Teknik budidaya tanaman wortel (Daucus carota L)

RP. 20,000

0
1
43
1 month ago
Preview
Full text
BAB I. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
  Wortel (Daucus carota L.) adalah bukan tanaman asli Indonesia, berasal dari Negeri yang beriklim sedang (sub-tropis) yaitu berasal dari Asia Timur dan Asia Tengah. Ditemukan tumbuh liar sekitar 6.500 tahun yang lalu.
  Di indonesia budidaya tanaman wortel pada mulanya hanya terkonsentrasi di daerah Lembang dan Cipanas (Jawa Barat). Namun dalam perkembangannya menyebar luas ke daerah-daerah sentral (Anonim, 2007).
  Wortel sebagai salah satu sayuran komersial sudah sangat dikenal oleh masyarakat indonesia dan populer sebagai sumber vitamin A karena memiliki kadar korotenen (Provitamin A), disamping itu juga wortel mengandung vitamin
  B, vitamin C serta zat-zat lain seperti Kalori 42kal, Protein 1,2gr, Lemak 0,3gr, Hidrat arang 9,3gr, Kalsium 39gr, Fospor 37gr, Besi 0,8gr, Vitamin A 12.000si, Vitamin BI 0,006gr, Vitamin C 6gr. Berdasarkan dengan itu kegunaan wortel selain sebagai sasyuran yang yang merupakan sumber sumber vitamin, wortel juga mempunyai manfaat lain yaitu sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit antara lain dara tinggi, gangguan pencernaanm radang usus besar, membantu menyembuhkan rabun senja dan lain lainTabel 1.1 Kandungan gizi Tanaman Wortel.
  No Kandungan Jumlah
  1 Kalori 42 kal
  2 Protein 1,2 gr
  3 Lemak 0,3 gr
  4 Hidrat Arang 9,3 gr
  5 Kalsium 39 gr
  6 Fospor 37 gr
  7 Besi 0,8 gr
  8 Vitamin A 12,000 si
  9 Vitamin BI 0,06 gr
  10 Vitamin C 6 gr Pengembangan budidaya wortel di indonesia mempunyai prospek yang baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, peningkatan gizi masyarakat,perluasan kesempatan kerja, pengembangan agribisnis dan peningkatan pendapatan negara melalui pengurangan impor dan memacu laju pertumbuhan ekspor. Di samping itu juga secara ekonomis agribisnis wortel mempunyai prospek yang bagus untuk di ekspor ke luar negeri seperti ke Hongkong, Singapura dan Malaysia. Hal ini dikarenakan lahan pertanian di negara-negara tersebut semakin berkurang seiring dengan berkembangnya industri. Air di Hongkong, Singapura dan Malaysia biasanya kurang mendukung terutama saat musim dingin dan musim gugur sehingga praktis semua kebutuhan sayuran tergantung ke negara lain.
  Tanaman penyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk dapat tumbuh dan berbunga. Wortel termasuk tanaman umbi akar yang dikategorikan kedalam sayuran. Wortel memiliki susunan tubuh yang terdiri dari dari daun, batang dan akar. Struktur batang pendek, akarnya tunggang, tumbuh pada musim kemerau dan hujan memiliki siklus hidup 1-2 tahun, wortel memiliki umbi yang berwarna bersifat yang bersifat sebagai antioksida yang bermanfaat bagi tubuh (Lesmana, 2015).
  Wortel memiliki tekstur serat kayu dan memiliki rasa yang manis lang. Apabila wortel dimasak dengan kurang baik, teksturnya masih terasa keras dan rasa manisnya belum keluar. Oleh karena itu, banyak anak-anak bahkan sampai orang dewasa yang tidak menyukai sayuran teruatama wortel. Wortel juga merupakan komoditas yang mudah rusak setelah pemanenan.
  Wortel biasanya diolah untuk membuat masakan sup, capai, bistik, kari, mie, dan sebagainya (Cahyono, 2002). Untuk memperpanjang masa simpan kini wortel dapat diolah menjadi permen jelly yang sehat. Permen jelly yang berbahan dasar dari wortel, tentunya akan disukai anak-anak karena berbentuk seperti permen. Selain itu juga, kandungan seperti betakaroten (Vitamin A., Vitamin B, (B1, B3, B6, dan B90), Vitamin C dan mineral merupakan zar gizi yang bermanfaat bagi anak-anak dan orang dewasa (Lesmana 2015).
  Permen atau kembang gula adalah jenis makanan selingan yang berbentuk padat dibuat dari gula pemanis lainya atau campuran gula dengan pemanis lain dengan atau tanpa adanya tambahan bahan makanan lain yang lazim, permen berdasarkan teksturnya dikategorikan, dalam 3 jangka yaitu , permen keras, permen renya, dan lunak (Koswara, 2009).
  Salah satu contoh dari permen lunak yaitu permen Jelly, permen jelly memiliki penampilan jernih, transparan, serta mempunyai tekstur dengan kekenyalan tertentu (Atmaka et ai, 2013) oleh karena itu, permen jelly disukai oleh anak-anak sampai orang dewasa, permen jelly merupakan permen yang pembentuk gel yang biasa digunakan antara lain gelatin, karagenan, agar-agar dan pektinm (Koswara, 2009).
  Agar-agar selain pembentuk gel juga dapat berfungsi sebagai pengental, pengemulsi dan sebagainya. Agar-agar memiliki tekstur yang rapuh tetaspi lunak.gelatin memiliki karakteristik yang dapat meleleh di mulut dan biasanya serinmg digunakan di industri pangan, salah satunya pada industri permen (koswara, 2009). Maka dari itu, perlu dilakukan kombinasi agar-agar dan gelatin untuk mendapatkan tekstur permen jelly yang ijinginkan. Selain itu, juga untuk membandingkan dengan standfar yang telah ada.2.1 Tujuan
  Tujuan umum dari kegiantan Praktek Kerja Lapang (PKL) Agar mahasiswa memperoleh pengalaman dan mengenali kegiatan- kegiatan di lapangan kerja yang ada di bidang pertanian secara luas.
  Meningkatkan pemahaman kepada para mahasiswa mengenai hubungan antara teori dan penerapannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat bekal bagi mahasiswa dalam terjun ke dunia kerja.
  Agar mahasiswa memperoleh keterampilan kerja dan pengalaman kerja yang praktis yaitu secara langsung dapat menjumpai, merumuskan serta memecahkan permasalahan yang ada dalam kegiatan di bidang pertanian.
  Meningkatakan hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, instansi, terkait dan masyarakat sehingga dapat meningkatkan mutu pelaksanaan Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Tujuan khusus dari kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL)
  Memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja dalam bidang pertanian yang diaksanakan di Kelompok Tani Sumberbrantas.
  Melihat dan memahami secara langsung upaya dan pengembangan budidaya tanaman sayuran khususnya pada tanaman wortel.
  Mahasiswa dapat mengetahui permasalahan yang ada dan cara mengatasinya.
  Mahasiswa dapat mengamati serta melihat secara nyata dan mempraktekkan teori yang didapat di bangku kuliah.
  Menambah wawasan sebagai bekal persiapan memasuki dunia kerja.3.1 Manfaat
  Manfaat yang dapat diperoleh yang dalam pelaksanaan Prakter Kerja Lapang di Kelompok Tani Sumberbrantas adalah: Bagi Mahasiswa, kegiatan Praktek kerja Lapang ini bermanfaat untuk memahami dan menambah wawasan tentang aplikasi pertanian dilapangan kerja.
  Bagi Fakultas, Praktek Kerja Lapang ini merupakan peningkatan kompetisi dan keterampilan lulusan fakultas pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
  Bagi Instansi, kegiatan praktek kerja lapang ini di harapkan menjadi hubungan kerja sama dalam hal pengembangan ilmu pertanian.BAB II. TINJAUAN PUSTAKA2.1 Klasifikasi Tanaman Wortel
  Sosok tanman wortel berupa rumput dan mempunyai cadangan makanannya di dalam umbi. Mempunyai batang pendek, berakar tunggang yang bentuk dan fungsinya berubah menjadi umbi bulat dan memanjang. Umbi berwarna kuning kemerah-merahan, berkulit tipis dan jika dimakan mentah terasa renyah manis. Klasifikasi tanaman wortel menurut Alidan Rahayu (1994): Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisio : Spermatopyta (tumbuhan berbiji) Sub-divisio : Anggiosspermae (berbiji tertutup) Klasis : Dicotyledoneae (biji berkeping dua) Ordo : Umbetliferales Familia : Umbetliferales (Apiaceae) Genus : Daucus Spesies : Daucus carota L.
  Wortel merupakan tanaman biannual tetapi bisa diusahakan secara manual semusim pada saat pertumbuhan pertama tanaman menghasilkan bagian-bagian varietas. Sebagian besar bahan makanan disimpan di dalam akar tunggang yang bentuk dan fungsinya menjadi umbi yang membesar dan berdaging, umbi wortel mempunyai kadar carrotene yang sangat tinggi Umbi tersebut terdiri atas dua bagian yang berbeda yaitu bagian corteks yang maksimum dan corteks yang minimum, (Seosarsono 1981).
  Daun wortel bersifat majemuk menyirip ganda dua atau tiga, anakdaun berbentuk lanset dan garis dengan bagian pinggirnya bercangkap melekat pada berbuah dan berbuah, bungah wortel berbentuk payung berganda kuntum-kuntum bunganya terletak pada bidang lengkung yang sama, warnanya putih atau merah jambu agak pucat. Bunga-bunga wortel dapat menghasilkan buah dan biji yang ukurannya kecil-kecil dan berbulu. Biji-biji ini dapat sebagai digunakan alat atau bahan perbanyakan wortel secara generatif. Varietas tanaman wortel
  Wortel termasuk dalam familli umbelliflorae, yaitu suatu tanaman yang mempunyai bunga yang berbentuk susun seperti payung bunga ini dapat menghasilkan biji yang digunakan untuk perbanyakan tanaman secara generatif varietas yang komersial dilihat dari panjangnya ada 3 macam : Wortel berumbi pendek mempunyai dua bentuk, yaitu bulat dan sedikit memanjang dengan ujung membulat (tumpul)
  Wortel berumbi sedang mempunyai tiga bentuk, yaitu ujung runcing, tumpul atau diantara induknya Wortel berumbi panjang hanya mempunyai satu bentuk, yaitu berujng tumpul.2.2 Keadaan Umum Tanaman Wortel
  Tanaman wortel akan tumbuh baik dan bagus pada tanah bertekstur remah, dalam dan subur. Tanah yang bembur sangat membantu perkembangan akar merubah bentuknya menjadi umbi sedangkan tanah yangh subur (banyak ynag mengandung humus)diperlukan untuk memenuhi zat-zat makan yang dibutuhkan wortel bagi tanah yang kurang subur sebaiknya diberi pupuk. Derajat keasaman tanah (pH) antara 3,0-6,8. Jenis tanah yang paling baik adalah andosol dan umumnyaterdapat di daerah dataran tinggi (pegunungan).
  Pada tanah yang asam (pH-nya rendah, kurang dari 5,0) tanaman wortel sulit membentuk umbi demikian pulah tanah yang mudah becek ataupun mendapat perlakuan pupuk yang berlebihan sering menyebabkan umbi wortel berserat, bercabang dan berambut. Tanaman sayuran membutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : Tanah harus gembur hingga kedalaman tertentu.
  Didalam tanah tidak terdapat batu, terutama untuk tanaman wortel yang menghasilkan umbi Air dalam tanah mudah meresap ke bawah, sehingga tanah tidak mudah menjadi padat.
  Dalam musim hujan, hendaknya air tidak menggenang ini berarti bahwa pembuuangan air harus cukup baik.
  Tujuan pembuatan petak pada tanaman sayuran adalah : Memudah pembuangan air hujan, melalui drainase petakan.
  Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman kedalam tanah. Memudahkan pemiliharaan, karena kita dapat berjalan diantara petakan yang satu ke petakan yang satu.
  Menghindarkan terinjak-injak tanah tanaman sehingga tanah tidak mudah padat. (Rismunandar, 1983). Tanaman berikutnya harus terlebih dahulu, tanaman hortikultura yang dari biji umumnya bersifat : Berakar baik dengan batang yang tinggi. Berumur panjang dengan pembungaan yang lama.
  (Arif, 1990).
  Wortel merupakan tanaman subtropis yang memerlukan suhu dingin 922- 24˚Ϲ), lembab dan cukup sinar matahari Di Indonesia kondisis seperti ini biasanya terdapat di daerah ketinggian antara 1.200-1.500 m dpl, tetapi sekarang wortel sudah dapat ditanaman di daerah ketinggian 600 m dpl. Sebaiknya menanam wortel di tanah yang subur, gembur dan kaya humus dengan pH antara 5,5-6,5.
  Tanah yang kurang subur masi dapat ditanami wortel asalkan pemupukan intensif. Kebanyakan dataran tinggi di indonesia mempunyai pH rendah. Bila demikian, tanah perlu di kapur, karena tanah yang asam menghambat perkembangan umbi (Anonim, 1995).2.3 Syarat Tumbuh
  Iklim : tanaman wortel pada permulaan tumbuhnya menghendaki cuaca yang agak dingin dan lembab. Tanaman ini dapat di tanam sepanjang tahun, baik musim kemerau maupun musim hujan. Keadaan iklim yang sangat berpengaruh pertumbuhan tanaman dan produksi umbi wortel adalah: suhu, cuaca, hujan, kelembapan udara, cahaya matahari, dan angin.
  Tanah : keadaan tanah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman wortel dan pertumbuhan umbi adalah ketiunggian tempat (letak geografis tanah : sifat, kimia, biologi, serta derajat kemiringan tanah. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tanah brtekstur remah, dalam dan subur. Tanah yang subur diperlukan untuk membentuk umbi dan akar yang baik, sedangkan tanah yang becek kurang disukai tanaman wortel.
  Daerah : tanaman wortel cocok ditanam pada daerah ketinggian 400 m dpl. (Anonim, 1979).
  Wortel sangat kaya akan vitamin A, yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mata dan menjaga jaringan epitel, yakni jaringan yang ada di permukaan kulit. Selain zat-zat gizi, umbi wortel juga mengandung zat-zat lain, antara lain alkaloia akonitina atau asetbincilakonin, benzoilakonina, akonina, dan neupilina (cahyo, 2002).
  Wortel banyak sekali macamnya, tetapi biasa ditanaman orang ada tiga macam, yaitu tipe imperator, tipe chantenay dan tipe nantes: Tipe imperator mempunyai umbi bentuk yang bentuknyakerucut, bulat panjang dan ujungnya runcing memiliki panjang umbi 20 cm-30 cm, wortel ini tidak begitu di sukai karena rasanya kurang manis sehingga kurang di sukai oleh konsumen.
  Tipe chantenay mempunyai umbi yang bentuknya bulat panjang dan ujungnya tumpul. Panjang antara 15 cm-20 cm, wortel ini lebih di sukai karena rasanya manis.
  Tipe nantes mempunyai umbi yang bentuknya peralihan dua tipe chantenay, yaitu bulat pendek dengan ukuran panjang 10 cm-15 cm. (Warsito dan Soedijanto, 1981).
  Sedangkan Ali dkk (2003) menggolongkan wortel berdasarkan panjang umbinya yaitu: Wortel berumbi pendek, umbi pendeknya adalah ciri umumnya. Jenis umbi ini ada yang mempunyai umbi bundar seperti bola golf dengan panjang sekitar 5-6cm. Ada yang memanjang seperti slinder seukuran jari dengan panjang sekitar 10-15 cm. Wortel jenis ini termasuk wortel jenis nantes, yaitu bentuk
  Wortel berumbi sedang, umbi sekitar 15-20 cm. Jenis ini memilikio 3 bentuk. Bentuk pertama, yaitu memanjang seperti kerucut dengan ujung umbi bertipe imperator (meruncing). Bentuk kedua chantenay yang tumpul. Sedangkan bentuk yang ketiga adalah memanjang seperti slinder dengan ujung umbi bertipe nantes.
  Wortel berumbi panjang, bentuk umbi lebih panjang dari wortel berumbi pendek dan wortel berumbi sedang yaitu sekitar 20-31 cm. Bentuk umbi seperti kerucut dengan ujung bertipe imperator. Jenis ini tidak cocok ditanam sebagai tanaman pekarangan.wortel ini perlu struktur tanah yang dalam, gembur, dan terkena sinar matahari penuh.
  Menurut sutaryono (1990), wortel diperbanyak dengan biji dan langsung ditanam di kebun tanpa melalui persemaian terlebih dahulu. Cara menanamnya ialah : mula-mula yang akan ditanami wortel dicangkul sedalam 40 cm. Hal serupa juga dikemukakan dalam buku Budidaya Tanaman Hortikultura (Anonim, 1984) bahwa tanah untuk ditanami wortel digemburkan dengan cara dicangkul minimal sedalam 30 cm, sehingga memungkinkan pertumbuhan yang baik bagi perakaran tanaman. Ditambahkan pula bahwa tanaman wortel menghendaki kondisi tanah yang mengandung bahan makanan yang cukup baik di bagian lapisan bawahnya, karena ia berakar lebih dalam. Jadi dapat diketahui bahwa penggemburan tanah yang untuk tanaman wortel adalah dengan pencangkulan sedalam 30-40 cm.
  Menurut Anonim (1992), tanaman wortel memerlukan tanah yang bertekstur remah serta kandungan bahan organik yang cukup. Ole karena itu pada yang sudah masak. Hal ini juga dikemukakan oleh Sunaryono (1990) bahwa tanah untuk tanaman wortel perlu diberi pupuk kandang atau kompos yang telah jadi sebanyak 15 ton tiap Ha. Pada tanah-tanah yang masi subur, misalnya tanah bekas tanaman kentang atau kubis dan lain-lain, pemberian pupuk kandang ini dapat ditiadakan. Jadi dapat diketahui tanaman wortel memerlukan tanah yang subur, yaitu tanah yang berstruktur remah dengan penambahan pupuk organik pada saat pengolahan tanah juga tanah bekas tanaman kentang atau kubis.
  Menurut Ali ddk (2003), Cahyono (2002) dan Tim penulis PS (1995), penyiraman pada tanaman wortel harus dilakukan secara rutin, terutama pada musim kemerau. Penyiraman dapat dilakukan sehari sekali atau dua kali sehari tergantung kondisi tanah. Menurut Ali ddk (2003) dan cahyono (2002), pada musim hujan penyiraman tanaman wortel dapat ditiadakan. Penyiraman pada saat musim hujan hanya dilakukan pada saat tanah terlihat kering dan hujan sebelum turun.
  Tanaman wortel yang telah tumbuh harus segera diseleksi. Penyeleksian dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang lemah atau kering dan meninggalkan tanaman yang sehat dan kokoh. Tindakan ini sekaligus diikuti dengan penjarangan uang berguna untuk memberikan jarak dalam alur dan menjaga tercukupinya sinar matahari sehingga tanaman tumbuh subur. Penjarangan menghasilkan alur yang rapi berjarak antara 5-10 cm. (Anonim, 1995).
  Gulma atau tanaman pengganggu sering tumbuh disekitar tanaman. Gulma merupakan tumbuhan lain disekitar tanaman liar. Dalam pertumbuhannya, gulma dibudidayakan. Sehingga gulma perlu dikendalikan dengan cara penyiangan. Sewaktu penggemburan tanah (mendangir) dilakukan pula penutupan umbi wortel yang di permukaan tanah. Bagian umbi yang terkena sinar matahari langsung, berubah menjadi hijau. Wortel seperti ini kurang baik di mata konsumen sehingga perlu dihindari. (Anonim, 2003).
  Pupuk mengandung satu unsur atau lebih yang digunakan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Sehingga memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah pupuk akar dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara bagi tanah yang mengenai unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cendrung makin beragam merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkeco. Sebab pupuk dengan merek apapun dan buatan manapun, dari segi unsur yang terkandung, pada dasarnya adal;ah berasal dari pupuk makro atau pupukmikro. Jadi patokan dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997).
  Pemeliharaan selanjutnya pada tanaman wortel adalah pemupukan yang dapat dilakukan sejak tanaman berumur dua minggu dengan dosis 50 kg Urea/Ha, disusul pemberian pupuk kedua (1 atau 1,5 bulan kemudian) berupa urea sebanyak 50 kg/Ha dan KCL 20 kg/ha. Dosis dapat berubah sesuai kondisi tanah dan rekomendasi pemupukan yang ada. Cara pemupukan adalah dengan menaburkan pupuk pada alur sedalam 2 cm yang dibuat memanjang berjarakk sekitar 5 cm dari alur tanaman. (Anonim, 1995).
  Pestisida merupakan salah satu komponen penting dalam upaya peningkatan produksi pertanian, tetapi apabila penggunaannya tidalk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dampak negatif bagi lingkungan adalah tercemarnya air, tanah, bahkan munculnya strai hama penyakit serta gulma yang lebih resisten terhadap pestisida tertentu akibat penggunaan pestisida secara insnsif pada areal yang sama. Selain itu terganggunya keseimbangan alamiah seperti terbunuhnya musu-musu alami (non target organisme) yang berperan sebagai penentu keseimbangan alam. Sedangkan dampak negatif bagi manusia jelas akan menimbulkan bebagai penyakit. Sebaliknya pestisida yang diaplikasi ke tanah (soil treatment) dapat mempengaruhi ekosistem dalam tanah (Alfizar, 2001).
  Menurut cahyono (2002) dan Tim penulis PS (1995), wortel dipanen setelah 100 hari. Cahyono (2002) menambahkan umur panen wortel juga dipengaruhi oleh keadaan iklim setempat. Kondisi iklim yang kurang sesuai, misalnya suhu udara yang sangat dingin, dapat memperlambat pertunasan pada awal pertumbuhan tanaman, sehingga memperpanjang masa pertunasan. Dengan demikian umur panen menjadi lebih panjang dari umur panen normal.
  Menurut cahyono (2002) dan tim penulis PS, dalam pemanenan tanaman wortel bagian yang dipanen adalah umbi. Umbi wortel ini ada di dalam tanah sehingga pemanenan harus dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman. Cahyono (2002) menambahkan bahwa pencabutan harus dilakukan dengan hati- hati agar umbi tidak terputus atau patah kemudian tertinggal di dalam tanah.
  Waktu panen yang baik juga di kemukakan ole tim penulis PS (1995), bahwa pemanenan sebaiknya di lakukan pagi hari agar segera dapat di pasarkan.BAB III. METODE PELAKSANAAN PKL
  3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanan
  Praktek kerja lapang dilaksanakan di Kebun Kelompok Tani Anjasmoro
  IV Jl. Raya Sumberbrantas No. 129 kabupaten Batu, yang dimulai dari bulan agustus tanggal 06 sampai tanggal 04 bulan september 2018
  3.2 Alat dan Bahan
  Ada beberapa alat yang digunakan dalam praktek kerja lapang ini adalah cangkul, handsprayer, garfu tana, ajir, tali dan buku tulis. Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktek kerja lapang ini adalah pupuk kandang , NPK, Urea, KCL, SP-36 dan Benih wortel.
  3.3 Metode Penilitian
  Pelaksanaan penelitian diawali dengan persiapan alat, bahan dan media tanam/lahan. Selanjutnya mempersipkan lahan dan membersihkan media tanam dari gulma atau sisa-sisa tanaman seb

Dokumen baru

Download (43 Halaman)
RP. 20,000

Tags

Semogah Bermanfaat

Dokumen yang terkait

Penentuan Difusivitas Panas dan Konduktivitas Wortel (Daucus carota L)
0
8
7
Studi Kedalaman dan Kelembagaan Tanah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L)
0
9
91
Mempelajari Pembuatan Brem Wortel (Daucus carota L) sebagai Alternatif Pengolahan Pangan Sumber B-Karoten
0
14
6
Sifat fisik dan organoleptik sosis daging sapi dengan kombinasi minyak jagung dan wortel (Daucus carota L.) yang berbeda
0
10
55
Analisis Tataniaga Wortel (Daucus carota L) di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur – Jawa Barat
1
8
256
Studi Kedalaman dan Kelembagaan Tanah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L)
0
4
81
budidaya tanaman tomat
1
5
8
silabus budidaya tanaman
0
0
3
pengertian budidaya tanaman
0
0
1
budidaya tanaman anggrek
0
1
12
PENGARUH KONSENTRASI TEPUNG WORTEL (Daucus carota L) PADA PAKAN TERHADAP PENINGKATAN
0
0
13
Optimasi formula penyalut tablet salut enteric ekstrak wortel (Daucus carota L.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
17
Optimasi formula penyalut tablet salut enteric ekstrak wortel (Daucus carota L.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
7
Optimasi formula penyalut tablet salut enteric ekstrak wortel (Daucus carota L.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
63
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG WORTEL (Daucus carota L) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PERMEN JELLY SELAMA PENYIMPANAN EFFECT OF CARROT POWDER (Daucus carota L) SUBSTITUTION TO THE PHYSICAL AND CHEMICAL CHARACTERISTICS OF JELLY CANDY DURING STORAGE
0
0
11
Show more