ANALISIS RELEVANSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Gratis

0
1
105
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ANALISIS RELEVANSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Oleh: Riska Anggreini NIM: 102114090 PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ANALISIS RELEVANSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DANSESUDAH PENERAPAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Oleh: Riska Anggreini NIM: 102114090 PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN Tak pernah ada kesuksesan tanpa kerja keras dan pengorbanan, Kesuksesan bukanlah seberapa besar apa yang dihasilkan tetapi Kesuksesan adalah seberapa besar rasa syukur dari apa yang dihasilkan It is not what you think you can do That is important, it is what you really do (Mario Teguh) Kita hanya bisa berusaha dan berdoa, Allah yang tentukan hasil akhirnya... Man JADDA WAJADA (Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil) Ku persembahkan skripsi ini kepada: Allah SWT yang selalu menyertaiku Dan kepada, Alm. Papa Firdaus Andriyan, Mama Supini, Bapak Dalman Masmasku, Rio, Fandi, Yuri, Mbakku Vera dan Vitha, Adikku Rony… iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih penulis haturkan kepada Allah atas segala rahmat yang telah dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul “Analisis Relevansi Laporan Keuangan Sebelum dan Sesudah Penerapan International Financial Reporting Standard (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)”. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma. Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapatkan bantuan, bimbingan, dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc.,Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang terlah memberikan kesempatan untuk menimba ilmu dan mengembangkan kepribadian. 2. Drs. Yusef Widya Karsana, M.Si.,Ak.,QIA. selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan waktu, bimbingan, masukan, dan saran dalam penulisan skripsi ini. 3. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membagikan ilmu pengetahuan dan pengalamannya dalam proses perkuliahan. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Staf sekretariat Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 5. Staf Pojok Bursa Efek Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakata, Universitas Kristen Duta Wacana, yang membantu dalam proses pencarian data. 6. Orang tuaku yang tercinta, Alm. Papa Firdaus Andriyan, Mama Supini, dan Bapak Dalman yang selalu memberikan doa, nasihat, dorongan, kasih sayang yang tak terhingga dan perhatian yang luar biasa, dan segala sesuatu yang aku butuhkan selama kuliah. 7. Mas-masku tercinta, Mas Rio, Fandi, Yuri dan Mbak-Mbakku, Mbak Vera dan Vitha yang selalu memberikan doa, motivasi, dukungan, dan perhatian yang tak terhingga kepadaku. 8. Adik tercinta, Rony yang selalu memberi motivasi, doa, dan kasih sayang yang luar biasa kepadaku. 9. Mas Seno, lelaki spesial dihatiku yang turut memberikan dukungan, motivasi, dan perhatian yang tak terhingga kepadaku. 10. Sahabat-sahabatku, Helena, Mayang, dan Satya yang telah memberikan dukungan, motivasi, dan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini. 11. Teman-teman Akuntansi 2010, teman-teman Kost Putri Anugerah dan semua orang yang pernah aku temui yang telah memberikan doa dan motivasi kepadaku. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN ................................................ iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ......................... v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN............................................. vi KATA PENGANTAR ..................................................................................... vii DAFTAR ISI .................................................................................................... x DAFTAR TABEL ............................................................................................ xii ABSTRAK ....................................................................................................... xiii ABSTRACT ..................................................................................................... xiv BAB I PENDAHULUAN ................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................. 4 C. Tujuan Penelitian ............................................................... 4 D. Manfaat Penelitian ............................................................. 4 E. Sistematika Penulisan ........................................................ 5 BAB IILANDASAN TEORI ........................................................................... 7 A. International Financial Reporting Standard (IFRS).......... 7 B. Relevansi Nilai Informasi Akuntansi ................................. 21 C. Saham ................................................................................. 22 D. Earnings Per Share (EPS) ................................................. 28 E. Book Value Per Share (BVPS) ........................................... 28 F. Hipotesis ............................................................................. 30 BAB III METODE PENELITIAN.......................................................... 33 A. Jenis Penelitian ................................................................... 33 B. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................ 34 C. Subjek dan Objek Penelitian .............................................. 34 D. Jenis Data ........................................................................... 34 E. Populasi dan Sampel Penelitian ......................................... 34 F. Teknik Pengumpulan Sampel ............................................ 35 G. Definisi Operasional Variabel dan Variabel Penelitian ..... 35 1. Definisi Operasional Variabel ...................................... 35 2. Variabel Penelitian ....................................................... 36 a. Variabel Dependen ................................................. 36 b. Variabel Independen .............................................. 36 H. Teknik Analisis Data .......................................................... 37 1. Analisis Statistik Deskriptif ......................................... 37 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Uji Asumsi Klasik ........................................................ a. Uji Normalitas ........................................................ b. Uji Multikolinearitas .............................................. c. Uji Heterokedastisitas ............................................ 3. Uji Autokorelasi ........................................................... 4. Pengujian Hipotesis ...................................................... BAB IVGAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ........................................... A. BURSA EFEK INDONESIA ............................................. B. SAMPEL PERUSAHAAN ................................................ BAB VANALISIS DAN PEMBAHASAN ..................................................... A. Deskripsi Sampel ............................................................... B. Analisis Data ...................................................................... 1. Statistik Deskriptf ........................................................ 2. Uji Asumsi Klasik ........................................................ a. Uji Normalitas ........................................................ b. Uji Multikolinearitas .............................................. c. Uji Heterokedastisitas ............................................ d. Uji Autokorelasi ..................................................... 3. Pengujian Hipotesis ...................................................... BAB VI PENUTUP ................................................................................ A. Kesimpulan ........................................................................ B. Keterbatasan Penelitian ...................................................... C. Saran ................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... LAMPIRAN ..................................................................................................... xi 37 38 38 39 40 40 45 45 48 51 51 52 52 53 53 56 57 58 60 70 70 70 71 72 73

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4.1 Perkembangan Pasar Modal di Indonesia ....................................... 46 Tabel 4.2 Perusahaan Sampel ......................................................................... 48 Tabel 5.1 Prosedur Pemilihan Sampel Penelitian ........................................... 51 Tabel 5.2 Hasil Pengujian Statistik Deskriptif .............................................. 52 Tabel 5.3 Hasil Uji Normalitas (Kolmogorov-Smirnov) ............................... 54 Tabel 5.4 Hasil Pengujian Statistik – LN ...................................................... 55 Tabel 5.5 Hasil Uji Normalitas (Kolmogorov-Smirnov) – LN...................... 56 Tabel 5.6 Hasil Uji Multikolinearitas............................................................ 57 Tabel 5.7 Hasil Uji Heterokedastisitas 2010 ................................................. 58 Tabel 5.8 Hasil Uji Heterokedastisitas 2012 ................................................. 58 Tabel 5.9 Hasil Uji Autokorelasi 2010 ......................................................... 59 Tabel 5.10 Hasil Uji Autokorelasi 2012 ......................................................... 59 Tabel 5.11 Hasil Koefisien Determinasi Tahun 2010 ..................................... 60 Tabel 5.12 Nilai Hitung Signifikansi Tahun 2010 .......................................... 61 Tabel 5.13 Koefisien Regresi Tahun 2010 ...................................................... 61 Tabel 5.14 Hasil Koefisien Determinasi Tahun 2012 ..................................... 63 Tabel 5.15 Hasil Hitung Signifikansi Tahun 2012 ......................................... 63 Tabel 5.16 Koefisien Regresi Tahun 2012 ...................................................... 64 Tabel 5.17 Hasil dari Regresi Harga Saham pada EPS dan BVPS untuk Periode 2010 dan 2012 ............................................................................... 65 Tabel 5.18 Hasil Uji Chow Test ...................................................................... 66 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK ANALISIS RELEVANSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia RiskaAnggreini NIM: 102114090 UniversitasSanata Dharma Yogyakarta 2014 Tujuan penelitian ini untuk membandingkan apakah laporan keuangan sesudah penerapan IFRS memiliki relevansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan sebelum penerapan IFRS. Dengan menerapkan IFRS dapat menghasilkan laporan keuangan yang memiliki kredibilitas yang tinggi dan laporan keuangan perusahaan menghasilkan informasi yang lebih relevan dan akurat. Informasi akuntansi yang berkualitas dapat dilihat dari relevansi informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan investor yang tercermin pada harga saham. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 82 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 dan 2012. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan metode regresi berganda dan chow test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan relevansi nilai secara signifikan pada periode sesudah penerapan IFRS. Hal ini tidak terjadi structural change model nilai relevansi informasi akuntansi yang terdapat di dalam laporan keuangan. xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT ANALYSIS OF THE RELEVANCE OF FINANCIAL STATEMENTS BEFORE AND AFTER THE ADOPTION OF INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD An Empirical Study of Manufacturing Companies Listed In Indonesia Stock Exchange Riska Anggreini NIM: 102114090 Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 The purpose of this research is to compare whether the financial statements after the adoption of International Financial Reporting Standard (IFRS) has a higher relevance than the financial statements prior to the adoption of IFRS. The application of IFRS could produce financial statements with high credibility and therefore it will provide more relevant and accurate information. The quality of accounting information can be assessed by the relevance of accounting information in the decision-making of investors as reflected in the stock price. This research is an empirical study. This research uses purposive sampling method, the number of samples are 82 companies listed in the Indonesia Stock Exchange in 2010 and 2012. Analysis in this study employed multiple regression technique and chow test. The results of this study show that there was no significant increase of relevance after the adoption of IFRS. It means that there is no structural change of the model of the relevance value of accounting information contained in the financial statements. xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah International Accounting Standards yang lebih dikenal sebagai International Financial Reporting Standard (IFRS) merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi. IFRS memberikan tekanan pada penilaian (revaluation) profesional dengan disclosures yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu. Standar ini muncul akibat tuntutan globalisasi yang mengharuskan para pelaku bisnis di suatu negara ikut serta dalam bisnis lintas negara. Untuk itu diperlukan suatu standar internasional yang berlaku sama di semua negara untuk mempermudah proses rekonsiliasi bisnis. Perbedaan utama standar internasional ini dengan standar yang sebelumnya terletak pada penerapan revaluation model, yaitu kemungkinan penilaian aktiva menggunakan nilai wajar, sehingga laporan keuangan di sajikan dengan basis ‘true and fair’. Dengan demikian, pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas antarnegara di berbagai belahan dunia. Kewajiban untuk menggunakan IFRS bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa efek merupakan salah satu perubahan paling signifikan dalam sejarah regulasi akuntansi (Daske dkk., 2008 dalam Cahyonowati, 2012). Telah lebih dari 100 negara mengadopsi IFRS. 1

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Regulator berharap bahwa penggunaan IFRS dapat meningkatkan komparabilitas laporan keuangan, meningkatkan transparansi perusahaan dan kualitas pelaporan keuangan sehingga meningkatkan manfaat bagi investor. Manfaat IFRS dalam meningkatkan kualitas informasi akuntansi menunjukkan perbedaan hasil penelitian. Hasil penelitian yang mendukung, yaitu Bartov (2005), Liu dan Liu (2005), Barth dkk (2008), dan Alali dan Foote (2012) dalam Cahyonowati (2012) menunjukkan informasi akuntansi yang telah disusun berdasarkan IFRS dapat meningkatkan kualitas informasi akuntansi dibandingkan dengan informasi akuntansi yang disusun berdasarkan standar akuntansi sebelumnya. Sebaliknya, hasil penelitian yang menolak seperti Meulen, Hung dan Subramayam (2007) serta Karampanis dan Hevas (2011) dalam Cahyonowati (2011) menunjukkan bukti empiris yang bertentangan yaitu tidak ada peningkatan signifikansi dalam kualitas informasi akuntansi setelah penerapan IFRS. Informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan dalam sebuah keputusan. Jika tidak mempengaruhi keputusan, maka informasi tersebut dikatakan tidak relevan terhadap keputusan yang diambil. Informasi yang relevan akan membantu pemakai membuat prediksi tentang hasil akhir dari kejadian masa lalu, masa kini, dan masa depan; yaitu memiliki nilai prediktif. Informasi yang relevan juga membantu pemakai menjustifikasi atau mengoreksi ekspektasi atau harapan masa lalu, yaitu memiliki nilai umpan balik. Agar relevan, informasi juga harus tersedia kepada pengambil

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan untuk mempengaruhi keputusan yang diambil (Kieso, 2002 dalam Apriansani, 2013). Komponen penting dalam laporan keuangan yang seringkali dijadikan sebagai alat untuk menginformasikan kinerja perusahaan adalah laba dan nilai buku. Laba memiliki nilai relevansi bila secara statistik berhubungan dengan harga saham: penurunan dan peningkatan laba berhubungan dengan penurunan atau kenaikan harga saham. Demikian halnya dengan nilai buku, relevansi nilai buku berasal dari perannya sebagai suatu proksi untuk nilai adaptasi dan nilai penolakan (Burgstahler dan Dichev, 1997 dalam Kusuma, 2006). Menurut Statement of Financial Accounting Concept No.1, 1978 (Anggono, 2002 dalam Apriansani, 2013) laporan keuangan yang hanya menunjukkan penerimaan dan pembayaran kas pada periode yang pendek tidak cukup mampu untuk menunjukkan kesuksesan kinerja suatu perusahaan. Sistem akuntansi dapat memberikan informasi mengenai nilai buku dan laba yang lebih bersifat komplementer dalam penilaian ekuitas. Nilai buku dari neraca memberikan informasi mengenai nilai laba bersih sumber daya perusahaan. Informasi ini didasarkan harga pasar (umumnya harga pasar historis), sedangkan laba yang diperoleh dari laporan laba/rugi memberikan informsi nilai yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya (Bulgestahler dan Dichev 1997 dalam Apriansani 2013).

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Relevansi nilai dari nilai buku dan laba dapat melihat dampak dari penerapan IFRS terhadap kualitas informasi keuangan, mengingat peran penting dari penilaian ekuitas dalam kerangka konseptual IFRS (Bimo dkk., 2014). Sebagai pengguna laporan keuangan kita dapat melihat nilai buku dan laba sebagai pendeskripsi rangkuman dari laporan keuangan dan sebagai indikator untuk melihat perubahan nilai relevansi setelah penerapan IFRS. B. Rumusan Masalah Atas dasar uraian pada bagian latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah laporan keuangan perusahaan sesudah penerapan IFRS memiliki relevansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan sebelum penerapan IFRS? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan apakah laporan keuangan perusahaan sesudah penerapan IFRS memiliki relevansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan sebelum penerapan IFRS. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi perusahaan go public di Indonesia Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan saran dalam hal penerapan IFRS.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 2. Bagi Universitas Sanata Dharma Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai tambahan kepustakaan dan dapat dijadikan sebagai bahan acuan atau refrensi bagi pembaca dan atau peneliti di masa yang akan datang. 3. Bagi Penulis Penelitian ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dan implementasi dari suatu teori yang telah dipelajari di perkuliahan. E. Sistematika Penulisan Bab I Pendahuluan Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. BabII Landasan Teori Bab ini berisi tentang penelitian terdahulu, teori penunjang penelitian, dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian. BabIII Metode Penelitian Bab ini berisi tentang variabel-variabel penelitian yang digunakan, definisi operasional, penentuan populasi dan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini. BabIV Gambaran Umum Perusahaan Bab ini berisi uraian tentang gambaran singkat mengenai perusahaan-perusahaan yagn dijadikan sampel penelitian.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 BabV Analisis Data dan Pembahasan Bab ini berisi tentang deskripsi data, analisis data, dan hasil penelitian. BabVI Penutup Bab ini berisi tentang kesimpulan yang diberikan berkaitan dengan penelitian ini dan keterbatasan.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. International Financial Reporting Standard (IFRS) 1. Sejarah IFRS IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standar Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC). International Accounting Standar Board (IASB) yang dahulu bernama International Accounting Standar Committee (IASC), merupakan independen untuk menyusun standar akuntansi. lembaga Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan. Natawidyana (2008) dalam Ana (2011) menyatakan bahwa sebagian besar standar yang menjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standars (IAS). IAS diterbitkan antara tahun 1973 sampai dengan 2001 oleh IASC. Pada bulan April 2001, IASB mengadopsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar yang dilakukan. International Financial Reporting Standars mencakup: 7

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 a. International Financial Reporting Standars (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah tahun 2001. b. International Accounting Standars (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001. c. Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001. d. Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) – sebelum tahun 2001. International Financial Reporting Standards (IFRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi yang memberikan penekanan pada penilaian (revaluation) profesional dengan disclosures yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu. Standar ini muncul akibat tuntutan globalisasi yang mengharuskan para pelaku bisnis di suatu negara ikut serta dalam bisnis lintas negara. Untuk itu diperlukan suatu standar internasional yang berlaku sama di semua negara untuk memudahkan proses rekonsiliasi bisnis. Perbedaan utama standar internasional ini dengan standar yang berlaku di Indonesia terletak pada penerapan revaluation model, yaitu kemungkinkan penilaian aktiva menggunakan nilai wajar, sehingga laporan keuangan disajikan dengan basis „true and fair„ (IFRS framework paragraph 46). Mengadopsi IFRS berarti menggunakan

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 bahasa pelaporan keuangan global, yang akan membuat perusahaan bisa dimengerti oleh pasar dunia (global market). Dalam pengapdopsian IFRS terdapat beberapa variasi yakni: a. IFRS digunakan sebagai standar nasional, dengan nasional dengan penambahan penjelasan yang material. b. IFRS digunakan sebagai standar penambahan standar nasional itu sendiri dengan topik yang tidak tercover pada IFRS. c. Standar nasional akuntansi dibangun secara terpisah namun berbasis dan memiliki kesamaan yang relevan pada IFRS, standar nasional umunya menyediakan tambahan penjelasan yang material. d. Standar akuntansi nasional dibangun secara terpisah tetapi berbasis dan umumnya sama dengan IFRS dalam beberapa kasus. e. Tidak terdapat standar nasional yang diatur, IFRS secara resmi tidak diadopsi namun selalu digunakan. Manfaat menggunakan suatu standar yang berlaku secara internasional (IFRS) yang bisa dirasakan oleh perusahaan adalah sebagai berikut: a. Penurunan dalam hal biaya. b. Penurunan / pengurangan misunderstanding. resiko ketidakpastian dan

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 c. Komunikasi yang lebih efektif dengan investor. d. Perbandingan dengan anak perusahaan dan induk persahaan. di negara yang berbeda dapat dilakukan. 2. Sejarah Standar Akuntansi Indonesia Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia itu mulai bisa menghitung dan membuat suatu catatan, yang pada awalnya dengan menggunakan batu, kayu, bahkan daun menurut tingkat kebudayaan manusia waktu itu. Pada abad XV terjadilah perkembangan dan perluasan perdagangan oleh pedagang-pedagang Spanyol, Portugal, dan Belanda. Perkembangan perdagangan ini menyebabkan kebutuhan akan suatu sistem pencatatan yang lebih baik (yakni pencatatan mengenai rugi dan laba tahunan serta pembuatan neraca perdagangan yang diharuskan sekali dalam dua tahun, sehingga dengan demikian akuntansi juga mulai berkembang (Soemarso, 1992 dalam Ana, 2011). Setelah itu perkembangan akuntansi juga ditandai dengan adanya seorang yang bernama Lucas Pacioli pada tahun 1494 ahli matematika, mengarang sebuah buku yang berjudul Summa de Aritmatica,Geometrica, Proportioni et Propotionalita, di mana dalam suatu bab berjudul Tractatus de Computies et Scriptoris. Di Indonesia mulai diterapkan sejak 1642 namun perkembangan yang mencolok muncul setelah undang-undang tanam paksa dihapuskan sehingga membuka kesempatan besar pada perkembangan penanaman modal pengusaha swasta Belanda. Akuntansi di Indonesia

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 pada awalnya menganut sistem kontinental, seperti yang dipakai di Belanda saat itu. Sistem ini disebut juga dengan tata buku (Soemarso, 1992 dalam Ana, 2011). Tata buku menyangkut kegiatankegiatan yang bersifat konstruktif dari proses pencatatan, peringkasan, penggolongan dan aktivitas lain yang bertujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan pada data. Sejak tahun 1950 an akuntansi mulai berubah yakni dengan mengacu pada sistem akuntansi yang dianut oleh Amerika yakni GAAP dan pada tahun 2008 pemerintah Indonesia mencanangkan mengikuti standar internasional (IFRS) sebagai standar akuntansi Indonesia yang baru. Penerapan standar ini diperkirakan akan penuh diterapkan pada tahun 2012. Terdapat tiga tonggak sejarah pengembangan standar akuntansi Indonesia yakni tonggak sejarah pertama pada saat pasar modal Indonesia mulai aktif yakni tahun 1973. Pada masa itulah IAI membentuk kodifikasi prinsip dan standar akuntansi yang tertuang pada satu buku yang disebut PAI “Prinsip Akuntansi Indonesia”. Tonggak sejarah kedua terjadi pada saat revisi pertama PAI pada tahun 1984, serta yang ketiga adalah bahwa revisi total terhadap PAI pada tahun 1994 dan melakukan kodifikasi dalam buku Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada tanggal 1 Oktober 1994. Dalam perkembangannya, SAK terus direvisi secara berkesinambungan sebanyak 6 kali, yakni revisi 1 Oktober 1995, 1 Juni 1996, 1 Juni

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 1999, 1 April 2002, 1 Oktober 2004, dan 1 September 2007 (IAI, September 2007). Dalam proses pembentukan sebuah standar akuntansi tidak terlepas dari badan pembentuknya, seperti di Indonesia badan pembentuk standar akuntansi yang pertama dinamakan badan penghimpun bahan-bahan yang dibentuk pada 1973, lalu pada tahun 1974 dibentuklah secara resmi badan yang dinamakan komite Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI), PAI kemudian diubah menjadi komite Sandar Akuntansi Keuangan (komite SAK) pada tahun 1994-1998 dan komite SAK diubah menjadi komite DSAK yang memiliki hak otonomi menyusun PSAK dan ISAK IAI (2001;411.1) menjelaskan frasa “prinsip akuntansi ” adalah suatu istilah teknis akuntansi yang mencakup konvensi, aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk merumuskan praktik akuntansi yang berlaku umum pada saat tertentu. Dengan pengertian yang hampir sama, Miller (1985) dalam IAI (2007) menyatakan prinsip akuntansi berlaku umum (GAAP) merupakan rajutan dari berbagai aturan dan konsep. Aturan dan konsep ini awalnya dikembangkan dari praktik tetapi telah ditambah dan dikurangi oleh badan yang punya otoritas. Prinsip akuntansi beraku umum mengacu pada berbagai sumber. Sumber acuan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia menurut IAI (2007) adalah sebagai berikut:

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 a. Prinsip akuntansi yang ditetapkan dan/atau dinyatakan berlaku oleh badan pengatur standar dari Ikatan Akuntan Indonesia. b. Pernyataan dari badan, yang terdiri dari pakar pelaporan keuangan, yang mempertimbangkan isu akuntansi dalam forum publik dengan tujuan menetapkan prinsip akuntansi atau menjelaskan praktik akuntansi yang ada dan berlaku umum, dengan syarat dalam prosesnya penerbitan tersebut terbuka untuk dikomentari oleh publik dan badan pengatur standar dari Ikatan Akuntan Indonesia tidak menyatakan keberatan atas penerbitan pernyataan tersebut. c. Pernyataan dari badan, yang terdiri dari pakar pelaporan keuangan, yang mempertimbangkan isu akuntansi dalam forum publik dengan tujuan menginterpretasikan atau menetapkan prinsip akuntansi atau menjelaskan praktik akuntansi yang ada berlaku umum, atau pernyataan yang tersebut pada butir “b” yang penerbitannya tidak pernah dinyatakan keberatan dari badan pengatur standar dari Ikatan Akuntan Indonesia tetapi belum pernah secara terbuka dikomentari oleh publik. d. Praktik atau pernyataan resmi yang secara luas diakui sebagai berlaku umum karena mencerminkan praktik yang lazim dalam industri tertentu, atau penerapan dalam keadaan

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 khusus dari pernyataan yang diakui sebagai berlaku umum, atau penerapan standar akuntansi internasional atau standarakuntansi yang berlaku umum di wilayah lain yang menghasilkan penyajian substansi transaksi secara lebih baik. Komite PAI (IAI, 1994; Kata Pengantar) mengemukakan Standar Akuntansi Keuangan merupakan pedoman yang harus diacu dalam penyusunan laporan keuangan untuk tujuan pelaporan kepada para pemakai di luar manajemen perusahaan. Arti penting standar akuntansi dikemukakan oleh Dr. Katjep K. Abdoelkadir, sebagai ketua umum IAI, (IAI, 1994; Sambutan Ketua Umum) menyatakan Standar Akuntansi Keuangan sebagai pedoman pokok penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan, dana pensiun, dan unit ekonomi lainnya adalah sangat penting, agar laporan keuangan lebih berguna, dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan serta tidak menyesatkan. Perubahan nama dari Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) menjadi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) menurut IAI (1994; Kata Pengantar) dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman yang sering terjadi dan agar nama sesuai dengan makna. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa yang disebut selama ini sebagai prinsip akuntansi maknanya adalah standar akuntansi. Sumber acuan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia seperti yang dijelaskan di atas tidak menyebut posisi

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 standar akuntansi secara jelas karena yang menduduki posisi pertama adalah prinsip akuntansi yang ditetapkan dan/atau dinyatakan berlaku oleh badan pengatur standar adalah standar akuntansi. Dalam rerangka prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia seperti diuraikan di atas secara jelas dapat dilihat bahwa standar akuntansi menduduki tingkat satu sebagai landasan operasional atau praktik. Artinya, dalam tatanan operasional standar akuntansi harus menjadi acuan utama yang harus digunakan sebelum acuan lainnya. 3. Konvergensi IFRS di Indonesia Menurut Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), tingkat pengadopsian IFRS dapat dibedakan menjadi 5 tingkat: a. Full Adoption; Suatu negara mengadopsi seluruh standar IFRS dan menerjemahkan IFRS sama persis ke dalam bahasa yang negara tersebut gunakan. b. Adopted; Program konvergensi PSAK ke IFRS telah dicanangkan IAI pada Desember 2008. Adopted maksudnya adalah mengadopsi IFRS namun disesuaikan dengan kondisi di negara tersebut. c. Piecemeal; Suatu negara hanya mengadopsi sebagian besar nomor IFRS yaitu nomor standar tertentu dan memilih paragraf tertentu saja. d. Referenced (konvergence); Sebagai referensi, standar yang diterapkan hanya mengacu pada IFRS tertentu dengan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 bahasa dan paragraf yang disusun sendiri oleh badan pembuat standar. e. Not adopted at all; Suatu negara sama sekali tidak mengadopsi IFRS. Indonesia menganut bentuk yang mengambil IFRS sebagai referensi dalam sistem akuntansinya. Program konvergensi IFRS ini dilakukan melalui tiga tahapan yakni tahap adopsi mulai 2008 sampai 2011 dengan persiapan akhir penyelesaian infrastruktur dan tahap implementasi pada 2012. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK–IAI) telah menetapkan roadmap. Pada tahun 2009, Indonesia belum mewajibkan perusahaanperusahaan listing di BEI menggunakan sepenuhnya IFRS, melainkan masih mengacu kepada Standar Akuntansi Keuangan atau PSAK. Namun pada tahun 2010 bagi perusahaan yang memenuhi syarat, adopsi IFRS sangat dianjurkan. Sedangkan pada tahun 2012, Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan DSAK merencanakan untuk menyusun/merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IAS/IFRS versi 1 Januari 2009. Pemerintah dalam hal ini Bapepam-LK, Kementerian Keuangan sangat mendukung program konvergensi PSAK ke IFRS. Hal ini sejalan dengan kesepakatan pemimpin negara-negara yang tergabung dalam G20 yang salah satunya adalah untuk menciptakan satu set standar akuntansi yang berkualitas yang berlaku secara internasional.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Disamping itu, program konvergensi PSAK ke IFRS juga merupakan salah satu rekomendasi dalam Report on the Observance of Standards and Codes on Accounting and Auditing yang disusun oleh assessor World Bank yang telah dilaksanakan sebagai bagian dari Financial Sector Assessment Program (FSAP) (BAPEPAM LK, 2010 dalam Ana, 2011). Konvergensi PSAK ke IFRS memiliki manfaat sebagai berikut: Pertama, meningkatkan kualitas standar akuntansi keuangan (SAK). Kedua, mengurangi biaya SAK. Ketiga, meningkatkan kredibilitas dan kegunaan komparabilitas laporan keuangan. Keempat, meningkatkan pelaporan keuangan. Kelima, meningkatkan transparansi keuangan. Keenam, menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar modal. Ketujuh, meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan. Standard IFRS yang digunakan tahun 2008 adalah IAS 40 (properti investasi) yang menjadi PSAK 14 (properti investasi), standar mangatur pengukuran aset tetap yang dimiliki untuk tujuan memperoleh pendapatan. Aset ini tidak dimaksudkan untuk digunakan dalam aktivitas operasi bisnis. Terdapat dua perlakuan atas aset ini, aset ini seharusnya dinilai pada harga dasarnya sementara disisi lain aset ini diperlakukan sama sebagaimana aset lainnya sehingga akan dinyatakan sebesar nilai yang telah didepresiasikan. IAS 40 mengharuskan untuk memilih satu dari dua

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 model akuntansi dan menerapkan model yang dipilih secara konsisten untuk semua properti investasi. Model pertama adalah fair value model dan model kedua adalah depreciated historical cost model. Menurut model nilai wajar (fair value model), properti investasi seharusnya diukur pada nilai wajarnya dan perubahan pada nilai wajarnya harus diakui dalam laporan laba rugi (metode ini sangat kontroversial karena metode ini mengakui laba yang belum direalisasi untuk dilaporkan dalam laporan laba rugi). Model historical cost yang terdepresiasi, sesuai dengan perlakuan yang dipersyaratkan oleh IAS 16 di dalam pengukuran aset pada nilai yang terdepresiasi. Aset dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai aset. Jika nilai cost dipilih, nilai wajar investasi harus dicantumkan sebagai nilai tambahan. Hak atas properti yang diperoleh lessee melalui sewa operasi dapat diperlakukan sebagai properti investasi jika aset tersebut memenuhi definisi sebagai properti investasi dan akan diakunkan sebagai sebagai finance lease. PSAK 30 (asset sewa guna usaha) juga merupakan konvergensi atas IFRS. Standar ini meliputi akuntansi untuk lessee. Mengenai lessee, pada laporan laba rugi perlu melaporkan penyusutan untuk asset leasing dan biaya bunga dari saldo kewajiban. Mengenai lessor, permasalahan terletak pada periode pelaporan pendapatan dan sifat dari asset IAS 16 (property, plant and equipment) juga diadopsi Indonesia sebagai suatu referensi SAK terbaru yang menjadi PSAK

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 16 (aset tetap). Permasalahan utama dalam akuntansi aset tetap adalah tentang waktu pengakuan aset, jumlah yang harus disajikan dalam neraca. Pada saat pengakuan, aset dinilai sebesar harga perolehannya. Selanjutnya suatu entitas diperbolehkan untuk memilih menggunakan model biaya atau model revaluasi dalam pengukuran aset. Dengan menggunakan model cost, aset akan disajikan dalam neraca sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi dan akumulasi kerugian sebagai akibat dari penurunan nilai aset. Jika salah satu jenis aset direvaluasi, maka aset lain yang sejenis juga harus direvaluasi. Standar IFRS yang digunakan pada tahun 2009 adalah IAS 2, yang dikonvergensi menjadi PSAK 14. Menurut Roberts et al. (2005) dalam Ana (2011) key issues dari IAS 2 adalah penilaian persediaan merupakan aspek penting dalam menentukan sebuah laba bersih sebuah perusahaan. Standar menyatakan bahwa laba akan diakui pada saat terbentuk (earned) yaitu pada saat persediaan dijual. Harga perolehan persediaan adalah semua biaya yang terjadi hingga persediaan tersebut siap dijual. IAS 2 berisi aturan untuk penilaian persediaan. Aspek kunci dalam penilaian standard ini adalah sebagai berikut: a. Persediaan diukur dengan nilai terendah (lower of cost) antara nilai realisasi bersih (net realizable value) dan harga pokoknya.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 b. Harga pokok meliputi harga beli, biaya konversi, biaya kirim dan biaya-biaya lain-lain yang terjadi hingga persediaan siap dijual. c. Harga pokok termasuk biaya yang dialokasikan secara sistematis dari biaya overhead tetap dan variabel yang didasarkan pada kapasitas normal dari fasilitas pabrik yang ada; biaya overhead biaya lain-lain yang terjadi hingga persediaan siap digunakan. d. Dalam situasi tertentu, biaya pinjaman akan diakui sebagai bagian dari harga pokok persediaan ( IAS 23) e. Metode biaya standar (standard cost method) atau metode eceran boleh digunakan untuk menaksir harga pokok persediaan. f. Standard mengijinkan untuk menggunakan first in first out (FIFO). Persediaan merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan laba bersih suatu perusahaan, dan jika perusahaan mengalami keuntungan (gains) maka akan meningkatkan ekuitas atau net assets dan jika perusahaan mengalami kerugian (losess) mengurangi ekuitas maupun net assets. Persediaan awal jika dicatat terlalu tinggi akan menimbulkan laba yang terlalu rendah, jika persediaan akhir dicatat terlalu rendah maka akan menimbulkan laba yang dicatat terlalu rendah dan jika pengakuan lebih awal atas

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 pendapatan maka akan menimbulkan kurang saji persediaan dan lebih saji piutang, lebih saji laba (Greuning, 2005 dalam Ana, 2011). B. Relevansi Nilai Informasi Akuntansi Barth dkk.(2008) dalam Cahyonowati (2012) menyatakan perusahaan dengan kualitas informasi akuntansi yang tinggi mempunyai relevansi nilai laba bersih dan nilai buku ekuitas yang tinggi. Francis dan Schipper (1999) dalam Cahyonowati (2012) mendefinisikan relevansi nilai informasi akuntansi sebagai kemampuan angka-angka akuntansi untuk merangkum informasi yang mendasari harga saham, sehingga relevansi nilai diindikasikan dengan sebuah hubungan statistical antara informasi keuangan dan harga atau return saham. Kualitas informasi akuntansi yang tinggi diindikasikan dengan adanya hubungan yang kuat antara harga/return saham dan laba serta nilai buku ekuitas karena kedua informasi akuntansi tersebut mencerminkan kondisi ekonomik perusahaan. Pada umumnya analisis relevansi nilai mengacu pada kekuatan penjelas (explanatory power/R2) dari sebuah regresi antara harga/return saham dan laba bersih serta nilai buku ekuitas. Francis dan Schipper (1999) dalam Cahyonowati (2012) mengungkapkan bahwa terdapat empat pendekatan dalam memahami relevansi nilai informasi akuntansi, yaitu: 1. Pendekatan analisis fundamental, bahwa informasi akuntansi menyebabkan perubahan harga pasar dan mendeteksi terjadinya penyimpangan harga saham.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 2. Pendekatan prediksi, bahwa informasi akuntansi dikatakan relevan apabila bermanfaat untuk memprediksi prospek kinerja perusahaan di masa akan datang. 3. Pendekatan perwujudan informasi nilai relevansi, bahwa informasi akuntansi dikatakan relevan apabila digunakan investor untuk menetapkan harga saham. Pendekatan ini menyiratkan bahwa relevansi nilai diukur berdasarkan reaksi pasar terhadap informasi baru. 4. Pendekatan pengukuran relevansi nilai, bahwa relevansi nilai informasi akuntansi yang terkandung dalam laporan keuangan diukur oleh kemampuannya untuk menangkap atau meringkas informasi bisnis dan aktivitas lainnya. C. Saham 1. Definisi Saham Menurut Thian (2000) dalam Nurjamin (2012), saham adalah surat berharga yang merupakan tanda kepemilikan seseorang atau badan terhadap suatu perusahaan. Penyertaan ini bisa disebut saham jika bentuk badan hukum dari usaha tersebut adalah perseroan terbatas. 2. Macam-macam Saham Menurut Jogiyanto (2007) saham dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 a. Saham Preferen Merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa. Seperti obligasi yang membayarkan bunga atas pinjaman, saham preferen juga memberikan hasil yang tetap berupa deviden preferen. Dibandingkan saham biasa, saham preferen mempunyai beberapa hak, yaitu hak atas deviden tetap dan hak pembayaran terlebih dahulu jika terjadi likuidasi. Oleh karena itu, saham preferen dianggap mempunyai karakteristik di tengah-tengah antara obligasi dan saham biasa. b. Saham biasa Jika perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini biasanya dalam bentuk saham biasa. Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa mempunyai beberapa hak, antara lain: 1) Hak kontrol, yaitu pemegang saham biasa untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. 2) Hak Preemptif, yaitu hak pemegang saham untuk mendapatkan persentasi pemelikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham untuk tujuan melindungi hak kontrol dari kemerosotan nilai. c. Saham treasuri Merupakan saham milik perusahaan yang sudah pernah dikeluarkan dan beredar yang kemudian dibeli kembali oleh

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 perusahaan untuk disimpan sebagai treasuri yang nantinya dapat dijual kembali. 3. Faktor-faktor yang Memperngaruhi Harga Saham Menurut Arifin (2000) dalam Nurjamin (2012), pergerakan harga saham dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: a. Kondisi Fundamental Emiten Faktor fundamental merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi perusahaan, yaitu kondisi manajemen organisasi sumber daya manusia, kondisi keuangan perusahaan yang tercermin dalam kinerja keuangan perusahaan. Nilai fundamental meruapakan nilai intrinsik dari suatu saham yang dianalisis dengan menggunakan analisis sekuritas fundamental. Analisis fundamental merupakan analisis yang menggunakan data finansial, yaitu data yang berasal dari laporan keuangan perusahaan, contohnya laba, deviden yang dibagi, penjualan, dan sebagainya (Jogianto, 2007). Faktor fundamental merupakan faktor yang berkaitan dengan kinerja emiten yang tercermin dalam kinerja keuangan perusahaan. Semakin baik kinerja emiten maka semakin besar pengaruhnya terhadap kenaikan harga saham. Demikian sebaliknya, semakin menurun kinerja emiten maka semakin besar kemungkinan merosotnya harga saham yang diterbitkan dan diperdagangkan.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 b. Hukum Permintaan dan Penawaran Faktor hukum permintaan dan penawaran berada diurutan kedua setelah faktor fundamental. Karena begitu investor mengetahui kondisi fundamental perusahaan tentunya melakukan transaksi jual maupun beli. mereka akan Transaksi-transaksi inilah yang akan mempengaruhi fluktuasi harga saham. Perlu diwaspadai juga bahwa kenaikan harga saham karena permintaan yang banyak atau penawaran yang sedikit tidak akan berlangsung terus sebab pada suatu titik harga akan terlalu mahal. c. Tingkat Suku Bunga Faktor suku bunga ini penting untuk diperhatikan karena ratarata semua orang, termasuk investor saham selalu mengaharapkan hasil investasi yang lebih besar. Dengan adanya perubahan suku bunga, tingkat pengembalian hasil berbagai sarana investasi akan mengalami perubahan, ada yang cenderung naik dan ada yang cenderung turun, yang mengalami kecenderungan naik misalnya investasi di pasar uang seperti tabungan, deposito, dan mata uang asing. Bunga yang tinggi ini tentunya akan berdampak pada alokasi dana investasi para investor. Investor produk bank seperti deposito atau tabungan jelas lebih kecil risikonya jika dibanding dengan investasi dalam bentuk saham. Karenanya investor akan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 menjual saham dan dananya akan ditempatkan di bank. Penjualan saham secara serentak ini akan berdampak pada penurunan harga saham signifikan. d. Valuta Asing Dolar Amerika meupakan mata uang kuat yang dapat mempengaruhi nilai dari mata uang negara-negara lain. Sebagai contoh ketika suku bunga dolar Amerika naik, investor asing mengharapkan hal yang sama. Mereka akan berbondong- bondong menjual sahamnya untuk ditempatkan di bank dalam bentuk dolar. Otomatis harga saham akan menjadi turun. e. Dana Asing di Bursa Mengamati jumlah dana investasi asing merupakan hal yang penting, karena dengan semakin besarnya dana yang ditanamkan, hal ini menandakan bahwa kondisi investasi di Indonesia telah kondusif yang berarti pertumbuhan ekonomi tidak lagi negatif, yang tentu saja akan merangsang kemampuan emiten untuk mencetak laba. Sebaliknya, jika investasi berkurang, ada perkiraan bahwa mereka sedang ragu atas negeri ini, baik atas keadaan sosial politik maupun keamanannya. Jadi besar kecilnya investasi dana asing di bursa akan berpengaruh pada kenaikan atau penurunan harga saham.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 f. Indeks Harga Saham Kenaikan indeks harga saham gabungan sepanjang waktu tertentu, tentunya menandakan kondisi perekonomian negara dalam keadaan baik. investasi dan Sebaliknya, jika turun berarti iklim investasi sedang buruk. Kondisi demikian akan memperngaruhi naik turunnya harga saham di pasar bursa. g. News and Rumors Berita yang beredar di msyarakat akan menyangkut berbagai hal baik itu masalah ekonomi, sosial, politik, keamanan, hingga berita seputar reshuffle kabinet. Dengan danya berita tersebut, para investor bisa memprediksi seberapa kondusif keadaan negeri ini sehingga kegiatan investasi bisa dilaksanakan. Hal ini akan berdampak pada pergerakan harga saham di bursa. 4. Penilaian Saham Penilaian saham terdiri dari beberapa model dan tekinik dapat digunakan oleh para analis. Model penilaian saham merupakan suatu mekanisme untuk merubah rangkaian variabel ekonomi atau variabel perusahaan yang diramalkan menajdi perkiraan tentang harga saham. Model penilaian untuk kepentingan analisis pada dasarnya dibagi menjadi dua analisis, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Menurut Husman (2001) dalam Nurjamin (2012), menjelaskan bahwa analisis teknikal merupakan upaya untuk memperkirakan dengan mengamati perubahan faktor analisis di masa lalu. Analisis

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 teknikal tidak memperhatikan faktor-faktor fundamental yang diperkirakan mempengaruhi harga saham. Analisis teknikal mengasumsikan bahwa harga saham mencerminkan informasi yang ditujukan oleh perubahan harga di waktu lalu sehingga perubahan harga saham mempunyai pola tertentu dan pola tersebut akan berulang dengan demikian analisis utamanya berwujud grafik atau chart. Analisis fundamental merupakan analisis yang disusun berdasarkan atas data-data historis yaitu data-data yang telah lewat berupa laporan keuangan. Disebut juga sebagai company analysis yaitu analisis tentang kekuatan dan kelemahan dari perusahaan bagaimana operasionalnya dan juga prospeknya di masa depan. D. Earnings Per Share (EPS) Laba bersih per lembar saham adalah merupakan rasio dari laba bersih terhadap jumlah lembar saham atau pendapatan yang diperoleh dalam satu periode untuk setiap lembar saham yang beredar. Pendapatan per lembar saham merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga saham. Semakin tinggi EPS yang dihasilkan, maka akan meningkatkan harga saham. Dengan memperhatikan pertumbuhan EPS maka dapat dilihat prospek pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang. E. Book Value Per Share (BVPS) Nilai buku (equity book value) per lembar saham menunjukkan aktiva bersih (net assets) yang dimiliki oleh pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham. Karena aktiva bersih adalah sama dengan total ekuitas

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 pemegang saham, maka nilai buku per lembar saham adalah total ekuitas dibagi dengan jumlah saham yang beredar (Jogiyanto, 2010). Perhitungan nilai buku per lembar saham untuk dua macam kelas saham adalah sebagai berikut: a. Hitung nilai ekuitas saham preferen. Nilai ekuitas dihitung dengan mengalikan nilai tebus (call price) ditambah dividen yang diarrears dengan lembar saham preferen yang beredar. Jika nilai tebus tidak digunakan, maka nilai nominal yang digunakan. Agio saham untuk saham preferen tidak dimasukkan, karena pemegang saham preferen tidak mempunyai hak untuk agio walaupun berasal dari saham preferen, sehingga nilai agio dimasukkan sebagai tambahan nilai ekuitas saham biasa. b. Hitung nilai ekuitas saham biasa. Nilai ekuitas saham biasa dihitung dengan mengurangi nilai total ekuitas dengan nilai ekuitas saham preferen. c. Nilai buku saham biasa dihitung dengan membagi nilai ekuitas saham biasa dengan jumlah lembar saham biasa yang beredar. F. Hipotesis Penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang menunjukkan bahwa penerapan IFRS dapat mempengaruhi informasi akuntansi. Pada penelitian Arman M.S Hamka (2012) menyimpulkan bahwa EPS memiliki pengaruh yang searah terhadap harga saham. Hal ini

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 berarti investor mempertimbangkan laba yang akan diperoleh pada setiap lembar saham. Bartov (2005) memeriksa bahwa relevansi nilai dari nilai buku meningkat ketika perusahaan-perusahaan di German beralih ke IFRS. Sedangkan hasil penelitian Kousenidis dkk. (2010) yang mengeksplorasi nilai relevansi informasi akuntansi, nilai buku ekuitas dan laba, dalam pra dan pasca-periode penerapan Standar Pelaporan Keuangan Internasional. Studi mereka menggunakan sampel perusahaan Yunani untuk periode 2003 sampai 2006. Beliau menggunakan model penelitian Easton (1991) dan Feltham dan Ohlson (1995). Mereka menemukan bahwa relevansi nilai buku ekuitas menurun pada periode pasca-IFRS. Temuan ini mungkin dihubungkan dengan volatilitas yang lebih tinggi dari ekuitas nilai buku dalam periode pasca penerapan IFRS. Widodo (2002) meneliti tentang “Relevansi nilai dari informasi akuntansi pada saat transaksi ke IFRS: Studi kasus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan dua periode, yaitu periode sebelum penerapan IFRS (1995-2000) dan periode sesudah penerapan IFRS (2001-2009). Tujuan IFRS yang diadopsi adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan kepada investor, sehingga diharapkan dapat meningkatkan relevansi baik laba maupun nilai buku ekuitas. Pada periode sebelum adopsi IFRS (tahun 1994) telah mengadopsi kerangka konseptual IASB sebagai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Namun, tidak ada atau sedikit adopsi IFRS selama periode tahun 1995 sampai 2000. Kemudian mulai melakukan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 adopsi IFRS yang signifikan pada tahun 2001 dengan merevisi setidaknya tujuh standar. Pada tahun 2003 memberlakukan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia No. 1 sampai No. 59 dan Interpretasi No.1 ke No. 4. Sebagian besar telah mengadopsi IFRS. Penelitian Chalmers dkk. (2011) yang berjudul “Changes in Value Relevance of Accounting Information upon IFRS adoption: Evidence from Australia” memberikan kesimpulan bahwa hubungan antara harga saham perusahaan dan pemegang saham ekuitas dan laba yang dilaporkan berbeda untuk periode sebelum IFRS dan sesudah adopsi IFRS oleh perusahaan Australia. Relevansi nilai ekuitas tetap konsisten di pra-IFRS, transisi dan setelah adopsi IFRS. Namun, relevansi nilai laba meningkat pada adopsi IFRS. Menariknya, ada bukti dari perubahan yang terjadi pada tahun transisi sebelum adopsi, konsisten dengan perusahaan yang mengantisipasi efek kemungkinan adopsi IFRS dalam pilihan akuntansi mereka di bawah AGAAP pada tahun 2005. Kemudian menyelidiki perubahan dalam asosiasi statistik menunjukkan bahwa perubahan laba diidentifikasi dapat diatribusikan untuk kedua perusahaan industri besar dan kecil dan perusahaan yang melaporkan perbedaan antara IFRS dan AGAAP ekuitas baik pemegang saham maupun pendapatan pada tahun 2005.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Berdasarkan pada penelitian-penelitian diatas, maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Laporan keuangan setelah penerapan IFRS memiliki relevansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan sebelum penerapan IFRS.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah studi empiris, yaitu penelitian yang dilakukan berdasarkan data eksperimental hasil dari pengamatan dan pengalaman. Dalam penelitian ini studi empiris dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 dan 2012. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di pojok Bursa Efek Universitas Sanata Dharma pada Bulan Maret 2014. C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 dan 2012. Data-data tersebut diperoleh dari BEI dan Pojok Bursa Efek Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Objek Penelitian Objek penelitian adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu Laporan Posisi Keuangan, Laba Rugi, dan Catatan atas Laporan Keuangan. 33

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 D. Jenis Data Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder perusahaan manufaktur pada tahun 2010 dan 2012 yang berasal dari situs resmi BEI. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi perusahaan manufaktur untuk periode yang berakhir 31 Desember 2010 dan periode yang berakhir 31 Desember 2012. E. 2. Catatan harga saham perusahaan. 3. Catatan atas laporan keuangan perusahaan. 4. Gambaran umum perusahaan manufaktur. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 dan 2012. Alasan penggunaan perusahaan manufaktur karena perusahaan tersebut memiliki jumlah terbesar perusahaan yang telah go public dibandingkan perusahaan lain, sehingga dapat terhindar dari terjadinya kekurangan data setelah dilakukan penyesuaian. Tahun laporan keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahun 2010 dan 2012. Alasan tidak menggunakan laporan keuangan tahun 2011 karena tahun 2011 dianggap masa abu-abu, artinya masa dimana perusahaan manufaktur masih ragu dan bimbang untuk menerapkan IFRS sehingga masih sedikit sekali perusahaan manufaktur yang telah go public

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 menerapkan IFRS. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling dilakukan dengan memilih sampel dengan tujuan secara subjektif peneliti sesuai kriteria-kriteria yang ditetapkan dan harus dipenuhi oleh sampel. Kriteria sampel yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Perusahaan manufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan tahun 2010 dan 2012 secara lengkap. 3. Memiliki ekuitas yang positif, laba bersih positif, dan catatan harga saham pada saat penutupan. F. Teknik Pengumpulan Sampel Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Dokumen-dokumen dan data merupakan laporan keuangan yang diperoleh dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD). G. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian 1. Definisi operasional variabel Relevansi nilai informasi akuntansi yang terdapat di laporan keuangan merupakan konsep yang membahas tentang berbagai makna dan ukuran yang berkenaan dengan akuntansi. Informasi akuntansi yang terdapat di dalam laporan keuangan yang diprediksi memiliki nilai relevansi apabila informasi akuntansi tersebut secara statistik berhubungan dengan harga saham. Informasi akuntansi yang terdapat

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 dalam laporan keuangan yang dimaksud adalah laba bersih per lembar saham (EPS) dan nilai buku per lembar saham (BVPS). Laba bersih per lembar saham (EPS) adalah total dari laba bersih dibagi dengan jumlah saham yang beredar. Sedangkan nilai buku per lembar saham (BVPS) adalah total ekuitas dibagi dengan jumlah saham yang beredar. Maka dari itu, dalam penelitian ini relevansi nilai diukur dengan melihat seberapa besar pengaruh harga saham terhadap laba bersih per lembar saham (EPS) dan nilai buku per lembar saham (BVPS). 2. Variabel Penelitian a. Variabel Dependen Variabel dependen dalam penelitian ini adalah harga saham. Harga saham yang diteliti yaitu harga saham pada saat tanggal publikasi laporan keuangan tahunan perusahaan. b. Variabel Independen Variabel independen yang digunakan adalah EPS dan BVPS. 1) Pengukuran variabel Earnings Per Share (EPS)

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 2) H. Pengukuran variabel Book Value Per Share (BVPS) Teknik Analisis Data 1. Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi tentang suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum, dan minimum. Dalam penelitian ini, analisis statistik digunakan untuk mrngrtahui gambaran mengenai harga saham, EPS dan BVPS pada perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2. Uji Asumsi Klasik Karena data yang digunakan adalah data sekunder maka untuk menentukan ketepatan model perlu dilakukan pengujian atas beberapa asumsi klasik yang digunakan, yaitu: Uji Normalitas, Multikolinearitas, Heteroskedastisitas, dan Autokorelasi yang secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti yang telah diketahui bahwa uji t dan

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Apabila asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel yang kecil. Model regresi yang baik memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Pada uji normalitas ini, uji yang digunakan adalah Kolmogorov Smirnov. Uji tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi dari nilai residual apakah terdistribusi secara normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan pada uji Kolmogorov Smirnov, yaitu: 1) Jika nilai probabilitas nilai signifikansi > 0,05 berarti bahwa data residual berdistribusi normal. 2) Jika nilai probabilitas nilai signifikansi < 0,05 berarti bahwa data residual tidak berdistribusi normal. b. Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi dapat dilihat dari: (1) nilai tolerance dan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 lawannya, (2) variance factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Dalam pengertian sederhana setiap variabel independen menjadi variabel dependen (terikat) dan diregresi terhadap variabel independen lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah tolerance ≤ 0.10 atau sama dengan VIF ≥ 10. Setiap peneliti harus tolerance = 0.10 sama dengan tingkat kolinearitas 0.95. walaupun multikolinearitas dapat dideteksi dengan nilai tolerance dan VIF, tetapi kita masih tetap tidak mengetahui variabel-variabel independen mana sajakah yang saling berkorelasi. c. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas di dalam model regresi antara lain dapat dilakukan Uji Glejser, yaitu meregresikan nilai

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 absolut residual sebagai variabel dependen terhadap variabel independen. Jika probabilitas signifikannya di atas tingkat kepercayaan 5%, dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya Heteroskedastisitas. d. Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada peride t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi ke observasi lainnya. Hal ini sering ditemukan pada data runtut waktu (time series) karena gangguan pada seseorang individu atau kelompok yang sama pada periode berikutnya. Pada data cross section (silang waktu), masalah autokorelasi relatif jarang terjadi karena gangguan pada observasi yang berbeda berasal dari individu kelompok yang berbeda. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi didalam model regresi antara lain dapat melakukan Uji Run Test dengan melihat nilai Asymp Sig. yang dihasilkan. Jika nilai Asymp Sig. lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model regresi terbebas dari autolorelasi.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 3. Pengujian Hipotesis a. Melakukan pengujian hipotesis dengan melakukan analisis regresi berganda. Uji regresi berganda adalah analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap satu variabel terikat. Analisis regresi berganda dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh EPS dan BVPS terhadap harga saham. Adapun bentuk model yang akan diuji dalam penelitian ini, yaitu: Y = β0 + β1X1 + β2X2 + e Dimana: b. Y = Harga saham β0 = Konstanta β1,β2, dan β3 = Koefisien regresi X1 = EPS pada periode t X2 = BVPS pada periode t e = Standard Error pada periode t Menentukan Hipotesis Ha1 = Laporan keuangan sesudah penerapan IFRS memiliki nilai relevansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan sebelum penerapan IFRS. H01 = Laporan keuangan sesudah penerapan IFRS tidak memiliki nilai relevansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan sebelum penerapan IFRS.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 c. Uji F Uji F statistik digunakan untuk menguji besarnya variabel independen secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen, yaitu untuk menguji tingkat pengaruh EPS dan BVPS terhadap harga saham secara simultan (bersamasama). Pembuktian dilakukan dengan cara membandingkan hasil dari probabilitas value. 1) Jika probabilitas value > 0,05 maka H01 tidak ditolak, artinya secara bersama-sama EPS dan BVPS tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini berarti bahwa laporan keungan sesudah penerapan IFRS tidak memiliki nilai relevansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan sebelum penerapan IFRS. 2) Jika probabilitas < 0,05 maka H01 ditolak, artinya secara bersama-sama EPS dan BVPS berpengaruh terhadap harga saham. Dapat dikatakan bahwa laporan keuangan sesudah penerapan IFRS memliki nilai relevansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan sebelum penerapan IFRS. d. Uji t Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas, yaitu untuk menguji tingkat

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 pengaruh variabel EPS dan BVPS terhadap harga saham secara terpisah/parsial. 1) Jika probabilitas > 0,05 maka EPS dan BVPS secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham. 2) Jika probabilitas < 0,05 maka EPS dan BVPS secara parsial berpengaruh terhadap harga saham. e. Koefisien Determinasi R2 Koefisien Determinasi R2 digunakan untuk mengetahui sejauh mana keseluruhan menjelaskan variabel dependen. variabel independen dapat Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Apabila angka koefisien determinasi semakin mendekati 1 maka kemampuan menjelaskan variabel independen terhadap variabel dependen adalah semakin kuat, yang berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang ditentukan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Uji koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui tingkat nilai relevansi sebelum dan sesudah penerapan IFRS. Apabila nilai Adjusted R2 lebih besar secara signifikan untuk data periode setelah IFRS maka menunjukkan peningkatan nilai relevansi. Sebaliknya apabila tidak ada perbedaan signifikan atau justru mengalami penurunan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 dalam Adjusted R2maka menunjukkan tidak ada perbedaan nilai relevansi sebelum dan sesudah penerapan IFRS. f. Uji Chow Test Uji Chow Test adalah alat untuk menguji kesamaan koefisien. Dengan melihat hasil observasi yang sedang diteliti dapat dikelompokkan menjadi dua atau lebih kelompok yang merupakan subyek proses ekonomi yang sama (Ghozali, 2011). Rumus yang digunakan sebagai berikut: Dimana: r = jumlah parameter SSRr. k = jumlah parameter SSRu. df = (n1+n2-2k). n = jumlah observasi. Nilai F hitung dari rumus diatas dibandingkan dengan nilai F tabel, jika nilai F hitung > nilai F tabel maka hipotesis yang diajukan diterima, berarti terdapat perbedaan nilai relevansi antara sebelum dan sesudah penerapan IFRS.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Bursa Efek Indonesia 1. Sejarah Bursa Efek Indonesia Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atas bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah atau VOC. Meskipun pasar modal telah ada sejak 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari Pemerintah Kolonial kepada Pemerintah Republik Indonesia dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977 dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. 45

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Secara singkat tonggak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4.1 Perkembangan Pasar Modal di Indonesia (Desember 1912) (1914 –1918) (1926 –1942) (Awal tahun 1939) (1942 –1952) (1956) (1956 –1977) (10 Agustus 1977) (1977 –1987) (1987) (1988 –1990) (2 Juni 1988) (Desember 1988) Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Kolonial Belanda Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II Program nasionalisasi perusahaan Belanda, Bursa Efek semakin tidak aktif Perdagangan di Bursa Efek vakum Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto, BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Tanggal 10 Agustus diperingati sebagai HUT Pasar Modal. Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingka instrumen Pasar Modal. Ditandai dengan hadirnya Paket Desembar 1987 (PAKDES 87) yang meberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer Pemerintah mengeluarkan Palet Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Tabel 4.1 Perkembangan Pasar Modal di Indonesia (Lanjutan) (16 Juni 1989) Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola olah Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya (13 Juli Swastanisasi BEJ, BAPEPAM berubah menjadi 1992) Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ (22 Mei Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan 1995) dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems) (10 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 8 November Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang 1995) ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996 (1995) Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya (2000) Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia (2002) BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading) (2007) Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) (02 Maret Peluncuran Perdana Sistem Perdagangan Baru PT 2009) Bursa Efek Indonesia: JATS-NextG Sumber: www.idx.co.id 1. Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia a. Visi Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia. b. Misi Menciptakan daya saing untuk menarik investor dan emiten, melalui pemberdayaan Anggota Bursa dan Partisipan, penciptaan nilai tambah, efisiensi biaya serta penerapan good governance.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 B. Sampel Perusahaan Berdasarkan kriteria pengambilan sampel dipilih 82 perusahaan manufaktur yang ada di Indonesia. Berikut daftar nama perusahaan yang akan dijadikan sampel dalam penelitian: Tabel 4.2 Perusahaan Sampel No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Perusahaan Indocement Tunggal Perkasa Tbk Holcim Indonesia Tbk Semen Gresik (Persero) Tbk Asahimas Flat Glass Tbk Arwana Citramulia Tbk Keramika Indonesia Asosiasi Tbk Surya Toto Indonesia Tbk Alakasa Industrindo Tbk Alumindo Light Metal Industry Tbk Betonjaya Manunggal Tbk Gunawan Dianjaya Steel Tbk Indal Aluminium Industry Tbk Jaya Pari Steel Tbk Lion Metal Works Tbk Lionmesh Prima Tbk Pelangi Indah Canindo Tbk Tembaga Mulia Semanan Tbk Budi Acid Jaya Tbk Duta Pertiwi Nusantara Tbk Ekadharma International Tbk Eterindo Wahanatama Tbk Indo Acidatama Tbk Argha Karya Prima Ind. Tbk Asiaplast Industries Tbk Berlina Tbk Kageo Igar Jaya Tbk KODE INTP SMCB SMGR AMFG ARNA KIAS TOTO ALKA ALMI BTON GDST INAI JPRS LION LMSH PICO TBMS BUDI DPNS EKAD ETWA SRSN AKPI APLI BRNA IGAR

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Tabel 4.2 Perusahaan Sampel (Lanjutan) No. 27. 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 Kode Perusahaan Sekawan Intipratama Tbk Trias Sentosa Tbk Yanaprima Hastapersada Tbk Charoen Pokphand Indonesia Tbk JAPFA Comfeed Indonesia Tbk Malindo Feedmill Tbk Sierad Produce Tbk Fajar Surya Wisesa Tbk Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Suparma Tbk Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Astra International Tbk Astra Otoparts Tbk Indo Kordsa Tbk Goodyear Indonesia Tbk Gajah Tunggal Tbk Indomobil Sukses Internasional Tbk Indospring Tbk Multi Prima Sejahtera Tbk Multistarada Arah Sarana Tbk Prima Alloy Steel Tbk Panasia Indosyntec Tbk Indorama Synthetics Tbk Pan Brothers Tex Tbk Ricky Putra Globalindo Tbk Teijin Indonesia Fiber Tbk Nusantara Inti Corpora Tbk Sepatu Bata Tbk Sumi Indo Kabel Tbk KMI Wire and Cable Tbk Sucaco Tbk Voksel Electric Tbk KODE SIAP TRST YPAS CPIN JPFA MAIN SIPD FASW INKP SPMA TKIM ASII AUTO BRAM GDYR GJTL IMAS INDS LPIN MASA PRAS HDTX INDR PBRX RICY TFCO UNIT BATA IKBI KBLI SCCO VOKS

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Tabel 4.2 Perusahaan Sampel (Lanjutan) No. 59. 60. 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 Kode Perusahaan Akasha Wira International Tbk Tiga Pilar Sejahtera Tbk Cahaya Kalbar Tbk Delta Djakarta Tbk Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Indofood Sukses Makmur Tbk Multi Bintang Indonesia Tbk Mayora Indah Tbk Prasidha Aneka Niaga Tbk Sekar Laut Tbk Siantar Top Tbk Gudang Garam Tbk HM Sampoerna Tbk Indofarma Tbk Kimia Farma Tbk Merck Tbk Pyridam Farma Tbk Taisho Pharmaceutical Indonesia (PS) Tbk Tempo Scan Pasific Tbk Mustika Ratu Tbk Mandom Indonesia Tbk Unilever Indonesia Tbk Kedaung Indah Can Tbk Langgeng Makmur Industri Tbk KODE ADES AISA CEKA DLTA ICBP INDF MLBI MYOR PSDN SKLT STTP GGRM HMSP INAF KAEF MERK PYFA SQBI TSPC MRAT TCID UNVR KICI LMPI

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Sampel Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 dan 2012. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan didasarkan pada 4 kriteria. Atas dasar kriteria-kriteria tersebut, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 82 perusahaan. Tabel 4.1 menyajikan prosedur pemilihan sampel penelitian sebagai berikut: Tabel 5.1 Prosedur Pemilihan Sampel Penelitian Keterangan Jumlah Perusahaan Perusahaan manufaktur pada tahun 2010 dan 2012 139 Perusahaan yang tidak termasuk sampel, yaitu: Data tidak lengkap (24) Perusahaan yang memiliki EPS dan BVPS negatif (33) Jumlah sampel akhir 82 51

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 B. Analisis Data 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran tentang suatu data yang dilihat dari nilai minimum, rata-rata, dan standar deviasi yang dihasilkan dari variabel penelitian. Hasil analisis deskriptif dengan menggunakan SPSS digambarkan dalam tabel dibawah ini: Tabel 5.2 Hasil Pengujian Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation EPS2010 82 .520 21021.000 931.04451 2785.400375 BVPS2010 82 .890 36074.530 2353.58930 5720.339856 CP2010 82 60.000 274950.000 11534.71951 3.781178E4 EPS2012 82 2.320 21516.000 1184.55110 3229.410792 BVPS2012 82 1.099 36631.720 2794.84349 6562.198280 CP2012 82 70.000 740000.000 22473.41463 9.064198E4 Valid N (listwise) 82 Melalui hasil analisis deskriptif di atas dapat diketahui bahwa jumlah observasi dalam penelitian (N) adalah 82 perusahaan. Pada variabel EPS di tahun 2010 memiliki nilai minimum Rp0,520, nilai maksimum Rp21.021, mean Rp931,04451, dan standar deviasi 2.785,400375. Sedangkan di tahun 2012 nilai minimum EPS meningkat menjadi Rp2,320, nilai maksimum Rp21.516, mean Rp1.184,55110, dan standar deviasi sebesar 3.229,410792.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Variabel BVPS di tahun 2010 memiliki nilai minimum Rp0,890, nilai maksimum Rp36.074,530, mean Rp2.353,58930, dan standar deviasi 5.720,339856. Di tahun 2012, nilai minimum BVPS mengalami menjadi kenaikan Rp3.6631.720, mean Rp1,099, Rp2.794,84349, nilai dan maksimum standar deviasi 6.562,198280. Pada variabel harga saham di tahun 2010, sebesar Rp60.000, nilai maksimum nilai minimum Rp274.950.000, mean Rp11.534.71951, dan standar deviasi 3.781178E4. Sedangkan tahun 2012, nilai minimum harga saham naik menjadi Rp70.000, nilai maksimum Rp740.000.000, mean Rp22.473.41463, dan standar deviasi 9.064198E4. 2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apalah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji normalitas ini menggunakan KolmogrovSmirnov dalam uji statistiknya. Jika angka signifikansi (sig) ≥ 0,05 maka data berdistribusi normal.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 5.3 Hasil Uji Normalitas (Kolmogorov-Smirnov) One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 164 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences .0000000 3.16345717E4 Absolute .360 Positive .360 Negative -.293 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) 4.610 .000 a. Test distribution is Normal. Berdasarkan hasil uji normalitas di atas dapat dilihat bahwa nilai probabilitas sebesar 0,00 < 0,05. Hal ini berarti data tidak berdistribusi normal. Data yang tidak normal dapat ditransformasikan agar menjadi normal. Apabila variabel tidak normal, maka bentuk transformasinya adalah LG109(x) atau logaritma 10 atau LN atau akar kuadrat (Ghozali,2011). Statistik deskriptif setelah dilakukan transformasi dapat dilihat pada tabel 5.4 berikut ini:

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 5.4 Hasil Pengujian Statistik Deskriptif – LN Descriptive Statistics Std. N Minimum Maximum Mean Deviation LnEPS2010 82 -.65 9.95 4.5361 2.27361 LnBVPS2010 82 -.12 10.49 6.0729 2.07938 LnCP2010 82 4.09 12.52 7.1256 1.98228 LnEPS2012 82 .84 9.98 4.9805 2.12878 LnBVPS2012 82 .09 10.51 6.3106 2.03869 LnCP2012 82 4.25 13.51 7.5573 2.03090 Valid N (listwise) 82 Berdasarkan tabel 5.4 dapat dilihat dari variabel-variabel setelah dilakukan transformasi. EPS minimum pada tahun 2010 adalah Rp(0,65) dan EPS maksimum Rp9,95 dengan nilai ratarata sebesar Rp4,5361 dan standar deviasi 2,27361. EPS minimum pada tahun 2012 adalah Rp0,84 dan EPS maksimum Rp9,98 dengan nilai rata-rata sebesar 4,9805 dan standar deviasi 2,12878. BVPS minimum tahun 2010 adalah Rp(0,12) dan BVPS maksimum Rp10,49 dengan nilai rata-rata 6,0729 dan standar deviasi 2,07938. BVPS minimum pada tahun 2012 adalah Rp0,09 dan BVPS maksimum Rp10,51 dengan nilai ratarata sebesar Rp6,3106 dan standar deviasi 2,03869. Harga saham minimum tahun 2010 adalah Rp4,09 dan harga saham maksimum Rp12,52 dengan nilai rata-rata sebesar Rp7,1256 dan standar deviasi 1,98228. Harga saham minimum tahun 2012

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 adalah Rp4,25 dan harga saham maksimum Rp13,51 dengan nilai rata-rata sebesar Rp7,5573 dan standar deviasi 2,03090. Dari kesamaan hasil sebelum dan sesudah dilakukan transformasi nampak bahwa transormasi dapat menyebabkan distribusi penyebaran dan menjadi lebih merata tanpa merubah hasil. Analisis selanjutnya menggunakan data yang telah ditransformasi. Tabel 5.5 Hasil Uji Normalitas (Kolmogorov-Smirnov) - LN One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 164 Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Differences .0000000 .94990160 Absolute .070 Positive .070 Negative -.059 Kolmogorov-Smirnov Z .903 Asymp. Sig. (2-tailed) .389 a. Test distribution is Normal. Berdasarkan tabel hasil uji di atas, dapat dilihat bahwa nilai probabilitas sebesar 0,389 > 0,05. Hal ini berarti data berdistribusi normal. b. Uji Moltikolinearitas Uji moltikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 bebas. Multikolinearitas terjadi jika nilai tolerance ≤ 0,10 atau nila VIF ≥ 10. Tabel 5.6 Hasil Uji Multikolinearitas No. 1. 2. 3. 4. Variabel EPS2010 EPS2012 BVPS2010 BVPS2012 Tolerance 0,908 0,910 0,908 0,910 VIF 1,102 1,099 1,102 1,099 Keterangan Bebas multikolinearitas Bebas multikolinearias Bebas multikolinearias Bebas multikolinearias Berdasarkan hasil uji multikolinearitas di atas, dapat terlihat bahwa variabel EPS, dan BVPS tahun tidak memiliki nilai tolerance ≤ 0,10 atau nilai VIF ≥ 10. Hal ini berarti bahwa antar variabel bebas dalam model regresi tidak ada korelasi atau dengan kata lain tidak terjadi multikolinearitas. c. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 5.7 Hasil Uji Heteroskedastisitas 2010 Tabel 5.8 Hasil Uji Heteroskedastisitas 2012 d. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Apabila angka DW di antara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi. Tabel 5.9 Hasil Uji Autokorelasi 2010 Model Summaryb Model R 1 .879a R Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate .773 .767 .95695 DurbinWatson 1.620 a. Predictors: (Constant), LnBVPS2010, LnEPS2010 b. Dependent Variable: LnCP2010 Tabel 5.10 Hasil Uji Autokorelasi 2012 Model Summaryb Model R 1 .883a R Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate .780 .775 .96412 DurbinWatson 1.358 a. Predictors: (Constant), LnBVPS2012, LnEPS2012 b. Dependent Variable: LnCP2012 Berdasarkan hasik uji Durbin-Watson di atas, diketahui nilai DW tahun 2010 sebesar 1,620 dan DW tahun 2012 sebesar 1,358. linear. Hal ini berarti tidak ada autokorelasi dalam regresi

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 3. Uji Hipotesis a. Pengujian Regresi Berganda Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dapat menjelaskan variabel terikat. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat sangat terbatas, begitu pula sebaliknya. Tabel 5.11 Hasil Koefisien Determinasi Tahun 2010 Model Summaryb Model R 1 .879a R Square Adjusted R Square .773 Std. Error of the Estimate .767 .95695 a. Predictors: (Constant), LnBVPS2010, LnEPS2010 b. Dependent Variable: LnCP2010 Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai Adjusted R Square atau nilai koefisien determinasi sebesar 0,767 yang berarti variabel terikat mampu dijelaskan oleh variabel bebas sebesar 76,7%. Dengan kata lain, 76,7% harga saham pada tahun 2010 mampu dijelaskan oleh variabel EPS dan BVPS pada tahun 2010. Sedangkan 23,3% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Tabel 5.12 Nilai Hitung Signifikansi Tahun 2010 ANOVAb Model 1 Sum of Squares Regression Residual Total df Mean Square 245.941 2 72.344 79 318.285 81 F Sig. 122.970 134.285 .000a .916 a. Predictors: (Constant), LnBVPS2010, LnEPS2010 b. Dependent Variable: LnCP2010 Dari tabel Anova didapat nilai Fhitung sebesar 134,285 dengan probabilitas 0,000 yang telah menguji pengaruh antara variabel bebas (EPS dan BVPS pada tahun 2010) terhadap variabel terikat (harga saham pada tahun 2010). Karena probabilitas tersebut jauh lebih kecil dari 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk mengukur EPS dan BVPS berpengaruh positif terhadap harga saham pada tahun 2010. Tabel 5.13 Koefisien Regresi Tahun 2010 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Std. Error Standardized Coefficients Beta t Sig. 3.238 .351 9.237 .000 LnEPS2010 .738 .049 .846 15.026 .000 LnBVPS2010 .089 .054 .094 1.663 .100 a. Dependent Variable: LnCP2010

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Dari tabel 5.14 diperoleh suatu persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y = β0+β1EPS+ β2BVPS = 3,238 + 0,738EPS + 0,089BVPS 1) Koefisien konstanta adalah sebesar 3,238 artinya bila kedua variabel BVPS dan EPS pada tahun 2010 konstan pada angka nol (0) yang berarti terjadi peningkatan harga saham sebesar 3,238 yang berarti terjadi peningkatan pada harga saham tahun 2010. 2) Nilai koefisien regresi EPS = 0,738 secara statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh positif EPS pada tahun 2010 terhadap harga saham tahun 2010. Nilai koefisien sebesar 0,738 memiliki arti jika EPS meningkat sebesar 0,738 dengan asumsi variabel lain konstan. 3) Nila koefisien regresi BVPS = 0,089, secara statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh positif variabel BVPS pada tahun 2010 terhadap harga saham pada tahun 2010. Nilai koefisien sebesar 0,089 memiliki arti jika BVPS meningkat sebesar satu satuan, maka nilai harga saham meningkat sebesar 0,089 dengan asumsi variabel lain konstan.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Tabel 5.14 Hasil Koefisien Determinasi Tahun 2012 Model Summaryb Model R 1 .883a R Square Adjusted R Square .780 Std. Error of the Estimate .775 .96412 a. Predictors: (Constant), LnBVPS2012, LnEPS2012 b. Dependent Variable: LnCP2012 Berdasarkan tabel 5.12 diperoleh nilai Adjusted R Square atau nilai koefisien determinasi sebesar 0,775 yang berarti bahwa variabel terikat mampu dijelaskan oleh variabel bebas sebesar 77,5%. Dengan kata lain, 77,5% harga saham pada tahun 2012 mampu dijelaskan variabel EPS dan BVPS pada tahun 2012. Sedangkan 22,5% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini. Tabel 5.15 Nilai Hitung Signifikansi Tahun 2012 ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares df Mean Square 260.655 2 73.433 79 334.088 81 F Sig. 130.327 140.208 .000a .930 a. Predictors: (Constant), LnBVPS2012, LnEPS2012 b. Dependent Variable: LnCP2012 Dari tabel Anova didapat nilai Fhitung sebesar 140,208 dengan probabilitas 0,000 yang telah menguji pengaruh antara

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 variabel bebas (EPS dan BVPS pada tahun 2012) terhadap variabel terikat (harga saham pada tahun 2012). Karena probabilitas tersebut jauh lebih kecil dari 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk mengukur EPS dan BVPS berpengaruh positif terhadap harga saham pada tahun 2012. Tabel 5.16 Koefisien Regresi Tahun 2012 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Std. Error Standardized Coefficients Beta t Sig. 2.954 .383 7.721 .000 LnEPS2012 .814 .053 .853 15.424 .000 LnBVPS2012 .087 .055 .088 1.583 .117 a. Dependent Variable: LnCP2012 Dari tabel 5.17 diperoleh suatu persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y = β0+β1EPS+ β2BVPS = 2,954 + 0,814EPS + 0,087BVPS 1) Koefisien konstanta adalah sebesar 2,954 artinya bila kedua variabel BVPS dan EPS pada tahun 2012 konstan pada angka nol (0) yang berarti terjadi peningkatan harga saham sebesar 2,954 yang berarti terjadi peningkatan pada harga saham tahun 2012.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 2) Nilai koefisien regresi EPS = 0,814 secara statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh positif EPS pada tahun 2012 terhadap harga saham tahun 2012. Nilai koefisien sebesar 0,814 memiliki arti jika EPS meningkat sebesar 0,814 dengan asumsi variabel lain konstan. 3) Nila koefisien regresi BVPS = 0,087, secara statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh positif variabel BVPS pada tahun 2012 terhadap harga saham pada tahun 2012. Nilai koefisien sebesar 0,087 memiliki arti jika BVPS meningkat sebesar satu satuan, maka nilai harga saham meningkat sebesar 0,087 dengan asumsi variabel lain konstan. Tabel 5.17 Hasil dari Regresi Harga Saham pada EPS dan BVPS untuk Periode 2010 dan 2012 Independent variable Period 2010 Period 2012 Constant EPS BVPS Adjusted R2 P-Value of Regression Model 3,238 0,738 0,089 0,767 0,00 2,954 0,814 0,087 0,775 0,00

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 b. Uji Chow Test Chow Test adalah untuk menguji test for equity of coefficients atau uji kesamaan koefisien. Uji chow test ini dilakukan untuk menguji model regresi untuk kelompok periode sebelum dan sesudah penerapan IFRS. Hasil perhitungan chow test dapat dilihat pada tabel 5.19 sebagai berikut: Tabel 5.18 Hasil Uji Chow Test Periode Keseluruhan (2010 dan 2012) 147,077 Nilai Residual N 164 Chow Test Ftabel (0,05) Periode Sebelum Penerapan IFRS (2010) 72,344 Periode Setelah Penerapan IFRS (2012) 73,433 82 82 0,469 2,66 Dengan jumlah N sebanyak 164 dan jumlah parameter yang diestimasi pada (k) adalah 3, maka diperoleh perhitungan chow test sebagai berikut: RSSr = 147,077 RSSur = RSSur1 + RSSur2 = 72,344 + 73,433 = 145,777

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Hasil pengujian mengahasilkan nilai chow test F sebesar 0,469. Nilai Ftabel diperoleh dengan df=3 dan 158 tingkat signifikansi 0,05 dapat diperoleh Ftabel sebesar 2,66. Dengan demikian diperoleh nilai chow test (0,469) < Ftabel (2,66). Dengan tingkat signifikansi 5%, Fhitung < Ftabel sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh nilai relevansi antara sebelum dan sesudah penerapan IFRS. C. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis dengan regresi berganda, pengujian relevansi nilai memfokuskan pada perubahan nilai Adjusted R2 setelah penerapan IFRS. Jika nilai Adjusted R2 meningkat secara signifikan maka dapat disimpulkan bahwa informasi akuntansi meningkatkan nilai relevansinya karena penerapan IFRS. Hasil dari analisis menunjukkan nilai Adjusted R2 mengalami kenaikan yaitu 0,767 pada periode sebelum penerapan IFRS menjadi 0,775 pada periode sesudah penerapan IFRS. Pengambilan kesimpulan dengan mendasarkan pada Adjusted R2 adalah untuk efek kombinasian (combined effect) kedua proksi informasi akuntansi yaitu laba bersih per lembar saham (EPS) dan nilai buku per lembar saham (BVPS) (Karampanis dan Hevas, 2011 dalam Cahyonowati,

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 2012). Berdasarkan hasil dari analisis menunjukkan bahwa laba bersih per lembar saham (EPS) nilainya meningkat dari 0,738 menjadi 0,814 setelah penerapan IFRS. Sedangkan nilai buku per lembar saham (BVPS) mengalami penurunan dari 0,089 menjadi 0,087 setelah penerapan IFRS. Menurut Chalmers dkk. (2011) secara signifikan tingkat persistensi laba dengan munculnya IFRS dapat dirtikan bahwa laba, meskipun potensi volatilitas yang lebih tinggi berdasarkan IFRS lebih kuat, oleh sebab itu nilai relevansi lebih meningkat setelah penerapan IFRS. Sejalan dengan hasil hasil penelitian Alali dan Foote (2012) dalam Cahyonowati (2012) bahwa laba bersih mempunyai nilai relevansi lebih tinggi dibandingkan dengan nilai buku ekuitas. Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan alat analisis uji chow test. Berdasarkan hasil analisis dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi structural change model nilai relevansi informasi akuntansi. Hal ini terlihat dari nilai Fhitung (0,469) yang berada dibawah nilai Ftabel (2,66). Menurut Karampanis dan Hevas (2011) dalam Cahyonowati (2012) bahwa di negara-negara code law (termasuk Indonesia), dengan karakteristik lingkungan institusional seperti perlindungan investor yang lemah, kurangnya penegakan hukum, kepemilikan terkonsentrasi, dan pendanaan yang berorientasi pada perbankan maka penerapan IFRS belum tentu dapat meningkatkan nilai relevansi informasi akuntansi. Temuan Karampanis dan Hevas (2011) dalam Cahyonowati (2012) menunjukkan bahwa penerapan IFRS di lingkungan institusional yang kurang sesuai

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 menyebabkan tidak signifikannya peningkatan kualitas informasi akuntansi setelah penerapan IFRS dilakukan.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan apakah laporan keuangan perusahaan sesudah penerapan IFRS memiliki relevansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan sebelum penerapan IFRS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai relevansi, yaitu 0,767 pada periode sebelum penerapan IFRS menjadi 0,775 sesudah penerapan IFRS meskipun peningkatan yang terjadi tidak signifikan, yaitu sebesar 0,008. Namun, hal ini tidak terjadi structural change model nilai relevansi informasi akuntansi yang terdapat di dalam laporan keuangan. Hal ini terlihat dari nilai Fhitung (0,469) yang berada dibawah nilai Ftabel (2,66). Hasil ini juga menunjukkan bahwa peningkatan nilai relevansi hanya terjadi pada laba bersih per lembar saham (EPS), yaitu 0,738 menjadi 0,814 sesudah penerapan IFRS. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini menggunakan sampel seluruh perusahaan manufaktur di segala sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sehingga hasil yang diperoleh bersifat heterogen. 70

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 C. Saran Penelitian selanjutnya dapat memfokuskan satu sektor pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia agar hasil yang diperoleh bersifat homogen.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ana, Murni Situmorang. 2011. “Transisi Menuju IFRS dan Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan yang Listing di BEI)”. Skripsi Tidak Dipublikasikan. Universitas Diponogoro, Semarang. Anastasia, Njo. 2003. “Analisis Faktor Fundamental dan Risiko Sistematik Terhadap Harga Saham Properti di Bursa Efek Jakarta”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume 5, No.2. November. 2003 Andrian, Harry Simbolon. 2010. “Value Relevance”. Business & Accounting. http://akuntansibisnis.wordpress.com/2010/06/06/value-relevance/ Diakses tanggal 28 Oktober 2013. Apriansani, Harry Ginting. 2013. “Pengaruh Penerapan IFRS Terhadap Relevansi Nilai dari Nilai Buku Per Lembar Saham dan Laba Per Lembar Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI”. Skripsi Tidak Dipublikasikan. Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Barth,M.E, W.R. Landsman, and M.H. Lang. 2008. “International Accounting Standards and Accounting Quality”. Journal of Accounting Research. 46,3:467-728. Bartov, E., S. R. Goldberg, and M.S. Kim. 2005. “Comparative Value Relevance Among German, U.S. and International Accounting Standards: A German Stock Market Perspective”. Jurnal of Accounting Auditing and Finance. 20,2:95-119. Bimo, Yuro Kusumo dan Imam Subekti. “Relevansi Nilai Informasi Akuntansi, Sebelum Adopsi IFRS dan Setelah Adopsi IFRS pada Perusahaan yang Tercatat dalam Bursa Efek Indonesia”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 2014. Cahyonowati, Nur dan Dwi Ratmono. 2012. “Adopsi IFRS dan Relevansi Nilai Informasi Akuntansi”. http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/aku/article/view/18712/1846 1 Diakses tanggal 28 Oktober 2013. Chalmers et al. 2011. “Changes in Value Relevance of Accounting Information Upon IFRS Adoption: Evidence from Australia”. Australian Journal of Management. 72

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Eko Widodo Lo.2012 “The Value Relevance of Accounting Information In Transition to IAS?IFRS: The Case of Indonesia”. Jurnal Akuntansi Manajemen. Ghozali, Imam. 2011. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19”. Edisi 5. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang. Ikatan Akuntan Indonesia. 2007. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat. Jakarta. Jogyanto. 2010. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Ketujuh. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. Kousenidis.D.V.A.C.Ladas, and C.I.Negakis. 2010. “Value Relevance of Accounting Information in the Pre and Post IFRS Accounting Periods”. European Research Studies. Volume XIII, Issue (1): 143-152. M.S., Arman Hamka. 2012. “Pengaruh Variabel Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), dan Return on Equity (ROE) terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)”. http://www.imfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/download/141/108 Diakses tanggal 28 Oktober 2013 Nurjamin, Paulus. 2012. “Pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010”. Skripsi Tidak Dipublikasikan. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Puspitaningtyas, Zarah. 2012. “Relevansi Nilai Informasi Akuntansi dan Manfaatnya Bagi Investor”. http://www.stiesia.ac.id/jurnal/index.php/article/download_abstract/.../ Diakses tanggal 28 Oktober 2013. Priatinah, Denies dan Prabandaru Adhe Kusuma. 2012.”Pengaruh Return On Invesment (ROI), Earning Per Share (EPS), dan Dividen Per Share (DPS) Terhadap Harga Saham; Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode2008-2010”. http://www.journal.uny.ac.id/index.php/nominal/article/download/998/801 Diakses tanggal 10 Desember 2013. Rahmawati, Relevansi Nilai Informasi Akuntansi Dengan Pendekatan Terintegrasi: Hubungan Nonlinier, SNA VIII Solo, 2005. Suharjo, Bambang. 2008. Analisis Regresi Terapan dengan SPSS. Graha Ilmu, Surabaya. Tritiadi, Brian dan Nur, Etna Afri Yuyetta.2012. “Analisis Perbedaan Pengaruh Informasi Laba dan Rugi Terhadap Koefisien Respon Laba”. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting Diakses tanggal 28 Oktober 2013.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 74

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Lampiran 1 Daftar EPS, BVPS, dan Harga Saham Tahun 2010 NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 KODE INTP SMCB SMGR AMFG ARNA KIAS TOTO ALKA ALMI BTON GDST INAI JPRS LION LMSH PICO TBMS BUDI DPNS EKAD ETWA SRSN AKPI APLI BRNA IGAR SIAP TRST YPAS CPIN JPFA MAIN SIPD FASW INKP EPS 876,050 108,110 612,530 762,610 43,070 1,730 3912,260 40,930 141,960 46,630 20,910 100,540 37,930 742,680 765,680 5,310 175,800 12,250 44,540 43,800 39,280 1,630 29,800 17,550 251,890 30,620 6,710 48,690 31,720 134,620 462,980 530,870 6,510 114,210 21,410 BVPS 3559,000 0,890 20,343 4,246 222,690 23,045 12,738 384,190 1642,200 406,630 78,750 503,190 400,180 4997,090 4873,470 77,230 6500,140 202,590 364,890 190,550 312,080 37,920 1013,160 163,320 1459,080 228,690 129,770 440,880 196,850 271,560 1483,920 761,200 131,280 730,700 3298,150 CP 15950 2250 9450 9450 290 94 4000 800 840 340 160 360 580 3800 4800 190 9000 220 430 255 230 60 960 90 1600 210 86 270 860 1840 3150 640 71 2875 1640 TANGGAL PUBLIKASI 17/03/2011 06/04/2011 28/03/2011 29/03/2011 28/04/2011 28/04/2011 28/03/2011 31/03/2011 22/03/2011 30/03/2011 16/03/2011 31/03/2011 29/03/2011 31/03/2011 31/03/2011 25/04/2011 31/03/2011 31/03/2011 25/03/2011 28/03/2011 31/03/2011 25/03/2011 31/03/2011 01/04/2011 31/03/2011 31/03/2011 29/03/2011 31/03/2011 30/03/2011 31/03/2011 30/03/2011 31/03/2011 28/03/2011 28/03/2011 21/03/2011

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 NO. 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 KODE EPS BVPS SPMA 19,850 481,480 TKIM 313,490 4546,160 ASII 3548,600 12,181 AUTO 1479,830 1,449 BRAM 298,130 2383,460 GDYR 1629,500 1127,412 GJTL 238,360 1011,990 IMAS 432,670 1231,770 INDS 1896,250 6061,340 LPIN 664,590 5032,300 MASA 28,770 266,170 PRAS 0,520 230,040 HDTX 0,780 357,960 INDR 356,220 3920,710 PBRX 79,940 375,210 RICY 16,860 522,450 TFCO 20,160 175,050 UNIT 17,870 1715,110 BATA 4690,000 25500,690 IKBI 15,030 1609,250 KBLI 12,060 72,540 SCCO 295,570 2060,000 VOKS 12,110 463,860 ADES 53,670 169,310 AISA 45,000 344,360 CEKA 99,370 1037,820 DLTA 8715,000 36074,530 ICBP 343,810 1799,630 INDF 336,300 1911,600 MLBI 21021,000 22364,550 PSDN 8,970 96,070 SKLT 7,000 171,270 STTP 32,540 341,330 ULTJ 37,090 449,370 GGRM 2154,930 11016,730 HMSP 1465,080 2330,470 CP 230 3000 5455 2790 2400 12500 2300 3800 7507 3125 330 93 250 1700 400 181 510 139 67600 1200 80 1950 450 1620 780 1100 120000 4675 4875 274950 10750 140 385 1210 40000 28150 TANGGAL PUBLIKASI 29/03/2011 21/03/2011 24/02/2011 24/02/2011 31/03/2011 31/03/2011 24/03/2011 25/04/2011 28/03/2011 28/03/2011 18/03/2011 07/04/2011 30/03/2011 18/03/2011 31/03/2011 31/03/2011 31/03/2011 29/03/2011 01/04/2011 30/03/2011 23/03/2011 30/03/2011 01/04/2011 01/04/2011 31/03/2011 04/03/2011 31/03/2011 21/03/2011 21/03/2011 30/03/2011 01/04/2011 28/03/2011 06/04/2011 31/03/2011 31/03/2011 31/03/2011

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 NO. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 KODE INAF KAEF MERK PYFA SQBI TSPC MRAT TCID UNVR KICI LMPI EPS BVPS 4,050 100,430 24,980 200,580 5303,320 16206,100 7,850 144,320 9105,000 33,750 108,640 578,690 57,050 788,580 653,740 4717,240 443,900 530,200 23,620 463,340 2,770 398,300 CP 80 159 96500 127 138000 1710 650 7200 16500 185 270 TANGGAL PUBLIKASI 01/04/2011 30/03/2011 21/03/2011 31/03/2011 31/03/2011 31/03/2011 08/04/2011 15/03/2011 29/03/2011 29/03/2011 29/03/2011

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Lampiran 2 Daftar EPS, BVPS, dan Harga Saham Tahun 2012 NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 KODE INTP SMCB SMGR AMFG ARNA KIAS TOTO ALKA ALMI BTON GDST INAI JPRS LION LMSH PICO TBMS BUDI DPNS EKAD ETWA SRSN AKPI APLI BRNA IGAR SIAP TRST YPAS CPIN JPFA MAIN SIPD FASW INKP EPS BVPS 1293,150 5,275 176,210 1,099 817,200 30,624 798,640 5,661 85,250 324,550 4,630 234,460 4760,310 1813,160 50,460 539,980 450,290 1908,710 137,560 628,770 50,680 96,700 146,180 815,770 120,810 463,350 1641,300 7148,370 4300,260 10158,870 19,600 350,320 1397,890 10357,770 10,230 197,840 64,130 441,980 51,480 249,140 30,580 450,720 2,820 44,720 45,790 1240,140 20,800 145,760 300,840 399,990 26,070 155,240 13,630 136,820 21,880 481,830 34,660 246,390 163,490 497,420 465,110 2039,610 578,620 403,950 2,380 134,000 200,140 729,250 87,680 3663,270 CP 22450 2900 15850 10300 1640 175 6650 550 850 700 180 450 330 10400 10500 260 6750 114 385 350 310 70 980 96 7000 375 120 345 970 3650 6150 2375 90 2550 6800 TANGGAL PUBLIKASI 07/03/2013 15/02/2013 12/04/2013 27/03/2013 05/03/2013 25/03/2013 27/03/2013 22/03/2013 22/03/2013 22/03/2013 22/03/2013 22/03/2013 22/03/2013 31/03/2013 31/03/2013 27/03/2013 18/03/2013 22/03/2013 25/03/2013 20/03/2013 27/03/2013 22/03/2013 20/03/2013 21/03/2013 10/04/2013 14/02/2013 20/03/2013 22/03/2013 08/03/2013 27/03/2013 21/03/2013 27/03/2013 23/05/2013 27/03/2013 18/03/2013

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 NO. 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 KODE EPS BVPS SPMA 26,790 522,430 TKIM 252,060 5,000 ASII 4790,730 22,187 AUTO 2730,160 1,422 BRAM 360,840 3244,840 GDYR 1580,270 1286,105 GJTL 324,910 1572,080 IMAS 589,930 1875,530 INDS 422,800 3587,590 LPIN 781,170 6346,150 MASA 30,300 391,360 PRAS 26,470 476,690 HDTX 3,920 374,010 INDR 20,400 4328,570 PBRX 84,030 259,110 RICY 25,920 563,730 TFCO 16,210 605,010 UNIT 24,680 1733,580 BATA 5334,110 29806,810 IKBI 127,180 1901,030 KBLI 31,240 210,900 SCCO 824,330 3158,970 VOKS 176,740 725,600 ADES 141,340 354,510 AISA 72,180 589,610 CEKA 196,120 1557,660 DLTA 12996,850 36631,720 ICBP 373,800 1957,590 INDF 371,410 2415,450 MLBI 21516,000 30136,970 PSDN 39,130 220,910 SKLT 11,530 187,450 STTP 56,980 430,880 ULTJ 122,200 579,140 GGRM 2086,060 13759,550 HMSP 2269,060 3036,370 CP 290 5980 7600 3557 3000 12300 3225 5300 8200 7650 450 255 950 2420 470 174 620 345 70000 1530 187 4050 1030 1920 1080 1300 255000 7800 5850 740000 20000 205 1050 1330 56300 59900 TANGGAL PUBLIKASI 18/03/2013 18/03/2013 28/02/2013 20/03/3013 22/03/2013 27/03/2013 27/03/2013 08/03/2013 25/03/2013 28/03/2013 18/03/2013 17/05/2013 11/03/2013 27/03/2013 22/03/2013 22/03/2013 21/03/2013 25/03/2013 27/03/2013 31/03/2013 15/03/2013 28/03/2013 20/03/2013 08/03/2013 28/03/2013 11/03/2013 27/03/2013 11/03/2013 11/03/2013 20/03/2013 02/04/2013 11/03/2013 27/03/2013 25/03/2013 22/03/2013 14/03/2013

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 NO. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 KODE EPS BVPS INAF 13.68 209,760 KAEF 36,930 256,840 MERK 4812,860 18604,550 PYFA 9,920 163,910 SQBI 13439,000 40,813 TSPC 139,540 738,280 MRAT 71,850 901,580 TCID 747,880 5455,010 UNVR 634,240 520,100 KICI 16,370 482,300 LMPI 2,320 406,000 CP 330 740 152000 177 238000 3725 490 11000 20850 270 255 TANGGAL PUBLIKASI 20/03/2013 26/02/2013 15/02/2013 28/02/2013 15/03/2013 02/04/2013 22/03/2013 05/03/2013 25/03/2013 14/03/2013 20/03/2013

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Lampiran 3 Hasil Output SPSS 1. Periode Sebelum IFRS (2010) Variables Entered/Removed Model 1 Variables Variables Entered Removed LnBVPS2010, LnEPS2010 b Method . Enter a a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: LnCP2010 b Model Summary Model R 1 .879 R Square a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .773 .767 Durbin-Watson .95695 1.620 a. Predictors: (Constant), LnBVPS2010, LnEPS2010 b. Dependent Variable: LnCP2010 b ANOVA Model 1 Sum of Squares Regression Mean Square 245.941 2 122.970 72.344 79 .916 318.285 81 Residual Total df a. Predictors: (Constant), LnBVPS2010, LnEPS2010 b. Dependent Variable: LnCP2010 F 134.285 Sig. .000 a

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Coefficients Model 1 Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B (Constant) LnEPS2010 LnBVPS201 0 a Std. Error 3.238 .351 .738 .049 .089 .054 a. Dependent Variable: LnCP2010 Beta T Sig. 9.237 .000 .846 15.026 .000 .094 1.663 .100

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 2. Periode Sesudah IFRS (2012) Variables Entered/Removed Model 1 Variables Variables Entered Removed LnBVPS2012, LnEPS2012 b Method . Enter a a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: LnCP2012 b Model Summary Model R 1 .883 R Square a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .780 .775 Durbin-Watson .96412 1.358 a. Predictors: (Constant), LnBVPS2012, LnEPS2012 b. Dependent Variable: LnCP2012 b ANOVA Model 1 Sum of Squares Regression Mean Square 260.655 2 130.327 73.433 79 .930 334.088 81 Residual Total df a. Predictors: (Constant), LnBVPS2012, LnEPS2012 b. Dependent Variable: LnCP2012 F 140.208 Sig. .000 a

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Std. Error 2.954 .383 LnEPS2012 .814 .053 LnBVPS2012 .087 .055 a. Dependent Variable: LnCP2012 Coefficients Beta t Sig. 7.721 .000 .853 15.424 .000 .088 1.583 .117

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 3. Periode Sebelum dan Sesudah Penerapan IFRS (2010 dan 2012) Variables Entered/Removed Model 1 Variables Variables Entered Removed BVPS, EPS a b Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: CP b Model Summary Model R 1 .882 R Square a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .777 .774 Durbin-Watson .95578 1.494 a. Predictors: (Constant), BVPS, EPS b. Dependent Variable: CP b ANOVA Model 1 Sum of Squares df Mean Square Regression 512.934 2 256.467 Residual 147.077 161 .914 Total 660.011 163 a. Predictors: (Constant), BVPS, EPS b. Dependent Variable: CP F 280.745 Sig. .000 a

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Std. Error 3.105 .257 EPS .775 .036 BVPS .089 .038 a. Dependent Variable: CP Coefficients Beta t Sig. 12.104 .000 .849 21.737 .000 .091 2.327 .021

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Lampiran 4 Tabel F (df 136-180)

(106)

Dokumen baru

Download (105 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN SEBELUM DAN SESUDAH MERGER (Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)
0
5
12
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN SEBELUM DAN SESUDAH MERGER (Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)
0
6
12
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER ATAU AKUISISI (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
1
5
21
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA Suatu Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia
1
23
113
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KEUANGAN DAN NON KEUANGAN TERHADAP PENGUNGKAPAN SUKARELA LAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).
0
1
9
ANALISIS PERBANDINGAN RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN DIVIDEN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).
0
1
11
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN (Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia).
0
0
9
ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS ACCRUAL ANTARA SEBELUM DAN SESUDAH PENGADOPSIAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD (IFRS) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdapat di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009
0
0
7
1. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah - STUDI PUSTAKA RELEVANSI NILAI INFORMASI AKUNTANSI SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS)
0
0
19
ANALISIS KOMPARATIF KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI DAN KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD Reni Hariyani
0
0
20
ANALISIS PERBEDAAN MANAJEMEN LABA RIIL DENGAN PENGUKURAN ARUS KAS OPERASI SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI IFRS (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2011-2013) - Perbanas Institutional Repository
0
0
17
ANALISIS PERBEDAAN MANAJEMEN LABA RIIL DENGAN PENGUKURAN ARUS KAS OPERASI SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI IFRS (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2011-2013) - Perbanas Institutional Repository
0
0
17
ANALISIS MANAJEMEN LABA SEBELUM DAN SESUDAH PENGADOPSIAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD (IFRS) Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013 SKRIPSI
0
0
15
PENGARUH PENGADOPSIAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS ( IFRS ) TERHADAP MANAJEMEN LABA ( Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI ) - Unissula Repository
0
0
11
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN (DISCLOSURE) LAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016)
0
0
21
Show more