Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

139 

Full text

(1)

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, SARANA BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR

TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

Studi Kasus Mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Akuntansi Tahun Ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Disusun Oleh :

B. WAHYU WIDI WIDAYATI NIM: 011334072

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(2)
(3)
(4)

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

K egagalan M erupakan K esempatan unt uk M emulai lagi

Sesuat u dengan L ebih Cerdas (Henry F ord)

Skripsi ini kupersembahkan kepada:

Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus

Bunda Maria

Bapak Ign. Pudjono (Alm.)

Ibu Yustina Prihatin

Kakakku ( Mas Andang dan Mas Uun)

Adikku (Probo)

(5)

v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam

kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 5 Desember 2006

Penulis

(6)

vi

ABSTRAK

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, SARANA BELAJAR DAN

LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP

PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

Studi Kasus : Mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Akuntansi

Tahun Ajaran 2002-2004 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

B. Wahyu Widi Widayati

NIM : 011334072

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2006

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: (1) ada pengaruh positif

motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa; (2) ada pengaruh positif sarana

belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa; (3) ada pengaruh positif lingkungan

belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa; (4) ada pengaruh positif motivasi belajar,

sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa.

Penelitian studi kasus ini dilakukan di Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta pada bulan Maret-April 2006. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa

FKIP Program Studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta yang berjumlah 266 mahasiswa. Sampel penelitian ini

berjumlah 120 mahasiswa dan ditentukan berdasarkan metode

purposive random

sampling

. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan

dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan korelasi

product moment

dan

analisis regresi ganda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar berpengaruh

positif terhadap prestasi belajar mahasiswa (t

hitung

= 4,502 > t

tabel

= 1,980); (2) sarana

belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa (t

hitung

= 4,449 > t

tabel

= 1,980); (3) lingkungan belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar

mahasiswa (t

hitung

= 3,370 > t

tabel

= 1,980); (4) motivasi belajar, sarana belajar dan

lingkungan belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa (F

hitung

=

(7)

vii

ABSTRACT

The Influence of Learning Motivation, Learning Facilities and

Learning Environment Toward The Student’s Learning Achievement

A Case Study at the Students of Accounting Faculty of Education

Sanata Dharma University Yogyakarta Academic Year 2002-2004

B. Wahyu Widi Widayati

Student’s No : 011334072

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2006

The purposes of this research are to find out wheter (1) learning motivation

has positive influences toward student’s learning achievement; (2) learning facilities

positive influences toward student’s learning achievement; (3) learning environment

has positive influences toward student’s learning achievement; (4) learning

motivation, learning facilities and learning environment have positive influences to

student’s learning achievement.

This research was conducted at Sanata Dharma University Yogyakarta in

March and April 2006. The populations of this research were students of accounting,

Faculty of Education, Sanata Dharma University, academic year 2002-2004. There

were 266 students. But the samples of this research were only 120 students. The

technique of samples drawing was purposive random sampling. The technique of data

collection were documentation and questionnaire. The techniques of data analysis

were product moment correlation and multiple regression analysis.

The result of this research show that: (1) learning motivation has positive

influences toward student’s learning achievement (r

test

= 0,383; p= 0,000); (2) learning

facilities has positive influences toward student’s learning achievement (r

test

= 0,379;

p= 0,000); (3) learning environment has positive influences toward student’s learning

achievement (r

test

= 0,296; p= 0,001); (4) learning motivation, learning facilities and

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas berkat dan karunia Allah Bapa sehingga Penulis dapat

menyelesaikan penyusunan Skripsi yang berjudul “Pengaruh Motivasi Belajar, Sarana

Belajar dan Lingkungna Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa”. Studi kasus

Mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta tahun 2006.

Tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan sesuai program studi yang ditempuh di

Universitas Sanata Dharma.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis memperoleh banyak bantuan, semangat

dan doa yang sangat mendukung penulis dalam penyelesaian penyusunan skripsi ini.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada:

1.

Bapak Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2.

Bapak Drs. Sutarjo Adisusilo J.R., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu

Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

3.

Bapak S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi

(9)

ix

4.

Bapak Drs. FX. Muhadi, M.Pd., selaku dosen Pembimbing I yang telah memberi

saran dan pengarahan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini sampai

dengan selesai.

5.

Drs. Bambang Purnomo, S.E., M.Si., selaku dosen Pembimbing II yang memberi

saran dan pengarahan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini sampai

dengan selesai.

6.

Ibu Cornelio Purwantini, S.Pd., M.S.A., yang telah memberikan bantuan, saran

dan pengarahan kepada penulis.

7.

Teman-teman mahasiswa Prodi PAk tahun ajaran 2002-2004, yang telah

merelakan waktunya untuk mengisi kuesioner.

8.

Bapak, ibu, kakak dan adikku tercinta, serta seluruh keluargaku yang telah

memberikan dukungan baik moril maupun materiil.

9.

Teman-temanku yang kubanggakan (Lina, Icha, Yuli, Marina dan Arum), terima

kasih atas persahabatan kita selama ini. “

maaf ya aku sering nebeng kesana sini,

gak punya kos sendiri siy he..he.. .

10. Saudaraku mBak Minthol yang telah meluangkan waktunya untuk mendengarkan

keluh kesahku selama ini. “

sorry ya, selama ini aku sering nangis dan bikin

kamu marah, he..he.. .

11. Teman seperjuanganku Woro Sukesthi, yang telah bersedia jadi rental

langgananku. “

Jeng, kayaknya aku ninggalin virus di kompi mu ya he he.. .

12. Teman-temanku Sr. Columba, Ria, mas Ari Wibowo, mas Ari, Wiwik, Hexa,

(10)

x

(makasih atas bantuannya nyebarin kuesioner), terima kasih atas keceriaan dan

dorongannya selama ini.

13. Teman-teman PAK B+A+C ‘01, ‘00, ‘02, ‘03 dan teman-teman PDU ‘01, terima

kasih telah memberi warna selama kuliah, teruslah berusaha meraih citamu.

14. Teman-teman UKM Karawitan, yang telah menjadi penentram hati dengan

suara-suara gending jawa-nya.

15. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih

banyak.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan skripsi ini jauh dari

sempurna, sehingga masih perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena

itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif. Akhir kata

penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang

berkepentingan.

Yogyakarta,

5

Desember

2006

(11)

xi

DAFTAR ISI

Hal

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR GAMBAR... xvii

DAFTAR LAMPIRAN... xviii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan Masalah……….. 3

C. Rumusan Masalah ... 4

D. Tujuan Penelitian... 4

E. Manfaat Penelitian... 5

(12)

xii

1. Prestasi Belajar ... 6

2. Motivasi Belajar ... 10

3. Sarana Belajar………. 12

4. Lingkungan Belajar………. 12

4. 1 Lingkungan Keluarga……… 12

4. 2 Lingkungan Sekolah……….. 14

4. 2 Lingkungan Masyarakat……… 15

B. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan ... 17

C. Kerangka Berpikir ... 18

D. Paradigma Penelitian……… 21

E. Hipotesis ... 22

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian... 23

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 23

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 24

D. Variabel Penelitian dan Pengukurannya……… ... 24

E. Teknik Pengumpulan Data... 26

F. Pengujian Validitas dan Reliabilitas... 29

G. Teknik Analisis Data ... 32

1. Uji persyaratan Analisis……….. 32

a. Uji Normalitas……….. 32

b. Uji Linearitas……… 33

(13)

xiii

d. Uji Heteroskedastisitas………. 34

2. Uji Hipotesis……… 34

BAB IV GAMBARAN UMUM A. Sejarah Universitas Sanata Dharma ... 38

B. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan USD ... 42

C. Prodi Pendidikan Ekonomi (PE) ... 43

D. Program dan Fasilitas Pendukung untuk Kesejahteraan Mahasiswa ... 46

E. Jumlah Mahasiswa, Dosen dan Karyawan ... 49

F. Pejabat Struktural Universitas Sanata Dharma ... 51

G. Bagan Struktur Organisasi FKIP... 55

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data... 56

1. Deskripsi Responden Berdasarkan Tahun Ajaran……… ... 56

2. Deskripsi Responden Berdasarkan Motivasi Belajar Mahasiswa………... 57

3. Deskripsi Responden Berdasarkan Sarana Belajar Mahasiswa………… ... 58

4. Deskripsi Responden Berdasarkan Lingkungan Belajar Mahasiswa……... 59

5. Deskripsi Responden Berdasarkan IPK Mahasiswa…….... 61

B. Teknik Analisis Data ... 62

(14)

xiv

a. Uji Normalitas………. .62

b. Uji Linearitas………. 63

c. Multikolinieritas……… 66

d. Heteroskedastisitas……… 66

2. Pengujian Hipotesis……… 67

a. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa………. 67

b. Pengaruh Sarana Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa………. 69

c. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa……….. 71

d. Pengaruh Motivasi Belajar, Sarana Belajar dan Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi BelajarMahasiswa…………...73

C. Pembahasan... 74

1. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa……… 74

2. Pengaruh Sarana Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa……… 77

3. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa……… 80

(15)

xv BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 85

B. Keterbatasan Penelitian ... 86

C. Saran ... 87

DAFTAR PUSTAKA

(16)

xvi

DARTAR TABEL

Tabel 1 Beban Studi Maksimal ... 9

Tabel 2 Kategori IPK Mahasiswa ... 25

Tabel 3 Kisi-kisi Kuesioner Variabel Independen……….………... 27

Tabel 4 Hasil Perhitungan Uji Validitas……….………... 30

Tabel 5 Jumlah Mahasiswa Tiga Tahun Terakhir………. ... 49

Tabel 6 Jumlah Tenaga Pengajar Tetap………... . 50

Tabel 7 Deskripsi Responden Berdasarkan Tahun Ajaran………... 56

Tabel 8 Kategori Motivasi Belajar Mahasiswa ... 57

Tabel 9 Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar Mahasiswa…... 57

Tabel 10 Kategori Sarana Belajar Mahasiswa ... 58

Tabel 11 Deskripsi Distribusi Frekuensi Sarana Belajar Mahasiswa... 59

Tabel 12 Kategori Lingkungan Belajar Mahasiswa………. .. 60

Tabel 13 Deskripsi Distribusi Frekuensi Lingkungan Belajat Mahasiswa... 60

Tabel 14 Kategori IPK Mahasiswa Berdasarkan Standar Kelulusan USD ……… ... 61

Tabel 15 Deskripsi Distribusi Frekuensi IPK Mahasiswa………... 61

Tabel 16 Ringkasan Hasil Uji Normalitas………. ... 63

Tabel17 Ringkasan Hasil Uji Linearitas Variabel Bebas dan Variabel Terikat………... 65

Tabel 18 Hasil Korelasi antara Variabel-variabel Bebas dengan Variabel Terikat……… .. 73

(17)

xvii

DAFTAR GAMBAR

(18)

xviii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I Daftar Kuesioner ... 91

Lampiran II Data Penelitian ... 95

Lampiran III Validitas dan Reliabilitas... 105

Lampiran IV Normalitas dan Linearitas... 109

Lampiran V Multikolinieritas dan Heteroskedastisitas... 113

Lampiran VI Uji Hipotesis ... 118

Lampiran VI Daftar Tabel ... 124

(19)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Setiap orang yang mengerjakan suatu aktivitas tertentu pasti

berharap sukses dan berhasil. Misalnya, seorang mahasiswa yang belajar

di perguruan tinggi secara alami tentu berharap dapat sukses dalam

perkuliahan yang diikutinya. Namun tidak semua harapan dapat menjadi

kenyataan. Beberapa faktor penghambat kadang atau bahkan sering

menghadang seseorang untuk sampai kepada kesuksesan, termasuk

kesuksesan dalam belajar.

Salah satu ciri sukses dalam belajar adalah memperoleh prestasi

yang tinggi. Bila seseorang memperoleh prestasi yang baik, maka secara

umum dapat dikatakan bahwa dia sukses dalam belajar. Prestasi belajar

adalah penguasaan seseorang terhadap pengetahuan atau keterampilan

tertentu dalam suatu mata pelajaran, yang biasanya diperoleh dari nilai tes

atau angka yang diberikan guru. Bila angka yang diberikan oleh guru

rendah, maka prestasi seorang mahasiswa dianggap rendah. Bila prestasi

yang diberikan guru tinggi, maka prestasi mahasiswa dianggap tinggi,

sekaligus dianggap sebagai seorang mahasiswa yang sukses dalam belajar.

Paling tidak ada dua faktor yang berkaitan dengan prestasi belajar,

yaitu faktor intern dan ekstern peserta didik. Faktor intern merupakan

(20)

sedangkan faktor ekstern merupakan faktor yang berasal atau bersumber

dari luar diri pribadi peserta didik. Faktor intern tersebut meliputi :

prasyarat belajar, yaitu pengetahuan yang sudah dimiliki oleh seorang

mahasiswa sebelum dia mengikuti pelajaran berikutnya; motivasi belajar,

yaitu dorongan usaha dalam pencapaian prestasi; keterampilan belajar

yang dimiliki siswa yang meliputi cara-cara yang berkaitan dengan

mengikuti mata pelajaran, mengerjakan tugas, membaca buku, menulis

makalah, belajar kelompok, mempersiapkan ujian, menindaklanjuti hasil

ujian dan mencari sumber belajar; kondisi pribadi siswa yang meliputi

kesehatan, kecerdasan, sikap, cita-cita, dan hubungannya dengan orang

lain. Faktor ekstern antara lain meliputi: proses belajar mengajar, sarana

belajar yang dimiliki sekolah maupun siswa, lingkungan belajar yang

meliputi lingkungan fisik seperti suasana rumah atau sekolah dan kondisi

sosial ekonomi keluarga.

Motivasi adalah keadaan psikologis dan fisiologis dalam diri

pribadi seseorang yang mendorong individu untuk melakukan

aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan. Motivasi belajar memegang

peranan penting dalam pencapaian prestasi belajar karena motivasi belajar

memberikan gairah atau semangat dalam belajar, sehingga siswa yang

bermotivasi kuat memiliki energi yang lebih banyak untuk melakukan

kegiatan belajar.

Di samping motivasi belajar, sarana belajar juga berperan untuk

(21)

dimiliki si mahasiswa sebagai peserta didik, tetapi juga lembaga

pendidikan tempat mahasiswa belajar. Perlunya sarana belajar ini

mempermudah keberhasilan pencapaian. Bagaimanapun sarana

menentukan keberhasilan sehingga sarana belajar yang ada harus

dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Keberhasilan belajar mahasiswa ditentukan juga oleh lingkungan

belajar, karena lingkungan mempengaruhi seseorang untuk

berkonsentrasi. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan yang dapat

mempengaruhi belajar peserta didik seperti lingkungan sekolah,

lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.

Beberapa faktor tersebut di atas diduga dapat mempengaruhi

keberhasilan belajar atau prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan

permasalahan tersebut di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian

dengan judul “ PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, SARANA

BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA “.

B. Batasan Masalah

Ada berbagai faktor yang berpengaruh pada prestasi belajar

mahasiswa. Mengingat luasnya cakupan, maka perlu diadakan pembatasan

terhadap masalah yang akan diteliti. Berhubung ada keterbatasan waktu,

biaya, tenaga dan kemampuan penulis maka yang difokuskan oleh peneliti

dan diduga dapat mempengaruhi keberhasilan belajar atau prestasi belajar

(22)

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, dirumuskan

permasalahan sebagai berikut :

1. Apakah ada pengaruh positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar

mahasiswa ?

2. Apakah ada pengaruh positif sarana belajar terhadap prestasi belajar

mahasiswa ?

3. Apakah ada pengaruh positif lingkungan belajar terhadap prestasi

belajar mahasiswa ?

4. Apakah ada pengaruh positif motivasi belajar, sarana belajar dan

lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa ?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, penelitian ini

bertujuan :

1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif motivasi belajar

terhadap prestasi belajar mahasiswa.

2. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif sarana belajar terhadap

prestasi belajar mahasiswa.

3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif lingkungan belajar

terhadap prestasi belajar mahasiswa.

4. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif motivasi belajar,

sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar

(23)

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi

pihak-pihak yang berkepentingan antara lain :

1. Bagi Mahasiswa

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi sumber masukan bagi

mahasiswa berkaitan dengan motivasi belajar, sarana belajar dan faktor

lingkungan yang mempengaruhi prestasi belajarnya. Mahasiswa

diharapkan bersikap positif terhadap motivasi belajarnya,

memanfaatkan fasilitas belajar di universitas maupun di rumah secara

optimal dan memilih waktu belajar yang tepat.

2. Bagi Orang Tua

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi orang

tua dalam menyediakan fasilitas belajar yang mampu menunjang

peningkatan prestasi belajar yang optimal bagi putra-putrinya.

3. Bagi Universitas

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan tambahan

kepustakaan yang berguna bagi mahasiswa atau pihak lain yang

membutuhkan.

4. Bagi Penulis

Hasil penelitian dapat digunakan sebagai penerapan langsung teori

yang telah diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktek nyata tentang

(24)

6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teoretik 1. Prestasi Belajar

Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang

sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang

pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan

pendidikan itu amat tergantung pada proses belajar yang dialami siswa,

baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau

keluarganya sendiri (Muhibbin Syah, 1995:88).

Menurut Usman (1995:5) belajar diartikan sebagai proses

perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi

antara individu-individu dengan lingkungannya. Sedangkan

W.S.Winkel (1987:36), mengatakan bahwa belajar merupakan suatu

aktivitas mental dan psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif

dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam

pengetahuan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu

bersifat secara relatif konstan dan berbekas.

Berdasarkan definisi tentang belajar di atas dapat ditarik

kesimpulan bahwa hakikat belajar adalah perubahan tingkah laku yang

dapat diamati secara langsung. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh

(25)

pemahaman, keterampilan, dan nilai-sikap yang lebih baik dibanding

sebelumnya.

Prestasi pada prinsipnya merupakan pengungkapan hasil belajar

yang ideal yang meliputi segenap ranah yang berubah sebagai akibat

dari pengalaman proses belajar (Muhibbin Syah). Sedangkan menurut

W.S. Winkel ( 1986: 48), prestasi merupakan suatu kemampuan yang

dimiliki seseorang yang merupakan hasil dari proses yang dilakukan.

Proses yang dilakukan tersebut menghasilkan suatu perubahan yang

khas yaitu perubahan dalam sikap atau tingkah laku yang tercapai yang

dapat dilihat secara nyata dan dapat diukur dengan menggunakan alat

ukur yaitu tes.

Jadi, prestasi belajar adalah hasil dari perubahan kemampuan

kognitif, afektif dan psikomotorik karena penguasaan pengetahuan

yang dikembangkan oleh mata pelajaran, yang bisa diukur dengan tes

atau evaluasi hasil belajar.

Prestasi belajar banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik

berasal dari dirinya/internal maupun di luar dirinya/eksternal (Usman,

1993: 9). Adapun faktor-faktor yang dimaksud meliputi hal-hal

sebagai berikut :

a. Faktor yang berasal dari diri sendiri (internal)

1) Faktor jasmaniah (fisiologi) baik yang bersifat bawaan maupun

(26)

yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya seperti mengalami

sakit, cacat tubuh, atau perkembangan yang tidak sempurna.

2) Faktor psikologis, baik yang bersifat bawaan maupun yang

diperoleh. Terdiri atas :

3) Faktor intelektif yang meliputi faktor potensial yaitu

kecerdasan dan bakat serta faktor kecakapan nyata, yaitu

prestasi yang dimiliki.

b) Faktor non intelektif yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu

seperti sikap, kebiasaan, minat kebutuhan, motivasi, emosi,

dan penugasan diri.

3) Faktor kematangan fisik dan psikis

b. Faktor yang berasal dari luar diri (eksternal)

1) Faktor sosial yang terdiri atas lingkungan keluarga, sekolah,

masyarakat dan kelompok.

2) Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan,

teknologi dan kesenian.

3) Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah dan fasilitas

belajar.

4) Faktor lingkungan spiritual atau keagamaan.

Dalam lingkungan perguruan tinggi, prestasi belajar lebih dikenal

dengan istilah prestasi akademik. Prestasi akademik mahasiswa

nampak dalam hasil studi yang berupa nilai-nilai dari mata kuliah yang

(27)

keberhasilan belajar mahasiswa yang dinyatakan dengan bilangan yang

ditulis sampai dua angka di belakang koma (Peraturan Akademik,

2002:15). Dalam buku pedoman FKIP edisi tahun 2001 dijelaskan

bahwa Indeks Prestasi Semester adalah kemampuan belajar mahasiswa

ditentukan sesuai dengan tingkat keberhasilan belajar pada semester

lalu (hal. 27).

Angka indeks prestasi semester diperoleh dari jumlah nilai huruf

yang telah ditransfer ke nilai bobot dikalikan jumlah sks kemudian

dibagi dengan jumlah sks yang ditempuh. Sks adalah kepanjangan dari

satuan kredit semester yaitu takaran penghargaan untuk pengalaman

belajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan terstruktur dan

terjadwal yang diiringi tugas lain baik yang terstruktur maupun

kegiatan mandiri selama dua sampai empat jam per minggu (Buku

Pedoman FKIP, 2001: 26).

Beban studi yang boleh diambil oleh mahasiswa pada semester

berikutnya berdasarkan pada indeks prestasi sebelumnya dapat

ditentukan sebagai berikut :

Tabel 1

Beban Studi Maksimal

IPS Beban Studi Maksimal

3,00 25 sks

2,50-2,99 22 sks

2,00-2,49 19 sks

1,99 15 sks

(28)

Tinggi rendahnya IP yang dicapai oleh mahasiswa akan

mempunyai konsekuensi terhadap penyelesaian studinya, misalnya

untuk menentukan cepat atau lambatnya mahasiswa menyelesaikan

studinya, kemampuan mengembangkan potensinya dan sebagainya.

2. Motivasi Belajar

Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk

melakukan sesuatu atau keadaan seseorang atau organisme yang

menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku

atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk

menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk

memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan

dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat

sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman, 1995: 28-29).

Menurut Mc. Donald dalam Sardiman AM (1986: 73), motivasi

adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan

munculnya “feeling“ dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya

tujuan.

Sedangkan menurut W.S.Winkel (1996:150), motivasi adalah

keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang

menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar demi

(29)

Muhibbin Syah (1995: 137) membedakan motivasi menjadi dua

macam, yaitu :

1. Motivasi Intrinsik

Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari

dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan

tindakan belajar. Termasuk dalam motivasi intrinsik siswa adalah

perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi

tersebut, misalnya untuk kehidupan masa depan siswa yang

bersangkutan.

2. Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari

luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan

kegiatan belajar. Pujian dan hadiah, peraturan/tata tertib sekolah,

suri teladan orang tua, guru, merupakan contoh-contoh konkret

motivasi ekstrinsik yang dapat menolong siswa untuk belajar.

Kekurangan atau ketiadaan motivasi, baik yang bersifat internal

maupun yang bersifat eksternal, akan menyebabkan kurang

bersemangatnya siswa dalam melakukan proses pembelajaran

materi-materi pelajaran baik di sekolah maupun di rumah. Hasil belajar akan

menjadi optimal kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang

diberikan akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan

senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa

(30)

3. Sarana Belajar

Sarana adalah segala sesuatu yang dipergunakan sebagai alat untuk

mencapai maksud atau tujuan (Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer,

1991). Sarana dapat juga berarti fasilitas. Fasilitas adalah sesuatu yang

dapat membantu memudahkan pekerjaan, tugas dan sebagainya.

Sarana belajar adalah alat yang digunakan untuk mempermudah

pencapaian tujuan proses belajar. Hal tersebut berarti menyangkut

sarana yang dimiliki peserta didik dan lembaga pendidikan tempat

mahasiswa belajar. Sarana yang dimiliki peserta didik misalnya

buku-buku, meja, komputer, kalkulator dan sebagainya. Sedangkan sarana

yang dimiliki universitas adalah perpustakaan, laboratorium, media

pengajaran dan sebagainya.

4. Lingkungan Belajar

a. Lingkungan Keluarga

Siswa yang mengalami proses belajar supaya berhasil sesuai

dengan tujuan yang harus dicapainya perlu memperhatikan

beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajarnya. Patterson

dan Loeber (1984) dalam Muhibbin Syah mengatakan bahwa

lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan

(31)

Menurut Roestiyah (1982:159) faktor-faktor yang datang dari

keluarga yang mempengaruhi kegiatan belajar siswa, yaitu :

1) Cara mendidik

Orang tua dalam mendidik anak seharusnya tidak

memanjakan atau menekan dengan keras si anak, karena hal itu

dapat menjadikan anak kurang bertanggung jawab dan takut

menghadapi tantangan kesulitan.

2) Pengertian orang tua

Anak belajar perlu dorongan dan pengertian orang tua,

karena dengan adanya dorongan dan pengertian dari orang tua

maka si anak akan merasa terbantu dan termotivasi dalam

menentukan masa depannya.

3) Keadaan sosial ekonomi keluarga

Bila keadaan ekonomi keluarga tidak memungkinkan

kadang kala menjadi penghambat anak belajar. Namun bila

keadaan memungkinkan cukupkanlah sarana yang diperlukan

anak sehingga mereka dapat belajar dengan senang.

4) Latar belakang kebudayaan

Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga

mempengaruhi anak dalam bersikap. Perlu kepada anak

ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar mendorong

(32)

Winkel (1989:108-109) berpendapat, keadaan sosial-ekonomis

menunjukkan pada taraf kemampuan finansial keluarga yang dapat

bertaraf baik, cukup atau kurang. Keadaan ini tergantung sampai

seberapa jauh keluarga dapat membekali siswa dengan pendidikan

yang akan ditempuh. Keadaan sosial-kultur menunjuk pada taraf

kebudayaan yang dimiliki keluarga yang dapat tinggi, sedang atau

rendah. Dari keadaan ini tergantung kemampuan siswa dalam

pergaulan antara orang tua dan anak serta pandangan keluarga

mengenai pendidikan. Sebenarnya yang penting disini bukanlah

keadaan itu sendiri melainkan kondisi intern pada siswa yang

timbul sebagai akibat dari keadaan itu. Namun akibat itu tidak

harus timbul secara otomatis dan dengan sendirinya. Sikap siswa

sendiri terhadap keadaan itu, kerap menentukan apakah kondisi

intern akan membantu membentuk diri siswa atau menghambatnya.

Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dari

keluarga dan bagaimana sikap anak menanggapi lingkungannya

dapat menentukan berhasil atau tidaknya pendidikan yang

ditempuh. Agar anak dapat berhasil dalam pendidikan dan dapat

meneruskan harapannya, maka harus diperhatikan segala sesuatu

yang dapat menunjang keberhasilan belajarnya.

b. Lingkungan Sekolah

Kemampuan belajar yang dimiliki manusia merupakan bekal

(33)

pengetahuan dan berkebudayaan. Karena manusia mampu untuk

belajar maka dia berkembang mulai dari saat lahir sampai

mencapai usia tua. Berdasarkan kesadaran tentang peranan proses

belajar mengajar dalam kehidupan anak didik, masyarakat telah

mendirikan suatu institut yang mendampingi anak dalam

belajarnya dan menyalurkan pengalaman-pengalaman belajar

sedemikian rupa, sehingga menghasilkan corak perkembangan

yang diharapkan. Institut ini disebut sekolah (W.S. Winkel, 1987:

2).

Pendidikan di sekolah sebagai akibat dari pemenuhan akan

pentingnya pendidikan tidak hanya terdiri dari gedung saja

melainkan adanya sarana dan prasarana lain yang dapat menunjang

pendidikan. Sekolah merupakan tempat anak didik belajar,

mempelajari sejumlah materi pelajaran. Oleh karena itu harus

diciptakan lingkungan sekolah yang benar-benar dapat mendukung

anak dalam belajar.

c. Lingkungan Masyarakat

Siswa hidup di masyarakat. Hal demikian berarti siswa adalah

bagian dari masyarakat. Oleh karena itu siswa menjalin hubungan

dengan anggota masyarakat yang lainnya. Hubungan tersebut

terjadi dengan teman sebaya, dengan orang yang lebih tua maupun

dengan yang lebih muda. Menurut Roestiyah ( 1982: 162), anak

(34)

sosialisasinya, tetapi perlu dijaga jangan sampai mendapatkan

teman bergaul yang buruk perangainya. Perbuatan yang tidak baik

mudah menular pada orang lain, maka perlu dikontrol dengan siapa

mereka bergaul. Pergaulan yang salah dapat mengakibatkan siswa

lupa atas tanggung jawabnya sendiri sebagai seorang pelajar.

Muhhibbin Syah (1995:44) mengatakan bahwa kondisi sebuah

kelompok masyarakat yang berdomisili di kawasan kumuh dengan

kemampuan ekonomi di bawah garis rata-rata dan tanpa fasilitas

umum seperti sekolah dan lapangan olahraga telah terbukti menjadi

lahan yang subur bagi pertumbuhan anak-anak nakal. Sementara

itu di masyarakat yang lingkungan anak-anaknya rajin belajar

dapat menjadi daya dorong terhadap siswa yang lain untuk rajin

belajar.

Roestiyah (1982: 163) mengatakan bahwa di lingkungan yang

anak-anaknya rajin belajar kemungkinan besar anak akan

terpengaruh untuk rajin belajar tanpa disuruh. Anak akan merasa

malu jika mendapat prestasi yang rendah, jika teman-teman di

sekitarnya mendapat prestasi belajar tinggi. Oleh karena itu, anak

akan berusaha belajar keras agar tidak ketinggalan dengan

teman-temannya. Apabila teman-teman di sekitarnya itu teman

sekelasnya, anak dapat meningkatkan belajar agar ketinggalan

(35)

B. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan

Suryantono dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh faktor

lingkungan belajar dan sikap belajar terhadap prestasi belajar mata

pelajaran ekonomi akuntansi” (2004), menemukan adanya pengaruh

positif dari lingkungan belajar dan prestasi belajar. Lingkungan belajar

sebagai lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan

belajar siswa adalah lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan

masyarakat. Lingkungan yang tenang, nyaman, kondusif dan ditunjang

dengan fasilitas atau sarana belajar yang memadai akan membuat siswa

dapat mencurahkan perhatiannya atau dapat berkonsentrasi dengan baik

untuk belajar, sehingga dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi.

Sedangkan, Legiawati dalam penelitiannya yang berjudul

“Pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua dan motivasi terhadap

prestasi belajar siswa di sekolah” (2002), juga menemukan adanya

pengaruh positif dari motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Menurut

Legiawati, hal ini berarti tinggi rendahnya prestasi dapat diprediksi dari

tinggi rendahnya motivasi belajar yang dimiliki siswa. Pengaruh motivasi

belajar terhadap prestasi belajar siswa dapat terjadi karena siswa yang

memiliki motivasi belajar akan merasa bersemangat dalam belajar

sehingga apa yang dilakukan dirasa senang dan tidak ada paksaan. Hal ini

dapat ditunjukkan dalam kemauan mengikuti pelajaran, kerelaan untuk

(36)

materi. Dengan demikian siswa yang mempunyai motivasi tinggi akan

dapat mencapai prestasi yang baik.

Dari kedua hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa

terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi belajar dan

lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa.

C. Kerangka Berpikir

1. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian

prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi.

Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil

yang baik. Dengan kata lain bahwa dengan adanya motivasi, maka

seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik.

Intensitas motivasi seseorang mahasiswa akan sangat menentukan

tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

2. Pengaruh Sarana Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

Belajar tanpa sarana sepertinya tidak akan dapat berjalan dengan

baik, karena sarana merupakan salah satu penunjang keberhasilan

seseorang dalam belajar. Belajar yang ditunjang dengan pengoptimalan

penggunaaan sarana pembelajaran baik di lingkungan universitas

maupun di lingkungan rumah akan mendasari pencapaian prestasi

belajar yang tinggi atau optimal. Sebaliknya belajar yang tidak

(37)

lingkungan universitas atau lingkungan rumah akan memungkinkan

pencapaian prestasi belajar mahasiswa rendah.

3. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

Manusia mempunyai lingkungan tempat tinggal, baik itu

lingkungan statis atau keadaan tempat, lingkungan dinamis atau

lingkungan sosial. Lingkungan tersebut akan mempengaruhi

orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Demikian pula dengan kegiatan

belajar, setiap orang mempunyai lingkungan belajar yang berbeda.

Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang saling mendukung

dalam belajar akan mendorong mahasiswa untuk selalu belajar.

Suasana belajar yang kondusif dapat membantu mahasiswa dalam

menangkap isi materi pelajaran yang dipelajari, sehingga mahasiswa

dapat menguasai materi-materi pelajaran yang dipelajari tersebut.

Lingkungan belajar yang baik artinya fasilitas maupun suasana

atau keadaan dalam belajar terpenuhi dan menggairahkan dapat

membuat siswa dengan tenang belajar dan menguasai materi pelajaran

yang dipelajari sehingga prestasi belajarnya tinggi.

4. Pengaruh Motivasi Belajar, Sarana Belajar dan Lingkungan Belajar

Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

Menurut Ngalim Purwanto (1991:107), faktor-faktor yang

mempengaruhi proses dan hasil belajar terdiri dari faktor luar dan

faktor dari dalam. Faktor luar terdiri dari lingkungan baik lingkungan

(38)

sengaja dirancang dan dimanipulasikan seperti sarana dan fasilitas.

Faktor dalam terdiri dari fisiologis yang menyangkut mengenai sikap,

minat, motivasi dan sebagainya. Semua faktor tersebut yang antara lain

motivasi, sarana dan lingkungan dapat mempengaruhi bagaimana

proses dan hasil belajar mahasiswa.

Dari kajian di atas dapat dilihat suatu hubungan yang saling

menunjang antara motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar

terhadap prestasi belajar mahasiswa. Motivasi belajar yang baik, sarana

belajar yang optimal dan lingkungan belajar yang mendukung akan

(39)

C. Paradigma Penelitian

Pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar

terhadap prestasi belajar mahasiswa dalam penelitian ini dapat

diilustrasikan paradigma sebagai berikut :

ry1

ry2

Ry123

ry3

Keterangan :

X1 = Motivasi Belajar

X2= Sarana Belajar

X3= Lingkungan Belajar

Y = Prestasi Belajar Mahasiswa X1

X2

X3

(40)

D. Hipotesis

1. Ada pengaruh positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar

mahasiswa.

2. Ada pengaruh positif sarana belajar terhadap prestasi belajar

mahasiswa.

3. Ada pengaruh positif lingkungan belajar terhadap prestasi belajar

mahasiswa.

4. Ada pengaruh positif motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan

(41)

23

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian studi kasus, yaitu penelitian yang

dilakukan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan

lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa khususnya

mahasiswa program studi pendidikan akuntansi tahun ajaran 2002-2004

Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Hasil penelitian ini tidak dapat

digeneralisasikan di luar subyek penelitian, karena hasil penelitian hanya

berlaku pada mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi tahun ajaran

2002-2004 Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta.

2. Waktu Penelitian

(42)

C. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi

Arikunto, 2002: 108). Sesuai dengan masalah yang akan diteliti yaitu

pengaruh antara motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar

terhadap prestasi belajar mahasiswa maka sebagai populasi dalam

penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta tahun ajaran 2002 sampai tahun ajaran

2004. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 266 mahasiswa.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti

(Suharsimi Arikunto,2002:109). Dalam penelitian ini sampel

ditentukan dengan menggunakan metodepurposive random sampling,

yaitu suatu teknik pengambilan sampel random yang didasarkan pada

pertimbangan tertentu, misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga dan

dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar. Sampel yang

akan diambil dalam penelitian ini berjumlah 120 mahasiswa.

D. Variabel Penelitian dan Pengukurannya

1. Variabel Penelitian

a. Variabel Dependen

Variabel dependen merupakan variabel akibat atau variabel tak

(43)

Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini adalah prestasi belajar

mahasiswa.

b. Variabel Independen

Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi

(Suharsimi Arikunto,2002:97). Variabel independen (X) dalam

penelitian ini meliputi motivasi belajar, sarana belajar dan

lingkungan belajar.

2. Pengukuran Variabel

a. Variabel Dependen

Pengukuran variabel prestasi belajar didasarkan pada IPK yang

dicapai mahasiswa pada semester yang bersangkutan. Mahasiswa

tahun ajaran 2002 berdasarkan IPK pada semester 7, mahasiswa

tahun ajaran 2003 berdasarkan IPK pada semester 5, sedangkan

mahasiswa tahun ajaran 2004 berdasarkan IPK pada semester 3,

Prestasi yang diperoleh mahasiswa dikategorikan sebagai berikut :

Tabel 2

Kategori IPK Mahasiswa

IPK Kategori

2,75 Tinggi

(44)

b. Variabel Independen

Variabel motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar

diukur dengan menggunakan skala Likert dengan empat pilihan

jawaban untuk setiap pernyataan. Untuk pernyataan positif,

jawaban sangat tidak setuju (sts) diberi skor 1, tidak setuju (ts)

diberi skor 2, setuju (s) diberi skor 3, sangat setuju (ss) diberi skor

4. Untuk pernyataan negatif, jawaban sangat tidak setuju (sts)

diberi skor 4, tidak setuju (ts) diberi skor 3, setuju (s) diberi skor 2,

sangat setuju (ss) diberi skor 1.

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Kuesioner

Kuesioner merupakan sejumlah daftar pertanyaan yang diberikan

kepada responden untuk diisi sesuai dengan keadaan responden.

Kuesioner diberikan kepada mahasiswa program studi Pendidikan

Akuntansi tahun ajaran 2002-2004 untuk memperoleh data mengenai

pengaruh motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar

terhadap prestasi belajar mahasiswa. Keseluruhan kuesioner yang akan

digunakan berjumlah 43 butir atau item. Adapun kisi-kisi untuk

masing-masing variabel bebas yang akan digunakan dalam kuesioner

(45)

Tabel 3

Kisi-kisi kuesioner variabel independen

Variabel Indikator No. itempositif No.itemnegatif

1. Motivasi belajar

a. Frekuensi

belajar - 1

b. Sikap saat menghadapi kegagalan

- 2

c. Sikap saat menghadapi

e. Peran serta dalam kegiatan perkuliahan

6, 7

-f. Cara yang dilakukan untuk mewujudkan cita-cita

5

-g. Cara yang dilakukan

b. Kondisi sarana yang dimiliki mahasiswa

16, 17, 18

-c. Kondisi sarana yang

disediakan universitas

(46)

-3. Lingkungan

Dokumentasi merupakan pengumpulan data yang berdasarkan pada

pencatatan data tentang obyek yang dilakukan individu atau lembaga.

Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang

berhubungan dengan penelitian, yaitu data mengenai gambaran umum

USD dan data mengenai Kartu Hasil Studi (KHS) mahasiswa tahun

ajaran 2002-2004 Prodi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata

(47)

F. Pengujian Validitas dan Reliabilitas

1. Pengujian Validitas

Pengujian validitas (test of validity) dimaksudkan untuk

mengetahui apakah butir-butir pertanyaan mampu mengukur yang

seharusnya diukur (sahih) atau tidak. Pengujian validitas dilakukan

dengan mengkorelasikan antar skor jawaban masing-masing item

pertanyaan dengan skor total yang diperoleh dari penjumlahan skor

pertanyaan. Uji validitas menggunakan rumus korelasi Product

Moment dari Pearson (Suharsimi Arikunto, 2002:146) yaitu :

r

xy =

{

(

( )( )

)

}

{

(

)

}

rxy = koefisien korelasi antara skor item dan skor total

n = jumlah item pertanyaan X = skor masing-masing item tes Y = skor total seluruh item tes

Pelaksanaan perhitungan uji validitas instrumen pada penelitian ini,

penulis menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service

Solution) seri 12.0. Kemudian mencari r tabel yaitu dengan dk = n – 2

dengan taraf signifikansi 5 % (dk = 30 – 2 = 28, 5 %), diperoleh r tabel

= 0,239. Kriteria pengujian adalah apabila r hitung r tabel maka butir

instrumen dinyatakan valid. Sebaliknya apabila r hitung r tabel maka

(48)

Berdasarkan uji validitas butir pada 30 responden terdapat 12 item

yang tidak valid yaitu butir 2, 5, 7, 8, 14, 26, 29, 30, 36, 37, 41 & 42.

Hasil perhitungan uji validitas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4

Hasil Perhitungan Uji Validitas

Item r tabel r hitung Keterangan

Item 1 0,239 0,470 Valid

Item 3 0,239 0,402 Valid

Item 4 0,239 0,450 Valid

Item 6 0,239 0,430 Valid

Item 9 0,239 0,271 Valid

Item 10 0,239 0,548 Valid

Item 11 0,239 0,640 Valid

Item 12 0,239 0,552 Valid

Item 13 0,239 0,630 Valid

Item 15 0,239 0,412 Valid

Item 16 0,239 0,667 Valid

Item 17 0,239 0,550 Valid

Item 18 0,239 0,443 Valid

Item 19 0,239 0,707 Valid

Item 20 0,239 0,579 Valid

Item 21 0,239 0,402 Valid

Item 22 0,239 0,611 Valid

Item 23 0,239 0,549 Valid

Item 24 0,239 0,428 Valid

Item 25 0,239 0,404 Valid

Item 27 0,239 0,561 Valid

Item 28 0,239 0,275 Valid

(49)

Item 32 0,239 0,317 Valid

2. Pengujian Reliabilitas

Uji reliabilitas yaitu ukuran yang menunjukkan kemampuan

instrumen untuk dipercaya. Untuk uji reliabilitas digunakan rumus

Alpha dariCronbach yaitu (Suharsimi Arikunto, 2002:171) :

r11=

(

)

r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

∑σ

2

b = jumlah varians butir

σ

2

t = varians total

Pengujian reliabilitas butir angket menggunakan koefisien alpha

dari Cronbach dengan menggunakan komputer program SPSS seri

12.0. Kemudian mencari r tabel yaitu dengan dk = n – 2 dan = 0,05

(50)

menunjukkan bahwa butir-butir pernyatan yang diuji reliabel dan

handal. Hal tersebut terbukti dengan diperolehnya r hitung = 0,872.

G. Teknik Analisis Data

1. Uji Persyaratan Analisis

a. Uji Normalitas

Pengujian normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data

berdistribusi normal atau tidak. Pengujian dilakukan dengan

menggunakan uji satu sampel dari Kolmogorov-Smirnov, yaitu

tingkat kesesuaian antara distribusi harga satu sampel (skor yang

diobservasi) dengan distribusi teoritis tertentu, dengan rumus

sebagai berikut (Sugiyono, 2004:150) :

D = maksimum [ Sn1 (X) – Sn2 (X) ]

Keterangan :

D = deviasi atau penyimpangan

Sn1 (X) = distribusi frekuensi kumulatif teoritis

Sn2 (X) = distribusi frekuensi yang diobservasi

Bila probabilitas ( ) yang diperoleh melalui perhitungan lebih

kecil dari taraf signifikan 5% berarti sebaran data variabel tidak

normal. Sebaliknya bila probabilitas ( ) yang diperoleh melalui

perhitungan lebih besar dari taraf signifikan 5% berarti sebaran

(51)

b. Uji Linearitas

Pengujian linearitas dimaksudkan untuk mengetahui ada

tidaknya hubungan linear antara variabel bebas dengan terikat.

Pengujian dilakukan dengan uji F dengan rumus sebagai berikut

(Sudjana, 1996:332) :

F

=

2

2 TC

Se S

Keterangan :

F = nilai F untuk garis regresi

S 2

TC = varians tuna cocok Se2 = varians kekeliruan

Jika F hitung F tabel pada taraf signifikan 5% maka dapat

dikatakan ada hubungan linear antara variabel bebas dengan

variabel terikat. Sebaliknya apabila F hitung F tabel pada taraf

siginifikan 5% maka dapat dikatakan tidak ada hubungan linear

antara variabel bebas dengan variabel terikat.

c. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui apakah ada

korelasi linier yang tinggi diantara dua atau lebih variabel bebas.

Dengan adanya multikolinieritas maka standar kesalahan untuk

masing-masing koefisien yang diduga akan sangat besar, akibat

lainnya akan menghasilkan nilai t yang rendah dan pengaruh

(52)

Lasmono, 1993:53). Untuk mendeteksi multikolinieritas digunakan

bantuan komputer dengan program SPSS seri 12.0.

Multikolinieritas terjadi apabila nilai VIF (Variance Inflation

Factor) > 10 (Imam Ghozali, 2001:92).

d. Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah

pada persamaan regresi tersebut terjadi heteroskedastisitas atau

tidak. Heteroskedastisitas maksudnya variabel pengganggu tidak

sama untuk semua pengamatan, jika pengamatan semakin besar

akan mengakibatkan residual yang semakin besar pula (Rietvield

dan Lasmono, 1993:51-52).

Menurut Imam Ghozali (2001:108) heteroskedastisitas dapat

dideteksi dengan menggunakan uji Glejser, yaitu dengan meregres

nilai absolut residual terhadap variabel independen dengan

ketentuan yaitu jika variabel independen signifikan secara statistik

mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi

heteroskedastisitas, sedangkan apabila tingkat probabilitas

signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5%, maka dapat

disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas.

2. Uji Hipotesis

Untuk menguji hipotesis 1 yang menyatakan ada pengaruh positif

(53)

koefisien korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut

(Suharsimi Arikunto, 2002:146):

rxy =

( )( )

rxy = koefisien korelasi

X = skor variabel bebas Y = skor variabel terikat n = jumlah ukuran sampel

Untuk menguji hipotesis 2 yang menyatakan ada pengaruh positif

sarana belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa digunakan teknik

koefisien korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut

(Suharsimi Arikunto, 2002:146):

rxy =

( )( )

rxy = koefisien korelasi

X = skor variabel bebas Y = skor variabel terikat n = jumlah ukuran sampel

Untuk menguji hipotesis 3 yang menyatakan ada pengaruh positif

lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa digunakan

teknik koefisien korelasi product moment dengan rumus sebagai

(54)

rxy =

( )( )

rxy = koefisien korelasi

X = skor variabel bebas Y = skor variabel terikat n = jumlah ukuran sampel

Kemudian untuk membuktikan apakah hipotesis dapat diterima

atau tidak, maka diadakan uji signifikansi dengan tingkat signifikan

5%. Rumus yang digunakan adalah rumus t-test sebagai berikut

(Sudjana,1996:377) :

r = koefisien antara variabel bebas dan variabel terikat n = jumlah sampel

Kriteria pengambilan keputusan yaitu hipotesis diterima bila t

hitung t tabel dan sebaliknya, hipotesis ditolak bila t hitung t tabel.

Untuk menguji hipotesis 4 yang menyatakan ada pengaruh positif

motivasi belajar, sarana belajar dan lingkungan belajar terhadap

prestasi belajar mahasiswa digunakan analisis regresi ganda dengan

tiga variabel, Sedangkan untuk menentukan koefisien regresi ganda,

(55)

R

y (1,2,3)

=

R2 (koefisien determinan) digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Untuk

mengetahui apakah koefisien korelasi tersebut signifikan maka perlu

dilakukan uji F dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Sudjana,

1996:385) :

R2 = koefisien determinasi

n = jumlah sampel k = jumlah variabel bebas

Hipotesis akan diterima apabila F hitung F tabel dan sebaliknya,

hipotesis akan ditolak bila F hitung F tabel dengan taraf signifikansi

(56)

38

BAB IV

GAMBARAN UMUM

A. Sejarah Universitas Sanata Dharma 1. PTPG Sanata Dharma (1955- 1958)

Rencana untuk mendirikan suatu Perguruan Tinggi Pendidikan

Guru (PTPG) oleh Prof. Moh. Yamin, S.H. (mentri Pendidikan,

Pengajaran, dan Kebudayaan RI) pada tahun 1050-an disambut baik oleh

para imam Katolik, terutama Ordo Societas Jesus (Serikat Yesus yang

lazim disingkat S.J. waktu itu ordo telah membuka kursus-kursus BI,

antara lain BI mendidik (Yayasan De Brito) di Yogyakarta yang dikelola

oleh Pater H. Loef, S.J.dan BI Bahasa Inggris (Yayasan Loyola) di

Semarang yang dikelola oleh Pater W.J Van der Meulen, S.J. dan Pater H.

Bastiaanse, S.J.

Berkat dukungan dari Conggregatio de Propaganda Fide,

selanjutnya Pater Kester yang waktu itu menjabat sebagai Superior

Misionaris Serikat Yesus menggabungkan kursus-kursus ini menjadi

sebuah perguruan tinggi dan lahirlah PTPG Sanata Dharma pada tanggal

20 Oktober 1955 dan diresmikan oleh pemerintah pada tanggal 17

Desembar 1955.

Pada awalnya PTPG Sanata Dharma mempunyai 4 Jurusan, yaitu

(57)

Serikat Yesus menunjuk Pater Prof. Nicolaus Driyarkara, S. J. menjadi

Dekan PTPG Sanata Dharma dan Pater H. Loeff sebagai Wakil Dekan.

Nama “Sanata Dharma” diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J.

yang waktu itu menjabat pejabat Departeman Pendidikan, Pengajaran, dan

Kebudayaan di Kantor Wali Gereja Indonesia. “Sanata Dharma”

sebenarnya dibaca “Sanyata Dharma”, yang berarti “kebaktian yang

sebenarnya” atau “pelayanan yang nyata”. Kebaktian dan pelayanan itu

ditujukan kepada tanah air dan gereja (Pro Patria et Eclessia).

2. FKIP Sanata Dharma (1958-1965)

Untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, dalam hal

ini Kementrian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tentang

perubahan PTPG menjadi FKIP, maka PTPG Sanata Dharma pada bulan

November 1958 berubah menjadi FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu

Pendidikan) Sanata Dharma dan merupakan bagian dari Universitas

Katolik Indonesia cabang Yogyakarta. Pada masa FKIP ini Sanata

Dharma berhasil memperoleh status “disamakan” dengan negeri

berdasarkan SK Menteri PTIP No. 1/ 1961 pada tanggal 6 Mei 1961 jo

No. 77/ 1962 tanggal 11 Juli 1962. Walaupun bagian dari Universitas

Katolik Indonesia, secara de facto FKIP Sanata Dharma berdiri sendiri.

3. IKIP Sanata Dharma (1965-1993)

Untuk mengatasi kerancuan antara menjadi bagian dari Universitas

Katolik cabang Yogyakarta dengan kemandirian FKIP Sanata Dharma

(58)

menjadi IKIP Sanata Dharma berdasarkan SK Menteri PTIP No.237/

B-SWT/ U/ 1965. Surat keputusan ini berlaku mulai tanggal 1 September

1965.

Dalam masa IKIP tersebut, banyak hal berkembang di Sanata

Dharma. Perkembangannya meliputi berbagai aspek, baik yang

menyangkut pembangunan sarana fisik, administrasi, pengajaran dan

penelitian maupun pengabdian pada masyarakat. IKIP Sanata Dharma

dilengkapi dengan lembaga-lembaga pendukung, yaitu Pusat Penelitian

Sanata Dharma, Pusat Pengabdian pada Masyarakat, dan Pusat Komputer.

Di samping itu, IKIP Sanata Dharma didukung pula oleh dua biro

administrasi, yaitu Biro Administrasi Umum (BAU) dan Biro

Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK).

Selain melaksanakan Program SI (sebelumnya Sarjana Muda dan

Sarjana), IKIP Sanata Dharma juga dipercaya pemerintah untuk

mengelola Program Diploma I. II dan III untuk jurusan Matematika,

Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS dan PMP. Berbagai

program Diploma ini ditutup pada tahun 1990 dan selanjutnya dibuka

program Diploma II PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

4. Universitas Sanata Dharma (1993-sekarang)

Akhirnya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan

masyarakat serta kemajuan jaman, tanggal 20 April 1993 sesuai dengan

SK Mendikbud No.46/ D/ O/ 1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan

(59)

Dengan perkembangan ini USD diharapkan tetap dapat memajukan sistem

pendidikan guru sekaligus berpartisipasi dalam memperluas wawasan ilmu

pengetahuan dan teknologi.

Setelah berkembang menjadi universitas, Sanata Dharma terdorong

untuk memperluas muatan program pendidikannya. Disamping tetap

mempertahankan pendidikan guru dengan tetap membuka FKIP (Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Sanata Dharma membuka beberapa

fakultas baru. Universitas Sanata Dharma sekarang memiliki 8 fakultas

dengan 25 Program Studi, 3 Program Pasca Sarjana, 1 Program Profesi,

dan 3 Program Kursus Bersetifikat.

Sekarang ini banyak hal berkembang di Universitas Sanata

Dharma. Perkembangannya meliputi berbagai aspek, baik sarana fisik

(gedung, lab, perpustakaan, dan fasilitas lainnya), administrasi (sistem

informasi, manajemen, biro/lembaga/pusat/serta unit pendukung,

peningkatan mutu akademik, penelitian, pengajaran, serta pengabdian

pada masyarakat.

5. Nama-nama Rektor Sanata Dharma

a. Prof. Dr. N. Driyarkara (1955-1967)

b. Drs. J. Drost, S. J. (1968-1976)

c. Prof. Dr. A. M. Kadarman, S. J. (1977-1984)

d. Drs. F. X. Danuwinata, S. J. (1984-1988)

e. Drs. A. Tutoyo, M. Sc. (1988-1993)

(60)

g. Dr. Paulus Suparno, S. J. MST (2001-2006)

h. Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J., M.Sc (sekarang)

B. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan USD 1. Visi

USD didirikan untuk berpartisipasi dalam usaha melindungi dan

meningkatkan martabat melalui perpaduan keunggulan akademik dan

nilai-nilai kemanusiaan yang diwujudkan dalam penggalian kebenaran

secara objektif dan akademis dan pengembangan kaum muda yang

didasarkan pada nilai kebangsaan, kemanusiaan dan Spiritualitas Ignatian,

yaitu menjadi manusia bagi sesama (human for and with others), perhatian

pribadi (cure personalis), semangat keunggulan (magis) dan semangat

dialogis.

2. Misi

USD didirikan sebagai lembaga akademis yang menekankan

perpaduan IPTEK dan nilai-nilai kemanusiaan, lembaga kritis masyarakat,

lembaga yang menjunjung tinggi kebebasan akademis, lembaga

pendidikan humanis dan dialogis yang mengembangkan segi intelektual,

moral, emosional, dan spiritual mahasiswa secara terpadu, lembaga yang

mendidik mahasiswa menjadi manusia yang utuh, kritis, dewasa dan

memiliki kepekaan sosial, lembaga yang memberikan pelayanan

masyarakat dan lembaga yang mempersiapkan tenaga kependidikan secara

(61)

3. Tujuan Pendidikan USD

Pendidikan di USD bertujuan membantu mencerdaskan putra-putri

bangsa dengan memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai

humanistik yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani yang universal dan

cita-cita kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila, sehingga

memiliki kemampuan akademik sesuai dengan bidang studinya dan

integritas kepribadian yang tinggi.

C. Prodi Pendidikan Ekonomi (PE)

Prodi PE berada di bawah Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan

Sosial (JPIPS), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Prodi PE

mencakup Program Studi Pendidikan Akuntansi dan Program Studi

Pendidikan Ekonomi Koperasi (PEK). Pada tahun 1999, berdasarkan SK

Dirjen Dikti No. 143/ DIKTI/ Kep/ 1999 tentang penataan nama Prodi

Pendidikan Akuntansi dan Prodi Pendidikan Ekonomi Koperasi diganti

dengan nama Prodi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan

Akuntansi dan Prodi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus

Pendidikan Ekonomi Koperasi.

1. Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi (PE BKK PAK).

Program Studi Pendidikan Akuntansi bertujuan untuk menghasilkan

tenaga kependidikan yang professional di bidang akuntansi, manajemen,

(62)

Program Studi berdasarkan pada kurikulum nasional dan muatan local.

Penyelenggaraan proses belajar mengajar dilaksanakan teratur dan

didukung oleh ketersediaan fasilitas yang memadai. Sikap kritis yang

ditanamkan pada mahasiswa dalam proses belajar mengajar terbukti telah

memberikan dasar yang kuat bagi lulusan dalam berpikir secara ilmiah.

Sebagai hasilnya, lulusan Program Studi Pendidikan Akuntansi memiliki

kemampuan yang memadai di bidangnya dan memiliki fleksibilitas yang

tinggi. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan banyaknya lulusan prodi

yang menduduki jabatan/ posisi penting dalam dunia pendidikan dan non

kependidikan, yakni sebagai sumber daya menusia yang dapat diandalkan

di bidang akuntansi pada perusahaan dagang, perusahaan manufaktur,

perusahaan jasa seperti bank, perhotelan, peusahaan konsultasi

manajemen/ bisnis/ perpajakan, asuransi dan sebagainya.

2. Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Koperasi (PE BKK PEK).

PE BKK PEK merupakan salah satu Prodi dibawah Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan yang memiliki visi, misi dan tujuan sebagai berikut:

VISI

Membangkitkan dan mengembangkan potensi generasi muda agar

mampu berpartisipasi aktif dan kreatif dalam membangun masyarakat

pluralistik yang adil dan demokratik sesuai dengan bidang

keahliannya, yang dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan

(63)

MISI

§ Menyediakan bagi masyarakat tenaga kependidikan dan non

kependidikan di bidang ekonomi yang professional, dewasa secara

spiritual, moral, intelektual, sosial dan emosional, serta yang

mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu dan

teknologi.

§ Menyelenggarakan pendidikan yang humanis dengan semangat

dialogis

§ Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus

membantu mahasiswa untuk mengembangkan kepekaan dan

kepedulian sosialnya.

§ Menyelenggarakan penelitian di bidang pendidikan dan ekonomi

demi pengembangan martabat manusia.

TUJUAN

§ Mempersiapkan tenaga kependidikan dan non kependidikan di

bidang ekonomi yang professional dan kreatif dalam

menggunakan teknologi informasi

§ Meningkatkan kualitas proses pendidikan yang humanis dialogis

lewat peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran yang berupa

hardware, software,danbrainware-nya

§ Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian yang dilakukan

oleh para dosen baik individual maupun kelompok dan oleh

(64)

§ Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada

masyarakat baik yang dilakukan oleh Program Studi sebagai satu

kesatuan, dosen dan mahasiswa secara individual maupun

kelompok seraya mengembangkan networking dengan

lembaga-lembaga pendidikan dan non-kependidikan

D. Program dan Fasilitas Pendukung untuk Kesejahteraan Mahasiswa 1. Beasiswa dan Bantuan Khusus

Untuk memberi motivasi dan insentif kepada mahasiswa yang

berprestasi serta membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan

keuangan, USD memberikan Beasiswa dan Bantuan Khusus kepada

mahasiswanya.

Setiap semester rata-rata USD memberikan Beasiswa kepada 100

orang dan Bantuan Khusus kepada 50 orang. Besarnya Beasiswa dan

Bantuan Khusus berturut turut yaitu Rp 70.000,00 dan Rp 60.000,00 setiap

bulannya.

2. Bantuan PEnyelesaian Skripsi/ Tugas Akhir

Mahasiswa yang mengalami kesulitan keuangan dalam proses

penyelesaian Skripsi/ Tugas Akhir dapat memperoleh bantuan keuangan

dari USD. Untuk memperoleh bantuan tersebut mahasiswa yang sedang

membuat Skripsi/ Tugas Akhir mengajukan permohonan kepada Pembantu

(65)

Permohonan tersebut dilampiri proposal penelitian yang sedang

dilaksanakan.

3. Beasiswa dari luar USD

Dana untuk beasiswa dan beberapa jenis bantuan keuangan yang

diuraikan di atas berasal dari USD, dan pengelolaannya pun sepenuhnya

berada di tangan USD. Selain beasiswa dan bantuan-bantuan tersebut,

USD juga menyalurkan beasiswa dari berbagai instansi di luar USD

kepada mahasiswa. Beasiswa tersebut berasal dari:

a. BeasiswaScholarshipFund dari Yayasan Sanata Dharma

b. Beasiswa Supersemar

c. Beasiswa Bank Lippo

d. Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (BPPA)

e. Beasiswa Yayasan Toyota-Astra (BS YTA, khusus untuk prodi

eksakta)

f. Beasiswa Yayasan Salim

g. Beasiswa Yayasan IJARI (khusus untuk mahasiswa eksakta)

h. Beasiswa Yayasan Development Bank (khusus untuk mahasiswa

teknik)

i. Beasiswa Yayasan Realino Seksi Pengabdian Masyarakat

j. Beasiswa KPH Santo Antonius

Besarnya beasiswa bervariasi antara Rp 50.000,00 sd Rp 125.000,00

(66)

4. Dana Van Lith

Dana Van Lith adalah sejumlah uang yang dikumpulkan dari para

donator, diusahakan oleh Universitas Sanata Dharma untuk membantu

para mahasiswa yang mengalami kesulitan keuangan yang mendesak.

Maka dana Van Lith adalah dana darurat untuk membantu mahasiswa

yang mengalami kesulitan finansial yang dihadapi. Semula Dana Van Lith

juga diberikan kepada mahasiswa sebagai beasiswa. Dinamakan Van Lith

karena untuk mengenang dan menghormati Pater F. Van Lith, S. J.,

perintis Sekolah Guru di Muntilan yang begitu memperhatikan para

muridnya yang mengalami kesulitan, termasuk kesulitan keuangan. Di

USD Dana Van Lith dikelola oleh PR II bersama PR III.

5. Asuransi/ Bantuan Perawatan Kesehatan

Sakit atau kecelakaan tidak pernah diharapkan oleh siapa pun,

tetapi kadangkala kita tidak dapat menghindarinya. Ketika kita mengalami

kecelakaan atau terpaksa harus mondok di rumah sakit seringkali tidak

sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu USD mengorganisir

asuransi/ bantuan perawatan kesehatan untuk mahasiswa USD.

Bantuan diberikan kepada mahasiswa yang mengalami kecelakaan

sehingga memerlukan perawatan dokter atau menginap di rumah sakit,

atau orang tua mahasiswa meninggal dunia, ataupun juga mahasiswa

Gambar

Tabel 1Beban Studi Maksimal
Tabel 1Beban Studi Maksimal. View in document p.27
Tabel 2Kategori IPK Mahasiswa
Tabel 2Kategori IPK Mahasiswa. View in document p.43
Tabel 3
Tabel 3. View in document p.45
Tabel 4Hasil Perhitungan Uji Validitas
Tabel 4Hasil Perhitungan Uji Validitas. View in document p.48
Tabel 4Jumlah Mahasiswa Empat Tahun Terakhir
Tabel 4Jumlah Mahasiswa Empat Tahun Terakhir. View in document p.67
Tabel 6Jumlah Tenaga Pengajar Tetap
Tabel 6Jumlah Tenaga Pengajar Tetap. View in document p.68
Tabel 7Deskripsi Responden Berdasarkan Tahun Ajaran
Tabel 7Deskripsi Responden Berdasarkan Tahun Ajaran. View in document p.74
Tabel 8Kategori Motivasi Belajar Mahasiswa
Tabel 8Kategori Motivasi Belajar Mahasiswa. View in document p.75
Tabel 10 Kategori Sarana Belajar Mahasiswa
Tabel 10 Kategori Sarana Belajar Mahasiswa. View in document p.76
Tabel 11Distribusi Frekuensi Sarana Belajar Mahasiswa
Tabel 11Distribusi Frekuensi Sarana Belajar Mahasiswa. View in document p.77
Tabel 13Deskripsi Distribusi Frekuensi Lingkungan Belajar Mahasiswa
Tabel 13Deskripsi Distribusi Frekuensi Lingkungan Belajar Mahasiswa. View in document p.78
Tabel 14Kategori IPK Mahasiswa Berdasarkan Standar Kelulusan
Tabel 14Kategori IPK Mahasiswa Berdasarkan Standar Kelulusan. View in document p.79
Tabel 16Ringkasan Hasil Uji Normalitas
Tabel 16Ringkasan Hasil Uji Normalitas. View in document p.81
Tabel 17Ringkasan Hasil Uji Linearitas variabel Bebas dan Variabel
Tabel 17Ringkasan Hasil Uji Linearitas variabel Bebas dan Variabel. View in document p.83
Tabel 18Hasil Korelasi antara Variabel-variabel Bebas dengan
Tabel 18Hasil Korelasi antara Variabel variabel Bebas dengan. View in document p.91
Tabel 19Ringkasan Uji Signifikan (Uji F)
Tabel 19Ringkasan Uji Signifikan Uji F . View in document p.92

Referensi

Memperbarui...

Download now (139 pages)