PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS JURNAL PENYESUAIAN KELAS X SMK

Gratis

0
0
231
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS JURNAL PENYESUAIAN KELAS X SMK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Oleh: Rayneldis Nanga NIM: 141334087 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada: 1. Kedua orangtua terkasih bapak Urbanus Kau dan Ibu Makrina Wula yang senantiasa mendukung saya dalam doa dan yang selalu memberi kasih sayang yang melimpah. 2. Adik saya Florenthyna Oli yang selalu membantu mengoreksi penelitian dan mengingatkan untuk mengerjakan tugas akhir ini serta semua dukungannya. 3. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma angkatan 2014 yang telah memberi dukungan dan semangat selama kuliah. 4. Almamater tercinta Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.” Mazmur 62:5 “Juara adalah pecundang yang bangkit dan mencoba lagi.” Dennis DeYoung “Berjuanglah seakan-akan nyawamu sedang dipertaruhkan.” Dewa Eka Prayoga “Salah satu kunci kebahagiaan adalah menggunakan uangmu untuk pengalaman bukan untuk keinginan.” B. J Habibie “Kebahagiaan adalah segala ketika apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu katakan, apa yang kamu lakukan berjalan dengan harmoni.” Mahatma Gandhi v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 30 Januari 2019 Penulis Rayneldis Nanga vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Rayneldis Nanga Nomor Mahasiswa : 141334087 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS JURNAL PENYESUAIAN KELAS X SMK beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 30 Januari 2019 Yang menyatakan Rayneldis Nanga vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS JURNAL PENYESUAIAN KELAS X SMK Rayneldis Nanga Universitas Sanata Dharma 141334087 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menganalisis jurnal penyesuaian kelas X SMK, (2) mengetahui kualitas pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menganalisis jurnal penyesuaian kelas X SMK. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan pada bulan April-Mei 2018 dengan menggunakan delapan langkah model pengembangan tes hasil belajar Suryabrata, (2005), yaitu: 1) pengembangan spesifikasi tes, 2) penulisan soal, 3) penelaahan soal, 4) perakitan soal, 5) uji coba soal, 6) analisis butir soal, 7) seleksi dan perakitan soal, 8) pencetakan tes. Instrumen yang dikembangkan adalah soal berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menganalisis jurnal penyesuaian. Uji coba soal dilaksanakan di SMK Negeri 1 Yogyakarta sebanyak 64 peserta didik, SMK Negeri 1 Bantul sebanyak 111 peserta didik dan SMK Negeri 1 Tempel sebanyak 95 peserta didik. Data dianalisis menggunakan program Quest. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa rata-rata skor validasi uji coba soal dari ahli bahasa sebesar 52 dengan kategori “Sangat Baik” dan dari ahli materi sebesar 52,575 dengan kategori “Baik”. Hasil analisis dari program Quest diperoleh mean INFIT MNSQ 1,00 dan SD 0,09. Soal yang paling sukar yaitu item nomor 17 yang paling mudah item nomor 4, 5 dan 6. Berdasarkan analisis 39 item dinyatakan fit atau cocok sesuai dengan model Rasch dengan batas penerimaan ≥0,77 sampai ≤ 1,30. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa uji coba soal menganalisis jurnal penyesuaian layak menjadi instrumen penilaian bagi pendidik dalam pembelajaran. Kata kunci: Pengembangan instrumen, penelitian, HOTS dan Rasch viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF ASSESSMENT INSTRUMENTS BASED ON HOTS IN BASIC COMPETENCY FOR ANALYZING ADJUSTMENT JOURNAL, THE TENTH GRADE OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL Rayneldis Nanga Sanata Dharma University 141334087 The objectives of this research are: (1) to develop the assesment instrument based on HOTS in the basic competency by analyzing adjustment journal at the tenth grade of vocational high school, (2) to know the quality of assessment instrument development based on HOTS in the basic competency by analyzing adjustment journal at the tenth grade of vocational high school. This study is a research and development that held in April-May 2018 which using eight steps of Suryabrata style development (2005): 1) the development of test spesification, 2) writing test items, 3) analysis questions, 4) compilation of questions, 5) simulation of question, 6) the analyzing the item of the test, 7) selecting and compilating test items, 8) Printing of test items. The instrument that had been developed was based on HOTS primary analysis compentency of journal adjustment. Trying out of test items was held in SMK Negeri 1 Yogyakarta with 64 learners, SMK Negeri 1 Bantul with 111 learners and SMK Negeri 1 Tempel with 95 learners. The analysis data used Quest program. The result of research and development shows that the average of simulation validation score from linguistic expert is 52, it is at “very good” category and from material expert is 52,575, it is at “good” category. The result of analysis of the Quest program gained mean INFIT MNSQ 1,00 and SD 0,09. The of most difficult of question is item number 17 and the easiest questions are items number 4,5,and 6. Based on analysis, 39 items were stated fit and match with Rasch model with the acceptance limit ≥0,77 to ≤ 1,30. Based on the result, researcher concludes that trying out of test items of simulation applied posting is approviate to be assessment instrument for the teacher in the learning process. Key words: instrument development, research, HOTS and Rasch. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena atas berkat dan bimbinganNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menganalisis Jurnal Penyesuaian Kelas X SMK”. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada kesempatan ini, penulis mau mengucapkan terima kasih kepada pihakpihak yang telah membantu dalam proses menyelesaikan skripsi ini: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. 2. Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi. 3. Natalina Premastuti Brataniningrum, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi. 4. Dr. Sebastianus Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktu dalam membimbing, dan memberi dukungan sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. 5. Seluruh dosen dan staf karyawan program studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan pelayanan selama perkuliahan. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. yang telah berkenan menjadi ahli bahasa. 7. Ceacilia Kusumastuti, S.Pd. yang telah berkenan menjadi ahli materi. 8. Kepala sekolah, guru dan peserta didik SMK Negeri 1 Yogyakarta, SMK Negeri 1 Bantul dan SMK Negeri 1 Tempel yang telah membantu peneliti melakukan penelitian di sekolah. 9. Kedua orangtua tersayang, Urbanus Kau dan Makrina Wula yang senantiasa mendoakan dan memberikan dukungan yang luar biasa. 10. Adik tercinta, Florentina Oli yang senantiasa memberi semangat dan bantuannya. 11. Sahabat-sahabat seangkatan, mbak Santi, Asti Taeteti, Klodi Ganes, Rista Sartika, Sumi, Rebana, yang senantiasa memberi bantuan dan semangat serta dorongan positifnya. 12. Teman-teman sekelas Sinta, Monik, Ririn, Vista, Tere Wua, Ayu, Katarina, Maria, Ellen, Siska, Astria, Tesa, Trisna, Mega, Rista Ratu, Desi, Avi, Marsel, Tendry, Pace Tinus, Irwan, yang telah memberi semangat dan pengalaman baru selama proses perkuliahan. 13. Teman-teman satu pembimbing, Lia, Novi, Fitri, Fatmi, Linda, Devi, Dimas, Bayu, Rinto, Deyafajar yang senantiasa memberi dorongan positif dan semangat selama proses penelitian. 14. Semua keluarga, Pater Yakobus Weke, kae Detha, Rian Kolin, Om Jhon, Bapa Dami, Hipolitus, Melki, Kae Bartol, Rind Ngobe, Rini, Ongki, yang selalu memberi semangat dan dukungan. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. Teman Oswin Coo yang sudah memberi semangat, solusi dan menjadi pendengar serta semua dukungannya. 16. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan, dukungan, saran dan semangat sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih banyak kekurangan.Penulis berharap semoga hasil karya ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Penulis Rayneldis Nanga xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ……………………………………………………... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING …………………………... HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………….. HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………………. MOTTO ……………………………………………………………………... PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ………………………………………. PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS …………………………………….. ABSTRAK ……………………………………………………………………. ABSTRACT ………………………………………………………………….. KATA PENGANTAR …………………………………………………………. DAFTAR ISI …………………………………………………………………… DAFTAR TABEL ……………………………………………………………. DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………… DAFTAR GRAFIK ………………………………………………………… DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………... BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………. A. Latar Belakang Masalah ……………………………………………… i ii iii iv v vi vii viii ix x xiii xvi xvii xviii xix 1 1 ……………………………………………………... 3 C. Rumusan Masalah …………………………………………………….... 3 ……………………………………………………... 4 E. Manfaat Penelitian ……………………………………………………… 4 F. Spesifikasi Produk yang di Kembangkan ………………………………. 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA …………………………………………………. 7 ……………………………………………………................. 7 B. Batasan Masalah D. Tujuan Penelitian A. Kurikulum 1. Pengertian Kurikulum 2. Isi Kurikulum 3. Perubahan Kurikulum 4. Struktur Kurikulum B. Penilaian ……………………………………………… 7 ……………………………………………………….. 8 ..……………………………………………… 10 …………............................................................ 13 ………………………………………………………………… 15 ………………………………………………… 1. Pengertian Penilaian 2. Penilaian Ranah Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan 15 …………… 17 a. Penilaian Ranah Pengetahuan …………………………………... 17 b. Penilaian Ranah Sikap ………………………………………… 18 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. …………………………………. 20 Penilaian Ranah Keterampilan 3. Lower Order Thingking Skill (LOTS) ……………………………….. 22 4. Higher Order Thingking Skill (HOTS) ……………………………… 23 5. Kompetensi Inti ……………………………………………………... 25 6. Kompetensi Dasar …………………………………………………... 26 ……………………………………………………….. 27 C. Taksonomi Bloom …………………………………... 1. Taksonomi Bloom sebelum revisi 2. Taksonomi Bloom setelah revisi (Anderson & Krathwohl) 27 ………... 29 ……………………………………………….. 33 D. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas ………………………………………………………........... 33 2. Reliabilitas ………………………………………………………….. 38 ……………………………………………. 41 E. Classical Test Theory (CTT) F. Item Respon Theory (IRT) ……………………………………………….. 45 G. Program Quest ……………………………………………………............. 52 H. Jurnal Penyesuaian I. ……………………………………………………….. 54 ……………………………….. 1. Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa 2. Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang 54 …………………………….. 61 Prosedur Penelitian Pengembangan ……………………………………… 62 1. Pengembangan Spesifikasi Tes ……………………………………… 62 2. Penulisan Soal 3. Penelaahan Soal ……………………………………………………... 63 4. Perakitan Soal ………………………………………………………. 64 5. Uji Coba Tes ………………………………………………………… 64 6. Analisis Butir Soal 7. Seleksi dan Perakitan Soal 8. Pencetakan Soal ……………………………………………………... 69 9. Administrasi Tes Bentuk Akhir ……………………………………. 69 ……………….………………………. 69 ……………………………………………………….. 62 …………………………………………………... 65 …………………………………………... 67 10. Penyusutan Skala dan Norma Penelitian Relevan ……………………………………………………….. 71 K. Kerangka Berpikir ……………………………………………………...... 74 J. BAB III METODE PENELITIAN …………………………………………… xiv 77

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Jenis Penelitian …………………………………………………….......... 77 B. Sumber Data Penelitian …………………………………………………... 77 C. Populasi dan Sampel ……………………………………………………... D. Pengembangan Instrumen E. Teknik Pengumpulan 78 ……………………………………………….. 78 ……………………………………………………. 85 ……………………………….. 89 ……………………………………. 89 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian dan Pengembangan ……………………………………… 89 1. Pengembangan Spesifikasi Tes 2. Penulisan Soal 3. Penelaahan Soal ……………………………………………………….. 93 4. Perakitan Soal ………………................................................................. 100 5. Uji Coba Soal ……………………………………………………….. 101 6. Analisis Quest ……………………………………………………...... 101 7. Seleksi dan Perakitan Soal ……………………………………………………….. 92 …………………………………………... 110 8. Pencetakan Tes …………………………………………………………. 113 B. Pembahasan …………………………………………………………….. 114 BAB IV PENUTUP ………………………………………………………….. 121 A. Kesimpulan ………………………………………………………………. 121 ……………………………………………. 122 …...…………………………………………………….................... 122 ………………………………………………………. 124 B. Keterbatasan Pengembangan C. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 perbedaan kurikulum 2013 dan KTSP ............................................... 12 Tabel 2.2 mata pelajaran SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen ........... 13 Tabel 2.3 Kompetensi Inti .................................................................................... 25 Tabel 2.4 Kompetensi Dasar ................................................................................ 26 Tabel 2.5 Revisi Taksonomi Bloom .................................................................... 31 Tabel 3.1 Sampel Uji Coba .................................................................................. 80 Tabel 3.2 Kriteria kecocokan butir dengan pendekatan IRT ............................... 84 Tabel 3.3 Kriteria Indeks Kesukaran Item ........................................................... 84 Tabel 3.4 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian oleh Ahli Bahasa ..................... 84 Tabel 3.5 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian oleh Ahli Materi ...................... 84 Tabel 3.6 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian oleh Peserta Didik .................... 84 Tabel 4.1 Kisi-kisi Soal Jenis Pilihan Ganda ....................................................... 91 Tabel 4.2 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Bahasa ... 95 Tabel 4.3 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Materi ..... 99 Tabel 4.4 Perbaikan Soal Hasil Validasi oleh Ahli Bahasa ...............................100 Tabel 4.5 Perbaikan Soal Hasil Validasi oleh Ahli Materi ................................101 Tabel 4.6 Data Jumlah Peserta Didik pada Masing-masing Sekolah .................101 Tabel 4.7 Taraf Kesukaran dari 39 Butir Soal ..................................................110 Tabel 4.8 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Peserta Didik Kelas X SMK ....................................................................................................112 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Tingkat proses kognitif menurut Anderson dan Krahwohl ............. 32 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 4.1 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Bahasa ... 94 Grafik 4.2 Validasi Penilaian Instrumen Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Materi .... 97 Grafik 4.3 Hasil Penilaian Instrumen Tes Pilihan Ganda oleh Peserta Didik Kelas X SMK ...........................................................................................110 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Soal uji coba ................................................................................... 127 Lampiran 2 Lembar Jawaban ............................................................................. 150 Lampiran 3 Lembar penilaian oleh ahli bahasa ................................................. 151 Lampiran 4 Lembar penilaian oleh ahli materi .................................................. 157 Lampiran 5 Angket respon peserta didik ........................................................... 166 Lampiran 6 Surat perizinan penelitian ............................................................... 172 Lampiran 7 Silabus ............................................................................................ 180 Lampiran 8 RPP SMK Negeri 1 Tempel ........................................................... 183 Lampiran 9 RPP pembuatan soal berbasis HOTS .............................................. 208 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu tuntutan dan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan pada saat ini adalah pendidikan hendaknya mampu menghasilkan generasi yang memiliki kompetensi yang utuh. Dalam rangka mewujudkan niat tersebut, melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah terus melakukan kependidikan.Salah pembaharuan satunya adalah dan inovasi pembaharuan dalam kurikulum bidang yaitu kurikulum 2013. Kurikulum 2013 diperbaharui untuk menjawab tantangan dan pergeseran paradigma pembangunan. Kurikulum merupakan rencana tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan (Kurniasih & Sani, 2014). Tujuan dari kurikulum 2013 ialah untuk mempersiapkan generasi mudah agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi yang beriman, produktif, kreatif, inovatif dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia (Kunandar 2013: 16). Penilaian adalah suatu prosedur sistematis dan mencakup kegiatan mengumpulkan, menganalisis, serta menginterpretasikan informasi yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan tentang karakteristik seseorang atau objek. Penilaian sangat penting bagi seorang pendidik untuk memperoleh berbagai ragam informasi tentang sejauh mana hasil 1 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 belajar peserta didik atau informasi tentang ketercapaian kompetensi peserta didik. Proses penilaian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. Proses penilaian mencakup pengumpulan bukti untuk menunjukkan pencapaian belajar (ketercapaian kompetensi) dari peserta didik. Ketercapaian suatu kompetensi tergantung pada terlaksananya kompetensi dan instrumen penilaian. Didalam kurikulum 2013, instrumen penilaian harus diterapkan dalam pembelajaran, diantaranya adalah kisi–kisi soal dan soal. Soal dibuat guna mengukur tingkat pemahaman peserta didik. Ditinjau dari tujuan kurikulum 2013 yaitu menciptakan generasi yang mampu berkontribusi di masyarakat dan dunia luar serta unggul dalam mutu, maka sudah seharusnya kategori soal yang dibuat diantaranya dikategori dalam taraf HOTS (Higher Other Of Thinking Skill). HOTS (Higher Other Of Thinking Skill) meliputi aspek kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan dalam memecahkan masalah. Dalam penerapan instrumen soal berbasis HOTS masih tergolong baru bagi kalangan pendidik dan belum semua tenaga kependidikan menerapkan kategori penilaian HOTS ini. Pendidik terkadang masih keliru dalam pembuatan komponen soal berbasis HOTS. Berdasarkan hasil wawancara di SMK Negeri 7 Yogyakarta, pendidik sendiri belum memahami maksud dari HOTS. Dalam penerapannya, pendidik belum membuat penilaian tes hasil belajar peserta didik berbasis HOTS. Tujuan peneliti melakukan penelitian yakni membantu pendidik

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dalam membuat instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menganalisis jurnal penyesuaian kelas X Akuntansi SMK. Berdasarkan latar belakang, peneliti melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menganalisis Jurnal Penyesuaian Kelas X Akuntansi SMK”. B. Batasan Masalah Berdasarkan latarbelakang di atas, peneliti membatasi masalah dengan tujuan supaya lebih fokus dan mendalam, dengan demikian permasalahan penelitian yang dibahas perlu dibatasi variabelnya.Penulis membatasi diri hanya berkaitan dengan “Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis HOTS Pada Kompetensi Dasar Menganalisis Jurnal Penyesuaian Kelas X SMK”. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menganalisis jurnal penyesuaian kelas X SMK? 2. Bagaimana kualitas pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menganalisis jurnal penyesuaian kelas X SMK? D. Tujuan Penelitian

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini sebagai berikut: 1. Mengembangkan produk Instrumen penilaian berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menganalisis transaksi jurnal penyesuaian kelas X SMK. 2. Mengetahui kualitas Instrumenpenelitian berbasis HOTS pada kompetensi Dasar Menganalisis jurnal penyesuaian kelas X SMK. E. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi pembaca, baik secara teoritis maupun secara praktis. Adapun manfaat penelitian ini sebagai barikut: 1. Manfaat Teoritis a. Menambah pengetahuan dan memperluas wawasan bagi penelitian dalam bidang yang sama dan bagi pendidik umum lainnya mengenai instrumen penilaian berbasis HOTS. b. Menjadi sumber referensi dan informasi bagi para penelitian selanjutnya agar lebih baik. 2. Manfaat Praktis Secara praktis, penelitian ini dapat bermanfaat bagi: a. Bagi Pendidik Menambah wawasan dan memperluas kajian tentang pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS untuk diterapkan dalam pembelajaran akuntansi dasar, khususnya penilaian kompetensi dasar menganalisis jurnal penyesuaian.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 b. Bagi Peserta didik Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi peserta didik menganalisis materi pembelajaran khususnya Kompetensi Dasar Menganalisis jurnal penyesuaian yang disampaikan oleh pendidik selama pembelajaran berlangsung. c. Peneliti lain Penelitian ini sebagai bentuk sumbangan bagi peneliti lainnya dengan tujuan supaya dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut berkaitan dengan masalah pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS. F. Spesifikasi Produk yang di Kembangkan 1. Instrumen penelitian ini dibuat berdasarkan soal-soal yang dapat memacu kemampuan peserta didik dalam berpikir tingkat tinggi. 2. Instrumen penilaian dibuat berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) 3.10 menganalisis jurnal penyesuaian. 3. Instrumen penilaian dibuat berdasarkan kurikulum 2013 dengan menggunakan taksonomi Anderson yang terdiri dari menganalisis, menilai dan mengkreasi. 4. Instrumen penilaian ini disajikan dalam bentuk soal pilihan ganda yang berjumlah 40 butir. 5. Instrumen penilaian ini dapat digunakan sebagai alat evaluasi soal berbasis HOTS.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 6. Instrumen penilaian memiliki durasi waktu mengerjakan soal serta terdapat petunjuk pengerjaan soal yang membantu peserta didik dalam mengerjakan soal.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kurikulum 1. Pengertian Kurikulum Dalam dunia pendidikan kurikulum sangat tidak asing bagi seorang pendidik. Ada beberapa pandangan tentang kurikulum dengan pendapat yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa pengertian kurikulum: a. Kurikulum adalah semua pembelajaran yang direncanakan sekolah dan diarahkan oleh pihak sekolah untuk peserta didik, baik secara berkelompok maupun perseorangan (Kerr, 2008 dalam Palupi). Selanjutnya, Bobbit, (1918) dalam Palupi, menjelaskan serangkaian pengalaman yang harus dilewati oleh peserta didik dan pendidik guna memperoleh kemampuan sikap, kebiasaan dan pengetahuan yang dibutuhkannya. b. Kurikulum merupakan rencana mata pelajaran secara tertulis serta program yang direncanakan dan dilaksanakan dengan nyata di sekolah (Ladjid, 2005, p. 2). c. Kurikulum ialah sejumlah mata pelajaran yang harus dikuasai peserta didik di sekolah guna memperoleh ijazah (Arifin, 2011). Selanjutnya, Arifin menjelaskan kurikulum adalah semua isi kegiatan yang disusun secara secara ilmiah, baik di dalam kelas 7

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 maupun di luar kelas atas tanggungjawab sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. d. UU Nomor 20 tahun 2013 dalam Kurniasih, (2014), menjelaskan kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang tujuan, isi dan menyelenggarakan bahan proses pelajaran belajar guna sebagai pedoman mencapai tujuan pendidikan. e. Kurikulum adalah suatu perencanaan yang digunakan sebagai pegangan dalam mewujudkan tujuan pendidikan (Nasution , 2006). Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan sebuah perencanaan yang berisi tujuan dan isi pengetahuan yang digunakan sebagai pedoman dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Dalam penerapannya baik di dalam kelas maupun di luar kelas dengan bimbingan dari pihak sekolah. 2. Isi Kurikulum Menurut (Ladjid, 2005, p. 5), isi suatu kurikulum di sekolah dibedakan berdasarkan jenis bidang studi yang disajikan dan isi program masing-masing bidang studi. Jenis bidang studi yang disajikan di sekolah misalnya IPS, bahasa dan IPA. Dari jenis-jenis bidang studi tersebut ditetapkan berdasarkan tujuan institusional suatu sekolah. Isi program bidang studi adalah bahan pengajaran setiap bidang studi yang terdapat pada kurikulum biasanya dalam bentuk topik atau pokok

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 bahasan disertai dengan sub pokok bahasan. Bahan pengajaran ini ditetapkan berdasarkan pada tujuan instruksional. Menurut UU Sisdiknas dalam Palupi, (2016), isi dan bahan kurikulum merupakan materi pelajaran yang harus disampaikan oleh pendidik kepada peserta didiknya dengan tujuan peserta didik mempunyai kompetensi setelah menerima pembelajaran. Menurut Hidayat, (2013), isi program kurikulum atau bahan ajar merupakan sesuatu yang ditawarkan kepada peserta didik sebagai proses belajar dalam kegiatan pembelajaran. Selanjutnya, Hidayat mengatakan isi kurikulum terdiri dari mata pelajaran yang harus dikuasai peserta didik dan isi program masing-masing mata pelajaran. Kriteria dalam menentukan isi suatu kurikulum menurut (Hidayat, 2013) antara lain: a. Isi kurikulum harus sesuai dan tepat serta bermakna bagi perkembangan peserta didik. b. Isi kurikulum mencerminkan kenyataan sosial. c. Isi kurikulum mengandung pengetahuan ilmiah yang tahan uji. d. Isi kurikulum harus mendukung tujuan pendidikan. Menurut Hilda Taba, (1962), dalam Hidayat, berpendapat bahwa kriteria dalam menentukan isi materi kurikulum, antara lain: 1) Materi harus menggambarkan pengetahuan terbaru. 2) Materi yang disampaikan harus relevan dengan kenyataan sosial dan kultur. 3) Seimbang antara kedalaman dan keluasan suatu materi.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 4) Materi harus mencakup tujuan dan sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan minat serta pengalaman peserta didik. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa isi kurikulum merupakan materi pelajaran yang disampaikan pendidik kepada peserta didik dengan maksud agar peserta didik memiliki kompetensi setelah mengikuti pembelajaran. Dalam isi kurikulum terdapat jenis bidang studi yang disajikan beserta isi setiap bidang studi yang disajikan dalam suatu pembelajaran di sekolah. 3. Perubahan Kurikulum Kurikulum sistem pendidikan Indonesia bersifat dinamis. Perubahan terjadi karena adanya perbedaan dalam satu komponen guna menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Perubahan tersebut misalnya, tujuan pembelajaran yang tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyebab terjadinya perubahan kurikulum antara lain: (a) perluasan dan pemerataan kesempatan belajar, (b) adanya peningkatan mutu pendidikan, (c) adanya hubungan antara tujuan pendidikan dengan kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja dan (d) adanya efektivitas dan efisiensi di bidang pendidikan (Ladjid, 2005, p. 7). Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 menimbulkan beberapa perbedaan. Menurut (Kurniasih & Sani, 2014) ada beberapa perubahan kurikulum sebelumnya dan kurikulum 2013, antara lain: a. Perubahan Standar Kompetensi Lulusan

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Penyempurnaan standar kompetensi lulusan sangat memperhatikan pengembangan nilai, pengetahuan dan keterampilan. Ada empat kompetensi inti, yaitu penghayatan dan pengalaman agama, sikap, keterampilan dan pengetahuan. b. Perubahan Standar Isi Perubahan pada tahap ini, mengembangkan kompetensi dari mata pelajaran menjadi fokus pada kompetensi yang dikembangkan menjadi mata pelajaran melalui pendekatan tematik-integratif (standar proses). c. Perubahan Standar Proses Perubahan yang terjadi pada standar proses sama artinya melakukan perubahan strategi pembelajaran. Seorang pendidik harus merancang dan mengolah proses pembelajaran aktif dan menyenangkan. Dimana peserta didik difasilitasi untuk mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta. d. Perubahan Standar Evaluasi Dalam standar evaluasi berhubungan dengan penilaian. Penilaian otentik yang mengukur kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan sesuai proses dan hasil. Dibandingkan kurikulum sebelumnya, penilaian hanya mengukur hasil kompetensi.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Selanjutnya, Kurniasih & Sani menjelaskan perubahan kurikulum 2013 dan kurikulum sebelumnya mengakibatkan beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut: Tabel 2.1 Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP No KTSP Kurikulum 2013 1 Standar isi ditentukan SKL ditentukan terlebih dahulu, terlebih dahulu melalui melalui Permendikbud No 54 Permendiknas No 22 Tahun 2013 kemudiaan Tahun 2006, kemudiaan menentukan Standar Isi yang menentukan SKL (Standar berbentuk Kerangka Dasar Kompetensi Lulusan) Kurikulum, dan dituangkan melalui Permendiknas No dalam permendikbud No 67, 68 23 Tahun 2006 dan 70 Tahun 2013 2 KTSP lebih menekankan Aspek kompetensi lulusan ada pada aspek pengetahuan keseimbangan soft skills dan hard skills meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan 3 Jenjang SD tematik terpadu Jenjang SD tematik terpadu untuk kelas I-III untuk kelas I-VI 4 Jumlah jam pelajaran lebih Jumlah jam per minggu lebih sedikit dan jumlah mata banyak dan jumlah mata pelajaran lebih banyak pelajaran lebih sedikit 5 Standar proses dalam Proses pembelajaran setiap tema pembelajaran terdiri dari di jenjang SD dan semua mata eksplorasi, elaborasi dan pelajaran di jenjang konfirmasi SMP/SMA/SMK dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintific approach), yaitu standar proses dalam pembelajaran terdiri dari mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta 6 TIK sebagai mata pelajaran TIK bukan sebagai mata pelajaran tetapi sebagai media pembelajaran 7 Penilaian lebih dominan Standar penilaian menggunakan pada aspek pengetahuan penilaian otentik, yaitu adanya kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan sesuai proses dan hasil

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 No KTSP Kurikulum 2013 8 Pramuka bukan Pramuka menjadi ekstrakurikuler ekstrakurikuler wajib wajib 9 Penjurusan mulai kelas XI Peminatan mulai kelas X untuk jenjang SMA/MA 10 BK lebih pada BK lebih menekankan menyelesaikan masalah pengembangan potensi siswa peserta didik Dari penjelasan di atas, maka disimpulkan perubahan kurikulum terjadi diakibatkan adanya perbedaan suatu komponen kurikulum yang ada. Salah satu penyebabnya adalah adanya peningkatan mutu pendidikan. Perubahan kurikulum itu yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses dan standar evaluasi. 4. Struktur Kurikulum SMK Struktur kurikulum SMA dan SMK pada umumnya sama. Perbedaan terletak pada pengakomodasian minat peserta didik. Dalam struktur kurikulum SMK, ada tiga kelompok mata pelajaran yaitu (1) kelompok A (wajib), (2) kelompok B (wajib) dan (3) kelompok C (peminatan) (Widyastono, 2014, p. 165). Untuk lebih jelas, lihat pada tabel 2.2 sebagai berikut: Tabel 2.2 Mata Pelajaran SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Kelas dan Semester Mata Pelajaran X XI XII 1 2 1 2 1 2 Kelompok A (Wajib) 1 Pendidikan Agama dan Budi 3 3 3 3 3 3 Pekerti 2 Pendidikan Pancasila dan 2 2 2 2 2 2 Kewarganegaran

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 Mata Pelajaran 3 Bahasa Indonesia 4 Matematika 5 Sejarah Indonesia 6 Bahasa Inggris Kelompok B (Wajib) 7 Seni Budaya 8 Prakarya dan Kewirausahaan 9 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan kesehatan Kelompok C (Peminatan) C-1. Dasar Bidang Keahlian 10 Pengantar ekonomi dan bisnis 11 Pengantar akuntansi 12 Pengantar administrasi perkantoran C-2 Dasar Program Keahlian C-3 Paket Keahlian Total Kelas dan Semester X XI XII 1 2 1 2 1 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 8 - 1 8 - - - 1 8 1 8 2 4 2 4 48 48 48 48 48 48 Menurut (Sanjaya, 2005), struktur kurikulum SMK dibagi beberapa komponen, yaitu (1) normatif berisikan kompetensi dengan maksud agar peserta didik menjadi warga negara yang memiliki nilainilai dalam hidup bermasyarakat, bangsa dan negara, (2) adaptif berarti kompetensi dengan maksud peserta didik mampu beradaptasi dan berkembang sesuai perkembangan masyarakat dan negara, budaya, seni, ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai keahlian dan tuntutan dunia kerja, (3) produktif berarti memiliki kompetensi dengan tujuan peserta didik menjalankan tugas di dunia kerja menurut keahlian. Kompetensi dari komponen produktif ialah standar kompetensi yang

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 berlaku di bidang keahlian yang menjadi bagian dari profesi, hasil inventarisasi, konsekuensi dunia kerja serta pihak terkait. Dari penjelasan di atas, disimpulkan bahwa struktur kurikulum SMK di bedakan menjadi tiga bagian mata pelajaran, yaitu kelompok A (wajib), kelompok B (wajib) dan kelompok C (peminatan). Struktur kurikulum juga di bedakan beberapa komponen, yaitu normatif, adaptif dan produktif. B. Penilaian 1. Pengertian Penilaian Penilaian merupakan semua kegiatan memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data mengenai proses dan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan guna memperoleh informasi yang bermanfaat untuk mengambil keputusan (Sunarti & Rahmawati, 2014). Menurut (Subali, 2012), penilaian adalah prosedur untuk mendapatkan informasi guna mengetahui taraf pengetahuan dan keterampilan peserta didik sehingga hasilnya dimanfaatkan sebagai evaluasi. Menurut (Kurniasih & Sani, 2014, p. 47), penilaian adalah proses mengumpulkan dan mengolah informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Menurut pendapat (Mardapi, 2008), penilaian merupakan komponen penting dalam pembelajaran. Penilaian mencakup semua cara yang ditempuh untuk menilai unjuk kerja peserta didik. Selanjutnya menurut (Permendikbud No. 104 Tahun 2014), penilaian hasil belajar merupakan proses mengumpulkan informasi

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 peserta didik mengenai kompetensi sikap spiritual dan sikap soaial, kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan yang dilakukan terencana dan sistematis selama dan setelah proses pembelajaran. Ciri penilaian ialah adanya program dan kriteria yang dinilai sebagai pebanding antara kenyataan dengan kriteria (Sudjana, 2009). Selanjutnya, menurut Sudjana, jenis penilaian ada beberapa macam, yaitu: a. Penilaian formatif, berarti penilaian yang dilakukan pada akhir program belajar mengajar dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses belajar mengajar. Penilaian formatif berorientasi pada proses belajar mengajar, dengan tujuan pendidik dapat memperbaiki program pengajaran dan strategi pembelajaran. b. Penilaian sumatif, penilaian yang dilaksanakan pada akhir catur wulan, akhir semester dan akhir tahun. Tujuan penilaian sumatif ialah untuk melihat hasil yang dicapai peserta didik seperti sejauh mana tujuan kurikuler dikuasai. Penilaian ini berorientasi pada produk dan bukan proses. c. Penilaian diagnostik, bertujuan untuk melihat kelemahan dan factor penyebab dari peserta didik. Dilaksanakan untuk keperluan bimbingan belajar, pengajaran remedial dan menemukan kasuskasus. Sehingga soal perlu disiapkan guna mengetahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 d. Penilaian selektif, dilaksanakan untuk keperluan seleksi seperti ujian saringan masuk ke lembaga pendidikan tertentu. e. Penilaian penempatan, dilaksanakan untuk mengetahui keterampilan prasyarat bagi suatu program belajar dan penguasaan belajar. Penilaian ini berorientasi pada kesiapan peserta didik dalam menghadapi program baru dan kecocokan program belajar dengna kemampuan peserta didik. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa penilaian merupakan bagian hasil dari evaluasi dimana proses yang ditempuh untuk mendapat informasi tentang taraf pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Jenis-jenis penilaian, yaitu: penilaian normatif, penilaian sumatif, penilaian diagnostik, penilaian selektif dan penilaian penempatan. 2. Penilaian Ranah Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Penilaian dapat dilaksanakan dalam berbagai teknik. Penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik seperti pengetahuan, sikap dan keterampilan. Menurut (Sunarti & Rahmawati, 2014), berdasarkan kompetensi yang dicapai, dimensi yang dinilai antara lain: a. Penilaian Ranah Pengetahuan Menurut (Sunarti & Rahmawati, 2014), teknik penilaian ranah pengetahuan dibagi menjadi tiga, yaitu:

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 1) Tes tulis, berarti tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan atau isian. Tes yang jawaban berupa pilihan seperti pilihan ganda, benar salah dan menjodohkan. Sedangkan tes isian berupa isian singkat atau uraian. 2) Tes lisan, merupakan tes yang dilaksanakan melalui kmunikasi langsung antara pendidik dan peserta didik. pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan. 3) Penugasan, berarti memberikan tugas kepada peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok. Penilaian penugasan diberikan sebagai penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, seperti praktik di laboratorium, tugas rumah, portofolio, proyek dan produk. b. Penilaian Ranah Sikap Penilaian ranah sikap peserta didik dalam kegiatan pembelajaran mempunyai peran yang penting dalam menentukan keberhasilan suatu proses belajar. Sikap menunjukan reaksi seseorang dalam menghadapi suatu objek. Menurut (Sunarti & Rahmawati, (2014)), dalam ranah sikap, dua hal yang dinilai, yaitu (1) kompetensi afektif, meliputi tingkat memberi respons, apresiasi, penilaian dan internalisasi, (2) sikap dan minat siswa terhadap materi pelajaran serta proses belajar. Selanjutnya Sunarti

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 & Rahmawati, (2014), menjelaskan kemampuan peserta didik yang dinilai antara lain: a) Peserta didik memberi respon terhadap situasi yang dialami b) Peserta didik menerima nilai dan norma yang mempunyai etika dan estetika c) Menilai dari segi baik-buruk dan adil-tidak adil dari suatu fenomena d) Peserta didik mempraktikkan nilai, norma, etika dan estetika dalam hidup sehari-hari e) Menilai peserta didik dari segi daya tarik, motivasi, minat, ketekunan dalam belajar, dan sikap terhadap mata pelajaran dan proses pembelajaran. Untuk menilai ranah sikap dilakukan melalui observasi, yang diperkuat dengan penilaian diri dan penilaian antarteman yang dicatat dalam bentuk jurnal. Menurut (Kurniasih & Sani, 2014), ranah sikap dapat dinilai dengan cara, yaitu: 1) Observasi Teknik penilaian yang dilaksanakan secara berkesinambingan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format obsevasi yang didalamnya berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Penilaian observasi dapat dilakukan ketika pembelajaran maupun diluar pembelajaran.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 2) Penilaian diri Merupakan teknik penilaian yang dilakukan dengan meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan yang dihadapi ketika pembelajaran.Penilaian jenis ini berupa lembar penilaian diri. 3) Penilaian antar teman Teknik penilaian yang dilaksanakan dengan meminta peserta didik untuk saling menilai terkait sikap dan perilaku keseharian peserta didik. Penilaian jenis ini berupa lembar penilaian antar peserta didik. 4) Jurnal Penilaian yang dilakukan berupa catatan pendidik di dalam dan di luar kelas tentang hasil pengamatan kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal merupakan catatan berkesinambungan dari hasil observasi. c. Penilaian Ranah Keterampilan Penilaian ranah keterampilan berarti kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengalaman belajar dalam dunia nyata. Menurut Sudjana, (1990), menjelaskan ada beberapa tingkatan keterampilan, yaitu gerakan refleks dimana didalamnya merupakan keterampilan pada gerakan yang tidak sadar.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Selanjutnya Sudjana, mengatakan adanya keterampilan pada gerakan-gerakan dasar. Timbulnya kemampuan perseptual seperti membedakan visual, auditif dan motoris. Terakhir Sudjana menjelaskan, adanya kemampuan dalam bidang fisik, gerakan skill dan gerakan ekspresif dan interpretatif. Kemampuan keterampilan dalam pembelajaran akuntansi, misalnya: 1) seorang peserta didik bisa membedakan akun-akun bernominal debet dan akun-akun bernominal kredit 2) kemampuan untuk menjelaskan posisi normal akun-akun, seperti akun Kas posisi normal berada di sebelah Debet, secara mandiri, mencontohkan seperti penjelasan pendidik maupun bisa melakukan setelah proses belajar yang berulang 3) peserta didik dengan keahliannya mempunyai sikap moralnya, membantu teman berkesulitan 4) memiliki sikap cepat melakukan penyesuaian terhadap hal baru 5) peserta didik berperilaku sesuai sikap yang dimiliki diri sendiri. Teknik penilaian ranah sikap bisa dilakukan dengan kinerja, produk, proyek dan portofolio. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan penilaian pada aspek kompetensi meliputi penilaian ranah pengetahuan, ranah sikap dan ranah pengetahuan. Pada ranah pengetahuan dapat berupa tes tertulis,

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 tes lisan dan penugasan. Ranah sikap dapat berupa observasi yang diperkuat dengan penilaian diri dan penilaian antar teman dalam bentuk jurnal. Sedangkan pada ranah keterampilan, dapat berupa keterampilan dalam gerakan refleks, gerakan-gerakan dasar, kemampuan konseptual dan kemampuan di bidang fisik serta gerakan skill. 3. Lower Order Thingking Skill (LOTS) Berpikir tingkat rendah atau lower order thingking skill (LOTS) adalah cara berpikir peserta didik menggunakan level rendah, yang mana penerapan kemampuan peserta didik langsung menggunakan informasi yang ada maupun sudah diketahui sebelumnya untuk menyelesaikan masalah (Palupi, 2016, p. 107). Selanjutnya Palupi menjelaskan aspek berpikir tingkat rendah yaitu: mengingat (C1), memahami (C2) dan menerapkan (C3). Berikut maksud dari tiga aspek tersebut: a. Mengingat (C1) berarti proses mengambil pengetahuan secara langsung atau yang sudah terjadi. Misalnya, peserta didik mampu mengingat simbol atau istilah dalam pembelajaran. b. Memahami (C2) berhubungan dengan memahami. Misalnya peserta didik memahami pesan yang disampaikan pendidik dalam pembelajaran. c. Menerapkan (C3) berarti peserta didik menerapkan pengetahuan dalam suatu situasi yang berbeda.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Berpikir tingkat rendah dikenal sebagai proses menyelesaikan masalah. Dalam arti, proses penyelesaian masalah sementara dan tidak mendalam karena berpikir tingkat rendah tidak melewati proses berpikir kritis dari suatu peristiwa. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa proses berpikir tingkat rendah atau LOTS merupakan proses berpikir peserta didik dengan taraf dimensi yang rendah, yaitu mengingat, memahami dan menerapkan. 4. Higher Order Thingking Skill (HOTS) Berpikir tingkat tinggi atau higher order thingking skill (HOTS) menurut Palupi, (2016), berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan yang mengharuskan peserta didik untuk menalar lebih lanjut dari informasi guna menyelesaikan masalah. Sedangkan menurut Saputra, (2016), berpikir tingkat tinggi atau yang disebut HOTS merupakan proses berpikir peserta didik dengan level kognitif lebih tinggi yaitu menganalisis, mengevaluasi dan mencipta (Saputra, 2016). Maksud dari indikator berpikir tingkat tinggi, yaitu: a) Menganalisis (C4) berarti membagi materi dalam beberapa bgaian, menentukan hubungan secara keseluruhan dengan melakukan penurunan dan pengelolaan. Dimana peserta didik dituntut agar dapat menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, membedakan fakta dan pendapat dan menemukan hubungan sebab akibat.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 b) Mengevaluasi (C5) merupakan kemampuan untuk mengambil keputusan, menyatakan pendapat menurut suatu kriteria. Peserta didik dituntut untuk menilai suatu situasi, keadaan atau pernyataan menurut kriteria yang ada. c) Mencipta (C6) berarti mengembangkan ide atau gagasan, produk serta metode baru dengan cara menggabungkan unsur-unsur membentuk fungsi secara keseluruhan dan menata kembali unsur tersebut menjadi pola baru melalui perencanaan dan pengembangan. Pada dimensi ini, pendidik dapat menguji kemampuan peserta didik dengan memberikan tugas untuk berkreasi seperti membuat sebuah cerita, peralatan, karya seni dan eksperimen. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan berpikir tingkat tinggi merupakan proses berpikir peserta didik dalam taraf kognitif lebih tinggi. Dimana didalamnya berupa dimensi menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. 5. Kompetensi Inti Kompetensi inti adalah kompetensi bebas atau kompetensi tidak terikat pada mata pelajaran (Palupi , 2016, p. 43). Tabel 2.3 Kompetensi Inti Bidang keahlian : bisnis dan manajemen Program keahlian : akuntansi dan keuangan Kompetensi keahlian : akuntansi dan keuangan lembaga

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan) 3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan factual, konseptual, operasional dasar dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkungan kerja perbankan dan keuangan mikro pada tingkat teknis, spesifik, detil dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi dirisebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional dan internasional. 6. Kompetensi Inti 4 (Keterampilan) 4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang perbankan dan keuangan mikro. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan manalar, mengolah dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif dan solutif dalam ranah abstrakterkait dengan pengembangan diriyang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan diri yang dipelajari di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar adalah kompetensi setiap mata pelajaran yang diturunkan dari sumber kompetensi inti yang didalamnya ada aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan (Endrayanto & Harumurti, 2014). Tabel 2.4 Kompetensi Dasar

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Mata pelajaran : Akuntansi Dasar Alokasi waktu : 180 Jam Pelajaran Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar 3.1 Memahami pengertian, 4.1 Mengelompokan pihak – tujuan, peran akuntansi dan pihak yang membutuhkan informasi akuntansi sesuai pihak–pihak yang perannya. membutuhkan informasi akuntansi. 3.2 Memahami jenis–jenis 4.2 Mengelompokan profesi profesi akuntansi (bidang– akuntansi (bidang–bidang bidang spesialisasi spesialisasi akuntansi. akuntansi, pentingnya etika Pentingnya etika profesi). profesi). 3.3 Memahami jenis dan bentuk 4.3 Mengelompokan jenis dan badan usaha. bentuk badan usaha. 3.4 Memahami asumsi, 4.4 Mengelompokan asumsi, prinsip–prinsip dan konsep prinsip–prinsip dan konsep dasar akuntansi. dasar akuntansi. 3.5 Memahami tahapan siklus 4.5 Mengelompokan tahapan akuntansi. siklus akuntansi 3.6 Menerapkan persamaan 4.6 Membuat persamaan dasar akuntansi akuntansi 3.7 Memahami transaksi bisnis 4.7 Mengelompokan transaksi perusahaan baik perusahaan bisnis perusahaan baik jasa, dagang dan perussahaan jasa, dagang manufaktur. dan manufaktur. 3.8 Menerapkan buku jurnal, 4.8 Melakukan pencatatan konsep debet dan kredit, buku jurnal, konsep debet saldo normal, sistematika dan kredit, saldo normal, pencatatan dan bentuk sistematika pencatatan dan jurnal. bentuk jurnal. 3.9 Menerapkan posting 4.9 Melakukan posting 3.10 Menganalisis jurnal 4.10 Membuat jurnal penyesuaian. penyesuaian. 3.11 Menganalisis perkiraan 4.11 Menyusun laporan untuk menyususn laporan keuangan. keuangan. C. Taksonomi Bloom 1. Taksonomi Bloom sebelum revisi

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Manurut (Kusaeri, 2014), taksonomi Bloom domain kognitif ada enam kategori pokok dengan urutan jenjang paling rendah sampai jenjang paling tinggi, yaitu: Pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis) dan evaluasi (evaluation) (Kusaeri, 2014, p. 32). Menurut taksonomi Bloom (dalam Prihantoro, sebagai translator 2010) dibagi menjadi beberapa aspek yaitu: a. Pengetahuan Aspek pengetahuan melibatkan proses mengingat dan menyebut. Pengetahuan dikelompokan menjadi pengetahuan tentang fakta yang spesifik, pengetahuan untuk menghadapi hal spesifik, pengetahuan tentang konseptual dan pengetahuan metodologi. b. Pemahaman Pemahaman merupakan tingkat memahami terendah. Aspek pemahaman dibedakan menjadi tiga, yaitu: (1) penerjemahan berarti proses memahami secara teliti dan akurat guna menciptakan suatu bentuk komunikasi ke bentuk komunikasi lain sesuai dengan bentuk komunikasi aslinya, (2) penafsiran adalah ringkasan dari sebuah komunikasi. Penafsiran melibatkan penataan ulang atau pandangan baru tentang suatu fenomena. (3) ekstrapolasi berarti kemampuan untuk menyikapi akibat sesuai kondisi terjadi. c. Penerapan

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Aspek penerapan melibatkan proses menyiapkan, mengoperasikan, mengubah, menghitung dan menghubungkan. Pada aspek penerapan peserta didik dituntut mampu mengaplikasikan konsep, metode dan prosedur dalam berbagai situasi. Misalnya, peserta didik mampu mengaplikasikan perkalian dan pembagian bilangan dua angka dalam konteks permasalahan matematika. d. Analisis Menganalisis berarti memecahkan suatu masalah ke bagian-bagian kecil sehingga ide-ide menjadi jelas dan hubungan antar ide menjadi eksplisit. Misalnya, peserta didik diberi naskah teks pidato, peserta didik mampu menganalisis masalah sesuai fakta. e. Sintesis Sintesis berarti merancang bagian kecil menjadi satu kesatuan. Dalam sintesis peserta didik dituntut untuk memadukan unsur yang ada sedemikian membentuk pola baru. Misalnya, peserta didik mampu membuat pemetaan potensi dari provinsi yang ada di pulau Jawa beserta ciri-cirinya. f. Evaluasi Evaluasi adalah menilai materi dan metode suatu tujuan. Ada dua bentuk evaluasi yaitu (1) evaluasi bukti internal, (2) evaluasi bukti eksternal (Anderson & Krathwohl, 2010). 2. Taksonomi Bloom setelah revisi (Anderson & Krathwohl)

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Taksonomi Bloom sudah digunakan sekian lama sebagai dasar dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, Anderson & Krathwohl, menelaah kembali Taksonomi Bloom dan melakukan revisi. Yang menjadi perubahan taksonomi Bloom yaitu dari dimensi kata benda menjadi kata kerja. Menurut Anderson & Krathwohl, (dalam Prihantoro, sebagai translator 2010), perubahan tingkatan proses kognitif dari yang terendah sampai yang paling tinggi antara lain: a. Mengingat berarti proses mengambil pengetahuan dari kejadian yang berlangsung atau sudah diketahui sebelumnya. Menurut (Sani, 2016), mengingat berarti peserta didik dituntut untuk mengingat fakta, konsep atau pengetahuan prosedural tanpa harus memahami atau menerapkan. b. Memahami berarti proses mengkonstruksi makna dari mata pembelajaran maupun pesan yang disampaikan oleh pendidik. Peserta didik mengetahui makna fakta, konsep atau prosedur yang dipelajari. Dengan harapan bahwa peserta didik mampu menyatakan atau memberikan contoh tentang fakta, konsep atau prosedur menggunakan kalimat sendiri. c. Mengaplikasikan berarti proses menggunakan prosedur dalam menghadapi masalah, seperti peserta didik mengerjakan soal latihan akuntansi dalam membuat jurnal umum. Peserta didik

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 dituntut untuk agar dapat menerapkan ide, konsep, prinsip, prosedur, metode atau teori dalam situasi baru. d. Menganalisis berarti proses memecahkan materi menjadi bagian kecil dan menentukan hubungan antar bagiannya. Pada bagian ini, pendidik dapat menguji kemampuan peserta didik dengan menugaskan mereka untuk menguraikan informasi ke dalam bagian kecil, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat serta menemukan hubungan sebab akibat. Menganalisis dilakukan guna mengkaji fakta, konsep, prosedur atau pengetahuan metakognisi. e. Mengevaluasi adalah mengambil keputusan berdasarkan kriteria dan standar, seperti ketika peserta didik menguji apakah data-data yang digunakan mendukung atau menolak hipotesis atau menguji apakah bahan pembelajaran berisikan bagian yang bertentangan. Proses mengevaluasi berarti kemampuan untuk mengambil keputusan, menyatakan pendapat atau memberi penilaian sesuai kriteria-kriteria tertentu. Peserta didik dituntut agar dapat menilai sebuah situasi, keadaan atau pernyataan menurut kriteria yang ada. f. Mencipta berarti proses menyusun elemen-elemen baru menjadi sebuah keseluruhan yang koheren. Tujuan dari mencipta ialah peserta didik diminta untuk membuat produk baru mereorganisasi sejumlah elemen Mengembangkan yang ide, belum produk pernah atau ada metode sebelumnya. baru dengan

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 menggabungkan unsur-unsur menjadi pola atau struktur baru melalui pengembangan, perencanaan dan produksi. Pendidik dapat menguji peserta didik dengan menugaskan kepada mereka untuk membuat sebuah cerita, peralatan, karya seni dan eksperimen. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 2.5 revisi Taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl, (dalam Sani, 2016), sebagai berikut: Tabel 2.5 Revisi Taksonomi Bloom Tingkatan C1 C2 C3 C4 C5 C6 Taksonomi Bloom (1956) Pengetahuan Pemahaman Aplikasi Analisis Sintesis Evaluasi Anderson & Krathwohl (2000) Mengingat Memahami Menerapkan Menganalisis Mengevaluasi Mencipta Berdasarkan tabel 2.5 dapat dilihat perubahan Taksonomi dari kata benda (taksonomi Bloom) menjadi kata kerja (taksonomi revisi Anderson & Krathwohl). Perubahan tersebut sesuai dengan tingkatan proses kognitif. Menurut Anderson & Krathwohl, (2000) dalam Sani, (2016), tingkat proses kognitif di mulai dari tingkat kognitif terendah sampai ke tingkat kognitif tertinggi. Untuk lebih jelas, dapat di lihat pada gambar 2.1, sebagai berikut: Mencipta Mengevaluasi

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Menganalisis Mengaplikasikan Memahami Mengingat Gambar 2.1 Tingkat proses kognitif menurut Anderson dan Krathwohl (Sani, 2016, p. 104) Revisi taksonomi oleh Anderson dan Krathwohl mendeskripsikan perbedaan antara dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan konseptual, (pengetahuan pengetahuan prosedural faktual, dan pengetahuan pengetahuan metakognitif) (Sani, 2016). Dari perbedaan tersebut didalamnya termasuk kemampuan berpikir tingkat rendah dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Untuk kemampuan berpikir tingkat rendah, yaitu mengingat, memahami dan mengaplikasikan. Sedangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, yaitu menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suatu tingkat kognitif maka semakin kompleks dimensi proses kognitifnya. D. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas a) Pengertian validitas

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Menurut Sudjana, (1990), validitas merupakan ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang dinilai. Selanjutnya Sudjana, menjelaskan validitas tidak berlaku umum dikarenakan bergantung pada situasi dan tujuan penilaian. Sehingga suatu alat penilaian yang sudah valid untuk penilaian tertentu belum tentu valid untuk tujuan lain (Sudjana, 1990).Validitas merupakan salah satu ciri tes yang tidak semata-mata valid dan tidak valid (Sunarti & Rahmawati, 2014). Dimana adanya perbedaan tingkat dan kadar validitas dalam bentuk kategori, seperti sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. b) Macam-macam validitas Menurut Suryabrata, (2005), dalam bidang psikologi validitas atau kesahihan dibagi menjadi tiga konteks, yaitu: 1) Validitas penelitian berarti kesesuaian antara hasil penelitian dan keadaan yang sebenarnya atau sejauh mana hasil penelitian mencerminkan keadaan yang sebenarnya. 2) Validitas soal berarti derajat kesesuaian antara sesuatu soal dengan perangkat soal-soal, dengan ukuran validitas soal yaitu korelasi antara skor pada soal itu dengan skor pada perangkat soal yang dihitung dengan korelasi biserial. Isi dari validitas soal adalah daya pembeda soal. Menurut Suryabrata, (2005), seseorang tidak dapat mengklaim bahwa dengan adanya

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 kumpulan validitas soal berarti sudah memiliki validitas tes. Selanjutnya Suryabrata, (2005), menjelaskan bahwa kumpulan atau perangkat soal itu bersama-sama mengukur sesuatu. Tetapi apakah sesuatu merupakan hal yang diukur oleh tes, informasinya tidak ada (Suryabrata, 2005). 3) Validitas tes merupakan sejauh mana tes mengukur apa yang diukur. Tujuannya untuk menunjukkan derajat fungsi mengukurnya suatu tes atau derajat kecermatan ukurnya suatu tes. Menurut Suryabrata, (2005), untuk mengkaji suatu alat ukur, sejauh mana alat ukur itu mengukur apa yang dimaksud, maka validitas tes dibedakan menjadi tiga, yaitu: (a) Validitas Isi Validitas isi tes menunjuk pada sejauh mana tes mengukur apa yang dimaksud untuk diukur. Ukuran sejauh mana ditentukan menurut derajat representatif isi tes dengan hal yang akan diukur. Validitas tes ditentukan melalui pendapat professional dalam proses telaah soal menggunakan spesifikasi tes yang dikembangkan. Menurut Purwanto, (2009), validitas isi merupakan pengujian isi validitas guna memantau kebenaran tes hasil

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 belajar agar sesuai dengan kenyataan, dan menggunakan sampel butir dari suatu populasi butir. Tujuan pengujian validitas butir adalah guna menjamin pengujian sampel dari sebuah populasi, dimana sampel yang diambil mewakili sifat dari suatu populasi. Uji validitas isi, dilakukan dengan cara menelaah butir instrumen, meminta pertimbangan ahli dan analisis korelasi butirtotal. Apabila dilakukan pengembangan dari butir-butir tes hasil belajar, harus berpetokan pada kisi-kisi yang direncanakan. Dimana, uji validitas isi dilaksanakan dengan menelaah butir (item review) agar sesuai dengan isi pada perencanaan kisi-kisi dengan kata lain, materi instrumen tes hasil belajar tidak menyimpang dari kisikisi.Hal ini yang menjadikan kisi-kisi sangat penting dalam pengujian validitas isi. (b) Validitas Kriteria Menurut Suryabrata, (2005), validitas alat ukur dilihat dari sejauh mana hasil pengukuran dengan alat yang dipersoalkan sama atau mirip dengan hasil pengukuran alat lain sebagai kriteria. Kriteria yang dimaksud ialah hasil pengukuran atribut yang sama dengan alat lain yang dianggap sebagai alat ukur yang

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 baik atau memenuhi persyaratan akademik dan professional. Validitas kriteria merupakan uji coba validitas antara tes hasil belajar dan yang bukan tes hasil belajar (Purwanto, (2009)). Uji coba instrumen valid apabila sudah menguji hasil menggunakan hasil pengukuran kriteria. Validitas kriteria dibagi menjadi dua, yaitu: (1) validitas konkuren, uji validitas dengan kriteria eksternal, misalnya: tes hasil belajar akhir semester, menggunakan hasil ulangan sebagai kriteria, (2) validitas prediktif, uji validitas menggunakan kriteria eksternal, membanding sebelum adanya tes hasil belajar, misalnya: membandingkan nilai peserta didik baru sebelum dan sesudah mengikuti pelajaran di kelas. (c) Validitas Konstruk Menurut Suryabrata, (2005), validitas konstruk mempersoalkan sejauh mana skor-skor hasil pengukuran dengan instrumen yang dipersoalkan menjadi suatu nilai dari konstruk yang mendasari suatu penyusunan alat ukur. Validitas konstruk menunjukkan apakah tes yang disusun sesuai dengan konsep ilmu yang dites. Menurut Sunarti & Rahmawati, (2014), validitas konstruk merupakan usaha untuk menunjukkan skor yang dihasilkan benar-benar

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 mencerminkan konstruk yang sama dengan sasaran pengukuran. Validitas konstruk merupakan uji coba validitas dengan melihat kesesuaian antara konstruksi butir dengan kisi-kisi (Purwanto, 2009). Menurut Sudjana, (1990), validitas konstruk berhubungan dengan kesanggupan alat penilaian untuk mengukur pengertian yang terkandung dalam materi yang diukur. Pengertian itu dalam konsep kemampuan, minat, sikap yang jelas untuk diukur. Untuk memudahkan dalam pengukuran membutuhkan indikator dari setiap konsep. Menurut Sudjana, suatu Indikator dapat dilakukan dengan menggunakan pemahaman atau logika berpikir atas dasar teori pengetahuan ilmiah dan menggunakan pengalaman empiris seperti kejadian dari kehidupan nyata. 2. Reliabilitas a) Pengeritan Reliabilitas Menurut (Sudjana, 2009), reliabilitas alat penilaian adalah keajengan alat dalam menilai apa yang dinila dengan maksud apabila alat penilaian tersebut digunakan secara terus menerus dan pada objek yang sama tetapi memberi hasil yang relatif sama. Menurut (Purwanto, 2009), reliabilitas berarti kemampuan alat ukur dalam melakukan pengukuran yang tepat. Selanjutnya Purwanto, menjelaskan reliabilitas merupakan keakuratan yang

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 dihasilkan oleh alat ukur suatu pengukuran. Suatu alat ukur yang reliabel dapat menghasilkan ukuran sebenarnya atau memberikan hasil yang relatif stabil dan konsisten akibat hasil pengukuran galat minimal. b) Jenis-jenis Reliabilitas 1) Reliabilitas tes ulang Menurut Sudjana, (1990), tes ulang merupakan penggunaan alat penilaian terhadap subjek yang sama, namun dilakukan dua kali pada waktu yang berbeda. Menurut Sunarti & Rahmawati, (2014), tes-retes merupakan teknik yang ditempuh untuk mengujikan instrumen tes yang sama dua kali pada subjek yang sama dalam rentang waktu yang berbeda. Rentang skor yang diperoleh pengujian pertama dan kedua dikorelasi guna melihat korelasi koefisiennya. Sehingga besarnya korelasi dinyatakan sebagai indeks reliabilitas. Apabila koefisien korelasi yang diperoleh cukup tinggi maka tes yang dilakukan dinyatakan reliable. 2) Reliabilitas pecahan setara Sudjana, (1990), menjelaskan teknik ini dilakukan dengan menggunakan hasil dari bentuk tes yang sebanding atau setara yang diberikan pada subjek yang sama dan pada waktu sama. Menurut Sunarti & Rahmawati, (2014), menjelaskan bahwa teknik dilaksanakan dengan mengembangkan tes lain yang

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 sejenis namun karakteristiknya sama, yaitu memiliki kesejajaran dalam bentuk, panjang, tingkat kesulitan alokasi waktu menyelesaikan tes. Selanjutnya Sudjana, (1990), menjelaskan teknik ini memerlukan dua perangkat tes yaitu untuk melihat kesamaan dan kesetaraan, dari segi isi, tingkat kesukaran, abilitas yang diukur, jumlah pertanyaan, bentuk pertanyaan maupun segi teknis lainnya. Apabila dilakukan secara optimal maka teknik ini dianggap paling baik dibandingkan tes ulang. Untuk kesulitannya, terletak pada penyusunan perangkat tes yang benar-benar mengandung derajat kesetaraan yang tinggi. Cara menguji tingkat reliabilitas ialah dengan mengujicobakan kedua perangkat tes kepada subjek yang sama. Sehingga dapat melihat korelasinya, tinggi rendahnya koefisien korelasi mencerminkan tinggi rendahnya reliabilitas dari kedua perangkat. 3) Reliabilitas belah dua Menurut Sunarti & Rahmawati, (2014), teknik yang dilakukan ialah dengan mengujikan seperangkat tes satu kali pada sekali pengujian terhadap kelompok subjek. Setelah skor didapat, butir-butir soal dibagi menjadi dua bagia yang sama. Cara untuk membaginya dilakukan dengan membagi dua bagian

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 atas dasar nomor dasar ganjil dan genap. Selanjutnya kedua jumlah skor dikorelasikan untuk mendapatkan koefisiennya. 4) Kesamaan rasional Teknik ini dapat dilakukan dengan menghubungkan setiap butir dalam satu tes dengan butir-butir lainnya secara keseluruhan tes itu sendiri. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan ada beberapa validasi, yaitu validasi isi, validasi kriteria dan validasi konstruk. Sedangkan reliabilitas dibedakan menjadi, yaitu raliabilitas tes ulang, reliabilitas pecahan setara, reliabilitas belah dua dan reliabilitas kesamaan rasional. E. Classical Test Theory (CTT) Classical Test Theory (CTT) adalah metode pertama yang dikembangkan untuk pengukuran. Teori-teori CTT mendominasi pengembangan rumus reliabilitas dan validitas yang dikenal dewasa ini (Suryabrata, 2005). Model dari pendekatan teori tes klasik ini disebut sebagai model skor murni (true score model). Pendekatan ini telah berhasil meletakkan dasar-dasar konsep dalam analisis karakteristik psikometri perangkat ukur psikologi (Crocker & Algina, (1986), dalam Suryabrata, (2005).

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Pendekatan CTT ini juga telah berkontribusi dalam pengembangan pengukuran psikometri dan pendekatan ini dianggap sebagai model yang sederhana dan kuat. Fokus utama dari pendekatan ini adalah informasi pada level tes dan juga menyediakan informasi mengenai item-item yang digunakan (Coaley, 2010), dalam Suryabrata, (2005). Selain itu, teori tes klasik ini juga praktis dan tidak memerlukan perhitungan yang rumit (Kaplan & Saccuzo, 2005) dalam Suryabrata, (2005). Aspek-aspek yang diperhatikan dalam teori uji klasik, yaitu tingkat kesukaran butir, daya beda butir, penyebaran pilihan jawaban dan reliabililtas skor tes (Safari, 2000), dalam Suryabrata, (2005). 1. Tingkat Kesukaran Butir (P) Tingkat kesukaran butir soal merupakan peluang untuk menjawab benar pada suatu tingkat yang dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks kesukaran pada umumnya dalam bentuk proporsi dengan besaran antara 0,00 – 1,00. Perhitungan indeks tingkat kesukaran dapat dilihat dengan rumus berikut: 𝑝= 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑡𝑒𝑠 Semakin besar nilai p maka semakin besar pula proporsi peserta tes dalam menjawab benar, sehingga soal tersebut dianggap mudah. Semakin kecil nilai p, maka soal tersebut dianggap sukar. Pada teori ini, tingkat kesulitan butir soal tergantung pada kemampuan peserta tes. Bagi peserta tes yang berkemampuan sedang, maka suatu butir

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 soal menjadi sukar. Sedangkan bagi peserta tes yang berkemampuan tinggi, tingkat kesukarannya rendah. Sehingga pada butir soal yang mudah, memperlihatkan kemampuan peserta tes yang tinggi sedangkan pada butir soal yang sukar, kemampuan peserta tes dalam menjawab menjadi rendah. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa tingkat kesukaran butir soal tidak sepenuhnya menggambarkan ukuran karakteristik butir soal yang sebenarnya, melainkan menggambarkan kemampuan rata-rata kelompok peserta tes. Klasifikasi tingkat kesukaran soal dalam Nitko, (1996), dalam Suryabrata, (2005) sebagai berikut: Jika nilai p diantara 0,00 – 0,30 soal tergolong sukar. Jika nilai p diantara 0,31 – 0,70 soal tergolong sedang. Jika nilai p diantara 0,71 – 1,00 soal tergolong mudah. 2. Daya Pembeda (DP) Daya pembeda soal merupakan nilai indeks butir soal yang membedakan antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dan peserta tes yang berkemampuan rendah. Daya pembeda suatu butir soal didasari oleh hasil tes itu sendiri. Sehingga hasil dari suatu tes tidak berlaku untuk kelompok lain. Indeks daya pembeda berkisar antara -1,00 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi nilai daya pembeda soal, maka semakin baik soal tersebut. Daya pembeda soal untuk bentuk pilihan ganda, menggunakan rumus berikut:

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 𝐷𝑃 = 2(𝐵𝐴 − 𝐵𝐵) 𝑁 DP = daya pembeda soal BA = jumlah jawaban benar pada kelompok atas BB = jumlah jawaban benar pada kelompok bawah N = jumlah siswa yang mengerjakan tes Crocker & Algina, (1896) dalam (Sudaryono, 2013), daya pembeda diklasifikasikan sebagai berikut: Jika DP ≥ 0,4 maka butir soal/diterima. Jika 0,3 ≤ DP < 0,4 maka butir soal cukup baik. Jika 0,2 ≤ DP < 0,3 maka butir soal perlu diperbaiki. Jika DP < 0,2 maka soal ditolak. Selain menggunakan rumus di atas, untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk pilihan ganda, dapat menggunakan rumus korelasi biserial sebagai berikut: rbis= 𝑋𝑏−𝑋𝑠 𝑋𝑏 Keterangan: √𝑝𝑞 rbis = koefisien biserial Xb = rata-rata skor kriteria peserta yang memilih jawaban benar Xs = rata-rata skor kriteria peserta yang memilih jawaban salah P = proporsi peserta yang menjawab benar terhadap semua peserta q = proporsi jawaban salah terhadap semua jawaban peserta.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Semakin tinggi nilai korelasi biserial maka semakin baik soal tersebut. 3. Penyebaran Pilihan Jawaban Penyebaran pilihan jawaban merupakan salah satu bagian langkah pengembangan dari penulisan soal.Pedoman penulisan soal bentuk pilihan ganda (Suryabrata, 2005, p. 110), menjelaskan buatlah semua pengecoh masuk akal dan menarik bagi peserta tes yang kurang tahu atau yang kurang mampu tentang hal yang diukur oleh soal yang tersebut. Suatu pilihan jawaban (pengecoh) dapat dikatakan berfungsi apabila kurang lebih dipilih oleh 5% peserta tes dan paling banyak dipilih oleh peserta tes yang belum memahami materi (Safari, 2000), dalam Suryabrata, (2005). 4. Reliabilitas Skor Tes Tujuan dari reliabilitas skor tes ialah untuk mengetahui tingkat ketepatan (precision) dan kekonsistenan skor tes.Indeks reliabilitas antara 0 – 1. Sehingga semakin tinggi koefisien reliabilitas suatu tes atau mendekati 1 , maka samikin tinggi juga ketepatannya. F. Item Respon Theory (IRT) Teori tes modern didasari oleh sifat-sifat atau kemampuan yang laten, berupa kinerja (performance) atau respons subjek terhadap butir soal tertentu. Dimana teori ini menggunakan model sifat laten (latent traits model). Sehingga teori ini dikenal sebagai teori respons butir soal atau Item Response Theory (IRT) (Suryabrata, 2005). Menurut Hambleton, (1991),

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 (dalam Suryabrata, 2005), teori respon butir dilandasi oleh kinerja yang menjadi subjeknya. Kinerja subjek pada suatu butir soal dapat diprediksi atau dijelaskan dari segi faktor berupa sifat dan kemampuan.Kinerja subjek lainnya berupa fungsi meningkat secara monotonik atau fungsi karakteristik butir soal yang terlihat pada Item Characteristic Curveatau (ICC). Dimana semakin baik performance subjek akan semakin banyak respon (jawaban pada item tes) yang benar. 1. Asumsi Teori Respon Butir Suatu asumsi yang digunakan dalam model IRT ialah hanya satu kemampuan yang diukur oleh butir-butir soal yaitu perangkat tes. Menurut Hambleton, (1991), (dalam Suryabrata, 2005), teori respon butir mempunyai beberapa asumsi, antara lain, yaitu unidimensionalitas, local independece dan fungsi karakteristik butir soal yang menyatakan hubungan sebenarnya (true relationship) antara variabel yang tak dapat diobservasi (kemampuan) dengan variabel yang dapat diobservasi, yaitu respons butir soal. Asumsi unidimensionalitas menggambarkan bahwa hanya satu kemampuan yang diukur oleh sekumpulan butir-butir soal dalam tes. Dimana adanya faktor-faktor dominan yang mempengaruhi hasil suatu tes. Faktor-faktor tersebut yang disebut kemampuan yang diukur oleh suatu tes. Sedangkan local independence atau ketidaktegantungan local menyatakan bahwa sikap kemampuan yang mempengaruhi suatu tes ialah konstan. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa asumsi ini tidak

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 ada korelasi antara respon peserta tes pada butir soal yang berbeda. Sehingga dapat dinyatakan bahwa kemampuan yang dinyatakan dalam model ini adalah satu-satunya faktor yang mempengaruhi respon peserta tes pada butir-butir soal. 2. Model Teori Respon Butir Model teori respon butir dapat dikategorikan berdasarkan jumlah respon yang diskor, yaitu dikomotomi dan politomi. Pada model dikotomi, respon aitem diskor ke dalam dua kelompok yang menunjukkan sukses (1) atau gagal (2). Item pilihan berganda juga termasuk ke dalam model dikotomi karena walaupun memiliki banyak pilihan jawaban, namun jawaban tetap di skor sebagai benar atau salah (Embretson, 2000)dalam Suryabrata, (2005). Pada model politomi, sebuah aitem memiliki lebih dari dua pilihan respon jawaban. Masing-masing respon tersebut memiliki nilai skor yang berbeda-beda pula. Contohnya seperti item model Likert yang mana setiap pilihan jawaban di skor dari rentang 1 sampai 5 (Embretson, 2000) dalam Suryabrata, (2005). Teori respon butir memiliki 4 model fungsi distribusi logistik, yaitu model logistik 1 parameter, model logistik 2 parameter, model logistik 3 parameter dan 4 model logistik parameter (Naga, 1992) dalam Sudaryono, (2013). Perbedaan empat model ini terletak pada jumlah parameter yang digunakan. a) Model Logistik 1 Parameter

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Model paling sederhana dalam teori respon butir adalah model logistik 1 parameter yang dikenal sebagai model Rasch. Model Rasch hanya menggunakan parameter b atau kesulitan item untuk membedakan antar item. Variabel independen dalam model ini adalah trait score (Өs) dan tingkat kesulitan item (βi). Sedangkan variabel dependennya adalah respon dikotomi (sukses atau gagal, benar atau salah) dari orang tertentu tentang suatu item. Terdapat dua versi variabel dependen, yaitu log odds dan probability (Embretson, 2000) dalam Suryabrata, (2005). Pada log odds dalam Rasch model, odds menunjukkan rasio jumlah benar dengan jumlah berhasil (Embretson, 2000) dalam Suryabrata, (2005). Rasio ini terlihat dari perbedaan antara trait score (Өs) dengan tingkat kesulitan aitem (βi). Sehingga rasio kemungkinan berhasil untuk subjek s pada item i, yaitu Pis, terhadap kemungkinan gagal, yaitu 1- Pis, ditunjukkan seperti berikut ini: In [Pis / (1 - Pis)] = Өs - βi (1) Ketika tingkat kesulitan item meningkat, maka log odds akan menurun. Ketika tingkat kesulitan item sama dengan trait level, log odds akan bernilai 0. Jika trait level lebih besar daripada tingkat kesulitan item, maka orang tersebut akan lebih mungkin untuk berhasil. Sebaliknya, jika tingkat kesulitan item lebih besar daripada trait level, maka orang tersebut lebih

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 berkemungkinan untuk gagal (Embretson, 2000) dalam Suryabrata, (2005). Terdapat beberapa ciri dari Rasch model seperti di bawah ini (Embretson, 2000) dalam Suryabrata, (2005). (1) Estimasi trait level dapat dilakukan pada item manapun yang telah diketahui tingkat kesulitan itemnya. (2) Kedua properti item dan trait level berkaitan dengan perilaku karena pada subjek dan item terdapat parameterparameter yang terpisah. (3) Trait level dan properti item merupakan variabel independen yang dapat diestimasi secara terpisah. (4) Probabilitas respon akan meningkat dengan menjumlahkan nilai konstan ada trait level atau dengan membagi kesulitan item dengan nilai konstan tersebut. b) Model Logistik 2 Parameter Model logistik 2 parameter mempunyai dua elemen dalam bentuk, yaitu parameter kesulitan item dan parameter daya beda. c) Model Logistik 3 Parameter Model logistik 3 parameter memiliki dengan elemennya, yaitu parameter kesulitan item, daya pembeda, dan peluang tebakan yang ditunjukkan pada item pilihan ganda. d) Model Logistik 4 Parameter

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Model logistik 4 parameter untuk menganalisis dengan melihat parameter kesulitan item, parameter daya beda, parameter peluang tebakan dan penyebab lain. Pada penelitian ini, model yang dipilih adalah model logistik 1 parameter untuk melihat parameter kesulitan aitem pada sub tes RA dengan alasan lebih praktis dan lebih mudah untuk dilakukan oleh peneliti. Metode estimasi yang akan digunakan adalah metode kemungkinan maksimum marginal. Metode ini disarankan karena membantu mengurangi pengaruh panjang tes maupun sampel dengan asumsi bahwa distribusi kemampuan adalah normal. 3. Parameter Teori Respon Butir Pada teori respon butir terdapat tiga unsur parameter yaitu paramater item, parameter peserta dan parameter respon (Naga, 1992). Ketiga unsur ini berhubungan sehingga menghasilkan fungsi atau Kurva Karakteristik Item. Hal ini tampak dari respon peserta terhadap item yang berhubungan dengan atau dapat ditentukan oleh ciri item atau ciri peserta yang bersangkutan. Dalam hubungan ini, ciri peserta dinyatakan melalui parameter peserta (Ө), ciri item dinyatakan melalui tiga parameter item a, b, dan c, serta ciri respon dinyatakan dalam bentuk probabilitas jawaban benar (P(Ө)). Parameter peserta (Ө) hanya bisa diukur melalui respon subjek terhadap suatu item yang membentuk suatu kontinum. Secara teoritis,

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 nilai baku untuk parameter peserta membentang dari minus tak terhingga sampai positif tidak terhingga. Namun secara praktis, nilai baku yang dianggap berguna hanya terletak antara -4 sampai +4. Parameter item a adalah parameter item yang berkaitan dengan daya beda yaitu kemampuan item untuk mempertegas perbedaan subjek yang mampu menjawab dengan benar dan yang tidak. Nilai parameter item a bergerak dari 0 sampai dengan +2. Kemudian, parameter item b adalah parameter item yang berkaitan dengan kesulitan item yaitu sulit atau mudahnya item tersebut untuk dijawab oleh subjek. Nilai parameter item b bergerak dari -2 sampai +2. Sedangkan parameter item c adalah parameter yang berkaitan dengan peluang tebakan semu subjek yakni peluang yang dapat menyebabkan subjek secara kebetulan menjawab item tersebut dengan benar. Nilai responsi atau jawaban benar dari subjek terhadap item tersebut terletak di antara 0 dan 1. 4. Dikotomus Pada pengukuran pendidikan, kesehatan, psikolog dan lainnya, penskoran sering dilakukan secara dikotomi. Misalnya pada pendidikan, evaluasi hasil belajar, peserta didik menjawab benar diberi skor 1 dan menjawab salah diberi skor 0. Jumlah skor tersebut akan dijadikan sebagai skor total. Dalam pendekatan teori respon butir terdapat dua alternatif yang dilakukan.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 Alternatif tersebut yaitu prinsip relativitas dan prinsip probabilitas. Prinsip relativitas, unit dasar pengukuran berfokus pada performance peserta didik relatif terhadap butir. Menurut Keeves dan Alagumalai, dalam Retnawati, (2014, p. 13), jika kemampuan peserta didik melampau tingkat kesukaran butir, maka respon peserta didik diharapkan benar, jika kemampuan peserta didik kurang dari tingkat kesukaran butir maka respon peserta didik diharapkan salah. 5. Politomus Menurut Van Der Linder dan Hambelton, dalam Retnawati, (2014), model politomi antara lain Nominal Respon Model (NRM), Rating Scale Model (RSM), Partial Credit Model (PCM), Graded Respons Model (GRM) dan Generalized Partial Credit Model (GPCM). Model respon butir politomi dikategorikan model respon butir nominal dan ordinal. Butir dengan hasil jawaban tidak berurutan dan memiliki tingkat kemampuan yang diukur, maka penskorannya menggunakan model respon butir nominal. Sedangkan, model respon butir ordinal digunakan pada jawaban dengan kategori tertentu secara tersusun. Penskoran yang sering digunakan yaitu GRM, PCM dan GPCM. Skala Likert merupakan contoh dari penskoran ordinal model GRM. Dalam Ratnawati, (2014), pada skala Likert, peserta dapat menjawab Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Penskoran dibedakan antara

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 pernyataan positif dan pernyataan negatif. Skor pernyataan positif, Sangat Setuju diberi skor 5, Setuju skor 4, Netral skor 3, Tidak Setuju skor 2 dan Sangat Tidak Setuju skor 1. Sedangkan, skor pada pernyataan negatif, Sangat Setuju skor 1, Setuju skor 2, Netral skor 3, tidak Setuju skor 4 dan Sangat Tidak Setuju skor 5. G. Program Quest Analisis item menggunakan program QUEST memberikan informasi hasil analisis item menurut teori tes klasik (classical test theory atau CTT) dan menurut teori tes modern atau teori respons item (item response theory atau IRT). Item response theory (IRT) hasil program QUEST mengacu kepada model logistic satu parameter (1-parameter logistic) atau disingkat model1-PL atau disebut model Rasch. Hasil analisis satu parameter yang dimaksud adalah tingkat kesulitan item. Model ini dikenal dengan model Rasch untuk data dengan skala dikotomus (kategori-1 bila memiliki skor 0 dan kategori-2 bila memiliki skor 1). Untuk data dengan skala politomus (lebih dari dua kategori (misalnya kategori-1 bila memiliki skor 0, kategori2 bila memiliki skor 1, kategori-3 bila memiliki skor 2, dan dapat ditambah kategori selanjutnya sesuai dengan penambahan skor yang dimiliki). Program QUEST dapat menganalisis data skala politomus sampai 10 kategori (kategori terendah yakni kategori-1 yakni berskor 0 karena salah atau melewatinya, dan kategori tertinggi adalah kategori-10 yakni kategori berskor 9 karena tidak mengerjakan akibat kehabisan waktu). Syarat dari prinsip IRT ialah semua item bersifat unidimensi, yaitu: mengukur aspek

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 yang sama dan indek kemampuan pada satu garis yang sama dengan tingkat kesulitan item. Program analisis atau program kalibrasi menggunakan IRT dapat dilakukan kalibrasi menurut satu parameter yaitu didasarkan pada tingkat kesulitan (diberi simbol β atau b) sehingga disebut model satu parameter logistik atau model 1-PL atau disebut Model Rasch. Ada yang mendasarkan pada dua parameter, yakni: daya beda (diberi simbol a) dan tingkat kesulitan (b) sehingga disebut model 2-PL. Ada pula yang mendasarkan pada tiga parmeter, yakni daya pembeda, tingkat kesukaran, dan guessing (diberi simbol c), sehingga disebut Model 3-PL. Berdasarkan penjelasan di atas, disimpulkan bahwa pada analisis butir soal kognitif dengan program Quest menggunakan model Rasch atau model 1-PL, data yang dimasukan berupa data dikotomi pada soal pilihan ganda. Untuk instrumen yang jawabannya dikotomi dapat dinyatakan dengan huruf mulai dari A sampai dengan I atau dengan angka dari 0 sampai dengan 9. H. Jurnal Penyesuaian Menurut (Sucipto, Moelyati, & Sumardi, 2011), jurnal penyesuaian adalah proses penyesuaian tentang catatan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Tujuan penyesuaian adalah menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode sehingga setiap perkiraan saldo rill, khususnya perkiraan saldo kewajiban dan harta menunjukan jumlah yang sebenarnya dan menghitung setiap perkiraan nominal (perkiraan pendapatan dan beban) yang sebenarnya selama periode yang bersangkutan. Selanjutnya Sucipto, Moelyati & Sumardi, (2011), menjelaskan jurnal

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 penyesuaian dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu jurnal penyesuaian perusahaan jasa dan jurnal perusahaan dagang. Berikut uraian dari dua jenis jurnal penyesuaian, yaitu: 1. Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa Transaksi-transaksi jurnal penyesuaian perusahan jasa antara lain, yaitu: a. Perlengkapan Perlengkapan yang sudah dipakai merupakan perlengkapan yang sudah habis dipakai oleh perusahaan, seperti kertas atau bolpoin yang sudah digunakan. Jurnal penyesuaian yang perlu disesuaikan apabila nilai akun Perlengkapan pada neraca saldo lebih besar dari nilai fisik perlengkapan. Maka yang perlu dicatat penyesuaiannya adalah dengan mendebet akun Beban Perlengkapan dan mengkredit akun Perlengkapan. b. Beban yang Masih Harus Dibayar Jurnal penyesuaian dalam transaksi ini misalnya, perusahaan membayar upah pegawai minggunan setiap Sabtu. Tarif upah Rp 60.000,00 per hari. Pembayaran upah terakhir tanggal 28 Desember 2018. Dengan demikian, upah karyawan tanggal 30 dan 31 Desember belum dibayar karena baru akan dibayar pada hari sabtu tanggl 5 Januari tahun berikutnya. Ini berarti sampai

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 akhir periode akuntansi terdapat upah yang belum dibayar selama 2 hari @Rp 60.000,00 = Rp 120.000,00. Maka perlu adanya jurnal penyesuaian yaitu dengan mendebet akun Beban Gaji dan mengkredit akun Utang Gaji sebesar Rp 120.000,00. c. Pendapatan yang Masih Harus Diterima Jurnal penyesuaian untuk mencatat transaksi ini, misalnya perusahaan menyimpan uang di Bank Pasifik Rp 1.000.000,00 pada tanggal 1 September 2010. Suku bunganya 18% per tahun dan bunga diterima setiap enam bulan sekali (1 Maret dan 1 September). Sehingga jelas bahwa bunga akan diterima pada 1 Maret 2011 dan pada akhir periode terdapat bunga yang belum diterima yaitu selama empat bulan (1 September–31 Desember) sebesar Rp 60.000,00 dari 4/12 x 18% x Rp 1.000.000,00. Maka, jurnal penyesuaian yang perlu dicatat dengan mendebet Piutang Dagang dan mengkredit Pendapatan Bunga. d. Penyusutan Aktiva Tetap Penyusutan aktiva tetap merupakan beban yang terjadi akibat pemakaian aktiva tetap. Diantaranya pemakaian gedung, tanah, peralatan dan kendaraan bagi usaha yang bergerak bagian jasa. Misalnya, akun peralatan kontor memperlihatkan jumlah Rp 20.000.000,00. Diputuskan oleh manajemen, tarif penyusutan 10%. Sehingga besarnya penyusutan Rp 200.000,00. Maka jurnal penyesuaian yang perlu dicatat adalah mendebit akun Beban

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Penyusutan Peralatan dan mengkredit Akumulasi Penyusutan Peralatan sebesar Rp 200.000,00. e. Beban Dibayar Dimuka Transaksi beban dibayar dimuka merupakan kegiatan membayar premi asuransi untuk masa tertentu. Misalnya pada tangga 1 April 2010 perusahaan membayar premi asuransi untuk satu tahun sebesar Rp 300.000,00. Untuk mencatat jurnal penyesuaian pada transaksi ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan neraca dan pendekatan laba rugi. Untuk pendekatan neraca dapat dicatat dengan mendebet akun Beban Asuransi dan mengkredit akun Asuransi Dibayar Dimuka sebesar Rp 225.000,00. Dimana, premi asuransi dianggap sebagai aset. Sedangkan untuk pendekatan laba rugi dapat dicatat dengan mendebit akun Asuransi Dibayar Dimuka dan mengkredit akun Beban Asuransi sebesar Rp 75.000,00. Dimana, premi asuransi dianggap sebagai beban. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 asuransi yang sudah dimanfaatkan (sudah menjadi beban tahun 2010) adalah sembilan bulan (1 April–31 Desember 2010) : 9/12 x Rp 300.000,00 = Rp 225.000,00. Jika menggunakan pendekatan neraca, jumlah yang sudah menjadi beban tersebut dipindahkan dari akun asuransi dibayar di muka ke akun asuransi dengan mengkredit akun asuransi dibayar di muka Rp 225.000,00 dan

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 mendebit beban asuransi dalam jumlah yang sama. Jika menggunakan pendekatan laba rugi, jumlah yang belum menjadi beban (3 bulan) : 3/12 x Rp 75.000,00 dipindahkan dari akun beban asuransi dibayar di muka Rp 75.000,00. Untuk lebih jelasnya, perhitungan yang menjadi beban dapat dilihat pada ilustrasi berikut: 2010 1 Apr 2010 31 Des 9 bulan sudah menjadi beban f. 2011 1 Apr 2 bulan belum menjadi beban Pendapatan Diterima di Muka Pada umumnya penerimaan pendapatan dicatat dalam akun pendapatan (pendekatan laba rugi). Namun, apabila pendapatan yang diterima untuk masa lebih dari satu periode dicatat dalam akun diterima dimuka (pendekatan neraca). Misalnya, pada tanggal 1 Juli 2010 diterima sewa untuk dua tahun sebesar Rp 2.000.000,00. Maka pada akhir periode 31 Desember 2010 mencatat jurnal penyesuaian dengan menggunakan dua pendekatan. Pendekatan laba rugi dicatat dengan mendebet Pendapatan Sewa dan mengkredit Sewa Diterima Di Muka sebesar Rp 1.500.000,00.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Sedangkan pendekatan neraca dicatat dengan mendebet Sewa Diterima Di Muka dan mengkredit Pendapatan Sewa sebesar Rp 500.000,00. Dimana, pada akhir perode 31 Desember 2010 yang sebenarnya sudah merupakan pendapatan adalah enam bulan yaitu dihitung mulai 1 Juli-31 Desember 2010 (6/24 x Rp 2.000.000,00 = Rp 500.000,00). Jika menggunakan pendekatan laba rugi, jumlah yang belum merupakan pendapatan sebesar Rp 1.500.000,00. Sehinggah dipindahkan dari akun Pendapatan Sewa ke akun Sewa Diterima Di Muka. Sedangkan pendekatan neraca jumlah yang sudah menjadi pendapatan sebesar Rp 500.000,00. Dipindahkan dari akun sewa diterima di muka ke akun pendapatan sewa. g. Piutang Tak Tertagih Piutang tak tertagih merupakan peristiwa yang terjadi apabila debitor tidak bisa membayar utangnya karena usahanya bangkrut. Penyebab lainnya, bisa saja seorang debitor dengan sengaja berpindah tempat dengan tujuan orang tidak mengetahui alamatnya. Guna keperluan keuangan maka perusahaan harus mencatat jurnal penyesuaian akibat kerugian tersebut dalam akun piutang tak tertagih. Ada dua metode yang digunakan, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung (metode cadangan). Untuk metode langsung, dicatat apabila kerugian piutang tak tertagih pada saat piutang usaha tersebut benar-benar tidak dapat

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 ditagih. Kerugian tersebut langsung dicatat dalam akun kerugian piutang tak tertagih. Sedangkan metode tidak langsung (metode cadangan) kerugian piutang tak tertagih dicatat pada periode terjadinya piutang. Kerugian tersebut dicatat pada jurnal penyesuaian dengan mendebet kerugian piutang tak tertagih dan mengkredit cadangan piutang tak tertagih. h. Pembetulan Kesalahan Jurnal penyesuaian juga dibuat untuk mencatat kesalahan yang mungkin dibuat saat pencatatan transaksi. Misalnya selisih antara rekening koran dan catatan pada perusahaan, kesalahan nama akun dan kombinasi dari beberapa kesalahan. Sehingga perlu dibuat pembetulan dengan membuat jurnal penyesuaian. Beberapa transaksi yang perlu disesuaikan, yaitu: 1) Menerima pelunasan piutang usaha sebesar Rp 750.000,00 dicatat sebagai pelunasan piutang usaha sebesar Rp 570.000,00. Maka pembetulannya dengan mendebet akun Kas dan mengkredit akun piutang usaha sebesar Rp 180.000,00. 2) Membayar sewa kantor Rp 1.300.000,00 dicatat sebagai membayar sewa kantor sebesar Rp 1.800.000,00. Maka

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 pembetulannya dengan mendebet akun Kas dan mengkredit Beban Sewa sebesar Rp 500.000,00. 3) Membayar beban bunga Rp 500.000,00 dicatat sebagai membayar beban gaji. Sehingga pembetulannya dicatat dengan mendebet akun Beban Bunga dan mengkredit akun Kas sebesar Rp 500.000,00. 4) Membayar beban sewa sebesar Rp 500.000,00 dicatat sebagai membayar beban bunga Rp 50.000,00. Maka pembetulannya dengan mendebet akun Beban Sewa Rp 500.000,00 dan mengkredit akun Beban Bunga sebesar Rp 50.000,00 dan akun Kas sebesar Rp 450.000,00. 5) Menerima pendapatan sewa Rp Rp 750.000,00 dicatat sebagai membayar beban asuransi Rp 150.000,00. Sehingga dicatat pembetulan dengan mendebet akun Kas sebesar Rp 900.000,00 dan mengkredit akun Beban Asuransi Rp 150.000,00 dan akun Pendapatan Sewa Rp 750.000,00. 2. Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang Jurnal penyesuaian yang dibuat pada perusahaan dagang menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan Ikhtisar laba rugi dan pendekatan harga pokok penjualan / harga perolehan. Jika menggunakan pendekatan ikhtisar laba rugi yang perlu diperhatikan adalah penyusunan ayat penyesuaian untuk persediaan barang dagang. Persediaan barang dagang awal periode (yang terdapat pada neraca

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 saldo) dipindahkan ke akun ikhtisar laba rugi yaitu dengan mendebet akun Ikhtisar laba rugi dan mengkredit persediaan barang dagang. Sedangkan persediaan akhir periode (menurut perhitungan fisik) jurnal penyesuaian dengan mendebet persediaan barang dagang dan mengkredit ikhtisar laba rugi. Sedangkan, pendekatan harga pokok penjualan, maka jurnal penyesuaian dapat dicatat dengan mendebet akun Harga Pokok Penjualan dan mengkredit akun Persediaan Barang Dagang (Awal), akun Pembelian dan akun Beban Angkut Pembelian; mendebet lagi akun Persediaan Barang Dagang (Akhir), akun Retur Pembelian, akun Potongan Pembelian dan mengkredit akun Harga Pokok Penjualan. I. Prosedur Penelitian Pengembangan Menurut (Suryabrata, 2005, p. 68), prosedur penelitian pengembangan meliputi langkah-langkah pengembangan tes hasil belajar. Ada sepuluh langkah pengembangan instrumen penilaian menurut Suryabrata, yaitu 1) pengembangan spesifikasi tes, 2) penulisan soal, 3) penelaahan soal, 4) perakitan soal, 5) uji coba tes, 6) analisis butir soal, 7) seleksi dan perakitan soal, 8) pencetakan tes, 9) administrasi tes bentuk akhir dan 10) penyusunan skala dan norma. Berikut ini penjelasan dari masing-masing langkah, yaitu: 1. Pengembangan Spesifikasi Tes Spesifikasi tes yang dibuat harus menyeluruh, lengkap dan menunjukkan kepada karakteristik tes itu sendiri. Tes hasil belajar sendiri minimal memiliki beberapa spesifikasi antara lain: a) wilayah

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 yang akan dikenai pengukuran, b) subjek yang akan dites, c) tujuan testing, d) materi tes, e) tipe soal yang akan digunakan, f) jumlah soal untuk keseluruhan tes dan untuk masing-masing bagian, g) taraf kesukaran soal dan distribusi, h) kisi-kisi tes, i) cara perakitan dan j) rancangan penugasan pada penulisan soal. 2. Penulisan Soal Penulisan soal merupakan hal yang lazim dilakukan pada tes psikologis, yang terdiri dari soal yang disusun menurut sistem tertentu. Setiap soal dalam tes akan menghasilkan informasi tertentu mengenai orang yang mengerjakan tes tersebut. Tes yang baik haruslah terdiri dari soal–soal yang ditulis dengan baik. Menulis soal membutuhkan kemampuan–kemampuan khusus, kemampuan–kemampuan khusus tersebut ialah: a) Penugasan akan mata pengetahuan yang di tes b) Kesadaran akan tata–nilai yang mendasari pendidikan c) Pemahaman akan karakteristik individu–individu yang di tes d) Kemampuan membahas gagasan, e) Penugasan akan teknik penulisan soal, dan f) Kesadaran akan kekuatan dan kelemahan dalam menulis soal. Kemampuan menulis soal yang baik akan berkembang apabila melalui pengalaman dan praktik, yaitu dengan berlatih menulis soal. 3. Penelaahan Soal

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Setelah penulisan soal selesai, langkah selanjutnya adalah menguji kualitas soal tersebut. Pengujian secara teoritis ini disebut penelaahan soal. Untuk menelaah soal ini diperlukan beberapa keahlian, diantaranya: a) keahlian dalam bidang studi yang diuji, b) keahlian dalam bidang pengukuran, dan c) keahlian dalam pembahasan gagasan. Untuk dua keahlian yang pertama jelas ada pendidikan pendidikan formal yang menyiapkannya, sedangkan untuk keahlian ketiga tidak. Banyak ahli bahasa yang dapat memikul tugas ini. Penelaah soal adalah evaluasi terhadap soal–soal yang telah ditulis berdasarkan pendapat professional. Evaluasi tersebut dilihat dari tiga bidang, yaitu: 1) dari segi bidang studi yang diuji, 2) dari segi format dan pertimbangan teknik penulisan soal, 3) dari segi penerjemah gagasan ke dalam bahasa. Penelaahan ini menuntut kematangan dan kemendalaman penguasaan materi bidang studi dan kejelian melihat kesesuaian cakupan antara kumpulan soal dengan spesifikasi tes, kejelasan akan konsep dasar, proses fundamental, saling hubungan antara fakta dan kejadian sangat diperlukan. 4. Perakitan Soal Setelah soal–soal ditelaah langkah selanjutnya, soal tersebut digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu: a) soal–soal yang dianggap baik, maka soal diterima, b) soal yang dianggap tidak baik, maka soal ditolak, dan c) soal–soal yang kurang baik, setelah direvisi lalu dapat

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 diterima. Soal–soal yang diterima langsung maupun revisi merupakan kumpulan soal yang perlu ditata dengan cara tertentu. Hasil perakitan soal ini adalah tes yang secara teori baik dan siap diujicobakan. 5. Uji Coba Tes Langkah berikut setelah sejumlah butir soal ditulis dan dikaji dalam penelaahan soal, maka langkah selanjutnya adalah pengumpulan data empiris melalui uji–coba sebagai dasar untuk memperbaiki soal–soal dan memilih soal–soal terbaik untuk disusun menjadi tes dalam bentuk akhir sesuai dengan tujuan pengembangan tes. 6. Analisis Butir Soal Untuk memberi gambaran yang lebih jelas biasanya karakteristik soal–soal itu dikuantifikasikan ke dalam indeks–indeks statistik. Ada beberapa teknis dan indeks yang digunakan yaitu taraf kesukaran soal, daya pembeda soal (indeks diskriminasi) dan teknik analisis konfensional, yaitusebagai berikut: a. Taraf kesukaran soal Taraf kesukaran soal yaitu banyaknya soal untuk masing– masing taraf kesukaran, berapa rata–rata taraf kesukaran yang diinginkan. Taraf kesukaran pada tes disusun berdasarkan tujuan tes yang sedang disusun itu, misalnya tes yang diujikan bertujuan untuk membedakan taraf kemampuan peserta didik dari yang rendah sampai yang tinggi. Oleh karena itu sebaran taraf kesukaran soal yang disusun lebih luas agar peserta didik yang pandai

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 tertantang (karena ada soal yang sukar) dan peserta didik yang belum mampu, masih ada kesempatan untuk mengerjakan (karena ada soal yang mudah). Indeks kesukaran soal yang paling banyak digunakan adalah taraf kesukaran p, yaitu proporsi banyaknya jawaban benar terhadap semua jawaban (biasanya dalam persen). Rumus indeks kesukaran soal adalah P=B/T Keterangan: P = Indeks kesukaran soal B = banyaknya subjek yang menjawab benar T = banyaknya subjek yang mengerjakan soal Indeks kesukaran soal P ini terdapat banyak kelemahan, yaitu a) P sebenarnya ukuran kemudahan soal, semakin tinggi P maka soal semakin mudah begitu sebaliknya semakin rendah P maka soal semakin sukar, dan b) P tidak berhubungan secara linear dengan skala kesukaran soal, namun P sangat berguna untuk memperkirakan rata–rata skor tes, maka P harus dihitung. b. Daya pembeda soal Daya pembeda soal diukur dari kesesuaian soal dengan keseluruhan tes dalam membedakan peserta didik yang tinggi kemampuannya dan siswa yang rendah kemampuannya yang diukur dalam tes yang bersangkutan. Teknik yang banyak digunakan untuk mengukur daya pembeda adalah korelasi antara skor pada soal tertentu yang merupakan data kontinu yang

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 didiktomisasikan menjadi benar dan salah, atau 1 dan 0 dengan skor soal (data kontinu). Rumus korelasi biserial ialah: rbis = atau rbis = atau rbis = 𝑋𝑏−𝑋𝑠 x 𝑝(1 − 𝑝) 𝑋𝑏−𝑋𝑡 x 𝑝) 𝑆𝑡 𝑆𝑡 𝑋𝑏−𝑋𝑠 𝑋𝑏 𝑦 𝑦 x √pq Keterangan: 𝑋𝑏= rata–rataskor kriteria subjek yang memilih jawaban benar 𝑋𝑠 = rata–rata skor kriteria subjek yang memilih jawaban salah 𝑆𝑡 = simpangan baku skor kriteria semua subjek 𝑝 = proporsi subjek yang menjawab benar terhadap semua subjek 𝑦 = ordinat dalam kurva normal yang membagi menjadi p dan – p q = 1 – p. Bagian yang ensensial pada rumus diatas adalah perbedaan antara kedua rata–rata dalam perbandingan dengan simpangan baku. Semakin besar perbedaan kedua rata-rata maka semakin tinggi korelasi biserial, itu berarti semakin tinggi daya pembeda soal. 7. Seleksi dan Perakitan Soal Setelah statistik soal selesai dihitung maka tahap selanjutnya adalah seleksi soal, yaitu memilih soal–soal mana saja yang akan digunakan dalam perangkat tes bentuk akhir, dan soal mana yang terpaksa disisihkan. Menurut model klasik pemilihan soal ini bisa menggunakan dua parameter, yaitu taraf kesukaran (p) dan indeks diskriminatif (rbis).

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Selain dua parameter tersebut bisa juga menggunakan prosedur yang lain, yaitu: a. Penggunaan kelompok 27% teratas dan 27% terbawah Banyaknya pengembangan tes yang menggunakan metode analisis soal yang didasarkan hanya pada sebagian dari subjek uji coba, misalnya kelompok atas (27% tertinggi) dan kelompok bawah (27% terendah) dan kelompok tengah / sedang (46%) tidak dianalisis. Dalam metode 27% teratas dan 27% terbawah dibuat perbandingan antara kelompok atas dan kelompok bawah dalam pemilihan berbagai kemungkinan jawaban. b. Galat baku indeks diskriminasi Indeks diskriminasi soal dipengaruhi oleh variasi sampel. Oleh karena itu, sangat penting penembangan tes mengetahi besarnya fluktuasi agar dapat menentukan besarnya sampel yang diperlukan agar diperoleh stabilitas sampel dalam kaitan dengan indeks diskriminasi itu. Rumus untuk galat baku koefisien biserial yaitu; SErbis= √ 𝑝 (1− 𝑝) − 𝑟 2𝑏𝑖𝑠 𝑦 √𝑁 Keterangan: SErbis = galat baku (standard error of measurement) rbis 𝑝 = proporsijawaban benar terhadap semua jawaban 𝑦 = ordinat yang memisahkan distribusi normal menjadi p dan 1 – p rbis = koefisien korelasi biserial 𝑁 = besarnya sampel

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Interpretasi galat baku pengukuran koefisien korelasi biserial ini sama dengan interpretasi galat baku pada pengukuran yang lain. Jadi, jika digunakan taraf alpha = 0,05, maka rbis adalah 95 dari setiap 100 kejadian. 8. Pencetakan Tes Setelah soal diseleksi berdasarkan hasil analisis butir soal, langkah selanjutnya disusun berdasarkan pertimbangan–pertimbangan tertentu, maka pengembangan tes secara substantive telah selesai. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mencetak tes dengan cara yang baik dan menjamin mutunya. 9. Administrasi Tes Bentuk Akhir Setelah data hasil tes masuk, pengolahan data serta interpretasi hasil pengolahan itu juga perlu dibakukan. Kesulitan yang sering terjadi ialah menginterpretasikan skor hasil tes adalah beragamnya skala yang digunakan untuk menyatakan hasil tes tersebut. Persyaratan pertama untuk menerjemahkan skor ialah mendefinisikannya ke dalam skala tertentu, proses ini disebut penskalaan. Persyaratan kedua adalah penyediaan norma untuk acuan interpretasi. Proses ini disebut penormaan tes. 10. Penyusutan Skala dan Norma a. Penyusunan skala

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Dalam penyusunan skala terdapat beberapa metode, yaitu: 1) Skala skor mentah Skala skor mentah adalah skala yang tidak mempunyai makna inheren dan tidak dapat diinterpretasikan tanpa bantuan data pendukung. 2) Skala persentase penguasaan Skor yang dilaporkan dalam skala persentase penguasaan ini merupakan pendapat absolut (tidak relative) bahwa subjek menguasai sekian persen dari bahan belajar yang sedang dipersoalkan. Misalnya peserta didik mendapat skor penguasaan 90, berarti siswa tersebut telah menguasai 90% dari bahan yang diujikan. 3) Skala jenjang presentil Skala jenjang persentil adalah salah satu skala yang sangat luas penggunaannya. Banyak hasil tes yang diselenggarakan dalam skala besar dilaporkan dalam skala jenjang presentil ini. Skala jenjang persentil menunjukan berapa persen individu – individu dari kelompok tertentu yang mempunyai skor di bawah titik tengah setiap skor atau interval skor. 4) Skor baku Dalam menghitung simpangan baku bisa menggunakan rumus: Sb = Sbz + Xb Keterangan: Sb = skor baku

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Sbz = simpangan baku yang diinginkan Xb = rata – rata yang diinginkan b. Penyusunan norma Pedoman umum dalam penyusunan norma ialah: 1) Karakteristik yang diukur oleh tes hendaknya memungkinkan penentuan urutan para pengambilan tes dalam suatu continum dari rendah ke tinggi. 2) Tes yang digunakan harus mencerminkan definisi operasional karakteristik yang dipersoalkan. 3) Sebaran skor yang dihasilkan oleh tes, dari yang terendah sampai ke yang tinggi, hendaknya mengevaluasi karakteristik psikologis yang sama. 4) Kelompok yang digunakan sebagai dasar penyusunan statistic deskriptif harus sesuai dengan tesnya dan tujuan tes. 5) Data hendaknya tersedia untuk kelompok–kelompok yang relevan. Berdasarkan penjelasan di atas, disimpulkan ada beberapa langkah pengembangan instrumen penilaian, yaitu pengembangan spesifikasi tes, penulisan soal, penelaahan soal, perakitan soal, uji coba tes, analisis butir soal, seleksi dan perakitan soal, pencetakan tes, administrasi tes bentuk akhir dan penyusunan skala serta norma. J. Penelitian Relevan

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Penelitian tentang pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS yang peneliti kembangkan sama halnya dengan penelitian terdahulu yang dapat menunjukkan bahwa penelitian ini masih relevan untuk dilaksanakan. 1. Penelitian yang pertama oleh Edi Istiyono (2013) dengan judul “Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Mata Pelajaran Fisika di SMA”. Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan perbaikan pembelajaran berkaitan dengan model tes dan sistem penskorannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap uji coba dan tahap pengukuran berdasarkan kriteria mean INFIT MNSQ 1,0 dan simpangan baku 0,0 terbukti tes fit dengan PCM. Berdasarkan kriteria batas terendah dan tertinggi INFIT MNSQ 0,77 dan 1,30, semua item sebanyak 44 dari dua set tes semuanya fit dengan model. Tingkat kesulitan item antara -0,86 sampai 1,06. Reliabilitas tes terhadap uji coba adalah 0,95. Dengan demikian instrumen PhysTHOT memenuhi syarat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi Fisika peserta didik SMA Kelas XI (Istiyono, 2013). 2. Penelitian yang kedua oleh Kusuma Wardany (2015) dengan judul “Penyusunan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill pada Materi Ekosistem SMA Kelas X”. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen tes higher order thinking skill pada materi ekosistem yang akan diujikan pada peserta didik SMA Kelas X. Berdasarkan hasil penelitian dari penyusunan hasil instrumen tes higher order thinking

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 skill pada peserta didik kelas X SMA menunjukkan bahwa 45% item dengan 9 butir soal diterima, 40% item dengan 8 butir soal direvisi, dan 15% item dengan 3 butir soal ditolak. Indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yang digunakan telah memenuhi syarat sebagai indikator yang baik untuk dikembangkan lagi dalam bentuk item tes guna menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik(Wardani, 2015). 3. Penelitian yang ketiga, (Julianingsih, Rosidin, & Wahyudi, 2017), dengan judul “Pengembangan Instrumen HOTS Untuk Mengukur Dimensi Pengetahuan IPA Siswa Di SMP”. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan instrumen asesmen HOTS sebagai instrumen alternatif untuk penilaian keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran IPA di SMP, serta mengetahui KD, Indikator yang digunakan untuk mengembangkan instrumen asesmen HOTS dan karakteristik instrumen HOTS yang dikembangkan. Penelitian dilakukan di SMP N 22 Bandarlampung dengan menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D). Hasil analisis soal yang telah diuji yaitu soal memiliki reliabilitas sebesar 0,64% untuk soal pilihan jamak 0,82% untuk uraian dikategorikan ke dalam soal yang memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi dan memiliki daya pembeda yang baik pada setiap butir soalnya. Instrumen HOTS yang dikemabngkan juga memiliki karakteristik HOTS yang bersifat kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan nyata (realistis).

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 K. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir dalam penelitian pengembangan instrumen dengan produk berupa soal berbasis HOTS, diuraikan dalam beberapa langkah, yaitu: 1. Analisis kebutuhan instrumen HOTS, dalam proses analisis dilakukan melalui wawancara pendidik pengampuh mata pelajaran akuntansi. Hasil wawancara yang dilakukan adalah semua pendidik belum mengerti secara mendalam tentang maksud dari penilaian berbasis HOTS. Sedangkan pada kompetensi tertentu seperti KD 3.10 yaitu menganalisis jurnal penyesuaian sudah menerapkan penilaian berbasis HOTS. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa belum semua pendidik menerapkan atau membuat instrumenpenilaian berbasis HOTS. Untuk KD 3.10 Menganalisis jurnal penyesuaian, pendidik sudah membuat instrumen penilaian yang berbasis HOTS namun pelaksanaannya belum secara mendalam tentang penilaian HOTS itu sendiri. Hal ini disebabkan karena pendidik itu sendiri tidak mempunyai panduan terstruktur sebagai pedoman. 2. Penyusunan soal HOTS Proses penyusunan soal HOTS dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu: a) menyusun spesifikasi tes, yaitu dengan menentukan mata

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 pelajaran dan jenjang peserta didik, menentukan siswa yang akan di tes, menentukan materi yang akan diujicobakan, menentukan tipe tes, dan menentukan jumlah soal; b) membuat kisi-kisi soal, yaitu kisi-kisi yang dibuat berdasarkan kompetensi dasar yang sudah ditentukan; c) penulisan soal, yaitu dilakukan sesuai dengan kisi-kisi yang telah disusun. 3. Pengujian soal Langkah selanjutnya setelah penyusunan soal adalah a) penilaian oleh dosen ahli bahasa dan pendidik mata pelajaran akuntansi. Tujuan dilakukan penilaian oleh ahli bahasa ialah guna mengetahui apakah soal yang sudah dibuat sudah menggunakan bahasa yang baik dan benar menurut tata bahasa, tidak ambigu dengan menggunakan format penulisan soal yang benar. Sehingga ketika soal diujicobakan pada peserta didik , tidak salah dalam menafsir maksud dari soal itu sendiri. Penilaian oleh pendidik mata pelajaran akuntansi, tujuannya adalah untuk mengetahui soal yang dibuat sudah dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar yang dipelajari dalam pembelajaran. Pada langkah ini, soal yang dibuat harus melewati revisi oleh ahli bahasa dan pendidik mata pelajaran akuntansi sesuai saran dan komentar yang diperoleh. Setelah melewati proses revisi soal siap diuji cobakan, b) uji validitas, yaitu dilakukan sesuai skor penilaian dari dosen ahli bahasa dan pendidik mata pelajaran akuntansi, c) menguji

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 cobakan taraf kesukaran item, taraf kesukaran soal menggunakan program quest model 1-PL (Model Rasch). 4. Hasil instrumen Proses selanjutnya, hasil dari pengujian soal yang diperoleh adanya fit dan tidak fit menurut model Rasch. Apabila ada soal yang tidak fit maka soal tersebut harus dihapus.

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembanga atau Research & Development (R&D). Penelitian pengembangan atau (R&D) adalah penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono,2012;297). Dengan ini sesuai dengan penelitian yang akan dilaksanakan yaitu mengembangkan sebuah produk berupa instrumen tes. Instrumen tes yang dimaksud berupa soal pilihan ganda dengan jumlah soal 40 butir. Instrumen yang dibuat dilaksanakan sesuai prosedur sehingga memperoleh hasil akhir guna mengukur pengetahuan kognitif peserta didik khususnya pada mata pelajaran Akuntansi Dasar. B. Sumber Data Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada 3 sekolah yaitu: a. SMK Negeri 1 Yogyakarta, dengan alamat Jl. Kemetiran Kidul No.35, Pronggokusuman, Gedong Tangen, Yogyakarta. b. SMK Negeri 1 Bantul, dengan alamat Jl. Parangtritis Km 11 Sabdodadi, Bantul, Yogyakarta. c. SMK Negeri 1 Tempel, dengan alamat Jl. Magelang Km. 17, Margorejo, Tempel, Kabubaten Sleman, Yogyakarta. 76

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2018. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah peserta didik kelas X Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK tahun ajaran 2017/2018. 2. Sampel Sampel dalam penelitian ini berjumlah 270 peserta didik SMK Akuntansi kelas X. D. Pengembangan Instrumen Menurut Suryabrata, (2005), pengembangan tes secara substantif telah selesai dan dilanjutkan dengan mencetak tes apabila soal sudah melewati proses seleksi dan perakitan soal menurut langkah-langkah pengembangan tes hasil belajar. Sehingga pada penelitian ini, peneliti tidak menggunakan semua langkah pengembangan menurut Suryabrata, (2005). Prosedur pengembangan disesuaikan dengan penelitian yaitu mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS dengan produk menggunakan soal. Berikut ini pengembangan instrumen yang dilakukan, yaitu: 1) pengembangan spesifikasi tes, 2) penulisan soal, 3) penelaahan soal, 4) perakitan soal, 5) uji coba tes, 6) analisis butir soal, 7) seleksi dan perakitan soal dan 8) pencetakan tes. 1. Pengembangan Spesifikasi Tes

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Spesifikasi tes menunjukan karakteristik tes yang disusun secara menyeluruh dan lengkap. Spesifikasi tes hasil belajar terdiri atas, a) Wilayah yang akan dikenai pengukuran, b) Subjek yang akan dites, c) Tujuan testing, d) Materi tes, e) Tipe soal yang digunakan, f) Jumlah soal untuk keseluruhan tes dan untuk masing-masing bagiannya, g) Taraf kesukaran soal dan distribusinya, h) Kisi-kisi tes. 2. Penulisan Soal Penulisan soal yang baik pada dasarnya adalah penguasaan mata pelajaran yang akan dites, kesadaran akan tata nilai yang mendasari pendidikan, pemahaman karakteristik individu-individu yang dites, pengetahuan membahasakan gagasan dan penguasaan terhadap teknik penulisan soal, serta kesadaran akan kekuatan dan kelemahan dalam menulis soal. Penulisan soal dilakukan oleh dua orang yaitu Novi dan Relly di Universitas Sanata Dharma. Jumlah soal sebanyak 40 butir, disetiap butir soal terdapat 5 pilihan jawaban. Soal yang dibuat ditujukkan untuk mata pelajaran akuntansi dasar SMK kelas X Akuntansi Keuangan dan Lembaga dengan waktu pengerjaan soal 100 menit. 3. Penelaahan Soal Penelaahan soal berarti proses mengevaluasi oleh pihak profesional terhadap soal-soal yang sudah dibuat. Mengevaluasi dilihat dari tiga bidang yaitu segi bidang studi yang diuji, segi format dan pertimbangan teknik penulisan soal serta segi penerjemah gagasan ke dalam bahasa. Dalam mengevaluasi dari ketiga bidang memerlukan beberapa keahlian

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 yang mendukung setiap bidangnya antara lain keahlian dalam bidang studi yang diuji, keahlian dalam bidang pengukuran dan keahlian dalam pembahasan gagasan. Sehingga dalam tahap penelaahan soal menuntut penguasaan materi bidang studi dan melihat kesesuaian cakupan antara kumpulan soal dengan spesifikasi tes, kejelasan akan konsep dasar, saling berhubungan antara fakta dan kejadian. 4. Perakitan Soal Setelah soal-soal ditelaah, langkah berikutnya adalah perakitan soal. Dimana soal-soal digolongkan kedalam tiga bagian, yaitu soal-soal yang dianggap baik, maka soal tersebut diterima; soal-soal yang tidak baik, maka soal ditolak dan soal-soal yang kurang baik, direvisi dan kemudian diterima. Soal-soal yang diterima langsung maupun yang melewati revisi merupakan kumpulan soal yang perlu ditata dengan baik. 5. Uji Coba Soal Uji coba soal dilaksanakan di tiga sekolah yaitu: SMK N 1 Yogyakarta, SMK N 1 Bantul dan SMK N 1 Tempel. Tabel 3.1 sampel uji coba No. Nama Sekolah 1 SMK Negeri 1 Yogyakarta 2 SMK Negeri 1 Bantul 3 SMK Negeri 1 Tempel Jumlah siswa 6. Analisis Butir Soal Siswa 64 111 95 270

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 a. Penyiapan File Perintah Dan File Data Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan program QUEST model 1-PL atau Model Rasch. Parameter yang diuji ialah indeks kesukaran butir (b) dalam menganalisis butir soal dengan program QUEST, yaitu: 1) file perintah ditulis dalam program Notepad; 2) file data dari hasil jawaban ditulis dalam Notepad; 3) Software program Quest. Dari ketiga file tersebut harus disimpan dalam satu folder. Untuk tes pilihan ganda data ditulis menggunakan huruf dengan langkah-langkah berikut: File perintah title PRESTASI (50 ITEM PG dengan 5 alternatif) data_file prest.txt codes 0ABCDE9 format id 1-4 items 5-54 key DCADCEDABAEAEAAAADEEABCECEDBDBBDEDBC BCEB set width=107 ! page estimate show ! scale=all>>dprestsh.out show items>>prestit.out show cases>>prestca.out itanal ! scale=all>>presttn.out quit Keterangan: 1) Title PRESTASI (50 ITEM PG dengan 4 alternatif) → menunjukkan nama identitas file 2) data_file prest.txt→ menunjukkan nama file data. 3) Codes 0ABCDE → kode bahwa data ditulis dalam bentuk huruf A, B, C, D dengan 0 bila dilewati dan 9 bila tidak dikerjakan (omit) 4) Format id 1-4 items 5-54 → spasi 1 sampai 4 untuk identitas testi (dalam hal ini hanya menggunakan nomor), dan spasi 5 sampai 54 adalah untuk data sebanyak 50 item 5) Key

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) DCADCEDABAEAEAAAADEEABCECEDBDBBDEDBC BCEB → kunci jawaban Set width=107! Page → lebar halaman kertas Estimate → diestimasi secara otomatis menurut program QUEST Show ! scale=all >>prestsh.out → hasil analisis secara simultan Show items >>prestit.out → hasil analisis menyajikan informasi tentang item secara singkat (estimasi tingkat kesukaran, nilai INFIT MNSQ, nilai INFIT t) Show cases >>prestca.out hasil analisis menyajikan informasi testi (skor mentah, estimasi skor kalibrasi, nilai INFIT MNSQ, nilai INFIT t) Itanal ! scale=all >>presttn.out → hasil analisis menyajikan informasi tentang item secara lengkap hasil analisis menurut CTT dan IRT Quit → kode perintah diakhiri Catatan: Dengan menulis angka 0 dan 9 pada code di file perintah maka testi yang tidak mengerjakan dengan cara melompati soal yang bersangkutan diberi skor 0, sedangkan yang tidak mengerjakan atau omit diberi skor 9. Setelah selesai simpan dengan extensi..CTL→ beri nama prest.ctl (jangan lupa gunakan menu all file saat menyimpan supaya tidak ganda ekstensinya). Catatan: beri nama dengan nama depan yang konsisten agar tidak bermasalah ketika dieksekusi. Misalnya, dengan nama file perintah prest.ctl maka file data diberi nama prest.txt dan hasil diawali pula dengan prestit.out dan seterusnya seperti contoh diatas.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 File data 1. 2. 3. 4. DCADCEDABAEDEAAAADEEABCECEDBDBBDEDB DCADCEDABAEDEAAAADEEABCECEDBDBBDEDB DCADCEDABAEDEAAAADEEABCECEDBDBBDEDB DCADCEDABAEDEAAAADEEABCECEDBDBBDEDB … DST b. Perintah Analisis Langkah untuk menganalisis sebagai berikut: 1. Klik QUEST 2. Ketik submit spasi kemudiaan NAMA FILE PERINTAH LENGKAP kode exstensinya. Jika nama File perintah prest.ctl maka perintahnya sebagai berikut: → SUBMIT PREST.CTL Atau → Submit prest.ctl 3. Kemudiaan tekan tombol ENTER Jangan lupa, jarak 1 spasi antara tulisan submit dan nama file perintah c. Analisis Data Dikotomus Hasil data program Quest dianalisis menurut Item Respons Theory (IRT). Estimasi butir dan responden dilakukan dengan prosedur PROX (normal approximation estimation). Kecocokan antara kemampuan responden (Ɵ) dan indeks kesukaran butir (b) akan menghasilkan akurasi dalam pengukuran, akurasi maksimal

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 terjadi saat P (Ɵ) = 0,5. Kualitas butir ditentukan dari kecocokan butir model Rasch dan indeks kesukaran butir. Butir yang baik harus memenuhi syarat dari IRT, dan dianalisis kecocokannya dengan nilai INFIT Mean Square. Tabel 3.2 Kriteria kecocokan butir dengan pendekatan IRT Infit Mean Square Kriteria 0,77 ≤ infit meansquare ≤ 1,30 infit meansquare < 0,77 atau infitmeansquare > 1,30 Baik Tidak baik Tabel 3.3 Kriteria Indeks Kesukaran Item Indeks Kesukaran (b) Kriteria b>2 Sukar -2 ≤ b ≤ 2 Sedang b < -2 Mudah Tabel 3.4 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian oleh Ahli Bahasa Interval Kualitas Instrumen Kriteria 14 – 24,5 Kurang Baik 24,5 – 35 Cukup Baik 35 – 45,5 Baik 45,5 – 56 Sangat Baik Tabel 3.5 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian oleh Ahli Materi Interval Kualitas Instrumen Kriteria 19 – 33,25 Kurang Baik 33,25 – 47,5 Cukup Baik 47,5 – 61,75 Baik 61,75 – 76 Sangat Baik Tabel 3.6 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian Oleh Peserta Didik Interval kualitas instrumen Kriteria 8 – 14 Kurang Baik 14 – 20 Cukup Baik 20 – 26 Baik 26 – 32 Sangat Baik

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 7. Seleksi Dan Perakitan Soal Setelah statistik soal sudah dihitung maka tahap selanjutnya adalah seleksi soal, yaitu memilih soal-soal yang akan digunakan dalam perangkat tas bentuk akhir dan soal mana yang perlu disisihkan. Pada tahap seleksi soal dianalisis berdasarkan analisi Quest dan tahap perakitan soal yaitu merakit soal-soal yang akan dimasukan ke perangkat tes bentuk akhir. 8. Pencetakan Tes Setelah soal diseleksi berdasarkan hasil analisis butir soal maka soalsoal tersebut disusun menjadi satu untuk diterbitkan sebagai kumpulan soal berbasis HOTS pada mata pelajaran akuntansi dasar. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian (Widoyoko, 2014). Teknik pengumpulan data terdiri dari tes dan non tes. 1. Tes Tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar peserta didik. Tes merupakan pertanyaan yang diberikan kepada peserta didik (Sudjana, 1990).Tes ini sudah dilaksanakan, dengan tujuan untuk melakukan uji coba soal berbasis HOTS dengan kompetensi dasar menganalisis jurnal penyesuaian. Tes yang dilaksanakan berupa soal pilihan ganda berjumlah 40 butir soal, dengan 5 alternatif jawaban. Soal tersebut diujicobakan kepada peserta didik kelas X akuntansi di tiga SMK,

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 yaitu SMK Negeri 1 Yogyakarta, SMK Negeri 1 Bantul dan SMK Negeri 1 Tempel. Dengan jumlah seluruh peserta tes sebanyak 270 peserta didik. 2. Non tes Teknik non tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket. a) Wawancara Wawancara merupakan cara yang digunakan untuk mengetahui pendapat, aspirasi, harapan, prestasi dan keinginan antara pewawancara (interviewer) dengan responden atau orang yang diwawancarai (interviewee) dengan tujuan untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan. Kelebihan dari wawancara ialah bisa kontak langsung dengan orang yang diwawancara. Sehingga bisa mengungkapkan jawaban secara bebas dan mendalam (Sudjana, 1990). Selanjutnya Sudjana, menjelaskan ada dua jenis wawancara, yaitu wawancara berstruktur dan wawancara bebas (tidak berstruktur). Wawancara terstruktur kemungkinan jawaban sudah disiapkan namun yang perlu diingat adalah dengan jawaban yang sudah ada interviewee tinggal mengelompokkan ke dalam alternatif jawaban yang sudah dibuat. Keuntungan dari jenis ini ialah mudah diolah dan dianalisis kesimpulannya. Sedangkan wawancara bebas atau tidak berstruktur, jawaban tidak disiapkan sehingga interviewee secara bebas mengungkapkan pendapatnya. Keuntungan dari jenis

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 wawancara ini adalah informasi lebih padat dan lengkap sehingga membutuhkan kerja keras dalam menganalisisnya dikarenakan jawaban yang sangat beragam. Hasil atau jawaban tidak ditafsir secara langsung, namun perlu analisis ke bagian kategori dimensidimensi jawaban, sesuai dengan aspek yang diungkapkan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti menggunakan jenis wawancara tidak berstruktur. Dimana peneliti tidak berpatuk pada pedoman atau tidak menggunakan pertanyaan yang sudah disiapkan. Melainkan secara langsung dalam menggali informasi, sehingga informasi yang diperoleh lebih luas dan padat. Peneliti melakukan wawancara kepada pendidik di SMK Negeri 7 Yogyakarta. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui informasi keadaan awal yang berkaitan dengan pengembangan dan kebutuhan penelitian. b) Angket Angket atau kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden guna mengetahui respon sesuai dengan permintaan pengguna (Widoyoko, 2014). Menurut Sudjana, (1990), kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang sifatnya sangat praktis. Namun ada kelemahannya seperti jawaban sering tidak objektif, apalagi jenis pertanyaan atau pernyataannya kurang spesifik yang memungkinkan jawaban yang kurang sesuai.

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Selanjutnya Sudjana, (1990), menjelaskan angket ada dua jenis, yaitu angket berstruktur yaitu angket yang jumlah atau alternatif jawabannya sudah ditentukan tinggal memilih sesuai dengan keadaan dan angket terbuka merupakan angket yang jawabannya secara bebas oleh responden. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Dimana responden hanya memilih alternatif pilihan yang sudah disediakan oleh peneliti sesuai dengan keadaanya yang sebenarnya. Namun, peneliti juga menyediakan jawaban secara bebas kepada validator berupa komentar dan saran dengan tujuan peneliti dapat merevisi produk setelah divalidasi. Sebelum dilaksanakan penelitian, peneliti memberikan kuesioner kepada validator yaitu validator ahli bahasa dan validator ahli materi. Peneliti juga memberikan angket kepada 270 peserta didik kelas X Akuntansi, yaitu SMK Negeri 1 Yogyakarta, SMK Negeri 1 Bantul dan SMK Negeri 1 Tempel sebagai subjek uji coba. Hasil validasi yang diperoleh dari angket, digunakan sebagai masukan dan saran perbaikan dari produk.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian dan Pengembangan 1. Pengembangan Spesifikasi Tes Spesifikasi tes yang dilaksanakan secara menyeluruh, lengkap dan menunjukkan kepada karakteristik tes yang disusun. Spesifikasi tes mencakup beberapa hal, yaitu: a. Wilayah yang Dikenai Pengukuran Spesifikasi tes harus memuat jenis mata pelajaran, jenjang peserta didik dan tahun pembelajaran. Wilayah yang menjadi pengukuran ialah akuntansi kelas X SMK semester genap tahun pelajaran 2017/2018. b. Subjek yang akan Dites Subjek tes adalah peserta didik SMK kelas X Akuntansi. c. Tujuan Testing dan materi yang terangkum dalam Silabus dan Rencana Proses Pembelajaran (RPP) Tujuan dari testing ialah mengembangkan soal tes berbasis HOTS yang dikemukakan oleh Anderson (perbaikan dari taksonomi Bloom) yang mencakup dari C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi) dan C6 (mencipta) dan juga sebagai evaluasi penilaian hasil belajar peserta didik. Materi yang terangkum dalam silabus dan RPP di SMK Negeri I Tempel pada KD 3.10 yaitu menganalisis jurnal penyesuaian. 88

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan dengan tujuh puluh enam KBM dengan alokasi waktu 20 jam. Indikator pencapaian kompetensi sebagai berikut: 1) Menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian; 2) Mengidentifikasi informasi atau data keuangan yang membutuhkan penyesuaian; 3) Menjelaskan langkah-langkah pencatatan transaksi penyesuaian; 4) Mencatat jurnal penyesuaian. Tujuan pembelajaran yang dicapai ialah peserta didik mampu menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian, menjelaskan prosedur membuat jurnal penyesuaian, mengidentifikasi jurnal penyesuaian, menganalisis transaksi jurnal penyesuaian dan melakukan pencatatan jurnal penyesuaian. Materi pelajaran yang digunakan bersumber pada buku Pengantar Akuntansi dan Akuntansi Perusahaan Jasa, penulis Hendi Somantri. Penilaian yang digunakan oleh pendidik terhadap peserta didik ialah penilaian pengetahuan, penilaian keterampilan dan penilaian sikap. RPP SMK Negeri I Tempel Yogyakarta terdapat pada Lampiran 8. d. Materi tes Materi tes yang diujikan adalah jurnal penyesuaian. e. Tipe Soal yang akan Digunakan Tipe soal yang digunakan adalah soal pilihan ganda. f. Jumlah Soal yang digunakan dalam tes dan masing-masing bagiannya.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Jumlah soal yang digunakan dalam tes ialah sebanyak 40 butir soal dengan masing-masing soal memiliki 5 jawaban alternator yaitu A-E. g. Taraf kesukaran soal dan distribusi Rentang dan distribusi kesukaran soal akan dipengaruhi oleh tujuan tes. Tes yang dimaksudkan berupa tes diagnostik sehingga perlu adanya rentang taraf kesukaran p adalah 0,5. h. Kisi-kisi Soal Tes Tabel. 4.1 Kisi-Kisi Soal Jenis Pilihan Ganda Kompetensi Materi Dasar 3.10 1. Pengertian Menganalisisju penyesuaian rnal penyesuaian 2. Tujuan penyesuaian dan alasan penyesuaian 3. Akun yang perlu disesuaikan 4. Transaksi jurnal penyesuaian perusahaan jasa 5. Transaksi jurnal penyesuaian perusahaan dagang Indikator Soal 1. Menganalisis pengertian penyesuaian yang tepat. 2. Memilih manakah yang merupakan tujuan dilakukan penyesuaian. 3. Memilih alasan perlunya jurnal penyesuaian. 4. Memilih akunakun yang perlu disesuaikan. 5. Mengidentifikasi transaksi jurnal penyesuaian pada perusahaan jasa untuk akun yang didebit dan dikredit. 6. Mengidentifikasi transaksi jurnal penyesuaian pada perusahaan dagang untuk Bentuk Soal PG Nomor Soal 1 PG 2 PG 3 PG 4 PG 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14 PG 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Kompetensi Dasar Materi 6. Transaksi jurnal penyesuaian perusahaan jasa 7. Transaksi jurnal penyesuaian perusahaan dagang Indikator Soal Bentuk Soal akun yang didebit dan dikredit. 7. Menganalisis PG jurnal penyesuaiandan mencatat akun yang didebit dan dikredit dengan jumlah rupiah yang sebenarnya pada perusahaan jasa. 8. Menganalisis PG jurnal penyesuaian dan mencatat akun yang didebit dan dikredit dengan jumlah rupaih yang sebenarnya pada perusahaan dagang. Nomor Soal 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40 2. Penulisan Soal Proses penulisan soal berarti membuat soal sesuai dengan kisi-kisi. Soal yang baik dalam prosesnya harus menguasai mata pelajaran yang akan dites, kesadaran akan tata nilai yang mendasari pendidikan, pemahaman karakteristik individu-individu yang dites, pengetahuan membahasakan gagasan dan penguasaan terhadap teknik penulisan soal, serta kesadaran akan kekuatan dan kelemahan dalam menulis soal. Penulisan soal di buat oleh peneliti (Rayneldis Nanga dan Fransiska Novita) yang dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma. Jumlah soal yang dibuat sebanyak 40 butir soal dengan setiap butir soal terdapat 5 pilihan jawaban.Soal yang disusun

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 ditujukkan pada mata pelajaran akuntansi dasar SMK kelas X Akuntansi Keuangan dan Lembaga dengan waktu pengerjaan soal 100 menit. 3. Penelaahan Soal Penelaah soal merupakan evaluasi terhadap soal-soal yang sudah di tulis berdasarkan pendapat para ahli. Evaluasi tersebut dilihat dari tiga arah, yaitu segi bidang stusi yang diuji (ahli materi), segi format dan pertimbangan teknik penulisan soal (ahli materi dan ahli bahasa) dan segi penerjemahan gagasan ke dalam bahasa (ahli bahasa). a. Ahli Bahasa Penilaian instrumen oleh bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd selaku dosen (ahli bahasa). Produk divalidasi sebanyak satu kali pada tanggal 19 Maret 2018. Penilaian instrumen tersebut berdasarkan aspek konstruksi dengan 14 kriteria penilaian sebagai berikut: 1) Setiap soal menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, 2) Menggunakan bahasa kominikatif, sederhana dan mudah dimengerti oleh peserta didik, 3) Setiap soal dan pilihan jawaban tidak mengandung kalimat bermakna ganda, 4) setiap soal dan pilihan jawaban menggunakan kosakata baku, 5) bahasa yang digunakan dalam petunjuk soal dirumuskan dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti oleh peserta didik, 6) rumusan setiap indikator soal menggunakan kata kerja operasional, 7) Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat atau tabu, 8) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban benar atau paling benar,

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 9) Pokok soal harus dirumuskan secara tegas dan jelas, 10) Pokok soal jangan memberikan petunjuk kearah yang benar, 11) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relative sama, 12) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan semua pilihan jawaban diatas salah atau semua jawaabn diatas benar, 13) pilihan jawaban berbentuk waktu harus disusun berdasarkan kronologi waktunya, 14) Waktu yang digunakan untuk mengerjakan sesuai dengan jumlah soal yang diberikan. Hasil penilaian instrumen tes pilihan ganda dari dosen sebagai ahli bahasa dideskripsikan dalam grafik-grafik sebagai berikut: Grafik 4.1 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Bahasa 4.5 4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Soal 1 Soal 6 Soal 11 Soal 16 Soal 2 Soal 7 Soal 12 Soal 17 Soal 3 Soal 8 Soal 13 Soal 18 Soal 4 Soal 9 Soal 14 Soal 19 Soal 5 Soal 10 Soal 15 Soal 20

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 5 4 3 2 1 0 aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek aspek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Soal 21 Soal 22 Soal 23 Soal 24 Soal 25 Soal 26 Soal 27 Soal 28 Soal 29 Soal 30 Soal 31 Soal 32 Soal 33 Soal 34 Soal 35 Soal 36 Soal 37 Soal 38 Soal 39 Soal 40 Pada grafik 4.1 di atas, diketahui hasil skor penilaian oleh ahli bahasa untuk produk berupa soal pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 40 butir soal. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, dapat diketahui rata-rata skor yang diperoleh dari penilaian oleh ahli bahasa. Berikut rata-rata skor dari penilaian ahli bahasa: Tabel 4.2 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Bahasa No. Jumlah Kriteria No. Jumlah Kriteria Soal Skor Soal Skor 1 52 Sangat Baik 21 52 Sangat Baik 2 52 Sangat Baik 22 52 Sangat Baik 3 52 Sangat Baik 23 52 Sangat Baik 4 52 Sangat Baik 24 52 Sangat Baik 5 52 Sangat Baik 25 52 Sangat Baik 6 52 Sangat Baik 26 52 Sangat Baik 7 52 Sangat Baik 27 52 Sangat Baik 8 52 Sangat Baik 28 52 Sangat Baik 9 52 Sangat Baik 29 52 Sangat Baik 10 52 Sangat Baik 30 52 Sangat Baik 11 52 Sangat Baik 31 52 Sangat Baik 12 52 Sangat Baik 32 52 Sangat Baik 13 52 Sangat Baik 33 52 Sangat Baik 14 52 Sangat Baik 34 52 Sangat Baik 15 52 Sangat Baik 35 52 Sangat Baik

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 No. Soal 16 17 18 19 20 Jumlah Skor 52 52 52 52 52 Kriteria No. Soal 36 37 38 39 40 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik ⅀ / 40 = 2.080 / 40 = 52 Jumlah Skor 52 52 52 52 52 Kriteria Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Hasil skor instrumen penilaian tes pilihan ganda yang diperoleh dari ahli bahasa menghasilkan skor rata-rata sebesar 52 dengan maksud bahwa soal-soal yang sudah dibuat tergolong “Sangat Baik”. Sesuai dengan kriteria, menunjukkan bahwa semua item 40 butir soal tersebut tergolong “Sangat Baik”. Namun ada beberapa soal yang perlu diperhatikan seperti kesalahan ketik, kurang huruf dan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. b. Ahli Materi Penilaian instrumenoleh ibu Ceacilia Kusumastuti, S.Pd selaku guru mata pelajaran akuntansi sebagai ahli materi.Produk di validasi satu kali pada tanggal 23 April 2018 dan melewati revisi sebelum divalidasi sebanyak tiga kali. Penilaian instrumen di golongkan menjadi tiga aspek yaitu aspek materi, aspek konstruksi dan aspek bahasa. Dalam aspek materi kriteria yang dinilai antara lain, yaitu: 1) Soal sesuai dengan kompetensi dasar yang terdapat dalam

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 kurikulum, 2) isi materi benar mengenai jurnal penyesuaian, 3) soal menggunakan stimulus yang menarik (baru, mendorong siswa untuk membaca), 4) Soal menggunakan stimulus yang kontekstual (teks, visualisasi sesuai dengan dunia nyata), 5) Soal mengukur kognitif penalaran (menganalisis, mengevaluasi dan mencipta), 6) jawaban tersirat pada stimulus. Aspek konstruksi kriteria yang dinilai, yaitu: a) Rumusan setiap indikator soal sudah menggunakan kata kerja operasional, b) Butir-butir soal sesuai dengan indikator, c) Butirbutir pengecoh berfungsi dengan baik, d) Soal di rumuskan dengan jelas, e) Pokok soal tidak mengarah ke jawaban benar, f) Pilihan jawaban dirumuskan dengan jelas, g) Antar butir soal tidak bergantung satu sama lain, h) Pilihan jawaban berbentuk waktu harus disusun berdasarkan kronologis waktunya, i) Waktu yang digunakan untuk mengerjakan sesuai dengan jumlah soal yang diberikan, j) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan semua pilihan jawaban di atas salah atau semua pilihan jawaban di atas benar. Pada aspek bahasa aspek yang dinilai antara lain: menggunakan bahasa yang komunikatif, sederhana dan mudah dipahami, kalimat tidak bermakna ganda dan menggunakan kosa kata baku. Hasil penilaian instrumen tes pilihan ganda oleh guru (ahli materi) dideskripsikan pada grafik berikut:

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Grafik 4.2 Validasi Penilaian Instrumen Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Materi 4.5 4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5 Soal 6 Soal 7 Soal 8 Soal 9 Soal 10 Soal 11 Soal 12 Soal 13 Soal 14 Soal 15 Soal 16 Soal 17 Soal 18 Soal 19 Soal 20 Soal 21 Soal 22 Soal 23 Soal 24 Soal 25 Soal 26 Soal 27 Soal 28 Soal 29 Soal 30 Soal 31 Soal 32 Soal 33 Soal 34 Soal 35 Soal 36 Soal 37 Soal 38 Soal 39 Soal 40 4.5 4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Hasil skor pada grafik 4.2 dari penilaian ahli materi untuk soal pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 40 butir. Dari penilaian diatas dapat menentukan rata-rata skor yang diperoleh, yaitu: Tabel 4.3 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Materi No. Jumlah Skor No. Jumlah Skor soal skor soal skor 1 63 Sangat Baik 21 54 Baik 2 63 Sangat Baik 22 59 Baik 3 63 Sangat Baik 23 59 Baik 4 56 Baik 24 57 Baik 5 57 Baik 25 57 Baik 6 57 Baik 26 45 Cukup Baik 7 57 Baik 27 45 Cukup Baik 8 37 Cukup Baik 28 49 Baik 9 37 Cukup Baik 29 54 Baik 10 59 Baik 30 19 Kurang Baik 11 57 Baik 31 53 Baik 12 37 Cukup Baik 32 56 Baik 13 56 Baik 33 60 Baik 14 56 Baik 34 57 Baik 15 37 Cukup Baik 35 60 Baik 16 36 Cukup Baik 36 57 Baik 17 59 Baik 37 57 Baik 18 32 Kurang Baik 38 57 Baik 19 60 Baik 39 59 Baik 20 53 Baik 40 57 Baik ⅀ / 40 = 2103/ 40 = 52,575 Perolehan hasil skor instrumen penilaian tes pilihan ganda dari ahli materi menghasilkan skor rata-rata sebesar 52,575 dengan maksud bahwa soal-soal yang sudah dibuat tergolong “Baik”. Berdasarkan kriteria, menunjukkan bahwa yang tergolong item soal kurang baik berjumlah dua item, cukup baik ada tujuh item, baik sebanyak dua puluh delapan item dan sangat baik berjumlah tigaitem. Namun ada beberapa soal yang perlu

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 diperbaiki seperti penulisan jurnal penyesuaian masih belum konsisten debet dan kredit dan ada salah satu soal yang perlu diganti yaitu soal nomor 30 dikarenakan soal tersebut bukan termasuk jurnal penyesuaian. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. 4. Perakitan Soal Pada tahap ini, soal-soal yang sudah ditelaah dikelompokan kedalam beberapa bagian, yaitu a) soal-soal yang dianggap baik, diterima; b) saol – soal yang dianggap tidak baik, maka ditolak; dan c) soal-soal yang kurang baik, setelah direvisi lalu dapat diterima. Tabel 4.4 Perbaikan Soal Hasil Validasi oleh Dosen Ahli Bahasa. Sebelum diperbaiki Sesudah diperbaiki 13 Kerugian iutang tak tertagih 13 Kerugian piutang tak tertagih dicatat pada saat piutang usaha dicatat pada saat piutang usaha tersebut nyata-nyata tidak dapat tersebut benar-benar tidak tertagih. Jika menggunakan dapat tertagih. Jika perusahaan metode langsung, kerugian jasa menggunakan metode piutang tak tertagih pada langsung, kerugian piutang tak perusahaan jasa dapat dijurnal tertagih dapat dijurnal dengan dengan…. …. A. mendebit kerugian piutang A. Mendebit Kas dan tak tertagih dan mengredit Mengkredit Cadangan piutang usaha Rp xx kerugian piutang B. mendebit kerugian iutang B. Mendebit Beban kerugian tak tertagih dan mengkredit piutang tak tertagih dan Cadangan piutang tak Mengkredit Piutang tertagih Rp xx C. Mendebit Piutang Usaha C. mendebit piutang usaha dan dan Mengkredit Cadangan mengkredit cadangan Kerugian Piutang kerugian piutang Rp xx D. Mendebit Cadangan D. mendebit kas dan kerugian piutang Kas dan mengkredit piutang usaha Mengkredit Beban Rp xx kerugian piutang E. Mendebit Beban kerugian piutang tak tertagih dan Mengkredit Piutang usaha

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Tabel 4.5 Perbaikan Soal Hasil Validasi oleh Ahli Materi Sebelum diperbaiki Sesudah diperbaiki 10 Dengan menggunakan 10 Jika menggunakan pendekatan pendekatan laba rugi pada laba rugi, beban asuransi perusahaan jasa beban dibayar dibayar di muka pada di muka pada kasus di atas perusahaan jasa dapat dapat disesuaikan dengan disesuaikan dengan menjurnal membuat menjurnal …. .... A. beban asuransi (D) kas (K) A. Asuransi Dibayar Di Rp xx Muka (D), Beban B. asuransi dibayar di muka Asuransi (K) (D), beban asuransi (K) Rp B. Beban Asuransi (D), xx Asuransi Bibayar Di C. beban asuransi (D), Muka (K) asuransi bibayar di muka C. Asuransi Dibayar Di (K) Rp xx Muka (D), Kas (K) D. asuransi dibayar di muka D. Beban Asuransi (D), (D), kas (K) Rp xx Kas (K) E. Kas (D), Beban Asuransi (K) 5. Uji Coba Soal Uji coba soal dilaksanakan di tiga sekolah menengah kejuruan, yaitu: SMK Negeri 1 Yogyakarta, SMK Negeri 1 Bantul dan SMK Negeri1 Tempel. Tabel 4.6 Data Jumlah Peserta Didik pada Masing-Masing Sekolah No. Nama sekolah Peserta didik 1 SMK Negeri 1 Yogyakarta 64 2 SMK Negeri 1 Bantul 111 3 SMK Negeri 1 Tempel 95 Jumlah peserta didik 270 6. Analisis Quest Hasil uji coba produk pengembangan penilaian instrumen berbasis HOTS pada kompetensi dasar menganalisis jurnal penyesuaian kelas X SMK Akuntansi dengan hasil bervariasi. Hasil uji coba diperoleh dari

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 lembar kerja peserta didik dan dianalisis menggunakan program Quest dengan file output antara lain, yaitu: file datasiswash.out (sh dari singkatan show), menampilkan hasil dalam bentuk informasi secara keseluruhan beserta grafiknya; file datasiswait.out (it singkatan dari item), menampilkan file item secara global; dan file datasiswatn.out (tn singkatan dari item analisis) memberi informasi detail analisis item. Berikut ini disajikan hasil analisis data menggunakan program Quest: datasiswa (40 ITEM PG dengan 5 alternatif) ---------------------------------------------------------------------------------------Current System Settings 7/ 6/18 20: 1 all on all (N = 270 L = 39 Probability Level= .50) ---------------------------------------------------------------------------------------Data File = datasiswa.txt Data Format = id 1-4 items 5-43 Log file = LOG not on Page Width = 107 Page Length = 65 Screen Width = 78 Screen Length = 24 Probability level = .50 Maximum number of cases set at 60000 VALID DATA CODES 0ABCDE9 GROUPS 1 all ( 270 cases ) : All cases SCALES 1 all ( 40 items ) : All items DELETED AND ANCHORED CASES: No case deletes or anchors DELETED AND ANCHORED ITEMS: No item deletes or anchors RECODES SCORING KEYS Score = 1 DCADCEDABAEAEAAAADEEABCECEDBD9BDEDBCBCEB Maksud dari analisis current system settings ialah terdapat data sebanyak 270 testi yang dianalisis sebanyak 40 dengan peluang 0,5 sesuai

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 dengan prinsip Likehood Maximum. Tidak ada case (testi), item maupun anchor yang dihapus atau tidak disertakan dalam analisis. Anchor atau common item ialah item yang ada pada dua set yang hasilnya dianalisis secara bersamaan dalam sekali analisis guna mendapat hasil estimasi kemampuan testi dan tingkat kesulitan item (kedua pengukuran tersebut menjadi satu skala). Sehingga hasil kedua tes dapat diperbandingkan, baik itu kesulitan item maupun kemampuan testi. datasiswa (40 ITEM PG dengan 5 alternatif) ---------------------------------------------------------------------------------------Item Estimates (Thresholds) 7/ 6/18 20: 1 all on all (N = 270 L = 40 Probability Level= .50) ---------------------------------------------------------------------------------------Summary of item Estimates ========================= Mean .00 SD 1.26 SD (adjusted) 1.25 Reliability of estimate .98 Fit Statistics =============== Infit Mean Square Outfit Mean Square Mean 1.00 Mean .97 SD .09 SD .27 Infit t Outfit t Mean .13 Mean -.12 SD 1.64 SD 1.38 1items with zero scores 0 items with perfect scores Nilai reliabilitas tes (untuk Norm-Reference) berdasarkan estimasiitem Wrigh & Master (1982) disebut reliabilitas sampel. Semakin tinggi nilainya semakin meyakinkan bahwa sampel uji coba sesuai dengan item yang diujikan. Semakin rendah semakin banyak sampel untuk uji coba yang tidak memberikan informasi yang diharapkan (tidak

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 mengerjakan atau mengerjakan secara asal-asalan). Dengan kata lain mengerjakan namun sebagian besar testi benar semua atau salah semua, karena dengan mengikuti kurva logistik yang identik dengan kurva normal maka testi yang memiliki skor sempurna dan yang memiliki skor nol tidak dimasukan dalam analisis. Menurut analisis item Estimates (Thresholds) menghasilkan mean INFIT MNSQ 1,00 dan SD 0,09 dimana dari keseluruhan item, 39 item sesuai dengan model Rasch, satu item yaitu butir soal nomor 30 tidak termasuk model Rasch dikarenakan soal tersebut memiliki skor nol. Pada hasil tes ini berupa pilihan ganda, maka menggunakan data dengan skala dikotomus. datasiswa (40 ITEM PG dengan 5 alternatif) --------------------------------------------------------------------------------------Case Estimates 7/ 6/18 20: 1 all on all (N = 270 L = 40 Probability Level= .50) --------------------------------------------------------------------------------------Summary of case Estimates ========================= Mean 1.42 SD .80 SD (adjusted) .66 Reliability of estimate .69 Fit Statistics =============== Infit Mean Square Outfit Mean Square Mean 1.00 SD .22 Infit t Mean .97 SD.50 Outfit t Mean .02 SD 1.15 0 cases with zero scores Mean .02 SD .95

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 0 cases with perfect scores ==================================================== Nilai realibilitas menurut estimasi case atau testi oleh Wrigh & Master (1982) disebut dengan reliabilitas tes. Semakin tinggi nilainya semakin meyakinkan bahwa pengukuran memberikan hasil yang konsisten. Hasil ini juga ditentukan oleh karakteristik sampel. Semakin rendah berarti juga semakin banyak sampel untuk uji coba yang tidak memberikan informasi yang diharapkan (tidak mengerjakan atau mengerjakan secara asal-asalan). Bahkan mengerjakan tetapi sebagian besar testi benar semua atau salah semua, karena sesuai kurva logistik yang identik dengan kurva normal maka testi yang memiliki skor sempurna dan memiliki skor nol tidak dimasukan dalam analisis. Pada hasil analisis Case Estimates menghasilkan mean INFIT MNSQ 1,00 dan SD 0,22 yang berarti keseluruhan item sesuai dengan model rasch, dikarenakan hasil tes ini pilihan ganda, makaberupa data dengan skala dikotomus.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Pada grafik diatas, menunjukkan nilai threshold. Khusus untuk skala dikotomus sama besar dengan tingkat kesulitan item dalam pengertian sebagai dari difficulties index. Grafik diatas dapat diperoleh informasi

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 mengenai item yang paling sukar ialah item nomor 17, sedangkan item soal paling mudah yaitu nomor 4, 5 dan 6. Setiap tanda X mewakili 2 testi/person. Maksud dari grafik di atas adalah berdasarkan 40 butir soal terdapat 39itemfit atau cocok menggunakan model Rasch atau model 1-PL dan satuitem soal tidak fit atau tidak sesuai dengan model Rasch yaitu pada butir soal nomor 30. Pada butir soal nomor 30 menunjukkan posisi melewati ≤1,30, sehingga sesuai dengan batas penerimaan menurut model Rasch

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 yaitu≥0,77 sampai ≤1,30, inilah yang menjadi alasan butir soal nomor 30 tidak cocok dengan model Rasch. Berikut hasil analisis data dengan keterangan datasiswait.out.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 SCORE dan MAXSCR (maximum score) tergabung menjadi satu diakibatkan karena banyaknya testi, namun yang harus diingat ialah data yang dianalisis sebanyak 270 testi, dimana angka 232270 adalah 232 dan 270, yang berarti skor untuk 1 item sebanyak 232 dari skor maksimum 270, yang mana soal nomor satu (1) ada 232 peserta didik yang mampu mengerjakan dengan benar dari 270 peserta didik yang mengerjakan. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Tabel 4.7 Taraf Kesukaran dari 39 Butir Soal Taraf Keterangan No. Taraf Keterangan kesukaran kesukaran -0,57 Sedang 21 1,57 Sedang 1,82 Sedang 22 0,44 Sedang 1,30 Sedang 23 -0,54 Sedang -2,05 Mudah 24 -0,42 Sedang -,2,41 Mudah 25 -0,93 Sedang -2,15 Mudah 26 -0,39 Sedang -0,07 Sedang 27 -1,10 Sedang 1,02 Sedang 28 1,32 Sedang 0,04 Sedang 29 1,30 Sedang -0,44 Sedang 31 -1,31 Sedang 1,51 Sedang 32 0,06 Sedang 1,25 Sedang 33 0,87 Sedang 1,27 Sedang 34 1,75 Sedang -1,10 Sedang 35 1,38 Sedang 0,83 Sedang 36 -0,17 Sedang -0,89 Sedang 37 -1,48 Sedang 2,38 Sukar 38 -0,47 Sedang -0,33 Sedang 39 -1,31 Sedang -1,77 Sedang 40 0,80 Sedang -1,01 Sedang 7. Seleksi dan Perakitan Soal Pada proses ini, penilaian instrumen diberikan kepada peserta didik kelas X. Produk divalidasi sebanyak 40 lembar. Aspek penilaian instrumen terdiri atas beberapa kategori, antara lain: a) Menyajikaan soal sesuai

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 dengan materi yang telah dipelajari, b) menggunakan bahasa Indonesia yang baku, komunikatif/tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mudah dipahami, c) soal dan gambar yang disajikan menarik, d) petunjuk pelaksanaan tes jelas dan mudah dipahami, e) soal mudah dipahami dengan membaca kalimat pernyataan dan pertanyaan, f) semua butir soal dapat dengan mudah dikerjakan, g) waktu yang disediakan sesuai dengan jumlah butir soal yang ada, dan h) soal-soal tesnya memiliki tantangan dalam mengerjakannya. Perolehan hasil penilaian instrumen tes pilihan ganda yang diperoleh dari peserta didik kelas X dideskripsikan kedalam grafik sebagai berikut: Grafik 4.3 Hasil Penilaian Instrumen Tes Pilihan Ganda oleh Peserta Didik Kelas X SMK 5 4 3 2 1 0 Aspek 1 Aspek 2 Aspek 3 Aspek 4 Aspek 5 Aspek 6 Aspek 7 Aspek 8 Peserta didik 1 Peserta didik 2 Peserta didik 3 Peserta didik 4 Peserta didik 5 Peserta didik 6 Peserta didik 7 Peserta didik 8 Peserta didik 9 Peserta didik 10 Peserta didik 11 Peserta didik 12 Peserta didik 13 Peserta didik 14 Peserta didik 15 Peserta didik 16 Peserta didik 17 Peserta didik 18 Peserta didik 19 Peserta didik 20

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 5 4 3 2 1 0 Aspek 1 Aspek 2 Aspek 3 Aspek 4 Aspek 5 Aspek 6 Aspek 7 Aspek 8 Peserta didik 21 Peserta didik 22 Peserta didik 23 Peserta didik 24 Peserta didik 25 Peserta didik 26 Peserta didik 27 Peserta didik 28 Peserta didik 29 Peserta didik 30 Peserta didik 31 Peserta didik 32 Peserta didik 33 Peserta didik 34 Peserta didik 35 Peserta didik 36 Peserta didik 37 Peserta didik 38 Peserta didik 39 Peserta didik 40 Grafik 4.3 menunjukkan hasil skor yang diperoleh dari validasi penilaian oleh peserta didik. Dari grafik diatas, dapat disimpulkan jumlah rata-rata skor yang diperoleh dari penilaian peserta didik. Rata-rata skor dideskripsikan sebagai berikut: Tabel 4.8 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Peserta Didik Kelas X SMK No. Jumlah Kriteria No. Jumlah Kriteria skor skor 1 26 Baik 21 26 Baik 2 26 Baik 22 22 Baik 3 25 Baik 23 24 Baik 4 25 Baik 24 25 Baik 5 27 Sangat Baik 25 30 Sangat Baik 6 24 Baik 26 27 Sangat Baik 7 21 Baik 27 26 Baik 8 25 Baik 28 25 Baik 9 20 Cukup Baik 29 27 Sangat Baik 10 24 Baik 30 25 Baik 11 24 Baik 31 25 Baik 12 25 Baik 32 23 Baik 13 25 Baik 33 27 Sangat Baik 14 22 Baik 34 25 Baik 15 24 Baik 35 20 Baik

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 No. 16 17 18 19 20 Jumlah skor 21 26 26 22 22 Kriteria Baik Baik Baik Baik Baik No. 36 37 38 39 40 Jumlah skor 23 23 26 24 24 Kriteria Baik Baik Baik Baik Baik ⅀ / 40 = 977/ 40 = 24,425 Rata-rata skor perolehan instrumen tes pilihan ganda oleh peserta didik kelas SMK sebesar 24,425. Rata-rata skor tersebut menunjukkan bahwa soal tergolong “Baik”. Ada beberapa soal yang perlu diperhatikan seperti ukuran huruf terlalu besar sehingga terjadi pemborosan, tidak adanya animasi pada soal, pada soal gambar kurang menarik dan pernyataan pada soal masih membingungkan peserta didik dalam mengerjakan soal. Pengembangan instrumen penilaian dinyatakan layak untuk digunakan setelah melewati revisi sesuai saran dan dilanjutkan dengan pencetakan tes. 8. Pencetakan Tes Setelah soal-soal diseleksi dan disusun, maka secara substantif pengembangan tes sudah selesai dan dilanjutkan dengan pencetakan produk (tes) secara baik dan menjamin mutunya. Dari segi substantif pencetakan tes terdiri dari kisi-kisi, soal, lembar jawaban, pencetakan tes menggunakan ukuran kertas A4, dan huruf Times New Roman 12 pt dengan cetakan tes secara bolak balik. Segi manajerial, penerbitan tes harus menjamin keamanan (kerahasiaan) tes serta ketepatan waktu sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan. Pada tahap ini, segala upaya harus

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 dilakukan dengan cermat agar tidak ada kesempatan dari pihak lain untuk mengakses tes itu sendiri, terkecuali pihak-pihak yang menurut rencana memang boleh mengetahui tes tersebut. B. Pembahasan Pengembangan dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah pengembangan tes hasil belajar dari Suryabrata (2005:68). Ada delapan langkah yang digunakan dalam mengembangkan produk yaitu pengembangan spesifikasi tes, penulisan soal, penelaahan soal, perakitan soal, uji coba soal, analisis butir soal menggunakan analisis Quest, seleksi dan perakitan soal serta pencetakan tes. Peneliti tidak menggunakan sepuluh langkah pengembangan menurut Suryabrata, (2005), karena pengembangan tes secara subtantif telah selesai, dilanjutkan dengan pencetakan tes setelah dilakukan proses seleksi dan perakitan soal (Suryabrata, 2005). Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Lembah Srigati, S.Pd selaku pendidik mata pelajaran akuntansi dasar kelas X SMK N 7 Yogyakarta. Selain itu juga, melakukan kajian pustaka sebagai landasan dalam mengembangkan produk. Dari hasil wawancara menunjukkan bahwa pendidik dan peserta didik membutuhkan tes hasil belajar bentuk tes pilihan ganda berbasis HOTS yang mana dapat digunakan sebagai penilaian hasil belajar peserta didik dan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam menganalisis materi pelajaran. Pendidik juga menyetujui dengan adanya pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 menganalisis jurnal penyesuaian. Dimana, pendidik belum membuat penilaian tes hasil belajar peserta didik berbasis HOTS. Instrumen penilaian yang dikembangkan didasari oleh kurikulum 2013.Peneliti mengambil salah satu Kompetensi Dasar (KD) dari kurikulum 2013 yang diterapkan pada kelas X SMK yaitu: Kompetensi Dasar (KD) 3.10 Menganalisis jurnal penyesuaian. Berdasarkan kompetensi dasar tersebut, penulis membuat soal-soal yang berisi tentang analisis jurnal penyesuaian. Adanya instrumen penilaian berbasis HOTS pada KD Menganalisis jurnal penyesuaian cocok digunakan sebagai bahan evaluasi hasil belajar peserta didik kelas X SMK. Sebelum produk diujicobakan, instrumen penilaian divalidasi oleh dosen ahli bahasa dan pendidik mata pelajaran akuntansi dasar sebagai ahli materi. Penilaian instrumen pertama dilakukan oleh ahli bahasa yaitu Bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. Produk divalidasi sebanyak satu kali pada tanggal 19 Maret 2018. Hasil validasi oleh ahli bahasa pada umumnya menunjukkan semua soal termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dengan skor rata-rata 52. Akan tetapi, ada komentar dan saran kepada penulis sebagai perbaikan, seperti: kesalahan ketik, kurang huruf dan penggunaan huruf capital serta tanda baca. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Penilaian instrumen kedua diberikan oleh ahli materi yaitu Ibu Ceacilia Kusumastuti, S.Pd. Produk divalidasi satu kali pada tanggal 23 April 2018 dan sebelum divalidasi produk direvisi sebanyak dua kali. Hasil validasi oleh ahli

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 materi pada umumnya semua soal tergolong “Baik” dengan skor rata-rata 52,575. Namun, ada komentar dan saran sebagai perbaikan antara lain: penulisan jurnal penyesuaian masih belum konsisten debet dan kredit dan untuk soal nomor 30 perlu diganti dikarenakan soal tersebut bukan termasuk jurnal penyesuaian. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Setelah melewati proses validasi dan revisi dari ahli bahasa dan ahli materi, tahap selanjutnya dilakukan pencetakan soal sebanyak seratus dua puluh delapan dan 270 lembar jawaban. Tahap berikutnya, peneliti melakukan uji coba pada tiga sekolah yaitu SMK Negeri 1 Yogyakarta, SMK Negeri 1 Bantul dan SMK Negeri 1 Tempel. Uji coba di SMK Negeri 1 Yogyakarta dibantu oleh Ibu Dra. A. W. Widowati dengan peserta didik sebanyak 64 dari dua kelas, sedangkan SMK Negeri 1 Bantul dibantu oleh Ibu Margiyati, M.Pd dengan peserta didik berjumlah 111 dari empat kelas dan SMK Negeri 1 Tempel dibantu oleh ibu Dra. Yatimatun Nafi’ah dengan peserta didik berjumlah 95 yang terdiri dari tiga kelas. Hasil uji coba dari peserta didik yang ada pada lembar jawaban dimasukan ke notepad dengan item nomor 001 sampai dengan 270 dan dilanjutkan dengan analisis menggunakan program QUEST. Pengujian fit tes keseluruhan dikembangkan oleh Adam & Khoo (Subali & Suyata, (2012)),dalam (Fadillah, 2017), diperoleh dari nilai rerata INFIT Mean of Square (Mean INFIT MNSQ) dan simpangan baku atau mengamati nilai rata-rata INFIT t (Mean INFIT t) serta simpangan bakunya. Jika rata-rata INFIT MNSQ sekitar 1,00 dan

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 simpangan baku 0,00 atau rata-rata INFIT t mendekati 0,00 dan simpangan bakunya 0,00 maka keseluruhan tes fit dengan model Rasch atau model 1-PL dalam Fadillah, (2017). Berdasarkan hasil analisis program QUEST, nilai mean INFIT MNSQ 1,00 (sekitar 1,00) dan SD 0,09 (sekitar 0,00), artinya secara keseluruhan item sesuai dengan model Rasch 1-PL, dengan hasil tes pilihan ganda berupa data dengan skala dikotomus. Suatu butir fit terhadap model jika nilai INFIT MNSQ antara 0,77 sampai dengan 1,30. Sesuai dengan batas penerimaan butir menggunakan INFIT MNSQ atau fit menurut model antara 0,77 sampai dengan 1,30 dan menggunakan INFIT t dengan batas -2,00 sampai 2,00, maka diperoleh butirbutir yang cocok (Subali & Suyata, 2012) dalam (Fadillah, 2017). Berdasarkan batas penerimaan butir menggunakan INFIT MNSQ atau fit menurut model Rasch, maka semua butir sebanyak 39 fit atau cocok dengan model Rasch atau model 1-PL. Hal ini didukung oleh penelitian terdahulu (Fadillah, 2017), menghasilkan nilai INFIT MNSQ antara 0,86 sampai dengan 1,29 dengan semua 23 butir fit semua menurut model Rasch. Selain untuk menguji kecocokan, output program QUEST juga menampilkan estimasi reliabilitas dari instrumen tes. Berdasarkan hasil analisis program QUEST, reliabilitas tes berdasarkan item estimates sebesar 0,98 yang tergolong kategori sangat tinggi, sedangkan reliabilitas menurut case estimates sebesar 0,69 yang tergolong cukup tinggi. Berdasarkan penelitian terdahulu, (Fadillah, 2017), analisis QUEST memperoleh hasil realibilitas tes berdasarkan item (indeks aparasi item) sebesar 0,76 tergolong cukup tinggi dan reliabilitas

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 tes berdasarkan testi (indeks sparasi person) sebesar 0,80 yang tergolong sangat tinggi (Fadillah, 2017). Sedangkan analisis hasil data validitas butir soal terdiri dari 39 butir soal valid dan 1 soal tidak valid. Hal ini sesuai dengan batas penerimaan analisis program Quest model 1-PL atau model Rasch, terdapat 39 item soal diterima menurut model Rasch atau model 1-PL dan satu butir soal tidak valid atau tidak cocok dengan model Rasch yaitu item soal nomor 30. Berdasarkan hasil analisis program QUEST, tingkat kesukaran butir-butir terletak dari -2,41 sampai dengan 2,38. Butir dikatakan baik jika nilai tingkat kesukarannya lebih dari -2,00 dan kurang dari 2,00 (Fadillah, 2017). Jadi berdasarkan perhitungan nilai tingkat kesukaran dari 39 butir soal, terdapat 3 soal dengan kriteria mudah yaitu item soal nomor 3 sampai 5 dan 35 butir soal dengan kriteria sedang serta 1 soal dengan kriteria sukar yaitu pada item soal nomor 17. Berdasarkan penelitian terdahulu Fadillah, (2017) data yang diperoleh dikategorikan kedalam skor yaitu mudah, sedang dan tinggi (sukar). Tingkat kesukaran yang dihasilkan antara -1,47 sampai dengan 1,59 dengan rata-rata 0,00 dan simpangan baku 0,87. Tingkat kesukaran yang diperoleh dari 23 butir soal, terdapat 11 soal dengan kriteria mudah, 7 soal dengan kriteria sedang dan 5 soal dengan kriteria sukar. Berdasarkan hal di atas, instrumen penilaian dalam kegiatan pembelajaran sangat penting sebagai evaluasi hasil belajar peserta didik. Instrumen penilaian yang dikembangkan adalah penilaian berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thingking Skill (HOTS). Berpikir tingkat tinggi yang dimaksud yaitu peserta didik dalam proses belajar tidak hanya mengingat, memahami dan

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 mengaplikasikan pelajaran melainkan mampu menganalisis, mengevalusi dan mencipta. Proses berpikir tingkat tinggi pada instrumen ini, dalam taraf menganalisis misalnya peserta didik mampu menganalisis pengertian jurnal penyesuaian yang tepat. Pada taraf mengevaluasi misalnya peserta didik mampu mengelompokkan akun-akun yang perlu disesuaikan, sedangkan taraf mencipta misalnya peserta didik mampu membuat jurnal penyesuaian pada transaksi penyusutan aktiva tetap. Dengan adanya latihan berpikir tingkat tinggi, kemampuan peserta didik dilatih untuk tidak hanya menghafal melainkan harus melewati proses menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Penerapan proses berpikir tingkat tinggi sangat baik digunakan dalam penilaian hasil belajar peserta didik. Dengan adanya penilaian ini peserta didik dilatih untuk berpikir kritis. Pendidik dituntut menjadi pendamping yang mempunyai wawasan maju dan luas menggali pemahaman peserta didik. Dalam penerapannya, pendidik sangat membutuhkan instrumen sebagai pengukur dalam mengevaluasi hasil belajar. Instrumen yang dimaksudkan yaitu instrumen yang memuat kumpulan soalsoal yang berbasis HOTS seperti instrumen pada penelitian ini. Instrumen soal berbasis HOTS yang disajikan dalam penelitian ini sudah melewati proses validasi dan revisi sesuai saran. Instrumen ini merupakan instrumen yang reliabel dan valid untuk digunakan sebagai evaluasi. Hal ini dikarenakan instrumen ini cocok atau sesuai dengan model Rasch.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Instrumen ini bisa digunakan bagi Sekolah Menengah Kejuruan yang mau mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didiknya. Soal-soal pada instrumen ini, sudah tergolong soal dari materi jurnal penyesuaian dan sudah bertaraf berpikir tingkat tinggi. Instrumen ini sangat cocok digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas X SMK Akuntansi Kompetensi Dasar 3.10 Menganalisis Jurnal Penyesuaian. Instrumen ini digunakan untuk menguji pemahaman peserta didik, sehingga pendidik mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didiknya. Apabila peserta didik belum bisa membuat jurnal penyesuaian, maka pendidik memberikan pendampingan pembelajaran kepada peserta didik dengan melakukan remidial dan tugas individu. Tujuannya guna mencapai keberhasilan pembelajaran. Pendidik juga dapat menggunakan instrumen penilaian untuk mengukur keberhasilan pembelajaran yang tercermin pada tujuan pembelajaran dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Sehingga instrumen soal yang dibuat ini dikatakan sebagai alat keberhasilan pembelajaran.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Instumen penilaian berbasis HOTS yang dikembangkan dari model pengembangan dan penelitian menurut Suryabrata, (2005). Hasil penerapan tersebut terdapat delapan langkah pengembangan, yaitu: 1) pengembangan spesifikasi tes dilakukan dengan membuat kisi-kisi soal, 2) penulisan soal dilakukan dengan menyusun soal sebanyak 40 butir soal, 3) penelaahan soal dilakukan dengan proses validasi ahli materi dan ahli bahasa, 4) perakitan soal dilakukan dengan memperbaiki hasil dari validasi materi dan bahasa, 5) uji coba tes terhadap 270 peserta didik, 6) analisis butir soal menggunakan analisis quest, 7) perakitan dan seleksi soal, 8) pencetakan tes dilakukan dengan mencetak hasil produk yang telah dikembangkan. 2. Kualitas instrumen penilaian berupa uji coba soal ditentukan berdasarkan validasi penilaian dari ahli bahasa dan ahli materi. Hasil uji coba soal dari ahli bahasa memiliki total rata-rata skor sebesar 52 dengan kategori “Sangat Baik”, sedangkan total rata-rata dari ahli materi sebesar 52,575 dengan kategori “Baik”. Hasil uji coba soal sesuai atau cocok dengan model Rasch yaitu batas penerimaan 0,77 sampai dengan 1,30. Pelaksanaan uji coba soal dengan kompetensi dasar menganalisis jurnal 120

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 penyesuaian kelas X SMK ini sudah layak menjdi instrumen penilaian bagi seorang pendidik dalam pembelajaran. B. Keterbatasan Pengembangan Produk yang dikembangkan ini mempunyai beberapa keterbatasan antara lain, yaitu: 1. Penulis membatasi pengembangan produk (soal) berbasis HOTS pada taraf kognitif C4 (menganalisis). Tujuannya supaya pengembangan produk ini lebih fokus pada taraf menganalisis tentang jurnal penyesuaian. 2. Prosedur penelitian dan pengembangan hanya berhenti pada langkah ke delapan yaitu pencetakan tes. Dimana kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk dilakukan penelitian sampai langkah kesepuluh. 3. Uji coba soal dilaksanakan di luar jam pembelajaran. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan penelitian mendekati ulangan akhir semester, sehingga pihak pendidik tidak mengizinkan untuk melakukan penelitian pada jam pembelajaran dengan alasan mengejar materi yang tertinggal. 4. Pihak sekolah maupun pendidik sulit menentukan waktu pelaksanaan ujicoba tes, dikarenakan adanya kegiatan di sekolah tersebut. 5. Keterbatasan waktu dan dana dalam melakukan ujicoba kurang memadai.

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 C. Saran Saran untuk penulis selanjutnya yang akan mengembangkan uji coba soal materi menganalisis jurnal penyesuaian sebagai berikut: 1. Pengembangan produk (soal) berbasis HOTS tidak hanya pada taraf kognitif C4 (menganalisis) melainkan mencakup taraf kognitif C5 (mengevaluasi) dan C6 (mencipta) sehingga produk yang dihasilkan menjadi lebih baik. 2. Prosedur penelitian dan pengembangan menurut Suryabrata sebaiknya dilakukan sampai pada langkah kesepuluh sehingga dapat mengembangkan produk yang lebih baik. 3. Ujicoba soal sebaiknya dilaksanakan tidak mendekati waktu ulangan akhir semester, sehingga pihak sekolah khususnya pendidik bisa dengan mudah mengatur jadwal pelaksanaan ujicoba dan peserta didik bisa memanfaatkan waktu dengan baik tanpa menambah waktu diluar jam pembelajaran. 4. Pelaksanaan ujicoba, sebaiknya dikonfirmasi lebih awal pada pihak sekolah beberapa bulan sebelum dilaksanakan ujicoba produk. 5. Bagi peneliti lain, sebaiknya melakukan ujicoba dengan populasi yang lebih besar.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pustaka Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2010). Kerangka Landasan untuk PEMBELAJARAN, PENGAJARAN dan ASESMEN. (A. Prihantoro, Trans.) Yogyakarta: Pustaka Belajar. Arifin, Z. (2011). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Endrayanto, H. Y., & Harumurti, Y. W. (2014). Penilaian Belajar Siswa di Sekolah. (C. E. Setiyowati, & Y. B. Anangga, Eds.) Yogyakarta: PT Kanisius. Fadillah, E. N. (2017). Pengembangan Instrumen Penilaian Untuk mengukur Keterampilan Proses Sains Siswa SMA. Diakses pada tanggal 02 Oktober 2018, dari http://jurnal.um-palembang.ac.id/dikbio/article/view/770. Hidayat, S. (2013). Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Istiyono, E. (2013). Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Mata Pelajaran Fisika di SMA. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpep/article/viewFile/2120/1765Di akses pada tanggal 7 Agustus 2018. Julianingsih, S., Rosidin, U., & Wahyudi, I. (2017). Pengembangan Instrumen HOTS Untuk Mengukur Dimensi Pengetahuan IPA Siswa di SMP. http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JPF/article/view/12786Di akses pada tanggal 7 Agustus 2018. Kurniasih, I., & Sani, B. (2014). Implementasi Kurikulum: Konsep & Penerapan. (A. Pamungkas, Ed.) Surabaya: Kata Pena. Kusaeri. (2014). Acuan & Teknik Penilaian Proses & Hasil Belajar dalam Kurikulum 2013. (A. Safa, Ed.) Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA. Ladjid, H. (2005). Pengembangan Kurikulum. Padang: Quantum Teaching. Mardapi, D. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press. Nasution , S. (2006). Asas-Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara. 123

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Palupi , D. T. (2016). cara mudah Memahami Kurikulum. (S. Rochmaida, Ed.) Surabaya: Jaring Pena. Permendikbud No. 104 Tahun 2014. (n.d.). Purwanto. (2009). Evaluasi Hasil Belajar. (B. Santoso, Ed.) Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Retnawati, H. (2014). Teori Respons Butir dan Penerapannya. Yogyakarta: Nuha Medika. Sani, R. A. (2016). Penilaian Autentik. Jakarta. Sanjaya, W. (2005). Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana. Saputra, H. (2016). Pengembangan Mutu Pendidikan menuju Era Global penguatan mutu pembelajaran dengan penerapan HOTS. Bandung: Smile's Indonesia Institute. Subali, B. (2012). Prinsip Asesmen & Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: UNY Press. Sucipto, T., Moelyati, & Sumardi. (2011). Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang. Bogor: Yudhistira. Sudaryono. (2013, Januari 2018). Retrieved from Implementasi Teori Responsi Butir (Item Response Theory) pada Penilaian Hasil Belajar Akhir di Sekolah: https://sudaryono.ilearning.me/2013/01/18/implementasi-teoriresponsi-butir-item-response-theory-pada penilaian-hasil-belajar-akhir-disekolah/ Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sunarti, & Rahmawati, S. (2014). Penilaian dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: CV Andi Offset. Suryabrata, S. (2005). Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta: ANDI. Wardani, K. (2015). Penyusunan Instrumen Tes Higher Order Thingking Skill pada Materi Ekosistem SMA Kelas X. https://media.neliti.com/media/publications/171303-ID-penyusunaninstrumen-tes-higher-order-th.pdf (Di akses pada tanggal 8 agustus 2018).

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Widyastono, H. (2014). Perkembangan Kurikulum di Era Otonomi Daerah dari Kurikulum 2004, 2006, ke Kurikulum 2013. (Suryani, Ed.) Jakarta: Bumi Aksara.

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Lampiran I (Soal Uji Coba) Soal Akuntansi Materi Jurnal Penyesuaian Alokasi Waktu: 100 Menit Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda silang (X) pada lembar jawab yang telah disediakan! 1. Perusahaan Angkutan Express dan PD Rahmat Sejati membuat laporan keuangan pada akhir periode. Namun laporan yang dibuat tidak menunjukan keadaan yang sebenarnya seperti yang terjadi di perusahaan. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata ada beberapa penyesuaian yang belum disesuaikan oleh perusahaan pada akhir periode. Dari kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa jurnal penyesuaian adalah .... A. Proses pencatatan yang dilakukan oleh perusahaan B. Proses pencatatan untuk menyesuaikan debit dan kredit C. Proses pencatatan yang wajib dilakukan perusahaan agar memperoleh laba D. Proses penyesuaian tentang catatan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi E. Proses penyesuaian tentang catatan atau fakta pada akhir periode untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami laba atau rugi 2. Berikut ini merupakan tujuan dilakukan penyesuaian:

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 1. Menentukan akun yang didebit dan dikredit seimbang pada akhir periode sehingga perusahaan dapat melaporkan saldo yang sebenarnya. 2. Menentukan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode sehingga setiap perkiraan saldo rill, khususnya perkiraan saldo kewajiban dan harta menunjukan jumlah yang sebenarnya. 3. Menghitung setiap perkiraan nominal (perkiraan pendapatan dan beban) yang sebenarnya selama periode yang bersangkutan. 4. Untuk menyesuaikan akun-akun yang salah. Tujuan penyesuaian yang paling tepat .... A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 4 3. Berikut ini alasan diperlukannya penyesuaian: 1. Beberapa transaksi belum dilakukan jurnal karena belum saatnya. 2. Beberapa transaksi harus disesuaikan pada akhir bulan. 3. Beberapa transaksi selama periode tersebut sudah digunakan. 4. Beberapa transaksi belum bersaldo nol. 5. Beberapa transaksi belum dibayar. Alasan diperlukannya jurnal penyesuaian yang tepat adalah …. A. 1, 2 dan 3

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 B. 1, 3 dan 4 C. 1, 4 dan 5 D. 2, 3 dan 4 E. 2, 4 dan 5 4. Perhatikan beberapa akun di bawah ini: 1. Beban angkut pembelian 2. Piutang tak tertagih 3. Pendapatan yang masih harus diterima 4. Potongan pembelian 5. Akumulasi penyusutan Akun yang perlu disesuaikan pada akhir periode adalah …. A. 1, 2 dan 3 B. 1, 3 dan 4 C. 1, 4 dan 5 D. 2, 3 dan 5 E. 2, 4 dan 5 5. Pada perusahaan jasa, perlengkapan yang telah dipakai dapat dijurnal dengan .... A. Mendebit Perlengkapan dan Mengkredit Kas B. Mendebit Beban Perlengkapan dan Mengkredit Kas C. Mendebit Beban Perlengkapan dan Mengkredit Perlengkapan D. Mendebit Beban Perlengkapa, Utang Perlengkapan dan Mengkredit Perlengkapan

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 E. Mendebit Perlengkapan, Beban Perlengkapan dan Mengkredit Utang Perlengkapan 6. Jurnal penyesuaian yang dibuat atas beban gaji yang masih harus dibayar pada perusahaan jasa adalah .... A. Mendebit Beban Gaji dan Mengkredit Kas B. Mendebit Kas dan Mengkredit Utang Gaji C. Mendebit Utang Gaji dan Mengkredit Kas D. Mendebit Beban Gaji dan Mengkredit Pendapatan E. Mendebit Beban Gaji dan Mengkredit Utang Gaji 7. Pada perusahaan jasa pendapatan yang masih harus diterima pada akhir periode dapat di sesuaikan dengan menjurnal .... A. Pendapatan Bunga (D), Kas (K) B. Piutang Bunga (D), Beban Bunga (K) C. Piutang Pendapatan (D), Beban Bunga (K) D. Piutang Bunga (D), Pendapatan Bunga (K) E. Pendapatan Bunga (D), Piutang Pendapatan (K) 8. Penyusutan aktiva tetap pada akhir periode dalam perusahaan jasa dapat disesuaikan dengan jurnal .... A. Beban Penyusutan Peralatan (D), Akumulasi Penyusutan Peralatan (K) B. Akumulasi Penyusutan Peralatan (D), Beban Penyusutan Peralatan (K) C. Beban Penyusutan (D), Akumulasi Penyusutan (K) D. Beban Penyusutan Peralatan (D), Kas (K) E. Kas (D), Pendapatan Kantor (K)

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 9. Jika menggunakan pendekatan neraca, beban asuransi dibayar dimuka pada perusahaan jasa dapat disesuiakan dengan menjurnal .... A. Asuransi Dibayar Di Muka (D), Beban Asuransi (K) B. Beban Asuransi (D), Asuransi Dibayar Di Muka (K) C. Asuransi Dibayar Di Muka (D), Piutang Asuransi (K) D. Beban Asuransi Dibayar Di Muka (D), Asuransi Dibayar Di Muka (K) E. Asuransi Dibayar Di Muka (D), Piutang Asuransi Di Bayar Di Muka (K) 10. Jika menggunakan pendekatan laba rugi, beban asuransi dibayar di muka pada perusahaan jasa dapat disesuaikan dengan menjurnal .... E. Asuransi Dibayar Di Muka (D), Beban Asuransi (K) F. Beban Asuransi (D), Asuransi Bibayar Di Muka (K) G. Asuransi Dibayar Di Muka (D), Kas (K) H. Beban Asuransi (D), Kas (K) I. Kas (D), Beban Asuransi (K) 11. Jika perusahaan jasa menggunakan pendekatan laba rugi, pendapatan sewa diterima di muka dapat disesuaikan dengan .... A. Mendebit Kas dan Mengkredit Pendapatan sewa B. Mendebit Pendapatan sewa dan Mengkredit Kas C. Mendebit Sewa Diterima Di Muka dan Mengkredit Pendapatan sewa D. Mendebit Sewa diterima di muka dan mengkredit Piutang pendapatan E. Mendebit Pendapatan Sewa dan Mengkredit Sewa diterima di muka 12. Jika perusahaan jasa menggunakan pendekatan neraca, pendapatan sewa diterima di muka dapat disesuaikan dengan ....

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 A. Mendebit Sewa diterima di muka dan Mengkredit Pendapatan sewa B. Mendebit Pendapatan sewa dan Mengkredit Sewa diterima di muka C. Mendebit Kas dan Mengkredit Sewa diterima di muka D. Mendebit Kas dan Mengkredit Pendapatan sewa E. Mendebit pendapatan sewa dan Mengkredit Kas 13. Kerugian piutang tak tertagih dicatat pada saat piutang usaha tersebut benarbenar tidak dapat tertagih. Jika perusahaan jasa menggunakan metode langsung, kerugian piutang tak tertagih dapat dijurnal dengan .... A. Mendebit Kas dan Mengkredit Cadangan kerugian piutang B. Mendebit Beban kerugian piutang tak tertagih dan Mengkredit Piutang C. Mendebit Piutang usaha dan Mengkredit Cadangan kerugian piutang D. Mendebit Cadangan kerugian piutang dan Mengkredit Beban kerugian piutang E. Mendebit Beban kerugian piutang tak tertagih dan Mengkredit Piutang usaha 14. Kerugian piutang tak tertagih dicatat pada saat piutang usaha tersebut benarbenar tidak dapat tertagih. Jika perusahaan jasa menggunakan metode tidak langsung, kerugian piutang tak tertagih dapat dijurnal dengan .... E. Mendebit Beban kerugian piutang tak tertagih dan Mengkredit Cadangan piutang tak tertagih F. Mendebit Beban kerugian piutang tak tertagih dan Mengredit Piutang usaha G. Mendebit Utang usaha dan Mengkredit Cadangan kerugian piutang

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 H. Mendebit Kas dan Mengkredit Piutang usaha I. Mendebit Piutang usaha dan Mengkredit Kas 15. Jika perusahaan dagang menggunakan akun ikhtisar laba rugi, maka jurnal penyesuaian atas persedian barang dagang akhir dapat dibuat dengan .... A. Mendebit Persediaan barang dagang dan Mengkredit Ikhtisar laba rugi B. Mendebit Ikhitsar laba rugi dan Mengkredit Persediaan barang dagang C. Mendebit Persediaan barang dagang dan Mengkredit Utang dagang D. Mendebit Utang dagang dan Mengkredit Persediaan barang dagang E. Mendebit Persedian barang dagang dan Mengkredit Piutang dagang 16. Pada perusahaan dagang beban perlengkapan toko disesuaikan dengan menjurnal .... A. Beban perlengkapan toko (D), dan Perlengkapan (K) B. Kas (D), Beban perlengkapan toko dan Beban perlengkapan kantor (K) C. Perlengkapan (D), Beban perlengkapan toko dan Beban perlengkapan kantor (K) D. Beban perlengkapan toko, Beban perlengkapan kantor (D), dan Piutang perlengkapan (K) E. Beban perlengkapan toko, Beban perlengkapan kantor (D), dan Persedian perlengkapan (K) 17. Jurnal penyesuaian yang perlu dibuat perusahan dagang atas beban iklan dibayar di muka yang telah digunakan dengan menggunakan pendekatan laba rugi adalah ....

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 A. Mendebit beban iklan dan Mengkredit iklan dibayar di muka B. Mendebit iklan dibayar di muka dan Mengkredit beban iklan C. Mendebit iklan dibayar di muka dan Mengkredit kas D. Mendebit beban iklan dan Mengkredit utang iklan E. Mendebit beban iklan dan Mengkredit kas 18. Jika perusahaan dagang menggunakan pendekatan laba rugi, jurnal penyesuaian untuk asuransi dibayar di muka adalah .... A. Beban asuransi (D), Kas (K) B. Beban asuransi (D) Asuransi dibayar di muka (K) C. Asuransi dibayar di muka (D) Piutang asuransi (K) D. Asuransi dibayar di muka (D), Beban asuransi (K) E. Beban asuransi di bayar di muka dan Beban asuransi (K) 19. Jurnal penyesuaian atas penyusutan kendaraan yang akan dibuat perusahaan dagang pada akhir periode adalah .... A. Mendebit Beban penyusutan kendaraan dan Mengkredit Kendaraan B. Mendebit Akumulasi penyusutan kendaraan dan Mengkredit Kendaraan C. Mendebit Akumulasi penyusutan kendaraan dan Mengkredit Piutang kendaraan D. Mendebit Akumulasi penyusutan kendaraan dan Mengkredit Beban penyusutan kendaraan E. Mendebit Beban penyusutan kendaraan dan Mengkredit Akumulasi penyusutan kendaraan

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 20. Jika pada akhir periode masih ada beban pajak, maka perusahaan dapat menjurnal .... A. Mendebit Pajak penghasilan dan Mengkredit Kas B. Mendebit Utang pajak dan Mengkredit Piutang pajak C. Mendebit Utang pajak dan Mengkredit Pajak penghasilan D. Mendebit Pajak penghasilan dan Mengkredit Piutang pajak E. Mendebit Pajak penghasilan dan Mengkredit Utang pajak 21. Jika menggunakan akun harga pokok penjualan, persediaan barang dagang akhir dapat disesuaikan dengan cara .... A. Mendebit Persediaan barang dagang dan Mengkredit Harga pokok penjualan B. Mendebit Harga pokok penjualan dan Mengkredit Persediaan barang dagang C. Mendebit Persediaan barang dagang dan Mengkredit Utang dagang D. Mendebit Persediaan barang dagang dan Mengkredit Kas E. Mendebit Harga pokok penjualan dan Mengkredit Kas 22. Diketahui sewa kantor Rp 8.000.000 dibayar tanggal 1 Juli 2017 untuk 2 tahun, perusahaan Angkutan Exspress menggunakan pendekatan neraca maka jurnal penyesuaian yang dibuat oleh perusahaan Angkutan Exspress adalah .... A. Sewa dibayar di muka Kas B. Beban sewa Rp 2.000.000 Rp 2.000.000 Rp 2.000.000

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Sewa dibayar di muka Rp 2.000.000 C. Sewa dibayar di muka Rp 8.000.000 Beban sewa D. Beban sewa Rp 8.000.000 Rp 8.000.000 Sewa dibayar di muka E. Beban sewa Rp 8.000.000 Rp 8.000.000 Piutang sewa di terima di muka Rp 8.000.000 23. Diketahui persediaan perlengkapan pada awal periode sebesar Rp 6.500.000. Jika pada akhir periode persediaan perlengkapan yang tersisa hanya sebesar Rp 1.200.000 maka ayat jurnal penyesuaian yang akan dicatat adalah .... A. Beban perlengkapan Rp 1.200.000 Kas B. Perlengkapan Rp 1.200.000 Rp 5.300.000 Beban perlengkapan Rp 5.300.000 C. Beban perlengkapan Rp 5.300.000 Perlengkapan Rp 5.300.000 D. Beban perlengkapan Rp 5.300.000 Piutang perlengkapan E. Beban perlengkapan Perlengkapan Rp 5.300.000 Rp 6.500.000 Rp 6.500.000 24. Diketahui harga perolehan kendaraan adalah sebesar Rp 250.000.000 dan akumulasi penyusutan kendaraan sebesar Rp 25.000.000, jika kendaraan

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 disusut 10% dari harga perolehan, maka perusahaan Angkutan Express dapat mencatat penyusutan kendaraan dengan menjurnal .... A. Beban penyusutan kendaraan Rp 25.000.000 Kas B. Beban penyusutan kendaraan Rp 25.000.000 Rp 25.000.000 Kendaraan C. Kendaraan Rp 25.000.000 Rp 25.000.000 Beban penyusutan kendaraan Rp 25.000.000 D. Akumulasi penyusutan kendaraan Rp 25.000.000 Beban penyusutan kendaraan E. Beban penyusutan kendaraan Rp 25.000.000 Rp 25.000.000 Akumulasi penyusutan kendaraan Rp 25.000.000 25. Diketahui harga perolehan peralatan servis sebesar Rp 12.000.000 dan akumulasi penyusutan peralatan servis sebesar Rp 1.200.000, peralatan servis disusut sebesar 10% dari harga perolehan, maka jurnal penyesuaian yang dibuat oleh perusahaan angkut exspress adalah .... A. Akumulasi penyusutan kendaraan Beban peralatan yang disusut B. Akumulasi penyusutan kendaraan Beban penyusutan peralatan C. Beban penyusutan peralatan Akumulasi penyusutan peralatan Rp 1.200.000 Rp 1.200.000 Rp 1.200.000 Rp 1.200.000 Rp 1.200.000 Rp 1.200.000

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 D. Beban penyusutan kendaraan Rp 1.200.000 Kendaraan Rp 1.200.000 E. Beban penyusutan kendaraan Rp 1.200.000 Kas Rp 12.000.000 26. Diketahui pendapatan sewa kendaraan yang masih harus diterima sebesar Rp 1.600.000, maka jurnal penyesuaian yang dibuat oleh perusahaan angkutan exspress adalah .... A. Pendapatan Rp 1.600.000 Kas Rp 1.600.000 B. Kas Rp 1.600.000 Pendapatan Rp 1.600.000 C. Kas Rp 1.600.000 Piutang pendapatan sewa D. Pendapatan sewa Rp 1.600.000 Rp 1.600.000 Piutang pendapatan sewa E. Piutang pendapatan sewa Rp 1.600.000 Rp 1.600.000 Pendapatan sewa Rp 1.600.000 27. Jika gaji bulan Desember yang masih harus dibayar Rp 1.300.000, maka jurnal penyesuaian yang dicatat oleh Perusahaan Angkutan Exspress untuk menyesuaikan beban gaji pada akhir periode adalah .... A. Utang gaji Kas Rp 1.300.000 Rp 1.300.000

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 B. Beban gaji Rp 1.300.000 Kas C. Utang gaji Rp 1.300.000 Rp 1.300.000 Beban gaji D. Beban gaji Rp 1.300.000 Rp 1.300.000 Utang gaji E. Beban gaji Rp 1.300.000 Rp 1.300.000 Piutang gaji Rp 1.300.000 28. Diketahui beban asuransi sebesar Rp 1.500.000. Asuransi dibayar tanggal 1 April 2010 untuk satu tahun (1 April 2010–31 Maret 2011). Perusahaan Angkutan Exspress menggunakan pendekatan neraca untuk menyesuaikan beban asuransi tersebut, maka dapat mencatat dengan menjurnal .... A. Asuransi dibayar di muka Rp 1.125.000 Beban asuransi B. Beban asuransi Rp 1.125.000 Rp 1.125.000 Asuransi dibayar di muka C. Beban asuransi Rp 1.500.000 Asuransi dibayar di muka D. Asuransi dibayar di muka Kas E. Beban asuransi Kas Rp 1.125.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 29. Diketahui beban iklan pada awal periode adalah sebesar Rp 2.400.000. Jika pada akhir periode terdapat beban iklan yang telah kadaluwarsa sebesar Rp 900.000 maka Jurnal penyesuaian yang akan dicatat oleh perusahaan angkutan exspress adalah .... A. Beban iklan Rp 900.000 Kas Rp 900.000 B. Iklan dibayar di muka Rp 900.000 Beban iklan C. Iklan dibayar di muka Rp 900.000 Rp 1.500.000 Kas Rp 1.500.000 D. Iklan dibayar di muka Rp 1.500.000 Beban iklan E. Beban iklan Rp 1.500.000 Rp 2.400.000 Iklan dibayar di muka Rp 2.400.000 30. Berikut ini aktivitas Delta Car Rental dengan Nasi Uduk Catering! Nasi Uduk Catering Jl. Condong Catur No.01 Telp: (0274) 636462. Fax(0274) 636264 NOTA Tanggal: 2/12/2017 Kepada Yth. Delta Car Rental Jl. Mozes G>, Mrican, Sleman No. Menu/Paket Jumlah Harga Persatuan 1 Paket Ayam Bakar (1 minggu) 15 orang Rp 15.000,00 Jumlah Rp 225.000,00

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Catatan: 1 Makanan yang tidak sesuai dengan menu yang sepakati akan mendapatkan ganti senilai menu pesanan Uang muka Kurang bayar Total Rp 225.000,00 Hormat kami, Keterlambatan pengiriman yang disebabkan oleh faktor manusia akan mendapatkan penggantian senilai menu yang dipesan Abdul A. Berdasarkan informasi, paket Nasi Uduk yang terpakai sebanyak 10 paket. 2 Kemudiaan yang belum digunakan sebesar 5 paket di bebankan untuk bulan Januari. DELTA CAR RENTAL Jl. Mozes Gatotkaca No.1, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55002 Telp. 081806274145, Fax. (0274) 542385, Website: www. DCRjogja.blogspot.com No. Kepada Yth. Saudara Bagian Akuntansi Memo : 02 BUKTI MEMORIAL : Adelitia B. : Delta Car Rental Biaya catering tanggal 2 Desember 2017 yang : belum terpakai. Dibuat oleh: Kepala bagian keuangan Yogyakarta, 31 Desember 2017 Dibukukan oleh: bagian pembukuan Dewa Suryo Adelitia B. Jurnal penyesuaian yang dibuat pada 31 Desember 2017 adalah …. A. Biaya catering dibayar di muka Rp 75.000,00 Biaya catering B. Biaya catering Rp 75.000,00 Rp 75.000,00 Biaya catering dibayar di muka C. Biaya catering Biaya catering dibayar di muka Rp 75.000,00 Rp 150.000,00 Rp 150.000,00

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 D. Biaya catering dibayar di muka Rp 150.000,00 Biaya catering Rp 150.000,00 E. Biaya catering dibayar di muka Rp 225.000,00 Biaya catering Rp 225.000,00 31. Diketahui pajak untuk tahun 2017 ditaksir Rp 2.500.000 belum dibayar, perusahaan angkutan exspress menyesuaikan pajak penghasilan dengan menjurnal .... A. Beban pajak Rp 2.500.000 Piutang pajak B. Beban pajak Rp 2.500.000 Rp 2.500.000 Utang pajak C. Beban pajak Rp 2.500.000 Rp 2.500.000 Kas D. Kas Rp 2.500.000 Rp 2.500.000 Beban pajak E. Kas Rp 2.500.000 Rp 2.500.000 Utang pajak Rp 2.500.000 32. Diketahui kas pada awal periode sebesar Rp 1.900.000, sedangkan laporan rekening koran yang diterima dari bank menunjukan saldo kredit Rp 1.910.000 perbedaan tersebut terjadi karena bank mendebit PD Rahman Sejati Rp 15.000 untuk beban administrasi dan mengkredit Rp 25.000 untuk jasa giro. Berdasarkan laporan rekening koran tersebut, jurnal penyesuaian yang dicatat oleh PD Rahmat Sejati adalah .... A. Pendapatan bunga Rp 25.000

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Kas Rp 10.000 Beban administrasi bank Rp 15.000 B. Kas Rp 15.000 Beban administrasi bank Rp 10.000 Pendapatan bunga Rp 25.000 C. Pendapatan bunga Rp 25.000 Kas Rp 15.000 Beban administrasi bank Rp 10.000 D. Kas Rp 10.000 Beban administrasi bank Rp 15.000 Pendapatan bunga E. Kas Rp 25.000 Rp 25.000 Beban administrasi bank Rp 15.000 Pendapatan bunga Rp 10.000 33. Diketahui persediaan barang dagang pada akhir periode sebesar Rp 7.750.000, jurnal untuk menyesuaikan persediaan barang dagang pada akhir periode dengan menggunakan pendekatan ikhtisar laba rugi adalah .... A. Ikhtisar laba rugi Persediaan barang dagang B. Persediaan barang dagang Kas C. Kas Rp 7.750.000 Rp 7.750.000 Rp 7.750.000 Rp 7.750.000 Rp 7.750.000 Persediaan barang dagang Rp 7.750.000

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 D. Piutang dagang Rp 7.750.000 Persediaan barang dagang E. Persediaan barang dagang Rp 7.750.000 Rp 7.750.000 Ikhtisar laba rugi Rp 7.750.000 34. Diketahui persediaan perlengkapan pada awal periode sebesar Rp 1.150.000. perlengakpan yang telah terpakai selama periode berjalan sebesar Rp 350.000, dari perlengkapan yang masih tersisa 75% dibebankan ke toko dan 25% dibebankan ke kantor. Maka pada akhir periode jurnal penyesuaian yang dibuat oleh PD Rahmat Sejati adalah .... A. Beban perlengkapan toko Beban perlengkapan kantor Rp 262.500 Rp 87.500 Perlengkapan B. Beban perlengkapan toko Beban perlengkapan kantor Rp 350.000 Rp 862.500 Rp 287.500 Perlengkapan C. Perlengkapan Rp 1.150.000 Rp 800.000 Beban perlengkapan toko Rp 600.000 Beban perlengkapan kantor Rp 200.000 D. Beban perlengkapan toko Rp 600.000 Beban perlengkapan kantor Rp 200.000 Perlengkapan E. Beban perlengkapan toko Beban perlengkapan kantor Rp 800.000 Rp 1.125.000 Rp 375.000

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Perlengkapan Rp 1.500.000 35. Diketahui asuransi dibayar di muka pada awal periode sebesar Rp 720.000, asuransi dibayar pada tanggal 1 Maret 2017 untuk 1 tahun. Untuk asuransi yang sudah dijalani, dibebankan kepada toko 60% dan kantor 40%. Untuk menyesuaikan beban asuransi yang sudah di pakai, maka jurnal penyesuaian yang dibuat oleh PD Rahmat Sejati Sejati adalah .... A. Beban asuransi toko Beban asuransi kantor Rp 432.000 Rp 288.000 Asuransi dibayar di muka B. Beban asuransi toko Rp 720.000 Rp 360.000 Beban asuransi kantor Rp 240.000 Asuransi dibayar di muka C. Asuransi dibayar di muka Rp 600.000 Rp 600.000 Beban asuransi toko Rp 360.000 Beban asuransi kantor Rp 240.000 D. Asuransi dibayar di muka Rp 600.000 Beban asuransi toko Rp 360.000 Beban asuransi kantor Rp 240.000 E. Asuransi dibayar di muka Rp 720.000 Beban asuransi toko Rp 432.000 Beban asuransi kantor Rp 288.000 36. Diketahui harga perolehan gedung sebesar Rp 20.000.000 dan akumulasi penyusutan gedung sebesar Rp 1.000.000, gedung disusutkan 5% dari harga

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 perolehan. Untuk menyesuaiakan penyusutan gedung tersebut, jurnal penyesuaian yang dibuat adalah .... A. Beban penyusutan gedung Rp 1.050.000 Akumulasi penyusutan gedung B. Beban penyusutan gedung Rp 1.050.000 Rp 1.000.000 Gedung C. Beban penyusutan gedung Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Akumulasi penyusutan gedung D. Beban penyusutan gedung Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 Kas E. Beban penyusutan gedung Rp 1.000.000 Rp 1.100.000 Akumulasi penyusutan gedung Rp 1.100.000 37. Diketahui harga perolehan peralatan kantor sebesar Rp 1.500.000, diperkirakan peralatan kantor disusutkan sebesar 10% dari harga perolehan. Jurnal penyesuaian yang dibuat oleh CV Abadi adalah .... A. Akumulasi penyusutan peralatan kantor Rp 150.000 Beban penyusutan peralatan kantor Rp 150.000 B. Beban penyusutan peralatan kantor Rp 150.000 Akumulasi penyusutan peralatan kantor C. Beban penyusutan peralatan kantor Kas D. Akumulasi penyusutan peralatan kantor Beban penyusutan peralatan kantor Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 150.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 E. Beban penyusutan peralatan kantor Rp 1.500.000 Akumulasi penyusutan peralatan kantor Rp 1.500.000 38. Diketahui harga perolehan peralatan toko PD Rahmat Sejati sebesar Rp 1.000.000 dan taksiran nilai sisa sebesar Rp 150.000, diperkirakan peralatan tersebut mempunyai umur manfaat selama 4 tahun. Maka jurnal penyesuaian yang dibuat oleh PD Rahmat Sejati adalah .... A. Beban penyusutan peralatan toko Rp 62.500 Akumulasi penyusutan peralatan toko B. Beban penyusutan peralatan toko Rp 62.500 Rp 125.000 Peralatan toko Rp 125.000 C. Beban penyusutan peralatan toko Rp 212.500 Akumulasi penyusutan peralatan toko D. Peralatan toko Rp 212.500 Rp 637.500 Beban penyusutan peralatan toko E. Beban penyusutan peralatan toko Rp 637.500 Rp 850.000 Akumulasi penyusutan peralatan toko Rp 850.000 39. Diketahui gaji bulan Desember yang belum dibayar adalah gaji bagian kantor Rp 150.000 dan bagian toko Rp 50.000. Jurnal untuk mencatat penyesuaian atas gaji bulan Desember yang masih terutang adalah .... A. Beban gaji Utang gaji B. Beban gaji Kas Rp 200.000 Rp 200.000 Rp 200.000 Rp 200.000

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 C. Beban gaji kantor Rp 150.000 Beban gaji toko Rp 50.000 Kas Rp 200.000 D. Utang gaji Rp 200.000 Beban gaji kantor Rp 150.000 Beban gaji toko Rp 50.000 E. Beban gaji kantor Rp 150.000 Beban gaji toko Rp 50.000 Utang gaji Rp 200.000 40. Diketahui utang pajak pada awal periode sebesar Rp 500.000, jika pada akhir periode perusahaan memperoleh pajak penghasilan sebesar Rp 750.000, maka perusahaan mencatat penyesuaian atas pajak yang masih terutang sebesar .... A. Beban pajak Rp 250.000 Piutang pajak B. Pajak penghasilan Rp 250.000 Rp 250.000 Utang pajak C. Utang pajak Rp 250.000 Rp 500.000 Pajak penghasilan D. Pajak penghasilan Rp 750.000 Utang pajak E. Beban pajak Kas Rp 500.00 Rp 750.000 Rp 1.250.000 Rp 1.250.000

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 Kunci Jawaban 1. D 11. E 21. A 31. B 2. C 12. A 22. B 32. D 3. A 13. E 23. C 33. E 4. D 14. A 24. E 34. D 5. C 15. A 25. C 35. B 6. E 16. A 26. E 36. C 7. D 17. A 27. D 37. B 8. A 18. B 28. B 38. C 9. B 19. E 29. D 39. E 10. A 20. E 30. B 40. B Petunjuk Penskoran 1. Jika dijawab benar skor 1 2. Jika dijawab salah/tidak menjawab skor 0 3. Jumlah skor total adalah 40 Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 × 100 4. Batas KKM nilai akuntansi dasar peserta didik kelas X adalah 65

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Lampiran 2 (Lembar Jawaban) LEMBAR JAWABAN UJI COBA SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) Nama peserta didik didik: : Kelas : Nama sekolah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C No. peserta D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D E 21. E 22. E 23. E 24. E 25. E 26. E 27. E 28. E 29. E 30. E 31. E 32. E 33. E 34. E 35. E 36. E 37. E 38. E 39. E 40. A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Lampiran 3 (lembar penilaian oleh ahli bahasa)

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Lampiran 4 (lembar penilaian oleh ahli materi)

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 Lampiran 5 (Angket respon peserta didik)

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Lampiran 6 (Surat izin penelitian)

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 Lampiran 7 (Silabus) SILABUS KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS JURNAL PENYESUAIAN Kompetensi Dasar 3.10 Mengan alisis jurnal penyesu aian Materi Pokok  Pengertia n jurnal penyesuai an  Data informasi jurnal penyesuai an  Langkah pencatata n jurnal penyesuai an Pembelajar an Mengamati Peserta didik mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang jurnal penyesuaian dan prosedur membuat jurnal penyesuaian Menanya Peserta didik mengajukan pertanyaan untuk mengidentif ikasi masalah tentang jurnal penyesuaian Mengekspl orasi Peserta didik mengumpul kan data Penilaian Alokasi Sumber Waktu Belajar 20 jp Buku Tugas Individu/ pengantar kelompok akuntansi Mendiskus dan ikan keuangan, materi Yudistira Observasi Peserta didik mengamat i proses peserta didik dalam mengump ulkan informasi. Portofolio Pendidik menilai laporan dari peserta didik. Tes Tes tertulis bentuk uraian atau pilihan ganda.

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajar an atau informasi dari berbagai sumber informasi terpercaya tentang pengertian jurnal penyesuaian dan prosedur dalam membuat jurnal penyesuaian Asosiasi Peserta didik mendiskusi kan tentang pengertian jurnal penyesuaian dan prosedur membuat jurnal penyesuaian . Peserta didik secara bersamasama menyimpul kan dari keseluruhan materi. Komunikas i Peserta didik menuliskan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajar an laporan kerja kelompok tentang jurnal penyesuaian dan prosesur membuat jurnal penyesuaian Peserta didik mempresent asikan hasil kerja kelompok di depan kelas sedangkan kelompok lain menanggapi . Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 Lampiran 8 (RPP SMK Negeri 1 Tempel) No. : F2/U04/KBM/24.0 Tgl. : 11 Nov. 2017 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Tahun Pelajaran : 2018/2019 Satuan Pendidikan Bidang Keahlian Program Keahlian Komp. Keahlian Mata Pelajaran Materi Pembelajaran Kelas KBM Alokasi Waktu Pertemuan ke : : : : : : : : : : SMK Negeri 1 Tempel TIK/Bisman TKI/BP/MP/AK TKJ/BDP/OTKP/AKL Akuntansi Dasar Membuat Jurnal Penyesuaian X Akuntansi 76 (Tujuh Puluh Enam) 20 Jam 17,18,19,20 No. RPP Semester 10 genap A. Kompetensi Inti (KI) KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Pengetahuan KI 4 Kompetensi Dasar 3.10Menganalisis transaksi jurnal penyesuaian Indikator Pencapaian Kompetensi 3.10.1 Menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian 3.10.2 Mengidentifikasi informasi atau data keuangan yang membutuhkan penyesuaian 3.10.3 Menjelaskan langkah-langkah pencatatan transaksi

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 penyesuaian 2. Keterampilan Kompetensi Dasar 4.10Membuat jurnal penyesuaian Indikator Pencapaian Kompetensi 4.10.1 Mencatat jurnal penyesuaian C. Tujuan Pembelajaran 1. Pengetahuan a. Menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian b. Menjelaskan prosedur membuat jurnal penyesuaian c. Mengdentifikasi jurnal penyesuaian d. Menganalisis transaksi jurnal penyesuaian 2.Keterampilan a. Melakukan pencatatan jurnal penyesuaian D. Materi Pembelajaran 1. Faktual Pengertian Jurnal penyesuaian Pada akhir periode akuntansi, banyak saldo akun di buku besar yang dapat dilaporkan tanpa perubahan apapun dalam laporan keuangan. Meskipun begitu, pada akuntansi berbasis akrual beberapa akun dalam buku besar memerlukan pemutakhiran (updating). Analisis dan pemutakhiran akunakun pada akhir periode sebelum laporan keuangan disiapkan disebut denganproses penyesuaian (adjusting process). Sedangkan ayat jurnal yang memutakhirkan saldo akun pada akhir periode akuntansi disebut dengan ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries). 2. Konseptual Jenis akun yang memerlukan penyesuaian - Ada empat akun yang memerlukan ayat jurnal penyesuaian. Golongan pertama adalah golongan yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal, yaitu beban dibayar dimuka (prepaid expense) dan pendapatan diterima dimuka (unearned revenues). Golongan ini sering disebut dengan akun tangguhan (deferral). Golongan kedua adalah golongan yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas dibelakang, yaitu akruan pendapatan (accrued revenues) dan akruan beban (accrued expense).

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 - Beban dibayar dimuka (prepaid expense) yang kadang disebut juga beban yang ditangguhkan (deffered expense) adalah akun yang awalnya dicatat sebagai aset karena kasnya telah dibayarkan, padahal jasa atau barangnya belum diterima. Aset ini kemudian berubah menjadi beban seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. Bahan habis pakai (supplies), sewa dibayar dimuka, dan asuransi dibayar dimuka adalah dua contoh beban dibayar dimuka yang memerlukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi. - Pendapatan diterima dimuka (unearned revenues), kadang disebut juga pendapatan yang ditangguhkan (deffered revenues) adalah akun yang awalnya dicatat sebagai kewajiban karena kasnya telah diterima dimuka padahal jasa atau barangnya belum diberikan kepada pelanggan. Kewajiban ini berubah menjadi pendapatan seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. Contoh pendapatan diterima dimuka dan sewa diterima dimuka. Contoh transaksi yang masuk sebagai pendapatan diterima dimuka adalah menerima pendapatan dimuka atas pesanan barang yang terjadi dibulan yang akan datang. - Akruan pendapatan (accrued revenues) atau piutang pendapatan adalah pendapatan yang telah dihasilkan, tetapi belum dicatat di akun pendapatan. Contohnya adalah imbalan jasa yang telah diberikan oleh seorang pengacara, namun belum ditagihkan ke kliennya pada akhir periode. - Akruan beban (accrued expense) atau beban yang masih harus dibayar adalah beban yang telah terjadi tetapi belum dicatat ke akun beban. Contoh akruan beban adalah utang gaji kepada karyawan pada akhir periode, contoh lain utang bunga wesel, utang bunga, dan utang pajak 3. Prosedural Pada penyesuaian Persediaan Barang Dagang dapat dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu: a) Pendekatan Ikhtisar Laba Rugi Pada akhir periode akuntansi , jumlah persediaan barang dagang awal disesuaikan menjadi persediaan barang akhir menggunakan akun ikhtisar laba rugi (termasuk akun nominal) sebagai perantara. Hal ini dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1) Memindahkan saldo akun persediaan barang dagang awal ke akun ikhtisar laba rugi Ikhtisar laba rugi XXX Persediaan barang dagang XXX 2) Memunculkan saldo akun persediaan barang dagang akhir Persediaan barang dagang XXX Ikhtisar Laba rugi XXX b) Pendekatan Harga Pokok Penjualan Perhitungan harga pokok penjualan (HPP) melibatkan akun – akun persediaan barang dagang awal dan akhir, pembelian, retur pembelian

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 dan pengurangan harga, serta potongan pembelian. Jika persediaan dagang disesuaikan menggunakan pendekatan harga pokok penjualan maka seluruh akun tersebut akan ikut terlibat. Penyesuaian persediaan barang dagang menggunakan pendekatan harga pokok penjualan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Persediaan dagang awal Harga pokok penjualan XXX Persediaan barang dagang XXX 2) Pembelian barang dagang Harga Pokok Penjualan XXX Pembelian XXX 3) Retur Pembelian dan pengurangan harga Retur pembelian dan pengurangan harga XXX Harga Pokok Penjualan 4) Potongan Pembelian Potongan Pembelian XXX Harga Pokok Penjualan XXX 5) Potongan Pembelian Potongan Pembelian XXX Harga Pokok Penjualan XXX 6) Persediaan barang dagang akhir Persediaan barang dagang XXX Harga pokok Penjualan XXX 4 E. XXX Metakognitif Pendekatan, Model dan Metode 1. PendekatanPembelajaran : Scientific Learning 2.Strategi/Model Pembelajaran : Model pembelajaran discovery learning 3. MetodePembelajaran penugasan F. : Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan 17

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi : Guru mengucapkan salam, ( 10 menit) mengecek kehadiran, mengecek kebersihan kelas dan lingkungan sekitarnya serta mengondisikan kesiapan peserta didik dalam belajar Alikasi Waktu (2 menit) Apersepsi :Guru melakukan apersepsi tentang (2 menit) materi pada pertemuan sebelumnya yaitu prinsip dasar dalam melakukan posting buku besar Motivasi :Guru menyampaikan kompetensi (3 menit) dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi tentang mengamati dan menganalisis prinsip dan prosedur transaksi jurnal penyesuaian MemberiAcuan : Guru menyampaikan garis besar materi tentang mengamati dan (3 menit) menganalisis prinsip dan prosedur transaksi jurnal penyesuaian dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang mengamati dan menganalisis prinsip dan prosedur transaksi jurnal penyesuaian Inti (115 menit) Mengamati (115men 1. Guru menugaskan peserta didik untuk it) mengidentifikasi masalah utama yaitu mengenai prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo 2. Peserta didik mengidentifikasi masalah utama yaitu mengenai prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca sald 3. Peserta didik membuat pertanyaan mengenai hal-hal yang belum jelas tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo Menanya 1. Guru menugaskan peserta didik untuk mengidentifikasi masalah utama yaitu mengenai pengertian jurnal penyesuaian, informasi atau data keuangan yang dibutuhkan dalam jurnal penyesuaian, serta langkah-langkah pencatatan transaksi penyesuaian 2. Peserta didik mengidentifikasi masalah utama yaitu mengenai pengertian jurnal penyesuaian, informasi atau data keuangan yang dibutuhkan dalam jurnal penyesuaian, serta langkah-langkah pencatatan transaksi penyesuaian 3. Peserta didik membuat pertanyaan mengenai hal-hal yang belum jelas tentang pengertian jurnal penyesuaian, informasi atau data keuangan yang dibutuhkan dalam jurnal penyesuaian, serta langkah-langkah pencatatan transaksi penyesuaian MengumpulkanInformasi 1. Peserta didik mengumpulkan data dan informasi tentang pengertian jurnal penyesuaian, informasi atau data keuangan yang dibutuhkan dalam jurnal penyesuaian, serta langkah-langkah pencatatan transaksi penyesuaian 2. Peserta didik membuat kelompok untuk berdiskusi tentang pengertian jurnal penyesuaian, informasi atau data keuangan yang dibutuhkan dalam jurnal penyesuaian, serta langkah-langkah pencatatan transaksi penyesuaian Mengasosiasi 1. Peserta didik menukarkan hasil diskusi ntar kelompok untuk mendapatkan masukan atau tanggapan secara tertulis atau lisan 2. Menyimpulkan dari keseluruhan materi 3. Peserta didik merevisi hasil kerja berdasarkan masukan dari kelompok lain. Mengkomunikasikan 1. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi, melaporkan kesimpulan hasil diskusi yang telah direvisi

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 Penutup (10 menit) 2. Peserta didik menanggapi presentasi kelompok lain 1. Dengan bimbingan guru, peserta didik (10 menyimpulkan materi yang baru saja menit) dipelajari 2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran 3. Guru menginformasikan kegiatan dan garis besar materi pada pertemuan berikutnya, 4. 10 menit sebelum pelajaran diakhiri guru mengajak peserta didik mengecek kembali kebersihan kelas, laci, merapikan meja dan kursi, mematikan kipas angin, LCD dan lampu kelas 5. Pembelajaran ditutup salam 2. Pertemuan 18 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alikasi Waktu Pendahuluan Orientasi : Guru mengucapkan salam, mengecek (2 menit) ( 10 menit) kehadiran, mengecek kebersihan kelas dan lingkungan sekitarnya serta mengondisikan kesiapan peserta didik dalam belajar Apersepsi : Guru melakukan apersepsi tentang materi pada pertemuan sebelumnya yaitu pengertian Jurnal Penyesuaian (2 menit) Motivasi : Guru menyampaikan kompetensi (3 menit) dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi tentang Data informasi jurnal penyesuaian MemberiAcuan : Guru menyampaikan garis besar materi tentang Data informasi jurnal penyesuaiandan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang Data (3 menit) informasi jurnal penyesuaian Inti Mengamati (70 menit) 1. Peserta didik melihat bahan tayangan tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku (70 menit)

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo 2. Peserta didik membaca dan menggali dari berbagai macam buku sumber tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo. Menanya 1. Guru menugaskan peserta didik untuk mengidentifikasi masalah utama yaitu mengenai prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo 2. Peserta didik mengidentifikasi masalah utama yaitu mengenai prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo 3. Peserta didik membuat pertanyaan mengenai hal-hal yang belum jelas tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo MengumpulkanInformasi 1. Peserta didik mengumpulkan data dan informasi tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo melalui buku siswa dan hasil diskusi 2. Peserta didik membuat kelompok untuk berdiskusi tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo melalui buku siswa dan hasil diskusi Mengasosiasi 4. Peserta didik menukarkan hsil diskusi antar

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 Penutup (10 menit) kelompok untuk mendapatkan masukan atau tanggapan secara tertulis atau lisan Menyimpulkan dari keseluruhan materi 5. Peserta didik merevisi hasil kerja berdasarkan masukan dari kelompok lain. Mengkomunikasikan 1. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi, melaporkan kesimpulan hasil diskusi yang telah direvisi 2. Peserta didik menanggapi presentasi kelompok lain 1. Dengan bimbingan guru, peserta didik (10 menit) menyimpulkan materi yang baru saja dipelajari 2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran 3. Guru menginformasikan kegiatan dan garis besar materi pada pertemuan berikutnya, 4. 10 menit sebelum pelajaran diakhiri guru mengajak peserta didik mengecek kembali kebersihan kelas, laci, merapikan meja dan kursi, mematikan kipas angin, LCD dan lampu kelas 5. Pembelajaran ditutup salam 3. Pertemuan 19 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi : Guru mengucapkan salam, ( 10 menit) mengecek kehadiran, mengecek kebersihan kelas dan lingkungan sekitarnya serta mengondisikan kesiapan peserta didik dalam belajar Alikasi Waktu (2 menit) Apersepsi : Guru melakukan apersepsi tentang (2 menit) materi pada pertemuan sebelumnya yaitu pengertian Data informasi jurnal penyesuaian Motivasi : Guru menyampaikan kompetensi (3 menit) dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi tentang Langkah pencatatan jurnal penyesuaian MemberiAcuan : Guru menyampaikan garis besar materi tentang Langkah pencatatan jurnal penyesuaiandan menjelaskan kegiatan (3 menit)

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang Langkah pencatatan jurnal penyesuaian Inti (115 menit) Mengamati (115menit ) 1. Peserta didik melihat bahan tayangan tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo 2. Peserta didik membaca dan menggali dari berbagai macam buku sumber tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo. Menanya 1. Guru menugaskan peserta didik untuk mengidentifikasi masalah utama yaitu mengenai prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo 2. Peserta didik mengidentifikasi masalah utama yaitu mengenai prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo 3. Peserta didik membuat pertanyaan mengenai hal-hal yang belum jelas tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo MengumpulkanInformasi 1. Peserta didik mengumpulkan data dan informasi tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 Penutup 10 menit) dan prosedur penyusunan neraca saldo melalui buku siswa dan hasil diskusi 2. Peserta didik membuat kelompok untuk berdiskusi tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo melalui buku siswa dan hasil diskusi Mengasosiasi 1. Peserta didik menukarkan hasil diskusi antar kelompok untuk mendapatkan masukan atau tanggapan secara tertulis atau lisan Menyimpulkan dari keseluruhan materi 2. Peserta didik merevisi hasil kerja berdasarkan masukan dari kelompok lain. Mengkomunikasikan 1. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi, melaporkan kesimpulan hasil diskusi yang telah direvisi 2. Peserta didik menanggapi presentasi kelompok lain 1. Dengan bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi yang baru saja dipelajari 2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran 3. Guru menginformasikan kegiatan dan garis besar materi pada pertemuan berikutnya, 4. 10 menit sebelum pelajaran diakhiri guru mengajak peserta didik mengecek kembali kebersihan kelas, laci, merapikan meja dan kursi, mematikan kipas angin, LCD dan lampu kelas 5. Pembelajaran ditutup salam (10 meni t) 4.Pertemuan 20 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Orientasi : Guru mengucapkan salam, ( 10 menit) mengecek kehadiran, mengecek kebersihan kelas dan lingkungan sekitarnya serta mengondisikan kesiapan peserta didik dalam Alikasi Waktu (2 menit)

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 belajar Apersepsi :Guru melakukan apersepsi tentang (2 menit) materi pada pertemuan sebelumnya yaitu pengertian melakukan posting jurnal ke buku besar dua kolom, tiga kolom dan empat kolom. Motivasi : Guru menyampaikan kompetensi (3 menit) dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi tentang mengamati dan menganalisis prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo melakukan MemberiAcuan : Guru menyampaikan garis (3 menit) besar materi tentang mengamati dan menganalisis prinsip dalam melakukan penyusunan neraca saldo dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang mengamati dan menganalisis prinsip dan prosedur penyusunanneraca saldo. Inti (70 menit) Mengamati (70 menit) 1.Peserta didik melihat bahan tayangan tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo 2.Peserta didik membaca dan menggali dari berbagai macam buku sumber tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo. Menanya 1. Guru menugaskan peserta didik untuk mengidentifikasi masalah utama yaitu mengenai prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo 2. Peserta didik mengidentifikasi masalah utama yaitu mengenai prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar,

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 Penutup (10 menit) informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo 3. Peserta didik membuat pertanyaan mengenai hal-hal yang belum jelas tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo MengumpulkanInformasi 1. Peserta didik mengumpulkan data dan informasi tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo melalui buku siswa dan hasil diskusi 2. Peserta didik membuat kelompok untuk berdiskusi tentang prinsip dan prosedur posting jurnal ke buku besar, informasi dan data yang diperlukan dalam penyusunan buku besar, serta prinsip dan prosedur penyusunan neraca saldo melalui buku siswa dan hasil diskusi Mengasosiasi 1. Peserta didik menukarkan hsil diskusi antar kelompok untuk mendapatkan masukan atau tanggapan secara tertulis atau lisan 2. Menyimpulkan dari keseluruhan materi 3. Peserta didik merevisi hasil kerja berdasarkan masukan dari kelompok lain. Mengkomunikasikan 1.Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi, melaporkan kesimpulan hasil diskusi yang telah direvisi 2.Peserta didik menanggapi presentasi kelompok lain 1.Dengan bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi yang baru saja dipelajari 2.Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran 3.Guru menginformasikan kegiatan dan garis besar materi pada pertemuan berikutnya, 10 meni t)

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195 4.10 menit sebelum pelajaran diakhiri guru mengajak peserta didik mengecek kembali kebersihan kelas, laci, merapikan meja dan kursi, mematikan kipas angin, LCD dan lampu kelas 5.Pembelajaran ditutup salam G. Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran 1. Alat : Laptop, alat tulis, penghapus, lembar diskusi kelompok, tayangan langkah posting jurnal ke buku besar 2. Bahan: teks eksposisi 3. Media Pembelajaran: papan tulis, LCD, dan Buku H. Sumber Belajar 1. Buku: a. Pengantar Akuntansi, Hendi Somantri b.Akuntansi Perusahaan Jasa, Hendi Somantri 2. Modul: Modul Akuntansi 1 A untuk SMK dan MAK, Dwi Hartati, 2011 3. Internet: http://trytogoblog.blogspot.co.id/2014/08/cara-mendebit-danmengkredit-akun.html I. PenilaianPembelajaran, Remedial danPengayaan 1. InstrumendanTeknikPenilaian a. Pengetahuan Kompeten Jenis Indikator IndikatorSoal siDasar Soal 3.10 3.10.1 1. Peserta Tes Menjelask didik Tertul Menganali an dapat is sis pengertia menjelas transaksi n jurnal kan jurnal penyesuai pengerti penyesuai an an jurnal an penyesu 3.10.2 aian Mengiden 2. Peserta Soal 1. Asuransi yang dibayar 1 oktober 2003 untuk satu tahun adalah sebesar Rp

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196 tifikasi informasi atau data keuangan yang membutu hkan penyesuai an 3.10.3 Menjelask an langkahlangkah pencatata n transaksi penyesuai an 3. didik dapat menjelas kan informasi dan data keuangan yang membutu hkann penyesua ian Peserta didik dapat menjelas kan langkahlangkah pencatata n transaksi penyesua ian 1.200.000 dicatat dalam metode harta. Ayat jurnal penyesuai an pada tanggal 31 Desember 2003 adalah ..... 2. Dalam neraca sisa terdapat akun perlengka pan kantor di debit sebesar Rp 650.000. Pada akhir periode, menurut data keuangan, nilai perlengka pan kantor masih ada Rp 200.000 maka ayat jurnal penyesuai anyaadala h ...... 3. Pada awal periode akuntansi (1 Januari 2003) saldo akun persediaa n barang dagang

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 adalah Rp 31.000.00 0. Menurut data akhir periode (31 Desember 2003) saldo persediaa n barang dagang adalah Rp 4.500.000 maka ayat jurnal penyesuai annya adalah .... 4. Akun kendaraan (D) senilai Rp 6.000.000 setiap akhir tahun disusutkan 10%. Ayat jurnal penyesuai annya adalah ...... 5. Pada tanggal 1 Mei 2003, penndapat an bunga untuk satu tahun sebesar Rp 120.000 dicatat dalam akun

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198 bunga diterima di muka. Pada akhir Desember 2003, ayat jurnal penyesuai annya adalah ..... KunciJawabanSoal: 1. Asuransi yang dibayar 1 oktober 2003 untuk satu tahun adalah sebesar Rp 1.200.000 dicatat dalam metode harta. Ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2003 adalah ..... a. Beban Asuransi Rp 300.000 (D); asuransi dibayar dimuka Rp 300.000 (K) b. Beban Asuransi Rp 900.000 (D); asuransi dibayar di muka Rp 900.000 (K) c. Beban Asuransi Rp 1.200.000 (D); asuransi dibayar dimuka Rp 1.200.000 (K) d. Beban Asuransi Rp 1.200.000 (D); Kas Rp 1.200.000 (K) e. Asuransi dibayar di muka Rp 300.000 (D); beban asuransi Rp 300.000 (K) 2. Dalam neraca sisa terdapat akun perlengkapan kantor di debit sebesar Rp 650.000. Pada akhir periode, menurut data keuangan, nilai perlengkapan kantor masih ada Rp 200.000 maka ayat jurnal penyesuaianny adalah ...... a. Beban perlengkapan Rp 200.000 (D); Perlengkapan kantor Rp 200.000 (K) b. Beban Perlengkapan Rp 650.000 (D); Kas Rp 650.000 (K) c. Beban Perlengkapan Rp 850.000 (D); Perlengkapan Rp 850.000 (K) d. Beban perlengkapan Rp 450.000 (D); Perlengkapan Kantor Rp 450.000 (K) e. Beban Perlengkapan Rp 450.000 (D); Perlengkapan Kantor Rp 450.000 (K) 3. Pada awal periode akuntansi (1 Januari 2003) saldo akun persediaan barang dagang adalah Rp 31.000.000. Menurut data akhir periode (31 Desember 2003) saldo persediaan barang dagang adalah Rp 4.500.000 maka ayat jurnal penyesuaiannya adalah .... a. Persediaan barang dagang Rp 2.100.000 (D); Ikhtisar L/R Rp 3.100.000 (K)

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 b. Persediaan barang dagang Rp 4.500.000 (D); Ikhtisar L/R Rp 4.500.000 K) c. Ikhtisar L/R Rp 4.500.000 (D); Persediaan Barang Dagang Rp 4.500.000 (K) d. Ikhtisar L/R Rp 4.500.000 (D); Persediaan barang dagang Rp 4.500.000 (K); Persediaan barang dagang Rp 3.100.000 (D); Ikhtisar L/R Rp 3.100.000 (K) e. Ikhtisar L/R Rp 3.100.000 (D); Persediaan barang dagang Rp 3.100.000 (K); Persediaan barang dagang Rp 4.500.000 (D); Ikhtisar L/R Rp 4.500.000 (K) 4. Akun kendaraan (D) senilai Rp 6.000.000 setiap akhir tahun disusutkan 10%. Ayat jurnal penyesuaiannya adalah ...... a. Beban penyusutan kendaraan Rp 600.000 (D); Akumulasi penyusutan kendaraan Rp 600.000 (K) b. Beban Penyusutan kendaraan Rp 54.000 (D); akumulasi penyusutan kendaraan Rp 54.000 (K) c. Bbeban penyusustan kendaraan Rp 600.000 (D); Kendaraan Rp 600.000 (K) d. Beban penyusutan kendaran Rp 12.000.000 (d); akumulasi penyusutan kendaraan Rp 12.000.000 (K) e. Akumulasi penyusutan kendaraan Rp 600.000 (D); beban penyusutn kendaraan Rp 600.000 (K) 5. Pada tanggal 1 Mei 2003, penndapatan bunga untuk satu tahun sebesar Rp 120.000 dicatat dalam akun bunga diterima di muka. Pada akhir Desember 2003, ayat jurnal penyesuaiannya adalah ..... a. Bunga diterima di muka Rp 80.000 (D); Pendapatan bunga Rp 80.000 (K) b. Pendapatan bunga Rp 96.000 (D); bunga diterima di muka Rp 96.000 (K) c. Pendapatan bunga Rp 96.000 (D); Kas Rp 96.000 (K) d. Pendapatan bunga Rp 120.000 (D); Kas Rp 96.000 e. Pendapatan bunga Rp 24.000 (D); buga diteria di muka Rp 24.000 (K) Kunci Jawaban 1. 2. 3. 4. A D E A 5. A

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200 PenskoranJawabandanPengolahanNilai 1. Nilai 90-100 : jikasesuaikuncijawabandanadapengembanganjawaban 2. Nilai 75-89 : jikajawabansesuaikuncijawaban 3. Nilai 60-74 : jikajawabankurangsesuaidengankuncijawaban 4. Nilai 0-59 :jikajawabantidaksesuaidengankuncijawaban ContohPengolahanNilai No SkorPenilaian IPK Nilai Soal 1,2,3 dan 4 1. 1 75 Nilaiperolehan KD pengetahuan : reratadarinilai IPK 2. 2 80 (75+80) / 2 = 77,5 Jumlah 155 b. Keterampilan KompetensiD Indikator IndikatorS JenisSoal Soal asar oal 4.10 4.10.1 1. Peserta Soal latihan Data Penyesuaian per Membuat Mencatat didik 31 Desember jurnal jurnal dapat 2004: penyesuaian penyesuaian mencatat jurnal 1. Persedi penyesua aan ian barang dagang Rp 7.500.0 00 2. Asurans i jatuh tempo Rp 400.000 3. Perleng kapan Toko habis terpakai sebesar Rp 600.000 4. Penyusu tan peralata n toko 10% dari harga

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 peroleh an 5. Gaji karyawa n yang belum terbaya r Rp 120.000 Diminta: Buatlah ayat jurnal penyesuaian dengan Pendekatan ikhtisar laba rugi Kunci jawaban soal: No. Akun 102 103 104 105 201 301 302 401 402 501 502 503 PD ASOKA NERACA SALDO PER 31 DESEMBER 2004 Nama Akun Debit Asuransi Dibayar di Muka Rp 600.000 Persediaan Barang Dagang Rp 6.000.000 Perlengkapan Toko Rp 800.000 Peralatan Toko Rp 4.000.000 Hutang Dagang Modal Asoka Prive Asoka Rp 400.000 Penjualan Retur Penjualan dan PH Rp 200.000 Pembelian Rp 4.500.000 Retur Pembelian dn PH Potongan Pembelian Rp 200.000.000 Data Penyesuaian per 31 Desember 2004: Kredit Rp 2.400.000 Rp 9.150.000 Rp 8.000.000 Rp 300.000 Rp 150.000 Rp 200.000.000

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202 1. Persediaan barang dagang Rp 7.500.000 2. Asuransi jatuh tempo Rp 400.000 3. Perlengkapan Toko habis terpakai sebesar Rp 600.000 4. Penyusutan peralatan toko 10% dari harga perolehan 5. Gaji karyawan yang belum terbayar Rp 120.000 Diminta: Buatlah ayat jurnal penyesuaian dengan : a. Pendekatan ikhtisar laba rugi Tanggal 2003 31 Des 31 31 31 31 Keterangan Ikhtisar laba rugi Persediaan barang dagang Persediaan barang dagang Ikhtisar Laba Rugi Beban Asuransi Asuransi dibayar dimuka Beban perlengkapan toko Perlengkapan toko Beban Peny. Peralatan toko Akm. Peny. Peralatan Toko Beban Gaji karyawan Hutang Gaji Ref Debit 6.000.000 Kredit 6.000.000 7.500.000 7.500.000 400.000 400.000 600.000 600.000 400.000 400.000 120.000 120.000 15.020.000 15.020.000

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203 c. Penilaian Sikap 1) Penilaian Sikap Spiritual Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Tempel Kelas/Semester : X/2 Tahun pelajaran : 2018/2019 Nama Wali Kelas : ................................. No 1 Hari, Tanggal Kamis, 1 Maret 2018 Nama siswa Indra 2 3 4 5 2) Penilaian Sikap Sosial Catatan Perilaku Mengingatkan temannya untuk melaksanakan sholat Dzuhur di sekolah Butir Sikap Toleransi beragama

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 Nama Sekolah Kelas/Semester Tahun pelajaran Nama Wali Kelas No 1 Hari, Tanggal Kamis, 1 Maret 2018 : : : : Nama siswa Irma SMK Negeri 1 Tempel X/2 2018/2019 ................................. Catatan Perilaku Menyerahkan dompet yang ditemukan di halaman sekolah kepada satpam sekolah. Butir Sikap Kejujuran 2 3 4 5 3) Penilaian Sikap Observasi No. Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Tempel Mata Pelajaran : Bidang Keahlian : TIK/Bismen Kelas : Akuntansi Dasar X Akuntansi Program Keahlian : TKI/BP/MP/AK Semester : 2 Komp. Keahlian : TKJ/BDP/OTKP/AKL Nama Peserta Didik Skor maksimum setiap pertanyaan Pertemuan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jml Sko r 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 1. 2. 3. 4. 4) Lembar Penilaian Diri Siswa Nama : ........................ Nila i % kete rcap aian Pedi kat Ket .

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205 No. 1 2 3 Kelas : ........................ Semester : ........................ Pernyataan Saya mencotek pada saat mengerjakan penilaian. Saya menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya pada saat mengerjakan tugas. Dll Ya Tidak Ya Tidak 5) Lembar Penilaian Antarteman Nama No. 1 2 3 teman yang dinilai : ........................ Nama penilai : ....................... Kelas : ........................ Semester : ........................ Pernyataan Teman saya tidak mencotek pada saat mengerjakan ujian. Teman saya tidak melakukan plagiat (menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya) dalam mengerjakan setiap tugas. Dll 2. Rencana Pembelajaran Pengayaan dan Remidi KOMPETENSI DASAR 3.10 Menerapkan posting RENCANA REMIDI  Menjelaskanulangmateri yang belumpaham  Mengerjakanulang No soal 4.10 Melakukan yang belum KKM Posting untuksoalpengetahuan  Melakukantesulangpraktiksa mpaimencapainilai KKM RENCANAPENGAYAAN Memberitugasuntukmem bacareferensidanmembu at

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206 Tempel, Mei 2018 Kepala Sekolah, Mengetahui, WKS 1 Dra. Nuning Sulastri, M.M. NIP 19610828 198803 2 010 Dra. Rr. Ratna Wiwara N. NIP 1968115 199412 2 006 Guru Mata Pelajaran Sumiyati, S.Pd NIP 19731207 200604 2 012

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207 Lampiran 9 (RPP pembuatan soal berbasis HOTS) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Bidang Keahlian Program Keahlian Mata Pelajaran Materi Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Kejuruan : Bisnis dan Manajemen : Akuntansi dan Keuangan : Akuntansi Dasar : Membuat Jurnal Penyesuaian : X Akuntansi / 1 (satu) : 20 JP A. Kompetensi Inti KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kejadian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar dan menyajikan dalam ranah konkret dan ranah anstrak terkait dengan pengetahuan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar Pengetahuan 3.10 Menganalisis jurnal penyesuaian C. Indikator Pencapaian Kompetensi Pengetahuan: 3.10.1 Menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208 3.10.2 Mengidentifikasi informasi atau data keuangan yang membutuhkan penyesuaian. 3.10.3 Menganalisis transaksi jurnal penyesuaian D. Tujuan Pembelajaran Pengetahuan: a. Menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian b. Menjelaskan prosedur membuat jurnal penyesuaian c. Mengidentifikasi jurnal penyesuaian d. Menganalisis transaksi jurnal penyesuaian E. Materi Pembelajaran 1. Pengertian jurnal penyesuaian 2. Akun perlengkapan dalam jurnal penyesuaian 3. Akun beban yang masih harus dibayar dalam jurnal penyesuaian 4. Akun pendapatan yang masih harus diterima dalam jurnal penyesuaian 5. Penyusutan aktiva tetap 6. Beban dibayar dimuka dalam jurnal penyesuaian 7. Pendapatan diterima di muka 8. Piutang tak tertagih 9. Pembetulan kesalahan F. Pendekatan, Model dan Metode 1. Pendekatan Pembelajaran : Scientifik Learning 2. Strategi/Model Pembelajaran : Model pembelajaran discoveri Learning 3. Metode Pembelajaran penugasan G. Kegiatan Pembelajaran : Ceramah, Tanya jawab, diskusi dan

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209 Kegiatan Deskripsi kegiatan Pendahuluan 1. Pendidik memasuki kelas, mengucapkan salam dan menyalami peserta didik 2. Pendidik mengajak peserta didik untuk bersikap berdoa dan di lanjutkan dengan doa sebelum memulai KBM 3. Pendidik mengajak peserta didik untuk memeriksa kebersihan kelas dan mempersilahkan untuk membuang sampah pada tempatnya. 4. Pendidik mengisi agenda kelas dan melakukan presensi kelas, dilanjutkan dengan paparan pentingnya disiplin dan tanggung jawab yang berkaitan dengan kehadiran peserta didik. 5. Pendidik mengawali pembelajaran dengan menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik selama proses pembelajaran. 6. Dilanjutkan dengan menjelaskan strategi pembelajaran yang digunakan. 7. Memberikan motivasi kepada peserta didik. 8. Memberi pre tes kepada peserta didik. Inti 1. Memberi rangsangan (stimulation) : Pendidik mempersilahkan peserta didik untuk membaca buku sumber tentang jurnal penyesuaian. 2. Identifikasi masalah (Problem Statement) : 1) Peserta didik dipersilahkan oleh pendidik untuk mencatat berbagai persoalan/masalah yang dihadapi selama membaca buku sumber yang berkaitan dengan jurnal penyesuaian. 2) Peserta didik dipersilahkan untuk bertanya mengenai apa saja yang belum dipahami dan pendidik menampung pertanyaan peserta didik dengan menulis di papan tulis sesuai dengan materi yang dipelajari tentang jurnal penyesuaian. 3. Pengumpulan data (Data Collection) : a) Pendidik mempersilahkan peserta didik untuk membentuk kelompok belajar. b) Pendidik memberikan tugas kepada peserta didik untuk mencari jawaban Alokasi waktu 10 menit

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210 dengan mengumpulkan informasi dari 115 berbagai sumber belajar terpercaya menit mengenai masalah yang telah diidentifikasi yaitu tentang jurnal penyesuaian. Penutup 4. Pembuktian (Verification) : a) Peserta didik dipersilahkan untuk mendiskusikan dalam kelompok mengenai jawaban yang dianggap paling benar yang berkaitan dengan masalah yang teridentifikasi. b) 5. Menarik kesimpulan/generalisasi (Generalization) : a) Pendidik mempersilahkan peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok berdasarkan masalah yang diidentifikasi sebelumnya. b) Peserta didik secara bersama-sama membuat kesimpulan tentang jurnal penyesuaian dengan panduan oleh pendidik. 1. Pendidik mengembalikan konsentrasi peserta didik ke depan kelas dengan meminta peserta didik untuk kembali duduk menghadap ke depan kelas dan mendengarkan arahan pendidik. 2. Peserta didik melakukan refleksi dengan bantuan pendidik untuk memperjelas hal yang belum dipahami sehingga informasi yang diperoleh menjadi jelas. 10 3. Pendidik memberikan tugas kepada peserta menit didik untuk mengerjakan soal latihan pada buku sumber sebagai penguatan hasil pembelajaran. 4. Pendidik mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan untuk tekun dalam belajar sebagai upaya dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran berikutnya. 5. Pendidik mengajak peserta didik untuk mengakhiri kegiatan belajar mengajar dengan doa bersama sebagai rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dan dilanjutkan dengan mengucapkan salam.

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211 H. Penilaian Pembelajaran I. 1. Penilaian pengetahuan : soal praktik dan penugasan 2. Penilaian sikap : observasi Alat, Metode Pembelajaran dan Sumber Belajar 1. Alat : Laptop, alat tulis, penghapus, lembar diskusi kelompok, layanan langkah posting jurnal ke buku besar 2. Media Pembelajara : papan tulis, LCD dan buku. 3. Sumber Belajar : Sucipto, t., Moelyati, & Sumardi. (2011). Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang. Bogor. Yudhistira. Kompetensi Dasar 3.10 Menganalisis jurnal penyesuaian. Materi 1. Pengertian penyesuaian 2. Tujuan penyesuaian dan alasan penyesuaian 3. Akun yang perlu disesuaikan 4. Transaksi jurnal penyesuaian perusahaan jasa Indikator Soal 1. Menganalisis pengertian penyesuaian yang tepat 2. Memilih manakah yang merupakan tujuan dilakukan penyesuaian 3. Memilih alasan perlunya jurnal penyesuaian 4. Memilih akun-akun yang perlu disesuaikan 5. Mengidentifi kasi transaksi jurnal penyesuaian pada perusahaan jasa untuk Bentuk Soal PG Nomor Soal 1 PG 2 PG 3 PG 4 PG 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212 Kompetensi Dasar Materi 5. Transaksi jurnal penyesuaian perusahaan dagang 6. Transaksi jurnal penyesuaian perusahaan jasa 7. Transaksi jurnal penyesuaian perusahaan dagang Indikator Soal Bentuk Soal akun yang didebit dan dikredit 6. Mengidentifi PG kasi transaksi jurnal penyesuaian pada perusahaan dagang untuk akun yang didebit dan dikredit 7. Menganalisis PG jurnal penyesuaian dan mencatat akun yang didebit dan dikredit dengan jumlah rupiah yang sebenarnya pada perusahaan jasa 8. Menganalisis PG jurnal penyesuaian dan mencatat akun yang didebit dan dikredit dengan jumlah rupaih yang sebenarnya pada perusahaan dagang. Nomor Soal 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40

(232)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AKUNTANSI KOMPETENSI DASAR JURNAL PENYESUAIAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS BLOG PADA SISWA KELAS
1
10
195
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS ARGUMENTASI PADA MATERI EKOSISTEM KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS.
0
3
24
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK BERBASIS SAINTIFIK PADA MATERI MENYUNTING SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 STABAT.
0
9
31
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO DALAM PEMBELAJARAN MIKROPROSESOR.
0
3
28
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI “ACCOUNTAINMENT” PADA KOMPETENSI DASAR MENYIAPKAN JURNAL UMUM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK KOPERASI YOGYAKARTA.
1
7
220
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI MODUL INTERAKTIF BERBASIS ADOBE FLASH PADA KOMPETENSI DASAR MEMBUAT JURNAL PENYESUAIAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK NEGERI 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.
1
4
143
PENGEMBANGAN GAMEEDUKASI “THE ACCOUNTER” BERBASIS WINDOWS SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN AKUNTANSI PADA KOMPETENSI DASAR JURNAL PENYESUAIAN UNTUK SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 GODEAN.
0
0
271
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK SMK KELAS X AKUNTANSI DENGAN KOMPETENSI DASAR KREDIT MACET.
0
1
192
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PROSES SENI LUKIS SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR
0
0
24
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI MODUL INTERAKTIF BERBASIS ADOBE FLASH KOMPETENSI DASAR MEMBUAT JURNAL PENYESUAIAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI 2 SMK NEGERI 1 PENGASIH.
0
4
244
JURNAL PENYESUAIAN DENGAN MODUS PEMBELAJARAN UNTUK SISWA SMK KELAS X
0
0
15
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN
0
0
22
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AKHLAK MULIA BERBASIS AL-QURAN
0
1
10
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS HOTS (Higher Order Thinking Skills) PADA PEMBELAJARAN FISIKA SMA/MA SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 - UNS Institutional Repository
0
0
16
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN BUKU JURNAL KELAS X AKUNTANSI SMK
1
1
242
Show more