BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Amalia Lutfi Azzahro Bab I

Gratis

0
0
7
3 months ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Wacana merupakan semua bentuk paparan lisan maupun tertulis yang berciri

  sebagai wadah penyampaian informasi ataupun pikiran yang utuh (Marwoto dkk, 1987: 51). Wacana lisan sering kita jumpai di radio, televisi, youtube dan lainnya.

  Pada wacana tulis banyak sekali dijumpai di tabloid, majalah, buku, surat kabar, buletin, artikel, karya ilmiah dan yang lainnya. Umumnya wacana tersebut disampaikan dengan cara yang berbeda. Ada yang menyampaikan dengan cara narasi, persuasi, deskripsi maupun argumentasi. Salah satu wacana yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah wacana argumentasi. Wacana argumentasi merupakan wacana yang terdiri dari paparan alasan dan penyintesisan alasan atau pendapat untuk membangun suatu kesimpulan yang digunakan untuk meyakinkan kebenaran pendapat, gagasan, ataupun konsepsi sesuatu berdasarkan data dan fenomena keilmuan yang dikemukakan ( Marwoto 1987:174). Pemaparan wacana argumentasi haruslah memperhatikan faktor kebenaran topik yang disampaikan. Hal ini bertujuan untuk mempercayai pembaca terhadap suatu kebenaran pendapat yang telah dikemukakan.

  Argumen yang telah dikemukakan dalam sebuah media massa dan karya ilmiah harus memperhatikan kebenaran fakta yang dibahas. Penulis argumen harus memperhatikan cara menyusun semua fakta dan pendapat secara kritis dan logis. Cara penyusunan argumen harus secara sistematis, jelas dan menarik. Apabila penulis tidak bisa melakukan penyusunan dengan baik, maka penulis bisa melakukan dengan

  1 menggunakan metode pengembangan topik. Metode ini bertujuan untuk menyusun argumentasi atau pendapat berdasarkan fakta dan fenomena yang ada.

  Ketika peneliti membaca tajuk rencana harian Suara Merdeka edisi 3 Februari 2017, peneliti membaca wacana yang berjudul Mengembalikan Peran Guru sebagai

  

Pencerah . Topik utama pada wacana tersebut yaitu perjuangan PGRI dalam

  mengembalikan sosok guru sebagai sang pencerah. Wacana ini membahas tentang kekhawatiran PGRI terhadap tugas utama guru yang mulai menurun. Berikut ini adalah salah satu paragraf yang menunjukkan bahwa wacana ini menggunakan metode pengembangan.

  (1) Demi menghasilkan dokumen-dokumen itu, tenaga dan pikiran para guru terkuras. Tidak mengherankan bila muncul kekhawatiran akan penurunan pelaksanaan fungsi utamanya. Karena itu PGRI berupaya memperjuangkan agar guru kembali menjadi sosok pencerah.

  Paragraf di atas merupakan salah satu bukti bahwa paragraf tersebut dapat dikembangkan menggunakan metode pengembangan topik keadaan atau sirkumstansi.

  Hal yang menjadi keadaan yang terpaksa adalah tenaga dan pikiran guru menjadi terkuras karena harus mengurus dokumen-dokumen administrasi untuk meningkatkan kinerja guru. Pada kenyataannya guru menjadi tidak fokus dalam mendidik siswa. Dalam hal ini menyebabkan tugas utama guru yang seharusnya memberikan pembelajaran dan pembentukan karakter terhadap siswa menjadi tidak efektif. PGRI terus berupaya memperjuangkan tugas guru agar menjadi sosok pencerah lagi bukan hanya menerima gaji dan tunjangan saja tetapi harus bertanggung jawab dalam mendidik siswanya. Jadi dapat dilihat dari penjelasan wacana tersebut, menggunakan metode pengembangan topik keadaan atau sirkumstansi.

  Wacana yang berjudul Cukup Takmir yang Mengatur Khatib terbit pada edisi

4 Februari 2017 juga peneliti temukan. Peneliti memahami topik utama pada wacana

  

tersebut. Topik utama wacana tersebut tentang rencana Menteri Agama Lukman

Hakim Saifuddin yang penuh kontroversi. Pada wacana ini menjelaskan perbedaan

pendapat antara menteri agama dengan masyarakat tentang rencana pemberlakuan

standarisasi khatib pada salat Jumat, karena banyak khatib yang tidak berkompeten.

  

Berikut ini adalah salah satu paragraf yang menunjukkan bahwa wacana ini

menggunakan metode pengembangan.

  (2) Muncul kontroversi atas rencana Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang akan memberlakukan standardisasi khatib shalat Jumat. Standardisasi diperlukan agar khatib memiliki kompetensi dan tidak ada lagi keluhan dari jamaah. Menurut Menag, dari kalangan umat Islam sendiri masih ada yang mengeluhkan adanya khatib yang tak kompeten, menimbulkan keresahan, dan mengumbar ujaran kebencian. Jadi Menag hanya mendasarkan pada aspirasi umat.

  Menurut peneliti paragraf di atas menggunakan metode pengembangan topik pertentangan. Penulis tajuk rencana mengungkapkan bahwa terjadi pertentangan antara Menteri agama dengan masyarakat yang mengeluhkan khatib yang tidak berkompeten. Menteri Agama menginginkan takmir masjid yang menjadi khatib, tetapi masyarakat menginginkan Menteri Agama jangan terlalu ikut campur tentang masalah ini. Penulis juga mengungkapkan pertentangan ini berdasarkan bukti-bukti yang ada dan melalui berbagai argumen yang dapat dipercaya. Peneliti menyimpulkan bahwa wacana ini menggunakan metode pengembangan topik pertentangan.

  Peneliti juga membaca tajuk rencana pada harian Suara Merdeka edisi 6 Februari 2017 yang berjudul Brand Power dan Daya Saing Kita . Pada wacana ini, topik utamanya yaitu lemahnya daya saing Indonesia dalam upaya menarik investasi.

  Wacana ini membahas tentang perbandingan brand power di Indonesia dengan negara tetangga yang masih lemah. Berikut ini adalah salah satu paragraf yang menyatakan bahwa wacana ini menggunakan metode pengembangan topik.

  (3) Di depan rapat kabinet minggu lalu, Jokowi menyebutkan satu hal yang harus benar-benar menjadi perhatian, yaitu upaya terus-menerus untuk meningkatkan brand power. Dibanding negara-negara tetangga seperti Thailand dan Singapura saja kita selalu kalah. Pengaruh brand power sangat besar karena terkait dengan daya tarik investasi. Pertanyaannya, mengapa posisi Indonesia masih belum bisa unggul bahkan menurun? Itulah yang mesti diketahui dan dipecahkan masalahnya satu per satu.

  Berdasarkan contoh paragraf di atas, peneliti menyimpulkan bahwa wacana tersebut menggunakan metode pengembangan topik perbandingan. Hal yang menjadi bukti bahwa wacana tersebut menggunakan metode perbandingan yaitu ada salah satu masalah yang dibandingkan dan memiliki posisi yang lebih kuat. Penulis wacana membandingkan keadaan brand power yang terjadi di negara Indonesia, Thailand dan Singapura. Penulis menyatakan bahwa menurut Jokowi peningkatan brand power di Indonesia masih kalah dibandingkan negara Thailand dan Singapura yang terus meningkat. Perbandingan yang dilakukan oleh penulis mengingatkan bahwa Pengaruh peningkatan brand power di Indonesia sangat besar sekali karena terkait dengan daya investasi.

  Selanjutnya peneliti membaca wacana yang berjudul Prihatin Kerusakan Jalan

  

Nasional yang terbit pada edisi 7 Februari 2017. Topik utama pada wacana ini yaitu

  keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan nasional di Jawa Tengah yang

  

memprihatinkan sehingga menyebabkan kerugian ekonomi bahkan sampai ada korban

jiwa. Hal tersebut dapat dilihat pada paragraf di bawah ini.

  (4) Kondisi jalan nasional di Jawa Tengah memprihatinkan. Jalan di sejumlah daerah, baik jalur pantura, selatan, tengah, timur, dan barat dikeluhkan mengganggu aktivitas warga. Kerusakaan jalan sangat mengganggu aktivitas perekonomian. Waktu tempuh menjadi lebih lama hingga pengeluaran finansial membengkak. Bukan hanya berdampak ekonomi, jalan rusak telah menelan korban. Sejumlah pengendara sepeda motor tercatat mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kecelakaan yang terjadi di Kendal pada awal Februari lalu, misalnya, sudah cukup dan tidak boleh terulang. Seorang pengendara sepeda

  motor di wilayah Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, berupaya menghindari lubang. Namun ia justru bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Sepanjang jalur pantura Kendal yang merupakan jalan nasional, jika dihitung terdapat ratusan lubang dengan kedalaman bervariasi.

  Peneliti menyimpulkan, bahwa salah satu paragraf di atas dalam sebuah wacana menggunakan metode pengembangan topik sebab-akibat. Metode ini berusaha memunculkan sebab dan kemudian ada akibat yang sebanding dengan sebab yang ada. Pada paragraf di atas penulis mengatakan bahwa sebab dari sebuah wacan tertera pada kalimat Kondisi jalan Nasional di Jawa Tengah yang memprihatinkan. Dari sebab tersebut penulis menghasilkan akibat yang terjadi, yaitu tertara pada kalimat

  

Kerusakaan jalan sangat mengganggu aktivitas perekonomian. Waktu tempuh

menjadi lebih lama hingga pengeluaran finansial membengkak. Bukan hanya

berdampak ekonomi, jalan rusak telah menelan korban. Sejumlah pengendara sepeda

motor tercatat mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Dari penjelasan di

  atas peneliti menyimpulkan bahwa wacana tersebut menggunakan metode pengembangan topik sebab akibat.

  Fenomena terakhir yang peneliti temukan yaitu ketika membaca tajuk rencana

harian Suara Merdeka edisi 9 Februari 2017 yang berjudul Penyelamatan AJB

Bumiputera. Topik utama yang terdapat dalam wacana tersebut yaitu tentang AJB

Bumiputera yang sedang buruk. Wacana ini membahas tentang masalah serius yang

sedang dihadapi oleh AJB Bumiputera karena kondisinya sangat mengkhawatirkan.

  

Berikut ini contoh paragraf yang menyatakan bahwa wacana ini menggunakan metode

pengembangan topik akibat sebab.

  (5) Perusahaan asuransi tertua di Indonesia, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera, sedang menghadapi masalah serius. Jumlah kewajiban yang

  dimiliki lebih besar daripada asetnya. Kondisi ketidaksehatan perusahaan itu tentu mengkhawatirkan. Penanganan cepat sangat dibutuhkan. Jangan sampai masalah itu menyulitkan para pemegang polisnya. Premi yang dibayarkan para pemegang polis tentu harus berujung hak pada saat jatuh tempo. Perusahaan itu memang sudah menemukan konsorsium yang antara lain beranggotakan Erick Thohir.

  Pada paragraf di atas penulis menyampaikan akibat dari masalah yang sedang terjadi kemudian menyebutkan penyebab dari masalah tersebut. Paragraf di atas yang menunjukkan akibat dari masalah tersebut tertera pada kalimat Perusahaan asuransi

  

tertua di Indonesia, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera, sedang menghadapi

masalah serius. Penyebab yang terjadi dari akibat tersebut tertera pada kalimat Jumlah

kewajiban yang dimiliki lebih besar daripada asetnya. Dari penjelasan tersebut

  peneliti menyimpulkan bahwa wacana tersebut menggunakan metode pengembangan topik akibat sebab.

  Berdasarkan fenomena di atas, peneliti berpendapat bahwa metode sebab- akibat banyak digunakan dalam pengembangan topik wacana argumentasi pada tajuk rencana harian Suara Merdeka. Untuk mengetahui lebih detail metode pengembangan topik yang digunakan dalam wacana argumentasi perlu dilakukan pengkajian secara empirik. Oleh karena itu, penelitian dengan judul Metode Pengembangan Topik dalam

  

Wacana Argumentasi pada Tajuk Rencana Harian Suara Merdeka Edisi Februari -

Maret 2017, menjadi penting untuk dilakukan.

B. Rumusan Masalah

  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa sajakah metode pengembangan topik yang digunakan dalam wacana argumentasi pada Tajuk Rencana harian Suara Merdeka edisi Februari - Maret 2017?

  C. Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pengembangan topik yang digunakan dalam wacana argumentasi pada Tajuk Rencana harian Suara

  Merdeka edisi Februari – Maret 2017.

  D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis

  Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan pada bidang wacana khususnya wacana argumentasi. Analisis wacana argumentasi ini berisi tentang penggunaan metode pengembangan topik dalam sebuah wacana agar mudah dipahami oleh pembaca.

2. Manfaat Praktis

  a. Bagi Mahasiswa, penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk menganalisis wacana terutama wacana argumentasi.

  b. Bagi Pembaca, penelitian ini untuk menambah wawasan dalam mengetahui wacana argumentasi secara jelas. Dalam penelitian ini terdapat pengertian, ciri, hingga contoh tentang wacana argumentasi.

Dokumen baru

Download (7 Halaman)
Gratis

Tags