HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TIDAK AMAN DAN KECEMBURUAN PADA WANITA DEWASA AWAL YANG BERPACARAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Gratis

0
0
119
4 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TIDAK AMAN DAN KECEMBURUAN PADA WANITA DEWASA AWAL YANG BERPACARAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

  Oleh : Stenny Prawitasari

  NIM: 099114049

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

“ Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN, percayalah

kepada- Nya maka IA akan bertindak (Mazmur 37:5) ”

“ Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang

menaruh harapannya pada TUHAN (Yeremia 17:7) ”

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga,

tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu

kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan

ucapan syukur (Filipi 4:6)”

“Bersandarlah kepada TUHAN, percayalah pada dirimu

dan beranilah bermimpi - NN”

  

“ I can do everything through HIM who gives me strength

(Philippians 4:13)”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Karya yang sederhana dan tidak sempurna ini, saya persembahkan secara khusus kepada : TUHAN YESUS atas segala berkat dan pernyertaan-Nya

Papa, Mama dan Adek tersayang atas doa dan dukungannya

Yohannes yang selalu menyemangati dan menguatkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam

kutipan dan dalam daftar pustaka, sebagaiman layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 7 Januari 2014 Penulis Stenny Prawitasari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TIDAK AMAN DENGAN

KECEMBURUAN PADA WANITA DEWASA AWAL YANG BERPACARAN

Stenny Prawitasari

  

ABSTRAK

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan tidak aman dengan kecemburuan pada wanita dewasa awal yang berpacaran. Dalam penelitian ini kecemburuan diukur dengan skala Jealousy-Evoking Partner

  

Behavior dan kelekatan tidak aman diukur dengan skala ECR-R ( Experience In

Close Relationship Questionnaire Revised). Subjek yang dilibatkan dalam

  penelitian ini adalah 120 wanita dewasa awal yang berpacaran. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis Pearson menunjukkan adanya korelasi negatif antara kelekatan tidak aman dan kecemburuan pada wanita (-0.234).

  Kata Kunci : Kelekatan, Cemburu, Wanita, Berpacaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

THE RELATION BETWEEN INSECURE ATTACHMENT AND

JEALOUSY IN DATING EARLY ADULT WOMEN

Stenny Prawitasari

ABSTRACT

  The aim of this research is to determine the relation between insecure

attachment with jealousy in dating early adult women. In this research, jealousy

was measured by Jealousy-Evoking Behavior Partners Scale and insecure

attachment was measured by ECR-R (Experience in Close Relationship

Questionnaire Revised). Subjects were evolved for this research were 120 early

adult women in romantic relationship. The result with the Pearson’s Analyst

showed a negative correlation between insecure attachment and jealousy in

women (-0.234) .

  Keywords : Attachment, Jealousy, Women, Dating

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Nama : Stenny Prawitasari Nomor Mahasiswa : 099114049

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan Kepada Perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

  

Hubungan Antara Kelekatan Tidak Aman dan Kecemburuan Pada Wanita

Dewasa Awal yang Berpacaran

  ”

beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan

Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan,

mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain

untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun

memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai

penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada Tanggal : 7 Januari 2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Kata Pengantar

  Pertama-tama penulis mengucap puji syukur dan terima kasih atas berkat dan kasih karunia yang Tuhan Yesus berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skr ipsi yang berjudul “Hubungan Antara Kelekatan Tidak Aman dengan Kecemburuan pada Wanita Dewasa Awal yang Berpacaran” oleh karena pimpinan dan kasih-Nya.

  Skripsi ini dapat selesai pula dengan adanya dukungan dari pihak-pihak lain. oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Bapak Heri Widodo, S.Psi., M.Psi. atas semangat dan bimbingannya yang dengan sabar telah membantu saya menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih banyak pak, maaf selalu merepotkan bapak. Tuhan memberkati selalu pak.

  2. Ibu Dr. Tjipto Susana, M.Si atas bimbingan dan masukannya sebagai dosen penguji

  3. Ibu Agnes Indar Etikawati M.Si., Psi atas bimbingan dan masukannya sebagai dosen penguji

4. Bapak Cornelius Siswo Widyatmoko, M.Psi sebagai Dekan Fakultas

  Psikologi Universitas Sanata Dharma

  5. Mama dan papaku tersayang yang walapun jauh dan berbeda pulau, terimakasih atas nasehat, teguran dan doa yang selalu mengiringi setiap langkah hidup kakak. Terima kasih atas pertanyaan yang selalu menanyakan kapan skripsi selesai, yang memotivasi kakak buat ngerjain

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tuhan. Makasi mama papaku sayang udah biayain kuliah dan hidup kakak selama di Jogja. Tuhan akan balaskan itu semua melalui berkat Tuhan yang luar biasa 

  6. Adekku tercinta yang kadang nyebelin tapi juga ngangenin, Meisya Pratantia, atas dukungan dan doanya yang selalu menemani selama ini.

  Sukses buat kuliahmu ya nyooo.. jangan khawatir masalah perkuliahan hari Sabat, Tuhan pasti memberi jalan keluar yang nggak kita duga. Tetap berdoa dan melayani Tuhan yg utama selain berusaha semaksimal mungkin. 

  7. Johannes Ruhupatty, orang yang selalu setia menemani saya saat saya dalam keadaan tertekan, sedih, senang dan sukacita. Orang yang selalu memberikan semangat dan dukungan penuh dengan memberikan perhatian, kasih sayang dan pengingat untuk selalu menyerahkan segala sesuatunya sama Tuhan dan meyakinkan Tuhan sudah merencanakan yang terbaik buat saya. Makasi banyak buat semuanya, bersyukur Tuhan mempertemukan kita di kota yang Istimewa ini  Tuhan memberkati selalu dan sukses buat tesisnya 

  8. Buat Ibu dan Bapak Ruhupatty yang di Cirebon yang selalu mendoakan saya, terimakasih banyak bu, pak, semoga sehat-sehat selalu dan TUHAN memberkati. 

  9. Sahabatku yang gokil selama kuliah di Jogja, Christi, Yanti, Deta dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  bisa ketemu kalian disini. Makasi buat dukungannya dan doanya. Semangat buat kalian, aku pasti bakal kangen kalian banget.  10. Teman-teman seperjuangan skripsi, Rani, Ginza, Elok dan Laksmi.

  Perjuangan kita hampir selesai, walaupun banyak banget rintangan yang kita alami selama ngerjain skripsi, tapi Tuhan sudah berkati kita sampe tahap akhir ini. Sukses buat masa depan kita semua dan makasih buat dukungan yang menguatkan untuk progres skripsi ini. 

  11. Makasi buat staf Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Mas Muji selama aku jadi asisten praktikum. Buat Mas Doni, Mbak Nanik dan Mas Gandung makasi buat kerjasamanya semua dan maaf sudah merepotkan hehehe Tuhan memberkati selalu.

  12. Buat teman-teman relawan di FSG Tunas Bangsa RS. Sardjito, senang bisa berdinamika dengan kalian, mendapat pengalaman yang sangat berharga untuk mendampingi anak-anak penderita kanker darah. Makasi buat dukungannya semua 

  13. Panitia Live In 2012 yang sudah berjuang sehingga Puji Tuhan bisa memasukkan namaku jadi peserta Live In 2012. Bersyukur banget bisa berdinamika dengan kalian walaupun beda angkatan dengan teman-teman Live In Jepurun Lor angkatan 2012 yang luar biasa kerjasamanya.

  Kelompok yang solid dan friendly banget, bisa dapat pengalaman berharga bisa tinggal di desa Jepurun Lor yang mengesankan 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14. Keluarga kecilku di Jogja yang luar biasa, seluruh anggota Keluarga Mahasiswa Advent Yogyakarta. Puji Tuhan bisa sama-sama melayani di Yogyakarta dan mendukung satu sama lain buat tetap melayani Tuhan dan mempertahankan iman walaupun jauh dari orang tua dan pergumulan akan hari Sabat. Kalian luar biasa dan Tuhan pasti memberkati kita semua. Makasi buat sharing, canda tawa yang selalu kita lakukan setiap bertemu. Pasti bakal kangen kalian semua. Semangat buat kalian dan tetap pertahankan apa yang sudah kita imani karna Tuhan sudah merancang rencana yang indah buat kita kalau kita percaya kepada Tuhan. 

  15. Keluarga kecilku yang lain yang nda akan dilupakan, GOBLIN! Teman- teman SMA yang walaupun kita punya kesibukan masing-masing dan berpencar-pencar tapi tetap saling kontak dan mendukung penuh teman- teman yang lainnya. Intan, Sheilla, Diana, Lia, Qonie, Lucia, Dian, Awanis, Riana, Nina, Medi, Dita, David, Herdiko, Adzmy, Adit dan Andira. Kalian semua unik dan ngangenin banget.. makasi buat kebersamaannya sampai bertemu di kota yang udah kita janjikan dulu 

  16. Sahabat masa kecil yang walaupun jauh tapi tetap selalu dihati.. Keke, Stevi, Elysa, Cha-Cha, Chyntia makasi buat dukungan dan bantuannya yaa, pengen ketemu kalian semua full team 

  17. Teman-teman Psikologi angkatan 2009, senang bisa berteman dan bertemu dengan kalian semua di kota tercinta ini. Sukses buat kita semua 

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18. Buat semua teman-teman yang berpartisipasi membantu mengisi kuesioner, makasi banyak dan pihak-pihak lain yang mendukung dan mendoakan, smoga Tuhan berkati kalian semua. Terimakasih banyak yaa.

  Semoga skripsi yang belum sempurna ini dapat menjadi berkat dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

  Penulis

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ............................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii

HALAMAN MOTTO ....................................................................................... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................... vi

ABSTRAK ......................................................................................................... vii

ABSTRACT ........................................................................................................ viii

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ................... ix

KATA PENGANTAR ........................................................................................ x

DAFTAR ISI ...................................................................................................... xv

DAFTAR TABEL .............................................................................................. xix

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xx

  

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1

A. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................ 10 C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 10 D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 10

  1. Manfaat Teoritis ............................................................................ 10

  

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................... 11

A. Dewasa Awal ..................................................................................... 11

  C. Kelekatan Tidak Aman (Insecure Attachment) .............................. 23

  E. Hipotesis ............................................................................................ 34

  1. Bagan hubungan kelekatan tidak aman dan kecemburuan33

  D. Dinamika Hubungan Kelekatan Tidak Aman dan Kecemburuan30

  3. Dampak Kelekatan .............................................................. 28

  2. Tipe-tipe Kelekatan .............................................................. 26

  1. Pengertian .............................................................................. 23

  4. Faktor Penyebab ................................................................... 19

  1. Pengertian .............................................................................. 11

  3. Proses Terjadinya Cemburu ................................................. 18

  2. Komponen Cemburu ............................................................ 17

  1. Pengertian .............................................................................. 16

  B. Kecemburuan (Jealousy).................................................................. 16

  3. Ciri-ciri Sosio Emosi ............................................................. 15

  2. Tugas Perkembangan Dewasa Awal .................................... 14

  

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..................................................... 35

A. Jenis Penelitian ................................................................................. 35 B. Variabel Penelitian ........................................................................... 35 C. Definisi Operasional ......................................................................... 35 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  E. Metode Pengambilan Sample .......................................................... 37

  F. Metode dan Alat Pengumpulan Data .............................................. 37

   1. Metode Pengumpulan Data ................................................. 37

   2. Alat Pengumpulan Data ...................................................... 38

  G. Kredibilitas Alat Ukur ..................................................................... 40

  1. Validitas .................................................................................. 40

  2. Reliabilitas .............................................................................. 41

  3. Seleksi Item ............................................................................ 41

  H. Metode Analisis Data ....................................................................... 45

  1. Uji Asumsi .............................................................................. 45

  2. Uji Hipotesis ........................................................................... 45

  

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................. 46

A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian ........................................... 46 B. Hasil Penelitian ................................................................................ 46

  1. Data Demografis .................................................................... 46

  2. Uji Asumsi .............................................................................. 48

  C. Hasil Penelitian ............................................................................... 50

  D. Statistik Deskriptif ............................................................................ 51

  E. Pembahasan ...................................................................................... 52

  

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 56

A. Kesimpulan ....................................................................................... 56

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 58

LAMPIRAN ....................................................................................................... 60

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 : Cetak Biru Kelekatan Tidak Aman Sebelum Uji Coba .................... 39Tabel 3.2 : Cetak Biru Kecemburuan Sebelum Uji Coba ................................... 40Tabel 3.3 : Cetak Biru Kelekatan Tidak Aman Setelah Uji Coba I .................... 42Tabel 3.4 : Cetak Biru Kelekatan Tidak Aman Setelah Uji Coba II ................... 42Tabel 3.5 : Cetak Biru Kelekatan Tidak Aman Setelah Uji Coba III ................. 43Tabel 3.6 : Cetak Biru Kelekatan Tidak Aman Setelah Uji Coba IV ................. 44Tabel 3.7 : Cetak Biru Kecemburuan Setelah Uji Coba I ................................... 44Tabel 4.1 : Data Demografis Usia Subjek Penelitian .......................................... 47Tabel 4.2 : Normalitas Variabel Penelitian ......................................................... 49Tabel 4.3 : Hasil Pengukuran Statistik Deskriptif ............................................... 51

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Laporan Survei Penelitian ............................................................. 61 Lampiran 2 : Skala Uji Coba ............................................................................... 64 Lampiran 3 : Skala Penelitian ............................................................................. 76 Lampiran 4 : Hasil Penelitian .............................................................................. 86

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat melepaskan diri

  satu sama lain. Mereka saling berinteraksi dalam keseharian untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain. Hubungan yang terdiri dari dua orang atau lebih dan memiliki ketergantungan yang saling membutuhkan satu sama lain secara konsisten disebut dengan hubungan interpersonal (Sarwono, 2009).

  Hubungan interpersonal memiliki bermacam-macam bentuk, salah satunya adalah relasi romantis (romantic relationship). Relasi romantis ini merupakan salah satu tugas perkembangan individu yaitu mencari pasangan. Tugas perkembangan ini juga harus dipenuhi oleh individu dewasa muda (Papalia, Olds & Feldman, 2007) .

  Erikson (dalam Santrock, 1994) menyatakan bahwa masa dewasa awal adalah masa keintiman versus isolasi. Erikson menambahkan bahwa dalam masa ini individu menjalin relasi dengan orang lain. Pada masa dewasa awal, seseorang akan mencoba untuk menjalin hubungan baik dengan sesama.

  Hal ini di tambahkan pula oleh Havigurst (dalam Hurlock, 1990) yang menyatakan bahwa salah satu tugas perkembangan yang menjadi karakteristik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2 dua individu yang berlawanan jenis yang disebut sebagai berpacaran (romantic relationship). Hubungan berpacaran ini memiliki dinamika antara dua orang yang berbeda karakteristik yang menyebabkan timbulnya permasalahan. Permasalahan yang biasa terjadi dalam hubungan berpacaran salah satunya adalah masalah cemburu.

  Cemburu (jealousy) merupakan suatu pengalaman dengan adanya ancaman pada hubungan romantis dan menyebabkan adanya perilaku yang dirancang untuk dapat tetap mempertahankan hubungan dengan pasangannya (De Silva dalam Easton & Shackelford, 2009). Cemburu dapat pula didefinisikan sebagai suatu respons terhadap ketidaksetiaan partner, baik yang bersifat nyata maupun imajinasi. Rasa cemburu muncul ketika seseorang merasa terancam akan kehilangan hubungan yang disebabkan oleh orang yang dianggap sebagai pesaingnya. Kecemburuan pada individu muncul ketika menjalani hubungan bersama pasangannya yang diliputi dengan perasaan takut, curiga, tidak percaya, cemas, marah, merasa dikhianati, merasa ditolak, terancam dan merasa kesepian (Brehm, 1992). Cemburu dapat pula didefinisikan sebagai suatu respon permusuhan secara emosional yang nyata terhadap pasangan dan potensi akan adanya ketertarikan pada pihak ketiga (Bringle & Buunk, 1986).

  Cemburu meliputi keseluruhan emosi seperti merasa cemas, takut, merasa tidak aman, marah, sedih, iri, merasa bersalah dan frustasi (Zammuner

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 kecemburuan emosional meliputi emosi negatif dari iri hati, kecemasan, ketidaknyamanan, kemarahan, kecemburuan, ketakutan, ktidaknyamanan, kekhawatiran dan kekecewaan (Bevan & Hale, 2006). Secara konsisten, penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki kecemburuan yang sangat besar secara emosional walaupun tidak menutup kemungkinan wanita juga memiliki kecemburuan secara seksual. Prof. Heymans (Kartono, 2006) menyatakan bahwa kaum wanita memiliki perasaan yang pada pengalaman- pengalaman tertentu sehingga mempunyai emosional yang sangat kuat. Wanita yang memiliki emosi yang kuat akan lebih cepat bereaksi dan lebih cepat untuk berkecil hati, bingung takut dan cemas. Hal ini menyebabkan wanita lebih mudah merasa depresi. Kecemburuan emosional pada wanita akan berdampak negatif pada wanita tersebut.

  Cemburu merupakan salah satu dari tiga prediktor yang kuat terhadap kekerasan pada wanita (O’Leary, Slep, & O’Leary, 2007). Cemburu memiliki konsekuensi secara positif dan negatif. Efek cemburu secara positif dapat dilihat sebagai bentuk cinta, afeksi, perhatian dan kesetiaan terhadap pasangan (Salovey & Rodin, 1985). Namun di sisi lain, kecemburuan yang tinggi akan menimbulkan adanya kekerasan, perceraian dalam rumah tangga bahkan sampai kepada kematian (Buss, 2000).

  Adanya kasus kematian yang disebabkan adanya perasaan cemburu dilakukan oleh Melanie Jane Smith. Dalam kasus ini Smith membunuh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 kediaman Shiers dan meninggal karena menghirup asap tersebut. Hal ini disebabkan adanya kecemburuan pada Smith yang menuduh Shiers telah berhubungan seksual dengan kekasihnya (di sadur dari The Telegraph News 9:19PM 10 Apr 2001).

  Kasus lain berasal dari seorang wanita bernama Yuliati (25) yang berasal dari Semarang yang merasa curiga dan cemburu karena pasangannya masih memiliki hubungan dengan mantan istrinya. Kecemburuan ini menyebabkan Yuliati menaiki Tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) setinggi 50 meter pada tanggal 7 September 2013 (Di sadur dari Okezone.news 13:05 Wib).

  Berdasarkan data dari Komnas Perlindungan Anak yang menerima pengaduan sebanyak 2.518 kasus perceraian pada tahun 2011. Kasus perceraian ini terdapat 819 kasus yang penyebab utamanya adalah kecemburuan dan lebih dari setengah kasus perceraian tersebut digugat oleh wanita (disadur dari Gresnews pada Kamis, 29 Maret 2012, 19:10:07 WIB). Kasus tersebut mendukung data survey (Danastri dkk, 2013) yang didapatkan hasil bahwa dari 96 perempuan terdapat 3 orang yang tidak pernah cemburu dan 11 dari 93 perempuan menyatakan bahwa mereka sangat sering cemburu. Dari hasil survei secara keseluruhan diketahui bahwa sebagian besar perilaku dan karakteristik saingan yang menyebabkan wanita cemburu antara lain pasangan yang masih memiliki hubungan dan menceritakan mengenai mantan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  5 melakukan kontak fisik dengan lawan jenis, pasangan yang menghabiskan banyak waktu dengan subjek dan karakter saingan yang memiliki nilai lebih pada penampilan dan kemampuan inteligensi, serta perilaku saingan yang agresif terhadap pasangan.

  Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa adanya kecemburuan romantis dikaitkan dengan sejumlah dampak negatif seperti depresi, perceraian, kekerasan dalam rumah tangga dan ketidakpuasan dalam berelasi (Pines & Aronson, 1983). Pernyataan tersebut juga didukung Guerrero and Jorgensen (1991) dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa kecemburuan berhubungan negatif dengan kelanggengan pernikahan dan berhubungan positif dengan masalah perceraian atau perpisahan.

  Kecemburuan pada wanita merupakan suatu tanda bahwa pasangan mereka mungkin memiliki keterlibatan secara emosional dan menginvestasikan sumber daya yang dimiliki kepada wanita lain (Buss dalam Easton&Shackelford, 2009). Hal ini menunjukkan bahwa wanita memiliki kecemburuan yang sangat besar secara emosional dibandingkan dengan pria (Sagarin dalam Easton&Shackelford, 2009). Dalam penelitian Easton dan Shackelford (2009) memprediksikan bahwa wanita memiliki presentase yang sangat besar dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki kecemburuan yang tidak wajar akan menggunakan benda yang terdekat yang menimbulkan adanya kekerasan, mencoba untuk membunuh dan ketika ia benar-benar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6 wanita dua kali lebih banyak melakukan pembunuhan dibandingkan pria yang diakibatkan adanya kecemburuan (Harris, 2004)

  Penelitian dari Miler (dalam Wisnuwardani, 2002) menunjukkan bahwa cemburu disebabkan oleh siapa dan apa yang membuat individu tersebut cemburu. Hansen (dalam Bringle dan Buunk 1991) menyebutkan bahwa kecemburuan juga dapat disebabkan oleh hobi, teman-teman pasangan, pekerjaan, bahkan karena keluarga pasangan. Buunk (dalam Brehm, 1992) menambahkan bahwa wanita merasa cemburu karena keyakinan pada dirinya bahwa apabila hubungan dengan pasangannya berakhir, ia akan sulit mendapatkan hubungan lain. Hal ini juga ditambahkan oleh Guerrero dan Andersen (1998) yang menyatakan bahwa kecemburuan cenderung terjadi ketika orang menduga bahwa mereka memiliki resiko kehilangan makna dalam suatu hubungan.

  Menurut Miller (dalam Wisnuwardani, 2002) tinggi rendahnya kecemburuan individu terkait beberapa hal yang berhubungan dengan ketergantungan (dependency) dalam hubungan dengan pasangan. Salah satu bentuk ketergantungan itu adalah gaya attachment dimana individu yang membutuhkan perhatian akan lebih mudah cemburu dibandingkan dengan individu yang mandiri .

  Bowlby (dalam Wigman, Archer & Kevan, 2008) mengatakan bahwa kelekatan adalah ikatan kedekatan emosional antara anak dan pengasuhnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7 hubungan pada masa dewasa sangat dipengaruhi oleh apa yang terjadi selama masa kanak-kanak, khususnya dalam hubungan anak-pengasuh (Collins & Read, 1990). Hal ini juga didukung dengan pernyataan Hazan dan Shaver (dalam Collins & Read, 1990) yang menyatakan bahwa penggunaan teori kelekatan bayi digunakan sebagai kerangka kerja untuk meneliti bagaimana hubungan cinta dewasa terkait dengan interaksi orang tua-anak pada masa awal. Kelekatan ini terdiri dari dua tipe yaitu kelekatan yang aman dan tidak aman.

  Hazan dan Shaver mulai menerjemahkan tipologi yang dikembangkan oleh Ainsworth et al. (dalam Collins & Read, 1990) bahwa terdapat tiga jenis kelekatan pada hubungan orang dewasa. Dalam penelitiannya tersebut terdapat kategori yang mencirikan diri responden yaitu kelekatan aman (secure), kelekatan cemas (anxiety) dan kelekatan menghindar (avoidant). Individu yang memiliki kelekatan aman memiliki hubungan yang ditandai dengan kebahagiaan, kepercayaan, dan persahabatan, sedangkan individu yang memiliki kelekatan tidak aman memiliki hubungan yang ditandai oleh emosi tinggi dan rendah, kecemburuan, dan obsesif terhadap pasangan mereka. Orang dewasa dengan kelekatan cemas memiliki keragu-raguan yang berlebihan pada dirinya dan merasa disalahpahami oleh orang lain, sedangkan orang dewasa aman merasa disukai dan percaya bahwa orang lain secara umum memiliki tujuan dan niat yang baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8 lain sehingga ia akan lebih menghargai komitmen dan akan membentuk hubungan yang lama serta menghindari permusuhan atau konflik. Hal ini menunjukkan bahwa kelekatan aman memiliki kecemburuan yang kecil dikarenakan individu merasa nyaman dalam hubungan interpersonal (Baron & Bryne, 2005).

  Seseorang yang memiliki gaya kelekatan tidak aman akan cenderung memiliki perasaan yang kurang nyaman dalam menjalani hubungan dengan pasangannya sehingga mereka tidak memiliki kepercayaan yang besar terhadap pasangannya serta tidak memiliki ketergantungan yang besar terhadap pasangannya yang menyebabkan mereka tidak terlalu menginginkan hubungan yang terlalu dekat atau intim terhadap pasangannya(Baron & Bryne, 2005).

  Seseorang yang memiliki gaya kelekatan kecemasan cenderung memberikan segalanya bagi pasangan yang ia cintai. Mereka memiliki kadar kecemasan yang tinggi yang karena mereka tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya orang lain yang mencintai dirinya dan meninggalkannya. Mereka khawatir pasangannya tidak mencintai dirinya seperti ia mencintai pasangannya yang menyebabkan ia merasa cemas, takut akan kehilangan orang yang ia sayangi sehingga timbullah rasa cemburu yang berlebihan terhadap pasangannya (Baron & Bryne, 2005).

  Penelitian Bringle dan Evenbeck (dalam Mathes, Phillips, Skowran &

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  9 positif dan signifikan dengan indikasi harga diri yang rendah, kecemasan, ketidakpuasan dalam hidup.

  Menurut Rydell dan Bringle (2007) kecemburuan terdiri dari dua jenis yaitu kecemburuan reaktif dan kecemburuan dengan curiga. Kecemburuan reaktif harus lebih erat berkaitan dengan faktor eksternal (misalnya, ketergantungan, situasi sosial, hubungan kepercayaan), sedangkan kecemburuan dengan curiga berkaitan erat dengan faktor internal (misalnya, ketidakamanan, harga diri). Hal ini juga ditambahkan Mathes dan Savera (1981) bahwa salah satu bentuk spesifik dari ketidakamanan dan kesepian di masa lalu mengakibatkan peningkatan pada kecemburuan.

  Buunk, Guerrero, Sharpsteen dan Kirkpatrick (dalam Knobloch, Solomon & Cruz, 2001) menyatakan bahwa kecemasan dalam suatu hubungan secara khusus meningkatkan kecemburuan yang dialami. Secara konsisten penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki gaya kelekatan cemas lebih cemburu dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki gaya kelekatan yang aman. Penelitian menyatakan bahwa wanita lebih banyak memiliki kelekatan yang cemas dibandingkan dengan pria yang identik dengan kelekatan menghindar (Mikulincer&Goodman, 2006).

  Dari berbagai penelitian, peneliti menarik kesimpulan bahwa gaya kelekatan tidak aman merupakan salah satu penyebab adanya kecemburuan pada individu yang mempengaruhi kualitas hubungan dengan pasangannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10 Dengan demikian, peneliti ingin meneliti apakah ada hubungan antara kecemburuan yang terjadi pada wanita yang menjalin hubungan berpacaran dengan gaya kelekatan yang dialami oleh pasangan tersebut.

  B. RUMUSAN MASALAH

  Berdasarkan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara tipe kelekatan tidak aman dengan kecemburuan pada wanita dewasa awal.

  C. TUJUAN PENELITIAN

  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kelekatan tidak aman dengan kecemburuan pada wanita dewasa awal yang menjalin hubungan berpacaran

  D. MANFAAT PENELITIAN

  1. Manfaat Teoritis

  Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam ilmu psikologi khususnya dalam bidang psikologi sosial serta hubungan dengan relasi sesama.

  2. Manfaat Praktis

  Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan khususnya bagi wanita yang berpacaran untuk dapat melihat dampak-dampak yang ditimbulkan akibat rasa cemburu yang dimiliki sehingga dapat mengembangkan hubungan relasi yang lebih sehat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dewasa Awal

1. Pengertian

  Masa dewasa awal merupakan suatu masa dimana individu mencari kemantapan dan masa yang reproduktif. Makna dari masa ini adalah masa yang penuh dengan masalah, ketegangan emosi, periode komitmen, masa ketergantungan dan penyesuaian diri terhadap pola hidup yang baru (Hurlock dalam Jahja 2011). Rentang usia dewasa awal adalah (18-30 tahun).

1.1. Ciri Dewasa Awal

  Masa dewasa dapat dikatakan sebagai masa yang sulit karena pada masa ini individu dituntut untuk dapat hidup mandiri dan melepaskan ketergantungannya dengan orang tua.

  Hurlock (dalam Jahja, 2011) menguraikan ciri-ciri masa dewasa awal yaitu:

a. Masa Pengaturan

  Individu pada masa ini akan “mencoba-coba” sebelum pada akhirnya menentukan pilihan mana yang sesuai dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12 individu sudah menemukan pola hidup yang sesuai dengan kebutuhannya, maka ia akan mengembangkan pola perilaku, sikap dan nilai yang akan menjadi sesuatu yang khas selama hidupnya.

  b. Masa Usia Produktif Masa-masa ini adalah masa yang cocok untuk menentukan pasangan hidup, menikah dan bereproduksi karena organ reproduksi ini sudah sangat produktif untuk menghasilkan keturunan.

  c. Masa Bermasalah Masa ini dikatakan masa yang sulit dan bermasalah dikarenakan individu harus menyesuaikan dirinya untuk penyeseuaian dengan peran barunya yaitu pekerjaan dan perkawinan. Apabila individu tidak dapat menyesuaikan dengan peran barunya tersebut maka hal ini akan menimbulkan masalah karena adanya faktor-faktor seperti kurang siap dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan peran yang baru yang menyebabkan individu kaget dengan peran yang dikerjakan secara bersamaan dan tidak adanya bantuan dari orang tua atau orang lain untuk menyelesaikan masalah tersebut.

  d. Masa Ketegangan Emosional

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  13 Emosi individu pada masa ini cenderung bergelora dan mudah tegang. Namun pada saat memasuki usia 30-an, individu cenderung tenang dan stabil dalam emosi.

  e. Masa Komitmen Individu akan mulai menyadari mengenai pentingnya arti komitmen sehingga akan membentuk tanggung jawab, komitmen yang baru dan pola hidup yang berbeda pula.

  f. Masa Ketergantungan Pada masa ini individu masih memiliki ketergantungan dengan orang tua atau organisasi yang mengikatnya hingga di akhir usia 20 tahun.

  g. Masa Perubahan Nilai Perubahan nilai yang terjadi pada masa dewasa dikarenakan adanya pengalaman dan hubungan sosial yang semakin luas. Nilai-nilai yang dimaksud disini adalah nilai- nilai yang meningkatkan kesadaran yang positif.

  h. Masa Penyesuaian Diri dengan Hidup Baru Saat individu memasuki masa dewasa maka individu tersebut memiliki rasa tanggung jawab yang lebih karena akan memiliki peran ganda sebagai orang tua dan pekerja.

i. Masa Kreatif

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  14 minat, kemampuan dan kesempatan yang dimiliki individu tersebut.

2. Tugas Perkembangan Dewasa Awal

  Hurlock menyebutkan bahwa ada dua hal yang menunjukkan tugas perkembangan dewasa awal. Hal tersebut adalah kemandirian ekonomi dan kemandirian membuat keputusan. Sedangkan, menurut Erikson (dalam Santrock, 1994), masa dewasa awal adalah masa keintiman versus isolasi. Erikson menambahkan bahwa dalam masa ini, sebelum individu menjalin relasi dengan orang lain, individu tersebut harus terlebih dahulu mengerti siapa dirinya dan bagaimana caranya untuk menjadi mandiri.

  Tahap dewasa muda individu mulai karier dan pada tahap ini individu memulai kariernya dan mencari pasangan intim untuk membangun hubungan berpacaran yang lebih serius atau bahkan hingga membangun sebuah rumah tangga (Santrock, 2008)

  Masa dewasa awal merupakan masa terpanjang setelah masa kanak-kanak dan remaja. Dalam masa ini individu dituntut untuk tidak bergantung dengan orang tua dan mulai belajar hidup mandiri dikarenakan adanya peran dan tugas yang baru.

  Dalam perkembangan kognitif, orang dewasa lebih sistematis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15 baik dan dapat beradaptasi dengan aspek pragmatis kehidupannya. Pada masa dewasa, individu akan menyadari akan adanya perbedaan pendapat dan perspektif orang lain (Santrock, 1995).

3. Ciri-ciri Sosio Emosi

  Hasil penelitian menujukkan bahwa 20 tahun pertama dalam kehidupan bisa memprediksi kehidupan sosioemosi pada usia dewasa.

  (Mc Adams & Olsen; Sroufe, Coffino, & Carlson, dalam Santrock,2012)

  3.1 Temperamen Tempramen merupakan suatu gaya perilaku dan karakteristik respons emosional yang sifatnya individual. Pada masa dewasa awal, sebagian besar individu memperlihatkan adanya perubahan suasana hati dibandingkan ketika masa remaja; dalam masa dewasa ini mereka lebih bertanggung jawab dan lebih jarang berperilaku yang mengandung resiko (Caspi dalam Santrock, 2012).

  3.2 Cinta yang romantis Cinta yang romantis adalah hal yang sangat penting khususnya bagi mahasiswa perguruan tinggi. Hal ini diakibatkan oleh karena dalam penelitian Berscheid, Synder, dan Omoto (dalam Santrock, 1995) ditemukan bahwa lebih dari separuh responden mengatakan bahwa kekasih memiliki hubungan dekat dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  16 B. Kecemburuan (Jealousy)

1. Pengertian

  Cemburu merupakan suatu tanda yang memberitahukan bahwa ada sesuatu yang salah yang terjadi dalam hubungan yang dirasakan oleh salah seorang dalaam konteks hubungan tersebut (Duck, dalam Rahardjo, Rachmatan & Lee, 2011).

  Cemburu (jealousy) merupakan respons terhadap ketidaksetiaan partner baik yang bersifat nyata maupun imajinasi. Rasa cemburu muncul ketika seseorang merasa terancam akan kehilangan hubungan yang penting yang disebabkan oleh rival dan yang memiliki hubungan dengan perasaan takut, curiga, tidak percaya, cemas, marah, merasa dikhianati, merasa ditolak, terancam dan merasa kesepian (Brehm, 1992).

  Menurut Davis (dalam Buunk, Angletner, Oubaid&Buss, 1996) memjelaskan bahwa cemburu merupakan suatu reaksi ketakutan dan kemarahan untuk melindungi, memelihara dan menjaga hubungan dalam berelasi. Hal ini juga ditambahkan oleh Hansen bahwa kecemburuan merupakan suatu reaksi untuk melindungi dari perasaan terancam pada nilai suatu hubungan yang dari situasi dimana pasangan terlibat dengan orang lain atau beraktifitas dengan orang lain (Bevan&Hale, 2006) .

  Cemburu didefinisikan sebagai suatu tanda yang memberitahukan bahwa sesuatu yang salah telah terjadi dalam suatu hubungan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  17 Gurnee (dalam East & Walts, 1999) mendefinisikan cemburu sebagai suatu perasaan yang terjadi dan timbul dalam diri individu karena seseorang yang dipersepsikan milik dia ternyata mendapat perhatian dari orang lain.

  Dari pengertian cemburu diatas dapat disimpulkan bahwa cemburu merupakan respons terhadap adanya perasaan atau ancaman nyata yang muncul akibat adanya rasa takut kehilangan pasangan dan bentuk dari rasa tidak percaya, cemas, marah dan merasa terancam serta kehilangan nilai dari hubungan tersebut..

2. Komponen Cemburu

  Dalam Knobloch, Solomon & Cruz (2001), komponen cemburu dibagi menjadi dua jenis yaitu : a. Cognitive Jealousy

  Kecemburuan ini terjadi bila seseorang merasa ragu-ragu dan khawatir dengan kesetiaan pasangannya. Kecemburuan ini menunjukkan adanya ketidakpercayaan terhadap kesetiaan pasangan dalam hubungan (Pfeiffer & Wong dalam Knobloch, Solomon & Cruz, 2001)

  b. Emotional Jealousy Kecemburuan emosional ini merupakan respon dari apa yang dirasakan individu terhadap ancaman dalam hubungannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18 amanan dan kekecewaan (Sharpsteen & Kirkpatrick dalam Knobloch, Solomon & Cruz, 2001

3. Proses Terjadinya Cemburu

  Menurut White dan Mullen (Panke dan Asendorpf, 2001) proses terjadinya cemburu terdiri dari lima proses, yaitu : a. Primary Appraisal (penilaian awal)

  Proses ini merupakan awal terjadinya kecemburuan pada individu. Primary appraisal dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu : 1) faktor hubungan yang meliputi kwalitas dan tipe hubungan, 2) faktor karakteristik ancaman yang meliputi tipe dan beratnya ancaman.

  b. Secondary Appraisal (penilaian kedua) Pada tahap ini individu mencoba memahami dengan lebih baik situasi yang terjadi dan mulai memikirkan cara untuk mengatasinya. Secondary appraisal merupakan proses yang rasional dan konstruktif serta terkadang melibatkan catastrophic thinking, yaitu apabila individu terburu-buru mengambil kesimpulan yang jauh dari bukti-bukti yang ada sehingga kesimpulan yang ia dapat akan menjadi tidak rasional. Akan tetapi individu yang mengalami cemburu tidak menyadari bahwa pikirannya tidak rasional, sehingga ia menganggap pikiran merupakan bagian dari realitas yang menyebabkan reaksi emosional yang ekstrim.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  19

c. Emotional Reaction (reaksi emosional)

  Keadaan emosional dan intensitas respon individu ketika cemburu sangat beragam dan bermacam-macam. Ketika cemburu seseorang dapat mengalami emosi yang negatif, seperti kemarahan pada pasangan atau pihak ketiga, kecemasan akan kehilangan hubungan dengan pasangan, distress emosional dan fisik, depresi dan sedih. Terkadang individu juga mengalami emosi yang positif, dimana akan muncul perasaan gembira, cinta dan lebih hidup.

4. Faktor Penyebab

  Brehm (2002) menyatakann terdapat dua aspek yang dapat menyebabkan seseorang cemburu yaitu : a. Faktor Personal

  Pada dasarnya antara pria dan wanita Baik pria maupun wanita pada dasarnya tidak berbeda kecenderungan dalam hal cemburu.

  Namun, terdapat perbedaan-perbedaan individual yang dapat menyebabkan seseorang lebih mudah merasakan cemburu yaitu :

1. Dependence

  Berscheid (dalam Brehm,1992) menyatakan bahwa individu yang sangat tergantung terhadap pasangannya meyakini bahwa hanya pasangannya saja yang dapat membuat dirinya bahagia dan tidak ada orang lain yang dapat menggantikannya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  20 beberapa orang masih tetap mempertahankan hubungan yang mereka jalin meskipun menyakitkan bagi mereka karena individu tersebut berfikir bahwa mereka tidak memiliki alternatif lain di luar hubungan yang mereka jalin (Choice & Lamke dalam Miller, 2002). Sikap dependence juga erat kaitannya dengan sikap posesif yang hadir, dimana seseorang yang bergantung dengan pacarnya akan berusaha sekuat mungkin untuk menjaga dan mengawasi setiap gerak-gerik dari pasangannya (Caroll, 2005 dan Pinto & Hollandsworth dalam Brehm, 1992)

  Mate Value 2.

  Dalam hal ini seseorang lebih mudah merasakan kecemasan apabila ia menganggap bahwa pasangannya adalah individu yang menarik dan disenangi banyak orang baik dalam segi penampilan fisik, bakat atau hal-hal lain yang merupakan kelebihan dari pasangan dibandingkan dengan dirinya dan merasa cemas apabila ada orang lain yang lebih baik darinya dapat mendampingi pasangannya tersebut. Mate value ini ketika seseorang menganggap bahwa dalam diri pasangannya terdapat kriteria-kriteria yang ia sukai dan sangat cocok dengan dirinya, maka hal ini dapat membuat individu tersebut semakin takut

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21 melakukan atau mendapatkan orang lain yang lebih baik dari mereka.

  3. Sexual Exclusivity Individu yang memiliki nilai sexual exclusivity menginginkan dan mengharapkan pasangannya tetap setia hanya kepada dirinya saja dan tidak mengizinkan pasangannya untuk melakukan hubungan seksual dengan orang lain atau aktivitas intim lainnya. Hal ini menyebabkan semakin besar orang yang memiliki nilai ini akan mengalami kecemburuan.

  4. Past Experience Pengalaman berpacaran seseorang dapat mempengaruhi munculnya kecemburuan pada hubungan yang akan dan sedang dijalin. Individu yang dulunya memiliki pasangan yang tidak setia dan mengalami kekecewaan pada hubungan sebelumnya, dapat menurunkan kepercayaan individu tersebut kepada pasangannya yang sekarang. Hal ini akan menyebabkan individu tersebut lebih mudah untuk merasa cemburu dan curiga karena semakin rendah kepercayaan individu terhadap pasangannya,maka akan semakin mudah individu tersebut untuk merasakan kecemburuan. (Knox, 1984)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  22

b. Berdasarkan Sifat Stimulus Terjadinya Kecemburuan

  Buss (dalam Brehm 2002) menyatakan bahwa yang dapat menimbulkan kecemburuan diakibatkan oleh adanya ketidaksetiaan (infidelity) yang dilakukan oleh pasangan. Buss membagi stimulus tersebut dalam dua bentuk, yaitu :

  1. Kecemburuan Seksual Kecemburuan seksual adalah kecemburuan yang terjadi dikarenakan adanya ketidaksetiaan seksual yang dilakukan pasangan. Ketidaksetiaan seksual adalah ketidaksetiaan yang dilakukan pasangan bersama pihak ketiga yang melibatkan hubungan fisik, seperti pelukan, ciuman dan hubungan seksual.

  2. Kecemburuan Emosional Kecemburuan emosional adalah kecemburuan yang timbul dikarenakan adanya ketidaksetiaan emosional yang dilakukan pasangan. Ketidaksetiaan emosional adalah ketidaksetiaan yang dilakukan pasangan terhadap pihak ketiga tanpa melibatkan hubungan fisik, melainkan lebih menekankan kepada keakraban suatu hubungan, seperti rindu atau ingin selalu berbicara dengan pihak ketiga tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  23 C. Kelekatan Tidak Aman (Insecure Attachment)

1. Pengertian

  Istilah Kelekatan (attachment) untuk pertama kalinya dikemukakan oleh seorang psikolog dari Inggris pada tahun 1958 bernama John Bowlby yang kemudian dilengkapi oleh Mary Ainsworth pada tahun 1969 (Mc Cartney dan Dearing, 2002). Kelekatan merupakan suatu ikatan emosional yang kuat yang dikembangkan anak melalui interaksinya dengan orang yang mempunyai arti khusus dalam kehidupannya, biasanya orang tua (Mc Cartney dan Dearing, 2002).

  Bowlby (1973) menyatakan bahwa kelekatan merupakan perilaku yang berbeda antara satu orang dengan yang lain yang mengakibatkan seseorang mencapai atau mempertahankan orang untuk dekat dengan dirinya (Feeney & Noller, 1996). Bowlby (dalam Haditono dkk,1994) menyatakan bahwa hubungan ini akan bertahan lama dalam rentang kehidupan manusia yang diawali dengan kelekatan anak pada ibu atau figur lain pengganti ibu. Pengertian ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Ainsworth mengenai kelekatan. Ainsworth (dalam Hetherington dan Parke,2001) mengatakan bahwa kelekatan adalah ikatan emosional yang dibentuk seorang individu dengan orang lain yang bersifat spesifik, mengikat mereka dalan suatu kedekatan yang bersifat kekal sepanjang waktu. Kelekatan merupakan suatu hubungan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  24 Bowlby berpendapat bahwa seorang bayi dengan kelekatan aman akan merasa bahwa pengasuh adalah sumber kenyamanan dan perlindungan ketika kebutuhan mereka muncul. Sedangkan bayi dengan kelekatan tidak aman tidak mengalami kenyamanan dan perlindungan secara konsisten dari pengasuhnya ketika suatu ancaman muncul (Cassidy & Shaver, 2008). Hal ini juga sejalan dengan Ainsworth (1978) dimana dalam penelitiannya menunjukkan bahwa tipe kelekatan didasarkan pada reaksi bayi ketika berpisah dari pengasuhnya dan ketika bertemu kembali dengan pengasuhnya (Feeney & Noller, 1996). Dengan adanya perbedaan kualitas kelekatan hubungan individu, Aisnworth membagi kelekatan menjadi dua kategori dasar yaitu kelekatan aman dan kelekatan tidak aman. Dalam kategori kelekatan tersebut tidak hanya menggambarkan bagaimana perilaku seseorang dengan pengasuh atau figur lekatnya melainkan bagaimana persepsi seorang bayi adanya pengasuh atau respon bayi terhadap pengasuh. Seseorang yang memiliki kelekatan tidak aman dengan pengasuh utama mereka sejak kecil, akan menemui kesulitan ketika mereka membangun suatu hubungan dengan orang lain di masa depan (Cassidy & Shaver, 2008).

  Hasan dan Shaver (1987) menyatakan bahwa seseorang dengan kelekatan aman akan mudah dalam menjalin hubungan dekat dengan orang lain dan merasa nyaman bergantung pada orang lain. sedangkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  25

   maupun anxiety attachment akan merasa tidak nyaman dengan hubungan yang mereka jalin.

  Bartholomew (1991) menyatakan bahwa kelekatan dewasa memiliki dimensi yang mendasar yaitu perspektif individu terhadap orang lain (positif maupun negatif) dan perspektif individu terhadap dirinya sendiri (positif dan negatif). Kelekatan tidak aman merupakan model kerja negatif dari diri individu yang layak menerima cinta dan perhatian dari orang lain (Anxiety) atau orang lain sebagai orang yang memberi cinta dan perhatian (avoidant) yang dikembangkan dari pola pengasuhan yang didapatkan. Menurut Collins dan Read, model kerja atau working model membentuk respons secara kognitif, emosi dan perilaku individu terhadap orang lain (Fenney & Noller, 1996).

  Kelekatan tidak aman merupakan suatu persepsi dimana figure lekatnya tidak sensitive, tidak merespon dan tidak berada disekitar individu yang menyebabkan dirinya mengalami distress ketika dihadapkan pada suatu ancaman. Individu yang memiliki kelekatan tidak aman adalah individu yang memiliki pengalaman yang mengancam rasa amannya (Mikulincer & Shaver, 2005). Hal ini menyebabkan individu dengan kelekatan tidak aman memiliki representasi negative terhadap figure lekatnya sehingga menyebabkan timbulnya masalah dalam suatu hubungan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26 terhadap orang lain atau diri sendiri yang mempengaruhi respons pikiran, emosional dan perilaku individu terhadap pasangannya.

2. Tipe-tipe Kelekatan

  Menurut Hazan dan Shaver (1987) terdapat tiga tipe kelekatan yaitu :

  2.1. Tipe kelekatan aman.

  Mereka yang memiliki tipe aman memiliki kepercayaan penuh terhadap orang yang dicintai. Kelekatan ini mendorong individu untuk dekat dengan orang yang dicintai tetapi tetap menjadi dirinya sendiri. Mereka yakin bahwa pasangannya adalah orang yang layak diperhatikan dan sangat memperhatikan dirinya. Mereka merasa nyaman bila bergantung pada yang dicintai. Sebaliknya mereka juga merasa nyaman bila yang dicintai bergantung pada mereka. Mereka tidak merasa khawatir ditinggalkan oleh yang mereka cintai.

  Dalam sebuah penelitian oleh Fricker & Moore menemukan sebuah fakta bahwa orang yang memiliki tipe kelekatan aman mengalami kepuasan hubungan yang tinggi dengan pasangannya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki kebahagiaan dalam menjalin hubungan dengan seseorang baik dalam pacaran maupun pernikahan serta dapat membuat hati

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  27

  2.2 Tipe kelekatan menghindar Tipe kelekatan menghindar ditandai dengan perasaan kurang nyaman mengalami suatu keintiman atau kedekatan dengan orang lain. Mereka enggan untuk percaya dan bergantung pada orang yang dicintai. Mereka akan berusaha menjaga hubungan agar tidak terlalu dekat dan intim dengan pasangannya. Penelitian yang dilakukan Fricker & Moore (2002) menunjukkan bahwa orang yang memiliki tipe kelekatan menghindar mengalami kepuasan hubungan yang rendah. Karena mereka sulit percaya dan intim kepada orang lain, akibatnya mereka sulit menikmati hubungan cinta dengan pasangan.

  2.3 Tipe kelekatan cemas Mereka yang memiliki tipe cemas mempunyai dorongan untuk mem sepenuhnberikan atau menyerahkan dirinya sepenuhnya dengan orang yang dicintai. Hal ini dilakukan karena mereka merasa tidak sanggup untuk hidup sendiri tanpa adanya orang yang dicintai yang mengakibatkan mereka mengalami kecemasan tinggi apabila ditinggalkan oleh pasangannya. Selain itu, mereka juga sangat takut apabila diabaikan dan munculnya kekhawatiran bahwa mereka tidak sungguh-sungguh dicintai oleh pasangan mereka.

  Penelitian Fricker & Moore (2002) memperlihatkan bahwa orang yang memiliki tipe kelekatan cemas adalah orang yang paling

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  28 ditinggalkan, dan selalu gundah apabila tidak diterima oleh pasangan. Dalam kondisi ini orang dengan tipe kelekatan ini akan sulit untuk bisa merasa berbahagia dalam jalinan cinta dan cenderung memiliki kecemburuan terhadap pasangannya.

3. Dampak Kelekatan

a. Harga diri

  Individu yang memiliki harga diri yang tinggi sehingga ia merasa aman untuk berhubungan dengan orang lain sehingga ia akan lebih menghargai komitmen dan akan membentuk hubungan yang lama serta menghindari permusuhan atau konflik (Baron & Bryne, 2005). Individu yang memiliki kelekatan tidak aman menyebabkan ia memiliki harga diri yang rendah dan memiliki pemikiran negatif terhadap dirinya sendiri. Dengan demikian harga diri memiliki pengaruh terhadap kecemburuan yang dimiliki seseorang.

  b. Kenyamanan dengan pasangan Individu dengan kelekatan tidak aman akan merasa tidak nyaman untuk terlalu dekat dengan pasangan. Namun sebaliknya kelekatan aman merasa sangat nyaman untuk dapat dekat dengan orang lain (Hazan & Shaver dalam Fraley dan Shaver, 2000) c. Kepercayaan

  Individu yang memiliki kelekatan tidak aman cenderung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  29 seseorang dengan kelekatan aman memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap orang lain(Hazan & Shaver dalam Fraley dan Shaver, 2000).

  d. Kepuasan dalam hubungan Individu dengan kelekatan yang tidak aman memiliki kepuasan hubungan yang rendah. Namun sebaliknya individu dengan kelekatan aman akan memiliki kepuasan hubungan yang tinggi ( Levy dan Davis dalam Feeney dan Noller, 1990).

  e. Ketergantungan dengan pasangan Individu dengan kelekatan tidak aman memiliki ketergantungan yang rendah terhadap pasangan secara khusus adalah tipe kelekatan menghindar yang memiliki hubungan yang tidak dekat dengan orang lain (Hazan & Shaver dalam Feeney & Noller, 1990 ).

  Sebaliknya individu dengan kelekatan aman mudah untuk bergantung pada orang lain.

  f. Keintiman Inidividu yang memiliki kelekatan tidak aman tidak memiliki keintiman yang rendah dan stress. Sebaliknynya individu yang memiliki kelekatan aman memiliki keintiman dalam hubungan dan memiliki kepuasan dalam hubungan tidak mengalami stress secara psikis (Pielage, Luteijn, & Arrindell,2005).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  30 D. Dinamika Hubungan Kelekatan Tidak Aman dan Kecemburuan Individu masing-masing memiliki gaya kelekatan sendiri dan berbeda-beda. Hazan dan Shaver (dalam Collins & Read, 1990) menyatakan bahwa penggunaan teori kelekatan bayi digunakan sebagai kerangka kerja untuk meneliti bagaimana hubungan cinta dewasa terkait dengan interaksi orang tua-anak pada masa awal.

  Dalam hubungan relasi yang menjadi salah satu masalah adalah mengenai kecemburuan. Salah satu faktor penyebab kecemburuan adalah

  dependence. Kelekatan merupakan salah satu bentuk dependency.

  Kelekatan terdiri dari dua bentuk yaitu kelekatan aman dan kelekatan tidak aman. Kelekatan tidak aman terdiri dari kelekatan cemas (anxiety) dan kelekatan menghindar (avoidant). Kelekatan ini dibentuk saat individu memiliki hubungan dengan pengasuhnya sejak kecil. Kelekatan inilah yang akan berkelanjutan hingga individu tersebut dewasa dan menjadikan orang lain sebagai figur lekatnya.

  Individu yang memiliki kelekatan tidak aman memiliki harga diri yang rendah. Berbeda dengan individu dengan kelekatan anxiety yang memandang negatif dirinya dan memandang positif orang lain, individu dengan kelekatan avoidant memandang negatif orang lain dan positif terhadap dirinya sendiri. Namun kedua kelekatan insecure ini memiliki kecemburuan yang tinggi dibandingkan dengan individu dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  31 dengan orang lain sehingga individu memiliki kepercayaan yang rendah dan memiliki ketergantungan yang rendah dengan orang lain. Adanya rasa khawatir dan cemas ditinggalkan dengan pasangan menyebabkan individu dengan gaya kelekatan ini sulit untuk berbahagia, rasa percaya diri yang rendah sehingga mengakibatkan kepuasan dalam hubungan sangat rendah. Hal-hal seperti ini yang memicu adanya kecemburuan pada individu tersebut (Baron & Bryne, 2005). Sebaliknya seseorang yang memiliki kelekatan aman memiliki harga diri yang tinggi, percaya diri, merasa nyaman bergantung dengan orang lain yang menyebabkan individu tidak memiliki rasa khawatir ditinggalkan atau sendirian sehingga individu tersebut memiliki kepuasan dalam hubungan yang tinggi ( Levy&Davis dalam Feeney&Noller, 1990)

  Individu yang memiliki kelekatan tidak aman kepuasan hubungan yang rendah (Fricker & Moore, 2002). Individu dengan kelekatan cemas menunjukkan bahwa mereka akan merasa cemas apabila tidak lagi dicintai, selalu khawatir bila ditinggalkan, dan selalu gundah apabila tidak diterima oleh pasangan. Dalam kondisi ini orang dengan tipe kelekatan ini akan sulit untuk bisa merasa berbahagia dalam jalinan cinta.

  Berbeda dengan individu yang memiliki kelekatan menghindar bahwa mereka tidak nyaman memiliki kedekatan atau intim dengan pasangannya yang menyebabkan individu ini tidak memiliki kepuasan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  32 dengan kelekatan aman akan memiliki kepuasan dalam menjalin relasi dengan pasangan.

  Individu yang memiliki kelekatan tidak aman memiliki keintiman yang rendah dan stress. Pada individu avoidant dengan adanya karakteristik menghindar untuk terlalu dekat dengan pasangan menyebabkan individu ini memiliki keintiman yang rendah. Keintiman yang rendah merupakan salah satu hal yang menyebabkan adanya kecemburuan. Pada individu anxiety dengan adanya kecemasan dan memandang negatif terhadap diri sendiri mengakibatkan individu ini memiliki keintiman yang rendah. Keintiman inilah yang berdampak pada kecemburuan. Sebaliknya individu dengan kelekatan aman memiliki keintiman dengan pasangan sehingga tidak mengalami cemburu yang berdampak negatif.

  Individu yang memiliki kelekatan tidak aman yakni kelekatan cemas dan kelekatan menghindar memiliki kepercayaan yang rendah terhadap pasangan. Namun sebaliknya individu dengan kelekatan aman memiliki kepercayaan dengan pasangannya. Kecemburuan secara kognitif disebabkan oleh adanya ketidakpercayaan individu terhadap pasangannya (Pfeiffer&Wong dalam Knobloch&Solomon, 2001)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  33 BAGAN HUBUNGAN KELEKATAN TIDAK AMAN DAN KECEMBURUAN

  Harga diri tinggi Nyaman dengan pasangan Memiliki kepercayaan dengan pasangan dan diri Puas dalam hubungan Nyaman bergantung pada pasangan Memiliki keintiman yang tinggi dengan pasangan Harga diri rendah Kurang nyaman dengan pasangan Kepercayaan yang rendah dengan pasangan dan diri Kurang puas dalam hubungan Tidak nyaman bergantung pada pasangan Memiliki keintiman yang rendah dengan pasangan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  34

E. Hipotesis

  Hipotesis dalam penelitian ini adalah semakin tinggi kelekatan tidak aman seseorang maka akan semakin tinggi pula kecemburuan yang dialami wanita dewasa awal yang berpacaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian

  kuantitatif korelasional. Penelitian kuantitatif ini menggunakan dua jenis variabel yaitu variabel bebas (independent variable) yakni kelekatan tidak aman dan variabel terikat (dependent variable) yakni kecemburuan. Penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauhmana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel lain berdasarkan koefisien korelasi (Azwar,2009)

B. Variabel Penelitian

  Variabel merupakan konsep yang mengalami variasi nilai (Purwanto dan Sulistyastuti, 2007). Variabel ada dua macam yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Variabel merupakan Dalam penelitian ini kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut :

  : Kelekatan Tidak Aman

  1. Variabel Bebas : Kecemburuan

  2. Variabel Tergantung

C. Definisi Operasional

1. Kecemburuan

  Cemburu merupakan respons terhadap ketidaksetiaan partner baik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang disebabkan oleh rival dan yang memiliki hubungan dengan perasaan takut, curiga, tidak percaya, cemas, marah, merasa dikhianati, merasa ditolak, terancam dan merasa kesepian. Variabel ini diukur dengan menggunakan skala Jealousy-evoking Partner Behaviors. Dalam skala ini semakin tinggi skor menunjukkan bahwa subjek memiliki kecemburuan yang tinggi pula, begitu juga sebaliknya.

2. Kelekatan Tidak Aman (Insecure Attachment )

  Kelekatan tidak aman merupakan suatu persepsi dan working

  model negatif terhadap orang lain atau diri sendiri yang mempengaruhi respons pikiran, emosional dan perilaku individu terhadap pasangannya..

  Variabel ini diukur dengan menggunakan skala adptasi ECR (Experiences in Close Relationship). Skala ini dapat menunjukkan tipe kelekatan yang dimiliki oleh subjek. Semakin tinggi skor yang diperoleh subjek maka akan semakin tidak aman kelekatan yang dimiliki subjek. Sebaliknya, semakin rendah skor yang dimiliki subjek maka kelekatan yang dimiliki subjek akan semakin aman.

D. Subjek Penelitian

  Kriteria sampel adalah sebagai berikut :

  1. Wanita

  2. Umur 18 hingga 30 Tahun

  3. Subjek sedang menjalani hubungan berpacaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  E. Metode Pengambilan Sample

  Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah incidental

  sampling dan penyebaran kuesioner melalui media internet (email). Pada

  penelitian ini, pemilihan subjek didasarkan pada beberapa kriteria yang sudah diketahui sebelumnya.

  F. Metode dan Alat Pengumpulan Data

1. Metode Pengumpulan Data

  Penelitian ini terdapat 2 variabel penelitan yaitu Gaya Kelekatan Dewasa (Adult Attachment) dan Cemburu (Jealousy). Untuk mendapatkan data dari kedua variabel tersebut maka peneliti menggunakan kuesioner dan skala Likert.

  Sebelum melakukan penelitian yang sebenarnya peneliti melakukan uji coba skala terlebih dahulu terhadap 55 subjek. Setelah dilakukan uji coba peneliti melakukan pengolahan data dan menganalisis reliabilitas dan korelasi item totalnya. Dalam pengolahan terdapat item- item yang gugur dengan korelasi item total yang kurang baik (≤ 0.3) sedangkan item-item yang memiliki korelasi item total yang baik (≥ 0.3) digunakan untuk pengambilan data pada penelitian yang sesungguhnya.

  Pada skala kelekatan dewasa terdapat item yang bersifat favorable dan unfavorable. Sedangkan pada skala kecemburuan tidak terdapat item yang bersifat favorable dan unfavorable.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Alat Pengumpulan Data

  Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala adaptasi yaitu ECR (Experiences in Close Relationship) untuk mengukur kelekatan tidak aman yang secara khusus mengukur tipe kelekatan

  avoidant dan anxiety serta Jealousy-Evoking Partner Behavior untuk mengukur kecemburuan terhadap pasangan.

2.1 ECR (Experiences in Close Relationship)

  Skala ECR (Experiences in Close Relationship) ini diadaptasi dan menggunakan terjemahan bolak balik oleh Bapak Siswo. Pada

  Experiences in Close Relationship terdapat 7 alternatif pilihan dalam

  jawaban skala yaitu yaitu STS (Sangat Tidak Setuju), TS (Tidak Setuju), ATS (Agak Tidak Setuju), N (Netral), AS (Agak Setuju), S (Setuju), dan SS (Sangat Setuju). Item favorable diberi penilaian dari angka terkecil, yaitu 1 (STS), sampai angka terbesar, yaitu 7 (SS).

  Penilaian untuk item unfavorable dilakukan mulai dari angka terbesar, yaitu 7 (STS) sampai angka terkecil, yaitu 1 (SS).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 3.1 Cetak Biru Kelekatan Tidak Aman Sebelum Uji Coba

  Item Indikator Jumlah

  Favorable Unfavorable Avoidant 2, 6, 10, 12, 14, 4, 8, 16, 18, 20, 18 (50%)

  28 22, 24, 26, 30, 32, 34, 36 Anxiety 1, 3, 5, 7, 9, 11, 17, 21 18 (50%)

  13, 15, 19, 23, 25, 27, 29, 31, 33, 35

2.2 Jealousy-Evoking Partner Behavior

  Skala kecemburuan yang digunakan merupakan skala adaptasi dengan metode Likert. Jawaban subjek dinyatakan dalam 5 kategori dalam bentuk angka yaitu 1 (Semakin Tidak Cemburu), 2, 3, 4, 5 (Semakin Cemburu) dimana tiap-tiap pilihan adalah pencerminan dari tingkat kecemburuan yang di rasakan atau diungkapkan oleh subjek. Dalam skala yang diadaptasi Dijkstra dkk,2010 tidak terdapat item favorable dan unfavorable. Sikap yang ditunjukkan subjek mudah untuk diinterpretasikan dengan melihat jumlah skor total subjek. Semakin besar jumlah total keseluruhan menunjukkan sikap cemburu subjek yang tinggi. Sedangkan semakin

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kecil besar jumlah total keseluruhan menunjukkan sikap cemburu subjek yang rendah.

  Tabel 3.2 Cetak Biru Kecemburuan Sebelum Uji Coba

  Indikator No. Item Jumlah Suspicious behavior 5, 7, 9, 10,14, 18, 28, 32

  8 Unfaithful behavior 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 29, 30, 31, 36, 37, 42

  16 Pornography 1, 2, 3, 4, 33, 34, 35

  7 Technological invesment 6, 8, 11, 12, 15, 16, 17, 38, 39,40, 41

  11 G. Kredibilitas Alat Ukur

1. Validitas

  Validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar,2011).

  Validitas isi merupakan validitas yang digunakan dalam penelitian ini. Validitas isi pada penelitian ini didapatkan dengan mengkonsultasikan skala dengan orang ahli yaitu dosen pembimbing dan orang profesional yang merupakan lulusan pendidikan Bahasa Inggris.

  Apabila penampilan tes dapat meyakinkan dan memberi kesan mampu untuk mengungkapkan apa yang akan diukur maka validitas pada tes

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Reliabilitas

  Reliabilitas yang dimiliki oleh suatu pengukuran tinggi maka pengukuran tersebut dapat dikatakan sebagai pengukuran yang reliabel.

  Realibilitas memiliki beberapa nama lain seperti keajegan, keterpercayaan, kestabilan, konsistensi dan sebagainya namun konsep pada reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar,2011). Reliabilitas pada penelitian ini untuk dapat melihat korelasi item total menggunakan pendekatan koefisien alpha

  cronbach. Reliabilitas yang tinggi dan baik adalah yang memiliki nilai mendekati 1.

  Hasil realibilitas skala Adult Attachment dan Jealousy yang dianalisis menggunakan program SPSS 16.0 for Windows menunjukkan hasil koefisien reliabilitas pada skala ECR sebesar 0.870 dan koefisien reliabilitas jealousy-evoking behavior scale sebesar 0.952. Koefisien reliabilitas pada kedua variabel tersebut merupakan koefisien dengan nilai mendekati 1. Hal ini menunjukkan bahwa kedua skala ini memiliki reliabilitas yang baik.

  3. Seleksi Item

3.1 Cetak Biru Kelekatan Tidak Aman Setelah Di Uji Coba I

  Item-item penelitian ini diujicobakan terhadap 55 orang dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows item-item yang memiliki daya deskriminasi yang kurang baik berjumlah 10 item yaitu 1, 3, 9, 16, 17, 27, 31, 33, 34.

  Tabel 3.3 Cetak Biru kelekatan Tidak Aman Setelah Uji Coba

  Indikator Item Jumlah Favorable Unfavorable

  Avoidant 2, 6, 10, 12, 14,

  28 4, 8, 18, 20, 22, 24, 26, 30, 32, 36

  16 Anxiety 5, 7, 11, 13, 15, 19, 23, 25, 29,

  35

  10

  3.2 Cetak Biru Kelekatan Dewasa Setelah Diuji Coba II Item-item dianalisis kembali agar mendapatkan daya deskriminasi yang baik yaitu

  Rit ≥0.3 dan terdapat 1 item yang gugur yaitu item nomor 7.

  Tabel 3.4 Cetak Biru Kelekatan Dewasa Setelah Diuji Coba II

  Indikator Item Jumlah Favorable Unfavorable

  Avoidant 2, 6, 10, 12, 14,

  28 4, 8, 18, 20, 22, 24, 26, 30, 32, 36

  16 Anxiety 5, 11, 13, 15, 19,

  9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.3 Cetak Biru Kelekatan Dewasa Setelah Diuji Coba III Item-item dianalisis kembali agar mendapatkan daya deskriminasi yang baik yaitu

  Rit ≥0.3 dan terdapat 1 item yang gugur yaitu item nomor 13.

  Tabel 3.5 Cetak Biru Kelekatan Dewasa Setelah Diuji Coba III

  Item Indikator Jumlah

  Favorable Unfavorable Avoidant 2, 6, 10, 12, 14, 4, 8, 18, 20, 22,

  16 28 24, 26, 30, 32, 36 Anxiety 5, 11, 15, 19, 23,

  8 25, 29, 35

  3.4 Cetak Biru Kelekatan Dewasa Setelah Diuji Coba IV Item-item dianalisis kembali agar mendapatkan daya deskriminasi yang baik yaitu

  Rit ≥0.3 dan terdapat 1 item yang gugur yaitu item nomor 11. Secara keseluruhan item-item yang gugur berjumlah 13 iatem yang pada akhirnya digunakan untuk pengambulan data pada penelitian yang sebenarnya sebanyak 23 item.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 3.6 Cetak Biru Kelekatan Dewasa Setelah Diuji Coba IV

  Item Indikator Jumlah

  Favorable Unfavorable Avoidant 2, 6, 10, 12, 14, 4, 8, 18, 20, 22,

  16 28 24, 26, 30, 32, 36 Anxiety 5, 11, 15, 19, 23,

  8 25, 29, 35

  3.5 Tabel Cetak Biru Kecemburuan Setelah Diuji Coba Item-item dianalisis kembali agar mendapatkan daya diskriminasi yang baik yaitu

  Rit ≥0.3 dan diketahui terdapat 4 item yang gugur yaitu nomor 1, 3, 28 dan 42. Secara keseluruhan item- item yang gugur berjumlah 4 item yang pada akhirnya digunakan untuk pengambilan data pada penelitian yang sebenarnya sebanyak 38 item. Tabel 3.7 Cetak Biru Kecemburuan Setelah Uji Coba

  Indikator No. Item Jumlah Suspicious behavior 5, 7, 9, 10,13, 14, 18, 32

  8 Unfaithful behavior 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25,

  14 26, 27, 29, 30, 31, 36, 37, Pornography 2, 4, 33, 34, 35

  5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

H. Metode Analisis data

1. Uji Asumsi

  1.1 Uji Normalitas Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan untuk mengecek apakah data penelitan tersebut berasal dari populasi yang sebarannya normal (Santoso, 2010). Uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16.0 for Windows dengan metode Kolmogorov-Smirnov. Data yang penyebarannya normal adalah data yang memiliki p > 0.05

  1.2 Uji Linearitas Uji linearitas ini digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antarvariabel yang hendak dianalisi mengikuti garis lurus.

  Uji linearitas ini dilakukan pula dengan menggunakan program SPSS 16.0 for Windows.

2. Uji Hipotesis

  Uji korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Pearson dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian Penelitian di laksanakan pada tanggal 10 Juli hingga 29 Juli 2013

  dengan menyebarkan 140 skala. Skala ini terbagi dalam dua bentuk penyebarannya yaitu dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Skala yang berjumlah 140 disebarkan gugur sebanyak 20 buah skala. Hal ini diakibatkan adanya data subjek yang tidak lengkap, jawaban subjek pada skala yang tidak terisi secara lengkap sehingga peneliti hanya menganalisi skala berjumlah 120 buah skala.

B. Hasil Penelitian

1. Data Demografis

  Subjek pada penelitian ini memiliki beberapa kriteria dan salah satunya yaitu umur. Subjek harus berumur 18 hingga 30 tahun yang merupakan usia masa dewasa awal. Berikut adalah tabel data demografi berdasarkan umur subjek.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  47 Tabel 4.1

  Data Usia Subjek Penelitian Usia Jumlah Presentase

  18 4 3 %

  19 12 10 %

  20 16 13 %

  21 22 18 %

  22 31 26 %

  23 16 13 %

  24 6 5 %

  25 1 1 %

  26 5 4 %

  27 2 2 %

  28 1 1 %

  29 2 2 %

  30 2 2 %

  Jumlah 120 100%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  48

2. Uji Asumsi

2.1 Uji Normalitas

  Uji Normalitas adalah uji yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian yang diteliti berasal dari populasi yang sebarannya normal. Pada Uji Normalitas ini jika p > 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa data yang diteliti memiliki sebaran data yang normal, namun sebaliknya jika p < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa data yang diteliti memiliki sebaran data yang tidak normal (Santoso, 2010).

  Berikut adalah hasil perhitungan tiap variabel dalam perhitungan SPSS 16.0 yang menyatakan bahwa nilai p [ Asymp.

  Sig. (2-tailed) ] pada Variabel X ( Adult Attachment) adalah 0.393 sedangkan nilai p [ Asymp. Sig (2-tailed) ] pada Variabel Y (Jealousy) adalah 0.140 yang berarti bahwa kedua variabel tersebut memiliki sebaran data yang nomal karena nilai p masing- masing variabel lebih besar dari 0.05 ( p > 0.05)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  49 Tabel 4.2

  Normalitas Variabel Penelitian

  Pengukuran P Keterangan Xtotal 0.393 Ytotal 0.140 Sebaran data normal

  Xanxiety 0.387 Xavoidant 0.740

2.2 Uji Linearitas

  Uji asumsi linearitas digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antarvariabel yang hendak dianalisis mengikuti garis lurus. Uji asumsi ini menunjukkan bahwa peningkatan atau penurunan kuantitas si suatu variable akan diikuti secara linear oleh peningkatan atau penurunan kuantitas di variabel lain (Santoso, 2010).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  50 Berdasarkan hasil olah data pada scatterplot menunjukkan bahwa penelitian ini tidak memiliki korelasi yang ditunjukkan dengan sebaran data yang cenderung menurun kebawah. Hal ini menunjukkan bahwa kelekatan tidak aman pada wanita memiliki hubungan namun negatif dengan kecemburuan wanita terhadap pasangannya.

C. Hasil Penelitian

  Teknik uji korelasi merupakan teknik analisis untuk melihat bagaimana kecenderungan pola dalam variabel berdasarkan kecenderungan pola variabel yang lain. Teknik yang sering digunakan untuk menghitung koefisien korelasi adalah teknik korelasi Product Momen Pearson (Santoso,2010). Analisa korelasi bertujuan untuk mengukur derajat hubungan atau kekuatan asosiasi linier antara dua variabel yang menunjukkan arah hubungan (positif dan negatif) antara variabel dependen dengan variabel independen (Purwanto & Sulistyastuti, 2007). Jika besarnya nilai koefisien korelasi antara dua variabel adalah nol berarti antara dua variabel tersebut tidak ada hubungan. Jika besarnya nilai koefisien korelasi antara dua variabel adalah +1 maka dua variabel tersebut memiliki hubungan yang sempurna. Nilai koefisien korelasi yang semakin besar (mendekati +1) maka derajat hubungan tersebut semakin tinggi begitu pula sebaliknya (Purwanto & Sulistyasuti,2007). Pada hasil penelitian ini analisis korelasi menggunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  51 D. Statistik Deskriptif (Hasil Tambahan)

  1. Paired sample T-Test Berdasarkan dari hasil perhitungan pada penelitian di atas dengan mengunakan SPSS 16.0 diperoleh hasil bahwa mean avoidant (44.39) lebih besar dari mean anxiety (18.83). Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini secara garis besar cenderung subjek memiliki kelekatan avoidant atau menghidar

  2. One Sample T-Test Teknik ini digunakan untuk melihat besar kecilnya nilai mean teoritis dan nilai besar mean empiris. Rumus untuk mencari mean teoritis adalah : ( (Skor rendah x jml soal) + (skor tinggi x jml soal)) : 2

  ( (skor rendah x jml soal) + (skor tinggi x jml soal)) : 2

Tabel 4.3 Hasil Pengukuran Statistik Deskriptif

  Pengukuran Mean Empiris Mean Teoritis P

  X

  31.61 92 0.000 Xanxiety

  18.83 28 0.000 Xavoidant

  44.39 64 0.000

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  52 Berdasarkan nilai p pada tabel diatas menunjukkan bahwa p <

  0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean yang signifikan diantara dua kelompok pembanding.

E. Pembahasan

  Dalam penelitian ini dengan menggunakan program SPSS 16.0 ditunjukkan hasil analisis korelasi Pearson koefisien korelasi sebesar -0.234 dengan p 0.000. Hasil ini menunjukkan bahwa adanya korelasi negatif kelekatan tidak aman dengan kecemburuanHal ini dapat diinterpretasikan bahwa apabila seseorang memiliki kelekatan yang tidak aman maka ia akan cenderung mengalami ketidakcemburuan. Namun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Hipotesis yang berbunyi

  “Semakin tinggi kelekatan tidak aman yang dimiliki seseorang maka akan semakin tinggi kecemburuan seseorang terhadap pasangan” ditolak.

  Dalam perhitungan SPSS 16.0 yang menyatakan bahwa nilai p [ Asymp. Sig. (2-tailed) ] pada Variabel X ( Adult Attachment) adalah 0.393 sedangkan nilai p [ Asymp. Sig (2-tailed) ] pada Variabel Y (Jealousy) adalah 0.140 yang berarti bahwa kedua variabel tersebut memiliki sebaran data yang nomal karena nilai p masing-masing variabel lebih besar dari 0.05 ( p > 0.05).

  Selain itu dalam variabel kelekatan (attachment) memperoleh hasil bahwa

  mean avoidant (44.39) lebih besar dari mean anxiety (18.83). Hal ini dapat

  disimpulkan bahwa pada penelitian ini secara garis besar cenderung subjek

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  53 Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat ketidaksesuaian dengan penelitian-penelitian sebelumnya dan teori-teori yang membahas mengenai kedua variabel dalam penelitian ini. Salah satu asumsi adanya ketidaksesuaian hipotesis dan hasil penelitian ini adalah bahwa alat ukur dalam kedua variabel penelitian ini menggunakan skala adaptasi yang telah diterjemahkan. Adapun tujuan menggunakan skala adaptasi ini adalah untuk melihat apakah alat ukur ini mampu menyingkapkan hasil yang sama dengan hipotesis yang menggunakan subjek yang ada di Indonesia. Pada kenyataannya penelitian ini menunjukkan hasil bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang negatif dan memiliki korelasi yang rendah.

  Skala yang digunakan dalam penelitian ini merupkan skala adaptasi yang berasal dari negara lain. melihat dari perspektif budaya, Indonesia memiliki budaya yang berbeda dengan budaya di negara lain. dalam skala adaptasi terdapat aspek-aspek atau item-item yang mencerminkan suatu kebudayaan dimana skala berasal yang tidak dapat diterima oleh orang-orang di negaraatau bahkan asing bagi kita. Dengan adanya perbedaan persepsi budaya sangat mempengaruhi subjek dalam pengisian skala. Apabila item dalam skala adaptasi tidak sesuai dengan kebudayaan kita maka subjek akan cenderung menjadi faking sehingga subjek menjawab item-item dalam skala adaptasi tidak menggambarkan diri subjek yang sebenarnya dan cenderung

  social desirable. Hal ini sangat mempengaruhi pengolahan data dalam suatu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  54 Dijkstra, Barelds dan Groothof pada tahun 2010 memiliki item - item yang bagi kebudayaan di Indonesia merupakan suatu hal yang tabu atau tidak layak untuk diungkapkan. Dalam skala tersebut terdapat jumlah item yang cukup banyak pernyataan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan seks. Ditinjau dengan adanya perbedaan hipotesis dengan hasil yang empirik, peneliti menemukan faktor yang menyebabkan hipotesis ditolak. Adanya masukan dan kritikan dari beberapa subjek mengenai skala ini adalah bahwa skala

  Jealousy-Evoking Partner Behavior bukan untuk mengukur kecemburuan

  terhadap pasangan melainkan untuk mengukur kesetiaan. Ada pula yang mengatakan bahwa apabila pasangan ada yang melakukan hal-hal seperti yang terdapat dalam item tersebut menyebutkan bahwa lelaki tersebut adalah orang yang memiliki kelainan, subjek tidak akan meneruskan hubungan mereka dan langsung akan memutuskan hubungan mereka. Berdasarkan kritikan dan saran-saran tadi menunjukkan bahwa adanya perbedaan budaya dalam mempersepsikan dalam hal seks.

  Dari penjelasan tersebut, dapat ditemukan penyebab ditolaknya hipotesis yaitu bahwa orang-orang yang berada di Belanda memiliki kecenderungan untuk membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan seks kepada orang lain dapat dilakukan dengan santai dan rileks (Buunk, Angleitner, Oubaid & Buss, 1996). Hal ini merupakan kebalikan dari budaya yang ada di Indonesia bahwa orang-orang di Indonesia masih sangat tabu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  55 Ketidakseimbangan item khususnya pada skala kelekatan merupakan salah satu asumsi yang menyebabkan penelitian ini memiliki korelasi rendah. Hal ini dikarenakan dengan ketidakseimbangan item tersebut tidak menggambarkan gambaran subjek yang sebenarnya dalam hal kelekatan dikarenakan gugurnya item-item kelekatan.

  Dalam penyebaran skala terhadap mahasiswi, peneliti meminta bantuan subjek pada saat dikampus dan melalui email. Selama dikampus subjek tengah berada bersama teman-temannya dan bercanda dengan temannya sehingga peneliti berasumsi bahwa subjek tidak serius mengerjakan karena adanya faktor lingkungan selama proses pengerjaan pengisian skala. Kemudian skala yang dikirim melalui email, peneliti berasumsi bahwa dikarenakan tidak bertatap muka langsung sehingga terdapat asumsi bahwa subjek tidak memahami apa yang harus dikerjakan sehingga tidak dapat bertanya langsung kepada peneliti maksud dari penelitian ini. Selain itu, peneliti juga tidak mengetahui bagaimana keadaan fisik dan lingkungan subjek daat mengerjakan skala melalui online atau email.

  Asumsi lain dengan adanya korelasi negatif pada penelitian ini adalah urutan item pada skala kecemburuan yang diawali dengan item yang sangat ekstrem yang berhubungan dengan seks yang merupakan hal yang tabu untuk budaya di Indonesia. Hal ini yang menyebabkan subjek merasa tidak nyaman untuk mengerjakan sehingga tidak mengerjakan dengan sungguh-sungguh.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Setelah melakukan analisi dan pembahasan, peneliti menyimpulkan

  bahwa kelekatan tidak aman berkorelasi negatif dengan kecemburuan. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol yang menyatakan “ semakin tinggi kelekatan tidak aman seseorang maka akan semakin tinggi pula kecemburuan seseorang terhadap pasangannya” ditolak. Hasil ini dipengaruhi oleh adanya perbedaan persepsi mengenai seks antara budaya yang ada di Belanda dan budaya yang ada di Indonesia.

B. SARAN

  Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu : Agar peneliti lebih mencermati kembali apakah skala adaptasi yang 1. digunakan dapat diterima oleh budaya setempat untuk menghindari adanya jawaban subjek yang dimanipulasi atau tidak sesuai dengan keadaan subjek. Peneliti juga dapat mempertimbangkan kondisi fisik dan lingkungan 2. subjek saat mengisi kuesioner karna hal ini sangat mempengaruhi bagaimana subjek menjawab pernyataan-pernyataan pada kuesioner.

  Dalam penggunaan skala adaptasi, peneliti selanjutnya untuk dapat 3.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  57 membuat skala tersebut untuk dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya Dalam skala adaptasi juga untuk dapat mempertimbangkan urutan 4. item-item pada skala tersebut sehingga subjek tetap merasa nyaman mengerjakan skala dengan item dari yang paling umum hingga yang paling ekstrim. Peneliti dapat lebih cermat dalam penghitungan dan pengolahan data 5. agar tidak menyebabkan hasil yang kurang memuaskan sehingga hasil yang diinginkan tidak tercapai.

  Peneliti yang menggunakan fasilitas internet untuk menyebarkan skala 6. agar dapat terus memantau apakah subjek memahami dengan pernyataan dalam skala sehingga subjek juga dapat menjawab dengan tepat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  58 DAFTAR PUSTAKA

  Azwar, Saifuddin. (2009). Metode Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin, Dr. M.A. (2011). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta:

  Pustaka Pelajar Offset Baron, A. R. (2005). PsikologiSosial Edisi Kesepuluh. Jakarta: Penerbit Erlangga Bennet, L. R. (2005) Women, Islam and Modernity: Single Women, Sexuality and

  Reproductive Health in Contemporary Indonesia. USA: Routledge Curzon

  the Taylor & Francis Group Bevan, L. Jennifer & Hale, L. Jerold (2006). Negative Jealousy-Related Emotion

  Rumination as Consequences of Romantic Partner, Cross Sex Friend, and Sibling Jealousy Expression. Communications Studies Vol 57, No. 4,

  December 2008 pp. 363-379 : Routledge Taylor and Francis Group Brehm, S. S. (1992). Intimate Relationship 2nd Edition. USA: McGraw-Hill Companies.

  Bringle, R.G., & Buunk, B. (1986). Examining the causes and consequences of

  jealousy: Some recent findings and issues. In R. Gilmour & S. Duck (Eds.), The emerging field of personal relationships (pp.225

  • –240). London: Academic Press.

  Buunk, P. Bram., Angleitner, A., Oubaid, Viktor., & Buss, M. David (1996). Sex

  Differences in Jealousy in Evolutionary and Cultural Perspective : Test From the Netherlands, germany and the United States. Psychological Science Vol. 7, NO 6, November 1996. Copyright 1996 American Psychology Society.\

  Buss, D.M. (2000). The dangerous passion: Why jealousy is as necessary as love and sex. New York: The Free Press. Collins, L. Nancy., & Read, J. Stephen (1990). Adult Attachment, Working

  Models and Relationship Quality in Dating Couples. Journal of Personality and Social Psychology 1990, Vol. 58, No.4, 664-663. American Psychological Association, Inc 0022-3514/90/S00.75.

  D., Wuryani, Esti, dan Sri.(2008). Pendidikan Seks Keluarga. Indeks. Jakarta. Danastri, Beatrich Rani., Permatasari, Jane Ginza Ayu., Viasti, Lisabetha Elok Reno., Prawitasari, Stenny, & Nugrahaeni, Ni Nyoman Laksmi. (2013).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  59 Donald G. Dutton, Cynthia van Ginkel,and Monica A. Landolt . White and mullen (1989). Jealousy, Intimate Abusiveness, and Intrusiveness. Duck, S. (2000) Human Relationship Third Edition SAGE Publication, Ltd.

  London.

  East, M.P. & Watts, F.N. (1999) Jealousy And Envy. Dalam tim Dalgleish & Mick

  Power(Eds.), Handbook of Cognition And Emotion Jhon Willey & Sons, ltd. Chichester

  Easron, A. Judith & Shackelford, K. Todd (2009). Morbid jealousy and Sex

  Differences in Partner-Directed Violence. Hum Nat (2009) 20 : 342-350 :

  Published online Springer Science Fenney, Judith. & Nollers, Patricia. (1990). Attachment style as a predictor of

  adult romantic relationships. Journal of personality and social psychology 1990 Vol.58. No.2, 281-291.

  Fraley, R. Chris., & Shaver, R. Philip. (2000). Adult Romantic Attachment :

  Theoritical Developments, Emerging Controversies, and Unanswered

Questions. Review of general Psychology 2000, Vol.4, No.2, 132-154

  Fricker, Julie (2002). “Relationship Satisfaction: The role of Love Styles and

  Attachment Styles”. Current research in social psychology An electronic journal

  Furman, Wyndol., Brown, Bradford., & Feiring, Candice (1991). The

  development of Romantic Relationships in Adolescence. United Kingdom: Press Syndicate of the University of Cambridge.

  Guerrero, L.K., & Andersen, P.A. (1998). The dark side of jealousy and envy: desire, delusion, desperation, and destructive communication. In b.h.

  Spitzberg & w.r. Cupach (eds.), the dark side of close relationships (pp.

  33

  • –70). Mahwah, nj: lawrence erlbaum

  Harris, R. Christine (2005). Male and Female Jealousy, Still More Similar than

  Different : Reply to Sagarin (2005). Personality and Social Psychology

Review 2005, Vol. 9, No.1, 76-86. Lawrence Erlbaum Associates.Inc

  Hart, S. L., & Legerstee. M. (2010). Handbook of Jealousy.UK : Wiley-Blackwell Publication

  Hazan, Cindy., & Shaver, Philip (1987).” Romantic Love Conceptualized as an

  Attachment Process”. Journal of personality and Social Psychology Vol.52. No.3, 511-524.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  60 Knobloch, K. Leanne., Solomon, H.D., & Cruz, G. Michael (2001). The Role Of

  Relationship Development And Attachment In The Experience Of Romantic Jealousy. Personal Relatonship, 8 (2001), 205-224.

  Mathes, W. Eugene and Savera, Nancy(1981). Jealousy, romantic love and liking

  : theoretical consederations and preliminary scale development. Western Illinois University. Psychological reports, 1981, 49, 23-31.

  Mathes, W. Eugene., Phillips, T. Jhon., Skowran, Julie., & Dick III, E. William (1982). Behavioral Correlates of the Interpersonal Jealousy Scale.

  Western Illinois University. Educational and Psychological Measurement.it

  Miller, R.S., & Perlman, D.,S. Brehm, S. (2007). Intimate Relationship Fourth

  Edition. USA;McGraw-hill

  Pielage, S.B., Luteijn, F. & Arrindell, W.A. (2005). Adult attachment, Intimacy

  and Psychological Distress in a Clinical and Community Sample. Clinical

  Psychology and Psychotherapy, 12, 455-464 Purwanto, E.A., & Sulistyastuti, D.R. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif

  Untuk Administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial.Yogyakarta:

  Penerbit Gava Media Salovey, P., & Rodin, J. (1985, September). The heart of jealousy. Psychology

  Today, 22

  • –25, 28–29.(p. 178). Journal of Family Violence, Vol. 11, No. 4,

  1996

  Santrock, W. Jhony (2012). Life Span Development Perkembangan Masa Hidup Edisi Ketigabelas Jilid 2. Penerbit Airlangga. Santoso, Agung (2010). Statistik Untuk Psikologi Dari Blog Menjadi Buku.

  Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma Sarwono, W. S.(2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika

  

Wigman, S.A., Archer, J & Kevan-Graham Nicola (2008). Investigating Sub-

Groups of Harassers : The Roles Of Attachment, Dependency, Jealousy and Aggression. J fam viol(2008) 23:557-568

  Wisnuwardhani, D. (2012). Hubungan Interpersonal. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  61

  LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62

  LAMPIRAN 1

Laporan Survei Awal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  63

LAPORAN SURVEI AWAL

  

PENELITIAN MENGENAI PERILAKU SEKS, KEPUASAN

BERELASI, KOMITMEN, DAN KECEMBURUAN

  Disusun oleh : Stenny Prawitasari 099114049 Lisabetha Elok R. V. 099114096 Beatrich Rani D. 099114098 Jane Ginza A. P. 099114102 Ni Nyoman Laksmi 099114123

  

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2013

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  7 Puas

  7 Puas

  14 18 1 th 2 bln 1 th 2 bln Jogja- Kalimantan 660 km

  3 Tidak Puas

  6 Cukup Puas 13 25 5 th 3 bln 6 bln Jogja-Jakarta 437 km

  12 23 2 bln 2 bln Jogja-Magelang 47 km

  1 Tidak Puas

  11 21 2 th 1 bln 6 bln Jogja-Bali 540 km

  3 Tidak Puas

  5 Cukup Puas 10 22 6 bln 3 bln Jogja-Klaten 30 km

  9 22 1 th 3 bln 1 th 3 bln Jogja-Solo 61 km

  2 Tidak Puas

  8 23 1 th 1 bln 2 bln Jogja-Semarang 90 km

  64 Kami melakukan survei awal untuk mendukung penelitian mengenai relasi. Survei ini dilakukan terhadap 167 mahasiswa di Yogyakarta

  Hasil Penelitian terkait kepuasan berelasi :

  3 Tidak Puas

  6 23 3 th 9 bln 2 th 7 bln Jogja-Jakarta 437 km

  8 Puas

  5 Cukup Puas 5 25 2 th 4 bln 2 th 4 bln Jogja-Solo 61 km

  4 24 5 th 1 th 6 bln Jogja-Jakarta 437 km

  3 Tidak Puas

  5 Cukup Puas 3 22 1 th 4 bln 1 bln Jogja-Jakarta 437 km

  2 23 1 th 5 bln 1 th 5 bln Jogja-Solo 61 km

  4 Tidak Puas

  1 18 6 bln 6 bln Jogja-Solo 61 km

  (dlm th) Berpacaran Pacaran Jarak Jauh

  No Usia Lama Hubungan Jarak Lokasi Jarak (dlm km) Skala Keterangan

  Dari 167 responden, sebanyak 47 orang (28%) di antaranya menjalani hubungan berpacaran jarak jauh. Hasil Laki-laki :

  7 19 2 th 2 bln 6 bln Jogja-Magelang 47 km

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12 21 5 th 6 bln 3 th 7 bln Jogja-Jakarta 437 km

  9 18 2 th 7 bln 7 bln Jogja-Balipapan 1.076 km

  3 Tidak Puas

  10 21 2 bln 2 bln Jogja-Sulawesi 1.200 km

  4 Tidak Puas

  11 20 4 bln 3 bln Jogja-Sragen 93 km

  3 Tidak Puas

  4 Tidak Puas

  8 20 2 th 6 bln 2 th 6 bln Jogja-Palembang 840 km

  13 19 3 th 4 bln 2 th 3 bln Jogja-Sleman 30 km

  7 Puas

  14

  19 3 bln 3 bln Jogja-Jerman 13.000 km

  10 Puas

  15 20 3 th 11 bln 3 th 11 bln Jogja-Jakarta 437 km

  5 Cukup Puas

  6 Cukup Puas

  65 Keterangan lain :

  Puas : 5 orang = 31% Tidak Puas : 7 orang = 44% Cukup Puas : 4 orang = 25% Rata-rata skala : 4,81

  7 Puas

  Hasil Olah Data pada Perempuan

  No Usia Lama hubungan Jarak Lokasi Jarak

  (dlm km) Skala Keterangan (dlm th) Berpacaran Pacaran Jarak Jauh

  1 20 8 bln 3 bln Jogja-Banjarmasin 1.171 km

  6 Cukup Puas

  2 20 1 th 1 bln 1 th 1 bln Jogja-Balikpapan 1.076 km

  3 20 6 bln 2 bln Jawa-kalimantan 660 km

  7 20 1 bln 1 bln Jogja-Jakarta 437 km

  2 Tidak Puas

  4 21 2 th 4 bln Jogja-Jakarta 437 km

  8 Puas

  5 21 1 th 1 th Jogja-Jambi 1.020 km

  9 Puas

  6 21 2 th 5 bln 2 th 5 bln Jogja-Tangerang 465 km

  8 Puas

  3 Tidak Puas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  8 Puas

  Rata-rata kepuasan berelasi laki-laki dan perempuan yang menjalin hubungan berpacaran jarak jauh adalah : 5,55

  Keterangan lain-lain : Puas : 14 orang = 45% Tidak Puas : 10 orang = 32 % Cukup Puas : 7 orang = 23% Rata-rata skala : 5,94

  3 Tidak Puas

  31 22 2 bln 2 bln Muntilan-kalimantan 660 km

  1 Tidak Puas

  30 19 2 th 5 bln 2 th Jogja-Palembang 840 km

  4 Tidak Puas

  29 21 1 th 11 bln 6 bln Jogja-Jakarta 437 km

  7 Puas

  28 18 6 th 2 bln 6 th 2 bln Jogja-Jakarta 437 km

  5 Cukup Puas

  27 22 2 th 7 bln 1 th Jogja-Solo 61 km

  4 Tidak Puas

  26 21 2 th 1 bln 1 th 1 bln Jogja-Jakarta 437 km

  66

  18 21 2 th 6 bln 1 th 6 bln Jogja-Bali 540 km

  8 Puas

  21 6 bln 6 bln Semarang-Berlin 13.000 km

  24

  8 Puas

  23 20 1 th 9 bln 1 th 7 bln Jogja-Bali 540 km

  5 Cukup Puas

  22 18 1 th 6 bln 7 bln Jogja-Bogor 418 km

  8 Puas

  21 20 3 th 6 bln 1 th 8 bln Jogja-Jakarta 437 km

  6 Cukup Puas

  20 20 4 th 11 bln 4 th 11 bln Jogja-Bandung 360 km

  10 Puas

  19 19 10 bln 5 bln Jogja-Bengkulu 960 km

  9 Puas

  25 18 3 th 2 bln 6 bln Jogja-Surabaya 240 km

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67 Berdasarkan hasil di atas, maka didapatkan nilai mean 0,58 untuk jenis kelamin laki-laki dan 0,67 untuk jenis kelamin perempuan. Sedangkan untuk nilai p

  Penelitian Terkait Komitmen G roup Statistics JK N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Item LAKI-LAKI

  64 .58 .813 .102 PEREMPUAN 103 .67 .879 .087

Independent Samples Test

  Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. t df Sig. (2- tailed) Mean

  Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper

  Item Equal variances assumed .585 .446 -.675 165 .501 -.092 .136 -.360 .177 Equal variances not assumed

  1.41

  • .688

  6E2 .493 -.092 .133 -.356 .172

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  61 Hasil Penelitian Terkait Perilaku Seksual Ketentuan responden dalam pra peneltian ini adalah remaja akhir putri (dengan rentang usia 17-24 tahun), belum menikah, dan sedang menjalani relasi berpacaran. Skala penelitian disebarkan di beberapa universitas ternama di Yogyakarta. Dari sekian banyak skala yang disebarkan, dihasilkan 78 skala yang dinyatakan baik untuk dapat diolah karena memenuhi standar administrasi. Hasil pra penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 87% remaja akhir putri yang sedang berpacaran di kota Yogyakarta pernah melakukan perilaku seks pranikah.

  Beberapa malah memulai perilaku ini sejak usia remaja awal (13-15 tahun). Sisanya memulai perilaku ini sejak usia remaja akhir (17-20 tahun).

  Hasil Penelitian Terkait Kecemburuan pada Perempuan

  Hasil survei terhadap 96 sampel mahasiswi menunjukkan bahwa terdapat 3 orang mahasiswi yang tidak pernah mengalami kecemburuan, sementara 93 orang lainnya mengalami kecemburuan. Sebelas dari 93 orang menyatakan bahwa mereka adalah orang yang sangat sering cemburu. Survei ini ingin melihat pula beberapa alasan yang menyebabkan kecemburuan dalam bentuk perilaku pasangan dan karakteristik saingan. Berdasarkan hasil survei, tampak bahwa sebagian besar dari data sampel yang terkumpul menyatakan bahwa mereka cemburu karena pasangan masih menceritakan atau berhubungan dengan mantan kekasihnya. Dengan demikian, terlihat bahwa perilaku pasangan yang berlebihan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  62 karena tidak mendapat perhatian dari pasangan. Selain itu, ada pula faktor lain seperti lupa waktu ketika bersama teman-temannya atau hobinya. Kecemburuan juga muncul apabila pasangan melakukan kontak fisik dengan lawan jenis, menghabiskan waktu dengan orang lain, karakter saingan yang memiliki nilai lebih pada penampilan, dan kemampuan inteligensi, serta perilaku saingan yang agresif terhadap pasangan.

  Hasil Penelitian Terkait Kecemburuan pada Pria

  Sampel yang digunakan adalah mahasiswa karena usia pada dewasa awal berada kisaran usia seorang mahasiswa (18-25 tahun). Survei pra-penelitian ini disebarkan pada 55 sampel pria yang sedang menjalani masa pacaran dan berusia 20-24 tahun. Dari 50 sampel pria menyatakan bahwa mereka merasa cemburu terhadap pasangannya dan 5 sampel pria menyatakan bahwa mereka tidak merasa cemburu terhadap pasangannya. Dari survei tersebut, dapat disimpulkan 90% dari sampel menyatakan bahwa seorang pria merasakan cemburu terhadap pasangannya.

  Hasil survei pra-penelitian ini menunjukkan beberapa alasan atau penyebab seorang pria cemburu terhadap pasangannya, baik berdasarkan karakter pasangan maupun karakter saingan. Alasan paling banyak yang membuat seorang pria cemburu berdasarkan karakter pasangan diantaranya adalah pasangannya terlalu dekat dengan lawan jenisnya. Alasan lain adalah karena pasangannya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  63 kekasihnya. Beberapa orang pria juga menyatakan bahwa mereka cemburu karena pasangannya terlalu centil dengan lawan jenisnya. Hal lain yang membuat seorang pria cemburu berdasarkan karakter saingan diantaranya adalah saingannya lebih menarik dari dirinya. Kemudian, saingan lebih pintar dan kaya. Ada juga yang menyatakan bahwa saingannya lebih populer, serta jauh lebih baik dari dirinya dalam berbagai aspek sehingga menimbulkan ketidakpercayaan pada diri sendiri.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  64 LAMPIRAN 2

  

Skala Uji Coba

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65 Skala Penelitian Saya adalah mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma yang sedang menempuh skripsi sebagai tugas akhir perkuliahan. Sehubungan dengan penelitian tugas akhir saya maka perkenankan saya untuk meminta bantuan teman-teman untuk mengisi skala berikut ini. Skala ini terdiri dari beberapa pernyataan yang berhubungan dengan relasi hubungan teman-teman dan pasangan teman-teman. Dalam mengisi skala ini, teman-teman diharapkan untuk memberikan jawaban dengan jujur dan apa adanya sesuai dengan keadaan teman-teman bersama

  

pasangan saat ini bukan dengan pasangan sebelumnya. Hasil data ini akan

  digunakan untuk kepentingan akademik sehingga semua informasi diri teman- teman akan terjamin kerahasiaannya.

  Atas perhatian, bantuan dan kerja sama teman-teman, saya ucapkan terimakasih.

  Hormat saya, Stenny Prawitasari / 099114049

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  66 IDENTITAS DIRI Inisial :.......................................................

  Jenis kelamin :....................................................... Usia :......................................................... Sedang menjalani hubungan pacaran : Ya / Tidak (coret yang tidak perlu) Berpacaran dengan : … orang (jumlah pasangan saat ini)

PETUNJUK PENGISIAN

  Skala ini terdiri dari beberapa item yang memungkinkan Anda untuk memberika n jawaban dengan memberi tanda silang “X” pada angka yang sesuai dengan keadaan Anda bersama pasangan anda saat ini. Semakin kecil angka yang Anda pilih maka semakin menyatakan ketidakcemburuan Anda pada pernyataan tersebut. Semakin besar angka yang Anda pilih maka semakin

  menyatakan kecemburuan Anda pada pernyataan yang tersebut.

  Berilah tanda “X” pada jawaban yang sesuai dengan keadaan anda saat ini

  

No. Pernyataan Semakin Semakin

Tidak Cemburu Cemburu

  1

  2

  3

  4

  5 Pasangan anda membicarakan mengenai lawan jenisnya 1.

  X Apabila Anda merasa bahwa jawaban yang Anda berikan masih kurang sesuai

  dengan keadaan Anda saat ini, maka Anda dapat mengganti jawaban Anda dengan memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya dan memberi tanda silang “X” pada jawaban yang lebih sesuai.

  No. Pernyataan Semakin Semakin Tidak Cemburu Cemburu

  1

  2

  3

  4

  5 X

  X

  1. pasangan saya membicarakan mengenai lawan jenisnya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  67

  • Adapun maksud dari kata orang lain atau lawan jenis dalam setiap pernyataan dalam skala ini adalah orang yang merupakan saingan anda saat anda berhubungan dengan pasangan anda saat ini.

  Silahkan jawab pernyataan-pernyataan berikut ini Semakin Semakin Tidak Cemburu NO. PERNYATAAN Cemburu

  1

  2

  3

  4

  5 Pasangan anda memiliki hubungan seks secara 1. diam-diam dengan orang lain

  2. Pasangan anda melakukan hubungan seks tanpa memasukkan alat kelamin dengan orang lain

  3. Pasangan anda melakukan hubungan seks dengan memasukkan alat kelamin dengan orang lain

  4. Pasangan anda melakukan oral seks dengan orang lain

  5. Pasangan anda jatuh cinta dengan orang lain

  6. Pasangan anda telanjang untuk orang lain di depan webcam

  7. Pasangan anda mencium orang lain

  8. Pasangan anda mengirim pesan yang memiliki unsur seksualitas dengan lawan jenisnya

  9. Pasangan anda meninggalkan anda demi orang lain

  10. Pasangan anda berkencan dengan orang lain

  11. Pasangan anda jatuh cinta dengan orang lain yang berkomunikasi melalui internet

  12. Pasangan anda melakukan phone sex dengan orang lain

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  68 Semakin Semakin

  Tidak Cemburu Cemburu NO. PERNYATAAN

  1

  2

  3

  4

  5

  14. Pasangan anda tertarik dengan orang lain

  15. Pasangan anda melakukan cyber-sex atau berhubungan seks di dunia maya dengan orang lain

  16. Pasangan anda mengunjungi situs seks (chat-box)

  17. Pasangan anda berhubungan seks dengan komunitas virtualnya yang merupakan kehidupan kedua pasangan anda

  18. Pasangan anda memiliki fantasi-fantasi secara seksual mengenai orang lain

  19. Pasangan anda menyentuh lawan jenis saat melakukan percakapan

  20. Pasangan anda memiliki percakapan yang menyenangkan dengan lawan jenis

  21. Pasangan anda berdansa dengan lawan jenis

  22. Pasangan anda berpelukan dengan orang lain Pasangan anda bekerja bersama-sama secara

  23. intensif dengan lawan jenis

  24. Pasangan anda menelpon lawan jenis

  25. Pasangan anda menghabiskan banyak waktunya dengan lawan jenis

  26. Pasangan anda terlihat tertarik dengan lawan jenis 27. pasangan anda tertarik dengan lawan jenis yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  69 Semakin Semakin

  Tidak Cemburu Cemburu NO. PERNYATAAN

  1

  2

  3

  4

  5

  28. Pasangan anda pergi keluar tanpa anda

  29. Pasangan anda memberikan hadiah kepada lawan jenis

  30. Pasangan anda memiliki hubungan emisional yang kuat dengan lawan jenis

  31. Pasangan anda menceritakan kepada anda mengenai lawan jenis dengan penuh kekaguman

  32. Pasangan anda menggoda orang lain

  33. Pasangan anda menonton film porno tanpa anda

  34. Pasangan anda melihat ganbar porno atau film- film porno melalui internet Pasangan anda melihat gambar porno di majalah 35.

  36. Pasangan anda melihat gambar model yang ada di majalah

  37. Pasangan anda mengidolakan orang terkenal yang berlawanan jenis

  38. Pasangan anda menceritakan perasaannya dan rahasianya dengan lawan jenis melalui obrolan (chat) atau email

  39. Pasangan anda memiliki hubungan emosional yang kuat dengan seseorang yang berkomunikasi melalui internet

  40. Pasangan anda mengirimkan email atau obrolan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  70 Semakin Semakin

  Tidak Cemburu Cemburu NO. PERNYATAAN

  1

  2

  3

  4

  5

  41. Pasangan anda menceritakan tentang perasaan dan rahasianya dengan lawan jenis

  42. Pasangan anda SMS-an dengan lawan jenis secara teratur

  Bagian ini bertujuan untuk melihat perasaanmu terhadap pasanganmu (pacarmu) atau terhadap hubungan pacaranmu. Kamu diminta untuk menilai setiap pernyataan sesuai dengan keadaan perasaanmu. Pada setiap pernyataan, terdapat 7 pilihan jawaban yaitu:

  STS : Sangat Tidak Setuju AS : Agak Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju ATS : Agak Tidak Setuju SS : Sangat Setuju N : Netral

  Berilah tanda silang (X) pada salah satu kotak pilihan jawaban yang tersedia pada setiap pernyataan. Silakan jawab dengan jujur. Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Jawaban yang tepat adalah jawaban yang paling sesuai dengan dirimu.

  Selamat Mengerjakan.

  1. Aku takut kehilangan cinta pacarku.

  □ □ □ □ □ □ □ STS TS ATS N AS S SS 2. Lebih baik aku tidak menunjukkan perasaanku yang sebenarnya pada pacarku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  71 3. Aku sering khawatir pacarku tidak mau lagi berpacaran denganku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

  4. Aku merasa nyaman menceritakan pendapat dan perasaanku yang sebenarnya pada pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

5. Aku sering khawatir pacarku tidak benar-benar mencintaiku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

6. Aku merasa sulit merelakan diriku bergantung pada pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

  7. Aku khawatir pacarku tidak memberi perhatian padaku sebesar aku memberi perhatian padanya.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

8. Aku merasa sangat nyaman memiliki hubungan yang dekat dengan pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

9. Aku sering berharap perasaan pacarku kepadaku sebesar perasaanku padanya.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

10. Aku merasa tidak nyaman untuk terbuka pada pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  72 11. Aku sering mengkhawatirkan hubunganku dengan pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 12. Aku lebih suka tidak terlalu dekat secara emosi dengan pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 13. Ketika pacarku sedang tidak bersamaku, aku khawatir ia akan tertarik pada orang lain.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 14. Aku merasa tidak nyaman ketika pacarku ingin hubungan kami menjadi sangat dekat.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

  15. Ketika aku mengungkapkan perasaanku pada pacarku, aku takut ia tidak memiliki perasaan yang sama kepadaku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 16. Mudah bagiku untuk menjalin hubungan yang dekat dengan pacar.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 17. Aku jarang khawatir akan ditinggalkan oleh pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 18. Tidak sulit bagiku untuk menjalin hubungan yang dekat dengan pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73 19. Pacarku membuatku meragukan diriku sendiri.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 20. Aku biasa membicarakan masalah dan beban pikiranku dengan pacar.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 21. Aku jarang merasa cemas suatu saat akan ditinggalkan oleh pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 22. Di saat-saat sulit, aku merasa terbantu jika pacarku dapat mendampingi.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 23. Aku merasa pacarku tidak ingin memiliki kedekatan emosi seperti yang aku harapkan.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 24. Aku menceritakan hampir semua hal pada pacar.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 25. Kadang-kadang perasaan pacarku terhadapku berubah tanpa alasan yang jelas.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS 26. Aku membicarakan segala hal dengan pacar.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  74

  27. Keinginanku untuk memiliki hubungan yang dekat kadang membuat orang lain tidak nyaman dan menjauh.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

28. Aku gelisah ketika pacarku terlalu dekat secara emosi denganku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

29.

  Aku merasa takut jika suatu saat pasanganku semakin mengenalku, ia tidak menyukaiku apa adanya.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

30. Aku merasa nyaman bergantung pada pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

  31. Aku merasa kacau ketika aku tidak mendapat perhatian dan dukungan yang aku butuhkan dari pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

32. Mudah bagiku untuk bergantung pada pacarku.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

33. Aku merasa khawatir tidak mampu menjadi sebaik orang lain.

  

□ □ □ □ □ □

STS TS ATS N AS S SS

34. Mudah bagiku untuk bersikap romantis dengan pacar.

  

□ □ □ □ □ □

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  □ □ □ □ □ □ □ STS TS ATS N AS S SS 36. Pacarku benar-benar memahamiku dan kebutuhan-kebutuhanku.

  75 35. Sepertinya pacarku hanya memperhatikanku ketika aku marah.

  □ □ □ □ □ □ □ STS TS ATS N AS S SS

  • Periksa kembali jawaban anda agar tidak ada yang terlewatkan ***
  • TERIMAKASIH DAN TUHAN MEMBERKATI ***

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (119 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU DIET WANITA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI OBESITAS SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
187
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TERHADAP ANJING PELIHARAAN DENGAN KOMPETENSI INTERPERSONAL PEMILIKNYA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
91
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
123
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
121
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
138
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
132
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
112
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
103
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN REMAJA AWAL DENGAN IBU DAN KECERDASAN EMOSI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
147
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN PERILAKU DIET TIDAK SEHAT PADA REMAJA PUTRI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
137
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
153
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
137
Show more