Perbedaan kompetensi guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi : studi kasus guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan swasta di Kota Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
197
7 months ago
Preview
Full text

  

PERBEDAAN KOMPETENSI GURU SEBELUM DAN SESUDAH

MENGIKUTI PROGRAM SERTIFIKASI

Studi Kasus : Guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri

dan Swasta di Kota Yogyakarta

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Oleh:

Antonius Sutrisno

  

NIM : 071324011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PERBEDAAN KOMPETENSI GURU SEBELUM DAN SESUDAH

MENGIKUTI PROGRAM SERTIFIKASI

Studi Kasus : Guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri

dan Swasta di Kota Yogyakarta

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Oleh:

Antonius Sutrisno

  

NIM : 071324011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dipersiapkan dan ditulis oleh :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

  

Skripsi ini kupersembahkan untuk

Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberkati, membimbing, dan menyertai setiap langkahku

Bapak Ibu tercinta yang selalu mendoakan dan memberi dukungan kepada saya

Romo Antonius Suparyono Pr, yang selalu memberi nasehat, mendoakan dan memberi dukungan

kepada saya

Mbak Tami dan Dik Yudi yang kusayangi

  

Kakek dan Nenekku yang sudah beristirahat di surga

Teman-temanku yang selalu memberikan support, dan

Almamaterku Universitas Sanata Dharma atas kesempatan yang boleh saya terima untuk bisa

menimba ilmu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak

akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-

nunggu.

  MOTTO Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang.

  • William Feather “Maka kata tuanya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar”.

  (Matius 25 : 21)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

PERBEDAAN KOMPETENSI GURU SEBELUM DAN SESUDAH

MENGIKUTI PROGRAM SERTIFIKASI

Studi Kasus : Guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di Kota

Yogyakarta

  

Antonius Sutrisno

071324011

Universitas Sanata Dharma

2011

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kompetensi

kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi, (2) perbedaan

kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi, (3)

perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program

sertifikasi, (4) perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti

program sertifikasi.

  Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di

SMA negeri dan swasta di kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel

menggunakan teknik proporsional random sampling, sampel yang diambil sebanyak

18 sekolah dengan jumlah responden 312 guru, dari jumlah populasi sebanyak 3220

guru. Data dalam penelitian ini yaitu kompetensi guru sebelum dan sesudah

mengikuti program sertifikasi yang dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner,

yang terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Teknik analisis

data dalam penelitian ini menggunakan analisis uji wilcoxon, dengan taraf kesalahan

5%, serta dengan program SPSS versi 16.0 for windows.

  Dari hasil analisis data, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  

1. Terdapat perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah

mengikuti program sertifikasi.

  

2. Terdapat perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti

program sertifikasi.

  

3. Terdapat perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah

mengikuti program sertifikasi.

  

4. Terdapat perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

PERBEDAAN KOMPETENSI GURU SEBELUM DAN SESUDAH

MENGIKUTI PROGRAM SERTIFIKASI

Studi Kasus : Guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di Kota

Yogyakarta

  

Antonius Sutrisno

Universitas Sanata Dharma

2011

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kompetensi

kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi, (2) perbedaan

kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi, (3)

perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program

sertifikasi, dan (4) perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah

mengikuti program sertifikasi.

  Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di

SMA negeri dan swasta di kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel

menggunakan teknik proporsional random sampling, sampel yang diambil sebanyak

18 sekolah dengan jumlah responden 312 guru, dari jumlah populasi sebanyak 3220

guru. Data dalam penelitian ini yaitu kompetensi guru sebelum dan sesudah

mengikuti program sertifikasi yang dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner,

yang terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Teknik analisis

data dalam penelitian ini menggunakan analisis uji wilcoxon, dengan taraf kesalahan

5%, serta dengan program SPSS versi 16.0 for windows.

  Dari hasil analisis data, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  

5. Terdapat perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah

mengikuti program sertifikasi.

  

6. Terdapat perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti

program sertifikasi.

  

7. Terdapat perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah

mengikuti program sertifikasi.

  

8. Terdapat perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

THE DIFFERENCES OF TEACHER,S COMPETENCE BEFORE AND

AFTER THE CERTIFICATION PROGRAM

A Case Study: Public and Private Senior High School Teachers in Yogyakarta

Antonius Sutrisno

  

Sanata Dharma University

2011

The purpose of this study is to know (1) the differences in personality

competence of teachers before and after the certification program, (2) the differences

in pedagogic competence of teachers before and after the certification program, (3)

the differences in professional competence of teachers before and after the

certification program, and (4) the differences in social competence of teachers before

and after the certification program.

  This is a descriptive research. The study was conducted in several public and

private senior high schools in Yogyakarta. The sampling technique was

proporsional random sampling technique

  . The samples taken 18 schools with 312

teachers out of the total population of 3220 teachers. The data are the competence of

teachers before and after taking the certification program. The data were collected

by using questionnaires, which validity and reliability were tested previously. The

data analysis techniques in this study are the wilcoxon test analysis, with 5% error

level, and spss 16.0 for window version.

  From the data analysis, it can be concluded as follows:

  

1. There are some differences in personality competence of teachers before and

after the certification program.

  

2. There are some differences in pedagogic competence of teachers before and after

the certification program.

  

3. There are some differences in professional competence of teachers before and

after the certification program.

  

4. There are some differences in social competence of teachers before and after the certification program. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala

limpahan berkat, rahmat, kasih dan karunianya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Perbedaan Kompetensi Guru

Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program Sertifikasi”

  . Penulis menyadari

sepenuhnya bahwa tanpa bantuan, dukungan serta doa dari berbagai pihak yang

senantiasa berkenan membantu dengan ikhlas, tidak mungkin skripsi ini dapat

terselesaikan.

  Dengan ketulusan dan keredahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak

terimakasih kepada semua pihak yang telah memberi bantuan baik secara langsung

maupun tidak langsung, baik moril maupun materiil sangat membantu penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini, yaitu kepada:

  

1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  

2. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Jurusan sekaligus Ketua

Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  

3. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., yang juga dosen pembimbing I yang

selalu memberikan dukugan, semangat, masukan, kritikan, dan saran kepada penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini.

  

4. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si., selaku dosen pembimbing II yang selalu

memberi masukan, kritik dan saran demi penyempurnaan skripsi ini.

  

5. Bapak Drs. P.A. Rubiyanto, Bapak Yohanes Maria Vianey Mudayen, S.Pd. dan

Ibu Dra.C.Wigati Retno Astuti,M.Si. selaku dosen-dosen saya semasa kuliah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Terimakasih telah mendampingi selama kuliah, serta yang telah memberi banyak hal yang berguna bagi hidup saya.

  

6. Seluruh staf program studi pendidikan ekonomi (Bu Titin, Pak Wawik) yang

selalu membantu dalam urusan administrasi selama kuliah dan selama pengerjaan skripsi ini.

  

7. Kepala Sekolah dan Guru-guru di SMA N 1 Yogya, SMA N 2 Yogya, SMA N 6

Yogya, SMA N 9 Yogya, SMA N 10 Yogya, SMA N 11 Yogya, SMA Sang Timur, SMA Stella Duce 2, SMA Marsudi Luhur, SMA BOPKRI 1 atas waktu

dan izin yang diberikan kepada peneliti untuk boleh melakukan penelitian.

  

8. Kepala Sekolah dan Guru-guru di SMA BOPKRI 2, SMA BOPKRI 3, SMA

Bhinneka Tunggal Ika, SMA Budya Wacana, SMA Taman Madya, SMA Pembangunan, SMA PIRI 1, dan SMA PIRI 2, atas waktu dan izin yang diberikan kepada peneliti untuk boleh melakukan penelitian.

  

9. Bapak dan ibuku tercinta Bapak Yohanes Mudjiman dan Ibu Margaretha

Sarinah yang selalu tak henti-hentinya mendoakan, memberi dukungan, semangat, motivasi, serta nasehat supaya penulis dapat berhasil dalam studi dan dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

  

10. Romo Antonius Suparyono, Pr yang juga telah memberikan bantuan baik moril

maupun materiil, serta yang selalu mendoakan, memberi dukungan, semangat, serta nasehat agar penulis nantinya bisa menjadi orang yang berhasil, sukses dalam studi dan karier, sehingga bisa membahagiakan kedua orangtua serta keluarga besarku semua.

11. Mbak Tami dan Dik Yudi yang telah banyak memberikan dukungan hingga penulis dapat menyelesaikan studi dan skripsi ini dengan lancar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

12. Seluruh keluarga besar dan saudara-saudaraku yang telah mendukung dengan

doa dan selalu memberikan semangat, trimakasih untuk semuanya.

  

13. Sahabat-sahabatku (Suranto, Debby, Lia, Ana,) yang mau menemaniku dalam

penelitian.

  

14. Teman-temanku di Gereja Katedral Semarang (mas bangkit, mas moko, mas tri,

mas wawan, Itak) yang selalu memberikan dukungan doa dan semangat untuk segera menyelesaiakan skripsi ini, trimakasih atas supportnya.

  

15. Teman-teman seperjuangan dan para sahabat-sahabat Pendidikan Ekonomi

semuanya (Anton, Nilla, Fr. Willy, Hendri, Arif, Ugik, Fajar, Bagus, Catrin, Lia, Resti, Tasya, Isdarini, Enggar, Ina, Ratna, Echa, Hendra, Gita, Shinta, Mona, Dian, fika, Natalia, dan untuk adik kelasku Yeni dan teman-temanya) terimakasih buat kebersamaannya selama ini, tetap komunikasi, dan selalu sukses untuk kita semua.

  

16. Temanku dari Pendidikan Bahasa Inggris (Rita) yang telah banyak membantu

untuk menerjemahkan abstrak ini hingga selesai, terimakasih.

  

17. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

memberikan dukungan, waktu, tenaga, pikiranya kepada penulis.

  Akhirnya penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna.

Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi

kesempurnaan karya ini. Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat memberikan

manfaat bagi para pembaca.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i

  

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv

MOTTO .............................................................................................................. v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. vi

PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................................................................... vii

ABSTRAK .......................................................................................................... viii

ABSTRACT .......................................................................................................... ix

KATA PENGANTAR ........................................................................................ x

DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii

DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiv

DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xx

  

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ................................................................................... 8

C. Tujuan Penelitian .................................................................................... 9

D. Manfaat Penelitian .................................................................................. 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... 11

A. Profesionalisme Guru .............................................................................. 11

  1. Pengertian Guru .......................................................................... 12

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Guru Sebagai Profesi .................................................................. 12

  3. Empat Kompetensi Guru Profesional ......................................... 14

  a. Kompetensi Kepribadian ................................................. 15

  b. Kompetensi Pedagogik.................................................... 16

  c. Kompetensi Profesional ................................................. 17

  d. Kompetensi Sosial ........................................................... 18

  B. Pengembangan Profesi Guru Di Indonesia ............................................. 18

  1. Pendidikan Profesi Guru (PPG) .................................................. 19

  2. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) ....................... 21

  C. Program Sertifikasi Guru ........................................................................ 26

  1. Pengertian Sertifikasi Guru ......................................................... 26

  2. Tujuan dan Manfaat Sertifikasi Guru .......................................... 27

  3. Dasar Hukum Sertifikasi Guru dan Penyelenggarakan Sertifikasi- Guru ............................................................................................ 28

  

4. Pelaksanaan Setifikasi Guru Melalui Uji Kompetensi

Portofolio .................................................................................... 29

  5. Pelaksanaan Sertifikasi Guru Melalui Pendidikan dan Latihan Pofesi Guru (PLPG) .................................................................... 36

  6. Kegiatan Guru Dalam Proses Sertifikasi..................................... 43

  D. Kajian Hasil Penelitian Sebelumnya ....................................................... 46

  E. Hipotesis Penelitian ................................................................................. 47

  

BAB III METODE PELAKSANAAN ............................................................... 48

A. Jenis Penelitian ........................................................................................ 48 B. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................. 48

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Subyek dan Obyek Penelitian ................................................................. 49

  D. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel .............................. 50

  E. Variabel Penelitian .................................................................................. 52

  F. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 56

  G. Pengujian Instrumen Penelitian............................................................... 57

  1. Pengujian Validitas Kuisioner............................................................. 57

  2. Pengujian Reliabilitas Kuisioner ......................................................... 63

  H. Teknik Analisis Data ............................................................................... 65

  1. Pengujian Prasyarat ........................................................................... 65

  2. Pengujian Hipotesis ........................................................................... 66

  

BAB IV GAMBARAN UMUM ......................................................................... 69

A. Gambaran Umum Kota Yogyakarta........................................................ 69

  1. Sejarah Kota Yogyakarta ............................................................ 69

  2. Visi dan Misi Kota Yogyakarta .................................................. 71

  3. Kota Yogyakarta Sebagai Kota Pendidikan ................................ 72

  4. Kondisi Geografis Kota Yogyakarta ........................................... 73

  B. Deskripsi Sekolah ................................................................................... 75

  C. Deskripsi Responden ............................................................................... 77

  

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ........................................... 88

A. Analisis Data ........................................................................................... 88 B. Pembahasan ............................................................................................. 96

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN.......................... 107

A. Kesimpulan ............................................................................................. 107 B. Saran ........................................................................................................ 110

  C. Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 113

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 114

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman

Tebel 2.1 Penjelasan diagram alur kegiatan guru dalam sertifikasi .................... 43

Tabel 3.1 Jumlah sekolah yang dijadikan sebagai sample dalam Penelitian ............................................................................................................. 51Tabel 3.2 Daftar nama sekolah tempat penelitian ............................................... 51Tabel 3.3 Indikator kompetensi kepribadian ....................................................... 52Tabel 3.4 Indikator kompetensi pedagogik ......................................................... 53Tabel 3.5 Indikator kompetensi profesional........................................................ 55Tabel 3.6 Indikator kompetensi sosial ................................................................ 56Tabel 3.7 Hasil uji validitas kompetensi kepribadian guru ................................. 58Tabel 3.8 Hasil uji validitas kompetensi pedagogik guru ................................... 59Tabel 3.9 Hasil uji validitas kompetensi profesional guru .................................. 60Tabel 3.10 Hasil uji validitas kompetensi sosial guru ........................................ 62Tabel 3.11 Rangkuman uji reliabilitas empat kompetensi guru .......................... 64Tabel 4.1 Daftar sekolah tempat penelitian......................................................... 76Tabel 4.2 Sebaran kuisioner penelitian ke sekolah ............................................. 77Tabel 4.3 Jenis kelamin responden ..................................................................... 79Tabel 4.4 Umur responden .................................................................................. 79Tabel 4.5 Tingkat pendidikan responden ............................................................ 80Tabel 4.6 Tahun lulus sertifikasi responden ....................................................... 81Tabel 4.7 Guru bidang studi responden .............................................................. 81Tabel 4.8 Jumlah jam mengajar responden ......................................................... 84Tabel 4.9 Pangkat atau golongan responden ....................................................... 84

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.10 Status kepegawaian responden.......................................................... 85Tabel 4.11 Masa kerja responden ........................................................................ 86Tabel 4.12 Lulus sertifikasi responden melalui .................................................. 86Tabel 5.1 Hasil pengujian hipotesis kompetensi kepribadian guru..................... 89Tabel 5.2 Hasil pengujian hipotesis kompetensi pedagogik guru ....................... 91Tabel 5.3 Hasil pengujian hipotesis kompetensi profesional guru ..................... 93Tabel 5.4 Hasil pengujian hipotesis kompetensi sosial guru .............................. 95

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Diagram Alur Kegiatan Guru Dalam Proses Sertifikasi ................. 45

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran I Kuisioner Penelitian ....................................................................... 116

  

Lampiran II Surat Ijin Penelitian ....................................................................... 122

Lampiran III Data Responden Untuk Uji Validitas dan Reliabilitas ................... 126

Lampiran IV Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuisioner ............................... 128

Lampiran V Data Responden Untuk Uji Hipotesis Penelitian ............................ 136

Lampiran VI Hasil Pengujian Hipotesis ............................................................... 174

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan kebutuhan masyarakat atas sumber daya manusia (SDM)

  yang berkualitas secara perlahan tetapi pasti semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sejalan dengan perkembangan tuntutan dunia kerja yang tidak hanya membutuhkan SDM yang berorientasi untuk kebutuhan dunia industri. SDM yang dibutuhkan saat ini adalah SDM yang memiliki kompetensi unggulan terutama dalam hal kemampuan berpikir. Untuk menjadi SDM yang berkompeten maka SDM tersebut haruslah memperoleh pendidikan terlebih dahulu. Pendidikan tidaklah diarahkan hanya dalam mencetak tenaga kerja untuk industri melainkan juga tenaga kerja yang mengoptimalkan kemampuan berpikir dalam menjalankan pekerjaanya. Hal ini berarti bahwa pendidikan haruslah diarahkan pada upaya menciptakan situasi agar siswa mampu belajar dan memiliki kemampuan berpikir tahap tinggi.

  Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), mengartikan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam hal ini guru mempunyai peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki potensi dalam

  2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memajukan pembangunan. Selain itu guru juga menjadi komponen utama dalam kegiatan proses belajar mengajar yang berlangsung, dengan kata lain guru merupakan salah satu unsur penting dan berperan aktif dalam mengembangkan potensi anak didik di bidang pendidikan sehingga guru juga dituntut menjadi tenaga yang profesional berdasarkan dengan perkembangan jaman sesuai dengan kebutuhan anak didiknya. Menurut Mulyasa, E. Dr., M.Pd. (2008) menyatakan bahwa keberhasilan pembaharuan sekolah sangat ditentukan oleh gurunya, karena guru adalah pemimpin pembelajaran, fasilitator, dan sekaligus merupakan pusat inisiatif pembelajaran. Karena itu, guru harus senantiasa mengembangkan diri secara mandiri serta tidak tergantung pada inisiatif kepala sekolah dan supervisor. Selain itu komponen guru sangat mempengaruhi kualitas pengajaran melalui (1) penyediaan waktu lebih banyak pada peserta didik, (2) interaksi dengan peserta didik yang lebih intensif dan sering, (3) tingginya tanggung jawab mengajar dari guru. Karena itu baik buruknya sekolah sangat bergantung pada peran dan fungsi guru.

  Dalam kenyataan yang terjadi pada saat ini terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten sangat dipengaruhi oleh baik tidaknya kemampuan guru melaksanakan fungsinya. Hal ini menunjukkan bahwa guru merupakan suatu profesi yang tidak semua orang bisa menjadi seorang guru.

  Untuk menjadi guru orang dituntut untuk mempunyai keahlian tersendiri dan ini didapat juga dengan proses pendidikan.

  Rendahnya profesionalisme guru tercermin pada fenomena kinerja guru dalam pengelolaan program pembelajarannya sehari-hari. Dalam melaksanakan prosedur pembelajaran kebanyakan guru tidak mengacu pada rencana

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pembelajaran yang mereka miliki, penggunaan metode dan media pembelajaran kebanyakan masih tradisional dan kurang inovatif. Dalam

menyusun dan melaksanakan evaluasi hasil pembelajaran pun juga kebanyakan

guru tidak menyusun instrumen tes sendiri, melainkan tinggal menggunakan instrumen yang sudah ada. Penggunaan media komputer dan internet dalam pembelajaran masih jarang dilakukan. Riset aksi untuk mengembangkan

profesinya dalam mengelola pembelajaran jarang sekali dilakukan. Kenyataan

yang terjadi saat ini masih banyak fenomena lain yang mencerminkan masih

rendahnya profesionalisme guru.

  Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya profesionalisme guru, di

antaranya faktor eksternal berupa penghargaan atas prestasi guru yang masih

kurang (Raka Joni. 1998). Di samping itu lingkungan eksternal guru, khususnya sekolah dan dinas pendidikan setempat masih belum

memberdayakan guru secara maksimal, tuntutan administratif lebih diutamakan

daripada pembinaan profesionalisme guru. Teramat penting faktor internal guru, yakni kemauan untuk menjadi seorang profesional yang masih kurang, kemalasan berinovasi, kemalasan mengembangkan diri, serta rendahnya kompetisi berprestasi, semuanya itu menjadi sumber internal rendahnya

profesionalisme guru. Kebijakan sertifikasi yang memberikan peluang kepada

guru untuk diakui sebagai tenaga profesional melalui uji sertifikasi masih

direspon keliru oleh guru. Guru lebih tertarik mengakumulasi bukti sertifikat

berbagai diklat peningkatan profesionalisme guru yang pernah mereka ikuti

guna mendongkrak nilai portofolio mereka daripada menguasai materi diklat.

  (http:// suaraguru.wordpress.com/ 2009/02/16/menjadi-guru-profesional).

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru pemerintah telah ikut ambil bagian dengan dibuatnya Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) yang didalam undang-undang tersebut telah ditentukan mengenai hak dan kewajiban warga negara untuk memperoleh pendidikan. Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, dan peraturan pemerintah Republik Indonesia (RI) nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional. Untuk itu guru dituntut untuk memiliki kualitas akademik dengan minimal lulusan sarjana sesuai dengan bidang yang digelutinya. Tetapi dalam kenyataannya mayoritas tenaga pendidik di Indonesia atau sebanyak 1,4 juta orang guru yang mengajar mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK belum mengantongi ijazah sarjana. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mencatat jumlah guru di Indonesia sebanyak 2,6 juta. Dari total jumlah itu, yang mengantongi ijazah sarjana hanya 1,1 juta orang guru, sementara 1,4 juta orang hanya mengantongi ijazah setara SMA hingga diploma tiga.

  

(http://www.solopos.com/2010/sukoharjo/57-guru-indonesia-belum-lulus-

sarjana 11463) Pemerintah juga telah menetapkan adanya program sertifikasi guru sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Program sertifikasi guru diartikan sebagai proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan tertentu, yaitu memiliki kualitas akademik, kompetensi, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang

  5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang layak. Dalam hal ini guru yang memiliki sertifikat pendidik memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji, guru negeri maupun swasta dibayar pemerintah.

  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 18 Tahun 2007 menyatakan bahwa sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik. Komponen yang diuji dalam penilaian portofolio mencakup (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) pengalaman mengajar, (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, (5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) prestasi akademik, (7) karya pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan. Jika kesepuluh komponen tersebut telah dipenuhi oleh guru maka guru berhak menyandang gelar sebagai guru yang profesional serta berhak mendapatkan fasilitas sesuai dengan jabatan yang didapatnya.

  Profesionalisme bukan saja sekedar orang memiliki pengetahuan atau keahlian dalam bidang tertentu tetapi lebih merupakan sikap yang memperlihatkan tingkah laku yang telah dipersyaratkan (Maister, DH. 1997). Jadi seorang guru harus memperlihatkan profesionalismenya dalam mendidik melalui tingkah laku. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan guru mengenai program sertifikasi. Tangapan guru ini tercermin dari sikapnya menghadapi sertifikasi. Guru yang benar-benar memiliki sikap profesional pasti akan lebih serius menanggapi program sertifikasi ini, misalnya dengan mengumpulkan dokumen-dokumen dan portofolio sesuai yang disyaratkan dalam program

  6

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sertifikasi tetapi guru yang tidak profesional akan lebih santai mempersiapkan program sertifikasi.

  Selain itu hal yang lebih penting dalam program sertifikasi guru adalah peningkatan kompetensi dan profesionalitas sebagai seorang guru, selain memperoleh tunjangan profesi. Agar menjadi guru yang berkompeten dan profesional maka seorang guru harus mempunyai empat kompetensi yang wajib dikuasai empat kompetensi tersebut meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial dibuktikan dengan sertifikat pendidik yang diperoleh melalui uji kompetensi. Untuk guru dalam jabatan, uji kompetensi dilakukan dalam bentuk penilaian portofolio melalui program sertifikasi. Jika guru tersebut lulus melalui uji kompetensi, maka guru sudah harus menguasai empat kompetensi yang disyaratkan. Namun apabila guru tersebut tidak lulus uji kompetensi melalui penilaian portofolio maka guru wajib mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) untuk bisa meningkatkan kompetensi dan profesionalitas sebagai seorang guru.

  Namun kenyataan menunjukkan bahwa program sertifikasi guru dengan model portofolio yang dilaksanakan pemerintah sejak tahun 2006 lalu pada kenyataan tidak menjamin peningkatan kualitas guru. Meski hasil penilaian portofolio dinyatakan lulus, namun tidak serta merta mampu meningkatkan kompetensi guru tersebut. Hasil kajian yang dilakukan Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas tahun 2008 menunjukkan, meski telah lulus sertifikasi, namun tetap tidak mampu mendongkrak kompetensi guru. Bahkan, tak sedikit guru yang nilai

  7

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kompetensinya terus menurun. Kenyataan itu menunjukkan bahwa program sertifikasi guru yang telah dimulai sejak tahun 2006 itu tidaklah cukup sebagai upaya mewujudkan dan meningkatkan kompetensi guru. Bahkan sekalipun guru telah menerima tunjangan profesi bukan berarti mereka telah memiliki kompetensi yang dipersyaratkan undang-undang. (http://matanews.com/2009/11/23/sertifikasi-guru-bukan-jaminan).

  Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa guru yang sudah lulus mengikuti program sertifikasi ternyata belum tentu dapat meningkatan kompetensi guru sendiri, bahkan dikatakan nilai kompetensi guru terus menurun. Berdasarkan hasil kajian tersebut menjadikan peneliti sangat tertarik sekali untuk melakukan penelitian secara lebih luas mengenai perbedaan kompetensi yang dimiliki guru baik sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi, dengan studi kasus guru-guru SMA baik dari sekolah negeri maupun swasta di kota Yogyakarta.

  Adapun alasan studi kasus yang dipakai dalam penelitian ini adalah guru- guru SMA negeri maupun swasta di kota Yogyakarta, karena kota Yogyakarta sering disebut sebagai ”kota pelajar” sehingga banyak orang ingin memperoleh ilmu di Yogyakarta. Selain itu program sertifikasi guru juga sudah di lakukan di kota Yogyakarta, sehingga banyak guru yang sudah mengikuti program sertifikasi dan tercatat guru yang sudah mengikuti dan lulus program sertifikasi baik melalui portofolio maupun PLPG berjumlah 3.220 guru pada tahun 2007-2010. Hal ini tentu menjadi keberhasilan sebagian besar guru di kota Yogyakarta karena telah lulus sertifikasi, sehingga diharapkan setelah lulus sertifikasi tersebut ada peningkatan kompetensi yang

  8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dimiliki oleh guru. Dari sini maka peneliti tertarik untuk meneliti dari jumlah guru yang telah mengikuti program sertifikasi tersebut apakah benar-benar terdapat perbedaan kompetensi yang dimiliki ataukah tetap sama seperti hasil kajian yang dilakukan oleh Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas tahun 2008. Selain itu, kota Yogyakarta dipilih karena peneliti berdomisili di kota Yogyakarta, sehingga lebih mudah melakukan penelitian dan mempermudah transportasi dan pengumpulan data selama penelitian. Dengan dilakukanya penelitian ini, maka nantinya dapat diketahui kompetensi guru baik sebelum mengikuti sertifikasi dan sesudah mengikuti sertifikasi ada perbedaan atau tidak.

  Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul PERBEDAAN KOMPETENSI GURU SEBELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI PROGRAM SERTIFIKASI .

  Dengan studi kasus dalam penelitian ini adalah guru-guru Sekolah Menegah Atas (SMA) negeri dan swasta di Kota Yogyakarta.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi?

  2. Apakah ada perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi?

  3. Apakah ada perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi?

  9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Apakah ada perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi?

C. Tujuan Penelitian

  Dari rumusan masalah yang dikemukakan diatas, dapat dirumuskan tujuan penelitian yang akan dicapai yaitu: a. Untuk mengetahui perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  b. Untuk mengetahui perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  c. Untuk mengetahui perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  d. Untuk mengetahui perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Pengelola Program Sertifikasi

  a. Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan mengenai kebijakan pemerintah dalam program sertifikasi guru.

  b. Sertifikasi Guru Untuk Rayon 11 Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai evaluasi serta masukan dalam pelaksanaan program sertifikasi yang berlangsung

  10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sehingga dalam pelaksanaanya dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

  2. Bagi Guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan refleksi bagi guru-guru baik yang sudah mengikuti maupun yang belum mengikuti program sertifikasi, bahwa dengan mengikuti program sertifikasi ini ternyata dapat meningkatkan kompetensi guru-guru sendiri. Sehingga dengan melihat hasil penelitian ini diharapkan akan semakin banyak guru yang termotivasi untuk selalu meningkatkan kompetensinya dengan bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

  3. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi peneliti, karena peneliti secara langsung dapat mengetahui perbedaan kompetensi guru baik sebelum maupun sesudah mengikuti program sertifikasi. Selain itu peneliti juga mendapatkan wawasan, pengetahuan serta pengalaman baru karena telah terjun langsung dalam melakukan penelitian ini.

  4. Bagi Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan sekaligus masukan bagi penelitian selanjutnya dan dapat menjadi tambahan referensi dan informasi bagi perpustakaan Universitas Sanata Dharma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Profesionalisme Guru Istilah profesional pada umumnya adalah orang yang mendapat upah atau gaji dari apa yang dikerjakan, baik dikerjakan secara sempurna maupun tidak.

  (Yamin, Martinis, Drs., M.Pd. 2007). Dalam konteks ini bahwa yang dimaksud dengan profesional adalah guru. Pekerjaan profesional ditunjang oleh suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya mungkin diperoleh dari lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai sehingga kinerjanya didasarkan kepada keilmuan yang dimilikinya yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (Sanjaya, Wina, Dr. M.Pd. 2008).

  Profesionalisme guru adalah kemampuan guru untuk melakukan tugas pokoknya sebagai pendidik dan pengajar meliputi kemampuan merencanakan, melakukan, dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Pada prinsipnya setiap guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. Jika jumlah guru cukup banyak, maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melakukan supervisi. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh meningkatnya kinerja guru yang ditandai dengan kesadaran dan keterampilan melaksanakan tugas secara bertanggung jawab.

  Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma

  12

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Dari pengertian di atas seorang guru yang profesional harus memenuhi empat kompetensi guru yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen yaitu: kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi professional, dan kompetensi sosial.

  1. Pengertian Guru Pengertian guru menurut wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, guru (dari Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.

  2. Guru Sebagai Profesi Profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggungjawab, dan kesetiaan terhadap profesi. Lebih lanjut dinyatakan bahwa suatu profesi secara teori tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih atau disiapkan untuk itu. (Supriadi, Dedy. 1998).

  13

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sementara profesional menunjuk pada dua hal. Pertama, menunjuk pada penampilan atau performance atau kinerja seseorang yang sesuai dengan tuntutan profesinya. Misalnya, “pekerjaan itu dilaksanakan secara profesional”. Kedua, menunjuk pada orang yang melakukan pekerjaan itu, misalnya “dia seorang profesional”.

  Istilah profesionalisme menunjuk pada derajat penampilan atau performance seseorang dalam melaksanakan pekerjaan atau profesi. Ada yang profesionalismenya tinggi, sedang, dan ada pula yang rendah.

  Menurut (Supriadi, Dedi. 1998), profesionalisme menuntut tiga prinsip utama, yakni well educated, well trained, well paid, atau memperoleh pendidikan yang cukup, mendapatkan pelatihan yang memadai, dan menerima gaji yang memadai. Dengan kata lain profesionalisme menuntut pendidikan yang tinggi, kesempatan memperoleh pelatihan yang cukup, dan akhirnya memperoleh bayaran atau gaji yang memadai. Secara sederhana tentang ciri-ciri atau karakteristik suatu profesi :

  a. Pertama, profesi itu memiliki fungsi dan signifikansi sosial bagi masyarakat. Sebagai contoh, dokter disebut profesi karena memiliki fungsi dan signifikasi sosial untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Demikian juga guru, memberikanlayanan pendidikan bagi anak-anak generasi muda bangsa.

  b. Kedua, profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang cukup yang dilakukan oleh lembaga pendidikan yang akuntabel atau dapat dipertanggungjawabkan.

  14

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Ketiga, profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu tertentu (a systematic body of knowledge ).

  d. Keempat, ada kode etik yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota beserta sanksi yang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik tersebut. Pengawasan terhadap penegakan kode etik dilakukan oleh organisasi profesi yang bersangkutan.

  e. Kelima, sebagai konsekuensi dari layanan dan prestasi yang diberikan kepada masyarakat, maka anggota profesi secara perorangan atau kelompok memperoleh imbalan finansial atau material.

3. Empat Kompetensi Guru Profesional

  Kompetensi (competency) didefinisikan dengan berbagai cara, namun pada dasarnya kompetensi merupakan kebulatan penguasan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang ditampilkan melalui unjuk kerja, yang diharapkan bisa dicapai seseorang setelah menyelesaikan suatu program pendidikan. Sementara itu, menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 045/U/2002, kompetensi diartikan sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu.

  Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28, pendidik adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Dalam konteks itu, maka kompetensi guru dapat diartikan sebagai kebulatan

  15

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diwujudkan dalam bentuk perangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang guru untuk memangku jabatan guru sebagai profesi. Keempat jenis kompetensi guru yang dipersyaratkan beserta subkompetensi dan indikator esensialnya diuraikan sebagai berikut.

a. Kompetensi Kepribadian

  Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara rinci setiap elemen kepribadian tersebut dapat dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut. (1) Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai pendidik; dan memeliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. (2) Memiliki kepribadian yang dewasa. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai pendidik. (3) Memiliki kepribadian yang arif. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. (4) Memiliki kepribadian yang berwibawa. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang

  16 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI disegani. (5) Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan.

  Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

b. Kompetensi Pedagogik

  Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Secara substantif kompetensi ini mencakup kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci masing-masing elemen kompetensi pedagogik tersebut dapat dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut. (1) Memahami peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memamahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik. (2) Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. (3)

  17

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Melaksanakan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif. (4) Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar; dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum. (5) Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengem- bangkan berbagai potensi nonakademik.

c. Kompetensi Profesional

  Kompetensi profesional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum matapelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Secara rinci masing-masing elemen kompe-tensi tersebut memiliki subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut. (1) Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi.

  Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memahami materi ajar

  18

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antarmata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. (2) Menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk me- nambah wawasan dan memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.

d. Kompetensi Sosial

  Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut. (1) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. (2) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. (3) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif

dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

B. Pengembangan Profesi Guru di Indonesia

  Pengembangan profesi seperti yang dimaksud dalam petunjuk teknis jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, “adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi dan ketrampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme

  19

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan”.

  Unsur Pengembangan profesi sifatnya wajib bagi guru yang telah menduduki pangkat/ jabatan guru pembina, hal ini dikarenakan pangkat jabatan guru pembina diharapkan tumbuh daya analisis, kritis serta mampu memecahkan masalah dalam lingkup tugasnya.

  Beberapa kegiatan guru yang termasuk pengembangan profesi adalah sebagai berikut: a. melaksanakan kegiatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di bidang pendidikan

  b. menemukan teknologi tepat guna di bidang pendidikan

  c. membuat alat peraga atau alat bimbingan

  d. menciptakan karya seni seperti lagu, lukisan e. mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.

1. Pendidikan Profesi Guru (PPG)

  Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan peran guru sangat penting. Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah no. 74 Tahun 2008 tentang Guru, serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no. 8 Tahun 2009 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan, menegaskan peranan strategis guru dan dosen dalam peningkatan mutu pendidikan. Guru merupakan jabatan profesional yang menuntut agar guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

  20

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Terkait dengan hal tersebut di atas, dalam upaya meningkatkan mutu guru sebagaimana diamanahkan Undang-Undang no. 14 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah no. 74 Tahun 2008, menyebutkan bahwa guru harus berpendidikan minimal S1/D-IV dan wajib memiliki sertifikat

pendidik yang diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).

  a. Pengertian Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Menurut Undang-Undang no 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Dengan demikian program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk lulusan S-1 kependidikan dan S-1 atau D-IV non kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru, agar mereka dapat menjadi guru yang profesional sesuai dengan standar nasional pendidikan dan memperoleh sertifikat pendidik.

  b. Landasan Penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 1) Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

  2) Undang-Undang nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 3) Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

  

4) Peraturan Pemerintah nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

  21

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

  6) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 8 Tahun 2009

tentang Program Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan.

c. Tujuan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG)

  Mengacu pada Undang-Undang no. 20/2003 Pasal 3, tujuan umum program pendidikan profesi guru adalah menghasilkan calon guru yang memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

  Tujuan khusus program pendidikan profesi guru seperti yang tercantum dalam permendiknas no. 8 Tahun 2009 Pasal 2 adalah untuk menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran; menindaklanjuti hasil penilaian, melakukan pembimbingan, dan pelatihan peserta didik serta melakukan penelitian, dan mampu mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan.

2. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)

  Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah termasuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat secara nasional sesuai dengan standar nasional pendidikan,

  22

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  perlu melakukan refungsionalisasi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

  a. Kedudukan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut LPMP, adalah unit pelaksana teknis departemen pendidikan nasional.

  LPMP dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada direktur jenderal peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

  b. Tugas Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) LPMP mempunyai tugas melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah termasuk taman kanak- kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat di

provinsi berdasarkan kebijakan menteri pendidikan nasional.

  c. Fungsi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, LPMP menyelenggarakan fungsi: 1) pemetaan mutu pendidikan dasar dan menengah termasuk TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat; 2) pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan menengah termasuk TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat;

  23

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) supervisi satuan pendidikan dasar dan menengah termasuk TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat dalam pencapaian standar mutu pendidikan nasional; 4) fasilitasi sumberdaya pendidikan terhadap satuan pendidikan dasar dan menengah termasuk TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat dalam penjaminan mutu pendidikan; dan

  5) pelaksanaan urusan administrasi LPMP.

d. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) melakukan kegiatan antara lain hal-hal sebagai berikut. (Samani, Muchlas, Prof. Dr, dkk.

  2010a, hal. 25-28). 1) Menerima pedoman sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2010 dari Konsursium Sertifikasi Guru (KSG)/ ditjen PMPTK sebagai berikut : Buku 1 : Pedoman penetapan peserta Buku 2 : Petunjuk teknis pelaksanakan sertifikasi Buku 3 : Pedoman penyusunan portofolio Buku 4: Rambu-rambu Pelaksanakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)

  2) Membaca secara komprehensif semua buku pedoman sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2010 dan menerapkan dengan taat azas ketentuan yang terkait dengan bidang tugasnya. 3) Membentuk Panitia Sertifikasi Guru (PSG) di LPMP, sekurang- kurangnya terdiri atas: seorang ketua, seorang sekretaris, dan tiga orang anggota PSG bertugas, antara lain sebagai berikut:

  24

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Mengidentifikasi dan menampilkan data guru yang memenuhi syarat sebagai calon peserta sertifikasi guru dalam jabatan.

  2. Bersama dengan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/ kota menghitung dan menyepakati kuota peserta sertifikasi guru dalam jabatan untuk kabupaten atau kota dan mengirimkan kuota yang disepakati tersebut kepada ditjen PMPTK.

  3. Menerima berkas dari guru sertifikasi dari dinas pendidikan provinsi, kabupaten/ kota sebagai berikut.

  a. Formulir pendaftaran yang telah diisi data oleh peserta (asli) dari dinas pendidikan kabupaten/ kota dan dinas

pendidikan provinsi (untuk guru SLB)

  b. Surat keputusan dinas pendidikan kabupaten/kota tentang peserta sertifikasi pola penilaian portofolio dan pola pemberian sertifikat pendidik secara langsung.

  c. Surat keputusan dinas pendidikan provinsi tentang peserta sertifikasi guru SLB pola penilaian portofolio dan pola pemberian sertifikat pendidik secara langsung.

  4. Berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota atau dinas pendidikan provinsi (untuk guru SLB) melakukan verifikasi data peserta sertifikasi guru.

  5. Menetapkan jadwal formulir pendaftaran dan surat keputusan tentang penetapan peserta, serta mengkomunikasikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.

  25

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Menetapka jadwal penyerahan cetakan RSG dan mengkomunikasikan kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.

7. Melakukan hal sebagai berikut:

  a. Entri data pada RSG dalam aplikasi SIM-NUPTK dan melakukan pemutakhiran data RSG.

  b. Mencetak dari RSG dalam aplikasi SIM-NUPTK (tiap peserta dua rangkap) dan menandatanganinya.

  8. Membuat daftar peserta sertifikasi guru tiap kabupaten/kota dan meng-upload ke website KSG

  9. Menyerahkan cetakan yang telah ditandatangani kepada dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota.

  10. Menyampaikan data peserta ke rayon LPTK penyelenggara sertifikasi melalui KSG dengan meng-upload ke website KSG (http://www.ksg.org.id).

  11. Menyampaikan daftar peserta sertifikasi guru ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan dalam bentuk cetakan dari RSG dalam aplikasi SIM-NUPTK atau website KSG.

  12. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanakan sertifikasi guru dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan LPTK penyelenggara sertifikasi guru.

  13. Membat laporan pelaksanaan sertifikasi guru kepada Dirjen PMPTK melalui Direktur Profesi Pendidik.

  26

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. Program Sertifikasi Guru

1. Pengertian Sertifikasi Guru

  Dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang disahkan pada tanggal 30 Desember 2005, di kemukakan bahwa sertifikasi adalah prses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen. Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan tertentu, yaitu memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sehat jasmanai dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang layak.

1 Agar pemahaman tentang sertifikasi lebih jelas dan mantap, berikut ini

  dikutipkan beberapa pasal yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen sebagai berikut :

  • Pasal 1 butir 11 : Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru dan dosen.
  • Pasal 8 : Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendididk, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
  • Pasal 11 butir 1 : Sertifikasi pendidik sebagaimana dalam Pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan.
  • Pasal 16 : Guru yang memiliki sertifikat pendidik memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji, guru

    negeri maupun swasta dibayar pemerintah

    .

1 Sumber : Musliah, Mansur. 2007. Sertifikasi Guru Menuju Profesionalisme Pendidik

  27

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Undang-undang guru dan dosen menyatakan bahwa sertifikasi sebagai bagian dari peningkatan mutu guru dan peningkatan kesejahteraannya. Oleh karena itu, lewat sertifikasi ini diharapkan guru menjadi pendidik yang profesional, yaitu yang berpendidikan minimal S- 1/ D-4 dan berkompetensi sebagai agen pembelajaran yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik setelah dinyatakan lulus uji kompetensi. Atas profesinya itu, guru berhak mendapatkan imbalan (reward) berupa tunjangan profesi dari pemerintah sebesar satu kali gaji pokok. Untuk itu, guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana dituntut oleh undang-undang guru dan dosen. Pengakuan profesional bagi guru ini dibuktikan melalui sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG), sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung.

2. Tujuan dan Manfaat Sertifikasi Guru

  Dalam buku pedoman sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2010, dinyatakan bahwa secara umum tujuan sertifikasi guru adalah: meningkatkan kompetensi peserta agar mencapai standar kompetensi yang ditentukan. Secara khusus program sertifikasi bertujuan untuk : a. menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen

pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional;

b. meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan;

  28

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. meningkatkan martabat guru; d. meningkatkan profesionalitas guru.

  Adapun manfaat sertifikasi guru antara lain sebagai berikut.

  Pertama , melindungi profesi guru dari praktik layanan pendidikan yang tidak kompeten sehingga dapat merusak citra profesi guru itu sendiri.

  Kedua , melindungi masyarakat dari praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan profesional yang akan menghambat upaya peningkatan kualitas pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia di negeri ini.

  Ketiga , menjadi wahana penjamin mutu bagi LPTK yang bertugas mempersiapkan calon guru dan juga berfungsi sebagai kontrol mutu bagi penguna layanan pendidikan. Keempat, menjaga lembaga penyelenggara pendidikan dari keinginan internal dan eksternal yang potensial dapat menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

3. Dasar Hukum Sertifikasi Guru dan Penyelenggarakan Sertifikasi Guru

  Dasar utama pelaksanaan sertifikasi adalah Undang-Undang nomor

  14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) yang disahkan pada tanggal 30 Desember 2005. Pasal yang menyatakannya adalah. (Samani, Muchlas, Prof. Dr, dkk. 2010a, hal. 1-3).

  Pasal 8 Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) : ….. guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

  29

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pasal lainnya adalah Pasal 11, ayat (1) Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD): ….. bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan.

  Dasar hukum penyelenggara sertifikasi guru adalah Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) pasal 11 ayat (2) yang menyatakan : ….. sertifikasi pendidik di selenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah.

  Landasan hukum lainnya adalah Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi

bagi guru dalam jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei 2007.

4. Pelaksanaan Sertifikasi Guru Melalui Uji Kompetensi Portofolio a. Pengertian Portofolio

  Portofolio adalah bukti fisik (dokumen) yang menggambarkan pengalaman berkarya/ prestasi yang dicapai dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru dalam interval waktu tertentu. Dokumen ini terkait dengan unsur pengalaman, karya, dan prestasi selama guru yang bersangkutan menjalankan peran sebagai agen pembelajaran (kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial). Dalam peraturan menteri pendidikan nasional Republik Indonesia (RI) no. 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi bagi guru dalam jabatan, komponen portofolio

  30

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  meliputi: (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) pengalaman mengajar, (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, (5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) prestasi akademik, (7) karya pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.

b. Fungsi Portofolio

  Fungsi portofolio dalam sertifikasi guru (khususnya guru dalam jabatan) adalah untuk menilai kompetensi guru dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai agen pembelajaran. Kompetensi pedagogik dinilai antara lain melalui dokumen kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial dinilai antara lain melalui dokumen penilaian dari atasan dan pengawas. Kompetensi profesional dinilai antara lain melalui dokumen kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, dan prestasi akademik.

  Portofolio juga berfungsi sebagai: (1) wahana guru untuk menampilkan dan/atau membuktikan unjuk kerjanya yang meliputi produktivitas, kualitas, dan relevansi melalui karya-karya utama dan pendukung; (2) informasi/data dalam memberikan pertimbangan tingkat kelayakan kompetensi seorang guru, bila dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan; (3) dasar menentukan kelulusan seorang guru yang mengikuti sertifikasi (layak mendapatkan sertifikat

  31

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pendidikan atau belum); dan (4) dasar memberikan rekomendasi bagi peserta yang belum lulus untuk menentukan kegiatan lanjutan sebagai representasi kegiatan pembinaan dan pemberdayaan guru.

c. Persyaratan Sertifikasi Guru Melalui Uji Kompetensi Portofolio

  1) Guru tetap yang diangkat oleh pemerintah, pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan, atau satuan pendidikan. (1) Memiliki masa kerja sebagai guru tetap (PNS atau bukan PNS) minimal 4 tahun; (2) Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan; (3) Yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1/ D-

  IV, apabila sudah; (a) mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau (b) mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a; 1. Guru masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Departemen Pendidikan Nasional, 2. Belum memasuki usia 60 tahun, dan 3. Memiliki atau dalam proses pengajuan nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).

  2) Guru yang diberi sertifikat secara langsung; (a) Guru tetap yang diangkat oleh pemerintah, pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan, atau satuan pendidikan, (b) Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki golongan serendah-rendahnya IV/c atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c, (c) Guru masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Departemen Pendidikan

  32

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nasional, (d) Belum memasuki usia 60 tahun, dan (e) Memiliki atau dalam proses pengajuan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

d. Komponen Portofolio

  1) Kualifikasi akademik Kualifikasi akademik yaitu tingkat pendidikan formal yang telah dicapai sampai dengan guru mengikuti sertifikasi, baik pendidikan gelar (S1, S2, atau S3) maupun nongelar (D4 atau Post Graduate diploma), baik di dalam maupun di luar negeri. Bukti fisik yang terkait dengan komponen ini dapat berupa ijazah atau sertifikat diploma. 2) Pendidikan dan pelatihan Pendidikan dan pelatihan yaitu pengalaman dalam mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengembangan dan/atau peningkatan kompetensi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik, baik pada tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Bukti fisik komponen ini dapat berupa sertifikat, piagam, atau surat keterangan dari lembaga penyelenggara diklat.

  3) Pengalaman mengajar Pengalaman mengajar, yaitu masa kerja guru (termasuk guru bimbingan dan konseling) dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan surat tugas dari lemabaga yang berwenang (dapat dari pemerintah dan/ atau

  33

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok masyarakat penyelenggara pendidikan). Bukti fisik dari komponen ini dapat berupa surat keputusan atau surat keterangan yang sah dari lembaga yang berwenang. 4) Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran Komponen dapat dipilah menjadi dua bagian, yaitu perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran.

  Perencanaan pembelajaran, yaitu persiapan mengelola pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kelas pada setiap tatap muka. Perencanaan pembelajaran ini paling tidak memuat perumusan tujuan/ kompetensi, pemilihan dan pengorganisasian materi, pemilihan sumber/ media pembelajaran, skenario

pembelajaran, dan penilaian proses dan hasil belajar.

  Pelaksanaan pembelajaran, yaitu kegiatan guru alam mengelola pembelajaran di kelas dan pembelajaran individual.

  Kegiatan ini mencakup tahapan prapembelajaran (pengecekan kesiapan kelas dan apersepsi), kegiatan inti (penguasaan materi, startegi pembelajaran, pemanfaatan media/ sumber belajar, evaluasi, serta penggunaan bahasa), dan penutup.

  5) Penilaian dari atasan dan pengawas Penilaian dari atasan dan pengawas, yaitu penilaian atasan terhadap kompetensi kepribadian dan sosial, yang meliputi aspek- aspek ketaatan menjalankan ajaran agama, tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, keteladanan, etos kerja, inovasi, dan kreatifitas.

  34

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6) Prestasi akademik Prestasi akademik yaitu prestasi yang dicapai guru, utamanya yang terkait dengan bidang keahliannya yang mendapat pengakuan dari lembaga/panitia penyelenggara, baik tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Komponen ini meliputi lomba dan karya akademik (juara lomba atau penemuan karya monumental di bidang pendidikan atau nonkependidikan), pembimbingan teman sejawat (instruktur, guru inti, tutor), dan pembimbingan siswa kegiatan ekstra kurikuler (pramuka, drumband, mading, karya ilmiah remaja-KIR, dan lainlain). Bukti fisik yang dilampirkan berupa surat penghargaan, surat keterangan atau sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga/panitia penyelenggara. 7) Karya pengembangan profesi Karya pengembangan profesi yaitu suatu karya yang menunjukkan adanya upaya dan hasil pengembangan profesi yang dilakukan oleh guru. Komponen ini meliputi buku yang dipublikasikan pada tingkat kabupaten/ kota, provinsi, atau nasional; artikel yang dimuat dalam media jurnal/majalah/buletin yang tidak terakreditasi, terakreditasi, dan internasional; menjadi reviewer buku, penulis soal EBTANAS/UN; modul/buku cetak lokal (kabupaten/kota) yang minimal mencakup materi pembelajaran selama 1 (satu) semester; media/ alat pembelajaran dalam bidangnya; laporan penelitian tindakan kelas (individu/

  35

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok); dan karya seni (patung, rupa, tari, lukis, sastra, dan lain-lain). Bukti fisik yang dilampirkan berupa surat keterangan dari pejabat yang berwenang tentang hasil karya tersebut. 8) Keikutsertaan dalam forum ilmiah Keikutsertaan dalam forum ilmiah yaitu partisipasi dalam kegiatan ilmiah yang relevan dengan bidang tugasnya pada tingkat kecamatan, kabupaten/ kota, provinsi, nasional, atau internasional, baik sebagai pemakalah maupun sebagai peserta. Bukti fisik yang dilampirkan berupa makalah dan sertifikat/ piagam bagi nara sumber, dan sertifikat/ piagam bagi peserta.

9) Pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial

Pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan social yaitu pengalaman guru menjadi pengurus organisasi kependidikan, organisasi sosial, dan/atau mendapat tugas tambahan. Pengurus organisasi di bidang kependidikan antara lain: pengurus Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS), Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI), Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI), Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN), dan Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonensia (ISMaPI), dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Pengurus organisasi sosial antara lain: ketua RT, ketua RW, ketua LMD/BPD, dan pembina kegiatan keagamaan. Mendapat tugas tambahan antara lain: kepala sekolah, wakil kepala

  36

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sekolah, ketua jurusan, kepala laboratorium, kepala bengkel, kepala studio, kepala klinik rehabilitasi, dan lain-lain. Bukti fisik yang dilampirkan adalah surat keputusan atau surat keterangan dari pihak yang berwenang.

  10) Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan yaitu penghargaan yang diperoleh karena guru menunjukkan dedikasi yang baik dalam melaksanakan tugas dan memenuhi kriteria kuantitatif (lama waktu, hasil, lokasi/ geografis), kualitatif (komitmen, etos kerja), dan relevansi (dalam bidang/rumpun bidang), baik pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Bukti fisik yang dilampirkan berupa fotokopi sertifikat, piagam, atau surat keterangan.

5. Pelaksanaan Sertifikasi Guru Melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)

  Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan, diharuskan (a) untuk melengkapi portofolio, atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. Untuk menjamin standardisasi mutu proses dan hasil PLPG, perlu disusun rambu-rambu penyelenggaraan PLPG. Rambu-rambu PLPG ini digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan PLPG oleh rayon LPTK penyelenggara sertifikasi bagi guru dalam jabatan tahun 2010. (Samani, Muchlas, Prof. Dr, dkk. 2010d, hal. 2-9).

  37

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

a. Dasar Hukum

  Sertifikasi bagi guru dalam jabatan sebagai upaya meningkatkan profesionalitas guru dan meningkatkan mutu layanan dan hasil pendidikan di Indonesia, diselenggarakan berdasarkan landasan hukum sebagai berikut: 1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

  2) Undang-undang Republik Indonesia nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

  3) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

  4) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.

  5) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 16 Tahun 2005

tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik.

  6) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan.

b. Tujuan

  Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan menentukan kelulusan guru peserta sertifikasi yang belum mencapai batas minimal skor kelulusan pada penilaian portofolio.

  38

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Peserta Peserta PLPG adalah guru yang bertugas sebagai guru kelas, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, serta guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang belum memenuhi persyaratan kelulusan pada penilaian portofolio dan direkomendasikan untuk mengikuti PLPG oleh rayon LPTK penyelenggara sertifikasi bagi guru dalam jabatan.

  Peserta PLPG yang tidak memenuhi panggilan karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan diberi kesempatan untuk mengikuti PLPG pada panggilan berikutnya pada tahun berjalan selama PLPG masih dilaksanakan. Peserta yang tidak memenuhi 2 kali panggilan dan tidak ada alasan yang bisa dipertanggungjawabkan dianggap mengundurkan diri. Apabila sampai akhir masa pelaksanaan PLPG peserta masih tidak dapat memenuhi panggilan karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, peserta tersebut diberi kesempatan untuk mengikuti PLPG hanya pada tahun berikutnya tanpa merubah nomor peserta. Bagi peserta yang tidak dapat menyelesaikan PLPG dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan diberi kesempatan untuk melanjutkan PLPG hanya pada tahun berikutnya.

  d. Penyelenggara Penyelenggaraan PLPG dilakukan berdasarkan proses baku sebagai berikut.

1) PLPG dilaksanakan oleh LPTK penyelenggara sertifikasi guru dalam jabatan yang telah ditetapkan pemerintah.

  39

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) PLPG diselenggarakan selama minimal 9 hari dan bobot 90 Jam Pertemuan (JP), dengan alokasi 30 JP teori dan 60 JP praktik. Satu JP setara dengan 50 menit. 3) Pelaksanaan PLPG bertempat di LPTK atau di kabupaten/kota dengan memperhatikan kelayakannya (representatif dan kondusif) untuk proses pembelajaran. 4) Rombongan belajar (rombel) PLPG diupayakan satu bidang keahlian/mata pelajaran. Dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan (dari segi jumlah) rombel dapat dilakukan berdasarkan rumpun bidang studi/ mata pelajaran.

  5) Satu rombel maksimal 30 orang peserta, dan satu kelompok peer teaching/ peer counseling/ peer supervising maksimal 10 orang peserta. Dalam kondisi tertentu jumlah peserta satu rombel atau kelompok peer teaching/ peer counseling/peer supervising dapat disesuaikan.

  6) Satu kelompok peer teaching/ peer counseling/ peer supervising difasilitasi oleh satu orang instruktur yang memiliki NIA yang relevan termasuk pada saat ujian. 7) Dalam proses pembelajaran, instruktur menggunakan multi media dan multi metode yang berbasis pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM). 8) PLPG diawali pretest secara tertulis (1 JP) untuk mengukur

kompetensi pedagogik dan profesional awal peserta.

  40

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9) PLPG diakhiri uji kompetensi dengan mengacu pada rambu-rambu pelaksanaan PLPG. Uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji kinerja (praktik pembelajaran). 10) Ujian tulis pada akhir PLPG dilaksanakan dengan pengaturan tempat duduk yang layak dan setiap 30 peserta diawasi oleh dua orang pengawas. 11) Naskah soal ujian tulis terstandar secara nasional yang pengembangannya dikordinasikan oleh KSG.

  12) Ujian praktik dilaksanakan. 13) Penentuan kelulusan peserta PLPG dilakukan secara objektif dan didasarkan pada rambu-rambu penilaian yang telah ditentukan.

  14) Peserta yang lulus mendapat sertifikat pendidik, sedangkan yang tidak lulus diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang sebanyak-banyaknya dua kali. Ujian ulang diselesaikan pada tahun berjalan. Jika terpaksa tidak terselesaikan, maka ujian ulang dilakukan bersamaan dengan ujian PLPG kuota tahun berikutnya. 15) Pelaksanaan ujian diatur oleh LPTK Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan dengan mengacu rambu-rambu ini.

  16) Peserta yang belum lulus pada ujian ulang yang kedua diserahkan kembali ke dinas pendidikan kabupaten/ kota untuk dibina lebih lanjut.

e. Materi

  Materi PLPG disusun dengan memperhatikan empat kompetensi guru, yaitu: (1) pedagogik, (2) profesional, (3) kepribadian, dan (4)

  41

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sosial. Standardisasi kompetensi dirinci dalam materi PLPG ditentukan oleh LPTK penyelenggara sertifikasi dengan mengacu pada rambu- rambu yang ditetapkan oleh dirjen dikti/ ketua Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) dan hasil need assesment.

f. Instruktur

  Instruktur PLPG direkrut dan ditugaskan oleh ketua rayon LPTK penyelenggara dengan syarat-syarat sebagai berikut.

  1) Warga negara Indonesia yang berstatus sebagai dosen pada rayon LPTK penyelenggara sertifikasi dan widyaiswara pada LPMP/ P4TK di wilayah rayon LPTK penyelenggara sertifikasi.

2) Sehat jasmani/ rohani dan memiliki komitmen, kinerja yang baik, serta sanggup melaksanakan tugas.

  3) Berpendidikan minimal S-2 (dapat S-1 dan S-2 kependidikan; atau S-1 kependidikan dan S-2 nonkependidikan; atau S-1 nonkependidikan dan S-2 kependidikan). Khusus untuk bidang kejuruan, instruktur dapat berkualifikasi S-1 dan S-2 nonkependidikan yang relevan dan memiliki Akta V atau Akta IV atau sertifikat Applied Approach.

  4) Instruktur yang berstatus dosen LPTK harus memiliki pengalaman mengajar pada bidang yang relevan sekurang-kurangnya 10 tahun, khusus bagi instruktur pelatihan guru BK diutamakan memiliki pengalaman menjadi konselor. Instruktur yang berasal dari LPMP/ P4TK harus memiliki pengalaman menjadi widyaiswara sekurang-

  42

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kurangnya 10 tahun dan memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dengan bidang studi yang diampu.

  5) Instruktur untuk PLPG guru yang diangkat dalam jabatan pengawas diutamakan dosen yang memiliki kompetensi kepengawasan rumpun mata pelajaran yang relevan dan sudah memiliki NIA untuk bidang kepengawasan.

  6) Bidang keahlian/ mata pelajaran instruktur harus relevan atau serumpun sesuai dengan Lampiran 14. Bila rayon LPTK tidak memiliki instruktur yang relevan atau serumpun sesuai Lampiran 14 maka dapat meminta bantuan rayon lain (outsourcing instruktur).

g. Ujian

  Penyelenggaraan PLPG diakhiri dengan ujian yang mencakup ujian tulis dan ujian kinerja. Ujian tulis bertujuan untuk mengungkap kompetensi profesional dan pedagogik, ujian kinerja untuk mengungkap kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Keempat kompetensi ini juga bisa dinilai selama proses pelatihan berlangsung. Kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial juga dinilai melalui penilaian teman sejawat. Ujian kinerja dalam PLPG dilakukan dalam bentuk praktik pembelajaran bagi guru atau praktik bimbingan dan konseling bagi guru BK, atau mengajar dan praktik supervisi bagi guru yang diangkat dalam jabatan pengawas.

  Ujian kinerja untuk setiap peserta minimal dilaksanakan selama 1 JP (jam pelajaran).

  43

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Kegiatan Guru Dalam Proses Sertifikasi

  Diagram langkah-langkah kegiatan guru sebagai calon peserta sertifikasi guru disajikan pada gambar 2.1. Sebelum sampai pada gambar, berikut penjelasan diagram alur kegiatan guru dalam proses sertifikasi.

Tabel 2.1 Penjelasan Diagram Alur Kegiatan Guru Dalam Sertifikasi

  

No Akivitas

1 a) Mengikuti sosialisasi sertifikasi guru yang diselenggarakan oleh Dinas

Pendidikan Kabupaten/Kota.

  b) Sosialisasi minimal mencakup informasi tentang: (1) prosedur dan tatacara pendaftaran, (2) prosedur dan tatacara sertifikasi guru dalam jabatan, (3) peranan lembaga-lembaga terkait (Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota, LPTK Penyelenggara), (4) syarat mengikuti serifikasi, dan (5) prosedur penyusunan portofolio.

2 Guru calon peserta harus mengerti berbagai persyaratan untuk mengikuti sertifikasi. Persyaratan tersebut antara lain sebagai berikut.

  a) Guru minimal lulusan S1 atau D4.

  b) Telah menjadi guru tetap pada suatu sekolah yang dibuktikan dengan SK pengangkatan dari Lembaga yang berwenang mengangkat.

  c) Syarat lain yang ditetapkan oleh Depdiknas, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

  

3 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat daftar urut prioritas peserta

sertifikasi berdasarkan rambu-rambu yang ditetapkan oleh Ditjen PMPTK

  44

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

4 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menetapkan guru sebagai peserta sertifikasi

sesuai dengan daftar urut prioritas dan kuota.

  

5 Guru yang terseleksi sebagai peserta sertifikasi tahun 2007 memperoleh : (1)

Nomor Peserta, (2) Instrumen Portofolio, (3) Format A1 dan Format A2 dari dinas pendidikan Kabupaten/Kota.

  

6 Guru mengisi Format A1, Format A2, menyiapkan pas photo terbaru

berukuran 3x4 (berwarna) 4 lembar, dan menyusun portofolio (dua eksemplar), kemudian menyerahkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota. Dibelakang setiap photo dituliskan nama dan nomor peserta.

  7 Guru menunggu hasil penilaian portofolio 8 Jika lulus peserta memperoleh sertifikat pendidik.

  

9 Jika tidak lulus, peserta memperoleh keputusan dari LPTK penyelenggara

sertifikasi: a) Melakukan berbagai kegiatan untuk melengkapi dokumen portofolio, atau b) Mengikuti Diklat Profesi Guru diLPTK penyelenggara sertifikasi yang dikoordinasikan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

  c) Di akhir Diklat Profesi Guru dilakukan uji kompetensi. Apabila tidak lulus, guru diberi kesempatan mengikuti ujian ulang sebanyak 2 kali.

  45

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gambar 2.1 Diagram Alur Kegiatan Guru Dalam Proses Sertifikasi

  Sosialisasi Guru (calon peserta sertifikasi sertifikasi) Data urut peserta sertifikasi

  Masuk daftar peserta Mendapat:1) No peserta, 2) Instrumen portofolio, 3) Format A1 dan A2

  1) Isi format A1 dan format A2 2) Susun Portofolio, dan 3) Melengkapi syrat lain Menyerahkan ke dinas pendidikan atau kota

  Lulus Pengumuman Sertifikat hasil

  Pendidik Tidak lulus Diklat Profesi Guru

  Pelaksan Lulus

  Ujian aan diklat Melakukan kegiatan untuk melengkapi portofolio

  Tidak lulus Lulus Ujian ulang

  2x Tidak lulus

  Dinas

  46

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Kajian Hasil Penelitian Sebelumnya

  Penelitian yang dilakukan oleh Wastuti, Benedecta Yuda (Prodi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma, 2009) dengan judul “Profesionalisme Guru Pasca Sertifikasi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai kegiatan yang menunjang profesionalisme guru bidang studi SMA selain BK di wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta pasca lulus sertifikasi.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kegiatan yang sering dilakukan guru guna mempertahankan dan menunjang profesionalismenya antara lain : pendidikan dan pelatihan (69,5%), perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran (93%), dan keikutsertaan dalam forum ilmiah (61,6%). 2) Kegiatan yang jarang dilakukan guru guna mempertahankan dan menunjang profesionalismenya antara lain: prestasi akademik (68,15%), karya pengembangan profesi (70,73%), pengalaman organisasi di bidang pendidikan dan sosial (61,28%), dan penghargaan di bidang pendidikan (68,3%).

  Penelitian ini termasuk jenis penelitian diskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2009 di SMA Kabupaten Sleman Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel yang diambil sebanyak 17 sekolah dengan jumlah responden ada 82 guru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik non-tes dengan menggunakan kuisioner yang berisi 10 komponen portofolio.

  Dari penelitian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa dari berbagai sudut pandang kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mempertahankan dan menunjang profesionalismenya pasca sertifikasi, terlihat masing-masing ada

  47

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kecenderungan bahwa guru tetap mempertahankan dan menunjang profesionalismenya dan ada kecenderungan pula guru tidak mempertahankan dan menunjang profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dilakukan.

  Bila dilihat dari total persentase kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mempertahankan dan menunjang profesionalismenya pasca sertifikasi bila dijumlahkan sebesar 224,1%. Sedangkan kegiatan yang jarang dilakukan guru guna mempertahankan dan menunjang profesionalismenya total ada 268,46 %. Namun jumlah persentase ini tidak bisa menjadi tolok ukur karena jenis kegiatan yang menjadi ukuran antara yang menunjang dan yang tidak menunjang jauh lebih banyak yang tidak menunjang. Sehingga terlihat dari total persentasenya guru cenderung tidak mempertahankan dan menunjang profesionalismenya.

E. Hipotesis Penelitian

  Hipotesis merupakan jawaban sementara atas rumusan masalah. Hipotesis dalam penelitian ini adalah :

  1. Ada perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  2. Ada perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  3. Ada perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  4. Ada perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PELAKSANAAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif karena dirancang untuk

  mengumpulkan informasi yang nyata pada saat penelitian dilakukan. Yang dimaksud penelitian deskriptif adalah penelitian yang hanya terbatas pada usaha mengungkapkan masalah dan keadaan sebagaimana adanya, sehingga hanya bersifat sekedar mengungkapkan fakta (Wasito, Herman. 1992 : 8).

  Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan kompetensi guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Penelitian ini juga termasuk penelitian studi kasus, yaitu penelitian tentang subyek tertentu, dimana subyek tersebut terbatas, maka kesimpulan yang diperoleh hanya berlaku pada subyek yang diteliti (Amirin, Tatang M. 1986 : 23). Jadi penelitian ini hanya diperoleh dari subyek yang diteliti dalam hal ini adalah guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan swasta di kota Yogyakarta.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

  Penelitian ini dilakukan di SMA negeri dan swasta di kota Yogyakarta. Alasan obyektif penelitian ini dilakukan di kota Yogyakarta adalah kota Yogyakarta sering disebut dengan ”kota pelajar” sehingga banyak orang ingin memperoleh ilmu di Yogyakarta. Selain itu program

  49

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sertifikasi guru juga sudah di lakukan di kota Yogyakarta, sehingga banyak guru yang sudah mengikuti program sertifikasi dan terbukti guru yang sudah lulus sertifikasi pada tahun 2007-2010 tercatat ada 3220 guru. Hal ini tentu menjadi keberhasilan sebagian besar guru di kota Yogyakarta karena telah lulus sertifikasi, sehingga diharapkan setelah lulus sertifikasi tersebut ada peningkatan kompetensi yang dimiliki oleh guru. Disamping alasan obyektif tentu ada alasan subyektif penulis melakukan penelitian di kota Yogyakarta antara lain memudahkan penulis dalam melakukan penelitian sebab lokasi penelitian mudah di jangkau dan lebih dekat dengan tempat tinggal penulis.

2. Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Mei 2011.

C. Subyek dan Obyek Penelitian

1. Subyek Penelitian

  Subyek penelitian adalah pihak atau lembaga yang memberikan informasi. Dalam hal ini subyek penelitian yang akan diteliti adalah guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan swasta di kota Yogyakarta yang sudah mengikuti program sertifikasi tahun 2007- 2010.

2. Obyek Penelitian

  Obyek Penelitian adalah seseorang atau sesuatu yang ingin diteliti (Amirin, Tatang M. 1986 : 92). Dalam penelitian ini obyek

  50

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  penelitianya adalah kompetensi guru yang terdiri dari kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.

D. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi

  Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Jadi, populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya. (Margono, S., Drs. 2003 : 118). Dalam penelitian ini populasinya adalah guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan swasta yang telah mengikuti program sertifikasi di kota Yogyakarta yang berjumlah 3220 Guru pada tahun 2007-2010, dengan jumlah sekolah yaitu 49 sekolah.

2. Sampel Sampel adalah sebagai bagian dari populasi yang akan diteliti.

  (Margono, S., Drs. 2003 : 121). Dalam penelitian ini sampel yang akan diambil adalah sebagian dari seluruh guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan swasta di kota Yogyakarta yang telah mengikuti program sertifikasi. Sampel guru dalam penelitian ini diambil 10% dari total 3220 Guru yang telah mengikuti program sertifikasi, yaitu sebanyak 322 guru. Sementara sampel sekolah diambil 50% dari 49 sekolah yang ada yaitu sebanyak 24 sekolah yang dijadikan sampel. Berikut penulis sajikan dalam bentuk tabel:

  51

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 3.1 Jumlah Sekolah yang Dijadikan Sebagai Sampel Dalam Penelitian

  Sekolah Jumlah sekolah Sampel sekolah yang diambil SMA Negeri 11 11/49 * 24 = 5 SMA Swasta

  38 38/49 * 24 = 19 Jumlah

  49

  24 Tabel 3.2

Daftar Nama Sekolah Tempat Penelitian

No Nama Sekolah Alamat

  1. SMA N 1 Yogyakarta HOS. Cokroaminoto 10

  2. SMA N 2 Yogyakarta Bener

  3. SMA N 6 Yogyakarta Jln. C. Simanjuntak No. 2

  4. SMA N 9 Yogyakarta Jln. Sagan 1

  5. SMA N 10 Yogyakarta Jln. Gadean No. 5

  6. SMA N 11 Yogyakarta Jln. AM. Sangaji 50

  7. SMA Sang Timur Batikan 7

  8. SMA Santa Maria Ireda No. 19 A

  9. SMA Stella Duce 2 Dr. Sutomo No. 16

  10. SMA Pangudi Luhur Panembahan Senopati No. 18

  11. SMA Marsudi Luhur Bintaran Kidul 2

  12. SMA BOPKRI 1 Wardani No. 2

  13. SMA BOPKRI 2 Jenderal Sudirman 87

  14. SMA BOPKRI 3 Jln. Kapten Piere Tendean 55

  15. SMA Bhinneka Tunggal Ika Poncowinatan No. 16

  16 SMA Budya Wacana Bung Tarjo (gayam) 11

  17 SMA Taman Madya Jln. Taman siswa No. 25 d

  18 SMA Pembangunan Madumurti No. 28 Bugisan

  19 SMA PIRI 1 Jln. Kemuning 14

  20 SMA PIRI 2 MT. Haryono 23

  21 SMA Muhamadiyah 1 Jln. Gotongroyong II Petinggen

  52

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  No Nama Sekolah Alamat

  22 SMA Muhamadiyah 2 Kapas 7

  23 SMA Muhamadiyah 3 Jln. Kapten Tendean 58

  24 SMA Muhamadiyah 4 Mondorakan 51

  3. Teknik Pengambilan Sampel Pengambilan sampel dalam penelitian ini dibuat berdasarkan populasi yang ada dengan menggunakan teknik proporsional random sampling yaitu pengambilan sampel secara proporsioal dari tiap kelompok dan sampel diambil secara acak, sehingga tiap-tiap subyek memiliki kesempatan yang sama untuk diambil sebagai anggota sampel.

E. Variabel Penelitian

  Variabel penelitian adalah obyek penelitian yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, Suharsimi, Prof. Dr. 2002 : 96). Dalam hal ini variabel yang akan diteliti adalah :

  1. Kompetensi Kepribadian Yang diukur dalam kompetensi ini adalah apakah guru sudah memiliki kepribadian sesuai dengan yang ditetapkan. Misalnya :

Tabel 3.3 Indikator Kompetensi Kepribadian No Indikator Nomer Kuesioner

  1. Ketaatan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan

  1 agama.

  2. Memiliki sifat bertanggung jawab.

  2

  53 No Indikator Nomer Kuisioner 3. Memiliki sifat kejujuran.

  3 4. Memiliki sifat kedisipilinan.

  4 5. Memiliki sifat keteladanan.

  5 6. Memiliki etos kerja yang tinggi.

  6

  7. Memiliki inovasi dan kreativitas dalam proses pembelajaran di kelas.

  7 TOTAL SKOR Rata-Rata Skor ( Total Skor dibagi 7) Untuk mengetahui kepribadian guru tersebut apakah sudah memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan, maka peneliti membutuhkan jawaban dari responden sendiri untuk mengukur perbedaan kompetensi guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  2. Kompetensi Pedagogik Yang harus dinilai dalam kompetensi ini adalah cara guru melaksanakan pendidikan. Misalnya :

Tabel 3.4 Indikator Kompetensi Pedagogik No Indikator Nomer Kuisioner 1. Memiliki kemampuan dalam mengelola pembelajaran.

  8 2. Memiliki pemahaman terhadap peserta didik.

  9

  3. Memiliki kemampuan dalam pengembangan kurikulum/ silabus/ RPP.

  10

  4. Memiliki kemampuan dalam perancangan

  11 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  54 No Indikator Nomer Kuisioner

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5. Memiliki kemampuan dalam pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.

  12

  6. Memiliki kemampuan dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.

  13

  7. Memiliki kemampuan dalam membantu pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

  14 TOTAL SKOR Rata-Rata Skor ( Total Skor dibagi 7) Untuk mendapatkan data tersebut peneliti harus datang langsung kepada responden untuk menanyakan tentang persiapan-persiapan mereka sebelum mengajar, dan peneliti harus meminta bukti misalnya pembuatan RPP, silabus, hasil pembelajaran para muridnya.

  3. Kompetensi Profesional Yang harus dinilai dalam kompetensi ini adalah bagaimana guru menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi, guru menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan/ materi bidang studi.

  Misalnya:

  55

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 3.5 Indikator Kompetensi Profesional No Indikator Nomer Kuisioner

  1. Dapat mengerti dan dapat menerapkan landasan

  15 kependidikan filosofi.

  2. Dapat mengerti dan dapat menerapkan landasan

  16 kependidikan psikologis.

  3. Dapat mengerti dan dapat menerapkan landasan

  17 kependidikan sosiologis.

  4. Dapat mengerti dan dapat menerapkan teori belajar

  18 sesuai taraf perkembangan peserta didik.

  5. Memiliki kemampuan untuk menangani dan

  19 mengembangkan bidang studi yang menjadi tanggungjawabnya.

  6. Dapat mengerti dan dapat menerapkan metode

  20 pembelajaran yang bervariasi.

  7. Memiliki kemampuan dalam mengembangkan alat,

  21 media, dan sumber belajar yang relevan.

  8. Memiliki kemampuan dalam menggunakan berbagai

  22 alat, media, dan sumber belajar yang relevan.

  9. Memiliki kemampuan dalam mengorganisasikan

  23 program pembelajaran.

  10. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan program

  24 pembelajaran.

  11. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan evaluasi

  25 hasil belajar peserta didik. TOTAL SKOR Rata-Rata (Total Skor dibagi 7 )

4. Kompetensi Sosial

  Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/

  56

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 3.6 Indikator Kompetensi Sosial No Indikator Nomer Kuisioner

  1. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara

  26 lisan kepada peserta didik.

  2. Memiliki kemampuan berkomunikasi secara lisan

  27 kepada rekan kerja sesama guru.

  3. Memiliki kemampuan berkomunikasi secara lisan

  28 kepada orang tua murid.

  4. Selalu aktif dan terlibat dalam pengembangan profesi

  29 seperti diskusi, seminar, diklat, dan lain-lain.

  5. Selalu terlibat dalam sosial kemasyarakatan seperti

  30 ketua RT, RW, dan lain-lain.

  6. Memiliki kemampuan untuk bekerjasama dengan orang

  31 lain.

  7. Sanggup menerima kritik dan saran dari orang lain,

  32 misalnya mendapat kritik tidak marah dan akomodatif terhadap saran orang lain. TOTAL SKOR Rata-Rata (Total Skor dibagi 7 )

F. Teknik Pengumpulan Data

1. Kuisioner

  Yaitu metode mengumpulkan data dengan menggunakan sejumlah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk di isi dengan jawaban yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dengan menggunakan kuisioner peneliti mendapatkan informasi

  57

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tentang hal yang diteliti yakni perbedaan kompetensi guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

G. Pengujian Instrumen Penelitian

1. Pengujian Validitas Kuisioner

  Kevalidan alat ukur dengan menggunakan metode analisis butir dengan menguji apakah item telah mengungkapkan faktor yang ingin diselidiki. Uji validitas dapat dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment dari Karl Pearson dengan rumus (Arikunto, 2000, hal.

  225): Keterangan : N = total responden Y = total skor dari seluruh item X = total skor dari setiap item = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

  Koefisien korelasi yang diperoleh dari hasil perhitungan menunjukkan tinggi rendahnya tingkat validitas instrumen yang diukur. Selanjutnya nilai koefisien korelasi ini dibanding dengan harga r korelasi Product moment pada tabel dengan dk = n-2 dan taraf signifikasi 5%. Jika nilai r hitung lebih

  , besar dari pada r tabel maka butir pernyataan tersebut dapat dikatakan valid, dan begitu pula sebaliknya.

  58 Uji validitas terhadap item-item pertanyaan variabel kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikut program sertifikasi dilakukan pada guru-guru SMA di luar dari yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Rangkuman uji validitas untuk variabel kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikut program sertifikasi adalah sebagai berikut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program Sertifikasi

Butir No. Sebelum Sertifikasi Sesudah Sertifikasi

  5.

  Dari tabel 3.7 diatas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan dari seluruh variabel kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah

  0,591 0,378 Valid 0,591 0,378 Valid

  7.

  0,768 0,378 Valid 0,768 0,378 Valid

  6.

  0,435 0,378 Valid 0,435 0,378 Valid

  0,792 0,378 Valid 0,792 0,378 Valid

  Corrected Item- Total Correlation r tabel Status

Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Untuk Perbedaan Kompetensi Kepribadian Guru

  0,742 0,378 Valid 0,742 0,378 Valid

  3.

  0,761 0,378 Valid 0,761 0,378 Valid

  2.

  0,378 0,378 Valid 0,379 0,378 Valid

  Corrected Item- Total Correlation r tabel Status 1.

  4.

  59

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  mengikuti program sertifikasi menunjukkan bahwa sebanyak tujuh pertanyaan adalah sahih. Pengambilan keputusan ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai-nilai koefisien r hitung masing-masing butir dengan nilai koefisien r tabel . Dengan jumlah data sebanyak (n) sebanyak 20 responden dan derajat keyakinan 5% atau 0,05 maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,378 (Hadi, 1984:359). Dari hasil pengujian diperoleh bahwa keseluruhan nilai koefisien r hitung lebih besar dari pada r tabel (r hitung > r tabel = 0,378). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keseluruhan butir pertanyaan perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi guru adalah valid.

Tabel 3.8 Hasil Uji Validitas Untuk Perbedaan Kompetensi Pedagogik Guru Sebelum

  

dan Sesudah Mengikuti Program Sertifikasi

Sebelum Sertifikasi Sesudah Sertifikasi Butir Corrected Item- Corrected Item- No. Total Correlation r Status Total r Status tabel tabel

  Correlation 8. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,703 0,906 9. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,549 0,642

  10. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,638 0,716 11. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,581 0,624 12. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,619 0,648 13. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,846 0,906 14. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,677 0,656

  60

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari tabel 3.8 diatas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan dari seluruh variabel kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi menunjukkan bahwa sebanyak tujuh pertanyaan adalah sahih. Pengambilan keputusan ini dilakukan dengan membandingkan nilai-nilai koefisien r hitung masing-masing butir dengan nilai koefisien r tabel . Dengan jumlah data sebanyak (n) sebanyak 20 responden dan derajat keyakinan 5% atau 0,05 maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,378 (Hadi, 1984:359). Dari hasil pengujian diperoleh bahwa keseluruhan nilai koefisien r hitung lebih besar dari pada r tabel (r hitung > r tabel = 0,378). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keseluruhan butir pertanyaan perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi guru adalah valid.

Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas Untuk Perbedaan Kompetensi Profesional Guru Sebelum

  

dan Sesudah Mengikuti Program Sertifikasi

Sebelum Sertifikasi Sesudah Sertifikasi Butir

  Corrected Item- Corrected Item- No. r Status r Status tabel tabel

  Total Correlation Total Correlation 15. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,769 0,769 16. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,799 0,799 17. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,604 0,604 18. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,604 0,604 19. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,801 0,801

  61

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,799 0,799 Butir Sebelum Sertifikasi Sesudah Sertifikasi

  No. Corrected Item- Corrected Item- r Status r Status tabel tabel

  Total Correlation Total Correlation 21. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,832 0,832 22. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,791 0,791 23. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,745 0,745 24. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,523 0,523 25. 0,378 Valid 0,378 Valid 0,656 0,656

  Dari tabel 3.9 diatas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan dari seluruh variabel kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi menunjukkan bahwa sebanyak sebelas pertanyaan adalah sahih. Pengambilan keputusan ini dilakukan dengan membandingkan nilai-nilai koefisien r hitung masing-masing butir dengan nilai koefisien r tabel . Dengan jumlah data sebanyak (n) sebanyak 20 responden dan derajat keyakinan 5% atau 0,05 maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,378 (Hadi, 1984:359). Dari hasil pengujian diperoleh bahwa keseluruhan nilai koefisien r hitung lebih besar dari pada r tabel (r hitung > r tabel = 0,378). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keseluruhan butir pertanyaan perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi guru adalah valid.

  62 Tabel 3.10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Corrected Item- Total Correlation r tabel Status

  30.

  Dari tabel 3.10 diatas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan dari seluruh variabel kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi menunjukkan bahwa sebanyak tujuh pertanyaan adalah sahih. Pengambilan keputusan ini dilakukan dengan membandingkan nilai-nilai koefisien r hitung masing-masing butir dengan nilai koefisien r tabel . Dengan jumlah data sebanyak (n) sebanyak 20 responden dan derajat keyakinan 5% atau 0,05 maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,378 (Hadi, 1984:359). Dari hasil pengujian diperoleh bahwa keseluruhan nilai koefisien r hitung lebih besar dari pada r tabel (r hitung

  0,789 0,378 Valid 0,789 0,378 Valid

  32.

  0,671 0,378 Valid 0,671 0,378 Valid

  31.

  0,740 0,378 Valid 0,740 0,378 Valid

  0,589 0,378 Valid 0,589 0,378 Valid

  Corrected Item- Total Correlation r tabel Status 26.

  

Hasil Uji Validitas Untuk Perbedaan Kompetensi Sosial Guru Sebelum dan

Sesudah Mengikuti Program Sertifikasi

Butir No. Sebelum Sertifikasi Sesudah Sertifikasi

  0,695 0,378 Valid 0,695 0,378 Valid

  28.

  0,758 0,378 Valid 0,758 0,378 Valid

  27.

  0,507 0,378 Valid 0,507 0,378 Valid

  29.

  63

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  > r tabel = 0,378). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keseluruhan butir pertanyaan perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi guru adalah valid.

2. Pengujian Reliabilitas Kuisioner

  Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Alat ukur dikatakan reliabel jika alat ukur tersebut mampu memberikan hasil yang tetap meskipun digunakan kapanpun. Untuk mengetahui koefisien reliabilitas

instrumen, maka digunakan rumus Alpha (Arikunto, 2002, hal. 236):

Dimana : r 11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan

  = jumlah variabel butir = varian total Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai koefisien Cronbach Alpha > 0,60 (Nunnaly, 1967 dalam Imam Ghozali,

  2001, hal. 42). Jika nilai koefisien Cronbach Alpha lebih besar dari pada 0,60, maka butir pernyataan tersebut dapat dikatakan reliabel, dan begitu pula sebaliknya. Rangkuman hasil reliabilitas untuk variabel kompetensi kepribadian, kompetensi pedagodik, kompetensi profesional, kompetensi

  64 sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi adalah sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 3.11 Rangkuman Uji Reliabilitas Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, Kompetensi Sosial Guru Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program Sertifikasi Kompetensi Sebelum Sesudah

  Cronbach Alpha Keterangan Cronbach Alpha Keterangan Kepribadian 0,860 Reliabel 0,860 Reliabel Pedagogik 0,869 Reliabel 0,906 Reliabel Profesional 0,932 Reliabel 0,932 Reliabel

Sosial 0,881 Reliabel 0,881 Reliabel

  

Dari tabel 3.11 diatas dapat dilihat bahwa koefisien Cronbach

alpha pada masing-masing variabel lebih besar dari 0,60 oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa instrumen perbedaan kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial

sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi guru dapat

dikatakan reliabel.

  65

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

H. Teknik Analisis Data

1. Pengujian Prasyarat

a. Uji Normalitas

  Sebelum melakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas. Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Untuk uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov - Smirnov dan dibantu dengan menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution

  ) Uji Kolmogorov - Smirnov memusatkan perhatian pada penyimpangan deviasi terbesar. Harga F o (X i ) – S N terbesar dinamakan deviasi maksimum. Uji Kolmogorov – Smirnov dapat digunakan pada sampel besar maupun kecil. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan termasuk ke dalam kategori sampel besar karena jumlahnya yang banyak sehingga dalam pengujian normalitas dapat menggunakan uji Kolmogorov - Smirvov. Adapun rumus uji Kolmogorov – Smirnov untuk normalitas sebagai berikut (Ghozali, 2002, hal. 36):

  D = Max |F (X ) – S (X )|

o i N i

  Keterangan: D = Deviasi maksimum F (X ) = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan o i

  S N (X i ) = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi

  66

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pengambilan Keputusan: 1) Jika nilai Asymp. Sig. < taraf nyata (0,05), maka distribusi data

variabel penelitian dinyatakan tidak normal.

2) Jika nilai Asymp. Sig. > taraf nyata (0,05), maka distribusi data variabel penelitian dinyatakan normal.

b. Uji Homogenitas

  Pengujian ini digunakan untuk membuktikan adanya kesamaan variansi kelompok-kelompok yang berdistribusi normal.

  Pengujian ini dilakukan sebelum peneliti menggeneralisasi hasil pengujian. Dalam penelitian ini uji yang digunakan adala Levene tes dengan SPSS 16.0 For Windows Evaluation Version. Jika tidak terdapat perbedaan variansi kelompok sampel, maka dapat dikatakan sampel tersebut homogen (probabilitas > taraf signifikan 5%). Sedangkan apabila ada perbedaan variansi diantara kelompok sampel, maka dapat dikatakan sampel tersebut tidak homogen (probabilitas < taraf signifikan 5%)

2. Pengujian Hipotesis

  Penelitian ini mencoba membandingkan kompetensi guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan analisis sebelum dan sesudah (before-after) yaitu studi perbandingan (comparative study). Dalam bukunya sugiyono (2008, hal.

  117) menjelaskan bahwa analisis before-after merupakan perbandingan antara nilai sebelum dan sesudah ada perlakuan (treatment). Dalam hal

  67

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  ini untuk membandingkan kompetensi guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi adalah sebagai berikut : a. Untuk hipotesis yang menyatakan ada perbedaan kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Maka digunakan analisis uji Wilcoxon dengan taraf kesalahan 5%. Rumus ini dipilih karena distribusi data variabel penelitian ini dinyatakan tidak normal (Probabilitas signifikansi atau Asymp. Sig.

  < taraf nyata 0,05), dengan rumus : (Sugiyono, Drs. 1999, hal. 242-243) Dimana:

  T = Jumlah jenjang atau ranking yang kecil (T adalah harga Wilcoxon ) b. Perumusan Hipotesis Setelah nilai probabilitas signifikansi atau Asym sig (2- tailed ) ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian untuk masing-masing hipotesis. Sebelum menguji masing-masing hipotesis tersebut, terlebih dahulu dirumuskan

  68

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) dari masing-masing variabel kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Ho : Tidak ada perbedaan kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Ha : Ada perbedaan kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  c. Pengujian Hipotesis Setelah hipotesis ditentukan, langkah terakhir adalah melakukan pengujian masing-masing hipotesis. Pengujian masing- masing hipotesis dalam penelitian ini menggunakan taraf nyata 5%. Dengan taraf nyata 5%, maka kriteria untuk masing-masing hipotesis adalah: a) Terima H jika Probabilitas signifikansi atau Asym sig.(2- o tailled ) > taraf signifikansi 0,05

  b) Terima H jika Probabilitas Signifikansi atau Asym sig. (2- a tailled ) < taraf signifikansi 0,05

  Untuk membantu proses pengujian hipotesis tentang perbedaan kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial sebelum dan sesudah mengikuti perogram sertifikasi, peneliti menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0 for windows.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Kota Yogyakarta

1. Sejarah Kota Yogyakarta

  Kota Yogyakarta adalah salah satu kota besar di Pulau Jawa yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sekaligus tempat kedudukan bagi Sultan Yogyakarta dan Adipati Pakualam. Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara 1575-1640. Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Karaton Ngayogyakarta dan Puro Pakualaman, yang merupakan pecahan dari Mataram.

  Nama Yogyakarta terambil dari dua kata, yaitu Ayogya yang berarti "kedamaian" (atau tanpa perang, a "tidak", yogya merujuk pada yodya atau yudha, yang berarti "perang"), dan Karta yang berarti "baik".

  Kota Yogyakarta merupakan sebuah kota yang kaya predikat, baik berasal dari sejarah maupun potensi yang ada, seperti sebagai kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar, dan kota pariwisata. Menurut Babad Gianti Yogyakarta atau Ngayogyakarta (bahasa jawa) adalah nama yang diberikan Paku Buwono II (raja mataram 1719-1727) sebagai pengganti nama pesanggrahan Gartitawati. Yogyakarta berarti yogya yang kerta, Yogya yang makmur dan yang paling utama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sejarah kota memasuki babak baru menyusul ditandatanganinya Perjanjian Giyanti antara Sunan Pakubuwono III, Pangeran Mangkubumi (yang dinobatkan menjadi Sultan Hamengkubuwono I, dan VOC pada

  13 Februari 1755. Perjanjian ini membagi dua Mataram menjadi Mataram Timur (yang dinamakan Surakarta) dan Mataram Barat (yang kemudian dinamakan Ngayogyakarta). Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan politik baru secara resmi berdiri sejak Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I) mengakhiri pemberontakan yang dipimpinnya, mendapat wilayah kekuasaan separuh wilayah Mataram yang tersisa, dan diizinkan mendirikan keraton di tempat yang dikenal sekarang. Tanggal wisuda keraton ini, 7 Oktober 1756, kini dijadikan sebagai hari jadi Kota Yogyakarta.

  Perluasan kota Yogyakarta berjalan secara cepat. Perkampungan- perkampungan di luar tembok keraton dinamakan menurut kesatuan pasukan keraton, seperti Patangpuluhan, Bugisan, Mantrijeron, dan sebagainya. Selain itu, dibangun pula kawasan untuk orang-orang berlatar belakang non-pribumi, seperti Kotabaru untuk orang Belanda dan Pecinan untuk orang Tionghoa. Pola pengelompokan ini merupakan hal yang umum pada abad ke-19 sampai abad ke-20, sebelum berakhirnya penjajahan. Banyak di antaranya sekarang menjadi nama kecamatan di dalam wilayah kota.

  Paruh kedua abad ke-19 merupakan masa pemodernan kota. Stasiun Lempuyangan pertama dibangun dan selesai 1872. Stasiun Yogyakarta (Tugu) mulai beroperasi pada tanggal 2 Mei 1887. Yogyakarta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  di awal abad ke-20 merupakan kota yang cukup maju, dengan jaringan listrik, jalan untuk kereta kuda dan mobil cukup panjang, serta berbagai hotel serta pusat perbelanjaan (Jalan Malioboro dan Pasar Beringharjo) telah tersedia.

  Kota Yogyakarta juga memainkan percaturan politik sejarah Indonesia, pada 4 Januari 1946, Pemerintah Republik Indonesia memutuskan untuk memindahkan Ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta setelah Belanda dengan Sekutu melancarkan serangan ke Indonesia. Kota ini juga menjadi saksi atas Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948, yang pada akhirnya dapat diduduki Belanda, serta Serangan Umum

1 Maret 1949 yang berhasil menguasai Yogyakarta selama 6 jam.

  

( http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta#Sejarah ).

2. Visi dan Misi Kota Yogyakarta

  Berdasarkan rencana pembangunan jangka panjang daerah tahun 2005-2025, visi kota Yogyakarta adalah : “Kota Yogyakarta Sebagai Kota Pendidikan Berkualitas, Pariwisata Berbasis Budaya dan Pusat Pelayanan Jasa,

  Yang Berwawasan Lingkungan”. Sesuai visi di atas, yang dimaksud kota pendidikan berkualitas adalah:

  

a) Penyelenggaraan pendidikan di kota Yogyakarta harus memiliki

standar kualitas yang tinggi dan terkemuka di Asia Tenggara;

b) Memiliki keunggulan kompetitif dalam penguasaan, penggunaan dan pengembangan ilmu dan teknologi;

c) Mampu menciptakan keseimbangan antara kecerdasan inteligensia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (Intelligensia Quotient), emosional (Emotional Quotient), spiritual (Spiritual Quotient); d) Dikembangkan dengan dukungan sistem kebijakan pendidikan yang unggul; e)

Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai;

f) Menciptakan atmosfer pendidikan yang kondusif.

  Dalam mewujudkan visi tersebut, ditempuh melalui sembilan misi pembangunan. Sedangkan misi dalam mewujudkan kota pendidikan berkualitas adalah: dengan mengupayakan partisipasi seluruh komponen masyarakat, pemerintah daerah, dan swasta agar penyelenggaraan pendidikan di kota Yogyakarta memiliki standar kualitas yang tinggi dan terkemuka di Asia Tenggara, mempunyai keunggulan kompetitif yang berdaya saing tinggi, kompetensi tinggi, menekan berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak citra pendidikan kota Yogyakarta; menciptakan sistem dan kebijakan pendidikan yang unggul; membantu penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

3. Kota Yogyakarta Sebagai Kota Pendidikan

  Kota Yogyakarta selain dijuluki sebagai kota gudeg, juga dijuluki kota pelajar. Predikat sebagai kota pelajar berkaitan dengan sejarah dan peran kota ini dalam dunia pendidikan di Indonesia. Ratusan institusi pendidikan semakin berkembang dan bertambah seiring dengan semakin banyaknya pendatang di kota Yogya sebagai calon-calon siswa dan mahasiswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sekurang-kurangnya terdapat 3 perguruan tinggi negeri, 114 perguruan tinggi swasta, 49 sekolah menengah atas, 28 sekolah menengah kejuruan, 65 sekolah menengah pertama, dan tak kurang dari 177 sekolah dasar baik negeri maupun swasta tumbuh dan berkembang di kota Yogya.

  Disamping itu di kota Yogyakarta ini terdapat 5000 guru negeri dan 3000 guru swasta. Dari jumlah total guru-guru itu yang menerima sertifikasi sampai tahun 2011 berjumlah 4000 guru. Tahun 2015 ditargetkan semua guru bisa lolos sertifikasi.

  ( http://yogyakarta.dapodik.org/rekap.php?ref=sekolah&data=&tipe=1 ).

4. Kondisi Geografis Kota Yogyakarta a. Batas Wilayah

  Kota Yogyakarta telah terintegrasi dengan sejumlah kawasan di sekitarnya, sehingga batas-batas administrasi sudah tidak terlalu menonjol. Untuk menjaga keberlangsungan pengembangan kawasan ini, dibentuklah sekretariat bersama Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan kawasan aglomerasi Yogyakarta dan daerah-daerah penyangga (Depok, Mlati, Gamping, Kasihan, Sewon, dan Banguntapan). Adapun batas-batas administratif Yogyakarta adalah:

  1) Utara: Kecamatan Mlati dan Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

  2) Timur: Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman dan Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Selatan: Kecamatan Banguntapan, Kecamatan Sewon, dan Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

  4) Barat: Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman dan Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

  Wilayah kota Yogyakarta terbentang antara 110° 24' 19" sampai 110° 28' 53" bujur timur dan 7° 49° 26° sampai 070° 15° 24° Lintang Selatan dengan ketinggian rata-rata 112m diatas permukaan laut.

b. Keadaan Alam dan Luas Wilayah

  Secara garis besar kota yogyakarta merupakan dataran rendah dimana dari barat ke timur relatif rendah dan dari utara ke selatan memiliki kemiringan ± 1 derajat serta terdapat 3 sungai yang melintasi kota Yogyakarta yaitu sebelah timur adalah sungai Gajah Wong, bagian tengah adalah sungai Code dan sebelah barat adalah sungai Winongo.

  Kota Yogyakarta memiliki luas wilayah tersempit dibandingkan dengan derah tingkat II lainya yaitu 32,5Km² yang berarti 1,025% dari luas wilayah Provinsi DIY yakni 3.185,80 Km² dengan luas 3.250 hektar tersebut terbagi menjadi 14 kecamatan, 45 kelurahan, 617 RW dan 2.531 RT, serta dihuni oleh ± 500.000 jiwa dengan kepadatan rata-rata15.197 jiwa/km.

  ( http://www.jogja.go.id/index/ekstra.detail/22/kondisi-geografis-kota- yogyakarta.html ).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Deskripsi Sekolah

  Jumlah sekolah menengah atas di kota Yogyakarta berjumlah 49 sekolah yang terdiri dari 11 SMA negeri dan 38 SMA swasta. Peneliti mengambil sampel sebanyak 24 sekolah yang terdiri dari 6 SMA negeri dan 18 SMA swasta, dan dengan jumlah responden sebanyak 322 guru.

  Pengambilan sampel sekolah dengan teknik proporsional random dan sampel sekolah diambil secara acak, sedangkan untuk sampling jumlah responden menggunakan tabel penentuan ukuran sampel menurut Krejcie dan Morgan dengan tingkat kesalahan 5,0%.

  Sekolah Menengah Atas (SMA) baik negeri maupun swasta yang menjadi tempat penelitian diantaranya : SMA N 1 Yogya, SMA N 2 Yogya, SMA N 6 Yogya, SMA N 9 Yogya, SMA N 10 Yogya, SMA N 11 Yogya, SMA Sang Timur Yogya, SMA Santa Maria Yogya, SMA Stella Duce 2 Yogya, SMA Pangudi Luhur Yogya, SMA Marsudi Luhur Yogya, SMA BOPKRI 1 Yogya, SMA BOPKRI 2 Yogya, SMA BOPKRI 3 Yogya, SMA Bhinneka Tunggal Ika Yogya, SMA Budya Wacana Yogya, SMA Taman Madya Yogya, SMA Pembangunan Yogya, SMA PIRI 1 Yogya, SMA PIRI 2 Yogya. Dalam melaksanakan penelitian ini peneliti datang langsung ke sekolah dan menemui kepala sekolah untuk minta ijin penelitian serta menyerahkan surat pengantar penelitian dari dinas pendidikan kota setempat. Namun selama proses meminta ijin ke sekolah- sekolah untuk melakukan penelitian ada beberapa kendala yang peneliti hadapi, kendala tersebut misalnya sulit untuk bertemu dengan kepala sekolah karena berbagai kesibukanya, sehingga sekolah tersebut tidak jadi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  peneliti pakai untuk tempat penelitian karena keterbatasan waktu yang peneliti miliki, sekolah tersebut adalah SMA Santa Maria Yogyakarta.

  Disamping itu ada juga beberapa sekolah yang tidak berkenan untuk peneliti jadikan sebagai tempat penelitian, sekolah tersebut diantaranya SMA Pangudi Luhur, SMA Muhamadiyah 1, SMA Muhamadiyah 2, SMA Muhamdiyah 3, dan SMA Muhamadiyah 4, dengan alasan karena bertepatan dengan waktu persiapan Ujian Akhir Nasional (UAN) sehingga para guru sedang disibukkan dengan persiapan untuk menyiapkan siswa menghadapi UAN tersebut. Sehingga jumlah sekolah keseluruhan yang bisa peneliti jadikan sebagai tempat penelitian berjumlah 18 sekolah dari 24 sekolah yang sudah ditentukan sebagai sampel. Berikut peneliti sajikan sekolah-sekolah yang menjadi tempat penelitian:

Tabel 4.1 Daftar Sekolah Tempat Penelitian No Nama Sekolah Alamat

  1. SMA N 1 Yogyakarta HOS. Cokroaminoto 10

  2. SMA N 2 Yogyakarta Bener

  3. SMA N 6 Yogyakarta Jln. C. Simanjuntak No. 2

  4. SMA N 9 Yogyakarta Jln. Sagan 1

  5. SMA N 10 Yogyakarta Jln. Gadean No. 5

  6. SMA N 11 Yogyakarta Jln. AM. Sangaji 50

  7. SMA Sang Timur Batikan 7

  8. SMA Stella Duce 2 Dr. Sutomo No. 16

  9. SMA Marsudi Luhur Bintaran Kidul 2

  10. SMA BOPKRI 1 Wardani No. 2

  11. SMA BOPKRI 2 Jenderal Sudirman 87

  12. SMA BOPKRI 3 Jln. Kapten Piere Tendean 55

  No Nama Sekolah Alamat

  14. SMA Budya Wacana Bung Tarjo (gayam) 11

  15. SMA Taman Madya Jln. Taman siswa No. 25 d

  16. SMA Pembangunan Madumurti No. 28 Bugisan

  17. SMA PIRI 1 Jln. Kemuning 14

  18. SMA PIRI 2 MT. Haryono 23

Sumber: http://yogyakarta.dapodik.org/rekap.php?ref=sekolah&data=&tipe=1 .

C. Deskripsi Responden

  Kuisioner yang sudah dibagi oleh peneliti ke guru-guru sebanyak 322

kuisioner, dan yang kembali sebanyak 312 kuisioner. Berikut secara lengkap

sebaran kuisioner ke beberapa sekolah, peneliti sajikan dalam tabel berikut.

  28

  10 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1

  2

  

12

  9 SMA Stella Duce 2

  8 SMA Santa Maria - - - -

  15

  1

  7 SMA Sang Timur 15 -

  16

  6 SMA N 11 Yogya 16 - -

  

30

2 -

Tabel 4.2 Sebaran Kuisioner Penelitian ke Sekolah No Nama Sekolah Sebaran Kuisioner Ke Sekolah Sampel Tidak Kembali Tidak Lengkap Kembali

  5 SMA N 10 Yogya

  29

  Responden dalam penelitian ini berjumlah 322 guru, sehingga peneliti membagikan kuisioner kepada guru-guru juga sebanyak 322 kuisioner.

  4 SMA N 9 Yogya

  45

  3 SMA N 6 Yogya 45 - -

  30

  2 SMA N 2 Yogya 30 - -

  28

  

30

2 -

  1 SMA N 1 Yogya

  

30

1 -

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20 SMA PIRI 2 12 -

  2

  5

  18 SMA Pembangunan 5 -

  3

  5

  19 SMA PIRI 1 21 -

  10

  21

  1

  6

  12

  21 SMA Muhamadiyah 1 - - - -

  22 SMA Muhamadiyah 2 - - - -

  23 SMA Muhamadiyah 3 - - - -

  24 SMA Muhamdiyah 4 - - - - Jumlah 322 10 37 312

Tabel 4.2 menunjukkan sebaran kuisioner ke beberapa sekolah yang peneliti jadikan sebagai tempat penelitian. Terlihat dalam tabel bahwa jumlah

  responden terbanyak berasal dari SMA Negeri 6 Yogya sebanyak 45 guru sedangkan responden yang paling sedikit berasal dari SMA Bhinneka Tunggal Ika yaitu 3 guru.

  Selanjutnya untuk diskripsi responden dalam penelitian ini meliputi: jenis kelamin, umur, jenjang pendidikan, tahun lulus sertifikasi, guru bidang studi,

  1

  No Nama Sekolah Sebaran Kuisioner Ke Sekolah Sampel Tidak kembali Tidak lengkap Kembali

  10 SMA Pangudi Luhur - - - -

  6

  11 SMA Marsudi Luhur

  11

  1

  2

  10

  12 SMA BOPKRI 1

  26

  1

  25

  8

  13 SMA BOPKRI 2 17 -

  4

  17

  14 SMA BOPKRI 3 5 -

  2

  5

  15 SMA Bhinneka Tunggal Ika 3 - 2 3

  16 SMA Budya Wacana 8 -

  3

  17 SMA Taman Madya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  jumlah jam mengajar, pangkat golongan, status kepegawaian, masa kerja, dan lulus sertifikasi, berikut peneliti diskripsikan dalam tabel-tabel di bawah ini.

  1. Jenis Kelamin Tabel 4.3 Jenis Kelamin Responden

No Jenis Kelamin f fr%

  1. Laki-Laki 148 47,4

  2. Perempuan 161 51,7

  3. Tidak memberi informasi 3 0,9 Total 312 100,0

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 148 guru atau 47,4%, responden yang

  

berjenis kelamin perempuan sebanyak 161 guru atau 51,7%, dan

responden yang tidak memberikan informasi sebanyak 3 guru atau

0,9%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan.

  2. Umur Tabel 4.4 Umur Responden No Umur f fr% 1.

  ≥ 35 1 0,3 2. 36 – 45 74 23,7 3. 46 – 55 183 58,8

  4.

  ≤ 56 47 15,0

  5. Tidak memberi informasi 7 2,2 Total 312 100,0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.4 menunjukkan jumlah responden yang berumur ≥ 35

  

tahun sebanyak 1 guru atau 0,3%, berumur 36-45 tahun sebanyak 74

guru atau 23,7%, berumur 46-55 tahun sebanyak 183 guru atau 58,8%,

berumur ≤ 56 tahun sebanyak 47 guru atau 15,0%, dan yang tidak

memberikan informasi sebanyak 7 guru atau 2,2%. Sehingga dapat

ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden berumur 46-55

tahun.

  3. Tingkat Pendidikan Tabel 4.5 Tingkat Pendidikan Responden

No Jenjang Pendidikan f fr%

1. S1 255 81,8

  2. S2 2 0,6

  3. S3 1 0,3

  4. Tidak memberi informasi 54 17,3 Total 312 100,0

Tabel 4.5 menunjukkan jumlah responden yang mempunyai tingkat pendidikan S1 sebanyak 255 guru atau 81,8%, tingkat

  

pendidikan S2 sebanyak 2 guru atau 0,6%, tingkat pendidikan S3

sebanyak 1 guru atau 0,3%, dan yang tidak memberikan informasi

sebanyak 54 guru atau 17,3%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan

bahwa sebagian besar responden penelitian ini mempunyai tingkat

pendidikan S1.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Tahun Lulus Sertifikasi Tabel 4.6 Tahun Lulus Sertifikasi Responden No Tahun Lulus Sertifikasi f fr% 1. 2007 46 14,8 2. 2008 127 40,8 3. 2009 130 41,6 4. 2010

  5 1,6

  5. Tidak memberi informasi 4 1,2 Total 312 100,0

Tabel 4.6 menunjukkan jumlah responden yang lulus sertifikasi tahun 2007 sebanyak 46 guru atau 14,8%, responden yang lulus

  

sertifikasi tahun 2008 sebanyak 127 guru atau 40,8%, responden yang

lulus sertifikasi tahun 2009 sebanyak 130 guru atau 41,6%, responden

yang lulus sertifikasi tahun 2010 sebanyak 5 guru atau 1,6%, dan

responden yang tidak memberikan informasi sebanyak 4 guru atau

1,2%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar

responden penelitian ini lulus sertifikasi tahun 2009.

  5. Guru Bidang Studi Tabel 4.7 Guru Bidang Studi Responden

No Guru Bidang Studi f fr%

  1. Kewarganegaraan 22 7,0

  2. Ekonomi 31 10,0

  3. Biologi 28 9,0

  4. Fisika 21 6,8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19. Akuntansi 12 3,9

Tabel 4.7 menunjukkan bahwa jumlah guru yang mengajar bidang studi kewarganegaraan sebanyak 22 atau 7,0%, mengajar

  29. Tidak memberi informasi 7 2,2 Total 312 100

  28. Kimia 22 7,0

  27. Penjaskes 4 1,2

  26. Matematika 39 12,5

  25. Sosiologi 8 2,5

  24. Psikologi Pendidikan 3 0,9

  23. Teologi 1 0,3

  22. Manajemen 1 0,3

  21. Sejarah 20 6,4

  20. Seni Rupa 3 0,9

  No Guru Bidang Studi f fr%

  5. Seni Tari 3 1,0

  17. Bahasa Indonesia 28 9,0

  16. Bahasa Jawa 1 0,3

  15. Komputer 1 0,3

  14. Seni Musik 2 0,7

  13. Bahasa Jerman 3 1,0

  12. Seni Budaya 1 0,3

  11. Praktik Akuntansi Komputer 3 1,0

  10. Olah raga 5 1,7

  9. Agama 6 2,0

  8. Geografi 10 3,2

  7. Bahasa Inggris 23 7,3

  6. Bahasa Perancis 3 1,0

  18. Hukum 1 0,3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  biologi sebanyak 28 atau 8,9%, mengajar bidang studi seni tari sebanyak 3 atau 0,9%, mengajar bidang studi bahasa perancis sebanyak 3 atau 0,9%, mengajar bidang studi bahasa inggris sebanyak 23 atau 7,3%, mengajar bidang studi giografi sebanyak 10 atau 3,2%, mengajar bidang studi agama sebanyak 6 atau 1,9%, mengajar bidang studi olah raga sebanyak 5 atau 1,6%, mengajar bidang studi praktik akuntansi komputer sebanyak 3 atau 0,9%, mengajar bidang studi seni budaya sebanyak 1 atau 0,3%, mengajar bidang studi bahasa jerman sebanyak 3 atau 0,9%, mengajar bidang studi seni musik sebanyak 2 atau 0,6%, mengajar bidang studi komputer sebanyak 1 atau 0,3%, mengajar bidang studi bahasa jawa sebanyak 1 atau 0,3%, mengajar bidang studi bahasa indonesia sebanyak 28 atau 8,9%, mengajar bidang studi hukum sebanyak 1 atau 0,3%, mengajar bidang studi akuntansi sebanyak 12 atau 3,8%, mengajar bidang studi seni rupa sebanyak 3 atau 0,9%, mengajar bidang studi sejarah sebanyak 20 atau 6,4%, mengajar bidang studi manajemen sebanyak 1 atau 0,3%, mengajar bidang studi teologi sebanyak 1 atau 0,3%, mengajar bidang studi psikologi pendidikan sebanyak 3 atau 0,9%, mengajar bidang studi sosiologi sebanyak 8 atau 2,5%, mengajar bidang studi matematika sebanyak 39 atau 12,5%, mengajar bidang studi penjaskes sebanyak 4 atau 1,2%, mengajar bidang studi kimia sebanyak 22 atau 7,0%, dan yang tidak memberi informasi sebanyak 7 atau 2,2%.

  Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden

dalam penelitian ini mengajar program studi matematika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Jumlah Jam Mengajar

Tabel 4.8 Jumlah Jam Mengajar Responden

   No Jumlah Jam Mengajar f fr% 1. 201 64,4 ≥ 24 2. 25-30 89 28,6 3. 13 4,1 ≤ 31

  4. Tidak memberi informasi 9 2,9 Total 312 100

Tabel 4.8 menunjukkan responden dengan jumlah jam mengajar ≥

  24 jam sebanyak 201 atau 64,4%, responden dengan jumlah jam mengajar antara 25-30 jam sebanyak 89 atau 28,6%, responden dengan jumlah jam mengajar ≤ 31 jam sebanyak 13 atau 4,1%, dan yang tidak memberi informasi sebanyak 9 atau 2,9%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden penelitian ini dengan jumlah jam mengajar ≥ 24.

  7. Pangkat atau Golongan

Tabel 4.9 Pangkat atau Golongan Responden

   No Pangkat atau golongan f fr%

1. IV a 226 72,3

  2. III a 13 4,0

  3. III b 5 1,6

  4. III c 11 3,5

  5. III d 29 9,8

  6. Tidak memberi informasi 28 8,8 Total 312 100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.9 menunjukkan responden dengan pangkat atau golongan

  IVa sebanyak 226 atau 72,3%, responden dengan pangkat atau golongan IIIa sebanyak 13 atau 4,0%, responden dengan pangkat atau golongan IIIb sebanyak 5 atau 1,6%, responden dengan pangkat atau golongan IIIc sebanyak 11 atau 3,5%, responden dengan pangkat atau golongan IIId sebanyak 29 atau 9,8%, dan responden yang tidak memberi informasi sebanyak 28 atau 8,8% Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar pangkat atau golongan responden dalam penelitian ini adalah golongan IVa.

8. Status Kepegawaian

Tabel 4.10 Status Kepegawaian Responden

   No Status Kepegawaian f fr%

1. PNS 248 79,4

  2. Yayasan 62 19,9

  3. Tidak memberi informasi 2 0,7 Total 312 100

Tabel 4.10 menunjukkan responden dengan status kepegawaian PNS sebanyak 248 atau 79,4%, responden dengan status pegawai

  yayasan sebanyak 62 atau 19,9%, dan responden yang tidak memberi informasi sebanyak 2 atau 0,7% Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah pegawai PNS.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9. Masa Kerja

Tabel 4.11 Masa Kerja Responden

   No Status Kepegawaian f fr% 1.

  12 3,9 ≥ 10 2. 11-20 74 23,8 3. 21-30 204 65,3 4. 18 5,8 ≤ 31

  5. Tidak memberi informasi 4 1,2 Total 312 100

Tabel 4.11 menunjukkan responden dengan masa kerja ≥ 10

  sebanyak 12 atau 3,9%, responden dengan masa kerja 11-20 sebanyak 74 atau 23,8%, responden dengan masa kerja 21-30 sebanyak 204 atau 65,3%, responden dengan masa kerja ≤ 31 sebanyak 18 atau 5,8%, dan responden yang tidak memberi informasi sebanyak 4 atau 1,2% Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini mempunyai masa kerja 21-30.

  10. Lulus Sertifikasi Melalui

Tabel 4.12 Lulus Sertifikasi Responden Melalui

   No Lulus Sertifikasi Melalui f fr%

  1. Portofolio 225 72,1

  2. PLPG 84 27,0

  3. Tidak memberi informasi 3 0,9

  4. Total 312 100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.12 menunjukkan responden yang lulus sertifikasi melalui portofolio sebanyak 225 atau 72,1%, responden yang lulus sertifikasi

  melalui PLPG sebanyak 84 atau 27,0%, dan responden yang tidak memberi informasi sebanyak 3 atau 0,9% Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini lulus sertifikasi melalui Portofolio.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisi Data Dibawah ini akan penulis kemukakan hasil uji Wilcoxon untuk variabel

  empat kompetensi guru yaitu variabel kompetensi kepribadian guru, variabel kompetensi pedagogik guru, variabel kompetensi profesional guru, dan variabel kompetensi sosial guru. Pengujian hipotesis ini menggunakan rumus uji Wilcoxon alasanya karena distribusi data variabel penelitian ini dinyatakan tidak normal (Probabilitas signifikansi/ Asymp. Sig. < taraf nyata 0,05). Hasil pengujian yang dimaksud dikemukakan sebagai berikut.

1. Perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Variabel kompetensi kepribadian guru.

  Rumusan Hipotesis : Ho = Tidak ada perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Ha = Ada perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan

sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Setelah hipotesis ditentukan, langkah selanjutnya melakukan pengujian masing-masing hipotesis. Pengujian masing-masing hipotesis dalam penelitian ini menggunakan taraf nyata 5%. Dengan taraf nyata 5%, maka kriteria untuk masing-masing hipotesis adalah:

a) Terima H o jika Probabilitas signifikansi atau Asym sig.(2-

  tailed )> taraf signifikansi 0,05

  89

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b) Terima H a jika Probabilitas signifikansi atau Asym sig.(2-

  tailed )< taraf signifikansi 0,05 Untuk menguji hipotesis di atas maka digunakan uji wilcoxon.

  Dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 16.0 for windows diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 5.1 Pengujian Hipotesis

  

Kompetensi Kepribadian Guru Sebelum dan Sesudah Mengikuti

Program Sertifikasi

Descriptive statistics

  N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Sebelum 312 28.50 4.826

  8

  35 Sesudah 312 31.36 3.439

  8

  35 b

  Test Statistics Sesudah - Sebelum a

  Z -11.480 Asymp. Sig. (2-tailed) .000 Berdasarkan tabel descriptive statistics di atas, dapat kita ketahui bahwa

dengan jumlah sampel sebanyak 312 responden sebelum sertifikasi rata-rata

skornya 28,50 dan setelah adanya program sertifikasi dengan sampel yang

sama rata-rata skornya meningkat menjadi 31,36. Ini berarti bahwa rata-rata

  90

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  skor dari kompetensi kepribadian guru yang diukur antara sebelum dan sesudah, skornya semakin tinggi atau ada perbedaan.

  Selanjutnya untuk hasil pengujian hipotesis dari tabel test statistics, nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.Sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Oleh karena Probabilitas signifikansi atau Asymp.Sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Pernyataan ini mengandung arti bahwa terdapat perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Dengan kata lain adanya program sertifikasi ini ternyata dapat meningkatkan kompetensi kepribadian guru.

2. Perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Variabel kompetensi pedagogik guru.

  Rumusan Hipotesis : Ho = Tidak ada perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Ha = Ada perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan

sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Setelah hipotesis ditentukan, langkah selanjutnya melakukan pengujian masing-masing hipotesis. Pengujian masing-masing hipotesis dalam penelitian ini menggunakan taraf nyata 5%. Dengan taraf nyata 5%, maka kriteria untuk masing-masing hipotesis adalah: a) Terima H jika Probabilitas signifikansi atau Asym sig.(2- o tailed )> taraf signifikansi 0,05

  b) Terima H a jika Probabilitas signifikansi atau Asym sig.(2- tailed )< taraf signifikansi 0,05

  91 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Untuk menguji Hipotesis di atas maka digunakan uji wilcoxon.

  Dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 16.0 for windows diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 5.2 Pengujian Hipotesis Kompetensi Pedagogik Guru Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program Sertifikasi

  Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Sebelum 312

  26.83 4.726

  9

  35 Sesudah 312 30.31 3.795

  8

  35 b

  Test Statistics Sesudah - Sebelum a

  Z -12.006 Asymp. Sig. (2-tailed) .000 Berdasarkan tabel descriptive statistics di atas, dapat kita ketahui

bahwa dengan jumlah sampel sebanyak 312 responden sebelum

sertifikasi rata-rata skornya 26,83 dan setelah adanya program sertifikasi dengan sampel yang sama rata-rata skornya meningkat menjadi 30,31. Ini

  92

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berarti bahwa rata-rata skor dari kompetensi pedagogik guru yang diukur antara sebelum dan sesudah, skornya semakin tinggi atau ada perbedaan.

  Selanjutnya untuk hasil pengujian hipotesis dari tabel test statistics, nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.Sig.(2-tailed) 0,000. Oleh karena Probabilitas signifikansi atau Asymp.Sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Pernyataan ini mengandung arti bahwa terdapat perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Dengan kata lain adanya program sertifikasi ini ternyata dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru.

3. Perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Variabel kompetensi profesional guru.

  Rumusan Hipotesis : Ho = Tidak ada perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Ha = Ada perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan

sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Setelah hipotesis ditentukan, langkah selanjutnya melakukan pengujian masing-masing hipotesis. Pengujian masing-masing hipotesis dalam penelitian ini menggunakan taraf nyata 5%. Dengan taraf nyata 5%, maka kriteria untuk masing-masing hipotesis adalah: a) Terima H jika Probabilitas signifikansi atau Asym sig.(2- o tailed )> taraf signifikansi 0,05

  b) Terima H a jika Probabilitas signifikansi atau Asym sig.(2- tailed )< taraf signifikansi 0,05

  93 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Untuk menguji Hipotesis di atas maka digunakan uji wilcoxon.

  Dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 16.0 for windows diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 5.3 Pengujian Hipotesis Kompetensi Profesional Guru Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program Sertifikasi

  Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Sebelum 312

  42.14 7.259

  17

  55 Sesudah 312 47.70 5.970

  15

  55 b

  Test Statistics Sesudah - Sebelum a

  Z -12.511 Asymp. Sig. (2-tailed) .000 Berdasarkan tabel descriptive statistics di atas, dapat kita ketahui bahwa dengan jumlah sampel sebanyak 312 responden sebelum sertifikasi rata-rata skornya 42,14 dan setelah adanya program sertifikasi dengan sampel yang sama rata-rata skornya meningkat menjadi 47,70. Ini berarti bahwa rata-rata skor dari kompetensi

  94

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  profesional guru yang diukur antara sebelum dan sesudah, skornya semakin tinggi atau ada perbedaan.

  Selanjunya untuk hasil pengujian hipotesis dari tabel test statistics , nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.Sig.(2-tailed) 0,000. Oleh karena Probabilitas signifikansi atau Asymp.Sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Pernyataan ini mengandung arti bahwa terdapat perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Dengan kata lain adanya program sertifikasi ini ternyata dapat meningkatkan kompetensi profesional guru.

4. Perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Variabel kompetensi sosial guru.

  Rumusan Hipotesis : Ho = Tidak ada perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan

sesudah mengikuti program sertifikasi.

Ha = Ada perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Setelah hipotesis ditentukan, langkah selanjutnya melakukan pengujian masing-masing hipotesis. Pengujian masing-masing hipotesis dalam penelitian ini menggunakan taraf nyata 5%. Dengan taraf nyata 5%, maka kriteria untuk masing-masing hipotesis adalah:

a) Terima H jika Probabilitas signifikansi atau Asym sig.(2-

  o tailed )> taraf signifikansi 0,05

  95

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

b) Terima H a jika Probabilitas signifikansi atau Asym sig.(2-

  tailed )< taraf signifikansi 0,05 Untuk menguji hipotesis di atas maka digunakan uji wilcoxon.

  Dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 16.0 for windows diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 5.4 Pengujian Hipotesis Kompetensi Sosial Guru Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program Sertifikasi

  Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Sebelum 312

  27.65 4.765

  9

  35 Sesudah 312 30.77 3.674

  11

  35 b

  Test Statistics Sesudah - Sebelum a

  Z -11.318 Asymp. Sig. (2-tailed) .000 Berdasarkan tabel descriptive statistics di atas, dapat kita ketahui bahwa dengan jumlah sampel sebanyak 312 responden sebelum sertifikasi rata-rata skornya 27,65 dan setelah adanya program

  96

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sertifikasi dengan sampel yang sama rata-rata skornya meningkat menjadi 30,77. Ini berarti bahwa rata-rata skor dari kompetensi sosial guru yang diukur antara sebelum dan sesudah, skornya semakin tinggi atau ada perbedaan.

  Selanjutnya untuk hasil pengujian hipotesis dari tabel test statistics , nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.Sig.(2-tailed) 0,000. Oleh karena Probabilitas signifikansi atau Asymp.Sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Pernyataan ini mengandung arti bahwa terdapat perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Dengan kata lain adanya program sertifikasi ini ternyata dapat meningkatkan kompetensi sosial guru.

B. Pembahasan

  1. Ada perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi Hipotesis pertama menyatakan bahwa ada perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti pogram sertifikasi.

  Setelah dilakukan pengujian hipotesis, ternyata hasilnya menyatakan bahwa benar ada perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Pernyataan ini berdasarkan pada hasil analisis data yang diperoleh bahwa nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Jadi hipotesis pertama yang menyatakan

  97

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bahwa ada perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi diterima.

  Perbedaan kompetensi kepribadian ini dapat juga diketahui dari rata- rata skor kompetensi kepribadian guru sebelum sertifikasi menunjukkan rata-rata sebesar 28,50 dengan rata-rata skor sesudah sertifikasi sebesar 31,36. Terlihat jelas bahwa ada peningkatan atau terdapat perbedaan rata- rata skor kompetensi kepribadian guru sebesar 2,86. (dapat dilihat pada

Tabel 5.1 hal.89 ) Menurut peneliti adanya perbedaan kompetensi kepribadian guru

  sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi dikarenakan, ketika guru-guru dinyatakan lulus sertifikasi guru akan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar dalam menjaga setiap perkataan, tindakan, dan tingkah laku guru dalam meningkatkan citra diri dan kepribadian guru sendiri.

  Begitu naik kepribadian seorang guru maka akan naik pula wibawa guru tersebut. Namun kemudian tidak berarti bahwa, guru yang belum lulus sertifikasi lantas mempunyai kepribadian dan wibawa yang kurang baik, bukan demikian yang dimaksud. Yang peneliti maksudkan disini adalah dengan mengikuti program sertifikasi maka guru sudah harus menguasai kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, bijaksana, dan berwibawa serta mampu menjadi teladan bagi peserta didiknya baik dalam perkataan maupun tingkah lakunya.

  Selain itu menurut peneliti ada peningkatan kompetensi kepribadian guru ini disebabkan juga oleh guru-guru yang mengikuti program

  98

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sertifikasi seperti diklat PLPG, akan mempunyai tanggung jawab yang tinggi dan mereka akan dilatih untuk mempunyai kepribadian yang mantab, stabil, bertindak sesuai dengan norma hukum, dan norma sosial. Dengan guru mengikuti diklat ini guru sadar bahwa mereka mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kepribadianya salah satunya dengan bertindak sesuai dengan norma dan tidak berperilaku menyimpang, mampu menunjukkan perilaku yang positif yang dapat di contoh oleh peserta didik.

  Oleh karena itu, maka dapat dikatakan bahwa dengan program sertifikasi ini memang benar-benar mampu meningkatkan kepribadian guru, karena guru-guru yang mengikuti program tersertifikasi tentu mempunyai rasa tanggung jawab yang besar dalam menjaga dan meningkatkan kepribadian dan wibawa guru sendiri. Karena dengan guru mempunyai kepribadian yang baik mereka akan disegani oleh para murid serta perilakunya dapat dicontoh oleh para murid sendiri.

2. Ada perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Hipotesis kedua menyatakan bahwa ada perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Setelah dilakukan pengujian hipotesis, ternyata hasilnya menyatakan bahwa benar ada perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Pernyataan ini berdasarkan pada hasil analisis data yang diperoleh bahwa nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.sig.(2-tailed) sebesar

  99

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Jadi hipotesis kedua yang menyatakan bahwa ada perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi diterima.

  Perbedaan kompetensi pedagogik ini dapat diketahui juga dari rata- rata skor kompetensi pedagogik guru sebelum sertifikasi sebesar 26,83 dengan rata-rata skor kompetensi pedagogik guru sesudah sertifikasi sebesar 30,31. Terlihat jelas bahwa ada peningkatan atau terdapat perbedaan rata-rata skor kompetensi pedagogik guru sebesar 3,48. (dapat dilihat pada tabel 5.2 hal. 91)

  Menurut peneliti adanya perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi dikarenakan dengan adanya program sertifikasi ini yang ingin di capai adalah guru didalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, mampu untuk memahami peserta didik dan dapat mengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis, artinya guru dalam pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik benar-benar sudah dikuasai. Berdasarkan hal tersebut peneliti yakin bahwa guru selama ini berusaha untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang dapat mendidik peserta didiknya, artinya guru selalu memahami kemampuan peserta didiknya. Dan disini guru tidak mungkin akan melaksanakan pembelajaran yang diluar kemampuan anak didiknya.

  Dengan demikian adanya program sertifikasi tentu akan semakin mendorong guru untuk melaksanakan pembelajaran secara lebih baik dari

  100

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pada sebelum mereka mengikuti program sertifikasi. Karena dengan guru mengikuti program sertifikasi salah satu hal yang menjadi kewajiban guru dan yang telah dilakukan oleh guru adalah guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dikelas dalam satu minggu selama 24 jam, jelas dengan tuntutan ini guru mau tidak mau harus memenuhi kewajiban tersebut. Sehingga dengan terpenuhinya mengajar selama 24 jam, berarti guru akan sering masuk kelas dan bertatap muka dengan siswa. Yang pada akhirnya guru akan semakin hafal dan tahu bagaimana melaksanakan kegiatan pembelajaran yang baik dalam arti melaksanakan kegiatan pembelajaran yang mendidik dan dialogis di kelas dengan cara melaksanakan evaluasi secara rutin setiap kali mengajar.

  Namun disisi lain dengan mengajar selama 24 jam dalam satu minggu tentu tidaklah cukup kalau guru hanya mengajar di satu sekolahan saja atau mengandalkan jam pelajaran disekolah, maka banyak guru yang menambah jam pelajaranya disekolahan lain atau menambah jam pelajaran diluar jam sekolah (melalui kegiatan ekstra kurikuler, pengayaan, remedial, serta bimbingan dan konseling) sampai bisa memenuhi ketentuan mengajar selama 24 jam. Hal ini tentu menjadi beban sebagian besar guru, namun guru mengerti bahwa dengan tuntutan ini, guru semakin didorong untuk bisa memahami peserta didiknya serta dapat mengelola dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dapat mendidik peserta didiknya. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh guru ini tentunya mempunyai tujuan atau bagian dari upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi pedagogik guru.

  101

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Ada perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Hipotesis ketiga menyatakan bahwa ada perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Setelah dilakukan pengujian hipotesis, ternyata hasilnya menyatakan bahwa benar ada perbedaan kompetensi profesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Pernyataan ini berdasarkan pada hasil analisis data yang diperoleh bahwa nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Jadi hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa ada perbedaan kompetensi pofesional guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi diterima.

  Perbedaan kompetensi profesional ini dapat diketahui juga dari rata- rata skor kompetensi profesional guru sebelum sertifikasi sebesar 42,14 dengan rata-rata skor kompetensi profesional guru sesudah sertifikasi sebesar 47,70. Terlihat jelas bahwa ada peningkatan atau terdapat perbedaan rata-rata skor kompetensi profesional guru sebesar 5,56. (dapat dilihat pada tabel 5.3 hal. 93 )

  Menurut peneliti terjadi peningkatan kompetensi profesional seorang guru ini dapat dilihat dari kemampuan seorang guru tersebut dalam penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam serta yang mencakup penguasaan terhadap subtansi isi materi mata pelajaran disekolah. Karena disini peneliti juga mencermati berdasarkan data dari identitas responden di angket/ kuisioner terlihat jelas bahwa

  102

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hampir semua guru yang telah menjadi responden penelitian ini mangajarkan satu mata pelajaran saja tidak merangkap mata pelajaran yang lain, ini berarti bahwa guru benar-benar sudah menguasai apa yang

diajarkan karena sudah sesuai dengan bidang studi yang dikuasainya.

  Supriyadi, Dedy. 1998 (dalam bukunya yang berjudul “Mengangkat Citra dan Martabat Guru”), mengemukakan bahwa profesionalisme menuntut tiga prinsip utama, yakni well educated, well trained, well paid, atau memperoleh pendidikan yang cukup, mendapatkan pelatihan yang memadai, dan menerima gaji yang memadai. Dengan kata lain profesionalisme menuntut pendidikan yang tinggi, kesempatan memperoleh pelatihan yang cukup, dan akhirnya memperoleh bayaran atau gaji yang memadai. Dalam hal ini guru-guru yang sudah dinyatakan lulus program sertifikasi tentunya sudah memenuhi persyaratan seperti memperoleh pedidikan yang cukup dengan minimal berijasah S1, sudah pernah mengikuti berbagai pelatihan dalam rangka meningkatkan kecakapan dan profesionalitas sebagai seorang guru, serta dengan guru sudah lulus sertifikasi disamping mendapatkan gaji yang memadai juga memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Hal ini jelas akan banyak membantu para guru untuk dapat meningkatkan profesionalitas guru sendiri. Misalnya dengan guru telah memperoleh gaji dan tunjangan profesi para guru tentunya akan mempunyai kesempatan yang besar untuk dapat membeli buku-buku pelajaran, selain itu yang sebelumnya guru tidak berlangganan koran menjadi berlangganan koran,

  103

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kemudian bisa membeli alat dan media pembelajaran yang berguna untuk kegiatan pembelajaran.

  Dari berbagai kesempatan yang diperoleh oleh guru ini tentunya akan dapat meningkatkan profesionalitas guru sendiri, jika semua buku-buku dan alat-alat pembelajaran yang dibeli oleh guru tersebut benar-benar dibaca, digunakan, dan dimanfaatkan dengan baik.

  Berdasarkan hal tersebut sudah jelas bahwa dengan program sertifikasi tentunya dapat mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalitas seorang guru.

4. Ada perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Hipotesis yang keempat menyatakan bahwa ada perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti pogram sertifikasi.

  Setelah dilakukan pengujian hipotesis, ternyata hasilnya menyatakan bahwa benar ada perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi.

  Pernyataan ini berdasarkan pada hasil analisis data yang diperoleh bahwa nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Jadi hipotesis keempat yang menyatakan ada perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi diterima.

  Perbedaan kompetensi sosial ini dapat diketahui juga dari rata-rata skor kompetensi sosial guru sebelum sertifikasi sebesar 27,65 dengan rata- rata skor kompetensi sosial guru sesudah sertifikasi sebesar 30,77. Terlihat

  104

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  jelas bahwa ada peningkatan atau terdapat perbedaan rata-rata skor kompetensi sosial guru sebesar 3,12. (dapat dilihat pada Tabel 5.4 hal. 95 ) Menurut peneliti terjadi peningkatan kompetensi sosial guru dapat dilihat dari kemampuan seorang guru untuk bisa berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, dengan tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

  Kemampuan untuk berkomunikasi ini sudah semestinya dilakukan oleh guru, agar guru bisa menjadi contoh dan teladan bagi peserta didiknya.

  Disamping itu karena guru sebagai bagian dari masyarakat maka guru harus bisa berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan masyarakat sekitar juga.

  a. Dengan guru telah dinyatakan lulus sertifikasi tentunya didalam berkomunikasi seorang guru tersebut mampu untuk berkomunikasi secara lebih baik. Karena dengan mengikuti program sertifikasi maka seorang guru akan mempunyai rasa tanggung jawab yang lebih besar untuk bisa menjaga nama baik, dan citra sebagai guru yang berkompeten, profesional, serta yang telah memiliki hubungan sosial yang baik dengan masyarakat.

  Maka selanjutnya bagaimana sikap seorang guru agar tetap bisa menjaga citra yang baik tersebut, menurut peneliti salah satu hal yang bisa dilakukan oleh guru adalah dengan menjalin hubungan, relasi serta komunikasi dengan masyarakat secara baik, dengan tidak memandang derajat dan profesi. Dan peneliti melihat bahwa selama ini guru sudah menunjukkan sikap dan cara berkomunikasi yang baik, baik itu dengan peserta didik, sesama pendidik, dengan orang tua/ wali peserta didik,

  105

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  maupun dengan masyarakat sekitar. Dapat dilihat misalnya di lingkungan sekolah seorang guru sangat dekat sekali dengan siswa-siswanya selalu berkomunikasi, memberikan sapaan serta salam, memberikan bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar, memberikan bimbingan dan konseling, memberikan pengayaan serta remedial bagi siswa yang belum tuntas belajar. Di lingkungan sekolah dengan sesama guru selalu berkomunikasi baik dalam satu sekolah maupun dengan guru disekolahan lain misalnya melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), atau pada saat guru mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG). Dengan orang tua/ wali murid seorang guru bisa berkomunikasi misalnya pada saat pembagian rapor. Serta dilingkungan masyarakat seorang guru juga bisa membaur ikut serta dengan berbagai kegiatan di masyarakat, misalnya terlibat dalam kegiatan pos kamling, maupun kegiatan dalam lingkup RT/RW.

  Selain itu menurut peneliti yang menyebabkan bahwa dengan mengikuti program sertifikasi, kompetensi sosial guru dapat meningkat hal ini karena guru-guru yang mengikuti program sertifikasi sadar betul bahwa guru hidup di tengah-tengah masyarakat, maka guru perlu memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat misalnya melalui kegiatan kepemudaan, keagamaan, keolahragaan, dan lain-lain. Keluwesan bergaul harus dimiliki oleh guru, sebab kalau tidak, pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat. Hal ini peneliti lihat guru sudah berupaya untuk bisa berbaur dengan masyarakat terbukti di masyarakat kebanyakan guru mendapat

  106

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tempat dan dihormati dimata masyarakat. Maka guru dengan mengikuti program sertifikasi ini kompetensi sosial guru jelas akan semakin meningkat. Disebabkan karena guru-guru yang sudah dinyatakan lulus mereka sudah dianggap sebagai guru yang berkompeten dan profesional, selanjutnya bagaimana tanggung jawab dan tugas guru untuk bisa menjaga nama baik dan citra guru tersebut yakni dengan menjalin komunikasi yang baik dengan peserta didik, sesama pendidik, orang tua/ wali peserta didik, dan dengan masyarakat sekitar, dan ini tentu sudah dilakukan oleh guru sendiri.

  Bila guru memiliki kompetensi sosial, maka hal ini akan diteladani oleh para murid. Sebab selain kecerdasan intelektual, para murid perlu juga diperkenalkan dengan kecerdasan sosial (social intelegence), agar

mereka memiliki rasa perduli, empati dan simpati kepada sesama.

  Sehingga pada akhirnya dengan adanya program sertifikasi ini dapat memotivasi guru untuk dapat terus meningkatkan kompetensi sosialnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah peneliti lakukan,

  maka didapatkan kesimpulan bahwa:

  1. Adanya program sertifikasi ternyata dapat meningkatkan kompetensi kepribadian guru. Hal ini berarti ada perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Dengan hasil perhitungan data yang menunjukkan nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.sig.

  (2-tailed) sebesar 0,000 < taraf signifikansi 0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa ada perbedaan kompetensi kepribadian guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi diterima. Menurut peneliti kompetensi kepribadian guru dapat meningkat dengan mengikuti program sertifikasi, penyebabnya adalah guru-guru setelah mengikuti program sertifikasi akan semakin mempunyai rasa bangga sebagai guru karena sudah tersertifikasi serta telah menerima sertifikat pendidik, dan rasa bangga ini tentu akan memberikan semangat bagi guru sendiri untuk selalu bertindak dan berperilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Sehingga secara langsung dengan guru menerapkan kebiasaan yang baik dalam tutur kata maupun perilaku maka akan membawa kepribadian guru menjadi lebih mantab, stabil, dewasa, arif, bijaksana, dan berwibawa sebagai seorang guru.

  108

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Adanya program sertifikasi ternyata dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Hal ini berarti ada perbedaan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Dengan hasil perhitungan data yang menunjukkan nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.sig. (2-tailed ) sebesar 0,000 < taraf signifikansi 0,05, sehingga hipotesis yang telah diajukan diterima. Menurut peneliti kompetensi pedagogik guru dapat meningkat dengan mengikuti program sertifikasi, penyebabnya adalah guru yang mengikuti program sertifikasi salah satunya dituntut untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas dalam satu minggu selama 24 jam. Ini tentu harus dan sudah dilakukan oleh guru sehingga dengan memenuhi kewajiban mengajar selama 24 jam dalam satu minggu, guru akan semakin tahu, paham, serta dapat melaksanakan dan menguasai kegiatan pembelajaran yang dapat mendidik peserta didiknya. Karena dengan mengajar selama 24 jam dalam satu minggu, berarti guru akan semakin sering masuk kelas, dan bertatap muka dengan para siswa, sehingga guru semakin hafal dengan para siswa serta guru akan menjadi tahu bagaimana cara untuk dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang baik. Dan terbukti bahwa sebagian besar guru dalam responden ini yaitu sebanyak 201 atau 64,4% guru sudah dapat memenuhi ketentuan mengajar selama 24 jam setiap minggunya, ini membuktikan bahwa ternyata guru bisa dan mampu meningkatkan kompetensi pedagogiknya.

  3. Adanya program sertifikasi ternyata dapat meningkatkan kompetensi profesional guru. Hal ini berarti ada perbedaan kompetensi profesional

  109

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Dengan hasil perhitungan data yang menunjukkan nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < taraf signifikansi 0,05 sehingga hipotesis yang telah diajukan diterima. Menurut peneliti kompetensi profesional guru dapat meningkat setelah mengikuti program sertifikasi, penyebabnya adalah dengan mengikuti program sertifikasi guru disamping memperoleh gaji juga memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Dengan gaji dan tunjangan profesi yang telah diterima oleh guru tentu akan sangat membantu bagi guru sendiri untuk dapat meningkatkan kompetensi profesionalnya. Dengan gaji dan tunjangan profesi yang telah diterima oleh guru, guru bisa membeli berbagai peralatan pembelajaran, buku, serta berbagai kebutuhan informasi seperti guru dapat membeli atau berlangganan koran. Sehingga dengan berbagai kesempatan yang telah diperoleh oleh guru tersebut, guru akan merasa senang karena kebutuhanya bisa terpenuhi, sehingga akan membantu untuk dapat meningkatkan profesionalitas guru sendiri, karena semua buku-buku dan alat-alat pembelajaran yang dibeli oleh guru tersebut tentunya akan digunakan, dan dimanfaatkan dengan baik.

  4. Adanya program sertifikasi ternyata dapat meningkatkan kompetensi sosial guru. Hal ini berarti ada perbedaan kompetensi sosial guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi. Dengan hasil perhitungan data yang menunjukkan nilai Probabilitas signifikansi atau Asymp.sig. (2- tailed ) sebesar 0,000 < taraf signifikansi 0,05 sehingga hipotesis yang telah diajukan diterima. Menurut peneliti kompetensi sosial guru dapat

  110

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  meningkat setelah mengikuti program sertifikasi penyebabnya adalah guru-guru yang sudah tersertifikasi tentu mempunyai rasa tanggung jawab yang lebih besar untuk bisa menjaga nama baik dan citra guru sebagai guru yang berkompeten, profesional, serta yang memiliki hubungan sosial baik dengan masyarakat. Sikap bertanggung jawab ini telah ditunjukkan oleh guru dengan cara menjalin komunikasi serta relasi dengan peserta didik, sesama pendidik, maupun dengan masyarakat secara luas. Hal ini telah dilakukan oleh guru dengan cara menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan siapa saja, sebagai bentuk tanggung jawab sosial guru untuk menjaga nama baik serta mengembangkan berbagai kompetensi peserta didiknya. Peneliti melihat bahwa guru sudah berupaya untuk bisa berkomunikasi dan berhubungan dengan masyarakat, terbukti guru yang hidup ditengah masyarakat telah mendapat tempat dan dihormati. Maka guru dengan mengikuti program sertifikasi ini kompetensi sosial guru jelas akan semakin meningkat, karena guru sadar betul akan tugas dan tanggung jawabnya di sekolah sebagai pendidik, dan dimasyarakat sebagai orang yang dihormati dan dihargai atas jasa-jasanya, apalagi guru juga sudah mendapat sertifikat pendidik.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari hasil pembahasan, penulis memberi saran sebagai berikut :

  111

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Bagi Penyelenggara Program Sertifikasi

  a. Konsursium Sertifikasi Guru (KSG) Program sertifikasi ternyata hanya bisa diikuti oleh guru dengan kualifikasi tertentu sehingga pemerintah sebagai pembuat kebijakan juga harus memikirkan nasib guru-guru yang belum bisa atau yang belum lulus mengikuti program sertifikasi, sehingga nantinya guru- guru tersebut juga mempunyai kesempatan yang sama untuk bisa

mendapatkan serifikat pendidik melalui program sertifikasi ini.

  b. Sertifikasi Guru untuk Rayon 11 Rayon 11 harus lebih meningkatkan pengawasan baik intern rayon maupun pengawasan di lapangan sehingga tidak terjadi kemungkinan- kemungkinan kecurangan yang dapat merugikan berbagai pihak.

  2. Bagi Guru

  a. Guru harus lebih aktif dan proaktif dalam meningkatkan kompetensi sehingga dengan adanya program sertifikasi ini semakin banyak guru yang bisa mengikuti dan lulus program sertifikasi, sehingga pada akhirnya guru dapat memperoleh kesejahteraan serta dapat diakui sebagai guru yang berkompeten dan profesional.

  b. Guru harus bersikap jujur dalam mengikuti program sertifikasi dengan tidak memanipulasi bukti-bukti atau data-data dalam portofolio atau selama mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), sehingga tujuan akhir untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas serta kualitas pendidikan dapat terlaksana dengan baik.

  112

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c. Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa ada perbedaan kompetensi yang dimiliki oleh guru baik sebelum maupun sesudah mengikuti program sertifikasi, artinya kompetensi guru dapat meningkat setelah mengikuti program sertifikasi, maka dengan melihat hasil ini guru hendaknya tetap terus berupaya dan berkarya untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya sebagai guru, jangan hanya berhenti sampai disini saja.

3. Bagi Penelitian Selanjutnya

  a. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan hasil bahwa semua kompetensi guru mengalami peningkatan setelah mengikuti program sertifikasi, namun dari hasil tersebut ternyata bertolak belakang dengan hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa dengan mengikuti program sertifikasi ternyata tidak serta- merta mampu meningkatkan kompetensi guru. Oleh sebab itu maka saran untuk penelitian selanjutnya adalah perlu dilakukanya penelitian secara lebih luas. Misalnya dalam melakukan penelitian tidak hanya mengambil satu daerah kabupaten atau kota saja tapi dari beberapa kabupaten atau kota sebagai tempat penelitian, sehingga data yang diperoleh nantinya benar-benar bisa menggambarkan secara keseluruhan perbedaan kompetensi guru setelah mengikuti program sertifikasi di Provinsi DIY.

  b. Berdasar pada perbedaan hasil penelitian tersebut, kiranya penelitian selanjutnya juga perlu untuk lebih mengembangkan instrumen penelitian dari variabel kompetensi yang lebih baik, misalnya:

  113

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kompetensi profesional diukur dengan menggunakan tes penguasaan bidang studi terhadap guru-guru yang sudah lulus program sertifikasi, kompetensi pedagogik diukur dengan melihat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas melalui pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena penelitian disini mengukurnya hanya menggunakan kuisioner saja, tidak melakukan tes atau pengamatan, sehingga masih ada kekurangan-kekurangan yang perlu untuk diperbaiki.

C. Keterbatasan Penelitian

  Penulis dalam melakukan penelitian ini menyadari sungguh bahwa masih banyak kelemahan dan keterbatasan yang peneliti alami. Beberapa kelemahan dan keterbatasan penulis yaitu sebagai berikut :

  1. Waktu penelitian kurang sesuai karena bertepatan dengan persiapan sekolah dalam menghadapi UAN sehingga guru-guru sibuk. Oleh sebab itu beberapa sekolah tidak berkenan untuk penulis jadikan sebagai tempat penelitian, maka jumlah sekolah yang bisa diteliti kurang sesuai dengan jumah sampel yang sudah ditentukan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, Prof. Dr. 2002. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan

  Praktek . Jakarta : Rineka Cipta Amirin, Tatang M. 1986. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta : PT. Rajawali

Burhan, Nurgiyantoro, Prof. Dr, dkk. 2004. Statistik Terapan Untuk Ilmu-Ilmu

  Sosial . Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Margono, S., Drs. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta

Majid, Abdul, S.Ag., M.Pd. 2009. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan

  Kompetensi Guru . Bandung : PT Remaja Rosdakarya Maister, DH. 1997. True Professionalism. New York: The Free Press

Ma’ruf, Drs., MPd. 2009. Menjadi Guru Profesional. Diambil dari:

http://suaraguru.wordpress.com/2009/02/16/menjadi-guru- profesional/.2009 . Diakses hari Senin 18 Oktober 2010

  Meirina, Zita. 2009. Sertifikasi Guru Bukan Jaminan. Diambil dari : http://matanews.com/2009/11/23/sertifikasi-guru-bukan-jaminan . Diakses hari Rabu 20 Oktober 2010

Musliah, Mansur. 2007. Sertifikasi Guru menuju Profesionalisme Pendidik.

  Jakarta : PT Bumi Aksara

Mulyasa, E. Dr., M.Pd. 2008. Menjadi Guru Profesional Menciptakan

Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan

  . Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Samani, Muchlas. Prof. Dr, dkk. 2010a. Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Buku 2

  Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi . Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional

  

_________________________. 2010b. Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Buku 3

Pedoman Penyusunan Portofolio

  . Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional

_________________________. 2010d. Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Buku 4

  Rambu-rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional

  

Sanjaya, Wina Dr., M.Pd. 2008. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum

  115

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Supriadi, Dedy. 1998. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Yogyakarta:

Adicita Karya Nusa Sudjana, M. A., M.Sc. Prof. Dr. 2005. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito. Sugiyono, Drs. 2008. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : CV. Alfabeta Sugiyono, Drs. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV. Alfabeta

Sridadi, M.Pd., 2010. Refleksi hasil Penilaian Potofolio Tahun 2010 dan

Persiapan Mengikuti PLPG . Diambil dari : http://sertifikasiguru.uny.ac.id .

  Diakses hari Senin 18 Oktober 2010

Wasito, Herman. 1992. Pengantar Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Gramedia

Pustaka Utama

Wastuti, Benedecta Yuda. 2009. Profesionalisme Guru Pasca Sertifikasi. Skripsi.

Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

Wales, Jimmy (Pendiri Wikipedia). 2003. UU Republik Indonesia No.20 Tahun

2003

  . Diambil dari : http://id.wikisource.org/wiki/UndangUndang_Republik_Indonesia_Nomor _20 tahun_2003 . Diakses hari Rabu 24 November 2010

  

Yamin, Martinis Drs., M.Pd. 2007. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi.

  Jakarta: Gaung Persada www.solopos.com . 2010. Guru Indonesia Belum Lulus Sarjana. Diambil dari : http://www.solopos.com/2010/sukoharjo/57-guru-indonesia-belum-lulus- sarjana-11463 . Diakses hari Senin 18 Oktober 2010 www.wikipedia.org.2011. Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta. Diambil dari:

http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta#Sejarah .

  Diakses hari Rabu 1 Juni 2011 www.jogja.go.id.2011 . Kondisi Geografis Kota Yogyakarta. Diambil dari :

http://www.jogja.go.id/index/ekstra.detail/22/kondisi-geografis-kota-

yogyakarta.html . Diakses hari Rabu 1 Juni 2011

www.yogyakarta.dapodik.org . Data Sekolah di Kota Yogyakarta PT, SMK, SMA,

SMP, SD . Diambil dari : http://yogyakarta.dapodik.org/rekap.php?ref=sekolah&data=&tipe=1 .

  Diakses hari Rabu 1 Juni 2011

www.jogja.tribunnews.com.Guru Kota Yogya Tak Lolos Sertifikasi. Diambil dari:

http://jogja.tribunnews.com/2011/01/12/169-guru-kota-yogya-tak-lolos-

  LAMPIRAN I

INSTRUMEN PENELITIAN

  116

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hal : Pengisian kuisioner Kepada : Yth. Bapak/Ibu Guru SMA Negeri dan Swasta Di tempat Dengan hormat, Saya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma. Saya bermaksud mengadakan penelitian ilmiah dalam rangka penulisan tugas akhir (skripsi) dengan judul “Perbedaan Kompetensi Guru Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program Sertifikasi” . Dengan studi kasus guru-guru SMA negeri dan Swasta se-DIY.

  

Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaaan Bapak/Ibu guru

untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Saya mohon Bapak/Ibu guru berkenan mengisi kuisioner dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian saya akan menjamin kerahasiaan data dari Bapak/Ibu guru dan memastikan bahwa data tersebut hanya semata-mata untuk mencapai tujuan dari penelitian ilmiah ini.

  

Setelah Bapak/Ibu guru selesai mengisi kuisioner, dimohon untuk meneliti

kembali dan memastikan bahwa semua pertanyaan sudah terjawab. Saya menyadari bahwa pengisian kuisioner ini sedikit banyak telah menganggu aktivitas Bapak/Ibu guru. Oleh karena itu saya mohon maaf sebelumnya.

  

Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan kerjasama yang baik dari

Bapak/Ibu guru saya mengucapkan banyak terima kasih. Yogyakarta,

  18 Februari 2011 Hormat saya, Peneliti

  117 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAGIAN I Identitas Responden Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan Umur/ tanggal lahir : ................/............................................... Jenjang akademik : S1 Jurusan: ........................................ Lulus sertifikasi tahun : 2007 2008 2009 Jumlah jam mengajar per minggu :.................jam Jumlah mata pelajaran yang diampu :.................mata pelajaran Pangkat/ golongan :................................................................. Status Kepegawaian : pegawai tetap PNS pegawai tetap yayasan Masa Kerja :......................tahun Golongan Jabatan :...................... Lulus sertifikasi melalui : penilaian portofolio

mengikuti PLPG

  118

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAGIAN II Petunjuk Pengisian Kuisioner

  1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda

silang ( X ) pada nomor yang sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu guru.

  2. Jawablah sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu guru sendiri, bukan yang baik menurut pemikiran Bapak/Ibu.

  3. Yang diharapkan dari jawaban atas kuisioner ini benar-benar mencerminkan kondisi yang sesungguhnya.

  4. Kuisioner ini terdiri dari 6 (enam) bagian:

Bagian I : Identitas responden Bagian II : Petunjuk Pengisian Kuisioner Bagian III : Pertanyaan tentang kompetensi kepribadian guru Bagian IV : Pertanyaan tentang kompetensi pedagogik guru Bagian V : Pertanyaan tentang kompetensi profesional guru Bagian VI : Pertanyaan tentang kompetensi sosial guru

  5. Ketentuan: Skor 1 = sangat tidak baik/ sangat rendah 2 = tidak baik/ rendah 3 = kurang baik/ kurang tinggi 4 = baik/ tinggi 5 = sangat baik/ sangat tinggi

  Sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi, apakah Bapak/ Ibu guru melakukan kegiatan di bawah ini :

  119

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kompetensi Kepribadian No DESKRIPTOR Sebelum Sesudah Sertifikasi Sertifikasi

SKOR SKOR

  

1. Saya taat dalam menjalankan ibadah 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

sesuai dengan agama saya.

  

2. Saya selalu bertanggung jawab dalam 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

menyelesaikan tugas sesuai dengan ketentuan misalnya melaksanakan pembelajaran dengan baik dan sesuai jadwal.

  

3. Saya selalu jujur dalam menyampaikan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

sesuatu apa adanya, misalnya izin tidak masuk atau tidak mengajar dengan alasan yang sebenarnya.

  

4. Saya selalu disiplin terhadap ketentuan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

yang berlaku, misalnya mulai dan mengakhiri kegiatan pembelajaran sesuai dengan jadwal.

  

5. Saya selalu menjadi teladan atau contoh 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

dalam sikap dan perilaku bagi orang lain, misalnya menjadi teladan bagi sejawat dan peserta didik dalam tutur kata, berpakaian, dan lain-lain.

  

6. Saya selalu memiliki etos kerja dan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

semangat dalam melaksanakan tugas.

  

7. Saya selalu berinovasi dan kreatif dalam 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

proses pembelajaran di kelas.

  Kompetensi Pedagogik No DESKRIPTOR Sebelum Sesudah Sertifikasi Sertifikasi

SKOR SKOR

8 Saya dapat mengelola pembelajaran di 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 kelas.

  

9 Saya memiliki kemampuan pemahaman 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

terhadap peserta didik misalnya : tingkat kecerdasan peserta didik, kreativitas, cacat fisik, dan perkembangan kognitif.

10 Saya memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 pengembangan kurikulum/ silabus/ RPP.

  

11 Saya dapat melakukan perancangan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

kegiatan pembelajaran yang sedikitnya mencakup tiga kegiatan, yaitu : identifikasi kebutuhan, perumusan

  120 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI program pembelajaran.

  

12 Saya dapat melaksanakan pembelajaran 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

yang mendidik dan dialogis.

  

13 Saya dapat memanfaatkan teknologi 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

pembelajaran.

  

14 Saya dapat membantu pengembangan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya melalui kegiatan ekstra kurikuler, pengayaan dan remedial, serta bimbingan dan konseling.

  Kompetensi Profesional No DESKRIPTOR Sebelum Sesudah Sertifikasi Sertifikasi

SKOR SKOR

  15 Saya dapat mengerti dan dapat 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 menerapkan landasan filosofis pendidikan.

  16 Saya dapat mengerti dan dapat 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 menerapkan landasan psikologis pendidikan.

  17 Saya dapat mengerti dan dapat 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 menerapkan landasan sosiologis pendidikan.

  18 Saya dapat mengerti dan dapat 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik.

  19 Saya dapat menangani dan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 mengembangkan bidang studi yang menjadi tanggung jawab saya.

  20 Saya dapat mengerti dan dapat 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.

  21 Saya dapat mengembangkan berbagai 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 alat, media, dan sumber belajar yang relevan.

  22 Saya dapat menggunakan berbagai alat, 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 media, dan sumber belajar yang relevan.

  23 Saya dapat mengorganisasikan program 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 pembelajaran.

  24 Saya dapat melaksanakan program 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 pembelajaran.

  25 Saya dapat melaksanakan evaluasi hasil 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 belajar peserta didik.

  121

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kompetensi Sosial No DESKRIPTOR Sebelum Sesudah Sertifikasi Sertifikasi

SKOR SKOR

  

26 Saya dapat berkomunikasi dengan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

peserta didik.

  

27 Saya dapat berkomunikasi dengan rekan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

kerja sesama guru.

  

28 Saya dapat berkomunikasi dengan orang 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

tua murid.

  

29 Saya selalu aktif dan terlibat dalam 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

pengembangan profesi misal diskusi, seminar, diklat dan lain-lain.

  

30 Saya selalu terlibat dalam sosial 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

kemasyarakatan misal ketua RT, RW, dan lain-lain.

  

31 Saya dapat bekerjasama dengan orang 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

lain.

  

32 Saya mampu menerima kritik dan saran 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

dari orang lain, misalnya mendapat kritik tidak marah dan akomodatif terhadap saran orang lain.

LAMPIRAN II SURAT IJIN PENELITIAN

  122

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  123

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  124

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  125

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN III DATA RESPONDEN UNTUK UJI

VALIDITAS DAN RELIABILITAS

  126 No.

  4

  5

  4

  4

  4

  5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 135 15 4

  5

  4

  5

  5

  5

  4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 147 14 4

  4

  4

  3 5 4 4 4 4 3 4 3 4 5 5 5 5 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 127 16 5

  4

  4

  4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 149 13 5

  5

  5

  5

  5

  5

  5 4 4 5 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 154 12 5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 5 4 3 3 4 4 4 122 11 5

  4

  4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 3 4 4 4 127

  4

  4

  4

  4

  4

  4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 135 20 4

  5

  4

  5

  4

  4

  4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 133 19 5

  4

  5

  5

  5

  4

  4 5 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 3 4 3 4 4 138 18 4

  5

  5

  5

  5

  5

  4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 117 17 4

  5

  5

  5

  5

  3

  

Data Responden Sebelum Sertifikasi

Jumlah Resp. Kompetensi Kepribadian Kompetensi Pedagogik Kompetensi Profesional Kompetensi Sosial

  5

  5

  4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 127 5 4

  4

  3

  4

  4

  4

  5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 154 4 4

  5

  4

  5

  5

  3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 125 3 5

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 5 4 139 2 4

  4

  4

  5

  5

  5

  1 5

  

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

  5

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4 4 4 4 4 4 3 3 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 124 10 4

  4

  4

  4

  4

  4

  4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 131 9 5

  4

  4

  5

  5

  4

  4 4 5 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 129 8 5

  4

  5

  4

  4

  5

  4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 127 7 4

  4

  4

  4

  4

  4

  5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 149 6 4

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  127 No.

  4

  5

  4

  4

  4

  5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 135 15 4

  5

  4

  5

  5

  5

  4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 147 14 4

  4

  4

  3 5 4 4 4 4 3 4 3 4 5 5 5 5 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 127 16 5

  4

  4

  4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 149 13 5

  5

  5

  5

  5

  5

  5 4 4 5 5 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 154 12 5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 5 4 3 3 4 4 4 122 11 5

  4

  4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 3 4 4 4 127

  4

  4

  4

  4

  4

  4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 135 20 4

  5

  4

  5

  4

  4

  4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 133 19 5

  4

  5

  5

  5

  4

  4 5 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 3 4 3 4 4 138 18 4

  5

  5

  5

  5

  5

  4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 2 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 117 17 4

  5

  5

  5

  5

  3

  Data Responden Sesudah Sertifikasi Jumlah Resp. Kompetensi Kepribadian Kompetensi Pedagogik Kompetensi Profesional Kompetensi Sosial

  5

  5

  4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 127 5 4

  4

  3

  4

  4

  4

  5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 154 4 4

  5

  4

  5

  5

  3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 125 3 5

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 5 4 139 2 4

  4

  4

  5

  5

  5

  1 5

  

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

  5

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4 4 4 4 4 4 3 3 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 124 10 4

  4

  4

  4

  4

  4

  4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 131 9 5

  4

  4

  5

  5

  4

  4 4 5 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 129 8 5

  4

  5

  4

  4

  5

  4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 127 7 4

  4

  4

  4

  4

  4

  5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 149 6 4

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN IV HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

  128

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil Uji Validitas Sebelum Sertifikasi Kompetensi Kepribadian

  Case Processing Summary N % Cases Valid

  20 100.0 a

  Excluded .0 Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .860

  7 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item1 26.05 6.787 .378 .872 item2

  26.00 5.895 .761 .823 item3 26.05 5.945 .742 .825 item³ 25.95 5.839 .792 .819 item5 26.30 6.326 .435 .871 item6 26.20 5.642 .768 .819 item7 26.45 5.945 .591 .847

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 30.50 8.053 2.838

  7

  129

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pedagogik Case Processing Summary

  N % Cases Valid 20 100.0 a

  Excluded .0 Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .869

  7 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

  Item8 24.85 7.082 .703 .845 Item9 24.80 6.695 .549 .870 Item10 24.65 7.082 .638 .852 Ietm11 24.75 7.461 .581 .859 Item12 24.50 7.316 .619 .855 Item13 24.95 5.629 .846 .820 Item14 24.90 7.358 .677 .850

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 28.90 9.253 3.042

  7

  130

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Profesional Case Processing Summary

  N % Cases Valid 20 100.0 a

  Excluded .0 Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .932

  11 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item15 41.45 18.892 .769 .923 item16

  41.35 18.976 .799 .922 item17 41.45 19.629 .604 .930 item18 41.45 20.261 .604 .930 item19 41.25 18.618 .801 .922 item20 41.35 18.976 .799 .922 item21 41.60 17.095 .832 .921 item22 41.65 17.608 .791 .923 item23 41.45 18.997 .745 .924 item24 41.35 20.766 .523 .933 item25 41.15 19.713 .656 .928

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items

  131

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 45.55 22.892 4.785

  11 Sosial Case Processing Summary

  N % Cases Valid 20 100.0 a

  Excluded .0 Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .881

  7 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item26 24.65 7.924 .507 .882 item27

  24.80 7.326 .758 .855 item28 25.35 6.766 .695 .862 item29 25.40 6.989 .589 .878 item30 25.05 6.997 .740 .855 item31 24.90 7.253 .671 .864 item32 25.05 7.313 .789 .852

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 29.20 9.642 3.105

  7

  132

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil Uji Validitas Sesudah Sertifikasi Kompetensi Kepribadian

  Case Processing Summary N % Cases Valid

  20 100.0 a

  Excluded .0 Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .860

  7 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item1 26.05 6.787 .379 .872 item2

  26.00 5.895 .761 .823 item3 26.05 5.945 .742 .825 item³ 25.95 5.839 .792 .819 item5 26.30 6.326 .435 .871 item6 26.20 5.642 .768 .819 item7 26.45 5.945 .591 .847

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 30.50 8.053 2.838

  7

  133 Pedagogik

  Case Processing Summary N % Cases Valid

  20 100.0 Excluded a

  

.0

Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .906

  7 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if

  Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's

  Alpha if Item Deleted item8 24.80 6.695 .906 .870 item9

  24.70 8.642 .642 .900 item10 24.50 8.263 .716 .893 item11 24.60 8.779 .624 .902 item12 24.35 8.661 .648 .900 item13 24.80 6.695 .906 .870 item14 24.75 8.829 .656 .900

  Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 28.75 10.829 3.291

  7 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  134

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Profesional Case Processing Summary

  N % Cases Valid 20 100.0 a

  Excluded .0 Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .932

  11 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted item15 41.45 18.892 .769 .923 item16

  41.35 18.976 .799 .922 item17 41.45 19.629 .604 .930 item18 41.45 20.261 .604 .930 item19 41.25 18.618 .801 .922 item20 41.35 18.976 .799 .922 item21 41.60 17.095 .832 .921 item22 41.65 17.608 .791 .923 item23 41.45 18.997 .745 .924 item24 41.35 20.766 .523 .933 item25 41.15 19.713 .656 .928

  135

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 45.55 22.892 4.785

  11 Sosial Case Processing Summary

  N % Cases Valid 20 100.0 a

  Excluded .0 Total 20 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .881

  7 Item-Total Statistics Cronbach's

Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item

Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

  VAR00062 24.6500 7.924 .507 .882

  VAR00063 24.8000 7.326 .758 .855

  VAR00064 25.3500 6.766 .695 .862

  VAR00065 25.4000 6.989 .589 .878

  VAR00066 25.0500 6.997 .740 .855

  VAR00067 24.9000 7.253 .671 .864

  VAR00068 25.0500 7.313 .789 .852 Scale Statistics

  Mean Variance Std. Deviation N of Items 29.2000 9.642 3.10517

  7

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis kompetensi guru ditinjau dari golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru survei: guru-guru Sekolah Menengah Atas negeri dan swasta di wilayah Kabupaten Sleman.
0
6
236
Kompetensi guru SMA berdasarkan jenis kelamin, usia, pengalaman mengajar, dan status kepegawaian: studi kasus pada guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta Katolik di Kota Yogyakarta.
0
0
193
Persepsi guru terhadap penilaian portofolio sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari status kepegawaian, status sertifikasi profesi, dan jenis kelamin : sebuah survai terhadap guru-guru di dua SMP negeri dan tiga SMP swasta di Kota Yogyakarta.
0
0
156
Pengaruh lama mengajar pada hubungan kecerdasan emosional dengan profesionalitas guru : survei pada guru-guru Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.
0
0
121
Sikap guru SMA terhadap program sertifikasi guru : studi kasus pada guru ekonomi dan akuntansi SMA di Kota Yogyakarta.
0
0
156
Persepsi guru terhadap ujian nasional : studi kasus pada SMU negeri dan swasta di Kabupaten Gunungkidul.
0
1
141
Pengaruh lama mengajar pada hubungan kecerdasan emosional dengan profesionalitas guru survei pada guru guru Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta di Kecamatan Kroy
0
0
119
Perbedaan tingkat stres antara siswa program akselerasi dan siswa program reguler : studi di Sekolah Menengah Pertama 5 Yogyakarta - USD Repository
0
0
120
Persepsi guru terhadap ujian nasional : studi kasus pada SMU negeri dan swasta di Kabupaten Gunungkidul - USD Repository
0
0
139
Sikap guru terhadap program sertifikasi dalam peningkatan kinerja guru : studi kasus guru-guru sekolah menengah atas di Kota Yogyakarta - USD Repository
0
0
111
Hubungan supervisi kepala sekolah dengan kinerja guru : studi kasus guru-guru sekolah menengah atas di Kota Yogyakarta - USD Repository
0
2
147
Kesiapan guru dalam menghadapi program sertifikasi guru dalam jabatan survey pada guru-guru sekolah menengah kejuruan program akuntansi, dan penjualan di wilayah kabupaten Bantul Yogyakarta - USD Repository
0
0
128
Persepsi guru terhadap sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari status kepegawaian guru dan jenjang sekolah : survei guru SD, SMP, dan SMA negeri dan swasta di Kecamatan Wates - USD Repository
0
0
170
Persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari tingkat pendidikan, golongan jabatan, masa kerja, dan usia guru : survei guru-guru Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta Kabupaten Sleman - USD Repository
0
0
191
Hubungan supervisi kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru sekolah menengah atas : survei guru-guru Sekolah Menengah Atas se-Kota Yogyakarta - USD Repository
0
0
123
Show more