. Kenapa ya? Ra turu kowe mas? Ooo meneng wae de‟e, nah di alem-alem saya. Kenapa itu pasti aku mati hihihi wingi mbengi..mungkin dia nangis, nangis tu dia.. si gendut juga (anak ke 2), bertiga tu saling liat, Eka dan gendut tu saling liat, “heh meneng wae meneng wae”, gitu.. kan kanan kiri kan dia yang megang, sambil duduk ngelap-ngelapin.Setelah sadar ya teman-teman saya banyak sekali.Banyak teman-teman yang datang nengok ya pak? Ho‟oh waktu siang tu, tapi dah buyar tu penglihatannya buyar, dah ga jelas uda. Mungkin lho mungkin lho mati mungkin, sementara tu mungkin mati selama sehari semalem. Kayanya kalo ketemu temen-temen saya tu bisa jalan saya seneng sekali. Haduh sukur sukur De, hidup De, yaa mungkin suratnya belum temu belum garisnya. Itu waktu di rumah sakit berapa lama bapak dirawatnya? Dua minggu..Di ICU, trus boleh pulang. tapi saya dah bosan kok, sebelum itu belum boleh pulang kok belum boleh sebenarnya pulang.tapi sudah bosen ya pak? Dah bosen lah itu di rumah sakit kaya gitu aja, terutama masalah beol tuh wah..setengah mati susahnya. Memang saya nda terbiasa. Tapi ketika di rumah sakit, waktu bapak susah buang air besar, susah buang air kecil tu..setelah sadar.. oo setelah sadar ya pak.. itu keluarganya bapak, istri dan anak-anak itu selalu membantu? Iyah…tapi saya nda mau dibantu Kenapa nda mau dibantu pak? Pf 2+ Pk 2+ Ps 3+ Pf 2- Pdp 2116

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 Mesakke..mesakke saya. Merasa kasihan kenapa?ha iya.. kadang-kadang perawat, perawat tu juga saya nda mau tapi kan perawatnya ada sodara, ya saya disuruh diem aja, ini kewajiban Bli. Mas Nyoman namanya, haa kewajiban mas Nyoman ni biar aja kamu diam aja. Dibalik dibalik, risih rasanya. Lalu bapak kembali ke rumah setelah 2 minggu itu ya? Ya 2 minggu itu, kembali kerumah belum bisa apa-apa. Belum bisa apa-apa ya..jalan, nyuap nasi belum bisa. Kelingannya saya waktu baru jalan kaya bayi tuh ditetah.Ni kakinya ibu, ni kaki saya. Ditatih tatih, kaya bayi itulah ditatih. Apa yang dirasakan bapak waktu setelah sakit dirawat di rumah sakit terus kembali kerumah, kira-kira apa saja yang berubah dari bapak mungkin dari fisiknya, kira-kira yang dirasakan perubahannya apa aja? Fisiknya jelas..lemah.. terutama fisik yang kanan, kan tangan tu ngangkat gini tu nda bisa, pokoknya kaya benda mati itu lho, angkat tu sama sekali nda bisa. Sama sekali nda bisa angkat ya, kerasa nda ada tenaganya? Nda ada tenaganya sama sekali, ini kan biru-biru dulu (menunjuk pergelangan tangan), dulu bengkak dulu ni. Bapak nda gitu? nda bengkak tangannya? Ini bolong (menunjuk pundak sebelah belakang) lengan ini bolong kan karena suplai darah nda ada. Kaki tu nda terasa apa-apa, gini-gini kan ga bisa (menggerakkan kaki), kan saya dirumah sakit usahakan gini trus manjat keliatannya manjat tapi nda rapi sebagian rapi. Kaya naikkan kaki gini, kan rapi ni, bisa gerak-gerak. Apalagi yang dirasakan perubahannya pak? Yang jelas lemah, trus saraf otaknya mungkin lho mungkin ada blank, pelupa..jadi omongan.. omongan yang kadang-kadang tengah-tengah bisa macet, apa yang akan kita teruskan omong lupa, ya lupa tiba-tiba.Tapi kan sekarang ini dah mending, dah lumayan, kalo dulu-dulu sampe nama adek saya lupa, lama sekali ngingat, pelan-pelan. Dulu yang terapi bicara tu yang sangat membantu, mungkin kalo nda salah bicara kan nda bisa kan ngomong sendiri. Kan terapi bicara seminggu 2 kali. Tadi kalo bapak terapi bicara berarti waktu itu juga bicaranya susah sekali ya? Ya belum bisa ngomong, makanya terapi bicara seminggu 2 kali di ruang khusus, disana diajarkan berteriak-teriak tapi yang luar tu nda denger.Nah ruangnya tertutup, disana disuruh ngapalkan uler melingker dipager, biar “R” nya lancar.Ya sekarang aja kadangkadang keserimpet “R”nya jadi “L”, kadang-kadang kalo ngomong panjang tu sok lupa. Pf 2+ Pf 2+ Subjek memperagakan cara istrinya mengajari berjalan Pf 2Subjek mengangkat tangannya Subjek menunjukkan bagian tubuh yang bermasalah Pf 2+ Pf 2+ 117

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 Waktu menjalani terapi bapak perasaannya gimana waktu itu? Maksudnya? Misalnyaterkekang atau merasa semangat? Saya semangat terus asal untuk terapi kebaikan semangat terus. Kadang-kadang kan sehari ditinggal di Rumah sakit, ditinggal kerja baru dijemput. Tapi waktu terapi saya disangoni, nasi disangoni. Kan kebanyakan sodara disana yang jaga. Lama terapinya mungkin sampe 2 tahun saya terapi-terapi. Yang mana menyembuhkan? Kalo dibilang sembuh ya sembuh tapi obat yang mana yang menyembuhkan bingung, apa obat cina tu, apa obat pijet apa akupunktur nda tau apa terapi dirumah sakitnya tu nda tau tapi saya ada berprinsip kalo paranormal nda, saya tetep nda mau paranormal. Berapa kali tu disebut saya nda mau, pokoknya kalo sakit begini medis aja, kaya terapi itu kan terapi medis. Itu kalo cari orang tua, ya kalo beneran dia mijat kalo keleru mijat pecah pembuluh darahnya malah fatal.Tapi kalo orang medis kan uda uda terdidik kan dia. Dulu kan saya manggil di Sarjito perawatnya, seminggu 2 kali juga, senin sama sabtu, diajarin jalan sampe bisa jalan baru berhenti trus ke dokter Eva akupunktur. Kalo dokter Eva rayuannya enak. Hehehehe..dirayu.. tapi mahal-mahal. Terapi-terapinya mahal pak? ya mahal, tapi kalo dokter Eva 150ribu 1 kegiatan padahal seminggu 2 kali, 300 satu minggu, kali 4 sudah 1 juta dua ratus, itu baru terapi belum obatnya. Yahh uang mobil yang dulu dah abis, dulu uang carry nya abis buat berobat. Kalo bapak merasakan ada perbedaan ga ketika pertama sakit sampe sekarang? Kondisi fisiknya ada perbedaan? Ya ya..yang jelas kan fisiknya lemah, lemah sekali. Kalo dulu kan bisa jalan kuat naiknaik kuat, maku tuh kan saya pake palu. Kalo dulu kan bisa kita pukul, kalo sekarang nda fokus mukulnya nda fokus, mukulnya ga terarah, sampai sekarang. Makanya kalo saya makan, kalo dulu kan saya nda nda seneng pake sendok, malah sekarang kalo ga pake sendok ambyar di meja, angkat nasinya ambyar di meja.Jatuh semua ya pak di meja? Ho‟oh jatuh di meja, makanya dibiasakan sendok aja makan. Ini lho mungkin apa katanya motorik halusnya belum baik, kalo motorik kasarnya seperti jalan bagus dah. Itu memang susah, sama nulis kan nda terasa nda masuk nda nda apa nda terurus tulisannya. Mungkin kalo tanda tangan ni pertama bisa, kedua lain lagi, ketiga lain lagi. Kalo dulu kan sama. Yang sangat terasa tu fisik itu, fisik sebelum saya stroke dengan setelah saya stroke itu beda. Fisiknya lebih lemah setelah stroke dah, jauh lebih lemah.Neksekarang tu mudah Pdp 2+ Pdp 2- Pf 2+ Pf 2+ 118

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 kesel kok dek. Mudah sekali capek deh. Inilah kondisi seperti ini kalo lingkungan nda memaklumi malah jatuh terus.Lingkungan maksudnya? Anaknya, istrinya. Keluarga ya..keluarga kalo ga mendukung malah jatuh terus, makanya saya disuruh nyapu sok wegah. Kalo diukur dengan kondisi sehat, nyapu segini kan nda bisa, dengan kondisi sehat. Ha begitu aja ga bisa. Kadang-kadang kan Eka kan ngeyel kan, “Haa segitu aja nda bisa”, nah saya diem diem aja. Kenapa diam aja pak? Diam dalam arti maksudnya? Ngalah aja ya biar aja diam aja. Gitu… Tapi selama bapak sakit keluarga selalu mendukung kan? Artinya mendukung yang mana? Memberikan support berbagai macam. Oh ya..iya..terutama kan keluarga di Bali, kalo dah berobat apa aja dibiayai. Istri saya paling positif, pertama istri itu yang utama. Kalo itu nda beruntung cepet saya, cepet ini lebih cepet game-nya (meninggal). Kalau anak-anaknya pak? Ya mendukung tapi kadang-kadang emosi dia tuh, kan kadang-kadang disuruh nyapu, kadang-kadang males, kalo males kan lagi drop ga pengen kerja pengen tidur aja. Ini maksudnya anaknya bapak yang menyuruh bapak untuk menyapu? He‟eh..maksudnya dia itu memang baik biar bisa gerak maunya, tapi kan dia tidak melihat kondisi kita, kadang kita bagaimana. Orang stroke kan nyun sewu ya dek ya kadang drop kadang bagus kan nah itu harus dimaklumi.Makanya yang punya keluarga stroke tu, itu lingkungan sangat mendukung, sangat berpengaruh bukan mendukung, berpengaruh lingkungan tu untuk kesembuhan atau untuk mempercepat game. Itu sangat berpengaruh sekali, tergantung yang hidup tergantung keluarga, terutama istri, anak. Makanya saya kalo bosen pengen pulang, pulang ke Bali. Pak, saat ini merasa keluarga, istri sama anak-anak bapak itu memberikan dukungan yang positif atau seperti apa? Kebetulan ya..sementara masih bujang positif, tapi kalo dah keluarga kan nda tau, istrinya kan belum tentu, Eka itu. Makanya mas Eka saya suruh cari istri yang memahami kondisi kita, ga usah cantik ga usah kaya. Makanya cari istri yang selektif, istri memahami keluarga kita, terutama ni kondisi bapak biar nantinya nda jadi masalah kemudian hari kan begitu. Kalau dari istrinya bapak? Apa saja bentuk dukungan yang diberikan, perhatian Pk 2- Pk2+ Pk 2- Pk 2- H 2+ 119

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 yang diberikan biasanya seperti apa? Kalau dia tu waktunya sedikit ya di rumah, dukungan ajak terapi kadang-kadang dia nangis kalo terapi saya ga mau. Jadi bapak nda mau diajak terapi lalu istrinya bapak menangis. Iya sudah bosen saya, trus dibelikan alat terapi apa itu saya nda tau. Alat terapi saya semua punya, alat pijat kaki punya, pijat badan punya, semua punya alat-alat terapi. Bapak pernah ga marah, pernah ga merasa apa ya marah atau merasa tidak pernah dipedulikan sama istri atau anak-anak? Sering marah..bukan hanya pernah, remotenya tu berapa kali pecah kebanting. Itu kenapa pak bisa, kejadiannya seperti apa sampe tiba-tiba marah? Tersinggung saya, kadang-kadang merasa tidak dipedulikan, kadang kita maunya A tapi dia jawab nanti-nanti, tersinggung kan.Sering paling sering seperti itu, tapi kalo sekarang akhir-akhir ini kan agak reda karena anak saya uda memaklumi memahami. Kalo duludulu setahun dua tahun tu kerep banget marah, pintunya tu banting pintu, uda dah semua dah lari. Kadang Eka ditakoni, kemana kok malem-malem? Haa wangsulannya dia ga enak di kuping di telinga, nek ukuran saya nda enak di telinga, saya tu nanya malah..kalo mukul mungkin nda kuat dah.Pernah punya keinginan untuk mukul pak? Iya pengen mukul tapi ga kuat.Kadang tangan istri saya ginikan, tangan kiri kan ditabok. Kalo menurut bapak, bapak orangnya seperti apa sih? Temperamen. Temperamennya kasar ya? Kasar..temperamen orang Singaraja kan kasar aslinya temperamen, watak sejatinya tu temperamen. Apa-apa marah. Sampai sekarang juga masih merasakan temperamen itu pak? Tapi sekarang kalo sudah muwinten namanya, jadi mangku tuh.Nah uda berhenti, terkendali dah bisa mengendalikan. Itu sebab positifnya, itu alasannya orang temperamen bisa diubah menjadi lebih bagus dah. Kan jadi mangku itu kan sulit, harus ini ga boleh bisa ga nerapkan itu. Ya coba saya pelajari, belajar hidup kembali, yang tadinya negatif pertama kan jelek ya saya.Ni maaf ya kejelekan saya, dulu saya seneng minum, minum paling doyan. Minum minuman alcohol, alcohol dari jaman apa aja bisa minum pasti seneng. Trus kedua obat-obatan saya suka, suka jadi Bandar tapi belum Bandar ekstasi, Bandar koplo aja. Memang dulu jaman mahasiswa kan saya kan… ni masuk ni? (sambil menunjuk alat rekam) oh nda apa-apa pak.. dihapus nanti ya.. saya kan jadi bakul Pk 2- Pdp 2+ Pdp 2- Pdp 1- Pm 1+ 120

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 cimeng. Ya bakul cimeng, karena temen-temen saya orang batak semua saya yang edarkan. Waktu saya jaman SMA pernah ketangkep, pernah disel. Dulu pernah ketangkep juga pak? Pernah pernah, di Bali waktu SMA kelas 2 SMA. Trus perempuan juga main perempuan, tapi main perempuan semenjak kawin saya nda main perempuan lagi. Artinya perempuan apa aja. Nah dulu kan saya apa aja perempuan apa aja termasuk anak-anak nakal, jaman dulu kan „lonthe‟, memang saya dulu senang keluar biliar sering sekarang dah nda.Semenjak saya muwinten jadi pemangku ni, makanya orang-orang milih pemangku tu orang bekas jahat dipilih maunya tujuannya biar bagus, biar lempeng. Pm 1+ Saya berapa kali ya, 2 kali. Saya uda nda mau kok dipaksa. Ha biar aja yang mangku dari gini jadi lurus ga jadi jelek. Gitu katanya..memang banyak manfaat, manfaat kita kedunia yang lain amat banyak. Berarti dulu bapak jadi pemangku itu atas keinginan sendiri atau memang karena ada tuntutan dari orang lain? Itu tuntutan orang lain. Keinginannya nda ada. Kalo kaya kita belanja tu masih nawar, nawar biar bisa kita jual lagi. Itu kasarannya. Mangku itu tu… eee kalo saya jadi mangku Pm 3kan di Bali sudah jadi mangku, dikeluarga saya uda mau ditunjuk. Tapi saya ke Jogja, disini nda bisa. Kalo mungkin di Bali saya lagi jadi mangku di Bali. Tapi kalo di Jogja bapak nda jadi mangku ya? Dimana? Kalo di Jogja pak.Ohh harapan saya kan di Jogja biar ga jadi mangku lagi, di Jogja dipilih lagi, jadi 2 kali tu.Jadi memang punya harapan ketika di Jogja tidak jadi mangku lagi ya pak? Padahal yang dipilih yang menurut saya nyodorkan yang Bu Dayu kan lebih tua, Pak Wajenen lebih tua dan mumpuni lagi masalah pemangkuan. Kalo pemangku kan kaya di nasrani, frater, bruder. Pemuka agama..itu.. bukan pastor ya, kalo pastor kan memang mengayomi umat. Jadi tumpuan semua umat, itu bruder. Nah nda bisa ngelak, trus disekolahkan lagi di Bali, dikhususkan untuk menjadi..dikhususkan untuk jadi.. kepemangkuan. Waktu menjadi mangku itu perasaannya gimana sih pak? Ohh perasaan kita biasa cuma ada hal-hal yang harus dikendalikan, seperti tata cara kita ngomong kepada umat, sesane namanya, etika kita tu bagaimana menghargai orang lain. Pm1+ Kalo kita ingin dihargai hargailah dulu orang lain, itu salah satunya. Misalnya kalo kita ditampar sakit, demikianlah kalo menampar orang lain. Trus pola makan, makan daging sapi semestinya semua daging harus dikurangi, karena satu daging itu kan proteinnya Subjek merasa malu menceritakan masa lalu dan merasa malu bila direkam 121

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 tinggi namanya protein hewani kalo umur kita sudah 40-50 keatas tubuh kita sudah tidak membutuhkan protein hewani. Protein hewani akan merangsang untuk orang emosi, yang mengandung darah tu emosi. Untuk merangsang kita emosi itu adalah hipertensi jadinya, makanya disarankan untuk memakan daun-daunan, buah-buahan,vegetarian, ya itu harapannya semua daging harusnya. Tapi nuwun sewu saya belum bisa. Karena kita momo, momo tau bahasa Bali momo? Apa itu artinya pak? apa ya momo tu.. momo… serakah.Nah ini kita hilangkan sedikit demi sedikit, mungkin saat ini belum, mungkin 2-3 tahun lagi coba main ksini mungkin beda lagi. Itu… Tapi bapak menjadi mangku merasakan manfaatnya ga? Mungkin dalam arti misalnya dalam berinteraksi dengan Tuhan gitu misalnya ada merasakan manfaatnya ga pak? Apa yang dirasakan? Yah yah..jauh lebih mantap. Misalnya nuwun sewu ya, jangan dibilang sama orang lain. Kalo saya menginginkan terang bisa. Menginginkan apa pak? Terang nda ujan bisa. Pindahkan ujan tu bisa. Kalo saya mindahkan tu bisa, tapi kehendak itu Lastari, apa Pm 2+ namanya tulus namanya.Tulus dari dalam hati, paling dalam dari hati paling dalam. Kalo kita menghendaki terang ya terang. Yaa kebetulan ya, ya Tuhan tu masih melindungi kita. Kalo kadang-kadang ada dukun kan macem-macem ya, saya nda mau sama.Apa adanya. Kebetulan setiap berdoa ya terang. Itu..misalnya kita bepergian kemana, yang harusnya tidak boleh kesitu ada firasat ohh jangan kesana. Ada firasat ya pak..ada firasat, dalam bahasa Balinya namanya kedet.. Kedet.. (mengeja) K-E-D-E-T. ada feeling, firasat. Berarti itu seperti feeling yang buruk dan yang baik gitu ya pak? Iya gitu, bisa mbedakan. Kadang-kadang orang kan ga bisa bedakan mana feeling yang buruk mana feeling yang baik. Kadang-kadang kan orang ga bisa bedakan, tapi ini semakin sering diasah semakin peka. Kalau saat ini selama bapak mengalami stroke, interaksinya dengan Tuhan atau mungkin kegiatan yang rohani itu seperti apa saat ini? Pokoknya kalo ngayah arte di pura saya nda pernah capek.Ngayah itu seperti berdoa ya pak? Ya berdoa atau apa aja kegiatan di pura tapi yang penting Lastari namanya tulus, Pm 3+ yang penting tulus ga bakal kerasa sakit, apa-apa nda sakit. Lebih merasa lebih dekatkah dengan Yang Maha Kuasa atau malah semakin menjauh? Lebih dekat dah rasanya.Meskipun mengalami sakit tapi lebih dekat ya..iya lebih 122

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 dekat, pokoknya lebih deket dah kepercayaannya bahwa Tuhan tu memang melindungi kita. Lebih deket dah mbangane dulu ahh acuh tak acuh malah semakin acuh. Memang Pm 2+ terasa sekarang lebih yakin dan lebih deket, mungkin dalam hal bicara seperti ini Tuhan ada disekitar kita, kita nda tahu. Tapi kalo sekarang saat ini saya lebih yakin kalo Tuhan tu kan memang diandaikan „pabiati wiyapake naretu bisare‟ namanya.Artinya apa itu pak?Itu terjemahannya sulit, artinya tu Tuhan ada dimana-mana kalo kita yakin, agama apapun agama katolik, agama islam, agama budha, agama hindu Tuhan tu dimana-mana ada. Dimana-mana ada dan tanpa bisa dijamah, tanpa bisa narasikan, tanpa dibasahi oleh air, tanpa dibakar oleh api, maha segala-galanya. Itu namanya „Trio dasa sakti‟. Trio..dasa.. Trio Dasa Sakti, 33 kekuatan alam, kekuatan alam tu adalah kekuatan Tuhan, karena orang hindu menyebutkan kekuatan sang widi, kalo orang katolik Kristen namanya kekuatan Allah, kalo islam kekuatan Alloh Subhanawata‟aallah, itu kekuatan kekuatan, cuman hindu tu lebih dekat dengan hatranya. Coba kalo kita wujudkan dalam bentuk nyata, sekarang Rusia bisa buat telor, bisa buat telor, secara teknologi kan maju canggih pasti bisa membuat makhluk hidup itu lahiriahnya, tapi bisa ga menetaskan telor? Apa tadi pak? Rusia.. Telor..telor utuh tu bisa ga netaskan telor tu menjadi ayam? Rusia itu angkat tangan. Bisa buat telor persis sama telor, tetapi belum bisa membuahi. Itu kan ciptaan yang maha kuasa telor tu. Telor bagi ayam kan netes, ada telor yang ada janinnya ada telor yang tanpa janin. Iya kan? Iya pak..yang ada janinnya tu ciptaan Tuhan, yang telor yang diciptakan di Rusia tu tidak lewat tetesan tanpa janin, itu nda mungkin bisa netes. Itu teknologinya orang Rusia kan memang hebat. Itu dah ada Tuhan di dalam hidup kita. Dulu kan jaman sebelum manusia ada, kan jaman Adam dan Hawa, nabi Adam dan Hawa, Adam yang laki hawa perempuan. Itu dalam katolik, sebelum ada manusia kan nabi Adam dan Hawa. Hingga dibentuk linggayoni dalam hindu, lingga laki-laki yoni perempuan. Tuhan tu menciptakan itu, Adam dan Hawa positif negatif jadilah manusia didunia ini. Manusia jaman dulu, wiwit manusia tu kan kera, berekor..iya.. menurut teori Darwin.. haa pithecanthropus javanicus pithecanthropus erectus nah itu.. dah nanti nda terlalu banyak.. hehehehe… Kalo sekarang ini didalam keluarganya bapak dengan istri dengan anak-anak itu hubungannya saat ini seperti apa? Hubungannya dalam konteks interaksi satu sama lain Ya semenjak anak-anak saya dewasa, kembali lah lagi bukan seperti anak-anak, seperti 123

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 temen..temen sharing. Mereka kaya tadi tu, “mas, kuliah? Woo yoo..hehehe”. Kadangkadang gojek. Sama adeknya tu lebih sangar lagi, kadang-kadang saya diempet (merangkul bagian leher), badannya itu gede, sampe teriak-teriak. Kaya temen..kaya temen ya pak.. iya temen udah ga ada hubungan anak dan bapak, kaya bapak dengan anak ga ada. Kalo anak dengan bapak kan harus dihormati, ya saya menginginkan seperti itu biar dia segan tapi dia ga mau. Nda merasa segan ya pak? Nda merasa segen tu, dah nda ada jarak lagi, yaa kaya sodara kaya temen. Haa dia wayahe protes protes, kemarin saya pulang antar mobil spionnya pecah. Sopo ki be mecahke spione? Bapak. Opo iki dipecahke spione? Kebaret..ohh kebaret..hehe. yah kaya gitu deh Kalo sama ibu? Sama aja. Tapi nek Eka dengan ibunya pasti segen. Kalo sama saya tu punya pacar aja bilang ngene ngene, wis seneng tenan po? Yo sementara. Kalo sama ibunya dia ga berani bilang. Kalo Eka tu mungkin karena laki-laki ya lebih terbuka sama saya. Cuma sama ibunya, kalo ibunya mungkin kan karena tuntutan profesi pekerjaan kan jadi dosen kan, muridnya bagaimana kan seolah ada jarak. Eka kan mengenai skripsinya nda berani ngomong sama ibu, harusnya kan sama ibu dia ngomongnya. Tapi selama ini jika kesulitan ngomongnya sama bapak? Nggak..kalo sama saya kan ga mungkin saya mengasihkan solusi, harusnya kan sama ibunya. Bu ngene ngene piye..dia ga berani malahan dia simpen sendiri. Sampe saya nanya, opo masalahmu mas? Ngomong sama ibu. Opo ibu ngamuk ngko. Gitu… karena ga cerita sama ibu kan gitu. Lebih suka..apa namanya ekspresif. Itu dia di kampus juga mungkin gitu sama muridnya. Dosen ya ibu yah? He‟eh.. Putu kan mahasiswanya ibu, Putu yang sebelah timur (menunjuk rumah disebelah timur). Oohhh…takut sekali. Kalo bapak sendiri sama ibu? Ahhh biasa aja sama ibu. Kalo sekarang ini saat bapak dalam kondisi sakit stroke, anaknya bapak baik Eka sama adeknya atau pun ibu itu ada perbedaan ga interaksinya ketika dulu waktu belum sakit sama sekarang. Bagaimana mereka sekarang berinteraksi dengan bapak? Ada..ada jelas seperti disuruh nganter kemana-mana, malah sekarang saya yang dianter. Haa dulu kan ibu saya yang nganter kemana-mana. Misalnya kalo pentas-pentas malam, sekarang saya yang ditawari ikut nda pak?Jadi lebih perhatian ya pak? Ya ibu lebih Pk 2+ Pk 2+ Pk 3- Pk 2- Pk 2+ 124

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 perhatian, tapi perhatiannya kalo ingin ikut ya nonton aja. Kalo dulu kan aku arep mrene yo tak terke..gitu dia.. sekarang nda berani. Pernah istrinya atau anak-anaknya itu marah sama bapak? Ga..ga pernah marah, sebenarnya ga marah. Kalo ngerokok dia lihat tu marah, ee pernah sih marah. Dilarang ya pak sama keluarga? Iya ngerokok, ngopi. Tapi Eka yang keras, kalo pas megang rokok dicecek tu rokok. Kalo saat ini bapak kebanyakan aktivitas yang dilakukan itu baik dirumah atau dilingkungan sekitar itu biasanya aktivitasnya apa aja? Paling jalan-jalan pagi, paling kalo ujan ya dirumah aja. Kalo dirumah ada aktivitas bersama keluarga ga biasanya? Ndaa..haa kosong ini. Trus bukan hanya sekali dua kali kosong, hari minggu ibu ke asrama, Eka punya acara sendiri. Dah gini aja..jadi bapak lebih banyak waktunya sendiri di rumah ya? Iya lebih banyak dirumah, kadang kalo jenuh keluar maen ke pura, kadang ke pura aja penat di rumah, disuruh antar Eka. Paginya diantar kesana, sorenya di jemput tapi disangoni beli nasi disangoni. Berarti memang aktivitas dengan keluarga jarang ya..iya.. justru ga ada aktivitasnya, dirumah apa kegiatannya ga ada. Disuruh perbaiki tu ga kober (menunjuk atap rumah) ga mau. Seperti sekarang aja dia malah pilih proyek, padahal belum tentu dibayar. Tapi bapak punya keinginan beraktivitas bersama dengan keluarga? Ada keinginan seperti itu nda pak? Ya sebenarnya ingin..tapi apa? kalo dia orang sipil aktivitasnya apa dikit nah, dikit itu. Eka tu paling aktivitasnya kegiatan ini… sementara saya seneng ini..tapi anak-anak malu keliatannya, kayanya malu.Malu dengan? Malu dengan lingkungan yang lain, artinya oh bapakku uda nda mampu kenapa harus ikut.Nek dulu kan saya penabuh, pengrawit saya. Kalo sekarang dia ga mau ajak mungkin malu dia ajak, mungkin lho. Kalo saya kan liat orang nabuh tu kan sering mendikte dia, kalo dia ini nda mampu kenapa harus gini, gini caranya. Tapi Eka rupanya ga seneng saya mengikutkan temen tu dia kurang senang, mungkin kalo orang mengajar tu beda, karena saya tu seni alam kalo begini ga cocok ga usah dipake, itu kalo saya. Tapi kalo orang pengajar ini, aaa kira-kira begini dielokkan sedikit. Kalo saya A ya A, B ya B. punya prinsip ya pak? Ya..prinsip apa namanya kalo A ya A, kalo B ya B. Kalo Pak Nyoman tahu kan bisa dielokkan sedikit. Artinya kalo orang pengajar sini tidak suka menyakiti hati orang lain. Kalo saya nda, kalo nda setuju Pk 2+ Pf 3+ Pf 3- Pk 1+ Pf 2+ 125

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 ya nda setuju tetep, dasarnya tu prinsip harus ada. Tapi kalo di lingkungan sosial, mungkin di lingkungan keagamaan bapak juga banyak aktivitas disitu? Banyak..apa aja itu pak? Kepemangkuan kan istilahnya itu ujung tombak, cuman saya saat ini ya ngomong sangat terbatas dan ingin membatasi diri ngomong. Kenapa bapak ingin membatasi diri? Omongan saya salah nanti, apa yang telah saya keluarkan bisa salah. Sebab gini apa yang lagi saya omongkan misalnya A itu harus A jawabannya, nanti tak akan terjadi lagi untuk dia, itu yang saya tetap jaga omongan itu. Misalnya omongan kutukan, misalnya dia ngapusi, si A misalnya ngapusi omongannya, wah kowe ki seneng ngapusi ngko uripmu Pm 1+ ora apik. Tenan..bisa aja terjadi begitu, saya membatasi itu, trus saya omong yang humor aja. Itu namanya belajar ucap, apa namanya belajar ucap apa yang dibicarakan misalnya orang dikutuk mati ya mati tenan.Apa yang diucapkan itu terjadi saya khawatir itu, ya mudah-mudahan ga terjadi. Kalo dilingkungan tempat tinggal sekitar sini? Tetep ada aktivitas juga pak? Ya baik..tetap ada.. yoga saya ikut. Mungkin di lingkungan RT atau di lingkungan Ps 1+ RW? RTnya tadi malam kesini, ada pemilihan itu..ada ibu kan yang ngomong. Saya uda nda dengar. Sama ibu aja ngomongnya. Apakah sering berinteraksi juga bapak dengan orang-orang sekitar sini dilingkungan RT? Yah sering..saya kan termasuk disenengi juga.Oohh disenengi juga, kenapa pak disenengi warga sini? Seneng nyakruk saya. Ohh ini ya pak seneng ronda? Haa..nyakruk. Dulu kan paling rajin saya sebelum sakit ni. Semenjak sakit saya didispensasi, ya Pak Made boleh nda datang. Tapi kumpulan tetap terus ya..siap lah.. ya Ps 4+ lingkungan sini apik karena kebetulan kebanyakan militer jadi rodo gampang diajak rembug arep ini arep mrono gampang dah. Isih ngajeni lah..pendatang tuh masih kajen, coba RT lingkungan lain belum tentu bisa orang pendatang ngajeni. Kalo menurut bapak orang disekitar sini dilingkungan RT menilai bapak seperti apa saat ini? Ohhh baik..sekarang saya tu luwes kok. Tidak fanatik masalah agama, tetap menghargai agama lain.Seperti ada kerja bakti, saya sama pak Kamijan pertama bersihkan dulu, walaupun saya tahu Masjid tu kalo orang sembayang tu selain orang muslim ga boleh. 126

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 Tapi dalam kapasitas kita kerja bakti, saya sama pak Kamijan, saya yang inisiatif yuk pak Kamijan kita yang lain umat kita yang awali dulu, kita ngawali dengan pak Kamijan, orang katolik yang disebelah barat tu. Sini kan katolik banyak, oh yo yo pak Made. Kita bersih-bersih trus nyiapkan air wudhu trus dibersihkan dalemnya, sampai keluar bahasa yang begini, “ wah sinten ini yang kerja bakti, kok resik men? Itu pak Made dan pak Kamijan”.iyaa.. kan untuk menghadap Tuhan boleh. Itu… Kalo orang-orang muslim kan ga mau, apalagi bersihkan pura. Masuk aja pun pura ga boleh, tapi saya masih menghargai mereka. Mungkin doktrinnya beliau begitu, gapapa bukan salah mereka bukan salah umat, doktrinnya yang membuat doktrin itu keliru. Begitu.. Masyarakat sekitar sini juga memberikan perhatian kepada bapak waktu sakit sampai saat ini? Iya..karena saya selama ini ya dikampung tetap aktif. Siapa yang aktif tu dari kita sama pak Kamijan. Pak Kamijan itu kan orang katolik, melopori kita menghimpun dana untuk seksi sosial trus siapa yang sakit memerlukan pertolongan bisa bantu. Kan tiap bulan kita ngumpulkan uang dua ribu, dulu lima ratus sekarang seribu, perbulan kita himpun. Siapa yang sakit, kerumah sakit siapa yang meninggal, kalo orang sakit sekian orang meninggal sekian. Kalo sebelum itu, sebelum saya disini ya nda ada, trus saya punya ide seperti itu, trus saya minta persetujuan Pak Kamijan karena dia lebih tua, lebih tua dikampung ini. Kan kalo dulu dia nda ada pendukungnya, nda ada yang mendukung programnya dia, padahal dia bagus-bagus programnya, Pak Kamijan, Pak Pardi semua kebetulan non muslim. Pak Pardi orang Kristen, Pak Kamijan orang katolik, itu yang dulu om nya Rido orang katolik. Gitu… trus Pak Wasih juga orang katolik. Ini kan banyak apa heterogen lah kampungnya, katolik ada hindu ada, Kristen ada..ini apa namanya multikultur ya pak.. haa cuman yang ada muhammadiyah satu dua orang. Jadi lingkungan sekitar sini menurut bapak baik terhadap bapak ya? Baik.. mendukung sekali Ketika bapak sakit mereka juga datang? iya datang.. semua datang ke rumah sakit lihat. Itu tergantung kita kok, kalo kita rajin, srawungnya bagus, sosialisasinya bagus pasti rame. Demikian juga, ibaratnya kita tu nda mungkin dibiarkan, sebab kalo kita mentang-mentang nyambut gawe, orang pungut sampah tu diabaikan nah tu sudah karma kita karena begitu, nda ada yang noleh.Saya ni dengan pak Putu ni beda orangnya, Pak Putu ni termasuk eksklusif orangnya. Makanya Ps 4+ Ps 4+ Ps 2+ Pn 2+ 127

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 dia sakit orang lain mengabaikan, dulu kan pernah sakit malah saya nda tahu, orang satu lagi disana mboh..ya itulah, kalo saya tu didukung kok, Pak Bambang, semua. Kadangkadang kan ngerokok dielokke.Diingatkan ya pak..jangan ngerokok. Iya… ngurangi. Karena RW nya disini kan ada putranya di Bali, nah kebetulan ada putra di Bali di saudara. Bapak saat ini dalam kondisi yang belum sembuh betul ya, dalam kondisi mengalami stroke punya keinginan atau harapan apa? Iyaa… pertama kan saya menginginkan anak saya biar menthas..dua-duanyabiar menthas.Menthas artinya kawin biar kawin.Oohh berkeluarga..haa berkeluarga..baru entah dipanggil saya apa yang terjadi nda tahu saya. Idealisnya kan begitu, keinginannya gitu. Nda ingin kaya nda, pokoknya dia kerja kawin udah itu aja. Ya hanya itu aja.Untuk anak-anak ya pak.. Kalo untuk diri bapak sendiri? Ga ada..ga ada ya pak..ga pengen apa-apa kalo bisa disini aja meninggal jangan di bawa pulang ke Bali lah. Kan tergantung anak-anak nanti, kalo anak-anak besar disini nanti nah disini aja di upacara disini aja, toh saya jadi mangku diserahkan aja sama warga uda ada yang ngurus. Istilahnya apa ya dalam katolik tu Romo kan uda ada yang ngurusin, baik dari material maupun spiritual dah ada yang urus. Kalo saya bawa ke Bali ada adek-adek saya, tapi selalu saya menginginkan diselesaikan disini aja, kalo saya dipanggil duluan haa bereskan disini aja. Ini berarti bapak kan setelah sakit tidak bekerja lagi ya ada keinginan atau harapan bisa bekerja lagi? Ingin..sebenarnya ingin tapi setelah nulis ga bisa kendor ini (menunjuk tangannya). Nulis belum bisa, kantor mana yang bisa nerima orang ga bisa nulis. Pengen sebenarnya, udah jenuh ni, uda bertahun-tahun uda 4 tahun lebih dirumah, jenuh kan. Eka sampe lulus baru kuliah dia. Pengen sebenarnya. Apa ada kantor yang mau nerima?Tapi memang ada keinginan untuk bekerja ya pak..he‟eh..pengen kerja.. Tidak memungkinkan ya kerja..hati kecil saya pengen. Ibu malah saya disuruh buka warung, kalo warung apa yang dijual ntar kapusan lagi. Naik motor aja belum bisa 100%, artinya kalo kemrungsung, buru-buru tu belum bisa. Artinya kalo kita jualan kan, langkah kita harus energik harus segera kesana segera kesini, refleknya harus jalan. Kalo sekarang kan mau berhenti disana haa dari sini dah ngerem, ancang-ancang ngerem, refleknya belum jalan. H 2+ Subjek menunjuk ke tetangga sebelah H 1+ H 1- Pf 2+ 128

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 Menurut bapak itu idealnya seorang bapak, seorang kepala rumah tangga seperti apa? Harus bisa ngayomi, ngayomi semua keluarga anak dan istri..pertama. Kedua menghidupi anak istri. Itu idealnya, kalo sekarang kan malah saya ga bisa ngidupi, ngayomi bisa. Kan sama dengan saya NU, Nunut Urip.Menumpang hidup ya artinya? He‟eh..makanya kadang-kadang bosen hidup, pengen mati. Karena sudah nikahkan istri, besarkan anak. H 1Tapi untung aja juga ibu bisa menghibur, ga semudah diucapkan pak itu kalo mati itu. Kalo orang ingin mati, saya ingin mati sekarang cuma tidak ngalih pati namanya. Artinya mati itu tidak terburu-buru, tidak direncanakan mati. Oh iya ya..nah iya betul aja. Mungkin bapak bisa memberikan mungkin sedikit penilaian, bagaimana bapak sekarang melihat kondisi bapak saat ini dengan keluarga itu saat ini seperti apa? Bapak itu menilai kehidupan bapak saat ini seperti apa? Ee..nda mudeng saya. Begini, bapak menilai diri bapak saat ini seperti apa? Ooo..masalah apanya ni? Secara keseluruhan, baik kondisinya saat ini..ohh lebih tertata saat ini, mbangane dulu, ga ada tertata. Mungkin ketertataan itu tergantung ini juga siklus perekonomian, mungkin saat ini perekonomiannya walaupun hanya ibu yang mencari mungkin sudah mapan mungkin, lebih tertata. Apalagi saya sehat tu kan lebih bagus. Ya mbangane jaman dulu kan suka marah tu tetep faktor utamanya perekonomian..iya..misalnya anaknya nangis minta susu kitanya nda punya uang haa timbul marah-marah, apa mau digadaikan digadaikan.Kalau sekarang lebih..lebih tertata, mungkin sekarang saya lebih.. apa ada ya ukuran jogja lho adalah apa namanya Pk 1+ sekarang kan pengeluaran bisa ditekan karena anak-anak kan sudah besar, kalo dulu waktu bayi kan sangat susah untuk hidup belum mikirkan susu dua-duanya, belum mikirkan kontrak tiap tahun kontrak rumah. Itu kan harus dipikirkan, harus kita rancang setahun tiap bulan kita nyeleng (nabung) ya itu persiapan hidup, untuk persiapan tahun berikutnya biar kita ga kebingungan. Dulu saya ngontrak disini masih kandang sapi kok kita kontrak. Makanya prihatin saya, memang saya tipikal orang idealis nda mau dibantu dari rumah. Itu tipe orang idealis, rupanya Eka juga idealis orangnya, idealisnya persis dengan saya ga mau dibantu. Dia tiap hari, mas kapan kamu nikah? Apa nikah ntar hidupnya kaya bapak lagi hidupnya morat marit, ekonomi morat marit, kan gitu..cita-cita dia dia harus punya rumah sendiri, harus kerja ya terserah Eka. Kan cari kerjaan harus di 129

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 luar Jawa, lha karepmu gimana? Ya urusan nanti..gitu lah.. Ya tadi kalau bapak bilang bahwa idealnya itu kan mengayomi, memberikan nafkah bagi keluarga, kalau dalam kondisi bapak saat ini sekarang kan ga bisa itu menurut bapak bagaimana menilai bapak saat ini? Itu yang membuat penyesalan, yang orang lain nda bisa nda mampu menyembuhkan. Saya kan harus ngayomi keluarga harus nafkahi, sedangkan disisi lain nda bisa nda Pdp 2mampu. Itu lah membuat penyesalan, yang nda mungkin disembuhkan orang lain. Penyesalan itu kan tidak ada artinya dan penyesalan tu kalo terus berkembang tidak akan merubah sakit kita, malah semakin jadi. Nah nanti strokenya semakin kambuh nanti, Pdp 3+ stroke kedua lagi. Itu kata dokter jangan dipikirkan lagi, sudah ada yang atur pak Made. Misalnya sekarang di balik aja, dulu pak Made punya anak anaknya dinasihatin sekarang balik aja Pak Made jadi anak, anak-anak jadi bapaknya. Jadi orang tua, jadi ibu apa jadi bapak. Haa kadang-kadang saya berpikir sama, makanya apa yang kata-kata Eka itu dianut aja. Di nut aja. Di.. maksudnya di.. di nut, diikuti aja. Misalkan kaya gini, mas itu dah bosok (menunjuk kayu rangka atap), biar jebol biar jelek sekalian. Haa diam aja biar jebol sekalian mungkin dalam angan-angannya dia kalo jebol diperbaiki. Yahh percuma aja, kalo dulu kan saya sehat, ni perbaik harus ini ini ini..naikkan ini. Kan harus begitu. Nah sekarang bisa dia teruskan, toh kita juga sebentar hidup didunia toh dia yang warisi. Dulu kan saya ada cita-cita tanah ini dijual, rumah ini dijual nah kamu beli dengan adekmu bagi dua. Ahh kapan saya bisa beli sendiri, ini jangan dijual ini peninggalan. Gitu kata Eka, ya terserah. Toh bapak bikin ini tanpa minta dari rumah toh, hasil karyanya juga sama ibu kalo misalnya gini jangan di jual. Toh kalo saya ga bisa makan itu baru..gitu dia bilang. Yaa terserah. Ya sementara ini anak-anak dewasa, terpikirnya semua dewasa, dewasa sebelum waktunya karena desakan kondisi membuat dia dewasa. Itu… Kalau secara sikap dan sifat bapak saat ini dengan mengalami sakit itu sifat, sikap dan kepribadian bapak itu lebih baik atau bagaimana? Kalo sebenarnya ya, lebih ekspresif sekarang.Ekspresif dalam arti? Dalam menyikapi sesuatu, lebih cepet berekspresif, emosinya lebih cepet saya. Kan ekspresif ya, jadi segala Pn 1sesuatu yang jelek itu harus ditangani sekarang, lebih cepet. Kalo dulu kan masih bisa ngerem, oh ini nganu kalo nda bisa gini..kalo sekarang nda, lain kalo sekarang lebih ekspresif lebih cepet. Mungkin karena factor psikis juga. Kaya misalnya, niliki orang 130

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 sakit haa semestinya tidak di omongke kalo dipanjangin dikit di omongin dah.Lebih ini ya pak kata lainnya blak-blakan ya pak..iya blak-blakan, lebih fulgar. Padahal kefulgaran belum tentu menguntungkan misalnya bagi pasien. Misalnya kemaren tadi malem kan saya niliki orang sakit, orang stroke persis seperti saya dia itu kan ditinggal suaminya, suaminya itu kan temen saya. Trus Tanya Mba Min Nyoman mana..trus cerita bla bla bla bla..macem macem.Trus akhirnya dia Tanya nomer telponnya nda bisa dihubungi. Trus telponnya bu Nyoman saya kebetulan nda tahu. Trus ibunya saya tahu, saya tahu ibunya simpen nomer telponnya bu Nyoman, kok saya ngomong di depan oh ibunya tahu ni. Ibunya kan ga bisa ngomong ni didepan padahal tadinya saya nda di tem untuk tidak buka nomer telponnya dia. Gitu masalahnya..padahal kalo buka nomer telponnya dia, mau buka nomer telponnya pak Nyoman. Gitu katanya..menghilang katanya.. nda tahu saya kemana. Ini kebetulan katolik juga, kawinnya hindu tapi janda. Janda yang sudah punya anak 3. Menurut bapak sekarang masih merasa bertemperamen ga? Atau lebih emosi? Iya..kadang-kadang kalo ga bisa ya kuncinya kalo mengekang emosi itu jangan sekalikali kita berdiri, tapi duduk aja. Syukurlah bisa tidur tetep nahan emosi. Tidur itu kuncinya. Saya Romo Artoko bilang pada saya, saat kita emosi coba diredam emosi tapi meredam emosi sambil tidur. Itu katanya, budayawan Magelang. Pernah dengar? Dosen saya dulu. Belum begitu pernah pak..dah lama itu.. itu caranya meredam. Tapi kalo kita Pdp 3+ emosi semakin berdiri semakin jadi. Kalo kita emosi sama istri, bayangkan istri itu adalah ibu kita, pasti turun. Misalnya kita emosi sama istri kita, istri kita marah bla bla bla..kita diam, pandang dia tapi bayangan kita itu ibu kita sendiri, ibu yang melahirkan kita pasti cepat turun cepet nah turun emosinya. Itu apa namanya kamusnya, kamus jawa yang sederhana katanya itu. Kalo saya begitu dah, kalo istri saya marah dipandang aja sambil mengingatkan bahasa bahasa ibu, ingat itu otomatis redam. Makanya dia marah-marah bingung, kenapa kok bapak ni dimarahin kalo dulu emosi temperamen. Sekarang berarti lebih bisa sabar ya pak? Iya mengendalikan, bisa terkendali. Saat rapat juga kan begitu. Ada kata-kata yang Pdp 3+ menyinggung perasaan kendalikan aja, oh itu bukan untuk saya. Akhirnya dia bingung sendiri, maaf ya Pak Made saya tadi emosi marah. Ohh nda apa apa. Hohoho.. Terakhir ini mungkin bapak, saat ini ya bapak sudah bisa menerima kondisi saat ini? 131

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 Hati kecil juga tetep berontak, hati kecil harusnya kita masa produktif kenapa musti gini nyesel pada diri sendiri. Trus kembalikan mungkin karma sama saya yang lampau mungkin perbuatan saya jelek saat itu, saya nikmatin sekarang makanya terkendali lagi. Harusnya umur 50 kan umur produktif sedang aktivitas tingkat tinggi seharusnya, kena lagi penyakit ini. Penyakit yang semacam ini kan boleh dibilang penyakit manja, penyakit manja kan. Fisiknya sehat keliatan tapi dalemnya jeroane wis keropos arep dikapakke meneh. Gitu..menyesal.Mungkin dah kalo air mata tu saya abis mungkin air mata, dalam kondisi seperti ini kadang nangis sendiri. Coba nanti mas Rizky pulang saya nangis sendiri, dalam kamar sendiri aja melamun merenungi nasib kita harusnya kita produktif nangis sendiri dah. Keluar air mata keluar. Ya itulah nasib kita, nasib kita berbeda. Makanya saya wanti-wanti sama temen-temen, temen-temen deket jangan sampai kena stroke. Pola makan, pola pikir harus tetap terjaga, itu secara medis lah bukan secara spiritual, tetep dijaga tetep diwanti-wanti jangan sampe kena stroke. Malah baru satu minggu saya ngomong sama pak Sugiat belakang malah dia yang kena, pecah malah pembuluhnya. Kan pas layatan saya omong sama pak Sugiat, jangan sampe kaya saya pak, datangnya cepet tapi perginya lamaaa sekali pak. Saya dah bertahun-tahun, datang sih cepet sekejap tapi perginya itu..itulah sakit stroke. Malah elet seminggu dia kena, malah pecah pembuluh darahnya. Kalo ketemu sama saya kan nangis dia, apa yang saya omongkan malah terjadi. Padahal dia terawat makannya bagus, pola pikirnya mungkin, anak dua apa sih yang dipikirkan, istri juga pegawai negeri, sekarang lebih parah dari saya, tangannya diikat gini. Berarti bapak ada rasa menyesal juga ya pak? Iya pasti.. Tapi sekarang bisa menerima pak? Hati kecil belum..hati kecil belum ya pak.. kadang-kadang pengen mbengok yang kenceng biar plong keluarkan uneg-uneg. Teriak sekenceng-kencengnya mbengok dah itu dah lega rasanya. Apa hikmah yang bisa diambil dari pengalaman bapak saat ini? Banyak..banyak yang diambil hikmahnya, yang dulunya jarang dirumah sekarang malah lebih tertata hidupnya, pagi tu paling telat jam 9 udah mandi, tertata lah hidupnya. Mbangane dulu kan saya hampir ga pernah dirumah, pulang dari terminal bukan pulang kerumah tapi ke meja billiard trus minum lah mabuk dah pulang. Wah kalut dah, tahu kan Pn 3- Pn 1- Ps 3+ Pn 3- Pf 3+ 132

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 801 802 803 804 805 806 807 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 pergaulan di terminal kaya apa.Keras ya pak? Keras dan tidak tertata, pergaulannya wah disana macem-macem. Sekarang saya dah mending lah, lebih tertata. Atau mungkin keadaan yang memaksa tertata ga tau juga lah saya. Tapi merasakan hidupnya lebih baik sekarang? Oh ndaa..jelas ada sesuatu yang masih kurang. Misalnya bisa menyelesaikan 10 dengan kondisi sakit seperti ini cuma bisa menyelesaikan 2, 3. Ya ada kekurangannya masih Pf 2banyak, tapi untuk mengingatnya lebih tertata. Artinya step by step tu lebih tertata.Pola hidup ya pak berarti yang lebih tertata? Ya pola hidup.Tapi dulu makan aja sampe lupa, lupa karena pekerjaan, kadang keluar kota ke Solo lupa makan. Kalo sekarang kan nda, sudah tertata. Misalnya makan pagi, jam 8 dah makan atau jam 7, kalo mau makan siang diatas jam 2 malah siang lagi lebih bagus, lebih sore lagi lebih bagus, artinya jam 2 apa jam 3 lebih bagus, nda melempung.Yayaya.. hehe Baik saya rasa sudah cukup, ya sudah banyak sekali yang sudah diceritakan dari bapak . Ya mudah-mudahan bapak bisa mengambil positifnya dari proses ini ya pak dan menjadi lebih baik kedepannya. Sama sama ambil hikmahnya, nanti yang positif untuk sampeyan untuk saya juga untuk bapaknya juga. Nanti dievaluasi lagi berulang-ulang, misalnya ada yang kurang minta ditambah lagi silahkan. Ini kan positif untuk saya, ada teman ngobrol.itu aja yah.. Wawancara tambahan Menurut bapak, setelah bapak mengalami sakit sampai saat ini bagaimana peran bapak sebagai kepala rumah tangga? Apakah bapak merasa kehilangan peran tersebut? Ya paling pertama itu saya selalu nasihatin anak-anak itu biar dia berperilaku sesuai dengan jalurnya. Terutama anak saya disini kan Eka, ya yang sering saya nasihatin ya Eka. Terus dari segi income kan jelas nol sekarang saya sudah nol, ya mungkin saya ngomong sama ibu, “Bu, aku koyo ngene piye kowe iso nompo ora?”. Nah ibu bisa nerima. Nah hanya itu nah, ibu bisa nerima terus anak-anak yang kira-kira kata-kata saya Pk 3+ yang positif didenger, kalo kira-kira kurang berkenan dihati mereka dia berontak, protes. Dia sekarang berani kok, memang saya ciptakan untuk terbuka saling terbuka, saya pun nda segen kok minta maaf sama anak-anak kalau saya merasa keliru. Sebelum saya memulai pembicaraan pun saya minta maaf, nanti kalau ada kekeliruan bapak nuwun 133

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 sewu bapak minta maaf dulu ya. Ya terbuka aja sharing seperti itu seperti sama temen bukan kaya anak lagi. Bapak merasa peran bapak itu saat ini hilang tidak? Apa peran bapak yang dirasa masih berjalan saat ini? Oh nda kok, masih masih. Ya yang masih terasa ya nasihat-nasihat saya masih di dengar anak-anak, itu ego saya mungkin kasih nasihat mestinya kan ibunya kasih nasihat. Tapi sekiranya nda setuju sama saya ya nda dilakoni kok sama anak-anak. Padahal kan saat ini kebalik ya ibu yang jadi kepala rumah tangga karena bekerja dan saya kembali jadi NU Nunut Urip tetapi dia tetap menghargai saya begitu pula anak-anak. Misalnya kalau ibu pergi pulang telat ibu ngebel dari kampus, “Pak aku ngko jam semene mulih”, Eka juga begitu, “pak bapak nanti ada rapat ya, bapak masak sendiri ya atau beli aja lauk, Eka nda bisa pulang tepat waktu”. Kan berarti mereka itu masih menghargai saya, masih menghargai kita sebagai kepala rumah tangga, kalau tidak dianggap pasti luweh-luweh wae di acuhke wae. Kalau dalam pengambilan keputusan didalam keluarga bagaimana pak? Ya bersama-sama kok, meskipun dengan anak-anak seperti teman sendiri mereka berhak mengambil keputusan sendiri sepanjang itu positif boleh. Kalau dalam rumah tangga kan harus saya yang ambil keputusan, tetapi saya tu terbalik kok nda harus kepala keluarga, ibunya bisa juga, saya itu istilahnya ketok palu aja tetapi semua ide-ide tentu dari anakanak dan termasuk juga istri. Ya itu kan untuk menjaga keseimbangan dalam rumah tangga, saya dulu diajari bapak saya begitu. Bapak saat ini apakah punya keinginan atau mungkin uneg-uneg begitu pak? Ya sebenarnya saya itu pengen kerja, tapi apa kantor mau nerima ga saya kondisi begini, mungkin mereka nda mau. Saya uda bosen dirumah, gini terus, mungkin bentar lagi saya pulang ke Bali, mungkin menjelang galungan ini saya pengen pulang ke Bali. Jadi pengen kerja ya pak. iya mungkin keinginan ada tapi kantor mana nerima pegawai yang nulis ga bisa kan sama dengan orang buta huruf, tanda tangan belum bisa, nulis ini kan tangannya belum kuat. Ada keinginan lain mungkin pak? Ya ini saya itu pengen punya cucu, temen-temen saya yang seumuran uda pada punya cucu. Makanya saya suruh Eka cepat dah selesai terus kawin aja. Tapi Eka yo belum kepengen itu cepet-cepet kawin. Pk 2+ Pk 3+ H 1- H 2+ 134

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 Sampai saat ini apa yang bapak rasakan dengan kondisi bapak sekarang? Setelah mengalami sakit stroke lalu tidak bisa bekerja lagi, bahkan ingin bekerja lagi, apa yang bapak rasakan? Ya saya nda nyaman. Tidak nyaman kenapa pak? saya bosan, gini terus saya nda bisa berbuat banyak hal. Dulu saya apa rumah ada yang rusak saya langsung betulkan sendiri, sekarang nda bisa, mau nyuruh Eka tu kadang nda mau “pake Tukang aja pak” gitu dah Eka bilang. Tapi saya bisa evaluasi diri, selalu evaluasi kenapa saya begini, jadi mau marah-marah itu lebih bisa meredam dah. Dulu saya kan pemarah, remote TV itu berapa Pn 1banyak dibanting, kalo marah-marah itu dah anak-anak diam dah. Tuhan aja dulu saya marah-marahin, misuh-misuhi Tuhan itu dulu ada. Tapi sekarang gitu saya bisa evaluasi diri, lebih mengendalikan emosi.Perasaan tidak nyaman itu apakah masih mendominasi setelah bapak bisa evaluasi diri? Oh ya perasaan tidak nyaman itu masih tetap sampai sekarang, nda tau deh sampai kapan. Meskipun saya bisa mengendalikan emosi tapi ketidaknyamanan itu masih saya rasakan. Ya pak baik saya rasa cukup ya pak untuk ini. Terima kasih ya pak. 135

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SUBJEK 2 – HDK No Uraian 1 Boleh diceritakan latar belakang ibu? Jadi lahir dimana, tanggal berapa, berapa 2 bersaudara? Saya lahir di Kota Semarang, saya 3 bersaudara. Kakak saya laki-laki, terus saya perempuan, 3 adik saya laki-laki. Sekarang sudah meninggal tinggal 2 orang. 4 5 Tanggal berapa ibu lahir? 6 Lahir saya tanggal 3 September 1961. 7 Lalu berkeluarga di Jogja atau di Semarang bu? 8 Kakak saya ada di Bali, saya disini, adik saya di Semarang. 9 Lalu ibu kemudian berkeluarga menikah dengan suami ibu sudah di Jogja atau di 10 Semarang? 11 Waktu menikah saya di Semarang. Ya kemudian tahun 1992 saya ke Jogja sampai sekarang. 4 12 tahun. Hemm? 4 tahun di Semarang. 92 saya pindah ke Jogja. Eehh 5 tahun di Semarang. 13 Lalu ketika di Jogja itu sebelumnya bekerja nda Bu? 14 Iya dulunya saya masih di Semarang bekerjanya. Eee guru SMP-SMA di Santo Louis. Sint 15 Louis SMP Yohanes di Semarang. Kemudian saya ikut ke Jogja dah nda bekerja. Ohh sudah 16 nda bekerja.Iya.. 17 Itu nda bekerja atas kemauan sendiri atau karena? 18 Oo ya iya atas kemauan sendiri otomatis ya karena di Jogja saya kan nda ada sodara yang bisa 19 saya titipi dan saya juga harus mandiri juga suami kerja kalo saya bekerja anak saya sama 20 siapa? Kan gitu. Nah kemudian saya ga bekerja itu. 21 Jadi dulu hanya bapak, suami yang bekerja ya? 22 Iya, sampai sekarang. Sekarang sudah pension ya di rumah hahaha.. 23 Anaknya Ibu semua berapa? 24 Ada 10 tapi nolnya jatuh tinggal 1.. hehehe 25 Jadi ibu anaknya hanya satu ya bu? 26 Iya mas. 27 Dulu bagaimana ceritanya bisa ibu sampai terkena sakit stroke? 28 Oooo…yaa. Saya itu kan dari keluarga tensi tinggi. Bapak ibu semua tensi tinggi, ya 29 kebetulan semua sodara saya juga tensi tinggi hihihi.. dapat warisan semua. Saya disamping 30 tensi padahal saya rajin berolahraga, kebetulan pada waktu itu kan eee saya sejak usia 35 saya Koding Keterangan Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Suami subjek membantu menambahkan jawaban Pf 3+ Pf 1+ 136

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 mulai minum apa untuk tensi tinggi. Obat? Ya..obat. Nah, kebetulan waktu itu saya tu mau lebaran, ah pikir saya nanti aja obatnya kan habis, haa nanti sesudah lebaran baru beli obat Pf 1terus saya yo wah.. makan.. pada waktu lebaran itu kan makan opor disana disuguh opor, disana suguh opor, sehingga adik saya mengatakan, “lho Mba Rin kok anu ketoke kepu-kepu to?”. Ini memerah gitu lho. Haa trus saya yo ga nglegewo, ga ngerasakan tapi dia yang melihat, orang lain kan merasakan. Kok kelihatannya kepu-kepu, ya memang. Ternyata betul setelah saya, kebetulan lebaran tanggal 4, 4 Oktober seribu Sembilan ratus.. heh dua ribu. Eh dua ribu berapa mas? 5 tahun.. hah? 2007 toh.. 2008, 2008 opo tujuh? Delapan kok. Saya lupa.. 2008 kalo ga salah kok. Itu abis lebaran trus tiba-tiba saya dititipi cucu keponakan disini, umurnya baru kecil kok 2 tahun lebih lah, nonton TV sama saya dikamar situ. Kebetulan dia bilang “Uti mau kesitu”, ke depan dia ga mau di kamar maunya ke depan lha saya kan baru nonton TV di bawah sini. Nah mau berdiri, dia minta gendong, kebetulan saya kan kalo gendong kan ngede, kulino ngede gini mau berdiri tuh kok kakinya ga bisa, lho kok ga terasa, saya goyang-goyang. Uti… semakin nangis dia, sebentar Uti kok ga bisa berdiri ya dek, saya coba tangannya, waduh saya kena stroke. Abis itu saya ga sadar, tau-tau saya Pf 2+ dibawa ke rumah sakit..ee saya sudah di rumah sakit baru tahu. Wah.. hehe.. dimana saya? Nda tahunya di rumah sakit. Ya itu untung ya anu.. masih sakit kok bilang untung ya hehe.. karena anu opo kena serangan itu, begitu kena serangan itu saya terus pingsan jadi ga ada siapa-siapa, seandainya ada siapa-siapa kan otomatis pengen gendong-gendong apa ngangkatngangkat gitu padahal itu ga boleh, harusnyasampai 4 jam baru diangkat. Tapi ga tau saya ga terasa, saya perasaan saya ada suami saya kok saat itu pulang, “mas..” trus blek gitu. Terasanya saya entah suami saya sudah melihat saya berapa lama saya nda tahu. Gitu. Berarti waktu itu masih dalam posisi di lantai ya bu? Iya. Iya betul. Di lantai sama cucu saya nangis kenceng, lha tetangga kan bingung itu nangis kok Bu Antonnya kemana. Gitu. Setelah berapa lama ibu terus dibawa ke rumah sakit? Ga tahu. Hehehe.. ga tahu saya. Pas kosong kok, anak saya pas kuliah. Haa pas di tinggal kuliah. Anak saya datang teriak, orang kampong datang. Tapi dia sadar, genggam tangan bisa yang kiri, yang kanan oh ga bisa, separo. Setelah sadar itu ada dirumah sakit bu? He'em.. tau tau. Ya bingung saya ini dimana. Tapi ada respon setiap kali di tanya ada respon. Tapi ternyata dia juga ga ingat. Subjek memegang mukanya Subjek memperagakan cara menggendong cucunya Suami subjek menjelaskan kondisi subjek awal sakit 137

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 Waktu itu ketika sadar terpikirkan apa bu? Maksudnya kok saya bisa disini, apa yang dirasakan? Ya tau terasa tau bahwa saya tensi tinggi, otomatis saya kan pertama mau anu kan saya dah terasa lho wah stroke ini kok ga terasa wahduh aku stroke, tapi terus ga sadar. Nah itu, oh berarti saya masuk rumah sakit karena stroke itu. Lalu berapalama dirawat di rumah sakit? Berapa ya… lima belas hari. Ahh sering masuk rumah sakit kok, keluar masuk keluar masuk. Sekitar 1 atau 2 bulan itu, jadi 3 kali total, kalo yang kedua ketiga atas kehendak saya. Jadi kalo tensi tinggi saya minta opname. Saya tidak mau terulang. Dulu itu diagnosis dari dokter strokenya stroke apa bu? Ya karena sudah pembuluh darah pecah ya. Bukan penyumbatan. Pecah. Waktu menyadari kalau ibu sakit stroke perasaannya gimana bu? Kayaknya pikirannya kosong. Kosong ha saya tuh ga bisa apa-apa kok, noleh ga bisa, trus ini apa mau belok ke kanan mau ganti miringke kanan ga bisa ke kiri ga bisa hanya begini aja sampe panas. Saya minta tolong, “mas saya belok ke kanan hehehehe belok ke kiri”. Sampai sekian berapa bulan ya, ya saya tiduran terus. Terus ini tempat tidurnya dipepetke sini supaya saya bisa melihat luar, trus pintu ini dibuka supaya saya bisa melihat trus merasakan hawa udara biasa kan Cuma di dalam aja, trus ya karena ga bisa apa-apa itu. Pirang tahun ya trus aku pengen buka kios itu, oh karena sudah pertama kali itu hanya bisa tidur, mengeluh, nangis, cuman nonton TV, setiap hari acara TV itu saya sampe hapal tapi ya sinetron sinetron kata suami saya mbok filem sing liyane jangan filem sinetron ganti acara yang ilmiah gitu lho. Ya ga seneng, ya itulah. Kaya flora dan fauna macam itu. Ya tapi saya ga seneng, cuman itu terus lama-lama mendapat informasi, aku kan ga bisa ngomong itu kan orang-orang disekitar saya itu setiap kali diajak ngomong ga bisa jawab ternyata sulit, saya ga cetho itu. Trus suami saya bilang, mbok baca alkitab itu saja. Nah terus di rumah sakit kan terapi setiap hari ee seminggu 3 kali itu tuh cara untuk berlatih ngomong tu gimana supaya bisa ngomong. Ohh anu bu sering-sering membaca tapi dilafalkan yang benar menurut ibu itu benar trus kalo bisa ya terdengar, gapapa orang mengatakan gila atau kenthir ora popo, katanya gitu. Soalnya kalo ngomong dengan jelas itu akan melatih bicara, ha trus suami saya bilang yawis kalo gitu latihnya pake mbaca alkitab. Saya sampe khatam dua, dua kali terus tambah berapa itu.. macem-macem.. haa setelah itu saya dibolak-balik. Ga mudeng ga ngerti ga masalah yang penting dibaca hehehe. Jadi saya berapa jam setengah jam misalnya baca nanti baca lagi, trus Pdp 2+ Pf 1+ Pf 2+ Pdp 2+ Pf 2+ Pf 3+ 138

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 lainnya ya cuman nonton TV, sambil senam-senam disuruh senam ini senam itu, akhirnya tidurnya sing kalah hehehehe kan harus senam supaya kaki ga kenceng trus tangan yaa tempat tidurnya yang kalah hehehehe. Baru aja di ganti hihihihihi. Jadi saat pertama sakit sampai sekarang Itu aktivitasnya apa aja bu? Yang rutin? Ya sekarang alkitab sudah engga karena sudah bosen ya, ada kegiatan yang lebih menarik kios buka itu kan asik ganti orang, ganti suasana, banyak pembeli nah itu. Kemudian masih bertambah lagi sekarang pegang computer, nah gimana caranya ini computer tangannya begini bagaimana tangan kiri? Anak saya bilang, “latihan ma, latian nanti kan bisa”, iya ya latian pake ini ga bisa, yah tangan kiri aja. Tadinya kan rasanya kagok, wong mouse itu letaknya di kanan, saya di kiri karena yang pegang tangan kiri, nah itu biasakan itu Facebook, kemudian masih ditambah ketik tulisan-tulisannya Pak Anton hehehe. Berarti memang bapak sama anaknya mendorong atau membantu melatih aktivitas tangan ya? Iya iya.. dengan penuh kasih sayang tentunya hehehe. Sampai sekarang pun saya makan masih disiapkan ya meskipun saya makan sendiri tapi disiapkan di meja trus minum sudah ambil sendiri. Saya tidak diperbolehkan untuk ke belakang. Lho kenapa bu? Lha kepleset, saya tuh kelemahan saya tuh kalo tempatnya agak basah dikit aja udah sering kuatir terjatuh. Berarti semua diberikan fasilitas yang memudahkan ibu ya? He'eh he‟eh.. alat mandi pun juga, jadi semua diberikan keran yang khusus untuk tangan kiri, ada sabun, ada handuk, jadi enak lah dikepenakke wisan. Ya jadi saya berapa bulan ya saya dimandikan itu? Lama lho ma, 2 tahunan, mandi di bed 3 bulanan. Dan tidak mandi air panas, tadinya air panas tapi terus anu dokter mengatakan kalo ibu sudah berani tidak air panas ibu jangan dibiasakan, lebih baik pake air dingin jadi merasakan dinginnya alami lah. Semua bisa sendiri pake baju sendiri, hanya pake BH itu tok yang susah. Hehehehe ya memang ra iso je, sekarang yo iso noto sprei, masukkan baju-baju.Dan kebetulan sekarang sudah nda punya pembantu, jadi pembantu sudah 5 tahun berhenti lha semua bekerja, suami anak trus saya ikut-ikutan merapikan yang bisa. Ibu merasakan apa saja yang terjadi ketika sakit baik secara fisik, secara psikis? Ya banyak sekali, yang tadinya saya kan kebetulan aktif ya, saya di PKK itu ketua, saya di RW tu juga aktif tidak hanya aktif pokoknya pengurus, kemudian di kelurahan saya juga Pf 3+ Pf 3+ Ubl + Pk 2+ Subjek tertawa dengan suaminya karena suami subjek memberikan gurauan. Pf 2+ Pf 3+ Pk 1+ 139

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 156 157 158 159 pengurus, kemudian ada istilah PPKBD itu juga aktif, terus di kelurahan itu ada pemilu itu apa namanya TPS saya juga sebagai sekretaris, kemudian di gereja saya jadi wakil ketua CU, jadi saya cukup aktif. Kemudian dari itu semua saya harus melepaskan semuanya, tidak hanya satu-satu tapi semuanya kegiatan saya, olahraga saya seminggu 2 kali olahraga, kalo pas puasa gini nih modelnya, “bu Anton ayo ngancani”, ya dateng saya tutup kiosnya jadi kios saya cuma pelengkap aja, tapi kalo sekarang ya nomer satu kios hehehe. Semuanya banyak sekali ya, jadi ee otomatis ya dari aktif sekali menjadi sama sekali tidak aktif, dan saya kan dalam hati masih belum katakanlah ee kaya ga terima gitu Tuhan memberikan saya seperti ini, dari yang seperti itu menjadi seperti ini. Gimana ya, kapan ya sembuhnya, pasti gitu, saya pingin sekali. Setiap kali ada orang mengatakan saya pernah stroke, berapa tahun? Cuman setahun hee mesti gitu. Kok cuman sebentar-sebentar, kok saya lama? Gitu. Kapan yo? Penuh pengharapan terus tapi proses ya kaya gitu, dari merasa mampu saya harus menjadi ga bisa apa-apa kemudian sumarah ya, menerima lah pemberian Tuhan memang saya harus seperti ini, ya saya terima.Akhirnya saya bisa mengerti bahwa Tuhan memang memberikan seperti ini bukan karena tidak sayang, bukan karena tidak cinta tapi saya disuruh istirahat.Dan setiap kali ada orang yang mengatakan saya komentar, “ohh dia itu ingin ee membuat saya tidak semakin menderita”. Ternyata setelah lama saya renungkan, memang kalo stroke itu lama sembuhnya kecuali stroke yang ringan, seperti saya itu boleh dikata stroke berat karena sudah pecah to pembuluh darah otak. Sekarang makanya yang terjadi „let it be‟, apa yang terjadi terjadilah sesuai dengan kehendak Tuhan. Maaf ya.. saya gembeng.. hehe. Iya bu. Saya ambil minum dulu ya.. oh ya bu silahkan. Begitu lah kira-kira. Bisa kita lanjutkan ibu? Bisa.. Ya, baik bu, saat ini ibu sudah bisa menerima kondisi sakit yang diderita? Iya sudah. Tadinya yang seperti tadi itu saya katakan sekarang saya bisa menerima dan ya itu „let it be‟ sudah yang terjadi terjadilah, memang saya harus istirahat dari semua kegiatan meskipun tetangga kanan kiri “ayo kegiatan bu”, ya saya cuman bilang ya tapi saya ga berangkat.Ketemu orang rasanya, kan harus lama duduk kalo kegiatan itu kaki saya kan belum bisa masa saya harus selonjor terus dari kegiatan itu lama toh itu, jenuh. Saya bilang ya tapi ga berangkat, ya kalo datang kalo ada yandu posyandu lansia itu lainnya saya ga datang karena lama toh.Makanya saya sekarang asik di kios aja, kegiatan itu malah lebih mengasyikkan dibanding kegiatan yang lain dan otomatis saya senengnya lagi kalo malam, begitu malam kan saya harus merekap oh lakunya berapa terus saya kan pulsa juga ada ga ini penutupan kan membuat kertas seperti ini kemudian ditutup setiap abis kertasnya itu. Itu kan Pf 3+ Pdp 2- Pn 3+ Pf 2+ Ketika bercerita mata subjek terlihat berkacakaca dan perlahan mulai menangis sambil bercerita. Subjek sempat berhenti bercerita sambil mengusap air mata dengan tissue. Ps 1+ Ps 1- Pf 3+ 140

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 asik bagi saya lah itu yang paling mengasikkan hehe. Makanya kalo ditinggal pergi itu aduh cepet pulang yo, “ono opo ma?”, kiose eman-eman lhaa hehehe, saya selalu mikirnya malah kearah situ, eman-emane ngko ono sing butuh aqua karo gas piye? Hehehehe. Ada keinginan kembali nda bu mungkin ikut aktif di kegiatan-kegiatan sosial, tadi kan ibu cerita dulu aktif sekali ya, di RW aktif, di kegiatan gereja juga aktif, pernah ada keinginan untuk kembali aktif atau paling tidak mengikuti kegiatannya? Ya itu jelas yah tapi sekarang saya harus realitas bahwa saya tadinya itu tadi mungkin yang bisa mengatakan saya overdosis itu hanya suami dan anak karena mereka yang protes to, “mama tindak terus” itu anak saya protes. Ya itu mungkin karena dulunya saya aktif sekali Pf 3+ sekarang saya dirumah inilah hikmahnya ohh saya sudah tidak seaktif dulu dan saya tidak ingin seandainya Tuhan memberikan kesembuhan saya juga tidak ingin aktif, hanya sebagai warga ya di warga saja lainnya saya engga, melelahkan. Apa yang menyebabkan ibu merasa melelahkan? Ya semuanya karena kan harus apalagi saya sering tentang bendahara, saya itu kan aktif di bendahara barangkali kesibukan saya di bendahara ini membuat saya banyak pikiran, nah Ps 1makanya halah sudah lah yang muda saja yang tua sekarang duduk manis, ya pokoknya mengamini apa yang mereka katakan.Anu apa disamping yang muda yang harus bergerak yang tua mengamini juga saya tidak ingin aktif, saya sekarang sudah nda kepingin misalnya H 1+ datang ya cuman sekitar warga ini aja berarti di RT itu saja, RW pun saya engga. Cuman itu saja keinginan saya di lingkungan aja, capek dan lebih baik membesarkan kios saja. Betul lho kios itu dari pertama kali saya diberi modal oleh kelurahan 3 juta, trus anak saya ee di pulsa dia sudah mengeluarkan 2 juta, itu saja ya sudah yang saya kembangkan cuman itu saja. Sekarang omset saya sudah sampe puluhan juta ya berarti puji Tuhan dan kios yang tadinya kecil yang dipandang orang remeh, tidak menguntungkan ternyata sekarang membuahkan hasil. Ya kios saya semakin lengkap, keliatan banyak pembelinya sampe ada yang mengatakan aduh aku dadi kalah saingan, padahal yo saya kan tidak ingin menyaingi harapan saya tuh cuma membesarkan aja, saya aktif di kios aja, cuman itu. Tapi orang lain mengatakan ada yang bilang opo nganggo induk-induk supaya laris, penglaris itu, perasaan saya engga engga pake itu saya hanya percaya pada Tuhan, itu saja ga aneh-aneh, saya juga ga pernah pergi-pergi kemana saya mau pergi? Paling kalo ada kemarin ada yang ulang tahun ponakan saya okelah pergi. Anak saya “mah jenuh ma dirumah aja pengen pergi, ya oke”, tapi kalo kelamaan yo saya ayo pulang bosen. Subjek perlahan menangis lagi sambil bercerita 141

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 Kalau di lingkungan RT atau paling tidak sekitar sini ya bu itu interaksi ibu dengan tetangga itu baik bu? Oh iya iya. Kebetulan kan Pak Anton itu jadi RT 2 periode hampir 3 karena yang pertama itu adalah awal dari paguyuban ya namanya, waktu itu paguyuban pilahan asri. Kemudian itu 2 tahun atau berapa baru ada RT nah Pak Anton ketuanya sampai 2 periode jadi ketua RT. Ohh 3 periode, jadi paguyuban berapa tahun kemudian jadi RT 3 periode. Lha itu kan sudah cukup lama dan banyak di kenal oleh orang-orang yang lama tinggal disini, kalo orang-orang baru kan ga tahu riwayatnya. Lah kebetulan saya pertama kali Pilahan ini berdiri jadi sekretaris kemudian ketuanya sudah ga kepilih lagi, saya jadi ketua PKK RT sini, itu. 2 periode itu, setelah itu saya cuman penasehat aja biarlah yang muda-muda, saya di RT sudah mendahului gitu saya sudah biarlah yang muda. Jadi yawis tumek, katakanlah dulu sudah aktif sekarang ga aktif itu sudah puas. Saat ini masih suka berkomunikasi dengan tetangga-tetangga sini? Oh iya meskipun saya tidak bisa berdolan-dolan gitu tapi kan kalo pas datang ke kios ya itu yang aktif berbicara di kios itu, kalo datang ke rumah masing-masing uda ga pernah lagi. Cuman haha hihi ya bu monggo, ya cuman seperti itu aja. Tapi warga sini juga berkomunikasi dengan ibu juga baik yah? Iyah iya.. Dulu waktu ibu sakit, di lingkungan RT banyak yang istilahnya membantu atau turut memberi perhatian? Ohh iya iya.. sering kok datang ke rumah, kan di buka kalo pagi itu pada belanja terus mampir dulu kesini sering itu, baik gereja maupun di lebih-lebih disekitar sini ya sering sekali. Teman-teman di lingkungan gereja juga sama bu? Iya sama, mendoakan juga. Biasalah kalo ada orang sakit mendoakan, ngajak bicara sedikit setelah itu ya baru Pak Anton. Soalnya kan saya ya itu lama ya jadi pendiem, otomatis kan orang saya ajak bicara komunikasinya jadi ga lancar ya lama.Kemudian saya itu mulai baca alkitab itu terus kalo Romo pengakuan dosa itu kan sering memberi souvenir buku itu, ada berapa buku itu saya diberi. Bu Anton ini tambahan untuk bacaan, oh iya terima kasih Romo.Ya itu komunikasinya dengan buku, makanya sekarang berubah saya karena apa melafalkan huruf-hurufnya sudah semakin bagus, tadinya ngomong R gitu aduuh angel sekali, S gitu angel, tapi lama-lama sudah cetho. Kakak saya juga stroke malah ringan tapi dia Ps 2+ Ps 2+ Pf 2+ Pm 3+ Pf 2+ 142

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 256 kemana-mana pergi bisa ya karena ringan itu tadi seperti Pak Wahyudi. Tapi ngomongnya kakak saya masih sulit, kalo ngomong sama saya kalo kebanyakan cerita itu “lho mas mas, mandheg sik mas ora cetho e mas, leren sik yo le anu ngejak cerita ngko neh”. Dia masih ee keganjel-ganjel, mungkin karena saya punya kebiasaan membaca dia kurang membaca makanya dia sulit. Padahal kakak saya seneng kalo diajak cerita, tapi lama-lama kalo sudah capek mungkin haa pasti keganjel lagi ngomongnya sulit. Ternyata menguntungkan kalo membaca, saya baru menyadari oh iya ya, itu juga ada tetangga yang tadinya nengokin saya “iya e Bu Anton ngomongnya sudah jelas”. Ngomong R itu yang paling sulit, R sama S itu kok sudah jelas, kok saya belum. Tapi saya kan belum ngomong kalo latihan membaca itu yang bagus ternyata saya belum cerita sampai kesana soalnya kan ga langsung ke yang sakit, suaminya yang kesini tapi omong-omongnya belum banyak cuma bilang begitu aja tapi dia tergolong ringan strokenya. Kalo saudara-saudara ibu atau keluarga dekat itu juga banyak memberikan perhatian? Iya iya mereka perhatian sama saya Banyak komunikasi juga dengan mereka? Iya mas tentu. Kalau di dalam keluarga kan ada suami dan ada anaknya, selama ibu sakit bagaimana komunikasi antara ibu dengan anak ibu, ibu dengan bapak, bagaimana komunikasinya selama ini? Komunikasi perasaan biasa aja, cuman saya rasa bagi saya cukup berbangga karena suami anak, mereka kan sayang kepada saya dan mendukung. Saya sakit urusan memasak, mencuci semua ditekel oleh anak dan suami, jadi cukup memberi support saya tidak hanya cukup ding malah banyak di support. Seperti saya buka kios, mengantar gas, aqua suami sama anak, jadi saya hanya perintah saja ahehehe. KTT, komisi tuding tuding hehehehe. Jadi memang support dari bapak dan anak besar sekali ya bu? Iya mas. Bapak sama anaknya ibu pernah marah atau kesel gitu sama ibu? Weee.. sering mungkin, mungkin karena saya ga denger entah di belakang saya kan ga ngerti hehehe dan kalo mereka bicara gini kalo dulu kan saya lagi ngobrol gini ada apa ada apa ini ha gitu sering pingin tahu. Sekarang kalo Rian sama suami saya lagi ngomong itu saya ga dengarkan, ya saya denger tapi ga saya dengerkan saya asik aja makan. Saya mencoba untuk mendudukkan bahwa saya bukan ingin bereaksi, kepingin ngerti seperti orang sehat biarlah Ubl + Pk 2+ Subjek kembali menangis sambil bercerita Pk 2- Pk 3+ 143

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 itu urusan mereka itu bukan urusan saya. Kalo denger pun saya berusaha menepiskan ya sudah urusan mereka, urusan saya tuh ini lho kios. Jadi bapak sama anaknya ibu ga pernah marah langsung di hadapan ibu gitu? Engga engga pernah, tapi kalo saya marah sering.. hehehehe, tapi ga sering dulu hehehe kalo marah sama anak saya tuh malah cuma pengennya ketawa ga tahu saya marah sekali tapi pengennya ketawa disini tuh (menunjuk muka) seperti gimana ya kalo sama anak saya kok ga bisa marah gitu lho.Tapi kalo sama suami saya langsung muntab itu. Saya kemarin ya berapa hari lalu entah seminggu ya, tiba-tiba suami mengatakan itu anak saya nda ada saya jadi pelampiasan, marah. Loh wong yang dimarahi anak saya kok malah saya yang kena, lah saya getak, ya diem aja hehehe. Biasanya apa sih yang membuat ibu tiba-tiba marah? Ga tahu ya wong hanya spontan aja marahnya Ya kalo menurut ibu, ibu orangnya seperti apa? Maksudnya mas? Sifatnya, kepribadiannya itu seperti apa bu? Ya memang keseharian saya ya mungkin suami saya sampe jenuh saya tuh hobinya marah hehehehe sampe jenuh, pemarah iya pemarah saya. Sebetulnya saya itu katanya temen-temen nilainya tinggi tapi kok saya cuma ibu rumah tangga, nganggur kan saya ga punya pekerjaan, saya hanya buang-buang uang suami saya kan saya ga bisa mencari sendiri. Teman-teman saya yang nilainya jauh dibawah saya malah jadi dosen, pengajar kok mereka pada beruntung dibanding saya setiap kali itu yang membuat saya ya katakanlah diarani beban yo beban, diarani engga yo engga ya seperti itu yang saya rasakan dibawah sadar saya, makanya sering sayaya itu marah tanpa alasan yo iso. Menurut ibu keluarga ini buat ibu seperti apa? Ya pokoknya mereka nomer 1 bagi saya, wong kalo ada ga ada mereka saya jadi apa gitu lho. Kalau saat ini, setelah sakit gimana interaksi rohani dengan Tuhan? Mungkin kegiatan rohaninya lebih banyak kah? Yang jelas kalo sembayangan saya udah engga, ya paling deket-deket aja. Lingkungan itu saya juga ga berani jauh-jauh, ya kata suami saya kalo ga ada dia nanti siapa yang nuntun saya kalo kejauhan gitu kan mesti ada yang nuntun. Ya kalo doa 5 kali itu masih, doa malaikat Tuhan itu saya lakukan, trus doa kerahiman itu tiap jam 3 sore, trus doa malam jam 12 itu saya lakukan, jadi ada 5 kali toh. Disamping itu ke gereja, kan setiap jam 3 sore itu doa Pdp 2+ Pk 2- Pdp 1- Pdp 1+ Ps 3- Subjek kembali menangis ketika bercerita Pk 1+ Pf 2- Pm 3+ 144

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 kerahiman itu kan mendoakan orang-orang yang sudah meninggal.Suami saya itu disamping suami juga sebagai pembimbing rohani saya, jadi kalo doa-doa gini atas saran suami saya, doa ini aja mah pake ini bacaannya ini, lha kok papa engga sekarang? Aku mbiyen uwis, gitu jawabnya hehehehe. Berarti sekarang dalam kondisi sakit lebih merasa dekat dengan Tuhan? Iya mas betul merasa sekali, yang tadinya ming neng gereja seminggu sepisan, doa malaikat ga pernah, doa yang lainnya ga pernah ya cuman ke gereja aja, rasanya memang jauh tapi setelah sekarang saya katakanlah 5 kali sehari toh berarti kan sering dibanding seminggu sekali. Itu semua kan rasanya dekat sekali Saat ini ibu punya harapan atau keinginan apa? Ya saya inginnya sih cepet mantu itu anak saya hehehe. Tapi kalo ditanya anak saya, “nanti mah, nanti mah”.Tapi kan sebagai orang tua ada perasaan dengan tetangga kanan kiri, apalagi rumahnya dekat kan makanya sering sering kesini ngobrol, ga ketang kalo kesini tu bawa pekerjaan tapi kan namanya pertemuannya kan cukup aktif sekali, frekuensinya sering, sampe jam 12, tadi malem aja sampe jam ya 12 juga malahan. Tapi memang terbuka kok, memang ga pernah aneh-aneh, kan dia juga kerja kerjanya juga di online gitu. Dan saya tu yo masih kepengen sembuh, ingin sekali saya. Apa ada keinginan lainnya bu? Engga lah, yang penting itu lah. Ada harapan untuk suami bu? Engga ya, saya merasa cukup e. Sudah cukup ya cuman harapan saya itu anak saya itu pengen cepet menikah Menurut ibu, idealnya seorang istri atau seorang ibu dalam keluarga itu seperti apa ya bu? Idealnya kan biasa masakke, ya mesti noto, ya setiap masalah rumah tangga kan seorang ibu tugasnya, tapi karena saya sakit setelah sakit kan saya dibebastugaskan hanya saya sekarang beralih tidak ngurusi suami sama anak tapi saya ngurusi kios. Saya tinggal oo yang kurang ini, harus beli ini nah saya gitu. Semua urusan rumah tangga adik dan bapak hanya mengatur baiknya gini lho dek sebaiknya gini lho dek.Saya sekarang menjadi pendoa dan saya kondisi seperti ini malah memberi motivasi suami dan anak supaya lebih mandiri lagi, mereka jadi pinter masak pinter nata keuangan.Dan jelas saya masih merasa berharga di keluarga ini, ya pokoknya tidak lengkap kalo nda ada ibu, entah dari sisi baiknya atau sisi jeleknya rasanya Pk 2+ Pm 2+ H 2+ Subjek mengambil tissue dan mengusap air mata karena menangis Pm 1+ H 1+ Pk 3+ Pk 3+ 145

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 kok tidak lengkap. Dalam keluarga itu harus ada ibu, bapak dan ada anak. Kalo dirumah ga ada anak yo rasanya gimana, adik kemana ya aduh kok ga pulang-pulang ya, di BBM ga jawab di sms ga jawab nah kan bingung saya. Kalo bapak pergi aja saya nyariin, bapak tu sekarang kemana ya, meskipun sudah dengar oh bapak ada disini wis ayem tapi kok yo ga jawab BBM sms juga ga jawab. Yah gitu.. Menurut ibu apa kekurangan dan kelebihan ibu saat ini? Ya kelemahannya itu ya sering perintah itu tadi.. hehehehe. Kalo di kios saya butuh bantuan kan mesti saya panggil bapak.. pakk.. dikkk.. ada pembeli kadang saya suruh ambil sendiri yak arena penjualnya males itu tadi, ha itu pasti teriak pak..dikk..haa gitu. Ya kadang membuat mereka jenuh juga kok aku disuruh-suruh terus to, dari tadi dipanggil2 terus.Kelebihannya itu kalo yang dulu hobinya marah, sekarang kan sering tertawa, jadi marahnya itu hampir kecil sekali saya lebih sering tertawa ga tau. Tapi saya bersyukur dibanding dulu wuahh saya kalo sama bapak tuh sering sekali marah tuh, ya pemarah keras, wataknya keras. Bapak itu cuman ngalahan dan jarang protes selalu nglegani saya supaya tidak cekcok yang berkepanjangan, bapak tu pinternya gitu padahal dalam hati jengkel wong aku bener kok disalah-salahke. Tapi supaya tidak rame dirumah trus yo wis. Jadi ada komitmen memang sejak awal kita menikah bapak mengatakan bahwa jika salah satu marah atau menegur ada kesalahan apa yang ditegur diem, jangan bantah Ibu merasa jenuh nda dengan sakit yang dialami sekarang ini? Kalo dulu iya, tapi sekarang saya rasanya sudah tercampur semuanya sudah hilang, bukan hilang yah ya pokoknya tidak seperti dulu lagi. Kalo dulu selalu begitu, sekarang kanada kesibukan membuat saya jadi tambah bersemangat. Apa hikmah yang bisa diambil saat ini dengan kondisi ibu sakit stroke? Ya kalo dulu saya tidak mengelola kios dengan baik karena saya banyak kesibukan, nah setelah saya sakit ini saya jadi merasa ohh saya memang harus lebih banyak ke dalam, ke rumah artinya keluarga saya itu harus saya nomer satukan. Jadi saya sekarang pertama kali kios jadi saya kelola betul betul dibantu bapak dan anak, itu kan sangat sangat mendukung sekali ya sehingga yang dulunya kecil jadi sekarang rame kaya gini, trus anak saya yang tadinya cuek dengan kebutuhan keluarga sekarang jadi nomer satu artinya dia jadi lebih dewasa oleh keadaan seperti ini, jadi ditempa dia jadi tambah ngerti. Trus bapak yang tadinya cuman bisa, “unjukkane bapak ndi?” sekarang uda bisa bikin minum sendiri bisa membantu asah-asah malah, cuci baju, ngepel trus angkat-angkat gas, aqua dan sebagainya itu. Jadi Pk 2+ Pf 2+ Pn 1+ Pk 2+ Pn 1+ Ps 4+ Pk 1+ 146

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 semua bersama-sama mengerti situasi dan membesarkan semangat saya itu yang terpenting Saat ini ibu sudah bisa menerima atau belum sakit stroke yang dialami saat ini? Sudah sudah bisa nglegowo Pn 3+ Wawancara ke 2. Ibu bolehkah mengingat kembali ketika awal sakit tentunya ibu mengalami keterbatasan dalam aktivitas dan komunikasi juga sulit ya bu, adakah pengalaman ibu saat paling sulit dalam beraktivitas? Ya yang jelas itu kan tadinya saya aktif jadi ga bisa apa-apa itukan suatu pukulan berat bagi saya, makanya saya setiap saat tidak hanya setiap hari setiap saat mas itu nangis terus, menyesali gitu lho, kok sampe parahnya seperti ini, apa begini kalo orang stroke, ternyata setelah tanya tanya oh ternyata beda-beda. Kalo stroke ringan, ya dikatakan ringan ya soalnya Pdp 2+ pembuluh darah nda pecah dan seperti pak Wahyudi itu 2 bulan apa 3 bulan sudah sembuh bisa naik motor, nah saya tuh sampe heran lha kok saya sampe ga bisa apa apa, sampe sekarang kok saya masih begini-gini aja, oh ternyata saya termasuk berat karena sudah pecah pembuluh darah. Saya mau ngomong kok susah, sehingga orang yang saya ajak bicara tuh ga dong, makanya saya suka kalo anu pake bahasa isyarat, ya misalnya rambut saya banyak ubannya itu dicabuti gitu saya minta tolong itu baru saya bisa, kalo ga pake isyarat gitu ga mudeng, ohh berarti kalimat saya itu ga cetho buat mereka. Nah terus gimana caranya supaya saya bisa ditangkap apa yang saya maksud. Ya dari yang gitu-gitu lah banyak sekali yang Pf 2+ tadinya mau miring ke kiri minta tolong, ga bisa saya miring ke kiri, ke kanan ga bisa aduhh apa-apa kok minta tolong gimana ini saya bisa berdiri sendiri. Ke kamar mandi pun di bantu, saya itu banyak sekali, dimulai bisa mandi sendiri itu baru aja kok 2 tahun yang lalu lah, yang 3 tahun sebelumnya selalu dibantu, ga bisa, ya kita cari solusinya gimana eh sudah bisa miring sendiri, apa apa sendiri. Tapi kadang-kadang kalo sudah mulai terasa itu berat, berarti saya kan sudah agak lumayan. Ada kemajuan ya bu. Iya betul ada kemajuan, tadi aduh seperti mainan aja, barangkali kalo jari saya kena pisau gitu ga terasa, eh emang betul ga terasa itu, lha sekarang itu sudah mulai terasa dikitik-kitik gitu sudah terasa. Jadi sakitnya Pf 2+ saya karena sudah terasa, kalo dulu ga merasa sakit berarti ga terasa, waduh begini toh. Trus kaki juga kok sekarang jadi sakit ya kena apa ini oh udah terasa tapi saya ga ngeh, padahal biasanya ga sakit oh sekarang sudah bisa merasa sakit. Ya itu apa-apa selalu dibantu dari miring trus mau minta minum aja aduh sampe trus saya beli bel ini bawa ke kamar ting ting 147

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 ting ting huaa itu mesti mama hahahaha minta bantuan apa hehehe semuanya makan minum atau ke belakang. Tadinya itu buang air di kamar ho‟oh belum bisa saya, ke belakang itu baru bisa setahunan lah, aduh kok rasanya ga enak. Saya baru bisa duduk itu ya itu setelah 2 tahun saya dimandikan ha itu duduk disini yang tadinya mandi pake air hangat sekarang pake air dingin. Ya pokoknya semua apa-apa serba ditolong, ga bisa sendiri, orang yang diajak ngomong juga susah, trus anane ming nangis terus tiap hari.Nah setelah itu trus suami saya bilang anu “ Ma, baca-baca toh”. Aku bosen, novel itu buanyak sekali itu mba Rian, ah bosen aku, trus opo oh ini kitab suci wae haa gitu. Ada keasikan tersendiri, setengah jam trus nanti leren, kadang-kadang jenuh toh. Saya itu ga bisa apa-apa tapi kalo disuruh menekuni suatu entah pekerjaan entah apa itu jenuh. Iya ibu tadi juga mengatakan sering sedih juga ya bu, kira-kira berapa lama ibu mengalami hal tersebut? Mungkin sekitar setengah tahunan lah mas, terus sekarang perkembangan lagi saya let it be, saya ga bisa ya terus aja pokoknya saya sembuh Puji Tuhan syukur, saya tidak sembuh saya Puji Tuhan syukur sekarang gitu saya dalam pikiran saya. Kalo dulu tu waaa saya semangat ingin sembuh, kalo sekarang engga, semangat tetapi supaya orang lain yang saya ajak bicara itu ngerti aja, sudah syukur itu. Ya itulah karena Tuhan berkehendak, kita yang wajib melaksanakan. Pada saat apa atau mungkin momen apa yang membuat ibu menjadi menerima setelah sebelumnya ibu selalu menangis terus? Ya itu setelah saya membaca kitab suci, baru satu kali ya saya pikiran saya oh berarti saya memang ini kehendak Tuhan berarti saya harus menerima. Ya kira-kira 9 bulan lah saya bisa menerima, setelah bisa menerima kalo saya harus sakit seperti ini sekitar 2 tahun lebih saya menerima lagi kalo saya tidak sembuh ya tidak apa-apa. Memang ini lah jalan Tuhan, jadi yang tadinya engga terima, marah sama Tuhan sekarang saya bisa menerima dan sekarang ini saya sakit pun tidak sembuh tidak apa-apa. Toh sudah banyak orang yang mengerti ohh saya tuh sakit cuman gitu aja sekarang. Bu, ketika itu kan juga ibu merasa sangat kesulitan yah, selalu harus dibantu orang lain, nah apakah ada perasaan yang timbul ketika menyadari duh saya kok harus dibantu terus oleh orang lain? Ya kalo orang yang ga ngerti cuman bilang ah mama tuh manja haa bisa toh. Tapi kok kalo saya sendiri cuman merasakan kok ga bisa apa-apa itu ya sampe sekarang ya saya ga bisa Pdp 2+ Pdp 2+ Pn 3+ Pn 3+ Pdp 2148

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 memakai BH sendiri itu, perasaannya piye yo, yo bingung aku perasaane opo. Apakah ibu merasakan ketika menyadari saya hanya bisa dibantu terus itu seperti merepotkan orang lain, apakah ibu merasa merepotkan orang lain? Iya iya kok selalu merepotkan kok selalu minta tolong kok selalu manja wah sering perasaan itu, ya inilah memang harus dibantu hehe, saya ya bingung ga bisa gimana-gimana wong keadaannya begitu. Kalau sekarang ibu masih banyak aktivitas yang harus dibantu oleh orang lain? Ya saat ini kan karena saya jualan, barang-barang disebelah sana kan saya ga bisa, soalnya saya lewat situ itu ada ya kebesaran meja atau emang tempatnya kecil ya, jadi kalo kebawah itu kan ga berani. Masih ada perasaan takut, soalnya ga mandiri itu yang barang-barang itu, dek tolong haa mesti saya gitu. Ya itu, ya ada sebagian kalo sebelah sini bisa kalo sebelah sana, makanya saya jualan itu diandaikan supaya mengambil sendiri, tapi kadang-kadang pembeli kan ga dong dimana letaknya “ohh disana” haa mesti saya teriak begitu hehehe. Kalo sekarang bu, ibu lebih memilih berusaha sendiri untuk melakukan apapun atau dibantu oleh orang lain? Ya untuk berusaha sendiri itu yang terbagus untuk saya berusaha sendiri kalo ga bisa ya saya minta tolong Ini dari sisi aktivitas sosial ya bu, ibu menceritakan jika ada tetangga mengajak ibu berkegiatan ibu hanya menanggapi “oh ya bu” tetapi ibu tidak berangkat, ketika ibu diajak berkegiatan dan ibu hanya mengatakan iya namun ibu tidak datang mungkin karena kesulitan yah secara fisik, apa perasaan ibu? Ya merasa bersalah yo, saya cuma ngeyem-ngeyemi orang padahal saya sendiri ga mampu. Engga tahu sampe sekarang sudah hampir 6 tahun ini saya sakit tapi kok perasaan kalo kegiatan harus, ya misalnya sembayangan aja diajak kalo deket saya mau tapi kalo jauh capek, ga tahu kenapa ya padahal ya ga ngapa-ngapain kok capek gitu loh. Haa makanya saya kalo ada tetangga mengatakan “ayo tho bu”, „iya nanti yah‟ ya paling cuman „yah‟ kalo nda ya cuman senyum aja. Ya saya khawatir kalo dia sakit hati, tapi kalo saya bicara apa adanya nanti dikira saya bicara mengada-ada, bingung saya, ya wis cuman senyum aja. Jenuh itu rasanya ga enak banget, duduk terus itu capek banget, wong kemarin adik saya meninggal itu kan pada pengajian itu, sampe saya pindah-pindah duduk, pindah mas saya bilang sama suami saya, saya capek. Kadang-kadang gimana ya, ya itu perasaan jenuh, capek. Jenuhnya apa karena merasa kok seperti terbatas sekali, apakah itu yang dirasakan Pdp 2- Pf 2+ Pf 2+ Pf 2- Pdp 2+ 149

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 bu? Barangkali itu juga ada, tapi ee aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan saya itu merasa tidak diperlukan, trus ngregon-ngregoni katakanlah gitu. Kan kalo ada aktivitas kita nek cara jowone manjing ajur ajer ikut bekerja sama, ikut bergotong royong bareng-bareng itu kan ada kehidupan ada semangat, lha ini engga kan karena berdoa itu kan cuman itu sudah acaranya sudah lain dengan saya kemudian ya itu menjadi saya capek. Berarti kalo ada kegiatan yang konteksnya bekerja sama kaya kerja bakti itu ibu mau ikut? Tapi juga ga bisa hehe ya kerja bakti ga bisa, ya cuman sakkarepe dhewe terusan. Jadi susah juga, ya itu masih semaunya sendiri ya terbatas lah pokoknya, ikut kegiatan pun juga terbatas. Makanya saya sering-sering daripada yaitu biar mereka mau bekerja biar cepet kalo ada saya kan otomatis tersendat haaa lebih baik saya ga datang. Menurut ibu apa kegiatan yang dirasa memungkinkan untuk ibu ikuti dan mungkin menyenangkan juga buat ibu? Sementara ini belum ada e.. saya jalanpun masih tertatih-tatih, saya tuh ga bisa lama juga jalannya, jalan lama itu sakit mas, haa ngapain makanya bingung kegiatan apapun ga bisa sementara ga bisa. Umum kerja bakti gitu aduh samsoyo angel. Jika ada rapat digereja misalnya dengan bapak begitu apak ibu suka diajak ikut? Engga saya dirumah mas, tapi kalo pertemuan keluarga atau misalnya mantenan keluarga rapat ikut. Ibu juga cerita bahwa bapak sama anaknya ibu mengatakan ibu „overdosis‟ dalam kegiatannya ya dulu, bisa diceritakan aktivitasnya apa saja sih bu sampai mereka mengatakan ibu „overdosis‟? Ya saya dilingkungan sebagai bendahara, terus di RT ketua, di RW jadi opo ya sampe lupa, trus di Kelurahan, Kecamatan, P2WKSS, WKRI, terus ketua CU, terus pemilihan itu apa PPS. Itu yang organisasi, kalo di tenis saya juga bendahara. Sampe saya waktu itu kan sudah buka kios lama disini, sampe saya tutup tinggal tenis gitu. Oh jadi kios itu sudah ada sebelum ibu sakit ya. Iya sebelum sakit mas, waktu itu hanya sekedar untuk suka-suka dan secara ekonomi tidak harapkan banget. Jadi itu kegiatan yang lumayan banyak ya bu. Iya mas, jadi sekarang kan merasa sudah puas karena dulu sudah banyak kegiatan jadi sekarang semacam ya itu tadi rasa-rasanya kegiatan apa aja wegah karena keterbatasan itu. Pdp 2- Pf 2+ Pf 2+ Ps 1- 150

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 Tapi aktifnya dulu itu memang karena kemauan sendiri ya bu? Yaa mungkin dipandang orang ya barangkali saya mampu mungkin ditunjuk gitu aja dan saya merasa oh saya mampu ya saya bilang gitu aja. Jadi karena memang mampu dan mau ya bu. Tidak ada keterpaksaan bu waktu itu? Kebetulan ga ada e, ya kebetulan mampu dan mau itu tadi mas Ibu juga menceritakan bahwa hobi marah ya hehe sampe bapak jenuh ibu hobi marah lalu juga ibu mengatakan bahwa temen-temen ibu lebih beruntung ada yang jadi dosen dan lain-lain sedangkan ibu tidak bekerja dan ini menjadi beban buat ibu. Kenapa hal ini menjadi beban bagi ibu? Ya merasa.. kan gini yang kurang dibanding saya tapi kok malah dia lebih berhasil dibanding aku, gimana.. ya bebannya bukan karena untuk orang itu nda, tapi bagi saya itu merasa lah Pdp 2orang dibawah saya kok bisa begitu sedangkan saya kok begini gitu. Tapi yo namanya.. trus kembali lagi namanya hidup itu keberuntungan dan ke.. apa ya ya keberuntungan lah saya katakan orang itu kan tidak seperti yang kita duga barangkali dia tiba-tiba dapat lotere yang tadinya hidupnya sengsara dapet lotere terus sekarang nikmat membawa kenikmatan lah, sedangkan saya yang sedikit-sedikit dikumpul-kumpulkan kok ya ga kumpul-kumpul hehehe lha itu ya ga bisa di meri, kadang-kadang ya itu terus kembali lagi yahh memang beban memang waktu itu. Tapi setelah dipikir-pikir direnung-renung ya memang baru sekian kemampuannya saya ternyata ga bisa, keliatannya dulu saya sepelekan tho kan orang yang begitu kan berarti kan cuma dibawah saya makanya saya sepelekan, kok sekarang wah ternyata memang Tuhan maha adil, orang yang dulu semacam itu sekarang jadi semacam ini ya Tuhan betul-betul adil, kalo dia hidup sengsara waktu itu sudah sengsara sekarang hidupnya sengsara kan kasihan juga ya hehe. Ya itu setelah direnung-renungkan dipikir-pikir oh iya yah kasihan yah hehehe. Yah memang saya dari keluarga mampu terus apa-apa serba ada nah kalo saya dulu dari keluarga ada kemudian sekarang saya ada terus ya kasihan juga mereka itu, dan saya sendiri juga tidak pembelajaran tho nah berarti saya harus banyak belajar.Saya yang tadinya sehat sekarang ga sehat ya itu hidup yang harus saya jalani ya itulah karunia Tuhan, jadi saya ohh ternyata yang dulunya seneng kok masa tuanya seneng ya itu berkah memang, tapi kalo dulunya seneng saat tuanya susah disamping berkah memang ya Pn 3+ itu namanya belajar kalo ga gitu ga belajar tho, penak terus yo kepenaken hehehe lupa kalo hidup itu ada yang seneng ada yang susah. Nah jika sekarang ibu dihadapkan dengan sakit stroke yang diderita itu menjadi beban 151

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 juga tidak bu? Sekarang sudah engga. Ibu dengan menderita sakit stroke ini apakah ibu merasa peran sebagai ibu di dalam keluarga menjadi hilang? Kalo hilang engga, cuman ada beberapa yang hilang otomatis karena saya keterbatasan itu tadi, seperti belanja, masak sekarang sudah ada yang gantikan, nah kebetulan anak saya perempuan kalo laki-laki ya ga tau lagi hehehehe, itu suami saya juga pintar masak. Yah mau tidak mau lama-lama mereka semua jadi belajar itu tadi, saya belajar untuk bisa menerima mereka juga belajar disamping untuk menerima belajar ingin mandiri juga toh yang tadinya harus dimasakin sekarang bisa masak sendiri kan, satu anugerah. Ya berarti ibu menyadari betul yah bahwa ada peran atau hal-hal yang hilang yah, ketika ibu menyadari ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan atau hilang apa perasaan ibu? Ya ya sedih yah, sedih kasihan ga ada yang ngatur. Hee tapi sekarang hebat suami saya misalnya yang tadinya pake baju kuning sama biru hehehehe kalo memadukan warna itu ga sama sekarang jadi pinter hihihehehe. Kemarin ke Semarang kan kakak saya mantu, ini sama ini cocok ya ma? Oh cocok pinter e saiki hehehe. Ya itu, trus kemarin begitu ga ada pembantu, Mba Rian ini jadi pinter nyeterika, saya heran itu seterikaan sehari entah dia kerjakan sore entah malem itu dia kerjakan sendiri, tapi ya itu sekarang wegah dibelakang malas tadinya masih mau trus pindah di ruang ber AC hehehehe nah itu. Ya jadi ibu merasa sedih ya bu? Iya iya. Ya sekarang pun kadang-kadang perasaan itu timbul, kalo dia nyeterika aduh kasihan yah mestinya saya kerjakan eh dikerjakan dia. Sampe sekarang terkadang masih ya bu. Ya masih ya perasaan ibu yah gimana. Pernah ibu berpikir karena sakit stroke saya gagal menjadi seorang ibu? Kayanya kalo itu engga, kan ya ada beberapa hal tanda petik, ya seperti ya itu tadi ee nyeterika. Tapi kadang-kadang bagi saya atau mungkin bagi sekian ibu ada beberapa ibu yang bukan sakit tapi karena keterbatasan jadi ga bisa mengerjakan itu sendiri mungkin karena sudah uzur haa itu kan sudah mulai digantikan harusnya, seperti itu. Kadang-kadang ya halhal yang kecil yang eee perlu di gimana ya seperti itu kadang ada yang merasa waduh kerjaanku digantikan tapi kadang-kadang juga mungkin karena usia juga, jadi saya berpikiran kayanya memang sudah waktunya diganti orang lain. Pk 3+ Pk 1+ Pk 1+ Pdp 2+ Pk 3+ 152

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 Tapi ibu bisa menerima itu ya? Iyah.. sekarang sudah bisa. Meskipun menurut ibu perannya sudah saatnya diganti? He‟em mas sudah bisa menerima. Kembali lagi ya bu ke belakang sedikit, dulu ibu awal-awal juga merasakan sedih ya, menangis juga sampe sekarang juga masih timbul yah bu, bagaimana ibu mengatasi perasaan tersebut sedih lalu menangis tadi bu? Nek saya karena saya gembeng, sudah dengan nangis saja sudah lega saya ga bisa ngempet. Ada perasaan nangis ya sudah saya nangis saja ga bisa ngempet saya. Setelah nangis menjadi lega ya bu. Iya lega sekali. Ibu juga mengatakan sering bosan juga, apa yang ibu lakukan mengatasi rasa bosan tadi? Ya terus tidur aja hehehehe terus tidur, tapi sekarang kalo bosen ya terus main game hihihi ada yang lebih asik lagi kan gitu kalo dulu kan ga bisa ngapa-ngapain sekarang kan bisa ngapa-ngapain mainan computer nah itu menghilangkan kejenuhan hehehe. Ibu boleh cerita pengalaman apa yang paling menyenangkan ketika ibu menderita stroke? Ya kalo saya diajak jalan-jalan hehehehe. Kan saya sehari-harian kan di rumah, lha pas suami ayo ma jalan-jalan haa seneng saya hehehe. Kalau pengalaman sedihnya apa bu? Atau pengalaman yang paling ga enak deh buat ibu? Waktu itu saya masih belum bisa apa-apa, belum bisa bangun sendiri eh satu ketika suami saya ada banyak tamu disini, saya kan dikamar kok ngempet kepengen pipis. Nah saya panggil-panggil bapak bapak tapi karena mungkin banyak tamu suami nda denger. Dulu kan saya buang air kan harus pake pispot. Saya ga bisa ngempet, bapak dipanggil ga denger trus saya nangis dikamar. Yang ibu rasakan apa waktu itu bu? Ya perasaan jengkel, perasaan ganggu juga, ya malu juga ya barangkali ada tamu malu tapi saya ga bisa ngempet toh.. malu dihadapan orang. Iya bu baik ya saya rasa sekian dulu ya bu. Terima kasih bu. Pdp 3+ Pdp 3+ Pdp 2+ Pdp 2+ 153

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SUBJEK 3 – YBS No Uraian 1 Bolehkah bapak ceritakan asal usul bapak? Saya lahir di Jogja, tanggal 16 April 1956 2 3 Berapa bersaudara bapak? Semua ada 14 bersaudara, bapak 1 ibu 1 hehehe.. 4 5 Sejak kecil sudah lama tinggal di Jogja ya berarti pak? 6 Iya sudah, saya di Jogja dari TK sampai kuliah. Tapi trus saya pernah ke Pulau Lombok 2 tahun dalam rangka saya sebagai instruktur layang gantole nah saya pelatihnya. 7 8 Oh berarti bapak dulu olahragawan gantole ya pak? 9 Iya mas. PON X dan XI ikut saya.. 10 Lalu bapak menikah di Jogja juga pak? 11 Ohh di Lampung tapi sekarang sudah pisah. Ohh begitu. Dulu itu masih dibenarkan kawin 12 BS, itu kawin sipil campuran. Istri saya muslim, lama itu mungkin sekitar 15 tahun lalu 13 beneran secara katolik ya akhirnya memang ga bisa diteruskan lalu pisah. 14 Kalau boleh tahu dulu menikah tahun berapa ya pak? 15 Tahun 1982 mas 16 Dikaruniai putra berapa pak? 17 tahun 1984 anak pertama lahir. 18 Semua putranya hanya satu pak? 19 Ohh dua mas sudah kerja semua. Satu di Manado, satu lagi di Lampung PNS 20 Dulu pekerjaan bapak apa ya? 21 Saya di bagian order-order di PT. Sugito Nugrahatama itu rekanannya Pertamina 22 Berapa tahun itu dulu bekerjanya pak? 23 Saya uda lama itu, mungkin 20 tahun mas. Lha pension kemarin gara2 stroke. Dulu punya 24 bapak saya tapi lalu dipegang kakak saya itu PT nya. Tangki-tangki minyak itu lho mas. Ohh 25 jadi termasuk perusahaan minyak ya pak. Iya mas.. 26 Dulu bisa sakit stroke bagaimana riwayatnya pak? 27 Itu sebetulnya saya ga sakit lho. Tau tau waktu itu saya kerja biasa berangkat pagi pulang 28 malam jam 12, pulang biasa itu masukan mobil. Terus waktu saya ke kamar mandi saya tu 29 jatuh aja gitu, ibu saya bingung lalu telpon semua datang lah. Tapi uda agak terlambat saya 30 sampai rumah sakit trus uda terkapar saya di rumah sakit, ga bisa gerak ga bisa ini. Lama saya Koding Keterangan Pk 1+ Pk 1+ Pf 3+ Pf 3+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 1+ 154

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 dirumah sakit itu sebulan, ga bisa apa-apa saya di rumah sakit, saya maunya dirawat di rumah aja. Sampai di rumah saya ya tergeletak aja ga bisa apa-apa. Saya pikir ini mungkin sentilan Tuhan bahwa saya di kasih kesempatan untuk sambil mengingat Yesus. Itu saya minta Prodiakon untuk kerumah selama 2 bulan untuk memberi sakramen Komuni. Nah mungkin mukjizat Tuhan ya saya masih diberi kesembuhan, ya doa terus minta sembuh sama Tuhan, doa Bapa Kami saya minta mukjizat dan kalau saya bisa jalan saya akan terus ingat Yesus dan terus ke gereja dan itu terus sampe sekarang ga pernah absen. Lalu ternyata berapa hari itu saya mulai bisa duduk, trus kaki saya ini kok udah mulai bisa gerak aneh ini, trus dah bisa berdiri tapi belum bisa jalan. Lalu berapa lama saya mulai jalan pake tongkat, wah saya harus tepati janji saya. Saya di anter itu ke gereja, jalan pake tongkat. Saya diberi kesempatan Tuhan untuk berterimakasih Tuhan masih memberi saya kondisi seperti ini karena doa saya yang tulus, saya jadi lebih semangat dalam hidup. Itu yang paling penting, berobat kemana aja tetap harus semangat dan jangan lupa hubungan kita dengan Tuhan. Ini menurut kepercayaan, keyakinan memang begitu tapi kalo menurut magis saya cuma semangat aja, semangat berjuang hidup kalo keyakinan ya saya selalu percaya Yesus. Dulu waktu sakit diagnose dokter strokenya apa pak? Saya sudah pendarahan mas, ga bisa apa apa sekali mas, saya cuma minta jamahlah tubuhku Yesus. Waktu itu betul-betul lumpuh mas terasa ga bisa gerak semua dan saya belum bisa ngomong lidah saya kaku sekali, tahu tahu bisa ngomong sedikit-sedikit, ya akhirnya kaya gini sampe sekarang. Dulu dirawat di Rumah Sakit berapa lama pak? Saya satu bulan mas. Saya cuma ini memorinya ini sudah hilang, nama orang saya tidak tahu semua. Ini tahu orangnya tapi namanya ga ngerti, lupa itu memori dah hilang sama sekali, apalagi Handphone itu benda apa ga tahu, trus dikit dikit tahu, sms tahu lalu bisa pake lagi. Trus saya setelah 6 bulan itu, wah ini kalo naik motor gimana ya, nah itu nakal saya, saya harus bisa kalo gini terus saya gantungkan orang terus malahan, nganter gereja nganter kemana mana, nah trus belajar saya naik motor dan bisa walaupun jatuh bangun jatuh bangun, bangun sendiri. Wah berarti dulu sering jatuh dong pak? Wah dulu sampe lima kali mas jatuh. Tapi sekarang uda engga, lalu saya nyoba mobil oh ternyata lebih aman. Tapi naik motor pun saya sudah aman kok hati-hati. Ya Puji Tuhan sedikit-sedikit lebih baik. Pm 2 Pm 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 3+ Pf 3+ 155

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 Waktu di Rumah Sakit ketika tahu mengalami stroke perasaannya apa pak? Perasaan saya itu ga ada cuma apa apa ga bisa kesampean, ngambil sesuatu harus minta tolong orang wah saya rasanya ga enak merepotkan orang ya cuma itu aja. Merepotkan orang itu saya paling pantang, kasihan saya. Apa tidak ada perasaan sedih atau kecewa mungkin pak? Ya sedih memang ada tapi ini sebenarnya memang sudah kehendak-Nya, jadi kita harus mendalami sakit ini ya kita syukuri aja, kita pasrah. Tadi bapak cerita bahwa ketika itu sudah bisa banyak gerak yah berapa lama setelah dirawat pak? Saya bisa geraknya pas uda dirumah mas, mulai kenal orang2 lagi juga kira-kira setengah bulan di rumah baru tahu oh ini sapa itu sapa. Trus saya panggil prodiakon untuk kirim komuni buat saya. Ya saya rasa saya bisa bergerak itu karena kekuatan Tuhan sama semangat saya untuk hidup. Kalo stroke itu tidak didasari dengan semangat hidup kuat ya ga ada obatnya, semangat hidup itu harus yakin bisa. Kalo orang yang nglokro haa banyak contonya, obatnya tuh cuma semangat hidup, keyakinan tetap pada yang diatas. Mau dokter berapa aja tetep aja sulit kok, mau sampe mana-mana, temen saya itu akhirnya pulang tinggal jenazah strokenya sama dengan saya tapi akhirnya dia meninggal. Dia ga punya semangat buat hidup, memaki-maki penyakitnya sendiri nah itu jadinya “wuh iki piye jadine” jadi dia ga bisa semeleh ya basa jawanya, menerima gitu maksudnya. Ya memang dari stroke itu baiknya menerima apa yang ada itu. Saat ini apakah bapak sudah bisa menerima kondisi bapak? Ohh sudah. Saya malah banyak belajar kondisi seperti ini saya terima dengan senyum. Kalo dalam pergaulan dengan teman teman itu jangan sampe merasa dikasihani itu resepnya, salah satu obatnya itu sebisa mungkin sendiri dan tidak perlu ditolong. Lha mau apa lagi, stroke ini ga ada obatnya kok, cuma gitu gitu aja bosen toh, obatnya ya dari diri kita sendiri. Lainlainnya cuma sekedar aja ga ada, saya ga ada obat dari dokter sudah saya stop semua. Kalo dari masalah keyakinan obat saya ya ke gereja itu, kalo dari medis ya kalo pas ga enak badan ya minum obat seadanya aja. Kerinduan saya sama Yesus itu, saya semakin percaya saja, mosok gereja tiap hari woo jangan gitu saya itu rindu sama Yesus, bukan apa-apa bukan munafik kerinduan ini ga ada yang bisa melawan, kangen saya. Merasa lebih dekat pak dengan Tuhan? Iya mas, wah dulu saya itu katakanlah jauh sekali, saya dikasih kode-kode sakit kecil sampe Pdp 2+ Pdp 2+ Pf 2+ Pn 3+ Pm 3+ Pm 2156

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 saya diberi stroke. Alangkah baiknya Tuhan, sungguh baik memang dalam segalanya. Menurut bapak kenapa Tuhan kok memberikan sakit ini? Ini merupakan hadiah kalo buat saya. Kenapa bapak menganggap ini menjadi sebuah hadiah pak? Kalo tidak begini mungkin saya tidak terselamatkan, jauh. Dengan adanya penyakit ini saya bisa dekat dengan Tuhan, nah itu hadiah, karunia. Coba kalo saya tidak terselamatkan mungkin tidak seperti ini, makanya saya harus ingat Tuhan, minim ingat Yesus syukur bisa lebih Selain bapak menganggap sakit ini sebagai hadiah apakah ada yang bapak rasakan lagi selain menjadi hadiah? Ya menjadi berkat juga jelas ya, pokoknya dulu saya jauh sama Tuhan dan hanya bekerja saja dijauhkan dari Tuhan. Kok malah sekarang dalam kondisi begini malah jadi inget sama Tuhan jadi rindu sama Tuhan, menjadi berkat dan karunia yang indah pada waktunya. Dalam kondisi sakit ini bagaimana hubungan bapak dengan keluarga? Baik kok. Mas Yan itu kok sregep neng gereja, oh itu masalah pribadi keyakinan saya, di agama saya itu kerinduan dengan Yesus yang memberi kesembuhan saya, masa kamu diberi kesembuhan sama Tuhan ga berterimakasih sama Tuhan. Saya ingat doa saya paling khusuk saya minta Yesus sembuhkanlah aku, berikan mukjizat-Mu yang nyata. Keluarga semua mendukung ya pak? mensupport bapak? Iya semua mensupport saya. Mohon maaf pak, tadi bapak sempat mengatakan sudah berpisah dengan istri ya, lalu ketika bapak sakit.. Belum belum sakit saya waktu itu masih sehat Waktu bapak sakit, sudah berpisah dengan istri pak? Ya sudah berpisah, hubungan masih baik cuman dia sudah menikah lagi tapi ga punya anak. Kedua anak saya juga baik, dari Manado datang kesini, dari Lampung datang kesini. Waktu sakit juga hubungan dengan istri masih baik pak? Oh baik kok mas, dia mendukung supaya sembuh, anak-anak saya juga. Disini bapak tinggal dengan siapa pak? Hanya berdua saja dengan ibu saya. Lha ibu sendiri ga ada temennya saya disuruh menemani, jadi ada 2 orang sakit yang satu sakit tua yang satu sakit stroke tapi diberi kekuatan. Bayangkan tinggal 2 orang sakit kalo ga diberi kekuatan dari mana hidup? Saya masih dapat Pm 2+ Pm 2+ Pm 2+ Pk 1+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 1+ 157

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 156 157 158 159 pension lah istilahnya, bisa teratasi semua, ya ini semua juga kekuatan Tuhan. Saya kalo pagi masih main ke kantor, bantu-bantu inget tugas dulu, masih diperhatikan Puji Tuhan. Hampir tiap hari saya ke kantor, paling seminggu 4 kali. Jadi mereka masih membutuhkan bapak dong ya? Iya masih mas Sebetulnya memang sudah waktunya pension ya pak? Oh belum mas, saya kan sekarang 57. Harusnya kan pension 62 tahun, swasta soalnya. Dulu terkena strokenya usia berapa sih pak? 50 mas Berarti sudah 7 tahun menderita stroke ya pak? Iya mas Menurut bapak, bapak ini orangnya seperti apa ya? Dilihat dari sisi kepribadiannya pak Saya gimana ya ga tahu, saya orangnya keras kalo orang lain bisa saya harus bisa. Seperti waktu saya muda dulu dalam olahraga, olahraga gantole pertama di Indonesia, Tony Kullit temennya bapakmu mas itu seangkatan sama saya, yang ranking tertinggi advance itu saya sama Tony Kullit. Trus saya melatih di Angkatan Udara, Lombok 2 tahun, di Bali 1 tahun. Itu dulu Hobinya bapak yah? Iya hobi mas. Gunung segala bukit saya jelajahi, akhirnya saya kejuaraan di Australia, di Sydney sama Tony tadi, trus PON X saya ikut, waktu itu sempat jatuh tapi dapat perunggu, PON XI saya disuruh wakili Kalimantan Selatan. Banyak prestasi ya pak dulu? Iya mas. Saya itu spesial aerobic. Jadi saya itu keras kemauannya, ya itu salah satu sifat jelek saya disitu. Apakah bapak merasa punya sifat baik tidak? Apa yah.. mungkin yang menilai orang lain mas Menurut bapak bagaimana orang lain menilai bapak? Saya sih inginnya selalu berbuat baik aja kepada sesama, hanya itu aja. Ini salah satu iman ya, tapi kalo masalah keyakinan itu kan diluar iman ya, kita itu berbuat baik karena memang baik imannya. Bagaimana hubungan bapak dengan teman-teman bapak sampai saat ini? Baik kok mas, dengan teman-teman selalu baik. Pdp 1+ Pf 3+ Pdp 1 Pm 1+ Ps 3+ 158

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 Apakah mereka mensupport bapak saat sakit? Iya mas. Tapi saya ga mau dimanjakan karena stroke. Menurut bapak dimanjakan itu seperti apa sih pak? Kalo misalnya saya duduk mau berdiri itu ada teman atau orang yang mau gandeng saya, saya stop saya bisa sendiri. Saya paling ga bisa melihat orang lain repot, nah itu saya jangan sampe merepotkan sesama apalagi teman sendiri. Bagaimana perasaan bapak ketika teman-teman bapak itu ingin membantu bapak? Saya.. ya itu mungkin kejelekan saya ya, saya itu paling ga seneng dikasihani ga mau saya, saya harus bisa sendiri. Ya sebenarnya temen-temen mungkin memang bermaksud baik tapi saya itu ga bisa menyusahkan orang lain. Lebih baik kita ga usah pergi, dirumah tidur uda gitu aja, kalo pergi menyusahkan orang lain lebih baik tidak usah pergi saja. Pergi tapi untuk menyenangkan orang lain malah gapapa jadi gurauan, jadi kedatangan kita itu tidak menyedihkan ga menyusahkan. Sering ga pak berkumpul dengan teman-teman bapak? Oh sering, ya saya yang datang atau mereka yang datang sama seperti dulu waktu saya ga sakit, naik mobil naik motor kemana aja. Pokoknya kedatangan saya jangan sampai merusak suasana dah itu, kasihan dia. Bagaimana dengan lingkungan sekitar pak, lingkungan sosial mungkin di RT/RW bapak hubungannya baik dengan warga sekitar? Baik. baik kok dengan pak RT juga baik Sering ikut kegiatan RT pak mungkin kumpulan? Itu kalo ronda mereka udah pada maklum saya ga ikut karena sakit Yang lain mungkin kumpulan gitu pak masih ikut tidak? Kalo disini kumpulan kurang anu saya kadang2 aja datang toh kumpulan disini sering melek melekan saya kurang. Saya berusaha bikin orang ga tersinggung, tetap baik, bersapaan baik, ya mereka uda maklum dengan kondisi saya. Jadi mereka sudah mengerti dan maklum dengan kondisi bapak yah Iya mas begitu Mereka berinteraksi baik juga dengan bapak? Iya baik mas baik semua Pernah ingin mengambil peran atau ikut andil didalam lingkungan RT/RW gitu pak? Nda saya itu sering ga enak saya takut malah dengan kehadiran saya malah mengganggu. Ps 3+ Pf 2+ Ps 3+ Ps 2+ Pn 2+ Pn 2+ Ps 4159

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 Mungkin lain kalo ada kegiatan di Paroki. Kegiatan di Paroki bapak sering ikut? Saya ya itu antar lingkungan sama doa bareng. Disitu saya bisa lebih loss. Lalu saat ini aktivitas yang biasanya dilakukan apa saja pak? Aktivitas ya cuma.. ga ada paling cuma main ke kantor mengisi waktu biar tetep semangat. Apalagi kalo saya janji sama Tuhan saya harus datang ke rumah-Nya karena bukan apa-apa ya saya datang karena rasa rindu. Apalagi pak aktivitas sehari-harinya? Paling ngurusi ini burung-burung, hobi burung juga, trus kadang main ke tempat temen saya yang punya burung-burung juga bertukar pikiran, ngobrol-ngobrol, kadang titip burung juga disana. Ya aktivitas sehari-hari Puji Tuhan diberkati. Jadi waktu kosongnya malah sedikit ya pak? Iya sedikit mas, main sama temen-temen tapi main dalam arti yang positif juga. Yang positif itu seperti apa pak maksudnya? Ya positif seperti bersosialisasi, ya sambil menyelam minum air lah, ya masalah rejeki masalah apa semuanya..hehe Kalau boleh tahu pak, selama ini penghasilan masih ada pak? Ya saya masih dapat pensiunan Pernah merasa bosan tidak pak? Tidak mas, karena kejenuhan itu musuh utama. Asal saya mau jenuh pasti saya atasi sendiri. Biasanya kondisi yang membuat bapak jenuh itu seperti apa? Itu karena, kayanya lho ya orang-orang itu selalu menjauh. Itu hanya perasaan saja. Menjauh seperti apa pak? Ya seperti menjaga jarak, mau didatangi ah paling mung ora iso di ajak kerja atau apa. Ya saya hilangkan perasaan itu Jadi tadi cara mengatasi kejenuhannya dengan itu ya pak Dan orang stroke itu maaf ya kan fisiknya berubah semua, jalannya, itu paling sulit hilangkan rasa malu. Saya cuek aja, ya memang saya dikasih sakit stroke ya jalannya juga begitu. Bapak punya keinginan atau harapan saat ini? Ga ada ya, cuma ingin dekat Tuhan ya semoga kedekatan yang maksudnya baik ini diterima Tuhan, Tuhan selalu memberkati. Adakah keinginan untuk kembali dekat dengan keluarga pak? Pm 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pf 2-, CT- H 1+ 160

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 256 Ya saya rasa dengan saya begini ini sudah jadi dekat, ya memang Tuhan memberikan saya harus begitu. Ternyata masalah keyakinan ga bisa jadi satu, masalah iman mungkin bisa jadi satu tapi keyakinan tidak. Misalnya kita arahnya mau ke alun-alun tapi ada yang lewat ringroad ada yang lewat mana ada yang lewat jalan tikus. Tapi anak-anak bapak semua sering pulang ke Jogja juga? Iya mas setahun sekali, tiap hari juga kontak saya. Ya itu adalah obat buat saya. Pernah merasa kesepian tidak pak di rumah? Mungkin rindu dengan anak-anak. Dulu mas dulu iya kesepian, tapi ya kenapa harus diterus-teruskan malah membuat saya lebih sakit. Kalau mengatasi perasaan kesepian tadi bagaimana pak? Ya paling keluar, nonton TV. Kesepian berlebihan ga ada lah Menurut bapak idealnya seorang bapak, kepala rumah tangga seperti apa? Ya idealnya utuh mas, utuh ya orang berumah tangga harus utuh tapi saya tidak dikehendaki untuk utuh. Bapak utuh, ibu utuh, anak itu ideal, seperti bapak saya ibu saya, saya bernaung disitu. Saya pengennya dulu utuh, tapi Tuhan berkehendak lain. Ya tadi itu mungkin idealnya sebuah keluarga ya pak, kalau idealnya seorang pribadi bapak itu seperti apa? Gimana ya mas maksudnya? Menurut bapak harusnya seorang bapak, seorang kepala rumah tangga itu idealnya seperti apa? Ya idealnya sebagai panutan, jadi contoh bagi anak-anaknya Pernah merasa menyesal tidak pak mengalami sakit stroke? Ya engga, menerima apa adanya semeleh tadi, ya karena ga punya penyakit kok, darah tinggi engga, kolesterol paling, pola makan juga. Jadi dulu penyebab sakit strokenya bukan karena hipertensi ya pak? Bukan kok, tekanan darah saya normal kok, 130 120. Jadi kira-kira apa yang membuat bapak dulu sakit pak? Saya pikir kolesterol haa kurang terkontrol kan bahaya, saya ga pernah kontrol ya kolesterolnya tinggi. Makanya temen-temen saya saya ajak sekarang makan makanan yang sehat saja, jangan makanan yang enak. Itu lebih menguntungkan, kan preventif lebih menguntungkan. Punya keinginan bekerja lagi tidak pak? Pk 2+ Pk 2+ Pdp 2+ Pdp 3+ H 2+ H 1+ Pdp 2+ Pf 1+ 161

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 Umur saya sebenarnya uda melebihi standard. Tapi masih usia produktif pak. Iya produktif tapi sudah hampir mencapai puncak, nanti abis itu pension. Nda ada keinginan saya serahkan sama Tuhan aja. Ya kalo Tuhan memberikan saya harus bekerja ya terserah Tuhan, tapi engga lah udah cukup terima kasih saya. Dengan sakit stroke yang dialami ini merasa terganggu tidak pak dalam beraktivitas, dalam bersosialisasi? Sebenarnya jujur terganggu iya, tapi gimana cara kita mengatasi ketergangguan itu. Sebenarnya orang-orang pun sudah maklum dengan kondisi saya, tapi itu kejelekan saya saya ga mau dikasihani. Kan pandangan umum itu penyakit stroke adalah penyakit yang menakutkan, kan bisa anfal atau stroke kedua. Ya itu cara menghindarinya ya semeleh tadi, kalo pengen yang bermuluk-muluk ya justru kadang-kadang kambuh lagi strokenya. Ya sulit untuk semeleh itu, gampang-gampang sulit. Sulitnya kenapa pak kalo bapak bilang sulit? Ya kita selalu ingin superlah kaya dulu lagi, kita menyadari lah kita kekurangan, ya istilahnya kita terima dengan tertawa memang sudah begini. Menurut bapak ya, saat ini bapak menilai diri bapak seperti apa? Saya gimana ya, ya seperti saya ini. Tapi saya menghindari jangan membuat repot orang lain, kasihan saya. Punya temen ya biasa aja, ya batas kemampuan saya segini, hilangkan rasa minder, ya cuek aja lah pokoknya. Wah saya stroke ini ga bisa ini itu, ya tertawa saja. Pokoknya satu jangan merusak suasana dalam bergaul, saya mungkin sifat jelek saya seperti itu paling ga seneng merusak suasana. Kenapa bapak bilang itu sifat jelek? Ya mungkindihadapan A B C, ada yang bilang bagus ada yang bilang jelek, pro kontra kan macem macem. Kalau tidak ingin membuat orang susah kan itu sesuatu hal yang baik kan pak, kenapa itu kok dinilai jadi kejelekan bapak? Ya memang baik, tapi ya kejelekan saya dikira munafik, tapi ya engga ya, baik itu. Ya hanya perasaan saja hehehe. Apa yang berubah dari diri bapak ketika mengalami stroke? Banyak mas. Apa saja pak? Saya jadi hobi berdoa hehehe, trus saya jadi dekat dengan Tuhan saya menurut keyakinan saya ya, saya ingin berbuat baik dengan sesame saya, saya rindu dengan Tuhan saya yang dulu tidak terpikir sama sekali jadi nomer satu sekarang dulu H 1+ Pdp 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pm 2+ 162

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 mungkin nomer sekian-sekian. Ya itu Tuhan maha pengampun bagi hambanya yang betulbetul meminta tolong kalo kita sadar tapi kadang kita tidak menyadari. Ternyata sekarang menjadi lebih peka mengenal cinta kasih-Nya Apa hikmah yang bisa diambil dengan sakit stroke yang dialami bapak? Ya hikmah yang saya ambil ya cuma itu selalu ingin dekat dengan Tuhan, wah Tuhan yang menyembuhkan saya. Cuma itu saya selalu ingin dekat dengan sang juru sembuh. Saya itu tetap yakin kok yang menyembuhkan saya itu, kalo dokter itu hanya sedikit perantara. Hidup saya itu dari mukjizat, saya dulu sudah di minyak suci dirumah panggil Pastur juga. Ya saya hanya berdoa ya Tuhan kalo menginginkan saya ambilah dengan tepat, jika belum tepat sembuhkanlah aku. Cuma itu pikiran yang timbul setelah saya di minyak suci. Dan ternyata saya minyak suci disembuhkan dan minyak suci itu bukan untuk orang mau mati saja lha ini saya diberi kesembuhan. Pernah bapak tersinggung dengan perkataan orang lain dengan kondisi bapak sekarang? Nda.. nda pernah. Yang mengejek saya juga tidak ada, justru malah orang kasihan dengan keadaan saya. Udah saya udah sembuh gitu aja saya tanggapannya, tertawa lagi. Apakah bapak sudah menerima diri bapak dengan kondisi sakit stroke yang bapak derita? Sudah mas. Seberapa besar bapak menerima diri bapak saat ini? Saya harus menerima dan saya bilang sudah saya terima, saya harus terima supaya saya bisa percaya diri, ya keadaannya begini saya harus terima. Ingin tidak pak sembuh normal lagi? Ya kalo sembuh kaya orang normal siapa yang ga pengen? Ya pengen tapi ini sakitnya uda berat dan ini sudah semaksimal mungkin ya bersyukur aja. Pengennya ya pengen sembuh kaya dulu, tapi ya malah saya bertanya apakah bisa sembuh seperti dulu, orang tidak mau berterima kasih sudah dikasih kesembuhan yang maksimal ya sudah segini sembuhnya, ya syukur bisa lebih. Ya harusnya berterimakasih sama Tuhan ini sudah diberi bonus kehidupan. Ya kalo orang stroke atau jantung bisa sembuh ya merupakan bonus itu. Menurut saya penyakit ini tidak menakutkan karena Tuhan menopang saya, kekuatan mana yang bisa melawan-Nya? Hehehe Ya baik pak, saya pikir cukup ya pak. Pm 2+ Pn 2+ Pn 3+ H 1+ 163

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 Iya mas mudah2an bisa membantu. Wawancara ke 2. Bapak boleh mengingat kembali ketika dulu sakit apa saja perubahan yang bapak alami yang dirasakan? Ya cuma fisik yah terus daya ingat saya juga dari bulan pertama sampai bulan ke enam setelah itu mulai sedikit kembali lagi. Jadi tadinya lupa, tau orangnya tapi namanya ga tau lupa itu satu sampai 6 bulan pertama, itu memorinya error lama lama kembali kembali dan sekarang sudah kembali, cuma buat ngomong aja agak sulit. Waktu itu juga bicara masih susah ya pak? Ho’oh mas, ya sampai sekarang yang masih menggangu ya bicaranya aja sama fisik ini mas. Dulu ketika bapak merasakan sulitnya karena fisik terganggu itu apa perasaan bapak ketika itu menyadari bahwa fisik saya terganggu? Waktu sadar itu tadinya saya ga tau mas, tapi buat jalan ga bisa wah saya stroke. Saya dikasih tau aja untuk istirahat karena saya terserang stroke. Ya udah saya nerima aja. Saat itu langsung menerima begitu saja pak? Iya menerima mas. Saya baru diberi sakit tapi saya yakin sewaktu-waktu akan sembuh makanya saya semangat aja. Apa yang membuat bapak yakin akan sembuh? Ya selain karena didukung sama kakak adik dukung trus anak juga, ajak bicara bicara bercanda bercanda ya saya yakin. Trus saya pas 5-6 bulan itu saya sudah bisa jalan normal, maksudnya normal itu sudah bisa tanpa tongkat tapi ya pelan-pelan jalannya. Ohh kemajuan ini, tadinya ga bisa gerak itu sampai 3-4 bulan ga bisa gerak. Ini ya selain semangat juga didukung doa, ya mukjizat lah. Tapi saya yakin kok Tuhan memberikan kesembuhan walaupun tidak sempurna. Jadi yang membuat bapak yakin itu karena dukungan keluarga ya pak. Iya masdukungan mereka itu memberi semangat Ketika mereka semua mendukung bapak saat itu apa yang bapak pikirkan? Yaa.. saya cuma dalam hati cuma berterima kasih aja, saya jalani dengan senyum kok ya saya memang sakit.. hehehe Apakah ada pengalaman merasa sangat kesulitan ketika mengalami fisik yang tergganggu dan mungkin juga komunikasi yang sulit pak? Pf 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pf 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ 164

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 Tadinya memang saya agak ragu untuk bergaul tapi lama lama saya harus mau kalo ga bergaul saya bisa tambah sakit lagi dirumah sendiri, saya malah nemuin temen2 saya dulu teman dekat. Wuhh kamu kok pergi pergi? di rumah aja istirahat. Saya ketawa ketawa aja. Saya tu stroke tapi saya sampe mana mana, sampe Semarang.. oh ya pak? iya naik mobil disopiri, ke tempat adik, ke Malang. Jadi pengennya saya itu mandiri, tapi saya memang kesulitan dalam bicara tapi santai aja ngomong aja entah sana ngerti apa nda berani aja. Jadi kesulitan yang waktu itu di alami bapak adalah untuk bergaul lagi ya pak. Iya mas.Tadi juga bapak bilang ragu ya? Iya tadinya ragu.Kenapa pak ragu? Ya minder, selain minder trus kita tergantung pertolongan orang. Maksudnya gimana pak? saya sulit jalan gitu membikin apa ya membikin susah orang saya takutnya disitu, jadi nolong ini ini padahal saya ga mau seperti itu. Jatuh aja mau ditolong saya bilang jangan saya bangun sendiri.Jadi ragunya karena takut merepotkan ya pak. iya merepotkan itu aja. Saya itu paling ga seneng dikasihani, tapi tiap orang itu lain lain ya. Kalau bapak tidak senang dikasihani apakah itu timbul sejak bapak sakit stroke atau memang dari dulu pak? Dari dulu mas, saya ga ingin membebani orang lain merepotkan orang membebani orang, tapi itu kebawa sampe saya setelah sakit. Kan malah punya pikiran oo orang stroke tu kaya begini to, ya bayangkan aja dulu saya itu ga ada gejala apa apa. Temen saya yang stroke banyak saya belum malahan eh malah terjadi. Jadi dulu bapak merasa tidak percaya juga ya terkena stroke? Iyaa mas betul. Ohh stroke itu gini ya. Trus ya secara agama mungkin yah Tuhan ya sakit itu dari Tuhan obatnya juga dari Tuhan. Saya jujur yang tadinya males ke gereja jadi ya ada baiknya.Dulu memang kurang sekali ya pak waktu untuk ke gereja? Ya seminggu sekali, dua minggu sekali. Ya bapak juga cerita kalau dulu karena pekerjaan bapak merasa sibuk sekali sehingga merasa jauh dari Tuhan, kalau boleh diceritakan dulu pekerjaan bapak seperti apa pak sibuknya? Olahraga kayanya saya rasa pertama, saya sebagai instruktur saya kan tingkatannya sudah advance jadi Indonesia itu baru 3 orang, dari Manado, saya sama dari Bandung. Memang saya kebetulan melatih kemana-mana, Bali, Lombok kan masih sehat seger saya dulu. Kerjaan saya di PT dulu saya bekerja, jadi saya melupakan apa lupa..hehehe.yang benar lupa sengaja atau tidak sengaja pak? hehehe.. kalo sengaja kalo niat itu ga mungkin ya, Ps 3+ Pdp 2+ Pdp 1+ Pf 3+ 165

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 seminggu 2 jam masa ga bisa sempatkan, itu ga saya lakukan nah ini mungkin sentilan dari Tuhan. Saya mesti berterimakasih di ingatkan, diselamatkan lah. Ketika bapak sakit keluarga bapak, anak anak, istri banyak waktu di rumah bersama bapak? Ya sering dulu, anak saya di Manado itu pulang, sampe lama itu sebulan trus yang di Lampung juga, ya sampe sekarang juga. 2 udah kerja semua. Jadi ketika bapak sakit stroke mereka ke Jogja ya pak? Iya jadi dia masih waktu saya stroke dia masih skripsi dia di UPN komunikasi. Ooo berarti waktu bapak sakit anak anak bapak belum bekerja waktu itu? Belum mas, dua duanya masih kuliah yang satu kuliah di Manado malahan yang kedua, yang pertama kuliah di UPN di Jogja, tapi dari TK sampai SMA di Jogja di Babarsari. Ya terus di wisuda, 4 tahun kuliahnya di UPN ya cepet lumayan. Ketika bapak sakit dan mereka ada di Jogja menemani bapak apa saja yang mereka lakukan pak dalam masa penyembuhan bapak? Ya nggandeng jalan, mapah latihan jalan disini mas. Trus ngajak muter muter duduk belakang, pokoknya diisi dengan tawa itu mas hehehe. Udah papi tidur aja istirahat. Setelah pulang dari Rumah Sakit bapak terapi terapi juga tidak? Terapi mas ya ditungguin anak anak saya di Panti Rapih. Ketika anak anak menemani bapak terapi, ngajak jalan jalan itu perasaan bapak gimana? Ya saya justru senang, bahagia hehehe.Kenapa merasa bahagia pak?Ya gimana ya.. seorang anak.. ya bahagia karena mereka sabar. Dulu terapi berapa lama pak? Dulu terapi lama ya.. 2 tahun 3 tahun kayanya. Sekarang udah berhenti, udah merasa sembuh hehehe. Mengikuti terapinya apa saja pak? Ya cuma dipijet pake listrik.Tidak ada terapi fisik? Fisik ya dirumah sakit cuma jalan, disuruh ambil benda dari bawah keatas gitu, kaya mainan gitu saya pikir pikir maksimum juga cuma segini terapi juga segini terus, wah ya udah saya bawa di keseharian sehari-hari aja sambil terapi.Jadi sudah tidak terapi di Rumah Sakit lagi? Nda.. paling refleksi pijet aja, itu sebulan sekali, kalo terapi gerak ya dianggep aja maen-maen kemana gitu saya anggap terapi.Jadi lebih memilih dengan melakukan aktivitas sehari-hari ya pak? iya betul Pm 3+ Pk 2+ Pk 2+ Pf 3+ Pdp 2+ Pf 3+ 166

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 aktivitas sehari-hari. Jadi tidak merasa bosan terapi ya pak waktu itu? Iya bosen saya. Bosen kenapa pak? ya saya melihat orang stroke yang semangat pada..gimana ya pada mendekati kesembuhan walaupun tidak sempurna, tapi yang ke dokter ini kemana-mana pada mati, temen saya malahan. Tapi orang yang semangat hidupnya tinggi malah pada hidup bertahun-tahun. Ada yang sampe Singapure, temen saya, malah meninggal akhirnya. Saya mikir itu yang penting semangat hidup, udah sama doa. Kalo saya yakin dari doa yang tulus itu hehe. Jadi bosennya karena melihat banyak yang ga semangat begitu pak? Iya semangat hidupnya kaya nglokro gitu mas hehe. Penyakit ini ga bisa untuk manjamanjaan harus dilawan saya punya prinsip gitu. Bapak juga cerita bahwa bapak merasakan sedih juga ya? Yang sering membuat bapak sedih itu apa pak ketika bapak sakit? Ya kalo sedih itu normalnya ya mas, tapi kalo diikuti terus lama-lama bertahun-tahun wah ga ada gunanya. Ya saya mau apa-apa ga bisa itu aja yang bikin sedih, jadi menyusahkan orang lain saya paling ga suka itu, itu sedihnya disitu. Dulu kalo ga bisa trus orang ngampiri ya itu.. hehehe. Ketika bapak merasa sedih lalu apa yang bapak lakukan? Ya sama cuma bisa diam aja, mau apa-apa ga bisa.Diam tidak melakukan apa-apa begitu pak? iya diam tak pikir apa saya besuk sampe begini terus, tapi lama-lama yang engga hehe.Trus sebelumnya ini kan sudah ke gereja, dulu masih Rabu sama Jumat trus kemarin kena stroke itu saya harus bisa ke gereja lagi harian karena bukan apa-apa gereja itu bukan munafik cuma saya rindu kangen, kalo masuk gereja itu rasanya masuk rumah sendiri hehehe. Saya tadinya gereja di boncengkan sama ada pramurukti dari Panti Rapih saya pake 5 bulan. Lama-lama belajar sendirian naik motor itu hehehe.Apa saja pak tugasnya Pramurukti di rumah pak? ya mandi memandikan, waktu 0-5 bulan itu ga bisa mandi ga bisa gerak. Besok kalo saya bisa jalan dikit dikit saya sudah janji saya mau ke gereja, betul saya tepati walau dianter. Saya sebenarnya sudah di minyak suci, komuni juga dikirim prodiakon lama-lama ga enak juga merepotkan toh. Saya gereja 2 bulan dianter itu pramuruktinya seiman toh jadi dia juga ikut misa. Jadi selama 5 bulan pertama setelah bapak sakit sama sekali tidak bisa gerak ya? Iya ga bisa, bangun aja susah hanya tidur aja. Dan itu yang membuat bapak selalu sedih Pf 2+ Pf 2+ Pdp 2+ Pdp 3- Pm 3+ H 1+ 167

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 ya? He’eh mas, tapi saya ingin sembuh lama-lama saya bisa duduk, ya ini mukjizat heheh. Trus saya coba berdiri berjalan jatuh, berdiri jatuh lama-lama sampe setengah ruangan jatuh. Bagaimana sampai bisa berjalan pak waktu itu apakah dibantu oleh pramurukti? Engga, hanya disenamkan sama pramurukti, dia pengalaman ngurusi orang stroke. Itu diangkat dulu, ga bisa tetep ga bisa. Itu bisanya mendadak, lho bisa duduk, lho bisa berdiri, trus lama-lama jalan uda ga dipegang lagi lalu saya ngelirik ada motor trus saya naik motor ga terasa mau belok kanan ga bisa lha jatuh duueeerr..hehe. Jadi waktu itu ketika sudah mulai sedikit bisa berjalan ada kemauan untuk lebih ada kemajuan lagi ya pak? Iya.. trus pake motor kegereja sendiri. Nah itu gimana sih pak kok bisa sampai terpikirkan untuk mencoba naik motor padahal dalam kondisi bapak waktu itu sangat bahaya pak? Ga tau itu saya mas, saya ngeliatin motor seperti kenangan lama. Saya juga bingung kok, ibu saya sampai kaget juga saya naik motor wuhh bingung semua, tapi saya bisa pulang sampe muter kampong ini, ngeremnya bingung. Jadi memang nda ada sebab kenapa pengen naik motor ya pak. Ga ada mas itu tiba-tiba aja, saya heran kok saya ga ngimpi itu naik motor. Ke gereja itu wah parkirnya saya kacau, kalau parker saya muter dulu lama-lama langsung bisa. Trus mobil wah harus bisa nih, kalo sama motor tak pikir lebih bahaya motor. Kalo mobil kan body 4 roda, motor 2 roda aja. Oh ya kalo tidak seimbang malah jatuh ya pak. Bapak kan juga cerita sering jatuh waktu naik motor yah, ketika mencoba naik motor lalu jatuh itu apa yang dirasakan ketika itu pak? Saya jatuh tapi nda mungkin terulang lagi seperti itu hehehe ya memang salah saya tapi lamalama saya nda jatuh juga, saya naik motor sampe jauh juga kok, sampe gondomanan, jalan wates saya coba gapapa gapapa. Tapi kalo pelan belok kanan memang sulit, tapi kalo kenceng gapapa. Oh karena memang tangan kanan yang agak sulit ya pak. Ini nuwun sewu ya pak, saya mencoba menggali lagi bagaimana hubungan bapak dengan istri waktu itu, bapak mengatakan ketika memang sudah pisah dan itu sebelum sakit stroke ya pak. Ketika bapak dan ibu memutuskan untuk berpisah bagaimana perasaan bapak waktu itu? Itu ya gapapa perasaan saya, ya memang lebih baik gitu. H 1+ Pf 2+ Pm 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ 168

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 Kenapa bapak mengatakan lebih baik begitu? Karena.. anu ya secara agama ya keyakinan ga bisa bersatu, dia jalan sendiri saya ya tak jalan sendiri aja. Apakah itu keputusan bersama bapak dan ibu untuk berpisah? He’eh mas bersama. Ada perasaan yang timbul tidak pak saat itu? Kecewa atau merasa gagal mungkin? Pertama ya biasa aja…ini anak saya (menunjuk ke arah foto anaknya). Ohh iya pak hehehe. Setelah berpisah lalu berapa lama bapak terkena stroke? Wah lupa saya, 15 tahun apa ya. Jadi sudah cukup lama berpisahnya ya pak. Iya dulu kan masih ada kawin campuran, sekarang kan ga boleh. Ketika bapak sakit adakah bapak merasa kesepian karena sudah berpisah dengan ibu? Engga, itu saya buang jauh-jauh pikiran itu yang penting anak-anak masih ada untuk saya dan mantan istri saya juga nengok saya kok, baik kok kaya biasa, sama suaminya nengok. Jadi bapak tidak merasakan kesepian ya pak. Iya mas, anak anak juga selalu menemani jadi tidak ada perasaan itu. Ya itu mungkin salah satu pendukung saya, jadi mereka mendukung dan otomatis saya jadi tambah semangat Meskipun sudah berpisah dengan ibu tentunya bapak tetap menjadi seorang bapak dari anak-anak ya pak, ketika bapak sakit apakah bapak merasa peran bapak sebagai bapak dari anak-anak terganggu atau mungkin hilang begitu pak? Itu karena anak-anak juga waktu itu belum bekerja saat saya sakit ya masih sayang sama saya, tapi setelah kuliah selesai dan dapet kerja ya saya tetap dirumah didukung oleh mereka.Tapi bapak merasa perannya waktu itu gimana pak? sudah engga.Maksudnya engga gimanapak? peran saya sebagai bapak..iya sudah engga membutuhkan fisik saya lagi anakanak, sudah besar-besar istilahnya, justru malah dia yang menolong saya, ga ada yang berubah saya rasakan. Ketika bapak sakit anak-anak mandiri ya pak? Mandiri dan saya juga dapat dari kantor saya kasihkan untuk anak-anak, tapi ga lama sebentar anak-anak selesai kuliah wisuda ga lama dapat pekerjaan, yang satu menikah. Mereka pernah tidak marah atau kesal terhadap bapak? Engga engga pernah mereka marah Apa saja yang mereka berikan untuk bapak ketika itu? Ya cuma.. ya pengabdian aja, itu saja sudah seneng. Pm 2- Pk 2+ Pdp 2+ Pk 3- Pk 1+ Pk 2+ 169

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 Pernah bapak merasa merepotkan anak-anak? Sama anak-anak engga, karena dia ikhlas. Sambil bercanda ga terasa hehehe. Kalau seandainya teman-teman bapak ingin membantu bapak dengan ikhlas bagaimana pak? Membantu apa? Mungkin mereka ingin mengajak pergi kemana atau ingin membantu bapak bangun dari tempat duduk misalnya. Ya selama saya bisa sendiri ya saya ngomong ini tak buat terapi oh saya bisa, kalo nda bisa ya gapapa ya ketawa aja hehehe Bapak mengatakan bahwa bapak orangnya keras ya? Itu keras sejak muda ya pak? Ya mungkin karena olahraga ya, olahraga saya kan sedikit keras ya hehe jadi pengaruh ke situ kayanya.Jadi karena olahraga itu ya pak yang berpengaruh. Ya karena memang harus begitu, disiplin memang harus gitu, ga boleh salah, kalo salah di udara bisa jatuh, harus cepat ambil keputusan. Baik, jadi menurut bapak kerasnya disini konteksnya positif atau negative pak? Positif mas, kalo negative engga mas. Misalnya untuk terjun payung, gantole itu ga boleh menggantungkan orang harus kita sendiri yang mengontrol, ga boleh gantungkan orang nanti bisa aja ga dipasang apanya dan itu gimana ya jadi kebawa, nda cepat percaya sama orang kasarannya gitu. Bapak pernah mengalami sulit percaya sama orang lain? Itu waktu saya gantole, masang baut-baut itu ga pernah sama orang lain tapi sendiri. Meskipun sudah dipasangi saya teliti lagi, bukan ga percaya tapi mengulang aja gitu saya sama temen. Meyakinkan lagi gitu ya pak. Iya mas supaya tidak menyinggung. Pak, sifat keras ini kan terbawa sampai sakit ya pak dan tadi bapak bilang sifatnya positif, pernah pak sifat keras ini menjadi negatif bagi orang lain? Saya keras itu karena keselamatan saya, tapi bukan apa-apa. Kaya terjun payung, dilipatkan orang ga boleh, ga mau saya juga, boleh sih boleh tapi saya ga mau nah itu kan menyangkut nyawa saya. Jadi menurut bapak itu sifat kerasnya baik atau jelek buat bapak? Kalau bagi saya menurut saya itu ya bagus. Ya sulit e.. misalnya kaya lipat payung, yang lipatkan teman, teman juga positif ingin bantu nah repot, kalau saya terlalu percaya saya bisa mati nanti. Saya pernah kejadian pas dilipatin temen mungkin dia ga tahu betul, 2kali saya cabut cadangan, ga ngembang tapi kuncup kok. Nah itu lah hehehe, jadi pernah trauma. Jadi Pdp 2+ Pf 2+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1+ 170

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 itu ya pak yang membuat susah percaya sama orang lain. Iya mas kebawa e itu. Kalau itu terbawa terus sampai sekarang, itu mengganggu proses pergaulan bapak tidak? Engga kok, ya jangan keliatan sekali lah, cek lagi hehe. Ini aja saya sudah 6 yang patah, satu kejadian ini terlambat satu detik aja mas, crash waktu gantole landing.. duaaakk.. di Wonogiri, langsung pingsan ga sadar bawa ambulan ke Panti Rapih. Jatuhnya itu hari minggu saya sadarnya selasa. Jadi menurut bapak sifat keras tadi lebih ke arah yang baik ya buat bapak? Iya itu gimana hehehe bingung kadang-kadang, takut menyinggung tapi sekarang sudah agak hilang, kalau dulu mesti teliti sekali karena kebiasaan, harus cepat waktu. Jadi sekarang sudah mulai hilang ya pak. iya betul mas, memang harus saya tinggalkan. Jika bapak merasa itu sudah mulai hilang apakah bapak merasa memiliki sifat lain yang buruk mungkin terhadap orang lain? Iya gimana ya.. mungkin buruknya perasaan saya, orang lain mungkin merasa engga tapi saya merasa. Gimana ya.. sulit e itu ya kurang percaya itu, gimana ya ya saya cuma takut diri saya gimana-gimana, padahal sombong itu ga ada sama sekali. Tapi kalo yang sudah lama bergaul ya santai. Bapak lalu juga menceritakan bahwa sifat baik dalam diri bapak orang lain yang bisa menilai dan bapak ingin selalu berbuat baik kepada sesama, apalagi orang stroke terbatas dengan fisik ya pak.. biasanya sensitive mas. Nah, apakah bapak merasa sensitive pak? Pertama dulu mas, dulu. Ada waktunya kok itu mas, kalo saya lho tapi kalo yang lain stroke saya ga tahu. Itu waktu saya awal sakit sampai 6 atau 7 bulan pertama saya sensitive. Ada pengalaman bapak merasa sangat sensitive? Ya ada, perasaan saya itu kok orang-orang seperti mengejek, jadi seperti minder, keluar rumah minder tadinya memang begitu tapi lama-lama itu perasaan aja ah cuek aja cuek aja gapapa semua baik, ohh ternyata prasangka saya kurang bener. Jadi sensitive karena minder ya pak? Iya mas minder dari normal, olahragawan ha itu minder hehe. Mindernya seperti apa sih pak? Ya galau lah gimana, minder bener keluar rumah tuh malu, tapi ternyata orang-orang gereja itu malah baik-baik, itu yang terus.. ahh cuek aja, baik semua kok. Orang gereja baik semua Pf 3- Pdp 1+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2- Pn 2+ 171

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 ha udah percaya diri saya. Jadi minder karena malu ya pak. iya mas karena fisiknya, kaya kalo saya jalan di tempat umum itu kaya ada yang ngeliatin itu ternyata engga perasaan saya aja.Kalau bapak merasa diliatin begitu perasaannya apa pak? ya itu malunya disitu, tapi lama-lama engga ini perasaan saya aja, oh iya gapapa, mungkin orang stroke sudah dimaklumi ya gapapa.Awalnya pertama kali merasa diliatin itu pak apa perasaannya? Iya itu merasa diliatin padahal engga kaya orang paranoid itu. Ya pertama diliatin tapi ya ternyata orangorang baik semua kok. Ketika bapak menyadari bahwa orang-orang ternyata baik kepada bapak apa perasaan bapak? Ya itu saya terlalu negatif thinking saja sama orang-orang padahal engga. Ohh ternyata pikiran kaya gini harus saya buang, harus positif semua ya santai Bapak tentu sekarang terbatas fisik bahkan juga komunikasi masih dirasa sulit yah, ketika bapak ingin berbuat kebaikan dengan orang lain namun terbatas karena hal tersebut apa perasaan bapak? Iya kita adaptasi aja, maaf saya ngomongnya agak sulit ha gitu aja, lama-lama juga tahu orang ga ada yang ngejek sudah maklum. Ketika bapak tidak bisa berbuat baik kepada orang lain karena keterbatasan itu apa perasaan bapak? Ya memang harus segitu, kemampuan saya ya cuma segitu terbatas, dibatasi. Pengennya ya kalo ngomong itu yang banyak, saya dulu ngomongnya banyak seneng ngomong saya tu. Tapi sekarang terbatas fisik, omongan, pita suara. Ini yang adaptasi kita bicara dengan lawan bicara bisa ngerti. Sampai saat ini, menurut bapak sudah banyak kah saya berbuat baik kepada sesama? Sampai sekarang.. tapi tergantung penilaian orang ya. Menurut saya saya ga bisa menilai diri saya, ya saya ga punya niat jelek sama orang ya udah sebatas itu saja. Nanti yang menilai ya saya serahkan orang lain aja Bapak mengatakan juga bahwa bapak orang yang paling ga mau dikasihani atau bisa dibilang dikasihani itu hal yang sangat bapak hindari, kenapa bapak tidak mau dikasihani ya? Ga tahu saya tu paling ga bisa, dari jaman dulu saya sering olahraga, saya ga mau menyusahkan orang itu saja, itu sifat jelek atau gimana ga tahu saya, jangan menyusahkan Pdp 2+ Pdp 2+ Ps 2+ Pf 2+ Ps 4+ Pdp 1+ 172

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 orang lain lah Bapak juga sering bermain atau bertemu dengan teman-teman ya saat ini, apa saja kegiatan yang dilakukan dengan teman-teman pak? Ya tidak berubah.Apa saja kegiatannya pak jika tidak berubah? Ya kalo kita ada waktu maen ke rumahnya bercanda-bercanda, dia nanggapi oh yang saya hadapi orang stroke tu engga seperti itu biasa aja kaya dulu, saya pulang juga pulang biasa ga dianter-anter ya santai gitu.Jadi seperti silaturahmi gitu ya pak? iya betul mas silaturahmi. Pernah nda pak dengan teman-teman mungkin pergi kemana bersama jalan-jalan gitu? Engga kok paling cuma santai dirumah, belum pernah sampai keluar kota. Secara sosial saat ini bapak merasa kesulitan tidak dalam bergaul dengan masyarakat karena menderita stroke? Kalo untuk pergaulan biasa, tapi kalo untuk komunikasi aja dibatasi.Merasa terganggu tidak sih pak? ya mengurangi aja, saya tuh takutnya kalo sana itu bisa menanggapi atau nda, kalo ngomong lama kan kadang-kadang ga jelas. Tapi biasa kok, kalo ketemu orang ee eee nyapa gitu sama orang kampong biasa kok.Ketika bapak mungkin membatasi diri seperti tadi apa perasaannya pak?Engga tu engga ada rasa apa-apa, baik kok semua. Kalo kelamaan ngobrol nanti nda bisa menanggapi kan kasihan. Setiap berkomunikasi dengan warga disini mereka bisa memahami pak? Iya kalo dikit-dikit bisa ya prinsip prinsip aja. Biasanya apa saja yang sering dikomunikasikan pak? Ya paling kegiatan apa dikampung ini, pokoknya yang ringan-ringan, kalo menjurus agak menceng ke politik jangan, kalo ngomong soal keyakinan jangan dulu, saya batasi, pokoknya yang ringan-ringan. Kenapa bapak harus membatasi itu pak? Ya harus tak batasi.Kenapa pak alasannya? Iya kalo bisa menerima, komunikasinya itu kita bisa menerima lawan bicara kita belum tentu menerima. Nah untuk menghindari itu, ngomongin lain aja, yang ringan-ringan. Kalo warga yang berbeda keyakinan dengan bapak komunikasinya juga baik dengan bapak? Weee baik mas, kita menunjukkan orang kristiani yang baik, kita tunjukkan dengan tingkah laku kita. Tapi ya kita harus menyadari sebagai termasuk minoritas dalam keyakinan, ada yang sombong tapi ga perlu itu untuk menunjukkan tingkah laku. Ps 3+ Ps 2+ Ps 2+ Ps 2+ Ps 2+ Pm 1+ 173

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 Menurut bapak sebagai penderita stroke dan di masyarakat sebagai minoritas dalam keyakinan seperti yang bapak katakan, didalam situasi sosial apa saja yang harus bapak lakukan? Ya tetep seperti biasa aja, ga ada perubahan. Bapak sekarang juga sering ikut kegiatan di gereja ya pak, apa yang dirasakan dengan mengikuti kegiatan tersebut pak? Saya semakin mendalami kegiatan, di sisi lain saya merasa kecil.Merasa kecil kenapa pak? ohh saya masih banyak kurang pengetahuannya beragama. Kalo doa secara pribadi mungkin bisa tapi secara teologi lah, oh ternyata orang Kristen katolik tu begini, ya banyak tahu lah sekarang. Saya itu masih harus banyak tahu, dari temen-temen itu saya dengerin oh iya betul juga, mengkoreksi diri. Hukum kasih, kasih itu kekal Ketika bapak mengikuti kegiatan di gereja bagaimana pandangan orang gereja terhadap bapak? Gapapa biasa aja. Bagaimana tanggapan mereka dengan bapak yang mau ikut aktif di kegiatan gereja? Ya saya ingin menyumbangkan dan berpasrah diri sama Tuhan. Soalnya urusannya itu uda sama yang vertical (Tuhan). Saya itu kalo soal keyakinan kurang berani mengatakan karena takut salah, takut salah omongan.Misalnya seperti apa pak? ya.. mungkin tapi ya, ya apa engga ga ngerti tu, tapi saya kira engga lah. Bapak kalau merasa jenuh itu biasanya dalam kondisi yang bagaimana pak? Ya kejadian itu sepertinya monoton dari hari ke hari pernah itu waktu sakit. Jadi monoton berbulan-bulan itu sama hari ini besuk besuk lama-lama jenuh juga. Wah saya harus bisa merubah.Kejenuhan itu sering dirasakan kapan pak? waktu awal sakit mas, lama-lama wah saya harus keluar rumah ini ha gitu jadi ga cuma monoton, bangun tidur ini trus nanti tidur lagi berbulan-bulan gitu terus, yang tadinya sering aktivitas di lapangan, malah justru jenuh juga. Waktu sering merasakan jenuh itu bagaimana bapak mengatasinya? Ya keluar dan baru keluar itu bulan kelima. Kegiatannya sama ketemu orang-orang, pagi bangun, siang sore malem tidur lagi itu monoton terus.Jadi dalam kurun waktu 5 bulan itu bapak tidak bisa mengatasi jenuh itu ya? Wah bener. Hampir ga bisa, sampe semangatnya hilang. Tapi saya ga mau gitu saya harus semangat, saya harus bisa melawan kejenuhan ini, sampe saya bisa bergerak dan dikabulkan. Sejak sudah bisa bergerak dan mengatasi kejenuhan itu sampai saat ini masih merasa Ps 4+ Pm 2+ Pm 1+ Pdp 2+ Pdp 3+ Pdp 2+ 174

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 kejenuhan tidak pak? Ga ada, terus kegiatan kerohanian juga ikut, mendukung itu, ikut misa, koronka tiap jumat, trus ikut sekolah iman. Bapak jadi sekarang sudah merasa tidak merasa kejenuhan lagi ya, menurut bapak apa yang membuat bapak tidak merasa jenuh lagi? Ya semenjak saya bisa ketemu temen-temen ini, saya sendiri jadi semangat. Ya semangat lah yang penting. Apa hal yang palig menyenangkan buat bapak saat ini? Ketemu temen-temen dalam paroki, dalam kelompok lain, komunitas-komunitas lain lah, itu membuat saya semangat semangat hidup semangat diri. Saya kalau kehilangan semangat ya kacau, payah penyakit stroke kalau kehilangan semangat cuma di rumah aja. Pernah bapak merasakah kehilangan semangat? Belum, ya cuma kecenderungan pertama kali kejenuhan pernah, itu memang harus dilawan kejenuhan. Tadi kita juga sempat membahas tentang peran bapak didalam keluarga ya, selama ini apakah bapak sudah merasa menjadi panutan dan contoh bagi anak-anak seperti yang bapak ceritakan? Saya kira kalo menjadi contoh.. belum ya. Kenapa pak? ya saya kan broken dalam keluarga tu otomatis tapi anak-anak bisa mencari dirinya sendiri, saya kan gagal dalam rumah tangga.Kalau soal yang lain ga tau ya, tapi anak-anak tidak mempermasalahkan. Kalau menjadi panutan juga baik, ohh bapak itu semangat. Ya cuma satu itu aja, perceraian. Itu kan termasuk kegagalan tapi harus kita lewati memang, kita bercabang hehe. Tapi memang kegagalan tersebut tidak menjadi masalah ya bagi anak-anak pak? Engga kok, mereka sadar kok papi orang Kristen mami orang Muslim. Dulu kan masih boleh campur, ternyata tidak bisa berjalan. Anak-anak merasa kecewa tidak pak dengan perceraian bapak? Engga, mereka tahu mereka ngerti kok, udah besar mereka SMA, mereka bisa memahami mau ke papinya atau maminya. Sempat ada penolakan dari anak-anak tidak pak? Tidak ada baik semua, gapapa engga ada masalah. Pak jika perceraian itu menjadi kegagalan bagi anak-anak bapak, apakah bapak menyesal tidak dengan perceraian tersebut? Pm 3+ Pn 1+ Pn 1+ Pdp 2+ Pk 3- Pk 1+ Pk 1- 175

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 Yaa..itu sudah resiko yah. Kenapa pak? ya kita tidak seiman serumah nah itu seperti korsleting, jadi kalo bisa jangan beda harus srek.Jadi bisa dikatakan menyesal atau gimana pak? engga emang harus begitu mas. Nuwun sewu pak, apakah keputusan bapak bercerai itu menjadi tekanan buat bapak? Oh nda nda mas. Bapak apakah ada penyebab lain yang membuat bapak terkena stroke? Apakah mungkin pekerjaan yang sibuk? Engga saya biasa aja, waktu ke kantor lalu pulang dari kantor mau ke kamar mandi tau-tau serangan.Mungkin waktu sebelum sakit sedang dalam kondisi stress atau lainnya? Nda kalo pekerjaan tapi mungkin karena kurang istirahat.Dulu masih jadi instruktur tidak pak? nda juga kok mas sudah nda instruktur lagi. Mungkin kecapekan bisa, stroke kan bisa macemmacem karena kecapekan bisa, pikiran bisa, trus tensi. Ya mungkin dulu pas kondisi capek, pada heran juga kok saya bisa stroke.Jadi pekerjaan tidak jadi penyebab ya pak, tidak stress juga ya pak. Bapak juga mengatakan bahwa karena stroke bapak menjadi terganggu ya, bagaimana bapak mengatasi perasaan terganggu itu? Ya semaksimal mungkin ya kalo dulu bisa 100% atau 75% banyak aktivitas, ya pokoknya saya nda bisa utuh kembali sembuh 100%.Jadi apa yang bapak lakukan? Ya mengusahakan untuk sembuh aja. Bapak juga menceritakan sudah di minyak suci ya. Apa keinginan yang paling bapak inginkan saat di minyak suci? Saya waktu itu belum bisa berpikir, ya waktu memang masih sakit dan bahaya sakitnya. Trus sama ibu saya, kakak saya panggilkan Romo, Romo Banteng waktu itu sapa Romonya ga tahu saya, ya seperti sadar engga saya. Saya ingatnya Romo mengatakan kalo sembuh ya cepet sembuh, cuma itu yang saya agak denger setengah sadar saya.Ada perasaan yang timbul waktu itu? Ga ada malah saya berterima kasih beruntung karena saya di minyak suci untuk keselamatan kita. Kalau di panggil ya cepet, kalo sembuh ya segera sembuh. Bapak punya harapan apa untuk diri bapak saat ini? Kalo dari diri sendiri.. ga ada.Mungkin ingin sembuh total seperti itu pak? kalo sembuh total semua pengen ya tapi kalo dikasih 100% sembuh tu ga ada, saya coba sadari aja ya cuma segini. Segini saja saya sudah untung, bisa kemana-mana sendiri. Ketika bapak tahu orang stroke itu memang tidak bisa sembuh 100% itu apa perasaan Pk 1+ Pf 1+ Pdp 3+ H 1+ H 1+ 176

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 bapak? Iya memang harus saya terima. Saya tahu itu juga sebelum sakit stroke dari temen omongomong, dari temen yang kena stroke juga. Cuma lebih kuat tapi paling 75% itu sudah cukup bagus. Bapak punya keinginan untuk keluarga mungkin untuk anak-anak bapak? Ya yang penting sekarang mereka diberi kesehatan, cuma langkah kita itu sudah lain kalo dulu bisa kesana kemari sekarang sudah agak pendek. Bapak sekarang usia berapa? Mau 58 mas. Adakah bapak pandangan ke depan istilahnya untuk masa depan terpikirkan akan seperti apa saya? Engga mas sekarang sudah segini yang penting hidup baik, saya punya keinginan ini ini di masa depan itu nda ada. Yang penting sehat terus baik sama orang udah itu. Secara psikologis bapak dulu juga sering ya merasa jenuh di awal, lalu mungkin sampe merasa terganggu dalam aktivitas, merasa sedih juga. Untuk saat ini apakah semua itu masih dirasakan juga pak? Lebih sabar itu pasti ya, ya hidup yang penuh menyenangkan lah, happy gitu. Kalau secara kehidupan sosial pak secara luas tidak hanya di masyarakat tapi di komunitas lainnya, dengan temen-temen juga, menurut bapak bagaimana bapak saat ini secara sosial? Saya yang saya perbaiki itu, kehidupan sosial di gereja baru itu. Di luar gereja engga dulu nanti, karena terus terang sakit ini saya urusannya dengan Tuhan saya. Untuk melangkah jauh di masyarakat belum. Jadi menurut bapak kehidupan sosial bapak di lingkup gereja seperti apa? Yaa.. bersua bareng, doa koronka, sekolah iman bergabung bareng-bareng, berusaha tetap aktif. Menghilangkan kejenuhan hehe. Sampai saat ini bagaimana kontribusi yang sudah bapak berikan untuk keluarga, masyarakat atau gereja? Saya masih dalam lingkup keluarga ya baru terpenuhi.Apa yang bapak berikan dalam keluarga? Ya mungkin bersua bareng-bareng, saya mengingatkan supaya agama mereka kuat kalau saya dulu kan males, yah masih tahap itu aja. Saya baru berusaha untuk berbuat baik bagi lainnya, cara komunikasi juga supaya bisa menyenangkan orang, menghargai juga. Menurut bapak, bagaimana pandangan bapak sekarang terhadap kondisi fisik bapak? Atau persepsi bapak terhadap penampilan bapak saat ini? Pdp 2+ H 2+ H 1+ Pn 1+ Ps 4+ Pm 3+ Ps 4+ 177

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 Ya kita orang stroke memang yang diserang fisik ya, jadi ya seperti orang stroke yang lain hampir sinonim lah dengan mereka. Kita menyadari tapi yo cuek aja ya saya sakit. Pernah bapak bertemu juga dengan orang stroke lainnya, apakah bapak pernah membandingkan diri bapak dengan mereka? Oh iya ada dulu di Condongcatur saya pernah ikut tiap hari apa itu pagi isinya orang stroke semua, komunitas stroke.Kegiatan apa itu pak? olahraga itu jalan muter danau, itu di waduk tambakbayan, saya ikut jalan-jalan. Tapi yang diomongin cuma keluh kesah aja, lama-lama bosen saya, saya tu pengennya ga seperti ini wah saya gini gini keluh kesah isinya.Lama-lama bosen saya hehe. Malah sekarang kebanyakan temen saya yang stroke itu tinggal Pak Alex, sama temen saya satu, 3 orang lainnya ya orang biasa semua, kalo yang komunitas itu banyak orang tapi yang diomongi cuma keluh kesah engga yang happy-happy. Pernah tidak bapak membandingkan diri bapak dengan teman-teman stroke yang lain? Pernah mas, ya paling yang baik saya ambil yang kurang baik saya tinggal. Saya agak tertarik dengan bapak pernah ikut komunitas stroke tadi ya, ketika bapak berkumpul dengan orang-orang yang merasakan hal yang sama dengan bapak apa yang bapak rasakan ketika itu? Ya kebanyakan itu yang diomongkan cuma keluh kesah sekitar itu aja, ngomongin soal sakit soal ini, ya saya dengerin oh ya yang baik saya ambil. Perasaannya apa pak? gapapa biasa aja mas, tapi saya ikut itu cuma sebentar 2 bulan aja.Jadi itu seperti sharing ya pak? iya sharing gitu mas, jadi abis jalan itu trus makan bareng disitu, bagusnya disitu olahraganya jalan mas. Ketika sharing itu tentu ada tanggapan dari tiap penderita ya pak, bapak pernah sharing dengan mereka pak? Saya ga pernah mensharingkan diri, saya cuman dengerin aja oh saya sakit stroke sekian tahun nah ya cuman sebatas itu yang saya sering dengar. Kenapa bapak tidak mau mensharingkan diri? Tidak mau atau tidak pernah pak? Ga mau mas, saya seneng mendengarkan, ya paling mereka sudah tahu juga paling sejenissejenis itu-itu aja hampir sama semua. Strokenya sakit apa ha itu pertama, tensi, gula, kolesterol. Mungkin pak dengan sharing kan ada pengalaman-pengalaman lain? Iya dengerin itu uda masuk pengalaman orang lain. Ya nanti saya praktekkan gitu, ya hampir sama lah semua orang stroke. Pf 2+ Pf 3+ Id + Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ 178

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 801 802 803 804 805 806 807 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 Ketika bapak mendengarkan mereka sharing, apakah bapak berusaha memberikan tanggapan kepada teman-teman yang sharing? Saya cuma ketawa ketawa aja, nunduk nunduk iya iya gitu aja. Soalnya masalah pribadinya orang-orang pasti beda-beda ya tapi ya intinya tetap sama. Bapak pernah mendapatkan tanggapan dari orang lain mengenai diri bapak saat ini? Ga ada mas biasa aja semua Bapak adakah pengalaman yang menyenangkan dan menyedihkan bapak alami dari awal sakit sampai sekarang? Ya ada pengalaman sedih tapi juga senang, waktu bencana merapi kemarin. Saya akhirnya mengungsi semua ke Semarang itu saya masih belajar jalan, 2006 kayanya wah ngeri itu mas, cangkringan itu parah trus gereja itu buat ngungsi. Trus diajak pergi keluarga semua ke Semarang padahal baru aja stroke belum bisa kemana-mana, ya Cuma itu kejadian Merapi. Ya itu senang ya sedih, banyak senangnya. Senangnya kenapa pak? karena bareng-bareng sama keluarga, ketempat adik saya. Ya meletus Merapi itu ngeri ngeri betul saya, awan panas sini kan juga uda dekat. Jadi senang karena berkumpul dengan keluarga, kalau sedihnya? Ya takut betul saya itu ngeri, korbannya paling banyak. Ya baik pak, saya rasa sekian dulu pak mudah-mudahan ini bisa melengkapi ya pak. 179

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Lampiran 3 Rangkuman Data Subjek

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rangkuman Data (Subjek 1 – MW) Aspek Pengetahuan Fisik Kode Pf 1+ Pf 1+ Pf 2+ Uraian No Uraian Trus saya cerita singkatnya, saya di Restu Mulya, saya pertama di bagian paket, trus setelah setahun 202-210 saya pindah di Bis Malam, ngurusin bis malam, ngawal dari Jogja-Solo. Trus awalnya Stroke awalnya di bis malam itu. Sebelum terkena stroke saya kan sudah divonis tekanan darah tinggi udah dikasih obat Catopril, harus setiap hari di minum. Semenjak di Bis tu wah..memang hasilnya lumayan tapi pas spot jantung terus. Musim sepi saya bingung nyari penumpang, kalo musim rame juga bingung nanti dilempar kemana penumpangnya. Aaa nda ada tenang disana. Asal uda jam 1 tu ngebel bos dari Bali, De piro isi bis‟e? wah itu bingung dah jawab, kalo bilang apa adanya kuatir nanti dia nda kasih mahal Yah..stress berat itu. Trus saya kan periksa ke dokter, itu dah awalnya stress asalnya hingga memacu 218-226 jantung, degup lagi diam lagi..tidak stabil, trus dikasih obat Catopril, dokter Nyoman kasih tau ni De harus tiap hari minum jangan sampai lupa, sampai lupa bahaya lho De ntar stroke kamu. sudah ada peringatan ya dari dokter.. he‟eh… ee ndilalah di jalan ke Pure Saraswati, saya lupa minum obat, padahal obatnya murah 2500 sak emplek isi 10. Murah itu, lupa minum obat 3 hari saking sibuknya kesana kemari ngawal bis, datang dari Solo ke asrama langsung persiapan odalan. Kadang ga pulang, pekerjaan di terminal lagi diambil. Selama 3 hari saya lupa minum obat. Nah waktu ngawal bis ke Solo, malah jatuh saya di bis di dalam. Sudah ga bisa jalan ya pak? Ga bisa jalan, udah masang resleting ga bisa, uda ngancingi baju nda 239-250 bisa tapi saya tidur langsung. Besuk paginya uda ga bisa ngapa-ngapain, saya dibawa ke rumah sakit dibopong, setelah dibopong dinaikkan dipan bangsal itu nda bisa bangun saya. Ngising, buang air kecil itu nda terasa. Ya nda terasa, ini dah ga bisa digerakkan (sambil menunjukkan tangannya), ga bisa gerak uda kaya pithik kena peluru separo tu swiwinya kena peluru, sengklek, ni bibirnya bengor..tau bengor? Merot..ya merot..uda ngomong nda nda yang lawan bicaranya nda dong.Nda ngerti apa yang saya omongkan. Misalnya tolong ambilkan kertas tu, yang keluar beda. Apa yang keluar tu kata Eka “wawawiwi” katanya..hawawawi wawawi… hhahaha.. gitu katanya. Trus mulai malam itu, setelah pipisnya keluar nda kerasa itu lupa saya..lupa.. lupa ingatan saya kaya tidur nyenyak saya tu rasanya, mungkin dari saat itu mungkin mati mungkin, pingsan lah. 181

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pf 2+ Pf 2- Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Baru saya terasa sakitnya, ga bisa gerak langsung dah ga bisa gerak. Semua ya atau setengah badan? He‟eh setengah badan, pengen pipis tu pipisnya dah berhamburan, tau-taunya celana saya dah dibuka, celana dalam dah dibuka dah semua ga pake baju. Dulu saya nda nda gini besar perutnya..hehe.. nda gendut ya Pak.. iya dulu kurus saya. Dua minggu..Di ICU, trus boleh pulang. tapi saya dah bosan kok, sebelum itu belum boleh pulang kok belum boleh sebenarnya pulang. tapi sudah bosen ya pak? Dah bosen lah itu di rumah sakit kaya gitu aja, terutama masalah beol tuh wah..setengah mati susahnya. Memang saya nda terbiasa. Ya 2 minggu itu, kembali kerumah belum bisa apa-apa. Belum bisa apa-apa ya..jalan, nyuap nasi belum bisa. Kelingannya saya waktu baru jalan kaya bayi tuh ditetah. Ni kakinya ibu, ni kaki saya. Ditatih tatih, kaya bayi itulah ditatih. Fisiknya jelas..lemah.. terutama fisik yang kanan, kan tangan tu ngangkat gini tu nda bisa, pokoknya kaya benda mati itu lho, angkat tu sama sekali nda bisa. Sama sekali nda bisa angkat ya, kerasa nda ada tenaganya? Nda ada tenaganya sama sekali, ini kan biru-biru dulu (menunjuk pergelangan tangan), dulu bengkak dulu ni.Ini bolong (menunjuk pundak sebelah belakang) lengan ini bolong kan karena suplai darah nda ada. Kaki tu nda terasa apa-apa, gini-gini kan ga bisa (menggerakkan kaki), kan saya dirumah sakit usahakan gini trus manjat keliatannya manjat tapi nda rapi sebagian rapi. Kaya naikkan kaki gini, kan rapi ni, bisa gerak-gerak. Yang jelas lemah, trus saraf otaknya mungkin lho mungkin ada blank, pelupa..jadi omongan.. omongan yang kadang-kadang tengah-tengah bisa macet, apa yang akan kita teruskan omong lupa, ya lupa tiba-tiba. Tapi kan sekarang ini dah mending, dah lumayan, kalo dulu-dulu sampe nama adek saya lupa, lama sekali ngingat, pelan-pelan. Dulu yang terapi bicara tu yang sangat membantu, mungkin kalo nda salah bicara kan nda bisa kan ngomong sendiri. Kan terapi bicara seminggu 2 kali. Tadi kalo pak Made terapi bicara berarti waktu itu juga bicaranya susah sekali ya? Ya belum bisa ngomong, makanya terapi bicara seminggu 2 kali di ruang khusus, disana diajarkan berteriak-teriak tapi yang luar tu nda denger. Nah ruangnya tertutup, disana disuruh ngapalkan uler melingker dipager, biar “R” nya lancar.Ya sekarang aja kadang-kadang keserimpet “R”nya jadi “L”, kadang-kadang kalo ngomong panjang tu sok lupa. yang jelas kan fisiknya lemah, lemah sekali. Kalo dulu kan bisa jalan kuat naik-naik kuat, maku tuh kan saya pake palu. Kalo dulu kan bisa kita pukul, kalo sekarang nda fokus mukulnya nda fokus, mukulnya ga terarah, sampai sekarang. Makanya kalo saya makan, kalo dulu kan saya nda nda 261-265 279-282 293-295 299-307 309-319 341-346 182

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pf 2+ Pf 3+ Pf 3- Pf 2+ Pf 2+ Pf 3+ seneng pake sendok, malah sekarang kalo ga pake sendok ambyar di meja, angkat nasinya ambyar di meja. Jatuh semua ya pak di meja? Ho‟oh jatuh di meja, makanya dibiasakan sendok aja makan. Ini lho mungkin apa katanya motorik halusnya belum baik, kalo motorik kasarnya seperti jalan bagus dah. Itu memang susah, sama nulis kan nda terasa nda masuk nda nda apa nda terurus tulisannya. Mungkin kalo tanda tangan ni pertama bisa, kedua lain lagi, ketiga lain lagi. Kalo dulu kan sama. Yang sangat terasa tu fisik itu, fisik sebelum saya stroke dengan setelah saya stroke itu beda. Fisiknya lebih lemah setelah stroke dah, jauh lebih lemah.Nek sekarang tu mudah kesel kok dek. Mudah sekali capek deh. Kalo saat ini pak Made kebanyakan aktivitas yang dilakukan itu baik dirumah atau dilingkungan sekitar itu biasanya aktivitasnya apa aja? Paling jalan-jalan pagi, paling kalo ujan ya dirumah aja. Kalo dirumah ada aktivitas bersama keluarga ga biasanya? Ndaa..haa kosong ini. Trus bukan hanya sekali dua kali kosong, hari minggu ibu ke asrama, Eka punya acara sendiri. Dah gini aja..jadi pak Made lebih banyak waktunya sendiri di rumah ya? Iya lebih banyak dirumah, kadang kalo jenuh keluar maen ke pura, kadang ke pura aja penat di rumah, disuruh antar Eka. Paginya diantar kesana, sorenya di jemput tapi disangoni beli nasi disangoni. Tapi pak Made punya keinginan beraktivitas bersama dengan keluarga? Ada keinginan seperti itu nda pak? Ya sebenarnya ingin..tapi apa? kalo dia orang sipil aktivitasnya apa dikit nah, dikit itu. Eka tu paling aktivitasnya kegiatan ini… sementara saya seneng ini..tapi anak-anak malu keliatannya, kayanya malu. Malu dengan? Malu dengan lingkungan yang lain, artinya oh bapakku uda nda mampu kenapa harus ikut.Nek dulu kan saya penabuh, pengrawit saya. Kalo sekarang dia ga mau ajak mungkin malu dia ajak, mungkin lho. Tidak memungkinkan ya kerja..hati kecil saya pengen. Ibu malah saya disuruh buka warung, kalo warung apa yang dijual ntar kapusan lagi. Naik motor aja belum bisa 100%, artinya kalo kemrungsung, buru-buru tu belum bisa. Artinya kalo kita jualan kan, langkah kita harus energik harus segera kesana segera kesini, refleknya harus jalan. Kalo sekarang kan mau berhenti disana haa dari sini dah ngerem, ancang-ancang ngerem, refleknya belum jalan. Banyak..banyak yang diambil hikmahnya, yang dulunya jarang dirumah sekarang malah lebih tertata hidupnya, pagi tu paling telat jam 9 udah mandi, tertata lah hidupnya. Mbangane dulu kan saya hampir ga pernah dirumah, pulang dari terminal bukan pulang kerumah tapi ke meja billiard trus 346-352 550-552 553-558 562-568 666-671 796-802 183

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pf 2- Diri Pribadi Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 2- Pdp 2+ Pdp 2- Pdp 2+ minum lah mabuk dah pulang. Wah kalut dah, tahu kan pergaulan di terminal kaya apa. Keras ya pak? Keras dan tidak tertata, pergaulannya wah disana macem-macem. Sekarang saya dah mending lah, lebih tertata. Atau mungkin keadaan yang memaksa tertata ga tau juga lah saya. Oh ndaa..jelas ada sesuatu yang masih kurang. Misalnya bisa menyelesaikan 10 dengan kondisi sakit seperti ini cuma bisa menyelesaikan 2, 3. Ya ada kekurangannya masih banyak, tapi untuk mengingatnya lebih tertata. Artinya step by step tu lebih tertata. Kalo dulu kan saya itu boleh dibilang anak manja, anak keturutan, apa minta apa keturutan karena kan adek-adek saya masih kecil-kecil yang sekolah baru saya aja lainnya masih SD semua. kalo pengawal kan didepan di cek DP (daftar penumpang) berapa tu penumpang, ni turun dimana kan kita menyesuaikan DPnya, dapat penumpang dengan penumpang yang ada. Kan bisa kadangkadang penumpangnya ga dimasukkan di bis, kadang-kadang kan bisa itu main ininya kernetnya. Kan saya disiplin kalo 10 ya masukan 10, yang ini turun dimana yang ini turun dimana, naikkan lah semua kita udah tahu naik, naiknya yang terakhir paling di Janti. Iyah…tapi saya nda mau dibantu. Kenapa nda mau dibantu pak? Mesakke..mesakke saya. Merasa kasihan kenapa? ha iya.. kadang-kadang perawat, perawat tu juga saya nda mau tapi kan perawatnya ada sodara, ya saya disuruh diem aja, ini kewajiban Bli. Mas Nyoman namanya, haa kewajiban mas Nyoman ni biar aja kamu diam aja. Dibalik dibalik, risih rasanya. Saya semangat terus asal untuk terapi kebaikan semangat terus. Kadang-kadang kan sehari ditinggal di Rumah sakit, ditinggal kerja baru dijemput. Tapi waktu terapi saya disangoni, nasi disangoni. Kan kebanyakan sodara disana yang jaga. Lama terapinya mungkin sampe 2 tahun saya terapi-terapi. Yang mana menyembuhkan? Kalo dibilang sembuh ya sembuh tapi obat yang mana yang menyembuhkan bingung, apa obat cina tu, apa obat pijet apa akupunktur nda tau apa terapi dirumah sakitnya tu nda tau tapi saya ada berprinsip kalo paranormal nda, saya tetep nda mau paranormal. Berapa kali tu disebut saya nda mau, pokoknya kalo sakit begini medis aja, kaya terapi itu kan terapi medis. Itu kalo cari orang tua, ya kalo beneran dia mijat kalo keleru mijat pecah pembuluh darahnya malah fatal.Tapi kalo orang medis kan uda uda terdidik kan dia. Terapi-terapinya mahal pak? ya mahal, tapi kalo dokter Eva 150ribu 1 kegiatan padahal seminggu 2 kali, 300 satu minggu, kali 4 sudah 1 juta dua ratus, itu baru terapi belum obatnya. Yahh uang mobil yang dulu dah abis, dulu uang carry nya abis buat berobat. Sering marah..bukan hanya pernah, remotenya tu berapa kali pecah kebanting. Itu kenapa pak bisa, 804-806 47-49 227-232 286-291 322-332 335-338 392-401 184

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pdp 1Pdp 2- Pdp 3+ Pdp 3+ kejadiannya seperti apa sampe tiba-tiba marah? Tersinggung saya, kadang-kadang merasa tidak dipedulikan, kadang kita maunya A tapi dia jawab nanti-nanti, tersinggung kan. Sering paling sering seperti itu, tapi kalo sekarang akhir-akhir ini kan agak reda karena anak saya uda memaklumi memahami. Kalo dulu-dulu setahun dua tahun tu kerep banget marah, pintunya tu banting pintu, uda dah semua dah lari. Kadang Eka ditakoni, kemana kok malem-malem? Haa wangsulannya dia ga enak di kuping di telinga, nek ukuran saya nda enak di telinga, saya tu nanya malah..kalo mukul mungkin nda kuat dah. Pernah punya keinginan untuk mukul pak? Iya pengen mukul tapi ga kuat. Temperamen. Temperamennya kasar ya? Kasar..temperamen orang Singaraja kan kasar aslinya temperamen, watak sejatinya tu temperamen. Apa-apa marah. Itu yang membuat penyesalan, yang orang lain nda bisa nda mampu menyembuhkan. Saya kan harus ngayomi keluarga harus nafkahi, sedangkan disisi lain nda bisa nda mampu. Itu lah membuat penyesalan, yang nda mungkin disembuhkan orang lain. Penyesalan itu kan tidak ada artinya dan penyesalan tu kalo terus berkembang tidak akan merubah sakit kita, malah semakin jadi. Nah nanti strokenya semakin kambuh nanti, stroke kedua lagi. Itu kata dokter jangan dipikirkan lagi, sudah ada yang atur pak Made. Misalnya sekarang di balik aja, dulu pak Made punya anak anaknya dinasihatin sekarang balik aja Pak Made jadi anak, anak-anak jadi bapaknya. Jadi orang tua, jadi ibu apa jadi bapak. Menurut pak Made sekarang masih merasa bertemperamen ga? Atau lebih emosi? Iya..kadang-kadang kalo ga bisa ya kuncinya kalo mengekang emosi itu jangan sekali-kali kita berdiri, tapi duduk aja. Syukurlah bisa tidur tetep nahan emosi. Tidur itu kuncinya. Saya Romo Artoko bilang pada saya, saat kita emosi coba diredam emosi tapi meredam emosi sambil tidur. Itu katanya, budayawan Magelang. Pernah dengar? Dosen saya dulu. Belum begitu pernah pak..dah lama itu.. itu caranya meredam. Tapi kalo kita emosi semakin berdiri semakin jadi. Kalo kita emosi sama istri, bayangkan istri itu adalah ibu kita, pasti turun. Misalnya kita emosi sama istri kita, istri kita marah bla bla bla..kita diam, pandang dia tapi bayangan kita itu ibu kita sendiri, ibu yang melahirkan kita pasti cepat turun cepet nah turun emosinya. Itu apa namanya kamusnya, kamus jawa yang sederhana katanya itu. Kalo saya begitu dah, kalo istri saya marah dipandang aja sambil mengingatkan bahasa bahasa ibu, ingat itu otomatis redam. Makanya dia marah-marah bingung, kenapa kok bapak ni dimarahin kalo dulu emosi temperamen. 403-405 709-711 712-717 749-761 185

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pdp 3+ Moral Pm 1+ Pm 2+ Pm 1+ Pm 1+ Pm 3- Sekarang berarti lebih bisa sabar ya pak? Iya mengendalikan, bisa terkendali. Saat rapat juga kan begitu. Ada kata-kata yang menyinggung perasaan kendalikan aja, oh itu bukan untuk saya. Akhirnya dia bingung sendiri, maaf ya Pak Made saya tadi emosi marah. Ohh nda apa apa. nah itu baiknya. Dia tu tulus kok, ya gitu lah bedanya, kalo kita baik ya adalah yang membalas kebaikan tergantung karma kita. Kebetulan semua baik, Mba Tutik, trus mana mas Salowajan, kan orang katolik juga. kebetulan semua yang empati saya semua temen-temen deket saya orang katolik. Makanya saya berkesimpulan, mungkin orang hindu dekat dah dengan orang katolik, saya buat kesimpulan seperti tu. Tapi lepas dari agama, lepas dari pengawasan, nda nda kesana arahnya. Kebetulan karena saya mempelajari katolik mungkin lho. Jadi lebih mengenal ya pak..ya lebih mengenal. Muslim saya juga pelajari muslim, memang kalo muslim yang bener tu sama dengan kita dengan katolik sama. Kan saya ada sama Haji Yusron namanya, saya diajak sholat tahajud ke pantai Ngeliat namanya di Malang Selatan diajak sholat. Saya tu kan hindu, “Pak Haji saya kan orang hindu, Pak Haji orang muslim kenapa saya diajak sholat tahajud?”, “Ya nanti setelah sholat tahajud, saat murukuh yang terakhir, saat menghadap sang pencipta silahkan pake agamamu sendiri, silahkan berkeyakinan sendiri .” Nah begitu kata Pak Haji, malah saya jadi yoga malah..meditasi malah jadi yoga. Trus kan ditanya setelah sholat, apa yang kamu dapatkan dari sholat. Malah kosong pak Haji. Nah itu yang terbaik, memang itu tidak mengharapkan apa-apa. Itu yang baik ya memang seperti itu pak? He‟eh..kemana orang berjalan, kepucuk-pucuk saat di puncak itu tidak akan ada agama, demikian lah pak Haji itu menjelaskan. Itu pengalaman agama ya, apa namanya universal, bukan ayat-ayat alquran totok gitu bukan tapi universal. Sampai sekarang juga masih merasakan temperamen itu pak? Tapi sekarang kalo sudah muwinten namanya, jadi mangku tuh.Nah uda berhenti, terkendali dah bisa mengendalikan. Itu sebab positifnya, itu alasannya orang temperamen bisa diubah menjadi lebih bagus dah. Kan jadi mangku itu kan sulit, harus ini ga boleh bisa ga nerapkan itu. Ya coba saya pelajari, belajar hidup kembali, yang tadinya negatif pertama kan jelek ya saya. Semenjak saya muwinten jadi pemangku ni, makanya orang-orang milih pemangku tu orang bekas jahat dipilih maunya tujuannya biar bagus, biar lempeng. Saya berapa kali ya, 2 kali. Saya uda nda mau kok dipaksa. Ha biar aja yang mangku dari gini jadi lurus ga jadi jelek. Gitu katanya..memang banyak manfaat, manfaat kita kedunia yang lain amat banyak. Berarti dulu pak Made jadi pemangku itu atas keinginan sendiri atau memang karena ada 762-765 135-138 139-156 406-411 422-426 427-433 186

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pm 1+ Pm 2+ Pm 3+ Pm 2+ tuntutan dari orang lain? Itu tuntutan orang lain. Keinginannya nda ada. Kalo kaya kita belanja tu masih nawar, nawar biar bisa kita jual lagi. Itu kasarannya. Mangku itu tu… eee kalo saya jadi mangku kan di Bali sudah jadi mangku, dikeluarga saya uda mau ditunjuk. Tapi saya ke Jogja, disini nda bisa. Kalo mungkin di Bali saya lagi jadi mangku di Bali. Waktu menjadi mangku itu perasaannya gimana sih pak? Ohh perasaan kita biasa cuma ada hal-hal yang harus dikendalikan, seperti tata cara kita ngomong kepada umat, sesane namanya, etika kita tu bagaimana menghargai orang lain. Kalo kita ingin dihargai hargailah dulu orang lain, itu salah satunya. Misalnya kalo kita ditampar sakit, demikianlah kalo menampar orang lain. Yah yah..jauh lebih mantap. Misalnya nuwun sewu ya, jangan dibilang sama orang lain. Kalo saya menginginkan terang bisa. Menginginkan apa pak? Terang nda ujan bisa. Pindahkan ujan tu bisa. Kalo saya mindahkan tu bisa, tapi kehendak itu Lastari, apa namanya tulus namanya.Tulus dari dalam hati, paling dalam dari hati paling dalam. Kalo kita menghendaki terang ya terang. Yaa kebetulan ya, ya Tuhan tu masih melindungi kita. Kalo kadang-kadang ada dukun kan macemmacem ya, saya nda mau sama.Apa adanya. Kebetulan setiap berdoa ya terang. Itu..misalnya kita bepergian kemana, yang harusnya tidak boleh kesitu ada firasat ohh jangan kesana. Ada firasat ya pak..ada firasat, dalam bahasa Balinya namanya kedet.. Kedet.. (mengeja) K-E-D-E-T. ada feeling, firasat Pokoknya kalo ngayah arte di pura saya nda pernah capek. Ngayah itu seperti berdoa ya pak? Ya berdoa atau apa aja kegiatan di pura tapi yang penting Lastari namanya tulus, yang penting tulus ga bakal kerasa sakit, apa-apa nda sakit. Lebih dekat dah rasanya. Meskipun mengalami sakit tapi lebih dekat ya..iya lebih dekat, pokoknya lebih deket dah kepercayaannya bahwa Tuhan tu memang melindungi kita. Lebih deket dah mbangane dulu ahh acuh tak acuh malah semakin acuh. Memang terasa sekarang lebih yakin dan lebih deket, mungkin dalam hal bicara seperti ini Tuhan ada disekitar kita, kita nda tahu. Tapi kalo sekarang saat ini saya lebih yakin kalo Tuhan tu kan memang diandaikan „pabiati wiyapake naretu bisare‟ namanya. Artinya apa itu pak Made? Itu terjemahannya sulit, artinya tu Tuhan ada dimana-mana kalo kita yakin, agama apapun agama katolik, agama islam, agama budha, agama hindu Tuhan tu dimana-mana ada. 442-446 459-467 474-476 479-487 187

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pm 1+ Keluarga Pk 1+ Pk 1- Pk 2+ Tapi kalo di lingkungan sosial, mungkin di lingkungan keagamaan pak Made juga banyak aktivitas disitu? Banyak..apa aja itu pak Made? Kepemangkuan kan istilahnya itu ujung tombak, cuman saya saat ini ya ngomong sangat terbatas dan ingin membatasi diri ngomong. Kenapa bapak ingin membatasi diri? Omongan saya salah nanti, apa yang telah saya keluarkan bisa salah. Sebab gini apa yang lagi saya omongkan misalnya A itu harus A jawabannya, nanti tak akan terjadi lagi untuk dia, itu yang saya tetap jaga omongan itu. Misalnya omongan kutukan, misalnya dia ngapusi, si A misalnya ngapusi omongannya, wah kowe ki seneng ngapusi ngko uripmu ora apik. Tenan..bisa aja terjadi begitu, saya membatasi itu, trus saya omong yang humor aja. Itu namanya belajar ucap, apa namanya belajar ucap apa yang dibicarakan misalnya orang dikutuk mati ya mati tenan. Apa yang diucapkan itu terjadi saya khawatir itu, ya mudah-mudahan ga terjadi. Saya lahir di Singaraja, Bali. Berapa ya tanggalnya 1 Oktober 1960. Bisa nangkep? Bisa pak. Bersaudara saya saudara keluarga besar itu, tujuh bersaudara tapi yang ga ada dua..ohhhh.. ehhh… ini ehmm.. ohhh Sembilan bersaudara, yang tidak ada dua. Yang nomor enam sama nomor delapan ga ada. Yang nomor enam kelas 1 SD ga ada, yang adeknya itu belum sekolah baru umur 2 tahun ga ada yang nomor delapan. Saya kebetulan nomer dua, dari ibu kedua. Ibu yang pertama itu, punya anak 1 mbakyu saya, uda gede nikah trus baru saya dah. Yang sekarang tinggal 7, yang perempuan 3, yang laki 4. Lain-lainnya kakak saya adek saya udah semua punya cucu, termasuk saya telat..nikahnya telat. saya sudah kawin sementara belum kerja, nek ibu baru Capeg, calon pegawai belum PNS. Gajinya pertama 65 dimakan berdua wah istri hamil nah mikir otak saya, malah saya ga mau membebani orang rumah, itu nda mau saya. Kalo ditanya sama bapak dah punya, padahal lewat besuk nda punya, berarti memang uda punya. Ingin menunjukkan kemandirian saja, dah punya kerja De? Udah gitu jawabnya dah lebih 4 tahun padahal besok belum ada. Ya begitulah kira-kira. Eka (anak 1) tuh termasuk prihatin hidupnya, lahir Eka sepeserpun saya nda punya uang untuk ke rumah sakit Ya itulah nasib. Haa besuk siangnya kan nyonya saya pertama ngelap-ngelapin. Istrinya pak Made? Iya. Kok keliatannya khusuk kaya nda tidur kaya apa namanya bengul, matanya tu kaya keluar air terus, nangis kayanya.Haa mungkin semaleman dia nangis, liat Eka juga begitu. Kenapa ya? Ra turu kowe mas? Ooo meneng wae de‟e, nah di alem-alem saya. Kenapa itu pasti aku mati hihihi wingi mbengi..mungkin dia nangis, nangis tu dia.. si gendut juga (anak ke 2), bertiga tu saling 579-589 4- 11 113-120 265-272 188

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pk 2- Pk 2+ Pk 2- Pk 2- Pk 2+ liat, Eka dan gendut tu saling liat, “heh meneng wae meneng wae”, gitu.. kan kanan kiri kan dia yang megang, sambil duduk ngelap-ngelapin. Inilah kondisi seperti ini kalo lingkungan nda memaklumi malah jatuh terus. Lingkungan maksudnya? Anaknya, istrinya. Keluarga ya..keluarga kalo ga mendukung malah jatuh terus, makanya saya disuruh nyapu sok wegah. Kalo diukur dengan kondisi sehat, nyapu segini kan nda bisa, dengan kondisi sehat. Ha begitu aja ga bisa. Kadang-kadang kan Eka kan ngeyel kan, “Haa segitu aja nda bisa”, nah saya diem diem aja. Kenapa diam aja pak Made? Diam dalam arti maksudnya? Ngalah aja ya biar aja diam aja. Gitu… Oh ya..iya..terutama kan keluarga di Bali, kalo dah berobat apa aja dibiayai. Istri saya paling positif, pertama istri itu yang utama. Kalo itu nda beruntung cepet saya, cepet ini lebih cepet game-nya (meninggal). Kalau anak-anaknya pak Made? Ya mendukung tapi kadang-kadang emosi dia tuh, kan kadangkadang disuruh nyapu, kadang-kadang males, kalo males kan lagi drop ga pengen kerja pengen tidur aja. Ini maksudnya anaknya pak Made yang menyuruh pak Made untuk menyapu? He‟eh..maksudnya dia itu memang baik biar bisa gerak maunya, tapi kan dia tidak melihat kondisi kita, kadang kita bagaimana. Orang stroke kan nyun sewu ya dek ya kadang drop kadang bagus kan nah itu harus dimaklumi. Makanya yang punya keluarga stroke tu, itu lingkungan sangat mendukung, sangat berpengaruh bukan mendukung, berpengaruh lingkungan tu untuk kesembuhan atau untuk mempercepat game. Itu sangat berpengaruh sekali, tergantung yang hidup tergantung keluarga, terutama istri, anak. Makanya saya kalo bosen pengen pulang, pulang ke Bali. Kalau dia tu waktunya sedikit ya di rumah, dukungan ajak terapi kadang-kadang dia nangis kalo terapi saya ga mau. Jadi pak Made nda mau diajak terapi lalu istrinya pak Made menangis. Iya sudah bosen saya, trus dibelikan alat terapi apa itu saya nda tau. Alat terapi saya semua punya, alat pijat kaki punya, pijat badan punya, semua punya alat-alat terapi. Ya semenjak anak-anak saya dewasa, kembali lah lagi bukan seperti anak-anak, seperti temen..temen sharing. Mereka kaya tadi tu, “mas, kuliah? Woo yoo..hehehe”. Kadang-kadang gojek. Sama adeknya tu lebih sangar lagi, kadang-kadang saya diempet (merangkul bagian leher), badannya itu gede, sampe teriak-teriak. Kaya temen..kaya temen ya pak.. iya temen udah ga ada hubungan anak dan bapak, kaya bapak dengan anak ga ada. Kalo anak dengan bapak kan harus dihormati, ya saya menginginkan seperti itu biar dia segan tapi dia ga mau. Nda merasa segan ya 352-359 361-364 365-375 385-389 511-520 189

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pk 2+ Pk 3- Pk 2Pk 2+ Pk 2+ Pk 1+ pak? Nda merasa segen tu, dah nda ada jarak lagi, yaa kaya sodara kaya temen. Haa dia wayahe protes protes, kemarin saya pulang antar mobil spionnya pecah. Sopo ki be mecahke spione? Bapak. Opo iki dipecahke spione? Kebaret..ohh kebaret..hehe. yah kaya gitu deh Kalo sama ibu sama istri? Sama aja. Tapi nek Eka dengan ibunya pasti segen. Kalo sama saya tu punya pacar aja bilang ngene ngene, wis seneng tenan po? Yo sementara. Kalo sama ibunya dia ga berani bilang. Kalo Eka tu mungkin karena laki-laki ya lebih terbuka sama saya. Cuma sama ibunya, kalo ibunya mungkin kan karena tuntutan profesi pekerjaan kan jadi dosen kan, muridnya bagaimana kan seolah ada jarak. Eka kan mengenai skripsinya nda berani ngomong sama ibu, harusnya kan sama ibu dia ngomongnya. Tapi selama ini ngomongnya sama pak Made? Nggak..kalo sama saya kan ga mungkin saya mengasihkan solusi, harusnya kan sama ibunya. Bu ngene ngene piye..dia ga berani malahan dia simpen sendiri. Sampe saya nanya, opo masalahmu mas? Ngomong sama ibu. Kalo pak Made sendiri sama ibu? Ahhh biasa aja sama ibu. Ada..ada jelas seperti disuruh nganter kemana-mana, malah sekarang saya yang dianter. Haa dulu kan ibu saya yang nganter kemana-mana. Misalnya kalo pentas-pentas malam, sekarang saya yang ditawari ikut nda pak? Jadi lebih perhatian ya pak? Ya ibu lebih perhatian, tapi perhatiannya kalo ingin ikut ya nonton aja. Kalo dulu kan aku arep mrene yo tak terke..gitu dia.. sekarang nda berani. Pernah Pak Made istrinya atau anak-anaknya itu marah sama pak Made? Ga..ga pernah marah, sebenarnya ga marah. Kalo ngerokok dia lihat tu marah, ee pernah sih marah. Dilarang ya pak sama keluarga? Iya ngerokok, ngopi. Tapi Eka yang keras, kalo pas megang rokok dicecek tu rokok. Berarti memang aktivitas dengan keluarga jarang ya..iya.. justru ga ada aktivitasnya, dirumah apa kegiatannya ga ada. Disuruh perbaiki tu ga kober (menunjuk atap rumah) ga mau. Seperti sekarang aja dia malah pilih proyek, padahal belum tentu dibayar. 521-526 526-531 535-536 541-545 546-549 558-561 190

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pk 1+ Pk 3+ Pk 2+ ohh lebih tertata saat ini, mbangane dulu, ga ada tertata. Mungkin ketertataan itu tergantung ini juga 687-702 siklus perekonomian, mungkin saat ini perekonomiannya walaupun hanya ibu yang mencari mungkin sudah mapan mungkin, lebih tertata. Apalagi saya sehat tu kan lebih bagus. Ya mbangane jaman dulu kan suka marah tu tetep faktor utamanya perekonomian..iya..misalnya anaknya nangis minta susu kitanya nda punya uang haa timbul marah-marah, apa mau digadaikan digadaikan. Kalau sekarang lebih..lebih tertata, mungkin sekarang saya lebih.. apa ada ya ukuran jogja lho adalah apa namanya sekarang kan pengeluaran bisa ditekan karena anak-anak kan sudah besar, kalo dulu waktu bayi kan sangat susah untuk hidup belum mikirkan susu dua-duanya, belum mikirkan kontrak tiap tahun kontrak rumah. Itu kan harus dipikirkan, harus kita rancang setahun tiap bulan kita nyeleng (nabung) ya itu persiapan hidup, untuk persiapan tahun berikutnya biar kita ga kebingungan. Dulu saya ngontrak disini masih kandang sapi kok kita kontrak. Makanya prihatin saya, memang saya tipikal orang idealis nda mau dibantu dari rumah. Itu tipe orang idealis, rupanya Eka juga idealis orangnya, idealisnya persis dengan saya ga mau dibantu. Ya paling pertama itu saya selalu nasihatin anak-anak itu biar dia berperilaku sesuai dengan 824-834 jalurnya. Terutama anak saya disini kan Eka, ya yang sering saya nasihatin ya Eka. Terus dari segi income kan jelas nol sekarang saya sudah nol, ya mungkin saya ngomong sama ibu, “Bu, aku koyo ngene piye kowe iso nompo ora?”. Nah ibu bisa nerima. Nah hanya itu nah, ibu bisa nerima terus anak-anak yang kira-kira kata-kata saya yang positif didenger, kalo kira-kira kurang berkenan dihati mereka dia berontak, protes. Dia sekarang berani kok, memang saya ciptakan untuk terbuka saling terbuka, saya pun nda segen kok minta maaf sama anak-anak kalau saya merasa keliru. Sebelum saya memulai pembicaraan pun saya minta maaf, nanti kalau ada kekeliruan bapak nuwun sewu bapak minta maaf dulu ya. Ya terbuka aja sharing seperti itu seperti sama temen bukan kaya anak lagi. Padahal kan saat ini kebalik ya ibu yang jadi kepala rumah tangga karena bekerja dan saya kembali 839-846 jadi NU Nunut Urip tetapi dia tetap menghargai saya begitu pula anak-anak. Misalnya kalau ibu pergi pulang telat ibu ngebel dari kampus, “Pak aku ngko jam semene mulih”, Eka juga begitu, “pak bapak nanti ada rapat ya, bapak masak sendiri ya atau beli aja lauk, Eka nda bisa pulang tepat waktu”. Kan berarti mereka itu masih menghargai saya, masih menghargai kita sebagai kepala rumah tangga, kalau tidak dianggap pasti luweh-luweh wae di acuhke wae. 191

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pk 3+ Sosial Ps 3+ Ps 1+ Ps 4+ Ps 4+ Ps 4+ Ya bersama-sama kok, meskipun dengan anak-anak seperti teman sendiri mereka berhak mengambil keputusan sendiri sepanjang itu positif boleh. Kalau dalam rumah tangga kan harus saya yang ambil keputusan, tetapi saya tu terbalik kok nda harus kepala keluarga, ibunya bisa juga, saya itu istilahnya ketok palu aja tetapi semua ide-ide tentu dari anak-anak dan termasuk juga istri. Ya itu kan untuk menjaga keseimbangan dalam rumah tangga, saya dulu diajari bapak saya begitu. Setelah sadar ya teman-teman saya banyak sekali. Banyak teman-teman yang datang nengok ya pak? Ho‟oh waktu siang tu, tapi dah buyar tu penglihatannya buyar, dah ga jelas uda. Mungkin lho mungkin lho mati mungkin, sementara tu mungkin mati selama sehari semalem. Kayanya kalo ketemu temen-temen saya tu bisa jalan saya seneng sekali. Haduh sukur sukur De, hidup De, yaa mungkin suratnya belum temu belum garisnya. Kalo dilingkungan tempat tinggal sekitar sini? Tetep ada aktivitas juga pak? Ya baik..tetap ada.. yoga saya ikut. Mungkin di lingkungan RT atau di lingkungan RW? RTnya tadi malam kesini, ada pemilihan itu..ada ibu kan yang ngomong. Saya uda nda dengar. Sama ibu aja ngomongnya. Sering berinteraksi juga pak Made dengan orang-orang sekitar sini dilingkungan RT? Yah sering..saya kan termasuk disenengi juga. Oohh disenengi juga, kenapa pak disenengi warga sini? Seneng nyakruk saya. Ohh ini ya pak seneng ronda? Haa..nyakruk. Dulu kan paling rajin saya sebelum sakit ni. Semenjak sakit saya didispensasi, ya Pak Made boleh nda datang. Tapi kumpulan tetap terus ya..siap lah.. ya lingkungan sini apik karena kebetulan kebanyakan militer jadi rodo gampang diajak rembug arep ini arep mrono gampang dah. Ohhh baik..sekarang saya tu luwes kok. Tidak fanatik masalah agama, tetap menghargai agama lain. Seperti ada kerja bakti, saya sama pak Kamijan pertama bersihkan dulu, walaupun saya tahu Masjid tu kalo orang sembayang tu selain orang muslim ga boleh. Tapi dalam kapasitas kita kerja bakti, saya sama pak Kamijan, saya yang inisiatif yuk pak Kamijan kita yang lain umat kita yang awali dulu, kita ngawali dengan pak Kamijan, orang katolik yang disebelah barat tu. Sini kan katolik banyak, oh yo yo pak Made. Kita bersih-bersih trus nyiapkan air wudhu trus dibersihkan dalemnya, sampai keluar bahasa yang begini, “ wah sinten ini yang kerja bakti, kok resik men? Itu pak Made dan pak Kamijan” Masyarakat sekitar sini juga memberikan perhatian kepada pak Made waktu sakit sampai saat ini? Iya..karena saya selama ini ya dikampung tetap aktif. Siapa yang aktif tu dari kita sama 848-853 272-277 590-593 594-601 605-613 617-625 192

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ps 2+ Ps 3+ Harapan H 2+ H 2+ H 1+ pak Kamijan. Pak Kamijan itu kan orang katolik, melopori kita menghimpun dana untuk seksi sosial trus siapa yang sakit memerlukan pertolongan bisa bantu. Kan tiap bulan kita ngumpulkan uang dua ribu, dulu lima ratus sekarang seribu, perbulan kita himpun. Siapa yang sakit, kerumah sakit siapa yang meninggal, kalo orang sakit sekian orang meninggal sekian. Kalo sebelum itu, sebelum saya disini ya nda ada, trus saya punya ide seperti itu, trus saya minta persetujuan Pak Kamijan karena dia lebih tua, lebih tua dikampung ini. Ketika pak Made sakit mereka juga datang? iya datang.. semua datang ke rumah sakit lihat. Itu tergantung kita kok, kalo kita rajin, srawungnya bagus, sosialisasinya bagus pasti rame. Demikian juga, ibaratnya kita tu nda mungkin dibiarkan, sebab kalo kita mentang-mentang nyambut gawe, orang pungut sampah tu diabaikan nah tu sudah karma kita karena begitu, nda ada yang noleh. Makanya saya wanti-wanti sama temen-temen, temen-temen deket jangan sampai kena stroke. Pola makan, pola pikir harus tetap terjaga, itu secara medis lah bukan secara spiritual, tetep dijaga tetep diwanti-wanti jangan sampe kena stroke. Malah baru satu minggu saya ngomong sama pak Sugiat belakang malah dia yang kena, pecah malah pembuluhnya. Kan pas layatan saya omong sama pak Sugiat, jangan sampe kaya saya pak, datangnya cepet tapi perginya lamaaa sekali pak. Saya dah bertahun-tahun, datang sih cepet sekejap tapi perginya itu..itulah sakit stroke. Malah elet seminggu dia kena, malah pecah pembuluh darahnya. Kalo ketemu sama saya kan nangis dia, apa yang saya omongkan malah terjadi. Padahal dia terawat makannya bagus, pola pikirnya mungkin, anak dua apa sih yang dipikirkan, istri juga pegawai negeri, sekarang lebih parah dari saya, tangannya diikat gini. Kebetulan ya..sementara masih bujang positif, tapi kalo dah keluarga kan nda tau, istrinya kan belum tentu, Eka itu. Makanya mas Eka saya suruh cari istri yang memahami kondisi kita, ga usah cantik ga usah kaya. Makanya cari istri yang selektif, istri memahami keluarga kita, terutama ni kondisi bapak biar nantinya nda jadi masalah kemudian hari kan begitu. Iyaa… pertama kan saya menginginkan anak saya biar menthas..dua-duanya biar menthas.Menthas artinya kawin biar kawin. Oohh berkeluarga..haa berkeluarga..baru entah dipanggil saya apa yang terjadi nda tahu saya. Idealisnya kan begitu, keinginannya gitu. Nda ingin kaya nda, pokoknya dia kerja kawin udah itu aja. Ya hanya itu aja. Ga ada..ga ada ya pak..ga pengen apa-apa kalo bisa disini aja meninggal jangan di bawa pulang ke Bali lah. Kan tergantung anak-anak nanti, kalo anak-anak besar disini nanti nah disini aja di upacara disini aja, toh saya jadi mangku diserahkan aja sama warga uda ada yang ngurus. Istilahnya apa ya 634-638 778-788 378-382 647-650 653-659 193

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI H 1- H 1- H 2+ Penilaian Pn 2+ Pn 1- dalam katolik tu Romo kan uda ada yang ngurusin, baik dari material maupun spiritual dah ada yang urus. Kalo saya bawa ke Bali ada adek-adek saya, tapi selalu saya menginginkan diselesaikan disini aja, kalo saya dipanggil duluan haa bereskan disini aja. Ya sebenarnya saya itu pengen kerja, tapi apa kantor mau nerima ga saya kondisi begini, mungkin mereka nda mau. Saya uda bosen dirumah, gini terus, mungkin bentar lagi saya pulang ke Bali, mungkin menjelang galungan ini saya pengen pulang ke Bali. Jadi pengen kerja ya pak. iya mungkin keinginan ada tapi kantor mana nerima pegawai yang nulis ga bisa kan sama dengan orang buta huruf, tanda tangan belum bisa, nulis ini kan tangannya belum kuat. Harus bisa ngayomi, ngayomi semua keluarga anak dan istri..pertama. Kedua menghidupi anak istri. Itu idealnya, kalo sekarang kan malah saya ga bisa ngidupi, ngayomi bisa. Kan sama dengan saya NU, Nunut Urip. Menumpang hidup ya artinya? He‟eh..makanya kadang-kadang bosen hidup, pengen mati. Karena sudah nikahkan istri, besarkan anak. Tapi untung aja juga ibu bisa menghibur, ga semudah diucapkan pak itu kalo mati itu. Kalo orang ingin mati, saya ingin mati sekarang cuma tidak ngalih pati namanya. Artinya mati itu tidak terburu-buru, tidak direncanakan mati. Oh iya ya..nah iya betul aja. Ya ini saya itu pengen punya cucu, temen-temen saya yang seumuran uda pada punya cucu. Makanya saya suruh Eka cepat dah selesai terus kawin aja. Tapi Eka yo belum kepengen itu cepetcepet kawin. Saya ni dengan pak Putu ni beda orangnya, Pak Putu ni termasuk eksklusif orangnya. Makanya dia sakit orang lain mengabaikan, dulu kan pernah sakit malah saya nda tahu, orang satu lagi disana mboh..ya itulah, kalo saya tu didukung kok, Pak Bambang, semua. Kadang-kadang kan ngerokok dielokke. Kalo sebenarnya ya, lebih ekspresif sekarang. Ekspresif dalam arti? Dalam menyikapi sesuatu, lebih cepet berekspresif, emosinya lebih cepet saya. Kan ekspresif ya, jadi segala sesuatu yang jelek itu harus ditangani sekarang, lebih cepet. Kalo dulu kan masih bisa ngerem, oh ini nganu kalo nda bisa gini..kalo sekarang nda, lain kalo sekarang lebih ekspresif lebih cepet. Mungkin karena factor psikis juga. Kaya misalnya, niliki orang sakit haa semestinya tidak di omongke kalo dipanjangin dikit di omongin dah. 855-860 674-681 862-864 638-642 731-736 194

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pn 3- Pn 1- Pn 3Pn 1- Hati kecil juga tetep berontak, hati kecil harusnya kita masa produktif kenapa musti gini nyesel pada diri sendiri. Trus kembalikan mungkin karma sama saya yang lampau mungkin perbuatan saya jelek saat itu, saya nikmatin sekarang makanya terkendali lagi. Harusnya umur 50 kan umur produktif sedang aktivitas tingkat tinggi seharusnya, kena lagi penyakit ini. Penyakit yang semacam ini kan boleh dibilang penyakit manja, penyakit manja kan. Fisiknya sehat keliatan tapi dalemnya jeroane wis keropos arep dikapakke meneh. Gitu..menyesal. Mungkin dah kalo air mata tu saya abis mungkin air mata, dalam kondisi seperti ini kadang nangis sendiri. Coba nanti mas Rizky pulang saya nangis sendiri, dalam kamar sendiri aja melamun merenungi nasib kita harusnya kita produktif nangis sendiri dah. Keluar air mata keluar. Ya itulah nasib kita, nasib kita berbeda. Hati kecil belum..hati kecil belum ya pak.. kadang-kadang pengen mbengok yang kenceng biar plong keluarkan uneg-uneg. Teriak sekenceng-kencengnya mbengok dah itu dah lega rasanya. Ya saya nda nyaman. Tidak nyaman kenapa pak? saya bosan, gini terus saya nda bisa berbuat banyak hal. Dulu saya apa rumah ada yang rusak saya langsung betulkan sendiri, sekarang nda bisa, mau nyuruh Eka tu kadang nda mau “pake Tukang aja pak” gitu dah Eka bilang. Tapi saya bisa evaluasi diri, selalu evaluasi kenapa saya begini, jadi mau marah-marah itu lebih bisa meredam dah. Dulu saya kan pemarah, remote TV itu berapa banyak dibanting, kalo marah-marah itu dah anakanak diam dah. Tuhan aja dulu saya marah-marahin, misuh-misuhi Tuhan itu dulu ada. Tapi sekarang gitu saya bisa evaluasi diri, lebih mengendalikan emosi. Perasaan tidak nyaman itu apakah masih mendominasi setelah bapak bisa evaluasi diri? Oh ya perasaan tidak nyaman itu masih tetap sampai sekarang, nda tau deh sampai kapan. Meskipun saya bisa mengendalikan emosi tapi ketidaknyamanan itu masih saya rasakan. 768-774 774-777 792-794 868-878 195

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rangkuman Data (Subjek 2 – HDK) Aspek Pengetahuan Fisik Kode Pf 1+ Pf 1- Pf 2+ Pf 1+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 3+ Uraian No Uraian Saya itu kan dari keluarga tensi tinggi. Bapak ibu semua tensi tinggi, ya kebetulan semua sodara 28-31 saya juga tensi tinggi hihihi.. dapat warisan semua. Saya disamping tensi padahal saya rajin berolahraga, kebetulan pada waktu itu kan eee saya sejak usia 35 saya mulai minum apa untuk tensi tinggi. Obat? Ya..obat kebetulan waktu itu saya tu mau lebaran, ah pikir saya nanti aja obatnya kan habis, haa nanti 31-36 sesudah lebaran baru beli obat terus saya yo wah.. makan.. pada waktu lebaran itu kan makan opor disana disuguh opor, disana suguh opor, sehingga adik saya mengatakan, “lho Mba Rin kok anu ketoke kepu-kepu to?”. Ini memerah gitu lho. Haa trus saya yo ga nglegewo, ga ngerasakan tapi dia yang melihat, orang lain kan merasakan. Nah mau berdiri, dia minta gendong, kebetulan saya kan kalo gendong kan ngede, kulino ngede gini 42-47 mau berdiri tuh kok kakinya ga bisa, lho kok ga terasa, saya goyang-goyang. Uti… semakin nangis dia, sebentar Uti kok ga bisa berdiri ya dek, saya coba tangannya, waduh saya kena stroke. Abis itu saya ga sadar, tau-tau saya dibawa ke rumah sakit..ee saya sudah di rumah sakit baru tahu. Wah.. hehe.. dimana saya? Nda tahunya di rumah sakit. Ya karena sudah pembuluh darah pecah ya 73 Kayaknya pikirannya kosong. Kosong ha saya tuh ga bisa apa-apa kok, noleh ga bisa, trus ini apa 75-78 mau belok ke kanan mau ganti miringke kanan ga bisa ke kiri ga bisa hanya begini aja sampe panas. Saya minta tolong, “mas saya belok ke kanan hehehehe belok ke kiri”. Sampai sekian berapa bulan ya, ya saya tiduran terus aku kan ga bisa ngomong itu kan orang-orang disekitar saya itu setiap kali diajak ngomong ga bisa 85-86 jawab ternyata sulit, saya ga cetho itu Nah terus di rumah sakit kan terapi setiap hari ee seminggu 3 kali itu tuh cara untuk berlatih 87-92 ngomong tu gimana supaya bisa ngomong. Ohh anu bu sering-sering membaca tapi dilafalkan yang benar menurut ibu itu benar trus kalo bisa ya terdengar, gapapa orang mengatakan gila atau kenthir ora popo, katanya gitu. Soalnya kalo ngomong dengan jelas itu akan melatih bicara, ha trus suami saya bilang yawis kalo gitu latihnya pake mbaca alkitab 196

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pf 3+ Pf 3+ Pf 2+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 2+ Jadi saya berapa jam setengah jam misalnya baca nanti baca lagi, trus lainnya ya cuman nonton TV, sambil senam-senam disuruh senam ini senam itu, akhirnya tidurnya sing kalah hehehehe kan harus senam supaya kaki ga kenceng trus tangan yaa tempat tidurnya yang kalah hehehehe Ya sekarang alkitab sudah engga karena sudah bosen ya, ada kegiatan yang lebih menarik kios buka itu kan asik ganti orang, ganti suasana, banyak pembeli nah itu. Kemudian masih bertambah lagi sekarang pegang computer, nah gimana caranya ini computer tangannya begini bagaimana tangan kiri? Anak saya bilang, “latihan ma, latian nanti kan bisa”, iya ya latian pake ini ga bisa, yah tangan kiri aja. Tadinya kan rasanya kagok, wong mouse itu letaknya di kanan, saya di kiri karena yang pegang tangan kiri, nah itu biasakan itu Facebook, kemudian masih ditambah ketik tulisantulisannya suami saya hehehe Lha kepleset, saya tuh kelemahan saya tuh kalo tempatnya agak basah dikit aja udah sering kuatir terjatuh Semua bisa sendiri pake baju sendiri, hanya pake BH itu tok yang susah. Hehehehe ya memang ra iso je, sekarang yo iso noto sprei, masukkan baju-baju Ya banyak sekali, yang tadinya saya kan kebetulan aktif ya, saya di PKK itu ketua, saya di RW tu juga aktif tidak hanya aktif pokoknya pengurus, kemudian di kelurahan saya juga pengurus, kemudian ada istilah PPKBD itu juga aktif, terus di kelurahan itu ada pemilu itu apa namanya TPS saya juga sebagai sekretaris, kemudian di gereja saya jadi wakil ketua CU, jadi saya cukup aktif. Kemudian dari itu semua saya harus melepaskan semuanya, tidak hanya satu-satu tapi semuanya kegiatan saya Makanya saya sekarang asik di kios aja, kegiatan itu malah lebih mengasyikkan dibanding kegiatan yang lain dan otomatis saya senengnya lagi kalo malam, begitu malam kan saya harus merekap oh lakunya berapa terus saya kan pulsa juga ada ga ini penutupan kan membuat kertas seperti ini kemudian ditutup setiap abis kertasnya itu. Itu kan asik bagi saya lah itu yang paling mengasikkan hehe Iya sama, mendoakan juga. Biasalah kalo ada orang sakit mendoakan, ngajak bicara sedikit setelah itu ya baru Pak Anton. Soalnya kan saya ya itu lama ya jadi pendiem, otomatis kan orang saya ajak bicara komunikasinya jadi ga lancar ya lama 94-97 99-105 112-113 120-121 125-130 156-160 216-218 197

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pf 2- Pf 2+ Pf 2+ Pf 2- Pf 2+ Pf 2+ Yang jelas kalo sembayangan saya udah engga, ya paling deket-deket aja. Lingkungan itu saya juga ga berani jauh-jauh, ya kata suami saya kalo ga ada dia nanti siapa yang nuntun saya kalo kejauhan gitu kan mesti ada yang nuntun Saya mau ngomong kok susah, sehingga orang yang saya ajak bicara tuh ga dong, makanya saya suka kalo anu pake bahasa isyarat, ya misalnya rambut saya banyak ubannya itu dicabuti gitu saya minta tolong itu baru saya bisa, kalo ga pake isyarat gitu ga mudeng, ohh berarti kalimat saya itu ga cetho buat mereka. Nah terus gimana caranya supaya saya bisa ditangkap apa yang saya maksud. Ya dari yang gitu-gitu lah banyak sekali yang tadinya mau miring ke kiri minta tolong, ga bisa saya miring ke kiri, ke kanan ga bisa aduhh apa-apa kok minta tolong gimana ini saya bisa berdiri sendiri. Ke kamar mandi pun di bantu, saya itu banyak sekali, dimulai bisa mandi sendiri itu baru aja kok 2 tahun yang lalu lah, yang 3 tahun sebelumnya selalu dibantu, ga bisa, ya kita cari solusinya gimana eh sudah bisa miring sendiri, apa apa sendiri. Tapi kadang-kadang kalo sudah mulai terasa itu berat, berarti saya kan sudah agak lumayan. Ya saat ini kan karena saya jualan, barang-barang disebelah sana kan saya ga bisa, soalnya saya lewat situ itu ada ya kebesaran meja atau emang tempatnya kecil ya, jadi kalo kebawah itu kan ga berani. Masih ada perasaan takut, soalnya ga mandiri itu yang barang-barang itu, dek tolong haa mesti saya gitu. Ya itu, ya ada sebagian kalo sebelah sini bisa kalo sebelah sana, makanya saya jualan itu diandaikan supaya mengambil sendiri, tapi kadang-kadang pembeli kan ga dong dimana letaknya “ohh disana” haa mesti saya teriak begitu hehehe. Ya merasa bersalah yo, saya cuma ngeyem-ngeyemi orang padahal saya sendiri ga mampu. Engga tahu sampe sekarang sudah hampir 6 tahun ini saya sakit tapi kok perasaan kalo kegiatan harus, ya misalnya sembayangan aja diajak kalo deket saya mau tapi kalo jauh capek, ga tahu kenapa ya padahal ya ga ngapa-ngapain kok capek gitu loh. Tapi juga ga bisa hehe ya kerja bakti ga bisa, ya cuman sakkarepe dhewe terusan. Jadi susah juga, ya itu masih semaunya sendiri ya terbatas lah pokoknya, ikut kegiatan pun juga terbatas. Makanya saya sering-sering daripada yaitu biar mereka mau bekerja biar cepet kalo ada saya kan otomatis tersendat haaa lebih baik saya ga datang. Sementara ini belum ada e.. saya jalanpun masih tertatih-tatih, saya tuh ga bisa lama juga jalannya, jalan lama itu sakit mas, haa ngapain makanya bingung kegiatan apapun ga bisa sementara ga bisa. Umum kerja bakti gitu aduh samsoyo angel. 284-286 368-378 424-429 438-441 457-460 463-465 198

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pf 2+ Pf 3+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Diri Pribadi Pdp 2+ Pdp 2+ Ternyata setelah lama saya renungkan, memang kalo stroke itu lama sembuhnya kecuali stroke yang ringan, seperti saya itu boleh dikata stroke berat karena sudah pecah to pembuluh darah otak. Sekarang makanya yang terjadi „let it be‟, apa yang terjadi terjadilah sesuai dengan kehendak Tuhan Ya itu jelas yah tapi sekarang saya harus realitas bahwa saya tadinya itu tadi mungkin yang bisa mengatakan saya overdosis itu hanya suami dan anak karena mereka yang protes to, “mama tindak terus” itu anak saya protes. Ya itu mungkin karena dulunya saya aktif sekali sekarang saya dirumah inilah hikmahnya ohh saya sudah tidak seaktif dulu dan saya tidak ingin seandainya Tuhan memberikan kesembuhan saya juga tidak ingin aktif, hanya sebagai warga ya di warga saja lainnya saya engga, melelahkan Ya itu komunikasinya dengan buku, makanya sekarang berubah saya karena apa melafalkan hurufhurufnya sudah semakin bagus, tadinya ngomong R gitu aduuh angel sekali, S gitu angel, tapi lamalama sudah cetho Ya kelemahannya itu ya sering perintah itu tadi.. hehehehe. Kalo di kios saya butuh bantuan kan mesti saya panggil bapak.. pakk.. dikkk.. ada pembeli kadang saya suruh ambil sendiri yak arena penjualnya males itu tadi, ha itu pasti teriak pak..dikk..haa gitu. Ya kadang membuat mereka jenuh juga kok aku disuruh-suruh terus to, dari tadi dipanggil2 terus Iya betul ada kemajuan, tadi aduh seperti mainan aja, barangkali kalo jari saya kena pisau gitu ga terasa, eh emang betul ga terasa itu, lha sekarang itu sudah mulai terasa dikitik-kitik gitu sudah terasa. Jadi sakitnya saya karena sudah terasa, kalo dulu ga merasa sakit berarti ga terasa, waduh begini toh. Trus kaki juga kok sekarang jadi sakit ya kena apa ini oh udah terasa tapi saya ga ngeh, padahal biasanya ga sakit oh sekarang sudah bisa merasa sakit. Ya untuk berusaha sendiri itu yang terbagus untuk saya berusaha sendiri kalo ga bisa ya saya minta tolong 143-146 166-171 221-223 327-330 378-383 432-433 Ya tau terasa tau bahwa saya tensi tinggi, otomatis saya kan pertama mau anu kan saya dah terasa 65-67 lho wah stroke ini kok ga terasa wahduh aku stroke, tapi terus ga sadar. Nah itu, oh berarti saya masuk rumah sakit karena stroke itu Pirang tahun ya trus aku pengen buka kios itu, oh karena sudah pertama kali itu hanya bisa tidur, 80-84 mengeluh, nangis, cuman nonton TV, setiap hari acara TV itu saya sampe hapal tapi ya sinetron sinetron kata suami saya mbok filem sing liyane jangan filem sinetron ganti acara yang ilmiah gitu 199

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pdp 2- Pdp 2+ Pdp 1Pdp 1+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ lho Semuanya banyak sekali ya, jadi ee otomatis ya dari aktif sekali menjadi sama sekali tidak aktif, dan saya kan dalam hati masih belum katakanlah ee kaya ga terima gitu Tuhan memberikan saya seperti ini, dari yang seperti itu menjadi seperti ini. Gimana ya, kapan ya sembuhnya, pasti gitu, saya pingin sekali. Setiap kali ada orang mengatakan saya pernah stroke, berapa tahun? Cuman setahun hee mesti gitu. Kok cuman sebentar-sebentar, kok saya lama? Gitu Engga engga pernah, tapi kalo saya marah sering.. hehehehe, tapi ga sering dulu hehehe kalo marah sama anak saya tuh malah cuma pengennya ketawa ga tahu saya marah sekali tapi pengennya ketawa disini tuh (menunjuk muka) seperti gimana ya kalo sama anak saya kok ga bisa marah gitu lho Ga tahu ya wong hanya spontan aja marahnya Ya memang keseharian saya ya mungkin suami saya sampe jenuh saya tuh hobinya marah hehehehe sampe jenuh, pemarah iya pemarah saya Ya yang jelas itu kan tadinya saya aktif jadi ga bisa apa-apa itukan suatu pukulan berat bagi saya, makanya saya setiap saat tidak hanya setiap hari setiap saat mas itu nangis terus, menyesali gitu lho, kok sampe parahnya seperti ini, apa begini kalo orang stroke, ternyata setelah tanya tanya oh ternyata beda-beda. Kalo stroke ringan, ya dikatakan ringan ya soalnya pembuluh darah nda pecah dan seperti pak Wahyudi itu 2 bulan apa 3 bulan sudah sembuh bisa naik motor, nah saya tuh sampe heran lha kok saya sampe ga bisa apa apa, sampe sekarang kok saya masih begini-gini aja, oh ternyata saya termasuk berat karena sudah pecah pembuluh darah. Ya itu apa-apa selalu dibantu dari miring trus mau minta minum aja aduh sampe trus saya beli bel ini bawa ke kamar ting ting ting ting huaa itu mesti mama hahahaha minta bantuan apa hehehe semuanya makan minum atau ke belakang. Tadinya itu buang air di kamar ho‟oh belum bisa saya, ke belakang itu baru bisa setahunan lah, aduh kok rasanya ga enak. Saya baru bisa duduk itu ya itu setelah 2 tahun saya dimandikan ha itu duduk disini yang tadinya mandi pake air hangat sekarang pake air dingin. Ya pokoknya semua apa-apa serba ditolong, ga bisa sendiri, orang yang diajak ngomong juga susah, trus anane ming nangis terus tiap hari. Nah setelah itu trus suami saya bilang anu “ Ma, baca-baca toh”. Aku bosen, novel itu buanyak sekali itu mba Rian, ah bosen aku, trus opo oh ini kitab suci wae haa gitu. Ada keasikan tersendiri, setengah jam trus nanti leren, kadang-kadang jenuh toh. Saya itu ga bisa apa-apa tapi kalo disuruh 132-137 260-263 268 272-273 361-368 383-390 390-394 200

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pdp 2- Pdp 2- Pdp 2+ Pdp 2- Pdp 2+ Pdp 3+ Pdp 3+ Pdp 2+ menekuni suatu entah pekerjaan entah apa itu jenuh. Ya kalo orang yang ga ngerti cuman bilang ah mama tuh manja haa bisa toh. Tapi kok kalo saya sendiri cuman merasakan kok ga bisa apa-apa itu ya sampe sekarang ya saya ga bisa memakai BH sendiri itu, perasaannya piye yo, yo bingung aku perasaane opo. Iya iya kok selalu merepotkan kok selalu minta tolong kok selalu manja wah sering perasaan itu, ya inilah memang harus dibantu hehe, saya ya bingung ga bisa gimana-gimana wong keadaannya begitu. Haa makanya saya kalo ada tetangga mengatakan “ayo tho bu”, „iya nanti yah‟ ya paling cuman „yah‟ kalo nda ya cuman senyum aja. Ya saya khawatir kalo dia sakit hati, tapi kalo saya bicara apa adanya nanti dikira saya bicara mengada-ada, bingung saya, ya wis cuman senyum aja. Jenuh itu rasanya ga enak banget, duduk terus itu capek banget, wong kemarin adik saya meninggal itu kan pada pengajian itu, sampe saya pindah-pindah duduk, pindah mas saya bilang sama suami saya, saya capek. Kadang-kadang gimana ya, ya itu perasaan jenuh, capek. Barangkali itu juga ada, tapi ee aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan saya itu merasa tidak diperlukan, trus ngregon-ngregoni katakanlah gitu. Kan kalo ada aktivitas kita nek cara jowone manjing ajur ajer ikut bekerja sama, ikut bergotong royong bareng-bareng itu kan ada kehidupan ada semangat, lha ini engga kan karena berdoa itu kan cuman itu sudah acaranya sudah lain dengan saya kemudian ya itu menjadi saya capek. Iya iya. Ya sekarang pun kadang-kadang perasaan itu timbul, kalo dia nyeterika aduh kasihan yah mestinya saya kerjakan eh dikerjakan dia. Sampe sekarang terkadang masih ya bu. Ya masih ya perasaan ibu yah gimana. Ya terus tidur aja hehehehe terus tidur, tapi sekarang kalo bosen ya terus main game hihihi ada yang lebih asik lagi kan gitu kalo dulu kan ga bisa ngapa-ngapain sekarang kan bisa ngapa-ngapain mainan computer nah itu menghilangkan kejenuhan hehehe. Nek saya karena saya gembeng, sudah dengan nangis saja sudah lega saya ga bisa ngempet. Ada perasaan nangis ya sudah saya nangis saja ga bisa ngempet saya. Setelah nangis menjadi lega ya bu. Iya lega sekali. Ya kalo saya diajak jalan-jalan hehehehe. Kan saya sehari-harian kan di rumah, lha pas suami ayo ma jalan-jalan haa seneng saya hehehe. 415-417 420-422 441-447 450-454 534-536 556-558 551-553 561-562 201

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pdp 2+ Pdp 2- Moral Pm 3+ Pm 3+ Pm 2+ Waktu itu saya masih belum bisa apa-apa, belum bisa bangun sendiri eh satu ketika suami saya ada banyak tamu disini, saya kan dikamar kok ngempet kepengen pipis. Nah saya panggil-panggil bapak bapak tapi karena mungkin banyak tamu suami nda denger. Dulu kan saya buang air kan harus pake pispot. Saya ga bisa ngempet, bapak dipanggil ga denger trus saya nangis dikamar. Yang ibu rasakan apa waktu itu bu? Ya perasaan jengkel, perasaan ganggu juga, ya malu juga ya barangkali ada tamu malu tapi saya ga bisa ngempet toh.. malu dihadapan orang. Ya merasa.. kan gini yang kurang dibanding saya tapi kok malah dia lebih berhasil dibanding aku, gimana.. ya bebannya bukan karena untuk orang itu nda, tapi bagi saya itu merasa lah orang dibawah saya kok bisa begitu sedangkan saya kok begini gitu. Tapi setelah dipikir-pikir direnungrenung ya memang baru sekian kemampuannya saya ternyata ga bisa, keliatannya dulu saya sepelekan tho kan orang yang begitu kan berarti kan cuma dibawah saya makanya saya sepelekan, kok sekarang wah ternyata memang Tuhan maha adil, orang yang dulu semacam itu sekarang jadi semacam ini ya Tuhan betul-betul adil, kalo dia hidup sengsara waktu itu sudah sengsara sekarang hidupnya sengsara kan kasihan juga ya hehe. Ya itu setelah direnung-renungkan dipikir-pikir oh iya yah kasihan yah hehehe. Yah memang saya dari keluarga mampu terus apa-apa serba ada nah kalo saya dulu dari keluarga ada kemudian sekarang saya ada terus ya kasihan juga mereka itu, dan saya sendiri juga tidak pembelajaran tho nah berarti saya harus banyak belajar. Kemudian saya itu mulai baca alkitab itu terus kalo Romo pengakuan dosa itu kan sering memberi souvenir buku itu, ada berapa buku itu saya diberi. Bu Anton ini tambahan untuk bacaan, oh iya terima kasih Romo Ya kalo doa 5 kali itu masih, doa malaikat Tuhan itu saya lakukan, trus doa kerahiman itu tiap jam 3 sore, trus doa malam jam 12 itu saya lakukan, jadi ada 5 kali toh. Disamping itu ke gereja, kan setiap jam 3 sore itu doa kerahiman itu kan mendoakan orang-orang yang sudah meninggal Iya mas betul merasa sekali, yang tadinya ming neng gereja seminggu sepisan, doa malaikat ga pernah, doa yang lainnya ga pernah ya cuman ke gereja aja, rasanya memang jauh tapi setelah sekarang saya katakanlah 5 kali sehari toh berarti kan sering dibanding seminggu sekali. Itu semua kan rasanya dekat sekali 565-571 490-507 218-220 286-289 294-297 202

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pm 1+ Keluarga Pk 1+ Pk 2+ Pk 1+ Pk 2+ Pk 2- Pk 2- Pk 1+ Pk 2+ Pk 3+ Tapi kan sebagai orang tua ada perasaan dengan tetangga kanan kiri, apalagi rumahnya dekat kan makanya sering sering kesini ngobrol, ga ketang kalo kesini tu bawa pekerjaan tapi kan namanya pertemuannya kan cukup aktif sekali, frekuensinya sering, sampe jam 12, tadi malem aja sampe jam ya 12 juga malahan. Tapi memang terbuka kok, memang ga pernah aneh-aneh, kan dia juga kerja kerjanya juga di online gitu Saya lahir di Kota Semarang, saya 3 bersaudara. Kakak saya laki-laki, terus saya perempuan, adik saya laki-laki. Sekarang sudah meninggal tinggal 2 orang. Lahir saya tanggal 3 September 1961. Kakak saya ada di Bali, saya disini, adik saya di Semarang. Waktu menikah saya di Semarang. Ya kemudian tahun 1992 saya ke Jogja sampai sekarang. Iya iya.. dengan penuh kasih sayang tentunya hehehe. Sampai sekarang pun saya makan masih disiapkan ya meskipun saya makan sendiri tapi disiapkan di meja trus minum sudah ambil sendiri. Saya tidak diperbolehkan untuk ke belakang Dan kebetulan sekarang sudah nda punya pembantu, jadi pembantu sudah 5 tahun berhenti lha semua bekerja, suami anak trus saya ikut-ikutan merapikan yang bisa Komunikasi perasaan biasa aja, cuman saya rasa bagi saya cukup berbangga karena suami anak, mereka kan sayang kepada saya dan mendukung. Saya sakit urusan memasak, mencuci semua ditekel oleh anak dan suami, jadi cukup memberi support saya tidak hanya cukup ding malah banyak di support. Seperti saya buka kios, mengantar gas, aqua suami sama anak, jadi saya hanya perintah saja ahehehe. KTT, komisi tuding tuding hehehehe Weee.. sering mungkin, mungkin karena saya ga denger entah di belakang saya kan ga ngerti hehehe dan kalo mereka bicara gini kalo dulu kan saya lagi ngobrol gini ada apa ada apa ini ha gitu sering pingin tahu Tapi kalo sama suami saya langsung muntab itu. Saya kemarin ya berapa hari lalu entah seminggu ya, tiba-tiba suami mengatakan itu anak saya nda ada saya jadi pelampiasan, marah. Loh wong yang dimarahi anak saya kok malah saya yang kena, lah saya getak, ya diem aja hehehe Ya pokoknya mereka nomer 1 bagi saya, wong kalo ada ga ada mereka saya jadi apa gitu lho Suami saya itu disamping suami juga sebagai pembimbing rohani saya, jadi kalo doa-doa gini atas saran suami saya, doa ini aja mah pake ini bacaannya ini, lha kok papa engga sekarang? Aku mbiyen uwis, gitu jawabnya hehehehe Saya sekarang menjadi pendoa dan saya kondisi seperti ini malah memberi motivasi suami dan anak 300-304 3-11 108-110 121-123 243-247 251-253 263-266 281 289-292 317-319 203

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pk 2+ Pk 1+ Pk 3+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 3+ supaya lebih mandiri lagi, mereka jadi pinter masak pinter nata keuangan Bapak itu cuman ngalahan dan jarang protes selalu nglegani saya supaya tidak cekcok yang berkepanjangan, bapak tu pinternya gitu padahal dalam hati jengkel wong aku bener kok disalahsalahke. Tapi supaya tidak rame dirumah trus yo wis. Jadi ada komitmen memang sejak awal kita menikah bapak mengatakan bahwa jika salah satu marah atau menegur ada kesalahan apa yang ditegur diem, jangan bantah Jadi saya sekarang pertama kali kios jadi saya kelola betul betul dibantu bapak dan anak, itu kan sangat sangat mendukung sekali ya sehingga yang dulunya kecil jadi sekarang rame kaya gini, trus anak saya yang tadinya cuek dengan kebutuhan keluarga sekarang jadi nomer satu artinya dia jadi lebih dewasa oleh keadaan seperti ini, jadi ditempa dia jadi tambah ngerti. Trus bapak yang tadinya cuman bisa, “unjukkane bapak ndi?” sekarang uda bisa bikin minum sendiri bisa membantu asahasah malah, cuci baju, ngepel trus angkat-angkat gas, aqua dan sebagainya itu. Jadi semua bersamasama mengerti situasi dan membesarkan semangat saya itu yang terpenting Kalo hilang engga, cuman ada beberapa yang hilang otomatis karena saya keterbatasan itu tadi, seperti belanja, masak sekarang sudah ada yang gantikan, nah kebetulan anak saya perempuan kalo laki-laki ya ga tau lagi hehehehe, itu suami saya juga pintar masak. Yah mau tidak mau lama-lama mereka semua jadi belajar itu tadi, saya belajar untuk bisa menerima mereka juga belajar disamping untuk menerima belajar ingin mandiri juga toh yang tadinya harus dimasakin sekarang bisa masak sendiri kan, satu anugerah. Ya ya sedih yah, sedih kasihan ga ada yang ngatur. Hee tapi sekarang hebat suami saya misalnya yang tadinya pake baju kuning sama biru hehehehe kalo memadukan warna itu ga sama sekarang jadi pinter hihihehehe. Kemarin ke Semarang kan kakak saya mantu, ini sama ini cocok ya ma? Oh cocok pinter e saiki hehehe. Ya itu, trus kemarin begitu ga ada pembantu, Mba Rian ini jadi pinter nyeterika, saya heran itu seterikaan sehari entah dia kerjakan sore entah malem itu dia kerjakan sendiri, tapi ya itu sekarang wegah dibelakang malas tadinya masih mau trus pindah di ruang ber AC hehehehe nah itu. Kayanya kalo itu engga, kan ya ada beberapa hal tanda petik, ya seperti ya itu tadi ee nyeterika. Tapi kadang-kadang bagi saya atau mungkin bagi sekian ibu ada beberapa ibu yang bukan sakit tapi karena keterbatasan jadi ga bisa mengerjakan itu sendiri mungkin karena sudah uzur haa itu kan sudah mulai digantikan harusnya, seperti itu. Kadang-kadang ya hal-hal yang kecil yang eee perlu di 334-338 346-353 517-519 519-522 526-532 538-544 204

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI gimana ya seperti itu kadang ada yang merasa waduh kerjaanku digantikan tapi kadang-kadang juga mungkin karena usia juga, jadi saya berpikiran kayanya memang sudah waktunya diganti orang lain. Pk 3+ Pk 3+ Pk 2+ Sosial Ps 1- Ps 1- Ps 2+ Ps 2+ Sekarang kalo Rian sama suami saya lagi ngomong itu saya ga dengarkan, ya saya denger tapi ga saya dengerkan saya asik aja makan. Saya mencoba untuk mendudukkan bahwa saya bukan ingin bereaksi, kepingin ngerti seperti orang sehat biarlah itu urusan mereka itu bukan urusan saya. Kalo denger pun saya berusaha menepiskan ya sudah urusan mereka, urusan saya tuh ini lho kios Idealnya kan biasa masakke, ya mesti noto, ya setiap masalah rumah tangga kan seorang ibu tugasnya, tapi karena saya sakit setelah sakit kan saya dibebastugaskan hanya saya sekarang beralih tidak ngurusi suami sama anak tapi saya ngurusi kios. Saya tinggal oo yang kurang ini, harus beli ini nah saya gitu. Semua urusan rumah tangga adik dan bapak hanya mengatur baiknya gini lho dek sebaiknya gini lho dek Dan jelas saya masih merasa berharga di keluarga ini, ya pokoknya tidak lengkap kalo nda ada ibu, entah dari sisi baiknya atau sisi jeleknya rasanya kok tidak lengkap. Dalam keluarga itu harus ada ibu, bapak dan ada anak. Kalo dirumah ga ada anak yo rasanya gimana, adik kemana ya aduh kok ga pulang-pulang ya, di BBM ga jawab di sms ga jawab nah kan bingung saya. Kalo bapak pergi aja saya nyariin, bapak tu sekarang kemana ya, meskipun sudah dengar oh bapak ada disini wis ayem tapi kok yo ga jawab BBM sms juga ga jawab. Yah gitu Ketemu orang rasanya, kan harus lama duduk kalo kegiatan itu kaki saya kan belum bisa masa saya harus selonjor terus dari kegiatan itu lama toh itu, jenuh. Saya bilang ya tapi ga berangkat, ya kalo datang kalo ada yandu posyandu lansia itu lainnya saya ga datang karena lama toh Ya semuanya karena kan harus apalagi saya sering tentang bendahara, saya itu kan aktif di bendahara barangkali kesibukan saya di bendahara ini membuat saya banyak pikiran, nah makanya halah sudah lah yang muda saja yang tua sekarang duduk manis, ya pokoknya mengamini apa yang mereka katakan Oh iya meskipun saya tidak bisa berdolan-dolan gitu tapi kan kalo pas datang ke kios ya itu yang aktif berbicara di kios itu, kalo datang ke rumah masing-masing uda ga pernah lagi. Cuman haha hihi ya bu monggo, ya cuman seperti itu aja Ohh iya iya.. sering kok datang ke rumah, kan di buka kalo pagi itu pada belanja terus mampir dulu kesini sering itu, baik gereja maupun di lebih-lebih disekitar sini ya sering sekali 253-258 313-317 319-325 152-156 173-176 205-207 212-214 205

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ps 3- Ps 1+ Ps 4+ Ps 1Harapan H 1+ H 2+ Penilaian H 1+ Pn 3+ Pn 1+ Pn 1+ Sebetulnya saya itu katanya temen-temen nilainya tinggi tapi kok saya cuma ibu rumah tangga, nganggur kan saya ga punya pekerjaan, saya hanya buang-buang uang suami saya kan saya ga bisa mencari sendiri. Teman-teman saya yang nilainya jauh dibawah saya malah jadi dosen, pengajar kok mereka pada beruntung dibanding saya setiap kali itu yang membuat saya ya katakanlah diarani beban yo beban, diarani engga yo engga ya seperti itu yang saya rasakan dibawah sadar saya, makanya sering saya ya itu marah tanpa alasan yo iso Iya sudah. Tadinya yang seperti tadi itu saya katakan sekarang saya bisa menerima dan ya itu „let it be‟ sudah yang terjadi terjadilah, memang saya harus istirahat dari semua kegiatan meskipun tetangga kanan kiri “ayo kegiatan bu”, ya saya cuman bilang ya tapi saya ga berangkat Ya kalo dulu saya tidak mengelola kios dengan baik karena saya banyak kesibukan, nah setelah saya sakit ini saya jadi merasa ohh saya memang harus lebih banyak ke dalam, ke rumah artinya keluarga saya itu harus saya nomer satukan Iya mas, jadi sekarang kan merasa sudah puas karena dulu sudah banyak kegiatan jadi sekarang semacam ya itu tadi rasa-rasanya kegiatan apa aja wegah karena keterbatasan itu. Anu apa disamping yang muda yang harus bergerak yang tua mengamini juga saya tidak ingin aktif, saya sekarang sudah nda kepingin misalnya datang ya cuman sekitar warga ini aja berarti di RT itu saja, RW pun saya engga. Cuman itu saja keinginan saya di lingkungan aja, capek dan lebih baik membesarkan kios saja Ya saya inginnya sih cepet mantu itu anak saya hehehe. Tapi kalo ditanya anak saya, “nanti mah, nanti mah” Dan saya tu yo masih kepengen sembuh, ingin sekali saya Penuh pengharapan terus tapi proses ya kaya gitu, dari merasa mampu saya harus menjadi ga bisa apa-apa kemudian sumarah ya, menerima lah pemberian Tuhan memang saya harus seperti ini, ya saya terima. Akhirnya saya bisa mengerti bahwa Tuhan memang memberikan seperti ini bukan karena tidak sayang, bukan karena tidak cinta tapi saya disuruh istirahat. Kelebihannya itu kalo yang dulu hobinya marah, sekarang kan sering tertawa, jadi marahnya itu hampir kecil sekali saya lebih sering tertawa ga tau. Tapi saya bersyukur dibanding dulu wuahh saya kalo sama bapak tuh sering sekali marah tuh, ya pemarah keras, wataknya keras. Kalo dulu iya, tapi sekarang saya rasanya sudah tercampur semuanya sudah hilang, bukan hilang yah ya pokoknya tidak seperti dulu lagi. Kalo dulu selalu begitu, sekarang kan ada kesibukan 273-279 149-152 344-346 478-480 176-179 299-300 304-305 137-141 331-333 340-342 206

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pn 3+ Pn 3+ Pn 3+ membuat saya jadi tambah bersemangat Sudah sudah bisa nglegowo 355 Mungkin sekitar setengah tahunan lah mas, terus sekarang perkembangan lagi saya let it be, saya ga 397-402 bisa ya terus aja pokoknya saya sembuh Puji Tuhan syukur, saya tidak sembuh saya Puji Tuhan syukur sekarang gitu saya dalam pikiran saya. Kalo dulu tu waaa saya semangat ingin sembuh, kalo sekarang engga, semangat tetapi supaya orang lain yang saya ajak bicara itu ngerti aja, sudah syukur itu. Ya itulah karena Tuhan berkehendak, kita yang wajib melaksanakan. Ya itu setelah saya membaca kitab suci, baru satu kali ya saya pikiran saya oh berarti saya memang 405-411 ini kehendak Tuhan berarti saya harus menerima. Ya kira-kira 9 bulan lah saya bisa menerima, setelah bisa menerima kalo saya harus sakit seperti ini sekitar 2 tahun lebih saya menerima lagi kalo saya tidak sembuh ya tidak apa-apa. Memang ini lah jalan Tuhan, jadi yang tadinya engga terima, marah sama Tuhan sekarang saya bisa menerima dan sekarang ini saya sakit pun tidak sembuh tidak apa-apa. Toh sudah banyak orang yang mengerti ohh saya tuh sakit cuman gitu aja sekarang. 207

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rangkuman Data (Subjek 3 – YBS) Aspek Pengetahuan Fisik Kode Pf 1+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 3+ Pf 2+ Uraian No Uraian Itu sebetulnya saya ga sakit lho. Tau tau waktu itu saya kerja biasa berangkat pagi pulang malam 27-32 jam 12, pulang biasa itu masukan mobil. Terus waktu saya ke kamar mandi saya tu jatuh aja gitu, ibu saya bingung lalu telpon semua datang lah. Tapi uda agak terlambat saya sampai rumah sakit trus uda terkapar saya di rumah sakit, ga bisa gerak ga bisa ini. Lama saya dirumah sakit itu sebulan, ga bisa apa-apa saya di rumah sakit, saya maunya dirawat di rumah aja. Sampai di rumah saya ya tergeletak aja ga bisa apa-apa. Saya sudah pendarahan mas, ga bisa apa apa sekali mas, saya cuma minta jamahlah tubuhku Yesus. 47-50 Waktu itu betul-betul lumpuh mas terasa ga bisa gerak semua dan saya belum bisa ngomong lidah saya kaku sekali, tahu tahu bisa ngomong sedikit-sedikit, ya akhirnya kaya gini sampe sekarang. Saya satu bulan mas. Saya cuma ini memorinya ini sudah hilang, nama orang saya tidak tahu 52-54 semua. Ini tahu orangnya tapi namanya ga ngerti, lupa itu memori dah hilang sama sekali, apalagi Handphone itu benda apa ga tahu, trus dikit dikit tahu, sms tahu lalu bisa pake lagi. Trus saya setelah 6 bulan itu, wah ini kalo naik motor gimana ya, nah itu nakal saya, saya harus 55-62 bisa kalo gini terus saya gantungkan orang terus malahan, nganter gereja nganter kemana mana, nah trus belajar saya naik motor dan bisa walaupun jatuh bangun jatuh bangun, bangun sendiri. Wah dulu sampe lima kali mas jatuh. Tapi sekarang uda engga, lalu saya nyoba mobil oh ternyata lebih aman. Tapi naik motor pun saya sudah aman kok hati-hati. Ya Puji Tuhan sedikit-sedikit lebih baik. Ya saya rasa saya bisa bergerak itu karena kekuatan Tuhan sama semangat saya untuk hidup. Kalo 74-82 stroke itu tidak didasari dengan semangat hidup kuat ya ga ada obatnya, semangat hidup itu harus yakin bisa. Kalo orang yang nglokro haa banyak contonya, obatnya tuh cuma semangat hidup, keyakinan tetap pada yang diatas. Mau dokter berapa aja tetep aja sulit kok, mau sampe manamana, temen saya itu akhirnya pulang tinggal jenazah strokenya sama dengan saya tapi akhirnya dia meninggal. Dia ga punya semangat buat hidup, memaki-maki penyakitnya sendiri nah itu jadinya “wuh iki piye jadine” jadi dia ga bisa semeleh ya basa jawanya, menerima gitu maksudnya. Ya memang dari stroke itu baiknya menerima apa yang ada itu. 208

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pf 2+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 2+ Pf 1+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Saya.. ya itu mungkin kejelekan saya ya, saya itu paling ga seneng dikasihani ga mau saya, saya harus bisa sendiri. Ya sebenarnya temen-temen mungkin memang bermaksud baik tapi saya itu ga bisa menyusahkan orang lain. Lebih baik kita ga usah pergi, dirumah tidur uda gitu aja, kalo pergi menyusahkan orang lain lebih baik tidak usah pergi saja. Pergi tapi untuk menyenangkan orang lain malah gapapa jadi gurauan, jadi kedatangan kita itu tidak menyedihkan ga menyusahkan. Aktivitas ya cuma.. ga ada paling cuma main ke kantor mengisi waktu biar tetep semangat. Apalagi kalo saya janji sama Tuhan saya harus datang ke rumah-Nya karena bukan apa-apa ya saya datang karena rasa rindu. Paling ngurusi ini burung-burung, hobi burung juga, trus kadang main ke tempat temen saya yang punya burung-burung juga bertukar pikiran, ngobrol-ngobrol, kadang titip burung juga disana. Ya aktivitas sehari-hari Puji Tuhan diberkati. Jadi waktu kosongnya malah sedikit ya pak?Iya sedikit mas, main sama temen-temen tapi main dalam arti yang positif juga.Yang positif itu seperti apa pak maksudnya? Ya positif seperti bersosialisasi, ya sambil menyelam minum air lah, ya masalah rejeki masalah apa semuanya..hehe Dan orang stroke itu maaf ya kan fisiknya berubah semua, jalannya, itu paling sulit hilangkan rasa malu. Saya cuek aja, ya memang saya dikasih sakit stroke ya jalannya juga begitu. Saya pikir kolesterol haa kurang terkontrol kan bahaya, saya ga pernah kontrol ya kolesterolnya tinggi. Makanya temen-temen saya saya ajak sekarang makan makanan yang sehat saja, jangan makanan yang enak. Itu lebih menguntungkan, kan preventif lebih menguntungkan. Ya kita selalu ingin superlah kaya dulu lagi, kita menyadari lah kita kekurangan, ya istilahnya kita terima dengan tertawa memang sudah begini. Saya gimana ya, ya seperti saya ini. Tapi saya menghindari jangan membuat repot orang lain, kasihan saya. Punya temen ya biasa aja, ya batas kemampuan saya segini, hilangkan rasa minder, ya cuek aja lah pokoknya. Wah saya stroke ini ga bisa ini itu, ya tertawa saja. Pokoknya satu jangan merusak suasana dalam bergaul, saya mungkin sifat jelek saya seperti itu paling ga seneng merusak suasana. Ho’oh mas, ya sampai sekarang yang masih menggangu ya bicaranya aja sama fisik ini mas. Ya selain karena didukung sama kakak adik dukung trus anak juga, ajak bicara bicara bercanda bercanda ya saya yakin. Trus saya pas 5-6 bulan itu saya sudah bisa jalan normal, maksudnya normal itu sudah bisa tanpa tongkat tapi ya pelan-pelan jalannya. Ohh kemajuan ini, tadinya ga bisa 167-172 196-198 200-207 218-219 251-254 270-271 273-277 331 340-345 209

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 3+ gerak itu sampai 3-4 bulan ga bisa gerak.Ini ya selain semangat juga didukung doa, ya mukjizat lah. Tapi saya yakin kok Tuhan memberikan kesembuhan walaupun tidak sempurna. Olahraga kayanya saya rasa pertama, saya sebagai instruktur saya kan tingkatannya sudah advance jadi Indonesia itu baru 3 orang, dari Manado, saya sama dari Bandung. Memang saya kebetulan melatih kemana-mana, Bali, Lombok kan masih sehat seger saya dulu. Kerjaan saya di PT dulu saya bekerja, jadi saya melupakan apa lupa..hehehe. Terapi mas ya ditungguin anak anak saya di Panti Rapih. Ya cuma dipijet pake listrik. Tidak ada terapi fisik? Fisik ya dirumah sakit cuma jalan, disuruh ambil benda dari bawah keatas gitu, kaya mainan gitu saya pikir pikir maksimum juga cuma segini terapi juga segini terus, wah ya udah saya bawa di keseharian sehari-hari aja sambil terapi. Jadi sudah tidak terapi di Rumah Sakit lagi? Nda.. paling refleksi pijet aja, itu sebulan sekali, kalo terapi gerak ya dianggep aja maen-maen kemana gitu saya anggap terapi. Iya bosen saya. Bosen kenapa pak? ya saya melihat orang stroke yang semangat pada..gimana ya pada mendekati kesembuhan walaupun tidak sempurna, tapi yang ke dokter ini kemana-mana pada mati, temen saya malahan. Tapi orang yang semangat hidupnya tinggi malah pada hidup bertahuntahun. Ada yang sampe Singapure, temen saya, malah meninggal akhirnya. Saya mikir itu yang penting semangat hidup, udah sama doa. Kalo saya yakin dari doa yang tulus itu hehe. Jadi bosennya karena melihat banyak yang ga semangat begitu pak? Iya semangat hidupnya kaya nglokro gitu mas hehe. Penyakit ini ga bisa untuk manja-manjaan harus dilawan saya punya prinsip gitu. Engga, hanya disenamkan sama pramurukti, dia pengalaman ngurusi orang stroke. Itu diangkat dulu, ga bisa tetep ga bisa. Itu bisanya mendadak, lho bisa duduk, lho bisa berdiri, trus lama-lama jalan uda ga dipegang lagi lalu saya ngelirik ada motor trus saya naik motor ga terasa mau belok kanan ga bisa lha jatuh duueeerr..hehe. Ga tau itu saya mas, saya ngeliatin motor seperti kenangan lama. Saya juga bingung kok, ibu saya sampai kaget juga saya naik motor wuhh bingung semua, tapi saya bisa pulang sampe muter kampong ini, ngeremnya bingung. Jadi memang nda ada sebab kenapa pengen naik motor ya pak. Ga ada mas itu tiba-tiba aja, saya heran kok saya ga ngimpi itu naik motor. Ke gereja itu wah parkirnya saya kacau, kalau parker saya muter dulu lama-lama langsung bisa. Trus mobil wah harus bisa nih, kalo sama motor tak pikir lebih bahaya motor. Kalo mobil kan body 4 roda, motor 2 roda 380-383 402 411-416 419-427 452-455 461-468 210

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pf 3+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 1+ Pf 2+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ aja. Saya jatuh tapi nda mungkin terulang lagi seperti itu hehehe ya memang salah saya tapi lama-lama saya nda jatuh juga, saya naik motor sampe jauh juga kok, sampe gondomanan, jalan wates saya coba gapapa gapapa. Tapi kalo pelan belok kanan memang sulit, tapi kalo kenceng Ya selama saya bisa sendiri ya saya ngomong ini tak buat terapi oh saya bisa, kalo nda bisa ya gapapa ya ketawa aja hehehe Ya memang harus segitu, kemampuan saya ya cuma segitu terbatas, dibatasi. Pengennya ya kalo ngomong itu yang banyak, saya dulu ngomongnya banyak seneng ngomong saya tu. Tapi sekarang terbatas fisik, omongan, pita suara. Ini yang adaptasi kita bicara dengan lawan bicara bisa ngerti. Engga saya biasa aja, waktu ke kantor lalu pulang dari kantor mau ke kamar mandi tau-tau serangan. Mungkin waktu sebelum sakit sedang dalam kondisi stress atau lainnya? Nda kalo pekerjaan tapi mungkin karena kurang istirahat. Dulu masih jadi instruktur tidak pak? nda juga kok mas sudah nda instruktur lagi. Mungkin kecapekan bisa, stroke kan bisa macem-macem karena kecapekan bisa, pikiran bisa, trus tensi. Ya mungkin dulu pas kondisi capek, pada heran juga kok saya bisa stroke. Ya kita orang stroke memang yang diserang fisik ya, jadi ya seperti orang stroke yang lain hampir sinonim lah dengan mereka. Kita menyadari tapi yo cuek aja ya saya sakit. Oh iya ada dulu di Condongcatur saya pernah ikut tiap hari apa itu pagi isinya orang stroke semua, komunitas stroke. Kegiatan apa itu pak? olahraga itu jalan muter danau, itu di waduk tambakbayan, saya ikut jalan-jalan. Tapi yang diomongin cuma keluh kesah aja, lama-lama bosen saya, saya tu pengennya ga seperti ini wah saya gini gini keluh kesah isinya.Lama-lama bosen saya hehe. Ya kebanyakan itu yang diomongkan cuma keluh kesah sekitar itu aja, ngomongin soal sakit soal ini, ya saya dengerin oh ya yang baik saya ambil. Perasaannya apa pak? gapapa biasa aja mas, tapi saya ikut itu cuma sebentar 2 bulan aja. Jadi itu seperti sharing ya pak? iya sharing gitu mas, jadi abis jalan itu trus makan bareng disitu, bagusnya disitu olahraganya jalan mas. Saya ga pernah mensharingkan diri, saya cuman dengerin aja oh saya sakit stroke sekian tahun nah ya cuman sebatas itu yang saya sering dengar.Kenapa bapak tidak mau mensharingkan diri? Tidak mau atau tidak pernah pak?Ga mau mas, saya seneng mendengarkan, ya paling mereka sudah tahu juga paling sejenis-sejenis itu-itu aja hampir sama semua. Strokenya sakit apa ha itu 472-474 519-520 596-599 712-717 769-770 773-777 785-789 792-800 211

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Diri Pribadi Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 1+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 3+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ pertama, tensi, gula, kolesterol.Mungkin pak dengan sharing kan ada pengalaman-pengalaman lain?Iya dengerin itu uda masuk pengalaman orang lain. Ya nanti saya praktekkan gitu, ya hampir sama lah semua orang stroke. Perasaan saya itu ga ada cuma apa apa ga bisa kesampean, ngambil sesuatu harus minta tolong orang wah saya rasanya ga enak merepotkan orang ya cuma itu aja. Merepotkan orang itu saya paling pantang, kasihan saya. Ya sedih memang ada tapi ini sebenarnya memang sudah kehendak-Nya, jadi kita harus mendalami sakit ini ya kita syukuri aja, kita pasrah. Saya gimana ya ga tahu, saya orangnya keras kalo orang lain bisa saya harus bisa. Seperti waktu saya muda dulu dalam olahraga, olahraga gantole pertama di Indonesia, Tony Kullit temennya bapakmu mas itu seangkatan sama saya, yang ranking tertinggi advance itu saya sama Tony Kullit. Trus saya melatih di Angkatan Udara, Lombok 2 tahun, di Bali 1 tahun. Tidak mas, karena kejenuhan itu musuh utama. Asal saya mau jenuh pasti saya atasi sendiri. Itu karena, kayanya lho ya orang-orang itu selalu menjauh. Itu hanya perasaan saja. Menjauh seperti apa pak? Ya seperti menjaga jarak, mau didatangi ah paling mung ora iso di ajak kerja atau apa. Ya saya hilangkan perasaan itu Dulu mas dulu iya kesepian, tapi ya kenapa harus diterus-teruskan malah membuat saya lebih sakit. Ya paling keluar, nonton TV. Kesepian berlebihan ga ada lah Ya engga, menerima apa adanya semeleh tadi, ya karena ga punya penyakit kok, darah tinggi engga, kolesterol paling, pola makan juga. Sebenarnya jujur terganggu iya, tapi gimana cara kita mengatasi ketergangguan itu. Sebenarnya orang-orang pun sudah maklum dengan kondisi saya, tapi itu kejelekan saya saya ga mau dikasihani. Kan pandangan umum itu penyakit stroke adalah penyakit yang menakutkan, kan bisa anfal atau stroke kedua. Ya itu cara menghindarinya ya semeleh tadi, kalo pengen yang bermulukmuluk ya justru kadang-kadang kambuh lagi strokenya. Ya sulit untuk semeleh itu, gampanggampang sulit. Waktu sadar itu tadinya saya ga tau mas, tapi buat jalan ga bisa wah saya stroke. Saya dikasih tau aja untuk istirahat karena saya terserang stroke. Ya udah saya nerima aja. Saat itu langsung menerima begitu saja pak? Iya menerima mas. Saya baru diberi sakit tapi saya yakin sewaktuwaktu akan sembuh makanya saya semangat aja. 64-66 68-69 140-143 211 213-216 231-232 234 246-247 263-268 334-338 212

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 1+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 3Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 1+ Pdp 1+ Iya mas dukungan mereka itu memberi semangat. Ketika mereka semua mendukung bapak saat itu apa yang bapak pikirkan? Yaa.. saya cuma dalam hati cuma berterima kasih aja, saya jalani dengan senyum kok ya saya memang sakit.. hehehe Iya tadinya ragu. Kenapa pak ragu? Ya minder, selain minder trus kita tergantung pertolongan orang. Maksudnya gimana pak? saya sulit jalan gitu membikin apa ya membikin susah orang saya takutnya disitu, jadi nolong ini ini padahal saya ga mau seperti itu. Jatuh aja mau ditolong saya bilang jangan saya bangun sendiri. Jadi ragunya karena takut merepotkan ya pak. iya merepotkan itu aja. Saya itu paling ga seneng dikasihani, tapi tiap orang itu lain lain ya. Dari dulu mas, saya ga ingin membebani orang lain merepotkan orang membebani orang, tapi itu kebawa sampe saya setelah sakit. Kan malah punya pikiran oo orang stroke tu kaya begini to, ya bayangkan aja dulu saya itu ga ada gejala apa apa. Temen saya yang stroke banyak saya belum malahan eh malah terjadi. Ya saya justru senang, bahagia hehehe. Kenapa merasa bahagia pak? Ya gimana ya.. seorang anak.. ya bahagia karena mereka sabar. Ya kalo sedih itu normalnya ya mas, tapi kalo diikuti terus lama-lama bertahun-tahun wah ga ada gunanya. Ya saya mau apa-apa ga bisa itu aja yang bikin sedih, jadi menyusahkan orang lain saya paling ga suka itu, itu sedihnya disitu. Dulu kalo ga bisa trus orang ngampiri ya itu.. hehehe. Ya sama cuma bisa diam aja, mau apa-apa ga bisa. Diam tidak melakukan apa-apa begitu pak? iya diam tak pikir apa saya besuk sampe begini terus, tapi lama-lama yang engga hehe. Iya mas, anak anak juga selalu menemani jadi tidak ada perasaan itu. Ya itu mungkin salah satu pendukung saya, jadi mereka mendukung dan otomatis saya jadi tambah semangat Sama anak-anak engga, karena dia ikhlas. Sambil bercanda ga terasa hehehe. Ya mungkin karena olahraga ya, olahraga saya kan sedikit keras ya hehe jadi pengaruh ke situ kayanya. Jadi karena olahraga itu ya pak yang berpengaruh. Ya karena memang harus begitu, disiplin memang harus gitu, ga boleh salah, kalo salah di udara bisa jatuh, harus cepat ambil keputusan. Positif mas, kalo negative engga mas. Misalnya untuk terjun payung, gantole itu ga boleh menggantungkan orang harus kita sendiri yang mengontrol, ga boleh gantungkan orang nanti bisa aja ga dipasang apanya dan itu gimana ya jadi kebawa, nda cepat percaya sama orang kasarannya gitu. Bapak pernah mengalami sulit percaya sama orang lain? Itu waktu saya gantole, masang 347-350 360-365 368-371 405-406 430-433 435-436 495-496 514 522-525 527-534 213

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2Pdp 2+ baut-baut itu ga pernah sama orang lain tapi sendiri. Meskipun sudah dipasangi saya teliti lagi, bukan ga percaya tapi mengulang aja gitu saya sama temen. Meyakinkan lagi gitu ya pak. Iya mas supaya tidak menyinggung. Saya keras itu karena keselamatan saya, tapi bukan apa-apa. Kaya terjun payung, dilipatkan orang ga boleh, ga mau saya juga, boleh sih boleh tapi saya ga mau nah itu kan menyangkut nyawa saya. Kalau bagi saya menurut saya itu ya bagus. Ya sulit e.. misalnya kaya lipat payung, yang lipatkan teman, teman juga positif ingin bantu nah repot, kalau saya terlalu percaya saya bisa mati nanti. Saya pernah kejadian pas dilipatin temen mungkin dia ga tahu betul, 2kali saya cabut cadangan, ga ngembang tapi kuncup kok. Nah itu lah hehehe, jadi pernah trauma. Jadi itu ya pak yang membuat susah percaya sama orang lain. Iya mas kebawa e itu. Iya itu gimana hehehe bingung kadang-kadang, takut menyinggung tapi sekarang sudah agak hilang, kalau dulu mesti teliti sekali karena kebiasaan, harus cepat waktu. Jadi sekarang sudah mulai hilang ya pak. iya betul mas, memang harus saya tinggalkan. Jika bapak merasa itu sudah mulai hilang apakah bapak merasa memiliki sifat lain yang buruk mungkin terhadap orang lain? Iya gimana ya.. mungkin buruknya perasaan saya, orang lain mungkin merasa engga tapi saya merasa. Gimana ya.. sulit e itu ya kurang percaya itu, gimana ya ya saya cuma takut diri saya gimana-gimana, padahal sombong itu ga ada sama sekali. Tapi kalo yang sudah lama bergaul ya santai. biasanya sensitive mas. Nah, apakah bapak merasa sensitive pak?Pertama dulu mas, dulu. Ada waktunya kok itu mas, kalo saya lho tapi kalo yang lain stroke saya ga tahu. Itu waktu saya awal sakit sampai 6 atau 7 bulan pertama saya sensitive. Ya ada, perasaan saya itu kok orang-orang seperti mengejek, jadi seperti minder, keluar rumah minder tadinya memang begitu tapi lama-lama itu perasaan aja ah cuek aja cuek aja gapapa semua baik, ohh ternyata prasangka saya kurang bener. Iya mas minder dari normal, olahragawan ha itu minder hehe. Jadi minder karena malu ya pak. iya mas karena fisiknya, kaya kalo saya jalan di tempat umum itu kaya ada yang ngeliatin itu ternyata engga perasaan saya aja. Kalau bapak merasa diliatin begitu perasaannya apa pak? ya itu malunya disitu, tapi lama-lama engga ini perasaan saya aja, oh iya gapapa, mungkin orang stroke sudah dimaklumi ya gapapa. Awalnya pertama kali merasa diliatin itu pak apa perasaannya? Iya itu merasa diliatin padahal engga kaya orang paranoid itu. 537-539 541-545 553-561 564-567 569-571 573 578-584 214

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pdp 2+ Pdp 1+ Pdp 2+ Pdp 3+ Pdp 2+ Pdp 3+ Pdp 2+ Pdp 2+ Moral Pm 2+ Pm 2+ Ya pertama diliatin tapi ya ternyata orang-orang baik semua kok. Ya itu saya terlalu negatif thinking saja sama orang-orang padahal engga. Ohh ternyata pikiran kaya gini harus saya buang, harus positif semua ya santai Ga tahu saya tu paling ga bisa, dari jaman dulu saya sering olahraga, saya ga mau menyusahkan orang itu saja, itu sifat jelek atau gimana ga tahu saya, jangan menyusahkan orang lain lah Ya kejadian itu sepertinya monoton dari hari ke hari pernah itu waktu sakit. Jadi monoton berbulanbulan itu sama hari ini besuk besuk lama-lama jenuh juga. Wah saya harus bisa merubah. Kejenuhan itu sering dirasakan kapan pak? waktu awal sakit mas, lama-lama wah saya harus keluar rumah ini ha gitu jadi ga cuma monoton, bangun tidur ini trus nanti tidur lagi berbulan-bulan gitu terus, yang tadinya sering aktivitas di lapangan, malah justru jenuh juga. Ya keluar dan baru keluar itu bulan kelima. Kegiatannya sama ketemu orang-orang, pagi bangun, siang sore malem tidur lagi itu monoton terus. Belum, ya cuma kecenderungan pertama kali kejenuhan pernah, itu memang harus dilawan kejenuhan. Ya semaksimal mungkin ya kalo dulu bisa 100% atau 75% banyak aktivitas, ya pokoknya saya nda bisa utuh kembali sembuh 100%. Jadi apa yang bapak lakukan? Ya mengusahakan untuk sembuh aja. Iya memang harus saya terima. Saya tahu itu juga sebelum sakit stroke dari temen omong-omong, dari temen yang kena stroke juga. Cuma lebih kuat tapi paling 75% itu sudah cukup bagus. Jadi dalam kurun waktu 5 bulan itu bapak tidak bisa mengatasi jenuh itu ya? Wah bener. Hampir ga bisa, sampe semangatnya hilang. Tapi saya ga mau gitu saya harus semangat, saya harus bisa melawan kejenuhan ini, sampe saya bisa bergerak dan dikabulkan. Saya pikir ini mungkin sentilan Tuhan bahwa saya di kasih kesempatan untuk sambil mengingat Yesus. Itu saya minta Prodiakon untuk kerumah selama 2 bulan untuk memberi sakramen Komuni. Nah mungkin mukjizat Tuhan ya saya masih diberi kesembuhan, ya doa terus minta sembuh sama Tuhan, doa Bapa Kami saya minta mukjizat dan kalau saya bisa jalan saya akan terus ingat Yesus dan terus ke gereja dan itu terus sampe sekarang ga pernah absen. Saya diberi kesempatan Tuhan untuk berterimakasih Tuhan masih memberi saya kondisi seperti ini karena doa saya yang tulus, saya jadi lebih semangat dalam hidup. Itu yang paling penting, berobat kemana aja tetap harus semangat dan jangan lupa hubungan kita dengan Tuhan. Ini menurut 587-588 607-609 660-665 667-668 685-686 721-724 738-740 668-671 32-37 40-45 215

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pm 3+ Pm 2Pm 2+ Pm 2+ Pm 2+ Pm 1+ Pm 3+ Pm 2+ Pm 2+ kepercayaan, keyakinan memang begitu tapi kalo menurut magis saya cuma semangat aja, semangat berjuang hidup kalo keyakinan ya saya selalu percaya Yesus. dari masalah keyakinan obat saya ya ke gereja itu, kalo dari medis ya kalo pas ga enak badan ya minum obat seadanya aja. Kerinduan saya sama Yesus itu, saya semakin percaya saja, mosok gereja tiap hari woo jangan gitu saya itu rindu sama Yesus, bukan apa-apa bukan munafik kerinduan ini ga ada yang bisa melawan, kangen saya. Iya mas, wah dulu saya itu katakanlah jauh sekali, saya dikasih kode-kode sakit kecil sampe saya diberi stroke. Alangkah baiknya Tuhan, sungguh baik memang dalam segalanya. Ini merupakan hadiah kalo buat saya. Kalo tidak begini mungkin saya tidak terselamatkan, jauh. Dengan adanya penyakit ini saya bisa dekat dengan Tuhan, nah itu hadiah, karunia. Coba kalo saya tidak terselamatkan mungkin tidak seperti ini, makanya saya harus ingat Tuhan, minim ingat Yesus syukur bisa lebih Ya menjadi berkat juga jelas ya, pokoknya dulu saya jauh sama Tuhan dan hanya bekerja saja dijauhkan dari Tuhan. Kok malah sekarang dalam kondisi begini malah jadi inget sama Tuhan jadi rindu sama Tuhan, menjadi berkat dan karunia yang indah pada waktunya. Baik kok. Mas Yan itu kok sregep neng gereja, oh itu masalah pribadi keyakinan saya, di agama saya itu kerinduan dengan Yesus yang memberi kesembuhan saya, masa kamu diberi kesembuhan sama Tuhan ga berterimakasih sama Tuhan. Saya ingat doa saya paling khusuk saya minta Yesus sembuhkanlah aku, berikan mukjizat-Mu yang nyata. Saya sih inginnya selalu berbuat baik aja kepada sesama, hanya itu aja. Ini salah satu iman ya, tapi kalo masalah keyakinan itu kan diluar iman ya, kita itu berbuat baik karena memang baik imannya. Saya ya itu antar lingkungan sama doa bareng. Disitu saya bisa lebih loss. Banyak mas. Apa saja pak? Saya jadi hobi berdoa hehehe, trus saya jadi dekat dengan Tuhan saya menurut keyakinan saya ya, saya ingin berbuat baik dengan sesame saya, saya rindu dengan Tuhan saya yang dulu tidak terpikir sama sekali jadi nomer satu sekarang dulu mungkin nomer sekiansekian. Ya itu Tuhan maha pengampun bagi hambanya yang betul-betul meminta tolong kalo kita sadar tapi kadang kita tidak menyadari. Ternyata sekarang menjadi lebih peka mengenal cinta kasih-Nya Ya hikmah yang saya ambil ya cuma itu selalu ingin dekat dengan Tuhan, wah Tuhan yang menyembuhkan saya. Cuma itu saya selalu ingin dekat dengan sang juru sembuh. Saya itu tetap 89-92 94-95 97-102 105-107 109-112 154-157 194 286-291 293-300 216

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pm 3+ Pm 3+ Pm 3+ Pm 2- Pm 1+ Pm 2+ Pm 1+ Pm 3+ yakin kok yang menyembuhkan saya itu, kalo dokter itu hanya sedikit perantara. Hidup saya itu dari mukjizat, saya dulu sudah di minyak suci dirumah panggil Pastur juga. Ya saya hanya berdoa ya Tuhan kalo menginginkan saya ambilah dengan tepat, jika belum tepat sembuhkanlah aku. Cuma itu pikiran yang timbul setelah saya di minyak suci. Dan ternyata saya minyak suci disembuhkan dan minyak suci itu bukan untuk orang mau mati saja lha ini saya diberi kesembuhan. hehehe.. kalo sengaja kalo niat itu ga mungkin ya, seminggu 2 jam masa ga bisa sempatkan, itu ga saya lakukan nah ini mungkin sentilan dari Tuhan. Saya mesti berterimakasih di ingatkan, diselamatkan lah. Trus sebelumnya ini kan sudah ke gereja, dulu masih Rabu sama Jumat trus kemarin kena stroke itu saya harus bisa ke gereja lagi harian karena bukan apa-apa gereja itu bukan munafik cuma saya rindu kangen, kalo masuk gereja itu rasanya masuk rumah sendiri hehehe. Saya tadinya gereja di boncengkan sama ada pramurukti dari Panti Rapih saya pake 5 bulan. Lama-lama belajar sendirian naik motor itu hehehe. Iya.. trus pake motor kegereja sendiri. Itu ya gapapa perasaan saya, ya memang lebih baik gitu. Kenapa bapak mengatakan lebih baik begitu? Karena.. anu ya secara agama ya keyakinan ga bisa bersatu, dia jalan sendiri saya ya tak jalan sendiri aja. Weee baik mas, kita menunjukkan orang kristiani yang baik, kita tunjukkan dengan tingkah laku kita. Tapi ya kita harus menyadari sebagai termasuk minoritas dalam keyakinan, ada yang sombong tapi ga perlu itu untuk menunjukkan tingkah laku. Saya semakin mendalami kegiatan, di sisi lain saya merasa kecil. Merasa kecil kenapa pak? ohh saya masih banyak kurang pengetahuannya beragama. Kalo doa secara pribadi mungkin bisa tapi secara teologi lah, oh ternyata orang Kristen katolik tu begini, ya banyak tahu lah sekarang. Saya itu masih harus banyak tahu, dari temen-temen itu saya dengerin oh iya betul juga, mengkoreksi diri. Hukum kasih, kasih itu kekal Ya saya ingin menyumbangkan dan berpasrah diri sama Tuhan. Soalnya urusannya itu uda sama yang vertical (Tuhan). Saya itu kalo soal keyakinan kurang berani mengatakan karena takut salah, takut salah omongan. Ga ada, terus kegiatan kerohanian juga ikut, mendukung itu, ikut misa, koronka tiap jumat, trus ikut sekolah iman. 384-386 437-441 458 480-483 638-640 641-647 655-657 674-675 217

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pm 3+ Keluarga Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 2+ Pk 1+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 2+ Yaa.. bersua bareng, doa koronka, sekolah iman bergabung bareng-bareng, berusaha tetap aktif. Menghilangkan kejenuhan hehe. Saya lahir di Jogja, tanggal 16 April 1956. Semua ada 14 bersaudara, bapak 1 ibu 1 hehehe.. Ohh di Lampung tapi sekarang sudah pisah. Ohh begitu. Dulu itu masih dibenarkan kawin BS, itu kawin sipil campuran. Istri saya muslim, lama itu mungkin sekitar 15 tahun lalu beneran secara katolik ya akhirnya memang ga bisa diteruskan lalu pisah. tahun 1984 anak pertama lahir. Semua putranya hanya satu pak? Ohh dua mas sudah kerja semua. Satu di Manado, satu lagi di Lampung PNS Iya semua mensupport saya. Ya sudah berpisah, hubungan masih baik cuman dia sudah menikah lagi tapi ga punya anak. Kedua anak saya juga baik, dari Manado datang kesini, dari Lampung datang kesini.Waktu sakit juga hubungan dengan istri masih baik pak?Oh baik kok mas, dia mendukung supaya sembuh, anakanak saya juga. Hanya berdua saja dengan ibu saya. Lha ibu sendiri ga ada temennya saya disuruh menemani, jadi ada 2 orang sakit yang satu sakit tua yang satu sakit stroke tapi diberi kekuatan. Bayangkan tinggal 2 orang sakit kalo ga diberi kekuatan dari mana hidup? Saya masih dapat pension lah istilahnya, bisa teratasi semua, ya ini semua juga kekuatan Tuhan. Saya kalo pagi masih main ke kantor, bantu-bantu inget tugas dulu, masih diperhatikan Puji Tuhan. Hampir tiap hari saya ke kantor, paling seminggu 4 kali. Ya saya rasa dengan saya begini ini sudah jadi dekat, ya memang Tuhan memberikan saya harus begitu. Ternyata masalah keyakinan ga bisa jadi satu, masalah iman mungkin bisa jadi satu tapi keyakinan tidak. Iya mas setahun sekali, tiap hari juga kontak saya. Ya itu adalah obat buat saya. Ya sering dulu, anak saya di Manado itu pulang, sampe lama itu sebulan trus yang di Lampung juga, ya sampe sekarang juga. 2 udah kerja semua. Ya nggandeng jalan, mapah latihan jalan disini mas. Trus ngajak muter muter duduk belakang, pokoknya diisi dengan tawa itu mas hehehe. Udah papi tidur aja istirahat. Engga, itu saya buang jauh-jauh pikiran itu yang penting anak-anak masih ada untuk saya dan mantan istri saya juga nengok saya kok, baik kok kaya biasa, sama suaminya nengok. 759-760 2-4 11-13 17-19 114 119-122 124-129 224-226 229 389-390 399-400 492-493 218

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pk 3- Pk 1+ Pk 2+ Pk 3- Pk 1+ Pk 1+ Sosial Ps 3+ Ps 3+ Ps 2+ Ps 1+ Itu karena anak-anak juga waktu itu belum bekerja saat saya sakit ya masih sayang sama saya, tapi setelah kuliah selesai dan dapet kerja ya saya tetap dirumah didukung oleh mereka. Tapi bapak merasa perannya waktu itu gimana pak? sudah engga. Maksudnya engga gimana pak? peran saya sebagai bapak..iya sudah engga membutuhkan fisik saya lagi anak-anak, sudah besar-besar istilahnya, justru malah dia yang menolong saya, ga ada yang berubah saya rasakan. Mandiri dan saya juga dapat dari kantor saya kasihkan untuk anak-anak, tapi ga lama sebentar anak-anak selesai kuliah wisuda ga lama dapat pekerjaan, yang satu menikah. Engga engga pernah mereka marah. Apa saja yang mereka berikan untuk bapak ketika itu? Ya cuma.. ya pengabdian aja, itu saja sudah seneng. Saya kira kalo menjadi contoh.. belum ya. Kenapa pak? ya saya kan broken dalam keluarga tu otomatis tapi anak-anak bisa mencari dirinya sendiri, saya kan gagal dalam rumah tangga. Kalau soal yang lain ga tau ya, tapi anak-anak tidak mempermasalahkan. Kalau menjadi panutan juga baik, ohh bapak itu semangat. Ya cuma satu itu aja, perceraian. Itu kan termasuk kegagalan tapi harus kita lewati memang, kita bercabang hehe. Engga kok, mereka sadar kok papi orang Kristen mami orang Muslim. Dulu kan masih boleh campur, ternyata tidak bisa berjalan. Anak-anak merasa kecewa tidak pak dengan perceraian bapak? Engga, mereka tahu mereka ngerti kok, udah besar mereka SMA, mereka bisa memahami mau ke papinya atau maminya. Yaa..itu sudah resiko yah. Kenapa pak? ya kita tidak seiman serumah nah itu seperti korsleting, jadi kalo bisa jangan beda harus srek. Jadi bisa dikatakan menyesal atau gimana pak? engga emang harus begitu mas. Baik kok mas, dengan teman-teman selalu baik. Apakah mereka mensupport bapak saat sakit? Iya mas. Tapi saya ga mau dimanjakan karena stroke. Oh sering, ya saya yang datang atau mereka yang datang sama seperti dulu waktu saya ga sakit, naik mobil naik motor kemana aja. Pokoknya kedatangan saya jangan sampai merusak suasana dah itu, kasihan dia. Baik. baik kok dengan pak RT juga baik Itu kalo ronda mereka udah pada maklum saya ga ikut karena sakit. Yang lain mungkin kumpulan gitu pak masih ikut tidak?Kalo disini kumpulan kurang anu saya kadang2 aja datang toh kumpulan disini sering melek melekan saya kurang. Saya berusaha bikin orang ga tersinggung, 500-505 507-508 510-512 690-694 696-700 705-707 159-161 174-176 179 181-185 219

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ps 4Ps 3+ Ps 2+ Ps 4+ Ps 3+ Ps 2+ Ps 2+ tetap baik, bersapaan baik, ya mereka uda maklum dengan kondisi saya. Nda saya itu sering ga enak saya takut malah dengan kehadiran saya malah mengganggu. Mungkin lain kalo ada kegiatan di Paroki. Tadinya memang saya agak ragu untuk bergaul tapi lama lama saya harus mau kalo ga bergaul saya bisa tambah sakit lagi dirumah sendiri, saya malah nemuin temen2 saya dulu teman dekat. Wuhh kamu kok pergi pergi? di rumah aja istirahat. Saya ketawa ketawa aja. Saya tu stroke tapi saya sampe mana mana, sampe Semarang.. oh ya pak? iya naik mobil disopiri, ke tempat adik, ke Malang. Jadi pengennya saya itu mandiri, tapi saya memang kesulitan dalam bicara tapi santai aja ngomong aja entah sana ngerti apa nda berani aja. Iya kita adaptasi aja, maaf saya ngomongnya agak sulit ha gitu aja, lama-lama juga tahu orang ga ada yang ngejek sudah maklum. Sampai sekarang.. tapi tergantung penilaian orang ya. Menurut saya saya ga bisa menilai diri saya, ya saya ga punya niat jelek sama orang ya udah sebatas itu saja. Nanti yang menilai ya saya serahkan orang lain aja Ya tidak berubah. Apa saja kegiatannya pak jika tidak berubah? Ya kalo kita ada waktu maen ke rumahnya bercanda-bercanda, dia nanggapi oh yang saya hadapi orang stroke tu engga seperti itu biasa aja kaya dulu, saya pulang juga pulang biasa ga dianter-anter ya santai gitu. Jadi seperti silaturahmi gitu ya pak? iya betul mas silaturahmi. Kalo untuk pergaulan biasa, tapi kalo untuk komunikasi aja dibatasi. Merasa terganggu tidak sih pak? ya mengurangi aja, saya tuh takutnya kalo sana itu bisa menanggapi atau nda, kalo ngomong lama kan kadang-kadang ga jelas. Tapi biasa kok, kalo ketemu orang ee eee nyapa gitu sama orang kampong biasa kok. Ketika bapak mungkin membatasi diri seperti tadi apa perasaannya pak? Engga tu engga ada rasa apa-apa, baik kok semua. Kalo kelamaan ngobrol nanti nda bisa menanggapi kan kasihan. Iya kalo dikit-dikit bisa ya prinsip prinsip aja. Biasanya apa saja yang sering dikomunikasikan pak? Ya paling kegiatan apa dikampung ini, pokoknya yang ringan-ringan, kalo menjurus agak menceng ke politik jangan, kalo ngomong soal keyakinan jangan dulu, saya batasi, pokoknya yang ringan-ringan. Kenapa bapak harus membatasi itu pak? Ya harus tak batasi. Kenapa pak alasannya? Iya kalo bisa menerima, komunikasinya itu kita bisa menerima lawan bicara kita belum tentu menerima. Nah untuk menghindari itu, ngomongin lain aja, yang ringan-ringan. 191-192 353-358 592-593 601-603 612-615 620-625 627-635 220

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ps 4+ Ps 4+ Ps 4+ Harapan H 1+ H 2- H 1+ H 1+ H 1+ H 1+ H 1+ Ya tetep seperti biasa aja, ga ada perubahan. Saya yang saya perbaiki itu, kehidupan sosial di gereja baru itu. Di luar gereja engga dulu nanti, karena terus terang sakit ini saya urusannya dengan Tuhan saya. Untuk melangkah jauh di masyarakat belum. Saya masih dalam lingkup keluarga ya baru terpenuhi. Apa yang bapak berikan dalam keluarga? Ya mungkin bersua bareng-bareng, saya mengingatkan supaya agama mereka kuat kalau saya dulu kan males, yah masih tahap itu aja. Saya baru berusaha untuk berbuat baik bagi lainnya, cara komunikasi juga supaya bisa menyenangkan orang, menghargai juga. Ga ada ya, cuma ingin dekat Tuhan ya semoga kedekatan yang maksudnya baik ini diterima Tuhan, Tuhan selalu memberkati. Ya idealnya utuh mas, utuh ya orang berumah tangga harus utuh tapi saya tidak dikehendaki untuk utuh. Bapak utuh, ibu utuh, anak itu ideal, seperti bapak saya ibu saya, saya bernaung disitu. Saya pengennya dulu utuh, tapi Tuhan berkehendak lain. Ya idealnya sebagai panutan, jadi contoh bagi anak-anaknya Umur saya sebenarnya uda melebihi standard. Tapi masih usia produktif pak. Iya produktif tapi sudah hampir mencapai puncak, nanti abis itu pension. Nda ada keinginan saya serahkan sama Tuhan aja. Ya kalo Tuhan memberikan saya harus bekerja ya terserah Tuhan, tapi engga lah udah cukup terima kasih saya. Besok kalo saya bisa jalan dikit dikit saya sudah janji saya mau ke gereja, betul saya tepati walau dianter. Saya sebenarnya sudah di minyak suci, komuni juga dikirim prodiakon lama-lama ga enak juga merepotkan toh. Saya gereja 2 bulan dianter itu pramuruktinya seiman toh jadi dia juga ikut misa. Iya ga bisa, bangun aja susah hanya tidur aja. Dan itu yang membuat bapak selalu sedih ya? He’eh mas, tapi saya ingin sembuh lama-lama saya bisa duduk, ya ini mukjizat heheh. Trus saya coba berdiri berjalan jatuh, berdiri jatuh lama-lama sampe setengah ruangan jatuh. Saya waktu itu belum bisa berpikir, ya waktu memang masih sakit dan bahaya sakitnya. Trus sama ibu saya, kakak saya panggilkan Romo, Romo Banteng waktu itu sapa Romonya ga tahu saya, ya seperti sadar engga saya. Saya ingatnya Romo mengatakan kalo sembuh ya cepet sembuh, cuma itu yang saya agak denger setengah sadar saya. Ada perasaan yang timbul waktu itu? Ga ada malah saya berterima kasih beruntung karena saya di minyak suci untuk keselamatan kita. Kalau di 644 755-757 763-766 221-222 236-238 244 257-260 442-446 448-450 726-731 221

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI panggil ya cepet, kalo sembuh ya segera sembuh. H 2+ Ya yang penting sekarang mereka diberi kesehatan, cuma langkah kita itu sudah lain kalo dulu bisa 742-743 kesana kemari sekarang sudah agak pendek. H 1+ Engga mas sekarang sudah segini yang penting hidup baik, saya punya keinginan ini ini di masa depan itu nda ada. Yang penting sehat terus baik sama orang udah itu. Kalo dari diri sendiri.. ga ada. Mungkin ingin sembuh total seperti itu pak? kalo sembuh total semua pengen ya tapi kalo dikasih 100% sembuh tu ga ada, saya coba sadari aja ya cuma segini. Segini saja saya sudah untung, bisa kemana-mana sendiri. Ohh sudah. Saya malah banyak belajar kondisi seperti ini saya terima dengan senyum. Kalo dalam pergaulan dengan teman teman itu jangan sampe merasa dikasihani itu resepnya, salah satu obatnya itu sebisa mungkin sendiri dan tidak perlu ditolong. Lha mau apa lagi, stroke ini ga ada obatnya kok, cuma gitu gitu aja bosen toh, obatnya ya dari diri kita sendiri. Lain-lainnya cuma sekedar aja ga ada, saya ga ada obat dari dokter sudah saya stop semua. Nda.. nda pernah. Yang mengejek saya juga tidak ada, justru malah orang kasihan dengan keadaan saya. Udah saya udah sembuh gitu aja saya tanggapannya, tertawa lagi. Saya harus menerima dan saya bilang sudah saya terima, saya harus terima supaya saya bisa percaya diri, ya keadaannya begini saya harus terima. Itu kalo ronda mereka udah pada maklum saya ga ikut karena sakit. Yang lain mungkin kumpulan gitu pak masih ikut tidak?Kalo disini kumpulan kurang anu saya kadang2 aja datang toh kumpulan disini sering melek melekan saya kurang. Saya berusaha bikin orang ga tersinggung, tetap baik, bersapaan baik, ya mereka uda maklum dengan kondisi saya. Ya galau lah gimana, minder bener keluar rumah tuh malu, tapi ternyata orang-orang gereja itu malah baik-baik, itu yang terus.. ahh cuek aja, baik semua kok. Orang gereja baik semua ha udah percaya diri saya. H 1+ Penilaian Pn 3+ Pn 2+ Pn 3+ Pn 2+ Pn 2+ 746-747 733-735 84-88 303-304 309-310 181-185 575-577 222

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pn 1+ Pn 1+ Ya semenjak saya bisa ketemu temen-temen ini, saya sendiri jadi semangat. Ya semangat lah yang 678-683 penting. Apa hal yang palig menyenangkan buat bapak saat ini? Ketemu temen-temen dalam paroki, dalam kelompok lain, komunitas-komunitas lain lah, itu membuat saya semangat semangat hidup semangat diri. Saya kalau kehilangan semangat ya kacau, payah penyakit stroke kalau kehilangan semangat cuma di rumah aja. Lebih sabar itu pasti ya, ya hidup yang penuh menyenangkan lah, happy gitu. 751 223

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 Lampiran 4 Tabulasi Data Subjek

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 Tabulasi Data – Subjek 1 (MW) Aspek Pengetahuan Fisik Indikator Pf 1 Pf 2 Pf 3 DiriPribadi (Pdp) Pdp 1 Pdp 2 Pdp 3 Moral (Pm) Pm 1 Pm 2 Pm 3 Keluarga (Pk) Pk 1 Pk 2 Kode Pf 1+ Pf 1+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2Pf 3+ Pf 3Pf 3+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1Pdp 2Pdp 2+ Pdp 2Pdp 2+ Pdp 2Pdp 3+ Pdp 3+ Pdp 3+ Pm 1+ Pm 1+ Pm 1+ Pm 1+ Pm 1+ Pm 2+ Pm 2+ Pm 2+ Pm 3Pm 3+ Pk 1+ Pk 1Pk 1+ Pk 1+ Pk 2+ Pk 2- No. Uraian 202-210 218-226 239-250 261-265 279-282 293-295 299-307 309-319 341-346 346-352 562-568 666-671 804-806 550-552 553-558 796-802 47-49 227-232 403-405 286-291 322-332 335-338 392-401 709-711 712-717 749-761 762-765 135-138 406-411 422-426 442-446 579-589 139-156 459-467 479-487 427-433 474-476 4- 11 113-120 558-561 687-702 265-272 352-359 Total +2 +9 +2 +2 -3 +3 +5 +3 0 +3 +7

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 Pk 3 Sosial (Ps) Ps 1 Ps 2 Ps 3 Ps 4 Harapan (H) H1 H2 Penilaian (Pn) Pn 1 Pn 2 Pn 3 Pk 2+ Pk 2Pk 2Pk 2+ Pk 2+ Pk 2Pk 2+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 3Pk 3+ Pk 3+ Ps 1+ Ps 2+ Ps 3+ Ps 3+ Ps 4+ Ps 4+ Ps 4+ H 1+ H 1H 1H 2+ H 2+ H 2+ Pn 1Pn 1Pn 1Pn 2+ Pn 3Pn 3- 361-364 365-375 385-389 511-520 521-526 535-536 541-545 546-549 839-846 526-531 824-834 848-853 590-593 634-638 272-277 778-788 594-601 605-613 617-625 653-659 660-666 674-681 378-382 647-650 862-864 731-736 774-777 868-878 638-642 768-774 792-794 +2 +1 +1 +2 +3 -2 +3 -3 +1 -2

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 Tabulasi Data – Subjek 2 (HDK) Aspek Pengetahuan Fisik Indikator Pf 1 Pf 2 Pf 3 DiriPribadi (Pdp) Pdp 1 Pdp 2 Pdp 3 Kode Pf 1+ Pf 1Pf 1Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2Pf 2+ Pf 2+ Pf 2Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pdp 1Pdp 1+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2Pdp 2Pdp 2+ Pdp 2Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2Pdp 3+ Pdp 3+ No. Uraian 73 31-36 28-31 42-47 75-78 85-86 112-113 216-218 284-286 368-378 424-429 438-441 457-460 463-465 143-146 221-223 327-330 378-383 432-433 87-92 94-97 99-105 120-121 125-130 156-160 166-171 268 272-273 65-67 80-84 132-137 260-263 565-571 383-390 390-394 415-417 420-422 441-447 450-454 534-536 561-562 361-368 490-507 551-553 556-558 Total -2 +14 +7 0 +10 +2

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 Moral (Pm) Keluarga (Pk) Pm 1 Pm 2 Pm 3 Pk 1 Pk 2 Pk 3 Sosial (Ps) Ps 1 Ps 2 Harapan (H) Ps 3 Ps 4 H1 Penilaian (Pn) H2 Pn 1 Pn 2 Pn 3 Pm 1+ Pm 2+ Pm 3+ Pm 3+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 2Pk 2Pk 2+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 3+ Pk 3+ Pk 3+ Pk 3+ Pk 3+ Ps 1Ps 1Ps 1+ Ps 1Ps 2+ Ps 2+ Ps 3Ps 4+ H 1+ H 1+ H 2+ Pn 1+ Pn 1+ Pn 3+ Pn 3+ Pn 3+ Pn 3+ 300-304 294-297 218-220 286-289 526-532 121-123 281 346-353 519-522 3-11 108-110 243-247 251-253 263-266 289-292 334-338 319-325 317-319 517-519 538-544 253-258 313-317 152-156 173-176 149-152 478-480 205-207 212-214 273-279 344-346 176-179 304-305 299-300 331-333 340-342 137-141 355 397-402 405-411 +1 +1 +2 +6 +5 +5 -3 +2 -1 +1 +2 +1 +2 0 +4

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 Tabulasi Data – Subjek 3 (YBS) Aspek Pengetahuan Fisik Indikator Pf 1 Pf 2 Pf 3 Diri Pribadi (Pdp) Pdp 1 Pdp 2 Kode Pf 1+ Pf 1+ Pf 1+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 2+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pf 3+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 1+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ No. Uraian 27-32 251-254 712-717 47-50 52-54 74-82 167-172 218-219 270-271 273-277 331 340-345 419-427 452-455 519-520 596-599 769-770 55-62 196-198 200-207 380-383 402 411-416 461-468 472-474 773-777 785-789 792-800 140-143 368-371 522-525 527-534 537-539 541-545 553-561 607-609 64-66 68-69 211 213-216 231-232 246-247 263-268 334-338 Total +3 +14 + 11 +8 +22

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 Pdp 3 Moral (Pm) Pm 1 Pm 2 Pm 3 Keluarga (Pk) Pk 1 Pk 2 Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 2+ Pdp 3+ Pdp 3Pdp 3+ Pdp 3+ Pm 1+ Pm 1+ Pm 1+ Pm 2+ Pm 2+ Pm 2Pm 2+ Pm 2+ Pm 2+ Pm 2+ Pm 2+ Pm 2Pm 2+ Pm 3+ Pm 3+ Pm 3+ Pm 3+ Pm 3+ Pm 3+ Pm 3+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 1+ Pk 2+ 347-350 360-365 405-406 430-433 495-496 514 564-567 569-571 573 578-584 587-588 660-665 685-686 738-740 668-671 234 435-436 667-668 721-724 154-157 638-640 655-657 32-37 40-45 94-95 97-102 105-107 109-112 286-291 293-300 480-483 641-647 89-92 194 384-386 437-441 458 674-675 759-760 2-4 11-13 17-19 114 124-129 507-508 696-700 705-707 119-122 +3 +3 +8 +7 +8 +7

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 Pk 3 Sosial (Ps) Ps 1 Ps 2 Ps 3 Ps 4 Harapan (H) H1 H2 Penilaian (Pn) Pn 1 Pn 2 Pn 3 Pk 2+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 2+ Pk 3Pk 3Ps 1+ Ps 2+ Ps 2+ Ps 2+ Ps 2+ Ps 3+ Ps 3+ Ps 3+ Ps 3+ Ps 4Ps 4+ Ps 4+ Ps 4+ Ps 4+ H 1+ H 1+ H 1+ H 1+ H 1+ H 1+ H 1+ H 1+ H 2H 2+ Pn 1+ Pn 1+ Pn 2+ Pn 2+ Pn 2+ Pn 3+ Pn 3+ 224-226 229 389-390 399-400 492-493 510-512 500-505 690-694 181-185 179 592-593 620-625 627-635 159-161 174-176 353-358 612-615 191-192 601-603 644 755-757 763-766 221-222 244 257-260 442-446 448-450 726-731 746-747 733-735 236-238 742-743 678-683 751 303-304 181-185 575-577 84-88 309-310 -2 +1 +4 +3 +4 +8 0 +2 +3 +2

(253)

Dokumen baru