Pengaruh rasio keuangan dan ukuran perusahaan terhadap harga saham : studi pustaka pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ - USD Repository

Gratis

0
0
130
3 months ago
Preview
Full text

  

PENGARUH RASIO KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN

TERHADAP HARGA SAHAM

Studi Pustaka Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEJ

SKRIPSI

  

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

  

Oleh :

Dani Sulistyawan

NIM : 012114137

  

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  “BILA KITA INGIN MENCAPAI, NIKMAT MAKA MANUSIA MAU SAKIT HATI” “KESAKITAN BUKAN AWAL KETERPURUKAN, AWAL KEMENANGAN”

  Skripsi ini ku persembahkan untuk : Yesus Kristus, Bunda maria Bpk ku yang telah tiada dan ibu tersayang sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih

  

ABSTRAK

PENGARUH RASIO KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN

TERHADAP HARGA SAHAM

Studi Pustaka Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEJ

Dani Sulistyawan

  

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2007

  Penelitian ini bertujuan untuk menguji 1) pengaruh rasio-rasio keuangan (Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt to Total Assets Ratio, Price Earning Ratio,

  Market/Book Ratio

  ) terhadap harga saham, 2) size firm (ukuran perusahaan) terhadap harga saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Size Firm mengacu pada total aktiva pada perusahaan masing-masing.

  Sampel penelitian yang digunakan adalah kelompok perusahaan manufaktur dengan kategori perusahaan yang pernah masuk dalam 20 saham paling aktif berdasarkan frekuensi perdagangan di BEJ selama periode pengamatan (Januari 2003 sampai dengan 2005). Jumlah sampel yang diperoleh berdasarkan kategori tersebut berjumlah 60 saham perusahaan. Data sekunder diperoleh secara tidak langsung dari perusahaan melainkan diperoleh dari ICMD dan downlowd dari Pojok BEJ UAJY. Data yang digunakan, laporan keuangan publikasi tahunan periode 2003 sampai dengan tahun 2005.

  Teknik regresi linier berganda digunakan teknik analisis ini dengan pengujian asumsi klasik yang terdiri dari Normalitas, Multikolinearitas dan Heterokedastistas. Untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen digunakan uji-t dan uji-F dengan taraf signifikansi 0,05 atau (5%). Berdasarkan penelitian hasil uji-t menunjukkan bahwa Profit Margin, ROA, ROE,

  Total Debt to Total Assets Ratio, Price Earning Ratio, Market/Book Ratio

  dan Size

  Firm

  tidak berpengaruh positif terhadap harga saham. Dari uji-F secara bersama-sama menunjukkan bahwa Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt to Total Assets Ratio,

  Price Earning Ratio, Market/Book Ratio

  dan Size Firm tidak ada pengaruh positif terhadap harga saham.

  

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF FINANCIAL RATIO AND SIZE OF FIRM TOWARD

THE SHARE’S PRICE

Library Research on Manufacture Companis at JSE

  Dani Sulistyawan Sanata Dharma University

  Yogyakarta 2007

  This research aimed to find out 1) the influence of financial ratio (Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt to Total Assets Ratio, Price Earning Ratio, Market / Book Ratio) toward the share’s price, 2) the influence of size of firm toward the share’s price in Jakarta Stock Exchange. The size of firm in this research was based on the total assets in each company.

  The sample of research used was a group of manufacture firms which were categorized as the most active - 20 share - firms based on trade frequency in Jakarta Stock Exchange within monitoring period (January 2003 – January 2005). The number of sample used was 60 shares. The secondary data were obtained indirectly from the firms through ICMD and downloaded from Pojok BEJ UAJY. The data used were annual financial statement publication from 2003 up to 2005.

  Multiple linear regression technique was used as the technique of research with classic assumption examination consisting of Normality, Multicollinearity, and Heteroscedasticity. t-test and F-test with the level of significance 0,05 or 5% were used to examine the hypothesis about the influence of independent variables toward the dependent variables. Based on the research, the result of t-test showed that Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt to Total Assets Ratio, Price Earning Ratio, Market / Book Ratio and Size Firm did not have positive influence toward the share’s price. The result of F-test also showed that simultaneously Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt to Total Assets Ratio, Price Earning Ratio, Market / Book Ratio and Size Firm did not have positive influence toward the share’s price.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Allah Bapa di surga atas kasih, karunia, kemurahan

dan terang-Nya, serta Bunda Maria yang selalu memberikan berkah sehingga

penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini merupakan salah

satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi

Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma.

  Dalam penyusunan skripsi ini penulis telah banyak mendapat masukan,

saran, maupun bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini

perkenankanlah dengan penuh rasa hormat dan kerendahan hati penulis

menyampaikan ucapan terimakasih kepada:

  

1. Romo Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan

untuk belajar dan mengembangkan kepribadian kepada penulis.

  

2. Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas

Sanata Dharma.

  

3. Ir. Drs. Hansiadi Yuli Hartanto, M.Si, Akt, selaku Ketua Program Studi

Akuntansi.

  

4. Dr. Fr. Ninik Yudianti, M.Acc., selaku dosen pembimbing I yang telah

meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, saran, pengarahan dan masukan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat selesai.

  

6. Bapak Y. Suradi (Alm), Ibu Y. Suminah, kakakku FL. Emi Yuniarti dan

Agung Yuniarto serta adikku Aditya Wahyu Wibowo atas segala doa, kasih sayang, bantuan (baik materi maupun rohani) selama ini sehingga penulis dapat mewujudkan harapan yang selama ini dinanti.

  

7. My L ŎvΣ£¥ AnGe£, Lucia Danik Triastuti (€íþ£üχ) atas perhatian, kasih

sayang, memberi aku nasehat, waktu, rela untuk mendengar semua keluhanku, kesabaran untuk mau mememani dalam suka dukaku serta membangkitkan semangat sehingga aku bisa bangkit dan menyelesaikan studiku.

  

8. Adikku Niesa dan Mia atas dukungan yang membuat aku bangkit atas

keterpurukanku.

  

9. Teman-temanku Mudika Paroki Wonosari, terima kasih atas dukungan dan

doanya sehingga aku bisa terus maju.

  

10. Teman-temanku ’01 (Adit, Wiwit, Wawan, Gusur, Mamat, Fitra, Yoyok,

Terry, Dikun, Onal, Qwot, Roim, Agung, Gamblish, Sontrot, Riky, Toink, Lintang, Achonk, Didu, Tommy, Alphons, David, Dono) serta semua teman- teman Akuntansi angkatan ’01 yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu untuk kebersamaan dan kekompakkannya selama ini.

  

11. Teman-teman KKP angkatan IX: (Lisa, Vika, Andi dan Anton) bersama kalian

kudapatkan banyak sekali pengalaman berharga.

  

12. Teman-teman kosku di Prayan Wetan 115A, terima kasih atas kebersamaan

  

Penulis sadar bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna, sehingga

semua saran dan koreksi yang membangun untuk penyempurnaan lebih lanjut

akan penulis terima dengan senang hati. Akhir kata semoga skripsi ini bisa

bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.

  Penulis ( Dani Sulistyawan )

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ................................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .............................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................... v ABSTRAK ............................................................................................................... vi ABSTRACT ........................................................................................................... vii KATA PENGANTAR .......................................................................................... viii DAFTAR ISI ........................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ................................................................................................. xiv

  BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .............................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 7 C. Batasan Masalah .......................................................................................... 8 D. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 8 E. Manfaat Penelitian ........................................................................................ 9 F. Sistematika Penulisan .................................................................................. 9

  C. Hubungan Laporan Keuangan Dengan Kinerja Keuangan ....................... 17

  D. Harga Saham ............................................................................................. 18

  E. Hubungan Rasio Keuangan Dengan Harga Saham .................................. 19

  F. Hubungan Ukuran Perusahaan Dengan Harga Saham ............................. 22

  G. Review Penelitian Terdahulu...................................................................... 23

  H. Hipotesis Penelitian .................................................................................. 25

  BAB III METODA PENELITIAN ........................................................................ 26 A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 26 B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................... 26 C. Obyek Penelitian ........................................................................................ 26 D. Populasi dan Sampel ................................................................................ 26 E. Teknik Pengambilan Data ........................................................................ 28 F. Identifikasi Variabel .................................................................................. 29 G. Definisi Operasional .................................................................................. 29 H. Teknik Analisis........................................................................................... 32 I. Pengujian Hipotesis ................................................................................... 37 BAB IV DESKRIPSI SAMPEL ........................................................................... 41 A. PT Bursa Efek Jakarta ................................................................................ 41 B. Data Perusahaan ....................................................................................... 47

  2. Deskripsi Proses ............................................................................. 71

  3. Deskripsi Keluaran ......................................................................... 75

  4. Deskripsi Pengendalian .................................................................. 75

  B. Pengujian Regresi Berganda....................................................................... 63

  1. Uji Normalitas ............................................................................... 63

  2. Uji Multikolinieritas ....................................................................... 64

  3. Uji Heteroskedastisitas ................................................................... 73

  C. Pembahasan ............................................................................................... 81

  BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN ..... 83 A. Kesimpulan ............................................................................................... 83 B. Keterbatasan Penelitian ............................................................................. 83 C. Saran ......................................................................................................... 84 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Data Perusahaan Tahun 2003 ................................................................. 47Tabel 4.2 Data Perusahaan Tahun 2004.................................................................. 48Tabel 4.3 Data Perusahaan Tahun 2005.................................................................. 48

  Tebel 5.1 Data Perusahaan dari Laporan Keuangan Tahun 2003 ........................... 52 Tebel 5.2 Data Perusahaan dari Laporan Keuangan Tahun 2004 ........................... 54 Tebel 5.3 Data Perusahaan dari Laporan Keuangan Tahun 2005 ........................... 56

Tabel 5.4 Data Rasio Keuangan Tahun 2003.......................................................... 58Tabel 5.5 Data Rasio Keuangan Tahun 2004.......................................................... 59Tabel 5.6 Data Rasio Keuangan Tahun 2005.......................................................... 60Tabel 5.7 Data Rasio Keuangan Dari Tahun 2003-2005 ........................................ 61Tabel 5.8 Tabel Uji Normalitas .............................................................................. 63Tabel 5.9 Tabel Uji Multikolinieritas ..................................................................... 64Tabel 5.10 Tabel Correlations ............................................................................... 65Tabel 5.11 Tabel Model Summary ......................................................................... 68Tabel 5.12 Tabel ANOVA ..................................................................................... 69Tabel 5.13 Tabel Coefficients ................................................................................. 69Tabel 5.14 Variables Entered/Removed ................................................................ 73Tabel 5.17 Coefficients ......................................................................................... 75Tabel 5.18 Model Summary .................................................................................. 78

  1 BAB I

  PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

  Salah satu tujuan analisis laporan keuangan adalah untuk memberikan dasar pertimbangan yang lebih layak dan sistematis dalam memprediksikan kinerja perusahaan yang sekarang terjadi dan di tahun yang akan datang. Tujuan analisis laporan keuangan adalah menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan perubahan dalam posisi keuangan suatu perusahaan yang berguna bagi para penggunanya untuk membuat keputusan. Untuk memahami informasi laporan keuangan, analisis laporan keuangan sangat dibutuhkan. Salah satu analisis untuk membuat perencanaan dan pengendalian keuangan yang baik adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan. Menurut Machfoedz (1996), rasio keuangan adalah perbandingan antara dua elemen laporan keuangan yang menunjukkan suatu indikasi kesehatan keuangan perusahaan pada posisi tertentu. Bagi perusahaan, hasil analisis ini dapat dipakai untuk membuat perencanaan, pengkoordinasian, pengawasan serta pengambilan keputusan. Selain pihak perusahaan, pihak lain yang juga sangat berkepentingan terhadap laporan

  2 Sebelum investor memutuskan akan menginvestasikan dana ke suatu perusahaan, investor perlu melakukan penilaian yang cermat terhadap perusahaan tersebut. Investor harus percaya bahwa informasi laporan keuangan yang diterimanya adalah benar, dapat dipercaya, dan tidak ada pihak yang memanipulasinya. Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas (saham). Dalam keadaan seperti itu, pasar modal dikatakan efisien secara informasional. Pasar modal dikatakan efisien secara informasional apabila harga sekuritas-sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan.

  Pada dasarnya kegiatan investor memerlukan pengorbanan waktu, dan pikiran. Tujuan investor menanamkan modalnya pada sekuritas adalah dengan harapan mendapatkan return (keuntungan atas tingkat pembelian) yang memuaskan dengan risiko tertentu. Karena dasar dari keputusan investasi tidak dapat dipisahkan dengan hubungan antara return dengan tingkat risiko. Oleh karena itu informasi yang tidak benar dan tidak tepat tentunya akan menyesatkan para pemodal dalam melakukan investasi pada sekuritas, sehingga hal ini akan merugikan para pemodal. Semakin tepat dan cepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham, maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisiensi.

  3 harga belinya. Sedangkan dividend adalah bagian dari keuntungan yang diberikan emiten kepada para pemegang saham. Dalam melakukan investasi, investor harus memilih perusahaan yang memberikan return yang tinggi. Menurut Hartono (1985) terdapat dua macam analisis :

  1. Analisis sekuritas fundamental, analisis ini menggunakan data yang berasal dari laporan keuangan perusahaan seperti laba, penjualan dan lain- lain.

  2. Analisis teknik, analisis ini menggunakan data pasar dari saham untuk menentukan nilai dari saham.

  Analisis laporan keuangan dapat digunakan untuk mengetahui prospek keuntungan di masa yang akan datang, dapat mengetahui jaminan investasi yang dilakukan oleh investor, juga dapat mengetahui kondisi kerja dan kondisi keuangan jangka pendek perusahaan yang bersangkutan. Para investor dapat menentukan langkah yang akan diambil selanjutnya berdasarkan analisis laporan keuangan yang sudah ada. Baik buruknya laporan keuangan dapat menjadi dasar kebijakan penanaman modal oleh investor.

  Analisis rasio adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menilai kinerja keuangan perusahaan dengan cara membandingkan beberapa laporan keuangan dari tahun ke tahun yang berurutan, yang dapat digunakan

  4 menentukan investasi yang akan dilakukan investor. Prediksi harga saham ini bisa dihitung berdasarkan nilai buku atau berdasarkan nilai pasar.

  Rasio yang berdasarkan nilai buku dihitung dengan mendasarkan pada data-data yang berasal dari kegiatan perusahaan yang bersangkutan. Rasio-rasio yang dihitung dalam penelitian ini antara lain Profit Margin, Return On Equity,

  Return On Total Assets dan Debt Equity Ratio

  . Walaupun kreditur lebih menyukai rasio Debt Equity Ratio yang rendah, semakin rendah rasio ini semakin besar perbandingan terhadap kerugian kreditur, karena Debt Equity Ratio ini menggambarkan perbandingan antara total hutang dengan total ekuitas perusahaan yang digunakan sebagai sumber pendanaan perusahaan. Jadi semakin besar Debt Equity Ratio menunjukkan struktur permodalan usaha lebih banyak memanfaatkan hutang-hutang relatif terhadap ekuitas. Semakin tinggi Debt Equity

  Ratio

  mencerminkan risiko perusahaan yang relatif tinggi, akan tetapi investor akan menginginkan Debt Equity Ratio yang besar karena akan dapat meningkatkan laba yang diharapkan. Investor juga mengharapkan Profit Margin,

  Ratio On Equity dan Ratio On Total Assets

  yang lebih besar, karena juga akan meningkatkan laba yang diinginkan.

  Rasio pasar menunjukkan harga pasar relatif terhadap nilai buku. Rasio nilai pasar menghubungkan harga saham perusahaan dengan laba dan nilai

  5 nilai buku baik, maka rasio nilai pasar akan menjadi lebih tinggi dan harga saham akan setinggi yang diharapkan. Rasio pasar yang dihitung dalam penelitian ini adalah :

  1. Price Earning Ratio, yaitu melihat harga saham relatif terhadap earning.

  Perusahaan yang diharapkan akan tumbuh tinggi (mempunyai prospek baik) akan mempunyai Price Earning Ratio yang tinggi. Dari segi investor rasio ini cukup berarti karena dividend yield merupakan sebagian dari total return yang diterima oleh investor, Price Earning Ratio (rasio harga per lembar saham terhadap laba per saham) menunjukkan jumlah rupiah yang akan dibayar investor untuk setiap Rp 1 laba. Price Earning Ratio menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar per rupiah laba yang dilaporkan.

  2. Market/Book Ratio memberikan indikasi lain tentang bagaimana investor memandang perusahaan tersebut. Perusahaan tersebut dengan tingkat pengembalian atas ekuitas yang relatif tinggi biasanya menjual saham lebih tinggi dari nilai bukunya, dibandingkan perusahaan dengan tingkat pengembalian yang rendah. Investor akan bersedia membayar lebih kecil untuk Rp 1 nilai buku disbanding rata-rata industri.

  Situasi perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta terus meningkat, jika

  6 (IHSG) sebagai salah satu indikator perkembangan Bursa Efek Jakarta mengalami perbaikan posisi. Meskipun belum seluruh emiten mengumumkan kondisi keuangannya, sejumlah laporan telah mampu menjadi pendorong faktor fundamental.

  Bahkan ada beberapa emiten yang berhasil mencatat kenaikan laba bersih per saham di atas 100%. Kondisi seperti inilah yang mendorong para pemodal melakukan pembelian saham. Dengan demikian, publikasi laporan keuangan merupakan saat-saat yang ditunggu oleh para pemodal karena dari laporan keuangan itulah para pemodal dapat mengetahui perkembangan emiten, yang digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk membeli atau menjual atau saham-saham tertentu yang mereka miliki.

  Setiap investor akan memberikan penilaian, yang berbeda terhadap nilai intrinsik suatu saham. Penilaian ini sangat dipengaruhi oleh seberapa besar tingkat optimisme investor terhadap perusahaan akan melahirkan dua pihak yang mempunyai tujuan yang berbeda. Pihak pembeli saham menghendaki kenaikan harga saham setelah dilakukan pembelian saham, sedangkan pihak penjual menghendaki terjadinya penurunan harga saham setelah dilakukan penjualan saham. Tujuan yang berbeda dari pihak penjual dan pembeli saham inilah yang melatarbelakangi terjadinya evaluasi yang pada akhirnya mengakibatkan

  7 mengenai pengaruh ukuran perusahaan juga telah dilakukan. Ukuran perusahaan merupakan ukuran atau besarnya asset yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini ukuran perusahaan mengacu pada total asset atau yang didasarkan pada total aktiva. Dengan meningkatnya ukuran perusahaan maka harga saham perusahaan di pasar modal cenderung meningkat, hal ini juga berdampak pada meningkatnya return saham. Maka total aktiva merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap harga saham.

  Penelitian ini akan meneliti lebih lanjut mengenai pengaruh rasio keuangan terhadap harga saham dan pengaruh ukuran perusahaan terhadap harga saham. Untuk menghindari terjadinya perbedaan karakteristik perusahaan maka dalam penelitian ini penulis hanya memilih perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ saja. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk mengajukan penelitian dengan judul “Pengaruh Rasio keuangan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham”.

B. Rumusan Masalah

  Dari latar belakang di atas masalah yang dapat dikemukan adalah

  1. Apakah rasio keuangan mempengaruhi harga saham perusahaan ?

  2. Apakah ukuran perusahaan (firm size) berpengaruh terhadap harga saham

  8 C. Batasan Masalah

  1. Laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan yang tercatat dalam ICMD (Indonesia Capital Market Directory). Laporan keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahun 2003 sampai tahun 2005. Penulis mengambil sampel pada tahun 2003 sampai tahun 2005.

  2. Laporan yang akan digunakan untuk menghitung rasio-rasio keuangan tersebut diperoleh dari informasi laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ (Bursa Efek Jakarta).

  3. Hanya enam rasio yang dianalisis. Enam rasio tersebut adalah rasio-rasio yang saling berhubungan dan dapat diperbandingkan antara rasio pasar dan rasio bukunya.

D. Tujuan Penelitian

  1. Untuk menguji apakah rasio-rasio keuangan berdasarkan nilai buku dan berdasarkan nilai pasar dapat mempengaruhi harga saham perusahaan di masa yang akan datang.

  2. Untuk mengetahui apakah firm size (ukuran perusahaan) mempengaruhi harga saham perusahaan.

  9 E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Penulis Menambah wawasan penulis mengenai rasio-rasio nilai buku dan rasio nilai pasar sebagai dasar untuk penelitian kinerja keuangan, untuk mengetahui peranan kinerja keuangan dalam mempengaruhi harga saham dan pengaruh ukuran perusahaan terhadap harga saham yang akan menunjukkan kinerja keuangan perusahaan. Selain itu penelitian ini merupakan sarana yang baik bagi penulis untuk mempraktikkan teori dan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.

  2. Bagi Pembaca Penelitian ini dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada pembaca dan dapat juga digunakan sebagai referensi yang akan berguna terutama dalam penelitian di masa yang akan datang.

E. Sistematika Penulisan

  Pembahasan dalam penelitian ini, disusun secara sistematis ke dalam enam bab, dengan urutan sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, batasan

  10 BAB II : LANDASAN TEORI

  Bab ini menguraikan tentang teori-teori yang digunakan sebagai landasan penelitian yang dilakukan. BAB III : METODA PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang data, definisi operasional, dan metoda penelitian. BAB IV : DESKRIPSI SAMPEL Bab ini membahas tentang Bursa Efek Jakarta serta perusahaan- perusahaan yang digunakan dalam penelitian. BAB V : ANALISIS DATA Dalam bab ini akan membahas tentang analisis data dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. BAB VI : PENUTUP Bab ini menguraikan kesimpulan dari analisis data, saran-saran yang diberikan oleh penulis serta keterbatasan dalam penelitian. DAFTAR PUSTAKA

  11 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Laporan Keuangan

  Menurut (Baridwan, 1996:17), Laporan Keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan ringkasan dari transaksi- transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data-data aktivitas suatu perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan data perusahaan tersebut.

  (Harnanto, 1996:31), menyatakan laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi neraca, perhitungan rugi laba, laba ditahan, laporan perubahan posisi keuangan, serta catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan disusun dengan maksud menyediakan informasi bagi pihak- pihak yang berkepentingan, sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

  Laporan keuangan memberikan informasi yang berhubungan dengan profitabilitas, risiko, timing, dan aliran kas yang semuanya memenuhi harapan pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan juga memberikan ikhtisar

  12

  1. Neraca Neraca menunjukkan posisi keuangan mengenai aktiva, hutang dan modal perusahaan. Neraca adalah suatu laporan yang disusun dengan maksud untuk menunjukkan keadaan atau posisi finansial perusahaan pada saat tertentu. Para investor umumnya lebih memusatkan perhatiannya pada perhitungan laba rugi daripada neraca. Akan tetapi neracapun sangat membantu investor dalam menilai kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba. Likuiditas dan fleksibilitas finansial merupakan pra kondisi yang harus diciptakan dan dipelihara agar perusahaan memperoleh kesempatan untuk menghasilkan laba.

  Informasi tentang likuiditas dan fleksibilitas finansial perusahaan bisa didapat dari analisis terhadap rasio.

  2. Laporan laba rugi Laporan laba rugi menunjukkan hasil yang telah dicapai dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan. Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang hasil usaha dari perusahaan selama jangka waktu tertentu yang tercakup dalam laporan tersebut. Laporan laba rugi merupakan ikhtisar tentang pengaruh finansial dari usaha-usaha yang menguntungkan dan merugikan selama jangka waktu

  13 melebihi biaya-biaya yang bersangkutan. Sedangkan rugi terjadi apabila pendapatan yang diperoleh lebih kecil dari biaya-biaya.

  3. Laporan Arus Kas Laporan arus kas digunakan untuk memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas selama periode tertentu. Laporan arus kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakainya untuk mengevaluasi perubahan atas struktur bersih aktiva perusahaan, struktur keuangan dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang.

  4. Laporan Perubahan Ekuitas Laporan perubahan ekuitas digunakan untuk mengetahui peningkatan atau penurunan aktiva bersih selama periode yang bersangkutan. Laporan perubahan ekuitas menggambarkan keuntungan dan kerugian yang berasal dari kegiatan perusahaan selama periode yang bersangkutan, kecuali untuk perubahan yang berasal dari transaksi dengan pemegang saham seperti pembayaran dividen dan setoran modal.

  5. Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan yang tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas. Catatan

  14 informasi tambahan seperti informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.

B. Rasio Keuangan

  Menurut (Prastowo, 1995:80), rasio merupakan pengungkapan hubungan matematika antara satu jumlah dengan jumlah lainnya atau perbandingan antara satu kas dengan kas lainnya. Rasio harus memperlihatkan suatu hubungan yang mempunyai makna agar rasio tersebut dapat bermanfaat.

  Dalam hubungannya dengan keputusan yang diambil oleh perusahaan, analisis rasio ini bertujuan untuk menilai efektivitas keputusan yang telah diambil oleh perusahaan dalam rangka menjalankan usahanya. Analisis rasio sangat bermanfaat bagi investor.

  Menurut (Munawir 1992:63), rasio keuangan menggambarkan suatu hubungan pertimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain dan dengan menggunakan alat analisis berupa rasio, akan dapat menjelaskan atau menggambarkan kepada penganalisis tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan. Terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar.

  1. Penggelompokan rasio apabila dilihat dari sumbernya dapat digolongkan

  15

  b. Rasio Rugi Laba (Income Statement Ratio), yaitu rasio yang dibuat atas dasar data yang ada dalam laporan laba rugi.

  c. Rasio-Rasio Antar Laporan, yaitu rasio yang dibuat atas dasar data yang sebagian berasal dari neraca dan data yang berasal dari laporan laba rugi.

  2 Menurut (Sarwoko, 1989:51) pada umumnya rasio keuangan diklasifikasikan menjadi empat macam yaitu : a. Rasio Likuiditas, yaitu rasio yang berhubungan dengan masalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kemampuan finansial yang harus segera dipenuhi. Rasio ini bertujuan untuk mengukur likuiditas perusahaan.

  b. Rasio Aktifitas, yaitu rasio yang mengukur seberapa besar efektifitas perusahaan dalam mengelola sumber-sumber dananya. Tujuan rasio ini adalah untuk mengetahui seberapa besar efektifitas perusahaan dalam menggunakan aktivanya. Contohnya adalah rasio inventory

  turnover .

  c. Rasio Leverage, yaitu rasio yang mengukur sampai sejauh mana aktiva perusahaan dibayar oleh hutang. Contohnya adalah debt to total assets

  ratio

  16

  3. Jenis-jenis rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

  a. Profit margin, adalah rasio yang mengukur laba bersih dibandingkan dengan penjualannya.

  Laba Bersih

  Profit margin = X 100%

  Penjualan

  b. Return on total assets (ROA), yaitu rasio yang bertujuan mengukur net

  income per rupiah penjualan (sales).

  Laba Bersih

  ROA = X 100%

  Total Aktiva

  c. Return on equity (ROE), yaitu rasio yang bertujuan untuk mengukur tingkat kembalian modal sendiri.

  Laba Bersih

  ROE = X 100%

  Ekuitas

  d. Total debt to total assets ratio, yaitu rasio yang bertujuan untuk mengukur total dana yang disediakan oleh kreditur.

  Total Hutang

  Total debt to total assets ratio = X 100%

  Total Aktiva

  e. Price earning ratio, yaitu rasio yang bertujuan mengukur harga per

  17 Harga per Lembar Saham Price earning rasio = X 100%

  Laba per Lembar Saham

  f. Market / book ratio, adalah rasio yang bertujuan mengukur tanggapan investor terhadap perusahaan.

  Market Value per Share

  Market / book rasio = X 100%

  Book Value per Share Common Equity

  Book Value per Share = X 100 %

  Shares Outstanding

  g. Firm Size (Ukuran Perusahaan), adalah yang dimana sebagai besar kecil suatu ukuran perusahaan atau asset perusahaan yang dimiliki.

  Karena firm size mengacu pada total aktiva.

C. Hubungan Laporan Keuangan Dengan Kinerja Keuangan

  Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi perusahaan atau organisasi yang tertuang dalam perumusan strategic planning atau perencanaan strategis suatu organisasi.

  Sistem pengukuran kinerja adalah suatu sistem yang bertujuan untuk

  18 dalam proporsi, pertumbuhan dan shareholders value. Alat ukur yang dapat digunakan adalah rasio keuangan.

  Dari laporan keuangan yang baik, akurat dan lengkap yang diterbitkan secara periodik oleh perusahaan, terutama perusahaan yang dapat diketahui berbagai macam analisis berdasarkan rasio keuangan, sehingga dapat diambil kesimpulan mengenai kinerja perusahaan tersebut (sehat atau tidaknya).

D. Harga Saham

  1. Pengertian Saham Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham. Jika perusahaan hanya mengeluarkan satu jenis saham saja, saham itu disebut saham biasa.

  Saham adalah surat bukti kepemilikan atas asset-asset perusahaan yang akan menerbitkan saham. Saham perusahaan dibedakan menjadi dua : a. Saham biasa Saham biasa merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.

  Deviden yang akan diterima tidak tetap, tergantung pada keputusan RUPS. Pemilik saham biasa memiliki hak memilih dalam RUPS.

  b. Saham preferen

  19

  2. Perubahan Harga Saham Keadaan di pasar sekunder berbeda dengan pasar perdana. Untuk pasar sekunder hampir setiap hari harga saham mengalami perubahan naik turun. Faktor yang mempengaruhi harga saham antara lain : a. Harapan pemodal terhadap tingkat pendapatan di masa yang akan datang.

  Apabila tingkat pendapatan deviden suatu saham stabil dan mudah diramalkan, maka harga cenderung stabil.

  b. Tingkat pendapatan perusahaan.

  Dalam jangka panjang harga saham paling besar berkorelasi dengan perubahan EPS.

  c. Kondisi perekonomian saat ini.

  Kondisi yang akan datang dipengaruhi oleh kondisi saat ini. Apabila saat ini telah menunjukkan kondisi ekonomi yang stabil dan mantap maka investor optimis terhadap masa yang akan datang. Sehingga hanya cenderung akan stabil.

E. Hubungan Rasio Keuangan dengan Harga Saham

  Menurut (Riyanto, 1998:327), salah satu informasi yang diperlukan untuk menganalisis sekuritas adalah laporan keuangan dari perusahaan yang

  20 Menurut (Jogiyanto, 1999:7), investasi ke dalam aktiva keuangan dapat berupa investasi langsung dan tidak langsung. Investasi langsung dilakukan dengan membeli langsung aktiva keuangan dari suatu perusahaan, baik melalui perantara maupun dengan aktiva keuangan yang dapat diperjualbelikan di pasar modal. Sedangkan investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli dari perusahaan investasi yang memiliki portofolio aktiva-aktiva keuangan dari perusahaan yang lain.

  Menurut (Husnan, 1998:462), untuk memperkecil resiko kerugian, sebelum melakukan investasi ada beberapa hal yang diperhatikan oleh investor.

  Untuk bisa memutuskan membeli, memiliki atau menjual surat-surat berharga, investor membutuhkan informasi. Jadi para investor mengambil keputusan berdasarkan informasi. Semakin banyak informasi yang dimiliki, semakin tepat keputusan yang diambil.

  Analisis rasio merupakan bahan pertimbangan yang penting bagi investor apakah investasi yang dilakukannya menguntungkan atau tidak. Untuk kegiatan investor atau calon investor yang lebih memperhatikan dari segi profit dan resiko, maka rasio yang digunakan adalah rasio yang menunjukkan hal tersebut.

  Karena laba dan dividen ditentukan oleh keberhasilan perusahaan,

  21 Permintaan investor terhadap saham suatu perusahaan dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, yaitu kondisi dan prestasi keuangan perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Menurut Robins dan Coutler (2000), kinerja perusahaan dapat diartikan sebagai akumulasi hasil akhir dari keseluruhan proses dan aktivitas pekerjaan dari sebuah organisasi. Perubahan lingkungan bisnis yang mengarah pada teknologi informasi sebagai sarana untuk menciptakan daya saing, menuntut seorang manajer untuk mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan kinerja organisasi.

  Melihat kinerja keuangan suatu perusahaan sangat penting bagi investor. Kinerja keuangan menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dengan demikian investor tidak salah dalam menanamkan modalnya pada sekuritas suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan tujuan investor melakukan investasi pada sekuritas perusahaan adalah untuk mendapatkan return dangan resiko tertentu. Oleh karena itu, investor harus melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

  Sartono (1996), menyatakan bahwa para investor akan menitikberatkan pada rasio yang dapat menunjukkan tingkat keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan di masa yang akan datang dan resiko kerugian yang akan dihadapi. Hal ini dikarenakan kestabilan harga saham sangat tergantung

  22 F. Hubungan Ukuran Perusahaan dengan Harga Saham Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aktiva adalah potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivitas operasional perusahaan.

  Perusahaan biasanya menggunakan aktiva untuk memproduksi barang atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan dan keperluan pelanggan, sehubungan dengan barang atau jasa tersebut dapat memuaskan kebutuhan dan keperluan, pelanggan bersedia membayar sehingga memberikan sumbangan kepada arus kas perusahaan. Kas sendiri memberikan jasa kepada perusahaan karena kekuasaannya terhadap sumberdaya yang lain.

  Ukuran perusahaan merupakan ukuran atau besarnya asset yang dimiliki perusahaan. Dalam penelitian ini, pengukuran terhadap ukuran perusahaan mengacu pada total asset atau yang didasarkan pada total aktiva.

  Semakin besar aktiva menunjukkan semakin besar kemampuan perusahaan untuk melakukan aktivitas operasionalnya sehingga kinerja perusahaan semakin baik. Dengan meningkatnya kinerja perusahaan maka harga saham perusahaan di pasar modal cenderung meningkat, dan hal ini berdampak

  23 besar total aktiva (assets) maka kemampuan perusahaan semakin baik sehingga harga saham perusahaan tersebut semakin meningkat.

G. Review Penelitian Terdahulu

  Sebelum penelitian ini sudah ada beberapa penulis yang melakukan penelitian yang sama yaitu Supardi (2002). Penelitian tersebut menguji pengaruh

  Sales Price Ratio, Debt Equity Ratio, Book/Market Ratio

  dan Firm Size terhadap return saham. Populasi dalam penelitian tersebut adalah perusahaan go public di BEJ. Sedangkan sampelnya adalah perusahaan yang tidak membagikan dividen yang termasuk ke dalam kategori saham-saham liquid versi BEJ, yang disebut saham LQ45. Penelitian tersebut menemukan Sales Price Ratio mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap return sedangkan variabel

  Book/Market Ratio, DER

  dan Market Value of Equity berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return.

  Penelitian juga dilakukan oleh Purnomo (1998) mengenai keterkaitan kinerja keuangan perusahaan dengan harga saham. Studi kasus pada 5 rasio keuangan 30 emiten di BEJ dengan tahun pengamatan 1992 sampai dengan !996. Hasil penelitian dengan menggunakan Generalized Linier Regression Models, menunjukkan bahwa rasio DER cenderung tidak bisa digunakan dalam

  24 penelitian juga menunjukkan bahwa harga saham mempunyai kepekaan yang cukup tinggi terhadap perubahan EPS. Selanjutnya secara berurutan harga saham mempunyai kepekaan terhadap PER, Return On Common Equity dan Debt Per

  Share.

  Resmi (2002) meneliti hubungan kinerja perusahaan dengan return saham dengan menggunakan data yang terdaftar di BEJ yang termasuk ke dalam LQ45 periode tahun 1997 sampai dengan 1999. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 1997 variabel Earnung Per Share dan Return On

  Common Equity

  mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap return. Pada tahun 1998 variabel PER mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap return. Pada tahun 1999 tidak satupun variable yang berpengaruh terhadap return saham.

  Sukardi (2002) menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara rasio keuangan dengan harga saham. Baik secara bersama-sama maupun secara individu. Rasio keuangan yang ditelitinya adalah Current Ratio, Net Profit Margin, ROA, ROE dan DER.

  Halim dan Hidajat (1999) meneliti mengenai pengaruh krisis moneter dan ukuran perusahaan terhadap kinerja finansial perusahaan publik di BEJ dan menyimpulkan bahwa perusahaan yang berukuran besar dan menengah tidak

  25 H. Hipotesis Penelitian Dengan mendasarkan pada penelitian-penelitian sebelumnya maka dikembangkan hipotesis sebagai berikut :

  1. Ho : rasio-rasio keuangan tidak berpengaruh positif terhadap harga saham Ha : rasio-rasio keuangan berpengaruh positif terhadap harga saham

  2. Ho : tidak terdapat pengaruh positif antara ukuran perusahaan terhadap harga saham Ha : terdapat pengaruh positif antara ukuran perusahaan terhadap harga saham

BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian adalah studi empiris pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang sahamnya terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta. B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1.Tempat penelitian dilakukan di Pojok BEJ USD, Pasar modal ATMA JAYA Yogyakarta dan Perpustakaan USD.

  2.Waktu penelitian adalah pada bulan Februari 2006 sampai dengan Agustus 2006

  C. Objek Penelitian

  Objek penelitian adalah elemen penelitian yang mendukung penyelesaian masalah yang telah dirumuskan. Yang dimaksud objek penelitian dalam penelitian ini adalah data-data yang diperlukan dalam penelitian.

  D. Populasi dan Sampel Penelitian

  2. Sampel Perusahaan yang digunakan sebagai objek penelitian adalah perusahaan yang terdapat di Bursa Efek Jakarta yang laporan keuangan dipublikasikan dan tidak mengalami delisting selama periode pengamatan. Perusahaan yang dipilih adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

  Pemilihan sampel pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ dikarenakan : a. Sebagian besar perusahaan yang terdaftar di BEJ adalah perusahaan manufaktur b. Penggunaan satu kelompok perusahaan menghindari perbedaan karakteristik, yaitu antara perusahaan manufaktur dan perusahaan non manufaktur. Penentuan populasi pada penelitian ini adalah perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta hingga bulan Desember 2005, dan pernah termasuk dalam 20 saham paling aktif berdasarkan frekuensi perdagangan selama bulan Januari 2003 sampai dengan 2005. Dengan demikian, maka ada sebagian perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel pada saat penelitian ini. a. Perusahaan harus menerbitkan laporan keuangan dengan lengkap selama tahun 2003 sampai dengan 2005 b. Perusahaan yang mempunyai saham dengan kapitalisasi pasar yang tinggi pada sektornya.

  c. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

E. Teknik Pengambilan Data

  Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi, yaitu mengumpulkan, mencatat, mendokumentasikan data-data yang dibutuhkan.

  Penulis mengumpulkan data melalui catatan atau arsip perusahaan pada Pojok BEJ USD.

  Data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari perusahaan. Data sekunder yang digunakan yaitu laporan keuangan publikasi tahunan periode 2003 sampai tahun 2005. Data yang digunakan melalui studi pustaka berupa data yang bersumber dari ICMD, yang memuat berbagai informasi yang diperlukan dalam penelitian yaitu : a. Data laporan keuangan publikasi periode 2003 sampai tahun 2005 yang digunakan untuk menghitung rasio-rasio keuangan seperti,

  profit margin, ROA, ROE, total debt total assets ratio, PER,

F. Identifikasi Variabel

  Dengan melihat pokok permasalahan dalam penelitian ini maka dapat diidentifikasikan variabel yang digunakan, yaitu :

  1. Variabel dependen Variabel dependen tersebut adalah harga saham perusahaan pada saat tanggal publikasi laporan keuangan tahunan perusahaan (Y).

  2. Variabel independen Variabel independen dalam penelitian ini meliputi :

  a. Profit Margin : X

  1

  b. Return on Total Assets : X

  2

  c. Return on Equity : X

  3

  d. Total Debt to Total Assets Ratio :X

  4

  e. Price Earning Ratio :X

  5

  f. Market/ Book ratio :X

  6

  g. Firm Size (ukuran perusahaan) :X

  7 G. Definisi Operasional

  1. Harga saham (Y) adalah pendapatan yang diterima oleh para investor dalam bentuk dividend dan capital gain yang diukur dari dividen per share ditambah

  2. Profit margin (X

  1 ) adalah rasio yang untuk mengukur seberapa besar laba

  bersih yang dapat diperoleh dari setiap penjualan pada perusahaan sampel dari tahun 2003 sampai dengan 2005 dan dinyatakan dalam persen.

  Rumus :

  

Laba Bersih

  Profit margin = X 100%

  

Penjualan

  3. Return on total assets (X

  2 ) adalah mengukur efektivitas perusahaan di dalam

  menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya dan diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva pada perusahaan sampel dari tahun 2003 sampai dengan 2005 dan dinyatakan dalam persen.

  Rumus :

  Laba Bersih

  ROA = X 100%

  Total Aktiva

  4. Return on equity (X

  3 ) adalah rasio yang bertujuan untuk mengukur tingkat

  kembalian modal sendiri, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas pada perusahaan sampel dari tahun 2003 sampai dengan 2005 dan dinyatakan dalam persen. Rumus :

  Laba Bersih

  5. Total Debt to total assets ratio (X

  4 ) adalah rasio yang digunakan untuk

  mengetahui berapa jumlah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan hutangnya dan diukur dari perbandingan antara total hutang dengan total aktiva pada perusahaan sampel tahun 2003 sampai denga 2005 dan dinyatakan dalam persen.

  Rumus :

  Total Hutang

  Total debt to total assets ratio = X 100%

  Total Aktiva

  6. Price Earning Ratio (X

  5 ) adalah rasio yang bertujuan mengukaur harga

  per lembar saham yang dibandingkan dengan laba per lembar saham pada perusahaan sampel tahun 2003 sampai dengan 2005 dan dinyatakan dengan persen Rumus :

  Harga per Lembar Saham

  Price earning rasio = X 100%

  Laba per Lembar Saham

  7. Market/ book ratio (X

  6 ) adalah rasio yang bertujuan mengukur tanggapan investor terhadap perusahaan.

  Common Equity

  Book Value per Share = X 100 %

  Shares Outstanding

  8. Firm Size (Ukuran Perusahaan), adalah yang dimana sebagai besar kecil suatu ukuran perusahaan atau asset perusahaan yang dimiliki. Karena firm size mengacu pada total aktiva dan nantinya ukuran perusahaan akan diproxy dengan nilai logaritma dari nilai total aktiva.

H. Teknik Analisis

  Model yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Regresi berganda adalah regresi yang menggunakan lebih dari satu variabel independen guna menduga variabel dependen. Keuntungan analisis regresi ganda adalah dapat menggunakan informasi yang lebih banyak sebagai independen guna menduga variabel dependen, dengan demikian hasil estimasi kita menjadi akurat. Pengolahan datanya akan dikerjakan dengan menggunakan program SPSS ( Stasistical Program for Social Science).

  Dalam regresi sedarhana, X adalah variabel independen, oleh karena dalam regresi ganda variabel independen lebih luas dari satu, maka digunakan Y = α + β

  1 X 1 + β

  

4

  : size firm Setelah mendapatkan persamaan regresi linier berganda, selanjutnya diadakan uji signifikansi (uji t). Langkah-langkah yang ditempuh dalam uji signifikansi ini memerlukan dua macam jumlah kuadrat yaitu regresi (JK Reg) dan sia (JKS). Kedua jumlah kuadrat tersebut dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : JK Reg = β

  1

  ∑X

  1 Y+ β

  2

  ∑X

  2 Y+ β

  3

  ∑X

  3 Y+ β

  ∑X

  X

  4 Y+ β

  5

  ∑X

  5 Y + β

  6

  ∑X

  6 Y + β

  7

  ∑X

  7 Y

  7

  : Market/book ratio

  2 X 2 + β

  7

  3 X 3 + β

  4 X 4 + β

  5 X 5 + β

  6 X 6 + β

  7 X 7 + е

  Keterangan : Y : harga saham perusahaan α : konstanta β

  1

  β

  2

  …… β

  : koefisien е : residu

  6

  X

  1 : Profit margin

  X

  2 : ROA

  X

  3 : ROE

  X

  4 : total debt total assete ratio

  X

  5 : PER

  X

  2

  JK Reg/b thitung = JKS /(n-b-1)

  Apabila t lebih besar dari t table dengan taraf nyata 5% maka

  hitung dapat disimpulkan bahwa regresi berarti.

  Selain menggunakan uji t untuk menentukan tingkat signifikansi yang lain dari variabel independen (X i ) secara simultan dengan ialah dengan menggunakan uji F. Pengujian ini menggunakan derajat signifikansi 5%. Penggunaan uji F bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama mampu menjelaskan variabel dependen. Sedangkan signifikansi yaitu 5% dengan df = (k-1)k(n-1) untuk menentukan nilai F table yang merupakan patokan daerah perkiraan dan penolakan hipotesis. Hasil F hitung dibandingkan dengan F table dengan kriteria : Ho diterima bila F < F

  hitung tabel

  Ha diterima bila F hitung > F tabel Berdasarkan data yang diperoleh adalah data sekunder maka untuk menentukan ketepatan model perlu dilakukan pengujian atas beberapa asumsi klasik yang mendasari model regresi. Pengujian asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi yaitu normalitas, multikolinearitas dan

  1. Uji Normalitas Pengujian normalitas model data dilakukan dengan melihat tes distribusi residual dari fungsi regresi diuji menggunakan One-Sample

  Kolmogorov-Smirnov

  dengan probabilitas lebih dari 0,05 adalah berdistribusi normal. Dari rasio tersebut dapat diketahui apakah ke-tujuh variabel tersebut menunjukkan variabel yang berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinieritas

  Multikolinearitas fenomena adanya korelasi yang sempurna antara satu variabel bebas dengan variabel bebas yang lain. Konsekuensi praktis yang timbul sebagai akibat adanya multikolonearitas ini adalah kesalahan standar penaksir semakin besar, dan probabilitas untuk mnerima hipotesis yang salah menjadi semakin besar. Pengujian terhadap ada tidaknya multikolinearitas dilakukan dengan menggunakan metode VIF (Variance Inflation Factor). Adapun criteria yang digunakan dalam pengujian metode VIF ini adalah sebagai berikut

  Jika VIF>10 terjadi multikolinearitas tinggi antara regresor (variabel bebas) dengan regresor (variabel bebas) yang lain.

  Formula untuk menghitung VIF adalah sebagai berikut

2 R x .x .x ….x /(k-2)

  1

  2 3 k

  VIF = F

  

1

  2 n = banyaknya elemen sampel k = banyaknya variabel independen ditambah titik potong R

  2

  x

  1 .x 2. x 3 ….x k = koefisien determinasi dalam regres variabel independen terhadap sisa variabel independent lainnya.

  Ada beberapa cara untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas, antara lain :

  1. Apabila nilai R

  2

  (koefisien determinasi) cukup tinggi (antara 0,7- 1,0), tetapi tidak satupun atau sangat sedikit koefisien regresi parsial yang signifikan.

  2. Apabila nilai R

  2

  (koefisien determinasi) sangat tinggi (mendekati 1), akan tetapi nilai koefisien regresi parsial sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen tersebut saling berkorelasi.

  3. Cara yang lain untuk mengetahui variabel independen yang mana berkorelasi dengan variabel independent lainnya adalah dengan membuat regresi terhadap sisa variabel independen lainnya dan kemudian menghitung R

  2 .

3. Uji Heteroskedastisitas

  Heteroskedastisitas berarti varian gangguan berbeda dari satu observasi ke observasi lainnya.

  Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan uji Glejser dengan cara :

  2. Melakukan regresi antara nilai absolut residual dengan tiap-tiap variabel independen. Apabila terdapat hubungan yang signifikan dari hasil regresi atau jika t hitung >t tabel , maka disimpulkan telah terjadi heteroskedastisitas.

I. Pengujian Hipotesis

  Sesuai dengan hipotesis yang dikemukan peneliti di depan maka pengujian hipotesis dilakukan sebagai berikut :

  1. Menguji koefisien regresi secara bersama-sama. Untuk menguji koefisien secara serempak digunakan uji F dengan langkah sebagai berikut : a. Ho : β

  1 = β 2 = β 3 = β 4 = β

5 = β

6 = β 7 = 0 berarti secara bersama-sama

  variabel-variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham Ha : β ≠ 0 berarti secara bersama-sama variabel-variabel independen

  i

  berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham

  b. Menentukan tingkat signifikan yaitu 5% dengan df = (k-1)k(n-1) untuk menentukan nilai F tabel yang merupakan patokan daerah perkiraan dan penolakan hipotesis.

  c. Menghitung F hitung Hasil F hitung dibandingkan dengan F tabel dengan kriteria :

  Ho diterima berarti bila nilai sig. F Change berada di bawah nilai level of significance 5% maka ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Ho ditolak berarti bila nilai sig. F Change berada di atas nilai level of significance 5% maka tidak ada pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen.

  2. Pengujian koefisien regresi secara parsial. Untuk menguji koefisien regresi secara parsial digunakan uji t, dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Merumuskan hipotesis

  1) Ho : β

  1 = 0 tidak ada pengaruh positif yang signifikan antara

  perubahan Profit Margin terhadap harga saham Ha : β ≠ 0 ada pengaruh positif yang signifikan antara perubahan

1 Profit Margin

  terhadap harga saham 2) Ho : β

  2 = 0 tidak ada pengaruh positif yang signifikan antara

  perubahan ROA terhadap harga saham Ha : β

  2 ≠ 0 ada pengaruh positif yang signifikan antara perubahan ROA

  terhadap harga saham 3) Ho : β = 0 tidak ada pengaruh positif yang signifikan antara

  3

  4) Ho : β

  4 = 0 tidak ada pengaruh posituf yang signifikan antara

  perubahan Total Debt to Total Assets terhadap harga saham Ha : β

  4 ≠ 0 ada pengaruh positif yang signifikan antara perubahan Total Debt to Total Assets Ratio

  terhadap harga saham 5) Ho : β = 0 tidak ada pengaruh positif yang signifikan antara

  5

  perubahan PER terhadap harga saham Ha : β

  5 ≠ 0 ada pengaruh positif yang signifikan antara perubahan PER

  terhadap harga saham 6) Ho : β

  6 = 0 tidak ada pengaruh positif yang signifikan antara

  perubahan Market/Book Ratio terhadap harga saham Ha : β

  6 ≠ 0 ada pengaruh positif yang signifikan antara perubahan Market/Book Ratio

  terhadap harga saham 7) Ho : β = 0 tidak ada pengaruh positif yang signifikan antara

  7

  perubahan ukuran perusahaan terhadap harga saham Ha : β

  7 ≠ 0 ada pengaruh positif yang signifikan antara perubahan

  ukuran perusahaan terhadap harga saham

  b. Menentukan tingkat signifikan yaitu 5% dan df = n-k untuk menentukan t tabel c. Menghitung t

  hitung Ho diterima berarti bila nilai probabilitas berada di atas nilai level of significance 5% maka tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Ho ditolak berarti bila nilai probabilitas berada di bawah nilai level of significance 5% maka ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

BAB IV DESKRIPSI SAMPEL A. PT Bursa Efek Jakarta

1. Sejarah PT Bursa Efek

  Pada tanggal 13 Juli 1992 Bursa Efek Jakarta diswastakan dan mulai menjalankan pasar modal di Indonesia. Peristiwa ini merupakan sebuah awal pertumbuhan baru setelah terhenti sejak didirikan pada awal abad ke-19. Pada tahun 1912 dengan bantuan pemerintah Kolonial Belanda Bursa Efek pertama didirikan di Batavia, pusat pemerintah Kolonial Belanda yang dikenal sebagai Jakarta saat ini. Bursa Batavia sempat ditutup selama perida Perang Dunia I dan kemudian dibuka lagi pada tahun 1925. Selain Bursa Batavia, pemerintah Kolonial juga mengoperasikan bursa paralel di Surabaya dan Semarang. Namun, kegiatan bursa saham ini dihentikan lagi ketika terjadi pendudukan oleh tentara Jepang di Batavia.

  Pada tahun 1952, tujuh tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, bursa saham dibuka lagi di Jakarta dengan memperdagangkan saham dan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan Belanda sebelum perang dunia. Kegiatan bursa saham kemudian berhenti lagi ketika Keuangan. Kegiatan perdagangan dan kapitalisasi pasar sahampun mulai meningkat seiring dengan perkembangan pasar finansial dan sektor swasta.

  Puncak perkembangannya pada tahun 1990. Pada tahun 1991, bursa saham diswastanisasikan menjadi PT Bursa Efek Jakarta dan menjadi salah satu bursa saham yang dinamis di Asia. Swastanisasi bursa saham menjadi PT Bursa Efek Jakarta ini mengakibatkan beralihnya fungsi BAPEPAM menjadi Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).

  Tahun 1995 adalah tahun Bursa Efek Jakarta memasuki babak baru. Pada tanggal 22 Mei 1995, Bursa Efek Jakarta meluncurkan Jakarta Automated Trading System (JATS), sebuah sistem perdagangan otomatis yang mengganti sistem perdagangan manual. Sistem baru ini dapat memfasilitasi perdagangan saham dengan frekuensi yang lebih menjamin kegiatan pasar yang lain dan transparan disbanding sistem perdagangan manual.

  Pada Juli 2000, Bursa Efek Jakarta menerapkan perdagangan tanpa warkat (scripless tranding) dengan tujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar dan menghindari peristiwa saham hilang dan pemalsuan saham dan juga mempercepat proses penyelesaian transaksi.

  Tahun 2002, Bursa Efek Jakarta juga mulai menerapkan perdagangan jarak jauh (remote trading) sebagai upaya meningkatkan akses pasar, efisiensi

  (021) 5150515 ext 4300,4302,4315, Fax : (021) 5150330 Home page : http : //www.jsx.co.id. Perkembangan jumlah emitem yang terdaftar (listed) di PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) sampai dengan tahun 2004 telah mencapai 333 emitem.

  Perusahaan yang listed di PT Bursa Efek Jakarta tersebar diberbagai sektor usaha yang terdiri dari 9 sektor usaha dengan 3 sektor usaha pokok.

  Sektor-sektor tersebut antara lain :

  a. Sektor-sektor primer (ekstraktif) 1) Sektor 1 yaitu pertanian 2) Sektor 2 yaitu pertambangan

  b. Sektor-sektor sekunder (industri pengolahan dan manufaktur) 1) Sektor 3 yaitu industri dasar dan kimia 2) Sektor 4 yaitu aneka industri 3) Sektor 5 yaitu industri barang konsumsi

  c. Sektor-sektor tersier (jasa) 1) Sektor 6 yaitu property dan real estate 2) Sektor 7 yaitu transportasi dan infrastruktur 3) Sektor 8 yaitu keuangan 4) Sektor 9 yaitu perdagangan, jasa dan investasi

2. Struktur Organisasi PT Bursa Efek Jakarta

  perusahaan bertanggungjawab kepada atasannya. Adapun urutannya adalah sebagai berikut : a. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

  Rapat Umum Pemegang Saham ini merupakan kekuasaan tertinggi dalam perseroan yang bertugas dan berkewajiban menetapkan anggaran dasar, yang di dalamnya memuat bahwa Dewan Komisaris, Direktur Utama, Direktur I, Direktur II, Direktur III diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan para Direksi.

  b. Dewan Komisaris Kedudukan tertinggi dalam organisasi PT Bursa Efek Jakarta dipegang oleh Dewan Komisaris yang merupakan wakil para pemegang saham. Dewan Komisaris dipilih dan diangkat oleh para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham. Tugas utama Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan terhadap Direktur Utama dalam melaksanakan tugasnya. Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan atas kepengurusan perseroan yang dilakukan oleh Direktur Utama, maka ia memiliki wewenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap buku-buku, surat-surat, bukti-bukti dan minta penjelasan mengenai suatu hal kepada Direktur Utama. Hasil pengawasan tersebut akan dilaporkan kepada para pemegang saham melalui c. Direktur Utama Merupakan pejabat tertinggi yang bertanggungjawab atas kelangsungan hidup dan beroperasinya perusahaan. Direktur Utama bertugas menetapkan kebijakan-kebijakan dan keputusan-keputusan strategis perusahaan. Dalam tugasnya Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta membawahi Direktur I, Direktur II, Direktur III dan Divisi Satuan Pemeriksaan Keuangan. Selain itu berkaitan dengan anggota bursa Direktur Utama juga dibantu oleh Komite Keanggotaan, Komite Pencatatan, dan Komite Perdagangan dan Settleman (setelman)

  d. Direktur I Direktur I PT Bursa Efek Jakarta merupakan pihak yang menterjemahkan kebijakan-kebijakan dan keputusan-keputusan yang telah dibuat oleh Direktur Utama dalam bentuk yang lebih operasional. Oleh karena, Direktur I membuat perencanaan, menyusun anggaran, serta melakukan koordinasi terhadap seluruh divisi yang dibawahinya, yaitu : 1) Divisi Pencatatan 2) Divisi Keanggotaan 3) Divisi Teknologi Informasi 4) Divisi Perdagangan

  Utama dalam bentuk yang lebih operasional. Oleh karena itu, Direktur II membuat perencanaan, menyusun anggaran, serta melakukan koordinasi terhadap seluruh divisi yang dibawahinya, yaitu : 1) Divisi Riset dan Pengembangan 2) Divisi Keuangan 3) Divisi Komunikasi Perusahaan

  f. Direktur III Direktur III PT Bursa Efek Jakarta merupakan pihak yang menterjemahkan kebijakan-kebijakan dan keputusan-keputusan yang telah dibuat oleh Direktur Utama dalam bentuk yang lebih operasional. Oleh karena itu, Direktur III membuat perencanaan, menyusun anggaran, serta melakukan koordinasi terhadap seluruh divisi yang dibawahinya, yaitu : 1) Divisi Hukum 2) Divisi Umum 3) Divisi Pengawasan 4) Divisi Sumber Daya Manusia

  g. Divisi Satuan Pemeriksa Keuangan Bertanggungjawab kepada Direktur Utama. Divisi Satuan Pemeriksa Keuangan berkewajiban melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas PT Bursa

B. Data Perusahaan

  12 Aneka Tambang (Persero) Tbk Metal and Mineral Mining

  20 Indofarma Tbk Pharmaceuticals

  19 Davomas Abadi Tbk Food and Beverages

  18 Inducement Tunggal Prakasa Tbk Cement

  17 Bentoel International Investama Tbk Tobacco Manufacturers

  16 Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Pulp & Paper

  15 Hanson Industri Utama Tbk Textile, Garment

  14 Arona Binasejati Tbk Others

  13 Timah Tbk Metal and Mineral Mining

  Data-data yang digunakan untuk menjawab permasalahan yang telah dikemukan dalam BAB I adalah data rasio keuangan dan ukuran perusahaan manufaktur yang go public, yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2005, dan pernah termasuk dalam 20 saham paling aktif berdasarkan frekuensi perdagangan saham. Perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pada Tahun 2003 No Nama Perusahaan Jenis Usaha

  10 Kalbe Farma Tbk Pharmaceutical

  9 Indofood Sukses Makmur Tbk Food and Beverages

  8 Gudang Garam Tbk Tobacco Manufacturers

  7 Inti Indah Karya Plasindo Tbk Plastics & Packaging

  6 Gajah Tunggal Tbk Automotive and Components

  5 Semen Cibinong Tbk Cement

  4 HM Sampoerna Tbk Tobacco Manufacturers

  3 Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Pulp & Paper

  1 Astra Intenasional Tbk Automotive and Components 2 Bumi Resources Tbk Crude Petroleum & Natural Gas Prod.

  11 Barito Pacific Timber Tbk Wood Industries

  2. Pada Tahun 2004 No Nama Perusahaan Jenis Usaha 1 Bumi Resources Tbk Crude Petroleum & Natural Gas Prod.

  16 Barito Pacific Timber Tbk Wood Industries

  7 GT Petrocnem Industries Tbk Automotive and Components

  6 Gajah Tunggal Tbk Automotive and Components

  5 Semen Cibinong Tbk Cement

  3 Indofood Sukses Makmur Tbk Food and Beverages 4 Energi Mega Persada Tbk Crude Petroleum & Natural Gas Prod.

  1 Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Pulp & Paper 2 Bumi Resources Tbk Crude Petroleum & Natural Gas Prod.

  3. Pada Tahun 2005 No Nama Perusahaan Jenis Usaha

  20 Gajah Tunggal Tbk Automotive and Components

  19 Bentoel International Investama Tbk Tobacco Manufacturers

  18 Inducement Tunggal Prakasa Tbk Cement

  17 Indofood Sukses Makmur Tbk Food and Beverages

  15 Gudang Garam Tbk Tobacco Manufacturers

  2 Astra Intenasional Tbk Automotive and Components

  13 Central Korporindo Internasional Tbk Land/Stone Quarrying 14 Energi Mega Persada Tbk Crude Petroleum & Natural Gas Prod.

  12 Timah Tbk Metal and Mineral Mining

  11 Sanex Qianjiang Motor Internasional Tbk Automotive and Components

  10 International Nickel Indonesia Tbk Metal and Mineral Mining

  9 Unilever Indonesia Tbk Cosmetics and Household

  8 HM Sampoerna Tbk Tobacco Manufacturers

  7 Kalbe Farma Tbk Pharmaceuticals

  6 Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Pulp & Paper

  5 Semen Cibinong Tbk Cement

  4 Aneka Tambang (Persero) Tbk Metal and Mineral Mining

  3 Palm Asia corpora Tbk Plastics & Packaging

  8 Aneka Tambang (Persero) Tbk Metal and Mineral Mining

  13 Gudang Garam Tbk Tobacco Manufacturers

  14 Kalbe farma Tbk Pharmaceuticals 15 Medco Energi International Tbk Crude Petroleum & Natural Gas Prod.

  16 Timah Tbk Metal and Mineral Mining

  17 Indocement Tunggal Prakasa Tbk Cement

  18 International Nickel Indonesia Tbk Metal and Mineral Mining

  19 Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Pulp & Paper

  20 Palm Asia Corpora Tbk Plastics & Packaging

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Data diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda untuk memilih

  variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen. Variabel dependen yaitu return saham dan variabel independen yaitu rasio keuangan dan firm size (ukuran perusahaan berdasarkan nilai aktiva perusahaan masing-masing). Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis data sebagai berikut :

1. Analisis Rasio Keuangan, Ukuran Perusahaan dan Return Saham

  Dalam penelitian ini digunakan 6 rasio keuangan dan 1 size firm yang datanya diambil dari Indonesian Capital Market Directory dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2005. keenam rasio keuangan tersebut yaitu Profit

  Margin, Return on Total Assets, Return on Equity, Total Debt to Total Assets Ratio, Price Earning Ratio, Market/Book Ratio

  dan satu Firm Size yaitu ukuran perusahaan yang didasarkan pada aktiva. Keenam ratio tersebut termasuk ke dalam kategori rasio likuiditas, rasio Leverage, rasio aktivitas,

  rasio profitabilitas, dan rasio pasar modal

  . Hasil perhitungan rasio keuangan dan return saham masing–masing perusahaan sampel dapat dilihat

2. Analisis Regresi Berganda

  Pengujian pengaruh rasio keuangan terhadap return saham perusahaan manufaktur dilakukan dengan cara memilih komponen rasio keuangan yang akan digunakan dalam model regresi. Setelah dilakukan perhitungan terhadap 6 rasio keuangan, firm size dan return saham, selanjutnya dilakukan analisis regresi berganda.

  Sebelumnya data-data yang digunakan untuk menjawab permasalahan yang telah dikemukan dalam BAB I adalah data rasio keuangan, kinerja perusahaan yang berdasarkan pada total aktiva dan data harga saham. Data tersebut dapat dilihat pada tabel 5.1 sampai dengan tabel 5.3 adalah data perusahaan yang diambil dari laporan keuangan tahunan. Sedangkan dari

tabel 5.4 sampai dengan 5.6 adalah data rasio keuangan. Dan tabel 5.7 adalah tabel data rasio keuangan dari tahun 2001-2003 jadi satu tabel.

  52

  Tabel 5.1

  Data Perusahaan dari Laporan Keuangan Tahun 2003

  Nama Perusahaan Laba Bersih Penjualan Total Aktiva Ekuitas Total Utang

Astra internasional Tbk 4421583000000 31512954000000 27404308000000 11710712000000 13898301000000

Bumi Resources Tbk 146876236336 3734251361776 11771088185620 801761030840 11275384568328

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk -2426331228770 11392467448285 46168326416190 13889399968360 64546677868235

HM Sampoerna Tbk 1406844000000 14675125000000 10197768000000 5768407000000 4197837000000

Semen Cibinong Tbk 174117000000 2240296000000 7647642000000 2657050000000 4990592000000

Gajah Tunggal Tbk 644285199000 5729506319000 12173254701000 1328229990 10919611243000

Inti Indah Karya Plasindo Tbk 532766731 18402094525 59881696683 45968899028 13912797656

Gudang Garam Tbk 1838673000000 23137376000000 17338899000000 10970871000000 6368018000000

Indofood Sukses Makmur Tbk 603481302847 17871425474269 15308854459911 4093880900390 10552330340734

Kalbe Farma Tbk 322884550887 2889209192878 2448390202890 828957856341 1424895576404

Barito Pacific Timber Tbk 229581267174 1871209280286 3317768255934 -430120380007 3744494667440

Aneka Tambang (Persero) Tbk 226550749000 2138811462000 4326844058000 1783511688000 2583331703000

Timah Tbk 76372000000 1945733000000 1974282000000 1392565000000 581310000000

Arona Binasejati Tbk 544909483 155125397100 306242736329 13685269948 181927926046

Hanson Industri Utama Tbk -17872765879 29007754085 678357472019 330226580679 318187028060

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk -256238817490 7365758852790 17931060809720 3545242039370 14385818770350

Bentoel International Investama Tbk -21804915141 4264617449243 1994489365437 1059817649971 934671615466

Indocement Tunggal Prakasa Tbk 670289725534 4157683466642 10145065834358 4533457796139 5611608038219

Davomas Abadi Tbk 92015814000 854966730000 894073416974 590646814527 303426602447

Indofarma Tbk -129570329938 498206423057 635959594236 260865170566 368015244016

  53

  Tabel 5.1

  Data Perusahaan dari Laporan Keuangan Tahun 2003 (LANJUTAN)

  Harga Laba Market Book Common Shares Nama Perusahaan Per Lembar Per Lembar Value

  Value Equity Outstanding Saham Saham Pershare Per Share

Astra internasional Tbk 500 1100 5000 11710712000000 4035376460 2902.01227

Bumi Resources Tbk 500

  29.71 500 801761030840 19404000000 41.31936873

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 1000 -0.052 575 13889399968360 5470982941 2538.739404

HM Sampoerna Tbk 100 321 4475 5768407000000 4500000000 1281.868222

Semen Cibinong Tbk 500

  23 405 2657050000000 7662900000 346.742095

Gajah Tunggal Tbk 500 346 550 1328229990 3168000000 0.419264517

Inti Indah Karya Plasindo Tbk 200 3 190 45968899028 160000000 287.3056189

Gudang Garam Tbk 500 956 13600 10970871000000 1924088000 5701.855113

Indofood Sukses Makmur Tbk 100 71 800 4093880900390 9443269500 433.5236753 Kalbe Farma Tbk

  50 39.76 1000 828957856341 8121600000 102.068294 Barito Pacific Timber Tbk 1000 88 270 -430120380007 2617459794 -164.3274067

Aneka Tambang (Persero) Tbk 500 118.76 1925 1783511688000 1907691949 934.9054961

  

Timah Tbk 500 152 2550 1392565000000 503301999 2766.857677

Arona Binasejati Tbk 500 3.3 900 13685269948 196000000 69.82280586 Hanson Industri Utama Tbk 500 -3

  15 330226580679 6335400000 52.12403016

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 1000 -0.023 575 3545242039370 1335702240 2654.215837

Bentoel International Investama Tbk 50 -3.24 90 1059817649971 6733125000 157.403531

Indocement Tunggal Prakasa Tbk 500 182.08 2125 4533457796139 3681231699 1231.505693

Davomas Abadi Tbk 500 74 410 590646814527 1240371132 476.1855539

Indofarma Tbk 100 -42 170 260865170566 3099267500 84.16994356

  54

  Tabel 5.2

  Data Perusahaan dari Laporan Keuangan Tahun 2004

  Nama Perusahaan Laba Bersih Penjualan Total Aktiva Ekuitas Total Utang

Bumi Resources Tbk 1211770000000 9811751000000 13661647000000 1453431000000 12196179000000

Astra internasional Tbk 5405506000000 44344572000000 39145053000000 16485126000000 19425440000000

Plam Asia Corpora Tbk -4001295466 39619357349 186235375705 105318391383 41769990412

Aneka Tambang (Persero) Tbk 807108655 2858537505 6042567861 2478140709 3564425577

Semen Cibinong Tbk -533130000000 2368489000000 7520403000000 2153557000000 5366846000000

Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk 3646233382020 13209799728020 49945550631790 18889296494230 31054327846770

Kalbe Farma Tbk 372335218425 3413097280247 3016864058832 1219193365029 1537379862592

HM Sampoerna Tbk 1991852000000 17646694000000 11563295000000 4859430000000 6386438000000

Unilever Indonesia Tbk 1468445000000 8984822000000 3663709000000 2296684000000 1348742000000

International Nickel Indonesia Tbk 2462667520000 7358451070000 13967533580000 9985663070000 3981870510000

Sanex Qianjiang Motor International Tbk 722830141 47930936880 91141795066 75395776179 15746018887

Timah Tbk 177907000000 2812416000000 2416289000000 1509256000000 906983000000

Central Korporindo Internasional Tbk -152093000 47503108000 563763203000 557506911000 6256293000

Energi Mega Persada Tbk 74166617000 855079977000 2673026995000 431565544000 2243004992000

Gudang Garam Tbk 1790209000000 24291692000000 20591389000000 12183853000000 8394061000000

Barito Pacific Timber Tbk -154874081952 1278059964284 3348385635130 -584994461959 3931886732941

Indofood Sukses Makmur Tbk 378056338230 17918528446943 15669007629752 4256053153009 10653750757012

Indocement Tunggal Prakasa Tbk 116023426558 4615507373678 9771011818440 4655793210100 5115218608340

Bentoel International Investama Tbk 80938123594 4226135070731 1956823253998 1052739107603 904084146395

Gajah Tunggal Tbk 478150000000 6807579000000 6341117000000 1684537000000 4656619000000

  55

  Tabel 5.2

  Data Perusahaan dari Laporan Keuangan Tahun 2004 (LANJUTAN)

  Nama Perusahaan Harga Per Lembar Saham Laba Per Lembar Saham Market Value Pershare Common Equity Shares Outstanding Book Value Per Share Bumi Resources Tbk 500 62.45 800 1453431000000 19404000000 74.90367965

Astra internasional Tbk 500 1335 9600 16485126000000 4048355314 4072.055124

Plam Asia Corpora Tbk 1100 8 875 105318391383 775000000 135.8946986

Aneka Tambang (Persero) Tbk 500 423.08 1725 2478140709 1907691949 1.299025616

Semen Cibinong Tbk 500 -70 575 2153557000000 7662900000 281.0368137

Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk 1000 0.072 1025 18889296494230 5470982941 3452.633046

Kalbe Farma Tbk

  50 45.85 550 1219193365029 8121600000 150.1173864

HM Sampoerna Tbk 100 454 6650 4859430000000 4383000000 1108.699521

Unilever Indonesia Tbk 10 192 3300 2296684000000 7630000000 301.0070773 International Nickel Indonesia Tbk 250

  0.27 11550 9985663070 993633872 10.04964037 Sanex Qianjiang Motor International Tbk 250 0.27 135 75395776179 301200000 250.317982

Timah Tbk 500 353 2075 1509256000000 503301999 2998.708535

  Central Korporindo Internasional Tbk 2000 -50 25 557506911000 3245600000 171.7731424 Energi Mega Persada Tbk 100 8.98 600 431565544000 9491445177 45.46889709

Gudang Garam Tbk 500 930 13550 12183853000000 1924088000 6332.274303

  

Barito Pacific Timber Tbk 1000 -59 450 -584994461959 2617459794 -223.4970192

Indofood Sukses Makmur Tbk 100 44 800 4256053153009 9444189000 450.6531109 Indocement Tunggal Prakasa Tbk 500

  31.52 3075 4655793210100 3681231699 1264.73789 Bentoel International Investama Tbk 50 12.13 110 1052739107603 6733125000 156.3522298

Gajah Tunggal Tbk 500 151 650 1684537000000 3168000000 531.7351641

  56

  Tabel 5.3

  Data Perusahaan dari Laporan Keuangan Tahun 2005

  Nama Perusahaan Laba Bersih Penjualan Total Aktiva Ekuitas Total Utang

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk -2426331228770 11392467448285 46168326416190 13889399968360 64546677868235

Bumi Resources Tbk 1222099000000 15921455000000 16446361000000 1849273000000 14498048000000

Indofood Sukses Makmur Tbk 124017962994 18764650331502 14786084242855 4308448464683 10042582563061

Energi Mega Persada Tbk 195818413000 1479359013000 5059201074000 641712192000 4417488882000

Semen Cibinong Tbk -334061000000 3017599000000 7324210000000 1842429000000 6656864000000

Gajah Tunggal Tbk 346835000000 4834003000000 7479373000000 2029926000000 5449447000000

GT Petrocnem Industries Tbk 41936548000 3958342198000 4431915116000 1506447972000 2924141045000

Aneka Tambang (Persero) Tbk 841935961000 3287268833000 6402714128000 3029642904000 3373068629000

Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 467060000000 2998686000000 2839690000000 2052660000000 776713000000

Astra internasional Tbk 5457285000000 61172314000000 46985862000000 20424345000000 22754709000000

Arona Binasejati Tbk 3238270000 252178526989 365638258164 116331780963 234905414725

Barito Pacific Timber Tbk 686842283732 818030389248 2290290677829 1054663988365 1235106390896

Gudang Garam Tbk 1889646000000 24847345000000 22128851000000 13111455000000 9001696

Kalbe Farma Tbk 653329399498 5870938590836 4728368509889 2389006139774 1821583815287

Medco Energi International Tbk 734274055970 5901655049580 15167030682240 5241068718250 8981193301320

Timah Tbk 107499000000 3396150000000 2748157000000 1534033000000 1213866000000

Indocement Tunggal Prakasa Tbk 739685877628 5592353968132 10536379743924 5629381928795 4906997815129

International Nickel Indonesia Tbk 2643483600000 8700405210000 16143553420000 12672491950000 3471061470000

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk -256238817490 7365758852790 17931060809720 3545242039370 14385818770350

Plam Asia Corpora Tbk 3588253088 50147384456 237213372678 148881782955 25538216249

  57

  Tabel 5.3

  Data Perusahaan dari Laporan Keuangan Tahun 2005 (LANJUTAN)

  Nama Perusahaan Harga Per Lembar Saham Laba Per Lembar Saham Market Value Pershare Common Equity Shares Outstanding Book Value Per Share

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 1000 -0.052 575 13889399968360 5470982941 2538.739404

Bumi Resources Tbk 500

  62.98 760 1849273000000 19404000000 95.30370027 Indofood Sukses Makmur Tbk 100 15 910 4308448464683 9444189000 456.2009999 Energi Mega Persada Tbk 100

  20.63 750 641712192000 9491445177 67.60953469

Semen Cibinong Tbk 500 -44 475 1842429000000 7662900000 240.4349528

Gajah Tunggal Tbk 500 109 560 2029926000000 3168000000 640.7594697

GT Petrocnem Industries Tbk 500

  11 320 1506447972000 3889179559 387.3433842

Aneka Tambang (Persero) Tbk 500 441.34 3575 3029642904000 1907691949 1588.119563

Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 500 210 1800 2052660000000 2304131849 890.8604778

Astra internasional Tbk 500 1348 10200 20424345000000 4048355314 5045.096938

Arona Binasejati Tbk 500 16.52 790 116331780963 196000000 593.5294947

Barito Pacific Timber Tbk 1000 262 550 1054663988365 2617459794 402.9341695

Gudang Garam Tbk 500 982 11650 13111455000000 1924088000 6814.373875

Kalbe Farma Tbk

  50 64 990 2389006139774 10156014422 235.2306762

Medco Energi International Tbk 100 0.024 3375 5241068718250 3332451450 1572.736707

Timah Tbk 500 2.14 1820 1534033000000 503301999 3047.937427

Indocement Tunggal Prakasa Tbk 500 200.93 3550 5629381928795 3681231699 1529.211522

International Nickel Indonesia Tbk 250 0.27 13150 12672491950000 993633872 12753.68353

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 1000 -0.023 575 3545242039370 1335702240 2654.215837

Plam Asia Corpora Tbk 1100 4 840 148881782955 1184200000 125.723512

  58

  Tabel 5.4

  Data Rasio Keuangan Tahun 2003

  Nama perusahaan PM ROA ROE TDTAR PER Market/Book Ratio SF

Astra internasional Tbk 0.140 0.161 0.378 0.372 0.455 1.723 27404308000000

Bumi Resources Tbk 0.039 0.012 0.183 0.958 16.829 12.101 11771088185620

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk -0.213 -0.053 -0.175 1.398 -19230.769 0.226 46168326416190

HM Sampoerna Tbk 0.096 0.138 0.244 0.412 0.312 3.491 10197768000000

Semen Cibinong Tbk 0.078 0.023 0.066 0.653 21.739 1.168 7647642000000

Gajah Tunggal Tbk 0.112 0.053 485.071 0.897 1.445 1311.821 12173254701000

Inti Indah Karya Plasindo Tbk 0.029 0.009 0.012 0.232 66.667 0.661 59881696683

Gudang Garam Tbk 0.079 0.106 0.168 0.367 0.523 2.385 17338899000000

Indofood Sukses Makmur Tbk 0.034 0.039 0.147 0.689 1.408 1.845 15308854459911

Kalbe Farma Tbk 0.112 0.132 0.390 0.582 1.258 9.797 2448390202890

Barito Pacific Timber Tbk 0.123 0.069 -0.534 1.129 11.364 -1.643 3317768255934

Aneka Tambang (Persero) Tbk 0.106 0.052 0.127 0.597 4.210 2.059 4326844058000

Timah Tbk 0.039 0.039 0.055 0.294 3.289 0.922 1974282000000

Arona Binasejati Tbk 0.004 0.002 0.040 0.594 151.515 12.890 306242736329

Hanson Industri Utama Tbk -0.616 -0.026 -0.054 0.469 -166.667 0.288 678357472019

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk -0.035 -0.014 -0.072 0.802 -43478.261 0.217 17931060809720

Bentoel International Investama Tbk -0.005 -0.011 -0.021 0.469 -15.432 0.572 1994489365437

Indocement Tunggal Prakasa Tbk 0.161 0.066 0.148 0.553 2.746 1.726 10145065834358

Davomas Abadi Tbk 0.108 0.103 0.156 0.339 6.757 0.861 894073416974

Indofarma Tbk -0.260 -0.204 -0.497 0.579 -2.381 2.020 635959594236

  59

  Tabel 5.5

  Data Rasio Keuangan Tahun 2004

  Nama perusahaan PM ROA ROE TDTAR PER Market/Book Ratio SF

Bumi Resources Tbk 0.124 0.089 0.834 0.893 8.006 10.680 13661647000000

Astra internasional Tbk 0.122 0.138 0.328 0.496 0.375 2.358 39145053000000

Plam Asia Corpora Tbk -0.101 -0.021 -0.038 0.224 137.500 6.439 186235375705

Aneka Tambang (Persero) Tbk 0.282 0.134 0.326 0.590 1.182 1327.918 6042567861

Semen Cibinong Tbk -0.225 -0.071 -0.248 0.714 -7.143 2.046 7520403000000

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 0.276 0.073 0.193 0.622 13888.889 0.297 49945550631790

Kalbe Farma Tbk 0.109 0.123 0.305 0.510 1.091 3.664 3016864058832

HM Sampoerna Tbk 0.113 0.172 0.410 0.552 0.220 5.998 11563295000000

Unilever Indonesia Tbk 0.163 0.401 0.639 0.368 0.052 10.963 3663709000000

International Nickel Indonesia Tbk 0.335 0.176 0.247 0.285 925.926 1149.295 13967533580000

Sanex Qianjiang Motor International Tbk 0.015 0.008 0.010 0.173 925.926 0.539 91141795066

Timah Tbk 0.063 0.074 0.118 0.375 1.416 0.692 2416289000000

Central Korporindo Internasional Tbk -0.003 0.000 0.000 0.011 -40.000 0.146 563763203000

Energi Mega Persada Tbk 0.087 0.028 0.172 0.839 11.136 13.196 2673026995000

Gudang Garam Tbk 0.074 0.087 0.147 0.408 0.538 2.140 20591389000000

Barito Pacific Timber Tbk -0.121 -0.046 0.265 1.174 -16.949 -2.013 3348385635130

Indofood Sukses Makmur Tbk 0.021 0.024 0.089 0.680 2.273 1.775 15669007629752

Indocement Tunggal Prakasa Tbk 0.025 0.012 0.025 0.524 15.863 2.431 9771011818440

Bentoel International Investama Tbk 0.019 0.041 0.077 0.462 4.122 0.704 1956823253998

Gajah Tunggal Tbk 0.070 0.075 0.284 0.734 3.311 1.222 6341117000000

  60

  Tabel 5.6

  Data Rasio Keuangan Tahun 2005

  Nama perusahaan PM ROA ROE TDTAR PER Market/Book Ratio SF

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 0,213 0,053 0,175 1,398 19230,769 0,226 46168326416190

Bumi Resources Tbk 0.077 0.074 0.661 0.882 7.939 7.975 16446361000000

Indofood Sukses Makmur Tbk 0.007 0.008 0.029 0.679 6.667 1.995 14786084242855

Energi Mega Persada Tbk 0.132 0.039 0.305 0.873 4.847 11.093 5059201074000

Semen Cibinong Tbk -0.111 -0.046 -0.181 0.909 -11.364 1.976 7324210000000

Gajah Tunggal Tbk 0.072 0.046 0.171 0.729 4.587 0.874 7479373000000

GT Petrocnem Industries Tbk 0.011 0.009 0.028 0.660 45.455 0.826 4431915116000

Aneka Tambang (Persero) Tbk 0.256 0.131 0.278 0.527 1.133 2.251 6402714128000

Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 0.156 0.164 0.228 0.274 2.381 2.021 2839690000000

Astra internasional Tbk 0.089 0.116 0.267 0.484 0.371 2.022 46985862000000

Arona Binasejati Tbk 0.013 0.009 0.028 0.642 30.266 1.331 365638258164

Barito Pacific Timber Tbk 0.840 0.300 0.651 0.539 3.817 1.365 2290290677829

Gudang Garam Tbk 0.076 0.085 0.144 0.000 0.509 1.710 22128851000000

Kalbe Farma Tbk 0.111 0.138 0.273 0.385 0.781 4.209 4728368509889

Medco Energi International Tbk 0.124 0.048 0.140 0.592 4166.667 2.146 15167030682240

Timah Tbk 0.032 0.039 0.070 0.442 233.645 0.597 2748157000000

Indocement Tunggal Prakasa Tbk 0.132 0.070 0.131 0.466 2.488 2.321 10536379743924

International Nickel Indonesia Tbk 0.304 0.164 0.209 0.215 925.926 1.031 16143553420000

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 0,035 0,014 0,072 0,802 43478,261 0,217 17931060809720

Plam Asia Corpora Tbk 0.072 0.015 0.024 0.108 275.000 6.681 237213372678

  Table 5.7

  Data Keuangan Dari Tahun 2003-2005 (Jadi Satu Table)

  

Case Summaries

THN

  X1 Profi t Marg in

  X4 Totsl Debt Total Assets

  Ratio

  X6 Market/Bo ok Ratio

X2 ROA

X5 PER

  X7 Size Firm Y Harga Saham Perusahaa n

  1 2003 .140 .161 .378 .507 .455 1.723 27404300000000 500 2 2003 .039 .012 .183 .958 16.829 12.101 11771100000000 500 3 2003 -.213 -.053 -.175 1.398 -19230.769 .226 46168300000000 1000 4 2003 .096 .138 .244 .412 .312 3.491 10197800000000 100 5 2003 .078 .023 .066 .653 21.739 1.168 7647640000000 500 6 2003 .112 .053 485.071 .897 1.445 1311.821 12173300000000 500 7 2003 .029 .009 .012 .232 66.667 .661 59881696683 200 8 2003 .079 .106 .168 .367 .523 2.385 17338900000000 500 9 2003 .034 .039 .147 .689 1.408 1.845 15308900000000 100 10 2003 .112 .132 .390 .582 1.258 9.797 2448390000000

  50

  11 2003 .123 .069 -.534 1.129 11.364 -1.643 3317770000000 1000 12 2003 .106 .052 .127 .597 4.210 2.059 4326840000000 500 13 2003 .039 .039 .055 .294 3.289 .922 1974280000000 500 14 2003 .004 .002 .040 .594 151.515 12.890 306243000000 500 15 2003 -.616 -.026 -.054 .469 -166.667 .288 678357000000 500 16 2003 -.035 -.014 -.072 .802 -43478.261 .217 17931100000000 1000 17 2003 -.005 -.011 -.021 .469 -15.432 .572 1994490000000

  50

  18 2003 .161 .066 .148 .553 2.746 1.726 10145100000000 500 19 2003 .108 .103 .156 .339 6.757 .861 894073000000 500 20 2003 -.260 -.204 -.497 .579 -2.381 2.020 635960000000 100 21 2004 .124 .089 .834 .893 8.006 10.680 13661600000000 500 22 2004 .122 .138 .328 .496 .375 2.358 39145100000000 500 23 2004 -.101 -.021 -.038 .224 137.500 6.439 186235000000 1100 24 2004 .282 .134 .326 .590 1.182 1327.918 6042567861 500 25 2004 -.225 -.071 -.248 .714 -7.143 2.046 7520400000000 500 26 2004 .276 .073 .193 .622 13888.889 .297 49945600000000 1000

  Tabel 5.7

  Data Keuangan Dari Tahun 2003-2005 (LANJUTAN)

  THN

  X1 Profi t Marg in

  X4 Totsl Debt Total Assets Ratio

  X6 Market/Bo ok Ratio

X2 ROA

X5 PER

  X7 Size Firm Y Harga Saham Perusahaa n

  30 2004 .335 .176 .247 .285 925.926 1149.295 13967500000000 250 31 2004 .015 .008 .010 .173 925.926 .539 91141795066 250 32 2004 .063 .074 .118 .375 1.416 .692 2416290000000 500 33 2004 -.003 .000 .000 .011 -40.000 .146 563763000000 2000 34 2004 .087 .028 .172 .839 11.136 13.196 2673030000000 100 35 2004 .074 .087 .147 .408 .538 2.140 20591400000000 500 36 2004 -.121 -.046 .265 1.174 -16.949 -2.013 3348390000000 1000 37 2004 .021 .024 .089 .680 2.273 1.775 15669000000000 100 38 2004 .025 .012 .025 .524 15.863 2.431 9771010000000 500 39 2004 .019 .041 .077 .462 4.122 .704 1956820000000

  50

  40 2004 .070 .075 .284 .734 3.311 1.222 6341120000000 500 41 2005 -.213 -.053 -.175 1.398 -19230.769 .226 46168300000000 1000 42 2005 .077 .074 .661 .882 7.939 7.975 16446400000000 500 43 2005 .007 .008 .029 .679 6.667 1.995 14786100000000 100 44 2005 .132 .039 .305 .873 4.847 11.093 5059200000000 100 45 2005 -.111 -.046 -.181 .909 -11.364 1.976 7324210000000 500 46 2005 .072 .046 .171 .729 4.587 .874 7479370000000 500 47 2005 .011 .009 .028 .660 45.455 .826 4431920000000 500 48 2005 .256 .131 .278 .527 1.133 2.251 6402710000000 500 49 2005 .156 .164 .228 .274 2.381 2.021 2839690000000 500 50 2005 .089 .116 .267 .484 .371 2.022 46985900000000 500 51 2005 .013 .009 .028 .642 30.266 1.331 365638000000 500 52 2005 .840 .300 .651 .539 3.817 1.365 2290290000000 1000 53 2005 .076 .085 .144 .000 .509 1.710 22128900000000 500 54 2005 .111 .138 .273 .385 .781 4.209 4728370000000

  50

  55 2005 .124 .048 .140 .592 4166.667 2.146 15167000000000 100 56 2005 .032 .039 .070 .442 233.645 .597 2748160000000 500 57 2005 .132 .070 .131 .466 2.488 2.321 10536400000000 500 58 2005 .304 .164 .209 .215 925.926 1.031 16143600000000 250

B. Pengujian Regresi Berganda.

  Sebelum menguji regresi berganda, maka terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik terdiri dari:

1. Uji Normalitas

  Pengujian normalitas model dilakukan dengan melihat distribusi residual dari fungsi regresi diuji dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov

  Test dari data perusahaan selama periode 2003-2005.

Tabel 5.8 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  E (Error Term) N

  60 Mean .0000 Normal Parameters(a,b) Std. Deviation

  331.84269

Absolute

.188

Positive

.188 Most Extreme

  Differences

Negative

  • .100 Kolmogorov-Smirnov Z 1.455 Asymp. Sig. (2-tailed) .029 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

  Sumber: Hasil olahan dari SPSS 13.0 for Windows Dari hasil tabel 5.8 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test diketahui probabilitas koefisien tolerance kurang dari 0,05, atau nilai Asymp.Sig < taraf

  Ho-artinya tidak ada pengaruh variabel independen terhadap harga saham, sehingga dinyatakan tidak normal.

  2. Uji Multikolinieritas Tabel 5.9 Descriptive Statistics 488.50 366.665

  60 .06205 .178826 60 .05932 .089985 60 8.22033 62.604956 60 .57933 .290605

X2 ROA

  60

  • 1729.1196 8785.598407

  60 65.97474 277.556840

  60

  1.08E+013 1.2522E+013

  60 Y Harga Saham Perusahaan

  X1 Profit Margin

  X4 Totsl Debt Total Assets Ratio

X5 PER

  X6 Market/Book Ratio

  X7 Size Firm Mean Std. Deviation N

  65

  Tabel 5.10 YHarga Correlations X4TotalDebt Pearson Correlation YHargaSaham Perusahaan X1ProfitMargin X2ROA Perusahaan Margin Saham 1.000 -.056 -.218 .003 .109 -.311 -.044 .184 -.218 .732 1.000 -.006 -.327 .235 .155 .023 -.056 1.000 .732 .039 -.234 .246 .230 -.009 X1Profit TotalAssets

X2ROA

X3ROE Ratio X5PER BookRatio X6Market X7SizeFirm

  X3ROE X6MarketBookRatio -.044 .230 .155 .590 .020 .055 1.000 -.046 X5PER -.311 .246 .235 .027 -.341 1.000 .055 -.220 AssetsRatio X4TotalDebtTotal .109 -.234 -.327 .143 1.000 -.341 .020 .331 .003 .039 -.006 1.000 .143 .027 .590 .014 Sig. (1-tailed) YHargaSaham

  X7SizeFirm .184 -.009 .023 .014 .331 -.220 -.046 1.000 Perusahaan X2ROA X1ProfitMargin .047 .000 . .481 .005 .035 .118 .430 .335 . .000 .384 .036 .029 .038 .472 . .335 .047 .490 .203 .008 .368 .079 X6MarketBookRatio .368 .038 .118 .000 .440 .338 . .364 X5PER .008 .029 .035 .419 .004 . .338 .046 X4TotalDebtTotal

  X3ROE AssetsRatio .203 .036 .005 .138 . .004 .440 .005 .490 .384 .481 . .138 .419 .000 .457 N YHargaSaham X7SizeFirm .079 .472 .430 .457 .005 .046 .364 . Perusahaan X1ProfitMargin X2ROA 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 X3ROE AssetsRatio X6MarketBookRatio X4TotalDebtTotal X5PER 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 X7SizeFirm 60 60 60 60 60 60 60 60 Dari tabel 5.9 Descriptive Statistics didapat :

  • Rata-rata Harga Saham (dengan jumlah data 60 perusahaan) adalah 488,50 dengan standar deviasi 366,665.
  • Rata-rata Profit Margin (dengan jumlah data 60 perusahaan) adalah 0,06205 dengan standar deviasi 0,178826.
  • Rata-rata ROA (dengan jumlah data 60 perusahaan) adalah 0,05932 dengan standar deviasi 0,089985.
  • Rata-rata ROE (dengan jumlah data 60 perusahaan) adalah 8,22033 dengan standar deviasi 62,604956.
  • Rata-rata Total Debt Total Assets Ratio (dengan jumlah data 60 perusahaan) adalah 0,57933 dengan standar deviasi 0,290605.
  • Rata-rata PER (dengan jumlah data 60 perusahaan) adalah -1729,11958 dengan standar deviasi 8785,598407.
  • Rata-rata Market/Book Ratio (dengan jumlah data 60 perusahaan) adalah 65,97474 dengan standar deviasi 277,556840.
  • Rata-rata Firm Size (dengan jumlah data 60 perusahaan) adalah 1,082E+13 dengan standar deviasi 1,25222E+13.

  Korelasi (lihat tabel 5.10 Correlations) :

  • Besar hubungan antara variabel (Y) Harga Saham dengan variabel (X

  i

  )

   X

  3 ROE = 0,003

   X

  6 Market/Book Ratio = -0,044 (tanda “-“ hanya menunjukkan arah

  hubungan yang berlawanan)  X Profit Margin = -0,056 (tanda “-“ hanya menunjukkan arah

  1

  hubungan yang berlawanan)  X ROA = -0,218 (tanda “-“ hanya menunjukkan arah hubungan yang

  2

  berlawanan)  X

  5 PER = -0,311 (tanda “-“ hanya menunjukkan arah hubungan yang

  berlawanan) Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas (independen) mempunyai korelasi yang lemah karena di bawah 0,5.

  • Tidak terjadi korelasi antara variabel dependen dengan variabel independen, hal ini menandakan tidak adanya multikolinieritas.
  • Tingkat signifikansi koefisien korelasi satu sisi dari output (diukur dari probabilitas) menghasilkan angka yang bervariasi, dengan catatan variabel independen tidak berkorelasi secara signifikan karena mempunyai nilai signifikansi di atas 0,05) dengan variabel dependen.

  Tabel 5.11 Model R R Square Square the Estimate a Model Summary Adjusted R Std. Error of b 1 .425 .181 .071 353.473 b. a. Market/Book Ratio, X2 ROA ROE, X5 PER, X4 Totsl Debt Total Assets Ratio , X6 Predictors: (Constant), X7 Size Firm, X1 Profit Margin, X3 Dependent Variable: Y Harga Saham Perusahaan

  Dari tabel 5.11 Model Summary diketahui bahwa kolom R adalah menunjukkan angka koefisien korelasi yaitu sebasar 0,425. Hal ini dapat menerangkan hubungan antara variabel sangat lemah. Kolom R Square adalah merupakan kuadrat dari nilai korelasi. Sebagai contoh kuadrat dari 0,425 adalah 0,071. R Square disebut juga dengan koefisien determinasi. Hal ini berarti bahwa variabel Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt Total Assets

  Ratio, PER, Market/Book Ratio, Size firm,

  dapat menjelaskan sebesar 7,1% dari harga saham sedangkan sisanya (100 – 7,1 = 92,9 ) dijelaskan oleh sebab- sebab lain. Semakin kecil nilai R square akan menunjukkan semakin kecil atau lemahnya hubungan antara variabel itu sendiri. Kolom adjust R square memiliki nilai sebesar 0,071. Kolom Std. Error of the estimated menunjukkan angka 353,473 jika nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan nilai standar

  deviasi

  dari harga saham = 488,50. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi ini lebih bagus digunakan daripada rata-rata dari variabel harga saham itu

  Tabel 5.13

Coefficients

a 556.101 122.822 4.528 .000 591.821 386.950 .289 1.529 .132 .442 2.261

  1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta

  Tabel 5.12 ANOVA b 1435110.494 7 205015.785 1.641 .145 a 6497054.506

1 Sum of Squares df Mean Square F Sig.

  52 124943.356 7932165.000

  59 Regression Residual Total Model

  Predictors: (Constant), X7 Size Firm, X1 Profit Margin, X3 ROE, X5 PER, X4 Totsl Debt Total Assets Ratio , X6 Market/Book Ratio, X2 ROA a.

  Dependent Variable: Y Harga Saham Perusahaan b.

  Pada tabel 5.12 ANOVA didapat nilai F hitung sebasar 1,641, kesimpulan bahwa F hitung = 1,641 < F tabel = 4,01, jadi tidak terdapat variabel independen yang signifikan dan tidak mempengaruhi terhadap variabel dependen karena nilai F

  hitung

  lebih besar dari F

  tabel (4,01).

  X1 Profit Margin

  VIF Collinearity Statistics Dependent Variable: Y Harga Saham Perusahaan a.

  Standardized Coefficients t Sig. Tolerance

X2 ROA

  • 1609.528 780.421 -.395 -2.062 .044 .429 2.329 .220 .928 .038 .237 .813 .627 1.595
  • 138.668 186.907 -.110 -.742 .461 .718 1.393
  •   X7 Size Firm Model

      X6 Market/Book Ratio

      Sumber: Hasil olahan dari SPSS 13.0 for Windows

      X4 Totsl Debt Total Assets Ratio

    X5 PER

    • .012 .006 -.288 -2.098 .041 .833 1.200
    • .061 .213 -.046 -.286 .776 .606 1.651 4.889E-12 .000 .167 1.224 .226 .847 1.180 (Constant)
    Dari tabel 5.13 Coefficients didapat :

    • Besar tolerance untuk variabel Profit Margin adalah 0,442. Hal ini berarti
    • 2 R adalah 1 - 0,442 atau 0,558. Hal ini berarti hanya 55,8% variabilitas

        Profit Margin bisa dijelaskan oleh prediktor (variabel bebas) yang lain. 2

      • Besar tolerance untuk variabel ROA adalah 0,429. Hal ini berarti R adalah 1 - 0,429 atau 0,571. Hal ini berarti hanya 57,1% variabilitas ROA bisa dijelaskan oleh prediktor (variabel bebas) yang lain.
      • 2<
      • Besar tolerance untuk variabel ROE adalah 0,627. Hal ini berarti R adalah 1 - 0,627 atau 0,373. Hal ini berarti hanya 37,3% variabilitas ROE bisa dijelaskan oleh prediktor (variabel bebas) yang lain.
      • Besar tolerance untuk variabel Total Debt Total Assets Ratio adalah
      • 2

          0,718. Hal ini berarti R adalah 1 - 0,718 atau 0,282. Hal ini berarti hanya 28,2% variabilitas Total Debt Total Assets Ratio bisa dijelaskan oleh prediktor (variabel bebas) yang lain. 2

        • Besar tolerance untuk variabel PER adalah 0,833. Hal ini berarti R adalah 1 - 0,833 atau 0,167. Hal ini berarti hanya 16,7% variabilitas PER bisa dijelaskan oleh prediktor (variabel bebas) yang lain.
        • Besar tolerance untuk variabel Market/Book Ratio adalah 0,606. Hal ini
        • 2 berarti R adalah 1 - 0,606 atau 0,394. Hal ini berarti hanya 39,4%

          2

        • Besar tolerance untuk variabel Firm Size adalah 0,847. Hal ini berarti R adalah 1 - 0,847 atau 0,153. Hal ini berarti hanya 15,3% variabilitas Size

          Firm bisa dijelaskan oleh prediktor (variabel bebas) yang lain.

          Default SPSS bagi angka tolerance adalah 0,01. Semua variabel yang akan dimasukkan dalam perhitungan model regresi harus mempunyai tolerance

          value

          diatas 0,01. Terlihat bahwa semua variabel telah memenuhi persyaratan ambang toleransi. Kolom VIF, sedangkan VIF mempunyai persamaan :

          VIF = 1 / TOLERANCE Sebagai contoh pada variabel Profit Margin didapat besar telorance 0,442.

          Sehingga besar VIF adalah :

          VIF = 1 / 0,442 = 2,261 Pada umumnya, jika VIF lebih besar dari 10, maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinieritas dengan variabel bebas yang lainnya.

          Jika dilihat pada tabel 5.13 Coefficients, maka semua variabel bebas mempunyai VIF kurang dari 10, sehingga bisa diduga tidak ada persoalan multikolinieritas (korelasi yang besar di antara variabel bebas) yang serius, sehingga semua variabel independen (variabel bebas) tersebut dapat digunakan untuk memprediksi harga saham. Dari hasil analisis asumsi klasik diatas, maka dapat menghasilkan regresi

          1 + (-1609,528)X 2 + 0,220X 3 + (-138,668)X

          4

        • Y = 556,101 + 591,821X (-0,012)X

          5 + (-0,061)X 6 + (4,889E-12)X

          7

          atau

        • – Y = 556,101 + 591,821X – 1609,528X + 0,220X – 138,688X

          1

          2

          3

          4

          0,012X – 0,061X + 4,889E-12X

          5

          6

          7 Dimana :

          Y = harga saham perusahaan

          X

          1 = Profit Margin

          X

          2 = ROA

          X

          3 = ROE

          X

          4 = Total debt Total Assets Ratio

          X = PER

          5 X = Market/Book Ratio

          6 X = Firm Size

          7

          3. Uji Heteroskedastisitas Tabel 5.14 b Variables Entered/Removed

          Variables Model Variables Entered Removed Method

        1 X7 Size Firm, X1 Profit Margin, X3 ROE,

          

        X5 PER, X4 Totsl Debt Total Assets Ratio , . Enter

        a

          X6 Market/Book Ratio, X2 ROA a. All requested variables entered.

          b.

          Dependent Variable: ABS.E |e| (Error Term)

        Tabel 5.14 Variables Entered/Removed menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang dikeluarkan (removed), atau dengan kata lain kedua variabel

          bebas dimasukan dalam perhitungan regresi.

        Tabel 5.15 Model Summary

          Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate a 1 .361 .130 .013 245.27103 a.

          

        Predictors: (Constant), X7 Size Firm, X1 Profit Margin, X3

        ROE, X5 PER, X4 Totsl Debt Total Assets Ratio , X6 Market/Book Ratio, X2 ROA

          Dari tabel 5.15 Model Summary diketahui bahwa :

        • Angka R square adalah 0,130. Hal ini berarti 13,0% harga saham
        • Standard error of estimate adalah 245,27103, pada analisis berikutnya bahwa standar deviasi harga saham adalah 366,665 yang jauh lebih besar dari standard error of estimate yang hanya 245,27103. Karena lebih kecil dari standar deviasi harga saham, maka model regresi lebih bagus dalam bertindak sebagai prediktor harga saham daripada rata-rata harga saham itu sendiri.

        Tabel 5.16 ANOVA

          b 468045.490 7 66863.641 1.111 .370 a 3128209.663

        1 Sum of Squares df Mean Square F Sig.

          52 60157.878 3596255.153

          

        59

        Regression Residual Total Model

          Predictors: (Constant), X7 Size Firm, X1 Profit Margin, X3 ROE, X5 PER, X4 Totsl Debt Total Assets Ratio , X6 Market/Book Ratio, X2 ROA a.

          Dependent Variable: ABS.E |e| (Error Term) b.

          Dari tabel 5.16 ANOVA didapat nilai F

          hitung

          sebasar 1,111, kesimpulan bahwa F

          hitung

          = 1,111 &lt; F

          tabel

          = 4,01, jadi tidak terdapat variabel independen yang signifikan dan tidak mempengaruhi terhadap variabel dependen karena nilai F hitung lebih besar dari F tabel (4,01).

          1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta

        Tabel 5.17 Coefficients

          a 365.878 85.225 4.293 .000 242.188 268.500 .175 .902 .371

          X1 Profit Margin

        X2 ROA

        • 1031.881 541.525 -.376 -1.906 .062
        • .306 .644 -.078 -.475 .637
        •   X4 Totsl Debt Total Assets Ratio

            Standardized Coefficients t Sig.

          • 113.125 129.693 -.133 -.872 .387 .003 .004 .117 .824 .414
          • .048 .148 -.054 -.323 .748
          • X5 PER

              X6 Market/Book Ratio

            • 2.121E-12 .000 -.108 -.766 .447 (Constant)

              Dependent Variable: ABS.E |e| (Error Term) a.

              Dari tabel 5.17 Coefficients didapat kolom t digunakan untuk mengetahui apakah setiap variabel independen secara individu mempunyai keberartian terhadap persamaan regresi yang disusun. Proses pengujian dari analisis t ini adalah sebagai berikut : Jika tingkat kepercayaan (taraf nyata = 5%) dengan derajat kebebasan (N-2) = 60 – 2 = 58, maka dapat kita lihat pada daftar tabel t statistik untuk mendapatkan nilai t tabelnya. Atau dengan menggunakan fungsi dari TINV di Excel.

              Dari fungsi TINV (0,05;58) didapat harga t

              tabel = 2,002.

              X7 Size Firm Model Kesimpulan :

            • Untuk variabel X

              1 (Profit Margin) t hitung = 0,902, t tabel = 2,002 kesimpulan

              t hitung &lt; t tabel , yang berarti Profit Margin tidak berpengaruh positif secara signifikan terhadap Harga Saham.

            • Untuk variabel X (ROA) t = -1,906, t = 2,002 kesimpulan t &lt;

              2 hitung tabel hitung

              t , yang berarti ROA tidak berpengaruh positif secara signifikan Harga

              tabel Saham.

            • Untuk variabel X

              3 (ROE) t hitung = -0,475, t tabel = 2,002 kesimpulan t hitung &lt;

              t tabel , yang berarti ROE tidak berpengaruh positif secara signifikan Harga Saham.

            • Untuk variabel X

              4 (Total Debt Total Assets Ratio) t hitung = -0,872, t tabel =

              2,002 kesimpulan t &lt; t , yang berarti Total Debt Total Assets Ratio

              hitung tabel tidak berpengaruh positif secara signifikan Harga Saham.

            • Untuk variabel X (PER) t = 0,824, t = 2,002 kesimpulan t &lt;

              5 hitung tabel hitung

              t tabel , yang berarti PER tidak berpengaruh positif secara signifikan Harga Saham.

            • Untuk variabel X

              6 (Market/Book Ratio) t hitung = -0,323, t tabel = 2,002

              kesimpulan t hitung &lt; t tabel , yang berarti Market/Book Ratio tidak berpengaruh positif secara signifikan Harga Saham. Untuk menguji apakah ada pengaruh variabel-variabel independen yang terdiri dari Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt Total Assets Ratio, PER,

              Market/Book Ratio, Firm Size

              tersebut secara statistik signifikan atau tidak, dilakukan hipotesis dengan menggunakan uji F dan uji t.

              1) Pengujian koefisien regresi dari variabel-variabel independen yang terdiri dari Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt Total Assets Ratio, PER,

              Market/Book Ratio, Firm Size

              secara bersama-sama dengan uji F Hipotesis : Ho : X i = 0, artinya tidak ada pengaruh variabel-variabel independen yang terdiri dari Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt

              Total Assets Ratio, PER, Market/Book Ratio, Firm Size terhadap harga saham.

              Ha : X ≠ 0, artinya ada pengaruh variabel-variabel independen yang

              i

              terdiri dari Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt Total

              Assets Ratio, PER, Market/Book Ratio, Firm Size terhadap harga saham.

              Keputusan akan diambil dengan kriteria : Apabila F hitung &lt; F tabel , maka Ho diterima Apabila F &gt; F , maka Ho ditolak

              hitung tabel

              Tabel 5.18 Adjusted Std. Error of R Square Durbin- Model Summary b Change Statistics 1 Model R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Sig. F Change Watson b. a. Dependent Variable: YHargaSaham Predictors: (Constant), X7SizeFirm, X1ProfitMargin, X3ROE, X5PER, X4TotalDebtTotalAssetsRatio, X6MarketBookRatio, X2ROA .425 .181 .070 353.558 .181 1.637 a 7 52 .146 2.131

              Dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ketujuh variabel independen (Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt Total Assets Ratio,

              PER, Market/Book Ratio, Firm Size

              ) secara bersama-sama (simultan) tidak signifikan berpengaruh terhadap Harga Saham. Hal ini ditunjukkan dengan hasil signifikansi uji-F (sig.F Change) sebesar 0,146 dimana angka ini berada di atas level of significance 5% (lihat tabel 5.18 Model

              Summary ).

              Dengan demikian hipotesis Ho untuk uji-F menyatakan bahwa Profit

              

            Margin, ROA, ROE, Total Debt Total Assets Ratio, PER, Market/Book

            Ratio, Firm Size

              secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap Harga Saham, ditolak.

              2) Pengujian koefisien regresi dari variabel-variabel independen yang terdiri dari Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt Total Assets Ratio, PER,

              Market/Book Ratio, Firm Size secara parsial dengan uji t.

              Ho : β i ≤ 0, artinya tidak ada pengaruh positif variabel-variabel independen yang terdiri dari Profit Margin, ROA, ROE,

              Total Debt Total Assets Ratio, PER, Market/Book Ratio, Firm Size

              terhadap harga saham. Ha : β

              i

              &gt; 0, artinya ada pengaruh positif variabel-variabel independen yang terdiri dari Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt

              Total Assets Ratio, PER, Market/Book Ratio, Firm Size terhadap harga saham.

              Dengan berdasarkan probabilitas : a Jika probabilitas &gt; 0,05, maka Ho diterima b Jika probabilitas &lt; 0,05, maka Ho ditolak Dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hasil t-test (lihat tabel

              5.13 Coefficients) untuk tiap variabel dan masing-masing menghasilkan

              Beta

              sebesar :

              1 ; 0,289 , Sig. t; 0,132

            • β

              dengan taraf signifikansi 0,132 tidak ada pengaruh positif signifikan antara Profit Margin terhadap harga saham

              2 ; -0,395, Sig. t; 0,044

            • β

              dengan taraf signifikansi 0,044 tidak ada pengaruh positif signifikan

            • 3 ; 0,038, Sig. t; 0,813

              β

              dengan taraf signifikansi 0,813 tidak ada pengaruh positif signifikan antara ROE terhadap harga saham ; -0,110, Sig. t; 0,461

            • 4

              β

              dengan taraf signifikansi 0,461 tidak ada pengaruh positif signifikan antara Total Debt Total Assets Ratio terhadap harga saham β

            • 5 ; -0,288, Sig. t; 0,041

              dengan taraf signifikansi 0,041 tidak ada pengaruh positif signifikan antara PER terhadap harga saham β

            • 6 ; -0,046, Sig. t; 0,776

              dengan taraf signifikansi 0,776 tidak ada pengaruh positif signifikan antara Market/Book Ratio terhadap harga saham β  ; 0,167, Sig. t; 0,226

              7

              dengan taraf signifikansi 0,226 tidak ada pengaruh positif signifikan antara Firm Size terhadap harga saham.

              Dari masing-masing variabel independen menunjukkan bahwa semua variabel independen tidak memiliki pengaruh posotif terhadap harga saham. Dengan demikian hipotesis Ho secara parsial ada pengaruh

            C. Pembahasan

              Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah rasio keuangan ada pengaruh positif signifikan terhadap harga saham dan apakah ukuran perusahaan juga ada pengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Dalam penelitian ini rasio keuangan diukur dengan menggunakan Profit Margin,

              ROA, ROE, Total Debt Total Assets Ratio, PER, Market/Book Ratio

              sedangkan ukuran perusahaan (Firm Size) diukur dengan mengukur besarnya dari akitva perusahaan. Rasio keuangan dan ukuran perusahaan (Firm Size) merupakan koefisien yang dapat digunakan untuk mengukur kondisi keuangan perusahaan, sehingga dapat diketahui sebuah perusahaan berada dalam kondisi yang efisien atau tidak.

              Berdasarkan hasil uji asumsi klasik, model regresi berganda tidak memenuhi uji asumsi klasik yang terdiri dari Normalitas, Multikolinearitas dan

              Heteroskedastisitas

              karena dari hasil analisis uji asumsi klasik tersebut diperoleh hasil nilai yang kurang dari nilai signifikansi.

              Dimana dari uji asumsi klasik Normalitas diketahui probabilitas koefisien tolerance kurang dari 0,05, atau nilai Asymp.Sig &lt; taraf signifikan ( α ), yaitu 0,029 &lt; 0,05, maka dapat disimpulkan untuk menolak tidak ada pengaruh positif signifikan variabel independen terhadap harga saham, sehingga dinyatakan tidak

              Tingkat signifikansi koefisien korelasi satu sisi dari output (diukur dari probabilitas) menghasilkan angka yang bervariasi, dengan catatan variabel independen tidak berkorelasi secara signifikan karena mempunyai nilai signifikansi di atas 0,05 dengan variabel dependen.

              Pada umumnya, jika VIF lebih besar dari 10, maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinieritas dengan variabel bebas yang lainnya. Jika dilihat pada

            tabel 5.13 Coefficients, maka semua variabel bebas mempunyai VIF kurang dari

              10, sehingga bisa diduga tidak ada persoalan multikolinieritas (korelasi yang besar di antara variabel bebas) yang serius, sehingga semua variabel independen (variabel bebas) tersebut tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga saham. Sedangkan dari uji asumsi klasik Heteroskedastisitas menunjukkan bahwa t hitung lebih kecil dari t sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen tidak

              tabel ada pengaruh positif signifikan terhadap harga saham.

              Dari berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji F diketahui bahwa variabel independen yang terdiri dari Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt Total

              Assets Ratio, PER, Market/Book Ratio, Firm Size

              secara bersama-sama tidak ada pengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham. Hal ini ditunjukkan nilai F hitung lebih besar dari F tabel (F hitung &gt; F tabel ).

              Sedangkan berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji t diketahui bahwa

            BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab

              terdahulu maka kesimpulan sebagai berikut :

              1. Hasil pengujian asumsi klasik (Normalitas, Multikolinieritas dan Heteroskedastisitas) menunjukkan tidak ditemukan adanya penyimpangan asumsi klasik.

              2. Hasil pengujian hipotesis uji F menunjukkan bahwa ketujuh variabel independen (Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt Total Assets Ratio, PER,

              Market/Book Ratio, Firm Size

              ) secara bersama-sama (simultan) tidak ada pengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham. Hal ini ditunjukkan dengan hasil signifikansi uji-F (sig.F Change) sebesar 0,146 dimana angka ini berada di atas level of significance 5%.

              3. Hasil pengujian hipotesis uji t menunjukkan bahwa ketujuh variabel independen (Profit Margin, ROA, ROE, Total Debt Total Assets Ratio, PER,

              Market/Book Ratio, Firm Size

              ) secara masing-masing (parsial) tidak ada pengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham.

              B. Keterbatasan Penelitian

              1. Dalam penelitian ini, penulis hanya menggunakan perusahaan-perusahaan manufaktur yang telah go public dan terdaftar di BEJ. Selain itu penulis hanya menggunakan sampel data selama tiga tahun yaitu periode 2003-2005.

              2. Dalam penelitian ini faktor-faktor yang diteliti terbatas pada Profit Margin (X ), ROA (X ), ROE (X ), Total Debt Total Assets Ratio (X ), PER (X ),

              1

              2

              3

              4

              5 Market/ Book Ratio (X 6 ) dan Firm Size (X 7 ) saja.

              C. Saran

              1. Bagi penelitian selanjutnya sebaiknya menambah faktor-faktor lain, seperti

              dividend payout ratio, debt ratio

              dan tahun periode pengamatan yang lebih panjang, misalnya lima tahun. Hal ini dimaksudkan agar informasi yang dihasilkan lebih lengkap dan menyeluruh, sehingga hasil penelitian menjadi lebih akurat.

              2. Bagi para pemodal (investor) sebaiknya tidak hanya memperhatikan faktor analisis fundamental tetapi perlu juga untuk memperhatikan faktor-faktor analisis teknikal.

              3. Diharapkan untuk penelitian berikutnya, peneliti memperluas sampel dan tidak hanya menggunakan sampel perusahaan manufaktur tetapi juga diperluas pada perusahaan jasa.

            DAFTAR PUSTAKA

              Baridwan, Zaki. 1992. Intermediate Accounting. Edisi ke-7. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta

              Brigham, Eugene F dan Joel F. Houston. 2001. Manajemen Keuangan Terjemahan

              Herman Wibowo

              , Edisi ke-8. Jakarta: Penerbit Erlangga Djarwanto. 1994. Pokok-Pokok Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP AMP

              YKPN Djarwanto dan Subagyo P. 1998. Statistika Induktif. Edisi Ke-4. Yogyakarta: BPFE

              Yogyakarta Halim Abdul dan Nassuhi Hidajat. 1999. Pengaruh Krisis Moneter dan Ukuran

              Perusahaan Terhadap Finansial Perusahaan Publik di BEJ-Suatu Penerapan Multivariate Analisis Of Variance

              : Kompak Harnanto. 1996. Analisa Laporan Keuangan. Edisi I. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta Husnan, Suad dan Enny Pudji Astuti. 1998. Dasar-Dasar Portofolio dan Analisa

              Sekuritas

              . Edisi I. Yogyakarta: UPP AMD YKPN Husnan, Suad. 1996. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisa Investasi. Edisi II. Yogyakarta: UPP AMP YKPN

              Husnan, Suad. 1998. Manajemen Keuangan. Edisi IV. Yogyakarta: UPP AMP YKPN Jogiyanto, H. M. 2002. Teori Portofolio dan Analisa Investasi. Edisi Ke-2.

              Yogyakarta: BPFE Yogyakarta Mas’ud, Machfoedz. 1996. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat Munawir. 1979. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty Prastowo, Dwi. 1995. Analisa Laporan Keuangan. Edisi ke-1. Yogyakarta: UPP Resmi, Siti. 2002. Keterkaitan Kinerja Perusahaan Dengan Return Saham: Kompak Riyanto, Bambang. 1995. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Ke-4.

              Yogyakarta: Yayasan Badan Penerbit Gadjah Mada Robins, Stephen dan Mary Coutler. 2002. Management International. Seventh

              Edition. Prentice Hall Rosyadi. 2002. Keterkaitan Kinerja Keuangan Dengan Harga Saham: Jurnal

              Akuntansi dan Keuangan: Vol. 1, No. 1 Sartono, Agus. !995, Dasar-Dasar Pembelanjaan Pemisahaan. Edisi Ke-4. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta

              Sawoko, Drs dan Drs. Abdul Halim. 1989. Manajemen Keuangan (Dasar-Dasar

              Pembelanjaan Perusahaan) Buku 1 Manajemen dan Analisis Aktiva .

              Yogyakarta: BPFE Yogyakarta Supardi. 2002, Pengaruh Sales Price Ratio, Debt Equity Ratio, Book Market Ratio

              dan Size Firm Terhadap Return

              : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Kewirausahaan: Vol. 1, No. 1

              LAMPIRAN

            PRORIT MARGIN TAHUN 2003

            1) Astra Internasional Tbk =

              x100%= 0,29 8) Gudang Garam Tbk =

              00 2265507490

              x100%= 0,123

              286 1871209280 74 2295812671

              x100%= 0,112 11) Barito Pacific Timber Tbk =

              878 2889209192 887 3228884550

              x100%= 0,034 10) Kalbe Farma Tbk =

              4269 1787142547 47 6034813028

              x100%= 0,079 9) Indofood Sukses Makmur Tbk =

              0000 2313737600 000 1838673000

              0000 3151295400 000 4421583000

              x 100% = 0,140 2) Bumi Resources Tbk =

              x100%= 0,112 7) Inti Indah Karya Plasindo Tbk =

              000 5729506319 00 6442851990

              x100%= 0,078 6) Gajah Tunggal Tbk =

              000 2240296000 00 1741170000

              x 100%= 0,096 5) Semen Cibinong Tbk =

              0000 1467512500 000 1406844000

              x 100%= -0,213 4) HM Sampoerna Tbk =

              8285 1139246744  770 2426331228

              x 100%= 0,039 3) Indah Kiat Pulp &amp; Paper Tbk =

              776 3734251361 36 1468762363

              5 1840209452 532766731

Dokumen baru

Download (130 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh kenerja keuangan perusahaan terhadap return saham Syariah (studi pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index)
0
4
109
Analisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2004-2008)
0
4
96
Pengaruh diversifikasi operasi, diversifikasi geografis dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba : studi empiris pada perusahaan manufaktur sektor consumer goods industry yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2010-2013
1
12
111
Pengaruh laba per lembar saham dan rasio pengembalian modal terhadap harga saham : (studi kasus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di bei Tahun 2010-2011)
0
3
73
Pengaruh rasio hutang (DER) dan l aba per lembar saham (LPS) terhadap perubahan harga saham pada perusahaan agriculture yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
4
1
Pengaruh tingkat suku bunga dan rasio harga laba terhadap return saham : (studi kasus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
0
8
1
Pengaruh profitabilitas, struktur aktiva, dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bei - Perbanas Institutional Repository
0
0
12
Pengaruh rasio likuditas, rasio aktivitas, rasio Solvabilitas dan rasio profitabilitas terhadap Return saham pada perusahaan manufaktur Yang terdaftar di bursa efek indonesia - Perbanas Institutional Repository
0
0
15
Pengaruh rasio likuditas, rasio aktivitas, rasio Solvabilitas dan rasio profitabilitas terhadap Return saham pada perusahaan manufaktur Yang terdaftar di bursa efek indonesia - Perbanas Institutional Repository
0
0
29
Pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap return saham investor pada perusahaan manufaktur di bursa efek indonesia - Perbanas Institutional Repository
0
0
15
Pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap return saham investor pada perusahaan manufaktur di bursa efek indonesia - Perbanas Institutional Repository
0
0
27
BAB I PENDAHULUAN - Pengaruh rasio keuangan dan ukuran perusahaan terhadap return saham perusahaan properti Dan real estate yang terdaftar Di bursa efek indonesia - Perbanas Institutional Repository
0
0
11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh rasio keuangan dan ukuran perusahaan terhadap return saham perusahaan properti Dan real estate yang terdaftar Di bursa efek indonesia - Perbanas Institutional Repository
0
1
30
Pengaruh likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di bei - Perbanas Institutional Repository
0
0
19
Pengaruh likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di bei - Perbanas Institutional Repository
0
0
22
Show more