Psikoedukasi perilaku bullying dengan pendekatan level kelas terhadap pengetahuan mengenai perilaku bullying pada siswa siswa SMK Kristen 2 Klaten - USD Repository

Gratis

0
1
113
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PSIKOEDUKASI PERILAKU BULLYING DENGAN PENDEKATAN LEVEL KELAS TERHADAP PENGETAHUAN MENGENAI PERILAKU BULLYING PADA SISWA SISWA SMK KRISTEN 2 KLATEN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh : Amelia Noviani Arminingtyas NIM. 099114056 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PSIKOEDUKASI PERILAKU BULLYING DENGAN PENDEKATAN LEVEL KELAS TERHADAP PENGETAHUAN MENGENAI PERILAKU BULLYING PADA SISWA SISWA SMK KRISTEN 2 KLATEN Disusun oleh : Amelia Noviani Arminingtyas NIM. 099114056 Telah disetujui oleh : Dosen Pembimbing Sylvia Carolina MYM. S.Psi. Pada Tanggal : ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PSIKOEDUKASI PERILAKU BULLYING DENGAN PENDEKATAN LEVEL KELAS TERHADAP PENGETAHUAN MENGENAI PERILAKU BULLYING PADA SISWA SISWA SMK KRISTEN 2 KLATEN Dipersiapkan dan ditulis oleh: Amelia Noviani Arminingtyas NIM: 099114056 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada tanggal 10 Februari 2014 dan dinyatakan mememnuhi syarat Susunan Panitia Penguji : Nama Lengkap Tanda Tangan Penguji I : Sylvia Carolina MYM., M.Si. I. …………………… Penguji II : Dra. Lusia Pratidarmanastiti, MS. II. …………………... Penguji III : Ratri Sunar Astuti, M.Si. III. ………………….. Yogyakarta, Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Dekan, Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si. iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO When you’re curious, you find lots of interesting things to do Walt Disney Character cannot be developed in ease and quiet. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired, and success achieved Hellen Keller iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Seluruh Karya hasil dari kerja keras ini aku persembahkan kepada : Tuhan Yesus Kristus yang telah selalu menguatkan dan menjaga dalam setiap langkah kehidupanku, terlebih lagi selalu memberikan keluatan yang luar biasa untuk membuatku selalu semangat dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Ibu ku tercinta yang selalu memberikan kasih sayang dan selalu bersabar selama ini dalam menghadapi ku, serta selalu mendoakan dan memberikan semangat untuk memperjuangkan semua hal. Ayah ku tersayang yang selalu tidak henti-hentinya memberikan motivasi dan petuah-petuah yang bijak untuk bekal dalam aku melangkah serta memberikan benteng kehidupan supaya aku siap untuk menghadapi apapun yang ada di depan sana. Adik ku yang selalu membantu dalam setiap kesusahanku, selalu mendengarkan setiap keluh kesah yang aku alami. Keluarga keduaku Psychology Basket USD yang selalu memberikan semangat dan memberikan motivasi yang luar biasa. Para alumni Psikologi USD yang banyak memberikan masukan-masukan untuk menyelesaikan tugas akhir ini. & Semua pihak yang telah ikut membantu dan berperan penting dalam menyelesaikan tugas akhir ini. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, Penulis Amelia Noviani Armingtyas vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PSIKOEDUKASI PERILAKU BULLYING DENGAN PENDEKATAN LEVEL KELAS TERHADAP PENGETAHUAN MENGENAI PERILAKU BULLYING PADA SISWA DI SMK KRISTEN 2 KLATEN Amelia Noviani Arminingtyas ABSTRAK Bullying merupakan salah satu perilaku yang banyak muncul di kalangan remaja dan belum teratasi dengan baik. Pengetahuan siswa yang kurang mengenai perilaku bullying menjadi hal yang cukup mempengaruhi berkembangnya perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan melihat sejauh mana sebuah program psikoedukasi bullying dengan menggunakan pendekatan level kelas berpengaruh terhadap pengetahuan mengenai perilaku bullying pada siswa. Subjek penelitian ini merupakan remaja berusia 15-17 tahun. Sampel penelitian adalah 57 siswa dan siswi SMK Kristen 2 Klaten di kelas 1. Jenis penelitian ini adalah pretest-posttest control group design. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk pertanyaan multiple choiche mengenai perilaku bullying. Koefisien reliabilitas yang didapat sebesar 0,783. Hasil dari uji hipotesis dengan menggunakan Paired sample T Test menghasilkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 yaitu 0,00. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian intervensi dengan pendekatan level kelas mempengaruhi pengetahuan siswa mengenai perilaku bullying. Kata Kunci : bullying, pengetahuan mengenai perilaku bullying, remaja. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PSYCHOEDUCATION BULLYING BEHAVIOR WITH CLASS LEVEL APPROACH TO KNOWLEDGE ABOUT BULLYING BEHAVIOR IN STUDENTS SMK KRISTEN 2 KLATEN Amelia Noviani Arminingtyas ABSTRACT Bullying is one of the many emerged behaviors among the adolescence and had not been resolved yed . This lack of knowledge of students effeted bullying behavior. This study examines the extent to which a program of preventive bullying by using class -level approach to knowledge about the impact of bullying behavior in students . Subjects of this study is 15-17 year olds . Study sample was 57 male and female students of SMK Kristen 2 Klaten in grade 1 . This research is a pretest - posttest control group . Data collection methods used in this research form multiple choiche questions about bullying behavior . Reliability coefficients were obtained for 0,783 . The results of testing hypotheses by use paired sample t test resulted a significance value smaller than 0.05 is 0.00 . These results indicate that a program of class -level intervention approach affects students' knowledge about bullying behavior . Key words : bullying, bullying knowledge, adolescence. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma Nama : Amelia Noviani Arminingtyas Nomomr Mahasiswa : 099114056 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma, karya ilmiah saya yang berjudul: PSIKOEDUKASI PERILAKU BULLYING DENGAN PENDEKATAN LEVEL KELAS TERHADAP PENGETAHUAN MENGENAI PERILAKU BULLYING PADA SISWA SISWA SMK KRISTEN 2 KLATEN Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : Yang menyatakan, (Amelia Noviani Arminingtyas) ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maya Esa yang telah memberikan berkat karunia yang sungguh luar biasa dan mempunyai rencana sangat indah. Dia selalu membimbing dan memberikan penyertaan yang selalu tercurah, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari betul bahwa pembuatan skripsi ini melalui proses yang panjang dan melewati proses yang sangat panjang. Proses yang begitu panjang ini dapat terselesaikan dengan baik berkat campur tangan beberapa pihak yang sangat membantu dan mendukung pdalam menyelesaikan penelitian ini. penulis inginmengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan banyak dalam proses pengerjaan skripsi ini dan juga segala kesempatan untuk mengenal dan berproses bersama mereka : 1. Alm. Ibu Dr. Christina Siwi Handayani yang selalu memberikan banyak inspirasi dan banyak memberikan pelajaran hidup serta dukungan yang diberikan baik dalam bidang akademis maupun non-akademis. 2. Bapak Priyo Widianto selaku dekan Fakultas Psikologi yang selama ini banyak membantu mahasiswa dalam berkembang dan menggali potensi. 3. Ibu Sylvia selalu dosen pembimbing yang selalu memberikan banyak masukan dan pertimbangan untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Serta dengan sangat sabar terus menerus membimbing hingga pada akhirnya tugas akhir ini selesai. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Ibu Dra. Lusia Pratidarmanastiti, MS. dan Ibu Ratri Sunar Astuti, M.Si. selaku dosen penguji skripsi. 5. Bapak Agung Santoso selaku Dosen Pembimbing Akademik yang memberikan banyak pengetahuan, masukan, dan motivasi kepada setiap mahasiswanya utuk selalu berkembang dan terus berkembang, serta dengan sabar selalu membantu kesulitan akademik yang dialami oleh mahasiswanya. 6. Ibu Kepala Sekolah SMK Kristen 2 yang telah memberikan izin dan kesempatan untuk melakukan penelitian di sekolah. 7. Orang tua saya Anton Maryoso dan Riwi Handayani yang telah mendidik saya dari kecil hingga sekarang, selalu memberikan nasihat, memberikan semangat dan bimbingan supaya saya selalu bersemangat mengerjakan tugas akhir ini. Serta selalu memberikan masukan supaya saya terus berkembang menjadi orang yang lebih baik lagi. 8. Adik saya Diana Kurniawati yang bersedia membantu saya kapanpun saya membutuhkan bantuan, selalu memberikan masukan yang berharga untuk saya, selalu ada di setiap saya membutuhkan teman untuk bertukar pikiran. 9. Abang Martinus Sinulingga dan Koh Hendrik Lay yang selama ini memberikan banyak masukan, bimbingan, dan mengenalkan saya dengan arti kekeluargaan di Fakultas Psikologi. 10. Keluarga besar Psychology Basketball USD yang selama ini telah banyak memberikan hal yang sangat menyenangkan. Tidak hanya di dalam xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI lapangan saat bertanding, namun di luar lapangan. Dan selalu menjadi motivasi dan semangat saya untuk menyelesaikan tugas akhir ini. 11. Para alumni Fakultas Psikologi yang telah memberikan sumbangan pikiran, ide dan banyak masukan dalam penyelesaian skripsi ini. 12. Felicita Tyas Noviani yang selama ini banyak memberikan bantuan dalam hal apapun untuk mengerjakan tugas kuliah hingga skripsi ini. 13. Para saudara angkat saya Ruth Meihana, Angga Praptantya, Stephanie yang selalu memberikan dukungan moral dan selalu ada di setiap keseharian saya untuk bersama-sama menyelesaikan tugas akhir ini. 14. Mas Gandung Ibu Nanik yang telah membantu dalam hal kesekretariatan, dan selama ini memudahkan saya untuk mengurus berbagai hal di Fakulatan Psikologi. 15. Pak Gie yang selalu ramah dan sabar dalam mengahapi semua tingkah laku mahasiswa baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan, dan selalu membantu mahasiswa dengan penuh ikhlas. 16. Mas Muji dan Mas Donni yang selalu membantu saat mengerjakan berbagai hal dalam urusan Lab dan alat-alat tes di Psikologi dan membantu menyempurnakan tugas akhir ini. 17. Seluruh siswa-siswi SMK Kristen 2 Klaten yang telah membantu saya dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. 18. Semua pihak yang telah membentu saya salam menyelesaikan tugas kahir ini saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari skripsi ini, akan tetapi penulis berharap agar skripsi ini dapat brmanfaat bagi semua orang yang membacanya dan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Penulis Amelia Noviani Arminingtyas xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN MOTTO ...................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................... vi ABSTRAK ....................................................................................................... vii ABSTRACT ....................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .................... ix KATA PENGANTAR ..................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xiv DAFTAR TABEL ............................................................................................ xviii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... BAB I xix PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ......................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................. 9 C. Tujuan Penelitian ................................................................... 9 D. Manfaat Penelitian ................................................................. 9 1. Manfaat Teoritis ............................................................... 9 2. Manfaat Pratis .................................................................. 9 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ...................................................................... 10 A. Pengetahuan Tentang Bullying............................................... 10 1. Definisi Pengetahuan tentang Bullying ......................... 10 2. Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan tentang Bullying ............................................................ 13 Aspek Pengetahuan tentang Bullying ........................... 15 Remaja.................................................................................... 24 1. Pengertian Remaja ........................................................ 24 2. Tahap-tahap Perkembangan Remaja ............................ 25 3. Perkembangan Kognitif pada Remaja .......................... 26 4. Perkembangan Pribadi dan Sosial pada Remaja ........... 27 Program Preventif .................................................................. 29 1. Pendekatan Level Sekolah atau Institusi ...................... 29 2. Pendekatan Level Kelas ................................................ 30 D. Program Psikoedukasi ............................................................ 32 E. Peningkatan Pengetahuan Terhadap Tindak Bullying 3. B. C. Menggunakan Program Preventif Bullying dengan Pendekatan Level Kelas ......................................................... 33 Hipotesis Penelitian................................................................ 35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...................................................... 37 F. A. Jenis Penelitian ....................................................................... 37 B. Subjek Penelitian.................................................................... 37 C. Identifikasi Variabel ............................................................... 37 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI D. Definisi Operasional............................................................... 38 1. Pengetahuan tentang Perilaku Bullying ............................. 38 2. Program Preventif Tindak Bullying dengan PendekatanLevel Kelas. 38 Alat Pengumpulan Data ......................................................... 39 1. Tes Pengetahuan tentang Tindak Bullying ....................... 39 F. Desain Penelitian .................................................................... 41 G. Prosedur Penelitian................................................................. 42 1. Pretest .............................................................................. 42 2. Perlakuan (Program Pelatihan) ........................................ 42 3. Posttest ............................................................................. 45 Pengujian Instrumen Penelitian.............................................. 45 1. Pengujian Validitas .......................................................... 45 2. Pengujian Reliabilitas....................................................... 46 3. Seleksi Aitem ................................................................... 46 Teknik Analisis Data .............................................................. 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 48 E. H. I. A. Pelaksanaan Penelitian ........................................................... 48 B. Deskripsi Data ........................................................................ 49 1. Subjek Penelitian.............................................................. 49 C. Data Skor Pretest dan Posttest ............................................... 49 D. Hasil Penelitian ...................................................................... 50 1. Hasil Uji Asumsi .......................................................... 50 2. Hasil Uji Hipotesis Pengetahuan Bullying .................... 52 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Perhitungan Mean Empirik dan Mean Teoritik ............ 53 Pembahasan ............................................................................ 55 KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 61 A. Kesimpulan ............................................................................ 61 B. Saran ....................................................................................... 61 1. Saran Berkaitan dengan Kelanjutan Penelitian............. 61 2. Saran Berkaitan dengan Manfaat Penelitian ................. 62 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 63 LAMPIRAN ..................................................................................................... 67 E. BAB V xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Skala Pengetahuan Tentang Perilaku Bullying ......................... 40 Tabel 2 Item Skala Pengetahuan Mengenai Perilaku Bullying.............. 47 Tabel 3 Data Subjek Penelitian ............................................................. 49 Tabel 4 Data Posttest – Pretest Tingkat Pengetahuan Bullying ............ 50 Tabel 5 Uji Normalitas Pengetahuan Bullying ...................................... 51 Tabel 6 Uji Homogenitas Pengetahuan Bullying ................................... 51 Tabel 7 Uji Hipotesis Pengetahuan Bullying ......................................... 53 Tabel 8 Mean Empirik Pretest Pengetahuan Bullying........................... 54 Tabel 9 Empirik Posttest Pengetahuan Bullying ................................... 54 Tabel 10 Mean Gain Skor Pretest dan Posttest Pengetahuan Bullying ... 55 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Bagan peningkatan pengetahuan tentang bullying menggunakan program preventif dengan pendekatan level kelas, sebagai usaha untuk menurunkan tingkat bullying ......................................................................... xix 36

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Tes Pengetahuan Perilaku Bullying ............................................ 68 Lampiran 2 Data Pretest – Posttest Tes Pengetahuan Bullying ..................... 76 Lampiran 3 Hasil Seleksi item ....................................................................... 78 Lampiran 4 Reliabilitas Aitem dan Normalitas Aitem ................................... 81 Lampiran 5 Hasil Uji Hipotesis ...................................................................... 84 Lampiran 6 Modul Rancangan Kegiatan........................................................ 86 xx

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Banyak media massa baik cetak maupun media massa online banyak membahas mengenai tindak kekerasan yang terjadi pada anak maupun remaja di sekolah. Seperti halnya yang banyak terungkap adalah kekerasan yang mereka terima di lingkungan sekolahnya. Pada dasarnya sekolah yang seharusnya memberikan pendidikan yang dapat menunjang pendidikan siswasiswanya, namun hal ini ternyata dapat menjadi tempat yang menakutkan bagi mereka. Idealnya sekolah dapat memberikan pembelajaran dalam aspek kognitif yaitu materi-materi pembelajaran yang bersifat menunjang kemampuan berpikir dan pembelajaran yang memberikan materi dalam hal budi pekerti yang berhubungan dengan etika berbicara dan bertingkah laku di lingkungan sosial. Namun akhir-akhir ini banyak ditemukan kasus-kasus yang memperlihatkan hal yang menyimpang dari yang seharusnya diterima oleh siswa-siswa di sekolah selain pelajaran yang mereka terima. Sekolah menjadi tempat yang membuat tidak aman dan tidak nyaman bagi beberapa siswa. Hal ini dikarenakan banyak tindakan bullying yang diterima oleh beberapa murid yang terjadi di lingkungan sekolah mereka. Kejadian ini dapat dilihat dalam kasus pemukulan terhadap mahasiswa di salah satu perguruan tinggi milik pemerintah yang kasusnya terungkap ke masyarakat. Salah satu mahasiswa ini meninggal di dalam asrama kampusnya 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 karena mendapat perlakuan dalam bentuk kekerasan oleh seniornya sendiri. Mahasiswa ini diduga mendapat tindakan kekerasan atau bullying saat dirinya berlatih drum band yang menjadi salah satu kegiatan di kampusnya (Indosiar.com, 2009). Masih banyak juga pemberitaan mengenai tindakan bullying yang dialami oleh anak-anak khususnya saat mereka berada di sekolah. Selain itu terungkap juga kasus yang diakibatkan oleh tindak bullying, yaitu seorang anak berusia 9 tahun melakukan aksi bunuh diri dengan menggantung diri di kamarnya karena bullying yang diterimanya dari teman-temannya di sekolah (Vivanews, 2012). Bullying yang dilakukan oleh siswa-siswa di sekolah tidak tanggung-tanggung dilakukan oleh beberapa orang. Seperti yang terjadi pada siswa baru yang baru saja mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) di salah satu SMA Swasta di Jakarta. Keempat siswa ini dimasukan ke dalam mobil dan di sana mereka mendapat tindak bullying yaitu dipukul dan disundut rokok oleh kakak kelasnya dari sekolah tersebut (Tempo.com, 2012). Kasus yang terjadi mengenai tindak bullying di sekolah ini mengakibatkan ketakutan tersendiri bagi para siswa. Sekolah yang dipandang tempat yang kondusif untuk tempat belajar, bagi sebagian anak yang menjadi korban bullying adalah tempat yang menakutkan. Sekolah seharusnya menjadi tempat mencari teman dan bersosialisasi dengan orang lain, dipandang menjadi tempat yang terdapat banyak musuh untuk sebagian besar anak yang korban bullying. Menurut beberapa penelitian yang telah di lakukan di Amerika Serikat mengenai tindak bullying yang terjadi di lingkungan sekolah, Jurnal of the

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 American Medical Asosiation (2001) menunjukkan bahwa 16 persen dari 15.686 murid di Amerika mengalami tindak bullying di sekolah mereka. Di negara Jepang, Richard Werly mengemukakan dalam tulisannya Persecuted even on the Playground dalam majalah Liberation pada tahun 2001 mengatakan bahwa 10 persen murid mengalami tindak bullying di sekolah (Yayasan SEJIWA, 2008) Bullying merupakan tindakan yang dilakukan baik secara verbal maupun non verbal yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan mengakibatkan korban menderita secara fisik maupun psikisnya. Banyak penelitian yang sudah dilakukan mengenai bullying. Penelitian ini menunjukkan jenis-jenis dari bullying, kemudian macam-macam tindakan bullying, faktor yang menyebabkan bullying terjadi, dampak yang dapat terjadi pada korban bullying dan bentuk intervensi yang pernah dilakukan untuk mengurangi perilaku bullying khususnya yang terjadi si sekolah. Bullying sendiri merupakan tindakan yang dilakukan berulang-ulang dengan frekuensi waktu tertentu yang menyebabkan rasa sakit dan biasanya dilakukan oleh orang yang merasa memiliki kekuatan lebih besar daripada orang lain (Steve Wharton 2005 & SEJIWA 2008). Bullying dapat didefinisikan sebagai situasi dimana terjadi penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dan pihak yang kuat disini bukan hanya kuat secara fisik namun kuat dalam hal secara mental dan kekuasaan. Dalam hal ini korban bullying tidak mampu untuk membela diri ataupun mempertahankan dirinya sendiri

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 karena lemah secara fisik mapun secara mental (SEJIWA,2008). Bullying tidak hanya dilakukan kepada korban bullying sekali atau dua kali, namun tindak bullying ini dilakukan berulang kali dan dalam jangka waktu tertentu. Tindak bullying dapat dilihat dalam berbagai bentuk. Bullying dapat dilakukan dalam bentuk verbal, fisik, dan social aggression. Termasuk didalamnya adalah name calling atau istilah ini dikenal sebagai menyebut nama seseorang tidak sesuai dengan namanya dan biasanya diganti dengan sebutan, selanjutnya dengan cara menggoda, dan mengancam (Olweus, 1993; Smith et all, 1999). Terjadinya bullying dikarenakan sebuah situasi dimana terdapat tiga peran yang bertemu pada satu waktu. Masing-masing peran memiliki karakteristik tertentu dan dapat diibaratkan seseorang ini memainkan perannya masing-masing. Peran-peran yang dimaksudkan adalah pelaku bullying, korban bullying, dan saksi bullying. Peran-peran ini dalam bullying memiliki karakteristik tertentu dan alasan mengapa mereka menjadi pelaku bullying, korban bullying dan saksi bullying (SEJIWA, 2008). Karakteristik dari pelaku bullying biasanya dapat dilihat dari perannya dalam kehidupan sosial seperti popularitas, secara fisik kuat, memiliki kelebihan yang belum tentu anak-anak lain miliki. Kemudian karakteristik yang biasa terlihat dari korban bullying adalah seorang yang tidak populer dalam lingkungan sosial, kemudian tidak memliki kepercayaan diri yang lebih, dan memiliki pandangan negatif tentang dirinya sendiri ( Oyasiwo Aluede, Fajoju Adeleke, Don Omoike, & Justina Afen-Akpaida, 2008).

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Bullying memiliki dampak yang dapat dikatakan sangat merugikan bagi si korban maupun si pelaku bullying ini sendiri. Dampak yang ditunjukan oleh korban bullying, mereka akan cenderung menjadi outsider di lingkungan teman-teman sebayanya, kemudian mengalami apa yang dinamakan dengan psychosomatic symptoms seperti sakit kepala, sakit perut, dan sakit punggung. Kemudian korban bullying juga akan mengalami insomnia atau lebih dikenal dengan gangguan tidur dan cenderung mengalami anxiety. (William P. Fleisher, 2003). Selain itu korban bullying yang paling parah dapat mengalami depresi dan dalam beberapa kasus mereka melakukan aksi bunuh diri seperti yang banyak tertulis di media massa. Dilihat dari segi akademisnya pengaruh dari bullying ini dapat terlihat dari nilai atau prestasi akademis dari korban bullying akan menurun. Bahkan korban bullying nantinya dapat melakukan tindakan yang dapat mengarah kepada tindak kriminal yaitu membawa benda tajam ke dalam sekolah yang dapat membayakan orang lain. (Aluede, Oyaziwo;Adeleke, Fajoju;Omoike, Don;Afen-Akpaida, Justina, 2008). Dilihat dari semua dampak-dampak dari bullying yang telah dipaparkan tersebut, menjadi penting bahwa tindak bullying dapat membahayakan bagi korban dari bullying ini sendiri. Kemudian jika dilihat dari segi pelaku bullying sendiri, kebanyakan dari mereka para pelaku sebelumnya merupakan korban dari bullying yang telah mengalami dalam jangka waktu lama. (SEJIWA,2008). Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru di sebuah sekolah swasta, para murid menggunakan tindak bullying seperti mengejek,

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 atau memanggil nama temannya dengan menggunakan nama yang bukan sebenarnya, hal ini mereka lakukan sebagai bahan untuk mengakrabkan. Selain itu para siswa biasanya menganggap hal ini sebagai bahan bercandaan atau hanya sekedar menjadi bahan untuk bergurau saja diantara sesama teman. Namun hal ini menjadi sebuah masalah bagi siswa yang belum dapat menerima hal ini sebagai hal yang biasa atau hanya bahan bergurau. Kemudian hal ini dapat menunjukkan banyak siswa yang sebenarnya belum mengerti mengenai tindak bullying ini sendiri seperti apa dan akan berdampak seperti apa. Hal ini didukung pula dengan penelitian yang memaparkan bahwa perilaku bullying disebabkan karena kurangnya pengetahuan yang mendalam terhadap bullying. Hal ini yang membuat pelaku bullying membernarkan tindakannya (Bernard dan Shapiro, 2005, dalam Gabriela, 2009). Selain itu wawancara dengan beberapa murid di sekolah yang akan menjadi tempat penelitian ini didapatkan bahwa para siswa pernah mengalami perilaku bullying bahkan pernah melakukan perilaku bullying ini disekolah. Hanya saja mereka tidak pernah mengetahui bahwa tindakan yang mreka lakukan merupakan perilaku yang disebut bullying. Hal yang paling penting yang perlu dipertikan adalah para siswa tidak mengetahui dampak apa saja yang dapat terjadi ketika perilaku ini terus menerus dilakukan atau terjadi di sekolah mereka. Ketidaktahuan siswa akan perilaku bullying ini semakin diperkuat dengan terjadinya kasus bullying yang terjadi di salah satu Sekolah Menengah

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Pertama swasta di Jakarta. Para pelakunya mengatakan tindakan yang mereka lakukan kepada temannya dianggap hal yang biasa dan wajar dilakukan (Tempo.com,2012). Berdasarkan hasil wawancara, penelitian yang dilakukan dan fakta-fakta yang didapat di media massa dapat menunjukkan bahwa belum semua siswa atau anak-anak mengenal konsep bullying dan pentingnya pengetahuan tentang bullying ini sendiri dan bagaimana dampaknya ke depan ketika tindak bullying ini terus berlangsung dan terjadi dalam lingkungan sekolah mereka. Kemudian pengetahuan menjadi faktor penting penyebab terjadinya perilaku bullying di sekolah. Dari pemaparan masalah diatas, sekolah dipandang penting sebagai tempat untuk mengurangi frekuensi dari tindak bullying yang terjadi. Banyak usaha yang telah dilakukan dan dikembangkan untuk mengurangi tindak bullying yang terjadi di sekolah. Usaha-usaha yang dilakukan pada umumnya berbentuk pelatihan yang bertujuan menekan tindak bullying yang terjadi di sekolah. Berdasarkan hal ini maka sekolah perlu mengetahui bentuk pelatihan yang tepat digunakan di dalam lingkungan masing-masing sekolah. Banyak bentuk-bentuk pelatihan yang telah dilakukan sebagai bentuk program-program peventif dan program-program intervensi di sekolah. Program-program anti-bullying yang dilakukan di sekolah dinilai efektif untuk mengurangi tindak bullying di sekolah ( Maria. M. Ttofi, David P. Farrington, 2010). Kemudian hal-hal yang perlu di perhatiakan dalam menyusun program anti-bullying adalah menyusun langkah-langkah yang dilakukan kepada beberapa agen seperti, siswa-siswa sendiri, guru, karyawan

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 sekolah, dan kepada orang tua. Hal ini guna mendukung program yang telah diberikan kepada siswa. Berpijak dari hal ini, peneltian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode yang dirancang dengan bercermin pada program yang pernah dirancang sebelumnya dengan menggunakan pendekatan langsung kepada siswa yang disebut dengan pendekatan level kelas. Pendekatan level kelas langsung memberikan program kepada para siswanya secara langsung dengan membagi siswa secara berkelompok. Program yang akan dilakukan dengan mengadakan Workshop dan Training dengan menggunakan metode quality circle yang terdiri dari pemberian lekturet, game, role play, gugus tugas, tugas individu, studi kasus, simulasi dan modeling untuk meningkatkan pengetahuan secara mendalam kepada siswa mengenai tindak bullying dan mengurangi frekuensi tindak bullying disekolah setelah para siswa mendapat pengetahuan secara mendalam mengenai bullying. Penelitian ini menggunakan eksperimen sederhana yang akan mengukur pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan program pelatihan. Penggunakan metode ini penting dilakukan karena metode eksperimen ini akan membandingkan hasil atau nilai dari tingkat pengetahuan siswa dan sekaligus melihat apakah pendekatan level kelas yang dipakai dalam program ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai perilaku bullying.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 B. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, maka rumusan masalah yang dapat disimpulkan bahwa apakah ada pengaruh pemberian program psikoedukasi dengan pendekatan level kelas terhadap pengetahuan perilaku bullying pada siswa? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian program psikoedukasi dengan pendekatan level kelas terhadap pengetahuan perilaku bullying pada siswa. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis a. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan di bidang ilmu psikologi khususnya psikologi pendidikan terkait dengan tindakan preventif terhadap tindak bullying yang terjadi di sekolah. b. Bagi guru penelitian ini dapat digunakan sebagai materi yang dapat disampaikan kepada siswa. c. Bagi sekolah penelitian ini dapat digunakan untuk bahan evaluasi iklim sekolah mengenai perilaku bullying yang terjadi. 2. Manfaat Praktis Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada siswa secara mendalam mengenai bullying dan nantinya diharapkan dapat mengurangi perilaku bullying di sekolah.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Pengetahuan Tentang Bullying 1. Definisi Pengetahuan tentang Bullying Pengetahuan merupakan cakupan dari segala kegiatan dengan cara dan sarana yang digunakan maupun segala hasil yang diperoleh oleh seseorang. Pengetahuan juga merupakan segenap hasil dari kegiatan mengetahui yang berkenaan dengan sesuatu objek, dapat pula berupa suatu hal atau sebuah peristiwa yang penting yang dialami oleh seseorang (Wahana, 2010). Kemudian menurut Notoatmodjo (2002) pengetahuan merupakan hasil tahu dari manusia. Pengetahuan merupakan respon mental seseorang dalam hubungannya dengan objek tertentu yang disadari sebagai “ada” atau terjadi. Dalam pengetahuan, objek yang disadari memang harus “ada” sebagaimana adanya. Bullying merupakan sebuah situasi di mana terjadi penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok. Pihak yang kuat disini tidak hanya berarti kuat dalam ukuran fisik, namun bisa juga secara mental (SEJIWA,2008). Menurut Ken Rigby (dalam Oyaziwo Aluede et all,2008) bullying termasuk bertujuan untuk melukai, kemudian adanya tindakan melukai, kekuatan yang tidak seimbang, biasanya terjadi berulang-ulang, ketidakadilan kekuasaan, dan pada umumnya si korban akan merasa sangat tertekan. Pengertian lainnya 10

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 terhadap bullying disampaikan oleh Mellor (dalam Namovanma, 2007) mengatakan bahwa bullying sebagai kekerasan jangka panjang, baik mental maupun fisik, mempertahankan dirinya sendiri dalam situasi yang tiba-tiba. Bullying terjadi saat seseorang atau sekelompok orang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan terhadap orang lain. Hal tersebut dilakukan baik secara fisik seperti memukul, menendang, mengancam dengan kata-kata dan melakukan pengucilan terhadap seseorang yang dilakukan berulang kali hingga membuat orang tersebut tidak berdaya untuk melakukan perlawanan. Bullying adalah bentuk-bentuk perilaku berupa pemaksaan atau usaha menyakiti secara fisik maupun psikologis terhadap seseorang atau kelompok yang lebih lemah oleh seseorang atau sekelompok orang yang mempersepsikan dirinya lebih kuat (Pallegrini dan Bartani, 2000). Menurut Reni (2008) bentuk-bentuk tindakan bullying dapat dibagi menjadi 4, yaitu : a. Bullying secara fisik yaitu menarik rambut, meninju, memukul, mendorong, melempar secara sengaja dan lain-lainnya. b. Bullying secara verbal yaitu memberikan nama panggilan tidak sesuai dengan sebenarnya yang bermaksud menjatuhkan, mengejek, menggosip dan lain sebagainya. c. Bullying secara emosional yaitu menolak dengan kasar, meneror, mengucilkan, memfitnah, diskriminasi dan lain sebagainya. d. Bullying secara seksual yaitu seperti berbuat cabul terhadap teman lawan jenis, ekshibisionisme dan masih banyak yang lain.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Dari teori-teori di atas dapat disimpulkan bahwa tindak bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kemudian tindak bullying merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk mencelakai orang lain baik secara fisik, verbal, emosional dan secara seksual yang menyebabkan korban merasa tertekan. Bullying juga suatu tindakan agresi yang dapat dilakukan oleh seseorang atau kelompok dan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Pengetahuan mengenai tindak bullying merupakan pengolahan informasi oleh seseorang yang terdiri dari pengertian tentang bullying, bentuk-bentuk tindakan bullying, faktor-faktor penyebab bullying, akibat dari perilaku bullying, dan tipe-tipe dari pelaku bullying. Pengetahuan mengenai tindak bullying ini adalah bagaimana seseorang mampu mengetahui, memahami, mengaplikasikan, menganalisa, dan mengevaluasi atau dapat memberikan tanggapan dari perilaku bullying. Pada peneltian ini batas yang akan diambil dari tingkat mengetahui atau pengetahuan dari tindak bullying ini adalah tahu (know) dan dapat menganalisa tindak bullying seperti apa dan bagaimana. Tahu di sini dapat diartikan dapat mengingat kembali materi-materi atau bahan yang telah dipelajari secara terperinci. Kemudian menganalisa diartikan sebagai dapat memberikan tanggapan atau respon terhadap kasus-kasus yang nantinya diberikan.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 2. Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan tentang Bullying Menurut Notoadmodjo (2003), pengetahuan dalam diri seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : a. Pendidikan Tingkat pendidikan seseorang berpengaruh dalam hal memberi respon dari setiap stimulus-stimulus yang diterima dari lingkungan luarnya termasuk dalam hal ini adalah informasi. Seseorang yang memiliki pendidikan yang tinggi akan memberikan respon dengan cara berpikir yang lebih rasional terhadap sebuah informasi yang didapatkan dari lingkungan. Kemudian seseorang akan cenderung memikirkan keuntungan yang diperoleh dari informasi yang didapatkan tersebut. Pendidikan atau pelatihan yang tepat dapat menyadarkan bahwa perilaku bullying mempunyai dampak yang berbahaya untuk korban bullying dan bagi pelaku bullying sendiri kedepannya. b. Media Massa Melalui media massa, berbagi informasi bisa diakses atau didapatkan dengan cepat dan mudah oleh masyarakat. Hal ini menjadikan seseorang yang lebih sering melihat media massa memiliki informasi yang lebih banyak daripada seseorang yang tidak atau kurang melihat media massa. Melalui media massa seperti inilah sekolah dapat memanfaatkannya untuk menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan bullying.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 c. Ekonomi Kemampuan ekonomi seseorang yang satu dengan seseorang yang lainnya pasti berbeda. Kemampuan ekonomi ini menjadi faktor yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dapat memperoleh informasi pendidikan. Seseorang yang memiliki kemampuan ekonomi yang baik akan lebih mudah memperoleh informasi pendidikan dibandingkan dengan seseorang yang memiliki kemampuan ekonomi yang rendah. Kemudian dari hal ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa kondisi ekonomi dapat mempengaruhi seseorang dalam memperoleh informasi mengenai bullying. d. Hubungan Sosial Hubungan seseorang dengan sosial dapat membantu seseorang dalam memahami sebuah pesan. Hubungan sosial dapat membantu seseorang dalam kualitas menerima pesan atau informasi yang diterima ketika proses berkomunikasi berlangsung. Proses komunikasi dalam hal ini dapat menjadi faktor yang mempengaruhi seseorang menerima banyak atau sedikitnya informasi yang diterima. Ketika seseorang memiliki hubungan sosial yang luar, maka informasi yang didapat akan semakin banyak karena didalamnya terdapat proses tukar menukar informasi. Hal ini yang dapat meningkatkan pengetahuan mengenai perilaku bullying.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 e. Pengalaman Pengetahuan dapat diperoleh melalui pengalaman. Pengalaman dapat diperoleh secara pribadi ataupun diperoleh dari pengalaman orang lain. Melalui pengalaman seseorang dapat mengetahui kebenaran dari sebuah pengetahuan. Berkaitan dengan hal ini, pengalaman pelaku korban bullying dengan pengalaman korban bullying akan sangat berbeda. Hal ini jika dapat dikomunikasikan dengan baik akan menjadikan pengetahuan yang baru mengenai tindak bullying. 3. Aspek Pengetahuan tentang Bullying a. Pengertian Perilaku Bullying Kata bullying sendiri berasal dari kata bull (dalam Bahasa Inggris) yang memiliki pengertian “banteng” yang suka menanduk. Dari sini pihak yang melakukan bullying biasa disebut bully (SEJIWA,2008). Besag (1989) mengatakan bahwa bullying merupakan tindakan yang berulang dilakukan dengan maksud menyerang, baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun verbal. Dalam hal ini terjadi ketidakseimbangan kekuatan yang mana bullying terjadi secara situasional maupun formal. Bullying terjadi pada seseorang yang tidak memiliki kekuatan yang menyebabkan penderitaan dan memberikan kepuasan pada si pelaku bullying. Bullying juga merupakan tindakan dimana terjadinya pemaksaan atau adanya usaha menyakiti secara psikologis ataupun secara fisik terhadap seseorang atau sekelompok orang yang lebih dipandang lemah atau tidak memiliki kekuatan, yang

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kekuatan lebih (Ma, Stein & Mah, 2001;Olweus, 1991; Rigby, 1999). Terdapat definisi lain yang menyatakan bahwa bullying merupakan bentuk agresi dalam bentuk verbal, psikis, dan sosial yang dilakukan secara berulang-ulang dan menggunakan kekuatan atau kekuasaan yang lebih besar dibandingkan yang lainnya, dan tindakan ini dilakukan dalam jangka waktu yang relatif panjang (Olweus, 1993; Smith et all, 1999). b. Bentuk-bentuk Perilaku Bullying Aspek ini mencakup jenis-jenis perilaku atau tindak bullying yang terbagi menjadi : 1) Kontak fisik yang meliputi : memukul, mendorong, menggigit, menjambak atau menarik rambut, menendang, mencubit, mencakar, dan merusak barang seseorang (Reni, 2008). 2) Kontak verbal yang meliputi : mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama, sarkasme, mencela, mengintimidasi, memaki dan menyebarkan gosip (Bauman dan Rio, 2006). 3) Kontak non-verbal yang meliputi : melihat dengan sinis, menjulurkan lidah tanda mengejek, dan menampilkan ekspresi muka merendahkan oang lain(Riauskina, 2005).

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 4) Pelecehan seksual yang meliputi : perilaku agresif secara fisik maupun verbal berbuat cabul, dan exsibisionisme (Riauskina, 2005 ; Octa Reni, 2008). 5) Bullying secara mengucilkan atau psikiologis meliputi mengisolasi, : mengintimidasi, mengabaikan, menolak, memfitnah, memanipulasi teman, menekan teman sebaya dan diskriminasi (Bauman dan Rio, 2006 ; Octa Reni, 2008). c. Faktor Penyebab Perilaku Bullying Faktor-faktor yang menyebabkan perilaku bullying menurut teori Ekologi Bronfenbrenner (dalam Namovanma, 2007) terdiri atas 5 aspek : (1) Microsystem : merupakan level yang paling dasar, dimana seseorang berada dalam lingkungan yang paling sempit dan paling sering berinteraksi, yaitu keluarga. Dalam hal bullying dapat terjadi ketika seorang anak meniru tindak bullying yang sering dilihat dalam keluarganya seperti dari orangtuanya. (2) Mesosystem : pada lingkungan ini pengalaman yang didapat seorang anak dalam keluarga ditambah lagi pengalaman yang didapat di sekolahnya mengenai tindak bullying akan menjadikan faktor yang mempegaruhi seorang anak melakukan atau meniru tindakan bullying tersebut. (3) Ekosistem : dalam lingkungan ini termasuk di dalamnya adalah pengaruh dalam konteks lainnya, misalnya efek dari kebijakan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 bullying yang mengikutsertakan pihak orang tua dan sekolah. Aturan-aturan yang ada yang diterima oleh anak dapat mempengaruhi bagaimana mereka bersikap, hal ini yang menjadi faktor bagaimana anak berperilaku termasuk didalamnya melakukan tindak bullying. (4) Macrosystem : merupakan pengaruh dari aturan-aturan budaya, seperti sikap masyarakat terhadap perilaku bullying. (5) Kronosystem : lingkungan yang lebih luas lagi dibandingkan dengan keempat lingkungan yang telah disebutkan di atas. Dalam hal ini seorang anak sudah dapat mengakses berbagai informasi dengan penggunaan teknologi yang semakin canggih. Dengan hal ini jika seorang anak tidak mendapat pengawasan yang baik dalam mengkonsumsi infomasi yang mereka dapat di media sosial elektronik maka seorang anak bisa menjadi korban ataupun pelaku dari tindak bullying. Dari teknologi ini maka muncullah juga yang dikenal sebagai cyber-bullying yang banyak terjadi. Aspek ini mencakup hal-hal yang menyebabkan perilaku bullying dapat terbentuk. 1.) Frustrasi dan Kemarahan Frustrasi adalah gangguan atau kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan atau dicapai. Frustrasi dapat menyebabkan perilaku agresif muncul. Apabila frustrasi

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 meningkat, maka orang akan semakin mudah untuk marah dan kemarahan ini menyebabkan munculnya tindak atau perilaku agresif (Sears, 2004). Jadi perilaku atau tindak bullying dapat terjadi disebabkan oleh faktor kemarahan dan rasa frustrasi seseorang dan hal ini akan menyebabkan orang lain menjadi frustrasi dan terganggu. 2.) Proses Belajar Masa Lalu Perilaku agresi dapat terjadi karena faktor belajar masa lalu yang menjadi mekanisme seseorang. Misalnya seorang anak ketika masih bayi, menunjukkan perilaku agresinya dengan cara memukul-mukulkan tangannya dan menangis keras-keras. Pada saat masih bayi hal ini dilakukan untuk menunjukkan agresinya karena belum ada pengendalian sikap agresi. Berbeda ketika seseorang sudah dewasa maka dalam menunjukkan sikap agresinya akan jauh berbeda (Sears, 2004). 3.) Penguatan atau Reinforcement Salah satu syarat bahwa tindakan yang dilakukan termasuk ke dalam bullying adalah dilakukan secara berulangulang dalam jangka waktu tertentu (Sears, 2004). Penguatan ini menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perilaku atau tindak bullying.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 4.) Modelling Tindak bullying dapat disebabkan karena proses meniru orang lain, atau adanya contoh-contoh tindakan yang ditiru kemudian dilakukan oleh seseorang kepada orang lain (Sears, 2004). Tindak bullying yang dilakukan seseorang dapat terjadi karena seseorang melihat kemudian meniru apa yang orang lain lakukan, kemudian melakukan hal yang serupa kepada orang lain yaitu kepada sasaran tindak bullying. d. Ciri-ciri Perilaku Bullying Sebuah tindakan dapat dikatakan sebagai perilaku bullying (Namovanma,2008) apabila: 1) Ada perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban, dimana terdapat seseorang yang lebih dominan dari segi fisik maupun mentalnya dibandingkan dengan seseorang yang merasa dirinya lemah atau dianggap lemah oleh orang lain. 2) Ada niat dan secara sengaja menimbulkan penderitaan atau rasa sakit, para pelaku bullying yang memiliki perasaan acuh, atau tidak memiliki rasa kepedualian terhadap penderitaan orang lain yang melakukan tindakan apa saja termasuk tindakan menyakiti temannya agar kekuatan yang dia miliki dapat diakui oleh korban maupun orang-orang di sekitarnya. 3) Perilaku itu dilakukan berulang kali, setelah melakukan tindakan bullying kepada korban sekali atau dua kali, pelaku merasakan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 kepuasan tersendiri dan bangga terhadap kekuatan yang dimiliki. Sehingga untuk terus bisa merasakan kebanggaan tersebut, pelaku bullying akan terus melakukan tindakan agresifnya berulang kali. e. Akibat Dari Perilaku Bullying Banyak dampak yang dapat ditimbulkan dari perilaku bullying. Beberapa penelitian tentang ini memaparkan bahwa tindak bullying dapat menyebabkan timbulnya depresi bagi para korbannya. Dari 26% anak perempuan korban tindak bullying hanya 8% yang tidak mengalami depresi. Kemudian dari 16% anak laki-laki yang menjadi korban tindak bullying hanya 3% yang tidak mengalami depresi. Dampak lainya adalah melakukan tindak bunuh diri, yaitu terjadi pada 8% anak perempuan dan 4% pada anak laki-laki yang menjadi korban tindak bullying (Kerlikowske, 2003 dalam Oyaziwo Aluede et all, 2008). Kemudian siswa yang menjadi korban dari tindak bullying mengalami susah konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran di sekolah, bahkan prestasi mereka tergolong di bawah rata-rata daripada temanteman lainnya (Ballard, Tucky dan Remley, 1999 dalam Oyaziwo Aluede et all, 2008). Dampak dari tindak bullying yang lainnya adalah korban bullying akan merasa terisolasi dari lingkungan sosialnya dan memiliki kepercayaan diri yang rendah. Korban akan cenderung menarik diri (Clarke dan Kiselica, 1997 dalam Oyaziwo Aluede et all, 2008). Nasel (dalam Oyaziwo Aluede et all, 2008) menyebutkan bahwa

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 para korban tindak bullying akan merasa tidak aman, kesepian dan sendiri, merasa tidak bahagia, selalu merasa gelisah, dan mengalami physical and mental symtoms. Selain para korban tindak bullying, dampak bagi para pelaku tindak bullying sendiri antara lain akan menjadikan si pelaku menjadi seseorang yang tidak dapat menjalin relasi dengan baik kepada orang lain, kemudian pelaku tidak akan memiliki sikap empati kepada orang lain, pelaku kurang mampu untuk memandang sesuatu hal dari sudut lain, dan jika tidak segera dilakukan penanganan, maka pelaku dapat mempengaruhi sosialnya untuk melakukan apa yang dia lakukan kemudian tindakan yang dia lakukan dapat menjadi perilaku kriminal yang lebih berbahaya lainnya (Coloroso, 2006 dalam Oyasiwo Aluede et all, 2008) f. Tipe-tipe Pelaku Bullying Tipe-tipe pelaku bullying menurut Pearce (dalam Aluede, Adeleke, Omoike, dan Akpaida, 2008) mengidentifikasikan tiga macam perbedaan pelaku bullying, yaitu : 1) The aggressive bully. Bully tipe ini menyerang siapa saja, tidak hanya korban yang lemah. Pelaku tidak sensitif, ingin menguasai, kurang memiliki kontrol diri, keras kepala dan memiliki penghargaan diri yang tinggi. 2) The anxious bully. Bully tipe ini lebih menggangu. Mereka memiliki karakteristik seperti korban bullying, yaitu memiliki

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 penghargaan diri yang rendah, kegelisahan, kesepian, emosi yang tidak stabil, dan provokatif. Dalam melakukan aksinya, bully tipe ini lebih suka sendirian bertemu dengan korbannya. 3) The passive bully. Bully tipe ini terlibat dalam bullying dengan tujuan untuk melindungi diri dan meraih status. Seorang passive bully lebih mudah untuk mendominasi dan memimpin, lebih sensitif terhadap penderitaan orang lain tetapi tidak melakukan apapun dan juga enggan melakukan bullying aktif. Sedangkan Langevin (dalam Oyaziwo Aluede et all, 2008) mengklasifikasikan pelaku bullying dalam empat kategori, yaitu: (1) Pysical bullies. Pelaku mengekspresikan kemarahan mereka dengan memukul, mendorong, menendang atau merusak barangbarang miliki korban target yang mereka pilih. (2) Verbal bullies. Pelaku menggunakan kata-kata untuk menyakiti dan menghina orang lain yang menjadi target. Pelaku memberikan julukan atau mencela dan menyindir dengan tajam. (3) Relationship bullies. Pelaku menyebarkan rumor yang buruk tentang seseorang yang menjadi targetnya. Pada tipe ini kebanyakan pelakunya adalah perempuan. (4) Reactive victims. Orang-orang yang termasuk dalam kategori ini adalah para korban-korban bullying yang melakukan bullying karena keinginan mereka sendiri. Mereka melakukan hal ini

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 dikarenakan mereka ingin menjelaskan apa yang telah mereka alami. B. Remaja 1. Pengertian Remaja Dalam beberapa konteks, remaja memiliki banyak definisi. Menurut F.J. Monks dkk (1989), remaja berusia diantara 12 tahun – 21 tahun. Kemudian pembagian umur pada remaja menurut Konopka (dalam Syamsu Yusuf, 2010) masa remaja meliputi (a) remaja awal : 12-15 tahun, (b) remaja madya : 15-18 tahun, (c) remaja akhir : 19-22 tahun. Menurut WHO remaja adalah suatu masa ketika individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda seksual sekundernya saat ia mencapai kematangan seksual. Selain itu, remaja merupakan masa dimana individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Pada masa ini juga terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi ke keadaan yang relatif mandiri (Sarwono,2005). Dalam teori Erikson, dalam masa remaja, remaja berusaha untuk melepaskan diri dari milieu orang tua dengan maksud untuk menemukan dirinya. hal ini dinamakan dengan proses mencari identitas ego. Kemudian dalam pembentukan identitas yaitu perkembangan ke arah individualitas yang mantap, merupakan aspek yang penting dalam perkembangan berdiri sendiri. tidak hanya tenggelam dalam perannya dalam berbagai aspek

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 (anak, teman, pelajar, dll) namun juga menghayati pribadi sebagai diri sendiri. hal ini harus dilewati oleh remaja yang nantinya akan menjadi perkembangan yang sehat. Masa remaja juga merupakan masa yang disebut “strum dan drang” oleh G. Stanley Hall, yaitu periode yang berada dalam dua situasi antara otoritas orang dewasa. Status remaja termasuk dalam status interim. Hal ini dimaksudkan sebagai akibat daripada posisi yang sebagian diberikan oleh orang tua dan sebagian diperoleh mereka dari usaha sendiri yang selanjutnya memberikan prestise tertentu padanya. Menurut Erikson masa remaja termasuk dalam tahapan perkembangan yang kelima, yaitu identitas versus kekacauan identitas diamana pada saat ini individu dihadapkan pada pertanyaan siapa dan kemana tujuan hidupnya (Santrock, 2003). Dalam periode perkembangannya, remaja mengalami perubahan secara biologis, kognitif, dan sosio emosinya. 2. Tahap-tahap Perkembangan Remaja Menurut Santrock (2002), masa remaja dapat dibagi menjadi 3, yaitu : a. Masa Remaja Awal Masa remaja awal biasanya berlangsung relatif singkat. Pada masa ini biasa desebut dengan masa negatif karena remaja mengalami ketidaktenangan, pesimistis dan negatif dalam sikap sosial seperti sikap agresif yang ditunjukkan.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 b. Masa Remaja Madya Pada masa ini remaja mulai memiliki kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dirinya, dan turut memahami suka dukanya. Kemudian pada masa ini, remaja mengalami proses terbentuknya pendirian atau pandangan hidup dan cita-cita. c. Masa Remaja Akhir Pada masa ini, setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapailah masa masa remaja akhir dan dalam masa ini dapat dikatakan telah terpenuhinya tugas-tugas perkembangan masa remaja. 3. Perkembangan Kognitif pada Remaja a. Tahap Operasional Formal Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif remaja dalam teori Piaget (dalam Santrock, 2002). Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun dan terus berlanjut sampai dewasa. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Remaja dalam tahapan ini dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Kemudian remaja tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada “gradasi abu-abu” di antaranya. Dilihat dari faktorbiologis, tahapan ini muncul saat pubertas, menandai masuknya ke duani dewasa secara fisiologis,

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 kognitif, penalaran moral, perkembangan psikoseksual, dan perkembangan sosial. b. Kognisi Sosial Remaja mengembangkan suatu egosentris khusus. David Elkind (dalam Santrock, 2002) membagi egosentris remaja menjadi dua bagian yaitu: penonton khayalan dan dongeng pribadi. Penonton khayalan adalah keyakinan pada diri remaja bahwa orang lain memperhatikan dirinya seperti halnya dirinya sendiri. Remaja ingin menjadi pusat perhatian, cenderung ingin tampil di lingkungan umum, dan ingin terlihat oleh orang lain. Kemudian dongeng pribadi adalah bagian dari egosentris remaja yang meliputi perasaan unik seorang anak remaja. Rasa unik yang ada dalam diri mereka ini menjadikan mereka merasa bahwa ridak ada seorang pun yang dapat mengerti dan memahami perasaan atau yang dirasakan oleh mereka. 4. Perkembangan Pribadi dan Sosial pada Remaja Perkembangan kepribadian dapat dilihat dengan bagaimana remaja berhubungan dengan dunia luarnya. Kemudian perkembangan sosial dapat dilihat dari bagaimana remaja menjalin hubungan dengan orang-orang di lingkungannya. Hal yang paling penting dari perkembangan kepribadian remaja adalah pencarian identitas diri. Menurut Erikson pencarian identitas diri ini merupakan proses menjadi seseorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup. Pada masa remaja dalam konteks perkembangan sosialnya, remaja cenderung melibatkan kelompok teman sebaya daripada

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 orang tua mereka. Kemudian remaja juga cenderung melakukan aktivitas di luar rumah dengan teman sebaya mereka (Conger,1991;Papalia dan Olds,2001 dalam Yudrik Jahja, 2011). Dapat dilihat bahwa pada masa remaja ini, peran kelompok teman sebaya besar. Kemudian pengaruh lingkungan atas tindakan atau perilaku mereka berperan besar. Kelompok teman sebaya dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja tentang perilakunya (Beyth-Marom et al.,1993 dalam Yudrik Jahja, 2011). Menurut Conger(1991) dan Papalia dan Olds (2001) remaja menjadikan teman sebaya menjadi sumber referensi yang dapat mempengaruhi persepsi dan sikap yang dalam hal ini berkaitan dengan gaya hidup mereka. Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa lingkungan dan teman sebaya menjadi faktor penting dalam perkembangan pribadi dan sosial bagi diri remaja. Dilihat dari hal ini, perilaku bullying yang terjadi di lingkungan sekolah atau lingkungan bermain remaja dapat menjadi faktor yang penting dalam mempengaruhi relasi remaja dengan lingkungan atau dengan teman sebaya mereka. Remaja yang menjadi korban bullying akan jauh dari lingkungan dan relasi dengan teman sebaya mereka. Remaja akan mengalami perkembangan diri yang seharusnya dilewati pada tahap perkembangannya. Berdasarkan hal tersebut, penting bahwa lingkungan yang baik dan relasi sosial yag baik pula dapat membuat perkembangan pribadi dan sosial remaja dapat berkembang sesuai dengan tahap perkembangan yang seharusnya dilewati mereka.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 C. Program Preventif Tujuan dilakukannya program preventive terhadap tindak atau perilaku bullying dalam hal ini adalah memberikan intervensi secara langsung kepada siswa untuk meningkatkan pengetahuan para siswa mengenai tindak atau perilaku bullying. Program preventive tindak bullying ini memiliki dua tujuan utama yaitu menciptakan iklim yang positif dan meningkatkan kompetensi sosial para siswa terhadap tindak bullying. Sekolah yang memiliki iklim yang baik bagi siswa jika memiliki delapan komponen yang harus dipenuhi. Kedelapan komponen yang dimaksud adalah : (a) kualitas dalam hal mengajar yang baik, (b) nilai-nilai yang disampaikan oleh pihak sekolah, (c) adanya kesadaran dari pihak sekolah akan adanya kekuatan yang dimiliki dan permasalahan yang ada, (d) kebijaksanaan dan tanggung jawab (e) saling menghormati (f) mempunyai harapan yang positif (g) adanya dukungan dari guru-guru (h) karakteristik lingkungan fisik sekolah (Orphinas & Horne, 2006). Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan mengenai programprogram terhadap anti-bullying terdapat beberapa pendekatan yaitu : 1. Pendekatan Level Sekolah atau Institusi Pendekatan ini tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah, namun juga bekerja sama dengan pihak orang tua murid. Program ini pernah dilakukan di sebuah SMP di negara Itali pada tahun 1995. Program ini dilakukan selama tiga tahun dengan melakukan beberapa tahapan. Pada tahun pertama guru-guru diberikan pelatihan dengan memberikan informasi mengenai faktor risiko psikososial di sekolah dan bersikap tegas

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 dalam menangani tindak bullying yang terjadi di sekolah. Kemudian pada tahun kedua, diadakan pertemuan antara guru dan orang tua murid untuk membahas tindak mengenai bullying. Pada tahun ketiga, program yang telah dirangcang mulai dilaksanakan. Dalam pelaksanaan program tersebut, dibagi dalam tiga tahapan yaitu : kebijakan sekolah, kelas, dan individual (Gini, 2004). 2. Pendekatan Level Kelas Pendekatan ini dilakukan di dalam kelas atau kelompok besar. Pendekatan level kelas meruapakan bagian dari pendekatan level institusi. Yang membedakan dua pedekatan ini adalah pendekatan level kelas lebih bersifat mikro atau wilayah sasarannya lebih spesifik yaitu langsung dilakukan kepada siswa. Kemudian pendekatan ini lebih memusatkan pada aktivitas atau kegiatan di dalam kelompok. Sasaran pendekatan level kelas hanya sebatas menjurus kepada siswa, tidak memberikan program atau perlakuan kepada orang-orang yang ada di lingkungan sekolah seperti karyawan, kepala sekolah, dan guru. Pendekatan level kelas ini lebih dirasa lebih efisien karena waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu kali program tidak terlalu panjang atau lama dan prosedur yang dilakukan pada pendekatan ini lebih sederhana (Menesini dan Smortir, 1997). Salah satu metode yang digunakan dalam pendekatan level kelas ini adalah Learning to Care Curiculum (Freshbach et all, 1983) yaitu lebih mengarah pada emotional intelligence, sehingga tujuan akhir metode ini adalah meningkatkan empati dalam diri siswa mengenai tindak bullying.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Berdasarkan penelitian sebelumnya, pendekatan ini efektif untuk meningkatkan kesadaran para siswa terhadap permasalahan bullying dan mengubah sikap siswa(Gini, 2004). Di dalam pendekatan ini dikenal juga metode quality circle yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada para siswa(Kay Tytler Abella, 1986). Metode ini dibagi menjadi delapan yaitu : lekturet, role play, game dan simulasi, gugus tugas, diskusi kelompok, latihan individual, studi kasus, dan modeling. Tujuan dari metode ini supaya siswa dapat menerima materi mengenai perilaku bullying yang nantinya dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap bullying. Lekturet yang dimaksudkan dalam metode ini adalah metode dalam penyampaian materi-materi dengan membuat modul yang berisikan mengani bullying. Kemudian role-play adalah metode yang digunakan untuk mempraktekkan atau memvisualkan materi yang sebelumnya diberikan kepada siswa. Yang selanjutnya game dalam metode ini sebagai alat permainan yang nantinya setelah siswa melakukan permainan ini ada sebuah nilai-nilai yang didapat. Selain itu game dalam metode ini dapat juga digunakan sebagai alat mencairkan suasana atau yang biasa disebut ice breaking atau game kecil. Selanjutnya, gugus tugas dalam metode ini adalah pemberian tugas-tugas yang akan diberikan kepada siswa. Diskusi kelompok dalam metode ini adalah metode yang memberikan waktu kepada siswa untuk mendalami materi dan tugas yang telah diberikan kepada siswa. Kemudian tugas individu digunakan untuk merefleksikan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 materi dan tugas yang diberikan kepada siswa, supaya siswa dapat menilai secara pribadi. Dengan begitu siswa lebih dalam mengambil nilai-nilai positif secara lebih probadi. Metode studi kasus memberikan contoh kasus yang nantinya siswa lebih mengetahui perlaku bullying dengan jelas dengan langsung melihat pada masalah yang terjadi dalam lingkungan sehari-hari. Dari dua pendekatan di atas, penelitian ini akan menggunakan pendekatan level kelas sebagai metode yang digunakan untuk dijadikan program preventive terhadap tindak bullying. D. Program Psikoedukasi Psikologi pendidikan (dalam bahasa Inggris psychologycal education) atau yang sering disebut psikoedukasi merupakan personal and social education atau pendidikan pribadi dan sosial. Psikoedukasi ini digunakan dalam bidang psikologi konseling. Hakikat dari psikoedukasi menurut Nelson-Jones (dalam Supraktiknya, 2008) ini sendiri adalah “an expansion of the role of counsellor beyond their traditional individual and group counselling activities”. Hal ini berarti bahwa perluasan peran konselor melampaui aktivitas pemberian layanan konseling individual dan kelompok secara tradisional. Di dalam penelitian ini program preventif yang diberikan kepada siswa yaitu menggunakan pendekatan level kelas, program psikoedukasi ini akan digunakan sebagai acuan dalam menyusun program. Psikoedukasi dalam

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 hal ini berperan memberikan cakupan mengenai program yang diberikan. Program dalam penelitian ini mencakup beberapa gerakan mengapa psikoedukasi penting untuk dilakukan, yaitu melatih seseorang mempelajari aneka life skills, pendidikan humanistik, dan pendekatan akademik / ekperiensial. Kemudian wilayah layanan psikoedukasi yang akan disasar dalam penelitian ini adalah psikoedukasi di lingkungan sekolah. Wilayah psikoedukasi ini dilakukan di sekolah karena subjek dalam penelitian ini adalah siswa. Kemudian dilihat daripermasalahan yang diangkat dalam penelitian ini perilaku bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Psikoedukasi di slingkungan sekolah ini memiliki tujuan dalam pengembangan diri siswa. Selain itu program psikoedukasi yang dilakukan di sekolah dapat membantu menyelesaikan masalah dalam kehidupan pribadi dan lingkungan sosial siswa. E. Peningkatan Pengetahuan Terhadap Tindak Bullying Menggunakan Program Preventive Bullying dengan Pendekatan Level Kelas. Remaja adalah masa dimana lebih dekat dengan lingkungan teman sebayanya (Santrock, 2002). Pada masa ini perkembangan remaja dipengaruhi oleh kelompok. Hal ini yang menyebabkan remaja rentan melakukan perilaku atau tindak bullying di sekolah (Pallegrini dan Bartani, 2000). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Sejiwa, tidak ada satu pun sekolah yang ada di Indonesia bebas dari tindak bullying di

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 dalamnya. Dalam hal ini remaja rentan menjadi pelaku bullying maupun korban dari tindak bullying. Perilaku bullying ini didorong oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya pengetahuan mengenai tindak bullying. Program preventif yang dilakukan dengan pendekatan level kelas menggunakan situasi di dalam kelas bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa terhadap tindak bullying. Pendekatan ini lebih efektif dan efisien karena waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama dan prosedur pelaksanaannya lebih sederhana (Menesini dan Smortir, 1997). Aktivitas-aktivitas yang digunakan dalam pendekatan level kelas ini meliputi penggunaan lekturet, role-play, diskusi kasus, gugus tugas, dan diskusi kelompok. Metode ini digunakan untuk mengolah informasi mengenai tindak bullying. Dengan menggunakan metode ini akan meningkatkan kesadaran siswa (self-awareness) terhadap permasalah bullying (Gini, 2004). Pada program ini siswa akan diberikan beberapa metode yang berisikan informasi mengenai pengertian tentang perilaku bullying, faktor pembentuk, jenis perilaku, jenis-jenis pelaku, dan yang terpenting dampak yang dapat ditimbulkan dari tindak bullying ini sendiri. Pengetahuan seseorang dapat meningkat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat pendidikan dan pengetahuan. Kedua faktor ini yang akan diolah dalam aktifitas-aktifitas di dalam kelas. Aktifitas dapat menciptakan pengalaman baru yang dapat memunculkan pengetahuan. Materi-materi yang akan disampaikan disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa yaitu SMA.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Pada pendekatan ini di dalamnya terdapat metode psikoedukasi yang mengacu pada proses belajar melalui pengalaman langsung (experimental learning) yang merupakan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa (Drum dan Knott, dalam Supraktinya, 2008). F. Hipotesis Penelitian Ada perbedaan tingkat pengetahuan mengenai tindak bullying sebelum siswa diberikan perlakuan atau program peningkatan pengetahuan tentang tindak bullying dan sesudah diberikan perlakuan.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Bagan peningkatan pengetahuan tentang tindak bullying menggunakan program preventif dengan pendekatan level kelas, sebagai usaha untuk menurunan tingkat bullying. REMAJA KURANGNYA PENGETAHUAN TENTANG TINDAK BULLYING KURANGNYA PENGETAHUAN TENTANG TINDAK BULLYING PELAKU KORBAN BULLYING BULLYING PROGRAM PSIKOEDUKASI DENGAN PENDEKATAN LEVEL KELAS PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG TINDAK BULLYING

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas program preventif bullying dengan pendekatan level kelas terhadap tingkat pengetahuan terhadap tindak bullying. Jenis penelitian eksperimen yang yang digunakan adalah one group simple exsperimen. B. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah remaja siswa SMK berusia 15 sampai dengan usia 17 tahun. Subjek merupakan semua siswa kelas satu yang terdiri dari empat program kejuruan yaitu, teknik persiapan grafika, akuntansi, penjualan, dan administrasi perkantoran. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 57 siswa. C. Identifikasi Variabel Penelitian ini memiliki variabel bebas yaitu program preventif tindak bullying dengan pendekatan level kelas dan variabel tergantung atau terikat yaitu pengetahuan tentang tindak bullying. 37

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 D. Defini Operasional 1. Pengetahuan tentang Perilaku Bullying Pengetahuan mengenai tindak bullying merupakan pengolahan informasi oleh seseorang yang terdiri dari pengertian tentang bullying, bentuk-bentuk tindakan bullying, faktor-faktor penyebab bullying, akibat dari perilaku bullying, dan tipe-tipe dari pelaku bullying. Pengetahuan mengenai tindak bullying mengetahui, memahami, ini adalah bagaimana seseorang mampu mengaplikasikan, menganalisa, dan mengevaluasi atau dapat memberikan tanggapan dari perilaku bullying. Pada penelItian ini batas yang akan diambil dari tingkat mengetahui atau pengetahuan dari tindak bullying ini adalah tahu (know) dan dapat menganalisa tindak bullying seperti apa dan bagaimana. Tahu di sini dapat diartikan dapat mengingat kembali materi-materi atau bahan yang telah dipelajari secara terperinci. Kemudian menganaliasa diartikan sebagai dapat memberikan tanggapan atau respon terhadap kasus-kasus yang nantinya diberikan. Tingkat pengetahuan terhadap tindak bullying akan diukur dengan menggunakan skala prestasi belajar dengan peryataan bentuk tertutup dengan menggunakan dua alternatif jawaban yaitu jawaban benar dan jawaban salah (Azwar, 1987). 2. Program Preventif Tindak Bullying dengan Pendekatan Level Kelas Pendekatan ini dilakukan di dalam kelas atau kelompok besar. Kemudian pendekatan ini lebih memusatkan pada aktivitas atau kegiatan di dalam kelompok. Pendekatan level kelas ini dirasa lebih efisien karena

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 waktu yang dibutuhkan tidak terlalu panjang atau lama dan prosedur yang dilakukan pada pendekatan ini lebih sederhana (Menesini dan Smortir, 1997). Salah satu metode yang digunakan dalam pendekatan level kelas ini adalah Learning to Care Curiculum (Freshbach et all, 1983) yaitu lebih mengarah pada emotional intelligence, sehingga tujuan akhir metode ini adalah meningkatkan empati dalam diri siswa mengenai tindak bullying. Berdasarkan penelitian sebelumnya, pendekatan ini efektif untuk meningkatkan kesadaran para siswa terhadap permasalahan bullying dan mengubah sikap siswa(Gini, 2004). Di dalam pendekatan ini dikenal juga metode quality circle yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada para siswa (Kay Tytler Abella, 1986). Metode ini dibagi menjadi delapan yaitu : lekturet, role play, game dan simulasi, gugus tugas, diskusi kelompok, latian individual, studi kasus, dan modeling. E. Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes pengetahuan mengenai bullying yang disusun berdasarkan metode kuisioner tipe pilihan (Sutrisno Hadi, 2004). 1. Tes Pengetahuan tetang Tindak Bullying Data untuk mengetahui variabel tingkat pengetahuan tentang tindak bullying dilakukan dengan memberikan kepada subjek kuesioner yang berisi tentang pengertian tentang tindak bullying, bentuk-bentuk

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 perilaku, jenis-jenis pelaku, penyebab, dan dampak yang terjadi dari tindak bullying. Dalam penelitian ini, menggunakan jenis angket dengan penggunaan kuesioner tipe pilihan yaitu bentuk tes dengan pertanyaanpertanyaan yang memiliki empat pilihan jawaban (Sutrisno Hadi, 2004). Penilaian yang digunakan dalam kuisioner ini adalah sebagai berikut : a. Untuk pertanyaan favorable : Jawaban benar : nilai 1 Jawaban salah : nilai 0 b. Untuk pertanyaan unfavorable : Jawaban benar : nilai 1 Jawaban salah : nilai 0 Tabel 1 Skala pengetahuan tentang perilaku bullying No Item Aspek No pengetahuan bulliying 1. Favorable Unforable Jumlah Bobot Pengertian 3 3 6 15 % 10 0 10 25 % Bulliyng 2. Bentukbentuk perilaku bulliyng

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 3. Jenis-jenis pelaku 5 1 6 15 % 3 3 6 15 % 10 0 10 25% 1 1 2 5% 28 12 40 100% bullying 4. Faktor pembentuk perilaku bullying 5. Dampak bullying 6. Respon terhadap tindak bullying Total F. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen yaitu quasi experiment pretest-posttest control grup design. Tujuan dari penggunaan desain penelitian ini adalah untuk mengungkapkan adanya pengaruh yang dimunculkan secara signifikan oleh variabel bebas terhadap variabel tergantung. Di awal penelitian dilakukan pengukuran terhadap variabel tergantung yaitu pengetahuan tentang tindak bullying (Pretest). Kemudian melakukan manipulasi berupa memberikan program preventif

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 bullying dengan pendekatan level kelas. Setelah manipulasi dilakukan, kemudian dilakukan kembali pengukuran terhadap variabel tergantung dengan menggunakan alat ukur yang sama (Posttest). Desain ini membandingkan selisish skor (gain skor) yang diperoleh berdasarkan hasil pretest dan posttest pada kelompok ekperimen yaitu kelompok kontrol (Liche, Aries dan Bernadette, 2006). G. Prosedur Penelitian 1. Pretest Pretest yang dilakukan dalam penelitian ini dengan melakukan pemberian tes pengetahuan tentang tindak bullying. Pretest ini dilakukan untuk mengambil data awal mengenai tingkat pengetahuan tentang tindak bullying sebelum dilakukan pemberian perlakuan atau pemberian program kepada subjek. 2. Perlakuan ( Program Pelatihan) a. Bentuk perlakuan Pemberian program preventif terhadap tindak bullying menggunakan metode diskusi kasus, role play, lekturet, dan gugus tugas. Program ini berlangsung selama 90-120 menit. Prosedur perlakukan atau rancangan program yang akan diberikan adalah sebagai berikut : i. Subjek memasuki ruangan dan duduk menempati tempat duduk yang telah disediakan.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 ii. Peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan dan bagaimana prosedurnya. iii. Peneliti memberikan ice breaking untuk mencairkan suasana. iv. Peneliti memberikan metode perlakuan yaitu studi kasus mengenai film tentang tindak bullying. v. Peneliti membagi subjek menjadi kelompok kecil untuk melakukan diskusi kelompok. vi. Subjek subjek mensharingkan hasil diskusi dari kelompok kecil kepada kelompok besar. vii. Peneliti menjelaskan mengenai tindak bullying kepada subjek. viii. Peneliti mengajak subjek untuk berdiskusi mengenai dampak yang ditimbulkan oleh bullying berdasarkan study kasus. ix. Subjek diminta untuk berkumpul dengan kelompok yang telah dibentuk untuk melakukan role-play mengenai perilaku bullying yaitu sebagai pelaku dan korban bullying yang telah ditentukan prosedurnya. x. Subjek diminta untuk mendiskusikan hasil dari role-play yang telah dilakukan. xi. Subjek berdiskusi kelompok besar untuk mencari solusi untuk mengurangi tindak bullying dan menuangkannya dalam bentuk majalah dinding.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 b. Metode quality circle Penggunaan metode quality circle dalam pelaksanaan program sebagai berikut : i. Lekturet : digunakan sebagai metode pemberian materi mengenai perilaku bullying. Lekturet ini berisikan pengertian mengenai tindak bullying, jenis perilaku, jenis pelaku, ciri-ciri perilaku, faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku, dan dampak yang muncul. ii. Role play : dalam program ini role play yang dilakukan dengan memberikan naskah kepada siswa. siswa membentuk kelompok kecil kemudian masing-masing kelompok menampilkan sebah drama yang menggambarkan perilaku bullying. iii. Gugus tugas : gugus tugas dalam program ini dilakukan dengan memberikan tugas kelompok bagi siswa untuk membuat karya dalam hal ini majalah dinding yang bertema bullying untuk mengampanyekan anti bullying di sekolah. iv. Diskusi kelompok : diskusi kelompok dilakukan oleh para siswa untuk mebahas perilaku atau masalah bullying, serta apa yang dapat dilakukan siswa mengenai perilaku bullying tersebut yang sudah dipraktekkan oleh kelompok lain dalam bentuk drama. v. Study kasus : dalam program ini studi kasus dilakukan dengan memberikan contoh-contoh kasus perilaku bullying yang ada di sekolah, kemudian siswa mendiskusikan kasus tersebut dalam

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 kelompok dan nantinya akan dipresentasikan ke depan kelas kepada kelompok siswa yang lain. vi. Latian individual : latian individual yang dilakukan siswa pada program ini adalah dengan membuat refleksi pribadi dan menarik kesimpulan yang telah didapat setelah mengikuti program yang diberikan. 3. Posttest Posttest dilakukan dengan memberikan tes mengenai pengetahuan tentang tindak bullying. Pemberian tes ini dilakukan setelah pemberian perlakuan atau program peningkatan pengetahuan tentang tindak bullying. Proses ini dilakukan dengan tujuan memperoleh data mengenai tingkat pengetahuan tentang tindak bullying setelah perlakukan diberikan. Posttest ini dilakukan sebanyak satu kali. Pengambilan data ini dilakukan dua minggu setelah pemberian perlakuan kepada subjek. H. Pengujian Instrumen Penelitian 1. Pengujian Validitas Validitas adalah tingkat kemampuan instrument peneliti untuk mengungkapkan data sesuai dengan apa yang hendak diujikan. Validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan aitem-aitem dalam suatu daftar pernyataan yang bertujuan untuk mendifinisikan suatu variabel. Validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengajuan terhadap isi tes dengan analisis

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 secara rasional atau melalui profesional judgemen. Dalam validitas isi, aitem-aitem yang disusun harus mencakup keseluruhan isi objek yang hendak diukur (Azwar, 2004). 2. Pengujian Reliabilitas Selain alat ukurnya yang diuji, dalam penelitian ini juga akan diujikan reliabilitasnya. Reliabilitas adalah kepercayaan, kebenaran, keajegan, kestabilan, konsistensi atau sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2004). Dalam penelitian ini menggunakan estimasi reliabilitas konsistensi internal Alpha-Cronbach yaitu melalui pendekatan reliabiitas konsistensi internal. Koefisien Alpha merupakan estimasi yang baik terhadap reliabilitas pada banyak situasi pengukuran (Azwar, 2004). Nilai dari reliabilitas sakala yang dianggap memuaskan jika koefisiennya di atas 0,675 (Purwanto, 2008). Hasil skor yang diperoleh pada tes pengetahuan tentang perilaku bullying adalah sebesar 0,783. 3. Seleksi Aitem Semua analisis aitem skala pengetahuan mengenai tindak bullying dihitung dengan menggunakan SPSS for windows versi 16.00. Seleksi aitem yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan koefisien korelasi aitem total yang nantinya akan menghasilkan indeks daya beda aitem. Nilai koefisien alpha Cronbach dapat digunakan untuk menjadi acuan dalam melakukan seleksi aitem. Jika nilai alpha Cronbach pada kolom Cronbach’s Alpha if item Deleted lebih besar nilainya daripada nilai

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Alpha Cronbach, maka aitem tersebut kurang baik. Berdasarkan hal tersebut, maka aitem pada tes pengetahuan tentang tindak bullying diperoleh 19 aitem. Tabel 2 Item Skala Pengetahuan Mengenai Perilaku Bullying No aitem Aspek Pengetahuan No tentang tindak bullying Favorable Unfavorable 1. Pengertian bullying 1,2 3,4 2. Bentuk perilaku bullying 7,9,10,13,14 - 3. Dampak bullying 11, 17, 22, - 25 4. Faktor pembentuk 30 29 perilaku bullying 5. Tipe pelaku 33, 34, 36 - 6. Respon terhadap perilaku 40 - Total 19 I. Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan dengan program SPSS for windows versi 16.00 dengan menggunakan Paired Sampel T-test.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan pada tanggal 15 November 2013, 18 November 2013 dan 9 Desember 2013. Berikut adalah tahap-tahap penelitian yang telah dilakukan : 1. Pada tanggal 15 November 2013 dilakukan pengambilan data pretest dengan membagikan tes tingkat pengetahuan mengenai tindak bullying. Tes mengenai tindak bullying ini diberikan kepada 57 siswa. Siswa yang menjadi subjek pada peneltian ini adalah siswa kelas satu dari sekolah menengah kejuruan yang berada di kota Klaten Tengah yaitu SMK Kristen 2 Klaten. 2. Pada tanggal 18 November 2013 dilakukan pemberian perlakuan dalam bentuk pelatihan mengenai pemberian pengetahuan mengenai tindak bullying yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai tindak bullying. 3. Pada tanggal 9 Desember 2013 dilakukan pengambilan data posttest untuk tingkat pengetahuan mengenai tindak bullying menggunakan skala yang sama yang diberikan pada saat pretest. 48 dengan

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 B. Deskripsi Data 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian diambil dari kelas satu yang diambil dari empat jurusan program keahlian yaitu teknik persiapan grafika, akuntansi, administrasi perkantoran, dan penjualan. Berikut ini adalah data subjek penelitian : Tabel 3 Data Subjek Penelitian Jenis Jenis Kelompok Kelamin 1. Kelompok Perempuan 2. Eksperimen Laki-laki No Total Jumlah Usia (dalam tahun) 18 17 16 15 54 orang 0 6 19 29 3 orang 0 0 3 0 57 orang 0 6 23 29 Data diatas menunjukkan subjek penelitian yang terdiri dari 3 orang siswa laki-laki dan 54 siswa perempuan. Siswa laki-laki yang berumur 16 tahun sebanyak 3 orang. Sedangkan pada siswa perempuan yang berusia 15 tahun terdiri dari 29 orang, kemudian yang berumur 16 tahun terdiri dari 19 orang, dan yang berumur 17 tahun terdiri dari 6 orang. C. Data Skor Pretest dan Posttest Hasil yang telah diperoleh dalam pengambilan data pretest dan posttest pada subjek adalah sebagai berikut :

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Tabel 4 Data Posttest-Pretest Tingkat Pengetahuan Bullying N Pretest Posttest Valid N (listwise) 57 57 Range 18.00 9.00 Min .00 9.00 Max 18.00 18.00 Sum 370.00 812.00 Mean Std. Var Dev 6.49 4.84 23.43 14.24 2.10 4.43 57 Hasil dari tabel diatas menggambarkan skor pengetahuan bullying yang diperoleh subjek. Skor rata-rata subjek pada pretest adalah sebesar 6,4912, sedangkan pada posttest skor rata-rata yang diperoleh adalah sebesar 14,2456. Kemudian pada pretest nilai minimal yang diperoleh subjek adalah 0 dan nilai maksimal adalah 18. Pada saat posttest diberikan nilai minimal yang yang diperoleh subjek adalah 9, sedangkan nilai maksimal yang diperoleh subjek adalah 18. D. Hasil Penelitian 1. Hasil Uji Asumsi Analisisi data dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan dengan memberikan skor pada variabel penelitian. Uji asumsi terhadap data yang diperoleh dilakukan terlebih dahulu sebelum analisis data. Jika uji asumsi terpenuhi, maka dapat dilakukan analisis data selanjutnya untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pelatihan terhadap variabel. Uji asumsi yang dilakukan yaitu uji normalitas dan uji

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 homogenitas. Uji tersebut menjadi prasyarat sebelum melakukan uji hipotesa. a. Uji Normalitas Pengetahuan Bullying Hasil ringkasan uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 5 Tabel Uji Normalitas Pengetahuan Bullying Kolmogorov-Smirnov Statistic Df Sig. VAR00002 .167 57 .000 Shapiro-Wilk Statistik df Sig. .918 57 .001 Berdasarkan tabel tersebut dapat dismpulkan bahwa data subjek tidak tersebar secara normal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas pengetahuan bullying (Sig.) yaitu sebesar 0.00 (p<0,05). b. Uji Homogenitas Pengetahuan Bullying Uji homogenitas dilakukan melalui Levene’s Test. Tabel 6 Tabel Uji Homogenitas Pengetahuan Bullying Levene's Test for Equality of Variances Equal variances assumed Equal variances not assumed F Sig. 33.072 .000

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Berdasarkan tabel yang diperoleh bahwa populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah tidak homogen. Hal ini ditunjukkan dari nilai probabilitas 0.05 yaitu 0.00 (p<0.05). Berdasarkan hasil uji normalitas dan uji homogenitas yang dilakukan menunjukkan hasil data yang tidak normal dan tidak homogen. Hasil ini masih dapat digunakan untuk menguji asumsi karena jika ketidaknormalan ini terjadi masih dapat meneruskan analisis dengan menggunakan T-test dan asumsi yang digunakan yaitu robust operasi matematik tertentu, dan dapat mentransform data dengan menggunakan operasi matematik (Agung Santoso, 2010). Selain itu hasil dari ketidaknormalan data dapat dikarenakan oleh jumlah varian subjek yang terbatas. Uji homogenitas data ini tidak terbukti bahwa data ini homogen. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan subjek. Soal-soal pada tes mengenai perilaku bullying yang diberikan kepada subjek disusun berdasarkan keadaan subjek pada realitanya, yaitu berdasarkan observasi dan hasil wawancara yang dilakukan pada sekolah ini. Sehingga tes yang diberikan berdasarkan dengan keadaan subjek yang memang tidak sama dengan subjek lainnya pada sekolah yang berbeda. 2. Hasil Uji Hipotesis Pengetahuan Bullying Uji hipotesis dilakukan menggunakan SPSS for windows versi 16.00 dengan Paired Sample T test. Nilai t yang diperoleh sebesar 14.455

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 dengan nilai p sebesar 0.00 Hipotesa akan diterima karena taraf signifikansinya kurang dari 0.05 (p<0.05). Tabel 7 Tabel Uji Hipotesis Pengetahuan Bullying Paired Differences Std. Devia Error tion Mean Lower Upper .536 6.67 8.82 Mean Posttest 7.75 95% Confidence Std. 4.05 Interval of the Sig.(2- Difference t 14.45 df tailed) 56 .000 Pretest Hasil dari perhitungan nilai signifikansi 0.00 jadi kurang dari 0.05 (p<0.05). Hal ini berarti hipotesis diterima, artinya ada perbedaan tingkat pengetahuan mengenai tindak bullying sebelum pemberian pelatihan dan sesudah pemberian pelatihan mengenai tindak bullying. 3. Perhitungan Mean Empirik dan Mean Teoritik a. Mean Teoritik Pretest dan Posttest Pengetahuan Bullying Xmak + Xmin : 2 Hasil perhitungan : 0 + 19 2 = 9.5

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Hasil mean teoritik antara pretest dan posttest yang didapat sebesar 9.5. Hasil pretest dan posttest sama karena soal tes yang digunakan dalama pretest dan posttest adalah soal yang sama. b. Mean Empirik Pretest Tabel 8 Tabel Mean Empirik Pretes Pengetahuan Bullying Pretest Valid N (listwise) N 57 57 Mean 6.4912 c. Mean Empirik Posttest Tabel 9 Tabel Mean Empirik Posttest Pengetahuan Bullying Postest Valid N (listwise) N 57 57 Mean 14.2456 Hasil perhitungan mean terotik pada pretest didapat hasil sebesar 9,5. Kemudian hasil mean empirik pada pretest didapat hasil sebesar 6,49. Hal ini menunjukkan bawa pengetahuan siswa akan perilaku bullying terbukti rendah atau kurang, karena mean empirik lebih kecil daripada mean teoritik. Hasil mean teoritik pada saat posttest didapat hasil sebesar 9,5. Kemudian hasil mean empirik pada posttest didapat hasil sebesar 14,24. Dilihat dari hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa mean empirik lebih besar daripada mean teoritik,

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 yang berarti bahwa pengetahuan siswa meningkat dari sebelum diberikan program dibandingkan dengan setelah diberikan program. d. Mean Empirik Gain Skor Tabel 10 Tabel Mean Empirik Gain Skor Pretest dan Posttest Pengetahuan Bullying Gain skor Valid N (listwise) N 57 57 Mean 7.7544 E. Pembahasan Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan mengenai tindak bullying sebelum diberikan pelatihan mengenai tindak bullying dan setelah diberikan pelatihan atau program mengenai tindak bullying pada subjek. Hasil tersebut ditunjukkan melalui nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 yaitu 0,00 (p<0,05). Dilihat dari hasil pemberian skala di awal yaitu pretest, menunjukkan bahwa rata-rata subjek hanya dapat menjawab 3 pertanyaan dengan benar dari jumlah keseluruhan soal mengenai pengetahuan tindak bullying yaitu 19 soal atau aitem. Hal ini membuktikan bahwa tingkat pengetahuan subjek tentang perilaku bullying rendah atau kurang. Kemudian dapat dilihat dari hasil observasi awal dan wawancara singkat yang telah dilakukan kepada beberapa subjek menunjukkan bahwa di lingkungan sekolah subjek terdapat beberapa

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 tindakan bullying yang sering terjadi atau dilakukan oleh subjek sendiri. Contoh dari perilaku bullying yang dilakukan oleh para siswa yaitu, name calling, menyindir, dan mengejek. Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan tersebut membuktikan bahwa pengetahuan mempengaruhi perilaku bullying dilakukan. Pada penelitian ini intervensi yang diberikan dengan memberikan informasi mengenai perilaku bullying yang meliputi pengertian mengenai tindak bullying, penyebab terjadinya perilaku bullying, akibat yang ditimbulkan oleh tindak bullying, jenis-jenis perilaku bullying dengan menggunakan pendekatan level kelas. Intervensi ini terbukti mempengaruhi pengetahuan siswa tentang perilaku bullying karena terdapat perbedaan skor yang diperoleh sebelum mendapat pelatihan dan sesudah mendapat pelatihan mengenai perilaku bullying. Sebelum mendapat pelatihan atau program mengenai tindak bullying total skor subjek adalah 6,491 sedangkan setelah mendapat pelatihan atau program mengenai perilaku bullying total skor yang diperoleh subjek meningkat sebesar 14,245. Hal ini didukung pula dengan membandingkan hasil mean empirik dan mean teoritik pada saat pretest dan posttest. Program pelatihan yang diberikan kepada subjek pada penelitian ini berisi beberapa dinamika antara lain seperti pemberian games, literatur dan memberikan film-film pendek. Kemudian siswa juga diminta untuk melakukan role-play, diskusi kasus-kasus, diskusi kelompok-kelompok kecil yang bertujuan supaya subjek lebih mengerti dan memahami serta metode ini

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 digunakan untuk mengolah informasi mengenai tindak bullying. Metode ini dinilai efektif untuk menyampaikan informasi mengenai tindak bullying. Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Debra J dan Wendy Craig (2000) yang menyatakan bahwa salah satu bentuk intervensi yang dapat dilaukan untuk mencegah berkembangnya perilaku bullying adalah dengan menggunakan pendekatan kelompok sebaya yang dilakukan di dalam kelas. Pendekatan ini dinilai efektif meningkatkan pengetahuan mengenai tindak bullying karena dengan menggunakan pendekatan level kelas terdapat dinamika yang menciptakan pengalaman mengenai usaha pencegahan terhadap tindak bullying. Pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa akan perilaku bullying (Manesini dan Smortir,1997). Penggunaan metode lekturet, games, studi kasus, gugus tugas dan yang lainnya dinilai cukup efektif, karena berdasarkan teori yang disampaikan oleh Kay Tytler (1986) beberapa metode tersebut membantu subjek mencapai kesadaran atau awarenes terhadap dirinya dan mampu mengaplikasikan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dengan menggunakan metode ini lebih efisien karena waktu karena untuk melaksanakan satu kali program atau setiap satu kali program tidak memakan waktu yang lama dan prosedur pelaksanaannya lebih sederhana. Dalam metode quality circle siswa diberikan materi mengenai bullying yang sekaligus diperlihatkan kasus-kasus yang terjadi dalam

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 kehidupan sehari-hari. Lekturet yang digunakan dalam metode digunakan sebagi modul yang berisikan mengenai perilaku bullying dilihat dari beberapa aspek. Manfaat menggunakan lekturet ini adalah siswa dapat memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai perilaku bullying beserta penjelasan yang mendetail mengenai perilaku bullying. Hal ini membuat siswa lebih dapat memahami dan mengerti mengenai perilaku bullying. Selain lekturet, siswa diberikan studi kasus yang bertujuan membuat siswa memberikan problem solving atas perilaku bullying yang terjadi dengan cara mendiskusikan secara bersama. Dengan memberikan problem solving pada masalah yang diberikan, siswa menjadi mengerti bagaimana harus bersikap ketika perilaku bullying terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini didukung juga dengan gugus tugas yang diberikan kepada siswa, yaitu siswa melakukan drama mengenai perilaku bullying dalam metode role play. Metode role play ini bertujuan supaya siswa merasakan pengalaman secara langsung ketika perilaku bullying terjadi kepada diri mereka dalam drama tersebut. Siswa dihadapkan dalam situasi dimana mereka memainkan peran menjadi pelaku dan korban bullying. Dalam situasi ini siswa akan mencoba merasakan bagaimana perasaan atau keadaan psikologis mereka ketika mereka memerankan peran tersebut. Dengan role play ini siswa menjadi berfleksi akan keadaan yang mereka alami dan merasakan secara langsung dampak apa yang mereka rasakan ketika menjadi pelaku maupun korban bullying.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Selain drama, gugus tugas yang diberikan adalah membuat majalah dinding. Dalam tugas ini siswa membuat majalah dinding yang berikan informasi atau berupa kampanye anti bullying. Tugas ini sebagai refleksi siswa secara kelompok untuk mencegah terjadinya bullying dan memerangi perilaku bullying di sekolah mereka. Kemudian tugas individu yang diberikan kepada siswa berupa refleksi pribadi yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang mengungkap pengalaman, perasaan, dan hal-hal penting yang dapat diambil atau dimengerti oleh siswa. Dengan penggunaan metode ini akan merubah pengetahuan siswa dan kesadaran siswa akan pentingnya mengerti dan mencegah terjadinya perilaku bullying di sekolah mereka. Dinamika yang terjadi dalam program yang dilakukan ini mengantarkan siswa ke dalam perubahan pengetahuan dan perubahan kesadaran dan sikap mengenai pentingnya menekan perilaku bullying di sekolah. Berdasarkan penelitian yang sebelumnya perilaku bullying salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Hal ini tampak pada penelitian yang dilakukan oleh Debra dan Wendy (2000) yang menyatakan bahwa pengetahuan merupakan salah satu usaha untuk mencegah berkembangnya perilaku bullying. Program yang diberikan kepada subjek ini bertujuan untuk mencegah berkembangnya perilaku bullying. Pada akhirnya, diharapkan ketika program ini berhasil meningkatkan pengetahuan maka perilaku atau tindak bullying dapat dicegah dan dikurangi.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Hal ini dapat dilihat hasilnya dari program majalah dinding mengenai tindak bullying yang dibuat oleh subjek dan ditempelkan pada majalah dinding di sekolah subjek. Kemudian, organisasi sekolah yaitu OSIS telah menjadwalkan atau menjadikan program majalah dinding mengenai tindak bullying ini menjadi salah satu program yang akan dilakukan dan dibuat rutin dalam jangka waktu tertentu. Majalah dinding yang dibuat oleh siswa ini menunjukkan kesadaran siswa akan pentingnya memberikan informasi mengenai perilaku bullying di sekolah yang bertujuan untuk mengurangi perilaku bullying di sekolah. Keterbatasan dari penelitian ini terletak dalam metode penelitiannya. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang sederhana karena hanya memberikan perlakuan pada satu kelompok saja, jadi tidak ada kelompok pembanding dalam metode penelitian ini. Selain itu tes pengetahuan mengenai perilaku bullying menggunakan istilah yang sulit dimengerti oleh subjek. Tes ini menjadi sulit untuk dikerjakan pada saat pretestnya.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan ini, maka dapat disimpulkan bahwa program psikoedukasi perilaku bullying dengan menggunakan metode pendekatan level kelas berpengaruh dalam hal ini meningkatkan pengetahuan siswa mengenai perilaku bullying. B. Saran 1. Saran Berkaitan dengan Kelanjutan Penelitian Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang tindak bullying dan variabel bebas berupa intervensi level kelas. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam jangka waktu pemberian program intervensi level kelas. Keterbatasan tersebut dalam hal pemberiam perlakuan atau pelaksanaan program. Waktu yang digunakan dalam pelaksanaan program dirasa kurang panjang. Kemudian variabel tergantung ini dirasa belum melihat keselurahan elemen yang dibutuhkan untuk mengatasi tindak atau perilaku bullying. Pada penelitian selanjutnya akan lebih baik jika pemberian program dilakukan dengan jangka waktu yang lebih fleksibel dan lebih panjang. Selain itu penelitian ini dapat juga dikembangkan elemen-elemen lain dalam sebuah program preventif tindak bullying. Kemudian dalam pemberian tes mengenai 61

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 pengetahuan perilaku bullying mengurangi menggunakan istilah-istilah yang sulit untuk dimengerti oleh subjek. 2. Saran Berkaitan dengan Manfaat Penelitian a. Saran kepada siswa-siswi Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi bullying dengan pendekatan level kelas berpengaruh terhadap pengetahuan mengenai tindak bullying. Siswa-siswi SMK diharapkan untuk mampu mengembangkan hal-hal yang ada didalam program preventif dalam kehidupan sehari-hari terkait dengan tindak bullying. b. Saran kepada sekolah Berdasarkan hasil dari penelitian ditemukan bahwa program mengenai tindak bullying dengan pendekatan level kelas berpengaruh terhadap pengetahuan mengenai tindak bullying. Hal ini dapat mengurangi berkembangnya perilaku bullying di sekolah, sehingga diharapkan program serupa dapat dilakukan secara berkala dan dapat dimasukkan ke dalam program sekolah untuk setiap tingkat kelasnya. Dengan melakukan hal ini akan mengontrol perkembangan perilaku bullying di kelas maupun sekolah.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Akbar, G. (2013). Mental Imegery Mengenai Lingkungan Sosial yang Baru Pada Korban Bullying. eJournal Psikologi, 1: 23-37. Ali, M. (2009). Psikologi Remaja : Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : PT Bumi Aksara. American Institute for Research. (2000). Social and Emotional Learning and Bullying Prevention. Anggraini, G.B. (2009). Efektivitas Program Intervensi Bullying Dalam Meningkatkan Pengetahuan Mengenai Bullying dan Kepercayaan Diri Pada Remaja. Skripsi (tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Azwar, S (2004) . Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Azwar, S (2005). Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2008). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Bauman, S. and Rio, A.D. (2006). Preservice Teachers’ Responses to Bullying Scenarios:Comparing Physical, Verbal, and Relational Bullying. University of Arizona, Journal of Educational Psychology, American Psychologycal Association, 98 (1) : 219-231. Berthold, K.A. and Hoover, J.H. (2000). Correlates of Bullying and Victimization among Intermediate Students in the Midwestern USA. School Psychology International, SAGE Publication, 21(1) : 65-78. Craig, W. M., Pepler, D. and Atlas, R. (2000). Observation of Bullying in the Playground and in the Classroom. School Psychology International SAGE Publication, 21(1) : 22-36. Crothers, L. M., Levenson, E. M. (2004). Assesment of Bullying : A Riview of Methodes and Instruments. Journal of Counseling and Development, ProQuest Journal : 496. Dake, J.A. (2003). The Nature and Extent of Bullying at School. Journal of School Health, ProQuest Journal. Fleiser, WP. (2003). Mental Health Sequelae Of Bullying : A Review and Case Report. Departement of Psychiatry University of Manitoba, 12 : 13-17 63

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Gini, G. (2004). Bullying in Italian Schools : An Overview of Intervention Programmes. London. School Psychology International, 25 : 106-116. Gini, G., Pozzoli, T. (2013). Association Between Bullying and Psychosomatic Problem : A Meta-analysis. Pediatrics, 123(3) Hu, S. (2004). Design An Effective Model for Training The Trainers. Ljubljana : University of Ljubljana. Hendar, C. (2009). Kematian Praja IPDN, Diduga Tewas Karena Dianiaya [Online] Tersedia http://www.indosiar.com/fokus/kematian-praja-ipdndiduga-tewas-karena-dianiaya_60271.html Diakses pada tanggal 20 Februari 2013. Jahja, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Lismawati, Ita., Afrista, R.S. (2012, 25 Februari). “Bocah 9 Tahun Bunuh Diri KarenaBullying”[Online]Tersediahttp://dunia.news.viva.co.id/news/read/ 392954-bocah-9-tahun-bunuh-diri-karena-bullying Diakses pada tanggal 27 Februari 2013. Monks, F.J. Knoers, A.M.P., 7 Haditomo, S.R. (2002). Psikologi Perkembangan : Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Namovanma (2007. 28 Juni 2008). “Fenomena Geng Nero : Perilaku Bullying” [Online]Tersedia:“http://arahbalik.blogspot.com/2008/06/fenomenageng-neroperilaku-bullying.html Diakses pada tanggal 2 Mei 2013. Orphinas, P. Horne, M., Arthur. (2006). Bullying Prevention. American Psychology Assosiation. Washington, DC. Oyaziwo, A., Adeleke F., Omoike D., Afen-Akpaida J. (2008). A Riview of the Extent, Nature, Characteristik and Effect of Bullying Behaviour in School. ProQuest Psychology Journals : 151. Pallegrini, AD., Bartini, M. (2000). A Longitudinal Studi of Bullying, Victimization, and Peer Affiliation during the Transition from Promary School to Middle School . American Educational Research Journal, 37(3): 669-725 Pearce, J.B. and Thompson, A.E. (1998). Practical approaches to reduce the impact of bullying. Arch Dis Child : 528-531. Nottingham.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Pepler, D.J dan Craig W (2000). Understanding Bullying. From Research to Practice Canadian Psychology, 48(2) : 86-93. Pepler, D.J dan Craig W (2000). Making Difference in Bullying. Pereira, B., Mendonça, D., Neto, C., Valente, L. and Smith, P.K. (2004). Bullying in Portuguese Schools : School Psychology International. SAGE Publication, 25(1) : 241-254. Purwanto. (2008). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Reni, O. (2008.24 Juni 2008). “Bullying : Kekersan Teman Sebaya di Balik Pilar Sekolah”[Online] Tersedia:http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&dn=200806 23203208 Diakses pada tangga 2 Mei 2013. Rose, C.A. (2012). Bullying and Victimization Among Student With Disabilities : Effetive Strategies for Clasroom Teachers. SAGE Journal : 99-107. Santoso, A. (2010). Statistik Untuk Psikologi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Santrock, J.W. (2003). Adolescence. Jakarta : Erlangga. Santrock, J.W. (1995). Life Span Development, ed-5. Jakarta : Erlangga. Sarwono, S. (1989). Psikologi Remaja. Jakarta : CV Rajawali. Sears, D.O., Freedman, J.L., Peplau, L.A. (2004). Psikologi Sosial. Edisi kelima. Jilid 2. Jakarta : Erlangga. Singgih, Y. (2009). Psikologi Remaja. Jakarta : Gunung Mulia. Seniati, L., Yulianto, A., Setiadi B.N. (2008) . Psikologi Eksperimen. Indeks Smith, P.K. and Brain, P. (2000). Bullying in School : Lessons From Two Decades of Research. 26 : 1-9. United Kingdom : Department of Psychology, Goldsmith College. Supraktiknya (2008). Merancang Program dan Modul Psikoedukasi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Suryanis, A. (2012, 27 Juli).” Begini Kronologi Bullying di SMA Don Bosco” [Online]Tersediahttp://www.tempo.co/read/news/2012/07/27/064419786 /Begini-Kronologi-Bullying-di-SMA-Don-Bosco Diakses pada tanggal 27 Februari 2013. Swearer, S., Espelage, D., Vaillancourt, T., Hymel, S. (2010). What Can Be Done About School Bullying? Linking Research to Educational Practice. 39(1) : 38-47. Tani F., S Paul, Greeman, H Barry, Schneider, Fregoso M. (2003). Bullying and the Big Five. Canada : University of Florence. Ttofi, MM., Farington, DP. (2010). Successful Bullying Prevention Program : Influence of Research Design, Implementation Features, and Program Components. International Journal of Conflict and Violence. 6(2) : 273283. Uyanto, S. (2006). Pedoman Analisis Data Dengan SPSS. Yogyakarta : Graha Ilmu. Vander Wal, M., M de Wit, C., Hirasing, R. (2003). Psychology Health Among Young Victim and Offenders of Direct and Indirect Bullying. 111(6). Wahana, P. (2010). Filsafat Imu Pengetahuan. Yogyakarta : Pustaka Diamond. Yayasan Sejiwa (2008). Bullying : Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak. Jakrta : Grasindo. Yusuf, S. (2009). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Remaja Rosdakarya.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN 67

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 Tes Pengetahuan Mengenai Bullying 68

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TES PENGETAHUAN MENGENAI PERILAKU BULLYING Untuk Penyelesaian Tugas Akhir Disusun oleh : Amelia Noviani Arminingtyas (099114056) FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013 69

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Yogyakarta, November 2013 Kepada: Yth.Saudara yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Dengan hormat, saya: Nama : Amelia Noviani Arminingtyas Fakultas : Psikologi Universitas : Sanata Dharma Dalam rangka penyusunan tugas akhir, guna menyelesaikan tanggung jawab saya sebagai seorang mahasiswa. Maka saya mohon kesedian Saudara untuk memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang telah tersusun dalam skala ini. saudara juga diminta untuk mengisi data diri yang sesuai dengan keadaan Saudara. Semua data yang Saudara berikan akan terjaga kerahasiaannya. Sebelum dan sesuadahnya saya ucapkan terimakasih atas kesediaan Saudara untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Hormat saya, (Penyusun)

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Nama lengkap : Tempat /tanggal lahir : Usia : Jenis kelamin : No. Absen : Kelas : Tinggi badan : Berat badan : Kekurangan fisik (jika ada) : 1. Pemasukan uang saku (harian/mingguan/bulanan/lain-lain...........)* 2. Pengeluaran rata-rata tiap minggu Rp............................ 3. Besar uang saku yang di dapat Rp........................... 4. Pendapatan tambahan yang didapat Rp.........................(hari/minggu/bulan)*, jenis pekerjaan yang dilakukan................... 5. Kendaraan yang dipakai untuk ke sekolah........................ 6. Jarak dari rumah ke sekolah.......... km 7. Pekerjaan ayah..................................... 8. Pekerjaan ibu....................................... 9. Anak ke ....... dari ...... bersaudara 10. Pendapatan rata-rata orang tua Rp........................................(hari/minggu/bulan)* 11. Status (Berpacaran/Tidak berpacaran)* 12. Mengikuti les diluar jam sekolah (Ya/Tidak)*

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Cara Pengisian Skala Pada skala ini terdapat 40 buah pertanyaan yang harus Saudara jawab sesuai dengan apa yang Saudara mengerti atau pahami mengenai tindak / perilaku bullying. Setiap pertanyaan yang ditunjukkan memiliki enpat pilihan jawaban (a, b, c, dan d). Saudara cukup memilih salah satu jawaban yang dianggap benar dari setiap pertanyaan tersebut dengan membuat tanda silang (x) pada salah satu huruf sebagai pilihan jawaban. Contoh : 1. Bullying berasal dari kata bull yang berarti..... a. Banteng c. Monyet b. Kucing d. Serigala Untuk mengganti pilihan jawaban yang telah Saudara pilih sebelumnya, Saudara cukup memberikan tanda sama dengan (=) pada huruf yang telah Saudara pilih, kemudian berilah tanda silang (x) pada pilihan jawaban yang benar. Contoh : 2. Bullying berasal dari kata bull yang berarti..... c. Banteng c. Monyet d. Kucing d. Serigala

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 SELAMAT MENGERJAKAN DAN JANGAN ADA PERTANYAAN YANG TERLEWATKAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tindakan yang dilakukan secara berulang, dengan maksud menyakiti orang lain disebut dengan a. Tindak bullying c. Tindakan melanggar b. Tindak tercela d. Tindakan yang biasa dilakukan orang Tindakan yang dimana terjadi pemaksaan atau adanya usaha menyakiti secara psikologis dan fisik terhadap seseorang atau kelompok disebut a. Tindakan fisik c. Tindak bullying b. Tindakan psikologis d. Tindak psikologis dan fisik Bullying merupakan tindakan a. Dinamis c. Pasif b. Agresif d. Tindakan yang wajar dilakukan Yang menjadi korban bullying adalah orang yang merasa dirinya, kecuali a. Mempunyai banyak teman c. Rendah diri b. Tidak berdaya dan lemah d. Kurang percaya diri Antok mengurung Yoni dengan sengaja di kamar mandi sekolah. Hal ini termasuk dalam tindak bullying a. Psikologis c. Seksual b. Fisik d. Psikis dan fisik Anin dengan sengaja menyebarkan gosip kepada teman-teman di sekolahnya bahwa Lisa adalah anak seorang tukang ojek karena penampilan Lisa yang dianggap seperti gembel. Hal ini termasuk dalam tindak a. Kriminal c. Bullying verbal b. Bullying psikologis d. Bullying verbal dan psikologis Yudha dan Andi selalu merasa bahwa kedudukannya sebagai pengurus OSIS membuat mereka memiliki kekuasaan yang lebih dari teman-teman lainnya. Hal ini membuat mereka sering mengganggu temannya dengan cara merendahkan teman-temannya yang dianggap miskin. Hal ini termasuk dalam a. Bullying psikologis c. Bullying verbal tidak langsung b. Bullying verbal-psikologis d. Bullying verbal Jika Rani adalah korban dari perbuatan yang dilakukan oleh Yudha dan Andi (no.7), maka dampak yang terjadi adalah sebagi berikut kecuali a. Ingin pindah sekolah b. Tidak ada niatan untuk pergi ke sekolah c. Rendah diri dan merasa tidak berdaya d. Merasa senang karena diperhatikan

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Bentuk badan Diva memang berbeda dengan teman-temannya yang lain, karena Diva mengalami obesitas sejak kecil. Hal ini menyebabkan Diva mendapat julukan “si kingkong” dari teman-temannya. Hal ini termasuk dalam tindak a. Bullying non-verbal c. Bullying verbal b. Bullying tidak langsung d.Bullying non-verbal langsung Perbuatan yang tidak pantas dilakukan kepada teman di sekolah adalah sebagai berikut kecuali a. Sengaja melempar sampah ke muka teman b. Memberikan kritikan yang bersifat membangun c. Memberikan julukan kepada teman dengan maksud untuk menjatuhkan d. Dengan sengaja menyebarkan fitnah tentang seorang teman Dampak yang dialami Dila karena ejekan dari temannya tersebut merupakan dampak secara a. Fisik c. Materi b. Psikologis d. Fisik dan materi Sita baru saja pindah ke sekolah baru. Namun baru satu minggu dia selalu mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari temannya. Sita mempunyai tinggi badan yang lebih dari teman yang lain, dan kurus. Hal ini yang menjadi bahan ejekan teman-temannya. Dari kejadian ini dampak yang terjadi pada Sita, kecuali a. Ingin pindah sekolah karena merasa tidak nyaman b. Menarik diri dari teman-temannya c. Bersikap wajar apa adanya d. Menjadi murung dan mengurung diri di kamar Dibawah ini yang merupakan dampak secara fisik dari tindak bullying antara lain, kecuali a. Luka lebam karena dipukul b. Mata yang bengkak karena dipukul dengan sengaja c. Luka-luka di tangan karena jatuh di dorong d. Baju sobek, atau tas yang rusak karena sengaja dirusak Lingkungan yang paling dasar yang menjadi faktor penting penyebab terjadinya seseorang menjadi pelaku tindak bullying adalah level a. Ekosistem c. Mesosistem b. Macrosistem d. Microsistem Yang dapat menyebabkan terjadinya tindak bullying dibawah ini , kecuali a. Frustrasi atau kemarahan c. Proses belajar masa lalu b. Murid berprestasi di sekolah d. Proses modelling Di sekolah Rani terkenal dengan “tukang gosip”. Setiap ada berita terbaru di sekolah Rani akan selalu tahu dan menyebarkan berita itu ke semua teman di

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 sekolahnya. Selain itu Rani adalah seorang yang gemar menyebarkan gosipgosip tentang salah satu teman di sekolahnya. Manik adalah salah satu korban Rani. Rani dengan sengaja menyebarkan gosip yang tidak benar tentang Manik. Rani menyebarkan gosip bahwa Manik adalah anak angkat di keluarganya. Dari hal tersebut Rani dapat dikategorikan dalam pelaku a. Relationship bullies c. Verbal bullies b. Reactive victim d. Psysical bullies 17. Doni selalu pulang sekolah dengan keadaan lecet pada tubuhnya. Lecet di kaki maupun lecet di tangannya. Jika ditanya Doni selalu menjawab jatuh di perjalanan pulang sekolah. Hal ini terjadi karena Agus temannya selalu mendorong atau sengaja memukul Doni karena Doni tidak pernah memberi uang sakunya kepada Agus. Dalam kasus ini Agus dapat dikategorikan sebagai pelaku a. Relationship bullies c. Verbal bullies b. Reactive victim d. Psysical bullies 18. Boni siswa kelas 3 adalah seseorang yang suka menindas adik kelas yang lemah seperti siswa yang miskin, siswa yang berbadan kurus dan kecil, dan siapa saja yang berani dengan Boni akan ditindas olehnya. Boni seseorang yang tidak mau mengalah, keras kepala dan kurang memiliki kontrol diri yang baik. karena hal ini, Boni tidak memiliki temandi sekolah. Tidak ada yang mau berteman bahkan berbicara dengan Boni. Dari pernyataan ini Boni termasuk dalam pelaku a. The anxious bully c. The aggressive bully b. The passive bully d. Reactive victim 19. Reni adalah siswa baru di sekolah Dita. Reni masuk di sekolah tersebut terhitung baru dua minggu. Namun Dita melihat Reni selalu saja diperlakulan oleh Sisca secara tidak baik. Reni menjadi tidak memiliki teman dekat. Reni menjadi minder dan tidak mau berteman dengan siapapun. Karena tidak tahan diperlakukan Sisca, akhirnya Reni meminta orang tuanya agar dipindahkan dari sekolahnya. Orang tua Reni menjadi bingung karena Reni tidak pernah menceritakan kenapa dia ingin pindah sekolah. Yang dilakukan Dita sebaiknya a. Membujuk Reni agar tidak pindah sekolah b. Meminta Reni agar melawan Sisca c. Meminta Reni sabar dan mencoba bertahan dengan perbuatan Sisca d. Bercerita kepada orang tua dan guru tentang yang dialami Reni di sekolah =============

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 Data Postes-PreTes Tes Pengetahuan Bullying 76

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Data Postes-PreTes Tes Pengetahuan Bullying No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Post Test 16 17 16 13 15 15 17 13 12 11 16 13 10 9 16 12 17 17 16 17 14 17 16 12 16 14 15 16 11 10 13 13 12 13 12 13 Pre Test 6 6 6 6 14 4 4 7 0 3 16 3 2 3 16 5 17 16 5 9 2 12 18 2 12 9 11 13 3 3 1 3 3 1 4 11 Gain Skor 10 11 10 7 1 11 13 6 12 8 0 10 8 6 0 7 0 1 11 8 12 5 -2 10 4 5 4 3 8 7 12 10 9 12 8 2 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 14 14 18 14 13 16 11 14 16 15 16 16 15 13 13 13 14 17 15 14 16 4 10 16 3 5 3 7 5 14 3 6 3 3 2 4 3 3 4 3 4 9 10 4 2 11 8 13 4 9 2 12 10 13 12 11 9 10 11 13 12 10 7

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 Hasil Seleksi item 78

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Seleksi Item Reliabilitas Item Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .783 40 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted VAR00001 18.6491 27.910 .460 .771 VAR00002 18.7018 27.177 .705 .763 VAR00003 18.6667 27.190 .649 .764 VAR00004 18.6491 27.803 .484 .770 VAR00005 18.1930 29.766 .031 .788 VAR00006 17.9825 30.160 -.033 .787 VAR00007 18.6491 27.946 .451 .771 VAR00008 17.9474 30.408 -.116 .788 VAR00009 18.6667 27.190 .649 .764 VAR00010 18.0000 28.929 .311 .778 VAR00011 18.5965 27.924 .421 .772 VAR00012 18.5439 29.324 .116 .785 VAR00013 18.5965 27.459 .522 .768 VAR00014 18.5614 27.358 .523 .768 VAR00015 18.0702 28.995 .231 .780 VAR00016 18.5965 29.959 -.004 .790 VAR00017 18.4035 28.174 .321 .776 VAR00018 18.4386 29.143 .139 .784 VAR00019 18.5614 30.393 -.091 .793 VAR00020 17.9825 29.410 .190 .781

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 VAR00021 18.3684 30.201 -.056 .793 VAR00022 18.1404 28.694 .263 .779 VAR00023 17.9474 29.408 .240 .780 VAR00024 18.0526 29.694 .073 .785 VAR00025 18.0000 28.929 .311 .778 VAR00026 18.1754 29.647 .057 .787 VAR00027 18.5263 29.004 .175 .783 VAR00028 18.7368 30.626 -.156 .792 VAR00029 18.5965 27.459 .522 .768 VAR00030 18.6140 27.098 .616 .764 VAR00031 18.5789 28.998 .188 .782 VAR00032 17.9649 29.499 .182 .781 VAR00033 18.6667 28.083 .434 .772 VAR00034 18.6491 27.910 .460 .771 VAR00035 18.4561 29.788 .020 .790 VAR00036 18.7018 28.356 .402 .774 VAR00037 18.5263 30.075 -.031 .791 VAR00038 18.0175 29.518 .133 .783 VAR00039 18.3684 29.844 .009 .790 VAR00040 18.6667 27.190 .649 .764

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 Reliabilitas Aitem dan Normalitas Aitem 81

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Reliabiltas aitem setelah seleksi Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .903 19 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted VAR00001 6.2632 20.805 .634 .895 VAR00002 6.3158 20.720 .734 .893 VAR00003 6.2807 20.741 .673 .894 VAR00004 6.2632 20.840 .624 .896 VAR00005 6.2632 21.055 .566 .897 VAR00006 6.2807 20.741 .673 .894 VAR00007 5.6140 22.634 .219 .905 VAR00008 6.2105 20.955 .548 .898 VAR00009 6.2105 20.598 .639 .895 VAR00010 6.1754 20.219 .710 .893 VAR00011 6.0175 21.910 .269 .907 VAR00012 5.7544 22.617 .146 .909 VAR00013 5.6140 22.634 .219 .905 VAR00014 6.2105 20.598 .639 .895 VAR00015 6.2281 20.501 .680 .894 VAR00016 6.2807 21.063 .583 .897 VAR00017 6.2632 20.805 .634 .895 VAR00018 6.3158 21.577 .479 .900 VAR00019 6.2807 20.741 .673 .894

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Normalitas aitem setelah seleksi Case Processing Summary Cases Valid N Missing Percent VAR00020 57 N Total Percent 100.0% 0 N .0% Percent 57 100.0% Descriptives Statistic VAR00020 Mean Std. Error 6.4912 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 5.2068 Upper Bound 7.7757 5% Trimmed Mean 6.2290 Median 4.0000 Variance 23.433 Std. Deviation .64117 4.84076 Minimum .00 Maximum 18.00 Range 18.00 Interquartile Range 6.50 Skewness 1.000 .316 Kurtosis -.226 .623 Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic VAR00020 df .207 a. Lilliefors Significance Correction Shapiro-Wilk Sig. 57 .000 Statistic .852 df Sig. 57 .000

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 Hasil Uji Hipotesis 84

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Hasil Pired Sample T test (Uji Hipotesis) Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean post test 14.2456 57 2.10680 .27905 pre test 6.4912 57 4.84076 .64117 Paired Samples Correlations N Pair 1 post test & pre test Correlation 57 Sig. .562 .000 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Mean Post Test – Post Test Grafik hasil Post Test 7.7543 Std. Std. Error Deviation Mean 4.0500 .53644 Difference Lower 6.6797 Upper Sig. (2t 8.82901 14.45 df 56 tailed) .000

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 Modul Rancangan Kegiatan 86

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 No 1. Sessi Menciptakan suasana Tujuan Rincian Kegiatan Indikator Tujuan - Membangun - Peserta telah - Peserta mengetahui suasana hati memasuki ruangan tujuan dan manfaat dari perserta supaya yang telah disiapkan, kegiatan atau program siap untuk kemudian peserta pelatihan mengikuti duduk melingkar di - Peserta menonaktifkan program bangku yang telah HP, mengikuti kegiatan pelatihan. disediakan. dengan aktif dan saling - Peserta - Trainer kemudian menghargai selama memahami memperkenalkan diri kegiatan berlangsung. tujuan kegiatan dan membuka acara. dan manfaat - Peserta diminta dariprogram menuliskan nama di pelatihan. cocard yang telah - Memberikan disediakan dan gambaran tentang menempelkan di baju isi kegiatan dan masing-masing. manfaatnya. - Peserta diminta untuk - Membuat membuat kesepakatan kesepakatan selama dengan peserta kegiatan berlangsung. Seperti menonaktifkan HP, saling mengahrgai, dan aktif dalam kegiatan. - Trainer memberikan gambaran tentang Materi - Perkenalan - Bercerita - Diskusi kecil Durasi 15’

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 2. Ice breaking - Peserta merasa rileks dan akrab dengan trainer. - Peserta semakin dekat dengan teman-temannya. - Peserta merasa nyaman mengikuti kegiatan. tujuan dan manfaat dari kegiatan atau program pelatihan. - Peserta diminta untuk - Peserta mengikuti Games saling berkenalan kegiatan dengan aktif kepada teman-teman dan mau saling yang lain yang belum mengenal satu sama lain dikenalnya. dengan temantemannya. - Peserta menjadi lebih - Trainer mengajak proaktif dan terbuka peserta bermain terhadap teman dan tepuk semangat. trainer. Peserta diminta - Peserta menajdi lebih mengikuti instrusi semangat untuk trainer. Ketika trainer mengikuti program mengatakan tepuk pelatihan sekali maka peserta bertepuk tangan sekali. kemudian jika terdapat instruksi tepuk dua kali, peserta bertepuk tangan dua kali dan begitu seterusnya. - Kemudian setelah suana menjadi lebih santai, trainer mengajak peserta 15’

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 3. Penjelasan mengenai bullying - Peserta mengetahui perilaku bullying yang seringkali muncul tanpa disadari. - Peserta mampu membedakan dan mengetahui bentuk-bentuk perilaku bullying. - Peserta mengetahui tipetipe pelaku bullying. - Peserta mengetahui dampak perilaku bullying. - Peserat mengetahui penyebab perilaku bullying terjadi atau bermain Aram Zam Zam, yaitu permainan gerak dan lagu. - Trainer menjelaskan mengenai materi tantang tindak bullying. - Peserta kemudian diminta untuk melihat film-film mengenai tindak bullying. - Peserta melihat film-fil yang menunjukkan tentang tindak-tindak bullying. - Peserta mengatahui bentuk, jenis pelaku, dampak, dan penyebab bullying. Analisis kasus (power point) 25’

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 terbentuk. Peserta memhami tindak bullying secara lebih mendalam. 4. Role play 5. Diskusi Peserta memahami tentang tindak bullying setelah melakukan role play 6. “Let’s make friendship” Membuat usaha pencegahan tindak bullyingdi sekolah Peserta diminta dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian peserta diminta untuk menmbuat drama kecil yang menunjukkan tindak bullying dengan skenario yang telah ditentukan dari trainer. Peserta diminta mendiskusikan apa yang di dapat dengan melihat film dan melakukan role play mengenai tindak bullying - Peserta mampu menggambarkan tindak bullying. - Peserta mampu memahami dan mampu menjawab pertanyaan mengenai tindak bullying kemudian mendiskusikan dengan teman-temannya. - Peserta mampu menemukan cara-cara yang efektif yang dapat mencegah ataupun menangai tindak bullying di sekolah mereka. Peserta dibagi menjadi - Peserta mampu beberapa kelompok yang membuat mading atau berbeda dengan poster mengenai kelompok role play. program anti bullying. Skenario drama 25’ Lembar kerja 15’ Peralatan membuat mading 30’

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Kemudian peserta diminta untuk membuat mading atau poster mengenai tindakan anti bullying dan menciptakan relasi pertemanan yang baik.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 “BULLYING” 1. PENGERTIAN Bullying berasal dari kata bull yang memiliki arti banteng, yang suka menanduk. Dari kata bull ini kemudian orang yang suka melakukan tindakan atau perilaku bullying desebut bully. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk menjatuhkan orang lain, baik fisik maupun psikisnya dan dilakukan secara berulang-ulang. 2. BENTUK-BENTUK PERILAKU BULLYING a. Kontak fisik : memukul, menendang, menampar, mendorong, mencakar, menjabak, mencubit, menggigit, dll. b. Kontak verbal : mengancam, memanggil nama tidak sesuai dengan nama sebenarnya, membentak, mamaki, melecehkan, menghina, merendahkan, menyebarkan gosip, memfitnah, dll. c. Kontak non-verbal : melihat dengan sinis, menjulurkan lidah tanda mengejek, dan menampilkan ekspresi muka merendahkan oang lain, dll d. Pelecehan seksual : perilaku agresif secara fisik maupun verbal berbuat cabul, dan exsibisionisme. e. Bullying secara psikologis : mengintimidasi, mengucilkan atau mengisolasi, mengabaikan, menolak, memfitnah, memanipulasi teman, menekan teman sebaya dan diskriminasi, dll. 3. FAKTOR PENYEBAB PERILAKU BULLYING  Teori Ekologi Bronfenbrenner a. Microsystem : lingkungan keluarga b. Mesosystem : pengalaman di lingkungan sekolah c. Ekosystem : mengenai aturan-aturan yang ada d. Macrosystem : lingkungan masyarakat, budaya, lingkungan yang lebih Kronosystem : lingkungan yang lebih luas lagi dimana seseorang dapat luas e. dengan mudah mengakses internet dan jejaring sosial.  Faktor-faktor lain pembentuk perilaku bullying a. Frustrasi dan kemarahan b. Proses belajar masa lalu c. Penguatan atau reinforcement

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 d. Modelling 4. CIRI-CIRI PERILAKU BULLYING a. Ada perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban b. Ada niat dan secara sengaja menimbulkan penderitaan atau rasa sakit c. Perilaku itu dilakukan berulang kali 5. DAMPAK DARI PEILAKU BULLYING a. Dari 26% anak perempuan korban tindak bullying hanya 8% yang tidak mengalami depresi. Kemudian dari 16% anak laki-laki yang menjadi korban tindak bullying hanya 3% yang tidak mengalami depresi. b. Melakukan bunuh diri c. Susah berkonsentrasi pada pelajaran dan prestasi menurun, serta selalu merasa cemas jika berada di sekolah d. Tidak percaya diri, menarik diri dari lingkungan sosial, dan mengalami physical and mental symtoms. e. Cacat fisik f. Bagi pelaku dampak yang mencolok yang dialami adalah tidak memiliki empati yang baik terhadap sesama dan lingkungan, tidak memiliki hubungan sosial yang baik dengan orang lain, kemudian pelaku jika tidak segera ditangani akan mempengaruhi lingkungannya untuk bertindak sesuai dengan keinginannya. 6. TIPE PELAKU BULLYING Tipe pelaku bullying menurut Pearce : a. The aggressive bully : menyerang siapa saja b. The anxious bully : provokatif, suka menganggu c. The passive bully : terlibat dalam bullying dengan tujuan untuk melindungi diri dan meraih status Tipe pelaku menurut Langevin : a. Psysical bullies : menyerang secara fisik b. Verbal bullies : menggunakan kata-kata untuk menyerang orang lain c. Relationship bullies : menyebarkan berita negatif kepad aorang lain tentang korban d. Reactive victims : para korban bullying yang melakukan bullying karena motif balas dendam

(114)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Perbedaan tinggi rendah perilaku bullying pada remaja kota dan desa.
1
19
118
Deskripsi perilaku bullying di kalangan siswa kelas VIII SMP Strada Santa Maria 1 Tangerang tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya pada usulan program bimbingan kelompok.
0
3
113
Upaya mengurangi kecenderungan perilaku bullying melalui bimbingan kelompok dengan metode sosiodrama (penelitian tindakan bimbingan dan konseling pada siswa kelas VIIIA SMP Kanisius Pakem Tahun Ajaran 2013/2014).
1
11
155
Deskripsi tingkat perilaku bullying siswa SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun ajaran 2012-2013 dan implikasinya terhadap penyusunan topik-topik bimbingan pribadi sosial.
0
3
139
Sikap masyarakat Yogyakarta terhadap perilaku bullying di sekolah.
0
12
134
Persepsi siswa sekolah menengah atas terhadap perilaku bullying di sekolah : studi kasus di SMA Kolese De Britto dan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.
1
1
113
Pengaruh layanan diskusi kelompok dengan menggunakan media audio visual terhadap perilaku bullying siswa kelas XI (Studi di SMA Negeri 5 Sigi) | Wardhani | Jurnal Konseling dan Psikoedukasi 6262 20693 1 PB
0
1
10
Penggunaan teknik role playing untuk mengurangi perilaku bullying siswa kelas XII MIA SMA Negeri 5 Palu | Prihatin | Jurnal Konseling dan Psikoedukasi 6265 20705 1 PB
0
0
10
Penerapan layanan bimbingan kelompok mengatasi perilaku bullying siswa kelas vii di mts yayasan perguruan madinatussalam percut sei tuan - Repository UIN Sumatera Utara
0
3
89
Tingkat perilaku bullying dengan konsep diri pada remaja awal pria - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
24
Persepsi siswa sekolah menengah atas terhadap perilaku bullying di sekolah : studi kasus di SMA Kolese De Britto dan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta - USD Repository
0
0
111
Tingkat perilaku bullying para siswa kelas XI SMA Bopkri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009 dan sumbangan bimbingan dan konseling dalam menanggapi perilaku bullying di sekolah - USD Repository
0
0
124
Perbedaan kecenderungan perilaku bullying antara sekolah menengah atas homogen dan heterogen di Yogyakarta - USD Repository
0
0
103
Hubungan antara bullying verbal dengan kecerdasan emosional siswa Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
149
Hubungan antara efektivitas komunikasi interpersonal antara remaja dengan orangtua dan kecenderungan perilaku bullying pada remaja awal - USD Repository
0
0
153
Show more