KONTRIBUSI OMSET PENJUALAN, LOKASI USAHA DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEUNTUNGAN PENJUAL DAWET IRENG DI KABUPATEN PURWOREJO SKRIPSI

Gratis

0
0
157
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONTRIBUSI OMSET PENJUALAN, LOKASI USAHA DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEUNTUNGAN PENJUAL DAWET IRENG DI KABUPATEN PURWOREJO SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Disusun oleh: Viandita Pipit Ardyanata 081324042 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONTRIBUSI OMSET PENJUALAN, LOKASI USAHA DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEUNTUNGAN PENJUAL DAWET IRENG DI KABUPATEN PURWOREJO SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Disusun oleh: Viandita Pipit Ardyanata 081324042 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN DENGAN PENUH RASA SYUKUR KARYA ILMIAH INI SAYA PERSEMBAHKAN SEBAGAI TANDA BAKTI SAYA KEPADA  BAPAK SARNO DAN IBU ENI DWI ASTUTI TERCINTA, TERIMAKASIH ATAS DOA DAN KASIH SAYANG YANG TULUS, YANG TELAH MEMBERIKAN MOTIVASI , DOA DENGAN PENUH KEIKHLASAN, SERTA DORONGAN BAIK MATERIIL DAN SPIRITUIL.  JUGA UNTUK KAKAK SAYA ANIP OLIVIA HERAYA CANDRA, YANG TELAH MEMBERIKAN DOA UNTUK KELANCARAN PENULISAN KARYA ILMIAH INI  SERTA SELURUH KELUARGA YANG TELAH MEMBERIKAN BANTUAN DENGAN DOA DAN SEMANGAT. KUPERSEMBAHKAN KARYAKU INI UNTUK ALMAMATER KU UNIVERSITAS SANATA DHARMA iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “wa man jaahada fa-innamaa yujaahidu linafsihi.” (QS Al-Ankabut [29]: 6) “infiruu khifaafaw-watsiqoolaw-wajaahiduu bi amwaalikum wa anfusikum fii sabiilillaah..” (QS. At-Taubah: 41) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK KONTRIBUSI OMSET PENJUALAN, LOKASI USAHA, DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEUNTUNGAN PENJUAL DAWET IRENG DI KABUPATEN PURWOREJO Viandita Pipit Ardyanata Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kontribusi omset penjualan, lokasi usaha, dan jiwa kewirausahaan terhadap keuntungan penjual dawet ireng di Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif yang dilakukan pada bulan oktober 2013 sampai dengan November 2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh penjual dawet ireng berjumlah 78 penjual. pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Sampling Jenuh dengan jumlah sampel 78 penjual. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioneryang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Omset Penjualan memberikan kontribusi secara signifikan terhadap keuntungan penjual dawet ireng sebesar 60,260% ( ≥ yaitu 7,028≥ 1,66543 dan sig 7,028 ≥ 0,05). (2) Lokasi Usaha yang ditempati oleh pedagang dawet ireng memiliki kontribusi sebesar 14,332% (thitung>ttabelyaitu 2,745>1,66543 dan sig 2,475> 0,05). (3) sedangkan variabel Jiwa kewirausahaan memberikan kontribusi sebesar 22,584% (thitung >ttabelyaitu 4,037>1,66543 dan sig 0,000 < 0,05). (4) Variabel omset penjualan, lokasi usaha, jiwa kewirausahaan dapat menjelaskan keuntungan pedagang dawet ireng di Kabupaten Purworejo sebesar 42,5% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT TURNOVER SALES CONTRIBUTION, LOCATION BUSINESS, AND ENTREPRENEURSHIP SOUL OF PROFITS SELLER DAWET IRENG IN THE DISTRICT PURWOREJO Viandita Pipit Ardyanata Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 This study aims to determine whether there is any contribution of sales turnover, the location of the business, and entrepreneurial spirit to benefit the seller dawet ireng in Purworejo Central Java province. This research is a kind of associative quantitative research conducted in October 2013 to November 2013. The study population was all sellers dawet ireng totaled 78 sellers. This study uses sampling techniques Saturated sampling with a sample of 78 sellers. The technique of collecting data using questionnaires that have been tested for validity and reliability. Analysis using multiple regression analysis. The results of this study indicate that: (1) Sales Turnover contributes significantly to the advantage of the seller dawet ireng 60.260% (t_ (count) t_tabel ie ≥ 7.028 ≥ 7.028 1.66543 and sig ≥ 0.05). (2) Business Location occupied by merchants dawet ireng have contributed 14.332% (t count> t table is 2.745> 1.66543 and sig 2.475> 0.05). (3) while the entrepreneurial soul variables accounted for 22.584% (t count> t table is 4.037> 1.66543 and 0.000 sig <0.05). (4) Variable sales turnover, the location of the business, the entrepreneurial spirit can explain the advantages traders dawet ireng in Purworejo of 42.5% while the rest is explained by other variables not included in this research model. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi yang berjudul “Kontribusi Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kwirausahaan Terhadap Keuntungan Penjual Dawet Ireng di kabupaten Purworejo” Penyusunan tugas akhir Skripsi ini dimaksud untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendididkan Ekonomi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan universitas Santa Darma Yogyakarta. Dalam proses penulisan tugas akhir skrisi ini penulis menyadari bahwa banyak msih banyak kekurangan dan kesulitan yang penulis hadapi sehingga membutuhkan banyak bantuan dari banyak pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan ketulusan hati penulis ingin mengucapkan ucapan terimakasih kepada : 1. Bapak Rohandi, Ph. D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. Selaku Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi. 3. Bapak Y.M.V. Mudayen, S.Pd.,M. Sc. Selaku Dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan memotivasi saya dalam penyusunan skripsi ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. Selaku Dosen Pembimbing II yang telah membimbing dan memotivasi saya dalam penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S. Selaku Dosen penguji skripsi ini. 6. Dosen-dosen Pendidikan Ekonomi yang telah membimbing dan membekali penulis dengan ilmu-lmu selama perkuliahan. 7. Mbak Titin yang telah membantu penulis dalam mengurus administrasi selama perkliahan terlebih dalam penyusunan skripsi. 8. Para Penjual dawet ireng di Kabupaten Purworejo, yang telah mendukung penelitian, dan mengisi kuesioner secara serius, sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. 9. Bapak, Ibu, Kakak dan segenap keluarga yang selalu memberikan doa, kasih sayang dan dukungan selama ini. 10. Terima kasih juga untuk Natalia Dwi Susanti yang telah memberikan semangat serta cintanya, dalam menyelesaikan sekripsi 11. Sahabat dan teman-teman Pendidikan Ekonomi angkatan 2008 Universitas Sanata Dharma, yang telah memberikan semangat serta bantuan dalam penyelesaian skripsi Penulis Menyadari bahwa dalam penyusunan tugas akhir ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari para pembaca sangatlah diharapkan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca. Yogyakarta, 14 Februari 2014 Viandita Pipit Ardyanata xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................. i LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING............................................... ii LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................... iv HALAMAN MOTO..................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA........................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS...................................... vii ABSTRAK ................................................................................................. viii ABSTRACT..................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ................................................................................. x DAFTAR ISI ............................................................................................... xii DAFTAR TABEL ........................................................................................ xv DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xvii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ......................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ................................................................... 3 C. Rumusan Masalah ..................................................................... 4 D. Definisi Operasional ................................................................. 4 E. Tujuan Penelitian ....................................................................... 5 F. Manfaat Penelitian ..................................................................... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori .......................................................................... 7 1. Landasan Teori Keuntungan................................................. 7 2. Landasan Teori Omset Penjualan ......................................... 10 3. Landasan Teori Lokasi Usaha ............................................. 20 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Landasan Teori Jiwa Kewirausahaan ................................... 22 B. Hasil Penelitian Terdahulu ........................................................ 30 C. Kerangka Berfikir ....................................................................... 32 D. Hipotesis .................................................................................... 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ........................................................................... 34 B. Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian ................................... 34 C. Populasi dan Sampel ...................................................... 35 D. Subjek dan Objek Penelitian ...................................................... 35 E. Variabel Penelitian ..................................................................... 35 F. Teknik pengumpulan data .......................................................... 38 G. Teknik Analisis Data .................................................................. 38 1. Uji Prasyarat .................................................................... 38 a. Uji Validitas ................................................................ 38 b. Hasil Uji Validitas Variabel Lokasi Usaha ................. 39 c. Hasil Uji Validitas Variabel Jiwa Kewirausahaan ...... 40 d. Uji Reliabilitas............................................................. 41 e. Hasil Uji Reliabilitas Secara Keseluruhan ................. 42 f. Kesimpulan Uji Reliabilitas ........................................ 43 2. Analisis Rata-rata Hitung ................................................. 44 3. Uji Asumsi Klasik............................................................. 49 a. Uji Multikulinieritas.................................................... 49 b. Uji Heteroskedastisitas................................................. 50 c. Uji Autokorelasi .......................................................... 51 4. Uji Hipotesis ..................................................................... 54 a. Uji Analisis Regresi Berganda .................................... 54 b. Uji F ........................................................................... 55 c. Uji T ........................................................................... 58 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL TEMUAN LAPANGAN DAN PEMBAHASAN A. Sejarah Munculnya Dawet Ireng ................................................ 61 B. Data Responden ......................................................................... 64 1. Data Responden Jenis Kelamin ........................................ 64 2. Data Responden Usia ....................................................... 65 3. Data Responden Tingkat Pendidikan ................................ 66 4. Data Responden Lama Berjualan .................................... 67 C. Pengujian Hipotesis .................................................................... 68 1. Pengujian Analisis Prasyarat ............................................ 68 a. Uji Normalitas.......................................................... 68 b. Uji Linieritas ............................................................ 70 2. Pengujian Asumsi Klasik .................................................. 72 a. Uji Multikulinieritas................................................. 72 b. Uji Heteroskedastisitas............................................. 74 c. Uji Autokorelasi ..................................................... 76 3. Rangkuman Hasil Asumsi Klasik ..................................... 77 D. Regresi Berganda ...................................................................... 78 1. Regresi Berganda Omset Penjualan .................................. 78 2. Regresi Berganda Lokasi Usaha ...................................... 79 3. Regresi Berganda Jiwa Kewirausahaan ............................ 81 4. Regresi Berganda Omset Penjualan, Lokasi Usaha, Jiwa Kewirausahaan Secara Bersama-sama.............................. 82 E. Pembahasan ................................................................................ 84 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN A. Kesimpulan ................................................................................ 90 B. Keterbatasan Penelitian .............................................................. 91 C. Saran .......................................................................................... 92 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 94 LAMPIRAN ................................................................................................. 95 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel III.1 Operasional Jiwa Kewirausahaan.............................................. 37 Tabel III.2 Hasil Uji Validitas Lokasi Usaha............................................... 40 Tabel III.3 Hasil Uji Validitas Jiwa Kewirausahaan ................................... 41 Tabel III.4 Tingkat Keterandalan ................................................................. 42 Tabel III.5 Uji Realibilitas........................................................................... 43 Tabel III.6 Tabel Rata-rata Penilaian Responden Lokasi Usaha................. 44 Tabel III.7 Distribusi Frekuensi Lokasi Usaha............................................ 46 Tabel III.8 Interval Rata-rata Penilaian Jiwa Kewirausahaan...................... 48 Tabel III.9 Distribusi Frekuensi Jiwa Kewirausahaan................................. 49 Tabel III.10 Tabel Uji Stastistik Durbin-Watson D....................................... 52 Tabel IV.1 Presentasi Jumlah Responden Jenis Kelamin............................ 65 Tabel IV.2 Data Responden Usia................................................................. 66 Tabel IV.3 Data Responden Tingkat Pendidikan......................................... 67 Tabel IV.4 Data Responden Lama Berjualan .............................................. 68 Tabel IV.5 Hasil Uji Normalitas SPSS 16.0................................................ 69 Tabel IV.6 Hasil Uji Normalitas .................................................................. 69 Tabel IV.7 Hasil Uji Linieritas Omset Penjualan ....................................... 70 Tabel IV.8 Hasil Uji Linieritas Lokasi Usaha ............................................. 71 Tabel IV.9 Hasil Uji Linieritas Jiwa Kewirausahaan .................................. 72 Tabel IV.10 Hasil Uji Linieritas Keseluruhan Variabel................................. 72 Tabel IV.11 Hasil Multikulinieritas............................................................... 73 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel IV.12 Hasil Uji Heterokedastisitas ...................................................... 75 Tabel IV.13 Hasil Uji Autokorelasi............................................................... 76 Tabel IV.14 Rangkuman Hasil Uji Asumsi Klasik........................................ 77 Tabel IV.15 Hasil Regresi Berganda ............................................................. 78 Tabel IV.16 Hasil Regresi Berganda Secara Keseluruhan............................. 82 Tabel IV.17 Hasil R Square........................................................................... 83 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Surat Ijin Penelitian 1. Surat ijin dari Kampus Universitas Sanata Dharma kepada Gubernur DIY (Cq : Kepala BAKESBANGLINMAS DIY) 2. Suarat ijin BAKESBANGLINMAS DIY kepada Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Jawa Tengah. 3. Surat ijin dari Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Jawa Tengah, kepada KPPT Purworejo. 4. Surat ijin penelitian dari KPPT. Lampiran Kuesioner Lampiran data Penelitian 1. 2. 3. 4. Data Responden Data Variabel Omset Penjualan dan Keuntungan Data Variabel Lokasi Usaha Data Jiwa Kewirausahaan Lampiran Hasil Uji 1. 2. 3. 4. 5. 6. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Hasil Uji Normalitas Hasil Uji Linier Hasil Uji Autokolinearitas – Multikolinearitas Hasil Uji Heteroskedasitas Hasil Uji Hipote xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau, di dalamnya banyak terdapat banyak suku di setiap daerah. Kekayaan itu menjadi salah satu kebanggan bagi Indonesia. Yang lebih istimewa lagi indonesia juga memiliki kuliner di setiap daerahnya yang berbeda-beda. Untuk itu banyak orang-orang yang memanfaatkan itu untuk berwirausaha. di Indonesia banyak yang berkecimpung di dunia usaha, terutama usaha makanan. Karena masyarakat di Indonesia sangat lah konsumtif. Peluang usaha masyarakat di bidang makanan sangat bervariatif. dengan beranekaragaman jenis makanan di Indonesia itulah banyak masyarakat yang menjadikan usaha makanan sebagai sumber mata pencaharian. Hampir disetiap kota pasti ada pedagang kecil di pinggir jalan, yang menjual berbagai jenis makanan. Usaha Kecil Mikro di setiap kota tersebut lebih banyak di sektor kuliner. Pada dasarnya masyarakat lebih mampu mendirikan usaha kecil, karena keterbatasan modal yang dimiliki. Untuk mendirikan sebuah usaha maka diperlukan sebuah modal. Bahwa dalam dalam ilmu ekonomi istilah modal (capital, capital goods) sebagai faktor produksi menunjuk pada segala sarana dan prasarana (selain manusia dan pemberian alam) yang dihasilkan untuk digunakan sebagai 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 masukan (input) dalam proses produksi (Gilarso 1993). Modal tidak hanya pada uang, tetapi juga diperlukan jiwa kewirausahaan. Kurangnya jiwa kewirausahaan maka akan menimbulkan kegagalan dalam menjalankan usaha. Oleh karena itu banyak yang berwirausaha, contohnya penjual dawet ireng di Purworejo. Dawet ireng merupakan makanan khas dari Purworejo. Dilihat dari cara mereka menjual dawet ireng mungkin sangat lah susah mendapatkan laba, karena lokasi yang sangat berdekatan. Hal ini yang menjadi ketertarikan tersendiri bagi peneliti untuk mengetahui masalah tersebut. Masalah yang pertama yang hendak diteliti yaitu bagaimana pengaruh Omset Penjualanterhadap keuntungan yang diperoleh penjual dawet ireng di Purworejo setiap harinya. Disini peneliti melihat apakah dengan bertambah banyak penjual dawet ireng membuat laba yang di peroleh berkurang atau bahkan tidak mendapatkan laba sama sekali. Untuk memenangkan persaingan maka penjual dawet ireng di Purworejo harus diperhatikan antara lain:Kualitas, Kuantitas, Harga, Desain, Manfaat, Model, Pelayanan, Efisien. Masalah kedua yang akan diteliti yaitu mengenai lokasi usaha yang dipilih penjual dawet ireng di Purworejo tepat untuk memperoleh laba. Apakah lokasi sangat mempengaruhi besar laba yang didapat penjual dawet ireng di Purworejo. Pada pemilihan lokasi penjual dawet ireng harus Mempertimbangkan beberapa hal. Misalnya jenis usaha, pangsa pasar

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 yang dituju, jumlah penjual yang sejenis. Lokasi yang dipilih para penjual dawet ireng di Purworejo sangatlah berdekatan. Mereka menjual dawet ireng yang sama antara satu penjual dengan penjual lain. Mereka lebih memilih menjual dawet ireng dekat dengan tempat tinggal mereka, tanpa menghiraukan ada penjual lain yang berada di dekatnya. Masalah ketiga yang akan penulis teliti yaitu apakah penjual dawet ireng di Purworejo memiliki jiwa kewirausahaan untuk memperoleh laba. Dengan jiwa kewirausahaan yang dimiliki penjual dawet ireng di Purworejo dapat membuat inovasi pada dawet ireng. Sedangkan jiwa kewirausahaan sendiri dapat tumbuh sejak masih kecil ataupun setelah para penjual dawet ireng di Purworejo menjalankan usahanya. Dengan mengetahui kesulitan berwirausaha maka jiwa kewirausahaan akan dapat tumbuh dengan sendirinnya. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas selanjutnya dapat di identifikasikan beberapa masalah sebagai berikut : 1. Terdapat banyak penjual dawet ireng di jalur profinsi,Kabupaten Purworejo. 2. Lokasi penjual dawet ireng yang sangat berdekatan mempengaruhi laba penjual dawet ireng. 3. Perlunyanya jiwa kewirausahaan pedagang dawet ireng untuk memperoleh laba yang maksimal.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 4. Terdapat banyak persaingan dalam penjualan dawet ireng di jalur profinsi di kabupaten Purworejo. C. Rumusan Masalah 1. Apakah ada kontribusi Omset penjualan terhadap Keuntungan penjual dawet ireng? 2. Apakah ada kontribusi letak lokasi usaha terhadap Keuntungan penjualan dawet ireng? 3. Apakah ada kontribusi jiwa kewirausahaan terhadap Keuntunganpenjualan dawet ireng? 4. Apakah ada kontribusi antara Omset penjualan, lokasi Usaha, dan jiwa kewirausahaan terhadap Keuntungan penjual dawet ireng? D. Definisi Operasional 1. Omset Penjualan Omzet penjualan adalah keseluruhan jumlah penjualan Dawet ireng yang terjual dalam 1 hari yang di hitung dalam satuan gelas. Indikator dari variabel omset adalah harga x jumlah yang terjual, harga dihitung rupiah per gelas. 2. Lokasi Usaha Lokasi adalah Tempat para penjual dawet ireng berjualan. Indikator dari lokasi usaha dalam karya Penelitian ini adalahdekat dengan keramaian, Akses lokasi, Tempat parkir yang luas dan aman, kebersihan lingkungan, dekat dengan keramaian.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 3. Jiwa Kewirausahaan Jiwa kewirausahaan adalah sesuatu kemampuan penjual dawet ireng melakukan kerasi dan inovatif pada dawet ireng yang di jualnya. Indikator dari variabel Jiwa Kewirausahaan adalah sikap kreatif dan inovatif yang terjual dalam inovasi produk dan rasa dawet. 4. Keuntungan Keuntungan adalah hasil bersih yang di peroleh pedagang dawet ireng saat berjualan dawet ireng. Dalam penelitian ini berarti bahwa hasil berjualan dalam 1 hari setelah dikurangi oleh biaya produksi dan biaya operasional. E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Untuk mengetahui Kontribusi Omset Penjualanterhadap Keuntungan dari pedangang dawet ireng di Kabupaten Purworejo 2. Untuk mengetahui Kontribusi lokasi Usaha dawet ireng terhadap Keuntungan dari pedagang dawet ireng di Kabupaten Purworejo. 3. Untuk mengetahui Kontribusi jiwa kewirausahaan terhadap Keuntungan Penjual dawet ireng di Kabupaten Purworejo. 4. Untuk mengetahui Kontribusi Omset penjualan, lokasi usaha, dan jiwa kewirausahaan terhadap Keuntungan penjual dawet ireng di Kabupaten Purworejo.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 F. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dalam kegiatan penelitian ini adalah : 1. Bagi masyarakat Dengan hasil penelitian ini maka diharapkan dapat membantu bagi masyarakat yang akan melakukan wirausaha di bidang kuliner, agar mendapatkan laba yang maksimal. 2. Bagi mahasiswa Sebagai masukan bagi mahasiswa untuk melakukan berwirausaha, untuk mengahadapi tuntutan jaman yang sulit mencari pekerjaan. 3. Bagi Universitas Sebagai sumbangan untuk melatih mahasiswanya berwirausaha, dan menanamkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswanya.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI G. Landasan Teori 1. Keuntungan Pada saat kita melakukan usaha, maka kita akan mulai memikirkan tentang keuntungan yang di peroleh. Karena keuntungan merupakan hal terpenting dalam melakukan usaha. Seperti berdagang. Investasi dan lain-lain. Keuntungan bisa di artikan sebagai laba. Untuk mendorong kegiatan ekonomi tetap berjalan maka dibutuhkan keuntungan yang diperoleh maksimal. Keuntungan merupakan tujuan dari kegiatan ekonomi/ berdagang Menurut (Theodorus M. Tuanakotta2001) mengemukakan jenis-jenis laba dalam hubungannya dengan perhitungan laba, yaitu : 1. Laba kotor Laba kotor yaitu perbedaan antara pendapatan bersih dan penjualan dengan harga pokok penjualan. 2. Laba dari operasi Laba dari operasi yaitu selisih antara laba kotor dengan total beban biaya. 3. Laba Bersih Laba bersih yaitu angka terakhir dalam perhitungan laba rugi dimana untuk mencarinya laba operasi pendapatan lain-lain dikurangi oleh beban lain-lain. 7 bertambah

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Menurut akuntan laba merupakan selisih antara penerimaan total dan biaya-biaya produksi untuk tenaga kerja, bahan-bahan, penyusutan dan sebagainya. Laba merupakan faktor pendorong dalam kegiatan ekonomi. laba menurut (Zaky Baridwan 2004)Kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama satu periode kecuali yang termasuk dari pendapatan (revenue) atau investasi oleh pemilik.Sedangkan menurut (Henry Simamora, 2002)Laba adalah perbandingan antara pendapatan dengan beban jikalau pendapatan melebihi beban maka hasilnya adalah laba bersih. Terlihat bahwa laba adalah hal penting yang harus di dapat dalam usaha. Beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keuntungan yaitu sebagai berikut : 1. Meningkatkan Volume Penjualan Peenerimaan dari penjualan sangat di perlukan, karena sangat berpengaruh terhadap keuntungan. Jika semakin banyak barang yang terjual maka akan bertambah pula keuntungan yang di dapat. Begitu sebaliknya jika barang yang di jual menurun makan keuntungan yang diperoleh juga menurun. Untuk meningkatkan penjualan barang dagangan juga ditentukan oleh beberapa faktor.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 2. Menaikaan Harga Penjualan Dengan cara meningkatkan harga jual makan akan meningkat pula keuntungan yang didapat. Hasil dari meningkatkan atau kelipatan dari keuntungan harga jual produksi akan menambah keuntungan yang di peroleh. 3. Mengurangi atau menekan biaya. Penekanan biaya produksi merupakan cara yang biasa di lakukan oleh pengusaha untuk menambah keuntungan. Karena keuntungan bersih berasal dari keuntungan kotor di kurangi biaya-biaya, salah satunya biaya produksi. Jadi semakin rendah biaya produksi maka semakin bertambah keuntungan yang di peroleh, dengan ketentuan harga tetap, dan tanpa mengurangi kualitas barang. Laba adalah selisih antara harga jual peunuit dengan harga pokok pembelian pernuit.(Rico Demit 1997). Sedangkan menurut (Zaki Baridwan 1992) laba adalah kenaikan modal yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama satu periode kecuali yang timbul dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka laba diharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Akan tetapi, teori akuntansi

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 sampai saat ini belum mencapai kemantapan dalam pemaknaan dan pengukuran laba. Oleh karena itu, berbeda dengan elemen statemen keuangan lainnya, pembahasan laba meliputi tiga tataran, yaitu : semantik, sintaktik, dan pragmatik. Dari sudut pandang perekayasa akuntansi, konsep laba dikembangkan untuk memenuhi tujuan menyediakan informasi tentang kinerja perusahaan secara luas. Sementara itu, pemakai informasi mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Teori akuntansi laba menghadapi dua pendekatan : satu laba untuk berbagai tujuan atau beda tujuan beda laba. Teori akuntansi diarahkan untuk memformulasi laba dengan pendekatan pertama. Konsep dalam tataran semantik meliputi pemaknaan laba sebagai pengukur kinerja, pengkonfirmasi harapan investor, dan estimator laba ekonomik. Meskipun akuntansi tidak harus dapat mengukur dan menyajikan laba ekonomik, akuntansi paling tidak harus menyediakan informasi laba yang dapat digunakan pemakai untuk mengukur laba ekonomik yang gilirannya untuk menentukan nilai ekonomik perusahaan. 2. Omset Penjualan Dalam dunia usaha kata Omset penjualan sudah tidak asing lagi, kata omset yang berarti jumlah. sedang penjualan berarti kegiatan menjual barang yang bertujuan mencari laba/keuntungan. Sedangkan

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Definisi omzet penjualan menurut kamus Bahasa Indonesia (2000), adalah jumlah hasil penjualan (dagangan), omzet penjualan total jumlah penjualan barang/jasa dari laporan laba-rugi perusahaan (laporan operasi) selama periode penjualan tertentu. Menurut (Sutamto 1997) tentang pengertian penjualan adalah usaha yang dilakukan manusia untuk menyampaikan barang dan jasa kebutuhan yang telah dihasilkannya kepada mereka yang membutuhkan dengan imbalan uang menurut harga yang telah ditentukan sebelumnya.(Chaniago 1998) memberikan pendapat tentang omzet penjualan adalah keseluruhan jumlah pendapatan yang didapat dari hasil penjulan suatu barang/jasa dalam kurun waktu tertentu. (Tandjung 2010), terdapat delapan belas (18) jurus meningkatkan omzet penjualan, meliputi: a. Memiliki kepribadian unggul Salesman yang ingin meningkatkan omzet penjualan, bukan lagi menggunakan sellung skill seperti pada awal menjual. Mereka justru harus lebih dapat memahami pelanggan lebih mendalam. Untuk itu setiap salesman yang ingin meningkatkan omzet penjualan di atas target, mutlak harus memiliki kepribadian unggul dan bukan hanya sekedar pandai menjual. Salesman harus mempunyai kesabaran dan kerendahan hati terhadap semua orang. Mereka juga harus ramah dan tidak boleh sombong meskipun memiliki segudang pengalaman menjual atau termasuk salesman

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 senior. Salesman juga harus mampu berempati dan fleksibel kepada pelanggan agar pelanggan merasa senang. Pada akhirnya, salesman harus tetap antusias pada saat kapan pun dan dimana pun bertemu dengan pelanggan. Mereka juga harus menjaga kedisiplinan sehingga pelanggan merasa dihargai. Selain itu mereka harus siap melayani setiap pelanggan karena pelanggan sebenarnya yang menggaji semua karyawan. b. Berani berubah Kebutuhan konsumsi akan terus bertambah, baik terhadap produk/jasa. Ini berarti jumlah pesaing akan semakin bertambah, bahkan pesaing dari mancanegara akan semakin banyak hadir ke dalam pasar domestik. Menyiasati semua itu, mau tidak mau, suka atau tidak suka, para salesman harus mulai berubah. Mereka harus memiliki paradigma lebih global dan tidak gagap teknologi. Juga tidak boleh lagi berpikir secara jangka pendek hanya mengejar order semata melainkan harus berpikir panjang dan berpikir tentang customer. c. Menjaga penampilan Secara tidak sadar, sebenarnya pelanggan sangat memperhatikan salesman, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Oleh karena itu, salesman harus tampil rapi dan menarik. Ini modal awal bagi salesman untuk meningkatkan rasa percaya diri,

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 sedangkan bagi pelanggan tentu akan lebih senang dilayani oleh salesman yang good looking. d. Perhatikan bahasa tubuh Manfaat komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh adalah dapat memahami pikiran lawan bicara dengan memperhatikan ekspresi wajah dan gerakan tubuh yang lain. Selain itu kita dapat mengenali lawan bicara yang merasakan kebosanan atau ketidaksetujuan. Dengan bahasa tubuh yang menarik, kita juga dapat mempertahankan perhatian lawan bicara. Dan dengan ekspresi yang lebih menarik, diharapkan lawan bicara akan lebih mudah dipengaruhi. e. Membangun jaringan Membangun jaringan adalah mutlak harus dilakukan oleh para salesman saat ini mengingat pelanggan sudah saling terhubung dengan kemajuan teknologi internet. Mereka saling berkomunikasi untuk mendapatkan informasi. Untuk itu kita hendaknya lebih dekat dengan mereka bila ingin menambah jumlah pelanggan. f. Bersatu kita teguh Untuk meningkatkan omzet penjualan, salesman tidak dapat berjuang sendiri. Kerja sama tim sangat diperlukan untuk mencapai tujuan itu. Untuk membentuk tim yang kompak perlu memahami visi perusahaan terlebih dahulu. Hal ini untuk menyamakan pandangan semua orang yang ada di dalam perusahaan.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 g. Memetakan wilayah Omzet penjualan sangat bergantung pada wilayah penjualan yang akan dikelola. Wilayah penjualan yang potensial atau sering disebut dengan istilah “lahan basah” sering menjadi rebutan salesman. Jika pertama kali masuk ke dalam wilayah penjualan yang baru, maka yang harus dilakukan adalah menganalisis wilayah tersebut dengan mengetahui potensi pasarnya. Selain itu mengamati pesaing yang ada di wilayah tersebut, mengingat jumlah pesaing berkaitan langsung dengan pencapaian penjualan. h. Mengembangkan diri Untuk dapat terus berprestasi, salesman harus belajar dari orang-orang sukses yang ada di sekitar mereka. Mereka juga dapat belajar dari true story orang-orang sukses melalui buku-buku yang banyak dijual di toko buku. Mereka harus mulai mengubah cara berpikir negatif menjadi berpikir positif. Salesman juga wajib mengikuti rapat yang diselenggarakan oleh perusahaan karena forum ini dapat digunakan untuk berbagi informasi dan pengalaman dengan salesman lain. i. Hargailah pelanggan Pelanggan akan lebih mudah “ditaklukkan” jika salesman mau berkorban dengan memberikan perhatian. Salesman dapat membantu perusahaan meningkatkan citra merek produk yang dijual dengan lebih menghargai pelanggan. Dengan cara ini,

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 salesman sebenarnya lebih tampil “beda” dibandingkan salesman lain. j. Sedikit bicara, banyak mendengar Saat ini, salesman dituntut tidak banyak berbicara, sebaliknya mereka harus banyak mendengar. Karena mereka harus mengetahui kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan. Bahkan situasi persaingan yang sudah tidak terkendali menuntut salesman untuk menggali lebih dalam lagi hasrat dan gairah pelanggan yang terpendam. k. Melakukan komunikasi dua arah Komunikasi antara salesman dan pelanggan harus terjalin dua arah. Dengan demikian salesman dapat memahami kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan. Pada sisi lain, pelanggan dapat mengetahui penjelasan tentang produk dan prosedur lainnya. l. Jangan takut bersaing Menghadapi pesaing yang sering melakukan serangan frontal dengan “perang harga” atau harga murah tidak bisa dihadapi dengan cara yang sama. Harus disadari bahwa bisnis harus menghasilkan laba, bukan kerugian. Untuk itu dalam menghadapi pesaing, harus lebih bersikap rendah hati tetapi tetap tidak gentar. m. Menciptakan pengalaman Seorang salesman harus dapat menimbulkan kesan yang positif di mata pelanggan seperti: profesional, berpenampilan bersih, dan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 rapi. Agar pelanggan mau melakukan repeat order, maka salesman perlu memikirkantaktik menciptakan sesuatu yang ideal untuk pelanggan serta citra merekterhadap produk yang dibeli oleh pelanggan. n. Menjaga keseimbangan emosi Salesman setiap hari menghadapi tekanan, baik oleh para pelanggan maupun oleh perusahaan. Mereka dituntut harus dapat mencapai target penjualan sekaligus dapat memuaskan pelanggan. Hal ini menyebabkan emosi mereka kadang kurang terkontrol. Agar dapat sukses menjual, maka salesman perlu menyeimbangkan faktor emosional. o. Jangan berhenti sampai di sini. Saat ini kualitas produk yang dijual rata-rata mendekati sama. Artinya, produk yang satu dengan yang lain hampir sama kualitasnya. Kalau sudah begitu, hanya salesman yang bisa melayani dengan memuaskan yang akan dipilih pelanggan. p. Dekat dengan pelanggan Setelah salesman selesai melakukan tugas menjual, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana selalu dekat dengan pelanggan. Tuhuannya untuk mendapatkan referensi atau repeat order. Untuk itu, salesman jangan lupa melakukan tindak lanjut menghubungi pelanggan yang sudah membeli danpuas.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 q. Loyalitas adalah segalanya Suatu perusahaan dapat dikatakan berhasil jika pelanggan loyal yang dimiliki semakin meningkat. Ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola harapan pelanggan sehingga mereka merasa dekat, merasa cocok, dan merasa nyaman. r. Membina hubungan: kunci sukses meningkatkan penjualan Jika semakin hari jumlah pelanggan semakin berkurang, maka akan mengurangi penghasilan salesaman bahkan bisa dipecat. Oleh karena itu, salesman tidak boleh berpikir hanya sekedar menjual melainkan harus berpikir bagaimana membina hubungan dengan pelanggan. Menurut (Stanton 1991), desain produk yang baik dapat meningkatkanpemasaran produk dalam berbagai hal diantaranya: a. Dapat mempermudah operasi pemasaran produk. b. Meningkatkan nilai kualitas dan keawetan produk. c. Menambah daya penampilan produk. Dalam praktek, kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut: (Swastha dan Irawan, 1990). 1) Kondisi dan Kemampuan Penjual Transaksi jual-beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini penjual harus dapat menyakinkan kepada pembelinya agar

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yakni: a) Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan. b) Harga produk. c) Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan, garansi dan sebagainya. 2) Kondisi Pasar Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya. Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu di perhatikan adalah: a) Jenis pasarnya b) Kelompok pembeli atau segmen pasarnya c) Daya belinya d) Frekuensi pembelian e) Keinginan dan kebutuhan 3) Modal Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 usaha, seperti: alat transport, tempat peragaan baik didalam perusahaan maupun di luar perusahaan, usaha promosi, dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjualan memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu. 4) Kondisi Organisasi Perusahaan Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang orang-orang tertentu/ahli di bidang penjualan. 5) Faktor lain Faktor-faktor lain, seperti: periklanan, peragaan, kampanye, pemberian hadiah, sering mempengaruhi penjualan. Namun untuk melaksanakannya, diperlukan sejumlah dana yang tidak sedikit. Bagi perusahaan yang bermodal kuat, kegiatan ini secara rutin dapat dilakukan. Sedangkan bagi perusahaan kecil yang mempunyai modal relatif kecil, kegiatan ini lebih jarang dilakukan. Ada pengusaha yang berpegangan pada suatu prinsip bahwa “paling penting membuat barang yang baik”. Bilamana prinsip tersebut dilaksanakan, maka diharapkan pembeli akan kembali membeli lagi barang yang sama. Namun, sebelum pembelian dilakukan, sering pembeli harus dirangsang daya tariknya, misalnya dengan memberikan bungkus yang menarik atau dengan cara promosi lainnya.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 3. Lokasi Usaha Pada saat seseorang akan memulai usaha maka akan mulai berfikir tentang pemilihan lokasi yang tepat dan strategis. Karena pemilihan lokasi juga berpengaruh dalam keberhasilan usaha tersebut. Dalam pemilihan lokasi pelaku bisnis harus menimbang beberapa keputusan, antara lain. a. Dimana barang akan di produksi, b. Dimana barangakan di olah, c. Dimana barang akan di simpan, d. dan dimana barang akan di antarkan atau di distribusikan. Untuk menentukan semua keputusan di atas, pelaku bisnis juga harus mempertimbangkan barang yang akan di produksi, yaitu apabila barang yang memiliki tenggang waktu pemakaian, maka pelaku bisnis harus menimbangkan berapa lama barang tersebut sampai ke konsumen. Oleh karena kebanyakan lokasi harus di asumsikan tetap (fixed), sekurang-kurangnya untuk jangka waktu pendek. Akan tetapi, dalam jangka panjang, lokasi usaha tetap itu mungkin dipindahkan (relocated) atau lokasi baru dapat di pindahkan. Dalam keadaan seperti ini ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Misalnya perluasan usaha, saat terjadi perluasan usaha tentu pelaku usaha harus mulai menentukan lokasi baru, dengan pertimbangan yang sama, seperti pada saat akan memulai usaha.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Hal dasar yang harus di pertimbangkan saat memilih lokasi usaha : a. Barang apa yang akan di produksi b. Modal yang dimiliki c. Pangsa pasar Pada saat perusahaan akan memperluas usahanya maka diperlukan Proses pemindahan usaha. Proses ini membutuhkan suatu kisis-kisi yang di tempatkan di atas sebuah peta. Kemudian melihat lokasi suplai bahan mentah dan tempat penerimaan barang jadi. Selanjutnya mulai menghitung biaya yang di perlukan untuk menjalankan usaha di lokasi yang baru, misalnya biaya untuk mengangkut barang mentah, biaya untuk mengangkut barang jadi ke konsumen. Tujuan analisis biaya tersebut adalah untuk memberikan gambaran tentang lokasi yang baru dan meminimumkan total biaya yang dikeluarkan. Agar mendapatkan lokasi yang strategis. Langkah langkah proses keputusan lokasi yaitu: 1. Penilikan terhadap perilaku aktual tarif pengangkutan dengan perhatian khusus pada hal-hal yang jelas tidaklurus (obvious nonlinearities). 2. Pertimbangan apakah pemindahan beberapa mil itu akan menemptkan pabrik itu di dalam wilayah tarif transpor lain yang akan memberikan keuntungan tarif.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 3. Penilikan terhadap sumber pengganti yang mungkin dari suplai bahan mentah. 4. Keuntungan dari negosiasi tarif dengan perusahaan-perusahaan angkutan yang sekarang di bawah ancaman yang tersirat mengenai pemindahan itu. 5. Luas dan jenis pelayanan transportasi ke dan dari lokasi yang diusulkan. 6. Trand arah pertumbuhan pasar perusahaan. 4. Jiwa Kewirausahaan Dalam kehidupan sehari-hari banyak masyarakat yang kurang mengerti dan memahami tentang jiwa kewirausahaan. Banyak yang salah menafsirkan tentang kwirausahaan. Orang-orang sering menafsirkan bahwa kewirausahaan hanya identik dengan apa yang dimiliki dan di lakukan oleh usahawan. Istilah kewirausahaan, kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan between taker atau go between. Pada abad pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang actor yang memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, masyarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masadepannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya. Menurut (Dan Steinhoff dan John F. Burgess 1993) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Sedangkan menurut (Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer 1993) mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut : “An entrepreuneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the perpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 asembling the necessary resourses to capitalize on those opportunuties”. Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003), yaitu : a. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994). b. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959). c. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996). d. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997). e. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih. f. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru,

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan, (2) kemampuan menanggapi peluang, Berdasarkan hal tersebut maka definisi kewirausahaan adalah “tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif dan inovatif.” (Pekerti, 1997)

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 b. Kerangka berpikir tentang kewirausahaan A. POLA PELUANG - Kebutuhan Ekonomi - Kemajuan Teknologi B. POLA TANGGAPAN - Karakteristik Perorangan - Karakteristik Kelompok PERILAKU WIRAUSAHA - Mendirikan Mengelola Mengembangkan Melambungkan C. HASIL USAHA Perusahaan - Tepat Guna Hemat Usaha Unggul Mutu Pembaharuan Sumber : Pekerti, 1997 Melihat dari pendapat di atas, (Salim Siagian 1999) mendefinisikan: “Kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat: dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.” c. Karakteristik Kewirausahaan 2. Motif Berprestasi Tinggi Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003) Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Seperti yang dikemukakan oleh (Maslow 1934) tentang teori motivasi yang dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan kebutuhan, sesuai dengan tingkatan pemuasannya, yaitu kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation needs). Menurut Teori Herzberg, ada dua faktor motivasi, yaitu: a) Faktor pendorong 1) Kebersihan 2) Pengakuan 3) Kreativitas

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 4) Tanggung Jawab b) Faktor Pemeliharaan 1) Lingkungan kerja 2) Insentifitas kerja 3) Hubungan kerja 4) Keselamatan kerja Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Suryana, 2003) a) Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya. b) Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. c) Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. d) Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan. e) Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang. Berdasarkan teori atribusi Weiner (Gredler, 1991) ada dua lokus penyebab seseorang berhasil atau berprestasi. Lokus penyebab instrinsik mencakup :

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 1. Kemampuan, 2. Usaha, dan 3. Suasana hati (mood), seperti kelelahan dan kesehatan. Lokus penyebab ekstrinsik meliputi 1. Sukar tidaknya tugas, 2. Nasib baik (keberuntungan), dan 3. Pertolongan orang lain. Motivasi berprestasi mengandung dua aspek, yaitu 1. mencirikan ketahanan dan suatu ketakutan akan kegagalan dan 2. meningkatkan usaha keras yang berguna dan mengharapkan akan keberhasilan (McClelland, 1976). 3. Selalu Perspektif Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya (Suryana, 2003). Kuncinya pada kemampuan untuk

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada. 4. Memiliki Kreativitas Tinggi Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu enurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. Menurut Zimmerer dalam buku yang ditulis (Suryana 2003) dengan judul buku “Entrepreneurship And The New Venture Formation”, mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berfikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persolan-persolan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan. H. Hasil Penelitian Terdahulu Penelitia terdahulu dilakukan oleh Dyah Nugraheny pada tahun 2005 dengan judul “Pengaruh Modal Kerja , Lama Usaha dan Faktor Manajemen Terhadap Tinggi Rendahnya Laba yang Diperoleh Pengusaha

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Industri Kecil, Kripik Tempe” Studi kasus Pada Para pengusaha Industri Kecil Kripik Tempe di desa Kendung. Penelitian ini Menguji dan menganalisis pengaruh Modal kerja, Lama usaha dan Faktor manajemen terhadaptinggi rendahnya laba. Populasi dalam penelitian ini adalah semuapengusaha kripik tempe yang berlokasi di Desa Kedung Jenar yang berjumlah 30 orang. Penentuan sampel adalah Sampling jenuh dimana semua populasi digunakan sebagai sample. Teknk analisis regresi linier berganda tiga prediktor. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner dan wawancara. Hasil penelitiannyamenunjukan bahwa sebaran data yang digunakan berdistribusi normal yaitu modal kerja, lama usaha, faktor manajemen. Hasil pengujian liniernya menunjukan bahwa masing-masing variabel bebas mempunyai hubungan yang linier yaitu modalkerja, lama usaha, faktor manajemen dengan variabel terikat yaitu laba. Hasil pengujian multikolinearitas menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolineritas antara variabel bebas yaitu modal kerja, lama usaha, faktor manajemen. Hasil pengujian heteroskedastisitas menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada variabel modal kerja, variabel lama usaha, variabel faktor manajemen. Hasil Penelitian secara garis besar yaitu menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan dari modal kerja, lama usah, dan faktor manajemen terhadap tinggi rendahnya laba yang di peroleh pengusaha industri kecil kripik tempe

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 I. Kerangka Berpikir Usaha Kecil Mikro adalah salah satu usaha yang paling sederhana dilakukan oleh masyarakat, hampir semua orang dapat melakukan nya. Karena Usaha kecil mikro hanya membutuhkan modal yang cukup kecil. Contohnya usaha berjualan dawet ireng dipurworejo. Usaha ini sudah menjamur di seluruh bagian kota purworejo. Dan banyak di gemari masyarakat. Berkembangnya usaha penjualan dawet ireng di purworejo dapat membantu perekonomian masyarakat di purworejo, yang sebagian masyarakat kota purworejo sebagian besar sebagai petani. Banyak masyarakat yang menambah penghasilan mereka beerdasarkan dari berjualan dawet ireng. Gambar kerangka berpikir X1 X2 X3 Keterangan : X1 : Omset Penjulan X2 : Lokasi Usaha X3 : Jiwa Kewirausahaan Y : Keuntungan Y

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 J. Hipotesis Berdasarkan tinjauan pustaka diatas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: a. Ada Kontribusi yang signifikan Omset Penjualan terhadap Keuntungan penjual Dawet ireng di Kabupaten Purworejo. b. Ada Kontribusiyang signifikan Lokasi Usaha Terhadap Keuntungan penjual Dawet ireng di Kabupaten Purworejo. c. Ada Kontribusiyang signifikan Jiwa Kewirausahaan terhadap Keuntungan Penjual Dawet Ireng di Kabupaten Purworejo. d. Ada Kontribusi yang signifikan Omset penjualan, Lokasi Usaha, Jiwa Kewirausahaan terhadap Keuntungan penjual dawet ireng di kabupaten purworejo.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN K. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif. Penelitiankuantitatif adalah penelitian yang tidak mementingkan kedalaman data, tidakterlalu menitikberatkan pada kedalaman data, yang penting dapat merekam data sebanyak-banyaknya dari populasi yang luas, tetapi dengan mudahdapat dianalisis, baik melalui rumus-rumus statistik maupun komputer (Masyhuri: 2008). Sedangkan penelitian asosiatif adalah penelitian yangbertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih(Sugiyono: 2005) L. Tempat Penelitian Tempat Penelitian di lakukan pada penjual dawet ireng di Kabupaten Purworejo. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan September –Oktober 2013. Alasan pemilihan tempat penelitian adalah karena banyak penjual dawet ireng yang bersaing dengan lokasi yang berdekatan, persaingan yang sehat sangat terlihat pada semua penjual dawet ireng. 34

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 M. Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pedagang Dawet Ireng di Kabupaten Purworejo dengan jumlah 78 orang. Untuk menentukan besar sampel yang akan diteliti penulis mengunakan teknik Sampling Jenuh, yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. N. Subjek Penelitian Objek Penelitian 1. Subjek dalam penelitian ini adalah semua penjual dawet ireng di Kabupaten Purworejo. 2. Objek dalam penelitian ini adalah omset penjualan dari tiap penjual dawet ireng, lokasi tempet para penjual berdagang, dan jiwa kewirausaan yang di punyai para penjual dawet ireng. O. Variabel Penelitian 1. Variabel bebas a. Variabel Omset Menurut kamus Bahasa Indonesia (2000), adalah jumlah hasil penjualan (dagangan). Variabel dalam penelitian ini omset penjualan dawet ireng (x1). Omset penjualan adalah keseluruhan penjualan barang/jasa dalam kurun waktu tertentu yang dihitung berdasarkan jumlah uang yg diperoleh dalam kurun waktu tertentu. Variabel ini dinyatakan dalam bentuk rupiah, dalam kurun waktu satuhari. Indikator variabel omset penjualan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 1. 0 – 25 bungkus = Rendah 2. 26 bungkus – 50 bungkus = sedang 3. 51 bungkus – 75 bungkus = Tinggi 4. 76 bungkus – habis = sangat besar Data yang dicari yaitu besarnyaomset penjualan yang didapat penjual dawet ireng dalam satu hari. b. Variabel Lokasi Fungsi strategis Pemilihan lokasi ikut menentukan tercapainya badan usaha. Lokasi adalah letak atautoko pengecer pada daerah yang strategis sehingga dapatmemaksimumkan laba (Basu Swasta dan Irawan,2003). Indikator loasi usaha dalam penelitian ini adalah 1. Dekat dengan keramaian, 2. Akses lokasi 3. Tempat parkir yang luas dan aman 4. Lingkungan yang mendukung c. Variabel Jiwa Kewirausahaan adalah Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang lain serta mampu berpikir kreatif dan bertindak inovatif dalam rangka menciptakan peluang atau kesempatan dalam dunia usaha. Pengukuran variabel jiwa

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 kewirausahaan dalam penelitian di dasarkan pada 8 (delapan) indikator (Priyono dan Soerata, 2004) yang meliputi : (a) Percaya diri, (b) Kepemimpinan, (c) Pengambilan resiko, (d) berorientasi ke masa depan, (e) tahan uji, pekerja keras, (f) indipenden dan mandiri, (g) Bertanggung jawab, (h) fleksibel, Tabel III. 1 Oprasionalisasi Jiwa Kewirausahaan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Indikator Pertanyaan Positif No Percaya diri, Kepemimpinan, Pengambilan resiko, Berorientasi ke masa depan, Tahan uji, pekerja keras, Indipenden dan mandiri, Bertanggung jawab, Fleksibel, 9,3,8 1 4,10 13 5 12 2 Pertanyaan Negatif No. 11 7 6 Masing-masing pertanyaan selajutnya dinyatakan dinyatakan dalam dalam 5 (lima) skala sebagai berikut : Pertanyaan Positif Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat tidak setuju Pertanyaan Negatif 5 4 3 2 1 Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat tidak setuju 1 2 3 4 5

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 P. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuesioner Yaitu metode pengumpulan data dengan membuat daftar pernyataan tertulis yang dibagikan kepada responden untuk diisi sesuai dengan keadaan responden sebenarnya, melalui cara ini dimaksudkan untuk memperoleh data primer. 2. Wawancara Wawancara yaitu suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaanpertanyaan pada responden (Subagyo, 1999). Q. Teknik Analisis data 1. Uji Prasyarat a. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan sah jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (untuk setiap butir dapat dilihat pada kolom corrected item-total correlations dengan r tabel untuk degree of freedom (df)=n-k, dalam hal ini n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah item. Jika r hitung >r tabel, maka pertanyaan tersebut dikatakan valid (Ghozali, 2005: 45 ).

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 √ √ Keterangan : rxy = koefisien korelasi (r-hitung) ∑x = Skor variabel independen ∑y = Skor variabel dependen ∑xy = Hasil kali skor butir dengan skor total N = Jumlah responden Uji validitas dilakukan dengan program SPSS 16.0 for Windows dengan jumlah responden (n) = 78, maka dibulatkan menjadi 80 r tabel menunjukan hasil 0,220 pada taraf signifikasi 5%. Hasil pengujian validitas pada masing-masing variabel dapat dilihat pada penjelasan berikut: a. Lokasi Usaha Sebelum dilakukan pengujian hipotedis maka dilakukan uji prasyarat yaitu uji validitas. Uji validitas dilakukan menggunakan SPSS 0.16 Hasil uji validitas pada vatiabel Lokasi Usaha dapat dilihat Sebagai berikut :

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tabel III. 2 Tabel Hasil Uji Validitas Variabel Lokasi Usaha Butir Pernyataan Corrected Cronbach Hasil Analisis Item-Total 's Alpha Correlation 1 0,498 0,476 Valid 2 0,620 0,476 Valid 3 0,318 0,476 Valid 4 0,307 0,476 Valid 5 0,469 0,476 Valid 6 0,535 0,476 Valid 7 0,185 0,476 TidakValid 8 0,341 0,476 Valid 9 0,397 0,476 Valid Sumber : Data Primer, diolah 2013 Berdasarkan Tabel di atas, diketahui bahwa hasil pengujian validitas 9 item pernyataan dalam kuesioner untuk mengukur variabel Lokasi usaha, 8 Butir Pernyataan dinyatakan valid sehingga dapat di gunakan sebagai penelitian, dan 1 butir pernyataan dinyatakan tidak valid sehingga tidak dapat digunakan sebagai penelitian. b. Jiwa Kewirausahaan Sebelum dilakukan pengujian hipotedis maka dilakukan uji prasyarat yaitu uji validitas. Uji validitas dilakukan menggunakan SPSS 0.16. Hasil uji validitas pada Jiwa Kewirausahaan dapat dilihat dari data sebagai berikut:

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Tabel III. 3 Tabel Hasil Uji Validitas Variabel Jiwa Kewirausahaan Butir Pernyataan Corrected Cronbach's Hasil Analisis Item-Total Alpha Correlation 1 0,441 0,476 Valid 2 0,412 0,476 Valid 3 0,475 0,476 Valid 4 0,462 0,476 Valid 5 0,370 0,476 Valid 6 0,386 0,476 Valid 7 0,386 0,476 Valid 8 0,325 0,476 Valid 9 0,296 0,476 Valid 10 0,407 0,476 Valid 11 0,265 0,476 Valid 12 0,406 0,476 Valid 13 0,475 0,476 Valid Sumber : Data Primer, diolah 2013 Berdasarkan Tabel di atas, diketahui bahwa hasil pengujian validitas 13 item pernyataan dalam kuesioner untuk mengukur variabel Jiwa Kewirausahaan dinyatakan valid Sehingga dapat digunakan sebagai Penelitian. b. Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dikatakan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 reliabel jika memberikan nilai α > 0,60 (Nunnally, 1967 dalam Ghozali, 2005). Keterangan : α = koefisien reliabilitas r = korelasi antar item k = jumlah item Untuk Mengukur keandalan instrumen penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel III. 4 Tingkat Keterandalan Instrumen Penelitian Koefisien Alpha Tingkat Keterandalan 0,800 – 1,000 Sangat Tinggi 0,600 – 0,800 Tinggi 0,400 – 0,600 Cukup 0,200 – 0,400 Rendah 0,000 – 0,200 Sangat Rendah 1) Hasil pengujian reliabilitas secara keseluruhan Uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus cornbach alpha yang dikerjakan menggunakan program SPSS versi 16.0, dapat dilihat hasil yang diperoleh sebagai berikut:

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel III. 5 Hasil Uji Reabilitas Tingkat Reliabilitas Alpha Cronbach Koef. Alpha Kesimpulan Lokasi Usaha 0.716 0.600 Reliabel Sangat Tinggi Jiwa Kewirausahaan 0.758 0.600 Reliabel Cukup Variabel 2) Kesimpulan Uji Reliabilitas a) Uji Reliabilitas Lokasi Usaha Berdasarkan hasil dari tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa dari 10 butir pertanyaan pada variabel Lokasi Usaha diperoleh nilai pengambilan kesimpulan membandingkan nilai bila sebesar 0.716. dilakukan dan dengan . Dengan jumlah data (n) sebanyak 78 responden dan derajad keyakinan sebesar 0.5 sehingga dapat dikatakan penelitian ini reliabel. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai > (0.716> 0.600). Hal ini berarti bahwa item- item pertanyaan pada variabel Lokasi Usaha dapat dikatakan andal. b) Uji Reliabilitas Jiwa Kewirausahaan Dilihat dari tabel diatas maka dapat di simpulkan bahwa 13 item pernyataan dari variabel Jiwa Kewirausahaan di peroleh nilai rhitung 0.758. pengambilan

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai bila dan . Dengan jumlah data (n) sebanyak 78 responden dan derajad keyakinan sebesar 0.5 sehingga dapat dikatakan penelitian ini reliabel. Diperoleh nilai rhitung> rtabel yaitu 0,716 > 0,600. Hal ini berarti bahwa item-item pernyatan pada variabel Jiwa Kewirausahaan dapat dikatakan andal. 2. Analisis Rata-rata Hitung 1. Rata-rata hitung Lokasi Usaha Dari hasil penghitungan dari variabel Lokasi Usaha dapat dari Nilai maximal = (Jawaban Maximal x Item yang valid) yaitu 5 x 8 = 40. Nilai minimal (jawaban Minimal x Item yang Valid) yaitu 1 x 8 = 8. Mean ideal ((Skor Max + Skor Min)/ 2) yaitu 48 / 2 = 24. Standar Devisiasi ideal ((Skor Max - Skor Min)/ 6) yaitu 32 / 6 = 40-8 / 6 = 5,33. Untuk mengetahui penilaian Lokasi Usaha terhadap Keuntungan dapat ditunujukan dengan memasukan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Tabel III. 6 Interval Rata-rata Penilaian Responden Lokasi Usaha Penilaian Interval Baik X > 47,7 Cukup 30,3 - 47,7 Kurang X < 30,3 Sumber : Data Primer, diolah 2013 Kategori peringkat pada Lokasi Usaha dapat di lihat sebagai berikut : 1. Lokasi Usaha Baik Dilihat dari jawaban responden tentang variabel lokai usaha dikategorikan baik. Berati bahwa lokasi yang di tempati buat berdagang yaitu strategis. Strategis karena merupakan pusat keramaian kota, banyak orang yang lewat di depan kios, ada tempat parkir yang luas dan aman nyaman buat konsumen. 2. Lokasi Usaha Cukup Dilihat dari jawaban responden tentang variabel lokai usaha dikategorikan Cukup. Berati bahwa lokasi yang di tempati buat berdagang yaitu cukup strategis. Strategis karena bukan pusat keramaian kota, banyak orang yang lewat di depan kios, ada tempat parkir tapi tidak luas, dan aman nyaman buat konsumen.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 3. Lokasi Usaha Kurang Dilihat dari jawaban responden tentang variabel lokai usaha dikategorikan baik. Berati bahwa lokasi yang di tempati buat berdagang yaitu tidak strategis. Tidak Strategis karena bukan pusat keramaian kota, tidak banyak orang yang lewat di depan kios, tidak ada tempat parkir yang luas. dan aman nyaman buat konsumen. Tabel III. 7 Distribusi Frekuensi Lokasi Usaha Lokasi usaha Frequency Valid Kurang Cukup Baik Total 5 39 34 78 Percent 6,4 50,0 43,6 100,0 Valid Percent 6,4 50,0 43,6 100,0 Cumulative Percent 6,4 56,4 100,0 Sumber : Data Primer, diolah 2013 Berdasarkan tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar jawaban respoden menjawab kuesioner tentang Lokasi Usah adalah Cukup. Hal ini ditunjukan dari jumlah respoden yang menujukan bahwa lokasi usaha Baik berjumlah 34 respoden atau 43,6%, dan jumlah respoden yang menjawab kategori sedang sebanyak 39 respoden atau 50,0% sedangkan jumlah respoden yang menjawab kategori Kurang Sebanyak 5 Responden atau 6,4%.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Respoden yang menjawab baik sebanyak 34 responden dengan prosentase sebesar 43,6%. Responden menjawab kategori Baik dikarenakan respoden merasa lokasi yang di tempati buat berdagang yaitu strategis. Strategis karena merupakan pusat keramaian kota, banyak orang yang lewat di depan kios, ada tempat parkir yang luas dan aman nyaman buat konsumen. Respoden yang menjawab kategori Cukup dalam lokasi usaha sebanyak 39 responden yaitu 37,2%. Sebagian besar responden menjawab cukup. bahwa lokasi yang di tempati buat berdagang yaitu cukup strategis. Strategis karena bukan pusat keramaian kota, banyak orang yang lewat di depan kios, ada tempat parkir tapi tidak luas, dan aman nyaman buat konsumen. Sedangkan responden menjawab kuesioner dengan kategori kurang sebanyak 5 responden dengan prosentase sebesar 3,8% dapat diartikan bahwa bahwa lokasi yang di tempati buat berdagang yaitu tidak strategis. Tidak Strategis karena bukan pusat keramaian kota, tidak banyak orang yang lewat di depan kios, tidak ada tempat parkir yang luas. dan aman nyaman buat konsumen. 2. Rata-rata hitung Jiwa Kewirausahaan Dari hasil penghitungan dari variabel Jiwa Kewirausahaan dapat dari Nilai maximal = (Jawaban Maximal x Item yang valid) yaitu 5 x 13 = 65. Nilai minimal (jawaban Minimal x Item yang Valid) yaitu 1 x 13 = 13. Mean ideal ((Skor Max + Skor Min)/ 2)

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 yaitu 78 / 2 = 39. Standar Devisiasi ideal ((Skor Max - Skor Min)/ 6) yaitu 65-13 / 6 = 8,67 Untuk mengetahui penilaian Jiwa Kewirausahaan terhadap Keuntungan dapat ditunujukan dengan memasukan nilai mean dan standar deviasi yang diperoleh dengan interval di bawah ini. Tabel III. 8 Interval Rata-rata Penilaian Responden Jiwa Kewirausahaan Penilaian Interval Baik Cukup X > 47,7 30,3 - 47,7 Sumber : Data Primer, diolah 2013 Kategori peringkat pada Jiwa Kewirausahaan dapat di lihat sebagai berikut : 1. Jiwa Kewirausahaan Baik Dari hasil jawaban kuesioner yang di bakin responden di kategorikan bahwa jiwa kewirausahaan dikatakan mempunyai baik, jiwa dalam artian kewirausahan. bahwa Yang pedagang meliputi pedangan mempunyai inovasi untuk barang dagangan nya sehingga berbeda dengan pedagang yang lain, dan di sukai oleh konsumen.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 2. Jiwa Kewirausahaan Cukup Dari hasil jawaban kuesioner yang di bagikan kepada responden dikategorikan bahwa jiwa kewirausahaan dikatakan Cukup, dalam artian bahwa pedagang tidak mempunyai jiwa kewirausahan. berarti pedagang tidak mempunyai inovasi untuk barang dagangan nya sehingga barang dagangan sama dengan pedagang yang lain. Jadi pedagang menjual dawet ireng apa adanya tanpa mengalami perubahan pada tampilan. Tabel III. 9 Distribusi Frekuensi Lokasi Usaha Jiwa kewirausahaan Valid Cukup Baik Total Frequency 35 43 78 Percent 44,9 55,1 100,0 Valid Percent 44,9 55,1 100,0 Cumulative Percent 44,9 100,0 3. Uji Asumsi Klasik a. Multikolinieritas Multikolinieritas adalah situasi adanya hubungan variabel variabel bebas diantara satu dengan yang lainnya. Variabel yang bersifat ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasinya sama dengan nol. Apabila terdapat korelasi yang sempurna di antara sesama variabel-variabel bebas ini sama dengan satu, maka koefisien regresinya tidak dapat ditaksir dan nilai standard error

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 setiap koefidsien menjadi tidak terhingga. Untuk mendeteksi multikolinieritas digunakan rumus korelasi. Adapun rumusnya sebagai berikut: rxy  N  XY  ( X )( Y ) [ N  X 2  ( X ) 2 ][ N  Y 2  ( Y ) 2 ] Selanjutnya denga bantuan computer program SPSS 16.0 diadakan analisis Collinearity Statistics. Dari analisis CollinearityStatistics akan diperoleh VIF (Variance Inflation Factor). Untuk mengetahui terjadi tidaknya multikolinieritas, digunakan ketentuan sebagai berikut: - Jika VIF > 5, maka terjadi multikolinieritas - Jika VIF < 5, maka tidak terjadi multikolinieritas b. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah suatu keadaan dimana varians dari kesalahan pengganggu tidak konstan untuk suatu variabel bebas (Supranto, 2004). Untuk mendeteksi ada tidaknya masalah heteroskedastisitas digunakan uji korelasi rank dari spearman. Rumus korelasi dari spearman didefinisikan sebagai berikut:

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Keterangan: d1 = perbedaan pada rank yang diberikan kepada dua karakteristik yang berbeda dari individu atau fenomena ke-1 n = banyaknya individu atau fenomena yang diberikan kepada rank Selanjutnya dengan bantuan computer program SPSS 16.0, untuk menentukan terjadi tidaknya masalah heteroskedastisitas digunakan ketentuan sebagai berikut: - Jika rs hitung > rs tabel, maka terjadi heteroskedastisitas - Jika rs hitung < rs tabel, maka tidak terjadi heteroskedastisitas 1) Autokorelasi Autokorelasi adalah korelasi antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan berdasarkan data time serie/cross section. Autokorelasi muncul karena residual tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya, masalah ini sering ditemukan apabila kita menggunakan data runtut waktu. Hal ini disebabkan karena gangguan pada seorang individu atau kelompok cenderung mempengaruhi gangguan pada individu atau kelompok yang sama pada periode berikutnya, masalah autokorelasirelatif jarang terjadi karena gangguan pada

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 observasi yang berbeda berasal dari individu atau kelompok yang berbeda (Kuncoro, 2007) Cara untuk mendeteksi masalah autokorelasi, salah satunya menggunakan uji Durbin-Watson (d2). Untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi, maka Durbin-Watson mengembangkan distribusi probabilitas yang berbeda. Uji statistik Durbin-Watson tersebut didasarkan dari residual metode OLS (Widarjono, 2009): Autokorelasi Ragu-Ragu Positif O Tidak Ada Ragu-Ragu Autokorelasi Autokorelasi dL dU2 4 - dU Negatif 4 - dL 4 Gambar. Statistik Durbin-Watson d Tabel III.10 Uji Statistik Durbin-Watson d Nilai Statistik d Hasil 0 < d < dL Menolak hipotesis nol; ada autokorelasi positif d L ≤ d ≤ dU Daerah keragu-raguan; tidak ada keputusan dU ≤ d ≤ 4 – dU Menerima hipotesis nol; tidak ada autokorelasi positif/ negatif 4 – dU ≤ d ≤ 4 – dL Daerah keragu-raguan; tidak ada keputusan 4 – dL ≤ d ≤ 4 Menolak hipotesis nol; ada autokorelasi negatif

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Alternatif lain untuk mendeteksi masalah autokorelasi selain uji Durbin-Watson adalah uji Lagrange Multiplier (LM) yang dikembangkan oleh Breusch-Godfrey. Langkah-langkah untuk menguji LM adalah sebagai berikut (Widarjono, 2009): (1) Estimasi persamaan Yt = β0 + β1Xt + et dengan metode OLS dan kita dapatkan residualnya. (2) Melakukan regresi residual êt dengan variabel independen Xt (jika ada lebih dari satu variabel independen maka kita harus masukkan semua variabel independen) dan lag dari residual et1, et-2, ..., et-p. Langkah kedua ini dapat ditulis sebagai berikut: êt =0 + 1 Xt + 1êt-1 + 2êt-2 + ... + pêt-p + Vt Kemudian dapatkan R2 dari regresi persamaan tersebut. (3) Jika sampel adalah besar, maka menurut Breusch-Godfrey maka model dalam persamaan êt =0 + 1 Xt + 1êt-1 + 2êt-2 + ... + pêt-p + Vt akan mengikuti distribusi Chi-Squares dengan df sebanyak p yaitu panjangnya kelambanan residual dalam persamaan tersebut. Nilai hitung statistik Chi-Squares dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: (n – p) R2 = X2p Jika (n – p) R2 yang merupakan Chi-Squares (X) hitung lebih besar dari nilai kritis Chi-Squares (X) pada derajat kepercayaan tertentu (), maka menolak hipotesis nol (Ho). Hal ini berarti

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 paling tidak ada satu  dalam persamaan êt =1êt-1+ 2êt-2 + ... + pêt-p + Vtsecara statistik signifikan tidak sama dengan nol. Ini menunjukkan adanya masalah autokorelasi dalam model. Sebaliknya jika nilai Chi-Squares hitung lebih kecil dari nilai kritisnya maka kita menerima hipotesis nol. Artinya model tidak mengandung unsur autokorelasi karena semua nilai  sama dengan nol. Penentuan tidak adanya masalah autokorelasi juga bisa dilihat dari nilai probabilitas Chi-Squares (X). Jika nilai probabilitas lebih besar dari nilai  yang dipilih maka kita menerima Ho yang berarti tidak ada autokorelasi. Sebaliknya jika nilai probabilitas lebih kecil dari nilai  yang dipilih maka kita menolak Ho yang berarti ada masalah autokorelasi. Kelemahan uji LM yang dikembangkan oleh Breusch-Godfrey adalah menentukan panjangnya kelambanan (p) untuk variabel residual. Keputusan ada tidaknya masalah autokorelasi sangat tergantung dari kelambanan yang dipilih, untuk memilih panjangnya lag residual yang tepat bisa menggunakan kriteria yang dikemukakan oleh Akaike dan Schwarz. Berdasarkan kriteria tersebut, panjangnya lag yang dipilih adalah ketika nilai kriteria Akaike dan Schwarz paling kecil. Caranya kita melakukan regresi persamaan êt =0 + 1Xt + 1êt-1+ 2êt-2 + ... + pêt-p + Vtberkali-kali dengan diawali lag residual 1,

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 kemudian dengan lag residual 2 dan seterusnya. Hasil dari regresi tiap lag ini kita akan mendapatkan nilai Akaike dan Schwarz, kemudian kita cari nilai absolut yang paling kecil. 4. Uji Hipotesis a. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa kewirausahaan terhadap Keuntungan penjual dawet ireng di Kab. Purworejo. Model hubungan nilai pelanggan dengan variabelvariabel tersebut dapat disusun dalam fungsi atau persamaan sebagai berikut (Ghozali, 2005) : Keterangan : Y = Keuntungan b1 = Koefisien regresi variabel X1 b2 = Koefisien regresi variabel X2 b3 = Koefisien regresi variabel X3 X1 = Omset Penjualan X2 = Lokasi Usaha X3 = Jiwa Kewirausahaan e = error / variabel pengganggu

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 b. Uji F Uji F merupakan pengujian signifikansi persamaan yang digunakan untuk mengetahui apakah model regresi dengan variabel independen (X1, X2, X3), yaitu Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaan dapat untuk memprediksi kontribusi variabel dependen (Y), yaitu Keuntungan Penjual Dawet Ireng. Langkahlangkah yang digunakan dalam uji ini (Santoso, 2000) adalah sebagai berikut : a. Menggunakan rumus uji F Keterangan: - R = Koefisien korelasi ganda - k = jumlah variabel bebas - m = banyak prediktor - N = jumlah anggota sampel b. Menentukan formulasi Ho dan Ha. Ho = Model regresi dengan variabel bebas ( X ) Omset Penjualan, Lokasi Usaha danJiwa Kewirausahaan tidak dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat ( Y ) yaitu Keuntungan Penjual Dawet Ireng.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Ha = Model regresi dengan variabel bebas ( X ) Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaan dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat ( Y ) yaitu Keuntungan Penjual Dawet Ireng. - Taraf nyata α = 95 persen. - Derajat kebebasan F tabel (α , k, n-k -1). - keterangan, α = 0,05. - k = Jumlah variabel bebas. - n = Jumlah sampel. c. Menguji hipotesis Kriteria pengujian hipotesis : 1) F-hitung ≥ F-tabel pada α 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti model regresi dengan variabel bebas ( X ) Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaan dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat ( Y ) yaitu Keuntungan Penjual Dawet Ireng. 2) F-hitung < F-tabel pada α 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti model regresi dengan variabel bebas

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 ( X ) Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaan tidak dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat ( Y ) yaitu Keuntungan PenjualDawet Ireng. d. Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi (R2) dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketepatan paling baik dalam analisa regresi dimana hal yang ditunjukan oleh besarnya koefisien determinasi (R2) antara 0 (nol) dan I (satu). Koefsien determinasi (R2) nol variabel independen sama sekali tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Apabila koefisien determinasi semakin mendekati satu, maka dapat dikatakan bahwa variabel independen berkontribusi terhadap variabel dependen, Selain itu koefisien determinasi (R2) dipergunakan untuk mengetahui prosentase perubahan variabel tidak bebas (Y) yang disebabkan oleh variabel bebas (X). c. Uji t Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel X dan Y, apakah variabel X1, X2, dan X3 (Omset peenjualan, Lokasi usaha dan Jiwa kewirausahaan) benar-benar berpengaruh terhadap variabel Y (Keuntungan)secara terpisah atau

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 parsial (Ghozali, 2005).Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah : a. Menentukan formulasi Ho dan Ha H1 :Semakin Tinggi omset penjualan, maka semakin besar keuntungan penjual dawet ireng. Ho :Variabel Omset Penjualan tidak mempunyai Kontribusi yang signifikan terhadap variabel terikat (Keuntungan). Ha : Variabel Omset Penjualan mempunyai Kontribusi yang signifikan terhadap variabel terikat (Keuntungan). H2 : Semakin Strategis lokasi penjualan, maka semakin besar keuntungan penjual dawet ireng. Ho : Variabel Lokasi Usaha tidak mempunyai Kontribusi yang signifikan terhadap variabel terikat (Keuntungan). Ha : Variabel Lokasi Usaha mempunyai Kontribusi yang signifikan terhadap variabel terikat (Keuntungan). H3 : Semakin Tinggi Jiwa Kewirausahaan yang dimiliki penjual dawet ireng, maka semakin tinggi keuntungan yang di peroleh penjual dawet ireng.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Ho : Variabel Jiwa Kewirausahaan tidak mempunyai Kontribusi yang signifikan terhadap variabel terikat (Keuntungan). Ha : Variabel Jiwa Kewirausahaan mempunyai Kontribusi yang signifikan terhadap variabel terikat (Keuntungan). Dasar pengambilan keputusan (Ghozali, 2005) adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi, yaitu : a. Apabila angka probabilitas signifikani > 0.05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak. b. Apabila angka probabilitas signifikansi < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. b. Menguji hipotesis Kriteria pengujian hipotesis : 1) t-hitung ≥ t-tabel pada maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti ada Kontribuai yang signifikan Omset Penjualan (X1), Lokasi Usaha (X2), dan Jiwa kewirausahaan (X3) terhadap variabel terikat yaitu Keuntungan (Y) 2) t-hitung < t-tabel pada maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti tidak ada Konteribusi yang signifikan Omset Penjualan (X1), Lokasi Usaha (X2), Jiwa Kewirausahaan (X3) terhadap variabel terikat yaitu Keuntungan (Y).

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM DAN HASIL PENELITIAN A. Sejarah Munculnya Dawet Ireng Dawet Ireng awal mulanya dipasarkan (sekitar akhir 70an dan awal 80an) dawet ireng ini dijual secara pikulan, oleh seorang bapak. Ia keliling disekitar Klepu-Butuh dan juga di pasar pituruh atau pasar butuh ketika hari pasaran tertentu. Pak Wagiman, demikian nama sebenarnya, awalnya seringkali mangkal agak lama di pertigaan Klepu. Seiring waktu, salah seorang anggota keluarganya kemudian membuka di dekat pasar butuh (sebelum jembatan kalibutuh dari arah jogja). Sementara ia tetap keliling kampung, serta mulai menerima pesanan jika ada hajatan di kampung sekitar situ. sekitar tahun 1950 di daerah sebelah timur jembatan Butuh, Purworejo yang sampai sekarang masih terdapat kiosnya. tiap musim panen padi (persawahan di daerah ini sangat luas dan datar), para penjual dawet hitam akan berkeliling sawah-sawah yang dipanen dengan memikul dagangannya. Jadi tak heran sekali minum dawet, orang yang panen bisa habis 11 mangkok. Dawet Ireng sering dipesan dalam jumlah besar misalnya untuk acara hajatan. Dawet Ireng adalah sejenis dawet (di Jawa Tengah) atau seperti cendol. Minuman ini asli dari daerah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah. Butiran dari dawet berwarna hitam, warna hitam dawet diperoleh dari abu bakar jerami, abu bakar jerami kemudian dicampur dengan air sehingga menghasilkan air berwarna hitam, air inilah 61

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 yang digunakan sebagai pewarna dawet. penyajian dawet yang biasanya jumlah dawetnya jauh lebih banyak dibanding airnya (santan ditambah air gula). Seiring tenarnya Dawet Ireng yang berjualan di sekitar jembatana butuh, sekarang banyak orang yang usaha berdagang dawet ireng. Semakin lama bnayak orang yang mengerti bagaimana caranya membuat dawet ireng, jadi mereka mulai usaha ini. Penjual dawet ireng di purworejo kebanyakan mereka karyawan dari pemilik industri rumahan dawet ireng. Banyak yang mendirikan industri rumahan dawet ireng, dan mereka mempekerjakan orang untuk menjual dawet ireng yang mereka buat. Ada juga yang menjual sendiri dawet ireng yang di buat. Para pedagang mendapatkan hasil sekitar 15%-20% dari dawet yang terjual. Setiap hari para pedagang di pinggir jalan mendapatkan setoran dagangan dawet ireng dari pemilik usaha. Setiap porsi dawet ireng seharga Rp. 3000,00,- . hasil yang mereka dapat tergantung berapa banyak dawet ireng yang terjual. Untuk menambah hasil yang mereka peroleh maka mereka menambah barang dagangan yang mereka jual selain dawet ireng, misalnya roti, kacang goreng, air mineral, kripik, gorengan dan lainlain. Bahkan ada juga yang memiliki inovasi sendiri dengan menambah tape ketan di dalam dawet ireng. Harga per porsi dengan menggunakan tape ketan berbeda dengan yang tidak menggunakan tape ketan. Harga per porsi jika menggunakan tape ketan sebesar Rp. 3500.00,-.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 1. Resep Pembuatan Dawet Ireng BAHAN:       1 kg tepung sagu 1 genggam merang/batang padi 2,5 lt air 1 lt santan 1 – 1 1/2 sdt garam es batu secukupnya SIRUP GULA JAWA:     500 gr gula jawa 250 gr gula pasir 500 ml air 2 daun pandan CARA MEMBUAT: 1. Sirup gula jawa: rebus semua bahan hingga mendidih dan gula larut. Saring. Sisihkan 2. Santan: Campurkan santan dengan garam. Sisihkan. 3. Larutkan tepung sagu dengan 1.5 lt air hingga rata. Bila perlu saring dengan kain. Sisihkan. 4. Bakar merang hingga jadi abu, rendam dengan 1 lt air. Aduk hingga berwarna hitam. Saring dengan kain. 5. Rebus larutan merang hingga mendekati mendidih. Sebelum mendidih masukkan adonan sagu. Aduk-aduk hingga jadi seperti bubur. Aduk konstan hingga matang. 6. Siapkan baskom berisi air dingin, dan saringan/cetakan dawet. Panas-panas ambil bubur merang yang telah matang secukupnya. Taruh di cetakan, tekan dengan papan yang lebih kecil ukurannya dari diameter saringan. Biarkan bubur merang lolos lewat lubanglubang kecil saringan tepat di air dingin. Lakukan hingga semua „tersaring‟. Tiriskan. 7. Penyajian: Ambil gelas saji, beri dawet hitam, es batu, tuangi santan dan sirup gula jawa. Sajikan Setiap Penjual memiliki omset penjulan yang berbeda-beda, bahkan setiap hari omset yang mereka terima berbeda. Mereka mengaku omset mereka besar jika hari libur dan mendapat pesanan untuk acara

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 tertentu. Karena selain mereka berdagang di pinggir jalan mereka juga bisa menerima pesanan untuk acara tertentu misalnya hajatan pernikahan, penganjian, pameran, dan lain-lain. Penjual dawet ireng praktis hanya mengandalkan pembeli yang lewat di depan tenda tempat mereka berdagang, B. Data Responden Dari penelitian ditemukan data responden yang berjumlah 78 responden, dan data tersebut adalah sebagai berikut. 1. Data responden Jenis kelamin Dari data responden dengan jenis kelamin pria sebanyak 8 responden, dan wanita 70 responden, dari 78 responden terlihat bahwa penjual wanita lebih banyak dari pada penjual pria. pedagang berjenis kelamin laki-laki. lebih sedikit di bandingkan dengangan jumlah perempuan. Jadi jenis kelamin wanita lebih banyak di bandingkn jenis kelamin pria. Ada beberapa alasan kemungkinan mengapa lebih banyak wanita dari pada pria. Yang pertama para wanita tersebut ikut membantu perekonomian keluarga, jadi para wanita tersebut membatu kepala keluarga mencari nafkah. Yang kedua, biasanya dalam hal ketelatenan , wanita lebih telaten, dan teliti dalam segala hal, jadi mereka lebih tlaten dalam menjual dawet ireng. Yang ke tiga kemungkinan hanya digunakan untuk mengisi ke kosongan waktu dari wanita tersebut agar waktu yang dimiliki tidak terbuang sia-sia.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Tabel IV.1 Prosentase Jumlah Responden No Jenis kelamin Jumlah Prosentase 1. Pria 8 10,2% 2. Wanita 70 89,7% 78 Sumber : Data Primer, diolah 2013 2. Data Responden Usia Dari responden usia dapat dilihat bahwa, responden dengan usianya < 20 tahun sebanyak 3 orang, responden yang usianya 21 tahun – 30 tahun sebanyak 10 responden, usianya 31 thn - 40 thn sebanyak 44. Usia 41 thn - 50 thn sebanya 12 responden. Usia >50 thn sebanyak 9 responden. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden berusia 31 tahun – 40tahun lebih dominan yaitu sebanyak 44 responden. Dari keterangan di atas terlihat bahwa pedagang dengan usia 31 tahun – 40 tahun lebih banyak di bandingkan usia yang lain. Ada beberapa faktor penyebab , yang pertama pada usia 31 tahun – 40 tahun merupakan usia yang masih produktif, jadi pekerjaan mereka tidak tersendat oleh usia, misalnya pedagang dengan usia masih masa sekolah maka akan terganggu dengan jam sekolah, dan misalnya masih usia remaja maka mereka masih di sibukkan dengan dunia remaja, seperti main dengan teman dan lain-lain dan jika pedagang dengan usia lanjut maka akan tersendat dalam pelayanan mereka sudah tidak bisa lincah lagi. Yang kedua para pedagang bisa mengatur waktu untuk keluarga dan untuk berdagang, pada usia

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 tersebut para wanita sudah terbiasa dengan keluarga jadi dapat membagi waktu dengan baik. Tabel IV.2 Data responden Usia No Usia Jumlah prosentase 1. < 20 3 3,8% 2. 21 thn – 30 thn 10 12,8% 3. 31 thn - 40 thn 44 56,4% 4. 41 thn - 50 thn 12 2,3% 5. >50 thn 9 1,2% 78 Sumber : Data Primer, diolah 2013 3. Data responden tingkat pendidikan Dari Tabel IV.1 responden dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 13 responden dari 78 responden, dengan tingkat pendidikan SMP sebanyak 26 respondendari 78 responden dan dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 39 dari 78 responden. Jadi tingkat pendidikan sampai dengan SMA/SMU lebih banyak. Dan tidak ada responden dengan tingkat pendidikan diploma dan sarjana. Hal tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor yang pertama para pedagang tidak harus bersekolah tinggi, sebab mereka bekerja bukan pada lembaga resmi, jadi tidak perlu gelar diploma atau sarjana. Pada untuk memperoleh ilmu dagang maka

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 pedagan tidak harus bersekolah tinggi, sebab ilmu dagang dapat di dapat dari kehidupan sehari-hari dan juga dari pengalaman. Pada dasarnya semua orang sudah memiliki ilmu dagang pada diri mereka masing-masing tinggal gimana cara mereka mengembangkan ilmu tersebut. Hasil prosentase jumlah sesponden dapat di lihat dari tabel sebagai berikut: Tabel IV.3 Data Responden Tingkat pendidikan No. Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1. SD 13 16,6% 2. SMP 26 33,3% 3. SMA/SMU 39 42,3% 4. Diploma 0 0% 5. Sarjana 0 0% Sumber : Data Primer, diolah 2013 4. Data responden Lama berjualan Dilihat dari tabel IV.1 terlihat bahwa responden dengan lama berjualan < 3 bln – 3 bln sebanyak 2 responden, dengan lama berjualan 4 bln – 6 bln sebanyak 5 responden dengan lama jualan 7 bln – 11 bln sebanyak 15 responden, dengan lama jualan 1 thn – 2 thn sebanyak 23 responden dan lama jualan > 2 tahun sebanyak 33 responden. Responden dengan lama usaha lebih dari 2 tahun lebih

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 banyak. Mereka berdagang dawet ireng merupakan pekerjaan pokok mereka. Jadi mereka tetap bertahan sampai lebih dari 2 tahun. Yang kedua kemungkinan berjulan dawet ireng lebih menjanjikan hasil dari pada melakukan pekerjaan yang lain. Jadi mereka masih mempertahankan pekerjaan tersebut. Prosentase data responden lama jualan dapat dilihat sebagai berikut : Tabel IV.4 Data Responden Lama Jualan No Lama Berjualan Jumlah Prosentase 1. < 3 bln – 3 bln 2 2,5 % 2. 4 bln – 6 bln 26 33,3% 3. 7 bln – 11 bln 15 19,2% 4. > 2 tahun 33 42,3% Sumber : Data Primer, diolah 2013 C. Pengujian Hipotesis 1. Pengujian Analisis Prasyarat a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan mengetahui apakah distribusi frekuensi normal atau tidak dengan ketentuan, jika nilai asymtot signifikannya lebih besar dari α = 0,05 maka distribusi dapat dikatakan normal, dan jika nilai asymtot signifikan lebih kecil dari α = 0,05 berarti distribusi tersebut tidak normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji kolmogorof-

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 smirnov dengan tingkat kepercayaan 5% atau 0,05. Jika signifikansi > 0,05 maka regresi yang digunakan memiliki data residual yang berdistribusi normal. Output dari hasil olah data menggunakan SPSS 16.0 adalah sebagai berikut : Tabel IV.5 Hasi Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Letak Omzet lokasi Jiwa penjualan usaha kewirausahaan Keuntungan N 78 78 78 78 Normal Mean 164307,6923 28,0641 43,9487 41166,6664 a,b Parameters Std. Deviation 32912,83557 2,86646 6,76104 30271,41793 Most Extreme Absolute ,120 ,103 ,105 ,119 Differences Positive ,120 ,103 ,096 ,119 Negative -,055 -,069 -,105 -,110 1,058 ,908 ,923 1,051 Kolmogorov-Smirnov Z ,213 ,382 ,361 ,219 Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber : Data Primer, diolah 2013 Keterangan dari hasil uji normalitas dari tabel di atas dapat di lihat dari Tabel di bawah ini : Tabel IV.6 Hasil Uji Normalitas α No Variabel 1 Omset Penjualan 0,213 0,05 Normal 2 Lokasi Usaha 0,382 0,05 Normal 3 Jiwa Kewirausahaan 0,361 0,05 Normal 4 Keuntungan 0,219 0,05 Normal Sumber : Data Primer, diolah 2013 Asymp Sig2-tailed Kesimpulan

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Tabel diatas Menunjukkan Bahwa Nilai Probabilitas Variabel Omset Penjualan = 0,213, variabel Lokasi Usaha = 0,382, variabel Jiwa Kewirausahaan = 0,361 dan variabel Keuntungan = 0,219. b. Uji Linieritas Uji linearitas bertujuan mengetahui apakah masing-masing variabel bebas mempunyai hubungan linier atau tidak dengan variabel terikatnya. 1) Omset Penjualan dangan Keuntungan Hasil uji linearitas Omset Penjualan terhadap Keuntungan, yang di hitung menggunakan SPSS 16.0 dapat dilihat dari output berikut ini : Tabel IV.7 Hasil Uji Linearitas Omset Penjualan ANOVA Table Sum of Squares Keuntungan * Between (Combined) 6,427E10 Omzet penjualan Groups Linearity 4,358E10 Deviation from 2,068E10 Linearity Within Groups 6,293E9 Total 7,056E10 Mean df Square F 35 1,836E9 12,256 1 4,358E10 290,905 1,060 34 6,083E8 42 Sig. ,000 ,000 ,141 1,498E8 77 Sumber: data primer,diolah 2013 Tabel diata menunjukan bahwa nilai Fhitung Variabel Omset Penjualan dengan Variabel Keuntungan = 1,060 dan Ftabel = 1,74 maka dapat di simpulkan Fhitung lebih kecil dari

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Ftabel, Sehingga kontribusi variabel omset penjualan dengan variabel keuntungan bersifat linier. 2) Variabel Lokasi Usaha dengan Keuntungan Hasil uji linearitas Lokasi Usaha terhadap Keuntungan, yang di hitung menggunakan SPSS 16.0 dapat dilihat dari output berikut ini : Tabel IV.8 Hasil Uji Linearitas Lokasi Usaha Keuntungan * Letak lokasi usaha ANOVA Table Sum of Squares Between (Combined) 3,848E10 Groups Linearity 2,231E10 Deviation from 1,617E10 Linearity Within Groups 3,208E10 Total 7,056E10 Mean df Square F 11 3,498E9 7,198 1 2,231E10 45,901 10 1,617E9 1,328 66 Sig. ,000 ,000 ,302 4,860E8 77 Sumber : Data Primer, diolah 2013 Tabel di atas menunjukan bahwa nilai Fhitung Variabel Lokasi Usaha dengan Variabel Keuntungan = 1,328 dan Ftabel = 1,67 maka dapat di simpulkan Fhitung lebih kecil dari Ftabel, Sehingga kontribusi variabel Lokasi Usaha dengan variabel keuntungan bersifat linier. 3) Variabel Jiwa Kewirausahan dengan Keuntungan Hasil uji linearitas Lokasi usaha terhadap Keuntungan, yang di hitung menggunakan SPSS 16.0 dapat dilihat dari output berikut ini :

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Tabel IV.9 Hasil Uji Linearitas Jiwa Kewirausahaan Keuntungan * Jiwa kewirausahaan ANOVA Table Sum of Squares Between (Combined) 4,880E10 Groups Linearity 3,075E10 Deviation from 1,805E10 Linearity Within Groups 2,175E10 Total 7,056E10 Mean df Square F 19 2,569E9 6,848 1 3,075E10 81,990 18 1,003E9 1,074 58 Sig. ,000 ,000 ,112 3,751E8 77 Sumber : Data Primer, diolah 2013 Tabel diatas menunjukan bahwa nilai Fhitung Variabel Jiwa Kewirausahan dengan Variabel Keuntungan = 1,074 dan Ftabel = 1,59 maka dapat di simpulkan Fhitung lebih kecil dari Ftabel, Sehingga kontribusi variabel Jiwa Kewirausahaan dengan variabel keuntungan bersifat linier. Tabel IV.10 Rangkuman Uji Linieritas Variabel Df Fhitung Ftabel Nilai Probabilitas (ρ) Keterangan Omset Penjualan 22/55 1,327 1,74 0,000 Linier Lokasi Usaha 21/55 1,267 1,67 0,000 Linier Jiwa Kewirausahaan 24/54 1,184 1,59 0,000 Linier Sumber : Data Primer, diolah 2013 1. Pengujian Asumsi Klasik a. Uji Multikolinearitas Multikolinieritas adalah situasi adanya hubungan variabel variabel bebas diantara satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 disebut variabel-variabel bebas tidak ortogonal. Variabel yang bersifat ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasinya sama dengan nol. Apabila terdapat korelasi yang sempurna di antara sesama variabel-variabel bebas ini sama dengan satu, maka koefisien regresinya tidak dapat ditaksir dan nilai standard error setiap koefisien menjadi tidak terhingga. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan VIF. Dasar analisis yang digunakan yaitu jika tolerance lebih dari 0,1 dan VIF kurang dari 5 maka tidak terjadi masalah multikolinieritas. Hasil outputnya sebagai berikut : Tabel IV.11 Hasil Uji Multikolonearitas a Coefficients Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model B Std. Error Beta 1 (Constant) - 19151,614 142061,076 Omzet penjualan ,511 ,073 ,555 Letak lokasi usaha 1391,328 797,463 ,132 Jiwa kewirausahaan 1371,075 339,664 ,306 a. Dependent Variable: Keuntungan t 7,418 7,028 2,745 4,037 Sig. ,000 ,000 ,035 ,000 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,622 1,608 ,681 1,469 ,675 1,482 Sumber: data primer,diolah 2013 Berdasarkan output diatas, dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari variabel yaitu : Omset Penjualan (0,622) Sedangkan nilai VIF untuk variabel Omset Penjualan (1,608), dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai toleransi lebih besar dari

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 0,01 dan nilai VIF lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Omset Penjualan tidak terjadi Multikulienaritas Kedua, Berdasarkan output diatas, dapat diketahui bahwa nilai tolerance variabel yaitu : Lokasi Usaha (0,681) Sedangkan nilai VIF untuk variabel Lokasi Usaha (1,469), dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai toleransi lebih besar dari 0,01 dan nilai VIF lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Lokasi Usaha tidak terjadi Multikulienaritas Ketiga, Berdasarkan output diatas, dapat diketahui bahwa nilai tolerance variabel yaitu : Jiwa Kewirausahan (0,675) Sedangkan nilai VIF untuk variabel Jiwa Kewirausahaan (1,482), dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai toleransi lebih besar dari 0,01 dan nilai VIF lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Jiwa Kewirausahaan tidak terjadi Multikulienaritas b. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dan residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas, digunakan uji dengan metode korelasi Spearman.Jika signifikansi antara variabel independen dengan residual > 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas,

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 tetapi jika nilai signifikansi < 0,05 maka terjadi masalah heterokedastisitas. Hasil output adalah sebagai berikut Tabel IV.12 Hasil Heterokedastisitas Correlations Omzet penjualan 1,000 Spearman's Omzet rho penjualan Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) . N 78 ** Letak lokasi Correlation ,447 usaha Coefficient Sig. (2-tailed) ,000 . N 78 ** Jiwa Correlation ,397 kewirausahaan Coefficient Sig. (2-tailed) ,000 N 78 AbsRes Correlation -,066 Coefficient Sig. (2-tailed) ,568 N 78 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Letak lokasi Jiwa usaha kewirausahaan AbsRes ** ** ,447 ,397 -,066 ,000 78 1,000 ,000 78 ** ,404 ,568 78 -,088 78 ** ,404 ,000 78 1,000 ,445 78 -,043 78 -,043 ,708 78 1,000 ,000 . 78 -,088 ,445 78 ,708 . 78 78 Sumber: data primer,diolah 2013 Hasil analisis pertama diperoleh koefisien korelasi r hitung sebesar 0,065 dengan probabilitas (ρ) sebesar 0,568. Oleh karena nilai probabilitas (ρ) = 0,568≥ α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas untuk variabel Omset Penjualan. Hasil analisis kedua diperoleh koefisien korelasi r hitung sebesar 0,028 dengan probabilitas (ρ) sebesar 0,445. Oleh karena nilai probabilitas (ρ) = 0,445≥ α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas untuk variabel Lokasi Usaha.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Hasil analisis ketiga diperoleh koefisien korelasi r hitung sebesar -0,090 dengan probabilitas (ρ) sebesar 0,708. Oleh karena nilai probabilitas (ρ) = 0,708≥ α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas untuk variabelJiwa Kewirausahaan. c. Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah suatu keadaan di mana kesalahan pengganggu dari satu observasi terhadap observasi selanjutnya yang berurutan tidak berpengaruh atau tidak terjadi korelasi. Dalam penelitian ini uji autokolerasi menggunakan metode Durbin Watson. Cara mendeteksi masalah autokolerasi dengan metode Durbin Watson adalah sebagai berikut : 1) dU < DW < 4-dU maka Ho diterima (tidak terjadi autokolerasi) 2) DW < dL atau DW > 4-DL maka Ho ditolak (terjadi autokolerasi) 3) dL < DW < dU atau 4-dU < DW < 4-dL maka tidak ada keputusan yang pasti Dari hasil data yang telah diolah melalui program SPSS 16.00 windows, diperoleh output sebagai berikut :

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Tabel IV.13 Hasil Uji Autokolerasi b Model Summary Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson Model R R Square Square Estimate a 1,941 1 ,844 ,713 ,701 16550,82762 a. Predictors: (Constant), Jiwa kewirausahaan, Letak lokasi usaha, Omzet penjualan b. Dependent Variable: Keuntungan Sumber: data primer,diolah 2013 Dari hasil output diatas dapat diketahui bahwa nilai DW sebesar 1,941. Dengan melihat tabel Durbin Watson pada signifikansi 0,05, dengan n = 78 (jumlah data) dan k = 4 (jumlah variabel), didapat dL = 1,560 dU = 1,715. Jadi didapat hasil dU < DW < 4-dU (1,715 < 1,914 < 2,285). Artinya tidak terdapat autokolerasi pada model regresi. d. Rangkuman Dari Hasil Uji Asumsi Klasik Dari hasil uji asumsi klasik di atas maka dapat di rangkum dalam bentuk tabel seperti di bawah ini Tabel IV.14 Rangkuman Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji Autokolerasi Kesimpulan Tidak Terjadi Tidak Terjadi Tidak Terjadi Sumber : data primer, diolah 2013 Dari rangkuman hasil uji asumsi klasik yaitu uji Multikolinearitas, tidak terjadi multikolinearitas. Dari uji Heteroskedastisitas hasilnya tidak terjadi Heteroskedastisitas. Dan dari uji Autokorelasi tidak terjadi Auto korelasi.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 2. Regresi Berganda Hasil Uji Regresi Berganda dengan menggunakan SPSS 16.0, dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel IV.15 Hasil Regresi Berganda a Coefficients Unstandardized Coefficients B Std. Error -142061,076 19151,614 Model 1 (Constant) Omzet penjualan ,511 Letak lokasi usaha 1391,328 Jiwa kewirausahaan 1371,075 a. Dependent Variable: Keuntungan ,073 797,463 339,664 Standardized Coefficients Beta ,555 ,132 ,306 t -7,418 Sig. ,000 7,028 2,745 4,037 ,000 ,035 ,000 Sumber: data primer, diolah 2013 Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa total nilai Beta seluruh variabel: 0,555+0,132+0,306= 0,993 a. Omset Penjualan Rumusan hipotesis Ho = Omset Penjualan tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan Ha = Omset Penjualan berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan Kolom Standardized Coefficient menunjukkan Nilai Beta (β) pada variabel Omset Penjualan sebesar 0,555 yang artinya bahwa Omset Penjualan berkontribusi terhadap Keuntungansebesar(0,555: 0,921)x 100 = 60,260% sedangkan untuk menguji apakah kontribusi tersebut signifikan atau tidak dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel atau dengan melihat kolom Sig (ρ).

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan program SPSS 16.0 menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 7,028, sedangkan nilai ttabel pada df = n-k = 78 – 3 = 75 sebesar 1,66543 (Ttabel). Hal ini berarti nilai thitung ≥ttabel (7,028≥ 166543),maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Omset Penjualan berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan. Untuk menguji signifikansi dilihat kolom Sig Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,000 yang berarti nilai ini berada bawah taraf signifikansi 5% (0,05), oleh karena Sig < 0,05 (0,000< 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya dapat disimpulkan bahwa Omset Penjualan berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan. Berdasarkan dari hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa, Omset Penjualan memberikan kontribusi sebesar 60,260% terhadap Keuntungan sedangkan faktor lain berkontribusi sebesar 39,739%. Sedangkan hasil analisis signifikasinya oleh karena Sig < 0,05 (0,000 < 0,05)maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Omset Penjualan berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan Penjual dawet ireng di Kabupaten Purworejo. b. Lokasi Usaha Rumusan hipotesis Ho = Lokasi Usaha tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Ha = Lokasi Usaha berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan. Kolom Standardized Coefficient menunjukkan nilai Beta pada variabel Lokasi Usaha sebesar 0,132 yang berarti bahwa keadilan Lokasi Usaha berkontribusi sebesar (0,132 : 0,921)x 100 = 14,332% Sedangkan untuk menguji apakah variabel Lokasi Usaha berkontribusi dan signifikan membandingkan nilai dengan atau tidak yaitu dengan atau melihat kolom Sig. Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan program SPSS 16.0 menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,745, sedangkan nilai ttabel pada df = n-k = 78 – 3 = 75 sebesar 1,66543 (Ttabel). Hal ini berarti nilai thitung≥ ttabel (2,745≥ 1,66543) dan dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Lokasi Usaha berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan. Untuk menguji signifikansi dilihat kolom Sig Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,035 yang berarti nilai ini berada diatas taraf signifikansi 5% (0,05), oleh karena Sig < 0,05 (0,035 < 0,05) maka dapat dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya dapat disimpulkan bahwa Lokasi Usaha berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan. Berdasarkan dari hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa, Omset Penjualan memberikan kontribusi sebesar 14,332%terhadap Keuntungan sedangkan faktor lain berkontribusi

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 sebesar 85,668%. Sedangkan hasil analisis signifikasinya oleh karena Sig < 0,05 (0,035< 0,05)maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Lokasi Usaha berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan Penjual dawet ireng di Kabupaten Purworejo. c. Jiwa Kewirausahaan Rumusan hipotesis Ho = Jiwa Kewirausahaan tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan. Ha = Jiwa Kewirausahaan secara signifikan terhadap Keuntungan Kolom Standardized Coefficient menunjukkan nilai Beta pada variabel Jiwa kewirausahaan sebesar 0,306 yang berarti bahwa Jiwa kewirausahaan berkontribusi sebesar(0,306 :0,921)x 100 = 33,224% Sedangkan untuk menguji apakah variabel Jiwa Kewirausahaan berkontribusi dan signifikan atau tidak yaitu dengan membandingkan nilai dengan atau melihat kolom Sig. Untuk menguji signifikansi dilihat kolom Sig Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,000 yang berarti nilai ini berada diatas taraf signifikansi 5% (0,05), oleh karena Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) maka dapat dikatakan Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya dapat disimpulkan bahwa Jiwa Kewirausahaan berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan. Berdasarkan dari hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa, Jiwa kewirausahaanmemberikan kontribusi sebesar

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 33,224%terhadap Jiwa Kewirausahaan dan faktor lain yang berkontribusi sebesar 66,775%. Sedangkan hasil analisis signifikasinyakarena Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Jiwa Kewirausahaan berkontribusi secara signifikan terhadap KeuntunganPenjual Dawet Ireng di Kabupaten Purworejo d. Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaan Secara Bersama-sama Rumusan hipotesis Ho = Tidak terdapat kontribusi yang signifikan Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaan terhadap keuntungan. Ha = Terdapat kontribusi yang signifikan Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaan terhadap keuntungan. Tabel IV.16 b Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 5,029E10 2,027E10 7,056E10 ANOVA df 3 74 Mean Square 1,676E10 2,739E8 F 61,194 77 a. Predictors: (Constant), Jiwa kewirausahaan, Letak lokasi usaha, Omzet penjualan b. Dependent Variable: Keuntungan Sumber: data primer, diolah 2013 Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Fhitung sebesar 61,194, sementara Ftabel pada df (3;74) sebesar 2,73 sehingga kriteria pengujian hipotesisnya (Fhitung ≥ Ftabel) yaitu Ho Sig. a ,000

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 ditolak dan Ha diterima, dengan demikian hipotesis keempat yang menyatakan Omset Kewirausahaan Penjualan, secara Lokasi bersama-sama Usaha, dan berkontribusi Jiwa secara signifikan terhadap Keuntungan. Sedangkan untuk menguji signifikansinya dapat dilihat dari kolom Sig. Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,000 yang berarti nilai ini berada di bawah taraf signifikan 5% (0,05), oleh karena Sig ≤ 0,05 (0,000 ≤ 0,05) maka dapat dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaansecara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan. Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang menyatakan bahwa Omset Penjualan (X1), Lokasi Usaha(X2) Kewirausahaan(X3)secarabersama-sama dan berkontribusi Jiwa secara signifikan terhadap Keuntungan (Y). Tabel IV.17 Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate a 1 ,844 ,713 ,701 16550,82762 a. Predictors: (Constant), Jiwa kewirausahaan, Letak lokasi usaha, Omzet penjualan Sumber: data primer,diolah 2013 Hasil perhitungan yang dilakukan dengan program SPSS 16.0 menunjukkan bahwa Adjusted R Square sebesar 0,701. Hal ini

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 berarti Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaansecara bersama-sama berkontribusi sebesar 70,1% terhadap Keuntungan. Sedangkan variabel diluar model berkontribusi sebesar 29,9% seperti kwalitas produk, minat konsumen, cuaca, harga yang ditawarkan dan lain-lain D. Pembahasan 1. Pengaruh Omset Penjualan Terhadap Keuntungan Hasil analisis data menunjukan bahwatidak ada kontribusi yang signifikan variabel Omset Penjualan terhadap keuntungan. Hal ini ditunjukan dengan nilaisignifikansinya (probabilitas) lebih besar dari 0,05 yaitu 7,028 ≥ 0,05, serta nilai ≥ yaitu 7,028≥ 1,66543. kontribusi dari variabel Omset Penjualan terhadap keuntungan merujuk pada nilai Beta (β) sebesar 0,555 yang artinya kontribusi variabel Omset Penjualan terhadap variabel Keuntungansebesar (0,555: 0,921)x 100 = 60,260%. Dalam kenyataannya omset yang di dapat oleh penjual dawet ireng dapat dilihat secara nyata bahwa Omset penjualan selalu tinggi, dan selalu ramai didatangi konsumen. Dapat menjanjikan keuntungan yang besar bagi mereka. Tidak hanya sebatas barang yang mereka dagangkan tapi dapat juga dari pesanan dawet ireng untuk acara-acara tertentu, maka mereka akan mempunyai omset yang tinggi.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Tetapi, dilihat dari hasil penelitian variabel Omset Penjualan dapat dijelaskan bahwa ternyata Omset Penjualan memberikan kontribusi yang besar dan signifikan terhadap Keuntungan. Hal ini dikarenakan Para pedagang pada umumnya hanya sebagai penjual saja, mereka tidak mempunyai hak sepenuhnya terhadap omset yang di dapat pada hari itu. Para pedagang dawet ireng hanya mendapatkan 20% dari hasil pada hari itu, jadi sisanya diserahkan kepada bos atau pemilik usah dawet ireng. 2. Pengaruh Lokasi Usaha Terhadap Keuntungan Hasil analisis data menunjukan bahwa tidak ada kontribusi yang signifikan antara lokasi usaha terhadap keuntungan. Hal ini ditunjukan dengan nilai thitung>ttabelyaitu 2,745>1,66543, serta nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 yaitu 2,475> 0,05. kontribusi dari variabel lokasi usaha terhadap keuntunga merujuk pada nilai Beta (β) pada variabel lokasi usaha sebesar0,132 yang artinya kontribusi variabel lokasi usaha terhadap variabel keuntungan hanya sebesar(0,132: 0,921) x 100 = 14,332% Dalam kenyataannya bahwa lokasi usaha yang dipilih oleh para pedagang merupakan tempat yang paling strategis, Tempat yang terbaik untuk memasarkan dagangan mereka. Sebelum memilih usaha ini para pedagang dawet ireng memilih dengan serius. Karena mereka tahu bahwa lokasi yang baik maka akan berpengaruh pada keuntungan yang di dapat para pedagang. Maka sebelum mereka memulai usaha

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 mereka memilih lokasi terlebih dahulu. Para pedagang memilih lokasi yang ramai, banyak pangsa pasar, dekat dengan keramaian kota, aman, nyaman, bersih, ada tempat parkir dan lain-lain Tetapi dilihat dari hasil penelitian variabel Lokasi Usaha dapat dijelaskan bahwa ternyata Lokasi Usaha hanya memberikan kontribusi yang besar dan signifikan terhadap Keuntungan. Hal ini dikarenakan Para Pedagang pada umumnya memilih lokasi yang ada saingan, disamping itu biasanya para pedagang yang tidak suka dengan pedagang lain akan menjatuhkan nama dari pedangang tersebut, penyebab ketidak sukaan antar pedagang yaitu bisa di sebabkan karena kalah ramai pembeli, dan lain sebagainya. Semua ini bisa terjadi karena lokasi mereka yang sangat berdekatan dan tidak peduli dengan pedagang lain, meskipun berbeda bos atau beda pemilik usaha. 3. Pengaruh Jiwa Kewirausahaan terhadap Keuntungan Hasil analisis data menunjukan bahwa ada kontribusi yang signifikan antara variabel Jiwa Kewirausahaan terhadap Keuntungan. Hal ini ditunjukan dengan nilai thitung >ttabelyaitu 4,037>1,66543, serta nilai signifikansinya (probabilitas) lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. kontribusi dari variabel Jiwa Kewirausahaan terhadap Keuntungan merujuk pada nilai Beta (β) pada variabel Jiwa Kewirausahaan sebesar0,306yang artinya kontribusi variabel Jiwa Kewirausahaan terhadap variabel keuntungansebesar (0,306: 0,921) x 100 = 22,584%

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Dalam kenyataan dilapangan banyak penjual dawet ireng kurang mengetahui arti sesungguhnya tentang jiwa kewirausahaan, yaitu orang mengembangkan yang terampil usahanya memanfaatkan dengan tujuan peluang untuk dalam meningkatkan kehidupannya. Kebanyakan orang salah mengartikan kewirausahaan, orang-orang sering mengartikanhanya identik dengan apa yang dimiliki dan dilakukan oleh usahawan. Pengertian itu kurang tepat. Melihat juga dari tingkat pendidikan mereka yang hanya sekolah sampai SD, ada juga yang SMP, dan SMA. Melihat itu semua mungkin yang mereka kurang mengetahui itu semua. Para pedagang sadar bahwa pembeli, membeli dawet ireng tidak semata-mata hanya karena ingin membeli tapi juga kebutuhan, misalnya sedang haus. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk pembeli hanya ingin membeli dawet ireng. Jadi jiwa kewirausahaan yang di miliki para penjual tidak sepenuhnya berpengaruh pada keuntungan mereka. Pada dasarnya para penjual tidak sepenuhnya menjalankan pengertian dari jiwa kewirausahaan, terlihat dari mereka yang hanya menjualkan dawet ireng bukan membuat menginovasi dawet ireng. Inovasi yang mereka lakukan hanya pada barang dagangan yang lain, contohnya gorengan, kerupuk, air mineral, dan lain-lain. Faktor lain yang mungkin bisa mempengaruhi keputusan membeli yaitu dari cuaca, misalnya cuaca panas maka para pembeli akan merasa membutuhkan dawet ireng, lain halnya pada saat cuaca

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 dingin atau hujan maka mereka akan merasa tidak membutuhkan dawet ireng. 4. Pengaruh Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan terhadap Pendaptan Hasil analisis data menunjukan bahwa ada kontribusi yang signifikan antara variabel Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan terhadap keuntungan. Hal ini ditunjukan dengan nilai Fhitung sebesar 61,194 lebih besar dari Ftabel pada df (3;74) sebesar 3,94serta nilai sig (probabilitas) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan. Variabel Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan berpengaru terhadap keuntungan merujuk pada nilai adjusted R square sebesar 0,701. Hal ini berarti Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan secara bersama-sama berpengaruh sebesar 70,1% terhadap Keuntungan, sedangkan variabel lain di luar model berpengaruh sebesar 29,9%. Variabel tersebut antara lain Kualitas Produk, Minat Konsumen, Hari libur, dan lain-lain. Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa variabel Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan secara bersamasama berkontribusi terhadap Keuntungan.Omset yang tinggi, dapat meningkatkan keuntungan penjual dawet ireng. Lokasi usaha yang

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 strategis dapat membuat omset tinggi dan keuntungan meningkat. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi maka omset dapatmenjadi meningkat, di dukung dengan lokasi yang stretegis, maka akan meningkatkan keuntungan para penjual dawet ireng. Gabungan Antara omset usaha, Lokasi Usaha, dan jiwa kewirausahaan akan menambah keuntungan para pedagang dawet ireng. Keputusan konsumen untuk membeli dapat di sebabkan oleh beberapa faktor yang pertama, di sebabkan karena konsumen memang butuh dan ingin membeli, yang kedua karena memang ingin mencoba dawet ireng, yang melihat keunikan dari dawet ireng.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari Hasil Penelitian dilapangan dan hasil analisi data maka saya mencoba menyimpulkan bahwa Omset penjualan merupakan jumlah hasil barang yang terjual atau laku. dan bukan berarti pendapatan yang di terima oleh pedagang. Memang dalam omset penjualan pedangang mendapatkan hasil atau uang, tetapi itu belum tentu sepenuhnya di terima oleh pedagang, masih terdapat unsur modal, biaya. Jadi dapat di lihat bahwa Omset penjualan memang hasil dari berdagang tapi bukan berarti laba pedagang. Di dalam penelitian ini omset penjualan tidak Berkontribusi penuh terhadap keuntungan, karna hanya memberikan kontribusi sebesar 60,260%. Dalam variabel lokasi usaha trlihat dari analisi dan penelitian di lapangan bahwa lokasi usaha merupakan hal penting dalam bisnis atau usaha, dimana kita harus memilih dengan serius untuk memulai bisnis atau usaha tersebut. Karena lokasi usaha juga dapat menentukan keberhasilan usaha, dalam penelitian ini saya mencoba melihat apakah lokasi usaha berkontribusi terhadap pendapatan pedagang dawet ireng. Dilihat dari analisi data bahwa variabel lokasi usaha menyumbang kontribusi sebesar 14,332%. sisanya adalah faktor lain yang berkontribusi pada keuntungan pedagang dawet ireng. Dan jika dilihat dari temuan lapangan para 90

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 pedagang tidak memilih lokasi melainkan menempati lokasi yang sudah di sediakan bos mereka, jadi mereka tidak memilih lokasi. Berdasarkan hasil analisis variabel jiwa kewirausahaan berkontribusi sebesar 22,584% terhadap keuntungan. Kontribusi variabel jiwa kewirausahaan lebih besar dari faktor lain. Dikarenakan pedagang banyak yang sudah mengerti tentang jiwa kewirausahaan. Jadi mereka bisa melakukan itu. Mereka sadar bahwa jiwa kewirausahaan penting untuk melakukan usaha. Mereka percaya kalau setiap orang pasti memiliki jiwa kewirausahaan tergantung orang itu menggunakan. Jiwa kewirausahaan dalam variabel ini yaitu Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang lain serta mampu berpikir kreatif dan bertindak inovatif dalam rangka menciptakan peluang atau kesempatan dalam dunia usaha. meliputi : (a) Percaya diri, (b) Kepemimpinan, (c) Pengambilan resiko, (d) berorientasi ke masa depan, (e) tahan uji, pekerja keras, (f) indipenden dan mandiri, (g) Bertanggung jawab, (h) fleksibel, Ada 44,300%. Faktor lain yang berkontribusi terhadap keuntungan, misalnya kurangnya totalitas dalam diri penjual dawet ireng dalam melakukan inovasi dalam usahanya, atau pedagang dawet ireng kurang percaya diri, masih merasa takut mengalami kerugian. B. Keterbatasan Penelitian 1. Proses penelitian tersendat karena kesibukan pedagang yang harus berhenti mengisi kuesioner karena harus melayani pembeli.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 2. Harus membacakan pernyataan di kuesioner kepada pedagang, sehingga memerlukan waktu yang lama. 3. Selanjutnya ada sebagian peagang yang tidak mengerti penelitian yang akan dilakukan jadi mereka merasa takut di rugikan dengan penelitian ini. C. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti mencoba memberikan saran, yang mungkin berguna bagi para pedagang dawet ireng dan bagi penelitian selanjut nya 1. Saran bagi para pedagang dawet ireng. a. Diharapkan bagi pedagang dawet ireng bisa menambah modal usahanya agar mendapatkan hasil yang maksimal, semakin tinggi modal yang di keluarkan maka semakin tinggi pula hasil yang di dapat. b. Dilihat dari hasil penelitian bahwa semua variabel dalam penelitian ini yaitu omset, lokasi, dan jiwa kewirausahan sangat berpengaruh terhadap keuntungan maka sebaiknya para pedagang lebih meningkatkan penerapan variabelvariabel tersebut. c. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, maka pedagang harus memilih tempat/lokasi yang strategi, agar

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 mendapat hasil yang maksimal, karena lokasi yang tepat maka akan mendukung bagi keuntungan pedagang. d. Melihat dari penelitian yang telah di lakukan maka pedagang harus lebih jeli melihat peluang, karena terlihat bahwa banyak pesaing. 2. Saran bagi Penelitian selanjutnya. Berdasarkan kesimpulan di atas maka bagi penelitian selanjutkan yang akan meneliti tentang variabel keuntungan maka diharap memperhatikan faktor-faktor lain yang berpengaruh pada keuntungan. Dan menggali sebanyak mungkin informasi dari subjek yang peneliti butuhkan. Selain itu peneliti mempertimbangkan dalam penggunaan alat ukur dan metode penelitian selain yang digunakan dalam penelitian ini ketika ingin meneliti keuntungan daripedagang dawet ireng.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Pustaka Arifinal Chaniago, dkk, 1998.Ekonomi 2, Bandung: Angkasa. Anugerah Pekerti. 1997. Mitos dan Teori dalam Pengembangan Kewirausahaan, Makalah Lokakarya Kewirausahaan PT, DP3M Dikti, Puncak Bogor. Ahmad Sanusi. 1974. Melangkah Potensi MembinaProgram Kewirausahaan dan Muda.Makalah Seminar. Bandung: IKIP. Perguruan Tinggi Untuk Mengantar Pewiarusaha Drucker,F. Peter. 1984. Inovasi dan Kewirausahaan: Praktek dan Prinsip. Jakarta: Gelora Aksara Pratama. Gilarso, T. 1993. Pengantar Ilmu Ekonomi Bagian Mikro. Yogyakarta : Kanisius. Gilarso, T. 2003. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro, Yogyakarta: Kanisius. Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hermanto, Kurniawan, 2011. Macam-macam Peluang Usaha, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Kuncoro, Mudrajat, 2007, Metode Kuantitatif, Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi, Yogyakarta: UPP STIM YKPN, Mashuri, 2008, penelitian verifikatif, Andi:Yogyakarta Nissa Nurfitria 2008.Analisis Perbedaan Omzet Penjualan Berdasarkan Jenis Hajatan dan Waktu.Skripsi: Fakultas Ekonomi. Semarang: Universitas Diponegoro Priyono, Susila dan Soerata PS. 2004. Kiat Sukses Kewirausahaan. Yogyakarta: Palem Pustaka. Retna. Dwiyanti 1996, “Analisis Pengaruh Lokasi Usaha Terhadap Kegiatan Penjualan pada Pedagang di Taman Wisata Candi Prambana, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta”. Skripsi : Program Pendidikan Dunia Usaha. Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma. Saiman, Leonardo. 2009. Kewirausahaan: Teori, Praktik, dan Kasus-ksaus. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. 90

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Santoso, S, 2000, Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia. Siagian, Salim. 1999. Peranan Kewirausahaan dalam Pengembangan Koperasi. Majalah Stanton, dkk. 1991. Teknik dan strategi pemasaran, Jakarta : Arikha MediaCipta. Subagyo. Joko. 1999, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, Jakarta, Rineka Cipta. Sugiyono. 2005Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABET. Supranto, J. 2004. Analisis Multivariat Arti dan Interpretasi. Jakarta: Rieka Cipta. Sutamto,1977,Teknik Menjual Barang, Jakarta: Balai Aksara. Swastha Basu dan Irawan, 1990. Manajemen Pemasaran Modern,Liberty Yogyakarta. Suryana, 2003. Kewirausahaan: Pedoman Praktis Kiat, dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat. Tandjung, Jenu Widjaya2010, “Jurus Penjualan”,Jakarta.Elex Media Komputindo. Meningkatkan Omzet Widarjono, A. 2009. Ekonometrika, Pengantar dan Aplikasinya. Ekonosia. Yogyakarta: FEUII. Yosephin Dian Dwi Martanti 2009, Hubungan Prestasi Mata Pelajaran Kewirausahaan, Jenis Pekerjaan orangtua, Tingkat pendapatan Orangtua, dan Tempat Tinggal siswa dengan jiwa kewirausahaan siswa SMK. Skripsi : Program Studi Pendidikan Ekonomi. Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma. Sumber Internet Adriano, 2009. Jiwa Kewirausahaan diakses di http://indgun4.blogspot.com/. Senin 9 April 2013. Amin, 2008. Memahami Karakteristik Kewirausahaan di akses di http://viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/. Senin 9 April 2013. 90

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 90

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN SURAT IZIN PENELITIAN 90

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN KUESIONER 90

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kuesioner Penelitian Skripsi KONTRIBUSI OMSET, LOKASI USAHA DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEUNTUNGAN PENJUAL DAWET IRENG DI KABUPATEN PURWOREJO A. Petunjuk Satu 1. Isilah Nama Pada tempat yang telah di sediakan 2. Lingkarilah jawaban yang sesuai yang anda inginkan Identitas Responden dan pertanyaan 1. Nama :....................................................... 2. Jenis Kelamin : 3. Usia saat ini: a. Pria b. Wanita (Pilih salah satu dibawah ini) a. < 20 thn d. 41 thn - 50 thn b. 20 thn - 30 thn e. > 50 thn c. 31 thn - 40 thn 4. Pendidikan terakhir : (Pilih salah satu dibawah ini) a. SD d. Diploma b. SMP e. S1 c. SMU f. S2/S3 5. Sudah berapa lama Berjualan dawet ireng : (Pilih salah satu dibawah ini). a. 3 – 3 bulan d. 1 – 2 tahun b. 4 – 6 bulan e. > 2 tahun c. 7 – 11 bulan 6. Berapa keuntungan anda per hari .................... 7. Berapa Omset anda perhari........................ B. Petunjuk dua (Pengisian Kuesioner) 1. Berilah tanda (√) untuk pilihan jawaban yang paling anda anggap sesuai dengan keadaan anda pada kotak yang sudah disediakan. 2. Pilihan jawaban SS : Sangat setuju 90

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ST : Setuju RG : Ragu-ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju 3. Contoh pengisian kuesioner No Pernyataan Alternatif Jawaban SS 1. ST RG √ Saya berjualan Dawet ireng saja.  Kalau anda Hanya Berjualan dawet ireng saja berilah tanda centang (√) pada kolom 2 seperti contoh di atas. Alternatif Jawaban INDIKATOR A. SS Lokasi usaha 1 Saya serius dalam memilih lokasi berdagan sebelum saya memulai usaha. 2 Menurut saya lokasi yang saya pilih sangat strategi. 3 Menurut saya lokasi tempat saya berjualan dekat dengan keramaian kota. 4 Saya berjualan jauh dari tempat tinggal saya. 5 Menurut saya ada tempat parkir di tempat saya berdagang. 90 ST RG TS STS TS STS

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Lokasi tempat saya berdagang sangat aman dan nyaman. 7 Di loksi saya berdagang banyak orang yang lewat di depan saya berdagang. 8 Saya berdagang tidak harus di dekat sekolahan. 9 Tempat saya berdagang tidak ada saingan. B Jiwa Kewirausahaan 1 Saya memiliki jiwa kewirausahan dalam menjual dawet ireng. 2 Menurut saya setiap orang memiliki jiwa kewirausahaan dalam diri masingmasing. 3 Saya mebuat dawet lebih enak dari penjual yang lain 4 Menurut saya penting membuat dawet yang saya jual berbeda dengan yang lain 5 Saya memberikan tambahan bumbu pada dawet ireng agar pembeli menyukai dawet yang saya jual 6 Menurut saya lebih penting memiliki modal berupa uang dari pada jiwa kewirausahaan 7 Saya tidak memberikan garansi pada pelanggan yang kecewa 8 Saya yakin konsep pemasaran yang inovatif dapat meningkatkan daya tarik produk 9 Saya percaya diri menjalankan usaha ini 90

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Saya beranimengambil resiko untuk mengalami kerugian 11 Saya akan berhenti berjualan bila mengalami kerugian 12 Dalam berjualan dawet ireng saya tidak perlu karyawan 13 Saya menjual dawet ireng yang berbeda dengan yang lain agar dapat bertahan lama 90

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN DATA PENELITIAN 90

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Responden Data Penjual Dawet Ireng No Responden Jenis Kelamin Usia Pendidikan Lama Berjaualan 1 Responden 1 wanita 31 thn - 40 thn SMP 7 – 11 bln 2 Responden 2 wanita 31 thn - 40 thn SMP 7 – 11 bln 3 Responden 3 wanita 21 thn - 30 thn SMP > 2 tahun 4 Responden 4 wanita 21 thn - 30 thn SD > 2 tahun 5 Responden 5 Pria >50 thn SMU 1 – 2 thn 6 Responden 6 wanita 41 thn - 50 thn SMP 1 – 2 thn 7 Responden 7 wanita 31 thn - 40 thn SMP 7 – 11 bln 8 Responden 8 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 9 Responden 9 wanita 31 thn - 40 thn SD 1 – 2 thn 10 Responden 10 wanita 31 thn - 40 thn SD > 2 tahun 11 Responden 11 wanita >50 thn SMP 7 – 11 bln 12 Responden 12 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 13 Responden 13 wanita 31 thn - 40 thn SMP 7 – 11 bln 14 Responden 14 wanita 31 thn - 40 thn SD 1 – 2 thn 15 Responden 15 Pria 31 thn - 40 thn SMP 7 – 11 bln 16 Responden 16 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 17 Responden 17 wanita 21 thn - 30 thn SMU > 2 tahun 90

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Responden 18 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 19 Responden 19 wanita 31 thn - 40 thn SMU 7 – 11 bln 20 Responden 20 Pria >50 thn SMU > 2 tahun 21 Responden 21 wanita 31 thn - 40 thn SD 1 – 2 thn 22 Responden 22 wanita 41 thn - 50 thn SMU > 2 tahun 23 Responden 23 wanita 41 thn - 50 thn SD 4 – 6 bln 24 Responden 24 wanita >50 thn SD > 2 tahun 25 Responden 25 wanita 31 thn - 40 thn SMU 7 – 11 bln 26 Responden 25 wanita 31 thn - 40 thn SD <3 – 3 bln 27 Responden 27 wanita 21 thn - 30 thn SMU 1 – 2 thn 28 Responden 28 wanita 41 thn - 50 thn SMP 7 – 11 bln 29 Responden 29 wanita 41 thn - 50 thn SMU 7 – 11 bln 30 Responden 30 wanita 31 thn - 40 thn SD 4 – 6 bln 31 Responden 31 wanita 31 thn - 40 thn SMU 7 – 11 bln 32 Responden 32 Pria 31 thn - 40 thn SMP > 2 tahun 33 Responden 33 Pria 41 thn - 50 thn SMP > 2 tahun 34 Responden 34 wanita 41 thn - 50 thn SMU > 2 tahun 35 Responden 35 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 36 Responden 36 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 37 Responden 37 wanita < 20 thn SMP 1 – 2 thn 38 Responden 38 wanita 41 thn - 50 thn SMP 1 – 2 thn 39 Responden39 wanita 21 thn - 30 thn SMP 4 – 6 bln 40 Responden 40 wanita < 20 thn SMP 4 – 6 bln 41 Responden 41 wanita 31 thn - 40 thn SMU 7 – 11 bln 90

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Responden 42 wanita 31 thn - 40 thn SD 4 – 6 bln 43 Responden 43 wanita 31 thn - 40 thn SD 1 – 2 thn 44 Responden 44 wanita >50 thn SMP > 2 tahun 45 Responden 45 wanita 31 thn - 40 thn SD 1 – 2 thn 46 Responden 46 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 47 Responden 47 wanita < 20 thn SMP <3 – 3 bln 48 Responden 48 wanita 31 thn - 40 thn SD > 2 tahun 49 Responden 49 wanita 41 thn - 50 thn SMU > 2 tahun 50 Responden 50 wanita 31 thn - 40 thn SMU 1 – 2 thn 51 Responden 51 wanita 41 thn - 50 thn SMU > 2 tahun 52 Responden 52 wanita 31 thn - 40 thn SMU 1 – 2 thn 53 Responden 53 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 54 Responden 54 wanita >50 thn SMU > 2 tahun 55 Responden 55 wanita >50 thn SMP > 2 tahun 56 Responden 56 wanita 31 thn - 40 thn SMU 7 – 11 bln 57 Responden 57 Pria >50 thn SMU > 2 tahun 58 Responden 58 Pria 41 thn - 50 thn SMU > 2 tahun 59 Responden 59 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 60 Responden 60 wanita 41 thn - 50 thn SMU > 2 tahun 61 Responden 61 wanita 31 thn - 40 thn SMU 1 – 2 thn 62 Responden 62 wanita 31 thn - 40 thn SMP 1 – 2 thn 63 Responden 63 Pria 31 thn - 40 thn SMP > 2 tahun 64 Responden 64 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 65 Responden 65 wanita 31 thn - 40 thn SMU > 2 tahun 90

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Responden 66 wanita 31 thn - 40 thn SMP 1 – 2 thn 67 Responden 67 wanita 31 thn - 40 thn SMU 1 – 2 thn 68 Responden 68 wanita >50 thn SMP 1 – 2 thn 69 Responden 69 wanita 21 thn - 30 thn SMU 1 – 2 thn 70 Responden 70 wanita 21 thn - 30 thn SMP 1 – 2 thn 71 Responden 71 wanita 31 thn - 40 thn SMP > 2 tahun 72 Responden 72 wanita 31 thn - 40 thn SMP 1 – 2 thn 73 Responden 73 wanita 21 thn - 30 thn SMU 1 – 2 thn 74 Responden 74 wanita 31 thn - 40 thn SMU 1 – 2 thn 75 Responden 75 wanita 21 thn - 30 thn SMU 7 – 11 bln 76 Responden 76 wanita 31 thn - 40 thn SMP > 2 tahun 77 Responden 77 wanita 21 thn - 30 thn SMU 1 – 2 thn 78 Responden 78 Pria 31 thn - 40 thn SMU 1 – 2 thn 90

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN DATA KUESIONER VARIABEL LOKASI USAHA 90

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Kuesioner Variabel Lokasi Usaha Lokasi Usaha No Jmh Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Responden 1 5 4 5 5 5 5 4 4 1 38 2 Responden 2 1 5 4 3 5 5 4 2 5 34 3 Responden 3 3 5 5 4 4 4 5 1 2 33 4 Responden 4 4 4 2 5 5 5 5 1 4 35 5 Responden 5 5 5 2 2 5 5 5 1 4 34 6 Responden 6 3 4 2 2 4 3 5 3 4 30 7 Responden 7 5 5 1 5 5 5 5 1 5 37 8 Responden 8 4 4 2 4 4 4 4 2 4 32 9 Responden 9 3 5 2 4 5 5 5 4 1 34 10 Responden 10 5 4 5 5 4 5 5 1 2 36 11 Responden 11 4 5 1 2 5 4 5 2 1 29 12 Responden 12 5 5 4 2 5 5 5 2 4 37 13 Responden 13 1 3 3 3 3 5 5 3 4 30 14 Responden 14 5 4 5 3 3 3 4 2 5 34 15 Responden 15 5 5 5 4 5 5 3 5 4 41 16 Responden 16 5 5 2 3 5 5 5 4 5 39 17 Responden 17 5 4 5 5 5 5 2 2 3 36 18 Responden 18 5 5 1 2 5 5 4 3 1 31 90

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Responden 19 3 4 2 3 4 4 3 1 1 25 20 Responden 20 4 3 4 5 3 3 3 3 3 31 21 Responden 21 3 3 3 2 5 5 4 4 1 30 22 Responden 22 2 3 5 5 4 4 3 2 5 33 23 Responden 23 1 3 2 3 5 4 5 1 1 25 24 Responden 24 5 4 4 5 5 5 1 4 3 36 25 Responden 25 5 4 5 5 5 5 4 4 3 40 26 Responden 25 4 5 4 4 4 3 5 2 2 33 27 Responden 27 5 4 5 4 3 4 4 1 1 31 28 Responden 28 4 5 2 3 5 5 1 5 5 35 29 Responden 29 4 5 5 4 4 5 2 2 5 36 30 Responden 30 5 4 4 4 5 5 2 3 5 37 31 Responden 31 5 5 4 2 5 5 4 2 4 36 32 Responden 32 5 5 5 4 2 5 5 3 2 36 33 Responden 33 5 5 2 3 4 5 2 4 1 31 34 Responden 34 4 5 4 4 4 3 5 2 4 35 35 Responden 35 5 5 4 5 5 5 3 4 5 41 36 Responden 36 5 5 5 2 4 4 5 3 5 38 37 Responden 37 3 3 5 2 4 5 3 4 5 34 38 Responden 38 5 4 2 3 1 5 5 4 3 32 39 Responden 39 4 3 5 5 5 3 4 5 4 38 40 Responden 40 5 4 5 3 3 4 4 1 5 34 41 Responden 41 1 2 5 4 3 4 4 1 1 25 42 Responden 42 5 5 5 5 5 4 5 1 5 40 90

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Responden 43 4 4 3 3 5 5 4 5 5 38 44 Responden 44 5 4 5 3 3 2 2 2 2 28 45 Responden 45 5 3 4 3 5 3 3 2 2 30 46 Responden 46 1 4 4 5 5 3 2 5 2 31 47 Responden 47 5 3 5 5 4 4 1 4 5 36 48 Responden 48 5 4 3 3 4 4 2 4 4 33 49 Responden 49 3 3 4 4 3 3 5 1 2 28 50 Responden 50 5 2 4 4 3 3 3 4 4 32 51 Responden 51 4 4 4 4 4 4 4 2 4 34 52 Responden 52 4 4 4 4 4 4 4 2 4 34 53 Responden 53 4 4 4 4 4 4 4 2 4 34 54 Responden 54 5 5 5 3 4 5 5 2 4 38 55 Responden 55 4 4 2 4 4 5 4 2 4 33 56 Responden 56 5 5 4 2 4 5 4 2 4 35 57 Responden 57 4 4 3 4 4 4 4 2 4 33 58 Responden 58 4 4 2 4 4 4 4 2 4 32 59 Responden 59 4 4 5 5 5 5 5 2 5 40 60 Responden 60 5 5 5 5 5 5 4 2 4 40 61 Responden 61 4 4 4 4 4 4 4 2 4 34 62 Responden 62 4 4 4 4 4 4 4 2 4 34 63 Responden 63 4 4 4 4 4 4 4 2 4 34 64 Responden 64 5 5 4 2 4 5 4 2 4 35 65 Responden 65 4 4 4 2 4 4 4 2 4 32 66 Responden 66 4 4 4 4 4 4 4 2 4 34 90

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Responden 67 4 4 4 2 4 4 4 2 4 32 68 Responden 68 4 4 4 4 4 4 4 2 4 34 69 Responden 69 5 5 4 2 4 5 4 2 5 36 70 Responden 70 5 5 5 5 4 5 4 2 5 40 71 Responden 71 5 5 4 2 4 5 4 2 5 36 72 Responden 72 5 3 4 5 5 3 3 2 5 35 73 Responden 73 5 3 4 3 4 3 5 2 5 34 74 Responden 74 5 5 4 5 5 3 5 2 5 39 75 Responden 75 5 4 2 2 4 5 4 2 5 33 76 Responden 76 5 4 2 2 4 5 4 2 5 33 77 Responden 77 5 4 2 2 4 5 4 2 5 33 78 Responden 78 5 5 4 5 5 5 3 4 5 41 90

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN DATA KUESIONER VARIABEL JIWA KEWIRAUSAHAAN 90

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Data Kuesioner Jiwa Kewirausahaan No Responden Jiwa Kewirausahan Jmh 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 Responden 1 3 2 5 4 4 5 1 3 5 2 1 4 3 42 2 Responden 2 4 3 5 4 4 5 4 1 5 3 2 5 4 49 3 Responden 3 5 5 5 5 5 4 1 5 4 4 4 4 4 55 4 Responden 4 4 1 4 3 4 2 4 3 3 2 3 3 3 39 5 Responden 5 5 5 4 3 3 2 3 5 3 3 3 2 5 46 6 Responden 6 3 4 3 3 2 2 4 3 3 2 2 4 3 38 7 Responden 7 5 5 4 4 4 1 5 5 5 5 1 1 5 50 8 Responden 8 4 4 4 4 2 3 2 4 4 5 2 4 4 46 9 Responden 9 5 5 1 5 2 1 4 5 5 5 1 4 5 48 10 Responden 10 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 50 11 Responden 11 5 4 3 3 1 2 4 3 5 4 1 5 3 43 12 Responden 12 3 3 5 4 5 1 4 3 5 2 3 5 4 47 13 Responden 13 3 3 3 2 2 4 4 3 3 2 2 3 4 38 14 Responden 14 5 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 46 15 Responden 15 4 3 2 5 5 5 3 3 5 4 3 3 2 47 16 Responden 16 5 1 5 5 5 1 2 5 5 1 1 2 4 42 17 Responden 17 5 4 4 2 3 1 4 2 5 4 3 4 5 46 18 Responden 18 5 4 5 5 4 5 2 3 5 5 1 2 3 49 90

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Responden 19 5 4 5 5 2 3 3 3 1 1 5 4 4 45 20 Responden 20 3 5 5 4 5 5 5 5 3 4 5 5 5 59 21 Responden 21 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 35 22 Responden 22 5 5 4 2 3 1 5 1 5 4 2 3 2 42 23 Responden 23 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 35 24 Responden 24 2 4 3 3 4 3 3 4 5 4 4 5 5 49 25 Responden 25 5 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 59 26 Responden 25 5 4 5 5 5 5 2 4 5 4 5 5 4 58 27 Responden 27 5 5 4 5 5 4 2 4 4 5 5 4 5 57 28 Responden 28 5 5 5 5 4 4 3 3 4 5 5 4 5 57 29 Responden 29 4 3 5 4 2 3 2 5 2 4 4 2 3 43 30 Responden 30 5 4 5 4 4 3 4 2 5 4 3 4 4 51 31 Responden 31 3 3 5 5 1 1 2 3 4 3 1 5 5 41 32 Responden 32 5 5 3 2 2 1 2 3 4 4 1 5 4 41 33 Responden 33 4 5 5 4 5 4 4 5 5 4 5 5 4 59 34 Responden 34 4 4 5 4 2 2 2 4 4 4 3 4 3 45 35 Responden 35 4 3 4 5 4 4 4 1 5 4 5 4 4 51 36 Responden 36 5 4 4 5 3 3 4 1 5 5 4 3 4 50 37 Responden 37 5 4 5 5 4 3 4 1 5 4 2 3 3 48 38 Responden 38 5 4 5 4 4 2 3 1 2 3 4 5 4 46 39 Responden 39 4 3 5 4 4 4 4 3 4 5 3 2 2 47 40 Responden 40 4 4 3 5 2 1 4 2 5 5 4 4 4 47 41 Responden 41 3 2 1 2 2 2 3 3 5 5 4 2 3 37 42 Responden 42 4 5 4 5 5 4 2 4 5 5 5 3 5 56 90

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Responden 43 5 4 5 3 3 3 2 4 5 4 5 5 3 51 44 Responden 44 5 4 5 2 2 1 5 3 3 4 5 4 4 47 45 Responden 45 3 3 5 4 4 5 4 1 3 4 3 4 3 46 46 Responden 46 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 4 4 2 37 47 Responden 47 3 3 5 5 4 3 4 5 5 5 4 2 1 49 48 Responden 48 4 3 5 5 4 4 4 1 4 3 2 5 5 49 49 Responden 49 3 4 5 2 2 1 3 5 5 1 1 3 2 37 50 Responden 50 3 2 2 2 2 3 3 2 3 4 4 3 2 35 51 Responden 51 4 4 4 4 3 2 3 4 5 5 1 5 4 48 52 Responden 52 4 4 4 4 3 1 4 4 5 5 1 5 4 48 53 Responden 53 4 4 4 4 3 1 3 4 5 5 2 4 4 47 54 Responden 54 4 4 4 5 5 5 2 5 5 5 5 5 4 58 55 Responden 55 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 4 34 56 Responden 56 4 5 5 5 4 1 4 8 5 5 2 5 4 57 57 Responden 57 2 2 3 3 2 1 3 3 3 3 2 4 4 35 58 Responden 58 4 4 4 4 3 1 2 4 5 5 2 1 4 43 59 Responden 59 4 4 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 59 60 Responden 60 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 58 61 Responden 61 4 4 4 4 3 1 3 4 5 5 1 5 4 47 62 Responden 62 4 4 4 4 4 1 3 4 5 5 2 5 4 49 63 Responden 63 4 4 4 4 4 1 3 4 5 5 2 5 4 49 64 Responden 64 4 5 5 5 4 1 4 5 5 5 2 4 4 53 65 Responden 65 4 4 4 4 4 2 3 4 5 5 1 4 4 48 66 Responden 66 3 3 3 3 3 1 3 4 2 2 1 4 4 36 90

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Responden 67 4 4 3 3 4 1 3 4 2 2 1 2 3 36 68 Responden 68 2 2 4 4 3 2 4 4 3 3 1 3 3 38 69 Responden 69 4 5 5 4 3 1 2 5 5 5 2 4 4 49 70 Responden 70 4 5 5 5 5 4 2 5 5 5 5 4 4 58 71 Responden 71 4 5 5 4 3 1 2 5 5 5 2 4 4 49 72 Responden 72 5 3 5 4 4 2 2 3 3 3 2 5 3 44 73 Responden 73 5 5 5 4 4 1 2 3 3 5 2 3 3 45 74 Responden 74 5 5 5 4 4 1 2 3 3 5 2 3 3 45 75 Responden 75 4 5 5 5 4 2 3 5 5 5 1 5 4 53 76 Responden 76 4 5 5 5 4 2 3 5 5 5 1 5 4 53 77 Responden 77 4 5 5 5 4 2 3 5 5 5 1 5 4 53 78 Responden 78 5 4 5 5 1 2 4 3 5 4 2 4 5 49 90

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN HASIL UJI 90

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN VALIDITAS DAN REABILITAS 90

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Lokasi Usaha Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Valid 78 100,0 a Excluded 0 ,0 Total 78 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Cases Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,716 9 Lo1 Lo2 Lo3 Lo4 Lo5 Lo6 Lo7 Lo8 Lo9 Scale Mean if Item Deleted 28,3077 28,4487 29,0769 29,5641 28,5385 28,3333 28,9487 30,0385 28,9487 Item-Total Statistics Scale Variance if Corrected ItemCronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 25,437 ,498 ,672 26,069 ,620 ,663 26,358 ,318 ,706 26,561 ,307 ,708 26,122 ,469 ,679 25,550 ,535 ,668 28,205 ,185 ,729 26,089 ,341 ,701 24,621 ,397 ,692 90

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Jiwa Kewirausahaan Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Valid 78 100,0 a Excluded 0 ,0 Total 78 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Cases Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,758 13 Ji1 Ji2 Ji3 Ji4 Ji5 Ji6 Ji7 Ji8 Ji9 Ji10 Ji11 Ji12 Ji13 Scale Mean if Item Deleted 43,1282 43,3462 43,0385 43,3077 43,9103 44,7949 44,0385 43,7308 42,7949 43,2564 44,3718 43,3205 43,4231 Item-Total Statistics Scale Variance if Corrected ItemCronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 49,646 ,441 ,739 50,099 ,412 ,741 48,297 ,475 ,734 48,969 ,462 ,736 49,407 ,370 ,744 46,555 ,386 ,744 49,778 ,386 ,743 47,836 ,325 ,752 50,373 ,296 ,752 47,881 ,407 ,740 48,574 ,265 ,761 48,299 ,406 ,740 48,377 ,475 ,734 DESKRIPSI DATA Descriptives Descriptive Statistics N Omzet Lokasi Jiwa kewirausahaan Keuntungan Valid N (listwise) 78 78 78 78 78 Minimum 87000.00 23.00 32.00 Maximum 231000.00 34.00 56.00 Mean 164307.6923 28.0641 43.9487 Std. Deviation 32912.83557 2.86646 6.76104 120000.00 4450000.00 1235000.0000 908142.54559 90

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN UJI NORMALITAS 90

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UJI NORMALITAS NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Omzet N Normal a,b Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 78 164307.6923 32912.83557 .120 .120 -.055 1.058 .213 Jiwa Lokasi kewirausahaan Keuntungan 78 78 78 28.0641 43.9487 1235000.0000 2.86646 6.76104 908142.54559 .103 .105 .119 .103 .096 .119 -.069 -.105 -.110 .908 .923 1.051 .382 .361 .219 NORMALITAS GRAFIK Charts 90

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN UJI LINIER 90

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Uji Linieritas Means Keuntungan * Omzet Keuntungan * Lokasi Keuntungan * Kwh Case Processing Summary Cases Included Excluded N Percent N Percent 78 100,0% 0 ,0% 78 100,0% 0 ,0% 78 100,0% 0 ,0% N Total Percent 78 100,0% 78 100,0% 78 100,0% Keuntungan * Omzet Keuntungan * Omzet ANOVA Table Sum of Squares Between (Combined) 5,784E13 Groups Linearity 3,923E13 Deviation from 1,861E13 Linearity Within Groups 5,663E12 Total 6,350E13 Mean df Square F 35 1,653E12 12,256 1 3,923E13 290,905 1,060 34 5,475E11 Sig. ,000 ,000 ,141 42 1,348E11 77 Measures of Association R Keuntungan * Omzet ,786 R Squared ,618 Eta ,954 Eta Squared ,911 Keuntungan * Lokasi Keuntungan * Lokasi ANOVA Table Sum of Squares Between (Combined) 3,463E13 Groups Linearity 2,008E13 Deviation from 1,456E13 Linearity Within Groups 2,887E13 Total 6,350E13 Mean df Square F 11 3,149E12 7,198 1 2,008E13 45,901 10 1,456E12 1,328 66 4,374E11 77 Measures of Association R Keuntungan * Lokasi ,562 R Squared ,316 90 Eta ,739 Eta Squared ,545 Sig. ,000 ,000 ,302

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Keuntungan * Kwh ANOVA Table Sum of Squares Keuntungan * Between (Combined) 4,392E13 Kwh Groups Linearity 2,768E13 Deviation from 1,625E13 Linearity Within Groups 1,958E13 Total 19 1 18 Mean Square F 2,312E12 6,848 2,768E13 81,990 9,026E11 1,074 58 3,376E11 df 6,350E13 77 Measures of Association R Keuntungan * Kwh ,660 R Squared ,436 90 Eta ,832 Eta Squared ,692 Sig. ,000 ,000 ,112

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN UJI AUTOKORELASI MULTIKOLINEARITAS 90

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UJI AUTOKOLINEARITAS-MULTIKOLINEARITAS Regression Variables Entered/Removed Variables Model Variables Entered Removed 1 Jiwa kewirausahaan , Lokasi, Omzet a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Keuntungan b Method . Enter b Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate a 1 .844 .713 .701 496524.84926 a. Predictors: (Constant), Jiwa kewirausahaan , Lokasi, Omzet b. Dependent Variable: Keuntungan Durbin-Watson 1.941 b Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 4.526E13 1.824E13 ANOVA df Mean Square 1.509E13 2.465E11 3 74 6.350E13 F 61.194 Sig. a .000 77 a. Predictors: (Constant), Jiwa kewirausahaan , Lokasi, Omzet b. Dependent Variable: Keuntungan a Model 1 (Constant) Coefficients Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta - 574548.444 4261832.333 15.323 2.180 .555 41739.861 23923.894 .132 41132.248 10189.912 .306 Omzet Lokasi Jiwa kewirausahaan a. Dependent Variable: Keuntungan 90 t 7.418 7.028 2.745 4.037 Sig. .000 .000 .035 .000 Collinearity Statistics Tolerance VIF .622 1.608 .681 1.469 .675 1.482

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN UJI HETEROSKEDASITAS 90

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UJI HETEROSKEDASTISITAS Regression Variables Entered/Removed Variables Model Variables Entered Removed 1 Jiwa kewirausahaan , Lokasi, Omzet a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: AbsRes b Method . Enter Coefficients Model 1 (Constant) a Unstandardized Coefficients B Std. Error -86282.656 403060.660 Omzet Lokasi Jiwa kewirausahaa n a. Dependent Variable: AbsRes .295 4531.608 5718.544 1.529 16783.233 7148.488 Charts 90 Standardized Coefficients Beta .028 .038 .112 t -.214 Sig. .831 .193 .270 .800 .848 .788 .426

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UJI HETEROSKEDASTISITAS Nonparametric Correlations Correlations Spearman's rho Omzet Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Lokasi Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Jiwa Correlation kewirausahaan Coefficient Sig. (2-tailed) N AbsRes Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 90 Jiwa Omzet Lokasi kewirausahaan AbsRes ** ** 1.000 .447 .397 -.066 . 78 ** .447 .000 78 1.000 .000 78 ** .404 .568 78 -.088 .000 78 ** .397 . 78 ** .404 .000 78 1.000 .445 78 -.043 .000 78 -.066 .000 78 -.088 . 78 -.043 .708 78 1.000 .568 78 .445 78 .708 78 . 78

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN UJI HIPOTESIS 90

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UJI HIPOTESIS Regression Variables Entered/Removed Variables Model Variables Entered Removed 1 Jiwa kewirausahaan , Lokasi, Omzet a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Keuntungan b Method . Enter Model Summary Adjusted R Std. Error of the Square Model R R Square Estimate a .701 1 .844 .713 496524.84926 a. Predictors: (Constant), Jiwa kewirausahaan , Lokasi, Omzet b Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 4.526E13 1.824E13 ANOVA df Mean Square 1.509E13 2.465E11 3 74 6.350E13 F 61.194 Sig. a .000 77 a. Predictors: (Constant), Jiwa kewirausahaan , Lokasi, Omzet b. Dependent Variable: Keuntungan Coefficients Model 1 (Constant) a Unstandardized Coefficients B Std. Error -4261832.333 574548.444 Omzet 15.323 Lokasi 41739.861 Jiwa 41132.248 kewirausahaa n a. Dependent Variable: Keuntungan 2.180 23923.894 10189.912 90 Standardized Coefficients Beta .555 .132 .306 t -7.418 Sig. .000 7.028 2.745 4.037 .000 .035 .000

(158)

Dokumen baru

Download (157 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS USAHA PEMBUATAN TEMPE KEDELAI DI KABUPATEN PURWOREJO
0
13
103
PENGARUH MODAL USAHA DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP LABA USAHA PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR PENGARUH MODAL USAHA DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP LABA USAHA PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO.
0
2
14
PEMANTAPAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MELALUI PENGALAMAN LAPANGAN DI USAHA PEMBIBITAN DAN PENGGEMUKAN SAPI POTONG "ZELTIFARM".
0
1
7
PEMANTAPAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MELALUI PRAKTEK LAPANGAN MAGANG DI USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER.
0
0
15
KONTRIBUSI KEUNTUNGAN USAHA TANI PEMBIBITAN MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI) TERHADAP KEUNTUNGAN USAHA PEMBIBITAN TANAMAN IVO FLOWERS DI KELURAHAN LUBUK MINTURUN KECAMATAN KOTO TANGAH PADANG.
0
0
10
JIWA KEWIRAUSAHAAN DAN NILAI KEWIRAUSAHAAN MENINGKATKAN KEMANDIRIAN USAHA MELALUI PERILAKU KEWIRAUSAHAAN
0
2
20
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAWET IRENG SEBAGAI KULINER KHAS PURWOREJO
0
0
15
KAJIAN USAHA PENGOLAHAN MINYAK KELAPA DI KABUPATEN PURWOREJO
0
0
10
PENGARUH PERILAKU ETIS DAN ORIENTASI PELANGGAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN TENAGA PENJUAL ASURANSI JIWA BUMI PUTERA 1912 DI JOMBANG SKRIPSI
0
1
20
PENGARUH PENGALAMAN, MOTIVASI, DAN MENTAL KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEBERHASILAN USAHA KECIL LAUNDRY DI KECAMATAN SEDATI, SIDOARJO SKRIPSI
0
0
21
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PENGGILINGAN PADI DI KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO SKRIPSI
1
0
18
SKRIPSI PENGARUH PERMODALAN, PENDIDIKAN, DAN KULTUR LINGKUNGAN KERJA TERHADAP HUBUNGAN ANTARA JIWA KEWIRAUSAHAAN DENGAN EFEKTIVITAS MENGELOLA USAHA
0
0
214
PENGARUH ETNIS, PERMODALAN, DAN PENDIDIKAN TERHADAP HUBUNGAN ANTARA JIWA KEWIRAUSAHAAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEEFEKTIFAN MENGELOLA USAHA
0
0
190
TREND PERKEMBANGAN SENTRA BATIK DI DESA JARUM, BAYAT, KLATEN DITINJAU DARI UPAH, OMSET PENJUALAN, LUAS PASAR, JUMLAH TENAGA KERJA, DAN LABA USAHA TAHUN 2009-2013 SKRIPSI
0
0
157
KONTRIBUSI KEMITRAAN, SKALA USAHA DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA KERAJINAN PERAK DI KOTAGEDE YOGYAKARTA SKRIPSI
0
0
164
Show more